Issuu on Google+

#42

Buletin Resmi Himpunan Mahasiswa Sipil ITB

Desember 2013

HMS-ITB 0 201312 7

32


Pemilu HMS 2013 Halo Bos-Bis, udah tau perkembangan terkini tentang Pemilu HMS 2013? Simak baik-baik ya ulasan berikut ini!

J

adi, pada Pemilu HMS 2013 ini udah ga dipegang sama angkatan baru lagi nih alias 2012. Nah kalo tahun-tahun sebelumnya kepanitiaan angkatan baru HMS adalah Pemilu, kali ini BPA membuat inovasi baru nih, yaitu kepanitiaan Pemilu seluruhnya akan dipegang oleh BPA angkatan 2011 dan BP angkatan 2010 fokus sebagai Komisi Pemilu sebagai pekerja, pengawas dan senator. Alasannya adalah: 1. BPA menginginkan Pemilu yang cepat untuk mengejar periodisasi Ketua Himpunan (Kahim) 2. Mengefektifkan waktu. Jadi, seiring dengan adanya LKO buat 2012, BPA Dan BP ga ingin kalo 2012 mengerjakan kepanitiaan ini tidak fokus, jadi Fokus ya kuy buat LKO! 3. Kaderisasi tidak menjadikan kepanitiaan Pemilu sebagai kejaran kaderisasi buat 2012, so selamat 2012 beban kalian berkurang hehe

2

#42

Ming

Sen

Sel

Rab

Kam

Jum

Sab

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

1

2

3

4

5

Penasaran dengan tanggal penting di Pemilu HMS 2013? Yuk catet :) 18-21 Nov 2013 : Pendaftaran Cakahim 22 Nov 2013 : Pembekalan oleh BPA dan BP 23-30 Nov 2013 : Kampanye 25, 27, 29 Nov 2013: Hearing 2 - 5 Des 2013 : Pemilihan Nah itu dia seputar perubahan Pemilu HMS 2013, gunakan hak pilihmu dengan baik ya... Untuk HMS lebih baik! (ese)


Wajah

ITB

AULA BARAT

G

edung Aula Barat ITB didirikan pada tahun 1918 semasa pemerintahan Belanda dan diresmikan pada tahun 1920 oleh Karel Albert Rudolf Bosscha. Aula Barat ITB, atau yang kerap disebut dengan Albar, merupakan bangunan yang digunakan untuk berbagai kegiatan mulai dari seminar, pementasan seni, ruang ujian, pameran, dan acara-acara besar lainnya. Dengan kata lain, Albar merupakan salah satu bangunan serbaguna yang ada di kampus ini. Jika sudah lama tak mengunjungi Albar, sekarang pasti merasa ada yang berbeda dengan penampilan aula warisan budaya ini. Beberapa bulan yang lalu Aula Barat ITB direnovasi, tujuannya adalah untuk mengembalikan Aula Barat pada kondisi persis seperti aslinya ketika pertama kali dibangun. Mulai dari warna kayunya, gagang pintunya, langit-langit, lampu, dan lain-lain. Disamping itu, menurut Pak Anang yang merupakan petugas penjaga Aula Barat, renovasi juga dilakukan karena adanya kebocoran dari atap dan plafon yang bermasalah, serta beberapa kaca yang retak dan plesteran dinding yang sudah harus diperbaiki. Jika memperhatikan dengan seksama, sebelumnya, kayu-kayu dalam Aula Barat berwarna hitam. Ketika direnovasi, cat hitam pada kayu tersebut dikelupas, sehingga warna kayu terlihat kembali seperti pada kondisi aslinya. Sekarang, Aula Barat ITB menjadi tampak lebih cerah dan indah. Semoga, cerahnya wajah baru Aula Barat ini juga dapat memberi semangat baru kepada para mahasiswa yang berkegiatan di dalamnya. (lnh)

