Page 1


02


DAFTAR ISI

03 04 07 13 15 16 17 21

HELLO!

Hello! Editorial & Daftar Isi

Artikel Utama Inilah Ekonomi

Artikel Ekonomi Islam: Setengah Isi Setengah Kosong

organigram ISEG 2012

organigram BMT�ISEG 2012

PROFIL Presiden ISEG 2012

events Kegiatan yang Terlaksana

next events Kegiatan terdekat

P e n a n g g u n g J a wa b Fauzia Rahma P e m i m p i n R e d a ks i Nana Heryana D esai n Agus Tartila R e d a ks i Astuti Pangestu Fandy Dewanto Sahna Putri Aselira

Editorial AlhamduliLlah, segala puji bagi Allah, dengan segala rahmat dan kemudahan yang dilimpahkan-Nya, kami, Divisi Media and Information System ISEG 2012, berhasil menerbitkan Zeitgeist untuk pertama kalinya di tahun ini. Tak lupa pula shalawat kita haturkan bagi Nabi Besar Muhammad Saw. yang telah membawa kita dari zaman gelap gulita ke zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. Bertepatan dengan prosesi penerimaan mahasiswa baru (PMB), maka kami mewakili seluruh pengurus ISEG 2012 mengucapkan selamat datang para penerus pemimpin bangsa, para pemuda yang penuh cita dan karya. Sesungguhnya perjuangan baru akan dimulai! Sekian dari kami, semoga dengan terbitnya majalah ini, jiwa juang kita semakin terlecut untuk mendalami, memahami, dan menyiarkan ekonomi islam, inyaAllah :D Tim Zeitgeist

03


ARTIKEL UTAMA

Rizma Riyandi Rahman

Direktur Educational ISEG 2012

Manajemen FEB Unpad 2010

B

erabad-abad tahun lamanya manusia beraktivitas dalam perhitungan akan kebutuhan dan peluang. Usaha untuk memenuhi kebutuhan pun terus dilakukan. Semakin hari kehidupan manusia semakin berkembang, lalu akhirnya mereka memahami aktivitas tersebut dengan sebuah kata yang luar biasa, yaitu ekonomi. Setelah itu ekonomi berevolusi menjadi pengetahuan, gaya hidup, ideologi dan sistem. Setiap individu memiliki motif ekonomi yang berbeda, dan terkadang sama. Kumpulan individu tersebut mengakumulasikan nilai ekonominya menjadi sebuah sistem ekonomi. Dan saat ini sistem ekonomi menjadi acuan sebuah negara untuk menjalankan kebijakkan.

04


Dalam menjalani perannya sebagai ilmu pengetahuan, ekonomi memiliki posisi yang sangat kuat. Kita tidak akan menemukan ilmu apapun yang paling berpengaruh di dunia ini selain ekonomi. Karena ekonomi, seseorang mampu merubah haluan berfikirnya menuju kriminal: mencuri karena perlu makan, menjadi penjual barang haram karena menginginkan harta atau uang, dan lain sebagainya. Bahkan dengan ilmu ekonomi yang salah, seseorang mampu menimbulkan krisis serta menciptakan kelaparan, ledakan pengangguran, dan variasi kemiskinan. Hanya dengan seorang George Soros, pada tahun 1998 Eropa dan dunia terkena krisis yang dilematis. Karena pola kapitalis yang mengakar di negeri ini, Freeport dapat meraup semua kekayaan emas bangsa. Tidak berbeda jauh dengan kondisi afrika, karena kebijakan dan kondisi ekonomi yang tak berpihak pada mereka, kelaparan mendera setiap detiknya. Dari beberapa peristiwa tersebut kita dapat melihat seolah-olah ekonomi hanya mampu menyejahterakan sebagian kecil orang, dan menyengsarakan kebanyakan manusia di muka bumi. Padahal tidak selamanya ekonomi menimbulkan ketidakadilan. Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, tidak ada seorang pun yang mau menerima zakat. Artinya, tidak ada

