Issuu on Google+

Figura “Hayo Lisa, harimaunya sekarang sudah pada keluar dari Aceh,” ujar guru vokal pelantun lagu kutidhieng ini suatu ketika. Sadar itu canda, tapi Lisa Aulia kadung gentar. Apalagi setelah albumnya beredar, seorang senior di sanggar Cakramata, Banda Aceh, memberitahu kalau lirik  kutidhieng, mantera pemanggil harimau. Tapi bukan sebab itu Lisa jadi ‘buronan’ kuli tinta, melainkan ihwal meroketnya album solo perdananya. Suaranya cukup karib di kuping pendengar musik etnik Aceh, tapi tak banyak yang tahu wajah dan profil mahasiswi Kesenian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala ini. Ia berkelit bukannya menjauh dari pengemar, apalagi juru berita. “Setelah bikin album Lisa married, terus ikut suami dinas di Ambon,” jelasnya, saat ditemui di rumahnya, komplek BPD, Keutapang Dua, Banda Aceh. Sepulang ke Aceh, Lisa jadi ibu. Dua bulan lalu, ia dianugerahi bayi perempuan yang diberi nama Khansa Athifa Azalia. Agenda selanjutnya meluncurkan keping cakram. Sekarang masuk tahap pembuatan video klip. “Seharusnya Maret lalu, tapi nggak mungkin karena Lisa sedang hamil muda,” katanya sambil merangkai senyum. Lisa sebenarnya, tak punya ambisi jadi selebriti. Mulanya, ia menggeluti seni tari. Suatu ketika, saat menyanyikan lagu Aceh dalam sebuah acara di Taman Budaya Banda Aceh, seorang senior mengajaknya membuat album. Penghayatan lirikpun dilakukan saat rekaman. Kaset beredar, Lisa di Ambon.  Berapa jumlah kaset yang laku, pendatang baru di blantika musik Aceh ini tak acuh. “Susah dapat, kasetnya sudah habis, dimana bisa dapat lagi kaset?” cecar seorang temannya. Saat itulah Lisa sadar, sudah punya pengemar. Tapi, ia harus kembali meninggalkan Aceh. “Kalau Khansa enam bulan, Lisa akan ke Magelang, bersama suami.” [a]

Lisa Aulia

Ditakuti Harimau oleh

ACEHKINI Desember 2008

MAIMUN SALEH FOTO: CHAIDEER MAHYUDDIN—ACEHKINI

49


ACEHKINI edisi 9