Issuu on Google+

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012 ECERAN: Rp. 3.000 LANGGANAN: Rp. 65.000 TELEPON: 0426-22138 HP: 085299200290

Harian Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat

Epaper RADAR SULBAR

Hasil Observasi Tim Kemendari

Mamuju Tengah Layak Terbentuk RADAR SULBAR/CHAERUL MARFAN

TANDA TANGAN. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh menandatangani dokumen.

Anwar Tegaskan Kesiapan Menuju Daerah Industri JAKARTA — Gubernur Sulawesi Barat, H Anwar Adnan Saleh menegaskan kesiapan provinsi termuda ini memasuki era industri di tahun 2013 nanti. Selama sepekan terakhir, Anwar melakukan kunjungan ke beberapa kementerian di Jakarta. Antara lain, Kementerian PU, Perindustrian, Perdagangan, Perhubungan, dan Kementerian Kehutanan. Dalam kunjungan tersebut, ia memperjelas kembali sejumlah rencana pembangunan industri pengolahan di Sulawesi Barat kepada kementerian terkait.

MAMUJU — Tim observasi lapangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Mamuju Tengah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melaksanakan tugasnya mengunjungi wilayah calon kabupaten baru itu. Kesimpulan yang ditarik setelah mengamati secara langsung wilayah lima kecamatan, dan membandingkannya dengan dokumen yang telah

EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL disusun Komite Aksi Percepatan Pembentukan Mamuju Tengah (KAPPMateng), maka tim observasi yang dipimpin oleh Sekjen Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Kemendagri RI, Budi Sudarmadi, adalah Mamuju Tengah layak dibentuk menjadi kabupaten baru. “Setelah saya mendatangi Kecama-

tan Pangale, Budong-budong, Topoyo, Tobadak, dan Karossa kemudian membandingkan hasil kunjungan dengan dokumen maka hasilnya memang Mamuju Tengah layak terbentuk,” ucap Budi Sudarmadi dalam sambutannya sebelum acara penandatanganan berita acara hasil observasi tim Kemendagri yang digelar di Hotel d’Maleo Ma-

muju, Kamis 4 Oktober. Budi mengatakan, masalah sebelumnya yaitu penempatan Ibukota Mamuju Tengah yang dalam dokumen itu disebutkan pada simpang tiga kecamatan Budong-budong, Topoyo, dan Tobadak juga sudah jelas. “Undang-undang menegaskan bahwa kita harus menunjuk satu keca„ Baca HALAMAN 7

RADAR SULBAR/SUDIRMAN SAMUAL

TANDA TANGAN. Sekjen Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Kemendagri RI, Budi Sudarmadi, menandatangani berita acara hasil observasi pembentukan Mamuju Tengah di Hotel d’Maleo Mamuju, Kamis 4 Oktober 2012.

“Kita pertegas kembali semua rencana yang kita usulkan, dan tidak ada masalah. Sulbar sudah siap menjadi daerah industri di tahun 2013,” sebut Anwar di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis 4 Oktober. Beberapa industri pengolahan lokal yang telah dicanangkan, dan akan dimulai tahun depan, antara lain, pembanguna Pelabuhan Perikanan Nusantara di Majene, pabrik minyak di Mamuju Utara. Juga pembangunan industri pengolahan rotan di Mamuju, dan industri olahan „ Baca HALAMAN 7

TENAGA KERJA

Sutra Mandar di Pameran Internasional

Pemerintah ‘Nikmati’ Pertarungan Buruh Vs Pengusaha JAKARTA — Pemerintah dinilai belum mengakomodasi kepentingan para buruh, hanya menikmati ‘pertarungan’ buruh dengan kalangan pengusaha. Pakar hukum tata negara, Andi Irmanputra Sidin melihat bahwa pemerintah telah melakukan pembiaran, bahkan terkesan memelihara perseteruan antara kalangan buruh dan para pengusaha. Penghapusan sistem outsourching dan kenaikan upah layak menjadi tuntutan utama jutaan buruh se Indonesia saat melakukan aksi, Rabu 3 Oktober lalu. Para buruh mengancam kembali turun ke jalan jika pemerintah tidak segera memenuhi tuntutan tersebut. Sebaiknya, kata Irman, negara mendesain sebuah mekanisme agar pemerintah tidak membiarkan masalah tersebut berlarut-larut. Dimana buruh memiliki stamina yang lebih lemah, sehingga ini menjadi pertarungan tak berimbang. “Pemerintah tidak bisa membiarkan konflik mereka itu seolah hanya menjadi konflik privat antara buruh dan pengusaha dengan menyandarkan pada penyelesaian ke ranah hukum,” jelasnya di Jakarta, siang kemarin. Apalagi sebuah proses hukum membutuhkan stamina yang tidak sedikit. “Dengan bukti yang cukup jikalau ada hak buruh yang tak terpenuhi oleh pengusaha maka pemerintah yang langsung melakukan pemenuhannya,” paparnya. Setelah itu, pemerintah sebagai perwakilan, dapat meminta ganti rugi atas pemenuhan itu „ Baca HALAMAN 7

JAKARTA — Sutra khas Mandar untuk pertamakalinya diperkenalkan ke mancanegara melalui pameran sulam dan bordir berskala internasional. Even bertajuk ‘International Embroidery’ ini, dilaksanakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Yayasan Sulam Indonesia (YSI) dan Asia Expo. Pameran bertempat di Hall B JCC Senayan, Jakarta, tanggal 4-7 Oktober 2012. Disini, Dekranasda Sulbar menyajikan beragam khasanah budaya lokal sesuai tema kegiatan. Khususnya, kerajinan tenun, kain Sutra Mandar dari berbagai daerah di Sulbar. “Kami perkenalkan juga kain Sekomandi asli dari Kalumpang Mamuju, baju Bei juga dari Mamuju, disini juga ada bosara dengan motif Mandar,” sebut duta Mandar Sulbar, Iwan dan Putri di lokasi pameran, Kamis kemarin.

RSUD Polewali Menuju BLUD

POLEWALI — RSUD Polewali Mandar sedikit demi sedikit melakukan pembenahan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Saat ini, RSUD Polewali Mandar sedang persiapan menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dalam upaya menuju BLUD, RSUD Polewali Mandar beker-

jasama dengan BPKP Perwakilan Sulbar melakukan Sosialisasi BLUD yang berlangsung di Hotel Lilianto, Kamis, 4 Oktober. Sosialisasi ini dihadiri Wabup Polewali Mandar, Nadjamuddin Ibrahim, Kepala Dinkes Sulbar, dr Ahmad Azis, Ke-

RADAR SULBAR/CHAERUL MARPAN

PAMERAN. Stand Dekranasda Sulbar menampilkan sejumlah kerajinan tangan pada even internasional di JCC, Senayan Jakarta, Kamis 4 Oktober 2012.

Acara berskala internasional ini diharapkan dapat terus berkesinambungan. Sebagai salah satu upaya menduniakan ragam budaya bangsa Indonesia. Termasuk kain sutra Mandar dan kain tenun Kalumpang. “Kita harap berlangsung se-

cara periodik agar milik kita dikenal oleh negara luar. Utamanya tetangga kita. Supaya tidak dicaplok lagi oleh negara lain,” jelas Gubernur Sulbar, H Anwar Adnan Saleh. „ Baca HALAMAN 7

„ Baca HALAMAN 7

Kades se-Ulumanda Keluhkan Infrastruktur

RADAR SULBAR/SUDIRMAN SAMUAL

TERIMA ASPIRASI. Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan, menerima rombongan kepala desa se-Kecamatan Ulumanda Majene yang di rumah jabatannya, Kamis 4 Oktober 2012 ♦10 Juni 2004

„ Baca HALAMAN 7

MAMUJU — Sebanyak delapan kepala desa (kades) se-Kecamatan Ulumanda Majene mendatangi rumah jabatan Ketua DPRD Sulbar, Kamis 4 Oktober. Kedatangan kades yang dipimpin langsung Camat Ulumanda, Ahmad S, untuk menyampaikan aspirasi. Para kades tersebut diterima langsung Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan. Dari pertemuan kemarin, rata-rata kades menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur jalan dan jembatan di daerah masingmasing yang saat ini dalam kon-

disi memprihatinkan. Sebagian besar infrastruktur mereka dalam kondisi rusak, bahkan ada sebagian yang masuk kategori rusak parah sehingga tak bisa dilalui kendaraan, termasuk roda dua. Menurut Camat Ulumanda, Ahmad, jalan poros utama di kecamatan tersebut yakni yang menghubungkan antara Desa Salutambung dan Desa Ulumanda sepanjang 54 kilometer saat ini kondisinya rusak dan sangat sulit dilalui oleh kendaraan. „ Baca HALAMAN 7

website: www.radar-sulbar.com | email: radarsulbar01@gmail.com | facebook: portal radar sulbar

Saatnya Anda beralih ke listrik pintar Jutaan keluarga Indonesia telah merasakan kemudahan dan kenyamanan menikmati listrik pintar, solusi isi ulang dari PLN. Kini giliran Anda. Dengan listrik pintar, biaya listrik sepenuhnya Anda yang atur. Tidak perlu repot bayar bulanan. Anda cukup membeli pulsa listrik sesuai kebutuhan. Bebas kesalahan catat meter, bebas dari sanksi pemutusan dan ketidaknyamanan lainnya. Hubungi Kantor Pelayanan PLN terdekat dan pasang listrik pintar sekarang juga! www.pln.co.id

10 Juni 2012 ♦

2

EKONOMI

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012

PANC A KAR YA PEMBANGUNAN SULA WESI BARA T PHASE II ANCA KARY SULAWESI BARAT SEBA G AI KEBIJ AKAN S TRA TEGI PEMBANGUNAN PR O VINSI SULA WESI BARA T 20 1 1 - 20 16 SEBAG KEBIJAKAN STRA TRATEGI PRO SULAWESI BARAT 201 201

1. Peningkatan Profesionalisme Aparatur ( personalcapatcy building) Pemerintahan Daerah Provinsi Sulawesi Barat 2. Peningkatan Kualitas dan Perluasan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Ekonomi Vital 3. Peningkatan Promosi dan Kerjasama dengan Pihak Ketiga Baik dalam Negeri maupun Luar Negeri 4. Peningkatan Pemanfaatan Sumber Daya Alam 5. Pengembangan Pemerintahan yang Peduli Lingkungan H. Anwar Adnan Saleh Gubernur

H. Aladin S Mengga Wakil Gubernur

H. Anwar Adnan Saleh Gubernur Sulbar

H. Ismail Zainuddin Sekretaris

H. Aladin S. Mengga

H. Mujirin M. Yamin

Wakil Gubernur Sulbar

BPD Diminta Kurangi Kredit ke PNS JAKARTA - Bank Pembangunan Daerah (BPD) diminta mengurangi penyaluran kredit konsumtif kepada PNS. Pasalnya, peranan BPD tak hanya orientasi pada profit tapi juga pembangunan. "BPD jangan hanya mengandalkan penyaluran kredit buat PNS saja. BPD harus lebih banyak berperan dalam membiayai proyek-proyek pembangunan," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Andi Timo Pangerang dalam rapat panja RUU Perbankan dengan ketua Asbanda, Perbarindo, dan Asbisindo di Gedung Senayan, Kamis 4 Oktober. Tingginya kredit bagi PNS ini diakui Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Eko Budiwiyono. "Memang benar, BPD dulu lebih orientasi pada kredit konsumtif. Bahkan 80 persen dananya diberikan kepada PNS di pemda masing-masing. Tapi beberapa tahun ini konsepnya sudah diubah," kata Eko yang juga Dirut Bank DKI ini. Asbanda, lanjutnya, telah menetapkan aturan ke setiap BPD untuk mengurangi pemberian kredit konsumtif ke PNS. Porsinya pun sudah ditetapkan, dengan prosentase kredit konsumtif 60 persen, kredit produktif 40 persen. "Diharapkan, prosentase kredit produktif akan lebih tinggi dibanding konsumtif. Seperti yang saya lakukan di Bank DKI, dimana kredit produktif sudah mencapai 70 persen," ungkapnya. Sebagai bank yang pemegang sahamnya terbanyak pemerintah, Eko mengatakan, perlu ada penguatan-penguatan di dalam RUU Perbankan. Salah satunya BPD harus masuk dalam struktur Bank Indonesia (BI). Sebab, dibanding bank umum, BPD yang paling tahu keberadaan dan karakteristik masyarakat di region masing-masing. "BPD harus jadi motor penggerak ekonomi di daerah. BPD juga mesti dominan dalam pembiayaan proyek pemerintah di daerah. Kalau misalnya BPD setempat kekurangan likuiditas, bisa mengajak BPD di daerah lain untuk keroyokan dalam pembiayaan," tuturnya. Mengenai informasi BPD dan pemda kerja sama dalam penitipan dana pemerintah, Eko membantahnya. Menurut dia, pemda tidak hanya menyimpan dananya di BPD saja, tapi juga di bank umum. "Kan sudah ada aturannya tidak boleh memonopoli. BPD dan bank umum bersaing kok," tandasnya. (jpnn)

Kepala DISPENDA Prov. Sulbar

Pemerintah Buka Pintu Impor Gula 2013

JAKARTA - Keran impor gula kristal putih (GKP) akan kembali dibuka oleh pemerintah pada 2013. Kebijakan ini terutama untuk memenuhi permintaan daerah perbatasan, yang masih membutuhkan suplai GKP impor. Meski demikian, importasi GKP ini tak serta merta dilakukan. Lantaran Pemerintah tetap akan mendasarkan kebijakan pada neraca gula nasional.

BERITA KEHILANGAN TELAH HILANG 1 (SATU) BUAH BPKB MOBIL KIJANG. MERK/TYPE TOYOTA/KF50/SP/LONG ATAS NAMA : FRANS SALIM KALALO NO. POLISI LAMA: DD 231 RB NO. POLISI BARU: DD 1236 OB NO. CHASIS : MHF 21KF5001152004 NO. MESIN : 5K-9192269 BAGI YANG MENEMUKAN HARAP MENGHUBUNGI AN MUBARAK AMIN NO. HP 081 354 909 954

INFO SULBAR

"Kami harus menghitung terlebih dahulu neraca gula nasional, sebelum memberi izin impor GKP ke daerahdaerah perbatasan tahun depan," ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Deddy Saleh, Rabu 3 Oktober. Deddy menuturkan, pihaknya bakal tetap membuka kemungkinan pemberian izin impor GKP, jika jumlah produksi dalam negeri dinilai

belum cukup untuk memenuhi kebutuhan daerah tapal batas. "Biasanya kita akan lihat dulu neraca. Mulai dari daerah mana yang kekurangan, kebutuhan berapa, dan lain sebagainya. Meski begitu, kalau produksi dalam negeri cukup, kita dorong untuk diisi dari dalam negeri," terangnya. Selain itu, Deddy menyatakan, faktor Pemerintah tetap membuka pintu impor GKP,

BERITA KEHILANGAN TELAH HILANG 1 (SATU) BUAH BPKB MOTOR

DC 6311 1A AN ABRAHAM NO. RANGKA NO. MESIN MERK JENIS

: MH4KR150LBKP49181 : KR150LEP74131 : KAWASAKI (KR 150 L) NINJA R : SPO MOTOR

BAGI YANG MENEMUKAN HARAP MENGHUBUNGI AN RAHMAT NO. HP 081 241 158 686

adalah karena distribusi gula dari Jawa ke luar jawa, selama ini terkendala minimnya infrastruktur. Sehingga dalam neraca gula, diharapkan pengambil kebijakan dapat membaca sejauh mana produksi gula di dalam negeri mampu menjangkau wilayah perbatasan. "Kita akan alokasikan dari produksi gula nasional, sejauh daerah di luar Jawa masih bisa dijangkau," terangnya. Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan usul kepada pemerintah agar memberi izin impor GKP sebanyak 80 ribu ton kepada sejumlah provinsi yang berbatasan dengan negara lain. Misalnya saja Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau. Tak hanya itu, sebagian wilayah yang memerlukan importasi GKP secara langsung adalah Sumatera Utara. "Jangan sampai di atas kertas cukup, tapi tidak sampai ke sana. Itu yang kita khawatir-

kan," ujar Deddy. Sayangnya, di lain pihak, kebijakan Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gula nasional lewat pembukaan pintu impor ini, membukukan sejumlah masalah. Salah satunya adalah dugaan merembesnya GKP impor dari wilayah satu ke wilayah lain. Misalnya, Pemerintah memberikan izin impor GKP kepada Kalimantan Barat sebanyak 17.500 ton. Importasi gula tersebut dialokasikan kepada lima kabupaten di provinsi itu yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Kelima kabupaten itu diantaranya Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu. Akan tetapi, Kadin Kalbar melaporkan GKP impor itu merembes ke Pontianak. Dalam hal ini, Deddy mengakui pihaknya kesulitan mengawasi peredaran barang di perbatasan. "Namun, "kalau ada buktinya, buktikan, kita akan tegur importirnya," tegasnya. (jpnn)

Rubrik Khusus Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat

HUMAS PEMPROV SULBAR

HADIRI. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat H Ismail Zainuddin menghadiri pertemuan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama Tingkat Provinsi Sulbar di Hotel Grand Mutiara, Rabu 3 Oktober 2012.

OPINI Tajuk Berkelahi Sampai Mati JIKA di Palestina anak-anak muda mati karena berjihad membela agama dan mempertahankan negaranya, di Indonesia para remaja mati karena berkelahi. Bahkan, kini Jakarta sudah dianggap masuk kategori darurat perkelahian pelajar. Dalam satu pekan saja, terjadi dua kali perkelahian antarpelajar yang merenggut korban tewas. Sejatinya, perkelahian antar-pelajar yang sudah sampai memakan korban jiwa adalah tindakan kriminal. Sebab itu banyak yang berpendapat agar aparat kepolisian didorong untuk segera menangkap dan menindak pelakunya sesuai aturan hukum. Tindakan tegas harus dilakukan agar menimbulkan efek jera di kalangan pelajar yang gemar membuat onar dengan cara berkelahi. Selain perkelahian antar-pelajar, kebrutalan geng motor juga sangat meresahkan. Mengapa para remaja kita terjerumus dalam hal-hal negatif seperti ini? Salah satu penyebabnya adalah kian longgarnya moral dan akhlak anak-anak kita. Sekolah masa kini telah didesain dengan kurikulum yang berat dengan banyaknya mata pelajaran dan mengabaikan pendidikan budi pekerti dan akhlak mulia. Padahal, tiada gunanya menjadi orang yang pintar dalam ilmu dunia jika moralnya buruk. Tipe orang seperti inilah yang nantinya akan mudah tergiur untuk korupsi. Anehnya, di sisi lain, kegiatan positif para remaja di sekolah seperti kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) kerohanian Islam (Rohis) malah dituduh menjadi sarang teroris. Padahal, justru ekskul inilah salah satu jalan untuk membimbing para remaja untuk memiliki akhlak mulia. Anak-anak sebenarnya adalah cerminan dari orang dewasa. Cerminan dari orang tua, guru dan lingkungannya. Selama ini, perilaku seperti apa yang lebih kerap kita pertontonkan di depan mereka? Apakah kita sebagai orang tua kerap bertengkar? Apakah para guru lebih menyukai anak-anak yang berprestasi tapi akhlaknya tidak baik? Apakah para politisi sudah berhenti memperebutkan jabatan dengan cara-cara yang tidak benar? Apakah kita semua masih sanggup menegakkan kepala dengan begitu banyak karut-marut korupsi di negeri ini? Sebab itu, keputusan Kemendikbud membentuk satuan tugas untuk mencari cara mencegah terulangnya aksi perkelahian antar-pelajar harusnya diikuti oleh upaya yang lebih nyata. Masukkan kembali pendidikan budi pekerti di sekolah dan beri penekanan penting. Bahwa akhlak mulia sangat penting bobotnya dalam memberi penilaian terhadap siswa. Misalnya, mereka tetap bisa naik kelas dengan nilai pas-pasan asal mampu menunjukkan budi pekerti yang baik. Kejahatan yang dilakukan oleh orang yang pintar bisa memberikan dampak yang sangat besar. Itu karena hilangnya moral dalam hidup mereka. Sebaliknya, orang yang pintar dan ditopang oleh akhlak mulia akan memberikan kemaslahatan bagi semua. (rp)

RADAR SULBAR

RADAR SULBAR

3

JUMAT 5 OKTOBER 2012

Mendorong Industri Hilir Sawit Oleh: ZULHER PENJAJAHAN memang menyakitkan. Tapi, ternyata, dalam segudang “penindasan” penjajahan Belanda, terdapat “kado indah” yang mereka sisakan tanpa sengaja. “Kado” itu adalah tanaman kelapa sawit yang kini menjadi tulang punggung ekonomi sebagian petani perkebunan di Indonesia. Termasuk Provinsi Riau. Berawal ditanamnya empat bibit kelapa sawit asal Bourbon (Mauritius) dan Amsterdam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1848, menjadi cikal-bakal perkembangan perkebunan kelapa sawit di negara ini. Empat bibit tersebut merupakan nenek moyang seluruh tanaman kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia. Sisa benih yang ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli, Sumatera Utara, pada tahun 1870-an, berujung pada budidaya tanaman kelapa sawit dengan pengembangan secara komersial untuk industri pada tahun 1911 di Sungai Liput (Aceh) dan Pulau Radja (Asahan). Di zaman pendudukan Belanda, sekitar tahun 1940, dua daerah tersebut sempat menjadi daerah pemasok utama minyak sawit dunia. Tapi, berbagai kekacauan di masa pendudukan Jepang, menyebabkan terbengkalainya pemeliharan kebun sawit yang mengakibatkan penurunan produksi secara drastis. Pemasok utama minyak sawit dunia pun diambil alih Malaysia karena perkebunannya sudah berkembang dengan baik. Berkembangnya perkebunan sawit di dunia bersamaan dengan meningkatnya permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industri pertengahan abad ke-19. Hingga akhir tahun 1980an, perkebunan kelapa sawit yang hanya diusahakan sebagai usaha perkebunan besar dan keragaan di Indonesia, tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Tidak menunjukkan

perkembangan berarti. Pada tahun 1982, budidaya kelapa sawit mulai dikembangkan di Provinsi Riau dengan pola pembangunan perkebunan kemitraan antara perkebunan besar negara/ swasta sebagai perusahaan/ perkebunan inti dengan masyarakat sebagai plasma. Polanya dikenal sebagai pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Di era 1990-an, masyarakat secara swadaya mulai mengusahakan budidaya tanaman kelapa sawit. Kini, perkebunan kelapa sawit masyarakat dan plasma di Provinsi Riau mencapai luasan 53,14 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit di daerah ini. Sedangkan perkebunan besar negara dan perkebunan besar swasta, masing-masing menguasai 3,78 persen dan 43,08 persen. Berdasarkan Peraturan Daerah Riau Nomor 10 Tahun 1994 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau, dari jumlah arahan penggunaan lahan seluas 3.300.767,5 hektare untuk perkebunan, komoditi kelapa sawit merupakan yang terluas; yaitu sebesar 2.103.174 hektare (63,72 persen). Sedangkan kondisi eksisting penggunaan lahan perkebunan hingga akhir 2010 tercatat seluas 3.244.144 hektare untuk pengembangan 13 (tiga belas) komoditi perkebunan. Dengan kata lain, dari seluruh ketersediaan areal untuk perkebunan, kelapa sawit ternyata menjadi “primadona” usaha perkebunan di daerah ini. Riau pun menjadi kawasan terluas perkebunan kelapa sawitnya dibanding provinsi lainnya Indonesia. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, data ekspor Indonesia untuk

warning Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnya tanggung jawab penulis yang bersangkutan

produktivitas kelapa sawit mencapai 20,4 juta ton dan menempati ranking satu dunia, dengan share sebesar 74 persen. Data itu menunjukan prestasi yang luar biasa dalam perkebunan kelapa sawit di negara ini. Hanya saja, memang masih disayangkan bila yang diekspor masih berwujud produk hulu dalam berbentuk Crude Palm Oil (CPO). Padahal, andai saja dari negara ini bisa terekspor gliserinya, surfaktanya, atau produk hilir lainnya, tentu nilai ekonomis kelapa sawit lebih menguntungkan berpuluh kali lipat dibanding bila hanya sekadar mengekspor CPO. Bila hanya sebatas ekspor CPO, harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani akan tetap menjadi korban imbas langsung dengan ketetapan harga yang ditentukan sistem pasar luar negeri. Sejauh ini, kita hanya bisa menetapkan harga TBS yang disesuaikan dengan daya beli luar negeri terhadap CPO. Naasnya, gangguan harga CPO Indonesia diperparah berbagai isu negatif tentang kelapa sawit Indonesia di luar negeri. Termasuk isu miring tentang lingkungan. Padahal, seperti dimafhum, luar negeri sangat sensitif terhadap isu-isu lingkungan. Disinyalir, berbagai upaya memojokkan pasar CPO Indonesia merupakan di antara bagian strategi persaingan bisnis minyak nabati internasional. Kata lainnya; yang terjadi adalah “perang perdagangan” sawit level internasional. Beberapa bulan lalu, Amerika Serikat (AS) --negeri penghasil minyak bunga matahari, kedelai, dan jagung-- malah memasukkan minyak sawit asal Indonesia dan Malaysia ke dalam daftar hitam mereka. Hal tersebut mengindikasi terjadinya persaingan bisnis internasional minyak nabati yang sangat ketat. Sejauh ini, CPO memang lebih kompetitif dibanding minyak kedelai, rapeseed (biji-bijian) dan minyak bunga matahari.

