Issuu on Google+

SELASA, 18 Desember 2012

Terbit 12 Halaman

JITON-KARDA BAKAL

DIPECAT

Salah satu pembangunan yang belum selesai di Karawang.

Cipta Karya Tertutup Soal Serapan Anggaran 2012

Mega Beri Waktu 2 Minggu untuk Berdamai KARAWANG – Konflik internal PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, membuat geram Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Akibat konflik tersebut, Megawati mengancam bakal memecat kadernya yang t ngah berseteru yakni H. Tono Bachtiar dan Karda Wiranata. Ancaman pemecatan juga berlaku bagi kader PDI Perjuangan selain kedua orang tersebut. Batas waktu untuk melakukan pemecatan terhadap kadernya yang sedang konflik sampai dua pecan kedepan. Karda Wiranata ketua DPC PDIP Karawang mengatakan, intruksi dari ketua umum tersebut agar segera

Tono Bachtiar

diakhiri. Informasi ancaman pemecatan tersebut dia terima saat rapat yang digelar oleh DPD PDIP Jawa Barat dengan mengundang semua pengurus DPC PDIP Karawang, serta semua PAC PDIP Karawang. Dalam rapat tersebut dibuat kesepakatan bersama untuk segera menyelesaikan permasalahan DPC PDIP sampai 31 Desember yang akan datang. "15 PAC dari 30 PAC menandatangani kesepakatan tersebut, serta 8 pengurus DPC juga menandatanganinya, namun Tono Bahtiar tidak hadir dalam pertememuan tersebut," terang Karda. Lebih jauh Karda mengatakan, langkah DPP untuk menyelesaikan semua konflik yang terjadi di internal PDI-Perjuangan Karawang, dikarenakan saat ini menghadapi Pilgub jabar, serta persiapan menghadapai Pileg dan Pilpres 2014 yang akan datang. "Tentunya DPP tidak ingin permasalahan di

Karawang berlarut-larut karena khawatir mengganggu persiapan pilgub, pileg serta pilpres yang akan datang," tambah Karda. Yang dimaksud penyelesaian masalah itu sendiri, lanjut Karda, semua PAC dan pen-

KARAWANG - Dinas Cipta Karya Karawang enggan memberikan keterangan terkait dengan jumlah serapan anggaran yang sudah terealisasi selama tahun 2012. Padahal Dinas tersebut adalah salah satu Dinas yang sangat disorot oleh DPRD Karawang. Karena, dinas tersebut memiliki pagu anggaran mencapai 139 milliar di APBD tahun 2012. Yusuf Abdul Ghani, kepala Dinas Cipta Karya ketika ditemui mengatakan,

KARAWANG – Ironis, saat ini Karawang menjadi salah satu wilayah kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, namun sangat disayangkan ternyata tingkat pengangguran di Karawang sangat tinggi. Sehingga hal itu menjadi perhatian serius dari salah satu organisasi kepemudaan yakni Karang Taruna (KT) Kabupaten Karawang. Jajang Sulaeman, Ketua KT Kabupaten Karawang, kepada Fakta Karawang, Senin (17/12) kemarin

Ke Halaman 11

Kejari Bungkam Soal Uang Jaminan Syarif

Karda Wiranata

Lapangan Kerja Harus Diperbanyak

Kontribusi Sektor Industri Kurang Serap Pekerja Lokal

pihaknya saat ini masih enggan memberikan keterangan terkait dengan jumlah serapan anggaran yang ada di Dinas yang dia pimpin. Alasannya karena dirinya tidak ingin bupati kaget jika saat ini dirinya mempublikasikan jumlah serapan anggaran yang saat ini sudah terealisasi. "Nanti saja kang, kalau sudah akhir tahun, saya takut pak bupati kaget, kalau saya sampaikan

menuturkan bahwa warga Karawang selama ini memang tidak pernah dipersiapkan untuk bisa bersaing dilapangan pekerjaan sektor industri, sehingga ketika sektor industri semakin merambah di Karawang tetapi pada saat yang sama sebagian besar warga Karawang hanya menjadi penonton dari proses industrialisasi tersebut. “Angka pengangguran semakin meningkat, warga Karawang semakin tersisihkan,” ujar Jajang. Jajang juga menyatakan, bahwa berdasarkan data yang dimilikinya rata-rata hanya 14,7% karyawan perusahaan dikawasan indutri yang merupakan warga Karawang, sementara sisanya sekitar 85,3% mer-

upakan tenaga kerja yang berasal dari luar Kabupaten Karawang. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa keberadaan sektor industri belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, meskipun di karawang ini sudah ada Perda No 1 tahun 2011 yang menyatakan bahwa penerimaan tenaga kerja disektor industri minimal 60% harus dari warga Karawang. Yang lebih ironis, berdasarkan pemantauannya warga desa yang berada disekitar kawasan indutri seperti kawasan Suryacipta, KIIC dan lainnya sampai saat ini masih banKe Halaman 11

satupun yang mau sama Oyib. Maklum Oyib jelek,, kumal dan urakan (kalau kata pak advisor mah penampilan kumuh, hehe). Tapi dasar Oyib, biar penampilan kayak gitu, dia tetap aja Pe-De (percaya diri ah, bukan Papah Dedi). Satu persatu si Goris (sebutan Oyib buat cewek aduhai yang biasa mangkal di GOR) digodainnya. Dari mulai dari si Goris yang pakai celana pendek (banget) sampai si Goris yang pake celana panjang. Mulai dari si Goris berambut panjang sampai si Goris berambut cepak alias separuh nafas tea. Tapi malam itu semuanya tak ada yang nyangkut ke Oyib. Maklumlah malam itu Oyib

Redaksi dan Iklan : Jl. Ir. H. Juanda No. 62 Karawang | Telp. 0267 8490864 | Fax : 0267 8490867

statemen. “Nanti saja sama pimpinan. Kan saya tidak punya kapasitas soal itu,” ucap KasiIntel Kejari Karawang, Imran Yusuf. Berbeda dengan biasanya, Kasi Intel Kejari Karawang, Imran Yusuf, selalu responsif terhadap apa saja yang berhubungan dengan klarifikasi dan konformasi berkenaan dengan pemberitaan. Kepada Fakta Karawang, Minggu (16/12), saat dimintai keterangan terkait informasi yang disampaikan pihak keluarga terdakwa Syarif Hidayat, melalui pesan singkatnya, Imran Yusuf menyatakan bahwa info tersebut tidak tepat. Imran menegaskan bahwa telah terjadi salah persepsi antara pihak kejaksaan dengan keluarga terdakwa. “Uang tersebut adalah uang jaminan tapi dalam tanda terimanya itu uang pengembalian Ke Halaman 11

Amelia Kasih

Wow..After Midnight Aya Adegan Ho-Oh di GOR SUNGGUH menggeletik kisah Oyib tadi malam. Tanpa tahu sebelumnya, ternyata di GOR yang harusnya dipakai buat kegiatan olahraga, eeh setelah lewat tengah malam kok malah dipakai oleh sebagian oknum kaum muda untuk berbuat ho-oh alias mesum. Ya terang aja, adegan itu membuat Oyib stakteng tingkat tinggi. Gini ceritanya. Tadi malam Oyib JJM (jalan-jalan malam) ke GOR yang ada di pusat kota Karawang. Biasa, maksud Oyib ke sana, selain buat nongkrong sambil minum kopi jahe, juga buat ngeceng cari cewek slebor yang kesasar. Ada siih cewek slebor di sana, bahkan banyak. Tapi, tak

KARAWANG - Soal uang jaminan terdakwa Syarif Hidayat sebesar Rp 100 juta yang masih di Kejari Karawang, pihak Kejari Karawang terkesan menutup diri. Tak ada satupun di jajaran staf Kejaksaan Negeri Karawang yang mau berstatemen. Fakta Karawang yang sedari pagi kemarin, Senin (17/12), mendatangi Kantor Kejari Karawang, tidak bisa menemui seorang pun staf di sana. Baik kasi intel maupun kasi pidsus apalagi Kejari Karawang, Katrina Endang, tidak bisa ditemui. “Ibu sedang kelaur. Pak kasi intel juga tidak ada. Begitupun dengan pak kasi pidsus juga tidak ada di ruangannya,” kata seorang staf di Kantor Kejari Karawang. Selang beberapa lama, Fakta Karawang berhasil menemui Kasi Intel Kejari Karawang, namun yang bersangkutan menolak untuk memberikan

Enakan Sendiri

lagi bokek, alias kagak ada doku doki, hingga akhirnya Oyib cuma bisa piki peku ble aja. Dia bengong liatin GorisGoris yang berseliweran. Sesaat, pikiran Oyib melayang teringat pada ci Unyu ma Celsie. Maklum, seharian Oyib gak ketemu Unyu ma Celsie (Celsie itu anaknya ci Unyu, lucu banget). “Haduw…… Unyu lagi apa yah? Kok aku sono ma Unyu,” guman Oyib dalam hatinya (ya dong, kalau teriak tar Oyib dikira gila dan ditimpukin ma orang-orang di sana). Regot…..regot…..regot……. kopi jahe diminum Oyib. Pul…ngepul…..asap rokok

MESKI jauh dari orang tua dan kampung halaman, tapi tidak membuatnya dia kesepian. Justru kesendirian dan jauh dari orang-orang yangdicintai ini yang membuat dia bisa terus melangkah mengejar cita-citanya. “Cita-cita saya pengen bisa nyenengin orang tua dulu. Mumpung saya masih single, jadi saya akan memaksimalkan untuk berbuat sebaik mungkin, membahagiakan orang tua,” ujar gadis yang punya nama lengkap Amelya Kasih, saat berbincang dengan Fakta Karawang, kemarin di Kantor Fakta Karawang. Asih, sapaannya, sudah lima tahun tinggal sendiri di Karawang. Gadis kelahiran tahun

Ke Halaman 11

Ke Halaman 11

Asih

website : http://www.faktakarawang.com


SELASA, 18 DESEMBER 2012

Sepi : Halaman kantor DPRD Karawang yang biasanya ramai Senin (17/12) kemarin tampak sepi. Bahkan Gedung itu kian hari makin 'tanpa penghuni'.

Foto : Boy

Gedung Mewah DPRD Tak 'Berpenghuni' KARAWANG - Gedung DPRD Kabupaten Karawang kian hari makin 'tanpa penghuni'. Kalimat tersebut tampaknya tepat disandang mengingat gedung tempat bernaung wakil rakyat yang seharusnya penuh dengan aktifitas, namun yang terjadi sebaliknya. Gedung sebagai penyambung lidah rakyat ini justru sepi dari aktivitas sebagai wakil rakyat karena semua anggota DPRD di kabarkan tengah melakukan kunjungan kerja. Lebih ironisnya, kunjungan kerja Anggota DPRD Medan yang kebetulan saat itu tengah berkunjung terpaksa hanya dite-

mui oleh para staf Setwan DPRD Karawang. "Jangankan komisi A. Tadi ada anggota DPRD dari medan saja ditemui oleh staf. Semua anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja," kata seorang petugas satpam saat di temui Fakta Karawang, kemarin. Ini pula yang disaksikan Fakta Karawang saat mengunjungi gedung tersebut. Menelusuri ruang per- ruang gedung itu tidak tampak satu pun anggota dewan. Semisal saat Fakta Karawang mengunjungi ruangan Komisi A DPRD Karawang. Mulai ruang Komisi C. Kemudian melewati ruang pimpinan de-

wan juga sepi. Lalu berlanjut ke Komisi B, dan Komisi D. Bahkan jelang siang hingga sore hari. Di depan gedung megah itu yang biasanya banyak diisi oleh kendaraan mewah justru terlihat tampak lengang. Parkiran hanya didominasi oleh mobil dan sepeda motor PNS kesekretariatan dewan. Ketua DPRD Karawang saat dihubungi melalui ponsel pun mengaku sedang tidak ada di tempat. "Ada apa de, kebetulan sekarang sedang ada di luar," tanpa menjelaskan di mana. Sekretaris Dewan Karawang pun mengatakan hal sama.

Kendati tak menjelaskan apakah tidak adanya anggota dewan di gedung DPRD tengah melakukan kunjungan kerja. Namun Suroto yang menjabat Sekertaris Dewan tersebut juga mengakui sedang ada di luar. "Lagi di Bandung. Ada kunjungan," ujarnya singkat melalui telepon. Seperti diketahui, sepinya ruangan anggota DPRD dari penghuninya bukan hal yang kali ini terjadi. Beberapa wartawan saat ditemui bahkan mengaku sepinya gedung mewah itu sudah sering terjadi. "Ini sih sudah biasa," singkatnya. (BMS)

2

Bupati Diminta Evaluasi Kepala Dinas KARAWANG - Bupati Karawang diminta mengevaluasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Pasalnya, minimnya serapan anggaran selama ini merupakan bukti bahwa kinerja mereka tidak memiliki kemajuan. "Evaluasi itu perlu dilakukan untuk menentukan pemberian reward and punishman. Ataukah memang mereka tidak bekerja," kata Ketua DPRD Karawang Tono Bachtiar saat dihubungi Fakta Karawang, kemarin. Tono mengungkapkan, pemberian penghargaan atau sangsi terhadap pejabat tersebut untuk membedakan mana pejabat yang tidak dapat bekerja atau memang patuh terhadap tanggungjawabnya. Namun demikian, kata Tono terkait evaluasi tersebut merupakan hak preogratif dari Bupati. "Evaluasi yang kita inginkan bukan berarti ikut mencampuri kewenangan Bupati. Namun ini menyangkut pertanyaan masyarakat selama ini," ujar Tono.

Tono Bachtiar

Seperti diketahui hingga batas waktu penggunaan anggaran hanya kurang lebih tersisa 14 hari lagi, serapan anggaran belanja publik sampai saat ini masih dibawah 60%. Minimnya penyerapan anggaran itu terjadi di beberapa Dinas. Seperti Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), Dinas Cipta Karya, serta

Dinas Pendidikan. Ketiga dinas tersebut memiliki anggaran yang sangat besar untuk tahun 2012 ini. Misalnya saja, Dinas Bina Marga telah dialokasikan sebesar 380 milliar, Cipta Karya 139 milliar, dan Dinas Pendidikan untuk Dana Alokasi Khususnya (DAK)-nya saja sekitar 105 milliar. Sehingga bagi Tono Bupati Karawang pun harus segera mengambil langkah evaluasi terhadap dinas-dinas yang serapan anggarannya masih minim. Ukuran itu pun bisa dijadikan barometer oleh Bupati sendiri. Sebab jika ini tetap dibiarkan bukan saja akan merugikan masyarakat, melainkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah bisa akan semakin turun. Selain itu, minimnya serapan anggaran ini selalu terjadi setiap tahunnya. " Maka ini perlu menjadi perhatian semua dinas. Sebab pertanyaannya, kenapa serapan anggaran selalu terjadi setiap tahun," tukas Tono. (BMS)

Tak Pro Rakyat, Megapolitan No! KARAWANG - Sumber daya alam (SDA) di Kabupaten Karawang memiliki potensi yang cukup besar bagi perkembangan di Kabupaten ini. Sehingga jika sumber daya itu bisa dioptimalkan oleh Pemerintah, tak perlu Karawang dijadikan sebagai kawasan kota Megapolitan. Demikian diungkapkan Ketua Sepetak Kabupaten Karawang Engkos Koswara Kepada Fakta Karawang, kemarin. Menurut dia, sumber potensi itu bisa dibagi menjadi tiga. Wilayah Selatan, Tengah dan Utara. Seperti di wilayah Selatan. Engkos mengatakan, wilayah ini sangat cocok jika dijadikan kawasan pariwisata. Sebab selain kawasan tersebut memiliki kawasan hijau yang luas, kawasan ini dapat diman-

faatkan sebagai lahan perkebunan dan peternakan. Sementara untuk wilayah Utara bisa dijadikan sebagai kawasan pertanian inti, dengan lebih mengoptimalkan lahan pertanian. "Dan wilayah tengah bisa dioptimalkan menjadi kawasan perindustrian," ujar dia. Sehingga ujar Engkos, jika pembagian dan pemanfaatan kawasan lebih diperhatikan dan dioptimalakan, maka megapolitan bukanlah jalan terbaik yang harus dipilih oleh pemerintah Kabupaten Karawang. "Megapolitan juga akan berdampak terhadap lahan pertanian. Dimana saat ini banyak alih fungsi lahan pertanian menjadi sektor industri," ujar dia. Sehingga Ia menilai jika konsep Megapolitan diterapkan di Kabupaten Karawang justru bi-

sa berdampak kurang baik bagi masyarakat. "Kami melihat Megapolitan belum tepat jika harus diaplikasikan di Kabupaten Karawang. Saya melihat justru akan terjadi ketidakseimbangan perkembangan pembangunan kawasan perindustrian. Sementara aspek lain tidak," ujar Engkos. Seperti diberitakan harian ini, Bupati Karawang H. Ade Swara mengatakan, Kabupaten Karawang tidak bisa menghindar menjadi Kota Megapolitan. Hal itu dikatakan Bupati Karawang H. Ade Swara saat memberikan sambutan di acara reuni akbar Unsika, Sabtu lalu. Menurut Bupati, sulit dihindarinya Karawang menjadi kota Megapolitan mengingat perkembangan investasi di Kabupaten Karawang setiap tahun

terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2011 saja, Kabupaten Karawang yang sempat menduduki peringkat ke 4 sebagai Kabupaten tujuan Investasi justru di tahun 2012 ini, malah memposisikan diri sebagai Kabupaten dengan peringkat dua tujuan Investasi. Maka untuk menghadapi tantangan sebagai kota Megapolitan, lanjut Bupati Pemerintah akan bekerja keras menyiapkan diri dari segala sesuatu termasuk masyarakat harus ikut berperan serta dalam menuju Kabupaten Karawang sebagai kota Megapolitan. Selain peningkatan Sumber daya Manusia (SDM), Bupati meminta pembentukan mental masyarakat juga perlu diasah dalam menghadapi daya saing nantinya. (BMS)

Keluarga Munjin Akan Tidur di Pemda

Foto : Ega

PRIHATIN : Jembatan ini tak diperbaki selama puluhan tahun.

