Issuu on Google+

RADAR SULBAR

SABTU, 24 MARET 2012

Warga Dikejutkan Dengan Temuan Telapak Kaki Raksasa

Oleh

:

Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat

Lebih Senang jadi Staf Ahli INNALILLAHI Wainnailaihi Rajiunn.."Kanda Sufyan Sagena meninggal di RS Darmais". Demikian isi BBM terkirim ke ponsel penulis, siang kemarin.

Setelah memastikan kembali kebenaran informasi tersebut, saya langsung meluncur ke RS Kanker Dharmais di daerah Slipi Jakarta. Suasana berkabung sangat terasa saat mendekati kamar 13 lantai 8 RS Dharmais, tampat Sufyan Sagena menjalani perawatan.

www.radar-sulbar.com Tercepat Menyajikan Berita

Rp 3.000 LAPORAN:

Chaerul Marfan

Jakarta

KEHILANGAN. Istri almarhum Sufyan Sagena, dr Eva terus larut dalam kesedihan.

Sufyan Sagena

Baca HAL 7

JUNIARDI

MAJENE -- Warga Lingkungan Timbo-timbo, Kelurahan Pangaliali, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Sulbar, dikejutkan dengan penemuan telapak kaki raksasa di sekitar pekuburan Belanda. Telapak kaki tersebut berukuran, lebar 20 cm dan panjang 40 cm. Warga yang pertama kali menemukan, Abu, Kamis 22 Maret, mengatakan pertama kali dirinya menemukan jejak langkah yang berukuran super jumbo tersebut, saat dirinya akan menggali sebuah pondasi rumah. Namun ia terkejut melihat sebuah jejak telapak kaki yang berukuran besar di sekitar rumah warga.

Telapak Kaki Raksasa di Majene

Tidak hanya itu, jarak antara tapak kaki kanan dan kaki kiri ketika melangkah, sekitar enam meter, di sekitar lokasi munculnya tapak kaki tersebut ditemukan sekitar empat tapak kaki. Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar tidak berani melakukan aktivitas dimalam hari di sekitar tempat ditemukannya tapak kaki raksasa tersebut. (**)

RADAR/SUDIRMAN SAMUAL

WAWANCARA. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN & RB) Azwar Abubakar, saat dihadang sejumlah wartawan usai membuka Rakerda Pemprov Sulbar, Kamis, 22 Maret 2012, di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju.

Tahun Ini, Pemerintah Terima 62.000 PNS EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL

Kirim cerita lucu Anda ke

radarsulbar01@gmail.com

Gara-gara BBM Naik

MAMUJU -- Moratorium (penghentian sementara) penerimaan CPNS telah berakhir. Tahun ini, pemerintah pusat akan membuka pendaftaran untuk menerima sebanyak 62.000 CPNS.

Jumlah tersebut akan terbagi untuk seluruh wilayah Indonesia, namun harus berdasarkan skala kebutuhan dan kemampuan anggaran dari masing-masing daerah. Hal tersebut disampaikan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN & RB) Azwar Abubakar saat menghadiri rapat kerja Gubernur Sulbar di Ballroom Hotel d'Maleo Mamuju, Kamis 22 Maret.

Azwar mengatakan, penerimaan PNS tersebut dilakukan guna menutupi kekurangan PNS di daerah, karena tahun ini sekitar 120.000 PNS akan pensiun. Baca HAL 7

Suatu waktu seorang anak yang masih sekolah TK (kaco) bertanya kepada Bapaknya (Puccecang) Kaco Puccecang Kaco Puccecang Kaco Puccecang Kaco Puccecang

: Bapak berapa nilainya 2 x 3? : Dengan enteng menjawab itu kan pelajaran TK gampang sekali : Gampangnya itu berapa? : 2 x 3 itu sama dengan 5 : Kalau menurut guru saya 2 x 3 = 6 : wah kalau begitu sudah naik, dulu waktu saya sekolah masih 5 : kenapa bisa??? : ah...tak perlu gelisah itukan gara-gara harga BBM naik, jadi 2 x 3 juga naik menjadi 6

Pengirim: Sudirman

Fraksi-Fraksi Belum Sehati Sesuara Bahas RUU Pemilu JAKARTA --- Pimpinan DPR RI melakukan rapat konsultasi terkait Rancangan Undang-Undang Pemilu bersama Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu). Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPR RI Marzuki Alie itu dihadiri wakil ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, Pramono Anung, Anis Matta dan Taufik

Priyo Budi Santoso

Kurniawan. Rapat itu yang digelar tertutup untuk pers itu dihadiri juga oleh pimpinan Panitia Khusus RUU Pemilu dan seluruh Ketua dan sekretaris fraksi-fraksi yang ada di DPR RI seperti Arif Wibowo (Ketua Pansus RUU Pemilu), Taufik Hidayat (Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu), Gede Pasek Suardika (Wakil Ketua Pansus), Saan Mustopa (anggota Pansus), Ahmad

Muzani (F-Gerindra), Mustafa Kamal, Al Muzammil Yusuf, Saleh Husin (Fraksi Hanura). Usai rapat konsultasi, Sekretaris Fraksi anura DPR RI, Saleh Husin mengatakan, belum ada kesepakatan dari fraksi-fraksi bersama pimpinan DPR, namun mulai mengerucut pada kesamaan pemahaman untuk beberapa poin krusial. Baca HAL 7

Wonomulyo, Akar Transmigrasi di Nusantara LAPORAN: Amry Makkaruba

WONOMULYO, sebuah potret peninggalan Kolonial Belanda di Tanah Mandar. Transmigrasi dari tanah Jawa ini dibuka 1937. Transmigran ketika itu berada dalam pengawasan Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger. Sehingga tak ada yang bisa pulang ke Tanah Jawa. Transmigran mulai masuk pada Juli 1934 sampai 1942. Awalnya wilayah pemukiman transmigran hanya bernama Colonie. Namun stelah para transmigran bercocok tanam dan melihat tanah yang begitu subur, maka wilayah koloni ini diberi nama Wonomulyo, yang berarti tanah yang subur. w w w. r a d a r - s u l b a r. c o m

Kini, Wonomulyo merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulbar. Tetapi orang juga sering menyebutnya sebagai 'Kappung Jawa' karena penduduk kecamatan ini didominasi etnis Jawa. Sebenarnya daerah pemerintah Belanda menempatkan transmigran dari berbagai Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta ke daerah ini, dulunya Wonomulyo merupakan hamparan hutan belantara. Kemudian Pemerintah Belanda mendatangkan warga Jawa dalam program transmigrasi Kolonisasi Van Java Nen Te Mapilli untuk membuka TEMPO DULU. Wedana (Camat) Wonomulyo pertama, R Soeparman, daerah pertanian di wilayah Distrik Mapilli pada Juli 1934. saat berada di lahan transmigrasi kolonial Womulyo tahun1937. Baca HAL 7 redaksi: 0426-22138 - email: radarsulbar01@gmail.com

2

Ekonomi

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012 PANC A KAR YA PEMBANGUNAN SULA WESI BARA T PHASE II ANCA KARY SULAWESI BARAT SEBA G AI KEBIJ AKAN S TRA TEGI PEMBANGUNAN PR O VINSI SULA WESI BARA T 20 1 1 - 20 16 KEBIJAKAN STRA TRATEGI PRO SULAWESI BARAT 201 201 SEBAG

1. Peningkatan Profesionalisme Aparatur ( personalcapatcy building) Pemerintahan Daerah Provinsi Sulawesi Barat 2. Peningkatan Kualitas dan Perluasan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Ekonomi Vital 3. Peningkatan Promosi dan Kerjasama dengan Pihak Ketiga Baik dalam Negeri maupun Luar Negeri 4. Peningkatan Pemanfaatan Sumber Daya Alam 5. Pengembangan Pemerintahan yang Peduli Lingkungan H. Anwar Adnan Saleh Gubernur

H. Aladin S Mengga Wakil Gubernur

Okupansi d'Maleo Didominasi Kegiatan Pemerintahan

Butuh Komitmen Raih WTP EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL MAMUJU -- Pemprov Sulbar menargetkan meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada pemeriksaan laporan keuangan Pemprov Sulbar tahun 2012. Predikat ini akan sulit dicapai jika eksekutif dan legislatif tidak fokus dan konsisten. Sebab, dibutuhkan komitmen kuat dan kerja keras dari seluruh pihak untuk meraih predikat itu. Kepala Badan Pengawasan Keuangan

dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulbar, Gillbert Hutapea, kepada Radar Sulbar saat dikonfirmasi di Hotel d'Maleo Mamuju, Kamis 22 Maret, mengatakan komitmen bukan hanya pada secarik kertas berupa tanda tangan dan kesepakatan. Namun lebih dari itu, dibutuhkan implementasi seluruh staf utamanya penyusun laporan untuk fokus dan tertib dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. "Untuk itu, kami akan membantu

dengan melakukan review laporan yang sudah disusun, serta mengajarkan bagaimana laporan transaksi keuangan yang baik," ujar Gillbert. Menurutnya, hal itu menjadi tugas BPKP selaku badan yang akan melakukan pembinaan dan pencegahan terhadap pelanggaran. Gillbert mengatakan, untuk meraih predikat WTP maka diperlukan pengendalian intern, ketaatan pada peraturan, serta transparansi laporan. "Ini yang akan kita lihat, apakah se-

mua hal diungkap dalam laporan tersebut. Selaku auditor intern, BPKP mengawasi jalannya pemerintahan utamanya pada laporan penggunaan keuangan. Ada dua tugas utama kami menjamin mutu laporan serta konsultasi," lanjutnya. Gillbert menyatakan, harapan untuk meraih predikat WTP sangat besar tapi tergantung dari aparatur yang ada di Pemprov Sulbar. Untuk itu, Ia berharap adanya kerja sama yang baik sesuai tupoksi masing-masing. (dir)

BPTN Maksimalkan Kredit Usaha RADAR/HASAN BASRI

PELAYANAN. Karyawan hotel d’Maleo and Convention Mamuju siap memberikan pelayan terbaik.

MAMUJU -- Tingkat pemakaian jasa atau okupansi di d'Maleo Hotel & Convention Mamuju. masih didominasi oleh kegiatan-kegiatan pemerintahan. Jumlah pengunjung atau pemakai jasa pada hotel ini, 80 persen merupakan pihak pemerintah. Front Office Manager d'Maleo Hotel, Roi Jatin, mengatakan, sejak Februari hingga pertengahan Maret, sekira 2.700 pengunjung ke hotel ini. "Pengunjung rata-rata lebih banyak karena adanya kegiatan pemerintahan. Jumlahnya sampai 80 persen. Mereka melakukan berbagai kegiatan berupa meeting," ujarnya. Roi Jatin optimis jumlah pengunjung akan terus meningkat. Apalagi pada bulan ini ada promo kamar murah untuk tipe deluxe khusus bagi warga yang memiliki KTP Sulbar, ini berlaku setiap Sabtu. "Biayanya hanya Rp 449 ribu, disamping itu ada massage dua session ditambah lulur dan free sandwich," tambahnya. Selain itu, d'Maleo juga menyediakan menu utama bulan ini yakni Pizza Mandar, Mocktail of The Month, dan Lepa-lepa Coffee Shop. "Setiap bulan kita punya menu baru, dan kami masih prioritaskan pada menu yang berciri khas makanan Sulbar," ungkapnya. Ia mengatakan, jumlah kamar yang dimiliki d'Maleo sebanyak 131 kamar dengan berbaga tipe yaitu Deluxe, Junior Suite, Presiden Suite. (rp2/ham)

INFO SULBAR

RADAR/HASAN BASRI

BANK BPTN. Seorang teller Bank Pensiunan Tabungan Nasional sedang melayani seorang nasabah, Kamis 22 Maret 2012.

MAMUJU -- PT Bank Pensiunan Tabungan Nasional (BPTN) fokus pada program pemberdayaan pengusaha mikro dan kecil. Untuk itu, tahun ini BPTN akan lebih memaksimalkan pemberian kredit bagi para pengusaha.

Credit Officer (CO) BPTN Mamuju, Susanto, mengatakan, sejak tahun 2011 BPTN memfasilitasi sebanyak 270 pengusaha mikro dan kecil, berupa penambahan modal usaha. Program tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk

menunjang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat. "Kami memberikan kredit ke sejumlah pengusaha mikro dan kecil di Mamuju. Kegiatan ini langsung mendapat apresiasi dari pengusaha. Meski

demikian, tahun 2012 kami akan berupaya memaksimalkan kredit pengusaha diatas 300 nasabah," kata Susanto. Menurutnya, fasilitas kredit yang disiapkan terdiri atas tiga paket untuk mitra usaha mikro dan kecil. Pertama, Paket Bebas berupa pinjama Rp 1 juta hingga Rp 25 juta, dengan jangka waktu kredit 6 sampai 48 bulan. Ini tanpa jaminan. Ledua, Paket Flexi, yaitu pinjaman Rp 5 juta hingga Rp 100 juta dengan jangka waktu 6 sampai 60 bulan. Ketiga, Paket Mapan, yaitu pinjaman Rp 100 sampai Rp 500 juta dengan jangka waktu 6 bulan hingga 60 bulan. "Hanya dengan melampirkan KTP, KK, surat nikah, NPWP, dan bukti jaminan, maka dalam waktu dua hingga tiga hari dana usaha dapat dicairkan," sebutnya. Susanto menambahkan, manfaat kredit mitra usaha, nasabah mendapat perlindungan ahli waris yaitu pinjaman dianggap lunas apabila nasabah meninggal. Selain itu, juga mendapatkan tabungan antar jemput yaitu menabung dan menarik tunai di tempat usaha. Keuntungan lain, nasabah program mitra usaha juga mendapatkan pelatihan gratis berupa pelatihan pengembangan usaha. Selain itu, gratis temu pengusaha sukses, gratis pasang iklan usaha, gratis informasi praktis pengembangan usaha, gratis pengembangan usaha, dan gratis akses ke mitra usaha. (rp2/ham)

Rubrik Khusus Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat

ASRUL/HUMAS PEMPROV SULBAR

TANDATANGAN. Gubernur Sulbar H Anwar Adnan Saleh, saat menandatangani MoU dengan Menpan & RB, Kamis 22 Maret 2012.

PIMPIN. Wakil Gubernur Sulbar Aladin S Mengga menjadi inspektur upacara, di halaman Kantor Gubernur Sulbar.

Mamuju 3

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012 VISI PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU

"Gerakan Membangun Mamuju, Menuju Masyarakat Maju dan Mandiri (Gerbang Maju)" MISI II Meningkatkan Perekonomian Daerah melalui pemberdayaan perekonomian rakyat, pemerataan Pendapatan di Masyarakat, Pembangunan daya Tarik, daya tahan dan daya saing perekonomian daerah TUJUAN 3. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa, Koperasi dan UKM SASARAN Berfungsinya kembali lembaga ekonomi yang ada ditigkat Desa Terjalinnya Kemitraan swasta dengan UKM dalam bentuk bapak angkat Berperannya sektor swasta dalam pembangunan masyarakat melalui CSR/Program Pengembangan Masyarakat

Drs. H. Suhardi Duka, MM Ir. Bustamin Bausat Drs. H. Habsi Wahid, MM Bupati Mamuju

Distamben Tunggu Hasil Penelitian Bapeten REPORTER: ANDI INDRA EDITOR: MUHAMMAD ILHAM MAMUJU -- Guna mengetahui kandungan uranium di daerah ini, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Mamuju masih menunggu hasil penelitian Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). "Kami masih menunggu hasil penelitian yang dilakukan oleh lembagalembaga terkait. Kalau sudah ada hasil-

nya, kami akan tindaklanjuti," kata Kepala Distamben Mamuju, Jalaluddin Duka, Kamis 22 Maret. Menurutnya, mengenai potensi uranium di Mamuju, khususnya di Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, tingkat radioaktifitasnya mencapai 2000-3000 nsw per jam. Ini setara dengan tingkat radioaktifitas di Pocos de Caldas, Brazil. Menurut Jalaluddin, masyarakat tidak perlu khawatir dengan tinggi radioaktifitas ataupun adanya kandun-

Demo Tolak BBM

Kapolres Janji Penuhi Keinginan Demonstran

MAMUJU -- Aksi penolakan terhadap rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di halaman depan d'Maleo Hotel, Kamis, 22 Maret, nyaris berakhir bentrok. Kericuhan itu bermula saat puluhan massa aksi yang berasal dari gabungan organisasi kemahasiswaan di Mamuju memasuki areal d'Maleo Hotel Mamuju. Saat itu para pejabat mulai dari tingkat eksekutif maupun legislatif berkumpul melakukan rapat kerja bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB), Azwar Abubakar. Massa yang hendak masuk dalam gedung itu terlibat saling dorong dengan aparat yang melakukan pengamanan. Beruntung, aksi saling dorong tidak berlangsung lama setelah Kapolres Mamuju AKBP Darwis Rincing, masuk ke tengah-tengah massa dan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. "Saya minta kepada adik-adik mahasiswa untuk tetap tertib dan tetap pada tujuannya untuk menyampaikan aspirasi. Saya perintahkan barisan polisi juga mundur," tegas Darwis saat menengahi massa yang nyaris bentrok dengan polisi. Selain meminta kepada para demonstran untuk tetap tertib dalam melakukan aksinya, Darwis juga mengarahkan agar para pendemo mengatur waktunya jika ingin bertemu dengan para anggota DPRD Sulbar guna menyampai-

wilayah Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, tempat dimana tingkat radioaktifitasnya sangat tinggi, kandungan yang ada di dalamnya yang saat ini sudah dketahui adalah mangan, nikel dan batubara. "Jadi, kalau jenis uranium kita belum pernah garap. Makanya, setelah ada hasil penelitian yang dilakukan oleh Bapeten, kita akan melakukan tindak lanjut bagaimana pengelolaannya," terang Jalaluddin. (**)

