Page 1

April 2013 Edisi Pertama

Buletin AKSI UI Cakrawala

Prof. Dr. Subroto

Indonesia diberkati oleh 3 aset utama, yakni aset geografis, aset demografis dan aset historis. Dengan ketiga aset ini tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak dapat membebaskan dirinya dari kemiskinan. Sebagian peserta Temunas Penanggulangan Kemiskinan pertama di Wisma Makara UI Depok, 3-5 Desember 2012. Hadir sedikitnya 80 Perguruan Tinggi dari Aceh hingga Papua, dan juga LSM dan stakeholders lainnya.

Bersinergi adalah Pilihan Kita AKSI UI, sebagaimana kepanjangannya Aksi Sinergi Untuk Indonesia, adalah organisasi yang lahir untuk mengambil mandat peran sebagai perekat, penggalang sinergi, bagi demikian banyak kekuatan yang SUDAH ada dalam masyarakat kita, sebagai upaya untuk menjawab tantangan terbesar kita sebagai bangsa: mengapa kemiskinan masih (makin?) merata di tengah curahan kekayaan alam dan sumberdaya kita. Berbagai elemen bangsa kita telah bekerja dengan penuh dedikasi dan keahlian untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat, namun mengapa hasilnya masih belum nyata mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan? Kiranya salah satu elemen yang masih perlu kita kuatkan adalah kerjasama bersinergi di antara kita, di antara berbagai-bagai elemen kekuatan dalam

masyarakat, agar setiap upaya bersambung dengan upaya lainnya, sehingga dampak pengurangan kemiskinan dapat dilaksanakan secara komprehensif dan berkelanjutan. Buletin “SINERGI� adalah salah satu bentuk sarana komunikasi untuk kita saling berbagi referensi, pengalaman, informasi, membangun jejaring menyambungkan berbagai inisiatif, agar menjadi kolaborasi yang strategis untuk perjuangan menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang kuat dan bermartabat. Perjuangan kita panjang dan berat, dan untuk itu kita sepertinya tidak punya pilihan yang lebih bijaksana selain dari bergandengan tangan mempertemukan kekuatan kita untuk berjuang bersama-sama. Salam Sinergi ! Dewi Hutabarat Direktur Eksekutif AKSI UI

Memang Indonesia telah menjadi Negara dengan perekonomian ke-16 terbesar di dunia, namun demikian setengah dari populasi Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Ini artinya kita memiliki PR besar untuk menyatukan berbagai elemen kekuatan di masyarakat untuk bersama berupaya memberantas kemiskinan di tanah air Indonesia. Pada 2045 tepat 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia mestinya menjadi bangsa yang kuat dan negara yang berpengaruh besar bagi dunia. Prof. Dr. Subroto, salah satu pendiri AKSI UI, adalah ekonom terkemuka di Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Koperasi, Menteri Pertambangan dan Energi serta menjabat sebagai Sekjen OPEC selama dua periode dari tahun 1988 hingga 1994.

Tentang Aksi Sinergi Untuk Indonesia (AKSI UI) Yayasan Aksi Sinergi Untuk Indonesia (AKSI UI) resmi berdiri sebagai yayasan yang mengabdi pada bidang sosial dan kemanusiaan, dengan Akta Notaris yang dikeluarkan oleh Notaris P. Suandi Halim SH No.12 tanggal 10/10/2011, sebagai tindak lanjut nyata dari Seminar “Indonesia Tanpa Kemiskinan� yang diselenggarakan dalam rangka 60 tahun Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. AKSI UI adalah lembaga yang didedikasikan untuk menanggulangi kemiskinan, menumbuhkan kemandirian dan menaikkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan dengan cara mensinergikan berbagai elemen dan kekuatan yang SUDAH ADA dan telah berkembang dalam masyarakat. AKSI UI berfungsi sebagai perekat (gluing function) dan sebagai system integrator untuk kemudian menginisiasi upaya bersama, bahu membahu menyusun strategi dan bekerja saling melengkapi, agar penanggulangan kemiskinan dapat dilaksanakan secara komprehensif, dengan dampak yang lebih segera, masif dan berkelanjutan. Dalam sinergi yang dibangun, AKSI UI juga melihat peran penting Universitas atau Lembaga Pendidikan Tinggi lainnya di berbagai daerah, untuk menjadi poros sinergi

