Issuu on Google+

Dewan Tuding Bupati Salah Tempatkan Orang H. Warman

Ace Sopian Mustari

Eksekutif Memble KARAWANG- Kinerja Eksekutif Kabupaten Karawang dinilai memble oleh anggota Badan Anggaran DPRD

SENIN, 26 NOPEMBER 2012

KATA MEREKA SOAL HU FAKTA KARAWANG Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar) "Pertama, semoga Fakta Karawang menjadi media yang punya fungsi sangat baik untuk jadi penyambung aspirasi masyarakat, mengontrol pemerintahan, mengontrol kebijakan dan bisa mendidik masyarakat. Saya ucapkan selamat, atas terbitnya Fakta Karawang. (jay) Netty Prasetyani (Ketua TP PKK Jabar) "Tentu saja saya mengucapkan selamat atas terbitnya Harian Fakta Karawang, yang mengcover pemberitaan di Karawang, Bekasi dan Purwakarta. Sesuai dengan namanya, dapat menghadirkan fakta, meghadirkan keseimbangan sekaligus edukasi bagi masyarakat." (jay)

Zaenal Musthofa Pemimpin Redaksi / General Manager HU Fakta Karawang

Koran Aing....!!! Mimpi besar seorang putra asli Karawang, yang ingin memiliki usaha penerbitan. Khususnya penerbitan media cetak (koran), akhirnya tercapai juga. Tanggal 26 Nopember 2012, tepatnya hari Senin, sang pemimpi telah membuktikan impiannya yang ingin menjadi seorang pengusaha media telah terwujud. Dengan terbitnya sebuah koran harian yang diberi nama Harian Umum Fakta Karawang. Patut berbangga, kita sebagai warga Karawang ada seorang putra Karawang telah mampu mendirikan koran harian. Dan ini menjadi torehan sejarah bagi Kabupaten Karawang. Ke Halaman 11

Teten Masduki (Cawagub Jabar) "Pertama, saya ucapkan selamat atas terbitnya Fakta Karawang. Saya rasa, media punya peran yang sangat penting untuk pendidikan kepada masyarakat. Mudah-medahan Fakta Karawang menjadi kekuatan baru bagi masyarakat Karawang, Purwakarta dan Bekasi." (jay) Irvan Suryanegara (Ketua DPRD Jabar) "Saya ucapkan selamat atas terbitnya Harian Umum Fakta Karawang. Semoga menjadi media yang bermanfaat untuk masyarakat Karawang dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya. Itu saja dari saya," (jay)

Karawang dari Fraksi PDIP, Ace Sopyan Mustari, seusai melakukan rapat pembahasan Ke Halaman 11

ANGGARAN PUBLIK NGENDAP

PNS KARAWANG

DIBOHONGIN

Setiap Bulan Gajinya Dipotong 50 Ribu Tanpa Pemberitahuaan KARAWANG – Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Karawang kesal. Karena, gaji yang mereka terima tiap bulan tidak

utuh alias menyusut sebesar Rp 50 ribu. Parahnya, pemotongan yang kemudian diketahui sebagai iuran wajib Korpri itu, tidak dicatatkan dalam struk. Bahkan, tak ada pemberitahuan juga perjanjian sebelumnya. “Sebelumnya kami tidak diberitahu soal akan adanya pemotongan gaji

sebesar Rp 50 ribu untuk Korpri. Tiba-tiba saja ketika kami menerima gaji, jumlah nomimal setelah dipotong berbagai pinjaman dan koperasi, berkurang Rp 50 ribu,” ujar seorang PNS yang namanya enggan dikorankan, Selasa (20/11) siang, kepada Fakta Karawang. Atas pemotongan tersebut, kata dia, sejumlah PNS merasa tercekik. Pasalnya, pemotongan atas gajinya itu dilakukan tanpa ada pemberitahuan. Tak hanya itu, sejumlah PNS juga merasa keberatan dengan besaran uang yang dipotong buat Korpri itu. Ke Halaman 11

Koko A Kodir (Angg DPRD Jabar F-Demokrat) " Semoga Fakta Karawang juga bisa memberikan warna baru dalam geliat pesatnya perusahaan media yang semakin hari semakin pesat persaingannya. Sekali lagi selamat dan sukses untuk Harian Umum Fakta Karawang," (Jay). Tatang Farhanul Hakim (Cawagub Jabar) "Pertama saya ucapkan selamat. Semoga bisa menjadi sumber informasi yang lebih akurat. Harian Fakta Karawang yang tersebar di Purwakarta, Bekasi dan Karawang diharapkan juga bisa menjadi media komunikasi bagi masyarakat dengan pemerintah." (jay). Deden Darmansyah (Angg DPRD Jabar F-PDIP] "Saya salah satu pelanggan Majalah Fakta Karawang. Cukup baik, tetapi ke depan Fakta ini dikemas tidak tendensius dalam pemberitaan. Insya Allah sepanjang objektif, baik redaksinya maupun wartawannya, HU Fakta Karawang akan lebih maju.” (jay)


2 SENIN, 26 NOPEMBER 2012

Santer, Isu Judi di Pilkades Serentak Antusiasme warga di Pilkades Karawang sangat tinggi. Semua TPS nyaris dipenuhi warga.

Jelang Pilgub, Mulai Hitung-Hitungan Koalisi

PKS Siap Hengkang KARAWANG – Menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 24 Februari mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepertinya mulai menghitung ulang koalisi. Radikalnya, PKS siap hengkang dari koalisi yang mendukung Bupati Ade Swara. Alasannya, secara umum PKS tidak mau kena imbas kesan negatif kegagalan kepemimpinan Ade Swara di Karawang. Namun, keputusan hengkang dan tidaknya dari koalisi pendukung Ade Swara akan ditentukan setelah PKS melakukan survey kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Ade. “Kita akan melakukan itu pada awal tahun depan. Kita lihat saja hasilnya,” ungkap Ketua Fraksi PKS DPRD Karawang,

Karmin Amrullah, ketika ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. Ia memaparkan pertimbangan untuk melakukan survei tersebut, agar PKS mengetahui secara ilmiah, sejauh mana dampak kinerja bupati yang diusungnya terhadap elektabilitas PKS di Kabupaten Karawang, khususnya menjelang Pilgub. “Keputusan koalisi ini sangat erat kaitannya dengan elektabilitas. Makanya kita mensurvei dulu sebelum memutuskan,” papar Karmin. Sebenarnya ancaman hengkang tersebut juga tidak serta merta. Karena, masih menurut Karmin, apapun hasil survey DPW-lah yang akan mengkaji hasil survey tersebut. “Kalau memang keputusan DPW kita

Karmin Amrullah Ketua Fraksi PKS DPRD Karawang

Masa Kampanye Habis, Alat Peraga Masih Terpasang PURWAKARTA– Walaupun sudah diterbitkan keputusan KPUD Purwakarta No : 9/ Kpts/KPU-Kab.011.329022/ Pilbup/XI/2012, yang membatasi publikasi setiap kandidat. Tapi, sejumlah alat peraga masih tetap terpasang. Padahal Ketentuan larangan ini pun sudah disepakati tim kampanye, dan mulai berlaku sejak 20 November 2012. Meskipun, dua hari sejak ditetapkannya surat ini, masih tetap belum ada pembongkaran. Dalam surat keputusan tentang Jadwal Waktu dan Lokasi Kampanye Pemilu Bupati dan

Wakil Bupati Purwakarta 2013 ini, semua jalan utama dilarang untuk memuat alat peraga, seperti spanduk, baliho, atau pun poster calon. Jalur utama itu, antara lain Jalan RE Martadinata, Jalan Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Gandanegara, Jalan Siliwangi, Jalan KK Singawinata, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kapten Halim, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Ibrahim Singadilaga, Jalan Suradireja, Jalan Ibrahim Singadilaga, Jalan Suriawinata, Jalan Taman Pahlawan, Jalan Ipik Gandamanah, dan Jalan DR Kusumah Atmaja. Kondisi seperti ini pun men-

dapat respons Panwaslu Kabupaten Purwakarta, yang siang kemarin langsung mengumpulkan anggota Panwascam guna menindaklanjuti hasil keputusan KPU. Hasilnya, pada waktu itu juga lembaga pengawas pemilu ini mengirimkan surat kepada masing-masing tim kampanye agar mentaati keputusan tersebut. “Kami memberi tenggat waktu tiga hari sejak ditetapkannya surat ini agar masing-masing tim kampanye secara sukarela membongkar sendiri alat peraganya. Jika tidak, alat peraga yang masih

Mar ak, pemasang an g ambar pasang an calon di Pilb up Purw akar ta. Hing ga Marak, pemasangan gambar pasangan Pilbup Purwakar Hingg pohonpun jadi sasaran penempelan.

terpasang bakal menjadi temuan adanya dugaan pelanggaran kampanye,”kata Ketua Panwaslu Kabupaten Purwakarta Didin Syaprudin. Kemudian, lanjutnya, larangan mengenai lokasi pemasangan atribut kampanye juga berlaku di pada tempattempat tertentu di semua kecamatan yang ada. Dimana hal itu sudah tertuang dalam keputusan KPU. Sehingga tidak ada alasan bagi masingmasing tim sukses untuk tetap membiarkan pelanggaran terjadi. Pihaknya pun sudah menginstruksikan kepada setiap Panwascam untuk mengawasi pelaksanaan dari surat keputusan ini. Sementara itu, anggota Panwaskab Purwakarta Devisi Pengawasan dan Humas Hedi Hidayat, S.Ag, S.Pd menambahkan, bahwa KPUD Purwakarta jelas perlu menetapkan sanksi terkait pelanggaran atas pemasangan alat peraga di luar jadwal sekiranya berada pada zonasi yang tidak diperbolehkan. “Para pasangan calon dan/ atau tim kampanye segera menertibkan alat peraga yang berada pada zonasi larangan sebagaimana diatur dalam Keputusan KPUD Purwakarta,” jelasnya. Bila tidak diindahkan, tuturnya, maka Panwaskab Purwakarta tidak segan-segan merespon masalah tersebut sebagai temuan pelanggaran. Dilanjutkannya, leading sector Pemkab Purwakarta, dalam hal ini Satpol PP, DKP serta tidak lupa Desk Pilkada Purwakarta, mesti tegas dalam menegakkan keputusan ini demi kelancaran dan ketertiban proses Pemilukada Purwakarta.(ega)

harus keluar dari koalisi, ya kita siap,” tandasnya. Karmin menyayangkan kesan renggangnya komunikasi antara Bupati dengan partaipartai pengusung. Hingga kini, koalisi pengusung Ade Swara masih menunggu arahan langsung dari Bupati. Salah satu arahan yang sangat ditunggu PKS adalah pembentukan Setgab (sekretariat gabungan) partai koalisi pendukung Ade Swara–Cellica. “Namun sampai sejauh ini hal tersebut belum pernah ada dalam pembahasan. Ini karena komunikasi yang kurang efektif dan intens antara Ade Swara dengan partai koalisi,” katanya lagi. Sementara itu ditempat terpisah, ketua Fraksi Gerindra