Sekda Mamuju

Armada Angkut Sampah Butuh Tambahan MAMUJU -- Armada pengangkut sampah milik Dinas Tata Ruang dan Kebersihan (Distarungber) Mamuju dinilai masih kurang. Akibatnya, penanganan kebersihan kota kurang maksimal. Meski demikian, dengan armada terbatas dinas tersebut berupaya untuk semaksimal mungkin dalam menangani persoalan sampah. "Bukan hanya tumpukan sampah yang dipinggir trotoar, tapi juga yang ada dalam selokan yang kadang menghambat drainase juga saat ini sedang dilakukan. Alhamdulillah, beberapa pekan terakhir kita mulai melakukan penataan mengenai kebersihan dalam kota,"ujar Kepala Distarungber Mamuju, Luthfi S, Kamis, 22 Maret. Dikatakannya, Distarungber memiliki 11 unit armada pengangkut sampah. Namun, yang beroperasi hanya sembilan unit. Enam unit diantaranya sudah berumur 20 tahun. Akibatnya, dalam pelaksanaan program kebersihan, lebih banyak cost (biaya, red) yang digunakan dari pada hasil yang dicapai. "Inilah yang membuat kami berat dalam menangani masalah kebersihan, karena biaya untuk armada pengangkut sampah lebih banyak, sementara hasilnya belum maksimal," tutur Luthfi. Menurutnya, jika dibandingkan dengan volume sampah dalam Kota Mamuju yang semakin besar, sembilan unit armada yang saat ini digunakan masih sangat minim. Hal tersebut, lanjut Luthfi, tidak membuat dinas kebersihan untuk menyerah. Dengan peralatan yang ada, pihaknya selalu berusaha untuk memaksimalkan penanganan kebersihan dalam kota. (mg1/ham)

RADAR/ANDI INDRA

SALING DORONG. Puluhan demonstran yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Mamuju saling dorong dengan aparat kepolisian dalam aksi penolakan terhadap kenaikan harga BBM di halaman d’Maleo Hotel, Kamis, 22 Maret 2012.

kan aspirasinya. "Kalau sekarang mau bertemu dengan pak Menteri, itu tidak mungkin karena sementara rapat kerja. Jadi, kalau mau ketemu anggota DPRD Provinsi, atur saja waktunya. Saya siap menfasilitasi adik-adik mahasiswa," ujar Darwis Hincing. Awalnya para demonstran bersikukuh untuk tetap bertemu dengan para pejabat khususnya Menpan, yang sedang melakukan kunjungan kerja di

Pembangunan Irigasi Tommo MAMUJU -- Riak sosial jelang pembangunan irigasi Tommo hingga saat ini belum dapat diselesaikan. Akibatnya, proses pengerjaan bendungan primer irigasi sempat terhenti selama tiga bulan. Warga setempat meminta ganti rugi lahan. Tapi permintaan ini belum bisa dipenuhi pemerintah. Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar Sulbar, Khaeruddin Anas, membenarkan jika penyebab utama tertundanya pembangunan irigasi Tommo disebabkan belum ada kejelasan pembayaran ganti rugi lahan milik warga. Biaya ganti rugi tersebut belum dapat diberikan sebab status lahan yang akan diganti rugi belum jelas. Menurut Khaeruddin, pokok permasalahannya adalah warga setempat mengklaim sebagian kawasan hutan

gan uranium, karena selama ini juga belum ada dampak yang terjadi di Kabupaten Mamuju. Misalnya, dampaknya baru akan timbul jika sudah masuk dalam proses pengayaman. Kalau masih diperut bumi, belum menimbulkan dampak. "Pemkab akan memimikirkan langkah-langkah yang akan ditempuh oleh pemkab. Hal ini juga sudah dilaporkan kepada Bapak Bupati,"tutur Jalaluddin. Lebih lanjut Jalaluddin, untuk

Wakil Bupati Mamuju

DPRD Sulbar kosong. "Kami tau mereka ada di d'Maleo makanya kami ke sini," ujar Abdillah. Menurutnya, aksi ini akan terus berlangsung hingga pemerintah membatalkan rencana harga BBM. Subsidi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang akan dilakukan sebagai kompensasi kenaikan BBM bukan solusi untuk rakyat karena tidak sebanding dengan harga BBM yang semakin melonjak. (mg1/ham)

RADAR/M SHOLIHIN

KOTOR. Saluran pembuang di Jalan Mangga, tersumbat tumpukan sampah.

Pembayaran Ganti Rugi Terganjal Status Lahan

yang akan dijadikan sebagai bendungan utama irigasi Tommo sebagai lahan mereka. Khaeruddin berharap agar panatia sembilan yang dipimpin Sekkab Mamuju segera melakukan tindakan guna memperjelas status lahan tersebut. "Kami masih menunggu hasil kerja dari tim sembilan yang secara teknis menangani masalah ini. Jika sudah jelas lahan yang akan diganti rugi maka kami langsung memberikan dana ganti rugi tersebut kepada yang berhak," ungkap Khaeruddin, Jumat 23 Maret. Syarat kejelasan pemilik lahan, lanjut Khaeruddin, harus dibuktikan dengan surat lahan berupa sporadik dan sertifikat. Mengenai dana ganti rugi yang akan diberikan kepada warga, pihaknya sudah menyediakan anggaran. Ia mengaku dana yang akan digunakan

EKSEKUTIF MAMUJU

Mamuju. Namun, Darwis berhasil memberikan solusion terkait keinginan para demonstran. Massa kemudian berbalik arah dan tetap menunggu janji Kapolres untuk mempertemukan dengan para legislator. Salah satu perwakilan aksi, Abdillah, mengatakan, aksi tersebut merupakan aksi damai terkait penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Kedatangannya di d'Maleo Hotel melakukan aksi karena Gedung

untuk membayar ganti rugi lahan milik warga akibat pembangunan bendungan utama irigasi Tommo berasal dari APBD Sulbar tahun 2012. "Pagunya mencapai Rp 2 miliar. Dan ini khusus peruntukannya hanya sebagai pembebesan lahan yang akan terendam akibat pembangunan bendungan utama irigasi tersebut," kata Khaeruddin. Pihaknya berharap agar warga setempat tidak terlalu mengedepankan emosional menuntut percepatan pembayaran ganti rugi. Ia juga sangat menyayangkan sikap warga yang memblokir pembangunan bendungan utama irigasi Tommo. "Semua kan butuh proses, jika sudah ada kejelasan dari panitia sembilan kami langsung akan memberikan ganti rugi lahan tersebut," kunci Khaeruddin. (mg6/ham)

RADAR/M SHOLIHIN

IRIGASI. Pembangunan bendungan utama irigasi Tommo terhenti.

Rubrik Khusus Humas Pemerintah Kabupaten Mamuju

RADAR/ANDI INDRA

Bupati Mamuju H Suhardi Duka, mengambil sumpah jabatan saat melantik pejabat lingkup Pemkab Mamuju.

4

Parlementaria

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI BARAT BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA VISI

“Terwujudnya Pemerintahan Desa yang Mampu Memberdayakan Masyarakat, Maju, Mandiri, dan Amanah“.

MISI

5. Mendorong upaya pemberdayaan ekonomi 1. Menata dan membina penyelenggaran fungsi – fungsi keluarga pemerintah desa 6. Mendorong peningkatan kapasitas 2. Membina dan memfasilitasi upaya pengembangan keluarga miskin 7. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Tepat sumber – sumber pendapatan desa. Guna dan SDA 3. Membina dan meningkatkan kapasitas aparat desa 8. Mengembangkan Pranata Sosial Budaya dan 4. Membantu upaya pengembangan dan pembinaan usaha Adat Istiadat Masyarakat ekonomi masyarakat desa H. Anwar Adnan Saleh Drs.H.Mulyadi Bintaha,M.Pd Diwujudkan melalui 2(dua) program utama: KEPALA BPMPD GUBERNUR PNPM –MP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan dan Program BANGUNMANDAR (Pembangunan Desa Mandiri Berbasis Masyarakat)

Dra. HAFNI DJABBAR SEKRETARIS

H. ARSYAD, S.Sos., M.Si

H. BAHARUDDIN, S.Sos

ARIFIN. A, S.Pd

KABID. PEMBDY. PEMDES/KEL & PENGUATAN KELEMBAGAAN

KABID. PEMBDY. EKONOMI & PARTISIPASI MASY

KABID. PEMBINAAN ADAT & PENGEMB. SOSBUD

DPRD Minta Pemkab Segera Bertindak REPORTER: M. SHOLIHIN EDITOR: MUHAMMAD ILHAM MAMUJU -- Munculnya dugaan keberadaan tenaga kontrak siluman di setiap SKPD, mendapat perhatian dari DPRD Mamuju. Lembaga legislatif berharap agar Pemkab Mamuju segera melakukan tindakan tegas. Anggota Komisi II DPRD Mamuju, Lalu Syamsul Rijal, menekankan agar pemkab mengusut tenaga kontrak tidak jelas tersebut. Kalau sudah ditemukan datanya, sebaiknya dilakukan penghapusan pada daftar tenaga kontrak. Itu perlu dilakukan agar daerah tidak dirugikan.

"Intenal pemkab jangan saling lempar tanggung jawab terhadap kasus tersebut. Sebaiknya, jika ada berita seperti itu langsung diupayakan penyelesainnya," sebut Lalu. Dikatakan, proses penyelesaian masalah seperti ini seharusnya menjadi hal prioritas mengingat hal tersebut menjadi keresahan sejumlah tenaga kontrak lain yang aktif bekerja. Selain itu, adanya tenaga kontrak yang tidak aktif juga akan memicu terjadinya korupsi terselubung tenaga kontrak di tingkat SKPD terkait. Lalu manambahkan, langkah yang mungkin dapat diambil oleh Pemkab Mamuju terhadap kondisi tersebut adalah melakukan koordinasi dan

pemantauan secara langsung ke setiap SKPD. Dalam pemantauan tersebut, data tenaga kontrak disinkronkan dengan jumlah tenaga yang ada. Sehingga jika ada selisih data, maka jelas data tersebut merupakan data tenaga kontrak siluman dan perlu diberikan ketegasan. "Yang terpenting, apakah betul tenaga kontrak tersebut bekerja," kata Lalu Selain itu, pengangkatan tenaga kontrak yang dilakukan Pemkab Mamuju harusnya memperhatikan kebutuhan daerah. Sebab, pengangkatan tenaga kontrak yang tidak berdasar kebutuhan akan membebani APBD. (**)

RADAR SULBAR Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Berpulangnya ke Rahmatullah

M SHOLIHIN

BERSIHKAN. Tenaga kontrak Sekretariat DPRD Mamuju sedang membersihkan lantai yang basah akibat rembesan air.

YAYASAN PENDIDIKAN INDONESIA SULAWESI BARAT (YAPISBAR)

Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Berpulangnya ke Rahmatullah

H. Sufyan Sagena, SH, M.Si

H. Sufyan Sagena, SH, M.Si

(Kepala Disporabudpar Kabupaten Majene) Dalam Usia 46 Tahun Jumat, 23 Maret di RS Kanker Dharmais Jakarta Semoga Amal Ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT, dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan dan Kesabaran, Amin!

Naskah M. Nabhan

Dalam Usia 46 Tahun Jumat, 23 Maret di RS Kanker Dharmais Jakarta Semoga Amal Ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT, dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan dan Kesabaran, Amin! Drs. H. Anwar Adnan Saleh Ketua Harian

Prof. Dr. H. Ma'mun Hasanuddin, SH, MH

Direktur

PARLEMENTARIA

(Kepala Disporabudpar Kabupaten Majene)

Ketua

Rubrik Khusus Humas DPRD Sulawesi Barat

TANDATANGAN. Ketua DPRD Sulbar H Hamzah Hapati Hasan, menandatangani MoU dalam rakerda Pemprov Sulbar, Kamis 22 Maret 2012.

HUMAS DPRD SULBAR/JUNAEDI MUIN

RAPAT DENGAR PENDAPAT. Anggota Komisi VI DPRD Sulbar Rayu, menyampaikan pendapat dalam RDP.

Rubrik Khusus Humas DPRD Kabupaten Mamuju

Abdul Wahab, S,Si, M.Si Sekretaris

LEGISLATIF MAMUJU

KONSULTASI. Anggota Komisi I DPRD Mamuju Hj Ratnawati, saat konsultasi dengan Wakil Ketua I DPRD Mamuju, Hj St Suraidah Suhardi.

RADAR/M SHOLIHIN

TEKEN LAPORAN. Wakil Ketua II DPRD Mamuju, Masram Jaya, mendatangani laporan Anggota Komisi III DPRD Mamuju, Andi Padenrengi.

Pemilukada 5

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012

H.Agus Ambo Djiwa

H.Muhammad Saal

Bupati Matra

Wakil Bupati Matra

Iklan Layanan Ini Dipersembahkan Oleh Dinas Pengelolaan, Pengeluaran Keuangan dan Aset Daerah Kab. Matra

Calon Ketua ALHAMID mengaku sangat bersyukur. Menurutnya, dia akan melaksanakan seluruh konsepkonsep yang telah dipaparkan di hadapan anggota Komisi II. Salah satu konsepnya yang cukup mendapat apresiasi, adalah quick respons dan awas cepat. Selain itu, Alhamid juga memiliki konsep untuk pengawasan partisipatif dengan pelibatan masyarakat. Alhamid sudah diprediksi dari awal bakal masuk di Bawaslu. Itu setelah jawaban-jawabannya dalam fit and propert test, begitu meyakinkan para anggota Komisi II yang hadir. Selain mendapat dukungan penuh dari anggota Komisi II DPR RI asal Sulsel, Akbar Faisal, Gafar Patappe, Markus Nari, dan Mestariyani Habie, sejumlah anggota Komisi II DPR RI di luar Sulsel, juga memberikan dukungan kepada Alhamid, di antaranya, Abdul Malik Haramain. Bahkan, Malik menjagokan Alhamid untuk memimpin lembaga Bawaslu, sebab kualitasnya sebut Malik, berada di atas yang lain. "Abdul menilai Muhammad sebagai calon yang berkarakter. Hal itu juga seiring den-

gan latar belakangnya sebagai ahli politik pemerintahan," ujarnya. Awalnya, pengumuman nama-nama calon anggota KPU dan Bawaslu terpilih, rencana ditunda ke Senin, 26 Maret mendatang. Pasalnya, beberapa anggota Komisi II DPR RI, mengaku akan berkoordinasi dengan fraksinya. Namun, beberapa lainnya tetap ngotot diumumkan Kamis malam. Wakil Ketua Komisi II DPR, Abdul Hakam Naja, termasuk yang lebih condong bila tidak ada penundaan waktu pengumuman hasil. Akhirnya pemilihan dimulai pukul 19.50 WIB. Sebanyak 53 anggota Komisi II dari 9 fraksi, melaksanakan hak pilihnya. Proses pemilihan dilakukan dengan cara melingkari nama calon pada surat suara, dan dimasukan ke dalam kotak suara. Anggota Komisi II melingkari 7 nama calon komisioner KPU, dan 5 nama calon Bawaslu. Proses pemilihan ini dilakukan 2 tahap. Yang pertama, memilih komisioner KPU. Selanjut untuk tahap kedua memilih anggota Bawaslu. Pemilihan dimulai dari fraksi terbesar ke fraksi terkecil. (**)

Segmen Khusus

H.Abdul Wahid Kepala Dinas Pengelolaan Pengeluaran dan Asset Daerah Matra

Putra Kelahiran Polman Masuk Bawaslu REPORTER: CHERUL MARFAN EDITOR: MUHAMMAD ILHAM JAKARTA -- Nasrullah, anggota KPU Yogyakarta, kelahiran Polewali Mandar (Polman), terpilih sebagai anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui voting di Komisi II DPR RI. Nasrullah meraih 36 suara. Namun perolehan suara Nasrullah, tidak menjadi yang terbanyak. Ketua Jurusan Ilmu Politik Unhas yang juga mantan Ketua Panwaslu Sulsel, Muhammad Alhamid, meraih suara terbanyak 45 suara. Ia pun dijagokan sebagai calon kuat lembaga ini. Selain itu, terpilih juga Endang Wihdatiningtyas (35 suara), Daniel Zuchron (24 suara), dan Nelson Simanjutak (24 suara). Sementara Refly Harun yang sempat dijagokan, ternyata hanya meraih 22 suara. Calon Bawaslu yang tersisih lainnya, Pramono Ubaid Tantowi (21 suara), Razaki Persada (20 suara), Sunny Ummul Firdaus (20 suara), dan Luky Djuniardi Djani (18 suara). Sementara itu, Komisi II DPR RI, juga memilih tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni,

