Issuu on Google+

13 MEI

29

TAHUN 2012

Catatan Perjalanan Direktur Radar Banyuwangi Choliq Baya ke Eropa (3)

Lihat Pameran Percetakan, tak Cukup Sehari Hari pertama dan kedua di Eropa, tepatnya di Jerman, kami fokuskan mengunjungi Drupa Print Media Fair 2012 di Dusseldorf. Yakni, pameran percetakan terbesar dunia yang digelar setiap empat tahun sekali. Karena areal pameran begitu luas, rasanya masih tak cukup kami menghabiskan waktu di sana. Besoknya kami harus kembali lagi untuk menuntaskan kunjungan ke pameran itu. S ETELAH mendarat di Bandara Frankfurt pukul 6.30 waktu setempat,

rombongan awak media Jawa Pos Radar (JPR) dan Tabloid Nyata yang

berjumlah 18 orang langsung meluncur ke Drupa, Dusseldrof. Perjalanan dengan bus itu memakan waktu sekitar tiga jam. Dalam perjalanan, bus sempat berhenti di rest area yang memang banyak disediakan pemerintah Jerman. Peraturan di Jerman, sopir angkutan diharuskan berhenti minimal 15 menit setelah melakukan perjalanan dua jam atau beristirahat selama satu jam setelah melakukan perjalanan maksimal empat jam.

Seperti negara maju pada umumnya, kondisi kota di negara pembuat mobil mewah Mercy dan BMW itu terlihat sangat bersih. Pengguna jalan pun sangat tertib, disiplin, dan teratur. Tidak ada yang saling serobot atau melanggar lampu merah seperti yang banyak terjadi di negeri kita. Bahkan, jalan kereta listrik menjadi satu dengan kendaraan bermesin lain tanpa ada pembatas ■  Baca Lihat...Hal 39

ISTIMEWA

ELEKTRIK: Choliq Baya di lokasi tiket pameran percetakan di Drupa, Jerman, kemarin.

Lagi-Lagi Konsultasi ke Jakarta

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.17 14.38 17.10 18.22 04.12

ADA APA LAGI

DPRD Kembali Berangkat ke Ibu Kota ICHSAN RASYID/RaBa

DIPROTEKSI: Jeruk lokal Banyuwangi.

Dilarang Suguhkan Buah Jeruk Impor BANYUWANGI - Ini kabar gembira bagi petani dan pedagang jeruk di Banyuwangi. Guna meningkatkan kesejahteraan para petani, Pemkab Banyuwangi akan mengeluarkan kebijakan proteksi terhadap buah jeruk lokal. Kebijakan proteksi terhadap buah lokal itu akan dilakukan melalui peraturan bupati (perbup). Dalam perbup, pemkab akan mengatur penggunaan buah produk lokal dalam acara dan kegiatan pemerintah. Semua acara yang digelar pemerintah daerah yang menyajikan buah jeruk wajib menggunakan jeruk lokal. Kebijakan itu berlaku untuk kegiatan pemerintahan dari tingkat desa hingga kabupaten. “Regulasinya segera kita terbitkan. Sekarang masih dalam proses kajian,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas ■  Baca Dilarang...Hal 39

LPJU

GALIH COKRO/RaBa

KUMUH: Satu-satunya jembatan menuju Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.

Pulau Santen Butuh Investor BANYUWANGI - Kondisi Pulau Santen di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, kini semakin mengenaskan. Sepanjang pantai pulau kecil itu dipenuhi sampah berserakan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi tidak bisa berbuat banyak dalam mengembangkan tempat yang pernah ramai sebagai destinasi wisata di masa Bupati Banyuwangi Sam-

sul Hadi itu. “Tidak ada anggaran untuk mengembangkan Pulau Santen,” cetus Kadisbudpar Banyuwangi, Suprayogi. Selain masalah anggaran, terang Suprayogi, ada persoalan lain yang membuat pemerintah tidak bisa mengucurkan dana untuk Pulau Santen. Persoalan itu adalah status lahan ■  Baca Pulau...Hal 39

B ANYUWANGI - Puluhan anggota DPRD Banyuwangi yang masuk sebagai anggota panitia khusus (pansus) penertiban PAS perahu di bawah tujuh gross tonnage (7 GT) dan pengelolaan keuangan daerah berangkat ke Jakarta. Mereka melakukan konsultasi ke sejumlah kantor kementerian sejak Rabu lalu (9/5). Padahal, beberapa hari lalu anggota pansus penyidikan Pegawai Negeri Sipil Daerah (PPNSD) baru tiba dari Jakarta. Pansus PPNSD juga melakukan konsultasi ke beberapa kementerian. Sementara itu, akhir April 2012 lalu, 50 anggota dewan yang terhormat juga berangkat ke Jakarta. Waktu itu mereka mengikuti bimbingan teknis (bimtek) ■

DOK. RaBa

Kita konsultasi masalah pokok-pokok keuangan, termasuk dana perimbangan.” SUKIRMAN Anggota Pansus Pengelolaan Keuangan Daerah DPRD Banyuwangi

 Baca Lagi-Lagi...Hal 39

Sulit Air, Saluran Dikeruk Keluarga Rosan Minta P ANARUKAN - Para petani di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Situbondo, bisa bernapas lega. Sebab, sulitnya air irigasi pertanian akan segera teratasi dalam waktu dekat. Kemarin (12/5), pihak terkait sudah mulai mengeruk endapan tanah dan lumpur di saluran air tersebut. Sekadar diketahui, petani setempat kesulitan air irigasi sejak tahun 2010. Saat itu, pemerintah membangun plengsengan di sepanjang sisi sungai. Sejak plengsengan tersebut dibangun, pihak berwenang ternyata belum pernah melakukan pengerukan. Akibatnya, kedalaman sungai yang semula tiga meter menjadi hanya sekitar satu meter. Air sungai itu dangkal disebabkan banyaknya tanah dan batu dari hulu. Seorang warga Desa Duwet, Khoirul, 32, mengatakan, adanya tanah dan batu di aliran sungai itu bukan karena tindakan warga se-

Habib Dihukum Mati

NUR HARIRI/RaBa

DANGKAL: Alat berat mengeruk endapan lumpur dan tanah di Sungai Duwet, Kecamatan Panarukan, Situbondo, kemarin.

kitar. Tanah dan batu tersebut hanyut dari hulu. ‘’Batu dan tanah itu mungkin berasal dari aliran sungai

di Kabupaten Bondowoso,’’ ujar Khoirul ■  Baca Sulit...Hal 39

SEMPU - Keluarga Rosan menyambut baik jeratan pasal berlapis yang disiapkan polisi untuk tersangka Muhamad Ali Hinduan alias Habib, 44. Pihak keluarga korban berharap tersangka dalang pembunuhan itu dihukum mati. Sebab, pembunuhan sadis yang menimpa Rosan sekeluarga itu menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban. Saat itu, Rosan, 43, bersama istrinya, Jamilah, 35, dan anak semata wayangnya, Dery Pradana, 14, yang tinggal di Dusun Dadapan, Desa Karang Anyar, Kecamatan Sempu, tewas dibunuh secara mengenaskan. Sekujur tubuh ketiganya hangus terbakar dalam posisi

menumpuk di jok mobil paling belakang. Mayat ketiganya dibakar dalam satu mobil di kawasan sepi tepi jalan Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Mei 2011 lalu. Apalagi, sang otak pembunuhan justru kabur, sedang dua temannya yang membantu aksi tersebut malah sudah divonis Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Perkembangan selanjutnya, setelah hampir setahun buron, Habib berhasil dibekuk polisi saat check in di Hotel Wisma Karya, Jalan Soekarno-Hatta, Pasuruan, sekitar pukul 16.15 Selasa lalu. Seiring tertangkapnya Habib, pihak keluarga korban merasa semringah ■  Baca Keluarga...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

SIANG: Deretan lampu penerangan jalan umum di Jalan Yos Sudarso Banyuwangi.

Setahun Tekor Rp 4,8 M BANYUWANGI - Pembayaran rekening listrik lampu penerangan jalan umum (LPJU) ternyata belum seimbang dengan pemasukan pajak LPJU. Selama ini, kas daerah hanya menerima setoran dari pajak LPJU sekitar Rp 1 miliar per bulan. Sedangkan pembayaran rekening LPJU setiap menghabiskan dana Rp 1,4 miliar. “Memang antara pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang,” tegas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Banyuwangi, Suyanto Waspo Tando Wicaksono ■

Suka-Duka Tim Verifikasi dan Validasi Persyaratan Administrasi Honorer

Dilematis, Kerja Hati-hati Tetap Dicurigai Tim verifikasi dan validasi data para tenaga honorer yang lolos kategori satu (K1) maupun K2 masih terus bekerja di Pemkab Situbondo. Banyak suka-duka yang mereka alami selama ini.

