Issuu on Google+

SENIN 19 NOVEMBER

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

CATATAN

Banyuwangi Festival, Lapter, dan Umbul-Umbul Blambangan MEMASUKI awal tahun ketiga duet kepemimpinan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko melakukan sebuah gebrakan baru khususnya dalam menyambut Har i Jadi ke-241 Kota Banyuwangi (Harjaba). Sejumlah kegiatan cukup spektakuler digelar di bumi berjuluk Sunrise of Java ini. Misal mengawali rangkaian kegiatan Harjaba Pemkab Banyuwangi menggelar festival anak yatim yang diikuti oleh riOleh: buan peserta. ABDUL AZIZ Acara ini kemudian dilanjutkan dengan penampilan Gandrung Sewu atau penampilan seribu penari gandrung di Pantai Boom. Malamnya Pemkab menggelar Banyuwangi Jazz Festival dengan menghadirkan Syaharani dkk. Kemarin siang, masyarakat Banyuwangi masih dimanjakan lagi dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) n  Baca Banyuwangi...Hal 39

ADA APA LAGI

GALIH COKRO/RaBa

BERANI: Urutan pertama peserta BEC-2 diawali penampilan re-Barong merah di Jalan Veteran Banyuwangi siang kemarin.

Diguyur Hujan tak Beranjak Bertabur Tokoh Nasional

BEC Tahun Ini Spektakuler

AGUS BAIHAQI/RaBa

KENA: Faisol dan SS yang dimasukkan dus mi instan.

Mi Instan Berisi Sabu-sabu SRONO - Anggota satuan narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi dapat tangkapan narkoba lagi. Kali ini, tersangka yang ditangkap adalah Achmad Faisol, 33, warga Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa satu paket sabu dengan berat 7,03 gram atau berat bersih 6,23 gram; satu dus mi instan; sebuah bekas permen; sebungkus rokok; dan satu telepon seluler (ponsel); dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio. “Tersangka kita amankan di polres,” kata Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo n

BANYUWANGI - Gelar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) jilid II sukses menyedot puluhan ribu penonton kemarin (18/11). Pengunjung memadati sejumlah ruas jalan yang menjadi rute 200 peserta BEC. Penonton pertunjukan BEC bertajuk re-Barong Using itu sudah stand by mulai sejak pukul 10.30. Mereka memadati Jalan Satsuit Tubun, Jalan Panglima Besar Sudirman, dan Jalan A. Yani yang menjadi rute peserta 2012. Tahun lalu, rute jalan peserta BEC tidak melalui Jalan Satsuit Tubun, namun melewati Jalan Diponegoro, Dr Soetomo. Tahun ini, rute diubah dari start di Jalan Veteran langsung melewati Jalan Satsuit Tubun. Prosesi acara BEC baru di mulai pada pukul 12.30. Opening defile diisi dengan penampilan sekitar 100 orang penari gandrung. Ratusan penari gandrung itu, sebagai salam pembuka prosesi BEC. Usai penampilan 100 penari gandrung, disusul penampilan Jember Fashion Carnival (JFC) performing art& marching band. Peserta BEC terbaik tahun 2011 juga berkesempatan tampil dengan urutan tema gandrung, damarwulan, dan kundaran. Jelang defile BEC-2 di mulai sempat turun hujan yang cukup deras n  Baca Diguyur...Hal 39

PERGELARAN Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) edisi dua kali ini dihadiri sejumlah tokoh nasional. Tampak dalam deret undangan kehormatan, Menteri

GALIH COKRO/RaBa

Lalu Lintas Lebih Teratur GALIH COKRO/RaBa

KEDUA: Parade peserta re-Barong hijau.

Papan Iklan Berjatuhan di Jalan Genteng Kulon

Langsung Ziarah ke Makam Nabi ABDUL AZIZ/RaBa

ROBOH: Baliho besar ambruk setelah disapu angin di Pertigaan Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, siang kemarin (18/11).

tahun lalu. Tak ada lagi kemacetan dan penumpukan kendaraan selama berjam-jam seperti tahun lalu n  Baca Lalu Lintas...Hal 39

GENTENG - Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah baliho ambruk di jalan raya Kecamatan Genteng, Banyuwangi sore kemarin (18/11). Tidak ada korban jiwa dalam bencana angin ribut tersebut. Hanya, arus lintas di sejumlah ruas jalan Kecamatan Genteng sempat terganggu. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, terjangan angin puting beliung tersebut

membuat beberapa baliho kecil di sepanjang ruas double way di jalan raya Desa Genteng Kulon roboh. Sehingga arus lalu lintas di kawasan itu juga terganggu. Bahkan sebuah baliho kecil yang roboh ke jalan di jalur ini juga sempat mengakibatkan kecelakaan. Seorang pengemudi mobil yang belum diketahui namanya sempat menabrak tiang yang roboh ke tengah jalan tersebut. “Setelah roboh tadi sempat ditabrak motor,” tutur seorang warga di dekat tempat kejadian perkara n  Baca Puting...Hal 39

Yang Tersisa dari Hebohnya Parade Gandrung Sewu

Jarak 500 Meter Ditempuh Dua Jam Parade Gandrung Sewu yang dihelat di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi mampu menyedot animo warga. Ribuan penonton berikut kendaraannya pun memadati jalan masuk menuju pantai tersebut. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi PENONTON pasti membeludak. Gumam wartawan koran ini saat kali pertama menjejakkan kaki di depan pintu gerbang Pantai Boom, Banyuwangi, sore itu (17/11). Bagaimana tidak, saat itu ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat tampak antre memasuki kawasan yang dijadikan tempat perhelatan

http://www.radarbanyuwangi.co.id

SEMENTARA itu dalam hal pengaturan lalu lintas, pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tahun ini lebih baik daripada perhelatan

Puting Beliung Hajar Genteng

HAJI

 Baca Langsung...Hal 39

 Baca Bertabur...Hal 39

MENYALA: Urutan terakhir defile peserta re-Barong kuning.

 Baca Mie Instan...Hal 37

SETELAH menempuh perjalanan selama hampir tujuh jam, jamaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam kloter 73 dan 74 akhirnya tiba di kota Madinah Sabtu (17/11) pukul 16.00 waktu setempat. Kloter 73 yang datang terlebih dahulu di Kota Nabi itu menempati Hotel Al- Andalus. “Hotel yang berjarak kurang dari 300 meter dari Masjid Nabawi ini juga diisi oleh jamaah haji asal Situbondo kloter 71,” kata H. AkhH.A. Hasan Noer mad Hasan Noer petugas Petugas TKHI Kloter 74 Langsung dari Makkah TKHI kloter 74. Sementara itu, jamaah haji Banyuwangi kloter 74 terbagi menjadi dua hotel yakni Hotel Israq Al Madina dan Ishraq Al-Bustan. “Jamaah haji Banyuwangi kloter 73 menempati dua hotel yang berbeda, n

Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini, Ketua Umum Ormas Nasdem Surya Paloh, Dirjen Bea Cukai Agung Kuswando n

Parade Gandrung Sewu tersebut. Semakin ke dalam, kami semakin yakin penonton akan tumpah ruah di kawasan pantai yang identik dengan hamparan pasir yang landai nan menawan tersebut. Pasalnya, meskipun tari gandrung kolosal yang dibawakan seribu lebih penari, itu baru akan dimulai sekitar dua jam kemudian, beberapa SIGIT HARIYADI/RaBa lokasi parkir sudah PADAT: Antrean kendaraan di Jalan Nusantara Banyuwangi Sabtu sore lalu (17/11). tampak penuh sesak. Benar saja, dari kejauhan kami “lapangan” pertunjukan Parade bibir pantai. melihat ribuan orang sudah men- Gandrung Sewu tersebut. Saking Kesulitan kami menjangkau lokasi gitari hamparan pasir yang kami padatnya pengunjung, kami ter- acara tidak berhenti sampai di situ n yakini akan digunakan untuk paksa berjalan memutar melalui  Baca Jarak...Hal 39

Pelancong yang datang dari Bali ramai-ramai balik malam hari Memilih antre di malam hari daripada lancar tapi kepanasan

Lalu lintas pada BEC tahun ini lebih teratur Andai saja digelar selain hari Minggu, siapa berani jamin?

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com

30

Senin 19 November 2012

CERMIN DIRI

BJF, Bangkitnya Musik Jazz Banyuwangi TUNTAS sudah pergelaran Banyuwangi Jazz Festival (BJF) yang dihelat di Gesibu Banyuwangi. Maestromaestro jazz tampil memukau. Syaharani and Queenfireworks tampil luar biasa. Demikian halnya dengan Monita Tahalea, tampil dengan suara emasnya. Mantan finalis Indonesian Idol itu mampu menyihir pecinta-pecinta jazz warga Banyuwangi. Bintang B-Fest lainnya, Rieka Roslan & Reza The Groove tampil lebih heboh. Keduanya mampu membawa ribuan penonton yang duduk di bangku VIP maupun di tribun ke dalam suasana malam yang benar-benar syahdu dan enjoy. Rieka dan Reza sempat berinteraksi dengan penonton sembari mengalunkan suara emasnya. Penampilan tak kalah apik juga diperagakan oleh Riza Arshad. Pianis muda seangkatan Indra Lesmana itu berkolaborasi dengan Banyuwangi Etno Music. Riza tampil bersama kelompok seni Arum Semi. Yang pasti, penampilan maestro-maestro jazz tanah air di Gesibu semalam mampu membangkitkan khasanah musik jazz di bumi yang memiliki tag line Sun Rise of Java tersebut. Masyarakat Banyuwangi bisa menerima musik yang pecintanya kalangan menengah ke atas tersebut. Kehadiran Syaharani dkk diharapkan bisa memberi pencerahan bahwa jazz bisa diterima di semua kalangan. Semua yang hadir memberikan aplaus. Bahkan bintang dari The Groove, Rieka Ruslan, siap datang kembali ke Banyuwangi untuk tampil lebih heboh. Dia juga menyatakan kesiapannya untuk menulis lagu di Banyuwangi. Rieka akan tinggal sepekan di Banyuwangi demi hanya untuk menulis lagu. Apa yang diungkapkan Rieka itu memang benar adanya. Sebab, Banyuwangi merupakan gudangnya seniman. Lagu-lagu bernuansa Using banyak beredar di blantika musik tanah air. Sehingga tak salah, musisi-musisi ibukota banyak yang mencari inspirasi di Banyuwangi untuk menulis lagi. Ke depan, Banyuwangi akan semakin dilirik oleh musisi nasional. Bukan hanya alamnya yang elok, Banyuwangi ternyata cukup strategis untuk menulis lagi. Sekali lagi, pergelaran festival jazz memberikan angin baru bagi perkembangan musik di Banyuwangi. Kesuksesan di Gesibu akan dijadikan tolak ukur untuk menggelar even-even musik yang lebih spektakuler di masa mendatang. Mengutip pernyataan bintang The Groove, Reza, tahun depan dia siap tampil dengan view pantau Boom. Sebab, manggung dengan latar pantai dianggap lebih natural. Kesuksesan pergelaran musik jazz harus kita apresiasi bersama. Kerja keras panitia patut kita acungkan jempol. Apalagi, baru kali pertama ini Banyuwangi menggelar even musik jazz berkelas nasional. Kami sependapat dengan pernyataan Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Banyuwangi Suprayogi bahwa even ini bisa dibilang sukses. Meski begitu, pada even-even mendatang pihaknya berjanji akan memaksimalkan pergelaran ini. Setidaknya even ini bisa dijadikan tonggak baru bangkitnya musik jazz di Banyuwangi. (*)

