Page 5

KRIMINAL

HUKUM & POLICE LINE DO NOT CROSS senin, 25 MARET 2013

POLICE LINE DO NOT CROSS

KEPOLISIAN Resor Lebak mengamankan 20 imigran asal Afghanistan dan Pakistan. Para imigran itu ditangkap saat melintasi pesisir selatan dengan tujuan Pulau Christmas, Australia. “Seluruh para imigran itu nantinya diserahkan pada Satuan Tugas People Smuggling Polda Banten untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kepala Bagian Operasional Polres Lebak Kompol Budhi Batara di Rangkasbitung, Minggu. Menurut dia, pesisir selatan Kabupaten Lebak kerapkali dijadikan tempat lintasan untuk menyeberang ke Pulau Christmas, Australia. Para imigran tersebut menurut Budhi berangkat dari Bogor menuju Pelabuhanratu, Sukabumi dengan menyewa kendaraan rental. “Kami mengamankan 20 imigran itu berkat laporan dari masyarakat,” katanya. “Hasil pemeriksaan menyatakan para imigran ingin tinggal di Australia karena di negaranya terjadi konflik antarsaudara,” katanya. Sementara itu, sebanyak 16 imigran asal negara Irak diamankan polisi di terminal Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin pekan lalu. Kapolsek Pangandaran, Kom-

pol, Bujang Harapan mengatakan penangkapan berawal dari kecurigaan masyarakat yang melihat imigran naik kendaraan angkutan umum di terminal Pangandaran. “Mereka datang dari arah Cimerak, warga curiga, lalu lapor dan langsung kami amankan,” kata Bujang. Imigran yang tidak membawa surat-surat resmi kedatangannya ke Indonesia itu terdiri dari 11 orang laki-laki berusia dewasa, dua wanita dewasa dan tiga anak kecil. “Mereka membantah mau ke pulau Christmas Australia, tapi mau ke Bogor dan Jakarta,” kata Bujang. Penangkapan imigran bukan hanya di Pangandaran, melainkan di wilayah Kalipucang masih satu jalur Ciamis bagian selatan. Imigran yang berhasil diamankan tersebut seluruhnya ditampung di markas Polres Ciamis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keberadaan imigran asal negara Timur Tengah bukan yang pertama kali diamankan polisi di wilayah pantai Ciamis bagian selatan. Kedatangan imigran yang berhasil diamankan polisi, diduga hendak menuju negara Australia melalui perairan laut Ciamis menggunakan perahu.(ant)

POLICE LINE DO NOT CROSS

POLICE LINE DO NOT CROSS

BEKASI - Seorang pengusaha asal Jakarta ditangkap Polresta Bekasi karena menimbun bahan bakar bersubsidi jenis solar sebanyak 280 liter. Modusnya dengan memodifikasi tanki mobil agar bisa untuk menimbun. “Tersangka bernama Badarudin (56), seorang wiraswasta warga Kampung Bendungan Melayu, RT04 RW01, Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara,” ujar Wakil Kepala Polresta Bekasi Kota, AKBP

Hero Henrianto Bachtiar, di Bekasi, Sabtu. Menurut dia, peristiwa terjadi pada Rabu (20/3) pukul 02.00 WIB. Pelaku terbukti melanggar Pasal 55 UU no. 22 tahun 2001 tentang Migas di mana prosedur pengangkutannya menyalahi aturan. “Tempat kejadian perkara (TKP)terletak di SPBU 3417110 Jalan Sultan Agung Km28 Medan Satria, Kota Bekasi,” katanya.

Menurut dia, tersangka pada saat itu membawa satu unit mobil Isuzu Panther yang di dalamnya terdapat tangki yang sudah dimodifikasi dengan kapasitas 700 liter. Ia lalu mengisi solar subsidi di TKP sebanyak 280 liter solar. “Pelaku tertangkap tangan oleh petugas yang curiga dengan aktivitas pelaku,” katanya. Berdasarkan kesaksian pengawas SPBU, Supriyadi, kata dia, BBM itu

