Page 1

L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0 INDONESIA FIELD OFFICE “ to continue to ensure sustainable development..."

Muslim Aid

Serving Humanity


DAFTAR ISI Kata Pengantar dari Country Director Tentang Muslim Aid Profil Singkat Muslim Aid Indonesia Program Tanggap Darurat 1. 2.

Bantuan Darurat Gempa dan Tsunami Mentawai Bantuan Darurat untuk Korban Gunung Merapi Yogyakarta

Program Konstruksi 1. 2.

Hunian Sementara Jembatan Gantung

Program Keluarga Pelangi Program Pengadaan Sarana Air Bersih dan Penggalian Sumur Bor Program Pemberdayaan Ekonomi Untuk Penyandang Cacat Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Program Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Program Musiman 1. 2. 3.

Iftar Zakat Fitrah dan Fidyah Qurban

Program Perikanan dan Pertanian Program Kesehatan 1. 2. 3.

Peningkatan Nutrisi balita Pelatihan Bidan Desa Operasi Gratis Bagi Masyarakat Miskin

Proyek Pengembangan Pembiayaan Fasilitas Ekonomi Aceh (AEDFF) Laporan Keuangan

Laporan Aktivitas Keuangan Tahun 2010

TIM LAPORAN TAHUNAN Disusun oleh

Tim Muslim Aid Indonesia

Diterbitkan oleh

Muslim Aid Indonesia Field Office

Penasehat Editorial

M.Mahfuzur Rahman, Muchtar Razali, Elfi Hasnita, Zarjani M.Banta, Nanda Aprilia

Desain Grafis

Rezky Syahrezal

Fotografi

Staff Muslim Aid Indonesia

Kontributor

Staff Muslim Aid Indonesia

Indonesia Field Office

Jl. T. Bintara Pineung No. 27 Gampong Pineung, Banda Aceh, Aceh Province, INDONESIA, Phone : +62 651-7552938 Fax : +62 651- 7551443 - www.muslimaid-id.org


KATA PENGANTAR DARI COUNTRY DIRECTOR

Assalamu’alaikum, Salam Sejahtera. Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami untuk meluncurkan Laporan Tahunan Muslim Aid Indonesia 2010, tahun yang signifikan bagi Muslim Aid karena telah melintasi perjalanan selama 25 tahun dengan sejumlah besar kegiatan kemanusiaan. Ini merupakan prestasi luar biasa dari Muslim Aid yang telah mampu memperluas jangkauannya secara global dan bekerja dengan masyarakat setempat pada lebih dari 70 negara, memberikan fokus khusus pada tahap penguatan, membantu orang lain, tidak hanya menyediakan bantuan pada situasi darurat setelah bencana, namun juga untuk jangka panjang, serta menghadapi akar penyebab kemiskinan dan kerentanan. Sejak proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh telah selesai, kebanyakan organisasi yang berbasis amal dan pembangunan meninggalkan Aceh pada saat ini. Beberapa organisasi termasuk Muslim Aid masih bekerja untuk pemulihan mata pencaharian dan pembangunan ekonomi berkelanjutan dari orangorang yang terkena dampak konflik dan tsunami di Aceh, begitu juga dengan mereka yang menjadi korban gempa di Yogyakarta dan Padang. Muslim Aid memberikan dukungan langsung untuk mata pencaharian dan membangun kapasitas masyarakat lokal dan organisasi berbasis masyarakat untuk memastikan pembangunan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan dalam rangka memberikan kontribusi dalam pengurangan angka kemiskinan. Selain itu, Muslim Aid juga menyediakan pelatihan kesiapsiagaan bencana dan pengurangan risiko bencana kepada masyarakat serta guruguru sekolah yang bertujuan untuk mengurangi sebabakibat dan penderitaan masyarakat pada saat bencana. Proyek ini juga telah dikaitkan dengan pengenalan terhadap perubahan iklim, yang menjadi isu global di masa sekarang. Kami bersyukur kepada Allah SWT atas segala prestasi yang telah diraih. Ungkapan terima kasih yang begitu dalam kepadaNya, juga para donor kami, mitra pembangunan, organisasi terkait, Pengawas Muslim Aid dan rekan, pemerintah daerah dan juga masyarakat luas. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka semua dan meminta untuk terus mendukung program-program kami di masa mendatang.