Ramai-ramai Balik Malam Hari KALIPURO - Hari terakhir pada liburan panjang akhir pekan, suasana di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Kecamatan Kalipuro terlihat normal kemarin (18/11). Meski ada sedikit peningkatan jumlah penumpang kapal dari Bali, tapi arus kendaraan lancar dan tidak sampai menimbulkan kemacetan. Arus balik long weekend ini sempat ramai pada Sabtu malam lalu (17/11). Sejak pukul 21.00, terjadi lonjakan warga yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang. “Tadi malam (kemarin malam) arus balik mulai ramai,” terang manajer PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Saharuddin Koto. Menurut Saharuddin, peningkatan arus balik pada Sabtu malam itu mencapai 25 persen hingga 27 persen. Dari laporan yang diterima, mulai pukul 21.30 di Pelabuhan Gilimanuk sempat terjadi antrean panjang hingga pukul 05.20. “Pagi sampai sore kembali lancar,” jelasnya. Saharuddin menyebut, pada hari Minggu kemarin sebenarnya hari terakhir pada liburan panjang akhir pekan. Tapi, penyeberangan di Pelabuhan

Ketapang tetap berjalan lancar. “Arus balik itu paling ramai pada malam hari, mungkin nanti malam (tadi malam) ramainya,” katanya. Suasana berbeda terlihat di dermaga Landing Craft Machine (LCM) Ketapang. Di tempat ini, truk yang mengangkut barang sempat menumpuk di sekitar pelabuhan n  Baca Ramai-ramai...Hal 39

Guru Seni Samakan Visi TEGALDLIMO – Para guru mata pelajaran seni budaya se-Banyuwangi berkumpul di SMP Negeri 2 Tegaldlimo awal November 2012 lalu (4/11). Selama dua hari berturut-turut, para guru SMPN tersebut mengikuti workshop penciptaan teater. Hadir sebagai narasumber Widya Iswara dari P4TK Seni dan Budaya Jogjakarta, Eko Santosa. Workshop tersebut dibuka oleh kepala Seksi SMP pada Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sutikno. Dalam kesempatan itu, Sutikno mengatakan, workshop penciptaan teater bagi guru seni budaya SMP itu diharapkan punya ending bagus. Salah satunya, setiap sekolah diharapkan memiliki sanggar seni teater. Selanjutnya, teater tersebut diharap aktif menciptakan dan menampilkan karya-karya terbaiknya. Sementara itu, acara pembukaan workshop tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan teater dari sanggar Dua D’Lima yang berjudul Umar Bakeri Tak Tahan Lagi. Sanggar teater Dua D’Lima yang dibina oleh Hariyanto, Siti Masurin, dan Sugiyanto itu baru berdiri Maret 2012 lalu. Meski termasuk pendatang baru, karyanya telah ditampilkan di beberapa panggung seni. Mereka tak hanya tampil di lingkungan sekolah, tetapi juga pernah unjuk gigi di luar sekolah. Mereka pernah tampil dalam Festival Teatrikal Puisi di Banyuwangi. Ketua panitia workshop, H. Anang Masriyanto mengatakan, penciptaan

UNJUK KEBOLEHAN: Pentas teater siswa SMPN 2 Tegaldlimo Banyuwangi.

ISTIMEWA

teater itu memang sangat strategis. Walaupun lokasinya cukup jauh dari ibukota kabupaten, lokasi workshop itu didukung aula yang representatif. Tuan rumah workshop juga memiliki panggung joglo yang teduh dan rindang. ‘’Suasana tenang jauh dari kebisingan,

menjadikan semua peserta betah dan mood-nya lebih terjaga dalam proses penciptaan karya teater,’’ ujar Anang. Kepala SMPN 2 Tegaldlimo, Hartono mengakui, sekolah yang dipimpinnya pas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada

masyarakat. “Sekolah kami juga sedang merancang kerja sama dengan pihak PHPA untuk program Siswa Peduli Hutan Lestari. Saat ini sedang dilaksanakan mapping lokasi yang memungkinkan untuk reboisasi hutan mangrove oleh siswa,” jelasnya. (*/bay)

LAPANGAN: Pengurus OSIS SMPN 1 Singojuruh mengikuti latihan dasar kepemimpinan di kawasan Gunung Gumitir.

ISTIMEWA

Latihan Jadi Pemimpin Berkarakter SINGOJURUH – SMPN 1 Singojuruh punya perhatian besar terhadap pengembangan bidang kesiswaan. Sekolah yang dipimpin Sukarni ini menyalurkan kegiatan bakat dan minat dengan membuka ekstrakurikuler. Kegiatan kesiswaan yang dipandegani oleh Kaur Kesiswaan Sugianto, mempertimbangkan potensi sekolah membuka ekstrakurikuler bidang olahraga. Siswa sekolah ini punya banyak pilihan menyalurkan bakar olahraga mulai dari sepak bola, voli, basket, tenis meja, dan bulu tangkis. Di bidang kesenian, siswa bisa mengikuti kegiatan tari dan seni musik tradisional. Ada juga kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka.

Selain itu, pembelajaran siswa dalam mengelola organisasi diwujudkan dalam bentuk OSIS dengan pengurusnya. Kegiatan organisasi siswa intra sekolah itu diawali dengan pembentukan pengurus OSIS secara demokratis. Setelah pengurus terpilih, dilanjutkan dengan latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS). Latihan dasar kepemimpinan itu dilakukan sebagai bentuk pemberian pengalaman langsung dari teori kepemimpinan yang diperolehnya di kelas yaitu keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, dan memberdayakan orang lain. Kegiatan yang dilakukan dalam LDKS adalah bermain dalam dinamika kelompok, berbicara

di depan umum, membuat perencanaan kegiatan, membuat laporan kegiatan, belajar memimpin berkarakter, dan outbond. Pelaksanaan LDKS tahun ini berlangsung di lereng Gunung Gumitir. (*/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

31

Senin 19 November 2012

Kebo-Keboan Aliyan Meriah

RUBRIK PAJAK Pertanyaan:Berapakah tarif Pajak Penghasilan (PPh) final untuk sewa bangunan, jasa bangunan, dan pengalihan tanah? Pengirim: (Andika, Probolinggo) Jawaban :Terima kasih atas pertanyaan Saudara. • Persewaan tanah dan/atau bangunan - PPh final yang dipotong 10% (sepuluh persen) dari jumlah bruto nilai persewaan, baik yang menyewakan Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Badan. - Jumlah bruto nilai persewaan adalah jumlah yang dibayarkan/terutang oleh penyewa termasuk biaya perawatan, pemeliharaan, keamanan, fasilitas lainnya, dan service charge (baik perjanjian dibuat secara terpisah maupun disatukan). - Objeknya adalah sewa tanah dan/atau bangunan berupa tanah, rumah, rumah susun, apartemen, kondominium, gedung perkantoran, pertokoan, gedung pertemuan termasuk bagiannya, rumah kantor, toko, rumah toko, gudang, bangunan industri. • Jasa Konstruksi - Pekerjaan konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain. - Tarif dan dasar pengenaan PPh final : 2% (dua persen) untuk pelaksanaan konstruksi (usaha kecil bersertifikat) 3% (tiga persen) untuk pelaksanaan konstruksi (bukan usaha kecil bersertifikat) 4% (empat persen) untuk pelaksanaan konstruksi (usaha kecil tidak bersertifikat) 4% (empat persen) untuk perencanaan/pengawasan konstruksi (bersertifikat) 6% (enam persen) untukperencanaan/pengawasan konstruksi (tidak bersertifikat) • Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan - PPh final yang dipungut adalah 5% (lima persen) dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau Bangunan. - Objeknya adalah penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan meliputi penjualan, tukar-menukar, perjanjian pemindahan hak, pelepasan hak, penyerahan hak, lelang, hibah, atau cara lain yang disepakati (sumber Buku DJP Bendahara Mahir Pajak). Informasi lebih lanjut dapat berkonsultasi dengan Account Representative Saudara di Kantor Pelayanan Pajak dimana Saudara terdaftar atau hubungi Kring Pajak 500200 (bebas pulsa). Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III.

