Issuu on Google+

Keutamaan Bulan Muharram Bismillahirahmanirahim Saudara-saudariku KMM Teknik Perminyakan Al-Bitruulu yang semoga selalu dalam ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bulan ini adalah bulan Muharram yang banyak sekali keutamaannya, sebagaimana dijelaskan firmanNya : “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram…”(QS. At-Taubah: 36) Adapun bulan-bulan yang Allah tetapkan sebagai bulan haram (bulan yang dimuliakan,ed) adalah bulan Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.“ [HR.Muslim]. Hadits yang mulia ini menunjukkan dianjurkannya berpuasa pada bulan Muharram, bahkan puasa di bulan ini lebih utama dibandingkan bulanbulan lainnya, setelah bulan Ramadhan(syarah riyadhush shalihin). 4

Amalan Puasa Asyuraa Puasa yang diutamakan dalam bulan ini adalah puasa Aasyuura (tanggal 10 Muharram) sebagaimana riwayat dari Abu Qatadah : “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim) Selisihi Yahudi dengan Menambah Puasa Tasu’a (9 Muharram) Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wasallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan, “Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim)

Insya Allah tanggal 9 dan 10 Muharram tahun ini bertepatan dengan hari jumat dan sabtu tanggal 23 dan 24 November 2012. Semangaaat ^^

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Kirimkan Kritik dan Saran ke al.bitruulu@gmail.com Follow Twitter Al-Bitruulu @albitruulu - Divisi Syiar Al-Bitruulu -

Talk A Bit, Jum’at 16 PM @ GDG TM. Tema : Refleksi Awal Tahun Baru Hijriah Menuju Pribadi Rabbani Pembicara : Angga Putra - Sekjen KM ITB

Ketika Malaikat Maut Datang Menjemput / November 2012 / Al-Bitruulu

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Saudaraku! Anda masih ingat detik-detik ketika kakek, atau nenek, atau mungkin ayah, ibunda, atau mungkin juga istri atau suami tercinta meregang nyawanya? Pernahkah anda bertanya dan berpikir apakah yang mereka rasakan ketika ruh mereka meninggalkan raganya? Tahukah saudara! Apa yang dialami oleh ayahanda atau kerabat anda saat itu? Tahukah saudara, dengan siapa ia berhadapan? Berikut inilah kejadian yang dialami oleh ayahanda atau ibunda atau kerabat anda kala itu.

Ketika Malaikat Maut Datang Menjemput Kisah ini dituturkan oleh Rasulullah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah. “Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki

kehidupan akhirat, ia didatangi oleh sekelompok malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk

sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik,

“Katakanlah : “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S Al-Jumu’ah ayat 8)

bergegaslah keluar dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut meny-

ambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membukusnya dengan

kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi

Al-Bitruulu / November 2012 / Ketika Malaikat Maut Datang Jemput

1


segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” Saudaraku! Walau demikian mudah arwah orang mukmin keluar dari raganya, akan tetapi bukan berarti bebas dari rasa sakit! Sekali-kali tidak. Adakah keraguan pada diri Anda bahwa Nabi Muhammad adalah orang mukmin yang paling sempurna keimanannya? Akan tetapi kemulian dan kesempurnaan iman beliau tidak dapat melindungi beliau dari rasa pedihnya sakaratul maut. Oleh karena itu, tatkala beliau menghadapi sakaratul maut, beliau begitu gundah. Beliau berusaha menenangkan dirinya dengan mengusap wajahnya dengan tangannya yang telah dicelupkan ke dalam bejana berisi air. Beliau mengusap wajahnya berkalikali, sambil bersabda: “Tiada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Allah. Sesungguhnya kematian itu disertai oleh rasa pedih.” Riwayat Imam Bukhari. Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab bertanya kepada Ka’ab Al Ahbaar: “Wahai 2

Ka’ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian! Ka’abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!” Riwayat Abu Nu’aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya’. Syaddaad bin Al Aus berkata: “Kematian adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur nyenyak.” Bila demikian dahsyatnya rasa sakit yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka bagaima-

na dengan diri Anda? Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu bagaimana rasanya sakarutul maut bila Anda tidak segera bertaubat dari kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas : “Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh sekelompok malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam, membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang buruk, bergegaslah engkau keluar dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah”. Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera mencabut ruhnya dengan keras, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para

Ketika Malaikat Maut Datang Menjemput / November 2012 / Al-Bitruulu

malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan

kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah

para malaikat itu melintasi sekelompok malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu buruk.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: “Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut

Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan “Ini datangnya dari sisi kamu (Muhammad)”, Katakanlah : ”Semuanya datang dari sisi Allah”. Maka mengapa orangorang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (Q.S An Nisaa’ ayat 78) dengan namanya yang terburasakan. menjadi salah seorang dari ruk yang dahulu semasa hidup Saudaraku! Siapkah anda penghuni kuburan. “Berzidi dunia ia pernah dipanggil menjalani pengalaman yang arahlah ke kuburan, karena dengannya).” begitu menakutkan dan begitu ziarah ke kuburan itu dapat menyakitkan? Bila saudara mengingatkan kalian akan Saudaraku! Coba anda ingat tidak kuasa menjalani sakaratul kematian.” Riwayat Muslim. kembali, rasa pedih dan sakit maut yang sangat menyakityang pernah anda rasakan keti- kan seperti ini, maka menSaudaraku! Ada satu pertanka tertusuk atau tersengat api! gapa noda-noda maksiat terus yaan yang tidak mungkin anda Sangat menyakitkan bukan? mengotori lembaran amal dan temukan jawabannya sebelum Padahal syaraf yang merasakan menghitamkan hati anda? anda mengalaminya sendiri: rasa sakit hanyalah sebagianMengapa kaki anda terasa Termasuk golongan manakah nya. Walau demikian, rasanya kaku, tangan serasa terbediri anda, apakah termasuk begitu menyakitkan, sehingga lenggu, mata seakan melekat golongan orang-orang muksusah untuk dilupakan? dan pintu hati seakan terkunci min yang dimudahkan ketika ketika ada seruan beribadah menghadapi sakaratul maut Nah bagaimana halnya bila kepada Allah? ataukah termasuk golongan kelak pada saat sakaratul maut yang kedua? seluruh syaraf anda merasakan Saudaraku! Agar hati anda Karenanya, marilah kita bersakit. Disaat ruh anda berusaha kembali menjadi lunak dan juang, dan berdoa memohon berpegangan erat-erat dengan pintu hati anda terbuka lebarkepada Allah agar diri kita setiap syaraf anda sedangkan lebar untuk menerima dan –dengan rahmat dan kemuMalaikat Maut mencabutnya mengamalkan kebenaran, rahan Allah- dimasukkan ke dengan keras dan kuat. Betulmaka alangkah baiknya bila dalam golongan orang-orang betul menyakitkan. Penampianda sering-sering berziarah yang mendapatkan keteguhan lan Rasa Malaikat Maut yang ke kuburan. Dengan berziarah dan kemudahan ketika mengbegitu seram dan menakutkan ke kuburan, diharapkan anda hadapi Malaikat Maut. Amiin. akan semakin menambah akan senantiasa menyadari, pedih rasa sakit yang Anda cepat atau lambat anda pasti Penulis: Dr. Muhammad Arifin, MA Al-Bitruulu / November 2012 / Ketika Malaikat Maut Datang Jemput

3


Ketika Malaikat Maut Datang Menjemput