Issuu on Google+

Bom fisi memang bekerja dengan baik, akan tetapi bom jenis ini tidaklah efisien. Bom fusi, juga disebut dengan bom termonuklir, Memiliki hasil yang sangat besar dan dengan efisiensi yang lebih besar dibandingkan dengan bom fisi. Untuk merancang sebuah bom fusi, beberapa masalah dibawah ini harus bisa dipercahkan terlebih dahulu: •

Deuterium dan tritium, bahan bakar fusi, keduanya adalah gas, yang sangat sulit untuk diperoleh

•

Persediaan tritium sangat sedikit dan memiliki waktu-paro yang pendek

•

Deuterium atau tritium memiliki tekanan yang tinggi pada temperatur tinggi untuk memulai reaksi fusi

Pertama, mendapatkan deuterium, gas secara kimia digabungkan dengan litium untuk membuat sebuah bahan campuran lithium-deuterate. Untuk mengatasi masalah tritium, perancang bom mengatakan bahwa netron-netron yang berasal dari sebuah reaksi fisi bisa menghasilkan tritium dari litium (litium-6 ditambah sebuah yang menghasilkan tritium dan heium-4, litium-7 ditambah sebuah netron yang menghasilkan tritium, helium-4 dan sebuah netron). Artinya tritium tidak akan bisa disimpan didalam bom. Akhirnya, Stanislaw Ulam mengenalkan bahwa radiasi utama yang dilepaskan didalam sebuah reaksi fisi adalah sinar-X, dan sinar-X ini bisa menghasilkan temperatur dan tekanan tinggi yang dibutuhkan untuk memulai fusi. Oleh karena itu, dengan menggabungkan sebuah bom fisi didalam bom fusi, beberapa masalah akan bisa dipecahkan. Perancangan Bom Fusi Teller-Ulam Untuk mengerti rancangan bom ini, bayangkan bahwa didalam sebuah kotak bom anda memiliki bom fisi berdaya ledak tinggi dan sebuah tempat berbentuk silinder yang berisi uranium-238 (tamper). Didalam tamper ada lithium deuteride (bahan bakar) dan sebuah batang plutonium-239 yang berlubang di tengah-tengah silinder. Silinder terpisah dari bom peledak adalah sebuah pelindung uranium-238 dan busa plastik mengisi ruangan tersisa didalam kotak bom. Ledakan bom disebabkan oleh kejadian-kejadian berikut ini: 1. Bom fisi meledak, melepaskan sinar-X 2. Sinar-X ini dipanaskan didalam bom dan tamper, perisai mencegah ledakan pada bahan bakar sebelum waktunya 3. Panas menyebabkan tamper memuai dan terbakar, desakan tekanan kedalam berlawanan dengan litium deuterate 4. Litium deuterate ditekan sampai sekitar 30 lipatan 5. Tekanan yang dihasilkan gelombang kejut memulai proses fisi didalam batang plutonium. 6. Batang tersebut melepaskan radiasi, panas dan beberapa netron 7. Netron-netron pergi menuju litium deuterate, bergabung dengan litium lalu membuat tritium 8. Kombinasi temperatur dan tekanan tinggi cukup untuk memunculkan reaksi fusi tritium-deuterium dan deuterium-deuterium, menghasilkan panas berlebih, radiasi,


dan beberapa netron. 9. Netron-netron yang berasal dari reaksi fusi diinduksi oleh proses fisi didalam potongan uranium-238 pada tamper dan perisai 10. Fisi pada tamper dan perisai menghasilkan lebih banyak radiasi dan panas 11. Bom meledak Semua kejadian ini terjadi hanya dalam 600 milyar detik (550 milyar detik dari ledakan bom fisi, 50 milyar detik untuk kejadian fusi). Hasil ledakannya 700 kali lebih dahsyat dibandingkan dengan daya ledak fisi: ledakannya memiliki hasil 10.000 kiloton.


halaman asing