#42

3


workshop H

alo Bos bis, apa kabar ni, sibuk nyiapin UAS ya? :D Buat selingan nih, ada info ulasan menarik dari Cremona nih guys. Yap, Sabtu 16 November kemarin, Cremona mengadakan Workshop dengan tajuk menulis dan fotografi. Acara workshop ini adalah salah satu program kerja Cremona untuk menggali lebih dalam pengetahuan mahasiswa tentang menulis. Ada Pak Harmein juga yang menyempatkan datang untuk membuka acara Workshop ini guys. Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini berlangsung cukup seru nih bos bis. Meskipun diawal agak ngaret tetapi itu tidak menjadi masalah. Konten acaranya tetep seru dan menginspirasi. Workshop ini ternyata diketuai oleh temen kita loh guys, siapa diaa??? Fitra Mulina. Perempuan satu ini adalah koordinator dari acara workshop “menulis Fotografi� temen temen. Ia juga sempet member sambutan di awal acara. Dia tentunya berharap acaranya ini bisa member manfaat yang banyak buat semua yang datang. 3 sesi workshop Acara workshop ini terdiri dari tiga sesi, yakni sesi menulis, sesi fotografi, dan sesi talkshow. Mau tau apa aja yang dibahas tiap sesi? Yuk simak ulasan berikut ini ;) Sesi yang paling pertama adalah Menulis yang dipimpin oleh narasumber dari Kompas, Bapak Agung

4

#42

mot F


s i l ne gruafi to

Hermawan. Beliau merupakan editor Kompas yang sebelumnya berkecimpung dalam dunia hukum. Dalam sesi ini kita diperkenalkan tentang apa itu menulis, kenapa menulis itu penting dan apa saja hal hal yang dibutuhkan untuk memulai menulis. Kita diajarkan bagaimana cara menulis yang baik dan terstruktur. Diakhiri dengan sesi tanya jawab yang diselipi doorprize dari pihak kompas. Setelah itu dilanjut ke sesi kedua, fotografi. Sesi ini dipimpin oleh narasumber dari LFM yakni Aryo Ceissapratama dari Oseanografi. Kita diajarkan mengenai fotografi tentang teknik teknik untuk mengambil foto yang bagus, serta etika sebagai seorang fotografer yang baik. Sesi ini berlangsung kurang lebih satu jam. Acara ini termasuk murah banget loh guys, Cuma dengan 5 ribu rupiah kita dapet snak plus makan siang yang diberikan waktu sesi break, jadi nyesel banget buat yang ga datang kemaren. Hehehe. Setelah break, acara dilanjutkan dengan sesi terakhir, yakni talkshow. Takkshow ini menghadirkan dua narasumber yang salah satunya merupakan dosen Beton kita Pak Bambang Budiono. Wah ga nyangka ya, beliau juga mumpuni dalam hal menulis. Oh iya, ada satu lagi narasumber yang mewakili sisi mudanya guys, yaitu kak Lintang, dari SF. Mereka membagi tentang pengalaman menulis mereka, intinya memotivasi kita untuk lebih dalam mengungkapkan pendapat kita lewat tulisan. (saa)

#42

5


para

sahabat

di sekitar kita

Mang Godek Apabila kita berkunjung di sekretariat HMS ITB, kita akan menemui sesosok pria berjambang menjajakan makanan, minuman, dan snack. Pria ini akrab disapa Mang Godek oleh para massa HMS. Walau kerap disapa Mang Godek, perlu kita ketahui bahwa nama asli beliau adalah Iyad Supriyadi. Beliau lahir di Garut tahun 1975. Pada tahun 1999 beliau bermigrasi ke Kota Bandung dan berjualan keliling kampus ITB. Beliau juga kerap mangkal di sekretariat Himpunan Mahasiswa Sipil ITB. Akan tetapi sekitar tahun 2002, ada sebuah kebijakan rektorat yang melarang pedagang asongan melakukan kegiatan jual beli di area kampus ITB. Akhirnya, atas permintaan massa HMS dan inisiasi ketua HMS 2001, Mang Godek diperbolehkan berjualan di dalam sekretariat HMS ITB. Para massa dan ketua HMS pada saat itu memberikan amanah kepada beliau untuk menjaga kebersihan Sekretariat HMS ITB. Sekarang beliau dikaruniai tiga orang anak yang salah satunya sering membantu beliau berjualan. Mang Godek berpesan kepada massa HMS ITB untuk menjaga barang sebaik-baiknya (tidak tledor) dan juga menjaga kebersihan dan kerapian area sekretariat HMS ITB.

