Issuu on Google+

SELASA 29 NOVEMBER

25

TAHUN 2011

ADA APA LAGI

Korban Menolak Direkam WONGSOREJO - Pemeriksaan kasus video mesum yang ditangani Polsek Wongsorejo masih belum menyentuh oknum pelajar yang mengedarkan gambar bergerak berdurasi 6,2 menit itu. Pemeriksaan yang dilakukan petugas masih terfokus pada hubungan layaknya suami istri yang ada dalam tayangan video tersebut. Dalam pemeriksaan polisi, NS, 16, perempuan yang terekam melakukan ade-

gan mesum itu, mengaku dirinya telah menolak hubungan badan tersebut direkam. Namun, sang pacar yang berinisial BS, 17, terus merayu dan sedikit memaksa agar hubungan tersebut direkam menggunakan kamera telepon seluler (ponsel). “NS tidak mau direkam, tapi BS memaksa terus sam-

bil merayu,” cetus Kapolsek Wongsorejo AKP Suhardi kemarin (28/11). Menurut Kapolsek Suhardi, hubungan layaknya suami istri itu ternyata sudah sering dilakukan oleh dua pelajar yang menjalin hubungan asmara itu. Tetapi, dari beberapa kali hubungan badan, hanya yang dilakukan di

bekas gudang tambak di Pantai Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, yang direkam BS. “Katanya sudah lima kali,” sebut kapolsek. Untuk kasus ini, lanjut kapolsek, pihaknya masih mengusut hubungan badan dengan korban anak yang masih di bawah umur. Kasus ini diproses karena orang tua korban tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke polsek ■

 Baca Korban...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

KENA: Ihwan, Luluk Sukirno, dan Sandi Septian, di Mapolres Banyuwangi.

Trio Kabat Edarkan Trex KABAT - Anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi meringkus tiga warga yang diduga jaringan pengedar pil trex kemarin (28/11). Ketiga tersangka yang ditangkap di tempat terpisah itu sama-sama tinggal di wilayah Kecamatan Kabat. Kini, trio pengedar trex asal Kabat itu dijebloskan ke ruang tahanan Polres Banyuwangi sambil menjalani pemeriksaan. Ketiga tersangka adalah Ihwan, 47, warga Dusun Krajan, Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat; Luluk Sukirno, 23, asal Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat; dan Sandi Septian, 22, warga Perumahan Puri Kalirejo, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat. “Yang pertama kita tangkap adalah Luluk Sukirno,” cetus Kasatnarkoba AKP Watiyo ■  Baca Trio...Hal 35 PT. PLN (PERSERO) DITRIBUSI JAWA TIMUR UNIT PELAYANAN & JARINGAN BANYUWANGI KOTA

PEMADAMAN LISTRIK Sehubungan dengan adanya Pemeliharaan jaringan SUTM 20KV, dengan ini diberitahukan bahwa akan dilaksanakan pemadaman tenaga listrik sewaktu-waktu dilokasi saudara, pada: Hari : RABU Tanggal : 30 November 2011 Jam : 08.00 WIB s/d 16.00 WIB Daerah yang padam: Ds. Banjarsari, Ds. Rejosari, Ds. Pendarungan, Ds. Kebut, Ds. Olehsari, Ds. Glagah, Ds. Paspan. Demi keamanan, bilamana pelanggan memanfaatkan Genset (Pembangkit sendiri), agar pembangkit tersebut terpisah dengan sistem jaringan PLN dan apabila kegiatan tersebut telah selesai, maka aliran tenaga listrik sewaktu-waktu akan dinyalakan kembali. Demikian disampaikan dan atas kegiatan tersebut diatas, kami mohon ma’af serta agar menjadikan maklum.

LEGISLATIF

Gelar Bergengsi Milik Virnanda-Ghozali BANYUWANGI - Bumi Blambangan akhirnya memiliki pasangan duta pariwisata baru. Pada malam grand final di depan kantor Pemkab Banyuwangi Minggu malam lalu (27/11), Virnanda Virgoriani berhasil menyandang gelar Jebeng 2011. Sementara itu, gelar Thulik 2011 menjadi milik Ahmad Ghozali. Virnanda yang berasal dari Kecamatan Banyuwangi tersebut berhasil menyisihkan sembilan pesaingnya. “Ini hasil kerja keras,” ujarnya singkat. Sementara itu, Ghozali berhasil mendapat perhatian dewan juri karena berpedoman pada visinya, yaitu berpegang teguh pada prinsip dan berdoa ■  Baca Gelar...Hal 35

BENNY/RaBa

PENGECEKAN: Tim News Hunter dari SMAN 1 Wongsorejo di kantor RaBa.

Besok Terakhir Kumpulkan File BANYUWANGI - Radar Newspaper Competition (RaNCo) 2011 memasuki babak paling penting. Seluruh tim peserta RaNCo mulai mengumpulkan file halaman koran yang telah mereka susun ■

 Baca Besok...Hal 35

Jebeng 2011: Virnanda Virgoriani Wakil 1 : Ajeng Rahmawati Taufan Wakil 2 : Cendiana Aprilia Harapan 1 : Citra Intan Salehati Harapan 2 : Citra Bunga Edelweiss Jebeng Persahabatan: Farah Nastity Favorit Pilihan Pembaca: Maretha Manik M Dukungan ballot: 763 lembar

Thulik 2011: Ahmad Ghozali Wakil 1 : Tezar Trias Pramana Wakil 2 : Ahmad Eka Tegar Harapan 1 : Fendi Yonatan Santoso Harapan 2 : Nanang Geovani Pangestu Thulik Persahabatan: Gregorius Dimas Kristiawan Thulik Favorit Pilihan Pembaca: Akhmad Eka Tegar Dukungan ballot: 647 Ballot

Juara Lomba Foto BEC

KUA PPAS Dibahas Ulang B ANYUWANGI - Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tampaknya akan semakin panjang. Sejak kemarin (28/11), badan anggaran (banggar) DPRD Banyuwangi membahas ulang berkas yang telah disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas. Pembahasan ulang itu dilakukan banggar setelah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyampaikan ada penambahan dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat sebesar Rp 215 miliar. “Jumat (25/11) banggar bertemu TAPD untuk membahas KUA-PPAS,” ujar Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto ■  Baca KUA...Hal 35

■ Juara 1 : Ricky Cahyo Sutrisno ■ Juara 2 : Bayu Catur Pamungkas ■ Juara 3 : Rendra Des Kurnia ■ Foto BEC Favorit Pilihan Pembaca : Dwi Liza Setyawati (foto no. 40) dengan dukungan ballot 484 lembar.

GERDA/RaBa

HIJAUKAN LAPTER: Bupati Abdullah Azwar Anas menanam pohon trembesi di kawasan Lapter Blimbingsari sore kemarin.

Hijaukan Lapter dengan Trembesi

HUKUM FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

DUTA WISATA: Ahmad Ghozali dan Virnanda Virgoriani merayakan kemenangan setelah terpilih sebagai Thulik dan Jebeng 2011 di depan kantor pemkab Minggu malam kemarin (kanan). Para pemenang lomba foto BEC menerima piala dari GM RaBa Choliq Baya (foto atas).

ROGOJAMPI - Gerakan penanaman satu miliar pohon yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bergulir di Banyuwangi. Diiringi hujan gerimis, ratusan orang menanam 200 pohon jenis trembesi dan sawo kecik di kawasan Lapangan Terbang Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, sore kemarin. Nanti, trembesi dan sawo kecik itu diharapkan bisa menjadikan kawasan lapter menjadi rindang. ‘’Adik-adik sekolah, mari mulai hari ini kita menanam pohon di sekeliling kita ■  Baca Hijaukan...Hal 35

Prestasi Pesilat SDN Lateng dalam Pekan Olah Raga (POR) SD

Tidur, Bercanda, dan Salat untuk Atasi Grogi GALIH COKRO/RaBa

BERSAKSI: M. Iqbal dan Sukani di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

Saksi Tunjukkan Rekaman Video BANYUWANGI - Sidang lanjutan dugaan intimidasi terhadap wartawan dengan terdakwa I Wayan Bagiarta, 53, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (28/11). Agenda sidang tersebut adalah pemeriksaan saksi. Saksi yang dihadirkan dalam persidangan kali ini adalah Mohammad Iqbal dari JTV; Sukani anggota Polsek Cluring; dan Ahmad Waris, karyawan hotel Garden Cottage milik terdakwa Wayan ■  Baca Saksi...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Kontingen Banyuwangi membawa pulang empat medali emas dan empat perunggu dalam Pekan Olahraga (POR) tingkat SD di Sidoarjo pada 21 hingga 26 November 2011 lalu. Cabang pencak silat menjadi penyumbang medali emas terbanyak dengan dua medali emas. Itu tak lepas dari peran tiga pesilat asal SDN Lateng. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

JARUM jam sudah menunjukkan pukul 14.00. Suasana SDN Lateng riuh karena ratusan siswa tengah

menikmati waktu istirahat belajar. Mereka merupakan siswa yang mendapat jatah masuk siang di sekolah yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Banyuwangi, tersebut. Di saat yang sama, beberapa guru tengah duduk di ruang kerjanya sambil menunggu bel GERDA SUKARNO/RaBa masuk kelas JUARA: Lapang Hardi Damarkasih, Nahwu Dhorojatun Kuntoro Djati, dan Sulis Setyowati. berbunyi. Sementara itu, tiga siswa berada Nahwu Dhorojatun Kuntoro Djati, tersandung perkara tertentu di di ruang kepala sekolah. Mereka dan Sulis Setyowati. Mereka bukan sekolah ■  Baca Tidur...Hal 35 adalah Lapang Hardi Damarkasih, sedang mendapat hukuman atau

KUA PPAS dibahas ulang di DPRD Banyuwangi

Makin molor makin mudah negosiasinya

Satpol jaga dan blokade jalan masuk Terminal Wiroguno

Mumpung belum beredar video mesum di terminal

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com

26

Selasa 29 November 2011

Potensi Wisata Desa Bayu, Kecamatan Songgon

Andalkan Rowo Bayu, Terkendala Akses Jalan BAYU - Potensi wisata di di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi sebenarnya cukup besar. Seperti Wana Wisata Rowo Bayu yang sudah cukup kesohor. Sayangnya, selain akses jalan menuju ke lokasi wisata tersebut belum juga diperbaiki, kondisi di dalam wisata Rowo Bayu juga memprihatinkan. Kondisi jalan yang menanjak dengan aspal mengelupas itu membuat jumlah wisatawan yang datang semakin turun setiap tahun. Apalagi, objek wisata yang punya nilai historis tersebut tidak pernah dirawat. Air danaunya kini sangat kotor. Sampah terlihat mengapung di permukaan danau, dan konstruksi bangunan untuk bersantai wisatawan sudah tidak layak. Saat ini, nyaris tempat wisata itu seperti mati suri. Kepala Desa Bayu Sugito mengakui, kondisi memprihatinkan

DOK.RaBa

KOTOR: Danau di Wisata Rowo Bayu, Desa Bayu, Songgon, kondisinya kurang terawat.

itu sudah sering diliput media massa. Sayangnya, sesal dia, sampai detik ini belum ada respons sama sekali dari pemerintah maupun pihak investor. “Jalan di desa kami sejak dulu ya seperti ini (rusak),” kata Sugito. Memang, sudah ada perbaikan beberapa

KAKANG EMBUG

Pendaftar Membeludak SITUBONDO – Pendaftar pemilihan Kakang-Embug Situbondo 2012 membeludak. Hingga hari terakhir kemarin, sedikitnya 124 orang mendaftarkan diri dalam even yang pemenangnya juga akan terpilih sebagai duta wisata di Kota Santri tersebut. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendaftar tahun ini adalah yang terbanyak. Biasanya pendaftar hanya berkisar puluhan orang. “Tahun ini, peserta putri 63 orang dan putra 61 orang,” terang Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga, Sugiono. Dari 124 orang itu nantinya hanya akan diambil 20 orang atau sepuluh pasang, dengan rincian sepuluh Dok.RaBa putri, sepuluh putra. “Banyaknya Sugiono peserta yang mendaftar ini menunjukkan makin banyak remaja-remaja di Kota Santri yang memiliki kepedulian untuk berkiprah bagi kemajuan daerahnya, khuusnya dalam dunia pariwisata,” jelas Sugiono. Hari ini para peserta akan melakukan tahap seleksi di aula lantai dua Pemkab Situbondo. Selanjutnya, mereka akan diberi pembekalan. “Yang sepuluh pasang itulah yang akan mengikuti tahapan berikutnya berupa pembekalan dan masa karantina hingga ke malam grand final,” kata Sugiono. Sejumlah peserta memiliki alasan khusus kenapa tertarik mengikuti ajang pemilihan Kakang-Embug Situbondo 2012. Yang paling banyak adalah perhatian pemkab terhadap para alumnus Kakang-Embug. Sebagian di antara mereka ditempatkan di pemkab meski hanya sebagai tenaga honorer. Ada juga yang sekadar ingin mencari pengalaman dan ingin memberikan apa yang dimilikinya untuk Situbondo. “Bagi saya even Kakang-Embug ini sangat prestisius, bisa ikut di dalamnya merupakan kehormatan bagi saya,” ujar Carolina, salah seorang peserta. (pri/aif)

