Issuu on Google+

RADAR SULBAR Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat

SENIN, 20 FEBRUARI 2012

www.radar-sulbar.com Tercepat dalam Menyajikan Berita

Rp 3.000

Demokrat Turun, Golkar Nomor Satu Survei Terbaru LSI, Demokrat Sulbar Dinilai Lumayan

Hasil survei LSI Partai Golkar 15,5 persen Partai Demokrat 13,7 persen PDI Perjuangan 13,6 persen Partai Gerindra 4,9 persen PPP 4,9 persen PKB 4,6 persen PAN 4,1 persen PKS 3,7 persen Partai Hanura 1,2 persen Partai non parlemen 5,2 persen Masyarakat menjawab belum tahu 28,9 persen

REPORTER: CHAERUL MARVAN EDITOR: MAHBUB AMIRUDDIN

JAKART A -- Lembaga Survei JAKARTA Indonesia (LSI) merilis hasil survei tentang elektabilitas partai politik. Dalam survei ini terlihat elektabilitas Partai Demokrat menurun.

"Salah satu penyebab turunnya suara Demokrat, karena banyak kader yang bermasalah," ujar peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 19 Februari. LSI menggelar survei pada tanggal 1-12 Februari 2012 dengan 2.050 responden di 33 provinsi di Indonesia. Respondennya adalah warga negara Indonesia yang pu-

Baca Hal 15 Infotainment Bikin Histeris Anak Muda

nya hak pilih dalam pemilihan umum. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri dari 10 responden. Partai yang dijadikan pilihan dalam survei ini adalah 38 partai peserta pemilu 2009. Dengan menggunakan metode wawancara tatap muka, margin of error survei sebesar 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Baca HAL 7

Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai Radar Sulbar MAMUJU -- Ribuan warga Mamuju mengikuti jalan santai yang diselenggarakan Harian Radar Sulbar di Pantai Manakarra Mamuju, Minggu 19 Februari. Jalan santai ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) ke-66.

KOLOM SENATOR

Menata Ruang Publik

Baca HAL 7

Asri Anas Anggota DPD/MPR RI

Beberapa hari terakhir saya mendapat banyak keluhan dari masyarakat tentang sarana dan prasarana public space (ruang publik/ruang terbuka untuk umum) di Sulbar yang masih sangat minim. Mulai dari Matra, Mamuju, hingga Polman soal public space seperti taman kota,lapangan, alun-alun dirasakan masih kurang. Padahal public space merupakan sarana penting bagi masyarakat yang nyaman dan wahana publik untuk berinteraksi tanpa memandang latarbelakang sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Belum lagi soal fasilitas publik seperti trotoar, halte, mall, rumah sakit, perpustakaan umum, dan sebagainya yang jauh dari kebutuhan yang diinginkan rakyat. Baca HAL 7

Humor Cowok Idaman Kiriman: Azzam AMJ

Cewek: "Mas kerja dimana?" C0w0k: "Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali..." Cewek: "(W0W...Konglomerat pasti!)... Mas tinggal dimana?" C0w0k: "Pondok Indah Bukit G0LF..." Cewek: Pasti gede rumahnya yah...?" C0w0k: "Ngga ah...Biasa aja koq...cuma 3000 m2..." Cewek: Mas uda punya istri...?" C0w0k: "Hmm...Sampai saat ini belum tuh...hehe..." Cewek: Mas suka dugem gitu ga??" C0w0k: "Tidak tidak..." Cewek: "(Iihh...sh0leh banget nih c0w0kk!) Mas udah naik haji?" C0w0k: "Yah...baru 3x dan umr0h paling 6x..." Cewek: "(Subhanallah...cal0n surgawi...) H0binya apa sih mas?" C0w0k: "BOH0NGIN 0rang......"

RADAR/FIRDAUS PATURUSI

JALAN SANTAI RADAR SULBAR. Ribuan warga Mamuju mengikuti jalan santai Radar Sulbar di Pantai Manakarra Mamuju, Minggu 19 Februari. Acara diselenggarakan untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN).

Imam Masjid Lapeo Kembali Diminta Mundur Pemkab Bentuk Tim Mediasi POLEWALI -- Sejumlah warga di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, menggelar unjuk rasa mendesak mundur imam masjid Nuruttaubah, Sabtu, 18 Februari. Sekadar mengingatkan, desakan mundur warga terhadap imam masjid Lapeo, KH Syarifuddin Muhsin, terjadi pula pada Idul Fitri lalu. Setelah lima bulan berlalu, jamaah dan warga yang menentang keberadaan Syarifuddin sebagai imam, kembali menyuarakan desakan mundur. Ruas Trans Sulawesi dipadati pengunjukrasa. Arus kendaraan dari dua arah, terpaksa dialihkan ke jalur alternatif oleh aparat kepolisian untuk mengatasi antrean.

NG PEMENA S. KONTE ddin, Syamsu tes n o k g n pemena si motor a ik if d o m da matic pa Pers ri a H n rangkaia l (HPN), di Nasiona n Pantai Anjunga amuju, rra M Manaka ari 19 Febru 2. Minggu 201

RADAR/M

UHAMAM

BAR D ALI AK

Menpan Godok Aturan Baru Antisipasi Rekening Gendut PNS

RADAR/DIAN AFRIANTY

DEMO. Warga Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar melakukan aksi unjuk rasa Sabtu, 18 Februari 2012.

Baca HAL 7

JAKARTA -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan & RB) sementara menggodok aturan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para pegawai di bawah Menpan tersebut akan diwajibkan melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan

Korupsi (KPK). Hal ini sampaikan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar. Menurutnya pelaporan itu nantinya bukan hanya kepada KPK semata tetapi juga kepada institusi atau kementerian tempat PNS tersebut bekerja. Baca HAL 7

Menkokesra Siap Dorong Penegerian Unsulbar

Kirim cerita lucu Anda ke radarsulbar01@gmail.com

UNIK

Kecanduan Coklat

NET

LONDON -- Brenda Flanagan-Davies tak pernah sehari pun melewatkan kehidupannya tanpa menyantap cokelat. Karena itulah, tubuh perempuan 43 tahun itu terus melar hingga mencapai 254 kilogram. Dia pun tercatat sebagai perempuan tergemuk di Inggris. Sejak kanak-kanak, Flanagan-Davies mengaku sangat hobi mengudap cokelat maupun makanan ringan lain yang mengandung banyak gula. (**) w w w. r a d a r - s u l b a r. c o m

RADAR/MUHAMMAD ALI AKBAR

KUNJUNGAN. Menkokesra RI, HR Agung Laksono, bersama Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh saat mengunjungi Sepnimar di RSUD Mamuju, Sabtu 18 Februari 2012.

MAMUJU -- Proses penegerian Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) juga menjadi perhatian Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Men-

kokesra) HR Agung Laksono. Menkokesra bahkan bejanji akan ikut mendorong proses itu di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan Agung Laksono saat

melakukan kunjungan kerja dan tatap muka bersama masyarakat dan Pemprov Sulbar di Mamuju, Sabtu 18 Februari. Baca HAL 7 redaksi: 0426-22138 - email: radarsulbar01@gmail.com

2

Ekonomi

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012 PANC A KAR YA PEMBANGUNAN SULA WESI BARA T PHASE II ANCA KARY SULAWESI BARAT SEBA G AI KEBIJ AKAN S TRA TEGI PEMBANGUNAN PR O VINSI SULA WESI BARA T 20 1 1 - 20 16 KEBIJAKAN STRA TRATEGI PRO SULAWESI BARAT 201 201 SEBAG

1. Peningkatan Profesionalisme Aparatur ( personalcapatcy building) Pemerintahan Daerah Provinsi Sulawesi Barat 2. Peningkatan Kualitas dan Perluasan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Ekonomi Vital 3. Peningkatan Promosi dan Kerjasama dengan Pihak Ketiga Baik dalam Negeri maupun Luar Negeri 4. Peningkatan Pemanfaatan Sumber Daya Alam 5. Pengembangan Pemerintahan yang Peduli Lingkungan H. Anwar Adnan Saleh Gubernur

H. Aladin S Mengga Wakil Gubernur

Elpiji di Atas HET Bakal Disanksi REPORTER: M.SHOLIHIN EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL MAMUJU -- Selain kelangkan gas elpiji tiga kilogram, masyarakat juga diperhadapkan dengan mahalnya harga bahan bakar pengganti minyak tanah tersebut. Menanggapi hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mamuju menegaskan akan memberikan sanksi terhadap pengecer yang memberikan harga jauh dari Harga Eceran Terendah (HET). HET gas elpiji tiga kilogram untuk wilayah Mamuju berdasarkan data

dari agen resmi PT Hamirna Mitra Mamuju hanya sebesar Rp 18 ribu. Angka tersebut memiliki perbandingan dari HET daerah lain seperti Mamuju Utara karena sangat jauh mencapai Rp 20 ribu, sedangkan untuk HET di Kabupaten Polman hanya Rp 16 ribu. "Bagi pengecer yang memberikan harga sangat tinggi akan kami berikan sanksi pertama, berupa teguran tertulis. Jika sampai yang tiga kali teguran tidak diperhatikan, kami akan mengambil tindakan tegas berupa pencabutan izin usaha," ungkap Kepala Disperindag Mamuju, Hj Hasnawati Wahid.

Meskipun HET gas elpiji sebesar Rp 18 ribu, Disperindag Mamuju masih memberikan kebijakan pada pengecer jika menjual hingga harga Rp 20 ribu. Dengan catatan pengambilan keuntungan tersebut tidak dibenarkan jika melebihi dari harga Rp 20 ribu. "HET Rp 18 ribu tersebut berlaku pada harga pembelian pengecer ke pihak agen resmi. Sehingga jika harga jual mereka mencapai Rp 20 ribu masih kami maklumi," imbuhnya. Mengenai keluhan masyarakat terhadap kelangkaan serta mahalnya harga gas elpiji tiga kilogram, pihak Disperindag mengaku turun langsung

ke lapangan untuk memastikan kondisi tersebut. Dari hasil monitor, Disperindag mengungkapkan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram untuk wilayah Mamuju masih dapat ditolirir. "Memang untuk sementara akibat pengurangan pasokan gas elpiji tiga kilogram terjadi kelangkaan di tingkat pengecer. Namun kelangkaan tersebut menurut kami belum terlalu parah, sedangkan mengenai keluhan mahalnya harga gas alpiji tiga kilogram kami hanya mendapatkan beberapa pengecer saja dan itu sudah kami beri teguran," sebut Hj Hasnawati Wahid. (*)

Anggaran Bantuan Bibit Jahe Rp 500 Juta MAMUJU -- Mendukung program pengembangan jahe di daerah ini, DPRD Mamuju mengaku telah menyediakan dana hingga Rp 500 juta dari APBD tahun 2012. Dana itu akan dialokasikan khusus untuk pengadaan bibit jahe. Selain itu, DPRD Mamuju juga berencana melakukan kunjungan ke PT Sido Muncul guna membangun kerja sama pemasaran. "Animo masyarakat untuk mengembangkan jahe masih cukup tinggi. Sehingga kami mendukung dengan menyediakan dana untuk bantuan pengadaan bibit," ungkap Anggota Komisi II DPRD Mamuju, Hajrul Malik. Hajrul menambahkan, tahun lalu untuk bantuan pengadaan bibit jahe dari APBD tahun 2011 hanya sebesar Rp 400 juta. Dengan kenaikan pagi tahun ini untuk pengadaan bibit jahe, akan mendukung petani lebih meningkatkan komiditi tersebut. "Enam bulan ke depan jahe yang sudah ditanam di lahan seluas sekira 100 hektar akan mulai panen. Sehingga dalam waktu dekat kami berencana berkunjung ke PT Sido Muncul untuk membangun kerja sama," imbuh Hajrul. (mg6/dir)

Gubernur Sulbar Puji Lomba Kebun Sawit Plasma PT SRL MAMUJU -- PT Surya Raya Lestari (SRL) menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba kebun kelapa sawit program plasma se-Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Acara yang disaksikan langsung oleh Gubernur Anwar Adnan Saleh ini diselenggarakan di halaman parkir kantor Lembaga Keuangan Mikro (LKM) PT SRL 2 di Budong-Budong. “Saya harus memberikan apresiasi kepada management yang saat ini mengadakan lomba petani plasma,” kata Anwar saat memberikan sambutan di lokasi acara, Jum’at, 17 Februari 2012. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa perusahaan sangat memperhatikan masyarakat dan petani. "Plasma menjadi prioritas," lanjutnya seraya memuji kegiatan-kegiatan yang berdampak bagi masyarakat karena akan mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Selain itu, sinergi antarsemua pihak di Sulbar,

IST

SERAHKAN HADIAH. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh menyerahkan hadiah kepada Kelompok Tani Sumber Pangan Menjadi Juara Umum Lomba Plasma.

PANITIA PELAKSANA MUSYAWARAH KAHMI SULAWESI BARAT DAN SILATURAHIM AKBAR ALUMNI HMI DIRANGKAIKAN TEMU KADER HMI SE-SULAWESI BARAT

PUSAT PENGOBATAN SPECIALIS ALAT VITAL DARI SUKABUMI Langsung ditangani Biang Kejantanan Terbesar Terpercaya Bikin Pria Perkasa Ditangani Langsung Cucunya Hj. Mak Erot SPESIALIS TERAPI ALAT VITAL PALING SPEKTAKULER LANGSUNG BESAR & PANJANG DITEMPAT TIDAK MENGGUNAKAN SUNTIK /SILIKON DIJAMIN TANPA EFEK SAMPING BEBAS PANTANGAN UNTUK SEMUA USIA, RAS DAN AGAMA (BERGARANSI)

Anda Punya Keluhan Seputar Alat Vital ? Loyo, Kecil dan Kurang Perkasa Atau anda sudah bosan berobat kemana-mana belum mendapatkan hasiljuga?disini jawabannya Disini jadi ajang pembuktian bagi yang kurang percaya, setengah percaya, yang masih ragu-ragu yang mau coba-cobadan gagal berobat ditempat lain. Bukan sekedar janji-janji belaka tapi berdasarkan fakta dengan penanganan secara profesional paling aman. Cukup 1 kali berobat kemampuannya luar biasa !!!! Dijamin Joss * Langsung terbukti ditempat, menjadikan alat vital kuat, keras dan tahan lama,. Sanggup melakukan hubungan secara berulang-ulang tanpa obat/doping. * Mengobati lemah syahwat, Impotensi, kencing manis(diabetes) mengatasi disfungsi ereksi, loyo, kurang gairah, kembali perkasa. * Silahkan memilih ukuran : panjang 15 cm diameter 3 cm, Panjang 17 cm diameter 4 cm, Panjang 20 cm diameter 5 cm. Cukup 1 kali berobat keampuhannya luar biasa !!! Dan juga menangani masalah rumah tangga, ingin cepat dapat jodSegala jenis usaha dagangoh, penglaris * Segala jenis usaha dagang * Raja pelet/pengasihan Banten Selatan : Aji Semar Mesem, Jalan Sutera, Pelet pemikat Sukma, Pelet sihurung Pendung, dan pasang segala Susuk Banyu-bany, Susuk Emas, Susuk Cahaya Rembulan, dll Hubungi : Penginapan Sederhana Kamar 09, Lantai 2 Kota Mamuju 081 210 057 522

INFO SULBAR

UNDANGAN TERBUKA Kepada Yang Terhormat, Seluruh Alumni dan Kader HMI se- Sulawesi Barat Di –

TEMPAT

Assalamu Alaikum Wr. Wb Teriring salam dan Do’a semoga Allah SWT, senantiasa melimpahkan Rahmat, Taufiq dan Hidayah-Nya kepada kita semua dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Amin Sehubungan dengan rencana MUSYAWARAH KAHMI SULBAR DAN SILATURAHIM AKBAR ALUMNI HMI DIRANGKAIKAN TEMU KADER HMI SE-SULAWESI BARAT, maka dengan ini Kami mengundang Seluruh Alumni dan Kader HMI Se-sulawesi Barat untuk dapat hadir dalam kegiatan tersebut yang Insya Allah akan dilaksanakan pada : Hari/Tanggal : Rabu, 22 Februari 2012 Waktu : Pukul 13.30 Wita – sampai selesai Tempat : Aula Green Mutiara Hotel Demikian Undangan ini kami sampaikan, Atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan banyak terima kasih. Billahittaufiq Wal Hidayah Wassalamu Alaikum wr.wb Mamuju, 25 Rabiul Awal 1433 H 18 Februari 2012 M Panitia Pelaksana MUH. RUSDI. S. LANGGOPA’, S.IP Ketua Pengurus KAHMI Sulbar

INDO UPE Sekretaris Mengetahui

DR. MUH. JAMIL BARAMBANGI, M.Pd Ketua

Majelis Penasehat KAHMI Sulbar Drs. H. ANWAR ADNAN SALEH Ketua

menurutnya menjadi modal penting yang harus terus dikembangkan agar provinsi termuda yang sedang ia pimpin ini dapat meninggalkan kesankesan negatif yang melekat. Kawasan terbelakang, tertinggal dan terisolasi. "Mari kita bersinergi. Saya ingin menghapus kesan tentang ketertinggalan, keterbelakangan dan keterisolasian dari provinsi Sulbar. Itu mimpi saya," ujarnya. Dengan kerja sama perusahaan dan semua pihak di Sulbar, menurutnya, dalam 5 tahun kepemimpinan gubernur, provinsi ini sudah berhasil mengurangi angka kemiskinan sebesar 8 persen. Selain pejabat pemerintah tingkat provinsi, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari pejabat kabupaten Mamuju, Mamuju Utara, aparat kepolisian, serta para petani kelapa sawit, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda. (**)

Disperindag Siap Bina UKM Pengembangan Komoditi Pisang MAMUJU -- Melihat potensi komoditas pisang di daerah ini, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mamuju siap memberikan pembinaan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam pengolahan komoditas tersebut. Pembinaan ini dilakukan agar pisang dapat memiliki nilai jual tinggi dari harga pisang sebelum olahan. Dalam program tersebut, Disperindag akan membarikan binaan kepada 30 UKM dalam pengolahan pisang. UKM akan dibina mengolah pisang sehingga memberikan nilai jual tinggi, salah satunya dengan mengolah pisang menjadi kripik dan makanan ringan lain. "Program ini masih belum mampu mengakomodir seluruh pisang di Mamuju. Namun ke depan kami masih berencana akan mengembangkan dengan membangun kerja sama dengan pihak perusahaan yang menggunakan pisang sebagai bahan baku seperti perusahaan sirup DHT di Kabupaten Gowa," ungkap Kepala Disperindag Mamuju, Hj Hasnawati Wahid. Potensi pisang untuk daerah Mamuju memang sangat besar, dengan jumlah pisang yang dikirim ke Pulau Kalimantan mencapai 5.000 tandan per hari. Padahal untuk saat ini komoditas tersebut belum mendapat sentuhan secara serius, sehingga jika hal ini akan ditangani kemungkinannya pisang akan menjadi komoditas andalan daerah Mamuju. "Kami juga berharap kepada intansi terkait seperti Dinas Perindustrian dapat bekerja sama untuk mengembangkan komoditas pisang ini. Sehingga selain pengolahan pisang dalam bentuk makanan ringan oleh UKM, juga ada pengolahan pisang dalam skala besar seperti pembuatan sirup ataupun tepung pisang," imbuhnya. Pertimbangan lain dalam mengembangkan pisang adalah tanaman ini adalah tanaman yang paling mudah dipelihara, selain itu pisang juga tahan terhadap penyakit. Sehingga kemungkinan pengembangan pisang memang sangat besar. (mg6/dir)

Rubrik Khusus Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat

RADAR/MUHAMMAD ALI AKBAR

RADAR/ MUHAMMAD ALI AKBAR

TANAM POHON. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh menyampaikan sambutan dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono di PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Kalukku Mamuju, Sabtu 18 Februari 2012.