Sebagai perbandingan, produktivitas CPO mampu mencapai 4 sampai 5 juta ton per hektare per tahun. Sedangkan minyak kedelai hanya 0,38 ton per hektare, dan minyak bunga matahari produktivitas rata-ratanya 0,48 ton per hektare. Untuk cost produksi pun, pengolahan CPO jauh lebih murah dibanding minyak nabati lainnya. Tentu, bukan bermaksud mengalah dari “perang perdagangan” internasional, jika berbagai upaya untuk mewujudkan percepatan industri hilir dalam negeri terus dilakukan. Eksistensi industri hilir dalam negeri, jelas akan membuat kita lebih “merdeka” dalam menentukan harga kelapa sawit. Dampak akhirnya, perdagangan internasional khususnya dari produk-produk turunan CPO akan lebih terkuasai. Kita akan lebih berjaya di pasar internasional ketika yang diekspor sudah berwujud barang jadi. Tidak lagi CPO. Pengolahan kelapa sawit pada dasarnya merupakan proses terhadap TBS menjadi CPO dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO). Dua jenis minyak tersebut banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng dan margarin), industri sabun (bahan penghasil busa), industri baja (bahan pelumas), industri tekstil, kosmetik, dan sebagai bahan bakar alternatif (biodisel). CPO juga dapat diolah menjadi bahan kimia, seperti methyl ester, asam lemak (fatty acid) dan gliserin (glycerine). Sedangkan turunan produk CPO pada industri oleokimia, antara lain berupa fatty acids, fatty alcohol dan glycerin, dan biodiesel. Maka, teramat sangat wajar, jika berbagai upaya untuk “meninggalkan” ketergantungan kepada produk luar negeri —dari produk turunan CPO— terus dilakukan pemerintah. Sejauh ini, sangat disadari, bahwa dalam konteks ekspor CPO, kelapa sawit kita tidak

Pengirim naskah artikel/opini/SdP harus melampirkan foto copy identitas dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Tulisan diterima dalam bentuk flash disk/disket. naskah tulisan/opini minimal 4 halaman.

terlalu menguntungkan bila dibandingkan dengan bias mengekspor produk jadi dari turunan CPO. Bukan mimpi, saya kira, jika untuk mewujudkan terciptanya berbagai industri hilir turunan CPO dimulai dari Provinsi Riau; negeri Lancang Kuning dengan luasan perkebunan kelapa sawit nomor wahid di Indonesia. Besar harapan, hal demikian dapat mulai direalisasikan oleh perusahaan-perusahaan besar (termasuk holding company) yang areal perkebunannya melebihi 50 ribu hektare. Sungguh, upaya perwujudan itu merupakan bagian “perjuangan” dalam menjaga “wajah” bangsa —khususnya bidang ekspor minyak nabati— di kancah internasional agar terbebas dari “intervensi harga” oleh asing. Dampak langsungnya adalah, tentu saja kestabilan harga kelapa sawit di dalam negeri. Mari, bersama kita dorong terwujudnya percepatan berbagai industri hilir turunan CPO di negara ini. Imbas ekonomis jika bebas dari intervensi asing soal harga adalah peningkatan keuntungan perusahaan industri hilir perkebunan yang seiring dengan signifikannya peningkatan kesejahteraan petani kelapa sawit. Saya membayangkan, di suatu hari nanti, ketika industri hilir kelapa sawit terwujud secara utuh dan menyeluruh, 240-an juta rakyat Indonesia akan sangat menikmati murahnya harga-harga produk kebutuhan pokok —dari hasil turunan CPO— yang ada di pasaran. Tentang penetapan harga, memang kita harus lebih “merdeka”. Toh, bukankah, CPO-nya dari Indonesia. Sawitnya milik perusahaan dan para petani sektor perkebunan Indonesia. Maka, sebenarnyalah; perkebunan itu memang untuk kesejahteraan rakyat. Dalam semangat kebersamaan komponen-komponen bangsa, harapan itu Insya Allah akan dapat diwujudkan. (rp)

Artikel dapat dikirim via email:radarsulbar01@gmail.com

IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL

DIBUTUHKAN SEGERA

HAKASIMA MEDIA TV Membutuhkan KARYAWAN/KARYAWATI

UNTUK STAFF * Adm. Marketing * Bagian Gudang * Collector * Pasilitas Gaji * Mess *Uang Makan LAMARAN DIANTAR LANGSUNG ke Jl. kurungan Bassi No. 3, dekat RSUD Mamuju Telp. (0426) 21702

RADAR SULBAR Pertama dan Terbesar di Sulawesi Barat

Pasang Iklan Atau Tidak Terima Koran Hubungi: Sirkulasi : Firdaus Paturusi (Koordinator), Rismayanti, Rukman. Alamat Kantor Mamuju: Jl. Jend. Sudirman No. 50, Telp./Fax. 0426-22138 Majene : Jl. Jend. Sudirman No. 167, Telp. 0422-21157 (M. Yunus Alibin) Polewali: Jl. H.A. Depu No. 39, Telp. 0428-23203 (Hasanuddin) Pasangkayu: Jl. Trans Sulawesi No. 52, Telp/ HP: 0813 4247 1414, (Andi. Safrin.M), PENERBIT: PT RADAR SULAWESI BARAT

Rp 65.000

/

Bulan

4

PARLEMENTARIA

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012

Baleg DPR Tolak Revisi UU KPK Komisi III Diminta Tarik Draf JAKARTA - Upaya merevisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU) KPK tampaknya masih jauh dari kenyataan. Sebab, Badan Legislasi (Baleg) DPR menegaskan, tidak ada pembahasan draf revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Bahkan, dalam pertemuan panja baleg terkait revisi UU KPK, para anggota baleg sibuk memperdebatkan cara mengembalikan draf tersebut ke Komisi III DPR. "Seyogianya (komisi III, Red) melakukan harmonisasi yang betul-betul karena jelas ada pelanggaran undangundang," ujar anggota Baleg DPR dari Fraksi Partai Demokrat Subyakto dalam rapat panja di gedung parlemen, Jakarta, kemarin 3 Oktober. Menurut Yakto, sapaan Subyakto, revisi UU 30/2002 memiliki sejumlah kelemahan. Draf yang diajukan Komisi III DPR itu menghapus fungsi penuntutan. Sementara aturan UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor mengatur fungsi penuntutan KPK. "Pengusul harus memberikan penjelasan lebih dahulu karena UU 31/1999 adalah lex specialis," ujarnya. Anggota baleg dari Fraksi PKS Indra mengusulkan agar baleg menolak revisi UU KPK. Menurut dia, tugas baleg tidak hanya menjadi tukang stempel yang melanjutkan usul draf RUU untuk disampaikan ke rapat badan musyawarah (bamus). Ada masalah besar dari ketentuan draf revisi UU KPK yang diajukan komisi III tersebut. "Ini masalah buat PKS. Karena UU 31/1999 adalah konsensus bahwa korupsi adalah extraordinary crime," tegasnya. Menurut Indra, tidak ada alasan pengamputasian kewenangan KPK. Dalam draf yang diajukan komisi III, pasal 6 huruf C menghapus kewenangan penuntutan, pasal 12A menambah birokrasi penyadapan, serta pasal tambahan terkait dengan dewan pengawas KPK. Hal itu menjadi catatan yang jadi dasar untuk baleg menolak draf revisi tersebut. "PKS meminta RUU ini dikembalikan ke komisi III dan ditolak," tandasnya. Anggota baleg dari Fraksi Partai Golkar Taufiq Hidayat menyatakan sependapat jika draf revisi UU KPK itu dikembalikan dan diminta diperbaiki. Jika ada sikap menghentikan pembahasan, sebaiknya hal tersebut dilakukan masing-masing fraksi. "Kalau (draf revisi UU KPK) diperdebatkan, ini akan memunculkan hubungan yang tidak baik. Jika mengembalikan, berarti ada sikap telah ada yang tidak beres dengan ini," kata Taufiq. Dalam hal ini, aturan untuk mengembalikan draf revisi UU ke alat kelengkapan pengusul tidak diatur dalam Tata Tertib (Tatib) DPR. Pasal 25 Tatib DPR menyebutkan, usul draf revisi UU hanya bisa dirumuskan ulang atau ditarik alat kelengkapan yang mengusulkan. Taufiq mengusulkan agar pimpinan baleg dan pimpinan komisi III bertemu untuk membahas permasalahan draf tersebut. "Pertemuan pimpinan bersama pimpinan DPR yang terkait," ucapnya. Anggota Baleg DPR dari Fraksi PKB Abdul Malik Haramain sependapat bahwa draf revisi UU KPK sebaiknya dikembalikan ke komisi III. Sebab, saat ini terlihat ketidakkompakan anggota komisi III dalam pembahasan revisi UU KPK. "Karena belum ada kesepakatan, sebaiknya (draf revisi UU KPK) ini dikembalikan," tuturnya. Meski seluruh perdebatan di baleg secara tidak langsung menolak membahas draf revisi UU KPK itu, belum ada keputusan resmi untuk menolak. Ketua Panja Baleg DPR untuk Revisi UU KPK Ahmad Dimyati Natakusumah menyatakan, terlebih dahulu akan disampaikan masukan-masukan sebelum dilakukan pertemuan dengan pimpinan komisi III dan DPR. "Sambil kita advis untuk dilakukan penarikan," kata Dimyati. Arus besar di parlemen saat ini memang lebih mengarah pada pembatalan pembahasan revisi UU KPK. Di antara sembilan fraksi yang ada, setidaknya ada lima fraksi yang tegas menyatakan hal tersebut. Yaitu Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PDIP, Fraksi PKS, Fraksi PPP, dan Fraksi Partai Gerindra. Meski demikian, ini tidak berarti empat fraksi yang lain mengambil posisi berlawanan. Mereka cenderung mengambil sikap mengambang. (jpnn)

PARLEMENTARIA

Tidak Hadiri Undangan Komisi III

Disdik Dituding Lecehkan Dewan MAJENE — Dinas Pendidikan (Disdik) Majene, Rabu 3 Oktober tidak mengindahkan undangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene. Hal ini membuat Komisi III DPRD Majene berang. Komisi III menilai perilaku para pejabat Disdik Majene yang tidak menghadiri undangan dewan dianggap tidak hanya melecehkan Komisi III. Namun melecehkan lembaga DPRD Majene. “Saya melihat Disdik yang paling tidak beres diantara SKPD. Masak tidak satu pun

REPORTER: SYAMSUDDIN MAUPA | EDITOR: AMRI MAKKARUBA pejabat Disdik memenuhi undangan DPRD. Padahal ini adalah pertemuan yang sangat penting,” kesal Adi Ahsan, anggota Komisi III, Rabu kemarin di Gedung DPRD Majene. Rapat Komisi III dengan Disdik Majene beserta para kepala sekolah adalah yang ketiga kalinya dilaksanakan. Pihak yang diundang Rabu kemarin adalah jajaran Disdik Majene beserta kepala sekolah se Kecamatan Malunda dan

Ulumanda. Para kepala sekolah diminta untuk menyampaikan data ke Komisi III. Data yang dibutuhkan diantaranya keadaan sekolah, apakah terpencil atau tidak. Termasuk jumlah guru dan murid, jumlah rombel serta status guru. “Selama ini Dinas Pendidikan tidak punya data. Padahal penyusunan data base sekolah selalu dianggarkan,” ucapnya. Setelah rapat berlangsung Kasubag PMPTK Disdik Ma-

jene, Syamsu Rais bermaksud mengikuti rapat. Namun Adi Ahsan tetap tidak menerima dan meminta untuk walk out. “Kalau Dinas Pendidikan ikut rapat saya akan meninggalkan ruangan ini,” tegasnya. Ketua Komisi III, Hasriadi juga kecewa. Menurutnya Disdik mesti proaktif menghadiri rapat. “Yang jelas ini adalah sebuah pelecehan terhadap DPRD. Tidak ada alasan untuk tidak hadir sebab dua hari kita sudah rapat ber-

sama dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya. Hasriadi mengatakan rapat dengan Disdik beserta kepala sekolah dimaksudkan untuk lebih mengetahui kondisi ril setiap sekolah. Ia mengaku, banyak permasalahan yang terjadi di sekolah untuk disikapi. Mulai persoalan tunjangan, kebutuhan guru hingga tingkat kerusakan sekolah. “Kalau Dinas Pendidikan sudah punya data kita akan mudah memonitor sekolah,” tukasnya. (*)

RADAR SYAMSUDDIN MAUPA

RAPAT. Sejumlah kepala sekolah se-Kecamatan Malunda dan Ulumanda mengikuti undangan Komisi III DPRD Majene Rabu 3 Oktober 2012.

Terkait Aset

Komisi I akan Hearing Bagian Pemerintahan POLEWALI — Terkait rencana Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, melakukan pengalihan sejumlah aset daerah dibeberapa tempat menjadi fungsi yang lain. Komisi I DPRD Polewali Mandar, berencana akan menghearing Bagian Pemerintahan Setda Polewali Mandar. Rencana tersebut diutarakan, Wakil Ketua Komisi I Amiruddin, Kamis 4 Oktober. Menurut Amiruddin, di Polewali Mandar ada beberapa aset yang diduga peruntukannya telah beralih fungsi tanpa sepengetahuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sehingga Komisi I akan segera memanggil pihak Bagian Pemerintahan Setda untuk dimintai penjelasan. “Sebab apapun alasannya, pemkab tidak bisa seenaknya melakukan pengalihan status lahan dari peruntukan awal.

Hal ini sebelum didahului persetujuan dan kajian yang tepat dari DPRD Polewali Mandar. Namun kenyataannya di lapangan ada beberapa titik aset pemkab yang telah beralih fungsi tanpa kami ketahui,” tutur Amiruddin. Ia mencontohkan pengalihanfungsi aset yang sama sekali tidak pernah dibicarakan di DPRD Polewali Mandar. Seperti lahan Pemkab Polewali Mandar yang pernah diperuntukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Rea Timur Desa Rea, Kecamatan Binuang. Saat ini diatasanya sudah berdiri beberapa kopel perumahan yang diakui oleh Kabag Pemerintahan BTN untuk PNS bergaji rendah. “Inikan sudah pelanggaran, sebab sangat jelas dalam Perda Aset yang kita punya. tanah sejengkal milik Pemk-

ab wajib dibicarakan di DPRD untuk proses rencana pengalihannya. Makanya kami akan meminta penjelasan langsung dari pihak Bagian Pemerintahan,” ujar Amiruddin. Katanya, beralihfungsinya sejumlah aset milik pemkab tanpa melalui pembicaraan di DPRD Polewali Mandar. Ini dapat dikatatakan sebagai bentuk tidak adanya penghargaan pemkab terhadap lembaga DPRD. “Sebab sangat jelas dalam aturan yang kita buat bersama. Bahwa setiap aset yang akan dialihfungsikan peruntukannya harus disampaikan lebih awal kedewan untuk dibicarakan peruntukannya. Tapi kenyataan di lapangan, ada aset yang berubah fungsi tanpa sepengetahuan kami, “ kunci Amiruddin. (k1/mkb)

DPRD Polewali Mandar Temui Dinas PU Sulbar POLEWALI — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar, menemui Dinas Pekarjaan Umum (PU) Sulawesi Barat, Kamis, 4 Oktober, untuk mencari jalan keluar atas pro kontra penempatan beronjong pesisir di Kampung Pajala, Kelurahan Takatidung, Polewali Mandar. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar, Jamar Jasin Badu, siang kemarin. Ia menyampaikan kehadirannya didampingi oleh dua orang anggota Komisi III DPRD Polman, Muh Tahir Arfin dan Juanda, dan mereka diterima langsung oleh Kepala Dinas PU Sulbar, Idham Hasib dan didampingi Kepala Bidang PSDA Dinas PU Sulbar. “Kehadiran kami sangat diapresiasi pihak Dinas PU Sulbar. Bagi mereka persoalan ini menarik sebab tidak pernah menduga kalau sampai kemudian terjadi pro kontra di lokasi proyek,” ujar Jamar. Menurut Jamar, setelah pihak Dinas PU Sulbar mengumpulkan semua data terkait proyek tersebut. Maka rencananya Sabtu sore pekan ini, Dinas PU Sulbar akan turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengimbau kiranya pelaksana jangan melakukan kegiatan apapun dilapangan. “Jadi pesan Kadis PU, rencananya akhir pekan ini mereka akan segera ke lapangan dan menemui masyarakat yang merasa dirugikan atas proyek tersebut. Sehingga nantinya Dinas PU untuk mengambil keputusan terkait pro kontra proyek tersebut. Apakah memindahkan proyek atau menunda pembayaran,” tutur Jamar. (k1/mkb)

Rubrik Khusus DPRD Sulawesi Barat

RADAR SULBAR/SUDIRMAN SAMUAL

TERIMA ASPIRASI. Ketua DPRD Sulbar H Hamzah Hapati Hasan menerima aspirasi Camat Ulumanda Ahmad S bersama 8 kades, tentang kondisi jalan poros Ulumanda 42 km, dan pengadaan listrik untuk masyarakat, Rabu 3 Oktober 2012.

RADAR SULBAR

PEMILUKADA

JUMAT 5 OKTOBER 2012

5

DPRD Kabupaten Mamasa 1. 2. 3. 4.

Komitmen dan Konsistensi Menjalankan Amanat Rakyat Memberi Perlindungan Hukum dan Rasa Nyaman Terhadap Rakyat Kabupaten Mamasa Menghargai Setiap Aspirasi Rakyat Demi Pembangunan di Kabupaten Mamasa Senantiasa Menjaga Persatuan dan Kesatuan Dalam Bingkai Mesa Kada Diputuo Pantan Kada Dipomate

H Muhammdiyah Mansyur

Simon, SH

Thomas D

Ketua DPRD Kabupaten Mamasa

Wakil Ketua DPRD Mamasa

Wakil Ketua DPRD Mamasa

Rilis Nama PNS Terlibat Parpol

KPU Belum Penuhi Permintaan Pemkab EDITOR : AMRI MAKKARUBA

POLEWALI -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Polewali Mandar belum memenuhi permintaan Pemkab Polewali Mandar. Terkait permintaan merilis nama-nama PNS yang diduga menjadi anggota partai politik (Parpol). Padahal Pemkab Polewali Mandar melayangkan surat permintaan ke Sekretaris KPU untuk meminta nama-nama PNS yang diindikasikan sebagai anggota parpol. Adanya temuan PNS menjadi anggota parpol ditemukan setelah ada pemeriksaan dokumen KTA yang diserahkan oleh sejumlah parpol calon peserta Pemilu 2014. Ketua KPU Polewali Mandar, Usman Suhuriah ketika ditemui, Kamis 4 Oktober menyatakan permintaan pemkab sepenuhnya belum dapat disikapi oleh KPU. Permintaan Pemkab Polman dengan meminta data PNS yang terindikasi menjadi anggota parpol, kata Usman, pada prinsipnya pihak KPU Polman sangat mengapresiasi. Karena PNS memang dilarang untuk menjadi anggota Parpol. Namun demikian, permohonan itu perlu disikapi terlebih dahulu. "Terlebih dahulu kita akan kaji implikasi apa yang mungkin bisa ditimbulkan bila KPU menyerahkan data-data kepartaian. Ini perlu dikaji lebih dulu, apakah nanti KPU akan menimbulkan konflik kepentingan dengan partai. Juga dengan pihak-pihak tertentu yang nanti mungkin dirugikan bila KPU Polman mempublikasikan data-data keanggotaan partai. Karena sebenarnya hanya diperlukan untuk pemenuhan syarat partai menjadi peserta pemilu," ujar Usman. Hal ini perlu juga dikaji lebih lanjut, tambahnya, jangan sampai nanti ditengarai KPU Polman melakukan penyimpangan kewenangan karena ada hubungannya dengan kewajiban KPU memelihara data-data kepartaian. Namun

demikian pada prinsipnya KPU bukan sekedar data sebagaimana sangat apresiatif dan memahami umumnya, tetapi karena ini potensi menimbulkan imatas permohonan plikasi hukum. Perlu pemkab untuk mendisampaikan bahwa dapatkan data-data tugas KPU terkait denkhususnya para PNS yang terindikasi mengan verifikasi parpol calon peserta pemilu jadi anggota parpol di 2014 hubungannya daerah ini. "Tentu saja dengan data KTA ini ini dilakaukan dalam adalah hanya untuk rangka semua pihak menghitung jumlah dapat menjalankan dipersyaratkan seaturan sebagaimana bagaimana aturan mestinya. Termasuk yang ada," terang Uspentingnya taat atuSuhuriah man. ran oleh pengurus Usman Ketua KPU Polman Terkait pengujian partai juga para PNS," keabsahan di lapangan saat difakterangnya. Namun KPU Polewali Mandar tual. KPU tidak melihat asal-usul harus lebih dahulu menyikapi se- pendukung Parpol. Namun hanya cara hati-hati. Bila mengikuti azas akan mencatat yang tidak memenutransparan yang seharusnya di- hi syarat termasuk dokumen KTA jalankan oleh KPU, juga oleh lem- yang terindikasi berasal dari PNS. Dari hasil catatan bila sejauh masih baga apapun. Maka dalam hal tertentu bisa mencukupi jumlah KTA yang dilihat secara proporsional. Data- dipersyaratkan maka tetap saja pardata sebagaimana dokumen KTA itu pol yang bersangkutan dianggap berhubungan dengan kewajiban memenuhi syarat dari segi jumlah KPU untuk memeliharanya sebagai keanggotaan parpol. Bahwa terdabahan dasar untuk mengambil pat pendukung parpol berasal dari keputusan untuk tujuan hanya PNS misalnya ini bukan domain memverifikasi parpol calon perser- KPU lagi tetapi sudah menjadi dota pemilu 2014. Data KTA masih main pihak lain. Ke depan, hubungannya dengan sebatas data belum menjadi data keputusan yang sifat wajib dipub- kesuksesan kegiatan verifikasi parlikasi. "Nah untuk sementara kami pol untuk menjadi peserta pemilu memahami bahwa data hasil kepu- 2014 khusunya di daerah, maka setusan itulah yang wajib terpublika- jauh ini KPU Polewali Mandar tersi atau dapat diakses siapapun. Ter- us berharaf semua pihak mengikuti masuk data-data yang dapat diveri- aturan yang ada dan tentu semua fikasi oleh publik, atau para pihak," pihak harus taat aturan. Karena itu, KPU selau berharap tambahnya lagi. Mengenai permintaan pemkab ada kerjasama yang erat dengan seuntuk merilis dan menyerahkan mua pihak berdasarkan proporsi nama-nama PNS yang terindikasi masing-masing didasarkan dengan anggota Parpol, menurut Usman, komunikasi yang efektif dengan sesikap KPU Polman sampai hari ini mua stakeholder pemilu di daerah tetap saja akan dikoordinasikan ke- ini. Sampai saat ini KPU Polman pada pemerintah daerah. Namun sendiri memang telah menemukan untuk menyerahkan nama-nama sejumlah nama yang terindikasi PNS yang diminta untuk diserah- PNS sebagai anggota parpol. kan. "Kami minta dikaji lebih dahuSelain ditemukan penduduk lu oleh KPU Polman. Persoalan ini dari daerah lain bukan warga Polepenting dilakukan karena hal ini wali Mandar. (*)

RADAR SULBAR Pertama dan Terbesar di Sulawesi Barat

Terbit Sejak 10 Juni 2004 Dalam melaksanakan tugas Jurnalistik, wartawan Radar Sulbar dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima maupun meminta imbalan dari nara sumber

RADAR SULBAR/AMRI MAKKARUBA

PARPOL. Sekretaris DPD Partai Golkar Polman, Abubakar Kadir ketika menyerahkan KTA Partai Golkar kepada Ketua KPU Polman, Usman Suhuriah pada pendaftaran parpol di Kantor KPU belum lama ini.