AGENDA KOTA

LP Maarif NU Gelar Porsema LEMBAGA Pendidikan Maarif NU Banyuwangi, Koordinator Bidang TK/RA, pukul 08.00 sampai selesai, menggelar kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Maarif (Porsema). Lomba ini diikuti 190 dari total 202 TK/RA Maarif se Banyuwangi. Lombanya adalah membaca solawat badar, adzan, asmaul husna, surat-surat pendek, doa sehari-hari, karaoke Islami, serta lari bendera maarif. (*)

kilometer. Namun, perbaikan tersebut jauh dari harapan warga setempat. Sebab, perbaikan jalan belum menyentuh hingga ke pintu gerbang Rowo Bayu. Sebagai bentuk perhatian terhadap tempat-tempat wisata, pihaknya berharap agar

pemkab segera membangun jalan menuju Rowo Bayu. Apalagi, setiap tahun di sana selalu digelar even tahunan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba). “Semua pejabat hadir di sini untuk melakukan napak tilas Puputan Bayu,” ungkap Sugito. Tentu, sebagai daerah yang tiap tahun disinggahi kegiatan Harjaba, pemkab harus memiliki perhatian lebih. Juru kunci Rowo Bayu, Saji, mengungkapkan hal senada. Dia berharap di dalam komplek wisata Rowo Bayu segera dibangun tempat peristirahatan representatif untuk tamu. Jalan aspal menuju danau juga perlu diperbaiki. “Karena mau tidak mau, kalau jalan diperbaiki, maka pengunjung akan bertambah yang datang ke sini,” ujarnya. Sebenarnya, untuk menjang-

kau Rowo Bayu tidak terlalu sulit. Medan jalan yang dilalui juga cukup mudah. Danau alami itu berada di sebelah barat kota Kecamatan Songgon. Pengunjung cukup merogoh kocek Rp 2.000 (untuk hari-hari biasa) dan Rp 3.000 (untuk hari-hari besar) untuk retribusi masuk objek wisata yang berada di lahan Perhutani Barat itu. Danau yang berada persis di tengah-tengah Rowo Bayu selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Belum lagi pohon-pohon yang rindang di sisi kiri dan kanan danau. Suasana alam yang asri dengan hawa dingin di obyek wisata andalan Songgon ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sayangnya, Rowo Bayu terkesan kurang terawat. (als)

DOK.RaBa

RUSAK: Jalan masuk menuju wisata Rowo Bayu hingga kini belum diperbaiki seluruhnya.

Warga Kapongan Terserang Tumor KAPONGAN – Nahas menimpa Tatik, 45, warga Dusun Gudang, Desa/Kecamatan Kapongan. Sejak dua tahun terakhir, ibu satu anak ini harus berjuang keras melawan penyakit ganas yang menyerang bagian belakang kepalanya. Oleh dokter, dia didiagnosa menderita penyakit tumor. Ironisnya, karena alasan klasik, yakni kekurangan biaya, sampai saat ini Tatik belum pernah menjalani operasi, meskipun akibat serangan penyakit tersebut, kulit dan daging yang menutupi bagian belakang kepalanya tersibak. Akibatnya, Tatik tidak lagi mampu bekerja, sehingga kehidupan keluarganya semakin memprihatinkan. Ditemui wartawan koran ini di rumahnya kemarin (28/11), Tatik mengaku selama ini tidak pernah berobat ke Rumah Sakit (RS). Karena kekurangan biaya, dia hanya berobat ke dokter yang buka praktik di kawasan Kecamatan Situbondo. “Saya takut berobat ke RS. Sebab, saya tidak punya biaya,” ujarnya polos. Karena itu, penyakit yang diderita istri

MEMPRIHATINKAN: Tatik (kanan) menunjukkan tumor yang bersarang di bagian belakang kepalanya kemarin (28/11).

SIGIT HARIYADI/RaBa

Sunadi, 47, tersebut semakin parah. Penyakit yang awalnya dikira jerawat, itu kini semakin membesar. “Selama ini saya hanya sekali berobat ke dokter. Itu pun hanya disuntik. Kata dokter, saya terserang tumor,” kata Tatik seraya terisak. Dia mengungkapkan, sejak tumor

yang bersarang di kepalanya membesar, Tatik tidak pernah keluar rumah. Dia khawatir tetangganya merasa jijik sehingga mengucilkannya. Fitri, 19, putir tunggal Tatik mengaku sangat sedih melihat kondisi ibunya. Dia berharap ada pihak yang peduli dan

memberikan bantuan agar orang tunya itu segera dioperasi. “Saya mohon kepada pemerintah agar mau membantu rakyat kecil seperti kami,” tandasnya memelas. Pernyataan senada juga diutarakan Sunadi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu mengungkapkan, selama ini belum ada petugas yang datang ke rumahnya untuk mengetahui kondisi kesehatan Tatik. “Mungkin petugas kesehatan belum ada yang tahu. Sebab, kami belum pernah periksa ke Puskesmas maupun ke RS,” tandasnya. Menurut Sunadi, sebelum menderita penyakit ganas, istri tercintanya itu berjualan rujak dan bakso di depan rumah untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.Sementara itu, bantuan justru datang dari Dewan Masjid Situbondo. Dikonfirmasi saat mendatangi kediaman Tatik kemarin, ketua Dewan Masjid, Abdullah Faqih Gufron, mengaku selain memberikan bantuan, pihaknya juga akan berupaya agar korban segera bisa menjalani pengobatan di RS. (sgt/aif )

Pemerintah Jangan Pelit Kasih Informasi KALIPURO – Tidak ada alasan bagi badan publik (pemerintah) untuk menyembunyikan informasi. Selagi informasi itu untuk kepentingan publik, pemerintah harus mau memberikan. Seperti dokumen APBD, jika masyarakat menginginkan informasi tentang itu, pemerintah wajib memberikan karena bukan merupakan rahasia Hal ini diungkapkan oleh Imaduddin dari Komisi Informasi Jawa Timur dalam seminar sehari mengupas tuntas pemahaman dan pembelajaran tentang manfaat Undang Undang 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di RM Plengkung, kemarin. ”Mengacu UU itu, masyarakat memang berhak mendapatkan informasi publik.

Pemerintah jangan pelit ngasih informasi,’’ jelas Imadudin. Selain Imadudin, seminar yang dihadiri puluhan peserta dari kalangan LSM, wartawan, dan masyarakat umum itu juga menghadirkan Ketua Penyiaran Informasi Daerah Jatim Fajar Arifianto Isnugroho. Dia lebih mengupas soal penyiaran. Menurut Fajar, radio milik pemerintah tidak harus menyuarakan informasi kebaikan pemerintah. ”Informasi kritis boleh juga disampaikan,’’ kata Fajar . Seminar yang berakhir pukul 13.00 juga menghadirkan narasumber Abdullah Kepala Kesbanglinmas Banyuwangi dan Direktur Memorandum Sukoto. Dalam kesempatan itu Sukoto

GALIH COKRO/RaBa

GAYENG: Pemateri dalam seminar sehari mengupas tuntas pemahaman dan pembelajaran tentang manfaat Undang Undang 14 Tahun 2008 di RM Plengkung.

mengatakan, banyaknya media dan wartawan di era sekarang ini suatu hal yang lumrah.

”Makanya kalau ingin menjalin kemitraan, pejabat jangan alergi dengan wartawan,’’ kata Sukoto. (aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@ yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

27

Selasa 29 November 2011

Blokade Jalan Masuk Terminal Petugas Jaga Siang-Malam GENTENG - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan petugas Terminal Wiroguno, Desa Setail, Kecamatan Genteng, akhirnya mengambil langkah tegas. Mereka melakukan langkah antisipasi penyalahgunaan manfaat aset milik Pemkab Banyuwangi tersebut. Mulai kemarin (28/11), akses dua pintu masuk dan keluar menuju terminal diblokade menggunakan palang bambu. Bukan hanya itu, petugas juga berjaga siang-malam. Tujuannya, mengantisipasi adanya oknum warga yang memanfaatkan mangkraknya Terminal Wiroguno untuk kegiatan indehoi dan balap liar. “Siang dan malam ada penjaga,” tandas Koordinator Terminal Wiroguno, Jainudin Ajis, kepada RaBa kemarin

(28/11). Jainudin mengungkapkan, pihaknya sudah mencopot besi di got tempat berhentinya bus. Dengan begitu, para pembalap liar tidak bisa lagi seenaknya menyalahgunakan lokasi tersebut. “Kalau besinya dilepas, mereka akan lebih hati-hati balapan di sini,” cetusnya. Komandan Satpol PP Genteng Rusmiadi menambahkan, pihaknya akan lebih intensif melakukan pengawasan dan operasi di Terminal Wiroguno. Sebab, dia menerima banyak laporan bahwa lokasi tersebut sering digunakan untuk kongkow pelajar bolos. “Sayang, setiap kita operasi selalu bocor,” sesalnya. Rusmiadi mengaku tidak putus asa. Dia akan terus melakukan pengawasan dan operasi setiap saat. “Saya juga sudah punya spion (mata-mata, Red) di terminal,” ujarnya. (azi/c1/irw)

JALUR DITUTUP: Petugas Satpol PP Kecamatan Genteng menutup akses pintu masuk menuju Terminal Wiroguno agar tidak dimasuki pembalap liar dan orang tidak bertanggung jawab.

ABDUL AZIZ/RaBa

Diperkosa di Hutan Jati

AIR BERSIH MAMPET: Air Hippam di rumah Winarto di Dusun Jepit tak mengalir.

ABDUL AZIZ/RaBa

Dikembalikan Tirto Mandiri GENTENG-Niat pengurus Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) Tirto Wangi, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, mengembalikan pengelolaan air kepada Hippam Tirto Mandiri, didukung Kepala Desa (Kades) Kaligondo Soelaeman. Kades juga sepakat agar pengelolaan air bersih dikembalikan lagi kepada induknya Hippam Tirto Mandiri. “Dengan demikian, mulai sekarang Hippam Tirto Wangi sudah tidak lagi melakukan pengelolaan air,” terangnya kepada RaBa, kemarin (28/11). Soelaeman menuturkan, dikembalikannya pengelolaan air bersih kepada Hippam Tirto Mandiri, bukan berarti secara otomatis Hippam Tirto Wangi bubar. Namun, nantinya Hippam Tirto Wangi akan menjadi unit dari Hippam Tirto Mandiri sebagai induknya. “Desa yang lain, seperti Tulungrejo juga begitu. Nantinya akan menjadi unit,” terangnya. Saat ini, Soelaeman menunggu rekomendasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) tentang pengembalian pengelolaan air bersih bantuan pemerintah tersebut. “Penyerahannya sudah dilakukan, kita tinggal menunggu dari Dinas PU,” ungkapnya. Seperti diberitakan kemarin, warga empat dusun di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng resah. Pasalnya, selama lima bulan ini sebanyak 1.300 pelanggan Hippam mengalami kesulitan air bersih. Air yang mereka manfaatkan untuk kebutuhan seharihari, belakangan tidak mengalir. Keempat dusun tersebut adalah Dusun Kaliwadung, Jepit, Wadung, dan Dusun Wadung Dolah.(azi/irw)

PURWOHARJO - Sungguh malang nasib Saritem (bukan nama sebenarnya), 17. Warga Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, itu mengaku telah menjadi korban perkosaan. Dia diperkosa di hutan jati, utara Tempat Penampungan Kayu (TPK) Gaul di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Peristiwa itu terjadi sekitar pu kul 18.30 Minggu malam (27/11) lalu. Usai kejadian, korban melapor ke Mapolsek Purwoharjo selang 3,5 jam kemudian. Laporannya tentang dugaan pemerkosaan dan penganiayaan. Dalam laporannya kepada polisi, korban mengaku disetubuhi Supriyadi, warga luar Kabupaten Banyuwangi. Selama ini, pria itu berdomisili di Desa Grajagan dengan mata pencarian sebagai nelayan. Sayangnya, pria yang diketahui berasal dari Lumajang tersebut langsung melarikan diri usai melampiaskan nafsunya. Dia kabur dengan menggondol sepeda motor milik paman korban. Saat ini, polisi tengah menyelidiki kasus

