Issuu on Google+

Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2009

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN 2010


KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME karena dengan rahmatnya kita dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2009 yang merupakan salah satu kewajiban pertanggungjawaban untuk mencapai misi dan tujuan Dinas dalam rangka menciptakan pemerintahan yang baik (Good Governence), efesien, efektif, bersih dan responsif serta dapat dikontrol oleh semua pihak. Dalam penyusunan LAKIP secara sistematik dan melembaga ini sudah disesuaikan dan mengacu kepada keputusan Gubernur Kalimantan Barat nomor 852 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan menggunakan bahan Renstra tahun 2008 – 2013 serta Tupoksi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat. Mudah – mudahan LAKIP pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat, dapat memenuhi harapan sebagaimana mestinya, demikian Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Perindustrtian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat Periode Tahun Anggaran 2009 ini disusun, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Pontianak, 11 Maret 2010 Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat

Drs. DODY SURYA WARDAYA, MM Pembina Utama Muda NIP. 19530906 198503 1 011


DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar

i

Daftar isi

ii

Ringkasan Eksekutif

iii

Bab I. Pendahuluan

1

A.

Gambaran Umum Dan Kependudukan

1

B.

Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi

2

C.

Hal-Hal Lain yang Berpengaruh

3

D.

Maksud dan Tujuan Penyusunan LAKIP 2008

4

E.

Sistematika Penyusunan LAKIP

4

Bab II. Rencana Stratejik A.

Rencana Strategis 2008 – 2013

B.

Rencana Kinerja Tahun (RKT) Tahun 2008

Bab III. Akuntabilitas Kinerja

6 6 14 23

A.

Pengukuran Kinerja

23

B.

Evaluasi dan Analisis Pencapaian Kinerja

29

C.

Akuntabilitas Keuangan

54

Bab IV. Penutup

LAMPIRAN-LAMPIRAN I. RENCANA STRATEJIK II. RENCANA KINERJA TAHUNAN III. PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN IV. PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN V. Rekapitulasi Anggaran APBD dan APBN TA. 2009 VI. REKAPITULASI ANGGARAN PAD TA. 2009

57


VII.

REKAPITULASI KUESIONER INDEKS KEPUASAN PEGAWAI

VIII.

REKAPITULASI KUESIONER KEBUTUHAN RUTIN

IX.

LAPORAN MUTASI BARANG


RINGKASAN EKSEKUTIF Dinas

Perindustrian

dan

Perdagangan

Provinsi

Kalimantan

Barat

berkedudukan di Kota Pontianak dan merupakan salah satu instansi tehnis yang membina sektor ekonomi di daerah Kalbar sesuai dengan nilai-nilai yang melekat pada Tugas Pokok dan Fungsi Oranganisasi (TUPOKSI) berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; Peraturan Daerah nomor 9 tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Provinsi Kalimantan Barat ; dan Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat mengenai telah dibentuknya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat yang dijabarkan dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 49 Tahun 2008 yang ditetapkan oleh Gubernur Kalimantan Barat dan diundangkan di Pontianak pada tanggal 7 November 2008 tentang Tugas Pokok dan fungsi Dinas Perindag Provinsi Kalbar. Dalam menjalankan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat didukung oleh 3 (tiga) Unit Pelayanan Teknis dan 1 (satu) unit pelatihan yaitu, Unit Pengawasan Sertifikasi Mutu Barang (UPSMB), Unit Pelayanan Kemetrologian Pontianak, dan Unit Pelayanan Kemetrologian Singkawang serta Unit Pelatihan Industri Kecil Menengah Prov. Kalbar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat beserta unit-unit pendukungnya

dalam

melaksanakan

pembangunan, selain didukung

tugas-tugas

umum

pemerintahan

dan

oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

(APBD), juga didukung oleh dana APBN.

Dana Dinas Perindag Prop Kalbar

(termasuk keempat UPT dilingkungan Dinas dan belanja tidak langsung) yang berasal dari APBD Provinsi sebesar Rp. 21.008.759.131 -, dan yang berasal dari dana APBN Dekosentrasi sebesar Rp. 4.053.137.000 , - atau total dana APBD dan APBN TA. 2009 sebesar Rp. 25.061.896.131,- dengan Realisasi Keuangan untuk

halaman - iii -


LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROV. KALBAR TAHUN 2009

dana APBD sampai 31 Desember 2009 sebesar Rp. 19.605.145.603,- atau sebesar 93,32%.

Disperindag provinsi Kalbar dalam pelaksanaan tugasnya mempunyai 186 personil yang terdiri dari 97 pegawai (S2 = 7 orang, S1 = 22 orang, Sarmud = 8 orang, SMA = 55 orang dan SD = 5 orang) di Dinas Perindag Prov. Kalbar; 34 pegawai (S2 = 1 orang, S1 = 15 orang, SMA = 14 orang dan SD = 2 orang) di UPSMB Pontianak; 26 pegawai (S2 = 2 orang, S1 = 7 orang, SMA = 15 orang dan SD = 2 orang) di UP Kemetrologian Pontianak; 9 pegawai (S1 = 4 orang dan SMA = 5 orang) di UP Kemetrologian Singkawang dan 19 pegawai (S1 = 8 orang, Sarmud = 2 orang dan SMA = 9 orang) di UPIKM Kalbar. Berdasarkan rencana stratejik Disperindag 2008 – 2013 tahun 2009 terdapat 9 sasaran, 14 kebijakan, 17 program dan 64 kegiatan.

Dari 9 sasaran melalui 17

program dan 64 kegiatan yang dilakukan pada APBD Disperindag Prov. Kalbar TA. 2009, seluruhnya memberikan nilai rerata tingkat capaian 103,50% % atau kategori sangat baik. Laju pertumbuhan PDRB sektor industri pada tahun 2009 sebesar 1,1% memang dibawah target sebsesar 1,25 % namun hal tersebut karena permasalahan imbas krisi ekonomi dunia dan permasalahan struktural industri yaitu keterbatasan infrastruktur dan energi.

Sedangkan dalam pengembangan IKM tahun 2009,

kalimantan Barat telah mendapat 2 penghargaan nasional yaitu upkarti untuk perusahaan tenun adat dari Sintang dan juara I Konvensi GKM-IKM tingkat Nasional. Laju inflasi masih bahkan mencapai 4,91% yang merupakan terendah sepanjang 10 tahun terakhir.

telah melampaui target yaitu 12,09%1. Laju inflasi masih di bawah

10% per tahun. Pengawasan barang beredar dan pelaksanaan pelayanan kemetrologian telah dilaksanakan di 14 kota/kabupaten. Promosi produk ekspor Kalbar di event nasional dan internasional telah dilakukan 5 kali setahun, namun perkembangan ekspor menurun pada tahun ini menjadi minus 9 dibandingkan tahun 2008, namun neraca 1

Data sementara BPS Kalbar, 2009 (PDRB atas harga konstan)

halaman - iv -


LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROV. KALBAR TAHUN 2009

perdagangan masih surplus.

Akan tetapi terjadi trend pergeseran struktur tujuan

ekspor Kalbar dimana semakin tidak tergantung kepada negara-negara tradisional seperti uni eropa dan amerika serikat.

Tahun ini 1 event kerjasama yaitu

sosekmalindo juga telah dilakukan, dan pencapaian penerimaan PAD dari UPT kemetrologian jauh diatas target 167% namun PAD UPSMB dibawah target (hanya 14 %) karena permasalahan aturan dan ketersediaan peralatan serta pegawai yang kompeten dan ruang lingkup akreditasi. Kegiatan belanja langsung telah mampu meningkatnya kesejahteraan pegawai yang mendorong peningkatan kinerja pegawai yang ditandai Indeks kepuasan pegawai terhadap tingkat kesejahteraan pegawai71% dan Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan ketatausahaan sebesar 93%. Dan meningkatkan kualitas aparatur dan sarana dan prasarana guna mendukung perindustrian dan perdagangan Kalimantan Barat dengan Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan penerapan disiplin 86%, Indeks kepuasan pegawai terhdap sangsi pelanggaran disiplin pagawai 79%, Indeks kepuasaan pegawai terhadap penghargaan dan prestasi kerja 79%, tingkat Pemenuhan kebutuhan barang dan jasa 71%, tingkat Berfungsinya barang dan jasa 71%, tingkat Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana 64%, tingkat Berfungsinya sarana dan prasarana 57%

Sedangkan Meningkatnya perencanaan kerja dan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang didukung Peningkatan koordinasi, monitoring dan evaluasi telah mencapai kinerja dengan tingkat Kesesuaian pelaksanaan tugas pokok instansi dengan perencanaan dan ketentuan 79% dan tersedianya dokumen perencanaan sebanyak 6 dokumen seperti yang direncanakan, dan Pelaksanaan pelayanan Administrasi Perkantoran paling tidak dirasakan telah mencapai Tingkat Kecukupan selama setahun sebesar 80% dengan masalah utama adalah pemadaman listrik yang sangat menggangu pelayanan dan kinerja pegawai dinas.

halaman - v -


LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROV. KALBAR TAHUN 2009

Terdapat beberapa hal yang perlu pula dipertimbangkan sebagai critical succes factors untuk pengembangan sektor industri dan perdagangan kedepan adalah sebagai berikut : 1. Perangkat peraturan perundang-undangan yang komprehensif dan akomodatif; 2. Peningkatan sarana dan prasarana penunjang pelayanan publik 3. Sistem distribusi/logistik daerah yang efektif dan efisien; 4. Pengamanan produk dan komoditi strategis di pasar lokal; 5. Peningkatan daya saing produk Kalbar dan Peningkatan akses, penetrasi dan promosi pasar untuk barang-barang Kalbar di pasar lokal, nasional hingga global; 6. Optimalisasi hasil-hasil litbang industri dan perdagangan sesuai dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha; 7. Kemampuan memanfaatkan sistem/teknologi informasi; 8. Tertatanya jejaring kerja antara pemerintah dengan dunia usaha; 9. Optimalisasi pola pembinaan, pengembangan karier dan pengawasan akan meningkatkan pelayanan publik yang lebih prima.

halaman - vi -


BAB I PENDAHULUAN

A. GAMBARAN UMUM DAN KEDUDUKAN Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat merupakan penggabungan dari Dinas Perindustrian Dati I Kalimantan Barat dengan Kanwil Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat, pada Tahun 2001 berkaitan dengan diterapkannya Otonomi Daerah. Dinas

Perindustrian

dan

Perdagangan

Provinsi

Kalimantan

Barat

berkedudukan di Kota Pontianak dan merupakan salah satu instansi tehnis yang membina sektor ekonomi di daerah Kalbar sesuai dengan nilai-nilai yang melekat pada Tugas Pokok dan Fungsi Oranganisasi (TUPOKSI) berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; Peraturan Daerah nomor 9 tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Provinsi Kalimantan Barat ; dan Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat mengenai telah dibentuknya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat yang dijabarkan dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 49 Tahun 2008 yang ditetapkan oleh Gubernur Kalimantan Barat dan diundangkan di Pontianak pada tanggal 7 November 2008 tentang Tugas Pokok dan fungsi Dinas Perindag Provinsi Kalbar. Laporan akuntabilitas kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat merupakan pertanggungjawaban Kepala Dinas atas pelaksanaan tugas-tugas Umum Pemerintahan (pelayanan publik) dan pembangunan, dalam rangka mewujudkan Visi, misi yang telah ditetapkan sesuai kewenangan yang dimiliki oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat. Dalam menjalankan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat didukung oleh 3 (tiga) Unit Pelayanan Teknis dan 1 (satu) unit pelatihan yaitu, Unit Pengawasan halaman - 1 -


Sertifikasi Mutu Barang (UPSMB), Unit Pelayanan Kemetrologian Pontianak, dan Unit Pelayanan Kemetrologian Singkawang serta Unit Pelatihan Industri Kecil Menengah. Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat sebagai

langkah awal

dalam pengimplementasian Sistim

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). yang dijadikan acuan dalam penyusunan dan perumusan anggaran. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat beserta unit-unit pendukungnya dalam melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan, selain didukung

oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

(APBD), juga didukung oleh dana APBN.

B. TUGAS POKOK, FUNGSI dan STRUKTUR ORANGANISASI

halaman ..‌2


C. HAL-HAL LAIN YANG BERPENGARUH Disamping diperkuat oleh UPT tersebut diatas Disperindag Prop Kalbar juga ditunjang oleh peran instansi vertikal Departemen Perindustrian dan Perdagangan baik melalui khubungan koordinasi langsung dan melalui : 1. Badan Riset dan Standardisasi Industri dan Perdagangan (Baristand Indag Pontianak) 2. Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Pontianak. Untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi Dinas Perindag Prov. Kalbar didukung oleh Sumber Daya Aparatur sebanyak 97 (Sembilan puluh tujuh) orang dengan formasi sebagaimana data dibawahn ini. Tabel 1. DAFTAR JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH PROPINSI KALIMANTAN BARAT UNIT KERJA : DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT

UNIT KERJA

DINAS PERINDAG PROV. KALBAR UPSMB PONTIANAK UP KEMETROLOGIAN PONTIANAK UP KEMETROLOGIAN SINGKAWANG UPIKM PROV. KALBAR TOTAL

S2

TINGKAT PENDIDIKAN S1 SARMUD SMA SMP

SD

JUMLAH

7 1 2 -

22 15 7 4 8

8 2

55 14 15 5 9

2 -

5 2 2 -

97 34 26 9 19

10

56

10

98

2

9

185

sumber : Disperindag Prov. Kalbar, 2009 Dari uraian diatas ternyata secara sumber daya manusia Dinas Perindag secara umum masih didominasi oleh lulusn SMA kebawah yaitu sebanyak 109 orang dari 185 pegawai, namun telah memiliki aparat yang telah berpendidikan strata 2 yang cukup banyak yaitu sebanyak 10 orang. Tingkat pendidikan rata-rata pegawai ini akan sangat mempengaruhi kinerja Dinas.

halaman ..‌3


Dari sisi sarana dan prasarana walaupun secara administrasi Dinas Perindag memiliki 2 (dua) kantor namun saat ini yang berfungsi hanya Kantor di jalan Sutan Syahrir no. 2 Pontianak, sedangkan Kantor Jalan sutan Abdurahman 101 pontianak telah ditempati oleh SKPD lain. Sebagai akibatnya suasana kerja dan pelayanan umum terganggu karena Kantor yang ditempati tidak dapat menampung para pegawai untuk bekerja secara layak. Bahkan satu bidang harus menempati ruang pelatihan gedung kantor Unit pelatihan IKM kalbar. Demikian sarana yang lainnya seperti sarana mobilitas masih sangat ternatas dan pada umumnya kondisi yang sudah tua dan dalam proses DUM.

Sarana

penunjang kerja lainnya seperti meja dan komputer sudah cukup lengkap namun sebagin dalam kadaan tidak layak digunakan. Daftar inventaris barang terlampir. Sedangkan untuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dinas perindag didukung oleh penyediaan anggaran dari APBD Provinsi dan APBN dekosentrasi Departemen Perindustrian dan Departemen perdagangan. (Lampiran anggaran terlampir).

D. MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN LAKIP 2009 Maksud dan tujuan Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini sebagai bahan pertanggungjawaban atas tingkat Kinerja Dinas Perindag Provinsi Kalbar dalam pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip Good Governance sesuai dengan Instruksi Presiden No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

E. SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAKIP Sesuai Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 239/IX/6/8/2003 tentang perbaikan pedoman penyusunan pelaporan Akuntabilitas

halaman ..‌4


Kinerja Instansi Pemerintah, Sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini terdiri dari : 

Kata Pengantar

Daftar isi

Ringkasan Eksekutif

Bab I. Pendahuluan A. B. C. D. E.

