Page 1

5

DUMAI Satpol PP Warning Pengelola Panti Pijat Detil

Senin, 16 Januari 2012

DUMAI(DETIL) DUMAI(DETIL)–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Dumai me warning (peringatan) kepada pengelola Panti Pijat dan pemilik Café remangremang yang ada di Bundaran Kelurahan Jaya Mukti, untuk tidak menyalahi aturan yang ada. Membandel, sanksi penutupan telah disiapkan. Peringatan yang disampaikan dibuat secara tertulis dan dikirimkan oleh Satpol PP Senin (09/1) lalu.Lembaran peringatan itu menghimbau pada pihak pengelola untuk tidak menyalahi aturan yang ada, tujuan pemberian surat itu adalah sebagai wujud rasa aman bagi lingkungan masyarakat kota Dumai khususnya Warga Kelurahan Jaya Mukti. “Kita sudah lakukan patroli keliling ke lokasi tersebut, serta rutin setiap harinya tim patroli kami siap siagakan anggota sebanyak 30 orang personil dari Satpol PP dalam Patroli itu juga

dilakukan pemeriksaan KTP, jika kedapatan kami tangkap lalu dilakukan penyidangan, dan kita himbau juga kepada Café remang-remang dan Panti Pijat yang belum memiliki izin serta menyalahi aturan harus ditutup “papar Kepala Satpol PP , H.Amril,SH Dikatakanya lagi, anggota Satpol PP dibagi menjadi dua kelompok dalam menyampaikan lembaran tersebut yakni satu group khusus warung remang-remang, kelompok lainnya ke Panti Pijat. Dalam seleberan itu kata H.Amril,SH juga memberikan sangsi jika himbauan itu tidak ditanggapi jika pengusaha masih menjalankan usahanya maka satpol PP akan menutup tempat tersebut dan menyita semua aset serta fasilitas yang ada didalamnya sehingga tidak dapat beroperasi lagi, kemudian pengelola akan dipanggil dan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Mesin X-ray Bea Cukai Rusak Pemeriksaan Barang Dilakukan Manual DUMAI(DETIL) DUMAI(DETIL)-Dua Mesin X–ray Bea Cukai sebagai mesin pendeteksi barang penumpang yang berada diterminal pelabuhan penumpang, saat ini kondisinya rusak. Pantauan wartawan dilapangan, karena rusaknya mesin X-ray BC tersebut, petugas BC Hanggar lakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang dengan manual dan petugas juga menyediakan pos khusus di terminal TPI tersebut. “Memang berapa hari belakangan ini mesin x-ray Bea Cukai tidak berfungsi lagi, karena adanya klahar salah satu roda dinamo mesin rusak,” kata Kepala Hanggar BC TPI , Yusmaini kepada wartawan diruang kerjanya, Jum’at lalu. Jadi kami petugas memeriksa penumpang yang datang ,lanjut Yus, dengan cara manual atau petugas langsung periksa dan bongkar barang bawaan penumpang serta seluruh pemeriksaan barang bawaan dilakukan di salah satu pos yang ada. Dan selain itu , petugas juga mengunakan alat deteksi dini(detector mini) ke badan penumpang. Selain itu , kata Yusmaini, pihaknya juga lakukan penambahan petugas hanggar BC dilapangan di saat jam penumpang padat antara pukul 12.00 Wib, jam 14.00 dan jam 16.00 Wib. Sebab, imbuhnya,karena adanya kerusakan mesin X-ray tersebut, petugas hanggar diTPI pelabuhan Dumai yang biasa berjumlah hanya beberapa orang , kinI petugas di tambah. Penambahan petugas ini, kata kepala Hanggar BC, dijadwalkan sampai selesainya perbaikan mesin X-ray tersebut. Menyikapi kerusakan dua mesin X-ray BC yang berada di TPI , kepala hangar BC Yusmaini mengatakan telah di sampaikan kepada kantor mengenai hal ini dan informasinya, kantor juga telah menyurati pihak managemen PT Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai mengenai kerusakan mesia -ray tersebut. Karena kerusakan mesin ini merupakan tanggung jawab owner pelabuhan selaku pengelola terminal ini . “Mengenai kerusakan ini telah saya sampaikan pada atasan dan katanya telah dilaporkan kepada pihak pengelolanya ,” (ed) pungkas Yusmaini.(ed)