ABDUL AZIZ/RaBa

KERASUKAN: Seorang warga yang diyakini kerasukan roh halus bertingkah layaknya kerbau kemarin

ROGOJAMPI - Meski bersamaan dengan kegiatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) ritual upacara adat Kebo-Keboan di Dusun Sukodono, Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi, tetap berlangsung meriah, kemarin pagi. Ribuan warga tumplek blek sejak pagi. Ritual upacara adat kebo-keboan yang rutin diselenggarakan setiap bulan Suro dalam kalender Jawa ini, diawali dengan selamatan di tepi sepanjang jalan kampung yang akan dilewati kebo jadi-jadian. Setelah acara selamatan dan doa bersama selesai, warga yang pagi itu sudah hadir bisa dipersilakan langsung menikmati nasi dan lauk pauk yang disuguhkan dalam acara selamatan kampong tersebut. “Ini bentuk keakraban dan kekeluargaan warga Kampung Sukodono dengan warga lainnya di Banyuwangi” kata Slamet, 50, ketua panitia upacara adat keboan-keboan. Usai selamatan kampung digelar, mendadak satu persatu warga setempat yang dirasuki roh halus langsung menceburkan diri pada kubangan lumpur yang sudah disediakan panitia. Kontan saja, riuh penonton langsung terhentak dan terkejut dengan menahan sedikit rasa takut dan harap-harap cemas jika di sekelilingnya ada yang tiba-tiba dirasuki roh halus.(azi/aif )

Demokrat Gerojok Rp 1,5 M Bangun Ruang Kelas dan Perpustakaan BANYUWANGI - Komitmen Partai Demokrat sebagai pelopor pendidikan terus terjaga. Setidaknya ini tampak dengan gelontoran dana cukup besar untuk pembangunan SMP 4 Muncar satu atap yang ada di Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar kemarin. Sekolah yang sangat ditunggu kehadirannya ini digerojok bantuan dana sebesar Rp 1,5 miliar. Dana itu diambil dan bersumber dari APBN 2012. Dimana anggota DPR RI Sholeh Soe’aidy dan DPC Partai Demokrat Banyuwangi menjadi

pelopor atas turunnya bantuan tersebut. Diharapkan lewat pembangunan sekolah ini akses dan pemerataan kesempatan pendidikan masyarakat khususnya di Kecamatan Muncar bisa dinikmati oleh semua lapisan. Proses pembangunan SMP 4 Muncar satu atap itu sendiri ditandai oleh peletakan batu pertama oleh Ketua DPC Partai Demokrat Michael Edi Hariyanto. Disaksikan siswa, guru, tokoh masyarakat dan camat setempat, Michael didapuk menjadi simbol keberadaan gedung baru pendidikan yang akan dibangun diatas lahan seluas satu hektar tersebut. Bangunan ini sendiri akan

terdiri dari empat ruang kelas ditambah satu perpustakaan. Dalam sambutannya, Ketua DC Partai Demokrat Michael Edi Hariyanto berharap bangunan sekolah ini nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di Muncar. Akses pendidikan bisa lebih terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Selain diisi dengan peletakan batu pertama, pembangunan sekolah ini juga ditandai dengan pemotongan tumpeng. Camat Muncar Isa Ansori didapuk memotong tumpeng pertama. Ketua Partai Demokrat Banyuwangi mendapat kehormatan menerima potongan tumpeng pertama tersebut. (*/nic)

NIKLAAS ANDRIES / RaBa

PELETAKAN BATU PERTAMA: Michael Edi Hariyanto menggali pondasi untuk pembangunan SMP 4 Muncar.

32

Senin 19 November 2012

Majelis Zikir Mata Hati Diresmikan

GALIH COKRO/RaBa

CALON PERAWAT & BIDAN: Kepandaian mahasiswi Stikes dalam menari gandrung mendapat apresiasi dalam pagelaran BEC 2 tahun ini.

Gandrung Stikes Pengawal BEC BANYUWANGI - Keluarga besar Stikes Banyuwangi menjadi bagian dari suksesnya perhelatan akbar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2, Minggu (18/11) kemarin. Sebanyak 50 mahasiswi Stikes mendapat kehormatan menjadi penari gandrung yang mengawal pembuka pelaksanaan even tahunan itu. Ketua Stikes Banyuwangi, Drs. H. Soekardjo mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan Bupati Abdullah Azwar Anas kepada ma-

hasiswi Stikes. Menurutnya, kesempatan seperti ini harus dinilai sebagai apresiasi orang nomor satu di pemerintahan Banyuwangi itu terhadap keberadaan Stikes. Mantan Ketua PPNI Banyuwangi itu juga memiliki kesan tersendiri terhadap rangkaian pelaksanaan Banyuwangi Festival (B-Fest) ini. Kebudayaan yang dikemas yang dengan seni akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. “Tidak hanya hasil akulturasi budayanya, namun

juga berdampak dari semua segi. Salah satunya adalah segi ekonomi, yang ternyata pagelaran B-Fest ini mampu menyedot perhatian masyarakat luar Banyuwangi untuk datang ke Banyuwangi. Hotel penuh, tiket pesawat ludes. Ini sebuah bukti jika kebudayaan dikemas dengan baik maka hasilnya akan baik pula,” kata pria yang hobi bermain tenis itu. Ditambahkan, terobosan Bupati Anas di BEC ini adalah sebuah langkah mengemas

seni budaya tradisional ke dalam sebuah event berskala nasional bahkan Internasional. “Event budaya ini bertujuan untuk menjembatani modernitas seni budaya lokal yang selama ini tumbuh kembang dalam kehidupan m a s y a ra k a t B a n y u w a n g i menjadi sebuah event dalam bentuk parade untuk menarik dan mendatangkan tamu dan wisatawan. Mudah-mudahan ke depan pagelaran ini terus eksis dan semakin menarik,” ungkapnya. (adv/als)

TEGALSARI - Peresmian Ma je lis Dzikir Mata Hati (Manaqib, Tahlil, Hatmil Quran dan Istigosah) yang digandeng dengan haul seratus hari wafatnya Habib Alwi Bin Syech Abu Bakar Makkah berlangsung khidmat, Sabtu (17/11) lalu di Ponpes Darussyafa’ah Sumberurip, Tegalsari. Kegiatan ini langsung diresmikan oleh pengasuh Ponpes Da russyafa’ah Sumberurip, KH. Badruddin, dan dihadiri oleh beberapa kyai. Seperti KH. Hisyam Syafa’at, Habib Ab d u r R a h m a n B a h b u d , Habib Syech Molahela serta perwa kilan 313 pesantren, 292 Masjid se-Kabupaten Banyuwangi. Pengasuh Ponpes Darussyafa’ah Sumberurip, KH. Badruddin mengatakan, Majelis Dzikir Mata Hati ini muncul dari almarhum KHR. Sulthan Ali Hidayatullah Kalipuro dan almarhum Habib Alwi bin Syech Abu Bakar, Makkah. “Setelah saya salat istikarah

DENY/RaBa

KH. Badruddin

untuk meminta petunjuk, akhirnya semakin yakin untuk membentuk Mata Hati ini sekaligus untuk meneruskan perjuangan belia yang sudah wafat,” ujar Badruddin. Dijelaskan, konsep dzikir Mata Hati adalah mengajarkan tentang bagaimana memakmurkan agama Allah, belajar mendekatkan diri kepada Allah, cinta kepada Allah, Nabi dan Rasul Allah dan juga waliwali Allah. Selain itu, pengaja-

ran dan praktek keajaiban doa, keajaiban sedekah bersama jamaah Mata Hati adalah juga untuk obat, baik obat jasmani dan rohani, juga sebagai obat ekonomi. “Terutama pengamalan tentang sedekah, yang nantinya pasti akan menemui keajaiban dari sedekah seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim saja tidak akan berdoa sebelum bersedekah karena merasa malu kepada Allah,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Kyai kharismatis ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin menimba ilmu di Ponpesnya. Sebab, Ponpes Darussyafa’ah Sumberurip akan menggratiskan santri barunya. “Masyarakat yang ingin bergabung dalam dzikir Mata Hati ini bisa ikut dilakukan setiap Senin malam Selasa pukul 18.00 atau bisa menghubungi 081249048689, 08155906345,” cetusnya. (adv/als)

Temukan Kayu Jati Tak Bertuan SILIRAGUNG - Patroli Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) Perhutani Banyuwangi Selatan di kawasan hutan KRPH Karangharjo, BKPH Genteng, menemukan tumpukan kayu jati tidak bertuan di sebuah perkarangan kosong kemarin (18/11). Tumpukan kayu jati tersebut ditemukan di sebuah pekarangan kosong di Dusun Sumberurip, Desa Barurejo,

Kecamatan Siliragung, sebanyak enam gelondong. Begitu ditemukan oleh petugas Polhutmob Perhutani Banyuwangi Selatan, tumpukan kayu jati tak bertuan itu langsung dibawa ke tempat penitipan kayu (TPK) Gaul, Kecamatan Purwoharjo. Wakil ADM Perhutani Banyuwangi Selatan, Ketut Gde Sukantawiasa, melalui Koman-

dan Regu Polhutmod, Yudo Pinanggih, membenarkan adanya patroli Polhutmob yang menemukan tumpukan kayu jati tak bertuan tersebut. Dia menegaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli wilayah hukum Perhutani Banyuwangi Selatan. “Hal ini kami lakukan agar para pembalak liar bisa berkurang,” tandasnya. (azi/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Honda Jazz ‘09 •

• Kijang Innova ‘07 •

Dijual Honda Jazz rs 2009, warna abu-abu metalik, harga 189 juta nego, bisa cash & kredit, bisa tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888.

Dijual Kijang Innova Euro II bensin G 2.0 tahun 2007, warna hitam, kondisi bagus, harga nego, hubungi: 08155918371 08775793939

• Kijang LSX ‘97 •

• Geely MK ‘10 •

• Honda Jazz ‘07 •

Dijual Kijang LSX 97 power window, solar harga 92 juta nego, bisa cash / kredit, atau tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888.

