Issuu on Google+

<Halaman 1

SIMPADO RAYA

Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

<Upacara HUT RI Ke-64 di Landak Berlangsung Khidmat

Bupati Landak : Mari Reformasi Diri Kita Mari Tersenyum dan Berpikir Positif Dua hari setelah edisi 2 bulan Juli 2009 Tabloid ini beredar dimasyarakat, ratusan SMS masuk di handphone saya setiap hari. Ada yang merespon positif, menyatakan mau bergabung bersama kami dalam barisan mengawal perubahan di Kabupaten Oleh : Landak, hingga yang Yohanes Supriyadi bernada negatif; (Pimpinan Redaksi) SIMPADO = MEDIA KAMPUNGAN, Simpado hanya akan seumur jagung, dll. Membaca SMS tersebut, saya hanya tersenyum. Senyum karena tak banyak orang mudah percaya, tak banyak orang berpikir positif. Sesuatu “peristiwa” baru (ada tabloid yang dikelola anak-anak kampung), bagi sebagian orang memang menjengkelkan. Tetapi, bagi kami, “peristiwa” baru ini menjadi inspirasi, semangat dan bahkan catatan hidup yang teramat penting. Bagaimana tidak ? sepanjang republik ini berdiri, di Kalbar, selain “Soeara Keadilan” milik Partai Persatuan Dayak (PD) tahun 1941-1961, tak ada lagi surat kabar yang dimiliki dan dikelola orang “kampung” (baca; Dayak). Dan kami bangga, kami persembahkan tabloid ini untuk “mengenang” kembali perjuangan “Soeara Keadilan” yang hilang hampir 40 tahun di Kalbar dan sekaligus melanjutkan perjuangan “Soeara Keadilan” tersebut !!! Bangga, bahwa tabloid ini hanya ada di Kabupaten Landak, bangga bahwa tabloid ini hanya ada di era kepemimpinan Bupati Landak, DR. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si, dan tak ada di kabupaten lainnya. Nah, pada edisi ketiga ini, saya ingin mengajak kita semua untuk belajar berpikir positif. Camkan satu hal, sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya. W.W. Ziege, ahli psikomovement di Perancis pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif”. Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir. Ingat perkataan Robert. J. Hasting, motivator paling berpengaruh di abad ini “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”. Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut. Jadi, dengan berpikir positif dan senyum, hati menjadi tenang, pikiran menjadi jernih, saraf tidak tegang, dan bekerja akan menjadi lebih lagi. Mari kita mulai hari-hari dengan berpikir positif dan senyum serta syukur!<

NGABANG - Simpado Pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64 tahun di halaman Kantor Bupati Landak, Senin (17/8) kemarin berlangsung khidmat. Pasukan pengibar bendera (Paskibra) siap siaga. Selaku pembina upacara Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi dengan peserta dari jajaran pelajar di Kota Ngabang, PNS dan anggota TNI/Polri. Hadir undangan jajaran Muspida, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pengusaha dan tak ketinggalan mantan pejuang atau veteran yang masih ada di Landak ini. Usai upacara, bupati menyerahkan piagam kehormatan

Satyalencena Karya Satya dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono untuk PNS yang sudah bertugas selama 10, 20 dan 30 tahun. Dilanjutkan hadiah pemenang lomba desa se-Kabupaten Landak. Bupati Adrianus As saat acara ramah-tamah menegaskan, dengan usai ke 64 tahun Kemerdekaan RI ia mengajak kepadaa jajarannya di lingkungan Pemkab Landak untuk bekerja dengan sistem yang lebih baik lagi dengan cara reformasi birokrasi. “Mari reformasi diri kita dengan rasa tanggung jawab tanpa menuntut hak, mampu menghadapi persoalan di zaman semakin canggih saat ini,” ungkap Adrianus. Ia juga mengajak jajarannya

: Bersambung ke Hal 2

Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-64 di Halaman Kantor Bupati Landak.

Bupati Siap ‘Jewer’ Perusahan Sawit Yang Salah Landak ini, sehingga kemajuan yang diinginkan akan dapat tercapai. Sedangkan di sisi perkebunan, masyarakat juga diminta dapat NGABANG - Simpado menyerahkan lahan yang tidak Bupati Landak DR. Drs Adrianus banyak memberikan kontribusi seperti Asia Sidot Msi berharap kepada lahan yang kosong kepada pihak masyarakat agar dapat bekerja sama perusahaan untuk dapat dikelola dengan pihak perusahaan menjadi lahan perkebunan. Sehingga perkebunan sawit di Kabupaten lahan- lahan tersebut tidak banyak

<Warga dan Perusahaan harus Kerjasama

terjadi Ingklap. “Maksud kita bukan untuk menyengsarakan masyarakat. Saya berjanji untuk mengawal perusahaan ini sesuai dengan harapan pak gubernur, kalau mereka salah, saya akan jewer telinganya akan saya ingatkan mereka. Itu kewajiban saya,” tegas Adrianus saat panen perdana sawit di PT. Ichtiar

Gusti Pudi (IGP) Kecamatan Ngabang, belum lama ini. Menurut dia, pihak perusahaan sendiri selalu berkonsultasi dengan Pemkab tentang berbagai permasalahan yang terjadi khususnya di PT.IGP, akan tetapi untuk mengatasi permasalahan tersebut Pemda komitmen akan selalu bekerja sama untuk mengatasi permasalahan : Bersambung ke Hal 2

Menelusuri Jejak - Jejak Emas di Mandor ( <Bagian 2)

Republik Lan Fang Bubar, Pusat Perdagangan Menyebar epeninggal presiden terakhir republik Lan Fang, Presiden Liu A Sin, tahun 1892, makam Lo Fong Pak di Sak Dja tidak terurus. Pewaris republik banyak yang melarikan diri, dan bahkan enggan mengaku diri sebagai bekas pejabat republik kepada pemerintah Belanda. Beberapa kerabat Lo Fong Pak kemudian mengalihkan perhatian Belanda dengan mengatakan makam Lo Fong Pak tak pernah ada, karena dibawa ke daratan Cina. Seratus tahun kemudian, oleh orang Dayak, lokasi makam Lo Fong Pak ini kemudian dijadikan sebagai “tempat keramat”, kini di kenal sebagai Keramat Sak Dja.(lihat foto Keramat Sak Dja). Dan pada tahun 1885, Mandor menjadi sebuah daerah protektorat Belanda yang ditandai dengan dibukanya kantor perwakilan Belanda di Kopyang, Desa Mandor.

Sanggar ISIM Menjalin Mewakili Landak di Pagelaran Seni Budaya TMII Jakarta

S

<Tugu yang dibangun oleh Belanda untuk mengenang prajurit yang gugur selama peperangan di Mandor. Oleh : Yohanes Supriyadi

: Bersambung ke Hal 2

GANTANG SIMPADO Dalam rangka membantu saudara-saudara kita asal Kabupaten Landak yang tertimpa kemalangan/musibah, Kami dari Tabloid Simpado, telah membuka rekening khusus di Bank Rakyat Indonesia (BRI) No.rekening : 3472-01-000917-50-6, An. Yohanes Supriyadi, SE (Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi). Sumbangan anda sangat berarti bagi yang membutuhkan, sekecil apapun. Daftar penyumbang dan jumlah sumbangan yang masuk, akan kami muat di Tabloid Simpado mulai Edisi 4 (September 2009), berikut penyaluran bantuannya. Terima kasih.

<Bupati Landak ketika memberikan cendaramata kepada Sigit Gunarjo, Perwakilan TMMI di Jakarta. (Berita di Halaman 13)

Anak Penjual Botol Menjadi Dokter “Anak sopir angkot bisa menjadi pilot”, demikian sebuah iklan sekolah gratis di TV akhir-akhir ini. Di Kabupaten Landak - Kalimantan Barat, anak seorang penjual botol bisa menjadi dokter. Dan ini bukan iklan, “saya menjadi dokter karena berjuang keras” ujar dr. Damianus Hipolitus, Wakil Direktur RSU St Antonius Pontianak. Siapakah dokter anak penjual botol ini ? beberapa waktu lalu, saya berhasil melakukan wawancara di rumahnya yang sederhana di kawasan Sei Jawi Pontianak. (Berita selengkapnya di Halaman 14)

Simpado Raya

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 2

bERITA UTAMA

Mari Reformasi Diri...

9 dari Halaman 1

untuk terus belajar untuk merubah diri agar pembangunan Kabupaten Landak ini maju yang lebih baik. Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai tugas dan fungsi selaku pejabat birokrasi. “Kalau kita lihat masyarakat kita sebagian besar dalam kemiskinan, dan itu akibat keterbelakangan dan kebodohan, maka kita harus rubah,” tegas Adrianus. Terpisah, anggota DPRD Landak Siyus SPd MM saat menghadiri undangan upacara HUT RI,

mengharapkan agar generasi muda tidak terlena melihat masa depan, maka harus diisi pembangunan ini dengan berbagai kegiatan yang bersifat positif demi Negara tercinta ini. “Selain itu, kita harus merdeka dari kemiskinan ekonomi, budaya, kesehatan (narkoba,red). Karena jika kita lihat masyarakat Landak bersadarkan data BPS angka kemiskinan masih mencapai 24 persen,” tandas Siyus mantan Ketua KNPI Landak ini. (rie)

Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Bupati Siap ‘Jewer’ Perusahan... ini. “Saya rasa sepanjang ada niat baik untuk membangun, maka semuanya akan dapat di atasi. Artinya antara ke-3 pilar, masyarakat kita ikutkan, pemerintah kita libatkan dan pihak perusahaan juga kita dilibatkan. Saya yakin masyarakat akan dapat menikmati manfaat yang besar," kata mantan Kepala Bappeda Landak ini. Adrainus juga menegaskan, bahwa jangan sampai ada

kegiatan apakah itu penanaman kelapa sawit yang bersipat pribadi atau pembangunan apapun dalam areal perkebunan perusahaan yang sudah di berikan izin oleh pemerintah. karena dalam kondisi ini sumuanya ada memiliki aturan-aturan. Aturan-aturan seperti ini harus di taati dan di tegakan, serta aturan yang harus kita hormati. “Saya pikir kalau kita sudah tidak lagi mengindahkan aturan

9 dari Halaman 1 yang ada maka ini akan sulit, kondisi kita tidak akan terarah dan hal semacan ini akan dapat menciptakan tidak beradat. saya pikir antara peraturan Hukum dan Adat itu sama sebab tujuannya sama menciptakan kedamaian dan ketertiban,” tegasnya. Pria jebolan doktoral Unversitas Padjajaran Bandung ini menghimbau kepada masyarakat agar tidak ada kegiatan lain yang bersifat

9 dari Halaman 1

Menelusuri Jejak - Jejak Emas di Mandor ( Bagian 2) Namun, sungguhpun demikian, Belanda tidak otomatis menguasai seluruh kekayaan republik, karena takut akan reaksi keras dari pemerintahan Ching di Tiongkok. Belanda tidak pernah menyatakan secara terbuka mengumumkan telah menguasai Republik Lan Fang, dan tetap membiarkan salah satu dari keturunan Lan Fang menjadi pemimpin di negara ini. Baru setelah terbentuknya Republik of China (Cung Hwa Ming Kuok) pada tahun 1911, pada tahun 1912 Belanda secara resmi menyatakan menguasai daerah itu (Republik Lan Fang). Namun, pemberontakan pewaris republik terus terjadi, baru tahun 1916, republik ini benar-benar lumpuh setelah kalah perang melawan Belanda. Mengenang prajuritnya yang gugur selama peperangan ini, Belanda mendirikan tugu peringatan di Mandor. (lihat foto tugu Belanda) Yuan Bingling, dalam bukunya “Chinese Democracies; A Study of the Kongsis of West Borneo (1776-1884)”, menjelaskan, selama masa pemerintahannya, Republik Lan Fang mendirikan ratusan kota kecil diberbagai wilayah sebagai kawasan perdagangan. Rumah-rumah yang dibangun berbentuk rumah toko (ruko), toko didepan dan rumah tinggal dibelakangnya. Ruko-ruko ini didesain mirip dengan perumahan orang Hakka di Kwangtung, daratan Cina. Umumnya ruko ini berukuran 6 x 20 meter, dengan ratusan ruko disetiap pasar yang dibangun. Yuan Bingling juga menjelaskan bahwa rakyat Republik Lan Fang (orang Cina di Mandor) bukan semuanya bekerja sebagai penambang emas. Sebagian mereka berdagang, berkebun dan bertani. Disebutkannya, setelah pembubaran Republik oleh pemerintah Belandak tahun 1884, puluhan ribu pejabat pemerintahan, polisi, milter, hakim, jaksa, pengusaha besar dan pegawai negeri harus melarikan diri keberbagai daerah; utamanya di Sarawak, Singapura, Kuala Lumpur dan sebagian ke Amerika. Sedangkan orang Cina yang berdagang, berkebun dan bertani memilih untuk menetap diberbagai kawasan di Kabupaten Landak sekarang ini dan membaur dengan Orang Dayak. Mereka tetap tinggal dan mendirikan pusat-pusat perdagangan terpenting hingga hari ini.

Menurut Dr. Leo S, peneliti Cina, ruko-ruko orang Cina masa itu tersebar dihampir semua lokasi yang sangat strategis untuk perdagangan. Hal ini, karena selain mendirikan pusat perdagangan, republik ini juga membangun jalan-jalan darat dan pelabuhan sungai, istilah sekarang pangkalan. Republik juga mendirikan sekolah-sekolah rakyat (tingkat dasar) yang berbahasa mandarin. Disekolah, terdapat gambar-gambar pemimpin Cina daratan masa dinasti Qing, hingga dinasti Shunzhi. Orang Cina yang bertani, juga memperkenalkan kalender pertanian sebagai pijakan untuk musim tanam. Di kelompok Dayak, hingga hari ini, kita masih menyaksikan para petani masih menggunakan kalender Cina sebagai panduan masa bercocok tanam padi, baik di ladang maupun di persawahan. Tak hanya berdagang, orang Cina juga memperkenalkan alat-alat penyimpanan berupa tempayan, mangkuk, piring, dll yang banyak digunakan orang Dayak sebagai alat-alat, terutama ketika dilangsungkannya pengadilan adat. Orang Cina juga memperkenalkan tata cara memasak dalam pesta-pesta, termasuk rempah-rempah khas Cina. Dan kini, kita masih bisa menikmati pengaruh masakan Cina kedalam pesta-pesta yang diadakan orang Dayak. W.A Van Rees, menulis, demokrasi masyarakat Cina berkembang di Republik Lan Fang di Mandor. Hanya, dalam kawasan ini kadang muncul oligarki karena adanya kesejahteraan dan kemakmuran warga negaranya. Dikisahkannya, kehidupan orang Cina dalam kawasan pertambangan baik, berbeda dengan Orang Dayak dan Melayu disekitarnya. Makanan dan minuman tersedia. Hidup tak pernah berkekurangan. Sistem organisasi pemerintahan mereka sebagai republik tak dapat dimasuki oleh Pemerintah Belanda. Justru karena itu, Pemerintah Belanda berusaha mencampuri urusan republik agar tidak menjadi kekuatan yang membahayakan pemerintah kolonial. Yang menarik, tugas-tugas dalam republik sudah dibagi dengan baik sehingga tiap pakar mendapat kursi sesuai keahliannya. Insinyur, pengawas, tukang masak dan pencatat hasil kerja menerima tanggung jawab yang jelas. Sistem kontrol berjalan baik. Peraturan dapat diterapkan

pribadi dalam areal perkebunan. Apalagi ada lahan perkebunan 30-40 Ha, dalam areal perkebunan perusahaan. “Kegiatan seperti ini, sudah dapat dianggap sebagai kegiatan yang illegal dan ini juga akan ditertibkan,” tegasnya (rie).

suatu “pusat otoritas” untuk mengatur dan mengontrol hidup sosial, sehingga apapun yang diperlukan oleh setiap warga dapat disediakan dan dipenuhi oleh pihak pengendali kekuasaan. Tanpa “pusat otoritas” itu dan pemenuhan tanggung jawab secara menyeluruh sangat sulit untuk mewujudkan kesejahteraan tiap individu. Sistem peraturan mengikat para pekerja tambang emas, sehingga pemerintah republik dapat menyediakan kesembilan bahan pokok hidup warganya. Menurut Doty. E dan W.J. Pohlman, dalam bukunya “Tour in Borneo, from Sambas through Montrado to <Altar kecil untuk pemujaan dikomplek Sak Dja Mandor. Pontianak, and the Adjacent of Chinese and Dayaks, during the Autmn of 1838”, di wilayah kekuasaan Republik Lan Fang, terdapat hampir 30 pusat perdagangan yang dibangun, beberapa diantaranya; Minwong (Benuang), Senaman (Sepahat), Mandor, Darit, Pahoman, Sunakin, mendjalin, karangan, tempoak, sompak, Meranti, Ngabang, Kayu ara, bale, kayu tanam, ngarak, dll. Hingga puluhan tahun kemudian, misalnya, sejak tahun 1930-an kawasan seperti Anjungan, Kayu Tanam, Menjalin, Ngarak, Senakin, Sompak, dan beberapa daerah lain di Kabupaten Landak saat ini termasuk kawasan pertanian padi tersohor di Kalbar. Gudang padi dari kawasan ini mengagumkan! Swasembada beras terjamin. Produksi karet <Makam Contrelour Belanda J.C. Ryk yang terbunuh dalam merupakan komoditi ekspor terkenal dari Kalbar. Hingga peperangan dengan Republik Lan fang di Mandor tahun 1885. tahun 1960-an, misalnya, daerah Menjalin dan sekitarnya masih semestinya. Mengenai kondisi daging ayam, babi, dan anggur mampu memproduk karet sekitar buruh tambang waktu itu kurang muncul dalam perjamuan makan. satu ton per hari. Malah, pada lebih begini: sebelum Biasanya jenis pesta ini diikuti jaman Belanda masyarakat ini matahari terbit, diawali sarapan oleh warga disekitar area telah sanggup mengekspor durian berupa nasi mereka langsung pertambangan. Pemberian uang ke Eropa Barat dengan teknik bekerja. Pukul 09.00 pagi mereka perangsang secara berkala juga pengawetan khusus (Tempoyak kembali makan bubur kacang dan diberikan kepada mereka yang dan Lempok), yang diketahui banyak orang hingga sekarang. minum teh. Pukul 13.00 mereka berprestasi mencari emas. makan siang berupa nasi dengan Di wilayah republik, ternyata Pada masa itu, orang Cina sayur, ikan kering dan daging. pemerintah sangat menjunjung dengan mudah ditemukan dalam pertambangan, Pukul 18.00 makan malam penuh tinggi tingkat kesejahteraan para kawasan disediakan. Sehari mereka karyawan perusahaan. Ini pertanian, dan perdagangan. bekerja 9 jam. Seminggu sekali menunjukkan bahwa cita-cita Warga negara di dalam wilayah mereka mendapat makanan dasar membentuk negara ini telah yang dikenal Republik diwajibkan taat pada peraturan-peraturan khusus berupa daging babi. diwujudkan. keamanan yang Tembakau tersedia. Pencucian Kebutuhan-kebutuhan pokok dan sistem pemerintah. Dalam emas biasanya dilakukan pada perorangan dan tiap keluarga dibuat waktu malam. Kalau tak berhasil, dipenuhi. Himpunan manusia dan perusahaan pertambangan emas dikuasai republik, kerja itu diteruskan keesokan keluarga yang ber-"komunitas yang dapat paginya. Terkadang mereka sipil" sadar bahwa secara pengusahanya menggunakan darah anjing hitam individual mereka tak mampu mengangkat tenaga kerja 500 untuk mencuci emas hasil dulang. memenuhi kesejahteraan hidup, hingga 800 orang, misalnya, Setelah berhasil mencuci emas, justru keadaan ini memerlukan biasanya terdapat dua orang yang

mengawasi kegiatan dalam pertambangan, seorang pengurus pembukuan, seorang kasir, seorang penjaga toko, dan delapan orang supervisor selokan. Paska pembubaran Republik Lan Fang tahun 1884, tidak hanya di Mandor, hampir semua wilayah kekuasaan republik Cina di Kalbar, mengalami kemunduran dalam bidang ekonomi dan keamanan. Seusai pembubaran republik, dan dengan meluasnya migrasi orang Cina ke daerah pedalaman, pemerintah kolonial Belanda merasakan kebutuhan lebih banyak petugas untuk mengawasi para pemukim Cina yang tinggal di luar kota-kota utama. Belanda menemukan pentingnya menyusun sebuah susunan hirarki baru dari para opsir Cina bekas pejabat Lan Fang yang masih tersisa untuk membantu memerintah daerah luas yang tadinya dipimpin oleh mereka. Orang Cina suatu waktu menyebut orang peranakan sebagai petompang (Mandarin: bantangfan) karena keturunan campuran mereka. Dan mereka yang disebut oleh Belanda sebagai peranakan karena mereka kelahiran setempat kelihatan menganggap dirinya berbeda dari pendatang Cina. Dan bahkan di masa republik, diperlakukan dengan lebih dipercaya dan keakraban oleh penguasa kolonial dan elit Melayu dibandingkan dengan kebanyakan pendatang Cina. Seorang perempuan peranakan yang menonjol adalah Then Sioe Kim, janda dari Lioe A Sin dari bekas Presiden Lanfang. Belanda memungut pajak dengan perantaraan para opsir Melayu yang diangkatnya, kenyataannya masyarakat Cina merupakan penyumbang pajak terbesar, dan menerbitkan peraturan-peraturan. Namun jarang berinteraksi langsung dengan para pemukim atau pedagang Cina. Tidak mengherankan bila kekuasaan atas masyarakat Cina tetap lemah dan hanya sedikit pengaruh budaya kolonial Belanda terhadap masyarakat Cina. Bahkan pada tahun 1942, menjelang kedatangan Jepang, kolonial Belanda masih berada dalam proses menegakkan kekuasaannya di Mandor. (Bersambung)

PADAPURATN simpado <Penerbit: CV. Simpado Press <Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Yohanes Supriyadi, SE <Wakil Pemimpin Redaksi/Kordinator Liputan: Agustinus, S.Pd <Redaktur Ahli: DR.Herculanus Bahari Sindju, Ir. Kristianus Atok, M.Si, dr.Damianus Hipolitus, A.A. Mering, SH <Redaktur: Rudi, Petrus Erus, Mikael, SH, Matias Timus, Inosensius <Iklan dan Sirkulasi: Sukandi, SE <Keuangan dan Administrasi: Setevania <Pracetak / Grafis / Layout: : Hendrikus Endi, S.Kom <Biro Ngabang-Jelimpo: Inosensius (Kepala), Nikolaus, Sudirto, Drs. FX. Sukarius, Kasianus Aju, SE <Biro Sengah Temila-Sebangki-Mandor: Adrianus Basri (Kepala), Aloysius, N. Supardi, Abdul Aziz, Ferry, Fabianus, Hermanto <Biro Menjalin-Mempawah Hulu-Sompak: Mikael P Aris (Kepala), Heruwandi Using, Sunawar Owat, Agustinus Paci, Jamal Sompak, Herkulanus Sutoyo <Biro Menyuke-Meranti-Banyuke Hulu: Mathias Timus (Kepala), Rudi Hartono, Longkin, Budi Santoso, Supardi, Suparjo, Mukhin <Biro Air Besar-Kuala Behe: Rudi (Kepala), Petrus Erus <Biro Pontianak : Yuliadi Pane, Paulinus Jiman, M. Dapan <Alamat Redaksi: BTN Bali Permai H 2 Ngabang, Kabupaten Landak Kalbar <Email : redaksi_simpado@yahoo.co.id

WARTAWAN DAN KONTRIBUTOR SIMPADO DALAM MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIKNYA SELALU DILENGKAPI DENGAN KARTU PERS, DILUAR DARI ITU BUKAN TANGGUNG JAWAB KAMI. TERIMA KASIH.