1

Logo Aksi Sinergi Untuk Indonesia (AKSI UI)

dampak yang berkelanjutan.

bagi berbagai kekuatan masyarakat di wilayah masing-masing. Sinergi ini bermaksud untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan keberdayaan masyarakat secara multi dimensional dan komprehensif, untuk

AKSI UI mengedepankan prinsip equality (kesetaraan) antara semua pihak yang terlibat dalam sinergi penanggulangan kemiskinan. Termasuk dan terutama disini adalah kesetaraan anggota masyarakat yang menjadi subyek dari seluruh upaya ini, yaitu anggota masyarakat yang masih harus berjuang mengeluarkan dirinya dari lilitan kemiskinan. Kiranya hanya dengan keikutsertaan secara aktif, masyarakat setempat dapat memandirikan dirinya, dan inilah yang akan menjamin sustainability dari setiap upaya penanggulangan kemiskinan. Logo Indonesia Fight to End Poverty


AKSI UI

Buletin

Temu Nasional Penanggulangan Kemiskinan 2012:

Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Membangun Sinergi meningkatkan keberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Selain untuk membuka jejaring dan bertukan pengalaman, dalam kesempatan Temu Nasional ini juga dikumpulkan serangkaian data berbagai upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan selama ini di banyak wilayah di Indonesia. Data ini kemudian dapat dijadikan referensi bersama.

Temu Nasional Penanggulangan kemiskinan 2012 ini dihadiri oleh 101 peserta dari 80 Perguruan Tinggi serta 5 LSM yang berasal dari 38 kota, 26 Provinsi di seluruh Indonesia, baik Indonesia bagian barat, tengah maupun timur. Untuk memastikan terciptanya proses berbagi wawasan yang luas dan ilmu yang mendalam di antara para peserta, Temu Nasional ini menghadirkan berbagai pakar dan praktisi nasional yang kompeten di bidang pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, keuangan mikro, demografi dan beberapa isu sosial lain. Beberapa di antaranya adalah pembicara dari pemerintah, seperti Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Pengentasan Kemiskinan HS Dillon, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang

Dewi Hutabarat (Direktur Eksekutif AKSI UI) sebagai narasumber bersama Nina Pramono (Direktur Eksekutif Pertamina Foundation), Sonny B. Harmadi (Kepala Lembaga Demografi FEUI) dengan moderator Ibe Karyanto (Pimpinan Sekolah Otonom Sanggar Akar)

Keynote Speakers: Prof. Dorodjatun Kuntjorojakti, Dr. Ir. H. Nurmahmudi Ismail, Prof. Subroto, Prof. Firmanzah, Drs. Bambang Ismawan, MS, Dr. HS. Dillon.

Ekonomi dan Pembangunan merangkap pendiri AKSI UI Firmanzah, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Pencapaian Millenium Development Goals Nila F Moeloek, dan Direktur Penanggulangan Kemiskinan BAPENAS Rudy S. Prawiradinata.

dayaan masyarakat. Secara keseluruhan Temu Nasional ini menghadirkan sekitar 49 pembicara dari kalangan akademisi, pemerintah, aktivis maupun korporasi, yang bertujuan untuk memastikan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak lagi dilakukan secara sektoral.

Temu Nasional ini juga memperluas cakrawalanya dengan melibatkan pembicara dari pihak korporasi seperti Sugiharto, presiden komisaris Pertamina dan salah satu pendiri AKSI UI, Jerry NG, Presiden Direktur Bank BTPN yang aktif dalam program keuangan mikro yang menjangkau penduduk paling terpencil di Indonesia, dan Pertamina Foundation yang bermaksud mengajak para Perguruan Tinggi untuk bergabung dalam gerakan menabung pohon yang digalakannya sebagai solusi ekonomi bagi bagi peningkatan keber-