orang miskin di 1/3 dunia (wilayah kekuasaan islam saat itu). Pada masa pemerintahan Fadel Muhammad sebagai Gubernur Gorontalo (Indonesia) selama 10 tahun, tidak ada masyarakat menganggur dan miskin di sana. Saat Demak dan Samudra Pasai berkuasa di nusantara, negeri ini menjadi penguasa perdagangan wilayah Asia. Saat istana El-hambra (Spanyol) masih diisi oleh sultan, Eropa timur menjadi wilayah makmur bebas krisis, lalu berdiri sebagai pusat kajian ilmu di Eropa. Artinya apa yang dihasikan oleh sistem, dan aplikasi pengetahuan ekonomi tergantung pada ideologi dan nilai yang tertanam di dalamnya. Jika dunia menyatakan bahwa ekonomi ideal adalah ekonomi yang bebas nilai, maka itu semua hanyalah kebohongan. Kapitalis, sosialis, semuanya adalah ideologi ekonomi yang sarat nilai. Nilai kapitalis adalah individualisme, kebebasan, dan toleransi tanpa batas. Sedangkan nilai sosialis adalah kebersamaan, keterikatan, dan ketundukan sempurna terhadap peraturan. Maka jika dunia sekali lagi menyatakan ekonomi bebas nilai, maka itulah nilai dari ekonomi yang dimaksud. Lalu untuk menghendaki kebaikan, Anda hanya tinggal memilih ideologi atau sistem ekonomi apa yang akan Anda anut.

05


Sudah beberapa tahun lamanya masyarakat dunia hanya diajak untuk mengenal dua tipe ekonomi ekstrem, yaitu kapitalis dan sosialis. Di negeri kita sendiri, siswa SD sampai SMA hanya dikenalkan dengan dua tipe ekonomi tersebut, lalu dengan tambahan jenis ekonomi pancasila. Tapi apakah Anda tahu, ada sebuah ideologi dan sistem ekonomi yang pernah berkuasa di dunia selama berabad-abad dan menyejahterakan hampir seluruh masyarakat dunia. Itulah ekonomi islam. Walaupun sudah dilupakan beberapa waktu yang lalu, sistem ekonomi islam tetap bergerak menuju fitrahnya, yaitu muncul kembali untuk menyejahterakan manusia. Umar bin Abdul Aziz, Sultan El-hamra, Demak, Samudra Pasai, adalah segelintir kecil bukti nyata kedigjayaan ekonomi islam. Setelah beberapa lama menghilang, muncullah Fadel Muhammad sebagai Gubernur Gorontalo yang mengaplikasikan ekonomi islam di negeri ini. Ekonomi islam bukan hanya sekedar fakta sejarah, namun ekonomi islam adalah keniscayaan yang menjadi pilihan bagi dunia sekarang. Tidak berbeda dengan sistem dan ideologi ekonomi lainnya, ekonomi islam pun memiliki nilai. Menurut Dr. Yusuf Qardawi, ekonomi islam memiliki empat sifat, 1) Ketuhanan; 2)

06

Kemanusiaan; 3) Ahlak; 4) Pertengahan. Nilai seperti inilah yang mendorong manusia lebih bersifat manusiawi, peduli sesama, dan kembali pada fitrahnya. Ahlakul karimah adalah sesuatu yang ditekankan Rasulullah saat Beliau memberi tauladan terbaik dalam praktik ekonomi. Menurut Adam Smith dalam bukunya “Wealth of Nations�, pedagang arab meraih kesuksesan berkat keramahan dan kemurahan hatinya. Mereka selalu mengundang orang miskin dan orang kaya dalam festival dagang. Memberi makan orang miskin adalah caranya untuk mengundang keberkahan, sedangkan menjamu orang kaya adalah langkah untuk memelihara jaringan. Lalu mereka membungkus acara tersebut dengan basmallah dan hamdallah. Itulah ekonomi islam, menyelaraskan profesionalitas dengan moralitas, etika dengan pendapatan, serta kejujuran dengan target penjualan. Dan inilah alasan yang mengantarkan jawaban untuk ekonomi saat ini, karena manusia harus dimanusiakan.