Jembatan Cisaat Puluhan Tahun Tak Diperbaiki PURWAKARTA - Warga Desa Cisaat Kecamatan Campaka berharap Pemerintah Daerah segera memperbaiki jembatan bambu di wilayah tersebut. Sebab jembatan yang merupakan penghubung dua kabupaten itu kini kondisinya sudah memprihatinkan. Sehingga saat musim hujan tiba, para pejalan kaki maupun pengendara motor yang melintasi jembatan bambu tersebut harus tertatih-tertatih dan berhati-hati. Saat ditemui Fakta Karawang Kepala Desa Cisaat Ahya mengatakan, jembatan yang panjangnya sekitar 130 meter itu kondisinya cukup memprihatinkan. Keberadaan jembatan tersebut, juga mempunyai andil besar bagi warga Desa Cisaat yang menghubungkan ke Kabupaten Subang. “karna sebagai sarana ekonomi rakyat, kami berharap pemerintah untuk memberikan bantuan pada jembatan yang tidak layak pakai lagi,’’ harap Ahya. Lebih lanjut kades menuturkan, meskipun pihaknya telah me-

ngajukan bantuan Program Nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) untuk memperbaiki jembatan tersebut, namun sampai saat ini belum mendapat kepastian dari pemerintah. Diperkirakan perbaikan jembatan ini bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp350 juta. “Ya, pengennya cepet mendapat perhatian. Sebab jembatan ini sangat membantu warga," jelas dia. Sementara itu, salah seorang sesepeuh Kampung setempat, Asep Oray (50) mengatakan, perbaikan jembatan bambu seharusnya segera mendapat perhatian pemerintah. Ia meminta, melalui Bupati Purwakarta ataupun pemerintah pusat ataupun Provinsi bisa segera membangun jembatan permanen. Sebab jika jembatan itu segera diperbaiki akan meningkatkan percepatan ekonomi terutama bagi warga sekitar. “Padahal kalau jembatan ini sudah bagus kami tidak lagi harus bersusah payah untuk melewati Kabupaten Subang dengan memutar arah yang jaraknya lebih lauh lagi,” cetus Asep.(Ega)

PURWAKARTA- Perjuangan pihak keluarga untuk mendapatkan kembali sertifikat rumah miliknya yang sempat digadaikan oleh manajemen Persipo ke BANK BJB, belum juga mendapatkan titik temu. Bahkan Munjin dan keenam anaknya mengancam akan tidur di Kantor Pemda Purwakarta jika masalah yang menimpanya itu tak kunjung diselesaikan oleh pihak Persipo. “Ya terpaksa kami mau tidur di Pemda aja, saya udah gak sanggup bayar kontrakan,” keluh Munjin saat berbincang dengan Fakta Karawang (17/12) kemarin. Dikatakan Munjin, seharusnya dalam hal ini pihakpihak yang saat itu melakukan perjanjian dengan dirinya bisa bertanggung jawab. Terlebih menurut dia, sudah hampir tiga tahun Ia dan keenam anaknya harus mengontrak rumah dan susah payah mencari uang untuk membayar kontrakan. “pinta saya gak muluk-muluk, kalau emang sertifikat rumah saya gak kembali saya minta diganti rumah lagi aja,” papar dia Sementara itu, anak kelima Munjin, M.Ikbal Taupik Hidayah yang saat ini duduk dibangku SMP di Purwakarta, terancam putus sekolah akibat persoalan itu. Bahkan sebelumnya anak ketiga Munjin Nopian Lesmana Putra juga terpaksa putus se-

Foto : Ist

SMK : Salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di pusat kota.

Pembangunan Sekolah Belum Merata KARAWANG - Kalangan DPRD Karawang menganggap pembangunan sekolah, terutama di pinggiran kota saat inidinilai masih kurang. Pasalnya, masih ditemukan sejumlah kecamatan yang tidak memiliki sekolah SLTA ataupun SMK. Sehingga bagi mereka, ini membuat masyarakat atau anak didik yang tinggal di pinggiran kotaterpaksa harus ke sekolah ke kecamatan yang sudah memiliki SLTA ataupun memilih sekolah ke Kota Karawang. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Karawang Tono Bachtiar saat dihubungi Fakta Karawang, kemarin. "Saya menda-

pati ternyata masih banyak kecamatan yang tidak memiliki sekolah SLTA atau pun SMA. Sehingga, saya menilai pembangunan sekolah di sini tidak merata," tegas Tono. Tono mengakui, keberadaan sekolah SLTA ataupun SMK di Kota Karawang saat ini masih memusat di wilayah perkotaan, kendati beberapa Kecamatan sudah ada yang memiliki. Namun Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, akan mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menyediakan satu kecamatan minimal ada satu sekolah SLTA atau pun SMK. Ini lanjut dia, agar ada

pemerataan pendidikan di masyarakat. Apalagi Ia sering mendengar, karena ketidakmampuan biaya untuk pergi ke sekolah membuat banyak masyarakat tidak memilih sekolah. " Maka ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Artinya, target 1 sekolah SLTA atau SMK setiap Kecamatan harus dilakukan," Tukas Tono. Sementara itu, dari Informasi yang dihimpun Fakta Karawang jumlah SMK/SMEA di Karawang sebanyak 56 SMK terdiri dari 19 Jurusan. Namun keberadaan SMK/SMEA itu mendominasi di wilayah perkotaan. (bms)

Kotak Suara Mulai Dikembalikan ke KPUD M.Ikbal Taupik Hidayah

kolah saat duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP, serta anak keduanya di SMK Bina Taruna Rio Teja Alam Saputra juga putus sekolah saat duduk di bangku sekolah kelas satu, walaupun tak lama ia lanjut sekolah kembali, “saya khawatir jika persoalan ini tak kunjung selesai juga akan berakibat pada anak bungsu saya,” ujar dia. Sementara itu pihak-pihak terkait yang memang seharusnya bertanggung jawab atas persoalan ini, sulit dikonfirmasi oleh Fakta Karawang.Diberitakan sebelumnya Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Cabang Purwakarta H.Yusuf bahkan mengaku tak tahu soal utang klub sepakbola Persipo kepada salah satu warga di Purwakarta itu. (Ega)

PURWAKARTA - Kotak suara hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 15 Desember mulai dikembalikan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Kepala Daerah (KPUD) Purwakarta kemarin. Ketua KPUD Purwakarta Deni Ahmad Haidar saat dikonfirmasi Via telepon, pengembalian kotak suara itu wajib dikembalikan oleh masing-masing KPPS yang dimulai sejak kemarin, "mungkin mulai hari kamis kita sudah mulai merekap dan penetapan hasil suara pilkada," ujar Deni kepada Fakta Karawang yang saat itu sedang tugas di KPUD Provinsi. Terkait adanya salah satu lembaga survei yang sudah menetapkan pasangan calon nomer urut dua Dedi-dadan sebagai pemenang pemilu, menurutnya itu sah-saja dan KPUD menghormatinya, "tapi saat ini KPUD baru sampai tahap rekapitulasi, dan KPUD belum menetapkan angka resmi karena belum selesai rekap," ujarnya. Dijelaskan Deni, pengembalian kotak suara ke KPUD dari panitia pemilihan kecamatan, bukan untuk dihitung manual kembali, melainkan hanay menghitung rekapan sesuai berita

Foto : Ega

MENURUNKAN : Seorang petugas menurunkan kotak suara di Kantor KPUD Purwakarta.

acara di masing-masing TPS, "Terkecuali ada kejadian khusu, seperti ada ketidak sinkronan data sesuai dokumen C-D1," katanya. Namun lanjut Deni, hitung ulang di KPUD akan dilakukan biasanya jika ada dasar keberatan dari saksi-saksi ditiap tingkatan, "kalau tidak ada, ya tidak dihitung, cuma direkap aja," tandasnya. Sementara itu, proses rekap itu sendiri akan dimulai setelah se-

mua kotak suara masuk semua ke Kantor KPUD Purwakarta, sementara berdasarkan informasi, kotak suara yang baru masuk ke KPUD sekitar 200 kotak.Untuk pengembalian kotak suara itu sendiri, berdasarkan pantauan Fakta Karawang, cukup dijaga ketat oleh pihak kepolisian, dimana mobil truk pengangkut kotak suara itu dikawal dan diapit oleh dua mobil kepolisian demi menjaga dari hal-hal yang tidak diharapkan. (ega)


selasa, 18 DESEMBER 2012

3

Soal Guru Mi dan Mts

Cabul

Kemenag Ngaku Tak Tahu Foto zck

BERBINCANG: Saan Mustofa bebincang dengan Wabup Cellica Curachdiana didampingi ketua PGRi Karawang .

Saan Uji Kemampuan Pelajar Lewat Futsal KARAWANG – Turnamen futsal antar pelajar se Karawang kembali digelar Legislator Partai Demokrat Saan Mustofa, Senin (18/12) di Karawang. Tornamen futsal trsebut mempertemukan 80 tim untuk unjuk kebolehan selama tiga hari berturutturut. “Gelar turnamen futsal ini dilangsungkan untuk menguji kemampuan pelajar, sekaligus sebagai wadah untuk mereka dalam menyalurkan hobi,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) asal Desa Pisang Sambo ini. Turnamen digelar di Lapangan Futsal Resinda itu diteruskan bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karawang. Secara simbolis turnamen ini langsung dibuka oleh Saan

Mustofa, sekaligus menyaksikan langsung pertandingan futsal antar pelajar tersebut. Saa yang datang didampingi robongan panitia dari PGRI, membuka turnamen futsal pukul 10.00 WIB. Trunamen sendiri merebutkan hadiah total Rp10 juta. “Karena futsal merupakan hobi baru dalam olah raga, kemudian sebagian besar pelajar yang

suka berolah raga memfavoritkan futsal. Maka turnamen futsal adalah pilihannya dalam menguji kemampuan olah raga pelajar di Karawang ini,” katanya. Ditambahkan, selama ini bukan tidak mungkin pelajar seringkali terlihat berlatih bermain futsal bersama teman sekolahnya. Untuk itu, sebagai ajang futsal digelar untuk wa-

dah aktualisasi diri para pelajar dalam mengembangkan bakatnya. “Turnamen ini untuk mempertemukan tim futsal pelajar se-Kabupaten Karawang, mengukur sejauh mana pelajar di Karawang berlatih. Jika bisa menjadi juara berarti tingkat latihannya tinggi, dan bisa menoreh prestasi ke depan,” tambahnya. Ketua PGRI Karawang, Obang Norbayu dalam kesempatan sama menyampaikan ada perbedaan antara Saan Cup tahun ini dengan yang digelar tahun lalu. Pada turnamen kali ini, tidak ada piala dan uang pembinaan bagi juara keempat. Tetapi juara keempat akan mendapatkannya uang pembinaan dalam tahun ini, selain juara keempat dianggap masuk semi final. (zck)

KARAWANG – Meskipun kabar dugaan cabul terhadap salah satu pelajar SLTA oleh oknum guru pengajar di Madrasah Iftidaiyah (Mi) dan Madrasah Tsanawiah (MTs) di Kecamatan Batujaya sudah semakin menghangat, namun Kementrian Agama Kantor Karawang mengaku tak tahu persis permasalahan tersebut. Kontan inipun membuat pandangan publik Karawang menjadi terbalik atas kinerja lembaga keagamaan itu. Ketika ditemui Fakta Karawang, Senin (17/12), Maman Rahmas, Kasubag Tata Usaha Kantor Kementrian Agama Karawang menyampaikan, hingga kemarin pihaknya belum mendapatkan laporan terkait permasalahan dugaan asusila ini. “Sampai hari ini, belum ada laporan dari kepala sekolah ataupun dari yang lainnya. Malahan, saya baru tahu dari Fakta Karawang,” sebut Maman. Namun demikian, mengetahui terkait informasi tersebut pihak Kemenag menyatakan tidak akan tinggal diam. Dimana informasi tentang oknum guru agama yang dikabarkan mengajar di salah satu yayasan sekaligus disebut-sebut pengelola UPK PNPM Kecamatan Batujaya ini, segera akan dilakukan klarifikasi kebenaran-

nya oleh lembaga resmi keagamaan di daerah lumbung padi itu. “Nanti coba kita akan konfirmasi terlebih dulu. Kami juga tidak akan diam saja,” kata Maman. Ditambahkannya, manakala hasil klarifikasi Kemenag atas ulah oknum guru tersebut terbukti, pihaknya menyatakan

Kemenag Enggan Dimintai Keterangan tidak akan segan menjatuhkan sangsi. “Kalau oknum tersebut merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) maka bisa dikenakan sangsi sesuai PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Tapi jika dia bukan PNS maka keputusan ada di tangan kepala sekolah,” kata Maman. Karenanya, Maman mengaku Kemenag sementara ini tidak bisa merespon lebih jauh terkait dugaan asusila oknum guru tersebut. Alasannya, selain belum mengetahui secara jelas pasal gerangan oknum guru ini, juga belum melakukan klarifikasi atas kebenarannya dilapangan. “Kemenag agama ini ada bidang khusus yang mengurusi masalah MTs dan Mi, nanti kami coba tanyakan ke bidangnya, mungkin sudah tahu,” pungkasnya .

Sementara Kepala Kemenag Karawang Edy Yusuf yang berhasil ditemui Fakta Karawang dikantornya terkesan lempar tangan ketika hendak dimintai keterangan atas urusan yang mendera lingkungan staf di lembaganya, kini. “Saya mau keluar, konfirmasi sama bidangnya dulu ya,” singkatnya. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karawang, Obang Norbaya ketika dimintaiketerangan atas hal itu belum berani berkomentar. Kata Obang, guru-guru di MTs tidak berada dalam naungan PGRI, karena mereka mempunyai satuan kerja tersendiri. “Saya belum bisa berkomentar terkait ini. Saya belum mengetahui permasalahannya. Takutnya kalau saya komentar juga kurang tepat,” tandas Obang. Diketahui, terkait munculnya dugaan tindakan asusila oknum guru ini dimulai atas adanya pengaduan perwakilan keluarga korban yang mendesak pertanggungjawaban atas ulah oknum guru tersebut melalui sejumal media masa lokal. Dalam pernyataannya, perwakilan keluarga ini menyebutkan telah mengantongi bukti pesan singkat atas apa yang ditudingkannya terhadap oknum guru tersebut. (zck)


SELASA, 18 DESEMBER 2012

Berinovasi Lewat Distro

4

foto: bayu

MURAH: Dengan harga murah Ratu Salon diserbu konsumen.

Ratu Salon Menjadikan Kaum Hawa Cantik foto: bayu

PAJANG: Dede memamerkan koleksinya.

KARAWANG – Tak bisa terelakan, persaingan hidup di Karawang makin ketat. Di tengah sulitnya lapangan pekerjaan dan kalaupun ada, upahnya tak bisa mencukupi kebutuhan hidup, seorang pemuda berusia 25 tahun justru bangkit dengan usaha sendirinya. Dengan keberaniannya, pemuda bernama Dede Hermawan, membuka sebuah usaha penjualan pakaian jadi sejenis distro. Alhasil, dari sebuah otlet kecil di kawasan Jatirasa, kemudian berkembang menjadi dua, di kawasan niaga. Distro bernama Jaket Band-

ung Collection ini, kemudian mengubah kehidupannya, menjadi pemuda yang mandiri. “Awalnya saya tertarik untuk membuka usaha ini karena ingin mengubah hidup. Mencari kerja sangat sulit, sementara kalau pun ada, gajinya tidak cukup,” ucap Dede, kepada Fakta Karawang, Senin (17/12), di distronya. Dengan modal seadanya, Dede kemudian menjalankan usahanya. Hingga dia pun berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah. “Alhamdulillah, pendapatan saya dari distro ini dalam setiap bulannya selalu mengalami kenaikan. Kadang 15 persen,

kadang 20 persen,” jelasnya. Dede mengaku mendapatkan keuntungan berlimpah saat moment hari raya Idul Fitri. “Nah kalau jelang lebaran omzet bisa tiga bahkan empat kali lipat,” ujarnya. Untuk memenuhi koleksi pakaian di distronya, Dede bilang, mendatangkan barangnya dari Bandung. “Saya disini tiap lima hari sekali ganti model. Ada teman yang masok pakaian dari Bandung,” katanya.

Di distr o nya, segala jenis pakaian, mulai dari T-Shirt, jaket, kemeja sampai celana dan aksesoris, lengkap tersedia. Tentunya, dengan harga yang sangat terjangkau. Nah, bagi anda yang butuh pakaian jadi dengan model terbaru dan pastinya, keren dan mantap, datang aja ke Jalan Jatirasa Karawang, ke Distro Jaket Bandung Collection.(bay)

Mini Market Pembunuh Pedagang Kecil

Foto: dendi

Salah satu mini market di Karawang.