ALI NURFATONI/RaBa

LOKASI PERKOSAAN: Saritem (pakai jaket) saat olah TKP di hutan jati, utara TPK Gaul, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, kemarin (28/11).

tersebut. Selain olah tempat kejadian perkara (TKP), kemarin (28/11) polisi juga memintakan visum ke Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Namun, untuk semen-

tara, polisi belum bisa memberikan keterangan mengenai motif kejahatan tersebut. Menurut Aiptu Wiknyo, Kanitreskrim Polsek Purwoharjo, pihaknya belum bisa memer-

iksa korban. Pasalnya, Saritem masih trauma. “Kami masih belum bisa meminta keterangan korban karena dia masih shock,’’ ungkapnya kepada RaBa di markasnya kemarin. Mewakili Kapolsek AKP Tri Joko Setyonarso, kanit menuturkan bahwa pelaku diketahui bukan warga asli Banyuwangi. Meski penyidik sudah mendapatkan sejumlah keterangan, tapi polisi masih kesulitan mencari alamat lengkapnya. “Kita kesulitan mencari data. Katanya asal Lumajang. Informasi lagi, katanya orang Ambon,’’ terangnya. Bagaimana kronologis kejadiannya? Wiknyo menuturkan, sebelum kejadian, pelaku menjemput Saritem di rumah paman korban. Saat itu, paman dan bibi korban sedang tidak berada di rumah. Supriyadi pun bisa dengan mudah mengajak korban ke tengah hutan tanpa sepengetahuan keluarganya. Di tengah hutan, ungkap Wiknyo, korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku. Lantaran tidak mau, korban pun dianiaya hingga mengalami lebam di wajah. Perutnya juga mengalami memar. “Perut korban memerah, mungkin karena dipukul,’’ duga kanit. Saat ini, lanjut Wiknyo, pihaknya tengah menyelidiki motif tindakan asusila tersebut. Upaya pencarian pelaku terus dilakukan. “Pelaku sudah kami masukkan dalam DPO (daftar pencarian orang),’’ tegasnya. (ton/c1/irw)

Siswa TK Dikenalkan Tugas Polisi KALIBARU - Polsek Kalibaru melakukan aksi simpatik dengan cara berkeliling mengendarai motor dan mobil kemarin pagi (28/11). Acara itu dalam rangka sosialisasi tugas polisi kepada masyarakat, termasuk murid-murid TK Bhayangkari Kalibaru. Aksi simpatik itu diawali dengan pengenalan tugas polisi kepada para murid TK Bhayangkari. Kebetulan, letak sekolah itu persis di samping barat mapolsek. Usai dari TK Bhayangkari, rombongan polisi berkeliling untuk sosialisasi. “Kegiatan ini sengaja kita awali dari TK, karena ingin mengenalkan tugas polisi kepada anak-anak sejak dini. Kita juga ingin dekat dengan anak-anak,” terang Kanitlantas Polsek Kalibaru Bripka Yuliyanto kepada RaBa kemarin pagi. (azi/c1/irw)

ABDUL AZIZ/RaBa

AJARI ANAK: Polsek Kalibaru mengenalkan tugas polisi kepada siswa TK Bhayangkari Kalibaru kemarin.

Liku-Liku Kronologis Penangkapan Penggarong Rumah Pimred Jtv

Terungkap saat Kirim Pesan Singkat ke HP Pacar Korban Salah satu pelaku yang menggarong rumah Pimpinan Redaksi (Pimred) Jtv (stasiun televisi swasta milik Jawa Pos Group) di Banyuwangi, M. Iqbal, 34, berhasil dibekuk polisi. Dia adalah M. Nurtaslim, 38, warga Dusun Sugih Waras, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore. Siapakah dia dan bagaimana proses penangkapannya? ALI NURFATONI, Cluring PRIA yang terlibat perampokan pada Oktober 2011 lalu itu saat beraksi bertugas sebagai sopir. Saat itu, dia beraksi bersama dua pelaku lain yang identitasnya sudah diketahui polisi. Dari keterangan Nurtaslim, yang tertangkap pekan lalu, dua pelaku lain adalah RZ, 26, warga Kecamatan Glenmore. Namun, RZ tinggal di Jember. Seorang lagi berinisial JK, 38, juga berasal dari Glenmore. Buronan terakhir ini merupakan anggota lembaga swadaya ma-

syarakat (LSM) yang juga mengaku wartawan media cetak mingguan. Keduanya kini masih dalam pencarian polisi. Kelompok garong itu diduga diotaki RZ yang dikenal sebagai residivis. Nurtaslim mengaku kenal JK dan RZ karena sama-sama warga Glenmore. Dari beberapa kali pertemuan, ketiganya sepakat membentuk kelompok pencuri. Akhirnya, mereka memutuskan beroperasi pada Oktober 2011. Saat itu, RZ menelepon Nurtaslim dan JK untuk menunggu mereka di Simpang Tiga Dokar, Glenmore. Beberapa jam kemudian atau menjelang petang, RZ datang mengendarai mobil Suzuki Baleno warna silver dengan nomor polisi L 1123 (huruf belakang belum diketahui). Selanjutnya, Nurtaslim ditugasi menyetir. Ketiganya pun meluncur ke arah timur untuk mencari sasaran. Sekitar pukul 24.00, sebelum kejadian, kelompok pencuri itu masuk wilayah Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring. “RZ minta turun di depan Masjid Sumberjeruk, katanya mau mencuri di sekitar situ. Saya dan JK diminta jalan terus dan kami menunggu di Pasar Taman Agung,’’tutur Nurtaslim. Ternyata, sasaran malam itu adalah rumah

DITANGKAP: Tersangka Nurtaslim digelandang anggota polisi di Mapolsek Cluring kemarin (28/11).

ALI NURFATONI/RaBa

Iqbal, ayahnya H. Damiri, dan rumah tetangganya, Turmudi. Sembari menunggu RZ beraksi, Nurtaslim dan JK menunggu di Pasar Taman Agung. Mereka berhenti di sebuah warung kopi. Beberapa waktu kemudian, RZ menelepon

agar Nurtaslim menjemputnya di suatu tempat. Malam itu RZ berhasil menggasak sejumlah handphone (HP) dan uang tunai. Semua HP jarahan itu langsung dimatikan dan kartunya dibuang. “Malam itu saya diberi uang Rp 250 ribu oleh RZ,” aku Nurtaslim.

Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Pepatah itu cocok untuk kecerobohan RZ. Dia memberikan kartu HP Turmudi yang dia curi kepada Nurtaslim. Lantaran penasaran, kartu itu diaktifkan oleh Nurtaslim. Ternyata ada beberapa pesan singkat masuk dari nomer HP atas nama perempuan yang tak lain pacar Turmudi. Konyolnya, pesan singkat itu dibalas Nurtaslim. Akhirnya, terjadilah komunikasi aktif antara Nurtaslim dan pacar Turmudi. Bahkan, Nurtaslim sempat meminta sejumlah uang atas nama Turmudi. Padahal, perempuan itu sudah tahu bahwa yang kirim pesan singkat itu adalah pencuri HP Turmudi. Dari situlah, keberadaan Nurtaslim diketahui. Setelah identitas dan alamat pelaku dikantongi, polisi langsung melakukan penangkapan. Walhasil, Nurtaslim berhasil dibekuk dan kini harus meringkuk di sel Mapolsek Cluring untuk menunggu proses hukum. Saat ini, aparat Polsek Cluring masih memiliki pekerjaan rumah (PR). Polisi harus menangkap dan membawa dua pelaku lain untuk diproses hukum. “Kita akan kejar dan tangkap dua pelaku lain,” tegas Kapolsek Cluring AKP Agung Setyo Budi saat ditemui RaBa di markasnya kemarin (28/11). (c1/irw)

KOMUNIKASI BISNIS

28

Ciptakan 666 Puisi untuk Guru

HIMPAUDI

IWAN SETIONO/RaBa

PEMBUKAAN: Kabid PNFI Drs. Adnan Kohar (kanan), Sunari, dan Dra Tri Astuti, dalam acara workshop PAUD kemarin.

Bentuk Gugus PAUD Kecamatan BANYUWANGI - Demi meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), HIMPAUDI Banyuwangi menggelar workshop di Aula SDN Model Banyuwangi kemarin. Workshop tersebut diikuti guru dan kepala sekolah PAUD formal maupun non formal. ”Workshop ini bertujuan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam membentuk karakter bangsa,’’ kata Dra. Tri Astuti, Ketua HIMPAUDI Banyuwangi. Pembukaan acara workshop kemarin dihadiri Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Banyuwangi Drs. Adnan Kohar. Dalam kesempatan tersebut, mantan Kasi Monev Kecamatan Banyuwangi itu berpesan agar dalam mendirikan PAUD harus punya nomor rekening lembaga dan juga harus mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). ”Dinas pedidikan tidak akan mempermudah atau mempersulit pendirian PAUD. Semua harus prosedural dan memakai proposal,’’ jelasnya. Dengan adanya workshop ini, diharapkan para guru dan kepala sekolah PAUD formal dan non formal mampu meningkatkan mutu pendidikannya. Bahkan, saat ini di Banyuwangi juga ada PAUD inklusi. Meski secara fisik mereka kurang, namun secara mental dan IQ mereka memadai. Keberadaan mereka tidak boleh dipinggirkan tapi harus lebih diperhatikan. ”Saya berharap dalam waktu dekat ini dalam tiap kecamatan ada gugus untuk PAUD,’’ harap Adnan Kohar, disambut tepuk tangan peserta workshop. (adv/als)

BINTANG

Putri Mio Siap Ikut Jebeng Thulik BANYUWANGI - Malam penobatan Jebeng Thulik di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (pemkab) Banyuwangi malam kemarin terasa spesial bagi Mirda Triaries Chandra. Sebab, remaja yang saat ini tercatat sebagai siswa SMPN 1 Cluring itu tampil sebagai peserta kehormatan Jebeng Thulik tingkat SMP. ”Suatu kebanggaan bisa mengisi acara yang bergengsi ini. Apalagi disaksikan bupati,’’ kata Mirda. Remaja yang punya hobi berenang IWAN /RaBa tersebut mempunyai prestasi seabrek. Mirda Triaries Khususnya di bidang modeling. Putri pasangan almarhum Sujari dan Djuminah ini menjadi juara umum bintang televisi tingkat Jawa Timur, juara I putri Mio Wijaya, dan juara I Jebeng Thulik tingkat SMP. Semua prestasi ini tidak diraih dengan mudah. Tapi berkat latihan rutin dan dukungan orang tua. Sehingga Mirda berhasil meraih prestasi yang optimal. ”Saya siap berlaga di Jebeng Thulik berikutnya bila persyaratan sudah terpenuhi,’’ pungkas Mirda. (adv)

Selasa 29 November 2011

THOHA/RaBa

PENUH: Memeriahkan tahun baru Islam, keluarga besar Muhammadiyah menggelar lomba mewarnai di Masjid Ahmad Dahlan Minggu lalu.