Gambaran Umum Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Oranganisasi Hal-Hal Lain yang Berpengaruh Maksud dan Tujuan Sistematika

Bab II. Rencana Stratejik A. Rencana Strategis 2008 - 2013 B. Rencana Kinerja Tahun (RKT) Tahun 2009

Bab III. Akuntabilitas Kinerja A. Pengukuran Kinerja B. Evaluasi dan Analisis Kinerja C. Akuntabilitas Keuangan

Bab IV. Penutup

halaman ..…5


BAB II RENCANA STRATEJIK

A. Rencana Strategis Periode 2008 - 2013 Berdasarkan Peraturan Presiden no. 28 tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional (KIN) pengembangan industri nasional dilakukan melalui pendekatan Top- Bottom melalui : 1. Pengembangan 10 Klaster Industri Prioritas (Industri-industri makanan & minuman, pengolahan hasil laut, TPT, alas kaki, kelapa sawit, barang kayu (rotan & bambu), karet & barang karet, pulp & kertas, mesin listrik & peralatan listrik, kimia) 2. Pengembangan Industri Prioritas Penunjang dan Terkait 3. Pengembangan Industri Andalan Masa Depan 4. Pengembangan IKM Tertentu Sedangkan melalui bottom up melalui pengembangan : pengembangan industri kompetensi inti daerah (Kabupaten/kota) dan Industri prioritas provinsi, dimana saat ini Provinsi Kalimantan Barat telah disetujui untuk pengembangan industri prioritas provinsi adalah Sawit dan Karet dan Karet harus diselesaikan dalam Jangka menengah. Sasaran Kebijakan Ekonomi Kalbar yang mengacu pada Visi : “Terwujudnya Masyarakat Kalimantan Barat yang beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya dan sejahtera) khususnya disektor industri dan perdagangan” (PERDA NO. 8 TAHUN 2008 TTG RPJMD Kalbar 2008 – 2013) a.l. sbb :

halaman ..…6


1. Pertumbuhan ekonomi 2009 – 2013 = 6.16 – 7,28% 2. Kontribusi industri pengolahan1 = 16 % 3. Pertumbuhan industri pengolahan = 1,00 – 2,87 % (rata-rata 1,98 %per tahun) 4. Inflasi atas dasar harga konsumen = 5 – 8 % 5. PDRB perkapita tahun 2013 : us$ 1,867.24 (tahun 2007 : US$ 1,096.82)

Berdasarkan hal tersebut arah kebijakan stratejik daerah yang berkaitan bidang industri dan perdagangan berdasarkan RPJMD 2008-2013 adalah sbb : 1.

Pengembangan Subsistem industri hilir yang terintegrasi dg basis pada ind. Pengolahan hasil perikanan, pertanian & perkebunan, kehutanan serta pertambangan

2.

Penumbuhan klaster industri, baik pada industri besar dan sedang maupun pada IKM

3.

Memperkuat basis industri yg menghasilkan produk berdaya saing tinggi & berorientasi ekspor

4.

Perluasan jaringan Distribusi & penyebaran informasi perdaganga/bisnis serta peningkatan perlindungan konsumen

5.

Peningkatan sarana & prasarana perdagangan termasuk di kawasan perbatasan

6.

Memfasilitasi pelaku usaha dalam memasarkan produk daerah

7.

Memperkuat kegiatan promosi dan misi dagang untuk meningkatkan ekspor daerah

8.

Meningkatkan daya saing KUKM (IKM) untuk memberikan kontribusi yg signifikan pada pertumbuhan ekonomi & lapangan kerja

9.

Memperluas basis & kesempatan berusaha serta menumbuhkan WUB

Sumber : RPJMD Kalbar 2008 – 2013, Perda no. 8/ 2008

1

sebagai catatan tahun 2000 = 24,15%; tahun 2005 = 19,03%; tahun 2007 = 18,21%)

halaman ..…7


berdasarkan nilai-nilai yang melekat pada TUPOKSI serta proyeksi kedepan yang akan dihadapi oleh Dinas Perindag. Oleh karena itu disusunlah Visi Dinas Perindag Provinsi Kalbar sebagai berikut :

“Terwujudnya Industri yang Maju dan Perdagangan yang Tangguh Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat�

Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

Peraturan Daerah nomor 9 tahun 2008 tentang Urusan

Pemerintahan yang menjadi kewenangan Provinsi Kalimantan Barat ; dan Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah

Provinsi

Kalimantan

Barat

mengenai

telah

dibentuknya

Dinas

Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat yang dijabarkan dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 49 Tahun 2008 yang ditetapkan oleh Gubernur Kalimantan Barat dan diundangkan di Pontianak pada tanggal 7 November 2008 tentang Tugas Pokok dan fungsi Dinas Perindag Provinsi Kalbar, misi yang diemban adalah sbb :

1. Menumbuh kembangkan sektor industri untuk dapat memberikan konstibusi nyata dalam pembangunan perindustrian daerah Kalimantan Barat. 2. Mengembangkan perdagangan dalam dan luar negeri sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor perdagangan daerah Kalimantan Barat. 3. Meningkatkan

profesionalisme

aparatur

untuk

dapat

eksis

dalam

pembangunan bidang perindustrian dan perdagangan daerah Kalimantan Barat serta meningkatkan sarana dan prasarana kerja.

halaman ..‌8


Guna mewujudkan dan merealisasikan visi dan misi serta dengan memperhatikan faktor-faktor penentu keberhasilan dari hasil analisis yang memadai terhadap lingkungan eksternal dan internal telah ditetapkan tujuan dan sasaran srategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat dalam kurun waktu 1 (satu) tahun pada Tahun Anggaran 2009 sebagai berikut :

Agenda pertama : Membina dan menumbuh kembangkan sektor Industri untuk dapat memberikan konstribusi nyata dalam pembangunan Indag daerah Kalbar melalui pemanfaatan sumber daya daerah yang mempunyai daya saing, peningkatan teknologi, penyebaran informasi, profesionalisme pelaku usaha, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. Tujuan Stratejik Meningkatkan daya saing bidang industri Kalbar

Sasaran Stratejik  

Laju rerata pertumbuhan ekonomi sektor industri sebesar 1 – 2,87 % per tahun Tumbuh dan berkembangan industri kecil dan menengah

Agenda kedua : Membina perdagangan dalam negeri sehingga dapat memberi kontribusi nyata dalam pembangunan sektor perdagangan daerah Kalbar melalui pengembangan pasar yang terintegrasi, penciptaan iklim usaha yang kompetitif, pengendalian inflasi, perlindungan konsumen, pengamanan perdagangan dan mendorong penumbuhan dan pengembangan sektor produksi perdagangan dalam negeri guna pemberdayaan pasar dalam negeri, penciptaan tertib usaha dan upaya perlindungan konsumen. Tujuan Strategis Meningkatkan kelancaran distribusi penggunaan produk dalam negeri perlindungan konsumen, pengamanan perdagangan dan mengembangkan perdagangan yang tertib efisien, transparan dan berdaya saing

Sasaran Strategis -

Meningkatkan efisiensi dstribusi perdagangan dalam negeri Peningkatan Perlindungan Konsumen dan Pencapaian Target Pendapatan Asli Daerah melalui UPT Kemetrologian

halaman ..‌9


Agenda ketiga : Membina perdagangan luar negeri sehingga dapat memberi kontribusi nyata dalam pembangunan sektor perdagangan daerah Kalbar melalui penegmbangan kerjasama sub regional, pengembangan pasar yang terintegrasi, penciptaan

iklim

usaha

yang

kompetitif,

mendorong

penumbuhan

dan

pengembangan sektor produksi perdagangan dalam dan luar negeri guna peningkatan ekspor, penciptaan tertib usaha dan upaya pengendalian impor.

Tujuan Strategis

Sasaran Strategis

Meningkatkan kelancaran perdagangan luar negeri

-

-

Pengamanan neraca perdagangan daerah memlaui Peningkatan Ekspor daerah, terkendalinya impor dan Pencapaian target PAD UPSMB Pontianak

Agenda keempat : Membina aparatur dinas perindag untuk dapat eksis dalam pembangunan bidang indag daerah Kalbar melalui fasilitasi peningkatan karier (kemampuan teknis dan manajemen), serta peningkatan sarana dan prasarana kerja.

Tujuan Strategis

Sasaran Strategis

Meningkatkan  pelayanan kepada masyarakat dan dunia  usaha yang prima dan profesional   

Meningkatnya kesejahteraan pegawai yang mendorong peningkatan kinerja pegawai Meningkatkan kualitas aparatur dan sarana dan prasarana guna mendukung perindustrian dan perdagangan Kalimantan Barat Meningkatnya perencanaan kerja dan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang undangan Peningkatan koordinasi, monitoring dan evaluasi Pelaksanaan pelayanan Administrasi Perkantoran

Untuk mewujudkan sasaran yang ingin dicapai maka harus dipilih strategi yang tepat guna meningkatkan kinerja. Strategis Dinas Perindag Prov. Kalbar mencakup kebijaksanaan dan program.

Kebijaksanaan

pada

dasarnya

merupakan

halaman ..…10


ketentuan-ketentuan yang telah disepakati pihak-pihak terkait dan telah ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan petunjuk dari tiap-tiap kegiatan agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai sasaran, tujuan, misi dan visi. Sedangkan program adalah kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Sasaran 1 : Laju rerata pertumbuhan ekonomi sektor industri sebesar 1,25 % Kebijaksanaan Mendorong Penumbuhan dan pengembangan industri dan perdagangan berbasis kawasan melalui bantuan dan fasilitasi teknis dan kelembagaan, peralatan, manajerial dan pemasaran Mengupayakan penerapan pengembangan industri berdasarkan pola klaster melalui failitasi penguatan linkage, pemanfaatan hasil-hasil litbang industri, penyediaan informasi teknologi, fasilitasi instruktur, fasilitator, narasumber dan melakukan peningkatan upaya konsultasi, advokasi untuk pengembangan usaha dan pengawasan terhadap pelaksanaan penerapan peraturan di bidang Industri terutama HaKi, standarisasi Industri, packaging dan labelling baik melalui koordinasi dan sinkronisasi program dengan instansi terkait di pusat dan daerah.

Program -

Program Pengembangan Industri berbasis Kawasan

-

Program Pengembangan Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan (IKAHH). Program Pengembangan Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka (ILMEA)

-

Sasaran 2 : Menumbuh kembangkan industri kecil dan menengah yang berdaya saing minimal 1 perusahaan IKM mendapatkan pengakuan atau penghargaan di forum nasional dan internasional Kebijaksanaan Mendorong dan menumbuhkembangkan IKM melalui pelatihan kewirausahaan, pelatihan teknis dan manajerial serta penyediaan informasi pengolahan komoditi dan pasar terutama industri pengolahan yang berbasis bahan baku lokal dan atau sumberdaya cultural/budaya setempat, serta penyediaan tempat konsultasi teknis dan bisnis

Program -

Program Pengembangan IKM

halaman ..‌11


Sasaran 3 : Peningkatan efisiensi distribusi perdagangan dalam negeri Kebijaksanaan Program Mengupayakan ketersediaan Bapok, barang strategis dan barang penting lainnya bagi Masyarakat dan peningkatan pemasaran produk daerah.

-

Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri

Sasaran 4 : Peningkatan Perlindungan Konsumen dan Pencapaian Target Pendapatan Asli Daerah melalui UPT Kemetrologian Kebijaksanaan Meningkatkan pelaksanaan perlindungan Konsumen melalui pengawasan barang beredar dan operasionalisasi serta kapasitas kemetrologian.

Program -

Program Peningkatan Perlindungan Konsumen

Sasaran 5 : Peningkatan Ekspor daerah, terkendalinya impor dan Pencapaian target PAD UPSMB Pontianak Kebijaksanaan Peningkatan diversifikasi produk dan tujuan ekspor, kerjasama perdagangan, pengendalian impor dan peningkatan pelayanan UPSMB Pontianak

Program -

Program Pengembangan Diversifikasi Produk ekspor Program Kerjasama Perdagangan Luar Negeri Program Peningkatan Kemampuan dan Pelayanan UPSMB

Sasaran 6 : Meningkatnya kesejahteraan pegawai yang mendorong peningkatan kinerja pegawai Kebijaksanaan Pemberian insentif beban kerja dan kehadiran sesuai peraturan yang berlaku yang mendorong peningkatan kinerja

Program -

Belanja Tidak Langsung

halaman ..‌12


Sasaran 7 : Meningkatkan kualitas aparatur dan sarana dan prasarana guna mendukung perindustrian dan perdagangan Kalimantan Barat Kebijaksanaan

Program 

Mengupayakan peningkatan sarana prasarana secara bertahap dan peningkatan kualitas SDM melalui pemerataan diklat

 

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Disiplin Aparatur Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Sasaran 8 : Meningkatnya perencanaan kerja dan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang didukung Peningkatan koordinasi, monitoring dan evaluasi Kebijaksanaan

Program

Mengupayakan perencanaan kerja yang transparan dan pengelolaan keuangan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan serta pelaporannya secara tepat waktu Penyediaan wadah konsultasi dan koordinasi perencanaan antara kab/kota dan provinsi serta Pusat

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Program Konsultasi dan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Indag Kalbar.

