Issuu on Google+

Suara Minang EDISI 45 | 24 - 31 Januari 2013 |

Menjalin Komunikasi Menegakkan Jatidiri

Harga Rp 2.500,-, Daerah Rp 3.000,-, Asean Rp 5.000,-

www.suaraminang.com

Terbit di Jakarta

Pengembangan Pariwisata

Fauzi Bahar ‘Jual’ Pasie Jambak ke Tommy hal.4

Kepengurusan DPP IKPS 2012-2017

Firdaus Efendi Sekjen, Burmalis Ilyas Bendahara Umum hal.9

Peduli Terhadap Sektor Pendidikan

Lantamal II Padang Tebar Beasiswa

hal.12

RPM Radio Pusako Minang AM 972 KHz

BANJIR BESAR LUMPUHKAN IBU KOTA

Pusat komunikasi Urang Rantau.

Kadai Nasi Tarandam, Urang Awak Rugi Gadang JAKARTA - Banjir besar yang mengepung Kota Jakarta sejak Kamis (17/1) lalu, tak hanya membuat urat nadi ibu kota lumpuh total. Malah akibat musibah tersebut, masyarakat ibu kota menurut lembaga ekonomi, mengalami kerugian material yang tidak sedikit yaitu mencapai Rp1,5 miliar per jam-nya. Jalan-jalan dipenuhi air, perkantoran dan pertokoan serta pusat perbelanjaan harus menghentikan operasionalnya. Jakarta yang identik dengan kemacetan berubah menjadi kolam dan kanal raksasa

yang menghentikan kedigdayaan Kota Jakarta. Pemerintah Kota Jakarta melansir, lebih dari 500 RT digenangi air yang tersebar di lebih dari 50 kelurahan di lima wilayah

Jakarta daratan. Tak hanya itu, 251 sekolah pun menjadi korban belum lagi ribuan rumah warga. Itu masih belum termasuk 15 korban meninggal dunia (sampai berita dinaikkan), 94.624 warga yang mengungsi dan 25.276 KK yang terkena dampak banjir tersebut. Namun yang tak pernah terdata adalah jumlah rumah makan milik ‘urang awak’ yang terpaksa berhenti beroperasi karena ‘kemarahan’ air bah tersebut. Meski sejauh ini, data yang pasti masih belum didapatkan, diperkirakan jumlah rumah makan milik warga

Razia Terus Menerus

Tuak Tetap Ditemukan di Payakumbuh PAYAKUMBUH - Jika dalam sebuah pertandingan olahraga, juaranya adalah tim yang sama, maka tim bersangkutan latak dilabeli dengan istilah juara bertahan, nah label apa yang cocok disematkan pada pedagang tuak di Kota Payakumbuh? Meskipun Satpol PP dan jajarannya terus melakukan razia demi razia, namun penjual minuman memabukkan itu tak jua

kapok. Bahkan disinyalir, mereka hanya main kucing-kucingan dengan petugas. Tutup sini, buka di sana, begitupun sebaliknya. “Betul-betul sakti mandraguna mereka. Anehnya lagi, mereka seakan tak takut dengan siapa pun,” kata Syahrial (46), warga Ibuh pada Suara Minang, kemarin. u ke halaman 15

Minang atau di Jakarta lebih dikenal dengan rumah makan Padang yang tak melayani konsumennya mencapai ratusan unit. “Sejauh ini, memang belum ada laporan resmi terkait jumlah rumah makan milik warga Minang yang terkena dampak banjir. Namun secara kasat mata saja, rumah makan tersebut nyaris ditemukan hampir di setiap RW. Jadi ratusan mungkin angka yang wajar,” kata kepala kantor penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta, Luhur Budianda saat dihubungi Suara u ke halaman 15

Sutan Batawi

A

LAH sapakan ko, Zainal alias Sutan Batawi nan alah baliak ka ‘habitatnyo’ manjadi sibuk indak kapalang. Tiok sabanta hape jo hatenyo ‘mamakiak’ mamanggia katua RT tu. Indak sajo dari warganyo nan mangaretek manahan dingin, dari warganyo nan alun dapek nasi bungkuih sampai induak-induak nan mintak pambungkuih. Sutan Batawi batua-batua

Kolam Gadang kalang kabuik, duo kakinyo taraso indak cukuik manupang langkah nan harus diayunkan tiok sabanta. Kalau curah hujan alah tinggi, nan diparentah Sutan Batawi sarato Ajo Kowi mandadak jadi barito utamo. Indak sajo koran jo TV dalam nagari, wartawan barambuik pirang pun rami mangodak suok kida. Mulai dari urang nan alun makan, aia gadang nan alah jadi kolam hinggo pambagian jatah u ke halaman 15

Misi, pemersatu perantau minang, penyambung komunikasi antara rantau dan kampung, dan antar perantau. Mengudara dari jam 06 pagi sampai jam 12 malam dengan materi acara yang menarik. Sekretariat : Jl. KH. Hasyim Ashari, Tangerang - Banten (Gedung Berkah Motor Lt 3, depan Danau Cipondoh)


P I T O K AT O EDITORIAL

Mengelola Rantau dari Ranah

P

emberdayaan masyarakat melalui pembangunan dan unit kegiatan lainnya yang disusun pemerintah daerah merupakan sebuah hal yang ‘kudu’ sifatnya dan harus dikerjakan pemerintah daerah. Masyarakat yang berada dalam sebuah komunitas, tentu akan mudah diberdayakan dalam sebuah program kerja. Namun bagaimana jika harus mengelola masyarakat Minang yang berada di luar komunitas alias berada di perantauan?. Pemerintah pun cukup bijak dalam hal ini dengan menghadirkan Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau. Tujuannya jelas yaitu bagaimana kelebihan yang dimiliki para perantauan Minang, tetap berdaya guna dalam peningkatan kemajuan daerah. Namun di sini pula terjadi tumpang tindih, Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau berada di kantor Gubernur Sumatera Barat di Padang dan bukan menempel di kantor penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta. Kebijakan ini, tentu saja menimbulkan dualisme pengelolaan komunikasi dan kerjasama itu sendiri. Kantor Penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta, hanya ibarat sekretariat kerumahtanggaan Pemprov Sumbar di tanah rantau. Sehingga yang mereka kelola identik dengan mensukseskan kunjungan kerja eksekutif dan legislatif Sumbar ke Jakarta semata. Dalam tugas pokok dan fungsi kantor ini, mereka tak memiliki akses dalam pengelolaan kerjasama dengan perantauan yang nota bene ada di sekitar mereka. Sangat aneh rasanya, untuk mengelola rantau dilakukan dari ranah dan bukan justru diurus oleh lembaga pemerintah yang ada di rantau. Selama ini, mungkin hal ini tak terlalu banyak diributkan publik. Karena hubungan rantau dan ranah tetap berjalan normal meski tak terlalu harmonis. Namun, bagaimana menyikapi kondisi terkini, kepada siapa masyarakat Sumatera Barat yang ada di kampung halaman atau pun di perantauan meminta data terkait dengan kerugian masyarakat Minang akibat banjir besar yang nyaris menenggelamkan Jakarta pekan lalu. Tak ada data pasti jumlah warga Minang di Jakarta, tak ada data valid menyangkut kelompok usaha masyarakat Minang di ibu kota. Dan bahkan mungkin yang paling gampang diingat, Pemprov Sumbar tak memiliki data akurat terkait jumlah ‘Rumah Makan Masakan Padang’ di tanah rantau. Belajar dari kasus di atas, maka sudah selayaknya keberadaan Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau dievaluasi secara total. Biarlah Biro Administrasi Pembangunan di ranah, namun untuk kerjasama rantau serahkan saja pada kantor yang ada di rantau alias kantor penghubung Pemprov Sumbar. Tujuannya jelas, agar kewenangan kantor penghubung menjadi lebih pasti dalam mengelola perantauan Minang yang ada di Kota Jakarta dan sekitarnya, termasuk di daerah lainnya di nusantara.[]

Salimbado ? Mak, bara jumlah rumah, kadai nasi ataupun kantua punyo urang awak nan manjadi korban banjir Jakarta ka patang. Supayo nak jaleh pulo dek urang kampuang, sia sajo nan salamaik dan sia nan manjadi korban musibah tu? ? Ondeh kamanakan, apo nan kamanakan tanyokan, taraso pulo dek mamak. Tapi apo nan ka mamak jawek, indak ado lembaga ataupun organisasi kito nan ado di rantau malakukan pandataan. Padohal, saharusnyo hal iko dilakukan karano manfaatnyo sangaik gadang. Ba’a awak ka tau jaweknyo kalau organisasi urang awak samo sakali indak mamikiakan hal iko....

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

Tamparan Film “Cinta Tapi Beda” (bag 1)

A

Oleh: Mulyadi Muslim LC. MA *

LKISAH, seorang perempuan Minang bernama Diana (penganut Kristen yang taat), berpacaran dengan seorang laki-laki muslim bernama Cahyo (suku Jawa) dan berencana untuk melangsungkan pernikahan. Cinta suci mereka menghadapi kendala, karena keluarga Diana, mulai dari ibu, kakak, om dan tantenya, menolak pernikahan beda agama dimaksud. Inilah konflik percintaan yang diangkat oleh Hanung Bramantyo dan Hestu Saputra dalam sebuah film yang berjudul “Cinta Tapi Beda” (maksudnya beda agama). Film Cinta Tapi Beda, yang sudah ditayangkan sejak 27 Desember 2012 lalu, pada dasarnya tidak ada bedanya dengan filmfilm percintaan lainnya. Tidak ada satupun daya tariknya jika dilihat dari konten film tersebut. Namun demikian film ini bisa bikin heboh jika dilihat dari segi setting film tersebut. Film Cinta Tapi Beda ini ternyata mengambil setting latar belakangnya antara suku Minang dengan Jawa, dimana perempuannya yang berasal dari Minang beragama Kristen dan sebaliknya laki-laki yang berasal dari Jawa malah beragama Islam. Inilah barangkali yang membuat tokoh-tokoh Minang seperti Kesatuan Mahasiswa Minang (KMM) Jaya,

Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) dan sebagainya merasa kebakaran jenggot dan memprotes penayangan film tersebut. Bahkan Ketua KMM Jaya M. Rozi juga mencurigai adanya agenda terselubung di balik film tersebut. Kecemasan KMM Jaya ternyata cukup beralasan. Dan ternyata mereka tidak sendirian. Dilayanan jejaring sosial, seperti facebook dan twitter juga ramai diperbincangkan, yaitu antara mendukung atau menolak pencabutan film tersebut, atau sekedar komentar angin lalu belaka. Tapi yang lebih mendominasi sepertinya hanya komentar angin lalu, sekadar mempertanyakan apakah benar film tersebut diangkat dari kisah nyata sebagaimana pengakuan sutradara diawal film, atau juga ada kebohongan sang sutradara. Adapun yang memprotes agar film itu dicabut dari peredaran, ternyata tidak mendapat dukungan banyak dan buktinya yang memprotes secara terang-terangan hanya segelintir mahasiswa yang tergabung dalam KMM Jaya. Bagaimana dengan organisasi kemahasiswaan lainnya atau tokohtokoh intelektual Minang dan ulamanya? Sepertinya mereka tiarap atau memang tidak tahu, karena tidak ada waktu untuk menonton film tersebut.

2

OPINI Ketika melihat cuplikan film Cinta Tapi Beda di Youtube, penulis pada awalnya termasuk orang yang setuju dengan protes yang diajukan oleh KMM Jaya ataupun orang yang seide dengan itu. Tetapi setelah melakukan perenungan panjang, sepertinya protes KMM Jaya ataupun ketidaksetujuan penulis dengan cerita dan latar belakang yang diangkat oleh sang sutradara, hanya letupan emosional belaka, bukan karena pembelaan yang sesungguhnya kepada falsafah Minang “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” atau yang sering juga disebut sekarang ini dengan singkatan ABS SBK. Kenapa dikatakan demikian? Berikut ini adalah beberapa alasan (karena keterbatasan penulis dalam memahami falsafah Minang dimaksud) yang bisa dikemukakan. Pertama, Falsafah Minangkabau yang menyatakan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, menurut penulis adalah sebuah obsesi yang diinginkan oleh nenek moyang orang Minang pada pertemuan Marapaam dahulu kala. Karena dia adalah sebuah obsesi belaka, maka hasilnya sangat bergantung kepada kemauan penguasa adat, dalam hal ini para penghulu atau ninik mamak di Minangkabau dan juga dipengaruhi sedikit banyaknya oleh penguasa pemerintahan serta kemauan dari masyarakat itu sendiri. (Kelanjutannya... edisi depan) ** Penulis adalah Pemerhati Sosial

S U R E K PA M B A C O

Tampilkan Cerita Bersambung yang Melegenda

juga menampilkan cerita bersambung yang melegenda di Sumatera Barat. Seperti Tikam Samurai, Palimo Agam, Giring-Giring Perak dan sebagainya. Demikianlah surat kami, sekaligus salam perkenalan dari kami.

Wassalam, Assalammualaikum Sebelumnya kami mengucapkan selamat atas Mirza kehadiran Koran Suara Minang. Walau telah meKebayoran Lama, Jakarta lewati 44 edisi, namun kami baru mendapatkan dua edisi terakhir saja yang kami dapatkan tanpa sengaja di sebuah percetakan di Jakarta. Waalaikumsalam wr, wb Meski hanya edisi ke 43 dan edisi ke 44, namun kami bisa menangkap maksud dan makna Terima kasih atas suratnya, apa yang menkemuncul­a n Koran Suara Minang ini. Secara jadi harapan dan keinginan saudara selaku umum, menurut kami isi dan lay outnya telah (calon) konsumen kami, akan kami upayakan cukup bagus. Namun kalau bisa, Koran Minang memenuhinya... [] red. Penanggung Jawab dan Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan: Ambia B. Boestam. Wakil Pemimpin Umum: Ruslan Abdul Gani, Pemim­pin Redaksi: IDH Chaniago. Dewan Redaksi: IDH Chaniago, Ambia B. Boestam, Ruslan Abdul Gani, Teddy G. Chaniago. Redaktur Pelaksana: Teddy Gustedri. Sekretaris Redak­si: Herman, Staf Redaksi: Herman, RM Gunawan, Yanti Mala, Wind n’dut, Winda Nopriana, Defil, R. Akbar, Rija Tanjung, Af Nursal, M Aryadi, Nursal, Yet Kahar; Redaktur Artistik: Arjoni Tanjung. Distribusi/Sirkulasi: Kus Antoro; Pengembangan: Adi Armen; Keuangan : Aulia; Ombudsman: H Hamidi Bustami, SH, MH, JJ Dt Pintu Langik, SH. Tarif Iklan: B/W Rp 9.000/mmk, Warna (Full Colour): 15.000/mmk, Keluarga: 7.500/mmk, Iklan Mini (tinggi maks 50mm) Rp 75.000/muat. Iklan Baris (min 3 baris) Rp 27.000,/baris. Penerbit: CV.Suara Minang Utama Media. Alamat Redaksi: Jl. Ciragil 2 No.20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12180, Telp: (021) 7207363, Fax.(021) 7393809, Website: www.suaraminang.com, E-mail: swaraminang@gmail.com, Sirkulasi: Telp. (021) 739 3976, 8613390, Fax. (021) 86606695. Rekening: Bank Nagari Cabang Melawai Jakarta, No Rekening: 2400.0210.01246.5 Redaksi menerima tulisan diketik rapi 2 spasi maksimal 5 halaman kuarto diserta tanda pengenal atau fotocopy identitas lainnya. Biro Padang (Sumbar): Adi Armen, Venus Jaya Digital Printing, Jl Raya Andalas No 74 D Padang; Biro Pariaman: Yet Kahar, Jl Siti Manggopoh No 17 Bakai nareh, Pariaman Utara; Palembang (Sumsel): Rizky A Febrian Zainal; Bengkulu: Hendri Marzu, Jl. Museum No.19, Kota Bengkulu; Biro Banten: RM Gunawan, Jl. Kano V No.21 Perum Kelapa dua, Tangerang; Biro Tangerang: Tasril RPM, Gd Barkah Motor depan Danau Cipondoh, Tangerang; Biro Batam: Suwadis, Radio Discovery Minang, Bukit Aljabar Blok A No.2 Bengkok Batam. Wartawan Suara Minang namanya tercantum dalam Boks Redaksi


HUKUM&KRIMINAL

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

Anak Punk Mulai ‘Serbu’ Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Komunitas anak punk, ternyata tak hanya identik dengan kota besar. Sejak beberapa waktu belakangan, kelompok tersebut mulai ‘menyerbu’ Kota Payakumbuh. Dengan beragam atribut yang mereka gunakan serta tubuh dekil dan kumal, mereka menyeruak di tengah keramaian Kota Galamai.