Lomba Mewarnai Sambut 1 Muharram BANYUWANGI - Ratusan siswa dari tingkat Taman Kanak-kanak, Taman Pendidikan Alquran hingga Sekolah Dasar di bawah naungan Muhammadiyah Banyuwangi menggelar lomba mewarnai, Minggu (27/11) lalu. Bertempat di Masjid Ahmad Dahlan, Jalan Adi Sucipto Banyuwangi, ratusan siswa ini beradu kreativitas dalam memberi warna. Kebetulan, lomba mewarnai kali ini panitia memberikan tema mengggambar masjid dan lingkungan. Koordinator lomba, Atfal Fadholi, mengatakan lomba mewarnai ini merupakan digelar untuk memeriahkan tahun baru Islam ke 1433 Hijriah yang tepat jatuh Hari Minggu (27/11). Peserta yang mengikuti lomba ini mencapai 1.240 siswa. Terdiri dari

Taman Kanak-kanak sejumlah 600 siswa, TPA 500 siswa, dan SD sejumlah 140 siswa. “Semua peserta yang ikut merupakan yayasan pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah Banyuwangi,” ungkap Atfal kemarin. Selain lomba mewarnai, panitia juga menggelar beberapa lomba. Seperti, lomba peragaan memakai sarung, jilbab, dan mukenah. Meski sederhana, namun lomba ini memiliki hakikat yang mendasar. Yaitu belajar untuk mencintai masjid dan lingkungannya sejak dini. Tidak hanya itu, saat ini kecenderungan memakai sarung saat salat juga mulai menurun. “Untuk siswa perempuan diajarkan mencintai menggunakan jilbab sejak dini,” katanya. Sementara itu, Ketua Pengu-

rus Cabang Muhammadiyah Banyuwangi, Ainur Rofik, ST, MM., mengatakan lomba semacam ini merupakan ikhtiar Muhammadiyah untuk mencerdaskan anak sejak dini. Sebab, menurut dia, untuk menciptakan anak berbudi akhlak yang baik, maka wajib mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada anak sejak dini. Menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak dini juga merupakan cara yang tepat untuk mengajarkan kepada anak dalam mengajarkan tentang nilai-nilai pendidikan agama Islam. “Kegiatan ini kita berikan secara bertahap kepada anak, yang tujuanya untuk membentuk karakter anak dengan cara mengajarkan hal-hal yang positif kepada mereka,” pungkas Kabag Keuangan RSI Fatimah itu. (ikl/als)

SRONO - Ada berbagai macam cara dalam mengapreasi perjuangan para guru. Dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di SMPN 2 Srono kemarin, para siswa berhasil membuat puisi tentang guru sejumlah 666 puisi. Puisi dibuat para siswa untuk mengungkapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pejuang tanpa tanda jasa tersebut. ”Target sebenarnya 1000 puisi. Namun realisasinya 666 puisi,’’ kata Mashudi, koordinator penulisan puisi guru. Sementara itu, dalam upacara peringatan HGN kemarin, petugasnya kali ini para guru SMPN 2 Srono. Mulai pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca UUD 1945, dan juga paduan suara. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan kategori guru

berdasarkan hasil survey dari OSIS SMPN 2 Srono. Kategori tersebut meliputi guru terajin, tergarang, tersabar, tergokil, dan terfavorit. ”Guru yang meraih predikat ini bisa sebagai koreksi, dan penilaian ini obyektif,’’ kata Kasek SMPN 2 Srono Subiyantoro M. Pd. Dalam kesempatan tersebut, para siswa SMPN 2 Srono memberikan untaian bunga kepada para guru yang tidak lelah mendidik mereka selama ini. Pemberian untaian bunga diiringi dengan lagu Himne Guru dan lagu Terima Kasih Guru sehingga menciptakan suasana yang sacral dan tidak ada jarak antara guru dan siswa. ”Semoga dengan peringatan HGN ke-67 ini, SMPN 2 Srono bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi,’’ pungkas Subiyantoro. (adv/als)

PRESTASI: Kasek SMPN 2 Srono Subiyantoro memberikan penghargaan kepada siswa terbaik dalam menulis puisi guru. IWAN SETIONO/RaBa

Peringati HGN, Guru Pimpin Upacara Bendera GLENMORE - Memperingati Hari Guru Nasional ke-66 Keluarga besar SMP Negeri 1 Glenmore mengadakan bakti sosial berupa memberikan sadaqoh beras. Beras yang dibungkus dalam kresek tersebut masingmasing memiliki berat 3 kg dan diberikan kepada fakir miskin di sekitar lingkungan sekolah. Pembagian sodaqoh tersebut sekaligus sebagai wujud syukur atas nikmat dan barokah yang diberikan Tuhan kepada keluarga besar SMPN 1 Glenmore.

SMPN I GLENMORE FOR RaBa

KOMPAK: Kasek dan guru SMPN I Glenmore usai upacara kemarin.

Urusan Kurikulum Drs. Sugiyono mengatakan, untuk meningkatkan program SSN, saat ini pihaknya tengah menyiapkan siswa-siswi kelas 9 untuk

menghadapi ujian Nasional tahun 2012 dengan mengadakan Bimbingan Belajar secara intensif. Tiap sebulan sekali diadakan test adu prestasi

agar siswa semangat belajar. Kepala SMPN I Glenmore Drs Suhannan memaparkan program sekolah yang lain terutama bangunan fisik sekolah sudah mulai banyak rusak. Tahun ini, SMPN 1 Glenmore dapat bantuan RKB satu lokal. Padahal kebutuhannya tiga lokal. Sehingga rombongan belajar yang dua kelas ditempatkan di ruang keterampilan yang kurang nyaman untuk suasana belajar. Kegiatan yang kedua, guru SMPN 1 Glenmore pada hari

DIJUAL Daihatsu xenia F600 RV GMDF JJ th 2008 biru muda mtl, hrg 107,5 jt nego brg istw Bisa, Cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Suzuki Escudo SE 420 2 WD MT (jeep) th 2001 hitam, hrg 105 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526– 635176, 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LV 25 th 2000 biru tua mtl, hrg 95 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Toyota kijang LSX kf80 std th 2003 hitam, hrg 107,5 jt nego, brg istw , bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Suzuki GC 415 APV DLX MT th 2004 merah mtl, hrg 89 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit , hubungi: (0333) 631526– 635176 , 0811351148

DIJUAL tanpa perantara, Suzuki Amenity Thn 91, silver metalik, harga 39 jt (nego) barang bagus. Hubungi: 0816591266, 081337555475

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

guru nasional (HGN) ke-66 mengadakan upacara bendera yang petugasnya semua guru dan karyawan sebagai bentuk memberi pembelajaran pada siswa untuk menanamkan rasa patriotisme dan latihan kepemimpinan siswa lewat kegiatan upacara. ”Dengan HUT guru nasional ke-66 marilah kita tingkatkan profisionalisme mengajar menuju pendidikan di Banyuwangi yang Bertaraf Nasional,” ajak Wakasek SMPN I Glenmore, Darmanto S.Pd. (azi/adv/als)

Hotline Iklan: (0333) 412224

BANYUWANGI

•SUTRI GARDEN•

•RUMAH KEBUN L8050M2•

•TANAH 1.024M2•

•KEBUN SALAK 11200M2•

•HONDA PRESTIGE•

•KOMUNITAS•

•LAMPU TENAGA SURYA•

DJL Rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

DJL rumah + kebun L8050M2 SHM ada kolam ikan Cck utk villa perternakan dll hrg 65 rb/M2 pekulo sbsri H: 081336622317

DJL Murah Tnh L 1.024m2, Jl. Brawijaya dikelilingi tembok. H: Teddy 08123531325

DIJUAL Kebun salak L 11200m2 SHM, kelapa 180 phn sdh prduksi, hrg 35rb/m2 lok Ds Rayun Srono, H: 081336622317

DJL Honda Prestige'89, abu-abu, mesin terawat, tinggal pakai. Hub. 085259872418

COMUNITAS Mobil Jazz Banyuwangi, Bagi pecinta Mobil Honda Jazz, mari bergabung. Kordinator: H. Iqbal Masruri, HP: 0811354363

•VILLA TAMANSARI•

PAKET LAMPU Jalan Tenaga Surya mulai 7 Juta (non tiang) bergaransi resmi Hubungi: 08123277345 atau www.anekasolusidaya.com

•JL. ADI SUCIPTO•

DIJUAL Villa di Tamansari, Licin, Lux, SHM, LT/LB 1000/250, kolam renang, 3 KTd + KM. Harga Nego. Hubungi: 08123496044

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

•SOBO PERMAI•

www.BanyuwangiProperty.com.Jual/Beli rumah. Hub ARYA 081336659258

DIJUAL Rumah Sobo Permai, SHM Lt 95m, 1RT, 1RKeluarga, 2 KMT, Harga 75juta nego. Hub 082131544294, 085236556444

•GENTENG• DIJUAL Rumah lokasi sgt strategis di Jln Raya Genteng, luas 293 M2 SHM Harga 1,75 M Nego, Hub. 081358279830

•RUMAH PENGINAPAN• DJL rumahL300M2KT4,KM4,Rtamu,mosola Cck untk usaha penginapan kos2 an dll kontrpksi Tk 3 lok Jbr Hrg 375 jt, H: 081336622317

•PROPERTY•

•2 RUMAH• LUAS 10X15 (2 Rumah) Hrga 125 Jt nego, Jl. Ikan Kembang Waru RT 04/03, belakang Jagalan Karangrejo, HP: 081615726945

SITUBONDO

•TANAH 8000M2• DJL Tanah SHM, 8000 m2, d Jalan Raya, Rp 150rb/m2 bs nego. Kav, SHM, 253m2 di dkt Roxi Jbr. Hubungi HP: 085336585157

•TANAH + BANGUNAN• DJL Lt. 940 /LB. 10X12 M2 Jl. Patung Tembok Muncar, Hub. Moh. Ikhwan 593773-08124914916

•TANAH RUMAH•

•TANAH GENTENG•

DIJUAL Tanah + Rumah Kos Lt2 SHM 141m2. Jl. Halmahera II No.5 Jember Dekat Unej. Hub: 081330066201

DIJUAL Tanah Ls 2090m2 Genteng, Hub: 081235805050. P. Joko, Jl. Ry Setail Genteng

•GEBYAR DISKON DAIHATSU•

•TANAH KEBUN• DIJUAL : Tanah kebun + 4Ha + Villa di Kalipuro (15 menit dari pusat kota Banyuwangi) Hub: 081913965354.

•JL. ANGGREK• DJL Rmh LT420m2, tlp, PDAM, listrik 900W, KM 3, KT 5, RT, R. Tgh, R. Kelg, R. Mkn, dpr, gdg. Jl. Anggrek IV/01, 085219999788

•TANAH 1665M2• DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•PT. SARIFEED INDOJAYA•

• GUDANG BEKAS•

• THE LAGOON RESIDENCE•

DJL utk Ruko Gudang Bekas Mebel Anis di Jln Kepiting Bwi Dpn Bengkel Mobil Hub. 085335735964.

RUKO 2 lt, LT80m2, LB110m2, SHM, siap huni, rumah T50,T80, hrg mulai 200jtan. Jl. Yos Sudarso 60A Banyuwangi. H: 081331354660, 081252476002

• TOKO 4 LANTAI• DIKONTRAKAN toko Lt 4, 200m. Lok Jl Jend Sudirman 88 Bwi. Hub 0333421316

• TOKO SHM• DIJUAL Toko SHM 20m2 Lincing Rjampi, ada PLN, hrg nego. H: 082141140617

GENTENG

DIBUTUHKAN SEGERA Analisis Kimia syarat: - S1 Kimia - Pria, usia max 35 tahun - Pengalaman min 2 tahun Mengetahui ISO 17025, Berminat Hubungi: PT. Sarifeed Indojaya, 0333 - 593325

SITUBONDO

• RUKO+GUDANG• DIJUAL Ruko + Gudang, Jl. Diponegoro 346 sblh PLN Genteng, LT 790, LB 450, SHM/IMB. Hub: 396254/085854916499

•STNK• HLG STNKNopolP5566FB,an.Abdurrahman, al: Ds Tanjungkamal RT 01/01 Mangaran

DAPATKAN All New Xenia hrg mli 130 Jtan. Gran Max Free 8 Jt. Hub: Esthi Daihatsu. 081358624663 / 0333-7791779 / 087857994041

•TANAH KAPLING•

•AVANZA & VIOS•

DJL Tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

DJL Avanza G Hitam 09 145jt & Vios Grey 04 79jt Nego, Jl. Widuri 21/0811359689

•MAU PASANG IKLAN?•

BANYUWANGI

•MOBIL HONDA• READY STOCK Honda Jazz, CRV, Freed, Civic - 2011, Tlp: 081233183779.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•SUZUKI APV X• DJL Suzuki APV X 2006, P Banyuwangi, coklat metalik. Hub: 081249300900

HUBUNGI Radar Banyuwangi 0333-412224/ 7750400, Biro Genteng 0333-845860/7750401, Biro Situbondo 0338-671982/085730686180

•DICARI• DCR Speda Motor bks th 1980-2011 harga tinggi, H: 085234943645/087755966735

•MITSUBISHI KUDA• DJL Mits Kuda Grandia ‘03 MT Hitam CD Jok kulit, H. 99jt, kondisi bgs,087852755758

• PROMO DAIHATSU• MILIKI Gran Max UM 5jt-an. Terios, Sirion, Luxio Disc 15Jt. Tlh hadir ALL New Xenia Inden skrg jg. Hub Hadi Daihatsu 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

•DAM TRUK• DIJUAL Dam truk 95 jas 08.05 City 08. Baleno 03 L300. 09 Cash/kredit. Hub. 082142194111, 081335897888.