Dijual Geely MK2 1.5GT MT tahun 2010, hitam metalik, harga 105 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi(0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 VTI AT tahun 2007, kuning metalik, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi(0333) 631526, 635176, 0811351148

• KIA Picanto ‘05 •

• Innova ‘06 •

• Suzuki APV ‘10 •

Dijual KIA Picanto MT tahun 2005 ,abu-abu metalik, harga 89 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi(0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Innova E XWHI tahun 2006, hitam metalik, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki GC 415V APV DLX tahun 2010, hitam metalik, harga 116,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi(0333) 631526, 635176, 0811351148

Bangunan Tak Terawat Jadi Sarang Kelelawar CLURING - Heboh. Ribuan kelelawar terlihat berkumpul di atap sebuah bangunan tanpa tembok di kawasan pohon trembesi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, kemarin siang (18/11). Kelelawar-kelelawar tersebut berjubel di kayu-kayu penyangga atap. Belum diketahui secara jelas sejak kapan kelelawar tersebut mulai menempati tempat tersebut. Tetapi, dari kasat mata tampaknya kelelawar tersebut sengaja dibiarkan. Sebab, bangunan juga tidak terawat. Terbukti, beberapa genting juga banyak berjatuhan. Akibatnya, beberapa bagian di atap tersebut juga berlubang. Adanya kelelawar tersebut juga menyita perhatian sejumlah warga. Yang menarik, meski sudah siang hari, kelelawar tersebut terus berbunyi. Hewan pemakan buah-buahan tersebut cukup nyaman menempati tempat tersebut. Kelelawar itu juga tidak membayakan meski warga ALI NURFATONI/RaBa mendekat. Meski demikian, warga yang hendak melihat BERJUBEL: Ribuan kelelawar di atap bangunan di kawasan pohon harus tetap hati-hati. (ton/als) trembesi, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Dikontrakkan •

• Rumah Cantik Murah •

• Souvenir •

• Tukang Las •

• All New CRV ‘10 •

Dikontrakkan rmh Jl. Mendut 61 Bwi. Hub: 0318419288 / 0333413973 / 081230614069

Djl rumah cantik murah, pasaran 500 jt djl 400jt. Lok: Perum Permata Genteng AA01, bs byar 1/2 sisa 2 th lg. Bs diangsr 1 th tnp bunga. Trbtas 1 org pmbeli, lgsg ada pnyewa. Frendas 081999025178

Trm pesnan souv nikah ultah promo ktr, TK sklh, pulpen, jam, mug, kaos, pin, Gaci Efod 0333417992, 081913906633. Murah!

Dicari tukang Las serabutan utk bengkel di Bali, gaji menarik. Hub: 081558617780

Dijual all New CRV 2010, silver, manual. KM 17.000, konds sngat bagus, 275 juta harga pas. Hubungi: 081249230490

• Perum Kalirejo Permai • Dijual rumah siap huni LT. 84m2, LB: 47m2, Perum Kalirejo Permai. Jl. Belimbing NN/ 13. Hubungi: 085236003081

Anda punya modal mini 50jt? Ingin dikembangkan dalam bentuk real bbrp usaha tanpa hrs anda tangani sendiri&tiap bln trima keuntungan pasti? Hub 03338926109

• Perum Bunga Residence • Dijual rumah Perum Bunga Residence blok A31 LT.104m2, SHM, hub: 081358639444/085646477168

• Perum Mendut Hijau • Djual rmh Perum Mendut Hijau Blok B no 1-2, dpn Pos Satpam, sertifikat SHM IMB, hubungi: 081937620001 / 082141147299

• Peluang Usaha •

BANYUWANGI • STNK • Hlg KTP, SIM C, STNK Nopol P 6587 XA, an. Afuan. Jl. Brawijaya Gg Tribuana RT03/I Giri

• Perusahaan Meubel • Lowker Perush. Meubel Hub. 081913935890, A1 Acc; A2 Admin; A3 Gudang; A4 Office Girl. Min SMA/SMK, wnt, kuat mental, disiplin. Bs Ms. Office, (u/ A1 berpengalaman), min SMP u/ A4, lamaran cantumkan kode.

SITUBONDO

• Prima Mobil •

• Peluang Usaha • Edukasi FOREX melatih menjadi trader yg handal dg metode treding yg trarah & trget profit konsisten. Hub: 081252341466

BANYUWANGI

• Aneka Mobil • Ready PU, GrandMax1.5'2011, 1.3'2011, 1.3'2012.Kjg Innova slr G'08, Avanza G'11,APV GX'05. Cash/kredit. Hubungi: Devi 085258665239/0333411655. Dapatkan hadiah lgsung TV/HP

BANYUWANGI

New Car, PUT120SS, Pajero, PUL300, All New Avanza, Rush, New Inova, Agya, All New Xenia, Terios, PU Granmax, Ayla, AllNew Jazz, All New CRV, Brio, Freed, Ertiga, APV, dll. Hub 0333411655, 0811301676

• Kuliah Di Australia •

• Civic Verio ‘97 •

Prgrm pmbiayaan kuliah smbl krj d Australia D1/ D2/D3/S1:Test, kls bhs, usia, mdical Cek, biaya pend 2 smstr, biya tnggal 1 kali d awal stdy, tket kbrgktn. Syrt & ktntuan brlk. Anda serius krm ke Media 03614012697 / 082340619744

Djual cpt sedan Civic Verio '97, 90jt nego, merah met, mlik prbdi. H: 085236193224

• Dicari Lahan min 1Ha • Dcri lahan min 1 Ha utk kerjasama tanam sengon sgt menguntungkan, semua biaya kami tanggung. Hub: 082334560960

• Tanah Tegal 1500m2 • Dijual Tnh Tegal 1500m2 (30x50) Mbolo, Jajag, untuk ternak ayam, ikan, harga 55juta. H: P. Edy 085237904629 (no SMS)

BANYUWANGI • Ruko Jalan Protokol • Dijual cepat: Ruko 2 lantai SHM, LT310m2, LB200m2, IMB, PLN 2200w, di pusat kota jalan protokol, bebas parkir, cocok u usaha apa saja, Hrga 950juta nego. Cpt dpt. Hub:081346293265 / 087755991595.

BALJEBOL

Senin 19 November 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Tiang Listrik Roboh, Lalin Macet

AMAL JALANAN

RADAR JEMBER

ANAK-ANAK: Seorang penarik amal beroperasi di kota Jember.

Usut Aktor Intelektual JEMBER – Arapat penegak hukum mestinya bisa segera bertindak terhadap adanya dugaan penipuan dalam penarikan amal di jalan-jalan. Jika alat bukti sudah mencukupi, aktor intelektual yang mengeksploitasi anak di bawah umur menjadi penarik amal bisa diproses hukum. Menurut Fanny Tanuwijaya, staf pengajar hukum pidana Universitas Jember (Unej), tindakan memobilisasi anak di bawah umur untuk menjadi penarik amal di jalan yang diduga dilakukan oknum tertentu, bisa dikatagorikan sebagi tindakan melanggar hukum. Sebab, kata dia, anak-anak yang mestinya masih bersekolah itu dipekerjakan. Indikasinya, sebagaimana temuan Jawa Pos Radar Jember di lapangan, setiap anak yang menjadi penarik amal memperoleh komisi sebesar 45 persen dari uang yang berhasil dihimpun hari itu. “Mereka (anak penarik amal, Red) sangat tepat dianggap bekerja. Hal itu dibuktikan dengan dibayarnya mereka dari komisi yang mereka peroleh,” ujar Fanny. Sesuai UU No 2 tahun 1999 tentang pengesahan ILO Conventional No 138, disebutkan, usia minimum untuk diperbolehkan bekerja dalam pasal 2 ayat 3 adalah tidak boleh kurang dari 15 tahun. Artinya, anak-anak di bawah umur 15 tahun dilarang keras untuk dipekerjakan. Di samping itu, Fanny menilai, pemerintah kurang tegas menyikapi maraknya penarik amal anak-anak di jalan. Apalagi, ada indikasi bahwa nama masjid yang ada dalam proposal fiktif alias palsu. Dalam kacamata hukum, hal itu bisa disebut sebagai tindak pidana penipuan. Menurut Fanny, ada dua pelanggaran hukum yang terjadi dalam penarikan amal di jalan oleh anakanak. Yakni, eksploitasi anak, dengan memperkerjakan anak di bawah umur serta dugaan kuat pidana penipuan. (mg3/aro/har/jpnn)

JEMBER – Hujan yang turun sore kemarin (18/11) mengakibatkan sebuah tiang listrik di jalan raya Jember-Bondowoso, tepatnya di Kelurahan Baratan, Patrang, roboh. Tiang yang roboh sekitar pukul 14.00 itu mengarah ke jalan raya, sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. Beruntung, tiang yang roboh itu tidak menimpa kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Menurut Jupri, seorang saksi mata, sesaat sebelum kejadian hujan turun cukup deras disertai angin kencang. Pria penambal ban dan istrinya itu memutuskan untuk mencari tempat yang lebih aman. Apalagi, di sekitarnya banyak pohon jati milik Perhutani. Tidak berselang lama, ketika Jupri baru berteduh di sebuah warung, pohon jati berukuran besar yang ada di selatan bengkelnya roboh dan menimpa jaringan PLN. Tidak lama kemudian, tiang PLN dari besi yang berukuran besar itu patah dan roboh ke jalan raya. “Saat tiang roboh, listrik langsung padam,” katanya. Petugas perlintasan kereta api yang posnya tidak jauh dari lokasi kejadian langsung memberi aba-aba kepada kendaraan yang akan melintasi kawasan itu untuk berhenti. Petugas polsek lantas melaporkan kejadian itu secara langsung ke PLN UP Jember Kota di Jl PB Sudirman. Sebab, listrik di polsek berikut perangkat komunikasinya tidak berfungsi. Petugas PLN lalu meluncur

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DISAPU ANGIN: Reruntuhan tiang listrik mengangu arus lalu lintas di jalan raya Jember-Bondowoso, Kelurahan Baratan, Patrang.

ke lokasi untuk melakukan perbaikan. Sedangkan petugas kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas karena diberlakukan sistem buka tu-

tup. Panjangnya kemacetan di lokasi itu membuat sebagian pengguna jalan memutuskan untuk putar balik. Sementara, petugas bersama

EKONOMI BISNIS

warga berusaha mengangkat jaringan listrik yang roboh itu dengan bambu dan kayu. Robohnya tiang listrik itu juga menimpa dua rumah. Hujan

dan angin kencang kemarin sore juga menyebabkan sejumlah papan reklame di simpang tiga Djarwo rusak. (jum/har/jpnn)

Sopir Truk Box Dihadang Preman

RADAR JEMBER

MELIMPAH:Tumpukan ikan pindang di pasar ikan Kota Kulon.

