Page 4

4

SABADESA

FAKTA KARAWANG

SENIN, 25 MARET 2013

Kesal Pemda Tutup Mata, Warga Perbaiki Jalan Sendiri

PERBAIKI JALAN : Puluhan warga di Desa Sindangkarya memperbaiki jalan dengan swadaya untuk menurunkan angka kecelakaan di daerah tersebut.

KUTAWALUYA - Sedikitnya 15 orang warga Dusun Krajan I B Desa Sindangkarya dikomandoi kepala desanya H. Ahmad Bajuri, melakukan kerja bakti untuk memperbaiki jalan rusak yang tak pernah diperbaiki Pemda Karawang, Minggu (24/3). Kerja bakti dilaksanakan diantaranya guna mengurangi angka kecelakaan yang sering terjadi di jalan tersebut. “Kerja bakti berbaikan jalan itu merupakan inisiatif Desa Sindangkarya karena banyak pengendara jalan terlibat kecelakaan, terutama terperosok dalam jalan yang berlubang,” kata Kades Sindangkarya Ahmad Bajuri, kepada Fakta Karawang, Minggu (24/3) ditemui dilokasi kerjka bakti. Menurutnya, meneruskan perbaikan jalan rusak tanpa dorongan Pemda secara gotong royong di desanya ini

foto: rosman

TERANCAM

GAGAL PANEN Petani Salahkan BP4K

CILAMAYA - Puluhan hektar sawah di Cilamaya terancam gagal panen. Itu karena sawah di daerah tersebut terserang hama sundep, yaitu sejenis hama ulat yang berada di dalam batang padi. Kecuali itu, minimnya kinerja BP4K dalam melalukan penyuluhan di Kecamatan Cilamaya Kulon dan Banyusari juga disebut-sebut sebagai salah satu faktornya. Demikian disampaikan H. Tasudin (57) satu petani Desa Tanjung Kecamatan Banyusari, saat ditemui Fakta Karawang, kemarin. Menurutnya, jenis hama sundep sampai saat ini belum ada obatnya, sehingga hama sundep menjadi hal yang menakutkan bagi para petani

ketika sawah mereka diserang hama tersebut. ”Sampai saat ini, para petani belum mengetahui obat untuk mengatasi hama sundep belum, sehingga mereka ketakutan, ketika asawah mereka diserang hama jenis itu, “ tambah Tasudin. Dikatakan, hama sundep adalah hama ulat yang berada di dalam batang padi yang masih muda, dan ulat tersebut tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, sehingga para petani kebingungan untuk mengantisipasinya, karena tiba-tiba setelah padi mulai berisi, padi tersebut berwarna putih dan tidak ada isinya, sehingga masuk dalam kategori puso. “Hama sundep mengakibatkan padi yang se-

dang dalam proses berisi menjadi berwarna putih dan tidak ada isinya, sehingga para petani akan terancam kerugian besar karena padinya tidak bisa dipanen, “tambahnya. Hal senada diungkapkan Darwin (44) petani dari Kecamatan Cilamaya Kulon, menurut dia, sawahnya juga mengalami hal serupa, karena hama sundep ternyata menyerang puluhan hektar sawah di daerah Kecamatan Cilamaya Kulon. “Sawah saya di desa bayur kidul juga diserang jenis hama sundep, sehingga saya merasa kalut dan sedih manakala hama tersebut menyerang sawah saya, sehingga dipas-

Menyambangi Pontren Yatim

Masih Terpinggirkan Meski Ditengah Kawasan Industri Sekitar 08.00 pagi, Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (TK Islam dan SD Islam) Al-ImamAn-Nawawi, berangkat menuju lokasi Bakti Sosial, yaitu di Kampung Sarijaya Batu Koneng Desa PuseurjayaKecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang.