•MONITOR RUSAK• CRI/DBLI Monitor/CPU rsak=40rbu, hardisk/mthboard/pwrsuply rsk=7rbu, AC/ prabola/kulkas, trma borong wartel/warnet buyar. CV. ANACOM 085736367229

•BISNIS TAS IMPORT• ANDA Berminat jual/kredit tas ibu2 import kw1, H:085238015470 (Bwi &Stb)

•PRIMA MOBIL•

• FORTUNE TRAVEL•

SEGERA Indent! All New Avanza, New Kijang Innova, Yaris, All New Xenia, PU Granmax, Terios, New Grand Livina, New Jazz, PU T120SS, PU L300, PU MegaCarry. H: 0333411655/0811301676

SUPER Executive Travel, Layanan antar jemput, terima titipan paket kilat Banyuwangi - Surabaya PP, armada Innova, ELF, Pregio.T (0333)8924 999, (031) 83100 888, 0821 8983 5555, 0812 176 34300

•PRIMA MOBIL•

SURABAYA

CRV 09, Jazz 05, Kijang Krista 97, Lsx Slr 97, Avanza 05, 06, Xenia 05, Escudo 98, 04, PU T12009, Futura 09, Stw Zebra 07, Panther New HiGrade 99, Taruna 02. Hub: 0333411655/0811301676

•RESTAURANT• TELAH DIBUKA Rawon Bik Ati 3, Jl. Embong Ploso 27 (Bambu Runcing belok kiri, timur PMI Surabaya), buka 07.00 21.00. Hubungi: 081249325276/ 081393449955

EKONOMI BISNIS

Selasa 29 November 2011

33

Notebook Acer Paling Diburu Konsumen

TOHA/RaBa

BANYAK PILIHAN: Laptop Acer memiliki spesifikasi yang baik untuk kecepatan data.

BANYUWANGI–Notebook Acer menjadi primadona bagi pencari kebutuhan komputer lipat. Dari bentuk luar hingga bentuk keyboard, casing, dan desainnya, begitu elegan. Tak heran, hingga saat ini pembukaan Authorized Dealer Acer di Banyuwangi menjadi jujugan bagi para pencari laptop. Direktur Authorized Dealer Acer Banyuwangi Jaenuri mengatakan, ada beberapa pilihan yang bisa dijadikan koleksi pembeli. Misalnya, Acer Aspire 4739. Notebook itu memiliki spesifikasi Core i3, 4GB, 320 GB, DVD RW, dan

Led 14". Harga spesifikasi notebook itu Rp 4,399 juta. Ada juga Acer AO Happy 2 yang dijual seharga Rp 2,85 juta. Selain menjual notebook, Acer juga menyediakan personal computer Aspire M1930. Spesifikasi di dalamnya adalah Intel G620, DDR3 1 GB, HDD 320 GB, Led 15.6", DVD RW, keyboard, dan mouse. Harganya hanya Rp 3,68 juta. “Kami juga menyediakan Led display 16 inc seharga Rp 675 ribu dan LCD proyektor non layar Rp 3,325 juta,” ungkap Jaenuri saat ditemui di tokonya Jalan Borobudur No. 2 (utara

kantor Pemkab Banyuwangi), kemarin (28/11). Diakui, laptop Acer adalah salah satu jenis laptop yang banyak dipilih masyarakat. Jenis laptop itu digolongkan sebagai salah satu laptop yang memiliki brand image sangat baik di mata konsumen. Oleh karenanya, banyak orang yang tertarik mencoba dan membelinya. Jaenuri menambahkan, merk Acer merupakan salah satu yang berada di deretan lima besar merk laptop yang paling banyak dibeli konsumen.

Baik itu di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa kelebihan laptop merk Acer adalah harga jualnya yang lebih miring dibanding laptop sejenis. Kelebihan lainnya adalah dukungan para teknisi Acer yang mampu menciptakan teknologi lebih cepat daripada teknologi yang digunakan laptop pesaingnya. Purna jual mudah dan teknologinya lebih inovasi. “Jadi, jelas jika Acer adalah merk yang memiliki kualifikasi bagus,” terang pengusaha muda itu. (ikl/*/irw)

ABDUL AZIZ/RaBa

KOTA PISANG: Pisang emas berjajar di sepanjang jalan menuju Gunung Kumitir, Kalibaru.

Kalibaru Kota Pisang GALIH COKRO/RaBa

RUMAH HUNIAN: Banyak perumahan berkembang di Kabupaten Banyuwangi, seperti yang tampak di Kecamatan Rogojampi ini.

Kredit Perumahan Tembus Rp 400 M BANYUWANGI - Investasi properti yang didanai Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Jember ternyata lebih banyak terfokus di Kabupaten Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, persentase dana kredit yang dikucurkan mencapai 70 persen, dan porsi kucuran pinjaman di Jember hanya 30 persen. Hal itu diungkapkan Kepala Cabang Pembantu (KCP) BTN Banyuwangi, Amri, saat bertemu General Manajer Radar Banyuwangi, A. Choliq Baya, beberapa hari lalu. Menurut Amri, sebagian besar aset BTN Cabang Jember justru berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Nominal investasi yang ditanamkan untuk pengembangan perumahan mencapai Rp 400 miliar. “Pada tahun 2011 ini sudah 95 perumahan di Kabupaten Banyuwangi yang didanai BTN,” terangnya. Diakuinya, pencapaian realisasi kredit perumahan itu sangat tinggi untuk KCP kelas B. Sebab, KCP Banyuwangi tergolong baru tumbuh. Meski begitu, realisasi kredit perumahan di Banyuwangi paling banyak dibanding seluruh kabupaten/kota lain di Indonesia. “Paling banyak setelah Jabodetabek,” ungkap Amri. Sayangnya, tingginya realisasi

angka kredit properti itu belum diimbangi dengan dana pihak ketiga. Saat ini, dana dari pihak ketiga yang masuk BTN masih minim. Hingga Oktober 2011, beber Amri, dana nasabah yang parkir di BTN KCP Banyuwangi baru tercapai Rp 16 miliar. Tapi, angka tersebut sudah lebih tinggi dibanding tahun lalu yang tercatat hanya Rp 11 miliar hingga Desember 2010. Sementara itu, target tahun 2011 adalah Rp 20 miliar. “Harapan kami ada peningkatan dana dari pihak ketiga, termasuk mungkin dari pemerintah daerah. Kami juga siap mengu-

curkan dana CSR (corporate social responsibility) di Banyuwangi,” harap Amri. Sementara itu, ribuan rumah telah dibangun di bawah naungan 95 perumahan yang didanai BTN. Para pengembang yang membangun bisnis properti itu tergabung dalam organisasi Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banyuwangi. “Anggota kami saja ada 28 pengusaha, yang rata-rata membangun minimal 60 unit rumah,” ungkap Yassin, ketua Apersi Banyuwangi. (c1/irw)

Perhutani Banyuwangi Selatan

Libatkan Ibu-Ibu Tanam Bibit Jati

GERDA/RaBa

BIBIT POHON: Wakil Administratur Perhutani Barat Sri Rohayati menanam pohon damar.

Perhutani Banyuwangi Barat

Tanam Seribu Pohon KALIPURO – Tanggal 28 November yang dicanangkan sebagai hari menanam pohon nasional (HMPN) direaksi secara cepat oleh Kantor Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Banyuwangi Barat. Di lokasi petak 36 C Resort Pemangku Hutan (RPH) Suko, Kalipuro, penanaman pohon dilaksanakan serentak dan bersama-sama. Dalam arti, semua karyawan Perhutani Barat diwajibkan menanam pohon bersama-sama dengan Lembaga Masyawakat Desa Hutan (LMDH) dan beberapa tokoh masyarakat sekitar kawasan penanaman. Kali ini, bibit yang dipilih adalah pohon damar. Karena kawasan petak 36 C yang terletak di Suko, Kalipuro, terdapat tanaman tegakan berupa damar dan pinus. Dari kedua pohon tersebut dipanen getahnya untuk dijadikan bahan produksi, antara lain sebagai bahan cat, campuran bahan kimia, dan lainnya. Lokasi yang terletak di kaki gunung Ranti itu juga sudah waktunya di regenerasi untuk pohonnya. Jumlah bibit yang ditanaman mencapai seribu pohon. Sedangkan karyawan

KPH Banyuwangi Barat, Tokoh masyarakat, LMDH yang hampir berjumlah 200 orang bahu membahu menanam pohon. Tidak membutuhkan banyak waktu dan bukan hal yang sulit bagi mereka untuk menanam seribu pohon. Hanya dalam tempo satu jam semua bibit pohon tertanam. “Ini sudah menjadi kegiatan rutin bagi semua jajaran karyawan baik yang di hutan atau di kantor,” terang Wakil Administratur KPH Banyuwangi Barat, Sri Rohayati. Kegiatan penanaman pohon kemarin juga bukan merupakan yang pertama bagi KPH Banyuwangi Barat. Dalam bulan ini dan ke depan menjelang musim penghujan sangat cocok untuk melakukan penanaman. Seminggu lalu, KPH Perhutani Barat juga telah melakukan penanaman seribu pohon gembilina dan sengon. “Lokasi penanaman di sekitar wilayah mata air Suko,” terang ketua panitia penanaman Hendra Lesmana Shut. Bulan depan, KPH Perhutani Banyuwangi Barat mengadakan penanaman di wilayah rawan bencana, terutama bencana tanah longsor dan banjir. (adv/als)

PURWOHARJO – Sebagai penghasil kayu jati ternama, Kantor Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan terus melakukan penanaman pohon tiada hentinya. Di hari penanaman pohon nasioanl (HPPN) yang jatuh pada 28 November kemarin, diwujudkan dengan langkah nyata oleh KPH Banyuwangi Selatan. Yaitu dengan penanaman bibit pohon jati. Selain dalam rangka HPPN, bulan Desember juga yang merupakan bulan perempuan menanam, ibu-ibu yang terdiri dari Dharma wanita KPH Banyuwangi Selatan juga dilibatkan dalam melakukan penanaman pohon. Berlokasi di petak 46 E Resort Pemangku Hutan (RPH) Grajagan, sedikitnya 100 ibu-ibu dharma wanita berkumpul dan melakukan penanaman bibit pohon jati bersama-sama. Dipilihnya bibit pohon jati karena mayoritas wilayah Perhutani Banyuwangi Selatan ditumbuhi tegakan pohon jati. Bibitnya pun merupakan jenis bibit jati plus Perhutani, yang merupakan hasil setekan yang berkualitas unggul dan nomor satu. Biasanya disebut silin.

Dalam penanaman kemarin, ibu-ibu dharma wanita dibantu karyawan KPH Perhutani Banyuwangi Selatan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 300 bibit pohon jati ditanam. Acara yang dipimpin langsung wakil Adminsitratur KPH Banyuwangi Selatan, Ir Ketut Gedu Sukanta, itu mempunyai tujuan menumbuhkan kecintaan dan kepedulian wanita pada kelestarian hutan. “Suami kerja di hutan. Ibuibunya harus turut peduli terhadap hutan,”terang Ketut. Kegiatan perempuan menanam diawali pembekalan teknik menanam dan menjaga hingga merawat tanaman. Sehingga apa yang telah ditanam tidak sia-sia dan bisa bermanfaat di kemudian hari. Perlu diketahui, KPH Banyuwangi Selatan tidak hanya menghasilkan pohon jati yang unggul dan berkuliatas. Tetapi melalui tumpang sari dan bekejasama dengan LMDH bisa memproduksi berbagai tanaman palawija. Di antaranya padi, jagung, dan kedelai. Selain itu, porang, sejenis tanaman tales, juga menjadi

ISTIMEWA

PERAN AKTIF: Ibu-Ibu Dharma wanita KPH Banyuwangi Selatan menanam bibit pohon jati.

produksi unggulan KPH Perhutani Banyuwangi Selatan. Tanaman tersebut banyak digunakan sebagai pakan ternak. Bahkan KPH Perhutani Banyuwangi Selatan merupakan penghasil terbaik porang di Jawa timur. (adv/als)

KALIBARU - Julukan Banyuwangi sebagai Kota Pisang tampaknya masih layak dipertahankan. Indikasinya bisa dilihat di jalan raya menuju Gunung Kumitir, Kecamatan Kalibaru. Di sepanjang jalan di lereng Gunung Kumitir tersebut, banyak pemilik warung di tepi jalan yang memajang berbagai jenis pisang. Berbagai jenis pisang tersebut asli produk petani Kalibaru. Buahnya dipetik dari pohon yang ditanam di lereng Gunung Kumitir dan Gunung Raung.

Harganya relatif murah. Satu tandan pisang emas rata-rata hanya dipatok Rp 3.000 sampai Rp 5.000. Harganya tergantung besar-kecilnya pisang dan panjangnya tandan. “Asli dari gunung ini, para petani tanam sendiri di kebun,” tutur Bu Ra, pedagang pisang di tepi jalan raya lereng Gunung Kumitir. (azi/c1/irw)

34

Selasa 29 November 2011

Persewangi Tinggalkan PSSI Pilih Bermain di Divisi Utama PT Liga Indonesia BANYUWANGI - Kebimbangan pengurus Persewangi Banyuwangi menanggapi dualisme kompetisi profesional menemui titik temu. Laskar Blambangan, julukan Per-

sewangi, akhirnya memantapkan pilihan menyeberang ke kompetisi Divisi Utama yang dikelola PT Liga Indonesia (LI). Ini menjawab gonjangganjing yang menyebutkan Persewangi akan berlaga di kompetisi Divisi Utama yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo

(LPIS). Kepastian berlabuhnya Persewangi dalam kompetisi di bawah naungan PT LI itu disampaikan Ketua Persewangi, Nanang Nur Ahmadi, kemarin. Nanang menyatakan bahwa berkas pendaftaran klub ke PT LI sudah diserahkan. “Jadi, kita sudah daftar ke Divisi Utama di bawah naungan PT LI,” katanya.