DPRD Karawang, Ir Danu Hamidi, mengatakan dengan tegas, Partainya akan terus mendukung Ade Swara selama menjadi Bupati Karawang. Namun dukungan tersebut bukan berarti akan mengurangi nilai kritis Gerindra, ketika Bupati dan jajaran melakukan kesalahan-kesalahan dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan di Karawang . “Dukungan terhadap Bupati akan tetap kami berikan, dan kami akan tetap mengkritisi eksekutif Kabupaten Karawangjika kemudian ada kebijakan-kebijakan yang memang menurut kami tidak relevan dengan keinginan masyarakat Karawang,” tegas Danu. (ssp)

KLARI – Pelaksanaan Pilkades serempak 67 desa di Karawang, rentan dengan aksi perjudian. Bahkan, sehari jelang pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa itu isu judi Pilkades santer terdengar. Tak tanggungtanggung, berdasarkan i s u yang beredar itu, taruhannya hingga ratusan juta rupiah. Tak hanya santer di satu desa atau kecamatan, isu judi ini pun santer terjadi di semua desa se-Karawang yang melaksanakan Pilkades serentak 25 November. Informasi yang diperoleh dari Sejumlah warga di desa pelaksana Pilkades yang ditemui Fakta Karawang, mengemuka kalau sejumlah orang berduit kini tengah masuk ke desa-desa untuk bertaruh. “Potensi judi Pilkades masih sangat tinggi. Bahkan di sini sudah ramai isu soal itu,” ucap salah seorang warga di suatu desa pelaksana Pilkades di Kecamatan Klari, yang namanya ogah dikorankan, Minggu (25/11). Hal senada juga menyeruak di desa pelaksana Pilkades lain masih di Kecamatan Klari. Seorang warga di sana yang namanya juga minta dirahasiakan, mengatakan kalau dari kabar yang beredar, taruhannya hingga mencapai ratusan juta rupiah. Menanggapi hal itu, Kaplosek Klari, Kompol Wahidin, yang ditemui Fakta Karawang, menegaskan, pihaknya akan menindak tegas pelaku judi Pilkades. “Kami akan menyelidikinya. Dan kami minta kepada warga untuk tidak takut melapor kalau mengetahui soal judi Pilkades tersebut,” ujar Kapolsek Klari Kompol Wahidin. Lebih lanjut dikatakan Wahidin, pihak kepolisian sudah mempersiapkan petugas khusus untuk memantau aksi perjudian tersebut. (zck)

Pilkades, Polisi Vs Biang Kerok KARAWANG – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serempak 67 desa di Karawang, 25 November, rawan konflik. Untuk menjaga pelaksanaan ini, Polres Karawang menerjunkan 1000 personilnya yang akan dikonsentrasikan di tiap TPS. Kapolres Karawang AKBP Arman Achdiat pun mengeluarkan ultimatum kepada para personilnya untuk melakukan tindakan tegas kepada siapa saja yang mengganggu kondusifitas pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa ini. “Tugas kita menjaga keter-

tiban dan keamanan. Jadi tak ada tawar menawar lagi, buat pelaku yang mengganggu kamtibmas, ya akan kita tindak tegas,” tegas Arman, melalui ponsel, Minggu (25/11). Arman tidak menampik soal adanya potensi konflik dalam pelaksanaan Pilkades serempak ini. Untuk itu pihaknya pun tak tanggung-tanggung menerjunkan 1000 personil untuk disebar di setiap desa pelaksana Pilkades serempak. “Potensi konflik dan gangguan keamanan bisa terjadi di tiap desa. Makanya kami siagakan banyak personil

supaya mudah dalam penanganan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujarnya. Untuk menjaga keamanan pelaksanaan Pilkades ini, Polres Karawang juga telah menyiapkan satu satuan setingkat kompi anggota Brimob Polda Jabar. “Itu sudah kami siapkan dan sudah berada di Mapolres Karawang,” lanjut Arman. Selain aparat dari kesatuan berseragam coklat, pengamanan pelaksanaan Pilkades serempak di 67 desa juga dibantu oleh unsur lain. Seperti, TNI, Satpol PP dan masyarakat. (bay)


3 SENIN, 26 NOPEMBER 2012

Masih Banyak Jalan Rusak di Karawang

Ratusan anak yatim mengikuti Muharamman bersama Yayasan Anak Yatim Piatu Karawang di RM Alam Kreasi Karawang.

Anak Yatim Dihibur Ibing Pencak KARAWANG – Ratusan anak yatim di Karawang, Minggu (25/11), dihibur kesenian ibing pencak silat. Mereka yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan itu, di hari Minggu itu tampak begitu ceria. Tak sedikitpun tampak rona kedukaan di wajah-wajah mereka. Anak-anak yatim yang rata-rata berusia di bawah 12 tahun itu, tampak antusias menikmati hiburan kesenian yang digelar Yayasan Anak Yatim Putra Karawang

di Alam Kreasi Adiarsa. “Ini merupakan bagian dari perayaan 10 Muharam. Kami sengaja mengadakan kegiatan ini untuk membahagiakan para anak yatim. Sebab khusus 10 Muharam merupakan hari untuk anak yatim,” ujar Pimpinan Yayasan Anak Yatim Putra Karawang, Mahar Kurnia, kepada Fakta Karawang. Acara diawali dengan melakukan kegiatan di Alam Kreasi adiarsa dengan gelar doa bersama

kemudian dilanjutkan dengan hiburan kesenian ibing pencak silat. “Kegiatan dilaksanakan dari jam sepuluh pagi sampai jam tiga sore. Sebelum berangkat ke Alam Kreasi, anak yatim berkumpul di Yayasan Putra Karawang. Kemudian berangkat bersama-sama dengan menggunakan 20 becak hias. Semua anak yatim naik becak hias sambil diiringi alunan music,” jelasnya. (cim)

Antusiasme Warga di Pilkades Tinggi KARAWANG – Antusiasme warga dalam pelaksanaan Pilkades serentak 67 desa di Karawang, Minggu (25/11) sangat tinggi. Setiap TPS nyaris selalu dipenuhi warga yang datang menyalurkan hak pilihnya. Pesta demokrasi tingkat desa ini, benar-benar menyedot fanatisme tinggi warga desa. Dari pantauan Fakta Karawang di Kecamatan Klari, tampak beberapa TPS di desa-desa penyelenggara Pilkades disesaki warga. Seperti di Desa Duren. Di lokasi ini, ribuan warga memadati TPS

yang berada di lahan kosong, Dusun Kawali. Di TPS ini, tercatat 17.520 orang masuk dalam DPT. Dan hingga siang hari, sekitar 15.000 orang masih ada di TPS. Tryono, seorang warga yang turut datang ke TPS mengatakan, antusias warga terhadap Pilkades lebih tinggi dibanding Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau bahkan Pemilihan Umum (Pemilu). “ Sejak pagi warga sudah banyak yang datang ke TPS, baik pemilih maupun yang hanya sekedar ingin

melihat,” kata Tryono. Tryono menyebutkan, tingginya antusias warga dikarenakan warga merasa bisa lebih dekat dengan pemimpin yang dapat menentukan nasib warga. “Karena warga bisa lebih dekat dengan pemimpnnya nanti, makannya Pilkades lebih ramai,” sebutnya. Ada pun unsur kekeluargaan antara pemilih dengan para calon kades menjadi penyebab antusias warga. Tingginya antusias warga terhadap Pilkades membuat arus lalu lintas di sekitar

TPS sempat macet. Sementara itu, tingkat antusias warga yang tinggi ini, menurut aparat keamanan, bisa berpotensi pada konflik. Untuk itu, dalam pelaksanaan tersebut, beberapa petugas keamanan disiagakan. Seperti dikatakan seorang anggota TNI, dari Koramil Klari, P.W. Panjaitan. Kata dia, untuk pengamanan pelaksanaan ini, lima orang anggota Koramil Klari dikerahkan di tiap TPS plus 10 anggota polisi.(zck)

KARAWANG- Kondisi jalan rusak di beberapa tempat di Karawang yang sampai saat ini belum mendapat perbaikan dari Pemerintah masih menjadi keluhan warga. Salah satunya seperti terlihat di Jalan Gonggo, Niaga Karawang. Ruas jalan yang selalu ramai dilalui kendaraan kondisinya justru rusak karena masih banyak terdapat lubang. Dan ini, bisa membahayakan pengendara kendaraan bermotor. Ending, pengguna jalan ini mengaku terganggu dengan kondisi jalan yang berlubang itu. Apalagi, mereka mengaku sering melewati ruas jalan itu. "Dan yang paling memprihatinkan kerusakan jalan ini belum mendapat perhatian," kata Ending. Ending mengaku, jalan Gonggo yang berada di tengah kota itu seharusnya mendapat prioritas Pemerintah. Sebab saat turun hujan, jalan yang berlubang sering kali mengancam keselamatan pengguna jalan karena tertutup genangan air. Akibat kondisi itu tak jarang warga pun berinisiatif membantu para pengendara yang akan melintasi di jalur tersebut. Tujuannya memberi peringatan kepada para pengguna jalan agar berhati-hati saat melewati jalan tersebut. Kondisi serupa tampak di Jalan Raya Telukjambe Timur menuju kawasan Industri. Di lokasi ini, meski sebagian ruas jalan telah mendapatkan program aspalisasi, namun di ruas jalan lain kondisinya mengalami kerusakan parah. Kerusakan jalan di lokasi ini sering menyebabkan kecelakaan. Selain itu, juga sering menyebabkan kemacetan. Warga setempat, Yanto mengatakan, jalan di sepanjang

Salah Satu jalan rusak yang ada di Kabupaten Karawang.

“ibu kota” Kecamatan Telukjambe Timur itu dalam beberapa bulan terakhir memang semakin parah. Bahkan saat musim hujan kondisinya semakin rusak.

Untuk itu, kata Yanto Pemerintah melalui Dinas terkait seharusnya mengalokasikan anggarannya untuk melakukan perbaikan. (ton)


5 SENIN, 26 NOPEMBER 2012

DPR AKAN TERUS AWASI KINERJA OJKPRESIDEN

Wartawan Metro Pos Aryono Linggotu di Manado ditemukan sudah tak bernyawa di Jalan Daan Mogot 4, Tikala Baru, Kota Manado, Sulawesi Utara, sekitar pukul 05.00 WITA, Minggu 25 November 2012.