KUNJUNGI SEKOLAH. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mendampingi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono saat mengunjungi Mandrasah Aliah Negeri (MAN) Belang-belang Kecamatan Kalukku Mamuju, Sabtu 18 Februari 2012.

Mamuju 3

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012 VISI PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU

"Gerakan Membangun Mamuju, Menuju Masyarakat Maju dan Mandiri (Gerbang Maju)" MISI III Percepatan Pertumbuhan dengan memperkuat data tahan ekonomi yang didukung oleh Pembangunan Pertanian Infrastruktur dan Energi TUJUAN 6. Pengelolaan Sumberdaya Alam yang berwawasan lingkungan SASARAN Kelestarian sumberdaya alam Terkendalinya pengelolaan sumberdaya alam Pengelolaan lahan kritis

Drs. H. Suhardi Duka, MM Ir. Bustamin Bausat Drs. H. Habsi Wahid, MM Bupati Mamuju

Wakil Bupati Mamuju

Sekda Mamuju

Anwar Jabat Ketua Kosgoro 1957 Sulbar

KemenhubMintaPemdaSiapkanLahan

MAMUJU -- Sabtu 18 Februari, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kosgoro 1957, Agung Laksono melantik Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kosgoro Sulbar untuk masa bhakti 2011-2016. Proses pelantikan yang digelar di auditorium Kantor Gubernur Sulbar ditandai dengan penyerahan bendera pataka oleh Ketua DPP Kosgoro 1957, HR Agung Laksono pada Ketua Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro Sulbar, Anwar Adnan Saleh. Usai pelantikan PDK Kosgoro Sulbar kemudian dilanjutkan pelantikan tiga organisasi di bawah naungannya, yakni Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro 1957 (GP2K), Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK), dan Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 (HPK). Tiga organisasi Kosgoro ini dilantik ketua DPK Kosgoro 1957 Sulbar, Anwar Adnan Saleh yang disaksikan Agung Laksono. Usai prosesi pelantikan, Agung bergegas meninggalkan ruangan untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Palu, Sulawesi Tengah. "Saya harus buru-buru meninggalkan teman-teman pengurus Kosgoro Sulbar karena harus menyesuaikan kondisi cuaca," katanya. Namun sebelumnya, Agung mengatakan sebagai pengurus organisasi masyarakat harus tetap bekerja untuk kepentingan masyarakat umum. "Kosgoro bukan partai politik tetapi organisasi kemasyarakatan. Saya yakin Kosgoro Sulbar yang dinahkodai Anwar Adnan Saleh yang juga Gubernur Sulbar akan mampu membawa organisasi ini jauh lebih baik seperti pada pemerintahannya selama ini," ucap Agung Laksono. (dir)

EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL bangunan fisik bandara. Kepala Bidang Perhubungan MAMUJU -- Usulan pembanUdara Dinas Perhubungan Komunigunan dua bandara baru di Sulbar kasi dan Informatika (Dishubkominmendapat respon dari Kementerian fo) Sulbar, Suparto Umar, yang menPerhubungan (Kemenhub) RI. Bahdampingi rombongan Komisi III kan, salah satu usulan yakni rencana DPRD Sulbar studi kelayakan untuk bandara di Sumarrang Kecamatan pembangunan bandara di Polman Campalagian Polewali Mandar telah tersebut telah dilakukan. memasuki masa pembahasan. Menurutnya Suparto, Pemerintah Pembahasan telah dilakukan sejak Pusat tidak akan berani menggelonakhir tahun lalu dan secara prinsip, torkan dana tanpa ada kejelasan menKemenhub telah memberikan perngenai pembebasan lahan. Sebab, senyataan persetujuan. Namun dengan gketa lahan kerap menjadi sebuah catatan, Pemda setempat harus mekendala dalam kegiatan pembannyiapkan lahan pembangunannya gunan. sebab dana yang akan digelontorkan "Kami bertemu langsung Direktur dari pusat hanya untuk kegiatan pemBandar Udara Kemenhub, Bambang

Tjahyono, saat menerima kunjungan anggota Komisi III DPRD Sulbar beserta Dishubkominfo Sulbar di Kantor Kemenhub Jakarta pekan lalu," ujar Suparto. Tim Komisi III DPRD Sulbar yang didampingi dalam melakukan kunjungan adalah Ketua Komisi III Mervie Parasan, Sekretaris Komisi III Sukardi M Noer, dan beberapa anggota diantaranya Thamrin Endeng, Tahir Madani, Naharuddin, dan Arman Salimin. Usulan pembangunan bandara ini adalah untuk membangun interkoneksi antar daerah, utamanya dalam kegiatan perekonomian masyarakat. Kapasitas kedua bandara

ini masih kecil, hanya untuk didarati pesawat berpenumpang sekira 10-15 orang. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh saat mengusulkan pembangunan bandara mengaku membutuhkan anggaran sekira Rp 270 miliar dalam tahap pertama pembangunan. Jika dirasa perlu, akan dilakukan perluasan bandara dan membutuhkan anggaran yang lebih banyak lagi. "Kita akan memilih daerah-daerah yang cukup berpotensi sebagai wilayah pengembangan ekonomi. Kalau memang butuh bandara yang lebih besar lagi, kita mengembangkan bandara untuk didarati pesawat sejenis ATR 72-500," imbuhnya. (*)

RADAR/HASAN BASRI

TAMBATKAN PERAHU. Nelayan menambatkan perahu di tepi pantai dan urung melaut akibat gelombang tinggi dan angin kencang.

IKM Sulbar Serap 8.859 Tenaga kerja

Angin Kencang Landa Mamuju

MAMUJU -- Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sulbar mengaku Industri Kecil Menengah (IKM) Sulbar menyerap 8.859 tenaga kerja. IKM tersebut tersebar pada lima kabupaten di provinsi ini. "IKM mempunyai kedudukan yang strategis dalam perekonomian nasional, karena dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga mampu mensejahterakan masyarakat," sebut Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sulbar, Samiran, menyebutkan jumlah IKM di Sulbar sebanyak 1.459 unit dengan kapasitas produksi 55.289.967 khusus untuk potensi rotan. Selain itu khusus untuk pengelolahan rotan di Sulbar sebanyak 12 unit usaha dengan kapasitas produksi sebanyak 7.179 ton. "Untuk pengelolahan rotan di Sulbar hanya terdapat di tiga kabupaten yaitu Mamuju, Polewali Mandar dan Majene. Usaha ini menyerap tenaga kerja sebanyak 211 orang," ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2012, di Hotel Srikandi Mamuju, Jumat 17 Februari. Pengembangan IKM melalui pendekatan perkuatan kewirausahaan dan pendekatan produktifitas yang dilakukan berupa program pengembangan klaster, dan pengembangan OVOP (One Village One Product) dan revitalisasi UPT. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Prof Akbar Tahir, mengatakan, meningkatnya indusri di Sulbar akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. "Sektor industri sangat berperan penting dan strategis bagi perekonomian sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan rakyat. Untuk itu, janganlah merasa puas melainkan kita memanfaatkan SDA yang masih memerlukan perhatian khusus sehingga hasilnya dapat diperoleh secara optimal," tuturnya. (rp2/dir)

EKSEKUTIF MAMUJU

MAMUJU -- Cuaca buruk berupa angin kencang melanda Kota Mamuju, Minggu 19 Februari, sekira pukul 13.30 siang. Hingga malam hari, angin terus berembus sehingga membuat sejumlah warga khawatir terjadi puting beliung. Meski begitu, kondisi ini tidak menimbulkan kerusakan baik berupa pohon tumbang maupun rumah yang rusak tersapu angin. Cuaca buruk kemarin hanya membuat gelombang di laut kembali tinggi sehingga membuat nelayan was-was untuk melaut.

"Saya kaget, tiba-tiba siang tadi angin begitu kencang dan menerbangkan debu dimana-mana. Ombak juga kembali tinggi sehingga saya sangat khawatir untuk melaut. Namun saya belum memastikan apakah akan melaut atau tidak," sebut salah seorang nelayan yang ditemui di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Mamuju, Muhiddin. Gelombang tinggi juga membuat beberapa pengunjung yang melakukan wisata ke Pulau Karampuang resah. Namun demikian, para pengunjung tetap memaksakan diri kembali ke Kota Mamuju meski ombak tinggi

dengan alasan tidak ingin menginap di pulau itu. "Apa boleh buat, meski beberapa teman kami panik karena ombak menggoyangkan perahu yang ditumpangi namun tetap harus dilalui. Kami hanya berdoa dan bertawakkal semoga tidak terjadi musibah. Ada teman yang mengatakan trauma dengan perjalanan tadi karena ombak memang cukup tinggi," kata seorang warga yang mengunjungi Pulau Karampuang, Ruslan. Sementara itu, warga lainnya Nurianti mengatakan terkejut den-

gan datangnya angin kencang yang tiba-tiba. Perempuan yang berusia sekira 20 tahun itu bahkan sengaja menepi dan berlindung di kawasan Rumah Adat To Mamunyu karena khawatir akan tertimpa pohon atau diterjang debu yang beterbangan. "Saya kaget karena tidak ada tanda-tanda selain awan mendung. Tapi saya pikir hanya akan hujan, bukan angin kencang seperti ini. Makanya saya memilih berlindung sejenak disini (rumah adat,red) untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan." paparnya. (dir)

Jembatan Batu Mamuju Terancam Rubuh MAMUJU -- Terjangan ombak besar mengakibatkan bekas jembatan kapal Fery yang tepat berada di samping selatan Hotel d'Maleo Mamuju terancam jebol. Kerusakan itu diperkirakan makin parah selama lebih dari setahun terakhir. Kerusakan jembatan yang memiliki sejarah tersendiri bagi warga Mamuju ini mencapai sekira 100 meter. Setiap hari material

jembatan terkikis oleh terjangan ombak. Kondisi tanggul semakin memprihatinkan, sehingga menuai banyak tanggapan sejumlah warga. Seperti yang dikatakan seorang petugas kebersihan Hotel d'Meleo Mamuju, Jabaruddin, kerusakan jembatan sudah lama terjadi, dan setiap hari luas kerusakan makin bertambah. "Tanggul ini rusak sudah lama ter-

jadi sekira satu tahun lebih," kata Jabaruddin kepada Radar Sulbar, Minggu 19 Februari. Salah seorang warga, Usman, mengatakan gerusan ombak berdampak pada jembatan. "Jembatan ini sudah hampir terputus,"ujarnya. Melihat kondisi itu, mereka berharap Pemkab Mamuju segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kerusakan itu,

karena bisa saja kerusakannya semakin bertambah. “Kalau tidak ada perencanaan pembangunan di area ini, kami harap pemerintah memperbaiki jembatan memiliki nilai sejarah dalam perkembangan Mamuju ini. Selain itu, jembatan batu ini juga kerap dijadikan sebagai spot memancing ikan bagi warga,� ujarnya. (rp2/dir)

Rubrik Khusus Humas Pemerintah Kabupaten Mamuju

IST

TATAP MUKA. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamuju Habsi Wahid menghadiri acara Tatap Muka dalam kunjungan kerja Menkokesra HR Agung Laksono di auditorium Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu 18 Februari 2012.

4

Parlementaria

Dewan Desak Dinkes Selesaikan Kasus Pustu Lombang MAJENE -- Komisi III DPRD Majene mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Majene segera mencari solusi atas penyegelan Pustu Lombang Kecamatan Malunda. Penyegelan ini dilakukan warga sejak tiga tahun lalu. Dewan menilai Dinkes, Bagian Pemerintahan dan Badan Pemerintahan Desa Pemberdayaan Masayarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPDPMP-KB) maupun Pemerintah Desa Lombang lamban menghadapi masalah. "Kenapa tidak bisa dituntaskan, padahal penyegelan ini sudah ada tiga tahun. Saya yakin seandainya ada koordinasi yang baik antar SKPD pasti bisa diselesaikan dari dulu," kata Basri Ibrahim, Wakil Ketua Komisi III DPRD Majene. Basri mengingatkan, Pemkab Majene tidak boleh sepenuhnya berharap janji dari pemerintah Desa Lombang untuk pembebasan lahan, apalagi jika hanya mengandalkan Alokai Dana Desa (ADD). "ADD itu sangat terbatas. Jadi jangan berharap dari situ. Seandainya ADD Desa Lombong cukup, sudah lama kasus diselesaikan, ini berarti pemerintah desa tidak mampu menyelesaikan," ujarnya. Anggota Komisi III lainnya, Abd Wahab menyatakan, Pemkab Majene mestinya selalu tanggap mendengar persoalan di lapangan jangan membiarkan masalah berlarut larut. Menurut Wahab, kasus penyegelan Pustu Lombang tidak perlu terjadi jika Pemkab Majene langsung turun tangan sejak ada masalah. "Ini persoalankan sudah lama, sampai sekarang belum bisa diselesaikan, makanya segera duduk bersama, undang seluruh dinas terkait bicarakan apa solusinya,"seruhnya. Kabag Pemerintahan, Ahmad Hasan mengatakan, hingga kini pihak Desa Lombang belum pernah menyampaikan permohonan secara tertulis kepada pemkab untuk membebaskan lahan Pustu Lombang. "Kepala Desa Lombang mengaku akan menyelesaikan sendiri lokasi itu melalui dana ADD," tandas Ahmad. (k3/mkb)

Perda Retribusi IMB Belum Disosialisasi MAMUJU -- DPRD Mamuju telah menyepakati rancangan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Mamuju tentang retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Rancangan Perda tersebut telah disahkan DPRD Mamuju pada akhir tahun 2011 lalu namun belum disosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi baru akan dimulai setelah terbit keputusan pengesahan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Perda Retribusi IMB. Banyak terdapat perubahan dalam rancangan Perda retribusi IMB yang baru, diantaranya perubahan tarif dengan standar hitungan bukan lagi mengacu pada letak bangunan di jalan strategis. "Retribusi IMB dari Perda tahun 1998 yang digunakan hingga akhir tahun 2011 mengacu pada lokasi bangunan. Namun Perda baru sudah berbeda, tidak lagi mengacu pada lokasi bangunan melainkan pada kondisi fisik bangunan," ungkap anggota Komisi I DPRD Mamuju, Firman Argo Waskito, Minggu 19 Januari. Perubahan tersebut berdasarkan pada perhitungan koefisien faktor kali yang berbeda dilihat dari fisik bangunan yang didirikan. Firman memberikan contoh, bangunan yang telah memiliki lantai dua di sekitar jalan kecamatan tarif IMB lebih besar jika dibandingkan dengan bangunan semi permanen meskipun lokasinya berada di jalan protokol Sulbar. "Pertimbangannya dari keputusan ini adalah agar retribusi IMB dapat secara merata sesuai dengan kondisi bangunan, sehingga pertimbangan lokasi bangunan untuk perubahan perda tahun ini tidak digunakan," ungkap legislator dari partai PDI-P. Bangunan untuk sosial juga harus tetap mengurus IMB. Meskipun dalam pengurusan IMB tersebut koefisian faktor kali yag digunakan adalah nol. "Retribusi IMB untuk bangunan sosial, sebenarnya masih seperti beberapa tahun lalu yaitu gratis. Hanya saja dalam kesepakatan perda tahun ini meskipun gratis bangunan sosial tetap harus megurus IMB," kuncinya. (mg6/dir)

PARLEMENTARIA

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

Humas DPRD Majene Dinilai Tidak Proaktif REPORTER: JUNIARDI EDITOR: AMRI MAKKARUBA

MAJENE -- Humas DPRD Kabupaten Majene dinilai tidak proaktif dalam memberikan setiap informasi kepada jurnalis di Majene, sehingga beberapa rapat terbuka yang dilaksanakan di gedung DPRD Majene jarang diketahui wartawan. Salah seorang wartawan di Majene, Syariful Alam Nasuhan, Sabtu

18 Februari, mengatakan seharusnya Humas DPRD Majene lebik proaktif untuk memberitahukan kepada wartawan setiap agenda rapat dewan. Minimal dengan memanfaatkan papan informasi, sehingga setiap orang wartawan maupun masyarakat umum dapat mengetahui setiap agenda kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan oleh wakil rakyat. "Seharusnya Humas DPRD dijalankan sesuai dengan tufoksi yang

diembannya, sehingga akses bagi pers untuk mengetahui agenda rapat terbuka yang dilaksanakan oleh para anggota DPRD sebagai perwakilan rakyat Majene dapat dipublikasikan pula oleh pers kepada masyarakat," ungkapnya. Alam mengaku papan informasi yang ada di gedung DPRD Majene seharusnya difungsikan. Ia mencontohkan, Kantor Pengadilan Kabupaten Majene, selalu menuliskan agenda

persidangan yang akan digelar dengan lengkap. Sehingga setiap orang yang datang ke kantor tersebut dapat dengan mudah untuk mengakses informasi yang ingin diketahuinya. Alam berharap agar Humas DPRD Majene dapat lebih proaktif, sehingga pers sebagai media yang dapat diakses oleh setiap masyarakat untuk mengetahui informasi yang dibutuhkannya dapat diketahui dengan mudah melalui perantaraan pers. (*)

RADAR/JHAMHUR ANJASMARA

SURAT KEPUTUSAN. Bupati Polewali Mandar, Ali Baal Masdar, pasca penandatanganan bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Polman, Abdullah Tato, memperlihatkan Surat Keputusan DPRD Polman tentang pengesahan dan penetapan Ranperda BPBD menjadi Perda BPBD Polewali Mandar.

Baleg Apresiasi Penetapan Perda BPBD POLEWALI -- Pasca penetapan dan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi Perda BPBD Polewali Mandar, Jumat 17 Februari pekan lalu, Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar menyampaikan apresiasi kepada anggota dewan. Ketua Baleg DPRD Polewali Mandar, Abd Rahim, ketika dihubungi Ahad kemarin, menyatakan ini merupakan langkah maju yang dilakukan anggota dewan secara kelembagaan.

Sebab penuh keyakinan didasarkan pada kebutuhan rakyat Polewali Mandar, telah dilaksanakan penetapan dan pengesahan Ranperda BPBD menjadi Perda BPBD. "Saya kira ini adalah langkah maju yang berhasil dibuat oleh DPRD Polewali Mandar dalam merespon kebutuhan rakyat Polewali Mandar. Sebab berdasarkan kajian yang konprehensif, akhirnya telah berhasil disepakati satu lagi Ranperda menjadi Perda," kata Rahim. Kader Partai Pelopor ini menjelaskan mulusnya penetapan Perda

BPBD merupakan gambaran jika dewan selalu berpikir positif dan stretegis untuk mengatasi masalah yang terjadi dimasyarakat akibat bencana. "Keberhasilan ini merupakan catatan tersendiri, jika dewan berhasil menelorkan sebuah kebijakan yang benefit sosialnya sangat besar bagi daerah ini dan masyarakat Polewali Mandar," jelas Rahim. Ia menambahkan setelah DPRD berhasil menelorkan Perda BPBD, sekarang tanggungjawab pelaksanaan Perda dikembalikan kepada pemkab dalam hal ini BPBD Polewali Man-

dar. Apakah dengan payung hukum yang ada ini, bisa memaksimalkan perannya sebagai lembaga bertanggungjawab terhadap penanganan dan pendidikan kesiapan masyarakat menghadapi bencana bila kelak daerah ini tertimpa bencana. "Ini juga kembali pada top leader di daerah ini, terlebih kemudian top leader di BPBD. Dengan payung hukum Perda ini, apakah kinerjanya dalam melayani masyarakat terkait tugas pokok institusinya akan makin baik atau justru tidak menghasilkan apa-apa," pungkas Rahim. (k1/mkb)

Asuransi DPRD Sulbar Minta Ditinjau MAMUJU -- Wakil Ketua DPRD Sulbar, HAM Natsir Nawawi, menyatakan proses kerja sama dengan lembaga asuransi untuk anggota DPRD Sulbar perlu ditinjau ulang. Alasannya, proses sehingga salah satu lembaga asuransi mendapatkan kerja sama dengan DPRD Sulbar tidak jelas. Menurut Natsir, proses yang dilakukan diduga tidak sesuai dengan

Rubrik Khusus Humas DPRD Sulawesi Barat

Ketua Komisi III DPRD Sulbar, Mervie Parasan serta anggota Komisi III DPRD Sulbar Naharuddin saat berkunjung ke Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI beberapa hari lalu.