CIKAMPEK – Di era yang serba modern ini banyak sekali kita jumpai Minimarket. Bahkan keberadaannya sudah meluas ke berbagai penjuru desa. Sehingga keberadaannya menimbulkan pro dan kontra bagi kalangan masyarakat bawah khususnya

pedegang – pedagang kecil yang ada wilayah seputaran Cikampek. Hal ini pun diungkapkan oleh salah satu pedagang kecil, Alex yang sudah dua puluh lima tahun berjualan warung kelontongan. Alex yang membuka usahanya di Jalan Ah-

mad Yani No 108 Cikampek, mengatakan, dirinya merasa tercekik oleh keberadaan nmini market yang menjamur di wilayahnya. “Gimana lagi sih kang, kalau saya punya modal yang gede mah, saya juga bakalan ngebuka usaha mini market kaya

mereka. Tapi mau gimana lagi, berhubung saya masyarakat bawah dan hanya punya modal kecil, ya mau gak mau, di terima saja,” katanya. Tak hanya itu, keberadaan mini market yang sudah menjamur itu, juga membunuh para pedagang kecil. Bayangkan, sejak marak mini market, banyak pedagang kecil yang gulung tikar. Bahkan ada juga yang sampai tidak mempunyai lagi kerjaan dan penghasilan tetap. Dede Gopar salah satu pedagang yang gulung tikar, lantaran warungnya kalah saing dengan warung – warung yang lebih besar dan minimarket yang sudah tersebar di desanya. Warga Desa Sarimulya ini kini hanya bisa gigit jari. ”Saya sih bukannya menyalahkan adanya minimarket. Tetapi keberdaan minimarket sekarang itu, sudah melebihi warung – warung kecil yang sudah tersebar dimana – mana. Sehingga masyarakat khususnya lebih memilih belanja di minimarket kang,” katanya. Dari beberapa pedagang kecil yang berhasil dihimpun Fakta Karawang, mereka ingin diadakannya batasan untuk membangun minimarket. (dpn)

Mutlak, Karaoke Evi Harus Tutup! KARAWANG – Keberadaan tempat Karaoke Keluarga Evi yang berlokasi di pertokoan Shelby Plaza, membuat pihak Pemkab Karawang berang. Tempat karaoke keluarga yang berstatus ilegal itu, sudah beroperasi dengan dalih percobaan. Bupati Karawang, Ade Swara, yang ditemui sesaat sebelum kunjungan kerjanya ke Bandung, dengan tegas menyatakan, tanpa izin dari pemkab dalam hal ini BPMTP, semua jenis usaha yang ada di Karawang tidak boleh beroperasi. “Izin harus ditempuh sesuai prosedur,” tegas Bupati Ade Swara. Hal senada juga diungkapkan pihak BPMTP Karawang. Melalui Kasubid Pelayanannya, Didin Bihalaludin, dengan tegas menyatakan, tanpa perizinan, tidak bisa tempat usaha itu beroperasi. “Kalaupun perizinan itu masih dalam proses, harusnya tidak boleh beroperasi dulu sampai perizinan itu selesai. Apapun alasannya, itu tidak diperbolehkan!”

ucap Didin, kepada Fakta Karawang, Senin (17/12), di ruang kerjanya. Dikatakan Didin, izin resmi untuk semua jenis usaha bisa beroperasional, adalah izin dari pemkab, dalam hal ini BPMTP. Di luar itu, tegas dia, bukan izin dan tidak boleh beroperasi. Adapun tandatangan warga, itu hanyalah sebuah salah satu persyaratan untuk kemudian dijadikan rujukan sebagai bahan pengajuan izin lokasi dan izin ketertiban. “Yang dari warga itu namanya bukan izin tapi persetujuan,” ujar Didin. Seraya menyebutkan, sekalipun kepala desa yang menandatangani surat, itu juga bukan izin. Dan tempat karaoke tersebut harus ditutup. “Kalau pengen beroperasi ya harus berizin dong,” kata Didin. Sementara itu, pihak Satpol PP Karawang, dengan tegas menyatakam kesiapannya untuk melakukan action terkait adanya operasional ilegal yang dilakukan oleh pihak Karaoke Keluarga Evi.(bay)

KARAWANG – Perkembangan zaman, pasti diikuti dengan perkembangan mode, baik itu fashion maupun rambut. Nah, ngomongin soal rambut, ada satu tempat penataan rambut yang bisa dibilah yahut di Karawang, yaitu Ratu Salon. Berlokasi di Kawasan Jatirasa Karawang, salon kepunyaan Siska Juwita ini mampu menjadi salah satu solusi buat keindahan rambut dan kecantikan para kaum hawa. “Kita di sini baru setahun lebih. Ini merupakan salon kedua saya. Tapi, lumayan, sudah banyak pelanggannya mas,” ucap Siska, kepada Fakta Karawang, Senin (17/12) siang, di salonnya. Dengan bangunan yang artistik, salon yang penanganan tata rambutnya dipercayakan pada Ega ini tiap hari selalu dipenuhi pelanggannya. Ya, selain pelayanan yang memuaskan, perlakuan dari karyawan dan pemilik pada tamu

atau pelanggan juga sangat istimewa. Inilah yang menjadikan Ratu Salon laku didatangi para kaum hawa untuk merawat, memperindah dan mempercantik diri.

“Kami juga tidak memasang ratif yang mahal kok. Di sini kami memberikan pelayanan jasa salon dengan tarif yang terjangkau tapi hasil maksi-

mal,” lanjujt Siska. Nah buat yang pengan tampil keren dan asik, ayo datang aja ke Ratu Salon di Jatirasa Karawang. Berikut tips dari Siska pemilik Ratu Salon: Model Rambut Panjang dan Pendek yang lagi ngetrand 2012/2013 untuk cewek dan perempuan yang anggun dan sexy juga feminim dalam memotong rambut atau merawat rambut di salon kecanitikan tentunya anda harus memperhatikan gaya rambut yang lagi populer dan terkenal atau istilahnya lagi in banget. Di sini akan kasih info terbaru seputar gaya potongan rambut model anyar atau paling hot. Trend Rambut Wanita 2012 untuk potongan gaya rambut cewek - tahun 2012 masih sebulan lagi. Namun, prediksi trend cewek wanita tahun depan mulai mencuat. “Tahun 2012 potongan seperti batok akan banyak digemari wanita dan warna silver akan menjadi tren warna terbaru,” ujarnya. (bay)

Tempat Nyaman dengan Panorama Indah Taman Kota Rekreasi Galuh Mas & Resto

KARAWANG – Bagi anda yang ingin mendapatkan tempat rilex bersama keluarga sambil menikmati indahnya panorama alam terbuka, tentunya jangan lewatkan tempat yang satu ini. Tempat dengan nama Taman Kota Rekreasi Galuh Mas & Resto. Di tempat ini, anda bersama keluarga akan menikmati beragam kenyamanan. Tak hanya itu, anda pun akan dimanjakan dengan segala fasilitas yang menunjang liburan anda

dan keluarga. Ada arena bermain anak, resto buat makan sekeluarga, tempat rekreasi alam dan aneka permainan di atas air. Pemilik Taman Kota Rekreasi Galuh Mas & Resto, Harri mengatakan, pihaknya sengaja membangun wahana wisata alam ini adalah untuk memberikan alternative tem-

pat hiburan keluarga pada masyarakat Karawang dan sekitarnya. Dikatakan dia, Selain merupakan tempat atau wahana rekreasi keluarga, tempat ini juga bisa digunakan untuk kegiatan pra weding. “Ada tujuh arena bermain untuk anak. Mulai dari bebek gowes sampai becak mini dan motor ATV,” ujarnya. Wahana yang sudah berusia satu tahun ini, kata Harri, sudah mendapatkan respon positif dari masyarakat Karawang dan sekitarnya. “Ini juga merupakan salah satu upaya untuk menggeliatkan sektor wisata Karawang,” ujarnya. Untuk menikmati aneka nuansa panorama wahana ini, lanjut Harri, masyarakat tidak perlu mengeluarkan kocek yang besar. “Di sini sangat murah kok. Bahkan kita punya program, beli lima tiket dapat satu tiket gratis,” jelasnya. (bay)

Murah Rejeki Rumah Makan Khusus TKI Pemerintah akan Bentuk BUMN Penerbangan JAKARTA - Pemerintah berencana mempercepat pembentukan perusahaan pelat merah yang khusus untuk mengatur aktivitas penerbangan. Hal itu ditempuh, setelah terjadinya kerusakan pada Jakarta Automatic Air Traffic Control (JAATC). Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono mengungkapkan bahwa saat ini pembentukan BUMN Air Trafic Control (ATC) sedang dalam proses penguatan struktur organisasinya. "Jadi gini, misalnya dibuat dulu skema rekrutmennya. Siapa direksinya, sampai ke bawah. Lalu gedungnya, kemudian alatnya," ujar Bambang di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta,

Senin 17 Desember 2012. Bambang mengungkapkan, untuk tahap awal perusahaan pelat merah tersebut akan dibentuk sebagai perusahaan umum (Perum). "Jika berkembang, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan PT (perseroan terbatas)," ujarnya. "Nanti supervisinya dari kementerian perhubungan juga," tambahnya. Lebih lanjut, menurut Bambang, pada tahun depan rencana tersebut akan direalisasikan. Sehingga apa yang diharapkan dalam menjaga dan melindungi kedaulatan Indonesia dapat terwujud. "Sekarang sudah mulai terbentuk dan secara bertahap akan diperkuat 2013," tuturnya. (net)

PURWAKARTA– Tidak banyak rumah makan yang menyediakan menu khusus para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tapi apabila digeluti secara serius, usaha itu cukup menguntungkan.Seperti halnya dilakukan oleh H. Kholifah seorang pemilik Rumah Makan (RM) Murah Rejeki yang berlokasi di Jalan Raya Bungursari, Purwakarta. Setiap harinya, rumah makan tersebut selalu dipadati para TKI yang hendak pulang kampong, “Hampir 90 persen pengunjung ru-

mah makan kami adalah TKI, bukan umum,” ujar H. Kholifah kepada Fakta Karawang (17/12 kemarin. Menurutnya, ia membangun rumah makan itu sudah sejak puluhan tahun yang lalu. Tentunya, tidak mudah untuk mempertahankan keberlangsungan rumah makan tersebut tanpa kerjasama dengan perusahaan yang menangani khusus para TKI,”“Kerjasama kami lakukan dengan perusahaan angkutan pengantar TKI. Maka setiap mobil yang

akan mengantar pulang TKI ke daerah-daerah melaluijalur wilayah Purwakarta akan mampir ke rumah makan kami,” terang dia. Para TKI yang sering datang ke RM Murah Rejeki berasal dari Indramayu bahkan Madura Jawa Timur. “Yang kami sediakan bukan hanya makanan, kami juga menyediakan oleh-oleh makanan khas Purwakarta untuk dibawa oleh pengunjung ke kampung halamannya," papar lelaki yang murah senyum ini. (ega)

Kabas Fokus Kentaskan Pengangguran KARAWANG - Rapat kerja LSM Karawang, Bangkit dan Sejahtera (KABAS) di akhir Semester ke Dua Tahun 2012 memfokuskan pada keinerja Pemkab Karawang menghadapi persoalan pengangguran di di daerah setempat. LSM Kabas sepakat angka pengangguran di kota industry Karawang harus diupayakan serius pengentasannya. Ketua LSM Kabas, Muhtoha Samuen, Senin (17/12) kepada Fakta Karawang mengatakan persoalan angka penganggu-

ran yang berpotensi naik usai Pemkab memberlakukan moratorium Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja diluar negeri. "Pengangguran merupakan permasalahan sosial yang wajib dikentaskan,"ungkapnya. Untuk itu, sambung Muhtoha, sesuai hasil rapat kerja dimints agar Pemkab sinergi dan fokus untuk memperlihatkan bahwa masalah pengangguran bisa diselesaikan dengan potensi wilayah yang mengantongi klaim keempat se Jabar dalam kategori investasi industri.

"Kabupaten Karawang harus jadi wilayah terbaik untuk berinvestasi di indonesia,"ulasnya. Kinerja LSM Kabas per Desember 2012 telah berhasil memberikan peluang kerja bagi anak-anak pedesaan ke wilayah industri Karawang. “Puluhan pengangguran di pedesaan sudah tersalurkan ke wilayah KIIC, di Pusat Kota Karawang,dan sekitarnya. Kami berharap Pemkab sinergi dengan LSM Kabas untuk menghapus angka pengangguran saat ini,"ujarnya.(cim)


selasa, 18 DESEMBER 2012

5

Sembilan Hakim MK Dilaporkan ke Bareskrim Polri JAKARTA- Letjen TNI (Purn) Suharto melaporkan sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri atas dugaan keterangan palsu atau fiktif pada putusan MK Nomor 53/PUU 10 Tahun 2012 tentang Kasus Lapindo. “Jadi kami diminta klien kami untuk melaporkan pidana atas dugaan memalsukan data atau keterangan palsu atau fiktif pada putusan MK,” kata Kuasa Hukum Suharto, Taufik Budiman di Gedung Bareskrim Polri, Senin. Taufik tiba di Bareskrim Polri untuk atas nama klienya melaporkan Ketua MK Mahfud MD dan delapan hakim MK lainnya. Taufik mengatakan bahwa berdasarkan salinan yang pihaknya terima ada beberapa informasi yang patut diragukan keabsahannya, dimana tiba-tiba muncul begitu saja data siluman. “Karena hal ini tidak pernah ada dalam proses persidangan tiba-tiba dalam putusan ada kutipan cukup panjang, kemudian menjadikan dasar untuk mengambil kepu-

tusan oleh majelis MK, seperti ini yang akan kita ajukan ke Mabes Polri,” kata Taufik. Putusan tersebut dianggap janggal karena dalam putusan tersebut tiba-tiba ada keterangan dari DPR, tetapi selama proses kasus itu, DPR tidak pernah sekalipun hadir. ?”Keterangan DPR yang muncul di dalam putusan ini justru juga berbeda seperti yang diketahui?selama ini terkait kasus Lapindo publik tahunya DPR bilang kasus Lapindo itu bencana alam, minimal fenomena alam, tiba-tiba kenapa dalam putusan ini mengatakan bahwa kasus Lapindo itu, bukan bencana alam,” kata Taufik. Menurutdia,berdasarkan?tatatertibpersidangan di MK dan berdasarkan putusan dalam kasus ini, sembilan hakim?memusyawarahkan, termasuk memasukan data-data ke dalam putusan ini, katanya. “Kita bawa putusan dan peraturan MK dulu, tentu nanti Mabes akan melakukan upaya hukum dan tindakan hukum. Selain, kami menyampaikan apa yang ada pada kami,” kata Taufik. (ant)

Ketentuan Mobil Murah Masih Diproses JAKARTA- Ketentuan mengenai mobil murah dan ramah lingkungan atau “low cost and grean car” (LCGC) yang dijanjikan selesai tahun ini, masih dalam proses menjadi Peraturan Pemerintah. Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat, pada jumpa pers akhir tahun di Jakarta, Senin, mengatakan semua persyaratan teknis dan persyaratan lainnya telah dipenuhi Kementerian Perindustrian sebagai pengusul kebijakan LCGC ke Kementerian Keuangan sebagai institusi yang akan menetapkan insentif pajak mobil tersebut. “Sabtu lalu saya ketemu Menteri Keuangan Pak A g u s M a r towardojo, dan kerangka waktu masih

berlaku,” ujarnya. Namun, diakuinya, pihaknya tidak bisa memastikan kapan kebijakan itu akan keluar. Menurut Hidayat, ketika pihaknya menanyakan apakah kebijakan LCGC bisa dikeluarkan tahun ini, Menkeu Agus Martowardojo hanya mengatakan “Insya-Alllah,” ucapnya. Sejauh ini, kata Hidayat, Menkeu mengatakan kebijakan LCGC dalam bentuk Peraturan Pemerintah tersebut sudah dalam proses menuju kantor Presiden. Sampai saat ini sejumlah pemain

dalam industri otomotif tanah air masih menunggu kebijakan LCGC yang dijanjikan pemerintah, antara lain kelompok usaha Astra yang memproduksi Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Pemerintah berencana memberi insentif terhadap mobil murah yang irit bahan bakar dengan kapasitas mesin dibawah 1.200 cc yang mengkonsumsi bensin minimal 20-22 kilometer/liter. Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan kebijakan LCGC hanya soal waktu. Mobil murah tersebut, kata dia, akan diarahkan untuk menggunakan bensin nonsubsidi, dengan oktan atau “RON” (Research Octane Number) 92. (ant)

foto: net

TERIMA LAPORAN : Gedung Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI). Sejak awal 2012 hingga Desember instansi ini telah menerima 1107 laporan pengaduan mengenai kinerja dan perilaku jaksa.

KKRI Terima 1107 Laporan Jaksa Nakal JAKARTA - Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI), sejak awal 2012 hingga Desember, telah menerima 1107 laporan pengaduan mengenai kinerja dan perilaku jaksa yang diduga tidak profesional dalam menjalankan proses hukum. “Dari 1107 laporan, yang sudah diterbitkan rekomendasi 568 surat dan 361 surat sudah mendapat tanggapan dari Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan,” kata Ketua Komisi Kejaksaan RI Halius Hosen di Jakarta, Senin. Halius menjelaskan dugaan ketidakprofesional jaksa dikategorikan seperti sikap jaksa berpihak pada tersangka, memberi petunjuk penangan-

BUTIK

ANEKA PRODUK

ELEKTRONIK

LOWONGAN

Sumber Agung (B.Tradisional) Menyediakan Ma­cam­­macam Batik. Batik Cap Batik PrintingBatik Tulis. Jl. Suhud Hidayat. No. 32 Kp Utama Jaya. Adiarsa Timur Karawang 41313. Nama Pemilik: Umaya. No. Tlp: 0856 9217 9999. Hp: 0857 1031 1550.