Tak hanya hadir di tengah keramaian seperti pasar, pertokoan dan pusat keramaian lainnya, mereka pun dengan tenangnya bisa kongkow di trotoar pinggir jalan menjalankan aktivitas masing-masing. Meski belum berbuat hal yang tidak-tidak, tetap saja keberadaan mereka dikeluhkan sejumlah ma-

BANDAR BESAR SHABU DITANGKAP

Jefri Singo Dipancing Melalui Jefri PADANG – Tak percuma kesabaran petugas dalam mengejar bandar besar shabu yang telah lama menjadi target operasi (TO) Dit Narkoba Polda Sumbar. Jefri Tan Wijaya alias Jefri Singo (21) berhasil dibekuk bersama dua rekannya di lantai lima dan tiga Rocky Plaza Hotel, Padang, pekan lalu. Unik, Jefri Singo yang diciduk di dalam kamar hotel bersama dua rekannya Andi dan Yuli berhasil dipancing untuk menunjukkan keberadaannya melalui orang yang juga bernama Jefri (24) yang berpura-pura ingin membeli. “Selain mengamankan Jefri Singo dan dua rekannya, dari kamar hotel kami juga menemukan barang bukti berupa dua paket besar shabu, uang tunai, bong, pirek dan beberapa unit hand phone berbagai merek,” kata Direktur

Narkoba Polda Sumbar, Kombes Arif Rahman Hakim. Meskipun saat penangkapan petugas berhasil menggiring empat orang, namun sejauh ini dua teman pelaku yang berada di dalam kamar Jefri Singo, belum ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, petugas masih mendalami keduanya terkait keterlibatannya dalam kegiatan yang dijalankan oleh Jefri Singo dan kawankawan. Mantan Kapolresta Solok itu menuturkan, rekam jejak Jefri Singo dalam bisnis peredaran shabu di Sumatera Barat telah cukup panjang. Dan karena sepak terjangnya yang membahayakan itu, sejak beberapa waktu lalu yang bersangkutan telah pula ditetapkan sebagai buruan dan termasuk dalam daftar pencarian

BURON TIGA BULAN

Pembunuh Pelajar Ditangkap di Kandang Ayam DHARMASRAYA – Kerja keras tim buser Satreskrim Polres Dharmasraya untuk menyingkap tabir sekaligus menangkap pelaku pembunuhan seorang pelajar di areal perkebunan sawit di Jorong Pinang Gadang, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, akhirnya membuahkan hasil. Pelaku yang bernama Hermanto (23) yang sempat buron selama tiga bulan dan melarikan diri ke daerah Rengat, Provinsi Riau berhasil ditangkap. Tanpa perlawanan sama sekali, pelaku yang ditangkap saat tengah membersihkan kandang ayam di sebuah usaha peternakan ayam di

Rengat. Kemudian digelandang ke Polres Dharmasraya untuk pengusutan lebih lanjut. “Pelaku ditangkap di tempatnya bekerja di sebuah kandang ayam di daerah Rengat,” kata Kapolres Dharmasraya, AKBP Chairul Aziz melalui Kasat Reskim AKP. Lazuardi saat dihubungi Suara Minang pekan lalu. Aw a l n y a p e l a k u s e m p a t berkilah, namun setelah dilakukan pemeriksaan intensif dengan menunjukkan sejumlah barang bukti, akhirnya Hermanto mengakui perbuatannya. “Pelaku dijerat dengan pasal 338

orang (DPO) yang menjadi target operasi (TO) petugas. “Penangkapan terhadap Jefri Singo adalah sebuah prestasi menggembirakan, karena sebelumnya setiap kali kami melakukan penyergapan, yang bersangkutan selalu berhasil kabur meski telah dikepung,” ujarnya. Arif juga menyebutkan, dari sejumlah pengedar dan pemain shabu yang berhasil ditangkap jajaran Ditnarkoba Polda Sumbar dan juga Sat Narkoba di sejumlah Polres/Polresta, selalu saja pelaku yang ditangkap mengaku barangnya berasal dari Jefri Singo. Sampai berita ini dinaikkan, Jefri Singo dan kawan-kawan berikut barang bukti yang ditemukan bersamaan, telah diamankan di Mapolda Sumbar untuk pengusutan lebih lanjut.[]nas KUHP dengan ancaman maksimal penjara selama 15 tahun,” jelasnya. “Saya sebenarnya tidak mau, namun saya dibujuk dengan minuman bir. Akhirnya saya pun ikut dengannya. Saya yang membawa motor dan korban membonceng di belakang,” urainya perlahan. Namun sebelum sampai ke lokasi yang dituju, sepeda motor yang dikendarai korban terjatuh. Korban pun memarahi pelaku. Meski telah berjanji akan mengganti, namun korban tetap tak menerima. “Korban lantas memukul saya di bagian muka dan punggung, saya pun membalasnya dengan balik memukul hingga korban tak sadarkan diri. Setelah saya pukul, leher korban saya jerat dengan tali dan meninggalkannya berikut sepeda motor,” pengakuan Hermanto menyesali perbuatannya.[]myd

syarakat yang beraktivitas di Kota Payakumbuh. “Mereka memang tidak mengganggu, namun kami risih saja melihat mereka,” kata Nur Akmal, seorang wartawan di Payakumbuh pada Suara Minang. Sebagai bagian dari Sumatera Barat yang beragama Islam, kehadiran komunitas punk tersebut menurut Nur Akmal perlu mendapat perhatian pemerintah. Agar jumlahnyaa dari ke hari tidak semakin banyak dan memberikan image jelek bagi Kota Payakumbuh. Senada dengan Nur Akmal, Burhan pemilik toko sepatu di pasar Payakumbuh pun mengatakan hal senada. Dengan berdiri di depan toko, maka tak ada konsumen yang mau masuk ke tokonya. Dan itu jelas membuatnya rugi. “Mereka memang tak mengganggu, namun dengan berdiri bergerombol di depan toko, tentu membuat konsumen yang akan berbelanja takut. Kami berharap mereka ditertibkan agar tak terus

3

berkeliaran,” katanya meminta. Keluhan masyarakat dan pemilik toko itu, sebenarnya telah cukup sering ditindaklanjuti personil Satpol PP Kota Paykumbuh dengan melakukan penangkapan terhadap mereka, namun anehnya bukannya jera jumlahnya justru bertambah dari waktu ke waktu. “Pekan lalu kami kembali mengamankan sebanyak 15 orang, setelah di bawa ke markas, di data dan dinasehati mereka kembali dilepas setelah sebelumnya membuat surat perjanjian,” kata Kasatpol PP Kota Payakumbuh, Fauzi Firdaus. Pihaknya kata Fauzi, baru mampu menertibkan komunitas tersebut dengan memberikan pembinaan mental, pendidikan sopan santuan agar tak menganggu ketertiban umum. Mereka juga diajak untuk memelihara dirinya dengan kebersihan dan berpakaian rapi. “Tak ada tindakan keras yang bisa diberikan, karena yang bersangkutan tidak melakukan tindak pidana,” kata Fauzi beralasan.[]nra

KEMBANGKAN KASUS SIMULATOR SIM

Penyidik KPK Periksa Enam Alat di Polresta Padang PADANG — Pengembangan kasus simulator SIM yang melibatkan orang kuat di Korlantas Mabes Polri, tak hanya dilakukan di Jakarta saja. Pekan lalu, penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Mapolresta Padang untuk melakukan pengecekan fisik terhadap enam unit alat simulator yang ada di Polresta Padang. Dari informasi yang didapat Suara Minang, tim penyidik KPK itu tidak saja turun ke Polresta Padang, tapi juga ke seluruh Polres/Polresta yang ada di Sumbar untuk melakukan pengecekan alat tersebut. Selain itu, Direktorat Lantas Polda Sumbar pun tidak luput dari pengecekan. Pantauan Suara Minang, di Polresta Padang, tim penyidik ini memeriksa dan melakukan tes fisik alat simulator terhadap tiga unit alat simulator roda empat dan tiga unit alat simulator untuk kendaraan roda dua. Pemeriksaan dilakukan secara detail. Selain mencek fisik, tim penyidik itu juga memeriksa kelayakan simulator tersebut dengan menghidupkan mesin dan peralatan dari keenam alat bantu uji berkendaraan itu. Dalam pengecekan tersebut, penyidik KPK dibantu oleh sejumlah anggota Polresta Padang. simulator tersebut. “Maaf bos, kami tidak bisa memberikan keterangan mengenai hal ini. Silahkan langsung mengkonfirmasikannya kepada humas KPK di Jakarta. Sebab yang

berwenang memberikan keterangan di pusat,” kata salah seorang anggota tim penyidik saat dimintai keterangannya. Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Andiyatna kepada sejumlah wartawan mengatakan, kedatangan tim tersebut untuk memeriksa enam unit alat Simulator SIM yang ada di Polresta Padang, yang terdiri dari tiga unit roda dua dan tiga unit roda emapat. “Kedatangan mereka ini hanya untuk melakukan pengecekan adanya alat simulator SIM yang datang dari Jakarta,” kata Andiyatna singkat. Perwira melati satu ini juga menjelaskan, sejak alat simulator SIM tersebut sampai di Mapolresta Padang, hingga saat ini alat tersebut belum pernah dipergunakan. Karena pngkoneksiannya ke pusat terhubung sama sekali.[]nas


DUNIA US AHA

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

4

PENGEMBANGAN PARIWISATA

Fauzi Bahar ‘Jual’ Pasie Jambak ke Tommy

PADANG — Keindahan kawasan wisata Pasie Jambak di Kecamatan Koto Tangah selama ini hanya berkembang dari mulut ke mulut. Belum ada satu pun program pemberdayaan apalagi infrastruktur pendukung kepariwisataan yang dibangun Pemko Padang di sana. Padahal, dengan segala kelebihan dan pantainya yang masih perawan, pasie Jambak layak dikedepankan dan dijadikan ikon pariwisata Kota Padang dan juga Sumatera Barat.

Gayung bersambut, saat putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau yang biasa disapa Tommy Soeharto berkunjung ke sana, Fauzi Bahar selaku walikota Padang pun ‘menjual’ potensi Pasie Jambak tersebut untuk dijadikan tempat berinvestasi anak emas Cendana tersebut. “Pasie Jambak, adalah satu dari sekian banyak areal yang berpotensi menjadi ikon wisata

PERMINTAAN KULIT MAKIN TINGGI

lasi untuk memproduksi kulit jadi yang berkualitas dan bersaing di pasaran. Ini tentu bagus, karena selama ini kami masih mengerjakan produk kulit setengah jadi,” jelasnya. Mardi optimis, regulasi tersebut pasti akan mampu meningkatkan harga jual kulit yang diproduksi di UPTD Pengolahan Kulit. Dan tentunya ini akan berbanding sama dengan permintaan yang harus dipenuhi dari waktu ke waktu. Walaupun realisasi penerimaan UPTD Pengolahan Kulit Kota Padang Panjang cukup tinggi bahkan sebuah keajaiban bagi sebuah lembaga yang baru dibentuk, namun Mardi Suntami tetap mengingatkan jajarannya untuk terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi seiring dengan tingginya permintaan itu sendiri. Tahun 2013 ini, pihaknya kata Mardi akan lebih fokus pada peningkatan mutu dan kualitas produk kulit jadi. Salah satunya melalui peningkatan SDM karyawan dan penambahan peralatan. Kepada Suara Minang, Mardi juga mengatakan, dengan adanya kesanggupan dari Kementerian Perindustrian RI untuk menambah peralatan, khususnya dalam menunjang operasional UPTD tentu target yang hendak dicapai akan semakin tinggi. Apalagi kata dia, UPT pengolahan Kulit Kota Padang Panjang merupakan pabrik percontohan pengembangan industri kulit untuk wilayah Sumatera.(ryn)

UPTD Kulit Siapkan Regulasi Tingkatkan Kualitas

PADANG PANJANG — Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengolahan Kulit Kota Padang Panjang yang baru dibentuk tahun lalu, ternyata dalam perkemmbangannya bergerak cukup cepat. Bahkan, dari target penerimaan yang hanya sebesar Rp75 juta, lembaga ini mampu merealisasikannya sebanyak Rp76,142 juta

atau sebesar 102 persen. Realisasi penerimaan yang maksimal itu, menurut kepala UPTD Pengolahan Kulit, Mardi Suntami, karena pangsa pasar kulit sanggat bagus dan permintaan juga cukup tinggi dari konsumen. “Melihat tingginya permintaan itu, dalam waktu dekat kami akan menyapkan sebuah regu-

Kota Padang dan Ranahminang. Karenanya, kami dari jajaran pemerintahan selalu berupaya agar kawasan ini dilirik oleh investor,” kata Fauzi. Dengan jarak yang hanya 17 KM dari pusat Kota Padang, menurut Fauzi Bahar, sebenarnya tak ada alasan untuk tidak menjadikan pasie Jambak berkembang dan bernilai uang. Namun sejauh ini, hal itu belum terlaksana dengan baik. Pemko Padang sendiri kata Fauzi, tengah membuat master plan khusus untuk pengembangan kawasan Pasie Jambak sehingga kawasan itu bisa menjadi kawasan wisata terpadu dengan beragam fasilitas terbaik dan termegah. “Beberapa konsep yang akan dirancang adalah pelabuhan kapal pesiar mewah, sektor perikanan dan perhotelan, safari rawa, shopping distrik dan marina bay,” urainya. Kawasan Pasie Jambak, menurut Fauzi Bahar selain didukung oleh pasir putihnya, juga dilengkapi dengan muara sungai yang bisa menjadi tempat memancing dan berselaju sampan. Apa yang dikatakan Fauzi Bahar, tak ditampik sama sekali oleh Tommy Soeharto. Pada se-

Fauzi Bahar dan Tommy Suharto

jumlah wartawan, termasuk Suara Minang, Tommy mengatakan bahwa kawasan Pasie Jambak masih alami dan sangat indah. “Harus diakui, Pasie Jambak adalah potensi pariwisata yang bagus untuk dikembangkan. Salah satu properti yang mesti dibangun di kawasan itu menurutnya adalah perhotelan,” ujarnya serius. Walau tertarik untuk berinvestasi di Pasie Jambak, namun bos Humpus Group itu akan melihat perencanaannya dulu. Jika memang bagus, kata dia, perusahaannya akan segera membuat jadwal mulai pengembangan pariwisata di kawasan itu.(wnd)