Sigit Pamungkas (45 suara), Ida Budhiati (45 suara), Arierf Budiman (43 suara), Husni Kamil Manik (39 suara), Hadar Nafis Gumay (35 suara), Ferry Kurnia Rizkyansyah (35 suara), dan Juri Ardiantoro (34 suara). Calon anggota KPU yang harus tersisih adalah, Hasyim Asyari (32), Ari Darmastuti (31), Enny Urbaningsih (23), Muhammad Najib (3), Zainal Abidin (1), Moh Adhy Syahputra Aman (1), dan Evie Aridne Shinta Dewi (0 suara). Terpilih sebagai anggota Bawaslu periode 2012-2017, Nasrullah siap menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepadanya. Ditemui usai proses pemilihan Anggota Bawaslu di DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis malam, Nasrullah mengaku sangat bahagia menjadi salah satu yang terbaik dari 10 calon anggota Bawaslu yang telah menjalani fit and proper test. "Alhamdulillah, saya tentu merasa bahagia sekali, apa yang kami usahakan telah berbuah hasil. Saya tentu siap mengemban amanah ini," sebutnya, Kamis 22 Maret. Menjadi pengawal proses demokrasi, kata dia, tidaklah mudah. Ia meyakini akan sangat banyak tan-

RADAR/CHAERUL MARFAN

Suasana pemilihan anggota Bawaslu di Komsi II DPR RI, Kamis malam, 22 Maret 2012.

tangan kedepannya. Namun, ia tetap optimis dengan komitmennya dalam pemaparan visi misi sebelumnya. "Begitu banyak tantangan dalam membangun masyarakat agar lebih cerdas berani memberi dan menyatakan sikap di dunia demokrasi," imbuh Anggota KPU Yogyakarta ini. Nasrullah terpilih setelah mengumpulkan sebanyak 36 suara, disusul Endang (35), Nelson Siman-

juntak (24), dan Daniel Suchron (24). Peraih suara terbanyak adalah Muhammad, dengan 45 suara. Sejak awal penghitungan suara, Nasrullah dan Muhammad saling kejar mengejar suara. Putra kelahiran Polman ini berharap mewujudkan kolektifitas partisipatif masyarakat dalam Pemilu. "Pemilu milik masyarakat, miliki bersama, bukan kelompok tertentu," ujarnya. (**)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mamuju Utara

RADAR/ANDI SAFRIN

DAMPINGI WABUP. Kepala Bappeda Matra Firma saat mendampingi Wakil Bupati HM, saal dalam acara Gema Desa Smart yang dilaksanakan Bappeda di Desa Polewali, Jumat 23 maret 2012

RADAR SULBAR Pertama dan Terbesar di Sulawesi Barat

Terbit Sejak 10 Juni 2004 Dalam melaksanakan tugas Jurnalistik, wartawan Radar Sulbar dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima maupun meminta imbalan dari nara sumber

RADAR/ANDI SAFRIN

GEMA d'SMART. Kepala Bappeda Matra Firman bersama Sekkab Matra HM.Natsir, Perwira Penhubung Dandim Mamuju Matra Mayor Agus Salim dan Anggota DPRD Sulbar Rayu, dalam kegiatan Gema D'Smart di Desa Polewali.

PENERBIT: PT RADAR SULAWESI BARAT, Pembina: HM Alwi Hamu, H Syamsu Nur, Komisaris Utama: H Andi Syafiuddin Makka, Komisaris: HM Subhan Alwi, Irwan Zainuddin Direktur: Naskah M. Nabhan, Wakil Direktur SDM & Produksi: Mahbub Amiruddin, Wakil Direktur Pemasaran: Muhammad Ilham, Penasehat Hukum: Ridwan J. Silamma, SH. Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab: Mahbub Amiruddin, Wakil Pemimpin Redaksi/Wakil PenanggungJawab: Muhammad Ilham, Koordinator Liputan: Sudirman Samual Redaktur: Muh. Amri Makkaruba, Chaerul Marfan, Dewan Redaksi: Naskah M. Nabhan, Mahbub Amiruddin, Muh. Ilham, Reporter: Jamhur Anjasmara, Syamsuddin Rahman, Syamsuddin HB, Hasan Basri, Muhammad Sholihin, Juniardi, Layouter/Desain Grafis: Shofiandhy BT., Muhammad Ali Akbar, Rahmat, IT - Website: Muh. Ridwan Alimuddin, Chalid Mawardi. Keuangan: Yuli Sulianti (Manager), Virra Eka Fitra Sari, Iklan/Sponsorship: Mawarni Simargolang (Manager), Sirkulasi: Firdaus Paturusi (Koordinator), Rismayanti, Rukman. Alamat Kantor Mamuju: Jl. Jend. Sudirman No. 50, Telp./Fax. 0426-22138, Majene: Jl. Jend. Sudirman No. 167, Telp. 0422-21157 (M. Yunus Alibin), Polewali: Jl. H.A. Depu No. 39, Telp. 0428-23203 (Hasanuddin), Pasangkayu: Jl. Trans Sulawesi No. 52, Telp/HP: 0813 4247 1414, (Andi. Safrin M), Makassar: Graha Pena, Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Telp. 04115238913/085299874232 (Agussalim), Jakarta: Jl. Kebayoran Lama No. 17, Telp. 021- 5322632 (Andi Syamsuri), Surabaya: Jl. Pasar Kembang Ruko Green Flowers Blok B1 No. 20 Surabaya, Telp.081342763676 (Sukri) Percetakan: PT Fajar Utama Intermedia Cabang Sulbar. Harga Langganan: Rp 65.000/Bulan, Harga Eceran: Rp 3.000/Eksamplar. Harga Iklan: Iklan Umum/Display: Berwarna (FC) Rp25.000/mmk, Hitam Putih (BW) Rp15.000/mmk, Iklan Reguler Rp 6.000/mmk, Iklan Duka Cita Rp 8.000/mmk, Iklan Mungil (FC) Rp 4.000/mmk, Iklan Mungil (BW) Rp 2.000/mmk, Iklan Kolektif Rp1 juta/ ktk, Iklan Baris Rp 5.000/baris, Radar Society: 1/2 hal. Rp 5.000.000, 1 hal. Rp 10.000.000.

Rekening Bank: PT. Radar Sulawesi Barat, BRI Cabang Mamuju, No. 0218-01-012598-50-9

PARLEMENTARIA

Rubrik Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar

RADAR/JHAMHUR ANJASMARA

DIAPIT. Ketua DPRD Polewali Mandar, Abdullah Tato diapit oleh Anggota DPRD Sulbar, Hasan Bado dan Kadistanak Sulbar, Muh Abdu, saat menghadiri pesta panen di desa Paku.

RADAR/JHAMHUR ANJASMARA

SERIUS. Ketua DPRD Polewali Mandar Abdullah Tato, duduk berdampingan Wakil Ketua DPRD Sulbar AM Natsir Nawawi, saat panen di Paku.

6

Opini Membaca Kalumpang Oleh:

Yadi Muliadi

Staf Pengajar Jurusan Arkeologi Unhas, Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komda Sulawesi, Maluku, Ambon, Papua KALUMPANG terlebih dahulu menginternasional pada dasawarsa 1930-an ketika seorang arkeolog dari Belanda mempublikasikan hasil penelitiannya tentang tinggalan dari masa prasejarah di Kalumpang. Hal ini terus berlangsung sampai sekarang, bedanya kini Kalumpang bukan hanya dikenal di dunia internasional saja tetapi masyarakat Indonesia pun kini telah semakin mengenalnya. Ternyata ada tempat bernama Kalumpang, dimana di tempat ini telah ditemukan jejak peradaban manusia tertua di Sulawesi, dimana para peneliti asing telah banyak melakukan penelitian untuk mencoba mengungkap lebih jauh jejak peradaban tersebut, dimana pada kenyataannya tidak dapat dipungkiri bahwa ternyata mereka lebih ‘peduli’ dengan jejak peradaban kita, dibandingkan kita sendiri. Ironis, bangsa ini memang penuh dengan ironi, warisan budaya kita sendiri belum mendapatkan hak sepenuhnya dari kita untuk dihargai. Ironisasi ini bahkan akan terus dilanjutkan di Kalumpang yang diawali dengan adanya keinginan pemerintah daerah Sulawesi Barat sebagai pemangku kepentingan untuk membuat PLTA di kawasan ini, dengan dalih kemaslahatan umat. Pertanyaannya adalah, apakah mengetahui jejak peradaban nenek moyang kita juga bukan merupakan kepentingan masyarakat. Hal inilah yang selalu

menjadi pangkal warisan budaya bangsa menjadi pihak yang dirugikan, atas nama pembangunan. Padahal sebagaimana disampaikan oleh budayawan Mandar, Almarhum Prof Darwawan Mas’ud Rahman, mengatakan bahwa “di dalam sejarah Kebudayaan Indonesia, Kebudayaan Kalumpang merupakan suatu tonggak yang penting di Indonesia dari tanah Mandar”. Apakah demi pembangunan PLTA kita rela membiarkan hal itu terjadi? Tetapi sebaliknya apakah kita siap untuk memikirkan kembali rencana pembangunan PLTA demi melestarikan warisan budaya di Kalumpang tersebut? Pembanguan PLTA yang direncanakan akan dilakukan dengan cara membendung aliran Sungai Karama secara langsung berdampak pada perubahan lansekap kawasan ini, dimana salah satunya adalah tenggelamnya sebagian daratan di Kalumpang termasuk dalam hal ini situs-situs prasejarah yang merupakan bukti nyata peradaban tertua di Sulawesi. Pro dan kontra yang muncul akibat rencana pembangunan PLTA perlu ditindaklanjuti dengan bijak sehingga dapat menghasilkan solusi yang tepat. Sudah saatnya semua pihak yang berkepentingan dengan hal ini, duduk bersama dengan mengesampingkan ego sektoral dan kepentingan sesaat serta mengedepankan kepentingan masa depan.

warning Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnya tanggung jawab penulis yang bersangkutan

RADAR SULBAR

Dalam konteks pengelolaan sumberdaya budaya, perbedaan kepentingan yang terjadi di Kalumpang ini bukanlah hal yang baru. Secara umum, pengelolaan sumberdaya budaya selalu melibatkan beragam kepentingan, oleh karena itu pada hakekatnya pengelolaan sumberdaya budaya adalah bentuk nyata dari manajemen konflik. Hal yang perlu kita capai bersama adalah akhir dari penyelesaian konflik ini harus benarbenar tepat, tidak ada pihak yang dirugikan dan berorientasi pada kepentingan masa depan, sesuatu yang nilainya lebih tinggi daripada triliunan juta uang sekalipun. Hal ini sebenarnya dapat diwujudkan di Kalumpang, inilah momen yang tepat bagi kita untuk belajar bersama mengelola konflik dalam pengelolaan warisan budaya di Kalumpang dan kepentingan pembangunan PLTA. Pemerintah seyogyanya membuka diri untuk menerima masukan dari masyarakat dan stakeholder yang lain, demikian pula masyarakat memberikan ruang dan waktu kepada pemerintah untuk melakukan kajian yang mendalam, sehingga terjadi sinergisitas yang optimal dan tepat sasaran. Kasus konflik kepentingan dalam pengelolaan warisan budaya juga pernah terjadi di negara Mesir, pada saat akan dibangun bendungan Aswan. Bendungan ini terletak di propinsi Aswan, yang berada di bagian selatan negeri Mesir, dibangun mulai tahun 1960 dan baru diresmikan pemakaiannya tahun 1971 dengan melibatkan 400 ahli kontruksi bendungan dari negara Uni Soviet. Renacana pembangunan bendungan Aswan sendiri sudah diungkapkan pada tahun 1953 oleh Gamal Abdul Nasser

Pengirim naskah artikel/opini/SdP harus melampirkan foto copy identitas dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Tulisan diterima dalam bentuk flash disk/disket. naskah tulisan/opini minimal 4 halaman.

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012

Tajuk

Presiden Mesir pada saat itu. Saat ini bendungan Aswan menjadi salah satu objek wisata andalan bagi Masir yang telah dikunjungi jutaan wisatawan mancanegara. Hal yang dapat dipelajari dari pembanguan bendungan Aswan ini adalah, proses pembangunannya yang juga melibatkan kepentingan akan pelestarian warisan budaya Mesir. Adapun bendungan Aswan ini, terdiri dari dua bendungan yaitu Aswan Atas dan Aswan Bawah. Bendungan Aswan Bawah dibangun pada tahun 1906 dan mengakibatkan tenggelamnya Pulau Philae termasuk warisan budaya Mesir di pulau tersebut yaitu Kuil Philae. Bercermin dari hal tersebut, maka ketika pembangunan Bendungan Aswan Atas pada tahun 1960 yang juga berdampak pada naiknya ketinggian air yang mengakibatkan beberapa bangunan bersejarah yang tidak ternilai harganya termasuk kuil Abu Simbel tenggelam. Untuk menghindari hal tersebut, maka sebelum pembanguan bendungan Aswan Atas yang memang diperlukan bagi pertanian masyarakat, para ahli dan pemerintah Mesir serta dibantu oleh negara-negara lain akhirnya memindahkan kuil-kuil tersebut dengan cara memotong batu penyusun kuil dan kemudian dirakit lagi di tempatnya yang baru, di sebuah pulau baru yang letaknya lebih tinggi di tengah sungai Nil pada tahun 1970-an. Pulau karang yang baru ini dibangun mirip dengan pulau lama yang tenggelam dan dinamakan pulau Agilika,namun tetap lebih terkenal dengan nama lamanya yaitu Pulau Philae. Di tengah pulau ini terdapat Kuil Isis yang dibangun oleh bangsa Mesir kuno untuk menghoramti Dewi Isis. Baca hal. 7 Artikel dapat dikirim via email:radarsulbar01@gmail.com

Rasionalisasi Kebutuhan PNS SEJAUH ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih tetap tempat kerja idola. Dalam kehidupan masyarakat terutama yang ada di daerah masih menganggap bahwa PNS adalah pekerjaan yang bisa memberi jaminan hidup hingga hari tua. Tidak mengherankan jika masyarakat dari lulusan manapun berlomba-lomba berseragam PNS. Tidak jarang juga mereka menggunakan segala cara untuk mendapatkan tempat sebagai PNS. Coba kita lihat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pelamar umum yang dilaksanakan hampir setiap tahun. Mulai dari hari pertama hingga hari terakhir terus terlihat antrean di Badan Kepegawaian Daerah. Hal ini membuktikan bahwa PNS sangat menarik perhatian masyarakat. Bagi yang tidak memenuhi syarat mendaftar CPNS pelamar umum, menggunakan pintu tenaga honorer sebagai batu loncatan mendapatkan posisi sebagai PNS. Sayangnya penerimaan honorer tidak dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah daerah. Akibatnya di setiap daerah kita jumpai adanya honorer bermasalah karena masuk secara tidak sah. Saat ini upaya menuntaskan tengah dilakukan pemerintah dengan rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang honorer. Di sisi lain pemerintah juga menggunakan penerimaan CPNS sebagai jalan pintas untuk mengurangi jumlah pengangguran. Padahal seharusnya penciptaan lapangan kerja lebih diarahkan ke sektor yang bisa memacu produktivitas. Akibatnya jumlah PNS membengkak. Membengkaknya jumlah PNS semakin membebani anggaran daerah. Dana belanja publik tersedot ke belanja pegawai. Seharusnya struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulbar lebih diarahkan ke sektor produktif seperti, infrastuktur, pertanian dan kelautan. Jumlah PNS di pemerintah provinsi Sulbar saat ini mencapai 2.265 orang. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulbar Rp 100 miliar dengan total APBD Rp 707 miliar. Dari dana itu, teralokasi untuk belanja pegawai lebih 60 persen, sedangkan untuk belanja publik lebih sedikit berkisar 40 persen (Media Indonesia, Selasa, 23 Agustus 2011) Oleh karena itu ketika pemerintah pusat ingin membuka keran penerimaan CPNS, harusnya digunakan secara maksimal berdasarkan kebutuhan daerah. Jangan sampai Sulbar membuka penerimaan PNS untuk bidang yang tidak penting dan mendesak. Reformasi birokrasi yang dijalankan oleh pemerintah pusat harusnya direspon baik pemerintah daerah dengan lebih mendisiplinkan pegawai, meningkatkan kinerja dan mengefisienkan anggaran untuk PNS. Kita tidak mengharamkan penerimaan CPNS, tapi setidaknya terlebih dahulu dilakukan rasionalisasi. (**)

IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL

RADAR SULBAR

Radar Sulbar

Pertama dan Terbesar di Sulawesi Barat

Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat

Pasang IKLAN Atau Tidak Terima KORAN Hubungi:

Mau Pasang IKLAN

Website ATAU Koran

Sirkulasi: Firdaus Paturusi (Koordinator), Rismayanti, Rukman. Alamat Kantor Mamuju: Jl. Jend. Sudirman No. 50, Telp./Fax. 0426-22138 Majene: Jl. Jend. Sudirman No. 167, Telp. 0422-21157 (M. Yunus Alibin), Polewali: Jl. H.A. Depu No. 39, Telp. 0428-23203 (Hasanuddin), Pasangkayu: Jl. Trans Sulawesi No. 52, Telp/HP: 0813 4247 1414, (Andi. Safrin.M),

