Issuu on Google+

8 Detil

Senin, 16 Januari 2012

INHU - INHIL Kadis PU Dituding Asbun

foto Dewi

BUP ATI Inhil yang diwakili Kepala BPMPD Kab. Inhil H. Edy Syafwannur mengambil sumpah BUPA dan melantik Zulkifli sebagai Kades Rantau Panjang dan Edi Krisna sbg Kades Simpang Tiga Daratan beberapa waktu lalu.

Warga Luar Dominasi Kuota CJH RENGAT(DETIL) RENGAT(DETIL)–Anggota DPRD Inhu kembali menyoroti kinerja Pemkab. Inhu dari berbagai aspek.Kali ini wakil rakyat menyoroti soal kuota calon jemaah haji Inhu yang lebih didominasi warga luar Inhu.Calon haji itu setiap tahunnya kerap didominasi warga luar Inhu. Sedangkan warga Inhu yang masuk daftar tunggu sudah cukup signifikan sekali. “Masyarakat Inhun yang akan berangkat haji harus bersaing memperebutkan nomor urut keberangkatan dan juga sering tersingkir. Selain itu, Pemkab.Inhu juga dirugikan disetiap tahunnya didalam pemberian subsidi untuk keberangkatan jema’ah haji ke tanah suci,” demikian disampaikan Angota DPRD Inhu, Suharto kepada wartawan di Gedung DPRD Inhu, Kamis (12/1) lalu. Suharto menilai kalau

Pemkab.Inhu jelas-jelas sudah dirugikan. Karena warga Inhu yang sesungguhnya harus tersingkir dan meunggu lama untuk menunaikan ibadah haji. Selain itu, anggaran yang dikeluarkan Pemkab.Inhu untuk mensubsidi biaya domestic tidak dapat dinikmati msyarakat Inhu. Menurut dia, warga yang berasal dari luar Inhu yang biasa mendaftar dan melaksanakan ibadah haji dari Inhu pada umumnya berasal dari kabupaten tetangga. Seperti dari Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Pelalawan. “Perkiraan kita bahwa kuota jemaah calon haji yang ada setiap tahunnya, warga Inhu yang ada didalam kuota tersebut tidak sampai setengahnya,” terang Suharto. Dalam kesempatan ini, Suharto menegaskan agar pihak Kementrian Agama Kab.Inhu dapat lebih selektif

mungkin serta menelusuri warga luar Inhu yang mendaftar sebagai calon jemaah haji. Sehingga, dapat mengurangi kuota yang ada. “Kedepannya nanti yang akan diurus oleh Pemkab. Inhu merupakan warga Inhu semua,” ujar Suharto. Lain pihak, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Inhu, Drs.H.Abdul Kadir mengakui pernah mendengar adanya JCH dari luar Inhu yang terdaftar di Inhu. Namun, pihaknya tidak sampai meneliti sejauh itu. Sebab, seluruh jemaah yang berangkat KTP nya merupakan warga Inhu. “Seluruh calon jema’ah haji yang akan berangkat, dokumen administrasinya Inhu. Sehingga, kita tidak bisa cek apakah dia dari Inhu atau tidak. Meskipun kita ada mendengar ada calon haji dari luar,”jelasnya. (yus)

TEMBILAHAN(DETIL)Malang benar nasib Eriani (43) yang harus merelakan kendaraannya Suzuki Sky Way warna Hitam BM 2859 GQ hilang, saat di parkir didepan rumahnya. Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di Jalan Tanjung Harapan Gg. Tanjung Raya Tembilahan, pada Kamis (12/01) sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.MSi melalui Paurhumas Iptu Zahari kepada wartawan Jum’at (13/ 01) menuturkan kronologi kejadian Curanmor berawal pada saat korban selesai mencuci motor miliknya di jalan Trimas, korban langsung pulang kerumah. Selanjutnya sampai dirumahnya, korban langsung me-

