Issuu on Google+

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

1

2

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

3

sapa redaksi

08

edisi

Bersyukur Bagi umat muslim, mungkin tak ada yang paling pantas kecuali

Pemimpin Umum

bersyukur. Ya bersyukur, karena tahun ini masih diberikan

Tia Setiati Mahatmi

kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melaksanakan

Pemimpin Redaksi

kewajiban berpuasa. Masih beroleh waktu memanjakan sisi spiritual diri untuk memperbanyak ibadah demi mengejar ganjaran tiada kira.

DR. Dr. H. Tb. Rachmat Sentika, Sp.A. MARS

Wakil Pemimpin Redaksi

September-Oktober 2008

Bambang Triyono Bagi kami--sekedar ingin berbagi kebahagiaan kepada pembaca-bersyukur juga tak lupa kami lakukan. Menjelang bulan Ramadhan lalu, bertepatan dengan perayaan HUT Republik tercinta ini, kami meresmikan ‘rumah’ baru kami. Ada syukuran kecil-kecilan di halaman

Model : Jason Surya Tamin (0816538282) Fotografer : Randy Sagita Kostum : Koleksi Pribadi

39

Dewan Pakar

dr. Dian Nurcahyati, IBLCLC | dr. Trully Kusumawardhani, Sp.A | dr. Inayah Budiasti, Sp.G k | dr. Nurwansyah, SpOG | dra. Farida K. Yusuf, Msp.ED | DR. Rachmat Sentika, dr., Sp.A, Mars.|Yulistya, MPsi | dra. Sani Budiantini, Psi. | Tisna Chandra, Psi.

nutrisi

78

Nutrisi 1 Nutrisi 2 Icip-icip

belakang kantor kami yang luas. Menjeda lomba 17-an untuk seluruh awak Cahya Grup, mengambil waktu makan siang, kami melakukan

tanya ahli

Redaksi

Gizi Psikologi Kesehatan Anak Kehamilan

Muhammad Sobari Abdullah | Dina Fitryah | Rilla Nugraheni

potong tumpeng.

Kontributor Dalam kesempatan sebelum memotong

Bimala Dewi | Leni Sinin, S.Pd | Dede Gemayuni

pucuk tumpeng, Tia Setiati Mahatmi,

Fotografer

Pemimpin Umum yang juga owner dari grup usaha ini mengajak semua awak kantor untuk bersyukur. Ia menceritakan bagaimana proses hunting lokasi kantor kami, yang digambarkannya ‘penuh tantangan’. “Bersyukur deh,

Desain & Artistik

Imank Pasha | Rany Septiani | Yuannato A. Caesar

Riset & Data Hairul Anwar

Pemasaran & Komunikasi

JIP Megawati Hartono | Wanda A.R. Arsono | Nina S. Subagyo

memang membuahkan hal

Komunitas TUMBUH-KEMBANG

yang semula kita inginkan”,

Mohammad Adriansyah, S.Psi

ujar Ibu 3 putra-putri ini.

Sirkulasi & Distribusi

dan bersabar, Tia juga memotivasi kami untuk terus memberi kontribusi maksimal pada perusahaan.

32

Heriyanto

Administrasi & Layanan Ihdina Inti Rachma

Penerbit

Sapa Redaksi Surat Pembaca Bintang TK Curhat Ibu Bagi Kiat Sekitar Kita Catatan Janin Catatan Kehamilan Diari Persalinan Ultah Si Kecil Yang Baru Promo Pembaca Peristiwa Tatap Muka

4 6 8 9 10 12 18 22 24 71 99 100 101 103

ANAK (5-9 TAHUN)

Puasa Yuk Nak...! ‘’Dia Sudah Bisa Berempati’’ Bikin PR Maunya (Cuma) Sama Ibu “Bobok…Yuk Sayang!”

PRA REMAJA (9-13 TAHUN)

“Bu, Kenapa Ada Bulu-Bulu di Sana….?” Disiplin untuk Si Pemberontak “Biar Kurus… yang Penting Sehat”

ada perayaan syukuran itu, Pemimpin Redaksi: DR.dr. H. Tb. Rahmat Sentika, Sp.A.,MARS. Kami

PT. Tribuwana Cahya Ananta No Rek. Bank Lippo Tebet 550.30.70900-6

bersyukur akhirnya dokter Memet, begitu kami akrab menyapanya,

Pemimpin Perusahaan

kalinya juga disambangi oleh

meluangkan waktunya menengok dapur redaksi. Selama ini kami

Wawan Salim

hanya berkomunikasi secara elektronik. Jadilah, suasana pertemuan

Kepala Divisi Penerbitan Majalah

penuh dengan keakraban. Kami berdiskusi seputar persoalan terbaru pertumbuhan-perkembangan dan kesehatan anak. Kami juga sempat berdiskusi soal peran orangtua dalam pengasuhan anak. Bagaimana orangtua punya peran amat besar dalam perkembangan jender anak. Akhirnya bahasan itu kami tuangkan dalam rubrik Sekitar Kita majalah ini. Akhirnya kami sampaikan, “Mohon Maaf dan Batin, atas semua kekhilafan perlakuan kami dan Selamat Lebaran 1429 H” kepada pembaca, relasi dan mitra kerja Tumbuh Kembang yang merayakan Idul Fitri.

Redaksi

80 81 82 83

muchammad yani

Direktur Pengembangan Usaha Nidhianti Larasati

Keuangan muhammad fajar

Alamat REDAKSI & IKLAN

Jl. Bangka I No. 8, JAKARTA 12720 Telp. (021) 719 6000 Fax. (021) 719 4000 redaksi@tumbuh-kembang.com IKLAN 0818 958 627 (Wanda) | 0812 261 0028 (Nina) E-mail: iklan@tumbuh-kembang.com KOMUNITAS 021 330 0 87 53 (Adri) E-mail: komunitas@tumbuh-kembang.com Majalah Tumbuh-Kembang menerima partisipasi tulisan/artikel, foto dan partisipasi menjadi model, sesuai dengan misi Majalah TUMBUH KEMBANG. Artikel/tulisan serta permohonan partisipasi menjadi model (sertakan portfolio) dikirim ke alamat redaksi atau email. Redaksi berhak menyeleksi, mengedit atau mengubah artikel/tulisan, foto dan permohonan pasrtisipasi bila dianggap perlu.

BAYI BARU (0-6 bulan)

Menyusui di Kala Puasa “Hup, Balikkan Badanmu, Nak!” Dipeluk Oke, Ditimang Oke! “Kok Ubun-ubunnya Berdenyut Terus Sih?"

BATITA (1-3 TAHUN)

“Otot Jariku Kuat Karena Menggunting!” “Berkenalan Sama Huruf, Yuk Nak!” “Mencret, karena Susu?”

BALITA (3-5 TAHUN)

Horeee... Aku Bisa ’Terbang’ Susah Sekali Dia Diatur! “Adek Kok Bisulan Terus, Sih?!”

68 69 72

93 28 30 32 34

BAYI (6-12 bulan) “Hore, Aku Bisa Berdiri!” Ehmmm... Si Kecil Mulai Mengerti  Intonasi! Ihhh… Lidahnya Ada Bercak Putih, Jamuran?

58 60 62 65

EDUKASI Rumahku Sekolahku

Ibu, Bapak, jauh sebelum untuk pertama

74 76 78

Nirwan Arief, M. Rizky

karena ternyata kesabaran

Dalam konteks bersyukur

38 39 41 46 47 49 52 53 55

91 0-3 Bulan 3-6 Bulan 6-9 Bulan 9-12 Bulan

84 85 86 87

Khasanah Kunjungan Sekolah Peta Sekolah Kursus & Klub Baca-Baca Bimbingan Orangtua

1-2 2-3 3-4 4-5

Tahun Tahun Tahun Tahun

88 89 90 91 92 93 94 95 96 97

HAK CIPTA DILINDUNGI. PT. TRIBUWANA CAHYA ANANTA MEMILIKI HAK ATAS MAJALAH. MENGUTIP SEBAGIAN ISI ATAU SELURUH ISI MAJALAH DAN SITUS DALAM BENTUK CETAK, ELEKTRONIK, ATAU MESIN, HARUS SEIZIN PENERBIT.

4

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

5

kotak surat Parenting Class School to School

BIMBINGAN ORANGTUA

KOMUNITAS

Halo TUMBUH KEMBANG. Saya mengenalmu baru beberapa bulan lalu, dan sampai sekarang masih setia jadi pembacamu. Sebagai ibu dengan dua anak balita – Ongky (3 tahun) dan Kevin (4,5 tahun) – saya sangat terbantu dengan adanya Rubrik Bimbingan Orangtua. Dari rubrik inilah saya mendapat banyak informasi menarik seputar tontonan anak di televisi. Dan ternyata, tanpa saya sadari, banyak sekali tontonan yang berlabel anak yang justru tak cocok buat anak-anak. Terima kasih infonya. Selama ini saya belum pernah membaca di media keluarga lain yang mengulas khusus tayangan anak selengkap dan sedetail TUMBUH KEMBANG. Selamat ya! Semoga kamu semakin diminati dan cerdas isinya.

Ariny, Bandung Terima kasih pula atas masukan Ibu Ariny. Semoga rubrik tersebut juga menjadi informasi berharga buat ibu-ibu yang lain.

LENGKAP DAN UP TO DATE Saya ibu satu anak berusia 21 bulan (Yoel). Meski baru kenal sebulan lalu, saya cermati TUMBUH KEMBANG begitu lengkap dan up to date. Mulai dari tumbuh kembang anak baru lahir sampai beranjak dewasa, semua tersaji dengan baik. Bahkan informasi seputar ibu hamil dan melahirkan pun tak luput dipaparkan secara detail. Dari sekian banyak sajian, rubrik yang saya paling suka adalah ‘Rumahku Sekolahku’. Dari rubrik tersebut saya banyak mendapat ide menarik dan segar sebagai bekal bermain dengan si kecil. Terima kasih pula untuk informasi sekolahnya, yang bisa menjadi pertimbangan untuk memilih sekolah yang cocok buat Yoel nanti. Oh ya, tolong dong kamu membahas mengenai pola asuh yang baik agar dapat membentuk karakter, bakat, serta mulitiple intelligences si kecil. Thanks a lot TUMBUH KEMBANG. Jangan lupa harganya jangan terlalu mahal ya bila nanti sudah terkenal. Tuhan memberkati. Yanly, Karawaci-Tangerang Wah, banyak juga ya saran dan

6

September - Oktober 2008

masukan Ibu. Itu semua menjadi masukan berharga buat kami. Terima kasih.

BERIKLAN GRATIS Dear TUMBUH KEMBANG. Saya mengucapkan terima kasih atas ulasanulasanmu selama ini. Kedua anak saya senang sekali dengan variasi gambar berita tentang anak-anak yang kamu suguhkan. Asyiknya lagi, pembaca dimanjakan, di mana mereka bisa menyampaikan iklan tentang usaha atau penjualan tanah dan rumah secara gratis. Bravo untuk TUMBUH KEMBANG, semoga sukses selalu. Dian Andriany, Jatibening-Bekasi Ibu Dian, kami memang ingin selalu ’memanjakan’ pembaca dengan sajiansajian yang kami tampilkan. Terima kasih.

ADAKAN SEMINAR DONG Halo TUMBUH KEMBANG, saya pembaca barumu. Apa yang kamu paparkan sangat membantu menambah pengetahuan pembaca seperti saya. Saya juga mengucapkan terima kasih atas

Tumbuh Kembang

undanganmu untuk mengikuti acara Parenting Class. Sayang sekali waktu itu saya tak bisa hadir karena ada urusan keluarga. Namun jangan kecewa ya dan saya menunggu lho undangan gratismu yang lain. Dan kalau boleh usul, TUMBUH KEMBANG jangan cuma mengadakan Parenting Class dong, adakan juga acara yang lebih besar seperti seminar. Kalau gratis, pasti banyak ibu yang berminat menghadirinya. Banyak lho Ibu yang ingin tambah wawasan dalam mendidik anak dan menjaga kesehatan keluarga lewat seminar.

Parenting Class - Al Azhar Surabaya 23 Agustus 2008

Temu Pakar:

“Problem Umum Kesehatan Balita”

Parenting Class - YPPI Surabaya 24 Agustus 2008

Sebuah persembahan dari Sanofi-Pasteur & Komunitas TumbuhKembang, untuk memberikan edukasi kepada para orangtua mengenai pentingnya memperhatikan pertumbuhan & perkembangan serta kesehatan anak.

Parenting Class - CDC Cambridge, Pluit 24 Mei 2008

Nantikan seri Parenting Class bersama SANOFI berikutnya di sekolah-sekolah kota: BANDUNG

SOLO

YOGYA

SEMARANG

JAKARTA

BODETABEK

Flora Hanum, Jakarta Mengadakan seminar? Wah, kami memang ingin sekali mengadakan seminar di beberapa kota besar. Ditunggu saja ya.

Punya saran, ide atau kritik? silahkan kirim ke:

Redaksi: Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720. Fax: (021) 7194000 atau SMS: 021-3300 8753 e-mail: redaksi@tumbuh-kembang.com (sertakan biodata) Surat yang terpilih akan mendapat bingkisan menarik.

G R AT

IS!

TERTARIK BERPARTISIPASI ATAU MENJADI TUAN RUMAH? SEGERA DAFTARKAN SEKOLAH BAPAK/IBU KONTAK & INFORMASI Jl. Bangka I No. 8 Jakarta 12720 Telp. 021- 719 6000, Fax. 021-719 4000 SMS.021.33008753, HP. 08179524636 Tumbuh Tumbuh Kembang Kembang September Juli -- Oktober Agustus 2008 (M. Adriansyah)

7

bintang tumbuh-kembang

curhat ibu

Donna Agnesia:

“Rawat Sendiri Saja, Lebih Tenang” Presenter cantik Donna Agnesia (29 tahun) memutuskan tak memakai jasa pengasuh bayi bagi puteranya Lionel Nathan Sinathrya (1 tahun). Ia dan suaminya Darius Sinathrya (23 tahun) lebih mempercayakan Lio, panggilan sayang anaknya pada sang neneknya. “Lebih aman,” tukas Donna memberi alasan. Apa saja yang dilakukan keluarga baru ini? Berikut petikan wawancaranya.

Sering juga meninggalkan Lio untuk bekerja?

Donna dan suami ‘kan sibuk bekerja, mengapa tak memakai baby sitter? Aku dan Darius sepakat untuk tidak memakai jasa baby sitter. Selain mencarinya juga tidak gampang, juga karena masalah kepercayaan dan keamanan. Lagipula aku ‘kan tinggal sama Mamaku. Aku lebih merasa aman meninggalkan Lio sama neneknya. Mamaku, toh masih bisa handle. Kalau meninggalkannya dengan keluarga sendiri, aku lebih tenang meski harus meninggalkannya untuk kerja.

Sebenarnya waktuku malah lebih banyak di rumah. Aku ‘kan bukan pekerja kantoran yang waktunya tetap, waktuku sangat fleksibel. Paling, kalau terima tawaran pemotretan bareng Lio atau menjadi presenter acara aja. Kadang kalau memungkinkan aku ajak Lio kerja, kalau tidak ya sama Mama di rumah. Atau kalau Darius gak kerja, ya bareng Darius di rumah.

Tak tertarik menitipkan Lio di sekolah yang menerima anak seusianya? Menurutku belum perlu. Lio masih terlalu kecil. Aku bisa mengajarinya di rumah. Misalnya membeli buku, aku perkenalkan lagu-lagu anak Indonesia atau membelikan mainan yang bisa

merangsang motoriknya. Kami juga sering menonton tayangan tv untuk anak bareng-bareng. Lagipula, sekolah ‘kan biayanya besar ya, aku nggak ingin terjebak ego orangtua.

Daghh... Botol Susu!!

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Wulansari, Yogyakarta

Naomi Siregar, Medan

Tanggapan Ibu INGIN SEPERTI POWER RANGERS Berpisah dari dot memang butuh keberanian. Itulah yang dialami Hans (5 tahun) saat harus lepas dari dotnya. Terinspirasi oleh film Power Rangers yang suka ia tonton, saya katakan kalau Power Rangers itu gagah berani dan tidak ngedot. Power Rangers tak takut menghadapi monster, apalagi cuma botol susu. Hans dengan serius mendengarkan dongengan saya. Eh, ternyata Hans ingin jadi anak yang gagah berani seperti Power Rangers. Dengan senang hati saat jadwal minum susu, Hans minta di gelas saja. Tak susah ternyata menghentikan Hans dari minum susu botol. Mungkin Raifa punya pahlawan idola, Bu?

ilustrasi: Daud

tentu saja, hal itu butuh usaha keras dari dirinya. Dari pengalaman saya, bisa saja Ibu Naomi meminta tolong seseorang yang disegani Raifa, entah itu guru, dokter atau siapa pun. Siapa tahu kalau dibujuk orang lain, ia akan lebih segan dan kemudian mematuhinya. Namun Ibu mesti sabar ya, karena hari-hari pertama mungkin si kecil akan sediki rewel dan

BUJUK PAKAI GELAS Kalau sudah mengedot, Tyara (4,5 tahun) akan asyik sendiri dengan botol susunya. Padahal ia sudah duduk di TK A lho. Segala bujukan sudah saya jalani, tapi tetap saja Tyara tak mau meninggalkan botol susunya. Hingga suatu hari karet dotnya rusak alias bolong, Tyara minta dibelikan yang baru, sudah tidak enak katanya. Wah, kebetulan. Pulang kerja saya katakan saja kalau dot yang dipesannya ternyata sudah habis di apotek. Lalu saya bujuk kalau malam ini minum pakai gelas saja. Untunglah Tyara mau mengerti. Beberapa hari saya sengaja tak membelikan dotnya. Tyara pun akhirnya bilang ia tak mau mengedot lagi. Ika Oktavia, Bandung

frustrasi.

Biasanya Lio diajak liburan keluarga ke mana?

Fransisca, Surabaya

Dian E. Hamid, Jakarta

NASIHAT DOKTER

Liburan kami biasanya ke tempat yang bikin Lio senang tapi juga bisa belajar. Bisa ke Bandung atau ke mal. Sebelum ini sempat juga ke Australia tapi Lio ‘kan belum terlalu mengerti karena masih kecil. Buatku, yang penting Lio senang bersama kedua orangtuanya. Lio suka sekali bermain air, makanya aku sering ajak Lio berenang.

Fawwaz (sekarang 6,5 tahun)

ULANG TAHUN KE BALI Bu Naomi, Raifa masih lebih baik ketimbang Retno, anak saya. Retno baru berhenti mengedot pas ulang tahunnya yang ketujuh kemarin. Saya memang menjanjikan akan mengajaknya ke Bali sebagai hadiah ulang tahunnya kali ini. Tapi dengan syarat, botol susunya tidak ikut dibawa. Awalnya Retno agak bimbang, tapi akhirnya ia rela berpisah dengan dotnya karena ingin sekali melihat Pantai Kuta. Karena di Bali ia senang sekali, jadi tak terasa kalau ia

Tema Edisi 10 / November-Desember

Dulu saat masih usia 5 tahun, berhenti mengedot karena alergi karet/latex yang salah satunya adalah dot atau botol susu. Mau tak mau, Fawwaz harus mematuhi perintah dokter, bahwa kalau mau sehat ia tak boleh lagi minum susu botol dan harus minum dari gelas. Antara rela dan tidak, Fawwaz akhirnya mau menggunakan gelas. Meski

8

sebenarnya sedang disapih dari dotnya. Coba deh Bu, Raifa di ajak jalan-jalan ke tempat yang ia ingin kunjungi. Siapa tahu bisa berhasil seperti Retno.

Putra saya Raifa (5 tahun) masih suka ngedot. Di usianya yang sebesar itu ia masih saja asyik dengan botol susunya. Apalagi kalau sambil menonton tivi. Saya cukup pusing memikirkan bujukan apa lagi agar ia mau berhenti mengedot. Adakah saran dari pembaca agar Raifa bisa lepas dari dot kesayangannya?

Vincent (5 tahun) susah kalau diminta segera tidur. Kalau tidak capek sekali di siang hari, tidurnya kerap di atas jam 9 malam. Padahal besoknya dia mesti ke sekolah. Bagaimana ya mengatasi pola tidurnya itu? (Susi, Semarang)

Ingin unek-unek soal pengasuhan dibahas bersama pembaca lain? Silahkan kirim ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720 Fax: (021) 719 4000, SMS: 021-3300 8753 atau e-mail: redaksi@tumbuh-kembang.com (sertakan biodata) Tanggapan tulisan paling lambat 15 September 2008. 1 orang pengirim 'Curhat' terpilih dan 2 penanggap terbaik akan mendapat bingkisan menarik.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

9

bagi kiat

bagi kiat

LOMBA PERAGAAN BUSANA

lebih mudah bila dilakukan sambil mendongeng dan melihatnya secara langsung. Itulah yang saya lakukan pada Venus (6 tahun). Ven selalu antusias bila saya cerita tentang kehidupan hewan ataupun tumbuhan. Saya juga mengajak Ven hunting beberapa hewan ataupun tumbuhan yang pernah saya ceritakan. Kalau hari libur, saya bisa mengajaknya ke Kebun Binatang, Taman Safari atau Sea World. Tapi acara berkebun dan berkunjung ke toko buku pun tak pernah saya lewatkan untuk menjawab segala keingintahuannya. Sampai-sampai Ven punya cita-cita menjadi ahli zoologi lho saking cintanya pada binatang. Semoga saja ya, Ven!

Saat pengumuman aneka lomba yang diadakan di sekolah, saya tak menyangka kalau Rena (6 tahun) memenangkan salah satu lomba tersebut. Bukan apa-apa, selama ini putri sulung saya itu memang dikenal sebagai anak yang agak pemalu dan tidak pede. Apalagi ternyata lomba yang dimenangkannya adalah lomba peragaan busana. Wah, surprised. Setelah saya tanya, ternyata ia terinspirasi oleh sebuah acara peragaan busana anak-anak yang ia tonton di tivi. Katanya, kalau mau menang ya tidak boleh malu dan harus percaya diri dengan gaya kita. Ini dibuktikan sendiri oleh Rena. Dia mendapat juara dua. Duh, bangganya. Ini menjadi pelajaran berharga untuk Rena.

Katherine, Jakarta Lola Fahraini, Jakarta ‘MEMBUAT KESEPAKATAN ilustrasi: Daud

Netty, Solo

TARAWIH BERSAMA BONEKA Saat shalat tarawih biasanya Alika (3 tahun) selalu minta ikut ke masjid. Saya sih oke-oke saja karena Alika memang sudah bisa mengatur buang air kecilnya. Lagi pula ini sebagai pengenalan tentang ajaran agama juga, kan? Hanya saja karena waktunya yang cukup panjang, saya kuatir ia akan bosan dan merengek karena tidak diperhatikan. Nah, agar hal ini tidak terjadi, tak lupa saya membawa beberapa ‘bekal’ untuk menemaninya saat ia mulai bosan. Boneka kucing, buku mewarnai, dan tak lupa botol susunya. Kalau semuanya sudah lengkap, saya jadi lebih tenang mengikuti shalat tarawih. Tak lupa saya ingatkan Alika untuk tidak berisik saat berada di masjid. Semoga Alika menjadi anak yang shalehah. Amin!

Hanum Widyastuti, Semarang

GARA-GARA SEPATU RODA Saat pindah rumah, kami memang mempersiapkan sebuah kamar untuk Febi (6 tahun) dan Farah (7 tahun). Kami ingin mengajarkan mereka berani tidur di kamarnya sendiri. Nah agar misi kami ini sukses, saya lalu membuat lomba untuk mereka. Siapa yang berani tidur di kamarnya selama seminggu tanpa teriak-teriak memanggil kami di malam hari, ia akan mendapatkan sepasang sepatu roda.

10

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

TAKUT TULANG PATAH Rico (8 tahun) suka sekali dengan minuman bersoda. Hampir setiap hari ia membelinya di sebuah minimarket di dekat rumah. Padahal saya sudah melarangnya karena takut ia sakit perut. Tapi tetap saja jagoan saya itu mengonsumsi minuman ringan tersebut. Hinga suatu hari ia pulang sekolah dan bercerita kalau tadi ia melakukan percobaan dengan minuman bersoda di sekolah. Ternyata minuman itu bisa membuat sepotong besi menjadi patah. Kata Pak Guru, kalau kita sering minum minuman tersebut lambat laun tulang kita pun akan jadi keropos dan patah. Wah, Kemal ternyata jadi takut mengonsumsi minuman bersoda lagi. Ia ingin tulangnya sehat dan kuat.

Yes, Febi dan Farah semangat sekali. Mereka memang sudah lama menginginkan sepatu roda. Jadi mereka mencoba untuk bertahan dan bisa memenangkan pertandingan ini. Kini mereka sudah berani tidur di kamarnya lho.

Rudi Irawan, Jakarta MEMILIH SENDIRI Sebenarnya saya sempat bingung juga akan memasukkan Cerryl (6 tahun) ke sekolah dasar mana. Banyak masukan dari beberapa teman dan saudara. Tapi ternyata kebingungan saya itu tidak perlu berkepanjangan. Karena Cerryl ternyata sudah memutuskan ingin masuk ke sekolah yang sama dengan sepupunya. Tak heran sih, kalau Cerryl ingin sekolah di sana. Karena setiap kali bertemu, kakak sepupunya itu selalu bercerita tentang asyiknya bersekolah di tempat tersebut. Tentu saja Cerryl jadi bersemangat untuk sekolah di sana. Apalagi Cerryl memang pernah menghadiri acara open house sekolah tersebut. Pas hari pertama sekolah, Cerryl pun dengan mudah beradaptasi.

Biasanya Thomas (8 tahun) sulit sekali kalau disuruh belajar di rumah. Ia lebih asyik mendengarkan musik sambil membaca buku-buku komiknya. Kalau urusan mengulang pelajaran di sekolah, wah nanti dulu deh. Akhirnya saya membuat kesepakatan dengannya. Setiap habis makan malam, Thomas baru boleh membaca komik, setelah sebelumnya belajar dulu. Agar tak bosan, belajarnya boleh sambil mendengarkan musik. Waktunya pun hanya setengah jam. Biar sebentar asal rutin itu lebih baik, kan? Syukurlah kesepakatan ini berjalan dengan baik. Mungkin karena ia merasa dilibatkan saat membuat kesepakatan itu ya.

Rieke Ananta, Bandung MENYEDIAKAN FASILITAS

AGAR ANAK CINTA LINGKUNGAN

Pengalaman saya mengajarkan Raya (4 tahun) tentang kemandirian tidaklah terlalu rumit. Dengan sedikit kreativitas, Raya saya latih untuk belajar mengerjakan sesuatu yang biasanya seorang anak 4 tahun sudah bisa menguasainya. Seperti memakai sepatu sendiri, saya sengaja membelikan Raya sepatu berperekat. Ini saya pilih karena Raya akan lebih mudah memakainya daripada sepatu bertali. Untuk baju, saya pilih yang berkancing besar atau kaus saja. Saya juga menyediakan sebuah bangku tangga kecil untuk memudahkannya bila ingin mengambil sesuatu yang tak bisa ia jangkau. Jadi sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan si kecil asalkan orangtua membantunya menyediakan fasilitas yang mempermudah.

Mengajari anak-anak untuk mencintai lingkungan, tentu susah-susah gampang. Tapi bagi saya hal ini akan menjadi

Dinda A. Handoko, Riau

Agnes, Bandung

ilustrasi: Daud

Punya pengalaman dan ingin berbagi tips/kiat menarik seputar pengasuhan, tumbuh-kembang, atau masalah kesehatan anak? Silahkan kirim ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720 Fax: (021) 719 4000, SMS: 021-33008753 atau e-mail: redaksi@tumbuh-kembang.com (sertakan biodata) 3 orang pengirim 'Kiat Terbaik' akan mendapat bingkisan menarik.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

11

sekitar kita

sekitar kita

Bagaimana Meluruskan Jender Anak Sejak Dini?

orientasi seksual seseorang. Pada lelaki yang hormon testoteronnya minim akan memperlihatkan perilaku yang feminin. Demikian juga kalau hormon testoteron pada perempuan berlebihan, dia akan cenderung berperilaku tomboi. “Komposisi hormon ini akan menjadi pemicu penyimpangan orientasi seksual. Apalagi jika bertemu dengan lingkungan yang sesuai,” tegas dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Siloam Hospital ini. Sementara dari sisi psikologi lingkungan, Indri Savitri, M.Psi, menduga ketidaklengkapan peran orangtualah penyebabnya. “Ketika anak laki-laki butuh figur ayah tetapi si ayah justru tak mengakomodasi kebutuhan itu, anak cenderung dekat dengan ibunya,” ujar psikolog dari LPT-UI ini. Kondisi tersebut, lanjut Indri, memicu anak lebih banyak bergaul dengan ibu. Akibatnya, anak akan lebih banyak belajar dari kelembutan perempuan. Misalnya, bagaimana si ibu memberi perhatian, bahkan ketidaktegasan ibu ketika mengambil keputusan. Perasaan si anak lelaki ini pun kemudian menjadi lebih peka hingga ia lebih nyaman bermain dengan mainan anak-anak perempuan. “Usia yang rentan adalah 3-5 tahun, usia kritis pembentukan identitas kelamin,” imbuh Indri.

Model: Pandu

Timpangnya kelengkapan figur orangtua saat balita, hormon, dan lingkungan. Inilah sederet faktor yang memicu seorang anak mengalami penyimpangan jender.