Peraturan Pemerintah (PP) nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Sehingga dengan meninjau ulang kerja sama tersebut maka akan menghindari terjadinya temuan yang mengarah pada pelanggaran hukum. "Saya siap melaporkan masalah ini ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan,red) jika hal ini tidak ditanggapi. Saya tidak pernah menge-

tahui ada panitia yang terbentuk atau pun ada tender untuk kerja sama ini," kata Natsir dengan nada tinggi. Tidak adanya proses yang jelas, membuat perusahaan asuransi tidak memberikan suatu penjelasan tentang hak user atau pengguna asuransi selama kerja sama itu berlangsung. Nilai kerja sama dalam asuransi ini mencapai Rp 450 juta, sebab premi setiap anggota dewan adalah sebesar

Rubrik Khusus Humas DPRD Kabupaten Mamuju

Rp 10 juta. "Jika dilakukan tender dan banyak pendaftar, kita bisa membandingkan antara satu perusahaan asuransi dengan perusahaan lainnya. Saya menilai ada yang salah dalam persoalan ini, terlebih lagi saya sudah menjadi anggota asuransi sehingga tahun dan mampu membedakan baik atau tidaknya produk asuransi itu," kata Natsir. (dir)

LEGISLATIF MAMUJU

KETUA DPRD Mamuju, H Sugianto, bersama Wakil DPRD Mamuju, Masram Jaya, beberapa hari lalu menerima aspirasi massa Ormas Zona II menuntut PAW anggota DPRD Mamuju Haris segera dilaksanakan.

DPRD SULBAR/ RUSLAN AMRULLAH

RADAR/ M SOLIHIN

DENGAR PENDAPAT. Komisi III DPRD Sulbar melakukan Rapat Dengar Pemdapat (RDP) dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta beberapa waktu lalu.

ANGGOTA Komisi I DPRD Mamuju mendengarkan aspirasi masyarakat Kalukku terkait permintaan pembayaran ganti rugi lahan akibat penambahan runway Bandara Tampa Padang beberapa hari lalu.

Pemilukada 5

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

Andi Parial Intens Sosialisasi EDITOR: AMRI MAKKARUBA POLEWALI -- Satu lagi birokrasi yang akan maju dalam Pemilukada Polewali Mandar 2013 mendatang. Setelah Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Polewali Mandar, Andi Parial Patayangi berencana maju di Pemilukada Polman. Untuk memuluskan langkahnya ke Pemilukada Polman, Andi Parial intens melakukan sosialisasi ke masyarakat terma-

suk memasang baliho disejumlah tempat di Polewali Mandar. Hal ini juga dilakukan agar tingkat elektibilitas dirinya di masyarakat semakin meningkat apalagi namanya dimasukkan oleh sejumlah Parpol untuk di survey. Andi Parial kepada Radar Sulbar, Sabtu 18 Februari mengatakan dirinya siap melanjutkan kepemimpinan di Polewali Mandar. Apalagi dukungan keluarga mendorong dirinya untuk bertarung di Pemiluka-

da Polman 2013 mendatang. Terkait posisi yang diincar Andi Parial Patayangi di Pemilukada Polman, secara diplomatis menyatakan tergantung dari survey di masyarakat. Jika dirinya memiliki survey yang tinggi apa salahnya menjadi calon bupati begitupula dengan sebagai calon wakil bupati. "Menentukan posisi mana saya akan bertarung apakah calon bupati atau wakil bupati tergantung tingkat survey di masyarakat yang dilakukan

RADAR/AMRI MAKKARUBA

SOSIALISASI. Salah satu kandidat yang akan bertarung di Pemilukada Polman 2013, Andi Parial Patayani melakukan sosialisasi dengan memasang baliho disejumlah tempat. Termasuk di Kuningan Desa Campurjo Kecamatan Wonomulyo.

sejumlah Parpol. Sehingga saat ini saya terus intens melakukan sosialisasi di masyarakat menjelaskan keinginan saya untuk maju dan visi dan misi kedepan," terangnya. Menanggapi sejumlah nama yang juga akan maju merupakan keluarga dekatnya, Ia menyatakan setiap warga Polewali Mandar memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri. Sehingga tidak bisa dihalangi siapa saja yang menyatakan akan maju. Untuk itu, Ia meminta para kandidat bersama-sama mensosialisasikan diri tanpa saling mencederai satu dengan yang lain. "Mari kita ciptakan demokrasi yang santun di Polewali Mandar agar masyarakat dapat memilih pemimpinnya sesuai kehendak hatinya," ujar mantan Kadis Distamben Polman ini. Terkait komunikasi dengan partai politik, mantan Lurah Pappang dan Camat Campalagian ini, menyatakan sebenarnya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa parpol tetapi belum secara serius. Karena survey yang akan menentukan, jika survey tinggi tentunya parpol akan melirik kandidat. Sehingga lebih memilih untuk terus memperbanyak sosialisasi baik lewat baliho, stiker dan pamplet juga melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat. "Saya optimis di Pemilukada Polman dapat dukungan dari masyarakat," tandasnya. (*)

Partai Baru Irwandi Ditanggapi Dingin BANDA ACEH -- Keinginan mantan Gubernur Aceh untuk membentuk partai baru ditangggapi dingin calon-calon lawannya, sesama peserta kandidat pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Aceh 2012. Calon Gubernur Darni Daud yang dihubungi Rakyat Aceh (Grup JPNN) mengatakan, tak mempermasalahkan akan dibentuknya parpol baru oleh Irwandi. “Ya, bagusbagus saja dan bagi saya tidak ada masalah jika mendirikan partai baru,” tukas Darni. Tetapi, katanya, partai ini harus ada dasar dan cita-cita yang dibangun bersama demi perjuangan untuk mengangkat harkat dan dan martabat rakyat Aceh. “"Kalau tidak ada, partai baru itu tidak bakal ada dukungan luas. Kecuali ada misi bertujuan untuk merubah Aceh menja-

di lebih baik," ujar Rektor Unysiah ini.. Menurutnya, pendirian parpol baru bakal ada dukungan. Inipun kembali kepada siapa-siapa figur yang sudah teruji memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak. “Ya kita lihat saja perkembangannya,” menutup pembicaraan. Sementara itu sebelumnya, Juru Bicara Partai Aceh Fachrul Razi ketika dihubungi melalui saluran selularnya juga mengatakan hal senada. Fachrul Razi yang sebelumnya enggan memberi komentar mengatakan, telah ada intruksi dari DPA PA untuk tidak terlalu menanggapi apa yang dilakukan oleh lawan politiknya tersebut. “Kami tak akan menanggapi. Itu ya terserah mereka,” tandasnya. Mengenai dengan banyaknya

mantan kombatan juga para mantan panglima GAM yang ikut dalam barisan Irwandi, dia juga enggan mengomentarinya. “Mengenai itu semua, tunggu saja, akan ada tanggapan dari kita nantinya,” ujarnya menutup pembicaraan. Di tempat terpisah Kamaruddin alias Abu Razak, Ketua Tim Kampaye Pemenangan PA mengatakan berdirinya partai yang ingin digagas Irwandi dan kawan-kawannya dari mantan kombatan menurutnya tidak ada masalah. “Mereka sejak dulu sudah siap juga, dan itu kawan-kawan kita juga yang kini menyeberang dan kita tahu itu," ujarnya Abu Razak. Abu Razak menyebutkan, dulu waktu kami mau bikin PA, mereka juga sudah ingin mendirikan, Tetapi itu hak mereka berdemokrasi, bu-

kan kombatan saja melainkan siapapun boleh. ujarnya. Seperti diberitakan, Ratusan mantan Tentara Nasional Aceh (TNA) dan 12 Panglima wilayah GAM, menggelar Rapat Konsolidasi bersama Tgk Agam atau Irwandi Yusuf di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. kemarin (16/2). Rencananya akan terlahir partai baru, tandingan dari partai-partai yang ada di sebelumnya. Irwandi Yusuf tidak menyatakannya secara terbuka, dia hanya menuturkan bahwa dalam acara konsolidasi eks panglima wilayah, panglima sagoe dan panglima muda dalam rangka untuk menjaga perdamaian Aceh dan pelaksanaan Pemilukada yang bebas intimidasi itu juga turut disinggung tentang pembentukan partai lokal. (jpnn)

Undang-Undang Politik Mestinya untuk Pemilu 2019 JAKARTA -- Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto mengatakan, tarik menarik Undang-undang (UU) politik, partai politik dan UU Pemilihan Umum (Pemilu), dipicu masalah kepentingan yang bersifat jangka pendek. Dia menilai kalau mau fair, harusnya UU pemilu itu diberlakukan setelah pemilu 2019 bukan pada 2014. "Ini lucu di negeri ini. Negeri ini mengizinkan para pembuat Undang-undang adalah orang berkepentingan terhadap Undang-undang itu. Sebenarnya kalau mau fair, Undang-undang yang didebat-

kan pemerintah dan DPR terutama Undang-undang politik dan pemilu harusnya berlaku setelah pemilu 2019. Itu baru fair," ujarnya, saat memberikan pengarahan dan pemantapan program pemenangan pemilu Partai Hanura 2014, Jumat (17/2), di Jakarta. "Tapi, karena untuk diberlakukan 2014, tidak akan selesai, karena berkutat dengan kepentingannya," tambah Wiranto. Dia mencontohkan masalah Parliamentary Treshold (PT) atau ambang batas perolehan suara di parlemen saja saat

RADAR SULBAR Pertama dan Terbesar di Sulawesi Barat

Terbit Sejak 10 Juni 2004 Dalam melaksanakan tugas Jurnalistik, wartawan Radar Sulbar dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima maupun meminta imbalan dari nara sumber

PARLEMENTARIA

ini masih menjadi pro dan kontra. Menurutnya, masing-masing berorientasi untuk memenangkan 2014 dengan perhitungan masing-masing. Untuk itulah, Wiranto meminta kader Hanura di DPR walaupun diakuinya kecil, untuk mampu merasionalisasikan keinginan. "Sehingga mampu didukung partai lain," ungkapnya. Di sisi lain dia menegaskan, sudah waktunya kader Hanura melakukan langkah cepat agar tidak ketinggalan dalam menghadapi dan memenangkan Pemilu 2014.

POLEWALI -- Bukan hanya bentuk sosialisasi berupa pertemuan ke masyarakat dilakukan kandidat calon Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar (AIM). Tetapi juga melakukan kegiatan sosial berupa sunnatan massal. Seperti halnya dilakukan di Kampung Baru Kelurahan Lantora, Ahad 19 Februari kemarin. Sebanyak 60 anak mengikuti sunatan massal yang digelar tim AIM bekerjasama dengan Kelurahan Lantora. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Andi Ibrahim mengatakan kegiatan sunnatan massal ini sudah dilaksanakan di tujuh titik di Polewali Mandar. Tujuannya untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam hal melaksanakan khitanan kepada anaknya. Apalagi pelaksanaan di Kampung Baru Lantora yang merupakan tempatnya bermain sejak kecil. Kegiatan ini juga merupakan bantuan dirinya selaku anggota DPRD Sulbar. Kegiatan sunatan massal dengan dan dirangkaikan maulid ini juga dihadiri Sekkab, M Natsir Rahmat, Camat Polewali, Nurji Muis dan sejumlah tokoh masyarakat Lantora. (mkb)

Berharap Teguhkan Proporsional Terbuka JAKARTA -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengingatkan pemerintah dan DPR agar dari Undang-undang (UU) Pemilu yang nanti disahkan, dapat dijamin tak satupun warga kehilangan hak pilih. PPP menegaskan, jangan lagi ada warga yang tidak tercatat dalam daftar pemilih, maupun yang tidak bisa menggunakan kartu identitasnya. "PPP berupaya jaga amanah rakyat, agar setiap suara diberikan tidak terbuang dan terwujudkan dalam bentuk kursi di parlemen," kata Ketua Umum PPP Suryadhrma Ali saat Harlah PPP ke-39 di Istora, Jakarta, Minggu 19 Februari. Nah, lanjut SDA, inilah yang memotivasi PPP agar ambang batas parlemen atau parliamentary treshold tidak terlalu tinggi yang menyebabkan hilangnya puluhan juta suara rakyat dalam pemilu. PPP juga ingin semuanya proposional agar tidak terjadi pembelotan aspirasi. "Karenanya angka 2,5 persen paling akomodatif dan ideal," tegas SDA yang juga Menteri Agama RI, itu. Dijelaskan SDA, menaikkan PT hanya akan mengingkari dan menghilangkan suara dari puluhan juta rakyat Indonesia. Di samping itu, PPP juga memertimbangkan berapapun PT yang diputuskan nanti sebagai persyaratan pencalonan presiden dan wakil presiden. Dengan demikian, PPP yakin rakyat banyak pilihan dan tidak tersandera pada pilihan partai politik dominan yang kadang memunculkan hal yang tidak sesuai dengan kehendak bangsa. Ia menegaskan lagi, alokasi tiga hingga sepuluh suara perdapil adalah batas optimal sistem proporsional yang sudah digariskan tegas dalam UUD 1945. PPP berharap UU pemilu meneguhkan sistem pemilu proporsional terbuka. "Karena, memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada rakyat memilih siapa wakil yang dikehendakinya," ungkapnya. Dia menjelaskan kalau sistem proporsional tertutup akan mereduksi kebebasan interaksi rakyat dengan wakilnya. "Itu hanya akan membuat rakyat membeli kucing dalam karung," tegasnya. "Karena mendelegasikan potensi (calon) dari sistem oligarki yang belum belum tentu tepat," ujarnya. SDA menegaskan, dalam suatu negara dengan sistem demokrasi pasti akan timbul kegaduhan. Namun, tegasnya, kalau kegaduhan yang dibuat-buat, itu adalah kepentingan sesaat yang dirongrong ego pribadi. (jpnn)

Dia mengatakan, dua tahun cukup waktunya untuk menggeluti hal-hal yang berhubungan konsolidasi organisasi. Menurutnya, tema organisasi yang merakyat harusnya sudah selesai sampai pada tingkat kecamatan. Kalau itu belum juga dilaksanakan, dia itu meminta kadernya tidak menunggu. Melainkan harus bergerak menyelesaikan, dan mengaplikasikan program pemenangan pemilu yang digagas dan direncanakan Badan Pemenangan Pemilu dan ditetapkan DPP Hanura. (jpnn)

Pemimpin Redaksi: Naskah M. Nabhan Wakil Pemimpin Redaksi: Mahbub Amiruddin Redaktur Pelaksana: Muhammad Ilham, Koordinator Liputan: Sudirman Samual Redaktur: Muh. Amri Makkaruba, Chaerul Marfan Dewan Redaksi: H. Syamsu Nur, Naskah M. Nabhan, Mahbub Amiruddin, Muh. Ilham Reporter: Jamhur Anjasmara, Syamsuddin Rahman, Syamsuddin HB, Hasan Basri. Layouter/Desain Grafis: Muhammad Ali Akbar, Shofiandhy BT. IT - Website: Muh. Ridwan Alimuddin, Chalid Mawardi. Percetakan: PT Fajar Utama Intermedia Cabang Sulbar. Harga Langganan: Rp 65.000/Bulan, Harga Eceran: Rp 3.000/Eksamplar. Harga Iklan: Iklan Umum/Display: Berwarna (FC) Rp 25.000/mmk, Hitam Putih (BW) Rp15.000/mmk, Iklan Reguler Rp 6.000/mmk, Iklan Duka Cita Rp 8.000/mmk, Iklan Mungil (FC) Rp 4.000/mmk, Iklan Mungil (BW) Rp 2.000/mmk, Iklan Kolektif Rp1 juta/ktk, Iklan Baris Rp 5.000/baris, Radar Society: 1/2 hal. Rp 5.000.000, 1 hal. Rp 10.000.000.

Rekening Bank: PT. Radar Sulawesi Barat BRI Cabang Mamuju, No. 0218-01-012598-50-9

AIM Gelar Sunatan Massal

BERITA KEHILANGAN TELAH TERCECER SEBUAH SERTIFIKAT

Nama : Nurbia Umur : 53 Tahun Luas Lokasi : 405 m3 Tahun Terbit : 1992 Alamat : Dusun Belang-belang Desa Belang-belang Kec. Kalukku Bagi yang menemukan hubungi Saudara : Oriens Alamat : Jl. Musa Karim No. Hp : 085 255 393 229 atau ke Kantor Radar Sulbar Mamuju

PENERBIT: PT RADAR SULAWESI BARAT Pembina: HM Alwi Hamu, H Syamsu Nur, Komisaris Utama: H Andi Syafiuddin Makka, Komisaris: HM Subhan Alwi, Irwan Zainuddin Direktur: Naskah M. Nabhan, Wakil Direktur SDM & Produksi: Mahbub Amiruddin Wakil Direktur Pemasaran: Muhammad Ilham, Penasehat Hukum: Ridwan J. Silamma, SH & Parnert, Keuangan: Yuli Sulianti (Manager), Iklan/Sponsorship: Mawarni Simargolang (Manager),

Sirkulasi: Firdaus Paturusi (Koordinator), Rismayanti, Rukman. Alamat Kantor Mamuju: Jl. Jend. Sudirman No. 50, Telp./Fax. 0426-22138 Majene: Jl. Jend. Sudirman No. 167, Telp. 0422-21157 (M. Yunus Alibin), Polewali: Jl. H.A. Depu No. 39, Telp. 0428-23203 (Hasanuddin), Pasangkayu: Jl. Trans Sulawesi No. 52, Telp/HP: 0813 4247 1414, (Andi. Safrin.M), Makassar: Graha Pena, Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Telp. 0411-5238913/085299874232 (Agussalim), Jakarta: Jl. Kebayoran Lama No. 17, Telp. 021- 5322632 (Andi Syamsuri), Surabaya: Jl. Pasar Kembang Ruko Green Flowers Blok B1 No. 20 SBY Telp.081342763676 (Sukri)

Rubrik Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar

RADAR/ JHAMHUR ANJASMARA

RADAR/ JHAMHUR ANJASMARA

BACA PUTUSAN.Sekretaris DPRD Polewali Mandar, Rahmadi, sedang membacakan keputusan DPRD Polman terkait pengesahaan Perda BPBD Polewali Mandar.

RAPAT PARIPURNA. Anggota DPRD Polewali Mandar saat mengikuti rapat paripurna dengan agenda penetapan dan pengesahan Ranperda BPBD menjadi Perda BPBD Polewali Mandar.