BEKASI - Guna mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan atau kejahatan di dalam angkutan umum, Polres Bekasi Kota melakukan gerakan pemasangan stiker layanan SMS dan Call Center di seluruh angkutan umum di wilayah setempat. Kasat Sabhara Polres Bekasi Kota, Kompol Araw Lumban Tobing, menjelaskan, stiker dipasang di seluruh angkutan dari 40 trayek yang ada di Kota Bekasi. Kasat mengimbau, jika ada masyarakat yang melihat kejahatan di dalam angkot atau hal mencurigakan lainnya, dapat menghubungi SMS Center Sat Sabhara di 021-982-869 atau Call Center ke 110. “Stiker ini dipasang untuk mencegah kejahatan dan memberikan rasa aman kepada penumpang. Bagi

masyarakat yang mengetahui ada tindak kejahatan langsung bisa SMS pasti kita respon,” ujarnya di terminal Bekasi. Ditambahkan, jika ada anggota Polisi yang melakukan tindakan tidak benar, juga bisa melaporkan ke nomor tersebut. “Kalau ada oknum Polisi yang nakal, dapat juga SMS ke nomor tersebut,” kata dia. Sementara itu Kepala UPTD terminal Bekasi Zeno Bachtiar mengaku sangat menyambut positif kegiatan yang dilakukan hari ini. Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar tidak segan melaporkan segala bentuk kejahatan yang terjadi disaat menggunakan armada angkutan umum.”Masyarakat jangan sungkan, segera SMS jika ada kejadian,” ujar Zeno. (net)

Ilustrasi

akan dibawa pelaku ke pangkalan solar di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur. Dari kasus tersebut, polisi menyita satu Unit mobil Isuzu Panther tahun 2.000 warna biru dengan nomor polisi B1395HY serta 280 liter BBM bersubsidi jenis solar. “Hingga kini baru dua saksi yang kita periksa dari petugas SPBU. Selanjutnya kita akan panggil bos dari tersangka untuk dimintai keterangannya,” katanya.(ant)

RS Bayukarta akan Dilaporkan

Laka Lantas Tol 1 Tewas 5 Luka Berat

Kejahatan di Angkot Hubungi Nomor ini

FAKTA KARAWANG

Penimbun Solar di Bekasi

Ilustrasi

Ilustrasi

POLICE LINE DO NOT CROSS

Polisi Bekuk

Ilustrasi

Polisi Amankan Puluhan Imigran Gelap

POLICE LINE DO NOT CROSS

5

KARAWANG - Lalu lintas tol Karawang arah Cikampek di KM 54 padat merayap, Minggu (24/3) siang. Tersendatnya ruas tol tersebut disebabkan sebuah bus terguling sekitar pukul 12.15 WIB. Informasi dihimpun Fakta Karawang, kecelakan terjadi di KM 56 Tol Karawang arah Cikampek sekitar pukul 11.55 WIB. Belum diketahui apa penyebab tergulingnya bus P.O Sejahtera itu, namun sepanjang siang kecelakaan itu masih dalam penanganan petugas kepolisian. Belum diketahui pula kecelakaan yang melibatkan Bus bernopol D 7507 AK itu memakan korban jiwa atau tidak. “Imbas kecelakaan menyebabkan lalu lintas di ruas tol Karawang menuju Cikampek macet,” kata seorang pengendara jalan. Sementara, tiga peristiwa kecelakaan terjadi hampir bersamaan di KM yang

berbeda, Sabtu (23/3), dalam kecelakaan ini satu orang tewas di tempat, serta lima orang lainnya mengalami luka serius. Penyebab kecelakaan diduga akibat pengemudi yang mengantuk. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di tiga titik jalan tol KM 72, tepatnya di depan gerbang tol Jakarta-Cikampek Sabtu pukul 02.56 WIB, kecelakaan tabrakan itu melibatkan mobil box dan truk, kecelakaan ini menewaskan sopir dan melukai kernet mobil box , korban langsung dilarikan ke RS Efarina Etaham, Purwakarta. Kecelakaan lainya terjadi di KM 55 dari arah Jakarta menuju Cikampek, sebuah truk bernomor polisi B 9738 NB menabrak belakang kendaraan yang ada di depanya, akibat kecelakaan ini, Ranto sopir truk box tewas di tempat. Kecelakaan lainya terjadi

di KM 46 tol Karawang Barat dari arah Cikampek menuju Jakarta pukul 04.47 WIB, kejadian melibatkan sebuah truk trailer bernomer polisi B 9027 VV dan truk tangki oxigen bernomor polisi B 9310 SY, keelakaan terjadi diduga akibat sopir truck tangki yang mengantuk hingga menabrak truck trailer yang sedang ganti ban di bahu jalan. Korban tewas, Ranto dilarikan ke RSUD Karawang, sementara bangkai truk diamankan petugas tol dengan menarik keluar gerbang tol Cikampek. Penyebab ketiga kecelakaan tersebut diduga akibat semua sopir tersebut ngantuk, sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraanya. Dua kasus kecelakaan di KM 55 dan KM 46 ditangani Polres Karawang, sedangkan kecelakaan yang terjadi di KM 72 ditangani Polres Purwakata. (cim)

