Issuu on Google+

MENTAWAI NEWS

4

FASILITAS PENDIDIKAN DI SIBERUT UTARA MEMPRIHATINKAN

KOMPUTER ERROR, HANYA 25 ORANG TEREKAM E-KTP MENTAWAI NEWS

6

MENTAWAI NEWS

Tabloid Alternatif Dwimingguan

Puailiggoubat Untuk Kebangkitan Masyarakat Mentawai

20 1-

No .2 4 14 Tah J un 3 ul

i2 X 01 2

HARGA ECERAN RP 3000

KAPAL GRATIS, PAD MENTAWAI TERANCAM HILANG RP 1,2 MILIAR

Puailiggoubat NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Uggla Tai makolou nia ragalai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) ka rura 2011 ka Kabupaten Mentawai bailiu ragalai Panitia Khusus (Pansus) sai DPRD, ka panandat Desember 2011 silelepak. Sipaatutda, Pansus masasegeakek nia ka sipuutek DPRD ka Juli nene.—3

Dari Re daksi

Karut Marut PNPM

Pembaca setia, Puailiggoubat edisi ini akan mengulas pelaksanaan PNPM MP 2011 yang diduga banyak terjadi masalah.Penggunaan anggaran PNPM harus kita kawal karena menggunakan dana publik yang sangat besar. Penggratisan ongkos KM Simasin juga menjadi sorotan karena bertepatan saat libur sekolah, penumpang membludak dan praktik calo tiket merebak. Ada juga

Penumpang ka kapak Pemda Mentawai maigi sia ka teteret puariat sikolah kalulut tak ralului, ibailiu Pemda tak rasilok PAD Rp1,2 miliar ka bagat sangarura.--4 Sakalaggaijat marereu bagatda kalulut pasailiat polak sitaibara lului silit siuremanda.--5 Mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Mentawai, Suwardi, ra tuntut nia 6,5 ngarura penjara ka lulut rakuania masipakatai bulagat Dana Alokasi Khusus (DAK) samba bulagat pendamping ka Dinas Pendidikan Mentawai rura 2009.—8 Kalulut tai aaili nia sinyal ibailiu sirimanua ratatra leleu bulek moi raputelepon elek masikau pesan. Maigi tower sigoisok sigalaira tak ma uju katai.--21 COVER DEPAN: 1 FOTO:BAMBANG/PUAILIGGOUBAT 1 DESAIN: SYAFRIL TABLOID ALTERNATIF DWIMINGGUAN

Puailiggoubat Terbit setiap tanggal 1 dan 15

ISSN: 1412-9140 PENERBIT: Yayasan Citra Mandiri PEMIMPIN UMUM/USAHA: Roberta Sarogdog PEMIMPIN REDAKSI: Yuafriza DEWAN REDAKSI: Roberta Sarogdog Rus Akbar Saleleubaja REDAKTUR: Rus Akbar Joni Aswira Putra Syafril WARTAWAN DAERAH: Gerson Merari Saleleubaja (Muara Siberut) Bambang Sagurung (Sikabaluan) Rapot Pardomuan (Sipora) Irman Jhon (Sikakap) Rinto Robertus (Saibi) Ferdinan Salamanang (Sikakap) Patrisius Sanene’ (Padang) Daud Siribere (Siberut Barat) Legend Satoinong (Siberut Selatan)

Hutang Raskin Rp18 Juta Lunas Menyikapi sms pembaca Puailiggoubat No.242,15 -30 Juni 2012 berjudul “Raskin Untuk Siapa?” itu sama sekali tidak benar. Faktanya adalah raskin pada tahun sebelumnya di Kecamatan Siberut Barat Daya masih terhutang Rp 18 juta. Hutang tersebut sudah dilunasi oleh camat baru PIR PAULUS dengan uang pribadinya. Kemudian raskin sudah didistribusikan langsung ke desa dan dusun oleh pegawai kecamatan atas perintah Camat. Perlu saya jelaskan bahwa seluruh pegawai kecamatan tidak mendapatkan jatah raskin karena itu buat masyarakat. 081266816609

Jangan Dipersulit Entah apa yang harus kami katakan atas pelayanan dinas Capil Mentawai, sudah susah mengurus berkas persyaratan dari dusun ke desa, desa ke kecamatan, kecamatan ke kabupaten, dengan biaya transportasi pribadi, setibanya di kabupaten, berkas yang sudah kita serahkan sebelumnya katanya hilang sebagian, sementara kita sudah diberikan bukti bahwa berkas kita

sudah lengkap. Alasan para pegawai CAPIL terkesan kurang bertanggungjawab! Kalau memang kami harus “membayar”, kami akan bayar! jangan mentangmentang gratis kami dipersulit. Sura 081267501567

Bangun Jaringan Komunikasi Kepada yth: Bupati Mentawai Kami masyarakat siberut barat daya sangat mengharapkan agar jaringan komunikasi (telkomsel) bisa dibangun, kemudian sarana dan prasarana pendidikan juga mohon diperhatikan agar anak-anak kita bisa memperoleh haknya atas pendidikan dan kesehatan. 082388475457

Instalasi LIstrik Pasibuat Kepada Yth: PLN dan Camat Sikakap. Kami atas nama warga dusun Pasibuat ingin bertanya, Kapan di dusun Pasibuat dilakukan instalasi PLN ? Kami sangat membutuhkan jaringan listrik sekarang ini. 081374783441

Tarif Iklan Puailiggoubat

DISTRIBUTOR DAERAH: Arsenius Samaloisa (Sioban) Gerson (Siberut Selatan) Bambang (Siberut Utara) Juanda (Siberut Barat) ALAMAT REDAKSI DAN USAHA: Jl. Kampung Nias 1 No. 21, Padang. Telp (0751) 7877373 - Fax. (0751) 35528 REKENING: Bank Nagari Cabang Pembantu Niaga, Padang No.2105.0210.0207-1 PENCETAK: PT Riau Graindo, Pekanbaru (Isi di luar Tanggung Jawab Percetakan). Wartawan Puailiggoubat selalu dilengkapi Kartu Pers dan (sesuai Kode Etik Jurnalistik) tidak dibenarkan menerima suap (‘amplop’) dari narasumber.

www.puailiggoubat.com

CATATAN: Biaya Iklan sudah termasuk PPn 10 persen sesuai UndangUndang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa.

hal baru dalam edisi ini yakni rubrik Sisi Lain yang mengangkat profil singkat orang-orang yang dinilai memiliki prestasi, unik atau sukses. Semua yang kami hadirkan, tak lain untuk memuaskan para pembaca setia. Selamat membaca.

Redaksi

2

3

Puailiggoubat

Puailiggoubat

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

NO. 229, 15 - 31 Desember 2011

7

KARUT MARUT PNPM MENTAWAI 2011

MENUNGGU HASIL PANSUS DPRD Aroma ketidakberesan dalam pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) tahun 2011 di Kabupaten Mentawai mendorong DPRD setempat membentuk Panitia Khusus (Pansus), awal Desember 2011 lalu. Rencananya, Pansus akan melaporkan hasil-hasil temuannya ke pimpinan DPRD awal Juli ini. Gerson Merari Saleleubaja

erbagai kejanggalan pelaksanaan PNPM MP Mentawai tahun 2011 yang beranggaran Rp29 Miliar terjadi dalam berbagai modus, misalnya ada proyek yang tidak sesuai bestek, kwitansi fiktif atau pelaporan proyek yang tidak sesuai dengan hasil fisik dan waktu pengerjaan molor melebihi tenggat. Dari telusuran Pansus DPRD Mentawai, pelaksanaan PNPM MP 2011 sarat penyimpangan. Seperti dimuat di Puailiggoubat edisi229, 1-14 Desember 2011 halaman 10, disebutkan berbagai temuan pansus. Ketua Pansus PNPM MP, Bin Geas Syihan kala itu menyebutkan, dugaan penyelewengan dana sepanjang tahun 2009 hingga 2011 sebesar Rp40 miliar. Salah satu proyek yang diungkap Geas adalah jalan terobosan dari Parak Batu ke Talok Pulei di Pagai Selatan. Proyek ini adalah anggaran tahun 2009, namun pengerasan jalan tidak dilakukan meski uangnya habis. Sebanyak Rp129 Juta uang raib di tangan Fasilitator Kecamatan (FK) yang dijabat oleh Nelsen. Temuan lain, dalam anggaran tahun 2010, Desa Makalo juga mendapatkan paket PNPM untuk pembangunan jalan sepanjang 960 Meter dan jembatan 1 unit.Pansus menemukan jembatan belum selesai, tapi uang habis bahkan sekitar 200 sak semen digunakan sebagai penimbun atau urukan oleh karena telah mengeras. Di samping itu pansus juga menemukan bahwa upah pekerja tidak dibayarkan. Demikian juga di Dusun Bere, proyek PNPM untuk membangun jalan dan jembatan, namun sepanjang 110 Meter jalan belum selesai dibangun namun dana sudah habis. Di Desa Sinaka, pansus menemukan puskesmas pembantu yang belum selesai. Sementara di Dusun Boriai, juga Desa Sinaka, ditemukan pembangunan tiga lokal SD Filial 06 Sinaka yang dibiayai PNPM MP 2010 yang belum selesai. Keramik bagian luar belum

B

selesai demikian juga pintu dan jendela belum dipasang. Anggaran setiap proyek PNPM menurut Geas adalah Rp332 Juta dan alirannya dari KPKN ke rekening Pemkab, dan dari Pemkab ke rekening UPK di BRI. Sebanyak 2 persen dari total anggaran dialokasikan untuk kegiatan UPK dan 3 persen untuk operasional TPK. Menurut Geas, untuk 10 kecamatan di Mentawai, masing-masing mendapat Rp4 Miliar dana PNPM MP atau sekitar Rp40 Miliar setahun. Sekitar 75 persen dari dana PNPM bersumber dari APBN dan 25 persen dari APBD Mentawai. Kepada Puailiggoubat pertengahan Juni lalu, Geas menolak membeberkan temuan terbaru pansus. “Pansus masih berjalan, belum bisa dibeberkan,” kata Geas melalui sambungan telepon. Sementara Wakil Ketua DPRD Mentawai, Nikanor Saguru mengatakan, hasil temuan pansus belum sampai ke jajaran pimpinan DPRD. “Kemungkinan baru Juli nanti, hasil pansus akan dibahas di sidang DPRD,” kata Nikanor kepada Puailiggoubat melalui telepon, 25 Juli lalu. Berbagai Masalah PNPM Berdasarkan pemberitaan tabloid Puailiggoubat medio pertengahan hingga akhir 2011, Kejanggalan yang ditemukan antara lain pembangunan jalan, jembatan dan gorong-gorong di Dusun Katiet, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan. Proyek berdana Rp318 Juta itu ternyata tidak selesai sesuai bestek, alasannya volume pekerjaan lebih besar daripada yang direncanakan. Jembatan sepanjang 7 meter dan gorong-gorong sebanyak 1 meter termasuk dalam anggaran itu tidak tuntas di kerjakan. Padahal targetnya tahun lalu selesai, namun uang sudah keburu habis. Proyek lain, pembangunan satu unit asrama siswi SMP di Dusun Paddarai, Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, senilai Rp348.009.300, pada pertengahan November 2011 juga tidak sesuai

FOTO:BAMBANG/PUAILIGGOUBAT

JALAN PNPM - Jalan PNPM-MP di Tamairang yang tidak sampai batas addendum bestek. Dari kontrak, ukuran asrama harusnya 14 X 13,22 Meter tapi kenyataannya yang dibangun hanya 13 X 14,22 Meter. Di Kecamatan Siberut Utara misalnya, pengadaan sarana air bersih di Desa Monganpoula dari PNPM 2011 tidak berhasil. Proyek senilai Rp332,5 Juta ini gagal karena kesalahan teknis. Namun anehnya, Fasilitator Teknik PNPMMP Kecamatan Siberut Utara, Herman Dodi melaporkan pekerjaan telah siap 100 persen. Mengenai hal ini, Herman Dodi memiliki jawaban sendiri. Dikonfirmasi Puailiggoubat Kamis, 21 Juni 2012 lalu, Herman membantah telah membuat laporan fiktif. Ia mengaku pernah ditegur oleh tim pengawas dari kabupaten terkait laporan yang dinyatakan fiktif oleh pengawas, namun dirinya menyebutkan tak seratus persen hal itu benar. Pelaksanaan pekerjaan pembangunan air bersih di Mongan Poula katanya sudah selesai semua, namun saat diuji coba, air tak mengalir. “Tapi laporan penyelesaian pekerjaan telah sampai dulu di kabupaten, itu yang jadi temuan saat tim datang,” katanya. Lanjutnya, air memang saat itu tak mengalir karena pekerja tidak mengindahkan petunjuk teknis, kesalahan itu sedang diperbaiki dan terakhir air telah mengalir sejauh kurang lebih 250 meter dari sumber air. Di Siberut Tengah lain lagi, pembelian 92 karung gajah mini dari PNPM MP 2011 senilai Rp11 Juta hanya membusuk begitu saja di samping rumah Sekretaris TPK, Jimmy Siritoitet.

Selain rumput gajah mini yang tak jelas gunanya apa, jalan sepanjang 1.200 meter dengan anggaran Rp300 juta juga tak selesai, sepanjang 427 meter dengan lebar 3 meter tak selesai sedangkan anggaran tak mencukupi lagi. Meski memakai kata pemberdayaan masyarakat, tapi kenyataan di lapangan penyusunan program PNPM MP di tingkat desa hanya melibatkan beberapa pihak saja, seperti kepala desa, BPD dan jajaran pengurus sementara keterlibatan masyarakat dalam penyusunan program sangat minim, paling tidak itulah yang terlihat di Kecamatan Siberut Selatan. Prinsip pelaksanaan PNPMP yang mengusung partisipasi atau pelibatan masyarakat di setiap kegiatan harus melibatkan masyarakat, termasuk kelompok kurang mampu dan kaum perempuan serta akuntabilitas di mana masyarakat harus memiliki akses memadai terhadap segala informasi dan proses pengambilan keputusan, sehingga pengelolaan kegiatan dapat dilaksanakan secara terbuka dan dipertanggunggugatkan, baik secara moral, teknis, legal maupun administrativ memudar. Anehnya, dari sekian permasalahan yang terjadi pada pelaksanaan PNPMP di Mentawai sepanjang 2011 tak ada satupun laporan yang menyebutkan bahwa di suatu tempat bangunan itu tak selesai atau infrastruktur itu tak sesuai bestek, dengan kata lain semua laporan bersih, tak ada cela. Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) Sumbar tahun 2011, Zukirwan Chan, menampik tudingan

berbagai temuan dan kejanggalan itu. Ia mengaku selama menjabat sebagai PJOK, tidak ada bangunan yang dibongkar karena kesalahan bestek dan tidak ada juga bangunan yang tidak selesai. “Itu tidak benar, dari pantauan saya di lapangan hal itu tidak terjadi,” katanya. Diakui Zukirwan, keterlambatan penyelesaian proyek memang ada namun penyalahgunaan dana atau mark up tidak ada. Ia mengaku selama ini laporan ke Jakarta selalu baik. “Saya sudah berusaha sebaik mungkin melaporkan ke Jakarta terkait pelaksanaan program agar Mentawai selalu dapat jatah dana, kalau ini kan sangat mengganggu dan akibatnya bagi Mentawai tak baik,” katanya. Mengenai berbagai temuan pansus DPRD, Zukirwan menganggapnya tidak benar. “Banyak kepentingan politis di dalamnya sehingga tak bisa dipedomani, saya juga belum pernah dikasih tahu hal itu,” katanya. Adanya karut marut dalam pelaksanaan proyek ini, masyarakat Mentawai harus terus mengawasi pelaksanaan PNPM ini sekaligus mendesak pansus DPRD mengumumkan temuannya segera. Sebab dana PNPM ini adalah dana publik yang bersumber dari utang luar negeri. Anggarannya juga bertambah tiap tahun. Fasilitator PNPM Sumatra Barat tahun 2012, Ikhvan kepada Puailiggoubat mengatakan, tahun ini dana yang akan dikucurkan untuk Mentawai Rp46 Miliar. Sebanyak 95 persen dari dana itu bersumber dari APBN dan 5 persen dari APBD. (o)

Puailiggoubat NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Tuntutan Tak Selesai, Sidang Mantan Bupati Mentawai Ditunda 2 Kali PADANG - Sidang mantan Bupati Mentawai Edison Saleleubaja dan mantan Kepala Dinas Kehutanan Mentawai Samuel Panggabean sempat ditunda dua kali. Keduanya disidang terkait dugaan penyimpangan dana PSDH Mentawai tahun 2005, senilai Rp1,5 Miliar. Sidang yang ditunda pada Kamis, 21 Juni dan Senin, 25 Juni disebabkan karena reqruit tuntutan jaksa penuntut kepada kedua terdakwa belum diturunkan, untuk itu jaksa meminta menunda sidang lagi dan meminta Hakim memberi waktu 1 minggu menyelesaikan tuntutan Jaksa tersebut. “Sidang kali ini kami minta waktu seminggu lagi karena reqruit tuntutan kami belum diturunkan,” Kata jaksa Edmon Rizal kepada hakim. Ketua Majelis Hakim, Jhon Effreddi meminta Jaksa untuk mempercepat tuntutan tersebut, “Saya mohon kepada jaksa tuntutannya agar dipercepat jangan lama-lama,” kata Jhon Effreddi. Untuk mendengarkan tuntutan Jaksa atas kasus tersebut, sidang akan kembali digelar pada Senin, 2 Juli 2012. (trs) FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

DITUNDA - Mantan Bupati Mentawai, Edison Saleleubaja dan mantan Kepala Dinas Kehutanan Mentawai Samuel Panggabean mendengarkan penundaan sidang

Daya Listrik Terbatas, Perekaman e-KTP Macet SAIBISAMUKOP - Proses perekaman KTP elektronik (e-KTP) di Desa Saibisamukop, Kecamatan Siberut Tengah macet karena terbatasnya daya listrik. Camat Siberut Tengah, Jarson Sauddeinuk mengatakan, semua alat pembuatan e-KTP sudah tersedia, namun setelah diuji coba, ternyata daya listrik tidak cukup. “Alatnya semua sudah tersedia untuk kita di Siberut Tengah, dipasang oleh Dinas Kependuudkan dan Catatan Sipil kemarin, namun saat dicoba arus tidak sanggup, untuk satu eKTP aja sudah tidak mampu mesinnya,” kata Jarson, 21 Juni lalu. Karena itu, proses perekaman data e-KTP terpaksa dihentikan, padahal Jarson sudah menargetkan perekaman eKTP untuk 4.000 warganya rampung Oktober 2012 nanti. “Kita masih menunggu solusi dari Pemkab di Tuapeijat, karena kalau dipaksakan alatnya dipakai, takutnya rusak,” kata Jarson. (rr)

4

Kapal Gratis, PAD Mentawai Terancam Hilang Rp1,2 Miliar Penumpang kapal Pemda Mentawai membludak saat liburan karena ongkos digratiskan. Pemda kehilangan PAD Rp1,2 Miliar per tahun.

Gadis bernama Anisa, seorang pelajar kelas II SMA Pariaman yang berasal dari Desa Monganpoula Kecamatan Siberut Utara itu hendak berlibur ke kampung. ABK lalu mengizinkan Anisa naik sebentar untuk mengambil tas dan barang bawaan. Namun setelah masuk kedalam, ia tidak mau keluar lagi kendati diminta oleh ABK dan petugas pelabuhan. Anisa yang dibujuk untuk keluarpun nekad bertahan untuk berangkat. Untung, penumpang lain, Junaidi bersedia memberikan tiketnya untuk Anisa. Ia memilih tidak jadi berangkat. Kapal akhirnya berangkat sesuai dengan yang dijadwalkan, pukul 21.00 WIB dengan membawa 110

penumpang dan meninggalkan puluhan calon penumpang yang tidak memiliki tiket di Pelabuhan Muara Padang, Sumatera Barat. Luhut Hutagalung, pimpinan PT. Asimi yang mengelola penjualan tiket KM Simasin, mengatakan calon penumpang telah mengantri sejak pukul 07.00 WIB dan dua jam kemudian tiket ludes terjual. Membludaknya penumpang, selain liburan juga disebabkan gratisnya tiket kapal. Penumpang cukup membayar Rp5.000 untuk asuransi. Pembebasan ongkos kapal itu sesuai edaran Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, yang ditujukan kepada Pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), pimpinan pelaku usaha, pimpinan BUMN/ BUMD (Badan Usaha Milik daerah) dengan nomor :970/01/ Huk-2012 tertanggal 30 April 2012, tentang penghentian pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah. Meski tiket telah digratiskan, praktik percaloan diduga ternyata masih ada. Puailiggoubat yang ikut dalam pelayaran KM Simasin Senin malam itu, mendapat pengakuan seorang penumpang bernama Sujiman, yang menyatakan ada orang yang menjual tiket seharga Rp70 Ribu. Hal sama juga ditemukan Puailiggoubat saat pelayaran dari Sikabaluan ke Padang, 19 Juni lalu. Ada beberapa penumpang yang bmendapat tiket setelah membayar Rp50.000. (o)

hingga Rp800 Juta per tahun. “Sebenarnya pemerintah bisa saja menghentikan sementara jadwal pelayaran kapal sebagai cara berhemat, namun dampaknya tentu kepada masyarakat yang butuh transportasi, itu yang jadi perhitungan dan perhatian kami sehingga kapal jalan terus,” kata Tarsisius. Ia menampik dugaan lambannya pembahasan Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah oleh DPRD karena belum cairnya tunjangan perumahan. “Ah, tidak ada itu, memang terlontar ucapan itu dari beberapa anggota DPRD tapi hanya sebatas kelakar,” katanya. Terkait adanya calo dan masih adanya pungutan di KM Simasin, Tarsisius sangat menentangnya. Menurutnya, praktik itu muncul karena keterbatasan armada kapal yang tidak sanggup membawa semua penumpang. Belum

lagi ada oknum aparat yang memaksa ikut meski kapal penuh. “Anak buah kapal kita pernah digertak dan hampir dipukuli calon penumpang gara-gara menolak dengan alasan kapasitas muatan sudah penuh, itu jadi problem,” katanya. Sementara anggota DPRD Mentawai, Rasyidin Syaiful, mengatakan pembahasan Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah, baru akan dilakukan. Pengagendaan terlambat karena Badan Legislasi Daerah yang bertugas menginventarisir perda-perda yang telah terbentuk belum ada. Ia menampik rumor yang menyebutkan keengganan pembahasan perda oleh DPRD karena tunjangan perumahannya tak dicairkan oleh eksekutif. “Oh, itu tak benar, yang betul baru masuk agenda DPRD tahun ini,” katanya.(gsn/o)

FOTO:GERSON/PUAILIGGOUBAT

Gerson Merari Saleleubaja Bambang Sagurung

ore itu, Senin, 25 Juni 2012, Pelabuhan Muaro Padang dipadati calon penumpang KM Simasin tujuan Padang menuju Sikabaluan, Siberut Utara, Kabupaten Mentawai. Maklum, liburan baru saja mulai, para pelajar yang sekolah di Padang banyak yang pulang kampung. Apalagi, kapal milik Pemda Mentawai ini digatiskan ongkosnya oleh pemerintah sejak awal Juni lalu. Seorang ibu muda tampak memelas kepada petugas pelabuhan saat dilakukan pengecekan keberangkatan, namun petugas menggeleng. “Ibu bisa memohon. Tapi ini aturan. Kalau ibu kami izinkan naik tanpa tiket maka penumpang yang lain akan memohon juga,” jawab Rustam, petugas pelabuhan itu. Tak lama, barang bawaan si ibu berupa tas dan kardus yang sudah dimasukkan ke kapal dibongkar lagi

S

BEREBUT TIKET - Calon penumpang berebut tiket KM Simasin di loket penjualan pelabuhan Muaro Padang oleh ABK KM Simasin. Karena tak diizinkan naik untuk berangkat, beberapa calon penumpang yang tidak punya tiket terpaksa mengambil kembali tas dan barangbarang bawaan mereka yang telah disusun rapi sebelumnya didalam kapal. Mereka masukpun dengan pengawasan dan pengawalan petugas pelabuhan dan ABK. Ketika semua penumpang yang memiliki tiket sudah berada didalam kapal, pihak ABK dan petugas pelabuhan mulai membuka tali kapal. Tiba-tiba seorang gadis menjerit histeris memohon untuk diizinkan berangkat. Badannyapun terkulai lemas dihadapan ABK dan petugas pelabuhan.