B

erbagai fenomena yang mewarnai perkembangan ekonomi Islam di Indonesia hingga sampai saat ini benar-benar mengagumkan. Perbankan syariah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Maraknya sindrom syariah saat ini, segala sesuatu berlabel

ARTIKEL penetapan peraturan daerah syariah yang tentunya membawa harapan tersendiri bagi umat untuk kembali menegakkan syariat di Indonesia. Setelah semua mata terbuka dan hati menyadari bahwa sistem kapitalis yang

Ekonomi Islam: Setengah Isi Setengah Kosong Sity Muthmainnah

Disadur dari Majalah Salam edisi Januari 2012

syariah, tentunya awal yang baik menuju tatanan masyarakat yang madani. Dimulai dari lembaga keuangan baik bank maupun non-bank, penerapan instrumen-instrumen ekonomi Islam lainnya berkembang. Bahkan di salah satu provinsi di Indonesia sempat menerapkan

diagung-agungkan oleh pemujanya mengalami kehancuran yang sangat fatal, semua mata kini tertuju kepada sistem ekonomi islam yang ternyata mampu membuktikan eksistensinya dalam menghadapi krisis ekonomi. Ekonomi islam tidak hanya imun menghadapi krisis akan tetapi juga

07


memberikan banyak solusi dan berbagai tawaran dalam menciptakan suasana perekonomian yang sehat, bersih dan penuh berkah tentunya. Berlandaskan pengertian ekonomi Islam oleh Abdul Manan, Metwally, dan Hasanuzzaman, Ekonomi Islam sudahlah merupakan wujud yang sempurna. Namun mengapa belum bisa dimaksimalkan? Dengan adanya berbagai kritikan mengenai belum syariahnya perbankan syariah dan apakah ekonomi Islam merupakan kapitalisme minus riba atau sosialisme plus Islam? Ada satu hal yang menarik pada sebuah buku karya Muhammad baqr ash Sadr. Selama ini mungkin banyak dari kita mendefinisikan ekonomi islam merupakan suatu ilmu pengetahuan, namun dengan tegas beliau menyatakan bahwa ekonomi islam bukanlah sekedar ilmu pengetahuan, tetapi sebuah doktrin. Ia adalah cara yang direkomendasikan islam dalam mengejar kehidupan ekonomi, bukan merupakan suatu penafsiran yang dengannya islam menjelaskan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ekonomi dan hukumhukum ekonomi yang berlaku didalamnya. Dengan kata lain doktrin adalah “sistem� dan ilmu pengetahuan adalah “penafsiran�. Doktrin ekonomi berisikan setiap aturan dasar dalam kehidupan ekonomi

08

yang berhubungan dengan ideologi (keadilan sosial). Sementara ilmu ekonomi berisikan setiap teori yang menjelaskan realitas kehidupan ekonomi, terpisah dari ideologi awal atau cita-cita keadilan. Dari sinilah kita mulai memperlakukan ekonomi islam

bukan sekedar sebagai disiplin ilmu pengetahuan namun lebih kepada doktrin. Sehingga berbagai kritikan seperti disebutkan diatas tak perlu terlontar, terlebih lagi pernyataan yang sedikit ekstrem yang dikeluarkan para pengkritis ekonomi islam sebagai berikut; Secara keseluruhan, ekonomi


Islam lebih berhasil menjelaskan apa yang bukan ekonomi Islam, daripada menentukan apa yang membuat ekonomi Islam berbeda sama sekali dengan sistem ekonomi lain. Ekonomi Islam juga lebih banyak mengungkap kelemahan sistem lain daripada

menunjukkan (bahwa ekonomi Islam) secara substansial memang lebih baik. Kalau boleh penulis sedikit simpulkan, bahwasanya ketidakpuasan akan sistem ekonomi islam-bagi pihak yg kontra- bukan pada perkara doktrindoktrinnya tetapi lebih kepada

bagaimana para pelakunya dalam membangun sebuah sistem sesuai dengan konteksnya. Faktanya doktrin ekonomi islam memiliki dua sisi, satu sisi yang telah terisi secara sempurna hingga tak ada lagi kemungkinan untuk merubah atau memodifikasi serta sisi lainnya yang masih merupakan ruang kosong. Islam memasrahkan ruang kosong ini kepada pihak penguasa atau otoritas yang berkuasa (waliyul amr) sesuai dengan tuntunan cita-cita umum, tujuan ekonomi islam serta kebutuhan setiap zaman. Yang dimaksud dengan ruang kosong disini adalah yang berkaitan dengan aturan islam beserta teks-teks legislasinya, bukan yang berkaitan dengan situasi praktis dimana masyarakat muslim hidup didalamnya selama kehidupan Nabi SAW. Nabi mengisi ruang kosong pada hukum islam diranah ekonomi berdasarkan tuntutan situasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat muslim saat itu. Jadi, ketika Nabi mengisi ruang kosong pada saat itu, beliau melakukannya bukan dalam kapasitas beliau sebagai nabi penyampai hukum ilahiyah yang bersifat tetap (permanen) dan berlaku di setiap tempat dan masa. Beliau melakukan itu sebagai otoritas yang berkuasa, yang bertindak atas nama islam dalam tanggung jawab mengisi ruang kosong dalam islam yang berlaku, sesuai dengan tututan situasi