Sasaran 9 : Pelaksanaan pelayanan Administrasi Perkantoran Kebijaksanaan Penyediaan operasional pelayanan administrasi perkantoran

Program -

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

halaman ..…13


B. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2009 Perencanaan Strategis yang telah ditetapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat dijabarkan dalam rencana kinerja untuk tahun yang bersangkutan. Rencana Kinerja menjabarkan sasaran dan program yang telah ditetapkan berdasarkan rencana strategik, yang akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan tahun 2009. Rencana kinerja disusun bersamaan dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran, yang disertai penetapan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kebijakan, serta menjadi komitmen bagi instansi pemerintah untuk mencapainya dalam tahun yang bersangkutan. Dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan tahun 2009, telah ditetapkan sasaran, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dari periode 01 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2009. Adapun sasaran-sasaran, program-program, dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : A. Laju rerata pertumbuhan ekonomi sektor industri dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian target sebesar 1,25 % . Program untuk mencapai sasaran ini adalah : PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KIMIA, AGRO, DAN HASIL HUTAN 1. Penetapan Standar/grade bahan baku keramik Kalbar 2. Partisipasi pada Pameran dan simposium perkeramikan nasional di Jakarta 2009 3. Penumbuhan dan Pengembangan Sentra Industri 4. Makanan di KUAT Singkawang 5. Pembelajaran Metode Pengelolaan Kelapa Terpadu di Yogyakarta

PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI LOGAM, MESIN, ELEKTRONIKA, DAN ANEKA (ILMEA) 1. Pemeliharaan jaringan Sistem Informasi INDAG

halaman ..‌14


2. Dukungan Pengembangan ALSINTAN CENTER (TOT dan Workshop) 3. Partisipasi pada pameran INACRAFT dan PPI 2009 4. Konsultansi Spesialis IKM 5. Partisipasi Pada Pameran Lokal di Kota Pontianak 6. Penghargaan UPAKARTI 7. Pelaksanaan Konvensi GKM Provinsi 2009 8. Dukungan dalam rangka Pengembangan kerajinan dengan DEKRANASDA 9. Pengkajian Pengembangan Sentra Tenun Di Kabupaten Sambas

PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI DAN PERDAGANGAN DI KUAT KALBAR 1. Dukungan Pengembangan INDAG di KUAT

PROGRAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI KARET KALBAR 1. Pengembangan Industri Berbasis Kompetensi Inti Karet 2. Diversifikasi Produk Berbasis Karet 3. Bimtek Pengujian dan Peningkatan Mutu Bahan Olah Karet 4. Rakyat untuk Industri dan Bahan Olahan Karet Ekspor 5. Partisipasi pada PERTASI KENCANA 2009

B. Menumbuhkembangkan IKM yang berdaya saing 1 perusahaan IKM mendapat pengakuan /penghargaan di tingkat nasional dan atau internasional. Program untuk mencapai sasaran ini adalah : PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH dengan kegiatan sbb : 1. Partisipasi pada pameran INACRAFT dan PPI 2009 2. Konsultasi spesialis IKM 3. Partisipasi pada pameran lokal di Kota Pontianak

halaman ..‌15


4. Penghargaan UPAKARTI 5. Pelaksanaan Konvensi GKM Provinsi 2009 6. Dukungan dalam rangka Pengembangan Kerajinan dengan DEKRANASDA 7. Pengkajian Pengembangan Sentra Tenun di Kabupaten Sambas 8. Program/Kegiatan pelatihan dan pelayanan Unit Pelatihan IKM Kalbar

C. Peningkatan efisiensi distribusi perdagangan dalam negeri dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian target :  Laju Inflasi dibawah 10%  Pelaksanaan pemasaran produk agro melalui pasar lelang sebanyak 3 kali  Jumlah Pasar yang terhubung untuk pemasaran produk Agro dan IKM Kalbar di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung dan sentra ekonomi utama lainnya 4 pasar Program untuk mencapai sasaran ini adalah : PROGRAM PENINGKATAN EFISIENSI PERDAGANGAN DALAM NEGERI, dengan kegiatan sbb : 1. Perluasan Pemasaran Produk Agro Kalbar Melalui Operasionalisasi Pasar Lelang 2. Penyediaan Griya Kerajinan Kalbar dalam rangka perluasan pemasaran Produk Kerajinan Kalbar 3. Peningkatan Kinerja Perdagangan Antar Pulau 4. Penyelenggaraan Pasar Murah 5. Promosi Dagang Dalam Negeri / partisipasi Pameran Dalam Negeri di Luar PPE dan PPED 6. Fasilitas Pembangunan pasar tradisional 7. Sosialisasi kebijakan minuman beralkohol

D. Peningkatan Perlindungan Konsumen dan Pencapaian Target Pendapatan Asli Daerah melalui UPT Kemetrologian dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian

halaman ..…16


target, sbb :  Terlaksananya Pengawasan Barang Beredar di 12 Kab/kota  Terlaksananya Pengawasan kemetrologian legal di 12 Kota/kab  Pencapaian target PAD Kemetrologian 100 %

Program untuk mencapai sasaran ini adalah : d.1. Program Peningkatan Perlindungan Konsumen dengan kegiatan utama ; d.1.1. Pengawasan Barang Beredar d.1.2. Perlindungan konsumen d.1.3. Peningkatan Pelayanan Kemetrologian Pontianak dengan kegiatankegiatan -

Verifikasi alat-alat standar

-

Pelayanan tera / tera ulang alat UTTP

-

Pendataan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya

-

Pelatihan juru ukur

d.1.4. Peningkatan Informasi Dan Pengawasan Kemetrologian Pontianak Dengan Kegiatan-Kegiatan -

Pos ukur ulang

-

Pengawasan Alat UTTP dan BDKT

-

Pembinaan dan pengujian BDKT

d.1.5. PENINGKATAN PELAYANAN KEMETROLOGIAN SINGKAWANG dengan kegiatan-kegiatan -

Pelayanan tera / tera ulang alat UTTP

-

Pos Ukur Ulang

-

Pembinaan barang Dalam keadaan terbungkus (BDKT)

-

Verifikasi Standar

-

Pendataan Alat UTTP

-

Sosialisasi Kemetrologian melalui Pameran

halaman ..…17


E. Peningkatan Ekspor daerah, terkendalinya impor dan Pencapaian target PAD UPSMB Pontianak, dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian target, sbb :  Terpromosikannya Produk Ekspor Kalbar di dalam dan Luar negeri 3 kali/tahun, Laju Peningkatan nilai ekspor daerah sebesar 7,55 % per tahun, neraca perdagangan yang surplus sebesar 100%  Tercapainya hubungan kerjasama regional 1 kerjasama/forum  Peningkatan Kapasitas unit sertifikasi mutu barang daerah 1 unit  dan pencapaian target PAD UPSMB sebesar 100%

Program untuk mencapai sasaran ini adalah : e.1. PROGRAM PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI PRODUK EKSPOR KALBAR -

Partisipasi pada pameran produk ekspor (PPE)

-

Partisipasi Pada pameran produk ekspor daeran (PPED)

-

Peningkatan Informasi Ekspor

-

Forum Peningkatan Kinerja Ekspor

-

Pembinaan Perdagangan Lintas Batas

-

Klinik Konsultasi Ekspor

-

Partisipasi pada Pameran Produk Indonesia di Melbourne, Australia

-

Partisipasi Pada Pameran Produk Indonesia di Nanning, China

-

Partisipasi Pada pameran La Beaute 09 di Kuching

e.2. Program Kerjasama Perdagangan Luar Negeri -

Partisipasi kerjasama Sub Regional

e.3. Program Peningkatan Kemampuan dan Pelayanan UPSMB dengan kegiatan utama :

halaman ..…18


e.3.1. PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK UNGGULAN EKSPOR, dengan rincian kegiatan : -

Pembinaan dan penyuluhan mutu komoditi ekspor di 10 kab/kota

-

Monitoring mutu komoditi tengkawang,karet, bokar,lada, dan cpo

-

Pelatihan pengendalian dan pengawasan mutu kualitas karet bagi dunia usaha eksportir produsen instansi terkait kalbar

-

Pengambilan dan pengujian Mutu contoh Garam, AMDK, Pupuk dan Barang beredar lainnya di pasar pada 10 kab/kota

-

Pengambilan dan pengujian mutu contoh lampu swabalast

e.3.2. PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK dengan rincian kegiatan : -

Kalibrasi peralatan ke perusahaan

-

Surveilen laboratorium kalibrasi

-

Penyempurnaan dokumen mutu Lab. UPSMB

-

Sosialisai pemberlakuan SNI untuk barang-barang impor

-

Pengadaan bahan kimia untuk pengujian

-

Promosi UPSMB

-

Pelatihan pengendalian mutu lab

-

Kalibrasi peralatan standar dan peralatan laboratorium

-

Biaya registrasi petugas pemngambil contoh

-

Pelatihan penyusunan dokumen mutu ISO 17025

-

Pelatihan internal audit lab

-

Kegiatan Internal Audit lab

F. Meningkatnya kesejahteraan pegawai yang mendorong peningkatan kinerja pegawai dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian target : ďƒ˜ Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan kesejahteraan pegawai ďƒ˜ Tingkat penyelesaian pelaksanaan kegiatan dan tugas pokok dan fungsi

halaman ..‌19


Program untuk mencapai sasaran ini adalah Belanja tidak langsung

G. Meningkatkan kualitas aparatur dan sarana dan prasarana guna mendukung perindustrian dan perdagangan Kalimantan Barat dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian target :  Tingkat pemenuhan kebutuhan kantor atas sarana dan prasarana yang memadai  Tingkat pelayanan sarana dan prasarana yang ada  Tingkat ketepatan waktu laporan barang daerah  Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan ketatausahaan  Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan penerapan disiplin  Indeks kepuasan pegawai terhdap sangsi pelanggaran disiplin pagawai  Indeks kepuasaan pegawai terhadap penghargaan dan prestasi kerja

Program untuk mencapai sasaran ini adalah : g.1. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR -

Pengadaan Mobil Jabatan, Mobil dinas, Kendaraan Operasional

-

Pengadaan Perlengkapan / peralatan gedung kantor

-

Pengadaan Sarana dan Prasarana Studio, Komunikasi, dan Sistem Informasi

-

Peningkatan Instalasi listrik

-

Pemeliharaan Mobil jabatan/Mobil Dinas, Kendaraan Operasional

-

Rehabilitasi Sedang/berat Rumah Jabatan/ Gedung

g.2. PROGRAM PENINGKATAN DISIPLIN APARATUR -

Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya

g.3. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR -

Pendidikan dan Pelatihan

halaman ..…20


-

Penilaian angka kredit Jabatan fungsional

H. Meningkatnya perencanaan kerja dan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang didukung dengan rencana indikator sasaran : 

tingkat Kesesuaian pelaksanaan tugas pokok instansi dengan perencanaan dan ketentuan

tersedianya dokumen perencanaan

Program untuk mencapai sasaran ini adalah : h.1. PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN -

Monitoring, evaluasi dan laporan kegiatan

h.2. PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN PERENCANAAN INDAG -

Konsultasi dan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Indag Kalbar

I. Pelaksanaan pelayanan Administrasi Perkantoran dengan sasaran Tingkat Kecukupan selama setahun 100%. Program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ini adalah 

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan kegiatan 1. Penyediaan jasa surat menyurat 2. Penyediaan jasa komunikasi sumber daya air dan listrik 3. Penyediaan jasa Kebersihan Kantor 4. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 5. Penyediaan Alat Tulis Kantor 6. Penyediaan Barang cetakan dan penggandaan 7. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan banngunan kantor

halaman ..…21


8. Penyediaan Bahan Bacaan dan peraturan perundang-undangan 9. Penyediaan bahan logistok kantor 10. Penyediaan makan dan minuman 11. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam dan luar daerah 12. Penyediaan Jasa Tenaga pendukung perkantoran

Untuk lebih jelasnya Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2009 Dinas Perindag Provinsi Kalbar dapat dilihat pada formulir RKT lampiran LAKIP ini.

halaman ..‌22


BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. PENGUKURAN KINERJA 3.1. Metode Pengukuran Kinerja Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi sebagai berikut : 1. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus : Realisasi Capaian indikator kinerja = ---------------------- x 100 % Rencana

2. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus : Rencana – (Realisasi – Rencana) Capaian indikator kinerja = --------------------------------------- x 100 % Rencana Atau : (2 x Rencana) - Realisasi Capaian indikator kinerja = ------------------------------- x 100 % Rencana

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran dan kegiatan. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan

halaman ..‌23


sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas. Selain itu untuk memberikan penilaian yang lebih independen melalui indikator-indikator outcomes atau minimal outputs dari kegiatan yang terkait langsung dengan sasaran yang diinginkan. Untuk pengukuran dan evaluasi atas kinerja, beberapa kegiatan ditetapkan indikator kinerja outcomes yang lebih tinggi (ultimate outcomes) serta disajikan perbandingan dengan capaian kinerja pada tahun sebelumnya. Namun demikian karena keterbatasan data sebagai akibat belum terbangunnya sistem dan pengumpulan data serta indikator keberhasilan kinerja tahun sebelumnya menggunakan indikator kinerja yang berbeda-beda, maka analisis lebih lanjut terhadap peningkatan dan penurunan kinerja belum dapat disajikan secara lengkap.

3.2. Hasil Pengukuran Kinerja Tugas-tugas umum pemerintahan (pelayanan publik) belum dapat ditetapkan indikator keberhasilannya, mengingat Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi acuan pembuatan indikator pada umumnya masih dalam proses penyusunan sehingga capaian kinerja yang dapat dilaporkan cenderung lebih menitikberatkan pada sejauh mana program dan kegiatan pembangunan telah membawa manfaat bagi masyarakat, Pemerintah maupun stakeholder lainnya dengan indikator kinerja yang ditetapkan secara mandiri yang meliputi indikator mikro, indikator strategis Pemerintah Daerah dan indikator mikro. Hasil pengukuran kinerja sesuai mekanisme perhitungan pencapaian kinerja yang diperoleh melalui pengukuran kinerja atas pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi Pemerintah. Pengukuran kinerja ini merupakan hasil dari suatu penilaian sistematik yang sebagian besar didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator masukan dan keluaran. Sebagian lagi berupa indikator hasil (outcomes) sedangkan indikator halaman ..‌24


manfaat dan dampak sebagian baru terbatas pada identifikasi untuk melihat keterkaitannya dengan tujuan dan sasaran. Hal ini mengingat sistem pengukuran kinerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, belum sepenuhnya terbangun. Adapun hasil pencapaian kinerja sasaran ditentukan oleh indikator kinerja sasaran yang meliputi indikator makro, indikator strategis dan indikator mikro. Penetapan indikator-indikator ini harus didasarkan pada perkiraan realistis dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan serta data pendukung yang teroranganisasi sehingga keberhasilan pencapaiannya dapat mengindikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran pada tahun yang bersangkutan. Dengan demikian pengukuran kinerja merupakan proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi, misi dan strategi instansi Pemerintah (Pasal 5 Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 852 Tahun 2006). Pengukuran kinerja yang dilakukan, mencakup : a. Kinerja kegiatan merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing kelompok kegiatan. Pengukuran kinerja kegiatan ini menggunakan formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK). b. Tingkat pencapaian sasaran merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapkan sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dimana tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan. Pengukuran pencapaian sasaran ini menggunakan formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran. Hasil capaian baik kekurangan maupun kelebihannya merupakan hasil kerja manajemen dalam mensinergikan berbagai sumber daya dan keterlibatan seluruh komponen yang ada dalam masyarakat, tidak terkecuali pengaruh kondisi

halaman ..‌25


dan situasi yang melingkupinya. Upaya pengukuran kinerja diakui tidak selalu mudah, karena hasil capai suatu indikator tidak semata-mata merupakan output dari suatu program atau sumber dana akan tetapi merupakan akumulasi, korelasi dan sinergi antara berbagai program dan berbagai pihak yang terlihat dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian keberhasilan realisasi suatu kegiatan, tidak dapat diklaim sebagai hasil dari suatu sumber dana atau oleh satu pihak saja. Kinerja pelaksanaan tugas program Disperindag Provinsi Kalbar pada tahun Anggaran tertentu bukanlah kinerja yang berdiri sendiri akan tetapi terkait dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu akan sangat sulit dan hampir mustahil untuk mengukur atau memberikan penilaian terhadap kinerja APBD satu tahun angggaran sampai pada tingkat atau indikator dampak, karena dampak dari suatu program atau kegiatan ada yang baru dapat dinilai dalam jangka waktu lebih dari

1 (satu) tahun sesuai dengan tujuan jangka pendek,

jangka menengah dan jangka panjang dari program tersebut. Terlebih lagi peran penyediaan dana APBN (dekosentrasi) masih sangat besar untuk menunjang program-program dalam upaya mencapai tujuan dan sasaran Disperindag Provinsi Kalbar sesuai yang tertuang dalam renstra Disperindag Prov. Kalbar 2008 – 20013. Selain itu dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 20002, maka kewenangan Pemerintah Provinsi menjadi sangat terbatas, sehingga dengan kewenangan yang terbatas tersebut tentu berpengaruh terhadap Kinerja Pemerintah Propinsi. Dalam hal ini kami menilai akan lebih tepat manakala indikator kinerja program ditetapkan berdasarkan indikator outcome. Uraian pengukuran kinerja selanjutnya sebagaimana terdapat pada lampiran formulir III: Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan pada lampiran formulir IV: Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS). 2

walaupun pada UU 34/2004 telah menyatakan peran Provinsi menjadi pengawas pelaksanaan program pembangunan di kota/kabupaten, tetapi saat ini belum ada petunjuk pelaksanaannya dalam bentuk Peraturan Pemerintah, sehingga saat ini kewenangan Provinsi masih mengacu pada PP 20/2000. halaman ..‌26