Tunggakan Listrik di Pasbar Capai Rp4,5 Miliar SIMPANG EMPAT - Tingkat kepedulian masyarakat yang masih rendah dan juga keenggannya datang ke lokasi pembayaran listrik yang telah ditentukan, menjadikan nilai tunggakan listrik di Kabupaten Pasaman Barat sangat tinggi. Dari total rekening sebesar Rp5,6 miliar yang bisa dihimpun dari 48.000 pelanggan, tunggakannya tercatat sebesar Rp4,5 miliar. Kondisi itu, tentu sangat memiriskan. Sebab nilai tagihan yang masuk ke kas negara hanya sebesar 19,64 persen saja alias tak sampai seperlima dari target yang direncanakan semula. “Kami menduga, faktor penyebab tingginya tunggakan tersebut adalah kesibukan masyarakat menjalankan aktivitasnya yang sebagian besar berkebun dan juga enggan atau malas mendatangi tempat atau loket pembayaran listrik yang telah ditetapkan,” kata kepala PLN ranting Simpang Empat, Pasaman Barat, Basri Tasmin. PLN kata Basri, sangat menyesalkan besarnya tunggakan itu. Sebab, pihaknya kata Basri senantiasa mensosialisasikan masalah pembayaran tagihan rekening listrik konsumen secara tepat waktu. Namun sayang, sejauh ini hal itu belum terealisasi secara maksimal. Tingginya tunggakan tersebut, menurut Basri tentu akan berkait dengan pelayanan PLN pada kon-

sumen. Karena kondisi itu akan membuat rencana PLN ranting Simpang Empat meningkatkan daya listrik akan terkendala. “Karenanya, kami meminta konsumen untuk bisa memenuhi tanggungjawabnya tepat waktu. Sebab hal itu akan berkait pada tingkat layanan dan kualitas daya listrik yang akan didistribusikan,” imbuhnya mengharapkan. Basri Tasmin menjelaskan, pihaknya telah menetapkan kalau batas terakhir pembayaran rekening listrik adalah tanggal 20 setiap bulannya. Lewat dari tanggal tersebut, berarti konsumen dikenai denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PLN. “Kami yakin, konsumen PLN di Simpang Empat adalah konsumen yang baik. Keterlambatan pembayaran selama ini, kami anggap sebuah kelupaan yang diharapkan bisa segera dilunasi,” kata Basri pula.(ats)


DUNIA US AHA

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

SELAMA TAHUN 2013

DKP Kabupaten Agam Targetkan Produksi 73.803 Ton Ikan

sebanyak 71 ton. Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam, Ermantao pada Suara Minang menyebutkan, pihaknya optimis target produksi sebanyak itu akan terealisasi. Apalagi seluruh komponen dan juga produsen ikan juga meyakini bisa memenuhi target yang telah direncanakan tersebut. “Insyaallah, target tersebut akan bisa dipenuhi. Kami yakin, sumber-sumber produksi ikan di Kabupaten Agam siap mensukseskan target tersebut,” kata Ermanto optimis. Ermanto menguraikan, untuk mencapai target sebanyak itu, di Kabupaten Agam terdapat sebanyak 14.341 keramba jala apung, perikanan kolam air tenang di areal

LUBUK BASUNG - Sesuai kesepakatan dengan pemprov Sumbar, maka tahun 2013 ini Kabupaten Agam ditargetkan bisa memproduksi ikan sebanyak 73.803 ton ikan yang diharapkan bisa disuplai dari lima sektor produsen ikan selama ini yaitu kolam air tenang, keramba jala apung, kolam air deras, kolam air deras, minapolitan dan perikanan tangkap.

Dari kelima produsen tersebut, keramba jala apung masih diharapkan sebagai produsen utama dengan kapasitas produksi sebesar 48.024 ton disusul perikanan tangkap dengan target 6.157 ton. Selanjutnya kolam air tenang sebanyak 5.417 ton, kolam air deras sebanyak 5.241 ton dan minapolitan dengan target produksi

TANPA SEMPROTAN PESTISIDA

Simarasok Produk Beras Merah Organik Kualitas Ekspor LUBUK BASUNG - Beras merah yang dulunya menjadi makanan para keluarga kerajaan, belakangan makin sulit ditemui. Sejumlah daerah selaku produsen beras jenis ini, belakangan mulai meninggalkannya. Akibatnya, beras merah yang memiliki berbagai keistimewaan dan juga bisa memberikan sumber kalori tinggi bagi tubuh ini makin sulit ditemui. Namun untunglah, sejumlah kelompok tani yang dibina Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Agam di daerah Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam terus membudidayakannya. Bahkan belakangan, beras merah produksi Nagari Simarasok kualitasnya makin baik dan sebagian telah diekspor ke luar negeri. “Kualitas beras merah organik produksi Nagari Simarasok, memang telah menjadi garansi untuk beras merah kualitas ekspor. Bahkan, beras tersebut pun semakin naik brandingnya sejak mendapat penghargaan dari pemerintah pusat,” kata Bupati Agam, Indra Catri pada Suara Minang. Mulai langkanya beras merah di pasaran, menurut Indra Catri adalah sebuah peluang besar yang harus dimanfaatkan petani beras merah di Simarasok. Apalagi, harga jual

beras merah, meski masa panennya lebih panjang dari beras kebanyakan, lebih tinggi. Selaku kepala daerah, Indra Catri telah menginstruksikan jajarannya di SKPD Pertanian Tanaman Pangan melalui penyuluh lapangan agar benar-benar memperhatikan budidaya beras merah ini agar tetap menjadi kebanggaan Kabupaten Agam dan juga Sumatera Barat. “Perhatian serius dan fokus tersebut, ternyata bisa membuat beras merah yang diproduksi Nagari Simarasok berkualitas ekspor dan mulai masuk ke pasaran internasional,” imbuhnya. Yang lebih mengejutkan lagi, meski beras merah tersebut ditanam dan diolah petani biasa, namun dalam pemeliharaan dan perawatan-

nya tanpa menggunakan pupuk serta tidak disemprot pestisida sama sekali. “Dengan rasa yang lebih enak, beras merah Simarasok layak menjadi rujukan keluarga yang ingin menikmati beras berkualitas tinggi,” tambah Indra Catri pula. Tommy Sutia Bertha selaku pengelola toko online di Kota Padang, saat dihubungi Suara Minang, mengakui kalau kualitas dan rasa beras merah Simarasok memang berbeda dengan beras kebanyakan yang diproduksi sentra beras Sumatera Barat. “Selain khas, rasanya juga kamek atau legit. Dan tentunya benarbenar memenuhi syarat makanan sehat sebagaimana dianjurkan pemerintah,” ujarnya.[]wnd

5

seluas 2.900 hektare yang tersebar di 16 kecamatan, kolam air deras sebanyak 260 petak, minapolitan di areal seluas 263 hektare serta perikanan tangkap di pantai sepanjang 43 KM. Kabupaten Agam jelas Ermanto, memang diproyeksikan sebagai daerah dengan kapasitas produksi ikan terbanyak di Sumatera Barat. Dan oleh Gubernur Sumatera Barat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan pun, hal itu dikuatkan dengan proyeksi target langsung untuk empat tahun sejak 2011 silam. “Tahun 2011 target produksi ikan Kabupaten Agam sebanyak 48.011 ton, 2012 ditargetkkan 60.451 ton. Selanjutnya tahun 2013 targetnya menjadi 73.803 ton dan kembali melonjak pada tahun 2014 yang ditargetkan sebanyak 90.837 ton,” katanya menjelaskan. Meskipun kapasitas produksi yang ditargetkan cukup banyak, namun Ermanto optimis hal itu akan bisa direalisasikan. Karena Pemkab Agam memang telah menargetkan daerah itu sebagai produsen ikan utama di Sumatera Barat.[]ari

DARI 3.700 UNIT KOPERASI DI SUMBAR

Hanya 24,3 % yang Sehat PADANG – Dunia perkoperasian di Sumatera Barat, nampaknya berada di posisi yang membahayakan dan perlu pembenahan segera. Karena dari 3.700 unit koperasi yang terdaftar di seluruh penjuru Sumatera Barat, hanya sekitar 900 unit saja atau 24,3 persen saja yang tergolong sehat. Sisanya perlu dievaluasi dan terancam dibubarkan. Banyaknya koperasi dengan rapor merah tersebut, tentu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinas Koperasi yang menjadi pembina koperasi di kabupaten/kota masing-masing. Meski menjadi PR, namun sikap tegas tampaknya harus diberikan agar koperasi yang masuk kategori sehat nantinya tak ikut-ikutan sakit. “Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar akan melakukan evaluasi serius terhadap kinerja seluruh koperasi yang ada. Jika masih layak dipertahankan, tentu akan dipertahankan. Namun kalau sudah kronis dan tidak dapat dipertahankan lagi, apa boleh buat tentu harus dibubarkan,” kata Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Desmadi Idris. Desmadi tetap mengimbau seluruh koperasi yang ada untuk membenahi kinerjanya agar lebih

sehat dan bisa menjalankan roda organisasi secara baik. Agar ke depan, seluruh koperasi yang ada di Sumbar menjadi sehat dan bisa meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya. Tahun 2013 ini, kata Desmadi Pemprov Sumbar mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar lebih untuk pembinaan koperasi, termasuk pembinaan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kepada Suara Minang, Desmadi Idris juga menyebutkan, sesuai dengan Undang-Undang Koperasi yang baru No.17 tahun 2012, koperasi tidak boleh memborong banyak unit usaha. Untuk itu, koperasi diminta lebih fokus pada satu unit usaha saja. Khusus koperasi unit usaha simpan pinjam harus memiliki izin dari otoritas jasa keuangan (OJK) yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Jika tidak, maka koperasi tersebut berlaku ilegal dalam menjalankan usaha keuangan. Sedang unit usaha lainnya, seperti jasa, perdagangan dan produksi berlaku seperti biasanya. “Jadi kalau ada koperasi yang memiliki usaha simpan pinjam harus memiliki badan hukum dan terdaftar pada OJK,” tambahnya. []wnd


S E P UTA R MONAS

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

SUKSESI KEPEMIMPINAN KOTA PADANG

Pemimpin ke Depan Harus Miliki Selera Wisata

Raseno Arya (berbaju batik) pada suatu acara budaya Minang di Anjungan Sumatera Barat TMII.

JAKARTA - Tahun 2013 ini adalah tahun terakhir H Fauzi Bahar menjabat sebagai Walikota Padang dan selanjutnya kepemimpinan di ibu kota Sumatera Barat itu akan beralih ke pemimpin baru karena Fauzi Bahar telah dua periode menjadi nahkoda kapal besar bernama Kota Padang.

Sehubungan dengan kondisi demikian, sejumlah nama bermunculan ke permukaan dan digadanggadang sebagai calon suksesor Fauzi Bahar. Diantaranya Sekda Kota Padang, Syafril Basir, Ketua DPRD Padang Zulherman, ketua KNPI Sumbar Adib Alfikri, Irwan

TOKOH MINANG

Estafet dan Kaderisasi tak Berjalan

JAKARTA - Sumatera Barat sebagai daerah yang minus sumber daya alam (SDA), sejak dahulu dikenal sebagai daerah dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang besar. Sejarah menunjukkan, Sumatera Barat dengan bangga melahirkan sejumlah tokoh besar republik ini, sebutlah nama Moh Hatta, Sutan Syahrir, Tan Malaka, M Yamin, Agus Salim, Hamka dan lain sebagainya. Namun belakangan, tokoh besar dengan kaliber yang juga besar tersebut tak lagi muncul. Dan kalaupun ada yang tergerek

ke permukaan, lebih kepada kualitas individu yang mumpuni dan muncul karena kemampuan besar untuk bangkit. “Yang dibutuhkan saat ini adalah estafet dan kaderisasi tokoh, sampai kapan Ranahminang hanya memunculkan tokoh yang lahir dari rahim bernama semangat dan keinginan kuat semata?, Harusnya ada kaderisasi kepemimpinan pada generasi muda Ranahminang agar kelak menjadi orang besar,” kata anggota DPD RI, H Afrizal pada Suara Minang pekan lalu.

Afrizal tak menampik, saat ini ada sejumlah nama yang berasal dari Minang bermunculan di pentas nasional, namun semuanya kata dia tak lahir dari proses kaderisasi namun karena upaya sendiri dan keinginan kuat untuk berhasil. Saat ini kata dia, regenerasi tokoh Minang tersebut tak berjalan sebagaimana diharapkan, akibatnya mereka yang merasa telah besar tersebut selalu mengklaim diri mereka sebagai tokoh Minang meskipun kontribusi yang diberikan pada kampung halaman sanat kecil sekali. “Seorang tokoh, seharusnya tak dibesarkan oleh media dan dibesarkan oleh kelompoknya. Namun besar karena tingginya apresiasi masyarakat kepadanya. Inilah sesungguhnya yang diharapkan Ranahminang,” ucapnya. Selaku anggota DPD RI, Afrizal mengajak seluruh elemen masyarakat Minang baik yang ada di kampung halaman ataupun perantauan untuk bersama-sama mencari solusi terbaik terkait kaderisasi tokoh Minang tersebut. Agar nantinya, Ranahminang kembali bisa melahirkan tokohtokoh besar tak hanya untuk Sumatera Barat, tapi juga untuk Indonesia.[]

Basir, Zulhefi Sikumbang, Yuen Karnova, Ibrani, Januardi Sumka hingga Raseno Arya. Namun sejauh ini, belum satu pun dari nama-nama tersebut yang secara terang-terangan menentukan sikap. Sepertinya para peminat baru akan merilis keikutsertaan mereka mendekati dibukanya pendaftaran bagi calon Walikota dan Wakil Walikota oleh KPU Kota Padang. Raseno Arya, satu dari banyak nama yang bermunculan tersebut, kepada Suara Minang mengatakan bahwa memimpin Kota Padang bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Meski namanya disebutsebut, namun Raseno yang saat ini menjabat sebagai Kasubdit Promosi Tujuan Wisata Wilayah I hanya tersenyum datar. “Biarlah nama itu menjadi urusan mereka di ranah politik,

6

namun bagi saya, siapa pun yang akan menjadi pemimpin Kota Padang ke depan, haruslah orang yang mau membenahi pariwisata dan memiliki selera wisata yang tinggi,” katanya mengalihkan pembicaraan. Kenapa harus memiliki selera wisata, karena Kota Padang kata putra Lubuk Begalung itu tak memiliki banyak sumber daya alam (SDA), karenanya pariwisata harus menjadi pilihan utama untuk ‘diperdagangkan’. Selain harus memiliki selera wisata, pemimpin tersebut kata Raseno pun harus bisa mengarahkan program pembangunan daerah untuk mendukung suksesnya dunia wisata. “Tanpa dukungan maksimal dari semua stakeholder, mustahil pengembangan kepariwisataan akan optimal. Padahal pariwisata adalah salah satu peluang yang sangat besar dalam mendongkrak perekonomian Kota Padang dan juga Sumatera Barat,” imbuhnya. Pemerintah pun kata dia, harus bisa membenahi objek dan kawasan wisata yang ada saat ini menjadi bernilai ekonomi tinggi. Dan ini rasanya akan mudah dilakukan dengan banyaknya penerbangan dari dan ke Kota Padang setiap harinya.[]

Warga Minang Harus Sukseskan Pembangunan Jakarta JAKARTA - Jumlah warga Jakarta yang berasal dari etnis Minangkabau sebenarnya cukup banyak. Meski tidak atau belum ada data pasti diperkirakan ada sekitar 800an warga Jakarta yang berasal dari Sumatera Barat. Jumlah itu bisa saja lebih atau bisa saja berkurang, karena belakangan eksodus warga Jakarta ke daerah pinggiran cukup banyak. Apalagi warga Minang yang sebagian besar ekonomi mereka ditopang oleh usaha dagang. “Jumlah pastinya memang masih belum diketahui karena belum ada data resmi yang diterima pemerintah daerah. Namun berdasarkan perkiraan yang didapat dari organisasi perantauan Minang, maka jumlahnya diperkirakan hampir 1 juta jiwa,” kata kepala kantor penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta, Luhur Budianda pada Suara Minang. Dengan komunitas yang cukup besar itu, tentu warga Minang kata dia, memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan Jakarta khususnya dalam sektor perekonomiannya. Namun ada satu hal yang harus menjadi perhatian utama, yaitu bagaimana warga Minang itu tak hanya memikirkan ekonomi mereka semata. “Namun mereka juga wajib mensukseskan pembangunan di Kota Jakarta dengan mendukung penuh program pembangunan yang telah disusun dan disiapkan pemerintah daerah,” jelasnya.