Sujana Kata Acara ini adalah milik Perguruan Tinggi Indonesia untuk menjawab panggilan sejarah dan bukti bahwa sejak awal Perguruan Tinggi adalah satu pilar utama penentu arah bangsa ini. Saatnya Perguruan Tinggi menjadi penggerak sinergi berbagai elemen masyarakat untuk proses peningkatan keberdayaan masyarakat berkelanjutan, sehingga mampu mengatasi tantangan kita sekarang: kemiskinan yang melilit ratusan juta saudara kita. Pertemuan ini adalah titik awal, dan hanya  tetesan air. Kita akan terus membangun sinergi di seluruh Indonesia. Sehingga tetesan air yang kecil ini, bila menetes terus menerus akan dapat menorehkan lubang bahkan pada permukaan batu. Drs. Bambang Ismawan MS, Pendiri dan Ketua Dewan Pengurus Yayasan AKSI UI, merangkap ketua Yayasan Bina Swadaya, Penerima “Social Entrepreneur Award� yang pertama dari Ernst & Young yang pertama di tahun 2006.

Temu Nasional ini dirancang sebagai wadah bagi para peserta untuk berbagi pengalaman,mengembangkan pemikiran dan ide dalam menyinergikan strategi di berbagai bidang sesuai dengan karakter dan kondisi geografis masingmasing. Temu Nasional ini ini juga bertujuan untuk merumuskan butirbutir kesepahaman di antara universitas dalam perannya untuk membangun sinergi dan menjadi pendorong sinergi multi Pihak dalam upayanya untuk

Tridharma akan didayagunakan seperti senjata perkasa, Trisula, terutama matra pendidikan dan pengabdian masyarakat, untuk memusnahkan lawan. Hal ini merupakan sebuah kesadaran baru untuk kembali kepada fitrah, mengaktualkan pisau sakti atau tugas suci lembaga pendidikan tinggi. Ke depan diharapkan Perguruan Tinggi dapat kembali memainkan peran strategisnya untuk mendorong reorientasi pembangunan yang berpihak kepada warga yang terlemah dan paling tertindas, yaitu Petani dan Warga Miskin Perkotaan. Dr. HS Dillon, Utusan Khusus Presiden RI untuk Penanggulangan Kemiskinan

2

Di penghujung hari ke-3 dari Temu nasional, para peserta berkumpul untuk merumuskan butir-butir kesepahaman sebagai kristalisasi dari diskusi yang terjadi di sepanjang acara. Butir-butir ini kemudian dibacakan dan ditandatangani bersama sebagai sebuah deklarasi.

Para Peserta dan Keynote Speakers sedang mengikuti jalannya pembukaan Temu Nasional Penanggulangan Kemiskinan 2012 di gedung Sabha Widya Wisma Makara UI - Universitas Indonesia, Depok.

Dokumen ini kemudian akan dibagikan sebagai titik awal rencana kerja nyata yang akan senantiasa dipantau dan menjadi topik lanjutan dalam Temu Nasional berikutnya.

Berbagai wilayah di negara kita menyimpan realita kemiskinan. Bahkan wilayah yang pada awalnya diharapkan menjadi pusat perkembangan ekonomi, penghasil devisa, kantong kemakmuran, ternyata menjadi kantong kemiskinan yang memprihatinkan. Hal tersebut terjadi pula di daerah-daerah perkebunan. Kita perlu saling mendukung untuk menciptakan terobosan dalam memecahkan berbagai persoalan kemiskinan semacam ini. Prof. Dr. Hj Badia Perizade, Rektor Universitas Sriwijaya Palembang yang berada di wilayah yang banyak perkebunan. Saat ini ia adalah rektor perempuan satu-satunya di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri


AKSI UI

Buletin

Rencana Tindak Lanjut TemuNas Penanggulangan Kemiskinan: Perguruan Tinggi Mendorong Sinergi untuk Mendukung Usaha Mikro masyarakat dalam setiap Temu Nasional. Oleh sebab itu tindak lanjut Temu Nasional I Penanggulangan Kemiskinan (3-5 Desember 2012), diarahkan dengan fokus Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Sinergi untuk Mendukung Usaha Mikro di Indonesia.