Rosman, Karawang SEKITAR 105 orang santri (putra-putri) yang didampingi oleh guru-guru dan beberapa orang tua santri ikut dalam kegiatan ini. Lokasi yang dituju adalah sebuah “Pondok Pesantren Yatim” yang terdiri dari dua buah gubuk dan sebuah

musholla kecil berdiri di atas bukit di belakang salah satu kawasan industri besar dan mewah yang berlokasi di wilayah Karawang Barat. Sebuah gubuk didiami oleh 15 anak yatim piatu tampak lusuh dan tidak terawat, sementara satu gubuk lagi

tampak lebih memprihatinkan, dihuni oleh Ustadz Nana, pemilik dan pengurus anak-anak yatim tersebut. Kelima belas anak tersebut harus tinggal di dalam gubuk berukuran sekitar 15 m2 dan hanya diterangi se-

tikan saya akan mengalami kerugian besar, “ kata Darwin. Darwin melanjutkan, dari sejak dia melakukan cocok tanam padi hingga padi tersebut mulai berisi, dirinya belum pernah mendapatkan arahanarahan atau penyuluhan dari dinas terkait khususnya BP3K Kecamatan Cilamaya Kulon. “Saya belum pernah mendapat arahan atau pun penyuluhan dari BP3K, padahal seharusnya BP3K sebagai perpanjangan tangan dari BP4K Kabupaten Karawang menjalankan tugas pokok dan fungsinya memberikan penyuluhan kepada p[ara petani di desanya agar para petani tidak mengalami kerugian, “ jelasnya. (hsn)

buah lampu. Gubuk tersebut terbagi dua, untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Tidak ada alas ataupun selimut untuk anakanak malang ini. Lemari pakaian yang sudah tidak layak pun masih mereka gunakan. Ustadz Nana sendiri tinggal di sebuah gubuk yang tingginya hanya dua meter bersama istri dan dua orang anaknya, di dalam gubuk tersebut terdapat sebuah kasur lusuh yang sering diinjak-injak oleh ayam dan bebek, peliharaan Ustadz Nana. Lantai rumahnya yang masih berupa tanah, menjadi sulit dipijak saat hujan datang. “Pondok” tersebut tidak memiliki fasilitas yang memadai, seperti tidak adanya listrik, air bersih dan akses jalan. Jika hujan turun, jalanan akan sulit ditempuh karena

JAWARA DANGDUT

merupakan bentuk pengabdian, terlebih jalan rusak itu kerap memakan korban dari mulai warga desanya selain warga luar desa. "Ini solusi pemdes untuk mengurangi angka kecelakaan. Kami sudah jengkel dengan jalan rusak yang tidak pernah diperbaiki Pemda, maka kami berinisiatif bersama masyarakat untuk memperbaikinya,”ulasnya. Dirincinya, perbaikan jalan rusak di wilayahnya tersebut diteruskan secara gotong royong pada sepanjang 250 meter jalan. Perbaikan digelar dengan memanfaatkan pasir, batu-batu, dan tanah disekitaran jalan. “Kami melakukan perbaikan hanya jalan yang rusak parah saja, meskipun tidak ada dana untuk perbaikan, tapi kami bergotong royong seadanya saja. Terpenting, jalan itu tidak terlalu parah rusaknya sehingga pengguna ja-

CILEBAR - Kepala Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Sarya mengeluhkan kondisi bangunan kantornya yang rusak. Sejak empat bulan lalu atap gedung kantornya ambruk akibat diterpa angin ditambah banjir yang menggenangi sebagian pemukiman di desa tersebut termasuk kantor desa, ambruknya atap kantor itu pun disebabkan pengaruh cuaca, mengingat gedung ini dianggap sudah tua. Hingga kini, atap gedung Kades Cilebar Sarya itu terbuka dan sementara pelayanan dilakukan di