Luhur Budianda

Luhur Budianda ‘hakkul yakin’, warga Minang adalah warga yang baik dan dewasa dalam menentukan sikap bagaimana seharusnya mendukung program pemerintah tersebut. Baik melalui program organisasi yang mereka naungi, maupun program kemasyarakatan di tempat tinggal masing-masing. Salah satu contoh paling kecil saja dalam mensukseskan pembangunan di Kota Jakarta kata Budi adalah membayar pajak, retribusi dan sebagainya. “Memang pembangunan di Kota Jakarta akan tetap berjalan tanpa adanya kepedulian masyarakat, namun dalam sebuah pemerintahan, idealnya masyarakat memang harus terlibat secara aktif di dalamnya,” kata Luhur Budianda mengakhiri.[]


K A BA R A NAH

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

Bank Sampah “Limpapeh Minang” Dikunjungi Ahli DBD Sampah Limpapeh Minang sebelum dinobatkan sebagai juara nasional,” kata Frisdawati pada Suara Minang. Direktur Bank Sampah Limpapeh Minang, Dewi, di hadapan tamunya menjelaskan bahwa keberhasilan yang didapatinya berkat kerjasama yang solid dengan tim atau Kader-kader dan melibatkan tokoh masyarakat. “Untuk menjaga kebersihan lingkungan, kami melibat semua elemen masyarakat. Karena, bila lingkungan dibiarkan kotor dan tidak terawat, tentu akan memudahkan perkembangbiakan nyamuk Aides Aygipty dalam menebar virusnya,” jelas Dewi. Dewi menjelaskan, saat ini Bank Sampah Limpapeh Minang memiliki anggota jumantik sebanyak 58 orang yang tersebar di

PADANG - Keberhasilan Bank Sampah ‘Limpapeh Minang’ Kelurahan Gunung Sariak Kecamatan Kuranji Kota Padang sebagai juara nasional, menjadi inspirasi bagi para ahli penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang berasal dari Indonesia, Malaysia dan Singapura untuk mendatanginya langsung ke ‘kantor’ bank sampah tersebut yang berada di komplek Perumahan Tarok Permai Indah.

Kedatangan ahli DBD yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Drg. Fridawati AB tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung peranan bank sampah Limpapeh Minang di tengah masyarakat dalam menanggulangi DBD. “Rombongan ini meminta Pemko Padang untuk mendampinginya untuk melihat secara dekat terkait apa saja yang diperbuat Bank

AWAL TAHUN YANG INDAH BAGI PESSEL

dari serapan anggaran maupun tingkat kesejahteraan masyarakat transmigran itu sendiri. Pemerintah pusat kata Nasrul, telah mengunjungi lokasi transmigrasi yang ada di pesisir Selatan. Di sana kata dia, tim pusat melihat secara langsung banyaknya infrastruktur yang terbangun serta semakin baiknya kehidupan masyarakat. Sebagai daerah tujuan transmigrasi, di Kabupaten Pesisir Selatan terdapat sejumlah titik trasmigrasi seperti di Kecamatan Lengayang, Kecamatan Pancung Soal, Kecamatan Lunang dan Kecamatan Silaut. Nasrul Abit berharap penghargaan yang diterima bisa menjadi pelecut semangat para insan transmigrasi untuk bekerja lebih gigih sehingga program transmigrasi yang dilakukan pemerintah daerah dapat mensejahterakan kehidupan para transmigran itu sendiri. “Award ini menjadi reward bagi kita semua. Ke depan mari kita tingkatkan kinerja, tidak saja bidang transmigrasi, tetapi semua bidang sehingga Pesisir Selatan akan lebih baik, dan lebih sejahtera, seperti yang kita citacitakan,” ujarnya. Disebutkan, penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berjenis Makarti Nayotama. Yang artinya, Pessel telah berhasil menjalankan program transmigrasi di daerahnya. []dul

Dua Pekan, Dua Penghargaan

PAINAN – Tahun 2013 tampaknya menjadi tahun yang indah bagi Kabupaten Pesisir Selatan. Baru dua pekan berjalan, daerah yang berada di selatan Sumatera Barat ini, telah mengantongi dua penghargaan dari pemerintah pusat. Setelah menerima penghargaan dari Kementerian Agama RI karena suksesnya Program Magrib Mengaji dan Kembali ke Surau, kembali Pesisir Selatan menerima award. Kali ini dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Award bernama Transmigration Award 2012 diterima atas kes-

ungguhan Pemkab Pessel dalam melaksanakan pembangunan transmigrasi di daerah tersebut. “Alhamdulillah, semoga ini menjadi awal yang baik bagi Kabupaten Pesisir Selatan dalam menyongsong tahun 2013,” kata Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abit dengan mata berbinar. Transmigration Award menurut Nasrul Abit merupakan penghargaan di bidang ketransmigrasian yang merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan Pesisir Selatan dalam menyukseskan program transmigrasi. Baik

7

seluruh titik di Kelurahan Gunuang Sarik. Semuanya kata Dewi, bekerja tanpa pamrih. Dan sebagai relawan, semuanya dilakukan dengan dasar kemanusiaan. Dr. Aziz Djamal selaku ketua rombongan di hadapan tuan rumah tak mampu menyembunyikan kekagumannya atas ide-ide dan pemikiran dari Bank Sampah Limpapeh Minang. “Tanpa biaya operasional yang memadai, ternyata Limpapeh Minang mampu menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kepentingan orang banyak. Bahkan, ide tersebut mampu menyelamatkan masyarakat dari ancaman kematian,” katanya serius. Apa yang telah dilakukan Bank sampah Limpapeh Minang, menurut Aziz Djamal, bisa diterapkan secara menyeluruh di penjuru Indonesia. Karena dengan anggaran terbatas, bisa memberikan sumbangsih besar bagi kehidupan masyarakat luas.[]taf

DALAM MELAKUKAN PENERTIBAN

Personil Satpol PP Harus Kantongi Surat tugas PADANG - Tugas yang diemban personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidaklah ringan, bahkan kerap kali dalam menjalankan tugasnya mereka berbenturan dengan masyarakat. Karenanya, dalam setiap kali melakukan operasi atau penertiban seluruh personil yang diterjunkan ke lapangan sebelumnya harus mengantongi surat tugas. “Saya tidak mau ada personil yang bergerak liar tanpa sepengetahuan atasan,” kata Walikota Padang, Fauzi Bahar saat apel gabungan Satpol PP Padang di halaman Gedung Bagindo Aziz Chan. Selaku Walikota, Fauzi Bahar tak akan mentolerir jika ada personil Satpol PP yang bergerak sendiri atau miss koordinasi, karena hal itu tak sesuai dengan ketentuan dan tentunya sangat berbahaya baginya. Koordinasi adalah sebuah hal yang harus dilakukan semua personil Satpol PP, apalagi ke depan, kata dia, tugas yang harus dilakukan tim penegak Perda tersebut sangatlah berat. “Sebagai pengaman Perda, tentu tugas yang dipikul tak ringan.

Dan personil harus berhadapan langsung dengan publik. Namun hal itu jangan dijadikan penghalang untuk melaksanakan tugas negara,” katanya mengharapkan. Seluruh personil Satpol PP, diharapkan bisa bekerja dengan penuh keyakinan, loyal, dan melaksanakan tugas yang dibebankan secara benar. “Dalam menjalankan tugas, jangan ada prinsip belah bambu, perlakukan masyarakat sama tanpa dibedakan antara satu dengan lainnya. Jika ada yang bekerja dengan mengedepankan faktor like or dislike, tolong beri tahu saya,” kata Fauzi tegas. Dalam kesempatan itu, walikota meminta kepada jajaran Satpol PP Padang untuk menertibkan seluruh bangunan warga yang berdiri di sepanjang By Pass karena kawasan itu akan dilebarkan menjadi dua jalur. “Bila bangunan masih berdiri dan pemilik tidak mau membongkar sendiri, tentu akan menghambat proses pekerjaan. Untuk itu, personil Satpol PP harus bisa mengingatkannya,” katanya mengakhiri.[]taf


K A BA R A N AH

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

8

DIBUAT ATAS NAMA CINTA

Saluak Laka Terima Penghargaan Unesco

PADANG – Ketekunan dan keseriusan Nanda Wirawan selama tujuh tahun lebih dalam merevitalisasi motif songket kuno Minangkabau, mengantarnya menerima penghargaan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) dalam kategori Award Of Exellence for Handycraf.

Penghargaan itu diberikan pada songket bermotifkan Saluak Laka yang dibuat pada sehelai selendang dengan motif kuno yang didapatkannya di Halaban, Kabupatden Limapuluh Kota. “Meski pembuatan motifnya memakan waktu hingga 1,5 tahun serta proses menenun yang cukup

DOKUMEN KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN SOLOK

Badukcapil Sinyalir Banyak Dokumen Palsu Beredar

AROSUKA - Badan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Solok mensinyalir masih banyak dokumen kependudukan palsu beredar di tengah masyarakat di daerah itu. Hal itu berdasarkan masuknya dua lembar kartu keluarga (KK) palsu yang diajukan warga di kecamatan Lembah Gumanti pekan lalu. Kepala Badan Dukcapil Kabupaten Solok, Dedi Permana menengarai masih banyak doku-

men kependudukan palsu yang beredar di tengah masyarakat. Karenanya, Dedi mengimbau warga agar menghindari hal tersebut guna memberikan keterangan jatidiri yang pasti kepada lembaga pengelola administrasi kependudukan yang jelas. “Kami menemukan dua lembar KK palsu. Sepintas bentuknya sama dengan yang asli, tetapi ada perbedaan yang mencolok pada Nomor KK itu sendiri, disamping

adanya indikasi pemalsuan tanda tangan,” jelas Dedi. KK palsu yang tersebut, diajukan oleh warga berinisial AD dan MD yang mengaku beralamat di Taratak Tangah, tetapi beda nagari, yakni Sungai Nanam dan Alahan Panjang, kecamatan Lembah Gumanti. Terkait usaha pemalsuan dokumen kependudukan dan tanda tangan tersebut, Dedi Permana sebagai pejabat yang berkepentingan tidak akan memperkarakan kasus tersebut, kecuali mengimbau warga agar menyadari betapa pentingnya validitas administrasi kependudukan. “Yang jelas kami menolak menerbitkan KTP elektroniknya, karena nyata-nyata palsu,” tegas Dedi Permana. Terkait temuan itu, Dedi mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap formulir KK palsu. Dedi mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan masalah kependudukan, karena nanti berakibat fatal terhadap keterangan identitas diri dan bahkan keluarga. “Pengurusan administrasi kependudukan sangat mudah dan mendapat pelayanan yang baik. Tidak ada yang sulit. Karena itu, pergunakanlah fasilitas yang diberikan oleh pemerintah,” jelasnya.[]rjt

panjang yaitu selama 4 bulan, namun Saluak Laka yang saya buat atas nama cinta selesai juga,” kata Nanda Wirawan dengan mimik datar. Di Studio Songket Erika Rianti yang berada di Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam yang dikelolanya sepeninggalan orang tuanya tersebut, Nanda mulai menjalankan studio yang didirikan orang tuanya sejak tahun 2000 lalu. Keseriusan Nanda yang sama sekali tidak memiliki latar belakang ilmu budaya, melainkan seorang teknokrat jebolan Teknik Lingkungan Unand Padang tahun 2006 ini ternyata tak hanya membanggakannya, tapi juga membanggakan Sumatera Barat. Di Studio Songket Erika Rianti tersebut, Nanda berupaya merevitalisasi motif-motif songket kuno yang ada di Minangkabau. Proses revitalisasi itu sendiri menurutnya tidak belangsung singkat, namun melalui perjuangan lama dalam berburu motif dari pelosok negeri

yang ada di Ranahminangbahkan sampai ke Museum Leiden di Negeri Belanda. Motif songket kuno Minangkabau yang terancam punah, di tangan Nanda direvitalisasi menjadi lebih bernilai dan hasilnya adalah award dari lembaga PBB tersebut. “Jika tidak ada lembaga yang memperhatikan songket ini, kita cemaskan songket akan punah. Apalagi pecinta koleksi songket makin hari makin banyak,” kata Nanda. Nanda dengan bangga menyebutkan, saat ini hampir di semua museum di Indonesia, sudah mengoleksi motif songket kuno hasil revitalisasi studio songketnya. Bahkan, hasil tenun Studio Songket Erika Rianti sudah banyak mendapatkan pesanan dari negeri jiran, Malaysia, Singapura dan Thailand. Dari tahun 2006 hingga sekarang, kata Nanda yang didampingi suaminya Iswandi, baru sekitar 180 kain yang dapat diproduksi. Itupun lebih banyak untuk museum.[]wnd

TITIN, 14 TAHUN BERKURUNG DIRI

DDS Galang Dana Operasi PADANG - Kepedulian pada penderitaan sesama sebagai dasar bagi Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) ternyata bukanlah asal slogan. Lembaga sosial ini, tak hanya tergerak memberi bantuan masyarakat yang melaporkan kondisi mereka langsung ke kantor DDS, tapi juga melakukan jemput bola untuk meringankan beban masyarakat banyak. Salah satu warga yang akan segera naik ke meja operasi, adalah Titin Suwarni (19) warga Parit Malintang, Nagari Ladang Laweh, Kabupaten Agam. Titin yang selama 14 tahun hanya berkurung diri di rumahnya, segera menjalani operasi untuk melepaskannya dari belenggu kecacatan yang dideritanya selama ini. Sebagaimana diceritakan Titin, cacat yang dialaminya bermula dari lampu teplok yang secara tak sengaja tersenggol oleh anak-anak yang tengah diajarnya. Api dengan cepat menyambar tubuh kecil Titin tanpa sempat dicegah sama sekali. “Karena keterbatasan biaya, akhirnya pengobatan maksimal tak bisa saya lalui karena kondisi keuangan keluarga yang tidak baik,” kata Titin sembari menyisir rambutnya dengan jemari tangannya. Sehari pascakejadian, Titin sempat dirawat di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi. Di sana, dia sempat mendekam selama 100 hari, namun karena keterbatasan biaya akhirnya Titin harus kembali ke rumah orang tuanya untuk menjalani perawatan secara alternatif.

Apa yang dialami Titin, langsung membuyarkan angannya untuk menjadi guru. Padahal sejak kecil, gadis berkulit putih ini sangat berhasrat bisa menjadi seorang pendidik. Melihat perjuangan dan semangat hidup Titin, Yasri, warga Padang Lua tergerak untuk memberikan semangat dan selalu memberikan motivasi untuk Titin. Dompet Dhuafa Singgalang pun juga turut menggalang dana untuk biaya operasi Titin yang tidak sedikit. “Kami akan bantu carikan donatur dan penggalangan dana kepada masyarakat untuk biaya pengobatan Titin,” kata penanggung jawab Program Relief Dompet Dhuafa Singgalang, Yuda. Ditambahkannya, bagi para donatur yang berniat untuk membantu dapat menyalurkan donasinya ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang, Jalan Juanda No. 31 C Pasar Pagi, Padang. Atau dapat mengirimkan donasi via rekening Bank Mandiri 111.000.500.5000.[]rel


K A BA R A NTAU

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

9

KEPENGURUSAN DPP IKPS 2012-2017

Firdaus Efendi Sekjen, Burmalis Ilyas Bendahara Umum

JAKARTA - Tepat sebulan pasca Munas IV IKPS, susunan kepengurusan dewan pimpinan pusat Ikatan keluarga Pesisir Selatan (DPP IKPS), diumumkan secara resmi. Seperti diperkirakan sebelumnya, ketua DPP IKPS, H Hasdanil Hasan akan menggandeng seluruh anggota tim formatur dalam kepengurusan DPP IKPS masa bhakti 20122017. Yang agak mengejutkan, mungkin hanya untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP IKPS yang sebelumnya dijabat Zulhendri Chaniago, maka berdasarkan Surat keputusan Tim Formatur dengan Nomor Istimewa/FormaturIKPS/I/2013 tanggal 6 Januari

2013, posisi tersebut beralih ke tangan Firdaus Effendi. “Berbeda dengan kepengurusan sebelumnya, maka kepengurusan kali ini lebih gemuk karena mengakomodir seluruh potensi yang ada di Pesisir Selatan dan juga rantau. Namun gemuknya kepengurusan,

kami jamin tak akan membuat roda organisasi juga bergerak lamban,” kata ketua umum DPP IKPS, Hasdanil Hasan saat merilis namanama pengurus DPP IKPS masa bhakti 2012-2017 di sekretariat DPP IKPS, Jalan Dempo 1 No 36, Mayestik, pekan lalu. Hadanil yang didampingi Sekjen Firdaus Efendi, Bendahara Umum Burmalis Ilyas dan sejumlah pengurus teras lainnya menyebutkan, dalam menjalankan roda organisasi, ketua umum nantinya akan didampingi oleh empat orang wakil ketua umum yang terdiri dari Zulhendri Chaniago, H Lukman Jamaluddin, Yulianto Syahyu dan H Maidar Ma’ani.

