Issuu on Google+

APRESIASI SENI RUPA Standar Kompetensi : 1.

Mengapresiasi karya seni rupa.

Kompetensi Dasar

:

1.1.

Mengidentifikasi keunikan gagasan dan tknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat 1.2. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat

I.

WAWASAN SENI

A. ASAL MULA KATA SENI Secara istilah (etimologi) seni berasal dari bahasa Sangsekerta (pendapat I Gusti Bagus Sugriwa) yaitu SANI, yang artinya persembahan, pelayanan dan pemberian. Istilah ini berkaitan erat dengan upacara kegamaan yang pada akhirnya disebut kesenian. Istilah seni juga merupakan padanan kata dari Art (Ingris) dan ars (latin) atau techne (yunani). Istilah techne kerap dipadankan dengan kemahiran atau keterampilan yang tinggi dalam menciptakan benda-benda kebutuhan sehari-hari. Sedangkan istilah seni rupa merupakan padanan kata dari visual art (seni rupa yang dapat dilihat), fine art (seni indah), dan ada pula yang menyebutkan pure art (seni murni). Istilah pure art dimasa sekarang dipadankan dengan karya seni murni yang tidak memiliki kegunaan praktis, sepeti lukisan atau patung. B. PENGERTIAN SENI Seiring dengan perkembangan zaman, banyak definisi seni diungkapkan oleh para ahli yang apabila disimpulkan terbagi menjadi lima, yaitu : 1. Seni sebagai ketrampilan Seni adalah suatu ketrampilan untuk membuat barang-barang atau mengerjakan sesuatu. Definisi ini berpangkal dari bahasa Latin, ars yang berarti ketrampilan atau kemahiran. Orang Yunani mengartikan kata ars ini dengan techne yang kemudian kita kenal dengan sebutan teknik. Jadi, seni dalam batasan ini identik dengan teknik. 2. Seni sebagai kegiatan manusia Definisi ini bertolak dari pengertian seni adalah suatu kegiatan atau aktivitas manusia dalam melahirkan karya seni. Hal ini sejalan dengan batasan-batasan yang dikemukakan oleh beberapa ahli antara lain : 1) Leo Tolstoy Seni adalah suatu kegiatan manusia yang secara sadar dengan perantara tanda-tanda lahiriah tertentu menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayati kepada orang lain sehingga orang lain itu ikut merasakan perasaan-perasaan seperti ia alami. 1) Everyman encyklopedia Seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan apa saja yang dilakukan semata-mata karena kehendak akan kemewahan, kenikmatan araupun kebutuhan spiritual.

1


2) Achdiat Kartamihardja Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksi kenyataan dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani dipenerimanya. 3. Seni sebagai Karya Seni Menerangkan bahwa seni meliputi setiap benda yang dibuat oleh manusia. Dalam hal ini benda itulah yang disebut karya seni sedang proses adalah sebuah kegiatan untuk melahirkan karya seni. 4. Seni sebagai seni Indah (Seni Murni) Yang termasuk seni ialah kegiatan yang menghasilkan karya indah. Karya indah disini berbeda dengan karya-karya benda pakai. Itulah sebabnya masa kini timbul dua perbedaan seni, yaitu seni murni dan seni pakai. Batasan seni indah diperkuat lagi oleh Ki Hadjar Dewantara yang mengatakan bahwa seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia. Dari definisi-definisi di atas, secara umum dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya setiap karya seni harus indah. Lalu yang menjadi masalah apakah indah atau keindahan itu. Untuk menjawab masalah itu ada dua teori yang mempersoalkan keindahan itu, yakni teori subjektif dan teori objektif. Teori subyektif memandang bahwa keindahan terletak pada yang melihat. Sejalan dengan teori ini batasan-batasan berikut merupakan pendapat yang memperkuat teori di atas. Batasan-batasan itu antara lain : 1) Socrates Keindahan adalah segala sesuatu yang menyenangkan dan memenuhi keinginan terakhir. 2) Emanuel Kant Keindahan adalah yang menyenangkan tanpa pamrih dan tanpa adanya konsep-konsep tertentu. 3) Fichte Keindahan bukan terletak pada objek, tetapi terdapat dalam batin atau jiwa. Teori Obyektif memandang bahwa keindahan terletak pada objek yang dilihat. Hal ini sejalan dengan pendapat dari : 1) Santo Agustinus Keindahan ialah kesatuan bentuk-bentuk. 2) Thomas Aquinas Ada tiga syarat yang dikatakan indah yaitu kesatuan, proporsi yang tepat atau harmonis dan adanya klaritas atau kejelasan. 3) Herbert Read Keindahan adalah kesatuan hubungan bentuk-bentuk. 5. Seni Sebagai Proses Kreasi Seni adalah suatu produk yang dilahirkan karena adanya proses kreativitas. Proses itu lahir karena didorong untuk menemukan suatu ide atau gagasan yang sebelumnya belum ada atau belum berhubungan. Ada lagi beberapa ahli yang mengemukakan mengenai definisi seni, yaitu : 1) Brade Seni adalah pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang membahagiakan jiwa spiritual manusia.

2


2) Kahler Seni adalah penjelajahan manusia dalam menciptakan realitas baru di luar kemampuan akal serta menyajikannya dalam bentuk perlambangan. 3) Langer Seni adalah kegiatan untuk menciptakan sesuatu yang dapat dipahami oleh perasaan manusia; bentuknya dapat berupa lukisan, patung, arsitektur, musik, drama, tari, film, dsb. 4) Weitz Seni adalah sebuah karya yang mengandung kesatuan organik yang kompleks serta disajikan dalam wujud kesatuan unsur, ekspresi, dan hubungan di antara keduanya yang menggugah indera manusia. 5) Read Seni adalah kemahiran dalam menciptakan aneka bentuk untuk menggembirakan orang lain. 6) Parker Seni adalah ekspresi sebuah pengalaman yang nyata dan memiliki nilai yang berdiri sendiri yang dapat ditangkap oleh panca indera. 7) Sumardjo Seni adalah suatu wujud yang terindera, atau merupakan benda yang dapat dilihat, didengar, atau keduanya. 8) Djelantik Seni adalah hal-hal yang diciptakan dan diwujudkan oleh manusia dan dapat memberi rasa kesenangan, kepuasan, dengan penikmatan rasa indah. Sedang para ahli filsafat mengemukakan bahwa pengertian/definisi seni dapat diperluas, yaitu sebagai : a. Kemahiran untuk melakukan atau menciptakan sesuatu untuk memuaskan pengalaman seseorang dalam menikmaati keindahan. b. Kemahiran seseorang dalam mengungkapkan atau mengkomunikasikan perasaannya, baik secara individual maupun sosial. c. Kemahiran dalam merancang, menyusun, atau mempertunjukkan suatu kegiatan yang memiliki nilai-nilai keindahan yang bersifat subjektif. d. Wujud sebuah produk/hasilan dengan kemahiran yang baik, baik dilakukan oleh pribadi maupun kelompok. e. Wujud utama dari kebudayaan ataupun bangsa yang memiliki makna. C. TUJUAN PENCIPTAAN SENI Tujuan penciptaan seni dibuat oleh penciptanya amatlah banyak. Ada yang demi kepuasan pribadi, tuntutan keadaan, tujuan praktis untuk mencari uang, adapula yang demi kepentingan kesejahteraan umat manusia. Meskipun tujuannya amat beragam tetapi hakikat dari proses kreasi tersebut adalah terciptanya nilai-nilai kebaruan, dikarenakan hasrat untuk menciptakan unsur kebaruan inilah sebuah karya seni memiliki makna untuk kehidupan yang lebih luas. Secara umum tujuan penciptaan karya seni adalah sebagai berikut : 1) Ekspresi pribadi. Ungkapan emosional terdalam diwujudkan dalam berbagai wujud simbolisasi rupa. 2) Aktualisasi diri. Upaya untuk membangun eksistensi pribadi melalui ungkapan estetis. 3) Eksperimentasi. Upaya pencarian dan percobaan mengolah berbagai unsur rupa dengan bermacam media untuk memperoleh orisinilitas karya estetis.

