Issuu on Google+

Tips & Tricks Kenapa Pilih Transformer Toroidal

Review Harman/Kardon MAS-100/110

www.audiovideo-indonesia.com

EDISI 08 / THN. II / JUNI 2012

GROUP TEST

Panasonic HDC-SD80 Canon HFR26 JVC GZ-HM650 Sony HDR-CX130

HI END

Sound Gallery Xtreme Yoshiyuki kaku

TECHNO

Dynamic Contrast Ratio Dolby Almos EDISI 08 / THN. II / JUNI 2012 Pulau Jawa : Rp 30.000 Luar Pulau Jawa : Rp 32.000

AV RECEIVER KELAS HD NAD T-748 48

Marantz SR5006

Pioneer VSX-921-K Harman/Kardon AVR365

Shopping Guide : 308 Produk Audio video

ďż˝

Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Redaksi Sekretaris Redaksi Kontributor

Tjandra Ghozalli Budi Santoso David Susilo, Doharto Simatupang Dita Nursari Sie Kek Chung, Malion, Didik.Wa, Boyke, Herwin, Tony Susanto, Wiyono.

Grafis Manajer Iklan Ir. Tjandra Ghozalli Ir Pemimpin Umum

BACA GRATIS Atau melalui SCOOP. Compatible dengan iPad, Galaxy, laptop, tablet dan PC.

A. Aziz Telp: 08161131936 / 021-33066836 Email: aziz_avi@yahoo.com

Keuangan

Ridwan Candra

Fotografer

A. Riff Syarifudin, Fajar Sutrisno

Alamat Redaksi

Jl. Pulo Buaran III F5 BPSP-Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur 13930

Majalah Audio Video on line & on time dapat dibaca gratis (free) melalui :

www.audiovideo-indonesia.com

Cecep

Telp: (021) 4619502 Fax: (021) 46826450

Penerbit

PT Audiomedia Nusantara Raya

Pres Dir

Mario Alisjahbana

Pres Kom

Milyanti Yani

Komisaris

Lukmanul Hakim Adham

Group Media

IKLAN INTERAKTIF

B

ulan silam kami mengundang bung Ari Soetjitro dari “2Creative” sebuah badan usaha untuk mendisain sebuah iklan interaktif. Seperti diketahui bahwa dengan semakin ba-nyaknya orang memakai iPad, maka semakin banyak pula orang membaca majalah on-line. Scoop dan Wayang Force adalah salah satu penyedia majalah on-line berbayar maupun gratis yang kini diminati oleh generasi muda. Sebagai dampaknya, secara global penjualan majalah cetak mengalami penurunan. Bagi penerbit majalah, media on-line adalah salah satu cara untuk menyebarkan majalah tanpa perlu mencetaknya sehingga modal dan resiko kerugian juga kecil. Permasalahannya, majalah on-line sulit untuk menjual iklan, tidak semudah majalah cetak. Selama tampilan iklan di majalah on-line sama persis dengan majalah cetak, dapat dipastikan pemasang iklan kurang tertarik. Jadi kalau ingin iklan majalah

on-line dilirik pemasang iklan, maka harus dibuat interaktif. Semisal untuk majalah Audio Video, iklan TV LCD-LED yang semula tampak depan, bila di”colek” maka berbalik dan terlihat tampak samping dan kalau dicolek lagi akan terlihat tampak belakang untuk melihat keram-pingan dan lekukan body TV LCD-LED yang aduhai. Dengan biaya sedikit berlebih, maka iklan yang semula “mati” menjadi “hidup”. Kami tengah mempelajari kemungkinan membuat iklan interaktif semacam ini di majalah Audio Video versi on-line. Bila anda berminat silahkan hubungi AE iklan kami.

audio video 4 Juni 2012

contents

8 NEW PRODUCT Nad T-567, Pioneer BDP-LX55 Polytron PAS68, Genetic Limited edition,

10 PRODUCT INFO

20 TEST

Nad T-748, Marantz SR5006, System Audio Saxo 8, Pioneer VSX-921-K, Panasonic DMP-BDT500, Harman/Kardon AVR-365, Sony XB300, DTiB Polytron,

42

Samsung Blu-ray BD-E6500, Panasonic DMP-BBT01, Pioneer BDP-53FD, Toshiba BDX5200, Harman/Kardon BDS5, Sony BDP-S485, Onkyo DV-BD606, Marantz UD 7006,

42 HI END 1

Sound Gallery,

46 HIEND 2 Xtreme

12 THEME

50 HI END 3

46

Yoshiyuki Kaku

54 TECHNO 1

AV Receiver Kelas HD

Dynamic Contrast Ratio

56 TECHNO 2 Dolby Atmos

57 VISIT

British Square

58 TIPS & TRICKS Transformer Toroidal

16 GROUP TEST

50

59 REVIEW CD

You Me at Six, TLB, Konspirasi, Kasabian, Lana del Rey, Ian Gillan

Panasonic HDC-SD80, Canon HFR26, JVC GZ-HM650, Sony HDR-CX130,

61 SHOPPING GUIDE

56

TV, HTiB, Camcorder, Micro Compo, Blu-ray, Proyektor

2012 audio video 6 Juni 2011

NAD T-567

PENULIS

Budi Santoso

N

NEW PRODUCT

AD T 567 merupakan Blu-ray player yang didukung oleh fitur keluaran optikal dan SPDIF koaksial selain HDMI, dan mendukung semua format audio terbaru termasuk Dolby Digital Plus, Dolby TrueHD, dan DTS-HD Master Audio 7.1. dimana DTS-HD juga kompatibel dengan semua decoder DTS. Player ini juga mendukung decoding MP3, WMA, dan AAC.