Kelima pengurus teras ini dalam tugasnya dibantu oleh 17 orang ketua DPP yang nantinya akan mengkoordinasikan 17 kelembagaan yang ada di tubuh DPP IKPS. Di posisi Sekretaris Jenderal, Firdaus Efendi dalam tugasnya akan dikawal pula oleh 17 orang wakil sekretaris jenderal, begitupun untuk posisi keuangan. Burmalis Ilyas pun akan didayang-dayangi oleh 17 orang wakil bendahara. Selain nama-nama pengurus di jajaran ketua, sekretaris jenderal dan bendahara, DPP IKPS juga akan diperkuat oleh 25 departemen yang dalam tugas masingmasingnya akan dikawal langsung oleh para koordinator. “Insyaallah, semua departemen akan bergerak senada dengan visi, misi dan tujuan organisasi agar payung besar IKPS bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh warga IKPS di tanah rantau dan juga warga Pesisir Selatan di kampung halaman,” tutur Hasdanil. Tim Formatur yang terdiri dari H Hasdanil Hasan, H Lukman Jamaludin, Zulhendri Chaniago, Yulianto Syahyu dan Firdaus Efendi, dalam surat tersebut juga menetapkan 47 nama di pos dewan penasehat yang diketuai oleh H Is Anwar Dt Rajo Perak dengan Sekretaris Suhardi Nazir. Sementara itu, dewan pakar IKPS akan digawangi oleh 32 orang

dengan ketua Hefrizal Handra dan Sekretaris Sastri Sunarti. Dalam pengumuman nama-nama pengurus tersebut, Sekjen DPP PKDP, Firdaus Effendi menambahkan, meski nama-nama pengurus cukup banyak, namun tidak tertutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah seiring dengan kepentingan dan kemajuan roda organisasi. Bendahara Umum DPP IKPS, Burmalis Ilyas dalam kesempatan itu mengatakan, sebuah organisasi tak akan bergerak dengan anggaran yang bersumber dari pengurus organisasi saja, karena itu pihaknya akan mencoba memaksimalkan penggalian anggaran yang bersumber dari seluruh warga organisasi. “Bisa saja dalam bentuk sumbangan atau iyuran bulanan seluruh warga organisasi. Yang penting, organisasi memiliki anggaran yang selalu stand by setiap saat sehingga saat dibutuhkan, lebih mudah mengambilnya,” kata Burmalis pula. Hasdanil Hasan, Firdaus Efendi dan Burmalis Ilyas, di akhir pertemuan meminta seluruh pengurus bekerja dengan penuh tanggungjawab dan ikhlas demi membesarkan IKPS sehingga bisa pula memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan anggota serta kesejahteraan warga Pesisir Selatan di kampung halaman.[]

TEKAN BIAYA OPERASIONAL

GSG Minang Sebaiknya Diserahkan ke Pemprov Sumbar BANDUNG - Besarnya biaya yang harus dikeluarkan pengelola gedung serba guna (GSG) Minang yang berada di Jalan Cikutra Baru No 19 Kota Bandung setiap tahunnya, bisa ditekan jika gedung tersebut pengelolaannya berada di bawah Pemprov Sumbar. Selain akan lebih tertata, juga akan membuat persoalan aset tersebut menjadi jelas. Dengan diserahkannya pengelolaan gedung tersebut, diharapkan mobilisasi dan operasional GSG bisa ditekan dan PKM Jawa Barat bisa lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat Minang yang merantau di bumi Parahiyangan. Demikian dikatakan ketua PKM Jawa Barat, H Asril Das saat dihubungi Suara Minang via ponselnya terkait keberadaan GSG Minang Jawa Barat yang juga merangkap sebagai asrama bagi mahasiswa asal Sumatera Barat yang melanjutkan pendidikan ke Kota Bandung. “Biaya operasional GSG ten-

tunya cukup besar, karenanya kami berpikir untuk menyerahkan sepenuhnya operasional GSG pada Pemprov Sumbar. Dengan diserahkannya pengelolaan pada pemprov Sumbar, tentu diharapkan mobilitas dan operasional GSG lebih lancar dan juga penganggaran bisa lebih maksimal melalui APBD Sumbar,” kata Asril Das menjelaskan panjang lebar. GSG yang berdiri atas inisiatif perantauan Minang Jawa Barat khususnya yang tinggal di Kota Bandung dengan dikoordinatori oleh Ny Elly Adam Malik, beberapa tahun silam, kata pengusaha buku ini telah memberikan banyak sumbangsih bagi dunia pendidikan Sumatera Barat. Karena itu sudah sepantasnya kata perantau asal Kotobaru, Solok ini, pengelolaan GSG Minang diambil alih Pemprov Sumbar. Saat ini, di GSG Minang Jawa Barat, terdapat sebanyak 16 mahasiswa yang tinggal di asrama GSG Minang. Semuanya kata Asril

Das menuntut ilmu di sejumlah perguruan tinggi yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya. “Kami memang mengharapkan, pengelolaan gedung bisa diambil alih pemprov Sumbar. Karena hanya cara itu yang bisa dilakukan agar GSG Minang tetap beroperasi sebagaimana diharapkan. Apalagi saat ini, kami dengar tanah yang dipakai secara sewa kepada Pemko Bandung tersebut belum dibayar sejak beberapa tahun belakangan.” tuturnya menambahkan. Secara umum, Asril Das menga­takan, GSG Minang Ban­ dung operasionalnya berada di bawah pengelolaan Yayasan Bunda Jakarta bersama sejumlah tokoh PKM Jawa Barat. Namun perjalanan waktu, bisa saja membuatnya menjadi liar dan tak terkoordinir secara baik. Oleh karenanya, dengan diserahkan ke Pemprov Sumbar, tentu hal yang tak diinginkan terjadi tersebut bisa dihindari. Sementara itu di tempat ter-

Drs. H. Asril Das, sewaktu pembangunan Hotel Grand Asrilia, Bandung.

pisah, kepala kantor Penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta, Luhur Budianda menjelaskan, apa yang menjadi harapan dari PKM Jawa Barat, dengan tangan terbuka akan diterima. “Namun demikian, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya, pembiayaan atau penganggaran hanya bisa dilakukan jika gedung tersebut asetnya diserahkan sepenuhnya pada Pem-

prov Sumbar. Namun kalau hanya pengelolaan yang diserahkan, tentu penganggaran maksimal tak bisa dilakukan,” jelasnya. Syarat lainnya kata Budianda adalah adanya persetujuan dari DPRD Sumbar terkait penyerahan aset tersebut pada pemprov Sumbar. “Nah sebelum hal itu ada, tentu penganggaran maksimal tak bisa dilakukan,” katanya.[]


K A BA R A NTAU

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

KEBERSAMAAN DI IKM DEPOK

“Badomino” di Akhir Pekan

DEPOK - Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain pula belalangnya. Pepatah ini menunjukkan betapa aktivitas dan kegiatan di sebuah komnitas, tak kan sama antara satu dengan lainnya. Berbeda dengan yang lain, memang menjadi ciri khas dari Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Depok. Sebagai sebuah komunitas Minang terbesar di Provinsi Jawa Barat, IKM Depok pun memiliki beragam kegiatan. Mulai dari pertemuan rutin, pengajian, silatura-

him dan juga sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun yang berbeda, di sekretariat IKM Depok, setiap akhir pekan tepatnya di malam Sabtu dan Minggu,

anggota IKM Depok ramai-ramai mendatangi sekretariat yang berada di komplek pertokoan Proklamasi, Blok B no 19, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. “Setiap akhir pekan, sekretariat memang selalu ramai dengan anggota IKM Depok yang suka main domino,” kata sesepuh Minang Kota Depok, Syaiful Bahri pada Suara Minang. Kegiatan itu, kata Syaiful yang didampingi sejumlah pengurus IKM Depok lainnya seperti Taufik

PEMBERDAYAAN ANGGOTA ALA IKM KOTA BANJAR

Perkuat Ekonomi dengan Koperasi BANJAR - Berada jauh dari hingar bingar Kota Metropolitan Jakarta, tak membuat organisasi kemasyarakatan Ikatan keluarga Minang (IKM) Kota Banjar melempem. Justru kondisi demikian dimanfaatkan IKM Kota Banjar untuk unjuk gigi. Dengan jumlah anggota sekitar 60 KK, IKM Kota Banjar melakukan banyak kegiatan untuk memperkuat tali silaturahim antar sesama perantauan Minang di negeri orang. Selain kegiatan rutin organisasi seperti rapat, pengajian dan kegiatan sosial lainnya, IKM Kota Banjar pun melaksanakan kegiatan pemberdayaan anggota pada sektor perkuatan ekonomi melalui sebuah koperasi. “Koperasi IKM Kota Banjar, masih kecil jika dibandingkan dengan koperasi IKM lainnya. Dengan anggota hanya sekitar 40 orang dan mulai beroperasi sejak 2009 silam, sampai saat ini, aset yang dimiliki Koperasi IKM Kota Banjar baru sekitar Rp20 juta,” kata ketua IKM Kota Banjar, Edison pada Suara Minang. Pria yang berasal dari Pariaman dan akrab disapa Sony ini menjelaskan, sejak hadir hingga

saat ini Koperasi IKM Kota Banjar telah banyak memberikan suntikan modal untuk anggotanya. Meski jumlahnya belumlah banyak, namun menurut Sony cukup bisa diandalkan untuk menambah modal anggotanya. Apalagi kata dia, sebagian besar anggota Koperasi IKM Kota Banjar dan juga warga IKM kota Banjar profesi utamanya sebagai pedagang. Sehingga pinjaman modal sebesar Rp1 juta tersebut, cukup bisa memutar roda ekonomi anggota. “Yang bisa kami pinjamkan baru sebesar Rp1 juta, namun sejauh ini cukup membantu modal usaha warga koperasi,” imbuhnya.

Sejak berdiri tahun 2009 silam, Koperasi IKM Kota Banjar, kata Sony belum bisa mengembangkan usaha pada sektor lain. Karena selain aset yang masih terbatas, namun juga dikarenakan jumlah anggota yang masih kurang. Sehingga sumbangan wajib dan sumbangan sukarela yang dipungut, belum cukup mampu memperbesar modal usaha. Sehingganya kata dia, hingga kini, Koperasi IKM Kota Banjar masih menjalankan usaha simpan pinjam. Namun demikian, ke depan kata dia jika aset semakin besar, tentu unit usahanya akan terus dikembangkan sesuai dengan keinginan anggota.[]

Hidayat, Satria Helmi, Yoseindra, Syafrizal, Thamrin dan Ramli, merupakan kegiatan rutin yang digelar dan diikuti tak hanya oleh anggota IKM Depok yang berusia tua saja. Semuanya kata dia, tumplek di sekretariat untuk menunjukkan kehebatan “maampeh” batu domino. Dengan diiiringi lagu Minang yang disuarakan melalui televisi 21 inc, para penggemar domino tersebut menyalurkan hobinya sambil bercanda, tertawa dan bahkan saling meledek. “Meski bercanda dan saling meledek, namun semuanya tetap dalam konteks menjalin silaturahim. Dengan ‘maampeh’ batu domino, setidaknya rasa kangen pada kampung halaman bisa terobati,” kata pensiunan Kementerian Pertanian itu menambahkan. Tak hanya unjuk kebolehan dalam ‘memainkan angka’ yang tertera di batu domino, ternyata komunitas Minang di Kota Depok ini juga memiliki kegiatan lainnya yang tak kalah seru. Diantaranya berkeliling kota dengan sepeda, bermain futsal dan lain sebagainya.

10

“Pokoknya, banyak kegiatan yang kami gelar. Dan kami mengundang dunsanak kami untuk ikut serta dalam kegiatan kami. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kebersamaan yang kita bangun makin kuat dan organisasi perantauan Minang pun makin diakui keberadaannya,” kata Taufik Hidayat yang didaulat sebagai ketua bidang organisasi dan kepemudaan di IKM Kota Depok. Yoseindra selaku sekretaris I IKM Kota Depok menambahkan, IKM Depok telah terbentuk cukup lama dan sebagai salah satu organisasi perantauan Minang, keberadaannya cukup diakui. Hal ini menurutnya bisa dibuktikan dengan selalu hadirnya Gubernur Sumatera Barat setiap kali IKM Depok menggelar pertemuan akbar. Satria Helmi yang akrab disapa Ayah pun tak ketinggalan mengatakan, warga Depok yang berasal dari Sumatera Barat dan belum terdaftar di IKM Depok, bisa memanfaatkan kegiatan yang digelar secara rutin tersebut sebagai arena perkenalan. “Tak tau maka tak kenal, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Melalui Suara Minang, kami imbau dunsanak kami yang berdomisili di Kota Depok namun belum tergabung di IKM Depok untuk bergabung dan bersama-sama membesarkan IKM Kota Depok,” imbuhnya.[]

IKM KENJERAN DAN SEKITARNYA

Bersosialisasi dari Rumah ke Rumah SURABAYA - Salah satu kunci kebesaran dan kekuatan organisasi perantauan Minang adalah kuatnya persatuan dan kesatuan dalam bingkai silaturahim yang dikemas melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan warga organisasi itu sendiri. Melalui beragam kegiatan tersebut, selain kebersamaan akan terus terpelihara, juga banyak hal yang bisa dikembangkan. Diantaranya sektor pemberdayaan ekonomi anggota, peningkatan pengetahuan keagamaan melalui pengajian serta pertemuan secara berkala yang dilakukan seluruh warga organisasi bersangkutan. Hal ini juga yang dilakukan Ikatan keluarga Minang (IKM) Kenjeran dan sekitarnya yang berada di seputaran Kota Surabaya, Jawa Timur. Meski jumlah anggotanya tak sampai 100 KK dan itu pun yang aktif hanya sekitar 60 KK saja, namun IKM Kenjeran tetap bisa memupuk tali silaturahim anggota. “Sebagaimana layaknya organisasi Minang lainnya, kami pun secara rutin tiap bulan menggelar pengajian. Namun kami tidak melaksanakannya secara terpusat, tetapi digilir ke semua rumah warga IKM Kenjeran,” kata ketua IKM Kenjeran dan sekitarnya, H Djunis Kalin St Bt Sati, pada Suara

Minang. Pria yang berasal dari Pesisir Selatan ini menuturkan, kebersamaan antar anggota harus selalu dipupuk. Karena melalui kebersamaan itulah, akan lahir sebuah cita-cita bersama untuk pemberdayaan seluruh anggota baik pada sektor ekonomi, pendidikan, keagamaan, sosial, olahraga dan lain sebagainya. H Djunis Kalin yang saat ini juga dipercaya sebagai ketua dewan pelindung dan dewan penasehat DPW IKPS Jawa Timur menambahkan, selaku ketua, dia selalu mengingatkan anggotanya untuk terus bersatu padu dalam mempererat jalinan silaturahim demi kemajuan dan kebesaran masyarakat Minang di tanah rantau. “Alhamdulillah, apa yang diharapkan itu, hingga saat ini tetap terpelihara secara baik,” kata H Djunis Kalin mengakhiri.[]


K A BA R A NTAU

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

RPM Sapa Pendengar dengan Beragam Informasi

Periasman Effendi

TANGERANG – Radio Pusako Minang (RPM), sebagai satu dari sedikit lembaga penyiaran dengan komunitas khusus, sejak hadir beberapa waktu lalu selalu menyapa pendengarnya dengan beragam informasi yang bernas dan tentu saja dinanti. Selain informasi tentang Ranahminang, ekonomi, pendidikan dan adat serta keagamaan, manajemen pun tak lupa menyisipkan hiburan berupa dendang Minang.