HANEEMUN menyediakan berbagai mcm kelengkapan tidur, dari mulai bantal, selimut, bantal bantal lucu dan menerima pesanan, pembelian bnyk akan diberikan diskon di Haneemun yg berada di Jln. Raya Telukjambe Karawang

PONTIL CELL Pontil cell jual beli, tukar tambah Hp second berbagai merek jl.Tuparef No.331 tlp.(0267)401101

NISAY Butik menyediakan kerudung lukis, sepatu mimosabi & berbagai pakaian dari anak kecil hingga dewasa, aksesories hingga lainnya, Hub:di Jalan Raya Galu Mas City Walk Karawang

HOKI ALUMINIUM specialist Aluminium & kaca mngrjkn Kusen, Rollingdoor etalase, folding gate, Kitchenset, kc, pintu kkmr mndi bhn aluminium, dll. Dpn GOR KRW 0267407740

CLENING SERVICE PANGGILAN Anda ingin cuci sofa/karpet dengan bersi cepat & bisa langsung di gunakan kembali segera hubungi kami Fatriati Chotimah perum kaba indah Blok AB Karawang tlp 0267 845 6607/081284545399

SINAR ABADI jual Kompor gas, specker, pompa air, lemari Es, Mesin cuci, Tv, antena Tv dll jl. Tuparef No.277

SENLI & BINTANG ALUMINIUM mengerjakan: kusen aluminium, partisi gypsum, awning, krey folding, canopy, rolling door, etalase kaca tralis besi, pgr besi, pintu hendewrson, stainless, pintu expanda trm pasang wallpaper DISEWA/ DIJUAL SCAFFOLDING Hub: Jl. TUPAREV NO.421(Dpn bank BNI) tlp. (0267)400805/0813189989 ATAU Jln. Perumnas Teluk jambe Green Village VI No.26 Tlp 8633036 KRWNG

MENARA jual beli gelang, kalung, cincin, liantin dll. jl.Tuparef No.144

DIJUAL

JUAL RUMAH tipe 80, LT 250m2, siap huni, KT 3, KM 2, KP 1, tempat strategis, harga 500 jt (nego). Perumahan peruri Blok C1/16 Telukjambe Karawang. Hub: 08121059143 DIJUAL rmh strategis & murah lt 98/75. hrg psr 200 jt dijual 140 jt, sdh ada penyewa 5 thn bisa dijual blk dgn keuntungan 6% perthn & hadia lgsg LCD TV. lokasi perum bumi teluk jambe krwg. Hub:081317577029

OPTIK PERIKSA MATA GRATIS MUSTIKA OPTIK. Melayani ASKES untuk Peserta & Keluarga biaya pengantian hanya Rp. 200.000,- Hub. Ibu Teti (0267) 412 261

disewakan

FAJAR KARAWANG Fajar Karawang menjual Aneka sovenir, pernak pernik dari Porselin, Pas bunga, terlengkap dan murah. Jl.tuparef No.303 tlp (0267)415866 KINANTI. Hair treatment,face,hand foot treat ment jl. Tuparef No.297A Tlp.(0267)402560

Disewakan lahan untuk usaha di jln Basuki Rahmat Purwakarta area Hotel Intan Hub: Iqbal 0818706418

TOKO BUKU AA JUAL alat alat tulis skolah atau kantor dll. Jl. Tuparef No.234

LOWONGAN

TOKO MEBEL 33 JUAL Springbad, lemari plastik, karfet, lemari,meja kursi, Kualitas Terjamin. jl. tuparef No.291 Tlp.(0267)409351

DIBTHKN Marketing mtr 100 org, Suprvisr 10 org pengalaman di utamakan u/suprvisor. faslts GP, UM, UT, Insntve Bns. Dtg Ke VIRGI MOTOR. Jl.pankal perjuangan 88 karawang tlp. (0267)410178 DICARI 100 Marketing motor dgn fasilitas: GP, UM + UT, Isentif & bonus. dtg lansung interview PLATINUM MOTOR Jl. Wirasaba Rt 03/Rw 17 kel. Adiarsa Barat Kec. karawang brt Karawang.

BANDUNG RAYA jual alat alat olah raga,accesories olah raga dll. alamat Jl. tuparef No. 116

ELEKTRONIK

COMPUTER DELTA COMPUTER sales service, rental, setting, Net working alamat jl. tuparef 183 No.(0267)416240

LARIS JAYA 2 Jual AC, Pompa, Mesin cuci, Kipas angin, kulkas, Tv, dll. terlengkap dan murah Jl.Tuparef No.279

TOKO JAM SON jual beraneka ragam jenis merk jam dingding alamat jl. Tuparef No.175

TOKO MAS DIESEL

MAKMUR DIESEL JUAL Bor listrik,traktor quick,vacum power diesel berbagai merk dll. jl. Tuparef No.225 tlp.(0267)402877 at fax 405305

LAIN-LAIN Ray WHAITE jual real estate agents Jl.Tuparef Tlp. (0267)402407 AL MADINAH JUAL buasana muslim pria dan wanita, tasbih, kurma, kismis, minyak jaitun, dll Jl.Tuparef No. 257 Hub: 081806463594 TOKO ABC KARPET Vina rose JUAL karpet,gardyn,wallpaper alamat jl. Tuparef No.138 Tlp. (0267)402133

rumah MAKAN

WARUNG nasi gurilem ibu mirah khas sunda, mengirim pesanan berbagai macam acara, pemesanan dapat melalui No tlp. 081510314222 (ibu ruhyat). jln wera no 3 Guro karawang

PT. Mandala multifinance membutuhkan: kolektor, koordinator sales (ksal), kolektor over due (clod), team khusus(Tsus), surpveyor(svrs), staf administrasi(adm), cashier(csr0, office boy(ofb), messanger(bmsg) syarat: pria max. 30 thn, pendidikan min smumempunyai kendaraan roda dua &sim C (1,2,3,4,5,6,7), berpenampilan menarik dan komunikatif (9) kirim lamaran cepat ke PT. ManDala Multifinance jl.A.Yani No.82 by.pass karawang.

RENTAL MOBIL menyewakan kendaraan full ac, untuk harian dengan harga terjangkau Rp.250.000+sopir?hari mobil Suzuki Escudo, Kijang Innova, Toyota Avanza, Suzuki Ertiga jl. mangga guro 1 no.7 karawang tlp. 0818499717, 08159981446 CINDO SELARAS menyewakan Kendaraan harian, mingguan atau bulanan xenia, avanza, Apv, Terios, Grend Livina, Elf, inova, pick up, truk, menerima jasa angkutan pindahan jawa, sumatra alamat Perumnas Teluk Jambe Karawang blok 1 No.182 tlp.085659239557, 081281107189

DANA CEPAT SOLUSI TEPAT UNTUK MODAL USAHA ANDA jaminan BPKB.proses cepat,syarat mudah, angsuran ringan, kendaraan di angsuransikan, untuk pembiyaan dana tunai mobil bunga mulai 0,9% Perbulan jl.syech quro no.1 lantai 2. (samping pom bensin) lamaran karawang Hub: jaya hartono tlp. 0857 4010 0040

an yang tidak tepat, penanganan perkara yang berlarut-larut, tidak cermat dalam surat dakwaaan, dan tidak mengembalikan barang bukti. “Selain itu, ditemukan juga pengaduan tentang jaksa yang tidak melaksanakan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht),” kata Halius. Lebih lanjut, terdapat laporan pengaduan berupa dugaan Korupsi antara jaksa dan unsur hukum lainnya seperti Kepolisian, Hakim dan juga Pengacara. Komisi Kejaksaan juga menduga adanya pelanggaran seperti dalam kasus perdata yang menjadi pidana. Kemudian,

dari data Komisi Kejaksaan, terdapat juga dugaan pemerasan, dugaan tindakan indispliner, dugaan mengintimidasi terdakwa atau pelapor dan dugaan yang bersinggungan dengan norma seperti kesusilaan. Semua laporan dan dugaan itu, kata Halius, ditindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi kepada Jaksa Agung Basrief Arief dan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Marwan Effendy. “Permintaan (Komisi,-red) agar dilakukan klarifikasi serta menyurati pelapor agar melengkapi bukti awal atas laporannya,” kata dia. Namun, untuk laporan yang dinilai sensitif, seperti masalah terpidana yang belum diek-

sekusi, Komisi Kejaksaan langsung menghubungi kepala kejaksaan tinggi atau kejaksaan negeri yang bersangkutan untuk mendapat konfirmasi langsung tentang masalah itu. “Laporan yang masuk akan dievaluasi dan diteliti oleh para komisioner untuk ditetapkan bentuk rekomendasi yang akan disampaikan kepada Jaksa Agung,” kata Halius. Rekomendasi ini merupakan bagian tugas dari Komisi Kejaksaan RI untuk meningkatkan kualitas kinerja Korps Adhyaksa yang profesional, bersih, dan berwibawa. Tugas Komisi Kejaksaan diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2011. (ant)


BICARA

SELASA, 18 DESEMBER 2012

6

Mahasiswa Apresiasi Disbudpar CIKAMPEK – Di era jaman modernisasi sekarang, kaum muda tidak pungkiri kerap tersentuh kebiasaan budaya barat. Namun giat Disbudpar Karawang melalui program “Ngaruwuat Budaya Desa” yang berupaya menekan pengkultusannya mendapat respon kalangan mahasiswa setempat. Seperti dikatakan Ketua Umum Senat Mahasiswa BSI Cikampek, Bayu Adhi Pamungkas. Mengomentari kegiatan Disbudpar, ia memberikan tanggapan budaya desa yang tengah di elaborasi guna menekan "westernisasi" tersebut bisa dipertahankan dalamera kekinian. terutama oleh kalangan anak muda, khususnya mahasiswa. “Memang tidak dipungkiri ini terus berlangsung, tapi kalau dari ka-

ca mata saya sebagai anak muda, budaya barat semakin mewabah di kalangan anak muda di era jaman sekarang. tentunya kita apresiasi gerakan Disbudpar yang tengah menekan hal itu berlangsung saat ini,” kata Bayu Adhi Pamungkas. Kepada pemerintah, Budi juga meminta melalui program “Ngaruwuat Budaya Desa” apa yang diupayakan kini bisa merealisasikan kekhawatiran "westernisasi" ini mewabah kemudian. Inipun sekaligus untuk membuktikan kinerja pemerintah berkaitan mempertahankan budaya nenek moyang agar bisa dipertahankan pada era modernisasi saat ini. “Saya harap ini tidak hanya program pemerintah saja, akan tetapi ini juga harus di buktikan

dengan suatu tindakan kolektif agar program tersebut bisa berjalan dengan baik. Terutama pada giat budaya desa yang hampir terkikis oleh jaman, harapan besar kita semuan bisa kembali lagi dihidupkan,” tambahnya. Dari pandangannya, Budi mengomentari adapun faktor utama yang menyebabkan mewabahnya budaya barat di kalangan anak muda, karena poengaruh perkembangan teknologi. ”Kalau dari analisa, penyebab dari mewabahnya budaya barat di era jaman sekrang banyak contohnya, salah satunya itu bisa dari media sosial, seperti facebook, twitter. Di sana, budaya – budaya barat masuknya sangat cepat tanpa filter,” ungkapnya.(dpn)

Foto: Rosman

KORBAN: Para pengendara sepeda motor ramai memanfaatkan perahu deret saat menyebrang Sungai Citarum di perbatasan Karawang-Bekasi.

Korban Tenggelam Citarum

BERGELIMPANGAN Dishubparpostel Tidak Peka KARAWANG - Dishubparpostel Karawang sepertinya tak pernah peka atas terulangnya peristiwa tenggelam korban perahu eretan Sungai Citarum. Meski berkali-kali korban telah berjatuhan, namun lembaga yang bertanggungjawab dalam urusan transportasi perhubungan ini terkesan tak pernah berinisiatif untuk mengadakan sarana pelampung bagi keamanan penumpang perahu penyebrangan di Sungai Citarum yang tersebar di kabupaten tersebut. Seperti diketahui, baru-baru ini warga Karawang sudah kembali dipilukan dengan kabar meninggalnya seorang ibu dan anak yang terseret arus Citarum. Keduanya, Nasih (26) dan anaknya Eva (3) warga Karangsegar, Kecamatan Pabayuran, Kabupaten Bekasi ini, harus meregang nyawa setelah tercebur ke Citarum lantaran perahu eretan yang ditumpangi mereka oleng sehingga menjatuhkan mereka dalam arus deras Citarum. Sebelumnya, kejadian serupa yang sampai menghilangkan nyawa seseorang inipun telah menimpa Esih (30) warga Kampung Ranca Iga, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur pada 27 Februari 2012. Korban juga tewas ketika tengah menyebrangi Citarum dengan perahu eretan di Desa Mekarmulya, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang menuju Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Kejadian ini tak ubahnya yang menimpa nasih dan Eva. Berawal setelah perahu yang ditumpangi Esih menabrak segundukan sampah yang hanyut, kemudian

juru kemudi perahu memutuskan tali tambang perahu tersebut, namun tanpa diduga perahu justru oleng dan terbalik. Beruntung, 11 penumpang lainnya yang saat itu seperahu dengan korban menyebrangi Citarum berhasil diselamatkan. Sayangnya, selamatnya para penumpang ketika itu bukan disebabkan faktor kesiapan sarana keamanan pelampung yang disediakan juru kemudi perahu, melainkan karena berhasil menepi dengan berenang ke daratan. Menilik kejadian yang terulang diatas perahu eretan di Sungai Citarum, memang saat ini bukan waktu yang tepat untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang disalahkan. Tapi, jika saja Pemkab Karawang peka terhadap urusan ini, bukan tak mungkin puluhan atau ratusan nyawa warga Karawang dan Bekasi yang kerap beraktifitas menyeberangi Citarum bisa dijamin keamananya. Sehingga insiden pilu tersebut tak kembali terjadi di waktu ke depan. Atas hal itu, kepada Fakta Karawang, Acang (45), seorang juru gerek perahu eretan penyebrangan Senin,(17/12) mengakui selama 15 tahun menggeluti profesinya mengantarkan para penyebrang Citarum di balik kemudi perahu tak pernah ada upaya pemberian bantuan sarana keamanan pelampung dari pemerintah daerah. Kalaupun ada, lanjutnya, itu cuma berupa alat ban dalam bekas yang disediakan serta hanya dimodali para pemilik perahu yang belum terjamin manfaatnya. "Ya memang seharusnya pemerintah daerah bisa memperhatikan keselamatan yang menyebrang dengan perahu eretan. Setidaknya, ada pemberian bantuan berbentuk pelam-

pung atau lainnya untuk mengantisipasi terjadinya tenggelam seperti kejadian kemarin. Mengingat selama ini tidak pernah ada bantuan sama sekali, baik kepada saya maupun kepada pengerek yang lain,”tutur Acang, ditemui dilokasi penyebrangan Bojong Tugu Rengasdengklok. Kata dia, semenjak terjadinya musibah tenggelamnya dua korban ibu dan anak kemarin lusa memang tidak menyurutkan omset jasa penyeberangan perahu miliknya. Tapi, akan elok ketika kepada pemerintah daerah bisa mengulirkan bantuan saran pengaman transportasi air tersebut bagi semua pengerekpengerek perahu penyebrangan Citarum. ”Kejadian tenggelam di Citarum bukan satu atau dua kali, tapi sudah sering. Kami bukan tak bisa menolong mereka yang tenggelam, akan tetapi ada kekhawatiran ikut tenggelam karena arus Citarum sudah dikenal deras. Untuk itu, kami sangat setuju kalau pemerintah memberikan bantuan kepada kami agar kami, sehingga kamipun lebih leluasa untuk menolong penumpang jika ada yang terjatuh ke Citarum,”ucapnya. Meski begitu, Aceng menyebutkan kalaupun nantinya ada masalah dalam pengadaan anggaran, maka kepada Pemkab dimintanya untuk dapat menyisihkan anggaran dari biaya pajak yang dimintai kepada para pengerek setiap satu tahun sekali sebesar kurang lebih Rp2 juta. "Kalau memang terkendala dari anggaran, mungkin Pemkab bisa menyisihkan alokasinya dari pajak yang dimintai kepada kami setiap tahunnya. Kami kira itu akan lebih berguna dan bermanfaat,"katanya. Sopyan (35), pengerek perahu

Citarum lainnya menambahkan, ketersediaan pengaman transportasi air Sungai Citarum memang perlu di proiritaskan. Apalagi, penyebarangan Citarum kerap dihadapkan kondisi yang rawan banjir mendadak. "Saya kira perlu sekali pemerintah menggarkan dana untuk bantuan pengerek-pengerek perahu penyebrangan ini. Dengan demikian, adanya jaminan keselamatan yang mendukung perahu penyebrangan kami tidak lagi membuat was-was dan menjatuhkan korban, karena tidak jarang perahu kami mengalami putus tambang pengerek atau ditempat kencangnya arus air Citarum,”pungkas Sopyan. Sementara, Kepala Dishubparpostel Karawang A Rokhuyun ketika hendak dimintai komentarnya oleh Fakta Karawang atas ususlan pengerak perahu eretan tersebut belum berhasil ditemui hingga berita ini ditulis. Begitu pula jajaran stafnya sedang tidak ada ditempat. "Bapak Kadis dan Sekdis lagi keluar kang, datang lagi aja ke sini besok," sebut seorang staf Dishubparpostel, enteng. Sekedar diketahui, jasa penyebrangan perahu eretan di Citarum kerap dimanfaatkan ratusan penyebrang dari Karawang maupun Bekasi. Jasa perahu ini bisa dimanfaatkan rata-rata di setiap penyebrangan sampai menampung 15 sampai 20 motor, dengan harga satu kali penyebrangan sebesar Rp 2 ribu. Sementara untuk untuk mobil perahu eretan bisa menampung sebanyak 2 unit dengan patokan harga jasa Rp 510 ribu. Dalam satu hari para pengerek perahu itu bisa mendapatakan omset hingga kisaran Rp300 ribu sampai Rp500 ratus ribu.(cim/dpn/alz)

Mobdes Untuk Kepentingan Masyarakat KARAWANG - Terhitung mulai 20 Desember Pemkab Karawang berencana menyerahkan 309 unit mobil Setelah sempat tertunda dua tahun, Pemerintah Kabupaten Karawang akhirnya merealisasikan pengadaan mobil operasional untuk desa. Bahkan, mobil desa (mobdes) tersebut bakal diserahkan kepada 309 desa/kelurahan, 20 Desember mendatang. "Pihak ATPM (agen tungga pemegang merk) menyatakan semua mobil pesanan telah siap. Kami menjadwalkan membagikan mobil itu, Kamis mendatang," ujar Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda, Hadis Herdiana, di kantornya, Senin (17/12). Dikatakan, semua mobil telah diberi logo Pemkab Karawang pada sisi kiri dan kanannya. Sedangkan di bawa logo tersebut tertera nama masing-masing desa penerima. "Logo dan nama desa dicat permanen. Dengan demikian logo dan nama tidak mudah dihapus," turur Hadis. Penambahan logo dan nama desa, lanjut Hadis, sengaja dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan mobil tersebut. Dengan adanya logo dan nama itu, para pengguannya diharapkan dapat lebih bertanggung