PAD Mentawai Hilang Rp1,2 Miliar

P

endapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Mentawai akan hilang Rp1,2 Miliar per tahun akibat digratiskannya ongkos dua kapal penumpang pemda yakni KM Simasin dan KM Nade. “Akibat dibebaskan biaya penumpang untuk kapal pemda, maka PAD dari sektor perhubungan akan hilang Rp1,2 Miliar dalam setahun,” kata Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mentawai, Tarsisius Sakeru, kepada Puailiggoubat di Padang, 27 Juni lalu. Pembebasan biaya atau ongkos kapal penumpang itu menurut Tarsisius, karena belum adanya Perda Pajak dan Retribusi Daerah Mentawai. “Sebenarnya Draf Perda sudah diajukan ke DPRD 2010 lalu namun merujuk UU No. 28 tahun 2009, ada beberapa

item pajak dalam draf itu yang tidak boleh dikutip daerah, maka kita ajukan draf baru, 2011 lalu,” kata Tarsisius. Namun lanjut Tarsisius, pembahasan draf ditunda karena kesibukan Pilkada. “Mudah-mudahan prosesnya cepat, karena eksekutif dengan DPRD sudah menandatangani MoU, 25 Juni kemarin,” kata Tarsisius. Pembebasan ongkos kapal milik pemerintah itu diakui Tarsisius berdampak langsung pada PAD Mentawai. Jika dilihat pada 2011, sektor perhubungan menyumbang PAD sebesar Rp1,2 Miliar, “Jika perda ditunda terus dan ongkos gratis, maka PAD yang hilang sebesar itu,” katanya. Namun, meski PAD lumayan besar, sesungguhnya operasional kapal pemerintah ini tetap disubsidi, karena APBD Mentawai menyubsidi tiap kapal Rp700 Juta

5

Puailiggoubat

MENTAWAINEWS

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Warga Muslim Swadaya Bangun Mesjid SAUMANGANYAK - Warga muslim di Dusun Saumanganya, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Mentawai, berswadaya membangun mesjid untuk tempat ibadah. Ada sekitar 40 keluarga muslim yang berdomisili di daerah itu. Ketua panitia pembangunan mesjid, Dakamri, mengatakan sejak tinggal di Desa Saumanganyak belum ada mesjid sehingga sedikit kesulitan untuk mencari tempat untuk beribadah. “Setiap Jumat saya harus pergi ke Dusun Pasapuat untuk beribadah sementara warga muslim lainnya terpaksa mendatangi mesjid yang berada di Sikakap,” katanya, 18 Juni lalu. Melihat kondisi tersebut, sejumlah umat muslim yang berada di Desa Saumanganyak sepakat membangun masjid secara swadaya dengan ukuran 15 meter kali 15 meter. Sumber dana untuk pembangunan masjid tersebut dilakukan dengan cara pemungutan tiap KK Rp100 Ribu sehingga terkumpul menjadi Rp 4 Juta, pembangunan masjid pun sudah terlaksana sejak Januari 2012 lalu. Selain itu, penggalangan dana dilakukan dengan cara taken list ke 40 KK tersebut, sedangkan penggalian dana tambahan lain dilakukan secara sukarela dengan menjalankannya di Sikakap. (imj)

Pembentukan Forum Kades Batal SAIBISAMUKOP - Rencana pembentukan forum Kepala Desa se-Siberut Tengah batal karena ketidakhadiran Kepala Desa Saliguma, Amirudin Sakubou dan Kepala Desa Cimpungan, Yustinus Rencek, di Aula Kantor Camat, 21 Juni lalu. “Tidak hadirnya kades Saliguma dan kades Cimpungan sangat disayangkan, padahal kita punya dua agenda pembentukan sekaligus dan bagaimana forum komunikasi ini dibentuk kalau yang hadir Kades hanya satu dan duanya lagi tidak,” kata Sekretaris Camat Amril Saroro, 21 Juni lalu. Sementara Camat Siberut Tengah Jarson Sauddeinuk, mengatakan pembentukan forum bertujuan mengangkat dan memecahkan masalah pembangunan dan perekonomian diberbagai bidang di desa masing masing. “Forum ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kompetisi antar desa untuk meningkatkan pembangunan,” kata Jarson. (rr)

FOTO:RUS/PUAILIGGOUBAT

Tunggu Izin Menhut, Warga Desak Penetapan Huntap Warga mengkhawatirkan wacana tukar guling kawasan tanpa adanya kompensasi bagi tanaman mereka.

Malakkopa, saya sendiri belum tahu, karena kami belum ada rapat pembahasannya di tingkat desa, dan meskipun ada tukar guling, kami tidak mau bagaimana jadinya nanti dengan tanaman kami apakah harus kami angkat juga, kami cuma minta keseriusan Pemkab Mentawai untuk menyelesaikan huntap tersebut sehingga warga kami yang ada di pemukiman baru tenang,” kata Sudirman ketika ditemui Puailiggoubat di salah satu penginapan di kota Padang, Selasa, 26 Juni. Ia mengatakan, luas kawasan untuk daerah pemukiman baru yang akan direncanakan pemerintah sekitar 1.063 Ha akan dihuni sekitar 2.917 Jiwa atau 869 Kepala Keluarga (KK). Sementara untuk mata penca-

rian warga setempat sejak tsunami 2010 yang menghancurkan hampir seluruh rumah penduduk kini belum jelas sumber perekonomian masyarakatnya, namun hingga saat ini dikatakan kepala desa masih sangat banyak keluhan masyarakatnya seperti akses pendidikan, kesehatan dan pendapatan sumber ekonomi masyarakat. “Hingga saat ini kita sangat banyak kekurangan apalagi bidang pendidikan semuanya masih bantuan dari luar, dan menempuh jarak dari pemukiman baru ke sekolah anak-anak kita harus berjalan kaki sejauh 4 Km. untuk pela-yanan kesehatan juga kita sangat minim, kemudian untuk perekonomian masyarat saat ini mengandalkan nilam namun itu hanya sekedar mencukupi kebutuhan sehari-hari dan belum kebutuhan yang lain,” katanya. “Saya berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terutama mempercepat hunian tetap yang hingga saat ini masih tergantung-gantung dan untuk akses pendidikan, pelayanan kesehatan juga harus dibenahi, dan ekonomi pemerintah dapat memberikan bantuan kepada kami seperti bibit dan hal lain yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kami,” katanya. (o)

pengendali diantara penerimanya yaitu Edison Salelubaja, mantan wakil bupati Aztarmizi, dan sejumlah pejabat Mentawai ketika itu senilai Rp314 Juta, Kemudian di lingkungan Dinas Kehutanan Rp629 Juta, Kapenda Rp78 Juta, Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Rp78 Juta. Selain itu pembelian kendaraan 5 unit sepeda motor merek Suzuki Trail senilai Rp85 Juta dan 1 unit kendaraan roda 4 Toyota Fortuner senilai Rp362 Juta dan penggunaan dana tersebut menurut Jaksa penggunaan dana upah pungut. Total ke-rugian negara sekitar Rp1,38 Miliar. “Tidak sesuai dengan aturan

dan prestasi yang dicapai selain itu juga pembagian upah kata Jaksa harus ada Surat Keputusan Pembentukan tim dan pengaturan tugas masing-masing, dan SK Bupati hanya merupakan jastivikasi atau pembenaran terhadap perbuatan upah pungut,” kata Elan membacakan tuntutan Menanggapi tuntutan jaksa, Edison Saleleubaja melalui penasehat hukumnya Jhoni Kalangit meminta pledoi atau pembelaan secara tertulis. Penasehat hukum Edison Saleleubaja meminta waktu 1 minggu untuk menunggu pembacaan pledoi pada sidang, Senin, 9 Juli mendatang. (trs)

FOTO:RAPOT/PUAILIGGOUBAT

Patrisius Sanene’

enteri Kehutanan tengah memproses izin alih fungsi kawasan hutan untuk lokasihunian tetap (huntap) korban gempa dan tsunami Mentawai 2010 yang harus direlokasi. Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet menyatakan tengah menunggu izin keluar yang diperkirakan tiga minggu lagi. “Jika izin keluar, maka proses pembangunan huntap segera dilakukan,” katanya saat ditemui usai menghadiri Mubes Forum Mahasiswa Mentawai, 30 Juni lalu. Hal senada juga dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai Tarminta. Karena itu pihak Pemkab Mentawai belum tahu lokasi tetapnya huntap, termasuk luasan kawasannya. Namun menurut Tarminta, lahan pengganti yang disyaratkan Menhut berada tidak jauh dari lokasi huntap. Namun berapa persis luasnya dan apakah akan ada kompensasi bagi tanaman masyarakat jika terkena relokasi, belum bisa dijawab Tarminta. Sejauh ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) telah melansir jumlah huntap yang akan

M

HUNTARA - Huntara di Km 6 untuk warga Bulak monga dibangun yakni 2.072 unit. Kucuran dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Mentawai Rp1,1 Triliun. Sebanyak Rp280 Miliar dikelola BPBD Sumbar, sisanya Rp206 Miliar dikelola BPBD Mentawai. Warga Malakopa Desak Kejelasan Kompensasi Tanaman Terkait adanya rencana relokasi warga di pesisir pantai ke lokasi hunian tetap membuat warga Desa Malakopa, kecamatan Pagai Selatan resah. Wacana tukar guling kawasan antara hutan produksi dengan areal penggunaan lain menjadi penyebab. Kepala Desa Malakopa, Sudirman berharap pemerintah segera mempercepat penyelesaian huntap. “Mengenai tukar guling di desa

Edison Saleleubaja Dituntut 6,5 Tahun Penjara PADANG - Mantan Bupati Mentawai Edison Saleleubaja dituntut 6,5 tahun penjara atas kasus korupsi dana Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) Mentawai tahun 2005 di Dinas Kehutanan Mentawai. Pembacaan tuntutan disampaikan jaksa penuntut Atma, Elan dan Edmon Rizal membacakan tuntutan secara bergantian di Pengadilan Tipikor, Padang, Senin, 2 Juli 2012. Pembacaan tuntutan yang berlangsung kurang lebih 2 jam menerangkan tuntutan yang dijatuhkan tersebut sudah berdasarkan data dan fakta yang terungkap dalam persidangan, pemeriksaan terhadap sak-

si ahli, saksi fakta, hingga saksi-saksi dari sejumlah pegawaipegawai Dinas Kehutanan, Kantor Pendapatan Daerah (Kapenda) maupun Bagian Keuangan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menurut jaksa penuntut, pemberian upah pungut seharusnya tidak dilaksanakan karena dasar hukum yang digunakan yakni Surat Perintah Menteri Keuangan tahun 1991 dan Menteri Kehutanan tahun 1992, tidak sesuai dengan hirarki peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dana upah pungut yang tidak sesuai dimaksud oleh jaksa direalisasikan dalam bentuk insentif berupa upah pungut kepada tim

MENTAWAINEWS Siberut Tengah Buat Acara Menyambut Hut RI SAIBI - Turuk laggai dan panahan akan menjadi salah satu lomba yang akan dipertandingkan dalam menyambut HUT RI ke 67, 17 Agustus mendatang di Desa Saibisamukop, Kecamatan Siberut Tengah. Camat Siberut Tengah, Jarson Sauddeinuk, mengharapkan partisipasi masyarakat untuk memeriahkan 17 Agustus. “Kita berharap semua masyarakat berpartisipasi dan samasama memeriahkan HUT RI kita ini,” katanya, saat rapat pembentukan panitia HUT RI, di Kantor Camat, 21 Juni. Sementara itu, Ketua Panitia HUT RI ke 67 Kecamatan Siberut Tengah, Surkino Sanenek mengimbau semua unsure kepanitiaan bahu-membahu menyukseskan lomba. Dana yang diperlukan kira-kira Rp55 Juta akan disumbang dari dana PNPM, OMS, kas desa dan PNS. (rr)

Penyelesaian Empat Paket PNPM 2011 Dikebut BETUMONGA - Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) PNPM tahun 2011, Desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Mentawai mengejar target penyelesaian tiga paket proyek yang tenggat waktunya harus selesai 31 Juli mendatang. Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Betumonga, Almerianus Sakerebau, mengatakan pekerjaan telah rampung 85 persen. Paket yang sedang dikerjakan tersebut, jalan dari Simpang Minas ke Dusun Betumonga Selatan, sepanjang 900 meter dengan dana Rp304,5 Juta. Kemudian jembatan Mategeiluk dengan dana Rp250 Juta dan jalan Dusun Sabeuguggung sepanjang 850 meter dengan nilai dana Rp303,6 juta. Sementara paket jalan Betumonga Selatan sepanjang 800 Meter dengan dana Rp301,5 Juta sudah selesai sejak dulu. “Hingga kini pekerjaan masih dilanjutkan, hanya kita kehabisan dana di TPK untuk pembayaran material dan upah pekerja,” kata Almerianus, Selasa, 19 Juni lalu. (imj) FOTO:IRMAN JOHN/PUAILIGGOUBAT

SEMEN - Semen PNPM-MP di lokasi Rabat Dusun Betumonga

Puailiggoubat

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

6

Komputer Error, Hanya 25 Orang Terekam e-KTP Seharusnya petugas operator mendampingi selama satu minggu

FOTO:FERDINAN/PUAILIGGOUBAT

Irman Jhon

kibat peralatan elektronik untuk perekaman data KTP elektronik (e-KTP) di Kecamatan Pagai Utara mengalami kesalahan sistem, membuat sejumlah warga Kecamatan Pagai Utara terpaksa harus menunggu perbaikan peralatan elektroniknya, 18 Juni lalu. Rencananya, pelayanan perekaman data e-KTP di Pagai Utara diawali bagi warga yang berdomisili di pusat kecamatan, sebab apabila dalam pengoperasian mengalami kerusakan atau gangguan lainnya yang mengakibatkan kendala dalam pelayanan e-KTP. “Masyarakat tidak terlalu berhitung rugi karena tidak datang dari daerah yang jauh,” jelas Nurton Martoni Farles, salah satu operator e-KTP di Kecamatan Pagai Utara, Selasa, 19 Juni. Dalam proses pembuatan e-KTP ini merekam data sidik jari, retina mata dan foto untuk lembaran KTP

A

EKTP - Pelayanan E-KTP di Sikakap dan untuk mendapatkan lembaran KTP mesti menunggu beberapa waktu sebab cetaknya bukan di kecamatan, melainkan di Jakarta. Untuk Kecamatan Pagai Utara, sudah ada dua set elektronik untuk perekaman e-KTP dan empat orang operator diantaranya Darmenra Evanirwati Sakerebau - Rifki Rismauli Sirait dan Nurton Martoni Farles. “Kondisi itu ditargetkan melayani

masyarakat 150 perhari,” katanya. Namun belum sampai sehari perekaman dilangsungkan, peralatan e-KTP tiba-tiba bermasalah sehingga membuat sejumlah operator kebingungan dan perekaman data tak dapat dilangsungkan. “Tiba-tiba dalam layar komputer terdapat tulisan error dan tak dapat difungsikan, jadi untuk sementara kita tidak dapat melangsungkan

pelayanan sebelum ada perbaikan dan untuk sementara yang baru dapat terekam 25 orang untuk target pembuatan e-KTP secara masal hingga 31 Oktober mendatang,” katanya. Menurut Nurton Martoni, mestinya saat awal operasi petugas dari pusat mendampingi tenaga teknisi paling lama seminggu, sebab kalau rusak langsung memperbaikinya. (r)

Harga Pasir Naik Rp300 Ribu SAUMANGANYA - Hasil Musyawarah Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara yang dihadiri 70 warga dan unsur pemerintah menyepakati kenaikan harga pasir untuk proyek menjadi Rp300 Ribu per kubik. Musyawarah digelar di Kantor Desa, 20 Juni lalu. Menurut Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Pagai Utara, Ipantri Taileleu, harga tersebut sepakat karena jarak pengangkutan ke lokasi pembangunan jauh. “Selain jauh ini tujuannya untuk membantu ekonomi warga, apa lagi di desa ini ada lima dusun yang terkena bencana tsunami 2010 lalu,” katanya. Sementara Lister Syam, Kepala Urusan Pembangunan Desa Saumanganya, mengatakan kenaikan harga material ini dipengaruhi mahalnya harga kebutuhan rumah tangga seperti

beras, gula dan lain sebagainya. “Kenaikan harga material ini memang sangatlah wajar sebab kasihan masyarakat kita yang sudah setengah mati melangsir pasir namun uangnya serentak habis dipergunakan untuk membeli bahan makanan saat melangsir pasir,” katanya. Kenaikan harga ini, kata Ipantri akan disampaikan ke kabupaten, kecuali harga material pasir untuk pembangunan asrama SMP Saumanganya ditetapkan Rp150 Ribu per kubik. Selain penetapan harga pasir per kubiknya dalam musyawarah itu juga membahas Rencana pembentukan TPK di setiap dusun, sebab saat ini ada empat sampai enam kegiatan yang harus diawasi TPK. Simpan Pinjam Perempuan (SPP) juga dibahas karena adanya tunggakan pinjaman anggota dari beberapa Credit Union (CU),

pencicilan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) hingga 20 Juni belum mencapai 80 persen sehingga

dana perguliran SPP tak dapat dicairkan. (imj)

Dusun Sua Terancam Abrasi SUA - Gara-gara warga Dusun Sua, Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Te-ngah kerap menebang kayu bakau, menggali pasir, kerikil dan karang untuk P2D daerah tersebut terancam dikikis abrasi. Menurut Resman Sanakkat, 29 ta-hun, letak pemukiman warga diperkira-kan sekitar 50-70 Meter dari bibir pan-tai. Ini disebabkan karena abrasi terus terjadi akibat ulah masyarakatnya sen-diri. “Akibat warga sering mengambil ka-yu bakau untuk kayu bakar serta peng-ambilan pasir, kerikil dan batu karang untuk pembangunan, membuat daerah ini terancam kena abrasi,” katanya pada Puailiggoubat, 26 Juni. Efek samping P2D inilah akibatnya pantai yang semakin terkikis, sebab ti-dak ada lagi tempat lain untuk meng-ambil bahan material lainnya. Kondisi ini perlu perhatian dari masyarakat dan pe-merintah segera membangun talud menahan abrasi. (rr)

7

Puailiggoubat

MENTAWAINEWS

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Tiket Habis, Penumpang KM Simasin Protes PADANG - Ratusan penumpang tujuan Padang-Sikabaluan ribut-ribut di depan Kantor Asimi di Muara Padang, agen penjualan tiket kapal yang melayani rute PadangMentawai, Senin, 2 Juli, sekitar pukul 10.00 WIB. Keributan itu merupakan akumulasi kekecewaan penumpang yang telah menunggu sejak pukul 05.30 WIB. Seperti yang dialamiu Robertus, ia mengaku sudah menunggu sejak pukul 05.30 WIB, tapi saat loket baru saja buka, tiket sudah ludes. “Ini aneh, masa baru tiga orang yang beli tiket sudah habis,” katanya. Baru sekitar pukul 10.33 WIB, penumpang diajak rembuk oleh B. Pulungan dari TNI AL untuk meredakan keributan. Pulungan mengatakan, batas penumpang hanya 110 orang, jika lebih tak boleh karena melanggar aturan keselamatan pelayaran. Namun calon penumpan tetap mendesak agar daftar penumpang yang telah habis dikeluarkan sebagai bukti, Setelah petugas kapal berkeras mengatakan tiket memang habis, beberapa penumpang yang tak kebagian tiket terpaksa membeli tiket dengan tujuan PadangMaileppet, untuk selanjutnya ke Sikabaluan pada hari Rabu dengan kapal antarpulau. Sipen, agen tiket Kapal Simasin mengatakan, ada kesalahpahaman antara calon penumpang dengan agen. “Tak ada percaloan, penumpang saat beli tiket kadang 1 orang beli tiket untuk tiga orang karena dititip oleh rekan atau keluarganya, sehingga habis,” jelasnya. (gsn/r) FOTO:GERSON/PUAILIGGOUBAT

BEREBUT TIKET - Calon penumpang berebut tiket KM Simasin di loket penjualan pelabuhan Muaro Padang

Pengadaan Kapal Baru

Tiga dari Delapan Kapal Pemda Rusak Pengadaan dua kapal tersebut dinilai menghamburkan uang karena pengelolaan kapal amburadul, subsidi bisa membengkak sementara kapal yang rusak tidak diperbaiki.