Hadir di gelombang pendek AM 972 KHz, RPM yang diudarakan dari tepian Danau Cipondoh di jalan KH Hasyim Ashari Kota Tangerang, bisa didengar dengan jernih di kawasan Jabodetabek, Purwakarta, Cirebon dan Lampung. “RPM dewasa ini telah menjadi pusat komunikasi urang yang ada di perantauan terutama mereka

Perwira Menengah Polri Pimpin DPW IKPS NAD

Pesisir Selatan memiliki keinginan kuat untuk maju. “Dan di Provinsi NAD sendiri, saya melihat keinginan untuk maju secara bersama-sama itu cukup besar. Semoga di bawah kepemimpinan Saudara AKBP Sabaruddin, apa yang diharapkan oleh warga Pesisir Selatan di tanah Aceh bisa terealisasi,” ujarnya. Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin selaku tuan rumah mengatakan, AKBP Sabaruddin adalah sebuah nama yang tak asing lagi di tanah Aceh. Karenanya, dengan dilantik sebagai ketua DPW IKPS NAD, diharapkan organisasi semakin besar dan juga memberikan kontribusi bagi pembangunan di Aceh dan Kota Banda Aceh sendiri. Menanggapi harapan tersebut, AKBP Sabaruddin yang saat ini bertugas di Mapolda Aceh mengatakan siap untuk melaksanakan tugas sebagai ketua DPW IKPS NAD. Dan sebagai pimpinan wilayah, perwira melati dua ini juga berharap selalu diberikan masukan, saran dan juga kritikan sehingga DPW IKPS NAD akan semakin besar dan juga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota. “Sebuah kehormatan yang sangat besar dipercaya sebagai ketua DPW IKPS NAD, saya siap menjalankan roda organisasi agar IKPS di tanah rencong bisa menjadi teladan bagi organisasi IKPS lainnya di penjuru nusantara,” katanya singkat.[]

BANDA ACEH - Baru sebulan didaulat sebagai ketua umum DPP Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS), H Hasdanil Hasan bergerak cepat. Pekan lalu, Hasdanil yang didampingi bendahara umum DPP IKPS< Burmalis Ilyas, melantik secara resmi AKBP Sabaruddin sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (DPW IKPS) Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Pelantikan itu sendiri terbilang istimewa, karena yang pertama dilakukan Hasdanil setelah resmi memimpin kembali DPP IKPS untuk yang kedua kalinya. Tentunya ini sebuah nilai plus bagi DPW IKPS NAD dalam menjalankan roda organisasi untuk membesarkan IKPS di ujung barat Indonesia itu. “Kalau dimulai dari Indonesia Barat, nantinya tentu akan

bergerak ke arah timur. Sehingga ke depan, di seluruh penjuru Indonesia organisasi kemasyarakatan bernama IKPS ini mewarnai perjalanan negeri ini,” kata Hasdanil disambut tepuk tangan hadirin yang ikut menghadiri pelantikan AKBP Sabaruddin di Rumoh PMI Banda Aceh tersebut. AKBP Sabaruddin yang akan menjadi nahkoda bagi kapal besar IKPS di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam untuk masa jabatan 2012-2017, diharapkan bisa mempersatukan seluruh perantauan Pessel di Bumi Rencong dan tentunya juga diharapkan bisa memberikan warna bagi provinsi tersebut. Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abit dalam kesempatan itu mengatakan bahwa keberadaan perantauan Pesisir Selatan di tanah rantau, menunjukkan kalau warga

yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Purwakarta, Cirebon dan Lampung. Untuk mendekatkan diri dengan komunitas Minang tersebut, kami mengahdirkan program-program unggulan yang tentunya bisa menjadi referensi untuk kita semua,” kata General Manager RPM, Periasman Effendi pada Suara Minang, pekan lalu. RPM yang sudah mengudara sejak awal Ramadhan 2009 lalu, saat ini diawaki oleh tujuh orang penyiar dan salah satunya adalah dirinya sendiri. Berbagai program yang disuguhkan oleh RPM kata dia, selalu mendapat sambutan dari masyarakat perantau. “Tak bisa disangkal, sebagai radio komunitas, RPM cukup mampu mempersatukan urang awak yang ada di tanah rantau,” ujarnya. Ada sejumlah program unggulan yang dihadirkan RPM, diantaranya adalah Silaturahmi Lewat Udaro (Silaro) yang diudarakan setiap hari dari pukul 11.00 WIB – 15.00 WIB. Selanjutnya RPM Badendang yang disiarkan secara live setiap hari Sabtu dan Minggu setiap pukul 15.00 WIB – 21.00 WIB. Program lainnya adalah

11

Rantau Kito yang disiarkan setiap hari dari pukul 06.00 WIB – 09.00 WIB. “Khusus untuk program Rantau Kito yang mengetengahkan berita-berita kampung halaman, dalam waktu dekat kami akan melakukan kerja sama dengan Koran Suara Minang,” jelas Periasman. RPM kata dia, juga mengetengahkan program Bincang Petang (Bintang) yang merupakan program perbincangan dengan berbagai topik yang hangat dengan berbagai nara sumber. Selain program untuk mengedepankan tali silaturahim, RPM kata Ketua Pengda Ikatan Notaris Indonesia Kota tangerang ini juga membentuk Rumah Zakat, yaitu kegiatan sosial kemasyarakatan dari masyarakat Minang di rantau untuk mereka yang memang membutuhkan bantuan terutama anggota IKM Tangerang dan fans RPM. Dari sekian banyak program yang dihadirkan, menurut Periasman, program agama dan adat istiadat Minang merupakan acara yang paling dinanti para pendengar RPM. “Untuk Program Adat istiadat, kami hadirkan Datuk Yus Dt Perpatih sebagai nara sumbernya. Sedangkan untuk program agama dengan judul acara Kasurau, Tadarus, dan Pengajian, nara sumber yang dihadirkan adalah Ustad H.Syafri Bahar dan Ustad H.Maftur,” jelasnya.[]rmg

PELANTIKAN PENGWIL PKDP BENGKULU

Gubernur Sumbar Dipastikan Hadir BENGKULU - Ketua panitia pelaksana pelantikan pengurus wilayah Persatuan Keluarga Daerah Piaman (DPW PKDP) Provinsi Bengkulu, Sutan Syafruddin Tanjung memastikan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno akan menghadiri alek gadang tersebut. Sutan Syafruddin juga mengatakan, ketua umum DPP PKDP, H Suhatmansyah akan melantik secara lngsung ketua DPW PKDP Bengkulu terpilih, Suardi Guci yang akan diselenggarakan pada 26 Januari 2013 di gedung Balai Buntar Kota Bengkulu. “Kami sudah mendapatkan kepastian jika Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno akan hadir dalam acara pelantikan ketua DPW PKDP Bengkulu. Selain gubernur, kegiatan itu juga akan dihadiri wakil gubernur Muslim Kasim, Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni dan Walikota Pariaman, H Mukhlis Rahman,” jelas Sutan Syafruddin. Terkait kepala daerah lainnya di Sumatera Barat, selaku ketua panitia pelaksana, Sutan Syafruddin masih belum bisa memastikan. Dan sampai berita ini dinaikkan, pihaknya masih melakukan koordinasi.

“Kami m a s i h melakukan koordinasi dan lobby, namun besar harapan kami beliau hadir semuanya,” kata Sutan Syafruddin berharap. Selain memastikan kehadiran pejabat teras Sumatera Barat tersebut, Sutan Syafruddin juga mengatakan, pihaknya akan menghibur hadirin yang mengikuti pelantikan pengurus wilayah PKDP Provinsi Bengkulu itu dengan menghadirkan artis Minang asal Pariaman yang tengah naik daun, yaitu Lenny Paslah. “Sayangnya, kami tak bisa menghadirkan An Roy. Meski sudah ada kesepakatan, akhirnya deal tersebut mentah karena alasan teknis,” jelasnya. Sebagaimana diberitakan Koran Suara Minang pekan lalu, pelantikan pengurus wilayah PKDP Provinsi Bengkulu akan diawali dengan pawai ta`aruf keliling Kota Bengkulu dan beraneka kesenian Minang lainnya seperti tari galombang, tari pasambahan serta lagu-lagu khas Pariaman dan Minang yang dibawakan langsung oleh Lenny Paslah.[]hrm


P END ID IK AN

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

12

PEDULI TERHADAP SEKTOR PENDIDIKAN

Lantamal II Padang Tebar Beasiswa

Sejak hadir di Padang beberapa tahun silam, Lantamal II Padang, secara rutin memberikan beasiswa pada putra-putri TNI AL dan juga PNS TNI AL yang menjadi bagian dari keluarga besar Lantamal II Padang. “Tahun ini kami mendistribusikan beasiswa pendidikan untuk 47 anak atau pelajar dari keluarga besar Lantamal II Padang yang berprestasi di sekolah masing-masing,” kata Dan Lantamal II Padang, Laksamana Pertama

TNI Pranyoto saat menyerahkan beasiswa tersebut. Besiswa itu sendiri kata jenderal bintang satu itu, didistribusikan secara merata untuk mereka yang menempuh pendidikan di SD, SMP, SMA dan juga perguruan tinggi. Lantamal II Padang kata dia, tak akan membatasi jenjang pendidikan para calon penerima beasiswa tersebut. Pemberian beasiswa tersebut, kata Jenderal Pranyoto adalah sebuah bukti dan sumbangsih dari

Lantamal II Padang terhadap sektor pendidikan. Karena dia meyakini, pendidikan yang berkualitas akan mengantar generasi muda pada gerbang keberhasilan. “Beasiswa adalah wujud nyata dari kepedulian Lantamal II Padang untuk mendorong putra-putri keluarga besar Lantamal II Padang untuk lebih meningkatkan prestasi di sekolah masing-masing. Dan tentunya, keberhasilan dalam dunia pendidikan pun secara tidak langsung akan mengharumkan nama Lantamal II Padang,” imbuhnya. Dalam kesempatan itu, Pranyoto juga mengimbau para pelajar penerima beasiswa untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Jangan sampai beasiswa yang diberikan membuat mereka terlena dan melupakan belajar. “Justru beasiswa harus dijadikan pijakan untuk lebih meningkatkan prestasi,” imbuhnya.[]yan

LUBUK BASUNG - Setelah menunggu hampir dua tahun, akhirnya gedung baru Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Baso diresmikan juga. Tak tanggung-tanggung, peresmiannya dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. Dalam sambutannya, Gamawan mengharapkan, IPDN Baso yang saat ini memiliki 14 bangunan dengan biaya pembangunan yang mencapai Rp100 miliar, diharapkan bisa memperkokoh Agam dan sekitarnya sebagai daerah pendidikan untuk mencetak para intelektual muda yang nantinya diharapkan menjadi pemimpin negeri ini.

“IPDN harus memberikan sumbangsih besar bagi dunia pendidikan serta meningkatkan kualitas manusia di kawasan ini. Apalagi, dalam catatan sejarah Agam, Bukittinggi dan tetangganya Limapuluh Kota sangat banyak sekali mencetak intelektual yang berkualitas,” ujarnya. Gamawan berharap, keberadaan IPDN yang berada di dua nagari yaitu Nagari Koto Tinggi dan Nagari Tabek Panjang di areal seluas 17 hektare, harus bernilai guna bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya menggerakkan sektor ekonomi pun juga kualitas manusianya. Bupati Agam, Indra Catri dalam kesempatan itu mengharap-

kan agar IPDN sebagai lembaga pendidikan penyemai calon pemimpin bangsa, hendaknya juga bisa menyemai bibit kebaikan, atau bibit moral bagi daerah ini sesuai dengan falsafah masyarakat Agam dan Minang pada umumnya yang mengedepankan moral dalam kehidupannya. “Para praja diharapkan memberikan contoh dan tentunya dapat menyatu dengan masyarakat dan kalau bisa menjadi sumando Rang Agam,” ujar bupati. Wali Nagari Koto Tinggi, Gusdanur Dt Hitam mengatakan, keberadaan IPDN cukup menguntungkan bagi kemajuan masyarakat nagari. Karena bisa mengerakan sektor ekonomi warga.[]hrd

PADANG - Pendidikan adalah gerbang menuju sukses. Dengan pendidikan, sesuatu yang rasanya mustahil dilakukan, akan bisa digapai dengan mudah. Berangkat dari sinilah, Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, menjadikan sektor ini sebagai sektor prioritas untuk diperhatikan dan diberdayakan.

PATUHI KEPUTUSAN MK

Disdikpora Bukittinggi Gedung Baru IPDN Baso Diresmikan tak Manfaatkan Alokasi RSBI

Tigo Jangko Butuh Sarana Pendidikan SOLOK – Jorong Tigo Jangko di Nagari Simiso, Kecamatan Tigo Lurah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sijunjung butuh perhatian serius. Selain membutuhkan infrastruktur berupa jalan, daerah ini juga membutuhkan prasarana pendidikan yang memadai. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Solok, Patris Chan yang baru saja berkunjung ke daerah yang dihuni sebanyak 38 KK itu mengungkapkan, kondisi yang dihadapi Jorong Tigo Jangko sangat memiriskan dan sangat kompleks. “Meski berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Solok, untuk menuju Tigo Jangko, saya yang datang bersama Kapolres Solok, AKBP Bambang Ponco Sutiarso, harus memutar melalui

Nagari Kampung Dalam di Kecamatan Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung,” jelasnya. Disebutkan, walau datang menggunakan mobil dengan doble gardan, namun untuk sampai ke Tigo Jangko bukan pekerjaan mudah, dibutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk sampai ke pemukiman warga yang kehidupan mereka ditopang oleh pertanian tersebut. Keberadaan SD 13 Simiso yang berada di Jorong Tigo Jangko, ternyata belum cukup mampu meningkatkan kualitas pengetahuan masyarakat setempat. Sebab, di SD dengan jumlah murid sebanyak 30 orang tersebut, guru dan kepala sekolahnya jarang datang. “Ibarat lagu, murik bakato murik, guru bakato guru,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan

(PPP) itu geleng-geleng kepala. Menyikapi kondisi demikian, Patris Chan memastikan Komisi A akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan, Yuswardi untuk menjelaskan apa yang terjadi di Tigo Jangko. Karena hal itu menurutnya tak bisa dibiarkan terus berlangsung. Walijorong Tigo Jangko, Busra, sebagaimana ditirukan Patris Chan menyebutkan, proses belajar mengajar di SD 13 Tigo Jangko tidak berlangsung lancar karena guru yang mengajar malas datang ke sana. Untuk mengantisipasi persoalan di atas, Patris Chan menyerukan kepada Pemkab Solok dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk menempatkan putra setempat sebagai guru di sana.[]rjt

BUKITTINGGI - Keputusan berani diambil Dinas pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Bukittinggi, meskipun di APBD 2013 dana untuk menunjang pendidikan bagi sekolah dengan status rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) sebesar Rp1,3 miliar namun dana tersebut tak akan digulirkan alias tak dimanfaatkan. Disdikpora sebaliknya justru akan membicarakan kelanjutan anggaran tersebut dengan Sekretaris Daerah, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan juga badan anggaran (Banggar) DPRD Kota Bukittinggi terkait penggunaan atau pengelolaan anggaran tersebut nantinya. “Yang jelas, untuk RSBI tidak. Karena kami menghormati keputusan mahkamah konstitusi terkait penghapusan RSBI,” kata kepala Dinas Dikpora Kota Bukittinggi, Ellia Makmur menegaskan. Keputusan tersebut kata Ellia adalah sebuah bukti kalau instansi yang dipimpinnya mematuhi hukum yang telah diputuskan. Meski demikian, keputusan MK tak akan

membuat Disdikpora Kota Bukittinggi mengabaikan mutu dan kualitas sekolah yang ada di Kota Bukittinggi. Di tempat terpisah, ketua DPRD Kota Bukittinggi, Rahmad Aris menyebutkan, sikap Disdikpora Kota Bukittinggi itu perlu didukung. Karena selama ini, menurutnya kualitas lulusan dari sekolah berstatus RSBI dan sekolah reguler tak jauh berbeda. “Dari fakta yang tersaji selama ini, RSBI ternyata bukan rintisan sekolah bertaraf internasional. Tapi sebaliknya, rintisan sekolah bertarif internasional karena besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk kelangsungannya,” tutur Rahmad serius. Sejak RSBI digaungkan, dewan kata dia tak mendukung sama sekali. Karena kualitas alumni RSBI dan sekolah reguler yang tak jauh berbeda. Dan itu kata dia sangat mudah terlihat setiap kali penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan. Dimana jumlah pelajar dari sekolah reguler dan RSBI yang diterima nyaris sama.[]hrd