M. Mahfuzur Rahman Country Director - Muslim Aid Indonesia


A. TENTANG MUSLIM AID

Muslim Aid

Serving Humanity

PENDAHULUAN

Sebuah lembaga bantuan dan pembangunan internasional berkantor pusat di UK Inggris, Muslim Aid telah bekerja selama lebih dari dua dekade untuk membantu menyelamatkan dan memperbaiki kehidupan jutaan di lebih dari 70 negara termiskin di dunia.

Viai, Misi dan Nilai-Nilai Visi: Pengentasan kemiskinan, pendidikan untuk semua, dan penyediaan fasilitas dasar bagi mereka yang membutuhkan demi terciptanya sebuah dunia di mana amal dan kasih sayang menghasilkan keadilan, kemandirian dan pengembangan manusia. Misi:  Misi Muslim Aid dipandu oleh ajaran Islam, upaya untuk mengatasi kemiskinan dan penyebabnya dengan mengembangkan solusi inovatif dan berkelanjutan yang memungkinkan individu dan masyarakat untuk hidup bermartabat dan mendukung inisiatif yang mempromosikan ekonomi dan keadilan sosial. Nilai-Nilai: Kasih: Seseorang tidak dapat berbelas kasih kecuali dia peka terhadap kebutuhan dan kondisi orang lain. Pemberdayaan: Untuk memberdayakan masyarakat dalam rangka meningkatkan potensi mereka. Keadilan: Setiap orang memiliki hak untuk hidup dan diperlakukan dengan hormat. Keadilan dicapai dengan

1

mempertimbangkan hakhak orang lain dan menghormati mereka sebagaimana mestinya, terlepas dari latar belakang etnis. Akuntabilitas:  Kami menganggap diri kami bertanggung jawab atas tindakan kami. Kami menganggap mitra kami bertanggung jawab atas tindakan mereka

Cara yang paling efektif untuk melakukan ini adalah melalui mendirikan kantor-kantor lapangan di daerah-daerah krisis yang memungkinkan Muslim Aid untuk melaksanakan proyek tersebut tanpa kendala waktu. Kami memiliki 14 lapangan kantor di seluruh dunia yang berfokus pada program-program yang berkelanjutan dan kami memberikan bantuan dan program pembangunan di lebih dari 70 negara.

Dimana Kami Bekerja Kantor-kantor Lapangan Kami Muslim Aid memberikan penekanan kuat pada proyek-proyek pembangunan jangka panjang untuk membangun kapasitas masyarakat lokal untuk membantu diri mereka sendiri.

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

Bosnia , Irak, Sudan, Somalia, Pakistan, Sri Lanka, Indonesia, Banglades, Kamboja, Kenya, Gambia, Libanon, India dan Yordania.


INDONESIA FIELD OFFICE

Muslim Aid Serving Humanity

B. PROFIL SINGKAT MUSLIM AID INDONESIA Kantor Operasional Muslim Aid Indonesia (MAI) didirikan pada tahun 2005 sehubungan dengan operasi tanggap darurat bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 melalui suatu program bersama antara Muslim Aid Inggris dan Muslim Aid Australia. Sejak saat itu, MAI telah aktif dalam kegiatan-kegiatannya yang meliputi berbagai wilayah di Indonesia dalam memberikan bantuan tanggap darurat dan programprogram pembangunan. Disamping itu, MAI telah memberikan bantuan kepada para korban di Aceh, Jogjakarta, Jakarta, dan Sumatera Barat dan telah melaksanakan pekerjaan-pekerjaan rekonstruksi di Aceh dan Jogjakarta. Kegiatan-kegiatan ini termasuk memberikan bantuan tanggap darurat, pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan dasar masyarakat seperti menyediakan penampungan sementara, rumah-rumah permanen, jalan, sistem drainase, dan pembangunan jembatan. MAI juga terlibat dalam pembangunan kapasitas lokal di sektor-sektor pendidikan, pengembangan keahlian, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Berikut ini adalah kegiatan Muslim Aid sepanjang tahun 2010:

MAI memiliki sebuah kantor pusat di Banda Aceh dan kantor cabang di Biruen, Jogjakarta, Padang, dan Jakarta dan didukung oleh lebih dari 60 staff di seluruh penjuru Indonesia, MAI saat ini memberikan kontribusi yang cukup penting terhadap program-program rehabilitasi dan pembangunan di Indonesia.

