Issuu on Google+

Harga Eceran Rp2.500,-

WASPADA Demi Kebenaran Dan Keadilan

Harian Umum Nasional Terbit Sejak 11 Januari 1947. Pendiri: H. Mohd. Said (1905 - 1995), Hj. Ani Idrus (1918 - 1999)

RABU, Pahing, 25 September 2013/20 Zulqaidah 1434 H

No: 24351 Tahun Ke-67 Terbit 24 Halaman

Bandar Sabu Penembak Polisi Ditangkap

KEMBAR SIAM PARASIT

Antara

BAYI laki-laki kembar siam parasit (Conjoint Twin Parasitic) Ginan Septian Nugraha dirawat di ruang NICU Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Selasa (24/9). Ginan yang lahir pada Kamis (19/9), memiliki saudara kembar yang keluar dari rongga mulutnya. Pihak RSHS masih memantau kesehatan Ginan sebelum melakukan tindakan operasi.

BANDA ACEH (Waspada): Tim gabungan dari Polda Aceh, Polres Langsa dan Polres Aceh Timur menangkap W, 35, tersangka penembak anggota Polsek Langsa Brigadir Syahri Rahmat. Pelaku ditangkap di Desa Translop, Keude Pliek, Kab. Aceh Timur, Senin (23/9) malam. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo, didampingi Direskrimum Polda Aceh Kombes Benny Gunawan kepada wartawan mengatakan, W ditangkap sekitar pukul 23:00 oleh tim gabungan, dipimpin Kasat Reskrim Polres Langsa. Saat ditangkap, tersangka baru saja keluar dari tempat persembunyiannya. “Dari pelaku, polisi menyita barang bukti senjata revolver jenis S & W, tiga peluru aktif dan telepon genggam merk Nokia dan Samsung.Saat ini, tersangka ditahan di Mapolda Aceh,” terang Gustav. Gustav menjelaskan, senjata revolver jenis S & W ditemukan dalam kondisi ditanam di dalam tanah tidak jauh dari lokasi penangkapan tersangka di dekat rumahnya. Wahyuddin mengubur senjata itu usai menembak Syahri Rahmad untuk menghilangkan jejak. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis, terutama soal kasus penembakan, kepemilikan senpi ilegal dan kepemilikan narkoba. W mengaku mendapatkan senjata api dari Malaysia yang dibawanya melalui jalur laut.Pistol itu digunakan untuk membela diri saat hendak ditangkap Brigadir Syahri Rahmat.

Lanjut ke hal A2 kol. 3

Waspada/Gito Rolies

KABID Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo memperlihatkan barang bukti senjata api Revolver dan tiga butir peluru aktif kaliber 3,8 mm yang digunakan tersangka W (baju biru) warga Kec. Sungai Raya, Aceh Timur yang menembak anggota Polsek Langsa Kota.

Masyarakat Bisa Menggugat MEDAN (Waspada): Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Farid Wajdi mengatakan, sudah saatnya masyarakat melakukan perlawanan secara hukum terhadap institusi PT. PLN (Persero).Sebab pemadaman listrik oleh PLN sudah di luar batas kewajaran atau tidak etis. “Sebagai konsumen, masyarakat berhak melakukan upaya hukum menuntut kerugian akibat pemadaman tersebut,” kata Farid menjawab Waspada di Medan, Selasa (24/9). Dia mengatakan bentuk perlawanan hukum bisa melalui gugatan perdata biasa (konvensional) atau gugatan perwakilan (class action). Substansi utamanya, me-

Amuk Massa Di Selambo, Fasilitas PT GBL Dibakar MEDAN (Waspada): Ratusan warga mengamuk dan membakar sejumlah fasilitas milik pengembang PT Graha Bangunan Lestari di Kampung Karo Selambo, Selasa (24/9). Aksi tersebut merupakan balasan terhadap penyerangan dan pengrusakan belasan rumah warga di atas lahan garapan eks PTPN II di Jl. Muara Dusun III A, Selambo, Desa

nurut Farid, tuntutan ganti rugi. Masyarakat konsumen listrik yang menderita kerugian akibat pemadaman dapat menuntut ganti rugi pada PT. PLN, meliputi kerugian material maupun immaterial. “Kerugian material baik dalam bentuk biaya riil seperti barang elektronik yang rusak

