Issuu on Google+

Akibat Muslim Ortodoks Islam ada untuk membebaskan ummat dari belenggu kebodohan, kekolotan dan keterbelakangan. Islam bukan untuk orang-orang terdahulu. Jugabukan untuk orang tertentu. Islam ada untuk meyelamatkan. Islam bukan hanya untuk orang-orang yang menganut Islam (Muslim), tetapi juga untuk umat di luar Islam. Banyak Muslim—khusus di Indonesia—merasa paling berhak dengan Islam. Mereka merasa paling benar diantara Muslim lain yang tak satu paham dengan mereka. Mereka bikin Islam itu sempit juga ketinggalan zaman. Muslim ortodoks—menunurutku—julukan yang sangat cocok bagi mereka. Islam ortodoks dengan Muslim ortodoks jelas beda. Muslim ortodoks, mereka orang yang menganut paham kekolotan atau tradisionalisme. Bukan islam yang kolot, tapi dasar merekanya yang kolot sebelum menjadi Muslim. Musuh utama mereka adalah orang yang punya pikiran terbuka atau lebih tepatnya Muslim yang punya pemikiran kontemporer atau modernism. Kenapa demikian? Kebenaran Islam itu jadi kebenaran versi mereka sendiri. mereka jadi Tuhan agama mereka sendiri. Menghukum orang dengan kekuatan mereka. Melebelkan sesat pada Muslim lain. Tragedi Sampang, Madura jadi contoh untuk “Kebrutalan”—Kebodohan—Muslim ortodoks, pembakaran itu seolah jadi neraka bagi ummat Syi’ah yang mereka katakan lari dari pemahaman—Islam—versi mereka. Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik jadi sasaran pengadilan dan penjatuhan hukuman karena sesat—versi mereka juga. Akhirnya Muslim yang kelihatan hanya pereman-pereman berjubah, berserban dan berjenggot. Yang akhirnya identitas jubah, serban, dan jenggot jadi momok bagi Muslim dan ummat lain, karena ulah pereman-pereman itu. Muslim yang seharusnya melindungi siapa saja, jadi menghancurkan siapa saja. Miris. Kan Islam juga jadinya yang jelek. Di mana letak Islam Rahmatan lil’alamin? Istilah ini jadi makin sempit, rahmat itu seharusnya bagi semua makhluk di alam ini. Jadi, rahmat itu mereka bikin khusus Muslim saja. Tidak boleh orang lain dapat rahmat, ketenangan, serta kedamaian. Di masa Rasulullah SAWtak pernah ummat Islam bikin aksi seperti itu. Karena Rasul sendiri tidak menyuruh perbuatan “biadab” seperti yang mereka lakukan. Wallahu’a’lamu bishshawab!


Ortoks Muslim