KEMATIAN WARTAWAN METRO POS HARUS DIUSUT

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani meminta kepolisian untuk segera mengusut kasus pengeroyokan dan penusukan yang menyebabkan tewasnya wartawan Metro Pos Aryono Linggotu di Manado, Minggu. "Saya meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap dan mengungkap pelaku pembunuhan wartawan Metro Pos Manado Aryono Linggotu, termasuk diselidiki siapa otak dibalik pembunuhan itu," kata Ahmad Yani melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Minggu (25/11). Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan peristiwa pembunuhan wartawan Metro Pos Manado itu merupakan kemunduran yang terjadi di era demokrasi saat ini. Dia berharap kejadian pembunuhan terhadap wartawan seperti yang terjadi pada Orde Baru tidak kembali terulang.

Menurut dia, aksi kekerasan terhadap wartawan yang bekerja untuk memenuhi rasa ingin tahu masyarakat sama sekali tidak bisa ditoleransi. "Jangankan menikam, menghardik pun tidak boleh. Pekerja jurnalistik harus dihargai karena merupakan pilar demokrasi," katanya. Aryono Linggotu (26), wartawan Metro Pos yang bertugas liputan di Polres Manado tewas ditikam dan dikeroyok di Tikala Baru Lingkungan 11, Manado, Minggu (25/11) pukul 05.00 WITA. Menurut informasi korban mengalami 14 luka, empat sayatan dan 10 luka tusukan. Jenazah saat ini di RSUD Malalayang. "Rio anaknya pendiam tapi supel bergaul dan agak pemalu tapi pekerja keras. Kami pernah sama-sama liputan setahun di Polda Sulut," ujar Fernando

Lumowa, wartawan Tribun Manado. Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut, Amanda Sumual, mengatakan tim advokasi IJTI dan Dewan Pers siap mengawal kasus Ryo. Pengacara senior Manado Sofyan Jimmy Yosadi mengatakan ini contoh nyata angka kriminal di Sulut cukup tinggi sehingga mesti ada tindakan tegas terhadap aparat penegak hukum. Wartawan media cetak lokal, Harian Metro, Ryono Linggotu, 26 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Dia tersungkur bersimbah darah, dalam keadaan sudah tak bernyawa, tergeletak di samping sepeda motornya. Korban diduga kuat dibunuh secara sadistis karena di tubuhnya ditemukan 14 luka bekas tusukan senjata tajam. Ryono ditemukan sudah tak bernyawa di Jalan Daan Mogot

4, Tikala Baru, Kota Manado, Sulawesi Utara, sekitar pukul 05.00 WITA, Minggu 25 November 2012. Belum diketahui kenapa jurnalis ini dibunuh. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian di lokasi jasad ditemukan. Kepala Bidang Hubungan Kemasyarakatan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Ajun Komisaris Besar Pol. Denny Adare mengatakan Polres Kota Manado masih menyelidiki kasus ini. “Belum tahu pasti, kami menunggu perkembangan penyelidikan. Saat ini Polres Kota Manado masih melakukan pengembangan penyelidikan,� dia menjawab apa dugaan sementara motif di balik tewasnya Ryono. Ryono sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Prof. Kandou, tapi nyawanya tidak lagi tertolong. Jasadnya saat ini masih berada di rumah sakit untuk diotopsi. (Ant)

ISRAN NOOR DIDUKUNG JADI PRESIDEN

Isran Noor Jakarta- Dukungan terhadap Bupati Kutai Timur, Isran Noor menjadi calon presiden (capres) alternatif pada Pemilu 2014 terus mengalir, kini organisasi kemasyarakatan Aliansi Nasional Relegius juga ikut mendukungnya. Ketua Umum Aliansi Nasional Relegius (ANR) Askandi Yusra di Jakarta, Minggu (25/11), menilai Isran merupakan seorang kepala daerah yang sukses memimpin daerahnya, sehingga sudah selayaknya menjadi pemimpin negara 2014 mendatang. "Isran Noor sebagai kelapa daerah yang berhasil meningkatkan perekonomian daerahnya dapat menjadi contoh bagi daerah

lainnya," katanya. Menurut dia, Isran yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) itu dikenal dekat dan peduli dengan rakyat. Hal itu menandakan Isran sebagai kepala daerah yang mengerti penderitaan rakyat. Salah satu bentuk kepeduliannya, dibuktikannya dengan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam rangka mencari bibit pemain sepak bola. Di samping itu, lanjut Askandi, Isran Noor juga memiliki keberanian, seperti dalam mengambil

sikap sebagai Bupati Kutai Timur. Salah satunya menutup perusahaan tambang batu bara yang terbesar di Kabupaten Kutai Timur, tanpa pandang bulu. Selain itu, Isran juga telah mengimplementasikan konsepnya tentang politik Otonomi Daerah dalam penguatan NKRI, dengan kebijakan-kebijakan yang populis baik di Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur dan kapasitasnya selaku Ketua APKASI. Dari kutipan buku "Politik Otonomi Daerah", sembilan pikiran Isran Noor menjadi daya pikat tersendiri. Pemimpin nasional dalam pandangan Askandi, kandidat pemimpin kedepan harus memiliki karakter ke-Bhineka Tunggal Ika-an, tidak harus terdikotomi oleh isu-isu kedaerahan, dan mempunyai keberanian untuk menyelesaikan persoalan bangsa nya. "Indonesia memerlukan pemimpin yang dapat menuntaskan persoalan kebangsaan mulai kedaulatan pangan, energy, dan stabilitas bangsa," katanya. Askandi menambahkan, dalam konsep kepemimpinan, Isran menginginkan hilangnya ketimpangan pembangunan daerah, serta lahirnya kedaulatan nusantara yang berkarakter Bhineka Tunggal Ika. "Isran Noor merupakan sosok fenomenal yang sangat dibutuhkan bangsa ini, semua gagasan dan ide-ide cemerlangnya terpampang jelas di dalam ke dua bukunya. Pemimpin yang tegas seperti Isran, menjadi harapan rakyat dan dapat melanjutkan pembangunan pro rakyat yang sudah dilaksanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY," katanya. Askandi pun menyakini, Isran sebagai wajah baru dapat memimpin bangsa ini ke depan. Apalagi,isran juga sebagai Ketua Umum APKASI dan Ketua Umum Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIP-

TANI) cukup dikenal di berbagai daerah lainnya, sudah selayaknya menjadi pemimpin nasional. Diharapkan, keberhasilannya memimpin daerah yang dipimpinnya dapat diterapkan secara nasional, jika dia terpilih menjadi kepala negaramendatang. Dukungan itu diberikan kepada Isran Noor sebagaimana sudah di sampaikan ormas ormas lainnya, seperti Bakosiru, ASR, Ponpes Al-Isyadiah, DPP GOIB, DPP Garda Satu, Paguyuban Kelompok Tani, Monster Club, Forum Silaturahmi Jamiiah Manaqip, DPP IPMI dan Pemuda Muslim Indonesia (PMI).(ant)

Jakarta- Anggota Komisi XI DPR RI Achsanul Qosasi mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat akan terus mengawasi kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan pengawasan meliputi pengawasan, pengaturan, penindakan di industri perbankan, pasar modal, lembaga keuangan, dan non-bank. "Tak perlu khawatir munculnya mafia yang akan mempengaruhi Dewan Komisioner OJK, kami (DPR) akan terus mengawasinya," kata Anggota Komisi XI DPR RI Achsanul Qosasi di Jakarta, Minggu (25/11). Sebelumnya ada kekhawatiran sejumlah pihak akan munculnya mafia yang akan mempengaruhi Dewan Komisoner OJK, Achsanul justru merasa sebaliknya. Achsanul mengatakan tak perlu khawatir akan munculnya mafia tersebut, pasalnya, lembaga yang dinakhodai oleh Muliaman D Hadad bersama enam anggota dewan lainnya dipilih melalui mekanisme 'fit and protest' yang dilakukan oleh dewan. Kekhawatiran munculnya mafia yang akan mempengaruhi kinerja OJK ini muncul setelah terbitnya buku "Ayo Kita Lawan Mafia Pasar

Para Guru Swasta waktu silam.

Achsanul Qosasi Anggota Komisi XI DPR RI Modal" dengan penulis Rudi Wirawan Rusli. Buku yang berisikan antara lain meminta Dewan Komisioner OJK untuk menseleksi ketat calon pejabat dan pegawainya dan harus tahan godaan iming-iming dari mereka yang akan mengisyaratkan bahwa Bandar besar dibelakang mereka yang akan bisa menyediakan setoran besar untuk keperluan dana taktis, bekal untuk masa pensiun kelak, dll. Selain itu Dewan Komisioner

berunjuk

rasa

di

OJK juga diminta mewaspadai pihak-pihak yang mulai berkampanye menggiring opini sesat dan menyesatkan yaitu seolah-olah OJK adalah institusi kelanjutan dari institusi Bapepam-LK atau Bapepam-LK akan melebur ke OJK sehingga pejabat dan pegawai Bapepam-LK otomatis akan menjadi pejabat dan pegawai OJK. OJK adalah institusi baru yang dibentuk berdasarkan UU No.21 tahun 2011 tentang OJK dan di dalam semua BAB Tidak ditemukan satu katapun yang menyebut Bapepam-LK. Kecuali hanya di dalam BAB XIII tentang Ketentuan Peralihan yang dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa: Pasal 55 (1): Sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan. Lainnya beralih dari Menteri Keuangan dan Bapepam-LK ke OJK. Jadi jelas hanya fungsi, tugas, dan wewenang saja yang beralih ke OJK, bukan intitusi dan pejabat Bapepam-LK yang melebur ke OJK. (ant)

kantor

DPR-RI

beberapa

PEMERINTAH DIMINTASEGERA PERBAIKI GAJI GURU SWASTA Jakarta- anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani menyatakan bahwa pemerintah diminta segera memperbaiki gaji guru swasta yang saat ini masih memprihatinkan. "Masih banyak guru-guru sekolah swasta yang gajinya tidak sesuai atau di bawah upah menengah kota/kabupaten(UMK)," katanya di Jakarta, Minggu (25/11), terkait peringatan Hari Guru Nasional 2012. Kondisi tersebut, kata dia, terutama guru-guru sekolah swasta yang tidak besar. "Ini ironi di tengah perhatian pemerintah terhadap buruh begitu tinggi," kata legislator yang membidangi masalah pen-

didikan, kebudayaan, olahraga dan pariwisata itu. Menuurut dia, kesejahteraan dan pendapatan guru-guru swasta masih jauh dari kelayakan. Untuk itu, ia menegaskan lagi permintaannya agar pemerintah memperhatikan kondisi guru-guru yang mengajar di sekolah swasta. Ia mengemukakan bahwa kebijakan sertifikasi guru belum bisa menyelesaikan program kesejahteraan guru. "Karena pemerintah sendiri belum bisa melakukan pendataan jumlah guru di seluruh Indonesia," katanya. Rohmani berharap pemerintah segera mencarikan solusi bagi guru-guru yang tidak men-

dapatkan gaji yang sesuai dengan UMK. "Jumlah guru-guru yang seperti ini masih banyak. Ini tidak terdata oleh pemerintah," katanya. Ia mengingatkan pemerintah untuk tidak mengabaikan kondisi guru swasta dan guru honorer yang jumlahnya masih banyak. Apalagi, menurut dia, guruguru tersebut memiliki peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. "Pemerintah perlu mendata jumlah guru secara nasional. Baik guru swasta maupun negeri. Karena hingga saat ini belum ada data yang akurat. Ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan guru swasta," katanya.(ant)