Batangan Landak Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 3

Ngabang - jelimpo

Bupati Resmikan Pabrik Kayu Olahan NGABANG - Simpado Pabrik industri primer pengelolaan kayu milik PT. Nityasa Idola yang terletak di Jalan Raya Ngabang-Pontianak Km 8 Desa Amboyo Inti Kecamatan Ngabang diresmikan langsung oleh Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi dengan penandatanganan prasti dan pemotongan pita oleh Ny. Maria Bernadetha Adrianus, Rabu (19/8). Bupati Adrianus dalam pengarahannya, kehadiran PT. Nityasa Idola di Landak ini baik dalam budidaya tanaman sengon dan sekarang sudah memiliki pabrik pegelolaan kayu primer, maka pihaknya selaku pimpinan daerah ini, baik atas nama pribadi, jajaran Pemkab dan masyarakat mendukung sepenuhnya kehadiran perusahana dalam budidaya tanaman maupun pabrik pengelolaan kayu. “Apalagi rencana tidak berhenti disini dan ada ada prospek pengembangan dari pabrik ini untuk kedepannya, saya minta kepada kita semua untuk mendukung sepenuhnya,” ungkapnya. Menurutnya, pihaknya sering mengatakan para investor

yang memiliki modal dan teknologi sangat diharapkan kehadirannya di Landak ini untuk menanamkan modalnya. Secara jujur ia mengakui bahwa Pemkab secara khusus maupun Pemerintah Republik Indonesia belum mampu untuk mengelola semua potensi yang ada. “Lagi pula tak mungkin pemerintah mengelola semua potensi. Karena itu untuk potensi-potensi ekonomi memang diserahkan kepada pihak investor atau swasta agar pengeloaan dan penanganan agar lebih efisien dan juga efektif,” urai Adrianus. Direktur Utama PT. Nityasa Idola, M.Koeswono mengatakan, kehadiran perusahaan sejak awal adalah membangun Hutan Tanaman Industri (HTI) jenis kayu sengon dengan lahan di Kecamatan Menyuke dan Meranti, kemudian merencanakana pembangunan pabrik industri pengelolaan untuk menciptakan nilai tambah, baik langsung maupun tak langsung akan memberikan dampak positif masyarakat khususnya pertumbuhan ekonomi. “Pembangunan industri menjadi salah satu pengelola hutan

<Bupati Landak saat peresmian Pabrik Industri Primer Pengelolaan Kayu milik PT. Nityasa Idola, 19 Agustus 2009. tanaman terbaik dan memberikan manfaat optimal kepada semua stakeholder itu lah visi dan misi kita, tahap sekarang indusri yang kami bangun masih cukup kecil dibanding dengan pabrik di group lain yang bada di Jawa,” ungkap Koeswono. Maka dalam waktu tak lama,

akan dikembangkan lagi selain tingkat kapasitasnya juga produksinya. Tahun ini baru 6000 meter kibik per tahun, tapi untuk tahun depan akan disiapkan untuk 15000 meter kibik per tahunnya. Bahkan bulan depan mesin datang satu lagi untuk menambah kapasitas dan

perizinan akan diproses karena sudah lebih 6000 meter kibik. “Maka, PT Nityasa Idola selesai panen pada 6 tahun yang akan datang, kapasitas mencapai kurang lebih 100 ribu meter kibik per tahunnya. Ketentuan kita akan minta dukungan pak Bupati, bisa dibangun di Kecamatan Mandor sebagai kawasan industri. Jadi, enam tahun kedepan kita akan membangun 100 meter kubik pertahunnya,” ungkap Koeswono. Sementara itu, Bupati dan para kepala Dinas/instansi juga melakukan peninjauan pabrik kayu, yang langsung di praktekan tenaga kerja seperti bagaimana proses produksi hingga menjadi barang setengah jadi untuk dibawa Bekasi. Tampak hadir Kapolres AKBP Drs Tony Ep Sinambela, Kapolsek Ngabang AKP Laminto, Camat Ngabang Julimus SIP dan tokoh masyarakat Ngabang, Menyuke dan Meranti sebagai lokasi HTI. (rie) DIREKTUR Utama PT. Nityasa Idola, M.Koeswono mengatakan, pihaknya dalam mengembangkan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Landak ini tentu ada proses bekerjasama dengan

masyarakat. Dirinya menyadari sebagai perintis untuk industri kehutanan ini dan pemula bisnis di Landak ini, banyak halangan dan rintangan di masyaraat yang harus dipelajari dan dihadapi. “Dalam bermitrra dengan masyarakat, kami berusaha untuk menjalankan filosofi dari pendiri perusahaan ini yakni sejahtera bersama bangsa. Ini adalah salah satu filosofi dasar dai PT Nityasa Idola,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara peresmian pabrik di Jalan Ngabang-Pontianak Km 8, kemarin. Sementara itu, Hadi Susilo selaku Ketua Pantia peresmian mengatakan,dengan berdirinya industri primer bahan baku ini, beranjak memiliki nilai ekonomi dengan harapan dapat mendorong gairah masyarakat untuk membudayakan tanaman sengon dan akan menambah rasa komoditi agrobisnis. “Meningjkatkan perimbangan sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan sehingga dapat terjaga keseimbangan lingkungan,” ujarnya.(wan)

Heriadi Terpilih Aklamasi Ketua KNPI Landak NGABANG-Simpado Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Landak dan pemilihan ketua telah dilaksanakan, Senin (6/7) di Cafe Rajawali Ngabang. MUSDA ini diikuti diikuti 30 peserta, terdiri 17 utusan Organisasi Kepemudaan (OKP), 10 Pengurus Kecamatan (PK) dan tiga orang, masing-masing utusan dari DPD KNPI Landak, DPD KNPI Kalbar dan Majelis Pemuda Indonesia. Musda KNPI ini berlangsung seru karena para kandidat yang maju dari kalangan kontraktor dan dari kalangan politisi. Calon kuat yang sudah dipastikan maju adalah Heriadi SE saat ini sebagai Sekretaris KNPI yang juga Ketua Gapensi Landak dan Cahya Tanus SH dari pengurus KNPI yang juga anggota DPRD Landak. Sebelumnya nama-nama lain juga muncul yakni Siyus SPd saat ini masih sebagai Ketua KNPI dari OKP Pemuda Demokrat yang juga anggota DPRD Landak. Cornelius Kuet, SE dari OKP GM.Trikora yang juga Pegawai

Negeri Sipil (PNS) Pemkab Landak. Syaiful dari Pengurus KNPI Kecamatan. Tapanus Tapat, SH,MH dari Taruna Merah Putih yang juga Ketua Gabpeknas Landak dan Supensi, BSc dari Pemuda Katolik yang juga Sekretaris Gapensi Landak. Heriadi, ketua terpilih menyebutkan sejumlah OKP yang mendukungnya, diantaranya Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Gerakan Muda Pemuda Indonesia (GMPI), Pemuda Demokrat (PD), Pemuda Anshor, Gerakan Muda Kristen Indonesia (GMKI) dan sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) seperti Sompak, Kuala Behe, Air Besar, Menjalin, Mempawah Hulu, Menyuke. “Terima kasih atas kepercayaan kawan-kawan yang diberikan kepada saya, untuk memimpin organisasi kepemudaan ini,” ujar Heriadi. Ia meminta kepada rekan-rekan Pengurus Kecamatan, OKP dan semua lapisan masyarakat Landak untuk bersama memajukan KNPI di negeri intan

<MABM Landak Gelar Musda

Marwan Terpilih Sebagai Ketua MABM Landak

<Musda MABM Kab Landak yang di buka Bupati di hadiri oleh kepengurusan MABM Piode 2003-2008 di Gedung Diklat Ngabang.

kepedulian terhadap lingkungan, dan tidak ikut-ikutan menyelesaikan satu masalah hanya pada satu sisi, melainkan harus bisa mengambil solusi dari dua sisi,” tegas Adrianus saat membuka Musda II KNPI Landak. Artinya apa, lanjut mantan Kadis Pendidikan ini, pemuda harus menyelesaikan masalah sosial dari satu sisi, sudah bisa dipastikan akan terjadi benturan antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya, atau berbenturan dengan kepentingan orang lain. Maka yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana ini. Karena KNPI merupakan Bendahara FX.Ferry Sak, SE dan mengelola sumber daya alam ini salah satu mitra pemerintah untuk pengurus lainya. bisa dengan bertanggungjawab. pembangunan daerah, baik dari Sementara itu, Bupati “Saya selalu katakan untuk segi pemuda, olahraga, seni, Landak DR Adrianus Asia Sidot bertanggungjawab, dimana budaya, pendidikan dan lain meminta kepada pengurus KNPI dipersilakan ambil apa saja di sebagainya. “Apalagi Pemkab Landak periode 2009-2012 peduli bumi ini, tapi ingat kata Landak sendiri sudah mempunyai terhadap masalah sosial di tanggungjawab. Karena Negara Dinas Pemuda Olahraga masyarakat. Karena pemuda kitakan negara hukum, ada Kebudayaan dan Pariwisata, adalah tulang punggung dan kebijakan moral kita juga untuk tentunya untuki saling harapan bangsa guna melestarikan lingkungan,” mendukung,” ujar Heriadi. menwujudkan cita-cita para ungkapnya. Adrianus Adapun pengurus harian KNPI pahlawan bangsa dan mengatakan, masyarakat juga Landak Periode 2009-2012 yakni membangun bangsa ini sebaik jangan memetingkan diri sendiri, Ketua Herkulanus Heriadi, SE, mungkin. “Pengurus KNPI seperti mentang-mentang Sekretaris Cahyatanus SH, Kabupaten Landak ada punya pemerintah memberikan hak

NGABANG - Simpado Keberadaan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Landak adalah merupakan salah satu lembaga yang memiliki peranan yang sangat strategis. Oleh karenannya MABM juga di harapkan dapar menjadi fatner pemerintah dalam menyukseskan pembangunan di berbagai sektor termasuk juga beberapa pengaruh yang akan terjadi dalam sendi-sendi kehidupan, demikian disampaikan Bupati Landak DR. Adrianus Asia Sidot ketika membuka Musyawarah Daerah ke- II Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Landak di gedung Diklat Desa Raja Kota Ngabang, Rabu (29/7). Bupati mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga berbagai tantangan yang akan di

hadapi juga akan semakin beragam dan sangat kompleks. Untuk itu Seraya meminta dengan adanya Musda ini, MABM dapat menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam rangka membangun Sumber daya manusia dengan memperkuat Eksistensi,karakter kepribadian masyarakat, karena untuk memajukan pembangunan di daerah ini memang tugas masyarakat yang ada bukan tanggung jawab orang lain. Sementara itu, dalam MUSDA ini, Marwan berhasil terpilih sebagai Ketua MABM (Majelis Adat Budaya Melayu) Kabupaten Landak periode 2009-2014. Musda yang diikuti sekitar 12 peserta dari utusan pengurus MABM Landak dan pengurus MABM Kecamatan ini berlangsung hidmat baik ketika di buka oleh Bupati Kabupaten Landak hingga berakhirnya acara. Sesuai dengan tema “Eksistensi

Adat Budaya Melayu Dalam Perannya Menghadapi Tantangan Global” MABM dapat meningkatkan eksistensi dan lebih berkualitas. Ketua MABM Kalimantan Barat, Datok H Abang Imin Thaha mengatakan Ormas MABM yang sudah berusia 69 tahun bukan merupakan ormas yang bergerak dibidang politik akan tetapi merupakan ormas yang lebih mengedepankan adat budaya. “MABM harus menjunjung tinggi dan mengedepankan adat budaya, agar dapat di teruskan oleh generasi yang akan datang, siapa lagi yang akan menjaga adat budaya melayu kalau bukan kita-kita ini,” paparnya. Lanjutnya dengan menularkan adat budaya kepada anak cucu supaya dapat meneruskan serta menjunjung tinggi, memelihara agar tidak punah dimakan jaman.

untuk menebang kayu durian atau kayu lainya. Dengan seenaknya kayu durian dibabat habis, bagaimana nantinya jika kita ingin makan durian, pasti tidak bisa lagi. Bisa jadi, mau makan durian harus beli dari Malaysia, mau bikin Tempoyak haru dari Malaysia, karena apa, mereka sudah banyak menanam durian, ketimbang kita setiap hari menebang tapi tidak menanam pohon Durian. “Kita selama ini makan durian hasil dari pohon Durian zaman nenek atok kita dahulu,” ujar Adrianus. Ketua KNPI Landak demisioner, Siyus S.Pd, MM, menyatakan selama ini banyak orang beranggapan KNPI Kabupaten Landak sudah mati atau tidur. Siyus tidak menapik hal itu, dan kritikan itu baginya membangun. Dan justru, diakhir jabatanya yang sebentar lagi ini. Dia ingin membangunkan KNPI Kabupaten Landak sudah lama tertidur. “Kami ingin membangunkan kembali OPK-OKP dan PK untuk menuju arah yang lebih baik,” tukas Siyus. (Kundorie, kontributor Simpado Kecamatan Ngabang) Ketua Panitia Pelaksana Gusti Muhardi, SH mengatakan sebanyak 12 peserta MUSDA yang akan memberikan suara pada 6 calon ketua, namun saat pemilihan berlangsung 4 calon mengundurkan diri yakni Iskandar Abdul Haris, H. Muin Aliaman, S.Sos, H.Syarif Fadillah, dan Hamdani Jalil. Tinggal dua calon yakni Gusti Boy Sulaiman dan Marwan. “Setelah dilakukan pemilihan dengan sistim poting hasil nya imbang dimana Gusti Boy Sulaiman mendapat 6 suara dan Marwan juga mendapat 6 suara, jadi ketua terpilih akan dilanjutkan dengan musyawarah. Dan belum dapat di pastikan siapa yang akan terpili di antara Gusti Boy Sulaiman dan Marwan,” ujarnya. (Kundorie, kontributor Simpado Kecamatan Ngabang)

<Biro Batangan Landak (Ngabang - Jelimpo) : INOSENSIUS (Kepala Biro / HP. 081352313000) - SUDARTO - NIKOLAUS - FX. SUKARIUS, KASIANUS AJU <Alamat Biro : BTN Bali Permai Blok H1 No. 2 Ngabang

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 4

Samahung Rama sengah temila - sebangki - mandor

Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Sosialisasi Perda Pengendalian Distribusi dan Penggunaan Merkuri <Camat Mandor : Ada Tiga Hal Pokok Yang Harus Diketahui MANDOR-Simpado Ketika memberi kata sambutan dalam pembukaan rapat sosialisasi perda pengendalian distribusi dan penggunaan merkuri serta bahan sejenisnya yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2009 kemarin, Camat Mandor Marius Baneng, SE mengatakan ada tiga hal pokok yang harus diketahui sebelumnya. Rapat dihadiri oleh Camat Mandor, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab Landak, Kepala Badan Lingkungan Hidup Prov Kalbar,Dinas Kesehatn Prov Kalbar, Kepala desa sekecamatan Mandor, LSM, Tokoh masyarakat serta para penambang emas. Adapun tiga hal pokok tersebut adalah tentang pengelolaan penataan lingkungan hidup, tentang dampak negative merkuri serta tentang PETI. Camat yang low profile ini mengatakan jika pengelolaan lingkungan hidup dimasa kekuasaan republic Langfang hingga sekarang ini tidak jauh berbeda. Sedikit ia bercerita jika pada masa pendudukan orang cina sampai pemerinthan orde

baru, Mandor mepunyai lingkungan hidup yang sangat bagus. “Mandor memiliki cagar alam yang cukup luas yang dapat dijadikan tempat konservasi alam yang lengkap dengan flora dan funanya, Mandor juga memiliki makam juang setelah kekuasaan Belanda yang sampai pemerintahn orde baru masih dapat dilestarikan dengan baik tentang keberadaannya, tapi sangat disayangkan jika sekarang sudah terdapat lobang-lobang disana- sini yang merupakan bekas penambangan, dan bahkan pagar yang telah dibangun oleh pemerintah propinsi juga sudah ada yang dilobangi” ujar Mantan Sekretaris KPUD Landak ini. dijelaskannya, pelestarian lingkungan hidup sejak jaman republic langfang hingga orde baru dinilai sangat bagus karna dapat dibuktikan dengan beberapa peninggalan, seperti adanya danau tampalapaning serta danau yang dapat kita lihat sekarang di sekitar makam juang Mandor yang merupkan tempat pembuangan limbah para penambang emas, sehingga pada saat itu sungai mandor tetap jernih karena tidak terkena limbah. Sementara itu, Aspan Tiong, tokoh masyarakat Mandor mengatakan danau tampalam

paning merupakan bendungan yang dibuat ditepi jalan menuju kampung Tiang aji, konon katanya jika bendungan ini diledakan airnya akan membanjiri kampung salatiga karena airnya mengalir di sungai samadaha’ menuju jembatan jamsukeo yang artinya jembatan kayu belian. “Pada masa orde baru masyarakat masih takut untuk merusak lingkungan sehingga sungai mandor pada saat itu masih tampak jernih dan merupakan tempat pemandian bagi orang –orang yang melancong ketika itu. Setelah peralihan pemerintahan yang dipimpin oleh militer ke pemerintahn sipil, membuat kondisi alam mandor berubah drastic dan salah satunya adalah cagar alam mandor, yang pada saat itu pemerintah pusat sedang gigih untuk menjadikannya sebagai tempat konservasi alam dengan membuat tempat pusat penghijauan yang dapat kita lihat di bukit pak Harto” ujarnya. namun dikatakannya, ketika Presiden Soeharto lengser,semuanya menjadi tak terkendali. sekarang penambangan emas dilakukan dengan membuang limbah tanpa penampungan yang mengakibatkan sungai tercemar oleh Lumpur dan merkuri . Dampak negatif dari merkuri atau penggunaan air raksa dirasakan belum jelas , yang

katanya limbah merkuri akan mencemari masyarakat disekitarnya melalui pembuangan limbah pada air yang mengalir atau sungai yang masih dipergunakan oleh orng yang ada di hilir sungai, dengan memanaskan raksa yang menyebabkan merkuri akan terangkat ke udara dan akan menyatu dengan gumpalan awan dan akan terbawa oleh awan ke tempat lain. Namun ada kemungkinan jika dmpak negatif dari merkuri tersebut berupa tingkat pendidikan yang dirasakan kurang menggigit kemajuan. Kecamatan Mandor yang menyelesaikan pendidikan di tingkat sarjana dapat dihitung dengan jari, dan untuk yang menyelesaikan tingkat strata dua dapat dihitung dengan jumlah jari sebelah tangan dan apalagi pada strata tiga atau doctor. Ini dirasakan jauh berbeda dengan kecamatan sebelah atau sengah temilak yang telah banyak menghasilkan sarjananya. Hal ini mungkin perlu pengkajian lebih lanjut, apakah itu semua disebabkan oleh dampak negative dari limbah merkuri. Pak camat yang juga berasal dari wilayah kecamatan Mandor yang tepatnya di desa Bebatung, berani mengatakan demikian karena di Kab Landak sendiri ia melihat bahwa kecamatan mandor

menurut data yang ada, masyarakatnya masih pada tingkat pekerja dan untuk tingkat pemikir hampir tidak ada. Dampak negative juga terlihat dari daya juang yang rendah, ini terbukti dengan sedikitnya minat masyarakat untuk menjadi polisi atau tentara. Ini semua dapat menjadi bahan intropesi diri bagi masyarakat di kecamatan mandor. PETI (Penambagan Emas Tanpa Ijin) yang menurut pak camat ia sendiri sedikit geli untuk menyebutnya, sekarang ini menjadi polemic di masyarakat karena sejak dulu masyarakat telah menantikan untuk mendapatkan ijin penambangan, namun belum ada sarana untuk mendapatkan ijin tersebut, lalu kenapa bisa dikatakan tanpa ijin. Dan sekarang telah digodok peraturan tentang WPR (Wilayah Penambangan Rakyat) dan telah dijabarkan dengan Surat ijin penambangan rakyat namun ada sedikit PR bagi kita semua, jka disediakan WPR bagi masyarakat , dimanakah lokasi yang akan ditentukan, kalau ada WPR yang baru apakah ada tempat tersebut mengandung emas, dan jika tidak maka itu juga dapat dikatakan merusak lingkungan hidup karena setelah dikerjakan tidak ditemukan hasil, maka akan dicari lagi tempat yang baru. Ini semua

menjadi polemic bagi masyarakat mandor sehingga ada suatu peristiwa yang merupakan klimaks dari puncak klimaks yang berupa penyerangan polsek mandor oleh sebagian masyarakat yang bergerak dibidang pekerjaan PETI. Dan akhirnya dicarilah para propokator yang menyebabkan kenapa polsek mandor diserang, dan banyak masyarakat mandor dimintai keterangan dan bahkan ada yang ditahan, namun itu semua bukanlah kesalahan mutlak dari para penambang karena di satu sisi para penambag tadi memerlukan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Dan masyarakat sendiri bekerja dengan para cukong-cukong yang berasal dari luar mandor, pada satu sisi masyarakat bersukur kepadacukong-cukong tersebut yang telah memberi pekerjaan, tetapi disisi lain bagi pemerintah cukong –cukong ini menjadi musuh mereka. Hal inilah yang masih menjadi polemic. Harapan camat,semoga polemic yang ada ini dapat dicarikan solosinya. (Basri/ Simpado)

Jalan RT 02 Kayuara Akan Dirabat Beton rabat beton antara Simpang Pongok tembus Kayuara Dalam persisnya di Rukun Tetangga (RT) 02. “Kita sudah melakukan rapat dengan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), KAYUARA - Simpado perangkat desa lainnya dan para Jajaran Pemerintahan Desa RT, tahun depan ADD akan kita Kayuara Kecamatan Mandor alokasikan untuk bangun jalan patut diacungi jempol. Karena rabat beton, jalan tembus Alokasi Dana Desa (ADD) Kayuara Dalam,” kata Kepala digunakan untuk kepentingan Desa Kayuara, Suhardi kepada masyarakat bersama, Equator, belum lama ini. rencananya untuk tahun 2010 Menurut Suhardi, sambim mendatang akan mulai menunggu ADD tahun depan dialokasikan pembangunan jalan terealisasi dari Pemkab Landak,

<Rencana Dianggarkan dalam ADD

<Jalan Kayuara

PNPM di Kumpakng Hulu SENGAH TEMILA-Simpado PNPM adalah salah satu program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakatnya.PNPM sendiri merupakan bantuan yang langsung diberikan kepada masyarakat, dan masyarakat sendiri yang mengelolanya. Ketika tim Simpado berkunjung ke Dusu Kumpakng Hulu Desa Kumpakng Tengah Kecamatan Sebangki, masyarakat sedang bergotong royong memperbaiki jalan desa.