HUBUNGI

PENERBIT: PT RADAR SULAWESI BARAT

Rp 65.000

/Bulan

081 241 843 180

Office: Jl. Dr. Ratulangi No.3 Pekkabata Polewali Mandar Sulbar Telp: 0428-22284 E-mail: st933fm@telkom.net

LOWONGAN KERJA Perusahaan distribusi / pemasaran Rokok BokorMas membutuhkan : 1. Koordinator (KD) 2. Salesman Kanvas (SK) 3. Motoris (MT) 4. Driver (DR) Dengan kriteria sbb : 1. Pria, berpenampilan menarik, jujur, ulet, disiplin, bertang gung jawab dan mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan baik. 2. Pendidikan minimal S1 untuk koordinator. 3. Pendidikan min. SLTA / pernah kuliah (2,3, dan 4) 4. Umur maksimal 35 Tahun. 5. Memiliki sepeda motor untuk motoris. 6. Memiliki Sim B1 untuk driver dan pengalaman keluar kota. 7. Siap ditempatkan diwilayah Mamuju / Polman Lamaran diterima paling lambat dua minggu setelah iklan dimuat (cap pos) ke Alamat : PT. TIGA HA SEJAHTERA Jl. Ar. Dg. Ngunjung III / 17 Makassar Kode Pos 90216 Dengan mencantumkan kode posisi jabatan dikanan atas amplop

RADAR SULBAR Pertama dan Terbesar di Sulawesi Barat

Pasang IKLAN Atau Tidak Terima KORAN Hubungi: Sirkulasi: Firdaus Paturusi (Koordinator), Rismayanti, Rukman. Alamat Kantor Mamuju: Jl. Jend. Sudirman No. 50, Telp./Fax. 042622138 Majene: Jl. Jend. Sudirman No. 167, Telp. 0422-21157 (M. Yunus Alibin), Polewali: Jl. H.A. Depu No. 39, Telp. 0428-23203 (Hasanuddin), Pasangkayu: Jl. Trans Sulawesi No. 52, Telp/HP: 0813 4247 1414, (Andi. Safrin.M), PENERBIT: PT RADAR SULAWESI BARAT

Rp 65.000/Bulan

RADAR SULBAR SABTU, 24 MARET 2012

Tahun Ini, Pemerintah Terima 62.000 PNS LANJUTAN HALAMAN 1

"Tidak ada lagi moratorium penerimaan PNS, tahun ini akan diterima sekitar 62.000 PNS untuk ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia,"kata Azwar Abubakar, pada acara yang dipimpin Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh dan dihadiri Bupati Mamuju Suhardi Duka dan Bupati Majene Kalma Katta serta tiga pejabat dari Kabupaten Mamuju Utara, Polewali Mandar, dan Mamasa yang mewakili bupati masingmasing. Terkait penerimaan CPNS di Sulbar, Azwar menegaskan di Provinsi Sulbar belum dapat dipastikan berapa jumlah PNS yang akan diterima karena masih dikaji berapa jumlah kebutuhan pegawai untuk memaksimalkan pelayanan pemerintahan. Namun diyakini, kebutuhan pegawai di lingkup Pemprov Sulbar masih tinggi dan masih diperlukan untuk memaksimalkan peran pemerintah melayani masyarakat. "Masih cukup dibutuhkan pegawai khususnya tenaga kesehatan dan pendidikan serta yang berkaitan dengan upaya memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam seperti di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan," katanya. Oleh karena, Azwar meminta pemerintah daerah di Sulbar segera mengkaji jumlah kebutuhan pegawai untuk diusulkan kepada pemerintah pusat dengan mengedepankan kebutuhan sesuai dengan bidang pembangunan yang prioritas di Sulbar. Ia menegaskan, pemerintah di daerah tidak perlu mempergemuk jumlah PNS. Seharusnya tenaga yang telah ada dimanfaatkan sehingga bisa mengurangi beban belanja. Saat ini, alokasi pembiayaan yang dilaksanakan Pemprov Sulbar setiap tahun anggaran yang diplot melalui APBD 2012 dominan untuk belanja publik. Hal ini mendapat apresiasi positif dari Men PAn dan RB, sebab di sejumlah daerah dana APBD habis terserap untuk membiayai belanja aparatur. "Saya turut bangga karena ternyata belanja APBD di Sulbar tahun ini diarahkan sekitar 80 persen untuk kegiatan yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat. Selebihnya, untuk belanja pegawai," ujarnya. Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh mengatakan pemerintah di Sulbar secepatnya akan mengkaji kebutuhan pegawai di Sulbar dalam rangka membantu percepatan pembangunan. Saat ini, Pemprov Sulbar hanya memiliki sebanyak 2.000 PNS. Pemprov masih sangat membutuhkan PNS guna memaksimalkan segala potensi demi meningkatkan pelayanan masyarakat. "Kebutuhan pegawai hampir di semua bidang pembangunan karena di Sulbar sangat melimpah kekayaan alam yang akan dikelola," katanya. (dir)

Fraksi-Fraksi Belum Sehati Sesuara Bahas RUU Pemilu LANJUTAN HALAMAN 1

Disebutkan Saleh, beberapa poin krusial tersebut mengenai parliamentary threshold (PT), alokasi kursi per dapil, cara perhitungan suara serta pembiayaan partai termasuk biaya kampanye. "Masih belum dapat ketemu kesepakatan dan akan dijadwalkan kembali untuk dibicarakan, sehingga kita harapkan selesai sebelum masa sidang ini ditutup, sehingga undang-undang ini bisa disahkan," kata Saleh. Walaupun belum menemui kata sepakat, namun menurut Saleh sudah ada kemajuan dibanding pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Oleh karena itu, Saleh berharap saat paripurna tidak dilakukan voting dalam pengambilan keputusan. "Cukup diselesaikan di tingkat pimpinan fraksi. Karena memang sudah hampir ada kesekatana. Rencana minggu depan lanjutkan rapat," tambah Saleh. Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengatakan, dirinya senang karena sudah ada kemajuan dalam pembahasan RUU tersebut. "Sebagai pimpinan DPR RI saya merasa bersyukur karena pada rapat konsultasi hari ini fraksi-fraksi sudah mau bergerak menuju ke titik temu," kata Priyo. Menurut dia, pembahasan mengenai empat hal krusial pada RUU Pemilu sudah mencapai perkembangan yang lebih mengerucut untuk mencapai titik temu. Jika pada forum lobi pekan lalu semua fraksi masih bersikukuh pada pandangan awal, menurut dia, pada froum lobi hari ini semua fraksi sudah bergerak. Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, soal besaran parliamentary threshold pada pembahasan pekan ini sudah mengerucut pada angka tiga persen dan empat persen. "Meskipun Partai Golkar masih mengusulkan lima persen tapi prinsipnya sudah menerima usul empat persen," katanya. Kemudian soal jumlah kursi di setiap daerah pemilihan, jika pada pekan lalu opsi masih 3-6 kursi hingga 3-12 kursi di setiap daerah pemilihan, maka pada pembahasan pekan ini telah mengerucut menjadi 3-8 kursi serta 3-10 kursi. Demikian juga dengan cara penghitungan suara, menurut dia, sudah mengerucut menjadi dua opsi yakni sistem kuota atau sistem D’Hondt. Sementara soal sistem pemilu, katanya, terdapat dua opsi yakni sistem proporsional tertutup atau terbuka. "Padahal, pada forum lobi pekan lalu masih ada satu opsi lainnya yakni sistem proporsional campuran," katanya. Dengan perkembangan yang dicapai pada konsultasi pada hari ini, Priyo berharap, pada rapat konsultasi pekan depan akan semakin mengerucut sehingga bisa menghindari pengambilan keputusan secara voting pada rapat paripurna. "Andaikan diambil jalur voting, paling nggak sudah tahu ini pilihan yang mengakomodir. Jadi tidak ekstrim," tambah Priyo. Dia juga menyebutkan, kesepakatan soal PT memang belum tercapai, namun mulai mengerucut ke empat persen. Partai-partai yang memberi sinyal akan setuju dengan empat persen adalah Partai Demokrat, PDIP, PKS, PPP, PAN, Gerindra dan Hanura. Sementara Partai Golkar masih bertahan dengan lima persen. Namun menurutnya, masih ada waktu untuk mencapai kesepakatan bersama. (fmc)

Buruh Akan Peroleh Subsidi BBM JAKARTA -- Buruh akan memperoleh subsidi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemberian subsidi tersebut saat ini diperjuangkan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans). Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, Jumat, 23 Maret mengatakan, pemberian subsidi kepada pekerja dan buruh tersebut, untuk menekan dampak dari rencana kenaikan harga BBM. Usulan pemberian subsidi yang diberikan, berupa subsidi transportasi, subsidi kesehatan dan subsidi perumahan. "Bila usulan pemberian subsidi ini disetujui, maka subsidi ini

akan dikombinasikan dengan subsidi program yang telah diberikan selama ini," kata Muhaimin. Muhaimin mengatakan pemberian subsidi ini merupakan salah satu solusi jangka pendek terkait rencana kenaikan harga BBM. Pemberian subsidi ini, diharapkan dapat membantu kehidupan para pekerja dan buruh dan langsung dapat dirasakan manfaatnya. Muhaimin menjelaskan, meskipun terbatas Kemenakertrans selama ini telah berupaya memberikan bantuan subsidi program, bagi pekerja dan buruh yang bekerja di sektor formal maupun formal. Program

Sambungan 7 Membaca Kalumpang LANJUTAN HALAMAN 6

peningkatan kesejahteraan pekerja itu antara lain pemberian bantuan uang muka perumahan pekerja, dan subsidi koperasi pekerja. Selain itu, dibangun pula kerjasama dengan PT Jamsostek untuk menjamin asuransi pekerja, dengan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) "Pemerintah juga akan mengajak perusahaanperusahaan swasta lainnya, agar turut membantu pembangunan perumahan pekerja dan buruh, di sekitar kawasan industri," kata Muhaimin. (fmc)

Apa yang terjadi di tahun 1960-an pada saat pembangunan Bendungan Aswan menjadi bukti nyata bahwa selalu ada solusi yang tepat dalam menyelesaikan konflik kepentingan antara pelestarian warisan budaya dan kepentingan lainnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan dengan penangangan yang baik pembangunan PLTA maupun pelestarian warisan budaya di Kalumpang dapat seiring sejalan, Bila diperlukan dapat juga dilibatkan negara-negara lain yang memiliku kepedulian pada pelestarian warisan budaya di Kalumpang, karena pada faktanya situs Kalumpang ini merupakan situs dengan tinggalan warisan budaya yang berskala internasional. Inilah peluang yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Barat. Pemerintah daerah Sulawesi Barat sebagai pemangku kepentingan seyogyanya dapat mengakomodir semua kepentingan terkait dengan Kalumpang ini. Disinilah saatnya

membuktikan pada masyarakat bahwa pemerintah memiliki kepedulian akan pelestarian warisan budaya sekaligus pada kesejahteraan masyarakat luas, bukan pada kepentingan golongan tertentu. Langkah yang telah ditempuh saat ini dengan penandatangan MOU bersama Universitas Hasanuddin dalam rangka pengkajian pembangunan PLTA ini, diharapkan menghasilkan kajian yang komprehensif serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Satu hal yang pasti fakta arkeologis yang ditemukan di Kalumpang tidak terbantahkan lagi sebagai bukti nyata adanya peradaban tertua di Kalumpang yang telah dikenal seantero dunia. Semoga langkah yang tepat dapat diambil sehingga negara-negara lain dapat bercermin di Kalumpang, tentang sebuah model pengelolaan dan penyelesaian konflik kepentingan warisan budaya yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat. (*)

banyak beraktifitas di dunia kepemudaan daerah. Melalui KNPI, almarhum telah berkontribusi mencetak pemuda-pemuda berkualitas. Sayangnya, Sufyan meninggal di usia yang terbilang masih cukup muda, 46 tahun. Tentu saja kepergian Sufyan ini adalah sebuah kehilangan besar. Majene dan Sulbar kehilangan sosok pemuda dengan segudang ide-ide pembaharuan. Kehilangan ini juga dirasakan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB). "Saya langsung kesini, waktu dapat kabar," ucap Ketua II KKMSB Alimuddin Panganro yang juga hadir melayat di RS. Sosok seperti Sufyan masih sulit ditemui di Sulbar. Ia pun mengaku kaget menerima kabar ini. "Almarhum adalah Tenaga

potensial yang masih sangat muda. Untuk pembangunan Sulbar kedepan," imbuhnya. Di Sulbar, khususnya Majene, tidak sedikit yang mengenal pria berkumis itu. Mulai dari kalangan pejabat hingga masyarakat kelas bawah. Bahkan, eks preman di Majene paham betul dengan almarhum. Ya, Ketua Pengcab PBSI Majene ini terbilang cukup supel, bergaul dengan semua kalangan. Hal tersebut tetap ia lakukan meski telah menjadi pejabat. Kekayaan intelektual yang ia miliki, justru membuatnya selalu dapat menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan maupun perkembangan masa. Kabar kepergian ini, cukup mengagetkan kerabat dan sahabatnya Sufyan Sagena di Majene. Demikian disampaikan Jay, sepupu

almarhum. Jay yang juga turut mendampingi proses perawatan Sufyan di Makassar mengaku sangat sedih. Kepadanya, almarhum sempat bertukar pikiran. Sufyan mengaku lebih senang menjadi seorang staf ahli ketimbang jabatannya saat ini. "Dia sampaikan, kalau sembuh ingin mundur dari kepala dinas. Katanya suka staf ahli," ujar Jay. Akan tetapi, Tuhan berkehendak lain, pelopor 'Siamasei' itu harus tutup usia sebelum merealisasikan niatnya. Selain menyisakan duka bagi Majene, Sufyan juga menyisakan beban bagi anak-anak muda lainnya untuk dapat berbuat mewarnai proses-proses perkembangan daerah, seperti yang telah dilakukan seorang Sufyan Sagena. (**)

diundi. Setiap kepala keluarga mendapatkan sebidang tanah pekarangan dan satu hektar sawah untuk dikelola. Perjuangan membuka hutan saat itu menjadi areal pertanian bukan perkara mudah. Banyak warga yang sakit bahkan meninggal karena terserang malaria. "Untungnya keluarga kami selamat dari serangan malaria saat itu, sehingga masih bisa bertahan hidup dan membuka areal pertanian di Kebunsari," kenangnya. Sejak kecil ia bersama keluarganya bekerja keras membuka daerah pertanian di wilayah Kebunsari dan sekitarnya. Bahkan bapaknya, R. Sugiono membuka sekolah pertama di Kebunsari. Selain menjadi asisten wedana, R. Sugiono, juga diangkat menjadi guru hingga kepala sekolah di Kebunsari. Ia juga menuturkan selain orang Jawa yang membuka daerah ini juga orang Bugis dan Mandar yang membuka hutan dan dijadikan areal pertanian yang sekarang diberi nama Ugi Baru, Banua Baru, Palece, Simbang, dan Bakka-bakka. Sehingga nama kampungnya juga diambil dari bahasa Mandar dan Bugis. Setelah daerah ini terbuka, maka pemerintah Belanda saat itu mendirikan Kecamatan Wonomulyo tahun 1937. Kemudian mengangkat R. Soeparman

menjadi wedana (camat) pertama di Wonomulyo. Jasa R. Soeparman sangat besar merintis daerah ini dari hutan belantara menjadi areal pertanian, termasuk membangun jaringan irigasi dan bendungan Gamo-gamo yang menjadi penyuplai air bagi areal persawah di Wonomulyo dan sekitarnya. R. Soeparman diangkat menjadi kepala distrik atau wedana hingga tahun 1952. Mulai camat pertama R Soeparman hingga Hj Sakinah saat ini sudah ada 21 orang camat yang memerintah di Kecamatan Wonomulyo. Tetapi hanya empat orang yang berasal dari suku Jawa pernah memimpin Wonomulyo, masing-masing; R Soeparman (1937-1952), Atmo Sukarto (1953-1954), H.W Suwarno (1962-1965) dan terakhir Mukim Thohir (2008-2009). Beberapa nama yang pernah memimpin Wonomulyo diantaranya, Y.B Lebor, Andi Badiu, UD Parakkasi, Hasan Sulur, Tasmin Djalaluddin, Yusran Safei dan beberapa nama lainnya. Walaupun suku Jawa mendiami daerah ini tetapi tidak pernah terjadi konflik dengan penduduk lokal seperti Suku Mandar, Bugis, Toraja Mamasa, Pattae dan Pallili. Mereka hidup rukun dan damai bahka beberapa diantaranya sudah kawin mawin. (*)

Lebih Senang jadi Staf Ahli LANJUTAN HALAMAN 1

Beberapa orang dari kantor perwakilan Majene di Jakarta, telah lebih dulu berada di tempat tersebut. Di dalam ruangan Atmosfir duka sangat terasa. Di atas bansal, jenazah almarhum telah ditutupi kain dan siap dipindahkan. Ada lima orang yang menunggui jenazah mantan camat itu. Termasuk, istri almarhum bersama putri sulung mereka. Keduanya tampak larut dalam kesedihan. Mata lebam mereka terus saja meneteskan air mata. Demikian pula saat jenazah akan dimandikan dan dimasukkan ke dalam peti untuk dibawa kembali ke Sulbar. Istri almarhum, dr Eva, tak henti-hentinya mengurai air mata. Terlebih, ketika ia menerima telpon yang terus berdatangan. Sufyan Sagena, mening-

gal dunia ba'da Jumat kemarin. Ia telah lama menjalani perawatan karena menderita kanker darah atau leukemia. Sebelum dirujuk ke RS Dharmais, almarhum sempat dirawat beberapa pekan di RS Wahidin Sudirohusodo dan RS Ibnu Sina Makassar. "Pak Sufyan meninggal sehabis Salat Jumat. Tadi keluarga almarhum menelfon," sebut M Bisri, Kepala Perwakilan Majene di RS Dharmais Jakarta, siang kemarin. Kandidat Doktor di bidang hukum ini meninggalkan seorang istri dan dua anak. Sebelum menjabat Kepala Dinas, ia adalah staf ahli bupati bidang pemerintahan, hukum dan perundang-undangan. Sufyan cukup lama bergelut di dunia birokrat. Sejalan dengan itu, ia juga

Wonomulyo, Akar Transmigrasi di Nusantara LANJUTAN HALAMAN 1

Oleh Belanda, daerah transmigrasi itu dinamai Distrik Colonie. Tapi kemudian namanya diganti menjadi Wonomulyo. Penamaaan ini sesuai dengan etimologi bahasa Jawa. Wono berarti hutan dan Mulyo berarti Mulia atau subur. Wonomulyo dibentuk sejak tahun 1937. Dengan perkembangan yang cukup pesat, sekarang sudah memiliki satu kelurahan yakni Sidodadi dan 13 Desa. Masing-masing Arjosari, Kebunsari, Nepo, Bakkabakka, Banua Baru, Bumiayu, Bumimulyo, Campurjo, Galeso, Sugiwaras, Sumberjo, Sidorejo, dan Tumpiling. Jumat 23 Maret, pagi. Saya bersama seorang wartawan Jawa Pos, Agung, yang ditugaskan khusus meliput sejarah kedatangan orang Jawa di Wonomulyo. Setelah menghubungi beberapa teman di Wonomulyo untuk mencari tahu tokoh masyarakat yang pas menjadi sumber dan mengetahui sejarah kolonisasi di Wonomulyo, beberapa teman merekomendasikan nama Raden Imam Basuki. Ia adalah mantan Kades Kebunsari. Saya dan Agung langsung meluncur ke rumah kediaman Raden Imam Basuki di Kebunsari. Tidak terlalu sulit mencari alamatnya. Sebab ia cukup dikenal warga. Karena pernah menjabat kades selama tiga periode.