6

Opini

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

Tajuk

“Hantu” Pemadaman Bergilir

Anggaran Kesehatan Harus Diprioritaskan

(Tanggapan atas artikel Prof. Akbar Tahir “Kontroversi Seputar Pembangunan PLTA Karama”)

oleh

Muhaimin Faisal Ketua Lembaga Pemberantasan Penyakit Pejabat Sulbar SETELAH berulang kali saya membaca tulisan Anda, saya teringat dengan cerita kawan saya tentang seorang Doktor dari Indonesia memberi ceramah pada mahasiswa Indonesia di Universitas Monash, Australia. Dalam sepuluh dari tiga puluh menit ceramahnya ia sibuk bicara tentang dirinya, termasuk bahwa ia murid Ivan Illich dan Rostow yang beken itu. Ketika ceramah selesai, mahasiswapun menggerutu. Katanya, ceramahnya tidak bermutu. Saya tentu tidak bermaksud menyatakan bahwa tulisan Anda tidak bermutu, itu tidaklah mungkin, apalagi artikel seorang profesor. Pun tidak sedikit Anda sibuk cerita tentang pribadi Anda dalam tulisan itu, meskipun posisi Anda sedikit membonsai kejujuran intelektual Anda sebagai seorang profesor. Tetapi yang saya maksudkan dari cerita itu adalah kalau mahasiswa Indonesia di Universitas Monash menggerutu, saya juga sedikit kecewa dengan tulisan Anda. Tapi kekecewaan ini bukanlah kesalahan Anda, melainkan kesalahan saya, karena harapan terhadap Anda terlalu besar. Dari artikel Anda, saya mencatat beberapa point. Saya kutip kembali. Pertama “Dalam kurun waktu kurang dari dua

tahun (triwulan ketiga tahun 2013), bila tidak ada penambahan daya listrik terpasang di wilayah Sulawesi Barat, maka fenomena pemadaman bergilir akan menjadi hal rutin yang akan selalu kita saksikan setiap hari”. Pada point ini, Anda mencoba menghasut warga Sulawesi Barat, dengan “hantu” pemadaman bergilir. Kalau hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi Barat maka jawabannya tidak harus semega proyek PLTA Karama dengan target 450 MW dengan konsekwensi harus mengusir warga Kalumpang dari tanah leluhurnya sebanyak 9.752 jiwa, 2.187 KK, 2.976 rumah, dengan luas total lahan 213.958 m2 yang sudah termasuk di dalamnya areal persawahan, perkebunan, kebun pekarangan, lahan perkampungan, dan kawasan hutan. Dalam wilayah administratif 12 desa dengan jumlah 59 dusun. Kita tak perlu menyebutkan jembatan, jalan, sekolah, rumah ibadah, dan berbagai fasilitas lainnya sebab investor dan kompradornya pasti dengan mudah saja menjanjikan yang lebih baik. Menjadi berlebihan jika Anda menakut-nakuti warga Sulawesi Barat dengan ”hantu” pemadaman bergilir. Yang saya bayangkan ketika membaca judul tulisan Anda sebagai seorang profesor adalah proyeksi kebutuhan energi listrik Sulawesi Barat (bisnis, industri, publik), proyeksi penjualan energi listrik ke Kalimantan, Sulawesi Tengah yang sering disebut-sebut sekian, posisi PLN, pembagian hasilnya sekian. Tapi jangankan itu semua, kebutuhan listrik

warning Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnya tanggung jawab penulis yang bersangkutan

RADAR SULBAR

Sulawesi Barat saja yang saya tanyakan ke Pak Haryono (Sekretaris Bappeda) tidak mampu memberi jawaban malah ngeles kemana-mana. Dan meninggalkan seminar ekonomi yang diselenggarakan BEM STIE Muhammadiyah Mamuju, dan tak kembali lagi meskipun sudah berjanji. Padahal sebelumnya dengan angkuh mengatakan bahwa pihak yang menolak PLTA Karama adalah orang yang tidak tahu. Sekali lagi, upaya untuk menakutnakuti warga Sulawesi Barat dengan ”hantu” pemadaman bergilir adalah sesuatu yang berlebihan. Padahal sebagai seorang profesor Anda tidak seharusnya menghindar dari kewajiban intelektual Anda untuk menyampaikan sesuatu secara obyektif dan bukan membiarkan diri dalam lipatan kertas kapitalis, merelakan (maaf) kepala tercelup dalam bendungan PLTA Karama. Kedua, “Pengembangan tenaga listrik air di Karama 1 dipastikan akan menghasilkan energi bersih (clean energy) tanpa efek samping pada lingkungan”. Saya tidak tahu apa yang Anda pahami tentang lingkungan. Tetapi kalau kita sepakat bahwa lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. Jika merujuk pada Undang-Undang No. 32 tahun 2009, “Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan

Pengirim naskah artikel/opini/SdP harus melampirkan foto copy identitas dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Tulisan diterima dalam bentuk flash disk/disket. naskah tulisan/opini minimal 4 halaman.

perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain”. Maka seberlebihan itukah percaya diri Anda untuk memastikan bahwa PLTA Karama tidak akan memiliki efek samping pada lingkungan? Untuk potensi dampak kerusakan lingkungan atas rencana mega proyek PLTA, ruang polemic ini terlalu sempait karena itu biar kertas lain yang menjawabnya. Ketiga, “… pertumbuhan ekonomi yang secara langsung akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sepatutnya mendapat dukungan dari kita semua”. Pertumbuhan ekonomi yang Anda maksudkan, tidakkah sepantasnya disertai dengan hitungan ekonomi yang jelas. Bukan malah mengandalkan efek. Keempat, “… maka pihak investor yang sudah menyatakan komitmen penuh untuk pengembangan PLTA Karama tidak mustahil akan mengalihkan investasinya ke daerah lain (Provinsi Papua, siap untuk menerimanya) lantas hingga kapan kecukupan daya listrik akan terpenuhi? Beberapa pertanyaan tentang tentang rencana pengembangan Provinsi Sulawesi Barat sebagai daerah agro industri akan sulit terjawab.” Kesan yang saya tangkap adalah, Anda coba mengancam dengan kemungkinan dipindahkan ke Papua. Anda sepertinya salah tempat, Papua yang rakyatnya sudah cukup lama bergolak menentang investasi tanpa hati.

Baca HAL.7

Artikel dapat dikirim via email:radarsulbar01@gmail.com

KESEHATAN adalah salah satu hak dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Tapi masih minimnya pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan, membuat penyakit yang seharusnya bisa diatasi secara dini menjadi penyebab kematian. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penyakit ini membuat angka kematian ibu dan bayi. Di Majene misalnya, angka kematian ibu dan bayi tergolong masih tinggi meski ada tren penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 hingga 2011, jika dikonversi dalam formula standar pelayanan minimal, angka kematian ibu mencapai 182 per 100 ribu kelahiran hidup. Hal tersebut jauh dari target yang ditetapkan sesuai formula standar pelayanan minimal yaitu sebanyak 102 per 100 ribu kelahiran hidup. Jika Majene saja yang kondisi geografisnya mudah dijangkau, angka kematian ibu dan bayi masih tinggi. Bisa kita bayangkan seperti apa yang akan terjadi di daerah-daerah terpencil yang masih sangat banyak dijumpai di Kabupaten Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara, termasuk juga Polewali Mandar. Kasus Sepnimar, bocah penderita hydrosepalus yang terkuak melalui media massa dan jejaring sosial telah membuka mata kita bahwa tingkat pengetahuan masyarakat dan letak geografis sangat berpengaruh pada derajat kesehatan. Orang tua Sepnimar yang tinggal di Dusun Atuk-Atuk Desa Banua Ada Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju, serasa berat memeriksakan kesehatannya. Maklum Dusun Atuk-Atuk berjarak cukup jauh dari pusat pelayanan kesehatan di Mamuju. Inilah tantangan yang harus dihadapi jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar dan Dinkes yang ada di kabupaten. Ya, tantangan terberatnya adalah bagaimana mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Kendalanya saat ini adalah masih minimnya anggaran untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di Puskesmas. Selain itu petugas kesehatan di Puskesmas juga masih sedikit. Padahal bila ingin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat maka puskesmas adalah sasaran utama. Disadari atau tidak, Puskesmas menjadi ujung tombak melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kita tidak perlu meragukan Dinkes Sulbar bersama jajarannya di kabupaten. Hal ini terbukti dari penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ke 33 provinsi di Indonesia. Sulbar menjadi yang tertinggi di Indonesia, mengalahkan 32 provinsi yang umurnya lebih tua. Meningkatkan anggaran kesehatan juga tidak keluar dari visi misi Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh. Jadi tidak ada salahnya meningkatkan anggaran kesehatan. (**)

IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL

LOWONGAN KERJA

Radar Sulbar

Sebuah Perusahaan yang tergabung dalam "CMO GROUP" mengadakan ekspansi untuk membuka lowongan KANTOR WILAYAH di SULAWESI BARAT membutuhkan segera Karyawan - karyawati untuk posisi sebagai berikut : 1. Kepala Kantor Wilayah (KKW) 2. Pimpinan Cabang (PC) 3. Staf Keuangan (SK) 4. Kasir (KS) 5. Staf Logistik (SL) Dengan klasifikasi sbb : - Untuk posisi No. 1 Pendidikan Minimal Sarjana Muda - Untuk posisi No. 2 s/d No. 5 Pendidikan minimal SMU Sederajat - Cantumkan Kode Job Jabatan disebelah kiri Amplop Lamaran Dengan menyertakan : 1. Fc. Ijazah Terakhir 2. Surat Lamaran Kerja 3. Daftar Riwayat Hidup singkat 4. Fc. Kartu Tanda Penduduk (KTP) 5. 3 Lembar Foto Ukuran 3 x 4, & 2 Lembar 2 x 3 6. Surat keterangan lain yang dapat mendukung.

Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat

Mau Pasang IKLAN

Website ATAU Koran HUBUNGI

Lamaran di antar langsung kepada bagian personalia " CMO GROUP" Alamat Jl. H. Andi Dai No. 23 Mamuju (HOTEL MARANNU GOLDEN HOTEL) Paling lambat 1 (satu) Minggu setelah iklan ini terbit.

081 241 843 180

Office: Jl. Dr. Ratulangi No.3 Pekkabata Polewali Mandar Sulbar Telp: 0428-22284 E-mail: st933fm@telkom.net

KESEMPATAN BERKARIR Multifinance yang telah Go Publik dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan memiliki lebih dari 130 Cabang di seluruh indonesia membuka kesempatan bagi anda yang memiliki motivasi kerja tinggi, ulet, dan gigih untuk menempati posisi sebagai : SURVEYOR MOBIL (ME) SURVEYOR MOTOR (AE) FIELD COLLECTOR (FC) OPERASIONAL STAFF (ADM) Kualifikasi : - Pendidikan Minimal D3 (khusus AE minimal SMU) - Berpenampilan menarik (pria/wanita) - Leadership, Berjiwa marketing, Komunikatif, Ulet, Energik dan inisiatif - Memiliki SIM (C/A) Aktif ((ME,AE,FC) - Menyerahkan CV (Daftar Riwayat Hidup) FC KTP, FC Ijasah dan transkrip nilai terakhir, - Pas Photo 3x4 = 2 Lembar. Bersedia di tempatkan di daerah SULAWESI BARAT Lamaran beserta CV dikirim ke : PT. BFI Finance Indonesia, Tbk. Jl. Abd Wahab Azasi No. 44 Tlp. 0426-2323899 / Hp 085 255 606 232 Mamuju - Sulawesi Barat 91511 (To : Adi Zuhrah L - HRD)

sambungan 7

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

Soal BUMN, Jangan Takut Meniru Cina BALIKPAPAN -- Pengaruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) cukup besar dalam penguatan perekonomian negara. Hal ini terbukti di dua negera raksasa yakni China dan Rusia. Untuk itulah, Pemerintah Indonesia patut mencontoh hal ini. Untuk itu diharapkan kedepannya, BUMN bisa memberikan nilai tambah. "Ketika BUMN kita sudah bisa memberikan satu sistem

yang baik di bidangnya masing-masing, sudah tentu akan memberi dampak besar pada perekonomian. Sehingga BUMN itu sendiri bisa bermanfaat untuk negara dan masyarakat sendiri," ujar mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla pada Rembuk Nasional BUMN di The New Benakutai Hotel dan Apartement, Balikpapan akhir pekan kemarin. Dikatakannya sendiri,

Imam Masjid Lapeo Kembali Diminta Mundur LANJUTAN HALAMAN 1

Salah seorang pimpinan pengunjukrasa, Abd Razak, menyebut Syarifuddin tidak layak lagi menjadi imam karena beberapa sebab. Antara lain, pengelolaan dana masjid yang berasal dari masyarakat ratusan juta rupiah tidak transparan karena tidak pernah dipertanggungjawabkan. "Selama menjadi imam, dia tidak pernah mau mendengar pendapat dari jamaah karena mengklaim semua yang dilakukan sudah benar, termasuk dalam kegiatan pembangunan masjid ditangani sendiri, karena dia menolak pembentukan panitia atau pengurus masjid," tuturnya. Masyarakat menilai Syarifuddin sangat keliru juga, karena membangun sarang burung walet dalam pekarangan masjid. Menanggapi tudingan tersebut, Syarifuddin tidak peduli, karena yang melakukan unjukrasa memintanya mundur sebagai imam hanya segelintir orang yang mempunyai kepentingan tertentu mengatasnamakan jamaah. Dia menepis tudingan penyalahgunaan dana masjid, karena pembangunan masjid terus berlangsung. Desakan pembentukan pengurus, dikatakan Syarifuddin tidak mendasar karena kegiatan sudah berjalan dengan baik. "Seandainya pembangunan masjid mandek, kegiatan ibadah tidak jalan, boleh-boleh saja ada usulan seperti itu. Tapi, kenyataan selama ini berjalan lancar," tuturnya. Pemkab Bentuk Tim Mediasi Menyikapi kemelut desakan Imam Masjid Nuruttaubah, Pemkab Polewali Mandar membentuk tim mediasi untuk mengupayakan solusi penyelesaian. Wakil Bupati, Nadjamuddin Ibrahim, secara khusus mengundang beberapa pihak terkait, Sabtu sore, 18 Februari membicarakan masalah tersebut. "Kita ingin segera ada penyelesaian masalah agar tidak berlarut-larut. Pemerintah tidak bermaksud mencampuri urusan interen jamaah, melainkan sebatas mediasi untuk mengupayakan solusi terbaik," jelas Nadjamuddin. Tim mediasi terdiri unsur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polman dan Kantor Urusan Agama Kecamatan Campalagian, unsur pemerintah daerah, Tripika dan kepala Desa Lapeo, serta tokoh masyarakat. Wakil dari keluarga besar almarhum Imam Lapeo juga dilibatkan dalam tim mediasi. Pertemuan dipimpin Wabup, Najamuddin Ibrahim, Kepala Kantor Kemenag diwakili Kasi Urais, Junaedi Mattu, Kabag Kesra, Burhanuddin Ahmad, Kapolsek Campalagian, AKP Masdar Mansur, Kepala KUA Campalagian, Syamsumarlin, Kades Lapeo, Suding Mannan, Kabag Humas, M Danial. (afr/mkb)

“Hantu” Pemadaman Bergilir LANJUTAN HALAMAN 6

Bahkan media sering menyajikan kepada kita semua bagaimana perlawanan atas sekian banyak investasi yang mengabaikan rakyat. Bahkan tidak jarang dengan senjata. Kalau yang Anda maksud adalah pemerintahnya, maka saya tidak heran, sebab kecendrungan pemerintah yang haus investasi dan hanya berharap cipratan uang receh dan mampunya hanya jadi “panitia pelaksana” nyaris terjadi dimana-mana di republik ini. Ini sudah menjadi semcam “sakit jiwa nasional”. Jika PLTA Karama menjadi satu-satunya tempat menggantung segenap harapan untuk pengembangan Provinsi Sulawesi Barat, maka –maaf- saya tidak punya kata-kata lain, selain pemerintahan ini demisioner saja. Betapa tidak kreatifnya, mampunya hanya menggantungkan hidup pada kapitalis. Bukannya memacu kreatifitas, meretas ketergantungan, menuju kemandirian. Kalau bisanya hanya seperti itu maka semua orang bisa menjadi gubernur, bisa menjadi pejabat apa saja. Maka perkenankan saya untuk lebih bangga pada Pua Erna dan Kindo Sumaila, Gandang Langiq yang berjuang hidup sepuluh jarinya, dan tidak mau sibuk untuk didaftar sebagai warga miskin. Bukan begitu Pak Profesor… Maaf jika saya menyerang Anda, ini lahir dari keinginan kuat saya untuk menjadi murid professor. Bagi saya seorang profesor pastilah seorang pesilat tangguh, dan seorang pesilat akan mengeluarkan seluruh jurusnya ketika mendapat serangan. Sekali lagi maaf. (**)

beberapa tahun terakhir ini pemerintah baru menyadari tentang betapa pentingnya peranan BUMN. Padahal, jauh sebelumnya di era 80-an, BUMN bahkan dikatakan sebagai penghambat pembangunan. Terparah lagi ketika Indonesia mengalami krisis monter pada 1998 lalu, International Monetary Found (IMF) menghendaki penghentian pengoperasian

BUMN. "Pihak IMF mengatakan kalau BUMN tidak boleh monopoli, untuk itulah harus dibubarkan. Bahkan, sampai-sampai Bolog mau dibubarkan. Ketika itu saya menjadi Menteri Perdagangan. Saya bilang tidak boleh. Sehingga terjadilah dialog berminggu-mingu yang pada akhirnya mereka menyetujuinya," ungkapnya. Itu dulu, tapi semua berbeda

dengan apa yang nampak sekarang. Peranan BUMN sangat dibutuhkan. Sehingga ketika berbicara tentang transformasi BUMN sesuai dengan tema Rembuk Nasional, ditegaskan Jusuf Kalla ini merupakan salah satu upaya kita memikirkan agar supaya BUMN bisa lebih besar lagi. Alasan mengapa BUMN sangat menjadi penting bagi perekonomian negara sendi-

ri yakni memiliki infrastruktur yang memadai. Juga, sudah memiliki jaringan kuat dalam negeri. Pada kesempatan yang sama, Direrktur Umum Institut Lembang Sembilan (iL9), HM Alwi Hamu mengharapkan melalui rembuk BUMN ini, tercipta sebuah gagasan tekhnis memikirkan masa depan bangsa. Agar nantinya bisa menjadi dasar kemajuan ekonomi.

