Page 1

Hello! CV —&— PORTFOLIO


Ni Made Adenari PROFILE

I am interested as a full-timer in media company to enhance knowledges and develop skills in visual communication, for the benefit of the company and customers as well as my personal and professional growth. OBJECTIVES

Really enjoying in drawing and concept creation, able to work individual as well as a team, creative, unique, quick learner, and good in attitude.


EDUCATIONAL Background

SkillS

2009-2013 School of Design Bina Nusantara University in Visual Comm. Design

Illustration Layout & Composition Concept Creation Advertising Packaging

2006-2009 SMAN 109

SOFTWARES

1997-2003 SD Mardi Yuana

Adobe Illustrator Adobe Photoshop Adobe InDesign Adobe Premier Pro Microsoft Office

VOLUNTEERING

experiences

2012 LDK & Makrab 2012 by Keluarga Mahasiswa Hindu Binus University as Consumption Division Plaza Desain: Osmosis by DKV Binus University as Decoration Team

Graphic Designer Intern (2012) Gramedia of Book Publishing

2011 Temu Keakraban Himpunan: Marcapada by DKV Binus University as Event Division (Time Planner)

Calender Design (2011) Level 7 Event Organizer

2003-2006 SMP Mardi Yuana

2010 Temu Keakraban Himpunan: Ladang Kreasi by DKV Binus University as Event Division (Person in Charge) 2009 17agers Annual Book by SMAN 109 as Creative Design Team Demo Ekskul : 17agers by SMAN 109 as Creative Design Team

Logo & Car Branding (2012) PT Adirai Rent A Car Freelance Illustrator (2012) Kumara Kumari Kids Magazine

SOCIAL MEDIAS facebook.com/made.adenari twitter.com/adenaritridjaja instagram.com/adenaritridjaja

PERSONAL INFORMATION Sydney, October 9, 1991 Pondok Sukmajaya Permai B3/4 Depok +62 856 734 9082 made.adenari@gmail.com


College Works


Kellogg’s print ad—Advertising I, 2011

ADVERTISING


Print ad for "Teh Kotak" competitor, named "Sweet Tea"—Advertising II, 2012

ADVERTISING


BIOPORI

3 LANGKAH SELAMATKAN BUMI

Design application on some medias for saving water campaign by MATOA—DKV 4, 2012

CAMPAIGN


A book publication about handwoven textile from Bali, called Geringsing. The book contains logo, content, layout, cover, packaging, and promotional media design.

THESIS


Pemandangan Desa Tenganan Pegringsingan jika dilihat dari atas bukit di sisi timur desa.

Lahirnya Desa Tenganan Pegring singan erat kaitannya dengan kisah orang-orang Desa Paneges yang memburu kuda Raja Bedahulu. Desa Paneges diyakini berada di daerah Bedulu, Gianyar, dekat de ngan Pura Goa Gajah saat ini. Diceritakan, Raja Bedahulu memiliki kuda kesayang an bernama Kuda Once Srawa. Tatkala akan melaksanakan yadnya atau upacara, kuda sang Raja justru menghilang. Padahal, kuda ini akan digunakan sebagai hewan kurban dalam upacara tersebut. Untuk mencari Kuda Once Srawa, Raja Bedahulu pun menugasi para patih dan prajuritnya yang disebar ke segala arah. Orang-orang Paneges yang mendapat tugas mencari ke arah timur ternyata berhasil menemukan kuda sang Raja. Kuda tersebut ditemukan di sebuah hutan lebat yang dikelilingi bukit-bukit kecil. Hanya, yang menyedihkan, kuda yang dikeramatkan itu ditemukan dalam keadaan sudah mati. Tidak diketahui sebab-sebab kematiannya karena tidak ditemukannya bekas luka juga tanda-tanda penyakit. Penemuan Kuda Once Srawa yang sudah mati itu pun dilaporkan kepada Raja Bedahulu. Sang Raja tentu saja bersedih hati. Namun, raja bijaksana itu tetap menghargai jasa-jasa orang-orang Paneges. Sebagai hadiah, mereka diberi kekuasaan atas tempat ditemukannya mayat kuda tersebut dengan luas sejauh bau busuk bangkai kuda itu bisa dicium. Namun, orang-orang Paneges itu cukup cerdik juga. Bangkai kuda itu pun dipotong-potong dan potongan-potongan tersebut dibawa ke berbagai penjuru sehingga wilayah kekuasaan orang-orang

4

Paneges menjadi lebih luas. Sampai akhirnya terdengar sabda dari Dewa Indra yang ingin agar perluasan wilayah itu dihentikan. Tempat terdengarnya sabda Dewa Indra saat ini disebut Pengulap-ulapan dan belakangan menjadi sebuah pura dengan nama Pura Batu Madeg karena diyakini sebagai tempat pertama kalinya Ida Bhatara (dewa) ngadeg (berdiri). Awalnya, wilayah yang dimiliki Desa Paneges mencapai pesisir Pantai Ujung. Ini tersurat dalam lontar Usana Bali maupun Prasasti Ujung. Namun, karena terkena abrasi air laut yang parah dan serangan ikan hiu, orang-orang ini pindah ke tengah. Hingga kini antara warga Tenganan dan Ujung masih memiliki hubungan. Saat dilaksanakan upacara di Pura Segara Ujung, warga Tenganan akan tangkil (berkunjung). Perihal nama Tenganan masih belum jelas benar karena terdapat beberapa versi. Seorang peneliti, R. Goris, mengatakan bahwa kata Tenganan sudah ditemukan dalam salah satu prasasti Bali dengan kata tranganan. Kata ini kemudian berkembang menjadi Tenganan. Peneliti lainnya, V.E. Korn, menyebut Tenganan berasal dari kata ngatengahang (bergerak ke tengah). Ini berkaitan dengan cerita berpindahnya warga Tenganan dari pesisir Pantai Ujung mencari tempat lebih ke tengah. Sedangkan versi lainnya menyebut Tenganan berasal dari tengen (kanan). Ini berkaitan dengan cerita warga Tenganan berasal dari orang-orang Paneges. Paneges berarti ‘pasti’ atau ‘tangan kanan’.