letakan kunci motornya diatas meja makan yang ada diruangan tengah, kemudian korban yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), langsung pergi kedapur untuk menaruh barang-barang belanjaannya dari pasar. Namun kurang lebih 10 menit korban pergi ke dapur, tiba-tiba saat korban ingin pergi keluar rumah, ternyata motor miliknya sudah hilang tidak ada lagi ditempatnya. Kontan saja saat itu korban kebingungan, apalagi kunci motor yang ditaruh diatas meja juga sudah tidak lagi, akibat dibawa kabur OTK . “Hanya selang kurang lebih 10 menit saya pergi kedapur, untuk bermaksud menaruh barang-barang belanjaan saya, ternyata motor saya sudah tidak ada lagi ditempatnya, termasuk

kunci motornya juga hilang” terang korban saat melapor ke Polres Inhil. Dijelaskan oleh Iptu Zahari, bahwa saat ini kasus tindak pidana Curanmor tersebut, sudah ditangani oleh Satuan Unit Reskrim, dugaan sementara sebelum beraksi pelaku sudah mengintai korban beserta TKP, sehingga ketika korban lengah pelaku langsung masuk rumah dan mengambil kunci lalu membawa kabur motor korban. “Untuk kasusnya sudah dalam pengembangan Satuan Unit Reskrim, diduga sebelum melakukan aksinya para pelaku sudah melakukan pengintaian dahulu, makanya ketika sudah ada kesempatan, lalu kuncinya diambil dan motornya dibawa kabur pelaku” kata Iptu Za(dw) hari.(dw)

Motor Raib Saat Diparkir di Depan Rumah

RENGAT(DETIL) RENGAT(DETIL)–Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ir.Asmara HK disinyalir telah melakukan pebohongan publik. Yang mana, ia mengatakan kalau proyek pembangunan fisik dan sarana pada Pasar Rakyat Kota Rengat sudah rampung. Serta pada bulan Januari ini pusat perbelanjaan yang berada dipusat Kota Rengat ini bisa beroperasi. Oleh karenanya, ia dituding Asbun (asal bunyi). “Pembangunan Pasar Rakyat yang akan dipergunakan para pedagang tradisional sudah selesai seratus persen. Bulan ini Pasar Rakyat Kota Rengat yang bisa menampung sebanyak 500 pedagang dengan menelan biaya APBD Inhu sebesar Rp.11.199.827.000,- itu pada Januari 2012 ini akan segera difungsikan,” kata Asmara kepada wartawan pekan lalu. Menurut Asmara, secara fisik proyek pembangunan Pasar Rakyat tersebut selesai seratus persen. Begitu pula

dengan pembanyaran termen juga sudah seratus persen dibayarkan kepada rekanan. Oleh karena itu, pada bulan Januari ini akan di operasionalkan. Dikatakan Asmara, untuk Pembersihan, Pengecatan dan Pemasangan Listrik akan dilakukan sambil berjalan atau selama masa perawatan. Pada masa itu pula para pedagang sudah bisa melakukan jual beli dipasar tersebut.tutur Asmara. Akan tetapi kenyataan dilapangan menunjukan kalau kondisi fisik Pasar Rakyat Kota Rengat masih mencapai lebih kurang 80 persen. Saat Harian Detil melakukan investigasi dilokasi proyek tampak bagian luar dan dalam bangunan pasar masih banyak yang belum selesai. Baik itu lantai dan juga dinding luar dan dinding sebelah dalam. Hingga beriita ini diturunkan, puluhan para pekerja proyek pembangunan pasar masih terus