FOTO:RUS/PUAILIGGOUBAT

Gerson Merari Saleleubaja

inas Perhubungan Kabupaten Mentawai akan menambah kapal untuk transportasi masyarakat tahun depan. Kapal baru tersebut akan berlayar melayani rute Mentawai-Padang. Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mentawai, Tarsisius, mengatakan kapal yang akan dipesan, satu unit kapal kayu sekelas KM Beriloga dan satu unit kapal ferry sekelas MV.Ambu-Ambu. KM Beriloga merupakan kapal penumpang milik Pemkab Mentawai yang sudah rusak, sedang MV. Ambu-Ambu adalah kapal ferry milik ASDP. Menurut Tarsisius, pengadaan untuk satu unit kapal kayu akan dibiayai dari APBD Mentawai 2012 sebesar Rp1,4 Miliar. “Saat ini sudah dalam proses pengumuman tender, sedang kapal ferry akan dibiayai melalui APBN, mudah-mudahan hal itu bisa terlaksana cepat, proses sedang berjalan saat ini,” katanya kepada Puailiggoubat di Padang, 25 Juni lalu. Penambahan armada tersebut menurut Tarsisius, upaya pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat, “Akses makin banyak, mobilitas masyarakat juga makin cepat,” katanya. Saat ini Pemkab Mentawai telah memiliki delapan kapal. Dua kapal diantaranya digunakan untuk membawa penumpang yakni KM Simasin khusus rute Padang-Mentawai dan KM Nade untuk rute antar pulau di Mentawai. Kapal lainnya, KM Beriloga, KM Subbulat dan Mentawai Ekspres (ME) sedang rusak, ketiganya dulu digunakan untuk melayani penum-

D

MENUNGGU - Calon penumpang menunggu Kapal Beriloga yang bersandar di Pelabuhan Muara Padang untuk berangkat ke Tuapeijat pang. Selain itu, masih ada tiga kapal lagi yakni KM Aloyta, KM Sikerei dan Rimata yang difungsikan melayani operasional aparat pemerintah. Sesungguhnya, kapal yang dimiliki Pemkab Mentawai cukup memadai. Namun minimnya perawatan membuat kapal cepat rusak sedang proses perbaikannya belum juga selesai. Kapal cepat Mentawai Ekspres misalnya, telah naik dok sejak 2007, begitu juga KM Beriloga, dibiarkan lapuk di Pelabuhan Bungus, Kota Padang. Nasib KM Subbulat juga sama. Menurut Tarsisius, Dishub Mentawai saat ini tengah mengupayakan perbaikan untuk dua kapal itu. Untuk kapal ME yang dalam tahap docking di Jakarta, pemerintah telah menempuh jalur hukum karena uang perbaikan kapal yang dibayarkan kepada pihak rekanan sebesar 30 persen dari dana keseluruhan sebesar Rp1,8 Miliar dibawa kabur. ”Kami sudah lapor ke polisi dan rekanan pertama sudah jadi buron,” katanya. Sedangkan untuk Beriloga, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan rekanan mengenai kelanjutan rehabilitasinya. “Banyak problem yang terjadi di dinas ini yang mesti saya selesaikan, mudahan-mudahan semua berjalan lancar,” kata Tarsisius. Berbeda dengan keterangan Tarsisius, anggota Panitia Anggaran DPRD

Mentawai Rasyidin Syaiful mengatakan, tidak ada pembelian kapal dari APBD Mentawai tahun ini. Menurut Rasyidin, memang ada usulan dari eksekutif untuk pengadaan kapal kayu melayani rute Simalegi-Muara Sikabaluan. “Namun usulan itu kita beri tanda bintang karena bukan prioritas dan selanjutnya akan dicoret, lagipula kapal-kapal yang ada sekarang saja pengelolaannya tidak teratur,” kata Rasyidin. Untuk pengurusan kapal ME, sebelumnya DPRD telah menganggarkan dana Rp400 Juta untuk membiayai kasus hukum dengan rekanan. “Namun entah kenapa uang itu tidak dipakai dan dikembalikan lagi dalam bentuk SILPA, saat itu Edison Saleleubaja masih menjabat bupati,” kata Rasyidin kepada Puailiggoubat, 25 Juni lalu. Menghamburkan Uang Mantan Ketua DPRD Mentawai Kortanius Sabeleake mengkritik rencana pembelian kapal baru tersebut. Kebijakan itu dinilai hanya menghambur-hamburkan uang rakyat dan tujuannya pun tak jelas. “Kapal yang ada saja tak terurus, kenapa mesti mesti kapal baru, harusnya yang ada saat ini dimaksimalkan,” kata Kortanius, 25 Juni lalu. Penambahan kapal, menurut

Korta akan menambah beban subsidi masyarakat. Dari pengalamannya selama memimpin DPRD, untuk operasional dan perawatan satu kapal pemerintah saja bisa menghabiskan Rp1,5 Miliar hingga Rp2 Miliar anggaran tiap tahun, tergantung kerusakannya. Dari delapan kapal pemerintah saat ini, subsidi dari APBN bisa mencapai Rp16 Miliar per tahun. “Namun yang sering terjadi anggaran perawatan dan operasinal kapal untuk semua kapal pemerintah tiap tahunnya mencapai Rp20 Miliar hingga Rp25 Miliar, sedangkan PAD yang dihasilkan tak sampai seperempatnya,” kata Kortanius. Ia menduga, pengelolaan kapalkapal pemda itu tidak beres, sebut saja KM Beriloga yang sudah lama bersandar di Pelabuhan Bungus tak terurus. “Lalu dikemanakan dana rehabilitasi selama ini. Kapal ME yang hanya patah bagian atasnya biayanya membengkak, alasan eksekutif kapal harus bongkar mesin dan rehab bagian bawah tetapi ketika dicek itu tak benar,” katanya. Korta menyarankan, pengelolaan kapal sebaiknya diserahkan kepada swasta atau pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sehingga tidak memberatkan APBD untuk subsidi. (o)

MENTAWAINEWS Empat Selesai, Tiga Kejar Deadline di Pagai Utara SAUMANGANYA - Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) berhasil menuntaskan empat kegiatan fisik bangunan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) 2011 di empat dusun yang berada di wilayah Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Mentawai. Menurut Ketua TPK, Osnigar, keempat paket kegiatan fisik yang dikerjakan ini adalah jalan di Dusun Pasapuat sepanjang 900 Meter di tambah dua gorong-gorong dengan dana Rp279,4 Juta. Bahkan sisa dana supplier diperuntukkan penambahan panjang jalan 50 meter, hingga jalan yang selesai 950 Meter. Di Dusun Mabulaubuggei, juga terdapat pembangunan jalan ke arah pemukiman baru sepanjang 1.000 Meter, satu jembatan berukuran 6 Meter dan dua gorong-gorong, pembangunan ini telah menyerap dana Rp319,4 Juta. “Dalam program ini ada penambahan dua gorong-gorong, sebenarnya dalam programnya hanya dua, kini menjadi empat, untuk membangun dua goronggorong tersebut diambil dari dana sisa belanja supplier sebanyak Rp18,13 Juta,” kata Osnigar, 19 Juni lalu. Sedangkan di sungai Butemone, Dusun Saumanganya Timur, dibangun jembatan sepanjang 28 Meter, lebar 3 Meter dengan dana Rp272,1 Juta dan paket pembangunan gedung seni dan budaya di Dusun Saumanganya Barat dengan ukuran 23,5 x 15 Meter dengan anggaran Rp350 Juta. Pembangunan gedung seni dan budaya di Saumanganya Barat saat ini tahap pembersihan, sementara 3 paket lainnya sudah selesai sejak April lalu. Kata Osnigar, berbagai masalah yang muncul dalam pengerjaan proyek membuat target penyelesaian tidak tepat waktu. Misalnya hilangnya dua kubik kayu untuk pembangunan jembatan di Butemone, dua kodi seng untuk pembangunan gedung seni dan budaya, serta dijualnya semen untuk pembangunan jalan di Dusun Mabulaubuggei. “Kehilangan material bangunan ini, TPK harus mengambil biaya pembeliannya dari dana operasi TPK serta sumbangan dari banyak pihak,” kata Osnigar. (imj) FOTO:IRMAN JOHN/PUAILIGGOUBAT

Jembatan Bute Mone Desa Saumanganya

Puailiggoubat

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

8

Korupsi Dinas Pendidikan Mentawai

Suwardi Dituntut 6,5 Tahun Penjara FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

Perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp567 Juta Patrisius Sanene’

antan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Mentawai, Suwardi, dituntut 6,5 tahun penjara dalam ka-sus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana pendamping pada Dinas Pendidikan Mentawai tahun 2009. Terdakwa juga dituntut pi-dana denda sebesar Rp200 Juta subsider tiga bulan penjara serta uang pengganti sebesar Rp567 Juta subsider 3 tahun 3 bulan. Jaksa penuntut umum (JPU) Edmon Rizal di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, 26 Juni lalu, mengatakan terdakwa terbukti bersalah, karena telah mengambil alih pengadaan mebeler untuk 41 SD di Mentawai. Perbuatan terdakwa mengakibatkan negara rugi sebesar Rp567 Juta. “Apa yang dila-kukan terdakwa itu sudah salah,” katanya. Kata Edmon, perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor

M

Terdakwa Suwardi sedang mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum atas kasus dugaan korupsi DAK Mentawai 2009 yang disidang Selasa 26 Juni 2012 yang telah diubah dan ditambah No. 20 tahun 2001. Kasus ini bermula ketika terdak-wa yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Pendidikan Mentawai itu, mengambil alih dana DAK dan dana pendamping yang digelontorkan ke rekening 41 SD atau sekitar Rp 3,2 Miliar, dana itu rencananya digunakan untuk pembangunan dan pengadaan mebeler di sekolah tersebut. Tindakan terdakwa mengambil alih pembangunan dan pengadaan

mebeler tersebut ternyata melanggar Permendiknas Nomor 3 Tahun 2009 dan Keppres Nomor 80 Tahun 2003. Seharusnya, prosesnya dilakukan secara swa-kelola, tapi malah diambil alih Suwardi. Suwardi yang juga Plt Kasat Pol PP Mentawai itu meminta kepala sekolah menyetorkan uang kepadanya untuk pengadaan mebeler di sekolah tersebut dengan total sekitar Rp 2,6 Miliar. Dana itu kemudian diserahkan Suwardi kepada 10

rekanan untuk pengadaan mebeler tersebut sekitar Rp 2 Miliar. Akibatnya, terdapat selisih uang yang diterima Suwardi dengan yang diberikan kepada rekanan. “Selisihnya sekitar Rp 567 Juta. Itulah kerugian negera yang ditimbulkan aki-bat perbuatan terdakwa,” tegas Edmon. Kerugian negara itu juga dipertegas dengan hasil audit pada JanuariFebruari lalu dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumbar. (o)

Bangun SDM, Pemkab Mentawai Kerjasama dengan Berbagai Universitas PADANG - Pemerintah Kabupaten Mentawai berupaya menggenjot peningkatan sumber daya manusia melalui kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Ke depan, Mentawai membutuhkan banyak sarjana dari berbagai disiplin ilmu. “Sumber daya manusia Mentawai sangat minim, kondisi ini akan memperlambat kemajuan di Mentawai, untuk itu kita terus mencari peluang untuk menyekolahkan putra-putri Mentawai ke perguruan tinggi,” kata Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet saat menghadiri Musyawarah Besar Forum Mahasiswa Mentawai (Formma) Sumatera Barat di Gedung Genta Budaya, jalan Diponegoro, Padang, 30 Juni lalu. Menurut Yudas, Pemerintah

FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

Yudas Sabaggalet Mentawai saat ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Gajah Mada (UGM). “Di UGM kita meminta

rektornya untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dari Mentawai khususnya di Fakultas Kedokteran terutama spesialis, tapi kita belum memberikan jumlahnya,” kata Yudas. Pemkab Mentawai juga menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam hal pendidikan calon guru, khususnya matematika, kimia dan fisika. Selain itu juga ada kerjasama dengan Kementerian Perhubungan untuk pendidikan pelayaran. “Saat ini ada 67 putra-putri Mentawai masuk akademi pelayaran, ini berkat kerjasama dengan Kementerian Perhubungan, jurusannya ada yang menjadi kapten pelaut,” kata Yudas. Di Universitas Andalas (Unand) Padang, ada delapan mahasiswa baru dari Mentawai

masuk ke Fakultas Kedokteran. Selain peningkatan lulusan perguruan tinggi, peningkatan kualitas pendidikan untuk level dasar dan menengah juga terus dikejar. Yudas mengidamkan, sekolahsekolah menengah atas di Mentaswai memiliki kelas unggul yang nanti bisa berkembang menjadi sekolah unggul. Saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Mentawai masih dibawah standar, 60 persen. Untuk itu, pemerintah terus menggenjot pendidikan di Mentawai. “Yang penting harus dilakukan tidak hanya kualitas SDM yang bagus para intelektual juga harus memiliki moral baik, untuk apa kita yang memiliki kualitas SDM tapi moralnya kurang itu percuma, untuk itu mari kita membangun Mentawai dengan moral yang baik,” katanya. (rus)

9

Puailiggoubat

MENTAWAINEWS

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Jusman, Kepala Balai Taman Nasional Siberut

Penangkapan dan Perdagangan Burung Murai Batu Bisa Dipidana

T

indakan penangkapan dan perdagangan satwa liar seperti burung murai batu merupakan tindakan melanggar undang-undang. Pelakunya bisa diberikan denda administrasi Rp10 Juta, bisa juga dipidana kurungan selama 1 tahun sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990. Murai batu memang bukan termasuk satwa liar yang dilindungi, namun pengangkutannya harus mempunyai dokumen yang sah yang dikeluarkan oleh BKSDA (Balai konservasi Sumber Daya Alam) sebagai pemegang otoritas. Walau tak dilindungi, masyarakat juga harus mempertimbangkan perkembangan populasi, jangan ditangkap secara sembarang. Jumlah 3 ratus ekor dalam seminggu sudah sangat memprihatinkan. Beberapa kali pengangkutan murai digagalkan dan burungnya disita, setelah itu dilepas setelah dibuat berita acaranya. gsn

Pembangunan Polindes di Sua Terbengkalai SUA - Harapan warga Sua Desa Saibisamukop untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal serta dapat mengurangi beban biaya sirna seketika, ini disebabkan pembangunan Polindes wilayah Kecamatan Siberut Tengah tersebut terbengkalai akibat pemborong putus kontrak. Menurut pekerja Polindes, Syarif Sanakkat, polindes tersebut dibangun pada Oktober 2011, karena pemborong putus kontrak, kini polindes terbengkalai begitu saja tanpa ada kabar penyelesaiannya. “Kontraktor telah putus kontrak, entah kapan penyelesaian, pada gaji para pekerja masih ada puluhan juta,” katanya pada Puailiggoubat, 26 Juni lalu. Syarif juga tidak mengetahui nama CV yang telah melakukan kontrak kerja dengan pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. “Tidak ada plang yang terpasang di situ, cuma nama pemilik CV si Andar,” ungkapnya. Akibat putus kontrak upah pekerja sekitar Rp50 Juta tidak dibayar, di antaranya penyediaan material. Ia juga mengatakan Polindes tersebut hampir dibongkar warga, namun karena polindes tersebut untuk warga juga, lebih baik dibiarkan begitu sa-ja, sampai ada kelanjutannya. Sementara Resman Sanakkat, warga Sua, mengatakan kondisi bangunan itu sudah dipenuhi rumput liar, sementara bangunan fisiknya sudah 80 persen lantainya di keramik. Dalam laporannya, pelaksana di lapangan bernama Herman merekayasa foto Polindes tersebut. “Saya melihat sendiri, jendela kaca dan keramik ditempel lalu si Herman pelaksana di lapangan mengambil gambar sudah itu dibuka lagi, itu kan rekayasa untuk jadi 80 persen,” kata Resman. (rr)

Burung Murai Batu Diburu FOTO:INT

Burung murai ditampung pedagang dan dijual di Muara Siberut Rinto Robertus Gerson Merari Salelaubaja

uaranya yang nyaring dan merdu serta harga murah membuat burung murai batu (Copsychus malabaricus) asal Mentawai menjadi incaran pehobi burung. Tingginya permintaan membuat perburuan murai batu di Dusun Sirisurak, Desa Saibisamukop, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Mentawai makin marak. Kepala Dusun Sirisurak, Marsono Sabeilai, mengatakan perburuan murai batu ini dilakukan warga hampir tiap hari dan sudah menjadi mata pencarian alternatif. “Setiap hari

S

S

anksi Tegas Soal Penjualan Burung Tersebut tercantum pada Pasal 40 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistimnya. (1) Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dan Pasal 33 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan

BURUNG MURAI BATU - Ilustrasi warga mencari burung murai ini menyebar secara serentak, warga tergiur karena harga per ekornya mulai Rp90 Ribu sampai Rp95 Ribu, itu ditampung para pedagang,” katanya pada Puailiggoubat, 14 Juni lalu.

Dalam seminggu, kata Marsono, warga bisa mengumpulkan paling sedikit 100 ekor hingga paling banyak 300 ekor. Burung murai batu tersebut diperjualbelikan secara bebas. Meski mengetahui perburuan

sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (3) Barang siapa karena kelalaiannya melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dan Pasal 33 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta

rupiah). (4) Barang siapa karena kelalaiannya melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). (5) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) adalah pelanggaran.

burung itu dilarang, Marsono tidak dapat berbuat banyak karena tidak tahu aturan hukum yang bisa dia pedomani. “Saya malah ikut senang sebab murai ini sedikit meningkatkan ekonomi warga, bayangkan saja dalam sehari saja mencari murai dapat 5 ekor, jika dijual sudah dapat ratusan ribu uangnya dan warga ikut terbantu,” katanya. Karena tingginya permintaan, warga yang akan menjual murai batu pun tidak perlu ke Padang. “Kalau dapat murainya, langsung dijual ke pedagang di sini dan pedagang pun membawa burung tersebut ke Muarasiberut untuk dijual lagi,” katanya. Mantan Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Sumbar yang kini bertugas di Bandar Lampung, Chandra Putra, mengatakan penangkapan murai batu yang dilakukan di Mentawai adalah tindakan yang melanggar perundang-undangan. Apalagi mengangkut burung itu ke Padang untuk diperjualbelikan. Menurutnya, perbuatan itu bertentangan dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistimnya. “Murai batu bisa diangkut ke Padang jika 1 hanya atau 2 ekor sebagai souvenir tetapi harus dilengkapi dengan dokumen lengkap yang dikeluarkan oleh BKSDA,” katanya. (o)

Emas dan Uang Rp2,5 Juta Hilang di Atas KM Nade PASAPUAT - Asli Darna Sabaggalet, warga Dusun Betumonga, Kecamatan Sipora Utara, menjadi korban pencurian di atas kapal Nade tujuan Tuapeijat-Sikakap, Senin, 18 Juni lalu. Korban mengetahui kehilangan saat tiba di Pasapuat ketika hendak mengambil uang untuk ongkos boat. Menurut korban, dompetnya itu berisi emas berupa cincin, giwang, kalung, nilai totalnya 6 emas. Selain itu, KTP, Jamkesmas, serta uang tunai sejumlah Rp2,5 Juta. Ua mengaku, dompetnya masih ada, saat kapal singgah di Pelabuhan Sioban. Ia bahkan sempat memberi uang pada anaknya yang masih duduk di bangku SMP Rp50 Ribu dari dompetnya yang hilang itu. Ia menduga, ada orang yang melihat dompetnya saat memberikan

uang kepada anaknya di Sioban. Saat melanjutkan perjalanan ke Pasapuat kondisi Darna mulai mual-mual dan pusing, sesampai di Pasapuat, korban mengambil uang untuk bayar ongkos boatnya. Ternyata dompet serta isinya sudah tidak ada dalam kantong tasnya. Mengetahui dompetnya hilang, ia pun memohon agar kapal tidak diberangkatkan sebelum melakukan pencarian di tas para penumpang baik yang masih berada di kapal maupun yang sudah turun duluan. “Waktu itu, salah satu petugas kapal kapal turun ke darat bersama saya untuk melakukan pencarian namun sebagian penumpang sudah melanjutkan perjalanannya dengan ojek menuju tujuannya, kembali saya memohon kepada ABK agar kapal

Kemudian petugas kapal kembali memanggilnya untuk memeriksa tas penumpang yang ada di atas kapal. FOTO:FERDINAN/PUAILIGGOUBAT Namun saya memilih mengejar penumpang yang turun duluan dengan ojek ternyata yang dikejar tersebut bukan orang yang dicurigai. Setelah kembali ke Pasapuat, kapal Nade sudah berangkat menuju ke Sikakap. KM NADE - Kapal Nade bersandar di Pelabuhan Sikakap (imj)

tidak diberangkatkan dulu sebelum kami memeriksa semua penumpang yang sudah sempat turun,” katanya.

Puailiggoubat NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

10

Ketua Formma, Hanpraderico Saogo

Mewujudkan Pluralitas Formma

�

Kita akan mewujudkan pluralitas Formma yang lebih baik untuk menjadi pelayan, berpikir global, dan tidak tertutup kemungkinan meningkatkan sumber daya manusia Formma yang bertanggung jawab.