KPU Mulai Cemaskan Masalah Daftar Pemilih JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai ketar-ketir dengan banyaknya sorotan terkait masalah penetapan daftar pemilih untuk pemilu 2014 mendatang. Masalah daftar pemilih ini disadari rawan berujung ke meja pengadilan. Daftar pemilih adalah komponen yang rawan terhadap kritik dan gugatan. Hak bersuara di dalam suatu negara demokratis, dijadikan isu sensitif untuk mengangkat setiap kasus yang berkaitan dengan permasalahan daftar pemilih,” ungkap Ketua KPU, Husni Kamil Manik, di Jakarta, Kamis (4/10). andangan tersebut ia kemuka-

kan setelah melihat begitu banyaknya sorotan tajam yang diarahkan kepada KPU. Baik itu datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat, media massa maupun partai calon peserta pemilu. amil menyadari, bahwa memang ada beberapa kasus yang kemungkinan nantinya muncul terkait masalah penetapan daftar pemilih ini. Diantaranya mulai dari indikasi adanya kecurangan, maupun kelalaian yang disebabkan oleh penyelenggara pemilu. Jadi indikasinya terdapat suara ganda, atau juga terdapat suara yang seharusnya berhak untuk memilih, namun tidak tercantum dalam

daftar pemilih. Selain itu terdapat suara yang seharusnya tidak berhak memilih namun masih tercatat dalam daftar pemilih,” ujarnya. una mengantisipasi segala kemungkinan, Kamil sangat berharap masyarakat dapat memberikan kontribusi yang lebih besar saat-saat ini, sebelum putaran Pemilu 2014 dilaksanakan. Terutama dalam rangka penyusunan daftar pemilih pada Pemilu 2014 mendatang. Langkah tersebut menurutnya sangat diperlukan, karena kesempatan untuk memantau dan mengkoreksi setiap kesalahan data saja, pada dasarnya belum cukup. (jpnn)

MK Belum Bisa Pastikan Surat Balasan ke KPU DKI JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima permohonan dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, tentang surat keterangan tidak adanya gugatan atas hasil Pemilukada DKI Jakarta 2012 yang dimenangi Joko Widodo-Basuki T Purnama. Hal ini diketahui dari salah seorang staf Panitera MK, Andriyani Kamis, 4 Oktober kemarin.

Tadi pagi (Kamis,red) surat permohonan kita terima sekitar pukul 10.20 WIB ,” kata Andriyani. Namun ia belum memastikan kapan surat balasan dari MK akan dikirim. “Kami belum bisa memastikan, karena ini masih diproses.” roses untuk mengeluarkan surat keterangan MK sebenarnya tidak begitu sulit karena hanya perlu mengecek kepastian ada tidaknya pendaftaran gugatan atas hasil

Pemilukada. Apalagi pada Rabu (3/ 10) kemarin, dipastikan tidak ada gugatan atas hasil Pilkada DKI Jakarta yang masuk ke MK. Jadi sampai (Rabu,red) sekitar pukul 17.00 Wib, tidak ada pendaftaran pengajuan gugatan terkait Pilkada DKI,” kata ungkap Juru Bicara MK, Akil Muchtar. “Jadi kemungkinan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih bisa dilantik pada 7 Oktober mendatang.” (jpnn)

PENERBIT: PT RADAR SULAWESI BARAT, Pembina: HM Alwi Hamu, H Syamsu Nur, Komisaris Utama: H Andi Syafiuddin Makka, Komisaris: HM Subhan Alwi, Irwan Zainuddin Direktur: Naskah M. Nabhan, Wakil Direktur Pemasaran: Muhammad Ilham, Penasehat Hukum: Ridwan J. Silamma, SH. Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab: Naskah M Nabhan, Wakil Pemimpin Redaksi/Wakil PenanggungJawab: Muhammad Ilham, Redaktur Pelaksana: Sudirman Samual Redaktur: Muh. Amri Makkaruba, Chaerul Marfan, Dewan Redaksi: Naskah M. Nabhan, Muh. Ilham, Sudirman Samual Reporter: Jamhur Anjasmara, Syamsuddin Rahman, Syamsuddin HB, Muhammad Sholihin, Juniardi, Layouter/Desain Grafis: Chalid Mawardi, Shofiandhy BT, Irwansyah HB, Rahmat, Endra, IT - Website: Muh. Ridwan Alimuddin, Chalid Mawardi. Keuangan: Yuli Sulianti (Manager), Virra Eka Fitra Sari, Iklan/Sponsorship: Mawarni Simargolang (Manager), Sirkulasi: Firdaus Paturusi (Koordinator), Rismayanti, Rukman. Alamat Kantor Mamuju: Jl. Jend. Sudirman No. 50, Telp./Fax. 0426-22138, Majene: Jl. Gatot Subroto, Pusat Pertokoan Majene Lt. 2 Telp. 0422-22123 (M. Yunus Alibin), Polewali: Jl. H.A. Depu No. 39, Telp. 0428-23203 (Hasanuddin), Pasangkayu: Jl. Trans Sulawesi No. 52, Telp/HP: 0813 4247 1414, (Andi. Safrin M), Makassar: Graha Pena, Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Telp. 0411-5238913/085299874232 (Agussalim), Jakarta: Jl. Kebayoran Lama No. 17, Telp. 021- 5322632 (Andi Syamsuri), Surabaya: Jl. Pasar Kembang Ruko Green Flowers Blok B1 No. 20 Surabaya, Telp.081342763676 (Sukri) Percetakan: PT Fajar Utama Intermedia Cabang Sulbar, Jalan H Andi Depu No. 39 Polewali. Harga Langganan: Rp 65.000/Bulan, Harga Eceran: Rp 3.000/Eksamplar. Harga Iklan: Iklan Umum/Display: Berwarna (FC) Rp25.000/mmk, Hitam Putih (BW) Rp15.000/mmk, Iklan Reguler Rp 6.000/mmk, Iklan Duka Cita Rp 8.000/mmk, Iklan Mungil (FC) Rp 4.000/mmk, Iklan Mungil (BW) Rp 2.000/mmk, Iklan Kolektif Rp1 juta/ktk, Iklan Baris Rp 5.000/baris, Radar Society: 1/2 hal. Rp 5.000.000, 1 hal. Rp 10.000.000.

Rekening Bank: PT. Radar Sulawesi Barat, BRI Cabang Mamuju, No. 0218-01-012598-50-9

PARLEMENTARIA

Rubrik Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar

RADAR SULBAR/JHAMHUR ANJASMARA

RADAR SULBAR/JHAMHUR ANJASMARA

RAPAT. Tiga orang anggota DPRD Polewali Mandar, Muh Said Sidar dan Fariduddin Wahid serta Amiruddin, saat mengikuti rapat warga disejumlah dusun di Kecamatan Luyo, untuk menyerap aspirasi.

RDP. Sekertaris Dewan, Rahmadi bersama salah seorang anggota Komisi I, Syamsul Samad, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Randis Rental.

6

HEALTH & EDUCATION

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012

H.Agus Ambo Djiwa

H.Muhammad Saal

H. M. Natsir

H.Abdul Wahid

Bupati Matra

Wakil Bupati Matra

Sekretaris Pemkab Matra

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Matra

Iklan Layanan Ini Dipersembahkan Oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kab. Matra

Hidupkan Kembali Pelajaran PMP

RKB MI Nur Ma’arif Memprihatinkan

JAKARTA - Diperlukan upaya yang signifikan melalui pendidikan sejak dini untuk menyelamatkan Pancasila. Untuk itu salah satu cara adalah menghidupkan kembali Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah. Ketua Dewan Pembina Pemuda Demokrat Indonesia 1947, Edwin Henawan Soekowati mengatakan, pengkhiatan terhadap nilai-nilai Pancasila, hingga saat ini terus berlangsung. Bahkan di era pasca Orde Baru ini, pernghianatan Pancasila, kecenderungannya semakin masif. Hal itu, dibuktikan dengan semakin rusaknya moral bangsa yang tidak memperdulikan lagi arti penting Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Untuk mengantisipasi semakin buruknya moralitas bangsa dalam upaya penyelamatan Pancasila, maka diperlukan upaya yang signifikan melalui pendidikan sejak dini. Misalnya, dihidupkannya kembali PMP," bebernya. Menurut dia, hancurnya nilai-nilai Pancasila saat ini, lebih dikarenakan bobroknya moral para pejabat penyelenggara negara. "Kondisi seperti ini, sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga sangat berpengaruh terhadap kondisi negara yang berujung pada ketidakadilan. Yang dirugikan, adalah rakyat jelata, baik secara ekonomi, pendidikan, maupun hukum," ujar Edwin. Dia mengatakan, pengkhianatan Pancasila itu, tidak saja terhadap Sila Kedua, yakni "Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, dan Sila Kelima "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia", tetapi sudah mencakup seluruh sila yang ada. "Sila Pertama, juga sudah dikhianati, dimana seluruh elemen masyarakat, baik di tingkat elit, maupun di tingkat akar rumput, tampak sudah menjadi bagian dari pengkhianatan itu. Seperti soal lunturnya sikap toleransi beragama dengan munculnya konflik antar agama yang belakangan marak terjadi," katanya. (jpnn) REPORTER: JHAMHUR ANJASMARA EDITOR: AMRI MAKKARUBA

Tiga BUMN Serahkan Bantuan Pendidikan MAKASSAR - Tiga perusahaan BUMN yakni PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar, PT Merpati Airlines, dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Rabu 3 Oktober. Ketiganya memberi bantuan ke SD Negeri Cambayya. Di sekolah tersebut, tiga perusahaan BUMN ini menyerahkan bantuan berupa alat tulis, tas, buku cetak dan rak buku yang memang sangat dibutuhkan sekolah tersebut. Kepala Group PKBL PT PPA Indonesia, Hendy Gunawan menuturkan, bantuan yang diberikan memang menjadi program rutin perusahaan yang setiap tahun diserahkan. Menurutnya, sektor yang disasar tidak saja pendidikan dan pelatihan tapi juga bencana alam, kesehatan, sarana ibadah, sarana umum, dan lingkungan penghijauan. "Kali ini, sebanyak 388 siswa mendapatkan bantuan. Diharapkan apa yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin demi menunjang proses belajar dan mengajar di sekolah tersebut," katanya. Sementara itu, Sekretaris PT IKI Asyarief Khalid menjelaskan, perhatian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat sekitar yang berada dekat dari perusahaan sangatlah besar. Makanya ketika ada permintaan bantuan langsung direspon dengan menggandeng beberapa perusahaan. Tidak saja di lokasi tersebut, sebelumnya juga telah diberikan bantuan ke warga di Galesong Utara berupa pemberian tiga set MCK umum dan bantuan lainnya. "Tahun ini alokasi kami untuk PKBL sebesar Rp50 juta. Jumlah itu sama dengan tahun lalu dan diharapkan tahun depan bisa lebih besar lagi seiring dengan menggeliatnya kembali perusahaan ini," katanya. (jpnn)

RADAR SULBAR/JHAMHUR ANJASMARA

KONDISI. Ruang Kelas Belajar (RKB) MI Nur Ma’arif di Dusun Puppalawu, Desa Baru, Kecamatan Luyo, kondisinya sangat memprihatinkan.

Lokasi SMA Matakali Tetap Gunakan Lahan Pasar POLEWALI — Lokasi pembangunan SMAN Matakali tetap akan ditempatkan di lahan Pasar Matakali. Ini sudah menjadi keputusan Pemkab Polewali Mandar mengakuisisi lahan Pasar Matakali menjadi lokasi pembangunan SMAN Matakali. Walaupun sebelumnya proses akuisisi lahat mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar. Camat Matakali, Andi Mahdiana Djabbar, mengatakan rencana Pemkab Polewali Mandar untuk mengakuisisi Pasar Matakali menjadi lokasi pembangunan SMA Matakali tetap akan dilaksanakan. Sebab dirinya sebagai camat wajib melaksanakan apa yang telah menjadi garis kebijakan dari atas dalam ini Bupati Polewali Mandar.

“Jadi saya terpaksa harus menerima dan melaksanakan proses percepatan pembangunan SMA Matakali yang akan ditempatkan diatas lahan Pasar Matakali. Ini sudah menjadi tugas saya sebagai bawahan untuk menjalankan kebijakan pimpinan,” kata Mahdiana. Menurut Mahdiana, penempatan SMA Matakali diatas lahan Pasar Matakali telah melalui proses kajian yang matang oleh pemkab. Karena fungsi Pasar Matakali selama ini memang sudah tidak pernah bergeliat layaknya sebuah pasar. Sehingga Pemkab Polewali Mandar mengakuisisi lahan tersebut untuk pembangunan SMA Matakali. “Karena sudah melalui proses yang matang, maka saya harus menerima keputusan penempatan SMA Matakali di-

atas lahan pasar Matakali. Kalau kemudian pada proses akuisisinya ada keliru dan melanggar peraturan perundang undangan tentang alih fungsi aset. Itu adalah kewenangan pihak diatas saya yang menjelaskannya, saya hanya sebatas harus menerima keberadaan SMA Matakali,” tutur Mahdiana. Ia menambahkan, awalnya tidak pernah menduga jika persoalan akuisisi Pasar Matakali menjadi tempat pembangunan SMA Matakali akan serumit saat ini. Dirinya hanya melaksanakan kebijakan pimpinannya. “Olehnya kalau kemudian permasalahan akuisisi lahannya bermasalah, maka itu adalah tugas atasannya memberikan penjelasan. Saya hanya bawahan yang wajib menjalankan perintah pimpinan,” kunci Mahdiana. (k1/mkb)

POLEWALI — Ruang Kelas Belajar (RKB) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nur Ma’arif di Desa Baru, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar, sangat memprihatinkan. Karena kondisi bangunan hanya terbuat dari bila bambu rautan tangan warga. Kepala MI Nur Ma’arif, Hasman, menyampaikan jika pihaknya telah berkali kali mengajukan proposal pembangunan RKB ke pemerintah. Namun hingga saat ini pihak pemerintah tidak pernah memperhatikan apa yang menjadi keinginannya. “Padahal kondisi RKB yang ada saat ini sudah sangat memprihatinkan. Kami hanya menggunakan belahan bambu yang biasa digunakan sebagai pagar untuk membuat dinding kelas sebagai pelindung siswa saat belajar,” ujar Hasman. Menurut Hasman yang juga merangkap guru, pihaknya untuk saat ini hanya butuh tiga RKB. Agar sekolah mereka nampak layak dinyatakan sebagai sekolah. Namun proposal permohonan RKB yang diajukan kepemerintah hingga saat ini belum pernah terealisasi. “Makanya sampai saat ini kondisi RKB yang kami punya terlihat sangat memprihatinkan. Namun kondisi ini tidak kemudian membuat kami putus asa untuk tetap melanjutkan kegiatan proses belajar mengajar. Karena MI Nur Ma’arif ini menjadi satu satunya sekolah yang berada di Dusun Puppalawu yang terjangkau oleh anak-anak warga,” tutur Hasman. Ia menambahkan, meskipun sekolah MI Nur Ma’arif kondisinya sangat memprihatinkan. Namun delapan guru sukarela yang mengajar disana tetap semangat melaksakan kegiatan belajar mengajar. “Beruntung delapan tenaga sukarela yang kami punya tetap bersemangat melaksanakan proses belajar mengajar. Sehingga siswa kami juga tidak ada yang tertinggal pelajarannya,” kunci Hasman. (*)

Rubrik ini Dipersembahkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat

Pneumonia, Pembunuh Bayi Nomor Satu PNEUMONIA merupakan pembunuh balita nomor satu. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 20 persen kematian balita di seluruh Indonesia disebabkan pneumonia. Ini berarti satu dari lima kematian anak disebabkan karena penyakit tersebut. Selain itu, data IDAI juga menunjukan angka kematian akibat pneumonia sangat tinggi dibandingkan penyebab lain misalnya HIV, tuberculosis, dan diare digabung, yang angkanya tidak sampai 20 persen. Ironisnya, kata Ketua Peneliti Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas In-

donesia (UI), Prof DR Dr Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K) pneumonia masih belum banyak diperhatikan, meski menjadi pembunuh balita nomor satu. Masyarakat di pedesaan maupun perkotaan banyak yang belum menyadari ancaman serius akibat penyakit ini. Masyarakat lebih memperhatikan penyakit balita seperti diare, campak, polio bahkan HIV/ AIDS. Padahal sejak awal 1980-an sampai saat ini,di puskesmas- puskesmas pneumonia selalu menjadi penyakit yang paling banyak diderita balita. Karenanya diperlukan edukasi dan penatalaksanaan untuk mneingkatkan kewaspadaan masyarakat.

"Di sisi lain perlu kesadaran pentingnya vaksinasi atau imunisasi sebagai upaya preventif mengantisipasi pneumonia," ujar Sri Rezeki dalam keterangan persnya, Sabtu kemarin. Seperti diketahui, Streptococcus pneumoniae atau yang juga disebut dengan Pneumokokus adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit yang ringan maupun berat pada manusia. Penyakit berat yang ditimbulkannya disebut dengan Penyakit Pneumokokal Invasif atau Invasif Pneumococcal Disease (IPD), yaitu Radang Paru Akut, Bakteremia dan Radang Selaput Otak. Infeksi pneumokokus dapat

menyebabkan penyakit yang sering terjadi pada anak khususnya yang berusia kurang dari lima tahun. Dalam kondisi normal, bakteri ini dapat ditemukan di daerah belakang hidung (nasofaring) sebagai kuman atau bakteri komensal, yaitu bakteri yang biasa ada di suatu tempat di tubuh manusia tanpa menimbulkan penyakit, dan disebut dengan Karier Nasofaring. Dalam kondisi tertentu, yang menurunkan daya tahan tubuh anak, seperti infeksi virus yang berulang, kebiasaan terpapar asap rokok, dan lain-lain, kuman ini bisa memasuki aliran darah Kankerdan Payumenyebabkan Dara IPD. (jpnn)

SAMBUNGAN Anwar Tegaskan Kesiapan Menuju Daerah Industri LANJUTAN HALAMAN 1

Kakao di Kabupaten Polewali Mandar dan Mamuju. Termasuk fasilitas penunjang mega proyek PLTA Karama. Khusus pabrik Kakao, kata Anwar Kementerian perindustrian sudah mempertegas bahwa pabrik tersebut akan dibangun di Sulbar. “Pabrik kakao ini, anggarannya dari swasta. Dan saya sampaikan Menteri, kami menjamin ketersediaan bahan bakunya,” terang gubernur dua periode itu. Menyambut era industri, Pemprov Sulbar juga tengah meningkatkan sarana infrastruktur, seperti, air bersih, listrik, jalan, pelabuhan, dan bandar udara. Infrastruktur, kata dia, sangat penting dalam menunjang industri di Sulbar. Gubernur, Anwar menekankan bahwa pembangunan beberapa pabrik olahan di Sulbar akan menyerap hingga ribuan tenaga kerja lokal. Sehingga dapat mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat Sulbar. PLTA Karama Kepada wartawan, Gubernur Anwar Adnan Saleh juga menyampaikan bahwa hasil kajian akademik terkait rencana pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Karama di Kabupaten Mamuju, Sulbar, belum dilaporkan. Studi akademik PLTA Karama dilakukan oleh pihak Universitas Hasanuddin. Setelah laporan ini diterima, maka Pemprov Sulbar akan menindaklanjuti dengan sosialisasi kepada masyarakat setempat. “Unhas belum serahkan ke kita hasil kajian itu. Dan sampai sekarang, Pemprov juga belum melakukan sosialisasi karena menunggu hasil itu,” ucap Anwar. Olehnya, ia mengaku kaget mendengar pemberitaan mengenai adanya protes dan pengusiran tim sosialisasi pembangunan PLTA Karama dari warga Kecamatan Bonehau dan Kalumpang, Mamuju. Seperti diketahui, Pembangunan PLTA yang akan memanfaatkan arus sungai Karama, berlokasi di dua kecamatan tersebut. “Dua kali pemilihan, saya menang mutlak di dua kecamatan ini, jadi tidak mungkin kita sakiti warga kita,” tegasnya. Ia pun menilai ada pihak yang sengaja menggiring masyarakat dengan memojokkan Pemprov atas rencana pembangunan mega proyek PLTA Karama. “Cuma disini ada yang ‘mengolah’,” ujarnya. Pembangunan PLTA Karama merupakan investasi murni dari pemerintah China. Keberadaan fasilitas ini, lanjutnya, akan membantu perekonomian warga sekitar. “Saya yang pertama menolak kalau hasil kajiannya memang akan merugikan rakyat,” tandas Anwar. (rul)