6

#42


PAK SALAM Bapak bertopi ini seringkali kita lihat di sekitar bumi sipil. Beliau adalah bapak Salam Somantri. Pria yang memiliki dua orang anak ini lahir di Bandung, 21 Juni 1959. Setiap hari, pagi-pagi sekali sekitar pukul 05.30 WIB, beliau sudah “stand by� di bumi sipil untuk memberes-beres kelas dan memastikan seluruh kelas dalam keadaan bersih. Pukul 5 sore saat jam kuliah telah selesai adalah waktunya beliau untuk pulang. Sebelum bapak Salam bekerja di bumi sipil, beliau sudah bekerja di Laboratorium Hidraulika sejak tahun 1980-an. Atas ajakan seorang dosen bernama bapak Indratmo, akhirnya pada tahun 1998 beliau dipindahkan untuk bekerja di bumi sipil karena pada saat itu belum ada pegawai bersih-bersih di bumi sipil. Usut punya usut, beliau akan dipensiunkan pada tahun 2014. Oleh karena itu, sekaranglah momen yang tepat bagi kita untuk lebih mengenal dan menghargai beliau.

PAK AGUS Siapa yang tak kenal dengan bapak yang ramah ini. Beliau adalah bapak Agus Salihin. Bapak dari tiga anak ini lahir di Bandung, 24 Agustus 1970. Seringkali kita jumpai beliau di ruang Tata Usaha Teknik Sipil ITB. Di sana, ia bekerja sebagai staff administrasi mahasiswa S1 prodi Teknik Sipil ITB. Dulunya, ia bekerja di perpustakaan teknik sipil yang pada saat itu berada di Student Lounge pada tahun 1992. Lima tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 1997 beliau dipindahkan untuk menjadi staff administrasi kemahasiswaan dan inventaris barang prodi S1 Teknik Sipil ITB. Pesan beliau untuk para mahasiswa SI Teknik Sipil ITB adalah lebih giat lagi belajarnya dan jangan terlalu banyak bermain. Selain itu beliau berpesan kepada kita agar tidak melupakan para staff prodi S1Teknik Sipil ITB setelah kita lulus dan sukses nanti.

#42

7


kuya-kuyi

look alike Bis Nabila & Bis Hanna Bis-Bis ini namanya Nabila Laras Satwikawati HMS 2011 (kiri) dan Hanna Pertiwi HMS 2010 (kanan). Kalau kalian liat sepintas, kemiripannya kelihatan banget loh, mulai dari sama-sama pake kerudung dengan model yang sama dan dua-duanya sama-sama berkacamata!

Bis Nidita & Bos Ilham

Bos Dabigi & Bos Mung

Ini nih yang unik, ada bos dan bis yang mirip! Namanya bis Nidita Putih Suri HMS 2012 dan Bos Akhmad llham HMS 2011. Kalau secara sepintas emang gak 'ngeh' mereka mirip, tapi coba lihat baik-baik lagi deh, mereka mirip looh!

Kalau bos-bos yang mirip ini namanya Arif Salman Dabigi HMS 2010 (kiri) dan Muhammad Munggaran Pamudji HMS 2011 (kanan). Kemiripan mereka sudah diakui sejak lama, sudah jelas kan kemiripan mereka terlihat dari bentuk wajah. Seperti kembar identik! ;)

8

#42


Bis Shahnaz & Bis Fransisca Bis-bis yang serupa namun tak sama ini namanya Shahnaz Prila Rafida HMS 2011 (kiri) dan Bis Fransisca Shitta Chrysanti HMS 2012 (kanan). Duh uda keliatan kan yah miripnya, mulai dari rambut, sama-sama berkaca mata pula.

Bis Carolina & Bis Muthia Yang ini ada bis Carolina Elvi HMS 2012 (kiri) dan bis Muthia Amanda HMS 2011 (kanan). Desas desus kemiripan mereka sudah menyebar sewaktu osjur 2012 looh.

