Issuu on Google+

10

LINGKUNGAN Peluang Hujan di Riau Masih Tinggi Waspadai Gelombang Tinggi di Malam Hari Detil

Senin, 16 Januari 2012

PEKANBARU(DETIL) PEKANBARU(DETIL)-Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengimbau perusahaan pelayaran dan para nelayan untuk waspada terhadap munculnya gelombang tinggi di malam hari di perairan Riau dan Kepulauan Riau. “Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3,5 meter. Kondisi ini tidak lagi menguntungkan bagi nelayan dan perusahaan pelayaran. Jadi sebaiknya waspada,” kata analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki di Pekanbaru, Jumat. Marzuki yang ditemui di ruang kerjanya memaparkan, tinggi gelombang di perairan Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) sebenarnya cukup variatif. Khusus di wilayah perairan wilayah Riau, seperti di sekitaran Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis, Meranti dan Selat Malaka, menurutnya, tinggi gelombang diprediksi hanya berkisar 0,5 hingga satu meter.

PEKANBARU(DETIL) PEKANBARU(DETIL)-Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan peluang hujan untuk sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada hari ini masih cukup tinggi dengan intensitas rata-rata ringansedang. “Peluang hujan juga hampir merata di seluruh wilayah Riau, kecuali Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan dan Kota Dumai,” kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Warih Budi Lestari di Pekanbaru, Jumat. Sementara untuk delapan kabupaten/kota lainnya, demi-

ilustrasi

Sementara di wilayah perairan Riau lainnya, khususnya di Indragiri Hilir, lanjutnya, tinggi gelombang diprediksi mencapai satu hingga dua meter. “Kemudian di wilayah perairan Kepri, seperti Batam, Selat Singapura, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, dan

Debo Singkep, tinggi gelombang bisa berkisar antara 1,5 sampai 2,5 meter,” ungkapnya. Selanjutnya, di perairan Natuna, Tarempa dan Matak, (masih di Kepri), menurutnya, tinggi gelombang dimungkinkan akan mencapai 2,5 sampai 3,5 meter.

“Karenanya, kami mengimbau masyarakat khususnya yang hendak berlayar dengan rute Riau-Kepri dan sebaliknya, sebaiknya waspada. Khususnya pada perairan Riau bagian selatan dan perairan Kepri pada umumnya,” demikian Marzuki. (ant/red)

Radar Cuaca BMKG Belum Difungsikan PEKANBARU(DETIL) Radar cuaca bernilai miliaran rupiah milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu, masih “teronggok” dalam ruang kerja analis dan belum difungsikan sebagaimana mestinya. Perangkat radar yang merupakan sejumlah unit komputer dilengkapi dengan sistem pendeteksi cuaca secara dini itu tampak hanya tersusun di sebuah meja dengan kursi kerja yang “kosong melompong”. Sejumlah analis Badan Meteorologi Klimatologi dan

Geofisika (BMKG) yang berada di ruang kerja tersebut mengaku tidak begitu mengerti mengapa radar cuaca yang didatangkan sejak pertengahan tahun 2011 lalu itu belum juga difungsikan hingga saat ini. “Bisa jadi karena berbagai kendala, seperti kurangnya tenaga analis yang khusus menjalankan atau memfungsikan radar tersebut,” kata seorang staf analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Warih Budi Lestari. Warih mengaku tidak begitu paham alasan rincinya mengapa alat pendeteksi cuaca secara dini tersebut tak

kunjung difungsikan sesuai peruntukannya. “Ini urusan internal BMKG dan kami sulit untuk menjelaskannya. Bisa jadi dikarenakan berbagai hal makanya sampai sekarang belum juga difungsikan,” kata Marzuki, staf analisa BMKG Stasiun Pekanbaru lainnya. Berlandaskan penelusuran ANTARA, alat radar cuaca yang harganya kurang lebih mencapai Rp15 hingga Rp17 miliar per unit tersebut sebelumnya didatangkan langsung dari BMG Pusat di Jakarta dengan menggunakan dana negara. Pengadaan alat radar

tersebut merupakan permintaan BMKG untuk mendeteksi lebih dini kondisi cuaca sehingga masyarakat kemudian mendapatkan manfaat atas adanya imbauan dini apabila adanya kemungkinan terburuk akibat cuaca ekstrim dan lain sebagainya. Hingga saat ini, kabarnya pula BMKG baru memiliki sebanyak 20 unit radar cuaca yang tersebar di sejumlah titik Tanah Air. Diantaranya, Aceh, Medan, Padang, Palembang, Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makasar, Manado, dan Banjarmasin serta Pekanbaru. (ant/red)

kian Warih, yang memiliki potensi hujan sedang yakni Kabupaten Kuantansingingi dan Kepulauan Meranti. Kemudian untuk Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak dan Kota Pekanbaru, menurut Warih, berpotensi dilanda hujan dengan intensitas ringan. “Peluang hujan masih sama, yakni turun pada sore hingga malam hari,” katanya. Mengenai titik api atau ‘hotspot’, kata Warih terakhir Satelit “National Oceanic and Atmospheric Administration” (NOAA) 18 milik Singapura hanya

mendeteksi dua titik api di Riau. Dua ‘hotspot’ yang dimaksud berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Kemudian untuk kecepatan dan pola angin, umumnya menurut analis ini bertiup dari arah Barat Laut hingga Timur Laut, dengan kecepatan berkisar antara tujuh - 25 kilometer (km) per jam. “Untuk kemungkinan terburuk, sejauh ini belum dapat kami simpulkan secara pasti. Namun apabila terjadi gangguan cuaca, angin kencang berpotensi muncul beriringan dengan datangnya hujan,” demikian Warih Budi Lestari. (ant/red)


hal 10 baru