H

anpraderico melaju mulus menjadi Ketua Forum Mahasiswa Mentawai periode 2012-2014, dengan meraup 46 suara, meninggalkan saingannya Syafrizal Sanene dan Emilius Sakulok, dalam Musyawarah Besar Formma, 30 Juni lalu. Rico, begitu dia bisa dipanggil, memang sudah aktif di organisasi mahasiswa Mentawai ini. Di kepengurusan sebelumnya, Rico menjabat Ketua Bidang Pemerintah. Kemenangan Rico menandai runtuhnya dominasi mahasiswa asal Siberut yang sebelumnya telah memimpin Formma secara bergantian sejak awal berdiri, tahun 2003. Rico, mahasiswa semester X di Universitas Bung Hatta berasal dari Pagai Selatan. Formma memiliki peran strategis untuk berpartisipasi mendorong terbentuknya pemerintahan yang baik di Mentawai melalui kritikan maupun masukan yang konstruktif. Dari beberapa organisasi mahasiswa Mentawai yang ada, Formma memiliki anggota terbanyak. Namun sejumlah pihak menyebut, Formma belum terlalu berperan mendorong pemerintah Mentawai berjalan lebih baik, ataupun berkontribusi secara nyata dalam masyarakat. Kritikan ini tentu saja harus dijawab Formma terutama di kepengurusan baru. Hal ini akan menjadi tantangan agar Formma tidak dituding hanya menjadi alat politik pihak tertentu. Kepada Puailiggoubat sehari setelah dilantik, Rico menjawab sejumlah pertanyaan berikut ini. Apa yang membuat anda termotivasi untuk mencalonkan diri maju menjadi ketua Formma? “Awalnya saya termotivasi untuk maju menjadi ketua Formma juga, kita melihat kondisi saat ini sesuai dengan visi kami juga yaitu mewujudkan kekuatan, sosial, ekonomi, pendidikan

dan kami mewujudkan untuk tidak adanya perbedaan yang saat ini kita melihat secara realita sangat kental sekali. Apa target anda kedepan terhadap organisasi Formma Sumbar ini? Target yang akan kita lakukan pertama adalah melakukan pengkaderan, karena banyak mahasiswa yang tidak terakomodir oleh Formma Sumatra Barat secara administrasi, selain itu kita juga akan melakukan diskusi dengan pemerintah terkait keluhan masyarakat kita seperti mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurut anda bagaimana orientasi mahasiswa saat ini? Orientasi saat ini sudah mengacu ke arah yang lebih baik namun masih ada banyak hal yang harus kita tingkatkan lagi seperti mewujudkan kekompakan, saling peduli dan tidak saling membedakan sehingga formma ke depan semakin lebih baik dan sesuai dengan motto kita akan melakukan perubahan. Bagaimana anda menyikapi kondisi mahasiswa saat ini,

Biodata Nama : Hanpraderico Saogo Tempat/ Tanggal Lahir: Makalo’, 13 Juli 1988 Asal: Surat Aban, Desa Bulasat, Kecamatan pagai Selatan Pendidikan: Mahasiswa Universitas Bung Hatta Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan

“

terutama banyak yang gagal kuliah akibat ekonomi, dan halhal lain yang menghambat? Kita akan melakukan pendekatan kepada mereka untuk mengajak untuk berdiskusi, melakukan pembenahan dan sosialisasai karena kalau secara langsung kita lakukan tidak mungkin, dan ini juga sudah menjadi program kami untuk melakukan diskusi untuk mencari solusi.

Apa saja rencana anda untuk membesarkan organisasi ini? Untuk membesarkan organisasi ini tentu juga ada kerja sama kita sesama mahasiswa Mentawai untuk mewujudkan pluralitas Formma yang lebih baik untuk menjadi pelayan, berpikir global, dan tidak tertutup kemungkinan meningkatkan sumber daya manusia mencapai Formma yang bertanggung jawab. Terkait anjloknya nilai UN tahun ini, menurut Anda dimana letaknya kesalahan pendidikan ini, apa yang harus dilakukan pemerintah? Kesalahan yang terjadi adalah keluarga yang tidak mengawasi anak, dan ini harus kita akui bahwa banyak orang tua yang kadang membiarkan anak sehingga waktu untuk belajar tidak terkontrol, selain itu adanya guru yang tidak sesuai dengan bidangnya, kita melihat banyak guru

yang ditempatkan tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan yang harus dilakukan adalah orang tua harus tetap mengawasi anak-anaknya untuk memberikan kontrol sehingga waktu mereka terfokus untuk belajar dan yang harus dilakukan pemerintah tentunya juga harus meletakkan setiap personal/tenaga pendidik sesuai dengan bidan dan kemampuannya. Bagimana pula anda melihat sikap pemerintah meningkatkan ekonomi masyarakat Mentawai saat ini?

Kalau saat ini kita melihat peningkatan perekonomian untuk saat ini cukup baik, untuk meningkatkan perekonomian tersebut tentunya membutuhkan sumber daya manusiaseperti yang dilakukan pemerintah melalui pendidikan bagi mahasiswa, dengan adanya kerja sama dengan beberapa universitas mendapatkan kesempatan untuk memacu sumber daya manusia. Ekonomi apa yang menurut anda harus dikembangkan untuk masyarakat saat ini? Ada banyak sumber daya alam yang berpotensi yang ada di Mentawai yang harus digali, kita melihat misalnya potensi perikanan yang saat ini tidak tergali atau yang terabaikan kenapa demikian minimnya alat tangkap dan kurangnya penyuluhan peningkatan ekonomi di bidang perikanan untuk masyarakat kita. Menurut anda apakah layak sawit itu masuk ke Mentawai, apa alasan anda? Sawit itu sebenarnya layak, tetapi melihat kondisi Mentawai itu tidak sama dengan pulau besar seperti Sumatera, Mentawai itu adalah kepulauan yang kecil, melihat kondisi itu bahwa sawit itu memang tidak layak di Mentawai. Bagaimana pula persepektif budaya Mentawai di kalangan mahasiswa saat ini, apakah terjadi pemudaran, kalau iya apa sebabnya dan apa yang harus dilakukan? Saya melihat secara realita bahwa budaya Mentawai di kalangan mahasiswa itu sudah memudar, dan yang mempengaruhi adalah persaingan perkembangan tekhnologi, adanya perubahan perkembangan zaman kita harus bekerja sama untuk mengoptimalkan, menghidupkan kembali bagaimana budaya itu tetap ada dimana pun kita berada. (patriz)

11

Puailiggoubat NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Vera Ira Elvina Saleleubaja

Ingin Memiliki Album Lagu Rohani Mentawai

Berawal dari sering mengikuti lomba menyanyi, Vera Ira Elviana Saleleubaja kini tengah merintis cita-citanya membuat album. Gadis manis kelahiran 22 tahun lalu ini sangat ingin mengeluarkan album rohani berbahasa Mentawai. Berasal dari Desa Malakopa, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Mentawai, Vera telah hobi menyanyi sejak kecil. Dari lomba lagu Perparawi di Mentawai hingga lomba di Medan, Kalimantan sudah dijajal mahasiswi STKIP PGRI Padang ini. Terakhir, Vera meraih peringkat III lomba lagu solo dalam acara Pagelaran Budaya Mentawai yang diselenggarakan Yayasan Citra Mandiri Mentawai, tahun lalu. “Sejak kecil saya sudah ada hobi untuk menyanyi, sejak SD, SMP hingga SMA saya banyak mengikuti perlombaanperlombaan, seperti vocal group maupun solo, dan saya ingin memiliki album lagu rohani berbahasa Mentawai,” kata Vera saat berbincang dengan Puailiggoubat, Senin, 2 Juli lalu. Saat ini Vera sudah menyanyikan sembilan lagu

rohani berbahasa Mentawai yang diciptakan oleh Andar Hans dan Zuandi, namun lagulagu tersebut belum dibuat dalam bentuk album. “Sudah 9 lagu yang saya nyanyikan dan masih ciptaannya Andar Hans dan Zuandi dan itu khusus lagu rohani berbahasa Mentawai, sedangkan lagu lain yang bukan lagu Rohani seperti polak teteu ciptaan Mateus Samalinggai, Teteu Samba Onu yang diciptakan Emilius Sabaggalet dan lagu-lagu yang saya nyanyikan sudah direkam,” katanya. Proses perekaman lagu dilakukan di Radio Sura’ Mentawai, ”Untuk saat ini saya melakukan perekaman di salah satu stasiun radio miliknya YCMM bersama teman musisi Mentawai yang lainnya yang berada di Tuapeijat, di sana juga memiliki perlengkapan untuk merekam suara dan biasanya lagu yang kita ciptakan langsung diputar di Radio di setiap penyiaran,” katanya. Harapan Vera ke depan ingin memilki album lagu rohani berbahasa Mentawai, “Saya ingin jadi seorang penyanyi

“ ���

Saya ingin jadi seorang penyanyi khususnya lagu rohani berbahasa Mentawai, karena saya melihat lagu rohani yang berbahasa Mentawai belum seberapa, namun karena keterbatasan biaya juga untuk membuat album rohani berbahasa Mentawai beginilah keadaannya,”

khususnya lagu rohani berbahasa Mentawai, karena saya melihat lagu rohani yang berbahasa Mentawai belum seberapa, namun karena keterbatasan biaya juga untuk membuat album rohani berbahasa Mentawai beginilah keadaannya,” katanya.

Nama: Vera Ira Elvina Saleleubaja Tempat/Tanggal Lahir: Malakopa, 18 Januari 1990 Asal: Desa Malakopa, Kecamatan Sikakap Pendidikan: Mahasiswi Semester VIII STKIP PGRI Gunung Pangilun Padang Jurusan Bahasa Inggris

Masopp!t F O R U M P E L A J A R M E N TAWA I

12 Puailiggoubat, NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Anak Malas belar? Ini Solusinya

S

Manfaat Coklat Suka Coklat Nggak? Lalu apa sih manfaat cokelat untuk kesehatan? Kelembutan dan rasa manis pada cokelat bisa membuat siapa saja menyukainya. Selain rasanya yang manis, cokelat juga kaya manfaat terutama untuk kesehatan tubuh manusia. Ingin tahu apa saja manfaat kesehatan dari cokelat? Simak baik-baik penjelasan berikut ini!! 1. Membantu Pencernaan Berdasarkan penelitian, cokelat ternyata mengandung kakao alami dan flavanol. Selama memproses biji cokelat, jumlah kalorinya berkurang dan selama proses pencernaan didalam perut cokelat akan menyerap lemak dan karbohidrat dari makanan lain. Karenanya cokelat cocok untuk Anda yang sedang diet. 2. Menjaga Kesehatan Jantung Wanita yang memakan 30-60 gram cokelat dalam seminggu beresiko lebih rendah terkena gagal jantunghingga 32 persen. Hal itu terungkap di sebuah penelitian dari Harvard pada tahun 2010 yang dilaporkan Joyce Hendley kepada EatingWell Magazine. Itu artinya cokelat juga baik untuk kesehatan jantung. 3. Mudah Tersenyum Banyak orang percaya kalau cokelat itu bisa meningkatkan mood seseorang. Itu karenanya cokelat bisa membuat perasaan hati bisa lebih senang sehingga orang yang memakannya akan mudah tersenyum. Terbukti berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris, 60 persen wanita yang gemar makan cokelat lebih sering senyum, dibandingkan yang lainnya. Tidak percaya? Silahkan coba sendiri saja. 4. Membantu Penglihatan Selain wortel, ternyata cokelat juga bisa membantu meningkatkan penglihatan jadi lebih baik. Anti oksidan yang terkandung pada cokelat hitam (dark chocolate) bisa membantu penglihatan lebih baik, terutama dalam membedakan warna dan mendeteksi gambar yang bergerak. Itulah manfaat kesehatan yang bisa kita peroleh jika mengkonsumsi cokelat. Jadi, jangan pernah merasa kecewa jika di Hari Valentine tahun ini kamu hanya mendapatkan cokelat. Karena dari sebuah cokelat tersebut terdapat manfaat kesehatan yang baik untuk kamu. (int)

ebenarnya tidak ada anakanak malas belajar karena faktor keturunan. Bila anak anda malas, maka yakinlah bahwa ada yang salah dengan hal itu. Apa yang bisa salah? Hanya satu hal yang bisa menyebabkan kemalasan anak anda, yaitu kurangnya motivasi. Tidak banyak orangtua tahu ini, apalagi memahaminya. Seorang anak malas belajar disebabkan oleh kehilangan motivasi. Seorang anak kehilangan motivasi saat mereka takut dengan kegagalan, jadi hal ini yang membuat anak urung melakukan sesuatu dengan alasan ingin menghindari kegagalan. Sebagai orangtua, Anda harus selalu berusaha untuk memotivasi anak-anak Anda, dan ketika Anda merasakan bahwa mereka sedang dalam fase malas, maka cobalah untuk mencari tahu sumber-sumber demotivasi mereka. 1. Cari tahu Penyebabnya. Penyebab paling umum dari kemalasan adalah karena kurangnya kepercayaan diri pada anak Anda. Faktor lainnya adalah adanya rasa rendah diri yang tertanam pada jiwa si anak. Beberapa orang tua cenderung salah menduga penyebab kemalasan anak, seperti halnya

tuduhan bahwa si anak telah melakukan hal-hal yang tidak wajar, seperti penyalahgunaan alkohol atau penyalahgunaan narkoba. Sementara penyalahgunaan zat dapat dianggap penyebab, hanya penyebab sekunder. Penyebab utama biasanya lebih berakar, kurangnya rasa percaya diri atau harga diri, yang dapat diperburuk oleh faktor-faktor seperti depresi dan kecemasan. 2. Menangani masalah-masalah kepercayaan diri. Ada banyak cara untuk memotivasi anak-anak. Tak perlu dikatakan, anak dengan harga diri yang tinggi juga anak yang bermotivasi tinggi untuk mencapai sesuatu. 3. Pujian dan memuji anak Anda. Mendapatkan pujian atau dipuji untuk melakukan tanggung jawabnya juga bisa menjadi sumber motivasi untuk anak Anda dan dapat meningkatkan harga diri anak. 4. Ajarkan anak Anda bahwa kegagalan adalah kenyataan. Anda dapat melakukan ini dengan membuka kepada anak Anda tentang pengalaman Anda sendiri dengan kegagalan. Jika Anda berbagi kegagalan dan kekecewaan

anda dengan anak Anda, dia tidak hanya akan bersimpati dengan Anda, tapi juga belajar bahwa ternyata orang tuanya sendiri juga pernah mengalami kegagalan, hal ini akan membimbing dia untuk tetap belajar bahwa gagal adalah bagian dari kesuksesan. 5. Sisihkan waktu keluarga cukup. Jika Anda adalah orang tua karir dan membuat waktu anda kebanyakan jauh dari anak-anak Anda, Anda harus tahu bahwa anak-anak akan merasa ditinggalkan. Salah satu cara mereka untuk mendapatkan

perhatian dari anda adalah dengan cara malas belajar. Berikanlah waktu anda kepada mereka, maka besar kemungkinan mereka akan menyerah untuk melakukan hal bermalasmalasan. Kemalasan pada anak bukan merupakan sifat bawaan. Ini adalah reaksi terhadap berbagai rangsangan dan faktor-faktor di lingkungan mereka. Sekarang bahwa Anda memiliki pemahaman yang lebih baik mengapa anak-anak menjadi malas, Anda dapat mencoba bekerja di luar saran yang dijelaskan dalam artikel ini untuk mengatasi malas belajar pada anak anda.(int)

Yuk Hilangkan Rasa Malas Belajar

C

ara Menghilangkan Rasa Malas Dalam Belajar , Bekerja dan Beribadah Rasa malas tidak akan kenal waktu, dalam bekerja , belajar maupun beribadah pasti rasa malas bisa datang. Dan perlu diketahui, jika rasa malas itu bukanlah sebuah penyakit, tetapi muncul dari kebiasaan dan godaan dalam diri. Jadi untuk menghilangkan rasa malas tersebut kita tidak bisa

melakukannya hanya dengan sesekali paksaan saja, tetapi kita harus bisa memaksakan diri kita untuk menghilangkan rasa malas tersebut. Kita ambil contoh jika kita ingin menghilangkan rasa malas bangun pagi. Jadi sebisa mungkin kita harus mendisplinkan diri kita untuk bangun pagi, bagaimanapun caranya, mau sobat langsung guyur muka pakai air atau mungkin langsung nyemplung ke kolam pasti nanti sobat akan segar kembali dan rasa malas itu akan hilang dengan sendirinya. Untuk lebih spesifik, lakukan tips menghilangkan rasa malas dengan cara dibawah ini : Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang. Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri,

namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur. Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela jendela kamar lain untuk menambah kesegaran. Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangi wangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangiwangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos mempunyai jendela kamar. Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain

misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincang bincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan mengghibah. Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau juice untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal. Mengubah kegiatan ketaatan. Misal bosan menghafalkan surat berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan kajian lewat CD. Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar Alloh senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut. (int)

Masopp!t F O R U M P E L A J A R M E N TAWA I

13 Puailiggoubat, NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Kiat Belajar Menjelang Tahun Ajaran Baru

T

Tips Menghadapi Tahun Ajaran Baru

S

aatnya nih bulan Juli adalah tahun ajaran baru bagi kalian. Wah pasti senang dong!! Kalau tahun ajaran baru berarti sekolah atau kelas baru. Iya nnggak? Semua juga serba baru dong, mulai dari pertemanan dan tantangan baru. Asyik kan. Atau tahun pelajaran baru sangat menjengkelkan buat diantara kalian? Karena, kalian bahkan bertemu dengan orang orang baru yang belum kita kenal dan mulai mencoba beradaptasi lagi. Ok..Aku punya tips buat menghadapi Tahun Ajaran Baru dalam bergaul agar mudah beradaptasi di lingkungan kelas. Coba untuk berteman dengan teman - teman baru dan jangan bersikap eksklusif atau hanya mau berkumpul dengan teman teman lamamamu saja. Menjadi pribadi yang ramah dan easy going, dengan tersenyum dan tertawa. Jangan takut untuk mengeluarkan pandanganmu. Karena biasanya teman temanmu akan lebih mengenal kamu dari opini yang kamu utarakan. Percaya diri Jangan sombong. Jangan sungkan untuk bergabung dengan ekskul yang kamu minati. Jangan takut untuk mendekati dan mengajak kenalan lebih dahulu Memang beradaptasi dengan lingkungan baru memang tidak begitu mudah, kalau memang dasarnya kamu sendiri tergolong pribadi yang susah beradaptasi. Kamu pasti bisa. (int)

anggal 9 Juli sudah diambang mata, kamu akan segera mengakhiri liburan panjang dan yang pasti, mulai bersekolah di tahun ajaran baru nanti. Apa kiat belajar yang harus kamu kuasai? Masih ingat saat kamu belajar renang atau mengemudikan sepeda? Apakah kamu bisa berenang dan bersepeda cukup sekali latihan? Jawabannya pasti tidak. Untuk bisa berenang atau bersepeda, kamu pasti melakukan latihan berkali-kali, bahkan tidak jarang kamu mengalami sedikit kecelakaan. Mengapa meskipun tidak jarang kamu mengalami kecelakaan, kamu tetap giat berlatih renang atau mengemudikan sepeda? Saat itu kamu tidak putus asa untuk terus belajar renang dan sepeda karena kamu punya motivasi, semangat, dan kerja keras. Mengapa kamu bisa punya motivasi, semangat, dan kerja keras dalam belajar renang dan bersepeda? Karena saat itu kamu punya keinginan atau harapan atau cita-cita seandainya kamu bisa berenang atau bersepeda kamu, akan bisa bersenang-senang dengan teman-teman yang lain,

Penjelasan guru yang kurang, lengkapi dari buku acuan. Jangan segan atau malu bertanya jika ada masalah yang tidak kamu mengerti. Salin kembali dalam buku catatan di rumah, baca hasil rapihnya berulang-ulang. Buat rangkuman dengan katakata singkat. Jadikan pegangan untuk belajar dihari dekat ujian. Waktu membaca dan belajar yang baik adalah pagi hari setelah bangun dan mandi, waktu yang buat merapikan catatan adalah malam hari. atau kamu akan lebih percaya diri karena kamu tidak kalah dengan teman-teman lain yang sudah bisa bersepada atau berenang. Dari cerita di atas seharusnya kita menyadari bahwa belajar tidak bisa cara instan. Belajar merupakan proses panjang dan memerlukan ketekunan. Cara instan akan menghilangkan peluang pengalaman belajar untuk mencari dan menemukan konsep pegetahuan dan kompetensi hasil belajar. Untuk dapat berhasil dalam belajar dan sukses, langkah awal kamu harus memiliki cita-cita. Harapan (cita-cita)

tinggi akan menimbulkan motivasi, semangat dan kerja keras untuk belajar lebih serius penuh konsentrasi dalam memahami ilmu yang diberikan guru. Langkah selanjutnya kamu harus mau belajar secara teratur. Tips penting yang perlu diperhatikan dalam belajar secara teratur adalah : Saat di sekolah duduk di baris depan, jangan dekat teman yang senang ngobrol, catat penjelasan guru tidak perlu rapih yang penting cepat, padat, bisa terbaca.

Tips menjelang ujian : Persiapkan fisik (jangan begadang, hindari masalah) Persiapkan alat ujian (tanda peserta, alat tulis, dll) jauh hari sebelum ujian. Jangan lupa minta do’a dari orangorang khususnya orang tua. Tips saat ujian : - Berdoa terlebih dahulu - Baca/perhatikan petunjuk ujian. Pastikan kapan mulai dan berakhirnya ujian. - Kerjakan soal dari yang mudah baru kemudian yang sulit. - Jangan berbuat curang. - Periksa kembali jawaban.(int)

Membangkitkan Semangat Belajar Pascaliburan Libur telah tiba,libur telah tiba Hore,Hore,Hore Simpanlah tas dan bukumu Lupakan keluh kesahmu Libur telah tiba,libur telah tiba Hatiku gembira! Lagu ini pernah dinyanyikan tasya di masa kecilnya, dari lirik lagu tersebut menyiratkan bahwa liburan merupakan hari yang menyenangkan tanpa harus berfikir mengenai pelajaran di sekolah. Hal inilah yang terpola dalam diri kita ketika masa liburan, sehingga ketika awal masuk sekolah kita menjadi malas untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah karena masih terbayang-bayang masa liburan yang seolah bebas dari tugas apapun. Ada bebarapa tips yang bisa dilakukan agar rasa malas itu segera hilang diantaranya: 1. Mengubah mindset Mengubah mindset merupakan

tahap awal yang harus dilakukan, karena dengan motivasi dari diri sendiri biasanya lebih ampuh dibandingkan dari orang lain. Sadarkan diri bahwa “hari ini sudah bukan liburan lagi�. Ketika telah tersadar maka mulailah beranjak dan pergi meninggalkan suasana liburan itu untuk menuju realita bahwa saat ini masa liburan telah usai. 2. Membuka kembali buku pelajaran Selama liburan biasanya buku pelajaran ditinggalkan sementara, apalagi yang melakukan perjalanan mudik ke luar kota. Buka kembali buku pelajaran, karena dengan melihat buku-buku pelajaran akan membantu mengembalikan pada suasana sekolah yang menjadi rutinitas sebelum liburan 3. Menyusun kembali jadwal belajar Jadwal belajar merupakan aspek yang penting, karena dengan jadwal

belajar yang baik maka pola belajar juga akan tersusun dengan baik. Selama puasa (bagi umat islam) jadwal sekolah dan belajar biasanya berubah karena menyesuaikan agenda selama bulan ramadhan. Kini jadwal belajar harus ditata ulang senyaman mungkin agar kegiatan belajar bisa maksimal. 4. Mulailah kegiatan belajar dengan senang hati Suatu kegiatan jika disertai oleh perasaan senang biasanya

akan terasa ringan walaupun sebenarnya berat begitu pula sebaliknya. Ketika kegiatan belajar diliputi oleh rasa senang maka rasa malas itu akan segera pergi dari diri kita. Beberapa tips di atas mudahmudahan dapat membantu mengembalikan semangat belajar setelah liburan. Selamat mencoba mudah-mudahan dapat mengembalikan semangat belajar dan prestasi yang cemerlang senantiasa kita raih.(int)

Redaksi menerima tulisan berupa artikel untuk dimuat di kolom Masoppit. Kirimkan karya kamu ke redaksi Puailiggoubat Jalan Kampung Nias I No. 21 Padang atau melalui email rus.akbar08@gmail.com atau syafriladriansyah@gmail.com. Sertakan identitas lengkap beserta foto terbaru. Setiap karya yang dimuat akan diberikan royaliti.