Pemerintah ‘Nikmati’ Pertarungan Buruh Vs Pengusaha

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012

7

Yulianis Bersaksi di Sidang Pengadilan Tipikor

Soal Kwitansi USD50 Ribu dari Saan Mustopa

Sejumlah Anggota DPR Jadi "Makelar" Proyek Nazaruddin

KPK Validasi Keterangan Nazaruddin

JAKARTA - Sepak terjang M Nazaruddin bersama perusahaannya Grup Permai untuk mengejar proyek pemerintah sangat agresif. Bahkan Mantan Bandahara Umum Partai Demokrat itu juga memanfaatkan sejumlah anggota DPR sebagai "makelar" proyeknya. Hal ini diungkap oleh mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, saat bersaksi dalam sidang perkara suap pembahasan anggaran Kemenpora dan Kemendiknas dengan terdakwa Angelina Sondakh di PN Tipikor Jakarta, Kamis 4 Oktober. Menurut Yulianis, sejak berdirinya perusahaan Grup Permai, Nazaruddin sudah aktif mengejar proyek-proyek negara. Terutama sejak sejak tahun 2009, Nazar memiliki banyak "makelar" di setiap komisi di DPR. Beberapa contoh yang disebut Yulianis yakni Proyek di Kejaksaan diurus Azis Syam-

suddin (Komisi III). "Lalu Zulkarnaen Djabar, Pak Karding (Abdul Kadir Karding Fraksi PKB) di komisi Agama, lalu proyek di Kementerian Kesehatan saya lupa tapi dia dari PKS, lalu ada juga pak Olly Dondokambey," kata Yulianis. Di samping nama-nama di atas, kata Yulianis, Nazaruddin juga menggunakan jasa Agelina Sondakh dan I Wayan Koster. Hanya saja Angie dan Koster baru jadi makelar Nazaruddin sejak 2010. "Kalau bu Angie dan pak Wayan baru tahun 2010," jelasnya. Diberitakan sebelumnya, pada sidang ini Yulianis juga membeberkan 16 transaksi pencairan uang dari Grup Permai untuk Angelina Sondakh dan I Wayan Koster tahun 2010. Nilainya antara Rp70 juta sampai Rp3 miliar. Semuanya dicatat Yulianis dalam hard disck eksternal komputernya dan telah disita oleh KPK. (jpnn)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memvalidasi keterangan yang disampaikan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat tentang kwitansi penyerahan uang USD50 ribu kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (kala itu) Erman Suparno yang dilakukan oleh wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Saan Mustopa. "Harus di check dulu donk, bener apa tidak omongan Nazar, harus divalidasi dulu baru bisa disimpulkan," kata Johan Budi ketika dihubungi JPNN, Kamis 4 Oktober. Menurut Johan, barang bukti berupa kwitansi tanda terima yang ditandatangani Saan Mostopa itu merupakan masukan berharga bagi KPK. Namun untuk menjerat ked-

ua tokoh yang disebutkan itu menjadi tersangka baru dalam kasus proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) setelah Neneng Sri Wahyuni, KPK harus mengecek kebenarannya. Diketahui, M Nazaruddin usai diperiksa KPK sebagai saksi kasus PLTS, Rabu 3 Oktober kemarin, mengaku sudah menyerahkan bukti kwitansi yang di teken Saan Mustofa saat mengambil uang USD50 ribu untuk Menakertrans kala itu, Erman Suparno. "Saya dipanggil untuk mendalami proyek PLTS, tentang Saan Mustofa, kapan bertemu di rumah Menteri, kapan menyerahkan (uang)nya," kata Nazaruddin, sebelumnya. Saat dikatakan bahwa Wakil

Sekjen PD, Saan Mustofa membantah tudingannya, Nazar malah ngotot mengatakan bukti keterlibatan Saan Mustofa di proyek senilai Rp8,9 miliar itu sudah diserahkan ke KPK. "Saya ngasih bukti sama KPK itu ada kwitansi tanda tangan Saan saat ngambil uangnya, bukan ngomong aja, ada buktinya. Jadi kalau dia mau bantah silakan saja di pengadilan," tegas Nazaruddin. Sebelumnya Nazaruddin juga telah membeberkan soal pertemuan di rumah Menaker Erman Suparno yang menurut Nazar dihadiri Erman, Anas, Saan serta Nazaruddin sendiri. Namun hal ini dibantah Saan saat diperiksa KPK pekan lalu. (jpnn)

Mamuju Tengah Layak Terbentuk LANJUTAN HALAMAN 1

matan sebagai ibukota. Dan setelah saya meninjau, memang daerah yang disebutkan sangat cocok yaitu di Benteng Kayu Mangiwang Kecamatan Tobadak. Kalau di Topoyo, saya lihat lebih baik sebagai wilayah bisnis dan perdagangan. Ibukota adalah dimana tempat Bupati berkantor atau menjalankan pemerintahannya,” lanjut Budi. Sementara itu, syarat seperti jumlah penduduk, potensi daerah, kemampuan ekonomi, dan kemampuan keuangan juga telah diobservasi. Hasil yang didapatkan,

pada jumlah penduduk calon Mamuju Tengah berada pada angka 100 dari angka standar 80-100. Sedangkan untuk kemampuan ekonomi berada pada angka 63 dari standar 6075. Lalu pada potensi daerah dengan standar 60-75, Mamuju Tengah berada di angka 65. Dan, untuk kemampuan keuangan juga pada angka 65 dari standar 60-75. “Memang banyak yang nyaris, namun tetap saja ini sudah di atas ambang batas dan berhak untuk dibentuk menjadi kabupaten baru. Dengan begitu, upaya pembentukan Mamuju Tengah tinggal satu tahapan lagi yaitu

sidang DPOD di bawah koordinasi Mendagri. Dalam sidang nanti, yang dibahas yakni hasil observasi yang dilakukan di semua wilayah Mateng,” ungkapnya. Di tempat yang sama, Bupati Mamuju Suhardi Duka menyatakan sangat senang dengan kesimpulan yang ditarik oleh tim observasi tim Kemendagri ini. Suhardi mengakui tidak mengawal atau mengantar tim ke wilayah yang dikunjungi agar rombongan dapat melihat secara independen dan nyata di masyarakat. “Tidak ada embel-embel atau intervensi kepada tim.

Makanya, tidak ada persiapan khusus menyambut tim di wilayah yang dikunjungi. Ini semua agar tim tidak merasa diintervensi. Kita siap mendukung Mamuju Tengah baik dari segi anggaran maupun segi pengisian pegawai,” kata SDK. Bupati dua periode ini mengatakan, Pemkab Mamuju bersama DPRD Mamuju sedang mempersiapkan rancangan APBD Pokok tahun 2013. Dalam rancangan itu, masih saja dimasukkan anggaran untuk membangun berbagai fasilitasi di wilayah calon Mamuju tengah seperti jalan, jembatan, sekolah, dan puskesmas.

“Kita tetap menganggarkan seolah-olah Mamuju Tengah belum berdiri sendiri karena untuk mendukung pembangunan disana. Apalagi, pendapatan daerah masih juga kita serap sebagian dari wilayah itu,” paparnya. SDK tetap berharap agar Mamuju Tengah terbentuk pada tahun ini, sehingga daerah itu bisa langsung mempersiapkan pegawai, pemilu, serta kantor pemerintahan. “Kita akan angkat para camat di wilayah itu menjadi pejabat eselon II,” ujarnya sembari menyebutkan tidak merasa kehilangan apa-apa dengan berdirinya Mamuju Tengah. (*)

Yudhoyono. Dalam sambutannya, Ani mengatakan pameran seperti ini sangat baik karena melestarikan salah satu budaya nusantara. Setidaknya, terdapat 300 peserta pameran sulam dan bordir ini. Peserta pameran

juga berasal dari luar negeri, diantaranya Filipina, Iran, Malaysia dan Meksiko. “Pameran ini juga dapat menjadi media dalam mempererat persahabatan antar negara,” kata Ani. (rul)

BLU merupakan tawaran yang cukup bagus dari pusat. Karena dengan menuju kepada BLU akan memberikan pelayanan yang lebih baik. “Dengan demikian, nantinya RSU akan bisa menyelesaikan senidir persoalan internal RSUD tanpa harus menyusahkan pemerintah lagi. Dengan catatan tidak keluar dari aturan yang telah ditetapkan,” kata Achmad Azis. Wabup Polman, Najamuddin Ibrahim juga menyampaikan, ada beberapa keuntungan yang dimiliki oleh RSUD jika telah menjadi BLUD. Diantaranya tata kelo-

la keuangan menjadi lebih baik dan transparan. RS masih mendapat subsidi dari pemerintah seperti untuk biaya gaji pegawai, operasional dan investasi lain. Tetapi pendapatan RS dapat digunakan langusng dan tidak disetor ke kas negaran dan lainnya. “Saya berharap dengan adanya rencana menuju BLUD, RSUD Polewali semakin memotivasi diri untuk terus bekerja keras memaksimalkan kemampuan untuk meningkatkan pelayanan,” tandas Nadjamuddin. (afr/mkb)

Sutra Mandar di Pameran Internasional LANJUTAN HALAMAN 1

Sejauh ini, kata Anwar, kain sutra Mandar telah menarik banyak peminat dari berbagai daerah. Untuk itu, ia mengimbau kepada Dekranasda Sulbar dan SKPD ter-

kait agar tidak melewatkan even kerajinan tangan nasional dan internasional. Terlebih, karena tahun 2013 mendatang, Sulbar bakal memasuki era produksi industri olahan. “Industri tenun Mandar bisa men-

jadi home industri. Kita juga dorong pemasarannya yang selama ini menjadi kendala industri kecil,” imbuh Anwar. International Embroidery dibuka langsung oleh ibu negara, Ani Bambang

LANJUTAN HALAMAN 1

kepada pengusaha. Sehingga, arah ‘pertarungan’ bukan lagi antara buruh dan pengusaha, tapi antara pemerintah dan pengusaha. Hal ini dinilai sangat layak mengingat pemerintah dan pengusaha sama-sama memiliki stamina lebih. Dengan mekanisme ini buruh bisa menikmati kehadiran negara, sehingga dia tidak merasa dilepas dalam pertarungan hutan yang buas, dimana yang kuat akan memangsa yang lemah. “Dengan demikian, tujuan negara melindungi segenap bangsa Indonesia seperti dalam pembukaan UUD 45 bisa dirasakan oleh buruh,” tandas Andi Irmanputra Sidin. (rul)

RSUD Polewali Menuju BLUD LANJUTAN HALAMAN 1

pala BPKP Perwakilan Sulbar, Gilbert AH. Hutapea, Direktur RSDU Polman, drg, Nurwan Katta, para dokter ahli yang tergabung dalam komite medik. Serta sejumlah SKPD terkait. Kepala BPKP Perwakilan Sulbar, Gilber AH Hutapea, menyampaikan, bahwa sebuah SKPD yang ditingkatkan

KADAR GULA DARAH TURUN DARI 500 MG/ DL MENJADI 110 MG/ DL “Kadar g u l a darah s a y a pernah mencapai 500 m g / d L , ” terang Andi H a fidzah Bachtiar atau yang akrab disapa-Hafidzah. Sudah 10 tahun lebih, Hafidzah menderita diabetes. Indonesia saat ini menduduki peringkat keempat dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia. Diperkirakan, jumlah penderitanya akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan terapi Gentong Mas. “Karena diabetes, badan saya sering terasa lemas, mudah loyo, dan jadi sering pusing,” ujar nenek 32 orang cucu tersebut. Setelah sebelumnya sering menjalani suntik insulin, akhirnya wanita berusia 75 tahun itu tertarik untuk beralih ke pengobatan yang alami dan pilihannya jatuh pada Gentong Mas. 1 tahun setelah minum, Hafidzah pun mendapatkan manfaatnya, “Alhamdulillah kadar gula darah saya sekarang sudah turun menjadi 110 mg/ dL.” Terangnya dengan bahagia.

Diabetes adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif atau resistensi reseptor insulin. Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. Dengan kadar gula darah yang normal, ibu rumah tangga tersebut kini dapat menjalani hari-harinya dengan nyaman. warga BTP Daya, Makassar, Sulawesi Selatan itu pun tak segan-segan membagi pengalaman baiknya itu dengan orang lain. Meracik suatu ramuan memerlukan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan tinggi. Tidak semua komposisi yang sama jika dicampur akan menghasilkan manfaat yang sama. Kualitas bahan baku, perbandingan komposisi dari masing-masing komponen serta pengolahan yang benar akan menentukan hasil kualitas manfaatnya. Kini, hadir Gentong Mas, minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat. Habbatussauda dipercaya dapat meningkatkan fungsi insulin dan mengurangi resistensi reseptor insulin, sedangkan Gula Aren berperan dalam optimalisasi kerja reseptor insulin. Gentong Mas juga mengandung Chromium yang efektif memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin sehingga meringankan ker-

ja pankreas. Selain itu, indeks glisemik dalam Gentong Mas yang sangat aman bagi kesehatan yaitu hanya 35 (aman jika indeks glisemik dibawah 50), mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil maksimal, disarankan untuk mengatur pola makan, olahraga, pengaturan berat badan seideal mungkin, diet rendah lemak, kontrol stress, dan menghindari rokok serta alkohol. Dengan aturan penggunaan yang tepat, manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkankunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan silahkan hubungi: Sulbar/Mamuju : 085 242 056 818 Apotik Marannu, Apotik Sinar Wajo, Apotik Mawar, Apotik Mentari, Apotik Sumberkasih, Apotik Iftikar, Apotik Mulia Farma, Toko Obat Pondok Herbal Polman : Apotik Lestari, Apotik Ilham Putra Wonomulyo : Apotik Marannu 1, Apotik Makmur Farma Majene : Apotik Fadilah, Apotik Rustia Syafta Farma Depkes:PIRT:812.3205.01.114 www.gentongmas.com

statusnya menjadi BLUD harus betul-betul bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Bukan hanya dari segi pengelolaan keuangan yang harus ditonjolkan menjadi lebih baik. Tetapi lebih kepada pelayanan yang harus bisa menjadi lebih baik karena saran dari BLUD adalah peningkatan pelayanan. “Diharapkan setelah naik menjadi BLUD ada perubahan yang mendasar di pelayanan. Setelah jadi BLU, RSUD bisa mengelola keuangan sendiri dengan tidak keluar dari aturan yang ditetapkan.

Diharapkan dalam pengelolaan keuangan tersebut setelah menghasilkan surplus yang seyogyanga dikembalikan kepada RSU. Hal ini untuk mengelola dan menghasilkan program dan layanan yang lebih baik,” kata Gilbert Hutapea. Ia juga menyampaikan, jika setelah menjadi BLU nantinya betul-betul bisa memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM). Bukan hanya sekedar simbol RSU sebagai BLUD. Kepala Dinkes Sulbar, dr Achmad Azis menyampaikan,

Kades se-Ulumanda Keluhkan Infrastruktur LANJUTAN HALAMAN 1

Dari 54 kilometer tersebut, yang terparah sepanjang 27 kilometer. Kondisi jalan betul-betul rusak parah padahal merupakan jalan poros yang menghubungkan desa utama di Ulumanda. Ahmad menambahkan, hasil pertanian dari sejumlah desa di wilayah itu tidak bisa diangkut ke ibukota kecamatan karena terhambat kondisi jalan yang rusak. “Hasil panen padi para petani di desa-desa yang terletak pada bagian dalam tidak bisa dibawa ke ibukota kecamatan dan juga ke Kecamatan Malunda. Juga ada rotan yang merupakan hasil perkebunan warga tidak bisa terangkut. Dengan kondisi seperti ini, masyarakat kesulitan memasarkan hasil panen mereka. Roda ekonomi masyarakat juga tidak berputar,” ungkap Ahmad. Makanya, kata Ahmad, pihaknya sangat berharap ada

perhatian dari DPRD serta Pemprov Sulbar terhadap kondisi infrastruktur di Ulumanda. Aspirasi itu sengaja disampaikan melalui DPRD Sulbar karena lembaga ini merupakan perwakilan dari masyarakat. “Biarlah DPRD yang membahasnya lebih lanjut dengan pemprov,” ujar Ahmad. Ia menambahkan, kedatangan mereka ke Mamuju untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD Sulbar atas persetujuan Bupati Majene. “Saya sudah melapor ke Bupati jika saya akan menghadap ke Ketua DPRD Sulbar. Beliau merespon dan mempersilakan,” ungkap Ahmad. Menanggapi keluhan camat dan kades se-Ulumanda, Hamzah mengemukakan siap membantu dengan segala kemampuan, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Ia akan mengupayakan perbaikan jalan tersebut bisa dilakukan secepatnya sesuai dengan

aturan yakni melalui sistem hibah. Sebab pembangunan jalan di kabupaten adalah kewenangan pemerintah kabupaten. Jika Pemprov ingin membantu, harus dalam bentuk bantuan ke kabupaten melalui sistem hibah. Hamzah juga meminta seluruh anggota DPRD dari Dapil Majene untuk turut bersama-sama mengupayakan perbaikan jalan melalui program aspirasi yang dimiliki masing-masing anggota dewan. “Pokoknya kami akan bantu dengan segala kemampuan. Kepada semua anggota dewan dari Dapil Majene, saya harap ikut memikirkan cara agar jalanan yang rusak tersebut bisa diperbaiki secepatnya. Dalam waktu dekat, saya akan meninjau agar bisa kita lihat langsung kondisi sebenarnya dan menghitung besar anggaran yang dibutuhkan,” ungkap Hamzah. Hamzah menambahkan,

jika tidak bisa diperbaiki secara menyeluruh dalam waktu dekat, maka akan diperbaiki secara bertahap. Akan dilihat bagian mana yang paling prioritas untuk diperbaiki terlebih dahulu. “Kita akan benahi secara bertahap. Jalan-jalan yang dianggap paling prioritas akan diperbaiki terlebih dahulu,” ujarnya. Selain mengadukan kondisi jalan, para kades juga menyampaikan masalah kelistrikan. Masih ada beberapa desa di daerah ini yang belum menikmati listrik, terutama yang terletak di bagian dalam. Terkait hal ini, Hamzah berjanji segera menindaklanjuti dengan mengundang PT PLN membahas kondisi listrik di Ulumanda. “Yang jelas, semua aspirasi dari masyarakat di seluruh Sulbar akan kami terima dan tindaklanjuti. Apapun permintaan masyarakat untuk kepentingan perbaikan ekonomi atau kesejahteraan, pasti kami perhatikan,” katanya. (dir)

8

RADAR SULBAR

RADAR POLEWALI

JUMAT 5 OKTOBER 2012

Tolak Rute Baru

Supir Pete-pete Datangi Dewan EDITOR : AMRI MAKKARUBA

POLEWALI -- Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Polewali Mandar melakukan pengalihan rute pete-pete dari arah barat Pasar Induk Wonomulyo sejak Rabu 3 Oktober. Pete-pete dari arah Tinambung-Campalagian menuju terminal pembantu Wonomulyo dialihkan ke Jalan Palece menuju pasar ikan kemudian Jalan Padi Unggul II terus masuk ke terminal pembantu. Pengalihan rute ini untuk menghindari kemacetan di depan Pasar Wonomulyo dan kesemrautan. Tetapi rute baru ini ditolak para supir jurusan Wonomulyo-Majene. Alasannya akses jalan tersebut sempit dan kondisinya rusak. Selain itu supir kuatir keselamatan pengguna jalan khususnya anak-anak karena sering memanfaatkan jalan untuk bermain. Apalagi penumpang mengeluh karena akses ke Pasar Induk Wonomulyo jauh sehingga membutuhkan tambahan biaya becak. Hal ini membuat puluhan supir pete-pete mendatangi, Kantor Dishubkominfo dan DPRD Polewali Mandar menyampaikan aspirasi penolakan rute baru. Ketika di Kantor DPRD Polewali Mandar, puluhan supir ini diterima oleh tiga orang anggota DPRD yakni Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar, Andi Mappangara, anggota Komisi I, Muhiddin Muchtar dan Nurbaety. Koordinator Supir Wonomulyo, Sudirman mengatakan pihaknya menyampaikan aspirasi ke dewan karena rute baru yang telah dibuat oleh Dishubkominfo sangat merugikan supir. Karena

Dua Jaringan Irigasi Belum Rampung POLEWALI -- Pembangunan jaringan irigasi persawahan yang diharapkan mendorong peningkatan program IP300. Tetapi saat ini masih terkendala. Karena 23 titik pembangunan jaringan irigasi yang menyebar di Polewali Mandar. Terdapat dua titik pembangunan jaringan

yang belum rampung. Dua titik yang belum rampung yakni irigasi yang dialokasikan di Desa Amessangan Kecamatan Binuang dan Desa Katumbangan Kecamatan Campalagian. Kepala Bidang Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Distanak Polman, Otto Candradinata mengatakan, ham-

batan itu disebabkan kelompok tani sebagai penyelenggara menunda kegiatan karena menunggu masa panen berakhir. Sehingga pembangunan jaringan irigasi tersebut tertunda beberapa bulan. Ia menjelaskan, saat ini pembangunan kedua titik tersebut sedang berjalan sebab masa

panen yang ditunggu sudah berakhir. Jaringan irigasi itu akan dibangun sepanjang 100 meter dengan dana sebesar Rp45 juta. Jika keduanya sudah rampung maka 23 titik rencana pembangunan jaringan irigasi yang dipercayakan distanak telah rampung seluruhnya. (k2/mkb)

RADAR SULBAR/AMRI MAKKARUBA

ASPIRASI. Puluhan supir pete-pete jurusan Wonomulyo-Majene menyampaikan aspirasi ke DPRD Polewali Mandar, Kamis 4 Oktober terkait penolakan jalur baru yang dibuat oleh Dishubkominfo.

penumpang tidak ada yang mau kalau lewat dibelakang Pasar Induk Wonomulyo. Rata-rata penumpang menginginkan diantar di depan pasar sementara rute baru hanya melewati belakang pasar. "Kami merasa dirugikan dengan rute baru tersebut. Apalagi jalannya sempit dan kurang aman terhadap pengguna jalan," terang Sudirman. Hal sama diungkapkan Mulyadi, pihaknya datang ke dewan bukan demo. Tetapi menyampaikan aspirasi karena rute baru yang diberlakukan Dishubkominfo tidak diterima para supir. Pihaknya menginginkan agar tidak diubah rute saat ini dimana pete-pete dari arah Campalagian tetap melewati depan Pasar Wonomulyo masuk ke jalan Padi Unggul II kemudian ke terminal dan keluar ke Sidodadi melalui Jalan Brawijaya. Mendengar aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar, Andi Mappangara dan Muhiddin Muchtar bersepakat akan membahas aspirasi supir dengan pihak Dishubkominfo, Camat Wonomulyo, Tripika dan berb-

agai unsur lainnya. Menurut penjelasan Kepala Bidang Operasional Dishubkominfo, Atjo Jalaluddin, pengalihan rute ini baru sebatas sosialisasi dan belum paten. Sebenarnya pengalihan jalur ini didasarkan atas rapat koordinasi yang dilakukan di Pendopo Kecamatan Wonomulyo beberapa waktu lalu. Diputuskan adanya jalur baru karena menghindari kemacetan di depan Pasar Wonomulyo. Pengaturan jalur baru sebagai konsekuensi perkembangan Wonomulyo sebagai daerah bisnis. "Jalur baru ini merupakan tahap sosialisasi dengan mengalihkan kendaraan dari arah Campalagian yang ingin menuju pasar dan terminal pembatu. Hari pertama pengalihan jalur tidak ada masalah. Tetapi kenapa baru hari kedua ada penolakan," terang Atjo Jalaluddin. Dalam pertemuan belum ada kesimpulan sehingga dewan berencana membicarakan perubahan rute di Wonomulyo dengan pihak terkait dan perwakilan supir. Untuk sementara jalur lama dipakai sebelum ada keputusan. (*)

Pemkab Tetap Perhatikan Jalan Poros Luyo-Tutar POLEWALI -- Bupati Polewali Mandar, Ali Baal Masdar mengakui jalan poros menuju Luyo yang hingga saat ini kondisinya belum baik. Tetapi pihak Pemkab Polewali Mandar tetap memberikan perhatian dengan berkoordinasi Pemprov Sulbar. Karena jalan tersebut sudah berstatus jalan provinsi. Bupati Polewali Mandar, Ali Baal Masdar menyampaikan hal ini kepada sejumlah masyarakat Desa Mambu, Kecamatan Luyo saat melayat ke rumah duka almarhum mantan Kades Mambu, Nurman, Rabu, 3 Oktober. Bupati Polman, Ali Baal Masdar men-

gaku selama ini banyak menerima SMS dari masyarakat yang menuntut konsistensi Pemkab Polman dalam menyelesaikan persoalan jalan. "Ada beberapa ruas jalan yang sudah diambil alih oleh provinsi, termasuk salah satunya jalan Luyo ini. Itulah sebabnya pemkab tidak kerja karena sudah menjadi tanggung jawab provinsi. Untuk perbaikan jalan ini, telah dikomunikasikan dengan Pemprov Sulbar termasuk dengan sejumlah ruas jalan lainnya," jelas Ali Baal Masdar. Untuk itulah diminta kepada masyarakat Luyo untuk bersabar karena pemkab ten-

Eksekutif

tunya tidak akan tinggal diam dengan hal tersebut dan akan terus mengkomunikasikan dengan Pemprov Sulbar. Sebagai bupati, saya sangat memahami harapan masyarakat untuk merasakan jalanan yang baik. Tapi pemkab dibatasi aturan membiayai perbaikan jalan yang sudah menjadi kewenangan pemprov," tutur Ali Baal. Bupati, menyatakan tetap akan memberi perhatian untuk perbaikan sementara jalanan, setidaknya penimbunan dengan ketentuan harus ada dasar untuk membiayai dengan alasan darurat dan mendesak. (afr/mkb)

Rubrik Khusus Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar

RADAR SULBAR/HUMAS PEMKAB POLMAN

RADAR SULBAR/HUMAS PEMKAB POLMAN

TERIMA TAMU. Bupati Polman, Ali Baal Masdar bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra, Andi Ismail saat menerima kunjungan investor di ruang kerjanya, Jumat, 4 Oktober 2012.