Harga Ikan Jatuh, Pedagang Resah BONDOWOSO-Melimpahnya persediaan ikan pindang yang ada di pasar ikan Kota Kulon, membuat harga jatuh. Bila sebelumnya, harga ikan pindang bisa mencapai Rp 25 ribu per renteng besek. Saat ini harga ikan pindang jatuh ke harga Rp 18 ribu per renteng besek. Tentu saja, jatuhnya harga ikan membuat pedagang resah.”Karena, harganya jeblok,” ungkap Selamet, 40, pedagang ikan kepada Jawa Pos Radar Jember, Minggu sore (18/11). Sebab, kiriman ikan pindang dari Puger,Besuki, Muncar, serta beberapa tempat penghasil ikan, membludak. Karena, banyaknya tangkapan ikan oleh nelayan.”Sehingga, persedian atau kiriman ikan, membludak di pasar ikan Bondowoso,” katanya. Namun begitu, pedagang ikan segar, masih bisa bernafas lega. Sebab, masyarakat Bondowoso banyak yang membeli ikan segar.”Jadi, meski harganya murah, ikan ini cepat terjual. Dan, pedagang juga mendapatkan untung meski tipis,” katanya. Selain itu, ikan segar yang dijual dipasar tradisional, tidak mendapatkan saingan dari pedagang ikan yang ada di supermarket.”Sebab, tidak ada ikan segar yang dijual disupermarket di Bondowoso. Sehingga, pedagang ikan tradisional masih dominan,” katanya. Juga, warga tidak suka ikan yang dijual dalam bentuk kalengan disupermarket.”Sehingga, kami masih tetap eksis dan dominan. Sebab, tidak ada pesaing dari pasar moderen,” katanya. Tetapi, para pedagang tetap saja mengeluhkan kondisi turunnya harga ikan pindang.”Kalau sebelumnya bisa untung besar, saat ini tidak bisa. Karena, harga jual jeblok,” katanya. (eko/jpnn)

Eko Setia Budi/RJ

KOMPAK : (dari kiri ke kanan) KHR Azaim, Bupati Amin Said Husni, KHR Kholil As’ad dan Ketua DPRD Ahmad Dafir. Di bawah kepemimpinan Bupati Amin, kekompakan dan kerukunan umat senantiasa terjaga.

Kompak Dalam Bondowoso Bersalawat BONDOWOSO – Gelaran “Bondowoso Bersalawat” di alun-alun Bondowoso Kamis malam lalu (15/11) menjadi momen luar biasa. Dua ulama karismatik yang begitu disegani di kalangan masyarakat kultur Bondowoso, yaitu KHR Kholil As’ad serta KHR Azaim Ibrahimy hadir dalam satu panggung. Berkumpulnya dua ulama berpengaruh tersebut tentu menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Bondowoso. Ribuan warga dari berbagai latar belakang tumplek blek di alun-alun Raden Bagus Asra. Bahkan ribuan siswa SMA sederajat tak ketinggalan untuk bertatap langsung dengan kedua tokoh tersebut.

Bersama Bupati Amin Said Husni dan Muspida Bondowoso, kedua ulama tersebut akhirnya membawa ribuan masyarakat yang hadir hanyut dalam lantunan salawat. Masyarakat juga khusyuk saat keduanya melantunkan doa-doa. Gelaran Bondowoso Bersalawat dalam rangka menyambut datangnya tahun baru islam 1434 H tersebut langsung terasa khidmat saat KHR Azaim Ibrahimy memberikan tausiyahnya. Pengasuh Pengasuh Ponpes Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, Situbondo tersebut secara khusus mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah itu. Menurutnya, melalui kegiatan-kegiatan keagamaan

seperti itulah, maka kerukunan dan persatuan umat bisa senantiasa dijaga. “Semoga masyarakat Bondowoso tetap sejuk kedepannya,” ungkapnya penuh harap. Menurutnya, persatuan dan kesatuan umatlah yang harus tetap dipelihara dengan baik. Selanjutnya, saat KHR Kholil As’ad mulai memberikan tausiyah, suasana alun-alun yang malam itu dipadati oleh ribuan masyarakat tersebut langsung terasa hening. Kyai Kholil mengajak masyarakat untuk kembali mengingat tentang sejarah Islam. Dia juga meminta agar warga Bondowoso juga tetap menjaga kekompakan dan kerukunan umat.(esb/jpnn)

TANGGUL – Jalur Jember arah Surabaya tidak aman lagi bagi para pengguna jalan. Selain rawan kecelakaan, jalur tersebut ditengarai menjadi sarang para preman yang suka memeras para sopir luar kota. Setidaknya itulah yang dialami Rangga Suwito, 24, warga Karanganyar Ciledug Lor Kecamatan Ciledug Cirebon. Korban yang saat itu bersama Sri Mulyanti, 19, istrinya baru saja mengantar barang di kawasan Kelurahan Tegalbesar Kaliwates. Korban yang mengemudikan truk box dihadang dua preman di Jalan Raya Umum Dusun Curahbanban, Desa Tanggul Wetan, Tanggul, sekitar pukul 12.00 WIB. Akibat kejadian itu, pelaku merampas uang Rp 600 ribu yang dibawa korban. Atas kejadian yang dialaminya, korban pun langsung melapor ke Mapolsek Tanggul. Menurut korban, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna merah, berusaha menghadang korban. “Pertama pelaku berjalan zig zag di depan kendaraan yang saya kemudikan”, katanya didampingi istrinya yang masih trauma dengan kejadian ini. Tapi saya terus melaju karena belum curiga. Kedua motor pelaku zig zag lagi. ‘’ Dan itu mulai membuat saya curiga dan ke tiga kalinya, akhirnya saya berhenti karena pelaku

menghadang di depan kendaraan saya,” kata Rangga. Setelah kendaraan berhenti, dua pelaku itu langsung memarkir motornya dan mendekati kendaraan korban. “Satu pelaku langsung masuk melalui pintu kiri. Sementara satunya, berada di sebelah kanan, menahan pintu supaya saya tidak bisa keluar,” katanya. Selanjutnya, pelaku didalam langsung mengambil obeng yang terletak di dasbort. Kemudian obeng itu ditodongkan ke perut Rangga. “Sambil menodong, pelaku meminta uang yang katanya untuk jasa armada jalan,” kata korban lagi. Karena takut terjadi sesuatu, korban tak bisa berbuat banyak dan langsung menyerahkan uang kepada pelaku. “Awalnya saya kasih Rp 200 ribu, tapi pelaku menolak”, katanya. Karena saya beralasan tak punya uang lagi, pelaku kemudian memeriksa saku celana korban. Saat itulah pelaku menemukan uang Rp 600 ribu dan langsung mengambilnya. Yang menarik, setelah merampas uang korban, pelaku memberikan selembar kuitansi dengan tulisan uang jasa armada jalan, dan ditandatangani atas nama Wito. “Dua pelaku semuanya menggunakan helm teropong, yang satu tinggi besar kumisan, ‘’ kata istri korban yang masih ketakutan.(jum/wah/jpnn)

Harumkan Banyuwangi di Kancah Nasional dan Internasional n BANYUWANGI... Sambungan dari Hal 29

Selain beberapa kegiatan tersebut juga masih ada acara pertunjukan wayang kulit di Alun-Alun Kota Genteng yang menghadirkan dalang kondang yaitu Ki Enthus Susmono. Ada juga ajang bertaraf internasional yaitu Tour de Ijen yang pesertanya diikuti dari beberapa negara, kemudian disusul international power cross dan penampilan artis pop papan atas Pasha Ungu. Memasuki hari terakhir Banyuwangi Festival masih ada lagi suguhan tradisional Banyuwangi yaitu Festival Kuwung. Berbagai kegiatan inipun didesain sedemikian rupa, dan dipersiapkan secara matang, sehingga hampir semua event tersebut betul-betul memukau masyarakat Banyuwangi maupun yang jauh-jauh datang dari luar kota. Semua event Banyuwangi Festival juga diliput dan dipromokan ke media cetak maupun elektronik baik yang berskala lokal maupun nasional. Selain itu rangkain kegiatan Banyuwangi Festival juga terpampang di sejumlah baliho besar di bebeberapa kabupaten di Jawa Timur. Intinya desain acara yang disuguhkan serta promo rangkain event Banyuwangi Festival tahun 2012 ini benar-benar luar biasa, kalau bahasa anak muda sekarang , acaranya “Wow” gitu…..heheheee. Namun di balik acara yang serba spektakuler ini, saya menangkap ada

beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh duet kepemimpinan Anas-Yusuf melalui Banyuwangi Festival. Duet Anas-Yusuf seolah ingin menunjukkan kepada masyarakat Banyuwangi, bahwa semua potensi yang ada di Bumi Blambangan ini bisa ditampung dan terwakili dalam rangkaian Banyuwangi Festival. Melalui berbagai kegiatan tersebut pula duet Anas-Yusuf seolah ingin menyentuh semua kalangan mulai agamawan, budayawan, kalangan anak-anak, para pemuda dan orang tua serta berbagai elemen lain. Dengan digelarnya berbagai event Banyuwangi Festival, duet Anas-Yusuf sepertinya ingin mulai keluar dari kungkungan kegiatan yang dikesankan sebagai milik kelompok tertentu saja. Kita tahu, awal ketika menjabat sebagai bupati dan wakil bupati, duet Anas-Yusuf lebih banyak melakukan serangkaian kegiatan pengajian dan istighotsah akbar, menghadiri kegiatan keagamaan dengan ormas Islam baik itu Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia, serta beberapa ormas islam lainnya. Selain itu pasangan Anas-Yusuf juga rajin mengunjungi berbagai kegiatan yang diadakan oleh kelompok agama lain baik Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Meski elemen lain juga disentuh, namun intensitasnya terbilang lebih rendah dibanding beberapa kelompok tersebut. Memasuki awal tahun ketiga ini, duet AnasYusuf tampaknya tidak lagi hanya meyentuh

