Page 1

SENIN, 27 Januari 2014

Stop, Pengerukan Bukit di Paal Dua Manado,HMP – Sejumlah warga Kota Manado menilai pemerintah kota Manado tidak peduli terhadap kerusakan lingkungan. Buktinya hampir setiap bulan di Kota Manado terjadi pengerukan bukit, baik itu didaerah Paal Dua dan Ring Road. “Coba anda lihat ditengahtengah masyarakat Kota Manado lagi berduka akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor, pengerukan bukit di Paal Dua terus berlangsung. Lihat ada dua alat besar yang sedang melakukan pengrusakan lingkungan,” ungkap sejumlah warga Paal Dua.

Menurut mereka, dengan adanya pembiaran atau pemberian ijin pengerukan oleh pemerintah kota maka diperikirakan setiap tahun bencana banjir akan terus terjadi. “Jangan karena ada uang masuk ke kas daerah, ijin pengerukan diberikan. Jangan karena ada uang masuk ke kas daerah, warga kota Manado menjadi korban bencana,” kata Om Umar. Om Umar juga sangat menyayangkan bukit yang ada di eks kantor Lurah Paal Dua sudah rusak, dan salurannya sudah mengecil. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi longsor di eks kantor Lurah Paal Dua dan ujung Paal Dua, kalau hujan turun berhar-hari.

Lain lagi dengan pernyataan Om Eki salah seorang sopir Kairagi -Pusat Kota. OM Eki mengatakan salah satu kemacetan yang terjadi di ujung Paal Dua selain adanya bencana juga karena pengerukan. Sejumlah dump truk yang mengangkut tanah ikut memacetkan jalur tersebut. “Mudah-mudahan Pemkot Manado menghentikan pengerukan bukit di Paal Dua dan di ring road. Pokoknya pengerukan harus stop, kalau tidak ingin lagi terjadi banjir lumpur,” kata tante Lanny warga Paniki Bawah seraya menambahkan pemberian ijin pembangunan perumahan harus dikedepankan dampak lingkungannya. (Tim)

Ketika Gubernur Sarundajang Canangkan PNS Bersihkan Lumpur

Jimmy Rela Merongoh Koceknya Membeli Dua Buah Alkon Manado, HMP- Sejak Gubernur Sulut, DR. Sinyo Harry Sarundajang mencanangkan gerakan bersihbersih lumpur akibat banjir di Kota Manado, ribuan PNS, TNI-Polri, sejumlah relawan Sulut dari Kabupaten/Kota se Sulut langsung mengepung titik-titik lokasi banjir. Tak terkecuali Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) dibawah pimpinan Jimmy R Ringkuangan, AP.MSi. Sebanyak 39 PNS Biro Jimmy ikut membersihkan Puskesmas Banjer Ortal ditugaskan untuk membersihkan lokasi banjir seputaran dibersihkan agar bisa melayani Kelurahan Banjer. Sejumlah rumah yang masyarakat yang butuh pengobatan. tertutup lumpur dibersihkan dengan Pantauan Manado Pagi, Jimmy yang penuh semangat. Bahkan sejumlah memakai sepatu booth nampak sibuk fasilitas umum ikut menjadi sasaran, memberikan instruksi kepada anak seperti gedung-gedung sekolah yang buahnya, bahkan ia ikut membersihkan tidak bisa digunakan lagi akibat penuh ruangan demi ruangan yang penuh lumpur. lumpur. Pusat Kesehatan Masyarakat Barang-barang yang tidak bisa Kelurahan Banjer juga dibersihkan digunakan lagi langsung dibuang, dengan harapan bisa segera digunakan termasuk ditemukannya banyak untuk melayani masyarakat. “Setelah kondom-kondom, obat-obat dan beberapa rumah kami bersihkan, fasilitas peralatan medis yang tidak bisa umum menjadi sasaran seperti sekolah- digunakan lagi. “Kami menggunakan air sekolah dan Puskesmas,” kata sumur di bagian belakang untuk Ringkuangan kepada Harian Manado membersihkan lumpur ini,” katanya. Pagi disela-sela kesibukannya Demi kelancaran pembersihkan memimpin anak buahnya membersihkan lumpur, Jimmy terpaksa merongoh Puskesmas Banjer. koceknya sendiri untuk membeli dua Alasan yang dikemukakan Ketua buah Alkon sebesar Rp 8 juta. “Kami KNPI Minahasa ini, bahwa fasilitas gunakan uang gaji dan TKD sendiri umum penting dibersihkan agar segera untuk membeli dua alkon, yah… demi dapat digunakan. Seperti gedung- kemanusiaan,” kata Jimmy dengan nada gedung sekolah agar bisa digunakan sedih melihat penderitaan warga yang untuk proses belajar-mengajar. “Pak tertimpa banjir. Gubernur menginstruksi anak-anak Namun ada juga warga yang sudah harus memulai proses belajar mengajar terkena banjir, masih bersikap egois mulai Senin atau Selasa ini. Makanya terhadap orang lain. Contohnya ketika pembersihan gedung sekolah menjadi PNS Biro Ortal selesai membersihkan sangat penting agar anak-anak kita sebuah rumah dan tinggal halamannya boleh belajar kembali,” kata lelaki cerdas yang penuh becek, lalu membersihkan yang senang berdiskusi dengan rumah yang ada disampingnya. kalangan pers. Saat mau menggunakan airnya Begitu pula dengan Puskemas untuk membersihkan rumah di tetangga Banjer sengaja diutamakan untuk ia keberatan. “Saya heran masih ada