“Pemilik tempat usaha ini selain tidak memiliki izin dikabarkan juga sarang maksiat, aktifitas prostitusi terjadi dengan rapi dan berkedok tempat urut maupun café dan ada juga secara terang-terangan, selama ini menurut pengaduan masyarakat tempat café remang-remang jadi sarang prostitusi sangat mersahkan warga yang harus di berantas “tegasnya Senada dengan disampaikan Amril, Kepala Seksi (kasi) operasi kantor Satpol PP Kota Dumai Dedi mengatakan warung atau café serta Panti Pijat semakin meresahkan Warga belum lagi dampak sosial yang ditimbulkan oleh kehadiran tempat usaha yang tidak memiliki izin dan menyalahi aturan. “Kebanyakan café atau warung remang-remang serta panti pijat banyak dibuka di wilayah tempat tinggal pen(dahlan) duduk,” Kata Dedi.(dahlan)

foto Megy

BANTU AN air bersih dari Pertamina sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kelurahan Tanjung Palas tepatnya di belakang pagar BANTUAN Kilang pertamina. Terlihat anak-anak sedang mengambil air bersih bantuan.

Terlibat Curanmor, Honorer Dishub Diringkus DUMAI(DETIL) DUMAI(DETIL)-Tenaga honorer di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai, nekat melakukan aksi kejahatan pencurian sepeda motor (Curanmor) yang terparkir di depan Mapolres Dumai, Jalan Sutan Syarif Kasim, Selasa (10/1) sekira pukul 10.25 WIB. Entah apa yang ada dipikiran pemuda berinisial Rah (28) warga Jalan Kelakap Tujuh, Kecamatan Dumai Barat ini, sehingga dirinya sangat nekad mengambil sepeda motor yang

terparkir di kantor polres Dumai tersebut. Berselang beberapa jam dari kejadian itu, aksi tersangka berhasil di lacak tim buser anti bandit Polres Dumai yang sudah mengetahui keberadaan pelaku sebelumnya, tersangka diringkus sekitar pukul 15.30 WIB, saat dirinya sedang menunggu pembeli sepeda motor hasil kejahatannya di Pelabuhan Tempat penjualan ikan (TPI). “Saat itu, sepeda motor hendak dijualnya kepada warga

Rupat yang akan datang menjemput. Namun, saat menunggu pembeli tersangka berhasil kita ringkus.” kata Kapolres Dumai AKBP Ristiawan Bulkaini SH, melalui Kasat Reskrim, AKP Taufiq Hidayat T SH SIK Kamis (12/1). Aksi kejahatan yang dilakukan tersangka bermula, ketika pemilik sepeda motor dengan Nopol BM 3671 RL Afriyanto warga Jalan Gunung Louser, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Timur bersama

Money Changer Illegal Marak di Terminal Penumpang DUMAI(DETIL) DUMAI(DETIL)-Meskipun terminal penumpang Dumai sudah dilengkapi oleh fasilitas pengamanan yang ekstra, seperti tenaga Security, petugas KPSP, petugas KPLP dan petugas lainnya, namun money changer (penukaran uang asing) illegal masih tetap bebas berkeliaran. Selain itu, pelaku money chang illegal ini dengan bebas menawar mata uang asing kepada para penumpang yang duduk diruang tunggu. Padahal, terminal pelabuhan Penumpang Dumai saat ini telah memiliki standar nasional ISO dari pemerintah RI. Namun, kenyamanan penumpang di terminal keberangkatan dan kedatangan sangat dirasakan tidak nyaman oleh para penumpang. Menurut kepala Dal Ops TPI pelabuhan Dumai ,F Purba mengatakan para money changer illegal ini setiap hari bebas lakukan kegiatannya di terminal ini tanpa adanya hambatan yang berarti dari

petugas yang ada. Walaupun ada petugas atau security di terminal, para pemain penukaran mata uang asing illegal ini tetap bebas. Selain itu, kata F.Purba, memang dulu pernah dilakukan penertiban money changer illegal ini oleh para petugas yang ada di TPI. Tapi , beberapa saat kemudian muncul kembali para pemain money Changer illegal tersebut. “Jika ada ketegasan dari Managemant kantor, mungkin penambahan dana dari ID card atau pas masuk yang diurus oleh para pemain money changer di TPI tersebut, dapat menambah kas PT. Pelindo Dumai,”pungkas F.Purba. Jadi , tambah F.Purba, kedepan pihaknya akan terus koordinasi kepada Managemant kantor agar masalah keberadaan money changer di TPI supaya dapat ditertibkan. pasalnya , kegiatan mereka sangat mengganggu kenyamanan penumpang .(ed) diruang tunggu.(ed)

rekannya, datang ke Mapolres, dengan tujuan untuk membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di Sat Lantas. Saat itu, korban memarkirkan sepeda motornya di tempat parkir di Makopolres. Usai korban melakukan pengurusan SIM, ternyata sepeda motor miliknya yang diparkiran sudah tidak ada lagi ditempat semestinya. Menemukan sepeda motornya yang hilang, korban lantas melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian yang sedang bertugas.