Puailiggoubat NO. 243, 1 - 14 Juli 2011

Gubernur Sumbar Lepas 1.690 KKN-PPM UBH PADANG - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melepas 1.690 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Pada Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Bung Hatta, 2 Juli lalu. Ini merupakan KKNPPM ke-2 setelah 31 tahun keberadaas Universitas Bung Hatta. Koordinator pelaksana KKN-PPM UBH Dr. Elfiondri menjelaskan, mahasiswa KKN-PPM UBH tersebut akan menempati 7 Kabupaten dengan 59 kenagarian. Kabupaten yang dijadikan lokasi kali ini meliputi Agam ( 9 kenagarian), Padang Pariaman (11 kenagarian), Kab.Pasaman (4 kenagarian), Pasaman Barat (9 kenagarian), Pesisir Selatan (18 Kenagarian), Sijunjung (5 kenagrian), dan Tanah Datar (10 kenagarian). ‘’Selama pelaksanaan, mahasiswa peserta KKN-PPM tersebut akan didampingi 59 dosen pendamping lapangan dan 7 orang koordinator masing-masing kabupaten,” kata Elfiondri. Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya menyebutkan kegiatan KKN-PPM yang dilaksanakan UBH, tidaklah semata bagian dari pelaksanaan kegiatan akademik, tetapi juga adalah sebagai aplikasi dari pembelajaran yang didapat selama dibangku perkuliahan ketengahtengah masyarakat. “KKN merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk melihat langsung kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat” ujar Irwan. Irwan mengajak mahasiswa untuk memberi penguatan kepada masyarakat desa dalam berbagai bidang . Ia juga berharap mahasiswa juga dapat menyulut upaya pengurangan angka kemiskinan di Sumatera Barat. Dengan jalan memberi pemahaman kepada masyarakat di pedesaan untuk memperbaiki pola hidup. Ditempat yang sama Rektor UBH Prof. Hafrijal Syandri mengatakan, di setiap kabupaten peserta KKN akan disambut oleh bupati masing-masing kabupaten, camat serta walinagari. Ia menambahkan, setiap peserta mendapat perlindungan asuransi ganda, yakni asuransi kesehatan yang telah berlangsung sejak begitu mereka terdaftar sebagai mahasiswa UBH dan perlindungan asuransi khusus selama KKN-PPM dari Asuransi Jiwas Raya. (jap)

14

Formma Pilih Nahkoda Baru, Handpraderico Menang FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

Ketua Formma baru diminta militan, kuat, kritis dan menolak didikte pihak-pihak tertentu

Patrisius Sanene’

H

anpraderico Saogo, mahasiswa Universitas Bung Hatta memimpin Forum

Mahasiswa Mentawai (Formma) periode 2012-2014, setelah mengantongi 46 suara dalam pemilihan ketua Formma yang digelar di Padang, 1 Juli 2012 lalu. Hasil ini mengandaskan keinginan kandidat lain, Syafrizal Sanene yang hanya mengantongi 33 suara dan Emilius Sakulok, 3 suara. Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori Satoko, saat melantik Hanpraderico berpesan, Formma harus bisa menjadi organisasi mahasiswa yang kritis dan bertanggung jawab. “Saya berharap Formma menjadi organisasi mahasiswa yang bertanggung jawab, yang kritis,” kata Hendri. Hendri yang pernah menjabat ketua Formma periode 2006-2008

MUBES - Peserta Mubes Formma mendengarkan arahan dari Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori Satoko berharap, Formma menjadi organisasi yang kuat, militan, dan jangan sampai dijadikan alat politik sehingga tidak lagi netral dan kritis. “Satu lagi, menjadi ketua Formma yang baru harus dapat menguasai Mentawai secara luas,” kata Hendri. Sementara Penasehat Formma,

Martinus, mengajak seluruh mahasiswa Mentawai menjadi mahasiswa yang konsisten dan jujur, “Saya mengajak seluruh mahasiswa Mentawai siapapun yang akan terpilih agar tetap kompak, konsisten, dan jujur,” pesan Martinus. Martinus juga mengajak mahasiswa Mentawai

bersinergi membangun komunikasi dengan Pemda Mentawai. Sementara Bupati Yudas Sabaggalet yang juga menyempatkan hadir sebelum pemilihan, berharap ketua Formma yang baru bisa mengayomi lembaganya. (r)

LBH Pers Terus Kawal Kekerasan Terhadap Jurnalis PADANG - Meningkatnya kasus kekerasan terhadap pers belakangan ini menjadi fokus perhatian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers. Direktur LBH Pers Hendrayana

menilai, kebebasan pers terancam dengan makin meningkatnya kasus kekerasan kepada jurnalis dan media. “Ada peningkatan grafik kasus kekerasan terhadap wartawan dan ini FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

DISKUSI - Diskusi Wartawan dengan LBH Pers

menjadi fokus perhatian LBH Pers, sepanjang 2011 ada 96 kasus baik kekerasan fisik maupun non fisik, dan tahun 2012 hingga Juni ini ada 60 kasus,” kata Hendrayana usai diskusi publik dengan jurnalis di Genta Budaya, Jalan Diponegoro, Padang, 28 Juni lalu. Diskusi tersebut digelar untuk merespon kasus kekerasan terhadap sejumlah jurnalis oleh sejumlah marinir, saat penertiban kafe dan warung remang-remang di Bukit Lampu, Gates Nan XX, Lubuk Begalung, Padang, 29 Mei lalu. “Ini kita sangat prihatin dengan banyak kasus kekerasan terhadap wartawan, dan disini tidak ada jaminan perlindungan sebagaimana yang diatur dalam UU Pers, ini masih kita pertanyakan terutama juga pengungkapan terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan, banyak tidak sampai ke proses hukum,” katanya.

Hendra juga menjelaskan tindakan kekerasan terhadap pers lebih dominan dilakukan oleh pihak aparat. Tahun 2011, kekerasan yang paling dominan dilakukan oleh pihak TNI dan POLRI, padahal ada mekanisme hak jawab, koreksi atau mendatangi dewan pers jika ada keberatan terhadap suatu pemberitaan dan tidak harus melakukan main hakim sendiri. “Dan jelas pelanggaran hukum dan melakukan kekerasan terhadap pers ancamannya 2 tahun penjara dengan denda Rp500 Juta. Hendrayana meminta kasus kekerasan terhadap wartawan dapat diproses secara serius “Kita berharap kepada penegak hukum atau siapa pun yang mempunyai kewenangan melakukan penyidikan dan memproses secara serius terhadap kasus-kasus terhadap wartawan, karena profesi wartawan jelas dilindungi oleh Undang-Undang Pers”, katanya. (trs)

15

Puailiggoubat

SEPUTARSUMBAR

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Petani Organik Sumbar Nilai KTT Rio+20 Gagal PADANG--Petani Sumatra Barat menilai hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rio+20 tentang pembangunan berkelanjutan yang berlangsung di Rio De Jeneiro, Brazil, pada 20-22 Juni yang lalu, gagal dan tak memberi dampak apapun untuk pembangunan pertanian di Indonesia. Karena itu, kalangan petani mencoba meningkatkan kemandirian dan tak tergantung kepada pemerintah. Isu tersebut mengemuka dalam diskusi pada hari ketiga dalam Galanggang Alam Pertanian Organik (GAPO) II yang diadakan di Istana Rakyat Selaras Alam, Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, 27 Juni lalu. Pengamat pertanian Nugroho Wienarto yang terlibat GAPO II mengatakan, hasil KTT Rio+20 terbilang mundur bila dibandingkan dari KTT-KTT sebelumnya. “Termasuk mundur dari hasil KTT Bumi 20 tahun yang lalu,” kata Konsultan Senior FIELD-Bumi Ceria Satu. Menurutnya, KTT yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, meski melalui debat panjang, tapi tidak menghasilkan jalan keluar, khususnya bagi petani. “Perdebatan tentang ekonomi hijau, pembangunan berkelanjutan hingga hak-hak perempuan juga mengalami kebuntuan. Banyak pihak tidak memiliki pemahaman yang sama tentang isu global tersebut,” paparnya. Hasil Rio+20, menurut Nugroho, tidak menjamin ketersediaan pangan dunia bila dibandingkan konsumsinya yang terus meningkat. Kecenderungan ini didukung oleh pertumbuhan jumlah penduduk, namun disisi lain lingkungan makin merosot. “Kesuburan tanah menurun, hutan-hutan terus ditebangi dan tidak ada kepemimpinan global yang berdiri menghadang itu semua,” lanjutnya. Nugroho menjelaskan merosotnya kualitas lingkungan telah berakibat pada kejadian bencana yang kerap terjadi. “Ditambah lagi dengan emisi gas rumah kaca yang sulit dikendalikan membuat suhu bumi semakin panas. Pada gilirannya hal ini akan menimbulkan perubahan iklim. KTT Rio+20 hanya mengutamakan kepentingan dunia usaha, tanpa upaya nyata untuk melindungi hak-hak petani,” tandasnya. Upaya Masyarakat Karena kebijakan tingkat dunia dan negara tak bisa diharapkan, dalam diskusinya di GAPO II, petani mencoba mencari jalan keluar untuk meningkatkan kemandirian yang antara lain dilakukan dengan upaya memelihara keragaman hayati sekaligus menjaga ketersediaan benih pangan lokal. Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (FKP4S) Sumbar, Fauzan Azim menerangkan GAPO menjadi salah satu media komunikasi antar petani yang mampu menunjukkan komitmen petani kepada dunia mengenai hak-hak petani sebagai masyarakat tidak serakah, tidak eksploitatif, sekaligus menyumbang penurunan emisi karbon dioksida dan metan. (*)

Kepentingan Politik Picu Kebocoran Anggaran FOTO:DOK AJI/PUAILIGGOUBAT

Lemahnya pengawasan oleh DPR maupun DPRD karena kurangnya kemampuan membaca anggaran.

Joni Aswira Putra

K

ebocoran anggaran pemerintah dari tahun ke tahun makin meningkat seiring

meningkatkan dana publik itu dikelola pemerintah. Berbagai modus dan cara digunakan birokrasi mengakali celah untuk menggerogoti anggaran. Pentingnya pengawasan publik terutama media massa diharap dapat memperkuat transparansi anggaran tersebut. Hal tersebut menjadi fokus dalam Diskusi Transparansi Anggara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang yang menyoal kebocoran APBN di daerah, di Frappucino Coffe House, Kota Padang, Sumatra Barat, Jumat, 29 Juni lalu. Dalam diskusi tersebut, anggota DPRD Sumatra Barat, Abel Tasman, mengatakan penyalahgunaan anggaran bisa dimulai sejak pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) baik di APBN maupun APBD karena proses ini sering diwarnai kepentingan politik. Sementara pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Dr. Hefrizal Handra, mengatakan pengusulan anggaran di tiap komisi hampir semuanya tertutup dari pantauan publik. Ketika itu, deal-deal politik bisa saja terjadi seperti rekomendasi

DISKUSI - Diskusi Transparansi Anggara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang yang menyoal kebocoran APBN masing-masing partai politik yang sudah punya bancakan sebelum kegiatan dilaksanakan. Pengusulan yang tidak transparan ini,katanya, ikut andil menyumbang kebocoran anggaran termasuk di daerah. “Di daerah potensi kebocoran anggaran sebenarnya sudah bisa diidentifikasi saat pembahasan antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan komisi. Apalagi logika anggaran yang diusulkan itu tidak dibedah secara intensif. Tidak bisa dipungkiri, kepentingan politik ikut mewarnai dalam pembahasannya,” katanya. Hefrizal mengatakan, Sumbar termasuk daerah yang tertinggal model penganggarannya karena tidak temaFOTO:DOK AJI/PUAILIGGOUBAT

DISKUSI - Diskusi Transparansi Anggara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang yang menyoal kebocoran APBN

tik atau sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Selain itu, ketidakefisiensi pelaksanaan juga dapat dijadikan indikator. Di akhir tahun anggaran, katanya, sering dijumpai pelaksanaan kegiatan melenceng dari RPJMD sebab semua daerah berlomba-lomba merealisasikannya sebelum menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) sehingga realisasinya tidak efisien. “Di sini kebocoran anggaran itu sangat terbuka sekali,” ujarnya. Ia melanjutkan, sektor penerimaan seperti pengelolaan pajak atau retribusi juga penting dicermati selain belanja modal atau pengadaan barang/ jasa. Menurutnya, di sektor itu potensi kebocoran anggaran juga berpeluang. “Pengelolaan pajak yang tidak memiliki prosedur atau retribusi yang tidak terpungut sesuai potensi (pengelolaan yang diberikan ke pihak ketiga) sangat memungkinkan sekali memicu kebocoran,” katanya. Abel Tasman mencatat, ada dua hal yang menjadi perhatian serius anggota dewan untuk melihat potensi kebocoran di daerah, yakni kegiatan yang ada sama dengan APBN dan kegiatan yang tidak masuk akal. “Pengusulan anggaran yang substansi kegiatannya sudah ada di APBN itu kita cermati, lalu kemudian kita juga sering kritis ke SKPD yang mengusulkan anggaran kegiatan yang tidak masuk akal,” katanya.

Abel juga mengaku, model pembahasan usulan anggaran di komisi selama ini baru mampu melihat substansi program karena sering kewalahan membahas sekian banyaknya dokumen untuk satu SKPD. “Celakanya lagi Rencana Kerja dan Anggaran dari SKPD tidak diberikan jauh-jauh hari sehingga satu pembahasan bisa sampai tengah malam. Itu untuk substansi program saja, belum lagi secara detail pembahasan rasionalisasi,” ujarnya Menurutnya, fungsi pengawasan pelaksanaan anggaran di DPRD berbeda dengan DPR pusat. Di pusat, setiap anggota dewan diberi staf ahli untuk menelaah usulan kegiatan kalau sudah di wilayah teknis. Di Daerah, kata Abel, baik saat pengusulan maupun pelaksanaan, tidak semua anggota dewan yang memiliki kapasitas mengkaji satu per satu secara teknis dari berbagai macam jenis proyek. “Mestinya juga ada payung hukum bagi anggota DPRD memiliki staf ahli di bidang tertentu. Sehingga ketika membahas segudang dokumen SKPD, staf ahli tinggal memberi resume opsi-opsi pada kami lalu diketuk palunya di rapat komisi. Kita akui, tidak semua yang punya kapasitas membedah setiap item belanja dan pelaksanaan, sementara yang kita hadapi adalah pejabat eksekutif yang sudah bertahun-tahun pengalamannya,” ujarnya.\ (o)

Puailiggoubat NO. 243, 1 - 14 Juli 201 2

8

Suara Puailiggoubat PNPM yang Sarat Masalah

P

rogram Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) sejatinya bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Meski partisipasi masyarakat ada dalam berbagai proyek PNPM MP ini, namun tujuan untuk mengentaskan kemiskinan belum bisa tercapai. Di Mentawai, dana PNPM MP terus meningkat. Jika tahun 2011 Rp29 Miliar, tahun 2012 menjadi Rp46 Miliar dan 2013 sekitar Rp65 Miliar. Sekitar 95 persen dana dialokasikan dari APBN dan hanya 5 persen bersumber dari APBD Mentawai. Lalu, sejauh mana dana publik yang nilainya semakin besar ini benarbenar digunakan untuk tujuannya dan tidak ada kebocoran anggaran dalam pelaksanaannya. Jika kita lihat di Mentawai, dana PNPM MP banyak digunakan untuk meningkatkan infrastruktur seperti jalan lingkar, jalan evakuasi, jembatan, simpan pinjam, beasiswa, asrama dan gedung pertemuan. Tak bisa dipungkiri, pembangunan jalan lingkar melalui PNPM dan Program Pengembangan Prasarana Pedesaan (P2D) di Mentawai membantu membuka akses masyarakat di daerah terpencil. Namun pelaksanaan program ini juga sarat dengan masalah-masalah seperti pengerjaan tidak sesuai waktu, hasil fisik tidak sesuai bestek, dana koperasi simpan pinjam yang tidak bergulir, pelaporan fiktif dan berbagai masalah lainnya. Berbagai masalah ini telah mendorong DPRD Mentawai membentuk Panitia Khusus (pansus) di akhir 2011, untuk mengusut berbagai laporan masyarakat. Ketua Pansus Bin Geas mengakui, adanya berbagai kejanggalan itu. Diluar persoalan silang sengkarut pelaksanaan PNPM yang laporannya ke Jakarta selalu baik itu, kehadiran PNPM telah mendorong masyarakat menjadi masyarakat individualis. Temuan dari INFID (International NGO Forum on Indonesian Development), program ini telah menghancurkan tatanan kehidupan sosial masyarakat yang saling terikat dan harmonis. Uang yang bertebaran di desa-desa, memunculkan konflik di masyarakat lantaran program ini justru lebih banyak dikerjakan elit desa dan belum menyentuh masyarakat miskin. PNPM memiliki perencanaan sendiri tanpa melalui Musrenbang sehingga programnya tidak lahir dari inisiatif warga. Keterikatan dan saling percaya masyarakat Mentawai putus dan mulai rusak oleh serbuan program PNPM. Antara mereka sendiri, pada akhirnya saling berebut program, saling mencurigai. Pada akhirnya, program yang sesungguhnya untuk menanggulangi kemiskinan dan bersumber dari utang luar negeri ini, tidak membawa dampak signifikan membangun tatanan masyarakat yang kuat, harmonis dan mandiri secara ekonomi. Untuk itu, mari kita pantau pelaksanaan PNPM 2012 ini bersama-sama seraya menunggu hasil temuan Pansus PNPM DPRD Mentawai. (*)

16

Arat Sabulungan, Identitas yang Hilang di Mentawai M ayoritas orang Mentawai saat ini memeluk agama Katolik, Protestan dan Islam. Namun demikian, sebagian penduduk Mentawai masih tetap memegang teguh nilai-nilai kepercayaan leluhurnya, terutama di Pulau Siberut yang asli, yakni Arat Sabulungan. Arat berarti kepercayaan, Sa berarti seikat dan bulungan berasal dari kata buluk yang berarti daun. Disebut Sabulungan karena dalam setiap acara ritualnya selalu menggunakan daun-daun yang dipercaya dapat menghubungkan manusia dengan Sang Maha Kuasa atau disebut Ulau Manua (Tuhan). Pada dasarnya sabulungan mengajarkan keseimbangan antara alam dan manusia. Kepercayaan itu mengajarkan bahwa manusia harus memperlakukan alam, tumbuh-tumbuhan, air, dan binatang seperti dirinya. Sekilas mengupas tentang Arat Sabulungan dalam kepercayaan s u k u Mentawai, daun atau lebih luasnya lagi pohon atau hutan merupakan tempat bersemayam bagi para dewa-dewa yang harus dihormati. Jika tidak, maka malapetakalah yang akan ditemui. Ada tiga penguasa besar yang dihormati dalam ajaran Sabulungan. Pertama Tai Kaleleu, yakni penguasa hutan dan gunung. Pesta adat sebelum berburu selalu dipersembahkan kepada penguasa ini. Kedua adalah Tai Kabaga,merupakan penguasa bumi. Ketiga yaitu Tai Kapata, yang merupakan dewa langit sang pemberi hujan dan kehidupan. Dahulu Arat Sabulungan dijadikan sebagai norma dalam penentuan segala hubungan manusia dengan alam dan dalam hubungan batin khusus dengan Tuhannya. Alam sangat dihormati oleh suku Mentawai begitu juga dengan hewan karena mereka percaya bahwa semua itu ada

Gerson Merari Saleleubaja

Wartawan Puailiggoubat, Tinggal di Maileppet, Siberut Selatan

pemiliknya yang mempunyai kekuatan yang sangat besar yang jika diganggu akan mendatangkan bencana. Rasa persaudaraan ketika masyarakat Mentawai masih menganut Arat tersebut sangatlah dekat. Bagi siapa saja yang melanggar Arat akan dijatuhi hukuman yang ditentukan dalam musyawarah Uma. Mereka berkeyakinan bahwa jika ada salah satu yang melanggar

maka semua akan terkena dampaknya. Seiring pengaruh yang masuk dari luar, baik di masa penjajahan atau setelah kemerdekaan Indonesia, Arat Sabulungan tidak bisa dilakukan lagi dalam bentuk formal. Arat Sabulungan dianggap sebagai kepercayaan yang sesat, bahkan segala atribut mereka dibakar dan dimusnahkan oleh aparat. Padahal yang mereka sembah adalah penguasa langit dan bumi yang tidak kelihatan, yang sejumlah agama disebut Tuhan. Saat pemerintah hanya menetapkan lima agama yang boleh dianut oleh masyarakat, akhirnya perlahan-lahan kepercayaan ini hilang. Bahkan pada saat itu, orang yang memakai kabit (cawat) sebagai pakaian ditangkap karena dianggap identik

dengan simbol Sabulungan, padahal pada masa itu mendapatkan sebuah celana merupakan hal yang langka. Pada tahun 50-an, kehancuran Arat Sabulungan semakin menjadi karena gencarnya agama masuk ke Mentawai. Pada mulanya masyarakat Mentawai menolak dengan keras bahkan melakukan perlawanan fisik dengan kedatangan agama tersebut karena mereka beranggapan bahwa mereka sudah mempunyai agama

yang dijadikan pegangan hidup. Namun beberapa penduduk ditangkap dan dipenjarakan oleh polisi yang dikirim oleh pemerintah untuk memaksa agar orang Mentawai meninggalkan Arat Sabulungan dan menganut agama yang sudah ditentukan pemerintah. Betapa suramnya masa itu, masyarakat ketakutan dalam menjalankan ritualnya karena tak ada belas kasihan bagi mereka yang menjalankan kepercayaannya. Pemaksaan itulah yang menghancurkan kepercayaan suku Mentawai, baik dari simbol maupun dari nilai luhur yang ada padanya. Peradaban Mentawai dihancurleburkan oleh kepercayaan yang dipaksakan oleh pemerintah.