Sebagai player blu-ray NAD generasi ketiga, T-567 menambahkan fitur video 3D, bahkan T 567 kompatibel dengan berbagai format lain, termasuk DVD dan CD, dan memberikan kinerja yang sangat baik dari untuk semua jenis disc. Dengan resolusi 1080p/24 FPS (1080p50/60 untuk 2D) yang tersedia melalui HDMI,Anda akan disediakan dengan pilihan terbaik untuk suguhan film.a

Pioneer BDP-LX55

K

alau boleh dibilang produk yang satu ini merupakan jenis player multimedia format memanglah tepat, karena dukungan mesin player besutan Pioneer seri BDP-LX55 selain memang dirancang untuk pemutar Blu-ray, tapi juga mampu memutar piringan SACD dan DVD-Audio yang biasanya dirancang untuk player terpisah. Sedangkan tersedianya port USB, memungkinkan untuk menjanlankan berbagai format audio video dari Flashdisk atau media memori lain. Tidak hanya itu, Pioneer BDP-LX55 juga dilengkapi

Polytron PAS68

P

roduk anyar besutan Polytron ini merupakan sistem speaeker aktif yang built-in amplifier berdaya 70 watt rms perkanal. Bahkan fitur menarik dari speaeker dengan postur floorstanding ini juga dilengkapi dengan multimedia player untuk menjalankan format MP3 dari jalur USB yang disediakan, dimana setiap judul lagu dapat tertampil di layar LED saat diputar. Selain didukung oleh teknologi XBR Subwoofer sebagai pembangkit nada rendah, speaker ini juga dapat diaplikasikan sebagai loudspeaker untuk sistem karaoke melalui fasilitas 2 jalur mikropon.a

dengan fitur BD-Live, YouTube, DLNA dan Picasa, dimana dengan adanya jalur ethernet, maka dapat menayangkan musik dari Youtube maupun dari komputer.a

Genetic Limited Edition

I

nilah jenis kabel khusus loudspeaker buatan Genetic yang dari penampilannya tergolong cukup angker, dimana dukungan shielded yang solid, ditambah dengan konektor untuk binding-post yang terlihat kekar, tentunya cocok bagi yang mendambakan sistem audio dengan postur kabel speaker yang kokoh, apalagi Genetic Limited Edition kali ini disiapkan untuk panjang masing-masing 3 meteran.a

audio video 8 Juni 2012

PENULIS

Budi Santoso

Samsung Blu-ray BD-E6500

S

mart Blu-ray player keluaran Samsung yang cocok dipakai di era komunikasi global sekarang ini. Bisa mengakses seluruh web browser, built-in Wi-Fi tanpa perlu tambah kabel atau kawat untuk menghubungi jaringan wireless. Anda dapat mengakses Samsung Apps atau fitur Smart Blu-ray lainnya, dapat pula sinkron dan stream ke DLNA PC, Smartphone, Tablet, dan kamera via Samsung Allshare DLNA Tech. Fitur : Any net + HDMI-CEC, audio: Dolby True HD + DTS Decoder, kompatibel: MPEG 2/4/MKV, HD JPEG, WMV (1/2/3/7/9), Blu-ray, DVD, DVD+/-R/RW.a

P

enampilannya unik, menyegarkan berbentuk wajik dengan tekukan perwajahan 90 derajat sisi kiri kanan dipisah. Dilengkapi converter 2D to 3D,

kini anda dapat menyaksikan film Titanic dalam versi 3D. Kompatibel dengan media BD-ROM, BD-RE, BD-RE DL, DVD-R, DVD-DLI. Suara: Dolby Digital Plus, Dolby True HD, DTS-HD Master Audio Essential DTS. Fitur memory card, SD / SDHC/SDXL. Fitur audio; pure audio lewat HDMI, High clarity Sound Plus, 96 kHz Surround Mastering. Wah!!a

Pioneer Elite BDP-53FD

B

agi anda yang mengutamakan kualitas gambar dan audio maka pilihan yang paling pas adalah Pioneer Elite BDP-53FD yang buil-in prosesor video Marvell QDEO. Perangkat ini berperan majemuk, bisa menjadi player dari DVD Audio, SACD, Blu-ray disc, DVD, dan CD playback. Jejaring yang bisa diakses adalah

Netflix, Pandora, Picasa, dan YouTube. Terhubung pula ke RS-232 dan IP. Decoder audio DTS-HD Master Audio, Dolby True HD, Super Audio CD. Kalau anda punya i-Pad atau Tablet bahkan smart phone maka perangkat ini dapat difungsikan menjadi remote control perangkat Pioneer Elite melalui Pioneer free iControl AV2.a

Toshiba Blu-ray BDX5200

I

ni adalah Blu-ray player top line buatan Toshiba. Resolusi gambarnya fantastik, 6 kali lebih padat dari DVD player normal. Fasilitas lainnya, Blu-ray player built-in Wi-Fi, resolusi video 1080p, surround sound

Dolby True HD, DTS – HD, dan DTS – HD Master Audio Essential. Mudah terhubung ke Blockbuster on demand, Cinema now, Netflix, Pandora, Vudu, dan Youtube. Fitur tambahan: Full HD, dan BD Life.a

audio video 10 Juni 2012

Harman / Kardon BDS 5

H

arman / Kardon BDS 5 adalah gabungan dari Bluray player dan A/V Receiver. Dilengkapi dengan keluaran audio 5.1 kanal. , amplifier digital dengan fasilitas Dolby dan DTS Surround Sound decoding – semua terkemas dalam satu sistem yang kompak. Kompatibel dengan iPod/iPhone, ada ethernet port untuk

B

interaktif BD-Live, daya keluaran amplifier 65 Watts/kanal. Tanggapan frekuensi 20 Hz – 20 kHz THD 0,1%. Siap tuner FM dengan S/N 60 dB. Pemutar disc BD video, DVD video, DVD +R/+RW, DVD -R/-RW, CD Audio, CD -R/ RW. Format audio True HD dan DTS-HD.a

Sony BDP-S485

lu-ray player terbaru keluaran Sony dengan fitur menyenangkan seperti playback 3D, Sony Entertainment Network, fungsi karaoke. Hebatnya mampu merobah smartphone anda menjadi remote control multi fungsi. Ada browser data base untuk memeriksa info isi piringan dengan memakai Gracenote. Fasilitas lain; play back 3D,

internet video, quick start, dan karaoke. Jadi perangkat ini selain bisa dijadikan BD player, sanggup mencari data via browser.a

Onkyo DV-BD606

I

nilah produk Blu-ray player buatan Onkyo satu satunya. Disain terfokus ke Video Hi-Def dan Audio Bit Stream. Fitur khusus: play back Blu-ray dengan pure

P

data bit stream dari Dolby True HD dan DTS-HD. Video 1080 up scaling. Penampilan sederhana namun macho dengan karakter yang pas untuk audio dan videophile.a

Marantz UD 7006

erangkat ini sangat multi fungsi, pemutar SACD, BD-Video, DVD-Audio/Video /-R -RW +RW), CD-DA/-R – RW. Didukung dengan HDMI versi 1.4a, Blu-ray 3D, XV Color, Deep color dan HDMI CEC.