Foto: ist

DERET: Mobil-mobil mewah ini terlihat berderet dengan rapi.

jawab saat memakai mobil itu. Minimal, sambung Hadis mobil tersebut tidak dipakai untuk hal-hal yang tidak perlu."Status mobil itu pinjam pakai. Artinya mobil itu tetap merupakan aset Pemkab yang digunakan untuk kepentingan opersional desa," tukas Kepala Seksi Rumah Tangga, Bagian Umum Setda, Yayat Hidayatullah. Menurut Yayat, mobil itu milik masyarakat, dan tidak boleh dikuasai oleh kepala desa. Artinya, semua masyarakat yang

memerlukan dapat menggunakan mobil tersebut, tentunya dengan syarat-syarat tertentu. Modes itu, lanjut Yayat, bersipat multi guna. Jika ada masyarakat miskin jatuh sakit, mobil itu dapat dipakai sebagai pengganti ambulan. Bahkan tokoh agama pun dapat mamakainya jika ada kegiatan di luar daerah. Dikatakan, penyerahan modes akan dilakukan secara simbolis oleh bupati bagi 60 desa yang dianggap berprestasi. Acara penyerahakan dilakukan

di Lapang Karangpawitan berbarengan dengan peringatan Hari Ibu. Di hubungi terpisah Kepala Unit Registrasi dan Indentifikasi (Regiden)Samsat Karawang, Inspektur Satu Hery Nurcahyo mengatakan, STNK semua mobdes telah selesai di cetak. Dengan demikian, saat mobil dibagikan STNK dan plat nomornya sudah ada. "Kami memprioritaskan pencetakan dan pengurusan suratsurat modes. Sebab, mobil itu telah lama ditunggu," ujar Hery. Di tempat terpisah Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Karawang, Asep Komara mengaku besyukur atas terealisasinya pengadaan mobdes. "Kami telah memperjuangkan hal itu sejak tahun 2010 silam. Bahkan kami terpaksa berunjuk rasa beberapa kali agar pengadaan mobdes diwujudkan," ujar Asep Komara. Menurut dia, keberadaan modes itu memiliki arti penting bagi masyarakat desa. Terutama saat mereka jatuh sakit dan membutuhkan alat transfortasi ke rumah sakit. "Dengan adanya mobil itu, masyarakat tidak perlu mengeluarkan dana besar saat harus diboyong ke rumah sakit," tandas Asep (ssp)

Foto: Zack

PADAM: Lampu lalu lintas di depan kantor Pemkab Karawang mati.

Lampu Merah Pemda Rusak Kendaraan Nyaris Tabrakan KARAWANG – Lampu merah dekat komplek Pemkab Karawang rusak. Padahal, alat tersebut merupakan salah satu alat pembatu pengatur lalu lintas dititik strategis Kota Karawang. Namun, sampai Senin (17/ 12), lampu merah dekat komplek Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang yang rusak terpantau masih dibiarkan dan belum diperbaiki. Akibat hal itu, sejumlah pengendara kendaraan meminta lampu merah pengatur lalu lintas di wilayah kota itu agar segera diperbaiki untuk menghindari kecelakaan lalu lintas. Deni (28), seorang warga yang setiap harinya melintasi kawasan lampu merah Pemda tersebut ditemui Fakta Karawang mengatakan, sejak pagi kemarin saat ia melintasi lampu merah alat bantu pengatur lalu lintas itu sudah dijumpai rusak. “Tadi pagi ketika saya lewat, lampu yang nyala itu hanya lampu kuning, yang merah dan hijau tidak ber-

fungsi” ujar Deni. Hingga siang kemarin, kata dia, belum terlihat ada petugas yang memperbaiki lampu merah itu. Padahal arus lalu lintas sempat terlihat kacau lantaran tidak bekerjanya lampur merah tersebut. “Sekarang bisa kita lihat, kendaraan dari empat arah maju bersamaan. Sehingga ini bisa membahayakan pengendara. Tapi sampai siang ini belum ada petugas yang memperbaiki lampu merah ini,” kata Deni, dilokasi lampu merah ini. Lebih lanjut, Deni menyebutkan seharusnya petugas atau instansi terkait dengan kondisi itu bisa cepat tanggap melakukan perbaikan lampu merah. Terlebih lokasi lampu merah ini berada di simpul strategis Kota Karawang. Dimana aktifitas lalu lintasnya lebih padat dibanding titik lokasi lain. “Petugasnya harus tanggap untuk cepat memperbaiki ini. Kalau tidak, lampumerahyangadadidekatkomplek Pemda ini bisa membahayakanpengendara,”tandasDeni.

Rangga (16), seorang siswa SMA Negeri dekat lampu merah Pemda itu mengaku khawatir dengan tidak berfungsinya lampu merah tersebut. Sebab, ketika lampu merah bisa berfungsi baik, maka kekhawatiran melintasi titik kota ini hingga terjadi kecelakaan akan tidak muncul. Sebaliknya, saat rusak kendaraan menumpuk lalu lintas juga tampak lebih semrawut. “Saya jadi takut mau nyebrang. Kalau pas lampu merahnya bener, kendaraan jadi tertib. Tapi saat rusak kaya gini, gak ada mobil atau motor yang berhenti. Jadi mau nyembrang juga takut tertabrak,” jelas Rangga. Akibat kerusakan itu, pantaua Fakta menyebutkan titik simpul lampu merah dekat Pemkab trlihat tak teratur dilalui kendaraan yang melintas dari empat arah berlainan. Bahkan, beberapa sempat beberapa kali terlihat hampir bertabrakan dengan kendaraan lainnya.(zck)


FAKTA KARAWANG

selasa, 18 DESEMBER 2012

HALAMAN 7

Laporan Dana Kampanye Kurang Terbuka Bandung- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Barat menilai kurang terbukanya laporan dana kampanye dari setiap kandidat menjadi catatan yang harus diperhatikan karena banyak pasangan calon yang tidak terbuka dalam melaporkan dana kampanyenya. “Selama ini, perbandingan dana kampanye yang dilaporkan oleh tim pasangan calon sangat jauh dengan dana yang dipakai sesungguhnya,” kata Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Barat, Edi Jaenudin, di Bandung, Senin (17/12). Pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jabar 2008, kata dia, dana kampanye yang dilaporkan tim pasangan calon berkisar antara Rp12,5 miliar hingga Rp35 miliar. “Padahal, sesungguhnya dana yang mereka habiskan sekitar Rp60 miliar

sampai Rp350 miliar. Terlihat jomplang kan perbedaannya,” kata Edi. Dikatakannya, ketidakjujuran dalam pelaporan dana kampanye akan berpengaruh terhadap kebijakan yang diambil ketika pasangan calon terpilih menjadi gubernurwakil gubernur. Oleh karena itu, pihaknya khawatir jika kebijakan pemerintah yang diambil nanti hanya demi kepentingan donatur tersebut. “Kalau tidak diungkap secara jujur, kebijakan pemerintah hanya akan menguntungkan donatur itu,” katanya. Akan tetapi, pihaknya menyadari jika hal tersebut sulit dihindari karena hampir seluruh tim kampanye telah menyiapkan cara untuk menyiasati hal tersebut. Ia menuturkan, salah satu cara yang sering di-

lakukan tim kampanye yakni dengan mengecilkan nominal pemberian donatur. “Biasanya terjadi pada donatur yang menyerahkan bantuan melebihi ketentuan. Misalkan ketika ada yang menyerahkan Rp500 juta, tim kampanye melaporkannya hanya Rp300 juta,” katanya. Sementara itu, lanjut dia, perolehan bantuan dana kampanye yang di bawah Rp2,5 juta tidak wajib dilaporkan. “Maka dari itu, auditor keuangan harus mampu mengungkap total dana kampanye yang sesungguhnya,” kata dia. Menyikapi permasalahan dana kampanye tersebut calon gubernur Jabar 2013 dari PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka mengatakan bahwa tingginya perbedaan dana kampanye yang dilaporkan dengan dana yang digunakan karena banyaknya

penerimaan bantuan dari donatur yang berjumlah kurang dari Rp2,5 juta. Sehingga, kata Rieke, pihaknya memang tidak melaporkan bantuan yang jumlahnya di bawah Rp2,5 juta. “Dan memang aturannya seperti itu kan, sumbangan di bawah Rp2,5 juta tidak perlu dilaporkan,” katanya. Rieke mengatakan bahwa dirinya banyak menerima bantuan dari para relawan yang bukan merupakan tim kampanye, sehingga, tidak ada ketentuan yang mengharuskan relawan untuk melaporkan sumbangannya. “Yang harus melaporkan dana itu kan tim kampanye. Sehingga kami kesulitan atau bahkan tidak mungkin untuk menyuruh relawan agar melaporkan dana bantuannya,” kata Rieke. (jay/ant)

Foto: Zaelani

UNDI: Suasana dalam Rapat Pleno KPU Jabar saat pengundian nomor urut pasangancalon di perhelatan Pulgub Jabar.

Rieke Diah Pitaloka

Dedi Yusuf

Ahmad Heryawan

Dikdik Mulyana

Irianto MS Syafiuddin

Perang Bintang Makin Ketat Ditetapkannya lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2013, dipandang memiliki potensi persaingan yang sangat ketat. Hal itu diungkapkan calon Gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Rieke Diah Pitaloka. “Memang kami akui Pilgub 2013 ini sangat ketat, persaingan juga sangat berat,” ungkap Rieke kepada wartawan usai menghadiri papat pleno terbuka penetapan dan pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur jawa barat 2013 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Jalan Garut, Bandung, Jawa Barat, Senin (17/12/2012). Baik Rieke maupun Teten juga tidak mengharapkan adanya persaingan saling menyerang antara individu. Dia berharap, persaingan itu lebih diarahkan kepada konsep yang akan ditawarkan kepada masyarakat.

“Memang berat, tapi kami ingin bersaing secara sehat,” tegas Rieke. Sementara itu satu-satunya calon gubernur dari jalur independent dalam pemilihan gubernur Jawa Barat 2013, Dikdik Mulyana Arif Mansyur yang berpasangan dengan Cecep NS Toyib, mengaku tidak mau memanfaatkan jaringan kepolisian yang dimilikinya untuk memenangkan pertarungan dalam pilgub mendatang. Dikdik adalah mantan Kepala Polda Sumatera Selatan. Ia mengajukan pensiun dini untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Barat. “Saya tidak mau memanfaatkan jaringan kepolisian untuk pemenangan saya dalam Pilgub. Saya maju dalam Pilgub bukan sebagai anggota kepolisian, jadi saya tidak akan aji mumpung,” kata Dikdik kepada wartawan usai menghadiri rapat pleno terbuka penetapan dan pengumuman

pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2013 di Kantor Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Jalan Garut, Bandung, Jawa Barat, Senin (17/12/2012). Menurut Didik, jika meminta bantuan kepada kepolisian, ia takut kemenangannya tidak menjadi berkat. Dikdik juga tidak memasang target pemenangan, dirinya lebih memilih pasrah terhadap apapun yang terjadi. “Yang nawarin bantuan dari kepolisan sih banyak, tapi saya tidak mau, saya lebih memilih pasrah saja, saya tidak akan memperbantukan polisi meskipun banyak kawan-kawan saya di Kepolisian,” tegas Dikdik. Dikdik juga tidak akan mempermasalahkan siapa yang akan terpilih nanti. Ia hanya berharap siapapun yang terpilih nanti adalah pemimpin yang terbaik. “Saya tidak merasa bersaing dan disaingi. Saya ya-

kin, siapapun yang terpilih nanti adalah yang terbaik dan saya adalah orang yang akan pertama kali mengucapkan selamat kepadanya,” katanya. Seperti diberitakan, pasangan Dikdik - Toyib menjadi satu-satunya pasangan dari jalur independen dalam Pilgub Jabar 2013. Pasangan ini lolos untuk bertarung di Pilgub karena memenuhi persyaratan 1,47 juta dukungan dari 26 kabupaten/kota atau sekitar 3 persen. Pasangan ini akan bertarung melawan empat pasangan kuat dari jalur partai, yakni, incumbment Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar, incumbment Partai Demokrat (PD) Dede Yusuf - Lex Laksamana, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki dan Partai Golongan Karya (Golkar) Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim. (jay)

Hasil Pleno, 5 Paslongub Siap Tempur BANDUNG - Lima bakal pasangan calon yang sejak awal mengikuti proses pencalonan akhirnya ditetapkan menjadi calon dan siap bertempur dalam bursa Pilgub Jabar 2013. Seperti terungkap dalam ‘Rapat Pleno Terbuka Penetapan dan Pengumuman Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013’ di Aula KPU Jabar, Jalan Garut 11, Senin (17/12). Kelima kandidat tersebut yakni Dikdik Muliana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki, Dede Yusuf dan Lex Laksamana, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, serta pasangan Irianto MS Syafiuddin (Yance) dan Tatang Farhanul Hakim. Mereka dinilai memenuhi syarat dan dinyatakan berhak maju ke tahapan Pilgub Jabar 2013 selanjutnya. Rapat pleno terbuka itu dipimpin langsung Ketua KPU

Jabar Yayat Hidayat. Ia didampingi 4 komisioner yakni Teten Setiawan, Iin Endah Setiawati, Ferdhiman dan Achmad Heri. Semua calon tampak hadir dengan pengawalan tim kampanye masing-masing, kecuali Cagub Dede Yusuf dan Cawagub Tatang Farhanul Hakim yang tak nampak di sana. Yayat menegaskan, penetapan pasangan calon oleh KPU Jabar tersebut dilandasi beberapa pertimbangan. “Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami untuk meloloskan para kandidat, antara lain pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani, verifikasi faktual pasangan perseorangan dengan dukungan mencapai 1.490.497, dan penelitian terhadap dokumen persyaratan yang diajukan oleh 10 bakal calon yang ditindaklanjuti dengan mengagendakan verifikasi ke instansi berwenang,” ungkap Yayat.

Dari pantauan di lokasi, rapat pleno terbuka itu diisi pula dengan agenda tambahan menyangkut penjelasan dana kampanye yang disampaikan Ketua IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) Jawa Barat, Jainudin, dan penjelasan DPS hasil pemutakhiran data yang dilakukan PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih). Sementara itu, agenda penetapan sekaligus pengundian nomor urut para calon direncanakan akan digelar hari ini, Selasa (18/12). Menurut Ketua Pokja Sosialisasi KPU Jabar Aang Ferdhiman, agenda tersebut akan disiarkan langsung di sebuah stasiun televisi swasta. “Karena nanti saat pengundian nomor kita on air, kami mohon kepada 5 pasangan calon Wakil Gubernur Jawa Barat agar hadir dalam galdi resik malam ini (tadi malam-red),” imbaunya usai rapat pleno. (jay)

Berkurang, DPS PIlgub Jabar Dikritisi Para calon Gubernur dan calon wakil gubernur Jabar 2013 mengkritisi permasalahan daftar pemilih sementara (DPS) yang berkurang setelah dilakukan verifikasi oleh KPU Jawa Barat, seperti yang dilakukan oleh Ahmad Heryawan yakni dengan mencermati DPS tersebut. “Kita akan mencermati, Kalau di print out hard copy-nya, banyak sekali sampai dua truk.