 Baca Setahun...Hal 39

EDY SUPRIYONO, Situbondo

MELAKUKAN verifikasi dan validasi data memang membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Pasalnya, di tengah minimnya waktu yang disediakan, banyak berkas yang harus diteliti dan dicermati. Selain itu, mereka juga harus mampu mehttp://www.radarbanyuwangi.co.id

lakukan fungsi dan peran masing-masing dengan maksimal. Jika lengah sedikit, maka akan banyak tenaga honorer siluman yang leluasa masuk. Sebab itulah, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Situbondo menggandeng beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk bergabung, di antaranya Bagian Hukum, Inspektorat, serta Dinas Pengelolaan dan Keuangan Daerah EDY SUPRIYONO/RaBa (DPKD). Sebelum masuk ke tim inti, berkas-berkas TELITI: Pokja tim melakukan verifikasi berkas persyaratan honorer di Pemkab Situbondo. rer yang lolos K.1 dan K.2 adalah itu diseleksi beberapa personel ga- kerja (pokja). bungan dari empat SKPD yang diApa yang dilakukan mereka merupa- orang-orang yang memang berhak ■  Baca Dilematis,...Hal 39 himpun dalam sebuah kelompok kan sebuah ikhtiar agar tenaga hono-

Lagi-lagi DPRD konsultasi ke Jakarta

Andai ibu kota pindah ke Sarongan, apa masih sering konsultasi ya

Pulau Santen butuh investor

Juga butuh bersih dan bebas sampah

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id

KOMUNIKASI BISNIS

30

Minggu 13 Mei 2012

Seminarkan Gelombang Kekayaan Emas Minggu Pagi Di Dapur Oesing dan Siang di RM Jamilah

IP2B for RaBa

DISKUSI : Para pemateri seminar peringatan hari keperawatan sedunia di Graha K-Link Banyuwangi kemarin (12/5).

Peringati Hari Keperawatan BANYUWANGI – Ikatan Pemuda Perawat Banyuwangi (IP2B) menggelar seminar sehari dengan tema “Menakar kualitas SDM dalam upaya pembangunan kesehatan Kabupaten Banyuwangi” kemarin (12/5). Acara seminar dalam rangka Hari Keperawatan Sedunia di Graha K-Link jalan Gajahmada Banyuwangi tersebut berasal dari berbagai lapisan. Mulai instansi kesehatan, organisasi pergerakan, pelajar, mahasiswa, Fatayat dan Muslimat, hingga aktivis Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS). Seminar itu bertujuan untuk mereflek-

sikan tugas-tugas perawat dalam menakar kualitas SDM untuk pembangunan masyarakat Banyuwangi. “Ada tiga komponen yang diperhatikan. Yakni proses pendidikan, proses pelayanan, dan organisasi profesi perawat,” ujarnya. Eling berharap, melalui kegiatan itu, para perawat mampu merefleksikan SDM dalam upaya memanivestasikan layanan asuhan keperawatan yang terdepan, terdekat, dan terkesan sebagaimana motto IP2B. Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan kemarin, di antaranya, pemerhati pendi-

dikan nasional, NS. Firman S.Keb M.Pd; Kabid P2P Dinkes Bwi, Waluyo; anggota Komisi III DPRD Banyuwangi, Dadang Wahyu; dan dr H. Taufik Hidayat yang datang mewakili Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Pemateri dalam seminar tersebut menyimpulkan bahwa hasil cetakan baru pelaku pembangunan kesehatan tidak layak dan tidak siap pakai di lapangan. Untuk itu, perlu peningkatan SDM dari tiga pilar yang tidak lain adalah pendidikan, layanan, dan organisasi profesi.(sgt/adv)

BANYUWANGI - Apakah Anda ingin mengubah gaya hidup Anda? Tiap bulan memiliki penghasilan besar? Ikuti seminar yang akan merubah hidup Anda, yang semula biasa-biasa saja menjadi sangat luar biasa. Ketua panitia seminar, Ulum menjelaskan bahwa acara itu gratis tanpa di pungut biaya sama sekali. Narasumber yang dihadirkan adalah Lim Mulyono EU, owner Lim Corporation & Net-I dan mentor entrepreneur. Acara itu dihelat untuk sesi 1 di wisata kuliner Dapur Oesing Jalan A. Yani No. 25 Banyuwangi, pada hari Minggu, 13 Mei 2012, pukul 09.00-13.00. Sesi ke-2 pukul 14.00-18.00 di Rumah Makan (RM) Bu Jamilah Genteng. Pada seminar itu, nara-

sumber akan mengupas tuntas, bagaimana panen emas tiap hari dan trading emas tanpa batas atau terkena platform yang ditentukan. Trik yang diberikan, antara lain bagaimana meraup penghasilan puluhan juta rupiah dalam hitungan bulan saja. Melindungi aset Anda bukan dengan uang, tapi dengan aset esmas. Bagaimana melipatgandakan aset Anda tanpa Anda duga dari nilai awal. “Juga brilliant investment yang benar di emas dan panen emas tiap hari, juga beternak uang. Sehingga uang bekerja untuk kita,” katanya. Ulum menambahkan, narasumber juga memberi trik bagaimana mengubah mobil lama menjadi mobil baru, tanpa memikirkan biaya dan cicilan tiap bulan. Beli rumah

PELUANG: Emas batangan ini bisa menjadi milik Anda.

ISTIMEWA

hanya bayar muka, malah mendapat cash back. Trik lain adalah pinjam uang di bank, tanpa memikirkan cicilan, malah mendapat bonus uang tunai. “Seminar ini ditujukan pada orang yang ingin maju dan ingin mendapatkan penghidupan yang layak sampai tujuh turunan,” imbuhnya. Bila Anda ingin sukses dan mapan, segera daftarkan diri Anda. Cukup dengan mengetik: Nama_Alamat_Sesi 1/2 krm ke Djoko EU (081216025155 - Sesi 1) dan ke Ulum (081939811177 - Sesi 2). (ikl/irw)

Hi – Tech Mall

Hi – Tech Mall Terlengkap dan Termurah Bila anda mencari notebook atau tablet android atau produk IT termurah, datang saja langsung ke Hi – Tech Mall. Karena hingga 31 mei mendatang anda bisa mendapatkan berbagai macam penawaran produk It termurah, terlengkap dan terjamin. Tablet Android mulai Rp 700ribuan gratis modem hingga internetan VTab 751 dari Rp 899ribu jadi Rp 749ribu. Inforce Idano dari Rp 1juta kini Rp 899ribu gratis boneka Angry Bird. Vandroid T4 seharga Rp 1.699juta gratis modem. Cyrus AtomPad dari Rp 999ribu, Treq 4GB hanya Rp 999ribu. Axioo PicoPad 7inc hanya Rp 1.299juta, RealPad RL-P700S seharga Rp 1.65juta. Tabulet Beat 2 dari Rp 1.7juta jadi Rp 1.5juta.. PixTab Rp 2.299juta gratis microSD

BANYUWANGI • Rumah Perum Kodim •

8GB, Samsung Galaxy Tab 2 hanya Rp 3.999juta. Dan tiap pembelian tablet android, anda bisa langsung mendapatkan gratis internetan unlimited 90 hari dari Telkomsel Flash senilai Rp 150ribu. Ikuti juga Android Challenge berhadiah microSD 8GB dengan hanya membeli tablet android di area pameran. Dapatkan konsultasi gratis tentang android di Android Corner. Notebook Harga Termurah Banyak Bonusnya Dimulai dari Zyrex LM1211 hanya Rp 1,999juta. Axioo Pico CJW612 dari Rp 2.299juta jadi Rp 2.049juta,Asus EEEPC 1015BX dari Rp 2.680juta jadi Rp 2.580juta, Lenovo S110 hanya Rp 2.75juta.Shopping voucher Rp 100ribu juga diberikan Acer AS4352 seharga

BANYUWANGI

• STNK •

• Kebab Turki •

• Baleno ‘97 •

• Colt Diesel •

Hlg STNK Nopol P 4674 WY, an. Supandi, al: Pancoran RT03/I Sidowangi, Wngsorejo

Bth cpt crew/oprtor L/P min SMP, fas: Gj pkok/bns/u mkn/trnpot. 081946623768

Dijual Baleno ‘97 warna hijau metalik, terawat, Hubungi: 085745388774

Dijual Colt Diesel 6 RD 100PS Tahun 93/ 94 mulus, Hubungi:081233888886

• Bursa Property •

SITUBONDO • Genteng Beton • Situbondo Genteng Beton jual murah produk Bumi Indah, Jl. Semeru no. 111 Situbondo, 0333-671950

Hlg STNK Nopol P 2146 ZD, an.Suko Siswanto, Jl.Yos Sudarso, Sukowidi RT02/03 Klatak, Klpuro

• Kryawan/ti Distro •

• Mazda 323 ‘87 •

• Prima Mobil •

Dbthkan sgera karyawan/ti u/ distro, butik, min SMU sdrjt, dtmptkan di Malang, Bwi, Genteng, Bndowoso. Lmrn bw lgsg ke Anugerah Ftcpy, Jl. Agus Salim (sltn Untag) Bwi or Hub: 0333427190

Dijual Mazda 323 NB th ‘87 hijau siap pakai, harga nego. Hub:081559522110

Avanza07,10, Stream 07, Karimun11, Splash 11, Innova06,05, LGX 04, Krista 03, G Livina 08, Kuda 02, Escudo 98, LS05, Timor 97, Espass 06, SS 10, 09, 07, L300 ’10, 11, Fortuner 10. 0333411655, 085258665239

Bingung cri rmh?Temukan rmh baru anda di www.banyuwangiproperty.com, bursa jual beli propertydiBwi.AryaAgenProperti081336659258

• Jl. PB Sudirman •

Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

Djl cpt rmh & tnh LT 500m2, lok dpn trmnl Bus Muncar,cckutkusha&stratgs,Hub:082264893008

SITUBONDO

• Ruko + Rumah •

• Rumah 150m2 •

Djl Ruko + Rumah L 143M2 SHM Lok. Simpang Tiga Parijatah Srono dpn Jln Rya Cck u usha, 0333-8910015-081233807515.

