Issuu on Google+


Tujuan 1. 2. 3.

05/09/13

Memahami konsep dan Perencanaan Supervisi Akademik Memahami teknik-teknik Supervisi Akademik Memahami tindak lanjut hasil Supervisi Akademik

LPPKS, Indonesia Surakarta

2


Hasil Yang diharapkan 1. Mampu mengkaji konsep dan perencanaan, teknik dan tindaklanjut program dan hasil supervisi akademik 2. Mampu melakukan supervisi akademik dengan teknik yang benar 3. Mempu membuat tindaklanjut hasil supervisi akademik

05/09/13

LPPKS, Indonesia Surakarta

3


Konsep supervisi 2. Tujuan supervisi 3. Prinsip supervisi akademik 4. Perencanaan Supervisi akademik 1.


Curah Pendapat! Bagaimana Perasaan atau kesan Anda saat mendengar ‘kata supervisi’ (supervsi akadmik?)  Bagimanakah perasaan Anda saat disupervisi oleh kepala sekolah, atau pengawas? Dan bagaimana perasaan Anda yang belum disupervisi sekalipun? 

Mengapa seorang kepala sekolah harus melakukan tugas supervisi gurunya?


MUTU PBM DAN PENDIDIKAN

GURU PROFESIONAL

BUTUH BIMB – BINAAN WAS / KS

OUTPUT SISWA TIDAK OPTIMAL

MASALAH KONDISI GURU : 1. KEBERAGAMAN KEMAMPUAN GURU 2. BELUM ADA ALAT UKUR KOMPETENSI GURU 3. PEMBINAAN GURU BLM SESUAI KEBU TUHAN 4. KESEJAHTERAAN GR BELUM MEMADAI


Kompetensi supervisi akademik Adalah kemampuan pengawas dan kepala sekolah dalam melaksanakan pengawasan akademik yakni menilai dan membimbing guru dalam rangka mempertinggi kualitas proses/hasil pembelajaran, agar berdampak kepada kualitas

hasil belajar siswa;


?

SUPERVISI SUPERVISI AKADEMIK AKADEMIK

SUPERVISI SUPERVISIAKADEMIK AKADEMIKADALAH ADALAHBANTUAN BANTUANPROFESIONAL PROFESIONAL KEPADA KEPADAGURU GURUDALAM DALAMMENINGKATKAN MENINGKATKANKUALITAS KUALITASPROSES PROSES PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN SEHINGGA SEHINGGAGURU GURUDAPAT DAPATMEMBANTU MEMBANTUSISWA SISWA UNTUK; UNTUK; 1.Belajar 1.Belajarlebih lebihbanyak banyak 2.Belajar 2.Belajarlebih lebihcepat cepat 3.Belajar 3.Belajarlebih lebihmudah mudah 4.Belajar 4.Belajarlebih lebihmenyenangkan menyenangkan 5.Belajar 5.Belajarlebih lebihefektif efektifdan danbermakna bermakna


untuk kompetensi SUPERVISI Akademik, bahwa pengawas dan KS harus memiliki kompetensi sbb 1.

Memahami konsep, prinsip,teori dasar, karakteristik dan kecenderungan perkembangan mata pelajaran dlm rumpunnya

2.

Memahami prinsip, teori/teknologi, karakteristik dan kecenderungan perkembangan PBM

3.

Membimbing guru dalam menyusun silabus

4.

Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran

5.

Membimbing guru dalam menyusun RPP

6.

Membimbing guru dlm melaks. Kegiatan pembelajaran

7.

Membimbing guru dalam mengelola, merawat mengembangkan dan menggunakan media

8.

Memotivasi guru dalam memanfaatkan TIK


SUPERVISI

â–ş

Proses yg digunakan oleh personalia sekolah yg bertanggung jawab thd aspekaspek tujuan sekolah dan berganung scr langsung kpd para personalia yg lain, utk menolong mereka menyelesaikan tujuan sekolah itu (sergiovanni, 1971)

â–ş

Layanan kepada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan instruksional, belajar, dan kurikulum (Neagley, 1980)

â–ş

Bantuan yg diberikan kpd staf dlm rangka kelancaran tugas dan atau peningkatan kualitas

Jadi unsur Supervisi tdd (1) arahan dari fihak atasan (2) Guru dan Staf (3( proses belajar mengajar atau situasi beljr.