Lanjut ke hal A2 kol. 6

DPRD Sumut Minta Gubsu ‘Tekan’ PLN

Waspada/Surya Efendi

DPRD Medan Minta KPK ‘Turun’

WAGUBSU HT Erry Nuradi menyerahkan cenderamata kepada CEO Quadra Solar Corporation, Raed Arab usai bertemu di ruang Wagubsu, lantai 9, Kantor Gubsu, Selasa (24/9).

MEDAN (Waspada): Beberapa anggota DPRD Sumut dan Medan, Selasa (24/9) angkat suara terkait masalah pemadaman listrik di Sumut akhir-akhir ini. Yang Sumut meminta Gubsu ‘menekan’ PLN sedangkan yang Medan meminta KPK ‘turun’ ke PLN. Keterangan kedua anggota DPRD Sumut dan Medan itu dilakukan terpisah di Medan, Selasa (24/9). Dua anggota DPRD Sumut meminta kepada Gubsu H Gatot Pujo Nugroho menjalankan kewenangan-

nya secara tegas. Yakni ‘menekan’ PLN untuk memasok listrik sesuai kebutuhan masyarakat, mengingat perlakuan PLN kepada masyarakat Sumut sangat keterlaluan. Demikian ujar Maratua Siregar dan Marahalim Harahap anggota Komisi D dan Panitia Khusus Kelistrikan DPRD Sumut kepada Waspada, di gedung dewan. Kedua anggota dewan ini menilai Gubsu sudah

Investor Tawarkan PLTS 60 MW

Lanjut ke hal A2 kol. 6

Lanjut ke hal A2 kol. 3

Permen No. 17 Jadi Kendala MEDAN (Waspada): Gabungan investor Kanada-Indonesia menawarkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara. PLTS tersebut dapat mensuplai daya mencapai 60 Megawatt dengan memakan waktu pembangunan selama 6 bulan. Hal ini untuk mengatasi ketidakberdayaan PT. PLN (Persero) dalam memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat Sumut.

Penawaran tersebut disampaikan Raed Arab selaku CEO Quadra Solar Corporation melalui juru bicaranya Apollo Abdillah dan Awaluddin Batubara, saat bertemu dengan Wagubsu HT Erry Nuradi di ruang kerjanya lantai 9 Kantor Gubsu Jl. Diponegoro Medan, Selasa (24/9). Hadir perwakilan PT. Gapura Sumatra Makmur, Tasimin MT.

Ibu Dan Anak Tewas Dibunuh

Polisi Tunggu Hasil Uji Darah Dan Cairan Lambung Yohanna

DOLOKMASIHUL (Waspada): Dorita br Sianipar, 98, dan anaknya Jojor br Siahaan, 40, yang masih berstatus gadis ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah mereka di Dusun II, Desa Batu 13, Kec. Dolokmasihul, Kab. Serdang Bedagai, Selasa (24/9) pagi. Informasi dihimpun Waspada di lokasi kejadian, kedua korban diperkirakan tewas Senin (23/9) dinihari, diduga dibunuh.Di lantai rumah korban ditemukan ceceran darah yang telah mengering. Bahkan, di bagian perut kiri korban Jojor br Siahaan luka tusuk, sedangkan Dorita br Sia-

MEDAN (Waspada): Sat Reskrim Polresta Medan masih menunggu hasil uji terhadap darah dan cairan di lambung Yohanna Br Pardede ke Laboratorium Forensik Polri Cabang Medan untuk mengetahui penyebab kematiannya. “Sampelnya sudah dikirim ke laboratorium. Saat ini polisi menunggu hasil uji terhadap darah dan cairan di lambung Yohanna,” kata Kasat Reskrim Kompol Jean Calvijn Simanjuntak, Selasa (24/9). Dijelaskannya, sampel darah yang diuji untuk mengetahui, apakah ada zat racun atau zat-zat lain yang bisa mengakibatkan Yohanna yang diketahui mengidap hipertensi (tekanan darah tinggi) ini. “Karena itulah, hasil tes ini akan sangat membantu kepolisian mengungkap tanda tanya di balik kematian mendadak Yohanna,” katanya.