Dijual Rmh SHM LT 750m2/LB 150m2, Jl. Gn Ringgit (selatan KUA)/ Rawan RT03/02 Besuki, hrg 675jt nego. Hub: 085259967973

BANYUWANGI

• Tanah SHM 439m2 •

• Tanah Dlm Kota/Murah •

Djl tanah L 439m2 + bangunan + 300m2 (Lt 2), Jl. Krakatau No. 35 Genteng Kulon, harga 700jt. H: 08122702021, 0811252563

L400m2 125jt siap bngun dlm kota posisi pojok depan Jl.Erlangga/delerYamaha Sobo 500m ke brt. Hub: 085258008833; 085859959455

• Tanah SHM 5370m2 •

• Tanah SHM 4400m2 •

Dijual tanah SHM L 5370m2, lok tepi Jl raya Ketapang Bwi. Hub: 031-71207267

Dijual tanah pinggir jln raya utama Rogojampi Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat, selatan perusahaan Gazebo, barat jalan. Harga per m2 Rp 225.000. Hub: Taufiq 082143391022

• Tanah SHM 442m2 • Djl tanah di blkg Perum Graha Family Klatak harga nego. Hub: 085257059545

• 5 Kavling • Jual 5 kavling siap bgn dpn Mayangsari Sukowidi msk 50m Bwi, Hub: 081336926646

• Accord Cello ‘94 • Dijual Honda Accord Cello 94, silver, istimewa, 081338020981 / 085330072007

• Honda CRV ‘08 •

• Kijang Innova ‘04 •

Dijual Honda CRV 08. matic 2.4, silver, harga 280 juta nego, bisa cash / kredit atau tukar tambah, hubungi: 082142194111 081335897888

Dijual Innova 04 Bensin Tipe G . Pajak Baru, harga 140 Juta Nego. Cash & Kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111081335897888

• Kijang Innova ‘07 •

• Honda Jazz ‘06 •

Dijual Toyota Kijang Innova tahun 2007 euro II type 62.0 hitam, masa pemakaian 50 ribu m, hubungi: 08155918371, 087757913939

Dijual Honda Jazz 06, manual, silver, 135 juta nego, cash/kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

BANYUWANGI

• Jl. Agus Salim • Dibangun Ruko 2Lt (dijual) Lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi, Hub: 081233669969

• Toko + Rumah Genteng • BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Vitop Jaya •

Dijual Rumah LT 455m2, LB 140m2, SHM, Jl. PB Sudirman sebelah Bakso Untung Jajag. Hub: 085854916499 - 396254

• Rumah & Tanah •

BANYUWANGI

Anda telat Bulan??? Solusi cepat & tepat untuk melancarkan haid secara teratur, dlm jangka 3 jam dijamin lancar. Hub: 087857427544, 0852257454364

• Rumah 2 Lantai •

• Jl. Basuki Rahmat •

BANYUWANGI

• Brawijaya Regency •

• Elite Sutri Garden •

Jual LT+700m2, LB +400m2, Jl. Basuki Rahmat. H: 081233229516/081235206129

SITUBONDO

Djl cpt rumah baru di Perum Brawijaya Regency C-11 Bwi, LT 100/LB36, sdh direnov. Hub. 0817350774, 082132742009

Djl rmh tipe 90 & 140 di perum Elite Sutri Garden, kualitas bgunn sgt bgs, fas kolam renang. Hub: 081249400460 / 7722222 Rmh dijual 400jt nego. Jln macan putih Perum Kodim, siap huni. LT 188m2, LB 115m2, KT 4, KM 3, 2 lantai. SHM, hub. Bpk Paminto 081252498128.

BANYUWANGI

Rp 3.649juta. L735-1140 dari Rp 4.25juta jadi Rp 4.15juta. Fujitsu LH531V seharga Rp 5.35juta gratis mouse wireless microsoft. Dan tiap pembelian notebook, anda langsung mendapatkan gratis internetan dari Flexi Mobile Broadband 60hari dan langganan Speedy 30hari plus modem wifi senilai Rp325ribu. Promo lainnya BenQ Proyektor MX501 seharga Rp 3.799juta gratis layar. InFocus IN114 dari Rp 3.975juta jadi Rp 3.625juta. Printer Canon iP2770 plus modif hanya Rp 500ribu dan printer HP K110a seharga Rp 775ribu gratis 1rheem kertas. Samsung LED 16inc hanya Rp 780ribu serta monitor khusus gaming 22inc dari Rp 2.4juta jadi Rp 1.95juta. Modem Hemat hanya Rp 199ribu Dapatkan modem Huawei Rev A bergaransi replace 1 tahun gratis Flexi Mobile Broadband unlimited EVDO 30 hari dari harga Rp 299ribu jadi Rp 199ribu ditambah mug exclusive foto diri. Dapatkan juga hadiah langsung mulai mouse, speaker, printer hingga notebook tiap harinya.Jadi datang saja langsung ke pusat IT dan android terlengkap dan termurah serta terjamin, Hi Tech Mall. Ingat IT, ingat Hi-Tech Mall.

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

SITUBONDO • Ruko & Tanah • Djl Segera Ruko 2 Lantai cck utk Resto sdh byk pelanggan, bth bana cpt. Hrg Nego. Dijual Tanah kebun sengon lokasi tepi jalan luas 4,5 Hektar. Serius Hub: 082143952200 / Pak Yono 081559584999

• Tanah Strategis • Jual tanah Strgs dkt TPI Muncar cocok buat usaha/pabrik! Hrg psr 1jt/m dijual hny 800rb/ m bs KPL bank! no SMS! Tlp 082143090107

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

31

Minggu 13 Mei 2012

ALI NURFATONI/RaBa

REHAB: Beberapa pekerja mempermak median pembatas di Jalan Raya Jember, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kemarin.

Percantik Double Way GENTENG - Double way di Jalan Raya Jember, Desa Genteng Kulon, diperbaiki. Pulau jalan di bay pas tersebut tampak rusak karena sering ditabrak kendaraan. Hingga kemarin, perbaikan tersebut masih berlangsung. Bahkan, double way tersebut tidak hanya diperbaiki ala

kadarnya, tapi juga diperbaiki di beberapa bagian. Salah satunya meninggikan pulau jalan. Oleh karena itu, kendaraan dari arah barat setelah melewati jembatan Kali Setail akan melihat dengan jelas pulau jalan tersebut. Selama ini, pada malam hari di lokasi tersebut sering terjadi

kecelakaan lalu-lintas. Pemerintah daerah sangat prihatin terkait fenomena tersebut. Tidak ingin kejadian serupa terulang, double way tersebut diperbaiki. Selain itu, setelah dirancang bangun baru, tentu double way tersebut akan terlihat lebih cantik. Apalagi, dengan polesan warna baru. (ton/c1/aif)

Siswa Dijewer hingga Berdarah SITUBONDO - Gara-gara main game saat pelajaran berlangsung, Mohammad Kholil Yanto, siswa SMK di Situbondo, harus menerima sanksi dari gurunya. Yang membuat keluarganya keberatan, sanksi fisik tersebut mengakibatkan daun telinga siswa tersebut terluka. Tak pelak, kedua orang tua Kholil sempat mendatangi sekolah kejuruan tersebut. Mereka mempertanyakan sanksi

yang diterima anaknya. Beruntung, permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Persoalan itu selesai setelah semua pihak duduk bersama, yakni komite sekolah, wali murid, dan pihak sekolah. Informasi yang dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, kejadian yang menimpa Kholil itu terjadi saat dia dan teman-temannya berada di laboratorium komputer. Saat

ALI NURFATONI/RaBa

MIRING: Bendera Partai Demokrat yang terpasang di tepi Jalan Gajah Mada, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Bendera Demokrat Ajur GENTENG - Kondisi bendera Partai Demokrat (PD) yang berkibar di sebuah tiang di tepi Jalan Gajah Mada, Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, ini ru-

sak berat. Bahkan, bendera berlambang Mercy tersebut sudah robek-robek. Sepertinya, sudah lama bendera itu tidak diganti. Bagaimana ini? (ton/c1/aif)

sedang proses belajar berlangsung, Kholil ketahuan tidak memperhatikan pelajaran yang disampaikan guru. Saat guru lewat, Kholil malah asyik bermain game. Dipanggil berkali-kali, Kholil tetap saja tidak memperhatikan. Barang kali itulah yang membuat jengkel AD. Kemudian, guru tersebut menjewer Kholil hingga daun telinga bagian belakang Kholil berdarah. Kemudian, siswa kelas II itu pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya. “Kita sangat menyayangkan hukuman seberat ini. Apa pun kesalahannya, masa adik saya telinganya sampai mengeluarkan darah seperti itu. Kita minta guru yang bersangkutan diberi sanksi tegas,� kata keluarga Kholil kepada wartawan koran ini. (pri/c1/bay)

38

Minggu 13 Mei 2012

Salah

Jurusan!