Supervisi Akademik membantu Guru dalam hal:


Studi Kasus Buka CD Materi Supervisi Akademik  Lihat kasus pada hal 10 pada modul supervisi akademik  Diskusikan. Kelompok 1 kasus pertama (Pak Joko), Kelompok 2 kasus kedua (Pak Fulan)  Presentasi hasil diskusi (perwakilan) 


FUNGSI SUPERVISI UTAMA : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Teman “administrasi� Koordinasi Wakil pemerintah Bantuan Memperlancar PBM Pengendalian Penempatan Bimbingan

TAMBAHAN : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

memotivasi guru agar tetap bekerja dg baik Mendorong guru agar bekerja tdk monoton Memberi teladan kpd guru dan staf lainnya Menegakkan diisiplin Konsultan dlm penelitian dan pengembangan kurikulum Membimbing peningkatan profesi guru dan staf lainnya Penghubung sekl.dg fihak luar Agen informasi pendidikan


1. 2.

3. 4.

meningkatkan mutu penddk dan hasil belajar siswa Membantu sekolah dan Kep.Sek dalam menyesuaikan program/kebijakan pendidikan Mengembangkan model PBM yang tepat Membina para guru dlm mendidik siswa, menegakkan disiplin secara manusiawi

Tujuan Supervisi


BEBERAPA CARA MENINGKATKAN PBM 1.

Menggunakan buku teks secara efektif

2.

Mengembangkan teknik-teknik pembelajaran

3.

Menggunakan metode yang luwes

4.

Merespon kebutuhan dan kemampuan siswa

5.

Memanfaatkan lingkungan sbg alat bantu PBM

6.

Mengelompokan siswa secara lebih efektif

7.

Berkoordinasi dengan guru lain

8.

Memanfaatkan teknik pembelajaran modern dan kreativitas layanan pembelajaran

9.

Meningkatkan ketrampilan berfikir kritis, problem solving dan pengambilan keputusan siswa

10. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif


Etika pengawas/KS dlm melaksanakan supervisi akademik 

Mendengarkan dengan sabar

Menunjukkan keterampilan secara jelas

Menawarkan insentif/ dorongan dengan jelas

Mempertimbangkan reaksi dan pemahaman dengan tepat

Menjelaskan, merangsang dan memuji secara simpatik

Meningkatkan pengetahuan sendiri secara berkelanjutan


Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik


Perencanaan program supervisi


Aspek penting dlm Perencanaan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

05/09/13

Program tahunan dan semester Silabus dan RPP SKL/SI Kurikulum KKM Jadwal supervisi Petugas Supervisi/guru senior yang di-SK-kan Instrumen supervisi Program tindak lanjut LPPKS, Indonesia Surakarta

19


Tugas Individu (hasil dikumpulkan): 1.

2.

Anda sebagai Pengawas/Kepala sekolah, perlu membuat program supervisi akademik; apakah yang diperlukan dalam perencanaan suatu supervisi (akademik) Rancanglah suatu dokumen perencanaan supervisi akademik untuk tahun 2011/2012 ?


Model, Teknik, Pendekatan, Sifat Supervisi


MODEL

PENDEKATAN

SUPERVISI PENDD.

1. 2. 3. 4.