S

i Jagal dari Jombang! Inilah julukan buat Ryan – yang juga seorang gay atau homoseksual -- yang telah menghabisi nyawa tak kurang dari 11 orang korbannya. Sebenarnya tak ada hubungannya antara perilaku sadis Ryan dengan penyimpangan seksual yang dialaminya. Namun buat banyak orangtua, bukan hanya perilaku sadisnya itu yang membuat mereka gundah. Penyimpangan seksual yang dialami Ryan mau tak mau juga mendapat imbasnya. Saat ini, banyak lho orangtua yang cemas dengan kian merebaknya perilaku tersebut, terutama orangtua yang mempunyai anak laki-laki. “Awalnya, saya hanya waspada terhadap minuman keras dan narkoba. Saya takut aja, kalau anak saya terpengaruh oleh dua hal

12

September - Oktober 2008

itu. Tapi ternyata sekarang penyimpangan perilaku seksual banyak juga menimpa anak SMP dan SMA. Jadi, kekuatiran saya bertambah satu,” urai Ratih (40 tahun) ibu dua anak -- Reza (16 tahun) dan Irwan (13 tahun) yang tinggal di kawasan Ragunan.

Antara Genetik & Lingkungan Bicara homoseksual memang tak bisa lepas dari orientasi seksual. Sebab, homoseksual merupakan bagian dari orientasi seksual itu sendiri. Dalam diri manusia, orientasi seksual terbagi menjadi tiga bagian: heteroseksual, homoseksual, dan biseksual. Seseorang dikatakan memiliki orientasi heteroseksual bila ia tertarik pada lawan jenisnya, laki-laki suka dengan perempuan dan sebaliknya. Jika seseorang menyukai orang yang berjenis kelamin sama dengannya -- laki-laki suka dengan laki-laki atau perempuan

Tumbuh Kembang

menyukai sesamanya – dikenal dengan istilah homoseksual. Sementara biseksual adalah orang yang menyukai dua jenis kelamin (menyukai perempuan dan lakilaki). Tak mudah melacak apa penyebab munculnya perubahan orientasi seksual tersebut karena memang begitu kompleks. Ada yang berpendapat itu adalah karena hormonal. Namun sebagian ahli sepakat lingkungan lah faktor pemicunya. Lingkungan pun terbagi menjadi dua: psikologis sejak kecil dan lingkungan pergaulan. Namun apa pun itu, yang jelas keduanya punya kontribusi pada penyimpangan orientasi seksual anak. Dr. Martina Claudia, Sp.O.G., menengarai, komposisi hormon merupakan sebab utama melencengnya

Tak hanya itu. Pola asuh juga punya andil membentuk kehidupan anak kelak. Ini merupakan faktor psikologis. Keluarga yang menginginkan anak perempuan namun kenyataannya mendapat anak lelaki, biasa punya kecenderungan mendidik sang anak sesuai kelamin yang diinginkannya. Kondisi ini akhirnya membuat anak mengalami penyimpangan orientasi seksual. “Anak yang seperti ini dikatakan gagal menyelesaikan proses perkembangan menjadi seseorang heteroseksual,” ujar Indri. Bahkan sebuah data di Amerika Serikat melansir bahwa separuh kasus penyimpangan orientasi seksual disebabkan oleh kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami anak. Seorang ayah yang galak dan kerap memukuli anak lelakinya cenderung mengubah orientasi seks anaknya. Anak lelaki itu menjadi trauma dan membenci perilaku keras sang ayah, ia pun lebih dekat ke ibunya. Proses akan berulang sebagaimana disebutkan di atas. Demikian pula halnya kalau anak sering menyaksikan ayah melakukan kekerasan terhadap ibu. “Bagi anak perempuan, selain

Model: Tamy

membenci lelaki juga cenderung berubah berperilaku maskulin untuk melindungi diri dari kekerasan seperti yang ayahnya lakukan,” imbuh Indri. Yang tak kalah mengerikan adalah lingkungan masyarakat di mana anak tumbuh. Konon, ‘homoseksual itu menular’. Pendapat itu ada benarnya lho. Anak -- terutama remaja -- yang tumbuh dekat dengan lingkungan homo kemungkinan besar terpapar juga. Pendek kata, kalau lingkungan anak sarat individu homo, ya lama-kelamaan dipastikan dia mengikuti perilaku seks temantemannya itu.

Orangtua Harus Tanggap Wah, menyeramkan tentu saja melihat kondisi seperti itu ya? Namun orangtua tak perlu cemas berlebihan. Indri memberi kiatnya. Ketika anak menginjak usia 3-4 tahun, orangtua sebaiknya mengamatinya dengan seksama. Terutama, jika si kecil tak bisa mendefinisikan apakah ia anak perempuan atau laki-laki. Perilaku yang mudah dilihat adalah, anak lebih condong mengimitasi perilaku dan permainan dari jenis kelamin yang berbeda. Misalnya, anak laki-laki senang berdandan seperti ibunya atau main boneka seperti kakak perempuannya. Begitu juga sebaliknya, perempuan lebih memilih main mobil-mobilan atau layangan. Ketidaksingkronan perilaku ini bisa jadi bibit awal berubahnya orientasi seksual anak. Kalau perlu, menurut Indri, Ibu dan Bapak membawanya ke ahli hormon untuk mendapat pemeriksaan. Namun orangtua juga mesti ingat, selama tumbuh kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

13

sekitar kita Sebaiknya Orangtua Lakukan! lJika Ibu/Bapak mengasuh anak seorang diri (single parents), seringlah berkumpul dengan keluarga lain yang orangtuanya lengkap (ada ayah, ibu, dan anak). lMulailah menanamkan identitas kelamin sejak dini. Katakan, “Kakak laki-laki” atau “Adek ini perempuan” di hampir setiap kesempatan. lHindarilah memandikan anak laki-laki (lebih dari satu) dalam satu bak mandi, demikian juga dengan anak perempuan. lAwasi selalu penggunaan internet pada remaja terutama kalau anak senang mulai membuka situs porno. Demikian juga dengan buku-buku bacaan, waspadai buku bertema pornografi.

Model: Satria

anak, mereka yakin telah memberi pola asuh yang benar sesuai gender anaknya. Sebab, sambung Martina, pengaruh hormonal sulit diperbaiki karena berhubungan dengan seks. Lantas bagaimana kalau anak sudah telanjur memiliki kelainan orientasi seksual? Bila itu menimpa, Indri menyarankan agar orangtua tak memojokkan anak. Lebih berguna kalau orangtua mencari penyebabnya lebih dini sehingga bisa segera dicari solusinya -- tanpa menghukum anak. Bila pola asuh yang menjadi penyebabnya, tentu Ibu dan Bapak harus memberi terapi psikologis dan memperbaiki pola asuh selama ini. “Pendalaman agama juga sangat dibutuhkan sebagai solusi penyembuhan,” tambah Martina. Sambil terapi, tak ada salahnya orangtua berbesar hati dan memberikan pendampingan intensif untuk proses penyembuhan.

14

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

15

“IMD Lancar Bersama Suami Siaga”

S

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

pembukaan satu sejam kemudian. Karena perkembangan tahapannya agak lama, Dr. Endru Setiawan, dokter yang merawat Serly selama masa kehamilannya memutuskan agar ia diberi suntikan induksi. Serly pun tak kuat menahan rasa sakit yang hebat pada sekujur tubuhnya setelah suntikan itu. Ia sempat berencana dioperasi caesar saja untuk menghindari rasa sakit tersebut. “Tapi, suami saya meyakinkan bahwa saya bisa. Demikian juga dengan bidannya. Bidan ini sangat membantu keyakinan saya. Dia encourage banget,” kisah Serly. Pada pukul 01.10 dinihari, barulah si jabang bayi lelaki lahir dengan selamat. Serly dan Dany menamainya dengan Nathanel Wilson Dany. Begitu lahir, buah hatinya langsung menjalani IMD (Inisiasi Menyusu Dini). Nathanel ditempelkan ke perutnya yang kemudian bergerak mencari puting payudaranya secara refleks. “Sebentar, paling 10 menitan. Kasihan bayinya kedinginan,” tukas perempuan peminum Prenagen rasa coklat ini. Tapi, meski cuma 10 menit, Serly puas karena dengan IMD, bayinya telah dibiasakan menyusu sehingga membantu memperlancar pemberian ASI eksklusif selanjutnya. Ia lega sekali telah dapat melewati situasi kritis melahirkan putra pertamanya. Namun, sesungguhnya proses yang memakan waktu 16 jam itu sangat dinikmati Serly. Sebab, sang suami, Dany selalu setia berada di sampingnya, siap membantu kapanpun diperlukan. Menurut Serly, suaminya ini tak sedikitpun beranjak dari sisinya ketika ia meringis-ringis kesakitan menahan kontraksi. “Dia ini suami siaga. Dan, saya pun akan selalu siaga memberi ASI eksklusif buat Nathanel,” Serly tergelak.

Nurul Amalia

c

Serly Cahyadi

erly Cahyadi (27 tahun) boleh bernapas lega. Kelahiran anak pertamanya yang tanpa pengalaman itu berakhir lancar. Bayinya lahir lancar dan sehat dengan berat 3,05 kilogram dan panjang 48 cm serta lingkar kepala 34 cm. “Benar-benar pengalaman yang menakjubkan, mendebarkan,” ujar Serly kepada TUMBUH KEMBANG. Serly merasakan rasa sakit menyengat di perutnya sejak pagi hari. Ia tak berhenti menggeliat memegangi perut sambil sesekali mengeluhkan sakit yang semakin lama menghebat. Ditemani sang suami, Dany (33 tahun), yang selalu ready menemani dan membantunya, Serly pergi ke RS Hermina Podomoro yang kebetulan dekat sekali dari tempat tinggalnya di Cempaka Putih. Sampai di RS jam 09.00, tapi proses persalinan baru tahap

16

c

c

c

cc c c

kejutan untuk bunda

“Gak Sempat IMD Sih, Tapi ASI Eksklusif, Dong”

M

elahirkan untuk kedua kalinya, bagi Nurul Amalia (29 tahun) cukup menyeramkan. Kisahnya berawal dari sebuah subuh. Senin, 4 Agustus 2008, jam 04.00 dinihari Nurul merasakan perutnya mulas-mulas. Setelah buang air kecil perutnya mengalami kontraksi. Dan, semakin rapat waktunya, “Setiap sepuluh menit,” kenang Nurul. Jabang bayi yang usianya 40 minggu rupanya sudah ingin segera ke luar menghirup udara dunia. Meski begitu, Nurul dan suaminya Iwan Agustian (34 tahun) masih belum mau buru-buru pergi ke rumah sakit. Ia memilih jalan-jalan keliling kompleks perumahannya berharap aktivitas itu mempercepat kontraksi sampai siap melahirkan. Betul saja, jalan-jalan ternyata menyebabkan perut Nurul berkontraksi lebih cepat dan rapat. Nurul pun kemudian meluncur ke Rumah Sakit Hermina Podomoro yang selama ini menjadi tempat periksa kehamilannya. Di RS perutnya diperiksa. Detak jantung bayi terdeteksi bagus dan normal, begitu juga proses persalinan sudah sampai tahap pembukaan 4. Sayang, posisi kepala

bayi masih jauh dari jalan lahir. Nurul memang berencana melahirkan secara normal, sebab ketika bersalin anak pertamanya Nabil Khairan, ia melaluinya dengan operasi caesar. Untuk mempercepat persalinan, Nurul kemudian jalan-jalan lagi. Kali ini ia keliling RS Hermina. Tiga jam kemudian, Nurul mengelilingi tempat tidur. Pada saat itulah, ia merasakan ada cairan hangat yang ke luar dari rahimnya. Ia mengira ketubannya pecah. Ternyata ia mengalami perdarahan hebat. Nurul pun berbaring. Kepanikan pun kemudian melingkupi Nurul dan Iwan. Pasangan ini mengira saatnya bersalin sudah tiba. Namun, ketika diperiksa, baru sampai pembukaan 5 dan ketubannya pun masih ada, hanya terlepas dari dinding rahim. Dokter Bambang Winarno pun kemudian memutuskan Nurul harus menjalani operasi caesar. Rasa panik masih berlanjut di meja operasi. Paling tidak bagi Nurul. detak jantung buah hatinya yang kemudian diberi nama Inagauri Aishana, terdengar sangat lemah. Tentu saja, itu membikin hati Nurul dag...dig...dug. “Alhamdulillah, operasinya lancar,” ucap Nurul lega. Bayinya lahir dengan berat 3,475 kilo dan panjang 49 cm. Mungkin karena kepanikan yang menyertai persalinan, IMD (Inisiasi Menyusu Dini) tak sempat dilakukan. Karena plasenta yang copot dari dinding rahim, dokternya kuatir bayi kekurangan oksigen. Sehingga begitu lahir, bayi langsung dibawa ke ruang lain untuk mendapat perlakuan khusus. Inagauri hanya sempat ditempelkan ke Nurul agak lama. “Jadilah, saya cium-cium dia aja,” Nurul sumringah. Meski Nurul tidak sempat IMD, ia berniat memberinya ASI eksklusif selama setahun, sama seperti ketika menyusui anak pertamanya. Selamat, Ya, Bu!

catatan janin

Janin Pekan 28 - 29 Wow Bu! Si kecil di dalam sana sudah mirip bayi betulan lho. Semua organnya sudah tumbuh dan berkembang sempurna. Yuk amati sejauh mana perkembangannya di Trimester ketiga ini.

Pekan # 28 Di pekan ini bobot janin bertambah seperempat sampai 1 kilogram (bobotnya bisa mencapai 2 - 2,5 kg). Panjang tubuhnya sudah mencapai 30 cm dari kepala sampai kakinya. Bentuk kepalanya sekarang tampak lebih proporsional dibanding tubuhnya. Sekarang, si kecil sudah bisa mengedipkan matanya dengan sempurna. Seiring dengan perkembangan kemampuan visualnya (mata), dia juga sudah bisa melihat cahaya yang datang dari luar kandungan (perut Ibu).

Pekan # 29 Bobotnya masih belum ada pertambahan berarti, masih sekitar 2 - 2,5 kg. Panjang tubuhnya juga cuma bertambah 1 cm. Otot dan paruparunya berkembang hampir matang. Kalaupun ia harus lahir, ia sudah bisa bernapas di luar kandungan. Ada 9 dari 10 janin di usia 28/29 pekan yang bisa bertahan hidup. Bakal payudaranya--di kedua jenis kelamin-sudah muncul. Di usia ini tubuh janin terbungkus oleh semacam lemak keju (vernix) lengket untuk menghindarkan tubuh basah kuyup oleh cairan ketuban.

18

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Otaknya, bertambah sempurna dengan tumbuhnya jutaan neuron (syaraf ). Tubuhnya juga sudah mulai memproduksi lemak, sebagai bekalnya untuk hidup di luar kandungan nanti. Pertumbuhan kukunya sudah mencapai ujung jari-jemarinya. Bulu-bulu halusnya menghilang kecuali di bagian lengan atas dan pundak.

Pekan # 30 Panjang tubuhnya sekarang mencapai 30 – 35 cm. Dan bobotnya kini hampir mencapai 2,5 kg. Perkembangan visualnya semakin bertambah baik. Meski belum tajam fokusnya, ketika lahir nanti dia sudah bisa bereaksi dengan membuka kelopak matanya mencari sumber cahaya yang diterima matanya. Kondisi visualnya kini dan sampai nanti ia lahir adalah 20/400 (hanya bisa melihat obyek beberapa cuma dari matanya). Normalnya, 20/20.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

19

catatan janin

Dapatkan Majalah

Yang (mungkin) Ibu Alami Saat Ini k Mungkin bobot Ibu akan bertambah sekitar 5 kilogram lagi, di Trimester akhir ini. k Ibu akan lebih sering mengunjungi dokter obgin, setidaknya setiap 2 pekan sekali. Dan begitu masuk ke usia kehamilan 36 pekan, setiap pekan Ibu mesti berkunjung ke dokter. k Jika saat kunjungan pertama dulu, Rh darah Ibu negatif, kali ini mungkin Ibu akan diberi suntikan Rh immunoglobulin. Ini untuk mencegah tubuh Ibu memroduksi antibodi yang bisa mempengaruhi darah janin. Kalau Rh darah bayi positif, Ibu akan menerima suntikan Rh immunoglobulin lagi setelah melahirkan. k Mungkin akan muncul sensasi nyeri dan pegal-pegal di kaki bagian bawah. Akan terasa begitu Ibu menggerakkannya saat rileks atau tidur. k Akan muncul juga—tidak semua ibu hamil—keluhan sembelit dan heartburn atau rasa panas di kerongkongan bagian bawah dekat dada. k Pada sebagian ibu hamil, mereka boleh jadi akan mengalami wasir (hemorrhoids). Ini gangguan umum sebenarnya, wasir akan hilang setelah ibu hamil melahirkan. k Beberapa ibu hamil ada yang mengalami ‘sindrom punggung’ saat berbaring telentang. ‘Sindrom’ ini akan membuat ibu hamil merasa pusing, sampai ibu hamil mengubah posisinya. Rasa pusing itu muncul karena memang ada perubahan detak jantung dan tekanan darah. k Mungkin muncul ‘kunang-kunang’ ketika berdiri cepat. k Cepat merasa lelah, karena hari-hari terasa kurang tidur. k Sedikit lebih ceroboh dari biasanya.

20

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Gratis!

Untuk pasien pasca persalinan di Rumah Sakit mitra Tumbuh Kembang ini:

Yang Ibu Bisa Lakukan di Trimester ini n Mulai tetapkan dan pilih dokter anak favorit untuk si kecil. Ibu bisa bertanyatanya kepada teman, kerabat, tetangga dan sebagainya untuk mendapat rekomendasi

RS PURI MANDIRI KEDOYA

RS HARAPAN BUNDA

Jl. Raya Kedoya No. 2, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Telp. (021) 5828299 Fax. (021) 5828499 customer_service@rspurimandirikedoya.com

Jl Raya Bogor Km 22/44 Jakarta Timur Telp. (021) 840-0257

OMNI HOSPITALS

RS IBU & ANAK BUNDA ALIYAH

terbaik. Jl. Pulo Mas Barat VI No. 20 JAKARTA TIMUR Telp. (021) 4723332 Fax. (021) 4718081

n Mulai buat daftar barang bawaan untuk persalinan nanti. Ibu juga mungkin sudah mesti menyiapkan barang-barang keperluan bayi. n Sering-sering melakukan pijat di kaki. Baik juga kalau Ibu menjalani Pregnancy Massage atau pijat kehamilan, untuk merilekskan tubuh. Juga untuk menghilangkan keluhan

RS IBU & ANAK TAMBAK

RS BUNDA & ANAK HARAPAN KITA

Jl. Tambak No. 18, Jakarta Pusat Telp. (021) 3402550 Fax. (021) 3402550

Jl. Let. Jen.S.Parman Kav 87, Jakarta Barat 11420, Indonesia Telp. (021) 5668284, Fax. (021) 5601816, info@rsab-harapankita.go.id

RS Bersalin ASIH

RS Yadika

Jl. Panglima Polim I No. 34, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160 Telp. (021) 270-0610 (hunting) Fax. (021) 725-4054 humas@rsbasih.com

Jl. Pahlawan Revolusi No. 47, Pondok Bambu, Jakarta Timur Telp. (021) 8615754 - 8610756, Fax. (021) 8631708 rsyadika@pdpersi.co.id

RSIA Budhi Jaya

RSIA EVASARI

Jl. Dr. Sahardjo No. 120, Jakarta Selatan Telp. (021) 8292672 - 8311722 Fax. (021) 8301901 www.rsbj.com

Jl. Rawamangun No. 47, Jakarta Pusat Telp. (021) 4202851, Fax. (021) 4209725, 4244490 rsia-evasari@pdpersi.co.id

nyeri kaki. n Mulai mengonsumsi lebih banyak protein, vitamin C, makanan yang cukup mengandung asam folat dan zat besi. Bagus juga kalau minum susu hamil, supaya tulang-tulang kaki janin bertambah kuat. n Untuk menghindari keluhan nyeri punggung dan pusing kepala, sebaiknya tidur menyamping. Tidak terlentang. n Berdiri—sehabis duduk atau berjongkok—

Jl. Pahlawan Revolusi No. 100, Pondok Bambu Jakarta Timur Telp. (021) 86600702

dengan gerakan perlahan supaya mata Ibu tidak ‘kunang-kunang’.

F

RUMAH SAKIT BUNDA

BRAWIJAYA WOMEN & CHILDREN HOSPITAL

Jl. Teuku Cik Ditiro No. 28, MENTENG, Jakarta Pusat Telp. (021) 319 22005 (hunting) Fax. (021) 310 1077 bundahospital@bunda.co.id

Jl. Taman Brawijaya, No.1 Cipete Utara Jakarta Selatan - Indonesia 12150 Telp. (021) 721-1337 - (021) 727-99-533 Fax. (021) 721-1364 customer.service@brawijayahospital.com www.brawijayahospital.com

Telp. (021) 719 6000 Fax. (021) 719 4000

LAYANAN KADMINISTRASI &( Heriyanto )

Jl. Bangka I No. 8 Jakarta 12720

catatan kehamilan

Sekarang Makan Apa Ya? Sekarang Ibu makan untuk ’2 orang’. Maksudnya, jangan pikirkan diri sendiri tapi pikirkan bahwa ada si kecil di dalam rahim sana.

B

u, sekarang Ibu sudah positif hamil. Soal hal apa yang harus Ibu lakukan setelah ini, tentu sudah Ibu ketahui ya. Di edisi yang lalu kami sampaikan hal-hal perlu menjadi perhatian setelah Ibu dinyatakan positif hamil. Kali ini, bahasan berlanjut pada aspek makanan atau nutrisi apa saja yang perlu Ibu asup mulai sekarang.

22

September - Oktober 2008

Kolin (choline) adalah komponen penting dalam sel yang berperan penting mendukung perkembangan otak (daya ingat/ memori) janin hingga lahir dan dewasa. Kolin membantu perkembangan memori sejak dalam kandungan, proses reproduksi, pertumbuhan tulang janin, kesehatan hati, ginjal dan jantung.

DHA: Asam dokosaheksaenoat atau DHA dibutuhkan janin untuk membantu sintesis (pertumbuhan) jaringan otaknya.

kSumber DHA: banyak dijumpai

Nutrisi Apa Saja? Protein dan Vitamin B6: Protein dibutuhkan untuk membangun sel-sel baru janin, termasuk sel darah, kulit, rambut, kuku, dan jaringan otot. Protein juga diperlukan plasenta untuk membawa makanan ke janin dan juga pengaturan hormon ibu dan janin. Kombinasi asupan protein dan vitamin B6 diketahui mampu mentasi gejala mual dan muntah (emesis) atau gangguan morning sickness. Itu karena vitamin B6 berguna untuk mengatur penggunaan protein oleh tubuh.

Tumbuh Kembang

pada berbagai ikan laut seperti salmon, tuna (terutama tuna sirip biru yang lima kali lebih banyak DHA-nya dibanding tuna lainnya), sarden, hering, makerel, juga kerang-kerangan, telur, daging, maupun hati dan otak sapi juga mengandung DHA Asam Folat: Asam Folat penting untuk mencegah cacat pada janin, gangguan pada otak dan tulang belakang, serta risiko bayi lahir prematur serta berberat badan rendah. Mengonsumsi bahan makanan kaya asam folat sebulan sebelum dan selama 3 bulan pertama, akan sangat membantu menurunkan risiko di atas.

Alkohol

Meski sepertinya tak membahayakan, minum segelas—atau dalam ukuran moderat sekalipun-- anggur tetap saja berisiko untuk ibuhamil. Alkohol lebih punya efek gawat daripada heroin, kokain atau ganja. Pengaruh alkohol pada janin buruk sekali. Karena janin tak punya system pertahanan untuk menangkal alkohol maka cairan memabukkan itu akan menetap lebih lama di sistem saraf janin.

Kolin:

daging (dalam jumlah tinggi), padipadian, buah dan sayur berada (jumlah kecil).

Model: Fifi

Ini yang Harus Ibu Hamil Hindari

ikan, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan oncom. kSumber Vitamin B6: kacangkacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.

kSumber Kolin: kuning telur dan

Bu, setelah hamil, sekarang bukan waktunya lagi Ibu memikirkan soal diet makanan. Sekarang Ibu hanya perlu memikirkan dan menerapkan pola makan sehat. Sebab kini tubuh Ibu punya tugas lebih berat daripada sebelumnya (hamil). Apapun yang Ibu makan, bukan hanya memengaruhi kesehatan Ibu sendiri tapi juga kesehatan si kecil di dalam kandungan sana. Riset sudah membuktikan bila selama hamil Ibu menerapkan pola makan sehat, si kecil kelak akan menjadi anak yang sehat dan tumbuh dengan sangat baik. Makanya Bu, segera singkirkan kebiasaan-kebiasaan makan yang tak sehat sekarang juga! Jalankan pola makan seimbang dan bervariasi yang mengandung cukup protein, vitamin, karbohidrat, lemak, dan mineral serta serat. Makan dengan teratur dan sering, serta perbanyak juga konsumsi air putih setiap hari.

kSumber Protein: daging, keju,

kSumber Asam Folat: kacang-

kacangan, tofu, daging, sereal, bayam, jagung, labu, bit, serta jeruk.

Bila Ibu mengonsumsi obat-obat (obat tidur, asma,pil KB, dsb) sebelum hamil, sekarang mungkin perlu Ibuhentikan. Sebaiknya mulai konsultasikan soal obat-obatan ini ke dokter kandungan Ibu. Mengonsumsi obat-obat jenis ini berisiko membuat janin lahir premature, pertumbuhan bayi, cacat bawaan dan masalah perialku nantinya.

Kalsium: Untuk ibu hamil Kalsium bermanfaat menjaga sistem peredaran darah dan saraf serta otot agar berfungsi dengan baik, menjaga kecukupan Kalsium dalam tubuh serta mengurangi risiko pre-eklamsia (hipertensi dalam kehamilan). Sedang bagi janin, Kalsium berguna untuk pertumbuhan tulang dan giginya.

Obat-obatan

Nikotin

Ibu hamil yang tetap merokok sama saja artinya membuat janin merokok juga. Ibu perokok ‘menularkan’ nikotin dan karbonmonoksida pada bayinya kelak. Ibu perokok berisiko bayi lahir mati, premature berat badan rendah, sindroma kematian bayi mendadak atau asma.

Kafein

keju, jus jeruk dan sereal berkalsium tinggi, kacang-kacangan, brokoli, serta salmon, sarden, bayam, brokoli, tahu, buncis atau almon.

Pengonsumsian kafein dalam jumlah tinggi kerap dihubungkan dengan risiko keguguran. Makanya, kalau Ibu penggemar berat kopi sebaiknya sekarang dikurangi. Berhenti minumkopi malah lebih baik. Jika masih susah juga, ini tips menguranginya: kurangi jadi hanya secangkir sehari ; kurangi takarannya ; hentikan sama sekali. Ingat juga Bu, teh hijau, teh hitam atau minuman ringan juga mengandung kafein lho.

Zat Besi:

kSumber Kalsium: yogurt, susu,

Selama masa kehamilan, jumlah Zat Besi yang Ibu perlukan bertambah dua kali lipat dari biasanya (sebelum hamil). Kekurangan Zat Besi selama hamil akan membuat Ibu cepat lelah dan mudah terserang infeksi serta berisiko melahirkan bayi dengan berat rendah.

Makanan Tertentu

Ada makanan-makanan tertentu yang berisiko menularkan virus listerosis dan toksoplasmosis. Ini dua virus yang berisiko menggugurkan janin atau bayi cacat. Makanan yang sebaiknya Ibu hindari itu misalnya: keju yang tidak di-pasteurized (keju Feta, keju domba, keju Camembert dan keju biru), susu yang tidak disteril, telur mentah atau makanan yang mengandung telur mentah (tiramisu, es krim rumahan, dsb), atau daging/ikan mentah atau setengah matang (steak).

kSumber Zat Besi: sereal, kacangkacangan, bayam, daging merah, daging unggas, salmon, telur, buncis, kacang polong serta buah-buahan kering.

cukup banyak air putih. Mengapa perlu cairan lebih banyak sih? Itu karena selama hamil volume darah Ibu meningkat drastis. Dengan banyak minum, itu cukup bisa menghindari Ibu dari dehidrasi dan sembelit.

Cairan Penting juga Ibu memperhatikan asupan cairan untuk tubuh. Karenanya sangat disarankan Ibu meminum

Nah Bu, sekarang usahakan ya semua makanan yang Ibu makan mengandung semua zat nutrisi di atas. Selamat menjalani kehamilan yang sehat!

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

23

diari persalinan

diari persalinan

2

Jasmine Mukti

Juni 2008 Jam 04.25 WIB

“Gimana Pun Lebih Nyaman Bersalin di Indonesia”

Tepat, jam 04.25 wib janinku lahir dengan selamat. Pas denger bayiku nangisnya kenceng banget, waaaaaaaaahhh legaaaaaa, seneeeeeeeenngg banget rasanya. Alhamdulillaaaaahhh.. Terimakasih ya Allaaaahhh!

Jam 04.30 WIB

Kehamilan anak pertama betul-betul berkah buat kami. Bagaimana tidak, 3 bulan setelah menikah--kami nikah tanggal 23 Mei 2007, aku dinyatakan positif hamil. Kabar aku hamil Itu bertepatan setelah sebulan kami pindah ke Jerman. Waktu hamil di Jerman, kebetulan sedang bulan puasa dan musim winter. Waaahh, kebayang dong gimana rasanya.. duwingiiiiinnn bangeeeet t tss dan puasanya jadi lebih panjaaaaaaaaaannngg..

Si kecil mungil kami, sedang dimandikan oleh suster.