3


4) Pembaharuan nilai keindahan. Upaya kreatif untuk menciptakan hal-hal baru dalam berungkap seni. 5) Objek ekonomi. Penciptaan karya seni yang sejalan dengan selera masyarakat atau pemesan untuk alasan perdagangan, galeri lelang, aset kekayaan, maupun peningkatan nilai ekonomis. 6) Rekaman peristiwa. Proses penciptaan karya seni dengan alasan merekam suatu peristiwa tertentu yang menyentuh dan bermakna. 7) Alat komunikasi Upaya membangun berbagai gagasan atau imajinasi seniman sehingga dapat dipahami oleh masyarakat penikmatnya. 8) Terapi kejiwaan Pengayaan jiwa bagi seniman maupun penikmatnya sehingga memperoleh ketenangan, hiburan, pelampiasan, maupun penyehatan rohani. 9) Perluasan wacana Proses penciptaan/pagelaran seni untuk meningkatkan apresiasi masyarakat sehingga memperoleh pengalaman baru dalam mengamati karya seni itu. 10)Keagamaan Seni sebagai media penyampaian ajaran agama, pendukung upacara keagamaan, ataupun sebagai proses pemujaan kepada sang mahapencipta. 11)Politik Seni sebagai alat pendukung, kampanye, dan propaganda ideologi politik tertentu. Dari tujuan penciptaan seni di atas, dapat disimpulkan bahwa seseorang menciptakan karya seni dengan tujuan meningkatkan kualitas kehidupan zamannya sehingga memiliki arti penting bagi generasi berikutnya. Di beberapa negara, pencapaian tersebut terlihat dari hadirnya karya besar bidang seni rupa dan terciptanya budaya benda yang menjadi simboll kemajuan peradaban umat manusia sekarang. Sebagai media ekspresi, tidak tertutup kemungkinan bahwa seni dipakai untuk tujuan negatif, seperti penyebarluasan pornografi, pelecehan, fitnah, ataupun penipuan. Bahkan dalam pandangan masyarakat awam, dunia seni rupa kerap dipadankan dengan seniman yang gondrong, manusia eksentrik dan asosial. Namun pandangan picik semacam ini diharapkan tidak terjadi pada dunia keterpelajaran modern seperti sekarang.

D. FUNGSI SENI 1. Fungsi umum seni Fungsi karya seni amat beragam. Bahkan sebuah karya seni dapat memiliki beberapa fungsi sekaligus. Seni dalam kehidupan manusia memiliki peran dan fungsi psikologis, sosial, ekonomi, budaya, bahkan lebih luas daripada itu. Sepanjang sejarah kehidupan manusia tidaklah dapat disangkal bahwa manusia tidak bisa lepas dari seni. Seni adalah bagian dari kehidupan manusia sejak dari zaman prasejarah hingga kini. Seni merupakan kebutuhan yang sama pentingnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya seperti sandang atau pangan. Di dalam mempergunakan atau menikmati karya seni, sebenarnya terdapat dua sisi penerapan yang berbeda. Ada yang langsung dinikmati, misalnya melihat lukisan atau mendengarkan musik, dan ada yang tidak langsung dinikmati seninya, misalnya duduk dikursi ukir atau minum dengan menggunakan cangkir keramik. Itulah sebabnya seorang ahli estetika dari Prancis yang bernama Charles Batteaux membagi seni menjadi dua bagian, yaitu : 4


1) Seni Murni. Seni murni (pure art) disebut juga seni indah (fine art) adalah seni yang semata-mata hanya terikat pada kepentingan estetis, misalnya seni lukis, seni patung, seni tari, seni musik, seni sastra, dan seni drama. Hasil karya seni murni dapat dinikmati langsung oleh manusia baik sebagai media ekspresi maupun sebagai sarana apresiasi. Jadi, dalam hal ini penikmatan seni murni lebih erat hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan emosi/rohani 2) Seni Pakai. Seni pakai (applied art) disebut juga seni guna (useful art) adalah seni yang diciptakan selain terikat kepentingan estetis juga terikat dengan kepentingan utamanya, yakni manfaat atau kegunaan. Contoh seni ini, misalnya seni kerajinan, seni dekorasi, dan seni busana. Penikmatan seni ini tidak langsung terhadap nilai estetisnya, tetapi lebih ditekankan pada kegunaan atau manfaat dari karya seni tersebut. Jadi seni ini pada umumnya lebih dekat pada pemuasan kebutuhan fisik/jasmani. 2. Fungsi Individual Seni 1) Fungsi Individual yang Memenuhi Kebutuhan Emosional Fungsi ini erat hubungannya dengan karya-karya seni murni. Di sini seniman menciptakan karya seni, pada saat proses penciptaan itu berlangsung semua yang ada dalam dirinya terungkap dan hadir ke dalam karya seni. Baginya seni merupakan sarana untuk mengungkapkan jiwa dan emosi, menyatakan keberadaan, menuangkan rasa estetis, dan perasaan-perasaan lainnya. Jadi, seni berfungsi sebagai media ekspresi untuk pemuasan diri. Bagi penikmat seni, karya seni dapat berfungsi sebagai sarana hiburan saja dan dinikmati melalui jiwa dan emosinya. Penikmatan lebih jauh terhadap karya seni bisa mendatangkan rasa empaty terhadap karya seni itu sendiri. 2) Fungsi Individual yang Memenuhi Kebutuhan Fisik Fungsi ini erat hubungannya dengan karya-karya seni pakai. Penggunaan karya-karya seni pakai dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya terdapat dua nilai fungsi, yaitu nilai estetis dan nilai guna. Namun, kadang-kadang dalam penikmatannya nilai pertama terabaikan yang dirasakan hanyalah nilai kegunaannya. Hal ini disebabkan penekanan penciptaannya lebih diutamakan pada penekanan kegunaan sehingga secara tidak langsung karya-karya tersebut lebih dekat kepada pemenuhan kebutuhan fisik. 3. Fungsi Sosial Seni Berikut adalah perincian penerapan fungsi sosial seni dalam bidang bidang sebagai berikut : 1) Bidang Rekreasi Penikmatan seni pada bidang ini yang paling awal adalah hiburan atau rekreasi. Penikmatannya bisa bersifat langsung atau tidak langsung. Yang bersifat langsung karena objek rekreasi utamanya adalah seni, misalnya pameran lukisan, pergelaran tari, pertunjukan musik atau pementasan drama, sedang yang tidak bersifat langsung ialah apabila karya seni tersebut hanya sebagai pelengkap pada sebuah objek rekreasi, misalnya tata ruang pada restauran, pertunjukan musik pada restauran dan penerapan seni pada lokasi rekreasi. 2) Bidang Komunikasi Komunikasi merupakan hubungan antara satu individu dengan individu lainnya, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok lainnya. Untuk menjlin hubungan nya, antara individu dengan kelompok, dan antara 5


kelompok dengan kelompok lainnya. Untuk menjalin hubungan tersebut banyak sarana yang di gunakan dan satu di antaranya karya seni. Contoh komunikasi yang menggunakan seni sebagai medianya, antara lain drama program KB, drama wajar 9 tahun, dan kampanye kesehatan di televisi. Contoh lain yang merupakan komunikasi antara produsen dengan konsumen adalah lewat reklame, misalnya melalui iklan, poster, spanduk, dan selebaran. 3) Bidang Keagamaan Karya-karya seni yang diterapkan dalam bidang keagamaan sifatnya hanya sebagai pelengkap yang memberikan makna yang sesuai dengan tempat atau situasi tersebut. Contoh penerapannya dapat kita lihat pada dekorasi sebuah mesjid atau gereja, rancangan bangunan keagamaan yang bernilai agung, wibawa dan suci, lagu-lagu yang berlirik keagamaan, tari-tarian sakral, lukisan, dan karya patung yang bertemakan keagamaan. 4) Bidang Pendidikan Banyak metode penyampaian pengetahuan kepada peserta didik, misalnya metode ceramah, demontrasi, eksperimen, penugasan, dan peragaan. Dalam metode peragaan banyak digunakan alat-alat peraga dan satu diantaranya karya seni. Karya-karya seni itu, misalnya patung, gambar, photo, ilustrasi, dan gambar slide.

