Issuu on Google+

SENIN, 27 Januari 2014

PT Air Manado Mengalami Kerugian Sekitar Rp 35 Miliar Siapkan Air Siap Minum Bagi Korban Banjir Manado,HMP- Akibat banjir yang melululantahkan Kota Manado, dunia usaha mengalami kerugian yang tidak sedikit. Bahkan perusahaan publik yang melayani kebutuhan masyarakat seperti PT Air Manado tidak luput dari musibah. Sejumlah fasilitas instalasi rusak dihantam banjir terdahsyat sepanjang sejarah di Kota Manado, sehingga PT Air mengalami kerugian sekitar Rp 35 miliar. Akibatnya, pada suplai air bersih di sejumlah lokasi pun terhenti sejak banjir menerjang Manado 15 Januari lalu. “Suplai akan normal setelah perbaikan dilakukan. Bahkan sebenarnya sejak Jumat sore instalasi Paal Dua sudah beroperasi, hanya saja airnya masih berlumpur sehingga tidak layak untuk dikonsumsi,” kata Direktur Utama PT Air Manado, Ir Otniel Kojansouw, MSi kepada Harian Manado Pagi, Minggu kemarin. Saat ini, instalasi Lota dan Malalayang sudah beroperasi termasuk Paal Dua sehingga suplai air bersih sudah mencapai 60 persen. “Mudah-mudahan dalam satu minggu kedepan pelayanan air bersih sudah menjangkau

Mudah-mudahan dalam satu minggu kedepan pelayanan air bersih sudah menjangkau sekitar 25 ribu pelanggan PT Air Manado. Ir. Otniel Kojansouw, MSi. Dirut PT Air Manado

sekitar 25 ribu pelanggan PT Air Manado,” kata Kojansouw. Manager Marketing/Humas PT Air Manado, Josua Rantung menambahkan, pihaknya sudah berusaha untuk memperbaiki instalasi yang rusak seperti di kantor pusat dimana travo tergenang dan jembatan pipa air putus. Belum lagi instalasi di Lota yang rusak parah karena pipa air sepanjang 150 meter hancur. Pihak PT Air Manado sudah melakukan penangulangan darurat. Sedangkan di Paal Dua yang melayani kebutuhan air seputaran

Pasar 45, Manado Utara serta Tikala, Paal Dua dan Banjer, sebenarnya sudah beroperasi. “Namun kami terpaksa hentikan karena airnya bercampur lumpur meskipun sudah menggunakan teknologi yang ada,” katanya member alasan. Saat ini sumber mata air yang digunakan oleh PT Air adalah dari instalasi Lota, Malalayang, Koka dan air sungai Tondano di Paal Dua. Untuk sumber air dari Malalayang berjalan normal dan melayani Malalayang, Bahu, Mantos dan sebagian Karombasan.

Sedangkan sumber air Lota ditampung di bank penampungan Teling kemudian disalurkan ke Wanea dan lain-lainnya. Kemudian sumber air Koka melayani warga Teling dan sekitarnya. “Yang belum beroperasi penuh adalah instalasi Pall Dua sehingga pelanggan di Pasart 45, Tuminting, Wonasa, Paal Dua, Banjer dan Tikala belum bisa menikmati air bersih, padahal banjir terparah di wilayah tersebut,” kata Josua. Air Siap Minum Meski ikut mengalami musibah banjir, PT Air Manado dibawah pimpinan Dirut Ir. Otniel Kojansouw, MSi ikut membantu para korban banjir di enam Kecamatan dengan menyalurkan tangki air ukuran 2200 liter. “Air disuplai terus oleh PT Air Manado sehingga warga terdampak banjir bisa menikmati air bersih untuk mencuci atau membersihkan lumpur meskipun belum maksimal,” kata Josua. Selain itu, PT Air Manado juga menyiapkan air siap minum yang diambil dari mata air Malalayang. “Bagi warga yang membutuhkan air siap minum, PT Air menyiapkannya di kantor pusat secara gratis,” kata Josua dengan nada meyakinkan.(MES)