gunakan oleh masyarakat untuk memanfaatkan, mengelola, serta menjaga hutan dan sumber daya yang terkandung di dalamnya. Dengan ini, maka masyarakat Tenganan Pegringsingan mampu mempertahankan kelestarian alam yang mereka miliki. Seperti yang tertulis pada awig-awig, masyarakat Tenganan Pegringsingan memiliki aturan tentang cara mengelola lingkungan, termasuk hutan bercampur kebun yang mengelilingi desa, sehingga sampai saat ini hutan Tenganan tetap terjaga baik untuk keseimbangan kosmos. Perlindungan kawasan hutan merupakan bentuk penghormatan terhadap pelindung alam dan kemanusiaan.

Struktur Desa Disebabkan kondisi letak Desa Tenganan Pegringsingan yang berada di lembah, maka

struktur desa dibuat berundak atau terasering dengan posisi makin ke selatan makin rendah. Di dalam desa juga dibuat saluran limbah atau utilitas lingkungan yang terencana dengan baik seperti adanya boatan, teba pisan dan paluh menuju sungai. Batu-batu pipih yang disusun sebagai jalan utama desa ternyata sudah dibangun oleh para leluhur dan tak ada yang diubah. Struktur jalan seperti ini sangat cocok diaplikasikan pada Desa Tenganan Pegringsingan karena air hujan dapat mengalir melalui sela-sela bebatuan sehingga tanah tidak akan mudah terkikis seperti jalanan pada umumnya. Dan tentu, tidak akan membuat pejalanannya mudah tergelincir. Masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan juga tetap mempertahankan bentuk rumah yang tidak boleh diubah sejak leluhur hingga sekarang.

Alam Kearifan lokal masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan dalam pelestarian hutan tersusun atas nilai, norma, hukum, dan pengetahuan yang dibentuk oleh ajaran agama, kepercayaan, tata nilai tradisional, dan pengalaman yang diwariskan oleh leluhur. Inilah yang akhirnya membentuk sistem pengetahuan lokal yang di-

Geringsing

Kisah Sang Penolak Bala

Menenun menjadi salah satu aktivitas sehari-hari warga di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Kain Geringsing yang menjadi identitas Pegringsingan, tak hanya mengangkat pamor tradisi lokal namun juga menjadi simbol kekayaan nusantara. Kain geringsing mengandung makna semacam penolak bala. Ini dapat dilihat dari arti kata geringsing itu sendiri, gering yang berarti ‘sakit’ atau ‘wabah’ dan sing yang berarti ‘tidak’. Dengan begitu, geringsing berarti ‘terhindar dari sakit’. Dalam selembar kain geringsing, terekam nilai, pandangan hidup, serta kearifan

48

Geringsing

5

warga Desa Bali Aga di Tenganan Pegringsingan. Nilai-nilai itu muncul dalam setiap helai benang dan motif kainnya. Kain geringsing tak lagi sekadar barang sandang, tetapi menjelma menjadi bahan warisan budaya, bernilai sosial dan ekonomi. Kain geringsing dapat dikatakan sebagai warisan budaya yang unik dan langka keberadaannya. Ini terbukti dari teknik dobel ikat yang hanya dapat ditemukan di tiga tempat di dunia, yaitu India, Jepang, dan Tenganan. Namun hanya Tenganan yang secara berkala tetap aktif memproduksi geringsing yang menggunakan teknik dobel ikat ini.

Kisah Sang Penolak Bala

49

THESIS: CONTENT LAYOUTS

&

Meski fisik tak lagi sempurna,


THESIS: DISPLAY


Another Works


Official cover for Grasindo Publisher. They were created during internship period, but "Bidadari Kelab Malam". It was a freelance work after the internship.

COVER BOOK DESIGN


NA MI R A

DAU F I NA

asa Dalam liku

kutemukan gerak indah kehidupan

COVER BOOK DESIGN

Cover alternative for "Rasa" . Right under is the official cover and ready to publish—September 2013


Sliding ads (advertising) for Gramediana homepage—2012

WEBSITE ADS


WEBSITE ADS


E r it e rot en t r it r ld wo e web wid

W OUG TH R

H

WEBSITE ADS


www.gramediana.com ★★ ★★

X-BANNER

★★ ★★


COME & JOIN

17

Birthday

My

{

Celebration

you're invited to come and join on my blasting

17

seventeenth celebration S

A

T

U

R

D

A

TH

Y

23.FEB.13 ON

7:00

PM

23.FEB.13 7:00 PM }

my lovely house

{

- NO BLACK -

N O B L A C K my birth d ay will be nothing without you Design by Adenari Tridjaja. @ adenaritridjaja

My

17

BIRTH DAY CELEB RATI ON

th

PUTU LISA PUSPITA

S

A

T

U

R

D

A

Y

23.FEB.13

7:00 PM [my lovely house]

N O B L A C K

Design alternatives for birthday invitation—2012

BIRTHDAY INVITATION


Thank You


Portfolio - 2013  
Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you