lan aman berkendara di jalan itu,”terang dia. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sindangkarya, H. Asep Mulyana mengatakan, kurang lebih sudah tiga tahun lamanya jalan rusak yang meninggalkan lubang di wilayahnya tak tersentuh perbaikan. Terutama malam hari kondisi jalansangat membahayakan para pengguna jalan. “Karena kerap memakam korban, akhirnya kami bermusyawarah untuk melakukan perbaikan jalan. Sebetulnya kami sudah melaporkan jalan itu terhadap muspika, bahkan sempat dimuat media kalau jalan ini rawan kecelakaan. Sayang, Pemda terkesan tutup mata,”ujarnya. Kepada Pemda, Asep berharap perbaikan jalan yang menyeluruh bisa segera diteruskan sehingga keluhan masyarakat terjawab. (cim)

foto: alz

masyarakat yang dipusatkan di kantornya tersebut. Sementara itu, Ketua BPD Kertamukti, Wawan Darmawan, ditundanya pembangunan prototipe diduga alasan Pilkades (Pemilihan kepala desa), sehingga kantor desanya tidak masuk ke program tersebut, malah yang mendapatkan bantuan adalah kantor desa yang masih kokoh bangunannya. Kata Wawan, luas kantor desanya sekitar 200 meter persegi, jika melihat luas tanah tersebut bangunan desanya

Kades Cilebar Pertanyakan Program Prototipe koridor utama kantor desa. Itu diungkapkan Sarya, Jumat (22/3) malam di kediaman tokoh masyarakat, Karmas, di Kampung Cilebar 1, Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar. Kepada wartawan, Sarya mengaku sudah sering meminta ke-

pada Pemda Karawang supaya kantornya masuk dalam program prototipe tahun ini, tetapi belum ada jawaban pasti. Diakuinya, kantornya ini perlu segera dibangun, karena kondisi sekarang sangat mengganggu kerja pegawainya dalam melayani urusan

PONTREN YATIM : Pontren yatim di tengah kawasan industri yang perlu perhatian Pemda Karawang.

jalan yang berbatu dan tanah merah yang menjadi berlumpur jika diguyur hujan. Ironisnya, “pondok” tersebut hanya berjarak beberapa meter di belakang pabrik-pabrik yang berdiri megah di kawasan indus-

tri KIIC (Karawang International Industrial City) yang memiliki berbagai fasilitas lengkap dan mewah. Di saat kita menikmati kemajuan teknologi saat ini, “pondok” yang menampung anak yatim piatu tersebut masih harus ber-

masuk dalam kategori type prototipe tiga. "Harusnya jangan melihat faktor Pilkades, tetapi pelayanan masyarakat, karena aparat desa sangat khawatir gedung itu ambruk dan mencelakakan pegawai desa," jelasnya.(alz)

juang untuk hidup dengan fasilitas seadanya. Fasilitas standar yang sering kita nikmati seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK) pun tidak mereka rasakan. Mereka harus turun ke danau untuk mencuci ataupun mandi, sementara untuk buang air, mereka mengandalkan sebuah kakus yang terbuat dari bambu tanpa ada aliran air. Kehidupan sulit Ustadz Nana, istri, dua orang anak dan 15 anak asuhnya ini bukan di situ saja. Mereka harus bersusah payah mendapatkan air untuk minum. Terkadang mereka harus membeli air isi ulang yang jaraknya 10 km. Namun jika musim hujan datang, mereka menampung air tersebut untuk dijadikan air minum. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. (*)

JAWARA POP INDONESIA

TREND 101.2 FM - PT. RADIO GITA KANARI RIA

PT. Radio Suara Adyasamudra Jl. Kolam Renang No. 313 Sukaseuri Kec. Kota Baru Kab. Karawang 41373 [T] / [F] : 0264 – 319655 r_adsfm@yahoo.com etnikom network.

Jl. Taman Pahlawan No.41 - Purwakarta 41115. Ph. 0264 200302 | fx. 0264 206453 www.trend1012fm.com - www.radiotrendfm.com

Edisi 25 Maret 2013  

Fakta Karawang ePaper

Advertisement