Page 1


8

9


T

bahwa semustahil apa pun suatu cita-cita kedengarannya, kita bisa meraiererai Trent, pada mulanya hanyalah seorang anak perempuan asal

pedalaman Zimbabwe yang tidak disekolahkan oleh ayahnya. Ia tidak

hanya apabila memiliki kemauan kuat dan kepercayaan atas kemampuan diri.

disekolahkan oleh ayahnya karena ia perempuan dan harus segera menikah. Namun, Trent memiliki keinginan untuk belajar yang begitu kuat.

Selama lima tahun ke belakang, saya mendapatkan berbagai kesempa-

Ia menyalurkan keinginan tersebut dengan mengerjakan tugas sekolah

tan untuk bertemu dengan banyak pribadi yang sukses dan inspiratif.

saudara laki-lakinya. Di usia 11 tahun, Trent menikah dan tidak lama kemu-

Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, serta cerita menuju

dian memiliki anak.

kesuksesan yang juga bermacam-macam. Namun, saya menemukan satu benang merah di dalam cerita-cerita yang mereka bagi. Sama dengan

Sembilan tahun kemudian, desanya dikunjungi oleh Jo Luck, seorang

Trent, mereka semua berani memiliki mimpi yang besar—

aktivis dari lembaga Heifer International. Luck menanyakan apa mimpi

bahkan tidak masuk di akal. Namun, mereka juga berani berusaha semak-

Trent, yang dijawab dengan mantap, bahwa ia ingin pergi ke Amerika

simal mungkin untuk mewujudkannya.

Serikat untuk memperoleh pendidikan yang memadai. Jo Luck berkata, “Jika kamu memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai suatu mimpi,

Sebagian orang berpendapat bahwa mimpi hanyalah suatu hal sepele,

mimpi tersebut pasti bisa kamu raih.� Kemudian Trent menuliskan mimpi-

atau bahkan hanya boleh dimiliki oleh anak-anak kecil. Ada juga orang-

mimpinya pada sebuah kertas dan menguburnya di bawah sebuah batu

orang yang memandang impian-impian kita secara skeptis, atau bahkan

besar di tanah kelahirannya.

pesimis. Sebaliknya, bagi pribadi-pribadi brilian yang saya temui, mimpi merupakan sebuah poros bagi hidup mereka. Mimpi memiliki peranan

Tujuh tahun kemudian, Trent pindah ke Oklahoma dengan suami dan lima

besar bagi mereka dalam menjalani hidup. Ternyata, tak perlu ada mimpi-

anaknya. Ia memperoleh gelar sarjana di bidang pendidikan pertanian,

mimpi yang dibuang. Sebaliknya, kita bisa membuat mimpi menjadi

diikuti dengan gelar master di tahun 2003. Ia lalu kembali ke Zimbabwe,

nyata—merealisasikannya.

mengambil daftar impiannya, dan menandai mimpi mana saja yang telah berhasil ia capai. Tahun 2009, Trent memperoleh gelar doktornya. Berbeda dari perempuan-perempuan lain yang tinggal di Zimbabwe, Trent berani bermimpi. Ia memiliki mimpi yang besar dan mungkin terdengar aneh bagi lingkungannya. Namun, ia berhasil membuktikan

10

11


Dreams are

invented…

Ini membuat saya menyadari suatu hal yang sering kita lupakan, bahwa sebenarnya sebuah mimpi akan muncul ketika kita telah menciptakannya. Dan ternyata kita sudah pernah mempraktikkannya saat kecil.

Ketika saya masih kecil, saya sering menghabiskan akhir pekan di rumah sepupu. Ibunya adalah seorang desainer interior dan beliau memiliki sebuah meja gambar yang sering saya gunakan untuk sekadar bermain. Menurut saya, meja gambar itu keren sekali, apalagi ketika melihat cetak biru dari rumah-rumah atau gedung-gedung yang menjadi proyek beliau. Saya juga pernah membaca artikel di sebuah majalah remaja yang yang saya idolakan (bahkan sampai sekarang!), Nicholas Saputra, sedang mengenyam pendidikan di jurusan Teknik Arsitektur. Hal-hal ini sangat menarik bagi saya, dan membuat saya bercita-cita untuk menjadi seorang arsitek. Saat itu, saya belum pernah belajar Fisika, apalagi Kalkulus, padahal dua bidang tersebutlah yang harus dihadapi sebelum bisa menjadi arsitek. Tetap saja, ketika dulu ditanya apa cita-citanya, saya selalu menjawab bahwa ingin menjadi arsitek. Sebuah cita-cita yang belum didasari oleh alasan-alasan kuat. Namun, saya sadar, bahwa saya harus mempunyai cita-cita—untuk menjawab pertanyaan sederhana: “Cita-citamu mau jadi apa?”