JANGAN Pilih

CITA-CITA:Yuniar Siska a Fatmala (kiri) dan Dewi Padmasari ingin n melanjutkan kuliah di PT luar Banyuwangi. i.

Tersedia Banyak Program Studi PARA lulusan SMA/SMK/MA, yang memiliki biaya serta niat melanjutkan studi, pasti memilih perguruan tinggi (PT) bermutu untuk menimba ilmu sebagai bekal masa depan. Mungkin sebagian dari lulusan sudah mempunyai planning universitas dan program studi yang akan dipilihnya. Namun, sebagian lagi masih bingung untuk menentukan pilihan. Hal itu dinilai wajar, karena pada fase itu bisa menjadi penentu untuk meraih profesi dan jenjang karir yang diidam-idamkan di masa depan. Kesalahan memilih PT dan program studi, akan menyebabkan perasaan kurang nyaman selama kuliah. Bahkan, bisa tidak fokus dan mengurangi semangat belajar yang menurun. Tentunya, kondisi itu akan merugikan, baik bagi sahabat Koper yang tengah menuntut ilmu di bangku kuliah maupun orang tua yang membiayainya. Banyuwangi memiliki beberapa PT yang hingga saat ini masih eksis memberikan pendidikan kepada

KAMPUS PT DI BANYUWANGI: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Stikom PGRI Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) Universitas Bhakti Indonesia (UBI) Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) Akademi Kelautan Banyuwangi (Akaba) STAI Ibrahimy Genteng STAI Darussalam Blokagung

mahasiswanya. Ada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, dan Stikom PGRI. Ada juga Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba), Universitas Bhakti Indonesia (UBI), Politeknik Banyuwangi (Poliwangi), dan Akademi Kelautan Banyuwangi (Akaba). Ditambah lagi beberapa kampus PT Islam, seperti STAI Ibrahimy Genteng dan STAI Darussalam Blokagung, Kecamatan Tegalsari. Beberapa kampus itu memiliki beberapa program studi. Stikes, yang kampusnya berada di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi itu menawarkan tiga program studi. Ada program studi S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, dan D3 Kebidanan. Lulusan Stikes dapat meniti karir di dalam maupun

luar negeri sebagai perawat profesional di rumah sakit (RS) umum atau swasta, praktik mandiri (home care), atau menjadi dosen. Bidan lulusan Stikes juga bisa meniti karir di dalam maupun luar negeri sebagai bidang profesional di RS umum maupun swasta, RS bersalin, Poliklinik atau bidan praktik swasta (BPS). Sementara Untag Banyuwangi menawarkan enam program studi. Ada program studi Hukum, Teknik, Ekonomi, Pertanian, Ilmu Sosial dan Politik, serta Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Keberhasilan Untag dalam mengelola dunia pendidikan ditunjukkan dengan meraih ISO 9001 dan UKAS Management System. Prospek kuliah juga ditawarkan Uniba dan UBI. Keduanya menjamin lulusannya akan menjadi guru atau tenaga didik yang andal dan profesional. Sedangkan bagi yang ingin bisa menguasai teknologi informatika, pilihan kuliah bisa diarahkan kepada Stikom PGRI Banyuwangi. Sedangkan pendidikan agama Islam bisa ditempuh di dua Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI). STAI Ibrahimy Genteng dan STAI Darussalam Blokagung menyiapkan jurusan andalan. Seperti jurusan syariah, dakwah, dan lainnya.(*/irw)

Kejar Perguruan Tinggi Terbaik

E. IR WA N

SU

RYA N

TO /R

aBa

Incar Universitas Negeri Dulu Alternatif Kedua Swasta Lokal KEMANA sahabat Koper (Koran Pelajar) di Banyuwangi akan melanjutkan kuliah? Ternyata sebagian besar siswa SMA/SMK/ MA di Kota Gandrung ingin kuliah keluar kota. Mereka juga berharap bisa diterima di perguruan tinggi (PT) negeri. Ahmad Nur Khoirun Nuha, siswa kelas XI IPA-2 SMAN 1 Gambiran mengaku bercita-cita menjadi seorang ahli multimedia. Untuk meraih cita-citanya itu, dia ingin melanjutkan pendidikan di luar kota. “Saya ingin kuliah di perguruan tinggi negeri, yang mutunya lebih tinggi, tetapi biayanya lebih murah,” terangnya kepada RaBa di sela-sela lomba fragmentasi puisi pelajar di Gedung Juang Banyuwangi, kemarin

siang (12/5). Pengurus Organisasi Intra Sekolah (OSIS) yang akrab disapa Nuha itu mengaku ingin berkuliah di Kota Malang. Menurutnya, melanjutkan kuliah di luar Kota Banyuwangi akan membuatnya bisa lebih mandiri. Sebab, dia ingin kuliah sambil bekerja. “Untuk itu, saya ingin mencari kota tempat kuliah yang juga memiliki peluang kerja tinggi,” kata cowok yang kini rajin belajar menggunakan multimedia atau teknologi informatika untuk persiapan kuliah. Meski Nuha bercita-cita kuliah jurusan multimedia di Malang, namun tak menutup peluang melanjutkan studi di Banyuwangi. Bagi Nuha, kuliah di luar kota bukan harga mati. Semuanya tergantung kondisi nanti. “Jika harus kuliah di Banyuwangi pun tidak masalah. Di sini sudah ada jurusan multimedia,

SENI BUDAYA

seperti Stikom PGRI,” ungkapnya seraya mengakui bahwa kualitas PT swasta lokal tidak kalah dengan PT di luar Banyuwangi. Berbeda dengan Yuniar Siska Fatmala, siswa kelas X-4 SMAN 1 Gambiran. Dia ingin berkuliah di luar kota, karena jurusan yang diinginkan tidak ada di Banyuwangi. Selepas SMA nanti, Yuniar bercitacita melanjutkan studi di fakultas kedokteran umum. “Rencananya, saya akan mendaftar di Universitas Negeri Jember,” bebernya kepada RaBa, kemarin siang. Sementara itu, siswi lainnya Dewi Padmasari, juga ngebet kuliah di luar kota. Siswi kelas XI IPA itu mengincar Universitas Udayana Denpasar, Bali. “Saya ingin menjadi guru bahasa Indonesia,” cetusnya seusai mementaskan fragmentasi puisi di Gedung Juang, kemarin siang.(irw)

Doa Cucu Negeri

E. IRWAN SURYANTO/RaBa

FRAGMENTASI:Penampilan salah satu grup lomba saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di pentas.

Fragmentasi, Apresiasi Puisi BANYUWANGI-Fragmentasi puisi pelajar dilombakan di aula Gedung Juang Banyuwangi sejak Jumat siang (11/5) sampai Sabtu malam (12/5). Sebanyak 27 grup dari SMP dan SMA atau sederajat di Kabupaten Banyuwangi meramaikan kegiatan seni tersebut. Menurut salah satu panitia lomba Aguk Wahyu Nurhadi, lomba tersebut digarap bersama oleh Dewan Kesenian Blambangan, Sanggar Merah Putih’45, dan Pemuda Panca Marga Banyuwangi. “Sebagai event organizer lomba adalah Rumah Kreasi Senyum Agmadina (RKSA),” ungkap pimpinan RKSA tersebut, kemarin siang. Aguk menambahkan, dewan juri berasal dari pihak yang kapabel. Adalah Sony Harsono, SSn, pengasuh Sanggar Teater Blagador Jember. Selain itu, Punjul Ismu Wardoyo, pengasuh Padepokan Seni Alang-Alang Kumitir, Banyuwangi. Juri ketiga adalah Tanjung Arum Pamungkas, pengasuh Lembaga Akting, Film, dan Presenter Banyuwangi. “Ini merupakan lomba kali pertama. Para juri menilai penampilan grup siswa dari sisi teatrikal maupun baca puisinya,” timpal Punjul. (irw)

SEJUMLAH perguruan tinggi (PT) ternama di Indonesia masih menjadi pilihan utama bagi siswa di Situbondo, untuk melanjutkan kuliahnya. Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah dua diantaranya. Ardia Tiara Rahmi, misalnya. Siswa SMAN 2 Situbondo itu ingin mencoba peruntungan di UGM. “Saya ingin menjadi psikolog. Bisa kuliah di UGM, saya merasa cukup menjanjikan,” terang siswa yang menjadi sekretaris Organisasi Intra Sekolah (OSIS) itu, kemarin. Kata cewek itu, beberapa temannya rata-rata mengincar PT negeri yang memiliki grade satu. Jika tidak diterima, baru mengincar PT grade dua. “Sampai saat ini, saya belum terpikir kuliah di perguruan tinggi yang ada di Situbondo,” terangnya. Meski demikian, kata dia, sejumlah temannya dari sekolah-sekolah lain ada yang ingin melanjutkan kuliah di Kabupaten Situbondo atau kabupaten tetangga. Ada juga yang menjadikan PT swasta sebagai pilihan saat tak lolos di PT yang diincarnya. “Setiap orang, saya

DISKUSI: Faiqul Mustafid dan Ardia Tiara sedang belajar bersama di sekolahnya.