nipar kedua kakinya mengalami luka serta bagian wajahnya lembam. Anak ketiga korban Dorita br Sianipar, Tumiar br Siahaan, 58, yang tinggal tidak jauh dari rumah orang tuanya kepada Waspada di lokasi kejadian menuturkan dia terakhir melihat ibu dan adik bungsunya yang tinggal berdua di rumah, Minggu (22/9) siang, saat itu tengah menjemur padi. “Tadi siang (Selasa-red) sekira pukul 10:00, aku bermaksud datang ke rumah ibuku untuk melihat, apakah padi

Lanjut ke hal A2 kol. 3

Namun, hasil uji sampel tersebut memakan waktu. Calvijn belum bisa memastikan kapan hasil tes tersebut sampai ke tangan mereka. “Mudah-mudahan minggu ini sudah ada hasilnya,” harapnya. Tentang saksi yang diperiksa? Calvijn mengatakan belum ada karena masih dalam suasana berkabung, sehingga pemeriksaan terhadap keluarga korban belum dilakukan. Dijelaskan Calvin, rencananya penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, namun karena masih dalam suasana berkabung belum kita periksa. Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan yang melakukan penyelidikan atas kematian Yohanna Pardede, 43, juga masih menunggu hasil otopsi dari tim dokter.

Lanjut ke hal A2 kol. 2

Menjaga Faraj Oleh Tgk. H. Ameer Hamzah

Barang siapa mampu menjaga apa yang terdapat di antara dua janggutnya (lidah) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin dia akan masuk surga. (HR. Muttafaq Alaih) Waspada/Anum

MUNAWIR Fuadi bersama ayahnya Syahminan.

Niat Berhaji Bersama Ayah Dan Ibu Terkabul SEPULUH tahun lalu, Munawir Fuadi Hasibuan, SH bercerita kepada ayahnya Drs H Syahminan tentang niatnya yang ingin melaksanakan rukun Islam kelima bersama ibunya. Sang ayah bangga akan keinginan Munawir, meskipun dia belum punya pekerjaan tetap. Lanjut ke hal A2 kol. 1

MEDAN (Waspada) : Seorang jamaah calon haji (Calhaj) bernama Umiyati Jasmad Abdullah Binti Jasmad manifes 121 asal Tebingtinggi Kloter 10 meninggal dunia Selasa (24/9)10:30 WAS di RS Al Anshor Madinah. Penduduk Jl. Bahbolon Tebingtinggi. Sementara itu, Calhaj Kloter 12 dilepas Wakil Bupati Asahan H Surya BSc di Asrama Haji Medan, Selasa (24/9) malam. Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Sumut Drs H Abd Rahim M.Hum, Kakankemenag Asahan Syafii MA serta pejabat lainnya. Dalam sambutannya, H Surya berharap doa untuk pribadi dan keluarga serta doakan Asahan Medan Lanjut ke dan hal Kota A2 kol. 7

pa fasilitas milik PT GBL. Antara lain rumah sekaligus kantor, tembok dan traktor. Setelah merusak fasilitas milik pengembang, ratusan orang tersebut menuju rumah Wak Geng ,70, disebut-sebut anggota pengembang di Jl. Permai Selambo.Mereka merusak dan membakar rumah tersebut.