“Mendapatkan laporan tersebut kita langsung mengerahkan petugas untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berdasarkan hasil olah TKP serta keterangan dari saksi yang ada mengarah kepada tersangka. Akhirnya tersangka berhasil diringkus bersama dengan barang bukti,” terang kasat. Sejauh ini tersangka masih diamankan oleh sat reskrim Polres Dumaiuntuk mengikuti .(egy) penyelidikan lebih lanjut.(egy)

 Terkait Pencurian Peralatan Kapal di Pelabuhan Dumai

Danlanal: Kita Curiga Hanya Rekayasa

DUMAI(DETIL) DUMAI(DETIL)-Danlanal Dumai Kolonel Muhammad Ali menyebutkan kejadian pencurian peralatan kapal yang terjadi dipelabuhan Pelindo Dumai akhir-akhir ini ditenggarai merupakan rekayasa untuk menjadikan Pelabuhan Pelindo Dumai terkesan tidak kondusif dimata Investor. Hal tersebut disampaikan Muhammad Ali usai pelantikan Sekretaris Daerah Kota Dumai Kamis (12/1) di Gedung Pendopo. “Dugaan kami kejadian- kejadian tersebut hanya rekayasa, sebagai indikator akibat persaingan pelabuhan antar Pelabuhan yang berada di Selat Malaka.” ujar Muhammad ALi. Kuat dugaan,imbuhnya, bahwa peristiwa yang terjadi adalah rekayasa dengan tidak adanya korban yang terdapat saat kejadian itu diketahui oleh ABK kapal, selain itu setelah anggota mencoba melakukan penyidikan di Tempat kejadian

foto Megy

TERLIHA T pedagang masih banyak berjualan di atas pipa TERLIHAT yang membujur sepanjang jalan Bukit Datuk, Sebelumnya pedagang di lokasi ini pernah di tindak oleh Satpol PP karena mengganggu keamanan dan kenyamanan lalul intas. perkara (TKP) pihak owner tidak membenarkan petugas melakukan identifikasi. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan secara resmi namun beberapa faktor yang menguatkan dugaan kami adanya rekayasa.” ujar M Ali. Sebelumnya diberitakan terdapat empat kali kejadian pen-

curian yang terjadi saat kapal investor bermuatan CPO untuk di ekspor ke luar negri mengalami kehilkangan peralatan kapal seperti pompa, mesin diesel, dan beberapa item lainnya, namun kejadian yang terjadi saat kapal sedang bersandar tersebut tidak dilaporkan ke aparat kepolisian maupun danlanal setempat. “Kita belum pernah menerima laporan langsung setiap kejadian tersebut, pihak pelabuhan juga tidak menerima laporan, namun mereka mengeluhkan justru kepada pengamanan singapura.” jelas M Ali mencurigai adanya rekayasa antara pelabuhan Dumai dan Singapura. Sebelumnya Minggu (25/12) dikabarkan MT Sichem Contester, sebuah kapal tanker kimia berbendera asing asal Singapura, dikabarkan mengalami perompakan di area labuh Dumai, Pelabuhan Pelindo Dumai. Aksi itu berlangsung pada /2011) dinihari lalu, sekitar pukul 01.00 WIb, Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kapal yang bersandar di area labuh Dumai tersebut, rencananya akan melakukan aktivitas loading minyak CPO. Mereka berencana mengisi minyak CPO dari salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir pantai Dumai. Akibat kejadian tersebut, kapal asing tersebut mengalami kerugian materi berupa kehilangan sejumlah peralatan di atas kapal. Ia juga belum bisa memastikan, aksi gerombolan tersebut menggunakan senjata api atau tidak. Sementara itu, dari informasi yang dihimpun tentang kronologis kejadian, diketahui, para perompak sebanyak tiga orang. “Mereka menaiki kapal yang sedang berlabuh di atas perairan Dumai dan melakukan aksi pencurian dengan memasuki kamar mesin melaui jendela tingkap geladak,” tutur BM di .(egy) Pelabuhan.(egy)

hal 5  

Terkait Pencurian Peralatan Kapal di Pelabuhan Dumai Senin, 16 Januari 2012 Rupat yang akan datang menjemput. Namun, saat menunggu pembeli...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you