Masuknya agama menggeser nilainilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Mentawai. Jika disimak, aturan pengakuan kebebasan beragama yang dianut oleh bangsa Indonesia seperti yang tercantum pada Pancasila, sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengisyaratkan, bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan kepercayaan dan agamanya masingmasing, jelas pemerintah bertanggungjawab atas semua kehancuran budaya yang terjadi di Mentawai. Apalagi ditambah Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 dan 29 dimana negara kita menjamin kebebasan beragama, dinyatakan; Pasal 28 E; setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat

tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaannya, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya, Beruntung Mentawai bagian Pulau Siberut masih gigih mempertahankan kepercayaan dan nilai itu, walau mereka harus keluar masuk bui saat itu. Saat ini pun, walau penduduk telah menganut berbagai agama yang diakui pemerintah itu, namun nyata dalam kehidupannya filosofi ajaran Sabulungan tak pernah hilang dari generasi ke generasi. Namun, di Mentawai bagian selatan seperti pulau Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora nilai luhur tradisi Arat Sabulungan telah menipis. Pemaksaan dalam keyakinan yang dianut bagaimanapun caranya merupakan hal yang tidak bisa dibenarkan.

17

Puailiggoubat

PODIUM

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Restorative Justice dan Upaya Revitalisasi Pengadilan Adat di Mentawai M

enarik untuk dicermati tulisan rekan Maru Saerejen dalam artikelnya di Tabloid Puailiggoubat beberapa waktu lalu. Beberapa kasus yang diselesaikan melalui keputusan adat khususnya di Mentawai berpotensi menjadi preseden untuk menguatkan posisi pengadilan adat supaya menjadi alternatif penyelesaian sengketa diluar pengadilan yang sebenarnya secara tidak sadar telah menerapkan prinsip-prinsip restorative justice. Apa itu restorative justice? Restorative justice berawal dari negara-negara yang mempergunakan bahasa Inggris, seperti Kanada, Australia, New Zealand, dan Inggris(Varia Peradilan Tahun ke XX No.247 Juni 2006, hal.3). Menurut Prof. Bagir Manan, restorative justice adalah”Penataan kembali sistem pemidanaan yang lebih adil”, atau”Penataan kembali sistem pemidanaan yang lebih adil baik bagi pelaku, korban, maupun masyarakat”(ibid). Jika kita perhatikan asal muasal konsep restorative justice ini seperti yang disebutkan diatas, itu adalah negara-negara anglo-saxon dimana negara-negara ini menerapkan sistem hukum yang tidak terkodifikasi kedalam kitab-kitab atau aturan-aturan tertulis. Apabila ada kasus, mereka baru mencari preseden atau putusan-putusan yang telah ada lebih dahulu dan serupa dengan kasus yang ditangani belakangan atau mereka membuat putusan yang baru. Sementara, sistem hukum Indonesia yang berorientasi pada Belanda dengan sistem continental merumuskan lebih dahulu apa saja yang merupakan kejahatan dan pelanggaran, baru setelah itu diatur dalam peraturan perundangundangan. Ketika ada kasus, hakim dan para penegak hukum lainnya men-

Rinto W Samaloisa, SH

Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum Universitas Pancasila Jakarta

cocokkan kasus itu dengan pasal-pasal yang terlebih dahulu diatur. Jika ada ketidaksinkronan barulah dilakukan penafsiran-penafsiran bahkan uji materiil(judicial review). Sebenarnya pemisahan kedua sistem hukum itu sudah mulai kabur, khususnya dibidang perekonomian. Perjanjianperjanjian bisnis yang dilakukan para pihak seringkali menabrak batasanbatasan itu. Akan tetapi kenyataan ini sudah dapat diterima didunia bisnis. Dan selama ini juga berjalan dengan baik walaupun ada beberapa benturan dalam pelaksanaannya. Dalam sebuah perkuliahan umum yang diadakan oleh Program Magister Ilmu Hukum Universitas Pancasila Jakarta, Dr. Arifin Tumpa mantan Ketua Mahkamah Agung RI dan sekaligus sebagai pembicara utama mengatakan bahwa” selama dia memimpin, ada ribuan kasus yang sampai di Mahkamah Agung. Dan kasus-kasus ini tidak terselesaikan selama dia memimpin. Keterbatasan sumber daya manusia, dan kompleksnya kasus-kasus yang ditangani menjadi kendala yang sering dihadapi. Akibatnya, penyelesaian

sengketa tanpa disadari telah bertabrakan dengan prinsip peradilan yang cepat, efisien dan murah. Telah banyak upaya yang ditempuh untuk meminimalisir kenyataan ini. Beberapa usaha itu adalah pembatasan kerugian yang dialami para pihak bersengketa yang dapat dimintakan penyelesaiannya dipengadilan. Namun upaya ini juga masih jauh panggang dari api. Sekalipun ada juga para pihak bersengketa yang tetap konsisten menggunakan alternative penyelesaian sengketa seperti mediasi, arbitrase dan lain-lain. Menurut saya, restorative justice itu telah terlebih dahulu diterapkan oleh pengadilan-pengadilan adat di Indonesia jauh sebelum booming restorative justice di negara-negara anglo-saxon. Di Mentawai khususnya, seingat penulis, penerapan restorative justice itu dapat dilihat sekitar tahun 1980-an, mungkin bisa lebih awal dari itu. Deskripsinya adalah ketika muncul sengketa perbatasan tanah kebun atau ladang (sook atau song’ atau pasongan), para pemuka masyarakat seperti tetuatetua adat dan pemuka agama beserta para pihak yang bersengketa dan disaksikan oleh masyarakat daerah setempat melakukan musyawarah. Pokok masalahnya adalah salah satu pihak berperkara menggeser batas kebun atau ladang dengan berbagai cara. Karena biasanya batas-batas itu hanya ditandai oleh tanaman keras atau tanaman lain yang daunnya mencolok(loina’ surak

dll). Penggeseran batas kebun atau ladang ini menimbulkan konflik tetapi teramat jarang konflik itu sampai kepada adu fisik. Sejarah membuktikan bahwa jika terjadi hal-hal demikian, biasanya salah satu pihak akan mengalah dan pindah(mujaujau) untuk mencari daerah baru atau perladangan baru. Dalam musyawarah itu, para pemuka masyarakat tadi akan memberikan gambaran, sejarah dan kronologis bagaimana terjadinya pembukaan perladangan tersebut. Ketika semua sudah jelas barulah dilakukan himbauan kepada para pihak yang bersengketa apakah akan konsisten dengan patok batas atau pasongan awal atau tidak. Jika tidak, maka yang tidak menerima keputusan musyawarah itu dapat menentukan sikapnya apakah dia akan mempertahankan haknya atau yang lebih ekstrim keluar dari kampung. Di daerah Siberut penerapan “Tulou” termasuk efektif dalam menyelesaikan sengketa apapun yang menimbulkan kerugian kepada pihak yang dirugikan. Unsur-unsur yang dominan dalam penyelesaian sengketa secara adat itu adalah adanya pemuka masyarakat yang terdiri atas, sibakkat laggai, kepalakepala suku, dan pemuka agama sebagai pengatur jalannya mufakat itu. Walaupun dalam beberapa kasus, unsur-unsur itu tidak lengkap tetapi keputusan yang diambil tetap mengacu kepada kearifankearifan lokal. Kemudian selain unsur pemuka masyarakat diatas, peranan dari masyarakat yang mengikuti musyawa-

rah itu sangat penting karena merekalah yang memonitor jalannya penyelesaian sengketa itu dan sekaligus sebagai saksi yang dapat turut memberikan pandangan-pandangan sejauh yang dia ketahui, dia lihat dan alami sendiri. Model penyelesaian sengketa sebagaimana yang terjadi di Mentawai ini lebih menitikberatkan pada perdamaian. Akan tetapi jika ada kerugian yang muncul, kerugian itu akan disepakati bersama dengan para pihak yang bersengketa bagaimana cara menggantinya. Biasanya penggantian ini dilihat berdasarkan kemampuan pihak yang terkena tulou atau denda. Pengenaan denda atau tulou ini berlaku untuk kasus perdata maupun pidana. Penyelesaian sengketa ini tidak memakan waktu yang lama seperti penyelesaian sengketa di pengadilan yang memakan waktu bertahun-tahun. Secara tidak langsung pengadilan adat lebih efektif. Disamping kelebihankelebihan yang ada, penyelesaian sengketa secara adat ini masih terdapat banyak kelemahan terutama, putusanputusannya banyak yang tidak tertulis dan dibukukan. Tetapi di beberapa daerah di Indonesia sudah ada juga putusan-putusan dan sudah ada yang ditulis dan menjadi pedoman dalam menyelesaikan perkara yang sama dikemudian hari. Di daerah pesisir barat Mentawai, penerapan pengadilan adat ini dalam kenyataannya hampir punah. Kearifankearifan lokal seperti ini hampir tidak diikuti oleh generasi-generasi muda. Kecenderungannya adalah munculnya penyelesaian sengketa yang berbuntut ke meja hijau dan “hotel prodeo” atau penjara. Padahal jika di pahami dan ditelusuri secara seksama sebenarnya pengadilan adat yang dahulu diterapkan oleh orang tua kita dahulu sangat efektif dalam mencapai suatu keadilan sekaligus kepastian hukum. Atas kondisi dalam pemaparan diatas, ada baiknya para generasi Mentawai yang bergelut dibidang hukum, perlu duduk bersama untuk menggiatkan kembali pengadilan adat dan menggali nilai-nilai kearifan lokal yang sangat berguna dalam rangka mengangkat kembali budaya Mentawai yang telah hilang, atau jika saat ini hampir punah kita kembalikan ketatanan awalnya. Sistem penyelesaian sengketa yang saat ini masih eksis seperti di Siberut dengan pengenaan tulou- nya dalam kasus-kasus baik perdata maupun pidana yang muncul dimasyarakat agar tetap diperkuat dan kalau bisa terwadahi sehingga penerapannya semakin efektif sebagai peradilan alternatif yang berkeadilan sosial. Semoga!

Puailiggoubat NO. 243, 1 - 15 Juli 2012

Pungutan Dilarang, Penerimaan Siswa Baru Dimulai SIKABALUAN - Penerimaan siswa baru untuk tingkat SD hingga SLTA mulai dibuka. Dinas Pendidikan Mentawai mengeluarkan edaran yang melarang sekolah memungut biaya pendaftaran kepada calon siswa. “Kami tidak membenarkan puingutan termasuk pembelian seragam bagi calon siswa baru kecuali seragam olahraga, itupun (pengadaan seragam olahraga) setelah proses belajar mulai dan dirapatkan dulu dengan orangtua siswa, juga tidak ada alasan pungutan untuk biaya MOS, panitia pendaftaran dan lainlain,” kata Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Mentawai, Syaiful Jannah, melalui telepon kepada Puailiggoubat, 2 Juli 2012. Untuk memantau penerimaan siswa baru, lanjut Syaiful, Dinas Pendidikan Mentawai mengupayakan turun ke lapangan atau memberdayakan Dinas cabang Pendidikan di kecamatan. Meski demikian, Syaiful masih khawatir akan ada pungutan di daerahdaerah yang jauh dan sulit dijangkau. “Karena itu, saya meminta masyarakat berpartisipasi memantau ini dan melaporkan,” katanya. Sementara itu, pendaftaran siswa baru di SMPN 1 Siberut Utara dan SMAN 1 Siberut Utara mulai dibuka 4 Juli hingga 6 Juli. (bs/jap)

Penyaluran dana Bos Triwulan II Hampir 100 Persen PADANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional telah menyalurkan danaBantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan II (April-Juni) 2012 pada 3 April lalu. Dana sudahdisalurkan ke daerah oleh pemerintah provinsi di seluruh Indonesia. Berdasarkan rilis situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, triwulan II ini telah disalurkan dana 99,43 persen atau 24,86 persen untuk tahun ini. Di Sumatra Barat, dana BOS yang sudah disalurkan ke sekolah per 2 Mei 2012 adalah 24,4 persen atau Rp130,5 Miliar dari Rp540 Miliar yang dianggarkan tahun ini. Dana BOS ini secara umum bertujuan untuk meringankan masyarakat atas tingginya biaya pendidikan saat ini. Dengan dana ini, sekolah tinggat SD hingga SMP tidak dibenarkan melakukan pungutan dalam bentuk apapun serta membebaskan siswa miskin biaya pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta. (o)

18

Tertinggal, Disdik Siberut Utara Kejar Peningkatan Mutu Lima langkah ditetapkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Mentawai Job Sirirui untuk mengejar ketertinggalan pendidikan.

FOTO:BAMBANG/PUAILIGGOUBAT

Siswa SDN 19 Sigapokna terpaksa membagi satu ruang belajar menjadi dua bagian dengan triplek Karena kurangnya ruang belajar

Bambang Sagurung

epala Cabang Dinas Pendidikan Siberut Utara, Jop Sirirui menyadari mutu pendidikan di wilayah pengawasannya masih tertinggal dibanding cabang dinas pendidikan di wilayah lain. Karena itu, ia pun bertekad mengejar peningkatan mutu dengan melakukan berbagai evaluasi. Ia mengatakan, rendahnya disiplin sekolah dan para guru menjadi indikator utama merosotnya mutu pendidikan.Tak ingin pendidikan di Siberut Utara berlarut dibelit kemerosotan, Jop menyiapkan lima langkah untuk memperbaiki keadaan. Pertama, katanya, membuat aturan tegas bagi para guru yang tidak disiplin. Ia mengakui, selama ini penegakan disiplin terhadap guru sering longgar. Ia mencontohkan, guru sering bolos alias tidak masuk mengajar tanpa mengantongi izin yang jelas. “Kita akan buat aturan bagi guru yang akan keluar harus membawa surat izin kepala sekolah dan kepala cabang. Tiga hari setelah itu harus melapor lagi. Bagi yang sakit harus membawa surat keterangan dari rumah sakit atau puskesmas,” katanya pada Puailiggoubat, Senin, 18 Juni 2012. Bahkan, untuk menjamin aturan

K

itu tak dilanggar lagi, Jop tak segansegan akan memberlakukan sangsi administratif. Kalau satu minggu tanpa surat keterangan sakit atau tidak melapor, maka ketidakhadiran guru tersebut dianggap absen. Konsekuensinya, kata Jop, Tunjangan Daerah (Tunda) satu bulan dipotong. “Demi penegakan disiplin ini saya pun siap diganti jika cara-cara yang saya terapkan ini nanti tidak disukai,” ujarnya. Jop Sirirui juga menyorot sejumlah sekolah yang tidak teratur melaksanakan jadwal libur dan masuk sekolah. Ia mencontohkan kasus di beberapa sekolah yang dikunjunginya melaksanakan libur lebih awal dari jadwal yang ditetapkan. “Dan itu terjadi bukan di sekolahsekolah yang sulit dijangkau saja, yang dekat dengan kecamatan pun kadang melanggar aturan yang ada,” ujarnya. Belum lagi Proses Belajar Mengajar (PBM) yang tidak teratur. Pantas saja, katanya, pelaksanaan try FOTO:BAMBANG/PUAILIGGOUBAT

ASYIK - Siswa SDN 04 Sikabaluan asyik bermain

out tingkat SD beberapa waktu lalu yang soalnya dari provinsi, hasilnya buruk. “Nilai siswa banyak anjlok. Sekolah yang dijagokan selama ini ternyata nilai aslinya itu ada yang 0,3. Ada juga yang sekolah nilai ratarata bidang studinya itu 3,0. Meski begitu, saya juga melihat masih ada sekolah yang mutu pendidikannya bagus,” ujarnya Langkah kedua yang disiapkannya adalah meningkatkan kapasitas guru melalui program pengayaan dan pelatihan seperti seminar dan lokakarya. Ia akan mendorong partisipasi guru dalam mengikutinya baik di tingkat cabang, kabupaten, maupun provinsi. “Kita akui, para guru masih banyak yang tidak mampu membuat silabus, RPP dan hal lainnya. Kebiasaannya, kalau mau kenaikan pangkat mereka menyewa orang saja, tidak mau belajar sendiri. Fakta itu kita temui di lapangan,”katanya. Langkah ketiga, menggenjot program penjaringan siswa dan guru berprestasi. Cabang Siberut Utara akan melakukan penilaian bagi siswa berprestasi di tingkat kecamatan untuk dipersiapkan mengikuti lomba sains tingkat kabupaten dan provinsi. Selain itu, proses pembinaan siswa-siswa yang memiliki bakat dan minat tertentu juga akan ditingkatkan. “Banyak anak-anak kita yang punya bakat namun tidak dibina dan dirangkul dengan baik, sehingga setiap ada lomba, asal caplok saja. Untuk ke depan kita lakukan pertahap, tentunya mulai tingkat kecamatan,” jelasnya.

Penjaringan guru berprestasi, katanya, harus ada standar kualifikasi yang terukur dan kompeten. Tujuannya jika ada seleksi guru berprestasi di tingkat regional maupun nasional, kebiasaan asal tunjuk tidak terulang lagi. “Ini terjadi karena tidak ada persiapan. Kita akan benahi proses seleksi, mulai tingkat kecamatan untuk diutus ke kabupaten. Lalu yang lolos dari kabupaten benar-benar siap ke tingkat provinsi hingga nasional, ”ujarnya. Langkah keempat adalah program akreditasi sekolah. Program ini akan bergulir setiap tahunnya, sehingga sekolah-sekolah terpacu meningkatkan mutu pendidikan, sarana dan prasarana sekolah agar diakui secara nasional. Jop mengatakan, di wilayah kerjanya untuk tahun 2012 ini ada dua sekolah yang akan mengikuti akreditasi, yaitu SDN 07 Sirilogui dan SDN 09 Sikabaluan. “Sekarang ini kedua sekolah itu sedang dalam tahap persiapan-persiapan. Untuk tahun depan kita usulkan lima sekolah. Kalau ada sekolah yang siap kita akan usulkan,” katanya. Langkah selanjutnya mengejar mutu adalah memperketat pengawasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pengawasan ini juga akan diperketat terhadap sejumlah bantuan sekolah lainnya, seperti BOSDSA, beasiswa, dan bantuan hibah lainnya. “Kita berharap ada pematauan secara bersama-sama. Dan yang perlu kita tekankan adalah keterbukaan dan transparansi dari kepala sekolah terhadap dana-dana yang diterima,” katanya. (j)

19

Puailiggoubat

PENDIDIKAN

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

Beasiswa Bagi Calon Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan PADANG - Kabar gembira bagi Anda lulusan SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke Fakultas Kelautan dan Perikanan. Pasalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menyediakan beasiswa untuk mahasiswa yang orangtuanya berasal dari pelaku utama sektor kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan. Jika anda sudah terdaftar sebagai mahasiswa di Fakultas Kelautan dan Perikanan, Anda berkesempatan meraih beasiswa senilai Rp10 Juta untuk satu kali selama masa pendidikan. Biaya pendidikan tersebut meliputi komponen biaya untuk keperluan SPP, Biaya Hidup, Buku referensi serta transportasi. Hal itu tertuang dalam surat KKP-Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan Nomor:420/BPSDMKP.02/TU.210/VI/ 2012, tertanggal 20 Juni 2012 yang terima Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH, Yempita Efendi, mengatakan beasiswa yang disediakan KKP itu bertujuan untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia di sektor kelautan dan perikanan (SDMKP). Beasiswa ini, katanya, merupakan bagian dari kesepakatan dalam Forum Kerja Sama Pendidikan Tinggi Kelautan dan Perikanan yang diselenggarakan KKP di Jakarta, 24 Mei tahun lalu. Ini ditujukan untuk pencapaian salah satu visi visi dan misi KKP, yakni meningkatkan pendidikan SDMKP. Kebijakan tersebut juga bagian tindak lanjut dari amanat UU Perikanan. Adapun kriteria dan persyaratan untuk memperoleh dukungan biaya dari KKP ini adalah mahasiswa yang berasal dari anak pelaku utama bidang kelautan dan perikanan yang orang tuanya bekerja sebagai nelayan, pembudidaya ikan maupun pengolah ikan. Syarat utama tersebut dinyatakan dengan surat keterangan dari lurah/kepala desa atau dinas perikanan dan kelautan. Syarat selanjutnya, berstatus sebagai mahasiswa aktif dari program studi kelautan dan perikanan pada akademi/ politkenik/D-IV dan S1 yang dibuktikan dengan fotocopy kartu mahasiswa serta transkrip nilai. Terakhir, tidak tercatat sebagai mahasiswa yang sedang menerima bantuan biaya pendidikan lainnya yang dinyatakan dengan surat pernyataan dari Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan. Untuk diketahui, di Sumatera hanya dua perguruan tinggi yang memiliki program studi kelautan dan perikanan, yakni Universitas Bung Hatta Padang dan Universitas Riau.(*)

Tahun Ajaran Baru, Sekolah Baru Diluncurkan Karena tenaga pengajar masih terbatas, sementara guru SD diminta mengajar di SMP.