kelompok agamawan saja. Namun semua kelompok berusaha disentuh. Mulai anak muda, orang tua, budayawan, kalangan ekonomi menengah, ke bawah dan keatas juga disentuh dan semua tercermin dari rangkaian Banyuwangi Festival Sehingga melalui Banyuwangi Festival 2012 ini, duet Anas-Yusuf seakan ingin mendeklarasikan diri bahwa keduanya benar-benar ingin meyakinkan bahwa mereka bisa hadir menyentuh ke semua kelompok dan golongan yang ada di Banyuwangi dalam arti yang sesungguhnya. Namun lebih dari itu, saya juga menangkap pesan lain yang ingin disampaikan oleh pasangan Anas-Yusuf. Hadirnya sejumlah event international dan promo besar-besaran yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi, seakan ingin menyampaikan pesan bahwa keduanya ingin membawa nama harum Banyuwangi ke kancah nasional bahkan internasional. Berbicara masalah ini, saya ingin mencoba sedikit bernostalgia. Sebenarnya upaya membawa Banyuwangi ke kancah yang lebih besar ini juga pernah dirintis oleh para bupati sebelumnya. Misal pada masa mantan Bupati Banyuwangi Samsul Hadi. Kala itu, Kang Samsul-sapaan akrabnya- mencoba membawa Banyuwangi keluar dari kungkungan isolasi diri dengan membuka mega proyek lapangan terbang (Lapter) Blimbingsari. Sehingga melalui akses udara tersebut Banyuwangi akan mudah dikunjungi para tu-

ris baik domestik maupun manca negara, serta tentunya para investor. Meski gagasan tersebut pada akhirnya harus mengantarkan Kang Samsul ke lembaga pemasyarakatan (lapas). Selain menggagas Lapter Blimbingsari, untuk mengenalkan Banyuwangi ke kancah nasional, Kang Samsul juga sempat menggagas kapal umbul-umbul laut. Meski pada akhirnya rencana itu kandas seiring dengan tidak disetujuinya anggaran pada tahun berikutnya oleh DPRD Banyuwangi, namun setidaknya gagasan untuk membawa nama harum Banyuwangi ke kancah nasional sudah ada pada kepemimpinan Blambangan, yang waktu itu direncanakan untuk menyusuri nusantara dengan jalur Kang Samsul. Sedang untuk skala internasional, pada tahun 2002 Kang Samsul juga menggagas lomba surfing di Pantai Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo, yang pesertanya melibatkan para surfer dari berbagai Negara. Gagasan untuk membawa Banyuwangi ke kancah Nasional dan International juga diteruskan oleh bupati selanjutnya, yaitu Ratna Ani Lestari. Bupati perempuan pertama di Banyuwangi, ini juga meyadari betul bahwa salah satu cara untuk melepaskan Banyuwangi keluar dari kunkungan daerah adalah membuka isolasi jalur udara. Sehingga proyek Lapter Blimbingsari pada masa Kang Samsul dia teruskan, dengan cara melanjutkan pembebasan lahan yang tersisa. Meski lagi-lagi

karena hal ini pula pula Ratna Ani Lestari kini harus menjalani proses hukum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. Selain melanjutkan proyek lapter, upaya untuk membawa Banyuwangi ke kancah international juga dilakukan oleh Ratna, dengan membawa seni Gandrung tampil dalam acara festival budaya dunia yang diselenggarakan di Osaka, Jepang pada tahun 2008 dan pada tahun 2009 di Prancis . Terlepas bagaimana kemasan dan bentuk kegiatan yang dilakukan oleh ketiga pemimpin tersebut dalam upaya mengangkat potensi Banyuwangi ke ranah nasional dan internasional, saya melihat ada kesamaan di antara ketiganya dalam membangun Banyuwangi. Yaitu kesadaran bahwa Banyuwangi harus lepas dari isolasi keterkungkungan akses daerah, nama harum dan potensi Banyuwangi harus bisa dikenal lebih luas lagi bukan hanya di lingkungan Jawa Timur belaka, tapi harus mewarnai di kancah nasional bahkan internasional. Alangkah indahnya jika kesadaran dua mantan bupati dan bupati yang kini sedang memimpin tersebut juga menjadi kesadaran bersama bagi rakyat Banyuwangi. Sehingga pemimpin dan masyarakatnya sama-sama menyadari bahwa potensi Banyuwangi sebenarnya bisa dikenal dan memberikan warna yang baik di kancah nasional bahkan international. Semoga!. *) Kabiro Genteng Jawa Pos Radar Banyuwangi

38

Senin 19 November 2012

Atlet Sari Agung Curi Satu Gelar Kejuaraan Tulungagung Open 2012

BANYUWANGI - Kontingen Banyuwangi membuktikan diri mampu mencuri gelar juara dalam kejuaraan Tulungagung Open yang berakhir Jumat (16/11) lalu. Dalam kejuaraan yang diikuti peserta asal Jawa dan Bali yang digelar di GOR Tri Dharma Tulungagung tersebut, PBSI Banyuwangi yang menggunakan bendera PB Sari Agung memastikan mendulang satu medali emas dan tiga medali perak. Satu-satunya gelar juara yang berhasil dikunci PB Sari Agung adalah di nomor tunggal putri. All Banyuwangi final memastikan Banyuwangi menempatkan wakilnya di posisi pertama dan kedua. Di laga ini, saling bertemu pebulutangkis masa

DOK .RaBa

Aan Bukianto

depan Banyuwangi, Olivia Riza Wulandari dan Tiara Nur Agustin. Meski sudah mengamankan gelar juara di sektor tunggal putri, kedua atlet bermain ngotot sejak set pertama. Olivia di babak awal mampu mengamankan kemenangan dengan skor 21-6. Di babak kedua situasi berbalik. Olivia yang bermain tergesa-gesa dibuat menyerah diset kedua dengan

kedudukan akhir 18-21. Tidak ingin insiden di set kedua terulang, Olivia kembali menemukan ritme permainannya di set pertama. Hasilnya pun manis. Olivia memastikan menutup pertandingan dengan skor 21-12. Capaian ini memastikan Olivia meraih mahkota juara tunggal putri dan berhak atas medali emas di nomor ini. Sedangkan Tiara harus puas duduk di posisi kedua dengan kalungan medali emas. Kalungan dua medali perak lainnya datang dari nomor tunggal putra dan ganda putra. Di tunggal putra, Rizki menerima kalungan medali perak. Sedangkan di ganda ada Aan Bukianto dan Rendra yang harus puas dengan duduk di peringkat kedua. “Hasil ini sudah cukup bagus untuk modal dalam menghadapi laga dan even berikutnya di tahun depan,” ujar Jainul, ofisial PB Sari Agung. (nic/als)

Digelar Minggu Kedua Desember Kejurkab IPSI Antar Pelajar NIKLAAS ANDRIES/RaBa

LAGA PEMBUKA: Pemain SMAK Hikmah Mandala saat berhadapan dengan pemain SMK PGRI 2 Giri Sabtu malam.

Misi Rebut Status Superior BANYUWANGI - Partai big match akan mewarnai gelaran Banyuwangi Basketball League (BBL) memperebutkan Piala Harjaba 2012 di GOR Sahabat Banyuwangi hari ini. Di bagian putra, akan saling bertemu dua tim yang memiliki rivalitas tensi tinggi di ajang ini, yakni SMPN 1 Banyuwangi versus SMPN 1 Giri. Pertemuan kedua tim baik di bagian putra maupun putri menghadirkan rentetan sejarah di sepajang gelaran BBL. Dalam beberapa gelaran BBL terakhir, tim putri SMPN 1 Giri menjadi lebih superior dari tim asal tengah kota tersebut. Pertemuan kedua tim terakhir membuat sekolah asal Kecamatan Giri itu sedikit di atas SMPN 1 Banyuwang. Lalu, bagaimana dengan tim putra? Rekor pertemuan kedua tim juga cukup berimbang. Namun di bagian putra, tim SMPN 1 Banyuwangi sedikit lebih superior. Hal inilah yang kemudian menjadi spirit bagi tim asal

Laga Hari Ini Putri SD Kepatinan v SDN 4 Penganjuran Putra SMPK Aletheia v SMP 5 Banyuwangi Putri SMPK Sanyu v SMP 1 Genteng Putra SMAN 1 Genteng v SMA 1 Rogojampi Putri SMAN 1 Genteng v SMKN banyuwangi Putra SMPN 1 Banyuwangi v SMPN 1 Giri Putra Poltek v Selat Bali

Wijaya Kusuma ini untuk bisa menyamai catatan rekor pertandingan tim putri. Target menang pun wajib dipatok untuk mengamankan misi lolos ke babak berikutnya. Sementara itu, gelaran BBL 2012 resmi dibuka Sabtu (17/11) lalu. Plt.