Waspada, Cuaca Ekstrim Masih Mengintai Sulut Manado,HMP - Cuaca ekstrim yang bisa berakibat banjir dan tanah longsor susulan diprediksi masih bisa terjadi di wilayah Sulawesi Utara dalam beberapa pekan mendatang. Informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara menyebutkan, hal ini bisa terjadi jika masyarakat tidak peduli dengan keadaan lingkungan. “Masalah lingkungan timbul sebagai akibat dari ulah manusia itu sendiri dari hari ke hari ancaman terhadap kerusakan lingkungan semakin meningkat,” kata Lukman, staf BMKG Sulut kepada Manado Pagi, Sabtu lalu. Dikatakan, banyaknya pembukaan lahan baru mengakibatkan hutan rusak karena umumnya tidak mengikuti kaidah ekologi. “Rusaknya hutan akan merusak ekosistem yang ada di hutan tersebut dan di sekitar hutan serta merusak semua sistem kehidupan di setiap komponen yang ada di bumi ini,” katanya. Lukman mengemukakan, pembangunan memang salah satu pilar untuk menentukan maju tidaknya daerah tersebut. Namun jika pembangunan itu hanya untuk merusak habitatnya alam sekitar bukan tidak sedikit yang akan menjadi korban . Manado merupakan Kota Pariwisata yang bisa berdampak positif untuk kemajuan ekonomi dan pendapatan daerah. Hal tersebut juga didukung dengan adanya kerjasama antara Pemerintah dan masyarakatnya. Kemajuan Pembangunan Daerah akan terlihat serasi jika masyarakatnya peduli dengan alam sekitar daerahnya. Misalnya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan bahkan melihat aturan-aturan yang ada dengan menghindari pembangunan di Daerah Aliran Sungai. Begitu pula dengan Pemerintah yang harus memperhatikan kepentingan-kepentingan umum guna kesejahtraan masyarakat dan daerahnya. Manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam akan menimbulkan perubahan terhadap ekosistem yang akan mempengaruhi kelestarian sumber daya alam itu sendiri. Pemanfaatan sumber daya alam yang melebihi ambang batas daya dukung lahan dan tanpa memperhatikan aspek kelestariannya akan mendorong terjadinya erosi dan longsor. Akibat dari keadaan tersebut menyebabkan terjadinya degradasi lahan,pendangkalan sungai, dan terganggunya system hidrologi Daerah Aliran Sungai.(SGS/MES)

orang seperti itu, begitu pelit dengan orang lain. Sementara kita yang membantu saja tidak pernah berhitung meskipun mengeluarkan kocek sendiri,” katanya. Melihat pemilik rumah yang seperti itu, Jimmy tak segan-segan menegur, bahwa sebagai tetangga apalagi samasama tertimpa musibah, harus saling membantu. “Kami saja rela beliAlkon sendiri untuk membantu ibu dan warga lainnya yang terkena musibah, mengapa untuk berkorban memberikan air kepada tetangga saja tidak bisa,” begitu ungkapan Jimmy kepada korban bencana yang egois itu. Sesuai petunjuk Gubernur Sarundajang, PNS akan melakukan bersih-bersih selama 7 hari terhitung Rabu lalu. “Kami menyiapkan makanan kepada pegawai yang bekerja. Sementara pelayanan di kantor secara gergilir ada dua staf setiap hari yang ditugaskan,” ungkap Jimmy lagi. Sebagai Ketua KNPI Minahasa, Jimmy bersama teman-teman juga patungan untuk membantu sesuai kemampuan. “Kami telah menyalurkan beras 19 karung, mie instan sekitar 50 dus, peralatan mandi, dan lain-lainnya untuk meringankan beban para korban banjir,” ungkap mantan TUP Pemprov Sulut ini. (Meldi Sahensolar)

foto : PAL

Ditengah-tengah warga Manado berduka karena diterjang banjir bandang dan tanah longsor, dua alat besar sementara melakukan pengerukan bukit di Kelurahan Paal Dua.