Bambang Sagurung

urang seminggu lagi, Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat akan diluncurkan SMP baru walau berstatus satu atap. Sekolah ini dibangun pada tahun 2011 dengan anggaran sebesar Rp 450 Juta dari APBN Perubahan melalui program Block. Dengan anggaran sebesar itu, pemerintah baru berhasil membangun dua ruangan, yakni satu ruangan kelas dan satu ruangan. Proses Belajar Mengajar (PBM) di SMP Satu Atap Sigapokna efektif akan dimulai pada tahun ajaran 2012/ 2013. Lokasi dan pengelolaannya dilimpahkan ke SDN 16 Sigapokna. Kepala Sekolah SDN 16 Hadira Hia mengatakan, SMP ini sudah layak beroperasi meskipun baru ada dua ruangan. “Untuk ruangan majelis guru juga sudah dilengkapi dengan meja, kursi, lemari serta peralatan pustaka lainnya,” kata Hadira Hia yang akan merangkap sebagai kepala SMP Satu Atap Sigapokna pada Puailiggoubat, Senin, 11 Juni lalu. Hadira melanjutkan, menjelang tahun ajaran baru dimulai, sudah 20 orang calon siswa yang mendaftar, Semuanya dari lulusan SDN 16. Hadira memprediksi, jumlah itu akan

K

“Karena itu kita mengharap dukungan dari segala pihak, tidak saja pemerintah tapi masyarakat dan sekolah yang diserahkan pengelolaaan,” katanya. Selain SMP Satu Atap di SDN 16, pemerintah kata Jop, pada 2013 akan mendirikan SMP Satu Atap di Desa Setboyak yang rencananya akan dipusatkan di SDN 03. Karena itu, Jop berPANTAU UJIAN - Kepala cabang Dinas Pendidikan siberut Utara, Jop Sirirui sedang harap sekali partisipasi monitoring pelaksanaan ujian semester II di SDN 16 Sigapokna masyarakat terutama terus bertambah karena lulusan dari 16. Meski begitu katanya, tidak dukungan dalam ketersediaan lahan. SDN 02 dan SDN 19 belum dihitung. semua mata pelajaran gurunya “Intinya dukungan masyarakat. “Yang mendaftar semuanya yang diserap dari SD. Guru SDN 16 Pembangunan yang akan masuk itu lulus tahun ini, belum lagi siswa yang diupayakan untuk mengajar mata kita dukung bersama-sama. suku yang lulus dua dan tiga tahun lalu. Namun pelajaran yang relevan dan ada di lahannya akan kena dalam pembanguyang menjadi kendala sekarang kurikulum SD, seperti Bahasa Indo- nan agar mendukung karena ini demi fasilitasnya tapi tenaga pengajar,” nesia, Matematika, PPKN, dan masa depan generasi kita,” katanya. katanya. sebagainya. Kepala Desa Sotboyak Kecamatan Hadira sendiri masih khawatir “Khusus untuk mata pelajaran Siberut Utara, Alpius Sakoan telah SDN 16 akan kewalahan menghadapi baru pecahan dari IPA seperti Fisika, menyosialisasikan rencana pemerintah keterbatasan tenaga pengajar. Sebab, Biologi atau IPS seperti geografi, kepada masyarakatnya dalam forum SDN 16 katanya, hanya memiliki tentu kita merekrut para sarjana ramah tamah bersama orangtua anak empat tenaga pengajar PNS termasuk kependidikan baru yang sesuai yang dihadiri majelis guru di gedung dirinya dan dua orang tenaga honorer. dengan bidangnya,” katanya saat serbaguna, Senin, 18 Juni lalu. “Untuk SD saja sudah minim dihubungi Puailiggoubat melalui Pada kesempatan itu, Alpius guru. Namun karena kita patuh pada telepon. menyampaikan pemerintah ingin pimpinan tugas kita terima dengan Ia melanjutkan, pemerintah akan mendirikan SMP Satu pada tahun segala keterbatasan,”katanya. terus memantau perkembangan 2013. “Untuk rencana pembangunan Kepala Cabang Dinas Pendidikan kualitas dan kuantitas sekolah ini SMP Satu Atap ini sudah ada pembiKecamatan Siberut Utara, Jop Sirirui dalam satu hinga dua tahun ke caraan dengan bupati. Kita berharap mengatakan, secara bertahap menje- depan.Harapannya, maksimal dalam lokasi rencana pembangunannya nanti lang SMP didefinitifkan dengan waktu tiga tahun berjalan, sekolah ini didukung oleh suku yang punya status negeri, terpaksa member- sudah layak didefinitifkan menjadi lahan,”ujarnya. dayakan tenaga pengajar dari SDN sekolah berstatus negeri. (jap) FOTO:BAMBANG/PUAILIGGOUBAT

Beasiswa Miskin Dikucurkan SIKABALUAN - Provinsi Sumatera Barat mengucurkan bantuan bagi siswa miskin Mentawai. Di Siberut Utara, bantuan dikucurkan melalui Kantor Pos Sikabaluan. Masing-masing siswa mendapat Rp360 Ribu. “Bantuan beasiswa miskin ini digunakan untuk membeli keperluan anak. Alat tulis, sepatu, seragam, tas. Tidak boleh digunakan untuk pembangunan,” kata Kepala Cabang dinas Pendidikan Siberut Utara, Job Sirirui, 22 Juni lalu. Lebih lanjut dikatakan Jop, masing-masing sekolah yang mendapat beasiswa ini jumlahnya tidak sama. “Karena tidak

semua siswa yang dapat, maka kita sampaikan pada kepala sekolah agar pembagian besiswanya rata diberikan kepada semua anak. Tapi bukan dalam bentuk uang, namun dalam bentuk barang sehingga punya nilai dan semua anak disekolah itu dapat,” jelasnya. Untuk tahun ini, sekolah yang mendapat bantuan beasiswa miskin di Kecamatan Siberut Utara yaitu SDN 01 Malancan yang ada di Dusun Sirilanggai dengan jumlah 40 orang anak, SDN 03 Sotboyak dengan jumlah 35 orang anak, SDN 06 Malancan dengan jumlah 30 orang anak, SDN 07 Sirilogui dengan

jumlah 25 orang anak. Lanjutnya, SDN 08 Sikabaluan yang terletak di Dusun Pokai sebanyak 20 orang anak, SDN 09 Sikabaluan sebanyak 25 orang anak, SDN 12 Mongan Poula sebanyak 25 orang anak, SDN 15 Bojakan sebanyak 35 orang anak, SDN 21 Sikabaluan yang terletak di Dusun Puran 10 orang anak dan SD Fransiskus Sikabaluan sebanyak 70 orang anak. Sedangkan di wilayah Kecamatan Siberut Tengah yang masih masuk wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Siberut Utara, diantaranya SDN 10 Cimpungan sebanyak 25 orang anak, SDN 13 Cimpungan

yang terletak di Subelen sebanyak 25 orang anak. Sementara di wilayah Ke-camatan Siberut Barat yaitu SDN 05 Simatalu sebanayak 55 orang anak. Berdasarkan data yang didapat dari Kantor Pos Sikabaluan,, dari sejumlah sekolah yang mendapat bantuan beasiswa miskin ini, tinggal SDN 21 Sikabaluan yang belum mencairkan anggaran tersebut. “SD Fransiskus berkas mereka sudah lengkap namun karena uang didalam brangkas kosong kemungkinan tahun ajaran baru dicairkan. Kalau yang lainnya sudah,” kata salah seorang petugas. (bs)

PENDIDIKAN Ingin Libur Duluan, Banyak Sekolah Curi Start SIKABALUAN - Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Mentawai tentang pemberitahuan jadwal ujian, libur dan penerimaan siswa baru, ternyata tak seluruh sekolah mematuhinya. Surat bernomor 385/DISDIK-KKM/VI-2012 tertanggal 1 Juni 2012 ini, secara tegas menetapkan jadwal pelaksanaan ujian semester genap dari tanggal 11-16 Juni, remedial 18-20 Juni 2012, pengisian buku rapor dan pembagiannya 21-23 Juni, libur semester genap 25 Juni-7 Juli 2012. Namun faktanya, dari monitoring yang dilakukan Kepala Cabang Dinas Pendidikan di Siberut Utara, dijumpai 5 sekolah yang nakal melaksanakan ujian lebih awal dari Surat Edaran Dinas Pendidikan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Siberut Utara Jop Sirirui mengatakan, kelima sekolah yang mempercepat ujian semester itu diketahui ketika melakukan monitoring pada 11-16 Juni ke SDN 16 Desa Sigapokna Kecamatan Siberut Barat hingga SDN 15 Bojakan. Jop khawatir, mempercepat pelaksanaan ujian adalah trik sekolah yang ingin libur cepat. “Kita ingatkan sekolah tersebut untuk mengantisipasi jangan sampai melaksanakan libur juga lebih awal,” katanya pada Puailiggoubat, Sabtu (16/6) setelah mininjau pelaksanaan ujian semester. Sayangnya, Jop enggan menyebut 5 sekolah yang melanggar itu. Yang jelas, lanjutnya, jika ada masyarakat yang melaporkan ada sekolah yang libur cepat, maka akan dianggap satu sekolah itu absen. “Bila dalam satu minggu absen maka tundanya satu bulan akan kita potong,” tegasnya. Meski begitu, lanjutnya, tiga SDN di Sigapokna, yaitu SDN 02, SDN 16, dan SDN 19 diberi toleransi tahun ini. Tiga sekolah itu pada Rabu 20 Juni sudah diperbolehkan libur karena beberapa gurunya akan mengikuti ujian Universitas Terbuka (UT) di pusat kecamatan pada Sabtu sampai Senin (23-25/6/2012). “Karena transportasi ke Sikabaluan hanya sekali dalam satu minggu maka kita beri dispensasi. Sedangkan sekolah yang dekat jaraknya harus libur mulai Jumat (22/6),” jelasnya. Sementara sekolah lain yang terlanjur membagikan rapor pada Sabtu (16/ 6) tidak diperbolehkan langsung libur.” Sekolah tersebut harus melaksanakan aktivitas sekolah menjelang jadwal libur,” ujarnya. Kenyataannya, Misno, warga Sikabaluan mengatakan bahwa ada satu sekolah dekat pusat kecamatan melaksanakan libur pada Kamis (21/6) sehari setelah membagikan rapor. “Hari itu (Rabu (20/6) siswa tidak sekolah karena ada pembagian rapor. Lalu besoknya sudah mulai libur,” katanya. Selain itu, warga juga melihat beberapa orang guru pada Selasa (19/ 6) dengan menenteng barang menaiki KM. P.Simasin dari pelabuhan Pokai Desa Sikabaluan menuju Muara Padang pada pukul 19.30 Wib. Kuat dugaan para guru bermaksud pulang kampung lebih awal. Sementara itu dalam surat edaran diknas juga ditetapkan jadwal penerimaan siswa baru berlangsung 2-7 Juli dan tahun ajaran 2012/2013 dimulai tanggal 9 Juli. (bs)

Puailiggoubat

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

20

Fasilitas Pendidikan di Siberut Barat Memprihatinkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Siberut Utara, Jop Sirirui mencatat sejumlah fasilitas memprihatinkan ketika memonitoring pelaksanaan ujian di beberapa sekolah dasar, Senin, 11 Juni lalu. Bambang Sagurung

emuan yang paling mengejutkannya adalah kondisi bangunan SDN 02 di Dusun Policoman, Desa Sigapokna, Siberut Barat yang nyaris semuanya tidak layak. “Kita baru tahu kalau selama ini di wilayah Mentawai masih ada sekolah lama yang kondisinya seperti ini. Untung kita turun langsung ke lapangan sehingga tahu kondisinya. Kita tidak hanya sekedar menerima laporan dari kepala sekolah” katanya pada Puailiggoubat, Senin, 11 Juni lalu. Pantauan Puailiggoubat, dari enam fasilitas ruangan yang ada di SDN 02, kondisinya mengalami kerusakan. Lima ruangan yang bersebelahan dan sejajar dengan ruang guru kondisinya juga rusak. Bagian luar jendela, kacanya tidak ada lagi. Bahkan untuk menutup beberapa jendela digunakan belahan papan yang tersusun semrawut. Ada lagi bagian jendela yang tidak disekat sama sekali. Kondisi ruangan tidak jauh

T

meja, kursi, fasilitas ruang pustaka, dan perlengkapan lainnya. Kesepuluh SDN itu, antara lain SDN 19 Sigapokna, Sigapokna, SDN 16 Sigapokna, SDN 04 Sikabaluan, SDN 21 Sikabaluan, SDN 07 Sirilogui, SDN 10 Cimpungan, SDN 13 Cimpungan, SDN 06 Sikabaluan, SDN 15 Bojakan, SDN 03 Sotboyak. Kondisi kelayakan rumah dinas juga tak luput dari perhatian pejabat cabang dinas Siberut Utara ini. “Kalau kita lihat masih banyak sekolah yang tidak punya rumah dinas sehingga guru harus menumpang di rumah masyarakat. Ada juga rumah dinas di beberapa sekolah namun kondisinya tidak layak pakai,” katanya. Dia melanjutkan, Pemkab pada tahun 2012 memang sudah menganggarkan dana untuk pengadaan ruang kelas baru yang dilengkapi dengan mebeler. Tahun ini, katanya, semua sekolah tersebut mendapat bantuan pembangunan ruang kelas baru. “Informasinya sekarang masaih dalam tahap tender. Khusus untuk SDN 02 Sigapokna kita sudah bicarakan dengan kepala sekolah dan kepala dusun untuk direlokasi karena lokasi sekarang rawan banjir. Masyarakat kita minta untuk gotongroyong di lokasi baru tersebut termasuk membuat badan jalan.” katanya. (jap)

FOTO:BAMBANG/PUAILIGGOUBAT

RUSAK - SDN 02 Sigapokna sudah tidak layak lagi berbeda dengan fasilitas yang ada di dalamnya, seperti mebeler meja dan kursi. Mebeler sekolah ini sudah sepatutnya diganti karena sudah rapuh dimakan rayap. Kerusakan ruangan dan fasilitas ini diperparah lagi oleh kondisi dinding pembatas ruangan satu dengan ruang kelas lainnya bolong-bolong. Beberapa papan yang menjadi dindingnya hilang dan bahkan ada kelas tidak memiliki pembatas sama sekali. Bila menengadah ke atas, kita akan menjumpai loteng kelas yang tinggal kerangka saja. Kondisinya sudah lapuk dan dihinggapi sarang rayap. Loteng ada yang bocor, akibatnya tetesan hujan kerap mengganggu proses belajar siswa. Siswa juga akan disengat terik matahari jika cuaca sedang panas. Bagian llantainya pun sudah rata dengan tanah. “Sekolah ini berdiri sejak Mentawai masih bagian Kebupaten Padangpariaman pada tahun 1976.

Sampai sekarang tidak ada tersentuh renovasi dan pembangunan,” kata Jop Sirirui. Nyaris semua bangunan dan fasilitas di sekolah ini tidak layak lagi. Hanya satu ruang yang tersisa dengan kondisi bagus, yaitu satu ruangan yang membentuk huruf L. Lantai dan dinding serta jendela masih terbilang bagus dan lengkap kendati lantainya tidak berkeramik seperti sekolah lainnya yang ada. Selain itu, Jop Sirirui menyorot halaman sekolah yang tidak terawat. Di halaman itu jangan heran akan ditemui sejenis kubangan dan lumpurnya bisa meluap ketika hujan deras mengguyur. “Air pasang kemaren ini masuk dan menggenangi sekolah,” kata Ismael, kepala SDN 02 Sigapokna kepada Jop Sirirui. Selain SDN 02, dalam kunjungannya, Jop Sirirui juga menemukan kondisi di 10 SDN lain di wilayahnya yang kekurangan mebeler seperti

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Perguruan Tinggi Harus Sampai ke Pelosok PADANG - Proses peralihan perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri terus dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. “Pemerintah memiliki komitmen yang sangat kuat untuk memajukan dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, dalam acara serah terima aset dan penandatanganan nota kesepahaman empat perguruan tinggi swasta (PTS) yang akan dinegerikan.

Keempat PTS tersebut adalah Universitas Samudera Langsa, Universitas Sulawesi Barat, Politeknik Madiun, dan Politeknik Bengkalis. Acara berlangsung di Gedung D Kemdikbud, Jakarta, 29 Juni lalu, seperti dikutip dari situs Kemendikbud. “Perguruan tinggi negeri tidak boleh hanya terkonsentrasi di kota besar, tapi harus sampai ke pelosok-pelosok sebagai simbol komitmen pemerintah,” ujar Menteri Nuh. Ia menambahkan, hak layanan pendidikan tinggi harus tersebar ke daerah-daerah

sebagai bagian dari keadilan dunia pendidikan. “Tidak adil kalau adik-adik kita yang di Langsa harus jauhjauh kuliah ke Universitas Syaih Kuala, misalnya. Atau yang di Bengkalis harus naik perahu dulu ke Pekanbaru, Riau”. Karena itu, Menteri Nuh menegaskan, Kemdikbud akan menghadirkan perguruan tinggi negeri di lokasi masyarakat yang membutuhkan. Setelah serah terima aset dan penandatanganan nota kesepahaman, selanjutnya Kemdikbud akan melanjutkan proses penege-

rian empat PTS tersebut. Menteri Nuh mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota terkait serta yayasan, yang telah mengambil inisiatif untuk memulai berdirinya perguruan tinggi di wilayah masing- masing. “Tugas utama Anda sekalian sudah selesai. Sekarang bola ada di kementerian. Kami tentu ingin memberikan layanan terbaik,” katanya di hadapan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta pimpinan yayasan dan pimpinan perguruan tinggi yang hadir. (o)

21 21

Puailiggoubat

EKOKER

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012NO. 240, 15 - 31 Mei 2012 Puailiggoubat

Menguliti Untung Usaha Silomlom TUMALEI - Harga per kilonya memang tidak besar. Namun, jika dalam sebulan bisa menghasilkan 3 hingga 5 Ton, usaha pengolahan Silomlom ternyata menjanjikan juga. Silomlom merupakan istilah masyarakat Mentawai yang artinya kulit kayu. Istilah silomlom memang asing terdengar, namun jika dicarikan persamaannya, usaha ini agak lebih mirip dengan pengolahan kulit kayu medang keladi di Desa Sikabaluan. Terlepas dari istilah namanya, pengolahan silomlom inilah yang ramai digiatkan oleh warga Dusun Tumalei Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara. Usaha ini pun dianggap pantas menjadi penyangga ekonomi keluarga. Hasil olahan dapat dijual ke penampung dengan harga Rp2.500 per kilo. Kepala Dusun Tumalei Karbinus, mengatakan warga di dusunnya bisa memproduksi silomlom ini sebanyak 4 hingga 5 Ton per bulan. Ia sendiri adalah salah seorang penampung dari usaha pengolahan ini. “Per bulannya mencapai 4-5 ton silomlom yang kita tampung hasil dari produksi masyarakat. Untuk penjualannya ke pedagang Sikakap setiap bulan jadwal kedatangan kapal dagang, bisa mengangkut hasil produksi keseluruhan,” katanya pada Puailiggoubat, akhir Mei lalu. Setelah menampung dari petani, penampung lalu menjualnya lagi ke kapal yang datang harga Rp 3 Ribu per kilo. “Di samping harga komoditi lagi merosot turun, melalui pedagang lokal koordinasi ke pedagang Sikakap untuk pengangkutan dengan kapal ka penjualan selanjutnya,” ujarnya. Robertinus Saogo, warga Tumalei pengolah silomlom, mengatakan dari hasil produksinya dapat memenuhi kebutuhan rumahtangga.”Sambil berladang saya juga mengolah silomlom, dengan hasil pengolahan itu dapat menghidupi kebutuhan rumah tangga saya,” katanya. Bahkan, demi mencapai produksi maksimal, warga ada yang membawa bekal ke lokasi pengolahannya serta rela menginap beberapa hari di kawasan tertentu. Menginap di lokasi juga memungkinkan untuk memaksimalkan proses pengeringannya setelah dikuliti. “Sebagian warga ada yang menginap beberapa hari di lokasi pengolahannya. Ada yang berangkat hari Senin pulangnya Sabtu. Untuk penghasilan mereka juga lumayan menguntungkan.” jelas Morten, warga setempat. (imj/jap)

Menunggu Tower Mini Jadi Rongsokan Keterbatasan sinyal membuat masyarakat terpaksa mendaki bukit hanya untuk menelepon atau mengirim pesan. Puluhan tower mini yang dipasang hanya bertahan sebentar, lalu rusak

FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

Bambang Sagurung

etiap kali ingin berkomunikasi lewat telepon seluler, Iksan, seorang pengajar di SDN 15 Bojakan, Kecamatan Siberut Utara, terpaksa mendaki bukit di Desa Sikabaluan. Bukit yang berjarak sekitar 35 KM dari pusat kecamatan ini harus ditempuh berjalan kaki sekitar 15 menit lamanya.”Tidak jauh memang. Namun harus naik bukit yang tanjakannya cukup tajam, berumput dan bersemak,” katanya Sabtu, 16 Juni lalu. Begitu sampai atas bukit ini, rasa penat di sekujur tubuhnya usai menyisir sejumlah tanjakan seolah terbayar oleh kotak-kotak sinyal yang mulai nongol di layar telepon seluler. Jika tidak demikian, menelepon atau pesan singkat kepada keluarga dan kerabat tidak dapat dilakukan. Begitu pula jika Iksan ingin mengetahui informasi dari pusat kecamatan, kabupaten dan informasi penting lainnya. “Demi sinyal, seperti itulah kebiasaan kami akhir-akhir ini. Bahkan saya setiap selesai naik bukit selalu saja demam,” ujarnya. Desa Bojakan adalah wilayah terpencil. Dulu, sebelum ada jalan penghubung Desa Sikabaluan ke

S

TOWER MINI - Tower mini Desa Madobag Kecamatan Siberut Selatan Desa Sotboyak yang melewati Desa Monganpoula, untuk menuju Bojakan bisa menyita waktu satu hari perjalanan menggunakan pompong, jenis sampan kecil bermesin. Namun, sejak tersedia jalur darat masyarakat kini hanya melewati jarak 15 KM dengan kendaraan motor atau jasa ojek yang bertarif Rp50 Ribu per orang. Sesampai di Desa Sotboyak, masyakat terpaksa naik pompong lagi menuju Bojakan selama 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Tidak mengherankan jika wilayah ini juga sulit diakses jaringan telekomunikasi. Kesulitan jaringan tak hanya dialami oleh warga yang tinggal jauh dari pusat kecamatan. Desa Monganpoula yang jaraknya lebih dekat dengan pusat kecamatan justru mengalami nasib yang sama. “Kebetulan di depan jembatan kita dapat. Ada beberapa titik lainnya, namun kadang hanya bisa kirim sms dan juga kadang bisa menelpon,” kata Petrus Geyak, salah seorang tokoh masya-

rakat. Sebenarnya, pemerintah pada 2009 telah memasang tower mini di beberapa titik di wilayah Kecamatan Siberut Utara untuk membantu masyarakat berkomunikasi. Paling tidak di Desa Sikabaluan, Monganpoula, dan Bojakan, tower mini dipasang di kantor desa masingmasing. Kehadiran fasilitas penangkap sinyal itu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena letaknya di tengah perkampungan. Hingga awal 2011, masih terlihat masyarakat antri ke kantor desa untuk menggunakannnya kendati kapasitas pengguna tower mini ini hanya 2-5 orang. Namun kemudahan itu tidak ternyata tak berlangsung lama karena tower mini tidak berfungsi lagi hingga kini. Kondisi yang berlarut ini memaksa langkah kaki Iksan dan warga lainnya di Bojakan menaiki bukit demi sebuah komunikasi. Tower mini di di kantor Desa Monganpoula juga tidak berfungsi.