EDY SUPRIYONO/RaBa

kira punya alasan sendiri-sendiri. Kalau saya lebih pada melihat bagaimana perguruan-perguruan tinggi itu sudah jauh lebih baik, mulai sistem hingga fasilitas pendidikannya,” terang juara OSN Kabupaten Situbondo itu. Hal serupa diakui Faiqul Mustafid. Siswa SMAN 2 Situbondo yang menjadi calon pasukan pengibar bendera

Jurusan Seni Perlu Dibuka di Banyuwangi BANYUWANGI harus memiliki sekolah jurusan seni! Tuntutan itu disampaikan seniman Punjul Ismu Wardoyo, pengasuh Padepokan Seni Alang-Alang Kumitir. Sebab, menurutnya, Banyuwangi memiliki potensi luar biasa, sehingga dikenal sebagai Kota Budaya. “Banyuwangi adalah gudangnya budaya. Apa yang ada di Banyuwangi, tidak ada di daerah lain,” terangnya seusai menjadi juri dalam lomba puisi fragmentasi pelajar di Gedung Juang, kemarin siang (12/5). Diakui, saat ini para seniman baru tahu seni budaya Banyuwangi hanya pada tataran kulitnya. Hanya tari dan

teater yang dipelajari. “Kalau ada sekolah seninya, maka bisa dipelajari secara mendalam,” cetusnya. Untuk itu, lanjut Punjul, perlu campur E. IRWAN SURYANTO/RaBa tangan pemerPunjul Ismu intah. Sebab, dahulu para guru seni pernah menggagas untuk mendirikan sekolah seni. Tetapi, banyak kendala menghadang,

Itu lukaku di asin laut berbadai ajalku Ya Allah Kurindu embun hidayahmu Meski hanya setetes!

Tuhan………. dengarkan aku kabulkan doaku tentang negeri yang tak mampu lagi melihat dan segera hancur kini koruptor bertebaran sana sini sambil membawa uang jatah kami

Asy’ari Khatib. Guru Bahasa Indonesia MA Misbahul Hidayah Suboh.

bumi yang kau anugerahkan pada kami kini berantakan karena jutaan tangan yang tak mau kompromi hutan digunduli laut dikhianati gedung dibakari dan budaya dijahili hingga kesadaran tak kunjung sedari dini mengingatkan sesepuh kami bukakan mata lebarkan telinga pendekkan tangan agar jelas beda antara yang haq dan bathil lalu negeri sendiri kembali tegak berdiri

Senja berlangit abu-abu Nurani rumpang kelabu Meski senyumnya terselubung abadi Namun cinta pamungkasnya tak kujumpai Inilah massanya Aku tak memilikinya Pergi nan jauh untuk menghapusnya Walaupun harus terhantam kenangan bersamanya Pilu terbawa, berbalut nestapa derita Sedih sukmaku di hantamnya Luka yang terasa mustahil untuk sirna Air mata terjatuh bila ku mengenangnya Keyakinan hati telah berbisik padaku Melupakan renjana hati Dan perbawanya lah ku bisa melupakan

Rahma Auri. Siswa SMPN1 Genteng.

Rathen d. Slayerzt. Pendekar puisi.

Kurindu Embun Niscaya besok akan menjadi hari paling terkutuk Bila lidahku menjelma batu dalam irama firmanmu Kutahu seluruh garis warna yang yang kautindihkan Di kanvasku adalah semata pelangi Selepas hujan diterpa matahari Jika langit berduri Itu hatiku di pekat malam tanpa zikir padamu Jika bulan berdarah

(Paskibra) itu mengincar ITB. “Saya ingin masuk fakultas teknik,” terang cowok asal Arjasa itu. Kebanyakan temannya berdalih ingin mencari pengalaman, sehingga memilih berkuliah keluar daerah. “Baik tidaknya kualitas seseorang, juga ditentukan kesungguhan dirinya,” terang kiper kesebelasan Popda Situbondo itu.(pri/irw)

Gubahan Kepiluan

Kepenatan Penat ini datang Berbaur dengan Letih Payah Kacau Pening Tiba-tiba, “ Ibu…….”

sehingga belum terealisasi. “Kondisi ini berbeda dengan Jogjakarta, yang sudah memiliki SMK Seni dan Institut Seni Indonesia (ISI). Di sana tradisi bisa terwadahi, budaya difestivalkan, sehingga kreativitas juga terwadahi dengan baik,” ungkapnya. Punjul berjanji akan mengusulkan kepada perguruan tinggi yang ada di Banyuwangi agar membuka jurusan seni. “Tenaga pengajar seni di Kabupaten Banyuwangi masih sangat kurang dan butuh lebih banyak lagi. Ini peluang untuk mencetak guru seni melalui jurusan seni di fakultas pendidikan,” pungkasnya.(irw)

Ah, Pangeran kecilku memanggilku Sekejap terhenyak Aku lupa membuatkan susu untuknya Maafkan ibu ya, Nak Terlalu berpikir tentang diri sendiri Ini sebentar ibu hidangkan untukmu…... Linda Mustika Hartiwi. Pekerja Swasta.

Diri Yang Lain telah kuserahkan diriku pada diri yang lain saat di pantai masa kecil hujan turun dalam kebisuan yang duduk di atas pasir itu yang berjalan menyusuri masa lalu adalah diriku yang bukan aku yang aku adalah yang diam dalam sihir kamar yang membagi bayangbayang dengan dinding muram telah kuserahkan diriku pada diri yang lain saat di makam masa kecil hujan turun membasuh epitaf namaku Kiki Sulistyo. Penyair.

Penjaga ga rubrik B wang Radar B udaya anyuw menung angi gu tendang Anda da an karya lam ben tu cerpen, puisi, art k ikel budaya, dan ske gambar, tsa budayara , ke email darb gmail.co wi@ m

Minggu 13 Mei 2012

BERITA UTAMA

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Dapat Hadiah Buku Peraturan ■ LAGI-LAGI... Sambungan dari Hal 29

Dua pansus yang ke Jakarta kali ini berangkat bersamasama. Informasi yang diterima wartawan koran ini, pansus penertiban PAS perahu berangkat pada Rabu lalu meng-

gunakan jasa kereta api (KA). Nah, sebagian pansus pengelolaan keuangan daerah berangkat naik pesawat. Mereka dijadwalkan tiba lagi di Banyuwangi hari ini. “Mulai Kamis kita konsultasi ke beberapa kementerian,” cetus salah satu anggota pansus pengelolaan

keuangan daerah, Sukirman, kemarin (12/5). Saat dihubungi melalui ponselnya, Sukirman menyebut bahwa selama berada di ibu kota, rombongan wakil rakyat tersebut berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Kementerian Ke-

uangan (Kemenku) RI, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. “Kita konsultasi masalah pokok-pokok keuangan, termasuk dana perimbangan,” katanya. Ketika konsultasi di Kemendikbud RI, Sukirman mengaku sempat menanyakan masalah

Diikuti Perusahaan Besar Seluruh Dunia ■ LIHAT... Sambungan dari Hal 29

Tentu itu sangat jauh berbeda dengan jalur kereta listrik di ibu kota maupun jalan bus Trans Jakarta. Meski sudah diberi pembatas, ternyata masih banyak kendaraan yang nyerobot jalur. Di sepanjang jalan juga tidak saya temui sampah yang berserakan. Sungai di sana sangat bersih karena juga dipakai sebagai sarana transportasi air. Demikian pula dengan areal pertanian di kanan-kiri jalan yang kami lalui, terlihat sangat indah, rapi, dan teratur. Tanah-tanah kosong tidak dibiarkan ditumbuhi tanaman liar tapi dirawat dan dimanfaatkan untuk sesuatu yang bermanfaat. Pendek kata, semua elok dipandang dan cukup nyaman. Sekitar pukul 10.30 waktu setempat (selisih lima jam lebih lambat dari WIB) kami sampai di arena pameran. Dari luar, terlihat tidak terlalu luas, tapi setelah kami masuk, ternyata sangat luas. Saat masuk ke pameran, kami harus mengisi formulir terlebih dulu. Kemudian, membeli tiket masuk 20 Euro atau sekitar Rp 244.000 per orang. Tiket atau kartu tanda pengunjung berfungsi sebagai sensor untuk membuka pintu masuk dan keluar arena pameran. Setelah digunakan keluar arena pameran, maka tak bisa digunakan masuk lagi.

