Issuu on Google+

RADAR PALEMBANG

KAMIS 12 APRIL 2012 ● HALAMAN 7

FOTO: SALAMUN

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bapenas RI Prof Dr Armida S Alisyahbana saat cara Musrenbang RKPD Sumsel didampingi gubernur Sumsel H Alex Noerdin membuka Musrembang RKPD Sumsel.

Maksimalkan Program Pro Rakyat Menteri PPN Buka Musrenbang RKPD Sumsel

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin berbincang dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau kepala Bapenas RI Prof Dr Armida S Alisyahbana saat cara Musrenbang RKPD Sumsel.

Prioritas pembangunan Sumsel di kancah nasional terus disorot. Tak terkecuali di ajang Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) dibuka langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas RI, Prof Dr Armida S Alisjahbana Provinsi Sumsel 2013 digelar di Hotel Aryaduta, kemarin (11/4).

renbang Kabupaten/Kota hingga Musrenbang Provinsi. Saat ini, negara Republik Indonesia mengalami gejolak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tentunya berimplikasi pada pengetatan APBN dan akan ber-

pengaruh juga pada anggaran kementerian atau lembaga yang akan turun ke daerah. Untuk menyikapi, ia mengutip pernyataan Presiden RI SBY, dengan kebijakan peningkatan penerimaan melalui peningkatan

dari sektor pertambangan, penghematan energi, penggunaan gas domestik yang terkait dengan penghematan penggunaan listrik berbahan baku BBM, serta peningkatan investasi yang didukung dengan iklim dan aturan yang konduisif. Sedangkan untuk daerah, menyikapi gejolak tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kinerja pelayanan publik dengan sebanyak-banyaknya. Menggelontorkan kegiatan yang berpihak kepada masyarakat (Pro Rakyat). “Percepatan penggunaan anggaran daerah akan sangat berpengaruh pada percepatan perguliran ekonomi di masyarakat. Implikasinya, tentu akan meningkatkan penerimaan masyarakat. Dampaknya, kinerja daya serap anggaran akan semakin melejit di masing-masing instansi pemerintah,” jelasnya. Pemerintah sebagai fasilitator pembangunan sudah seharusnya memberikan kinerja yang baik kepada masyarakat yang ditunjukkan melalui peningkatan indikator-indikator pembangunan makro yang secara seragam untuk dipakai di semua daerah. Indikator-indikator inilah yang akan mengindikasikan maju atau tidaknya pembangunan. Ditunjukkan oleh tingkat pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan pembangunan antar wilayah. Terma-

suk indikasi tingkat kemiskinan, penganguran dan kesehatan akan terus menjadi barometer. Indeks Pembangunan Manusia (IPM), seringkali digunakan sebagai alat ukur berhasil tidaknya pemerintah menetapkan kebijakan dan memanfaatkan anggaran publik yang mendahulukan kebutuhan masyarakat. Indikator-indikator inilah, hendaknya menjadi pemicu bagi semua untuk meningkatkan layanan publik, dengan penyusunan secara tepat dan cepat. berorientasi pada manfaat. Sehingga bisa mengantisipasi berbagai perkembangan global, nasional dan lokal. “Inilah target dalam Musrenbang kali ini, jelas untuk keper\ntingan masyarakat,” ungkapnya. 30 Trilliun Tertunda Cair Sementara itu, Mentri PPN sekaligus ketua Bappenas Armida S Alisjahbana mengakui, saat ini pemerintah terpaksa melakukan penundaan pembagian dana pada program-program kompensasi untuk masyarakat dengan nilai total sebesar Rp 30 triliun. Sebagai akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang batal dilaksanakan. Sedianya dana tersebut akan dialokasikan untuk lima program kompensasi diantaranya, diantaranya program kompensasi pembagian BLSM, (Bantuan Langsung Sementara Masyara-

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau kepala Bapenas RI Prof Dr Armida S Alisyahbana didampingi Gubernur Sumsel saat diwawancarai media.

kat), infrastruktur desa. Konpensasi angkutan umum, peningkatan unit cost untuk program keluarga harapan, dan beasiswa miskin. Lima item yang ditunda ini menurut Armida mutlak. Tidak mungkin membelanjakan sesuatu jika dananya tidak ada. Meski begitu kebijakanya, Armika optimis, tidak akan berdampak buruk. Saat ini Menteri Keuangan sedang melakukan perhitungan ulang semuanya, diharapkan tetap merespon mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi, yang pada mulanya ditargetkan sebesar 6,7 persen menjadi 6,5 persen pada APBNP. Dalam implementasi APBNP 2012, terkait harga BBM akan mengalami revisi target peruba-

han ekonomi makro. Angka 6,5 masih cukup realistis, namun target ini tidak hanya kerja dan tugas pemerintah pusat untuk mencapainya tapi juga perlu dukungan kinerja pemerintah daerah. Sementara tingkat inflasi, semula 5,3 persen menjadi 6,8. Penundaan ini menurutnya, harus terus ditekan ke angka 4.5 hingga 5 persen. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan langkah-langkah kebijakan pengamanan APBN 2012 yang komplit terutama untuk program jangka pendek supaya secara fiskal negara ini bisa dalam kondisi aman. ”Jika semua pihak berkontribusi untuk perbaikan ini, saya yakin, tidak ada istilah ‘tertunda keberhasilanya’,” tegas Armida. (ayu/*)

S

ELAIN dihadiri langsung Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, tampak juga turut hadir Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf, Kapolda Sumsel Ir Pol Drs Dikdik Mulyana Arif Masyur, Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI M Nasir, juga jajaran Walikota/ Bupati se-Sumsel dan berbagi unsur lembaga instansi lainnya bersama jajaranya. Selain mengungkapkan rasa bangganya dan terimaksih atas kehadiran Menteri PPN dalam kesempatan kemarin. Dalam sambutannya Alex menegaskan, musyawarah perencanaan pembangunan daerah ini, diharapkan bisa melakukan penyusunan rencana kerja pembangunan daerah Provinsi Sumsel 2013 lebih baik lagi dan terarah. Kendati ini agenda rutin, namun dalam tuntutan pelaksanaanya, tetap mengacu resmi pada Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang perencanaan pembangunan nasional. Menerangkan bahwa Musrenbang merupakan acara rutin tahunan, tempat bertemunya stakeholder atau antar pelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan daerah untuk menghasilkan sinergisitas pembangunan antar sektor dan antar wilayah yang dimulai dari Musrenbang Kecamatan, Mus-

Suasana Musrembang RKPD Sumsel yang dibuka Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau kepala Bapenas RI Prof Dr Armida S Alisyahbana dan dihadri langsung gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan para Muspida.


RP1_12042012