7 SENIN, 26 NOPEMBER 2012

Panwaslu Harapkan Pilkada Damai PURWAKARTA-Ketua Panwaslu Kabupaten Purwakarta Didin Syaprudin, menyayangi kejadian nyaris bentroknya massa pendukung pasangan calon di Munjul Purwakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya, Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan programnya ( kegiatan gempungan) harus juga tanggap terhadap konteks sosial-politis yang berlaku di Purwakarta. Apalagi saat ini sedang menginjak tahapan Pilkada. “Kontrol terhadap potensi konflik itu penting!,”tegas Didin,sabtu (24/11). Pada saat bentrok itu terjadi, Tutur Didin, agenda gempungan dilaksanakan di dekat rumah pasangan calon Bupati/ Wakil Bupati Purwakarta. Terlepas bahwa gempungan disebut sebagai kegiatan Pemerintah Daerah Purwakarta, para pihak terkait seharusnya mawas diri terhadap lingkungan atau kondisi politik yang ada. “sebelum membuat kegiatan seharusnya perlu mengkaji terlebih dahulu kondisi polits dan potensi konflik yang ada,” ujar Didin. Kemudian,tambah dia, masyarakat juga dihimbau untuk cerdas dalam berpolitik. Jangan sampai fanatisme atau sentimen mempengaruhi nalar sehat. Sehingga bertindak anarkis, radikal yang akhirnya berujung konflik, baik itu berskala kecil atau besar.

“Tak henti-henti Panwaskab Purwakarta mengingatkan, mari kita bekerja-sama mewujudkan pemilukada yang baik, entah itu dari sisi proses dan hasil. Mau tidak mau, itulah indikator penting bagi sukses atau tidaknya demokrasi lokal Purwakarta,” pungkas Didin. Sementara itu, Peneliti Bidang Kebijakan Publik Lembaga Studi Pembangunan Purwakarta (LSPP) Salman Imbari menambahkan, seharusnya pemerintah daerah bisa mengondisikan keadaan. Tidak seharusnya program pemerintah daerah (gempungan) terus digencarkan di mana atmosfer politik yang sedang memanas. “Pemerintah daerah harus punya rasa empati,” ujarnya. Pandangan terhadap para team relawan bakal calon seharusnya, lanjut dia, kalau memang menjunjung tinggi demokrasi politik lokal seharusnya tidak perlu diperbesarkan masalah seperti ini. “Seharusnya dari dampak seperti ini dapat menjadi stimulant dan dorongan terhadap terjadi nya demokrasi lokal dan persaingan politk sehat,” tandasnya. Sebelumnya, dua kubu massa pendukung calon bupati nyaris baku hantam di Perum Munjul Jaya Permai pada Sabtu ( 17/ 11) malam.(ega)

FOTO: ega nugraha/fakta karawang

Jelang pelaksanaan pesta demokrasi pemilihanbupati di Purwakarta, suhu politik di kabupaten ini kian memanas. Perang gambar pasangan calonpun menjadi warna dari kehidupan demokrasi di Purwakarta.

Purwakarta

3013 Ahli waris Terima Santunan Kematian PURWAKARTA - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Purwakarta membagikan santunan kematian kepada 3013 ahli waris. Acara Pembagian uang santunan langsung diberikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan dilaksanakan di Aula Yudistira Pemda Purwakarta. Para ahli waris menerima uang senilai Rp 1 juta. “Pembagian santunan tersebut adalah upaya dari pemda yang sengaja diprogramkan untuk mensejahtrakan masyarakat. Agar orang-orang yang ditinggalkan bisa mandiri dengan uang yang telah diberikan oleh Pemda. Dan hal tersebut, telah dilakukan semenjak Tahun 2011 lalu,” papar Kabaga Kesra Purwakrta, Alfi Ginanjar kepada Fakta, Senin (19/11). Dilanjutkanya, Pemda harus mengeluarkan dana sebesar 1, 13 M untuk uang santunan kematian tahun 2012. Dan pihaknya merasa bangga dengan adanya perogram tersebut. Karena dengan program ini, Pemerintah bisa secara

Kehabisan Bensin Para penerima santunan tengah antri menunggu giliran pembagian.

langsung membantu ahli waris, walaupun nominalnya tidak cukup besar. “Mudahmudahan bermanfaat,’ ujarnya. Tapi, lanjutnya, minimal bisa digunakan untuk modal usaha untuk kehidupan sehari-hari. Sebab, tidak sedikit dalam pengajuan yang terlihat, yang meninggal adalah tulang punggung keluarga. “ Saya bersyukur program ini bisa berjalan dengan lancer. Dan berharap bisa membantu untuk ahli waris yang telah diting-

galkan, “ imbuhnya. Sementara itu, salah satu ahli waris asal Cibogogirang Rt 02/ 01- Plered Rijal Renaldi, berterimakasih kepada pemerintah. Karena telah mendapatkan uang sanunan kematian. Dan dia akan menggunakan uang tersebut untuk menambah modal usaha, meneruskan pekerjaan almarhum ayahnya yang telah meninggal.”Saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah, uang ini akan saya gunakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (ega)

PURWAKARTA - Sejumlah Statsiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Purwakarta mulai kehabisan stok bahan bakar minyak jenis premium. SPBU yang mengalami kekosongan premium seperti SPBU di Jalan Veteran depan Perum Usman, jalan baru, Ciganea, dan statsiun SPBU lainnya di sepanjang jalan raya Cibening. Sadang hingga Kopo. SPBU yang kosong stok ditandai dengan papan tulisan yang bertuliskan “premium habis”. Kekosongan stok sudah terjadi sejak 4 hari yang lalu, dari hasil pantauan Fakta dilapangan, kebanyakan pengendara roda dua dan roda empat mulai beralih menggunakan bahan bahan bakar Pertamax untuk oprasional sehari-hariinya, yang tentunnya harga pertamak jauh lebih mahal dibandingkan premium. Kondisi tersebut dimanfaatkan penjual premium eceran, para pengecer menjual lebih tinggi dari harga biasannya, dari kisaran 5.500/liter sampai 7000/liternnya. Di akui Herman Misbah (30) sopir angkutan umum 02, ke-

Inilah potret di sejumlah SPBU di Purwakarta. Plang bertuliskan “Premium Habis” tampak di hamper setiap SPBU di Purwakarta.

kosongan stok premium cukup menyulitkan dirinya, dia terpaksa harus beralih ke minyak pertamax untuk oprasional sehari hari, untuk mendapatkannya tidak mudah harus antri berjamjam. ”Tentunnya kami sangat kesulitan untuk aktifitas seharihari. Akhirnnya masyarakat menjadi korban, apalagi sampai mengganggu aktifitas siswa sekolah sampai tidak bisa masuk sekolah karna untuk angkutan umum

tidak beroprasi lantaran tidak adannya bahan bakar” ungkap Herman kepada Fakta (25/11). Dia juga berharap pemerintah pusat maupun daerah bisa cepat mengatasi permasalah yang terjadi, “pemerintah baik pusat maupun daerah harusnnya cepat tanggap, dengn keterlambatan pengiriman stok seperti ini damapaknnya sangat besar, bisa menghambat aktifitas warga msyarakat khu-

susnya,” kata dia Sementara itu, Didi (43) penjaga salah satu SPBU Jl.Veteran mengaku hingga saat ini SPBU tempat dia bekerja belum mendapatkan pasokan seperti biannya, dirinnya tidak mengetahui alasan keterlambatan pengiriman stok “ya, saya juga tidak tahu sudah sejak 6 hari yang lalu kami teidak mendaptkan pengiriman dari PERTAMINA” pungkasnnya.(ega)


SENIN, 26 NOPEMBER 2012

HALAMAN 8

LASKAR FAKTA

Sambangi Dapur Redaksi KARAWANG - Puluhan agen koran di Karawang, Minggu (25/11) pagi, datangi Kantor Redaksi Fakta Karawang, di Jalan Ir.H.Juanda, Karawang. Bukan untuk demo, tapi untuk menghadiri sukuran atas terbitnya koran milik urang Karawang. Dalam acara sederhana itu, para agen koran secara antusias memperlihatkan sambutannya atas kelahiran koran yang asli dibangun oleh “urang” Karawang. Dalam kesempatan yang

sama, selain ramah tamah dan gelar doa bersama, juga dicetuskan sebuah nama untuk para agen Koran Fakta Karawang, yakni Laskar Fakta Karawang. Maman Suherman (45), Pimpinan Agen Karawang mengatakan, kelahiran H.U. Fakta Karawang merupakan sebuah kemajuan persurat kabaran di Karawang. Dimana, baru kali ini ada surat kabar harian yang digagas, dilahirkan, diawaki dan dimiliki oleh putra daerah Karawang.

“Semoga dengan lahirnya media baru H.U. Fakta Karawang ini mampu memberikan pencerahan terhadap masyarakat Karawang. Dan menjadi barometer bacaan masyarakat Karawang sesuai dengan namanya mampu mencerdaskan masyarakat dan menjadi referensi nomor satu di Karawang,” katanya. Dalam kesempatan ramah tamah itu juga, para Laskar Fakta Karawang juga menerima doorprize dari REdaksi Fakta Karawang. (cim)

HANGAT : Laskar Fakta foto bersama dengan CEO Fakta, Asep Irawan Syafei dan Pemimpin Redaksi Zaenal Musthofa

SAHAJA : CEO Fakta menyerahkan nasi tumpeng pertama kepada Anggota Laskar Fakta Tertua

cmyk

DOOR PRIZE : Advisor HU Fakta Karawang, Nana Hanafi menyerahkan door prize kepada anggota Laskar Fakta

POTONG TUMPENG : CEO Fakta Jabar Mediatama, Asep Irawan Syafei saat memotong nasi tumpeng.


