Page 1

YOU TH! MAGAZINE FOR YOUNG THINKERS

WELCOME TO THE CAMPUS LIFE YOUTH MAGAZINE • 1


YOUTH MAGAZINE • 2


YOUTH MAGAZINE • 3


SUMMARY

CONTRIBUTOR

Essay Photo : Sisi Lain D pus Campus : It’s Not A Triv

62

SELAMAT DATANG, MASA DEPAN!

20

BERSAHABAT GEGAR BUDA

REGULAR

07

From Us

08

What They Say...

70

Ask Us

KOMUNITAS : Kedai Sepeda HOBBY : Nadhil, Bersemangat Berkat Sertifikat

48

YOUTH MAGAZINE • 4

28

52 SCHEDULER 53 INFO 72 LIVE REPORT


56

Dunia Kam-

62

BELAJAR DESAIN DI LASALLE COLLEGE INTERNATIONAL

vial Thing

16 32

DENGAN AYA REVIEWS

65

36

Australian National University

38

Program Studi Music Therapy : Bersatu Jadi Harmoni

Joojoo

The Social Network

PROFIL

67

43

Dita Loves To Speak!

YOUTH MAGAZINE • 5


YOUTH! IS... Imam Bahtera

Dewan Pembina Ifnur Hikmah

Pemimpin Redaksi Asri Nur Aini

Redaktur Pelaksana

Ali Budiharto Haryanta Redaktur Foto

Kalista Cendani

Manajer Produksi

Fitria Rahmadianti. Hanna Veronica Reporter

dan terima kasih kepada kontributor kami, Lescha Mayseeta Betania Gian

YOUTH MAGAZINE • 6


FROM US Dear Young Thinker…

Saya teringat masa sepuluh tahun lalu. Ketika itu, saya baru saja lulus SMA dan bingung ingin melan-

jutkan kemana. Orang tua menyarankan agar saya mengambil ilmu ‘pasti’ seperti ekonomi agar nantinya menjadi PNS. Saran yang baik tapi seteah saya pertimbangkan, bukan itu yang saya inginkan. Saya ingin

mempengaruhi orang lain, tegas saya waktu itu. Akhirnya saya memilih jurusan Ilmu Komunikasi karena saya ingin menjadi wartawan dan mempengaruhi orang lain dengan tulisan saya. Lalu saya memilih Uni-

versitas yang jauh dari tempat tinggal saya karena menurut saya, menjadi mahasiswa adalah suatu tahap kedewasaan. Untuk itu, saya ingin hidup mandiri. Namun, begitu menjejakkan kaki di kampus pilihan,

saya kaget. Keadaan kampus dan perkuliahan begitu berbeda dengan kehidupan saya sebelumnya. Ter-

lebih karena saya baru berada di kota itu. Saya mengalami yang namanya culture shock. Belum lagi hidup mandiri ternyata tidak segampang yang saya duga. Saya sempat keteteran mengatur semua kebutuhan,

terlebih masalah waktu dan keuangan. Sekarang saya sadar bahwa apa yang saya alami itu adalah hal yang wajar. Di luar sana, banyak kok yang mengalaminya.

Buat kamu yang saat ini sedang mempersiapkan diri atau baru saja menjejaki kehidupan perkuliahan

tentunya mengalami kekagetan ini. Karena itulah YOUTH! hadir sebagai teman selama kamu menjalani kehidupan perkuliahan. Di edisi perdana ini, YOUTH! mengupas tuntas all about campus, termasuk masalah culture shock. Di sini kamu juga bisa mengintip profil Lasalle College dan Australian National University

yang menjadi kampus pilihan redaksi bulan ini. Kamu juga bisa mengikuti tradisi ospek beberapa kampus dan buat kamu yang sedang mencari informasi beasiswa atau magang, YOUTH! menyediakannya spesial untuk kamu, young thinker.

Kehidupan perkuliahan adalah jenjang awal yang tentunya menentukan masa depanmu kelak. Untuk

itu, kamu harus bisa menjalaninya sebaik mungkin dan menjadikan masa mudamu lebih bermanfaat serta tidak menyesali pilihan yang telah kamu ambil.

And now, if you ask me, how about my college time? I answered: it’s amazing and I’m happy to do it. Xoxo iif

YOUTH MAGAZINE • 7


WHAT YOU THINK

LETTER OF THE MONTH Dear YOUTH! Congratulations for YOUTH! Awalnya aku mikir, ah ini pasti majalah remaja yang isinya sama aja kayak majalah remaja lainnya. Tapi, begitu aku baca teaser-nya, satu kata: Keren. YOUTH! beda sama majalah remaja kebanyakan. Aku suka info-info yang diberikan, terutama info beasiswa dan magangnya. Makanya, setelah baca teasernya, aku jadi nggak sabar menunggu majalah ini beneran muncul di pasaran. Hal yang membedakan YOUTH! dari majalah lain menurutku adalah isinya yang benar-benar bermanfaat dan membuka wawasan, terutama buat calon mahasiswa dan mahasiswa baru. Hanya dengan membaca teaser aja udah bikin aku angkat jempol, apalagi majalah beneran? Hehe Keep working ya YOUTH!. Ayo jadi pencerah bagi generasi muda Indonesia. Salam buat semua. Lena, Jakarta Wah Lena, YOUTH! jadi terharu baca email kamu. Sekarang YOUTH! udah menuhin keinginan kamu nih. Pastinya kamu nggak mau ketinggalan kan? Hehe. Semoga edisi perdana ini membuat kamu puas dan tetap setia menunggu YOUTH! di bulan-bulan berikutnya. Salam balik ya dari semua redaksi YOUTH!

Hai YOUTH!

I’ve got your teaser when you come to my school last month. Pertama kali baca, aku langsung suka. Apalagi sekarang aku lagi duduk di kelas 3 SMA dan sedang butuh-butuhnya panduan buat masuk ke dunia kuliah. Kehadiran YOUTH! ibarat oase di tengah padang pasir menurutku, hehe. Ya, kenapa nggak? Di saat majalah remaja lainnya kebanyakan berisi tentang fashion dan gosip artis luar negeri, kamu hadir dengan isi yang padat dan pastinya menambah wawasan. Jadi nggak sabar nungguin YOUTH! full edition terbit. Oh ya, kalau boleh saran, di setiap edisi YOUTH! ada bonusnya dong. Seperti agenda sekolah, notebook atau yang lainnya. Biar kita-kita ini makin semangat belajarnya, hehe. So, selamat datang ya YOUTH! Love you…. Amanda, Bogor

Hai juga Amanda. YOUTH! senang banget baca surat kamu. Yup, memang tujuan berdirinya majalah ini adalah untuk membantu kamu-kamu yang

ingin tahu lebih banyak seluk beluk seputar kuliah. Soal bonus, tungguin aja kejutan dari YOUTH! Oke?

Halooo…..

Jadi ini toh majalah yang bikin heboh sekolahku beberapa waktu lalu? hehe… Sebenarnya, aku bukan tipikal orang yang suka baca majalah tapi begitu aku baca edisi perkenalannya, aku langsung suka. Meski isinya hanya sedikit tapi aku yakin kalau sudah jadi majalah utuh, pasti bagus. Jadi nggak sabar nungguin kamu muncul di kios majalah depan sekolahku. Oh ya, ada kejadian lucu nih. Waktu aku lagi baca-baca teaser YOUTH!, kakakku nggak sengaja lihat. Dia penasaran dan ikutan baca. Tahu nggak, dia juga suka sama kamu loh. Padahal menurutku dia sudah ketuaan buat baca kamu karena sudah hampir selesai kuliahnya. Kakakku titip salam buat kamu. Katanya, kenapa kamu nggak hadir

YOUTH MAGAZINE • 8


dari dulu-dulu? Hehe, bisaan aja ya si kakak.

Keep working ya YOUTH! Ditunggu loh edisi utuhnya. Bella, Bandung.

Halo juga Bella dan si kakak. Sebelumnya, makasih ya udah ikut meramaikan acara YOUTH!. Sebenarnya, YOUTH! tidak hanya difokuskan untuk SMA akhir sampai kuliahan awal, tapi buat kamu yang berusia 16-23 tahun. Jadi meskipun kakak kamu sudah mau lulus, dia masih bisa dan bolehboleh saja kok membaca YOUTH!. So, jangan pelit ya berbagi dengan si kakak? Hehe. Salam buat kakak kamu.

Hai Hai majalah super keren. Meskipun aku baru baca edisi perkenalannya yang hanya 16 halaman, tapi aku langsung love at the first sight. Aku kenal YOUTH! dari pacarku, namanya Joan. Katanya, dia dapetin kamu waktu kamu bikin acara di sekolahnya. Aku kesel‌ kenapa YOUTH! nggak bikin acara di sekolahku juga? Kalau aja Joan nggak berbaik hati ngasih kamu ke aku, aku nggak bakal kenal sama kamu kan? Sayang banget loh nggak baca majalah sepadat dan seinformatif kamu. Oh ya, aku ada sedikit masukan nih. Kalau bisa, YOUTH! foto-fotonya jangan ada yang pecah dong. Meski nggak banyak tapi tetep aja ganggu. Tapi, aku agak maklum sih, namanya juga edisi perkenalan jadi wajarlah ada miss gitu. Jangan di ulangi di edisi utuhnya ya? Ya udah, segitu aja surat dari aku. Semoga dimuat di YOUTH! edisi perdana. xoxo Hetih, Jakarta

Hai juga Hetih. Wah, senangnya punya pacar sebaik Joan, YOUTH! jadi iri nih, hehe. YOUTH! bukannya mau diskriminasi atau pilih-pilih sekolah, tapi karena SMA di Jakarta banyak, nggak mungkin kan semuanya didatangin? Kamu nggak usah kecil hati. Kalau nanti YOUTH! bikin acara lagi, mungkin kita bisa mampir ke sekolah kamu. Atau kalau kamu mau acara sekolahmu diliput, kamu tinggal kirim email ke kita, oke? Oh ya, makasih ya masukannya. Berkat kamu, redaktur foto YOUTH! langsung meriksa semua foto-foto yang akan dimuat. Mudah-mudahan nggak ada yang pecah lagi.

Dear YOUTH!

Makasih ya udah main-main ke sekolahku kemaren. Aku suka sama edisi perkenalannya. Menurutku YOUTH! beda dari yang lain. Lebih berisi, lebih padat dan tentunya lebih informatif. Oh ya, aku beruntung banget nih ada majalah kayak kamu, jadi kalau mau cari apapun tentang kuliah,

tinggal buka kamu aja. Praktis.

Aku mau request boleh nggak? Sekarang aku masih kelas 2 SMA dan berencana kuliah di luar negeri. Pilihanku sih Australia karena nggak begitu jauh dari Indonesia. Kebetulan aku anak tunggal dan belum pernah tinggal jauh dari orang tua. Profilin kampus di Australia dong, please‌ hehe. Makasih ya YOUTH! and welcome to the jungle.. Lilian, Bekasi

Dear Lilian. Bagaimana acara YOUTH! kemaren? Seru kan? Wah, kamu beruntung banget nih karena permintaan kamu langsung dikabulkan. Di edisi ini kamu bisa cari tahu seputar Australian National University. Mudah-mudahan bisa membantu ya‌

Dear YOUTH!

Wow, finally i found you. Ada juga akhirnya majalah yang mengupas tuntas semua kehidupan kampus. Sebelumnya aku agak bingung mau baca majalah apa. Baca majalah remaja isinya lebih condong ke SMA. Baca majalah yang dwasa, eh terlalu ketuaan. Nah, sejak kehadiran kamu, meski baru baca edisi perkenalan, aku sudah yakin bahwa kamu adalah pilihan yang pas. Jadi nggak sabar nih baca kamu edisi perdana. Oh ya, aku ada saran nih. kalau dilihat dari edisi perkenalannya kamu fokus ke Jakarta ya? Sekali-kali liput kampus luar Jakarta juga dong. Kan banyak kampus-kampus di luar Jakarta yang bagus juga. Melalui kamu, pembaca tentunya bisa mengenal keberadaan kampus di luar Jakarta jadi mereka nggak lagi berbondng-bondong ke Jakarta setamatnya dari SMA. Ya, hitung-hitung biar Jakarta nggak tambah padat aja, hehe. Satu lagi nih, aku mau dong kampusku di liput. Bagus loh, hehe. Maaf promosi.

Makasih ya YOUTH!. Mudah-mudahan suratku di muat. Aryo, Purwokerto

Hai Aryo. Wah senang deh ada pembaca seperti kamu. Mengenai saran kamu akan kami pertimbangkan. Untuk edisi perkenalan kami memang fokus di Jakarta dulu tapi untuk edisi setelahnya kami akan mencoba untuk merambah ke kota-kota lain. Atau kalau kamu ingin acara kampusmu kita liput, kamu tinggal kirim email ke kita. Tunggu aja kehadiran YOUTH! di kampus kamu ya.

Buat kamu yang ingin bertanya seputar YOUTH! atau memberi masukan, saran dan komentar, silakan email langsung ke whatyouthink@youthmagazine.com. Ada hadiah menarik buat surat yang terpilih sebagai Letter of The Month.

YOUTH MAGAZINE • 9


YOUTH MAGAZINE • 10


YOUTH MAGAZINE • 11


FEATURE

YOUTH MAGAZINE • 12


IKUT OSPEK, SIAPA TAKUT? Serunya sensasi dunia kampus, bisa digambarkan pada tradisi orientasi kampus(ospek) yang berlangsung. Ada bilang, ospek bakal menyebalkan. Apa iya? Boleh dong, kita intip ospek jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Bina Nusantara. Youth! Tergelitik dengan pernyataan salah satu mahasiswa.“Ospek seru,kreatif, penuh kejutan di dalamnya. Hehe,” kata Agnes Syafitri, mahasiswi DKV angkatan 2007.

YOUTH MAGAZINE • 13


Y

a, sebelum mengikuti ospek jurusan ini, mahasiswa baru DKV mengikuti ospek dari kampus yang disebut POM (Pekan Orientasi Mahasiswa). Setiap tahun, nama POM diikuti dengan tahun kelulusan para mahasiswa baru tersebut. “Misalnya, aku masuk tahun 2007, aku disebut binusian (mahasiswa Ubinus-red) 2011 karena lulus tahun 2011,” kata Agnes.

Mulai Senin hingga Jumat, para binusian baru ini mengikuti serangkaian acara, seperti ‘BINUSIAN Learning, SMART Goal and Culture’ pada hari pertama. Acara ini berbentuk seminar perkenalan tentang Binus dengan pembicara dari yayasan Binus.

Pada hari kedua, dilanjutkan acara yang diisi tiap HIM (Himpunan Mahasiswa). Agnes menuturkan, “Kalo khusus DKV, itu brainstorming sama visual sequences.” Lalu, di hari yang sama, diadakan social awareness, yaitu pembagian sembako bagi warga sekitar kampus. Nah, di hari ketiga, diadakan tes TOEFL dan perkenalan mata kuliah oleh para dosen. Wow. Keesokannya, diselenggarakan beberapa kegiatan, yakni penjelasan tentang Binusmaya, religious gathering, dan UKM (unit kegiatan mahasiswa) performance. Hari terakhir, diselenggarakan EXPO. Di acara ini, tiap jurusan dan UKM membuka stan.

Untuk jurusan DKV, dibuka stan pameran karya seni.

“Nah, abis POM itu biasanya tiap jurusan ngadain ospek masing-masing. Baru deh seru-seruannya disitu,” kata Agnes.

Ospek yang dinamakan TKH (Temu Keakraban himpunan)ini, dipromosikan ke mahasiswa baru melalui video yang diunggah di Youtube. TKH biasa diadakan di luar kota selama tiga hari. Selain itu, ospek DKV ini memiliki tema yang berbeda tiap tahun. Untuk tahun ini, TKH diselenggarakan di Cilember, Bogor, dengan tema ‘Ladang Kreasi’ dan tagline ‘Menanam Ide, Menuai Kreativitas’. Pada acara ini, mahasiswa baru dibagi dalam beberapa kelompok. Tiap kelompok beranggotakan 10 orang. Nama kelompok tersebut diambil dari nama hasil panen dan digabung dengan istilah DKV, seperti Salakomposisi (salak dan komposisi), Tehpografi (teh & typhografi), dan Gradasirsak (gradasi & sirsak). Hm, seru juga ya.

Dalam acara ini, para peserta ospek harus membawa berbagai perlengkapan, seperti plester untuk ditempelkan pada lengan mereka dan membentuk huruf DKV, topi pramuka yang terbuat dari anyaman, dan nametag sesuai dengan nama kelompok. “Si Salakomposisi nametag-nya bentuk salak, Gradasirsak bentuk sirsak,” Agnes menjelaskan.

YOUTH MAGAZINE • 14


Selain tema yang tak biasa, keunikan TKH ini juga terdapat dalam setiap kegiatan selama tiga hari dua malam tersebut. Dalam acara ini, setiap peserta akan dikejutkan dengan skenario ‘marah-marah’, pengadilan dadakan ala DKV, dan penyusup-penyusup di antara peserta ospek. Jadi, calon binusian, siapkan dirimu yak untuk TKH DKV selanjutnya. Anyway, beda lagi dengan mahasiswa di ABFI Institute Perbanas. Mereka mengadakan kegiatan orientasi mahasiswa dengan mengedepankan “developing hard skill, soft skill, and intelligence to face the globalization era” sebagai tema besar mereka. Mereka berusaha mengajak mahasiswa baru untuk lebih peka terhadap keadaan sekitar mereka, dan berusaha menggunakan segenap jiwa raga mereka untuk menghadapi era global.