P END ID IK AN

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

13

TINGKATKAN MUTU DAN KUALITAS PENDIDIKAN

Disdik Padang Segera Tertibkan Rombongan Belajar PADANG – Dinas Pendidikan Kota Padang, pada tahun 2013 ini mulai menginstruksikan semua sekolah menengah yang ada di daerah itu untuk menaati ketentuan rombongan belajar (rombel) dan juga jumlah siswa setiap rombongan tersebut sebagaimana diatur dalam Permendiknas, No 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Hal itu kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata perlu lebih ditekankan kepada sekolah selaku lembaga pelaksana kegiatan belajar mengajar. Sebab saat ini, masih banyak sekolah yang tak mematuhi ketentuan sebagaimana diisyaratkan Permendiknas tersebut. Kebijakan itu, kata Indang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas

pendidikan serta lebih memudahkan proses transformasi ilmu dari guru pada murid dan juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal yang tidak diingini terutama menyangkut kenakalan remaja seperti tawuran dan sebagainya. “Ketentuan rombel dengan kapasitas kelasnya, yaitu untuk tingkat SMA jumlah rombel maksimal 27 dengan satu rombel jumlah siswa berkisar 20 sampai

32 siswa. Sedangkan di SMK jumlah rombel yang diizinkan maksimal 48 dengan isi satu rombel 15 sampai 32 siswa,” katanya menjelaskan. Di Kota Padang menurut Indang, masih banyak sekolah yang melebihi ketentuan tersebut. Akibatnya, di satu sekolah terjadi penumpukan siswa sementara di sekolah lain siswanya sangat kurang. Persoalan rombongan belajar itu, kata Indang perlu diperhatikan pihak sekolah, karena hal itu juga berkaiatn dengan akreditasi dan izin menggelar ujian nasional (UN). “Akreditasi ini berkaitan dengan surat izin operasional dan berujung pada boleh tidaknya sekolah tersebut menyelengarakan ujian nasional (UN). Jadi rombel memang menjadi salah satu prasyarat yang harus dipenuhi,” jelasnya.(yan)

Kolom Andi S Challin

TAHUN POLITIK 2013

Aura Negatif Selimuti Perpolitikan Indonesia

Andi S Challin

TAHUN 2013 adalah tahun yang diidentikkan dengan tahun politik. Karena, tahun ini adalah saat yang pas bagi elit politik untuk menebar nama sekaligus mensosialisasikan partai mereka kepada publik. Karena bernama tahun politik, tentu gonjang-ganjing politik menjadi hal lazim yang akan terus diperbincangan khalayak ramai. Perpolitikan nasional akan semakin panas dan rawan gesekan, apalagi semua partai politik diprediksi akan membentuk kelompok tertentu dengan satu tujuan yaitu memenangkan Pemilu Legislatif 2014 sekaligus meringankan tugas dalam mengusung nama sebagai calon pemimpin negeri ini. “Benturan yang akan semakin sering terjadi antara satu kelompok dengan kelompok lain itu, disebabkan oleh aura negatif yang menyelimuti perpolitikan nasional. Emosi makin gampang tersulut meski oleh hal kecil sekalipun,” kata therapist sekaligus herbalist Andi S Challin pada Suara Minang di Rumah Obat JamuamAl pekan lalu. Melalui dialog yang dilakukannya dalam dunia tanpa batas

dan penerawangan secara terus menerus, Andi melihat aura negatif itu sangat berbahaya bagi keberadaan Indonesia ke depan. Apalagi menurutnya, rasa nasionalisme elit politik tersebut makin terkikis oleh perjalanan waktu. Selain gesekan dan benturan yang akan semakin mudah tersulut, Andi S Challin juga melihat kalau kepercayaan masyarakat pada elit politik dan partai politik pelan tapi pasti menjadi tergerus dan hal ini akan dengan mudah dilihat dari persentase masyarakat dalam menggunakan hak politiknya nanti. “Untuk mengantisipasi aura negatif tersebut agar tak terus membesar, bukan sebuah pekerjaan yang mudah namun demikian tidak pula sebuah pekerjaan yang sulit. Kuncinya adalah sejauh mana masyarakat mampu memainkan perannya dengan baik dalam menentukan kandidat pemimpin yang mereka akui kredibilitasnya,” jelasnya. Calon pemimpin ke depan, kata Andi tak hanya ditentukan seberapa besar fulus yang dibawanya, seberapa kuat pengaruh yang dimilikinya. Namun juga sangat ditentukan oleh tangan dinginnya membawa pembaharuan di Indonesia. “Pemimpin terbaik ke depan adalah pemimpin yang bisa mem-

persatukan bangsa ini, menghindari Indonesia dari konfrontasi antar anak negeri dan juga mendapat amanah serta legitimasi dari masyarakat banyak,” tambahnya. Dari semua kandidat yang bermunculan saat ini, Andi S Challin mengatakan bahwa nama M Hatta Rajasa dan M Jusuf Kalla latak dikedepankan. Karena dari penerawangannya, hanya dua nama inilah yang bisa mengurai aura negatif itu menjadi baik dan bisa menghindari Indonesia dari perpecahan. Di luar dua nama ini, Andi S Challin belum melihat satupun nama yang layak diapungkan. Karena menurutnya, dari hitung-hitungan politis dan juga kepercayaan, nama yang telah bermunculan jauh dari harapan masyarakat dan juga jauh dari keinginan para tokoh Indonesia di masa lalu.[]

“Bagi Anda yang ingin berkonsultasi menyangkut penyakit yang diidap dengan herbalist Andi S Challin, silahkan datang ke: Jalan KH Maisin No 56 B RT 05/07 Kampung Bulak Klender, Duren Sawit Jakarta Timur Atau dapat menghubungi nomor telpon : 0813-1137-4374 atau 0818-962-011


OL A H R AGA

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

TERGABUNG DI GRUP E

Semen Padang Mainkan Partai Kandang Sore Hari

PADANG — Juara Indonesian Premier League 2012, Semen Padang berdasarkan hasil undian yang dilakukan di AFC di Berjaya Time Square Hotel Kuala Lumpur pekan lalu, akan berada di grup E dalam turnamen AFC Cup 2013. Bersama Semen Padang FC, ada tim kuat dari Hongkong FC Kitchee, Singapore Armed Forces (Singapura) dan Churchill Brothers (India). Semen Padang sendiri, akan memulai laga kandang pada 3 Maret 2013 mendatang menghadapi klub Singapura, Singapura Armed Force di Stadion H Agus Salim.

Dan berdasarkan kesepakatan antara seluruh peserta, AFC dan world sport group selaku pemegang hak siar AFC Cup 2013, maka semua pertandingan kandang

CEO MEETING IPL 2013

Semen Padang Tuan Rumah IPL Community Shield

PADANG — Semen Padang selaku juara Indonesian Premier League (IPL) 2012, dipercaya PSSI untuk menjadi tuan rumah laga pembuka IPL community shield menghadapi Juara Piala Indonesia Persibo Bojonegoro pada 11 Februari 2013 mendatang. Pada pertemuan antar manager klub (CEO meeting) peserta IPL 2013 di Jakarta, PSSI memenuhi

permintaan Semen Padang FC. “Alhamdulillah, CEO PT LPIS, Widjajanto memenuhi permintaan kami,” kata CEO Semen Padang FC, Erizal Anwar pada Suara Minang. Menurut Erizal, tak hanya CEO LPIS yang menyetujuinya, MNC grup selaku media partner LPI pun sepakat dengan keputusan itu. Dan selaku pemegang hak siar

kandang Semen Padang di Padang akan kick off pukul 15.30 WIB,” kata Ronny memastikan. Sebelum memulai kompetisi, AFC dan jajarannya kata Ronny, juga akan melakukan verifikasi kesiapan tim menghadapi kompetisi kelas dua di Asia itu. Tak hanya terkait homebase Semen Padang FC, stadion H Agus Salim, AFC juga akan menginspeksi hotel yang akan digunakan tim tamu dan perangkat pertandingan lainnya sebagai tempat menginap saat menjalani laga away penyisihan grup E AFC Cup 2013 itu. “Untuk stadion, akan ada pengecekan kondisi dan kapasitas lampu penerangan stadion, kelengkapan ruangan pendukung, seperti Semen Padang FC akan digelar ruangan medis, dopping, security, sore hari tepat pukul 15.30 WIB. ruang ganti, media, lapangan dan Ronny Suhatril selaku media officer Semen Padang FC yang hadir bersama manajer tim Asdian pada workshop AFC Cup 2013 yang dibuka langsung Direktur Kompetisi AFC, John Windsor mengatakan, keputusan terkait PADANG — Prestasi mentereng jadwal pertandingan tersebut, me- yang ditorehkan pejuang olahmang diputuskan secara bersama raga Sumatera Barat di arena dalam sesi marketing pra turnamen PON XVIII Riau, ternyata belum AFC Cup 2013. cukup mampu membuka mata para “Hasil pertemuan workshop pengambil keputusan untuk mengAFC Cup di Kuala Lumpur me- gelontorkan anggaran yang lebih mutuskan semua pertandingan bagi pengembangan keolahragaan di Ranahminang. untuk pertandingan IPL, MNC Meski sempat timbul polemik, grup akan segera menentukan jam akhirnya untuk pembinaan dan pertandingannya. pengembangan olahraga bagi 43 “Soal jam berapa pertandingan cabang olahraga, ditetapkan angdimulai, kami masih menunggu garan sebesar Rp3 miliar. Sebuah informasi dari mereka (MNC anggaran yang rasanya sangat Grup),” tambah Erizal. jauh dari harapan jika yang dikejar adalah prestasi mengkilap. Investor Ketua umum KONI Sumbar, Selain menentapkan Semen Syahrial Bachtiar yang dihubungi Padang sebagai tuan rumah com- Suara Minang, berjanji akan menmunity shiled, CEO Meeting juga goptimalkan dana sebanyak itu merilis kesepakatan antara LPIS untuk jajarannya dalam menindaselaku operator IPL dengan inves- klanjuti prestasi mentereng saat tor kompetisi, News Corp. PON XVIII lalu dengan 12 kepinCEO meetting IPL itu juga di- gan emas yang dibawa pulang ke hadiri langsung perwakilan News Padang. Corp, Sarah Harden, Director “Ya terpaksa kita terima dulu Partnership and Devolopment Asia anggaran sebesar Rp3 miliar itu. News Corporation siap memasok Namun selayaknya, triwulan perdana antara 25-30 juta dolar den- tama itu minimal Rp3,5 miliar gan durasi 30 tahun. Namun akan karena di tahap pertama ini pemditinjau setiap empat atau lima binaan atlet yang kita utamakan. tahun sekali. Namun dengan telah ditetapkanNews Corp dalam kesempa- nya keputusan itu, kami selaku tan itu juga menjanjikan hadiah pengelola dan pembina hanya bisa sebesar USD 1 juta bagi juara memaksimalkan,” jelasnya. kompetisi atau setara dengan Anggota Komisi IV DPRD Rp9,6 miliar. Sumbar yang membidangi olah“Klub peserta IPL pun nantinya raga, Muslim M.Yatim yang diakan disubsidi Rp2,5 sampai Rp5 hubungi terpisah, mengajak kommiliar. Namun para CEO klub me- ponen olahraga di Ranahminang minta tahap awal atau dipanjar Rp1 untuk mengoptimalkan dana yang miliar per klub terlebih dahulu,” sudah disiapkan sebesar Rp3 kata Erizal.[]cmk miliar tersebut.

14

papan skor,” jelasnya. Pengecekan itu sendiri kata Ronny akan dipimpin Jack Subramaniam, Direktur Kompetisi AFC Cup 2013 didampingi World Sport Grup Dalam pertemuan itu, juga dirilis jadwal pertandingan semua tim. Kabau Sirah akan menjamu tim pertama Singapore Armed Forces pada 3 Maret. Selanjutnya pada 12 Maret Semen Padang FC akan bertandang ke markas Churchill Brothers (India) di Shri Sriv Chhatrapsari Sport Complex, Puna. Dari Dari India, tim bukit karang putih yang dipimpin Jafri Sastra dengan penasehat teknik Suhatman Imam dan Irwansyah, melanjutkan laga away ke markas skuad Hong Kong’s Barca -julukan Kitchee- di Stadion Kuan O pada 2 April. Pada 10 April, giliran Kabau Sirah menjamu Hong Kong’s Barca di Agus Salim. Pada 24 April Semen Padang menjambangi Singapore Armed Forces di markasnya yang berada di Stadion Jalan Besar. Sementara pertandingan terakhir Semen Padang memainkan laga kandang pada 1 Mei menjamu Churchill Brothers (India) di Agus Salim.[]cmk

UNTUK PEMBINAAN OLAHRAGA SUMBAR

KONI Dijatah Rp3 Miliar

Ketua umum KONI Sumbar, Syahrial Bachtiar

Hanya saja, politisi PKS itu menyesalkan dana awal yang diusulkan Pemprov Sumbar yang hanya sebesar Rp500 juta. ”Kalau pemerintah memang komit dengan prestasi olahraga, tentunya tak sebesar itu angka yang diusulkan. Anggaran yang diajukan harusnya sampai Rp7 miliaran, dan untuk awal setidaknya Rp2 miliar. Sehingga, jika ada koreksian, angkanya tak jauh. dari kondisi ideal,” katanya menjelaskan. Muslim juga mengajak seluruh pihak terkait untuk mengawasi rencana penganggaran saat perubahan nanti, sehingga kebutuhan pembinaan olahraga Sumatera Barat bisa terpenuhi. Keberhasilan olahraga kata dia, tentunya akan membangkitkan kebanggaan daerah.(cmk)


SAMBUNGAN

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

u Banjir Besar Lumpuhkan Ibu Kota... Minang, kemarin. Melalui seluruh badan koordinasi (Bakor) Minang yang ada di Jakarta dan juga organisasi Minang baik tingkat nagari, kecamatan dan kabupaten/kota, Luhur Budianda berharap bisa dilakukan pendataan sehingga nilai kerugiannya bisa diketahui secara pasti. Untuk saat ini, pihaknya kata Budi hanya bisa meminta warga Minang yang menjadi korban banjir untuk bersabar. Karena yang namanya musibah, pastinya merupakan sesuatu yang telah direncanakan Allah sebelumnya. “Bersabar adalah jalan terbaik sembari menunggu air surut sehingga rumah makan tersebut bisa beroperasi lagi,” urainya. Senada dengan Luhur Budianda, ketua umum DPP PKDP, H Suhatmansyah yang dihubungi terpisah juga belum bisa memastikan jumlah rumah makan milik warga Minang tersebut yang terkena dampak banjir. Dan pihaknya kata Suhatmansyah akan melakukan pendataan melalui DPW, DPC dan DPRt PKDP di seluruh penjuru Jabodetabek. “Sampai saat ini, data yang pasti belum kami dapatkan. Namun, melihat genangan air yang cukup luas dan merata di seluruh pelosok Jabodetabek, jumlahnya tentu cukup banyak,” kata pejabat

dari hal. 1 operasi sama sekali. Bahkan pada besar jauh lebih besar.