Meski di awal-awal aku puasa, tapi akhirnya aku memutuskan untuk nggak puasa selama bulan Ramadhan.. Soalnya aku sering mual-mual dan muntah, jadi bubar deh puasanya. Kayak kebanyakan ibu-ibu hamil yang lain, ngerasain ngidam pasti ada. Tapi berhubung di negara orang, apa daya kalo yang dipengenin itu minuman sekoteng sama sayur kangkung buatan Mama di rumah. Ya udah, akhirnya cuma bisa bayangin aja abang sekoteng lewat depan rumah malem-malem sama lihat gambar sayur kangkung di internet.. Wahahaha.. Kesian deh guweeee..Apalagi musim dingin, bawaannya luwapeeerrr mlulu..Tapi ya mau gimana lagi, dijalanin aja smuanya dengan senang hati.. Tadinya aku berecana mau melahirkan di Jerman, tapi berhubung satu dan lain hal, akhirnya aku pulang ke Indonesia waktu usia kehamilan 32 minggu. Sebenernya sama dokter Jerman disuruh melahirkan di Jerman aja, karena usia hamilnya sudah besar, jadi agak riskan kalau naik pesawat. Sebenarnya penerbangan juga nggak mengijinkan ibu hamil dengan janin usia diatas 32 minggu naik pesawat, kecuali ada surat keterangan dari dokter.

2

Juni 2008 Jam 04.50 WIB

2

Juni 2008

Akhirnya aku dan suami minta surat pengantar keterangan sehat dari dokter. Dengan berbekal surat pengantar dari dokter tersebut, akhirnya aku bisa pulang ke Indonesia. Lama penerbangannya makan waktu, 16 jam! Beeeeuuuuuhhh…. kebayang nggak sih, dengan perut gede duduk terus selama 16 jam. Begitu mendarat di Sukarno-Hat ta kaki pada bengkak semua. Boot (sepatu) yang aku pakai sampai nggak bisa diretsletingin.. Hehehehe..

Huuuu senangnya...aku bisa menyusui ASI untuk si kecil. Ternyata dia sudah pinter lho menyusui. Lihat tuh wajahnya damai banget begitu menyusui.

2

Akhirnya aku melahirkan di Indonesia secara caesar karena posisi bayinya sungsang. Mungkin bayinya muter waktu perjalanan dari Jerman ke Indonesia yang lamaaaaa banget itu.. Hehehehe. Gimana pun melahirkan di negeri sendiri lebih menyamankan ya.

2

Juni 2008 Jam 02.30 WIB

Ini sudah di RS Puri Cinere, setelah sebelumnya aku merasa mules-mules. Ternyata sudah bukaan 2. Sebelum ke RS, sejam sebelumnya, piyama yang aku pakai basah. Ternyata itu air ketuban yang sudah pecah duluan. Ke RS aku diantar sama suami, Mama dan Papa. Ternyata janinku juga sungsang. Dokter langsung memutuskan untuk cepat-cepat operasi, supaya air ketubannya nggak kering.

Jam 03.30 WIB Detik-detik sebelum masuk ruang operasi. Aku sudah pasrah. Cuma bisa merem. Jam 04.00 WIB aku menjalani operasi.

24

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Setelah selesai dimandikan, si kecil diambil sidik jari telapak kakinya. Ini katanya untuk kepentingan Surat Lahir.

2

Juni 2008

Juni 2008

Bayi kami yang sudah cantik ini, akhirnya kami beri nama NAYLA RYVONA MUKTI. Nggak jadi deh kamu dilahirkan di Jerman nak.

Papanya Nayla terima ari-ari (plasenta) dari suster. Papanya Nayla kelihatan semangat banget tuh, buat ngebersihin dan ngubur ari-ari. Anda ingin membagi kebahagiaan detik-detik menanti dan mempersalinkan si buah hati kepada pembaca? Kirimkan dokumentasinya, boleh dalam format data atau cetak (mohon tidak menggunakan kamera telepon seluler) beserta ‘diari singkat’ serta keterangan fotonya masing-masing ke email: redaksi@tumbuh-kembang.com (dalam bentuk pdf ) atau via pos ke Jl. Bangka I No.8 Jakarta 12720 Dokumentasi & cerita menarik akan mendapat bingkisan menarik senilai Rp. 350 ribu.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

25

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

Tumbuh & Kembang

Bayi Baru & Bayi Muda (0-6 BULAN)

Hup, Balikkan Badanmu, Nak! Bantu si kecil membalikkan badannya, biar otot dan tulang belakangnya bertambah kuat.

Dipeluk Oke, Ditimang Oke! Pada dasarnya bayi senang ditimang dan dipeluk. Ini merupakan bagian dari kebutuhan emosinya.

Kok Ubun-ubunnya Berdenyut Terus Sih? Ubun-ubun si kecil selalu berdenyut dan mungkin membuat Ibu kuatir. Tapi, apa benar perlu dikuatirkan?

26

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

27

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

Menyusui di Kala Puasa Bila terasa memberatkan dan mempengaruhi perilaku bayi, menunda puasa demi ASI Eksklusif boleh dilakukan. Tapi, bila tak ada masalah, tetap berpuasa lebih baik. Model: Mawar

Dr. Dian Nurcahyati Basuki, IBLCLC SENTRA LAKTASI INDONESIA

S

eperti halnya momen kelar cuti hamil, bulan Ramadhan juga kerap membuat gundah ibu menyusui. Terutama para ibu yang baru pertama kali memberi Air Susu Ibu (ASI) pada bayinya. Ada banyak pertanyaan melintas di benak; ”Bolehkah saya puasa saat menyusui?”, ”Bisakah menyusui sambil puasa?”. ”Apakah ASI saya akan berkurang saat puasa?”, ”Apa yang harus saya konsumsi saat sahur dan berbuka agar ASI saya tetap banyak?”

Boleh Menunda Bila... Namun tak bisa dipungkiri juga, saat puasa cairan tubuh kita berkurang hingga 2-3 %. Pada keadaan normal, ada mekanisme ’rasa haus’ yang mencegah kita dari kekurangan cairan. Namun, di saat puasa, secara otomatis otak mengatur agar pengeluaran cairan tubuh melalui air seni dan keringat dihemat. Hebat ya?! Lalu, tentu timbul pertanyaan, ”Apakah penghematan tetap berlaku saat menyusui sambil berpuasa? Bagaimana dengan kandungan ASI-nya ketika berpuasa?”. Pada saat Ramadhan, kita rata-rata berpuasa 14 jam. Tubuh kita masih dapat mengompensasi kekurangannya selama 14 jam tersebut, pada saat berbuka. Namun, sangat dianjurkan bagi para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa, bila dirasa memberatkan. Ya, memberatkan bagi dirinya untuk tetap beraktifitas dengan normal, maupun bila tampak perubahan perilaku bayinya dengan menyusu lebih sering.

Ingat ’Supply & Demand’ Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengingat kembali cara kerja tubuh kita memproduksi ASI. Saat bayi menyusu, syaraf-syaraf di permukaan payudara memberi rangsangan sensoris ke Hipotalamus (kelenjar di otak) untuk memproduksi hormon Prolaktin dan hormon Oksitosin.

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

asi laktasi

asi laktasi

Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa dulu selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memroduksi ASI dengan komposisi yang lengkap.

Boleh Berpuasa Walau Ibu tak makan selama 14 jam, komposisi ASI takkan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Begitu Ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga Ibu takkan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktivitas serta mempertahankan kesehatan tubuh. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat, sebab tak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok kebutuhan produksi ASI yang lengkap. Berarti, bila Ibu menyusui makan dalam porsi sedikit lebih banyak dari porsi normalnya, dapat dipastikan bahwa cadangan zat gizi Ibu takkan berkurang. Jadi Ibu tak perlu sampai menambah satu kali porsi makan ekstra tiap hari. Bila ibu tetap memutuskan untuk menjalankan puasa Ramadhan, mungkin tips berikut dapat bermanfaat: l Makanlah saat sahur dan berbuka dalam porsi secukupnya. Pastikan Ibu mengonsumsi cairan yang cukup, namun tak berlebihan. Karena bila berlebihan, toh tubuh kita akan membuang kelebihan tersebut. l Ibu hendaknya tetap tenang beribadah dan percaya diri terus menyusui. Jangan merasa kuatir ASI-nya akan berkurang. Sebab rasa cemas tersebut justru akan menghalangi kerja hormon Oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara. Sehingga akan nampak seolah-olah ASI ibu berkurang. Ingatlah bahwa menyusui pun juga ibadah. l Bila Ibu memiliki aktivitas yang cukup tinggi selama Ramadhan, mungkin perlu dipertimbangkan untuk tidak berpuasa bila si kecil masih menyusu eksklusif, sebab dalam agama Islam pun ada keringanan bagi ibu yang menyusui. Yakinlah selalu Bu, puasa maupun tidak, bahwa Ibu sudah memberikan yang terbaik bagi si kecil. Yaitu semua gizi, zat kekebalan, enzim dan hormon yang diperlukan si kecil untuk tumbuh sehat dan cerdas melalui ASI. Ibu juga sudah meletakkan dasar untuk si kecil menjadi anak sholeh-sholehah.

Dalam payudara, hormon Prolaktin memberi perintah agar sel-sel dalam payudara memroduksi ASI. Sementara hormon Oksitosin menyebabkan otot-otot payudara berkontraksi, dan memompa ASI keluar dari puting.

Karena pada saat bayi menyusu, ia juga belajar mengembangkan naluri, merasakan kasih sayang dan ikatan batin dengan ibunya, suatu hak eksklusif yang takkan bisa tergantikan! Hotline curhat ASI 021-91264737 021-33115480

Banyaknya ASI yang diproduksi dan dikeluarkan dari payudara, sesungguhnya diatur oleh isapan bayi. Semakin sering bayi mengisap, makin sering ASI dikeluarkan dan diproduksi di payudara. Inilah yang dinamakan ’supply and demand’. Model: Moly

28

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

29

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

aku tumbuh & berkembang

Model: Dian

“Hup, Balikkan Badanmu, Nak!� Dengan rolling badan, bayi sedang mengoptimalkan otot dan belulang panggul, lengan, dan punggungnya.

Optimalnya kinerja otot dan tulang pada usia ini akan berdampak pada kemampuan keseimbangan bayi di tahap berikutnya. Ia akan dengan mudah untuk duduk dan berlatih berdiri ketika saatnya tiba.

S

Stimulasi Sangat Penting

etiap pagi setelah memandikan Farah, 4 bulan, Yaya (28 tahun) sibuk bercengkerama dengan bayinya sambil membolak-balikkan tubuh mungil buah hatinya itu. Yaya akan menelungkupkan bayinya kalau si kecil sedang telentang. Sebaliknya, ibu muda ini akan menelentangkan Farah jika anaknya itu sedang tengkurap. Yaya sedang melatih bayinya agar bisa membalikkan badan. Inginnya sih si upiknya itu mampu juga berguling-guling. “Apa bisa ya?�, pikir Yaya.

Tahap Penguatan Otot dan Tulang Padahal sesuai dengan grafik pertumbuhan-perkembangan, bayi seusia Farah sedang mengoptimalkan pertumbuhan otot-otot dan tulang-belulang sekitar panggul, lengan dan punggungnya. Pada usia 4 bulan, misalnya, si kecil sudah dapat tengkurap dan telentang, menumpu badan pada kaki, serta dada terangkat menumpu pada lengan. Di bulan ke-5 usianya, gerakan bayi semakin bervariasi. Otot leher dan otot tangan bayi, misalnya, semakin menguat. Ia kini sudah pandai berputar dengan menggunakan tangannya. Ketika diletakkan terlentang, ia menggunakan tangannya untuk mendorong dan berguling membalikkan badannya.

30

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Namun Bu, ada juga lho, bayi yang pada rentang usia ini belum bisa membalikkan badannya apalagi untuk rolling. Menurut dr. Lindana Sastra, SpA dari Brawijaya Women & Children Hospital, ada beberapa kemungkinan yang menjadi faktor penyebab. Bisa jadi si kecil mengalami kelainan organis, kelainan otak, kelainan tulang, atau mungkin karena ia tidak distimulasi. Untuk itu, Ibu harus segera memeriksakannya ke para pakar untuk mencari tahu penyebab hambatan ini. Tapi, jika secara fisik semuanya baik-baik saja, kemungkinan terbesar adalah kurangnya stimulasi. Maka, solusinya, ya Ibu perlu meniru apa yang dilakukan oleh Yaya tadi. Yakni memberinya stimulasi sesering mungkin untuk merangsang pertumbuhan dan penguatan otot dan tulang panggul, punggung, serta lengannya. Untuk memberikan rangsangan, Ibu bisa melatihnya dengan cara seperti berikut ini: n Kalau anak sudah mulai bisa memiring-miringkan badannya, bantu ia dengan menariknya ke arah kemiringan yang diinginkan sampai ia tertelungkup n Gunakan mainan untuk menarik perhatian aga ia mau berbalik dan bahkan berguling-guling Nah, selamat mencoba.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

31

tingkah & polah

Dipeluk Oke, Ditimang Oke! Pada dasarnya bayi senang ditimang dan dipeluk. Ini merupakan bagian dari kebutuhan emosinya. Hanya saja, orangtua sebaiknya melakukannya secara proporsional. Maksudnya? Model: Fadli

ini yang menyertai, si kecil tentu akan merasakan hal yang sama, selanjutnya ia menjadi lebih nyaman.

D

itimang-timang tersenyum, digendong juga demikian. Apalagi bila sambil digendong sesekali dipeluk, wow... wajah ceria kian tampak pada wajah si kecil Jonathan. Ibu mana sih yang tak ingin segera mengendongnya lagi dan lagi. Ya, memasuki usianya yang kelima bulan, makin banyak saja tingkah lucu dan menggemaskan Jonathan. Tak heran bila Cristine, sang bunda, sangat menikmati saat-saat bermain dengan buah hatinya itu.

Peluk dan Timang dengan Lembut Bayi memang punya posisi sendiri di mana dia merasa nyaman ‘bermain’ dengan orangtuanya. Ada bayi yang senang ditimang-timang, ada pula yang senang digendong sambil sesekali dipeluk, dan lainnya. Menurut Maharsi Anindyajati, M.Psi, kesenangan yang ditunjukkan bayi saat ditimang dan dipeluk merupakan sesuatu yang wajar. Selain kebutuhan biologis (seperti tidur, makan, dan minum), bayi juga punya kebutuhan emosional. Ia memiliki rasa ingin disayang, rasa takut, rasa senang, dan rasa sedih. Juga membutuhkan rasa aman dan kehangatan yang bisa dipenuhi dari belaian, timangan dan pelukan orang-orang di sekitarnya, khususnya sang ibu. Pada dasarnya, sambung Nina – demikian Maharsi Anindyajati biasa disapa -setiap bayi senang dipeluk dan ditimang, tanpa terkecuali. Nah, kewajiban orangtua lah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hanya saja perlu diingat, orangtua sebaiknya melakukan kedua aktivitas tersebut dengan penuh ketulusan dan rasa bahagia. Jika perasaan

32

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

TUMBUH&&KEMBANG KEMBANG BULAN TUMBUH 0-60-6 BULAN

tingkah & polah

Bahkan untuk bayi yang sakit atau mudah gelisah, pelukan, buaian dan timangan yang hangat dari orangtua bisa membuat dia cepat sembuh dan cepat merasa tenang. Begitu pula sebaliknya, jika kebutuhan tersebut diberikan dengan perasaan kesal, marah, atau tidak tenang, bahkan ketakutan, maka si kecil juga bisa merasakannya. ”Si kecil bisa lho membedakan mana pelukan yang tulus dan mana yang tidak,” imbuhnya. Pendek kata, pelukan, timangan dan belaian yang lembut akan membuat bayi merasa lebih nyaman dan aman. Secara psikologis, kondisi tersebut akan membentuk sebuah attachment. Yakni adanya ikatan yang kuat antara bayi dan pengasuhnya, dalam hal ini bisa ibu atau pengganti sosok ibu. ”Dalam jangka panjang, attachment yang terbentuk ini akan mempengaruhi perkembangan emosi anak,” ujar psikolog dari Putra Andika Psychological Services serta PPM Manajemen ini.

Jangan Berlebihan Aktivitas menimang dan memeluk bayi memang terkait dengan pembentukan attachment. Meski demikan orangtua sebaiknya tak melakukannya secara berlebihan. Bagaimanapun, anak membutuhkan perkembangan fisik yang lain, seperti belajar tengkurap, berguling, duduk, berjalan, dan seterusnya. ”Jika terus-menerus ditimang atau

merupakan refleksi dari perasaan orangtuanya. Di sinilah pentingnya orangtua menimang atau memeluk si kecil secara proporsional. Maksudnya? Orangtua harus bisa melihat kapan anak mesti ditimang atau dipeluk, dan kapan ia dibiarkan beraktivitas lain. Sikap berlebihan, sambung Nina, justru akan membuat kebutuhan emosi si kecil tidak terpenuhi secara proporsional.

dipeluk, kapan anak bisa mempelajari keterampilan lainnya? Anak juga membutuhkan sosialisasi dengan lingkungannya, bukan?” papar Nina. Tak hanya itu. Respon berlebihan juga hanya akan memunculkan sikap ketergantungan anak secara emosi kepada orangtuanya. Hal ini bisa berdampak kurang baik bagi perkembangan anak selanjutnya. Padahal, anak kan juga harus dilatih untuk mandiri dan menyelesaikan permasalahannya sendiri. Ia juga harus siap menghadapi perpisahan dengan orangtuanya, baik itu untuk jangka pendek atau untuk jangka yang lebih panjang. Ketergantungan secara emosi tentu akan membuat anak lebih sulit untuk menghadapi perpisahan yang seringkali tidak terelakkan. Dalam jangka pendek, dampaknya sudah bisa dirasakan. Si bayi jadi menuntut untuk selalu diistimewakan. Misalnya, si kecil tak bisa tidur sebelum ditimangtimang. Akibatnya, orangtua sendirilah yang akan merasa direpotkan. Orangtua pun bisa jadi akan diliputi perasaan kuatir dan tak tega saat meninggalkannya di rumah lantaran harus bekerja. Akibatnya, keduaya akan gelisah ketika mesti berpisah. Ya, reaksi anak memang

Selain itu jangan lupa, orangtua juga harus kompak dan konsisten menerapkan aturan yang akan dilakukan, serta mengkomunikasikannya kepada semua orang di rumah agar mereka paham. ”Jadi, jangan sampai si ibu sudah memeluk dan menimang secukupnya sesuai kebutuhan anak, tapi sang ayah atau anggota keluarga lainnya justru sebaliknya,” wanti-wanti Nina. Bagaimana Bu, Pak, setuju bukan?

Sebaiknya Orangtua...

k Mengekspresikan rasa sayang

pada anak – lewat pelukan dan timangan – memang sangat dianjurkan. Namun ingat, jangan sampai itu justru merugikan si kecil. Cermatilah, apakah kebutuhan tersebut memang diperlukan anak atau justru hanya memuaskan keinginan orangtua. Mengurangi kebiasaan memeluk atau menimang si kecil secara berlebihan. Lakukanlah secara bertahap, jangan drastis nanti anak malah merasa dicampakkan. Ini pun berbahaya. Misalnya, dengan menyediakan beragam mainan alternatif yang bisa merangsang perkembangan panca inderanya. Ajaklah si kecil bermain agar keinginannya untuk ditimang perlahan berkurang.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

33

kesehatan bayi

“Kok Ubun-ubunnya Berdenyut Terus Sih?” Ubun-ubun si kecil selalu berdenyut dan mungkin membuat Ibu kuatir. Tapi, apa benar perlu dikuatirkan? Bukankah memang seperti itu bayi-bayi pada umumnya? Model: Toby

K

alau Ibu perhatikan ada bagian yang berdenyut-denyut di kepala si kecil, itulah yang disebut ubun-ubun. Pastilah Ibu takut memegang bagian yang berdenyutdenyut itu karena terlihat amat ringkih. Padahal tidak serapuh itu kok! Ubun-ubun ini meski terlihat sangat lunak, sebenarnya cukup kuat karena dilapisi membran sebagai pelindungnya. Ubun-ubun inilah yang melindungi otak bayi pada saat proses persalinan dan berguna untuk mengetahui besarnya tekanan pada otak anak. Lalu, mengapa sih bisa berdenyut-denyut seperti itu? Kapan akan berhenti?

Belum Tersambung Sebagaimana konstruksi tubuh yang lain, batok kepala si kecil juga terbentuk dari beberapa lempeng tulang kepala. Satu lempeng yang ada di bagian belakang kepala disebut dengan tulang oksipital. Di bagian samping kiri dan kanan kepala, itulah yang disebut sebagai tulang parietal. Sementara, di bagian depan ada 2 lempeng tulang frontal. Ketika bayi lahir, 2 lempeng tulang frontal ini belum tersambung sehingga terdapat celah yang disebut sutura. Posisi sutura ini, membujur dan melintang. Titik persilangan pada tulang inilah yang membentuk ubun-ubun depan (besar) dan ubun-ubun belakang (kecil). Tulang-tulang kepala yang belum tersambung itu pula yang memungkinkan bayi bisa dilahirkan dengan mudah. Jadi, ketika bayi akan keluar ke jalan lahir, tulang-tulang tengkorak yang masih terpisah tadi dengan fleksibel merapat untuk berkompromi dengan tekanan dari jalan lahir. Bentuk kepala menjadi sesuai dengan jalan lahir sehingga bayi bisa keluar dengan mudah. “Tulang-tulang ini akan terpisah lagi seperti sebelumnya begitu bayi dilahirkan dan akan tetap seperti itu hingga waktu tertentu,” papar dr. Irawan Mangunatmaja, Sp.A(K) dari Sub-

34

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Bagian Saraf Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Itulah mengapa pengukuran lingkar kepala akan rutin dilakukan saat dokter melakukan pemeriksaan untuk memantau pertumbuhan si kecil. Dengan pengukuran itu bisa diketahui apakah ada kecenderungan ubun-ubun tertutup terlalu cepat. Atau ada kelainan pada ukuran lingkar kepala, misalnya jika kepala terlalu kecil atau terlalu besar akibat hidrosefalus. Nah biasanya ada ibu yang ‘gatal’ ingin mempercantik bayi perempuannya, dengan misalnya memberi bando rambut. Ini boleh saja kok, asal dipilih bando berbahan lembut dan tidak terlalu ngepres di kepala.

Kapan Berhenti Berdenyut? Denyut yang terasa saat Ibu meraba ubun-ubun besar si kecil menunjukkan adanya aktivitas pembuluh darah di bawahnya. Denyut ini akan berhenti seiring dengan tertutupnya ubun-ubun. Berhentinya denyut ubun-ubun ini sendiri tak boleh terlalu cepat ataupun terlalu lama. “Umumnya, denyut ini akan berhenti pada saat bayi berusia 6 hingga 20 bulan. Terlalu cepat atau terlalu lambat bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada otak anak,” ungkap Irawan. Ubun-ubun yang masih berdenyut-denyut hingga anak berusia 2,5 tahun misalnya, bisa saja menunjukkan adanya kelebihan cairan otak yang membuat kepala membesar (hidrosefalus).

Pada kasus tertentu, bisa saja ubunubun berhenti berdenyut dan tertutup lebih cepat karena proses tersambungnya tulang terlalu cepat. Bahkan, menurut Irawan bisa saja itu terjadi sebelum bayi lahir. Penyebabnya bisa karena kelainan bawaan ataupun infeksi selama masa kehamilan. Selain itu, gangguan perkembangan otak dan kelainan pertumbuhan dan kepadatan tulang yang berlebihan, serta kandungan kalsium yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan ubun-ubun tertutup lebih cepat. Sedangkan pada kasus yang lebih berat, ubun-ubun yang tertutup lebih cepat terutama sejak masa kehamilan dapat memicu terjadinya gangguan pada otak. Sebab, sel-sel otak yang seharusnya berkembang tertahan oleh tulang tengkorak yang sudah tersambung sebelum waktunya. “Anak bisa mengalami gangguan cerebral palsy yang membuat anggota tubuhnya mengalami kelumpuhan yang sifatnya kaku,” tandas Irawan. Dalam kasus yang lebih ringan, ubun-ubun yang tertutup lebih cepat tak jarang menyebabkan pula bentuk kepala menjadi ‘panjul’.

Operasi Bila ubun-ubun tertutup lebih cepat, biasanya perlu dilakukan tindakan operasi untuk menanganinya. Jika memang celah pada tulang sudah tertutup, tindakan operasi dapat membantu melepas tulang yang sudah tersambung sehingga otak bisa terus tumbuh dan berkembang. Tindakan operasi harus secepat mungkin dilakukan jika terjadi peningkatan

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

kesehatan bayi

tekanan di dalam kepala. Tapi, jika otak tidak lagi berkembang dan tak terjadi peningkatan tekanan, tindakan operasi tak lagi dibutuhkan Manfaatnya takkan maksimal sehingga penanganan lebih baik berfokus pada terapi untuk menangani gangguan lanjutan. Nah, kini Ibu sudah paham kenapa ubunubun si kecil tak berhenti berdenyut. Sepanjang tidak ada kondisi-kondisi yang perlu dikuatirkan, tak perlu takut kan Bu?

Kapan Perlu Waspada? Menurut Irawan, walau denyut ubun-ubun bayi itu normal saja terjadi, orangtua perlu mewaspadai kondisi-kondisi berikut: n Kepala terlihat cembung dan

suhu kepala tinggi (yang bisa jadi menunjukkan tekanan pada kepala sangat tinggi). Ini bisa diketahui dengan cara menyentuh atau meraba bagian kepala. Tapi, kepala yang cembung bisa saja terjadi saat bayi menangis dan tidak mengindikasikan adanya gangguan. n Ubun-ubun terlihat cekung bisa mengindikasikan adanya dehidrasi, terutama bila bayi mengalami diare atau muntah.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

35

TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN

Tumbuh & Kembang

Bayi (6-12 BULAN)

Lihat, Aku Bisa Berdiri! Si kecil sedang dalam tahap melatih keseimbangan. Jangan heran kalau ia coba-coba berdiri.

Ehmmm... Si Kecil Mulai Mengerti Intonasi! Buat bayi, intonasi suara orangtuanya punya arti sangat penting. Ini sarananya mengembangkan kemampuan berbicara.

Lidahnya Ada Bercak Putih, Jamuran? Lidah si kecil ada bercak putihnya? Ada dua kemungkinan Bu. Bisa karena reaksi metabolis tubuh, bisa juga karena jamur.

36

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

37

TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN

TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN

tingkah & polah

aku tumbuh & berkembang

“Hore, Aku Bisa Berdiri!” Buat bayi, berdiri bukan sekedar menegakkan tubuh. Juga untuk belajar keseimbangan. mulai menguatnya otot-otot tubuh. Bagian tubuh yang berperan saat bayi belajar berdiri antara lain rangka tubuh, kepala, tungkai kaki sekaligus telapak kakinya. Telapak kakinya sedang belajar merasakan permukaan tempat ia berdiri.

Model: Farrel

Ehmmm... Si Kecil Mulai Mengerti  Intonasi!

Mungkin bayi Ibu sangat bersemangat belajar berdiri, sama seperti Deni. Ia memulainya dengan duduk kemudian berlutut lalu kedua tangannya menumpu pada lantai. Ia akan mengangkat pantatnya sambil mengangkat tungkai kaki. Dan, ia pun berdiri di atas kakinya sendiri. Pada saat ia berdiri, ia juga sedang belajar keseimbangan. Organ-organ yang mengatur keseimbangan tubuh seperti mata dan telinga berperan besar pada kemampuan berdiri. Karena itu, gangguan pada mata atau telinga bisa menghambat bayi ketika belajar berdiri dan selanjutnya berjalan. “Terutama lama-tidaknya proses membuka dan menutup mata bayi,” ujar Irawan yang juga ahli neurologi anak di Klinik Anakku.

Model: Mahdi

R

umah Andayani (28 tahun) akhir-akhir ini selalu riuh. Dari dalam rumah sering terdengar seruan, “ya…ya….ayo…hup..satu…dua… tiga…ya!”. Rupanya Andayani sedang mengajari buah hatinya, Deni yang berumur 11 bulan, untuk berdiri. Mulamula ia memegang kedua tangan Deni lalu pelan-pelan diangkatnya. Deni pun secara otomatis menjejakkan kedua kakinya ke lantai. Seringai ceria muncul di bibir Deni tatkala ia bisa berdiri meski masih dipegangi Bundanya. Tak hanya itu, kadang-kadang Deni juga berusaha berdiri sendiri dengan bertumpu pada tembok atau meja dan benda-benda lainnya. Ia akan terdiam sejenak setelah berhasil menyeimbangkan kedua kakinya lalu perlahan melepaskan tangan dari tumpuan. Belajar Keseimbangan Dokter Irawan Mangunatmadja, SpA (K) menjelaskan, anak seusia Deni memang sudah masanya belajar berdiri. Deni juga sedang belajar keseimbangan seiring dengan

38

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Jika Ibu menemukan bayinya mengalami gangguan membuka dan menutup mata, menurut Irawan, hal itu bisa menghambat proses belajar berdiri anak. Sehingga, bayi mengalami terlambat berdiri lalu bayi pun belum bisa berjalan dibanding bayi seusianya. Jika ini terjadi, tentu Ibu harus segera memeriksakannya ke para ahli. Siap menstimulasi, Bu?

Ayo Stimulasi n Peganglah tangan bayi lalu angkat perlahan sampai ia

bisa berdiri. n Berikan jemari ibu atau barang lain yang menarik minat

bayi sebagai iming-iming agar bayi tertarik untuk berdiri sendiri. n Biarkan bayi ketika ia mencoba berpegangan pada benda lain untuk berdiri. tapi tetap awasi, ya, Bu. n Berilah pengaman setiap sudut meja agar tidak membahayakan ketika si kecil menggunakannya sebagai tumpuan. n Singkirkan berbagai perkakas yang sudah rusak seperti kursi dan meja agar bayi terhindar dari bahaya ketika memakainya untuk pegangan.

Buat bayi, intonasi suara orangtuanya punya arti sangat penting. Lewat pengenalan intonasi itulah si kecil mengembangkan kemampuan berbicara.