Saat tiba di rumahnya yang asri, tepat di depan Puskesmas Kebunsari. Saya kemudian disambut istri pak Imam Basuki, Musyirah (63) yang sementara duduk di ruangan tamu. Ibu sembilan anak ini menyambut kami berdua. Dengan penuh keramahan, ia mempersilahkan kami masuk ke rumahnya. Setelah menjelaskan maksud kedatangan saya, Bu' Musyirah kemudian memanggil suaminya. Sejurus kemudian Imam Basuki dan istrinya, Musyirah mulai menceritakan awal kedatangan orang Jawa ke Polewali Mandar. Sangat paslah, beberapa teman merekomendasikan nama Imam Basuki sebagai salah seorang tokoh masyarkaat Jawa yang masih mengetahui awal cerita kolonisasi atau transmigrasi pertama di Indonesia ini. Selain mengetahui awal sejarah datangnya orang Jawa ke Tanah Mandar, ia juga masih menyimpan beberapa lembar foto kedatangan orang Jawa di Wonomulyo. Imam Basuki menjelaskan, awal kolonisasi di Wonomulyo yang dulunya masih wilayah Distrik Mapilli mulainya sekitar bulan Juli tahun 1934 dengan menggunakan kapal dari Jawa Timur bersandar di pelabuhan Polewali. Tetapi Ia tidak mengetahui berapa jumlah kepala

keluarga yang tiba saat itu yang dipimpin R. Soeparman dari Bononegoro, Jatim. Sementara Imam Basuki bersama kelurganya menginjakkan kaki di Wonomulyo tahun 1941 saat itu usianya baru satu tahun. Ia bersama ayahnya R. Sugiono yang merupakan mantan asisten Wedana (Camat) Wonomulyo, langsung tinggal di Kebunsari dengan puluhan kepala keluarga dari Ambarawa, Jawa Tengah. Menurut Imam Basuki, sesuai yang dituturkan ayahnya, R Sugiono, sebanyak empat warga didatangkan dari Jawa ke Mandar. Sejak pertama, rombongan R. Soeparman menginjakkan kakinya di Distrik Mapilli saat itu. Ia dan keluarganya bersama puluhan kepala keluarga dari Jawa Tengah merupakan gelombang terakhir. Setiap gelombang kolonisasi yang datang setelah pendahulunya berhasil menanam padi. Karena hasil panen yang menetap, kemudian dijadikan bibit untuk dikembangkan peserta kolonisasi (transmigran) yang baru datang. Begitu seterusnya, tetapi sebelumnya para peserta kolonisasi ini membuka hutan belantara, kira-kira kalau sekarang namanya land clearing. Setelah kayu dan belukar dibabat habis, pemerintah Belanda membagikan tanah kepada setiap kepada keluarga dengan cara

8

RADAR POLEWALI

LBH Pers Sulbar Dideklarasikan POLEWALI -- Sejumlah advokad dan pengacara yang perduli dengan masa depan jurnalis dan demokratisasi media dalam perfektif kepentingan publik di Sulawesi Barat, menaruh perhatian besar terhadap berbagai masalah jurnalis dan media yang berkembang di daerah ini. Sehingga Aliansi Jurnalis Indpenden (AJI) Kota Mandar, Sulawesi Barat menfasilitasi rencana deklarasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Sulbar. Rencananya, Sabtu 24 Maret hari ini sejumlah advokad dan pengacara ternama di Sulbar ini akan mendeklarasikan LBH Pers, sebuah lembaga yang didirikan untuk memberi advokasi kepada setiap jurnalis yang terlibat kasus hukum terkait tugas-tugas profesionalnya sebagai jurnalis. Ketua AJI Kota Mandar, Edy Junaedi mengatakan makin tumbuhnya kecerdasan dan Sikap kritis publik yang tidak hanya menjadi objek informasi tapi juga sebagai pemakai informasi , kerap menimbulkan hubungan yang kurang harmonis bahkan kerap berbuntut tindakan anarkis atau kekerasan yang menimpa para jurnalis. Dewan Pers dan melalaui sejumlah perangkat undang-undang penyiaran dan undang-undang pers No 40 tahun 1999 memang telah memberi ruang terbuka kepada siapa saja termasuk narasumber atau publik yang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan media untuk menempuh berbagai jalur, mulai dari klarifikasi atau hak jawab sampai mengadukan kasusnya ke jalur pidana. LBH Hadir untuk memberi advokasi atau pembelaan hukum secara profesional kepada setiap jurnalis yang berkonplik terkait tugas-tugansya pokoknya sebagai jurnalis. Kegiatan deklarasi ini juga akan dihadiri Direktur Eksekutif LBH Pers Jakarta dan Pengurus AJI Indonesia yang akan meyaksikan acara deklarasi ini. Ketua AJI Kota mandar, Edy Junaedi menyebutkan, berdirinya LBH Pers Sulbar yang diprakarsai AJI Kota Mandar ini diharapkan bisa menjembatani makin banyaknya konplik-konplik horisontak antar jurnalis dan narasumber maupun publik yang merasa dirugikan oleh dampak pemberitaan media. Baik karena kesalahan persepsi maupun karena kesalahan teknis pemberitaan media. Menurut Edy dengan berdirinya LBH Pers Sulbar diharapkan jurnalis yang terlibat konplik-konplik horisontal bernuansa kekerasan fisik maupun psikis tidak lagi diurus sendiri oleh jurnalis atau media bersangkutan tapi bisa ditangani secara profesional oleh LBH yang terbentuk. Meski demikian kata wartawan SCTV ini, Ia menghimbau setiap nara sumber atau publik yang merasa dirugikan oleh jurnalis atau pemberitaan media bisa menempuh jalur klarifikasi atau hak jawab dan sejumlah prosedur lain yang tersedia dalam undang-undang penyiaran dan undang pers terkait sengeketa jurnalis atau pemberitaan media, sebelum menempuh jalur hukum. (mkb)

Sulbar Kekurangan 465 PLKB POLEWALI -- Jumlah Petugas Lapangan KB (PLKB) yang ada di Sulbar masih sangat kurang. Untuk jumlah PLKB se Sulbar yang semula pada tahun 2009 berjumlah 316, sedangkan hingga kini hanya berjumlah 139 PLKB/PKB, sduah termasuk didalamnya PPLKB. Sementara jumlah desa/kelurahan mencapai 604. Dengan demikian Sulbar kekurangan tenaga PLKB sebanyak 465. Hal tersebut disampaikan Kabid KB Sulbar, Dahsan pada acara Rekerda KB Polewali Mandar yang berlangsung di Aula Hotel Perdana, Kamis, 22 Maret. Disampaikan, PLKB merupakan ujung tombal pencapaian KB di lapangan, sehingga PLKB idealnya berada pada setiap desa/kelurahan yang dapat dibina oleh satu orang petugas lapangan keluarga berencana. Untuk Polman, jumlah PLKB hanya 37 orang yang terdiri dari PLKB defenitif sebanyak 24 orang, tenaga kontrak 13 orang. Sementara jumlah desa/kelurahan sebanyak 166. "Itu berarti setiap PLKB membina 4 sampai 5 desa/kelurahan, padahal, idealnya setiap PLKB bina satu desa/ kelurahan,"kata Dahsan. Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, akan mempengaruhi operasional KB di lapangan apabila petugas lapangan tersebut akan mendapat tugas yang lain di wilayah binaannya, maka beban kerja petugas tersebut akan lebih berat. Ia juga menyampaikan, Kabupaten Polman dan mitranya sebagai salah satu kabupaten yang mendukung atas prestasi yang telah diraih Sulbar dalam pelaksanaan Program Kependudukan dan KB, sehingga Sulbar memperoleh predikat terbaik tingkat 2 Nasional dari 33 provinsi yang ada terhadap pencapaian Kontrak Kinerja Provisni (KKP) 2011, dan secara provinsi, Polman mendapatkan penghargaan sebagai urutan kedua terbaik 5 kabupaten dari BKKBN Sulbar terhadap pencapaian KKP. (afr/mkb)

EKSEKUTIF

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012

Peningkatan IPM Tak Hanya Bergantung Sektor Ekonomi

Angka Buta Huruf Masih Tinggi REPORTER : DIAN AFRIANTY EDITOR : AMRI MAKKARUBA POLEWALI -- Berdasarkan data hasil Sensus 2010, angka buta buta huruf Polewali Mandar masih cukup tinggi yakni sekitar 18 persen dan angka putus sekolah di tingkat SD ke SLTP masih sekitar 32 persen. Hal ini diungkapkan Kepala BPS Polman, Salewang Sabrang saat Diskusi Publik Strategi Akselerasi Peningkatan IPM Polman kerjasama CIDA-TAAFYasmbib-Pemkab Polman yang berlangsung di Hotel Lilianto, Kamis, 22 Maret. Untuk itulah, dalam rangka percepatan peningkatan indikator pendidikan maka perlu dilakukan

program penurunan angka buta huruf secara bertahap di seluruh wilayah kecamatan. Demikian juga angka putus sekolah khususnya tingkat SD ke SMTP perlu dibuatkan program yang tepat. Sementara Bupati Polewali Mandar, Ali Baal Masdar dalam kesempatan ini menyatakan terkait peningkatakn indeks pembangunan manusia (IPM), tidak hanya semata tergantung pada sektor ekonomi. Karena pertumbuhan ekonomi selalu dibarengi dan sejalan dengan pembangunan manusia itu sendiri. "Untuk itu, pembangunan ekonomi harus disertai dengan persyaratan yang cukup, yaitu pemer-

ataan pembangunan pada semua aspek bidang," kata Ali Baal Masdar. Dalam kesempatan tersebut, Ali Baal Masdar menyampaikan, pemerataan pembangunan diperlukan untuk menjamin semua penduduk agar dapat menikmati hasil pembangunan. Faktor penting pembangunan yang sangat efektif bagi pembangunan manusia adalah bidang pendidikan dan kesehatan. "Kedua faktor tersebut merupakan kebutuhan dasar yang perlu dimiliki agar mampu meningkatkan potensinya. Semakin tinggi kapabilitas dasar yang dimiliki suatu daerah, semakin tinggi pula peluang meningkatkan potensinya," terang

Ali Baal Masdar. Ia juga menyampaikan, kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan termasuk kebijakan regulasi dan penganggaran yang pro rakyat (masyarakat miskin) untuk pemenuhan hak-hak dasar manusi. Eksektuf, legislatif dan stakeholder lainnya menyamapan pandangannya agar terjadi harmonisasi dalam melaksanakan pembangunan di Polman, agar tercipta harmonisasi dalam melaksanakan pembagunan di Polman, sehingga tercipta kesamaan pandang dalam mengambil setiap keputusan antara pemerintah, masyarakat dan kelompok peduli lainnya, khususnya perwakilan rakyat yang ada di DPRD. (*)

Sembilan Kecamatan Siaga Bencana

RADAR/AMRI MAKKARUBA

MESIN PEMOTONG PADI. Sebuah mesin pemotong padi sementara beroperasi diareal persawahan warga di Langkogo Kelurahan Takatidung, Jumat 23 Maret 2012. Kecanggihan teknologi sehingga petani tidak lagi menggunakan tenaga manusia untuk memanen padinya.

POLEWALI -- Sembilan kecamatan yang ada di Polewali Mandar yang dilanda angin puting beliung belum lama ini ditetapkan sebagai daerah siaga bencana. Sehingga warga diminta waspada akan bencana puting beliung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polewali Mandar menetapkan siaga bencana hingga 2 April di sembilan kecamatan yakni Binuang, Polewali, Matakali, Mapilli, Campalagian, Balanipa, Tinambung, Alu, dan Tutar. Kepala BPBD Polewali Mandar, Jalil Kambas, Kamis, 22 Maret menyampaikan, sesuai laporan BPBD kepada Bupati Polewali Mandar tentang terjadinya angin puting beliung dan mewaspadai cuaca extrem hujan lebat disertai angin kencang yang beresiko tinggi terhadap terjadinya bencana di Polman, sehingga ditetapkanlah sembilan kecamatan tersebut sebagai kawasan siaga bencana. Dengan ditetapkannya sembilan kecamatan tersebut sebagai siaga bencana, diharapkan kepada kecamatan setempat membentuk posko sehingga bisa lebih memudahkan koordinasi dan pemberian bantuan ke masyarakat. "Kami pun saat ini sedang mengupayakan pencarian bantuan ke Deputi Lolistik dan bencana BNPB. Mudahmudahan ada bantuan yang diberikan dari BNPB untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat, karena bantuan yang disiapkan oleh pemkab jumlahnya sangat terbatas," tandas Jalil Kambas. (afr/mkb)

Lima Pengedar Narkoba Diringkus POLEWALI -- Peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Polewali Mandar sangat mengawatirkan. Pasalnya sindikan penjual narkoba menjadikan daerah ini sebagai tempat penjualan barang haram ini. Terbukti, Kamis siang 22 Maret, Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Polewali Mandar berhasil mengungkap jaringan sindikat penjual narkoba di Polewali Mandar. Setelah lima warga Desa Paku Kecamatan Binuang diamankan diempat tempat berbeda. Keberhasilan Satnarkoba membongkar jaringan pengedar narkoba di Polman ini setelah polisi mendapatkan informasi ada sidikat pengedar yang sering bertransaksi dengan pengguna narkoba. Sehingga seorang anggota polisi menyamar sebagai pembeli untuk bertransaksi dengan salah seorang pengedar berinisial AR di Jalan Ahmad Yani Polewali. Dari tangan AR ditemukan satu paket sabu-sabu seberat 1 gram. Kemudian polisi

melakukan pengembangan dan membekuk seorang lagi anggota jaringan ini berisial, AT di dekat kantor KPU Polman di Pekkabata. Kemudian polisi terus memburu sumber barang haram ini dengan mengamankan dua orang warga lagi di Desa Paku Binuang yakni UD dan AL. Selanjutnya jaringan pimpinan komplotan ini yang memasok barang haram ini ke Polewali Mandar, IL berhasil diamankan di Salopi Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang. Dari tangan kelima komplotan ini barang bukti sabu yang diamankan sebanyak tiga paket seberat tiga gram. Selain itu sebuah pistol jenis shotgun diamankan polisi dari tangan IL saat dilakukan pengeledahan dirumahnya di Paku Binuang. Kelimanya kini mendekam di tahanan Mapolres Polewali Mandar. Kasat Narkobar Polres Polewali Mandar, AKP Yustinus Manggape, mengatakan pihaknya mengamankan lima warga yang merupakan jar-

ingan pengedar narkoba. Jaringan ini merupakan jaringan baru dan narkoba dipasok melalui Batam kemudian dibawa ke Polewali Mandar melalui jalur laut. "Kami masih mengembangkan jaringan ini, apakah masih ada pihak lain yang terlibat," tutur Yustinus. Sementara itu, IL saat diperiksa penyidik polisi mengakui awalnya

membawa sabu-sabu dari Malaysia melalui Batam sebanyak 10 gram kemudian dijual kepada UD selanjutnya diberikan kepada tiga tersangka lain untuk dipasarkan kepada pengguna narkoba di Polewali Mandar. Sementara terkait kepemilikan senjata shotgun, IL mengaku membelinya bulan lalu seharga Rp4,5 juta. (mkb)

RADAR/AMRI MAKKARUBA

DIRINGKUS. Tiga orang pengedar narkoba sementara diintrogasi anggota Satnarkoba Polres Polewali Mandar, Kamis 22 Maret 2012. Tiga orang ini merupakan bagian dari lima orang pengedar narkoba yang diamankan Polres Polewali Mandar.