BLUD. Wakil Bupati Polewali Mandar, Nadjamuddin Ibrahim bersama Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr Achmad Azis, Direktur RSUD Polewali, drg Nurwan Katta dan Kepala BPKP Perwakilan Sulbar, Gilber AH Hutapea ketika menghadiri, sosialisasi BLUD RSUD Polewali oleh Tim BPKP-RI Perwakilan Sulbar di Hotel Lilianto Polewali, Kamis 4 Oktober 2012.

JUMAT 5 OKTOBER 2012

METROPOLIS

9

RADAR SULBAR

PENDIDIKAN Orientasi Maba STIE Muhammadiyah Mamuju

Mahasiswa Ditekankan Pahami Kemuhammadiyahan MAMUJU -- Kecerdasan tanpa dukungan akhlak mulia akan berdampak pada kerusakan. Oleh karenanya, insan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan hendaknya menomorsatukan kerakter akhlak yang kuat. Hal ini disampaikan Ketua Badan

Pelaksana Harian Sekilah Tinggi Ilmu Ekonomi (BPH-STIE) Muhamadiyah Mamuju, Kaharuddin, saat menyampaikan materi pada mahasiswa baru dalam kegiatan Pesantren Maba. „ Baca HALAMAN 15

RADAR SULBAR/ SUDIRMAN SAMUAL

DORONG MOBIL. Sejumlah warga mendorong mobil yang terjebak lumpur di jalur menuju Kabupaten Mamasa

Pembangunan Jalan ke Mamasa

Akhir Tahun, Pasokkorang Yakin Capai 70 % EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL

Paket Pekerjaan Jalan Nama Paket

Panjang

Anggaran

Salubatu-Aralle I Salubatu-Aralle II Salubatu-Aralle III Aralle-Mambi I Aralle-Mambi II Mambi-Malabo Mambi-Malabo II Mambi-Malabo III Malabo-Mamasa Jembatan Sungai Salubatu

7 kilometer 7,15 km 8 km 9,75 km 1 km 9,15 km 8,95 km 8,65 km 9 km

Rp 31 miliar Rp 42 miliar. Rp 38 miliar Rp 42 miliar Rp 8,4 miliar Rp 40 miliar Rp 39 miliar Rp 40 miliar Rp 32 miliar Rp 7,2 miliar

-grafis/irwansyah-

MAMUJU -- Sebanyak sembilan paket pekerjaan pembangunan jalan untuk akses ke Kabupaten Mamasa baru dimulai beberapa pekan lalu. Namun demikian, pekerjaan tersebut harus dikebut hingga mencapai sekira 70 persen pada akhir tahun ini. Pembangunan jalan dengan total panjang Hendra Pradhana sekira 70 kilometer tersebut dikerjakan oleh sejumlah perusahaan, baik dari lingkup lokal Sulbar maupun dari beberapa kota besar di Indonesia. „ Baca HALAMAN 15

advertorial

STIE Muhammadiyah Mamuju

MATERI. Ketua Tim AIK, Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd saat menyampaikan materi Al-Islam Kemuhammadiyahan

PEMBUKAAN. Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju, Moh. Ali Chandra, SE.M.Si saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka Pesantren Mahasiswa Baru (Pesan Maba) STIE Muhammadiyah Mamuju Tahun 2012

MATERI. Wakil Ketua I Bidang Akademik, Muchtar Baso, SE.M.Si dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Muh.Marwan Malik, SE.,M.Si pada saat menyampaikan materi

IBADAH. Peserta Pesan Maba mengikuti kegiatan praktek ibadah praktis

MATERI. Pimpinan Bank Muamalat dan Wakil Ketua II Bidang Keuangan, Drs.H.Anshar Musman, MM saat memberikan penjelasan tentang tata cara pembayaran SPP/BP

MATERI. Ketua Badan Pembina Harian (Bph) STIE Muhammadiyah Mamuju, H.Kaharuddin, S.Sos memaparkan sejarah berdirinya STIE Muhammadiyah Mamuju

10

RADAR MAMUJU

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012

VISI PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU

"Gerakan Membangun Mamuju, Menuju Masyarakat Maju dan Mandiri (Gerbang Maju)" MISI I Meneruskan Layanan Pendidikan dan Kesehatan gratis yang semakin dimantapkan TUJUAN Peningkatan Kualitas Generasi Muda, Keolahragaan dan Pengarusutamaan Gender SASARAN Terciptanya peran generasi muda dan perempuan dalam pembangunan Terciptanya Ketahanan Generasi muda dalam permasalahan social Terwujudnya potensi pemuda dalam kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan Tersedianya infrastruktur ruang public pemuda untuk berekspresi Tersedianya sarana dan prasarana keolahragaan Pembentukan dan Pembinaan KB/KS Ketersedian alkon (alat kontrasepsi)

Drs. H. Suhardi Duka, MM Ir. Bustamin Bausat Drs. H. Habsi Wahid, MM Bupati Mamuju

Wakil Bupati Mamuju

Sekda Mamuju

Komisi II Tolak Program SKP REPORTER: JASMAN RANTEDODA EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL

RADAR SULBAR/JASMAN RANTEDODA

TERTUNDA. Ruang rapat Komisi II DPRD Mamuju lengang karena RDP dengan SKPD mitra kerja tertunda. Hanya ada dua anggota komisi II Lalu Syamsul Rijal dan Andi Dodi yang tampak hadir,. Rabu 3 Oktober.2012

Pengesahan APBD-P Dipastikan Mulur MAMUJU -- Pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan tahun 2012 Kabupaten Mamuju dipastikan mulur. Rapat Dengar Pendapat (RDP) di tingkat komisi yang sebelumnya ditargetkan rampung Sabtu 6 Oktober, ternyata tak dapat terealisasi. Demikian yang disampaikan Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mamuju, Hajrul Malik, yang dikonfirmasi siang kemarin di Gedung DPRD Mamuju. Ia mengatakan, RDP pada tingkat komisi yang berlangsung alot ditambah dengan SKPD kerap tidak menghadiri undangan RDP, turut berkontribusi terhadap mulurnya pengesahan tersebut. "Seharusnya, pengesahan Ranperda APBD Perubahan tahun 2012 digelar sebelum 10 Oktober. Tapi melihat kondisi saat ini, masih ada beberapa SKPD yang belum RDP maka dipastikan pengesahan itu mulur. Masih ada sejumlah SKPD yang belum RPD dan bakal dilanjutkan Senin 8 Oktober," ujarnya, Kamis 4 Oktober. Pantauan Radar Sulbar, tiga hari terakhir RDP di Komisi I DPRD Mamuju tak kunjung digelar. Informasi yang dihimpun, hingga hari kedelapan usai penetapan jadwal RDP, terhitung sejak 27 September, baru 6 SKPD yang telah RDP di Komisi I. Belum diketahui penyebab mulurnya pembahasan tersebut, Sekretaris DPRD Mamuju Muhammad Akhyar Arifin yang hendak dikonfirmasi juga tak berada di ruang kerjanya. Pesan singkat yang dikirim pun belum dibalas. Sebelumnya, RDP antara DPRD Mamuju bersama SKPD Mamuju, untuk membahas Ranperda APBD Perubahan tahun 2012 dijadwalkan rampung 6 Oktober. Itu dilakukan guna mempercepat Rapat Paripurna DPRD Mamuju untuk penetapan APBD Perubahan 2012. Mengingat, pembahasan APBD Pokok untuk tahun anggaran 2013 juga sudah sangat mendesak. (mg6/dir)

EKSEKUTIF MAMUJU

MAMUJU -- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mamuju mengajukan usulan program kegiatan Survei Kebijakan Publik (SKP) dalam pembahasan rancangan APBD Perubahan tahun 2012. Namun, usulan tersebut mendapat penolakan dari Komisi II DPRD Mamuju. Alasan penolakan adalah program yang diajukan tidak rasional dan hanya akan mubassir. Sehingga, komisi yang membidangi perekonomian, keuangan, serta pembangunan tersebut meminta agar dialih-

kan pada program lainnya. "Penganggaran SKP, kalau tujuannya hanya untuk berkunjung ke kecamatan maupun desa-desa guna melihat kondisi kepuasan masyarakat atas program Pemkab, menurut saya hanya buang-buang anggaran. Hal tersebut bisa dilakukan dalam Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan, red), mulai dari tingkat desa sampai kabupaten," ujar Ketua Komisi II DPRD Mamuju Irwan SP Pababari dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Mamuju, Kamis 4 Oktober. Terlebih, dalam kegiatan SKP terdapat item biaya sewa

mobil untuk akan digunakan melakukan kunjungan. Anggota Komisi II DPR Mamuju, Lalu Syamsul Rijal, sangat tidak rasional jika harus ada biaya sewa mobil padahal SKPD yang bersangkutan memiliki kendaraan dinas (randis). Selain, sebelumnya Pemkab Mamuju juga memiliki program survei, namun hasil survei tersebut tak juga dijadikan landasan penyusunan program. "Setiap tahun kita melakukan survei untuk pembuatan dokumen, namun hasilnya tidak juga dijadikan patokan dalam menyusun program," timpal Lalu. Akibatnya, anggaran SKP

yang diusulkan sebesar Rp 280 juta pada rancangan APBD Perubahan tersebut, ditolak Komisi II DPRD Mamuju. Menanggapi hal itu, Kepala Bappeda Mamuju, Junda Maulana, mengatakan pada dasarnya SKP tersebut sangat dibutuhkan Pemkab Mamuju. Mengingat sudah dua tahun survei seperti itu tak dilakukan. Sehingga kalau harus menunggu hingga tahun 2013, akan semakin sulit untuk menentukan harus mulai darimana proses identifikasi penyusunan dokumen. "Harus disadari, kita yang duduk disini tentu memiliki perbedaan perspektif dengan warga di luar sana. Lantas apa-

kah tidak layak kita akomodir perspektif masyarakat banyak itu. Menurut analisis kami, itu penting. Sehingga kami usulkan anggaran untuk SKP," tegas Junda. Junda menyatakan, tak direalisasikannya usulan anggaran SKP tidak lantas membuat dirinya berpikiran negatif. Sebab bisa jadi keputusan itu didasarkan pada efektifitas penggunaan anggaran. "Kita semua sepaham dalam hal pembangunan dan kemajuan Mamuju. Olehnya, setiap keputusan yang diambil, saya yakin untuk kebaikan dan kemajuan Mamuju pada masa akan datang," pungkasnya. (*)

Obat tak Ditanggung, PNS Kecewa MAMUJU -- Tidak ditanggungnya biaya obat oleh PT Asuransi Kesehatan (Askes) bagi PNS lingkup Pemkab Mamuju yang melakukan pemeriksaan dan perawatan kesehatan di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, membuat sejumlah PNS kecewa. Sebab, setiap bulan gaji para PNS tersebut terpotong untuk dana askes meski mereka tak pernah tahu besaran pemotongan tersebut. "Kalau ternyata ada kebijakan seperti itu, dikemanakan potongan gaji kami selama ini. Seharusnya, kalau Askes sudah tidak menanggung biaya obat bagi PNS, potongan gaji untuk Askes juga harus dihapus," kata salah seorang PNS, Suparman, saat dikonfirmasi, Kamis 5 Oktober. PNS lainnya yang bertugas di Bagian Keuangan DPRD Mamuju, Ahniar, juga mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. Ahniar mengatakan, kartu askes sudah tidak ada gunanya karena ternyata tak dapat menanggung biaya obat.

"Pantas saja, saat saya berobat beberapa waktu lalu. Dokter memberikan resep obat untuk dibeli di apotik luar. Mulanya saya berpikir, nanti akan diganti uangnya. Ternyata itu karena askes sudah tidak berlaku," sesalnya. Sementara seorang Kepala Tata Usaha (TU) salah satu SKPD lingkup Pemkab Mamuju yang enggan disebut namanya mengatakan, keputusan pemutusan kontrak kerja sama antara RSUD Mamuju dan PT Askes, tidak menjadi masalah asalkan potongan gaji PNS atas nama dana askes juga dihilangkan. "Kalau masih ada potongan, kita selalu berharap akan ada tanggungan. Tetapi kalau ternyata tidak ada juga, kita kan jadi kecewa," pungkasnya. Sebelumnya, petugas PT Askes di RSUD Mamuju, Nurbaeti, mengatakan daftar dan Plafond Harga Obat (DPHO) yang diresepkan dokter, harus dibeli sendiri oleh pemilik kartu askes di apotik luar, karena sudah tidak masuk dalam daftar tanggungan.

Rubrik Khusus Humas Pemerintah Kabupaten Mamuju

SAMBUTAN. Bupati Mamuju Suhardi Duka, menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan hasil tim observasi pembentukan Kabupaten Mamuju Tengah di Hotel d’Maleo Mamuju, Kamis 4 Oktober 2012.

RADAR SULBAR/JSUDIRMAN SAMUAL

TANDA TANGAN. Bupati Mamuju Suhardi Duka, menandatangani berita acara hasil tim observasi pembentukan Kabupaten Mamuju Tengah di Hotel d’Maleo Mamuju, Kamis 4 Oktober 2012.

RADAR SULBAR/JASMAN RANTEDODA

OBAT. Tumpukan obat yang berada di meja apotik RSUD Mamuju.

Sementara, Direktur RSUD Mamuju dr Titin Hayati mengaku kontrak kerja sama terse-

but memang telah berakhir. Ia menjelaskan, PT Askes hanya menanggung tindakan dokter,

Rubrik Khusus DPRD Kabupaten Mamuju

operasi, dan perawatan. Sementara untuk obat sudah tidak lagi. (mg3/dir)

LEGISLATIF MAMUJU

HADIR. Wakil Ketua DPRD Mamuju, Masram Jaya, menghadiri acara penandatanganan hasil tim observasi pembentukan Kabupaten Mamuju Tengah di Hotel d’Maleo Mamuju, Kamis 4 Oktober 2012.

RADAR SULBAR/JSUDIRMAN SAMUAL

TANDA TANGAN. Wakil Ketua DPRD Mamuju, Masram Jaya, menandatangani berita acara hasil tim observasi pembentukan Kabupaten Mamuju Tengah di Hotel d’Maleo Mamuju, Kamis 4 Oktober 2012.

RADAR SULBAR

RADAR MAJENE

JUMAT 5 OKTOBER 2012

Bawa Sajam

Anggota DPRD Sulbar Terjaring Razia REPORTER : JUNIARDI EDITOR : AMRI MAKKARUBA

MAJENE -- Salah seorang anggota DPRD Sulbar berinisial BB terjaring dalam razia senjata api dan senjata tajam, Rabu 3 Oktober malam, di depan Mapolsek Banggae. Anggota DPRD Sulbar ini kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) diatas kendaraannya saat perjalanan dari Mamuju menuju Polewali Mandar. Anggota DPRD Sulbar, BB terjaring razia ketika mengendarai mobil pribadinya sedang melaju dari Mamuju menuju Polewali. Saat itu mobil pribadi BB melawati jalan Trans Sulawesi poros Majene. Saat itu belasan anggota Polres

Majene sedang menggelar razia menghentikan mobil tersebut dan menanyakan surat kelengkapan kendaraan. Tidak hanya itu, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap bagian isi mobil dan berselang beberapa lama proses penggeledahan dilakukan. Petugas razia menemukan sebilah senjata tajam berbentuk parang panjang yang berukuran 30 centi meter lebih di dalam mobil anggota DPRD Sulbar ini. Hal ini membuat anggota DPRD Sulbar ini sontak terkejut saat petugas dari Polres Majene menemukan sajam di dalam mobilnya. Tapi anggota DPRD Sulbar tersebut berdalih sajam tersebut secara tidak

sengaja berada didalam mobil. "Saya ini mau ke Polman dari Mamuju, kalau bapak mau sita barang tersebut silahkan saja pak, ini juga saya tidak sengaja bawa," ujarnya. Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jubaidi, dikonfirmasi mengatakan sebilah sajam berbentuk parang tajam sepanjang 30 centi meter telah disita. Tapi pemiliknya dan kendaraannya telah dibebaskan, karena sudah ada penjelasan. "Senjata tajamnya kami sita, dan pemilik beserta kendaraannya kami persilahkan melanjutkan perjalanannya setelah pemilik dimintai keterangan untuk penyelidikan selanjutnya," singkat Jubaidi. (*)

Urus Sertifikat Lewat Loket Waspada Angin Kencang MAJENE -- Guna menghindari calo dalam pengurusan sertifikat tanah. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Majene mengimbau kepada warga untuk mengurus sertifikat melalui lokte. Kepala Badan Pertanahan (BPN) Majene, Agustini Samosir jika warga mengurus sertifikat tanah di BPN untuk menggunakan loket yang tersedia. Hal ini dikatakan Samosir karena banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanandi BPN yang dinilai lamban menerbitkan sertifikat. Menurut Samosir, mekanisme pengurusan sertifikat adalah lewat loket. Olehnya, warga yang berminat mengurus sertifikat tanah jangan pernah lewat pegawai maupun pejabat di BPN. Sebab pengurusan secara benar sertifikat tetap ada pada bagian loket. "Kalau mendaftar lewat loket saya langsung bisa monitor biar dimana saja. Sebab sistimnya sekarang

sudah online, tapi kalau lewat pegawai bisa jadi lama bahkan bisa bertahun," jelas Samosir. Samosir tidak menampik jika selama ini di BPN Majene ada perilaku oknum pegawai BPN yang tidak beres dalam melayani masyarakat. Itu terjadi katanya, karena warga mengurus sertifikat tidak prosedural sesuai ketentuan yang berlaku. Namun Ia, mengaku perilaku tersebut perlahan sudah mulai dibenahi di internal BPN. Bahkan telah ada beberapa pegawai BPN Majene dimutasi ke daerah lain seperti ke Mamasa karena kinerjanya dianggap buruk. "Sudah ada pegawai BPN yang dipindahkan karena berperilaku seperti itu. Yang jelas kami ingin bangun sistim yang baik. Inilah yang secara pelan pelan saya harus benahi, apalagi saya terbilang baru menjabat kepala BPN di Majene,"tandasnya. (k3/mkb)

Jelang Idul Adha dan Natal

Bulog Siapkan Beras 300 Ton MAJENE -- Bulog Sub Drive Polman yang membawahi Polewali Mandar, Majene, serta Mamasa menyiapkan 300 ton beras. Beras ini untuk memenuhi kebutuhan warga menjelang perayaan tiga hari besar. Karena jelang Idul Adha, Natal dan tahun baru karena biasanya diikuti dengan lonjakan harga beras. Kepala Bulog Sub Divre Polman, Laode Amijaya Kamaluddin, Kamis 4 Oktober, mengatakan dalam menghadapi tiga hari besar pihaknya telah menyediakan beras cadangan untuk tiga kabupaten. Hal tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan harga beras pada hari-hari besar. "Jumlah beras yang kami sediakan sebanyak 300 ton untuk tiga kabupaten. Setiap kabupaten mendapatkan jatah 100 ton. Jumlah tersebut disesuaikan dengan permintaan yang diajukan oleh tiga pemkab," ujarnya. Penyaluran beras cadangan tidak langsung dilakukan. Kare-

na mekanismenya harus menunggu proses pengajuan dari pemkab. Ini disesuaikan kebutuhan yang diharapkan dan sesuai situasi pasar dan harga beras pada tiap kabupaten. Bulog Sub Drive Polman mengaku menunggu pengajuan dari pemkab. Jika kondisi pasar menjelang tiga hari besar tersebut dibutuhkan beras untuk mengantisipasi lonjakan harga, baru akan lakukan distribusi. Amijaya mengatakan, fenomena kenaikan harga beras menjelang hari-hari besar sudah sering terjadi. Untuk itu, perlu segera diantisipasi dengan menyediakan beras cadangan kepada daerah agar dampak kenaikan harga tidak memberatkan warga. "Harga beras sering berhubungan dengan harga kebutuhan bahan pokok lainnya. Jika harga beras naik maka akan ikut berdampak pada harga kebutuhan pokok lainnya, begitu pula sebaliknya," tandasnya. (mg4/mkb)

Perencanaan Pembangunan Terkendala Koordinasi MAJENE -- Dalam mengoptimalisasi fungsi perencanan pembangunan di lima kabupaten di Sulbar. Dibutuhkan koordinasi dan sinkronisasi program agar perencanaan tidak berdiri sendiri. Hingga kini perencanaan pembangunan di semua daerah di Sulbar masih terkendala koordinasi. Tidak hanya itu juga di butuhkan kesepakatan

EKSEKUTIF

isu strategis antara Pemkab dan Pemprov dalam hal pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Hal Ini terungkap dalam Forum Bappeda se Sulawesi Barat, tahun anggaran 2012 yang digelar di Tasha Centre 4 Oktober 2012. Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara, mengatakan, selain lemahnya koordinasi antar intansi perencanaan di pusat mau-