Dusun Kumpakng Hulu merupakan dusun yang dihuni oleh masyarakat multietnik, selain Dayak ada juga Melayu. Mereka hidup rukun dan damai. “masyarakat disini ada kebersamaan dan kekompakan dalam mengerjakan sesuatu untuk pembangunan, contohnya saja membangun jalan ini” ujar Hasan (25) salah seorang warga Kumpakng Hulu. Menurutnya, program pemerintah ini harus

didukung masyarakat dengan memanfaatkan dana yang tersedia. Diceritakannya, ada 4 kelompok masyarakat yang bekerja membangun jalan. “semuanya ikut terlibat aktif, makanya jalan ini bisa selesai tepat waktu” ujarnya. Burhanudin (48), salah seorang warga yang sedang bekerja mengatakan mereka sangat senang dengan program pemerintah ini. “dengan program ini, pemerintah tentunya

ingin ada kemandirian masyarakat” ujar mantan ketua RT ini. dikatakannya, program ini layak diberitakan oleh Tabloid Simpado, agar diketahui oleh masyarakat luas di Kabupaten Landak. “media inilah yang kami tunggu-tunggu dari pemerintah, agar ada komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat” ujarnya. ia bangga dengan Tabloid Simpado. (Fabianus/Simpado)

pihaknya sudah mengintuksikan masyarakat di RT 02 untuk kerja bhakti atau gotong royong setiap hari Jumat sore membersihkan atau melebarkan jalan yang akan di bangun rabat beton tersebut. “Kita dari jajaran pemerintahan desa dan anggota BPD, warga RT 02 sudah kerja bhakti setiap Jumat sore,” ujar Suhardi. Ia juga mengharapkan, warga Kayuara Dalam juga harus ikut kerja bhakti dari membersikan jalan. Karena rencana pembangunan rabat beton dimulai dari RT 02 tembus Kayuara Dalam. Sehingga harus saling membantu. Karena panjang jalan antara RT 02 sampai Kayuara Dalam sekitar 1,200 KM. “Jadi rencana akan dianggarkan secara bertahap setiap tahunnya. Untuk tahap pertama kita bangun di RT 02 terlebih dahulu,” terang Suhardi. Terpisah, Jayus, mantan Ketua RT 02 juga mengaku, warga

setiap Jumat sore kerja bhakti mulai membersikan jalan sekitar lebar satu meter lebih. Karena akan dibangun rabat beton dengan menggunakan ADD Kayuara. “Kata kepala desa kita, memang mau disemen jalan ini,” ujar Jayus ditemui Equator di kediamannya, belum lama ini. Menurut Jayus, memang layak jalan tersebut di bangun rabat beton, karena merupakan jalir jalan pintas antar desa, yakni Desa Pongok dan Kayuara bahkan sampai Desa Sulutung. Sehingga diharapkan, Pemkab Landak juga bisa memperhatikan jaran tersebut. Artinya, dari ADD Kayuara memang sudah dialokasikan untuk jalan tersebut, tapi lebih baik lagi dibantu dari dana ABPD Landak. “Kita harapkan para wakil rakyat atau anggota dewan asal Kecamatan Mandor bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di sini,” tandas Jayus. <(rie)

muda. Maka tidaklah heran apabila setiap tanggal 1 januari setiap tahunnya, desa senakin selalu ramai dengan lalu lalang kendaraan para pengunjung. Persimpangan jalan untuk menuju lokasi riam solang tidak jauh dari desa senakin. Jika kita dari arah

Pontianak, maka jarak persimpangan dengan pasar senakin kira-kira 100 meter, sebelah kiri jalan atau tepatnya di depan pemakaman umum desa setempat. (aloy/simpado)

Panorama Alam Riam Solang SENAKIN-Simpado Riam solang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kebanyakkan orang di Provinsi Kal-Bar, khususnya Kab.Landak. Keindahan alam yang menjanjikan rasa nyaman bagi pengunjung, membuat riam solang menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin melepas kepenatan dengan kesibukan sehari-hari. Riam solang terletak tidak jauh dari Desa Senakin,

jarak tempuhnya pun relatif mudah untuk dijangkau. Dengan jarak tempuh kira-kira 20 menit dengan menggunakan kendaraan dan berjalan kaki kira-kira 1 jam, para pengunjung sudah dapat tiba di lokasi pariwisata unggulan desa setempat. Salain jarak tempuhnya relatif dekat, para pengunjung juga dapat menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda motor atau berjalan kaki sembari menikmati alam sekitar

selama perjalanan. Dengan hanya bermodalkan uang Rp.1000-Rp.2000 para pengunjung sudah dapat memasuki daerah pariwisata alam riam solang. Keindahan alam yang ada di lokasi riam solang menyuguhkan keindahan air terjun setinggi kurang lebih 3 atau 4 meter. selain air terjun, batu tangket yang terletak tidak jauh dari lokasi air terjun juga menjadi salah satu suguhan bagi

para pengunjung. Konon katanya, menurut cerita batu tersebut mempunyai cerita/legenda tersendiri sehingga tepat dibawah batu tersebut dapat kita temukan tempat untuk sesajian yang dibuat oleh penduduk setempat. Setiap tahunnya, bertepatan dengan pergantian tahun baru biasanya tempat ini ramai dikunjungi. Jumlah pengunjung dapat mencapai ribuan orang, dari berbagai daerah terutama kaum

<Biro Samahung Rama (Sengah Temila - Sebangki - Mandor) : ADRIANUS BASRI (Kepala Biro / HP. 081352631253) - FABIANUS D - FERRY - ALOYSIUS BOLON - N. SUPARDI <Alamat Biro : Samping Gereja PPIK RT. 5 No. 157 Desa Mandor Kec. Mandor Kab. Landak

Samabue Karimawatn Sakayu' Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 5

Menjalin - mempawah hulu - sompak

Adrianus Cup : Memasyarakatkan Olahraga, Mengolahragakan Masyarakat

<Bupati Landak saat pembukaan "Adrianus Cup" di Desa Tunang Kec. Mempawah Hulu, 28 Juli 2009

<Musim Tanam Rawat Padi Unggul

Terima Kasih PPL MENJALIN-Simpado Tak banyak PPL yang benar-benar melaksanakan tugasnya, namun lain bagi seorang PPL di Desa Lamoanak Kecamatan Menjalin. Sukamto (35) contohnya, ia merupakan petani teladan di Kampung Rangitatn Dusun Payok Desa Lamoanak. Pria yang biasa dipanggil Pak Felik ini menceritakan ia dan kelompoknya pernah gagal dalam usaha pertanian, namun tekad untuk maju dan sejahtera sangat kuat. Dibantu bimbingan PPL Desa Lamoanak, ia berusaha keras agar bisa bercocok tanam padi dengan sistem gadu rendengan. Musim tanam 2008, ia berhasil mendapat 10 karung beras yang ukuran 50

Kg dengan luas lahan 0,5 Ha. Musim tanam 2009 ini, ia mentargetkan akan mendapat 20 - 25 karung padi. Sukamto, sangat berterima kasih dengan Mulyadi, PPL Desa Lamoanak yang selalu mendampingi petani, juga kepada Dinas Pertanian Kabupaten Landak yang memberikan bantuan berupa benih, pupuk selama ini telah dipergunakan oleh masyarakat dengan baik. Kamto, berpesan kedepannya Dinas Pertanian dapat memberi bantuan sejenis hantraktor dan treseer agar para petani dikelompoknya dapat maksimal. (Heruwandi / Simpado)

menggunakan nama Adrianus Cup ? “ saya menjawab, boleh saja, asal turnamen ini jangan jadi ajang berkelahi” Ungkapnya tersenyum. Sementara itu, Hidlofus Sunardi, Ketua Panitia “ADRIANUS CUP” mengatakan, tujuan turnamen ini untuk memasyarakatkan olahraga dikalangan masyarakat desa disekitar Tunang. “usaha ini merupakan penghargaan kami untuk bapak Bupati Landak yang berusaha keras agar masyarakat Desa Tunang meningkatkan usaha pertanian melalui sentra produksi Jagung yang sudah dilakukan panen raya bulan lalu dan kami bangga dengan kesediaan Bupati untuk hadir dikampung kami ini” ujarnya bersemangat.

Di katakan Bupati, melalui turnamen sepak bola ini, ia ingin bukan saja Desa Tunang dibidang pertanian yang menonjol tapi juga tidak kalahnya mengangkat atau membangkitkan bakat dan kemampuan dalam bidang olah raga ini khususnya bagi generasi muda. “ajang pertandingan bakat dalam bidang olahraga ini merupakan Pendidikan non formal yang terdiri 3 pilar kebijakan diantaranya; Mencerdaskan anak bangsa sejalan tuntutan rakyat, melancarkan transportasi Rakyat dan mencintai olahraga terutama bidang sepak bola. (AGUSTINUS PACI / SIMPADO Mempawah Hulu)

YOSSI PONSEL Raup Keuntungan 2,4 Juta Per Bulan Menjalin, Simpado Didepan Gereja St Petrus dan Paulus Menjalin, sebuah rumah berlantai 2 terdapat tulisan “Yossi Ponsel”. Yossi, menurut pemiliknya adalah nama dari anak tertuanya, Yossi Tamara. “sekarang kelas 2 SMPN 1 Menjalin” ujar sang pemilik, Yakobus, S.Pd ketika saya temui. Dari penuturan bapak 2 anak ini, usaha kecilnya ini telah berdiri sejak 6 agustus 2005. “tahun 2005, kebetulan ada tower telkom di Menjalin” lanjutnya. Yakobus adalah seorang guru PNS, usaha ini menurutnya hanya dikelola secara sederhana oleh sang istri, Ermina Semoi yang hanya

tamatan SMK YPK Pontianak. Saat pindah di Menjalin, Yakobus melihat belum ada seorangpun pengusaha di Menjalin yang menggarap sektor ini, katanya. Bagi Yakobus, yang juga Kepala SMPN 2 Menjalin ini, usaha jual beli pulsa ini sangat membantu perekonomian keluarganya yang cukup besar. “yah, sekitar 2,4 juta/bulanlah” ujarnya tersenyum. Untuk memulai usaha ini, Yakobus memerlukan modal sebesar Rp. 20 Juta yang didapatnya dari hasil tabungannya di Credit Union Pancur Kasih TP Menjalin. Dari penuturannya, Yakobus pernah mengalami kegagalan.

“salah satunya pelanggan tidak nyetor alias utang, tapi ya...namanya juga usaha” ujarnya terkekeh. Selain utang, salah kirim menjadi hal yang biasa dalam bisnis ini. “yah, kitakan hanya manusia biasa, jadi biasa saja” ujar mantan Guru di SMPN 2 Menyuke ini. Tiga tahun kemudian, tekad, semangat dan kerja keras Yakobus membuahkan hasil. Kini omzetnya hampir Rp. 20 Juta sebulan dengan pendapatan bersih 2,4 juta.“ini luar biasa dan mengejutkan bagi saya” ujar Wakil Kepala SMPN 2 Menjalin ini. Menurut Semoi, istrinya, setiap hai, Yossi Ponsel mampu menjual pulsa rata-rata 40 orang

atau 40 stok. “dengan keuntungan rata-rata Rp. 1.500, maka dalam sehari saya mampu menghasilkan Rp. 60.000 perhari. Ini kan cukup untuk makan” kata aktivis pendidikan ini. Selain jual pulsa, Yakobus juga menerima pengetikan alias rental komputer. “jasa pengetikan ini Rp.3000/lembar, sedangkan tabel Rp.4000/ lembar” lanjut pria yang biasa dipanggil Pak Yosi ini. Dari jasa pengetikan ini, Yakobus berhasil mendapatkan Rp. 300.000 setiap bulannya. “jasa ini sangat membantu usaha jual pulsa saya” ujarnya terkekeh, menutup pembicaraan.(owat)

Kesetiaan Dalam Pergumulan Yang Berat Oleh : Margareth Linandi

Desa Sompak Layak Dimekarkan Menjadi 2 Desa SOMPAK - Simpado Kecamatan sompak terdiri 7 desa diantaranya desa pauh, sompak, galar, batukng amawakng, pakumbang, tapakng lingkonong, dimana desa sompak letaknya dikota kecamatan luasnya 2729 m2 yang berjumlah 2242 jiwa 467 kepala keluarga yang terdiri dari 3 dusun diantaranya Dusun sabadak yang berjumlah 1187 jiwa dan 254 kk, dusun ero 488 jiwa dan 95 kk dusun mangaro 567 jiwa 118 kk, berdasarkan nama – nama kampong didesa sompak ternyata menaungi 6 kampung diantaranya sompak palak, ero, anam, nangkababah, dan mangaro, menurut kepala desa sompak, kampong yang akan dimekarkan menjadi desa mangaro, nangkababah dan anam nama desa yang dinamai Desa Mangaro, yang saat ini keseriusan dan pemuka masyarakat dalam

Mempawah Hulu - Simpado. Awalnya biasa saja..kita hanya bercanda....demikian sebait lagu nostalgia yang populer era tahun 1970-an. Namun, tak disangka, bait lagu ini pula kemudian berbuah pada dilangsungkannya sebuah turnamen besar “Adrianus Cup” di bagian timur Kabuaten Landak. Demikian ungkap Bupati Landak, DR. Adrianus AS M.Si, ketika membuka resmi Adrianus CUP di Desa Tunang Kecamatan Mempawah Hulu, Selasa, 28 Juli 2009. Diceritakan Bupati yang sering bermalam di kampung-kampung pelosok ini, ketika audiensi dengan dirinya, Panitia sebetulnya belum punya nama untuk turnamen ini. “seorang panitia meminta saran apakah boleh kalau turnamen ini

tahap usulan yang dibuktikan adanya proposal yang sudah diajukan, tinggal menunggu keputusan pihak pemerintah yang berwewenang mengenai pemekaran Desa ungkapnya kepala desa. Dengan diperjelas dusun Mangaro wilayah yang akan bergabung dengan desa mangaro adalah kampong Anan berjumlah 20 kk akan dijadikan dusun, mengenai tempat yang akan digunakan untuk didirikan kantor desa sudah siap letaknya persis disamping kanan Gereja katolik karena tanah itu memeang khasnya desa, sudah sewajarnya desa dimekarkan menjadi dua desa karena jarak antara sompak dengan mangaro sangat jauh lagi pula didukung luas wilayah dan jumlah penduduk yang memenuhi aturan pemekaran desa Alasannya. (JAMAL Simpado, Sompak )

Halo, teman-teman,saya mau menceritakan tentang kisah nyata salah satu keluarga kami yang mengalami penderitaan, kesusahan namun tetap setia mengikut Tuhan. Opa saya mempunyai banyak anak dan semuanya percaya kepada Tuhan termasuk ii-ku (selanjutnya disebut bibi) yang bernama Merry. Semenjak menjalani pernikahan, dia menjalani kehidupannya dengan sangat menderita, banyak pergumulan disana sini dan pergumulan ini bertambah-tambah sejak kelahiran anak kedua. Anak kedua ini lahir sehat namun pada saat itu dia sudah mulai berhenti bekerja dan menganggur sehingga kehidupannya pas-pasan dan harus dibantu oleh keluarga. Anak-anaknya bernama Daniel dan Yesaya, yang juga percaya kepada Tuhan. Yesaya adalah anak yang sangat lucu dan menjadi bahan perhatian dan kasih semua orang sehingga Semua sanak keluarga mencintainya dan dia sangat mencintai mama dan papanya. Yesaya bertumbuh semakin besar dan sering bermain ke rumah opa (sekarang sudah almarhum) di Teluk Gong. Suatu hari, ketika dia sedang di rumah opa, dia sering menangis dan menangis. Biasanya dia suka makan dan makanan kesukaan yang kami ingat adalah bakso.

Suatu kali, dia tidak nafsu makan dan badannya lemas karena terkena demam. Orang tuanya berpikir bahwa itu hanya demam biasa dan bias diobati. Ternyata demamnya cukup lama, kurang lebih 1 bulan dan demamnya tinggi. Suatu kali saat dia dalam kondisi demam tinggi, mamanya membawanya ke dokter anak dan disana Yesaya tertidur lelap. Mamanya berpikir Yesaya tertidur karena demam itu namun ternyata demam tinggilah yang menyebabkan Yesaya tidak sadarkan diri dan tidak bisa membuka matanya. Cukup lama Yesaya dirawat di rumah sakit namun tidak ketahuan apa penyakitnya. Yesaya masih tetap demam. Banyak diagnosa yang diberikan dokter sampai menyebabkan Yesaya harus diam dengan lama di rumah sakit (di ICU). Keluarganya sangat miskin namun anak ini harus mengalami penderitaan cukup lama. Namun satu hal yang sangat dikenang, Yesaya tidak pernah menangis ketika kondisinya makin lemah. Selama menjaga Yesaya di rumah sakit Husada Jakarta mamanya terus berdoa dan berserah pada Tuhan. Kalau Yesaya harus dipanggil dia sudah siap. Selain itu banyak juga godaan-godaan selama Yesaya sakit di mana banyak hal yang sebenarnya bisa membuat mamanya Yesaya meninggalkan Tuhan.

Pada saat menunggu Yesaya di rumah sakit, banyak orang termasuk orang yang belum percaya Tuhan, yang menawarkan bermacam-macam hal perdukunan, seperti memakaikan gelang pada tangan Yesaya dan lain-lain, namun bibi saya tetap bertekad tidak akan melakukan hal-hal yang menyedihkan hati Tuhan. Lebih baik jikalau anaknya memang harus mati daripada menyangkal Yesus. Ia juga menunjukkan satu teladan yang indah, yaitu tidak bersungut-sungut dan tetap bersyukur pada Tuhan. Penyelidikan demi penyelidikan dilakukan dan ternyata Yesaya mengidap cairan di otak dan dioperasi kemudian pada scanning kedua juga didapatkan ada cairan di otak kanan dan persentasi kesembuhan kecil, namun kondisinya tetap juga parah. Kemudian, kondisinya makin parah saat ditemukannya cairan darah di otaknya dan sudah sangat sulit untuk dioperasi. Mama dan papanya hanya berserah pada Tuhan, kemudian sampai pada akhirnya, Yesaya dipindahkan ke kelas 3 dan dirawat di sana. Pada saat-saat terakhirnya, Yesaya ketika sempat dikunjungi oleh bibi saya yang lain, dia masih ingat makanan kesukaannnya dan minta makan bakso sehingga kami semua tertawa mendengarnya. Ada satu keajaiban sebelum Yesaya

meninggal yaitu kakinya terlipat bagus dan sudah bisa makan. Pada akhirnya Yesaya sempat batuk darah sebentar sebelum kemudian meninggal dunia. Memang mama Yesaya sangat sedih, dia tidak bisa menerima kenyataan ini, namun melalui peristiwa demi peristiwa akhirnya mama Yesaya bisa kuat kembali dan bangkit untuk melayani Tuhan. Melalui kesaksian ini, biarlah menguatkan setiap kita yang membacanya. Mungkin banyak masalah yang kita hadapi, tantangan, kesedihan namun janganlah lupa, itu semua membentuk kita untuk semakin sempurna di hadapan Tuhan dan itu akan menguatkan iman kita. Jadi melalui kesaksian nyata ini, bagi teman-teman yang memiliki masalah, jangan cemas, jangan salahkan Tuhan dan tetap setia ikut Tuhan, jangan mencoba-coba jalan pintas untuk suatu kesembuhan,hanya Tuhanlah yang menjadi dokter kita. Bahkan kematian juga menjadi berkat terindah bagi anakNya yang percaya karena dapat bertemu kembali dengan Dia. Amin, Tuhan Yesus memberkati. (end)

<Biro Samabue Karimawatn Sakayu' (Menjalin - Mempawah Hulu - Sompak) : MIKAEL, SH (Kepala Biro / HP. 081352016323) - AGUSTUNUS, A.Ma - JAMAL, S.Pd - HERUWANDI - SUNAWAR OWAT HERKULANUS SUTOYO <Alamat Biro : Pasar Menjalin, RT. 3/ RW. 11 No. 41 Dusun Menjalin Hilir, Desa Menjalin Kec. Menjalin Kab. Landak

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 6

Bumi Patih Paramula mENYUKE - MERANTI - BANYUKE HULU

Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Kehadiran CWSHP di Kabupaten Landak <Bupati: Masyarakat Harus Siap Menerima MERANTI – Simpado Bupati Landak DR. Adrianus AS menyatakan acara serah pakai Aset merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan Proyek Community Water Services And Health Project (CWSHP) Sesuai dengan Juklak dan Juknis Manajemen Pengelolaan Proyek. Bupati mengharapkan acara serah pakai Aset ini sudah dapat dilaksanakan apabila pihak pengelola proyek sudah menyelesaikan pembangunan fisik sesuai dengan Rencana Kerja dan administrasi proyek. ”Namun kami menyadari karena padatnya jadwal kegiatan sehinga acara serah pakai aset ini baru dapat kami laksanakan pada hari ini,”

katanya dihadapan warga Meranti dan Pejabat Landak, belum lama lalu di Kecamatan Meranti. Bupati mengatakan konsekuensi dari penyerahan pada hari ini adalah masyarakat penerima Aset diharapkan benar-benar siap menerima, menjaga dan mengelola sarana yang telah dibangun oleh masyarakat sendiri, kami tidak mau terjadi hal-hal seperti masa yang lalu banyak sudah proyek/program Air Bersih dan Sanitasi yang dibangun oleh Pemerintah namun hasilnya belum mampu memberikan daya ungkit yang memadai bagi tercapainya tujuan pembangunan Kesehatan yaitu meningkatnya Kesehatan Lingkungan dan menurunkan angka kesakitan akibat lingkungan dan air. ”Pembangunan kesehatan merupakan bagian terpadu dari

Pembangunan Nasional yang antara lain mempunyai tujuan untuk mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri serta sejahtera lahir dan bathin. Salah satu ciri bangsa yang maju adalah bangsa yang mempunyai derajat kesehatan yang tinggi, karena derajat kesehatan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM yang sehat akan lebih produktif dan meningkatkan daya saing bangsa. Oleh karena itu pembangunan kesehatan menempati peran penting dalam pembanguan Nasional,” jelasnya. Setelah beberapa tahun kegiatan pembanguan, peningkatan sarana Air Bersih dan Sanitasi masih belum merata terutama didaerah perdesaan. Di Pedesaan banyak penduduk masih tergantung pada sumber air

bersih /minum tradisional, dengan kondisi yang sulit dijangkau, tidak mencukupi pada saat musim kering, serta belum memenuhi persyaratan kualitas untuk dapat dikonsumsi secara langsung, atau tidak dapat mencukupi keseluruhan kebutuhan masyarakat Desa. Disamping itu, tambah bupati, terdapat permasalahan kesehatan yang berhubungan dengan buruknya pelayanan air bersih dan sanitasi, kondisi pelayanan yang masih kurang juga merupakan hambatan yang sangat besar terutama pada wanita dan anak-anak yang <Bupati ketika melihat sarana air bersih di Kecamatan Meranti belum waktunya sangat tersita untuk lama ini. dapat memperoleh air untuk mencuci memasak dan minum. Banyak keluarga di masyarakat kotorannya ditempat terbuka atau penyakit diare atau penyakit lainnya kepada masyarakat yang dengan penghasilan yang rendah sungai. sumber air dan terpencil masih membuang ”Kebiasaan buruk ini sering dapat menggunakan menimbulkan terjangkitnya tersebut,” tandasnya. (wan)

Gedung SMP PGRI Semade Tak Difungsikan kepada wartawan di Ngabang, baru-baru ini. Menurut kabar yang berkembang, pihak pengelola mengatakan, SMP PGRI bukan milik sekolah, namun ini milik pribadinya. Sedangkan masyarakat Semade sudah mengetahui, kalau lokasi dan gedung sudah dibeli menggunakan dana blockgrant ,belum lagi ditambah ada sumbangan dari orang tua murid. “Karena gedung tersebut belum ada kejelasan, maka sekali lagi saya minta, dari pihak pengelola supaya menjelaskan keberadaan gedung SMP PGRI kepada masyarakat, apakah milik sekolah atau milik pribadi sipengelola,” pinta Mi’on legislator dari Partai Golkar ini. Mion mengatakan, jika <Gedung sekolah PGRI Semade. status gedung SMP PGRI ini tidak di jelaskan,bisa saja di komplin masyarakat, terutama bagi orang pertanyakan besar. Apakah <Malah Dijadikan gedung tersebut milik pengelola tua murid yang anaknya pernah Rumah Penduduk atau milik sekolah. “Kita minta sekolah di SMP PGRI itu, dan juga pasti kepada pihak pengelola untuk masyarakat BANYUKE HULU - Simpado menjelaskan status gedung SMP bertanya-tanya. “Kenapa gedung itu tidak Gedung SMP PGRI Semade PGRI Semade kepada Kecamatan Banyuke Hulu bukan masyarakat, apakah gedung ini ada saran seperti bangku dan dimanfaatkan untuk sarana milik sekolah atau milik pribadi si lainya, sedangkan bantuan dari proses belajar mengajar. Tapi pengelola itu sendiri,” ujar pemerintah daerah melewati malah dijadikan tempat tinggal anggota DPRD Landak asal dinas pendidikan jelas ada, warga, sehingga menjadi Banyuke Hulu, Drs. Petrus Mi’on terutama untuk sekolah-sekolah

swasta,yang menjadi pertanyaan di masyarakat sekarang, dikemanakan bantuan tersebut,” ungkap Mi’on. Sementara, saat ini siswa belajar malah di gedung SMPN 2 Banyuke Hulu, sedangkan gedungnya malah ditempati penduduk yang tak jelas statusnya apakah di sewa atau tidak. Untuk itu, Mion meminta kepada pengelola SMP PGRI Semade, untuk dapat mengfungsikan gedung tersebut. “Walaupun tidak ada sarana bangku dan siswa belajarnya melantai, yang jelas sekolah swasta ini mempunyai gedung sendiri, dan tidak boleh lagi memakai gedung SMPN 2,” tegas Mi’on. Terpisah, mantan Kepala Desa Padang Pio, Acen jika kepala sekolah SMPN 2 masih mau menerima SMP PGRI untuk menggunakan gedungnya tersebut, berarti ini ada indikasi kerja sama, kalau memang tidak ada kerjasama. “Saya berharap SMP PGRI itu dapat berkembang seperti sekolah-sekolah swasta yang lain jangan malah numpang, sementara sudah punya gedung sendiri,” tandas dia. (tim)

Pembangunan SMAN 1 Tetap di Desa Untang di aula Kantor Bupati, Selasa (4/8) kemarin. Menurut Aspan, pihaknya pidak Diknas sudah melakukan BANYUKE HULU - Simpado pertemuan bdengan masyarakat Polemik saling klaim dalam Desa Kampet, yang pada penetapkan lokasi pembangunan prinsipnya mereka menerika Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 1 keputusan pemerintah. Maka dari Banyuke Hulu antara masyarakat itu dua bangunan ini yakni SMAN Desa Untang dan Kampet 1 Banyuke Hulu di Untang dan akhirnya sudah diselesaikan oleh SMPN 2 Banyuke Hulu di Kampet Dinas Pendidikan Landak. Untuk akan dibangun tahun ini. “Jadi SMAN 1 tetap didirikan di Desa soal lahan disediakan oleh Untang sedangkan Kampet masyarakat,” ujarnya singkat. pembangunan USB SMPN 2 Sementara itu lokasi SMAN Banyuke Hulu. “Jadi Desa Untang memang tepat di Desa Untang, akan kita bangun SMA dan hal itu juga mendapatkan Kampet kita berikan SMP karena sambutan baik dari warga hanya ada SD, sehingga sudah setempat. Karena jika dilihat dari pendukung cukup dan memenuhi Rencana Detail Tata Ruang ketentuan untuk didirikan SMP,” (RDTR) yang dikeluarkan Pemkab kata Kepala Dinas Pendidikan Landak melalui Badan Perencana Landak Aspansius SIP Pembangunan Daerah (Bappeda) dikonfirmasi usai menghadiri tahun 2008, desa Untang sangat penyerahan SK CPNS tahun 2008 layak untuk penempatan lokasi

<Desa Kampet Kebagian SMPN Saja !