Fasilitas on-line NetFix dan YouTube, Didukung dengan DLNA, dan decoder audio high end 192 kHz / 32 bit . Marantz adalah pilihan audiophile yang menuntut kualitas suara di atas segalanya.a

audio video 11 Juni 2012

PENULIS

AV RECEIVER KELAS HD

SOLUSI UNTUK MENGHADIRKAN TATA SUARA BERDEFINISI TINGGI

THEMA

Budi Santoso

AV Receiver atau Audio Video Receiver merupakan salah n satu dari sekian banyak jenis perangkat elektronik konsumen (consumer electronic) yang umum digunakan sebagai penunjang sistem home theater.

S

ejak pertama kali AV receiver mulai di kenal di masyaratkat, penerapannya memang sudah pada sistem tata suara bioskop rumah, sehingga banyak vendor elektronik menluncurkan berbagai jenis AV receiver yang telah ditunjang oleh sistem tata suara keliling (surround), sampai akhirnya muncul teknologi Dolby ProLogic sebagai format suara surround pertama kali yang spektakuler pada waktu itu. Dalam perkembangannya, AV receiver atau yang juga

dapat dikategorikan sebagai penguat daya mulitkanal dan telah mengalami perubahan yang cukup siginifikan, apalagi teknologi media rekam yang sudah mampu menyimpan data AV dengan kualitas high definiiton (HD), wajar jika saat ini muncul format audio yang juga disiapkan untuk kelas HD. Jika Stereo Receiver memiliki dua saluran

MENGENAL FORMAT AUDIO HIGH DEFINITION

DOLBY 速 TRUEHD Dolby 速 TrueHD adalah format audio yang 100 persen lossless yang menjamin Anda akan dihadirkan sajian film dan musik yang identik dengan master studio, panorama panggung, atau rekaman konser. Dengan dukungan hingga 7,1 kanal yang dramatis definisi tinggi surround sound, Dolby TrueHD memungkinkan Anda mendapatkan performa penuh dari Blu-ray audio di ruang dengar Anda. Dolby TrueHD adalah format audio dengan kompresi lossless yang memungkinkan efisiensi bit-rate (disk dan transmisi) untuk setengah ukuran file yang terkompresi dari pulse-code modulation (PCM), sementara secara simultas memberikan 100 persen kualitas reproduksi studio-master dengan performa audio aslinya, sehingga Dolby TrueHD mampu menampilkan kualitas audio terbaik dari cakram Blu-ray. Sebagai audio codec yang lossless, Dolby TrueHD memastikan bahwa pendengar mendapatkan setiap nuansa soundtrack film, program televisi, atau musik, tanpa kehilangan kualitas. Pada Blu-ray Disc, Dolby TrueHD mendukung hingga delapan kanal

utuh kualitas audio 96 kHz/24-bit dan enam kanal audio 192 kHz/24-bit. DTS-HD MASTER AUDIO DTS-HD Master Audio merupakan format kelas premium definisi tinggi untuk semua aplikasi, dimana menggunakan teknologi bit-rate variabel untuk memberikan kualitas audio yang mewah, sedangkan ukuran file dan bandwidth yang tetap terjaga. Hasilnya adalah pengalaman audio tanpa kompromi yang membawa film, musik serta game yang lebih hidup, sama seperti saat Anda mendengarkan di ruang studio rekaman master. Fitur lain dari DTS-HD Master Audio adalah strukturnya yang non-redundant , yang pada saat tertentu memungkinkan untuk produksi yang lebih efisien. Selain itu, teknologiDTS-HD Master Audio membawa satu encode dan satu QC yang memungkinkan alur kerja lebih cepat dan lebih berkualitas. Karena DTS-HD Master Audio adalah identik dengan bit per bit untuk master studio,

12 JJunii 2012 id audio dii video

amplifikasi, sedangkan AV Receiver umunya memiliki lebih dari dua kanal keluaran audio, bahkan saat ini, standar untuk AV receiver memiliki lima saluran amplifikasi, atau lebih dikenal dengan istilah 5.1 kanal. Artinya perangkat tersebut menyediakan penguat daya 5 kanal untuk kanal kiri, kanan, tengah, surround kiri dan surround kanan, dimana “.1” (titik satu) merupakan istilah pada jalur keluaran Low Frequency Effect (LFE) yang khusus menyalurkan efek sinyal frekuensi rendah yang biasanya dikirim ke unit driver subwoofer dan memerlukan amplifier tersendiri. Fitur tata suara selain dukungan dekoder kelas HD untuk sebuah AV receiver tentunya memiliki ciri khas yang berbeda dari satu merek dengan merek lainnya, dimana efek ruang yang diciptakan oleh masing-masing AV receiver dengan istilah yang saling berbeda pula. Sebagai AV receiver, biasanya dukungan fitur penerima FM sudah menjadi standar, bahkan sejak diperkenalkan pertama kalinya. AV receiver yang mumpuni, tentunya telah didukung

Jika Stereo Receiver memiliki dua saluran amplifikasi, sedangkan AV Receiver umunya memiliki lebih dari dua kanal keluaran audio, bahkan saat ini, standar untuk AV receiver memiliki lima saluran amplifikasi, atau lebih dikenal dengan istilah 5.1 kanal.

maka dapat digunakan sebagai format arsip atau mezzanine, dengan penghematan ukuran file yang signifikan atas sumber PCM dan kemampuan untuk menyimpan metadata. DTS-HD Master Audio adalah suatu standar industri dan hanya “one-stream” sebagai solusi audio surround untuk piringan Blu-ray, sehingga menjadikannya sebagai pilihan utama dari studio besar dan penyedia konten di seluruh dunia. Dolby ® Digital Plus, atau Enhanced AC-3 (e-AC-3), adalah suara surround audio codec canggih yang dirancang khusus untuk media berkembang. Dari teater rumah dan PC ke ponsel dan online streaming, Dolby Digital Plus mendefinisikantinggi kesetiaan audio. Anda akan mendapatkan pengalaman Dolby terkenalbioskop dari semua hiburan Anda. THX SYSTEM Jika Anda sering pergi ke bioskop , mungkin pernah mengalami berbagai kondisi, seperti lampu redup, lampu layar, bahkan Anda melihat logo THX, disertai dengan suara dashyat, kemudian muncul ungkapan para penonton yang mendengarkan, dimana Anda berada dalam suasana audio visual yang spektakuler. sehingga asumsi umum beranggapan bahwa THX merupakan format lain dari sistem tata suara film, padahal ternyataTHX bukanlah format suara sama sekali, tetapi sesuatu yang lain.