Temunas Penanggulangan Kemiskinan pertama di Wisma Makara UI Depok, 3-5 Desember 2012. Tampak Dewi Hutabarat dan para peserta Temu Nasional setelah penandatanganan Deklarasi Kesepahaman.

Latar Belakang Sejarah menunjukkan Perguruan Tinggi telah mendapatkan kepercayaan berbagai bidang dari berbagai pihak dalam masyarakat baik kalangan birokrasi, bisnis, LSM, atau komunitas basis. Kepercayaan ini merupakan modal serta pondasi penggalangan sinergi dan kolaborasi multi pihak yang dapat dikembangkan oleh perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam strategi pemberdayaan masyarakat, sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. Temu Nasional I Perguruan Tinggi untuk Penanggulangan Kemiskinan (3-5 Desember 2012) digagas sebagai momen untuk memperkuat poros sinergi perguruan tinggi. Acara ini menghadirkan dan mengkaji potret praktek-praktek cerdas, inovasi dan pengetahuan pemberdayaan masyarakat yang saling dibagikan di kalangan perguruan tinggi. Proses Temunas yang diselenggarakan regular diharapkan secara teratur memperkuat dan semakin memperbaiki praktek-praktek pemberdayaan masyarakat. Rekomendasi berbagai pihak memperlihatkankan pentingnya penajaman arah diskusi pemberdayaan

Perguruan Tinggi telah memiliki pengaruh secara nyata, baik langsung maupun tidak langsung di dalam proses pertumbuhan maupun upaya-upaya dalam menyelesaikan problematika Pengentasan Kemiskinan di Kota Depok. Universitas Indonesia, Universitas Pancasila dan Universitas Gunadarma telah banyak melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat baik dalam bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Isma'il, M.Sc., Walikota Depok

Proses Tindak Lanjut ini juga merupakan tahap persiapan dari penyelenggaraan Temu Nasional Penanggulangan Kemiskinan 2013. Menurut UU No.20/2008, Usaha Mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 300 juta. Bila dikaji relevansi Usaha Mikro dalam Pemberdayaan Masyarakat, maka jumlah entitas merupakan salah satu faktor utama. Terdapat 52 juta Usaha Mikro di Indonesia yang merupakan 92% dari jumlah entitas usaha yang ada dan bila dihitung bahwa setiap usaha menghidupi empat orang, maka maka sekitar 200 juta orang Indonesia hidup dari Usaha Mikro. Kalangan pelaku Usaha Mikro juga merupakan productive poor atau economically active poor, atau kalangan yang miskin, berada dalam usia produktif dan aktif menjalankan berbagai usaha yang secara mandiri memecahkan persoalan kemiskinannya. Bila faktor gender ikut diperhitungkan, sekitar 70 % dari penduduk miskin Indonesia adalah perempuan dan banyak diantaranya aktif dalam berbagai bentuk usaha mikro.

Tujuan Tindak Lanjut Temunas Sebagai ajakan bagi perguruan tinggi untuk membangun strategi sinergi multi

Kemiskinan yang paling mencekam di Indonesia, justru ada di seluruh wilayah pantai kita. Suatu negara kepulauan yang terbesar di dunia, panjangnya mulai dari Moskow di Rusia sampai ke Dublin di Irlandia Utara, dari Berlin ke Roma. Wilayah pantainya, ranking nomor tiga di dunia sesudah Kanada dan Rusia. Alangkah ironisnya, kalau kita tidak berhasil melaksanakan, ‘take off’, oleh karena halangan persoalan politik; tidak bisa diselesaikan karena, ‘sense of justice’, dan ‘sense of equality’. Makin diancam oleh ‘Gini coefficient’ yang makin buruk dan terpusat di kota-kota dan wilayah pantai. Saya kira hal ini tidak boleh didiamkan. Prof. Emeritus Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, PhD, (Ekonom, Guru Besar FEUI, Komisaris Utama Bank BTPN)

3

pihak, untuk pemberdayaan masyarakat melalui dukungan atas Usaha Mikro di wilayah masing-masing, Memperkuat poros sinergi, antar perguruan tinggi dan antara perguruan tinggi dengan berbagai pihak dan Sebagai persiapan untuk menajamkan pembahasan dalam Temu Nasional II Pernanggulangan Kemiskinan yang akan berlangsung 3-5 Desember 2013.