S

iapa bilang bayi tak bisa diajak berbicara? Tak percaya, silakan perhatikan si mungil. Lihatlah reaksi matanya. Tatapannya seolah memahami saat diajak bicara. Tak hanya penglihatan, pendengarannya pun terbilang sensitif. Bayi sangat menyukai bunyi-bunyian. Ia seakan ingin berkomunikasi dengan bunyi-bunyi itu. Dan umumnya, bayi sangat peka pada nada dan intonasi suara manusia. Dan suara lembut sang ibu atau orang-orang dekatnya menjadi bunyi favoritnya.

Belajar dari Intonasi Suara Adri Fabianus, Psi, mengakui bahwa meski masih sangat belia, bayi sudah bisa diajak berkomunikasi. Pada usia 2-3 bulan, bila orangtua mengajaknya berbicara, tersenyum dan bercanda, si kecil pun dapat merasakan hal yang sama. Menginjak usia 6 bulan, bayi yang diajak berbicara bisa berceloteh lebih terstruktur seperti ‘mamama’. Selanjutnya,

kemampuannya berkomunikasi terus berkembang. Dia mencoba berbicara dengan orang yang ada di sekitar melalui kata-kata dan intonasi yang sering didengarnya. ”Pemahaman akan intonasi adalah salah satu cara bayi untuk dapat berbicara dengan orang lain,” ujar psikolog dari lembaga Psychological Practise, Test & Consultancy ini. Lebih konkretnya, bayi akan mempelajari intonasi suara yang sering didengar melalui  gerak bibir yang dilihatnya. Memang, pada awalnya ia hanya meniru tanpa mengetahui arti dari kata-kata tersebut. Namun perlahan, ia akan semakin paham arti dari kata yang terucap. Hal ini adalah bagian dari perkembangan bayi untuk mempelajari bahasa dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Seiring dengan bertambahnya usia, si kecil pun kian keterampilan. Saat mendengar suara yang akrab,

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

39

TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN

pandangannya akan segera beralih seakan mencari objek tersebut. Mulut dan lidahnya makin sering digerakkan. Ia mencoba memahami kata demi kata yang Ibu/Bapak ucapkan atau siapa pun yang didengarnya. Bahkan berteriak kini jadi caranya mencari perhatian orangtuanya. Ia akan mendengar penuh perhatian saat orangtuanya berbicara padanya dan mencoba menirukan serta mengulangi bunyi yang didengarnya tersebut. Menurut Adri, pemahaman intonasi dan kata-kata memang penting bagi bayi. Pertama, dari sanalah ia akan belajar mengucapkan katakata dengan benar dan memahami artinya. Dengan demikian akan semakin terasah kemampuan bayi untuk berkomunikasi secara tepat. Yang kedua adalah eksplorasi dan ekspresi  emosi bayi juga akan berkembang melalui kata-kata serta intonasi yang didengarnya. Oleh karena ia akan lebih paham perasaan dirinya maupun orang lain.

Beri Respons Positif Ya, mengenali intonasi suara di sekitarnya adalah salah satu bagian dari perkembangan bayi. Itulah mengapa orangtua sebaiknya lebih

tanggap bila sang buah hati mulai mencoba meniru intonasi dan perkataan yang sering didengarnya. Menurut Adri, banyak cara bisa dilakukan untuk mengembangkan pemahaman anak akan intonasi suara. Salah satunya dengan sering mengajaknya berkomunikasi. Meski reaksi awal bayi masih berupa celoteh, senyum, mengucapkan  suku kata (seperti ’ma’ atau ’pa’), jika orangtua kerap mengajaknya berbicara, tentu saja lama-kelamaan anak akan belajar mengucapkan kata-kata yang lebih bermakna (seperti ’mama’, ’papa’, dan lainnya). Nah, dengan memahami perkataan, pesan dan intonasi suara dari orangtua, bayi diharapkan dapat pula memberikan respons yang tepat kepada lingkungannya. Misalnya si kecil akan tahu bahwa bundanya sedang kesal karena tak menuruti perintahnya, lalu ia memeluk sang bunda sebagai permintaan maafnya. Pemahaman tersebut bisa juga menjadi bekal anak untuk berkomunikasi dengan orang lain di masa mendatang. Di mana dia dapat

Selain itu, bayi yang sering melihat orangtuanya senang dengan respons yang diberikan, tentu saja merangsangya untuk berkomunikasi lebih aktif lagi. Dengan demikian secara bertahap kemampuan bahasanya yang awalnya sangat terbatas (seperti bergumam) akan terus berkembang dan bisa menjadi lebih dimengerti oleh orang lain. Dampaknya, rasa percaya diri si kecil untuk berkomunikasi juga akan semakin terasah ketika bertemu dengan orang lain. Bahkan dapat pula merangsangnya untuk mengeksplorasi kosakata yang baru. Bayi pun nantinya akan lebih mengerti mengenai aturan atau hal-hal yang tidak boleh ia lakukan, pada saat orangtua mulai berbicara dengan nada tinggi. Dan seterusnya. Pendek kata, imbuh Adri, keberhasilan bayi yang direspons positif oleh orangtua, akan semakin mempertebal rasa percaya dirinya dalam berkomunikasi dan sekaligus merangsang bayi untuk terus mengasah kemampuan yang lainnya.

ya!

l Perbanyak waktu untuk ’berbicara’ dengan bayi. Berbicaralah secara lambat, jelas dan intonasi yang tepat untuk membantu mengembangkan keterampilannya memahami kata maupun maks ud perkataan tersebut. l Rangsang terus rasa ingin tahu anak terhadap berbagai intonasi. Manfaatkanlah aktivitas sehar ihari, misalnya saat bermain bersama, membacak an cerita dengan berbagai macam intonasi sekal igus menjelaskan maksudnya (misalnya: ’stoppp...’ untuk mempertegas perintah, ‘ayooo... kamu bisa’ untuk menyemangati). l Ajak si kecil bermain cermin dan bermain peran sambil mengekspresikan kata-kata. Tak kalah penting adalah proses pengulangan yang membantu bayi meng ingat kata-kata atau intonasi dengan tepat.

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Ihhh… Lidahnya Ada Bercak Putih, Jamuran?

menangkap maksud yang disampaikan oleh orang lain, sekaligus memberikan respons yang tepat, baik secara verbal maupun non-verbal.

Yuk, Kembangkan Kemampuan Bicaran

40

TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN

kesehatan bayi

tingkah & polah

Model: Najmi

Lidah si kecil ada bercak putihnya? Ada dua kemungkinan Bu. Bisa karena reaksi metabolis tubuh, bisa juga karena jamur.

T

iara panik. Lidah bayinya, Zahra (7 bulan) dipenuhi bercak putih. Bayi pertamanya ini juga malas menghisap puting payudaranya. Ia seperti kehilangan semangat menyedot ASI, tak seperti biasanya. Yang bikin Tiara lebih panik adalah suhu badan Zahra juga agak hangat. Sakitkah buah hatinya? Apakah yang menyebabkan lidah putri pertamanya ini memutih?

Berbagai pertanyaan menyelimuti benak Tiara.

Putih Bukan Jamur Menurut dr. Alders Swisman, Sp.A., lidah bayi yang dipenuhi bercak putih tidak perlu begitu dikuatirkan berlebihan. Bercak itu muncul karena suhu tubuh yang menghangat akibat sel tubuh bayi yang sedang tumbuh aktif. “Lidah putih adalah

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

41

TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN

kesehatan bayi reaksi metabolis tubuh, bahkan ketika lahir lidah bayi sudah putih,” tegas Aldres.

Klinik Alverina Augusta mengingatkan para Ibu agar rajin-rajin membersihkan lidah bayinya.

Orang awam, lanjut Aldres, biasa menyebutnya panas dalam. Suhu tubuh yang meningkat memunculkan reaksi-reaksi tertentu yang mengakibatkan tubuh menunjukkan tanda seperti lidah memutih. Ketika bayi tumbuh gigi pun, lidah bayi akan memutih dengan hebatnya. Reaksi metabolis yang wajar ini menunjukkan bayi tumbuh dengan normal dan aktif.

Bilamana Jamuran?

Lidah yang dipenuhi bercak putih juga akan nampak pada bayi-bayi yang diberi susu formula. Bercak putih tersebut berasal dari sisa-sisa susu formula yang mengendap di dasar lidah. Jadilah ia putih seperti kerak. Meski bukan jamur, tapi bisa menjadi media yang sangat nyaman buat berkembangnya jamur (bakteri) jika tak dibersihkan secara rutin. Karenanya, Aldres yang berpraktik di

Jamur pada lidah atau rongga mulut bayi perlu diwaspadai ketika ia sudah menyebar ke epitel dalam pipi. Apa tandanya? Tandanya bagian dalam pipi bayi dipenuhi bercak putih bahkan sampai ke bagian bawah lidah dan sudutsudut bibir. “Ini baru jamuran. Penyebabnya dari jenis candida,’’tukas Aldres. Jamur yang lebih banyak menyerang bayi ini bisa menjalar dengan cepat hingga ke saluran pencernaan. Awalnya dari lidah lalu ke selaput lendir pipi bagian geraham, langit-langit mulut, gusi, tenggorokan, sampai ke amandel dan bahkan bisa ke saluran napas atas. Serangan jamur ini akan membuat bayi tak nyaman. Jangan heran kalau kemudian mereka menjadi lebih rewel dari biasanya dan menurun nafsu makannya. Kalau begitu darimana jamur itu datang? Ia bisa datang dari dot susu, empeng, atau dari peralatan makan minumnya yang tak bersih (tak suci hama). Empeng yang menggantung di leher bayi yang jarang dibersihkan adalah vektor jitu penular jamur sekaligus habitat yang cocok bagi jamur. Demikian juga dengan puting susu Ibu yang jarang dibersihkan akan menulari jamur ke bayinya. Ditambah lagi dengan kondisi rongga mulut yang selalu lembab, pastilah menjadi tempat paling subur bagi jamur. Karena itulah, mengapa rongga

42

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Jangan Lupa: n Amati selalu lidah bayi Ibu apakah putihnya normal atau sudah menjalar ke dinding geraham. n Angkatlah endapan sisa susu formula dengan kasa bersih yang telah dicelup ke air hangat secara hati-hati. n Bersihkan dan lap dengan lap hangat puting susu sesaat sehabis menyusui. n Cuci bersih dan sucihamakan empeng setiap hari n Cuci dan sucihamakan dot dan botol susu bayi sebelum digunakan.

mulut terutama lidah, yang lebih dulu mendapat serangan jamur.

Obatnya? Untuk membedakan apakah ini jamur atau sisa susu di lidah, Ibu bisa mengamatinya dengan seksama. Selaput putih jamur tak mudah dikelupas permukaannya. ‘’Jika berhasil dikelupas pun akan menyisakan daerah merah meradang di bawahnya,’’ imbuh Aldres. Sedangkan jika hanya lapisan susu, lapisan itu akan mudah dibilas dengan meminum air putih. dan tak meninggalkan bekas. Karena jamur ini bisa menjalar ke manamana, ia harus diobati. “Secara umum bisa diobati dengan obat sariawan,” ujar Aldres. Obat ini ada yang dioleskan, ada juga yang diminum. Jika belum terlalu parah, obat oles sudah cukup. Tapi, jika serangan jamur terjadi secara sistemik (cepat dan meluas), penderita perlu mendapat obat antijamur yang diminum. Untuk menjaga agar si jamur tak balik lagi, Ibu perlu menjaga kebersihan rongga mulut si kecil. Ibu sebaiknya membersihkan lidah dan rongga mulut bayi secara berkala. Atau segera bersihkan jika di lidahnya terlihat endapan putih yang menebal. Bagaimana Bu, tak perlu panik ya?

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

43

TUMBUH && KEMBANG 1-31-3 TAHUN TUMBUH KEMBANG TAHUN

Tumbuh & Kembang

Batita (1-3 TAHUN)

Otot Jariku Kuat karena Menggunting! Ia sedang memperkuat keterampilan motorik halus di jemarinya.

Berkenalan Sama Huruf, Yuk Nak! Konteks belajar membaca di usia ini, adalah mengenal huruf. Anak boleh terus dirangsang minatnya, asalkan orangtua tidak memaksakannya.

Mencret, karena Susu?

Si kecil mencret setelah minum susu? Haruskah ia berhenti dulu minum susu hingga mencretnya berhenti?

44

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

45

tingkah & polah

“Otot Jariku Kuat Karena Menggunting!” Modal Menggenggam & Menulis

TUMBUH & KEMBANG 1-3 TAHUN

TUMBUH & KEMBANG 1-3 TAHUN

aku tumbuh & berkembang

“Berkenalan Sama Huruf, Yuk Nak!”

Fitria Prabandari, M.Psi., psikolog dari High / Scope Rasuna & Phoenix Kids, Menteng menyetujui langkah Ratih. “Kemampuan menggunting baik untuk melatih motorik halusnya,” ujarnya. Belajar menggunting merupakan bekal anak saat menggenggam pensil dan barang-barang mini lainnya. Dengan belajar menggunting, si kecil juga sedang melatih koordinasi tangan dan jarijemarinya. Kalau keterampilan ini distimulasi sejak dini, kemampuan menulis anak nantinya cenderung lebih baik.

Konteks belajar membaca di usia ini, adalah mengenal huruf. Anak boleh terus dirangsang minatnya, asalkan orangtua tidak memaksakannya.

“Anak yang mampu menggunting dengan baik akan otomatis bisa menulis dengan baik dan rapi,” Fitria memaparkan. Itu karena otot-otot jari sudah bisa berkoordinasi dengan baik. Menggunting, juga merupakan aktivitas untuk meningkatkan kemampuan menggenggam. Ia sedang belajar menyelipkan jejari melalui celah gunting yang kecil dan berlekuk. Otot-ototnya dilatih meliuk, bergerak ke atas-bawah. Ia juga sedang menguatkan perototan seputar telapak tangan dan lengan bagian atas. Model: Anis

Menggunting termasuk aktivitas sulit, tapi ia sedang belajar melatih otot otot jarinya. Ya, ia sedang memperkuat keterampilan motorik halus di jemarinya.

Yuk Menggunting Aktif

“A

nakku sudah pandai menggunting kertas dengan baik, lho,” ujar Ratih kepada teman-teman sesama ibu penunggu di halaman sekolah putrinya. Ratih tidak bermaksud pamer, tapi ia memang sedang bergairah sekali membahas perkembangan putri semata wayangnya, Laras (2,5 tahun). Masih bersemangat bercerita, Ratih membeberkan kalau putrinya itu sudah sering ia latih memegang gunting dan menggunakannya, sejak berumur 1,5 tahun. Saat ditanya untuk apa ia melatih Laras mengunting, Ratih bilang dia ingin bisa lebih siap ketika nanti memegang pensil saat bersekolah.

46

September - Oktober 2008

Dalam rangka menstimulasi ini, jangan lupa lho Bu kalau gunting itu termasuk benda (tajam) berbahaya bagi anak. Karena itu, “Dampingi selalu si kecil agar tak cedera,” kata dr. Hari Nugroho, SpOT. dari Rumah Sakit Siloam, Cikarang.

Tumbuh Kembang

i Ajak si kecil membuat berbagai bentuk seperti lingkaran, segi empat, dan bentuk lainnya di kertas kosong, setelah itu mintalah ia mengguntingnya. i Jangan langsung memberikan objek yang kecil untuk digunting. i Stimulasi dilakukan secara bertahap untuk merangsang penguatan otot jari, tangan, dan telapak si kecil. i Hindari gunting sungguhan, pakailah gunting mainan (plastik, bermata aluminium) sebagai awal latihan.

Model: Laras & Rany

A

ni (34 tahun) memborong karpet karet bermotif abjad dari supermarket. Tak hanya itu, ibu satu anak ini juga membeli bergulung-gulung kertas karton putih, sejumlah spidol aneka warna dan segepok kertas spotlight. “Saya mau ngajarin Sinta membaca,” tukasnya sambil tersenyum. Rencananya, Ani akan menggelar karpet berhuruf itu di lantai kamar buah hatinya. Ani juga akan membuat berbagai macam huruf dari karton yang diwarnai agar

lebih menarik perhatian Sinta (2 tahun). Tujuannya cuma satu: mengajarkan membaca lebih dini pada anak pertamanya.

Stimulasi Lebih Dini Mengajarkan anak usia 1-3 tahun membaca, bukan berarti mengajarkan mereka agar mahir membaca koran atau majalah atau buku. Belajar membaca pada usia ini lebih tepat dinamakan mengenalkan huruf-huruf dan angka pada anak. “Maksudnya, agar anak tidak kaget nantinya saat ia benar-benar belajar membaca,” kata Erfianne Cicilia,

Psi, Psikolog dari Lembaga Pengkajian dan Terapan Universitas Indonesia. Bila pengenalan itu dilakukan sejak dini, anak akan akrab dengan bentukbentuk huruf dan angka. Mana huruf “W” mana “M” atau mana yang “b” dan “p”. Mengenalkan huruf, lanjut Vivi, panggilan akrab Erfianne, akan memenuhi memori anak tentang konsep bentuk (shape). Otak anak, pada rentang umur ini, sedang ‘haus-hausnya’ menerima berbagai informasi. Sehingga, sangat disayangkan kalau pada usia ini anak tak mendapat rangsangan

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

47

TUMBUH & KEMBANG 1-3 TAHUN

informasi yang optimal. Karenanya, belajar membaca atau mengenalkan huruf sesungguhnya tak mengenal batasan. Hasil riset para ahli menyatakan, semakin muda usia anak, semakin mudah baginya untuk belajar berbagai hal, termasuk mengenal huruf dan kemudian membaca. Membaca, bukanlah sebuah ‘mata pelajaran’ seperti ilmu pengetahun, tapi suatu cara untuk memfungsikan otak. Sebagaimana melihat atau mendengar.

Ada Tahapannya Menurut Vivi, ada beberapa tahapan sebelum batita mengenal huruf dan membaca. Yang pertama adalah mengenalkan anak pada bentuk dasar huruf. Anak harus diakrabkan dulu misalnya dengan berbagai macam konsep bentuk seperti, lingkaran, segitiga, segiempat, lengkung, dan sebagainya. Jika anak paham bentuk, Ibu akan lebih mudah memahami huruf-huruf. Bahwa, “A” itu pada dasarnya adalah berbentuk segitiga. Atau, “C” punya dasar bentuk lengkung, dan lain-lain. “Otak anak akan lebih mudah mengerti ketika diperlihatkan huruf-huruf jika konsep bentuk sudah tertanam,” jelas Vivi. Kedua, tahap visualisasi. Artinya, anak memahami konsep ruang

Tips dan Trik

visual seperti depan, belakang, kiri dan kanan. Ini akan memudahkan anak membedakan huruf-huruf yang memiliki visualisasi mirip. Misalnya, kalau huruf “b” perutnya di depan sedangkan huruf “d” perutnya di belakang. Huruf “M” kakinya di bawah sedangkan huruf “W” kakinya di atas. Ibu juga bisa dengan mudah menjelaskan huruf-huruf dan angka dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti anak. Ketiga, tahap mengenali bunyi fonem. Vivi memaparkan, mengajarkan membaca pada anak akan lebih mudah jika penyebutan setiap huruf tak sama dengan bunyi huruf sebenarnya. Misalnya, huruf “B” yang biasanya dilafalkan “be” sebaiknya diubah menjadi “eu--b” atau menjadi “beh”. Sebab, menurut pengalaman Vivi, penyebutan dengan cara kedua akan memudahkan anak ketika belajar merangkaikan huruf konsonan dengan vokal. Contoh, jika “B” diucapkan “be” anak akan lebih sulit merangkaikannya dengan “A”. Tapi, lebih mudah kalau diucapkan “eu--b” menjadi “eu--ba”. Demikian juga

n Gunakan karpet huruf atau membuat mal-mal huruf dari karton bekas yang diberi warna menarik. n Buatlah nama si kecil dari rangkaian huruf-huruf itu dan tempelkan di mana-mana, di tempat yang mudah dilihat si kecil. n Buatlah kartu-kartu bergambar benda dengan keterangan nama benda di bawahnya. Tempelkan itu di pintu kulkas atau di pintu. n Ajarkan si kecil bernyanyi yang liriknya mengurut huruf agar si kecil lebih cepat hafal. n Buatlah cerita setiap saat yang tujuannya mengenalkan huruf pada si kecil. Misalnya, ketika habis mandi, buat cerita “sekarang habis mandi pakai baju”. Berikan tekanan ketika menyebut “mandi” dan “baju” pada huruf “M” dan “B” sambil menunjukkan huruf tersebut. n Hindari metode yang menempatkan si anak merasa sedang diajari.

48

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

dengan huruf-huruf lainnya. Keempat, sebelum mengajarkan dan mengenalkan huruf pada anak, sebaiknya ibu mengobservasi dulu kondisi anak. Apakah anak Ibu mengalami gangguan pada pendengaran atau pengucapan atau bahkan disleksia. Tentu, yang mengetahuinya adalah para ahli. Untuk itu, Ibu bisa berkonsultasi dengan mereka jika anaknya memiliki gangguan tertentu. “Kondisi anak akan memudahkan cara pendekatan yang digunakan,” ujar Vivi.

Jangan Memaksa Yang perlu diingat Ibu dalam mengenalkan huruf adalah jangan memaksa anak. Apalagi menetapkan target pencapaian dalam waktu tertentu. Kata Vivi, itu akan membuat anak stres hingga ia akan trauma justru pada prosesnya. “Kuatir, trauma ini akan berlanjut justru ketika anak di usia sekolah,” tukas Vivi. Mengenalkan huruf, harus dibuat semenyenangkan mungkin bagi anak. Ibu jangan berharap, sekali diperlihatkan huruf “J” anak langsung ingat. Tapi, harus diulang-ulang di lain waktu dengan cara yang berbeda. Begitu anak kelihatan bosan, Ibu harus segera menghentikannya. Pokoknya, lanjut Vivi, “ Sekadarnya saja”. Vivi juga mengingatkan, agar Ibu tak terpaku pada salah satu metode belajar. Mengenalkan huruf pada anak atau bahkan mengajarkannya membaca bisa dilakukan dengan berbagai cara, sambil bermain misalnya. Tak perlu mengeluarkan biaya besar pula. Berbagai barang di rumah seperti kalender bekas atau karton susu bekas bisa jadi media belajar anak. Mudah dan tak perlu susah payah Bu. Sambil bermain dan santai saja.

TUMBUH & KEMBANG 1-3 TAHUN

kesehatan batita

tingkah & polah

“Mencret, karena Susu?” Si kecil mencret setelah minum susu? Haruskah ia berhenti dulu minum susu hingga mencretnya berhenti?

Y

a memang, banyak sekali pertanyaan di benak Ibu yang mungkin tengah mengalami masalah buang-buang air. Si kecil yang semula baik-baik saja, tiba-tiba BAB berkali-kali setelah minum susu yang Ibu berikan. Kalau sudah begini tentu saja bingung ya Bu? Tapi, tak perlu bingung. Pahami dulu kenapa sih si kecil bisa mencret-mencret seperti itu, baru kemudian cari tahu cara penanganannya. Dr. Daniel Effendi, Sp.A, dokter spesialis anak pada RS.Tria Dipa, Jakarta menjelaskan bahwa mencret adalah masalah yang memang kerap terjadi pada batita. “Sistem pencernaan batita yang masih belum sesempurna orang dewasa membuatnya lebih rentan mengalami gangguan pada pencernaannya,” jelas Daniel. Model: Rajwa

Gerak peristaltik usus kecil yang berfungsi untuk menghancurkan makanan belum bisa mengolah makanan dengan baik seperti halnya pada fungsi pencernaan orang dewasa. Lalu, mengapa mencret bisa terjadi?

Banyak Sebabnya Mencret setelah minum susu bisa terjadi karena banyak faktor. Bisa karena infeksi dari bakteri, virus, atau parasit yang ada di susu atau botol yang kurang bersih. Susu yang disimpan dalam wadah yang kurang bersih serta susu yang sudah berjam-jam tapi masih diberikan kepada anak juga bisa mengundang bakteri. Kadang, bisa juga mencret terjadi ketika si ibu melakukan penggantian susu ke tahap berikutnya. Misalnya, meski mereknya sama, penggantian susu dari susu untuk 6-12 bulan ke susu untuk anak di atas usia 1 tahun bisa saja membuat si kecil mencret. Bila ini yang terjadi, lebih baik berkonsultasi ke dokter untuk mencari susu yang pas untuk si kecil. Oh ya, takaran susu yang kurang tepat pun bisa menjadi penyebab lho, Bu! Susu yang terlalu kental misalnya, pada anak-anak tertentu bisa saja membuatnya mencret. Susu yang terlalu kental membuat usus mengalami kesulitan mencernanya. Sehingga, sebelum dicerna, susu langsung dikeluarkan lagi lewat anus. Terjadilah mencret. Untuk penyebab yang satu ini, tak ada cara lain selain sedikit mengencerkan susu. Selain itu, pada beberapa kasus bisa saja mencret ini terjadi karena intoleransi atau alergi terhadap lemak susu atau laktosa. “Diare seperti ini bisa terjadi karena kurangnya enzim laktase di saluran cerna, yang perannya mengubah laktosa susu menjadi glukosa dan galaktosa yang mudah diserap oleh usus anak atau bisa juga karena reaksi alergi terhadap protein susu,” jelas Daniel. Kekurangan enzim laktase menurut Daniel, dapat terjadi sejak lahir ataupun didapat setelah lahir terutama pada bayi yang lahir prematur. Ini bisa terjadi akibat infeksi virus yang menyebabkan rusaknya permukaan usus yang menghasilkan enzim laktase. Inilah yang dikenal dengan istilah intoleransi laktosa.

Waspadai Mencret Berbahaya Meski mencret atau diare bisa saja sembuh dengan sendirinya, Ibu tetap perlu mewaspadainya. Sebab, diare

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

49

Tumbuh & Kembang

yang tak tertangani dengan baik menyebabkan dehidrasi yang berisiko mengakibatkan kematian. “Anak bisa dikatakan mengalami diare bila tinjanya encer dan frekuensi BAB-nya sekitar 4 kali sehari atau lebih,” jelas Daniel. Kadang bisa juga disertai gejala muntah, badan lesu, demam, tidak nafsu makan, atau bahkan ada darah dan lendir pada tinja. Bila si kecil memiliki lebih dari satu gejala di atas, lakukan tindakan segera dengan pemberian cairan secara teratur untuk mengganti cairan yang keluar. Segera bawa ke dokter jika mencret terjadi terusmenerus disertai muntah, panas tinggi, mata cekung, bibir kering dan biru, sangat lemah, tidak mau makan, tangan dan kaki dingin, dan tidak kencing selama 6 jam atau lebih. Ini tanda-tanda sikecil terserang dehidrasi. “Pada kasus diare parah biasanya akan diberikan tindakan berupa pemberian infus untuk mengganti cairan yang hilang,” papar Daniel. Senyampang dengan pertolongan, Ibu sebaiknya juga mencari penyebab terjadinya mencret.

Balita (3-5 TAHUN)

Horeee... Aku Bisa ’Terbang’! Pertolongan Pertama Diare k Tetap berikan asupan makanan. Berikan makanan lunak yang

mudah dicerna. k Berikan asupan cairan yang cukup, termasuk pemberian ASI. Bila belum dehidrasi, berikan minum sebanyak 10 ml per kilogram berat badannya, setiap kali mencret. Dengan begitu, cairan tubuh yang hilang bersama tinja dapat segera tergantikan. k Untuk dehidrasi ringan, berikan larutan oralit dengan takaran 50 ml per kilogram berat badan setiap 3 jam. Sedangkan untuk dehidrasi sedang, pemberian bisa ditingkatkan menjadi 100 ml per kilogram berat badan setiap 3 jam.

Membuat Sendiri Oralit Ini adalah larutan campuran gula dan garam: [ Campurkan 1 sendok teh gula pasir, ¼ sendok teh garam dapur dan 1 gelas (200 ml) air matang. Aduk rata dan berikan kepada anak yang terserang diare. Larutan Garam – Tajin: [ Campurkan 6 sendok makan munjung (100 gram) tepung beras, 1 sendok teh (5 gram) garam dapur, dan 2 liter air. Masak hingga mendidih, dan berikan larutan kepada anak yang terserang diare.

50

September - Oktober 2008

TUMBUH && KEMBANG 3-51-3 TAHUN TUMBUH KEMBANG TAHUN

TUMBUH & KEMBANG 1-3 TAHUN

kesehatan batita

Apakah karena memang susu yang tak cocok, susu yang kurang higienis ataukah karena memang ada intoleransi laktosa atau alergi pada susu. Untuk anak-anak yang memang mengalami intoleransi laktosa, biasanya dokter akan menyarankan Ibu memberi anak susu sapi rendah laktosa, susu bebas laktosa, atau susu formula kedelai. Bila Ibu kuatir penyebab mencret adalah karena susu yang diberikan, apalagi bila frekuensi mencret cukup sering, ada baiknya menggunakan susu khusus dulu untuk sementara waktu.

Tumbuh Kembang

Kemampuan anak untuk berdiri dengan satu kaki tak muncul tiba-tiba. Ada tahapan yang mesti dilaluinya. Apa sajakah?

Susah Sekali Dia Diatur! Bila sudah diajarkan sejak dalam kandungan, tak ada anak yang ‘susah diatur’. Ibu dan Bapak hanya perlu ‘menyerang’ frontal cortex-nya.

Tips: hindari pemberian obat. Diare biasanya akan sembuh dengan sendirinya, yang penting pastikan berikan asupan cairan dalam jumlah cukup agar tidak terjadi dehidrasi. Sementara bila mencret berkategori ringan (tak ada muntah, masih mau makan, dan masih bermain) penggantian susu tak perlu langsung dilakukan. Yang terpenting Bu, jaga terus asupan cairan yang berkurang akibat mencret.