Dalam kegiatan ini para mahasiswa baru diajak untuk peduli lingkungan. Caranya dengan mengadaptasi konsep Go Green ke dalam susunan acara mereka yang diadakan pada 24-25 September lalu. “Untuk mengadakan ospek ini kita bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Jadi mereka akan menyumbangkan 50 bibit pohon berbuah, yang nantinya akan kita tanam di sekitar kampus.” Jelas Chresya, atau yang biasa dipanggil Rey, Koordinator Acara sekaligus salah satu konseptor Ospek Perbanas tahun ini.

Hal ini menurut Rey dilakukan untuk menum-

buhkan kesadaran anak muda akan lingkungannya, sekaligus mendobrak pandangan mahasiswa baru tentang ospek. Jadi, ospek yang selama ini terkesan menyeramkan dan penuh dengan aksi perploncoan ternyata tidak begitu. “Nggak ada gunanya plonco-ploncoan. Mendingan melakukan hal yang lebih ada manfaatnya,” ujar Rey. Selain itu, acara orientasi yang diadakan selama dua hari di kampus Perbanas itu juga diisi dengan tour keliling kampus dan pengisian materi. Andi Aldino Chandra, anggota panitia ospek Perbanas, mengatakan kegiatan ospek ini sepenuhnya legal, dengan persetujuan pihak kampus dan prosedur resmi. Menurutnya, dengan cara demikian, kegiatan menjadi lebih terkendali dan pertanggungjawabannya jelas. “Kalau sembunyisembunyi tuh suka takut ada apa-apa. Kalau ada apa-apa repot juga, nanti harus ngomong ini itu sama kampus, sama orangtua anak-anaknya.” jelas Aldi. Menurut Rey, konsep orientasi mahasiswa seperti ini masih relatif baru di kampusnya. Apalagi sampai ada kegiatan menanam pohon. Dia menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini penting dikembangkan di kalangan anak muda, dan lebih baik dijadikan sesuatu yang dikerjakan secara rutin. “Karena gue lihat, kalau bukan kita, siapa lagi yang mau peduli sama lingkungan hidup?” cetus Rey.

YOUTH MAGAZINE • 15


DISCOURSE

BERSAHABAT DENGAN GEGAR BUDAYA Waduh... banyak banget nama, maupun istilah tentang kampus. Mungkin ini istilah baru nih bagi kalian yang sebentar lagi masuk dunia perkuliahan. Sebenarnya, sudah jadi hal umum, sih. Tapi,menurut pendapat sebagian orang, kehidupan di kampus memang lebih terasa “gejolak”nya. Ya. Perkenalkan, inilah Culture Shock atau gegar budaya.

YOUTH MAGAZINE • 16


B

eda dong, dengan gegar gempita, (gegap?) apalagi gegar otak? Ha.. Bukan itu maksudnya. Youth ingin mengajak kalian menyimak kisah seseorang yang belum siap menghadapi dunia baru, khususnya ketika menuju gerbang tantangan di perguruan tinggi.

Ya, sebut saja Adi(22 tahun),seorang mahasiswa dari universitas dan jurusan ternama di Indonesia. Ia merantau, dan jauh dari keluarga, sehingga tinggal di sebuah rumah kost. Ketika kuliah perdana, ia menjadi pusat perhatian kawannya sesama mahasiswa. Hm, apa ya kira-kira? Eits, nanti dulu... ternyata ia menjadi trendsetter karena hal negatif. Cara dia berbicara, berpenampilan,berpendapat, selalu saja serba salah dan seringkali tidak sesuai situasi kondisi, sehingga membuat teman lainnya malas meneruskan perbincangan dengannya. Hal tersebut berawal dari semester pertama kuliah, dan berlanjut hingga semester enam! Lalu, apa penyebabnya? Youth !melakukan wawancara dengan Drs. Ganda Upaya, MA, seorang sosiolog dan pengajar universitas Indonesia. Permasalahan tersebut dikaitkan dengan gegar budaya dalam perspektif

sosiologi.

“Gegar budaya saat kuliah merupakan sebuah masa transisi yang harus dilewati pada mahasiswa untuk menjadi lebih dewasa, memiliki perspektif lebih luas, dan fokus pada tujuan hidupnya.” kata Ganda. “Bicara soal culshock (singkatan culture shock) ini sebenarnya juga berlaku pada semua mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa daerah yang kuliah di rantau tapi ini juga terjadi pada semua siswa yang kuliah tahun pertama,” ujar dosen yang memiliki pengalaman mengajar sejak tahun 1977 ini. Ia menambahkan, perbedaan dunia sekolah dan kuliah yang plural bisa menjadi pemicu gegar budaya. “Payung pemersatu utama dari pluralisme yang terjadi di tingkat perkuliahan adalah kultur akademik perguruan tinggi itu sendiri. Biar kita semua berasal dari daerah dan adat yang berbeda tapi kita memiliki satu identitas sebagai mahasiswa perguruan tinggi tertentu,” Terkadang, mahasiswa baru seringkali terkejut dengan berbagai hal saat kuliah. Banyak pandangan-pandangan baru yang bertabrakan dengan nilai-nilai yang dibawa mahasiswa baru dari asalnya. “Mahasiswa yang sangat etnosentris atau

YOUTH MAGAZINE • 17


bergantung pada garis primordial tentu tidak akan bisa bertahan di lingkungan yang plural seperti perguruan tinggi’” jelas Ganda.

Ganda pun memberikan keterangan lebih lanjut. “Mereka yang bermasalah dengan adaptasi budaya di ranah orang lain hendaknya memilih untuk bersekolah di lingkungan yang cenderung memiliki keseragaman tinggi seperti sekolah agama,” terang pengkaji masalah Asia Tenggara ini. Hm, bisa jadi si Adi belum bisa melakukan adaptasi, nih. Dia belum mampu membawa dirinya menjadi pribadi yang diterima oranglain di lingkungan yang plural. Ya, hal ini juga ditegaskan oleh Ganda. Mahasiswa yang ingin melalui tahapan gegar budaya harus memiliki beberapa kemauan antara lain: dia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Cara beradaptasi antara lain dengan membuka terhadap berbagai perbedaan yang bisa ditemukan dalam kehidupan kampus. “Kuncinya, kalau mahasiswa itu mau merubah paradigma, pandangan atau perspektif, serta fokusnya di dunia perkuliahan maka dia bisa melewati satu tahapan ini,” kata lulusan Master asal Ohio State University ini kepada Youth!. Oh... jadi begitu..

Nah, pengetahuan kita juga akan diperluas dengan menyimak dari perspektif psikologi mengenai hal tersebut. Youth! berkesempatan bertanya dengan psikolog Ami Siamsidar. Ternyata dapat ditelaah dua kemungkinan, mengapa si Adi menjadi jauh dengan kawannya. “Pertama, apakah orang tersebut akan gagal berinteraksi dengan budaya barunya atau dia tidak YOUTH MAGAZINE • 18


mau bersosialisasi dengan budayanya yang baru. Kalau dia gagal dan kooperatif, dengan kata lain sudah dilakukan pendekatan, teman-teman atau kerabatnya akan memberikan dukungan atau saran-saran yang membantu dia melewati tahap tersebut. Kemungkinan lainnya adalah dia menolak berinteraksi atau beradaptasi dengan budaya yang baru di tempatnya ini. Bisa jadi aturan atau adat di daerah asalnya yang memungkinkan dia menolak. “ jelas Ami.

Menurut Ami, kita tidak bisa menyimpulkan langsung perilaku si Adi yang membuat temannya menjauhinya sebagai masalah kejiwaan begitu saja. Perlu digali lebih dalam kepribadian si Adi terlebih dulu untuk bisa menyimpulkan apakah si Adi mengalami gangguan kejiwaan atau tidak. “Memang bisa jadi, perilaku Adi adalah gangguan kejiwaan karena banyak hal lainnya juga yang menjadi faktor pemicu selain masalah perbedaaan budaya yang dihadapi oleh Adi.â€? Oke dah, jangan sampai permasalahan seperti si Adi terulang pada banyak mahasiswa baru ya. Ami lalu memberikan penutup untuk diskusi dengan Youth! Apabila menemui mahasiswa baru dengan gegar budaya cukup berat, maka sebagai teman baik, secepatnya memberikan bantuan. Misalnya seperti kasus si Adi, cari dan berkonsultasi dengan orang terdekatnya untuk mengenal ia lebih jauh. Orang terdekat bisa jadi menjembatani kamu untuk lebih mengenal kepribadian si Adi. Nah.. selanjutnya, lakukan pendekatan dengan Adi secara bertahap. Maka, dengan hal tersebut, berkuranglah masalah si Adi... dan jadilah kita mahasiswa yang baik. Sepakat, nggak?? YOUTH MAGAZINE • 19


MAIN COURSE

SELAMAT DATANG, MASA DEPAN! MAU KEMANAKAH KAMU SELEPAS SMA? “Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah..”(Chrisye) Pastikan, kamu tidak terlarut dengan kenangan indah sewaktu SMA. YOUTH! mengajak kamu bergegas meraih mimpi yang terbentang dan pintu gerbang kalian salah satunya dengan kuliah. YOUTH MAGAZINE • 20


Y

a, bagi yang melanjutkan studi, dunia kuliah merupakan tahap yang paling krusial dalam hidupmu. Masa itu yang akan menentukan masa depanmu kelak. Nggak mau kan kamu terjebak di dunia kerja yang tidak sesuai dengan minat kamu hanya karena salah pilih jurusan ketika kuliah? So, bring out your potential by knowing what you’re interested in.

JENIS PERGURUAN TINGGI UNIVERSITAS Jurusannya apa aja? Beragam, mulai dari bidang eksakta seperti kedokteran dan IPA, sosial seperti komunikasi dan sosiologi, sampai sastra dan seni. Satu universitas biasanya terdiri dari beberapa gedung fakultas, di mana satu fakultas dibagi lagi menjadi beberapa jurusan dan beberapa peminatan.

Jenjang pendidikannya? Ada diploma (D3), sarjana (S2), pascasarjana (S2), dan doktoral (S3). Contohnya? Universitas Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Hasanudin. INSTITUT

Jurusannya apa aja? Jurusan yang ditawarkan berada dalam cabang ilmu sejenis, misalnya teknik atau pertanian.

Jenjang pendidikannya? Sama seperti universitas, ada diploma (D3), sarjana (S2), pascasarjana (S2), dan doktorat (S3). Contohnya? Institut Teknik Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Kesenian Jakarta. SEKOLAH TINGGI

Jurusannya apa aja? Disini, kamu akan belajar satu ilmu spesifik, misalnya ilmu ekonomi. Meskipun begitu, di sekolah tinggi tetap ada penjurusan. Ilmu ekonomi dibagi menjadi manajemen, akuntasi, dan perpajakan. Beberapa sekolah tinggi bersifat kedinasan, artinya begitu lulus langsung bisa masuk ke pemerintahan. Jenjang pendidikannya? Dari diploma sampai doktoral, semua ada.

Contohnya? Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti, Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia. Sedangkan contoh kedinasan adalah Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. AKADEMI

Jurusannya apa aja? Akademi menawarkan satu program khusus profesi tertentu, misalnya kebidanan atau sekretaris.

Jenjang pendidikannya? Akademi menawarkan jenjang diploma (D1, D2, D3) saja. Oleh karena itu, masa pendidikannya lebih singkat, sekitar tiga tahun. Contohnya? Akademi Kebidanan St. Carolus,

Akademi Sekretaris Tarakanita. POLITEKNIK

Jurusannya apa aja? Serupa akademi, hanya saja semua jurusan yang tersedia berkaitan dengan teknik. Jadi, di politeknik lebih banyak pembekalan keterampilan daripada teori. D4).

Jenjang pendidikannya? Diploma (D1, D2, D3,

Contohnya? Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Tugu, Politeknik Universitas Andalas.

SMA VS KAMPUS Masa sekolah di SMA dan kuliah memang beda banget. Bukan hanya secara harfiah memang berbeda dari segi jenjang pendidikan, tapi juga hal-hal di dalamnya sangat berbeda, mulai dari segi fisik bangunan, sampai ke sistem pembelajarannya. Banyak hal yang kamu jalani di SMA belum tentu bisa diterapkan di dunia perkuliahan lho. Tentunya, ketika kamu masih duduk di bangku SMA, kamu penasaran seperti apa sih perbedaan yang signifikan dari kedua lembaga pendidikan ini? Berikut YOUTH! akan menjawab rasa ingin tahu kamu.

Sistem Belajar : ketika SMA, kamu tidak bisa masuk ke sembarang kelas. Kamu memiliki jadwal tetap untuk belajar dalam sehari. Selain itu, sudah ditetapkan ruang kelas selama satu tahun ke depan. Kamu juga mengenal wali kelas yang akan membimbing kamu selama setahun penuh.

Sedangkan ketika kuliah Kamu tidak harus masuk ke kelas yang sama dan bertemu orangorang yang sama setiap harinya. Di sini, kamu bisa mengambil mata kuliah yang sesuai dengan minat dan kebutuhan, dan kamu bertanggungjawab penuh terhadapnya. Artinya, jika SMA kamu mengikuti sistem, maka kuliah kamu bisa menciptakan sistem sendiri.

Pengajar : Biasanya, guru berupaya untuk mengenal para muridnya, bahkan sampai ke masalah pribadi. Guru juga berfungsi sebagai monitor dan pengawas setiap pergerakan nilai kamu. Kalau kamu ingin bertemu guru, entah untuk menanyakan tugas atau perihal pelajaran yang belum kamu mengerti, hal ini bisa dengan mudah dilakukan karena mereka selalu berada di lingkungan sekolah selama jam sekolah berlangsung. Lain dengan dosen, jangan berharap terlalu berlebihan, dosen bisa mengenal setiap mahasiswanya dengan baik. Biasanya mereka tidak hanya mengajar satu mata kuliah di satu tempat saja. Dosen juga kurang berperan untuk mengingatkan kamu perihal nilai sehingga dibutuhkan kesadaran pribadi mahasiswa yang bersangkutan. Saat kamu harus bertemu dosen, biasanya agak susah karena mereka tidak selalu berada di kampus. Terlebih jika dosenmu adalah seorang yang sibuk dan memiliki banyak aktivitas di luar kam-

YOUTH MAGAZINE • 21


JALUR MA

pus. Maka, kamu harus berusaha ekstra keras untuk membuat jadwal bertemu.

Ujian : SMA memiliki jadwal ulangan harian yang teratur. Misalnya, setiap minggu atau setiap akhir bab pelajaran akan diadakan ulangan kecil untuk evaluasi. Bobot penilaiannya pun hanya sebagian kecil dari nilai akhir. Para guru pun seringkali berbaik hati memberitahukan perihal ulangan ini dan bahan apa saja yang akan di ujikan beberapa hari sebelumnya sehingga kamu bisa mempersiapkan diri. Ketika kuliah, seringkali beberapa universitas hanya menerapkan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Jika ada tes harian, bisa jadi tidak diberitahukan sebelumnya. Materi ujian cenderung lebih banyak dan tidak menutup kemungkinan meminta analisis kasus yang terkait dengan materi tersebut.

Dulu namanya SPM B, diselenggarakan oleh seluruh Perguruan Tinggi Ne geri di Indonesia. Sistemny a sama dengan SPMB Pendaftaran + Peng umuman : pertengahan Juni pertengahan Juli

Materi Pelajaran : Berbicara materi pelaja-

ran, guru biasanya mengarahkan murid-murid untuk mempelajari materi sesuai dengan yang ada di kurikulum. Masih ingat tidak? Guru dengan senang hati menjelaskan secara detail setiap materi yang di ajarkan sampai kamu memahamnya. Istilahnya, di sini kamu masih disuapin sama guru. Kalian juga pasti mengenal istilah PR. Namun, PR ini cukup untuk tugas kapasitas SMA. Jika tidak membuat pun paling hanya dihukum dan tidak mempengaruhi nilai rapor.

U

Bagaimana cara mengajar dosen? Ya, di awal perkuliahan mereka sudah memberitahu apa saja yang akan dipelajari selama satu semester. Dalam perjalanannya, mereka hanya akan memberitahu bahan-bahan umum saja. Sisanya? Kamu harus mencaritahu sendiri. Di sinilah kemandirianmu dituntut penuh karena tidak akan ada dosen yang menyuapi bahan kuliah. Hampir semua mata kuliah memiliki tugas dan berlangsung setiap minggunya. Kalau tidak dikerjakan juga tidak akan di ungkit-ungkit oleh dosen, tapi akibatnya bisa kamu lihat di nilai akhir kelak. Hayo?

berurusan dengan guru BK.

Kuliah? Ada juga jadwal tetap, tapi memiliki dinamika. Kamu tidak bisa statis. Ya, belum tentu memiliki jadwal yang sama setiap hari. Artinya, kamu tidak memiliki waktu istirahat yang tetap. Tidak jarang, ada suatu waktu dalam satu hari kamu kuliah nonstop dari pagi hingga sore lalu keesokan harinya kamu libur. Atau bisa juga pagi kuliah, siang kosong tapi sorenya ada kuliah lagi. Selain itu, waktu istirahat ini sangat jarang digunakan untuk nongkrong karena hampir bisa dipastikan akan tersita untuk membuat tugas.

Meskipun kamu mempunyai beberapa teman dekat tapi hubungan pertemanan tidak seerat SMA. Hal ini disebabkan jadwal kuliah yang berbeda dan kamu juga bertemu orang yang berbeda di setiap mata kuliah. Jika SMA kamu nge-geng, bisa banget lho ketika kuliah kamu akan lebih individualis.

Jadwal : Di SMA jadwal sudah diatur sedemikian rupa, sehingga ada jadwal istirahat yang tetap. Aktivitas yang dilakukan pun cenderung monoton dan sama selama enam hari,. Sehabis belajar, bisa nongkrong di kantin sampai bel masuk berbunyi lagi.