"Ini juga bisa menjadi sebuah wadah besar bagi BUMD yang ada untuk bisa bertukar pikiran tentang bagaimana mengambil peran yang lebih baik. Agar supaya, keberadaan BUMN dan BUMD bisa menjadi kekuatan besar menuju Indonesia yang mandiri," ujar Alwi Hamu yang juga merupakan Komisaris Utama Fajar Group. (sms/fmc)

tah adanya masalah tingkat elektabilitas Demokrat, khusus di wilayah perkotaan. "Bermasalah itu hanya tingkat kota saja, tapi tidak terlalu besar," papar Umar Arsal via ponsel. Sementara pada tataran daerah-daerah di Indonesia, survei Demokrat disebut relatif stabil, termasuk di regional Sulawesi. "Akar rumput kita tetap aman. Bahkan di Sulawesi Tenggara Demokrat kan menang. Daerah lain di Sulawesi juga sangat baik posisinya. Cukup kuatlah kita di daerah," urai Umar. Kader Demokrat menjadi anti dengan salah satu media elektronik yang secara gam-

blang membesar-besarkan hasil survei tersebut. "Sudah banyak menghubungi, mereka jadi malas nonton acara tv itu," cetus Umar. Untuk wilayah Sulawesi Barat sendiri, ia menilai perkembangan Demokrat telah berjalan baik. Namun menurutnya perlu untuk terus dilakukan peningkatanpeningkatan guna mengamankan elektabilitas partai yang selama ini terjaga. "Selama ini saya selalu jalan ke daerah. Di Sulbar sudah lumayanlah," imbuh Umar Arsal yang juga Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Demokrat. (**)

Demokrat Turun, Golkar Nomor Satu LANJUTAN HALAMAN 1

Pada pemilu 2009 lalu elektabilitas Partai Demokrat 21. Tapi sekarang melorot menjadi 13,7 persen. "Namun, suara Demokrat yang lari, bukan kepada partai-partai lain. Tapi belum menentukan pilihan. Ini adalah peluang dan tantangan bagi partai-partai lain," tegasnya. Salah satu penyebab turunnya survei Partai Demokrat adalah lemahnya penegakan hukum pada masa kepemimpinan SBY-Boediono buruk. Survei terbaru LSI menunjukkan hanya 2,3 persen masyarakat saja yang berpendapat penegakan hukum sudah dilakukan dengan san-

gat baik. "31,7 persen masyarakat menganggap penegakan hukum sangat buruk," kata Burhanuddin. Secara umum, mayoritas publik menilai kondisi politik nasional saat ini sangat buruk. "Tapi memang banyak juga yang mengatakan hanya "sedang" yang berarti belum baik. Kondisi politik ini juga tidak bisa dilepaskan dari ekpos media terkait kasus-kasus zaman SBY terkait kasus Century serta Nazarudin kawankawan," kata Burhanuddin. "Penilaian buruk atau negatif pada politik nasional mulai terjadi pada setahun

terakhir ini, 2011-2012. Sebelumnya lebih banyak menilai politik nasional baik daripada yang menilai buruk," sambung Burhan. Umar: Sulbar Lumayan Informasi salah satu lembaga survei yang menyebut Partai Demokrat anjlok secara signifikan, dinilai kurang tepat. "Kurang tepat. Omongan saja itu. Sampai sekarang Demokrat tetap aman-aman saja," ujar Umar Arsal, Koordinator Pemenangan Wilayah Sulawesi DPP Partai Demokrat, malam tadi. Namun ia tidak memban-

Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai Radar Sulbar LANJUTAN HALAMAN 1

Antusiasme warga terhadap kegiatan ini terlihat dari peserta yang sudah datang ke anjungan Pantai Manakarra beberapa jam sebelum peserta dilepas Asisten II Bahrun Rasyid. Lomba dimukai sekira pukul 06.45, tapi peserta sudah berdatangan sejam pukul 05.00 Wita. Jalan santai mengambil star dari Anjungan Pantai Manakarra, menuju jalan Ahmad Yani berbelok kembali

Jalan Yos Sudarso kemudian kembali ke Anjungan Manakarra. Jarak yang ditempuh jalan santai tersebut sekira tiga kilometer. Setelah semua peserta kembali berkumpul, acara dilanjutkan dengan pengundian kupon. Jalan santai tersebut menyediakan bermacam hadiah hiburan sampai hadiah utama berupa sebuah motor Suzuki Shogun Axelo 125. Keberuntungan berpihak

kepada Parida. Warga Kelurahan Rimuku Kecamatan Mamuju ini berhak membawa pulang sebuah sepeda motor. Sedangkan puluhan peserta lain juga mendapatkan hadiah hiburan. Parida yang memiliki nomor undian 1021 ini, sangat senang mendapatkan hadiah tersebut. "Saya tidak menduga akan mendapatkan hadiah motor ini, apalagi pesertanya banyak sekali. Saya sudah sering ikut

jalan santai tapi baru kali ini saya dapat hadiah,” ujarnya

Peringatan HPN di Mamuju juga diramaikan lomba variasi motor matic. Berbagai motor dengan variasi berbeda memiliki kelebihan masing-masing sehingga menyulitkan para tim juri untuk menentukan pemenang. Lomba variasi motor

tersebut mengundang banyak perhatian kalangan baik anak-anak, dewasa dan orang tua, untuk ikut menyaksikan keunikan motor tersebut. Tim juri akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Syamsuddin, pemilik motor Suzuki Skydrive sebagai pemenang. Motor Syamsuddin yang mengusung konsep 'Robocop' menyingkirkan peserta lainnya. (rp2/mba)

Terkait digodoknya aturan ini, sebelumnya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pernah menyampaikan ke penegak hukum puluhan rekening gendut PNS yang dilapor ke pihak kepolisian. Meskipun demikian, hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. "PPATK juga akan buat pertemuan reguler untuk mengawal proses penyid-

ikan itu," katanya.Diharapkan dengan aturan ini nantinya dapat mempersempit terjadinya korupsi atau rekening gendut. Jika semua sudah melaporkan kewajibannya akan memudahkan pengawasan. pengawasan harta kekayaan tersebut bukan hanya rekening bank saja, tapi juga harta berupa logam mulya, premi, maupun pembelian properti. (fat/fmc)

Variasi Motor

Menpan Godok Aturan Baru LANJUTAN HALAMAN 1

Azwar juga menegaskan jika rancangan tersebut tidak hanya berlaku kepada pejabat teras atau PNS golongan tinggi, tetapi aturan itu akan diberlakukan kepada semua golongan di lingkup PNS. "Aturan sementara dalam penyusunan bersama BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) bersama kementerian," ujarnya di Jakarta Ahad kemarin. Aturan ini digodok untuk

melacak jika saja terdapat rekening gendut PNS. Azwar juga mengakui jika selama ini sulit mengawasi rekening PNS, karena selama ini tidak semua pegawai wajib melaporkan harta kekayaannya. Sebelumnya hanya pegawai kategori penyelenggara negara yang wajib lapor harta kekayaannya, yakni pejabat eselon I ke atas. Namun hemat Dia, dalam

aturan nantinya tetap ada mekanisme, sebab boleh jadi tidak seluruh pegawai diharuskan melaporkan harta kekayaannya kepada KPK, melainkan cukup hanya kepada Inspektorat. Azwar juga mengingatkan jika tidak semua pemilik rekening gendut dapat dikategorikan melanggar. Sebab boleh jadi kekayaan yang didapatkannya berasal dari sumber legal.

Menkokesra Siap Dorong Penegerian Unsulbar LANJUTAN HALAMAN 1

Dalam tatap muka yang digelar di auditorium Kantor Gubernur Sulbar siang akhir pekan lalu, Agung akan ikut berjuang mempercepat proses penegerian Unsulbar sesuai tuntutan mahasiswa yang akhirakhir ini melakukan aksi penyegelan pada kampusnya sendiri. "Sulbar memang harus memiliki perguruan tinggi negeri seperti provinsi lain di tanah air. Kebetulan ikut dalam kunjungan ini, salah seorang anggota Komisi X DPR RI yang membidangi

masalah pendidikan. Kita harap aspirasi masyarakat Sulbar bisa diakomodir dalam rangka pembangunan pendidikan di provinsi terbungsu ini," kata Agung. Agung Laksono merupakan salah satu tokoh yang ikut memperjuangkan pembentukan provinsi ini beberapa tahun silam. Olehnya, Agung merasa bertanggung jawab terhadap tuntutan mahasiswa yang berharap agar kampus mereka segera berstatus negeri. Kunjungan Menkokesra ke Sulbar, tidak disia-

siakan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh. Sebelum mengikuti acara tatap muka, Anwar mengajak Agung Laksono mengunjungi penderita penyakit hydrocepallus, Sepnimar, yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Regional Sulbar. Kunjungan ini membuat kedua orang tua Sepnimar langsung terharu dan berkali-kali mengucapkan rasa terima kasih. "Sejak di rumah sakit ini, banyak bantuan yang datang pada kami. Kebanyakan di antaranya adalah mahasiswa

dan beberapa warga yang kasihan dengan kondisi kami," ucap ibu Sepnimar dengan nada sedih. Agung Laksono sempat berbincang dan menanyakan kondisi Sepnimar. "Bapak harus tabah dan tetap berdoa untuk kesembuhan Sepnimar. Ini merupakan salah satu tugas pemerintah untuk menjamin kesehatan masyarakatnya," ujar Agung Laksono sambil menyodorkan sejumlah uang kepada ayah Sepnimar. Rencana memberangkat-

kan pasien penderita penyakit hydrocepallus, Sepnimar, pada siang kemarin batal. Tidak lengkapnya dokumen yang dibutuhkan membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar urung menerbangkan Sepnimar ke Makassar. Padahal, kondisi anak berusia sekira 1,5 tahun dari Dusun Atuk-atuk Desa Banua Ada Kecamatan Bonehau Mamuju itu cukup memprihatinkan. Setiap hari, pembesaran di kepala anak tersebut terus terjadi sehingga makin membuatnya menderita. (dir)

ran budaya masyarakat lebih memilih menggunakan ruang-ruang komunal seperti mall namun untuk kota-kota di Sulbar tampaknya masih sangat memungkinkan untuk mengembangkan ruang publik karena lahan yang tersedia masih luas. Interaksi masyarakat di mall dibandingkan di ruang terbuka hijau jelas berbeda baik dari sisi interaksi sosial, sisi ekonomi maupun kelestarian budaya dan alam raya. Ketersediaan public space sangat penting untuk mewadahi dinamika interaksi budaya, ekonomi, politik, dan sosial kultural di tengah masyarakat. Di areal public space berkembang komunikasi publik heterogen yang lebih ke arah positif. Di sini muncul

transformasi ilmu, tempat masyarakat berbincang-bincang dan berinteraksi satu dengan yang lain dan muncul rasa kekeluargaan serta kehidupan sosial yang lebih bermartabat. Pada ruang publik kita tidak mengenal ekslusifitas sebab siapapun dari berbagai latarbelakang sosial, agama, politik, dan budaya bisa berinteraksi. Sosiolog Jerman, Jurgen Habermas, berpendapat ruang publik memiliki peran berarti dalam membangun proses demokrasi sebab disini muncul diskursus dalam masyarakat tempat berkomunikasi menyampaikan kegelisahan-kegelisahan yang dialami masyarakat. Negara kecil seperti Singapura saja memberikan

public space yang banyak kepada warganya. Meskipun dengan keterbatasan lahan dan dikelilingi gedung pencakar langit namun banyak kita temui lapangan dengan rumput hijau, taman kota, serta area bermain untuk anak yang sangat akomodatif. Kita menyadari Sulbar sebagai provinsi baru di Indonesia masih memiliki kesempatan untuk lebih memerhatikan ruang publik. Dengan mengelaborasi akan tata ruang hijau seperti hutan kota dipadukan dengan fasilitas publik yang lebih manusiawi. Jangan meniru fasilitas publik trotoar di kota lain yang sangat tidak manusiawi terhadap pejalan kaki. Atau halte yang berubah tempat menjadi lahan berdagang. (adv)

Menata Ruang Publik LANJUTAN HALAMAN 1

Khusus untuk Mamuju harusnya public space menjadi salah satu perhatian utama pemda apalagi sebagai ibukota provinsi Sulbar tentu dijadikan barometer pembangunan kota di Sulbar. Sebagai sebuah kota yang akan berkembang pesat idealnya tata ruang kota Mamuju memberikan persentase public space yang lebih dominan karena ciri-ciri sebuah kota yang manusiawi adalah ruang publik yang banyak dan nyaman. Pertumbuhan sebuah kota tidak lepas dari kebutuhan akan ketersediaan ruang public. Banyak kasus di kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Makassar, menghadapi masalah pelik ketika lahan perkotaan menjadi sangat mahal maka ruang publik

mulai disingkirkan demi alasan memajukan ekonomi kota untuk mencapai target PAD. Pemerintah daerah tampaknya sangat khawatir kehilangan PAD dengan membiarkan investor membangun dengan menggusur ruang publik. Di Sulbar kita tidak menginginkan hal itu terjadi apalagi yang digusur ruang publik hijau yang sebenarnya berfungsi ganda selain tempat berkumpul masyarakat juga sebagai daerah serapan air. Memang banyak kasus di daerah lain Rancangan Tata Ruang Kota yang didalamnya mengatur adanya public space dilanggar padahal ruang publik merupakan hak untuk hidup bermasyarakat. Meskipun ada tren pergese-

Radar Polewali

8

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

Dinkes Diminta Tangani Kusta di Petaqbangan

Polhut Amankan Kayu Ilegal

POLEWALI -- Warga Dusun Petaqbangan Desa Peburru Kecamatan Tutar diresahkan dengan adanya penderita kusta di daerah ini. Pasalnya dua penderita kusta yakni Hamuddin (20) dan Cicci (40) selama ini hidup ditengah perkampungan dan serumah dengan keluarganya. Sementara keduanya menurut warga belum ditangani secara intensif oleh pihak kesehatan. Warga kuatir penyakit yang diderita kedua warga peta'bangan ini menular kepada warga lainnya. Sebab sudah menahun diderita namun belum mendapat perhatian khusus untuk dilakukan perawatan. Warga berharap agar Dinkes Polewali Mandar dapat memperhatikan kondisi yang melanda salah satu desa terpencil di Kecamatan Tutar ini. Salah seorang tokoh masyarakat, Aco mengatakan, besar kemungkinan sudah ada warga lain terinfeksi penyakit menular tersebut. Namun belum diketahui sebab belum dilakukan pemeriksaan khusus setiap warga. "Saya sangat prihatin melihat kondisi yang menimpa Dusun Peta'bangan saat ini. Saya kuatir jika tidak segera diantisifasi maka penyakit tersebut akan mewabah di Desa Peburru khususnya di Dusun Petaqbangan," ungkap Aco. Apalagi sambung Aco, kondisi kedua penderita sudah sangat parah sehingga perlu dilakukan penanganan khusus daerah tersebut. Hal senada juga disampaikan anggota BPD, Tanda S. Menurutnya Dinkes perlu melakukan identifikasi bagi setiap warga untuk memastikan kesehatan mereka jangan sampai sudah ada yang tertular. Camat Tutar, Talibuddin mengaku sangat kaget dan prihatin. Ia menyesalkan Pemerintah Desa Peburru sebab selama ini tidak ada pemberitahuan. Menurutnya untuk menghindari agar tidak semakin parah pihaknya akan berkoordinasi kepada dinas kesehatan untuk mengatasi penyakit yang sudah meresahkan warga. (k2/mkb)

POLEWALI -- Polisi Kehutanan (Polhut) Polewali Mandar mengamankan sejumlah tumpukan kayu yang diduga merupakan ilegal loging. Kayu yang diamankan di Kantor Polhut

EKSEKUTIF

REPORTER: DIAN AFRIANTY EDITOR: AMRI MAKKARUBA tersebut berkisar 11 kubik yang ditangkap Kamis, 16 Februari malam di Desa Rappang Barat, Kecamatan Tapango. Kasi Perlindungan, Pengamanan dan Penataan

Hutan Dishutbun Polewali Mandar, Purnomo, Ahad, 19 Februari mengemukakan, kayu yang ditemukan tidak memiliki dokumen tersebut berasal dari Desa Ihing, Kecamatan Bulo. "Anggota tim yang turun ke lapangan telah memanggil pemiliknya dan telah

melakukan lacak balak, namun hasilnya belum saya terima. Lacak balak tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah kayu tersebutm berasal dari dalam kawasan hutan atau bukan," kata Purnomo. Disampaikan, untuk penertiban kayu, Dishut-

bun Polman baru-baru ini mendapatkan kendaraan operasioanl berupa mobil dan motor dari Kementrian Kehutanan yang berfungsi untuk mendukung operasional tugas polhut dilapangan. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Polman, Ali Baal Masdar pada apel

koordinasi di Halaman Kantor Bupati Polman, Jumat, 17 Febrruari. Bupati Polman pada saat menyerahkan kendaraan tersebut meminta agar kendaraan operasional tersebut dipergunakan sesuai peruntukkannya. (afr/mkb)

RADAR/JHAMHUR ANJASMARA

SUASANA. Pedagang di Pasar Baru Polewali, terlihat kumuh dan tidak teratur. Sejumlah pihak berharap kepada pemkab melakukan desain kawasan baru terhadap pengembangan pasar baru dalam rangka menuju terwujudnya Kota Polewali.

Pasar Baru Polewali Minta Dibenahi POLEWALI -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar meminta Pemkab melakukan pembenahan Pasar Baru Polewali. Hal ini dilakukan jika keinginan untuk mewujudkan percepatan Kota Polewali karena kondisi pasar belum bernuansa pasar kota. Pernyataan belumlah layak Pasar Baru Polewali diklasifikasi dalam pasar kota disampaikan, Wakil Ketua DPRD Polewa-

li Mandar, Jamar Jasin Badu akhir pekan kemarin. Menurutnya penataan pasar adalah salah satu kebutuhan mendesak bila kemudian ada niat yang sungguh sungguh dalam percepatan mewujudkan terbentuknya Kota Polewali. "Bukan kemudian dengan membiarlkan kondisinya seperti yang terlihat saat ini yang sembrawut, maka ini pertanda jika kita ataupun pemerintah tidak

punya niat yang serius mewujudkan terbentuknya Kota Polewali, sebab pasar adalah salah satu sarana yang diukur dalam mewujudkan pembentukan Kota Polewali," tutur Jamar. Menurutnya, janji Pemkab Polewali Mandar akan melakukan evaluasi sepakan pasca relokasi pedagang dari pasar terminal, ke area pasar Tempat Pendaratan/ Pelelangan Ikan (TPI) juga tidak membuahkan hasil.

Sebab bukannya membuat baik pembeli maupun pedagang menjadi nyaman, namun baik pedagang maupun pembeli justru mengeluhkan kondisi pasar area TPI saat ini. "Nah ini yang harus menjadi perhatian Pemkab Polewali Mandar, sebab mestinya kemudian area TPI itu jangan dijadikan tempat permanen untuk berjualan, namun sebagaimana yang pernah

saya sampaikan, mestinya Pemkab mulai dari sekarang melakukan reklamasi pantai, sebuah proses redesain pasar baru kembali," tutur Jamar. Untuk itu, jika memang Pemkab serius mendukung mewujudkan pembentukan Kota Polewali, mestinya pasar adalah salah satu sarana yang wajib mereka benahi. Karena dengan kondisi yang ada saat ini, sangat tidak mungkin ke-

inginan mendorong pembentukan Kota Polewali dapat terwujud bila kondisi pasar hanya dibiarkan seperti itu. "Jadi tidak perlu pemkab melakukan pemagaran pasar yang ada diarea TPI, lebih baik anggarannya dialihkan ke program reklamasi pantai untuk perluasan kawasan pasar, agar pasar benar benar berfungsi melayani dan menyiapkan pelayanan," kunci Jamar. (k1/mkb)

Rubrik Khusus Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar

RADAR/DIAN AFRIANTY

WABUP POLEWALI MANDAR, Najamuddin Ibrahim memimpin pertemuan tim menyikapi permasalahan yang terjadi di Masjid Nuruttaubah, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian di Rujab Wabup, Sabtu, 18 Februari 2012 sore.

BUPATI POLEWALI MANDAR, Ali Baal Masdar bersama Wabup Najamuddin Ibrahim mencoba kendaraan operasional dari Kementrian Kehutanan usai apel koordinasi di Halaman Kantor Bupati Polman, Jumat, 17 Februari 2012.

Sport

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

KUNJUNGI KANTOR NSS TERDEKAT * NSS Mamuju Jl. KS Tubun No 36 (Samping Polres) 08121063279

Taeso Mamuju Imbangi Persipare Gaswa Pastikan Tike ke Perempat Final EDITOR: AMRI MAKKARUBA

* NSS Majene Jl. Gatot Subroto No. 34 (Depan Pertokoan) 08112719065

*

9

NSS Mamasa Jl. Ahmad Yani (Pasar Mamasa Depan Rumah Makan Padang)

* NSS Topoyo Jl. Masjid Raya Topoyo (Depan Lapangan Bola Topoyo) 08112747323

* NSS Pasangkayu Jl. Poros Pasangkayu (Samping Pegadaian Pasangkayu) 08112747033

POLEWALI -- PS Taeso Putra Mamuju asal Desa Labuang Ranga Kecamatan Tapalang Barat yang merupakan wakil Persimaju Mamuju di turnamen sepak bola Polewali Mandar Cup 2012 berhasil menahan imbang Persipare Parepare, 1-1 (0-0) dalam laga yang dihelat, Sabtu 18 Februari. Taeso hampir saja mengalahkan Persipare andai saja keunggulan 1-0 hingga lima menit sebelum pertandingan usai bisa dipertahankan. Pertandingan antara Taeso Putra dan Persipare kurang menarik. Air menggenangi Stadion HS Mengga membuat aliran bola sering tertahan di genangan air. Hingga akhir babak pertama skor tetap 0-0. Pada babak kedua, Taeso Putra menguasai permainan dan beberapa kali mencipta-

kan kemelut di gawang Persipare yang dijaga Junaedi (30). Unggul fisik pemain, anakanak Tapalang ini mengurung pertahanan Persipare. Laga di babak kedua baru berjalan 9 menit, Marzuki mampu menggetarkan gawang Parsipare, melalui tembakan jarak jauh dari sisi kanan pertahanan Persipare, 1-0. Kemasukan bola membuat Persipare keluar menekan. Penyerang Persipare, Melky dilanggar pemain belakang Taeso, Amran (5) membuat wasit menunjuk titik pinalti. Sayang, Melky tidak berhasil menciptakan gol, tembakannya melenceng di sisi kanan gawang Taeso. Hingga akhirnya Melky menebus kesalahannya dan menciptakan gol balasan menjadi 1-1. Skor ini tidak berubah hingga akhir pertandingan tetap imbang 1-1. (*)

RADAR/AMRI MAKKARUBA

TERGENANG. Partai antara PS Taeso Putra Mamuju melawan Persipare Parepare dibawa guyuran hujan membuat sebagian lapangan tergenang.