“Dreams are invented. We are not born with them“

Ya, semua anak berlomba-lomba untuk memiliki cita-cita yang terdengar keren, mulai dari dokter bedah, ilmuwan, astronot, sampai pembalap. Kemudian kita pun ingin segera tumbuh dewasa untuk menggapainya.

12

13


pelajari banyak hal baru dan merasakan berbagai pengalaman menarik.

…but they might change

overtime

Ketika saya suka dunia literatur dan seni visual, saya bercita-cita untuk menjadi seorang art director. Tahun 2007 ketika nenek saya meninggal karena sakit, saya mendadak berubah haluan dan ingin menjadi dokter supaya bisa membantu mereka yang sakit. Kemudian di tahun-tahun terakhir saya di bangku SMA, saya bercita-cita kuliah di bidang hukum dan menjadi diplomat. Pertama, karena Ibu saya lulusan fakultas hukum. Kedua, karena saya telah berkesempatan untuk menghadiri beberapa acara internasional dan saya sangat menikmatinya. Saya begitu mengagumi teman-teman dekat Ibu yang telah menjadi perwakilan Indonesia di negara lain dan saya ingin sekali bisa mengemban tugas mulia tersebut—ketika itu. Di dalam hidup, kita bisa memiliki begitu banyak keinginan setelah menjalani berbagai hal. Seiring dengan berjalannya waktu, cita-cita kita pun bisa berubah, begitu juga dengan prioritas kita. Namun, hal ini tidak

Dimulai dari SD, SMP, hingga SMA, saya memiliki mimpi yang hampir

berarti kita harus berhenti bermimpi.

selalu berubah-ubah sesuai dengan hal yang menurut saya menarik pada

Yes, the future is full of uncertainties, but we have to know what we

saat itu. Selain menjadi arsitek, saya juga pernah bercita-cita menjadi

want to do. -

emy Awards dan telah menyiapkan “pidato kemenangan”), art director, -

“Dream and give yourself permission to envision a You that you choose to be.” – Joy Page

preneur. Impian-impian tersebut berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Bermimpilah. Karena sebuah mimpi membuat kita bisa memiliki tujuan di dalam hidup. Sebuah mimpi mampu menekan keraguan yang kita miliki

Mimpi berubah karena diri kita juga selalu berkembang. Kita mulai mem-

14

akan masa depan.

15


Do you know what you want to do?

Sejak kecil, Natalie Portman tahu bahwa ia ingin menjadi aktris. Sama seperti Kirsten Dunst, ia juga memulai kariernya di usia yang sangat sional. Sementara itu, sejak pertama kali mengenal komputer, Bill Gates menyadari bahwa ia memiliki ketertarikan yang besar terhadap dunia tersebut.

16

17


Mengetahui apa yang kita ingin lakukan merupakan salah satu kunci kesuksesan. Saya sendiri kadang merasa ada begitu banyak hal yang ingin saya lakukan sampai-sampai saya tidak tahu harus memulai dari mana. Namun, pada akhirnya saya justru tidak melakukan apa-apa karena saya tidak mengetahui benar-benar apa yang ingin saya lakukan dan apa yang ingin saya raih. Impian dan cita-cita bisa muncul dari mana saja. Mulai dari kecintaan kita terhadap suatu hal, kekecewaan kita terhadap suatu pihak, kekurangankekurangan yang kita miliki, serta keterbatasan yang ada dalam menjalani hidup.

Ultimate love of something Sebuah impian paling mudah diciptakan dari kecintaan yang mendalam terhadap sesuatu. Sejak kelas 5 SD, saya sudah senang menulis, baik di kelas maupun melalui ekstrakurikuler majalah dinding (mading). Awalnya, saya hanya resensi buku. Ketika masuk SMP dan mulai membaca buku teenlit, saya

Untuk itu, mari kita menelaah segala hal yang kita jalani sehari-hari. Dari situ, kita akan memperoleh berbagai informasi akan cita-cita seperti apa yang sebenarnya hati kecil kita ingin ciptakan. Memiliki impian dan keinginan untuk melakukan suatu hal ibarat memberi bensin ke dalam tangki yang kosong. Ialah yang membuat kita berani berjalan mengarungi berbagai cerita dan tujuan yang hidup ini tawarkan.