Seragam : Nah, selama bersekolah di SMA kamu harus mengikuti peraturan, termasuk seragam. Kamu juga tidak bisa menggunakan aksesoris berlebihan atau bergaya rambut aneh kalau tidak ingin

Ada perguruan tinggi berseragam, tapi ada kalanya kamu bisa berkreasi dalam hal penampilan. Mau mengenakan apapun, selagi masih dalam tahap kesopanan, you can do it. Mau bergaya ala rocker, bohemian, mengikuti tren terbaru, bergaya ala model majalah, it’s OK. Selama kamu nyaman dan sopan, itu sah-sah saja kok.

Ujian Masu Perguruan Sumbangan dari jalur U

Unsyiah, Un UNJA, UI, U UIN Jkt)

Pendaftaran

Pertemanan : Hubungan pertemanan selama SMA sangat erat karena kamu menjalani kelas dan pelajaran yang sama. Jangan heran, jika di beberapa banyak sekumpulan murid yang berteman akrab atau di sebut geng (peer group)

KAMPUS, MENGAJARIMU MANAJEMEN WAKTU Kehidupan perkuliahan erat kaitannya dengan kemandirian. Kamu menentukan sendiri mata kuliah yang kamu inginkan. Kamu juga

YOUTH MAGAZINE • 22


ASUK PTN

band sekolah. Beranjak kuliah, Thomas memilih untuk terlibat di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UI. Awalnya, ia menjadi staf divisi Seni dan Budaya, kepala Departemen Seni dan Budaya sampai akhirnya menjabat sebagai Ketua BEM FISIP UI periode 2009/2010 serta menggagas berdirinya Komunitas Musik Fisip (KMF) dan aktif terlibat di dalamnya.

Aktivitas yang banyak, baik organisasi atau kepanitiaan, tentu kamu perlu memperhitungkan waktu dengan tepat. Untuk itu, manajemen waktu yang baik sangat di butuhkan. “Sejujurnya semua kegiatan ini agak mengganggu, tapi gue berusaha bagaimana caranya agar semuanya itu bisa dilakukan. Menurut gue, waktu sehari itu panjang, jadi gue bisa pilah-pilah semua aktivitas,” jelas Thomas.

andiri Ujian M n Pendidikan ga Sumban bih mahal. le a y n a bias PAD M), UN ITB (US , ) K M A UI (SIM PI, UNDIP, UG ,U sember (SMUP) khir De a : n a m April ngumu ran + Pe pertengahan a ft a d n Pe

UMB

uk Bersama, diikuti oleh 13 Tinggi Negeri. n pendidikan relatif lebih murah UM.

memilih sendiri aktvitas dan kegiatan yang sesuai dengan minat kamu. Tapi, tenang saja, meski orang bilang itu melelahkan, tapi sungguh mengasyikkan.

Ya, aktivitas perkuliahan tidak sebatas masalah akademis saja. Jika di SMA n + Pengumuman : akhir Mei - awa kamu sudah l Juni mulai mengenal organisasi intern sekolah seperti OSIS, maka semasa kuliah kamu akan mengenal lebih banyak lagi organisasi. Tentunya, hal ini tidak bisa kamu sia-siakan. Seringkali, dengan berorganisasi kamu belajar hal yang tidak kamu dapatkan di perkuliahan.

niv. Malikussaleh, USU, UNP, UNA ND, UNJ, UIN Jkt, UNNES, Univ Palangk araya,

“Menurut gue, sayang banget kalau anak muda itu menghabiskan waktu untuk hal yang kurang bermanfaat. Dengan aktif di kampus gue mencoba untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Hal ini juga sebagai aktualisasi diri dan pasti berguna nantinya saat kita sudah masuk ke masyarakat atau kerja,” ujar Stevie Thomas (22), mahasiswa FISIP UI. Thomas pun membuktikan ucapannya dengan menekuni banyak kegiatan. Ketika SMA, dia sudah menjajal beberapa kegiatan seperti aktif terlibat di OSIS, Paskibra, tim futsal dan gitaris

Thomas mengaku sebagai tipe pribadi yang membiarkan segala sesuatunya berjalan dengan sendirinya atau let it flow. “Gue nggak punya manajemen waktu yang pasti tapi setiap pagi gue selalu membuat to do list gue hari itu apa saja dan melakukannya se-efektif dan se-efisien mungkin. Bagi gue, apa yang disusun pagi hari maka malamnya harus selesai dilaksanakan,” lanjutnya. Meskipun begitu, Thomas menyadari pentingnya manajemen waktu yang baik. Menurutnya, waktu itu adalah sesuatu yang abstrak sehingga harus di atur sedemikian rupa agar apa yang harus dikerjakan bisa selesai di saat yang tepat.

Ya, tak kalah semangat, ada Sheila Dara Aisya. Cewek yang akrab disapa Baby ini mengaku tidak terlalu aktif di kampus tetapi memiliki banyak aktivitas di luar kampus. Mahasiswa Komunikasi UI yang telah meluncurkan satu album rekaman inimengaku sebagian besar waktunya banyak dihabiskan di luar kampus, entah itu untuk promo album atau undangan show di berbagai tempat. Kesibukan ini ternyata telah di alaminya sejak SMA. Bahkan, menurut Baby, kesibukannya di SMA jauh lebih banyak akrena saat itu dia juga terjun ke dunia akting. Namun kesibukan tersebut tidak membuat perempuan kelahiran 24 September 1992 ini lupa akan kewajiban utamanya, sekolah. “Sekolah gue termasuk santai, biasa-biasa saja tetapi semua kegiatan luar sekolah hanya dilakukan di akhir peckan atau libur saja. Rekamanpun hanya dilakukan sepulang sekolah atau malam hari,” ujar cewek berambut panjang ini.

Melihat aktivitasnya itu, gadis yang sedang menunggu proses albumnya yang kedua sepakat dengan manajemen waktu yang baik. “Dalam mengatur jadwal, seperti show atau shooting, gue selalu menyesuaikan dengan jadwal sekolah. Dulu mama yang jadi manajer, sekarang sudah ada manajer sendiri dari pihak label rekaman,” jelas Baby.

Meski ada yang mengatur, ia mengaku tetap ikut andil dalam penyusunan jadwal seperti bernegosiasi untuk memusatkan seluruh kegiatan di akhir pekan atau di luar jam sekolah. “Bahkan sebagus apapun mengaturnya, tetap saja terjadi yang namanya jadwal bentrok. Kalau hal itu terjadi, aku lihat jadwal kuliah. Seandainya memungkinkan untuk bolos, aku memilih untuk mengambil pekerjaan tersebut, hehe..” jelas

YOUTH MAGAZINE • 23


Baby seraya tertawa.

Lalu apakah para mahasiswa aktif seperti mereka masih memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan teman-temannya? Thomas, mahasiswa kelahiran 22 September 1988 ini berpendapat, “Nongkrong boleh, tapi setelah semuanya selesai. Gue beruntung karena di dukung penuh oleh keluarga dan teman-teman.” Hal yang sama juga dirasakan oleh Baby. “Teman-teman sudah maklum ya sama kesibukan gue jadi mereka tidak keberatan kalau gue jarang menghabiskan waktu sama mereka. Namun, sekalikali tetap menyempatkan diri untuk pergi bareng teman-teman. Sekalian refreshing juga.”

KULIAH BERARTI MANDIRI Demi menuntut ilmu, tidak jarang kamu memilih untuk kuliah di perguruan tinggi ternama yang mungkin saja berada jauh dari tempat tinggalmu. Sebagai konsekuensi, kamu pun terpaksa harus hidup sendiri dan terpisah dari orang tua. Fenomena seperti ini banyak terjadi dimana para lulusan SMA di daerah pindah ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan sebagainya. Harapan yang dituju agar bisa masuk ke perguruan tinggi idaman.

Bisa jadi, jika kamu masih kuliah di kota yang sama pun, tidak jarang kamu memilih untuk menetap (indekos) di seputar kampus dengan tujuan mempermudah mobilitas ke kampus. Hal ini tentu saja mengubah pola hidupmu. Jika selama ini selalu di atur atau diurus orang tua, terbentur masalah kecil langsung mengadu ke orang tua

Mini Dictionary

dan terbiasa tergantung kepada orang tua, maka sekarang kamu harus melepas semuanya. Hidup sendiri otomatis membuat kamu harus mandiri dan melakukan apapun sendiri.

Hal ini di alami oleh Niki (22), mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Semenjak kuliah, Niki harus terpisah dari keluarganya yang sampai saat ini masih tinggal di Padang sementara dia di Bandung. “Awalnya merasa kerepotan sih, karna apa-apa harus dikerjakan sendiri. Setelah beberapa lama menjadi biasa,” ujarnya. Tuntutan untuk hidup mandiri yang akhirnya membulatkan tekad Niki untuk hidup sendiri dan jauh dari orang tua. “ Kalau bukan karena tuntutan itu barangkali sampai sekarang pun tingkat ketergantungan gue pada orang lain masih sangat tinggi,” jelasnya. Akhirnya Niki merasa tidak keberatan harus mengurus hidup dan mengatur segala sesuatunya sendiri.

Sebagai seorang mahasiswa, mandiri itu penting karena kamu dituntut untuk bisa mengatur semuanya sendiri. Kamu harus tahu apa yang kamu inginkan dan cara menggapainya. Menurut Niki, seseorang yang mandiri adalah orang yang bisa mengatur diri sendiri dengan baik dalam segala hal seperti waktu, keuangan, kesehatan, kebutuhan tuntutan kuliah atau mungkin kerja dan sebagainya. Tinggal jauh dari orang tua tidak hanya di alami oleh kamu yang memututskan untuk kuliah ke luar kota. Meskipun kamu kuliah di kota yang sama, adakalanya kamu terpaksa memilih tinggal sendiri di seputar kampus. Lisa (18) contohnya. Kampusnya yang terletak di Grogol termasuk jauh dari rumahnya di daerah Bogor. Akhirnya, dengan alasan efektivitas Lisa memilih untuk tinggal di dekat kampus.

Masih suka bingung jika mendengar istilah SKS atau IPK? Terus, apa pula yang

dimaksud dengan KRS? Well, itu adalah sebagian kecil istilah-istilah yang nantinya akan kamu temui di dunia perkuliahan. Lebih lanjutnya, kamu bisa baca penjelasan berikut.

Badan Eksekutif Mahasiswa, organisasi mahasiswa intra kampus yang merupakan lembaga eksekutif di tingkat universitas atau institut. Umumnya BEM memiliki beberapa departemen, bidang, untuk melaksanakan program. Salah satunya Departemen Seni dan Budaya.Di beberapa tempat, BEM juga dikenal dengan sebutan senat mahasiswa.

Kartu Rencana Studi (KRS) lembar kertas untuk mengajukan rencana kegiatan akademik selama satu semester ke depan. KRS berisi mata kuliah apa saja yang di ambil dalam satu semester.

Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), tanda pengenal yang menyatakan kamu terdaftar sebagai mahasiswa di suatu perguruan tinggi.

Nomor Pokok Mahasiswa (NPM),sederet angka yang menyatakan identitas mahasiswa. NPM seringkali digunakan untuk menunjukkan data mahasiswa yang bersangkutan.

Satuan Acara Perkuliahan (SAP),rancangan pembelajaran selama satu semester yang di berikan di awal perkuliahan. Berisi pembagian materi suatu mata kuliah (setiap pertemuan) berikut tujuan pembelajaran serta buku acuan belajar. SAP dirancang oleh pihak kampus, menjabarkan rinci rencana perkuliahan. Agar kamu lebih paham, terdapat rincian acara perkuliahan dan bahan bacaan wajib dan anjuran serta cara mengevaluasi proses belajar-mengajar.

YOUTH MAGAZINE • 24

Meski masih bisa pulang ke rumahnya setiap akhir pekan, Lisa tetap merasa kewalahan pada awalnya. “Selama ini gue terbiasa di atur orang tua jadi begitu tinggal sendiri, semuanya jadi berantakan.” Beruntung Lisa cepat-cepat membenahi dirinya. “Gue merasa, inilah saatnya gue menjadi dewasa. “Dengan hidup mandiri gue harus bisa mengatur semuanya sendiri, termasuk masalah waktu dan keuangan. Gue juga jadi semakin waspada dan hati-hati,” jelasnya lagi.

Meski jauh dari pengawasan orang tua tidak membuat Lisa serta merta bebas melakukan apa saja. “Orang tua memberikan kebebasan tapi gue harus mempertanggungjawabkannya. Menurut gue, tidak peduli masih tinggal


bareng atau terpisah dengan orang tua, kemandirian itu mutlak, apalagi bagi seorang mahasiswa.” Kata Lisa yakin.

Hidup mandiri juga di alami oleh Maria Petracia atau yang sehari-hari biasa dipanggil Depe. Hebatnya lagi, Depe terbiasa tinggal sendiri sejak masih duduk di bangku SMP. “Sejak SMP gue ikut klub tari dan model jadi sering di undang show. Setiap kali show, menetap di suatu tempat selama beberapa bulan jadi sekolahnya terpaksa pindah-pindah,” jelasnya. Berpindah-pindah sekolah ini dijalaninya sampai kelas dua SMA. Sejak SMA kelas 2 dia memilih untuk kembali menetap bersama orang tuanya di Balikpapan, Kalimantan Timur. Baru setelah lepas SMA, Depe pindah kembali ke Jakarta.

“Awalnya biasa-biasa saja karena banyak kegiatan seperti menari dan model. Orang tua juga sudah memberi kepercayaan penuh,” ujar Depe lagi. Banyaknya aktivitas dan kondisilah yang memaksa Depe untuk tinggal berjauhan dengan orang tua. Meski begitu dia tidak merasa keberatan. “Karena suka jadinya nggak masalah. Bahkan waktu SMP dan SMA gue sudah bayar uang sekolah sendiri sekaligus menambah uang jajan juga,” tutur gadis berbakat ini. Nah, berarti Depe sudah bisa mengatur semua kebutuhannya sendiri, termasuk masalah keuangan. “Gue termasuk tegas soal keuangan. Menurut gue, setiap orang harus bisa memanfaatkan dengan baik uang jajan yang di kasih orang tua, terutama kalau orang tua jauh. Pintar-pintar mengatur keuangan itu penting banget,” ujarnya.

Mengelola keuangan memang penting, terutama bagi kamu yang tinggal berjauhan dengan orang tua. Orang tua pasti sudah memperhitungkan dengan matang berapa banyak kebutuhan kamu per bulannya. Nah, di sinilah dituntut kedewasaan kamu dalam mengaturnya. Jangan sampai ketika awal bulan kamu berfoya-foya dan lupa kalau uang itu harus bertahan selama satu bulan. Sebagai mahasiswa yang bertanggung jawab, kamu sudah bisa dong memperhitungkan semua pengeluaran kamu?

Ternyata jadi mahasiswa itu kompleks juga ya? Tapi, hidup kan harus berjalan, tidak selamanya kamu selalu bergantung kepada orang lain. Semoga semakin siap dan percaya diri menghadapi hari ke depan!

DULU MEREKA PIKIR... ”Kebebasan. Bebas banget hidupnya, rambutnya gondrong, baju bebas, kalo belajar bisa pake sendal, masuk seenaknya, pikirannya gitu.” Ishak Papilaya – Akuntansi FE UI – Alumni SMAN 77 Jakarta

”Menjadi dewasa, mandiri, harus lebih irit dan harus lebih serius.”

Monika Pebriana – Akuntansi STAN – Alumni SMAN 4 Medan

”Tempat untuk menimba ilmu di perguruan

Biaya Kuliah Biaya kuliah S1 reguler di universitas rata-rata selama 10 semester, 144 sks Bina Nusantara Trisakti Al Azhar Atmajaya Unas Paramadina UI

Rp 47.980.000 – Rp 114.580.000 Rp 77.360.000 – Rp 217.360.000 Rp 51.160.000 – Rp 73.200.000 Rp 27.955.000 – Rp 245.175.000 Rp 35.950.000 – Rp 54.750.000 Rp 51.800.000 – Rp 81.300.000 Rp 60.000.000 – Rp 100.000.000

tinggi, yang berbeda dengan dunia SMA, di mana semuanya dilakukan secara mandiri.” Ondi Daniel – Teknik Sipil PNJ – Alumni SMAN 4 Depok

”Santai, pelajarannya kayaknya nyantai, pulang cepet, masuk pagi.”

Utami Puji – Manajemen Bisnis Industri STMI – Alumni MAN 2 Jakarta

“Sebuah kegiatan yang baru dan seru, lebih luas dan fleksibel, terkesan santai meskipun sebenernya tugasnya lebih berat daripada SMA. Saya juga langsung kepikiran masalah profesi karena yang akan saya pelajari di kuliah sangat berkaitan erat dengan pekerjaan yang akan saya ambil nanti.”

Rifky Ramadhan – Komunikasi FISIP UI – Alumni SMAN 66

SEKARANG MEREKA RASA...

Jakarta

”Ternyata apa yang gue pikirin sama realitanya jauh beda. Kuliah lebih ribet, lebih makan waktu.” – Ishak

”Semakin dekat ke dunia kerja, lebih banyak tugas, tugas, dan tugas.” – Monika

”Lebih daripada tempat menimba ilmu. Di perkuliahan kita dapat belajar lebih enjoy, bisa ngobrol and sharing dengan teman-teman dari berbagai daerah, ikut serta kegiatan organisasi-organisasi yang ada, menambah jaringan pertemanan antara teman seangkatan dan senior.” – Ondi ”Sekarang pas kuliah, malah tambah beban.” – Utami “Pikiran saya berubah sesuai mata kuliah yang ada pada hari itu. Jika seru, ya, tentu saja saya semangat. Jika bagi saya sangat nggak menarik, pikiran untuk cabut kelas pun seringkali muncul.” – Rifky.