KONVENSIONAL ILMIAH KLINIS ARTISTIK

1. DIREKTIF 2. NON DIREKTIF 3. KOLABORATIF

JENIS

1. MANAJERIAL 2. AKADEMIS

SIFAT

1. FORMAL 2. INFORMAL

TEKNIK

1. INDIVIDUAL 2. KELOMPOK


Oleh GLICKMAN IQ /ABSTRAKSI /KREATIVITAS

3. AOT KOLABORATIF CONTROL

2. UFT KOLABORATIF PARTISIPATIF

KOMITMEN /DEDIKASI

1. DOT DIREKTIF

4. PT NON DIREKTIF


SUPERVISI AKADEMIK PENGERTIAN

TUJUAN

PRINSIP

SASARAN

KETR. SUPVISOR

Manusiawi

Kegiatan mbantu guru mengembangkan kemampuan mengelola PBM

Pengawasan kualitas

Kontinyu

Kemampuan Kerja

Ketr. Teknis

Motivasi Kerja

Hub. Manusiawi

Etika Kerja

Manajerial

Demokratis Pengembangan profesional

Integral Komprehensif

Memotivasi kerja

Konstruktif Objektif


PENDEKATAN

DIREKTIF

MODEL

SCIENTIFIC

KOLABORATIF

ARTISTIC

NONDIREKTIF

CLINIC

Bagaimana cara supervisor – bersama guru melakukan perbaikan/ peningkatan.

Bagaimana cara memahami/memastikan masalah?

SIAPA YG DOMINAN?

Datanya diperoleh dg cara bagaimana? Perbaikannya bagaimana?

TEKNIK

INDIVIDUAL KELOMPOK

Bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan supervisor dengan guru

di dalam/ di luar kelas


Pendekatan (Orientasi) Supervisi Akademik

Pengertian:

‌ tingkah laku supervisor dalam membagi tanggungjawab antara dirinya dengan guru yang sedang disupervisi, dalam menganalisis dan mengambil keputusan terhadap masalah pengajaran yang dihadapi oleh guru.


Pendekatan (Orientasi) Supervisi Akademik (Glickman: 1981) Orientasi Supervisi

Nondirec-tive

Collaborative

Directive

Tanggung jawab supervisi

Tinggi

Sedang

Rendah

Tanggung jawab supervisor

Rendah

Sedang

Tinggi

Metode Supervisi

Self Assessment

Mutual contrac

Delineated standars


Pendekatan (Orientasi) Supervisi Akademik • Direktif: Tanggung jawab lebih banyak pada supervisor • Kolaboratif: Tanggung Jawab terbagi relatif sama antara supervisor dan guru • Non-direktif: Tanggung jawab lebih banyak pada guru


Prilaku dan Pendekatan Supervisi Direktif

Kolaboratif

NonDirektif

Clarifiying (Mengklarifikasi)

Presenting (Pemaparan)

Directing (Mengarahkan)

√ -

√ -

Demonstrating (Memperagakan)

-

-

Setting the Standards (menetapkan standarstandar)

-

-

Reinforcing (memberi penguatan)

Listenning (mendengarkan)

-

Problem Solving (Pemecahan Masalah)

-

Negotiating (Perundingan)

-

Encouraging (Mendorong)

-

√ -

√ -

Prilaku


Perilaku Supervisor: Clarifiying (Mengklarifikasi) Direktif menjelaskan masalah yang dihadapi guru

Kolaboratif bertanya kepada guru mengenai permasalahan yang dihadapi

Non-Direktif mengklarifikasi masalah yang dihadapi guru dengan mengulang apa yang telah dikatakan guru


Prilaku Supervisor:

Presenting (Pemaparan)

Direktif

Kolaboratif

mengemukakan ideidenya sendiri tentang informasi apa yang harus dicari oleh guru dan bagaimana cara mencarinya.

mencoba mencocokkan persepsinya dengan guru tentang bidangbidang pembelajaran yang perlu ditingkatkan

Nondirektif memberi masukan hanya ketika guru memintanya


Perilaku Supervisor: Directing (Mengarahkan) Direktif menetapkan tindakan apa yang harus diambil oleh guru berdasarkan informasi yang terkumpul.

Kolaboratif Non-Direktif

-

-


Perilaku Supervisor:

Demonstrating (Memperagakan) Direktif mendemonstrasikan prilaku yang harus dilakukan oleh guru.

Kolaboratif

Non-Direktif

-

-


Perilaku Supervisor:

Setting the Standards

(menetapkan standar-standar) Direktif

menetapkan tolok ukur yang pasti yang harus dicapai oleh guru dalam peningkatan pembelajaran

Kolaboratif

NonDirektif

-

-


Prilaku Supervisor:

Reinforcing (memberi penguatan) Direktif

memberi imbalan yang bersifat materi atau sosial

Kolaboratif

Non-Direktif

-

-


Perilaku Supervisor: Listenning (mendengarkan) Direktif

-

Kolaboratif

mendengarkan dengan seksama terhadap persepsi guru.