Berdasarkan hasil pengukuran, tingkat pencapaian indikator kinerja pada level sasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2009 sebagai berikut :

Sasaran 1. Pertumbuhan Industri dengan rencana indikator kinerja Laju Pertumbuhan sektor industri pada PDRB Kalbar 2,21% dengan capaian Pertumbuhan sektor industri pada PDRB Kalbar 2009 sebesar 1,1 % atau 108,60% dari tingkat yang direncanakan. Sasaran 2. Tahun 2009 kalimantan barat memperoleh penghargaan atas prestasi IKM yaitu Upakarti dan juara I Konvensi Gugus kendali mutu IKM tingkat Nasional. Atau dengan kata lain mencapai 2 penghargaan dari 1 target kinerja atau dengan nilai 200 %. Sasaran 3. Peningkatan efisiensi distribusi dengan rencana indikator kinerja : 1. Laju Inflasi 4,08% dengan capaian 4,91% atau 83,09 % dari tingkat yang direncanakan 2. Jumlah pelaksanaan pemasaran produk agro melalui pasar lelang (kali) dari yang direncanakan sebanyak 3 kali telah dilakukan sebanyak 3 kl atau 100% 3. Jumlah Pasar yang terhubung untuk pemasaran produk IKM Kalbar di Bali dari rencana setahun dengan realisasi setahun 4. Jumlah daerah yang memperoleh Dana DAK Kementerian Perdagangan untuk pembangunan pasar sebanyak 5 Kabupaten Kota dengan capaian 7 kabuapten (Kab. Bengkayang, Kab. Landak, Kab. Ketapang, Kab. Sambas, Kab. Sintang, Kab. Sekadau, Kab. Melawi) pada 2010 atau 140 % dari tingkat yang direncanakan Sasaran 4. Peningkatan Perlindungan Konsumen dan Pencapaian Target Pendapatan Asli Daerah melalui UPT Kemetrologian, dengan rencana indikator kinerja : 1. Terlaksananya Pengawasan Barang Beredar di 12 Kab/kota dengan pencapaian 12 kota/kab atau 100 % 2. Terlaksananya Pengawasan kemetrologian legal di 12 Kota/kab dengan pencapaian tertuang pada Lakip UP Kemetrologian Pontianak dan Singkawang yang terlampir pada Lakip ini. 3. Pencapaian target PAD Kemetrologian 100 % dengan pencapaian 161,79% seperti yang tertuang pada Lakip UP Kemetrologian Pontianak dan Singkawang.

halaman ..‌27


Sasaran 5. Peningkatan Ekspor daerah, terkendalinya impor dan Pencapaian target PAD UPSMB Pontianak, dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian target, sbb :  Terpromosikannya Produk Ekspor Kalbar di dalam dan Luar negeri 3 kali/tahun, Laju Peningkatan nilai ekspor daerah sebesar 7 % per tahun, neraca perdagangan yang surplus sebesar 100% dengan promosi dagang di dalam dan luar negeri sebanyak 5 kali atau capaian 167 %, nilai ekspor yang menurun 9 % atau pencapaian target sebesar 85% dari tingkat yang direncanakan dan surplus perdagangan sebesar 100 % sehingga rerata pencapaian target kinerja sebesar 117,33%  Tercapainya hubungan kerjasama regional 1 kerjasama/forum dengan capaian 1 forum/region atau 100,00% dari tingkat yang direncanakan  Peningkatan Kapasitas unit sertifikasi mutu barang daerah 1 unit Pencapaian kinerja terlampir pada Lakip UPSMB Pontianak pada lakip ini  dan pencapaian target PAD UPSMB sebesar 100% Pencapaian kinerja 14,5% seperti yang tertuang pada Lakip UPSMB Pontianak. Sasaran 6.  Peningkatan kesejahteraan pegawai yang mendorong peningkatan kinerja pegawai dengan masing-masing rencana pencapaian target kinerja 100 % dengan hasil : Indeks kepuasan pegawai terhadap tingkat kesejahteraan pegawai dengan capaian target berdasarkan kuesioner 71% dan Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan ketatausahaan dengan capaian target berdasarkan kuesioner 93%(rekapitulasi kuesioner terlampir)

Sasaran 7. Peningkatan kualitas aparatur dan sarana dan prasarana guna mendukung perindustrian dan perdagangan Kalimantan Barat dengan masing-masing rencana pencapaian target kinerja 100 % dengan hasil berdasarkan kuesioner (rekapitulasi kuesioner terlampir)  Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan penerapan disiplin sebesar 86%  Indeks kepuasan pegawai terhdap sangsi pelanggaran disiplin pagawai sebesar 79%  Indeks kepuasaan pegawai terhadap penghargaan dan prestasi kerja sebesar 79%  tingkat Pemenuhan kebutuhan barang dan jasa sebesar 71%  tingkat Berfungsinya barang dan jasa sebesar 71%  tingkat Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sebesar 64%  tingkat Berfungsinya sarana dan prasarana sebesar 57%

Sasaran 8.

halaman ..…28


Peningkatan perencanaan kerja dan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang didukung Peningkatan koordinasi, monitoring dan evaluasi dengan indikator pencapaian sasaran  

tingkat Kesesuaian pelaksanaan tugas pokok instansi dengan perencanaan dan ketentuan dengan rencana tingkat kinerja 100% dan realisasi berdasarkan kuesioner sebesar 79% (rekapitulasi kuesioner terlampir) tersedianya dokumen perencanaan dengan rencana tingkat kinerja 6 dokumen dan realisasi kinerja sebanyak 6 dokumen atau 100 %

Sasaran 9. Pelaksanaan pelayanan Administrasi Perkantoran dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian target tingkat kecukupan selama setahun 100% dengan capaian 80 % dari tingkat yang direncanakan Pada APBD TA. 2009 untuk mencapai sasaran sesuai renstra Disperindag Prov. Kalbar 2008 – 2013, sesuai yang tertera pada bab II dilakukan melalui 9 sasaran, 14 kebijakan, 17 program dan 64 kegiatan. Dari 9 sasaran melalui 17 program dan 64 kegiatan yang dilakukan pada APBD Disperindag Prov. Kalbar TA. 2009, seluruhnya memberikan nilai rerata tingkat capaian 103,50% % atau kategori sangat baik.

B. EVALUASI DAN ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA Laporan akuntabilitas kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat merupakan pertanggungjawaban Kepala Dinas atas pelaksanaan tugas-tugas Umum Pemerintahan (pelayanan publik) dan pembangunan, dalam rangka mewujudkan Visi, misi yang telah ditetapkan sesuai kewenangan yang dimiliki oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat. Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Kalimantan Barat sebagai langkah awal dalam pengimplementasian Sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Rencana Strategis ini berisi 3 (tiga) agenda pokok pembangunan sektor industri dan perdagangan periode 2008 - 2013 yang dijadikan acuan dalam penyusunan dan perumusan anggaran, yaitu :

halaman ..…29


1. Membina dan menumbuhkembangkan sektor Industri untuk dapat memberikan konstribusi nyata dalam pembangunan Indag daerah Kalbar melalui pemanfaatan sumber daya daerah yang mempunyai daya saing, peningkatan teknologi, penyebaran informasi, profesionalisme pelaku usaha, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. 2. Membina perdagangan dalam dan luar negeri sehingga dapat memberi kontribusi nyata

dalam

pembangunan

sektor

perdagangan

daerah

Kalbar

melalui

pengembangan pasar yang terintegrasi, penciptaan iklim usaha yang kompetitif, pengendalian inflasi, mendorong penumbuhan dan pengembangan sektor produksi perdagangan dalam dan luar negeri guna peningkatan ekspor, penciptaan tertib usaha dan upaya perlindungan konsumen. 3. Membina aparatur dinas perindag untuk dapat eksis dalam pembangunan bidang indag daerah Kalbar melalui fasilitasi peningkatan karier (kemampuan teknis dan manajemen), serta peningkatan sarana dan prasarana kerja. Dalam menjalankan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Kalimantan Barat didukung oleh 4 (empat) UPT yaitu Unit Pengawasan Sertifikasi Mutu Barang (UPSMB), Unit Pelayanan Kemetrologian Pontianak dan Unit Pelayanan Kemetrologian Singkawang serta Unit Pelatihan Industri Kecil Menengah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat beserta unit-unit pendukungnya dalam melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan, selain didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), juga didukung oleh dana APBN. Walaupun demikian, pada buku LAKIP ini hanya melihat anggaran berbasis kinerja yang difokuskan pada anggaran APBD Dinas Perindag Prov. Kalbar (tidak mencakup kinerja APBN) sedangkan kinerja unit-unit terlampir pada LAKIP ini. Uraian kegiatankegiatan APBN serta sasaran dan pencapaian hasilnya tetap dimasukkan dalam pembahasan sebagai penunjang. Untuk melihat alokasi anggaran APBD dan APBN Disperindag Prov. Kalbar TA. 2009 dapat dilihat pada lampiran lakip ini

halaman ..‌30


Pengukuran tingkat pencapaian kinerja sasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan propinsi Kalimantan Barat tahun 2009, kami sajikan menurut Sumber Dana Anggaran utamanya APBD sebagai berikut : Sasaran 1. Pertumbuhan Industri dengan rencana indikator kinerja Laju Pertumbuhan sektor industri pada PDRB Kalbar 1,25 % dengan capaian Pertumbuhan sektor industri pada PDRB Kalbar 2009 sebesar 1,1 % atau 88 % dari tingkat yang direncanakan.

Seperti yang diketahui bahwa dalam lima tahun terakhir kecuali tahun 2007, pertumbuhan perekonomian Kalimantan Barat masih dibawah laju pertumbuhan ekonomi Nasional.

Salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan perkenomian

Kalbar adalah terjadinya perubahan struktur ekonomi Kalbar pada lima tahun terakhir di Kalimantan Barat dimana peranan sektor industri pada PDRB Kalbar mengalami penurunan bahkan berada diposisi ketiga setelah sektor perdagangan dan pertanian. Dibandingkan tahun 2009 peranan sektor industri turun 6,18 point dibandingkan tahun 2000 (sebesar 24,15%) menjadi 17,97 %, dibandingkan sektor perdagangan yang naik 3,89 point dalam waktu yang sama dan sektor pertanian yang cenderung stabil peranannya yaitu berkisar 26 – 27 %.

Tanpa perlakuan khusus, diproyeksikan peranan industri akan semakin menurun peranannya hingga menjadi lk. 14 % pada tahun 2013 (Bappeda Provinsi Kalbar, 2008). Kondisi tersebut akan menyebabkan potensi kehilangan nilai tambah yang sangat besar dari komoditi-komoditi primer Kalbar yang cenderung untuk meningkat akhir-akhir ini terutama sektor pertanian (termasuk perkebunan) dan pertambangan. Penurunan peranan sektor industri terutama disebabkan menurunnya kinerja industri kayu yang merupakan penggerak ekonomi Kalbar sejak Pelita I hingga pertengahan tahun 90-an dan lambannya perkembangan usaha industri pengolahan berbasis sumber daya alam lainnya (perkebunan, hasil pertanian lainnya dan pertambangan) serta umumnya hanya berbentuk industri hulu yang relatif peningkatan nilai

halaman ..‌31


tambahnya sangat kecil. Kondisi tersebut mau tidak mau mengharuskan Kalimantan Barat mencari alternatif bagi pengembangan industri lain yang memberi daya dorong tinggi terhadap perekonomian. Industri besar yang mengalami penurunan jumlah perusahannya adalah industri perkayuan dan industri pendukungnya (industri lem/glue), sedangkan industri besar yang tumbuh adalah industri karet Bagaimanapun kedepan percepatan

proses

daerah

Kalbar

harus

transformasi

sektor

industri

segera

menerapkan strategi

pengolahan

yang

mampu

menghasilkan nilai tambah produksi, berdaya saing dan efisien. Hal tersebut optimis dapat kita lakukan bersama. Beberapa kasus di industri besar dan kecil menunjukan Kalimantan Barat dapat menjadi tempat berusaha yang memberikan daya saing. Sebagai contoh untuk industri menengah/besar saat ini telah hadir industri perkapalan dengan teknologi yang cukup tinggi terutama jenis-jenis Kapal untuk pengerjaan peneboran minyak yang tidak hanya mampu memenuhi permintaan pasar dalam negeri, tetapi juga pasar ekspor a.l. Belanda dan Singapura (sejak 2005 s/d 2009 telah dihasilkan 15 (lima belas) Kapal dengan 5 (lima) diantaranya memenuhi pesanan Belanda dan Singapura, serta menyusul 2 (dua) unit sedang dalam pekerjaan untuk pesanan Negara Belanda). Dan tampaknya industri galangan kapal ini kedepannya akan pesat perkembangannya seiring dengan kebutuhan angkutan air untuk mendukung pengembangan kebun kelapa sawit dan distribusi produknya.

Saat ini Kalimantan Barat juga telah menjadi salah satu pusat percontohan pengembangan alat mesin dan pertanian di luar Jawa dengan program Alsintan Centre antara Departemen Perindustrian, Departemen Pertanian, IPB Bogor dan Pemda Provinsi Kalimantan Barat.

Alsintan centre ini diharapkan menjadi institusi

pendukung penguatan pengembangan pertanian di Kalimantan Barat.

Bahkan

beberapa komoditi unggulan Kalbar telah disetujui oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden nomor 28 tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional bahwa industri pengolahan yang diunggulkan di provinsi Kalimantan Barat untuk dikembangkan

halaman ..‌32


dalam jangka menengah 2010 – 2014 dan jangka Panjang 2010 – 2020 adalah industri berbasis Karet dan Kelapa Sawit. Untuk itu kami harapkan komitmen dan dukungan semua pihak baik dari pemerintah dan pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat untuk pengembangan kedua komoditi ini. Kita perlu bersama mencari cara dalam penyediaan infrastruktur, energi dan regulasi yang mendorong tumbuh dan berkembangnya tidak hanya kedua industri tersebut di Kalimantan Barat tetapi industri lainnya. Sudah saatnya Kalimantan Barat mengembangkan industri hilir untuk komoditi-komoditi primernya. Untuk melihat struktur industri dalam perekonomian dalam 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel belikut : Tabel Perkembangan Kontribusi PDRB atas dasar Harga Berlaku 2005-2009

Sektor/ Sub Sektor

2005

2006

2007

2008

2009*)

INDUSTRI TANPA MIGAS 1) Makanan Minuman dan Tembakau 2) Tekstil, Brg.Kulit & Alas Kaki 3) Brg.Kayu & Hasil Hutan Lainnya 4) Kertas dan Brg Cetakan 5) Pupuk Kimia & Brg. dari Karet 6) Semen & Brg.Galian Bukan Logam 7) Logam Dasar Besi & Baja 8) Alat Angk. Mesin & Peralatan 9) Barang Lainnya

19,03 6,80 0,17 9,27 0,10 1,38 0,27 0,27 0,34 0,43

18,53 6,97 0,17 8,55 0,10 1,48 0,26 0,26 0,34 0,41

18,17 7,21 0,16 7,86 0,10 1,59 0,26 0,25 0,34 0,39

18,33 7,29 0,16 7,99 0,10 1,58 0,25 0,25 0,33 0,38

17,97 7,59 0,15 7,21 0,10 1,73 0,25 0,25 0,33 0,35

PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN

22,77

22,69

22,83

23,44

23,66

a. Perdagangan Besar dan Eceran b. H o t e l c. R e s t o r a n

22,08 0,24 0,45

22,00 22,13 22,76 0,24 0,23 0,23 0,46 0,47 0,45

22,96 0,23 0,47

Sektor Lainnya

58,20

58,78

58,38

TOTAL PDRB

100,00

100,00 100,00 100,00

59,00

58,23

100,00

halaman ..‌33


Sebagaimana diketahui, bahwa strategi utama Disperindag dalam upaya mencapai target pertumbuhan industri sebesar 1 – 2 % per tahun melalui 4 pendekatan, yaitu : 1. Pengembangan kompetensi inti karet melalui pengolahan penumbuhan IKM compo crepe dan peningkatan mutu Bokar untuk industri crumb rubber 2. Pengembangan dan Penguatan Klaster industri utama keramik 3. Menumbuhkembangkan kawasan Industri termasuk dukungan pengembangan sektor industri pengolahan dan industri pendukung pertanian di KUAT Kalbar.