YOUTH MAGAZINE • 25


YOUTH MAGAZINE • 26


YOUTH MAGAZINE • 27


COMMUNITY TALK

YOUTH MAGAZINE • 28


Kedai Sepeda Oleh Ali Budiharto Haryanta

Masih merasa keren dengan klub sepeda motor? Tengok dulu komunitas satu ini. Kedai Sepeda, komunitas bagi pesepeda yang doyan menjelajah sambil wisata kuliner. Sehat, Santai, Mengasyikkan. Tentu saja sarat dengan keakraban dan hingga saat ini bertahan selama belasan tahun.

YOUTH MAGAZINE • 29


S

uasana bersahabat terasa ketika Youth! Menemui Haji Asari, perintis komunitas ini. Tampak disana sebuah kedai makan sekaligus lokasi berkumpul para pesepeda. Mereka berasal dari berbagai kalangan, sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa. Anggota komunitas ini bisa ditebak dari pakaiannya yang mengarah pada fashion ala pesepeda. Celana jeans pendek, kaos tipis dengan kantong belakang, dan berjaket stretch tipis sudah menjadi pakaian harian mereka yang kelar bersepeda dn mampir di kedai ini. Komunitas yang dirintis Haji Asari ini sudah dimulai sejak 12 tahun lalu. “Namanya dulu komunitas kuliner sepeda,” tutur Haji Asari,” karena kami selalu bersepeda untuk makan-makan”.

Berawal dari kegiatan biasa, layaknya klub yang ingin membantu sesama penggemar sepeda dengan berbagai kegiatannya, kini, komunitas tersebut berkembang hingga mendirikan sebuah toko bernama “Kedai Sepeda”. Asari yag latar belakangnya sebagai pengusaha makanan cepat saji ini memang sering main kemana-mana hanya untuk sekadar mencicipi hasil resep teman-teman pengusaha makanan lainnya. Kegiatan komunitas sepeda ini bermacammacam, yang utama adalah bersepeda pada akhir

minggu. Kedai ini menjadi tempat berkumpul yang dapat mempererat hubungan anggota komunitasi ini. “Hampir setiap hari gua kesini hanya untuk ngobrol kek, ngapain kek,” kata Norman. Selain itu, tentu saja membantu kebutuhan anggota, misalnya dalam layanan servis sepeda yang murah. “Inilah yang saya lakukan untuk teman-teman. Kalau mereka selama ini merasakan betapa mahalnya bersepeda, kini saya berusaha bantu mereka dengan servis yang sangat murah dan harga komponen yang murah juga,” tambah Haji Asari, penggemar olahraga sepeda downhill ini. Selain berkumpul di akhir minggu, kegiatan yang pernah mereka adakan antara lain adalah balap liar sepeda di hutan kota UI dan pembuatan jalur sepeda di banyak lokasi seperti Kebun Binatang Ragunan dan Hutan Kota UI.

Haji Asari, memang sudah lama mencintai olahraga satu ini. Koleksi sepedanya mencapai 26 unit, biasanya setiap tahun ia membeli sepeda dua unit. Kegemaran makan turut menjadi pemersatu.“Kami usai nongkrong main sepeda pasti makan, dong. Biasanya kami beramai-ramai ke restoran salah seorang kerabat disini,” ujar Oket yang menceritakan betapa seru makan bebek sepuasnya usai bersepeda dari Jakarta ke Bandung bersama teman-temannya dari Komunitas Kedai

YOUTH MAGAZINE • 30


 Foto bersama setelah downhill di area Gunung Pancar.

Markas Kedai Sepeda

Sepeda.

Soal lainnya, komunitas ini juga merupakan komunitas yang rupanya terkenal lho... Biasanya teman-teman Kedai Sepeda dipesan agency foto untuk pemotretan khusus kegiatan ekstrim seperti bersepeda downhill. „Kami sebulan sekali pasti main ke Gunung Pancar. Disana kami bermain sepeda sambil melakukan pemotretan untuk majalah. Selain sehat, gaul, bisa juga nampang di majalah, gitu...“ ujar Herman yang sudah 20 tahun lebih menekuni hobi bersepedanya.

Tidak punya sepeda tapi mau bergabung? “Bisa saja. Banyak sepeda nganggur kok disini!“ ujar Pak Haji. Banyak kerabat di Kedai Sepeda menaruh sepeda mereka yang tidak digunakan di rumahnya. Jiali misalnya, menaruh dua sepedanya yang tidak terpakai untuk digunakan teman-teman yang tidak punya sepeda di akhir minggu atau untuk keperluan sehari-hari. Sepeda yang nongkrong di kedai ini juga pada umumnya merupakan sepeda yang sedang diservis berkala sambil menunggu peminat baru atau peminjam. Kalau mau pinjam tentu harus PDKT dulu ke pemilik dan pakai deh! Awalnya, Asari mengatakan bahwa segala macam servis yang dilakukan di kedai sepeda ini sebenarnya ditujukan untuk kalangan ekonomi menegah kebawah. Seiring perkembangannya, ke-

dai ini cukup dikenal oleh kalangan ekonomi atas karena harga dan tarif yang ditawarkan sangat murah. “Gue mau sepedaan ke Cina mending ngerakit disini, lengkap sih. Teman-teman ngerujuk gue untuk ngerakit segalanya di sini. Soalnya, kalo kita ngerjain sepeda disini bisa termasuk ngecat rangka juga debngan harga yang murah banget,” ujar Aristi, dokter yang akan berangkat tur bersepeda dari Hanoi ke Beijing, Cina.

Selain itu kedai ini dikenal karena bayar tarif servis yang unik. Pesepeda yang mendapatkan bantuan dari kedai menyumbang seikhlasnya uang ke dalam peti yang ditaruh di etalase toko. Diharapkan dengan cara seperti ini semua sama-sama senang. “Kadang kita menemukan harga servis sepeda sangat mahal di banyak toko, nah, di Kedai ini kita bisa mendapatkan barang-barang yang harganya murah dan biaya servisnya juga sangat relatif,” ujar Ao, mekanik sekaligus penjaga toko.

Keberadaan kedai sepeda kini bisa menjadi alternatif baru untuk kalian yang hobby bersepeda atau sekadar mau belanja komponen. Kedai Sepeda ini menawarkan jasa jual beli sepeda ataupun komponen sepeda dengan harga yang murah. “Disini kalau sudah kenal aja sih udah enak. Kita bisa maen sepeda bareng, dapet komponen juga mudah,” ujar Ao.

YOUTH MAGAZINE • 31


YOUR CAMPUS

BELAJAR DESAIN DI LASALLE COLLEGE INTERNATIONAL Siapa bilang pendidikan industri kreatif di Indonesia belum digeluti? LaSalle College International (LCI) yang terletak di tengah kesibukan kota Jakarta membantah asumsi ini. Sebagai kampus yang menawarkan berbagai jurusan di bidang designing, LCI memberikan kesempatan bagi mahasiswanya untuk mengembangkan bakat kreatif yang mereka miliki.

YOUTH MAGAZINE • 32


S

aat memasuki gedung kampus LCI, langsung terlihat warna-warni yang tidak ditemukan di kampus-kampus pada umumnya. Terlihat dua orang mahasiswa sedang berdiskusi di pojok lobby, yang satu rambutnya berwarna merah menyala, yang satu lagi terlihat menenteng gulungan kain dan laptop. Di setiap lantai terdapat sebuah window display yang memamerkan berbagai bentuk seni desain.

Lasalle College International merupakan universitas desain yang berbasis di Kanada. Kini LCI sudah memiliki 40 cabang yang tersebar di seluruh dunia, termasuk dua di Indonesia yaitu di Jakarta dan Surabaya. Kampus LCI di Jakarta terletak di Jl. Jend. Sudirman Kav 86, di tengah ramainya pusat kota. Mario Poulin, Director General LCI menjelaskan sebagian besar program yang ditawarkan di LCI berhubungan dengan bidang fashion, seperti Fashion Design dan Fashion Business. “Kami bukan hanya ingin mencetak desainer yang mampu merancang sebuah bentuk pakaian, tapi juga mengerti industri yang mengelilingi bidang itu sendiri,” kata Poulin. Karena itu, lanjut Poulin, program-program yang ditawarkan di LCI bergerak di bidang-bidang yang mendukung dunia fashion sebagai industri. “Program Photography yang kami tawarkan juga memfokuskan pada bidang Fashion Photography. Jadi murid-murid akan diajarkan bagaimana menjadi fotografer di bidang fashion dan modelling,” jelas Poulin. Program Artistic Make Up yang mereka miliki juga menjadi bagian dari bidang modelling. Selain itu, LCI juga memiliki program Computer Graphics dan Interior Design. Semua program di LCI merupakan program Diploma atau tingkat D3, tidak ada program S1 atau sarjana. Calon mahasiswa bisa memilih, mau mengikuti program selama satu tahun, dua tahun, atau tiga tahun.

Meskipun kampus LCI tidak besar, fasilitas yang dimiliki LCI cukup banyak. Setiap program mendiami satu lantai gedung. Misalnya saja, lantai untuk program Artistic Make Up terdiri dari dua ruanYOUTH MAGAZINE • 33

Atas : beberapa mahasiswa masih tinggal di ruang kelas Fashion Design untuk mengerjakan tugas mereka. Bawah : window display yang ada di lantai khusus Fashion Design


gan yang memadai untuk kegiatan kuliah. Satu ruangan ditata seperti kamar rias, lengkap dengan cermin-cermin dan nakas. Mahasiswa program Fashion Design bisa menggunakan ruangan di lantai mereka sendiri yang berisi manekin-manekin, mesin jahit, bahkan alat setrika. Begitu juga dengan program lainnya, masing-masing dilengkapi ruangan-ruangan dengan fasilitas yang menunjang agar kegiatan belajar mereka bisa berjalan optimal. Karena basisnya yang internasional, lulusan dari kampus ini tentu mendapatkan pengakuan di taraf internasional juga. Bagi kalian yang ingin menjadi perancang mode atau fotografer fashion terkenal, LCI bisa menjadi pilihan tempat “menempa ilmu” yang cukup bergengsi. Di satu sisi, tentu saja, kalian harus siap merogoh kocek lebih dalam untuk bisa berkuliah di sini. Contohnya saja, biaya untuk program Fashion Design bisa mencapai Rp 120 Juta untuk dua tahun masa ajar, rata dengan program-program lain yang range biayanya juga serupa.

Testimoni Ayo kita cari tahu bagaimana komentar mahasiswa yang berkuliah di LCI! Marissa Bird “Di Lasalle aku bisa belajar tentang sejarah fashion, bahanbahan tekstil yang berkuailtas, dan bagaimana bisa sukses di dunia bisnis. Atmosfirnya sangat kompetitif, jadi kita lebih termotivasi untuk belajar.” Indi Lidwina “Dosen-dosen di Lasalle menyenangkan, memiliki metode pengajaran yang berkualitas juga. Sayang kampusnya terlalu kecil.” Ike Noviyanti “Aku selalu kepingin kerja di balik layar, jadi artistic make up atau pengarah gaya. Di Lasalle aku bisa belajar itu semua dengan kelas-kelas make up yang menarik.” Abigail June Patrice Papilaya “Aku senang di Lasalle, karena teman-temannya unik-unik dan menarik sekali. Aku ingin menjadi Fashion Designer terkenal, dan di Lasalle aku bisa dapat ilmunya dengan cara yang menyenangkan.” YOUTH MAGAZINE • 34

Kantin di Lasalle pun didesain dengan sebuah display window yang menarik.


LaSalle College International Jakarta Sahid Office Boutique Unit D - F (Komp. Hotel Sahid Jaya) Jl. Jend. Sudirman Kav 86 Jakarta 10220 Phone: +6221 - 57851819 Fax: +6221 - 57851820 Facebook: LaSalleJakarta Twitter: LaSalleJakarta

YOUTH MAGAZINE • 35


AUSTRALIAN NATIONAL UNIVERSITY Kamu baru lulus SMA dan ingin kuliah di Australia? Atau sedang mencari universitas bergengsi di negeri kangguru untuk melanjutkan studi S2? Australian National University (ANU) bisa jadi pilihanmu. Universitas yang terletak di Canberra ini mendapat pengakuan dan penghargaan karena kualitas nasional maupun internasional.

T

imes Higher Education Supplement (THES) setiap tahun menempatkan ANU di jajaran 50 besar universitas terbaik di dunia. Tahun ini, ANU berada di urutan 43 berdasarkan The Worlds University Rangkings. Shanghai Jiao Tong University Institute of Higher Education, majalah Newsweek International, dan Melbourne Institute juga pernah menyejajarkan ANU dengan universitas-universitas top Australia dan dunia.

Nah,reputasi tersebut tentu saja diberikan berdasarkan pertimbangan tertentu, salah satunya adalah prestasi pengajar dan mahasiswa. ANU memiliki motto ‘naturam primum cognoscere rerum, yang artinya ‘terdepan dalam mempelajari suatu hal’. Berdasarkan ANU Quality Review 2004,

ANU termasuk universitas berbasis riset terbaik di dunia. Misinya adalah menjadi pusat riset kelas dunia di Australia.

Menurut ISIHighlyCited, dalam 20 tahun terakhir, 21 peneliti dari 50 peneliti paling berpengaruh di Australia berasal dari ANU. Staf akademisnya memiliki kualifikasi paling tinggi se-Australia, di mana 75 persen pengajarnya memegang gelar PhD.

Sudah banyak penghargaan yang diraih staf ANU, di antaranya Carrick Awards untuk sumbangsih terkemuka terhadap pembelajaran siswa, Onsager Prize of the American Physical Society, Prime Minister’s Award untuk bidang sains, Shaw Prize untuk bidang astronomi, serta Rhys Jones Medal sebagai penghargaan tertinggi dalam bidang

YOUTH MAGAZINE • 36


arkeologi di Australia. Tidak hanya itu, lima orang yang memiliki keterkaitan erat dengan ANU pernah meraih Nobel Prize yang bergengsi.

Akademisi yang berkualitas tinggi tentu juga ditopang oleh fasilitas yang mendukung. ANU terletak di jantung kota Canberra, dikelilingi oleh Lake Burley Griffin, pusat kota, dan pusat pemerintahan. Ada 200 gedung ANU yang berdiri di atas lahan seluas 145 hektar. Sekitar 10.000 pohon yang ditanam di lahan, sehingga disebut ‘kampus hijau’. Fasilitas penunjang lainnya meliputi asrama, restoran, kafe, galeri seni, gedung konser, bank, lapangan olahraga, dan layanan kesehatan.

Bagaimana dengan pemanfaatan teknologi? Universitas ini didukung oleh teknologi komputer mutakhir, jaringan data yang tersedia untuk 22.000 port aktif dengan kecepatan hingga 100 Mbps atau 1 Gbps, serta akses nirkabel di penjuru kampus. Perpustakaannya memiliki lebih dari dua juta buku, salah satu koleksi terbesar se-Asia Pasifik. Katalog yang terdiri dari 250 database dan 43.000 jurnal elektronik dapat diakses melalui web. Jangan lupa, kerjasama dengan universitas internasional juga diwujudkan. Beberapa diantaranya bersama ETH Zurich, National University of Singapore, Peking University, University of California at Berkeley, dan University of Cambridge. Bayangkan keberagaman mahasiswa disana. Mahasiswa tidak hanya datang dari Canberra dan Australia, tapi juga dari 100 negara berbeda yang berkontribusi pada komposisi mahasiswa internasional ANU sebanyak 25%. Sebagai universitas yang relatif kecil, dengan jumlah mahasiswa sekitar 14.000 orang dan staf 3.600 orang, ANU menyelenggarakan pengajarannya dalam kelas kecil pula, sehingga kemajuan mahasiswa dapat lebih terpantau.

Buat kamu yang berprestasi, ANU menawarkan gelar unik nih. Namanya Bachelor of Philosophy, PhB. Gelar ini diberikan untuk mahasiswa berambisi intelektual yang ingin melanjutkan studi hingga ke jenjang tertinggi. Syaratnya, mahasiswa tersebut harus memberikan pengalaman riset undergraduate yang berbeda. Setelah lulus dari ANU, kamu otomatis bergabung dengan 30.000 alumni lain yang tersebar di 115 negara di dunia, di mana kebanyakan dari mereka telah menjadi pemimpin dan pelopor di komunitas masing-masing. Menurut Good Universities Guide, lulusan ANU memiliki reputasi baik dan dihargai oleh perusahaan,.

Tertarik untuk mendaftar? Kamu bisa datang langsung ke kampusnya di Canberra ACT 0200 atau menghubungi nomor telepon +61 2 6125 5111. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www. anu.edu.au.

YOUTH MAGAZINE • 37

Atas : Graduation Hall Australian National University

Bawah : lingkungan kampus ANU dikelilingi dengan taman-taman yang asri.


FUTURE PROSPECTS

PROGRAM STUDI MUSIC THERAPY:

BERSATU JADI HARMONI Kamu menyukai musik sekaligus tertarik dengan teknik penyembuhan tapi bingung bagaimana caranya menyalurkan kedua keinginanmu itu? Jangan khawatir, karena di edisi ini YOUTH! akan mengajak kamu berkenalan dengan salah satu program studi yang bisa memenuhi kedua keinginanmu tersebut. Yup, dia adalah Music Therapy, di Conservatory of Music Universitas Pelita Harapan Jakarta. Penasaran ?Ayo simak penelusuran redaksi YOUTH! Dengan Dr. Wenny Savitri Sembiring, S.Psi Msi, pengajar program studi istimewa ini.

YOUTH MAGAZINE • 38


Apa sih Music Therapy itu?