Non-Direktif

mendengarkan dengan seksama penjelasan guru.


Perilaku Supervisor:

Problem Solving (Pemecahan Masalah) Direktif

-

Kolaboratif

saling memberi masukan tentang alternatif tindakan yang dapat diambil untuk meningkatkan pembelajaran

Non-Direktif memberi kepercayaan kepada guru untuk memutuskan sendiri rencana tindakan yang akan diambil


Perilaku Supervisor:

Negotiating (Perundingan) Direktif

-

Kolaboratif

Bersama guru membahas dan memilih alternatif tindakan hingga dicapai kesepakatan

Non-Direktif

-


Perilaku Supervisor:

Encouraging (Mendorong) Direktif

-

Kolaboratif

-

Non-Direktif

mendorong guru untuk menganalisis lebih jauh terhadap masalah yang dihadapi.


Langkah-langkah Pendekatan Klinik: A. Tahap Pertemuan Awal 1. Menciptakan suasana kolegialitas. 2. Membicarakan rencana pengajaran yang telah dibuat guru. 3. Memilih jenis keterampilan tertentu yang akan dilatihkan. 4. Mengembangkan instrumen yang akan digunakan untuk mengobservasi keterampilan mengajar guru dan menyepakatinya.


B. Tahap Observasi Kelas Supervisor mengadakan pengamatan terhadap guru yang sedang mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disepakati Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini: (a) memasuki ruang kelas bersama dengan guru yang akan mengajar, (b) guru menjelaskan pada siswa maksud kedatangan supervisor ke ruang kelas, (c) guru mempersilahkan supervisor untuk menempati tempat duduk yang telah disediakan, (d) supervisor mengobservasi penampilan mengajar guru dengan mempergunakan format observasi yang telah disepakati, (e) setelah selesai proses belajar mengajar, guru bersama-sama supervisor meninggalkan ruang kelas dan pindah ke ruangan khusus untuk melaksanakan aktivitas pembinaan


C. Pertemuan Balikan Aktivitas yang dilakukan: (a) supervisor memberikan penguatan kepada guru yang baru saja mengajar dalam suasana yang akrab, (b) supervisor bersama guru membicarakan kembali kontrak yang pernah dilakukan mulai dari tujuan pengajaran sampai evaluasi pengajaran, (c) supervisor menunjukkan hasil observasi yang telah dilakukan berdasarkan format yang disepakati, (d) supervisor berdiskusi dengan guru tentang hasil observasi yang telah dilakukan, dan (e) bersama-sama guru membuat kesimpulan tentang hasil pencapaian latihan pengajaran yang telah dilakukan yang diakhiri dengan pembuatan rencana latihan berikutnya.


SIKLUS SUPERVISI KLINIS Tahap Pertemuan Awal  Menganalisa rencana pelajaran.  Menetapkan bersama guru aspek-aspek yang akan diobservasi dalam mengajar.

Tahap Observasi Mengajar Mencatat peristiwa selama pengajaran. Catatan harus objektif dan selektif.

Tahap Pertemuan Balikan Menganalisis hasil observasi bersama guru. Menganalisis perilaku mengajar Bersama menetapkan aspek-aspek yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan keterampilan mengajar berikutnya


SIFAT/BENTUK SUPERVISI: FORMAL INFORMAL


SUPERVISI FORMAL  Mengikuti

langkah-langkah dalam supervisi klinis:

 Dimulai

awal

pertemuan/pembi-caraan

 Observasi

thd. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru

 Pertemuan

balikan


SUPERVISI INFORMAL  

Dilakukan terhadap seorang guru (bisa oleh Pengawas/Kepala Sekolah) Selama sekitar 10-15 menit;

Bisa di awal, tengah atau akhir pembelajaran,

Waktunya bisa setiap saat.