Mengenai alasan kepindahan, tokoh MWCNU Rogojampi itu enggan menjelaskan. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan ketua Pengprov PSSI Jawa Timur La Nyala Mataliti. Meski sudah memastikan diri menyeberang ke Divisi Utama milik PT LI, Nanang menyatakan, sejauh ini belum mencabut berkas

pendaftaran di PT LPIS. Berkas pendaftaran masih berada di pengelolaan liga milik PSSI tersebut. “Berkasnya masih di sana (LPIS) dan belum kita cabut,” cetusnya. Dia tegaskan, mengenai masa depan dan ancaman sanksi dari PSSI, Nanang belum berpikir sampai ke sana. Dia hanya menegaskan yang terpenting saat ini Persewangi bisa bermain di Divisi

Utama milik PT LI. Diberitakan kemarin, dualisme kompetisi profesional di Tanah Air, dampaknya dirasakan Persewangi. Manajemen bimbang, ikut kompetisi yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo ataukah PT Liga Indonesia. Apalagi, kedua pengelola liga tersebut menawarkan sejumlah insentif menarik. (nic/c1/als)

Langsung Dihadang Persela Persewangi U-18 di Piala Kadin Jatim

TOHA/RaBa

PANAS: Pemain MPS Penataban saat bertanding melawan tim Prada Minggu (27/11) lalu di Lapangan Penataban, Giri.

Bintang Surya Jawara Gala Bola BANYUWANGI – Kejutan laga final mewarnai pertandingan Gala Bola, Minggu (28/11) lalu di Lapangan Penataban, Kecamatan Giri. Dua tim yang diperkirakan bakal main panas akhirnya berakhir klimaks. Tim kesebelasan Bintang Surya, Kalibaru, akhirnya menjadi jawara dalam pertandingan Gala Bola setelah sebelumnya menang WO atas MPS Penataban. Sebenarnya, pada babak pertama, MPS Penataban berhasil menyarangkan bola ke gawang Bintang Surya. Namun kegarangan tim kebanggaan warga Penataban ini harus dibayar mahal. Sebab, panitia menenggarai, pemain MPS Penataban

terdapat pemain luar yang tidak sesuai data pemain awal. “Setelah di cross check data, akhirnya wasit dan panitia memberikan sangsi kepada MPS Penataban. Yaitu didiskualifikasi,” kata Anggri, panitia lomba Gala Bola. Sebelumnya, saat laga semifinal berlangsung, MPS Penataban mampu menundukkan Prada dengan skor 2-1. Dua gol disarangkan Wahyu Padma. Sayang, kegarangan MPS Penataban terhenti di final saat melawan Bintang Surya asal Kalibaru. Seperti diberitakan sebelumnya, PT Holcim Indonesia Tbk. (Holcim Indonesia) menggelar even Holcim Gala Bola. Kompetisi sepakbola yang diselenggara-

kan Holcim itu diikuti khusus para ahli bangunan Holcim. Di Banyuwangi, ada delapan tim yang menjadi pesertanya. Branch Manager Achivement Manager Dhini Dutamirza mengatakan, even ini digelar di pemenang di tiap kota se-Jatim dan Bali. Pemenang dari setiap kota ini akan diadu untuk memperebutkan hadiah utama yaitu jalan-jalan ke Jakarta bersama keluarga. Dhini menjelaskan, tujuan kompetisi Gala Bola ini untuk memberikan semangat sekaligus apresiasi kepada para ahli bangunan. Bentuk apresiasi Holcim lainnya adalah memberikan pelatihanpelatihan melalui Akademi Ahli Bangunan Holcim yang diharapkan dapat meningkatkan skill atau ketrampilan para ahli bangunan di Indonesia. (ikl/*/als)

BANYUWANGI - Lawan berat menunggu Persewangi di laga perdana Piala Kadin I. Even yang akan digelar di Stadion Untung Suropati, Kota Pasuruan, mulai 2 Desember tersebut, Laskar Blambangan Cilik sudah ditunggu tim unggulan di grup G, yaitu Persela Lamongan U-18. Di atas kertas, Persewangi U18 sedikit di atas angin. Di tahun 2009, dalam kejuaraan yang dahulu masih bertitel Liga Remaja, skuad Laskar Blambangan pernah mencatatkan kemenangan manis 3-2. Hasil yang sekaligus menjadi modal berharga untuk menghadapi serbuan Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, tahun ini. Selanjutnya, dalam laga kedua yang dimainkan pada 3 Desember, Persewangi ditunggu lawan lain, Asyaabaab Surabaya U-18. Anggota kompetisi internal Persebaya itu menjadi kuda hitam dalam fase penyisihan grup G. Tidak heran, manajerial Persewangi U18 sangat mewaspadai kekuatan calon lawan yang satu ini. Di pertandingan pamungkas yang akan digelar 4 Desember, tim asuhan Ahmad Mustain dan Mariyono akan ditunggu tim asal kota tetangga, Jember United U-18. Bagi Laskar Blambangan, pertemuan kedua tim kali ini mengingatkan pertandingan di babak pra-

GALIH COKRO/RaBa

MUDA: Persewangi U-18 berlatih game di Stadion Diponegoro.

musim. Keduanya pernah melakoni pertandingan uji coba dengan skor akhir 0-0. Tidak heran, hasil drawing itu membuat Persewangi siap tancap gas agar meraih hasil lebih baik lagi. Kemenangan awal lawan Persela akan menjadi modal berharga untuk menghadapi laga berikutnya. “Kita fokus lawan Persela. Menang, otomatis akan menjadi modal di pertandingan berikutnya,” ujar Hari Wijaya, manajer Persewangi U-18. (nic/c1/als)

JADWAL PERTANDINGAN 2 Desember Persela v Persewangi Asyaabaab v Jember United

3 Desember Jember United v Persela Persewangi v Asyabab

4 Desember Persewangi v Jember United Persela v Asyabab

Hadapi Kejurda, Siapkan 4 Petinju BANYUWANGI – Modal berharga diperoleh Pengkab Pertina Banyuwangi menghadapi kejuaraan daerah (kejurda) tinju awal Desember nanti. Ambisi mendulang medali di pentas tinju yang akan digelar di Surabaya itu boleh jadi bukan seDOK.RaBa k a d a r Eko Sukartono mimpi lagi. Setidaknya ini tercermin dari hasil kejuaraan Bupati Malang Cup yang baru berakhir akhir pekan kemarin. Dalam ajang tersebut, kontingen Banyuwangi yang diperkuat tiga jago pukulnya mampu mendulang dua me-

dali emas dan dua perak. Hasil ini membuat organisasi yang dipimpin Eko Sukartono itu membungakan asa untuk bisa meraih hasil lebih baik lagi nanti di Kota Pahlawan. Menurunkan empat petinju yang sukses menggondol medali dari Malang, Pertina rupanya tetap ingin menurun-

kan the winning team-nya. Di sana, ada Ardian Oktaviano yang sukses mengkanvaskan petinju Brama dari Pacitan di kelas 46 kg dalam Bupati Malang Cup lalu. Disusul Guntur yang mengikuti jejak rekannya mendulang emas di kelas 51 kg. Selain kedua petinju tersebut,

Pertina masih memiliki Dwi Priyanto di kelas 42 kg dan Mohamad Rohim di kelas 49 kg. Sekretaris Pertina Pelni Rompis mengatakan secara umum hasil di Malang memberikan spirit berharga untuk turun di kejurda nanti. “Setidaknya dua medali emas bisa dalam genggaman,” ujarnya. (nic/als)

TOHA/RaBa

MEMUKAU: Penampilan Pasha Ungu saat menghibur penonton.

Istana Jagat Rakyat Ditutup Ungu BANYUWANGI – Puncak even istana jagat rakyat ditutup dengan aksi memukai band Ungu. Melalui tembang hits-nya, vokalis Pasha langsung menggebrak pengunjung lapangan Stadion Diponegoro, Banyuwangi, pada Minggu Malam (27/11). Personil Ungu, Pasha (vokalis), Endah, dan Oncy (gitar), Makki (bass), dan Rowman (drum), semakin semangat meliuk, melompat, hingga mengajak bernyanyi bersama ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Pasha de-

ngan tembang-tembangnya, mampu membuat suasana menjadi histeris. Apalagi saat kelima personil Ungu naik ke panggung. Sebelumnya, kemeriahan even istana jagat rakyat terlihat saat siang harinya. Sembilan lomba turut memeriahkan istana jagat rakyat ini. Ada 42 tim. Setiap tim berisi lima personal. Mereka bermain games yang disiapkan panitia. Ada balap dokar, puyeng brobos, nyekel bebek, Nini Thowok yaitu membuat orang-orangan dari kayu/ bambu dan jerami.

Ada pula andong off road, njuko endog yakni mencari telur rebus di dalam kolam lumpur, kebo keblinger dimana peserta menunggangi kerbau melewati lintasan lalu menyeberangi jembatan bambu sambil membawa karung pasir. Yang paling menarik adalah nunduke benteng dengan cara menaiki benteng istana jagat rakyat sambil membawa orang-orangan sawah. “Juara 1 mendapat Rp 12.5 juta, juara 2 mendapat Rp. 7,5 juta dan juara 3 mendapat Rp. 2,5 juta,” kata Aditya Wirambara, koordinator games. (ikl/*/als)

NAIK KEBO: Salah stau games di Istana Jagat Rakyat adalah menundukkan Kerbau.

GIRANG: Salah satu games menantang adalah memanjat tembok.

Selasa 29 November 2011

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Sudah Lima Kali Berhubungan ... ■ KORBAN... Sambungan dari Hal 25

“Pemeriksaan BS selaku pemeran laki-laki dalam video itu masih seputar adegan dalam video itu,” cetusnya. Kapolsek mengaku, pihaknya juga akan menyelidiki beredarnya video mesum yang dilakukan tersangka dan korban. Lantaran masih fokus pada laporan orang tua korban, pemeriksaan kasus bere-

darnya adegan hot itu belum bisa dilakukan. “Nanti akan kita usut beredarnya video mesum itu,” janjinya. Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Polsek Wongsorejo menangkap BS, 17, oknum pelajar di salah satu sekolah kejuruan di Kecamatan Wongsorejo. BS diduga sebagai pemeran dalam video mesum tersebut. Pelajar kelas XI itu ditangkap di rumah orang tuanya di wilayah Kecamatan Licin.

Dalam keterangannya kepada polisi, BS mengaku bahwa adegan dalam video itu adalah dirinya bersama NS, pacarnya. Gambar itu direkam menggunakan ponsel di bekas gudang tambak udang di Pantai Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo. Secara sepihak, BS mengaku tidak tahu dan tidak berniat menyebarkan rekaman itu. Kepada polisi, BS menduga yang menyebarkan video

mesum itu adalah temannya yang berinisial AS. Diduga kuat, AS mencuri gambar di ponsel tersebut saat BS bermain sepak bola. Dari pengakuan BS, saat bermain sepak bola, ponsel yang berisi rekaman video mesum itu ditaruh di sepatu. Diduga, AS melihat rekaman video mesum di dalam ponsel tersebut. Lalu, rekaman video mesum itu diduga dikirim ke ponsel milik AS. (abi/c1/bay)

Dihibur Tari Jaran Goyang ... ■ GELAR... Sambungan dari Hal 25

Remaja yang mewakili Kecamatan Muncar itu berhasil menyisihkan sembilan kontestan lain dalam ajang tahunan tersebut. “Tidak ada kata menyerah dan terus menempa diri adalah kuncinya,” katanya. Pada malam penobatan tersebut, para finalis berusaha menampilkan kemampuan terbaik. Hal tersebut terlihat dari penampilan pertama mereka mengenalkan visi dan misi. Bahkan, terdapat lebih dari dua kontestan yang berkenalan menggunakan bahasa Inggris. Dalam tahap itu, mereka juga menampilkan wangsalan bersama pasangan finalis masingmasing. Kemudian, para finalis

Pengirim ballot foto BEC dan ballot Jebeng Thulik yang beruntung mendapat handphone: 1. SASTYANARASWARI Jl. Ikan Putihan 68-A Karangrejo Banyuwangi 2. SINATRI AGUNG. Puri Kalirejo Permai F-4 Banyuwangi. 3. DWI WULANDARI Jl. Kapten Piere Tendean No.4 Tukangkayu Banyuwangi Hadiah handphone bisa diambil di kantor Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi pada pukul 09.00–15.00. Jangan lupa membawa fotokopi identitas diri yang masih berlaku. Pajak undian ditanggung pemenang.

unjuk kebolehan dengan menampilkan wiraga. Pada tahap ini, sepuluh pasang finalis disaring menjadi lima pasang. “Penentuan lima pasang finalis didasarkan atas penilaian yang telah dilakukan selama diklat. Jadi, tidak hanya penampilan pada malam grand final saja,” ujar Ketua Paguyuban Jebeng Thulik, Ardian Fanani.