Kepala Dispora Ahmad Khairullah membuka kegiatan yang akan dilaksanakan hingga 2 Desember tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Perbasi, Edi Lukisanto, dan panitia pertandingan. Pertandingan ini sendiri diikuti tim dari sekolah dasar (SD), menengah pertama (SMP), atas (SMA), dan umum. Dalam pertandingan lainnya yang digelar Sabtu kemarin, tim putra SMP 3 Banyuwangi mampu mengatasi perlawanan SMP 4 Banyuwangi dengan skor 49-12. Di bagian putri, SMP 5 juga menang mudah atas SMP 1 Rogojampi dengan kedudukan akhir 27-7. Di bagian putra lainnya, tim putra SMP 1 Cluring dipaksa mengakui keunggulan SMP 1 Genteng dengan skor 10-140. Di kategori SMA, putra SMAN 1 Banyuwangi unggul atas SMKN 1 Banyuwangi menang dengan hasil akhir 43-19. (nic/als)

BANYUWANGI - Rencana kejuaraan pencak silat se kabupaten (kejurkab) yang digagas pengkab IPSI Banyuwangi mulai menemukan titik terang. Even yang dijadwalkan diikuti kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA ini akan dipertandingkan pada 15-22 Desember mendatang di GOR Tawang Alun Banyuwangi. Selain akan diisi oleh kejuaraan pencak silat, Pengkab IPSI juga berencana akan menggelar pelatihan dan diklat wasit juri. Hal ini dilakukan sekaligus sebagai renegerasi wasit juri. Di sisi lain, agenda ini juga menjadi bekal bagi pemahaman dan aturan pertandingan yang baru bagi penyandang status pengadil di arena pertandingan nantinya. Sekretaris IPSI Banyuwangi, Mukayin mengatakan, agenda kejurkab memang akan dilaksanakan Desember mendatang. Namun, menilik jadwal agenda di bulan tersebut, IPSI sempat belum memutuskan kapan agenda tingkat kabupaten ini akan dilaksanakan. “Kita cari waktu yang pas,” katanya. Setelah berkoordinasi dan

LATIHAN: Atlet pencak silat saat di GOR Tawang Alun beberapa waktu lalu. Pengurus IPSI berencana menggelar kejuaraan pencak silat kelompak SMP dan SMA 15-22 Desember mendatang.

melakukan pemilihan banyaknya agenda yang ada, menurut Mukayin, untuk kejurkab dipastikan akan digelar minggu kedua bulan Desember. Persisnya, ujar pentolan perguruan PSHT ini, kejurkab untuk tingkat SMP dan SMA dilaksanakan pada 15-22 Desember nanti. “Setelah kita melihat jadwal agenda kegiatan selama bukan Desember. Kejurkab untuk

tingkat SMP dan SMA akan dilaksanakan di tanggal tadi (15-22 Desember),” bebernya. Selain menggelar pertandingan pencak silat, IPSI juga berencana melaksanakan penyegaran dan pelatihan wasit juri. Ini ditujukan untuk merefresh perangkat pertandingan yang ada. Tujuannya, agar kualitas pertandingan nantinya dapat terjaga. (nic/als)

Senin 19 November 2012

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Pagar Besi di Sepanjang Rute n DIGUYUR... Sambungan dari Hal 29

Pada opening defile, cuaca cukup panas penonton di luar tenda kehormatan banyak yang menggunakan payung untuk menghindari terik panas matahari. Walau sempat turun hujan, namun penonton tidak beranjak dari tempatnya. Akibat hujan deras turun, defile BEC-2 sempat tertunda beberapa menit. Setelah hujan sedikit reda, proses penampilan peserta BEC-2 dimulai. Penampilan

peserta BEC-2 diawali defile barong asli beserta pengiringnya dengan penampilan 10 kesenian barong. Show pertama peserta BEC-2 diawali penampilan re-Barong merah dengan cucuk lampah ja’ripah. Penampilan re-Barong merah mendapat sambutan meriah dari ribuan peserta. Saat 50 peserta re-Barong merah mulai turun melintas, aplaus penonton menggema dari tenda kehormatan. Re-Barong hijau dengan cucuk lampah pitik-pitikan mendapat kesempatan tampil kedua.

Peserta dengan dominasi warna hijau itu, tampil cukup all out dengan sambutan cukup meriah. Penampilan re-Barong hijau diiringi hujan rintik-rintik hingga finish depan Pemkab Banyuwangi. Re-Barong kuning dengan cucuk lampah butho mendapat kesempatan terakhir untuk tampil. Walau mendapat kesempatan terakhir, namun sambutan penonton tetap meriah. Saat re-barong melintas di jalan, penonton mulai mendekat dan banyak undangan yang

mengajak foto bersama. Awalnya, peserta dibatasi dengan pagar besi. Pagar besi itu dipasang sepanjang rute yang dilalui peserta mulai dari start hingga finish. Closing defile sekitar pukul 15.45 diisi dengan rombongan Bupati Abdullah Azwar Anas bersama dengan sejumlah undangan kehormatan. Undangan kehormatan itu meninggalkan lokasi acara dengan didampingi finalis Jebeng- Thulik tahun 2012. Pemberangkatan peserta BEC-2 itu dilakukan Menteri

Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Fasial Zaini. Semula pemberangkatan peserta BEC-2 akan

dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pengestu. Namun Menteri Mari Elka berhalangan hadir

dan hanya mewakilkan kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kemenparekraf Prof Ir I Gede Pitana. (afi/bay)

Sepekan Tangkap Tiga Orang n MIE INSTAN... Sambungan dari Hal 29

Faisol ditangkap oleh polisi sekitar pukul 08.00 di Jalan Simpang Tiga Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono. Saat diringkus, dia baru saja mendapat kiriman paket berupa satu dus mi instan yang di dalamnya diselipkan SS seberat 7,03 gram. “Sabu diselipkan dalam bungkusan mi instan,” jelas AKP Watiyo. Menurut Watiyo, paket mi instan yang berisi narkoba itu dibawa oleh truk. Tapi, sopir truk tidak tahu isi barang titipan tersebut. “Tersangka kita

tangkap saat menerima paket dari sopir truk,” terangnya. Dalam keterangannya pada polisi, Faisol mengaku paket kiriman SS itu berasal dari Hanafi yang tinggal di Surabaya. Tapi, tersangka tidak tahu alamat yang jelas dari pengirim itu. “Tersangka ini katanya tidak kenal dengan Hanafi, dia dihubungi melalui telepon,” jelas AKP Watiyo. Sebelum dikirimi paket mi instan berisi SS, Hanafi menghubungi tersangka dan meminta untuk mengedarkan narkoba jenis SS ini. Dalam komunikasi itu, Hanafi berjanji setiap penjualan satu gram akan diberi uang Rp 100 ribu.

“Hanafi sanggup dan paket dikirim,” jelasnya. Tapi apes, sebelum bisa menikmati hasil penjualan barang haram ini, ternyata sudah keburu ditangkap oleh anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi. Bahkan saat ini, harus meringkuk di ruang tahanan polres sambil menjalani pemeriksaan. “Tersangka pernah ditangkap dalam kasus ganja,” ungkapnya. Sementara itu, Faisol yang berprofesi pedagang ikan di Muncar ini, merupakan orang ketiga yang ditangkap anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, polisi menangkap Armand Topan, 54, warga Desa/

Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Jogjakarta. Saat diringkus, tersangka ini sedang mengisap SS di Hotel Giri Indah, Kelurahan/Kecamatan Giri. Selain Topan, polisi juga menangkap Topik, 34, warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, dan Ariyanti, 25, asal Dusun Krajan, Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Pasangan kekasih yang bekerja di Bali, ini ditangkap oleh anggota satnarkoba di pintu keluar Pelabuhan PT Indonesia Ferry (ASDP) Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. (abi/bay)

Mengganggu Arus Lalu Lintas n PUTING... Sambungan dari Hal 29

Selain di doubel way Genteng Kulon, bando besar yang terpasang di jalan masuk menuju terminal lama Genteng,

ikut roboh setelah diterjang angin. Sehingga kendaraan tak bisa masuk melalui jalan tersebut. Yang lebih parah lagi adalah baliho di pertigaan lampu merah Desa Genteng Wetan, Kecamatan

Genteng. Papan iklan dari besi tersebut roboh persis ke tengah jalan raya. sehingga arus lalu lintas dari arah utara tak bisa melintasi jalur tersebut. Sampai kemarin sore, semua baliho-

baliho yang roboh di sepanjang jalan raya Kota Genteng tersebut masih dibiarkan begitu saja. Selain mengganggu arus lalu lintas, tentu juga menyebabkan rawan terjadinya kecelakaan. (azi/aif)

Janji Akan Diproses di Paminal n OKNUM... Sambungan dari Hal 40

Namun, tetap tidak diperbolehkan. Kita disuruh memutar lewat jalan Mawar,” papar Pri. Ada beberapa alasan kenapa tidak mau membuka blokade. Selain tidak ada perintah dari atasan dan panitia, oknum polisi berinisial ANS mengatakan berat untuk mengangkat besi blokade jalan itu. Jika diperbolehkan masuk, maka akan banyak orang yang akan ikut masuk. Akhirnya, rombongan

juri memilih memutar lewat jalan Mawar. Namun fatal, di jalan ini justru terjebak macet. Beberapa saat kemudian, rombongan juri kembali ke lampu merah di depan RS Elisabeth. Itu setelah ada perintah dari Wakapolres untuk memperbolehkan juri masuk melalui jalur tersebut. “Keributan terjadi karena oknum polisi (ANS) itu meminta saya untuk memindah sendiri besi blokade jalan. Dia marah kepada saya karena saya bilang, sampean dibayar menjaga jalan ini. Kenapa saya yang disuruh?” kata Pri.

Sempat terjadi perang mulut. Puncaknya, ANS menantang Pri berkelahi. Tidak itu saja, dia juga sempat mencengram dan menarik tas gendong yang dikenakan Wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi itu. Sehingga, Pri sempat tertahan dan kesulitan masuk. “Saya masih ingat benar, waktu itu dia mengatakan ke saya, kalau tidak di sini, sudah saya sikat kamu,” ungkap Pri, menirukan ucapan ANS. Ancaman tidak sampai di situ. Baru beberapa langkah meninggalkan blokade jalan itu, ANS

masih mengatakan akan mencari Pri. “Saya sangat menyesalkan ini. Polisi yang seharusnya memberikan rasa nyaman dan aman kepada warga, ini justru sebaliknya. Makanya, saya akan melapor ke Polres Situbondo,” tegasnya. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, mengaku masih belum mengetahui peristiwa tersebut. Meski demikian, dia mengaku sangat menyesalkan jika hal itu benar-benar terjadi. “Kalau memang benar begitu, akan kita proses di Paminal,” terangnya. (rri/als)

Langsung Jadi Anggota IBI

SIGIT HARIYADI/RaBa

MASUK KOTA: Polisi mengalihkan arus lalu lintas dari selatan dari Jalan S Parman ke Jalan Kepiting.