SMAN 1 Kecamatan Banyuke Hulu. “Selain itu juga, dalam rencana detail tata ruang tersebut, desa Untang juga terletak kawasan olahraga, pendidikan dan pengembangan kota kecamatan yang tidak jauh dari simpang tiga,” tutur Lorensius Locan warga simpang tiga Semade. Ia mengatakan, jika SMAN 1 Banyuke Hulu dibangun ditempat yang terlalu jauh dari pengembangan kota kecamatan, maka nampaknya kota kecamatan akan menjadi sepi. Oleh karena itu, yang paling tepat pembangunan gedung SMA itu, terletak di desa Untang. “Karena Untang tidak jauh dari pengembangan kota kecamatan, sehingga bagi anak-anak dari desa Semade atau Perigi yang melanjutkan sekolah di SMAN 1 merasa tidak jauh, dengan alasan,

Untang adalah tempat pengembangan kota Kecamatan,” kata ungkapnya. Senada diutarakan, Herry Kurnadi, tokoh pemuda Banyuke Hulu. Memang sudah seharusnya gedung SMAN 1 Banyuke Hulu tersebut berada di desa Untang, karena sebagai pusat kota kecamatan, dan Untang juga sudah memiliki beberapa sekolah SMP pendukung, dan sebagai salah satu syarat berdirinya SMA. “Kita juga mengharapkan kepada semua pihak dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Landak, yang mana sangat peduli dengan dunia pendidikan, seperti apa yang tertuang dalam UUD 1945 demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Herry.(long)

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Gelar Pelatihan di Meranti MERANTI - Simpado Ibu-ibu PKK Kecamatan Meranti berbangga dengan program dari pemda Landak. Mereka dilatih untuk membuat tudung saji sebagai bagian dari ketrampilan usaha. Demikian dikatakan Alexander, SE, Kasi Pemberdayaan Organisasi Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Landak ketika membuka pelatihan pembuatan tudung saji bagi ibu-ibu PKK se-Kecamatan Meranti di Aula Kecamatan Meranti, Dusun Jelayan, 23 Juli 2009. Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Landak untuk meningkatkan kesejahteraan

rakyat. “kegiatan ini untuk meningkatkan ketrampilan teknis perempuan agar mampu berwirausaha dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia diwilayahnya untuk pemenuhan kebutuhan keluarga” ujarnya. Pelatih didatangkan dari Koperasi Kenangan Ngabang, yakni Ibu Jumilah dan Yaonah yang didampingi 3 orang dari dinas sosial. Ada 26 orang peserta yang terdiri dari 5 desa di Kecamatan Meranti, yakni; Meranti, Kelampai Setolo, Moro Betung, Tahu, dan Selange. Desa Ampadi tidak hadir dalam kegiatan ini. (parjo)

Gereja Adven Untang Ludes Terbakar BANYUKE HULU - Simpado Gereja Adven Desa Untang Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak ludes jadi arang akibat dilalap dijago merah, Jumat (31/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Diduga api bersumber dari lahan pembangunan SMAN 1 Banyuke Hulu yang terbakar. Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Menurut keterangan Yordanus Marius selaku TSPM (tenaga suka rela pengembang masyarakat) gereja Edven menuturkan, sumber api dari tepi jalan raya lahan SMAN 1 yang akan di bangun. Saat terjadi kebarakaran warga setempat sontak terkejut setelah mendengar suara bara api yang sudah membumbung tinggi. Sehingga masyarakat beramai-ramai mendatangi lokasi dengan niat untuk

memadamkan api. Tapi sayang, bangunan gereja yang terbuat dari papan dengan atap seng itu sudah jadi arang. “Semua isi gereja hangus terbakar, seperti bangku dan mimbar,” ujar Marius. Gereja Edven yang dibangun tahun 2002 ini adalah milik umat Kristen Protestan satu-satunya di Desa Untang tersebut. Maka akibat terbakar, mereka kehilangan rumah ibadah. Diharapkan pihak terkait memperhatikan untuk membangun kembali gereja tersebut. Masyarakar langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsek Menyuke untuk melakukan penyeledikan, karena pelaku pembakar lahan tidak ada yang tahu. Apabila pihak kepolisian dapat mengetahui pelaku pembakar, agar diproses,” katanya. (rie)

<Biro Bumi Patih Paramula (Menyuke - Meranti - Banyuke Hulu) : MATHIAS TIMUS (Kepala Biro / HP. 081352423037) - BUDI SANTOSO, SP - RUDI HARTONO - SUPARDI - LONGKIN - SUPARJO - MUKHIN <Alamat Biro : Depan SMPN Simpang Tiga, Desa Untang - Simpang Tiga, Kab. Landak

Pade Manangar Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 7

air besar - kuala behe

Ada 10 Air Terjun di Kecamatan Air Besar setengah jam, itu pun harus melewati sejumlah riam. Di kiri-kanan sepanjang perjalanan melintas di Sungai Landak, yang yang dapat disaksikan adalah hutan belantara yang hijau. Sesekali terlihat penduduk desa mandi dan mencuci di sungai. Jarang sekali bertemu perahu motor yang seiring atau berlawanan arah. Air Terjun Melanggar merupakan patahan Sungai Landak. Ketinggiannya sekitar 40 meter. Di atasnya terdapat dahan pepohonan, yang menurut warga setempat, sudah bertahun-tahun ada di sana dan tidak jatuh atau hanyut. Air terjun itu dikelilingi Gunung Pejapa (1.019 m). Di seberang sungai, terdapat Gua Sanjan yang bisa dicapai setelah melintasi jalan setapak sekitar 4 km. Rute ini biasa digunakan penduduk setempat untuk membawa hasil <Riam Melanggar, salah satu air terjun yang ada di Kec. Air Besar, Landak bumi ke kota kecamatan terdekat dengan perahu motor. Gua ini pun harus berhenti di terminal kota perjalanan AIR BESAR - Simpado ke Air Terjun diwarnai air terjun kecil, yang Air terjun Melanggar di Kecamatan Ngabang (sekitar tiga Melanggar dilanjutkan dengan jatuh ke dalam sungai kecil. Dusun Perbuah, Desa Marayuh jam dari kota Pontianak). Dari perahu motor berkecepatan 13 Di Kecamatan Air Besar ini dapat menggunakan km/jam dengan kekuatan mesin terdapat 10 air terjun di lokasi misalnya, orang harus ke Desa sana, Serimbu, ibu kota Kecamatan Air kendaraan desa ke Desa Serimbu 9,9 PK. Ongkosnya sekitar Rp terpencar-pencar yang berjauhan. Besar, yang jaraknya kira-kira 260 (sekitar 56 km dari Ngabang), 100.000 sekali jalan. Perjalanan Artinya, selain air terjun km dari Pontianak. Bila memakai dengan waktu tempuh sekitar dua melintasi Sungai Landak ini Melanggar, sembilan air terjun kendaraan umum, pengunjung jam lebih. Dari Desa Serimbu, menempuh waktu sekitar dua lainnya adalah Air terjun Remabo,

Desa Sudah Bisa Garap Perdes SEJAK disahkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Landak tentang pedoman pembuatan dan mekanisme penyusunan Peraturan Desa (Perdes). Maka Pemerintahan Desa (Pemdes) sudah bisa membentuk perdes dalam rangka otonomi desa. “Bagi desa-desa yang ada di Kabupaten Landak ini sudah bisa membuat perdes dengan mengacu perda prakarsa DPRD Landak yang sudah disahkan bersama eksekutif ini,” ujar Ketua Komisi A DPRD Landak, Adrianus Yanto Nunus, SH.MH ditemui usai pendapat akhir fraksi terhadap tiga raperda diantaranya tentang perdes ini. Menurut Nunus, perdes bisa dibuat atas inisiatif desa asal tidak bertentangan dengan perda atau peratutan lain yang lebih tinggi. Tapi lebih utama adalah agar perdes yang mengarah untuk membenahi kelembagaan terlebih dahulu, karena melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Desa dan perangkatnya. “Selain tentang kelembagaan yang perlu dibenahi, juga tentang pengaturan atau pengawasan Alokasi Dana Desa (ADD), yang sudah diberikan dari pemerintah daerah,” kata Nunus legislator Partai Golkar ini. Selanjutnya, bisa juga dibentuk perdes tentang pendapatan asli desa (PADes) yang ada di desa tersebut. Apalagi jika dilihat dalam UU No 32 tahun 2004 bisa dijadikan cantolan untuk penjabaran UU mengenai otonomi desa. “Nah, yang penting jika sudah ada pedoman untuk pembuatan perdes, lebih utama dibuat perdes tentang ADD saja, bagaimanan proses pembagian, pengwasan, penggunaan untuk kepentingan desa,” tandas Nunus. (rie)

Perbaikan Jalan Provinsi, Bukan Wewenang Kabupaten BEBERAPA ruas jalan provinsi di Kabupaten Landak, terlebih dalam Kota Ngabang banyak mengalami kerusakan. Ada kesan, seolah-olah kerusakan jalan ini tidak ditanggapi Pemerintah Kabupaten Landak. Padahal wewenang perbaikan itu melalui perwakilan pusat di Kalimantan Barat, yaitu Dinas Pekerjana Umum Kalbar. “Perlu saya sampika lewat media ini, bahwa weweang untuk perbaikan jalan dalam kota terutama jalan provinsi bukan weweang kabupaten, melainkan wewenang pusat,” kata Kadis PU Kabupaten Landak S.Adirin, menjawab wartawan, <Ir. Stepanus Adirin, disela-sela usai mengikuti upacara Kepala Dinas PU Kab. detik-detik HUT RI Ke- 64 di Landak halaman Kantor Bupati Landak. Pusat sendiri, mempunyai perwakilan yaitu Dinas PU Kalimantan Barat, dari provinsi ini, selanjutnya meminta data dari Dinas PU Kabupaten Landak, jalan-jalan atau daerah mana saja jalan yang mengalami kerusakan. “Arah penyelesain perbaikan jalan ini seperti itulah. Kita tidak boleh mengelurkan dana sepeserpun untuk perbaikan jalan ini, dan dana itu misalnya kita masukan dalam APBD,” jelasnya. Dalam pertemuan-pertemuan di tingkat pusat, masalah ini selalu dibicarkan, bahkan Bupati Landak DR. Adrianus AS, pernah mengatakan oleh BPK tidak boleh anggaran dari APBD digunakan untuk perbaikan jalan. Lanjutnya, sering kali dipertanyakan oleh para Kadis PU seluruh Indonesia, mengapa daerah tidak boleh mengeluarkan dana. Dan sampai sekarang masalah ini belum ada titik terangkianya. Solusi untuk perbaikan jalan ini, laporan dari daerah yang sudah diterima provinsi menjadi acuan pusat guna menggarkan dana pada APBN. “Ini membutuhkan waktu, didaerah kita banyak dijumpai jalan berlubang, bisa kita lihat di depan MK, Km 10 dan sebagainya,” ungkapnya. Sementara itu warga berharap perbaikan jalan segera dilaksanakan, terutama untuk jalur dalam Kota Ngabang, atau daerah wisata, seperti di Kecamatan Sengah Temila. “Kemarin dibeberapa jalan sempat ditambal dengan tanah kuning, ini dilakukan mungkin atas kunjungan rombongan Berbaisikal Jom Kayoh Pan Borneo 2009 dari negara tetangga Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Tapi apa yang terjadi jalan yang berlubang tadi ditimbun sekarang sidag terbingkar, mungkin karena hujan deras yang menerpa daerah Pahuman,” kata Vinsensius, warga Ngabang, kemarin seraya memberikan contoh yang terjadi di Km 10 Ngabang. (wan)

patahan Sungai Dait. Air terjun yang berlokasi di Desa Sekendal ini lebih cantik karena terdiri dari tujuh tingkat. Untuk ke lokasi ini tak bisa sembarangan karena harus melewati jalan HPH PT Batasan. Di samping itu, ada Air Terjun Terinting, juga tujuh tingkat patahan Sungai Ensiang, berlokasi di perbatasan Desa Jambo Tembawang-Desa Engkangin. Keistimewaannya, dikelilingi gunung dengan rimba yang masih utuh. Untuk ke lokasi ini dibutuhkan waktu satu hari berjalan kaki (sekitar 40 km dari Desa Serimbu, ibu kota kecamatan). Jika menggunakan perahu motor pun, dibutuhkan waktu 12 jam, karena setelah tiba di Kuala Terinting, masih harus berjalan kaki lagi berjam-jam. Di sekitar air terjun, ada sejumlah gua untuk menginap, di antaranya Gua Harimau. Di air terjun Tepaan di Desa Amparjawa, air Sungai Tepaan sepanjang 3 km dekat air terjun itu lurus tak berbelok-belok, dengan kedalaman 8-10 cm. Lokasinya sekitar satu jam dari air terjun Melanggar dengan berjalan kaki di jalan setapak. Di kawasan ini, terdapat Air Terjun Meroban dengan ketinggian 30

meter. Di kawasan air terjun Padelembayung dengan ketinggian 100 meter di Desa Bentiang, suhu udaranya sejuk. Untuk ke lokasi ini, dibutuhkan waktu dua hari dengan berjalan kaki (sekitar 60 km dari Serimbu). Air terjun Romboksetin di Desa Tengue dengan ketinggian 35 meter, di kiri kanannya terdapat gunung dengan hutan belantara alami. Air terjun ini digemari pelajar setempat, dan jaraknya sekitar 30 km dari Serimbu. Di sekitar air terjun Bedawan di Sungai So’ong, Desa Dangeaji, tumbuh bermacam jenis anggrek. Di sungai yang jernih, ikan berlimpah-limpah. Untuk ke lokasi ini, dibutuhkan waktu lima jam berjalan kaki dari Serimbu. Air Terjun Berui di Desa Serindu, sekitar 3 km dari Serimbu (satu jam berjalan kaki) memiliki enam tingkatan. Salah satu keistimewaannya, kawasan ini salah satu tambang intan tradisional. Sedangkan Air Terjun Ringin tiga tingkat di Dusun Tejo, Desa Sepangah, dapat ditempuh dengan satu jam berjalan kaki dari Serimbu. (Kundorie / Kontributor)

Lepas Dari Pejajah SETIAP memperingati HUT RI, kita tidak terlepas dengan kehadiran para veteran. Mereka tidak lain adalah pejuang kemerdekaan bagi bangsa dan negara. Setiap tahun keanggotaan mereka pasti menyusut, sejalan dengan umur mereka yang rata-rata diatas 70 tahun. Memperingati HUT RI Ke- 64 di halaman Kantor Bupati Landak, Senin (17/08), kemarin, sekitar 5 anggota veteran dan istri anggota veteran Kabupaten Landak sangat beruntung bisa menyaksikan upacara detik-detik HUT Kemerdekana RI. Seperti yang dituturkan Ya’ Seman Anom, salah seorang anggota Veteran Kabupaten Landak. Dia menilai makna memperingati detik-detik HUT RI, tidak lain adalah bangsa ini sudah lepas dari penjajan di Negara Indoenesia. Dan penjajahan Negara Belanda lebih dari 3 abad lamanya. Akan tetapi dalam mengisi kemerdekaan ini, rakyat Indonesia harus bisa membangun negaranya dengan kegiatan positif. “Dulu ketika jaman penjajan kita mau mendirikan bendera merah putih itu harus susah payah, kita harus bergadai nyawa melawan penjajahan,” katanya. Jaman sekarang yang sudah merdeka ini, lanjut Ya’ Seman Anom, ekonomi Indonesia perkembanganya sangat luar biasa. Ambil contoh katnya, di Kota Ngabang, kalau dulu sepeda motor bisa dihitung dengan jari, tapi sekarang sudah tidak bisa terhitung. “Kita ingin bangsa ini maju, dan bisa mensejahterakan bangsa infdonesia,” jelasnya. Pria yang sudah berumur diatas 80 tahun ini mengucap banyak terimakasih kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, atas uang bulanan anggota veteran sebesar Rp. 250 ribu. “Kami mengucap banyak terimakasih, kendati uang itu saya anggap masih kecil tapi sudah ada niat baik dari pemerintah. Mudah-mudahan saja tahun depan uang ini bisa ditambah,” harapnya. Adapun lima veteran dan tiga janda veteran yang menghadiri undangan upacara HUT RI, kemarin yakni Ya’ Seman Anom (80), Daeng Taal (79), Ibrahim (83), Daeng Saad Usman (83), Sudarji (82) dan para janda veteran, Maryahamah Hamdan (76), Utin Data Itam (71) dan Utin Syailina (75). (wan)

<Ya' Seman Anom (kiri) bersama anggota veteran lainnya.

<Biro Pade Manangar (Air Besar - Kuala Behe) :RUDI (Kepala Biro / HP. 081345977444) - PETRUS ERUS <Alamat Biro : Jln. Raya Kuala Behe - Ngabang, Dusun Senjaya, Desa Kuala Behe Kab. Landak

Patahunan

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 8

pertanian - perkebunan - kehutanan

Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Bupati : Jadilah Petani Landak Yang Sukses SENAKIN - Simpado Kebiasaan masyarakat yang cendrung masih menggunakan pola lama,menyebabkan para petani selalu berada dalam berbagai ketertinggalan. Kendati dengan selalu berprinsip cukup makan,maka akan membuat para petani tidak akan berkembang bahkan terkesan tidak mempunyai rencana untuk mengembangkan bagaimana peningkatan hasil pertanian yang lebih besar. “Kalau kita lihat masyarakat kita 80% petani tetapi petani yang bagaimana dulu, mungkin ini hanya petani yang hanya di KTP saja bukan petani yang sebenarnya karena kalau petani yang sebenarnya itu adalah petani yang sukses, mandiri dan petani yang sudah berhasil ini yang bisa di sebut petani tetapi kalau petani yang

hanya berprinsip cukup makan ini yang harus di rubah supaya jadi petani yang modern tidak lagi menganut prinsip cukup makan,” kata DR. Drs.Adrianus M.Si, Bupati Kabupaten Landak. Menurutnya, prinsip cukup makan memang sudah semestinya harus di hilangkan karena sudah tidak sesuai dengan tataran perkembangan saat ini. Lagi pula sebagai petani juga sudah semestinya mempunyai perencanaan yang besar sehingga akan mampu membangkitkan semangat dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian yang pada dasarnya bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan sekeluarga tetapi semestinya harus dapat mendukung kebutuhan pangan daerah lain. “Ya kalau prinsip jaman dulukan itu cukup makan

cukuplah padahal belum tentu cukup kurang malahan dan ini yang harus kita antisipasi karena kebutuhan kita bukan hanay makan saja masih jauh lebih banyak lagi kebutuhan kita yang lainnya dan ini yang harus kita pikirkan, selain itu kita juga ingin bagaimana menciptakan petani yang berhasil di Landak,”ungkapnya. Untuk itu diminta dalam mengolah usahanya di bidang pertanian diharapkan kepada masyarakat dapat betul-betul berprinsip membangun petani yang sukses sehingga dapat menopang berbagasi kebutuhan selain pribadi juga mampu mendukung daerah khususnya Landak. Karena sector pertanian merupakan sector utama yang akan di kembangkan karena sesuai dengan Visi dan Misi daerah ini. Selain itu menurutnya,

dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian, bukan hanya petani saja yang harus di tekan tetapi pranan para petugas penyuluh pertanian juga mestinya harus lebih di tingkatkan. “Yang terpenting kan itu harus ada kerja sama yang baik bukan hanya petani saja yang kita minta berusaha sementara para PPL (petugas penyuluh Lapangan) tidak di giatkan karena banyak yang mengatakan paling-paling Lewat (PPL) dan ini juga harus di rubah supaya apa yang menjadi keinginan pemerintah daerah dapat tercapai,” paparnya. Sementara itu menurut Paiman, SIP, Kepala Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak mengatakan, dalam rangka memantapkan serta meningkatkan pembangunan pertanian di Kabupaten Landak

JUT Sebagai Strategi Pengembangan Ketahanan Pangan <Laporan dari Senakin Komplek Kab. Landak Senakin, SIMPADO Mulai 2006, Pemkab Landak menetapkan 12 kawasan usaha agribisnis terpadu. Empat di antaranya sedang dibangun, dan dampaknya mulai kelihatan. Kawasan usaha agribisnis terpadu (KUAT) merupakan sistem usaha tani terintegrasi dari hulu sampai hilir. Melalui sistem ini, kawasan diharapkan bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat sehingga mampu mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat setempat. Menurut Damianus, SIP, Manager KUAT Senakin Komplek, penetapan KUAT dimaksudkan untuk membangun pusat pertumbuhan agribisnis dan agroindustri. Dan lebih penting lagi, akses pasar terjamin. Menurutnya, Senakin memiliki potensi lahan yang didukung iklim, jenis tanah, SDM, serta sarana dan prasarana usaha tani. “Pengembangan KUAT Senakin Komplek ini berdasarkan surat keputusan gubernur dan bupati. Atas dasar itulah, ditetapkan 12 komplek agribisnis terpadu se-Kalbar” ungkapnya. Damianus mengungkapkan, sasaran jangka pendek dari program ini untuk meningkatkan produktivitas padi dari rata-rata 3,7 ton menjadi 6 ton gabah kering giling (GKG)/ha. Juga ditargetkan ada perluasan areal tanam dari 56.000 menjadi 65.000 ha dan intensitas penanaman dari satu kali menjadi dua kali setahun. Saat SIMPADO mengunjungi Senakin Komplek, tampak kegiatan usaha tani padi, perikanan, dan peternakan mulai bergeliat. “Masyarakat di sini sangat antusias untuk meningkatkan usaha tani,” ucap Damianus SIP, Manager KUAT Senakin Komplek. Menurut pria asli Senakin ini, Senakin Komplek berketinggian 25—1.000 m di atas permukaan laut (dpl) dan meliputi 6 desa. Komplek ini memiliki potensi lahan sawah 8.509 ha dan lahan kering 31.505 ha. Dari jumlah itu, areal padi yang sudah digarap mencakup 7.246 ha di sawah dan 5.171 ha di ladang. Intensitas penanaman padi pun sudah meningkat, dari sekali menjadi dua kali setahun. “Produktivitas pun meningkat menjadi 6—7 ton gabah kering panen/ha,” kata ayah 2 anak ini. Tak hanya itu, KUAT juga memfasilitasi pembangunan jalan-jalan kampung atau yang dikenal dengan JUT (Jalan Usaha Pertanian). Dari laporan Dami,

sampai saat ini sudah 6 Desa di kawasan KUAT Senakin Komplek yang mengerjakan JUT ini. dijelaskannya, Desa Senakin telah membuka JUT sepanjang 800 meter dan 2 buah jembatan, Desa Sampuk membuka JUT 500 meter dan sebuah jembatan sepanjang 70 meter. Desa Tonakng membangun JUT 850 meter, Desa Anekng membuka jalan sepanjang 1,2 Km serta 2 buah jembatan, Desa Gombang memuka JUT sepanjang 2,5 Km dan sebuah jembatan serta Desa Paloatn membuka JUT 1 Km dan 1 buah jembatan. Menurutnya, pembangunan JUT ini didanai oleh PISEW dan PNPM Mandiri atas bantuan pemerintah Jepang 2 Milyar pertahun. “Pola pengerjaan JUT ini melibatkan masyarakat setempat, bukan oleh kontraktor” ujar Nikodemus Demus, Ketua IKD Melon Desa Senakin. Dari pantauan Tabloid Simpado, sebagian petani yang tergabung dalam 16 kelompok tani di Senakin Komplek memadukan usahanya dengan perikanan dan peternakan. Perikanan diupayakan di kolam atau sistem mina padi. Namun, menurut Nikodemus Demus, untuk menggenjot agribisnis di wilayah KUAT, petani masih menghadapi berbagai persoalan. Sarana irigasi masih sangat diperlukan pembangunannya guna menunjang kegiatan agribisnis. Dilanjutkan Damianus, Manager KUAT Senakin Komplek, bahwa Pemda Landak melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) bidang irigasi terus berupaya membangun dan merehabilitasi sarana dan prasarana yang ada. Terbukti dari terus meningkatnya biaya pembangunan setiap tahun secara signifikan. Menurutnya, keseriusan pemda untuk pembangunan irigasi ini tidak diragukan lagi. Bayangkan saja dari 12 kabupaten/kota di Kalbar, hanya dua atau tiga kabupaten, termasuk Landak, yang organisasi penanganan Operasi & Pemeliharaan (O&P) Pengairannya masih eksis sampai ke tingkat petugas bendung. Dalam pertemuan regional O&P pengairan se-Kalimantan dan Sulawesi tahun lalu terungkap, dana O&P Pengairan Kab. Landak lebih besar daripada kabupaten kaya, seperti Kutai Kartanegara. Pun penangkaran benih, sedikitnya diperlukan 800 ha. Demikian pula alsintan, seperti traktor tangan dan mesin