Secara garis besar, music therapy merupakan sebuah program keahlian untuk mengaplikasikan musik sebagai alat ampuh dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan mencari keseimbangan antara hambatan serta kebebasan berekspresi. Di sini mahasiswa akan diajar berbagai teknik dasar dan unsur-unsur musik yang dapat memengaruhi emosi manusia. Sehingga, mereka memiliki musikalitas yang tinggi dan dapat mengombinasikan dalam terapi, seperti terapi kesehatan ataupun konseling. Selain itu, mereka juga dituntut belajar mengeksploitasi potensi penyembuhan melalui aplikasi seni di dalam berbagai pengaturan klinis dan populasi. Selain pembelajaran yang menekankan segi psikologis dan klinis, mahasiswa music therapy juga diwajibkan untuk mengembangkan keahlian instrumen yang mereka kuasai.Harapannya agar mereka bisa memperoleh keterampilan mengajar musik yang produktif serta dapat digabungkan dengan kemampuan konseling serta penyembuhan klinis.

Apa saja yang didapatkan? • Mengenal musik dan sejarahnya serta bagaimana musik akhirnya bisa menjadi salah satu alat terapi.

orang dewasa serta lanjut usia.

• Di akhir perkuliahan, setiap mahasiswa diharuskan untuk magang di sebuah institusi kesehatan untuk menerapkan semua ilmu yang diperoleh.

Kesempatan Kerja Music therapy merupakan cabang ilmu yang kini berkembang. Prospeknya cerah. Banyak instansi kesehatan yang mulai melirik teknik ini sebagai salah satu cara penyembuhan. Berikut YOUTH! kasih tahu kamu beberapa kesempatan kerja yang ditawarkan oleh jurusan ini. • Terapis musik

• Music director atau instruktur di beberapa lembaga kreatif atau pusat bimbingan konseling. • Musisi

• Spesialis instruktur musik untuk siswa berpendidikan khusus • Music director untuk festival musik

• Peneliti atau pengajar bidang terapi musik • Lembaga atau instansi kesehatan

• Metode pengajaran tidak hanya menyajikan teknik yang umum digunakan dalam berbagai terapi, tapi juga mengajak untuk berpartisipasi aktif di kelas dengan bermain peran sebagai terapis, co-terapis dan pasien.

• Belajar berbagai instrumen yang sering digunakan untuk terapi seperti piano, gitar, flute, klarinet, bas, terompet, perkusi, biola, cello, contrabass, bass, saxophone serta menelaah berbagai literatur musik sihingga bisa digunakan jika berhadapan dengan pasien. As you know, keseluruhan instrumen tersebut tersedia di sini.

• Keistimewaannya, di sini ada beberapa program khusus seperti terapi musik untuk anakanak yang fokusnya adalah bayi prematur, anakanak dengan cacat fisik dan gangguan mental seperti autisme dan juga untuk anak-anak normal. Selanjutnya, ada program untuk membantu para remaja, khususnya mereka yang menderita gangguan mental serta terlibat penyalahgunaan narkotika. Program lain adalah terapi musik untuk

Dengan Workshop Music Therapy bersama Amelia Delfina Kho, murid-murid diharapkan untuk memiliki keahlian bermusik dan menggunakannya sebagai alat ampuh untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Seru ya!

YOUTH MAGAZINE • 39


Testimoni Masih penasaran dengan music teraphy ini? Kita simak testimoni dari mahasiswa Music Therapy UPH Roselina Djitro

Atas : Latihan dalam workshop Music Therapy Bawah : Beberapa mahasiswa UPH

“Gue menyadari bahwa musik yang sebenarnya memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Musik sangat memengaruhi dan mengambil bagian dalam pengembangan jiwa manusia, emosi, bahkan fisik. Musik juga memiliki kapasitas untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, terutama bagi para penyandang cacat di mana sebagian besar dari mereka menjalani hidup dengan kesulitan. Dengan bergabung dalam konsentrasi Musik Terapi, gue belajar bagaimana memahami dan membantu orang-orang berkebutuhan khusus melalui musik sebagai media. Gue menyadari bahwa Terapi Musik masih langka di Indonesia tetapi bukan berarti tidak ada gunanya dan tidak bisa diandalkan. Banyak penelitian telah menunjukkan efek yang signifikan dari musik bagi kehidupan manusia. Jadi, mengapa kita tidak mencoba untuk membantu orang lain dengan musik?” Levina Xaveria

Universitas Pelita Harapan Jl. M.H. Thamrin Boulevard 1100 Lippo Village Indonesia Telp: +62 21 546 0901 www.uph.edu www.music.uph.ac.id

“Gue sangat menyukai kuliah ini. Gue belajar beberapa program tentang psikologi. Ini akan membantu gue untuk mengembangkan perilaku yang baik dan kepribadian yang dibutuhkan sebagai terapis musik profesional di masa depan. Sekali seminggu gue juga memiliki kelas instrumen besar, sehingga gue memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bermusik. Gue belajar bagaimana musik dapat digunakan sebagai terapi untuk membantu orang dengan masalah tertentu. Ini membuat gue sadar bahwa musik dan psikologi terkait satu sama lain dan musik juga memainkan peran penting dalam semua aspek kehidupan manusia. Gue sangat menikmati belajar terapi musik di UPH Conservatory of Music.” YOUTH MAGAZINE • 40


YOUTH MAGAZINE • 41


YOUTH MAGAZINE • 42


DITA LOVES TO SPEAK Percaya diri karena berprestasi. Itulah kesan Youth! saat pertama kali berbincangbincang dengan Dita. Sejak bersekolah di SMA Insan Cendikia Serpong, gadis berkerudung ini aktif di mengikuti bagai organisasi dan kepanitiaan.Ia dipercaya menjadi ketua angkatan perempuan serta Kepala Subdivisi Bahasa OSIS. Ia juga pernah tergabung dalam beberapa kepanitiaan sekolah, seperti Sonic Linguistic 2009 (kompetisi sains dan bahasa se-Jabodetabek) dan I-Care 2009 (bakti

sosial).

Dalam

kepanitiaan-kepanitiaan tersebut, Dita biasanya berperan sebagai

humas.

Kenapa? “Karena aku

suka

teraksi

berin-

dengan

orang lain. Selain itu, kita juga bisa memperluas network,” ujarnya.

YOUTH MAGAZINE • 43

INSPIRING CHARACTERS


S

ifat komunikatifnya memang terlihat selama wawancara. Matanya yang dibingkai kaca selalu menatap lawan bicara ketika bercakap-cakap dan mendengarkan pertanyaan. Ia bertutur dengan lancar dan tegas sambil sesekali tersenyum menampilkan giginya yang berbehel, seperti saat ia bercerita tentang ketertarikannya mengambil jurusan Hubungan Internasional (HI). “Aku bercita-cita jadi diplomat, makanya aku ingin kuliah di jurusan HI,” ujar Dita. Dulu, ia sempat berencana kuliah di Jerman, tapi syaratnya ia harus belajar bahasa dan kebudayaan Jerman lebih dulu selama setahun di Indonesia. Gadis berkulit putih ini kemudian mendaftar PPKB UI (Program Pemerataan Kesempatan Belajar Universitas Indonesia) jurusan HI. Ternyata, ia diterima. “Alhamdulillah bisa kuliah di negeri sendiri,” ucap Dita bersyukur. Ia pun berencana menyelesaikan kuliah S1-nya di Indonesia. Sebagai mahasiswa baru, Dita masih merasa kesulitan membagi waktu antara kuliah, kegiatan luar kampus, dan masa orientasi kampus. Belum lagi, ia berencana ikut kepanitiaan di fakultas dan paduan suara kampus. “Aku sih kepingin dua-duanya (seimbang, walau aku tahu itu nggak mungkin,” kata Dita.

U n tunglah kedua orangt u a n y a mendukung setiap kegiatan sang anak. “Mereka membebaskan aku untuk me-

nentukan pilihan, tapi mereka selalu mengingatkan aku untuk bertanggung jawab terhadap keputusan sendiri,” ujar gadis berusia 18 tahun ini.

Dita punya ketertarikan di bidang Hak Azasi Manusia (HAM). “Oleh karena itu, aku akan memilih peminatan ‘Masyarakat Internasional’ di jurusanku, di mana isu-isu HAM seperti gender akan dibahas di perkuliahannya,” ucap Dita.

Dita dan Gerakan Anti Korupsi Kepedulian Dita terhadap masalah sosial dan pengalaman berorganisasinya membuat ia kini berada di posisi tertinggi dalam SPEAK (Suara Pemuda Anti Korupsi), yaitu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengkampanyekan gerakan anti korupsi kepada generasi muda. SPEAK bernaung di bawah Transparency International (TI), suatu lembaga riset yang membuat data Indeks Persepsi Korupsi (CPI) di seluruh negara. Organisasi nonprofit ini bermarkas di Berlin, Jerman dan mempunyai perwakilan di lebih dari 90 negara, termasuk Indonesia.

Tahun ini, TI Indonesia (TII) menjalankan program agar pemuda lebih “Tiga t peduli terhadap korupsi. Siswa SMA se-Jabodetabek diseleksi untuk menda menentukan 20 orang yang berpengaruh di sekolahnya serta pemuda lebih mengerti tentang korupsi dan birokrasi. Dita terpilih sebagai salah satunya, tapi ia tidak bisa bergerak mem hadir saat focus group discussion (FGD). “Sayangnya (acara itu) dan mengur bertepatan dengan kegiatan rafting, jadi aku nggak bisa datang,” apatism Dita menjelaskan. Wah, beragam sekali ya kegiatannya. Beberapa bulan berselang, Dita mendapat undangan dari TII untuk menghadiri seminar “Survei Barometer Korupsi Aceh” tanggal 22 Juni 2010. Acara yang bertempat di Hotel Atlet Century Park Jakarta ini sekaligus untuk meluncurkan program CPI tiap provinsi di Indonesia. Ternyata saat berada di sana, Dita ditawari lagi untuk bergabung dengan 20 siswa yang sudah terpilih saat FGD. “Karena itu waktu liburan sebelum masuk kuliah, jadi aku bilang mau bergabung,” kata Dita. Ck ck ck..

Ia kemudian mengikuti pelatihan selama dua minggu. Lima orang terpilih untuk menjadi konseptor gerakan anti korupsi dengan sasaran pemuda, termasuk Dita. Bersama keempat temannya, Dita menggarap konsep dan rencana program organisasi.

Meski belum ada wadah resmi, para konseptor ini diundang untuk mengisi seminar Indonesian Youth Conference di Salihara Jakarta pada tanggal 4 Juli 2010. “Kami sempat bingung. Tapi karena dibantu TII, kami bersedia menyampaikan materi di YOUTH MAGAZINE • 44


seminar itu,” kenang Dita. Setelah presentasi, ternyata para peserta antusias untuk bergabung dengan mereka. Dibantu oleh dua perusahaan yang bergerak di bidang iklan dan pemasaran, Dita dan teman-teman merintis organisasi yang kemudian dinamakan SPEAK. Awalnya Dita bertugas sebagai humas, namun karena koordinator utama SPEAK mengundurkan diri, Dita terpilih berdasarkan voting untuk menempati posisi tersebut. Jadilah sekarang ia memimpin organisasi yang terdiri dari sekitar 130 anggota se-Jabodetabek, Bandung, dan Yogyakarta.

“Karena organisasi kami terbilang baru, untuk saat ini kami masih dalam tahap penggodokan dan pemahaman materi dari TII. Kami juga sedang gencar mempromosikan SPEAK melalui media sosial seperti Twitter dan Facebook,” ujar Dita. Sebagai program rutin, fasilitator dari SPEAK nantinya akan berkeliling dari satu SMA ke SMA lain untuk membentuk FGD.

tahun

SPEAK diminta United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menyelenggarakan konferensi peatang, muda anti korupsi di Indonesia. Saat ini Dita dan teman-temannya h sadar untuk sedang bekerja keras mewujudkan kegiatan tersebut. Rencananmerangi korupsi ya konferensi itu akan dibarengi peluncuran SPEAK pada tanggal 9 Desember 2010, bertepatan denrangi tingkat gan Hari Anti Korupsi Sedunia.

menya,”

Dita mengatakan, sebagai koordinator utama organisasi yang baru dibentuk, ia punya kendala dalam hal komitmen para anggotanya. “Padahal tugasnya nggak berat, paling memperbaharui status Twitter dan Facebook SPEAK. Tapi status itu harus dikaji dulu dari situs lembaga anti korupsi,” kata Dita. Jika sudah seperti itu, Dita yang mengaku punya sifat blak-blakan ini akan menegur orang bersangkutan melalui mailing list (milis) terlebih dahulu. “Menegurnya nggak cukup sekali. Biasanya kalau ditegur secara langsung baru berubah,” ujar Dita.

Dita punya harapan tentang pemuda, kampanye anti korupsi, dan organisasi yang sedang ia jalankan. “Tiga tahun mendatang, pemuda lebih sadar untuk bergerak memerangi korupsi dan mengurangi tingkat apatismenya,” ujar Dita. Menurutnya, selama ini generasi muda cenderung apatis terhadap tindak korupsi karena kurangnya pemahaman. Banyak yang berpikir korupsi itu sebatas penyalahgunaan kekuasaan dan berhubungan dengan politik, sedangkan mereka terlanjur beranggapan bahwa politik itu kotor. “Padahal korupsi itu cakupannya luas, bisa korupsi waktu, korupsi angka, dan lain lain,” Dita menjelaskan. Dengan berpartisipasi aktif dalam SPEAK, Dita berharap dapat memutus

Bersama Menlu Marty Natalegawa

rantai birokrasi yang penuh korupsi di Indonesia. “Tapi ini butuh perjuangan secara kolektif,” tambah Dita.

Untuk saat ini, yang dapat ia lakukan adalah memulai dari hal-hal kecil. “Misalnya dengan menjaga kepercayaan orang-orang yang sudah memberi amanah kepada kita,” ujar Dita. Ia yakin, dengan cara sederhana tersebut, pemuda Indonesia dapat membuat negara ini menjadi lebih baik. Seperti kalimat yang pernah diucapkan Ir. Soekarno, tokoh idolanya: “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia”. (FR)

Kata mereka.... Choky Risda Ramadhan, Special Agent SPEAK “Gue waktu itu dapet undangan FGD dari Fakultas Hukum UI. Ternyata itu program SPEAK terkait pemuda dan gerakan anti korupsi. Mereka minta bantuan gue. Ya meskipun gue nggak bisa bantu secara langsung, paling tidak gue membantu secara moril dalam bentuk saran dan kritik melalui milis SPEAK. Secara pribadi, Dita itu orangnya cerewet. Dia punya kemampuan komunikasi dan persuasi. Dita juga mau belajar dan mencoba banyak hal.” Retha Dungga, Communications Officer TII

“Saya kenal Dita belum lama, kira-kira pas mulai membentuk SPEAK. Berarti kurang lebih baru dua bulan. Dia orangnya pendiam, tapi cekatan. Misalnya dalam presentasi, dia cepat menyiapkan materi, membuat tata letaknya... Dia bisa mencari informasi dengan cepat dan menyampaikannya ke teman-teman. Ya, Dita terpilih sebagai koordinator utama karena teman-teman melihat sepak terjangnya, terutama saat presentasi itu.”

YOUTH MAGAZINE • 45


YOUTH MAGAZINE • 46


YOUTH MAGAZINE • 47


HOBBY

YOUTH MAGAZINE • 48


NADHIL, BERSEMANGAT BERKAT SERTIFIKAT Nadhil tertawa saat dikonfirmasi mengenai hobinya yang unik kepada Youth! Mahasiswi Sastra Inggris Universitas Indonesia ini mengaku mengoleksi sertifikat acara dan lomba sejak SMP. Tampak ia memperlihatkan kumpulan sertifikat dengan design dan warna manis di atas meja. “Bahkan, label nama untuk kepanitiaan gue kumpulin.” kata gadis berusia 21 tahun ini tersenyum. YOUTH MAGAZINE • 49


H

obi tersebut memang berawal semenjak Nadhil duduk di bangku SMP. Mulanya, sang ibu giat membantu Nadhil mengumpulkan sertifikat lomba, dan membuat dokumentasi dengan rapi di dalam map. Ia lalu tertarik untuk mengoleksinya, dan timbul semangat menghadiri berbagai acara yang memberikan sertifikat. “Sertifikat warna tuh warna-warni, seneng aja liatnya..”komentar pemilik nama lengkap Nadya Nurfadillah ini. Anak sulung dari tiiga bersaudara ini mengaku kalau ia tidak pernah terinspirasi oleh siapapun, hobi tersebut tercetus saja di benaknya. “Ga ada pengaruh lingkungan.Hasrat pribadi saja.” kata Nadhil.

Gadis yang tampak pemalu ini suka mencari informasi acara seminar, workshop, maupun pelatihan di kampus dan di luar kampus. Acara yang berkesan dan sertifikat yang dinilai menarik adalah ketika menghadiri acara di Fakultas Ekonomi UI tentang wirausaha dan marketing. Kumpulan sertifikat tersebut pun “mengkomunikasikan “ bahwa Nadhil aktif menjadi panitia maupun anggota suatu organisasi. Tampak sertifikat penghargaan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UI, Olympiade Ilmiah BEM UI, maupun dari Forum Amal dan Studi Islam (Formasi) FIB UI , dan sebagainya. Ya, beribet juga menyebutkan lebih dari tiga puluh aktivitas bersertifikat yang pernah diikutinya. Menurut Nadhil, mendokumentasikan sertifikat lebih mengasyikkan dibanding dokumentasi foto. Ia tidak suka apabila penyelenggara mengundur waktu pembagian sertifikat, terlebih salah menuliskan nama. Ada sertifikat yang menuliskan nama panggilan, kurang huruf, atau ditulis tangan sehingga terkesan kurang ekslusif.