Program Tanggap Darurat

Program Konstruksi

Program Keluarga Pelangi

Program Penyediaan Sarana Air Bersih dan Penggalian Sumur Bor

Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Program Pemberdayaan Ekonomi untuk Penyandang Cacat

Program Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas

Program Musiman, seperti Ifthar dan Kurban

Program Perikanan dan Pertanian

Program Kesehatan

Proyek Pengembangan Pembiayaan Fasilitas Ekonomi Aceh (AEDFF)

Muslim Aid Indonesia Field Office : Jl. T. Bintara Pineung No. 27 Gampong Pineung Banda Aceh, Aceh Province, Indonesia Telepon : +62651- 7552938 Fax : +62651- 7551443 Website : www.muslimaid-id.org


Program Tanggap Darurat

1

Bantuan Darurat Gempa dan Tsunami Mentawai Gempa berkekuatan 7.2 SR telah terjadi pada 25 Oktober 2010 di pantai barat Sumatera, Indonesia dan mengakibatkan Tsunami di Kepulauan Mentawai. Gempa terjadi pada kedalaman 10km dan dalam hitungan menit, gelombang mencapai ketinggian 3M telah menyapu pulau tersebut. Tsunami telah mengakibatkan kerusakan besar dan menyebabkan lebih dari 20.000 orang mengungsi, ratusan orang meninggal dan lebih dari 500 rumah rusak berat. Menyadari kebutuhan mendesak dari masyarakat yang terkena bencana, Muslim Aid Indonesia telah mengirim tim darurat untuk membantu korban di 2 kecamatan dari total 4 kecamatan yang terkena tsunami. Muslim Aid Indonesia mendistribusikan barang bantuan termasuk: •

3

di tingkat Kecamatan (Puskesmas ) di Sikakap.  •

Barang-barang bantuan makanan, seperti beras, mie dan telur telah didistribusikan, dengan total 100 paket untuk pengungsi di Kecamatan Pagai Selatan dan Pagai Utara, Kepulauan Mentawai.  Sebagai daerah terpencil yang hanya dapat dicapai dengan transportasi laut, berpengalaman dengan cuaca yang tidak bersahabat dan tingginya gelombang laut, telah menyebabkan keterlambatan dalam pelaporan data korban. Muslim Aid Indonesia merupakan organisasi yang pertama kali tiba dan memberikan kebutuhan darurat untuk para korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Barang-barang bantuan Non Pangan, seperti 452 lembar terpal, 340 lembar sarung dan 51 pembalut. Sejumlah 115 Terpal, 160 Sarung, 2 kotak Aqua tab dan 149 pembalut yang didistribusikan oleh Tentara National Indonesia (TNI) di Pagai Selatan dan 8 kotak Aqua tab (40,000 tablet) diserahkan ke Pusat Kesehatan

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

- BNPB) telah bekerja sama dengan lembaga lokal dan LSM, termasuk Muslim Aid, untuk memberikan respon yang efektif.


Muslim Aid Serving Humanity

INDONESIA FIELD OFFICE

2

100 paket pakaian dalam perempuan; 54 pasang sandal; 1.900 lembar masker dan 1 reservoir air bagi lebih dari ribuan korban. 

Bantuan Darurat untuk Korban Gunung Merapi Yogyakarta Letusan Gunung Merapi telah terjadi di Jawa Tengah pada akhir Oktober 2010, merupakan salah satu bencana alam paling dahsyat di Indonesia, menewaskan lebih dari 300 orang dan mengakibatkan trauma mendalam bagi ribuan orang di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Muslim Aid Indonesia mengambil inisiatif untuk memberikan tanggap darurat dan mengatasi kebutuhan mendesak para korban. Muslim Aid Indonesia bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Yogyakarta untuk mendapatkan data terbaru sebagai referensi untuk intervensi dan juga kerjasama di bidang kesehatan dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).  Muslim Aid Indonesia merespon secara cepat untuk mendistribusikan barang-barang bantuan bagi para pengungsi, yaitu:  •

barang-barang bantuan non makanan, seperti 100 paket perlengkapan kebersihan, 100 selimut, 130 paket kit bayi, 25 lusin baju bayi, 17 lusin pakaian anak-anak; 9 lusin celana panjang bayi; 9 lusin kaus kaki bayi; 100 paket bayi popok; 20 buah kasur bayi, 100 unit pembalut;

Muslim Aid Indonesia telah berhasil menyalurkan dana lebih dari 1.5 milyar rupiah khusus untuk korban gempa Sumatera Barat, Mentawai dan letusan gunung Merapi di Yogyakarta

barang-barang bantuan makanan, seperti beras, sayuran, telur, dan mie ke Pondok Pesantren Darru Hiraa, salah satu dari kamp pengungsi yang terletak di Kecamatan Maguwoharjo, Sleman. Sedikitnya terdapat 250 pengungsi di lokasi ini. 