Klasemen Sementara Polman Cup 2012 Grup A 1. Gaswa Wajo 2. Polman Selection 3. PLN Makassar

Main 1 1 2

Menang 1 -

Seri 1 1

Kalah GP-GK 2-1 2-2 1 3-4

Grup B 1. Makassar Tribudi FC 2. Gasbar Barru 3. PS Sandeq Polman

Main 1 1 0

Menang -

Seri Kalah GP-GK 1 1-1 1 1-1 0 0 -

Nilai 1 1 0

Grup C 1. F2C Majene 2. Persema Mamasa 3. Persipin Pinrang

Main 1 1 -

Menang 1 -

Seri Kalah GP-GK 2-0 1 0-2 -

Nilai 3 0 -

Grup D 1. Persipare Parepare 2. PS Taeso Putra Mamuju 3. Persidrap Sidrap

Main 1 1 -

Menang -

Seri Kalah GP-GK 1 1-1 1 1-1 -

Nilai 1 1 -

AD VER TORIAL ADVER VERTORIAL Segmen Khusus Ini Dipersembahkan oleh Dinas Koperasi,UKM, Perindustrian & Perdagangan Provinsi Sulbar

Kadis Koperindag Sulbar Drs.H.Samiran SE.MMA didampingi Prof.DR.Akbar Tahir Kepala Bappeda Sulbar yang sebagai pemateri

Sambutan Kepala Dinas Koperindag Sulbar Drs.H.Samiran SE.MMA

Sambutan dan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2012 oleh Plt. Sekretaris Provinsi Sulbar Drs.H.Ismail Zainuddin M.Pd di Hotel Srikandi Mamuju, Jumat 17 Februari 2012.

Nilai 3 1 1

10 Kesehatan Efek Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Tubuh Manusia Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

RADAR SULBAR

Senin, 20 Februari 2012 1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Be berapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb. 2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet. 3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas. 4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh

dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa. 5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker. 6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini. Kesimpulan : Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai. Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.

Rubrik ini Dipersembahkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat

Anggaran Kesehatan Perlu Ditingkatkan MAMUJU -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar menyatakan sumber daya manusia tenaga kesehatan di Sulbar masih perlu ditingkatkan. Hal itu disebabkan karena anggaran kesehatan sangat minim. Kepala Seksi Sarana Dinkes Sulbar, Sriyana Makasasu, mengatakan, untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sumber daya manusia tenaga kesehatannya seperti tenaga dokter bidang dan perawat harus ditingkatkan. "Peningkatan SDM sulit dilakukan jika anggaran minim, karena untuk memberikan pelatihan harus ada biaya," kata Sriya-

na Makasau saat pelatihan jurnalistik di Hotel Grand Mutiara, Sabtu 18 Februari. Menurutnya, tahun 2012 Dinkes Sulbar telah mengusulkan program seperti pelatihan keperawatan, kegawat daruratan dan pelatihan penerapan standar dan pedoman kebidanan dengan pendekatan sayang ibu. "Kami fokuskan pada pelatihan, mudahmudahan tahun ini tidak ada yang dicorek," ujarnya. Ia mengatakan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dilakukan dengan memberi pelatihan, kemudian menyekolahkan mereka kejenjang lebih tinggi. Sehingga kapasitas keilmuannya

bertambah. "Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, harus SDM tenaga kesehatan ditingkatkan pula" katanya. Di sisi lain, kualitas, pemerataan, dan keterjangkauan pelayanan kesehatan juga masih rendah. Kualitas pelayanan menjadi kendala karena tenaga medis sangat terbatas dan peralatan kurang memadai. Kepala Bidan UPTD Instalasi Farmasi Dinkes, Hj Rustia, mengaku ketersediaan, mutu, keamanan obat, dan perbekalan kesehatan masih belum optimal serta belum dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. (rp2/mba)

RADAR/FIRDAUS PATURUSI

PELATIHAN JURNALISTIK. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Achmad Azis memberi sambutan pada pelatihan jurnalistik yang digelar Radar Sulbar bekerjasama dengan Dinkes Sulbar.

Pendidikan 11

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

Dewan Pendidikan 535 Murid Ikut Sulbar Temui Seleksi OSK Bupati Majene POLEWALI -- Dewan Pendidikan Sulbar menemui Bupati Majene, Kalma Kata akhir pekan lalu. Kedatangan Dewan Pendidikan Sulbar menemui Bupati Majene, Kalma Katta untuk menyampaikan rencana Dewan Pendidikan Sulbar menggelar Workshop Menggagas Majene Sebagai Kota Pendidikan. Kunjungan ini dipimpin langsung, Ketua Dewan Pendidikan Sulbar, Hasan Sulur, Wakil Sekretaris, Basnang Said, anggota Najib Atjo, Haswin Tambaru, dan Idham Muhsin. Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan, Basnang Said menyampaikan, dalam pertemuan tersebut merumuskan gagasan dan indikator-indikator mewujudkan Kota Pendidikan sehingga tidak hanya menjadi wacana tetapi mewujudkan regulasi yang dapat menguatkan gagasan-gagasan Majene sebagai Kota Pendidikan dimana sebelumnya pernah ada kesepakatan tidak tertulis mengenai pembagian wilayah berdasarkan potensial Majene menjadi pusat pendidikan di Sulbar. (afr/mkb)

RBM akan Luncurkan Tabloid PNPM POLEWALI -- Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM-MP Kabupaten Polewali Mandar rencana akan meluncurkan media cetak yang membidangi PNPM-MP. Media tersebut merupakan informasi seputar PNPM-MPd sekaligus menjadi media pendidikan bagi masyarakat. Untuk kelancaran kegiatan ini RBM Polewali Mandar akan mengawali pelatihan jurnalistik bagi pelaku PNPM-MP disejumlah kecamatan. Pelatihan yang diberi nama Sistem Informasi Berbasis Masyarakat tersebut akan digelar Tim Pelatih Masyarakat (TPM) Kecamatan didampingi TPM Kabupaten. Koordinator Pokja RBM bidang pengembangan Media, Ramli mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya menyangkut penerbitan tabloid. Dan Ia optimis penerbitan perdana akan diluncurkan dalam waktu dekat ini. Selain itu RBM Polman juga akan menggelar penyuluhan hukum terhadap pelaku PNPM-MP. Hal ini dinilai penting demi meningkatkan kesadaran hukum dan meminimalisir penyelewengan bagi pelaku. "Penyuluhan ini merupakan salah satu agenda penting RBM Polman, sehubungan maraknya pelaku dewasa ini yang berbenturan penegak hukum,"ungkap koodinator Advokasi Hukum RBM, Asis Bande diamini TPM Kabupaten, Jubariah. (k2/mkb)

MAJENE -- Sebanyak 535 murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Majene, Sabtu 18 Februari, mengikuti lomba Olimpeade Sains Kuark (OSK) 2012. Kegiatan tersebut merupakan olimpiade skala nasional dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Koodinator OSK Kabupaten Majene, Khilmi Mauliddian, mengungkapkan kompetisi merupakan ajang tahunan serta merupakan event nasional yang dilaksanakan Kuark Indonesia dan dilaksanakan serentak diseluruh tanah air. "Olimpiade Sains Kuark tahun ini merupakan yang kedua dilaksanakan di Majene. Bahkan prestasi yang ditorehkan salah seorang siswa Majene tahun lalu, menembus babak final pada tingkat Nasional," ungkap Khilmi. Dikatakan, siswa yang mengikuti babak penyisihan tersebut berasal dari 88 SD dari delapan kecamatan. Materi yang dilombakan merupakan materi sains Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan dibagi kedalam tiga level, level I diikuti oleh siswa kelas 1 dan 2, level II diikuti oleh siswa kelas 3 dan 4, serta level III diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6. "Seluruh siswa berkompetisi pada babak penyisihan untuk melaju ke babak semifinal yang akan digelar di pada 28 Maret nanti," lanjutnya. Menurut Khilmi, siswa yang dinyatakan lolos pada semifinal nanti akan melaju kebabak final yang rencananya akan diselenggarakan di Jakarta, Bulan Mei mendatang. "Kami berharap dalam kompetisi tahun ini siswa yang berasal dari Kabupaten Majene dapat merebut peringkat pertama pada seluruk level yang diperlombakan," tuturnya. Khilmi mengaku babak penyisihan OSK tahun ini dapat berjalan lancar karena didukung oleh banyak pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Majene melalui Disdik, pihak sekolah dan Indonesia Mengajar (IM). (mg4/mkb)

RADAR/AMRI MAKKARUBA

SMAN 1 POLEWALI merupakan salah satu sekolah RSBI di Sulbar saat ini tersandung masalah karena terancam tidak diikutkan SNMPTN jalur undangan selama tiga tahun.

Pemkab Siap Fasilitasi SMAN 1 Polewali Terkait Sanksi Diskualifikasi Jalur Undangan REPORTER : JHAMHUR ANJASMARA EDITOR : AMRI MAKKARUBA POLEWALI -- Dalam rangka mempercepat penyelesaian kasus dugaan manipulasi nilai yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Polewali. Pemkab Polewali Mandar siap memfasilitasi pihak SMAN 1 Polewali dengan panitia nasional SNMPTN terkhusus dengan pihak Universitas Hasanuddin (Unhas). Kesiapan memfasilitasi SMAN 1 Polewali disampaikan langsung oleh Bupati Polewali Mandar, Ali Baal Masdar , saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna dengan agenda penetapan dan pengesahan Perda BPBD akhir pekan lalu. "Jadi kami akan mempelajari terlebih dahulu duduk persoalannya, dan jika memungkinkan, pemkab sendiri yang akan memulai membuka pembicaraan

dengan panitia nasional SNMPTN juga dengan Unhas, untuk menjelaskan duduk persoalannya seperti apa," ujar Ali Baal Masdar. Menurutnya, persoalan yang terjadi di SMAN 1 Polewali memang cukup mengejutkan semua pihak khususnya kepada orang tua siswa. Tapi pada kesempatan ini pemkab berjanji akan melakukan berbagai upaya hingga memanfaatkan jaringannya untuk membicarakan persoalan tersebut. Olehnya semua pihak diminta untuk tidak perlu terlalu gegabah menyikapi persoalan ini. "Sebab proses penyelesaian persoalan dengan tujuan menghindarkan SMAN 1 Polewali dari ancaman sanksi diskualifikasi untuk jalur undangan SNMPTN sudah mulai dilakukan dengan mempelajari duduk persoalannya. Setelah

itu kami Pemkab akan melakukan upaya pembicaraan dengan pihak panitia nasional SNMPTN dan Unhas," tutur ABM. Untuk itu, pemkab akan segera menurunkan tim guna mempelajari duduk persoalannya. Setelah tim itu mengetahui duduk persoalannya, maka akan segera berangkat menemui pihak panitia nasional SNMPTN untuk melakukan klarifikasi dan terhadap kemungkinan kecerobohan yang timbul dari sekolah itu sendiri. Bupati belum mengambil kesimpulan dan tetap menunggu hasil kerja tim. "Jadi biarkan tim bekerja sembari menunggu hasilnya, sementara terhadap kemungkinan kecerobohan pihak sekolah saya belum bisa memutuskan, sebab saya masih menunggu hasil kerja tim," kunci ABM. (*)

Segmen ini dipersembahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene

PEMERINTAH KABUPATEN MAJENE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJENE NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012

bersambung...

12

Radar Majene

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD REPORTER : JUNIARDI EDITOR : AMRI MAKKARUBA MAJENE -- Seorang keluarga pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene mengamuk. Saparuddin Aco, Kamis malam lalu tiba-tiba mengamuk dan mengeluhkan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit karena tidak segera merujuk keluarganya. "Kami sangat menyesalkan pelayanan yang diberika pihak RSUD Majene yang tidak segera membawa keluarga kami kerumah sakit yang dijadikan sebagai rujukan," ungkap Saparuddin. Saparuddin mengaku bila, surat rujukan yang diberikan kepada keluarga pasien diberikan pada pukul 09.30 wita. Namun mobil

ambulance yang akan membawa pasien ke rumah sakit rujukan tidak tersedia, sehingga pasien dan keluarganya harus menunggu mobil ambulance hingga berjam-jam. Karena menilai pelayanan yang diberikan terlalu lambat, Saparuddin pun marah dan mendesak pihak rumah sakit untuk segera menyiapkan mobil ambulance dan membawa keluarganya ke RS yang berada di Makassar. Saat dikonfirmasi, dr. A. Evi Andrianti dokter umum RSUD Majene, mengaku bila sempat terjadi miskomunikasi yang terjadi antara sopir ambulance dangan keluarga pasien. Sebenarnya saat diberikan surat rujukan, keluarga pasien meminta agar menggunakan mobil

pribadi, namun Ia memberikaan pertimbangan, pasien yang menggunakan mobil pribadi tidak akan di dampingi seorang perawat, karena itu diluar tanggungan mereka, tapi bila menggunakan ambulance pihak RSUD Majene akan mengikutkan salah seorang pelawat. "Keluarga pasien menawarkan agar menggunakan mobil pribadi ke RS rujukan, namun kami mengaku tidak akan mengikutkan perawat untuk mendampingi pasien, karena itu bukan tanggungjawab kami," ungkap dr. Evi. Masih menurut dr. Evi, sebenarnya kami dan keluarga pasien telah sepakat untuk membawa pasien dengan menggunakan mobil

ambulance, namun saat itu keluarga pasien meminta tenggang waktu untuk melakukan persiapan menuju Makassar. "Karena supir ambulance menunggu hingga beberapa jam, pihak keluarga pasien juga tidak memberikan informasi apakah akan menggunakan ambulance ataukah mobil pribadi, sehingga supir ambulance pun pulang. Namun kami heran keluarga korban yang tiba-tiba mengamuk," tuturnya. Pihak RSUD Majene sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena keluarga pasien tidak mengerti kondisi yang ada ketika itu, sebab saat itu banyak pasien yang juga membutuhkan penanga-nan sesegera mungkin. (*)

Fasilitas RSUD Majene Belum Memadai MAJENE -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene masih kurang sejumlah fasilitas penunjang dalam memberikan pelayanan secara optimal kepada setiap pasien. Salah seorang dokter umum RSUD Majene, dr. A. Evi Andrianti, Sabtu 20 Februari, menurutnya beberapa orang pasien yang ditangani RSUD Majene terpaksa harus di rujuk ke RSUD lain

karena fasilitas belum memadai. "Fasilitas yang ada di RSUD Majene masih kurang, hal tersebut yang kemudian menjadi salah satu faktor penyebab penanganan kepada pasien tidak berjalan maksimal, sehingga penanganan beberapa orang pasien dirujuk ke RSUD yang memiliki fasilitas lebih baik," ungkapnya. dr Evi juga mengungkapkan,

selain fasilitas RSUD Majene yang dinilai masih minim, keberadaan beberapa dokter spesialis juga sangat dibutuhkan. Karena sampai saat ini beberapa orang dokter spesialis di RSUD Majene merupakan dokter yang berasal dari Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. "RSUD masih membutuhkan beberapa orang dokter spesialis, agar perawatan di rumah sakit ini dapat

berjalan dengan optimal," lanjutnya. Beberapa orang dokter spesialis yang dianggap sangat dibutuhkan oleh RSUD Majene untuk saat ini diantaranya, dokter penyakit dalam, dokter anak, kebidanan, serta bedah. Sementara untuk dokter umum dinilai sudah memadai karena telah terdapat lima orang dokter. (mg4/mkb)

Pemkab Belum Tuntaskan Utang di RSUD Pasien Rekomendasi Bupati Tetap Bayar

MAJENE--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene hingga kini belum menyelesaikan tunggakan pasien miskin khususnya pasien direkomendasikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Majene ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene. Besaran tunggakan pemkab mencapai Rp150 juta, jumlah ini merupakan akumulasi pasien rekomendasi tahun 2010 hingga 2011. Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD Majene melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan RSUD Majene, akhir pekan lalu. Pihak manajemen RSUD terpaksa mengambil langkah tegas, meskipun

melayani pasien rekomendasi, namun mereka tetap diharuskan untuk membayar jenis obat digunakan selama dalam perawatan. "Rumah sakit tidak perna menolak pasien miskin yang direkomendasikan bupati. Kami tetap melayani mereka hanya saja, jika ada resep obat, mereka diminta untuk menalangi dulu dengan catatan kuitansi pembeliannya tetap disimpan, kalau sudah ada anggaran kita akan ganti, tapi untuk perawatan mereka tidak bayar," ungkap Rahmi Noor, Direktur RSUD Majene. Ia mengaku, dana talangan diberikan pemkab ke rumah sakit sebelumnya telah habis digunakan untuk menalangi obat

diluar dari Daftar Penggunaan Harga Obat (DPHO) Askes maupun yang diluar petunjuk pedoman pelaksanaan (Manlak). Dalam RDP ini, Rahmi juga menjawab keluhan pasien bibir sumbing yang disampaikan Komisi III Majene terkait adanya dokter residen senior di RSUD enggan mengunakan benang jahitan yang telah tersedia di rumah sakit. Menurut Rahmi bahan disiapkan rumah sakit untuk keperluan pasien sudah berkualitas standar. "Kita juga heran kenapa dokter residen menolak bahan disiapkan rumah sakit padahal residen lainnya selalu menggunakan apa yang kami

siapkan, hanya dokter itu saja yang satu menolak," sebutnya. Wakil Ketua Komisi III Basri Ibrahim mengimbau kepada Direktur RSUD Majene agar mengambil langkah tegas terhadap ulah dokter residen senior. Legislator Dapil Malunda ini menegaskan dokter residen harus mematuhi kontrak kerja yang dibuat rumah sakit. "Seluruh peraturan rumah sakit harus ditaati dokter residen, mereka tidak boleh banyak tingkah, apalagi sampai mengatur mangatur, kalau banyak ulah diganti saja dengan yang lain," tegas Basri. (k3/mkb)

RADAR/SYAMSUDDIN

PELABUHAN Majene masih menjadi pilihan warga sekitar untuk digunakan bersantai sambil memancing terutama sore hari.

Pencetakan Sawah Baru Dianggarkan Rp1 M MAJENE -- Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Majene segera melakukan pencetakan sawah baru di Kecamatan Ulumanda. Distanak menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk program percetakan sawah baru dengan luas 100 hektar. Kepala Distanak Majene, Iskandar, mengungkapkan pencetakan sawah baru difokuskan di Kecamatan Ulumanda. Karena sudah lama permintaan pencetakan sawah baru dilakukan di kecamatan ini. "Kami memilih Kecamatan Ulumanda sebagai sasaran pencetakan sawah baru, sebab jauh-jauh hari sebelumnya mereka sudah mengusulkannya, sehingga ketika ada bantuan dari pemerintah pusat untuk pencetakan sawah baru di Kabupaten Majene, kami langsung menjatuhkan pilihan kami kepada Kecamatan Ulumanda," ungkap Iskandar. Ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan Camat Ulumanda. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu informasi terbaru mengenai kesiapan para petani untuk menyukseskan program tersebut. Namun terdapat

Rubrik ini Dipersembahkan Oleh Pemkab Majene Melalui Badan Penaggulangan Bencana Daerah PEMERINTAH KABUPATEN MAJENE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJENE NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN MAJENE DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MAJENE, Menimbang

:

a. bahwa wilayah Kabupaten Majene memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia yang dapat menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan; b. bahwa berdasarkan PAsal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, perlu dibentuk Badan Penanggulangan Bencana daerah Kabupaten Majene; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b di atas, perlu tetapkan Peraturan

EKSEKUTIF

Daerah tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majene. Mengingat

:

1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822); 2. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang oleh Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1961 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2273); 3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 4. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan

beberapa syarat yang harus terpenuhi sebelum pencetakan sawah baru untuk dapat direalisasikan. Dikatakan, persyaratan yang pertama yang harus dipenuhi adalah percetakan sawah baru tidak berada dalam kawasan hutan lindung, kedua di sekitar percetakan sawah baru harus ada sumber air, ketiga lokasinya mudah dijangkau oleh alat berat, serta adanya surat pernyataan dari pemilik tanah mengenai kesiapan tanahnya untuk dijadikan sebagai lahan percetakan sawah baru. "Dana yang disiapkan untuk percatakan sawah baru mencapai Rp1 miliar, dan mekanisme pembagiannya pun langsung masuk ke rekening masing-masing kelompok tani. Pihak Distanak Majene tidak pernah menyentu dana yang dibagikan kepada setiap kelompok tani penerima bantuan," jelasnya. Iskandar menjelaskan setiap kelompok tani akan mendapatkan bantuan modal untuk mencetak sawah baru sebanyak Rp10 juta, itu pun langsung masuk kepada rekening kelompok tani masingmasing. (mg4/mkb)

(Ttd, Drs. Mansyur T) Kepala BPBD

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3815); 5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 8. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2004 tentang Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4422); bersambung ...