Pasca Banjir, Warga Sulit Dapatkan Kebutuhan Pokok Manado, HMP - Warga Manado mengeluhkan sulitnya untuk memenuhi kebutuhan hidup pasca bencana alam di Sulawesi Utara khususnya Manado. Suplay bahan kebutuhan pokok berkurang karena transportasi terganggu. Selain itu, kemacetan dimana-mana membuat warga semakin sulit untuk beraktivitas. Di Kelurahan Paal 2 Dendengan Luar misalnya, warga mengeluhkan krisis air bersih serta kebutuhan-kebutuhan

lainnya. Ibu Meyti Wullur (warga Dendengan Luar mengatakan, mereka kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan sehar-hari, terutama makanan. “Torang kasiang disini cuma jaga baharap bantuan jo dulu, biar leh ada doi mar nda ada rumah makan yang buka dekat-dekat sini, “ katanya. Selain itu, di pasar swalayan biasanya barangbarang lengkap. “Mar ini so susah jaga cari kong so lebeh mahal” katanya. Bencana alam di Manado

yang terjadi 15/01/2014 membawa kisah pilu serta berdampak buruk pada kestabilan roda perekonomian di Sulawesi Utara. Terhalaunya distribusi sembilan bahan pokok mengakibatkan minimnya pasokan yang tersedia di pasar maupun supermarket. Contohnya ikan segar yang harganya melambung jauh diakibatkan iklim dan cuaca yang tidak memungkinkan bagi nelayan untuk berlayar. Pantauan Manado Pagi,

minimnya produksi mengakibatkan distribusi ke pasar kurang memadai. Adapun bahan sayuran serta kurangnya produksi beras akibat gagal panen. Selain itu juga, impor pakaian dan lainnya yang masih minim diakibatkan bencana alam sehingga distribusi terhambat. “Peran aktif dari Pemerintah dan masyarakat sangatlah penting untuk kepentingan bersama,” kata sejumlah warga yang ditemui, kemarin. (SGS/MES)

Instalasi jembatan pipa di Paal Dua putus diterjang banjir.

Farly Ikut Sebarkan Ratusan Nasi Bungkus Manado, HMP- Begitu Gubernur Sulut, DR SH Sarundajang memberi instruksi agar PNS ikut membersihkan lumpur di lokasi korban banjir, Kepala Biro Pembangunan Farly Kotambunan langsung mengumpulkan anak buahnya untuk mempersiapkan diri. “Saya minta kalian membawa perlengkapan yang dibutuhkan berupa skop, pacus, alat untuk membersihkan lumpur lainnya. Semuanya pakai sepatu buts agar bisa bekerja maksimal,” kata Farly ketika memberikan instruksi kepada anak

Dinas Perikanan dan Kelautan Sulut Bantu Ikan Segar

Sorongan: Korban Banjir Butuh Tenaga Bersihkan Lumpur Manado, HMP – Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Sulawesi Utara tidak tinggal diam ketika melihat puluhan ribu warga Manado tertimpa bencana banjir. Begitu bencana datang, bantuan langsung disalurkan ke sejumlah titik bencana melalui Pokso-Pokso Bantuan. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Sulut, Ir. Ronal Sorongan kepada Harian Manado Pagi akhir pekan lalu mengatakan, bantuan langsung diserahkan melalui pokso-posko resmi sehingga langsung kena sasaran. Adapun bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, air mineral, ikan segar dan kebutuhan korban banjir lainnya. Sejumlah titik yang mendapat bantuan seperti Pokso Bencana Sario, GMIM Abraham Sario, Pakowa, RI Manado, Gereja Eklesia Titiwungan yang diterima langsung Pdt Aneke Ticoalu, Karombasan, Tanjung Batu, Poska

Empat rumah di Lorong Paso, Jalan Siswa tertimbun lumpur.