eselon 1 di Kementerian Dalam Negeri ini memperkirakan. Sebagai ketua umum DPP PKDP, Suhatmansyah mengatakan telah menginstruksikan jajarannya untuk secepatnya melakukan pendataan dan melaporkannya agar ada kebijakan yang bisa dilakukan DPP PKDP untuk mereka. Ketua umum DPP IKPS, H Hasdanil Hasan pun bertutur sama. Dia memastikan tentu akan sangat banyak rumah makan milik warga Minang yang menjadi korban bencana alam tersebut. “Kami mohon wartawan bersabar, karena kami masih melakukan pendataan,” kata Hasdanil singkat. Tak berbeda, ketua DPP IKTS Jakarta, Roy Noviar Amiroedin pun menyebutkan kalau pendataan masih berlangsung. Sehingga dia belum bisa memastikan jumlah rumah makan warga IKTS yang menjadi korban banjir. Jondra Tanjung, pemilik Rumah Makan Bunga Tanjung di kawasan Pesing, saat dihubungi Suara Minang mengatakan, akibat banjir kedai nasinya terpaksa tutup selama tiga hari terhitung sejak Kamis dan baru beroperasi pada Minggu (20/1). “Setiap hari, saya bisa membawa pulang rata-rata Rp1 juta. Dan selama musibah, kedai stop

u... Tuak Ditemukan di Payakumbuh dari hal. 1 Apa yang dikatakan Syahrial, tak dipungkiri oleh Kasatpol PP Kota Payakumbuh, Fauzi Firdaus. Setiap kali Tim 7 yang dikoordinatori Satpol PP turun ke bawah melakukan razia, tetap saja ditemukan warung kopi yang menyediakan minuman tuak itu. Bahkan, pelaku baru pun selalu bermunculan. Meskipun tindakan tegas aparat tak pernah membuat jera pedagang tuak tersebut, namun Fauzi memastikan tak akan pernah berkompromi dengan penjualnya. Sikap itu menurutnya adalah salah satu komitmen dari Pemko Payakumbuh dalam memberantas penjualan minuman tuak dan minuman keras lainnya di kota galamai itu. “Komitmen Tim 7 dan Satpol

Sutan Batawi

PP memerangi segala bentuk penyakit maksiat di Payakumbuh tak akan pernah kendor. Tim 7 juga butuh peran serta warga dalam memelihara Kota Payakumbuh dari segala penyakit maksiat,” katanya memastikan. Dalam dua pekan terakhir, Tim 7 bersama Satpol PP kata Fauzi Firdus, berhasil menggerebek tiga warung kopi di tiga lokasi berbeda yang menyediakan minuman tuak bagi konsumennya. Diantaranya adalah warung kopi milik Teknis (40) yang berada di Pasar Ibuah Barat, tepatnya ditepian Sungai Batang Agam. Di warung ini, petugas menyita lima jeriken tuak. Kemudian, di warung milik Caal (46) yang berada di Padang Cubadak Sicincin, petugas juga menemukan tiga jeriken tuak.

u dari halaman 1

Kolam Gadang makan untuak pangungsian nan indak cukuik-cukuik. Sutan Batawi paham bana, kalau tanah Batawi alah dilando banjir, mako di mano-mano tampak kolam gadang. Dari nan sa­ tinggi mato kaki, satinggi batiah, satinggi lutuik, satinggi paho dan satinggi pinggang. Itu alun sabara, karano dari laporan anaknyo Budi nan tibotibo jadi relawan, ado juo kolam gadang nan satinggi dado, satinggi lihia, tinggi sampai satinggitingginyo, hinggo antene TV sajo nan tampak dari lua.

Sabagai urang kapacayoan Ajo Kowi, walau sempat ‘lupo daratan’ kapatang ko, Sutan Batawi salain mauruih warganyo nan manjadi korban aia gadang pun dibao mancaliak tanah Batawi jo ‘kapa garobak’ dan dikaliliangi dek kuli tinta. “Nal, labiah 500 RT nan dilando aia gadang di 50 kalurahan di limo daerah di Batawi ko. Yo paniang Ajo dek nyo, apo lai sakitar 251 sikola sempat indak baoperasi,” kato Ajo Kowi ka Sutan Batawi sambia geleanggeleang kapalo.

15

Seandainya rata-rata kedai nasi tersebut berpenghasilan Rp1,5 juta saja per hari, maka selama tiga hari kerugiannya mencapai Rp4,5 juta. Dan jika jumlahnya dianggap saja sebanyak 400 rumah makan, tentu nilai kerugian yang diderita akan mencapai Rp1,8 miliar. “Itu baru taksiran kasar, karena kerugian tak hanya menyangkut pendapatan pedagang tapi juga menyangkut peralatan dan kedai itu sendiri yang juga menjadi korban,” katanya menguraikan. Menyikapi kondisi demikian, Ambia B Boestam meminta seluruh organisasi Minang yang ada di Jakarta dan juga Pemprov Sumbar untuk melakukan pendataan secara teliti. Karena nilai kerugian yang cukup besar tersebut. Apalagi kata dia, cuaca di Kota Jakarta masih belum menentu dan peluang terjadinya hujan yang berujung banjir masih sangat besar sekali. “Kewaspadaan harus terus ditingkatkan, jangan lengah agar kerugian yang diderita tak semakin besar,” kata Ambia mengingatkan. Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Setdaprov Sumbar, H Syafrial S yang dihubungi terpisah mengatakan, harapan masyarakat Minang di Jakarta tersebut tentu juga menjadi keinginan pemerintah daerah.

“Insyaallah hal ini akan kami bawa dalam rapat,” katanya memastikan. Percepat Pemindahan Kewenangan Biro Kerjasama Rantau Banjir yang meluluhlantakkan Kota Jakarta dan sekitarnya pekan lalu, menurut anggota Komisi III DPRD Sumatera Barat harus menjadi momentum yang tepat bagi pemprov Sumbar untuk secepatnya menyerahkan kewenangan pengelolaan Biro Adiministrasi dan Kerjasama Rantau pada kantor penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta. “Musibah ini mengingatkan kita, bagaimana petugas dari Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau akan bergerak cepat baik dalam pendataan apalagi pendistribusian bantuan bagi warga Minang yang dilanda musibah banjir di Jakarta karena mereka berada di Sumatera Barat,” kata Israr tak habis pikir. Menurut Israr, jika kewenangan dalam hal pengelolaan kerjasama rantau dialihkan ke kantor penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta, maka kesulitan itu akan bisa dieliminir. Apalagi, kantor penghubung tersebut berada di Kota Jakarta. “Tak ada alasan lagi, serahkan saja secepatnya. Musibah ini mengingatkan kita betapa pentingnya keberadaan unit kerjasama rantau di tanah rantau itu sendiri,” katanya mengakhiri.[]

“Kedua pemilik warung kopi ini merupakan pemain lama dan telah sering tertangkap oleh petugas, namun keduanya tak pernah jera,” jelas Fauzi. Lokasi terakhir berada persis di gerbang masuk Kota Payakumbuh di warung kopi milik Dasril (43), di sana petugas menemukan dua jeriken minuman tuak. “Di dalam kedai kopi milik Dasril, kami menemukan sejumlah lelaki tengah menikmati tuak, sambil berkaraoke ria,” jelasnya. Terkait temuan itu, Satpol PP jelas Fauzi akan melanjutkan kasus tersebut ke pengadilan dengan barang bukti berupa 10 jeriken tuak, beserta TV, DVD dan loudspeaker milik ketiga pemilik warung kopi tersebut. Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumatera Barat, H Boy

Lestari yang dihubungi terkait temuan tersebut, tak bisa menyembunyikan kekagetannya. “Masya allah, kenapa di Ranahminang masih ada masyarakat yang berbuat demikian. Saya berharap pemerintah terutama

aparat penegak hukum memberikan hukuman yang berat karena perbuatan mereka selain meresahkan juga mencoreng muka Ranahminang sebagai daerah Serambi Mekah,” kata Boy Lestari tegas.[] nra

Sarupo jo Sutan Batawi, Ajo Kowi nan gadang di Jao tu indak manyangko aia gadang nan ka sabantuak iko doh. Walau di kampuang Ajo Kowi ado juo aia gadang tapi sumbernyo hanyo dari ciek banda, tapi di tanah Batawi ko, tibo-tibo sajo banyak banda nan timbua. Mulai dari banda subananyo di Ciliwung, Citarum, Angke sampai ka banda jadi-jadian nan tibo-tibo hadir di bundaran HI. “Tadi malam Ajo indak lalok doh, bakaliang nagari mancaliak 327 titiak banjir nan mambuek 25.276 KK tapaso mangungsi ka tampek nan aman. Indak talulua nasi dek Ajo doh Nal,” sambuang Ajo Kowi nan samo sakali indak

taniek mandanga masukan dari Sutan Batawi. “Iko namonyo musibah Ajo, indak bisa awak manulaknyo,” jawek Sutan Batawi asa basuaro. “Iyo batua musibah, tapi Ajo dulu wakatu sayembara mancari katua Batawi, Ajo alah bajanji untuak manyumbek kolam gadang tu, tapi nan tajadi bukannyo tasumbek, tapi samakin gadang kolamnyo,” kato Ajo Kowi baalasan. “O iyo, ba’a kamanakan Ajo lai indak tacaregek di dalam kolam pulo. Dek Kampuang Malayu alah jadi kolam,” tibo-tibo Sutan Batawi ingek ka anak Sutan Batawi. “Itulah Jo, kok rumah yo lai

indak dimasuaki aia. Tapi kami indak bisa kalua, karano di sinan indak ado ‘kapa garobak’ bantuak punyo Ajo,” kato Sutan Batawi jo muko letai. “Kok baitu, manga ikuik jo Ajo, urus lah kaluarga dulu. Batinggakan rumah untuak pai jo Ajo, samo sajo mancari muko namonyo tu mah,” sambua Ajo Kowi maingekkan. Sutan Batawi indak kapalang takajuik dek samburan Ajo Kowi, jo muko merah, Sutan Batawi mintak parmisi. Sambia lari-lari anjiang, Sutan Batawi babaliak ka Kampuang Malayu nan alah pulo jadi kolam gadang katiko aia mamanuahi tanah Batawi kapatang ko.[]

hari pertama banjir, saya telah membeli semua bahan untuk dimasak dan semuanya tak satupun yang bisa dipakai karena busuk akibat listrik yang mati,” kata pria asal Sungai Limau yang akrab disapa Geneang ini. Di sekitar tempatnya berdagang, Geneang mengatakan ada sebanyak tiga rumah makan yang juga tutup operasi akibat kasus yang sama. “Kalau dihitung, di kawasan sini saja puluhan rumah makan yang beroperasi. Mungkin untuk seluruh Jakarta, jumlahnya cukup banyak,” ujarnya. Tak hanya Geneang yang mengeluhkan akan bencana tersebut, M Yusuf asal Solok yang memiliki Rumah Makan Ampera di daerah Ciledug pun menyebutkan hal sama. Menurutnya, banjir tak hanya membuatnya rugi, tiga pegawainya pun terpaksa ‘dirumahkan’. Miliaran Rupiah Ambia B Boestam, tokoh Minang di Jakarta, kepada Suara Minang menyebutkan, kerugian yang diderita warga Minang yang berprofesi sebagai pedagang nasi, kalau ditotal pastilah cukup besar. Asumsinya, jika kedai kecil saja berpenghasilan rata-rata Rp1 juta per hari, tentu penghasilan kedai nasi dengan skala menengah dan


PA N O R A M A

Suara Minang | Edisi 45 | 24 - 31 Januari 2013

Lembah Harau

Yosemit Indonesia nan Rupawan LEMBAH HARAU, menyebut namanya saja akan langsung mengingatkan kita pada sebuah daerah dengan sejumlah air terjun nan sangat indah dan rupawan. Berada tak jauh dari Kota Payakumbuh, Lembah Harau telah menjadi ikon wisata Ranahminang selain Jam Gadang, Lembah Anai, Batu Malin Kundang, Danau Kembar dan lain sebagainya.

S

ebagai kawasan wisata, Lembah Harau tak hanya menawarkan pesona keindahan air terjunnya saja, kawasan tersebut oleh pemerintah juga telah ditetapkan menjadi kawasan cagar alam dan suaka margasatwa dengan sejumlah primata langka yang hidup di sana. Diantaranya adalah siamang (Hylobatessyndactylus) dan sim-

pai (Presbytis melalopos). harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), beruang (Helarctos malayanus), tapir (Tapirus indicus), kambing hutan (Capriconis sumatrensis), dan landak (Proechidna bruijnii). Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) serta sebanyak 19 spesies burung, termasuk burung kuau (Argusianus argus) dan enggang (Anthrococeros sp),

menjadi penghuninya. Pemerintah sendiri, menetapkannya sebagai kawasan cagar alam dan suaka margasatwa sejak 10 Januari 1993 dengan nama cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harauter. Di suaka margasatwa ini, selain didiami sejumlah primata berupa fauna, juga disesaki dengan sejumlah flora

yang terdiri dari berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi. Tak cukup sampai di sana, kawasan wisata itu juga dilengkapi dengan Taman Wisata Lembah Harau. Taman seluas 27,5 hektar ini ditetapkan sejak tahun 1979. Potensi yang dimiliki taman wisata ini adalah empat buah air terjun, gua, celah alam, dan tebing terjal

yang membentuk suatu pemandangan yang indah dan menakjubkan. Di kawasan itu juga tersedia berbagai fasilitas rekreasi seperti kolam pemandian, tempat berkemah, dan jalan setapak untuk hiking keliling kawasan. Lembah Harau yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota ini, hanya berjarak 15 KM dari Kota Payakumbuh atau 47 KM timur laut Kota Wisata Bukittinggi. Jaraknya yang relatif dekat dengan pusat kota, memungkinkan kawasan itu bisa dengan mudah dijangkau oleh kendaraan umum yang memang memiliki trayek tersendiri ke kawasan itu. Bicara tentang keindahan kawasan Lembah Harau, jelas tak akan ada habisnya. Karena, dari kawasan sejuk tersebut, sejuta pesona akan menyambut kedatangan pengunjungnya. Alam yang indah, udara yang sejuk dengan hamparan

16

persawahan penduduk, masih ditingkahi dengan suara yang keluar dari mulut penghuninya. â&#x20AC;&#x153;Lembah Harau bak sebuah harmoni alam yang tiada tara. Berjuta keindahan dengan beragam pesona yang pastinya tak ditemukan di daerah lain, akan tersaji di kawasan wisata alam tersebut,â&#x20AC;? kata Rivaldy Fernando, wisatawan asal Jakarta yang kebetulan berpapasan dengan Suara Minang saat dimintai komentarnya akan Lembah Harau. Lembah Harau, secara umum merupakan sebuah jurang yang besar dengan diameter mencapai 400 m. Tebingtebing granit dengan ketinggian antara 80 meter hingga 300 meter, menjulang tinggi dengan bentuk yang unik, mengelilingi lembah. Dinding tebing yang kokoh, membuat kawasan ini menjadi primadona bagi kaum pecinta panjat tebing. Karena tantangannya yang besar dan sulit untuk ditaklukkan, para pemanjat tebing tersebut, menjuluki Lembah Harau sebagai Yosemite-nya Indonesia. Sebagai kawasan wisata, sebenarnya Lembah Harau telah lama dikenal. Bahkan kala penjajahan kolonial Belanda, Lembah Harau telah menjadi tempat yang tepat untuk melepas lelah dan berekreasi. Ini bisa dibuktikan dengan sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta. Pada monumen bertahun 1926 itu, tertera tanda tangan Asisten Residen Belanda di Limapuluh Koto saat itu, F. Rinner, dan dua pejabat Indonesia, Tuanku Laras Datuk Kuning nan Hitam dan Datuk Kodoh nan Hitam. Monumen ini adalah bukti nyata, kala Lembah Harau adalah sebuah pesona yang menyita perhatian siapapun untuk mengunjunginya. Apalagi, untuk menyambanginya tak perlu mengeluarkan biaya besar. Cukup dengan membayar tiket harga tanda masuk (HTM), pegunjung akan bisa berkeliling menikmati ciptaan Sang Khalik yang tiada banding tersebut.[]


Suara Minang