Kok Bisulan Terus,Sih?! Bisulan jangan dianggap enteng sebab bisa menyebar dan menular. Kenali gejalanya.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

51

tingkah & polah

Susah Sekali Dia Diatur!

Horeee... Aku Bisa ’Terbang’

Bila sudah diajarkan sejak dalam kandungan, tak ada anak yang ‘susah diatur’. Ibu dan Bapak hanya perlu ‘menyerang’ frontal cortex-nya.

Kemampuan anak untuk berdiri dengan satu kaki tak muncul tiba-tiba. Ada tahapan yang mesti dilaluinya. Apa sajakah?

Fase Sulit

“M

a lihat, aku bisa terbang,” teriak Naura sambil berdiri dengan satu tugkai kaki dijulurkan ke depan sementara kedua tangannya terentang seolah terbang. Melihat tingkah putrinya yang berusia 4,5 tahun itu, Sabrina tersenyum. “Hati-hati ya, nanti jatuh.”“Oke Ma,” ujar Naura, sejurus kemudian dia berusaha mencoba melompat dengan satu kaki. Hup-hup.

Usia balita merupakan gerbang menuju masa kanak awal (early childhood). Dan secara teori maupun prakteknya seperti yang dialami Nina, masa ini memang merupakan fase sulit. Anak sedang mengalami perkembangan emosionalitas yang tinggi. “Masih egosentris dan ingin mempunyai aturan sendiri seiring dengan berkembangnya otonomi dari si anak,” papar Siti Aisah, S.Psi, Psi., yang akrab disapa Yaya ini. Pada rentang usia ini, lanjutnya, anak sudah mulai mengembangkan kemandirian secara fisik. Itu karena sudah semakin berkembangnya keterampilan motorik, sehingga anak ingin melakukan banyak hal sendirian. Hal-hal ini yang terkadang kurang disadari oleh orangtua. Sehingga yang sering dirasakan oleh Ibu dan Bapak dalam menghadapi anak hanyalah kekesalan.

Sebagai orangtua, kita pasti senang melihat keterampilan anak yang satu ini. Belum lama rasanya si kecil bisa berdiri dan berjalan, eh sekarang dia sudah bisa berdiri dengan satu kaki. Tak lama memang, tapi itu sudah menunjukkan kemampan motorik kasarnya yang kian bertambah.

52

Model: Aqiyla

Ada Tahapannya

Mengembangkan Rasa Percaya Diri

Dalam pandangan dr. Anna Tjandrajani, Sp.A, pada anak seusia Naura memang sudah sewajarnya ia bisa berdiri dengan satu kaki. “Kemampuan ini merupakan bagian yang menunjukkan kematangan perkembangan motorik, berjalan, koordinasi dan keseimbangan anak,” ujar dokter spesialis anak RSAB Harapan Kita, Jakarta ini.

Kelihatannya sederhana. Namun buat anak balita, mampu berdiri dengan satu kaki merupakan pencapaian yang luar biasa. Keterampilan ini, sambung Anna, menunjukkan kemampuan gerak dan koordinasi yang baik. Anak biasanya akan mampu melakukan gerakan yang kompleks, leluasa dan berirama, menaiki dan menuruni tangga, serta melompat dan melempar.

Anna menjelaskan tahapannya lebih lanjut, pada rentang usia 2-5 tahun, anak biasanya memperlihatkan keaktifannya dengan gerak yang bervariasi dalam kecepatan, irama dan langkahnya. Sekitar usia 2-3 tahun, si kecil mulai berlari dan mengangkat salah satu tungkainya lebih tinggi sehingga ia dapat menaiki anak tangga. Setiap melangkah naik dengan satu kaki, akan diikuti langkah kaki lainnya sehingga posisi kedua tungkai berada pada setiap anak tangga. Pada usia 3 tahun anak menaiki tangga dengan satu tungkai pada setiap anak tangga dan menuruni anak tangga dengan kedua tungkainya pada satu anak tangga.

Tak hanya itu. Secara emosi, kemampuan ini juga bisa mengembangkan rasa percaya diri anak. Bagaimanapun, mampu berdiri dengan satu kaki memperlihatkan kemampuan fisik anak yang berkembang optimal. ”Ini tentu saja akan memacu emosinya menjadi lebih tenang dan nyaman saat bermain dan berinteraksi dengan temannya,” imbuh Anna.

Menginjak usia 4 tahun, si balita sudah mampu menuruni anak tangga dengan satu tungkai setiap anak tangga. Pada usia 5 tahun, kemampuannya kian baik di mana dia mampu berdiri satu kaki dengan seimbang dan bertahan selama 10 detik. Kemudian anak akan mampu melompat dengan satu kaki, berlari cepat dan melangkah dengan sempurna pada usia 7 tahun.

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

TUMBUH & KEMBANG 3-5 TAHUN

TUMBUH & KEMBANG 3-5 TAHUN

aku tumbuh & berkembang

Beri Stimulasi! gStimulasi bisa dilakukan melalui kegiatan sehari-hari. Berlari, melompat, naik-turun tangga, mengayuh sepeda, dapat membantu mengasah keterampilan motorik kasar dan keseimbangan si kecil. gAjaklah si kecil untuk melenturkan tubuhnya dengan menari mengikuti irama serta olahraga sederhana. Beri semangat dan pujian, ketika ia berusaha melakukan suatu gerakan. Ini akan menambah kepercayaan dirinya.

Yang juga sering luput disadari oleh orangtua, bahwa penyebab dari sulitnya anak diatur bukan hanya dari sisi anak, lho Bu! Anak pada usia ini memang memiliki aktivitas dan keingintahuan yang tinggi. Mereka juga sedang ‘rajin-rajinnya’ bereksplorasi. Jika orangtua tak membiasakan adanya aturan yang diterapkan secara konsisten, inilah pemicu sulitnya anak diatur.

Model: Syekh

“A

ndi, makan dulu yuk sayang! Kamu kan belum makan siang…” ujar Nina (32 tahun). “Gak ah, Ma! Gak laper!” jawab Andi (4 tahun) sambil ngeluyur pergi. Di lain kesempatan, “Andi bobok yuk!” seru Nina kepada Andi yang sedang asyik bermain leggo. “Gak ah, Ma!” jawab Andi. Begitulah yang sering terjadi. Bila diminta mengerjakan sesuatu jawabannya selalu ‘Gak’. Tak jarang Nina memaksa Andi yang sepertinya tak pernah lapar dan tak kunjung lelah. Hasilnya? Andi menangis, menjerit, atau bahkan menendang ibunya! Lelah sekali rasanya. Nina yang sudah berusaha matimatian agar Andi memiliki jadwal makan, tidur, menonton tivi, bermain, dan kegiatan lainnya, sekarang seringkali harus menahan kesabaran menghadapi si buah hatinya. Bagaimana ya mengatasinya?

“Eksplorasi seharusnya diimbangi dengan pembiasaan aturan sedini mungkin,” ujar Yaya. Kenapa? Karena otak manusia akan meng-input informasi yang kemudian masuk ke memori. Jadi saat anak hendak melakukan sesuatu, sudah ada ‘file’-nya. Oleh karenanya, apa yang ditampilkan anak akan sangat tergantung dari input yang diberikan orangtua dan lingkungan sekitarnya.

Tanamkan Sejak dalam Kandungan Jika Ibu bertanya, apakah balita sudah bisa dikenakan aturan dan disiplin? Mungkin Ibu akan terkejut mendengar jawaban dari psikolog PG dan TK Little Smart Bandung ini. Menurut Yaya, seharusnya aturan dan disiplin itu sudah ditanamkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Bila Ibu, ketika hamil, mematuhi jadwal makan, tidur, dan sebagainya, janin di perut Ibu juga akan terbiasa dengan aturan. Sedangkan disiplin berarti pengendalian diri. Dengan mengontrol emosi, perkataan, dan perbuatan, secara tak langsung Ibu juga mengajarkan disiplin kepada si jabang bayi. Menarik ya Bu?

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

53

Kalau Ibu bertanya lagi, aturan dan disiplin seperti apa yang paling pas untuk balita? Cara menerapkan aturan dan disiplin yang paling efektif di usia ini adalah dengan pembiasaan (conditioning). Caranya? Dengan memberikan informasi yang tepat dan alasan-alasan yang logis. Dengan melakukan hal ini, Ibu akan menstimulasi otak bagian depan (frontal cortex) yang mengatur ‘planning’, ‘organizing’, dan ‘controlling’ anak. Kebanyakan orangtua tanpa sadar hanya menstimulasi limbic system yang mengatur emosionalitas anak. Misalnya dengan mengatakan, “ini nggak boleh!”,“jangan!”, atau “kamu kok susah diatur sih?”. Atau dengan ekspresi wajah maupun nada bicara yang tinggi. Hal-hal seperti ini, tanpa diiringi dengan penjelasan logis hanya akan menggugah anak secara emosional. Padahal untuk dapat mematuhi aturan dan menjadi disiplin, kemampuan otak bagian depannya yang perlu digugah. Daripada marah dan berkata negatif, lebih baik beri penjelasan logis. Sehingga kognisi (kemampuan berpikir) anak yang ‘terserang’. “Ketika ia berada di satu situasi, anak akan dapat memberikan judgement (penilaian) dan mengambil keputusan yang tepat mengenai apa yang seharusnya ia lakukan,” imbuh Yaya.

Perlu Kesabaran Menurut Yaya, perilaku susah diatur ini akan menghilang dengan sendirinya. Hilang seiring dengan bertambahnya usia dan berkembangnya kematangan emosional anak. Namun tetap saja, saat perilaku ini muncul, Ibu perlu menyikapinya dengan cara yang tepat. Bagaimana caranya? ww Perlu kesabaran ww

54

Setiap perilaku anak yang muncul sebaiknya diterima sebagai sesuatu yang wajar, jangan langsung menganggap anak sebagai anak yang nakal, sulit, susah diatur, senang melawan, dan sebagainya

September - Oktober 2008

“Adek Kok Bisulan Terus, Sih?!”

Tips Atasi Anak yang Susah Patuhi Jam Makan l Libatkan anak pada kegiatan sebelum makan, misalnya menyiapkan sarapan, mengatur meja makan, dll. l Kondisikan suasana makan sebagai sesuatu yang menyenangkan, sajikan makanan dengan cantik dan bervariasi. l Ajarkan anak manajemen waktu, misalnya “Kalau alarm ini berbunyi, maka waktunya kita makan ya sayang!”.

Tips Atasi Anak yang Tak Mau Tidur Malam l Kondisikan rumah sudah gelap (bersiap akan tidur). Matikan lampu, televisi, dll. Jika ingin agar anak disiplin, seluruh rumah juga harus menerapkan disiplin yang sama. l Buat ritual menjelang tidur semenyenangkan mungkin, misalnya mengganti baju tidur pilihannya, sikat gigi bersama, membacakan cerita, dll.

Tips Atasi Anak yang Susah Patuhi Jam Mandi l Jangan lakukan aktivitas lain dulu setelah bangun tidur, langsung ajak anak untuk mandi. l Buat ritual mandi yang menyenangkan, misalnya menggunakan sabun Barbie pilihannya. l Berikan kesempatan anak untuk mandi sendiri, ajarkan bagaimana mandi dengan benar. Jangan terlalu kuatir ia tidak mandi dengan bersih. Jika anak butuh waktu lama untuk mandi sendiri karena lebih banyak mainnya, jangan melarangnya. Atau ‘gatel’ ingin memandikannya saja biar cepat, tapi siapkan waktu lebih lama untuk mandi (misalnya dari 15 menit menjadi 30 menit).

Tips Atasi Anak yang Sering Jajan l Diperlukan komitmen antara orangtua dan orang lain di rumah (kakek, nenek, om, tante, dll) dengan anak, dan komitmen harus dijalankan secara konsisten. Misalnya jika uang jajannya Rp. 1000, ya harus Rp. 1000 tanpa penambahan meskipun anak merengek atau bahkan mengamuk. l Buat makanan ringan di rumah.

Tips Atasi Anak yang Sering Merengek l Minta anak untuk mengatakan apa yang ia mau dan katakan ia tak perlu merengek untuk meminta. l Jangan memberikan apa yang anak minta jika ia hanya merengek dan tidak mengatakannya. l Lakukan berulangkali dengan sabar, dan konsistenlah dengan pola yang Ibu terapkan padanya. ww

Tanyakan alasannya kepada anak. Misalnya, “Kenapa sih Adek gak mau makan?”

ww

Dari alasan itu, berikan informasi yang tepat kepada anak. Anak terkadang tidak memahami dampak dari perbuatannya. Misalnya, “Adek nggak mau makan karena masih ingin main ya? Tapi kalau nggak makan, adek nanti lemas bahkan sakit, nanti kalau lemas atau sakit malah nggak bisa main lho…”

ww

Arahkan selalu anak ke arah berpikir.

ww

Bisa diiringi dengan ‘token economy’ sebagai penguatan (reinforcement), misalnya setelah 3 kali ia mau tidur siang ia boleh memilih tempat makan favorit untuk jalan-jalan keluarga saat akhir pekan nanti.

TUMBUH & KEMBANG 3-5 TAHUN

TUMBUH & KEMBANG 3-5 TAHUN

kesehatan balita

tingkah & polah

Bisulan jangan dianggap enteng sebab bisa menyebar dan menular. Kenali gejalanya!

B

isulan, agaknya salah satu penyakit yang seringkali dianggap sepele. Meski demikian, tak sedikit orangtua yang juga kerap dibuat jengkel karena si bisul. Selalu datang, dan datang lagi. Baru sembuh sebentar, eh muncul lagi di kulit anaknya. Jadilah, para orangtua kerap menganggap bisulan adalah sakit biasa yang sering hinggap di tubuh balita.

Kali ini, bisulan itu ada matanya, bernanah pula. Selain menjijikan, bisulan juga bikin Dani jadi rewel. “Duh bingung nih”.

Seperti yang dialami Dani (4 tahun) sulung Diah (30 tahun). Dani kerap mengalami bisulan di kepalanya. Baru dua minggu sembuh, eh, bisul kepala muncul lagi. Padahal Diah sudah memberinya obat salep.

Menurut Prof. Dr. dr. Siti Aisah Boediardja, Sp.KK., spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin dari RSCM-Jakarta, bisulan pada balita yang biasa disebut furunkel itu, merupakan bentuk peradangan akibat infeksi bakteri. Biang keladinya adalah bakteri dari jenis staphylococcus aureus atau streptococcus hemolyticus. Asal tahu saja Bu, kedua bakteri ini hidup di alam bebas, di sekitar kita.

berhasil menelusup melalui jaringan kulit, tubuh akan bereaksi dengan mengirimkan ‘tentara’ (sel darah putih) untuk menjegal bakteri. Reaksi inilah yang kemudian nampak sebagai bisulan.

Bakteri, Host, dan Lingkungan Ada tiga faktor penyebab balita dijangkiti penyakit bisulan. Ketiganya memberi kontribusi yang saling mempengaruhi munculnya bisulan. Yakni, bakteri, host, dan sanitasi lingkungan.

Tetapi, jika kondisi tubuh anak sangat baik, ia akan dengan mudah menangkal serangan bakteri penyebab bisulan ini hingga tak sempat menginfeksi tubuh. Kondisi host yang dimaksud adalah daya tahan tubuh dan kebersihan tubuh anak. Contohnya, anak yang jarang mandi akan lebih mudah terinfeksi bakteri.

Jaga Gizi & Lingkungan Daya tahan tubuh sangat tergantung pada asupan gizi. Makanan dengan gizi lengkap dan seimbang akan membentuk sistem imun yang baik. “Sistem daya tahan tubuh anak masih belum sempurna. Mereka sangat mudah terinfeksi,” Siti memberi alasan.

“Keduanya termasuk ganas. Sebab, begitu menginfeksi tubuh akan mengakibatkan peradangan, apalagi kalau daya tahan tubuh anak rendah,” ujar Siti. Ketika bakteri

Apalagi anak identik dengan bermain kotor-kotoran. Belum lagi sehabis main, mereka langsung pegang ini-itu tanpa cuci tangan. Padahal Bu, semua benda yang kotor-kotor itu tempatnya bakteri bersemayam.

Model: Riva

Ayo dicoba Bu!

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

55

Tumbuh & Kembang

Sedangkan, faktor lingkungan yang berpengaruh pada infeksi terutama berkaitan dengan kualitas air mandi, sanitasi lingkungan, kelembaban, dan suhu udara. Indonesia sebagai daerah tropis yang berkelembaban tinggi dan suhu panas merupakan tempat terbaik habitat bakteri.

n Berbentuk kubah Sedangkan bisul yang muncul pada kelenjar keringat biasanya berbentuk bulat seperti kubah, tidak bermata dan tanpa disertai rasa nyeri. Bisul jenis ini biasanya tidak mudah pecah.

Tahukah Ibu, di negeri kita ini masih ada lho daerah yang anak-anaknya sering terjangkiti bisulan di sekujur tubuhnya. Terutama daerah yang lingkungannya kotor, airnya jelek, dan bersanitasi buruk.

n Demam Gejala bisul yang muncul pada kelenjar apokrin biasanya disertai demam.

Menular? Kenali Gejala Walau jenis bisul cukup banyak, biasanya orang awam menganggapnya sama saja. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena memang gejala yang dimunculkan mirip-mirip. Apa sih gejalanya? n Gatal-gatal Bila bisul yang muncul masih berupa folikulitis, gejala yang timbul biasanya berupa gatal-gatal di daerah benjolan dan sekitarnya. n Nyeri Selain gatal, biasanya juga disertai nyeri. n Bisul seperti kerucut dan ‘bermata’ Bisul jenis furunkel dan karbunkel biasanya berbentuk kerucut dan bermata, yang mudah pecah dan mengeluarkan cairan dari dalamnya.

TUMBUH && KEMBANG 5-91-3 TAHUN TUMBUH KEMBANG TAHUN

TUMBUH & KEMBANG 3-5 TAHUN

kesehatan balita

Umumnya bisulan pada bayi dan anak-anak ditemui di daerah tubuh yang banyak berkeringat, seperti di wajah, punggung, lipatan-lipatan paha dan sebagainya. Dengan demikian, daerahdaerah tersebut lah yang paling sering digaruk oleh anak atau mendapatkan gesekan, sehingga pertahanan kulit akan terganggu dan mudah terjadi infeksi. Biasanya gejala bisul disertai rasa nyeri akibat radang atau infeksinya. Apalagi kalau bisul semakin besar. Tubuh yang tak bisa mengatasi akan mengakibatkan bisul yang timbul menjadi banyak dan bernanah. Sehingga terjadilah penyebaran kuman yang tak hanya di satu lokasi alias merambah ke mana-mana. Bisulan juga bisa menular dari satu anak ke anak lain. Caranya bisa lewat berbagai cara. “Pinjam-meminjam baju antar adikkakak, misalnya. Atau bersentuhan dengan kulit yang terkena bisul,” Siti mencontohkan.

Anak (5-9 TAHUN)

Puasa Yuk Nak…! Sekarang memang saat yang ideal untuk belajar puasa. Tapi, perhatikan rambunya Bu.

Salep atau Pecahkan

Bikin PR Maunya (Cuma) Sama Ibu!

Kalau bisulnya kecil dan tidak menyebar, biasanya cukup diolesi dengan obat antibiotik. Penisilin sering menjadi pilihan. Tetapi, Bu, kalau bisulnya bengkak dan bernanah, biasanya akan dilakukan pengirisan untuk mengeluarkan nanahnya itu.

Ini salah satu masalah belajar anak. Jangan sampai jadi kebiasaan deh Bu.

Bagi anak yang bisulnya menyebar di sekujur tubuh, dokter akan memberi antibiotik yang dimimunkan juga untuk mencegah penyebaran meluas sekaligus mengobatinya. Bagaimanapun mencegah selalu lebih menyamankan daripada mengobati. Karenanya: n Biasakan anak mandi dua kali sehari, menggunakan sabun atau sampo yang cocok dan nyaman untuk si kecil. n Biasakan dan laksanakan lah toilet training dengan patuh. n Membiasakan anak mencuci tangan sehabis bermain atau sebelum ia menyentuh makana. n Selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah, kamar mandi, dan ruang-ruang lain. n Menggunakan air minum yang telah direbus. n Selalu mencuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi.

Bobok… Yuk Sayang! Tidur memiliki banyak manfaat lainnya untuk proses tumbuh kembangnya. Bahkan, saat ia terlelap pun sebenarnya proses pertumbuhannya terjadi secara optimal!

Kalau Ibu sudah rajin melakukan itu pada si kecil, hmmm rasanya si kecil tak mungkin terserang penyakit yang rasanya nggak keren itu ya.

56

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

57

TUMBUH & KEMBANG 5-9 TAHUN

aku tumbuh & berkembang

Puasa Yuk Nak…! Sekarang memang saat yang ideal untuk belajar puasa. Tapi, perhatikan rambunya Bu. bertahap. Jangan full dulu seharian,” ujar dr Johanes Chandrawinata, SpG (K) yang juga ahli gizi dari Melinda Hospital Bandung. Kasandra Putranto seorang psikolog anak dari Psychological Practice, Test & Consultancy, juga mengiyakannya. Caranya, durasi berpuasa anak ditambah dari hari ke sehari berikutnya. “Bahkan, kalau anak masih terlalu kecil atau tubuh anak kelihatan tak kuat lagi, penambahan jam dilakukan setiap minggu”, saran Kasandra.

A Y O Berlangganan!

Lebih Pasti Lebih Hemat n Lebih Banyak Manfaat n

n

Dapatkan paket produk anak

Senilai Rp 200.000 dari Benetton Bagi setiap pelanggan (Masa Langgan 1 Tahun)

Ciri anak tak kuat lagi melanjutkan puasa menurut Johanes dan Kasandra antara lain anak terlihat lesu dan jadi pemarah serta rewel. Ibu, anak yang perutnya lapar biasanya jadi uringuringan. “Itu karena kadar gula darah yang menurun, yang jadi penyebabnya,” ujar Johanes.

Rp 195.000,-

Jangan Dipaksa Karena itu, Johanes dan Kasandra sepakat dengan langkah dini mendahulukan berbuka putranya. Anak-anak seusia Nanda sedang dalam masa tumbuh-kembang yang membutuhkan asupan gizi cukup dan kontinyu untuk mendukung pergerakannya yang aktif. Ketika anak tak lagi kuat, orangtua sebaiknya tak memaksa anak melanjutkan puasa.

Model: Hafidz

W

ajah Nanda (7 tahun) terlihat pucat. Ia juga tampak lesu sekali. Sesekali memegangi perutnya. Maklum ia sedang berpuasa di bulan Ramadhan ini. Sebentar-sebentar matanya melirik jam yang tergantung di dinding. “Duh, masih lama, ya, waktu bukanya,” Nanda membatin. Melihat itu, Dini, ibunya tak tega. Ia pun bermaksud menyuruh Nanda mendahulukan buka puasanya. Ia kuatir Nanda akan jatuh sakit kalau dipaksa berpuasa sampai tuntas. Lho, mungkinkah sakit?

Puasa Bertahap Usia 7-9 tahun memang usia ideal bagi anak untuk mulai belajar berpuasa. Ini akan jadi ajang latihan puasa agar ketika saatnya nanti, ketika kewajiban berpuasa tiba, anak tak kaget lagi. Puasa bagi anak-anak juga melatih mereka mengendalikan kemarahan. Jadi, kalau memungkinkan latihan bepuasa ini dilakukan sebelum usia 7 tahun. “Tapi, harus dilakukan secara

58

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Cara memintanya pun, menurut Kasandra ada tekniknya. Yakni, menggunakan cara-cara yang menyenangkan dan lemah lembut. Mungkin kata-kata seperti “orang berpuasa akan disayang Allah” dan lain-lainnya akan menyenangkan anak dan dengan sukarela ia akan terus berpuasa sampai tuntas. Puasa yuk...! Agar Anak Mau Berpuasa l Berilah pengertian bahwa puasa itu penting dan perintah agama. l Jangan memarahinya jika si anak tak kuat melanjutkan puasa. l Ibu juga jangan membanding-bandingkan si kecil de ngan kakak atau teman-temannya tentang kemampuannya berpuasa. l Tawarkan ‘ganjaran’ bahwa di hari Lebaran nanti ia akan mendapat ‘angpau’ sejumlah hari puasa yang berhasil ia selesaikan. Tentukan saja sendiri berapa nilai satu hari puasa, yang dikonversikan ke nilai rupiah.

1 ta

hun (12 edisi) Rp 100.000 ,-

Berlangganan

6 bulan (6 edis

Lebih hemat!

i)

(Harga Cover R

p

Free mem20b.0e00/edisi) r

Komunitas Tum

buh Kembang

SYARAT & KETENTUAN HADIAH BERLANGGANAN 1. Semua pelanggan 1 thn mendapat hadiah . 2. Hadiah sesuai display,selama persediaan masih ada. Atau diganti jenis hadiah yang lain. 3. Pelanggan Jabodetabek, hadiah dapat diambil di kantor Tumbuh Kembang, Griya Cahya, Jl. Bangka I/No. 8, Pela Mampang, Jakarta Selatan 12720. 4. Pengiriman hadiah (Jabodetabek & Non-Jabodetabek) dikenakan ongkos kirim.

Harga Berlangganan: 6 bulan Rp 100.000,- (6 edisi) 1 Tahun Rp 195.000,- (12 edisi) Pembayaran dengan cara transfer melalui: Bank Lippo Tebet a/n PT. TRIBUWANA CAHYA ANANTA No. Rekening 550.30.70900.6 Isi dan kirim formulir ini melalui fax ke: Bagian Layanan Pelanggan MAJALAH TUMBUH KEMBANG Jl. Bangka I, No. 8 Jakarta 12720 Telp. 021 – 719 6000 Fax. 021- 719 4000 Contact : Ihdina Inti Rachma Majalah & hadiah akan dikirim setelah transfer kami terima.

YA!

CATAT & DAFTARKAN

E

“Kalau anak dipaksa puasa (sampai tuntas), ia bisa membenci puasa di kemudian hari,” ujar Kasandra. Tapi, kalau sepanjang berpuasa, anak tak mengeluh, kelihatan enjoy menjalaninya bahkan ceria, Ibu bisa meminta si kecil untuk tetap berpuasa.

Berlangganan

SAYA SEBAGAI PELANGGAN MAJALAH TUMBUH KEMBANG

Nama : ________________________________________________________________ Tempat : ________________________________________________________________ Pekerjaan : ________________________________________________________________ Alamat : ________________________________________________________________ Kota : ________________________Kode Pos _________________________ Telp/Hp : ________________________________________________________________ Nama Anak : _______________________________________ _______________________________________ Umur : _______________________________________ Mohon dicatat sebagai pelanggan selama : n 6 bulan n 1 tahun Berlangganan Mulai Edisi Bulan : _____________________ n Tertarik n Tidak Tertarik Tumbuh Kembang September - Oktober 2008 59 Bergabung ke Komunitas TUMBUH KEMBANG

tingkah polah

‘’Wah, Sudah Bisa

Model: Virzya & Yasmine

Jika memang demikian, kenapa banyak orang dewasa yang tak bisa berempati ya Bu? Betapa seringnya kita melihat peristiwa pembunuhan, perampokan, koruptor, bahkan hal-hal kecil seperti penjual bakso tikus, tokoh sinetron yang menghardik pengemis, dan peristiwa lain di sekitar kita yang bisa membuat kita mengernyitkan dahi dan mengurut dada. Kenapa mereka sepertinya tidak bisa merasakan apa yang akan dialami oleh orang lain akibat perbuatannya ya?

Berempati Dia’’

Empati bahkan sudah ada sejak anak berusia bayi. Tapi ia perlu dibangkitkan lagi, agar empatinya menetap dan bertahan lama.

Menanggapi hal tersebut, psikolog Luh Surini Yulia Savitri, M.Psi mengatakan bahwa meskipun banyak ahli yang mengungkapkan bahwa empati itu terberi (innate potential), namun munculnya empati sebenarnya lebih dikarenakan adanya habituasi atau dilatih. Jadi Bu, orangtualah yang mesti melatih munculnya empati anak. “Yang lebih penting lagi adalah teladan. Jika orang dewasa di sekitarnya hanya sekedar bicara namun tak melakukan tindakan nyata yang menunjukkan empati, ya sikap empati anak tak berkembang dengan baik,” imbuhnya.

Bukan Sekedar Meniru Mengenai penelitian Hoffman, staf pengajar di Bagian Perkembangan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini memiliki pandangan sendiri. “Saya sendiri masih sangsi apakah mimikri motor itu adalah bagian dari empati. Mimikri motor rasanya lebih dekat dengan meniru (imitating),” ujar Vivi, sapa akrab psikolog ini.

Model: Radinka & Rayendra

W

ah siapa yang tak senang, kalau si kecil tumbuh menjadi individu yang pengasih. Melihat temannya yang bersedih ia menghibur dengan memberi mainan, gampang iba melihat pengemis yang lewat di depan rumah atau tiba-tiba saja si upik membantu berdiri temannya yang terjatuh. Tambah senang lagi, kalau setiapkali diajak main ke panti asuhan ia antusias memilih pakaian-pakaiannya yang sudah kekecilan tapi masih layak pakai. Bagaimana merangsang empatinya?