Jemaat Advent di New Hamtshier Bantu Bencana Manado,HMPKepedulian warga Kawanua di Amerika Serikat terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi didaerah ini, khususnya di Kota Manado sangat besar. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Rochester Indonesian di New Hamtshier akhir pekan lalu memberikan bantuan uang sebesar Rp 800 dolar Amerika kepada 23 anggota jemaat GMAHK Paal Dua Manado korban bencana banjir bandang dan tanah longsor. Penyerahan bantuan diserahkan langsung oleh Ir Lanny Manaroingsong kepada Gembala Jemaat GMAHK Paal Dua, Pdt Dr Ronell Mamarimbing akhir pekan lalu. Usai menerima bantuan, Gembala Jemaat GMAHK Paal Dua, Pdt Dr Mamarimbing didampingi Pdt Muda R Makalew dan Ketua I Ronny Kumayas langsung memberikan bantuan tersebut kepada 23 anggota jemaat korban banjir. Menurut Pdt Mamarimbing, bantuan tersebut jangan dilihat nilai-nya, tapi kepedulian sesama warga gereja.terhadap puluhan anggota Jemaat Paal Dua Manado yang terkena bencana banjir bandang. Menurut catatan, dari 23 korban bencana tersebut, dua anggota jemaat rumahnya hanyut diterjang banjir.

Winne Hidupan salah satu anggota jemaat yang rumah hanyut kepada Manado Pagi menyatakan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.”So nintau mo bilang apa. Yang pasti bantuan ini sangat membantu keluarganya,” kata Winne dengan nada terbatabata. Sementara itu seorang pengusaha Show Room Fidel, Abang Frits Sabtu menyalurkan bantuan air bersih kepada sejumlah korban bencana disekitar depan Lapangan Tikala. Selain bantuan air bersih Abang Frits juga menyediakan dua mobil dump truck bersama delapan orang membersihkan dan mengangkat sampah dan lumpur. “Saya terpanggil untuk membantu korban bencana banjir, khususnya di Kota Manado. Sebagai warga gereja, saya merasa berbeban kalau tidak mem-bantu sesama umat manusia yang terkena musibah. “Apalagi ada usaha saya yang berlokasi di samping sungai. Saya bersyukur tempat usaha tidak tergenang air,” ungkap Abang Frits yang ketika itu ikut mengangkat sampah dan lumpur. Akhir pekan lalu, Kebersamaan Orang Langowan antar Daerah (Korlad) memberikan bantuan berupa pakaian, air mineral dan mie instant kepada korban banjir di Paal 4 dan Karombasan Manado. Pemberian bantuan langsung dipimpin Ketua Umumnya, Tommy Oroh,SH dan dr Inggrid Giroth. (PAL)

Dam Perumahan Green Hill Pecah

Puluhan Rumah di Malendeng Tertimbun Tanah Manado, HMP- Hujan deras yang mengguyur Kota Manado Sabtu malam lalu, menimbulkan bencana banjir lokal dan tanah longsor di beberapa tempat. Bahkan Warga Kelurahan Malendeng tiba-tiba dikejutkan dengan pecahnya dam penampungan air milik perumahan elit Green Hill yang terletak seputaran Ring Road Manado. Akibatnya, puluhan rumah tertimbun tanah setinggi satu meter, bahkan ada nyaris tertimbun dengan ketinggian pasir bercampur tanah sekitar 3 meter. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 Wita, saat warga akan siapsiap untuk istirahat malam. Namun tibatiba air bah datang begitu deras dan menghantam sejumlah rumah yang ada di sekitar serta puluhan rumah yang ada di perumahan Welong Abadi.

tokoh masyarakat sekitar peru-mahan yang mengaku sering menjadi korban. Pantauan Manado Pagi di lokasi kejadian Minggu kemarin, sedikitnya tujuh rumah di sekitar dam tertimbun Puluhan rumah tertimbun pasir bercampur tanah akibat dam milik tanah dan puluhan perusahaan Green Hill di Malendeng jebol Sabtu malam rumah di perumahan Sejumlah rumah rumah rusak parah, Welong Abadi juga ikut tertimbun. beberapa lantai pecah-pecah akibat Makanya warga pun ramai-ramai meladiterjang air dan pasir akibat tanah kukan kerja bakti untuk membersihkan gusuran perusahaan Green Hill. “Ada tanah bercampur pasir yang masuk ke dua dam yang mereka bangun, dan rumah-rumah warga. Direktur Green Hill, Maxi Mandagi kedua-duanya telah pecah karena tidak dibuatkan tanggul beton, tetapi hanya ketika dihubungi Manado Pagi tanah gusuran yang dipadatkan mengakui telah terjadi musibah akibat dengan alat berat,” kata Edison Mamatu, dam milik perusahaan yang pecah.