THX dikembangkan oleh Tomlinson Holman di perusahaan George Lucas,Lucas film, pada tahun 1983 untuk memastikan bahwa soundtrack untuk film Star Wars , Return of Jedi, akan menjadi akurat di lokasi yang terbaik. THX pertama kali dinamai THX 1138 (film pertama George Lucas ), dikembangkan di Lucasfilm pada awal tahun 1980. George Lucas ingin cara untuk memastikan gara pan filmnya akan terlihat dan terdengar persis sama, tidak peduli di mana ia dimainkan.Tomlinson Holman, mantan direktur teknis perusahaan untuk Lucasfilm, dan timTHX insinyur mengambil tantangan untuk mengembangkan satu set dasar dari standar tersebut. Intinya, THX adalah pedoman seperangkat yang menyelesaikan masalah ini.Untuk dapat menampilkan logo THX, setiap teater harus mengadopsi serangkaian standar dan kemudian disertifikasi oleh divisi THX Lucasfilm. Bahkan untuk mendapatkan sertifikasi THX diperlukan beberapa tahapan agar diperoleh hasil sesuai dengan stadar acuan dari THX.

13 JJunii 2012 id audio dii video

PENULIS

THEMA

Budi Santoso

oleh jalur masukan/keluaran yang memiliki kompatibilitass tinggi, sehingga aplikasinya tidak terbatas. Dan yang paling penting nting untuk saat ini adalah kemam-puannya untuk dapat menghaadirkan suara kelas FullHD dengan dukungan jenis konektor ktor HDMI, bahkan untuk jenis AV receiver yang baik, disertakan n pula fasilitas monitor video yang juga sampai tingkatan HD agar gar saat setting audio video dapat tertampil di layar monitor (TV). Untuk jalur keluaran amplifier dari AV receiver terbaru, minimal telah built-in 7 kanal amplifier, sehingga mampu mendukung sistem home theaeter 7.1 kanal, bahkan tidak jarang untuk jenis yang lebih wah lagi didukung oleh 9 penguat daya terpisah untuk sistem 9.1 kanal.

DEKODER

Marantz SR5006 dan Pioneer VSX-921K

AV receiver biasanya didukung oleh lebih dari satu jenis dekoder untuk mengolah sumber sinyal audio dari dua kanal atau lebih, dan biasanya untuk proses encoding dari format soundtrack film, seperti Dolby ProLogic yang merupakan teknologi pengolah tata suara surround pertama kali diperkenalkan, dimana format ini berisi sebuah kanal center dan sebuah kanal surround yang di mixing ke dalam kanal kanan dan kiri menggunakan proses yang biasa disebu Matrix, sehingga menghasilkan total 4 kanal audio. Sejak diperkenalkan teknologi DVD, format Dolby Digital menjadi salah satu standar sistem tata suara home theater selain format DTS yang juga dipakai sebagai format

audio multikanal berbasis digital. Kini, dua pesaing besar dalam format tata suara digital antara Dolby dan DTS telah mengembangkan format dengan kelas HD yang diharapkan mampu mereproduksi suara dengan kualitas aslinya, yaitu Dolby TrueHD dan DTS HD Master Audio yang saat ini diadopsi oleh Blu-Ray Disc. AV receiver terbaru, tentunya sudah dilengkapi kedua dekoder paling gres tersebut di atas, sehingga perkembangan sistem tata suara home theater masih tetap eksis, terbukti dengan banyak merek ternama yang meluncurkan beragam jenis AV receiver dengan berbagai varian sesuai budget.a

AV receiver biasanya didukung oleh lebih dari satu jenis dekoder untuk mengolah sumber sinyal audio dari dua kanal atau lebih, dan biasanya untuk proses encoding dari format soundtrack film, seperti Dolby ProLogic yang merupakan teknologi pengolah tata suara surround pertama kali diperkenalkan, dimana format ini berisi sebuah kanal center dan sebuah kanal surround yang di mixing ke dalam kanal kanan dan kiri menggunakan proses yang biasa disebu Matrix, sehingga menghasilkan total 4 kanal audio. audio video 14 Juni 2012

HARMAN KARDON MAS-100/110

Yang Menarik

Lebih dari 50 tahun yang lalu, Harman Kardon, Inc memasarkan receiver pertama kalinya telah menggunakan komponen audio dengan performa yang tingga, dimana memadukan beberapa sistem terpisah, namun terkemas dalam satu paket yang memberi kemudahan bagi penggunanya.

P

ada komponen kali ini, Harman Kardon meluncurkan seri MAS 100/110 yang merupakan paket istimewa yang dikemas secara eksklusif yang ditunjang dengan komponen audio berkelas, bahkan dengan fitur canggih lainnya yang dapat mengakses beberapa komponen eksternal secara terpadu. Walau hanya merupakan jenis pemutar audio, namun sistem ini tergolong siap pakai, karena telah dilengkapi dengan penguat daya dan loudspeaker terpisah, sehingga memberi kesan produk midi system yang terintegrasi dengan kemampuan layaknya perangkat sistem terpisah. Tidak saja ditunjang dengan penguat daya dan amplifier yang mumpuni, tapi juga didukung fitur modern yang mengikuti tren gaya hidup masa kini, termasuk kemampuan untuk memainkan music MP3 dan WMA dari koneksi USB dan koneksi docking iPod (opsional). Sebagai pemutar CD dengan model slot loading, Harman Kardon MAS 100/110 memiliki penampilan yang sederhanya, ini dapat terlihat dari bagian depan sistem yang hanya terdapat tampilan LED serta tombol putar pada bagian amplifiernya, walau di bagian sisi kanan juga terdapat tombol sentuh untuk player. Tapi jika melongok bagian belakang sistem ini, maka terserdia jalur masukan/keluaran yang berlimpah, baik analog maupun digital. Fitur lain yang tidak kalah menarik adalah tuner digital DAB yang dapat menampilkan teks dari siaran broadcast

Budi Santoso

REVIEW

Dengan jalur I/O yang berlimpah, Harman Kardon MAS 100/110 memiliki kemampuan layaknya perangkat terpisah.

