Page 3

COMMUTER

3

FAKTA KARAWANG

SENIN, 25 MARET 2013

Kesempatan Belajar Anak Tak Boleh Hilang MENTERI Agama Suryadharma Ali menegaskan, anak tak boleh kehilangan kesempatan untuk belajar di sekolah karena seluruh dana untuk pendidikan dewasa ini telah tercukupi. Apalagi jika ada anak tak sekolah karena bangunannya rusak atau roboh, maka yang patut disalahkan adalah dinas atau kakanwil setempat, kata Suryadharma Ali seusai meletakkan batu pertama Rumah Susun Sewa (Rusunawa) bersama Menteri Perumahan Djan Faridz di Pondok Pesantren Tambhigul Hofilin, Desa Mantrianom, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu. Tampak hadir pada kesempatan itu para ulama, pengasuh Ponpes Tambhigul Hofilin Muhammad Hamzah dan sejumlah pejabat dari Kakanwil Kemenag Jateng. Menag Suryadharma Ali menyatakan, dana untuk anak bersekolah sudah cukup. Jika ada orangtua tak mampu, maka pemerintah mengeluarkan bantuan berupa dana bantuan sekolah atau yang dikenal BOS. Karena itu, menurut Suryadharma, tidak ada alasan bahwa dewasa ini jika dijumpai ada anak tak bersekolah hanya disebabkan orangtua tak mampu atau bangunan sekolah rusak. "Saya akan menjewer Kakanwil jika menjumpai bangunan sekolah rusak terlambat diperbaiki," katanya. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan demikian besar. Termasuk di dalamnya untuk pondok pesantren dan madrasah. Untuk itu ia datang ke Ponpes di Banjarmasin itu untuk meletakkan batu pertama yang diperuntukkan bagi kalangan pengajar di pondok pesantren. "Saya menyam-

paikan apresiasi terhadap Kementerian Perumahan yang ikut ambil bagian mendukung kelengkapan pemondokan bagi tenaga pengajar di sini," kata Suryadharma Ali. Jasa Pondok Pesantren terhadap kemajuan bangsa demikian besar. Bukan hanya mengisi keimanan bagi para santri, tetapi lebih dari itu Ponpes telah mengembangkan pendidikan agama di berbagai tempat. Melalui pendidikan agama itu pula sekarang dapat dirasakan banyak anak bisa membaca Al Quran, mampu membaca kitab kuning. "Karena itu membantu pesantren, termasuk di dalamnya melengkapi dengan Rusunawa, merupakan kewajiban pemerintah," ia menegaskan. Banyak program dari pendidikan di Ponpes harus didukung para ulama. Kesemuanya untuk meningkatkan kualitas dari pendidikan anak. Ulama dan para kiai tak boleh berdiam diri. "Saya minta para ulama hendaknya lebih agresif untuk memajukan pendidikan," ia menambahkan. Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya selama 2010 sampai 2013 telah membangun 82 unit Rusunawa di berbagai tempat. Termasuk di Jawa Tengah. Kedepan, pembangunan Rusunawa akan ditingkatkan dua kali lipat, yaitu 200 unit di 28 provinsi. Pihaknya memprioritas pembangunannya di lingkungan lembaga pendidikan agar kualitas pendidikan makin baik ke depannya. "Kami sangat peduli dengan pembangunan Rusunawa di lingkungan lembaga pendidikan, termasuk di dalamnya pondok pesantren," kata Djan.(ant)

foto : rosman

LAMBAIKAN TANGAN : Gubernur Jabar Ahmad Heryawan didampingi Bupati Ade Swara melambaikan tangan di Karang Pawitan, kemarin.