E. SIFAT SENI Seni memiliki sifat atau karakteristik tertentu yang tidak ditemukan dalam hal lain. Salah satu sifat utama seni adalah sebagai objek maupun sebagai wahana kreatifitas penciptanya. Seni secara garis besar memiliki sifat untuk memenuhi aspek kognitif (pengetahuan) manusia dan kebutuhan fisiknya. Seni modern memiliki sifat bebas dan demokratis (mandiri, liberal) yang siap untuk dikritik dan terbuka terhadap pembaharuan. Jargon “seni untuk seni� sebagai mana berkembang di awal abad ke-20, yang kemudian melahirkan istilah “seni atas� (high art), kini telah mengalami perubahan. Dengan demikian, seni masa sekarang cenderung bersifat mandiri dan menjadi bagian dari kehidupan kreativitas manusia sehari-hari. Secara umum sifat seni itu dapat diamati melalui karakter dari berbagai ungkapan rupa, gagasan, maupun tujuan karya itu dibuat. Antara masing-masing sifat sebenarnya tumpang tindih, namun demikian dalam beberapa segi terdapat penekanan utama sejalan dengan proses dan tujuan pembuatan karya. Sifat seni tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Simbolis Karya seni tradisional umumnya penuh diwarnai perlambangan, baik dalam bentuk metafora binatang, tumbuhan, bangunan, atau figur manusia. Metafora binatang dan tumbuhan banyak kita jumpai di candi-candi, motif hias kain batik, bahkan perabotan sehari-hari. Warna-warna yang dipilih kerap pula melambangkan sesuatu, seperti warna emas melambangkan kekuasaan, warna merah melam-bangkan keberanian, atau warna biru melambangkan alam. 2. Mitologis Tokoh-tokoh legenda dan mitos terdapat pada benda-benda seni. Seni pewayangan yang menggambarkan mitologi Pandawa Lima, Gatotkaca, Kurawa, Rahwana, Dorna, dan sebagainya merupakan seni rupa yang bersifat mitologi. 6


1. Religius Karya seni yang dipergunakan untuk menunjang kegiatan ritual dan penyampaian ajaran keagamaan. 1) Simbol-simbol keagamaan. Banyak sekali simbol-simbol keagamaan yang dibuat secara rumit dan indah sehingga menggugah umat yang menggunakannya. Hal itu dapat kita jumpai pada berbagai bangunan ibadat, ornamen pendukungnya, media penyampaian ajaran, model pakaian, maupun alat-alat penunjang kegiatan ritual. 2) Bersifat magis. Ini contohnya pada karya kesenian yang dikeramatkan, baik berupa patung, peralatan, batu nisan, ataupun benda kesenian lainnya. 3) Media penyampaian ajaran agama. Misalnya seperti yang dilakukan oleh para wali melalui pagelaran wayang, karya sastra, kaligrafi, maupun wujud pakaian. 4) Titah agama. Bagi agama yang menekankan tentang pentingnya keindahan, Tuhan itu amat mencintai keindahan. Berdasarkan hal tersebut, berkembang pula musik rohani, pakaian rohani, dan suara puji-pujian yang disertai tetabuhan yang indah. 5) Kepekaan moral. Melalui penghalusan budi pekerti dan kepekaan rasa, manusia, secara tidak langsung dibangun kesadaran moralnya untuk hidup lebih baik, tertib, dan indah. 2. Fungsional Seni modern beserta nilai-nilai estetikanya kini disamping memiliki sifat untuk memacu kreatifitas, juga memiliki sifat untuk : 1) Menghibur dan menggugah. Selain memiliki sifat untuk menampung aspirasi intelektual suatu masyarakat, Kesenian juga memiliki peran yang tidak kecil dalam menghibur masyarakat. Baik sebagai wujud ungkapan rasa senang penciptanya, menggembirakan penikmat seni, ataupun membahagiakan masyarakat. 2) Manfaat. Seni rupa juga memiliki fungsi praktis sebagai penyedia alat-alat kebutuhan sehari-hari. Seperti, menyediakan hunian yang nyaman, menciptakan berbagai jenis kendaraan dengan aneka model, menciptakan anekka pakaian sehari-hari, hingga sebagai media hiburan populer. 3) Meningkatkan kualitas hidup. Tanpa adanya estetika, semua hasil kebudayaan manusia akan serba seragam, terasa hambar, dan kering. Namun dengan tumbuhnya estetika dalam kehidupan sehari-hari, semua barang dan lingkungan kehidupan umat manusia menjadi indah, tertib, beragam dan kreatif. 4) Mendidik. Kesenian jugga membantu proses pendidikan, baik melalui kemampuannya sebagai media intelektual, maupun sebagai bagian praktis penyediaan alat-alat pendidikan, seperti buku, tas, pensil. 5) Menguntungkan. Kesenian modern memiliki peran yang lebih luas, melalui dukungan praktis sebagai bahan yang diperjualbelikan. Adanya balai lelang lukisan, galeri seni, hak cipta, royalti, dan sebagainya, semuanya menujukan bahwa karya kesenian pun telah menjadi komoditi penting dalam kehidupan manusia modern. 3. Sosial Pada karya seni rupa modern karya seni memiliki pula sifat sebagai: 1) Kritik sosial. Sifat kritis seni adalah ungkapan-ungkapan ekpresif yang mampu mengkritisi keadaan demi perbaikan. 7


2) Tanda-tanda zaman. Dalam hal-hal tertentu, seni juga dapat di pakai sebagai indikator ‘tanda-tanda’ zaman yang berlangsung pada satu kurun waktu tertentu. Baik sebagai monumen kebudayaan, tingkat selera masyrakat, gaya hidup masyarakat, maupun sebagaai ciri peradaban yang berlangsung. 3) Pemecahan sosial. Dari segi terapan, terutama dalam desain, seni banyak membantu memecahkan berbagai persoalan kehidupan sosial. Baik sebagai penyedia lapangan kerja, peningkatan ekspor, pembangunan identitas nasional, hingga keterlibatannya dalam mengkampanyekan perjuangan masyarakat melawan penindasan. 4) Penyadaran sosial. Kontribusi seni ini dapat dirasakan melalui kampanye anti narkoba, pelestarian lingkungan, keluarga berencana, peningkatan gizi, peringatan terhadap epidemi penyakit, dan sebagainya. 5) Memanusiakan teknologi. Dalam desain, peranan seni amatlah besar, terutama untuk ‘mengemas’ teknologi yang ‘kasar’ menjadi teknologi yang lebih humanis, seperti terlihat pada aneka barang dan peralatan yang sering kita gunakan. 4. Inovatif Sebagai bagian dari dunia kreativitas manusia, peranan utama seni adalah menawarkan berbagai pembaharuan. Diantaranya : 1) Menawarkan nilai estetik baru. Terutama gaya berungkap baru yang menyertai ekspresi seni murni maupun desain yang sebelumnya tidak dikenal atau sama sekali baru. 2) Sumber gagasan kreatif. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan oleh para seniman banyak mengilhami para perancang untuk menerapkannya pada karya desain, baik desain busana, bangunan, maupun alat transportasi. 5. Ekonomis Dalam dunia praktis kegiatan perancangan, nilai estetik atau seni banyak membantu dalam : 1) Meningkatkan pemasaran. Nilai-nilai estetik suatu produk dapat memperluas jangkauan pasar. Dibandingkan dengan produk sejenis yang kurang estetis, produk yang lebih baik segi rupanya akan dipilih oleh konsumen. 2) Sebagai asset. Karya seni bermutu apabila karya seniman besar telah diakui sebagai asset yang berharga baik bagi kolektornya maupun bagi negara. 3) Komoditi ekspor. Banyak kerajinan nasional yang diminati oleh konsumen di banyak negara. Hal ini menunjukkan bahwa nilai estetik yang menyertai karya-karya kerajinan itu memiliki peluang yang menguntungkan sebagai komoditi ekspor ke berbagai negara, dibandingkan dengan ekspor bahan baku yang kurang memiliki nilai tambah. 6. Komunikatif Sama halnya dengan bahasa verbal (ucapan), daya komunikasi seni telah diakui. Sebab seni memiliki sifat : 1) Restoris. Karya seni diakui memiliki kemampuan menciptakan retorikaretorika kebudayaan sehingga mampu mengarahkan gerak pembaharuan wujud ke arah tertentu melalui berbagai karya artifak bermutu. 2) Propaganda. Untuk hal tertentu, seni juga memiliki kekuatan propaganda untuk mempengaruhi manusia di zamannya hingga sejalan dengan penggagasnya. 3) Kampanye. Bahkan untuk hal tertentu sifat komunikatif seni kerap dimanfaatkan untuk kepentingan penyebaran ideologi politik praktis maupun politik kebudayaan. 8