Empati, dari Masa bayi? Empati berasal dari kata Yunani empatheia, yang berarti “ikut merasakan”. Lebih lengkapnya, empati didefinisikan sebagai merasakan sesuatu bentuk atau perasaan tertentu

60

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

seperti apa yang dirasakan atau dideritakan oleh orang lain. Ada ungkapan bahwa empati berari “able to put oneself in another person’s shoes”, yang artinya bisa memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain. Termasuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Tahukah Ibu, banyak riset yang berhasil membuktikan kalau empati sudah ditunjukkan anak di masa bayi? Coba lihat saja, bayi yang ikut menangis ketika melihat bayi lain menangis. Inilah respon yang oleh ahli dianggap sebagai tanda awal empati. Lebih jauh, dalam penelitian oleh Martin L. Hoffman (pakar perkembangan anak), anak usia 1 tahun sudah menunjukkan mimikri motor, yaitu menirukan kemalangan orang lain. Misalnya, saat secara refleks anak mengulum jarinya sendiri ketika ia lihat bayi lain terluka. Atau mengusap matanya ketika ia melihat ibunya menangis.

TUMBUH & KEMBANG 5-7 TAHUN

TUMBUH & KEMBANG 5-7 TAHUN

tingkah polah

Menurut Vivi empati bukan sekedar meniru, namun sudah berhubungan dengan kognisi sosial. Di dalamnya ada kognisi (empati bisa muncul saat egosentrism memudar) dan sosial (bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain).” Namun terlepas dari apakah penelitian tersebut benar atau tidak, empati tetap merupakan hal yang penting bagi manusia sebagai makhluk sosial, tandas Vivi. Secara logika, seharusnya empati sudah mulai berkembang sejak usia 4 tahun seiring dengan menurunnya egosentrism. Egosentrism adalah pola pikir dan orientasi ke diri sendiri, dan sulit melihat segala sesuatu dari perspektif orang lain.

Dasarnya, Pengenalan Emosi Agar anak mampu berempati, ia harus terlebih dahulu

mengenali dan memahami beraneka perasaan atau emosi. Bagaimana anak Ibu bisa merasakan kekesalan temannya karena mainannya direbut jika ia sendiri belum memiliki pemahaman yang benar tentang emosi itu sendiri? Banyak orangtua yang memiliki persepsi keliru mengenai perkembangan emosi anak. Ada yang beranggapan, bahwa anak akan belajar dan memahami sendiri berbagai macam emosi. Ia akan tahu sendiri bahwa ia sedang marah, kesal, bingung, sedih, senang, dan sebagainya. Itu tak sepenuhnya benar lho, Bu. Dalam perkembangan emosi, ada dua faktor yang berpengaruh, yaitu kematangan fisik dalam hal ini organ-organ dan syaraf yang berkaitan dengan emosi dan proses belajar. Tanpa arahan dan bimbingan yang benar, anak bisa saja menjadi kurang terampil secara emosi. Mari Bu, Pak, ajak mereka berempati. Mumpung masih di bulan yang penuh berkah nih.

Ayo Asah Empatinya! = Sebagai awalnya; ajari anak untuk mengenali aneka perasaan. Ketika ia menangis, minta ia untuk mengungkapkan melalui kata-kata apa yang ia rasakan. Untuk anak-anak yang lebih muda, Ibu bisa memberinya arahan atau pilihan, misalnya dengan mengatakan “adek menangis karena marah ya?”. = Bicarakan emosi yang anak rasakan. Misalnya jika ia marah, bicarakan hal-hal apa yang bisa membuat ia marah, apa yang ia rasakan kalau marah, dan yang paling penting bimbing ia untuk mengekspresikan emosinya dengan tepat. Cara lain yang bisa digunakan dan cukup menarik adalah menggambar atau menempel gambar emosi yang berbeda tiap minggu di tempat yang sering ia lihat = Ibu dan Bapak juga harus terbuka membicarakan perasaan lho. Jika Ibu merasa kesal dengan perilakunya, Ibu bisa langsung mengatakan “Ibu kesal karena adek tak mau mandi. Padahal kita harus segera pergi menjenguk nenek yang sedang sakit.” = Ajak anak untuk memperhatikan orang lain. Misalnya ketika ada anak lain yang menangis, Ibu bisa mengatakan, “lihat, anak itu menangis, kira-kira kenapa ya?”. = Yang paling penting dari semuanya adalah beri contoh nyata. Bisa dengan diberitahu, misalnya “kasihan ya anak itu, bajunya kotor sekali. Kita cari baju adek yang tidak adek pakai lagi tapi yang masih bagus yuk”. = Ajak juga anak untuk mengunjungi panti asuhan, memberi sumbangan, dan sebagainya.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

61

TUMBUH & KEMBANG 7-9 TAHUN

Bikin PR Maunya (Cuma) Sama Ibu Ini salah satu problem belajar anak. Jangan sampai jadi kebiasaan deh Bu.

Selain itu yang perlu disadari oleh orangtua adalah, umumnya anak belum sadar pentingnya belajar. Karenanya jangan terlalu berharap anak usia 5 – 7 tahun akan punya kesadaran penuh bahwa belajar itu bermanfaat untuk dirinya sendiri, bukan orang lain. Kenapa? Mengutip buku 'Teaching Children Responsibility' oleh Eyre & Eyre, Fitri mengungkapkan bahwa sikap tanggungjawab baru terbentuk di usia 10 tahun. Di usia 6 – 7 tahun, anak masih melakukan berbagai hal karena patuh ke orangtuanya. Di usia 8 – 10 tahun, anak sudah mulai mengarah ke lingkungan (guru, teman,kakek, nenek) namun fokus terbesarnya tetap ke orangtua. Di usia 10 tahun lah anak sudah mulai (harus) menumbuhkan tanggungjawab sehingga alasannya melakukan berbagai hal adalah karena dirinya sendiri.

Pemicu ProblEm Belajar

A

Model: Sashi

nita (36 tahun) benar-benar kewalahan menghadapi Rendi (8 tahun), anak sulungnya. Sudah malas bikin PR, mengerjakannya juga hanya mau dilakukan bila ditemani oleh Anita. Kalau tidak bekerja mungkin tak masalah, tapi Anita bekerja di salah satu bank swasta. Yang mana, sampai di rumah pun sudah lewat Maghrib. Jadinya Rendi baru belajar di malam hari. Seringkali PR-nya tak terselesaikan karena Rendi sudah merasa lelah atau keburu mengantuk. Pada tanggal-tanggal tertentu dimana load kerja Anita tinggi dan ia harus pulang larut, Andi sudah terlelap. Jadi solusinya adalah ngebut belajar di subuh hari. Itupun tak efektif. Anak yang masih setengah terbangun, mana bisa diajak mikir?

Sedang Belajar Caranya Belajar Menurut Fitriani Yustikasari Lubis, M.Psi, anak pada masa usia sekolah awal (5 – 7 tahun) masih sedang dalam tahap ‘belajar bagaimana caranya belajar’. Anak biasanya belum mempunyai gaya belajar yang tepat dan sesuai untuk dirinya. Karena itulah salah satu fungsi dari pekerjaan rumah (PR) ketika anak bersekolah dasar adalah agar anak belajar dan akhirnya menemukan pola belajar yang tepat untuknya. “Nah, fungsi orangtua disini adalah mengajarkan cara belajar kepada anak,” lanjut Fitri. Mengenai pola atau gaya belajar yang tepat, staf pengajar Bagian Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran ini mengatakan tak ada rumusan mengenai pola atau gaya belajar yang paling tepat. Sebab masing-masing anak dan orangtua memiliki keunikan tersendiri. Gaya belajar hendaknya disesuaikan dengan anak.

62

September - Oktober 2008

TUMBUH & KEMBANG 7-9 TAHUN

tingkah polah

tingkah polah

Tumbuh Kembang

“Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan munculnya problem belajar seperti yang ditunjukkan oleh Rendi, “ujar Fitri, demikian biasanya psikolog ini biasa disapa. Problem itu bisa datang dari sisi orangtua sendiri dan anak. Di antaranya adalah:

q Orangtua. Kekeliruan orangtua dalam mengawal belajar anak. Ada 2 hal yang umum terjadi: n Anak tak dibiasakan memiliki

jadwal belajar yang tetap. Kebiasaan belajar ini sebenarnya sudah bisa dimulai sejak dini lho, Bu. Ketika ia mulai bisa duduk, Ibu sudah mulai bisa menetapkan jadwal ‘belajar’. n Pada jam yang sama setiap harinya,

bacakan buku, ajak anak mencoretcoret kertas, dan sebagainya. Seiring dengan bertambahnya usia, perbanyak kegiatan lain. Ketika TK, Ibu seharusnya sudah mulai mengenalkan kata ‘belajar’, misalnya dengan mengatakan “Sekarang sudah jam 4, kita belajar yuk!”

n Jika jadwal yang

teratur diterapkan sejak dini, secara otomatis anak akan belajar dengan jadwal yang sudah ia jalani selama ini, baik dengan ditemani Ibu ataupun tidak. n Orangtua

sering secara tak sadar menciptkan suasana belajar yang oleh anak dianggap sebagai aktivitas yang tak menyenangkan. Maka dari itu, ia membutuhkan kehadiran Ibu untuk mengatasi ketidaknyamanannya dalam belajar. Hal ini bisa saja terjadi karena sejak awal anak tak mengenal aktivitas belajar yang menyenangkan. n Jadi jika Ibu hendak mengajarkan

sesuatu, hendaknya dilakukan sambil bermain. Misalnya belajar berhitung dengan menyembunyikan kue dan ia disuruh menghitung setiap kue yang ia temukan. Jadi yang namanya belajar itu tak selalu duduk diam sambil mengerjakan sesuatu Bu!

r Anak n Anak mencari perhatian orangtua.

Kesibukan orangtua seringkali membuat anak merasa terabaikan dan ‘berulah’. n Anak tak menyukai figur pengganti Ibu

yang menemaninya belajar, misalnya pengasuh, nenek, kakek, atau bahkan guru les privatnya. n Anak merasa tidak mampu belajar

sendiri tanpa bantuan orang lain, terutama Ibu.

Mengatasinya Fitri menjelaskan, cara mengatasi masalah belajar satu ini sangat tergantung dari mengapa anak melakukan hal tersebut. Jika penyebabnya adalah karena kurangnya perhatian, berikanlah perhatian yang lebih. Luangkan waktu khusus buat anak di akhir pekan. Jika anak selalu ingin minta ditemani karena ia merasa tak bisa jika belajar sendiri, tanamkan kepercayaan diri.

Di akhir minggu Ibu bisa mulai memberikan ia soal-soal yang mudah atau bidang pelajaran yang ia sukai agar ia merasa bahwa ternyata ia bisa mengerjakan tanpa bantuan orang lain. Tapi sekali lagi Fitri menekankan bahwa, di usia ini anak masih sedang dalam tahap ‘belajar bagaimana caranya belajar’. Dan adalah hal yang wajar bila anak masih ingin ditemani. Ingat juga bahwa tanggungjawab memang belum waktunya berkembang secara penuh pada diri anak di rentang usia ini. Ada beberapa hal yang dapat Ibu lakukan jika anak Ibu seperti Rendi: n Tanyakan mengapa ia tak mau belajar jika tak bersama Ibu. Dari apa

yang ia ungkapkan, berikan argumentasi/penjelasan yang tepat dan logis. Misalnya jika ia hanya mengatakan “males belajar sendiri”, tanyakan lagi kenapa. Intinya Ibu harus terus ‘mengejarnya’ hingga akhirnya ia mendapatkan pemahaman bahwa tak perlu belajar dengan ditemani Ibu. n Dari situ juga, cari jalan keluarnya bersama si kecil. Misalnya jika ia bilang,

“malas belajar sama mbak, habis kalau aku tanya dia gak tau sih!”. Jika demikian, jalan keluar yang bisa Ibu berikan adalah, “Kalau begitu, kerjakan dulu yang kamu bisa sedangkan yang sulit nanti kita bahas setelah Ibu pulang ya!”, atau bisa juga dengan “Kalau begitu, tidak perlu belajar dengan mbak kan? Coba saja selesaikan semuanya sendiri, kamu pasti bisa!” n Berikan pengertian tentang dampak negatif dari kebiasaan belajarnya

dan apa yang Ibu rasakan. Jelaskan dengan kebiasaan seperti ini, PR-nya seringkali tak selesai, Ibu juga merasa kesal dan lelah menemaninya belajar, dan sebagainya. n Berikan reinforcement (penguatan). Selain dengan pujian dan pelukan,

dapat juga dilakukan dengan menerapkan ‘token economy’. Misalnya jika ia mau belajar ditemani mbak-nya ia mendapat 1 poin, jika mau belajar sendiri mendapat 2 poin. Buat tabel hadiah, jadi jika sudah mengumpulkan sekian poin maka ia akan mendapat hadiah tertentu. Nah tak sulit kan Bu. Coba deh terapkan pada anak, Ibu pasti takkan lagi pulang kantor sambil terus memikirkan si kecil yang susah belajar. Selamat mencoba!

Agar Anak Menjadi Pembelajar Mandiri l Sejak dini asah kemandirian anak. Jangan selalu membantu anak, biasakan ia menyelesaikan masalahnya sendiri. Berikan ia kesempatan untuk melakukan self-help yang ia sudah bisa, misalnya makan, mandi, dll l Tetapkan jadwal belajar yang tetap. Orangtua harus konsisten dalam hal ini. Semakin besar anak, orangtua dapat bersikap lebih tegas, pantau apakah anak melakukannya, berikan reward jika ia menjalaninya dan sebaliknya berikan punishment jika ia melanggar. l Jangan bosan dan lelah menanamkan pentingnya belajar pada anak. l Orangtua juga harus membiasakan diri melakukan aktivitas belajar, misalnya dengan sering membaca buku sehingga anak mendapat contoh bahwa belajar memang perlu dilakukan. l Kenalkan anak dengan berbagai sumber belajar (bukan hanya orangtua dan guru) misalnya jika merasa kesulitan ia bisa menemukan jawabannya sendiri di buku pelajarannya, buku-buku lain seperti ensiklopedia misalnya atau di internet.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

63

Dimana? Bisa mendapatkan majalah TB. Gramedia Jakarta Taman Anggrek Mall Citraland Mall Pondok Indah Mall Mega Mall Pluit Hero Gatot Subroto Melawai Matraman Kelapa Gading Artha Gading Sunter Mall Cempaka Mas Pintu air Gajah Mada Cinere Bintaro Plaza Daan Mogot Mall Meruya Plaza Semanggi TB. Kharisma Jakarta Puri Mall Cilandak Mall Tomang Pondok Gede Cibubur Plaza Cijantung Cibubur Junction Alfa Retailindo Jakarta Alfa midi Pondok Labu Alfa Retailindo Pasar minggu Alfa Midi Kemayoran Books City Cikarang Carrefour Jakarta Carefour Ambasador Carefour Cempaka Mas Carefour Cempaka Putih Carefour Cibinong Carefour Cikarang Carefour Cikokol Carefour Cileduk Carefour Duta Merlin Carefour Kalimas Carefour Kiara Condong Carefour Kramat Jati Carefour Lebak Bulus Carefour Mal Taman Palem Carefour Mangga Dua Carefour MT Haryono Carefour Permata Hijau Carefour Pluit Carefour Puri Indah Carefour Ratu Plaza Carefour Tamini Carefour Bubutan Junction Giant Jakarta Giant Glodok Giant Kalibata Giant Kreo Larangan Cileduk Giant Lebak Bulus Giant Cimanggis Giant Pondok Gede Giant Pondok Candra Giant Semanggi Giant Sun city Giant Tambun Hypermarket Jakarta Hypermarket Rest Area Tol Tomang Hypermarket Gajah Mada Hypermarket JACC Hypermarket Matahari Express Kinokuniya Jakarta Kinokuniya Grand Indonesia Kinokuniya Plaza Indonesia Kinokuniya Plaza Senayan Kinokuniya Pondok Indah Mall Mp Book Point Red and White Toga Mas Diponegoro Toko Buku Aksara Toko Akses Jakarta Toko Akses Pasaraya Blok M Toko Akses St Carolus Toko Akses Kelapa Gading TB. Gunung Agung Jakarta kwitang 1 kwitang 2 Atriun senen Lokasari mangga besar Sunter Kelapa gading Citraland Trisakti Taman Anggrek Mall Blok M Plaza Senayan City Pondok Indah Mall Arion Pondok gede Tamini square Outlet Hermes Jakarta Kosari, Ploris, Redtop

64

September - Oktober 2008

Tamini Square Lenteng Agung Cikokol RSUD Pasar rebo Pondok Indah Kalibata, cibubur, cilangkap Pasaraya Blok M Pekayon

BOGOR TB. Gramedia Bogor Hero Padjdjaran Bogor Ekalokrasi Bogor Botanic Square Bogor TB. Kharisma Bogor Ekalokasari Plaza, Bogor Giant Bogor TB. Gunung Agung Bogor Pangrango Bogor Outlet Hermes Bogor Borneo borneo Cilengsi

DEPOK TB. Gramedia Depok Depok Plaza TB. Kharisma Depok Cinere Mall Depok Mall Carrefour Depok Carefour Depok Giant Depok Giant Cinere Giant Depok Toga Mas Depok TB. Gunung Agung Depok Depok Margo city

TANGERANG TB. Gramedia Tangerang WTC Serpong, Tangerang Karawachi Mall, Tangerang TB. Kharisma Tangerang Giant BSD Serpong Pamulang Carrefour Tangerang Carefour BSD Giant Tangerang Giant Serpong Town Square Giant Villa Melati Mas WTC Serpong TB. Gunung Agung Tangerang BSD plaza

BEKASI TB. Gramedia Bekasi Metropolitan Mall Bekasi Carrefour Bekasi Carefour Blue Mall Bekasi Giant Bekasi TB. Gunung Agung Bekasi

CIBINONG TB. Gramedia Cibinong ITC Cibinong

SEMARANG TB. Gramedia Semarang Java Supermall Semarang Carefour Semarang TB. Gunung Agung Semarang

SOLO TB. Gramedia Solo Solo Square Alfa Retailindo Solo Alfa Retailindo Solo Baru Alfa Retailindo Solo Kartasuro

PURWOKERTO TB. Gramedia Purwokerto

YOGYAKARTA Alfa Retailindo Yogya Carefour Plaza Ambarukmo

BANDUNG Carrefour Carefour Braga

Tumbuh Kembang

Carefour Mollis Bandung Carefour Sukajadi Giant Bandung Supermal Toga Mas Bandung TB. Gunung Agung Bandung BIP Bandung Ciwalk Bandung

SURABAYA TB. Gramedia Surabaya Manyar, Surabaya Plaza Surabaya Carefour Golden City Surabaya Giant Maspion Surabaya Toga Mas Surabaya TB. Gunung Agung Jembatan Merah Paragan Galaxi Surabaya Delta Plaza Surabaya Tunjungan Plaza, Surabaya Outlet Hermes Surabaya Gading Murni Surabaya Alfa Surabaya

JAWA TIMUR Toga Mas Malang Outlet Hermes Jawa Timur Sidoarjo Ngawi Pasuruan Madiun

CIREBON TB. Gunung Agung Cirebon

BALI TB. Gunung Agung Bali LIBI Bali, denpasar Ramayana, Bali Carefour Denpasar Sunset

SUMATERA TB. Gramedia Lampung TB. Gramedia Palembang TB. Gramedia Jambi Alfa midi Minangkabau Carefour Medan Carefour Palembang Carefour Panakukang Square Makasar Carefour Pasar Atom Makasar

TUMBUH KEMBANG SERANG Ibu Siswati Widodo Perum Bumi Serang Timur Blok A3 No. 9 Pancanangan Cipocok Jaya Serang - Banten Telp. 0254-280375, 081316294252

Surabaya 60293 Telp. 031 - 8706803/031- 77635169

TUMBUH KEMBANG YOGYAKARTA Ibu Bakti Utami Perum Yogyakarta Terrace E-3 Tiyasan Condong Catur Sleman Yogyakarta Telp. 0274-7451101, 08156801463

TUMBUH KEMBANG LAMPUNG Albert Triyatna Jalan S. Parman Gg. Dwi Dharma I No. 44 Lampung 35117 HP. 0721 - 9963972

TUMBUH KEMBANG MAGELANG Ibu Renny Handayani Perum Tanjung Baru Indah I No. B8 Magelang Jawa Tengah HP. 08123292157

TUMBUH KEMBANG SURAKARTA Bpk. Aryan Chandra Jl. Veteran no. 88 Mojolaban Sukoharjo 57513 Telp. 0271 - 612352 HP. 085293940057

TUMBUH KEMBANG BALIKPAPAN Bpk Iskandar Syahmuda BPN Regensi Blok CB 6/3 Balikpapan Telp. 0542 - 5603514 HP. 081520433618 Model: Uvi

TUMBUH KEMBANG DENPASAR Bpk Sofyan Alwi Jl. Legian Kaja 456 B Kuta Bali 860361 HP. 0818351801

TUMBUH KEMBANG ACEH Dian Kusuma Wardanie Jalan Al Huda 56 A Laksana Banda Aceh Banda Aceh Telp. 0651-23685. HP. 081360513002

TUMBUH KEMBANG SALATIGA

TUMBUH KEMBANG KEDIRI

Ibu Mahyuddin Jl. Purbaya IV No.06 Perumda Karang Alit, Salatiga Telp. 0298-321745

Riwinda Widya Ningrum d.a. Bp HarnotoI Jl Kelud Rt04/Rw02 Ds. Gampeng, Kec. Gampengrejo KEDIRI Telp. 0354-673419

TUMBUH KEMBANG SURABAYA 2 Josephine Hertanti Rungkut Mapan Timur IX Blok EH No. 12A

Tidur memiliki banyak manfaat lainnya untuk proses tumbuh kembangnya. Bahkan, saat ia terlelap pun sebenarnya proses pertumbuhannya terjadi secara optimal!

Ritha Artha Kesuma Komplek Ciluar Asri Blok B7 No. 30 Cliuar Bogor 16156 Telp. 0251 - 658549 Hp. 081808079900

Ibu Rita Yuniasti Jl. Badak IV/34 Semarang - Jawa Tengah Telp. 024-6717534, 08159702829

Ibu Kiki Jl. Tuwowo Rejo IV/9 Surabaya Telp. 031-3722647, 031-3767157, 81332841551

“Bobok… Yuk Sayang!”

TUMBUH KEMBANG BOGOR

TUMBUH KEMBANG SEMARANG

TUMBUH KEMBANG SURABAYA 1

TUMBUH & KEMBANG 5-9 TAHUN

JAKARTA

kesehatan anak

TUMBUH KEMBANG BANDUNG Dede Gemayuni Jl. Komud Supadio No.24 Belakang Bandung 40174 Telp.022-6012157 ADMINISTRASI & LAYANAN TUMBUH KEMBANG Jl. Bangka I No.8 Jakarta 12720 Telp. (021) 719 6000, Fax. (021) 719 4000 Email. layanan@tumbuh-kembang.com

B

agi anak-anak, tidur memang memiliki segudang manfaat lebih dari sekadar beristirahat. Berkat tidur yang cukup, ia bisa berprestasi secara optimal di sekolahnya karena mampu berkonsentrasi lebih baik saat belajar. Tidur memberikan energi bagi anak untuk melakukan aktivitasnya seharihari. Apalagi, di usia ini anak biasanya amat senang melakukan aktivitas motorik yang menghabiskan banyak energi. Manfaat lainnya, dengan pengaturan jadwal tidur yang baik sejak kanak-kanak, si kecil dapat belajar bagaimana mengelola waktu dengan baik. Lalu, apa sih sebenarnya yang terjadi pada saat si kecil tidur? Apa pula manfaat tidur bagi kesehatannya?

Tidur Malam, Tidur Siang “Anak-anak usia 5-9 tahun umumnya memiliki pola tidur yang mulai disesuaikan dengan jadwal mereka bersekolah, yaitu sekitar 10-11 jam di luar tidur siang,” ungkap dr. Debbie Latupeirissa, Sp.A, dokter spesialis anak dari RS. Fatmawati, Jakarta. Semakin kurang tidur, semakin sulit pula si kecil untuk tidur. Jumlah kebutuhan tidur itu harus diusahakan agar selalu terpenuhi setiap hari. “Anak-anak yang kurang tidur biasanya pertumbuhan fisiknya tak optimal. Mereka juga punya problem sulit berkonsentrasi di sekolah, prestasinya jadi tidak optimal,” jelas Debbie. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation , Amerika Serikat mendukung itu semua. Menurut riset itu, anak-anak yang tidur cukup lebih dari

8 jam sehari memiliki prestasi akademis yang lebih baik. Bukan hanya tidur malam, tidur siang pun penting untuk si kecil. Tidur siang berguna memberikan energi setelah anak beraktivitas di sekolah. Dengan begitu, setelah bangun tidur, anak akan segar kembali. Mereka pun masih dapat melakukan aktivitas lainnya seperti mengerjakan pekerjaan rumah, bermain dengan teman-temannya di rumah, dan berbagai aktivitas lainnya. Tidur Berkualitas? Tapi, tentu saja tidur berkualitas lah yang dibutuhkan si kecil agar proses tumbuh kembangnya berjalan secara optimal. Untuk mendapatkannya, si kecil harus melewati dua tahapan tidur yaitu ‘tidur dalam’ (Non-Rapid Eye Movement) dan ‘tidur aktif’ atau yang sering disebut tidur REM. Kedua tahapan ini terjadi bergantian

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

65

Tumbuh & Kembang ke tubuh si kecil. Akibatnya, ia mudah terserang penyakit dan butuh waktu lebih lama untuk menyembuhkannya. Selain itu, tidur juga memberikan kesempatan bagi otak mencerna apa yang si kecil lihat dan dengar selama tak tidur. “Dengan tidur yang cukup, daya ingat anak akan semakin kuat dan rentang konsentrasinya pun semakin bertambah,” jelas Cebbie lagi. Wah, ternyata banyak sekali ya manfaat tidur untuk si kecil? Karena itu, mari biasakan si kecil tidur sehat setiap hari agar proses tumbuh-kembangnya optimal!

dan membentuk siklus tidur anak. Pada bayi, pola tidur mereka lebih banyak didominasi oleh tidur NonREM,sedangkan pada anak-anak yang lebih besar adalah tidur NonREM. Pada tidur aktif (Rapid Eye Movement) mata bergerak dengan cepat ke segala arah meski mata terlihat terpejam. Di saat inilah otak mengeluarkan gelombang dengan frekuensi sangat tinggi seperti saat kita terjaga. Aliran darah ke otak juga meningkat sehingga otak dapat berkembang secara optimal. Pada saat ini pula biasanya muncul mimpi. Tidur REM ini diduga berperan penting memulihkan pikiran, daya ingat, dan mempertahankan fungsi sel-sel otak. Tidur yang berkualitas bisa dibiasakan dengan cara menciptakan suasana nyaman untuk si kecil menjelang ia tidur. Misalnya, dengan memasang musik lembut di kamarnya, memastikan ia tak tidur dalam keadaan lapar, serta tempat tidur yang bersih. Dengan begitu ia bisa dengan mudah terlelap tanpa gangguan.

memperbaiki seluruh sel yang ada di seluruh tubuh mulai dari bagian kulit, darah hingga saraf otak. Itu semua terjadi pada tahap tidur non-REM. Sistem kekebalan tubuh pun menurut Debbie berkaitan dengan tercukupi atau tidaknya kebutuhan tidur si kecil. Kurang tidur bisa menyebabkan virus dan kuman penyakit lainnya masuk dengan mudah

Rangsang Hormon Pertumbuhan Tidur yang berkualitas dapat merangsang dikeluarkannya hormon pertumbuhan oleh tubuh hingga 75 persen. Hormon pertumbuhan bertugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan. Membantu tubuh

66

September - Oktober 2008

TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN

TUMBUH & KEMBANG 5-9 TAHUN

kesehatan anak

Tumbuh Kembang

Yuk, Biasakan Si Kecil Tidur Sehat Kesulitan ‘menggiring’ si kecil ke tempat tidur? Coba kiat berikut: zzz Biasakanlah si kecil tidur –siang maupun malam--pada jam yang sama setiap harinya. Tidak hanya tubuh yang membutuhkan konsistensi dalam aktivitasnya, otak pun demikian. zzz Terapkan ritual sebelum tidur yaitu cuci kaki, menggosok gigi, dan berdoa sebelum tidur. Boleh juga mendongeng untuk si kecil untuk memancingnya

Pra Remaja Kenapa Ada Bulu-Bulu di Sana? Seperti halnya dada yang tumbuh mekar, kehadiran rambut intim mungkin menggusarkan hati si ABG Bu.

Disiplin untuk Si Pemberontak Kuncinya, adalah ‘mengajarkan’ sesuatu, bukan sekedar ‘menyampaikan’.

terlelap. zzz Bila si kecil sulit tidur malam, tak ada salahnya memberikan makanan ringan atau minuman seperti susu atau keju. Keduanya mengandung zat tryptophan, golongan asam amino yang membantunya terlelap. zzz Hindari minum terlalu banyak sebelum tidur agar si kecil tak terbangun untuk pipis. zzz Hindari pula film-film atau video games yang membuatnya takut sehingga

Biar Kurus yang Penting Sehat? Remaja termasuk kelompok rentan gizi. Tapi, kurus belum tentu kurang gizi.

sulit tidur dan tidurnya gelisah. zzz Siapkan kamarnya sebelum tidur. Singkirkan buku-buku atau mainan yang berkaitan dengan kegiatannya di saat tidak tidur. Pencahayaan kamar sebaiknya redup atau tanpa cahaya, sejuk, dan hening.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

67

Disiplin untuk Si Pemberontak

“Bu, Kenapa Ada Bulu-Bulu di Sana…?” Seperti halnya dada yang tumbuh mekar, kehadiran rambut intim mungkin menggusarkan hati si ABG Bu.

TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN

TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN

tingkah polah

aku tumbuh

Kuncinya, adalah ‘mengajarkan’ sesuatu, bukan sekedar ‘menyampaikan’.