pemanen. Alat itu sangat dibutuhkan karena kawasan itu kekurangan tenaga kerja. “Untuk lahan 450 ha yang terjangkau oleh irigasi misalnya, butuh 30 unit traktor supaya pengolahan tanah bisa rampung 15 hari,” ungkapnya. Dami mengaku, alat pertanian masih menjadi kendala. Karena dana terbatas, pihaknya baru mampu menyediakan 4—5 unit traktor/tahun. Itu pun mesti dibagikan kepada 13 kecamatan. Di luar itu, tenaga pendamping seperti PPL dan inseminator belum cukup. Di Sengah Temila hanya ada 2 tenaga inseminator, itupun yang seorang sudah pensiun. Demikian pula PPL, sangat terbatas, sehingga wilayah kerja seorang PPL terlalu luas, bisa dua desa. “Walaupun kawasan ini baru dibangun dan masih banyak hambatan, yang pasti, masyarakat setempat sudah merasakan ada perubahan kesejahteraan,” ucap mantan aktivis mahasiswa ini. Pertanian sebagai landasan kesejahteraan Bagi pemerintah Kabupaten Landak, pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Tak heran, sejak 2008 lalu, bersama Kabupaten Sambas, Pontianak, dan Ketapang, Landak menjadi penyumbang ketiga sejulah 16,66% dari total produksi padi se-Kalbar yang mencapai 71,46% dari total produksi provinsi atau sebesar 1,1 juta ton. Tak berlebihan bila Landak disebut sebagai salah satu lumbung padi Kalbar. Sementara untuk ubi kayu, Landak juga penyumbang terbesar, 40% dari 247 ribu ton produksi ubi kayu Kalbar. Pemda Landak sendiri telah menetapkan pertanian sebagai ujung tombak kegiatan ekonomi Landak. Setiap tahun lebih dari separuh total kegiatan ekonomi dihasilkan sektor ini. Tak berlebihan bila Pemda Landak menitikberatkan pembangunan ekonomi pada pengembangan dan pemberdayaan agribisnis serta agroindustri. “Membangun pertanian itu penting untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkap DR. Adrianus Asia Sidot, Bupati Landak. Adrianus berpendapat, Landak dengan potensi sumber daya alamnya yang cukup besar mestinya mampu menjadi penyedia kebutuhan bagi masyarakat. Namun sampai sekarang sumber

daya itu belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat maupun salah satu sumber pendapatan daerah (PAD). Jelas, masa depan Landak tidak lepas dari usaha pertanian yang menyerap 86% penduduk usia kerja. Penyebarannya merata di setiap kecamatan dengan konsentrasi cukup menonjol di Kecamatan Sengah Temila, Mempawah Hulu, Menyuke, dan Mandor. Menurut mantan Wakil Bupati Landak ini, untuk menjaga kestabilan kegiatan usaha pertanian, Pemda Landak membentuk sentra produksi bagi pengembangan komoditas unggulan. Di antaranya Senakin Komplek di Kecamatan Sengah Temila sebagai sentra pembenihan padi, ikan, dan ternak. Sompak Komplek di Kecamatan Sompak, Kampet Komplek di Kecamatan Banyuke Hulu, dan Ngarak Komplek di Kecamatan Mandor, dijadikan pusat pengembangan tanaman padi. Dari hasil diskusi dengan Kepala BPP dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Paiman SIP, pertanian di Landak meliputi tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan. Perkembangan pertanian tanaman pangan, khususnya padi, cukup menonjol. Dari potensi lahan sawah 74.195 ha, sampai tahun lalu sudah diusahakan sebanyak 56.000 ha. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang baru 54.000 ha. Bahkan, beberapa tahun sebelumnya, lahan sawah yang tidak diusahakan masih 30.352 ha. Hal itu menunjukkan minat masyarakat Landak untuk usaha tani padi cukup tinggi. Paiman mengakui, keberadaan kelompok tani sangat membantu pencapaian target produksi padi. “Landak menargetkan perluasan areal 12.000 ha untuk mendukung Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) 2 juta ton. Sampai bulan lalu, lahan yang sudah ditanami 7.000 ha. “Target pasti tercapai karena kami akan masuk musim rendeng,” tandas mantan Camat Mempawah Hulu ini. Menurutnya, di luar padi, masih ada beberapa komoditas pertanian yang berprospek dikembangkan di Landak. Di antaranya jagung, ubi kayu, kedelai, kacang tanah, hortikultura, perikanan budidaya, dan peternakan.(tim)

pertanian bukan hanya sebagai upaya untuk menghasilkan produksi yang hanya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, akan tetapi lebih menjadi salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas. “Usaha pertanian yang akan kita lakukan sejak pencanagannya implementasinya memakai system agrabisnis dan Agroindustri di daerah ini. Dan ini akan berorientasi pada produktifitas,kualitas dan orientasi pasar. Dan itu artinya para pelaku di sector pertanian harus mengelola usaha taninya secara professional sesuai dengan tehnik budidaya yang baik dan memilih komoditi yang laku serta memiliki daya saing tinggi di aspek pemasaran,”kata mantan Camat Menjalin ini. Untuk itu menurutnya, sesuai dengan

rencana Pemda Landak tetap berupaya sedemikian rupa untuk memfasilitasi tumbuh kembangnya usaha agrabisnis sector pertanian di daerah ini melalui penyediaan komponen produksi baik di sub system hulu mauupun hilir pengolahan dan pemasaran. Selain itu di katakannya, kebijakan pertanian melalui sistim Agrabisnis dan agroindustri di daerah ini, tidak hanya pada komoditi tanaman pangan dan holtikultura akan tetapi meliputi komoditi perikanan,peternakan,perkebuna n dan kehutanan. Ini upaya kita yang harus kita giatkan maka untuk mendukung pencapaian visi dan misi Kabupaten Landak” harapnya. (her)

PUSDIKLAT PERTANIAN DHARMA BHAKTI NYARUMKOP Dalam rangka mencapai Misi Pemerintah Kabupaten Landak dibidang pertanian, dan perkebunan, Tabloid Simpado bekerjasama dengan PUSDIKLAT Pertanian Dharma Bhakti Nyarumkop Kota Singkawang, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Pontianak, dan Pemerintah Kabupaten Landak akan menyelenggarakan; 1. KURSUS PERTANIAN 3 BULAN Peserta adalah kaum muda, petani dan kelompok yang berminat untuk berwiraswasta dibidang pertanian dan perkebunan, pria/wanita usia 17-50 tahun, sehat jasmani dan rohani, pendidikan minimal SD, diutamakan mereka yang mau berusaha dan kreatif, berminat mengembangkan usaha tani dikampungnya Jadwal Kursus Gelombang 1 : 1 Februari s.d. 31 Maret Gelombang 2 : 1 Juni s.d. 31 Juli Gelombang 3 : 1 Oktober s.d. 30 Nopember Biaya Baya ditanggung bersama antara peserta, dan lembaga yang mengirim dan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Pontianak. 2. KURSUS SINGKAT PERTANIAN (KPS) 3 HARI DI KAMPUNG. Kursus ini diadakan selama 3 hari di kampung yang meminta. Biaya KPS ditanggung oleh peserta kursus, antara lain; beras 2 canting/peserta dan uang Rp.15.000/peserta. Tenaga pengajar/pendamping tidak dibayar (gratis) Materi Pilihan Peserta Kursus: Materi kursus menyesuaikan dengan permintaan peserta secara kelompok,setiap kelompok minimal 15 orang dan maksimal 30 orang. Materi pilihan, antara lain: 1) Teknologi pengembangan tanaman perkebunan seperti coklat, kopi, lada dan karet dengan sistem okulasi mata prima, sistem penyadapan, dan pembekuan lateks tanpa mengurangi mutu tanpa bau busuk dan ramah lingkungan 2) Teknologi pertanian organik; pupuk dan pemupukan, PHP tanaman dengan pestisida alami, konservasi tanah dan air. 3) Teknologi peternakan dan perikanan darat 4) Teknologi tanaman semusim berupa padi, palawija dan tanamamn saturan 5) Teknologi pengembangan tanaman hortikultura tahunan secara vegetatif dan generatif seperti durian, mangga, langsat, dll 6) Teknologi pengembangan tanaman obat-obatan seperti mahkota dewa, bawang, dll 7) Analisis Sosial, Analisis Ekonomi Rumah Tangga, Anggaran Belanja Keluarga, Analisa Usaha Tani, Kewirausahaan, Credit Union,Pengembangan Kelompok Tani, Hukum Adat Dan Hukum Pertanahan, Pengembangan Jaringan, Ajaran Sosial Gereja, Dll Untuk informasi pendaftaran, hubungi; PUSDIKLAT PERTANIAN DHARMA BHAKTI NYARUMKOP Nyarumkop, Rt/Rw 4/12 Jl.Raya Singkawang-Bengkayang, Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur Kota Singkawang Telp (0562) 3307737 KOMISI PSE KEUSKUPAN AGUNG PONTIANAK Jl. WR Supratman No 100 Pontianak, Telp (0561) 738802 Kontak Person: Mustaji, A.Md, HP. 081256400254 TABLOID SIMPADO BTN Bali Permai Blok H1 No 2 Ngabang Kabupaten Landak Kontak Person: Yohanes Supriyadi, SE, HP: 081345009189

Pamane Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 9

pendidikan

Ricky Suhilman Wakili Kalbar di Tingkat Nasional <Kegiatan Forum Anak Nasional NGABANG - Simpado Ricki Suhilman, utusan SMPN 2 Ngabang untuk mengikuti kegiatan Forum Anak Nasional yang diselenggarakan Badan Pemuda Olahraga dan Pemberdayaan Perempuan (Bappora dan PP) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalimantan Barat, berhasil mewakili Kalbar di tingkat Nasional karena keluar sebagai predikat terbaik, kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Purnama Cipayung Bogor pada 21-24 Juli kemarin. Ricki Suhilman mengatakan, kegiatan ini dalam rangka hari

anak nasional yang jatuh 23 Juli lalu. Kegiatan diikutinya di Jakarta selama empat hari tersebut merupakan sejarah dalah hidupnya karena banyak moment penting yang didapatkan terutama pengetahuan pendidikan serta wawasan dalam berpikir. “Utusan dari Kalbar sebanyak 8 peserta, dari Kabupaten Landak dan Singkawang hanya satu peserta saja sedangkan dari Kotamadya Pontianak sebanayak 6 peserta,” kata Riki Suhilman ditemui awak koran ini dikediamannya, kemarin. Menurut Ricki, anak yang baru saja lulus sekolah dan saat

ini melanjutkan di SMAN 1 Ngabang ini mengaku merasa bangga dengan prestasi yang didapatkannya dan ia tidak pernah membayangkan kalau dirinya terpilih menjadi utusan pada Hari anak Nasional itu. sejak seleksi dilaksnakan di Kabupaten Landak sampai di Provinsi ia selalu menjadi peserta terbaik. Adapun yang di perlombakan itu adalah membuat solusi mengenai permasalahan anak dijadikan rekomendasi ke Pemerintahan Kalimantan barat begitu juga di tingkat Nasioanl. “Kalau ditingkat Nasional itu sangat bert lagi karena saya diberikan persoalan

Guru dan Optimalisasi Proses Pembelajaran MENJALIN-Simpado Substansi mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga mereka sungguh-sungguh mau belajar. Demikian disampaikan Buyung, S.Pd, Kepala SMAN 1 Menjalin kepada Simpado, Sabtu lalu. Menurutnya, substansi keberadaan seorang guru bukanlah sekeder hanya mengalihkan informasi dan hafalan-hafalan yang kadang-kadang kering tanpa makna itu, tetapi bagaimana mendorong, membimbing, dan memfasilitasi peserta didik agar mereka sungguh-sungguh mau belajar. “Dalam proses pembelajaran modern (termasuk pembelajaran dikelas), siswalah yang sesungguhnya harus berperan aktif dalam proses pembelajaran. Guru memfasilitasi bagaimana proses “learning by

doing” itu dilaksanakan. Dengan cara ini diharapkan siswa sungguh termotivasi untuk mengaktualisasi potensi yang mereka miliki secara optimal” ujar Ketua Yayasan PAHAR ini. dilanjutkannya, dalam proses pembelajaran, seorang guru harus mampu melacak lebih jauh aneka sumber berkaitan dengan model pembelajaran efektif, penciptaan dan penataan suatu kondisi edukatif yang nyaman, aman, tenang, dan tentram menuju efesiensi, efektifitas, dan optimalisasi proses pembelajaran mutlak diperlukan. Penciptaan dan penataan ini diantaranya menyangkut relasi dan interaksi antara guru dan siswa terutama dalam proses pembelajaran di kelas. “Bentuk relasi dan interaksi yang diharapkan adalah adanya suasana yang menyenangkan, akrab, penuh pengertian, dan mau memahami sehingga siswa

merasakan bahwa dirinya telah dididik dengan penuh cinta dan tanggung jawab” lanjut Guru yang telah bersertifikasi ini. Sementara itu, Yakobus, S.Pd, Kepala SMPN 2 Menjalin mengatakan, bentuk relasi dan interasksi sosial-edukatif yang akrab dan penuh kekeluargaan antara guru dan siswa ini sangat bermanfaat bagi siswa karena hal itu akan menjadi model dalam pergaulan sehari-hari siswa dengan teman-temannya dan lingkungannya. “Agar penciptaan dan penataan relasi dan interaksi sosial-edukatif antara guru dan siswa tersebut dapat berlangsung efektif, maka guru harus memahami prinsif-prinsif interaksi edukatif ini, paling tidak ada 9 prinsip interaksi edukatif yang mesti dikuasai guru” lanjut alumnus FKIP Untan ini.(Mik/Simpado)

117 Lulusan PGSD UKSW Tahun 2008 Sudah Diserap Menjadi PNS Yogyakarta, SIMPADO. Untuk pertamakalinya, mahasiswa S-1 PGSD yang dikirim Pemerintah Kabupaten Landak di Yogyakarta menggelar rapat paripurna untuk memilih pengurus organisasi periode 2009-2010. Hal ini diungkapkan Honronimus Wiko, Ketua Pengurus Mahasiswa PGSD Kabupaten Landak. Menurut Wiko, dalam rapat paripurna ini, mereka akan membahas berbagai rencana yang seyogyanya dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan. “Adapun rencana yang paling mendasar katanya adalah masalah pengajuan Proposal untuk kegiatan penyusunan skripsi kepada Dinas Pendidikan Kab.Landak” ujarnya. Menurutnya, program ini sudah mendapat lampu hijau dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Aspansius, S.IP. Ditemui pada saat kunjungan dinasnya di Yogyakarta, Aspansius, SIP, mengakui hal tersebut dapat dilakukan. Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, Wiko menghimbau agar rekan-rekannya tidak

menyia-nyiakan kesempatan emas ini. “karena ini ke dua kalinya mahasiswa S1_PGSD Kabupaten Landak Ikatan Dinas akan mengajukan Proposal kepada Dinas Pendidikan, dan semoga hasilnya akan membuahkan hasil yang diharapkan” ujarnya. Tak jauh dari Yogyakarta, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) juga menerima kunjungan dari Bupati dan 34 Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Senin, (8/06). Rektor UKSW Prof. Dr. Kris H. Timotius dan pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menerima rombongan di ruang Probowinoto. Rombongan yang bertolak langsung dari Yogyakarta, disambut dengan tarian khas Kalimantan yang ditampilkan oleh mahasiswa-mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) asal Landak, Kalimantan Barat, ketika tiba di kampus. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari verifikasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)

Bupati Landak Tahun Anggaran 2008, terkhusus bidang pendidikan. Para anggota DPRD yang hadir, tergabung dalam Panitia Khusus LKPJ. Dalam pemaparannya, Bupati Landak Dr. Adrianus, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan UKSW akan terus dijalin dalam rangka pengembangan sumber daya manusia. “Kami masih butuh banyak guru sekolah dasar untuk mengantisipasi kekurangan tenaga pengajar,” ucapnya. Adrianus mengakui bahwa prioritas pengembangan sumber daya difokuskan kepada pendidikan, itu mengapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak mengirim putera-puteri terbaiknya ke UKSW untuk belajar. Selain ke UKSW, Pemkab Landak juga mengirim ke Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. “Sebanyak 117 lulusan PGSD UKSW Tahun 2008 asal Landak telah diserap mejadi Pegawai Negeri Sipil,” tutur Adrianus lebih lanjut.(yul)

kemudian persoalan itu kita bedah bersama rekan-rekan dari Kalbar untuk menentukan apakah bentuk permasalahan itu,” ungkap anak kedua dari pasangan Wahyudi dan Ardiana. Selain itu banyak sekali kegiatan yang bermanfaat dan dapat meningkatkan pengetahuan. Masih Ricki Suhilman, pada saat pembukaan seluruh peserta membawakan lagu daerah masing-masing yang dinyayikan dari Kalbar yakni lagu air kapuas, kemudian dilanjutkan dengan diskusi sebanyak 33 provinsi mengenai permasalahan anak, kemudian dihari ketiga

seluruh peserta berangkat ke Ancol mengikuti upacar hari anak Nasioanl. Dan hari terakhir dilanjutkan dengan perlombaan tentang Leadership. “Walaupun kegiatan tersebut sangat singkat tapi banyak sekali ilmu yang saya dapatkan terutama pada perlombaan kepemimpinan dalam menangani persoalan serta mencari solusi dari persoalan itu, dan ini bisa saya terapkan kepada anak di Kabupten Landak,” tegasnya. (rie)

<Ricky Suhilman

Sebuah Refleksi...

Tersenyumlah Saudaraku... Oleh : DR. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si (Bupati Landak) Tersenyum, betapa mudahnya hal ini dilakukan. Hanya butuh sedetik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum. Dan hanya butuh tujuh detik mempertahankan sang senyum untuk terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati. Tetapi kenapa hal sederhana ini jarang terlihat? Wajah-wajah di jalan, di angkutan umum, di kantin, di kantor, bahkan di tempat wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum, justru terlihat buram. Kerutan-kerutan di wajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung wajah-wajah itu. Banyak wajah yang daerah diantara dua matanya mengkerut. Menyeramkan dan tampak garang. Duh...Senyum itu sudah hilang dari wajah banyak orang. Entah kenapa senyum – bahkan tawa – yang selalu cerah menghiasi wajah-wajah itu dari kecil, sirna begitu saja. Sekarang, bahkan bukan hanya wajah-wajah tua dan dewasa yang telah kehilangan senyum manis. Wajah para remaja dan anak-anak pun telah ketularan kerutan-kerutan penuh beban itu. Senyum pada hakikatnya adalah salah satu anugerah indah dari Tuhan Yang Maha Indah. Tuhan sengaja menganugerahkan senyum sebagai bagian dari keindahan manusia. Sayang, anugerah indah ini, tidak banyak ditemui di wajah banyak manusia. Dunia akan jauh lebih indah bila penduduknya gemar tersenyum. Hidup dan kehidupan manusia pun akan lebih indah dan menenteramkan bila kita menemui banyak senyum di sekeliling kita. Terutama sang senyum dari wajah kita sendiri. Bukankah sangat enak bila kita menerima senyum? Dan bukankah jauh lebih enak bila kita lah yang memberi senyum? Saudara, senyum yang sederhana, mudah dan gratis itu ternyata menyimpan banyak keajaiban. Setidaknya dari berbagai pengalaman dalam hidup saya. Yap, dalam hidup saya, saya menemui banyak keajaiban. Bentuknya macam-macam. Ada kemudahan, kesehatan, kekayaan, kebaikan, solusi dan sebagainya dari sebuah senyuman. Sang senyum –

lengkungan yang menurut Pak Gede Prama bisa meluruskan banyak hal – adalah hal yang luar biasa. Ia seperti oase di tengah gurun pasir. Ia seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga. Ia seperti udara bagi yang tercekik. Ia seperti sumbangan uang bagi fakir miskin yang dirawat di rumah sakit. Ia seperti mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam. Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan. Ia juga seperti semangkuk mie instan bagi pengungsi yang kelaparan. Senyum pada hakikatnya adalah kebutuhan manusia. Siapa yang senang tersenyum membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi salah satu kebutuhannya. Bila manusia tidak senang tersenyum, ada luka di jiwa, rasa dan pikirnya. Sang jiwa yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan. Sang rasa yang terluka membuat hidup tidak tenang. Sang pikir yang terluka membuat hidup penuh beban. Senyum tulus ada aturannya? Ya, ada. Aturan ini saya dapat dari guru saya ketika sekolah dasar. Guru itu bernama Pak Jumpol. Menurut Pak Jumpol, senyum itu harus 227. Artinya senyum baru terlihat tulus dengan menarik bibir ke kanan 2 cm, ke kiri 2 cm, pertahankan minimal selama 7 detik. Bila kurang dari 7 detik, maka senyum itu akan kehilangan ketulusannya. Di SMP, ada juga guru saya yang mengajarkan senyum. Ia bernama suster Caroline. Oleh suster Caroline, aturan Pak Jumpol ini lalu disempurnakan lagi. Menurutnya, senyum itu harus 127. Angka satu artinya sang senyum harus lah berasal dan bertujuan untuk menyatukan hati. Hati yang memberi dan menerima senyum. Dengan begitu, senyum itu berperan sebagai pengikat dan jembatan antara satu diri dengan diri-diri yang lain. Sedang angka 2 dan 7, maknanya sama dengan aturannya Pak Jumpol. Itulah senyum saudara... Ia sederhana, tapi dahsyat luar biasa. Ia kecil, tapi bermakna raksasa. Ia mudah, tapi sangat berharga. Karenanya,....Tersenyum lah saudara. Nikmati keajaiban-keajaiban dalam hidup anda. Dan... Bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita.*

Bahata Paridup

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 10

ekonomi kerakyatan

Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Usaha Kecil Mikro Penghalau Krisis Oleh Heri Junianto Dalam setiap kali terjadi krisis ekonomi, para analis dan praktisi ekonomi selalu disadarkan betapa rentannya usaha-usaha tertentu yang berskala besar. Lalu mereka memuji-muji dan memaparkan fakta ketangguhan daya hidup usaha kecil mikro (UKM), usaha yang relatif mampu tetap bertahan, meskipun tanpa dukungan yang memadai dari pemerintah maupun sektor perbankan. Kekuatan UKM sebagai sektor usaha yang mampu adaptif terhadap perubahan-perubahan bahkan gejolak ekonomi, sudah banyak dibuktikan. Penganugerahan hadiah Nobel kepada DR. M. Yunus dari Banglades atas usaha memberantas kemiskinan dengan menumbuhkan dan memajukan UKM di negaranya merupakan bukti pengakuan dunia atas peran penting UKM bagi kesejahteraan masyarakat dunia. UKM merupakan sektor usaha yang bersentuhan langsung dengan aktifitas ekonomi rakyat sehari-hari. Dalam skala usahanya yang kecil, bahkan sangat kecil sehingga disebut mikro, UKM tidak jarang harus hidup dengan cara gali lubang tutup lubang. Sangat minim bahkan ada yang sama sekali tidak pernah mengalami sentuhan manajemen usaha, segala seuatunya berjalan begitu saja, sebagai suatu wujud komitmen untuk menghidupi keluarga, melayani sesama, memberikan pekerjaan kepada saudara atau tetangga. Tak heran sektor ini paling sering dikelompokkan sebagai yang tidak bankable (tidak memenuhi syarat untuk dilayani kredit perbankan). Meskipun tidak bankable, selalu saja ada pihak tertentu yang melayani sektor UKM dalam hal pemenuhan kebutuhan modal kerja atau modal usahanya, baik itu secara individual, sebagai suatu usaha bersama, maupun oleh lembaga keuangan formal.