9 SENIN, 26 NOPEMBER 2012

SELAMAT DATANG KORAN AING...!!!

MAMAN SUHERMAN “Semoga Harian Umum Fakta bisa berbeda dari yang sudah ada saat ini.Semoga juga Harian Umum Fakta menjadi barometer bacaan orang Karawang.Tidak hanya nama saja Fakta tetapi harus bisa membuktikan harus Faktual.

GUMILAR “Selamat atas terbitnya Harian Umum Fakta,Semoga mampu menangkap Isu-isu di Karawang lebih berimbang.Seluruh Warga Karawang harus merasa memiliki adanya Harian Umum Fakta. Karena Harian Umum Fakta lahir dari visi misi orang Karawang Asli,”

SOPIAN SEROJA Selamat,Sukses Selalu semoga lebih aspiratif.

TATA SUANTA “Semoga Fakta langgeng,Fakta cepat lakunya dimasyarakat dan sebagai Referensi untuk masyarakat Karawang,”


Yance Ajak Benahi Akhlak Lewat Quran

Teten: Anggaran Pendidikan Harus Diberesin BANDUNG - Teten Maduki, Cagub Jabar yang diusung PDIP menyebut alokasi bidang pendidikan sebesar 20% dianggap kurang maksimal, sehingga ia berupaya meningkatkan posting anggaran tersebut bila nanti terpilih menjadi gubernur. Demikian disampaikan aktivis ICW ini, saat ditemui di Museum Geologi, Jalan Diponegoro, usai menggelar live interaktif di salah satu stasiun tv swasta, Jumat (23/ 11). “Saya kira alokasi anggaran pendidikan harus diberesin. Ke depan harus fokus pada kesejahteraan guru dan kualitas belajar-mengajarnya,” tegas cawagub pendamping

Teten Maduki Cagub Jabar

Rieke ini. Ia mengatakan, dunia pen-

SENIN, 26 NOPEMBER 2012

didikan di Jabar saat ini masih bermasalah, bahkan menurutnya angka ketidaklulusan pun relatif tinggi. “Kemajuan dunia pendidikan di Jabar hanya kulitnya saja, padahal problem pendidikan parah,” jelasnya. Saat ini alokasi anggaran untuk pendidikan di Jabar mencapai 20% dari total APBD. Tapi masalahnya, lanjut Teten, anggaran tersebut terlalu menyebar sehingga dana yang masuk ke Dinas Pendidikan menyusut hingga 10%. Sektor pendidikan, menurutnya adalah salah satu hal utama yang harus dibenahi. Sebab pendidikan akan menunjang masa depan masyarakat.(Jay)

HALAMAN 10

LEX NGOS NGOSAN,

Tak Sakit Jiwa, Deddy Mizwar Bersyukur BANDUNG - Pasangan Calon Gubernur Jabar Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar berhasil menyelesaikan tes kesehatan jasmani dan rohani paling awal dibanding calon lainnya. Maklum, mereka pun datang lebih pagi dan memulai tes lebih awal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Sabtu (24/11). Usai menjalani tes selama tujuh jam, Deddy Mizwar melontarkan pernyataan menarik soal kejiwaan. Menurut Deddy, pemeriksaan kesehatan yang menyertakan psikotes didalamnya, membuktikan bahwa Ia tidak sakit jiwa, sehingga layak mengikuti kompetisi Pilgub Jabar 2013. Sementara tes kesehatan lainnya meliputi pemeriksaan penyakit dalam dan organ tubuh. “Alhamdulillah semuanya lancar. Saya tidak sakit jiwa, itu yang penting. Kalau sakit jiwa, berat lah,” ujarnya. Sementara terkait hasil tes kesehatan nanti, Deddy mengaku pasrah. Pasalnya beberapa hari terakhir ini Ia merasa kurang istirahat. Bahkan malam hari menjelang tes Ia pun tidur larut malam dan masih merasa ngantuk. Deddy yang perokok, juga mengaku bisa menahan hasrat menghisap tembakau selama menjalani tes kesehatan. “Jantung bagus, paru-paru bersih. Dan ternyata bisa berhenti merokok selama pemeriksaan tadi. Apa sih yang enggak bisa,” cetusnya. Selepas pemeriksaan kesehatan, Deddy dipesan dokter untuk

menjaga gula darah. Soal ini, dia mengatakan agak berat karena Ia memiliki hobi mencicipi kuliner khas Jabar. “Makanan Jawa Barat luar biasa mengiurkan. Bisa naik gula darah saya gara-gara terus mencoba,” tukasnya. Sementara itu, Cagub Incumbent Ahmad Heryawan juga menuturkan hal senada. Ia mengaku dapat menyelesaikan semua tes kesehatan dengan baik. “Alhamdulillah, tidak ada kesulitan,” ucapnya. Namun dalam soal psikotes, Ia mengerjakannya lebih lama daripada Rieke. Untuk psikotes dia harus menjawab 540 pertanyaan dengan pilihan jawaban benar atau salah. “Saya menyelesaikan satu jam lebih sepuluh menit pada waktu itu,” terang Kang Aher. Ekspresi yang sama juga ditunjukkan pasangan Dede Yusuf-Lex - Laksamana. Paslon yang datang ke RSHS dengan bersepeda ini, mampu menjalani serangkaian tes kesehatan dengan baik. “Yang paling lama saat mengerjakan soal psikotes. Karena kita dituntut mengambil keputusan tentang kebijakan. Saya berfikir spesifik tapi dalam soal tidak demikian,” ucapnya. Sedangkan Lex Laksamana terlihat masih ngos-ngosan saat menggelar jumpa pers dengan wartawan. “Tes terakhir tadi memang dengan treadmil. Tapi saya bisa mencapai 90 % dari target. Tidak ada masalah,” tutur Mantan Sekda Jabar ini. (Jay)

Di Pilgub Jabar, Anas Siap “Turun Gunung” BANDUNG- Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan siap “turun gunung” untuk memenangkan dan menyukseskan pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013. ”Bukan hanya saya, seluruh kader Par tai Demokrat di tingkat nasional akan membantu pemenangan (Dede Yusuf-Lex Laksamana) di Jawa Barat,” kata Anas Urbaningrum usai melantik 181 orang Pengurus DPD Partai Demokrat Jabar di Ballroom Hotel Grand Aquila Bandung, Minggu (25/11). Ketika ditanyakan apakah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan ikut menyukseskan pasangan DedeLaksamana di Pilgub Jabar, Anas menyatakan, SBY tidak diharuskan ikut serta. ”Cukup kita-kita lah (tanpas SBY). Namun yang pasti kami di tingkat nasional sudah berkoordinasi. Dan Insya Allah seluruh partai koalisi yang mengusung Dede-Laksamana akan turun meyakinkan para pemilih di Jabar,” ujarnya. Menurut Anas, karena jumlah pemilihnya yang besar

dan menjadi penentu dalam kemenangan pemilu di tingkat nasional, maka pihaknya merasa perlu memberikan dukungan dan perhatian yang besar bagi Pilgub Jabar 2013. ”Jabar amat sangat penting karena Jabar provinsi terbesar, pemilihnya terbesar, tentu juga tempat yang sangat strategis. Karena itu, perhatiannya terhadap Jabar sangat besar. Dikatakannya, tidak ada dukungan khusus yang akan diberikan terhadap pasangan Dede-Laksamana di Pilgub Jabar 2013. ”Dukungan atau bantuan khusus. Tentu begini, pertama doa. Kedua dukungan politik, ketiga menggerakkan mesin partai. Menggerakan mesin partai ialah kami akan berusaha memberikan yang terbaik,” katanya. Begitupun dengan strategi khusus untuk Pilgub Jabar, menurut Anas, pihaknya tidak akan membuka atau membeberkan strategi khusus tersebut. ”Kalau strategi dibuka, namanya bukan strategi lagi dong. Yang paling utama bagaimana meyakinakan pemilih di Jabar bahwa yang terbaik adalah Dede-Laksaman,” katanya. (ant)

Pasang Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriyawan dan Dedi Mizwar Seusai Menjalani Tes Kesehatan

Rieke dan Teten salah satu pasangan calon Gubernu Jawa Barat, saat memberikan keterangan kepada Media terkait dengan tes kesehatan

Jalani Tes Kesehatan aman Di Trans Vagina Riek e Tak Ny Nyaman Rieke BANDUNG - Rieke Dyah Pitaloka Cagub yang diusung PDIP merasa tidak nyaman saat menjalani tes kesehatan sebagai Cagub Jabar yang diadakan KPU Jabar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Sabtu (24/11). Ke-

tidaknyamanan tersebut karena Ia harus menjalani serangkaian tes lebih banyak dibanding calon lainnya, mengingat Ia satu-satunya calon perempuan dalam pesta demokrasi Jabar itu. Salah satu tes kesehatan yang mem-

buatnya tidak nyaman adalah pemeriksaan trans vagina. “Tadi kita sudah di USG dan di tes segala macam dari luar. Apa karena kami perempuan, jadi harus ada barang-barang yang masuk ke tubuh kami (trans vagina-red). Karena

jujur, secara pribadi saya merasa tidak nyaman. Dan saya yakin calon-calon lain tidak di tes seperti kami,” ungkapnya. Rieke berharap, ke depan KPU seharusnya mempertimbangkan kembali adanya trans vagina untuk calon kepala daerah perempuan. “Mungkin ke depan KPU harus mengkaji ulang aturannya, apakah harus ada tes seperti itu. Pemeriksaan saya khususnya terkait dengan kodrat saya sebagai seorang perempuan. Ada pemeriksaan papsmear, payudara kanker, sampai ada trans vagina. Saya pikir tidak harus ada trans vagina lah,” terangnya. Di sisi lain, Rieke yang menjalani pemeriksaan selama hampir tujuh jam, yakni sejak pukul 07.30 hingga 14.00 mengaku bersyukur dengan adanya psikotes yang disertakan dalam tes kesehatan tersebut. Karena menurut hasil pemeriksaan dokter ahli neurolog, Dokter Anam, dirinya dinyatakan memiliki ingatan yang bagus dan mampu menyerap permasalahan dengan baik. “Ya, ini menjadi bukti bahwa yang orang sangkakan selama ini tidak benar. Tes kesehatan ini membuktikan bahwa saya tidak o’on (blo’onred) atau tidak bisa apa-apa seperti Oneng di sinetron,” ucap pemeran Oneng ini sumringah. Bahkan Rieke mengaku mampu menjawab 540 soal psikotes hanya dalam

waktu 45 menit. “Ini menjadi bukti bahwa saya ada pengakuan secara medis dan dapat dipertanggungjawabkan, saya tidak o’on,” tegasnya lagi. Sedangkan pendampingnya, Teten Masduki mengatakan, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter menyatakan kondisinya sehat. “Dokter bilang jantung saya baik. Bahkan dikatakan seperti olahragawan, karena memang saya jarang merokok juga,” tuturnya. Bahkan Ia pun menyatakan organ reproduksinya masih normal. “Ya, masih berfungsi lah,” candanya. Ia juga mengaku sering berolahraga setiap akhir pekan. Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Cagub dan Cawagub Jabar, dr Erwan Emartanto, membenarkan bahwa setiap calon kepala daerah perempuan harus melalui pemeriksaan trans vagina tersebut. “Ya, benar harus menjalani tes itu. Itu sudah sesuai prosedur yang ada di buku juklak juknis (petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis) dari KPU Jabar,” jelasnya. Ia menuturkan, saat menjalani trans vagina, sebuah benda asing dimasukkan ke dalam bagian vital perempuan. “Trans vagina dilakukan mengetahui kondisi kesehatan organ vital calon kepala daerah perempuan secara lebih detil dan terperinci,” tandas Erwan. (Jay)