“Kami bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi,” katanya melalui SMS tadi malam. Dikatakan, pihak perusahaan sudah mendata rumah-rumah yang menjadi korban untuk diberikan ganti rugi serta ikut membersihkan tanah yang menimbun sejumlah rumah warga. Semua orang yang membantu warga termasuk warga korban sendiri akan diberikan upah oleh perusahaan. Bahkan sekitar 20 pekerja harian perusahaan ikut diterjunkan untuk membantu warga membersihkan rumah yang tertimbun. “Kami akan ganti semua kerugian warga,” kata Max dengan nada meyakinkan. Mances, salah seorang karyawan Green Hill mengatakan, pihak perusahaan menugaskannya untuk memantau langsung proses pembersihan hingga tuntas.(MES)

Moses Lahir saat Banjir Bandang Manado, HMP – Pasangan suami istri Aflit Lope (40) dan Telly Musaling (33) sangat bersyukur anak pertama mereka lahir, saat suasana banjir bandang melanda Kota Manado Rabu (15/1) dini hari. Aflit yang dikenal sebagai pegawai Panti Sosial Bina Netra (PSBN) itu menuturkan dua jam sebelum putranya lahir sekitar pukul 15.45 sang istri sudah merasakan kontraksi. Ketika mendengar keluhan sang istri, Aflit menuturkan kepanikannya. Karena informasi yang diterima dari kawan-kawannya, akses jalan untuk ke rumah sakit sudah tertutup akibat banjir bandang. Dengan nada rasa haru dan terbata-bata, kepada Manado Pagi akhir pekan lalu, Aflit mengungkapkan saat itu ia langsung berdoa untuk memohon pertolongan dan petunjuk dari Tuhan. Selesai berdoa, Aflit teringat akan

adanya dokter umum yang berpraktek dengan rumah dinasnya yang terletak di Paal 4. Padahal sebelumnya adanya pengeluhan dari sang istri tercinta, Aflit sedang sibuk menyelamatkan barang-barangnya yang ada dirumah dinas karena sudah mulai tergenang air. Ketika teringat adanya dokter di dekat rumah dinas, Aflit langsung menggunakan mobil dinas untuk mengantarkan istrinya yang sudah mulai menahan sakit. Tapi, setelah keluar dari kompleks rumah dinas, mobil yang ditumpanginya tidak bisa melewati jalan Paal 4 karena tingginya air sudah mencapai satu meter dan arusnya cukup deras. Tampak piker panjang, Aflit langsung meminta istrinya untuk turun dari mobil. Ia langsung mengendong istrinya berjalan menuju rumah dokter Veronika Andries, yang jaraknya sekitar 200

meter dari rumah dinasnya. “Puji Tuhan, ketika tiba di rumah sang dokter, Veronika berada ditempat,” ungkap Aflit dengan nada gembira. Dan ketika disampaikan kedatangan mereka, dokter yang saat itu lagi menyelamatkan barang-barang-nya karena air sudah tergenang rumahnya, Veronika langsung menelpon seorang perawat. Tak lama kemudian, sang perawat yang biasa disapa Zes Non tiba dirumah sang dokter. Saat itu pula sang dokter dibantu Zes Non langsung melakukan proses persalinan. Meskipun dalam proses persalinan cukup membuat jantung Aflit berdebardebar, tapi putranya lahir dengan selamat. Aflit mengungkapkan, anaknya lahir, pantatnya duluan keluar. Ia mengisahkan, ketika proses persalinan ia juga ikut terlibat dalam

membantu sang dokter dan perawat. “Saya diminta sang dokter untuk mendorong bagian perut sang istri tercinta. Dalam keadaan panik dan j a n t u n g Moses lahir sehat berdebar-debar saya langsung lakukan apa yang ditugaskan sang dokter. Saya sangat berterima kasih kepada dokter Veronika dan Zes Non,” ungkap Aflit. Ketika putranya Lahir saya bersama istri tercinta Telly langsung menamakan putranya Moses Ran Lope. Moses artinya, diangkat dari air. Sedang Ran artinya Rano atau air. (Chanly Laoh/PAL)

Mp 3  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you