Untuk pengembangan industri di Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu pada tahun 2009 diarahkan pada pengembangan industri Alsintan IKM di KUAT Kakap, Kompetensi inti karet pengolahan compo crepe, penumbuhans entra industri pangan di di KUAT Singkawang, dan upaya identifikasi dan penghimpunan data pendukung untuk pendirian alsintan centre di Kuat Kakap atau Kuat Singkawang. Tahun 2009 akan terus diupayakan pengembangan Kawasan Industri melalui dukungan operasional Manajer KUAT Singkawang dan kegiatan-kegiatan lainnya dalam a.l. bantuan peralatan pengolahan, pelatihan dan bimtek.

Program IKAHH Program Pengembangan Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) sebagai salah satu upaya untuk mencapai target pertumbuhan sektor industri 1,25% per tahun pada tahun 2009 meliputi kegiatan dukungan klaster keramik melalui Penetapan Standar 'Grade Bahan Baku Keramik Kalbar dan Partisipasi pada pameran & simposium perkeramikan nasional di Jakarta Th. 2009 yang sangat berguna untuk ekspansi pasar produk olahan bahan baku keramik Kalbar. Selain itu telah dilakukan upayaupaya Penumbuhan dan pengembangan sentra industri makanan di KUAT Singkawang mengingat Singkawang sebagai salahsatu tujuan wisata Kalbar dan

halaman ..‌34


menjadi salah satu tempat industri makanan berkembang di kalbar. Pembelajaran metode pengolahan kelapa terpadu di Yogyakarta

Program Pengembangan Kompetensi Inti Karet kalbar Pada Tabel Perkembangan Kontribusi PDRB atas dasar Harga Berlaku 2005-2009 diatas, menunjukkan sangatlah tepat strategi pengembangan industri Dinas Perindag Provinsi Kalbar yang berusaha meningkatkan perkembangan industri pengolahan karet untuk mengantisipasi turunnya kinerja industri perkayuan daerah serta pengembangan

IKM.

Pengembangan

Industri

ini

selain

dilakukan

untuk

pengembangan industri pengolahan daerah yang unik dan kompetitif, juga dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga karet di Kalbar yang selalu menjadi masalah bagi petani karet selama ini. Selanjutnya Dinas Perindag Provinsi Kalbar selama 5 tahun terakhir berupaya menginisiasi terbentuknya klaster industri hilir dan industri penunjang karet. Hal ini dilakukan mengingat sangat besarnya potensi karet. Untuk industri dari karet, beberapa komoditi potensial seperti inti karet menjadi fokus pembinaan di 5 tahun terakhir.

Pada tahun 2008 juga telah dapat di fasilitasi penyediaan alat proses

pengolahan karet sebanyak 1 unit di Kabupaten Pontianak sebagai upaya untuk menguatkan rantai nilai sekaligus value added di tingkat petani karet (kelompok tani) pada klaster karet terpadu Kalbar. Sedangkan untuk pengembangan industri Kelapa sawit, fasilitasi Dinas Perindag Provinsi Kalbar ke Ditjen IKM Depperind untuk menyediakan pabrik mini CPO belum dapat direalisasikan sehubungan dengan keterbatasan dana APBN pusat.

Program ILMEA Sedangkan Program Pengembangan Industri Logam Mesin elektronika dan Aneka (ILMEA) pada tahun 2009, dengan kegiatan diutamakan pada Pemeliharaan jaringan sistim informasi Indag yang berguna sebagai wahana informasi dan promosi industri kalimantan Barat serta

dukungan pengembangan alsintan center (TOT dan

halaman ..‌35


workshop) sebagai salah satu pilot project nasional dalam pengembangan alsintan di luar pulau jawa. Sasaran 2. Disisi lain berdasarkan Sensus Ekonomi 2006, BPS Kalbar, struktur industri Kalbar berdasarkan skala usaha menunjukan populasi Industri Kalbar didominasi oleh IKM sebesar 39.740 UU (99,5 %) namun hanya mempunyai pendapatan Rp. 1,27 trilyun (18,5 %) dari pendapatan seluruh industri di Kalbar pada tahun 2006) sedangkan industri besar/sedang dengan populasi 204 unit usaha (0,5%) mempunyai pendapatan sebesar Rp. 5,59 trilyun (81,5%). Dengan demikian sebenarnya struktur industri Kalbar masih didominasi peranannya oleh industri sedang/besar terhadap PDRB Kalbar. Namun peranan IKKR tetap menjadi penting karena berdasarkan sensus ekonomi 2006 BPS Kalbar tersebut tercatat menampung 88.660 orang tenaga kerja atau 67 % total tenaga kerja industri. Selanjutnya untuk mengetahu perkembangan industri Kalbar sejak tahun 2006 hingga 2008 dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Posisi Industri Kalbar Tahun 2006 - 20083 Uraian Unit Usaha

Industri Kecil Menengah (IKM)*) 2006 2007 2008

2006

Industri Besar / Sedang 2007 2008

2,177

2,206

2,255

242

236

238

Tenaga Kerja (org)

13,045

13,234

13,527

249,809

278,681

279,051

Investasi (Rp. Juta)

94,441

99,806

99,855

1,710,398

1,729,080

1,759,080

Keterangan : *)IKM (IKM Formal) (Sumber : Disperindag Prov. Kalbar, 2009)

3

Dari data yang tersedia di BPS dan di Disperindag Prov. Kalbar terdapat perbedaan yang menyolok di jumlah investasi industri sedang/besar, diduga disebabkan perbedaan pendefinisian dan kriteria industri dan investasi. Kedepannya akan lebih baik jika Departemen Perindustrian dan BPS dapat membuat kesepakatan kriteria industri untuk lebih memudahkan analisis data.

halaman ..‌36


Kalimantan Barat terdiri atas 14 (empat belas) Kabupaten dan Kota, yaitu Kota Pontianak, Kota Singkawang, kabupaten Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Pada tahun 2007, daerah kabupaten/kota penyumbang nilai tambah bruto (NTB) tertinggi sektor industri adalah (1) Kabupaten Pontianak (Kabupaten Kubu Raya masih tergabung dengan Kabupaten Pontianak) sebagai pusat industri kayu dan karet dan daerah ”hinterland” pusat pertumbuhan (growth pole) Kota Pontianak, yaitu sebesar 44 % dan cenderung menurun, diikuti (2) Kabupaten Sanggau (pusat industri CPO dan kayu lapis) sebesar 15,69 % dan cenderung meningkat, (3) Kabupaten Ketapang sebesar 10,14% dan cenderung stabil; dan (4) Kota Pontianak sebesar 9,21 % sebagai pusat industri karet dan perkapalan dan cenderung stabil dari total NTB industri kalbar tahun 2007.

Di industri kecil kita dapat belajar, ternyata warisan budaya luhur seperti tenun adat di Sintang, jika dikelola dengan baik mampu menjadi produk kreatif yang bernilai tinggi. Hal ini telah dibuktikan oleh koperasi “Jasa Menenun Mandiri Sintang” (Penerima Penghargaan Upakarti 2009 untuk jasa kepeloporan) yang mampu membina, mengembangkan sekaligus memasarkan produk tenun adat tersebut hingga ke Eropa sehingga menjadi produk kreatif yang bernilai tinggi di dunia internasional. Contoh sukses lainnya industri kecil yang mampu mengolah hasil sumber daya alam Kalimantan Barat seperti “Rotiku hidup” yang mampu mengembangkan produkproduk pangan dari lidah buaya dan sangat diminati pasar lokal hingga nasional dan Negara tetangga Malaysia (penerima Upakarti 2008 untuk kategori IKM modern) dan aneka manisan buah-buahan hutan

“Kaisar” Capkala- Bengkayang (Nominasi

Upakarti 2009 kategori IKM Modern) yang mampu menggunakan buah-buahan hutan

halaman ..…37


yang kurang berharga menjadi produk aneka manisan yang bernilai ekonomis tinggi, bahkan berupaya melestarikan tanaman penghasil tersebut untuk diambil buahnya. Yang ingin saya katakan bahwa kita mampu menciptakan produk unggul di Kalimantan Barat, yang diperlukan adalah keberanian untuk berkreasi dengan landasan informasi, teknologi & inovasi, kerja keras, pandai membangun network dengan tidak putus asa menggunakan infrastruktur yang ada dan selalu mensubtitusi kelemahan yang ada dengan kekuatan dan peluang yang tersedia. Sasaran 3. Peningkatan efisiensi distribusi dengan rencana indikator kinerja : 

Laju Inflasi 4,08% dengan capaian 4,91% atau 83,09 % dari tingkat yang direncanakan

Jumlah pelaksanaan pemasaran produk agro melalui pasar lelang (kali) dari yang direncanakan sebanyak 3 kali telah dilakukan sebanyak 3 kl atau 100%

Jumlah Pasar yang terhubung untuk pemasaran produk IKM Kalbar di Bali dari rencana setahun dengan realisasi setahun

Jumlah daerah yang memperoleh Dana DAK Kementerian Perdagangan untuk pembangunan pasar sebanyak 5 Kabupaten Kota dengan capaian 7 kabuapten (Kab. Bengkayang, Kab. Landak, Kab. Ketapang, Kab. Sambas, Kab. Sintang, Kab. Sekadau, Kab. Melawi) pada 2010 atau 140 % dari tingkat yang direncanakan

Upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka pengembangan perdagangan dalam negeri Kalbar pada tahun 2008 adalah 1. Terwujudnya suatu sistem penyaluran dan pemasaran hasil produksi dalam negeri yang lebih berdaya guna dan berhasil guna sehingga dapat menunjang berbagai sektor antara

lain : sektor-sektor produksi untuk ekspor dan

memberikan kepastian berusaha serta melindungi produsen/petani produsen.

halaman ..…38


2. Terjaminnya pemasaran hasil produksi dalam negeri serta perluasan pasar dalam negeri dan luar negeri. 3. Terciptanya tata kerjasama antara tiga pelaku ekonomi terhadap ekonomi lemah dan koperasi dengan kegairahan berusaha. 4. Meningkatnya pengetahuan perdagangan golongan ekonomi lemah serta memberikan

kesempatan

pelayanan

konsultasi

pihak

perdagangan

yang

memerlukannya. 5. Terbinanya secara efektif seluruh pengusaha yang bergerak di bidang perdagangan barang dan jasa, memiliki SIUP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 6. Upaya – upaya memfasilitasi penyediaan sarana pasar yang memadai di kabupaten kota melalui dana pemerintah pusat mengingat keterbatasan anggaran daerah (provinsi dan kabupaten kota) Untuk ketersediaan barang pokok masyarakat pada tahun 2009, secara umum lancar dan tidak terjadi kelangkaan barang-barang tersebut. Walaupun demikian pada harihari besar keagamaan tetap terjadi fluktuasi harga sebagai akibat tingginya permintaan barang-barang pokok tertentu seperti minyak goreng dan mentega, gula dan telur. Namun demikian dengan bantuan pihak dunia usaha, khususnya untuk gula pasir gejolak harga tersebut dapatdiatasi terutama melalui operasi pasar yan dilakukan melalui operasi pasar murah di 14 Kabupaten/kota.

Sedangkan untuk

perdagangan antar pulau dapat dilihat pada lampiran laporan ini. Terobosan kegiatan dalam upaya memasarkan produk-produk di Kalbar khususnya produk agro dilakukan oleh Dinas Perindag Prov. Kalbar melalui kegiatan-kegiatan sbb: 1. Perluasan pemasaran produk agro Kalbar melalui operasionalisasi pasar lelang kegiatan ini terutama sangat membantu pemasaran produk-produk agro Kalbar dengan menghubungjkan antara produsen dan pedagangan pengumpul dengan buyer di dalam dan luar daerah. Namun sampai saat ini masih sedikit pelaku yang dapat memanfaatkan

halaman ..‌39


2. Penyediaan Griya Kerajinan Kalbar dalam rangka perluasan pemasaran produk kerajinan Kalbar 3. Peningkatan kinerja Perdagangan Antar Pulau (PAP) 4. Penyelenggaraan pasar murah 5. Promosi dagang Dalam Negeri/Partisipasi Pameran Dalam Negeri di luar PPE dan PPED 6. Fasilitas Pembangunan Pasar tradisional dan perbatasan di kab/kota 7. Sosialisasi Minuman Beralkohol

Dari hasil evaluasi ketujuh kegiatan tersebut menunjukan, Disperindag Prov. Kalbar telah berhasil membentuk atau paling tidak menghubungkan sentra produksi komoditi-komoditi terutama komoditi agro dan kerajinan dengan pasar di pulau Jawa. Namun pada akhirnya masih diperlukan upaya-upaya memperkuat basis produksi komoditi-komoditi tersebut.

Beberapa tranksaksi sulit dilakukan karena kendala

volume dan kontinyunitas barang.

Hal tersebut perlu dilakukan pembenahannya

melalui koordinasi dengan instansi terkait di Provinsi maupun kota/kabupaten serta pelaku usaha itu sendiri.

Selanjutnya upaya Disperindag Prov. Kalbar mengantisipasi melonjaknya harga bahan pokok dan penting lainnya pada saat hari-hari besar keagamaan telah diilakukan melalu partisipasi pelaksanaan operasional pasar murah di 14 Kab/kota se-Kalbar. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan instansi terkait di Provinsi dan Kota/kab serta yang terpenting dari pihak pelaku usaha.