RS Permata Bunda Dendengan Dalam, Taas, GMIM Zeboath, Titiwungan Selatan, Tateli, Kantor DPRD Sulut, GMIM Getsemani

Sakobar, Pokso Jalan Pramuka. Selain itu, bantuan juga diberikan di Posko bencana Pal 4, GPDI Tikala, Yonif 712, Kantor Cabat

Sario serta beberapa pegawai DKP Sulut yang terkena bencana. “Bantuan diberikan sesuai kebutuhan,” kata Sorongan. Semnentara untuk membantu korban banjir membersihkan lumpur sesuai instruksi Gubernur Sulut DR SH Sarundajang, DKP Provinsi Sulut membersihkan lumpur di Jalan Siswa tepatnya lorong Paso. Ada empat rumah yang tertimbun lumpur, lainnya lumnpur setinggi 1 meter. “Selama kami tinggal di lorong Paso, baru sekarang mengalami musibah seperti ini,” kata Brandao, warga Jalan Siswa yang ikut tertimpa musibah. Karena sudah tertimbun lumpur, ada rumah yang langsung ditimbun dengan memanfaatkan lumpur dari rumah tetangga. “Rumah ini terpaksa ditimbun karena sulit lagi untuk dibersihkan,” katanya memberi alasan.

Kadis DKP Sulut, Ir Ronal Sorongan merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Bahkan pantauan Manado Pagi, Sorongan terjun langsung membersihkan lumpur sambil memberikan instruksi kepada anak buahnya untuk segera membantu para korban banjir. “Mereka tidak begitu membutuhkan makanan atau bantuan natura lainnya. Yang mereka butuihkan sekarang adalah tenaga untuk membersihkan lumpur,” kata Sorongan dengan nada meyakinkan. Sudah hampir seminggu ini, PNS DKP Sulut bahu membahu membersihkan lumpur dari rumahrumah penduduk. “Sesuai instruksi Gubernur Sarundajang, 7 hari diberikan waktu kepada PNS untuk membantu pulihkan Kota Manado dari lumpur dan sampah yang berserakan,” kata Sorongan yang nampak belepotan penuh lumpur.(MES)

Kepala Biro Pembangunan Farly Kotambunan ikut mengangkut lumpur di Tanjung Batu.

buahnya. Usai apel pagi untuk mendengarkan instruksi gubernur, Biro Pembangunan langsung menuju Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan III untuk membantu warga korban banjir. Tumpukan sampah dibersihkan, lumpur diangkut ke suatu tempat agar lorong yang penuh lumpur itu bisa berfungsi. Farly sendiri tak segansegan memberikan instruksi bahkan turun langsung mengangkut lumpur agar pemulihan Kota Manado berlangsung cepat. Dengan gayanya yang khas, sedikit gaul, Farly ikut belepotan lumpur. “Kami ingin membantu warga agar mereka cepat menggunakan jalan dan rumah tempat tinggal. Dengan demikian, warga bisa beraktivitas dan tidak berada di lokasi pengungsian,” katanya Farly kepada Harian Manado Pagi. Ia meminta anak buahnya untuk benar-benar membantu membersihkan lumpur di

rumah-rumah warga. “Kalau kita berhasil membersihkan lumpur, pasti akan terus diingat oleh tuan rumah,” katanya sembari melempar senyum. Selain membersihkan lumpur, Biro Pembangunan juga menyiapkan makanan siap saja kepada korban banjir yang ada di sekitar Lingkungan III Tanjung Batu. Ratusan nasi bungkus ayam kalasan dibagi-bagikan kepada warga. Tampak warga sangat senang dan berterima kasih. “Kami berterima kasih kepada bapak Gubernur dan Biro Pembangunan yang sudah membantu warga membersihkan lumpur, juga memberikan bantuan nasi bungkus yang memangat sangat dibutuhkan korban banjir,” kata Steven Walukouw yang ikut jadi korban banjir. Farly mengatakan, PNS turun langsung membersikah lumpur selama 7 hari. “Berarti sampai Rabu nanti program bersih-bersih dilaksanakan,” katanya. (MES)