4) Bahasa. Seperti halnya bahasa verbal, seni juga dapat dinilai sebagai bangun bahasa rupa, bahasa gerak, dan juga bahasa bunyi (kerap disebut sebagai bahasa nonverbal) yang memiliki gramatika, kosa kata, dan tata ungkap sendiri. 7. Budaya Sifat yang paling unik dari sebuah kegiatan kesenian atau karya seni adalah sifat kulturalnya. Beberapa sifat budaya tersebut antara lain : 1) Tanda peradaban. Telah menjadi kebiasaan di kalangan ilmuwan, sejarawan, dan pemikir dunia untuk menempatkan kesenian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam tanda peradaban penting setiap bangsa. Piramida Mesir, Menara Piza, lukisan Monalisa, Menara Eifffel, patung Liberty, candi Borobudur, bangunan Taj Mahal, bangunan mesjid Nabawi, dan sebaginya diakui sebagai karya seni yang menjadi tanda peradaban. 2) Perilaku kebudian. Masyarakat dunia mengetahui, bahwa kesenian merupakan ungkapan yang terdalam dari akal budi masyarakatnya. Seamkin halus budi sebuah bangsa, semakin tinggi karya seni yang dihasilkan. Untuk itu media kesenian kerap dipakai sebagai wahana untuk memperhalus budi pekerti. 3) Identitas nasional. Di antara kemajemukan bangsa-bangsa di dunia, penting artinya identitasa nasional agar bangsa itu diakui keberadaannya oleh bangsa lain. Salah satu yang diakui sebagai wujud dari identitas nasional adalah kesenian, baik kesenian tradisional maupun kesenian modern. Melalui kesenian yang khas dan unik, sebuah bangsa akan diakui keberadaannya di antara komunitas bangsa. Baik melalui pakaian, bangunan etnik, ornamen, kerajinan, seni pertunjukkan, karya sastra, dan sebagainya. 4) Pelestarian tradisi. Sifat karya seni yang penting juga adalah kemampuannya untuk menjaga keabadian nilai-nilai tradisi masyarakat melalui berbagai karya seni artifak dan budaya etnik. Kesenian menjadi wahana yang mampu ‘menampung dan merekam’ nilai-nilai estetik tradisi yang kaya. F. UNSUR NILAI SENI Di samping memiliki sifat-sifat praktis, seni juga diakui mengandung nilainilai luhur yang membangun jiwa anak bangsa hingga lebih berkualitas. Unsurunsur nilai yang terkandung dalam seni adalah : a) Nilai kebenaran Nilai kebenaran seni terletak pada kejujuran pengungkapan. Segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati dan pikiran dapat ditampilkan secara gamblang apa adanya. b) Nilai kebudian Nilai-nilai kebudian seni terletak dalam kepekaan dan kehalusan pengungkapan, sehingga segala sesuatu yan gbersifat baik, arif, berjiwa luhur, penuh renungan, agung dan sebagainya, dapat ditampilkan dalam media, baik secara tersirat maupun tersurat. c) Nilai keindahan Nilai keindahan seni terletak pada pengungkapan ekspresif-intuitif segala yang berkaitan dengan rasa estetis melalui teknik, bahan, dan konsep yang mampu menciptakan kebaruan, rasa haru, ataupun ketertiban lingkungannya. d) Nilai religius Nilai religius seni terletak pada pengungkapan kebesaran karya ilahi dan pemujaan terhadap kebesarannya.

9


II.

PENGERTIAN SENI RUPA

A. CABANG-CABANG SENI Keberadaan seni di lingkungan masyarakat sesuai bahan dasar dan proses penciptaannya dapat digolongkan menjadi lima cabang seni, yaitu : 1. Seni Rupa Seni rupa merupakan cabang seni yang umum disebut dengan seni visual. Hal ini disebabkan penggambaran seni rupa berwujud bentuk-bentuk yang dinikmati melalui indra penglihatan. Menurut bentuknya seni rupa dibagi menjadi dua bagian, yaitu seni rupa dua dimensi (dwi matra) dan seni rupa tiga dimensi (tri matra). Seni rupa dua dimensi dibatasi oleh panjang dan lebar atau seni rupa yang diciptakan pada sebuah bidang datar. Seni ini hanya dapat dilihat dari depan saja. Yang termasuk seni rupa dua dimensi adalah seni lukis, seni reklame, seni ilustrasi, seni grafis, seni dekorasi, dan seni kria. Seni rupa tiga dimensi dibatasi oleh panjang, lebar, dan tinggi (mempunyai volume atau kedalaman) atau seni yang diciptakan pada sebuah ruangan. Yang termasuk ke dalam seni rupa tiga dimensi ialah seni patung, seni dekorasi, dan seni kria. 2. Seni Musik Musik berasal dari bahasa Yunani mousikos atau mosike (bahasa Latin disebut musika atau musa). Kata ini diambil dari nama salah satu dewa orang Yunani yang bernama Mousikos yang dilambangkan sebagai dewa keindahan dan menguasai bidang kesenian dan ilmu pengetahuan. Pada masa sekarang musik dapat diartikan sebagai ungkapan perasan yang dituangkan dalam bentuk bunyi-bunyian atau suara. Ungkapan yang dikeluarkan melalui suara manusia disebut vokal, sedang ungkapan yang dikeluarkan melalui alat musik disebut instrumental. Jadi, secara garis besar musik dibagi menjadi tiga bagian, yaitu vokal, instrumen, dan campuran vokal dan instrumen. Musik berdasarkan jenis atau alirannya dibagi menjadi dua, yaitu ďƒ˜ musik tradisional atau musik daerah adalah musik yang lahir dari budaya daerah secara turun temurun. Alat yang dipergunakan serta iramanya bersifat sederhana, misalnya kulintang, angklung, gamelan, gambang kromong, dan arumba. ďƒ˜ musik modern ialah musik yang lahir karena perkembangan budaya yang modern, misalnya orkes band, orkes simphoni, dan konser. 3. Seni Tari Ialah seni yang dihasilkan dari gerak, mimik, dan tingkah laku seseorang. Agar gerakannya menarik dan enak dipandang mata, umumnya sebuah tarian diiringi oleh musik. 4. Seni Sastra Perkataan kesusastraan berasal dari bahasa sangsekerta, susastra. Su berarti baik atau bagus dan sastra berarti buku, tulisan atau huruf. Jadi kesustraan ialah tulisan yang mempunyai bahasa yang indah dan baik. 5. Seni Teater Teater berasal dari kata Yunani theatron yang berarti gedung pertunjukkan, pertunjukkan itu sendiri dan penonton. Istilah yang berhubungan dengan teater ialah drama atau sandiwara. Drama berasal dari kata Yunani dramas yang berarti suatu perbuatan atau kumpulan pertunjukkan perikehidupan seseorang, 10


sedangkan sandiwara berasal dari kata sangsekerta, sandi yang artinya rahasia/lambang dan wara yang artinya pelajaran. Dari ketiga pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa teater, drama atau sandiwara ialah suatu seni pertunjukkan yang menyanyikan perikehidupan manusia di atas pentas.

B. APA ITU SENI RUPA Budaya rupa adalah ungkapan rupa yang indah di sekitar lingkungan manusia. Wujudnya dapat berupa sebuah gambar, bangunan, interior rumah, kursi, perabotan elektronik, majalah yang sarat dengan gambar, hingga tayangan siaran iklan televisi. Dari sejumlah karya manusia itu terdapat benda-benda yang indah sehingga perasaan kita tergugah, itulah karya seni rupa. Pandangan stereotip, bahwa seni rupa adalah sebuah lukisan yang tergantung di dinding telah lama ditinggalkan orang. Pandangan demikian tidaklah salah, tetapi menjadikan seni kemudian terkucil dalam bingkai masyarakat sosial yang sempit. Pandangan-pandangan bahwa seni rupa itu adalah high art (seni tinggi) telah lama mencair, digantikan oleh pandangan bahwa seni rupa adalah segala wujud karya manusia yang bernilai. Sebenarnya, kehidupan seni rupa abad pertengahan menunjukkan bahwa karya seni itu tidaklah jauh dari masyarakat. Hampir semua benda, bangunan, pakaian, dan berbagai peralatan manusia dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai keindahan. Demikian pula tiada batas yang kaku antara seorang seniman, ilmuwan, ataupun filsuf dalam kehidupan sehari-hari. Kesemuanya saling mengisi dan berpadu, bahkan telah menjadi kelaziman di zaman itu. Ada hal yang selalu menjadi pertanyaan masyarakat awam: “Mengapa benda unik disekitar kita kerap dikategorikan sebagai karya seni? Mengapa masyarakat menyukainya?� Hal itu dikarenakan setiap benda yang dibuat oleh manusia pada dasarnya selalu disentuh oleh nilai keindahan, bahkan sebuah mesin sekalipun. Hal tersebut merupakan terapan seni pada segala hal, seperti pada zaman klasik dan zaman pencerahan yang selalu menciptakan benda-benda yang indah. Di masa sekarang tidak ada lagi kesenjangan antara berbagai karya rupa, apakah seni murni ataukah desain. Kesemuanya tergantung pada persepsi masyarakat dalam menempatkan segala benda dalam kehidupannya.