Bos Agi & Bos Luthfi Duo bos yang mirip ini namanya Agi Hagata Ginting HMS 2012 (kiri) dan Luthfi Chaliqi HMS 2011 (kanan). Mirip kan? Kalau liat langsung bahkan lebih bilang mirip pastinya. Dari samping soalnya mereka super persis!

Bos Krisnadi & Bos Priyo Ada bos Syah Krisnadi HMS 2010 (kiri) dan bos Priyo Atmaji HMS 2011 (kanan). Katanya mirip sih kalo dilihatlihat. Mirip kan ya? :D

#42

9


?

Isu Kemasyarakatan di Sekitar Kita

“Sebanyak 50% mahasiswa yang ada di tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Jawa Barat (Jabar) harus berasal atau diisi oleh warga Jabar.”

Itulah pernyataan yang diberikan oleh Gubernur provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada hari Rabu, 12 September 2013. Tiga PTN yang dimaksud adalah Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan kampus kita, Institut Teknologi Bandung (ITB). Pernyataan ini dipicu oleh rendahnya angka partisipasi PT di Jabar yang hanya mencapai 15.19% dari target nasional yaitu 25%. “Selama ini, meski universitas world class (kelas dunia) seperti ITB, Unpad, dan IPB ada di Jabar tetapi angka partisipasi PT di Jabar masih terendah secara nasional,” ujar Ahmad Heryawan lagi. Kebijakan kuota khusus ini rencananya akan mulai diterapkan pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2014. Berbagai reaksi pro dan kontra pun timbul akibat pernyataan orang nomor satu di Jabar itu. Ada yang beranggapan kebijakan mengenai kuota 50% ini wajar saja, mengingat ketiga universitas ini memang berada di

10

#42


bumi Parahyangan, dan sudah seharusnya siswa di Jabar mendapatkan kesempatan lebih untuk memperoleh pendidikan di ‘tanahnya‘. Walaupun sebenarnya menurut data mahasiswa ITB tahun 2012, lebih dari 40% mahasiswa ITB tahun 2012 berasal dari Jabar. Kebijakan ini juga dinilai memiliki tujuan baik untuk memajukan daerah Jabar dengan meningkatkan kualitas SDM di Jabar. Semakin banyak putra-putri daerahnya yang bisa masuk ke perguruan tinggi unggulan, maka dianggap tingkat pencapaian kinerja Pemerintah Daerah di bidang pendidikan pun akan semakin tinggi. Sehingga sah-sah saka jika memang ingin menerapkan kebijakan ini.

Dari Redaksi

Namun dari sisi kontra, seperti yang dikutip dari pendapat beberapa dosen ITB, kebijakan ini dinilai akan membuat ketiga PTN tersebut, jangankan menjadi world class university, universitas nasional saja sudah tidak lagi. Ketiga PTN tersebut kemudian akan menjadi universitas ‘kedaerahan‘. Kebijakan ini juga dinilai akan menimbulkan persaingan yang tak adil terhadap putra-putri terbaik dari daerah-daerah lain. Ada juga tanggapan dari salah satu mahasiswa ITB yang mengatakan bahwa heterogenitas di kampus merupakan hal yang penting. Warna-warni heterogenitas ini akan lebih membuka wawasan dan cara pandang mahasiswa melalui interaksi dengan mahasiswa lainnya yang memiliki latar belakang dan asal daerah yang berbeda-beda. Selain itu, kebijakan ini juga dianggap bertentangan dengan pemerataan pendidikan di Indonesia, karena kesempatan ‘anak daerah’ untuk mencicipi ilmu di universitas unggulan pun semakin kecil. Jadi, bagaimana menurut kalian Bos-Bis? Apa tanggapan kalian mengenai kebijakan ini? Menolak? Ataukah setuju?

“Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever.” – Mahatma Gandhi

“Education without values, as useful as it is, seems rather to make man a more clever devil.” – C.S. Lewis

#42

11


Selamat kepada Bos Abdurrahim Majid 15011117 Ketua Himpunan HMS periode 2014


R32 42