Walau tidak sampai menaiki bukit seperti di Bojakan, namun masyarakat tetap saja kesulitan berkomunikasi. Untung saja, kadang kala masyarakat di desa ini masih bisa mengandalkan tower mini di Sikaba-luan yang jaraknya dekat. “Sejak ada sentral tower di Sikabaluan, masya-rakat hanya menggunakan titik-titik yang ada jaringan,” kata Petrus Geyak. Jamin Sapotuk, warga Dusun Bose, Desa Sikabaluan mengatakan, sebagian masyarakat yang lain memilih membeli antena penangkap jaringan yang harganya Rp300-400 Ribu. Antena itu, aktanya, disambung ke tiang bambu sepanjang 50 meter supaya tinggi dan mampu menjangkau sinyal. Penggunaan antenna penangkap signal ini banyak dipraktekkan di Dusun Bose Desa Sikabaluan, Malancan, Sirilanggai, Lobajau. “Namun konsekuensinya handphone tidak bisa dibawa kemana-mana karena harus terpasang terus di antena,” katanya. (bs/jap)

Harga Cabai Naik, Inflasi Juni 0,62 Persen PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Juni 2012 mencapai 0,62 persen, angka ini lebih tinggi dari inflasi Mei lalu sebesar 0,07 persen. Secara tahunan alias year on year inflasi Juni mencapai 4,53persen, sementara inflasi tahun berjalan alias year to date (Januari-Juni 2012) mencapai 1,79 persen. Badan Pusat Statistik dalam situs

www.bps.go.id melangsir data, 66 kota di Indonesia mengalami inflasi. Tertinggi di Ambon 2,39 persen lalu Manokwari 2,05 persen. Sementara inflasi terendah di Bima 0,04 persen. Adapun pendorong inflasi Juni adalah cabai merah akibatnya urang pasokan, karena masih ada hujan. Kenaikan harga cabai ini terjadi di 60 kota. Di Padang harga cabai naik 101 persen, di Pematang Siantar naik 90

persen, dan kota lainnya naik 10-80 persen. Selain itu, bawang putih juga naik karena terbatasnya pasokan. Kenaikan harga bawang putih terjadi di 63 kota sebesar 10-67 persen. Daging ayam ras juga naik dan mendorong inflasi, kenaikan terjadi di 56 kota. Selain itu, pendorong inflasi Juni adalah gula pasir, dan juga

elpiji 3 kg yang sempat langka pasokan-nya, serta telur ayam ras. Emas perhiasan juga naik di 51 kota. Tertinggi terjadi di Makassar dan Sorong 4 persen, lalu Padang dan Tarakan 3 persen. Sedangkan penghambat inflasi adalah minyak goreng yang harganya turun di 45 kota. Harga pertamax yang terus turun juga menjadi faktor penghambat inflasi. (bps.go.id)

EKOKER Warga Pagai Dambakan Kapal Pemda Rute Padang-Sikakap SIKAKAP - Begitu mendengar kabar kapal milik pemerintah Kepulauan Mentawai ongkosnya gratis setelah terbit surat edaran Bupati Yudas Sabaggalet April lalu, masyarakat di kawasan pulau Pagai menginginkan pelayaran untuk rute Padang-Sikakap juga diadakan. Warga Pagai banyak yang mengeluh tidak menikmati pelayaran gratis seperti yang dirasakan penumpang rute Sikakap-Pasapuat, Sikakap-Sioban, dan Sikakap ke Tuapeijat akhir-akhir ini. Mumpung belum ada Perda Retribusinya, masyarakat Pagai ingin mencoba pula fasilitas gratis dari Sikakap ke Padang atau pun sebaliknya. “Kami di Pagai juga merindukan pelayanan gratis. Pelayaran gratis dari Sikakap ke Padang dan sebaliknya mumpung kapal milik Pemda Mentawai belum ada penetapan Perda Retribusi dan pajaknya,” ujar Arto, salah satu masyarakat pagai pada Puailiggoubat, Senin, 25 Juni. Warga lain mengatakan, Rute Sikakap-Padang hanya satu kali dalam seminggu. Itupun Kapal Muatan Penumpang (KMP) AmbuAmbu milik ASDP yang rutin melayani. Sementara kapal Pemda Mentawai tidak melayani rute Sikakap-Padang atau sebaliknya. “Seakan kami di Pagai kurang diperhatikan oleh pemerintah kabupaten. Seingat saya, rute Sikakap-Padang atau sebaliknya sudah lama dijanjikan ke janjikan pemerintah namun belum terupayakan,” ujar Julpin warga Pagai selatan. “Harapan kami pemerintah menambah pelayaran di pagai dengan rute Sikakap-Padang, sebab rute ini tergolong susah dan aksesnya terbatas. Untuk ke padang mesti menunggu selama seminggu pelayaran KMP Ambu-Ambu,” tambahnya. Sementara itu, hampir semua masyarakat yang menumpangi kapal gratis pemkab merasa diringankan biayanya, terutama bagi masyarakat Mentawai yang ekonominya lemah. Penumpang kalaupun membayar Rp5 Ribu, biaya itu untuk asuransi masyarakat sampai ketujuannya. “Hal ini sangat meringankan dan membantu biaya warga. Kita cuma membayar biaya asuransi penumpang sudah dapat sampai ketujuannya,” ujar Rina Samaloisa, Senin, 18 Juni menceritakan pelayaran Nade awal Juni lalu. (imj/jap)

Puailiggoubat

NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

22

Bantuan Alat Tangkap Kelompok Nelayan Saling Tuding Koordinator kelompok nelayan Pelita dan Sepakat, Nadea sulit menerima kenyataan begitu mengetahui kelompok nelayannya tidak lolos dalam pengajuan proposal bantuan alat tangkat nelayan yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Mentawai.

FOTO:RUS/PUAILIGGOUBAT

MELAUT - Nelayan melaut di perairan Tuapeijat

Bambang Sagurung Irman John

I

a mensinyalir kelompok nelayan dari Desa Malancan yang lolos, main mata de-

ngan aparat desa dan Dinas Kelautan Mentawai sendiri. “Ini ada indikasi permainan. Karena kelompok kami yang dibentuk dan pengesahannya dihadiri oleh pihak DKP Mentawai dan pihak pemerintah desa malah tidak lolos dalam pengajuan proposal. Apalagi kelompok kami semuanya nelayan,” katanya Kamis, 14 Juni lalu. Nadea mengatakan, bantuan alat tangkap nelayan ini merupakan program bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan 2012. Masingmasing kelompok akan mendapat Rp100 Juta jika memenuhi persyaratan, yaitu kelompok pengaju proposal benar-benar berprofesi sebagai nelayan. Semula, Nadea dan anggota kelompoknya yakin bahwa proposal kelompoknya akan lolos. Namun, tiba-tiba dalam perjalanannya, mereka mengetahui kelompok Illahi dan Purimanuaijatlah yang lolos. Ia pun heran karena sepengetahuannya dua kelompok yang lolos ini, anggotanya tidak berprofesi sebagai nelayan. “Anggota mereka saja tidak ada yang kita lihat melaut. Mereka malah penampung manau, pedagang, petani dan profesi lainnya,” katanya. Kecewa atas kenyataan itu, Nadea akhirnya mempertanyakannya ke Dinas Kelautan Dan Perikanan Mentawai. Jawaban yang didapat dari

dinas, pihak kabupaten hanya memfasilitasi bantuan dari pusat kepada masyarakat di Mentawai. “Kita hanya memfasilitasi pusat untuk menyalurkan bantuan. Kelompok yang lolos ini tergantung dari pusat saja,” ujar Nadea menirukan kata-kata salah seorang staf DKP Mentawai. Usut punya usut, ternyata proposal kelompok Illahi dan Purimanuaijat bisa lolos lantaran punya relasi atau orang dalam yang melancarkannya. Hal itu, kata Nadea, dilontarkan langsung oleh salah seorang anggota dari kelompok tersebut. Mereka, kata Nadea, bahkan punya relasi hingga di tingkat provinsi. “Mereka bilang, salah seorang dari pengurus kelompok bertugas sebagai ustad di Sikakap yang sekaligus kader salah astu partai sehingga bantuan melalui provinsi lebih gampang,” katanya. Kepala Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara Barnabas Saerejen yang dikonfirmasi Puailiggoubat, mengaku bahwa dirinya memang memberikan rekomendasi kepada kelompok nelayan Ilham dan Purimauaijat terkait persyaratan administrasi. Namun, pemberian itu, katanya, bukan dalam konteks kolusi atau nepotisme, melainkan konteksnya sebagai aparatur desa yang melayani masyarakatnya. “Kita ini pelayan bagi masyarakat. Surat dalam bentuk apapun dari desa akan kita berikan. Soal perjuangan sampai tingkat kecamatan hingga ke atas lainnya itu tergantung dari kelompok masing-masing,” katanya. Jecki, salah seorang pengurus kelompok nelayan Ilham dan Purimanuaijat dengan blak-blakan menga-

takan, persoalan lolosnya proposal tergantung dari kecekatan dan lobi kelompok masing-masing. Ia pun heran, kelompok lain yang tidak lolos malah mengada-ada persoalan. “Kelompok tidak boleh mempersalahkan desa. Sekarang tergantung kekuatan pengurus untuk mendapatkan bantuan itu. Tergantung lobi-lobi ke kabupaten dan provinsi,” katanya. Jecki bahkan mengaku, memang ada anggota kelompoknya yang terdaftar tidak lagi berprofesi sebagai nelayan dan bahkan tidak pernah menjadi nelayan. Jecki menggunakan nama orangtua anggota yang betulbetul nelayan agar persoalan administrasi lebih gampang. “Karena anak-anak mereka yang berprofesi sebagai nelayan tidak punya KTP. Kalau saya yang dibilang bukan nelayan harus berkaca dulu mereka. Saya ini nelayan yang dulu hingga sekarang terbilang sukses. Dari nelayan saya bisa buka usaha, beli mesin speedboat,” ujarnya. Jecki melanjutkan, rencana berikut yang akan dilakukan kelompoknya adalah membuka pangkalan Bahan Bakar Minyak (BBM) sendiri sehingga kelompok nelayan ini tidak kesulitan mendapatkan BBM. Selain itu, dengan bantuan tersebut, kelompoknya juga berencana membuat pabrik es serta mencari pasaran ke luar agar penghasilan nelayan lebih meningkat lagi. “Kalau kita lihat sekarang ini ketika ada bantuan hanya terpikir bagaimana uang yang diterima itu habis begitu saja. Bukan untuk masa yang akan datang,” katanya. Dikatakan Jecki, bantuan yang diberikan oleh pihak pemerintah itu

akan dikelola dengan baik sehingga jika ada bantuan lagi, track record kelompoknya tetap menjadi perhatian pemerintah. “Kelompok kita ini akan dibuatkan akta notarisnya, dengan begitu kita punya badan hukum yang jelas sehingga untuk mendapatkan bantuan lainnya akan lebih mudah.” katanya. Di Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, kelompok Sura’ yang beranggotakan 22 orang nelayan mengalami nasib yang sama. Kekecewaan kelompok ini kasusnya beda lagi. Mereka baru saja membuat sampan sebanyak 22 unit sebagai persyaratan yang harus dipenuhi. Dengan begitu kelompok ini yakin setelah proses itu dilaksanakan, kini tinggal menunggu realisasi bantuan alat tangkap dan mesin boat 5 peka dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mentawai. Ketua kelompok Sura’ Efrimen Saogo kepada Puailiggoubat, Minggu, 17 Juni, mengeluhkan entah apa lagi kendala yang dihadapinya sehingga permohonan bantuan hingga saat ini belum ada realisasinya. Sementara tim survei dari dinas sudah berulang kali turun ke lokasi untuk melakukan sosialisasi serta memverifikasi kelayakan kelompoknya. Selain itu, ia juga kecewa sering diberi harapan oleh tim dari dinas namun kenyataannya bantuan hingga kini tak kunjung terwujud. “Orang dari dinas sudah berkalikali turun ke lokasi menyaksikan kesiapan dan keseriusan kelompok di samping itu apa yang di intruksikan dinas bahwa kelompok harus melengkapi syarat seperti sampan juga sudah kami penuhi namun bantuan hingga kini belum ada realisasinya,” ujarnya. (jap)

23

Puailiggoubat NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

P

ada suatu hari seorang pemuda berburu di hutan. Hari itu dia sudah berjalan jauh, tetapi tidak seekor pun buruan yang didapatnya. Sampai di suatu tempat, dia melihat seekor rusa. Diambilnya anak panah dan dibidikkan ke rusa itu. Anak panah dilepas dari busur dan melesat mengenai tubuh rusa. Tetapi rusa itu tidak mati, malah lari menjauh. Pemuda tersebut mengejar dengan mengikuti jejak rusa tersebut. Sampai jauh dia mengikuti jejak rusa, tetapi rusa tersebut tidak ketemu. Karena kelelahan, si pemuda istirahat di pangkal batang enau. “Hai sobat, apa yang kau cari?” terdengar sebuah suara. Si pemuda mencari sumber suara itu. Dilihatnya di sekeliling hanya hutan dan belukar. Suara itu terdengar lagi. Si Pemuda kaget, ternyata suara itu berasal dari pohon enau tempat dia beristirahat. Dia pun menjawab pertanyaan pohon enau. “Saya sedang mengikuti jejak rusa yang saya panah”, jawab si pemuda. “Hai sobat, tak usah lah kamu cari. Rusa itu tidak mati. Ambillah ijukku, lalu kamu cuci. Jalinlah dan gunakanlah sebagai jerat penangkap rusa”, Kata pohon enau. “Bagaimana caranya?” tanya si pemuda “Aku akan tunjukkan cara membuat jerat serta pantangnya,” kata pohon enau Pemuda itu melakukan apa yang diajarkan pohon enau. Berjam-jam lamanya dia menjalin ijuk dari pohon enau yang telah dibersihkannya. Setelah jerat itu selesai, si pemuda memasangnya di tempat yang biasa dilalui rusa. Si pemuda kembali lagi ke rumahnya dan menunggu rusa terperangkap dalam jerat yang baru dipasangnya. Beberapa hari kemudian seekor rusa melintas ditempat si pemuda memasang jerat. Rusa heran melihat mahluk aneh yang belum pernah

sekadar becanda Sudah Tahu Ada anak baru (AB) dan anak lama (AL) sedang mengobrol saat pelajaran Fisika. AL: “Eh lu anak baru ya?” AB: “Iya..” AL: “Hati-hati lu sama guru Fisika, kalau salah sedikit bisa di gampar” AB: “Ooh… gue udah tahu” AL: “Iya, gurunya udah jelek, gembel gitu mukanya,

Asal Usul Jerat dilihatnya di daerah tersebut. Walau setiap saat dia melintasi daerah itu. “Hai sobat, sedang apa sobat disini?,” kata rusa kepada jerat, “Saya tinggal disini, sobat”, jawab jerat Rusa tidak suka ada mahluk aneh di sekitar tempat dia mencari makan dan bermain. Diusirnya jerat tersebut. Tetapi jerat tidak mau pergi. Rusa marah dan mengancam jerat. “ kalau begitu ayo berkelahi. Siapa yang kalah harus meninggalkan daerah ini”, tantang rusa.

“Sekali lagi maaf kawan, saya tidak kuat berkelahi, sedangkan kamu mampu melewati beberapa bukit, lembah, rawa dan sungai sedangkan saya hanya disini saja coba lihat punggung saya ini sedang sakit”, jawab jerat. “Jangan banyak alasan, ayo kita berkelahi,” desak rusa. “Kalau begitu ulurkan tanganmu,” ujar jerat dengan lembut. Lalu rusa memberikan tangannya dan jerat langsung menangkap tangan rusa tersebut dan menjepitnya erat

erat. “Lepaskan tanganku…..! lepaskan tanganku….!”, teriak rusa “Kawanku rusa, walaupun pung-gungku sakit, kamu tidak akan ku lepas. Kalau bilou sudah berbunyi, berarti ibu saya sudah bangun untuk mempersiapkan ransum bapak saya. Kalau burung sri gunting gunung berkicau, bertanda bapak saya akan datang”, ujar jerat pada rusa. Rusa sadar dia sudah terperangkap. Tapi tidak ada guna menyesalinya. Dia tidak bisa lepas dari ikatan kuat jerat yang dipasang si pemuda. Kini rusa hanya bisa pasrah menung-gu si pemuda, yang di sebut “Bapak” oleh jerat. Satu malam sudah berlalu dan fajar pun merekah di langit. Rusa masih terikat oleh jerat. Tidak lama kemudian terdengar suara bilou bersahutan. Para perempuan di kampung sudah sibuk memasak dan menyiapkan bekal suami dan anak lelaki mereka yang berangkat ke ladang atau ke hutan. Beberapa lama kemudian rusa mendengar kicauan burung sri gunting gunung. Dia tahu bahwa si pemasang jerat sudah berada di hutan. Sesampai si pemuda di tempat dia memasang jerat, hatinya bersorak melihat seekor rusa sudah terperangkap. Dia berjanji akan mematuhi segala pantangan memasang jerat seperti yang sudah diajarkan pohon enau. Ini adalah kisah tentang bagaimana terjadinya jerat, menta-wai beserta pantangnya. Dalam cerita ini mengandung makna bahwa manusia (masyarakat) mentawai begitu dekat dengan alam, ada hubungan baik dan saling meng-hormati antar sesama makhluk hidup dengan menjaga keutuhan ekosistem. (Kumpulan Cerita Rakyat Mentawai)

Sudah Tahu Pertanyaan Sederhana mana miskin lagi!” AB: “Ooh…gue udah tahu” AL: “Pokoknya ntar kalau pulang kita kerjain yuk! kita siram pake air got, kalau perlu kita gebukin tuh guru jelek! Eh ngomong-ngomong kok lu dari tadi bilang kalo lu udah tau sih?” AB: “Gue anaknya!!”

Pertanyaan Sederhana Seorang filsuf terkenal

sangat disegani oleh sopirnya yang selalu ikut mendengarkan setiap ceramah bosnya tentang moralitas dan etika. Kemudian suatu hari si sopir mendekati sang filsuf dan bertanya apakah ia bersedia untuk bertukar peran pada kuliah berikutnya, sang filsuf menjadi sopir, dan sang sopir yang akan menjadi dosen dan mengisi kuliah. Sang filsuf setuju. Materi kuliah dibawakan dengan sangat baik oleh si sopir. Ketika tiba saatnya pertanyaan

dari para peserta, seorang wanita di belakang bertanya, “Apakah pandangan epistemologis alam semesta masih berlaku dalam dunia eksistensialis?” “Itu adalah pertanyaan yang sangat sederhana,” jawab sang sopir (yang sedang menyamar menjadi dosen), “Terlalu sederhana, bahkan sopir saya bisa menjawab pertanyaan itu, dan itulah yang akan ia lakukan.”

Suara Daun Roberta Sarogdog

Calo Tiket

S

urat keputusan bupati untuk kapal Pemda Mentawai yang sudah berjalan hampir 2 bulan ini menjadi peluang bagi yang mengoperasikan beserta jajarannya untuk mengais keuntungan dibalik surat keputusan tersebut. Padahal tujuan surat keputusan itu dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan perjalanan antar pulau di Mentawai, dan juga surat keputusan itu dibuat akibat tingginya biaya operasional yang disupport oleh Pemda Mentawai, sementara beroperasinya kadang jalan dan kadang tidak dengan alasan tidak bisa membeli BBM. Surat keputusan itu malah menambah lemah kontrol pemerintah sehingga para pelaksana surat keputusan ini tidak tunduk dengan isi suratnya. Praktik percaloan meningkat seiring digratiskannya kapal pemerintah ini. Para calo semakin menjadi-jadi ditengah ramainya penumpang saat liburan sekolah. Praktik ini tentu merugikan masyarakat dan pemerintah, yang seharusnya cukup membayar Rp5.000 untuk asuransi, namun tiket untuk kamar diperjualbelikan dengan harga Rp50 Ribu sampai Rp100 Ribu per tiket. Pemerintah khususnya Dinas Perhubungan tentu tidak boleh membiarkan calo tiket ini tumbuh subur. Calo-calo yang kini sering berkeliaran di pelabuhan Muara Padang atau di Mentawai harus segera ditertibkan. Jika memang ada oknum dari pemerintah terlibat baik dari petugas kapal ataupun Dinas Perhubungan, harus segera diambil tindakan tegas dan sanksi. Masyarakat yang menjadi penumpang juga harus kritis dan melaporkan jika menemukan calo tiket atau petugas pemerintah yang “nakal” Calo tiket ini harus menjadi perhatian serius, sebab akan berdampak pada jumlah penumpang dan daftar manifest penumpang. Jika terjadi kecelakaan, akan membahayakan jika manifest penumpang tidak jelas. Semoga sistem kontrolnya berjalan untuk tertib dengan aturan yang ada.

Puailiggoubat NO. 243, 1 - 14 Juli 2012

24


243