09


dan kondisi. M e n g a p a a d a r u a n g ko s o n g ? Gagasan ruang kosong ini berdiri atas basis bahwa islam tidak menawarkan prinsip aturan hukumnya sebagai sebuah sistem yang statis dan diwariskan sejarah dari masa ke masa tetapi sebaliknya karena islam merupakan ajaran yang komprehensif dan universal. Islam membedakan kedua jenis hubungan antara manusia dan kekayaan alam yang berubah dengan seiring jalannya waktu, dipengaruhi oleh beragam masalah yang secara sinambung dihadapi manusia dalam usahanya mengeksploitasi alam, juga dipengaruhi oleh beberapa solusi yang ia tempuh guna mengatasi beragam masalah tersebut. Makin sering terjadi perubahan pada hubungan manusia dan alam tersebut, makin sering pula terjadi peningkatan kendali manusia atas alam serta kemampuannya, yakni sarana dan cara yang dikuasainya. Atas dasar inilah islam menyediakan ruang kosong dalam hukum ekonominya, agar hukum tersebut dapat selalu selaras dan mencerminkan elemen dinamisnya, yakni hubungan antara manusia dan alam. Ruang kosong ini bukanlah cacat atau cermin dari kekurangan hukum islam. Sebaliknya ruang kosong mencerminkan kekomprehensifan bentuk hukum islam

10

dan kemampuannya dalam perkembangan zaman. Syariah menciptakan ruang kosong dengan memberikan arahan hukum primer bagi setiap kejadian, di sisi lain ia memberikan wewenang kepada kepala negara untuk memberikan arah hukum sekunder sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Sebagai salah satu contoh: imam Ja’far Ash Shadiq ditanya ihwal seseorang yang menjual buah-buahan di sebidang tanah (dalam keadaan belum masak) yang mana kemudian buah buahan tersebut rusak. Imam menjawab �sebuah perselisihan seperti itu di antara masyarakat dikabarkan kepada beliau. Mereka terus menerus menyebutnya. Ketika beliau Rasullulah SAW melihat bahwa mereka tidak juga berhenti berselisih, beliau melarang penjualan buah buahan sebelum masak. Namun beliau tidak mengharamkan buah buahan yang belum masak. Beliau melarangnya karena perselisihan mereka.� Dalam hadist lain diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda "Penjualan buah buahan yang belum masak adalah halal. Namun , jika hal ini menimbulkan perselisihan dan percekcokan, tidak ada yang boleh jual beli buah-buahan yang belum masak." Apa yang terjadi pada hari ini adalah adanya ruang kosong dalam ekonomi


islam dimana belum bisa dimaksimalkan dengan sempurna. 5% pangsa pasar yang ditargetkan perbankan syariah hingga tahun 2015 sepertinya sudah terlalu kadaluarsa untuk dibicarakan mengingat pertumbuhan perbankan syariah yang pesat, sehingga Riawan Amin pada akhir 2010 lalu menyatakan mengapa tidak menyelesaikan target tersebut pada tahun 2012 dengan strategi inklusif. Inklusif disini menolak strategi eksklusif yang sekarang yang menempatkan perbankan syariah berjalan sendiri sehingga kedepan tetap akan kalah dengan konvensional. Inklusif bermakna berjalan beriringan mengambil area konvensional sehingga nanti syariah yang unggul. Kebijakan pengembangan perbankan syariah yang inklusif dalam rangka transformasi sistem perbankan nasional yang lebih murni beretika dan stabil. Kita butuh perbankan syariah sebagai pendorong, “pemurni�, stabilisator, dan penguat sistem perbankan nasional. Kalau benang merah ini sudah dipahami oleh pemerintah dan para pembuat kebijakan, tak perlu gamang dalam membuat kebijakan untuk mengembangkan perbankan syariah, yakni mendorong perbankan syariah dalam kerangka peningkatan perbankan nasional secara keseluruhan menjadi sebuah sistem yang lebih baik. Yang perlu dilakukan cukuplah