“If you don’t know what you want, you end up with a lot you don’t.” – Chuck Palahniuk

Kesukaan saya terhadap dunia menulis membuat saya bermimpi untuk menerbitkan buku. Merealisasikan mimpi tersebut bagi saya bukanlah sebuah beban karena saya merasa senang menjalani prosesnya. Kalau saya tidak berhasil menerbitkan buku pun tidak masalah, karena tercapainya mimpi tersebut buat saya lebih seperti “bonus” setelah melakukan apa yang saya sukai dan menjalaninya dengan serius. Akhirnya buku pertama saya, Mint Chocolate Chips, terbit ketika saya berusia 14 tahun. Tepatnya, bulan Oktober 2005. Hasil penjualannya tidak impresif dan saya tidak menjadi penulis best-seller. Namun, terbitnya buku tersebut membuat saya sepenuhnya percaya bahwa sebuah impian—sebesar apa pun itu—bisa menjadi kenyataan.

18

19


Tidak banyak orang yang mengetahui apa yang mereka sukai. Tidak banSitta Karina, penulis teenlit best-seller, bercita-cita menjadi penulis karena

yak orang yang tahu apa yang membuatnya bahagia meski hal itu telah ia

kecintaannya yang besar terhadap dunia literatur. Joko Anwar bercita-

lakukan setiap hari. Saya juga pernah mengalami fase tersebut. Saya menceritakan hal ini kepada seseorang yang sangat berpengaruh

mimpi mereka dengan hal-hal yang mereka cintai sebagai fondasi.

“Do something you love and you will never have to work a day in your life”—Confucius.

dalam hidup saya, Ryan Adriandhy. Pada saat itu, saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan, apa yang saya cintai, maupun apa yang ada di hati saya. Ada begitu banyak hal yang saya lakukan, sehingga terkadang saya merasa kebingungan untuk mencaritahu yang mana dari kegiatan tersebut yang sebenarnya merupakan passion saya.

Ketika kita mencintai suatu hal, kita akan melakukannya dengan sungguhsungguh, tanpa beban, dan biasanya tidak mengenal lelah. Kita akan bisa

Sebaliknya, sejak kecil, Ryan sudah tahu bahwa ia ingin menjadi seorang

mencapai mimpi tersebut dan memperoleh hasil yang maksimal dalam

animator. Ia melatih dirinya sendiri untuk bisa menggambar dengan baik

melakukannya.

melalui media konvensional maupun digital. Ia juga mempelajari kekurananimasi. Ia tidak pernah memiliki cita-cita lain, hanya animator. Menurutnya, “Passion is something you cannot live without.” Akhirnya, saya berhasil menyimpulkan bahwa passion saya adalah menulis. Apapun aktivitas saya, menulis merupakan bagian besar dari aktivitas tersebut. Menulis adalah salah satu cara paling efektif bagi saya untuk mengekspresikan pemikiran dan apa yang ada di hati saya. Lebih dari itu, saya tidak pernah merasa bosan melakukannya, dan saya tidak bisa membayangkan hari-hari saya jika tidak diizinkan untuk menulis. Passion makes you happy. Therefore, pursuing your passion will also make you happy. Mungkin, mimpimu menunggu untuk diciptakan disana.

20

21


“Satu-satunya alasan mengapa saya harus terus berjuang adalah karena saya mencintai apa yang saya lakukan. Temukan apa yang kamu cintai dalam hidup ini. Kecintaan terhadap hal tersebut sudah sepatutnya semurni kecintaan kita terhadap orang-orang yang kita sayangi. Pekerjaanmu akan mengisi bagian yang besar di dalam hidupmu. Jika kamu belum menemukan hal tersebut, jangan berhenti mencari. Jangan pernah patah semangat. Sama seperti semua hal lain yang berhubungan dengan hati, kamu akan mengetahui apa yang kamu cintai ketika kamu menemukannya.� – Steve Jobs

22

23


Ge a CoY i YoR FaOuIt BoKsOrS i ApIl 21 more info: http://alandakariza.com/dreamcatcher/


DreamCatcher by Alanda Kariza (Preview)  

Mimpi itu kebutuhan. Layaknya udara, tanpa disadari, aku, kamu, dan kita semua membutuhkan mimpi. Mimpilah yang menuntun kita atas apa yang...

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you