KARAWANG – Rumah Sakit (RS) Bayukarta yang terus bungkam dan terkesan membandel akan dilaporkan ke Mejelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) oleh korban dugaan malpraktek RS tersebut. Hal ini dinyatakan oleh Andi Apandi suami korban RS Bayukarta Dewi Anita Sari kepada Fakta Karawang Minggu (24/3) dirumahnya. “ Berdasarkan arahan kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Karawang sesuai berita Fakta Karawang Sabtu (23/3) lalu, saya akan melaporkan RS Bayukarta ke MKEK jika prosedurnya memang harus begitu, “ ujar Andi. Andi menambahkan bahwa upaya yang telah dilakukannya sampai saat ini masih terkesan lamban walau telah memakai kuasa hokum dan pihak RS Bayukarta tidak melakukan komunikasi apapun terhadap pihaknya. “ Sampai sejauh ini upaya yang dilakukan terkesan masih lamban baik dari kuasa hukum saya maupun dari pihak terkait lainnya. Saya tidak akan berhenti berupaya untuk mencari keadilan terhadap istri saya yang diacuhkan oleh RS Bayukarta,” tambah Andi pula. Apa yang dilakukan dokter RS Bayukarta menurut Andi yang juga anggota kepolisian sudah masuk dalam kategori malpraktek, karena dokter yang menangani adalah dokter bedah umum bukan dokter tulang. “ Apa yang dilakukan oleh dokter RS Bayukarta sudah merupakan kategori malpraktek, karena dokter yang menangani adalah dokter bedah umum dan bukan dokter spesialis tulang. Ketika saya pertanyakan hal ini ke RS Bayukarta saat akan operasi RS menyatakan tidak apa-apa namun yang terjadi seperti ini, “ uncap Andi kesal.(ccp)

Perdayai Korban lewat Ban Goyang

Awas Jambret Pakai Mopdus Baru! BEKASI - Hati-hati bagi anda yang kemana-mana sering menggunakan kendaraan roda empat. Pasalnya, barubaru ini, seorang pengusaha ikan hias diperdaya pengendara motor yang mengatakan belakang mobilnya goyang di Jalan Jendral Sudirman, Medan Satria, Kota Bekasi. Akibatnya, tas hitam berisi uang Rp 10 juta, 150 dolar AS, 150 real dan beberapa puluh uang dirham berikut 2 STNK kendaraan bermotor dan KTP amblas. Hendrik (41) korbannya, langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Medan Satria. Menurutnya, Ia yang berangkat dari rumah Jumat sekitar pukul 09.00 tujuan Jalan Agus Salim, Proyek Kota Bekasi membayar hutang penjualan

ikan pada rekannya. Pengusaha ikan hias ini mengendarai mobil jenis Rush. Saat mobil melaju di Jalan Jenderal Sudirman, pengendara motor yang mendahului memberitahu kalau bagian belakang mobil goyang. Semula pengusaha warga Pulogebang Jaktim ini tak menghiraukan. Namun berturut-turut sampai yang ketiga pengendara memberitahu hal yang sama membuat lelaki bertubuh tambun ini percaya dan menghentikan kendaraan di seberang jalan depan Polsek Bekasi Barat. Lelaki yang belum dikaruniai anak ini turun melihat bagian belakang mobil yang diberitahu goyang. Namun mobil tersebut rupanya tak bermasalah, Hendrik pun kembali masuk ke mobil.

Ia terperajat manakala mendapati tas hitam yang ada di bawah jok kursi depan tersebut lenyap. Bahkan pintu samping kiri depan sedikit terbuka. Korban melaporkan kasus ini ke Polsek Bekasi Utara, namun petugas di sana menyarankan agar korban melapor ke Polsek Medan satria karena lokasi kejadian di wilayah Polsek Medan Satria. “Saya melaporkan kehilangan saja karena surat-surat penting

itu yang sangat saya butuhkan,” papar H e n - d r i k . (net)

Edisi 25 Maret 2013  

Fakta Karawang ePaper

Advertisement