C. CABANG-CABANG SENI RUPA Dalam kehidupan seni rupa modern, dunia seni rupa terbagi atas dua kelompok besar, yaitu seni rupa murni dan desain. 1. SENI RUPA MURNI Seni rupa murni (pure art; fine art) adalah cabang seni rupa yang terlepas dari unsur-unsur praktis. Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada penciptaan karya seni berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi. Namun, dalam hal tertentu, karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajang dalam sebuah ruangan. Seni rupa murni terdiri dari : 1) Seni Lukis Seni lukis adalah karya seni rupa yang memiliki ukuran dua dimensi. Umumnya seni lukis menggunakan media cat air, aklirik, cat poster, cat minyak, pastel, krayon, arang, dan lain-lain yan gdiungkapkan di atas kertas, kain kanvas, kulit, papan, tripleks, tembok, dll dengan berbagai macam teknik seperti teknik kuas, semprot, atau lainnya. 11


2) Seni Patung Merupakan karya seni rupa yang memiliki ukuran tiga dimensi. Media yang digunakan sangat beragam, antara lain kayu, batu, marmer, tembaga, semen, gips, dan pasir. Cara pembuatannya juga bermacam-macam, antara lain dengan teknik membentuk, cor, atau cetak, pahat, dan las. 3) Seni Grafis (Murni) Yaitu karya seni rupa dua dimensi yang cara pembuatannya dengan menggunakan teknik cetak. Ada bebrapa teknik cetak yang biasa dipakai untuk membuat karya seni grafis, diantaranya adalah cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar, dan cetak saring (sablon). 4) Seni keramik (Murni) adalah cabang seni rupa yang berwujud tiga dimensi dengan bahan utama lempung, kaolin, atau jenis tanah lain yang pengerasannya dibakar (dalam tungku). Seni keramik modern tidak lagi terikat oleh bentuk ‘putar’ tetapi dapat lebih bebas, baik berbentuk dasar geometris maupun organik (bebas). 5) Seni Kriya (Murni) Seni kriya yaitu seni rupa dua atau tiga dimensi yang pembuatannya mengutamakan ketrampilan tangan dengan tingkat ketelitian dan kerajinan yang tinggi. Oleh karena itu, seni kriya disebut juga seni kerajinan (crafts). Ada bermacam-macam karya seni kriya, antara lain kriya kayu, kriya kulit (tatah sungging), kriya logam, batik, dan anyaman. 2. DESAIN ( SENI RUPA TERAPAN ) Desain (design) sering disebut sebagai seni terapan, seni terpakai, seni industri, atau seni guna. Namun, sejak awal abad ke-20 sejalan dengan berkembangnya industrialisasi, istilah desain mengalami perluasan makna, yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik. Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia, umumnya merupakan karya desain, baik dengan pendekatan estetis, maupun pendekatan fungsional. Berbeda dengan seni rupa, desain merupakan satu aktivitas seni rupa yang bertitik tolak dari unsur-unsur objektif. Unsur-unsur objektif suatu karya desain adalah adanya unsur guna, ekonomi, produksi, promosi, dan kebutuhan masyarakat. Mengapa desain merupakan bagian dari ilmu kesenirupaan? Karena wujud akhir suatu desain harus tetap indah, berguna, dan dapat pula dipahami sebagai kegiatan seni rupa yang lebih praktis, terutama untuk membuat peralatan kebutuhan sehari-hari, seperti membuat pakaian, menata rumah, membuat rak buku, merancang iklan, ataupun membuat pernik-pernik hiasan.

D. TOKOH-TOKOH SENIMAN RUPA INDONESIA 1. Affandi, lahir di Cirebon pada tahun 1910. Ia mulai aktif melukis di tahun 1943 dengan mengadakan pamerannya untuk pertama kali. Sejak tahun 1955 sampai 1958, ia mengajar di ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) Yogyakarta. Affandi sering melakukan pameran keliling dan mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Singapura karena sumbangannya yang besar di bidang seni rupa di Asia. Aliran seni lukis yang dianut adalah ekspresionisme. 2. Basuki Abdullah, lahir di Solo, 27 Januari 1915. Ia adalah putra dari pelukis Abdullah Suryo Subroto dan cucu dari Dr. Wahidin Sudirohusodo. Ia mulai melukis pada usia 7 tahun dan mendalami seni lukis di Academi Voor Beeldende 12


Kunsten di Den Haag tahun 1933. Pada zaman pergerakan, ia masuk organisasi PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat). Selain menjabat di bagian kebudayaan, bersama Affandi ia mengajar lukis bagi orang-orang pribumi. Ia terkenal dengan lukisan pemandangan alam dengan aliran naturalisme. 3. Nyoman Gunarsa, lahir di Klungkung Bali, 15 april 1944. Di Bali, ia mendalami seni lukis dan tari. Ia belajar melukis di bawah bimbingan seniman terkenal seperti Abas Alibasyah, Widayat, dll. Ia telah mengadakan pameran bersama maupun tunggal di dalamdan di luar negeri, diantara di Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara di Eropa. Karya-karyanya dikoleksi oleh sejumlah lembaga penting dunia seperti Tropen Museum Amsterdam, Asian Pasific Museum Warsawa, Neka museum Ubud Bali, Balai Seni Rupa Jakarta, dll. Penghargaan yang diperoleh diantaranya seni lukis terbaik dalam Biennale Seni Lukis Nasional 1978 dan 1980. 4. But Muchtar, lahir di Bandung, 20 Desember 1930. Setelah tamat SMU III Bandung ia melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik UI (sekarang ITB) jurusan Seni Rupa. Ia mendapat gelar guru besar pada tahun 1985 dari fakultas Seni Rupa di ITB Bandung. Sebagai seorang pematung ia aktif berpameran baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satu karya patungnya di tempatkan di depan gedung MPR Jakarta.

III. KLASIFIKASI KARYA SENI RUPA MURNI DAN TERAPAN A. KLASIFIKASI KARYA SENI RUPA MURNI Pengertian seni rupa murni yaitu ekspresi, penjabaran, atau pengungkapan pikiran sekaligus perasaan, cita-cita, dan keinginan yang diungkapkan melalui unsur-unsur rupa, sepert titik, garis, warna, dan tekstur, yang hasil karyanya semata-mata hanya memberikan kepuasan batiniah atau rohaniah. Tujuan pokok penciptaan seni murni adalah untuk kepentingan estetis atau tujuan ekspresi dan apresiasi tanpa dikaitkan dengan kebutuhan praktis. Jenis karya seni rupa yang termasuk dalam karya seni rupa murni antara Lain : 1. SENI LUKIS Seni lukis merupakan cabang seni rupa yang paling umum dikenal masyarakat. Seni lukis adalah salah satu lingkup seni rupa murni berwujud dua dimensi. Karya seni lukis yang sering disebut juga lukisan, umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat aklilik, atau bahan lainnya. Obyek dan gaya lukisan sangatlah beragam. Karya seni lukis bergaya naturalis (potret) dibuat persis seperti objek aslinya, seperti pemandangan alam, figur manusia, binatang, atau benda lainnya. Karya lukis bergaya ekspresionis (penuh perasaan) memiliki objek benda atau figur yang dibuat dengan garis dan warna yang bernuansa emosi pelukisnya. Lukisan bergaya absrak berasal dari khayalan kreatif senimannya, bentuknya tidak nyata, tersamar, bahkan kurang dimengerti oleh orang awam, tetapi mengandung berbagai alternatif rupa yang baru. Dalam dunia seni rupa murni dunia, dikenal pula mazhab gaya (isme), seperti romantisme, ekspresionisme, impresionisme, kubisme, dadaisme, realisme, surealisme, ‘pop-art’, dll. Mazhab gaya adalah suatu aliran dalam gerakan seni rupa yang memiliki ideologi dan ciri khas yang unik dan baru dalam karya-karya

13


yang dihasilkan. Banyak pelukis Indonesia yang meniru atau mengikuti gaya-gaya tersebut. Dalam perkembangannya hingga sekarang, kita mengenal tiga cabang seni lukis, yaitu : 1) Sketsa Sketsa merupakan bagian seni lukis yang dibuat dengan garis-garis sederhana dan dilakukan secara spontan namun penuh makna. Dalam penggunaannya, gambar sketsa ada 3 macam, yaitu : a. Gambar sketsa rencana b. Gambar sketsa lukis c. Gambar sketsa sebagai catatan Pada masa sekarang ada dua macam pengertian tentang sketsa, yaitu: ďƒ˜ sebagai lukisan pendahuluan dalam membuat gambar atau lukisan yang lazim disebut sket atau bagan. ďƒ˜ Sebagai hasil ekspresi yang artistik ďƒ  proses penciptaannya sama dengan proses penciptaan dalam sebuah lukisan. 2) Gambar Gambar merupakan bagian seni lukis yang perwujudannya lebih menekankan unsur garis. Proses penciptaannya lebih mengutamakan unsur bentuk dan aspek kegunaan (fungsi) serta tanpa adanya ekspresi, misalnya gambar benntuk, gambar model, gambar ilustrasi, gambar dekorasi, gambar desain, dan gambar arsitektur. 3) Lukisan Berbeda dengan gambar, sebuah lukisan dituntut bukan hanya mengungkapkan bentuk-bentuk objektif, tetapi dituntut pula mengungkapkan nilainilai yang bersifat subjektif. Pengungkapan bentuk-bentuk objektif tersaji lewat komposisi, sedang pengungkapan nilai-nilai subjektif tersaji lewat ekspresi dan kreativitas. Dari kreativitas inilah dalam seni lukis kita mengenal adanya gaya atau corak lukisan.