Ada pihak-pihak tertentu yang mengkoordinir penghimpunan dana secara kolektif untuk mendukung penyediaan dana yang pemanfaatannya secara bergulir, ada pula yang secara terang-terangan berperan sebagai rentenir, menyediakan pinjaman uang secara cepat dengan mengenakan bunga pinjaman yang sangat tinggi. Pihak-pihak tersebut ada yang operasionalnya memiliki landasan hukum, ada pula yang sama sekali tidak. Ironis memang, UKM yang diakui peranannya dalam mengerakkan perekonomian, sering kali merupakan pihak yang sangat lemah posisinya dalam berhubungan dengan sumber modal/dana. Gambaran di atas memang tidak mengambarkan kondisi nyata UKM secara keselurahan, akan tetapi secara kasat mata memang masih banyak nasib UKM yang cukup miris. Ada cukup banyak pula UKM yang sudah relatif maju, memiliki manajemen usaha yang memadai, telah berhubungan dan bahkan mendapat pinjaman dari Bank. Pertanyaannya adalah bagaimana menumbuhkan UKM-UKM baru dan melakukan penguatan terhadap UKM yang sudah ada? Ini adalah sebuah tantangan yang perlu mendapat perhatian kita semua, karena dengan banyaknya UKM yang kuat dan mandiri, akan memperkokoh perekonomian nasional dalam menghadapi krisis ekonomi yang secara berkala pasti mampir dalam perekonomian di banyak negara. Sebagaimana diungkapkan diawal tulisan ini, bahwa UKM terbukti relatif tangguh dalam menghadapi badai krisis ekonomi. Kondisi ini sebenarnya juga disadari dan diidentifikasi oleh beberapa lembaga keuangan besar, sebagai peluang penyaluran kredit yang potensial. UKM dipandang potensial, karena secara kumulatif merupakan pangsa pasar yang besar dan

terbukti memiliki ketangguhan yang tinggi dalam menghadapi krisis ekonomi. Akan tetapi, sebagaimana karakteristik UKM yang beroperasi secara sederhana, banyak pula yang belum tertata dalam manajemen usaha yang sederhana sekalipun, sehingga merupakan hambatan besar untuk dapat memiliki akses ke dunia perbankan. Ada beberapa pihak yang secara khusus berkecimpung dan ikut menghantarkan cukup banyak UKM menjadi usaha yang lebih besar, kuat dan mandiri. Diantaranya Lembaga Koperasi Simpan Pinjam, atau mulai dikenal sebagai Credit Union (CU), Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). CU sangat aktif mengenalkan pecatatan dan perencanaan keuangan kepada masyarakat, sekaligus sebagai sarana rekrutmen dan pembinaan anggotanya. BPR dalam peran intermediasinya banyak memberikan edukasi manajerial kepada UKM sehingga layak mendapatkan pinjaman modal dari Bank. BRI sebagai bank yang tertua di Indonesia, adalah bank yang paling dikenal dan tersebar luas untuk melayani transaksi perbankan sampai masyarakat perdesaan, meskipun belakangan juga sangat aktif mengarap transaksi-transaksi besar di perkotaan. Berbagai pihak telah memainkan peran positifnya dalam menumbuhkan dan mengokohkan sektor UKM, akan tetapi sampai saat ini UKM belum mampu secara signifikan menunjukkan kedigdayaannya dalam perekonomian di Indonesia, hanya sebatas potensi yang perlu dikembangkan. Berbagai hambatan dalam pengembangan UKM belum berhasil ditangani secara komprehensif, bahkan seringkali terkesan tumbang tindih hingga dicurigai ditunggangi agenda politik tertentu. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Kredit Usaha

Rakyat (KUR), oleh sebagian pihak dianggap menafihkan pranata ekonomi yang ada dan dicurigai sebagai kebijakan populis menjelang perhelatan akbar politik pada tahun 2009. PNPM Mandiri dan KUR adalah program yang bersifat stimulus, motivasional, dan temporer. Program-program tersebut akan sangat bermanfaat apabila mampu menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam mengelola ekonominya, sehingga pada tahapan selanjutnya telah dapat berinteraksi secara mandiri dengan lembaga ekonomi yang ada dalam sistem perekonomian nasional. Karenannya sasaran yang tepat program-proram tersebut haruslah pada masyarakat belum memiliki akses kepada lembaga keuangan formil yang ada. Dengan program yang ada dan edukasi melalui pendampingan, maka UKM-UKM yang tumbuh dari masyarakat diharapkan dapat berdiri mandiri dan bersaing dengan kelompok usaha lainnya, bahkan menjadi soko guru bagi perekonomian nasional. Untuk itu pemerintah juga harus mendorong berdirinya lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan yang dapat diakses dengan mudah oleh segala lapisan masyarakat. Penyebaran lembaga keuangan yang dapat dengan mudah diakses oleh segala lapisan masyarakat adalah kebutuhan yang mendesak untuk mengakserasi pertumbuhan dan penguatan UKM-UKM. Diantaranya Koperasi, khususnya CU, dan BPR. Perkembangan CU di Kalimantan Barat belakangan ini cukup membanggakan, terutama didukung oleh pelaksanaan edukasi anggota/calon anggota yang konsisten dan upaya-upaya pengembangan kemampuan manajerial yang telah mendapat perhatian serius dari Pengurus CU. Akan tetapi secara umum, perkembangan perkoperasian kita belumlah terlalu mengembirakan, faktor tidak

adanya kwalifikasi atau kompetensi standar yang ditetapkan untuk calon pengurus Koperasi dan lemahnya pembinaan maupun pengawasan pihak berwenang, menjadikan banyak Koperasi hanya berdiri sebatas papan nama atau dalam kondisi mati suri. Alternatif lain untuk mengisi kebutuhan lembaga keuangan yang mampu menstimulus dan mengakserasi pertumbuhan dan penguatan UKM di daerah-daerah adalah dengan mendirikan BPR di derah-daerah. Tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan lembaga keuangan, termasuk bank, sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Peran penting akan semakin nyata apabila bank melaksanakan fungsi intermediasinya dengan baik di daerah tempat bank beroperasi. Sesuai dengan karakteristik dan cakupan wilayah kerjanya, BPR memiliki kepentingan yang besar untuk memajukan ekonomi masyarakat daerah. Sedapat mungkin BPR menghimpun sebanyak-banyaknya dana menganggur yang ada di masyarakat setempat untuk kemudian menyalurkan sebanyak-banyaknya bagi masyarakat sekitarnya yang membutuhkan dana untuk berbagai keperluan yang secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada peningkatan aktifitas ekonomi, khususnya UKM. Pendirian BPR yang diatur dengan undang-Undang Perbankan dan Peraturan Bank Indonesia tentu bukan proses yang mudah. Berbagai persyaratan penting pendirian BPR antara lain terkait dengan kemampuan finansial dan track record Calon Pemegang Saham,

kompetensi dan kelayakan Calon Pengurus, serta Analisis Potensi dan Kelayakan Pendirian BPR, dimaksudkan agar kahadiran BPR dapat meningkatkan taraf hidup orang banyak, khususnya bagi daerah setempat. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, BPR hanya dapat didirikan dan dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI), Badan Hukum Indonesia yang seluruh pemiliknya WNI, atau Pemerintah Daerah (Pemda), atau beberapa pihak diantaranya. Beberapa Pemda di Indonesia, baik daerah Kabupaten/Kota maupun Provensi, telah mengambil peran aktif memajukan perekonomian daerahnya dengan mendirikan BPR, baik yang dimiliki Pemda sendiri maupun bekerja sama dengan pihak lain. BPR-BPR yang dimiliki Pemda tergabung dalam Persatuan BPR Milik Pemda (Perbamida) yang saat ini beranggotakan sekitar 370 BPR. Di seluruh Indonesia saat ini terdapat lebih dari 1700 BPR dan sebagian besar tergabung dalam Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo). Di Kalimantan Barat, potensi untuk mendirikan BPR masih cukup terbuka, bahkan dibeberapa daerah Kabupaten masih ada yang belum memiliki BPR, padahal idealnya keberadaan BPR bisa sampai pada tingkat kecamatan. Saatnya kita menghadirkan lebih banyak lembaga keuangan/pembiayaan yang dikelola secara profesional dan mampu melayani kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, khususnya UKM, sehingga perekonomian daerah maupun nasional menjadi kokoh ditopang oleh UKM-UKM yang kuat dan mandiri. (*)

Wisata Kuliner di Pontianak SIMPADO - Pontianak Bila anda ke Pontianak, tak banyak rumah makan khas Dayak yang tersedia. Selain di Rumah Makan Amboyo, dan Rumah Makan Pak Bayo, tersedia juga rumah makan khas Dayak dengan konsep cafe. “karena itu, kalau anda berwisata atau sekedar ke tempat keluarga, jangan lupa mencicipi makanan khas Dayak di Betang Cafe” ujar Alfonsus Supardi, Manager Betang Cafe berpromosi. Alfon, menceritakan, Betang Cafe ini didesain dengan konsep “Dango”, rumah singgah khas Dayak ketika istirahat setelah lelah bekerja seharian di ladang. Tak heran, pengunjung bisa duduk dengan santai sambil menikmati <Suasana Pengunjung di Kafe Betang Pontianak kopi panas. Cafe ini didirikan pertengahan tahun 2007 oleh Panitia Persiapan Pembangunan Rumah masak Betang Cafe, omzet mereka berkisar Adat Dayak Kalbar atau dikenal dengan antara 300.000 – 1.200.000/hari. “tetapi Betang Center. “Cafe ini bagian dari upaya untuk hari-hari khusus, misalnya liburan, bisa mencapai 3 juta/hari” panitia untuk menggalang dukungan dana omzet Selain menyiapkan pembuatan rumah adat Dayak yang sudah sambungnya. disiapkan di Sungai Ambawang Kabupaten masakan-masakan tradisional Dayak, cafe Kubu Raya” ujar Drs. Herman Ivo, M.Pd, ini juga menyediakan puluhan jenis penggagas Betang Cafe. Awalnya, kata Ivo, makanan dan minuman lainnya. “ini untuk pendirian cafe ini berasal dari dana panitia mengakomodir pengunjung non Dayak dan yang sudah terkumpul. “modal awalnya non Kristen” ujar Alfons. Selain itu, Betang sekitar 170 juta, hanya untuk bangunan dan Cafe berbeda dengan cafe lainnya di beberapa aksesoris” ujarnya. Dilanjutkan Pontianak, di cafe ini tidak dijual minuman pria asal Bengkayang in, bahwa Cafe ini keras. “ini komitmen awal kami untuk dirancang untuk cikal bakal pendirian menjaga image orang Dayak” ujar Alfons. Restoran dilokasi rumah adat Dayak yang Untuk mengelola cafe ini, Betang Center baru. “setelah pindah, kita siap mengelola mengangkat seorang manager, 5 orang staff restoran” ujar mantan Anggota DPRD yang bertugas di Gallery, pramu saji dan juru Propinsi Kalbar ini. Menurut Yustina, juru masak.

Ketika ditemui, dua gadis Dayak sedang minum. Sebut saja Yukibet (22), mahasiswi AMP Panca Bhakti, asal Sekadau. Gadis manis ini merasa sangat terbantu dengan adanya Betang Cafe. “disini kita bisa nyantai sejenak, melepas lelah selepas kuliah” ujarnya. Dilanjutkannya, ketenangan dan kenyamanan suasana cafe sangat membantu pengunjung untuk beristirahat sejenak.”selain itu, menunya juga bervariasi, walaupun harganya tak terjangkau untuk kalangan mahasiswa seperti kami” ujarnya terkekeh. Normalia (20), teman Yukibet menambahkan biasanya mereka akan ke cafe ini setelah jam istirahat di kampus. “tempatnya kayak suasana kampung, jadi saya bertemu banyak orang Dayak disini” ujarnya. Namun, ditambahkan Norma, sapaan akrab gadis cantik ini, Betang Cafe hendaknya bisa menyelenggarakan event-event Dayak yang membantu kreativitas kaum muda selain penyelenggaraan Gawai Dayak. Dengan banyaknya pengunjung setiap hari, Alfons merasa bangga dan dihargai. “siapa lagi yang menghargai usaha kita selain kita sendiri” ujarnya seraya menjelaskan bahwa tidak banyak pejabat Kalbar yang orang Dayak yang berkunjung ke Betang Cafe ini. “paling-paling yang sering itu Pak Mering (Dr. Aloysius Mering, Kabid TK, SD dan PLS Dinas Pendidikan Propinsi), kalau Gubernur ndak pernah” ujarnya. (yad)

UKM BABANTO : Diam-diam Kabupaten Landak mempunyai potensi kerajinan tangan dari akar kayu belian yang dikemas menjadi barang yang berharga dari Rp.5000 sampai Rp. 50 juta. Kerajinan akar kayu belian ini diproduksi UKM Babanto Landak pimpinan putra asli Landak bernama Jaidu. Lokasi kerajinan di Jalan Raya Ngabang-Pontianak Desa Sidas Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Adapun jenis kerajinan diantaranya asbak rokok, meja, kursi dan jenis kerajinan lainnya (wan)

Paringa Idup Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 11

kesehataN

Bidan Landak Masih Ada Yang Tidak Berkontribusi < Profesionalisme Jangan hanya di Bangku Kuliah NGABANG - Simpado Kinerja bidan di Kabupaten Landak masih banyak yang bandel alias tidak berkontribusi dengan baik. Diharapkan profesionalisme seorang bidan jangan hanya di bangku kuliah saja, melainkan harus bisa memberikan kontribusi di masyarakat khususnya kaum perempuan. “Hasil pengawasan kami khususnya untuk Landak masih ada bidan yang tidak berkontribusi dengan baik, seperti tidak melaksanakan tugas sesuai SK, meninggalkan tempat tugas tanpa berita, tidak mau menangani persalinan dengan berbagai alasan, datang kepolindes sebulan sekali dan tidak mau bertugas di desa,” ungkap Plt. Kepala Dinas Kesehatan Landak, Sophia Tjakre saat acara HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-58 Provinsi Kalbar yang dipusatkan di Landak, 23-24 Juli, kemarin. Menurut Sophia, sesuai dengan tema pada HUT IBI tahun ini

kontigusi bidan dalam mencapai MDG’S (milenium develupsun goal’s, maka upaya yang dilakukan salah satunya adalah, menurunkan angka kesakitan dan kemarian ibu, bayi dan balita. “Kalau sudah berbicara menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan balita, itu tidak terlepas dari tugas seorang bidan, maka pemerintah membuat kebijakan dengan menempatkan bidan di desa,” kata Sophia. Untuk itu, dengan adanya bidan di desa, diharapkan perempuan yang tinggal di desa tersebut dapat mengakses pengalaman tenaga kesehataan profesionalitas dengan mudah. Mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan selama hamil, melahirkan, nifas, maupun interval oleh bidan. “Sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak yang selama ini didominasi oleh dukun diharapkan secara perlahan dapat digantikan oleh bidan di desa,” tegas Sophia. Tapi, dalam kenyataannya keberadaan bidan di desa tidak secara total dapat menggantikan para dukun, karena perempuan di desa memiliki pilihan penolong selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yaitu dukun

dan bidan. Pemilihan dan penolong selama masa kehamilan hingga persalinan sudah proses yang sederhana. “Ada banyak faktor yang berkonstigusi dalam proses pengambilan keputusan tersebut, oleh karena itu sangatlah penting bagi bidan sebagai tenaga kesehatan untuk mengetahui padangan perempuan tentang pengapa mereka kerja memilih bidan atau dukun, mengapa mereka memilih kedua-duanya,”

kaum perempuan,”tandas dia. Sementara itu, Wakil Bupati Landak Agustinus Sukiman SH dalam sambutannya mengaku hari hasil kunjungan di kecamatan-kecamatan dan desa sering menerima laporan atau keluahan dari masyarakat bahwa banyak pra bidan, baik yang ditugaskan di puskesmas dan polindes yang ada sering tidak berada di tempat tugasnya. “Padahal tenaga dan pikiran bidan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, saya mengingatkan cintailah tugas yang telah dibebani pada diri mereka, saya yakin bahwa untuk menjadi seorang bidan itu sudah menjadi pilihan sendiri,” tegas Sukiman. WAKIL Bupati Landak ungkap Sophia. Agustinus Sukiman SH, Lebih lanjut dipaparkan mengatakan untuk bidang Sophia, apabila bidan sudah kesehatan tidak bisa dipisahkan mengetahui alasan apa mereka dari pembangunan nasional, memilih atau tidak memilih bidan. karena kesehatan menyentuh Maka bidan dapat membuat semua aspek kehidupan manusia strategi pendekatan yang lebih dan tujuan akhir dari baik. “Sehingga harapan kita pembangunan kesehatan adalah sebagai tenaga profesi yang di terwujudnya derajat kesehatan Indonesia sampai saat ini, masyarakat optimal. Salah anggotanya hanya perempuan satunya indikator yang menjadi dan paling dekat dengan gambaran tentang kondisi perempuan mampu memberikan kesehatan secara umum adalah yang ternaik untuk kesejahteraan

PMR Landak Juara 1 Se-Kalbar NGABANG – Simpado Kabupaten Landak patut berbanga, pasalnya putra putrinya berhasil menjadi juara dalam ajang lomba Palang Merah Remaja (PMR) Wiara se Kalimantan Barat yang dimulai dari tanggal 29Juni s/d 4 Juli 2009 yang digelar di Komplek Untan Pontianak. Dalam kesempatan ini, PMR Landak mengikutsertakan timnya 1 tim puti dan 1 tim putara. Adapun keberhasilan tim putra seperti Juara I lomba Ekspedisi Hendri Dunant, Juara I Tenda Sehat dan Juara I Hasta Karya. Sementara itu untuk tim putri, PMR Kabupaten Landak, meyabet Juara I Lomba Sanitasi, Juara III Disain Media Poster dan Juara III tenda Sehat. Sedangkan untuk Lomba Sekolah, gabungan tim putra dan putri jenis lomba paduan suara menyabet Juara III, dari 24 sekolah se Kalimantan Barat. “Kegiatan ini di diusung oleh Korps Sukarela (KSR) PMI

Unit Untan. Kita dari PMR SMAN 1 Ngabang, akan menurunkan 2 tim, yaitu dengan anggota porsenil putra 10 orang dan putri 10 orang,” kata pelatih PMR SMAN 1 Ngabang, Femi Suciyani,SH, kepada awak koran ini kemarin di Ngabang. Dia mengatakan, keikutsertaan PMR SMAN 1 Ngabang pada HKPMS kali ini, untuk yang kedua kalinya. Dimana pada tahun 2008 lalu, tim putra SMAN 1 Ngabang, meraih predikat Juara Umum II se Kalbar. Tekad ditahun 2009, lanjut Femi, kesampain dimana prestasi untuk tim putri naik, sedengakan putra menurun. minimal dua tim meraih prestasi gemilang. ”Doa restu dari masyarakat <Salah satu lomba yang diikuti Tim Putri PMR Landak agar tim PMR SAMN 1 Ngabang mendapat juara, terkabulkan, ” memberikan bimbinga kepada sudah terbentuk, dan kalau bisa di harapnya. seluruh PMR Kabupaten Landak. landak punya bang darah,” Atas kemenangan ini, Femi “Minimal Kabupaten Landak harapnya. (wan) berharap kepada PMI Cabang tahun ini PMI Cabang Landak Kabupaten Landak bisa

HIMBAUAN Tentang

Retribusi Ijin Tempat Usaha dan Retribusi Ijin Bengkel Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Landak menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak : •

Berdasarkan PERDA No. 4 Tahun 2005 tentang Retribusi Ijin Tempat Usaha, maka kepada semua pihak yang memiliki toko, kios dan tempat usaha baik perorangan maupun badan usaha yang mendirikan atau memperluas tempat usaha harus memiliki Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Berdasarkan PERDA No. 8 Tahun 2008 tentang Retribusi Ijin Bengkel (Pasal 2), setiap orang pribadi maupun badan usaha yang akan dan atau melakukan kegiatan usaha perbengkelan, maka harus mempunyai ijin bengkel. Pembuatan / Perpanjangan SIUP – SITU dapat dilakukan di Dinas Koperindag Kab. Landak, Jln. Affandi Rani (Jalur II) Ngabang.

Demikian himbauan ini disampaikan. Terima kasih.

Drs. Marius Kepala Dinas

dilihat dari satus gizi balita. “Berdasarkan buku profil anak Kabupaten Landak tahun 2008 yang datangan dari Dinas Kesehatan, telah menunjukan bahwa total jumlah balita dari 13 kecamatan 16.309 jiwa hampir 7,95 persen berstatus gizi buruk,” ungkap Sukiman pada acara Workshop Penyusunan TOR dan Rencana Kerja (P2TP2A di aula Beppeda Landak, Kamis (2/7) kemarin. Sukiman juga memaparkan, salah satu peran strategis perempian adalah bidang pendidikan, karena pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan individu, masyarakat, bangsa dan negara. Karena pendidikan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. “Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, semakin baik kualitas SDM, namun fakta membuktikan bahwa tingkat pendidikan penduduk usia 10 tahun keatas yang tidak dapat baca tulis, data 2003 laki-laki 6,28 persen, perempuan 11,86 persen. Sedangkan 2007 laki-laki 4,97 persen dan perempuan 13,82 persen,” ungkapnya. (rie)

Serangan Jantung dan Kebiasaan Minum Air Panas / Hangat Artikel ini berguna untuk semua. Bukan saja anjuran meminum air panas selepas makan, tetapi berhubungan dengan SERANGAN JANTUNG!!!!. Secara logis..., mungkin ada kebenarannya. . Orang-orang China dan Jepang mengamalkan minum teh panas sewaktu makan... dan bukannya air ES. Mungkin sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas / hangat sewaktu menikmati hidangan!!!! Kita tidak akan kehilangan apa-apa... malah akan mendapat faedah dari kebiasaan ini. Kepada siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai untuk anda baca. Memang enak dan segar minum air ES selepas makan, tetapi akan berakibat fatal !! Walaubagaimanapun, Air ES akan membekukan makanan berminyak yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita. Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan banyak saluran dan lama kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk dan menuju ke arah mendapat berbagai PENYAKIT. Jalan terbaik...adalah untuk minum sup panas atau air PANAS/hangat selepas makan. Nota penting tentang SERANGAN JANTUNG!!! Anda perlu tahu bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa pada tangan sebelah kiri. Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas dada anda. Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada serangan pertama serangan jantung. Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60% pengidap SAKIT JANTUNG tidak bangun selepas tidur. Marilah kita berwaspada dan berhati-hati. Lebih banyak kita tahu, lebih cerah peluang kita untuk terus hidup... PAKAR SAKIT JANTUNG berkata, jika semua orang yang mendapat e-mail ini menghantar kepada 10 orang yang lain, beliau yakin akan dapat menyelamatkan satu nyawa. Baca ini.... ia juga mungkin dapat menyelamatkan nyawa anda!!!!. Jadilah teman yang setia dan teruskan menghantar artikel ini kepada teman-teman yang anda sayangi..... !!!!< (dd)

Kru Simpado wilayah Sengah Temila, Aloysius Bolon melangsungkan perkawinan adat di Desa Senakin, 17 Juli 2009. Selamat Menempuh Hidup Baru BOH....