Tapi, ia belum sempat menuliskan seluruh kegiatan pernah diikuti dan bersertifikat pada lembar riwayat hidupnya atau curriculum vitae. “ Ya... gue pikir sudah cukup tercetak di sertifikat.”kata mahasiswi semester 7 ini. Ha.. mungkin karena banyak yang harus dia rekapitulasi, kali yaa.. Nadhil yakin, hobi yang satu ini akan banyak memberikan manfaat, terutama ketika lulus. Banyak hal yang memerlukan kecerdasan non akademis yang tidak diperoleh di kampus. Hal tersebut harus didapat melalui acara-acara yang diselenggarakan lintas fakultas, institusi, maupun perusahaan. So, bagaimana? Tertarik melakukan hal yang sama? Boleh juga.

Beberapa seminar yang pernah diikuti Nadhil :

• Peserta Seminar GLOBACULTURE 2008 Empowering Youth with Global Ideas (Tersertifikasi)

• Peserta Seminar Kanker Serviks FUSI Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

• Peserta International Conference on Palestine: FREEDOM AND RIGHT OF RETURN: PALESTINE AND 60 YEARS OF ETHNIC CLEANSING (Tersertifikasi) • Peserta Seminar National Kebebasan Pers dan 10 Tahun • Reformasi (Tersertifikasi)

• Peserta Pelatihan Jurnalistik dan Organisasi (Plastinasi) Ikatan Keluarga Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (Tersertifikasi)

YOUTH MAGAZINE • 50


Beberapa sertifikat yang pernah didapatkan Nadhil. Pernah sampai mengejar-ngejar panitia lho untuk mendapatkan sertifikat-sertifikat ini!

YOUTH MAGAZINE • 51


2

TUESDAY

3

WEDNESDAY

YOUTH MAGAZINE • 52

29

23

22

11

30

19

25

26

(http://www.jurnallica.com/showschedule.htm)

6

7

21 28

27

14

20

13

(http://www.jurnallica.com/showschedule.htm)

Tanggal : Minggu, 14 November 2010 Tempat : Bengkel Night Park Tiket : presale 1 Rp 150.000,Promoter : TRILOGY Live

: Tennis Indoor Senayan : Jumat, 12 November 2010 : 19.00 WIB : presale 3 Rp 325.000,: ISMAYA Live

18

Tempat Tanggal Waktu mulai Tiket Organizer

12

5

FRIDAY

Date : Sunday, November 29th 2009 Time : 10.00 – 24.00 Place : Faculty of Economics University of Indonesia, Depok HTM : Rp 40.000 Early Bird – H-2: Rp 37.000 Performers : Balawan Quartet feat. Didiet Violin, Barry Likumahuwa, & Ireng Maulana, Maliq & d’Essentials

24

17

10

33RD JAZZ GOES TO CAMPUS SENSE OF REJUVINATION

16

15

8

9

4

THURSDAY

: Jakarta Convention Center – Plenary Hall Senayan, Jakarta 10270, Indonesia Tanggal : 3 – 7 November 2010 Waktu : 10.00 – 21.00 WIB Informasi lebih lengkap, silahkan menghubungi: Sally : 0816 1682910 / (021) 5367 7777 ext 1065 The TEMPER TRAP Fax : 5367 1120 / 5367 1150 (Khusus Jadwal Jakarta)

Tempat

PAMERAN JAKARTA EDUCATION FESTIVAL 2010

1

MONDAY

TOKYO POLICE CLUB SATURDAY "Live in Jakarta" SUNDAY With The S.I.G.I.T.

SCHEDULER

NOVEMBER REIGN


INFO

BEASISWA

Erasmus Mundus Masters Course in Astronomy and Astrophysics Applications are now accepted for AstroMundus, a 2years international Master Course in Astronomy and Astrophysics offered by a partnership of 5 universities: University of Innsbruck (Austria), University of Padova and University of Rome “Tor Vergata” (Italy), University of Goettingen (Germany), and University of Belgrade (Serbia). The Master Course is funded by the European Commission within the Erasmus Mundus programme, 2nd Edition, Action 1. The course is open to students of all nationalities. Admitted students will conduct their studies in at least 2 and up to 4 of the partner Universities and, upon successful completion of their studies, they will be awarded a Joint Master Degree by all universities where they studied during the Master Course. The course is held in the English language, however students will have the possibility to learn the language of the host countries through courses offered by the host universities. Full details about the programme and the application procedure are given in the AstroMundus website. Eligible students have a certified good knowledge of the English Language and hold a Bachelor’s Degree in Astronomy, Astrophysics, Physics, or Mathematics, or an equivalent amount of certified learning (3 years, 180 ECTS credits) in the same field(s). A number of Erasmus Mundus scholarships are available both for non-European and European students. The admission to the Master Course and assignment of scholarships are based on excellence.

Deadline for applications: November 30th 2010 for both Non-European and European students. The Master Course starts in September 2011. Contact Person: Giovanna Temporin Email: astromundus@uibk.ac.at Contact Address:

Institute of Astro- and Particle Physics University of Innsbruck Technikerstrasse 25/8

6020 Innsbruck, AUSTRIA

Email: astromundus@uibk.ac.at

YOUTH MAGAZINE • 53


MAGANG

Femina Grup Dicari Para Siswa Magang yang mempunyai minat besar dalam bidang Media • Siswa Magang bidang Public Relations (PR)

• Siswa Magang bidang Fashion Fitter/ Stylist Assistant (FIT) Persyaratan:

• D3 / kuliah semester terakhir

• Lancar berbahasa Inggris (lisan maupun tulisan)

• Mampu menggunakan Microsoft Office secara baik (Word, Excel, PowerPoint) • Mampu bekerja full time, termasuk weekend (jika diperlukan) • Mencintai dunia Fashion, komunikasi, public relation

Jika berminat, segera kirimkan lamaran, CV, foto terbaru, surat keterangan/ rekomendasi dari kampus kamu dan essai singkat (100-150 kata) yang menjelaskan kenapa kamu tertarik dengan posisi ini dan apakah kamu memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk posisi ini (maks. 2,5 MB) ke: HRD Femina Group

Jl. HR. Rasuna Said Kav. B 32-33, Jakarta 12910 Email : application-campus@feminagroup.com

(cantumkan kode lowongan pada subject email)

Gagas Media Membuka lowongan untuk menjadi First Reader Team Gagas media

• Cewek atau cowok, umur maksimal 23 tahun. Diutamakan pelajar SMU • Kirim curriculum vitae (CV)

• Lampiran daftar buku yang pernah kamu baca. Kasih pendapat dan alasan kenapa kamu suka atau nggak suka sama buku-buku tersebut. • Berdomisili di Jakarta.

• Kirim ke: Redaksi GagasMedia Jl. H. Montong no. 57 Ciganjur, Jagakarsa Jakarta Selatan 12630 atau email ke redaksi@gagasmedia.net

YOUTH MAGAZINE • 54


YOUTH MAGAZINE • 55


CONTRIBUTOR

SISI LAIN KEHID

Oleh Beta

Suasana kampusku di minggu pagi yang cerah. Danau ya

kehidupan

YOUTH MAGAZINE • 56


DUPAN KAMPUS

ania Gian

ang hening dan tak beriak. Tapi lihatlah dibaliknya, sisi lain

n kampusku!

YOUTH MAGAZINE • 57


Sekumpulan laki-laki muda menikmati minggu pagi dengan bermain bola. Mereka menggunakan lahan parkir untuk melegakan dahaga olahraganya.

Inilah sekumpulan anak komunitas sepeda Raider yang telah dimodifikasi, biasanya mereka menghabiskan Rp 1,5 juta untuk membuat sepeda mereka lebih gagah. YOUTH MAGAZINE • 58


Salah seorang penjual yang mengadu nasib dengan menjual gorengan.

YOUTH MAGAZINE • 59


Mahasiswi ini juga tidak mau ketinggalan menjual minuman

Pada hari Minggu, banyak juga orang-orang yang menggunakan sarana kampus untuk berolahraga, lari pagi misalnya. YOUTH MAGAZINE • 60


Kampus tempat hidupku, tempatku menimba ilmu, hingga aku lulus nanti. Kampus terkadang bisa menjadi tempat yang tak terbayangkan. Kampus yang biasanya diisi oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang, tumpukan buku dan tugas, organisasi, dan kegiatan laiinya. Kini lenyap, seakan hilang bersama udara yang menguap. Berubah menjadi sisi lain dari kehidupan kampus. Penuh warna dan keajaiban. Orang-orang berkumpul dari kepenatan tugas kampus, terlepas dari tumpukan pekerjaan, berbaur dalam balutan minggu pagi yang cerah. Kampus pun berubah menjadi arena olahraga keluarga. Mulai dari bersepeda santai, lari pagi, bahkan mengadu nasib menjual berbagai makanan ringan. Suasana ini sangat kontras dengan kehidupan kampus biasanya. Inilah sisi lain kampusku.

YOUTH MAGAZINE • 61


CAMPUS : IT’S NOT A TRIVIAL THING OLEH LESCHA MAYSEETA, MAHASISWA KOMUNIIKASI FISIP UI

Tahun perkuliahan baru 2010/2011 udah dimulai. Euforia mahasiswa baru seperti ospek, pemakaian atribut-atribut aneh, atau suara yel-yel khas suatu jurusan sudah kembali mewarnai kehidupan kampus. Bagi gue euforia semacam ini sungguh klasik karena sudah tiga tahun gue menyaksikannya dan setiap tahunnya sukses mengantarkan gue mengingat kembali saat menjadi mahasiswa baru.

G

ue menginjakan kaki di FISIP UI persis tiga tahun yang lalu. Memasuki kampus membuat gue berimajinasi tinggi tentang hal-hal hebat yang akan gue lakukan di sini. Gue inget, gue mendengar pidato seorang mahasiswa berprestasi pada suatu acara pengenalan kampus. Saat itu yang ada dalam pikiran gue adalah gue harus menjadi seperti dia. Gue inget gue berjalan di sepanjang koridor kampus dengan papan majalah dinding berjajar di kanan dan kiri. Sebagian besar pengumuman yang tertempel disana adalah Open Recruitment atau perekrutan terbuka suatu kepanitiaan atau komunitas yang ada di kampus. Saat itu gue bertekad untuk bergabung dalam beberapa komunitas yang membangkitkan minat gue. Dunia kampus berhasil menghasilkan sejuta mimpi dan harapan untuk gue seketika itu juga. Hal ini tidak hanya gue rasakan sendiri. Banyak teman-teman sesama mahasiswa baru yang antusias untuk mencoba hal-hal baru di kampus. Bahkan gue kaget waktu tau ada seorang teman yang sudah mendaftarkan diri di lima komunitas dalam waktu sehari! Sebenarnya hal ini bukan sesuatu yang salah, tetapi memutuskan suatu hal hanya dengan bermodal rasa ‘penasaran’ atau antusiasme belaka tanpa pertimbangan matang bukanlah hal yang bijak. Lagipula, dunia kampus pada kenyataannya tidak seluarbiasa kelihatannya.

Begitu memasuki dunia kampus, banyak mahasiswa yang tidak menyadari bahwa yang dihadapinya adalah suatu tanggung jawab, bukan kebebasan. Jika sudah dijalani, banyak hal yang mungkin bisa menghambat semua yang akan kita lakukan. Ada baiknya seorang mahasiswa baru menentukan prioritasnya terlebih dulu sebelum memutuskan untuk menentukan aktivitas apa saja

yang akan ia lakukan. Tahun pertama kuliah ibaratnya adalah titik penentuan tentang apa yang elo kejar dengan status mahasiswa yang elo punya dan apa aja aktivitas yang bisa dilakukan untuk meraih target itu. Dengan kata lain, elo harus bisa mendefinisikan ulang suatu cita-cita. Setelah menentukan target, pertanyaan yang biasa muncul adalah bagaimana cara meraihnya?. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tercapainya suatu target.

Pertama adalah dengan siapa kita bergaul. Di dalam kampus ada ribuan orang dengan segala latar belakang, jadi sebagai mahasiswa baru elo harus pandaipandai memilih teman. Memilih teman sama artinya dengan memilih perilaku, kualitas Dengan menyan ilmu, serta masa depan. Kita akan sulit berkemhasiswa, siap tidak bang jika bergaul dengan orang-orang yang malas, latih untuk menanamk begitu juga sebaliknya. Maka, tinggi rendahnya tanggung jawab kare kualitas elo nantinya sangat dipengaruhi densangat berpengaruh t gan siapa elo berteman.

kita mempert Kedua adalah seberapa penting IP (indeks prestasi) bagi kita. Banyak mahasiswa yang menganggap angka IP sangat penting sehingga mereka rela menjadi apatis di kampus karena hanya konsentrasi belajar untuk IP setinggi-tingginya. Tetapi ada juga yang merasa IP tidak penting karena masih banyak hal-hal berharga lain yang bisa dinikmati di saat kuliah tanpa harus berkutat dengan besarnya angka IP. Well, sebenarnya penting atau tidaknya angka IP tergantung pada apa yang

YOUTH MAGAZINE • 62


menjadi target masing-masing mahasiswa dalam dunia kampus dan hanya merekalah yang memiliki hak prerogatif akan apa yang ia lakukan dengan IP-nya.

Ketiga adalah bagaimana cara kita menyikapi sesuatu. Dengan menyandang status mahasiswa, siap tidak siap kita harus berlatih untuk menanamkan sikap dewasa dan tanggung jawab karena semua yang kita sangat berpengaruh terhadap bagaimana kita mempertahankannya. Jangan gegabah untuk langsung setuju jika ditawari bergabung dalam suatu kegiatan. Pikirkan matang-matang apakah kegiatan itu sesuai dengan kapasitas elo atau tidak. Pikir juga apa aja yang bisa elo dapat dan jangan lupa sesuaikan dengan jadwal kuliah. Jangan cepat down jika target belum tercapai. Terkadang, masalah yang timbul ketika kuliah itu bisa sangat besar dan nggak terbayangkan sebelumnya. Sesulit apapun itu, sebisa mungkin tetap positive thinking. Cobalah berpikir bahwa kesulitan-kesulitan itu akan melatih kita untuk terus berkembang seiring waktu. Kalau dapat yang senang-senang terus ya nggak bakal maju dan nggak bakal belajar dari situ. Keempat, selalu sediakan waktu untuk diri sendiri. Pressure saat kuliah jauh lebih besar dibanding waktu sekolah karena seperti yang tadi gue bilang, saat kuliah elo dituntut memikirkan masa depan mau seperti apa. Banyak kasus mahasiswa bunuh diri karena stres akibat tuntutan ini. Untuk itu, elo tetep harus punya waktu untuk diri sendiri dan istirahat sejenak dari segala aktivitas dan tuntutan, misalnya meluangkan waktu untuk jalan-jalan, nonton film, olahraga, atau hobi lain yang bisa membuat elo senang. Mudah-mudahan, saat elo kembali menjalani rutinitas bisa lebih fresh dan lebih berani menghadapinya. Ini yang dinamakan work hard play hard.

Tiga tahun lebih gue hidup di kampus ini, pada akhirnya gue tidak menjadi mahasiswa ndang status maberprestasi seperti yang gue impikan kala itu, gue siap kita harus berjuga jarang mengikuti kegiatan kampus, dan kan sikap dewasa dan jumlah kepanitiaan serta komunitas yang gue ikuti ena semua yang kita pun bisa dihitung dengan jari. Tetapi gue tidak terhadap bagaimana menyesal karena seiring berjalannya waktu, gue ahankannya. menyadari bahwa hal-hal itu bukanlah target gue. Apa target gue dan bagaimana cara gue meraihnya cukup hanya gue yang tau, begitu juga dengan target elo. Satu hal yang pasti, dengan menjalani hal-hal di atas dan selalu yakin dengan apa yang elo lakukan, misi pencapaian target tidak akan lagi menjadi sesuatu yang susah. Dan selalu ingat, dunia kampus akan selalu menyediakan sarana dan kesempatan untuk seorang mahasiswa mengembangkan diri. So, love your campus!

YOUTH MAGAZINE • 63


YOUTH MAGAZINE • 64


REVIEWS

GADGET

JOOJOO

Belum lama iPad muncul, kini hadir pesaingnya, yakni Joojoo. Komputer tablet produksi perusahaan pemula (startup) asal Singapura, Fusion Garage, ini resmi diluncurkan tanggal 3 Februari 2010.

JooJoo memiliki layar 12.1 inch dan multitouch, serta keyboard fullscreen yang juga mengenali multitouch. Perangkat ini juga memiliki tampilan depan/home screen dengan icon grid dengan wallpaper beresolusi tinggi yang dapat dikustomisasi.

Tablet JooJoo (berasal dari bahasa Afrika, berarti benda ajaib) dirancang dan dikembangkan sebagai sebuah perangkat tablet untuk surfing internet, serta dapat mengantarkan kita pada akses internet hanya dalam 9 detik. Dengan berat 1.1 kg, tablet yang satu ini menggunakan intel Atom 1.6 Ghz sebagai prosesornya. Dilengkapi dengan Wifi (802.11 b/g/n) dan Bluetooth 2.1 semakin meningkatkan kesan sexy yang ditampilkan dari gadget yang satu ini. The JooJoo juga memanjakan penggunanya dengan mendukung

Flash dan full HD video. Berikut ini adalah format video yang didukung oleh JooJoo: AVI, MPEG-4, MOV, WMV and WMA, FLV (Flash Video), VOB, OGG, OGM and OGV, MKV (Mastroska), DiVX dan XViD.

Namun, The JooJoo memiliki beberapa kelemahan layaknya gadget lain. Tablet ini hanya mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, tidak menyediakan sambungan 3G. Selain itu, kapasitas penyimpanannya sangat terbatas, hanya 4 GB, kalah jauh dari lumbung penyimpanan iPad yang 16 GB, 32 GB, bahkan 64 GB.