Kerjasama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) untuk menyediakan kamp pelayanan medis dan klinik. Muslim Aid dan BSMI telah menandatangani perjanjian pada 11 November 2010 untuk menyediakan 7 hari operasi gabungan pada pengembangan kesehatan bagi masyarakat yang terkena dampak Gunung Merapi, yang ditargetkan sekitar 8.000 pengungsi di Sleman dan Magelang.  Proyek kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan penyembuhan trauma, meningkatkan gizi, dan juga melatih pengungsi pada pendidikan kesehatan dan kebersihan pribadi. 

melalui distribusi bantuan dalam bentuk makanan, item non makanan maupun alat kebersihan dan obat-obatan. Muslim Aid Indonesia telah membantu para korban tersebut dengan

memberikan bantuan kebutuhan dasar sehingga sedikit demi sedikit mereka bisa kembali ke kondisi yang normal.

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

6


Program Konstruksi

1

Hunian Sementara

Sepanjang tahun 2010, Muslim Aid Indonesia memberikan bantuan pasca bencana gempa yang terjadi di Sumatera Barat pada 30 September 2009. Muslim

Aid juga membangun hunian sementara sebanyak 331 unit, bersama UNOCHA sebagai mitra pembangunannya untuk membantu korban gempa di Sumatera Barat.

Program Keluarga Pelangi

Muslim Aid Indonesia menyadari bahwa pendidikan untuk anak yatim dan kaum miskin merupakan elemen yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu Muslim Aid Indonesia memiliki beberapa program khusus dalam bidang pendidikan seperti Rainbow Family (Keluarga Pelangi). Program Rainbow Family bertujuan untuk membantu anak-anak yang

5

hidup di bawah garis kemiskinan meraih cita-cita mereka. Program ini memberikan bantuan dasar bagi anak-anak seperti makanan, pakaian, pemeliharaan kesehatan, biaya pendidikan, mentor yang membimbing mereka serta tabungan untuk masa depan anak-anak tersebut. Donatur yang menjadi sponsor anakanak ini akan mendapatkan informasi dan perkembangan

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

si anak yang komprehensif baik perkembangan pendidikan maupun perkembangan lainnya secara umum setiap enam bulan sekali. Program ini berkembang dengan baik, hingga akhir Desember 2010 sudah mencapai 151 anak yang menerima


Muslim Aid Serving Humanity

INDONESIA FIELD OFFICE

2

Jembatan Gantung

Setelah menyelesaikan pembangunan hunian sementara di Kecamatan Padang Sago, Sumatera Barat, Muslim Aid melanjutkan bantuannya untuk membantu korban gempa dengan merehabilitasi jembatan gantung di Desa Koto Baru yang telah rusak akibat bencana ini. Muslim Aid menyediakan semua bahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan gantung, sementara itu pemerintah menyediakan tenaga kerja yang akan bekerja untuk merehabilitasi. Jembatan ini begitu penting

manfaat yang berasal dari Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah dan Provinsi DI Yogyakarta. Dari hasil monitoring dan evaluasi, terlihat bahwa peningkatan dalam hasil belajar anak cukup memuaskan. Keluhan orang tua tentang ketidakcukupan dana

Sebelum

bagi masyarakat, yaitu sebagai penghubung antar kecamatan dan pasar tradisional. Selain itu juga mempermudah akses transportasi

untuk membiayai anak untuk sekolah turun secara drastis. Kepuasan guru yang mengajar anak penerima manfaat dari program ini juga dirasakan positif. Manfaat dari program ini telah dirasakan oleh 151 anak beserta keluarganya dimana mereka tidak

Sesudah

untuk melakukan berbagai kegiatan seperti pendidikan, kegiatan sosial dan ekonomi.

lagi mengeluh dan kesulitan mencari dana untuk kebutuhan pokok sekolah. Walaupun dana yang diterima dari program ini tidak begitu besar, namun telah cukup membantu kebutuhan pendidikan masyarakat miskin.