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 12

Politik dan Hukum politik dan hukum

Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Jelang Berakhir Jabatan DPRD Landak, 3 Raperda Disahkan NGABANG - Simpado Kendati sempat molor akibat kendala Pemilu, akhirnya tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa DPRD Landak berhasil disahkan menjadi Perda. Adapun ketiga raperda tersebut yakni retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi pelayanan kesehatan pada RSUD Landak dan pedoman pembuatan dan mekanisme penyusunan Peraturan Desa. Sidang pendapat akhir (PA) fraks-fraksi yang berlangsung, Kamis (30/7) kemarin dipimpin Ketua DPRD Landak Minsen SH didampingi hanya satu orang Wakil Ketua Klemen Apui Sip dan beberapa anggota dawan yang hadir. Sedangkan dari eksekutif, hadir wakil Bupati Agustinus Sukiman

SH didampingi Sekda Drs Ludis Msi, para kepala dinas/instansi di lingkungan Pemkab Landak. Pendapat akhir fraksi-fraksi hanya disampaikan menjadi satu melalui juru bicara, Heri Saman SH MH. Dia mengatakan salah satu tujuan dibuatnya Raperda tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah yakni untuk menjaga dan memelihara kekayaan daerah agar tetap berdayaguna dan berhasil guna. “Kemudian, Raperda ini dibuat juga bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)” ucap legislator PDI Perjuangan ini. Sedangkan dalam pembahasan Raperda tentang retribusi pelayanan kesehatan pada RSUD Landak, terdapat beberapa perubahan dan penambahan substansi diantaranya yaitu obyek retribusi

dan besarnya tarif retribusi pelayanan kesehatan. “Seperti penambahan objek retribusi pada pasal 14 yang semula kelas perawatan terdiri dari kelas I, II dan III, kemudian ditambah satu kelas perawatan yakni VIP,” ujarnya. Sementara itu menanggapi disahkannya Raperda tersebut, Wabup meminta supaya Perda tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. “Mari kita laksanakan Perda ini dengan sebaik-baiknya serta pengawasannya, mari kita awasi bersama-sama,”katanya. (rie) Agenda Sidang Dewan Molor ! Usai Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) anggota DPRD diujung masa jabatannya harus segera merampungkan ‘pekerjaan

rumah’ (PR) membahas Peraturan Daerah (Perda) seperti tentang pemekeran desa dan pertambangan. “Kalau perda yang sudah lama nantikan masyarakat adalah tentang pemekaran desa dan tentang pertambangan. Dan ini perlu digarap lebih cepat dan merupakan PR kita dari kemarin-kemarin,” ungkap Ketua DPRD Landak Minsen SH dikonfirmasi terkait jadwal sidang di DPRD pasca Pileg dan Pilpres.Menurut dia, selain pembahasan sejumlah perda tersebut. Saat ini sebenarnya sudah masuk kadwal pembahasan APBD Perubahan tahun 2009. Tapi bagaiamanan mau dibahas sementara perhitungan anggaran juga belum dilaksanakan oleh pihak eksekutif. “Agenda pembahasan

APBD Perubahan, tapi perhitungan saja belum. Nah, ini sebenarnya sudah menjadi penayakit yang menahun tak sembuh-sembuh,” ujar Minsen.

piket dan harus masuk kantor,” tegas Minsen. Minsen menilai masalah anggota dewan yang dinilai masyarakat luas jarang masuk kantor, sebenarnya bukan menjadi gejala di Landak saja melainkan lebih parah di DPR RI Dewan Jarang Masuk Sedangkan terkait masalah mau paripurna saja susahnya anggota dewan masuk kantor usai minta ampun. “Saya pikir gejala Pileg 8 April lalu. Minsen langsung ini bukan di Landak. Bahkan yang menanggapi serius. Pada lebih parah itu DPR RI sekarang paripurna satu prinsipnya anggota dewan jika mau memang tidak ada jadwal sidang undang-undang susahnya bukan Misal pengesahan atau rapat, memang di wajibkan main. masuk kantor setiap Senin dan undang-undang Susunan dan (Susduk) DPRD Kamis dan itu memang sudah Kedudukan menjadi kesepakatan. “Khusus belum genah-genah, nah ini salah pimpinan ada piketnya. satunya,” ungkap Minsen seraya Badan Disamping memang Senin dan menambahkan, Kamis wajib masuk, di hari lain Kehormatan (BK) yang dipilih dari Selasa, Rabu dan Jumat kita utusan fraksi juga demikian. (rie) gantian. Tapi kalau ada jadwal rapat atau sidang, tidak ada istilah

Belajar Politik (Bagian 1) Oleh : Yohanes Supriyadi ejak lama kita berpetualang sebagai aktor politik. Sejak lama kita mendengar, dan berkeluh kesah tentang politik. Sejak lama kita berpolitik.....demikian bait puisi WS Rendra dipenghujung hidunya akhir bulan lalu. Bicara politik memang mengasyikan, sekaligus melelahkan. Asyik karena politik demikian dinamis dan lelah karena politik itu berproses. Mulai edisi ini, kami akan sampaikan kepada anda tentang dunia politik, dunia yang sebelumnya dianggap kotor, dan bernada negatif. Menurut Kenneth Minogue dalam bukunya “sekilas tentang politik”, Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Sedangkan menurut Dr. Jhon Pieris, Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan

S

secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain: politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat. Rowe & Schofield, dalam bukunya “Sejarah Pemikiran Politik Yunani dan Romawi” menjelaskan secara gamblang bahwa politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik. Memahami politik, tak lepas dari teori ilmu politik. Banyak politisi sebelum memulai berpolitik harus

memahami dulu berbagai teori-teori tentang politik. Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik, bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. Bahasan dalam Teori Politik antara lain adalah filsafat politik, konsep tentang sistem politik, negara, masyarakat, kedaulatan, kekuasaan, legitimasi, lembaga negara, perubahan sosial, pembangunan politik, perbandingan politik, dsb. Terdapat banyak sekali sistem politik yang dikembangkan oleh negara negara di dunia antara lain: anarkisme,autoritarian, demokrasi, diktatorisme, fasisme, federalisme, feminisme, fundamentalisme keagamaan, globalisme, imperialisme, kapitalisme, komunisme, liberalisme, libertarianisme, marxisme, meritokrasi, monarki, nasionalisme, rasisme, sosialisme, theokrasi, totaliterisme, oligarki dsb. Secara awam berarti suatu organisasi, tetapi lembaga bisa juga merupakan suatu kebiasaan atau perilaku yang terpola. Perkawinan adalah lembaga

sosial, baik yang diakui oleh negara lewat KUA atau Catatan Sipil di Indonesia maupun yang diakui oleh masyarakat saja tanpa pengakuan negara. Dalam konteks ini suatu organisasi juga adalah suatu perilaku yang terpola dengan memberikan jabatan pada orang-orang tertentu untuk menjalankan fungsi tertentu demi pencapaian tujuan bersama, organisasi bisa formal maupun informal. Lembaga politik adalah perilaku politik yang terpola dalam bidang politik. Pemilihan pejabat, yakni proses penentuan siapa yang akan menduduki jabatan tertentu dan kemudian menjalankan fungsi tertentu (sering sebagai pemimpin dalam suatu bidang/masyarakat tertentu) adalah lembaga demokrasi. Bukan lembaga pemilihan umumnya (atau sekarang KPU-nya) melainkan seluruh perilaku yang terpola dalam kita mencari dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin ataupun wakil kita untuk duduk di parlemen. Persoalan utama dalam negara yang tengah melalui proses transisi menuju demokrasi seperti indonesia saat ini adalah

pelembagaan demokrasi. Yaitu bagaimana menjadikan perilaku pengambilan keputusan untuk dan atas nama orang banyak bisa berjalan sesuai dengan norma-norma demokrasi, umumnya yang harus diatasi adalah merobah lembaga feodalistik (perilaku yang terpola secara feodal, bahwa ada kedudukan pasti bagi orang-orang berdasarkan kelahiran atau profesi sebagai bangsawan politik dan yang lain sebagai rakyat biasa) menjadi lembaga yang terbuka dan mencerminkan keinginan orang banyak untuk mendapatkan kesejahteraan. Untuk melembagakan demokrasi diperlukan hukum dan perundang-undangan dan perangkat struktural yang akan terus mendorong terpolanya perilaku demokratis sampai bisa menjadi pandangan hidup. Karena diyakini bahwa dengan demikian kesejahteraan yang sesungguhnya baru bisa dicapai, saat tiap individu terlindungi hak-haknya bahkan dibantu oleh negara untuk bisa teraktualisasikan, saat tiap individu berhubungan dengan

individu lain sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku. Perilaku politik atau (Inggris:Politic Behaviour)adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik.Seorang individu/kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik contohnya adalah: Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat / pemimpin, Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol , mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lsm lembaga swadaya masyarakat Ikut serta dalam pesta politik, Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas, Berhak untuk menjadi pimpinan politik, Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku. (bersambung)

terburu-buru seorang office boy memanggil HRD manajer. Dan segeralah manajer HRD datang. begitu berada didekatnya dia berkata,"kamu lihat tadi pegawai yang baju merah,yang duduk saja dipintu samping..lihat khan..? “Iya pak..kenapa dia pak?”, Tanya manajer HRD dengan wajah bingung.. “saya sudah pecat dia. Saya sudah bayar pesangonnya sekalian..langsung 2 minggu!..dan seluruh karyawan disini melihat apa yang saya lakukan..itu menunjukan DISIPLIN sebagai pimpinan!”, Katanya berceramah. “Maaf pak, Pegawai yang mana pak?” Tanya HRD manajer meminta kepastian. “Yang baju merah disamping,yang duduk-duduk itu lho..”,katanya dengan suara mengeras dan muka memerah menahan marah. “Oh yang itu..”,si HRD manajer memahami.."tapi maaf pak...dia

bukan pegawai kita..itu PENGANTAR PIZZA DELIVER"

Humor Politik Pak Ali-Ali dari virus H1N1 yang perkembangannya jauh lebih cepat dari Induknya. Gejala dari Yang terkena Virus ini penderita akan mengalami suatu suatu perasaan ephoria di dalam dirinya bahkan pendrita tidak menyadari kalau dirinya sedang mengidap virus berbahaya ini dan dalam jangka waktu 1-2 tahun penderita bisa mengalami Kematian mendadak. Dan yang paling Diasuh Oleh : mengejutkan Virus baru ini telah Silestinus Babah Gamok menjangkit 2 orang di Indonesia dan telah memamakan 1 korban. yang terjangkit Virus ini Lebih Berbahaya Dari Oknum tidak pandang bulu, Di Indonesia Virus Flu Babi sendiri Virus ini ternyata Akhir-akhir ini masyarakat menjangkiti oknum pejabat, ditakutkan denga adanya flu babi ( sehingga konon kabarnya ketua H1N1 ) yang secara global mulai KPK juga terinfeksi Virus tersebut menjangkit dimana-mana.Akan dan salah satu dirut BUMN tetapi menurut penelitian terbaru meninggal akibat keaganasan dari FDA Us Oleh Dr Jim virus ini. Roberst,peneliti lulusan chicago health instistute,ditemukan jenis VIRUS BARU INI DINAMAKAN : virus baru yang mana virus ini R4N1 merupakan jenis varian terbaru

Pimpinan Salah Memecat Orang Seorang pimpinan di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik tersebut dia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai. Sementara semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja dengan giat, apa lagi satpam depan sudah kasih tahu mereka kalau ada pimpinan akan inspeksi. Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, “heh kamu..Berapa gajimu seminggu?” Dengan terkejut, pemuda itu melihat ke arah si pimpinan sambil berdiri dan memandangi dari bawah keatas ia menjawab, “Hmmmm 100.000 per minggu pak”. “Benar seratus ribu?” Tanya

pimpinan itu lagi.."Be..benar pak..", jawab pemuda tadi. Si pimpinan mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, “Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi.” PERGI! Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara. Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. “Panggil HRD manajer kemari! Biar dia tahu bagaimana memimpin itu” ujarnya dengan intonasi dibuat wibawa.. Selanjutnya dihadapan para karyawan si pimpinan melanjutnya wejangannya “kamu lihat ya..jika kamu malas-malasan kamu langsung saya pecat seperti orang tadi..ini masa krisis..kamu harus giat. Suruh kesini manajer HRD cepat..” Dengan

Emansipasi Polisi Dan Preman Seorang preman ditangkap polisi karena menyamar jadi Polisi,saat diinterogasi dia cuma berkata sebagai berikut: Polisi: “Kamu jadi Polisi gadungan.” Preman: “Emansipasi...” Polisi: “Hah...emansipasi apaan katamu..?” Preman: “Polisi reserse suka menyamar menjadi preman,kenapa preman tidak boleh menyamar jadi polisi beneran.....” Polisi: “...??@#$##!!#@$...”

Pasamean Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 13

Budaya

Sanggar Ikatan Seniman Menjalin (ISIM) Mewakili Landak di Pagelaran Seni Budaya di TMII Jakarta <Dihadiri Puluhan Duta Negara Tetangga Jakarta-SIMPADO. Duta seni dan kebudayaan Kabupaten Landak, Minggu 26 Juli menggelar kegiatan seni budaya Landak, di Ajungan Kalimantan Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Kabupaten Landak diwakili oleh Sanggar dari Ikatan Seniman Menjalin (ISIM), yang diketuai oleh Thomas Apon. Pria yang biasa dipanggil Pak Mega ini menjelaskan, mereka dipilih Pemkab Landak karena sanggarnya berprestasi diberbagai even budaya yang

diselenggarakan pemerintah. “ketika dihubungi Pemkab, kami sangat senang dan berharap mampu mempersembahkan yang terbaik” ujar pria yang juga Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Menjalin ini. dilanjutkannya, Sanggar ISIM yang berangkat ini umumnya kaum muda sekitar 40-an peserta. “karena ramai dan menghemat anggaran, awalnya kami akan berangkat dengan kapal laut, namun kemudian atas inisiatif bapak Bupati Landak, kami diberangkatkan dengan pesawat” ujarnya tersenyum. ia tampak sangat bahagia dan bangga dengan perhatian bapak Bupati Landak ini. Sementara itu, hadir Bupati Landak Dr. Adrianus AS, bersama Wakil Bupati Landak A. Sukian,

SH, Koordiantor Anjungan daerah di TMII Drs. Sigit Gunarjo. Selain itu hadir juga Kadis, Kakan, perwakilan Menteri Dalam Negeri, Kedutaan Luar Negeri di Jakarta, seperti Jepang, Nigeria, Afrika Selatan, USA, Colombia, Nabibia, Thailand, Korea, Pakistan, Rusia, India, dan Jerman. Dalam kesempatan itu dalam sambutannya Bupati Landak Adrianus AS menyatakan Kabupaten Landak adalah salah satu kabupaten baru di Kalimantan Barat, yang dulunya masuk dalam kabupaten induk yaitu Kabupaten Pontianak. Berkat pemekaran daerah, lahirlah kabupaten baru dinamankan Kabupaten Landak. Mantan Kadis Pendidikan Landak ini juga menyatakan ucapan

terima kasih kepada Pemda Kalbar atas undanganya meminta tampil seni dan budaya Kabupaten Landak di ajungan daerah Kalbar di TMII. “Apa yang ditampilkan pada hari ini, adalah bagian kecil yang ada di Kabupaten Landak, masih banyak seni dan budaya yang belum kita tampilkan. Mudah-mudahan kedepan kita bisa memberikan yang terbaik untuk nama daerah Landak,” katanya. Menyinggung potensi yang ada di Kabupaten Landak? Mantan Wakil Bupati Landak, ini menjelaskan Landak, ada beberapa potensi seperti pertambangan, intan, kayu, perkebunan dan pertanian. “Kita punya kebun sawit, kebun karet, dan ini adalah kehidupan masyarakat disana. Dan pada

umumnya penduduk Landak usahanya bertani,” katanya. Bupati berharap, dalam kunjungan wisata Kalbar tahun 2010, mari berbondong-bondong datang di Kabupaten Landak, melihat secara dekat melihat seni dan budaya masyarakat disana. “Budaya kita banyak sekali ada adat Dayak, Melayu, Cina, Batak dan sebagainya,” katanya. Sementara itu Suprianus Herman, SH, kepala Kantor Perwakilan Pemda Kalimantan Barat di Jakarta, menyatakan ucapan terima kasih dalam rangka seni budaya serta pameran produk unggulan Kabupaten Landak. “Saya ingin apa yang sudah ada ditambah lagi agar orang luar akan lebih mengenalnya, nama Kabupaten Landak,” kata

Suprianus Herman. Ia juga mengatakan keberadaan anjungan daerah Kalbar di TMMI adalah satu bangunan yang didirkan tradisional rumah Adat dayak Betang, rumah adat Melayu Keraton. “Kita berharap pada tahun 2010, kami mencoba setiap kabupaten dan kota menggelar kegiatan seni dan budaya 1 bulan sekali di anjungan Daerah Kalimantan Barat,” katanya seraya mudah-mudahan program ini bisa terealisasi. Dalam tampilan pagelaran seni, budaya dan pameran kemarin, meliputi seperti seni tari khas Dayak dan Melayu, dan pameran intan, anggrek, anyaman dan ukiran tangan. (owat)

Asal Usul Adat Istiadat Bahuma Batahutn i negeri Sapangko Kanayatn, hiduplah sepasang manusia bernama Nek Panitah dengan istrinya Nek Duniang. Sungguhpun demikian, mereka tidak campur tidur. Nek Panitah kemudian meminta anak. “ Yang-yang Si Julate, aku minta ada manjadiatn anak “ kata Nek Panitah. Tiba-tiba jadilah anak, yang kemudian diberinya nama Baruakng. Karena tidak disunat, maka nama anak itu menjadi Baruakng Kulub. Setelah cukup besar, Baruakng kecil suka sekali bermain. Ia terus turun ke bumi, untuk bertemu Umang-Umang dan Bulit-Bulit. Mereka bertiga bermain gasing, namun Umang-Umang dan Bulit-Bulit selalu saja kalah. Baruakng tahu bahwa teman-temannya ini masih makan Kulat Karakng (sejenis jamur/cendawan), makanya dengan mudah ia mengalahkan mereka. Pada suatu hari, Baruakng turun lagi kebumi. Ia lupa bahwa dibetisnya, masih terdapat sisa nasi yang melekat. Biji nasi itu terlihat oleh Umang-Umang, lalu langsung diambil dan dimakannya. Tiba-tiba ia merasa segar sekali badannya. Terus bermain, kalahlah Baruakng. “ Kenapa ya..kamu bisa kalahkan aku ? “ Tanya Baruakng. “ Ee..aku makan sesuatu yang melekat dibetismu. Apa sih namanya ? “ kata Umang-Umang sedikit bertanya, karena heran. “ itulah nasi “ jawab Baruakng.“ Seperti apa sih bentuknya nasi itu ? “ Tanya Bulit-Bulit. “ O…sebelum nasi, namanya beras. Itulah yang kau makan tadi. Sebenarnya nasi itu tidak ketahuan melekat dibetisku “ kata Baruakng. “ Cobalah bawakan kami barang itu, kami ingin melihatnya “ Pinta Umang-Umang. “ payah…nanti bapak ibuku marah. Mereka menilai manusia di dunia tidak hemat. Itulah makanya mereka tidak mau memberi kalian, sebab Piroro (selau terlantar / tidak terurus baik). “ Cobalah..bawakan sedikit saja. Kami ingin sekali melihatnya “ kata Bulit-Bulit. Karena terus didesak kedua temannya, segera Baruakng naik lagi ke atas ( dunianya, Sapangko ). Ia berlari hingga sampai ke dangau padi ibunya. “ Mari pulang. Jangan kamu bawa padi

D

itu, nanti bapakmu marah “ kata Nek Duniang kepada Baruakng. Lalu mereka pulang kerumah. Besoknya, Baruakng pergi lagi ke dangau padi bersama ibunya yang sedang bekerja sendiri diladang. Diambilnya sebiji padi itu dan disimpan di celana kulitnya. Agar tidak ketahuan bapaknya. Namun ternyata tetap ketahuan, oleh karenanya diambil lagi. Bapaknya marah besar dengan Baruakng. Merasa rindu dengan teman-temannya, Baruakng turun lagi kebumi dan mengajak Umang-Umang dan Bulit-Bulit bermain gasing. “ adakah kamu bawa sesuatu yang kami minta itu ?“ Tanya Umang-Umang. “ Tidak jadi saya bawa. Sebenarnya telah kubawa barangi itu, tapi ketahuan bapakku. Lalu diambil lagi “ kata Baruakng. “ coba kamu simpan dikulit kepala “ anu”mu “ kata Umang-Umang. Baruakng segera naik lagi keatas. Ia segera mengambil padi tersebut dan menyimpannya dikulit kepala “anu”nya. Bergegas Baruakng turun ke bumi menemui Umang-Umang dan Bulit-Bulit. “ jangan kamu tanam diluar rumah. Tanamlah didapur, agar tidak ketahuan bapakku. “ kata Baruakng berpesan. Umang-Umang menanam padi itu pada bulan enam, tujuh dan delapan. Setelah cukup besar padi itu, keluar pelepah, keluar anak-anaknya, hingga bunting. Butir-butir padi itu terus menguning dan siap dipanen. Nek Panitah tanpa sengaja melihat kebawah dan terkejutlah ia melihat padi itu. “ Ha..lihatlah kerja Baruakng. Sudah diberikannya manusia padi itu. Karena kamu tidak memperhatikannya, tidak kamu jaga dia bermain “ kata Nek Panitah kepada istrinya.“ habis, mau bagaimana lagi ? “ jawab Nek Duniang. “ itulah kamu. Brengsek, tidak hemat. Tunggu, nanti kubunuh anak itu “ kata Nek Panitah. Menangislah Nek Duniang oleh ucapan suaminya itu, ia takut anaknya dibunuh. Setelah itu, ia bertemu Baruakng. “ larilah kamu segera, kamu sudah salah karena memberi manusia padi “ kata ibunya kepada Baruakng. Nek Panitah membuat Pate’ (ranjau dari

potongan kayu diruncingkan untuk membunuh ), berhentilah ibunya menangis. Kemudian tubuhnya bersisik, ia menangisi lagi Baruakng. Dilihatnya ke bawah, dan terlihat Baruakng sangat ingin pulang ke atas untuk bertemu ibu bapaknya. Diturunkannya induk babi betina yang telah tua. Datanglah anaknya itu. Kemudian ia berkata. “ itulah anak kita telah lai, tinggal adoh ( induk babi betina ) yang terkena pate’ ( ranjau ) ku “. “ baik-baik kau nak, kalau dijalan yang lurus, tentu kau sampai ke subayatn, dan kalau ke kiri kau akan sampai ke bumi manusia “. Kata Nek Duniang. Baruakng terus saja berjalan, ia lupa telah berjalan kekanan dan sampailah ia ke subayatn. Di subayatn, ia tertarik dengan Si Putih, gadis subayatn. “ saya suku kamu, bolehkah kita menikah ? “ Tanya Baruakng. “ saya juga suka kamu “ kata Si Putih. Mereka kemudian menikah. Setelah lama menikah, ia teringat ibunya. Karena teramat rindu, ia pulang dan bertemu.“ Kemana kamu pergi ? “ Tanya ibunya.“ jalan yang lurus. Istriku si Putih, cantik sekali “ kata Baruakng.“ pura-pura pulang kamu anakku. Lihatlah gutu ( kutu ) dikepalanya, ada satu rambutnya yang diatas kepala. Cabutlah, terus ia akan benci denganmu “ pesan ibunya. Terasa pikiran si Putih untuk hamil, segera dilihatnya perutnya telah besar. Dulu, sangat lama menikah dengan Baruakng ia tak kunjung hamil sekarang ia telah hamil. Setelah berumur sembilan bulan sepuluh hari, keluarlah anak itu. Apa yang dilahirkannya ? ternyata segala burung. Heranlah Baruakng. “ mengapa istriku melahirkan burung banyak sekali ?. sedih sekali aku melihat istriku melahirkan burung. Besok aku harus bertemu ibuku “ ujar Baruakng dalam hati. Keesokan harinya, Baruakng naik lagi ke atas dan bertemu ibunya. “ bu, mengapa istriku melahirkan burung ? makanan apa yang harus kuberikan mereka nanti ? siapa nanti namanya harus kuberikan ? “ Tanya Baruakng. “ oh…sebenarnya tidak sulit benar memberinya nama anakku. Tancapkan saja aur (sejenis bambu yang daunnya sangat

kecil, runcing dan memanjang ) ke ujung pante ( halaman rumah ), lepaskanlah seekor demi seekor. Lepaskan yang tertua, maka berkata Keto. Kemudian Kohor, Caruit, Buria’. Lepaskan lagi yang tertua berkata Biang, kemudian Jantek, Rooh, Jeje, Ansit, Dugal, Tongo’, Adatn, Kijakng ” kata Nek Duniang kepada Baruakng. Itulah langkah-langkah berladang, mengerjakan padi itu, tambahnya. “ Pulanglah kamu segera dengan istrimu itu. Kamu harus cerai, cabut rambutnya diatas kepala, ia pasti benci dengan mu.” Pesan ibunya lagi. Kemudian datanglah bapaknya kepada Baruakng.“ ceraikan saja istrimu itu. Turunlah kamu didunia, mengajar manusia. Kebetulan kamu telah memberi manusia padi. Kamu harus beristri lagi segera “ kata Nek Panitah. Baruakng turun lagi, dan menikah dengan Jamani, seorang gadis dari dunia. Setelah lama bersuami-istri, Jamani hamil. Setelah cukup umur kehamilannya, ia kemudian melahirkan seorang bayi, yang diberinya nama Kulikng Langit. Kulikng Langit tumbuh dengan cepat, sehingga tidak lama kemudian ia hampir dewasa. Ia senang bermain. Didekat rumahnya, terdapat sebatang pohon langsat. Karena tertarik dan berminat untuk makan buah langsat yang telah masak, ia memanjat pohon tersbut. Baruakng tidak tahu kalau anaknya akan memanjat pohon langsat, karena ia telah bersiap akan naik keatas, menemui orang tuanya. “ begini istriku, aku akan naik keatas. Kalau anakmu telah turun ketanah, katakan padanya, jangan dilanggar kata kakaknya (keto,jantek dll). Kalau ia ingin naik atau turun, jangan sekali-kali dilanggar kata kakaknya. Segala Kohor, Jantek, Keto, Buria’, Biang, Rooh, Jeje. Sebab kalau di langgar, ia akan menerima naas “ pesan Baruakng kepada istrinya. Setelah tahu tidak ada bapaknya, Kulikng Langit masih berminat sekali untuk memanjat pohon langsat untuk mengambil buahnya. Tiba-tiba, Keto terbang tepat didepannya. Ia tahu, tetapi tetap saja ia tidak menghiraukan kata-kata kakaknya. Setelah tiga kali dlarang kakaknya tetap tidak mau, Kulikng Langit tetap

memanjat pohon itu. Belum sempat diatas, tiba-tiba ia terjatuh. Tubuhnya hancur menimpa batu, karena tepat diatas hamparan batu. “ ha..mestinya kita harus beritahu ayah “ kata Keto. Setelah itu, mayat Kulikng Langit dibawa keatas, menemui Nek Panitah. “ aku ini tali nyawa, hiduplah kamu “ kata Nek Panitah. Kulikng Langit hidup kembali, tetapi ia kemudian dilarang kembali ke dunia bersama manusia. “ Ha…kamu Baruakng, turunlah lagi kedunia. Kamu ajarkan palangkahan (teknik menghindari naas ) segala

kata burung kepada manusia “. Kata Nek Panitah. Turunlah Baruakng kedunia. Itulah hingga kini, manusia,khususnya di kalangan orang Dayak tetap mengingat dan memperhatikan tanda-tanda alam seperti, kata burung dan lain-lain bila ingin mengerjakan sesuatu, terutama bila akan memulai perladangan. (Sumber Cerita: F. Bahaudin Kay, almarhum, Pahauman)

Buruh Lepas Pengurus di Lapangan Berita Gembira Layaknya Info Media Tujuh Belas Agustus dirayakan Harinya merdeka Negara Indonesia Lima Bendera berada di konsulat Remaja minang terkesan penjarah Kita merdeka, merdeka berdaulat Karena menang melawan penjajah Tentara perang jangan gelisah Dibulan delapan saat berladang Merdeka menang bukan hadiah Ribuan pahlawan wafat berperang Bawa sarapan kedekat kanal Tangan kuda rupanya serupa Jasa pahlawan teramat mahal Jangan lupa kepada jasanya Tahapan sidak disambut lega Dipenjara pidana kerap terbuka Pahlawan tidak menuntut jasa Dimintanya Negara tetap berjaya