2. SENI GRAFIS (SENI MURNI) Seni grafis berasal dari bahasa Yunani, yaitu grafos yang artinya tulisan atau gambar yang dibuat dengan jalan menggoreskan benda tajam di atas lempengan batu atau logam. Untuk perkembangan selanjutnya, bekas goresan pada batu tadi diisi dengan tinta untuk dicetak pada

14


Karya seni grafis dgn teknik cetak tinggi cetak datar, cetak saring (sablon)

kertas karena dapat dipakai untuk menggandakan tulisan yang disebut proses cetak. Lahirnya seni ini dibuat dalam usaha memperbanyak hasil dengan model yang sama, tetapi tidak semua hasil cetak disebut seni grafis di sini ialah hasil cetakan yang pembuatannya dikerjakan lewat proses tangan (hand made). Seni grafis adalah cabang seni rupa murni yang berwujud dua dimensi dan dikerjakan melalui teknik cetak. Seni grafis dapat dibuat dengan teknik sablon (cetak saring), cukil kayu (cetakan), etsa (pengasaman pada bahan metal), dan lito (pencetakan dengan bahan batu litho). Sedangkan tema, objek, dan gaya dalam berekspresi umumnya sama dengan karya seni rupa murni lainnya. 3. SENI PATUNG Seni patung merupakan cabang seni rupa murni yang proses penciptaannya diwujudkan lewat bentuk tiga dimensi (tidak datar) sehingga dapat dilihat dari berbagai arah. Keberadaan seni patung dimulai sejak zaman prasejarah dan merupakan seni yang tertua. Kehadirannya diawali dengan kebutuhan manusia untuk menvisualisasikan roh nenek moyang sebagai tanda pemujaan seperti patungpatung nenek moyang dan totem-totem. Gb. Patung yang terbuat dari batu dan kayu

Sejak adanya agama hindu dan Budha, patung dipergunakan sebagai tanda perwujudan dewa-dewa. Dalam agama Hindu terdapat patung dewa Brahma, dewa Wisnu, dan dewa Syiwa. Dalam agama Budha terdapat patung Budha dalam berbagai sikap dan kadang-kadang disertai patung Bhodisatwanya. Selanjutnya berkembang pada pendewaan kepada raja yang dipatungkan sebagai penjelmaan dewa. Sejak kelahiran seni Renaissance hingga masa sekarang, penciptaan seni patung lepas dari pengaruh-pengaruh di atas. Pembuatan patung murni sebagai hasil penuangan ekspresi. Dengan kebebasan itulah maka dalam seni patung muncul corak/gaya seni patung. Dalam seni patung kerap digunakan bahan dari batu, kayu, logam, atau bahan lain yang dapat menjadi wahana ekspresi si seniman. Seni patung berukuran besar kerap disebut juga sebagai seni monumental. Tema dalam seni patung amat beragam, seperti halnya karya seni rupa yang lain. 4. SENI KERAMIK (SENI MURNI ) Seni keramik adalah cabang seni rupa yang berwujud tiga dimensi dengan bahan utama lempung, kaolin, atau jenis tanah lain yang pengerasannya dibakar (dalam tungku). Seni keramik modern tidak lagi terikat oleh bentuk ‘putar’ tetapi dapat lebih bebas, baik berbentuk dasar geometris maupun organik (bebas). 5. SENI KRIYA (SENI MURNI) Seni kriya atau kerajinan adalah cabang seni rupa berwujud dua atau tiga dimensi, baik yang memiliki guna praktis maupun guna hias, yang dapat dibuat dengan aneka bahan. Proses penciptaan dalam seni kriya memerlukan skill atau ketrampilan yang tinggi. Seni kriya tidak hanya mengolah bahan-bahan yang kerap dipakai dalam seni patung dan seni keramik, tapi juga banyak menggunakan bahan-bahan lainnya. Misalnya, tekstil, benang, pewter, kulit, bambu, perak, emas, pandan, mendong, dan sebagainya. Dalam hal-hal tertentu seni kriya dapat 15


pula memiliki fungsi praktis, seperti halnya kursi berukir rumit, pintu berukir, perhiasan emas dengan berbagai ragam hias, atau kain batik tulis dengan motif hias tertentu. Karya seni rupa murni memiliki guna sebagai penggali keindahan baru, disamping sebagai benda pajang di galeri, museum, atupun koleksi pribadi. Karya seniman terkenal yang bermutu (masterpiece) memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat dilelang oleh galeri terkemuka. Kini masyarakat Indonesia juga mengenal istilah seni rupa kontemporer, yaitu lingkup seni rupa murni yang menggunakan berbagai bahan (media) dalam berekspresi atau menyampaikan gagasan kreatifnya. Salah satu bentuk seni kontemporer ini kerap dikenal sebagai seni instalasi. Dalam seni kriya masa sekarang, proses pembuatannya tidak hanya ditangani oleh pengrajin saja, tetapi juga melibatkan seniman yang disebut seniman pengrajin. Keterlibatan seniman hanya pada pembuatan gambar desain yang lazim disebut Nirwana Ruang.

B. KLASIFIKASI KARYA SENI RUPA TERAPAN (DESAIN) Adalah Karya seni rupa yang digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari dan bentuk karyanya tetap memiliki nilai-nilai estetik. Pembuatan karya seni rupa terapan selalu mempertimbangkan dua hal sekaligus, yakni nilai keindahan dan nilai fungsional. Seni terapan sering disebut sebagai Desain (design), seni terpakai, seni industri, atau seni guna. Namun, sejak awal abad ke-20 sejalan dengan berkembangnya industrialisasi, istilah desain mengalami perluasan makna, yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik. Berbeda dengan seni rupa, desain merupakan satu aktivitas seni rupa yang bertitik tolak dari unsur-unsur objektif. Unsur-unsur objektif suatu karya desain adalah adanya unsur guna, ekonomi, produksi, promosi, dan kebutuhan masyarakat. Mengapa desain merupakan bagian dari ilmu kesenirupaan? Karena wujud akhir suatu desain harus tetap indah, berguna, dan dapat pula dipahami sebagai kegiatan seni rupa yang lebih praktis, terutama untuk membuat peralatan kebutuhan sehari-hari, seperti membuat pakaian, menata rumah, membuat rak buku, merancang iklan, ataupun membuat pernik-pernik hiasan. Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain sebagai berikut : 1. DESAIN PRODUK (INDUSTRIAL DESIGN) Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya. Misalnya mebel, alat rumah tangga, alat transportasi, alat tulis, alat makan, alat kedokteran, perhiasan, pakaian, sepatu, pengatur waktu, alat kebersihan, cinderamata, kerajinan, mainan anak, bahkan perkakas pertukangan. 2. DESAIN ARSITEKTUR/BANGUNAN Terdapat dua pandangan terhadap dunia arsitektur, yakni : Menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknis (keinsinyuran) Arsitektur sebagai bagian dari seni. Secara umum, desain arsitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan hunian masyarakat yang indah dan nyaman. Seperti rumah tinggal, perkantoran, sarana rekreasi, stadion olah raga, rumah sakit, tempat ibadah, bangunan umum, hingga bangunan industri. 3. DESAIN INTERIOR ( SENI DEKORASI )