Para pengunjung pameran yang datang tidak hanya orang bule. Selain rombongan kami dari Jawa Pos Group, banyak pula saya temui bangsa lain. Seperti orang berkulit hitam dari Afrika, India, dan Arab, bermata sipit dari China, Taiwan, Jepang, dan Korea. Juga berwajah Melanesia seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tentu pengunjung bule-nya juga banyak, yang berarti mereka berasal dari benua Eropa, Amerika, dan Australia. Peserta pameran industri percetakan terbesar di dunia yang digelar setiap empat tahun sekali ini memang diikuti perusahaan-perusahaan besar dari penjuru dunia. Seperti dari Amerika, Inggris, Jerman, Italia, Belanda, India, China, Taiwan, Jepang, Irlandia, dan masih banyak lagi. Empat tahun lalu, pameran serupa di Kota Drupa ini berhasil menggaet 389.993 pengunjung dari 138 negara dan 1.968 peserta pameran dari 53 negara. Peserta pameran itu masing-masing dari Italia (191 perusahaan), China (139), Inggris (135), dan Amerika Serikat (105). Mesin-mesin yang dipamerkan pun tidak hanya mesin cetak koran, tapi sangat beragam. Selain mesin cetak dengan bahan cetak yang cukup beragam pula, mesin-mesin pendukung cetak juga ikut dipamerkan. Seperti mesin pemotong, me-

sin pengepakan, mesin penjilidan, mesin laminating, dan lain sebagainya dengan kecanggihannya terkini. Aneka spare part mesin cetak, bahan dasar cetak, tinta cetak, hingga mesin pencetak kue juga ikut dijual dan dipamerkan. Belum puas kami kunjungi areal pameran itu secara menyeluruh, tapi rasanya sudah capek. Apalagi malamnya kami kurang tidur dalam perjalanan nonstop 17 jam dari Surabaya ke Frankfurt. Kami pun kemudian makan siang di restoran yang ada di lokasi pameran. Di restoran ini, kami masih bisa menemui nasi dengan menu kare ayam campur buah dan sayur seperti nanas, wortel, kol, paprika, bawang Bombay, dan lain-lain, masakan khas Thailand. Setelah makan siang, kami lanjutkan melihat pameran sambil menuju jalan keluar ke tempat parkir bus yang mengantar kami. Sebab, kami khawatir bakal ditinggal oleh sopir bus. Sebab, tingkat disiplin di Jerman sangat tinggi. Apabila jam yang ditentukan rombongan kami belum masuk bus, maka jangan disalahkan kalau bus meninggalkan rombongan meski sudah dikontrak. Itulah bedanya dengan di negara kita. Kalau sopir sampai meninggalkan rombongan meski jamnya sudah lewat, bisa-bisa malah tidak dibayar yang nyewa he… he… he.. (*)

Poliwangi yang statusnya akan menjadi perguruan tinggi negeri. Selain itu, mereka juga berkonsultasi terkait hukum kerja sama mengenai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Banyak yang kita konsultasikan,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Pansus Penertiban PAS perahu di bawah 7 GT, Sugirah, saat dihubungi ponselnya mengatakan, rombongannya mendata-

ngi Kemendagri RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kemenkeperi) RI, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. “Banyak masukan yang kita terima dalam konsultasi itu,” terang Sugirah. Menurut Sugirah, pihaknya pernah mengusulkan perlunya pemasangan bendera pada perahu dan kapal. Ternyata usul tersebut mendapat dukungan penuh dari Kemenkeperi RI.

“Kementerian sangat mendukung dengan dibuatnya perda (peraturan daerah) ini,” katanya. Untuk penertiban PAS kapal di bawah tujuh GT ini, kata Sugirah, Kemenkeperi RI ternyata sudah membuat aturan khusus. Hanya, aturan itu belum disosialisasikan ke daerah. “Kita diberi hadiah berupa buku tentang aturan itu,” terang politisi yang dikenal juragan cabai tersebut. (abi/c1/bay)

Ditarget Tujuh Hari Selesai ■ SULIT... Sambungan dari Hal 29

Lantaran sungai menjadi dangkal, warga sekitar sulit membagi air irigasi ke sawah-sawah penduduk. Setelah hampir dua tahun berlangsung, akhirnya kini warga minta bantuan Pemkab Situbondo. Mereka mendesak pemerintah

mengeruk sungai tersebut. Sebab, jika terus dibiarkan, warga juga khawatir air akan meluber ke sawah jika terjadi hujan deras. Jika sawah tergenang di musim hujan, maka itu bisa mengakibatkan gagal panen. Oleh karena itu, pengerukan itu juga bertujuan untuk mengantisipasi gagal panen di

musim hujan. Pengerukan endapan sungai itu ditangani PT. Bumi Karsa. “Kami akan mengeruk sungai ini sepanjang sekitar 4.500 meter. Diperkirakan, pengerukan sungai Duwet ini baru selesai lima sampai tujuh hari lagi,” ujar Selamet, 45, salah satu pegawai rekanan tersebut. (mg1/c1/bay)

Rela Tinggalkan Kuliah di Australia ■ TEMULAWAK... Sambungan dari Hal 40

Mulai proses pencucian botol pencampuran ekstrak temulawak, pengisian CO2, pengisian, penutupan botol, sampai proses pelabelan, semua dikerjakan dengan tenaga manusia. Tak heran, perusahaan yang mampu memproduksi 200 krat (1 krat = 24 botol) dan omzetnya mencapai Rp 30 juta sampai Rp 40 juta sebulan itu mem-

pekerjakan sekitar 30 orang hanya untuk proses produksi. Dijelaskan, para pekerja tersebut diupah per hari. Besarnya upah disesuaikan dengan beratnya tugas masing-masing pekerja. Untuk pekerja bagian pengisian CO2, tarifnya sebesar Rp 25 ribu per hari. Sedangkan tenaga pencuci botol pengisian, pentupan botol dan pelabelan, upahnya sebesar Rp 20 ribu sehari. “Upah pekerja bagian pengisian CO2 me-

mang lebih tinggi. Sebab, pekerjaan itu membutuhkan energi yang cukup besar karena harus terus-menerus mengocok botol,” jelas Rony. Sementara itu, Mariam, 42, seorang pekerja menuturkan, keberadaan perusahaan tersebut telah membantu dia dan puluhan rekannya. “Kami senang bisa dapat pekerjaan di sini (PL Hawai, red). Bahkan, saya bekerja di tempat ini sudah 30 tahun lebih,” tuturnya. (sgt/bay)

tersebut menawarkan minuman temulawak dengan rasa yang lebih menyerupai soft drink. Alhasil, dari hari ke hari, penggemar minuman kemasan bermerek “LC” ini terus bertambah. Tidak hanya kalangan yang sudah berumur, saat ini kalangan remaja juga sudah tidak malu lagi menenggak minuman kaya manfaat tersebut. “Yang membedakan produk kami dengan produk sejenis dari perusahaan lain adalah rasanya yang cenderung ke arah soft drink,” ujar Rony. Mengapa demikian? imbuhnya, sebab rasa temulawak pada yang dipasarkan tidak terlalu kuat. Jika dipersentase, dalam satu kemasan dia hanya menggunakan 15 persen ekstrak temulawak. Agar rasanya lebih soft, minuman tersebut juga ditambahkan dengan CO2 (karbon dioksida) yang berfungsi menimbulkan rasa

soda. “Sama seperti produk soft drink yang lain, efek soda pada produk kami juga menggunakan CO2,” jelasnya. Tidak hanya itu, kecenderungan masyarakat yang lebih selektif memilih produk juga menjadi perhatian utama Rony. Maka, sejak beberapa ulan terakhir, minuman kemasan hasil produksinya itu dia lengkapi dengan tanggal kedaluwarsa. Kini, Rony masih memikirkan langkah lain yang diperlukan untuk mempercantik tampilan produknya. Dia berencana mengganti label dan botol kemasannya. “Tetapi rencana itu masih saya pertimbangkan efek positif dan negatifnya. Sebab, tidak sedikit konsumen yang sudah fanatik dengan produk kami. Kami khawatir jika mengganti label dan botol kemasan, konsumen selama ini loyal malah akan meninggalkan produk kami,” paparnya. (sgt/bay)

Lahan Merupakan Aset TNI Beda dengan Cita Rasa Soda

■ PULAU...