mempermudah yang kecil tadi untuk membesarkan dirinya dan membuat yang besar untuk menjalankan transaksi syariah. Sebuah keniscayaan ekonomi islam akan sulit berkembang ketika pemerintah di dalamnya kurang dalam memberikan dukungan dan perhatian yang serius terhadap ekonomi islam. Terlebih lagi dengan disahkannya RUU OJK oktober 2011 lalu dan akan mulai diberlakukan akhir 2013 yang dinilai banyak minusnya daripada plusnya bagi kemajuan perbankan syariah. Bagaimanapun kita butuh orang-orang yang mempunyai otoritas tertentu dalam mengisi ruang kosong ini. Semoga awal 2012 ini menjadi awal yang baik bagi kemajuan ekonomi islam, Sehingga tak lagi ekonomi islam dengan status “setengah isi setengah kosong�. Wallahua’lam bisshawwab

11


ISEG, yang didirikan pada bulan Ramadhan, tanggal 21 Januari 1996, merupakan singkatan dari Islamic Studies of Economics Group, yaitu lembaga kajian ekonomi Islam dalam bentuk Badan Semi Otonom dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran yang mencoba menggagas untuk membentuk suatu forum kajian ekonomi Islam dalam rangka mendorong pengembangan sistem ekonomi Islam agar dapat menjadi sistem pilihan yang familiar untuk memecahkan permasalahan di bidang ekonomi. ISEG memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Memantapkan pemahaman terhadap ekonomi yang berlandaskan ajaran Islam 2. Mendorong anggota untuk memahami sekaligus mengembangkan konsep-konsep dasar ekonomi Islam 3. Menyediakan wadah untuk menampung aspirasi dan membina intelektualitas bagi perkembangan pemikiran ekonomi Islam 4. Membina ukhuwah Islamiyah 5. Memajukan perekonomian umat Islam

12


ORGANIGRAM ISEG 2012

H RD

STAFF

N e t wo rk i n g

Muhammad Jhovy Rahadyan, Risky Noor

Rahma, Kusmiati, Ziada Faqtarib

I n t e rn a l A f f a i r

Nurul Azizah, Mustika, Malinda Iriani,

Hamdani, Astri Aulia Dewi

I n t e rn a l S t u d y

Aulia, Masitoh

Dessy Irawan, Elby Fadila Zulfa, Dani S y ia r

BM

Febrian Aditya Sadewa

Harry Dewantara, Lailani Angrum Sari

Afrizal Fadillah, Nur Hikmah, Arasy Jayanti

Heryadi, Lulu Syahirah Mujahidah, Mia

M e d is

Intensive Study

Saputro, Bagus Adi Dewandharu

Sahna Putri Aselira, Fandy Dewanto, Astuti Pangestu

Mulianingsih

Mochammad Faisal Reza, Syahid Irfan Mubarok, Hanif Pradipta

13


Baitul Maal wa Tamwil (BMT) ISEG merupakan departemen independen khusus yang berada di bawah naungan ISEG Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran. Baitul Maal wa Tamwil (BMT) ISEG ini ada 10 tahun sejak didirikannya ISEG, tepatnya 5 November 2006. Sebagaimana Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang lain, BMT ISEG pun bergerak di pengelolaan dana sosial (ZISWAF) dan dana usaha.

14


ORGANIGRAM BMT 2012

STAFF Pengembangan Sumber Daya Insani

Ma a l

Kori Jamilah, Ferry Gundary Surahman,

Rizky Amanda Altarani, Lia Sri Mulyanti,

Tamwil

Kemitraan

Rizqi Gumilar Nugraha

Tiara Prafitria Sadewa Putri, Indah Maya

Mulyasari, Muhammad Abdullah Mujahid

Galan Kusumasanjaya

Andrya Catur Putra, Arie Indra Rivaldi

15


PROFIL

G

ilang Fachreza, akang yang satu ini adalah presiden dari ISEG (Islamic Studies of Economics Group) FEB