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

6


Program Pengadaan Sarana Air Bersih dan Penggalian Sumur Bor

Pada tahun 2010, Muslim Aid melanjutkan program tahap II penyediaan sarana air bersih kepada masyarakat. Muslim Aid Indonesia berkolaborasi dengan UNICEF melakukan pengeboran 17 sumur bor selama tahun 2010. Sumur tersebut sudah digunakan oleh masyarakat dan anak-anak sekolah untuk membangun fasilitas bak penampungan air dan sistem distribusi untuk masyarakat, pembentukan komite masyarakat untuk pemeliharaan sarana distribusi air, memberikan pelatihan kepada

masyarakat untuk memelihara dan mengoperasikan sarana penyediaan air bersih tersebut. Masyarakat sendiri berpartisipasi aktif untuk ikut merawat. Muslim Aid Indonesia berupaya membina hubungan dan kerjasama yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul. Program ini bermanfaat untuk membantu warga dalam penyediaan air bersih untuk kehidupan sehari-hari sekaligus untuk

memberdayakan masyarakat melalui pembentukan komite masyarakat dalam pemeliharaan sarana eksplorasi, sarana sumur bor, dan distribusi air.

diharapkan dari proyek ini:

•

Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Masyarakat Penyandang Cacat

Pada bulan Maret 2010, Muslim Aid Indonesia telah memulai proyek pemberdayaan ekonomi di Pati, Jawa Tengah. Terdapat 32 orang penyandang cacat yang layak mendapatkan bantuan. Sebanyak 22 penyandang cacat telah menerima ban­tuan dari Muslim Aid pada tahap awal. Hasil yang

7

•

Penyandang cacat mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka.

•

Kelompok sasaran memiliki akses ke sumber modal, teknologi dan pasar;

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

Realisasi kemandirian ekonomi bagi kelompok sasaran.

Harapannya, semua aktivitas yang dilaksanakan oleh masyarakat penyandang cacat dapat meningkatkan taraf perekonomian mereka.


Muslim Aid Serving Humanity

INDONESIA FIELD OFFICE

Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Pengangguran merupakan masalah yang masih sangat krusial di Indonesia. Oleh karena itu, Muslim Aid Indonesia dalam rangka membantu pemerintah Indonesia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat akan melakukan berbagai program pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pemberdayaan ekonomi tersebut dilakukan untuk menghidupkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, menumbuh kembangkan jiwa wira usaha skala kecil, menciptakan berbagai lapangan kerja untuk masyarakat yang sangat miskin serta menghilangkan ketergantungan ekonomi penerima manfaat dari pihak lain. Dalam melaksanakan program tersebut Muslim Aid Indonesia juga memberikan pelatihan dalam bidang pemasaran dan pelatihan manajemen usaha agar mereka dapat mengelola usaha mereka secara profesional serta berkelanjutan. Manfaat nyata yang telah diperoleh melalui program ini adalah adanya peningkatan pendapatan para penerima pinjaman tersebut sehingga bisa memenuhi nafkah keluarga mereka. Hal lain yang menjadi sisi positif dari program ini adalah adanya keahlian mengelola bisnis dan manajemen usaha yang baik bagi setiap penerima bantuan. Kondisi ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat di mana mereka akan mampu menjaga

kelangsungan usaha mereka baik dengan meningkatkan produksi maupun mampu memasarkan usaha mereka menjangkau pangsa pasar yang lebih besar. Dampak positif yang juga akan dirasakan oleh masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi adalah perasaan dihargai dan kepuasan karena keberhasilan hidup mandiri. Memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, terutama bagi wanitawanita janda yang sangat miskin. Sebelumnya mereka merasa rendah diri dan tidak tahu ke mana harus meminta modal usaha ataupun dilatih keterampilan tangan seperti menjahit, menyulam ataupun membuat anyaman. Upaya yang akan diberikan oleh Muslim Aid Indonesia ini akan membuat mereka kembali bersemangat dalam menata

kehidupan mereka ke arah yang lebih baik. Di Aceh, Muslim Aid memulai program pemberdayaan ekonomi di Aceh pada pertengahan 2009 dan memiliki penerima manfaat sebanyak 370 orang. Program ini juga dilakukan di Kali Code, Yogyakarta dengan mencapai sebanyak 117 penerima manfaat pada tahun 2010. Nasabah yang dipilih adalah mereka yang berkomitmen baik, dan direkomendasikan oleh pemerintah daerah.

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

8


Program Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas

Berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Muslim Aid Indonesia diharapkan akan memberikan manfaat yang besar bagi penerima manfaat. Selain itu, kegiatan ini juga akan sangat membantu masyarakat untuk bisa mandiri dan memiliki bekal yang cukup dalam mengarungi kerasnya kehidupan. Keahlian yang dimiliki menjadi nilai tambah yang dapat membantu mereka lebih mudah mencari pekerjaan ataupun membuka lapangan kerja sendiri.