11

RADAR SULBAR/AMRI MAKKARUBA

GEDUNG. Boyang Assamelewuang merupakan salah satu fasilitas gedung yang dimiliki Pemkab Majene sebagai tempat diadakannya berbagai kegiatan.

pun dan daerah. Kompleksitas proses sinkronisasi semakin menjadi tantangan karena adanya perbedaan komptensi dan kapasitas. "Kita harus akui masalah koordinasi sangat lemah baik itu untuk kegiatan fisik dan non fisik. Untuk itu forum Bappeda ini sangat penting karena akan menjadi instrumen dalam mendukung program prioritas pembangunan dan percepatan pembangunan di Sulbar," jelasnya. Kepala Bappeda Provinsi Sulbar, Prof Dr H Akbar Tahir mengata-

kan, selain sektor pertanian salah satu kebijakan strategis di lima kabupaten yang akan berjalan di 2013. Diantaranya pembangunan pelabuhan perikanan nusantara (PPN) di Palipi Majene. Meski saat ini masih menggodok nilai investasi pembangunan antara Bappenas dan Kementerian Kelautan. Pemrov dan kabupaten akan merencanakan secara optimal melalui pengemangan metode sesuai perkembangan. "Masih ada pembicaraan terkait nilai investasi, pihak Kementerian Kelautan mengatakan anggaran

MAJENE -- Memasuki musim peralihanpertengahan Oktober ini, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Majene mengimbau seluruh warga waspada angin kencang. Khususnya di wilayah Majene dan Polewali Mandar. Menurut Prakirawan BMKG Majene, Arman, Kamis 4 Oktober, saat ini sudah memasuki masa peralihan dari musim panas ke musim hujan. Sehingga berdasarkan pengalaman yang ada, seringkali terjadi angin kencang. Ini bisa timbul di beberapa daerah yang memang rawan dan sering terkena dampaknya. "Selama ini, potensi angin kencang yang bisa menimbulkan angin puting beliung kerap terjadi di Majene dan Polman. Namun, tidak menutup kemungkinan daerah lain juga bisa terkenadampaknya, seperti di Mamuju dan Mamuju Utara," Jelas Arman. Intensitas angin saat musim kemarau di banding musim hujan cukup berbeda. Saat musim panas intensitas angin cukup tinggi namun dengan kecepatan normal dan tidak berpeluang menimbulkan angin kencang yang merusak bangunan maupun puting beliung. Sementara, saat memasuki musim hujan, intensitas angin memang cukup rendah namun setiap kali datang angin kecepatannya terbilang sangat tinggi dan sangat berpotensi menimbulkan angin kencang hingga menjadi angin puting beliung. Kecepatan angin saat musim hujan biasanya di atas 60 kilometer per jam. Sementara saat musim panas terjadi secara terus menerus dengan kecepatan antara 20 hingga 30 kilometer per jam. "Kami berharap tetap mewaspadai gejala angin kencang maupun puting beliung yang sulit diperkirakan. Karena kita belum dilengkapi dengan radar pemantau angin. Itupun radar pemantau angin masih memiliki kekurangan untuk memantau potensi angin kencang," lanjutnya. Menurut Arman, cara sederhana untuk memantau kemungkinan munculnya angin kencang dengan tiga kemungkinan. Pertama satu hingga dua hari sebelumnya suhu udara sangat panas. Selanjutnya pada pagi hari kondisi cuaca sangat cerah, namun sekira pukul 10 Wita mulai tumbuh awan yang mengumpal, serta sesaat sebelum munculnya angin puting beliung didahului dengan hembusan angin yang cukup dingin. "Kejadian angin kencang dan angin puting beliung biasanya terjadi pada menjelang sore hingga sebelum pukul 20.00 wita malam hari," tandasnya. (mg4/mkb)

yang dibutuhkan hanya 18 juta USD. Namun dari perencanaan Bappenas sendiri sekitar 50 juta USD," paparnya. Sementara untuk kabupaten lainnya seperti di Kabupaten Mamuju Utara akan di bangun pabrik pengelolan minyak kelapa sawit dan pelabuhan bongkar batubara. Di Kabupaten Mamuju juga akan di bangun pabrik rotan karena Mamuju merupakan penghasil rotan terbesar di Sulbar. Sementara di Polman akan difokuskan pengembangan perkebunan coklat dan di Mamasa akan di

kembangkan sistem pertanian di dataran tinggi untuk komoditas sayur mayur. Forum Bappeda seSulbar berlangsung selama dua hari yakni, Kamis 4 Oktober hingga Jumat 5 Oktober. Rencananya akan dirumuskan kesepakatan program prioritas yang diusulkan di lima kabupaten untuk di tindak lanjuti. Selain membuat kesepakatan jadwal pelaksanaan Musrenbang Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan forum SKPD hingga Musrenbang Provinsi tahun anggaran 2013. (k3/mkb)

Rubrik Khusus Pemerintah Kabupaten Majene

RADAR SULBAR/JUNIARDI RADAR SULBAR/JUNIARDI

SAMBUTAN. Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara, menyampaikan sambutannya pada forum Bappeda seSulbar yang dilaksanakan di gedung Tasha Centre, Kamis 4 Oktober.

FOTO BERSAMA. Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara melakukan foto bersama dengan Bupati Kutai Timur, Isran Noor yang juga merupakan Ketua APKASI, pada acara Halal bi Halal APKASI dan Peluncuran Buku Isran Noor di Jakarta, yang dihadiri oleh semua Bupati se-Indonesia.

12

RADAR SULBAR

RADAR MAMASA

JUMAT 5 OKTOBER 2012

Kabupaten Mamasa

Visi: Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Mamasa yang Madani Dalam Ikatan Kondosapata Wai Sapalelean

Empat Strategi Pembangunan Kabupaten Mamasa 1. Mewujudkan tata kepemerintahan yang baik/goog governance. 2. Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat melalui Pembangunan Berbasis Masyarakat (Gerbang Sismark). 3. Mendorong berkembangnya dunia usaha para pelaku ekonomi. 4. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan norma budaya dalam kehidupan masyarakat.

Ramlan Badawi

Benhard Buntutiboyong

Bupati Mamasa

Sekkab Mamasa

Pilkades Kebun Sari Tertunda POLEWALI -- Pemilihan Kepala Desa Kebun Sari Kecamatan Wonomulyo bakal tertunda. Ini terjadi karena tak seorangpun warga Desa Kebun Sari yang berniat maju berhadapan dengan incumben, Heri Siswanto sebagai calon kades. Kondisi ini ternyata menyebabkan proses pemilihan kades di Desa Kebun Sari harus tertunda. Kasubid Tata Pemerintahan Desa, Miftah Farid, Kamis 4 Oktober menjelaskan, pemilihan kades di Desa Kebun Sari kemungkinan besar tidak dapat dilaksanakan

karena bertentangan perda. Sebab didalam perda sangat jelas ditegaskan bahwa Pilkades dapat dilaksanakan jika memiliki calon minimal dua dan maksimal lima. "Tetapi sampai saat ini panitia pilkades Kebunsari belum menyerahkan berkas balon selain berkas incumben, Heri Siswanto," jelas Miftah. Kata Miftah, Panitia Pilkades Kebunsari mulai membuka pendaftaran sejak tanggal 6-13 September. Namun hingga batas waktu tersebut tidak seorangpun

yang mendaftarkan diri menyebabkan waktu pendaftaran diperpanjang selama tujuh hari. Perpanjangan waktu tersebut juga ti-dak mendapatkan tambahan sehingga balon Kades Kebunsari saat masih tercatat satu orang. Sehingga, 35 desa yang akan meng-gelar pilkades, 5 November mendatang. Hanya 34 desa yang terakomodir. Sementara sebanyak 144 balon kades yang terdaftar terdapat 143 balon yang sudah mengikuti proses ujian. (k2/mkb)

Pencuri Ayam Tewas Terpanggang Listrik BANDA ACEH -- Sudahlah gagal mencuri ayam, nyawa pun turut melayang. Nasib tragis ini dialami Husaini alias Jepang (32). Ia tewas mengenaskan pasca tersengat listrik, ketika hendak menggasak ternak peliharaan warga, Rabu (3/10) pagi. Mayatnya ditemukan terbujur kaku di depan kandang. Sementara leher dan tangannya memegang kawat yang dialiri setrum oleh pemilik hewan tersebut. Karena kejadian ini, warga di Kompleks Perumahan Cadek Permai, Baitussalam, Aceh Besar pun mendadak gempar. Lantaran semula sosok mayat itu ditemui tanpa identitas. Kabar tersebut pun langsung terdengar ke gampong tetangga, belakangan jasad berhasil dikenali dan diketahui bernama Husaini, selaku penduduk setempat. Pantauan Metro Aceh (Grup JPNN), Husaini tewas dikandang ayam milik seorang warga bernama Iswardi dengan kondisi terbujur kaku. Saat itu korban terlihat mengenakan baju kaos berwarna hitam dan kain sarung berwarna

abu – abu. Menurut polisi dan warga sekitar, korban tewas akibat kesetrum. Hal itu dibuktikan, di bagian leher dan tangan korban menempel kawat. Mulut korban juga terlihat ada darah, kondisi wajah korban juga terlihat agak menghitam. Kawat ukuran kecil yang dipasang disekeliling kandang ayam dan dialiri listrik, diduga menjadi penyebab tewasnya korban. Di sekitar jasad tersebut, juga ditemukan senter. Penduduk sekitar datang ke lokasi pun berpendapat bahwa pria yang tewas tersebut, diduga hendak mencuri ternak. Namun naas baginya, malah tewas akibat kesetrum. Setelah dilakukan identifikasi, sekitar pukul 8.30 WIB, jasad korban selanjutnya dievakuasi oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) ke Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin Banda Aceh, untuk di otopsi. Terkait kejadian kemarin, Kapolsek Baitussalam Ipda Budiman, ditemui dilokasi kejadian mengatakan, setelah jasad korban di otopsi baru akan diserahkan

kepada keluarga. Pemilik rumah, kata Kapolsek, baru mengetahui ada seorang pria tewas di belakang rumahnya sekitar pukul 06.30 saat hendak memberi makan ternak anak dan bebek miliknya. Lebih lanjut, pihaknya juga akan meminta keterangan pemilik ternak, untuk menanyakan maksud pemasangan kawat dikandang ayam yang kemudian dialiri listrik. Sementara itu, Kepala komplek Perumahan Cadek Permai Saifuddin kepada Metro Aceh saat ditemui dilokasi kejadian mengatakan bahwa warga didaerahnya sering kehilangan hewan ternak khususnya ayam dan bebek. “Peliharaan warga sering hilang dan dimangsa hewan pemakan ternak,” terangnya. Hal tersebut juga diamini Keuchik setempat Ibnu Sa’dan yang mengatakan bahwa maksud warganya memasangi kandang ayam dengan kawat yang dialiri listrik adalah untuk melindungi ternak agar tidak dimakan binatang buas. (jpnn)

RADAR SULBAR/AMRI MAKKARUBA

ASRI. Kawasan pegungungan Desa Kunyi Kecamatan Anreapi masih terlihat asri. Karena ditumbuhi pepohonan. Masyarakat diminta tidak menebang kayu dikawasan hutan untuk menjaga kelestarian alam.

Sembilan Bulan, Puluhan Kubik Kayu Ilegal Disita POLEWALI -- Kurun waktu sembilan bulan, Januari-September, polisi kehutanan Polewali Mandar menyita puluhan kubik batang kayu ilegal. Kayu yang disita ada yang tidak bertuan, ada pula yang tidak memiliki kelengkapan administrasi. Kepala Dishutbun Polman, Abd Salam yang dikonfirmasi menyampai-

kan, pekan lalu, tepatnya Rabu, 27 September patroli dari Polhut kembali menemukan kayu rakit di piggir Sungai Maloso, Beroangin Kecamatan Mapilli. Sebanyak 207 batang dengan berbagai ukuran kayu, dan kayu tersebut tidak bertuan. "Kayu yang disita disimpan, kalau ada bencana alam atau keperluan lain bisa disumbangkan atas

PAKISTAN HERBAL TANPA OPERASI

Lutang Kel. Tande Timur Kec. Banggae Timur Tlp. ( 0422 ) 21053

PENGUMUMAN (Tentang Sertifikat Hilang) Nomor: 245/188-76-05/IX/2012 Untuk mendapatkan Sertifikat baru sebagai pengganti Sertifikat yang hilang, berdasarkan ketentuan pasal 59 ayat ( 2 ) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dengan ini diumumkan bahwa :

1 1

2 KADIR

Hak Atas Tanah Jenis dan Nomor Hak

NIB

3

4

Hak Milik No 340

--------

Terdaftar Atas Nama 5 MATTASIA

Tanggal Pembukaan

6 Tahun 1982

rawan penebangan kayu seperti Kecamatan Tutar, Bulo,Luyo, dan Tapango. "Untuk pemberian rekomendasi penebangan kayu, Dishutbun memperketat pemberian izin tersebut. Karena jangan sampai masyarakat melakukan penebangan yang masuk dalam kawasan hutan," tandas Abd Salam. (afr/mkb)

PENGOBATAN MATA

BADAN PERTANAHAN NASIONAL Kantor Pertanahan Kabupaten Majene

a.Nama No pemohon. b.Alamat.

nama Pemkab Polman dengan rekomendasi dari Bupati Polman," kata Abd Salam. Disampaikan, untuk pengamanan kayu ilegal loging, beberapa bulan terakhir. Polhut Polewali Mandar berhasil mengamankan sejumlah kayu yang ditemukan tidak bertuan dan tidak memiliki administrasi pada sejumlah daerah-daerah yang memang

Letak Tanah a. Jalan b. Desa/Kel c. Kec. 7

Ket 8

a. Ling. Totoli b. Desa Totoli c. Banggae

Dalam jangka waktu 30 ( Tiga Puluh ) hari sejak tanggal pengumuman ini, bagi mereka yang merasa keberatan dapat mengajukan keberatan - keberatan kepada kami dengan disertai alasan dan bukti kuat. Jika setelah 30 ( Tiga Puluh ) hari tidak ada keberatan terhadap permohonan penggantian Sertifikat tersebut diatas, maka Sertifikat pengganti akan diterbitkan dan berlaku sah menurut Hukum dan Sertifikat yang dinyatakan hilang tidak berlaku lagi. Majene, 28 September 2012 Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Majene

Drs. AGUSTINI. SAMOSIR, M.Eng.Sc NIP 19650824 199203 1 002

Ahli Pengobatan Mata dan Ambeyen Tanpa Operasi ditangani langsung oleh Tabib Khan keturunan dari Pakistan. Khan seorang ahli Pengobatan Alternatif Mata, Ambeyen, Lemah Syahwat, dan berbagai penyakit lainnya. Khan yang keturunan Pakistan sudah berpengalaman lebih dari 23 tahun memilki keahlian yang diperoleh dari leluhurnya di Pakistan. Dengan Keahlian yang tidak dimiliki orang banyak, Khan kini telah membuka Pengobatan Mata di Wonomulyo dan Mamuju. Dengan pengalaman puluhan tahun tersebut, Khan telah berhasil menyembuhkan puluhan ribu pasien keluhan Mata, diantaranya: Glukoma, Min Plus, Retina Pati Deabetik, Katarak Pendarahan Retina, dan Syaraf mata rendah, serta Cuci & Perawatan Mata. Metode yang digunakan yaitu, menggunakan Ramuan herbal murni dari Pakistan dan tumbuh-tumbuhan dari Indonesia tanpa menggunakan obat-obatan kimia sehingga Tanpa Efek Samping Khan juga mengobati penyakit lainnya, seperti : √ AMBEIEN

√ TERAPI STRUK

√ REMATIK

√ TERAPI PUNGGUNG

√ KEPUTIHAN

√ KANKER

√ TERAPI ASAM URAT

√ OSTEOPOROSIS

√ TERAPI KEPALA

√ GONDOGAN

√ TUMOR

√ TERAPI KOLESTEROL

√ LEMAH

√ GINJAL

√ KISTA

√ TERAPI REMATIK

√ TERAPI MENAMBAH TINGGI BADAN

√ MIOMA

√ TERAPI MENGECILKAN PERUT

√ ASAM URAT

√ HEPATITIS

√ STRUK

SYAHWAT √ IMPOTEN √ EJAKULASI DINI

√ MAAG

√ LIVER √ DIABETES

Alamat : Wonomulyo

Alamat : Mamuju

Jl. Jend.Sudirman No.55 (Dekat Kantor PU/Lampu Merah) Wonomulyo Polewali Mandar Buka setiap tanggal 01 sampai 15. Pukul 08.00 – 20-00 Wita Khan Hp: 085 397 082 333

Jl. Sultan Hasanuddin No. 88 (di Rental Mobil SILVI) Mamuju Buka setiap tanggal 16 sampai 30 Pukul 08.00 – 20-00 Wita Hp: 085 242 219 895

“TANPA OPERASI”

Rubrik Ini Dipersembahkan oleh Humas Pemkab Mamasa

RADAR SULBAR/ANDI SUMARYADI RADAR SULBAR/ANDI SUMARYADI

PELATIHAN. Bupati Mamasa, Ramlan Badawi membuka pelatihan pramuka di Kabupaten Mamasa belum lama ini.

LANTIK. Bupati Mamasa, Ramlan Badawi membacakan naskah pelantikan 19 kades di Kantor Bupati Mamasa, Selasa 2 Oktober 2012.

RADAR PASANGKAYU Sistem Manusia Alam Ruang Teknologi

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012

MAMUJU UTARA SMART

Pembenahan dan Penyempurnaan Sistem Penyelanggaraan Pemerintahan, Kebijakan dan Regulasi, Program dan Kegiatan, Infrastruktur Keuangan Daerah. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas SDM Aparatur, Masyarakat dan Private Sektor. Mengelola dan Memanfaatkan Sumber Daya Alam dengan Arif, Adil, dan Bijak untuk Kemakmuran Rakyat dan Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Daerah. Konsisten Melakukan Penataan Ruang, dan Wilayah dengan Mengacu pada Kebijakan dan Regulasi Serta Berwawasan Lingkungan Menggembangakan dan Memanfaatkan Tekhnologi Tepat Guna yang Selaras dengan Perkembangan dan Kebutuhan

Polri Minta Irjen Djoko Tak Mangkir Lagi JAKARTA--Markas Besar Polri mengaku telah berusaha menjalin komunikasi untuk mendorong mantan Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Djoko Susilo memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat 5 Oktober. Djoko akan diperiksa KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat driving simulator saat masih menjabat di korps tersebut. "Upaya-upaya itu sudah dilakukan dan mari kita lihat bersama besok hari Jumat kan. Kita sudah berkomunikasi dengan tim penasihat hukum dan tim Divisi Hukum Polri. Sudah diarahkan untuk itu (penuhi panggilan). Kita tunggu realisasinya besok," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar saat jumpa pers di Mabes Polri, Kamis 4 Oktober. Pemanggilan perdana Irjen Djoko telah dilakukan KPK pada Jumat, 28 September pekan lalu. Namun, saat itu Djoko mangkir. Alasannya, ia tak ingin ada dualisme penanganan kasus yang menjeratnya. Kasus ini ditangani KPK dan Mabes Polri. Bahkan beberapa tersangka ditetapkan bersamaan antardua lembaga ini. Sementara itu, Boy dalam hal ini juga mengingatkan bahwa meski menjadi anggota Polri, kasus Djoko tak bisa dikaitkan dengan institusi yang membawahinya. "Tim Divisi Hukum telah mendapatkan instruksi Kapolri untuk melakukan pemeriksaan. Oleh karena itu bagaimana proses hukum yang telah berjalan ini. Kita tunggu besok karena ini berpulang pada perbuatan individual," kata Boy. Seperti yang diketahui, mantan gubernur Akademi Polisi, Semarang ini dijadikan tersangka di KPK karena diduga telah menyalahgunakan kewenangan dalam proyek berbiaya Rp 196 miliar tersebut. Negara diduga dirugikan sekitar Rp 100 miliar. Selain Djoko, ada beberapa tersangka lainnya yaitu pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Brigadir Jenderal Didik Purnomo, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Budi Susanto, dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Soekotjo S. Bambang. Dalam kasus serupa, Polri ikut menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Didik Purnomo, Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan, Komisaris Legimo, Budi Susanto, dan Soekotjo S. Bambang. Djoko sudah sendiri sudah beberapa kali diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Polri, untuk tersangka lainnya. (jpnn)

POTRET PASANGKAYU

13

H. MUHAMMAD SAAL WAKIL BUPATI

H. AGUS AMBO DJIWA BUPATI HM. NATSIR. MM SEKKAB

Bertahan di KPK, Penyidik Polri Harus Kantongi Keppres JAKARTA -- Sejumlah penyidik Polri di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan mengundurkan diri dari kesatuannya di Polri dan memilih menjadi pegawai tetap di KPK. Meski begitu, para penyidik tetap harus melewati prosedur yang berlaku untuk mundur sesuai dengan aturan di Kepolisian RI. Oleh karena itu, Polri minta KPK tidak langsung menetapkan para penyidik tersebut sebagai pegawai tetapnya, sebelum mereka melewati prosedur di Kepolisian. "Kepada instansi yang menggunakan anggota Polri dimana pun bertugas, mereka masih terikat kode etik dan disiplin dari anggota Polri. Hendaknya menyadari dan lembaga yang mempekerjakan hendaknya tetap memperhatikan yang berlaku di Polri," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar saat jumpa pers di Mabes Polri, Kamis 4 Oktober. Jenderal bintang dua ini pun kembali mengingatkan

para penyidik terkait etika sebagai anggota Polri. Penyidik terlebih dahulu harus kembali ke Mabes Polri dan melaporkan kepulangan mereka secara resmi. Setelah itu, para penyidik juga harus memberikan laporan tertulis selama mereka diperbantukan di KPK. Setelah menjalankan kewajiban tersebut, kata Boy, mereka bisa mengajukan surat pengunduran diri pada Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Prosedur pengunduran diri ini disesuaikan juga dengan Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang perubahan Nomor 8 tahun 1974, tentang Pokok Kepegawaian. Setelah ada keputusan hukum dari Kapolri, mereka dapat mengundurkan diri dari Mabes Polri. Untuk penyidik yang berpangkat AKBP, AKP dan Kompol, kata dia, dapat langsung mengundurkan diri dengan keputusan Kapolri. Namun, untuk penyidik berpangkat Komisaris Besar (Kombes) harus menunggu Keputusan Presiden, karena ketika

dilantik pun, seorang perwira berpangkat Kombes dilantik oleh Presiden. "Jangan sampai sudah jadi anggota Polri tidak melihat aturan anggota Polri. Kalau mau berkarir di tempat lain diberikan ruang seluas-luasnya," ujarnya. Saat ini, Boy mengaku

Mabes Polri belum mendapatkan surat enam pengunduran diri para penyidik. Meski batas masa tugas mereka telah berakhir pada 12 September lalu. Kini mereka diberikan kesempatan 30 hari untuk melaporkan diri di Mabes Polri. Jika tidak, dapat berpotensi

melakukan pelanggaran. "Kalau komunikasi sudah dilakukan dihimbau dan dikomunikasikan dengan bagian SDM KPK. Komunikasi secara institusi dan individual. Saya belum tahu persis. Kami sampaikan satu minggu dari kemarin," pungkas Boy. (jpnn)

Hartati Pecat Anak Buah Penyuap Bupati JAKARTA -- Pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), Hartati Murdaya mengaku telah memecat anak buahnya, Totok Lestiyo dari jabatannya sebagai direktur di PT HIP. Hartati beralasan, dirinya menjadi repot karena Totok menyuap Bupati Buol. Bahkan Hartati juga melaporkan Totok ke polisi atas dugaan penggelapan uang perusahaan sejumlah Rp 3 mil-

yar. Hal ini terungkap dari pengakuan Hartati saat bersaksi di sidang perkara suap Bupati Buol dengan terdakwa Yani Ansori di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 4 Oktober. “Kami dengan sangat berat hati melaporkan Totok dan Gondo kepada kepolisian,� ujar Hartati. Saat bercerita tentang Totok itu Hartati tak kuasa menahan air matanya.

