Page 9

HarianUmum Umum Harian

FAKTA FAKTA BEKASI BEKASI CERDAS LUGASMENGULAS MENGULAS CERDASMENGUPAS MENGUPAS LUGAS

ARGA HHarga

Rp. 2.000 . 2000

Rp

senin, 25 MARET 2013

Pasien Miskin Ditolak RS Bakti Husada BEKASI - Dewan mengaku mengamuk di Rumah Sakit Bhakti Husada lantaran kesal warganya yang sedang berobat ditolak. Fikri (4), warga Kampung Tanah Baru, Rt02/02, Desa Cikarang Baru, sempat terjadi penolakan dari pihak rumah sakit saat pasien miskin ini berobat jalan.

Dewan Ngamuk

Ngamuknya dewan di rumah sakit sempat ditenangkan Bimaspol dan aparatur desa. Menurut pria akrab disapa Holik, bahwa Fikri yang mengalami kejang-kejang dan langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bhakti Husada pada Sabtu 23/3, Pu-

website: http://faktakarawang.com

kul 20.00. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien miskin itu mesti dirawat inap dan membayar layaknya pasien umum. Ironisnya, pihak rumah sakit menolak pihak pasien ini karena tidak ada biaya. “Saya kesal dengan rumah sakit karena pasien miskin ini harus

membayar sesuai layaknya pasien umum. Pihak rumah sakit menolak beralasan tidak ada rujukan dari Puskesmas. Anehnya, saat kami bersama staf desa dan Bimaspol turun tangan baru ditangani,” jelasnya. Ditegaskan dia, semestinya pelayanan di RS Kabupaten Bekasi

menerima saja dulu pasien yang sifatnya memang sudah darurat. Sedangkan, untuk berkas sebagai persyaratan pembuatan Jamkesmas atau SKTM dibuat setelah pasien tersebut dilayani. “Dilayani dulu kalau emergency. Dibikin kesanggupan orang tuanya

FAKTA KARAWANG I 9 16

untuk melengkapi berkas secepatnya. Kalau gak mau urus berkas resiko nya bayar sendiri,” kata Holik. Diungkapkan Holik, mestinya Pemkab Bekasi membuat penataan kesehatan yang lebih mudah seperti Kartu Sehat. ke hal 15

Sunawan

Sardi

BPD Dilarang Berpolitik

Kadishub Tidak Kreatif

BEKASI - Dewan menolak adanya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) jika mengikuti Pemilihan Umum pada 2014 menda-

Pengaturan Jam Kendaraan Jalan protokol di Kabupaten Bekasi sudah mengalami tingkat kemacetan yang cukup parah, ditambah jalanannya pun rusak. Hal itu disebabkan aktivitas kendaraan bertonase besar yang lalu lalang tanpa ada batasan. Hal ini juga menandakan, tidak kreatifnya Dinas Perhubungan untuk mengatur jam kendaraan. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi Budiyanto mengatakan, ketidakkreatifan Kadishub KabupatenBekasiAlisyahbana dalam menerapkan sistem jam kendaraan mem-

TAK KREATIF: Kemacetan di jalan protokol sudah mengalami tingkat kemacetan yang cukup parah. Dishub dinilai tak kreatif mengatasi hal itu.

tang. Karena BPD merupakan badan yang dibiayai atau dibentuk oleh pemerintah daerah. ke hal 15

buat kemacetan yang selalu terjadi setiap jam sibuk. Dishub juga tidak menggandeng kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas. ke hal 15

foto: ist

ISTIRAHAT: Para PNS di Kabupaten Bekasi

Jabatan Staf Ahli Akan Difungsikan Optimal BEKASI - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bekasi akan memfungsikan tenaga staf ahli yang notabene pejabat eselon II. Anggaran dalam tugas pokok dan fungsi staf ahli itu digabung di bagian umum.

Demikian diungkapkan Sekretaris BKD Kabupaten Bekasi, Yan-Yan Akhmad kepada wartawan Fakta baru-baru ini. Menurutnya, secara tupoksi kerja staf ahli ini sudah jelas ke hal 15

Paska Dibongkar, Jemaat HKBP Tetap Ibadah

foto: ist

PERLAKUAN : Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi meminta memperlakuan sama sekolah negeri dan swasta.

Sekolah Swasta Minta Perlakuan Sama BEKASI – Sekolah swasta dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi meminta perlakuan yang sama dengan sekolah negeri. ke hal 15

BEKASI - Pasca pembongkaran bangunan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Setu di Jalan MT Haryono, Gang Wiryo RT05/02, Desa Tamansari, Kecamatan Setu, beberapa waktu lalu, ratusan jemaat tetap melangsungkan ibadah, Minggu (24/3). Sekitar 200 kepala keluarga mengikuti ibadah di tempat terbuka tidak jauh dari bangunan yang dirobohkan. Perwakilan jemaat HKBP Setu, Pendeta Leonard Nababan mengatakan, meski bangunan telah dirobohkan namun aktivitas ibadah tetap akan dilakukan. Terlebih, jemaat sudah terbiasa beribadah di lokasi tersebut sejak beberapa tahun yang lalu.

foto: ist

IBADAH : Ratusan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Setu di Jalan MT Haryono, Gang Wiryo RT05/02, Desa Tamansari, Kecamatan Setutetap melangsungkan ibadah, Minggu (24/3) paska pembongkara gereja.

“Kita tetap ibadah, kalau mengenai bangunan yang dirobohkan akan tetap kita tindaklanjuti, karena negara kita negara hukum, maka ditindaklanjutinya secara hukum,” ungkapnya. Ditambahkan, pihak HKBP Setu telah mempersiapkan gugatan terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi. Menurut pihaknya, pembongkaran bangunan yang dilakukan pada Kamis (21/3) lalu, telah menyalahi aturan dan menodai kebebasan beragama. “Bagian advokasi yang akan maju. Dan, bukan hanya SK-nya atau legal formalnya yang akan kita gugat, tapi soal kebebasan beribadah juga termasuk,” ucapnya. ke hal 15

Edisi 25 Maret 2013  

Fakta Karawang ePaper

Edisi 25 Maret 2013  

Fakta Karawang ePaper

Advertisement