Tak hanya itu, The JooJoo juga tak menyediakan fitur eBook. Baterainya juga hanya mampu bertahan hingga sekitar 5 jam, tak seperti baterai iPad yang diklaim mampu tahan hingga 10 jam, bahkan hingga seminggu bila dinyalakan dalam mode standby. Rencananya harga JooJoo adalah 499 USD atau 5 jutaan rupiah.

YOUTH MAGAZINE • 65


BUKU LUPAKAN PALERMO Penulis : Gama Harjono & Adhitya Pattisahusiwa Harga : Rp45.000 (dalam P.Jawa) Jumlah halaman : 404 halaman Ukuran : 13 x 19 cm

Mencintai dia adalah hal paling mudah yang pernah aku lakukan seumur hidup. Bersama dia membuat waktu seolah berhenti seketika. Hanya ada aku, dia-dan cinta. Dia adalah kekasih, dia juga sahabat bagiku. Tak ada penjelasan pasti tentang bagaimana dia bisa menyelinap masuk, tinggal di sana-di tempat paling spesial di dalam hatiku. Jadi, kurasa kau mengerti kenapa berpisah darinya adalah hal tersulit yang pernah aku lakukan. Merindukannya membuat waktu berjalan lambat sekali. Banyak yang ingin aku katakan-SMS tak mungkin cukup membendungnya. Dan waktu lebih kejam daripada dugaanku semula. Jarak dan keinginan bertemu disihirnya jadi rindu. Rindu disihirnya menjadi ragu.

Aku bukanlah laki-laki kuat. Di suatu masa, di antara hari-hari tanpa dirinya, aku melakukan sesuatu yang kelak akan kusesali seumur hidup. Hatiku mendua....

THE TWENTY-ONE BALLOONS Penulis : William Pène Du Bois

Harga : Rp 39.800 (P.Jawa)

Jumlah halaman : 224 halaman

Ukuran : 15 x 17 cm

Professor William Waterman Sherman hanya ingin sendiri. Jadi, dia emutuskan untuk pergi selama setahun untuk menyeberangi Samudera Pasifik dengan balon udara yang tak pernah dilihat siapapun. Namun, saat dia ditemukan setelah tiga minggu terbang di atas Samudera Atlantik di antara 21 balon udara, dunia bertanya-tanya apa yang terjadi. Bagaimana dia bisa terbang dengan begitu banyak balon udara dan di atas samudera yang salah?

YOUTH MAGAZINE • 66


FILM

THE SOCIAL NETWORK Hebohnya kesuksesan situs jejaring sosial Facebook rupanya membuat produsen film raksasa Columbia Pictures tertarik untuk membuat film tentang Facebook. Film itu menceritakan bagaimana pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, menciptakan situs terpopuler hanya dari kamarnya di asrama Harvard, tempat ia belajar.

YOUTH MAGAZINE • 67


S

eperti dilansir Mashable, Senin (28/6/2010), trailer serta poster untuk film tersebut sudah mulai dilepaskan di internet. Isi materi yang sudah dimunculkan ke publik ini masih berupa materi penggoda saja karena belum banyak mengungkap seperti apa film itu nantinya.

Film berjudul The Social Network, atau biasa dikenal dengan The Facebook Movie, ini sebetulnya merupakan adaptasi dari buku yang berjudul The Accidental Billionaires. Film yang ditulis oleh Aaron Sorkin dan disutradai oleh David Fincher ini menggandeng aktor Jesse Eisenberg untuk memerankan tokoh Zuckerberg. Justin Timberlake dan Andrew Garfield juga turut berperan sebagai Sean Parker dan Eduardo Saverin. Rencananya, film ini baru tersedia di bioskop mulai Oktober 2010. Meski belum banyak mengungkap isinya, ta-

gline film “anda tidak bisa membuat 500 juta teman tanpa membuat beberapa musuh’ tampaknya cukup meringkas apa yang ada di dalam film. Secara garis besar, film ini menceritakan ambisi anak muda yang ingin menciptakan sesuatu yang besar. Namun, Mark Zuckerberg sendiri dikabarkan sangat kecewa dengan isi film ini, karena isinya dianggap hanya menyoroti masalah pribadinya dengan mantan teman-teman yang pernah “dikhianatinya” dan bukan tentang Facebook itu sendiri. Pemeran: Jesse Eisenberg, Justin Timberlake, Andrew Garfield Sutradara: David Fincher Durasi : 120 Menit

COLUMBIA PICTURES

YOUTH MAGAZINE • 68


MUSIK KINGS OF LEON Setelah sukses meraih “Record of the Year” dalam Grammy Award 2010 lewat album Only By The Night, Kings of Leon akan meluncurkan album kelima, yakni Come Around Sundown. Sama seperti album keempat, Angelo Petraglia dan Jacquire King menjadi produsernya. Menurut Nathan Followill, drummer The Kings, album kali ini memiliki kesan yang lebih ‘gelap’ dibandingkan album-album mereka terdahulu. Caleb Followill, vokalis, menambahkan, ”Bunyi-bunyian dalam album ini lebih luas, dengan instrument seperti biola, trompet, dan lap steel.” Band bersaudara yang beranggotakan Caleb, Nathan, Jared dan Matthew Followill ini akan memasukkan tiga belas lagu dalam album yang akan diluncurkan pada 18 Oktober 2010 di Inggris dan 19 Oktober 2010 di Amerika Utara. Lagu-lagu itu antara lain ‘Radioactive’, ‘Pyro, Mary’, ‘The Face’, dan ‘The Immortals’. ‘Radioactive’ menjadi single pertama dari Come Around Sundown yang sudah dapat didengar di radio sejak 13 September 2010. Videoklip lagu ini pun telah ditayangkan sejak 8 September 2010 di www.kingsofleon.com dan Vevo.

NE-YO Sudah pernah menikmati album yang seperti skrip film mini atau permainan teater? Jika belum, itulah yang dihadirkan oleh NeYo dalam album terbarunya, Libra Scale. Album keempat NeYo ini dikemas bersama sebuah DVD film yang ditulis sendiri berdasarkan semua lagu dalam album tersebut.

Libra Scale bercerita tentang seorang tukang sampah biasa, Jerome dan dua temannya, Clyde dan Leroy. Ada suatu keberuntungan dari Numinous, sehingga ketiganya memiliki hampir semua

yang diinginkan manusia, yakni uang, kekuatan, dan popularitas, dengan syarat mereka harus menjadi pahlawan dan tidak boleh jatuh cinta. Namun, suatu hari Jerome harus memilih antara cinta atau uang, kekuatan, dan popularitas. Album ini agaknya dirilis cukup jauh setelah album ketiga pada 2008 lalu karena keputusan Ne-Yo untuk menekuni bidang akting. Namun, hal itu tidak mengurangi kepiawaian Ne-Yo dalam menulis lagu. Penyanyi dan pencipta lagu R&B ini menuangkan kreatifitasnya ke dalam dua belas lagu pada album yang dirilis sejak 21 September 2010 ini. ‘Champagne Life’, ‘One In A Million’, ‘She Is’, ‘What Have I Done’, dan ‘Beautiful Monster’ adalah beberapa lagu yang terdapat dalam album yang diproduseri Stargate dan D. DoRohn Gough ini. Single pertama album berlabel Def Jam tersebut adalah ‘Beautiful Monster’, lagu yang cocok untuk menari dan terinspirasi dari karya-karya Michael Jackson. “’Beautiful Monster’ ada dalam kenyataan cinta kita atau arch-nemesis. Namanya adalah Diamond Eye dalam film,” ujar Ne-Yo. DAVID ARCHULETA Meski sempat tertunda hampir sebulan dari jadwal awal, 14 September 2010, David Archuleta akhirnya merilis album baru The Other Side of Down pada 5 oktober 2010. Menurut manajemennya, penundaan ini terjadi karena Archuleta ingin memberikan yang terbaik dalam album ketiganya ini. Dalam album yang diproduseri perusahaan rekaman Jive ini, Archuleta turut menulis lagu. Menurut juara kedua American Idol 2008 ini, menulis lagu adalah sesuatu yang dikerjakan terus-menerus, dan itu membuatnya nyaman. “Saya suka ketika lagu itu nyata, saat lagu itu berasal dari ide, konsep, serta emosi yang nyata,” Archuleta menjelaskan. Archuleta belum keluar dari jalur musiknya, masih mengusung genre pop. Dalam album ini, pria kelahiran 28 Desember 1990 ini menyanyikan dua belas lagu, antara lain The Other Side Of Down, Something ‘Bout Love, Elevator, Stomping The Roses, dan Who I Am. Single pertama album ini adalah Something ‘Bout Love yang dirilis sejak Juni lalu.

YOUTH MAGAZINE • 69


ASK US

CURHAT OF THE MONTH Dear YOUTH!

Aku Ira. Aku baru saja merasakan jadi mahasiswa baru di salah satu Universitas Negeri ternama di Jakarta. Awal Agustus kemarin, aku baru aja masuk kuliah dan ngejalanin beberapa aktivitas dari kampus. Tapi akhir-akhir ini, aku kok ngerasa waktuku jadi sempit banget ya? No more hanging out with friends, no more nonton DVD seharian dan banyak hal lainnya yang nggak bisa dilakukan kayak biasa. Aku bahkan mulai merasa terbebani dengan banyaknya aktifitas kampus, ospek, tugas kuliah, dan lain-lain yang terkadang biking aku males kuliah dan mau balik lagi ke masa SMA. Ditambah lagi aku masih merasa asing sama temen-temen baruku. Jadi, gimana sih caranya supaya aku bisa mengatur waktu dan lebih ngerasa nyaman sama kampus? Thanks, Ira, Jakarta

Cara survive di kampus Masih bingung bagaimana sebaiknya menjalani kehidupan perkuliahan? Ayo baca tips singkat berikut ini : • Sebelum kuliah usahakan untuk membaca materi (kira-kira 10-30 menit) lalu setelah kuliah ulangi lagi (juga 10-30 menit). Katanya nih, tanpa membaca terlebih dahulu hanya 50% omongan dosen yang bisa diserap. Hal ini juga bisa membuat kamu menyicil belajar, tidak SKS lagi. • Pahami karakteristik dosen. Ada dosen yang menyukai jawaban panjang tapi ada juga yang lebih suka jawaban ringkas. Ada dosen yang tetap mengizinkan masuk mahasiswa yang terlambat dan sebaliknya. Hal ini penting banget loh karena kuliah akan lebih nyaman kalau kamu sudah mengenal tipikal si dosen. • Belajar memang penting, tapi berorganisasi dan bergaul juga nggak kalah pentingnya karena kemampuan bersosialisasi dan kepemimpinan sangat dibutuhkan di dunia kerja nanti. Percuma saja IPK 4,00 kalau ternyata kamu tidak bisa bekerja sama dalam tim. • Nikmati dan manfaatkan masa kuliah ini sebaik mungkin. Kuliah adalah masanya kamu bereksperimen, berekspresi dan mengaktualisasikan diri. Setelah kuliah, beban dan hambatan yang akan kamu hadapi semakin banyak dan kamu juga akan berhadapan dengan lingkungan kerja yang lebih keras di banding kuliah.

Dear YOUTH!

Aku Retha. Waktu SMA aku punya geng empat orang dan kita akrab banget. Namun, begitu lulus kuliah, kita jadi mencar-mencar semua. Aku tetap kuliah di Bandung, sementara temanku memilih kuliah di Jakarta, bahkan ada yang di SIngapura. Awalnya kita janji akan selalu keep contact tapi sekarang aku malah kayak kehilangan mereka. Apalagi, di kampusku sekarang aku belum punya teman dekat. Aku belum merasa cocok dengan seorangpun teman kuliahku dan menurutku mereka kurang asyik dibanding teman SMA ku dulu. Jadinya aku sering sendirian. Kadang aku menyesal kenapa tidak ikut kuliah bareng salah satu temanku saja? Aku benar-benar merasa kehilangan mereka. Gimana sih caranya agar aku bisa dapat teman di kampus baruku ini? Makasih ya…. Retha, Bandung

Hai Retha yang lagi bingung. YOUTH! mengerti

Hal yang kamu alami wajar kok. Dunia kuliah dan SMA itu beda banget dan sekarang kamu baru merasakan kehidupan perkuliahan itu seperti apa. Kamu hanya kaget dengan perubahan sistem yang kamu alami. Apalagi sebagai mahasiswa baru biasanya diwajibkan ikut ospek. Menurut YOUTH!, kamu harus pintar membagi waktu. Kamu bisa membuat agenda berisi aktivitas wajib kamu selama seminggu seperti kuliah, ospek atau organisasi. Dengan begitu, kamu jadi tahu jadwal kosong kamu kapan aja. Nah, setelah tahu jadwal kosong, kamu bisa memanfaatkan waktu untuk membuat tugas. Selain itu, kamu jangan bermain-main dengan tugas kuliah ya? Selesaikan yang deadline-nya lebih awal dan usahakan jangan menumpuk-numpuk tugas. Masalah teman, kamu hanya masih adaptasi aja kok. Kamu masih mencari-cari teman yang cocok denganmu. YOUTH! yakin, setelah kamu terbiasa dengan kehidupan kamu sekarang, kamu akan enjoy menjalaninya. Semangat ya Ira.

perasaan kamu. Masa SMA memang sulit dilupakan, terlebih teman-temannya. Tapi, karena kamu sudah memutuskan untuk tetap kuliah di Bandung, kamu harus konsekwen dengan keputusan itu. Menurut YOUTH! kamu masih menutup diri karena masih terbayang-bayang teman se-geng kamu dulu. Coba deh kamu lebih membuka diri dan menerima siapa saja yang mengajak kenalan. Perlahan-lahan coba kenali mereka. YOUTH! yakin kamu pasti bisa bertemu, at least satu orang saja teman yang benarbenar cocok dan nyambung sama kamu. Terus berusaha ya Retha. Semangat juga buat kuliahnya.

Dear YOUTH!

Aku lagi bête nih. Aku suka banget mendesain baju dan bercita-cita jadi desainer. Tapi orangtuaku menentang dan memaksaku ambil ekonomi saja. Alasannya, ekonomi lapangan kerjanya lebih luas. Bahkan mereka bilang kalau hanya jadi de-

YOUTH MAGAZINE • 70


sainer nggak usah kuliah juga bisa. Aku bingung sama mereka. Aku sudah memberikan penjelasan tapi mereka tetap keukeuh dengan pendapat mereka. Oh ya, sekarang aku masih kelas 3 SMA, masih ada waktu kira-kira setahun lagi sebelum kuliah. Gimana ya caranya meyakinkan orang tuaku dan mengizinkanku masuk sekolah desain? Makasih YOUTH! Putri, Serang

Hai Putri. Kamu jangan kesel gitu dong. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya. Orang tua kamu pasti punya pertimbangan-pertimbangan logis soal pilihan mereka. Tapi, ini hidup kamu, hanya kamu yang tahu apa yang kamu inginkan. Kalau kamu benar-benar ingin jadi desainer, kamu harus kasih bukti dan pertimbangan yang logis ke orang tuamu. Selain itu, perhatikan juga timing dan cara ngomong kamu. Saat mereka lagi santai, coba deh kamu ajak becanda dulu lalu perlahan-lahan nyerempet ke tujuan pembicaraan yang sebenarnya. Kamu juga bisa kasih tunjuk contoh desainmu agar mereka ngeh sama bakat kamu. Kalau di usaha pertama gagal, jangan langsung menyerah. Coba dan coba lagi. Percaya deh, batu yang keras aja bisa hancur karena terus menerus ditetesi air, begitu juga halnya dengan hati orang tua kamu. Setelah menyadari bakat kamu dan melihat kesungguhan kamu, YOUTH! yakin mereka akan mengizinkan kamu ambil kuliah desain. Jangan patah semangat ya Putri… Dear YOUTH!

Aku Dayu. Saat ini aku tinggal sendiri di Jakarta sedangkan orang tuaku di Semarang. Aku di Jakarta kuliah. Aku lagi butuh saran nih soal mengatur keuangan yang baik, soalnya aku nggak bisa mengaturnya dengan baik. Belum akhir bulan sudah habis dan aku terpaksa minta lagi ke orang tua. Aku kan nggak enak terus-terusan seperti itu. Makasih ya YOUTH! atas sarannya.

boleh di ambil saat darurat. Kalau uang jajanmu masuk ke tabungan, ambil secukupnya saja, jangan langsung di ambil semuanya. Kalau kamu sedang jalan dengan teman-teman, bawa uang secukupnya saja. Kamu juga harus menimbang-nimbang sebelum membeli sesuatu. Kalau kamu butuh, ya beli, tapi kalau nggak, jangan di beli. Kalau seandainya ada yang kamu butuhkan dan uangmu tidak cukup, baru ambil di ATM. Intinya, tetapkan pos-pos uang sesuai kebutuhan dan pintar-pintar mengelolanya. Awalnya mungkin susah, tapi lama-lama kamu akan terbiasa kok. Keep trying Dayu.

Hai YOUTH!

Aku Irene. Sekarang aku masih duduk di kelas 3 SMA. Sebentar lagi aku sudah mau masuk kuliah tapi sampai sekarang aku masih clueless seputar kuliah. Dari kabar-kabar yang aku dengar katanya dunia kuliah itu kompleks banget ya? Aku minta saran dong bagaimana cara mempersiapkan diri sebelum masuk ke dunia kuliah? Makasih YOUTH! Irene, Bandung.

Hai juga Irene. Kamu nggak usah khawatir memikirkan kuliah itu seperti apa. Yang harus kamu pikirkan sekarang adalah, cari tahu dimana minatmu dan jurusan yang kamu inginkan. Setelah itu, kamu tinggal pilih Universitas mana yang menyediakan jurusan tersebut. Oh ya, sebelumnya kamu juga harus menyiapkan diri untuk menghadapi UN karena sebelum kuliah tentunya kamu harus lulus UN dulu dong? Hehe. Selama sisa waktu satu tahun ini mulailah mencari-cari informasi mengenai dunia perkuliahan. Kamu bisa browsing di internet dan baca YOUTH! tentunya, hehe. Selamat mempersiapkan diri ya Irene.