Supervisi informal dapat membantu supervisor: memotivasi guru; memonitor pembelajaran; being accessible providing support; dan keeping informed.


TUJUAN SUPERVISI INFORMAL 

Sama sekali bukan untuk “memata-matai” guru.

Sebagai salah satu cara untuk mengetahui keadaan guru yang sebenarnya.

Setelah supervisi, supervisor harus:

- memberikan komentar terhadap pembelajaran guru tersebut. - Ungkapkan hal-hal yang positif dan menarik, - Berikan dorongan untuk terus mengembangkan dirinya.


CONTOH FORMAT OBSERVASI INFORMAL Sekolah_____________________, Nama guru ___________________ Tanggal _________, Jam_______ Kelas____, Pelajaran____________


Situasi Ruangan: 

Tuliskan gambaran situasi ruang kelas saat dilakukan supervisi.

Komentar Supervisor: 

Tuliskan komentar mengenai aktivitas siswa, aktivitas guru dan ruangan kelas

Utamakan hal-hal yang Plus dan Menarik

Kemukakan juga kelemahannya.


TEKNIK SUPERVISI A. Teknik Supervisi Individual ď ą Supervisi yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai masalah khusus dan bersifat perorangan. ď ą Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru yang dipandang memiliki persoalan tertentu.

Teknik supervisi individual meliputi: 1. 2. 3. 4. 5.

kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan indi-vidual, kunjungan antar-kelas, menilai diri sendiri.

6. Portofolio Supevision 7. Action Research 8. Peer coaching 9. Mentoring and Induction


1. Kunjungan Kelas Mengamati pelaksanaan proses belajar mengajar sehingga memperoleh data yang diperlukan dalam rangka pembinaan guru. Tujuan: Menolong guru dalam mengatasi kesulitan atau masalah mereka di dalam kelas. Tahapan Kunjungan Kelas: 1.

Tahap persiapan, supervisor merencanakan waktu, sasaran, dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas.

2.

Tahap pengamatan selama kunjungan, supervisor mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung.

3.

Tahap akhir kunjungan, supervisor bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil-hasil observasi.

4.

Tahap tindak lanjut.


Kriteria kunjungan kelas yang baik 1. Memiliki tujuan tertentu yang jelas. 2. Mengungkapkan aspek-aspek yang dapat memperbaiki kemampuan guru. 3. Menggunakan instrumen observasi tertentu untuk mendapatkan data yang obyektif. 4. Terjadi interaksi antara supervisor dg gru sehingga menimbulkan sikap saling pengertian. 5. Pelaksanaan kunjungan kelas tidak mengganggu proses belajar mengajar. 6. Pelaksanaannya diikuti dengan program tindak lanjut.


2. Observasi Kelas Observasi kelas adalah teknik observasi yang dilakukan oleh supervisor

terhadap

proses

pembelajaran

yang

sedang

berlangsung, melihat dan memperhatikan secara teliti terhadap gejala yang nampak. Tujuan: Untuk memperoleh data seobyektif mungkin mengenai aspekaspek dalam situasi belajar mengajar, kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam usaha mem-perbaiki proses belajar mengajar Aspek-aspek yang diamati: a. b. c. d.

Usaha-usaha dan aktivitas guru-siswa dalam proses pembelajaran Cara penggunaan media pengajaran Reaksi mental para siswa dalam proses belajar mengajar Keadaan media pengajaran yang dipakai dari segi materialnya


Tahapan Pelaksanaan Observasi Kelas (1)persiapan observasi kelas; (2)pelaksanaan observasi kelas; (3)penutupan pelaksanaan observasi kelas; (4)penilaian hasil observasi; dan (5)tindak lanjut. Dalam melaksanakan observasi kelas, sebaiknya supervisor menggunakan instrumen observasi tertentu, antara lain berupa evaluative check-list, activity check-list.