Sambungan dari Hal 29

Lahan di pulau kecil dan sekitarnya itu merupakan aset TNI. “Pulau Santen bukan aset daerah,” dalihnya. Atas alasan itu, kata Suparyogi, Disbudpar hingga kini tidak bisa berbuat banyak dalam

mengembangkan Pulau Santen menjadi objek wisata. “Bukan pengembangan Pulau Santen saja, juga objek wisata lain,” ungkapnya. Menurut Suprayogi, bila harus dikelola agar menjadi tempat wisata, maka harus menggandeng investor. Yang menjadi persoalan, sampai saat ini

belum ada investor yang melirik. “Tanpa investor, kayaknya tidak mungkin mengembangkan Pulau Santen menjadi objek wisata,” cetusnya. Menurutnya, meski pemerintah tidak bisa mengembangkan Pulau Santen menjadi objek wisata, tapi pemerintah banyak membantu kepentingan ma-

syarakat di sana, terutama terkait infrastruktur. “Sarana infrastruktur menuju Pulau Santen sudah dibantu,” sebutnya. Tetapi, bantuan yang diberikan itu bukan melalui Disbudpar. Bantuan infrastruktur itu disalurkan melalui instansi lain, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU). (abi/c1/bay)

Rumah Rosan Tidak Dihuni ■ KELUARGA... Sambungan dari Hal 29

Tentu saja, mereka mengapresiasi keberhasilan polisi menangkap pelaku yang sempat ganti identitas di Madura itu. ‘’Saya berterima kasih kepada polisi karena sudah menangkap otaknya itu,’’ ujar Jamiri, 51, kakak angkat almarhum Jamilah, kemarin (12/5). Menurut Jamiri, pihaknya berharap pelaku dihukum berat. Apalagi, dua pelaku lain

sudah divonis penjara di atas 13 tahun dan 18 tahun. “Ya jelas, harapannya minta dihukum setimpal, yaitu dihukum mati,” katanya. Dia kembali mengisahkan saat Habib lolos ketika diperiksa di Mapolsek Sempu. Pada waktu yang bersamaan, Jamiri juga berada di Mapolsek Sempu mendampingi Khos (pembantu Rosan) yang menjalani pemeriksaan. Saat itu, Habib berada di dalam kantor polisi tersebut. “Saya ada di Polsek

Sempu sekitar pukul 17.00 sore, saat itu Habib berada di polsek. Setelah itu, ada kabar dia kabur,’’ sesalnya. Meski sempat menyesal atas keteledoran polisi, tapi kini keluarga Rosan sangat mengapresiasi keberhasilan polisi mencokok pelaku. Meski begitu, polisi masih ada tanggungan, yaitu menangkap satu pelaku lain. Dia adalah Siwan yang disebut-sebut melarikan diri ke Negeri Jiran, Malaysia. ‘’Siwan katanya lari

ke Malaysia. Mudah-mudahan bisa tertangkap juga,’’ kata pedagang jam tangan yang mangkal di perempatan Dusun Dadapan, Desa Kembiritan, itu. Sementara itu, sejak tragedi memilukan itu, praktis rumah almarhum Rosan tidak dihuni. Meski begitu, pihak keluarga berusaha agar rumah tersebut senantiasa bersih. ’’Sekarang tidak ditempati, tapi saya selalu bersihkan agar tidak kotor,’’ ujarnya. (ton/c1/bay)

stabil, pemerintah berkewajiban memproteksi buah rakyat tersebut. “Kita akan siapkan perbup agar seluruh acara yang melibatkan pemerintah daerah tidak menggunakan jeruk impor,” tegas Bupati Anas. Tidak hanya sebatas pada acara, pejabat dan pegawai pemerintah daerah juga tidak boleh mengirim parsel yang berisi buah impor. Tradisi

bawa persel untuk menjenguk orang sakit harus menggunakan jeruk lokal, tidak boleh jeruk impor. Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (PKP) Banyuwangi, Ikrori Hudanto mengatakan, jeruk lokal Banyuwangi merupakan jenis jeruk siam. Pada tahun 2011, produksinya mencapai 103.268 ton atau meningkat dari tahun 2010.

Pada tahun 2010, produksi jeruk siam mencapai 78.853 ton. Luas lahan buah jeruk yang ada mencapai 36.616,8 hektare dan tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Bangorejo, Tegaldlimo, Purwoharjo, Cluring, Pesanggaran, Siliragung, dan Muncar. “Produksinya berlangsung mulai bulan Juni hingga September,” jelas Ikrori. (afi/c1/bay)

■ MENAMBAH... Sambungan dari Hal 40

Ada yang takut meminumnya karena menganggap minuman itu masih berasa jamu; ada juga yang gengsi karena minuman temulawak siap saji yang banyak dijajakan di warung dan rumah makan, kemasannya kurang menarik. Nah, untuk itu, dibutuhkan beberapa terobosan agar anggapan negatif tersebut bisa dieliminasi. Di antaranya dengan memodifikasi rasa dan perbaikan kemasan maupun label. Cara yang pertama sudah dilakukan oleh pengelola industri rumah tangga pembuat minuman temulawak di Jalan dr Soetomo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sudah berdiri sejak puluhan tahun silam, dan kini dikomando oleh Rony Setiadi, 36,

Punya Banyak Konsumen Fanatik Parsel Buah Impor juga Dilarang

■ DILARANG... Sambungan dari Hal 29

Bupati Anas menjelaskan, proteksi itu dilakukan untuk melindungi para petani buah lokal dari serbuan buah impor. Beberapa tahun terakhir buah impor, khususnya komoditas hortikultura, membanjiri pasar dalam negeri. Agar pasar jeruk lokal tidak hancur dan tetap

■ NIKMAT...

Minta Pemutihan LPJU Lama ■ SETAHUN... Sambungan dari Hal 29

Jika dijumlah, pemasukan pajak LPJU yang dibayarkan warga mencapai Rp 12 miliar setahun. Sementara itu, rekening kewajiban pemkab yang harus dibayar ke PLN sebesar Rp 16,8 miliar. Sehingga selisih penerimaan

dengan pemasukan sekitar Rp 4,8 miliar setahun. Sejatinya, potensi pajak LPJU jauh lebih besar dari realisasi saat ini. Namun, pemkab tidak memiliki data untuk memaksimalkan penerimaan dari pajak LPJU tersebut. Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Ba-

nyuwangi, Arief Setiawan menambahkan, besarnya tagihan rekening LPJU itu terjadi karena banyak lampu jalan yang sudah tidak berfungsi tetapi tidak ditertibkan. Akibatnya, rekeningnya tetap jalan walau lampunya sudah tidak ada lagi. “Selama bertahun-tahun, pemkab menggunakan sistem

abonemen. Rekeningnya tetap jalan,” katanya. Saat ini, Arief terus melakukan komunikasi dengan pihak PLN agar memutihkan rekening LPJU yang sudah tidak berfungsi. Beberapa LPJU yang sudah tidak berfungsi, sebagian sudah dihapus dari rekening. (afi/bay)

Nyaris tak Punya Waktu Istirahat ■ DILEMATIS,... Sambungan dari Hal 29

“Meski sudah begitu hati-hatinya, tapi tetap saja kita dipandang sebelah mata,” terang Kepala BKD, Lutfi Joko Prihatin. Menurut Lutfi, saat pihaknya benar-benar ketat menyeleksi persyaratan administrasi tenaga honorer, BKD dinilai tidak punya perikemanusiaan. “Kalau kita begitu mudah meloloskan, pasti sudah dikira main-main, main mata, main uang,” imbuh mantan sekretaris Dinas Sosial itu. Diungkapkannya, dengan banyaknya orang yang terlibat dalam tim, Lutfi mengaku cukup lega. Sebab, bisa saling kontrol dan meminimalkan kecurigaan. “Kita juga meminta masyarakat agar aktif memantau,” terangnya. Kata Lutfi, jika sudah kadung bekerja,

tim harus memelototi persyaratan administrasi para tenaga honorer sampai tengah malam bahkan hampir dini hari. Namun, yang didapatkan hanya celaan dan celaan. “Kita tidak butuh pujian. Hanya saja, kalau hasil kerja kita selalu dipandang sebelah mata, saya kira tak bisa diterima begitu saja,” pungkas Lutfi. Kabag Hukum, Ahmad Sugiharto, juga memiliki pengalaman yang sama. Kata dia, dirinya sebenarnya tak tega melihat para tenaga honorer yang antre berlamalama, duduk lesehan di lantai, dan ujungujungnya mereka harus dicoret karena ketahuan memalsukan dan merekayasa data. “Jadi, pertentangan antara nurani dan normatif,” terangnya. Pria yang akrab dipanggil Modot itu, bahkan pernah mendapat perkataan yang cukup menyakitkan dari kepada sekolah.