Dua Paslongub Yakin Lulus Teskes

Pasangan Calon Gubernur Jabar yakni Irianto MS Syafiuddin Tatang Farhanul Hakim (Yance-Tatang)

BANDUNG - Dua Pasangan Calon Gubernur Jabar yakni Irianto MS Syafiuddin - Tatang Farhanul Hakim (Yance-Tatang) dan Dikdik Mulyana Arif Mansur - Cecep Nana Suryana Toyib (Dikdik-Toyib) menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), Minggu (25/11) pagi. Kepada wartawan, masing-masing calon mengaku optimis lulus tes kesehatan tersebut. Kepada Fakta Karawang, pasangan Yance-Tatang mengaku tidak mengalami kendala yang berarti saat menjalani serangkaian tes kesehatan jasmani juga rohani. Tepat pukul 14.00, pa-

sangan duo mantan bupati itu menggelar jumpa pers di lantai I RSHS. “Semua bagus. Kami sehat dan pasti lulus. Saya malah selesai duluan dibanding wakil saya,” ucap Yance saat sesi tanya jawab dengan insan media. Yance menegaskan, kondisi fisik dan kesehatannya tidak mengalami masalah. Begitu pula dengan Tatang, yang merasa yakin hasil dokter nanti memuaskan. “Mata saya bagus, telinga bagus. Bagus semuanya. Saran dari dokter harus ngapain juga nggak ada. Kami sehat, karena yang dimakan juga halal,” tutur Yance disambut riuh pendukungnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Mantan Bupati Tasik, Tatang Farhanul Hakim yang mengaku mampu menyelesaikan semua soal psikotes yang diberikan. “Tidak ada masalah. Saya ikuti semua proses pemeriksaan. Cuma paling lama itu menjawab 540 pertanyaan. Tadi sampai dua jam,” terang cawagub yang berniat berhenti merokok ini. Sementara itu, pasangan dari jalur independen, Dikdik Mulyana Arif Mansur - Cecep Nana Suryana Toyib (Dikdik-Toyib) juga tak kalah PeDe akan dinyatakan lolos, setelah diuji 24 dokter spesialis di RSHS. (Jay)


CMYK

11 SENIN, 26 NOPEMBER 2012

Eksekutif Memble Sambungan dari Halaman 1 RAPBD 2013 dengan eksekutif di gedung DPRD Karawang, Rabu (21/11). “Kami menilai bahwa kinerja eksekutif pada dua tahun terakhir ini masih memble,” ujar Ace di ruang Komisi A DPRD Karawang. Ace menyayangkan ketimpangan terserapnya anggaran tersebut. Dicontohkan, untuk belanja pegawai pada tahun ini sudah terserap 94%. Sementara belanja publik, yang notabene bersentuhan dengan kepentingan masyarakat baru terserap 41%. “Ini kan ironis,” tegasnya. Padahal dirinya sebagai representasi dari wakil rakyat sudah menganggarkan untuk belanja publik sebesar Rp1,45 Triliun. Sementara yang baru diserap belum sampai separuhnya. “Data yang saya peroleh, baru terserap sekitar 591 milliar rupiah. Ini kan belum setengahsetengahnya acan. Ini yang saya sebut kinerja eksekutif itu memble,” tambah pria yang suka bermenampilan nyunda ini. Menurutnya, salah satu penyebab lambatnya penyerapan tersebut adalah salah menempatkan orang. “Saya amati, di beberapa dinas, Bupati menempatkan orang yang kurang tepat. Kita faham, itu hak prerogatif bupati. Tapi kan tetap harus berprinsip the right man on the right place,” beber dia. Ia menyarankan agar Eksekutif mengevaluasi kinerja PNS yang menempati posisi penting dalam pengambilan

kebijakan. Dengan begitu, masih kata Ace, eksekutif bisa maksimal dalam menyerap anggaran pada tahun berikutnya. “Sebentar lagi tutup tahun. Tidak lebih dari 40 hari lagi lho. Harusnya, Bupati bersama OPD bekerja keras agar penyerapan anggaran bisa maksimal. Saya garis bawahi, tahun 2012 segera berakhir dan anggaran belanja public baru terserap 41 persen. Sayang kan kalau itu menjadi SiLPA,” tegas Ace. Masih terkait dengan memaksimalkan penyerapan anggaran, Ketua Badan Anggaran DPRD Karawang, H Warman juga sedang serius memelototi masalah itu. Hal ini dilakukannya untuk menyusun RAPBD 2013, sehingga penyerapannya bisa benar-benar maksimal. “Tahun ini sedang kami evaluasi. Kita (Banggar, Red.) sedang fokus mengukur penyerapan anggaran tahun 2012 untuk dijadikan bahan dalam menyusun APBD tahun 2013,” tutur H Warman. Soal penempatan orang di OPD-OPD vital. Warman juga mengakui bahwa masih banyak pejabat yang kurang tepat penempatannya. Saat ditanya hubungan antara penempatan pejabat dengan penyerapan anggaran, H Warman mengatakan bahwa hal itu sangat berhubungan. “Jelas dong. Dengan tidak maksimalnya penyerapan, berarti ada kesalahan dari siapa yang menyusun RKA (rencana kegiatan anggara, red). Ini akan jadi acuan penting dalam menyusun APBD tahun berikutnya,” tandas dia. (sdn)

Pengadaan Mobil Desa Berpotensi Rugikan Negara

PNS Karawang... Sambungan dari Halaman 1 Pasalnya, dalam hal menentukan nominal tersebut, mereka mengaku tidak ada perundingan atau kesepakatan terlebih dahulu. “Ini malah langsung ditentukan besaranya Rp 50 ribu. Kami tidak dapat berbuat apa-apa. Mau nolak, ini sudah terjadi dan itupun akan percuma, karena tak akan ditanggapi,” timpal PNS lainnya, yang juga enggan dikorankan namanya seraya menambahkan kalau pemotongan gaji sebesar Rp 50 ribu untuk Korpri, sudah terjadi sejak akhir 2011 hingga sekarang. Dari informasi yang dihimpun, pemotongan gaji untuk iuran wajib Korpri itu terjadi di semua OPD dan dilakukan oleh bendahara masing-masing OPD melalui Bank Jabar Banten (BJB). Berdasarkan data yang diterima Fakta Karawang di BKD, saat ini PNS di lingkungan Pemkab Karawang berjumlah 15.000 orang. Mereka tersebar di semua dinas dan OPD. Dari jumlah PNS itu, beberapa di antaranya terlibat “urusan” dengan Bank Jabar Banten (BJB), Koperasi PNS dan organisasi profesi di lingkungan kedinasannya. Karena “urusan” tersebut, para PNS pun dalam setiap bulannya tidak pernah menerima gaji secara utuh. Gaji mereka sudah terpotong oleh “urusanurusan” itu. Jadi tak heran, pemotongan sebesar Rp 50 buat Korpri menjadi beban dan dirasa mencekik lehernya. Soal adanya sejumlah pemotongan terhadap gaji para PNS di sejumlah OPD, juga diakui oleh beberapa dinas di Lingkungan Pemkab Karawang. Salah satunya pihak Dinas Kesehatan Karawang. Namun, Dinas Kesehatan me-

nampik kalau pemotongan sebesar Rp 50 ribu untuk Korpri langsung diambil dari gaji. “Uang untuk Korpri itu diambil dari TPP (tunjangan profesi pendidikan). Itu bukan dipotong dari gaji,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Karawang, Nurdin, kepada Fakta Karawang, Selasa (20/11), di ruang kerjanya. Diakui dia, pihaknya tidak menampik soal adanya pemotongan yang langsung diambil dari gaji pegawai. Pemotongan melalui gaji, jelas dia, hanya berupa uang pinjaman si pegawai terkait pada BJB, koperasi dan khusus untuk para Perawat, ditambah dengan uang iuran organisasi profesinya. “Potongan uang koperasi sebesar Rp 40 ribu, sedangkan uang organisasi profesi perawat hanya sebesar Rp 10 ribu. Dan pemotongan-pemotongan itu kami serahkan pada BJB untuk melakukanya langsung,” kata Nurdin. Sementara itu, menyoal pemotongan atas gaji para PNS itu, pihak BJB Cabang Karawang juga mengakuinya. Manajer Operasional BJB Karawang , Heru Irlambang mengatakan, pihaknya memang melakukan pemotongan itu. Namun, pemotongan itu dilakukan atas permintaan dari masing-masing bendahara di tiap OPD. Dia pun mengakui kalau pemotongan yang dilakukan pada tiap gaji PNS selain cicilan piutang PNS pada BJB, uang koperasi dan organisasi profesi pegawai, juga uang Korpri yang sebesar Ro 50 ribu itu. “Ada beberapa item gaji pegawai yang kami potong. Diantaranya juga menyangkut uang Korpri itu. Pemotongan itu bukan inisiatif dari BJB. Kami hanya membantu,” jelas Heru. (ton)

Sambungan dari Halaman 1

Koran Aing....!!! Ternyata dari sekian banyak putraputri terbaik Karawang ada yang berhasil mewujudkan mimpinya menjadi seorang pengusaha media. Hari ini, koran yang jelas-jelas punya orang Karawang asli akan ikut menyemarakan dunia persuratkabaran di Kota Pangkal Perjuangan. Fakta Karawang yakin akan berkembang, bertumbuh dan maju. Alasan yang paling sederhana adalah kenapa koran ini akan tumbuh dan berkembang hingga maju. Karena, mulai dari owner hingga awak medianya merupakan putra-putri asli warga Karawang. Sangatlah wajar, jika kami menyebutnya kalau Fakta Karawang adalah “Koran Aing...!!” karena dengan hadirnya Fakta Karawang ini akan menjadi sebuah kebanggan bagi warga Karawang.