Penggalangan Sinergi Pengorganisasian tindak lanjut berbasiskan Pengorganisasian tindak lanjut berbasiskan penggalangan sinergi multi pihak, melibatkan berbagai kalangan dalam kerangka Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat. Proses ini dilakukan dengan mendayagunakan potensi jejaring perguruan tinggi ditiap daerah.

Model Kegiatan Sinergis dalam Pemberdayaan Usaha Mikro Pemberdayaan Usaha Mikro dilakukan dengan menggalang sinergi multi pihak, dengan berbasiskan antara lain pada kegiatan pokok, meliputi Pemetaan Potensi Usaha Mikro, Pemetaan Pelaku dan Pemetaan Sinergi para Pemangku dan Implementasi Sinergi Multi pihak, dengan berbagai metodologinya.

Produk Akhir yang Diharapkan Produk akhir yang diharapkan adalah kajian dan atau deskripsi sinergi untuk pemberdayaan usaha mikro, yang dapat dipresentasikan dan direfleksikan dalam Temu Nasional II yang akan datang, sedemikian rupa sehingga gambaran pelajaran dari berbagai daerah dapat ditampilkan dalam pertemuan tersebut.

Kata kunci yang penting adalah mengusahakan keberlanjutan dari setiap usaha yang kita lakukan, artinya setiap tindakan yang kita lakukan saat ini adalah tabungan bagi masa depan. Jika hal itu kita lakukan bersama-sama secara konsisten dan sistematis, maka kita membangun sebuah gerakan yang semakin lama akan melibatkan semakin banyak orang.

Nina Pramono, Direktur Eksekutif Pertamina Foundation, pencetus Gerakan Menabung Pohon


AKSI UI

Buletin

Workshop Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi APTIK Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) merupakan salah satu asosiasi sekaligus jaringan Universitas di Indonesia. Agar berbagai universitas dapat saling berbagi pengalaman dan saling belajar dalam wilayah pengabdian masyarakat, 24-26 September 2012 lalu, di Kampus Diklat Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, APTIK bekerja sama dengan AKSI UI menyelenggarakan Lokakarya Pengabdian masyarakat. Ini adalah momen untuk LPPM di lingkungan APTIK. Acara ini dibuka Foto bersama para peserta Workshop APTIK, tampak di antaranya: Prof.Dr. Ir. MM. Lanny W. Pandjaitan Br. Sibarani, MT (Rektor Unika Atmajaya Jakarta), Prof. Subroto (Ekonom oleh rektor Unika Atmajaya JaSenior, Ketua Pembina AKSI UI), Dr. A. Prasetyantoko (Ketua LPPM Unika Atmajaya Jakarta), Bambang Ismawan (Ketua Pengurus AKSI UI), Dewi Hutabarat (Direktur Eksekutif AKSI UI) karta, Prof. Dr. Ir. M.M. Lanny W. dan Benito Lopulalan (Program Advisor AKSI UI yang juga menjadi fasilitator workshop). Pandjaitan, M.T. setelah keynote speech dari Prof. Dr. Subroto. dianut APTIK adalah  preferential option for the poor, atau mendahulukan yang miskin.” Kedua hal tersebut memberi“Di samping Tri Dharma perguruan kan dasar bagi pengabdian masyarakat di lingkungan APtinggi,” ujar Dr. Prasentyantoko, TIK. Pada prakteknya, prinsip-prinsip tersebut dijalankan penyelenggara workshop dari At- secara berbeda di tiap perguruan tinggi. Di Sanata Dharma majaya Jakarta,”Prinsip yang juga Jogyakarta, misalnya, penerapan KKN spesifik menjadi

Membangun Sinergi di Mukun

strategi penting. Di FKIP Atmajaya Jakarta, mahasiswa diorganisasi untuk membentuk kelompok pemberdayaan masyarakat.  Hampir semua Perguruan Tinggi memiliki daerah binaan atau desa binaan. Hampir semua peserta mengharapkan terbangunnya praktek pengabdian masyarakat yang memberdayakan masyarakat di berbagai daerah, bukan sekedar aksi karitatif.  Kegiatan APTIK ini diharapkan membangun jaringan pemberdayaan masyarakat di lingkungan APTIK.