Jebeng yang lolos ke tahap lima besar adalah Ajeng Rahmawati Taufan dari Kecamatan Banyuwangi, Citra Intan Salehati dari Kecamatan Genteng, Cendiana Aprilia dari Kecamatan Sempu, dan Citra Bunga Edelweiss. “Dan yang menjadi pemenang, Virnanda Virgoriani yang berasal dari Kecamatan Banyuwangi,” imbuh Ardian.

Sementara itu, thulik yang lolos lima besar adalah Ahmad Ghozali dari Kecamatan Muncar, Nanang Geovani Pangestu dari Kecamatan Sempu, Tezar Trias Pramana dari Kecamatan Banyuwangi, dan Ahmad Eka Tegar dari Kecamatan Genteng, serta Fendi Yonatan Santoso dari Kecamatan Kalipuro. “Mereka mendapatkan pertanyaan yang diambil secara acak,” kata Ardian. Sementara itu, malam grand final tersebut dimeriahkan pertunjukan seni. Ada penampilan tari jaran goyang yang dibawakan Paguyuban Jebeng Thulik. Selain itu, ada penampilan beberapa model anggota Paguyuban Jebeng Thulik. Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Abdullah Azwar Anas beserta istri dan para pejabat pemkab. (gil/c1/bay)

Peserta Temukan Banyak Kendala ■ BESOK... Sambungan dari Hal 25

Agenda penyerahan file halaman koran itu dimulai kemarin (28/11), dan akhir batas penyerahan file tersebut adalah pukul 15.00 Rabu besok (30/11). Pada hari pertama penyetoran, seluruh file tersebut akan akan diteliti terlebih dahulu

oleh panitia. Jika karya mereka dinyatakan memenuhi standar yang ditetapkan, maka halaman koran garapan siswa tersebut akan dimasukkan database panitia. Sementara itu, sebagian tim peserta ada yang mengalami kendala dalam menjalankan program tersebut. Layouter RaBa, Khoirul Muklis mengatakan, sebagian

besar peserta sudah cukup lancar menjalankan program layout halaman koran tersebut. Meski begitu, masih ada sebagian peserta yang kesulitan menjalankannya. ‘’Ada peserta yang bertanya kenapa tampilan foto mendadak buram saat dipasang pada program tersebut. Padahal, foto tersebut sebelumnya sangat

jelas,’’ ujar Khoirul Muklis mencontohkan salah satu problem yang dihadapi peserta. Sementara itu, penyerahan file halaman koran tersebut dilayani mulai pukul 09.00 hingga 15.00. “ Kami ingatkan agar peserta tak lupa memasang spot iklan yang telah disyaratkan panitia,” ujar Ketua Panitia RaNCo 2011, Benny Siswanto. (*/c1/bay)

Ajukan Cerai Wajib Sediakan 15 Pohon ... ■ HIJAUKAN... Sambungan dari Hal 25

Satu pohon sangat berarti bagi kelestarian lingkungan,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di sela penanaman semiliar pohon di Lapter Blimbingsari sore kemarin. Gerakan menanam semiliar pohon itu dihadiri ratusan orang; ada pelajar, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, BUMN, Pramuka, Perhutani, TNI, dan polisi. Mereka dikerahkan untuk menanam pohon di lahan kosong sebelah selatan Lapter Blimbingsari. Secara simbolis, penanaman pohon itu dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Wakil Ketua

DPRD H. Adil Achmadiyono, Ny. Dani Abdullah Azwar Anas, Dandim 0825 Letkol Handi Setiawan, dan Kapolres AKBP Nanang Masbudi. Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan kegiatan gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon. Tema yang diusung adalah “Ruang Terbuka Hijau bagi Penyerapan Air di Perkotaan menuju Ketahanan Pangan untuk Ekonomi Keluarga”. Kegiatan ini sengaja dilakukan di luar kawasna hutan dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan lahan yang perlu dihijaukan. ‘’Sejak bulan Februari 2011 sampai sekarang bibit yang tertanam di luar kawasan hutan di Banyuwangi sebanyak 3.022.000 bibit,’’ ungkap Ketua Tim

Penggerak PKK Banyuwangi, Ny. Dani Abdullah Azwar Anas. Lebih lanjut Dani mengungkapkan, pengembangan tanaman kehutanan di Banyuwangi dengan pola swadaya cukup menggembirakan. Hal ini disebabkan pangsa pasar untuk produk kayu-kayuan cukup menjanjikan. ‘’Adanya industri primer hasil hutan kayu di Banyuwangi memerlukan bahan baku sebesar 200250 meter kubik per hari. Sehingga, dalam satu tahun perlu bahan baku 80.000-90.000 meter kubik,’’papar Dani. Sementara itu, ada pernyataan menarik yang disampaikan Bupati Anas di sela-sela gerakan menanam semiliar pohon kemarin. Untuk memasya-

rakatkan gerakan menanam, dia mengimbau kepala Kemenag dan KUA untuk memberlakukan aturan ketat bagi warga yang mengajukan cerai. Warga yang mengajukan cerai diwajibkan menyediakan 15 pohon. “Kalau tidak mau menyediakan 15 pohon, jangan ditandatangani pengajuan cerainya,’’ kata Bupati di depan ratusan peserta tanam pohon. Bukan hanya itu, terkait penanaman 200 pohon trembesi dan sawo kecik di kawasan Lapter Blimbingsari, dia meminta pejabat terkait terus memantau dan merawat. “Saya yakin kalau tanaman ini terus dirawat, dalam jangka waktu 2-4 tahun, kawasan lapter bisa menjadi hijau,’’ tandas Anas. (c1/aif)

Sekolah Langsung Memberi Beasiswa ... ■ TIDUR... Sambungan dari Hal 25

Ternyata pihak sekolah sengaja mengundang ketiga siswa itu secara khusus. Wajah ketiga siswa tersebut tampak semringah. Duduk bertiga di sebuah sofa berukuran sedang, Lapang, Nahwu, dan Sulis, mengumbar senyum. Mereka seakan tidak canggung berada di dekat Kepala SDN Lateng, Setyaningsih. Saat menceritakan pengalamannya tampil di ajang POR-SD yang baru saja dilalui, ketiganya cukup bersemangat. Pesilat muda binaan perguruan Suaka Pasung Laksa (SPL) unit SDN Lateng ini sudah menggembleng diri dalam pemusatan latihan lebih-kurang dua pekan. “Resminya segitu. Sebelumnya, kami sudah sering latihan rutin di sekolah. Seminggu tiga kali,” ujar Sulis. Pencak silat yang menjadi salah satu kegiatan ekstra di sekolah tersebut dua tahun terakhir rupanya mampu membantu pengembangan potensi siswa. Lewat ketekunan ketiganya dalam berlatih selama 2 tahun, medali emas di POR SD bisa diraih. Itu menjadi gambaran kegigihan mereka dalam berlatih. Lapang dan Nahwu yang berpasangan di nomor ganda putra sangat padu. Perpaduan siswa kelas V dan VI itu membuat

tim juri memberi keduanya nilai mutlak. Saat Sulis tampil dengan rekan seperguruannya, Balgis Dwi Suciani, medali emas dikalungkan juri kepada mereka. Itu menjadi bukti kedigdayaan dan bakat siswi kelas enam tersebut. Meski demikian, ketiga pesilat cilik itu meyakini capaian yang ditorehkan di Sidoarjo lalu bukan prestasi instan. Berbekal latihan serius dan pengalaman di berbagai ajang kejuaraan, Lapang, Nahwu, dan Sulis, semakin matang dalam bertanding. “Banyak tahap yang harus dilalui, seperti latihan keras dan mengikuti kejuaraan tingkat kecamatan hingga provinsi. Alhamdulillah di Sidoarjo sukses,” ujar Lapang. Seperti kisah yang mereka sampaikan, lebam akibat jotosan partner-nya sering diperoleh. Bahkan, sampai saat ini kening Sulis masih ada memar bekas hantaman golok rekannya saat latihan. “Ini masih membekas,” ujarnya. Di samping itu, untuk mempertahankan prestasi yang dicapai kini, ketiganya menambah porsi latihan sendiri. Setiap pagi saat libur dan sore mereka menyempatkan diri mengelilingi lintasan atletik GOR Tawang Alun dan lapangan Taman Blambangan. Selain itu, untuk menjaga hasil latihan, minum es dan makan jajanan di jalan menjadi pantangan. Setelah itu, ketiganya melatih mental un-

tuk bertanding di atas matras, termasuk melatih 5-S yang diberi sang pelatih. 5-S tersebut adalah senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Ini menjadi trik magis bagi ketiganya saat berlomba di atas matras. Namun, karena masih anak-anak, meski sudah sering tampil di berbagai kejuaraan, tapi penyakit demam panggung tetap tidak kunjung hilang. Demam panggung juga mereka rasakan saat berlaga di POR-SD lalu. Namun, penyakit psikologis itu rupanya tidak mempengaruhi penampilan Lapang, Nahwu, dan Sulis. Sebab, mereka punya resep tersendiri untuk tetap tampil maksimal di atas matras. Resep aneh tapi cukup manjur, yaitu saat akan bertanding, Lapang menyempatkan diri tidur sejenak. Lain Lapang lain pula Nahwu. Untuk menghilangkan grogi, siswa kelas enam itu justru memperbanyak bercanda. Sementara itu, Sulis memilih salat untuk menenangkan. “Tapi repotnya pas mau tanding, ofisial harus membangunkan Lapang, memfokuskan Nahwu, dan menyuruh Sulis ganti mukena,” beber Setyaningsih, kepala SDN Lateng. Atas prestasi anak didiknya tersebut, pihak sekolah tidak menutup mata. Prestasi yang mengharumkan nama sekolah dan Banyuwangi mendapat apresiasi khusus. Lapang, Nahwu, dan Sulis, pun mendapat beasiswa. (c1/bay)

Dikenal sebagai Tukang Cukur ■ TRIO... Sambungan dari Hal 25

Menurut Watiyo, Luluk Sukirno ditangkap saat akan menjual butiran trex di sekitar Dusun Krajan, Desa Dadapan. Saat diringkus, polisi berhasil menyita 200 butir trex dari tangan tersangka. “Tersangka mengaku mendapatkan pil trex tersebut dari Ihwan,” terangnya. Dalam keterangannya kepada polisi, Sukirno mengaku membeli 200 butir pil trex itu seharga Rp 400 ribu. Rencananya, pil yang masuk daftar G

yang seharusnya hanya dijual atas resep dokter itu akan dijual lagi. “Dari keterangan tersangka, kita langsung menuju rumah Ihwan dan langsung menangkapnya,” ujar Watiyo. Ihwan yang di kampungnya dikenal tukang cukur itu mengakui telah menjual pil trex kepada Sukirno. Saat ditangkap polisi, tersangka masih memiliki 40 butir pil trex. “40 butir pil trex milik Ihwan juga kita sita,” ujar kasatnarkoba. Meski telah mendapatkan dua tersangka, petugas belum puas. Asal ratusan pil trex pun diburu. Dari keterangan Ih-

wan, pil yang telah dijual kepada Sukirno itu dia beli kepada Sandi Septian yang tinggal di Perumahan Puri Kalirejo. “Sandi kita tangkap di rumahnya,” katanya. Saat menjalani pemeriksaan, Sandi mengaku pil trex tersebut dibeli dari seseorang berinisial HR. Pemasok pil trex tersebut adalah seorang sales yang mengaku berasal dari Jember. Sayangnya, trio Kabat itu tidak mengetahui alamat pasti juragan trex asal Jember tersebut. “Kita akan terus melacak keberadaan bos trex ini,” ujar Watiyo. (abi/c1/bay)

Ada Tambahan DAU Rp 215 M ... ■ KUA... Sambungan dari Hal 25

Dalam rapat bersama itu, kata Herman, TAPD menyampaikan ada penambahan DAU sebesar Rp 215 miliar. Lantaran ada penambahan dana, maka KUA-PPAS yang telah dibahas itu juga akan berubah. “Sebenarnya banggar sudah beberapa kali membahas KUA-PPAS secara internal,” katanya. Pada Jumat lalu, lanjut Hermanto, pembahasan KUAPPAS dilanjutkan dengan mengundang TAPD. Dalam

rapat bersama itulah disampaikan ada penambahan dana DAU. “Dalam rapat itu, TAPD juga menyampaikan perubahan KUA-PPAS,” jelasnya. Dia menambahkan, karena ada penambahan DAU dan perubahan anggaran, banggar DPRD akan kembali membahas secara internal. Rapat banggar bersama TAPD terpaksa belum bisa diteruskan. “Kita akan mengkaji KUAPPAS yang baru ini,” dalihnya. Dalam jadwalnya kemarin, banggar dan TAPD seharusnya meneruskan pembahasan KUA-PPAS. Sejumlah anggota