CMYK

Diharapkan kepada seluruh elemen masyarakat Karawang mulai dari pedagang, pengusaha, politikus, petani, buruh dan lainnya harus bisa menjadi sosial kontrol untuk kemajuan Kabupaten Karawang yang kita cintai ini. Tidak hanya bicara soal hadirnya koran kami di Karawang. Tetapi, kami juga akan ikut meramaikan dinamika dunia jurnalistik di beberapa daerah diluar Karawang. Yakni, di Bekasi dan Purwakarta. Dengan membawa jargon cerdas, lugas, selalu jadi referensi. Bismillahirrahmanirrahim...... HU. Fakta Karawang terbit perdana hari ini dan setelah ini pembaca akan menyebutnya koran kami ini dengan tegas bahwa HU Fakta Karawang adalah KORAN AING....!!!!! (*)

Salah satu tempat karoeke yang beroperasi di Karawang, Namun, dari sekian banyak tempat berlabel “Karaoke Keluarga” itu, hanya sedikit yang beroperasi sesuai dengan izin operasionalnya.

Tempat Karaoke di Karawang Bermasalah KARAWANG– Keberadaan tempat karaoke di Karawang banyak yang bermasalah. Tak lagi mengindahkan aturan, bahkan melabrak izin operasional. Ironisnya, pemerintah setempat seolah tutup mata tanpa ada tindakan jelas terhadap tempat karaoke tersebut. Berlabel (plang) “Karaoke Keluarga”, bisnis ini seolah menjadi warna dari hingar bingar kehidupan kawasan kota di Karawang. Tak sulit untuk menemukan keberadaan tempat tersebut. Bahkan, ocal di beberapa kawasan strategis, tempat berlabel “Karaoke Keluarga” ini berdiri dan beroperasi. Namun, dari sekian banyak tempat berlabel “Karaoke Keluarga” itu, hanya sedikit yang beroperasi sesuai dengan izin operasionalnya. Dari penelusuran Fakta Karawang ke beberapa tempat berlabel “Karaoke Keluarga”, ada beberapa yang beroperasi tidak sesuai dengan aturan main dalam perizinannya. Seperti, jam beroperasi, keberadaan pemandu lagu (PL) dan jenis minuman yang disediakan. Seperti di salah satu tempat berlabel “Karaoke Keluarga” yang berada di kawasan pintu tol Karawang. Di tempat ini, pengunjung disuguhkan dengan keberadaan perempuan-perempuan molek yang disebut dengan pemandu lagu (PL). Tak hanya itu, dari daftar menu minuman yang disodorkan pelayan, terdapat minuman beralkohol. Untuk sekedar hiburan, tempat tersebut bisa dibilang nyaman. Dengan kamar (room) tertutup berukuran besar, yang di dalamnya juga ada toilet. Bahkan, kita juga bisa menikmati kenyamanan tempat ini hingga pukul 02.00 WIB. Padahal menurut aturannya, Karoke Keluarga tidak boleh menyediakan PL, minuman beralkohol dan beroperasi maksimal jam 24.00 WIB. Juga, kamar (room) ditata secara terbuka (transparan). Kantor BPMTP sebagai instansi yang mengeluarkan berbagai perizinan tempat usaha di Karawang, mengaku, hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima permohonan izin berkait dengan pendirian

tempat Karaoke Keluarga. Melalui Kasubid Pelayanan, Didin Bihalaludin, BPMTP Karawang menyatakan kalau tempat-tempat Karaoke Keluarga yang ada saat ini, perizinannya dilakukan sebelum BPMTP berdiri. “Jadi kita tidak tahu soal keberadaan tempat karaoke itu. Begitupun dengan jumlahnya, kita tidak tahu ada berapa tempat Karaoke Keluarga di Karawang,” ujar Didin saat ditemui Fakta Karawang, beberapa hari lalu di ruang kerjanya. Dikatakan Didin, aturan perizinan untuk tempat usaha Karaoke Keluarga sudah jelas. Yakni, tidak menyediakan atau menjual minuman beralkohol, tidak menyediakan pemandu lagu (PL), jam beroperasi maksimal hingga pukul 24.00 WIB dan keberadaan kamar (room) yang terbuka atau transparan. “Di sini juga ada persyaratannya dalampengajuan itu. Yakni, izin lokasi yang sudah dikeluarkan Bappeda dan tata ruang, izin bangunan, izin gangguan dan izin pariwisata yang dikeluarkan oleh dinas pariwisata,” ujar Didin. Adapun berkait dengan penjualan minuman beralkohol, jelas Didin, itupun ada aturannya. Berdasarkan Perda nomor IV tahun 2012, penjulan atau penyediaan minuman beralkohol hanya diperbolehkan di hotel minimal berbintang tiga dan restoran tertentu. Itupun, dijual di tempat dengan jam-jam tertentu. “Dan hingga saat ini pun, BPMTP belum pernah menerima pengajuan untuk izin penjualan minuman beralkohol. Baik itu hotel bintang tiga maupun restoran tertentu,” jelas Didin. (bay)

KARAWANG- Pengadaan mobil kendaraan operasional untuk kepala Desa se-Kabupaten Karawang, dinilai Ketua Gerakan Rakyat Pemberantas Korupsi (GRPK) Karawang, Asep Toha, berpotensi rugikan negara sebesar 2,1 miliar rupiah, hal tersebut berdasarkan kajian hukum yang dilakukan oleh GRPK. ” Terdapat inefisiensi yang mengarah kepada penghamburan keuangan negara sebesar Rp. 2.142.606.000, jika pengadaan mobil operasional desa memilih mobil Nissan Evalia,”terang Asep, kepada Fakta, minggu, (25/11). Dijelaskan olehnya, berdasarkan data yang terpublis di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), harga On The Road (OTR) untuk wilayah jual Karawang per 31 Desember 2012, Nissan Evalia Rp. 134 juta, Daihatsu Grand Max, Rp, 132,3 Juta, Suzuki APV Rp. 127,06 juta, ”Karena yang terplilih Nissan Evalia, artinya dana yang akan dilekuarkan oleh Pemda Karawang sebanyak Rp. 41.406.000.000. Kalau saja yang dipilih dengan harga yang terrendah, maka Pemda hanya mengeluarkan anggaran Rp. 39.263.394.000 Artinya terdapat selisih atau inefisiensi sebesar Rp. 2.142.606.000,” Jelas Asep. Padahal ,masih menurut Asep, dalam etika pengadaan sebagaimana tertuang dalam Pasal 6 huruf (f), Perpres 54 tahun 2010 sebagaimana diubah dengan Perpres No 70 tahun 2012, Para pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa. ”dua delik sudah terpenuhi dalam Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi sudah terpenuhi, yaitu, delik setiap orang (pemimpin perusahaan), delik menguntungkan diri sendiri atau korporasi,serta merugikan keungan atau ekonomi negara,” tambahnya. Dirinya juga menjelaskan, maksud efisiensi bukan berarti yang termurah, sebab ada parameter lain untuk menentukannya, yaitu faktor efektifitas. ” pengertian efisiensi bukan berarti yang paling murah, tetapi lebih kepada kecocokan spesifikasi yang ditentukan oleh panitia kecil. Namun, ketika spesifikasi pokok dari kendaran itu ternyata ada di kendaraan yang paling murah, maka kendaraan itulah yang harus dipilih, sehingga terdpat efisiensi anggaran,” pungkas Asep. Sementara itu, Kabag Umum dan Perlengkapan Pemda Karawang, Hadis Herdiana, ketika dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya hanya menjalankan keputusan hasil kajian yang dilakukan oleh tim kecil pemda Karawang, untuk memfinalisasi pengadaan Mobil operasional kepala Desa tersebut. Ia juga mengatakan jika memang ada perusahaan atau pihakpihak yang merasa keberatan atas keputusan panitia kecil memilih Nissan Evalia sebagai kendaraan operasional kepala desa, dirinya tidak akan melarang-larang. ” kami hanya menjalankan apa yang sudah diputuskan pemda karawang melalui panitia kecil, ya kalau ada yang merasa keberatan atau mau menempuh jalur hukum , ya sah-sah saja, dan kami tidak bisa melaranglarang itu,” ujar Hadis. (Ssp)


KAMIS, 22 NOVEMBER 2012

12


2

SENIN, 26 NOVEMBER 2012

FAKTA KARAWANG SPECIAL SUPPLEMENT

Daeng Muhamad

Lihat saja, infrastruktur Karawang, Bekasi dan Purwakarta masih semerawut. Walaupun ada aspirasi dan anggaran pusat melalui APBN dan DAK, jumlahnya masih sangat jauh dari konstribusi yang sudah diberikan,”

W

Kabupaten Hanya jadi Sapi Perah

AKIL rakyat di senayan yang mewakili Karawang, Bekasi dan Purwakarta, dianggap “impoten”. Sosok yang mestinya bisa memberikan keadilan khususnya di bidang ekonomi kepada warga di tiga wilayah itu, malah terkesan bersikap sebaliknya. Tiga wilayah yang menjadi penyanggah ibu kota negara itu tetap masih “miskin”. “Harusnya sebagai wakil rakyat, yang bersangkutan bisa mengemban amanat. Bukan sebaliknya, terkesan membodohi rakyat,” ujar Daeng Muhammad, kepada Fakta Karawang, beberapa hari lalu. Bagi Ketua DPD PAN Kabupaten Bekasi yang juga sebagai juga Ketua Fraksi PAN DPRD Bekasi ini, wakil rakyat di Senayan dari Dapil VII (Karawang, Bekasi, Purwakarta), tidak bekerja. Asumsinya, menurut dia, hingga saat ini, dia (anggota DPR dapil VII) belum bisa memberikan konstribusi maksimal bagi warga di tiga wilayah pemilik suaranya tersebut. Salah satunya, sosok yang juga Ketua Umum Pupuhu Sanggabuana