1. Pelatihan Komputer dan Bahasa Inggris.

Pelatihan Komputer dan Bahasa Inggris untuk 80 anak yatim telah dilakukan di Yogyakarta dan hasilnya sangat membantu siswa sebagai ilmu tambahan. Pelatihan yang sama juga dilaksanakan di Banda Aceh untuk 70 orang siswa kurang mampu bekerjasama dengan Politeknik Aceh. Hasil yang dicapai sangat baik, karena mereka merasa telah menambah kecakapan.

memberikan pengajaran yang baik dan modern. Muslim Aid Indonesia memberikan pelatihan khusus untuk 32 guru dan kebutuhan pendidikan serta perlengkapan bermain (dalam dan luar ruangan) kepada siswa. Sebanyak 775 murid telah menerima manfaat langsung, sementara 32 guru mendapat pelatihan tentang teknik-teknik pengajaran yang lebih baik bagi anak-anak.

2. Muslim Aid Indonesia menyumbangkan peralatan bermain dan juga memberikan pelatihan kepada guru TK dalam rangka meningkatkan kemampuan belajar mengajar

3. Muslim Aid Indonesia telah melakukan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui pelatihan dalam bidang manajemen bencana dan bagaimana langkah-langkah persiapan menghadapi bencana.

Muslim Aid membantu 16 Taman Kanak-kanak di Banda Aceh dan Aceh Besar dalam pembangunan kapasitas guru sehingga dapat

9

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

Melalui program ini, Muslim Aid Indonesia telah membagikan Tas sekolah yang bermoto DRR kepada 1100 pelajar Sekolah Dasar di Sumatera Barat.


Muslim Aid Serving Humanity

INDONESIA FIELD OFFICE

Program Musiman

1 Iftar Iftar adalah kegiatan buka puasa bersama dengan anak yatim dan orang-orang miskin di berbagai daerah yang menjadi wilayah kerja Muslim Aid Indonesia. Tahun 2010, iftar Akbar dilaksanakan di Jakarta yang dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial RI. Iftar akbar tersebut mengundang dan dihadiri oleh sekitar 600 anak yatim dan kaum duafa di Jakarta.

berbuka puasa dengan menu yang bergizi. Anak-anak ini juga dapat merasakan bahwa mereka tidaklah sendiri, masih ada yang mau memperhatikan mereka, masih ada yang mau berbagi kebahagiaan dengan mereka. Muslim Aid Indonesia ingin menekankan bahwa masih banyak orang-orang yang mempedulikan mereka dan mau membantu mereka. Hal ini akan menimbulkan semangat dan energi yang positif dari si anak dalam menjalani hidupnya.

Untuk program iftar, sebanyak 8.357 anak yatim dan fakir miskin dapat merasakan kebahagiaan berbuka puasa bersama yang disalurkan diseluruh wilayah kerja Muslim Aid Indonesia. Manfaat yang dirasakan langsung melalui iftar adalah anak-anak ini dapat merasakan

2

Zakat fitrah dan fidyah Zakat fitrah dan fidyah adalah pemberian pembagian zakat fitrah dan fidyah bagi mereka yang berhak di daerah-daerah terpencil untuk meringankan beban mereka dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat tidak mampu.

Penyaluran zakat fitrah dan fidyah juga telah membantu 600 orang. Manfaat yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat adalah terjaminnya pemenuhan kebutuhan rumah tanga selama bulan puasa sehingga mereka tidak perlu berhadapan dengan situasi yang sulit dengan meningkatnya harga barang ketika bulan puasa dan menjelang hari raya.

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

10


3

Qurban

Qurban adalah menyembelih hewan qurban dan mendistribusikannya kepada masyarakat yang tidak mampu pada setiap Hari Raya Idul Adha. Program Qurban pada waktu Idul Adha telah berhasil mendistribusikan daging qurban kepada 8,150 KK dalam rangka meningkatkan nutrisi penduduk miskin di kawasan Aceh, Jakarta, Jogjakarta & Padang.

Program musiman ini berhasil dilakukan oleh Muslim Aid Indonesia dengan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah daerah setempat,

masyarakat yang bersangkutan maupun lembaga-lembaga lokal lainnya. Program ini sudah menjadi agenda tetap Muslim Aid Indonesia akan sangat membantu masyarakat

miskin dan anak-anak yatim untuk dapat merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan oleh orang lain yang lebih berkecukupan kemampuan ekonominya.