3. Pertemuan Individual Pertemuan individual adalah satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar pikiran antara pembina atau supervisor dg guru, guru dg guru, mengenai usaha meningkatkan kemampuan profesional guru Tujuan: •

memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan yang dihadapi;

•

mengembangkan hal mengajar yang lebih baik;

•

memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan pada diri guru;

•

Menghilangkan/menghindari segala prasangka yang bukan-bukan. Dalam percakapan individual,supervisor harus berusaha mengembangkan segi-segi positif guru, mendorong guru mengatasi kesulitan-kesulitannya, dan memberikan pengarahan hal-hal yang masih meragukan sehingga terjadi kesepakatan konsep tentang situasi pembelajaran yang sedang dihadapi.


4. Kunjungan Antar Kelas Seorang guru berkunjung ke kelas yang lain dalam lingkungan sekolah itu sendiri Tujuan: Guru memperoleh pengalaman baru dari teman sejawatnya mengenai pelaksanaan proses pembelajaran, pengelolaan kelas, dsb.

Hal Yang Harus Diperhatikan Oleh Supervisor a.

Guru-guru yang akan dikunjungi harus diseleksi.

b.

Upayakan mencari guru yang mampu memberikan pengalaman baru bagi guru-guru yang akan mengunjungi.

c.

Tentukan guru-guru yang akan mengunjungi.

d.

Sediakan segala fasilitas yang diperlukan dalam kunjungan kelas.


Hal yang Harus Diperhatikan oleh Supervisor e. Supervisor hendaknya mengikuti acara ini dengan cermat. Amatilah apa-apa yang ditampilkan secara cermat, dan mencatatnya pada format-format tertentu. f. Adakan tindak lanjut setelah kunjungan antarkelas selesai. Misalnya dalam bentuk percakapan pribadi, penegasan, dan pemberian tugas-tugas tertentu. g. Segera aplikasikan ke sekolah atau ke kelas guru bersangkutan, dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi. h. Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan kunjungan antar kelas berikutnya.


5. Menilai Diri Sendiri Penilaian diri sendiri memberikan informasi secara obyektif kepada guru tentang peranannya di kelas dan memberikan kesempatan kepada guru mempelajari metode pengajarannya dalam mempengaruhi murid. Beberapa Cara atau Alat yang Dapat Digunakan 1.

Daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada murid-murid untuk menilai pekerjaan atau suatu aktivitas. Biasanya disusun dalam bentuk pertanyaan baik secara tertutup maupun terbuka, dengan tidak perlu menyebut nama.

2.

Menganalisis tes-tes terhadap unit kerja.

3.

Mencatat aktivitas murid-murid dalam suatu catatan, baik mereka bekerja secara perorangan maupun secara kelompok.


6. Portofolio Supervision ď ˝

Supervisor melakukan supervisi terhadap portofolio guru, mulai dari Silabus, RPP, Rekaman

pelaksa-naan

pembelajaran,

evaluasi (bentuk tes/soal, pelaksanaan, hasil evaluasi) Pengayaan dan/atau remedi, dan catatan lain yang dimiliki guru berkenaan dengan pembelajaran


7. Action Research Guru

melakukan

penelitian

tindakan

berdasarkan masukan/hasil diskusi dengan supervisor

mengenai

problema

yang

selama ini dihadadapinya dalam mengajar.


8. Peer Coaching ď‚ž Guru

meminta teman sejawatnya

untuk melatih/ mendampinginya menerapkan suatu metode pembelajaran


9. Mentoring and Induction ď‚ž Guru

yunior melakukan program induksi (pengenalan dan pembiasaan pekerjaan) di bawah bimbingan (mentor) seorang guru senior.

ď‚ž Pengawas/kepala

sekolah dapat menunjuk guru senior sebagai mentornya.


B. Teknik Supervisi Kelompok Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih, memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama dikumpulkan menjadi satu/bersama-sama . Teknik Supervisi Kelompok 1. 2. 3. 4. 5.

Kepanitiaan-kepanitiaan Kerja kelompok Laboratorium kurikulum Baca terpimpin Demonstrasi pembelajaran 6. Darmawisata 7. Kuliah/studi

8. 9. 10. 11. 12. 13.

Diskusi panel Perpustakaan jabatan Organisasi profesional Buletin supervisi Pertemuan guru Lokakarya atau konferensi kelompok


Terima Kasih dan Selamat Bekerja


Supervisi akademik revisi