Sasaran 4. Peningkatan Perlindungan Konsumen dan Pencapaian Target Pendapatan Asli Daerah melalui UPT Kemetrologian, dengan rencana indikator kinerja : 1. Terlaksananya Pengawasan Barang Beredar di 12 Kab/kota dengan pencapaian 12 kota/kab atau 100 % halaman ..‌40


2. Terlaksananya Pengawasan kemetrologian legal di 12 Kota/kab dengan pencapaian tertuang pada Lakip UP Kemetrologian Pontianak dan Singkawang yang terlampir pada Lakip ini. 3. Pencapaian target PAD Kemetrologian 100% dengan pencapaian tertuang pada Lakip UP Kemetrologian Pontianak dan Singkawang yang terlampir pada Lakip ini. Kegiatan yang dilakukan adalah Pengawasan Barang Beredar di 14 kabupaten/ kota, Perlindungan Konsumen di 3 kab/kota dan Peningkatan kapasitas dan Pelayanan Kemterologian Pontianak (kegiatan tertuang dlm Lakip UPKemetrologian Pontianak) serta Peningkatan kapasitas dan Pelayanan Kemetrologian singkawang (kegiatan tertuang dlm Lakip UPKemetrologian singkawang) Dari 3 (tiga) kegiatan tersebut diatas menunjukkan upaya Dinas Perindag Prov. Kalbar pada TA. 2009 mencapai 3 indikator kinerja telah optimal. Paling tidak target penerimaan PAD dari bidang kemetrologian Kalbar telah mencapai melebihi 100% bahkan lebih dari target yang direncanakan.

Demikian pula untuk pelayanan

kemetrologian dan pengawasan barang beredar di 14 kota/kab telah dapat dilaksanakan di seluruh kota/kab tersebut.

Yang perlu ditingkatkan

dimasa

mendatang adalah upaya pengawasan dan pelayanan kemetrologian hingga kepelosok daerah di Kalbar, Selanjutnya untuk pengawasan barang beredar dan perlindungan

konsumen

secara

keseluruhan

perlu

ditindak

lanjuti

dengan

pembentukan BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) dan pelayanan pengaduan konsumen dan Produsen yang masih dirasakan belum optimal

Sasaran 5. Peningkatan Ekspor daerah, terkendalinya impor dan Pencapaian target PAD UPSMB Pontianak, dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian target, sbb : ďƒ˜ Terpromosikannya Produk Ekspor Kalbar di dalam dan Luar negeri 3 kali/tahun, Laju Peningkatan nilai ekspor daerah sebesar 7 % per tahun, neraca perdagangan yang surplus sebesar 100% dengan promosi dagang di dalam dan halaman ..‌41


luar negeri sebanyak 5 kali atau capaian 167 %, nilai ekspor yang menurun 9 % atau pencapaian target sebesar 85% dari tingkat yang direncanakan dan surplus perdagangan sebesar 100 % sehingga rerata pencapaian target kinerja sebesar 117,33%  Tercapainya hubungan kerjasama regional 1 kerjasama/forum dengan capaian 1 forum/region atau 100,00% dari tingkat yang direncanakan  Peningkatan Kapasitas unit sertifikasi mutu barang daerah 1 unit Pencapaian kinerja terlampir pada Lakip UPSMB Pontianak pada lakip ini  dan pencapaian target PAD UPSMB sebesar 100% Pencapaian kinerja 14,5% seperti yang tertuang pada Lakip UPSMB Pontianak.

Program dan Kegiatan yang telah dilakukan meliputi : Partisipasi pada pameran produk ekspor (PPE) di Jakarta, Partisipasi Pada Pameran Produk Ekspor Daerah (PPED) dijakarta, Peningkatan Informasi Ekspor selama 12 bulan bagi dunia usaha dan instasni terkait, Peningkatan kinerja ekspor melalui kegiatan utama forum koordinasi lintas instansi dan dunia usaha dalam rangka mengidentifikasi masalah dan mencari solusi terbaik agar kinerja ekspor Kalbvar tetap meningkat mengingat tahun 2009 adalah tahun krisis perekonomian dunia akibat kasus kemacetan subprime mortgage di Amerika Serikat yang membias ke seluruh dunia. Bahkan perekonomian dunia sempat berkontraksi sebesar 4-5 % pada tahun tersebut. Untunglah pada tahun tersebut pula Kalbar telah mengikuti kebijakan pusat untuk promosi ke negara-negara “emerging countries” seperti China, Malaysia dan Australia melalui Partisipasi pada Pameran La Beaute 09 di Kuching, Partisipasi pada Pameran Produk Indonesia di Melbourne, Australia serta Partisipasi pada Pameran Produk Indonesia di Nanning, China. Kinerja ekspor dan pengaman impor juga telah dilakukan melalui Kegiatan Klinik Konsultasi Ekspor yang memang diarahkan untuk menjadi ajang pusat informasi dan konsultasi ekspor-impor bagi dunia usaha dan masyarakat yang berminat daklam perdagangan dalam negeri. Tidak ketinggalan perdagangan lintas batas tetap dibina

halaman ..…42


agar lebih banyak mendatangkan efek positif daripada ekses negatif yang saat ini sering menjadi sorotan (misal illegal trade contoh kasus gula dan bokar) melalui kegiatan Pembinaan perdagangan lintas batas Secara umum kinerja perdaganagn luar negeri kalbar tahun 2009 adalah sbb : Ekspor Ekspor kalimantan Barat masih didominasi oleh produk-produk hulu dengan dominasi beberapa komoditi (yaitu karet, kayu). Total nilai dan volume ekspor Kalbar juga masih sangat fluktuatif dan tergantung pada Negara tujuan ekspor tradisional seperti US, China, Korea, Jepang, dan Singapura), Nilai ekspor daerah Kalimantan Barat pada Tahun 2008 tercatat sebesar US.$ 739.682.705,44

atau naik 25,46 % dibandingkan nilai ekspor Tahun 2007 yang

berjumlah sebesar US.$ 589.566.350,07. Realisasi ekspor sampai dengan bulan Juli tahun 2009 tercatat sebesar US.$ 216.355.131,11 dibandingkan tahun sebelumnya sampai dengan bulan Juli tahun 2008 sebesar US.$ 455.576.627,59 turun sebesar US.$ 239.221.496,48 atau turun 52,51 %.

Komoditi ekspor Kalimantan Barat terdiri dari hasil industri yang meliputi hasil perkayuan, karet/crumb rubber dan hasil-hasil industri lainnya. Nilai ekspor hasil industri pada tahun 2008 sebesar US.$ 646.353.204,64 naik 19,39 % dibandingkan tahun 2007 yang berjumlah US.$ 541.367.728,91. Dari nilai ekspor hasil industri tersebut masih didominasi oleh hasil karet dan hasil perkayuan masing-masing 60,35 % dan 24,56 % dari total nilai ekspor Kalimantan Barat selama tahun tersebut. Realisasi ekspor hasil industri sampai dengan bulan Juli tahun 2009 tercatat sebesar US.$ 208.441.252,33 dibandingkan tahun sebelumnya sampai dengan bulan Juli tahun 2008 tercatat sebesar US.$ 371.015.008,32 terdapat penurunan sebesar US.$ 162.573.755,99 atau turun

43,82 %, penurunan tertinggi pada hasil industri

karet/crumb rubber yang mencapai penurunan sebesar 57,52 %, kemudian diikuti oleh penurunan hasil perkayuan sebesar 39,96 % dibandingkan tahun sebelumnya

halaman ..‌43


sampai dengan bulan Juli tahun 2008 masing-masing sebesar US.$261.121.092,08 dan US.$ 107.974.841,90.

Nilai ekspor karet/crumb rubber pada tahun 2008 tercatat sebesar US.$ 466.397.034,41 yang terdiri dari SIR 10 sebesar US.$ 1.232.784,00 dan SIR 20 sebesar US.$ 445.164.250,41. Dibandingkan realisasi nilai ekspor karet/crumb rubber pada tahun sebelumnya tahun 2007 yang berjumlah US.$ 356.264.359,13 terdapat kenaikan sebesar US.$ 90.132.675,28 atau naik sebesar 25,30 %. Hal ini disebabkan karena terjadinya kenaikan harga karet di pasar dunia . Sedangkan realisasi total nilai ekspor karet sampai dengan bulan Juli tahun 2009 tercatat

sebesar

US.$

110.928.766,70

terjadi

penurunan

sebesar

US.$

150.192.325,38 atau turun 57,52 % dibandingkan tahun sebelumnya sampai dengan bulan Juli tahun 2008 sebesar US.$ 261.121.092,08.

Nilai ekspor hasil industri lainnya yang berupa bahan makanan dan minuman ringan, barang kelontong dan barang-barang lain pada tahun 2008 tercatat sebesar US.$ 18.177.884,99 atau naik mencapai 541,69 % dari tahun sebelumnya tahun 2007 yang berjumlah US.$ 2.832.829,29. Realisasi nilai ekspor sampai dengan bulan Juli tahun 2009 sebesar US.$ 32.651.510,67, terjadi kenaikan sebesar US.$ 30.823.504,59 atau naik 1.686,18 % dibandingkan

sampai dengan bulan Juli tahun 2008 yang

berjumlah sebesar US.$ 1.828.006,08.

Hasil non industri yang terdiri dari hasil hutan ikutan, hasil perikanan dan hasil-hasil lainnya, realisasi nilai ekspornya pada tahun 2008 mencapai jumlah US.$ 93.329.500,80 terjadi kenaikan sebesar 67,593,648 % dibandingkan tahun 2007 dengan nilai ekspor sebesar US.$ 48.198.621,16. Sedangkan realisasi sampai dengan bulan Juli tahun 2009 yang berjumlah US.$ 7.913.878,78 terjadi penurunan sebesar US.$ 76.647.740,49 atau turun 90,64 % dibandingkan tahun sebelumnya sampai dengan bulan Juli tahun 2008. Penurunan terjadi pada komoditi hasil

halaman ..‌44


Perikanan dan Hasil Non Industri Lain-lain, sedangkan Hasil Hutan Ikutan mengalami kenaikan yaitu dari US.$ 2.755.727,07 sampai dengan bulan Juli tahun 2008 dibandingkan sampai dengan bulan Juli

tahun 2009 sebesar US.$ 2.834.598,97

terjadi kenaikan sebesar 2,86 %.

Kontribusi terbesar terhadap total nilai ekspor Kalimantan Barat sampai dengan bulan Juli tahun 2009 adalah dari

komoditi karet

yang tercatat sebesar US.$

110.928.766,70 (51,27 % dari total nilai ekspor Kalbar) yang merupakan nilai terbesar pertama dari total nilai ekspor Kalbar sebesar US.$ 216.355.131,11.

Udang beku masih menjadi primadona komoditi ekspor hasil perikanan di Kalimantan Barat yang realisasi ekspornya sampai dengan bulan Juli tahun 2009 mencapai jumlah sebesar US.$ 3.098.636,28 atau 96,97 % dari total nilai ekspor hasil perikanan periode tersebut sebesar US.$ 3.195.487,29, tetapi mengalami penurunan sebesar 34,71 % jika dibandingkan tahun sebelumnya sampai dengan bulan Juli tahun 2008 sebesar US.$ 4.745.984,64.

Realisasi nilai ekspor Kalimantan Barat menurut 5 (lima) urutan teratas negara tujuan utama ekspor sampai dengan bulan Juli tahun 2009, adalah sebagai 1. 2. 3. 4. 5.

Singapore China Jepang Korea Hongkong

US.$ US.$ US.$ US.$ US.$

berikut :

95.200.483,48 43.971.492,93 29.219.218,13 20.091.444,35 14.121.176,42

Jumlah negara tujuan ekspor pada tahun 2009, tercatat 46 (empat puluh enam) negara tujuan.

Untuk lebih jelasnya mengenai perkembangan nilai ekspor Kalimantan Barat pada tahun 2009 dibanding tahun 2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

halaman ..‌45


Perkembangan Ekspor Daerah Kalimantan Barat Tahun 2008 dan Tahun 2009 No. A.

Kelompok Komoditi Hasil Industri 1. Hasil Perkayuan - Plywood - Block Board

s/d Juli Tahun 2008 US.$

s/d Juli Tahun 2009 US.$

371.015.008,32 107.974.841,90

208.441.252,33 64.828.639,45

97.642.109,47 1.623.485,31

- Paticle Board - Moulding/Dowel - Kayu Olahan Lainnya

-

B.

Karet (Crumb Rubber)

3.

Re-Ekspor

4.

27.005,53

-41,47 15,76 100

5.594.899,86

-35,06

54.925,40

177.673,44

223,48

-

2.

1.879.392,11

-43,82 -39,96

8.615.516,62

- Pallet - Meubel Kayu/Furniture

57.149.668,51

Perkembangan ( % )

38.805,10

-

-

-

-100

261.121.092,08

110.928.766,70

-57,52

91.068,26

32.335,51

-64,49

Lain-Lain

1.828.006,08

32.651.510,67

1.686,18

Hasil Non Industri

84.561.619,27

7.913.878,78

-90,64

1. Hasil Hutan Ikutan

2.755.727,07

2.834.598,97

2,86

2. Hasil Perikanan

4.912.767,88

3.195.487,29

-34,96

76.893.124,32

1.883.792,52

-97,55

3. Lain-lain Jumlah

455.576.627,59

216.355.131,11

-52,51

Sumber : Dinas Perindag Prop. Kalbar (data diolah)

Kontribusi/share dari 8 (delapan) komoditi ekspor utama terhadap total nilai ekspor Kalimantan Barat sampai dengan bulan Juli tahun 2009 dapat digambarkan sebagai berikut :

halaman ..‌46


SHARE/KONTRIBUSI KOMODITI UTAMA EKSPOR KALBAR Komoditi

s/d Juli Tahun 2009

1.

Karet/Crumb Rubber

78.207,5300 Ton

110.928.766,70

Share (%) 51,27

2.

Playwood

129.697,8800 M3

57.149.668,51

26,41

3.

Biji Alumunium & Konsentrat

1.162.850,3030 Ton

28.075.281,08

12,98

4.

Mouldind/Dowel

10.943,0000 M3

5.594.899,86

2,59

5.

Udang Beku

631,3440 Ton

3.089.636,28

1,43

6.

Anchor Handling Tug

237.000,0000 Kg

2.895.099,12

1,34

7.

Block Board

5.024,0000 M3

1.879.392,11

0,87

8.

Komponen Flush Furniture

794,0000 M3

1.080.772,67

0,5

9.

Lain-lain = ( 55 Komoditi )

5.661.614,78

2,61

Volume

Nilai (US.$)

. Jumlah

216.355.131,11

100

Sumber : Dinas Perindag Prop. Kalbar (data diolah)

Impor Impor

di Kalimantan Barat masih didominasi oleh barang-barang modal dan

bahan baku, seperti diketahui pada kurun lima tahun terakhir impor bahan dan peralatan kebutuhan pendirian pabrik CPO menjadi salah satu komoditi utama impor Kalbar.

Terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Nomor : 56/M-Dag/Per/12/2008 Tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu ternyata dalam prakteknya sangat menguntungkan eksportir dan industry lokal dan nasional. Karena dengan peraturan tersebut dapat mengurangi banjirnya produkproduk konsumsi yang berasal dari impor terutama untuk produk-produk konsumsi, yaitu : 1. Elektronika 2. Mainan Anak-anak 3. Alas kaki 4. Pakaian Jadi 5. Makanan-minuman

halaman ..‌47


Hal ini disebabkan pada umumnya Produk-produk lokal dan nasional lebih mahal dibandingkan produk dari negara china Sebagai gambaran, Barang impor terbagi atas 3 (tiga) golongan yaitu Barang Konsumsi, Barang Modal/Bangunan dan Bahan Baku/Penolong. Realisasi impor Kalimantan Barat tahun 2008 tercatat sebesar US.$ 11.206.705,68 dan bila dibandingkan dengan tahun 2007 yang berjumlah US.$ 80.310.358,42 terdapat kenaikan sebesar US.$ 69.103.652,74 atau naik 39,72 %. Kenaikan impor tahun 2008 terjadi pada kelompok barang konsumsi yaitu sebesar US.$ 2.262.289,78 atau naik 11,49 % dan barang modal/bangunan yaitu sebesar US.$ 33.541.210,73 atau naik sebesar 70,54 % sedangkan kelompok bahan baku mengalami penurunan sebesar US.$ 7.248.046,60 atau turun 48,61 % bila dibanding dengan nilai impor tahun 2007. Sedangkan perkembangan impor sampai dengan bulan Juli tahun 2009 menunjukkan adanya penurunan sebesar 32,92 % yaitu dari nilai impor sebesar US.$ 62.053.256,66 sampai dengan bulan Juli tahun 2008 turun menjadi US.$ 41.627.176,82 sampai dengan bulan Juli tahun 2009. Penurunan ini terjadi karena adanya penurunan pada barang konsumsi sebesar 38,19 %, dan barang modal/bangunan sebesar 43,39 % sedangkan untuk barang bahan baku mengalami kenaikan sebesar 54,77 %. Perbandingan nilai impor Kalimantan Barat pada tahun 2008 dan tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

No. 1 2 3

Perkembangan Impor Kalimantan Barat s/d bulan Juli tahun 2008 – 2009 s/d bulan Juli tahun s/d bulan Juli Golongan 2008 (US.$) tahun 2009 (US.$)) 18.069.053,65 11.169.162,24 Barang Konsumsi 38.320.932,49 21.692.957,06 Barang Modal/Bangunan

Bahan Baku/Penolong 5.663.270,52 Jumlah : 62.053.256,66 Sumber : Dinas Perindag Prop. Kalbar(data diolah)

8.765.057,52 41.627.176,82

Perkembangan (%) -38,19 -43,39 54,77 -32,92

halaman ..‌48


Perdagangan Lintas Batas Perdagangan Lintas Batas Kalbar dengan Negara Tetangga Serawak, Malysia merupakan aktivitas yang tidak kalah pentingnya bagi perekonomian Kalbar dan menjadi salah satu karakteristik penting Kalbar secara keseluruhan. Namun saat ini perdagangan lintas batas Kalbar masih dihadapkan pada kendala a.l. : penyalahgunaan pemanfaatan KILB (Kartu Indentitas Lintas Batas) dimana KILB dikumpulkan/digunakan untuk kegiatan illegal Banyak pintu-pintu illegal (lk 300 pintu) Penegakan hukum yg lemah di perbatasan kaitan dg illegal trading Penerapan fungsi CIQS (Custom, Immigration, Quarantine, Security) yang belum optimal misalnya Pemeriksaan di pos lintas batas atas barangbarang yg masuk Lemahnya

pemahaman

masyarakat

terhadapan

batasan

antara

perdagangan lintas batas tradisional dan perdagangan umum (ekspor – impor)

Realisasi nilai barang yang keluar melalui perdagangan lintas batas yang dilakukan secara tradisional (non PEB) dari daerah Kalimantan Barat ke Malaysia Timur (Sarawak) melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) di Entikong sampai dengan bulan Juli tahun 2009 mencapai US.$ 50.046,50, sedangkan nilai barang yang masuk ke Kalimantan Barat sebesar US.$ 384.236,24, terjadi defisit sebesar US.$ 334.189,74 atau naik 667,76 %.

Sedangkan realisasi volume barang yang keluar (pengeluaran barang) melalui perdagangan lintas batas yang dilakukan secara tradisional (non PEB) dari daerah Kalimantan Barat ke Malaysia Timur (Sarawak) melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) di Entikong sampai dengan bulan Juli tahun 2009 sebesar 28.600,00 ton sedangkan volume barang yang masuk ke Kalimantan Barat sebesar 710.545,00 ton, berarti defisit sebesar 681.945 ton atau 2.384,42 %. halaman ..‌49


Komoditi utama yang diperdagangkan ke Malaysia/Sarawak meliputi lada, Coco, Jahe, Cabe, Kusen Pintu, Jendela, Sayuran, Kulat, Peralatan Dapur, Jeruk Nipis, Mie Goreng, Makanan Ayam, Rambutan, Manggis, Kacang Tanah dan Petai.

Perbandingan nilai dan volume barang masuk dan keluar yang menggunakan KILB di Lintas Batas Entikong sampai dengan bulan Juli Tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Perbandingan Barang Masuk dan Keluar Yang Menggunakan KILB Di Lintas Batas Entikong sampai dengan bulan Juli Tahun 2009

No

Uraian

s/d bulan Juli Tahun 2009 Keluar

1.

Volume ( ton )

2.

Nilai (dlm US.$)

Masuk

Surplus

Defisit

Perbandingan

%

Perbandingan

%

28.600

710.545

-

-

681.945

2.384,42

50.046,50

384.236,24

-

-

334.189,74

667,76

Sumber : Dinas Perindag Prop. Kalbar (data diolah)

Pengembangan Pasar Luar Negeri a. Realisasi jenis-jenis komoditi yang diekspor tahun 2007 berjumlah 72 komoditi dibanding tahun 2008 jenis-jenis komoditi berjumlah 69 komoditi berarti mengalami penurunan sebesar 4,17 %. Sedangkan realisasi jenis-jenis komoditi yang diekspor sampai dengan bulan Juli tahun 2009 berjumlah 63 komoditi sedangkan realisasi jenis-jenis komoditi yang diekspor sampai dengan bulan Juli tahun 2008 juga berjumlah 63 komoditi berarti tidak mengalami perubahan, hal ini disebabkan karena Sumber Daya Manusia masih sangat lemah dan disisi lain promosi yang dilakukan masih kurang gencar dan perlu lebih ditingkatkan lagi. b. Realisasi Negara Tujuan Ekspor pada tahun 2007 berjumlah 52 Negara Tujuan Ekspor, apabila dibandingkan dengan Negara Tujuan Ekspor pada tahun 2008 yang berjumlah 58 Negara Tujuan Ekspor berarti mengalami peningkan sebesar 11,54 %. Sedangkan Negara Tujuan Ekspor sampai dengan bulan Juli tahun 2009 berjumlah 46 Negara Tujuan Ekspor dibandingkan dengan Negara Tujuan halaman ..‌50


Ekspor sampai dengan bulan Juli tahun 2008 berjumlah 50 Negara

Tujuan

Ekspor berarti mengalami penurunan sebesar 8,70 %, hal ini disebabkan karena Sumber Daya Manusia masih sangat lemah dan disisi lain promosi yang dilakukan masih kurang gencar dan perlu lebih ditingkatkan lagi.

Sasaran 6. Peningkatan kesejahteraan pegawai yang mendorong peningkatan kinerja pegawai dengan masing-masing rencana pencapaian target kinerja 100 % dengan hasil : Indeks kepuasan pegawai terhadap tingkat kesejahteraan pegawai dengan capaian target berdasarkan kuesioner 71% dan Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan

ketatausahaan

dengan

capaian

target

berdasarkan

kuesioner

93%(rekapitulasi kuesioner terlampir). Dengan kegiatan utama belanja tidak langsung yang didalamnya terdapat penghasilan tetap bulanan insentif dan tambahan penghasilan beban kerja paling tidak telah memberikan indikasi bahwa penambahan nilai penghasilan gaji dan penghasilan tambahan PNS lainnya diluar gaji sangat membantu tingkat kesejahteraan pegawai yang pada akhirnya dapat meningkatkan semangat atau motivasi kerja pegawai yang setidaknya telah meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai. Walaupun demikian perlu diperhatikan penyesuaian tambahan penghasilan pegawai sehubungan dengan peningkatan pengeluaran harian pegawai dan keluarganya sebagai akibat naiknya harga bahan-bahan pokok dan penting lainnya secara perlahan.

Sasaran 7. Peningkatan kualitas aparatur dan sarana dan prasarana guna mendukung perindustrian dan perdagangan Kalimantan Barat dengan masing-masing rencana pencapaian target kinerja 100 % dengan hasil berdasarkan kuesioner (rekapitulasi kuesioner terlampir) 

Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan penerapan disiplin sebesar 86%

halaman ..‌51


Indeks kepuasan pegawai terhdap sangsi pelanggaran disiplin pagawai sebesar 79%

Indeks kepuasaan pegawai terhadap penghargaan dan prestasi kerja sebesar 79%

tingkat Pemenuhan kebutuhan barang dan jasa sebesar 71%

tingkat Berfungsinya barang dan jasa sebesar 71%

tingkat Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sebesar 64%

tingkat Berfungsinya sarana dan prasarana sebesar 57%

kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan adalah Pengadaan Mobil Jabatan, mobil dinas kendaraan operasional terutama untuk kelancaran operasional dinas dimana dengan keterbatasan anggaran yang ada untuk tahun 2009 hanya dianggarkan pembelian sepeda motor sebanyak 3 unit.

Kegiatan lainnya adalah Pengadaan

Perlengkapan / Peralatan gedung kantor, Pengadaan Sarana dan Prasarana Studio, Komunikasi dan Sistem Informasi; Pemeliharaan Mobil Jabatan/mobil Dinas, Kendaraan operasional; dan Rehabilitasi sedang/ berat rumah jabatan, gedung dalam rangka memberikan sarana dan prasarana kerja yang lebih layak yang menunjang peningkatan kinerja dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi terautama pelayanan kepada dunia usaha dan masyarakat. Selain itu pada tahun 2009 juga dilakukan pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya bagi seluruh aparat dinas dengan maksud agar disiplin, wibawa dan motivasi kerja pegawai dapat meningkat. Yang tidak kalah penting pada tahun 2009 Dinas perindag telah mengganggarkan dana Pendidikan dan Pelatihan bagi aparatnya walaupun dalam jumlah yang cukup kecil dibandingkan jumlah pegawai keseluruhan yang idealnya juga perlu dilakukan peningkatan kompetensinya. Ditahun 2009 dinas juga telah menganggarkan dana operasional bagi tim Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional baik di metrologi dan sertifikasi mutu barang dengan harapan jabatan fungsional akan menjadi salah satu tombak pelayanan unit sehingga para pegawai fungsional tersebut perlu dihargai melalui sistim stick dan reward melalui penilaian angka kredit.

halaman ..…52


Sasaran 8. Peningkatan perencanaan kerja dan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang didukung Peningkatan koordinasi, monitoring dan evaluasi dengan indikator pencapaian sasaran tingkat Kesesuaian pelaksanaan tugas pokok instansi dengan perencanaan dan ketentuan dengan rencana tingkat kinerja 100% dan realisasi berdasarkan kuesioner sebesar 79% (rekapitulasi kuesioner terlampir) serta tersedianya dokumen perencanaan dengan rencana tingkat kinerja 6 dokumen dan realisasi kinerja sebanyak 6 dokumen atau 100 % Pada tahun 2009 dilakukan kebijakan mengupayakan perencanaan kerja yang transparan dan pengelolaan keuangan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan serta pelaporannya secara tepat waktu melalui kegiatan Monitoring, evaluasi dan laporan kegiatan SKPD dengan output kegiatan adalah Tersedianya laporan keuangan, kinerja dan pencapaian program kegiatan yang berfungsi untuk memantau capaian kinerja dan keuangan SKPD sehingga Tingkat Pencapaian sasaran tahunan pembangunan Indag tahun 2009 dapat dicapai.

Kegiatan ini

menjadi penting terutama mengingat tupoksi dinas-dinas provinsi yang lebih ditekankan pada upaya-upaya fasilitasi, sinkronisasi, koordinasi, monev dan pengawasan, dimana ujung tombak pembinaan sektor indag saat ini berada di Kota/kabupaten.

Tingginya kinerja perencanaan melalui upaya-upaya koordinasi,

sinkronisasi, monitoring dan evaluasi dapat ditunjukan secara lansung dari peningkatan perolehan dana APBN TA. 2009. Dimana pada tahun 2009, Disperindag Prov. Kalbar mendapat Dana Dekosentrasi sebesar Rp. 4.053.137.000,- dengan rincian

Rp.

1.627.000.000,-

untuk

urusan

pilihan

Perdagangan

dan

Rp.

2.426.137.000,- untuk urusan pilihan Perindustrian, dibandingkan per Januari 2008, Dinas perindag Prov. Kalbar telah menerima dana Dekosentrasi sebesar Rp. 3.696.542.000,-

atau naik hampir 10% dibandingkan tahun 2008 (lihat lampiran

Rekapitulasi anggaran APBN Tahun 2009 beserta realisasinya.

halaman ..‌53


Keberhasilan peningkatan koordinasi, monitoring dan evaluasi yang berujung pada upaya-upaya untuk memperoleh sumber dana pembangunan melalui Dana dekosentrasi ini menjadi penting mengingat sangat terbantu dan menunjang keberhasilan atau tidaknya target pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya dari hasil survey pegawai terhadap kesesuaian pelaksanaan tupoksi Disperindag Prov. Kalbar dengan perencanaan dan ketentuan menunjukkan sebagian besar responden baik yang bermasa kerja 5 s/d 10 tahun dan 10 tahun keatas menyatakan cukup puas hingga sangat puas (> 70%) (Lihat lampiran survey kebutuhan rutin).

Sasaran 9. Pelaksanaan pelayanan Administrasi Perkantoran dengan indikator sasaran rencana tingkat capaian target tingkat kecukupan 100% dengan adalah 80% atau dengan kategori sangat baik. Yang masih menjadi permasalahan untuk kegiatan pelayanan administrasi perkantoran adalah kondisi listrik di Pontianak yang masih tidak reliable yang cukup mengganggu pelayanan administrasi perkantoran. Karena genset yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan listrik kantor jika sedang terjadi pemadaman listrik terutama untuk menghidupkan komputer dan air conditioner. Akibatnya selain peralatan kerja yang tidak dapat digunakan suasana kantor yang telah dirasakan sempit (karena penggabungan dari dua kantor menjadi satu kantor seperti yang telah disebutkan sebelumnya) semakin tidak layak digunakan sebagai ruang kerja karena panas.Akibatnya pada saat pemadaman listrik yang kontinyu dilakukan PLN menyebabkan kelumpuhan sebagian besar aktivitas perkantoran yang saat ini sebagian pekerjaan telah terkomputerisasi. C. AKUNTABILITAS KEUANGAN Dana APBD yang dialokasikan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Kalimantan Barat untuk TA.2009 dalam pencapaian kinerja sasaran khusus lingkup Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Barat, dilakukan melalui

halaman ..‌54


alokasi dana administrasi dan umum Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat (termasuk UPT dilingkungan Dinas Perindag Provinsi kalbar) sebesar Rp. 21.008.759.131,- adapun realisasi keuangan sampai dengan Bulan Desember 2009 adalah sebesar Rp. 19.605.145.603,- atau sebesar 3,32%, sedangkan realisasi fisik sebesar 100% dan sebagian besar sisa realisasi dana (Rp. 759.802.738,- ) merupakan belanja tidak langsung. Sedangkan untuk melaksanakan Program - Program pembangunan di Sektor Industri dan Perdagangan melalui Dana APBD Tahun Anggaran 2009 dilakukan melalui Pembinaan dan Pengembangan Industri dan Perdagangan dengan alokasi dana operasional dan Pemeliharaan. Ditinjau dari input, dengan indikator capaian sangat baik, maka terdapat sisa anggaran sebesar Rp. 1.403.613.528,-. Selanjutnya untuk mengetahui alokasi dana APBD dan APBN di lingkungan Disperindag Prov. Kalbar secara rinci dapat dilihat pada lampiran lakip ini Pelaksanaan aspek keuangan tersebut diatas, telah sesuai dengan perinsip-perinsip pelaporan pertanggungjawaban keuangan yang lazim, yaitu : 1). Kebijakan Laporan Aliran Kas a. Laporan aliran kas adalah laporan yang memberikan informasi arus masuk an arus keluar kas selama satu periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal pelaporan. b. Penerimaan kas adalah semua penerimaan yang menambah jumlah uang kas Dinas Perindag Prop.Kalbar c. Penerimaan, terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan d. Penegeluaran

kas

terdiri

dari

pengeluaran

rutin

dan

pengeluaran

pembangunan. e. Pengeluaran rutin terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja barang, belanja pemeliharaan, belanja perjalanan dinas (Monitoring, evaluasi, sinkronisasi dan koordinasi), dan belanja lain-lain f. Pengeluaran pembangunan sesuai dengan satker yang telah ditetapkan.

halaman ..‌55


2). Kebijakan Laporan Laporan Realisasi/Perhitungan Anggaran a. Realisasi penerimaan adalah jumlah penerimaan yang telah direalisir oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan propinsi Kalimantan barat b. Laporan

Anggaran

dan

Realisasi

Belanja

Rutin

dan

Pembangunan

merupakan laporan yang menggambarkan jumlah anggaran dan realisasi belanja rutin dan pembangunan. Pada dasarnya anggaran merupakan batas atas (plafond) untuk penggunaan dana rutin dan pembangunan.

halaman ..‌56


BAB IV PENUTUP

Secara keseluruhan dari 9 sasaran keseluruhannya mendapat nilai kinerja di atas 80 % atau berkatagori baik hingga sangat baik.