Dari ketiga sekolah ini, Sekolah Asrama Nidaul Fatah menjalankan kegiatan dengan sangat baik dan mereka bersedia untuk membayar kembali uang yang disediakan Muslim Aid. Program ini bertujuan untuk menyediakan peralatan pertanian dalam upaya mendukung pelaksanaan program di 3 Pesantren yang dipilih, menyediakan pelatihan pertanian dan bantuan teknis, memberikan dana bantuan untuk

mendukung implementasi serta memastikan keberlangsungannya di masa yang akan datang.

Program Pertanian dan Perikanan

Muslim Aid Indonesia memilih tiga Sekolah Asrama di Aceh Besar dan Banda Aceh untuk menjalankan proyek per足tanian yang dijalankan oleh para siswa yang bertempat tinggal di sekolah itu. Selain itu, juga diberikan pelatihan perikanan sehingga sekolah dapat memulai kegiatan budidaya perikanan. Sebuah pelatihan khusus diberikan kepada pihak sekolah untuk program pertanian dan perikanan.

11

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0


Muslim Aid Serving Humanity

INDONESIA FIELD OFFICE

Program Kesehatan

1 Peningkatan Nutrisi balita Muslim Aid Indonesia bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas mendistribusikan susu sebagai tambahan nutrisi bagi balita yang kekurangan gizi (berat bedan berada di bawah garis

2

Pelatihan Bidan Desa

Sebanyak 95 bidan desa dari 3 Kecamatan di Aceh Besar dipilih untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi para bidan desa dalam hal menangani

3

Operasi Gratis Bagi Masyarakat Miskin Muslim Aid Indonesia telah bekerjasama dengan Rumah Sakit Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) untuk memberikan operasi gratis bagi 5 masyarakat miskin. Operasi gratis diberikan untuk

merah) . Sebanyak 60 balita dari 3 kecamatan di Aceh Besar telah diberikan bantuan susu selama 3 bulan, yang mana perkembangan dan pertumbuhan penerima manfaat dimonitor oleh bidan desa.

masalah kesehatan ditingkat desa tertinggal. Materi-materi pelatihan diantaranya mengenai cara persalinan, masalah pendarahan dan beberapa hal lain yang terkait dengan persalinan, dengan mengundang fasilitator dari salah satu organisasi di Rumah Sakit Zainal Abidin yaitu Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS).

penderita penyakit hernia, tumor payudara dan usus buntu. Setelah operasi selesai, pasien dirawat di Rumah Sakit BSMI sampai kondisi kesehatannya pulih dan dokter memberi rekomendasi untuk pulang.

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

12


Proyek Pengembangan Pembiayaan Fasilitas Ekonomi Aceh (AEDFF)

Muslim Aid Indonesia telah dipilih sebagai organisasi pelaksana untuk menjalankan salah satu kegiatan Fasilitas Pembiayaan Pengembangan Ekonomi (Economic Development Financing Facility – EDFF) yang didanai oleh Multi Donor Fund di Provinsi Aceh. Sub-Proyek yang dijalankan adalah "Pengembangan Kapasitas Peternak Sapi Rakyat untuk Peningkatan Produksi dan Akses Pasar di Kabupaten Bireuen�, bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak di Kabupaten Bireuen, yang telah diprioritaskan oleh pemerintah provinsi Aceh sebagai daerah fokus pusat produksi ternak. Kegiatan proyek MAI-EDFF meliputi 4 Kecamatan di Kabupaten Bireuen, antara lain Kecamatan Juli, Kecamatan Samalanga, Kecamatan Gandapura dan Kecamatan Simpang Mamplam, yang melibatkan sejumlah 720 peternak (penerima manfaat). Pada tanggal 9 Agustus 2010, Muslim Aid Indonesia telah menandatangani MoU bersama dengan Bupati Kabupaten Bireuen,Bapak Nurdin Abdurrahman, terkait

13

kerjasama dalam pelaksanaan proyek Fasilitas Pembiayaan Pengembangan Ekonomi (EDFF) di 4 Kecamatan di wilayah Bireuen.