PENULIS

yang diterima. Begitu pula dengan fasilitas remote wireless professional, memberi keluasaan dalam sistem pengoperasian secara menyeluruh, termasuk setting audio lebih rinci. Dari hasil uji dengar yang kami lakukan di butik audio Utama Audio, Mangga Dua Mal, kami disugguhkan performa musik audio kelas mid-end yang dapat menampilkan bobot suara layaknya menggunakan perangkat audio yang besar. Kemampuan untuk loading CD, kami rasakan tergolong responsif, hanya dalam hitungan detik langsung dapat memainkan musik trek demi trek.a

Cocok untuk... Bermacam jenis USB flash maupun mesin iPod yang dapat menampung berbagai format audio, baik MP3 maupun WMA. Dengan koneksi docking iPod (opsional) maka mesin Harman Kardon MAS 100/110 dapat langsung mengakses audio musik dari perangkat tersebut dengan deteksi secara otomatis.

audio video 15 Juni 2012

PENULIS

GROUP TEST

Doharto

PANASONIC HDC-SD80 Nama Panasonic juga dikenal sebagai pabrikan camcorder dengan kualitas mumpuni namun berbanderol lebih murah dibanding Sony. Pada review kali ini kami memilih Panasonic HDC-SD80 untuk dibandingkan dengan ketiga kompetitornya. Bagaimana prospek handycam ini, terus ikuti uraian kami.

P

PRODUK Panasonic HDC-SD80

SPESIFIKASI � Media: SD/SDHC/SDXC Memory

Card � Optical Zoom: 34x (42x Intelligent

Zoom) � Focal Length: 2.38-81mm � Minimum Illumination: 1 lx (Colour

Night rec) � Image Stabiliser: HYDRID O.I.S.

(Optical Image Stabiliser) � Monitor : 2.7 Wide LCD (230,400

dots) � Recording format: MPEG-4

AVC/H.264 (AVCHD standard compliant) � Image Sensor: 1/5. 8â MOS

anasonic HDC-SD80 adalah camcorder dengan jenis format rekam kartu memori (SD/SDHC/ SDXC Memory Card). Didisain dengan bentuk memanjang dan ramping. Dengan berat tanpa battery kira-2 192 gr, handycam Panasonic ini cukup nyaman untuk digunakan secara berlama-lama karena ringan. Kemampuan HDC-SD80 cukup bisa diandalkan. Pertama kita periksa berapa kekuatan zoom optikalnya? Dari body terlihat ada sablon 42X yang maksudnya adalah 42X zoom optikal. Dengan kemampuan sedemikian maka HDCSD80 cukup mampu untuk menjelajahi pemandangan atau lanskap pegunungan. Namun jangan lupa untuk membawa tripod agar mengurangi getaran kalau kita sering menggunakan zoom optikal mendekati maksimal meskipun camcorder ini sudah dilengkapi dengan HYBIRD O.I.S. [Optical Image Stabilizer]. Berpindah ke hal fungsinya sebagai digital camera maka dengan resolusi 3.0 MP ia tergolong lumayan di tempat yang cukup cahaya. Namun jika resolusi 3.0 MP kurang memuaskan anda pada ruang minim cahaya, jangan kuatir camcorder ini sudah dilengkapi flash. Namun ukuran LCD pada HDC-SD80 cuma 2.7” atau standar saja. Apakah itu jadi masalah buat anda?

Keunggulan camcorder Panasonic ini karena ia mampu untuk merekam gambar Full HD atau dengan resolusi 1920x1080. Dimana fitur Full HD sekarang ini sudah menjadi standar pada TV LCD/LED dan juga Bluray. Dan ciri khas camcorder dengan fitur Full HD adalah adanya port HDMI (mini) yang terdapat pada camcorder ini. Sementara itu ada pilihan warna yang disediakan Panasonic bagi konsumen yaitu hitam dan merah. Dengan banderol Rp 5.7 juta menurut kami harga itu tidak murah dan belum mendekati predikat best value for money.a

audio video 16 Juni 2012

CANON HFR26 Selanjutnya adalah camcorder racikan dari suatu brand dimana produk printer dan kamera SLR-nya lebih dikenal konsumen yakni Canon HFR26. Harga handycam Canon ini mirip dengan Panasonic HDC-SD80 yaitu Rp 5.75 juta. Nah kalau kita lihat fitur/kemampuannya apakah setara atau berbeda?

P

ertama-tama kita lihat bahwa Canon HFR26 bukanlah handycam sembarangan, ia sudah dilengkapi kemampuan rekam Full HD. Namun berbicara mengenai kekuatan optikalnya, ternyata Canon HFR26 cuma mampu diboost hingga 28X saja! Kemampuan segitu hanya cukup untuk di ruang sport hall ukuran cukup besar Selain itu Canon HFR26 lebih berat dari HDC-SD80 yaitu 270gr! Tetapi jangan salah – ia lebih berat karena menggunakan LCD ukuran yang lebih besar dari Panasonic yaitu 3.0”. Selain itu juga karena HFR26 sudah built-in HDD sebesar 8GB. Lumayan! Sebagai gambaran HDD kapasitas 8GB akan habis dipakai untuk merekam video kualitas Full HD (24 Mbps) selama 40 menit. Keunggulan lain dari handycam ini adalah karena ia dilengkapi dual card slot (SDXC/SDHC/SD) untuk menambah kemampuan penyimpanannya. Selain itu juga ia unggul dalam hal kualitas lensa karena penggunaan True Progressive 1/4.85” HD CMOS Sensor. Selain itu fitur andalannya adalah Dinamic Image Stabilizer member efek tahan guncangan. Untuk melindungi lensa dari goresan maka Canon melengkapi dengan built-in automatic lens cover. Dan tentu saja karena sudah Full HD ia juga dilengkapi port HDMI. Canon HFR26 juga merupakan

digital camera, ia mampu merekam gambar dengan kualitas gambar setara 3.28MP atau sedikit lebih baik dibanding Panasonic HDC-SD80. Namun Canon belum dilengkapi dengan flash. Jadi user harus pintar-2 dalam memilih penerangan ruang saat mengambil gambar. Disain Canon HFR26 mirip dengan Panasonic HDCSD80 yaitu langsing dan memanjang dengan balutan warna hitam pada sekujur bodinya. Dengan harga Rp 5.75 juta Canon lebih mendekati predikat best value for money dibanding Panasonic HDC-SD80.a

audio video 17 Juni 2012

PRODUK Canon HFR26

SPESIFIKASI � Layar

sentuh LCD hi-res 7,5 cm � Zoom hingga 28 kali � Kualitas gambar 24 Mbps � Kabel HDMI � Face Detection pada pengambilan gambar � Dynamic Image Stabilizer � 2MP Full HD CMOS sensor � Memori Flash tambahan 8GB (dua slot penyimpanan)

PENULIS

GROUP TEST

Doharto

JVC GZ-HM650 Supaya lebih meyakinkan konsumen akan kualitas lensanya maka JVC menggandeng Konica-Minolta untuk mensuplai lensa khusus (HD Lens) bagi JVC GZ-HM650.