Laju pertumbuhan PDRB

sektor industri pada tahun 2009 sebesar 1,1% memang dibawah target sebsesar 1,25 % namun hal tersebut karena permasalahan imbas krisi ekonomi dunia dan permasalahan struktural industri yaitu keterbatasan infrastruktur dan energi. Sedangkan dalam pengembangan IKM tahun 2009, kalimantan Barat telah mendapat 2 penghargaan nasional yaitu upkarti untuk perusahaan tenun adat dari Sintang dan juara I Konvensi GKM-IKM tingkat Nasional. Laju inflasi masih bahkan mencapai 4,91% yang merupakan terendah sepanjang 10 tahun terakhir. Pengawasan barang beredar dan pelaksanaan pelayanan kemetrologian telah dilaksanakan di 14 kota/kabupaten. Promosi produk ekspor Kalbar di event nasional dan internasional telah dilakukan 5 kali setahun, namun perkembangan ekspor menurun pada tahun ini menjadi minus 9 dibandingkan tahun 2008, namun neraca perdagangan masih surplus. Akan tetapi terjadi trend pergeseran struktur tujuan ekspor Kalbar dimana semakin tidak tergantung kepada negara-negara tradisional seperti uni eropa dan amerika serikat.

Tahun ini 1 event kerjasama yaitu sosekmalindo juga telah

dilakukan, dan pencapaian penerimaan PAD dari UPT kemetrologian jauh diatas target 167% namun PAD UPSMB dibawah target (hanya 14 %) karena permasalahan aturan dan ketersediaan peralatan serta pegawai yang kompeten dan ruang lingkup akreditasi. Kegiatan belanja langsung telah mampu meningkatnya kesejahteraan pegawai yang mendorong peningkatan kinerja pegawai yang ditandai Indeks kepuasan pegawai terhadap tingkat kesejahteraan pegawai71% dan Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan ketatausahaan sebesar 93%. Dan meningkatkan kualitas aparatur dan sarana dan prasarana guna mendukung perindustrian dan perdagangan Kalimantan Barat dengan Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan penerapan

halaman ..‌57


disiplin 86%, Indeks kepuasan pegawai terhdap sangsi pelanggaran disiplin pagawai 79%, Indeks kepuasaan pegawai terhadap penghargaan dan prestasi kerja 79%, tingkat Pemenuhan kebutuhan barang dan jasa 71%, tingkat Berfungsinya barang dan jasa 71%, tingkat Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana 64%, tingkat Berfungsinya sarana dan prasarana 57%

Sedangkan Meningkatnya perencanaan kerja dan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang didukung Peningkatan koordinasi, monitoring dan evaluasi telah mencapai kinerja dengan tingkat Kesesuaian pelaksanaan tugas pokok instansi dengan perencanaan dan ketentuan 79% dan tersedianya dokumen perencanaan sebanyak 6 dokumen seperti yang direncanakan, dan Pelaksanaan pelayanan Administrasi Perkantoran paling tidak dirasakan telah mencapai Tingkat Kecukupan selama setahun sebesar 80% Impian Kalimantan Barat adalah menjadi daerah industri baru di luar pulau Jawa Pada tahun 2020 berbasis pada komoditi unggulan, industri kreatif dan telematika yang semakin berkembang dengan ditunjang IKM yang tangguh. Untuk mencapai impian tersebut perlu disusun Strategi pengembangan industri saat ini dan kedepan. Strategi tersebut berlandaskan pada beberapa skenario terhadap pemecahan masalah utama di Kalbar terutama insentif pemerintah kepada Pemerintah daerah dan dunia usaha untuk pengembangan industri di luar Pulau Jawa (dan Sumatera) dalam penyediaan listrik, energi murah, infrastruktur penunjang, dukungan litbang, percepatan penumbuhan kawasan industri dan dukungan dan penguatan basis pasar lokal (nasional) serta ekspansi pasar luar untuk komoditi-komoditi yang dihasilkan. Untuk itu dalam Jangka 5 (lima) tahun kedepan 2009 – 2014, strategi pengembangan industri daerah adalah :

Mendorong Penumbuhan Kawasan Industri di Kab/Kota, dimana pada tahun 2009 dan 2010 merupakan tahun penting untuk Kabupaten dan Kota serta Provinsi meletakan pondasi percepatan penumbuhan kawasan industri yang

halaman ..‌58


dapat dilakukan sejalan dengan penyusunan Revisi Rencana Tata Ruang baik di Kabupaten/Kota, Tata Ruang KAPET Khatulistiwa, Tata Ruang Pontianak Metropolitan Area yang sedang dilakukan saat ini, dimana dokumen tersebut dapat menjadi dokumen promosi investasi Kalbar. Pemerintah daerah juga mendorong beroperasinya kawasan industri yang sudah dirintis misalnya Kawasan Industri Semparuk (KIS) Sambas.

Mendorong pengembangan Industri Unggulan Kalbar sesuai dengan Perpres 28 tahun 2008 tentang KIN yaitu Karet dan Kelapa Sawit

serta Klaster

pengolahan bahan baku keramik. Pemerintah daerah saat ini sedang mendorong berdirinya industri barang jadi karet dari latek dan pemenuhan utilisasi kapasitas produksi pabrik crumb rubber yang ada melalui penguatan teknologi di tingkat petani.

Scenario Pengembangan industri kompon karet padat dan cair serta

industri turunannya skala menengah dan kecil terutama untuk pasar lokal dan regional menjadi salah satu target utama untuk kondisi keterbatasan infrastruktur dan energi saat ini. Sedangkan untuk penumbuhan industri turunan CPO sangat diperlukan campur tangan pemerintah melalui insentif dan disinsentif untuk mendorong pengembangan industri hilir CPO dalam negeri khsusnya diluar P. Jawa dan Sumatera mengingat karaketristik pelaku bisnis CPO pada umumnya (lihat kondisi Komoditi Unggulan sesuai Perpres 28/2008)

Mendorong pengembangan Industri pendukung sektor pertanian (dan pertambangan) terutama melalui program ALSINTAN Centre dan Industri Perkapalan. Alsintan centre Kalbar telah menjadi salah satu icon pengembangan alat mesin pertanian di luar Pulau Jawa, dan program ini akan sangat membantu upaya Kalbar dan nasional dalam pengembangan pertanian menuju ketahanan pangan dan penumbuhan usaha agribisnis yang berdaya saing.

Sedangkan

pengembangan industri perkapalan Kalimantan Barat akan sangat membantu percepatan penumbuhan industri perkapalan tersebut sebagai salah satu produk halaman ..‌59


ekspor industri Kalbar yang berdaya saing cukup tinggi dan untuk mendukung pengembangan

agribisnis

dan

agroindustri

kelapa

sawit

serta

bisnis

pertambangan daerah (utamanya industri kapal ponton dan kapal penarik sebagai alat transportasi utama penyediaan logistic dan pengangkutan hasil).

Mendorong Pengembangan Industri Kreatif yang berbasis Warisan & Budaya luhur daerah utamanya industri kerajinan (misalnya IKM Tenun adat, anyaman dll) dan IKM berbasis bahan baku lokal yg mempunyai keunggulan komparatif. (mis. Lidah buaya). Pemilihan ini didasarkan pada penggunaan sumber daya yang tersedia (budaya, hasil alam, dan ketrampilan) yang dikreasikan dengan landasan informasi,teknologi &inovasi, kerja keras, keunggulan membangun network (baik ke belankang rantai supply dan kedepan rantai demand) dengan tidak putus asa menggunakan infrastruktur yang ada dan selalu mensubtitusi kelemahan yang ada dengan kekuatan dan peluang yang tersedia.

Mendorong Pengembangan Industri telematika, berlawanan dengan kondisi keterbatasan infrastruktur dan energi, infrastruktur telekomunikasi utamanya telepon dan internet oleh pihak swasta tumbuh sangat pesat dan bersaing. Akibat tersedianya jaringan internet murah, tumbuh komunitas IT Kalbar yang mampu telah

mampu

menghasilkan

produk-produk

a.l.

software,

web

design,

komik/animasi dll dan komunitas tersebut mampu meningkatkan kompetensinya secara mandiri, merupakan potensi dalam pengembangan industri di Kalbar. Pengembangan industri ini dapat dilakukan hampir tidak terbatas seiring dengan cepatnya perubahan teknologi informasi serta yang diproduksi adalah ide, kreatifitas dan skill pelaku industri tersebut. Dimana sumberdaya ide, kreatifitas dan skill adalah tak terbatas pada manusia.

Untuk isu kesiapan Kalimantan Barat terjhadap pelaksanaan liberalisasi perdagangan Asean-China Free Trade Area (AC-FTA) yang diikuti dengan Jepang halaman ..‌60


dan korea serta India yang dimulai pada 1 Januari 2010, dapat disampaikan bahwa Perdagangan bebas China-Asean adalah hal yang tidak dapat dielakan dan memberikan dampak negatif sekaligus positif bagi dunia usaha dan masyarakat di Kalbar (dan Indonesia) secara keseluruhan. Pada dasarnya pada jangka pendek hingga menengah (lima tahun ke depan) diperkirakan Kalimantan Barat tidak akan banyak terpengaruh oleh pelaksanaan perdagangan bebas tersebut terutama dari sisi Ekspor dan Impornya. Hal ini disebabkan komoditi ekspor Kalbar pada umumnya merupakan komoditi hulu (primer) yang sangat dibutuhkan oleh Negara-negara importir untuk dijadikan barang setengah jadi atau barang jadi, dengan Negara tujuan utama hanya beberapa Negara tujuan tradisional (US, China, Singapura, Jepang, Hongkong dan Korea). Dari sisi impor Kalbar masih didominasi oleh barang-barang modal utamanya untuk pengembangan kelapa sawit (boiler, baja dll) yang justru ikut mendorong

bergeraknya

sektor

riil

terutama

Industri-industri

Pengolahan/

Manufakturing. Sedangkan untuk IKM Kalbar terutama Industri Rumah Tangga Makanan dan Minuman masih relatif kecil sharenya terhadap perekonomian Kalbar, ditambah IKM juga telah terbiasa menghadapi serbuan produk asing (Ex.Impor Malaysia) yang berasal dari merembesnya produk-produk luar melalui lintas batas Kalimantan Barat. Namun yang perlu diwaspadai adalah factor keamanan, kesehatan, keselamatan dan perlindungan konsumen terutama makanan dan minuman atas produk-produk impor yang membanjiri Kalimantan Barat, jika tidak dilakukan pengamanan atas produkproduk tersebut melalui instrument registrasi (ML), penerapan standard dan keamanan, sertifikasi halal, HAKI dan layanan purna jual (jika merupakan produk yg memerlukan layanan purna jual) maka akan menjadi ancaman konsumen Kalimantan Barat. Untuk jangka panjang, seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, jika tidak ada upaya-upaya focus dan kosisten serta komitmen yang kuat dari pemerintah (pusat& daerah), Dunia Usaha, dan Masyarakat untuk mengembangkan industry unggulan Kalbar, maka diperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Kalbar akan sangat lambat dan hanya diperkuat oleh belanja konsumsi baik rumah tangga dan

halaman ..‌61


pemerintah.

Untuk itu pengembangan industri hilir komoditi-komoditi utama

Kalimantan Barat menjadi “wajib� untuk segera dikembangkan antara lain : Kelapa Sawit, Karet, Hasil Perikanan dan Industri Sektor Primer lainnya.

Sebagai Penutup terdapat beberapa hal yang perlu pula dipertimbangkan sebagai critical succes factors untuk pengembangan sektor industri dan perdagangan kedepan adalah sebagai berikut : 1. Perangkat peraturan perundang-undangan yang komprehensif dan akomodatif; 2. Peningkatan sarana dan prasarana penunjang pelayanan publik 3. Sistem distribusi daerah yang efektif dan efisien; 4. Pengamanan produk dan komoditi strategis di pasar lokal; 5. Peningkatan daya saing produk Kalbar dan Peningkatan akses, penetrasi dan promosi pasar untuk barang-barang Kalbar di pasar lokal, nasional hingga global; 6. Optimalisasi hasil-hasil litbang industri dan perdagangan sesuai dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha; 7. Kemampuan memanfaatkan sistem/teknologi informasi; 8. Tertatanya jejaring kerja antara pemerintah dengan dunia usaha; 9. Optimalisasi pola pembinaan, pengembangan karier dan pengawasan akan meningkatkan pelayanan publik yang lebih prima.

Berdasarkan pelaksanaan tugas dan fungsi tahun 2009 serta permasalahan yang dihadapi, maka tahun 2009 program-program diarahkan pada pembinaan IKM, Penguatan dan Pengembangan Klaster industri, Pengembangan industri melalui pendekatan Kawasan (KUAT dan kawasan Industri), peningkatan kinerja dan pelayanan unit-unit pelayanan teknis Disperindag, pengembangan perdagangan luar negeri serta yang lebih penting peningkatan upaya koordinasi antara pusat-provinsidan kota/kabupaten serta antar sektor. Mudah-mudahan program-program/kegiatankegiatan pembinaan industri dan perdagangan di Kalbar yang dilakukan secara sinergis, terpadu, kontinyu dan konsisten baik antar instansi terkait baik di daerah

halaman ..‌62


(Kota/kabupaten dan Provinsi) juga antar daerah dan pusat akan menjadikan industri dan perdagangan Kalimantan Barat menjadi “Industri Yang Maju Dan Perdagangan Yang Tangguh Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan�. Sebagai akhir kata, kami beserta segenap aparat dijajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat mengharapkan agar LAKIP Tahun 2009 ini dapat memenuhi kewajiban Akuntabilitas kami kepada segenap stakeholders dan sebagai informasi penting dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja dimasa-masa mendatang.

halaman ..‌63


LAKIP DISPERINDAG PROV.KALBAR 2009