Kita cermati satu per satu, kita bagi ke setiap kabupaten/kota, siapa tahu ada ‘double name’ atau yang tidak terdaftar,” kata Ahmad Heryawan, di Kota Bandung, Senin (17/12). Ia menuturkan, berkuranganya DPS pada Pilgub Jabar 2013 dari sekitar 36 juta orang menjadi 32 juta merupakan hasil verifikasi yang dilakukan oleh KPU Jawa Barat. “DPS berkurang, itu hasil verifikasi yang dilakukan oleh KPU Jabar. DP4 dari provinsi itu sekitar 36 juta lalu berkurang jadi 32 juta. Jadi kita ikuti saja proses ini ya,” kata dia. Pihaknya memuji kinerja KPU Jawa Barat dalam

Foto: Zaelani

DPS: Seorang warga tengah melihat tumpukan DPS.

melakukan verifikasi Data Penduduk Pemilih Potensial

Potensial (DP4) menjadi DPS untuk Pilgub Jabar. “Apalagi

sekarang KPU Jabar sangat bagus, karena melibatkan

proses penatapan itu kepada masyarakat dan parpol. Dulu tidak ada, DPS diserahkan ke partai politik. Sekarang kan, dari KPU diserahkan ke setiap pasangan calon untuk dikoreksi,” katanya. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Koalisi Babarengan, Didin Supriadin menambahkan saat ini posisi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Sementara (DPS) menjadi hal penting dan krusial paling rentan. Oleh karena itu, tim yang mengusung Dede Yusuf dan Lex Laksamana di Pilgub Jabar 2013 ini, sejak dini dirinya terus mengingatkan

agar ada perhatian khusus dalam DPS. “Sebelumnya kan tidak seperti itu, bahkan pemilihnya luar biasa. Kami belum yakin jadi 32,2 juta itu harus betul-betul dicek kaitan dengan validasinya,” kata Didin. Ia mengaku akan konsisten mengecek, terlebih internal pasangan Dede Yusuf dan Lex Laksamana sudah ada struktural partai dan relawan. “Jadi DPT ini akan di kritisi oleh partai koalisi kami. Jika memang ada temuan akan dilaporkan untuk jadi bagan perbaikan. Jangan sampai jadi satu titik masalah awal kecurangan Pilgub Jabar 2013,” ujarnya.(jay)


selasa, 18 DESEMBER 2012

Rendah Partisipasi Pemilih Karena

Isu Daging Oplos Pedagang Merugi BEKASI – Sejumlah pedagang daging sapi di pasar tradisional Bekasi mengaku uturn omset menyusul merebaknya isu oplosan daging babi. Penurunan omset pedagang membuat penjualan anjlok hingga 50 persen dari biasanya. “Wahbepengaruhbanget, masyarakat pada takut beli,” kata Dulah, pedagang daging sapi di Pasar Baru Bekasi, Senin, (17/12). Biasanya,kata dia, penjualan daging bisa laku hingga 1 kwital dengan omzet hingga Rp8 juta per hari. Namun sejak ramai isu daging sapi oplosan hanya mampu menjual kurang dari 50 kilogram. Ia mengatakan sejumlah penjual bakso banyak yang mengurangi pembelian. Bahkan pedagang bakso yang tidak lagi membeli daging padanya. Kecuali itu, pembeli dari restoran dan juga dari para tukang baso juga ikut sepi. “Kalau sekarang banyak pedangan baso yang membeli hanya setengahnya saja dari biasanya,” ujarnya. Kata Dulah, secara kasat mata ada perbedaan antara daging sapi

dan daging babi untuk daging sapi segar berwarna merah dan tidak amis. Sedangkan daging babi warnanya pucat dan lebih amis dari sapi. “Tapi kalau sudah dicampur dan menjadi baso memang sulit untuk dibedakan,” jelasnya. Menurut dia, banyak pembeli yang bertanyatanya dan memastikan bahwa daging yang dijualnya tidak dioplos dengan babi. Dulah memastikan bahwa di Pasar Baru tidak dijual daging babi. Pedagang lainnya Komar yang berdagang di Pasar Bintara juga mengatakan hal yang sama penjualan daging sapi miliknya merosot hingga 40 persen dari biasanya. “Isu oploson daging sapi pengaruhnya sangat terasa. Penjualan daging saya turun hingga 40 persen. Padahal seluruh pedagang daging di pasar tersebut berkomitmen tidak menjual daging oplosan,” ujarnya. Ia mengatakan dirinya hanya mampu menjual 30-40 kg dengan harga per kg Rp 90.000. Padahal biasanya mampu menjual 50-70 kg. (net)

Foto : alz

OPLOS: Fatimah (45) pedagang daging sapi lainnya yang juga mengaku turun omset menyusul isu daging oplos.

8

Jadwal dan Kontestan

foto : net

COBLOS : Salah satu lokasi TPS yang digunakan di Pemilukada Kota Bekasi

Tiga Pemilih

Diamankan Petugas BEKASI - Tiga orang diamankan petugas Panwas kecamatan karena kedapatan menggunakan surat undangan milik orang lain saat melakukan pencoblosan di TPS 30 Pekayon jaya Bekasi Selatan. Ketiga pelaku bernama Agus, Wahyu dan Rohman yang merupakan warga Purwakarta dan tidak terdaftar sebagai pemilih tetap. Ketika diamankan petugas mendapati identitas yang tertera pada surat undangan ketiganya tidak sesuai dengan KTP pelaku. Mereka mengaku surat undangan atas nama pemilih lain itu diberikan oleh seorang oknum PPS bernama Nagam. Mereka juga menyampaikan telah diminta untuk memberikan hak suara mendukung salah satu calon

yang ikut bersaing dalam Pilkada Kota Bekasi. Belakangan diketahui ketiganya diduga diperintahkan oknum Petugas Pemungutan Suara (PPS). Kendati diakui pelaku bahwa mereka sama sekali tak dijanjikan imbalan apapun atas hal itu. Jika terbukti melakukan tindak pidana, maka ketiga pelaku ini akan diserahkan ke pihak kepolisian. Namun jika tidak terbukti, ketiganya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Sementara angka golput pada pemilihan pilkada kali ini tergolong tinggi mencapai 50 persen dari jumlah pemilih yang mencapai 1,6 juta pemilih. Seperti yang terpantau di TPS Perumnas 2 Bekasi Selatan, dari 500 anggota daftar pemilih tetap,

hanya setengah yang menggunakan hak suara. Diduga karena figur lima pasangan calon walikota dan wakil walikota Bekasi yang bersaing tidak memenuhi harapan publik. Diperparah rendahnya sosialisasi membuat angka golput tinggi. Hingga kini pihak Panwaslu belum bisa menetapkan bentuk pelanggaran yang terjadi dalam proses Pilkada Bekasi itu. Apakah pelanggaran administratif atau masuk dalam pelanggaran pidana. Jika masuk pelanggaran dalam ranah pidana, maka akan diserahkan ke pihak kepolisian. Namun jika tidak, maka ketiganya diijinkan pulang dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan oleh pihak Panwaslu.(net)

BEKASI - Faktor lain yang menyebabkan rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Bekasi 2012, disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi, Syafrudin, karena beberapa faktor. Diantaranya, terdapat permasalahan akibat padatnya jadwal pemilihan umum di Bekasi, hingga faktor kontestannya itu sendiri. Berdasarkan hasil hitung cepat (Quick Count) yang dilansir oleh lembaga survei Citra Publik Indonesi (CPI) dan Lingkaran Surveyor Indonesia (LSI), partisipasi pemilih di Pilkada Kota Bekasi 2012 hanya mencapai 48.81 persen. Sementara, Indo Survey dan Strategy juga menyatakan partisipasi pemilih sebesar 49 persen. Angka ini jauh dari target yang dicanangkan KPUD Kota Bekasi, yang mencapai 75 sampai 80 persen. Namun tudingan justru banyak mengarah kepada kinerja KPU terkait rendahnya partisipasi pemilih di Kota Bekasi. Ini terkait aspek sosialisasi Pilkada dan upaya untuk memberikan motivasi kepada pemilih. Meski, ungkap Syafrudin, KPU sudah memaksimalkan pelaksanaan program sosialisasinya dilapangan. Syarifudin menjelaskan terdapat faktor lain yang menyebabkan rendahnya minat masyarakat untuk menggunakan hak suaranya. Salah satunya kontestan yang dianggap tidak mampu memimpin Bekasi sehingga tidak bisa menarik minat warga untuk memilih. “Bisa jadi dari kontestannya sendiri. Atau faktor lain lagi, sejak 2008 kemudian 2009 ada Pileg dan Pilpres. Semua pemilihan ini sangat menguras energi warga Bekasi,” kata Syafrudin kepada wartawan Senin (17/12). Pada masa mendatang, ujarnya, perubahan pandangan masyarakat harus melibatkan semua pihak, tidak hanya dibebankan pada KPU saja. Antara lain partai politik dan pasangan calon yang nantinya keluar sebagai pemenang Pilkada. “Banyak warga yang menuntut perubahan yang signifikan setelah Pilkada agar jangan hanya menjadi formalitas politik belaka. Ini adalah tanggung jawab dari partai politik dan program kerja dari pemenang Pilkada, sehingga pada masa mendatang motivasi pemilih akan kembali terbangun,” katanya. Berdasarkan hasil cepat Indo Survey & Strategi, pasangan Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu (PAS) keluar sebagai peraih suara terbanyak dengan torehan 42,22 persen dari total jumlah pemilih sebanyak 833 ribu jiwa. Namun rencananya KPUD baru akan menetapkan pemenangn Pilkada Kota Bekasi 2012 pada 9 Desember mendatang.(net)


Sport

SELASA, 18 DESEMBER 2012

9

Umuh-Bobotoh Kecewa

DUEL: Pemain Persib Dzumafo tengah berduel dengan salah seorang pemain Persisam Putra Samarinda.

BANDUNG – Kekalahan Persib Maung Bandung atas Persisam 02, MInggu malam kemarin, membuat managemen dan bobotoh kecewa. Persib terlalu percaya diri dan melupakan pertahanan. “Saya kecewa dengan hasil ini (kekalahan). Memang kemarin anak-anak bermain bagus. Dari materi pemain juga bagus. Hingga babak pertama kita mendominasi. Tapi masuk babak kedua tensi permainan anak-anak malah menurun dan ini yang kemudian dimanfaatkan Persisam,” ucap Manager Persib Maung Bandung, Umuh Muchtar. Umuh berharap, kekalahan ini menjadi evaluasi secepatnya oleh jajaran pelatih, sebelum liga bergulir. “Itu harus menjadi evaluasi bagi semuanya untuk menghadapi liga mendatang,” kata Umuh. Hasil ini pun membuat bobotoh juga kecewa. Agus, salah satunya. Dia yang jauh-jauh datang dari Bandung ke Solo khu-

Umuh Muchtar

sus untuk menyaksikan Persib Maung Bandung, malah mendapati tim kesayangannya kalah. Namun pria asal Buah Batu Bandung ini berharap, Persib bisa bangkit dan melakukan evaluasi untuk menghadapi liga mendatang. (bay)

Foto: net

Kekalahan Persib 0-2 dari Persisam

Mental Jadi Faktor Penting BANDUNG – Banyak faktor yang menjadikan Persib Maung Bandung kalah 0-2 dari Persisam Putra Samarinda dalam partai semi final Inter Island Cup (IIC) 2012 kemarin. Selain mental dan menurunnya penampilan para pemain, juga soal masa transisi. Bek kiri Persib Bandung, Tony Sucipto, menyebut kelemahan yang membuat timnya kalah 0-2 dari Persisam Samarinda adalah masa transisi. Tony yakin dengan waktu yang ada timnya bisa memperbaiki kelemahan tersebut sebelum turun di Liga Super Indonesia 2012/13 awal Januari nanti. “Kelemahan kita adalah transisi. Dengan waktu sisa, kita bisa membuat tim lebih baik. Transisilah yang membuat Persib harus kebobolan,” ujar Tony. Selain masa transisi dari me-

nyerang ke bertahan dan sebaliknya, Tony pun menilai kekurangan Persib lainnya di laga ini adalah lemahnya penyelesaian akhir. Kekalahan dalam partai semifinal Inter Island Cup 2012 ini, menjadi pelajaran penting untuk awal kompetisi mendatang. “Ini pelajaran penting buat awal kompetisi. Jadi kelemahan harus kita benerin, kekurangannya gimana. Main sama dengan permainan kita sendiri, mungkin karena yang dibilang selama ini, penyelesaian akhir,” tuturnya. Sebagai pemain, Tony merasa kecewa atas kekalahan ini. Tony pun yakin, bobotoh pun mengalami kekcewaan yang sama. “Kecewa pasti, tahu pengorbanan bobotoh,

sudah datang jauh ke sini (Solo). Kekalahan ini juga membuat kami sebagai pemain kecewa,” tandasnya. Sementara itu, Pelatih Persib Maung Bandung, Djadjang Nurdjaman menilai beberapa pemainnya yang turun dalam laga semifinal Inter Island Cup 2012 melawan Persisam Samarinda, di Stadion Manahan Solo, Minggu (16/12), tampil di bawah form. Itu menjadi salah satu alasan Janur memaksimalkan 3 pergantian pemain di babak kedua. Dalam duel tunggal ini Persib kalah 0-2 dari Persisam. Djanur menyebut beberapa pemain tidak tampil maksimal, diantaranya adalah Dzumafo Epandi dan Mbida Messi. Dalam keadaan tertinggal 0-1,

akibat gol Aldaer Makatindu, Djanur pun mengganti Messi dengan Kenji Adachihara pada menit 58. Beberapa menit kemudian, Djanur pun menarik Dzumafo dan menggantinya dengan Airlangga. “Memang penampilan dia (Dzumafo) masih kurang berkembang di babak kedua dibanding babak pertama. Main di bawah form. Dan banyak pemain kami yang offday hari ini sehingga secara tim kami cukup keteteran. Banyak yang main di bawah form, termasuk Messi juga,” ungkapnya. Satu pergantian pemain terakhir yang dilakukannya adalah menukar Asri Akbar dengan Hariono setelah terjadi gol kedua Persisam oleh Lancine Kone pada menit 75. Di posisis bek kiri, Janur mem-

percayakan kepada Tony Sucipto. Di awal pertandingan, serangan ke daerah pertahanan Persib banyak terjadi melalui pos ini. Mencermati posisi bek kiri ini, Janur menilai kedua pemainnya di posisi tesebut (Tony Sucipto dan Jajang Sukmara) memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda. Namun Janur memilih menempatkan Tony untuk berduel dengan Ferdinand Sinaga yang benyak beroperasi di area tersebut. “Bek kiri, kami melihat posisi yang urgent (penting). Saya juga melihat sebenarnya Tony dan Jajang memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda. Dan kami lebih memilih untuk tidak mengganti Tony. Selain kuota pergantian pemain juga sudah habis, sudah 3 pergantian kan,” tutur Djanur. (bay)

Persisam Manfaatkan Kelengahan Persib SOLO - Pelatih Persisam Samarinda, Sartono Anwar menilai permainan timnya baru berkembang di babak kedua. Sebaliknya, menurut Sartono, permainan Persib justru lebih berkembang di babak satu. Persisam berhasil mencetak 2 gol tanpa balas di babak kedua. “Kami bersyukur dapat memenangkan pertandingan ini dan kami juga ada keberuntungan karena Persib babak kedua kurang berkembang. Kami babak pertama kalah berkembang. Ini yang mungkin membuat pemain Persib tidak menyangka bahwa kami bangkit di babak kedua dengan pergantian 2 pemain,” ucap Sartono dalam konferensi pers setelah pertandingan semifinal Inter Island Cup di Stadion Manahan, Solo, Minggu (16/12). Sartono bersyukur para pemainnya menunjukkan kerja keras tinggi di lapangan, ditunjang dengan kedisiplinan sehingga bisa mendapat hasil memuaskan. Persisam mencetak 2 gol kemenangan atas Persib, lewat tendangan Aldaer Makatindu (menit 54) dan Lancine Kone (75'). Menurut Sartono, timnya lebih tertekan di babak satu. Karena di paruh pertama tersebut, Sartono menilai permainan Persib lebih berkembang. Akan lain

Foto: net

Tim Persisam Putra Samarinda

caeritanya jika di babak satu tersebut Persib berhasil mencetak gol. Maka Sartono pun tak menampik jika ada sentuhan keberuntungan dalam keme-

nangannya. “Jangan katakan Persisam berhasil karena pelatih. Kita berhasil karena pemain bermain sesuaa kebutuhan tim. Babak pertama,

kita harusnya udah kalah. Kalau babak 1 kita udah kalah 2-0, babak kedua mungkin kita bisa jadi bulan-bulanan Persib. Kita beruntung, bola pertama kena

tiang, lalu kena kiper. Kami masih dalam suasana selalu ada keberuntungan dan nasib baik,” aku Sartono. Sartono menyebut ada 3 pemain muda, mantan tim PON Kaltim, yang tampil di lapangan. Kendati tidak mendapat pengalaman bermain sebanyak para pemain Persib, namun Sartono telah memberi suntukan motivasi kepada para pemain muda ini untuk tidak takut menghadapi siapapun. Mantan pelatih Persikab Kabupaten Bandung ini pun menyebut bahwa pemain muda ini telah bekerja keras demi mendapatkan kesempatan main menjadi pemain inti atau sekedar masuk Daftar Susunan Pemain (DSP). “Kami sudah memotivasi mereka, kalau takut jangan main bola, harus berani, lebih-lebih duel dengan pemain asing. Saya tekankan untuk tidak takut, takut salah, takut kalah, takut tanding, takut beradu, tidak ada rumusnya. Ini kesempatan pemain muda untuk menjadi pemain besar. Dan kalau pemain muda mau menjadi besar, lawan-lawannya harus besar dan mereka harus bisa mengatasi, baru mereka bisa jadi pemain besar,” papar pelatih yang merupakan ayah dari Nova Arianto ini.(bay)

Rossi-Lorenzo Disangsikan Bisa Kompak GERNO DI LESMO – Keputusan Yamaha untuk menerima kembali Valentino Rossi dianggap sebagai suatu kesalahan. Sengitnya persaingan Rossi dengan Jorge Lorenzo membuat kedua pembalap akan sulit bekerja sama. Hal itu diungkapkan oleh Masao Furusawa, mantan bos Yamaha selama Rossi masih memperkuat pabrikan motor asal Jepang itu. Furusawa memprediksikan kedua pembalap akan bersaing sengit untuk menjadi yang terbaik.

Seperti diketahui, keputusan Furusawa untuk meninggalkan Yamaha pada musim 2010 tak lepas dari keputusan The Doctor yang memutuskan hengkang ke Ducati. Furusawa dikenal sangat dekat dengan mantan pembalap Honda itu. Ketika Rossi masih di Yamaha, pembalap asal Italia itu meminta kepada manejemen membuat tembok pembatas di garasi mereka. Saat itu, The Doctor tidak mau berbagi data dengan sang junior.

“Saya rasa fans akan menikmati dengan Rossi dan Lorenzo kembali bersatu. Namun, akan sulit bagi orang yang berada di dalam garasi bersama mereka,” jelas Furusawa, kepada Motosprint. “Saya rasa Lorenzo dan Rossi akan bertarung habis-habisan. Ini akan sangat bagus, tapi menjadi masalah buat Yamaha. Saya tidak bisa melihat ada orang yang bisa mengatasi situasi itu. Pendapat saya situasi akan makin sulit dan sulit,” tandasnya. (net)

Foto: net

SALAMAN: Rossi dan Lorenzo dalam sebuah podium.

Foto: net

ANGKAT TANGAN: Grosjean tengah berekspresi merayakan kemenangannya.