Dayu, Jakarta

Dear Dayu. Tinggal berjauhan dengan orang tua otomatis membuat kamu harus mengatur segala sesuatunya sendiri, begitu juga halnya dengan keuangan. Tinggal sendiri juga membuat kebutuhan kamu semakin banyak. Orang tua, dalam menentukan uang jajan tentunya sudah memikirkan masak-masak semua keperluan kamu. Tinggal kamu yang harus bisa menggunakannya sebaik mungkin. Pertama-tama, begitu mendapat kiriman, bayar semua tagihan, seperti uang kos, uang laundry, uang pulsa dan semua tagihan lainnya. Setelah itu, pisahkan uang berdasarkan kebutuhan, seperti 50% untuk makan, 20% untuk keperluan kuliah, 20% untuk sosialisasi dan yang paling penting, kamu harus menyediakan pos –minimal 10%sebagai biaya tidak terduga. Biaya tidak terduga ini simpan di tempat yang paling aman dan hanya YOUTH MAGAZINE • 71

Persiapan Pra Kuliah Masa Pasca SMA atau Pra Kuliah memang membingungkan, tapi ada loh beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya. • Yang penting dipikirkan adalah mempersiapkan diri mengikuti ujian akhir. Lebih baik memanfaatkan waktu untuk belajar lebih rajin dan lebih intensif lagi. Kurangi main-main, jalan-jalan dan hal-hal nggak penting lainnya yang bisa mengganggu kegiatan belajar untuk mempersiapkan ujian akhir kelak. • Setelah lulus mulailah mendaftar masuk perguruan tinggi yang ingin dituju. Ada beberapa cara untuk memasuki perguruan tinggi. Mulailah cari informasi karena beberapa perguruan tinggi negeri ada yang membuka jalur masuk sendiri. Selain itu, nggak ada salahnya juga kamu mendaftar di swasta, toh swasta atau negeri sama aja kan? Tergantung bagaimana kamu menjalaninya. • Sebelum mendaftar di perguruan tinggi, tetapkan terlebih dahulu jurusan yang mau diambil. Setelah yakin dengan jurusan, kamu tinggal pilih perguruan tinggi yang menyediakan jurusan tersebut. Tentunya pilih yang passing grade-nya paling tinggi agar belajarnya lebih puas karena perguruan tinggi tersebut pasti menyediakan dosen dan sumber serta lingkungan belajar yang berkualitas. • Persiapkan diri untuk menghadapi cara belajar di kuliah yang berbeda dengan SMA. Bahkan tidak semua pelajaran di kuliah merupakan kelanjutan dari pelajaran SMA. Ketika kuliah, jangan harap kamu akan mendapatkan penjelasan secara gamblang dari dosen. Kamulah yang harus bersikap aktif mencari materi. Kalau ada materi yang kurang dimengerti, jangan malu untuk bertanya, baik kepada dosen atau teman yang menguasai materi tersebut.

Buat kamu yang punya permasalahan seputar dunia kuliah, silakan kirim pertanyaan kamu ke askus@ youthmagazine.com. Ada paket menarik untuk email yang terpilih sebagai curhat of the month.


LIVE REPORT

MERENGKUH SENI DI FESTIVAL SALIHARA 2010

Mengulang kesuksesan selama dua tahun, Komunitas Salihara kembali mengadakan Festival Salihara. Festival ini dibuka pada 23 September dan berlangsung sampai 20 Oktober 2010 di kompleks Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hari pertama Festival Salihara dibuka, tamu yang hadir disambut oleh Pesta Suka Boga dari Komunitas Jalan Sutra yang menyajikan aneka kuliner, dengan misi menunjukkan kepeduliannya terhadap hal-hal yang berkaitan dengan boga dan budaya. Pada tahun ketiganya ini, Festival Salihara menghadirkan menampilkan 12 penampil dari tanah air dan mancanegara, termasuk Goenawan Mohamad dan komposer Tony Prabowo yang membawakan hasil karya mereka berjudul “Tan Malaka” yang menceritakan tentang kisah seorang Tan Malaka, yang punya pemikiran besar dalam membangun Republik Indonesia, tapi hingga kini tidak diketahui persis sebab kematian, bahkan makamnya.

Direktur Artistik Gideon Obarzanek dan pencipta perangkat lunak interaktif Frieder Weiss dari Australia berkolaborasi dengan kelompok tari Chunky Move berhasil menciptakan sebuah bentuk koreografi tari berjudul “Glow” yang menggabungnya seni gerak tubuh dengan teknologi pencahayaan. Margaret Leng Tan, seorang maestro piano anak-anak, juga ikut meramaikan rangkaian acara dalam Festival Salihara 2010.

Tidak hanya berbagai macam karya seni yang ditampilkan di sini, seperti teater, tari, opera musik, festival ini juga diwarnai dengan diskusi dan ceramah mengenai kebebasan yang mengundang Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Karya-karya instalasi Hedi Hariyanto dan Joko Dwi Avianto juga turut mengubah penampilan kompleks Salihara sepanjang festival berlangsung. Hal yang unik dari festival yang diadakan di seputaran kompleks Salihara ini adalah diletakkannya hasil karya seni instalasi dengan media video, atau disebut juga video mapping, di toilet-toilet pengunjung. Hal tersebut membuat para pengunjung yang sedang menggunakan toilet tersebut tertawa kemudian ragu untuk menggunakan toilet tersebut. Harga tiket untuk menonton berbagai acara dalam festival ini cukup terjangkau, apalagi untuk mahasiswa panitia menawarkan potongan khusus sebesar 50 persen. YOUTH MAGAZINE • 72


GELIAT HOMOSEKSUAL DALAM Q! FILM FESTIVAL Masih ingat Q! Film Festival? Ya, acara ini berlangsung pada tanggal 22 September – 03 Oktober 2010. Pemutaran film ini merupakan festival tahun kesembilan. Acara ini diselenggarakan di sebelas tempat, diantaranya di pusat kebudayaan asing (Japan Foundation, Goethe Haus, Erasmus Huis dan Central Culturel Francais), Taman Ismail Marzuki (Kineforum dan Galeri Cipta III).

Untuk tahun ini, Q!FF mengambil tema “Let’s Play Our Part”. Redaksi YOUTH! berkesempatan mengikuti salah satu pemutaran film di Japan Foundation,hari Senin 27 September 2010 pukul 19.00. Film yang diputar adalah Pachigi 1 karya Izutsu Kazuyuki, sebuah film produksi Jepang yang mengangkat permasalahan antar-ras.

Diceritakan tentang pelajar Jepang dan Korea yang berdomisili di Jepang, yang seringkali terlibat percekcokan. Masing-masing pihak menaruh kebencian. Kosuke, pelajar Jepang jatuh cinta kepada KyungJa, seorang pelajar Korea. Perjalanan seterusnya justru membuka mata kedua pihak dan seperti kisah lainnya, film ini memiliki akhir bahagia dimana mereka akhirnya berdamai. Japan foundation memutar lima film selama hari pemutaran selama acara setiap pukul 19.00 WIB. Untuk menyaksikannya, kita tidak diminta biaya sedikitpun. Tinggal datang dan mendaftar satu jam sebelum pemutaran berlangsung. Namun, persyaratan wajibnya adalah, kamu harus berumur di atas 18 tahun. Q! Film Festival merupakan sebuah festival film yang memfokuskan diri ke film-film bertema LGBT (lesbian, gay, biseksual, transeksual), human interest, Hak Asasi Manusia (HAM) dan HIV/AIDS. Festival ini dimulai pada tahun 2002 atas gagasan beberapa jurnalis Indonesia.

Kemunculan festival ini berlanjut ini tidak hanya berupa pemutaran film, tetapi juga mencakup pameran, diskusi literatur dan workshop film. Festival ini memang festival film pertama LGBT di kawasan Asia dan secara resmi ditetapkan sebagai bagian dari Teddy Award Section di Berlin Film Festival sejak tahun 2006.

YOUTH MAGAZINE • 73


SEMANGAT HARI OLAHRAGA NASIONAL DENGAN “GARUDA DI DADAKU” “Garuda di dadaku. Garuda kebanggaanku. Kuyakin hari ini pasti menang…” Merasa kenal dengan lagu tersebut? Yup, lagu yang menjadi soundtrack film tentang sepakbola, Garuda di Dadaku, turut memeriahkan Pekan Hari Olahraga Nasional. Pemutaran film ini berlangsung pada hari Minggu (26/9) di Teater Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Senayan Jakarta.

Film ini mengisahkan tentang Bayu Purnomo Jati (Emir Mahira), 12 tahun, yang menggilai sepakbola tetapi ditentang kakeknya (Ikranagara). Berkat dukungan ibu, teman-teman dan pelatihnya, Bayu bisa menggapai cita-citanya masuk tim nasional U-13.

Selain pemutaran film, diadakan juga sesi diskusi dengan co-produser, Putut Widjanarko dan salah satu pemain, Aldo Tansani. Menurut Putut, inti cerita film ini adalah bagaimana seseorang ingin mencapai sesuatu tapi mendapat halangan. Selain itu, film ini juga bertujuan untuk mempromosikan profesi olahragawan karena masih sedikit orang yang bercita-cita menjadi atlet. Menurut Ketua Pelaksana Pekan Film Olahraga, Ruwono, kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan. “Tujuannya adalah untuk memasarkan olahraga sekaligus memanfaatkan fasilitas gedung teater yang ada di lingkungan Kemenpora,” Ruwono menjelaskan. Publikasi dilakukan melalui radio, internet, dan undangan yang disebar ke SMA se-Jabodetabek. Selain Garuda di Dadaku, ada enam film lainnya yang turut memeriahkan acara yang berlangsung tanggal 20-26 September 2010 ini, yaitu Ali, Coach Carter, Invictus, Goal, Invicible dan King.

SASTRA LGBT DALAM “UN SOIR DU PARIS” Hei pecinta sastra, perlu tahu nih. Perjalanan dunia sastra Indonesia terus mengalami dinamika bahkan mulai berkembang ke ranah yang sensitive. Ya, salah satunya, mengangkat tema kehidupan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual (LGBT). Karya sastra yang berkecimpung di ranah ini adalah Un Soir Du Paris, sebuah kumpulan cerpen yang menyoroti lika liku kehidupan lesbian. Penasaran? Lokasi peluncuran novel ini di Goethe Haus, Menteng, Jakarta 28 September 2010. Apa sih arti Un Soir Du Paris itu? Dalam terjemahan Bahasa Indonesia berarti “Suatu Sore di Paris” . Hm, bercerita 12 kisah percintaan sesama perempuan atau lesbian. Turut hadir di acara ini Hetih Rusli (editor Gramedia Pustaka Utama) dan Soe Tjen Marching (novelis) sebagai pembicara serta pembacaan cerpen oleh Clara Ng, Ratih Kumala dan Maggie Tiojakin. Dalam kesempatan ini, Hetih dan Soe Tjen menceritakan proses pembuatan proyek kumpulan cerpen serta geliat sastra LGBT Indonesia. “Novel ini sudah direncanakan sejak tahun lalu. Proyek ini bekerja sama dengan www.sepocikopi. com, sebuah website khusus lesbian. Kebetulan website ini memajang beberaa cerpen bertema lesbian yang pernah di muat di media massa,” jelas Hetih Rusli.

Dalam mengumpulkan cerpen-cerpen ini, tim SepociKopi dan Gramedia menyeleksi sekitar 20 cerpen yang pernah dimuat di media massa sejak tahun 1997hingga dipilihlah 12 cerpen, yaitu Mata Indah (Clara Ng), Lelaki yang Menetas di Tubuhku (Ucu Agustin), Dua Perempuan dengan HP-nya (Seno Gumira Ajidarma), Potongan-Potongan Cerita di Kartu Pos (Agus Noor), Tahi Lalat di Punggung Istriku (Ratih Kumala), Sebilah Pisau Roti (Cok Sawitri0, Saga (Shantined), Suara Sunyi Ibu ( Triyanto Triwikromo), Danau (Linda Christanty), Hari Ini Esok dan Kemarin (Maggie Tiojakin), Menulis Langit (Abmi Handayani) serta satu cerpen berjudul sama dengan bukunya, Un Soir du Paris karya Stefanny Irawan. Sastra dan LGBT adalah kombinasi unik. Jika sastra berkutat di ranah perwujudan ekspresi dan kreativitas maka LGBT adalah sebuah kompleksitas. Inilah yang dilirik Gramedia dan SepociKopi . Meskipun LGBT masih tabu dibicarakan oleh masyarakat Indonesia, tapi fenomena ini ada dan berkembang di tengah masyarakat. Soe Tjen mengharapkan akan lahir penulis-penulis Indonesia yang mengangkat tema ini tetapi tidak melulu menghadirkan kisah tokoh LGBT yang mengasihani diri mereka. YOUTH MAGAZINE • 74


SEMARAK 3RD ACADEMIC BOOK FAIR 2010 Hai! Tampaknya Youth melihat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyambut gembira acara satu ini. Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menggelar acara bertepatan dengan Dies Natalis FE UI. Acara utama dari IKAPI adalah pameran buku dari berbagai penerbit Indonesia pada 24-29 September 2010. Ya, pameran ini bertujuan untuk mendorong penerbit-penerbit Indonesia agar lebih produktif . Selain itu, mahasiswa mendapat kemudahan untuk memperoleh buku referemsi perkuliahan. Hal tersebut disampaikan H.T. Bintoro, panitia bidang acara sekaligus Direktur Eksekutif IKAPI.

Ceritanya, setelah pameran buku IKAPI diadakan di Bandung dan Malang pada 2008 dan 2009, tahun ini IKAPI menyelenggarakan 3rd Academic Book Fair 2010 di Depok, bekerja sama dengan FE UI. “Kami memilih UI karena merupakan institut tertinggi yang terkenal di Jakarta sekaligus menggabungkan crowded-nya dengan Dies Natalis FE,” ujar Bintoro. Dalam acara ini, dijual berbagai buku perguruan tinggi dengan diskon hingga 60%. Buku-buku tersebut berasal dari berbagai penerbit, seperti Bumi Aksara, Gramedia, Andi, dan LIPI Press. Selain penerbit, beberapa media turut serta dalam acara yang diadakan di selasar FE UI ini, yakni Republika, Suara Pembaruan, dan Jakarta Globe.

Berbeda dengan pameran buku dua tahun lalu, tahun ini, IKAPI menyelenggarakan juga lho, diskusi panel dan forum dialog pada pameran yang bertema ‘Providing International Quality of Books for Higher Education’ ini. Forum dialog diisi oleh beberapa narasumber, yakni DR. Amien Rais dan Direktur British Council Keith Davies. Dalam acara ini juga diadakan workshop penulisan dan lomba desain cover buku perguruan tinggi. Sejak hari pertama, pameran buku ini tampak ramai oleh pengunjung, baik dari dalam maupun luar civitas FE UI. Menurut Rico, pengunjung pameran, acara ini cukup bagus. “Buku-buku yang dijual sesuai dengan kebutuhan saya,” kata mahasiswa Manajemen FE UI ini.

MENARI DAN MENYANYI BERSAMA DI FESTIVAL OF INDIA 2010 Negara terbesar di kawasan Asia Selatan, India, memang menarik untuk diikuti. Wow, fakta bahwa negara ini adalah penghasil fim terbanyak –bahkan melebihi Hollywood- segala kebudayaan asli India jadi menarik untuk diketahui.

Berangkat dari fakta di atas, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bekerja sama dengan Jawaharlal Nehru Indian Cultural Center Jakarta mengadakan Festival of India 2010. Acara ini berlangsung di kampus FIB UI Depok tanggal 29 September – 1 Oktober 2010. Festival yang mengangkat tema “Sonnet of Love, Ode to Beauty” ini menawarkan banyak kegiatan seperti pertunjukan tari khas India, musik tradisional, bazaar makanan, pameran foto tentang India dan dialog budaya. Selama festival ini berlangsung, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan musik tradisional India di bawah pimpinan komposer asli India, Mr. Anand Bihari Lal Srivastava. Pengunjung yang tertarik ingin mempelajari harmonium -alat musik khas india- diperkenankan untuk mengikuti workshop yang di pimpin langsung oleh Mr. Anand. Seperti yang kamu tahu, India adalah surga bagi pecinta film. Jadi, festival ini juga mengadakan pemutaran film berjudul Veer Zaara, sebuah film tentang perjalanan cinta yang diperankan oleh King of Bollywood, Shah Rukh Khan dan Pretty Zinta.

Selain workshop musik, pengunjung juga bisa mengikuti workshop tari Kathak, sebuah tari tradisional India yang di bimbing langsung oleh Ms. Pooja Bhatnagar. Selain workshop, festival ini juga memanjakan para pecinta makanan dengan adanya culinary bazaar. Di samping itu, pengunjung juga bisa melihatlihat pameran foto-foto mengenai India. Sebagai puncak acara, di adakan tanggal 1 Oktober 2010 di Auditorium gedung IX FIB UI. Di sini, semua peserta workshop, baik musik maupun tari- menunjukkan kebolehan mereka. Hmm, luar biasa ya. Selain film, menarik sekali untuk mengetahui lebih jauh budaya India. YOUTH MAGAZINE • 75


YOUTH MAGAZINE • 76


YOUTH MAGAZINE • 77


YOUTH MAGAZINE • 78


YOUTH MAGAZINE • 79


YOUTH MAGAZINE • 80

Youth  

majalah anak sekolah dan kuliahan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you