P

PRODUK JVC GZ-HM650

SPESIFIKASI � � �

� � �

� � �

Format [AVCHD] Video: MPEG-4 AVC/H.264 Audio: Dolby Digital (2ch), Still: JPEG [Standard Definition] Video: MPEG-4 AVC/H.264 Audio: Dolby Digital (2ch), Still: JPEG Storage Media SD Memory Card, Internal Flash Memory (8GB)[26] Seamless Recording:Yes CMOS:1/4.1” No. of CCD/CMOS Pixels 3.32M (back-illuminated) KONICA MINOLTA HD LENS: Yes Zoom Ratio Optical:40x Dynamic Zoom:70x[5]

erlu diketahui bahwa Konica memang dikenal sebagai salah satu pelaku pasar di industry kamera. Dan memang lensa Konica-Minolta ini menawarkan kekuatan zoom optical yang lumayan yaitu 40X atau hanya beda tipis dengan Panasonic HDC-SD80 (42X). Namun begitu 40X zoom optical itu jika resolusi gambar diset pada High Def. (HD). Namun jika keperluan kualitas gambar cukup dalam standard Definition saja (SD) maka optical zoom-nya bisa diboost hingga 70X! Selain itu lensa ini juga diklengkapi dengan sensor 1/4.1-inch 3.32M Back-Illuminated CMOS. Lalu apa yang didapat konsumen dari handycam yang dibanderol Rp 5.7 juta ini? Selain keunggulan pada lensa camcorder ini juga sudah built-in HDD sebesar 8GB disamping slot card-nya mampu dijejali kartu memori jenis SDXC/SDHC/SD. Handycam ini juga sudah mengusung teknologi Full HD hingga ia bisa merekam dalam 24Mbps High Bit Rate Recording. Yang ditandai dengan port HDMI. Namun begitu JVC GZHM650 hanya menggunakan LCD diagonal 2.7”. Sebenarnya LCD ukuran 2.7” ini lebih hemat enerji dibanding LCD 3.0”. Tapi tidak bisa disangkal bahwa dengan LCD 3.0” mata lebih nyaman. Untuk mempertahanakan kualitas rekaman maka JVC melengkai

produknya ini dengan Advanced Image Stabiliser. Penampilan camcorder JVC ini agak mirip dengan dua pesaing yang sudah dibahas lebih dulu yaitu berdisain memanjang kebelakang, langsing serta disaput warna hitam. Namun dibagian depan (dekat lensa) JVC menyematkan lingkaran tebal berwarna putih sehingga kelihatan jadi lebih elegan. Berat handycam JVC ini mencapai 236gr atau sedikit lebih ringan dibanding Canon HFR26 (270gr) namun masih lebih berat dibanding Panasonic HDC-SD80 (192gr). Padahal handycam JVC ini tetap dilengkapi HDD 8GB serta built-in flash. Dengan resolusi 3.3MP untuk fungsi kamera digital maka JVC GZ-HM650 setara dengan Canon HFR26.a

audio video 18 Juni 2012

SONY HDR-CX130 Kontestan terakhir pada review produk handycam kali ini adalah Sony HDR-CX130. Dimana banderol camcorder Sony ini adalah yang paling kompetitif di antara empat kontestan yaitu cuma Rp 5.25 juta. Tetapi apakah fitur yang ditawarkan juga adalah yang paling minim? Mari kita buktikan!

S

ony HDR-CX130 menggunakan lensa wide (buatan Sony sendiri) dengan kekuatan zoom optical mencapai 30X. Atau hanya beda tipis dengan Canon HFR26 tetapi masih kalah dibanding Panasonic dan JVC. Namun begitu Sony HDR-CX130 tergolong camcorder Full HD dengan ciri khas ada port HDMI. Selain itu juga keunggulan handycam Sony ini sensor 1/4” “Exmor R” CMOS. Media penyimpanan data pada handycam Sony ini hanya pada kartu memori yaitu jenis Memory Stick PRO Duo™ (Mark2) / PRO-HG Duo™ / SD/SDHC/SDXC – paling lengkap dibanding kompetitornya. Namun ia belum built-in HDD seperti juga handycam Panasonic HDC-SD80. Keunggulan lainnya dari Sony HDR-CX130 adalah resolusi gambar saat berfungsi sebagai kamera digital mampu mencapai 3.3 MP serta sudah menggunakan LCD besar ukuran 3.0”. wajar jika beratnya mencapai 250gr (tanpa battery). Untuk membantu mempertahankan kualitas gambar dan video

supaya tidak blur maka camcorder ini dilengkapi Optical Steady Shot (Active mode). Namun ia belum dilengkapi flash untuk membantu pencahayaan. Penampilan dari Sony HDR-CX130 ini mirip dengan ke tiga kontestan lainnya. Didisain memanjang kebelakang, langsing serta disaput warna hitam pada bodinya. Dengan harga Rp 5.25 juta atau lebih murah sekitar Rp 450 ribu dibanding kompetitornya, meskipun belum dilengkapi HDD 8GB namun bolehlah dibilang Sony HDR-CX130 tergolong best value for money.a

audio video 19 Juni 2012

PRODUK Sony HDR-CX130

SPESIFIKASI � Memory

Card Type: Memory Stick PRO Duo™ (Mark2) / PROHG Duo™ / SD/SDHC/ SDXC Memory Card � Sensor: 1/4 inch Exmor R CMOS Sensor � Zoom (Lens+Digital): 30x total / 350x total / 10500x total � Max Resolution (Video/ Photo): 1920 x 1080 Full HD video / 3.3 Mega Pixels photo � Display: 3.0 inch Clear Photo LCD Plus (230K dots / Wide 16:9), Touch Panel � Min Illumination Shot: � Special Feature 1: 29.8 mm wide angle Sony G Lens � Special Feature 2: 1920 x 1080 Full HD � Special Feature 3: “Exmor R” CMOS Sensor