Grosjean The Best of The Best BANGKOK – Pembalap Formula 1 Romain Grosjean akhirnya berhak menyandang predikat best of the best setelah keluar sebagai juara di ajang Race of Champions 2012. Grosjean berhasil mengalahkan juara delapan kali ajang balap Le Mans, Tom Kristensen di final. Grosjean unggul dengan skor 2-0 usai menang di kategori RoC buggies dan KTM X-Bows. Pembalap asal Prancis berusia 26 tahun tersebut bergabung dengan Didier Auriol, Sebastian Loeb, dan Sebastian Ogier sebagai pembalap Negeri Mode keempat yang memenangi ajang ini. Dalam perjalanannya ke final, bekas juara GP2 itu berhasil mengalahkan juara F1 tiga kali, Sebastian Vettel dan juga juara F1 tujuh kali, Michael Schumacher. Grosjean yang tergabung di Grup C, berhasil lolos ke perempatfinal dengan status runnerup di bawah Schumi.

Di perempatfinal, Grosjean bertemu dengan Vettel. Grosjean berhasil menang karena terbantu oleh insiden mobil KTM Vettel yang menabrak dinding di awal lomba. Di semifinal, Grosjean kembali bertemu dengan Schumi. Bila di penyisihan grup lalu Grosjean kalah, maka kali ini pembalap yang musim lalu tergabung bersama Lotus itu berhasil menang. “Sungguh gila, persaingan di grup amat sulit, tapi saya tetap bisa lolos. Lalu saya harus bertemu Sebastian Vettel di perempatfinal sebelum Michael Schumacher di semifinal. Duo Jerman yang mengalahkan kami di final RoC Nations Cup,” kata Grosjean seperti dikutip dari Crash. “Kemudian di final bertemu Tom. Saya beruntung berada di mobil dan waktu yang tepat,” ujar Grosjean yang masa depannya di Formula 1 belum jelas. (net)

Foto: net

KESAL: Kobe Bryant terlihat kesal saat dinyatakan pelanggaran oleh wasit.

Bryant Antarkan Kemenangan Lakers PHILADELPHIA – Los Angeles Lakers (11-14) untuk pertama kali meraih dua kemenangan beruntun pada musim ini. Kobe Bryant berhasil memimpin rekannya untuk menumbangkan Philadelphia 76ers 111-98. Lima pemain Lakers berhasil mencetak angka di atas 10 poin. Dipimpin oleh Kobe Bryant yang mengemas 34 poin, lalu Metta World Peace dengan 19 poin dan 16 rebound (tertinggi sepanjang kariernya). Dwight Howard juga tampil baik dengan menghasilkan 17 poin dan 11 rebound untuk Lakers, Darius Morris mengumpulkan angka tertinggi selama karier di NBA dengan membuat 15 poin dan Chris Duhon menambah dengan 14 poin.

Tanpa kehadiran dua pemain bintang Steve Nash dan Pau Gasol yang masih cedera, membuat keseimbangan Lakers sedikit terganggu. Terbukti, beberapa pertandingan sebelumnya sempat dilewati dengan kekalahan. Lakers tampil menyerang sejak kuarter pertama. Hasilnya, Kobe dkk menutup kuarter pertama dengan keunggulan 60-50. Dominasi berlanjut di kuarter ketiga. Kobe Bryant dkk menutup kuarter ini dengan memimpin 87-73. Sixers sempat bangkit di kuarter empat. Dipimpin Nick Young yang menghasilkan 30 poin untuk tim tuan rumah, Sixers berhasil memperkecil ketinggalan dengan skor 91-82, ketika pertandingan tersisa 8 menit 27 detik.(net)


Ariel Tak Mau Disebut Duda Keren Predikat ‘duren’ alias duda keren banyak disematkan orang kepada vokalis NOAH, Ariel. Tak dapat dipungkiri memang, pesona dan karismanya telah membuat kaum hawa terbius untuk memujanya. Ketika sebutan itu diketahui oleh Ariel, dia justru merasa terlalu muluk. Dia hanya ingin disebut duda saja, tanpa embel-embel keren.

“Masa sih, ya kalau gitu kan orang-orang yang bilang, saya gak tau, saya duda aja,” tukas Ariel di Pameran Napi Craft 2012, The East Building, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/12). Dengan kesendiriannya, Ariel mengaku tak merasa kosong. Baginya, kegiatan keartisan selama ini membuatnya merasa belum perlu untuk mengisi kekosongan.

“Sekarang belum ada waktu istirahat, gak ada waktu kosong, tiap hari ada kegiatan,” lanjutnya. Saat ini, sang vokalis memang tengah sibuk berkutat dengan temantemannya. “Ya memang kerjaan lagi banyak sekali, banyak yang tertinggal, orang lain juga berharap banyak. Jadi sekarang fokus buat temen-temen,” tandas Ariel. (kpl/ato/ rea/dar)

selasa, 18 DESEMBER 2012

Ariel

HALAMAN 10

Benci Orang Pembohong

Rasanya Tak Tertandingi Pepes Walahar

BAGI pecinta makanan atau kuliner, pastinya tak akan melewatkan makanan yang satu ini. Yakni, Pepes Walahar. Pepes yang merupakan ikon dari Rumah Makan Pepes Jambal H. Dirja yang terletak di tepi Bendungan Walahar, Desa Walahar, Klari, Karawang, Jawa Barat. Nah, Pepes Walahar ini berbeda dengan kebanyakan pepes yang ada di mana pun. Yang menjadi perbedaannya, tentu saja rasanya. Bayangkan, rasa pepes ini begitu nikmat. Sekali mencoba, anda pasti ketagihan. Biasanya, pepes akan dihidangkan, seperti kalau kita makan di Restoran Padang. Pepes yang tersedia antara lain: jambal, ikan mas, jamur, ati ampela, ayam, teri, peda, tahu, oncom. Dan jangan khawatir, buat anak-anak yang mungkin tidak suka pepes, ada pilihan menu lain, ayam goreng/bakar dan gurame goreng/bakar,cobek lele (istilah lain dari pecel lele). Begini penampilan saat dihidangkan, yuk makan. 1. Pepes Jambal, sebelum ini yang saya tahu, ikan jambal ya yang ikan asin itu, jadi saya pikir kaya apa ya

ikan asin dipepes? hehehe.. ternyata, jauh dari dugaan, ikannya tampil dalam kondisi benyek-benyek khas ikan yang dikukus. Rasanya sih standar pepes lah.. Oya, hati-hati, cek isi perutnya, yang kami makan kemarin, ternyata tidak dibersihkan 2. Lalapan, selama ini, yang saya tahu, Rumah Makan Sunda selalu menyediakan lalapan yang dahsyat, lengkap segala ada, termasuk daun poh-pohan.. Ekspektasi saya terlalu tinggi kali ini, lalapannya sederhana sekali. 3. Pepes Oncom, rasanya seperti bothokan di Jawa, rasanya tidak terlalu istimewa. 4. Pepes Ayam, bumbunya sama persis seperti Pepes Jambal 5. Pepes Tahu, bumbunya bumbu rajang saja, yang tampak bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit dan daun salam. Tapi yang terasa kemarin hambar.. saya jadi seperti makan rebusan tahu saja.. 6. Menu tambahan, ayam goreng kremes yang paling berhasil diterima lidah saya, meskipun kremesnya rasanya mirip serundeng. Udang goreng-

nya juga standar-standar saja, cenderung terlalu asin malah. Kesimpulannya, rasa masakan yang dihidangkan tidak terlalu istimewa, tapi semua tetap kembali ke selera masingmasing ya.. buktinya Pepes Walahar ini tetap ramai dikunjungi. Dan sebagai orang yang hobi belusuk’an, tidak ada yang perlu saya sesalkan, sensasi jalan-jalan menuju lokasi sudah jadi pengalaman menyenangkan. Penasaran? Datang langsung ke Rumah Makan Pepes Jambal H. Dirja. Rutenya Cibubur – Tol Jagorawi (arah Jakarta) – Tol JORR (arah Tol Cikampek) – Tol Cikampek, exit Km 54, Karawang Timur. Total jarak hingga GT Karawang Timur ini menurut GoogleMaps, 65 km —lumayan hehehe—. Untuk menuju Karawang Timur, sangat mudah kan? jadi detilnya saya mulai sejak GT Karawang Timur saja. Masih di jalur biru, jalan berakhir di simbol bulatan, belok kanan melewati 1 jembatan dan berikutnya belok kiri, melintasi Bendungan Walahar itu sendiri. (bay)

GADIS berjilbab ini namanya Vinca Kinanti. Cantik emang, menarik dan pintar lagi. Gadis kelahiran Purwakarta 20 september 1993 ini mempunyai cita-cita ingin menjadi penulis dan wirausahawati. Wah sungguh hebat. Tapi di balik kelebihannya itu, penyuka warna merahh muda ini punya sesuatu yang bisa membuatnya membenci orang lain. Yaitu, jika dibohongi. Nah loh, Vinca paling benci sama orang yang suka bohong apalagi membohonginya. Bagi dia, kejujuran adalah hal utama. Dan itu yang menentukan segalanya. “Saya pengennya selalu jujur dan menemukan orang yang jujur juga. Saya benci kebohongan mas,” ucapnya saat berbincang dengan Fakta Karawang, Senin (17/12) siang, di kampusnya BSI Cikampek. Gadis yang tinggal di Perum Griya Asri Purwakarta ini, rela bolak-balik Cikampek-Purwakarta demi mencari ilmu dan mengejar cita-citanya. “Ya cape lah. Tapi namanya juga perjuangan. Ya harus ada pengorbanan dong untuk mencapai sesuatu,” katanya. Nah dia paling suka sama orang yang bisa membuatnya bahagia. Kata dia, jika ada orang yang bisa membuatnya bahagia, dia akan sangat senang. Dan betah berteman dengannya. Tapi, jangan sampai bikin dia jutekloh. Hal yang membuatnya bisa jutek, kata dia, adalah dicuekin, nunggu, dibohongin dan semua berpura - pura baik di depan dia. (bay)

Vinca Kinanti


SELASA, 18 DESEMBER 2012

11

Jabatan Fungsional Guru Disesuaikan

foto : Cim

KRITIS : Motor korban tabrakan tergeletak di pinggir jalan. Korban dinyatakan kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

Motor-Mobil Adu Bagong Satu Kritis

KARAWANG - Nahas dialami Basri (22) warga Dusun Krajan, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit atas luka berat yang dideritanya usai beradu bagong dengan sebuah mobil di Jalan Raya Tunggakjati, Kelurahan Tanjungpura, Senin,(17/12) pukul 10.30 WIB. Keterangan dihimpun Fakta Karawang ditempat kejadian menyebutkan korban yang menunggangi sepeda motor Revo ini terlibat kecelakaan setelah bertabrakan dengan kendaraan Avanza silver Nopol B 1978 SI. Spontan, selain langsung terpental kepinggir jalan, kepala korban juga langsung berdarah-darah hingga tak sadarkan diri. “Kepala korban bocor dan langsung tak sadarkan diri. Kemungkinan pingsan, tapi langsung dilari-

kan ke RSUD Karawang,”kata seorang saksi mata, Yoga Purnama (26) di tempat kejadian. Saat peristiwa kecelakaan terjadi, menurutnya, korban yang mengendarai sepeda motor ini tengah malaju kencang menuju arah Kota Rengasdengklok. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan tiba-tiba melaju sebuah mobil Avanza silver. Namun diduga karena kondisi jalan dalam keadaan ramai, korban yang saat itu hendak menyalip, tak mampu mengendalikan laju motornya sehingga langsung bertabrakan dengan mobil avanza silver yang dikemudikan seorang pria menuju Kota Karawang. "Sebelum kejadian, korban ini hendak menyalip motor di depannya, tapi karena oleng, laju motorpun jadi tak terkendali dan membuang ke jalan yang berlawanan. Seketika itu tabrakantak terhindari," kata Yoga.

Korban yang saat itu langsung tersungkur kepinggir jalan dengan keadaan tak sadarkan diri langsung mendapatkan pertolongan warga. Sementar pengendara mobil avanza yang sempat akan melarikan diri berhasil dihadang warga untuk dimintai pertanggung jawabannya. "Saya saat itu cuma fokkus sama korban kang, untuk menolongnya ke Rumah sakit. Tapi dari kejauhan saya lihat mobilnya dihentikan warga,”katanya. Kecuali itu, atas peristiwa ini warga yang berada di lokasi langsung melaporkan kepihak kepolisian. Tapi ada dugaan kalau korban yang terlibat kecelakaan mengalami kritis, karena adu bagong motor vs mobil tersebut benturannya terdengar begitu keras sehingga banyak mengakibatkan korban mengeluarkan darah segar di lokasi tabrakan.(cim)

Enakan Sendiri Dari Halaman 1

1989 ini, merasa tidak takut sendirian tinggal di daerahh orang lain. Karena, dia mengaku, dirinya masih punya teman-teman yang baik. “Kan masih banyak temanteman saya di sini. Ngapain mesti takut,” katanya. Bekerja di sebuah tempat penjualan ponsel ternama,

Asih tetap menjadi dirinya yang selalu ceria. Gadis cantik berbadan aduhai ini, dalam kesehariannya juga tak banyak berbeda dengan kebanyakan gadis lain. “Namanya juga cewwek, ya sama aja kali mas. Saya bedanya, jarang maen atau keluar. Paling cuma kerja, dan setelah pulang kerja ya diem di kos,” lanjutnya. Ngomongin soal pasangan

hidup, Asih mengaku hingga saat ini belum ada calon. Bukan dia tidak laku atau tak ada pria yang mau. Tapi emang Asih belum mendapatkan cowok yang benar-benar bisa membuka hatinya dan diterima oleh hatinya. “Ya mudah-mudahan. Tapi saya masih pengen sendiri. Saya masih ingin membahagiakan orang tua dan berbakti pada orang tua,” katanya. (bay)

Lapangan Kerja Harus.... Dari Halaman 1

yak yang menjadi pengangguran, padahal di desa mereka berdiri puluhan bahkan ratusan perusahaan. Atas keprihatinan tersebut, maka pihak Karang Taruna Karawang beserta beberapa pengurus tingkat kecamatan berinisiatif mendirikan LPTKS (Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta) yang berperan untuk membantu warga seki-

tar kawasan industri supaya dapat bekerja diperusahaanperusahaan yang berada diwilayahnya. “Sampai saat ini Karang Taruna sudah membentuk beberapa LPTKS seperti LPTKS Karang Taruna Telukjambe Timur selanjutnya di Telukjambe Barat, Ciampel, Cikampek juga di Klari. “Karena kami melihat peran pemerintah daerah masih terbatas diwilayah-wilayah sekitar

kawasan industry tersebut, sehingga kami mengambil inisiatif untuk membantu warga melalui LPTKS ini,” tuturnya. Sementara itu, pada kesempatan ini organisasinya sebagai unsur pemuda berharap iklim investasi di Karawang semakin kondusif, pemkab juga semakin ramah terhadap investasi yang akan membuka lapangan pekerjaan sehingga angka pengangguran akan semakin menurun. (bay)

Cipta Karya Tertutup Soal.... Dari Halaman 1

sekarang," ujar Yusuf. Namun Yusuf mengatakan, bahwa pihaknya akan memberikan keterangan jika sudah sampai pada akhir tahun penyerapan anggaran."Yang jelas saat ini kami tetap menargetkan penyerapan anggaran bisa mencapai 90%," tukas Yusuf. Menyikapi hal tersebut, anggota Badan Anggaran DPRD Karawang Ace Sopyan Mustari, sangat menyayangkan sikap yang ditunjukan oleh Dinas Cipta Karya. Menurutnya sikap tersebut bukanlah sikap yang seharusnya ditunjukan oleh seorang kepala Dinas. "Saat ini penyerapan

anggaran sedang mendapat sorotan yang sangat luar biasa dari DPRD, seharusnya Cipta Karya memberikan keterangan terkait dengan progres penyerapan anggaran sampai dengan saat ini, karena Cipta Karya salah satu Dinas yang pagu anggarannya cukup besar," ujar Ace, senin (17/12). Ace juga mengatakan, memberi keterangan kepada publik melalui media, terkait dengan serapan anggaran sangat perlu dilakukan. Pasalnya, masyarakat juga perlu tahu perkembangan penyerapan anggaran dari masing-masing Dinas yang ada di Kabupaten Karawang. "Kenapa harus takut untuk memberikan keterangan, orang itu uang masyarakat kok, dan

masyarakat juga berhak tahu, berapa besar anggaran yang saat ini sudah terealisasi," ungkap Ace. Ace juga meminta kepada Bupati Karawang, untuk segera melakukan evaluasi secara komperhensif mengenai penyerapan anggaran tahun 2012 ini. Bahkan bila perlu menurutnya, bupati melakukan sidak secara komperhensif terhadap program-program pembangunan yang memiliki dampak yang besar bagi masyarakat. "Selain evaluasi akhir tahun, perlu juga evaluasi berkala, bila perlu setiap minggu dilakukan evaluasi oleh bupati, karena serapan anggaran itu juga tanggungjawab bupati, sebagai kepala daerah di Kabupaten Karawang ini," tandas Ace. (ssp)

Karawang - Pemerintah Kabupaten Karawang menyesuaikan jabatan fungsional guru, hal tersebut dilakukan Pemkab Karawang sebagai bentuk tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Penyerahan SK penyesuaian guru ke dalam jabatan fungsional yang baru tersebut dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kab. Karawang, Ir. H. Iman Sumantri, saat pelaksanaan apel pagi di Plaza Pemda Karawang, Senin (17/12). Selain Permenpan RB tersebut, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 38 Tahun 2010 tentang Penyesuaian Jabatan Fungsional Guru, juga mensyaratkan adanya batas waktu penyesuaian jabatan, yaitu paling lambat tanggal 31 Desember 2012. Dengan dilakukannya penyesuaian tersebut, jabatan fungsional guru yang sebelumnya terdiri dari 13 jenjang jabatan,

dirubah menjadi hanya empat jabatan fungsional, yaitu Guru Pertama, Guru Muda, Duru Madya, dan Guru Utama. Menyikapi proses penyesuaian tersebut, Bupati Ade Swara dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Iman Sumantri menjelaskan, dengan adanya penyesuaian ini, keberadaan para pelaku pendidikan, khususnya para penanggung jawab dan para guru, dituntut untuk lebih mampu mengembangkan keberdayaannya. “Proses penyesuian ini tentunya harus disertai dengan komitmen para guru untuk mengembangkan keberdayaannya,” ujarnya. Menurut Bupati, hal lain yang sangat penting bagi para guru adalah memiliki kompetensi dan kapabilitas serta akuntabilitas yang tinggi. “Hal ini juga sejalan dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang dalam pasal 8 menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani

Sekda Karawang tengah memberikan penghargaan pada seorang guru.

dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” pesannya. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Karawang, Drs. Haryanto, MM, menjelaskan bahwa persyaratan guru PNS yang dapat disesuaikan jabatannya ke dalam jabatan fungsional yang baru antara lain memiliki pangkat dan golongan ruang terakhir paling rendah Penata

Muda III/a, memiliki penetapan angka kredit terakhir, dan masih aktif sebagai guru kelas, guru mata pelajaran, ataupun guru pembimbing. Berdasarkan persyaratan tersebut, lanjut Haryanto, sebanyak 6.472 orang telah ditetapkan untuk disesuaikan dalam jabatan fungsional yang baru, meliputi 926 orang guru pertama, 792 orang guru muda, dan 4.754 orang guru madya.(ssp)

Wow..After Midnight Aya Adegan.... Dari Halaman 1

mengepul dari mulut dan hidung Oyib (untung gak dari telinga juga). Regot lagi kopi jahe anget itu diminum Oyib. “Nah loh! Eh gak ngajak-ngajak nongkrong yah,” tiba-tiba Oyib dikejutkan oleh suara merdu dari belakang badannya. Mendapati keadaan itu (bagai pendekar sakti) Oyib langsung membalikkan kepalanya kea rah sumber suara merdu itu. Olala………lalao…..Oyib makin terkejut, kedua kelopak matanya nyaris copot. Ya, soalnya begitu membalikan badannya, ternyata yang

dilihat Oyib adalah Neng Anit, temannya yang lumayan lama tak jumpa (kayak lagu aja uy). Nah, singkat cerita, Neng Anit duduk samping Oyib. Dia pun memesan minuman yang tak jauh beda dengan Oyib (soalnya kalau beda gak akan Oyib bayarin). Obrolan ringan pun meluncur hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan jam setengah dua malam. “Cabut yuk ah,” ajak Oyib ke Neng Anit. “Hayu ah,” jawab Neng Anit. Mereka pun kemudian meninggalkan tempat nongkrongnya. Kemudian dengan mengambil jalan samping lapangan tenis yang gelap (menuju ke jalan raya yang

ada mall itu), Oyib dan Anit melangkahkan kakinya. Tapi sampai di samping lapangan tenis yang gelap itu, ternyata Oyib melihat dengan jelas sepasang muda-mudi tengah asyik clepot…clepot….(ciuman sampai bibir si ceweknya dower kali). Karena penasaran, Oyib minta Neng Anit untuk duduk sebentar di tempat gelap samping lapangan tenis yang ada kursi permanen dari tembokan itu. Neng Anit pun nurut. Mereka berdua duduk di tempat itu, dekat sepasang muda-mudai yang tengah clepot..clepot itu. Wow….alangkah terkejutnya Oyib, setelah clepot…clepot…. sepasang muda-mudi itu ke-

mudian melanjutkan aksi nekat di malam harinya dengan adegan yang lebih hot. Tangan si cowok memegang tumpukan gunung si cewek dan tangann si cewek memegang itunya si cowok. Sungguh adegan memalukan…….Oyibpun jadi stakteng. Makin lama, adegannya makin nekat, sampai-sampai si cowok tangannya sudah berada di posisi bawah (entah memegang apa itu), yang jelas, suara ngosngosan terdengar jelas seperti orang yang abis olahraga (namanya juga GOR, kan tempat buat olahraga). Adegan itu membuat Oyib makin stakteng. “Hayu ah pulang!” ajak Oyib ke Neng Anit. (bayu)

Kejari Bungkam Soal Uang.... Dari Halaman 1

kerugian Negara yang kemudian dijadikan barang bukti. Ternyata, keputusan pengadilan negeri barang bukti tersebut dinyatakan dikembalikan. Tetapi jaksa banding sampai kasasi,” ujar Imran. “Ternyata, dalam putusan tidak dibahas lagi, jadi sekarang jaksa sedang mengkonsultasikan dulu kejelasan barang bukti tersebut, itu yang saya tahu,” lanjutnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, dilaporkan oleh keluarga terdakwa Syarif Hidayat ke Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta, terkait tidak diserahkannya uang jaminan milik terdakwa sebesar

Rp100 juta yang saat ini masih ada di Kejari Karawang. Surya Kencana (38), adik kandung terdakwa sengaja melayangkan surat ke kejagung akibat tidak adanya itikad baik dari pihak Kejari Karawang untuk mengembalikan uang jaminan tersebut. Padahal sesuai putusan pengadilan tindak pidana korupsi Bandung dengan tegas dalam salinan putusannya menyebutkan jika uang jaminan milik terdakwa yang diserahkan secara sukarela tersebut agar segera dikembalikan kepada terdakwa. Namun, kata Surya, hingga saat ini pihak kejaksaan justru tidak mau menyerahkan uang jaminan tersebut. Sehingga, timbul berbagai dugaan yang tidak-tidak. Demikian diung-

kapkan Surya saat mendatangi kantor Redaksi Fakta Karawang, Minggu (16/12) kemarin. “Saya sebagai mewakili keluarga merasa aneh dengan pihak kejaksaan Karawang, kenapa hingga saat ini masih saja mempertahankan uang jaminan milik kakak saya (Syarif Hidayat),” ujar Surya. Bahkan, dugaan adanya itikad tidak baik pihak kejaksaan diceritakan Surya kepada Fakta Karawang, saat terdakwa hendak melaksanakan eksekusi atas putusan pengadilan yakni pada Hari Senin (5/12) lalu di kantor Kejari Karawang. Sebelum eksekusi dilakukan oleh pihak kejaksaan, dimana terdakwa akan menjalani hukuman kurung di Lembaga Pemasyarakatan

(LP) Suka Miskin Bandung. Pihak keluarga sempat menanyakan uang jaminan milik terdakwa. Saat itu, cerita Surya, ada salah seorang jaksa yang menangani kasus terdakwa menyampaikan jika uang jaminan tersebut sudah ada ditangan kejaksaan. Namun, alangkah terkejutnya saat mendengar uang jaminan tersebut bisa dikembalikan kepada keluarga terdakwa dengan catatan hanya bisa setengah dari jumlah uang jaminan yakni Rp100 juta. “Jujur saya merasa kaget, saat mendengar informasi bahwa uang jaminan tersebut hanya bias dikembalikan setengahnya saja dengan alasan yang tidak dapat dimengerti,” tuturnya. (zck)

taat atas perintah partai, jadi saya ingin semuanya selesai tanpa membahas yang sudah terjadi, tinggal saya menunggu saja sikap temen-temen mau seperti apa, jika memang mau tetap konflik, ya berarti kita semua harus siaap dipecat dari PDIP,” tandas Karda. Sementara itu, H.Tono Bahtiar, yang dituding Karda sebagai orang yang selama ini menjadi otak dari kisruhnya DPC PDIP di Karawang mengatakan, dirinya saat ini belum mengetahui hasil rapat antara DPC PDIP dengan DPD Jawa Barat. “Saya belum mengetahui hasilnya seperti apa, karena saya tidak hadir

dalam rapat tersebut, karena ada agenda lain,” ujar Tono. Tono hanya mengatakan, jika memang DPP PDIP sudah mengintruksikan untuk segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat ini di DPC PDIP Karawang, dirinya akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan para pengurus DPC serta PAC-PAC PDIP di Karawang. “Saya mau rapat dulu sama kawan-kawan DPC dan PAC, karena saya tidak bisa berjalan sendiri. Namun yang jelas kita juga ingin permasalahan ini cepat selesai sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua kader PDIP,” pungkas Tono. (ssp)

Jiton-Karda Bakal.... Dari Halaman 1

masalahan di Karawang berlarut-larut karena khawatir mengganggu persiapan pilgub, pileg serta pilpres yang akan datang,” tambah Karda. Yang dimaksud penyelesaian masalah itu sendiri, lanjut Karda, semua PAC dan pengurus DPC harus tetap mengakui dirinya sebagai ketua DPC PDIP Karawang, dan komposisi kepengurusan DPC tidak berubah. Adapun terkait keinginan para PAC untuk memberhentikan dirinya sebagai ketua DPC, Karda mengatakan bahwa itu

semua harus dilakukan dalam mekanisme partai dan harus atas persetujuan DPP PDIP. “Orang perintahnya juga saya harus tetap menjabat sebagai ketua DPC,dan partai harus berjalan seperti sebelumnya,” katanya. Karda menandaskan, secara pribadi dirinya bersedia untuk menyelesaikan semua permasalahan yang saat ini terjadi diinternal DPC PDIP, bahkan dirinya menjamin tidak akan pernah memiliki rasa dendam sedikitpun, kepada semua kader-kader PDIP di Karawang yang telah mendzolimi dirinya selama ini. “Ya saya masih patuh dan


selasa, 18 DESEMBER 2012

website : http://www.faktakarawang.com

DUGI Pertanyakan

Proses Pilkada

foto: ega

Berikan pengarahan : Kepala KUA Campaka, M.Ridwan S.Ag, memberikan pengarahan pembinaan pernikahan kepada 30 warga.

Kantor Urusan Agama Beri Pembinaan Pernikahan PURWAKARTA - Untuk mengurangi tingkat perceraian dikalangan masyarakat,Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Campaka menggelar acara pembinaan pernikahan Senin (17/12) di aula Kantor KUA Campaka. Menurut Kepala KUA Campaka, M.Ridwan S.Ag, saat ini banyak masyarakat yang kurang memahami dan memiliki pengetahuan dalam ilmu pernikahan,” Menikah itu ibarat mendirikan sebuah bangunan yang kokoh dan baik, maka untuk mendirikan bangunanitu seseorang harus memiliki ilmunya,” Ujar M.Ridwan saat memberikan sambutannya. Acara yang dihadiri sekitar 30 peserta itu, terdiri dari berbagai kalangan.Diantaranya dari Unsur aparat desa dan pem-

bantu pegawai catatan nikah yang berasal dari 10 desa yang ada di Kecamatan Campaka. Adapun materi yang dibawakan pada acara pembinaan ini yakni Fiqih munakahat disampaikan oleh narasumber adam dana S. S.Ag, Syarat-syarat mendirikan rumah tangga bahagia narasumber Drs. MS. Rosidin, Kependudukan dan keluarga berencana disampaikan rini mutiara,serta materi Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan disampaikan oleh narasumber M. ridwan, S.Ag. Saat dikonfirmasi Fakta Karawang terkait acara tersebut kepala Kua Campaka mengungkapkan bahwa sasaran acara pembinaaan pernikahan yaitu untuk menyelematkan dan melestarikan suatu

pernikahan yang bahagia, maka perlu diadakan pembinaan pernikahan, “ tujuannya agar di dalam menempuh hidup berumah tangga, akan selalu mendapat kebahagiaan lahir bathin.’’tegas M.Ridwan S.Ag. Kegiatan itu juga Lanjut M.Ridwan, terdorong oleh rasa tanggung jawab dan turut serta menunjang dan mensukseskan program pembangunan nasional melalui pernikahan. Pihak kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Campaka, berusaha memberikan sumbangan pikiran penting untuk di ketahui dan dijadikan pedoman bagi masyarakat umunya serta calon pengantin khususnya tentang upaya membina kelurga sakinah, mawaddah warohmah. (ega)

PURWAKARTA - Pilkada Purwakarta yang telah dilaksanakan hari sabtu (15/12) memang telah usai. Namun hasil sementara dan proses Pilkada yang telah dilalui masih menyisakan pertanyaan besar bagi calon Bupati Dudung B Supardi MM. Bahkan dirinya akan mempelajari hasil dari proses Pilkada, yang kemudian akan dilakukan langkah hukum. Drs H Dudung B Supardi yang ditemui Fakta Karawang di kediamannya, Jalan Ipik Gandamanah Komplek Munjul Baru Purwakarta mengatakan, sebagai salah satu kandidat dirinya merasa perlu mencermati dan meneliti tentang proses Pilkada. Apakah suara yang telah diperoleh itu murni dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Perlu dicermati dan diteliti apakah proses pemilihan itu berjalan murni dan sesuai aturan,” ujarnya. Ungkapan Dudung ini disampaikannya karena ia sendiri mengaku telah memperoleh informasi dari masyarakat tentang banyaknya kejadian yag diduga bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku selama proses Pilkada. “Selama proses Pilkada ini banyak masyarakat yang mendapatkan informasi tentang dugaan kejadian yang bertentangan dengan hukum,” paparnya. Dari berbagai temuan itu Dudung berharap dapat menjadi sebuah bahan bagi perbaikan pelaksanaan Pilkada yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia. “Pertanyaan ini merupakan sesuatu yang sangat wajar,” tegasnya. Tidak hanya itu, Dudung sebagai kandidat pasangan calon pemilik nomor urut 1 dan di usung Partai PKS, PAN dan PPP mengaku akan melakukan langkah-langkah hukum. Namun sebelumnya, dia bersama timnya akan melakukan pencarian fakta dan bahanbahan terkait dengan dugaan kejadian yang bertentangan dengan hukum selama proses pilkada berlangsung. “Kami akan mengumpulkan fakta-fakta yang akurat. Bila ada temuan yang benar-benar melanggar aturan kami pun akan melakukan proses hukum,” ujar Dudung dengan nada santai. Dudung B Supardi MM merupakan kandidat calon Bupati Purwakarta yang didampingi salah seorang pengusaha muda Yogie Mochamad. Berdasarkan hasil hitung cepat survey LSI. Dudung mengalami kekalahan oleh incumbent Dedi Mulyadi-Dadan Koswara, tetapi ia mengungguli pasangan Burhan FuadOnni Sandi. Dengan perolehan suara yang diperoleh sementara Dudung mengaku sangat berterimakasih kepada semua masyarakat pendukungnya. “Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pendukung yang memilih pasangan DUGI. Saya yakin mereka semua adalah pemilih yang memberikan hak suaranya dengan iklas,” paparnya.

foto: ega

Kampanye : Pasangan Dudung B Supardi dan Yogie Mochamad pada saat melakukan kampanye, beberapa waktu lalu.

Pemilik jargon ‘Luruskan” ini sendiri merupakan salah satu figure yang dinilai memiliki kapabilitas yang mumpuni di dunia birokrasi. Sebelumnya dia berhasil memperoleh kepercayaan dari masyarakat Purwakarta dengan menjadi wakil bupati Purwakarta periode tahun 2008-2013. Setelah sekian lama mengabdi kepada pemerintah dan masyarakat dia lalu dipercaya mampu menjadi pemimpin di Purwakarta. Baginya, masyarakat Purwakarta adalah warga yang baik. “Saya bangga terhadap masyarakat Purwakarta. Selama proses Pilkada dari mulai pencalonan hingga kampanye dan pemilihan di hari H mereka begitu semangat dan antusias. Hanya saja, mungkin dalam satu hari ada dugaan terdapat kelompok orang yang secara sistematis menciderai Pilkada sehingga terjadi banyak temuan yang merugikan pihak kami dan masyarakat Purwakarta,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Dudung juga mengaku memiliki kesan yang sangat baik selama mengabdi. Sejak 1 Juli tahun 1972 hingga Desember 2007 dia menjadi aparatur pemerintah dari jabatan terendah hingga jabatan tertinggi di Birokrasi yakni Sekretaris Daerah (sekda). Bahkan kesan baik itupun ia rasakan sejak menjabat wakil Bupati Purwakarta pada tahun 2008-2013. “Selama pengabdian saya bertekad untuk bekerja dengan baik dan professional dan selama itu juga saya merasakan bahwa masyarakat Purwakarta sangat baik. Ketika saya bertugas dimanapun mereka banyak memberikan bantuan dan bisa saling mengenal tanpa melihat jabatan,” urainya. Dudung juga berpesan kepada

masyarakat Purwakarta untuk melek hukum, kritis, tapi tetap etis dan dinamis dengan terus memegang pedoman yang agamis. “Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat, sayapun berpesan kepada seluruh warga yang saya cintai untuk tidak boleh melupakan dan mengabaikan etika, norma, adat budaya dan agama. Dan pastinya harus senantiasa menghormati hukum yang berlaku,” tandasnya. Tidak hanya berpesan kepada masyarakat. Dudung juga menitipkan pesan kepada adik-adiknya yang masih aktif di birokrasi dan memegang amanah sebagai aparatur kepemerintahan. Disebutkannya, sebagai manusia terlebih sebagai pegawai pemerintah jangan memiliki pola pikir yang hedonis, sombong, takabur. Namun mereka harus menjadikan hidup ini sebagaimana di contohkan Nabi Muhammad SAW. “Hidup ini harus saling asah, silih asuh yang didasari dengan kasih sayang dan bukan saling menjerumuskan apalagi mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi.”Khusus adik-adik saya yakni korps Negara Indonesia saya berpesan harus bisa bekerja secara professional dan amanah,” terangnya. Dengan bekerja amanah dan profesional sambung Dudung, eksistensi kepada masyarakat dan pemerintah akan tercipta dengan baik. Dalam bekerja harus bisa mengabdikan diri secara ikhlas dan jangan memiliki cita-cita ingin kaya raya tetapi pengabdian yang tulus. “Soal rejeki itu sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT. Namun demikian kita harus bekerja dengan senantiasa mengharapkan keridhoan dari Allah SWT,” pungkasnya. (rls)


Edisi 18 Desember 2012