berjalan. Sejumlah bahan material seperti semen dan pasir masih ada terlihat dilapangan. Terlihat truck colt diesel pengangkut material hingga kini masih ada. “Bila Kadis PU menyatakan bulan Januari ini proyek pasar itu sudah rampung, ia bohong besar.Kalau kita lihat secara kasat mata, pembangunan fisiknya masih delapanpuluh persen. Saya pastikan kalau bulan ini belum juga selesai. Kita melihat Kadis PU itu Asal Bunyi alias Asbun,” kata salah seorang pedagang pasar yang namanya tidak ingin disebutkan. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindag PP) Kab.Inhu, Ir.Illyanto, MT menegaskan, pihaknya siap kapan saja menempatkan para pedagang untuk menempati Pasar Rakyat Rengat jika sudah selesai pekerjaannya. Menurutnya, sampai saat

ini ia masih menunggu penyerahan pasar tersebut dari Dinas PU ke Disperindag PP. Jika Dinas PU menyebutkan bulan Januari ini akan selesai, ia mengatakan silahkan untuk konfirmasi dengan Dinas PU. “Bila mereka (Dinas PU) menyebutkan bulan ini selesai, silahkan konfirmasi lagi jika begitu pernyataannya. Yang jelas kkita siap menempatkan para pedagang bila Pasar Rakyat itu sudah selesai. Secara adminsirasi penyerahan pasar itu kita siap saja. Kalau Dinas PU menyebutkan proyek pembangunan Pasar Rakyat itu selesai, mengapa tukang masih ada disitu,” tegas Illyanto. Sebagaimana diketahui, pembangunan Pasar Rakyat yang terbilang megah ini, dimulai sejak 8 Juli 2011. Dengan masa pelaksanaan kerja selama 150 hari kalender. Proyek pasar ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT.Waskita Karya. (yus)

50 Kelompok Usaha Nelayan Dapat Bantuan TEMBILAHAN(DETIL) TEMBILAHAN(DETIL)-Di Tahun 2012 ini Dinas Perikanan Dan Kelautan Kabupaten Indragiri Hilir akan menyalurkan bantuan dana dari Pemerintah Pusat melalui APBN untuk pengembangan usaha mina perikanan pedesaan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kab. Inhil, Ir H Saripek, senin 8/1. Beliau mengatakan bahwa bantuan pengembangan masyarakat petani nelayan pada tahun 2012 ini merupakan kelanjutan dari tahun 2011 yang lalu. Dimana pada tahun lalu Kab. Inhil mendapatkan bagian

untuk 15 kelompok nelayan. “karena usaha dan lobi terus menerus yang kita lakukan dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Perikanan dan Kelautan Indonesia, sehingga pada tahun 2012 ini 50 kelompok nelayan Inhil akan mendapatkan bantuan untuk mengembangkan usaha tangkapannya,” terang Saripek. Sedangkan terkait dengan jumlah dan dalam bentuk apa bantuan yang akan diberikan oleh Pusat tersebut, Saripek belum bias menjelaskan, karena masih dalam proses. Namun saripek menjelaskan bahwa Kab. Inhil dinilai

oleh pusat sebagai sebuah Kabupaten yang potensi perikanannya cukup besar, sehingga perlu mendapatkan perhatian yang lebih dan serius. “sejauh ini Inhil dengan 41 sentral nelayannya memang menjadi focus perhatian kita untuk dikembangkan, baik itu pengembangan daya tangkap dengan bantuan pengadaan kapal maupun pengembangan ekonomi lainnya seperti penyediaan air bersih,” imbuh Saripek. Denagn diberikannya nanti bantuan ini, Saripek berharap kepada semua masyarakat nelayan yang nantinya

mendapatkan bantuan bias mempergunakan dengan baik dalam usaha pengembangan perekonomian. Karena menurutnya tidak semua Kabupaten yang ada di Indonesia yang selalu mendapatkan bantuan seperti ini. “khusus untuk bantuan Pusat dalam penyediaan air bersih bgi para nelayan, hanya 47 Kabupaten yang akan mendapatkan bantuan ini, sehingga kita sebagai daerah yang mendapat bantuan harus bersyukur dengan memanfaatkannya semaksimal mungkin,” pinta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan .(dw) Inhil.(dw)


hal 8