Page 16

C E R I TA S A M P U L

S

aya ingin menjadi seorang musisi yang profesional,” kata Georg (teman saya yang adalah seorang pemain drum) dengan blak-blakan saat kami merenungkan masa depan, pada tahun terakhir kami di gymnasium (istilah Jerman yang setara dengan SMU). Tidak perlu diragukan, Georg jelas memiliki sebuah rencana. Alejandro, teman dekat saya yang lain, ingin mempelajari filosofi dan literatur di Universitas Freiburg. Yang lainnya telah merancang jenjang karier di bidang bisnis atau teknologi informasi. Sedangkan saya masih belum yakin. Dua setengah tahun kemudian saya dibaptis dan bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Saya bertumbuh di dalam komunitas gereja dan belum pernah keluar darinya—sesungguhnya keputusan pada Sabat petang di bulan januari 1981 sungguh istimewa. Dengan sadar saya ingin memberikan hidup saya untuk Allah. Ini bukanlah sekadar iman orangtua saya— tapi telah menjadi iman saya juga. Sebagai satu-satunya orang Advent di kelas saya (sebenarnya hanya ada dua orang Kristen pada angkatan saya), saya sering mengalami saat manuver yang menantang iman saya. Saat terintegrasi sepenuhnya di sekolah dan kegiatan-kegiatan ekstra­ kurikuler—saya sadar bahwa saya memang berbeda.

Kehidupan

w s

M a r t i n

G .

n

e

PETA

K l i n gb e i l

Oleh Gerald A. Klingbeil

Mengingat kembali realitas panggilan Allah

I M A G E

B y

G a ly n a

A n d r u s h k o

Aw indonesian 2013 1007  

AW, Indonesian,