PENULIS

TEST

Budi Santoso

POLYTRON LCD iTV TV INTERNET BERBASIS ANDROID Kemajuan teknologi dibidang computer yang semakin melesat cepat tentunya harus diimbangi dengan perangkat yang mumpuni, apalagi beberapa komponen audio video kini telah mengadopsi teknologi tersebut, termasuk produk Polytron kali ini yang telah mendukung koneksi nirkabel dan terkenal dengan istilah internet TV

B

anyaknya varian TV LCD buatan Polytron yang diluncurkan di pasaran, tentunya semakin banyak pula fitur-fitur baru yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan para konsumennya, dan yang cukup fenomenal adalah seri TV LCD produk teranyar yang diberi nama iTV (internet TV), dimana kelebihan TV yang satu ini, seperti namanya memang dirancang untuk mampu berinteraksi dengan dunia maya atau di jalur internet. Monitor TV teknologi LCD dengan layar 32 inci ini memiliki tampilan yang tidak berbeda jauh dengan produk sebelumnya, dimana seluruh bodinya dibalut dengan warna hitam glossy dan desainnya yang tergolong cukup pipih. Layaknya TV LCD pada umumnya, pengoperasiannya dapat dilakukan melalui fasilitas remote wireless yang me-

nyediakan menu berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Hanya untuk menjalankan fitur iTV, maka source-nya harus di-switch, dan akan tertampil fasilitas menu dengan ikon-ikon gambar berbasis sistem operasi Android. Karena built-in Android System, maka di TV ini juga tersedia memori internal model NandFlash sebagai media penyimpanan data untuk aplikasi Android, sehingga dengan proses mengunduh aplikasi dari Android Market, maka bertambah pula aplikasi di dalamnya. Bahkan dengan dukungan USB port, maka dimungkinkan untuk menambah memori eksternal

audio video 20 Juni 2012

Tampilan menu standar serta tampilan versi android pada saat menu iTV di aktifkan menggunakan FlashDisk, dimana settingannya USB-nya dapat diatur agar diaktifkan pada Slave Mode. Dan port USB ini juga dapat dijadikan sebagai media pemutar data format musik maupun film. Untuk jalur koneksinya, Polytron iTV termasuk cukup melimpah, karena disediakan beragam terminal AV, seperti S-Video, Komponen Video, VGA (PC-RGB), HDMI, USB, serta port LAN. Sedangkan untuk keluaran audionya, terdapat sepasang speaker depan dan tweeter , serta driver subwoofer dan diklaim mampu menghasilkan kualitas suara berdaya mencapai 700 watt PMPO.

walau menggunakan gelombang RF sebagai media koneksinya. Sedangkan untuk fasilitas TV, disertakan pula sebuah remote wireless terpisah. Jadi untuk iTV Polytron ini difasilitasi dengan dua buah remote. Saat kami coba untuk menjalankan aplikasi Youtube, aksesnya tergolong cepat tanpa tersendat, sehingga kami dapat menikmati sajian musik dari website ini tanpa terjadi lag. Bahkan kami merasakan suguhan musik internet dengan ukuran layar besar. Apalagi ketika kami coba dengan menggunakan mouse wireless, rasanya seperti memainkan sebuah mesin komputer besar dengan tampilan spektakuler.a

PENGUJIAN

Untuk pengujian TV Polytron kali ini, kami memang fokus pada fitur utamanya yang mampu mengakses internet melalui jaringan Wi Fi atau LAN. Dan untuk membuktikannya, kami mencoba dengan mengaktifkan fasilitas internet lewat Wi Fi, dimana untuk dapat beroperasi, maka dilakukan pengaturan dengan masuk pada menu Setting yang tertampil dalam bentuk ikon pada iTV Polytron ini. Untuk akses dengan fasilitas Wi Fi, maka pada pilihan Wireless & Network, koneksi Wi Fi harus diaktifkan terlebih dulu. Dengan sedikit waktu proses inisialisasi, maka jaringan Wi Fi telah terkoneksi dengan baik, bahkan jika di tempat Anda terdapat beberapa jaringan Wi Fi yang tersedia, maka akan tertampil di layar dan dapat dipilih salah satunya, hanya saja diperlukan password agar dapat terkoneksi. Dalam hal ini, kami juga harus memasukan IP Address sesuai dengan penyedia layanan internet yang dipakai. Untuk proses di atas, kami hanya menggunakan fasilitas remote control wireless melalui fasilitas toggle yang tersedia, walau iTV Polytron juga dapat menggunakan fasilitas keyboard komputer memakai koneksi USB. Agar dapat mengakses internet secara optimal, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan menambahkan sebuah akun, seperti akun Google untuk proeses registrasi, karena jika tidak akun Anda tidak terdaftar, maka beberapa fitur seperti push email Gmail dan beberapa aplikasi berbasis Android seperti Android Market, belum dapat digunakan. Ketika digunakan untuk browser internet, kami dimudahkan dengan fasilitas remote keyboard qwerty bawaan Polytron yang mirip dengan keyboard komputer, sehingga untuk melakukan pengetikan dapat dilakukan cukup cepat

SPESIFIKASI AUDIO & SPEAKER • Daya audio : 2 x 5 watt • Speaker depan : 2 x 5 watt • Subwoofer : 15 watt • Speaker : 2 x 50 watt LAYAR LCD • Tipe : LCD 32” A-si TFT Active Matrix • Resolusi : 1366 x 768 (HD) • Aspect Ratio : 16 : 9 • Dynamic Contrast : 50.000 : 1 TERMINAL • Antena RF, AV (CVBS), S-Video, Headphone, Video komponen, VGA (PC RGB),HDMI, USB, LAN • Dimensi : 802 x 219 x 575 mm • Bobot : 13,5 kg

Remote Qwerty yang dapat digunakan saat browsing internet

audio video 21 Juni 2012

Jalur konesi AV yang berlimpah

PENULIS

NAD T-748 PROFESSIONAL AV RECEIVER HOME THEATER

TEST

Budi Santoso

Fitur yang ditawarkan sebuah AV Receiver memang tak lepas dari perkembangan teknologi digital, baik audio maupun video, bahkan sampai saat ini hampir semua merek berlomba untuk menyuguhkan beragam fitur canggih untuk menunjang sistem home theater.