“Coba pikir bagaimana kalau keluarga Bapak yang dicoret. Bayangkan kalau anak Bapak yang mengalami seperti ini,” katanya menirukan ucapan kepala sekolah yang emosi karena salah seorang guru ketahuan merekayasa data. Sekretaris BKD, Agus Hariyono, mengaku terus ditelepon orang-orang tak dikenal yang melakukan komplain atas pendataan yang dilakukan BKD. “Saya seperti tak punya waktu istirahat. Handphone baru benar-benar tidak berbunyi kalau tidak diaktifkan,” katanya. Orang yang telepon kepentingannya beragam, mulai minta tolong, komplain, hingga mencaci maki. “Ya mau bagaimana lagi. Sebenarnya marah juga kalau kita tidak tahu permasalahan dan tiba-tiba orang marah-marah. Cuma kita memilih diam, karena menyadari konsekuensi tugas dan jabatan,” terang penggila bola itu. (c1/bay)

Sambungan dari Hal 40

“Bahkan, saat harga bahan baku naik, kami tidak pernah mengurangi takaran. Kami tidak ingin mengecewakan konsumen yang pada akhirnya membuat mereka meninggalkan produk kami,” jelas

bungsu dari dua bersaudara ini. Agar minuman temulawak lebih terasa segar, Rony berbagi kiat agar saat mengonsumsi dicampur dengan irisan jeruk nipis. Dengan begitu, sensasi rasa asam dapat menambah rasa segar, apalagi saat diminum dalam kondisi cuaca panas. “Sebenarnya sempat ada ren-

cana menambahkan ekstrak jeruk nipis dalam produk kami. Tetapi itu urung dilakukan dengan pertimbangan untuk mempertahankan rasa original yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya kami pertahankan. Selain itu, banyak sekali konsumen yang sudah fanatik dengan rasa original produk kami,” paparnya. (sgt/bay)

BERKAT SUSU KAMBING BATUK DAN SESAK HILANG NAFAS PUN MENJADI PLONG SEBENARNYA, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Kini, hadir Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan Gula Aren. Ibrahim (2,5 thn), yang tinggal di Condong Catur, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah seorang anak yang telah merasakan manfaat susu Milkuma ini, “Karena menderita sesak napas, Ibrahim sering batuk-batuk, riak/ lendir sukar keluar, nafasnya pun sering terasa sesak.” Terang orang tua Ibrahim yang menceritakan putranya itu sudah menderita keluhan ini sejak 6 bulan yang lalu, “Kalau sudah kambuh, nafas Ibrahim sering sesak. Untunglah kini saya memberinya Milkuma. Setelah 6 bulan minum, sekarang Ibrahim sudah jarang batuk dan tidak sesak, nafasnya pun tidak terganggu lagi.” Terang Adiwira, ayah Ibrahim. Adiwira menceritakan, ia mengetahui manfaat susu kambing ini dari salah seorang temannya. Dengan tubuh yang sehat, kini Ibrahim dapat bermain tanpa terganggu dengan batuk dan sesak nafas. Setelah melihat langsung manfaat susu kambing ini, ayah Ibrahim mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya.

Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu kambing pun jarang menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita sakit paruparu. Satu gelas susu kambing memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141354607, Bangkalan : 085322748548, Sumenep : 082120862055, Situbondo : 082120862055. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.

MINGGU l 13 MEI 2012 l HALAMAN 40

dfghlk[ghf

RESEP WARISAN: Perlu takaran khusus untuk membuat minuman temulawak di Pabrik Limun Hawai.

Nikmat Ditambah Irisan Jeruk Nipis MESKI tidak meninggalkan pakem produk kebanggaan keluarganya, Rony tetap melakukan beberapa perubahan yang dianggap perlu untuk meningkatkan kualitas minuman yang dihasilkan. Di era kepemimpinan Rony, seluruh pegawai diwajibkan mengenakan masker dan sarung tangan saat bekerja. Hal ini dianggap penting dilakukan, agar tidak ada rambut yang tercecer dan untuk menghindari kontaminasi produk. Pakem-pakem yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh Rony adalah takaran bahan baku yang digunakan. Menurutnya, ini penting dilakukan untuk menjaga kualitas produk n

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

SERAP TENAGA KERJA: Proses produksi minuman temulawak di Pabrik Limun Hawai Banyuwangi. Proses produksi secara manual itu dipertahankan sejak tahun 1960-an.

 Baca Nikmat...Hal 39

Pakai Cara Manual untuk Seluruh Proses Produksi

dfghlk[ghf

SATU-SATU:Menutup botol temulawak secara manual.

Merambah Daerah Tetangga PASAR minuman temulawak produksi PL Hawai ternyata tidak hanya menjangkau seantero Banyuwangi. Lebih dari itu, produk tersebut juga dipasarkan di beberapa kota tetangga, seperti Situbondo, Jember, hingga Bali. Konsumen di tiga daerah tersebut cukup besar. Karena itu, sebenarnya Rony ingin memperluas ekspansi pasar ke beberapa kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Namun sayang, mahalnya biaya transportasi menjadi kendala terberat untuk merealisasikan rencana merambah kota besar tersebut. Mahalnya mesin kemasan minuman, juga menjadi salah satu kendala untuk memperbesar skala produksi. “Saya sering mengunjungi pameran mesin-mesin produksi. Harga mesin pembuat kemasan minuman berada di kisaran Rp 800 juta. Saya masih mencari mesin yang harganya lebih terjangkau,” kata Rony seraya tersenyum. Kendala yang lain, imbuh Rony, kurangnya support pemerintah untuk melindungi produsen lokal. Ini terlihat dari semakin maraknya minuman dari luar negeri yang membanjiri pasar lokal. “Meski harus bersaing dengan produsen minuman ringan yang sudah mendunia, kami tetap optimistis pasar produk kami masih bisa terus berkembang,” pungkasnya.(sgt/bay)

BANYUWANGI memiliki pabrik minuman yang cukup legendaris. Namanya ‘’PL Hawai-Banyuwangi’’. Huruf PL itulah yang selama ini menjadi pertanyaan beberapa konsumen. Kenapa tidak pakai nama PT atau UD seperti kebanyakan perusahaan yang lain? Generasi ketiga pengelola perusahaan

tersebut, Rony Setiadi, 36, menjelaskan, tulisan PL tersebut merupakan singkatan dari “Pabrik Limun”. Sebab saat dirintis pada tahun 1960-an oleh kakeknya yakni Liem Joem Kun, perusahaan tersebut memang memproduksi limun atau juga dikenal dengan sebutan orson. Kala itu, limun dengan aneka rasa buah tersebut dikemas dalam botol berukuran besar. Ketika Liem Joem Kun meninggal dunia pada tahun 1970-an, kendali perusahaan lantas dipegang oleh Boedijanto, ayah

Rony. Dengan berbagai pertimbangan, Boedijanto berinisiatif mengganti kemasan limun tersebut dari yang semula botol berukuran besar menjadi botol kaca berukuran 300 mililiter. Dirasa prospek limun kurang berkembang, Boedijanto memilih tidak memproduksi minuman tersebut. Dia kemudian memutuskan memproduksi temulawak. “Produksi temulawak dilakukan pada tahun 1980-an,” ujar Rony. Setelah Boedijanto meninggal pada ta-

hun 2003, Rony dipercaya memimpin perusahaan keluarga tersebut. Padahal saat itu, dirinya sedang menempuh kuliah jurusan bisnis manajemen di Tafe Collage, Sydney, Australia. “Walaupun belum lulus, saya memutuskan kembali ke tanah air untuk meneruskan bisnis keluarga ini,” ujarnya. Uniknya, meski ditangani oleh tiga generasi berbeda, seluruh proses produksi PL Hawai dilakukan dengan cara manual n  Baca Temulawak...Hal 39

Menambah Nafsu Makan

GALIH COKRO/RaBa

PAKAI MASKER: Pekerja mengisi minuman temulawak ke dalam botol.

TEMULAWAK tidak selalu identik dengan jamu. Tanaman obat asli Indonesia yang memiliki nama latin Curcuma xanthorrhiza ini memang sudah turun temurun digunakan oleh masyarakat untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung, dan pegalpegal. Selain itu, temulawak juga bisa diolah menjadi minuman dengan rasa menyegarkan. Tentu saja, berbagai khasiat tersebut tidak begitu saja luntur saat temulawak sudah di-

olah menjadi minuman. Sebaliknya, dengan mengonsumsi minuman ekstrak temulawak, kita juga bisa memperoleh manfaat lain dari tanaman ini. Di antaranya, menambah nafsu makan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sayangnya, tidak bisa dimungkiri bahwa sebagian masyarakat masih enggan minum temulawak. Dan tentu mereka punya alasan tersendiri untuk tidak minum temulawak n  Baca Menambah...Hal 39


Radar Banyuwangi 13 Mei 2012