Rubrik Khusus Humas Pemkab Mamuju Utara

BINCANG. Wakil Bupati Matra HM Saal berbincang dengan Ketua Umum BPP KKMSB Salim S Mengga di restoran Hotel Blok M Pasangkayu, Kamis 27 september 2012.

Menurut Hartati, awalnya dewan komisaris PT HIP memberikan sanksi pemecatan sementara kepada Totok dan Gondo. Namun, ketika masalah ini dibawa ke pemegang saham, Totok dan Gondo diberhentikan secara tetap. Pada sidang yang sama, Totok dalam kesaksiannya mengaku memberikan uang kepada Amran atas inisiatif dirinya sendiri tanpa memberitahu-

kan terlebih dulu kepada Hartati Murdaya selaku Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantation. "Tidak ada perintah dari Ibu Hartati," kata Totok. Hanya saja pengakuan Hartati itu berbeda dengan isi sadapan KPK yang diputar di persidangan. Sebab dari dua sadapan yang diputar, diketahui bahwa Hartati menyuruh Arim, financial controller di

LEGISLATIF MATRA

PT HIP untuk memberikan uang pelicin ke Tim Lahan Kabupaten Buol. Terungkap pula bahwa Hartati memerintahkan pemberian uang sebesar Rp 3 miliar yang dikodekan dengan istilah tiga kilo. Menurut pengakuan Hartati, istilah kilo untuk miliar itu adalah istilah yang biasa di pakai di perusahaannya. (jpnn)

Rubrik Khusus DPRD Kabupaten Mamuju Utara

BERI PENJELASAN. Wakil Ketua DPRD Matra H Lukman Said memberi penjelasan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah saat rapat bersama Banggar DPRD Matra.

RADAR SULBAR/SYAMSUDDIN

BERSAMA TOKOH NASIONAL. Sekkab Matra HM Natsir berfoto bersama sejarawan nasional Anhar Gonggong di halaman Hotel Blok M Pasangkayu, Kamis 27 September 2012.

RAPAT. Badan Anggaran DPRD Matra saat rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah di ruang Komisi III DPRD Matra.

14

TOTAL SPORT

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012

Cedera & Rehat Panjang

Tak Hilangkan Ketajaman Villa BARCELONA -- Istirahat panjang akibat cedera parah yang dialami tak membuat David Villa kehilangan ketajamannya saat kembali bermain. Meski belum dapat banyak kesempatan main, produktivitas El Guaje tetap tinggi. Villa harus absen sekitar delapan bulan akibat cedera patah tulang tibia yang dia dapat pada Piala Dunia Antarklub di penghujung 2011 lalu. Baru di musim panas lalu striker internasional Spanyol itu bisa kembali merumput. Meski telah absen sangat lama, Villa tak butuh waktu lama untuk menunjukkan kembali ketajamannya. Performanya di depan gawang lawan masih impresif, selayaknya sebelum cedera mendatangi pemain 30 tahun itu. Sejauh ini Villa memang belum pernah menjalani laga penuh selama 90 menit, dengan pertimbangan kondisi fisikinya yang butuh adaptasi setelah lama beristirahat. Villa bahkan baru sekali dipasang sebagai starter, yakni dalam pertandingan kontra Granada di mana dia diberi kesempatan merumput 52 menit. Sementara sisanya, Villa cuma merumput sekitar 15 menit saja. Total sepanjang musim ini Villa baru bermain selama 136 menit, tapi dalam periode tersebut statistiknya terbilang sangat baik. Villa berhasil mencetak tiga gol, itu artinya dia berhasil mencatatkan namanya di papan skor setiap 45 menit sekali. Dengan catatan seperti itu, bukan tak mungkin Villa akan kembali diberi kesempatan menjadi starter saat Barcelona menjamu Real Madrid dalam lanjutan Liga Spanyol akhir pekan ini. (net)

Madrid Buat Ajax

Frustasi AMSTERDAM -- Ajax Amstergm gagal membalaskan kekalahannya musim lalu dari Real Madrid. Mereka justru menjadi bulan-bulanan Madrid dan dipaksa menelan kekalahan 1-4 di hadapan publik sendiri, Rabu 4 Oktober dini hari WIB. Pelatih Ajax, Franx de Boer, mengaku sangat kecewa dengan hasil ini. Menurutnya anak asuhnya kalah karena tidak bisa menampilkan performa terbaiknya kala menjamu tim asal Spanyol itu. "Saya frustrasi. Sebelum pertandingan, kami katakan kepada mereka (para pemain Ajax) "temukan potensi maksimal anda". Setelah skor 2-1 ada sedikit harapan, tetapi kami tidak layak mendapatkan apapun. Ini sangat mengecewakan, terutama karena ada kesempatan untuk bermain dengan baik," ujarnya. "Kami membiarkan bola lepas terlalu mudah melawan klub dengan serangan balik paling berbahaya di dunia itulah yang menjadi masalah. Tapi saya tetap yakin bahwa kami mampu bermain baik melawan Madrid," tambahnya. Sementara itu pelatih Madrid, Jose Mourinho mengungkapkan kegembiraannya mengenai hasil

Djokovic Ke Perempatfinal BEIJING - Novak Djokovic berhasil merebut satu tempat di babak perempatfinal turnamen China Terbuka. Petenis yang ditempatkan sebagai unggulan teratas ini menyingkirkan Carlos Berlocq di babak kedua. Pada pertandingan di National Tennis Center, Beijing, Rabu 3 Oktober, Djokovic butuh waktu 74 menit untuk memulangkan Berlocq. Dia menang dua set langsung dengan skor 6-1, 6-3. Di babak perempatfinal, Djokovic akan berhadapan dengan petenis Austria, Juergen Melzer. Melzer melewati babak kedua dengan mengalahkan Alexandr Dolgopolov 7-6, 2-6, 6-1. Petenis Jerman, Florian Mayer, juga lolos ke perempatfinal. Mayer mengalahkan Marius Copil 3-6, 63, 6-2 dan selanjutnya akan menghadapi Zhang Ze atau Richard Gasquet. (net)

Stoner Kembali Lebih Cepat

gemilang yang ia dapatkan. Kini timnya menjadi pemuncak sementara klasemen grup D dengan poin sempurna dari dua laga. Selain duo penyerang Ronaldo dan Benzema yang mencetak empat gol, Mou menyanjung dua gelandang serangnya yang tampil apik dini hari tadi yakni, Kaka dan Ozil yang tampil bergantian. "Ini juga laga yang dimainkan dengan karakteristik Kaka. Memilih (siapa yang akan menjadi pilihan utama dalam laga mendatang) bukanlah persoalan bagi saya, itu tugas saya. Kaká dan Mesut Özil terlihat bagus malam ini," imbuhnya. (jpnn)

MELBOURNE -- Persaingan perebutan kemenangan di MotoGP Jepang tak lagi hanya melibatkan pembalap Yamaha Jorge Lorenzo dan pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa. Sebab, pembalap Repsol Honda lainnya, Casey Stoner, sudah mengonfirmasi bakal kembali ke lintasan balapan pada balapan yang berlangsung 14 Oktober.

Pembalap Australia ini telah menjalani masa pemulihan cedera. Stonersudah absen dalam tiga seri terakhir akibat patah tulang engkel kaki kanan. Cedera itu dialaminya akibat kecelakaan hebat saat kualifikasi MotoGP Indianapolis, Agustus lalu. Saat itu, dia masih memaksakan diri tampil di balapan Indianapolis. Tapi, tak sampai sepekan kemudian dia memutuskan untuk pulang ke Australia guna menjalani operasi. Sebelumnya, Stoner sudah berjanji takkan melewatkan balapan di rumah sendiri di Phillip

HUBUNGI

HOT LINE:

klasemen sementara meski absen di tiga balapan terakhir. Akan tetapi, peluangnya untuk mempertahankan gelar sudah tertutup, sehingga dia pasti menutup kariernya di akhir musim ini dengan prestasi yang kurang sesuai harapan. Selama dia absen, kubu Honda memanggil pembalap World Superbike Jonathan Rea mengisi posisi Stoner. Kembalinya Stoner bisa menjadi angin segar bagi rekan setimnya, Dani Pedrosa. Sebab, Stoner secara tidak langsung bisa membantu Pedrosa untuk mengejar poin Lorenzo, dalam perburuan gelar juara dunia. Saat ini Lorenzo memimpin klasemen dengan keunggulan 33 poin atas Pedrosa. Lorenzo cukup berada di dua besar di sisa musim untuk kembali meraih gelar juara. Nah, Stoner diharapkan mampu mengisi posisi dua besar dan membiarkan Pedrosa meraih kemenangan di setiap lomba. Jika itu terjadi, peluang Pedrosa untuk menjadi juara kian besar. (jpnn)

Island, Australia. Itu menyiratkan niatnya bakal comeback di Australia. Tetapi kemarin, juara dunia musim 2007 dan 2011 itu justru mengonfirmasi bahwa dia akan kembali lebih cepat, yaitu di Motegi. Stoner pun punya persiapan matang sebelum balapan di Australia. "Saya sudah beristirahat satu pekan di sini, di Australia, menjalani fisioterapi dan mengikuti perintah dokter untuk pemulihan" tulis Stoner pada blognya di situs Repsol. "Berita bagusnya adalah bahwa saya merasa bisa ikut lomba di Motegi dan akan kembali bergabung dengan tim pekan depan. Saya sudah tak sabar untuk kembali ke lintasan. Saya menantikan untuk kembali di Motegi, di depan semua penggemar Honda," tambah Stoner. Pembalap yang sudah mencetak empat kemenangan pada musim 2012 ini, masih berada di peringkat ketiga

RADAR SULBAR

BAGIAN PERIKLANAN: MAWARNI SIMARGOLANG, 0426-22138 Hp: 081241843180

Harian Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat

E-mail: radarsulbar01@gmail.com

Online: radar-sulbar.com

MAMUJU -- JL. JEND. SUDIRMAN NO. 50,TLP. 0426 -22138. MAJENE -- JL. JEND SUDIRMAN NO. 167,TLP. 0422-21157. POLMAN -- JL. H. A. DEPU NO. 39 ,TLP. 0428-23203.

Serbaneka TOKO HARAPAN JAYA Grosir Pakaian Jadi, Alamat: Ruko Blok A. No. 16 Pasar Baru Mamuju-Sulbar, HP. 081 210 174 222 H2D KOMPUTER, Menerima sevice komputer, laptop, notebook & rakit komputer, juga melayani servis panggil, harga terjangkau. Alamat Jl. Stadion, Hp: 085399769243,081342626268, 081342077428 ANDA Butuh Dana Tunai? atau untuk lebaran? Jaminkan BPKB Motor Anda di NSC FINANCE . Hub. No : 0821 9037 5101 ( Dibutuhkan Karyawan/ Karyawati untuk menjadi Marketing, Pendidikan Min. SMA, GAJI + KOMISI + REWARD) BENGKEL LAS Masagena Alamat Jl. Pababari Mamuju, Tlp 081 342 209 988 DIZI MEUBEL Alamat, Jl. Martadinata (samping Kantor BPS Mamuju) Tlp 081 342 209 988 NUSANTARA TEKHNIK Jl. Andi Makasau, Melayani : Las panggil, Terali kanupi, Pintu Ruko Balkon, disesuaikan Model Rumah Hub : Yusman (Hp. 081 342 086 507-085 340 617 777) ALAT PERAGA DAK SD & SMP ready stok (100%) sesuai juknis 2010, rekanan yg menang tender / uji petik 085214141201 / 081519464055 - kdn.co.id

Dijual Tanpa perantara lokasi siap bangun ukuran 10 x 20. Di sikboro Mamuju Sulawesi Barat Dekat Dari kantor kanwil DEPAG Harga Rp 70 jutah Masih Bisa NEGO. HUB. 082 192 900 558 / 082 197 314663

Dijual Tanah DIJUAL Tanah dengan ukuran 10 x 45 = 450 m2 Terletak di Jalan Poros Kalukku Tasiuk Hub: 081355038844 - 082191606888 DIJUAL Tanah dan Bangunan ukuran 9x20 di Rangas Mamuju. Kuran lebih 500 m dari Kantor Gubernur Sulbar. Harga Rp. 150 Jt, tanpa perantara. HUB: 085398239889 JUAL TANAH. + Ukuran 4,4 Hektar Di Jalan Baru (Jalur Dua) Hub; 08124252975 DIJUAL Tanah dengan luas 15x28 m2, terletak di depan SMK Pelayaran Mamuju Harga Murah Tanpa perantara. Hub : 085 398 062 912 Jual Tanah Kaplingan siap Ba-ngun Uk. 10 X 20 Dirangas-Mamuju. Kurang Lebih 500 M dari Kantor Gubernur Sulbar Harga 26 juta, tanpa perantara Hub : 081241200073

Dijual tanah ukuran 5650 M2 di Tahaya Haya Jln. Poros Air Panas Mamuju Harga Rp. 60 Juta bisa Nego. Hub. Hp. 082 188 101 225

Dijual Rumah Dioper cicilan rumah tipe 36 di BTN Griya Marwah Residence Sarampu, Desa Tonyaman Kecamatan Binuang blok B nomor 1 dgn harga 50 juta. Harga bisa nego. Hubungi: 085214476078 DIJUAL Rumah : Luas 325 M2 di Jl. H.A. Endeng No.1 Tanah : 610 M2 di Jl. Muh. Husni Thamrin Hub : Hp 081 355 399 133 Alamat: Jl. Urip Sumoharjo No. 51 Mamuju DI JUAL rumah permanen, fasilitas lengkap: PLN 2300 wat, AC, AIR PAM, SUMUR BOR, TEL RMH, 4 KMR TIDUR. STRATEGIS, DEPAN KANTOR BUPATI POLMAN, LUAS 171 M2. ADA KELEBIHAN TANAH 1 KAPLING. HUB. 082188775060. HARGA DAMAI.

Dijual Rumah Baru Jl. Diponegoro (Dekat Pasar Baru Mamuju) Tipe 80, Luas Tanah 122 M2, 3 Kamar Tidur, 2 Kamar Mandi Sertifikat Hak Milik Harga : rp. 370. Juta (nego) Hub : Hp. 0812 4141 Dijual Tanah dengan luas 2.400 m2 8818/0813 9990 7885 Depan Instalasi I PDAM Kurang Lebih 500 Meter dari Persimpangan Lima DIJUAL RUMAH: Di Cerbon Belaarah ke Kali Mamuju kang Kantor Camat Wonomulyo Tanpa Perantara Hubungi: 081241501981 HUB : 081 354 683 755

DI JUAL rumah di Bukit Asri Lestari Tipe 90/117. A2. No. 4 & A2 No. 6 (2 Unit) lengkap sumur bor, mesin air, tandon air, terali besi (pintu dan jendela), canopi garasi mobil. Listrik 1300 watt, gudang, bebas banjir, bebas polusi, SHM Sertifikat, dekat kantor Bupati Mamuju dan Pasar Regional. Harga 335 juta/345 juta. Tanpa perantara Hub. Hidayat 085255902634. Bisa KPR & CASH.

Dijual Ruko DIJUAL Ruko 2 petak, 2 lantai di sudut, ukuran 9 x 14 Jln. Poros Sentral Tasiu /Kompleks Pasar Hub : 082 189 917 971

Dijual Motor 1 buah Sepeda Motor Suzuki FL 125 RCD, Tahun 2008 Warna Hitam mulus Alamat Rumah di BTN Passokorang, Blok J. No. 14 Mamuju-Sulbar Dijual Ruko 2 Lantai Uk. 5 X 15 Komples Launa Graha Kalukku Hub : 082 189 917 971

Dijual Mobil Dijual Mobil Kijang LGX Solar Tahun 2001 Warna Biru Hub : 082 191 939 711 / 081 355 223 271 Di Jual Mobil Suzuki X over warna hitam dengan kondisi mulus harga 170 Juta bisa nego, Yang berminat hubungi: 081328238181-085395428181.

Dikontrakkan Dikontrakkan Ruko Strategis dan nyaman di Jl. RE. Martadinatha Simbuang Hub : 081 242 001 019/ 081 944 533 688 Dikontrakkan 1 buah rumah, lengkap dengan perabot. Di Jl. BTN Maspol F4 No. 1 Mamuju Hub : 085 255 801 557 DIJUAL tanah kosong, luas 1004 m2 Jl. Bau Massepe depan Gereja Katolik. Dikontrakkan tanah, luas 11x40 m Jl. Tuna samping somel kayu Maspul. Hub 085322255554 - 085394702774 Dikontrakkan/Dijual Rumah tinggal Dijalan RE Martadinata Belakang Wisma Babana Mamuju Hub: 081 355 942 684 081 944 200 477

Lowongan PT. TALENTA Tourism Internasional Cab.Mamuju Menerima karyawati Berpenampilan menarik, min diploma akuntansi. Surat lamaran diantar ke alamat Jl.Petterani No. 39 Mamuju (secepatnya)

Rental Mobil CV. Jaya Bersama Menyediakan Jasa Rental Avanza, Zenia, Apv, Rush, Pick Up. Jl. Pattana Bone No. 9 Mamuju Hp. 085 399 333 536085 298 301 045

Peluang Bisnis MAU Penghasilan Rp 1 jt - 2 jt/ bulan Dirumah Buka Usaha Rental Game. Jual PS2/PS3 Hardisk Baru/ Bekas, Komputer, Laptop, Hrg Murah Beli 2 Unit PS Gratis HP Cross U / 2 orang. Minat Bos. Hub. MR.14 Com Hp.085 214 011 193 / 087 842 276 439 Saatnya uang bekerja untuk Anda. Nikmati hasil 12% per bulan dari Virgin Gold Mining Corp. Terbukti sejak 2010. Gratis BB/LCD, TV/Sepeda hanya di bulan Juni Info Irawan 081 342 954 305. BB 29553809. www.vgmc.com

Lowongan Kerja Butuh Karyawan Pengawas Jalanan minimal pengalaman kerja 2 tahun Hub : CV. Anugerah Cipta Dimensi, Hp : 081141 362, Jalan Stadion C8 -Samping N3 Karaoke Mamuju. Butuh cepat karyawan/ti dengan penempatan Kantor Cabang Baru Polman. Posisi : Receptionist, Administrasi, Sekretaris, Kepala Cabang. Persyaratan: Pria / wanita, usia Max 28 tahun Lulusan SMU/ SMK, Diploma, & Sarjana Tidak sedang Kuliah / kerja / kursus Berpenampilan Menarik Belum Berkeluarga Surat Lamaran di lengkapi dengan FC Ijasah terakhir,FC KTP / KK,Daftar Riwayat Hidup, Pas Photo 3x4 (warna) 2 lbr. Info lebih lanjut hubungi: CP. 0823 4683 8055 – 0819 9831 0039 LPM Jl. Budi Utomo No. 05 (Belakang Salon Agita) PEKKABATA -POLMAN

SAMBUNGAN Akhir Tahun, Pasokkorang Yakin Capai 70 % LANJUTAN HALAMAN 9

Salah satu perusahaan yang menjadi rekanan pekerjaan itu, PT Pasokkorang, merasa sangat optimis mencapai target Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI wilayah Sulsel-Sulteng-Sultra yang menargetkan pekerjaan harus mencapai sekira 70 persen pada akhir tahun. "Dengan melihat kesiapan alat dan armada yang kami terjunkan pada dua paket pekerjaan kami di wilayah itu, kami sangat optimis. Apalagi, kami sudah membangun stone cruisher (pemecah batu,red) serta batching plant (pengaduk semen, pasir, dan batu,red) masing-masing di dua lokasi untuk memudahkan suplai," sebut Direktur Cabang PT Pasokkorang Mamuju, Hendra Pradhana, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 4 Oktober. Hendra mengatakan, pekerjaan pada paket SalubatuAralle III dengan panjang sekira 8 kilometer yang bakal menelan anggaran Rp 38 miliar serta paket Mambi-Malabo III sepanjang 8,65 kilometer dengan pagu Rp 40 miliar menggunakan pekerja lokal yang mencapai 80 persen dan pekerja dari luar hanya 20 persen. Dengan demikian, selain demi memberdayakan warga setempat juga harapannya agar pekerjaan tersebut berjalan lancar dan maksimal. Tenaga dari luar tersebut hanya untuk teknisi yang memang harus memiliki keahlian khusus seperti perakitan dan hal lainnya, sementara pekerja lokal untuk pekerjaan pasangan batu pembangunan stone cruisher, membangun camp pekerja, serta proyek plat duicker, serta box culver. Begitu juga untuk drainase cor beton. "Harapan kami, warga lokal akan bertanggung jawab dalam bekerja karena mereka sendiri yang bakal menikmati hasilnya. Kalau hasilnya bagus, otomatis perusahaan kami juga makin mendapat kepercayaan. Jadi kami tekankan untuk saling menjaga kepercayaan," sebut Hendra. Hendra menyatakan, pekerjaan pada jalur yang menghubungkan antara wilayah Mamuju dan Mamasa itu perlu dikontrol oleh masyarakat. Kontraktor atau para rekanan akan makin termotivasi dalam menjalankan pekerjaan sesuai target jika adanya peran masyarakat. Olehnya, Ia berharap agar seluruh paket di proyek itu memasang papan proyek agar mudah dalam pengawasan. "Saya sangat berterima kasih pada masyarakat setempat karena memberikan dukungan kepada kami dalam bekerja. Masyarakat sangat merespon kegiatan pekerjaan itu, dan tidak melakukan hal-hal negatif yang mungkin mengganggu kelancaran pekerjaan. Kami sebagai perusahaan lokal Sulbar juga merasa harus berkompetisi secara sehat dengan perusahaan luar yang juga memenangkan paket disana," kunci Hendra. Pembangunan jalan ini merupakan gelontoran dana APBN tahun 2012, namun baru saja turun beberapa waktu lalu sehingga pekerjaan dilaksanakan pada triwulan akhir 2012. Meski terlambat, pekerjaan tetap harus tetap berjalan dan ditargetkan rampung 70 persen akhir tahun ini. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, usai penandatanganan kontrak pekerjaan beberapa waktu lalu bersama Kepala BBPJN VI Nurdin Sumaila menyatakan akan mencoba melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat. Walaupun begitu, kontraktor jangan terlalu berharap pekerjaan ini diperpanjang masa pekerjaan hingga tahun depan Anwar menuturkan, pembangunan infrastruktur di Mamasa sejalan dengan rencana strategis pembangunan di provinsi ini sekaligus mendukung kebijakan nasional yaitu Masterplan Percepatan dan Perluasan pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor IV Sulawesi. Ditambahkan, pembangunan infrastruktur tersebut sekaligus mendukung penetapan Mamasa sebagai daerah destinasi wisata. Sebab dukungan infrastruktur sangat dinantikan sehingga penetapan destinasi wisata itu tidak sekedar menjadi slogan. Jalan ini akan melintasi sejumlah kecamatan di Mamasa mulai dari Salobatu, Aralle, Mambi hingga ke Kota Mamasa. Setelah proyek jalan Salobatu-Mamasa selesai, bisa dilanjutkan dengan pengerjaan jalan dari Mamasa ke wilayah perbatasan Toraja Utara. Tapi, dengan catatan status jalan harus diubah menjadi jalan strategis nasional. (*)