Unpad 2012. Akang yang lahir di Bandung, 27 Mei 1991 ini punya banyak kisah dibalik amanah yang diembannya kali ini. Pertama kali menginjakkan

kaki di Fakultas Ekonomi waktu itu, kang Gilang, begitu kerap disapa, merasa sangat luar biasa karena bisa menemukan komunitas yang

mengkaji ekonomi Islam di lingkungan kampus. Dari ketertarikan itulah

kang Gilang akhirnya memutuskan untuk ikut menjadi staf magang di divisi Intensive Study. Bermodal menjadi staf magang di divisi Intensive Study, kang Gilang sudah mendapat pengalaman

menjalankan program SIES (Studi Intensif Ekonomi Syariah). Di kepengurusan baru, kang Gilang menjadi staf divisi intensive

Study di bawah kepemimpinan Kang Wier. Setelah itu, di

kepengurusan selanjutnya, kang Gilang mendapat amanah

sebagai Manajer Internal Study yang mengurus program kajian ISEG yang boleh dibilang merupakan akar dari ISEG, karena kajian

merupakan sumber ilmu sebelum kita membumikan dan menyampaikan indahnya ekonomi Islam. dan sampai pada saat

ini, kang Gilang diamanahi sebagai Presiden ISEG 2012. Tidak

hanya jago kandang, kang Gilang juga mengikuti berbagai lomba serta meraih juara di berbagai kompetisi seperti Temu Ilmiah Nasional di Riau, Temu Ilmiah Regional di Bandung

serta berbagai kompetisi lainnya. Sebagai presiden, kang Gilang berharap bisa berpartisipasi atas tercapainya visi dan

misi ISEG yaitu menjadi organisasi Internasional 2012. Dan kesan kang Gilang mengenai ISEG yaitu “Saya bertemu dan berkumpul orang-orang luar biasa di ISEG�. (SHN)

Nama Lengkap : Gilang Fachreza Nama Panggilan : Gilang TTL : Bandung, 27 Mei 1991 Jurusan/Angkatan: Akuntansi / 2009 Alamat : Komp.GBA 2 Blok E5/7 RT 07 RW 09 Kec.Bojongsoang, Kab.Bandung Email : gilang_bandung@yahoo.co.id Twitter : @gilang_fachreza

16


EVENTS

Self Development Training (SDT)

WELCOMING PARTY

Acara penerimaan anggota baru ISEG, diadakan tanggal 11 Maret 2012 di kampus FEB Unpad, diisi dengan acara perkenalan, makan siang, dan games.

Self

Development

Training

(SDT),

sebuah

bentuk

KAJIAN

pelatihan dan pengembangan SDM yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengurus untuk dapat

mengembangkan kompetensi mereka dan sebagai media untuk meningkatkan kualitas kerja ISEG.

Dalam kepengurusan ISEG 2012, telah diadakan 2 kali SDT. SDT 1 diadakan di kampus FEB Unpad pada 8 April 2012 dengan trainer Angga Putra, Sekjen KM ITB 2012/2013, dengan materi teamwork dan komunikasi.

SDT 2, sebagai kelanjutan dari SDT sebelumnya,

diadakan di Taman Hutan Raya Djuanda pada 1 Juli 2012 dengan materi kebersamaan dan meraih cita-cita oleh Muhammad Ikhsan Akhirulsyah.

Kajian rutin mingguan dengan kurikulum terpadu yang membahas ekonomi Islam dari dasar. Peserta kajian dibagi perkelas sesuai mata kajian yang diambilnya. Para pengajar merupakan senior yang telah mengikuti pembekalan yang disebut Misbahul ‘Ilmi.

17


ESGS

Economic Sharia Goes to School

Memperkenalkan Ekonomi Islam lebih dini kepada siswa/siswi SMA merupakan salah satu langkah awal ISEG dalam menyiarkan Ekonomi Islam. ISEG, pada tanggal 31 Mei 2012 mengunjungi SMAN 1 Bandung dan memberikan pemaparan tentang apa itu Ekonomi Islam dan urgensinya. Peserta yang mayoritas merupakan siswa kelas 2 SMA ini menyambut dengan antusias pemaparan yang diberikan oleh Kang Fadhil dan kang Raran. Studi Intensif Ekonomi Islam (SIES) merupakan acara rutin ISEG yang diadakan 2 kali setahun dengan tujuan untuk menyebarkan pengetahuan ekonomi Islam kepada masyarakat umum dengan menghadirkan para pakar ekonomi islam. SIES diadakan mulai tanggal 19 Mei 2012 dan diadakan selama 8 kali pertemuan tiap sabtu dan minggu. Peserta yang mendaftar berasal dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, dosen, pegawai, dll.