TAPD sudah banyak yang datang ke gedung DPRD untuk melanjutkan pembahasan. “Rapat dengan TAPD kita tunda dulu,” kata Hermanto. Anggota banggar DPRD, Achmad Turmudzi menambahkan, setelah ada penambahan DAU sebesar Rp 215 miliar, otomatis ada perubahan dalam KUA PPAS. Beberapa pos pada KUA PPAS ada kenaikan yang cukup signifikan. “Anggaran di beberapa pos ternyata ada yang dinaikkan sampai 100 persen dengan kegiatan yang sama,” sebut ketua Fraksi PKNU itu. (abi/c1/bay)

Waris Akui Anjing Lepas Sendiri ■ SAKSI... Sambungan dari Hal 25

Dalam keterangannya kepada majelis hakim, Iqbal merasa dihalang-halangi ketika melakukan peliputan di Garden Cottage. “Wayan mengusir kita menggunakan anjing miliknya,” ujarnya. Anjing tersebut, lanjut Iqbal, tidak lepas sendiri. Anjing itu sengaja diambil Wayan untuk menakut-nakuti rombongan wartawan. “Wayan memegangi anjingnya dengan tali, dan berusaha mengancam kami,” jelas Iqbal. Menurut Iqbal, Wayan juga melakukan ancaman. Dia minta uang Rp 10 juta sebagai syarat agar wartawan bisa keluar dari hotelnya. “Ketika anjing dikeluarkan oleh Wayan, kami semua masuk mobil. Nah, saat itulah dia meminta uang Rp 10 juta,” jelasnya. Iqbal menambahkan, Wayan juga memukul kamera milik rekannya yang juga melakukan

peliputan di Garden Cottage. “Kita mendapat info tentang razia pasangan mesum, dan ke sana bertujuan untuk meliput razia tersebut,” ujarnya. Selain itu, Iqbal juga menunjukkan rekaman video liputan saat kejadian. Rekaman video tersebut ditunjukkan kepada majelis hakim, penasihat terdakwa, dan jaksa penuntut umum. “Dalam rekaman tersebut terlihat jelas kejadian yang sebenarnya,” tegas Iqbal. Sementara itu, saksi Sukani dari Polsek Cluring, ketika kejadian mengaku sedang melakukan razia. Namun, dia bukan petugas yang pertama datang ke tempat tersebut. “Total petugas ada lima, tiga petugas sebelumnya sudah datang duluan,” ujarnya. Sukani mengatakan, anjing yang digunakan Wayan untuk mengancam rombongan wartawan merupakan anjing agresif. Hal itu terlihat saat anjing itu menyalak wartawan. “Anjing tersebut galak. Ketika itu anjing

tersebut menggonggong seolaholah sedang marah,” jelasnya. Saksi lain, Ahmad Waris yang merupakan karyawan Garden Cottage mengatakan, anjing milik majikannya tersebut terlepas, bukan dilepas dengan sengaja. Waris mengaku, pihaknya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat itu. “Posisi saya ada di depan. Yang saya tahu anjing tersebut terlepas dan lari ke belakang,” jelasnya. Kesaksian yang diberikan Waris cukup membuat majelis hakim bingung. Ketika anjing milik Wayan terlepas, misalnya, Waris mengatakan bahwa anjing tersebut lepas dari ikatan di lehernya, bukan lepas karena talinya putus. Padahal, ketika anjing tersebut dipegang Wayan masih ada tali. “Kamu bisa dituntut jika memberikan keterangan palsu,” tegas hakim ketua, Made Sutrisna. Sementara itu, setelah pemeriksaan saksi, hakim memutuskan melanjutkan sidang Senin pekan depan (5/12). (gil/c1/bay)

Menegakkan Akidah dalam Diri ■ PULUHAN... Sambungan dari Hal 36

Melalui acara tersebut, Bupati ingin menyiarkan ajaran Agama Islam dengan memupuk silaturrahmi antar sesama masyarakat Situbondo. Untuk mewujudkan visi Kabupaten Situbondo, bupati mengajak mempererat kebersamaan agar mewujudkan masyarakat Situbondo yang beriman, sejahtera dan berkeadilan. Dijelaskan, hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan pe-

rubahan besar terhadap peradaban manusia. Pelajaran yang harus diambil adalah pembangunan peradaban Islam dari tataran individual menuju tataran sosial yang lebih baik. “Rasulullah telah menegakkan akidah nafsiah yaitu menegakkan akidah dalam diri setiap insan,” ungkapnya. Kata Dadang, hal itulah yang kini diusahakan Pemkab Situbondo dalam beberapa tahun terakhir ini. Sejumlah program dan kegiatan ditujukan sebagai proses pembinaan mental dan

spritual masyarakat. Misalnya, melalui pembacaan Salawat Nariyah. “Marilah kita jadikan momentum tahun baru Hijriah kali ini untuk senantiasa mendalami dan meneladani nilainilai perjuangan nabi Muhammad SAW, terutama dalam membangun sebuah negara yang berkeadilan dan beradab yang menjamin kemerdekaan beragama, beribadah, serta menjamin keamanan dan kesejahteraaan bagi rakyat,” ajak Bupati. (pri/adv/aif)

TANPA OBAT, KINI BATUK KUSNADI DAPAT TERATASI MINUM susu merupakan salah satu kebiasaan yang baik untuk menjaga kesehatan. Dan susu yang dikenal serta banyak dikonsumsi oleh Masyarakat adalah susu sapi. Sebenarnya, susu Ettawa memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan susu sapi. Berbeda dengan susu sapi, susu Ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Kini, hadir Milkuma, minuman serbuk susu Ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu Ettawa PE segar, dan Gula Aren. Seorang warga Bakalan, Taman Agung, Muntilan, Jawa Tengah yang bernama Kusnadi telah merasakan manfaatnya, “Karena punya kebiasaan merokok, sudah 1 tahun paru-paru saya terganggu. Saya jadi sering batuk-batuk. Aktifitas saya otomatis jadi terhambat.” Ujar ayah dari 5 orang anak yang biasa dipanggil dengan Pak Kus ini. “Sebelumnya, saya sering mengkonsumsi obat warung untuk mengatasi keluhannya, tapi atas saran dari teman-teman, saya mulai beralih minum Milkuma. Baru 6 bulan minum, manfaatnya sudah saya rasakan. Sekarang nafas terasa plong, saya tidak pernah mengalami batuk berat lagi.” Terang pria berusia 48 tahun tersebut. Dengan tubuh yang sehat, kini Pak Kus dapat menjalani aktifitasnya sebagai pegawai swasta dengan nyaman dan prima. Ia pun tergugah untuk mengajak orang lain merasakan manfaat susu Ettawa ini, “Mari kita sehat

bersama Milkuma.” Ajaknya. Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu Ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita sakit paru-paru. Satu gelas susu Ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu Ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141345607; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.

36

Jawa Pos-nya Kota Santri

Selasa 29 November 2011

ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

SEMANGAT: Bupati Dadang Wigiarto didampingi Wabup Rachmad memberikan sambutan di tengahtengah ribuan massa yang menghadiri acara Situbondo bersalawat. FOTO-FOTO: ISTIMEWA

Alun-Alun Jadi Lautan Manusia

Puluhan Ribu Warga Hadiri Situbondo Bersalawat

FOTO-FOTO: SIGIT HARIYADI/RaBa

BERDUKA: Keluarga korban histeris saat berada di RS dr. Abdoerrahem, Situbondo (kiri). Warga menyiram bercak darah di lokasi pembangunan jembatan kemarin (28/11) (kanan).

1 Tewas, 4 Luka-Luka Pembangunan Jembatan Ardirejo Makan Korban PANJI - Pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Bantongan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, dan Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, memakan korban jiwa kemarin (28/11). Seorang pekerja tewas tertimpa tiang penyangga rangka besi jembatan, sedangkan empat korban lain mengalami luka-luka. Kecelakaan kerja pada proyek yang dilaksanakan CV. Merpati dengan nilai kontrak mencapai Rp 897 juta lebih itu terjadi sekitar pukul 15.00. Saat itu, beberapa pekerja menderek rangka baja jembatan menggunakan katrol manual. Namun nahas, besi penyangga katrol tersebut tiba-tiba bengkok. Diduga kuat, besi penyangga tersebut tidak mampu menahan beban rangka baja sepanjang sekitar 39 meter tersebut. Ironisnya, ujung besi pe-

nyangga yang bengkok itu menghunjam tubuh Dedi, 24, warga Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Pria malang itu tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan. “Dadanya tertusuk ujung besi penyangga. Tidak hanya itu, tangan kanannya juga putus,” ujar Jihat, warga sekitar. Selain menewaskan seorang pekerja, tragedi berdarah itu juga mengakibatkan empat pekerja lain mengalami luka-luka. “Satu pekerja tergencet rangka baja. Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan. Oleh warga sekitar, dia langsung dilarikan ke rumah sakit (RS) terdekat,” tandas Jihat. Tidak lama berselang, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Agar tempat kejadian tidak berubah, petugas segera memasang garis polisi. Namun, warga sekitar yang ingin mengetahui kejadian itu dari dekat tidak mengindahkan garis polisi tersebut.

Warga tetap merangsek masuk untuk mengetahui lokasi kejadian dari dekat. Lurah Ardirejo, Agusman mengatakan, beberapa pekerja bermaksud menaikkan rangka baja jembatan tersebut untuk dipasang di beton penyangga di kedua sisi sungai. “Bengkoknya besi penyangga yang digunakan untuk mengatrol rangka baja jembatan itu kemungkinan karena tidak mampu menahan berat rangka,” duganya. Agusman menambahkan, konsultan pembangunan jembatan itu kurang teliti dengan kondisi besi penyangga tersebut. “Buktinya besi penyangganya sampai bengkok seperti ini,” pungkasnya. Sementara itu, keluarga korban langsung histeris saat mendengar kabar bahwa putra kesayangannya tewas mengenaskan. Bahkan, ibu korban langsung pingsan sesaat setelah sampai di halaman RS dr. Abdoerrahem, Situbondo. (sgt/c1/aif)

ALUNALUN Kota Santri menjadi lautan manusia, Ahad malam (27/11), kemarin. Puluhan ribu orang menghadiri acara peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1433 Hijriah yang dirangkum dalam acara Situbondo Bersalawat dan pawai lampion. Kegiatan spektakuler yang ditempatkan di Alun-Alun Situbondo ini diawali dengan pembukaan pawai lampion oleh Bupati Dadang Wigiarto. Itu ditandai dengan pelepasan kembang api selama 15 menit diikuti pekian kalimat takbir. “Semoga ke depan Kabupaten Situbondo kian makmur dan sejahtera,” harap Bupati. Pawai lampu lampion mengambil start di Jalan Kartini, menuju Jalan A.

Yani, Jalan Dipenogoro, Jalan Argoporo, Jalan Basuki Rahmad dan menuju garis finish di jalan raya depan kantor CPM. Kegiatan ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Situbondo hingga kalangan siswa SD/MI hingga SMP dan SMA. Iring-iringan pawai lampion ini menarik perhatian masyarakat. Ribuan masyarakat tak mau melewatkan momentum yang bertujuan memeriahkan tahu baru Islam ini. Usai pawai, dilanjutkan Situbondo bersholawat yang dipimpin dua kiai kharismatik, yakni KH. Achmad Sufyan Miftahul Arifin dari pondok pesantren Sumber Bunga dan KHR. Moh. Kholil

PENUH TANGISAN: KHR. Kholil bersama Bupati Dadang; Wabup Rachmad, Sekda Hadi Wijono dalam acara salawat.

As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, Mimbaan, Situbondo. Dalam kesempatan itu, Bupati Dadang Wigiarto mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak baik, Polri, TNI maupun segenap lapisan masyarakat yang ikut membantu dan mendukung suksesnya peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1433 H. “Saya juga ingin meminta maaf kepada para pengguna jalan, karena kegiatan ini sempat memacetkan arus lalu lintas,” kata Bupati. Bupati menegaskan, pekan Muharram untuk menyemarakkan pergantian tahun baru Islam, 1433 H n  Baca Puluhan...Hal 35

KHUSUK: KH. Sufyan didampingi KHR. Kholil memimpin doa peringatan tahun baru Islam 1433 H di Alun-Alun Situbondo.


Radar Banyuwangi 29 November 2011