Page 13

Meskipun saya tahu bahwa Sonja tidak ada di sini lagi, cinta membuktikan bahwa saya salah. Allah menyimpan segala sesuatu mengenainya dalam data besar penyimpanan yang disebut Alkitab sebagai ‘kitab kehidupan Anak Domba.’ pa pun yang melihat wajah orang yang dicintainya kesakitan, mendengar erang­ an yang menyakitkan, dan melihat mata sekarat yang terbuka dan takut, akan menyadari bahwa kematian dapat menjadi anugerah terselubung. Kedamaian tampak menggantikan wajah yang dilanda nyeri, bibir yang pecah-pecah menjadi diam, dan mata menjadi tenang dan teduh. Mereka yang menerima karunia berbagi pada saat-saat terakhir, yang secara sadar dapat mengucapkan ucapan selamat tinggal dan memanggil orang yang mereka cintai, "Anda dapat membiarkannya pergi, Anda tidak akan jatuh— Anda berada di tangan-Nya! Kehidupan Anda ditopang dengan baik dalam tangan Tuhan"—kepada mereka pengha-

rapan diberikan yang akan membawa mereka melewati terowongan duka menuju tempat yang penuh harapan dan keyakinan.

pat menghentikan cinta kami. Cinta dipengaruhi oleh sesuatu yang lain, "pembunuh" yang lebih halus: Ketidakpedulian, tidak hormat, terluka, ketidaksetiaan, kurangnya waktu, atau bahkan melupakan setiap hari "Ya, aku ingin mencintaimu. Engkau istimewa bagiku. Engkau adalah salah satu yang besar dalam pikiran Allah, dan aku ingin memilikimu secara baru lagi dan lagi, engkau sangat berharga bagiku, betapa indahnya saat engkau berada di sini!" Meskipun saya tahu bahwa Sonja tidak ada di sini lagi, cinta membuktikan bahwa saya salah. Allah menyimpan segala sesuatu mengenainya dalam data besar penyimpanan, yang disebut Alkitab sebagai "kitab kehidupan Anak Domba itu" (Wahyu 13:08): tawanya, matanya yang berbinar bahkan pada saat terakhir sebelum kematiannya masih dapat bersinar, jari-jarinya yang halus yang menarinari di atas tuts piano, atau humor yang kadang-kadang ia ceritakan (“sudah berapa orang yang dimakamkan di makam keluarga? Sepuluh orang? keren! Kedengarannya seperti persekutuan yang nyata—akan ada saling dorong mendorong pada waktu kebangkitan!”). Tidak, kami tidak “kehilangan” putri kami. Dia aman di tempat tujuannya, catatannya disimpan di tempat teraman di jagad raya ini: Hati Allah. Dan kasih-Nya lebih kuat daripada maut. Suatu hari kelak mereka yang mati akan hidup kembali, diubah dan bersatu kembali, serasi untuk suatu dunia baru tanpa rasa sakit, tanpa takut, tanpa perpisahan. Inilah yang menghibur saya—bahkan pada hari-hari yang paling menyedihkan. n

Selamat Tinggal

Saat kami membersihkan Sonja dan mendandaninya dengan blus dan jin kesukaannya, saat kami menyisir rambutnya dan memenuhi kebutuhannya untuk terakhir kali, kami merasakan suatu kepastian, kami merasa damai, terlepas dari rasa sakit dan kesedihan. Dia berbaring di sana seperti Snow White, seolah-olah dia baru saja berbaring untuk tidur siang, dan kami mengerti bahwa kematian ini tidak akan da-

Sylvia Renz bekerja untuk Suara Nubuatan Jerman di AlsbachHähnlein, Jerman. Dia adalah seorang penulis dan telah menerbitkan banyak buku untuk anak-anak dan orang dewasa. Sylvia, suaminya Werner, dan dua anak mereka yang masih hidup, Jane dan Manuel, berpisah dengan putri dan adik mereka Sonja pada tanggal 16 Agustus 2010. 07 - 2013 | Adventist World

13

Aw indonesian 2013 1007  

AW, Indonesian,