Aher Porgramkan Jamban dan Air Sehat KARAWANG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan LC mengajak masyarakat Karawang untuk menjaga kesehatan. Itu disampaikan terutama untuk membiasakan masyaakat bisa membiasakan pola hidup sehat, seperti pada urusan sanitasi. “Masyarakat banyak yang belum membiasakan pola hidup bersih itu. Padahal ini merupakan kesalahan yang besar,

Suryadharma Ali

sebab kesehatan akan terancam. Karenanya, insyaallah provinsi Jabar akan menganggarkan antiosipasi itu melalui program jamban sehat dan air minum bersih,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di acara Harmonisasi di Cai, Sabtu (23/3), di Karang Pawitan. Program ini, sambungnya, diperuntukan bagi menangani kebiasaan masyarakat

GMNI Gelar Donor Darah KARAWANG - Dalam acara Disnatalis Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahawiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang yang ke 59 digelar dengan meneruskan aksi kemanusiaan lewat donor darah, Sabtu (23/3), pukul 08.00 WIB di gedung Graha KNPI Karang Indah. Aksi donor darah dilangsungkan bekerjasama dengan PMI Karawang sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, selain pengabdian Tridarma Perguruan Tinggi. Disnatalis ke 59 ini, kader GMNI Karawang menyiapkan kader yang militan dan mempunyai jiwa sosilalis. Hadir dalam acara berbagai organisasi kemahasiswaan se Karawang, juga dihadiri oleh perwakilan pengurus DPD KNPI Karawang dan dihadiri

oleh alumni GMNI Karawang. “Aksi donor darah kami gelar untuk umum, setetes darah pendonor menyelamatkan ratusan orang yang membutuhkan darah itu akan lebih bermanfaat untuk dia, kita dan mereka,” kata Panitia Acara Donor Darah, Gerakan Mahasiswa Nasionali Indonesia (GMNI) Cabang Karawang, Hilman Tamini (23), kepada Fakta Karawang. Ketua Umum (ketum) GMNI Karawang, Dian Suryana mengatakan gerakan itu merupakan inovasi baru dalam pergerakan mahasiswa. "Peringatan Disnatalis biasanya sepanjang sejarah dengan aksi unjuk rasa, namun kali ini suasananya berbeda dengan sebelumnya, dimana peringatan Disnatalis diteruskan lewat pengabdian diri terhadap

negeri, salah satunya dengan gelar donor darah. Usia ke 59 ini merupakan usia yang cukup tua. Perjuangan mahasiswa GMNI berjuang untuk kepentingan rakyat bersama,

kami ini berawal dari rakyat, kemudian dipercaya oleh rakyat dan kami kembalikan untuk rakyat yang saat ini kami tanamkan dalam kader GMNI,”ujarnya.(cim)

foto : rosman

DONOR DARAH : Kader GMNI Karawang memberikan donor darah.

yang kerap menggunakan irigasi sebagai pembuangan sanitasi. Padahal tidak sedikit air irigasi pun dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi air minum. "Provinsi ke deoannya akan memprogramkan urusan kesehatan sanitasi itu melalui jamban sehat dan air minum bersih," ulasnya lagi. Dikatakan,kebiasaan hidup sehat merupakan suatu hal pal-

ing penting yang perlu diperhatikan masyarakat. "Meski telah diteruskan pengobatan gratis, tetapi masyarakatnya tidak menjaga kesehatan itu merupakan hal yang sia-sia. Sehingga, perlu pula sosialisasi bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh. Kesehatan itu sangat mahal. Atas itu pula kami akan berupaya untuk memberikan pemahan kepada masyarakat dalam urusan kes-

ehatan tersebut,”ujarnya. Bupati Ade Swara mengatakan siap akan meneruskan upaya sosialisasi program kesehatan yang akan dilaksanakan Gubernur Jawa Barat melalui puskesmas di seluruh Kabupaten Karawang. “Untuk sosialisasi kepada masyarakat saya akan percayakan kepada puskesmas,”tutur Bupati karawang dalam sambutannya. (cim)

Edisi 25 Maret 2013  

Fakta Karawang ePaper