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

Proses penandatanganan MoU turut dihadiri oleh staf dan managemen MAI, Bupati Bireuen, Kepala Dinas P3K Bireuen, Kepala


Muslim Aid Serving Humanity

INDONESIA FIELD OFFICE

Disperindagkop Bireuen, Kepala Bappeda Bireuen, serta perwakilan dari PMU EDFF. Sebagai bagian dari pengenalan proyek, pada tanggal 19-25 Desember 2010, Muslim Aid Indonesia telah mengadakan kegiatan pelatihan pengenalan yang diikuti oleh 200 orang peserta, yang merupakan perwakilan dari 36 kelompok peternak terpilih. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan visi,

misi dan tujuan proyek sehingga meningkatkan pengetahuan peternak terhadap proyek yang dijalankan. Para penerima manfaat juga dibekali dengan penjelasan tentang tata cara/manajemen pemeliharaan sapi yang baik, manajemen dana bergulir, manajemen kelompok dan pemasaran Dalam semua komponen dari proyek ini, MAI bekerja sama dengan Dinas sebagai mitra utama

pelaksana di lembaga pemerintah Kabupaten Bireuen. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari peningkatan keterampilan dan peningkatan sistem layanan teknis, yang merupakan metode yang paling penting untuk memastikan manfaat yang berkelanjutan. Proyek ini akan dilaksanakan selama 19 bulan, mulai dari tanda tangan Perjanjian Penerusan Hibah (SGA), pada bulan Juli 2010 sampai dengan Maret 2012.

Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi ternak • M ­ eningkatkan pendapatan dan keterampilan dari 720 peternak. • M ­ emperkenalkan metode baru pemeliharaan, pembibitan dan penggemukan yang sesuai dengan kondisi lokal dan keterampilan dasar masyarakat. • M ­ eningkatkan keterampilan teknis SDM pemerintah daerah (Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (P3K), serta dalam mendukung inisiatif berbasis masyarakat. • M ­ emperkenalkan teknologi praktis yang baru, khususnya

untuk produksi pupuk kompos dan biogas, untuk mengurangi biaya pengeluaran dan sekaligus menambah pendapatan bagi masyarakat yang berpartisipasi. • M ­ emberi penjelasan dan petunjuk lebih lanjut mengenai penggunaan teknologi Inseminasi Buatan (AI) dan penggunaan konsentrat yang diproduksi secara lokal, sehingga dapat diakses secara luas oleh para peternak.

Aceh maupun daerah lain. • B ­ erkontribusi untuk mengurangi pengangguran di Bireuen, dengan mata pencaharian yang dapat dilakukan secara layak. • M ­ eningkatkan posisi produsen ternak kecil dengan akses pasar yang lebih besar, sehingga • peningkatan kualitas dan kuantitas produksi akan menjamin masa depan mereka yang lebih baik.

• M ­ eningkatkan profil dan reputasi kualitas ternak dari Kabupaten Bireuen, baik di pasar di wilayah

Mengeksplorasi beberapa inovasi Kegiatan sub-proyek ini akan membangun inisiatif sukses yang sudah dimulai di Kabupaten Bireuen, dimana produsen dan instansi pemerintah terkait telah menunjukkan keahlian dan motivasi yang baik. Sub-proyek ini dimaksudkan sebagai replikasi model yang sukses dan menjanjikan yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Bireuen, terutama pada

kelompok produksi ternak sapi, serta mengeksplorasi beberapa inovasi tersebut untuk memberi nilai tambah, termasuk: • P ­ enggemukan sapi secara intensif, yang mempertahankan kualitas daging sapi Aceh. • P ­ engenalan biogas untuk mengurangi pengeluaran biaya

produksi serta menjamin pasokan pupuk organik. • P ­ enggunaan teknik Inseminasi Buatan (AI) (yang sebelumnya sudah dipraktekkan oleh staf Dinas P3K), secara lebih luas agar dapat diterima dan dipahami dengan mudah.

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

14


Laporan Aktivitas Keuangan Tahun 2010

15

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0


INDONESIA FIELD OFFICE

Muslim Aid Serving Humanity

M U S L I M A I D I N D O N E S I A - L A P O R A N TA H U N A N 2 0 1 0

16


INDONESIA FIELD OFFICE

Muslim Aid

Serving Humanity

Jl. T. Bintara Pineung No. 27 Gampong Pineung Banda Aceh, Aceh Province, INDONESIA Phone : +62 651-7552938 Fax : +62 651- 7551443 www.muslimaid-id.org

Terima kasih kami untuk para mitra pembangunan berikut ini:


MAI Annual Report 2010  

MAI Annual Report 2010

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you