Rubrik Khusus Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar

RADAR/HUMAS PEMKAB POLMAN

BUPATI Polewali Mandar, Ali Baal Masdar memberikan pengarahan saat Diskusi Publik Strategi Akselerasi Peningkatan IPM Polman di Hotel Lilianto, Kamis, 22 Maret 2012.

SEKKAB Polewali Mandar, M Natsir Rahmat, memberikan sambutan saat membuka pelatihan PNPM MP di Hotel Ratih Polewali, Jumat 23 Maret 2012.

pariwara

RADAR SULBAR

SABTU, 24 MARET 2012

9

PEMERINTAH KABUPATEN MAJENE Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Berpulangnya ke Rahmatullah H. SUFYAN SAGENA, SH., M,SI (Kepala Dinas Pemuda Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene) Wafat di RS Kanker Dharmais, Jakarta, Jumat 23 Maret 2012

Semoga Amal Ibadah Almarhum Diterima Oleh Allah SWT, dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan dan Kesabaran, Amin!

H. Kalma Katta,S.Sos., MM

Drs.H.Fahmi Massiara, MH

H. Syamsiar Mucthar Mahmud, SH.,MM

Bupati

Wakil Bupati

Sekretaris

Tada Abdul Kadir, SH

Drs. H. Abd. Qadir Thahir

Drs. Muh Nadjib Atjo, MM

Asisten Bidan Ketataprajaan

Asisten Bidang Pembangunan

Asisten Bid.Administrasi & Umum

H. Hizbullah Dj, S.Sos

H. Ruslan Abdul Halim

-

Ir. Muh. Fauzi Zawai

Staf Ahli Bid.Sarana & Prasarana

Staf Ahli Bid.Ekonomi & Pembangunan

Staf Ahli Bid.Hukum

Staf AhliBid.Kelautan

Fadlin FK, S.Pd., MM

Drs. Arifuddin

Ir.Taswin Tambaru

Drs.H. Fattah Katta, MM

Kepala Bappeda

Kepala Badan Kesbang

Kepala Badan Ketahanan

Kepala BKD-Diklat

Drs.Muhammad Ali Side

Drs. Ramli, MH

Drs.H. Mansyur T, M.Pd

Drs. Abdul. Hamid Haris

Kepala Badan PDPMP

Kepala Inspektorat

Kepala BPBD

Kepala Dinas Pendidikan

dr. Evawati

Muh. Asri Albar,SE.,M.Si

Atjo Taswin B,SE.,MM

Syamsuddin Ahmad

Kepala Dinas Kesehatan

Kepala Disosnakertrans

Kepala Disdukcapil

Kepala Dishubkominfo

Ir.H. Adham Yahya,M.ST

Mithhar, S.Pd., M.Pd

Drs.H.Ramli Puloo, MM

Ir. H. Burhanuddin, MP

Kepala Dinas Pekerjaan Umum

Sekretaris Disporabudpar

Kepala DPKPAD

Kepala Dishutbun

Ir. Fadlil Rasyid,MS

Ir.Ahmad Rafli Nur

Drs. Effendy Gasong

Ir. H. A. Iskandar Muri, MH

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan

Kepala Distamben

Kepala Disperkimber

Kepala BLHP

Ir. H. Iskandar

Drs. H. Abd. Qadir Thahir

Inindria, SE., M.Si

Hasbullah Hz, S.Sos

Kepala Pertanian & Peternakan

Direktur RSUD

Kepala Kantor PAD

Kepala Satpol PP

Drs. Ahmad Hasan, MM

Radi, SH

Darwis Malik

Drs. H. Muh. Ashar Malik, M.Si

Kabag Pemerintahan

Kabag Hukum

Kabag Humas

Kabag Keuangan

Adlina Basaroe

Andi Pawelloi, SH

Andi Amran, SH.,MH

Syarifuddin, BA

Kabag Ekonimi Pembangunan

Kabag Kesra

Kabag Umum

Kabag Organisasi & Kep

Drs. Hamzah Atjo

Anwar Lazim, SH,M.Si

Syamsul Atjo

M. Busri K, SE., M.Si

Irhamniah

Sudirman,S.Pd., M.Pd

Ahmad

Iskandar Batiran

Camat Tammeroddo

Camat Tubo

Camat Ulumanda

Camat Malunda

Camat Banggae

Camat Banggae Timur

Camat Pamboang

Camat Sendana

10

Kesehatan

RADAR SULBAR

Sabtu, 24 Maret 2012

Kasus Rabies di Mamuju Berpotensi Meningkat MAMUJU -- Kasus rabies di Kabupaten Mamuju berpotensi mengalami peningkatan. Bagaimana tidak, sepanjang 2011, jumlah kasus yang ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju sebanyak 263 kasus rabies. Kepala Dinkes Mamuju, dr. Firmon, mengatakan, kasus rabies di Mamuju sangat berpotensi meningkat jika tidak cepat diatasi. Sebab, jumlah kasus yang terkena gigitan terus bertambah. "Sampai saat ini, ada sekira 30 warga yang terkena gigitan hewan yang terkena rabies," ungkap dr Firmon, Kamis 22 Maret. Firmon mengungkapkan, tahun lalu jumlah kasus yang paling banyak terkena gigitan hewan rabies di Kecamatan Tommo sebanyak 44 kasus. Kemudian Kelurahan Binanga Kecamatan Mamuju 34 kasus, dan Tampa Padang Kecamatan

Kalukku sebanyak 22 kasus. Selebihnya tersebar di kecamatan lain. Firmon menjelaskan, gejala-gejala dini yang bisa diketahui seseorang positif terkena rabies ialah pernah digigit anjing. "Jika sudah tergigit, korban akan takut air, tidak mau mandi, takut cahaya, dan cenderung menyukai tempat yang gelap atau redup. Namun, untuk kasus di Mamuju, belum sampai ke status tersebut sebab bisa ditangani dengan cepat," jelas dr Firmon. Orang yang terkena gigitan hewan rabies harus cepat mendapat penanganan, sebab apabila dalam waktu sebulan belum ditangani, akibatnya akan fatal. Firmon mengungkapkan, Dinkes Mamuju telah melakukan penanganan dengan pemberian suntikan vaksin anti rabies (VAR). Sebanyak 723 VAR diberikan ke-263 warga yang terkena gigitan hewan

tersebut. "Pemberian vaksin dilakukan minimal dua kali. Namun jika sudah sangat fatal, bisa dilakukan tiga kali," aku Firmon. Sementara untuk mengantisipasi terjadinya penularan rabies dari hewan ke manusia, Firmon mengaku itu adalah kewenanangan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak). Dinkes hanya memberikan penyuluhan dan vaksin kepada manusia. "Hewan yang terkena rabies tersebut harus dimusnahkan atau diberikan vaksin. Dan yang punya kewenangan tersebut adalah Dinas Peternakan," terangnya. Firmon berharap aga masyarakat juga ikut berperan penting dalam menjaga hewan peliharaannya. (rp2/ham)

NET

Rubrik ini Dipersembahkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Hari Tuberkulosis Sedunia 2012

Keterlibatan Semua Pihak Sangat Penting Kendalikan TB PADA hari ini, 24 Maret 2012, diperingati sebagai Hari Toberkulosis (TB) sedunia. Sejarah mencatat pada 24 Maret 1882 Robert Koch menemukan bakteri penyebab TB, sebuah penemuan penting dalam catatan sejarah melawan TB. Pada tahun 1993, WHO (World Health Organization ) menyatakan TB sebagai kegawat daruratan global dengan perkiraan sepertiga penduduk dunia terinfeksi oleh TB. Pada tahun itu juga Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) di ujicobakan di India dan Indonesia, hingga saat ini strategi DOTS dinyatakan sebagai strategi yang paling efektif dalam penmgendalian TB. Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsi, menyampaikan, Keterlibatan semua pihak dalam pengendalian TB san-

gat penting. Sebab, pengendalian suatu penyakit atau suatu masalah kesehatan hanya mungkin berhasil jika Pemerintah melibatkan semua pihak bersama seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itulah salah satu misi dari Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014 adalah pemberdayaan masyarakat dan satu dari lima nilai atau tagline Kementerian Kesehatan adalah inklusif. Slogan peringatan hari TB sedunia tahun 2012 adalah Jangan Biarkan TB Hadir di Hidupku. Slogan ini mengingatkan kita bahwa – TB dapat dideteksi, diobati, dan disembuhkan dengan minum obat sampai tuntas. Slogan ini sangat relevan dengan upaya kita untuk mengendalikan TB dan membebaskan Indonesia dari TB. Untuk maksud itu, Pemerintah telah

menyediakan sarana pemeriksaan dan pengobatan TB di seluruh Indonesia, baik di Puskesmas, di Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru – BP4 maupun di Rumah Sakit. Seluruh biaya pengobatan TB di fasilitas kesehatan Pemerintah dijamin oleh Pemerintah. Kita patut bersyukur bahwa Pengendalian TB yang dimulai para pendahulu kita beberapa dasa warsa yang lalu menunjukkan kemajuan yang bermakna. Jika kita bandingkan data tahun 1990 dengan data tahun 2010, maka Indonesia telah berhasil (1) menurunkan insidens TB sebesar 45%, yaitu dari 343 per 100.000 penduduk menjadi 189 per 100.000 penduduk, (2) menurunkan prevalens TB sebesar 35%, yaitu dari 443 per 100.000 penduduk menjadi 289 per 100.000 penduduk, dan (3)

menurunkan angka kematian TB sebesar 71%, yaitu dari 92 per 100.000 penduduk menjadi 27 per 100.000 penduduk. Selain itu, angka penemuan kasus TB tahun 2010 mencapai 78,3% dan tahun 2011 82,20%. Sedangkan, keberhasilan pengobatan TB tahun 2010 mencapai 91,2%. Seluruh keberhasilan ini dapat kita capai berkat dukungan semua pihak di jajaran Pemerintahan, baik di Tingkat Pusat maupun di Tingkat Daerah, dukungan organisasi profesi, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi internasional serta dukungan seluruh lapisan masyarakat. Pada peringatan hari TB sedunia 2012 ini, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung Pemerintah dalam Pengendalian TB di seluruh Tanah

Air. Dewasa ini pengendalian TB menghadapi berbagai tantangan yang dapat berdampak pada bertambahnya lagi penderita TB yaitu meningkatnya: 1) kesenjangan ekonomi, 2) jumlah penduduk usia lanjut, 3) jumlah penderita HIV dan koinfeksi TBHIV, 4) jumlah penderita MDR TB, 5) penderita Diabetes Mellitus dan (6) orang yang merokok. Tema global peringatan Hari TB Sedunia tahun 2012 adalah Call for a world free of TB : Lets Unite to Stop TB yang diterjemahkan menjadi tema nasional BERSATU MENUJU INDONESIA BEBAS TB. Tema ini dimaksudkan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta dalam pengendalian TB, sehingga negara kita dan seluruh dunia bebas dari TB. (*)

Pariwara 11

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012

KELUARGA BESAR

DDI ABDURRAHMAN AMBO DALLE TURUT BERDUKA CITA SEDALAM-DALAMNYA ATAS MENINGGALNYA

H. SUFYAN SAGENA, SH. M.Si KORDA DDI ABDURRAHMAN AMBO DALLE KAB. MAJENE

SEMOGA ARWAH BELIAU MENDAPATKAN TEMPAT YANG LAYAK DISISI ALLAH SWT. DAN KELUARGA YANG DITINGGALKAN DIBERI KETABAHAN. AMIN KORWIL DDI ABDURRAHMAN AMBO DALLE PROVINSI SULAWESI BARAT

K. H. MUHAMMAD SYIBLI SAHABUDDIN, M.Ag.

Segmen ini dipersembahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene

PEMERINTAH KABUPATEN MAJENE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJENE NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012

12

Radar Majene

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012

DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAJENE BERSAMA

SELURUH JAJARAN Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Berpulangnya ke Rahmatullah

KELUARGA BESAR dr.H.R AMINUDDIN, M.Kes Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Berpulangnya ke Rahmatullah

H.Sufyan Sagena, SH, M.Si (Kepala Disporabudpar Kabupaten Majene)

Dalam Usia 46 Tahun Jumat, 23 Maret di RS Kanker Dharmais Jakarta Semoga Amal Ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT, dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan dan Kesabaran, Amin!

Dinas Pemuda Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene

H.Sufyan Sagena, SH, M.Si

Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Berpulangnya ke Rahmatullah

(Kepala Disporabudpar Kabupaten Majene)

(Kepala Disporabudpar Kabupaten Majene)

H.Sufyan Sagena, SH, M.Si Dalam Usia 46 Tahun Jumat, 23 Maret di RS Kanker Dharmais Jakarta

Dalam Usia 46 Tahun Jumat, 23 Maret di RS Kanker Dharmais Jakarta

Semoga Amal Ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT, dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan dan Kesabaran, Amin!

MITHHAR, S.Pd, M.Pd Sekretaris

Semoga Amal Ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT, dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan dan Kesabaran, Amin!

KELUARGA BESAR SMA 165 ANGKATAN 1983 Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Berpulangnya ke Rahmatullah

H.Sufyan Sagena, SH, M.Si

NURGADIMA A.Dj, SKM, M. Kes

(Kepala Disporabudpar Kabupaten Majene)

Sekretaris

Dalam Usia 46 Tahun Jumat, 23 Maret di RS Kanker Dharmais Jakarta Semoga Amal Ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT, dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan dan Kesabaran, Amin!

HASDINAR ASRI, SE

Ir. RAMLI MAJID

KELUARGA BESAR IDI – PDGI CABANG MAJENE SULBAR Menyampaikan Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya

H.Sufyan Sagena, SH, M.Si

Kepala Disporabudpar Kab. Majene (Suami Kepala Dinas Kesehatan Kab. Majene, dr. Hj. Evawaty, M. Kes)

Semoga arwah almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan senantiasa dalam lindungan dan bimbingan-Nya, Amin.

Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Berpulangnya ke Rahmatullah

dr.H. Muchlis Jahja, M.Kes dr. Hj. Evawaty, M.Kes dr. HR.Aminuddin, M.Kes dr. H.Rakhmat Malik dr.Lilik Hunainah dr.H.Dirlang Kaimuddin dr. Ahmad Rifai

IDI CABANG MAJENE dr. Hj. Heldalina,Sp.A dr. Zulfatma, M.Kes,SPOG dr. Hj.Yupie Handayani,M.Kes dr. Hj. Wahidah dr. Nurlina dr. H.Muh Amjad dr. Rahmi Utami

drg. Hj.St.Arfa Moetim drg. Lili Mirasanti drg. Denny Tri Wulandari drg. Haysah

PDGI CABANG MAJENE drg. Idhan Halik drg. Hj.Kurniawaty drg. Halisah drg. Raodah drg. Wahidah drg. Andi Rosyanti drg,Hj.Gufria Darma Irasanty drg. Asiah Asliwani Djalil

EKSEKUTIF

PIMPINAN DAERAH GERAKAN PEMUDA ISLAM (GPI) KABUPATEN MAJENE

dr.Hj. Subaedah, M.Kes dr. Atika Ridwan, M.Kes,Sp.S dr. Jihan Indriyani dr. Hj.Surijanti Jaddu dr. Hj.Asriany Alimin dr. Nisa Mutia

H.Sufyan Sagena, SH, M.Si (Kepala Disporabudpar Kabupaten Majene)

Dalam Usia 46 Tahun Jumat, 23 Maret di RS Kanker Dharmais Jakarta Semoga Amal Ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT, dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan dan Kesabaran, Amin!

ASRI, SE, M.Adm.Pemb

IDHAM, SE

Ketua

Sekretaris

Rubrik Khusus Pemerintah Kabupaten Majene

RADAR/SYAMSUDDIN

BUPATI MAJENE Kalma Katta memberikan cendera mata kepala Wali Kota Bontang Kalimantan Timur Adi Dharma di Ruang Pola Kantor Bupati Majene Selasa 20 Maret lalu, kunjungan Walkot Bontang dalam rangka menajaki kerja sama antar kedua daerah.

Radar Mamasa 13

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012

Kabupaten Mamasa

Visi: Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Mamasa yang Madani Dalam Ikatan Kondosapata Wai Sapalelean

Empat Strategi Pembangunan Kabupaten Mamasa 1. Mewujudkan tata kepemerintahan yang baik/goog governance. 2. Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat melalui Pembangunan Berbasis Masyarakat (Gerbang Sismark). 3. Mendorong berkembangnya dunia usaha para pelaku ekonomi. 4. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan norma budaya dalam kehidupan masyarakat.