Hormon androgen dihasilkan oleh kelenjar adrenalin yang letaknya di sebelah ginjal. Aktivitas kelenjar ini juga dipicu oleh metabolisme poros hipotalamus-hipifisis-ovarium/testes yang menurun sensitivitasnya karena meningkatnya usia anak. Penurunan ini menyebabkan organ reproduksi (ovarium atau testes) memproduksi androgen. Androgen juga dihasilkan dari konversi jaringan lemak periver. Jadi, Bu, memang rambut intim di alat genital anak sangat dipengaruhi oleh androgen ini. Hormon ini, lanjut Junita, lebih banyak dihasilkan anak pria ketimbang perempuan. Tak heran, kalau jumlah rambut pada anak pria juga lebih lebat dan menumbuhi lebih banyak anggota tubuh.

Kalau Tak Tumbuh?

Model: Fikar

S

uatu pagi. Terdengar jeritan dari kamar mandi. Nina, 12 tahun, berteriak memanggil ibunya. “Bu, ‘kok ada rambut di sana, sih. Ini apa?” Nina memberondong ibunya dengan pertanyaan sambil menunjukkan genitalnya, wajahnya cemas. Dengan enteng dan tenang ibunya menjawab, “Oh, itu normal, sayang. Pertanda kamu sudah besar,” katanya tersenyum.

Menurut Junita, kalau sampai usia 14 tahun---pada perempuan--rambut intimnya belum tumbuh dan juga tanda sekunder lainnya, Ibu perlu waspada. Keterlambatan ini bisa jadi gejala adanya gangguan hormonal. Penyebabnya dapat terjadi pada organ penghasil hormon yakni ovarium atau testes, kelenjar adrenalin, sampai pada kelainan kromosom. “Adanya kista dalam ovarium, misalnya,” tukas Junita. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh oleh dokter ahli perlu disegerakan agar bisa ditelusuri penyebab gangguan dan ditangani dengan tepat. Untuk anak perempuan, Ibu bisa membawanya ke dokter ahli obstetri dan ginekologi sedangkan untuk anak lelaki ada dokter ahli andrologi.

Hormon Si Biang Keladi

68

Jawaban si ibu dibenarkan oleh dr. Junita Indarti, SPOG. Tumbuhnya rambut atau bulu-bulu halus di kemaluan anak seusia Nina adalah wajar. Pada usia ini sedang terjadi peningkatan produksi hormon besar-besaran khususnya hormon androgen.

Jika Anak ‘Gusar’ dengan Rambut Intimnya

Nah, hormon inilah, dengan bantuan enzim 5-alphareduktase, yang memengaruhi fase pertumbuhan silus rambut. Tak cuma rambut intim lho tapi juga rambut-rambut yang tumbuh di sekujur tubuh. “Tumbuhnya rambut salah satu pertanda perkembangan sekunder. Berarti, memasuki masa pubertas,” kata Junita.

l Ajari anak cara membersihkan kemaluan beserta

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

l Sampaikan ke anak bahwa itu normal. Ajak diskusi

tentang perkembangan sekunder lainnya seperti haid, suara ngebass (pada lelaki), tumbuh payudara, membesarnya jakun di leher, dan lain-lain. rambut intim barunya itu. Sebab, rambut tersebut akan menyimpan keringat sehingga menjadi daerah lembab tempat jamur tumbuh subur.

S

Model: Hijri

udah bersusah payah mengajarkan disiplin, tapi kok sekarang tampaknya kebiasaan itu luntur seiring dengan pertambahan usianya ya. Ya, si ABG kenapa jadi senang sekali memberontak? Sekarang sering sekali perilaku memberontak itu diperlihatkannya. Kalau diberi nasihat membantah terus, diminta menuruti aturan rumah acuh saja, main tak kenal waktu, tak pernah belajar, dan nge-band terus sampai lupa belajar. Pokoknya si ABG semau gue. Waduh!

Orangtua = Pengekang Bagaimana bisa muncul sikap pemberontak ya? Menurut Sandra Handayani Sutanto, M.Psi, pada dasarnya seorang anak yang sedang beranjak remaja berada dalam masa pencarian identitas. Pada masa ini mereka menginginkan hidupnya diatur berdasarkan apa yang dikehendakinya. Remaja juga merasa bahwa dirinyalah yang paling berhak menentukan masa depan dan pilihan hidupnya. Bagi mereka orangtua mewakili pandangan yang kuno alias senang mengekang atau ‘tak pengertian’.

Selain itu, pada masa ini yang menjadi pusat perhatian anak adalah penerimaan dari teman-teman di sekelilingnya. “Jadi, ini bisa dikatakan mereka cenderung mendengarkan peer (teman sebaya) dibandingkan orangtuanya,” kata Sandra. Peran teman menentukan berbagai sikap mulai, dari fesyen, pemilihan sekolah, termasuk juga sikap terhadap figur otoritas. Jadi jika ia sekarang lebih senang main atau nge-band, jangan terlalu kuatir dan berpikiran buruk tentang si ABG ya Bu! Ibu perlu menyikapinya dengan bijak karena sekarang memang fokus si ABG adalah dunia pertemanan. Yang justru perlu Ibu dan Bapak perhatikan adalah jangan sampai anak memilih lingkungan pergaulan yang salah. Karenanya sejak awal Ibu harus memberikan arahan dan sering mengajaknya berdiskusi dengannya. Bahas saja mengapa ia sebaiknya tak memasuki lingkungan pergaulan demikian.

Orangtua, Pemicu Kalau orangtua berpikir kesalahan hanya ada pada anak, Sandra justru tidak sependapat. Sebab ternyata orangtua bisa memicu sikap memberontak. Orangtua jenis apa yang bisa menjadi pemicu?

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

69

TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN

tingkah polah

ultah si kecil

l Orangtua yang mengontrol anak sedemikian rupa. Orangtua jenis ini banyak mengatur dan menuntut terlalu keras kepada anak. Masalah kecil bisa menjadi sesuatu yang malah menciptakan lebih banyak lagi pertentangan dan pemberontakan. l Orangtua yang memaksakan segalanya harus tenang dan harmonis. Orangtua jenis ini, dengan berbagai alasan akan permisif (atau bahkan mengeluarkan uang) terhadap batasan-batasan yang sebenarnya telah dilanggar anak dengan tujuan untuk menghindari konflik. l Orangtua pencemas. Orangtua yang mengasuh anak mereka dengan penuh kekuatiran takkan bisa menegakkan disiplin sebagaimana mestinya.

Bila Ibu sedang kewalahan menghadapi si buah hati yang mulai menunjukkan pemberontakan, simak yang disampaikan oleh psikolog di Pusat Konseling & Pelatihan IPEKA Jakarta ini. Menurutnya, sebaiknya orangtua: l Mencoba mengerti masa-masa pencarian jati diri bagi si ABG. Pahami apa yang terjadi pada masa ini. Menempatkan diri sebagai teman dibandingkan sebagai pihak otoritas (orangtua) yang sok tahu/sok mengatur dan punya peraturan. l Sebisa mungkin hindari menggunakan kata-kata ‘jangan’. l Memberi alasan logis, jika menginginkan anak mengikuti peraturan yang dibuat oleh figur otoritas (misalnya guru dan orangtua). Misalnya mengapa narkoba/pergaulan bebas merusak bagi diri sendiri dan bagi masa depan anak. l Bersikap fleksibel tapi tegas dengan alasan yang jelas/masuk

Agar bibit-bibit pemberontak tak berkembang, Ibu perlu memulai dengan menanamkan disiplin sejak dini. Jika selama ini Ibu belum menjalankan disiplin dengan tepat, tak ada kata terlambat untuk memulainya kok, Bu. Namun yang perlu Ibu sadari adalah disiplin bukan sekedar memberikan hukuman. Kunci menegakkan kedisiplinan adalah ‘mengajarkan’ sesuatu, bukan sekedar ‘menyampaikan’. Orangtua adalah teladan, itu intinya. Lalu jalankan aturan secara konsisten dan sesuaikan aturan dengan usia anak. akal, misalnya mengenai jam malam. Diskusikan dan buat kesepakatan apa yang menjadi harapan bagi orangtua dan apa yang diharapkan anak dari orangtua. Dengan diskusi ini semoga ada penyamaan persepsi, bahwa setiap orang bukanlah musuh bagi yang lain.

Marcella (47 tahun), Bunda Krista (13 tahun) “Pemberontakan Krista itu misalnya sekarang kalau disuruh belajar, baru 5 – 10 menit juga udahan. Kalau saya bilang, “masa sih belajar sebentar banget?”, jawabannya biasanya “udah Ma, udah bisa!” Kalau disuruh belajar lagi, ya gak mau dia. Sekarang anak saya kayanya merasa udah gede, udah punya aturan sendiri. Saya sih berusaha tetap konsisten menetapkan aturan, tapi tidak se-strict dulu. Trus bikin komitmen bersama yang harus dia patuhi. Tapi seringkali harus diingetin terus, maklum deh anak umur segitu sering lupa (atau sengaja lupa ya?) apa yang udah dia omongin!”

Selamat Ulang Tahun!! seluruh Indonesia, Apa kabar teman-teman di a Daninta Amjadni. perkenalkan namaku Daneyr dengan Daneyra. Kamu boleh memanggil aku Nah, pada 31 Juli Aku lahir pada 21 Juli 1999. ina dan Papa 2008 kemarin Mama Nov i Jul dakan pes ta Abdul Gamal Sukaryono menga u di KFC Kenari Ulang Tahun yang ke-9 unt ukk anku yang datang. Mas. Banyak lho teman-tem ua, termasuk aku. Mereka kelihatan senang sem a pes taku? Ini ada Penasaran bagaimana suasan teman-teman! kok fot o-fotonya, dilihat ya,

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

“Terima kasih..., wah isi kadonya apa ya???”

2

3

5

“Oom, semuanya temen Daneyra mau dapet hadiahnya, tuh.”

“Teman-teman berebut salaman sama Mickey dan Minnie Mouse.. Harap antri ya...”

“Lho, aku juga kebagian hadiah nih? Asik....”

4 Jika ia sudah menginjak praremaja, rasanya tak perlu lagi menerapkan aturan sepulang sekolah ia harus tidur siang, misalnya. Lalu gunakan konsekuensi yang berguna bagi kehidupan anak dan berikan pilihan pada anak (tidak dengan paksaan). Lakukan juga negosiasi yang menghasilkan komitmen yang harus dipatuhi bersama. Ayo Bu, Pak, kuncinya ada di Ibu dan Bapak.

“Siap-siap, Oom MC mau mengumumkan pemenangnya nih..., aku jadi deg-degan.”

8

6

“Hmm... senangnya dicium Mama dan Papa. Teman-teman jangan iri, ya. He... he... he...”

9

“Seluruh keluargaku berfoto bersama. Eh Chaki, Mickey dan Minnie Mouse ikut juga rupanya.”

“Puuuhh... sebelum tiup lilin aku sudah berdoa kok.”

7 “Waktu hening untuk berdoa..., Ya Allah lindungi Daneyra selalu, ya. Amin...”

Form ulang tahun si kecil

Ingin acara pesta ulangtahun si kecil diliput oleh majalah Tumbuh Kembang? Isi saja formulir di bawah ini dan kirimkan ke alamat redaksi di Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan, atau faks ke 021-719 4000. Info lewat SMS 021-3300 8753

10 70

1

E

Fleksibel Tapi Tegas

Disiplin Sejak Dini

“Ini Goody Bag-nya.. Sampai jumpa lagi. Terima kasih ya sudah mau datang.”

Nama anak

: ______________________________

Tanggal lahir

: ______________________________

Nama orangtua

: ______________________________

Alamat dan nomor telepon : ______________________________ Tumbuh Kembang Tumbuh September Kembang - Oktober April 2008 71 Lokasi Pesta : ______________________________

kesehatan pra-remaja

“Biar Kurus… Yang Penting Sehat”

Kalau Ibu menemukan putra-putrinya menunjukkan ciriciri tidak sehat seperti disebut di atas, Ibu patut kuatir dan waspada. Sebaiknya lekas memeriksakan anaknya ke para ahli untuk dideteksi penyebabnya.

Kebutuhan Kalori Remaja Remaja pada interval usia ini sedang membutuhkan asupan kalori yang cukup, yang berasal dari menu makanan lengkap dan seimbang. Pada masa ini, selain proses tumbuhkembangnya masih berlangsung aktif, mereka juga sedang senang berkegiatan. Seperti kasus Dina di atas yang mengikuti sederet ekstrakurikuler di sekolahnya.

Remaja termasuk kelompok rentan gizi. Tapi, kurus belum tentu kurang gizi.

Inayah memaparkan, kebutuhan kalori antara remaja pria dan perempuan berbeda dan sangat tergantung seberapa aktifnya mereka. Si ABG laki-laki umur 11-14 tahun memerlukan 2.500 kalori. Di atas usia itu, kalori yang dibutuhkan lebih banyak lagi yakni 2.800 kalori. Sedangkan, remaja putri 11-18 tahun berkisar 2.200 kalori.

Kurus Tapi Sehat, Dong Bila mendapati kondisi tersebut, para ibu pantas cemas. Anak yang kurus dengan postur tubuh yang ceking sering diidentikkan dengan kurang gizi. Sebaliknya, masyarakat terlanjur beranggapan anak yang gemuk itu sehat dan cukup gizi. Padahal, menurut dr. Inayah Budiastuti, Sp.A., spesialis anak yang juga ahli gizi, pandangan semacam itu belum tentu benar. Tubuh yang kurus bukan melulu dipengaruhi oleh makanan tapi juga genetik alias faktor keturunan. Kalau anak lahir dari orangtua yang kurus, ya, si anak akan tetap punya tubuh yang kurus meskipun asupan gizinya lengkap dan seimbang. “Itu tergantung juga dengan komposisi massa tulang, lemak, dan otot,” ujar Inayah.

Model: Nila

M

enjadi ibu anak praremaja usia 11 tahun seperti Rani (40 tahun) memang gampang-gampang susah. Katanya, ia sekarang tak lagi repot harus menyuapi Dina (11 tahun) dan tak juga mesti memakaikan baju. Tapi yang membuat Rani pusing tujuh keliling adalah melihat tubuh anak semata wayangnya itu kurus nan ceking. Rani cemas, jangan-jangan Dina kekurangan gizi hingga jadi ‘kutilang’ (kurus, tinggi, langsing) seperti itu. Rani tahu, anaknya ini termasuk remaja yang aktif dengan segudang kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. “Gimana ya?” batin Rani.

72

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN

TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN

kesehatan pra-remaja

Ada anak yang massa tulangnya lebih besar dibanding massa lemak dan otot. Anak yang seperti ini tentu akan kelihatan kurus. Tapi, ada juga yang tubuhnya mengandung lebih banyak lemak dibanding otot dan tulang, maka penampilannya tampak gemuk. Yang penting, lanjut Inayah yang berpraktik di Klinik Hanglekieu, adalah anak itu sehat. Meskipun, tubuhnya kurus dan ceking, kalau si anak sehat dan bugar, Ibu tak perlu merasa cemas.

Yang ‘Sehat’ dan ‘Tak Sehat’ Untuk mengidentifikasi apakah si ABG sehat atau tidak, yang pertama bisa dilihat adalah

dari kenampakan kulit dan ototnya. Kulit anak yang sehat nampak bercahaya, tak keruh melainkan bersih dan cemerlang. “Kalau ditekan atau dicubit, ototnya cepat kembali ke posisi semula,” imbuh Inayah. Sebaliknya, pada anak yang tak sehat, tones ototnya lembek, tak lekas membal. Warna kulitnya juga terlihat kusam tak sehat. Ibu juga bisa melihat warna rambut anak. Rambut pada usia remaja biasanya sudah menutupi kulit kepala secara sempurna. Pada anak yang sehat, warna rambut tidak kusam, tapi kemilau. Pertumbuhannya pun rapat menyeluruh menutupi kepala. Sedangkan pada anak yang tak sehat, rambutnya tumbuh jarang-jarang, mengalami kerontokan berlebihan, dan warnanya merah seperti rambut jagung. Inayah juga menjelaskan kalau anak yang sehat biasanya sangat aktif, selalu bergairah melakukan segala sesuatunya, minatnya besar pada hal-hal baru, energik, lincah serta gesit. Ia juga tak gampang jatuh sakit. “Kalaupun sakit, sehari dua hari lekas pulih,” tukas Inayah. Selera makan remaja yang sehat juga baik dan ia cukup lahap menyantap makanan. Selain itu, mata si anak selalu berbinar-binar, cerah ceria. Ia nampak bersemangat ketika beraktivitas. Berbeda dengan yang tidak sehat. Menurut Inayah, anak terlihat lesu, lemah, tak bersemangat. Matanya nampak layu dan ia sangat rentan terjangkit sakit. Sebentar-sebentar si remaja mengeluh sakit, kecapean, dan loyo.

Jumlah energi itu akan mereka gunakan selain untuk menunjang proses tumbuh- kembangnya, juga untuk menopang aktivitas yang dilakukannya. Kalau sampai ia kekurangan kalori padahal anak Ibu termasuk anak aktif seperti Dina, tentu ia akan gampang kelelahan dan akhirnya kekurangan energi. Karena itu, Ibu mesti memenuhinya dengan memberi makanan yang cukup dari variasi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Ayo Bu, tugas mendampingi si buah hati belum selesai lho!

k Tahukah Ibu? 1. Diet yang berbahaya pada remaja adalah diet rendah karbohidrat, lemak, dan protein sebab ketiganya masih diperlukan untuk suplai energi, membangun sel tubuh, dan cadangan energi. 2. Kelompok rentan gizi adalah: l Kelompok bayi : 0-1 tahun. l Kelompok dibawah 5 tahun (balita): 1-5 tahun. l Kelompok anak sekolah : 6-12 tahun. l Kelompok remaja : 13-20 tahun. l Kelompok ibu hamil dan menyusui. l Kelompok usia lanjut.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

73

nutrisi anak 1

nutrisi anak 1

Memang tak gampang mengenalkan makanan padat pertama pada bayi. Nutrisi yang tepat dan seimbang serta minimnya waktu orangtua, jadi persoalan. Setelah bayi berusia 6 bulan afdalnya makanan mereka berasal dari bahan-bahan alami. Buburnya dari beras, sayurnya dari sayur-mayur hijau segar bervitamin, protein hewaninya dari daging dan telur serta sumber vitaminnya dari buah-buahan. Tapi kesibukan orangtua, terutama para ibu bekerja, mengurangi kesempatan para bayi menikmati makanan berbahan natural itu. Mereka (ibu) kekurangan waktu menyiapkan dan meracik bubur dan makanan pendamping ASI yang memang butuh waktu ekstra. Pada akhirnya, makanan instan menjadi pilihan untuk tetap memberikan nutrisi lengkap dan seimbang pada buah hatinya dengan cara yang tetap praktis.

Tak Perlu Apriori “Sebaiknya, para ibu tidak apriori dulu pada makanan instan. Jangan semuanya digebyahuyah (dipukul rata—red) bahwa makanan instan tak baik bagi bayi,” demikian Prof. Ali Khomsan Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor. Menurut pakar gizi ini, makanan instan sudah melewati pengawasan sangat ketat dan hati-hati dalam proses pembuatan maupun pengemasannya.

Model: Zahir

“I

h kamu masih sempet ya bikin sendiri bubur saring buat Dina? Aku sih udah deh, nggak sempet. Lagi juga ada yang instan kan?” tanya Ratih (30 tahun) heran kepada Nina (28 tahun) di tengah diskusi parenting class. Nina, yang rajin membuatkan sendiri bubur saring untuk putrinya Dina (7 bulan), hanya tersenyum. Pilih makanan pendamping instan atau alami, inilah yang kerap menjadi dilema buat para ibu. Yang memilih cara instan bukannya tak tahu manfaat bahan alami.

74

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Kandungan nutrisi di dalamnya juga cukup lengkap dan seimbang disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh-kembang bayi. Karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin teracik dengan pas untuk memenuhi nutrisi tubuh bayi. Baik bentuk-- bubur susu ataupun biskuit—dan sistem pengayaan zat penambah rasanya juga diawasi sesuai standar FDA (Food and Drugs of Allowance), Amerika Serikat. ‘’Pastilah mereka (produsen) menerapkan standar sangat ketat. Kan reputasi mereka jadi jaminannya kalau terjadi kasus negatif berkaitan dengan konsumsi produknya,’’ urai Ali.

Alami, Lebih Oke Tapi, tentu saja makanan bayi berbahan dasar alami lebih disarankan oleh Ali. ‘’Dalam keadaan serba mahal begini, bikin bubur sendiri pasti lebih ekonomis’’, tutur Ali. Kalau Ibu membuat bubur sendiri, Okta (31), Bunda Rehan (13 bulan) ‘’Saya memberi makan Rehan dengan bubur susu instan. Lebih praktis dan ekonomis. Selain itu, gizinya ‘kan juga lengkap. Tapi, sesekali saya juga bikinkan Rehan bubur sendiri. Ribet sih, tapi ‘kan lebih alami, lebih sehat.’’ Dini (32), Bunda Rana (10 bulan) “Anak saya tidak begitu suka makan makanan instan seperti bubur susu. Dia pasti melepehlepehkannya. Justru, Rana lebih suka makanan yang saya bikin sendiri dari bubur beras dengan bermacam variasi rasa dan campuran sayuran. Tapi, saya juga menyiapkan bubur susu instan kalau bepergian. Lebih praktis, tinggal tuang air panas, beres deh.’’

Ibu tinggal meramunya dari bahanbahan yang tersedia di rumah. Dengan mengolah sendiri makanan Ibu dapat mengatur komposisi, tekstur, dan rasa makanan sesuai kebutuhan dan selera anak.

KESEHATAN & NUTIRISI

KESEHATAN & NUTRISI

Makanan Pertamaku, Instan atau Alami?

Selain itu, Ali berpendapat bahwa makanan instan umumnya berasal dari bahan baku pilihan dengan sistem sortasi yang memadai. Dengan teknologi yang sudah canggih prosesnya lebih terjamin higienitasnya. Jadi, ‘’Ibu tak usah kuatir memilih makanan instan untuk bayinya,’’ kata Ali.

Bagaimanapun rasa makanan alami tak bisa tergantikan oleh makanan instan. Rasa bubur kacang hijau yang Ibu buat sendiri berbeda dengan bubur susu instan meski sama-sama berasa kacang hijau. Begitu juga dengan kandungan vitamin C dalam sebutir jeruk tak bisa tergantikan begitu saja dalam sebuah pil vitamin C. Apalagi di dalam sebuah jeruk, selain vitamin C, ada juga vitamin A, D, dan E. Yang harus diperhatikan menurut Ali adalah ketika menyiapkan bubur atau jus buah sendiri. Dalam proses pemasakannya, akan ada beberapa kandungan nutrisi yang hilang bila Ibu tak hati-hati dan cermat. Misalnya, karena terlalu lama merebus, vitamin pada

sayuran hijau akan hilang. Nah Bu, keputusan ada di tangan Ibu. Hanya saja, ingatlah selalu ‘yang terbaik hanya untuk si kecil’.

Pertimbangkan Sendiri Plus-Minusnya Makanan instan:

p Praktis dalam penyajian dan bisa dibawa ke

mana-mana. p Kandungan nutrisi lengkap dan seimbang. p Takarannya pas.

Makanan racikan:

p Ibu memiliki kendali penuh atas apa yang akan

dimakan oleh anak. p Ibu menanamkan kebiasaan makan yang sehat

sejak dini. p Lebih bergizi dan bebas zat-zat aditif. p Lebih variatif. p Mudah. p Hemat. p Makanan buatan sendiri jauh lebih lezat dari

makanan instan.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

75

nutrisi anak 2

nutrisi anak 2

Orangtua kian menjadi ‘rebutan’ produsen susu. Setelah ‘dimanjakan‘ dengan aneka tawaran gizi tertentu, kini mereka pun disibukkan dengan hadirnya beragam produk susu sesuai usia anak. Bagaimana menyikapinya?

S

Model: Kintan

usu memang salah satu makanan yang sangat baik untuk mendukung tumbuh-kembang anak. Tak heran bila beragam produk susu pun seolah berlomba menambahkan beragam zat kandungan gizi tertentu yang diklaim sangat baik untuk si kecil. Namun ternyata ‘perlombaan’ tersebut tak berhenti pada muatan gizinya. Saat ini di pasaran banyak juga produsen susu anak yang menawarkan produknya berdasarkan klasifikasi umur tertentu. Ada susu dengan klasifikasi usia 1-2-3 tahun, 4-5-6 tahun, 1 plus, 3 plus, 5 plus dan lainnya. Buat sebagian orangtua, aneka tawaran tersebut bisa jadi mempermudah mereka dalam memilih susu olahan sesuai tumbuh kembang buah hatinya. Namun untuk sebagian yang lain, kondisi tersebut mungkin justru menambah daftar panjang kebingungan orangtua. Bayangkan, setelah diberondong dengan tawaran aneka zat-zat gizi tertentu, kini ada lagi tawaran lain yang tak kalah hebatnya. Wah, bagaimana ini?

Tak Masalah Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki produk susu dengan spesifikasi umur lebih dari dua. Berdasarkan klasifikasi BPOM, susu terbagi menjadi: susu untuk usia 0-6 bulan (infant formula/susu formula), usia 6-12 bulan (follow on I), dan usia 12 bulan-13 tahun (follow on II). Padahal konon di negara lain, spesifikasi produk susu hanya terbagi menjadi dua, yaitu susu formula dan susu umum.

76

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Sri menambahkan, pada usia 2 sampai 5 tahun, pertumbuhan anak setiap tahun memang kelihatan sekali, perbedaannya cukup terlihat. Nah, menginjak usia 6 tahun sampai 12 tahun, pertumbuhan tersebut sudah mulai melambat, tapi tetap tumbuh. Nanti memasuki usia 13 tahun atau masa remaja, pertumbuhannya cepat lagi. “Saya berharap dengan adanya klasifikasi tersebut, komposisi susu olahan anak benar-benar disesuaikan dengan tahapan pertumbuhan si balita. Terutama terkait dengan kematangan organ-organ tubuhnya,” imbuhnya. Dengan kata lain, bila klasifikasi produk susu tersebut sebagai upaya suplemen gizi untuk anak-anak, rasanya memang orangtua tak perlu merasa bingung dengan aneka tawaran yang datang. Artinya, orangtua silahkan memilih sesuai kebutuhan dan usia si kecil. Hanya saja Sri mewantiwanti, untuk anak di bawah usia 2 tahun, ASI tetap menjadi pilihan terbaik.

Cermati Peruntukkannya Idealnya, orangtua memberikan si kecil susu olahan sesuai

peruntukkan usianya. Misalnya, anak usia 3 tahun mendapat susu dengan keterangan 3 plus atau 1-2-3 susu sesuai usianya. Namun bagaimana bila ibu kurang mencermati peruntukkan tersebut alias salah memberikan susu untuk si kecil?

KESEHATAN & NUTIRISI

KESEHATAN & NUTRISI

“Susu Si Kakak Beda dengan Adiknya?”

Dalam pandangan dr. Sri Sukmaniah, M.Sc, Sp.GK., pelbagai klasifikasi di atas sebenarnya bisa digunakan sebagai petunjuk pemilihan susu sesuai kebutuhan anak. Namun seharusnya itu mengikuti petunjuk BPOM. “Saya tidak tahu di negara lain pembagiannya seperti apa dan mulai usia berapa. Namun terlepas dari itu, hadirnya klasifikasi susu berdasarkan usia, tentunya didasarkan kebutuhan tumbuhkembang anak,” ujar ahli gizi dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta ini.Kebutuhan anak sejak lahir hingga tumbuh remaja, kata Sri berbeda. Bertambah usia, aktivitasnya bertambah, tentu kebutuhan zat gizinya juga akan meningkat.

Menurut Sri, kalau cuma beda setahun biasanya sih tak akan terlalu banyak berpengaruh. Misalnya, anak usia 3 tahun diberikan susu untuk anak usia 4 tahun, dan seterusnya. Namun tentu saja berbeda dampaknya kalau anak usia 2 tahun diberi susu untuk orang dewasa. Ini tentu saja terkait dengan kesiapan tubuh anak menerima kandungan zat-zat gizi dengan kandungan yang lebih tinggi. Organ hati dan ginjalnya terlalu berat untuk mengolah makanan tersebut. Itulah sebabnya orangtua dituntut cermat dalam memilih susu olahan untuk buah hatinya. Yang paling penting, sambung Sri, orangtua mesti membaca label susu tersebut dengan teliti. Ini penting jangan sampai orangtua membeli susu sekedar ikut-ikutan atau semata-mata didasari atas pertimbangan selera dan prestise. Keterangan yang wajib dicantumkan pada label adalah: nama pangan, berat/isi bersih, nama dan alamat perusahaan, daftar bahan yang digunakan, nomor pendaftaran, waktu kedaluwarsa, kode produksi, informasi nilai gizi, keterangan tentang peruntukan, cara penggunaan, keterangan lain jika perlu diketahui (termasuk peringatan), dan penyimpanan. Dan tak ada salahnya bila selanjutnya orangtua mengkonsultasikannya dengan dokter anak untuk kebutuhan gizi sang buah hati. Banyak hal memang yang mesti dilihat sebelum membeli susu olahan anak. Namun Sri mengingatkan, orangtua sebaiknya tidak tergantung dengan susu. Cairan putih ini bukan satusatunya bahan makanan yang dibutuhkan tubuh si kecil. Mereka juga membutuhkan makanan lain yang dikenal dengan pola diet seimbang. Artinya, semua zat gizi harus ada, dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh anak untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Tips Membeli Susu Olahan Anak Z Ketahui lebih dulu ragam susu olahan yang dijual di pasar. Baik dari sisi kandungan zat gizinya maupun peruntukkan usianya. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan si kecil. biasa menangani si kecil selepas persalinan, bisa memberikan saran mengenai susu olahan terbaik. Z Jangan asal meniru orang lain dalam memilih susu olahan. Sebab, reaksi anak terhadap merek tertentu tak selalu sama. Juga jangan menggonta-ganti mereka susu, terutama bila anak mudah diare. Sering diare akan mengganggu pertumbuhan si kecil. Z Sebagai alternatif bagi anak yang alergi laktosa, orangtua juga bisa memberikan susu yang diolah dari kedelai yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan gizi anak.