Ribuan Karyawan Bank Sulut Ikut Bersihkan Lumpur

R

ATUSAN cewekcewek cantik yang menjadi karyawan PT Bank Sulut ikut diterjunkan untuk membersihkan lumpur di Kelurahan Malendeng (Al Jufri) dan Kelurahan Dendengan yang mengalami banjir sangat parah. Ini membuktikan bahwa PT Bank Sulut ternyata tidak hanya memberikan bantuan kepada korban banjir dalam bentuk materi berupa sembako dan keburahan lainnya melalui pemerintah Propinsi Sulut, tapi ikut juga membersihkan lumpur yang memenuhi seantero lokasi terkena banjir. “PT Bank Sulut juga ikut membersihkan lumpur guna melaksanakan instruk

Gubernur Sulut DR SH Sarundajang, kata Direktur Pemasaran Novi Kaligis kepada Harian Manado Pagi, Sabtu lalu. Menurut Novi, instruksi gubernur sangat positif dengan harapan kondisi Manado cepat pulih kembali dari sampah dan lumpur yang tersebar dimana-mana. Dengan membersihkan rumah warga, akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk kembali ke rumah dan beraktivitas. Pantauan harian Manado Pagi, pada hari Sabtu, sejak pukul 07.00 Wita lalu, ribuan karyawan ikut apel pagi di lapangan Marina Plaza sebelum diterjungkan ke

lokasi banjir. Puluhan Dum Truk dan sejumlah mobil ladbak terbuka digunakan untuk mengangkut sampah. Begitu apel usai, ribuan karyawan termasuk cewekcewek cantik langsung naik dum truk menuju lokasi bencana di Kelurahan Malendeng dan Dendengan Dalam. Mereka ikut membersihkan rumah dan halaman mantan Dirut Pemasaran Hamdi Paputungan yang ikut jadi korban banjir. Lorong-lorong penum lupur ‘ditaklukkan’ cewekcewek cantik dan bersama ratusan karyawan, termasuk direksi, pimpinan divisi. Tanpa merasa jijik, mereka ikut belepotan dengan lumpur,

mengakut sampah yang bertebaran sehingga looronglorong di dendengan dalam dipenuhi dengan karyawan PT Bank Sulut. Karyawan Cabang Utama membersihkan jalan di depan Diknas Manado dan dua buah sekolah yang terencam lumpur. John Walukow sebagai pimpinan cabang utama memberikan instruksi agar kursi-kursi dan peraboit sekolah diberisahkan/dicuci dan halaman yang tergenang lumpur sedapat mungkiung diangkut ke dum truk. “Kami melakukan sedapat kami mampu lakukan,” kata John seraya menambahkan, untuk konsumsi disiapkan oleh masing-masing cabang dan

divisi. Divisi Umum nampak melakukan pembersihan di Malendeng, khususnya jalan menuju Ring Road yang terkena dampak yang sangat parah. Ratusan rumah tenggelam dan kini dipenuhi lumpur, termasuk rumah Pimpinan Divisi Umum, Mahmud Turuis. Lebih jauh Novi Kaligis mengatakan, karyawan yang ikut membersihkan lumpur terdiri dari kantor pusat, cabang calaca, cabang utama, Tomohon, Amurang, Ratahan, Tondano, Bitung dan Airmadidi. Kantor Cabang jauh seperti Bolmong Raya dan pulau Jawa tidak dilibatkan.(MES)

(1) Karyawan BS mencuci perabotan sekolah, (2) Kacab Utama John W, mengatur lalulintas di Jalan Pingkan Matindas, Dendal


Mp 11