Jalur Lingkar Barat Padat Lancar n LALU LINTAS... Sambungan dari Hal 29

Kali ini, gelombang kedatangan penonton sudah mengalir ke arah kota sejak pagi. Padahal, pawai BEC baru dimulai sekitar pukul 12.30. Pantauan wartawan koran ini di jalan raya Jember, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat menyebutkan, warga yang tinggal di wilayah Banyuwangi Selatan sudah mulai merangsek ke pusat kota sejak pukul 09.00 kemarin (18/11). Setiap menit, rata-rata kendaraan yang melintas baik roda dua maupun roda empat mencapai puluhan unit. Semakin siang, kepadatan kendaraan semakin menjadi. Bahkan saking padatnya, kendaraan yang melintas di ruas jalan Kepiting, Banyuwangi,

Sambungan dari Hal 40

Menurut dia, acara angkat sumpah dan pelantikan lulusan memiliki beberapa tujuan. Di antaranya, sebagai syi’ar tentang eksistensi Akademi Kebidanan Ibrahimy. Selain itu juga sebagai upacara kelulusan mahasiswa angkatan

ke-II tahun 2009/2010. “Yang tak kalahpentingnya,inisebagaiwujud syukur kepada Allah SWT dengan selesainya lulusan ke -II mahasiswa angkatan pertama tahun akademik 2009/2010,” imbuh Ririn. Setelah pengambilan sumpah dan pelantikan, acara dilanjutkan penyematan tanda anggota IBI. Setelah itu, penyerahan peng-

hargaan kepada lulusan terbaik. “Pimpinan Yayasan P2S2 KHR Achmad Azaim Ibrahimy juga akan menyerahkan cindera mata Kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Jawa Timur. Ini akan dilakukan sebelum penutupan acara,” imbuhnya. Acara ini akan dihadiri oleh

sekitar 304 undangan. Itu terdiri dari 152 undangan VIP dan 244 wali mahasiswa. Sejumlah undangan VIP yang dijadwalkan hadir di antaranya Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur, Kepala IBI Jawa Timur, Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Ketua DPRD, dan sejumlah direktur rumah sakit. (pri/adv/als)

Sedangkan arus kendaraan di lingkar barat kota tergolong padat lancar. Meski volume kendaraan meningkat, tak sampai terjadi antrean di sepanjang double way Jalan Brawijaya, Jalan Gajah Mada, hingga ruas Jalan Hayam Wuruk. Secara umum, kondisi lalu lintas BEC-2 jauh lebih baik dibandingkan tahun 2011. Pada BEC tahun lalu, arus lalu lintas sudah macet total sejauh belasan kilometer dari kawasan jembatan Sungai Tambong, Kecamatan Kabat, sejak pukul 11.00. “Lalu lintas BEC-2 tahun ini tidak semrawut seperti tahun lalu. Tahun lalu saya mengurungkan niat menonton BEC karena terjebak macet di Kecamatan Kabat,” ujar Ita, penonton asal Kecamatan Singojuruh. (sgt/bay)

Penuh Pejabat hingga Turis Asing n BERTABUR... Sambungan dari Hal 29

Selain itu, hadir juga Dirut PT Merpati Nusantara Airlines Rudi Setyo Purnomo, Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan Iptek Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Hadir pula Konjen Spanyol di Bali, Kadis Pariwisata Pemprov Jatim Darijanto.

Hadir pula Bupati Halmahera Utara Hein Nomotemo, Wakil Bupati Situbondo Rachmad. Semua pejabat itu hadir bersama istri masing-masing. Selain itu, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono dan mantan Gubernur Jatim Basofi Sudirman juga hadir di tengah pergelaran budaya itu. Wisatawan asing dari beberapa negara juga banyak yang hadir dan menonton per-

tunjukan tahunan itu. Panitia sebenarnya, mengundang bupati/walikota serta pimpinan DPRD se Jatim. Hanya, mereka sebagian besar hanya mewakilkan kepada sekretaris daerah masingmasing. “Sebagian besar, utusan bupati/walikota di Jatim datang,” ujar Kepala Humas Festival Banyuwangi (B-Fest), Juang Pribadi. (afi/bay)

Jamaah Dapat Jatah Katering n LANGSUNG... Sambungan dari Hal 29

n SUMPAH...

hanya bisa bergerak dengan kecepatan maksimal 20 kilometer (Km) per jam sejak pukul 09.30. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses menuju rute pawai BEC, yang mengambil start di kawasan Taman Blambangan dan finish kantor DPRD Banyuwangi. Kepadatan kendaraan di ruas jalan Kepiting yang melintang dimulai dari kawasan Taman Tirtawangi (Taman Patung Kuda) hingga simpang empat kantor Bank BNI Banyuwangi. Puncak kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut mencapai puncaknya sekitar pukul 12.00. Akibatnya, polisi terpaksa menutup ruas jalan tersebut dan mengalihkan arus kendaraan melalui jalan menuju Perumahan Sobo Indah Permai (SIP).

namun jaraknya saling berdekatan dan jarak ke Masjid Nabawi tergolong pendek, hanya sekitar 300 meter,” H. Faizin, Ketua Regu 4 KBIH Sabilillah Banyuwangi. Sehari berada di Madinah, mereka langsung melakukan rangkaian ibadah sunah Ar-

bain. Salat wajib 40 kali waktu di Masjid Nabawi itu akan memakan waktu delapan hari di Madinah. “Sesaat tiba di Madinah jamaah langsung menuju Masjid Nabawi dan langsung ziarah di makan Nabi Muhammad SAW,” kata Faizin. Sementara itu, kondisi jamaah Banyuwangi dikabarkan mulai drop. Tercatat sehari sampai di Madinah, ada sepuluh jamaah

yang mengeluh kesehatannya menurun. Yang terbanyak adalah keluhan gangguan radang tenggorokan. Namun hingga saat ini, tim kesehatan haji Banyuwangi mampu mengatasi persoalan kesehatan jamaah. “Selama tinggal di Madinah, jamaah mendapat jatah katering dua kali sehari, plus buah, roti, snack dan teh hangat,” cetus Hasan. (*/bay)

Masalah Parkir Perlu Dikaji Lagi n JARAK... Sambungan dari Hal 29

Kami benar-benar kerepotan menembus kerumunan warga yang mengelilingi arena pertunjukan. Hingga akhirnya, keberuntungan mulai berpihak tatkala ada rombongan pejabat yang juga hendak masuk ke arena pertunjukan. Dengan berbekal press card, kami berjalan tepat di belakang rombongan tersebut untuk menerobos barikade manusia yang berlapis-lapis itu. Kerja keras kami untuk mencapai lokasi acara langsung terbayar tuntas saat perhelatan akbar yang kali pertama digelar di Banyuwangi itu dimulai. Acara tari kolosal itu benar-benar mampu menyuguhkan tontonan apik sekaligus kaya muatan sejarah perjalanan tari gandrung. Kami dan puluhan ribu penonton memang dibuat takjub.

Kisah perjalanan tari gandrung dengan jelas tergambar dalam pertunjukan yang merupakan salah satu rangkaian Banyuwangi Festival untuk memeriahkan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-241 tersebut. Ternyata, tari gandrung merupakan metamorfosis tari seblang yang dikeramatkan warga. Hal itu terjadi lantaran pengaruh kolonialisme Belanda sekitar tahun 1800-an. Dalam pergelaran itu pula terungkap bahwa kebiasaan penonton tari gandrung mengonsumsi minuman keras juga diakibatkan oleh kebiasaan kaum penjajah tersebut. Sejarah tersebut bisa divisualisasikan dengan apik secara live dalam acara yang juga ditonton oleh puluhan wisatawan mancanegara tersebut. “Sungguh tontonan yang menakjubkan,” gumam seorang penonton. Namun, lantaran baru kali

pertama digeber, pergelaran spektakuler yang juga ditonton oleh banyak orang penting tersebut, masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenahi. Salah satunya adalah penataan parkir yang kurang sempurna. Gara-gara penataan parkir yang terkesan serampangan, itu ribuan penonton yang hendak pulang setelah menyaksikan Parade Gandrung Sewu, khususnya yang menumpang kendaraan roda empat, terpaksa terjebak macet hingga mencapai dua jam. Seperti diutarakan Yudha, penonton asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Pria yang satu ini mengaku memerlukan waktu selama dua jam “hanya” untuk menempuh perjalanan sejauh kurang lebih lima ratus meter dari kawasan Pantai Boom menuju Taman Blambangan,

Banyuwangi. Yudha mengatakan, saat hendak meninggalkan acara sekitar pukul 17.00, dirinya yang mobil bersama rombongan terjebak macet di sekitar gerbang Pantai Boom. Rombongan tersebut baru bisa “meloloskan diri” dari kemacetan sekitar pukul 19.00. “Dari jembatan Pantai Boom menuju Taman Blambangan saya tempuh selama dua jam. Padahal jaraknya sekitar setengah kilometer,” paparnya. Yudha berharap, jika even serupa kembali digelar di Pantai Boom di tahun-tahun selanjutnya, panitia lebih memperhatikan penataan parkir agar kejadian serupa tidak terulang. “Eman-eman. Kesan takjub saat menyaksikan pertunjukan yang sangat bagus, itu berubah menjadi perasaan jengkel karena kemacetan yang sangat parah ini,” pungkasnya. (bay)

AGUS BAIHAQI/RaBa

LANCAR: Sekelompok pengendara motor keluar dari feri di Pelabuhan Ketapang siang kemarin.

Truk Antre di Pelabuhan LCM n RAMAI-RAMAI... Sambungan dari Hal 30

“Kalau di dermaga LCM (Ketapang) memang ada penumpukan truk,” katanya.

Truk yang menumpuk di Pelabuhan LCM itu, jelas dia, mengangkut barang yang akan dibawa ke Bali. Barang itu, bisa kebutuhan pokok atau barang lainnya yang te-

lah disiapkan pada Natal dan tahun baru 2013 mendatang. “Barang kebutuhan untuk Hari Raya Natal dan tahun baru sudah mulai dikirim,” jelasnya. (abi/bay)


Radar Banyuwangi 19 November 2012