Ramlan Badawi Bupati

Benhard Buntutiboyong Sekkab

FMPB Tolak Kenaikan Harga BBM Reporter : ANDI SUMARYADI Editor : AMRI MAKKARUBA

HIMPUNAN KEKELUARGAAN MASYARAKAT MAJENE MANDAR (HIKAM-MANDAR) Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Berpulangnya ke Rahmatullah

H.Sufyan Sagena, SH, M.Si (Kepala Disporabudpar Kabupaten Majene) Dalam Usia 46 Tahun Jumat, 23 Maret di RS Kanker Dharmais Jakarta Semoga Amal Ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT, dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan dan Kesabaran, Amin!

Dr. M. IDRIS DP, MA

Dr. Ir. RAHMADI TAMBARU, M.Si

Ketua

Sekretaris

MAMASA -- Sejumlah aktivis mahasiswa dari Forum Mahasiswa Pemuda Bersatu (FMPB) menggelar aksi demi di Kantor DPRD Mamasa, Rabu 20 Maret lalu. FMPB menyuarakan penolakan atas rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Beberapa orang mahasiswa melakukan orasi secara bergantian dengan tujuan meminta pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Aksi demo ini dipimpin Aprianto dan Risal dalam pernyataan sikapnya, FMPB menolak naiknya harga BBM karena berpengaruh kepada rakyat banyak. Selain itu akan semakin menambah angka kemiskinan yang membuat rakyat semakin menderita. Kenaikan BBM juga berdampak kepada naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat. Apalagi dampaknya sudah mulai dirasakan masyaraka saat sekarang ini. Selain itu yang terpenting harus diantisipasi adalah spekulasi dagang, dengan menimbun BBM oleh para pedagang, dengan maksud agar nantinya meraih keuntungan yang

besar saatnya BBM ditetapkan kenaikan harganya. FMPB menuntut pemerintah daerah dan lembaga legislator, untuk lebih memikirkan kepentingan rakyat. Selain itu mendesak DPRD Mamasa agar berkoordinasi Pemkab Mamasa, untuk turun ke lapangan untuk melakukansidak dan mengontrol harga BBM dipasaran. Usai melakukan orasi, kemudian mahasiswa diterima tiga anggota

dewan yakni Ir Linggi, Taufiq dan Nanius Bembetato di ruang aspirasi DPRD Mamasa. Menurut anggota DPRD Mamasa, Linggi, secara pribadi mendukung aksi penolakan naiknya harga BBM yang disuarakan oleh mahasiswa. Menurutnya dewan akan menyuarakan ke pemerintah pusat agar menunda rencana kenaikan harga BBM karena belum bisa diterima oleh masyarakat umum. (k5/mkb)

RADAR/ANDI SUMARYADI

DEMO. Aktifi s mahasiswa dari FMPB Mamasa menggelar unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM di DPRD Mamasa rabu lalu.

Rubrik ini Dipersembahkan Oleh Humas Pemkab Mamasa

RADAR/ANDI SUMARYADI

MUSRENBANG. Bupati Mamasa Ramlan Badawi ketika membuka Musrenbang Kabupaten Mamasa, Rabu 20 Maret 2012.

RADAR/ANDI SUMARYADI

PESERTA. Sejumlah Kepala SKPD Pemmkab Mamasa mengikuti kegiatan musrembang di Aula Bappeda, Rabu 20 maret 2012.

>>>>>> HUBUNGI BAGIAN PERIKLANAN: MAWARNI SUMARGOLANG, 0426-22138 Hp: 081241843180

HOT LINE:

E-mail: radarsulbar01@gmail.com

Online: radar-sulbar.com IKLAN BARIS RADAR SULBAR

MAMUJU -- JL. JEND. SUDIRMAN NO. 50,TLP. 0426 -22138. MAJENE -- JL. JEND SUDIRMAN NO. 167,TLP. 0422-21157. POLMAN -- JL. MR.MUH.YAMIN NO. 76,TLP. 0428-23203.

Dijual Rumah JUAL Rumah BTN Jl. Pembangunan Berlanjut Blok H2 depan Asrama 721 Manding Hubungi 081242710027

Dijual Rumah DIJUAL rumah di Jl. Kapten Jumhana No. 22 Wonomulyo Polman. sebelah Kanan Lapangan Gaswon (Depan pasar wonomulyo) Hub : 085299128480 081342209988 - 085236277002

Dijual Tanah DIJUAL Tanah dan Bangunan ukuran 9x20 di Rangas Mamuju. Kuran lebih 500 m dari Kantor Gubernur Sulbar. Harga Rp. 150 Jt, tanpa perantara. HUB: 085398239889

Serbaneka NUSANTARA TEHNIK Jl. Andi Makasau Melayani : Las Panggil, Terali, Kanupi, Pintu Ruko Balkon disesuaikan Model Rumah Hub : YUSMAN (HP 081342086507 - 085340617777)

Dijual Mobil DIJUAL : Mobil Honda Stream (2004) Kondisi Mulus Hubungi : 08124159627

Dijual Pupuk Organox dan hormax menyuburkan tanah & dapat mengatasi / mengendalikan berbagai penyakit disebabkan Bakteri & virus, Testimoni Petani sukses, Baca Tabloid Sinar Tani Hub : 081 355 559 396

Dijual Tanah DIJUAL Tanah Uk. 9 X 27 m Sertifikat Lokasi di Sese (Sampimg SD Sese) Harga 25 Juta Nego, Hp. 0811440435

Dijual Rumah

Dijual Tanah

DIJUAL Rumah : Luas 325 M2 di Jl. H.A. Endeng No.1 Tanah : 610 M2 di Jl. Muh. Husni Thamrin Hub : Hp 081 355 399 133 Alamat: Jl. Urip Sumoharjo No. 51 Mamuju

Dijual Rumah DIJUAL Rumah+Tanah LB:110 M2 LT:613 M2, Di JL. Cut Nyak Dien Karema Mamuju Kota Berada di zona Exklusif dan cocok untuk Usaha Ruko-Resto Hub : 081 354 699 588 / 082 191 254 686

Dijual Tanah 2

DIJUAL TANAH Ukuran 10x15 M di Jl. Sallang Baru Manding Polewali (Belakang Perumahan Taman Manding Raya) Hrg. 25 juta (nego). Hub: 081355051455

Dijual Tanah DIJUAL TANAH UKURAN 2.400 M² LOKASI ¹500 M DARI PERSIMANGAN LIMA. ARAH KE KALI MAMUJU (DEPAN INSTALASI 1 PDAM) TANPA PERANTARA. HUB : 081354683755

Serbaneka TOKO HARAPAN JAYA Grosir Pakaian Jadi, Alamat: Ruko Blok A. No. 16 Pasar Baru Mamuju-Sulbar, HP. 081 210 174 222

Dijual Tanah KTanah Pekarangan Jl. Poros Cendrawasih Polewali Mandar Samping Selatan Pintu Masuk BTN Bumi Cendrawasih L 9,5 Meter X P 34 Meter Hubungi : 08124159627

DIJUAL TANAH Dengan Ukuran 30x60 = 1800 M2, Terletak di Jl. Poros Kalukku- Tasiuk. Desa Salulayo HUB : 081355212555/082189917971

Dijual Mobil DIJUAL Cepat Kijang Innoa Biru 2007. Harga 180 Juta (bisa nego) masih berasuransi All Risk Hub : 081241457790 082191504944

Dijual Ruko DIJUAL Ruko 1 Lantai, Luas 6 x 13 lengkap dengan Usaha (ATK Swalayan) di Jl. Diponegoro (Depan Alya Nayab ATK Mart) Hub: 081241457790 082191504944

Dijual Tanah JUAL TANAH. + Ukuran 4,4 Hektar Di Jalan Baru (Jalur Dua) Hub; 08124252975

Dijual Mobil DIJUAL Mobil Toyota Yaris Tipe S Over Cicilan Berminat Hub : 081244820810

Dijual Tanah DIJUAL Rumah/Lokasi di Batupannu ukuran 7 X 13 m dengan harga 70 juta, bersertifikat tanpa perantara Hub : 085 342 900 751

Dijual Tanah DIJUAL Tanah Perumahan ukuran 10 x 15 m2 dekat Villa Gubernur Sul-Bar di Jalan Tueke Rangas. Harga Rp 13 Juta tanpa perantara Hub : 085255506373 081241200073

Serbaneka BENGKEL LAS Masagena Alamat Jl. Pababari Mamuju, Tlp 081 342 209 988 DIZI MEUBEL Alamat, Jl. Martadinata (samping Kantor BPS Mamuju) Tlp 081 342 209 988

Dijual Tanah DIJUAL TANAH DENGAN UKURAN 17x35 DI JALAN POROS TAMPA PADANG (400 M DARI BANDARA) HUB : 081 343 900 351

Dijual Tanah DIJUAL Tanah dengan luas 15x28 m2, terletak di depan SMK Pelayaran Mamuju Harga Murah Tanpa perantara. Hub : 085 398 062 912

Peluang Bisnis MAU Penghasilan Rp 1 jt - 2 jt/ bulan Dirumah Buka Usaha Rental Game. Jual PS2/PS3 Hardisk Baru/ Bekas, Komputer, Laptop, Hrg Murah Beli 2 Unit PS Gratis HP Cross U / 2 orang. Minat Bos. Hub.MR.14 Com Hp.085 214 011 193 / 087 842 276 439

Bisnis Independent KESEMPATAN Bisnis independent untuk usaha paruh waktu atau penuh waktu, berpotensi mendapatkan Rata-rata Rp 3.000.000 sampai Rp 8.000.000 perbulan. terbuka untuk umum, Ibu rumah tangga, Mahasiswa, Kayawan/wati. tidak dibutuhkan pengalaman. untuk Info lebih lanjut Hub : Bpk Jordan 081342129708 Ibu Rhina 081241313688

Dijual Tanah DIJUAL Tanah dengan ukuran 10 x 45 = 450 m2 Terletak di Jalan Poros Kalukku Tasiuk Hub: 081355038844 - 082191606888

Dijual Rumah DIJUAL Rumah Tinggal Permanen beserta lokasi di Jl. Manunggal, Lr. IV, Polman (samping rumah kosan sekkab polman) L. 14 Meter x P. 24 Meter. Harga Rp. 250 juta bisa nego Hub: 085299924217

Dijual Mobil DIJUAL Mobil Toyota Yaris tipe S matic, merah/ mulus tahun 2006, velg inport Hub. 08124213782

Serbaneka ALAT PERAGA DAK SD & SMP ready stok (100%) sesuai juknis 2010, rekanan yg menang tender / uji petik 085214141201 / 081519464055 - kdn.co.id

Dijual Mobil DIJUAL Feroza 1994 warna Silver, alamat Jl. Ranggong Mamuju, No.2. Harga bisa nego, berminat hub. 085299637019

Dijual Tanah DIJUAL Tanah Luas 11 X 12 M Jl. P. Endeng (Samping SPBU Simboro) Harga : 65 Juta Nego Hp : 0811440435

Berita Kehilangan TELAH tercecer BPKB Motor A.n SUPARMAN No. Polisi DC-4777-JA Merk Suzuki/FU 150, Warna AbuAbu Hitam. Bagi yang menemukan harap Hub : 081 353 045 050

Dijual Tanah DIJUAL Tanah 13X17 M depan terminal simbuang. Lengkap Sporadik. Hub 0852 4204 5499, Harga 65 Juta.

Dijual Mobil DIJUAL Cepat Mobil Timor DOHC Tahun 97 Warna Hitam Full variasi, velg import Harga Nego, Hub : 081342680058

Dijual Motor DIJUAL Motor Yamaha New vixion Variasi 2010 Warna Hitam masih mulus Harga : 17 Juta, Hp : 0811440435

Dijual Ruko DIJUAL Cepat Ruko ukuran 5 x 18 Meter Jln Ahmad Yani No 71 Polewali (Depan Hotel Ratih) Berminat Hub 085270777000 08124159627

Pengumuman KAMI dari Toko Djaya sentausa Jl. A. makasau Mengumumkan Nama Rusdi/Sandi/Santoso mulai hari jumat Tanggal 9 Maret 2012 Bukan lagi pegawai Toko Djaya Sentausa, sehingga mulai saat ini segala tindakannya tidak berhubungan lagi dan diluar tanggung jawab Toko Djaya Sentausa.

Berita Kehilangan TELAH tercecer 1 Buah Sertifikat Tanah : SHM No. 2225 / Kalukku SHT I No. 00280/HT/2008 Tgl.23/ 06/2008 A.n Hj. Nur. Bagi yang menemukan harap menghubungi Ibu Dewi, Alamat Jl. Pengayoman No Tlp. 0426 - 2716827 HP : 085 399 353 382

Lowongan DIBUTUHKAN operator alat berat Dozer dua orang dan Tandem tiga orang Persyaratan : Diutamakan yg sudah berpengalaman, Tekun, Ulet, Mau bekerja keras, Bertanggung jawab, Melampirkan Fotocopy KTP dan pas foto 2 lembar Lamaran diantar langsung ke PT. Karya Mandala Putera. Jl. Andi Dai No. 37 Mamuju

Serbaneka KUNJUNGI : Warkop Daeng Kita dengan beberapa jenis Menu : Kopi, Kopi Susu, Teh, Teh Susu, Aneka Macam Jus, Songkolo Begadang, Nasi Kuning, Aneka kue Khas Mamuju & Coto Makassar Paraikatte. Anda juga dapat mengakses internet karena tersedia Hotspot. Alamat Jl. Cik Ditiro. Depan Penjual Sepeda polygon.

14

Radar Pasangkayu Sistem Manusia Alam Ruang Teknologi

RADAR SULBAR Sabtu, 24 Maret 2012

MAMUJU UTARA SMART

Pembenahan dan Penyempurnaan Sistem Penyelanggaraan Pemerintahan, Kebijakan dan Regulasi, Program dan Kegiatan, Infrastruktur Keuangan Daerah. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas SDM Aparatur, Masyarakat dan Private Sektor. Mengelola dan Memanfaatkan Sumber Daya Alam dengan Arif, Adil, dan Bijak untuk Kemakmuran Rakyat dan Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Daerah. Konsisten Melakukan Penataan Ruang, dan Wilayah dengan Mengacu pada Kebijakan dan Regulasi Serta Berwawasan Lingkungan Menggembangakan dan Memanfaatkan Tekhnologi Tepat Guna yang Selaras dengan Perkembangan dan Kebutuhan

H. MUHAMMAD SAAL WAKIL BUPATI

H. AGUS AMBO DJIWA BUPATI HM. NATSIR. MM SEKKAB

Gema d'Smart Efektifkan Anggaran REPORTER: ANDI SAFRIN EDITOR: MAHBUB AMIRUDDIN PASANGKAYU -- Gerakan Membangun Desa Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat (Gema D'Smart) terus digalakkan. Setelah Desa Letawa Kecamatan Sarjo dan Desa Kulu Kecamatan Lariang, kali ini Desa Polewali Kecamatan Bambalamotu yang mendapat sentuhan Gema D'Smart. Bupati Matra Agus Ambo Djiwa, mengatakan, output dari program ini adalah semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat berbaur dan bisa langsung melihat apa yang paling prioritas di desa. Setelah itu mengerjakan secara gotong royong dengan

anggaran yang minim. "Kalau hanya pembangunan peningkatan jalan dan plat duicker dan posyandu pasti bisa kita kerjakan dengan semangat gotong royong demi kepentingan bermasyarakat meski cuman anggaran semen dan besi," ungkap Agus. Program Gema D'Smart di Desa Polewali yang menggunakan program Rp 170 juta dapat menyelesaikan 11 item pekerjaan."Coba kita bayangkan kalau kita harus menganggarkan di APBD, anggaran 11 item tersebut satu desa bisa mencapai Rp 1 miliar," jelas Agus. D'Smart juga diharapkan bisa mengangkat kembali semangat gotong royong masyarakat yang selama ini hilang karena

selalu mengandalkan proyek pemerintah daerah. "Padahal bukan hanya itu kebutuhan masyarakat Matra secara umum," tambah Agus. Di tempat yang sama, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Matra HM Natsir, mengungkapkan, tahun ini program Gema D'Smart ditempatkan di 12 desa dari 59 desa di Matra. "Pelaksanaan Gema D'Smart dilaksanakan pada hari libur, sehingga bupati beserta jajaran pegawai tetap melaksanakan tugas kantor. Semua berkantor di desa sesuai dengan link-nya," terang Natsir, usai melaksanakan Shalat Jumat berjamaah dengan masyarakat di Desa Polewali. (**)

Rekapitulasi Program Gema D'Smart Desa Polewali KEGIATAN

DUSUN

VOLUME

ANGGARAN

Mobilisasi Alat Berat Pembukaan Jalan ke TPU Peningkatan Jalan Poros Dusun Peningkatan Jalan TK Peningkatan Jalan Kebun Peningkatan Jalan Kebun Peningkatan Jalan Sekolah Peningkatan/Pemeliharaan Jalan ke TPU Peningkatan Jalan Poros Dusun Pembangunan Plat Duicker Pembangunan Posyandu

Mulyosari Bukit Panjang Lelumpang Duria Biro Pakela Kampung Baru Kampung Baru Kayumaloa Hikmah Kalibamba

6x200 M 4x500 M 3x700 M 3x500 M 4x500 M 4x350 M 4x300 M 4x500 M 5 x 1 M2 4 x 6 M2

Rp 2.000.000 Rp 1.821.000 Rp 25.027.000 Rp 25.838.000 Rp 18.456.000 Rp 25.027.000 Rp 17.519.000 Rp 7.885.000 Rp 25.027.000 Rp 4.760.000 Rp 16.416.000

Total:

Rp 169.776.000

e-KTP Optimis Sesuai Target

RADAR/AMDI SAFRIN

GEMA d'SMART. Aktivitas Puskesmas di Desa Polewali Kecamatan Bambalamotu, Jumat 23 Maret 2012.