Rubrik Khusus Pemerintah Kabupaten Majene

RADAR/SYAMSUDDIN

BUPATI Majene Kalma Katta dan Sekkab Majene Syamsiar Muchtar keduanya memberikan sambuatan pada acara pelaksanaan Maulid Nabi di Kecamatan Pambaong beberapa waktu lalu.

Radar Mamasa 13

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

Kabupaten Mamasa

Visi: Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Mamasa yang Madani Dalam Ikatan Kondosapata Wai Sapalelean

Empat Strategi Pembangunan Kabupaten Mamasa 1. Mewujudkan tata kepemerintahan yang baik/goog governance. 2. Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat melalui Pembangunan Berbasis Masyarakat (Gerbang Sismark). 3. Mendorong berkembangnya dunia usaha para pelaku ekonomi. 4. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan norma budaya dalam kehidupan masyarakat.

Ramlan Badawi Bupati

Benhard Buntutiboyong Sekkab

Kemendagri Diminta Terbitkan SK Pengangkatan Obed Massa Pendukung Obed Kembali Demo EDITOR : AMRI MAKKARUBA MAMASA -- Pendukung mantan Bupati Mamasa, Obednego Depparinding, mengharap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera mengeluarkan surat keputusan pelantikan Obednego sebagai Bupati Mamasa. Desakan ini disampaikan massa pendukung Obednego saat mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Mamasa, Sabtu 18 Februari lalu. Koordinator aksi demonstrasi pendukung Obednego, Andi Daen Bongga Datu saat melakukan orasinya di Halaman Kantor Bupati Mamasa, Sabtu, menegaskan agar Kementerian Dalam Negeri segera mengeluarkan SK atas hasil keputusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (PK MA) atas dugaan korupsi yang menimpa Obednego. "Pemberhentian Obednego sebagai Bupati Mamasa jauh dari amanat hukum dan Undang-undang yang berlaku sebab belum ada keputusan hukum tetap atas dugaan korupsi kepada Obednego, namun pemerintah telah melakukan pemberhentian," jelasnya. Daen Bongga Datu mengatakan, sesuai aturan Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 menyatakan pencabutan jabatan

RADAR/IST

DEMO. Ribuan massa pendukung Obednego Depparinding melakukan aksi demo, Sabtu 18 Februari di Kantor Bupati Mamasa. Dalam demo ini massa dan aparat keamanan sempat saling dorong membuat polisi melngeluarkan gas air mata.

terhadap pejabat yang diduga melakukan korupsi tidak bisa dilakukan jika belum dikeluarkan keputusan hukum tetap dari lembaga hukum yang paling tinggi. Sementara, lanjut Andi Daeng, pemerintah melalui rekomendasi gubernur dan keputusan Kemendagri telah memberhentikan Obednego sebelum keputusan PK MA dikeluarkan, meskipun sebelumnya MA telah mendakwa Obednego bersalah dan harus menjalani hukuman penjara selama 1,8 tahun. "Seharusnya, keputusan untuk memberhentikan Obednego sebagai bupati harus menunggu keputusan PK MA sesuai aturan dalam perundang-undangan, langkah memberhentikan Obednego merupakan keputusan yang tidak tepat," tukasnya. Pernyataan tersebut dibenarkan koordinator negosiasi aksi, Muspida Madadung, yang juga merupakan salah satu mantan anggota DPRD Mamasa. Menurutnya, keputusan pemberhentian Obednego terlalu terburu-buru sebab beberapa mantan anggota DPRD Mamasa periode 2004-2009, termasuk Obednego yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Mamasa masih menempuh jalur hukum.

Aparat Sempat Keluarkan Gas Air Mata Aksi unjuk rasa ribuan massa dan simpatisan Mantan Bupati Mamasa, Obednego Depparinding di Kantor Bupati Mamasa, Sabtu lalu. Awalnya berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Tetapi ketika massa memaksa masuk ke halaman kantor bupati dan berusaha menerobos barikade aparat. Sehingga aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Melihat massa mulai bertindak anarkis, polisi pun mengeluarkan tembakan gas air mata ke arah massa yang terus memaksa masuk di halaman Kantor Bupati. Polisi beberapa kali mengeluarkan tembakan gas air mata untuk menghalau massa yang berusaha masuk ke kantor bupati. Aksi ini akhirnya reda setelah polisi mengijinkan para pengunjuk rasa memasuki halaman kantor bupati untuk berorasi dan membacakan tuntutannya. Ribuan massa ini menuntut agar Obednego Depparinding diangkat kembali menjadi Bupati Mamasa karena telah dinyatakan tidak bersalah oleh mahkamah agung. (*)

Anggarkan Dana Rp3,85 Triliun Muhammadiyah Dukung Pilkada Lewat Legislatif Buat Kawasan Perbatasan JAKARTA -- Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Sutrisno mengatakan, pemerintah menganggarkan dana Rp 3,85 triliun untuk pengembangan kawasan perbatasan dengan negara lain. Diharapkan dalam tiga tahun mendatang, sudah ada progres signifikan terkait penanganan wilayah perbatasan. Sutrisno, Jumat (17/2) mengatakan, pemerintah sudah memiliki rencana aksi berupa Grand Design Pengelolaan Perbatasan 2011-2025. "Dari grand desing itu ada rencana induk 2011-2012. "Nah, untuk 2012 ini kita alokasikan Rp 3,85 triliun," kata dia. Menurut dia, dana itu nantinya akan dialokasikan untuk 12 provinsi dan 38 kabupaten/kota berbatasan. Kalimantan Barat mendapat Rp 673,2 miliar, Kalimantan Timur Rp 303,007 miliar, Papua Rp 920,74 miliar, NAD Rp 52,42

miliar, Sumatera Utara Rp 58,58 miliar, Kepri Rp 179,23 miliar, Riau Rp 146,8 miliar, Sulawesi Utara Rp 383,06 miliar, NTT Rp 786,63 miliar, Maluku Rp 185,5 miliar, Maluku Utara Rp 115,53 miliar dan Papua Barat Rp 44,474 miliar. Dijelaskan, sesuai Rencana Induk Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan 2011-2014, dana itu akan diprioritaskan untuk lima agenda utama yakni untuk penerapan dan penegasan batas wilayah negara, peningkatran pertahanan dan keamanan serta penegakan hukum, pengembangan ekonomi kawasan, pemenuhan kebutuhan sosial dasar, penguatan kelembagaan. "Setiap kecamatan di perbatasan kita tangani langsung selama tiga tahun. Tahun ini sebagai tahap awal, dilanjutkan tahap kedua tahun depan dan 2014 sebagai tahap pemantapan," demikian Sutrisno. (net)

JAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta proses pemilihan kepala daerah nantinya harus dilakukan dengan cara beradab, meninggalkan praktik mungkar memakai kekuatan uang. Sebab, politik uang berdampak munculnya biaya tinggi. Disebutkan, proses demokrasi di Indonesia mulai tingkat bupati hingga presiden tidak lepas dari permainan politik uang. "Saya dengar untuk Pilbub saja membutuhkan Rp20 miliar rupiah, padahal gaji yang didapat dari negara selama 5 tahun tidak akan bisa menutup itu," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Surabaya Minggu, 19 Februari 2012. Din menambahkan, untuk sekali kampanye presiden biaya yang keluar sampai Rp20 miliar.

Padahal, itu bisa terjadi lebih dari dua kali putaran. Kata Din, hal itu pemicu munculnya praktik korupsi, karena kandidat kemudian harus melunasi pengeluaran besar. "Itulah, kami mengimbau ke depan harus dilakukan dengan beradab. Jangan sampai ada praktikpraktik mungkar, menggunakan kekuatan uang," tambah dia. Din mengatakan, meski tidak terlibat politik praktis, dia terus memberikan pandangan moral sebagai bentuk politik nilai. Di antaranya, mendorong proses pemilihan kepala daerah kembali melalui legislatif. "Yang kami lakukan sekarang diskusi di Muhammadiyah dalam rangka konsolidasi demokrasi dan revisi undang-undang. Kami tidak menolak demokrasi, dan tidak mungkin memutar jarum jam sejarah kembali ke

zaman otoritarianisme. Tetapi demokrasi yang sebebas-bebasnya juga tidak baik," tegasnya. Diuraikan dia, pemilihan langsung, selain membawa manfaat juga terdapat mudarat atau nilai negatif. Menurutnya, soliditas sosial terganggu tidak hanya di partai politik, tapi juga pada ormas-ormas yang kemudian merambat ke masyarakat. "Oleh karena itu perlu ada pemikiran ulang dan inilah saatnya," kata Din. (net)

Saya dengar untuk Pilbub saja membutuhkan Rp20 miliar rupiah, padahal gaji yang didapat dari negara selama 5 tahun tidak akan bisa menutup itu," Din Syamsuddin Ketua Umum PP Mu-hammadiyah

NET

>>>>>> HUBUNGI BAGIAN PERIKLANAN: MAWARNI SUMARGOLANG, 0426-22138 Hp: 081241843180

HOT LINE:

E-mail: radarsulbar01@gmail.com

Online: radar-sulbar.com IKLAN BARIS RADAR SULBAR

MAMUJU -- JL. JEND. SUDIRMAN NO. 50,TLP. 0426 -22138. MAJENE -- JL. JEND SUDIRMAN NO. 167,TLP. 0422-21157. POLMAN -- JL. MR.MUH.YAMIN NO. 76,TLP. 0428-23203.

DIKONTRAKKAN

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

BENGKEL LAS

LOWONGAN

DIJUAL TANAH

SERBANEKA

GRAHA MANDALA HOME STAY Jl. A. Makasau Mamuju-Sulbar (Belakang Kantor BRI Mamuju) menerima kontrakan perbulan/ pertahun fasilitas : 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 garasi mobil, 1 pantri, WC, RM, PLN, PDAM, TV kabel. unit terbatas Kontak person: 081342225500-081524000037

DIJUAL Rumah : Luas 325 M2 di Jl. H.A. Endeng No.1 Tanah : 610 M2 di Jl. Muh. Husni Thamrin Hub : Hp 081 355 399 133 Alamat: Jl. Urip Sumoharjo No. 51 Mamuju

DIJUAL TANAH Dengan Ukuran 30x60 = 1800 M 2, Terletak di Jl. Poros Kalukku- Tasiuk. Desa Salulayo HUB : 081355212555/082189917971

ALAT PERAGA DAK SD & SMP ready stok (100%) sesuai juknis 2010, rekanan yg menang tender / uji petik 085214141201 /081519464055 - kdn.co.id

BURSA OTOMOTIF

DIJUAL Rumah+Tanah LB:110 M2 LT:613 M2, Di JL. Cut Nyak Dien Karema Mamuju Kota Berada di zona Exklusif dan cocok untuk Usaha Ruko-Resto Hub : 081 354 699 588 / 082 191 254 686

DIJUAL Cepat Kijang Innoa Biru 2007. Harga 180 Juta (bisa nego) masih berasuransi All Risk Hub : 081241457790 082191504944

SUMBER BARU MOTOR Membutuhkan segera. A. Kepala Toko dan Tim Promosi. B.Sales Counter. Persyaratan, Pria, Max 35 tahun (A), Minimal lulusan D3 (A),Berpengalaman dibidang otomotif, Dapat berkomunikasi dengan baik, Berkelakuan baik, Sehat jasmani dan rohani, Tidak kerjasama dengan perusahaan lain, Bertanggung jawab, terampil, jujur, disiplin, Bisa bekerja sama dalam tim, Wanita, Max 30 tahun (B). Lamaran lengkap, foto copy KTP, foto terbaru berwarna 3x4 dikirim ke : SUMBER BARU II Jl. Teuku Umar No. 08 Sarampu Polman. No, Tlp: (0428) 2410434

DIJUAL Tanah dengan ukuran

DIJUAL RUMAH

Bengkel Las Masagena Steel Mengerjakan Steel Construction, Pagar Tempa, ralis, Stainless, Canopy, Aluminum Dll Hub : Muhammad Bahri, 085 299 299 559 Alamat : Jl. Pababari No. 77 Mamuju-Sulbar

DIJUAL RUMAH DIJUAL RUMAH DIBUKIT ASRI LESTARI TIPE 90/117. NO. A2, NO 4 & 6 LENGKAP SUMUR BO, MESIN AIR, TANDON AIR, TERALIS BESI (PINTI & JENDELA), LISTRIK 1300 WATT, GUDANG BEBAS BANJIR BEBAS POLUSI, SHM SERTIFIKAT, DEKAT KANTOR BUPATI MAMUJU & PASAR BARU HARGA 395 JUTA (NEGO) TANPA PERANTARA HUB : HIDAYAT 085 255 902 634

DIJUAL TANAH DIJUAL Tanah dan Bangunan ukuran 9x20 di Rangas Mamuju. Kuran lebih 500 m dari Kantor Gubernur Sulbar. Harga Rp. 150 Jt, tanpa perantara. HUB: 085398239889

SERBA ANEKA TELAH HADIR di Kota Mamuju TOKO ABADI JAYA Grosir Sepatu/ Sandal Menjual berbagai macam jenis Merk Sandal, Sepatu, AP Bots DLL Alamat Jl. H. Abd. Syakur (depan pasar baru) HP : 081 241 684 957

DIJUAL TANAH DIJUAL TANAH Ukuran 10x15 M2 di Jl. Sallang Baru Manding Polewali (Belakang Perumahan Taman Manding Raya) Hrg. 25 juta (nego). Hub: 081355051455

DIJUAL TANAH DIJUAL TANAH UKURAN 2.400 M² LOKASI ¹500 M DARI PERSIMANGAN LIMA. ARAH KE KALI MAMUJU (DEPAN INSTALASI 1 PDAM) TANPA PERANTARA. HUB : 081354683755

SERBANEKA TOKO HARAPAN JAYA Grosir Pakaian Jadi, Alamat: Ruko Blok A. No. 16 Pasar Baru MamujuSulbar, HP. 081 210 174 222

DIJUAL RUKO DIJUAL Ruko 1 Lantai, Luas 6 x 13 lengkap dengan Usaha (ATK Swalayan) di Jl. Diponegoro (Depan Alya Nayab ATK Mart) Hub: 081241457790 082191504944

LOWONGAN LEO PRIMA MANDIRI (LPM) Kantor Cabang baru di Polman, Sulbar. Membutuhkan SDM yang Handal dan Berpotensi, serta Bisa Bekerjasama dalam 1 Tim. Untuk posisi bagian : - Wakil Kepala Cabang, - Sekretaris, - Receptionist, - Administrasi, - Gudang, - Supervisor. Pengalaman Tidak diutamakan Penerimaan/seleksi berkas, 2 hari setelah iklan ini terbit. Hub Bag. Personalia : 085399575282 - 081998622951

DIJUAL TANAH DIJUAL Tanah Perumahan ukuran 10 x 15 m2 dekat Villa Gubernur Sul-Bar di Jalan Tueke Rangas. Harga Rp 13 Juta tanpa perantara Hub : 085255506373 081241200073

DIJUAL TANAH DIJUAL TANAH DENGAN UKURAN 17x35 DI JALAN POROS TAMPA PADANG (400 M DARI BANDARA) HUB : 081 343 900 351

DIJUAL TANAH JUAL TANAH. + Ukuran 4,4 Hektar Di Jalan Baru (Jalur Dua) Hub; 08124252975

LOWONGAN DIBUTUHKAN : Sekretaris Administrasi, Driver Lamaran diantar Langsung ke UKM CENTRE Jl. Teuku Umar No1 Mamuju

DIJUAL TANAH JUAL Tanah Luas 4.85 meter X P 14,80 Alamat : Jl. DR. Ratulangi,Mamuju, Sulbar Harga : Rp.185 juta bisa nego Hub. 085 298 808 354/085 399 238 775

JUAL PUPUK DIJUAL Pupuk Organik Terlengkap: Bio-Exstrim, Organox dan Hormax menyuburkan tanah & dapat mengatasi/mengendalikan berbagai penyakit disebabkan Bakteri & Virus. Testimoni petani sukses, Baca Tabloid Sinar Tani atau www.bangkittan.com Dicari Agen yang serius hub: 081355559396

10 x 45 = 450 m2 Terletak di Jalan Poros Kalukku Tasiuk Hub: 081355038844 - 082191606888

Pasang Iklan Sekarang Juga

14

Radar Pasangkayu Sistem Manusia Alam Ruang Teknologi

RADAR SULBAR Senin, 20 Februari 2012

MAMUJU UTARA SMART

Pembenahan dan Penyempurnaan Sistem Penyelanggaraan Pemerintahan, Kebijakan dan Regulasi, Program dan Kegiatan, Infrastruktur Keuangan Daerah. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas SDM Aparatur, Masyarakat dan Private Sektor. Mengelola dan Memanfaatkan Sumber Daya Alam dengan Arif, Adil, dan Bijak untuk Kemakmuran Rakyat dan Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Daerah. Konsisten Melakukan Penataan Ruang, dan Wilayah dengan Mengacu pada Kebijakan dan Regulasi Serta Berwawasan Lingkungan Menggembangakan dan Memanfaatkan Tekhnologi Tepat Guna yang Selaras dengan Perkembangan dan Kebutuhan

HM. NATSIR. MM SEKKAB

DorongPemberdayaanEkonomiLokal RADAR/S

DIN YAMSUD

mbo Djia Agus A Matra tr a M ti a upati . Bup TINJAU ersama wakil B Kapolres b diri a ih d wa MP n ninl denga saat me a HM Saa BP Adri Irniadi ry a k n a K s in d Matra A h n ik m e Letawa. te g n a ja u ru i Desa MK 2 d siswa S

REPORTER: SYAMSUDDIN HB EDITOR: MAHBUB AMIRUDDIN

PASANGKAYU -- Mengawali pelaksanaan pencanangan program Gerakan Membangun Desa Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat (Gema d'Smart) Bupati dan wakil Bupati Matra berkantor di tiap-tiap desa, khususnya Jumat dan Sabtu.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Matra, Firman menuturkan, program ini akan terwujud bila semua desa di Matra sejahtera, mandiri dan bermartabat. Sejahtera yang dimaksudkan adalah sektor pendidikan sudah memadai, kesehatan terjamin dan pendapatan warga tumbuh melalui program ini. Lalu yang dikatakan Mandiri, bila sudah bisa mengandalkan

dan bergantung pada komoditas lokal tanpa bergantung pada daerah lain. Pendapatan mengalami peningkatan dengan pertumbuhan produksi melalui akses dan infrastruktur pasar yang diciptakan pemerintah daerah. Sementara kemartabatan adalah adanya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dan kecamatan khususnya pemerintahan desa. "Ini yang sudah dibangun

dengan membentuk pogma yang mengelola kegiatan yang bersumber dari kabupaten untuk digotongroyongkan," jelas Firman. Sistemnya, lanjut dia, pemerintah menyiapkan material sementara tenaga sepenuhnya disediakan masyarakat. Hal ini sebagai bentuk kolaborasi dalam pencapaian program ini. Langkah kongkrit pada program ini setiap permasalahan di wilayah itu langsung tertangani,

terkait alokasi anggaran masingmasing desa, Firman enggan menyebutkan soal jumlah estimasinya. Namun Firman menjamin bahwa dana penyediaan material oleh pemerintah daerah sudah ditambah lagi dengan program Satuan Kerja Perangkat Daerah di desa tersebut. "Mengapa program ini dilakukan? Karena pemerintah melakukan pembangunan secara terfokus," pungkasnya. (**)

ran yang berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu di tengah masyarakat maupun di lingkungan sendiri. Agus mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran kepada apapun dan siapapun. "Kalau dia seorang PNS yakni pelayan masyarakat, tentunya kesa-

darannya pada tugas dan fungsi sebagai PNS. Begitu pun juga sebagai masyarakat," jelas Agus. Untuk bisa membangun Matra, masyarakat harus mempunyai kesadaran tinggi, memelihara yang sudah ada dan memikirkan pembangunan yang belum ada. (ndi/mba)

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat PASANGKAYU -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara (Matra) menggelar upacara dalam rangka peringatan Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Sepakbola Kecamatan Sarjo, Jumat 17 Februari. Upacara peringatan tersebut dipimpin lansung Bupati Matra Agus Ambo Djiwa

yang dihadiri Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Matra, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Hadir juga unsur Muspida Matra, Ketua DPRD Matra Yaumil RM, Kajari Pasangkayu Munif SH, Kapolres Matra AKBP Adri Irniadi, Kepala Pengadilan

POTRET PASANGKAYU

Negeri Pasangkayu Muhammad Sainal dan pejabat penghubung Dandim Matra Mayor Inf Agus Salim. Dalam arahan singkatnya, Agus Ambo Djiwa, mengatakan, tujuan diperingatinya hari kesadaran Nasional tiap tahun tidak untuk menciptakan rasa kesada-

Rubrik Khusus Humas Pemkab Mamuju Utara

PENGALUNGAN. Bupati Matra Agus Ambo Djiwa bersama Wakil Bupati Matra HM Saal mendapat pengalungan sarung Mandar oleh Kades Letawa, Jumat 17 Februari.