Putih Talagamanggung ini menyinggung soal penyerapan aspirasi dan bantuan pusat. “Konstribusi dari tiga wilayah ini (dari segi keuangan) ke pemerintah pusat sangat besar. Dari PPH dan PPN saja sebesar Rp 60 triliun. Itu baru dari PPH dan PPN, belum dari yang lain,” paparnya. Konstribusi keuangan ke pusat yang sangat besar itu, kata Daeng, harusnya bisa menghasilkan konstribusi setimpal dari pusat ketiga wilayah tersebut. “Lihat saja, infrastruktur Karawang, Bekasi dan Purwakarta masih semerawut. Walaupun ada aspirasi dan anggaran pusat melalui APBN dan DAK, jumlahnya masih sangat jauh dari konstribusi yang sudah diberikan,” lanjutnya. Sosok berdarah Karawang-Bekasi ini menganggap, ada kesan tutup mata dari wakil rakyat di Senayan pemilik suara Karawang, Bekasi dan Purwakarta. Sebagai bukti, kata dia, bisa dilihat dari optimalisasi penyerapan anggaran. “Konstribusi PPH dan PPN sebesar 60 triliun,

3

Anggota DPR RI Asal Dapil VII Dinilai “Impoten”

sebagian besar dari sektor industri. Kita tahu kalau tiga wilayah itu merupakan daerah industri. Dan sebagai daerah industri, tentunya akan banyak dampak negatif yang diterima oleh tiga wilayah itu. Seperti, pencemaran lingkungan dan urbanisasi,” kata Daeng. Dampak negative yang ditimbulkan dari industri berupa limbah, tambah Daeng, sangat berpengaruh terhadap kelangsungan ketahanan pangan. Karawang, Bekasi dan Purwakarta sebagai daerah lumbung padi yang merupakan bagian dari penopang ketahanan pangan nasional, kata Daeng, tentunya sangat terganggu dengan adanya industri-industri itu. “Sebagai contoh, air yang kini keberadaannya sudah tak bersih lagi, alias sudah tercemari akibat dampak negatif industri,” kata Daeng. Jika wakil rakyat bekerja, lanjut Daeng, yang bersangkutan tentunya bisa mendorong pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan tiga wilayah tersebut. Salahsatunya, optimalisasi penyerapan anggaran. (bayu)


3

SENIN, 26 NOVEMBER 2012

Daeng Muhammad, SE

Anak Sungai Citarum Siap

BERTARUNG ”GARANG bukan berarti saya buas, tenang bukan berati penakut, saya hanya mengharmonisasikan keduanya ke dalam hidup”, putra sungai Citarum ini mampu menunjukkan jati dirinya sebagai “Tuan Rumah” di tanahnya sendiri. Nama sosok yang satu ini memang terdengar aneh, namun familier. Ya, Daeng Muhammad, SE. Pria kelahiran Bekasi 4 Juni 1972 ini, kiprahnya baik di dunia politik maupun bisnis sudah tidak diragukan lagi. Perhatiannya terhadap masyarakat terlebih masyarakat sekitar tanah kelahirannya, sudah tak bisa disangkal. Dalam benaknya, masyarakat sekitar tanah kelahirannya, Bekasi, Karawang dan Purwakarta, harus juga menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Demi merealisasikan apa yang ada di benaknya itu, ayah dari tiga anak ini “nyebur” ke dunia politik. Meski banyak orang mengatakan kalau dunia politik itu kotor, namun bagi Daeng Muhammad, kata-kata orang itu tidak ada pengaruhnya. Baginya, dunia politik adalah perjuangan. Dimana dia bisa mewujudkan semua yang ada di benaknya, menjadikan masyarakat Bekasi, Karawang dan Purwakarta sebagai “tuan rumah’ di tanahnya sendiri. “Saya tak bangga dengan menunjukkan jati diri saya. Karena saya masih melihat, banyak masyarakat di Karawang, Bekasi dan Purwakarta yang belum menjadi tuan rumah ditanahnya sendiri. Sebagai contoh, lihat saja, tiga daerah itu merupakan daerah indsustri, tapi sebagian besar warga di sana masih menjadi buruh atau pekerja rendahan,” ucapnya, saat berbincang santai dengan

Fakta Karawang, beberapa hari lalu di Karawang. Bagi suami dari Nuraeni ini, pembangunan di Karawang, Bekasi dan Purwakarta, juga harus diikuti dengan pembangunan manusianya, warga pemilik tanahnya. Dalam artian, warga pribumi di tiga wilayah itu harus menjadi pelaku utama dari semua sektor kehidupan di sana. “Sudah saatnya warga memegang semua lini kehidupan daerahnya itu. Industri-isdustri di Karawang, Bekasi dan Purwakarta, harus dipegang oleh warganya. Paling tidak warga setempat yang menjadi pemegang jabatan tinggi di perusahaanperusahaan itu,” ujar Daeng. Pemilik beberapa perusahaan besar di Bekasi ini, berpendapat, kalau warga Karawang, Bekasi dan Purwakarta mampu untuk menjadi pelaku utama di daerahnya. Dia pun yakin, kalau warga disana mempunyai potensi dan kemampuan. “Tinggal dorongan dan bantuan dari elit ditingkat atas. Tiga kawasan itu telah memberikan konstribusi yang besar pada pemerintah. Melalui PPH dan PPN saja konstribusinya sebesar Rp 60 triliun. Harusnya, pemerintah juga bisa memberikan konstribusi yang setimpal,” tegasnya.(bayu)

FAKTA KARAWANG SPECIAL SUPPLEMENT


SENIN, 26 NOVEMBER 2012

4

5

Budaya Merupakan Jati Diri Bangsa Fakta Karawang, beberapa hari lalu di Karawang. Budaya, menurut kaca mata Daeng, merupakan pondasi kuat bagi terciptanya kemajuan suatu bangsa. Karena dengan budaya yang kuat, lanjut Daeng, sinergitas antara ahlak, moralitas dan ilmu pengetahuan akan tercipta. Dari sanalah nantinaya akan tercipta sebuah keselarasan yang bisa membangun bangsa ini. “Budaya atau kebudayaan, berasal dari bahasa sansekerta. Yang artinya, buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari budi atau akal. Itu, jika diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia,” ujar Daeng. Sosok yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Bekasi ini

JATI diri bangsa, saat ini sudah mengalami dekadensi. Parahnya, pemerosotan jati diri bangsa ini merembes hingga lapisan paling bawah. Jika suatu bangsa sudah kehilangan jati diri, maka tunggulah kehancurannya. Kalimat yang meluncur santai dari Politisi PAN, Daeng Muhammad, terkesan sepele tapi dalam maknanya. Putra Karawang-Bekasi ini, selintas terkesan slengean, namun sangat konsen dengan keberadan bangsa dan masyarakat penghuni negeri ini. “Jika sudah tidak lagi memiliki jati diri, bangsa ini akan hancur. Faktor dominan untuk menumbuhkan kembali jati diri bangsa adalah budaya. Dan itu, harus kita pertahankan,” tegas Daeng, saat berbincang dengan

juga mengartikan budaya sebagai salah satu dasar dari elemen untuk mengolah tanah atau bertani. “Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, kalau dalam bahasa Indonesia Kultur. Itu artinya,mengolah atau mengerjakan,” tegasnya. Sosok berdarah Karawang-Bekasi kelahiran 04 juni 1972 ini mempunyai konsep mengenai budaya dalam kaitannya dengan kemajuan bangsa. Konsep itu dia sebut dengan “Penetrasi Kebudayaan”. Dia pun lalu menjabarkan konsepnya itu. Kata dia, penetrasi kebudayaan meliputi beberapa aspek. Yakni, budaya harus masuk komunitas, interaksi dalam kultur, eksistensi dan membangun pola idealisme. (bayu)

Jika sudah tidak lagi memiliki jati diri, bangsa ini akan hancur. Faktor dominan untuk menumbuhkan kembali jati diri bangsa adalah budaya. Dan itu, harus kita pertahankan.”

FAKTA KARAWANG SPECIAL SUPPLEMENT


SENIN, 26 NOVEMBER 2012

6

Berharap Daeng Berkiprah

di Senayan ADAharapan baru bagi masyarakat di Bekasi, Karawang dan Purwakarta. Harapan untuk mendapatkan keadilan (social, ekonomi) dan kesejahteraan. Harapan untuk sejajar dengan wilayah lain di negeri ini. Harapan itu adalah Daeng Muhammad, SE. Namanya kedengaran aneh, tapi sangat familier. Putra Sungai Citarum, kelahiran Bekasi 4 juni 1972 ini, kiprahnya di dunia politik dan bisnis sudah tidak diragukan lagi. Sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Bekasi juga Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bekasi, tentunya sosok ayah dari tiga anak ini, sudah mumpuni utuk memikul harapan ini.

Beberapa tokoh masyarakat yang ditemui Fakta Karawang, umumnya mengenal sosok Daeng Muhammad sebagai orang yang lurus, konsen terhadap masyarakat terutama masyarakat bawah dan berpikiran maju. Dia juga sosok yang kuat dengan komitmen dan cita-citanya. H. Deden Rukman Rumaji, Wakil Bupati Bandung, yang ditemui Fakta Karawang, beberapa hari lalu, mengatakan bahwa sosok Daeng adalah orang yang kuat memegang komitmen dan keras dalam mewujudkan pikirannya. “Sebagai seorang pengusaha, tentunya dia sudah memiliki semuanya.

FAKTA KARAWANG SPECIAL SUPPLEMENT

Makanya, dia dikenal sebagai politisi lurus. Dia hanya ingin bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk dirinya sendiri,” katanya. Di kalangan masyarakat Kabupaten Bekasi sendiri, sosok Daeng merupakan sosok panutan yang bisa mengayomi dan motivator. Salah seorang tokoh di Kecamatan Pebayuran yang ditemui Fakta Karawang, Yusuf, mengatakan bahwa Daeng merupakan sosok pemimpin dan wakil rakyat yang sangat di butuhkan warga. Daeng dianggapnya sosok yang banyak berperan dalam membantu perekonomian masyarakat Bekasi. “Terbukti dengan beberapa program yang dia lakukan, seperti program sarana dan prasarana, sarana gedung, infrastruktur dan lainnya,” ujarnya. Tak terkecuali warga Bekasi, warga Karawang juga sudah tidak asing dengan sosok Daeng Muhammad. Marwan, seorang tokoh di Kecamatan Rengasdengklok mengatakan, Daeng Muhammad merupakan sosok yang mau turun ke masyarakat, juga sosok yang tak pandang bulu. Dalam artian, kata dia, Daeng selalu memperlakukan sama semua masyarakat, dari mana masyarakat itu berasal. (bayu)

H. Deden R Rumaji Sebagai seorang pengusaha, tentunya dia sudah memiliki semuanya. Makanya, dia dikenal sebagai politisi lurus. Dia hanya ingin bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk dirinya sendiri


SENIN, 26 NOVEMBER 2012

7

MAKIN DEKAT MAKIN RAPAT

FAKTA KARAWANG SPECIAL SUPPLEMENT



Fakta Karawang