Z Mintalah saran dari dokter. Dokter yang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

77

icip-icip

KESEHATAN & NUTRISI

KESEHATAN & NUTRISI

icip-icip

Martabak Telur Mini

Tim Saring Brotel ‘Brotel’ adalah kependekan dari brokoli dan wortel. Nasi tim saring ini menjadi lebih sehat dan bergizi karena ada dua jenis sayuran itu. Diolah dengan kombinasi bahan makanan penuh protein dan lemak, nasi tim ini akan sangat menyehatkan buat si kecil yang sedang belajar mengunyah. Selamat mengolah!

Bahan: Beras (cuci hingga bersih) Air Daging sapi giling Brokoli (buang tangkainya, ptong kecil) Wortel (potong kecil) Kuning telur Keju parut

40 gr 1.250 cc 50 gr 50 gr 50 gr 2 butir 20 gr

Cara membuat: l Rebus beras dengan air bersama daging giling hingga menjadi bubur. l Masukkan brokoli dan wortel, masak sambil diaduk hingga sayuran matang. l Masukkan kuning telur dan keju parut, aduk sebentar, angkat dan dinginkan. l Haluskan dengan blender atau saringan kawat, tuang ke mangkuk dan sajikan. Kandungan gizi per porsi: Energi Protein Lemak Karbohidrat

188,2 kal 13,13 gr 18,09 gr 20,06 gr

Hasil 2 Porsi

Ingin membuat penganan berbuka yang praktis dan mudah untuk si kecil yang sedang belajar berpuasa? Coba buat gorengan satu ini Bu. Bahannya mudah dan cepat pembuatannya.

Hasil 10 Martabak

Bahan: Kulit lumpia siap pakai 10 lembar Daging giling 100 gr Bawang Bombay kecil (cincang halus) 1 buah Daun Bawang (iris halus) 200 gr Telur 3 butir Merica bubuk ½ sdt Garam 1 sdt Putih telur 1 butir Minyak goreng secukpnya

Cara membuat: l Panaskan 2 sdt makan minyak goreng, tumis bawang Bombay sampai harum, masukkan daging giling dan tambahkan garam, merica bubuk lalu tumis hingga matang. Angkat. l Campurkan tumisan daging, daun bawang, telur. Aduk rata. l Ambil selembar kulit lumpia, masukkan bahan isi. Lipat seperti amplop dan rekatkan dengan putih telur. l Goreng sampai matang dan kecoklatan. Tiriskan. l Sajikan dengan saus tomat/sambal. Kandungan Gizi per potong: Energi Protein Lemak Karbohidrat

78

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

273,74 kal 4,23 gr 28,96 gr 1,29 gr

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

79

TANYA AHLI

Plus-Minus Makanan Instan dr. Inayah Budiasti. Sp. G (K)

P

utri saya (Irene Maria, 10 bulan) sudah mulai makan maka-

nan padat sejak usia 7 bulan atau selepas pemberian ASI eksklusif 6 bulan. Yang jadi kekuatiran saya, si kecil hanya mau makanan instan, seperti bubur rasa pisang dan susu, oat and prunes. Ketika diberikan makanan bubur tim atau sayuran yang diolah sendiri, dia justru muntah dan tak mau makan. Jus buah juga hanya jus pepaya, itu pun sedikit. Namun menurut seorang dokter anak, selama berat badannya tak kurang, jangan cemas. Pertanyaan saya, apa sih plusminus makanan instan? Sampai kapan sebaiknya makanan instan ini diberikan? Saat ini berat badan putri saya 8,5 kg dan panjang 71cm. Dengan pola makan 3 kali sehari. Henny, Jakarta

Kirimkan pertanyaan ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720, atau SMS: 021-33008753 redaksi@tumbuh-kembang.com Pertanyaan yang dimuat akan mendapatkan bingkisan menarik.

80

September - Oktober 2008

Bila ditinjau dari perhitungan indeks massa tubuh yang terdiri dari tinggi badan dan berat badan, anak Ibu termasuk dalam kelompok gizi cukup. Kualitas zat gizi dalam makanan sangat tergantung dari lamanya waktu pengemasan dan pengolahan makanan. Semakin cepat waktu pengemasan dan minimnya pengolahan makanan, kualitas zat gizinya semakin baik. Misalnya, daging yang langsung diolah setelah pemotongan, sayur serta buah yang langsung diolah atau dimakan setelah dipetik dari sumbernya. Tapi kondisi yang demikian sulit bagi kita yang tinggal di perkotaan. Jadi untuk mengatasinya, makanan tersebut diolah dengan minyak atau santan secukupnya dan langsung memakannya. Jangan diinapkan berhari-hari. Makanan instan adalah makanan yang diawetkan, berhari-hari, tentunya dengan adanya bahan tambahan makanan (BTM) seperti pengawet. Sementara untuk menggurihkan, ditambahkan semacam MSG (monosodium glutamat atau vetsin). Keberadaan BTM adalah untuk membuat makanan tampak lebih berkualitas, lebih menarik, serta rasa dan teksturnya lebih sempurna. Zat-zat

Tumbuh Kembang

Bayiku Gampang Kaget

ilustrasi: Daud

itu ditambahkan dalam jumlah sedikit, namun hasilnya sungguh menakjubkan. Di Indonesia, bahan pengawet yang paling banyak digunakan adalah sulfit, nitrit, BHA atau BHT, dan benzoat. Perdebatan para ahli mengenai aman tidaknya bahan pengawet itu masih seru. Sebagian orang beranggapan, belum ada BTM yang pernah menyebabkan reaksi serius bagi manusia dalam jumlah yang sering ditemukan pada makanan. Namun, bukti lain menunjukkan, pemakaian dalam jangka panjang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Seseorang yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan instan atau fastfood akan mengalami defisiensi zat gizi yang akan memberi dampak kesehatan di belakang hari. Di samping itu juga akan mengakibatkan gangguan emosi, seperti mudah depresi atau marah, sukar konsentrsai, tak dapat diam, dan lainnya. Dampak fatalnya, semakin lama defisiensi gizi yang terjadi akan merupakan faktor pemicu berkembangnya berbagai penyakit di kemudian hari. Tampilan seseorang yang mengalami defisiensi gizi, bukan kategori kurus atau berat badan kurang, tapi bisa pula terjadi pada orang dengan berat badan lebih atau normal.

dra Farida K.Yusuf, Msp. ED

A

nak saya berusia 6 bulan (laki-laki). Sejak lahir sampai sekarang, saya perhatikan dia mudah sekali kaget. Kalau ada yang berbicara agak keras, dia tersentak dan tangannya akan langsung memegang baju saya -- dalam posisi digendong. Yang ingin saya tanyakan, ada apa dengan perilaku si kecil? Normalkah rasa cemasnya tersebut? Bahaya tidak ya, bila perilaku mudah kagetnya tersebut dibiarkan saja? Apakah ada cara efektif agar rasa cepat kaget dan takut jatuhnya itu bisa berangur hilang? Atas bantuan Ibu, saya ucapkan terima kasih.. Rita, Jakarta

Kirimkan pertanyaan ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720, atau SMS: 021-33008753 redaksi@tumbuh-kembang.com Pertanyaan yang dimuat akan mendapatkan bingkisan menarik.

Ibu Rita yang berbahagia, manusia lahir ke dunia telah dilengkapi dengan ’senjata’ oleh Tuhan. Keberadaan senjata tersebut agar si kecil dapat mempertahankan diri dan berfungsi sebagai manusia seutuhnya. Bila kita perhatikan, bayi merespons stimulus tertentu dengan perilaku yang khas dan dapat diperkirakan. Respons ini disebut refleks yang merupakan ‘bawaan dari sananya’, tidak perlu dipelajari dan tanda bahwa bayi normal secara neurologis. Beberapa refleks berangsur menghilang pada usia mingguan, yang lainnya bertahan sampai bayi berusia setahun atau lebih. Nah, Ibu perlu waspada bila refleks yang ditampilkan bayi ternyata agak berbeda polanya dibandingkan dengan bayi seusianya, tidak ada refleks pada bayi atau refleks tidak menghilang pada waktunya. Kondisi ini sebaiknya dikonsultasikan dengan ahlinya untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Berkaitan dengan putra Ibu yang berusia 6 bulan dan menunjukkan perasaan kaget dan perilaku seolaholah memegang setelah mendengar suara agak keras, hal ini amat mirip

TANYA AHLI

tanya psikologi

tanya gizi anak

ilustrasi: Daud

dengan refleks Moro pada bayi. Refleks ini timbul tidak hanya pada saat si kecil mendengar suara keras, namun juga bila ia merasa akan jatuh, dan sebagian bayi menangis setelah itu. Ibu bisa mengecek reaksi bayi pada kondisi seolah ia akan jatuh untuk melengkapi pengamatan Ibu. Refleks Moro pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Moro, seorang ahli dari Austria. Pada umumnya, refleks ini akan berangsur menghilang pada usia 5-7 bulan. Untuk memperoleh keterangan lebih akurat mengenai kondisi ini, Ibu sebaiknya menemui dokter anak. Sementara itu, untuk membantu anak agar tidak mudah cemas, Ibu dapat menciptakan kedekatan emosional yang positif dengan menunjukkan kepekaan akan kebutuhan anak dan perilaku tanggap memenuhi kebutuhannya. Segeralah mendekat bila anak merasa tak nyaman, cemas, gelisah atau lapar. Tunjukkan ekspresi wajah yang ramah dan suara yang bersahabat pada saat mengganti popok, menyusui, dan menidurkannya. Dengan demikian anak akan selalu merasa aman bersama Ibu. Salam manis!

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

81

tanya kesehatan anak

tanya kehamilan ilustrasi: Daud

Jeruk Nipis & Stretch Mark

TANYA AHLI

TANYA AHLI

15 Bulan Belum Bisa Berdiri

ilustrasi: Daud

dr.Trully Kusumawardhani, Sp A

S

aya ibu seorang anak berusia 15 bulan dengan tinggi 72 cm dan

berat 8,5 kg -- berat lahir 2,6 kg, panjang 49 cm. Saya cemas dengan kondisi jagoan saya itu. Di usianya sekarang, dia belum bisa berdiri sendiri atau berjalan. Bila coba didirikan, satu kakinya sudah menapak tanah, tapi yang satunya masih menjinjit. Kecemasan saya tersebut muncul karena anak tetangga yang seusia dia, umumnya sudah bisa berjalan sendiri. Dok, bagaimana ini kondisi buah hati saya? Stimulasi seperti apa agar bisa mengejar keterlambatannya itu? Perlukah terapi khusus di rumah sakit? Oh ya, anak saya sudah bisa mengucapkan beberapa kata, seperti ’maem’, ’ikan’, dan lainnya. Terima kasih ya Dok atas penjelasannya. Santy R, Surabaya

Kirimkan pertanyaan ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720, atau SMS: 021-33008753 redaksi@tumbuh-kembang.com Pertanyaan yang dimuat akan mendapatkan bingkisan menarik.

82

September - Oktober 2008

Kecemasan yang Ibu rasakan sebenarnya berhubungan dengan proses tumbuh kembang si kecil: normal, terlambat ataukah ada penyimpangan. Seperti diketahui, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat dan panjang. Sedang perkembangan terkait bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur sebagai hasil proses pematangan. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Mengenai putra Ibu, saya tak bisa menilai status gizi dan pertumbuhan menurut berat badan dan tinggi badannya. Namun secara kasar, berat badan anak di usia 1 tahun adalah 3 x berat lahir. Dan pertambahan berat badan berikutnya 2-4 kg/tahun. Untuk menilai pertumbuhannya, kita harus memplot berat badan tiap bulan pada kurva pertumbuhan berat badan sesuai usia dan jenis kelamin. Pertumbuhan dikatakan baik jika kurva berat badan sejajar atau berada pada salah satu garis persentil pada kurva tersebut. Untuk perkembangan, secara garis besar ada empat faktor, yaitu motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosial. Putra Ibu secara kemampuan motorik kasar belum dapat berdiri sendiri, bahkan berjalan. Jelas secara perkembangan motorik kasar terdapat keterlambatan. Kelainan motorik kasar tersebut bisa bersifat sentral (kelainan pada susunan saraf

Tumbuh Kembang

dr. Nurwansyah, SpOG

U

sia kandungan saya sekitar 35 minggu. Di usia kehamilan ini, saya

mengalami stretch mark terutama di payudara, di daerah perut sampai paha. Dok, sebenarnya apa sih penyebab munculnya stretch mark pusat atau otak) atau perifer (kelainan pada saraf tepi, kelainan pada saraf di tulang belakang sampai pada otot tungkai bawah). Harus dilakukan pemeriksaan fisik, saraf, atau pemeriksaan penunjang berupa CT scan pada kepala atau pemeriksaan elektromiografi (EMG) untuk mengetahui fungsi otot anggota gerak.

tersebut? Apakah tanda guratan

Sayang Ibu tak menjelaskan proses persalinan dan riwayat kesehatan putra Ibu sebelumnya. Sebab, bayi yang lahir dengan permasalahan seperti bayi kurang bulan, berat badan lahir rendah, bayi dengan infesi berat (sepsis), dan bayi dengan gangguan pernapasan (sindrom gawat napas) berisiko mengalam gangguan atau keterlambatan pada proses tumbuh kembangnya. Selain itu dari cerita Ibu, si kecil sudah mampu menunjukkan bahasa ekspresif seperti ‘maem’ dan ‘ikan’, tapi kemampuan komunikasi belum jelas tergambar.

akan bertambah banyak? Jawaban

Karena itu, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter anak untuk mendapat pemeriksaan secara lengkap tumbuh kembangnya. Ingat, semakin dini ditemukan penyimpangan dan semakin cepat intervensi dilakukan, hasil yang didapat kan semakin baik dan optimal.

tersebut akan hilang begitu saja setelah persalinan atau ada tips lain yang dapat menghilangkannya? Benarkah jeruk nipis dan minyak kayu putih yang dibalurkan dapat menghilangkannya? Apakah pada kehamilan berikutnya strech mark Dokter sangat saya tunggu. Terima kasih.. Nadia, Bogor

Kirimkan pertanyaan ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720, atau SMS: 021-33008753 redaksi@tumbuh-kembang.com Pertanyaan yang dimuat akan mendapatkan bingkisan menarik.

Ibu Nadia yang tengah gundah, penyebab stretch mark adalah akibat hormon kehamilan – seperti hormon human Chorionic Gonadotropin (hCG), progesteron, atau estrogen. Hormon ini tentu saja harus pada ibu hamil. Sebab kalau tidak, kehamilan menjadi gagal. Jadi, keberadaan hormon tersebut sesuatu yang wajar. Hanya saja perlu diketahui, hormon tersebutlah yang menyebabkan mudahnya terjadi peregangan pada kulit ibu hamil. Terutama pada perut, bokong atau pada payudara. Akibat peregangan yang maksimal tersebut, jaringan di dalam kulit (kolagen) terputus sehingga menimbulkan stretch mark, apalagi bila kerap digarukgaruk (stretch mark ada yang timbul otomatis, ada juga akibat garukan). Munculnya stretch mark biasanya diawali dengan garis kemerahan atau keunguan pada permukaan kulit, lama kelamaan warna tersebut akan berubah menjadi garis-garis putih yang bila lebih diamati lagi, lebih mirip warna perak. Gangguan yang ditimbulkan dari stretch mark biasanya adalah adanya rasa gatal. Namun usai persalinan rasa gatal itu biasanya akan hilang. Strech mark itu bersifat individual. Artinya, ada ibu hamil yang mengalaminya, namun ada juga yang tidak. Ini terkait dengan genetik (keturunan). Ada ibu hamil yang

jaringan kolagennya sama dengan orangtuanya sehingga mudah menimbulkan stretch mark, namun pada ibu lain bisa jadi tak mengalaminya. Umumnya gangguan stretch mark tak akan hilang. Yang ada adalah berkurang. Misalnya, yang mulanya berwarna hitam atau merah, akan berwarna seperti perak. Tidak benar bahwa minyak kayu putih dan jeruk nipis bisa menghilangkan strech mark. Namun keduanya mungkin bisa mengurangi rasa gatal yang dialami ibu hamil. Ibu Nadia, saat ini sudah banyak dijual lho obat-obat hormonal untuk mengurangi banyaknya stretch mark tersebut. Namun Ibu juga bisa memanfaatkan cara-cara tradisional, yakni dengan memasak santan sedemikian rupa sehingga di atas permukaan santan itu timbul minyak. Minyak itulah yang diambil -- namanya minyak ’kletik’ – untuk digunakan pada kulit yang mengalami stretch mark. Pengolesan minyak ini akan membuat kulit menjadi lebih lentur. Sehingga stretch mark yang muncul bisa dikurangi. Apakah pada kehamilan berikutnya stretch mark bisa bertambah banyak? Bisa ya, bisa juga tidak. Namun kalau sebabnya adalah genetik, tiap hamil biasanya gangguan tersebut bertambah banyak. Nah untuk menghindarinya, ya sejak awal pakailah minyak kletik tersebut. Semoga bisa bermanfaat..

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

83

rumahku sekolahku

Wajah di Tangan Ibu

Bulan

e

Anak seusia ini sedang berusaha mengenal wajah orang-orang terdekatnya.

e

3

6 Bulan

Main Hujan

Model: Falisha

EDUKASI

EDUKASI

0

3

Usia

e

Usia

e

rumahku sekolahku

e

Selain mengenal lingkungannya, bayi juga sedang dilatih sensor motoriknya.

e

Model: Rayzar

Alat Yang Diperlukan: lSarung

tangan berbahan rajutan

Cara Bermain: Ambil sebuah sarung tangan rajut, gunting setiap ujung jarinya. Kenakan sarung itu lalu gambar dengan spidol sebuah wajah di bagian telapak tangan. Letakkan si kecil di pangkuan dan hadapkan sarung tangan padanya. Gerakgerakkanlah jari Ibu supaya si kecil menikmatinya. Manfaat untuknya: ll melatih kemampuannya untuk fokus pada suatu benda tertentu. ll mendapat pengetahuan tentang bentuk wajah. ll belajar berinteraksi dengan orang lain.

Tips:

n Pastikan

sarung tangan bersih supaya menghindari dari alergi atau kuman. n Ibu bisa menggerakkan jari sambil bernyanyi, bercerita atau sekadar berbicara memanggil namanya. 84

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Alat Yang Diperlukan: lBak

mandi bekas bersih

lBotol

Cara Bermain: Permainan ini bisa dilakukan saat si kecil mandi. Ambil sebuah botol plastik, lubangi sekelilingnya kira-kira jaraknya 2 cm. Letakkan si kecil di bak mandi dengan air secukupnya. Saat ia bermain air, isi botol air lalu angkat dan biarkan air yang mengalir melalui lubang di botol membasahinya seperti air hujan. Manfaatnya : ll si kecil belajar menikmati lingkungannya. ll Melatih perkembangan sensorik dan motorik. ll belajar berinteraksi dengan orang lain.

Tips : n n

sebaiknya jangan menggunakan air yang bersabun untuk menghindari “air hujan’ mengenai matanya. kalau si kecil tidak suka matanya terkena “air hujan�, arahkan hanya pada tubuhnya.

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

85

EDUKASI

6

Menyentuh Makanan

9

e

Permainan ini melatih bayi berkenalan dengan aneka makanan, termasuk yang bisa dimakan dan tidak boleh.

Bulan

e

Usia

9

12 Bulan Belajar Meniup

EDUKASI

Usia

rumahku sekolahku

e

e

rumahku sekolahku

e

e Permainan ini menstimulasi sistem pernapasan bayi. Model: Sherlyn

Alat Yang Diperlukan: lNampan plastik lBerbagai makanan ringan

Model: Indira

Cara Bermain: Ambil sebuah nampan lalu jejerkan satu jenis makanan yang menarik untuk disentuhnya (misalnya agar-agar, keripik, dll) di atas nampan. Dudukkan anak di lantai atau di kursi makan dan berikan nampan itu padanya. Biarkan ia bermain beberapa menit dengan makanan itu. Perhatikan bagaimana ekspresinya saat ia mengamati makanan itu! Sebutkan nama dan deskripsikan setiap makanan di hadapannya.

Manfaat: Melatih kesadarannya akan lingkungan sekitar. Melatih perkembangan motorik halus. ll Eksperimen ilmu pengetahuan. ll ll

Tips: n n

Perhatikan terus si kecil supaya ia tidak tersedak. Sajikan hanya satu macam makanan dalam jumlah banyak.

Alat Yang Diperlukan: lKapas atau benda-benda yang ringan bisa ditiup seperti kapas

Cara Bermain: Dudukkan si kecil di atas kursi. Berikan sebuah nampan dengan beberapa kapas di atasnya. Tiuplah kapas itu untuk memberikan contoh bagaimana benda dapat bergerak dengan ditiup. Biarkan si kecil mencobanya. Kalau ia sudah berhasil dan terlihat menguasai tiupan mulut, berikan sedotan padanya. Tunjukkan kembali bagaimana cara menggunakannya dan biarkan ia mencoba meniup dengan sedotan.

Manfaat: Mengetahui tentang sebab akibat. Eksplorasi tentang berat benda dan sifatnya. ll Belajar mengendalikan mulut dan napas. ll ll

Tips :

Pastikan si kecil tidak menelan benda-benda itu. Ibu bisa variasikan dengan benda-benda yang mudah ditiup lainnya, seperti bulu ayam, kertas tissue, dll. n n

86

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

87

EDUKASI

1

"Ini Rumah Baruku"

e

Ayo buatkan si kecil rumah baru, Dijamin ia akan senang sekali bermain-main di dalamnya. Ini dia rumah baruku!

2 Tahun

rumahku sekolahku

e

Usia

2

Alat Yang Diperlukan: lKardus

3 Tahun

EDUKASI

Usia

e

rumahku sekolahku

bekas TV dan spidol

lGunting

Cara Bermain: l Carilah

sebuah kotak kardus yang cukup besar. Bisa bekas wadah televisi atau perkakas rumah tangga lainnya. l Gambarilah sisinya dengan gambar pintu atau jendela. Besar pintu ini sesuaikan dengan tinggi dan besar badan anak. Lalu guntinglah sehingga terbentuk “pintu” dan “jendela”. l Mintalah si kecil masuk ke dalam rumah barunya itu. Si kecil akan dengan sangat senang keluar-masuk rumah barunya. l Ajari ia mengucapkan “selamat tinggal” atau “dadah-dah” ketika ia ke luar rumah barunya. Atau “aku datang” ketika ia masuk ke dalam rumahnya. l Kalau ia kelelahan, mungkin ia akan ngotot tidur di dalam rumah kardusnya. Biarkan saja sebagai bagian dari eksplorasinya. Yang Perlu Diperhatikan: ll Kardus yang digunakan sudah bersih dari segala kotoran. ll Letakkan selimut dan bantal si kecil di dalam rumah barunya jika si anak ingin tidur. ll Sediakan juga makanan kecil kesukaannya di dekat rumah barunya itu.

n n n n n

Mengajarkan interaksi bahasa. Kemampuan koordinasi motorik kasar. Pemahaman tentang “di luar” dan “di dalam” . Pemahaman tentang keamanan dan kepemilikan sesuatu. Pemahaman tentang "buka" dan "tutup".

Model: Kintan

Alat Yang Diperlukan: lSepasang lWadah

kaus kaki milik anggota keluarga kotak

Cara Bermain: l Ambillah

beberapa pasang kaus kaki milik si kecil dan ayahnya. Atau Ibu bisa menggunting kain menjadi dua dengan bentukbentuk yang lucu, misalnya persegi atau bulat. l Campur-adukkan benda-benda itu dalam sebuah wadah l Berilah contoh si kecil mencari dan memasangkan masing-masing benda dengan pasangannya. l Biarkan si kecil melakukannya sendiri dan bantulah ia ketika ada kesalahan. l Sambil bermain, Ibu harus menekankan bahwa ini sepasang dengan yang ini atau kaus kaki merah sepasang dengan yang merah sebelahnya. Dengan begitu, si kecil paham arti kata sepasang adalah dua. l Lanjutkan permainan dengan menunjuk anggota tubuh si kecil yang saling berpasangan seperti mata, telinga, tangan, dan kaki.

e Mengenalkan Konsep e

Aktivitas ini bermanfaat bagi:

Sepasang

e

Kegiatan ini bermanfaat mengenalkan konsep sepasang pada anak. Ia akan paham kata sepasang berarti ada dua hal yang saling melengkapi. Model: Raphael

Si kecil akan mengembangkan: ll Koordinasi mata dan tangan. ll Pemahaman tentang konsep sepasang. ll Pemahaman tentang konsep kanan dan kiri.

Perhatikan: n n

88

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Gunakan kaos kaki yang bersih. Kegiatan ini bisa diulang setiap saat agar si kecil tidak lupa. Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

89

4 Tahun

e

Usia

e

Konsep bulat dan kotak adalah bentuk dasar yang wajib dikenali dan dipahami si kecil. Jadi, jangan bosan-bosan membantu pemahaman si kecil tentang bentuk-bentuk ini.

4

5 Tahun

Model: Radhi

e

“Bikin Kotak Serbaguna, Yuk”

e EDUKASI

EDUKASI

3

“Ini Bulat, Itu Kotak”

rumahku sekolahku

e

Usia

e

rumahku sekolahku

Di usia ini, si kecil sedang mengembangkan daya eksplorasinya. Ia tertarik dengan berbagai benda yang menurutnya unik yang ada di sekitarnya. Ajak si kecil main sambil belajar! Model: Laras

Alat Yang Diperlukan: Alat Yang DIperlukan:

lKotak

bekas benda kecil yang bisa dipungut anak lSpidol lKoran bekas

lKarton

bekas kardus lBerbagai bentuk alat untuk cetakan lGunting, spidol atau crayon

lBerbagai

Cara Bermain:

Cara Bermain:

l Ambillah

selembar kertas karton tebal. Ibu bisa memilih kertas manila yang banyak dijual di toko. l Buatlah mal dengan panci atau mangkuk atau piring sebagai cetakan bentuk bulat. Buat juga mal bentuk persegi dengan cetakan kotak sepatu, misalnya. l Lubangilah karton sehingga terbentuk lubang bulat dan persegi dengan cara mengguntingnya. l Tempatkan mal itu pada karton lain berwarna putih. Lekatkan ujung-ujungnya dengan selotip agar tidak bergeser-geser ketika si kecil menggunakannya, hingga terbentuk lubang berdasar putih yang siap diwarnai. l Suruhlah si kecil mewarnai lubang tersebut dengan crayon. Ajari si kecil agar mewarnainya dengan gerakan maju-mundur sampai bentuk bulat dan kotak “penuh” berisi warna yang dipilihnya. l Setelah lubang itu “penuh”, lepaskah selotip hingga diperoleh bulatan atau persegi berwarna. l Bantulah si kecil mengguntingnya. l Gantunglah hasil karya si kecil itu di tempat yang mudah terlihat. l Setiap kali melewati hasil karya itu, mintalah si kecil menyebutkan bentuk dan warnanya, “Ini bulat, Itu Kotak”, “Ini merah, itu biru”. Bermain bulat dan kotak melatih si kecil: n Lebih memahami bentuk lingkaran atau bulat dan persegi atau kotak. n Pemahaman lebih lanjut pada warna. n Kebebasan memilih warna. n Mengembangkan koordinasi mata dan tangan. n Pengayaan bahasa. n Menumbuhkan keyakinan diri.

Tips:

Ketika meletakkan karton dan mal yang hendak diwarnai, pastikan di meja atau permukaan yang datar.

l Sediakanlah

kotak bekas wadah sepatu yang ada tutupnya. Ukurannya yang besar ya, Bu sebab ini untuk menyimpan benda-benda. l Namailah kotak itu dengan warna mencolok “Kotak Serbaguna”, atau “Kotak Rupa-rupa”. l Mintalah si kecil membantu Ibu memunguti benda-benda kecil yang ada di sekitarnya. Misalnya baut, pensil, dadu, kunci, kancing, sisir, bunga plastik, mobil-mobilan, bekas kumparan benang, sendok, tutup botol, dan lain-lain. Benda-benda itu sangat menarik untuk si kecil. l Simpanlah kotak itu, lain kali ketika bermain sodorkan padanya. l Buatlah tanda X dengan spidol merah menyebar di atas selembar koran bekas. Tanda X nya yang besar dan mudah dilihat anak. l Minta si kecil meletakkan setiap benda dari dalam kotak di atas setiap tanda X. l Kalau si kecil bilang “sudah selesai”, periksalah dan tunjukkan padanya tanda X yang belum “terisi”. l Di lain waktu, buat tanda X berjajar dan mintalah si kecil kembali meletakkan setiap benda dalam kotak serbagunanya dari kiri ke kanan. Ini melatih si kecil memulai proses dari kiri ke kanan sebagaimana halnya membaca. Kegiatan ini melatih si kecil: n Kebebasan untuk memilih. n Memahami lebih lanjut tentang konsep memasangkan. n Sensitivitas indera peraba ketika ia mengumpulkan benda-benda. n Terampil mengikuti petunjuk/arahan. n Memahami lebih lanjut gerakan kiri ke kanan. n Menanamkan rasa percaya diri dan kemandirian.

Yang Perlu Diperhatikan: n

90

September - Oktober 2008

Tumbuh Kembang

Pastikan benda-benda yang dikumpulkan aman, tidak membahayakan si kecil. Tumbuh Kembang

September - Oktober 2008

91


Tumbuh Kembang Edisi 8