dari beberapa tempat di Flores, seperti Ruteng, Lembor, Labuan Bajo. Pada tengah malam tanggal 10, ada tambahan 3 orang dari Ende dan Larantuka turut menjadi peserta. Acara yang disusun secara spontan ini diarahkan sebagai awal membangun jalinan kerjasama berbagai kelompok dan individu penggerak di NTT, khususnya di Flores. Ini juga terkait dengan impian lama, bahwa suatu saat Mukun akan menjadi salah satu pusat penyedia berbagai pelatihan pengembangan masyarakat, tentu saja dengan dukungan dari jaringan lokal. Lokakarya atau sesi berbagi pengalaman ini melibatkan narasumber utama Bambang Ismawan, Ketua Dewan Pelaksana AKSI UI dan Romo Johan C.P., yang memiliki bergudang pengalaman sebagai penguat keberdayaan masyarakat, salah satu pendiri CU Pancur Kasih (Credit Union) di Kalimantan yang kini memiliki asset sekitar 2 Trilyun rupiah. Selain itu, para peserta pun berkesempatan untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan dan visi masa depan mereka.

“Pelatihan Penguatan bagi Penggerak Masyarakat NTT” di Mukun berjalan sangat efektif, setiap peserta memberikan seluruh perhatian dan antusiasme untuk dapat mengembangkan gerakan yang telah mereka inisiasi di wilayahnya masing-masing. Foto Bersama peserta pelatihan di Mukun.

Hingga akhir Maret 2012, keberadaan listrik adalah mimpi bagi masyarakat di Mukun, desa Golo Meni, Kota Komba, Manggarai Timur, NTT. Namun di akhir bulan itu, segalanya berubah. Usaha swadaya masyarakat berhasil menghadirkan listrik, menerangi desa ini dengan memanfaatkan aliran sungai di Mukun.

Proses ini dipandu oleh Benito dari AKSI UI dan Fernandez dari Bajawa. Di antara sesi-sesi pertemuan, terutama selepas sore, mereka dipersilakan saling berdialog dan sedapat mungkin merencanakan kerja sama sebagai tindak lanjut lokakarya ini. Berbagai tindak lanjut tersebut diharapkan bisa dikoordinasikan sesuai kebutuhan dan kekuatan berbagai kelompok yang hadir waktu itu.

Keberhasilan ini ikut menerangi sesi fasilitasi yang dilakukan AKSI UI di Mukun. Dari 10 hingga 12 April 2012 AKSI UI mengadakan acara saling berbagi dan berdialog antara perwakilan kelompokkelompok swadaya masyarakat (KSM). Mereka berasal dari Mukun maupun dari tempat lain di Manggarai Timur. Selain itu hadir pula para individu penggerak masyarakat

Kontak Redaksi: Kavling Pupuk Kujang Jl Amonia 1 Blok E 26 Beji Timur Depok 16422 T +6221 40743433 F +6221 77214466 E info@aksisinergi-ui.com www.aksisinergi-ui.com www.indonesiafightpoverty.org

Kirimkan Tulisan: Opini, Berita dan Cerita tentang penggalangan sinergi untuk peningkatan keberdayaan masyarakat berkelanjutan, melalui: sinergi@aksisinergi-ui.com

4

Tim Penyusun Dewi Hutabarat Pemimpin Umum Benito Lopulalan Pemimpin Redaksi Alina Darmadi Redaktur Pelaksana Melly Hasan Staf Redaksi Isnu Handono Staf Redaksi Agus Triyanto Staf Redaksi Dominicus Dimas Staf Redaksi Rianti Septiana Staf Redaksi Alex Satrio Fotografi dan Dokumentasi Nasrullah Oneal Disain dan Layout Hergianto Virgi. K Sirkulasi Daniel Kore IT Support Ika Mantari Kontak dan Informasi

Newsletter Sinergi AKSU UI edisi pertama  

Newsletter Sinergi AKSI UI

Advertisement