Pajanang

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

<Halaman 14

profil tokoh

Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Anak Penjual Botol Menjadi Dokter Oleh : Yohanes Supriyadi Di RSU St Antonius Pontianak (RSSA), tak ada orang yang tak mengenal dokter muda ini. dr. Damianus Hipolitus, sejak 2006 lalu merupakan salah satu pemimpin di rumah sakit swasta yang telah berumur hampir seabad ini. dr Dami, demikian akrab ia dipanggil setelah jadi dokter, berasal dari kampung Saledok, salah satu kampung di Desa Lamoanak Kecamatan Menjalin. Ia lahir 21 Nopember 1975, anak pertama dari 6 bersaudara pasangan Yohanes Natalis Sinton dan Herkulana Nai. “saya pernah mendengar cerita perjuangan hidup dokter ini, luar biasa untuk ukuran anak kampung” sahut Jiman, salah satu karyawan RS St Antonius di bagian UGD. Menurut Nai, ibunya, sang dokter lahir tepat pada hari Jumat, jam 5 pagi. Dikisahkannya, ketika akan lahir, warga kampung berjaga-jaga, sebab selama 4 hari 3 malam, jabang bayi tak kunjung lahir. Selain anak pertama, ketika itu sedang musim lapar dikampung. “syukurlah, dengan bantuan Jain, atau dikenal dengan We Salamah, akhirnya bayi yang dinanti lahir dalam keadaan selamat” kenangnya. Menurut Nai, hampir semua keluarga di kampung Saledok mengkonsumsi nasi tamora’ (nasi campur ubi kayu) ketika anak pertamanya ini lahir. “Di kampung, masa kecil dokter ini dipanggil Itus, kependekatan dari nama baptis Katolik; Damianus Hipolitus” ujar nenek dari 3 cucu ini. Ditempa Senaning Menjadi dokter di daerah terpencil di Senaning Sintang, menempa hidup pria penyuka minum air putih ini. Ia semakin yakin dan percaya bahwa tenaganya sangat diperlukan untuk pembangunan bangsa. Ia tak membeda-bedakan pasiennya berdasarkan suku ataupun agama. Semuanya sama. “kan, manusia lahir tidak bisa memilih harus menjadi suku apa, agama apa” ujarnya. Setelah diwisuda menjadi dokter, ada tawaran dari Bupati Landak ketika itu, (sekarang gubernur Kalbar). Bupati ingin, dr Dami tugas sebagai dokter PTT di Kecamatan Air Besar-Landak. “saya menolak, soalnya dari informasi yang saya dapat, di kawasan perhuluan Kalbar, sangat banyak daerah yang belum ada dokter” ujarnya. Ditemani sang istri, ia kemudian memilih tugas Dokter PTT di Senaning-Sintang. Ia bertugas selama 2 tahun sebagai Pj. Kepala Puskesmas. Dari kawasan pedalaman, tahun 2004, ayah dari Celine

Eunike Dayanara ini mendapat panggilan tugas dari RS St Antonius. Ia menyanggupi. Ia mendapat tugas sebagai kepala IGD. “di IGD, kemanusiaan saya semakin ditempa. Setiap hari, ada saja manusia terkena musibah dan penyakit. Sebagai dokter, saya wajib membantu dan melayani dengan sungguh” ujarnya. Sambil bertugas sebagai dokter jaga di IGD, dua tahun kemudian diangkat menjadi Pj. Kepala Administrasi. “tugas saya semakin berat, tapi semangat membangun dan melayani juga semakin menyala” katanya. Prestasi demi prestasi berhasil diraih, ia bahkan pernah dikirim keluar negeri untuk belajar tentang manajemen rumah sakit berbasis mutu. Ia pernah di kirim ke Thailand, dll. Tak hanya itu, berbagai pelatihan, seminar dan kursus di dalam negeripun diikuti dengan cermat. Aktivitasnya kian hari kian bertambah, ia juga mengampu beberapa mata kuliah di Akademi Keperawatan Dharma Insan. Berbagai profesi dan prestasi inilah, enam bulan kemudian, ia diangkat menjadi Wakil Direktur RS St Antonius sampai sekarang. Kini, dokter anak penjual botol ini melanjutkan kuliah spesialisasi bedah umum di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Peduli dan Melayani Sebagai Wakil Direktur rumah sakit swasta terbesar di Kalbar, suami dr. Ferawaty Ginting ini tetaplah anak kampung. Ia memiliki kepedulian yang tinggi dan terus mengabdi dengan tulus. Ia tak ingin larut dengan perkembangan, karena ia sadar bahwa sejarah hidupnya tak terlepas dari kepedulian orang lain. “ayah saya dulu menjual botol untuk membiayai hidup dan sekolah saya” kenangnya. Matanya berkaca-kaca. Tetapi, kreativitas sang ayah inilah yang melekat kuat dibenaknya. Ia ingin mewarisi kreativitas sang ayah ketika menjadi dokter. Y.N.Sinton, ayahnya, bercerita, ketika anak tertuanya ini masih kecil, ia tak memiliki pekerjaan tetap. Hampir semua pekerjaan dilakukannya. “pokoknya, anak saya bisa sekolah dan keluarga saya bisa makan” ujarnya. Ia sadar, kalau tak kreatif mencari pekerjaan, ia akan menenggelamkan masa depan anak-anaknya. “anak adalah utama dan terutama dalam hidup saya” lanjutnya. Matanya merah, ia teringat masa-masa sulit ketika itu. “syukurlah, Jubata na munuh (Tuhan tidak menghukum). Ketika itu, hidup sangat sulit. Saya berpikir, kreativitas menjadi penting. Ya...mengalir sajalah, layaknya air” terang kakek dari 3 cucu ini.

Pria asal Menyuke ini, menuturkan, dalam sehari ia mampu mengumpulkan 100-150 buah botol dari warga kampung terdekat. “banyak yang saya beli botol bekas kecap dan botol bekas jamu cap air mancur” ujarnya tersenyum. Dengan sepeda motor Yamaha RXS produksi tahun 1981, setiap hari Sinton berkeliling kampung, mengumpulkan botol-botol bekas. Botol-botol ini kemudian dijual ke Pak Teman, seorang pedagang pengumpul botol di pasar Tae Tukong, Mandor, 6 Km dari Saledok. Pak Teman, dianggapnya toke (tauke), karena

Pontianak. Pada usia 2 tahun, anak cerdas ini pernah di tes ibunya ketika perayaan ulang tahun. Selain kue-kue, disiapkan juga sebuah pen, sebuah buku tulis dan sebutir telur ayam rebus. Ternyata, ketika diminta anak lelakinya ini memilih mengambil pen dan buku. Demikian juga ketika berusia 4 tahun, atau baru belajar bicara. Ketika ditanya, kalau sudah besar mau menjadi apa, sang anak menjawab polos “mau jadi dokter”. Nai menangis. Ia tak sanggup bicara. Ia tak yakin cita-cita anaknya tercapai kelak. Hanya sampai kelas 3 di Saledok, karena tidak ada kelas 4,

<Dr. Damianus Hipolitus beserta keluarga pernah memberinya modal 100 ribu untuk membeli botol. “saya pernah mengumpulkan 10.000 buah botol” kenangnya. Ketika membeli botol, ia membayar antara Rp.25 sampai Rp 50, dan menjualnya Rp.100. Selain menjual botol ini ke Pak Teman, kadang-kadang ia juga menjualnya langsung di Pasar Sei Pinyuh, terlebih ketika ada keperluan belanja keluarga yang tidak ada barangnya di kampung. Dengan berdagang botol ini juga, Sinton mampu menyekolahkan anak-anaknya, bahkan mampu membelikan baju baru terbaik setiap kenaikan kelas. Cita-cita sejak bocah Di kampung, lelaki murah senyum ini sama dengan bocah kebanyakan. Setiap hari, ia bermain dengan bekas alat-alat suntik ayahnya. “beberapa batang pisang sampai hancur disuntik” ujar Nai, ibunya. Ia tertawa mengingat kejadian lucu tersebut. Banyaknya alat bekas jarum suntik ini, karena ayahnya juga berprofesi sebagai “mantri” yang seringkali dipanggil warga yang sakit. Sinton, mengaku pernah belajar khusus tentang penanggulangan penyakit keluarga di Salatiga Jawa Tengah dan kursus kehewanan di

5 dan 6, oleh ayahnya, ia terpaksa dititip dengan Nek Aem atau Pak Akek di Kampung Paluntatn, Tembawang Bale-Menyuke. Di kampung ini, ia melanjutkan sekolah di kelas 4 hingga tamat dengan NEM tertinggi se-Kecamatan Menyuke. Tamat SD, ditemani sang ayah, ia mendaftar di SMP Timonong (SMP St Aloysius Gonzaga, sekarang) Nyarumkop Singkawang. Bersama ratusan anak seusianya dari berbagai penjuru Kalbar, ia tinggal di asrama Timonong. “2 minggu pertama, saya sempat sakit perut” kenangnya. Maklum, ia baru mengenal makanan yang baru, Bulgur. Bulgur adalah makanan dari jagung tua yang digiling, dan dicampur sedikit dengan beras. Di asrama, ia akrab dipanggil (Hipo) Menurut Drs. Adrianto Alio, mantan gurunya di Nyarumkop, ketika sekolah disana, Hipo terkenal anak yang sangat cerdas. Setiap kenaikan kelas, ia selalu juara. Tak heran, teman-temanya mengangkatnya menjadi ketua kelas. Selain jago dipelajaran Fisika dan Matematika, bahasa inggris juga selalu diraihnya dengan nilai tertinggi. Di asrama, Hipo mengaku sering tak ada waktu

untuk pulang kampung. Selama liburan, ia memilih tetap di asrama. Karena itu, Pastor Heliodorus Herman, OFM.Cap memintanya bekerja dengan upah Rp.250/jam. Setiap hari, ia dijatah kerja 7 jam. Dengan kerja ini, ia mendapat upah Rp.1.750 sehari, nilai yang lumayan besar ketika itu. Tamat SMA St Paulus Nyarumkop dengan NEM tertinggi, atas bantuan Drs. Adrianto Alio, Hipo ditawari 3 beasiswa sekaligus. Dari sekolah ia ditawari menjadi guru fisika, dari Rumah Sakit St Vincentius Singkawang ia ditawari untuk kuliah di bagian Teknik Rontgen dan dari RS Dharma Insan Pontianak ia ditawari untuk sekolah kedokteran umum di Universitas Atmajaya Jakarta. “sebelumnya, saya memang pernah mengirim data ke Universitas Atmajaya, setelah mendapatkan informasi dari bapak Uskup Agung Pontianak” ujar bapak satu putri ini. Hipo memang bertekad untuk berjuang dan menimba ilmu di luar Kalbar, karena itu ia memilih untuk menerima tawaran dari RS Dharma Insan. Namun, tawaran untuk sekolah kedokteran tak semulus yang dibayangkan. Ayahnya bingung mengumpulkan uang. Dari brosur yang ditawarkan Universitas Atmajaya, ia harus mengirim 10 juta uang pendaftaran. “padahal, uang saya hanya 2,5 juta” kenangnya. Untuk mengumpulkan uang sebanyak itu, ayah merelakan 2 ekor sapinya yang baru beranak untuk dijual. Setelah dapat uang, ayahnya menemui Suster Jeanne Marry di Pontianak, suster bersedia meminjamkan uang untuk menutupi biaya pendaftaran Dami di Universitas Atmajaya, dengan syarat nanti dibayar cicilan. Demi masa depan anak, syarat ini disanggupi. Untuk memohon doa restu keluarga dan warga sekampung, sekaligus memberitahukan Dami akan sekolah di Jakarta, ayah menyelenggarakan adat baulakng. Adat baulakng adalah adat syukuran atas keharmonisan dan rejeki pasangan suami istri menurut adat Dayak. Bermodalkan tekad dan semangat untuk maju, menjadikan Dami memberanikan diri berangkat ke Jakarta. Ia menumpang KM Lawit. “ketika berangkat ke Jakarta, saya hanya membawa beberapa helai pakaian, ijazah, uang 450 ribu dan selembar peta jakarta terbitan tahun 1970-an yang diberi Pastor Willy” ujar Hipo. Pastor Willy adalah Sekretaris Uskup Agung Pontianak. “masak orang Indonesia tersesat di Jakarta” sindir Pastor Willy ketika Hipo

terlihat agak ragu untuk berangkat sendiri. Tiba di Jakarta, dengan menumpang angkot, ia langsung menuju Pastoran Tebet, tempat tinggal Pastor Fidelis. Namun, Pastor Fidelis sedang di Jogja untuk beberapa hari. Ia hanya ditemui Pastor Roland, orang Belanda. Sementara menunggu waktu tes, ia diberi pekerjaan. “kamu bantu saya di sekretariat Paroki” pinta sang Pastor. Dikantor, Hipo setiap hari mengetik kartu keluarga, dll. Pekerjaan ini dilakoninya selama sebulan lebih. Tak lama, hasil tes diumumkan. Ia dinyatakan lulus, dan langsung mendapat beasiswa pendidikan dari Universitas Atmajaya. “ternyata, beasiswa ini tidak menanggung biaya hidup. syukurlah, tak lama ada berita dari RS Dharma Insan Pontianak, saya mendapat bantuan biaya hidup 300 ribu setiap bulan” ujarnya. Namun, hidup di Jakarta mahal. Untuk menambah biaya hidup, Hipo kreatif. Ia berusaha menciptkana kerja sampingan. Bersama Paulus, rekan sekampusnya dari Jawai Sambas, mereka menjual baju kaos yang disablon tertentu, kodok, dll. “pokoknya, beberapa kebutuhan praktek mahasiswa kami yang penuhi” ujarnya. Paulus kini menjadi Dokter Polisi di Lampung. Selama kuliah, Hipo ngekost dikawasan Semanggi Karet Kuningan Jakarta Selatan. “sederhana saja, biaya kost kami 50 ribu sebulan” ujarnya. Untuk menghemat biaya, tak jarang ia berjalan kaki menuju kampus. Perjuangan berat ini tak sia-sia. Hipo hanya 4 tahun menyelesaikan kuliahnya, ia memperoleh IPK tertinggi dan merupakan wisudawan terbaik dan tercepat dari 170-an wisudawan di Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya. Sebagai calon dokter, ia pernah diangkat menjadi asisten forensik RS dr.Karyadi Semarang. Disinilah ia bertemu Ferawaty Ginting, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang yang juga menjadi Co.Asisten forensik di rumah sakit itu. “kami bertemu pada sebuah acara rohani” ujarnya. Sementara menunggu panggilan sebagai dokter PTT, lelaki murah senyum ini sempat bekerja di RS Denta Tama, Sragen Jawa Tengah selama 6 bulan. Setelah ada panggilan, ia memutuskan untuk kembali ke Kalbar dan bertugas di Senaning. Tepat 1 tahun bertugas di Senaning, keduanya menikah di Jakarta, April 2003.(yad) *******

Perempuan Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

Info Iklan : Sukandi, SE (081345258168)

perempuan

<Halaman 15

Tim PKK Landak Raih Juara I Pangan Nusa III di Jakarta JAKARTA - Simpado Sepanjang tahun 2009, Kabupaten Landak terus mengukir prestasi di tingkat propinsi maupun nasional. Pada tanggal 6 - 9 Agustus 2009 lalu, misalnya, rombongan Tim PKK Kabupaten Landak yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK, Dra. Maria Bernadetha Adrianus, mewakili TP PKK Propinsi Kalimantan Barat mengikuti LOMBA MEMASAK MAKANAN KHAS diajang bergengsi bernama PANGAN NUSA III di Jakarta Conventional Center (JCC) dan berhasil terpilih sebagai Juara I tingkat Nasional. PANGAN NUSA

III ini diikuti 22 propinsi se-Indonesia. Menurut ketua TP PKK Landak, yang juga istri Bupati Landak, di ajang Pangan Nusa III ini, mereka menyuguhkan makanan khas Dayak yang terdiri dari nasi beras merah hasil ladang, ikan tomat yang di “tool” (dimasak) dalam bambu, sup jamur sawit, dan umbut kelapa. Selain itu, ada juga pepes rebung tahu yang dimasukan dalam “tanggosong” (kantung semar) dan oseng-oseng pakis hijau. Dikelompok lain, tim ini juga menyuguhkan kue dalam keribang yang ditaburi udang ebi dan srikaya labu kuning. Kue tersebut disajikan utuh dalam labu

Jenis Makanan Khas Dayak Yang Disuguhkan dalam Lomba Memasak Makanan Khas diajang Pangan Nusa III, Jakarta Convention Centre pada tanggal 6 - 9 Agustus 2009

kuning (paranggi) dan diukir dengan motif Dayak. “awalnya saya tak percaya bisa menang, apalagi juara I tingkat nasional. Pokoknya, bisa tampil itu sudah luar biasa” ujar ibu 3 putri ini. Menurutnya, waktu persiapan yang terbatas bukan halangan untuk berprestasi. “bisa dibayangkan, kami hanya diberi waktu tak sampai 10 hari untuk latihan dan persiapan teknis, namun dengan kerja keras tim semuanya bisa berhasil” sambungnya. Di jelaskan ibu yang juga PNS dilingkungan Pemkab Landak ini, rombongan Kabupaten Landak berjumlah sekitar 30 orang, terdiri dari 2

orang juru masak utama (Kapala Boksan), 2 orang cadangan (Patupara) dan sisanya tim kreasi masakan (Pajajakng). Juru masak tersebut yaitu Ny Nyemas Srimuni, Ny Isidorus, Ny Padu’ Palimbong, dan Toto Martono. Di Jakarta, rombongan ini berlatih dan mempersiapkan diri lebih maksimal di komplek Kantor Perwakilan Kalbar Jalan Salak Jakarta Selatan. “ didapur kantor inilah kami berlatih dan bersiap-siap, termasuk memasak di pansuh (bambu)” ujarnya tersenyum.(yad)

<Halaman 16

advertorial bupati

Edisi III/Agustus 2009 (Ngalameatn Alo)

9 Tempoe Doeloe... PARANG TUMPUL UNTUK KAYU BAKAR

<Bupati Landak dan istri bernyanyi di Hiburan Rakyat Pahauman, 17 Agustus 2009.

<Bupati Landak memberikan sambutan dalam rangka Hiburan Rakyat memperingati 17 agustus di Pahauman-Sengah Temila.

<Bupati Landak membuka Jumpa Mudika ke XII se-Paroki Pahauman di wilayah Tumahe.

<Rombongan Bupati Landak bersama Uskup Agung Pontianak, Mgr Hieronimus Bumbun, OFM.Cap di Pahauman.

<Bupati Landak memberikan pengarahan kepada peserta Jumpa Mudika XII se-paroki Pahauman di Tumahe.

<Bupati Landak menyampaikan makalah dalam rangka seminar kepemimpinan se-kabupaten Landak di Aula Kantor Bupati Landak.

<Kunjungan kerja di dusun Sebadok.

<Memberi instruksi kepada rombongan ketika kunjungan kerja di Dusun Sebadok.

Pimpinan dan Staf Redaksi Tabloid SIMPADO Mengucapkan "SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1430 H" bagi seluruh umat Muslim di Kabupaten Landak. Semoga Amal Ibadah diridhoi oleh Allah SWT. Amin...

Tamat SD, usia Adi masih 11 tahun. Karena nilainya yang bagus (cek raport dan ijazah SD untuk mendeskripsikan mata pelajaran) Adi didaftarkan Asia di SMP katolik bersubsidi, sebuah sekolah yang dikelola suster di Pahuman. Adi tinggal bersama dengan 20 orang lainnya dari kampong Saham disebuah rumah khusus “asrama Tanjung Pinang”, milik paman Adi. Ia termasuk orang kaya dikampung. Hampir sama dengan kebiasaan dirumah (dikampung), di asrama ini, Adi harus memasak sendiri dan mengelola keuangan yang terbatas. Adi, tinggal bersama Viktor, abangnya. Asia setiap tiga hari membawakan lauk dan sayur, masakan ibu dari kampong. Tentu saja kiriman rutin ini meringankan tugas Adi dalam hal memasak. Maklum, Viktor bertipikal pemalas dan emosional. Untuk memasak nasi, Adi menggunakan kayu bakar kecil dan berkualitas buruk. Dengan parang yang tumpul, Adi mencari dan mengumpulkan kayu dari kebun-kebun karet terdekat. Tidak heran, Adi selalu terlambat memasak. Namun ini tidaklah seberapa, yang merisaukannya justru kelakuan abang. Setiap kali akan makan, kadang Adi tidak kebagian. Dengan rakus, abang memakannya hingga tuntas. Adi hanya bisa menangis, ia kelaparan dan serba salah. Namun, ia berusaha sabar dan tabah dengan perilaku abangnya ini. Namanya juga manusia, kadangkala kesabaran akhirnya habis. Suatu hari, Adi memberi “pelajaran” sang abang. Di kebun karet, ia mengambil beberapa buah “jinton” kecil (lateks beku, berbentuk mangkuk) yang mirip dengan jamur kuping. Bersama daun “miding” (sejenis paku) dan rebung, jinton ini dimasaknya. Setelah masak, Adi keluar dan bersembunyi. Ia tersenyum membayangkan sang abang pasti dengan rakus melahap jinton yang dimasaknya dengan miding. Dugaan Adi benar, tengah asyik makan, sang abang mendesah. Ia heran karena “daging” putih bersih itu tak mau hancur dan tertelan. Beberapa saat, iapun sadar, ia telah memakan jinton. Ini pasti kerjaan Adi…pikirnya. Bergegas ia keluar dan mencari-cari, ia marah sekali. Korbannya, tentu saja apa yang ada disekitarnya. Salah satunya kuali, hancur berantakan. Hampir setiap minggu, ayah harus mengganti periuk, kuali, atau barang lain yang hancur di hajar sang abang kalau ia sedang emosi. Naik kelas dua, Sidot meninggal dunia. Adi sangat kehilangan, dan ia semakin gelisah dengan masa depannya diasrama. Bebannya memasak lauk dan sayur semakin bertambah, karena praktis kiriman lauk dari kampong terhenti seketika. Apalagi, enam bulan kemudian, ayah memutuskan untuk menikah lagi. Abang tertua protes keputusan Asia, sang ayah, dan menyatakan berhenti sekolah. Berbeda dengan abang, Adi tetap melanjutkan. Ia tabah dan sadar, sekolahnya jangan sampai terhenti ditengah jalan. Setahun kemudian, abang memutuskan untuk melanjutkan sekolah, dan ia menjadi adik kelas Adi. Disekolah, Adi murid yang kreatif dan bersemangat tinggi. Ia aktif diberbagai kegiatan ekstra, seperti koor (kelompok paduan suara). Sekolah ini dikepalai oleh Pak Sanen, dengan guru beberapa suster, pastor dan bruder. Seorang guru amat berkesan bagi Adi, namanya Suster Caroline, orang Belanda. Suster ini mengajar bahasa inggris. Meski sering dihukumnya, Adi tetap saja bersemangat dan serius untuk belajar bahasa inggris dari suster ini. Hasilnya, Adi sangat aktif berbahasa inggris. Ketika Adi SMP kelas 3, Nilan, adik kelas (kelas 1), sekarang guru di Sebangki mengajaknya mencuri cangkok. Senja mulai tiba, jam menunjukan pukul tujuh malam. Yang punya kebun cangkok pak Beni, biasa dipanggil Olok, nama aslinya Hironimus (sampai sekarang ia tidak tau heheheh). Dengan perlahan, mereka menyebar diareal perkebunan yang tak luas itu. Beberapa memilih ditepi jalan, namun Adi terpaksa memilih yang agak masuk kedalam, tepi sungai. Ketika akan mulai metik, tiba-tiba sebuah lampu senter menyorot. Lampu mengarah persis menuju ketempat Adi. Rombongan pencuri ditepi jalan segera lari, tidak sempat bagi Adi. Ia hanya mengendap, ketakutan. Selama hampir setengah jam, ia ditemani semut, nyamuk, hawa dingin plus ketakutan. Kepala Adi melongok keluar, melihat-lihat keadaan sekeliling. Dan…..preetttt…pretttt….bau tak sedap segera keciuman mengikuti arah angin, tepat dimuka Adi. Adi berupaya berpaling dari arah angin, namun apa daya. Adi sadar, orang itu sedang “beol” (buang hajat). Kesengsaraan Adi bertambah, selain nyamuk, semut, ketakutan dan bau tak sedap. Sejak itulah, ia sadar dan menyesal. Nilan sudah lari. Adi mengendap dipinggir sungai Sapatn, jalan Ubah karena tidak lagi sempat lari. Ada bunyi cek...cek...hu...plung !... pret...pret...preeeet Rupanya Olok sedang buang air besar. Adi serba salah, kalau keluar ketahuan. Ketika Olok selesai, Adi bergegas lari. Kesal sekali.< (Bersambung)


Edisi III Agustus 2009