Lanjut ke hal A2 kol. 3

Mantan Rektor Dan 2 Pejabat Unsyiah Ditahan BANDA ACEH (Waspada): Kejaksaan Negeri Banda Aceh resmi menahan mantan Rektor Unsyiah Prof Darni M. Daud dan mantan Dekan FKIP Unsyiah Prof DR M. Yusuf Azis serta kepala Keuangan Program Cagurdacil, Mukhlis. Mereka ditahan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) program beasiswa Pemerintah Provinsi Aceh di Unsyiah sebesar Rp 3,6 miliar dari sumber APBA 2009-2010. Penahanan dilakukan setelah pelimpahan tiga orang tersangka dan barang bukti kepada Kejari Banda Aceh, Selasa

(24/9). Setelah dilakukan pemeriksaan berkas dan pengecekan kesehatan terhadap tiga tersangka selama sembilan jam sejak pukul 09:00 hingga 18:00, ketiga tersangka dibawa ke Rutan Kahju Aceh Besar. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banda Aceh, Husni Tamrin, SH kepada wartawan mengatakan, tersangka akan ditahan selama 20 hari sesuai ketentuan perundangan. “Masa penahanan ini bisa diperpanjang lagi,” terang Husni. Husni menyebutkan, Kejari Banda Aceh telah membentuk dua tim Jaksa Penuntut

Umum (JPU) untuk menangani kasus ini.Satu tim berjumlah lima orang sehingga berjumlah 10 orang JPU. “Dalam waktu dekat kita akan limpahkan kasus ini ke pengadilan untuk disidangkan,” kata Kajari. Berkas kasus korupsi di Unsyiah yang diserahkan kepada Kejari ada dua berkas, yaitu berkas tersangka masingmasing Prof DR Darni mantan Rektor Unsyiah yaitu berkas kasus dana program Jalur Pengembangan Daerah (JPD). Total kerugian negara sesuai

Lanjut ke hal A2 kol. 1

Waspada/Gito Rolies

MANTAN Rektor Unsyiah Darni Daud melambaikan tangan sambil tersenyum saat memasuki pintu mobil tahanan di kantor Kejari Banda Aceh, Selasa (24/9).

Ada-ada Saja

Seorang Calhaj Asal T. Tinggi Wafat Di Madinah

Al Bayan

DARI Abu Hurairah ra, dinyatakan dia pernah mendengar Nabi berkata: Sesungguhnya seorang hamba benarbenar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknya lebih jauh antara timur dan barat. Seorang penyair berkata: Rubbal kalami aq’tha’u min hisamihi (sering kali kata-kata itu lebih tajam dari pedang). Lidah tak bertulang, kadang-kadang lebih menyakiti ketimbang dipukul dengan pedang. Daya rusaknya lebih luas dan lebih dalam. Itulah lidah yang dianjurkan menjaganya oleh Rasulullah. Lanjut ke hal A2 kol. 6

Amplas Kec. Percut Seituan, Deliserdang beberapa waktu lalu. Pengrusakan rumah warga dilakukan kelompok preman diduga atas suruhan pihak pengembang. Informasi Waspada peroleh di kepolisian, sore itu ratusan orang warga Jl. Muara Selambo mendatangi kantor pengembang PT GBL. Ratusan orang tersebut langsung merusak dan membakar bebera-

untuk kehidupan yang lebih baik dan kembali k tanah air menjadi haji yang mabrur. Rombongan Kloter 12 sebanyak 437 orang dengan Pimpinan kloter Abd Rahman Harahap, MA dan Pembimbing Ibadah Haji Mustapa Kamal. (m37/m40/h02/m50)

Berhenti Merokok Karena Takut Istri

Waspada/Sahrizal

YATNO Bin Warso

Berangkat Haji Dari Hasil Tani NIAT yang tertanam sejak masa muda telah mengantarkan seorang ayah sembilan anak ini berangkat ke tanah suci Makkah bersama istrinya. Walaupun tabungan dari hasil tani yang diupayakannya tidak mencukupi, namun dengan menggunakan tambahan uang pesiun, Yatno Bin Warso, 62, nomor manifes 048 bisa melunaskan ongkos naik haji dan berangkat tahun 2013. Yatno warga Dusun 1 A, Desa Sumber Harapan,

Lanjut ke hal A2 kol. 3

GARA-gara takut istri, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menghentikan kebiasaannya merokok. Pengakuan itu terungkap tanpa sengaja saat mikrofon yang masih aktif menangkap

Lanjut ke hal A2 kol. 7

Serampang - Bukan lampu aja yang padam, gugatan pun bisa padam - He...he...he...


Waspada,rabu 25 september 2013