SIES

Studi Intensif Ekonomi Syariah

18


JITU

KASIH

Jitu (Kajian Aktual) merupakan kajian yang mengangkat isu-isu aktual yang terjadi saat ini.

Jitu, tanggal 10 Mei 2012 lalu, mengangkat tema "Ekonomi Islam Menyongsong Asean 2015" dengan nara sumber Bapak Irawan Febianto, dosen FEB Unpad.

Menjaga silaturahim, keeratan hubungan dengan sesama anggota, sangat penting dalam berorganisasi. Hal ini sangat disadari, sehingga diadakanlah Kasih, Kajian dan Silaturahim, pada tanggal 6 Mei 2012. Acara ini berbentuk kunjungan ke rumah salah satu pengurus dan diisi dengan internalisasi agar semakin mempereratjalinan silaturahim yang ada.

TEMU ILMIAH REGIONAL (TEMILREG) JAWA BARAT

Temu Ilmiah Regional, Acara besar tahunan se-Jawa Barat yang diadakan secara bergilir, tahun ini diadakan oleh ISEG Unpad pada 1112 April 2012. Rangkaian acara Temilreg hari pertama berupa Olimpiade Ekonomi Islam babak penyisihan dan sharing para kader FoSSEI, kemudian pada hari kedua, dilangsungkan babak final Olimpiade Ekonomi Islam yang pada akhirnya dimenangkan oleh SCIEmics UPI, juga Seminar Nasional yang membahas tentang OJK. Temilreg selanjutnya, insyaAllah akan di adakan oleh Universitas Kuningan sekitar bulan Maret-April.

19


Kampanye Nasional: Indonesia Berzakat Acara ini merupakan Kampanye Nasional yang dilakukan secara serempak (Minggu, 13 Mei 2012) di beberapa kota di Indonesia oleh KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) di bawah naungan Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), yang salah satunya akan di adakan di Bandung. Kegiatan tersebut meliputi : - Long March dari Gedung Sate Bandung menuju Jalan Ir. H Juanda (Car Free day Dago) pada pagi hari. - Membuat Spot konsultasi zakat di CFD Dago, di depan Bank Muamalat Dago - Membagikan buku saku mengenai Zakat. - Membagikan Balon dan Stiker yang bertuliskan Aku Berzakat Peserta adalah seluruh mahasiswa, khususnya anggota Islamic Studies of Economics Group (ISEG) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, anggota FORMAIS (EKUITAS), SCIEMICS (UPI), FORDES (UIN Bandung), YOCIE (UNISBA), KOMAHES (STIE Muhammadiyah), beserta Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Jawa Barat.

20


NEXT EVENTS Sharia Road to Village (SRV)

Sharia Road to Village (SRV), program kunjungan ke desa binaan ISEG, yaitu desa Batuloceng, di daerah Lembang. Peserta yang ikut berkunjung akan menginap beberapa hari dan saling berbagi dengan masyarakat desa, baik tentang keilmuan, maupun yang lainnya.

Seminar Nasional Ekonomi Syariah (SNES)

Salah satu acara seminar besar berskala nasional ISEG laiinnya. saat ini masih dalam tahap perekrutan panitia setelah pada minggu keempat Juli terpilih Galih Satria Mahardika sebagai ketua pelaksananya,

Olimpiade Ekonomi Islam (OEI)

Olimpiade Ekonomi Islam (OEI) merupakan kompetisi ekonomi islam lingkup FEB Unpad. Kompetisi ini diadakan sebagai salah satu persiapan menghadapi Temu Ilmiah Regional dan Temu Ilmiah Nasional, selain itu juga untuk memupuk rasa ingin belajar akan ekonomi islam.

Young Entrerpreneur Sharia (YES)

Acara yang diadakan oleh BMT-ISEG dengan ketua pelaksana Dessy.Young Entrerpreneur Sharia(YES) merupakan serangkaian acara dari business plan, company visit dan seminar yang insyaAllah akan diadakan pada bulan November 2012 ini.

Sharia Road to Company (SRC)

Berbentuk study tour ke perusahaan-perusahaan berbasis syariah yang ada di Indonesia.

21


Zeitgeist; Spirit of Ages  

Majalah dari Islamic Studies of Economics Group (ISEG) FEB Unpad