16


Desain Interior atau Seni Dekorasi adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian, Dekorasi berasal dari kata decoration yang berarti hiasan atau menghias. Sesuai dengan arti katanya maka seni dekorasi digunakan untuk menghias sebuah ruangan pada gedung pertemuan, ruang tamu, dll. Hiasan tersebut berfungsi sebagai penghias agar ruangan tampak indah dan harmonis. Menurut bentuknya dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu : 1) Seni Dekorasi Dua Dimensi Yang termasuk seni dekorasi dua dimensi ialah : a) Motif hias, yaitu jenis hiasan yang digunakan sebagai hiasan-hiasan tertentu. Bentuk-bentuk motif hias terdiri atas motif hias geometris, motif hias stilir, dan motif hias bebas. b) Seni lukis hias, yaitu seni lukis yang dipergunakan untuk mendekorasi suatu ruangan. Ruangan itu misalnya ruangan rumah, kantor, wisma, hotel, gereja, masjid, istana, dan tempat lainnya. Jenis-jenis seni lukis hias antara lain : (1) Tempera, yaitu hiasan yang dibuat pada tembok atau papan dengan menggunakan cat yang diaduk. (2) Al Fresco, yaitu hiasan yang dibuat di atas tembok basah dengan menggunakan lepa tembok yang menggunakan perekat dan air. (3) Al Secco, yaitu hiasan yang pembuatannya hampir sama dengan Al Fresco, tetapi pada Al Secco dibuat pada tembok yang kering. (4) Mozaik, yaitu hiasan yang terbuat dari pecahan-pecahan kaca berwarna, batu, keramik, atau porselin, biji-bijian, dll. Bahan-bahan itu dilekatkan pada lepa semen atau lem dan unsur pembentuknya didapat dari warna asli bahan tersebut. Medianya bisa di atas tembok, papan, triplek, karton, atau kertas. (5) Intarsia, yaitu hiasan yang pembuatannya hampir sama dengan mozaik. Perbedaannya hanya dari bahan, yakni memperguna-kan potonganpotongan kayu. (6) Aplikasi, yaitu hiasan yang terbuat dari guntingan-guntingan kertas atau kain yang sudah berbentuk dan ditempelkan kertas, kain, dan kayu. (7) Mural, yaitu hiasan yang proses pembuatannya dengan cara menguaskan langsung cat pada dinding. 8.

Kolase, yaitu jenis lukisan yang tekniknya dengan cara menempelkan bahan tertentu ke atas permukaan media lukis, sperti kertas, kanvas, dan triplek. Bahan-bahan pembentuknya bervariasi bisa kertas kain, kayu, benang, bulu, dll. Gb. Karya lukis yg menggunakan teknik kolose

2) Seni Dekorasi Tiga Dimensi yang termasuk seni dekorasi tiga dimensi adalah : a. Seni hias tiga dimensi, yaitu seni dekorasi yang dipergunakan untuk menghias suatu ruangan. Jenis hiasan ini antara lain hiasan janur, lampion, gapura, dan umbul-umbul. b. Seni interior, yaitu seni dekorasi yang penataannya dilakukan dalam ruang tertutup. Unsur yang ditata adalah perlengkapan rumah tangga mulai dari kursi, meja, lemari, lampu, hingga pada karya-karya seni. Ruangan yan

17


gobjek penataan antara lain ruang rumah, kantor, hotel, restoran, toko serba ada, kampus, wisma, dll. c. Seni eksterior, yaitu seni dekorasi yang penataannya dilakukan pada ruangan terbuka. Seni ini sangat kompleks sekali meliputi taman halaman rumah, taman rekreasi, taman kota, taman bermain anak-anak, dll.

4. DESAIN GRAFIS/DESAIN KOMUNIKASI VISUAL 1) SENI GRAFIS Seni grafis berasal dari bahasa Yunani, yaitu grafos yang artinya tulisan atau gambar yang dibuat dengan jalan menggoreskan benda tajam di atas lempengan batu atau logam. Untuk perkembangan selanjutnya, bekas goresan pada batu tadi diisi dengan tinta untuk dicetak pada kertas karena dapat dipakai untuk menggandakan tulisan yang disebut proses cetak. Lahirnya seni ini dibuat dalam usaha memperbanyak hasil dengan model yang sama, tetapi tidak semua hasil cetak disebut seni grafis di sini ialah hasil cetakan yang pembuatannya dikerjakan lewat proses tangan (hand made). Seni grafis juga merupakan cabang seni rupa terapan yang dikerjakan melalui teknik cetak. Seni grafis dapat dibuat dengan teknik sablon (cetak saring), cukil kayu (cetakan), etsa (pengasaman pada bahan metal), dan lito (pencetakan dengan bahan batu litho). Berdasarkan jenis cetakannya (klise) seni grafis dibedakan dalam 4 macam, yaitu : a. Cetak Tinggi Pada cetakan ini, gambar dibuat menonjol dan posisi gambar dibuat pada posisi terbalik. Hal ini karena dalam proses percetakan posisi kertas berlawanan dengan posisi gambar. Bahan-bahan yang digunakan untuk bahan cetakan ini antara lain kayu, linolium, logam, triplek, dan plastik. b. Cetak Dalam Cetak dalam atau cetak rendah merupakan kebalikan dari cetak tinggi, yakni bagian-bagian gambarnya dibuat agak rendah dari permukaan cetakan. Bahan yang digunakan untuk cetak ini ialah lempengan tembaga, kuningan, dan seng (zin cum). Proses pembuatannya bisa ditoreh langsung atau dengan teknik etsa. c. Cetak Dasar Pada awal kehadirannya cetak datar, orang menggunakan batu yang diasah untuk bahan cetakannya. Jenis cetak ini disebut dengan istilah cetak batu (litografi). Pada masa sekarang bisa digunakan kaca dan teknik yang digunakan adalah teknik monoprint atau cetak tunggal. Dikatakan cetak tunggal karena untuk satu cetakan dihasilkan satu gambar. Bahan dan peralatan yang digunakan adalah kaca, roll tinta, tinta cetak, dan spidol. d. Cetak Saring Cetak saring yang paling sederhana, cetakannya terbuat dari kertas atau plastik. Kertas atau plastik dilubangi dengan cutter kemudian dilaburi tinta diatas permukaannya. Kertas putih diletakan di bawahnya, ditekantekan dengan bantalan busa, dan diangkat maka jadilah hasil cetakan tersebut.

18


Pada cetak stensil, klisenya terbuat dari kertas sheet. Proses penggambarannya dan pencetakannya sama dengan proses cetak saring di atas, hanya bantalan busa diganti dengan kuas yang besar. Pada masa sekarang untuk cetak ini orang lebih banyak menggunakan stensil. Cetak saring yang paling populer sekarang ini ialah cetak sablon (screen printing). Bahan klisenya terbuat dari kain sutra yang halus dan mempunyai ukuran pori-pori yang berbeda. Ukuran-ukuran itu untuk membedakan penyablonan pada kain, kertas, kulit, plastik, dan bahan lainnya. Proses pembuatan klisenya menggunakan obat afdruk dan dilakukan di kamar gelap atau yang tidak terkena sinar matahari. Pencetakan menggunakan rakel dengan bahan pewarna selain tinta juga menggunakan cat sablon. 2) SENI REKLAME Seni Reklame adalah salah satu cabang seni rupa yang penggunaanya tidak bisa lepas dari teknologi grafis (cetak), kata reklame berasal dari bahasa latin Re dan Clamo. Re artinya berulang-ulang atau kembali dan Clamo artinya seruan atau panggilan. Jadi, reklame berarti seruan atau panggilan berulang-ulang. Seni reklame dipergunakan untuk menyerukan atau menganjurkan, menawarkan barang atau produk kepada masyarakat. Penawarannya dibuat menarik hingga membangkitkan animo masyarakat untuk membeli. Dalam perwujudannya reklame terdiri atas : a. reklame visual (reklame penglihatan) b. reklame audio (reklame pendengaran) c. reklame audiovisual (reklame pendengaran dan penglihatan). Reklame visual dikenal dengan sebutan reklame seni rupa. Jenis-jenis reklame ini meliputi : a. Iklan atau advertensi Jenis reklame ini terdapat pada setiap surat kabar dan majalah. Isinya berupa pengumuman, pengenalan usaha, produk dan jasa. Wujudnya bisa hanya berupa kata-kata atau gambar saja dan bisa juga kata-kata dan gambar. b. Sticker Reklame ini berbentuk tulisan atau gambar yang dibuat diatas kertas yang berperekat. Umumnya reklame ini ditempelkan pada kaca kendaraan, kaca rumah, kaca pertokoan, dan tempat-tempat lainnya. Jenis sticker yang ditempelkan pada kaos atau baju disebut omslag. Cara penempelannya dengan cara dipanaskan dengan setrika. c. Pamflet dan selebaran Pamflet biasanya ditempelkan pada tembok dan pohon-pohon yang letaknya strategis. Ukurannya berkisar antara 40 X 60 cm, sedangkan selebaran reklame yang berukuran kecil Âą folio atau setengah folio. Penyebarannya lewat mobil keliling atau di atas bus umum. d. Etiket