SAPA MASYARAKAT. Bupati Matra Agus Ambo Djiwa, Wakil Ketua DPRD Matra Lukman Said, menyapa masyarakat di Dusun Kayumaloa, usai melaksanakan Shalat Jumat, 23 Maret 2012.

POTRET PASANGKAYU

Rubrik Khusus Humas Pemkab Mamuju Utara

RADAR/ANDI SAFRIN

PANTAU PELAKSANAAN GEMA d'SMART. Bupati Matra Agus Ambo Djiwa bersama Wakil Bupati Matra HM.Saal didampingi Sekkab Matra HM.Natsir melihat lansung program peningkatan jalan poros dusun yang dikerjakan secara gotong royong melalui Program Gema D'Smart.

PASANGKAYU -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menargetkan untuk merampungkan 147.577 Elektronik-Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) paling lambat Oktober 2012 di Mamuju Utara (Matra). "Kami terus mengupayakan. Saat ini kami gencar melakukan pemutakhiran data dan material. Kami di daerah sudah menunggu hingga siap dioperasikan di setiap kecamatankecamatan," kata Kepala Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan (Capilduk) Matra, Ahmad Ilham, saat rapat di Badan Legislasi DPRD Matra baru-baru ini. Ahmad optimis target ini akan tercapai. Perhitungannya, dalam sehari

dirampungkan 60 E-KTP. Untuk satu KTP hanya dapat dibuat dengan waktu selama lima hingga tujuh menit. Meski demikian ia membenarkan adanya kekhawatiran realisasi keterlambatan e-KTP sesuai target. "Kekhawatiran itu sah-sah saja, karena keterlambatan material pendukung pelaksanaan e-KTP dapat menyebabkan mulurnya pelaksanaan e-KTP. Tapi kami optimis hal tersebut dapat terantisipasi sesuai target yang sudah dicanangkan pemerintah pusat," terangnya. Ia juga menyampaikan bahwa sejak 31 Desember 2011 tidak diperbolehkan lagi pembuatan akta lahir jika orang tersebut tidak lahir di Matra. (sym/mba)

LEGISLATIF MATRA

Kuota E-KTP di Matra Kecamatan Bambalamotu Kecamatan Pasangkayu Kecamatan Baras Kecamatan Sarudu Kecamatan Dapurang Kecamatan Doripoku Kecamatan Bulu Taba Kecamatan Tikke Raya Kecamatan Pedongga Kecamatan Sarjo Kecamatan Lariang

17.776 24.167 19.061 9.574 18.855 5.349 9.425 12.615 14.682 6.411 5.037

Sumber: Capilduk Matra

-grafis/irwansyah-

Rubrik Khusus DPRD Kabupaten Mamuju Utara

HADIRI PELAKSANAAN GEMA d'SMART. Anggota DPRD Matra Dahrin dan Saverius save, serta Anggota DPRD Sulbar dapil Matra Rayu saat menghadiri acara Gema D'Smart di Desa Polewali.

BERBINCANG. Anggota DPRD Matra Ridwan Ali, Dahrin, Saverius Save, berbincang dengan Wakil Bupati Matra HM. Saal dalam acara Gema d'Smart di Desa Polewali, Jumat 23 Maret 2012.

15

RADAR SULBAR SABTU, 24 Maret 2012

SAEYYANG PATTUQDU

Oleh: Muhammad Ridwan Alimuddin

S

ECARA harafiah “saeyyang pattuqdu” berarti kuda yang menari-nari yaitu mengangkat dua kaki depan silih berganti sambil kepala kuda naik turun. Umumnya, kuda yang menari-nari tersebut ditunggangi anak yang baru khatam Al Quran. Bersama kuda dan anak khatam lainnya, menjadi sebuah karnaval yang diadakan setiap musim memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di Mandar.

Tradisi sayyang pattuqdu di Mandar tidak diketahui persis kapan mulai dilakukan. Diperkirakan tradisi itu dimulai ketika Islam menjadi agama resmi beberapa kerajaan di Mandar, kira-kira abad XVI. Sayyang pattuqdu awalnya hanya berkembang di kalangan istana, yang dilaksanakan pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kuda digunakan sebagai sarana sebab dulunya di Mandar, kuda adalah alat transportasi utama dan setiap pemuda dianjurkan untuk piawai berkuda. Dalam perkembangannya, sayyang pattuqdu menjadi alat motivasi bagi anak kecil agar segera menamatkan Al Quran. Ketika seorang anak kecil mulai belajar Al Quran, oleh orang tuanya dijanji akan diarak keliling kampung dengan sayyang pattuqdu jika khatam Al Quran. Karena ingin segera naik kuda penari, maka sang anak ingin segera pintar mengaji dan khatam Al Quran “besar”. Musim sayyang pattuqdu dimulai setelah 12 Rabiul Awal. Beberapa kampung di Mandar, secara bergantian melaksanakan arakan sayyang pattuqdu dalam jumlah banyak. Hampir tiap pekan ada saja arak-arakan kuda yang di atasnya duduk dengan anggun wanita dan anak yang baru khatam Al Quran, diiringi tabuhan rebana nan rancak, dan irama kalindaqda (syair yang dilagukan) yang sering

kali disambut sorakan penonton karena isi kalindadaq-nya jenaka. Kalindaqdaq adalah salah satu puisi tradisional Mandar. Dibandingkan dengan karya sastra lama Mandar lainnya, kalindaqdaq yang paling banyak digunakan/dipakai oleh masyarakat Mandar mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka pada masa dahulu. Contoh kalindaqdaq yang biasa dideklamasikan di depan saeyyang pattuqdu antara lain: “Usanga bittoeng raqdaq/Di pondoqna I Bolong/I kandiq pala/Mambure pecawanna” (Kusangka bintang yang jatuh/Di atas punggung (kuda) Si Hitam/ Dinda kiranya/Yang menaburkan senyumnya); “Tennaq rapaangdaq uwai/Lamba lolong lomeang/Mettonang bandaq/Di naunna endeqmu” (Seandainya aku bagaikan air/yang mengalir kian kemari/Aku tergenang sudah/ Di bawah naungan tanggamu); “Passambayang moqo daiq/Pallima wattu moqo/Iyamo tuqu/Pewongang di aheraq” (Bersembahyanglah engkau/Berlima waktulah/Itulah dia/Bekal di akhirat). Etika di Atas Kuda Duduk di atas kuda yang menari-nari, sekilas terlihat mudah. Apalagi bila berpikir, pawang yang mengawal sang kuda akan membantu mengendalikan hewan itu. Tapi

nyatanya, tak semudah itu. Tapi, bagi yang ingin naik sayyang pattuqdu, atau menjadi tomissawe, tidak perlu khawatir, sebab naik sayyang pattuqdu yang berarak keliling kampung ada yang menjaga. Selain pawang kuda, juga ada passarung, yaitu empat laki-laki dewasa yang berada di kiri-kanan kuda. Umumnya mereka kerabat perempuan yang duduk di atas kuda. Duduk di atas kuda tidaklah sembarangan. Ada cara tersendiri, tidak seperti cara duduknya joki dalam kuda pacuan. Kecuali yang menunggang di atas kuda yang menari tersebut adalah lelaki. Bila yang duduk adalah wanita, maka kaki kanan dan kiri tidak menjulur ke bawah melewati sisi atau perut kuda. Kaki kanan ditekuk hingga lutut sejajar dada. Di atas lutut kanan tersebut disandarkan tangan kanan yang memegang kipas. Adapun kaki kiri, melintang di depan dengan telapak kaki kiri persis menumpu bagian dalam kaki kanan. Persis cara duduk kaum wanita Mandar. Adapun tangan kiri memegang rambut kuda. Yang paling penting, sebab itulah yang dilihat penonton, adalah mimik wajah kala duduk di atas kuda. Wajah haruslah tenang, sedikit senyum elegan. Jangan tampak panik atau tertawa terbahak-bahak. Wanita yang dianggap cantik kala “missawe”

adalah wanita yang duduknya elegan dengan wajah tenang. Walau kudanya menari-nari, kadang sampai agresif, tapi wajah harus tenang tersenyum. Sebab itulah cerminan wanita Mandar. Sedang gadis atau anak yang baru khatam yang duduk di belakang, kedua kaki ditekuk seakan jongkok. Telapak kaki dimasukkan ke dalam sarung yang sengaja dipasang sebagai sandaran k a k i . Adapun kedua tangannya memegang kudung yang terpasang di “padawara”. Sedikit menutupi wajah. Wajahnya juga tak boleh terlihat panik. Bila anak lelaki yang menunggang, wajahnya juga harus tampak tenang. Tidak tersenyum, tidak juga tampak ketakutan. Kadang ada anak yang tertawa-tawa malah sampai menari-nari di atas seperti mengayung-ayungkan pedang. Agar kelihatan cantik dan bercahaya duduk di atas kuda, ada ilmunya. Caranya, ketika akan naik kuda, sang wanita yang duduk di depan, terlebih dahulu berdiri dengan tenang di teras rumah. Kemudian perlahan-lahan turun tangga dan langsung naik di tas kuda. Jangan langsung duduk, harus berdiri dulu di atas kuda. Setelah berdiri dengan tenang, wajah dihadapkan ke arah datangnya sinar matahari. Pandangi sekejap dan “seraplah” cahaya matahari. Selesai, duduklah dengan tenang. Itulah ilmunya; itulah “ussulan” dalam kebudayaan Mandar. PAKAIAN Berdasar foto saeyyang pattuqdu yang diambil pada tahun 30an, ternyata wanita atau gadis penunggang kuda tidak mengenakan baju. Hanya perhiasan yang menutupi dadanya. Tapi tidak ada keterangan, apakah anak itu tamat mengaji atau hanya menjadikan kuda sebagai kendaraan. Dalam sejarahnya, kostum atau pakaian wanita yang duduk di atas kuda tidaklah seperti sekarang ini. Bila memang foto tua tahun 30-an tersebut dianggap sebagai kostum saeyyang pattuqdu kala itu, maka tahun-tahun kemudian, ada perubahan. Menurut cerita-cerita orang tua, dulu wanita di depan mengenakan pakaian yang terbuat

dari kertas ‘minyak’ berwarna merah. Pakaian tersebut hanya satu kali pakai dan tembus pandang. Sebab kertas tidak efektif dan karena tembus pandang (transparan), belakangan mengalami perubahan. Mengenakan kain yang juga berwarna merah. Yaitu pakaian adata “pasangang mamea” (baju berwarna merah). Desa yang beberapa penduduknya masih mempertahankan tradisi m e n genakan pakaian dari kertas berwarna merah adalah Desa Napo, Kecamatan Limboro, Polewali Mandar. A d a p u n sarungnya baik dulu dan sekarang, mengenakan sutera corak (sureq) ‘salaka’ yang berwarna hitam dengan kotakkotak berwarna perak (perak = salaka). Untuk perhiasan, di kepala mengenakan “simbolong tiwaliq” yang berhiaskan melati, anting berupa “dali”, di leher hanya seuntai kalung dengan “ringgiq bulawang” (ringgit emas), dan di lengan beberapa gelang “buwur”. Itulah kostum ideal wanita yang duduk di depan: pakaian berwarna merah, sarung sutra hitam, dan perhiasan beberapa saja. Walau hanya beberapa, tapi tampak elegan sebab warnanya merah. Dan juga tidak merepotkan wanita yang duduk di atas. Beda dengan kostum-kostum sekarang ini. Yang dikenakan adalah kostum wanita menikah (pesta) atau kostum penari. Warnanya juga berwarna macam. Perhiasan berupa “gallang balleq” (gelang kaleng) dan kalung beruntai-untai serta perhiasan di kepala, juga sangat merepotkan wanita. Kadang di tengah jalan, perhiasan tersebut jatuh. Sedang gadis yang duduk di belakang, mengenakan “padawara”, yang jamak digunakan wanita-wanita Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang baru datang menunaikan ibadah haji.Sama halnya anak lelaki,

juga mengenakan pakaian lelaki khas Arab. Itulah sebab, anak yang baru khatam Al Quran dianggap “haji kecil”.

Mengajar Kuda Agar Bisa Menari Ada dua gerakan utama

dalam tarian kuda di Mandar, yaitu gerakan kepala yang mendongak-dongak, dan gerakan dua kaki depan yang dihentakkan secara bergantian ke tanah. Kuda yang belum mahir, umumnya menggerakkan kakinya bersamaan. Kepalanya pun belum tampak anggun. Sedangkan kuda yang sudah terlatih, hentakan antara kaki kanan dengan kaki kiri dilakukan bergantian. Saat gerakan dilakukan, ada saatsaat tertentu kaki yang berada di atas di udara dihentikan. Pelajaran pertama yang diterima si kuda adalah gerakan leher/kepala, hentakan kaki dan pengaturan posisi antara dirinya (kuda) dengan pawang atau yang mengontrol kuda. Untuk mengatur gerakan leher, caranya cukup sederhana, tapi rumit dalam prakteknya. Caranya, tali dililitkan ke atas kepala kuda yang melintasi mulutnya. Tali tersebut digenggam sang pelatih dan ketika proses latihan berlangsung, tali ditarik-tarik dengan tekanan

tertentu. Sang pelatih memperhatikan gerakan kuda. Bila terlalu keras, tali dikendorkan. Lalu dilakukan penyesuaian tekanan tali yang tepat dengan gerakan kuda, dengan cara mengatur simpul di tali. Saat pelajaran pertama, selain tali, alat lain yang digunakan adalah cemeti atau cambuk. Cambuk ini sesekali melecut ke kuda pundak atau perut kuda ketika badan kuda terlalu dekat ke pelatih. Ini terus dilakukan sampai kuda menjadi “sadar posisi”. Cambuk juga dilecutkan ke lutut kuda, agar gerakannya stabil. Proses latihan sempat berhenti ketika hujan turun. Kesempatan itu digunakan untuk beristirahat. Kuda kelihatan ngos-ngosan, dari mulutnya keluar buih. Setelah hujan reda, latihan hari pertama dilanjutkan. Berbeda dengan sesi pertama, di sesi kedua ini sang pelatih sudah menggunakan kayu keras sebagai pengganti cambuk. Saatnya semakin mengontrol gerakan kaki, agar kaki tidak bersamaan lagi naik-turunnya. Sesekali terdengar bunyi kayu yang menghantam tulang lutut kuda. Kuda itu sama seperti manusia. Ada yang gampang dilatih, ada yang tidak. Melatih pun tidak sembarangan, ada ilmunya tersendiri, baik yang berkaitan mistik maupun keterampilan teknik semata. Unsur mistik terlihat ketika sang pelatih akan memasang tali ke kepala-mulut kuda. Terlihat dia melakukan belaian sampai tiga kali, mulai dari mulut kuda sampai pangkal ekornya. Dan ketika kuda selesai dilatih atau sudah lulus, ada acara “wisuda-nya”, yaitu melakukan sesajen di rumah. Keterampilan juga bukan hal sepele. Sebab bila tak lihai, bisa-bisa kaki kanan si pelatih remuk dihantam telapak kaki kuda. Ya, remuk sebab jarak antara kaki pelatih dengan kaki depan kuda hanya beberapa sentimeter, padahal gerakan kaki kuda tak pernah berhenti. (*)

RADAR SULBAR

ADVERTORIAL

16

Dipersembahkan Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulbar

SABTU, 24 MARET 2012

Rapat Kerja Gubernur Sulawesi Barat Tahun 2012 Mamuju, Kamis 22 Maret 2012 DALAM rangka efektifitas dan efisiensi kinerja lingkup Pemprov Sulbar, serta membangun sinergitas dengan lima kabupaten se-Sulbar maka Pemprov Sulbar menggelar rapat kerja di Ballroom Hotel d'Maleo Mamuju, Kamis 21 Maret 2012. Acara ini dihadiri seluruh pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulbar dan sejumlah pimpinan lembaga vertikal di daerah ini. Hadir pula Bupati Mamuju Suhardi Duka dan Bupati Majene Kalma Katta. Sementara tiga bupati lainnya di Sulbar diwakili pejabat di daerah masing-masing. Hadir pula Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat Mardiasmo. Selain itu, nampak perwakilan Kapolda Sulselbar dan perwakilan Kodam VII Wirabuana. Acara ini dihadiri langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN dan RB) Azwar Abubakar, yang sekaligus menyaksikan penandatanganan fakta integritas yang dilakukan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Ketua DPRD Sulbar Hamzah Hapati Hasan, seluruh kabupaten serta pimpinan SKPD lingkup Pemprov Sulbar. (*)

TERIMA CINDERAMATA. Gubernur Sulbar H Anwar Adnan Saleh menerima cinderamata dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN dan RB) Azwar Abubakar, Kamis 22 Maret 2012.


Radar Sulbar