LANJUTAN HALAMAN 9

Mahasiswa Ditekankan Pahami Kemuhammadiyahan Kaharuddin menegaskan, bagi mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju, terbentuknya karakter dapat dimulai dengan memahami dengan benar Kemuhammadiyahan. "Logikanya adalah, jika mereka memahami kemuhammadiayahan juga akan memahami Islam. Sebab di dalam Muhammadiyah landasan kita adalah ajaran agama Islam. Jika pendekatan keagamaan yang kita gunakan, akan mudah terbentuk karakter," urai Kaharuddin di depan 524 mahasiswa baru STIE Muhammadiyah Mamuju, Kamis 4 Oktober. Ia menambahkan, penyebab Kemuhammadiayahan menjadi acuan dalam pelaksanaan pendidikan karakter mahasiswa adalah tidak dapat dipisahkan antara STIE dengan Muhammadiyah. Hal tersebut disebabkan STIE terbentuk berdasarkan dari amal usaha Muhammdiyah. Pihaknya juga menegaskan mahasiswa non muslim tidak menjadi masalah terhadap konsep pembentukan karakter yang berkiblat pada pemahaman kemuhammadiyahan. Alasanya adalah, konsep tersebut secara teori tidak bertentangan dengan logika. Lebih lanjut, Kaharuddin juga mengatakan alumni STIE ke depan diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam menjalankan amal usaha Muhammadiyah. "Alasanya, setelah digembleng di kampus maka mahasiswa telah memiliki modal untuk berperan penting dan memberikan kontribusi positif baik di masyarakat maupun internal organisasi ini. Tentunya juga berdasarkan disiplin ilmu yang selama ini dipelajari," cetusnya. (mg6/dir)

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012

15

Yulianis Ungkap 16 Aliran Dana ke Angie dan Wayan Koster JAKARTA -- Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis membeberkan aliran dana kepada terdakwa Angelina Sondakh untuk mengurus proyek Kemenpora dan Kemendiknas tahun 2010, dalam sidang yang dipimpin Hakim Sudjatmiko, di PN Tipikor Jakarta, Kamis 4 Oktober. Menurut Yulianis, setidaknya ada 16 pencairan uang untuk anggota DPR, Angelina Sondakh dan Wayan Koster yang dia catat di dalam hard disk eksternal komputernya. Uang tersebut, menurut Yulianis, pencairannya ada yang diajukan dan diambil langsung oleh Direktur Marketing Grup Permai, Mindo Rosalina Manulang (Rosa), dan Clara, selaku staf Rosa. Serta ada yang diajukan oleh pegawai Grup Permai lainnya bernama Gerhana. Sedangkan kurir yang mengantarkkan uang ada tiga orang, di antaranya supir Rosa sendiri, kemudian supir Yulianis bernama Lutfi dan stafnya bernama Dadang. "Rosa ajukan usulan untuk proyek Kemenpora dan Kemendiknas. Kemenpora proyeknya Wisma Atlit Jakabaring, Kemendiknas proyek Universitas," kata Yualianis menjawab pertanyaan hakim Sudjatmiko. Dijelaskan Yulianis, bahwa sebelum pencairan dana untuk Angie, selalu dibahas dalam rapat internal Grup

Yulianis, mantan anak buah Nazaruddin saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 4 Oktober.

Permai. "Kalau setiap Bu Rosa mengajukan pengajuan, ada tanggal-tanggalnya. Contoh 12 Maret 2010 ada uang keluar Rp70 juta," kata anak buah M Nazaruddin itu. Menurut Yulianis, uang Rp70 juta itu untuk menutupi kekurangan selisih penghitungan nilai kurs dollar antara marketing keuangan dengan Angie terkait proyek Universitas di Kemendiknas tahun 2009. "Karena waktu itu saya menghitungnya 1 dollar Rp10 ribu, Bu Angie tidak mau hitung 1 dollar Rp10 ribu,"

ujar Yulianis. Pengurusan anggaran proyek di Kemendiknas dimaksud diantaranya untuk Universitas Jakarta, IBP, Unsri, Universitas Malang, Udayana, Airlangga, ITS, Jambi, Sumut. Sedangkan anggaran Kemenpora untuk Wisma Atlit Jakabaring. Berikut beberapa pencairan anggaran untuk mengurus proyek Kemenpora dan Kemendiknas tahun 2010 yang dicatat Yulianis. Tanggal 12 maret 2010 sebesar Rp70 juta diajukan oleh Gerhana untuk

sisa komitmen fee proyek Universitas tahun 2009. Uang itu untuk Angie dan pencairannya di setujui M Nazaruddin. Pencairan 13 Maret 2010 sebesar USD100 ribu dari anggaran Universitas untuk Angie dan Wayan Koster. Pencairan diajukan Rosa dan uangnya diambil staf Rosa bernama Clara. Pencairan 19 Arpil 2010 Rp2,5 miliar yang ajukan rosa untuk universitas. Uangnya diantar staf Yulianis bernama Dadang. "Dadang ketemu Jeffry di Foodcourt Ambassador.

Uangnya untuk Angie," jelas Yulianis. Kemudian 3 Mei 2010 sebesar Rp3 miliar anggaran Universitas diberikan kepada Angie dan Wayan Koster. Pada 4 Mei 2010 Rp3 miliar diantar supir Yulianis ke ruang Wayan Koster di DPR dan diterima staf Wayan Koster. "Tanggal 19 Juni 2010 Bu Rosa ajukan dan ambil uang USD100 ribu untuk Bu Angie yang katanya mau pergi ke Belanda, uang diambilkan dari proyek Universitas 2010," beber Rosa. (jpnn)

Wali Kota Bekasi Perkuat Peran PMI Kecamatan BEKASI -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sangat concern terhadap pertumbuhan organisasi kemasyarakatan di seluruh wilayah yang ada dia pimpin. Salah satunya pengembangan Palang Merah Indonesia (PMI) hingga sampai ke tingkat kecamatan. Kini, dari 12 kecamatan di Kota Bekasi nyaris setengahnya yang telah memiliki kantor perwakilan PMI. Apalagi, peran PMI sangat penting dalam mengumpulkan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. ”Target pendirian kantor PMI di seluruh kecamatan di Kota Bekasi semata-mata membangun kesadaran masyarakat untuk saling peduli satu sama lain,” terang Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di sela-sela pelantikan pengurus PMI Kecamatan Rawalumbu.

Dalam pelantikan yang dihadiri 300 orang yang terdiri dari unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Rawalumbu, tokoh masyarakat dan puluhan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari beberapa sekolah di Kecamatan Rawalumbu. Dalam kegiatan itu, sejumlah relawan PMI dan PMR melakukan atraksi penanganan korban kecelakaan dan korban bencana. Wali kota yang akrab disapa Bang Pepen ini berharap PMI yang berasal dari masyarakat akan bisa garda terdepan membantu masyarakat yang tengah mengalami bencana. ”Banyak hal positif yang dilakukan PMI. Seperti donor darah, penanganan bencana dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” un-

gkapnya juga. Dia juga mengatakan semua kegiatan pertolongan pertama pada bencana dan kecelakaan akan efektif jika PMI benar-benar ada di setiap kecamatan dan benar-benar berfungsi dengan baik. Pasalnya, dengan adanya bencana di lingkungan kecamatan, maka penanganan pertama langsung oleh PMI kecamatan setempat. ”Penanganan bencana jadi lebih cepat. Jadi bila ada bencana di suatu kecamatan akan langsung ditangani PMI kecamatan itu. Sebelum pihak lain bergeerak,” cetusnya lagi. Selain itu fungsi PMI kecamatan juga bisa membina PMR yang ada di sekolah-sekolah di kecamatan tersebut plus menguatkan peran organisasi pelajar itu dengan masyarakat setempat.

”PMI kecamatan mempunyai arti yang sangat strategis lainnya,” cetusnya lagi. Selain itu, Bang Pepen juga mengajak PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi turut membantu PMI dalam pengadaan darah. Yakni dengan menggelar donor darah di lingkungan kerjanya masing-masing. Seperti yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi. ”Kegiatna donor darah ini salah satu bentuk nyata yang dilakukan pegawai Dishub Kota Bekasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kami. Nantinya, kami akan terus melakukan sosial seperti ini,” ujar Iwan Djenewanto, Kepala Bidang (Kabid) Postelekomunikasi, Dishub Kota Bekasi. Dijelaskan Iwan juga, dalam aksi donor yang dilaku-

kan dinasnya, tidak saja melibatkan para pegawai Dishub tapi juga masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya. Apalagi pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi donor darah yang merupakan rangkaian kegiatan HUT Dishub Kota Bekasi itu melalui radioradio lokal yang ada di kota tersebut. Dalam kegiatan itu, jumlah kantong darah yang dihasilkan mencapai 61 kantong. Yang terdiri dari golongan darah A sebanyak 26 kantong; golongan darah B sebanyak 14 kantong dan golongan darah O sebanyak 9 kantong. Sedangkan golongan darah AB sebanyak 12 kantong. Untuk bulan Oktober ini, PMI Kota Bekasi menargetkan mendapatkan 1.000 kantong darah. (jpnn)

Mahasiswa Surakarta Dititipi Bahan Peledak JAKARTA -- Tersangka teroris Wendy Febriangga alias Hasan (30) ternyata pernah menitipkan bahan-bahan untuk merakit bom kepada seorang mahasiswa berinisial AL di Surakarta, Jawa Tengah sebelum ia ditangkap. Hal ini terungkap setelah tanggal 2 Oktober pukul 20.00 Wib, mahasiswa asal Wonogiri tersebut menyerahkan diri ke Polsek Wonogiri. Ia mengaku sebagai mahasiswa Ilmu Kesehatan Fisioterapi Universitas

Muhammadiyah Surakarta. "Semua bahan-bahan itu dititipkan di kosannya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar saat jumpa pers di Mabes Polri, Kamis 4 Oktober. Adapun bahan-bahan pembuat bom yang dititipkan adalah bahan serbuk campuran seperti black powder perlengkapan elektronik, dan senjata tajam. Bahan-bahan tersebut lalu diamankan oleh

Detasemen Khusus 88 Antiteror di kosan AL, Jalan Menco Raya No 15, RT 1 RW 10, Nilasari, Desa Gonilan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Barang bukti akan diteliti di Puslabfor cabang Jawa Tengah. Sementara itu, kata Boy, setelah diperiksa dan diambil keterangan, polisi akan mengembalikan AL pada orangtuanya. Ia diperiksa hanya sebagai saksi, bukan tersangka. "Pertimbangan kita me-

lepaskan dia karena ada itikad baik. Kita buka pintu pada mahasiswa lain yang dititipkan barang seperti ini untuk melapor," jelas Boy. Wendy yang menitipkan bahan pembuat bom itu adalah tersangka teroris jaringan Al-Qaeda Indonesia pimpinan Barderi Hartono alias Toni (45). Wendy ditangkap di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tenggara, Kamis 27 September. Wendy juga diketahui mengikuti pelatihan mi-

liter di Poso, Sulawesi Tengah, pimpinan Santoso. Saat ini, Wendy sudah ditahan secara resmi oleh Densus 88 di Sulawesi Tengah. Sementara itu, Santoso adalah teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi. Anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror termasuk dalam aksi penembakan tiga anggota Polisi di BCA Palu pada 25 Mei 2011. (jpnn)

SMAN 2 Diserang, 2 Siswa Terluka Kena Sajam SORONG -- Diserang beberapa pelajar yang diduga dari STM (SMKN 3,red), dua siswa SMAN 2 Sorong menderita luka-luka akibat sabetan senjata tajam (sajam) penyerangnya. Kejadian penyerangan ini terjadi di Jalan Sungai Maruni Km 10 sekitar pukul 13.00 WIT. Usai melukai lawannya, oknum siswa yang melakukan penyerangan, langsung kabur melarikan diri. Beberapa oknum siswa SMKN 3 Sorong yang kini diburu aparat kepolisian diantaranya berinisial AT yang diduga actor utama penyerangan.

Selain itu, tiga rekannya berinisial Fe, An dan Yr yang diduga ikut terlibat dalam aksi penyerangan ini, juga masih dalam pencarian aparat Polsek Sorong Timur. Demikian dikatakan Kapolsek Sorong Timur, AKP Asmalla Yullinar M,S.IK yang ditemui Radar Sorong (JPNN Group) di ruang kerjanya. Pihaknya kata Kapolsek, telah mengamankan dua oknum siswa yang diduga ikut terlibat dalam aksi penyerangan dengan menggunakan senjata tajam tersebut. Keduanya berinisial BS

dan Id yang tercatat sebagai siswa kelas I, dan kini diamankan untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini. “Kita masih memburu beberapa oknum siswa lainnya yang ikut serta dalam aksi tawuran ini. Beberapa siswa yang diduga terlibat, hari ini (Kemairn,red) tidak masuk sekolah dan bahkan saat didatangi dirumahnya pun tidak ada,” kata Kapolsek. Diduga, oknum siswa pelaku penyerangan tersebut bersembunyi di rumah temannya untuk menghindari pengejaran aparat. “Kita masih memberikan

waktu ke pihak sekolah dan orangtua untuk menyerahkan ke kita, tapi di rumahnya tidak pulang, juga mereka tadi (Kemarin,red) tidak masuk sekolah,” tukas Kapolsek. Kapolsek menegaskan, kasus penyerangan yang masuk dalam kategori tindak pidana pengeroyokan tersebut akan dilanjutkan proses hukumnya. “Kasusnya lanjut, kita lanjutkan prosesnya ke proses hukum,” tegas Kapolsek. Adapun dua siswa SMAN 2 Sorong yang menjadi korban terkena senjata tajam penyerangnya tersebut,

mengalami luka bacok dan luka sayat di bagian kepala. Korban bernama Rodrigo mengalami luka robek di kepala belakang diduga akibat sayatan badik, sementara temannya bernama Esron, mengalami luka akibat bacokan parang. Kedua pelajar kelas 3 itupun sempat dilarikan ke RSUD Selebesolu guna mendapatkan pertolongan secara medis. Usai mendapatkan pertolongan medis, keduanya mendatangi Mapolsek Sortim melaporkan secara resmi kejadian pengeroyokan yang dialaminya. (jpnn)

16

RADAR SULBAR

JUMAT 5 OKTOBER 2012

Widi Suka Transformasi Musik Maroon 5

JAKARTA -- Tidak seperti selebritis lainnya, Vidi Vierra, terlihat kurang antusias dengan konser Maroon 5 yang akan digelar selama dua hari di Istora Senayan Jakarta. Vokalis Vierra itu mengaku belum berencana untuk nonton langsung konsernya. "Nanti malem? Enggak bisa bro, enggak nonton," kata Widi saat ditemui di Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta Barat, Kamis 4 Oktober. Meski tidak berencana nonton konser, namun Widi mengaku sudah ngefans Maroon 5 sejak masih duduk di bangku SMP. "Sejak mereka muncul sih. Berarti aku masih SMP, zaman-zaman pensi (pentas seni)," jelasnya. Widi mengatakan, Maroon 5 bisa bertahan lama karena mengikuti zaman. Saat banyak yang melakukan kolaborasi, Maroon 5 juga berkolaborasi dengan musisi lain. Hal lain yang disukai Widi dari Maroon 5 adalah transformasi musiknya. "Aliran mereka beda, enggak sama dari album ke album. Bener-bener enggak egois, enggak batu enggak keras kepala. Mereka pinter bikin lagu," jelasnya. Vokalis yang berpacaran dengan pemain basket tersebut tidak mengkoleksi semua album Maroon 5. Tapi untuk album terakhir, Vierra sangat menyimak. "Album terbaru mereka aku nyimak banget. Beda banget sama kayak yang dulu sih. Sekarang ngeklub-ngeklub gitu," jelasnya. (jpnn)

Tyas Mirasih Koleksi 200 Pasang Sepatu

INFOTAINMENT n a h o Dicekik Ajudan Politisi AS L y

a s d n i L

Lindsay Lohan bikin heboh karena pertengkarannya dengan Christian LaBella di sebuah kamar hotel, Senin dini hari lalu. Lohan dicekik dan dilecehkan pria tersebut. LaBella ditangkap polisi. Kabarn-

ya, pria itu adalah seorang politisi AS. Setelah diselidiki, LaBella ternyata ajudan anggota Kongres, John Shimkus dari Partai Republik. LaBella dan Lohan terlibat pertengkaran lantaran pria itu mengambil gambar Lohan saat di hotel dengan telepon genggamnya. LaBella memiliki sekitar 50 foto artis yang akrab disapa Lilo itu. Lilo menyadari dirinya menjadi obyek kamera La Bella. Ia pun meminta pria yang baru dikenalnya itu untuk menghapus foto-foto tersebut. Lilo berusaha merampas ponsel milik LaBella. Namun, LaBella melawan. Ia memukul dan menyerang Lilo. Kemudian ia mencekik artis itu dari belakang

dan membanting tubuh mantan artis cilik tersebut. LaBella juga menjamah tubuh Lilo kemudian melukainya. Tak terima diperlakukan kasar dan dilecehkan pria berusia 25 tahun itu, Lilo melaporkan kasus ini ke polisi. Pihak berwajib langsung menangkap pria tersebut. Lantaran kurangnya bukti, polisi melepaskan LaBella. "Dia (LaBella) tidak mengerti mengapa hal ini terjadi. Ini sangat memalukan selebriti seperti itu menggunakan pria yang tak bersalah untuk publikasinya," kata paman LaBella, Peter Jessop. Dia bilang, LaBella hanya bersenang-senang dan Lilo mengajaknya ke luar dari kerumunan di sebuah klub malam di New York. RM. (jpnn)

Kevin Dan Elma, Dari Kerjaan Ke Pacaran JAKARTA -- Kevin Aprilio dan Elma Princess adalah pasangan selebritis yang unik. Selain menjadi pemain keybord Vierra, Kevin juga merupakan produser girlband Princess, tempat Elma bergabung sebagai salah satu personel tetap. Kevin mengaku awalnya tidak berniat memacari Elma. Perasaan suka Kevin baru muncul setelah girlband tersebut sudah mulai berjalan. "Awalnya sering ngomong kerjaan, tapi trus merembetrembet (pacaran)," jelas Kevin di Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta Barat, Kamis 4 Oktober. Pertama kali mengenal Elma, saat Kevin mengantar temannya ke acara fashion show. Di situ dia diajak ke-

nalan di backstage. "Ngobrolngobrol, nyambung. Tapi belum kepikiran suka. Tapi gua suka lihat muka dan sifatnya," ungkap Kevin. Apa yang paling disukasi Kevin dari Elma? "Dagunya, he he. Sifatnya dia berkharisma, ngemong sebagai wanita ke semua orang. Kayaknya pinter ngurusin semua," ungkap Kevin. Kevin dan Elma awalnya sangat merahasiakan hubungan mereka ke publik. Tapi belakangan keduanya akhirnya mengaku juga ke wartawan, jika berpacaran sejak pertengahan tahun. "Lumayan lama pacaran, sejak pertengahan tahun tanpa di-planning, berjalan begitu saja, kadang enggak masuk logika," kata Elma. (jpnn)

Nicole Kidman Depresi Tak Bisa Hamil NICOLE Kidman mengaku sempat depresi berat saat harus mengakhiri perkawinannya dengan Tom Cruise. Kondisi ini terjadi karena keputusan menikah berlangsung cepat, dan diambil saat usianya masih muda 23 tahun pada 1990 lalu. "Aku menikah sangat cepat dan sangat belia," ujar Kidman saat diwawancarai majalah Who terbitan Australia, seperti dikutip situs gosip radaronline. Pemeran Satin di film musikal "Mouline

Rouge" yakin depresi dialami karena dia kala itu tak bisa hamil dengan Cruise. Berbagai upaya seperti terapi hormon dan kesuburan tetap tak membuatnya mendapat anak. Sempat sekali mengandung tapi terpaksa digugurkan karena menderita kehamilan ektopik, atau sel telur yang sudah dibuahi menempel di jaringan yang bukan di dinding rahim. Kidman dan Cruise kemudian memutuskan menga-

Juri American Idol Tak Akur BARU berkumpul beberapa minggu, juri American Idol WANITA memang biasanya mempunyai kegemaran mengoleksi perlengkapan fashion. Artis Tyas Mirasih, memilih alas kaki sebagai koleksinya. Dia selalu menyisihkan waktu dan uangnya untuk memburu sepatu-sepatu bagus untuk dikoleksi. Tyas pun mengakui, di antara barang-barang koleksinya, hanya sepatu yang menempati tempat terbanyak dalam lemarinya. Bahkan gara-gara hobinya ini, pesinetron ini kerap menerima komplain dari sang bunda. "Sepatu sih yah yang paling banyak. Banyak banget punya sepatu. Ada sekitar 200 pasang, jadi menuhin lemari," ucap Tyas di studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu 3 Oktober. "Kalau tas nggak sampe 200-an. Kalau yang bermerk kan tahan lama, nggak apa-apa dibeli barang mahal. Tapi urusan sepatu nyokap sampe kesel sih, karena abis dibeli ternyata jarang dipakai," tukas Tyas. Tak hanya ibunda, Tyas sering mendapatkan sedikit peringatan dari pacarnya, Keith Foo. "Dia sama sih kayak nyokap. Kalau pacar, dia mah gak marah cuma suka ngingetin," katanya. (net)

sudah tak akur. Ego merasa paling terkenal dan paling senior serta berhasil dalam dunia tarik suara jadi pemicunya. Ini dilakukan Mariah Carey pada kolega sesama juri, Nicki Minaj. Rapper wani-

ta yang sering berdandan nyentrik itu, bahkan sempat dimarahi hingga dikatai wanita jalang beberapakali oleh Mariah. Ucapan tersebut muncul setelah Nicki kesal terus mendengar kesombongan Mariah yang menyebut dia adalah juri paling hebat dibanding Nicki, Keith Urban dan juri paling senior, Randy Jackson. "Nicki merasa Mariah lebih banyak membuangbuang waktu semua orang dengan terus memuji dirinya sendiri, daripada fokus mengkritisi tampilan para kontestan," ucap sumber si-

tus hiburan TMZ. Ocehan yang selalu dibanggakan pemilik hits "Touch My Body" itu seputar berapa kopi rekaman yang telah dijual, berapa banyak Grammy yang dimenangkan, sampai siapa saja yang pernah diajak kerjasama. Mariah memang bukan tandingan Nicki. Dua dasawarsa berkarier, dia setidaknya berhasil menjual 100 juta kopi album. Belum lagi puluhan penghargaan Academy Award. (jpnn)

dopsi Bella dan Connor, sampai akhirnya bercerai tahun 2001. "Tapi aku tak menyesali bercerai dengan Cruise. Itu bagian dari tumbuh dewasa," aku artis serba bisa kelahiran Hawaii, 45 tahun lalu ini. Tahun 2006, Kidman akhirnya menikah dengan penyanyi country, Keith Urban. Dua tahun kemudian, dari rahim Kidman lahir Rose. Disusul kemudian lahirnya putri kedua mereka, Faith. (jpnn)


Radar Sulbar