19


Dilihat dari bentuk dan fungsinya, etiket dibedakan menjadi dua macam, yaitu etiket sebagai pembungkus (embalage) Misalnya kotak obat, kotak rokok, dan kotak pasta gigi. etiket yang ditempelkan pada pembungkusnya (kemasan/pacage). Contohnya etiket yang ditempelkan pada botol, kaleng, dan plastik seperti botol kecap, kaleng biskuit, dan kaleng susu. e. Cap dagang Merupakan ciri atau identitas dari suatu perusahaan. Cap dagang terdiri atas ďƒ˜ cap nama (trade name), merupakan cap dagang yang berbentuk tulisan, ďƒ˜ cap gambar (trade merk), berbentuk gambar yan gmenjadi tanda perusahaan tersebut. f. Katalogus Reklame ini berbentuk buku atau kertas yang dilipat-lipat. Didalamnya memuat daftar nama barang, gambar, dan harga barang. Penyebarannya biasanya melalui sales atau pos kepada agen-agen dagang tertentu. Jenis kegiatan yang digunakan ialah kegiatan perdagangan, pameran produk, perkenalan produk baru, dan pertokoan. g. Logo atau inisial Logo atau inisial merupakan lambang dari suatu nama perusahaan. Apabila lambang itu lebih mengutamakan gambar disebut logo dan apabila merupakan singkatan nama disebut inisial. Logotype adalah singkatan nama atau gambar bermakna yang dijadikan simbol atau lambang suatu perusahaan, instansi pemerintah atau organisasi. h. Slide Merupakan jenis reklame yang terdapat pada gedung bioskop yang ditampilkan lewat proyektor film. i. Etalase Adalah ruangan kecil berdinding kaca yang didalamnya terdapat contoh barang yang dijual di dalam toko, apotek, agen, rumah makan, dan biasanya ditempatkan pada bagian depan. j. Spanduk Ialah salah satu jenis reklame yang terbuat dari kain bentuknya memanjang berukuran minimal 3 meter dan didalamnya memuat pesan, himbauan, atau informasi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan, instansi pemerintah atau organisasi politik, serta pemasangannya dengan jalan dibentangkan antara kedua tiang listrik di pinggir jalan raya. k. Brosur Adalah bentuk reklame yang dibuat dari selembar kertas berlipat dan didalamnya memuat tentang kondisi suatu perusahaan, lembaga pendidikan atau instansi pemerintah, tujuannya agar masyarakat yang berkepentingan dapat mengetahui kegiatan serta faktor pendukung yang ada di lembaga tersebut. l. Poster Berasal dari kata to post (Inggris) yang berarti pengumuman. Dalam arti arti umum poster adalah reklame, namun tidak komersial atau mencari untung, tetapi mempunyai tujuan, mengajak, menghimbau orang banyak atau masyarakat melakukan tindakan sama, ukuran dapat besar atau kecil, misalnya poster pelestarian lingkungan hidup. Pemasangannya biasanya ditempel di dinding, di pohon, dan di pinggir jalan. m. Baleho 20


Jenis reklame berukuran besar atau raksasa berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang terbuat dari bahan yang tidak tahan lama, seperti triplek, hartboard, kain, dan plastik serta didalamnya memuat informasi tentang pertunjukkan, pameran, keberadaan perusahaan yang baru. Pemasangannya di pojok perempatan jalan raya, di depan gedung pertunjukkan atau menggunakan balon udara dalam kondisi yang tidak permanen. n. Cut out display Berbentuk tiga dimensi dan dipasang di pinggir jalan atau perempatan jalan yang ramai. o. Reklame papan/billboard Adalah jenis reklame yang biasanya terbuat dari papan dan diletakkan di depan nama perusahaan atau badan usaha. Contohnya papan nama perusahaan, nama kantor, nama toko, biro jasa, dan lainnya. Sekarang ini penggunaan papan telah diganti dengan flat logam atau seng dan dapat dibuat dalam ukuran besar. Contoh reklame ini banyak kita lihat di pinggir dan persimpangan jalan raya. p. Papan nama atau name board Adalah jenis reklame yang terbuat dari papan, seng atau beton cor yang didalamnya memuat nama, aktivitas, alamat, serta logo dari instansi pemerintah, perusahaan atau organisasi dan pemasangannya di depan atau di dinding gedung di mana kegiatan dilakukan. q. Neonlamp atau neonbox Jenis reklame ini terbuat dari sinar lampu yang bersusun warna-warni. Susunannya ada yang berbentuk gambar, dibuat seolah bergerak dan hidup hingga tampak indah dan menarik. 3) MULTI MEDIA (DESAIN KOMUNIKASI VISUAL) Sejalan dengan perkembangan kemajuan kebudayaan manusia di dunia desain mengalami kemajuan yang pesat, sekarang masyarakat mulai mengenal cabang desain lainya, seperti desain multimedia. Cabang desain ini berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer, pertelevisian dan fotografi.

RANGKUMAN 1. Seni adalah hasil karya manusia yang diciptakan melalui kegiatan kreatif (kemahiran) dan menghasilkan karya pesona (indah). 2. Seni diciptakan sebagai sarana ekspresi, komunikasi, dan apresiasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. 3. Dalam kehidupannya manusia tidak bisa lepas dari seni. Seni memiliki nilai, peran, dan fungsi psikologis, sosial ekonomi, budaya, agama, dan lebih luas adalah segala aspek kehidupan manusia. 4. Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang merupakan sarana ekspresi manusia yang diungkapkan melalui bentuk rupa, seperti lukisan, ketrampilan tangan, dan desain. 5. Pengelompokan seni rupa terdiri seni rupa murni, dan seni rupa terapan (desain).

21


EVALUASI A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang benar ! 1. Secara istilah seni berasal dari bahasa Sangsekerta yaitu SANI, adalah pendapat …. a. I Gusti Bagus Sugriwa b. Leo Tolstoy c. Achdiat Kartamihardja d. Herber Read e. Ki Hajar Dewantara

a. Fungsi individual yang memenuhi kebutuhan emosional b. Fungsi individual yang memenuhi kebutuhan rekreasi c. Fungsi individual yang memenuhi kebutuhan komunikasi d. Fungsi individual yang memenuhi kebutuhan fisik e. Fungsi individual yang memenuhi kebutuhan pendidikan.

2. Seni adalah aktivitas manusia untuk melakukan karya seni …. a. Seni sebagai ketrampilan b. Seni sebagai kegiatan manusia c. Seni sebagai karya seni d. Seni sebagai seni indah e. Seni sebagai seni murni

6. Sifat atau karakteristik seni dapat dilihat dari proses dan tujuannya, sifat seni tersebut antara lain, kecuali …. a. Simbolis b. Mitologis c. Religius d. Fungsional e. Emosional

3. Secara umum tujuan penciptaan seni adalah sebagai berikut, kecuali …. a. Ekspresi pribadi b. Aktualisasi diri c. Komunikasi d. Obyek ekonomi e. Transportasi 4. Secara individual seni berfungsi sebagai …. a. kebutuhan emosional b. kebutuhan rekreasi c. kebutuhan komunikasi d. kebutuhan pendidikan e. kebutuhan keagamaan

7. Pandawa lima, Rahwana, Dorna pada seni pewayangan merupakan seni rupa yang bersifat …. a. religius b. mitologi c. rekreasi d. sosial e. fungsional

5. Penggunaan karya seni pakai dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya mempunyai dua fungsi, yaitu nilai estetis dan nilai guna. Bila penekanan penciptaannya lebih diutamakan pada penekanan kegunaan disebut ….

8. Unsur-unsur nilai yang terkandung dalam karya seni adalah sebagai berikut, kecuali …. a. nilai kebenaran b. nilai fungsional c. nilai kebudian

22


d. nilai keindahan e. nilai religius

b. Seni tari, seni rupa, seni sastra, seni lukis, seni teater. c. Seni rupa, seni musik, seni tari, seni sastra, seni teater. d. Seni rupa, seni teater, seni patung, seni musik, seni tari. e. Seni rupa, seni tari, seni vokal, seni sastra, seni teater.

9. Secara umum dalam masyarakat dikenal 5 cabang seni yaitu ‌. a. seni musik, seni tari, seni rupa, seni lukis, seni teater. 10. Desain disebut juga seni ‌. Kecuali a. seni terapan b. seni pakai c. seni industri d. seni fisik e. seni guna

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas ! 1. 2. 3. 4. 5.

Sebutkan 5 contoh karya seni terapan! Jelaskan manfaat karya seni rupa dalam kehidupan sehari-hari ! Apa yang dimaksud seni memiliki sifat komunikatif ? Berikan contoh ! Buatlah bagan pembagian seni rupa ! Sebutkan : a. Yang termasuk karya seni rupa murni ! b. Yang termasuk karya seni rupa terapan !

23


apresiasi seni