LEGISLATIF MATRA

H. MUHAMMAD SAAL WAKIL BUPATI

H. AGUS AMBO DJIWA BUPATI

Pemda Bentuk Pokja PPSP PASANGKAYU -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara (Matra) menyosialisasikan pedoman Penyiapan Kelembagaan dan Indikasi Kegiatan Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di ruang pola Kantor Bupati Matra, akhir pekan kemarin. Wakil Bupati Mamuju Utara (Matra) HM Saal, mengatakan, kelembagaan sanitasi permukiman merupakan salah satu pelayanan dasar yang seringkali kurang mendapat perhatian dan menjadi prioritas pembangunan di beberapa daerah. PPSP merupakan program pembangunan sanitasi menyeluruh yang terintegrasi dari pusat hingga ke daerah. Melalui PPSP, Pemkab Matra dapat menyediakan segela persiapan yang dibutuhkan. "Kita akan melakukan penyesuaian yang harus dilakukan dalam pembentukan pokja, dan penyiapan dana APBD sesuai kebutuhan dan kondisi di wilayah daerah ini," lanjut Saal. PPSP diharapkan menumbuhkembangkan serta menguatkan koordinasi dan sinergi antara pelaku pembangunan sanitasi provinsi dan kabupaten. Pokja sanitasi diharapkan menjadi lembaga yang membantu pemerintah daerah untuk memudahkan proses pencapaian target pembangunan sanitasi. Hal ini untuk menjalankan fungsinya sebagai lembaga adhoc pendukung unit struktural pemerintah daerah, dimana pokja sanitasi tidak menjalankan ataupun mengambil alih fungsi tugas yang sudah melekat pada Satuan Kerja Perangkat Daeah (SKPD). Kepala Lingkungan Hidup Matra, Jamal, mengungkapkan kehadiran kelembagaan PPSP di Matra sangat membantu perencanaan program pembangunan. "Nantinya PPSP bertugas merencanakan program pembangunan yang belum mampu dibiayai APBD dan sudah ada tujuh kementerian yang siap untuk menganggarannya," jelas Jamal. (ndi/mba)

Rubrik Khusus DPRD Kabupaten Mamuju Utara

KUNJUNGAN. Ketua DPRD Matra HM Yaumil RM bersama kepala SKPD Lingkup Pemkab Matra saat melakukan kunjungan program Gema d'Smart di Desa Letawa, baru-baru ini.

RADAR/ SYAMSUDDIN HB

RADAR/ SYAMSUDDIN HB

TIBA. Bupati Matra Ir H Agus Ambo Djiwa MP saat tiba di Desa Letawa dalam agenda pencanangan awal Gerakkan Membangun d'Smart (Gema d'Smart), jumat 17 Februari 2012.

BERPOSE. Wakil ketua DPRD Matra Uksin Djamaluddin SH,MSi berpose bersama anggota DPRD Matra Dahrin dan Kadis Pertanian Matra Nazlah.

Senin, 20 Februari 2012

Infotainment 15

RADAR SULBAR

Titi Kamal Seriusi Bisnis Makanan

Sinopsis

Pasha Ungu

Bikin Histeris Anak Muda JAKARTA - Setelah sukses dengan Warung Tekko di kawasan Kemang, Sushi Mia8i dan Resto Riung Sari, artis Titi Kamal kini semakin serius menekuni bisnis kuliner. Ia kembali menginvestasikan hasil jerih payahnya dengan membangun sebuah usaha katering yang diberi nama 'Titisari Catering'. Kini, usaha yang telah dibuka sejak September 2011 itu telah berkembang pesat. Bahkan, sudah banyak pelanggan mulai keranjingan dengan menu yang disajikan Titisari Catering itu. "Titisari adalah akronim dari Titi Kamal dan Sarah Puspita Sari," ujar rekan bisnis Titi Kamal, Sarah saat ditemui di Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (17/2/2012) malam. Menu-menu yang ditawarkan dalam katering tersebut juga sangat beragam. Masalah harga, ketering milik suami Christian Sugiono itu tidak kalah saing dari katering lainnya. "Kalau ada keluhan kita tampung dengan senang hati. Aku dan Titi selalu mengontrol apapun yang kurang," katanya lagi. Titi Kamal berkesempatan melaunching sendiri restoran tersebut. Rekan-rekan seperti Okan Kornelius dan sang istri pun turut hadir. Acara tersebut dibuka juga dengan demo memasak ala Titi dan Sarah. Di depan para wartawan dan tamu undangan, mereka membuat resep spesial berbahan dasar terong yang diberi nama 'Lolipop Terong'. "Berdiri sudah 5 bulan, tapi berjalan baru 3 bulan ini. Awalnya karena sering ngumpul bareng, iseng-iseng ngobrol ya sudah jadi," ungkap Titi. Titi dan Sarah juga punya cara khusus mempromokan produknya itu. Ia mengaku melalui situs microblogging Twitter adalah promosi paling enak. "Di Twitter sudah ada banyak follower, banyak sekali yang memesan di sana, promosi lewat media online. Kalau lagi show ke daerah, saya juga sempatkan untuk promosi," tuturnya. (net)

BANGKA - Vokalis grup musik Ungu akhirnyĂ  naik ke atas panggung dan menghibur ribuan massa yang menghadiri kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bangka Belitung (Babel) nomor urut 3, Eko Maulana Ali-Rustam Effendi (Eko Trus), di lapangan Gelora Muntok, Bangka, Sabtu, 18 Februari 2012. Penampilan Pasha Ungu memukau ribuan massa yang memadati lapangan tersebut. Anak muda pun berteriak histeris menyaksikan penampilan Ungu. Namun sebelum Ungu tampil di atas panggung, massa yang hadir memadati panggung sehingga grup band Ungu ogah keluar dari mobil yang membawanya, jika massa yang ada di atas

Sigit Purnomo Syamsuddin Said Laki-Laki Islam Donggala, 27 November 1979

panggung tidak diturunkan lebih dulu. Pengamanan ketat dari jajaran Polres Bangka Barat, masih mengamankan rute di sekitar panggung, untuk jalannya Pasha cs menuju panggung. Sementara massa masih bertahan dibelakang pagar betis untuk menyambut kedatangan Ungu. Sejumlah fans fanatik Ungu, tampak tidak sabar menunggu sang idola keluar dari mobil dan memasuki arena panggung kampanye. "Huh, lambatnya, Pasha.....," teriak seorang cewek di belakang barisan pengamanan rute Ungu ke lokasi panggung kampanye Eko-Rustam di lapangan Gelora Muntok, Sabtu, 18 Februari 2012. (net)

Bahan: Roti tawar tanpa kulit 6 lembar Pisang tanduk 3 buah, kukus Keju asap lembaran 6 buah Minyak goreng 500 ml Bahan Pencelup: Tepung Pangko 200 gram Telur ayam 2 butir, kocok rata

KARYA musik kadang diilhami dari pengalaman pribadi. Lewat musik terkadang orang bercerita banyak hal segala tentang kehidupan penyanyinya. Tak terkecuali Ello. Penyanyi bernama asli Marcello Tahitoe pun menuangkan kisah pribadinya lewat musiknya. "Boleh dibilang 40 persen lagu di album gue ketiga ini berisi pengalaman pribadi," kata Ello kepada VIVAnews. Meski berisi kisah pribadi, penyanyi kelahiran Jakarta 20 Februari 1983 silam ini mengungkapkan, lagu yang dia ciptakan ini bukan ditujukan untuknya. Makanya, dia memberi tajuk albumnya "Taub Mumu" atau jika dibaca terbalik menjadi "Buat Umum". Karena tema album barunya itulah, Ello saat menyanyi di Score, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Februari 2012 malam tak hentinya mengungkapkan lagunya itu didedikasikan untuk penonton yang hadir. Ello hadir dalam pagelaran musik

bertajuk Deklarasi Cinta with Ello yang digelar Melon dan Langit Musik. Ello mengatakan, dari semua lagu yang di album barunya itu ada yang paling dia suka, yakni "Gak Kayak Man-

tan Mu" Ello mengakui album barunya ini sempat tertunda beberapa bulan dari jadwal semula. Ini karena terbentur jadwal yang padat. Awalnya akan diluncurkan September, lalu diundur November. Namun akhirnya bisa dirilis pada Desember lalu. Ditanya soal menggelar konser solo, Ello mengaku belum terlalu berani untuk mewujudkannya. "Pengen sih, tapi gak mungkin dalam waktu dekat ini. Kalau sudah bikin 3-4 album lagi baru berani," kata kekasih Julie Estelle ini. Putra ketiga dari pasangan musikus Minggus Tahitoe dan Diana Nasution ini memulai debut albumnya yang berjudul namanya sendiri pada 28 Februari 2005. Hit singlenya yang berjudul Pergi Untuk Kembali telah mendapatkan platinum dengan membukukan penjualan lebih dari 150 ribu kopi. (net)

SPEKTAKULER, itu kata-kata yang bisa diucapkan dari hampir 3,5 jam gelaran tur dunia Super Junior Super Show 4 Singapore yang digelar di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (18/02). Dengan panggung megah, lighting spektakuler dan kualitas dance serta vocal member Super Junior yang luar biasa, membuat ELF yang hadir pasti tercengang. Lagu Opera disajikan dengan panggung bergerak dan crane raksasa yang mengangkat Siwon, Ryeowook, Eunhyuk dan Sungmin. Ada juga kostum LED kala menampilkan lagu Bonamana, sehingga member Super Junior terlihat bersinar dalam kegelapan. Penampilan solo para member SuJu juga dikemas secara menarik. Sang leader Leeteuk unjuk skill bermain piano dan saksofon, Kyuhyun dengan harmonika, Henry dengan biola, piano dan gitar. Tak cukup han-

Untuk 12 orang

Senin 20 Februari 2012 Pukul 22.00 Wita Pemain: Daniel Wu, Marit Thoresen, Almen Wong Pui-Ha, Natalie Kyoko Waters Seorang wanita misterius, terkenal sebagai Madam M, menculik 40 remaja perempuan dan memindahkannya ke sebuah pulau untuk melatih mereka sebagai pembunuh bayaran. Mata-mata CIA, Jack Chen, telah menghadapi kasus ini selama enam tahun dan tidak memiliki satu petunjuk mengenai Madam M. Tapi semuanya berubah ketika beberapa pembunuhan mulai marak terjadi. Madam M kembali beraksi dan ia harus menghentikannya sekarang juga. Saksikan Naked Weapon, hanya di Global TV 100% Seru.

Bahan: 4 keping biskuit oreo, buang krimnya 200 g es batu, memarkan 4 skop es krim cokelat 100 ml air kopi kental Topping: whipped cream sirop cokelat/cokelat bubuk

Untuk 2 gelas

Jadwal Acara ya itu, sexy dance dari Sungmin dan Ryeowook mampu membuat stadium serasa meledak. Saat lead dan main vocal Super Junior bernyanyi, Yesung, SuJu membuktikan bahwa mereka bukan hanya boyband dengan modal wajah tampan. Bahkan Shindong juga tampil menghibur dengan berubah jadi HyunA,

membawakan lagu Trouble Maker dan Bubble Pop. Ketika dua lead dancer SuJu tampil, Eunhyuk dan Donghae, penonton semakin histeris. Mereka berlari ke depan ketika member SuJu berjalan di panggung di depan mereka. Pertunjukan ditutup dengan penampilan Destiny oleh semua member.(net)

Suami Cinta Penelope Selamat dari Badai Salju JAKARTA -- Grup musik Debu akhirnya mendarat di Jakarta dengan keadaan selamat setelah sebelumnya rombongan tersebut dihantam badai salju di Algeria. Cinta Penelope pun bisa bernafas lega. Selama berhari-hari, Cinta Penelope dirundung kecemasan setelah sang suami yang juga vokalis Debu, Mustafa tak memberikan kabar. Kabar terakhir yang didapatnya juga hanya mengisahkan tentang rombongan sang suami terhantam badai salju. Beruntung, kini rombongan grup tersebut sudah tiba dengan selamat di Jakarta. "Sudah tiba tadi," tulis Cinta kepada wartawan. Cinta juga mengaku kondisi sang

Black Iced Coffee

Cara membuat: - Taruh semua bahan dalam mangkuk blender. - Proses hingga lembut. - Tuang ke dalam 2 gelas saji. - Beri Toppingnya. - Sajikan segera.

Bahan Pelengkap: Sirup maple Cara membuat Roti Gulung Pisang : - Gilas roti tawar menggunakan rolling pin bergerigi hingga tipis, sisihkan. - Kupas pisang kukus, potong tiap pisang menjadi 2 bagian, sisihkan. - Bentangkan roti tawar, lapisi dengan selembar keju asap. - Letakkan sepotong pisang kukus diatasnya, gulung dan padatkan. - Celupkan roti tawar isi pisang keju dalam telur kocok, angkat. - Gulingkan dalam tepung pangko hingga merata dan seluruh permukaan roti gulung tertutup tepung pangko. - Panaskan minyak, goreng roti isi pisang hingga matang dan warnanya Kecokelatan. Angkat. - Potong tiap roti menjadi 2 bagian, sajikan dengan siraman sirup maple.

Big Movies

Kisah Pribadi di Tembang Ello

SS4 SG, Super Junior Suguhkan K-Pop Kelas Dunia Roti Gulung Pisang

Naked Weapon

Senin 20 Februari 2012 01:00 01:30 03:30 05:00 05:30 07:00 08:00 10:00 11:00 12:00 12:03 13:00 13:30 15:30 16:00 17:00 17:03 18:00 18:30 20:30 21:30 22:30

suami baik-baik saja. "Alhamdulillah kondisi mereka baik-baik saja," ujarnya. Debu dihantam badai salju saat men-

jalani tur di kota Algeria. Bus rombongan yang ditumpangi mereka juga sempat terjerembab akibat badai tersebut. (net)

23:30 23:33

SCTV FTV Utama SCTV Sinema Malam SCTV Sinema Dini Hari Indahnya Kebersamaan SL Liputan 6 Petang Infotainment : "Was Was" SCTV Musik : "SL Inbox" Infotainment : "Halo Selebriti" SCTV FTV Pagi: Hansip Pencuri Hatiku Liputan 6 Terkini SCTV FTV Pagi: Hansip Pencuri Hatiku Liputan 6 Siang SCTV FTV Siang Infotainment : "Status Selebriti" Cinta dan Uya Sama-Sama Kuya Liputan 6 Terkini Cinta dan Uya Sama-Sama Kuya SL Liputan 6 Petang FTV Cinta Istimewa : "Cinta Ungu Purple Love The Series " SCTV Sinetron : "Putih Abu-Abu" SCTV Sinetron : "Cahaya Gemilang" SCTV Sinetron : "Anissa Dan Anissa " Liputan 6 Terkini SCTV FTV Utama: Tasya, Cinta, Dan Marawis Catatan: Wita

RADAR SULBAR SENIN, 20 Februari 2012

ADVERTORIAL

16

Kunjungan Kerja dan Tatap Muka Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) RI

Agung Laksono Sabtu 18 Februari 2012

KUNJUNGAN kerja Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) RI Agung Laksono, Sabtu 18 Februari, membawa berkah bagi daerah ini. Dalam kunjungannya kali ini, Agung Laksono menyerahkan sejumlah bantuan serta menyaksikan penyerahan bantuan dari Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh kepada empat kabupaten di Sulbar serta melakukan dialog dengan Bupati serta tokoh masyarakat. Bantuan yang diserahkan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh berupa 1 unit mobil rescue komando, 1 unit mobil ambulance, dan 1 unit truk serbaguna untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar. Selain itu, ada pula bantuan untuk BPBD Mamuju berupa 1 unit mobil rescue dan 2 unit motor rescue. Sedangkan untuk Majene yaitu 1 unit rescue Ford Ranger, 1 unit dapur umum lapangan, dan 2 unit motor rescue. Bantuan untuk Mamuju Utara adalah 1 unit rescue komando dan dua unit motor rescue. Lalu untuk Mamasa berupa 1 unit rescue komando dan 2 unit motor rescue. Sementara bantuan dari Menkokesra Agung Laksono berupa subsidi siswa miskin dan tunjangan guru pendidikan dasar sebesar Rp 45.980.964.000. Bantuan khusus murid SMA/SMK, rintisan BOS siswa miskin SMA/SMK, dan tunjangan guru sebesar Rp 211.478.464.000. Bantuan operasional madrasah, beasiswa miskin, bantuan ruang kelas baru madrasah, dan bantuan pembangunan asrama pondok pesantren, bantuan pembangunan gedung perguruan tinggi Islam sebesar Rp 22.442.050.000. Ada juga bantuan alat olahraga yang diserahkan, serta bantuan langsung masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (BLM PNPM) Mandiri untuk Sulbar Rp 125.400.040.000. Sebelum acara di acara di auditorium Kantor Gubernur Sulbar, Agung Laksono mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Belang-belang Kecamatan Kalukku dan menjanjikan bantuan 10 unit komputer. Agung Laksono juga menyambangi salah satu PNPM Mandiri Perdesaan di Kalukku dan berdialog dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah tersebut. Agung juga menyempatkan diri meninjau beragam hasil produksi lokal. Setelah itu, Agung mengunjungi kampus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Sulbar dan Rumah Sakit Umum (RSU) Regional Sulbar. Di RSU, Agung meninjau kondisi pasien penderita Hydrocepallus, Sepnimar. (adv)

Layanan ini dipersembahkan Biro Humas dan Protokol Pemrov Sulbar

FOTO: MUHAMMAD ALI AKBAR


Radar Sulbar