D

ari penampilannya, NAD T-748 masih menggunakan konsep desain yang tetap dipertahankan dari tahun ke tahun, termasuk warna casingnya yang masih menerapkan kontur abu-abu tua dengan kesan eksklusif. Bahkan untuk desain AV receiver ini terkesan cukup simpel, hanya ada beberapa tombol setting menu dan sebuah knob volume. Melihat fitur yang ditawarkan, NAD telah menciptakan user interface yang sederhana dan fleksibel serta sangat mudah digunakan. Setiap sumber masukan memiliki konfigurasi sendiri yang dapat disesuaikan dan dijadikan preset. Selain itu, Preset AV memungkinkan untuk setup kostum dari berbagai jenis program yang dapat menentukan pengaturan mode speaker dan surround sesuai selera. Ada juga koneksi yang disediakan bagi sistem kontrol eksternal seperti untuk Crestron, AMX, Neuvo, dan lainnya. Dari penampilan yang tergolong sederhana, NAD T-748 ternyata menyimpan segudang fitur canggih yang hanya dapat diakses melalui fasilitas monitor TV. Dari sinilah, semua kemampuan AV receiver berbodi tambun ini dapat diaplikasiakan secara maksimal.

PENGUJIAN

Mikropon kalibrasi NAD T-748

Sebelum menguji AV receiver NAD T-748, kami lakukan setting audio terlebih dahulu dengan menggunakan mikropon kalibrasi memanfaatkan fitur menu Speaker Setup Auto Calibration, dimana mic tersebut ditempatkan pada posisi dengar, dalam hal ini berada di tengah-tengah 5 speaker, dimana hasil konfigurasinya didapat Speaker Distance-nya Front Left/Right 2,4 meter, Center 2,5 meter, Surroung Left/Right 1,8 meter, sedangkan Speaker Level Front Left/Right -7 dB, Center -1 dB,Surround Left/Right

audio video 22 Juni 2012

Tombol navigasi yang tersedia di panel depan

-5 dB, dan Subwoofer -7 dB. Untuk Speaker Configurationnya terpasang Front – Large, Center – Large, Surround – Small 80 Hz. Pada pengujian ini, kami menggunakan jajaran speaker buatan Mission seri MX-300 plus subwoofer Mission MS10, dimana posisinya dipasang melingkari ruang dengar AVI. Namun sebelumnya, tim penguji mempersiapkan sebuah mesin player bluray buatan NAD dari seri T-567 menggunakan koneksi HDMI ke AV receier NAD T-748. Pada saat pengoperasian, ternyata hasil koneksi harus melalui proses setting Source Setup menggunakan fasilitas video monitor yang disediakan NAD T-748, dimana tampilan Setup Menu hanya dapat tertampil di layar monitor TV bukan pada panel monitor AV receiver, maka untuk settingan dengan fitur lengkap harus melalui monitor TV. Dari menu setting ini, ternyata cukup banyak fasilitas pengaturan

Jalur AV input tambahan di panel depan plus colokan mikropon kalibrasi

yang disediakan, ini tentunya sangat mengasyikkan bagi pengguna profesional yang menginginkan hasil setting secara lebih akurat. Dukungan fitur Auto Calibration juga tidak kalah penting, karena sangat membantu dalam mempercepat proses kalibrasi sistem tata suara home theater. Setelah melalui setting di atas, maka dari pilihan source, baik dalam mode digital maupun analog, secara otomatis tersimpan menjadi preset source 1, source 2 dan seterusnya. Jangan kaget jika pada setting awal, Anda tidak menemu-

Melihat fitur yang ditawarkan, NAD telah menciptakan user interface yang sederhana dan fleksibel serta sangat mudah digunakan.

audio video 23 Juni 2012

PENULIS

TEST

Budi Santoso

Aksesoris pada paket NAD T-748

kan mode source yang diinginkan, misalnya saat menggunakan HDMI, Coaxial, Optical, atau jalur analog, tentunya Anda harus masuk dalam mode menu Source Setup terlebih dahulu agar disesuikan dengan jenis masukan yang digunakan. Dari hasil uji dengar NAD T-748 menggunakan format Blu Ray yang diambil dari cakram demo Blu Ray DTS HD, performa suara yang ditampilkan memang memiliki bobot yang tidak diragukan, terutama saat kami putarkan film Pirates Carribean yang penuh dengan adegan dentuman meriam, ruang dengar AVI terasa cukup sesak dengan bunyi gelegar yang mampu menaikkan andrenalin. Begitu pula saat kami coba putarkan format DVD dari film lawas The Patriot, karakter vokal dan bunyi senapan ter-

salur rapi, dimana bobot vokal sangat jelas terdengar, dan desingan senapan tersalur galak, sehingga kami disuguhkan adegan demi adegan yang memiliki dinamika tinggi. Lain lagi ketika dicoba dengan musik live dari dari Scorpion dan Rod Stewart, kami makin yakin kalau AV receiver ini memang sangat fleksibel untuk kebutuhan tata suara home theater, karena alunan musik yang disajikan serasa benar-benar hidup seolah kami berada di tengah ruang konser, dimana vokal dan bunyi instrumen musik dapat dihadirkan dengan detil yang manis, tak terganggu dengan sorak sorai penonton yang juga ikut mengisi ruang demo seakan ikut berada di sekitar kami, bakan sampai belakang posisi dengar. Memang NAD T-748 telah dilengkapi dengan fasilitas monitor AV kelas HDMI, namun kami hanya menguji kualitas suara yang direproduksi dari keluaran 5 kanal plus 1 jalur subwoofer, sesuai dengan fasilitas yang ada di lab kami, yang kami anggap sudah cukup representatif, walau NAD T-748 sendiri telah disiapkan dengan untuk sistem tata suara 7.1 kanal. Dari hasil pengujian yang kami lakukan, terbukti bahwa kemampuan reproduksi suara dari NAD T-748 memang memuaskan kami, karena tidak saja mampu menghantarkan sinyal suara enerjik yang dinamis, namun juga mampu menampilkan karakter suara yang lembut dan memanjakan telinga, artinya diajak main kasar ayo, diajak main halus pun OK.a

Tampilan panel NAD T-748 yang sarat jalur koneksi SPESIFIKASI POWER AND PROCESSING: • 7-channel amplifier • 80 watts per channel into 8 ohms (20-20,000 Hz) at 0.08% THD, with 2 channels driven • Dolby® TrueHD, DTS-HD™ Master Audio, Pro Logic® IIx, and DTS Neo:6 decoding • Analog-to-HDMI video upconversion (up to 480p) • Auto speaker calibration for precise surround sound and easier system setup (microphone included)

DIGITAL MUSIC OPTIONS: • iPod®/iPhone® integration (requires optional NAD IPD 2 dock) AUDIO PERFORMANCE FEATURES: • Gold-plated A/V inputs/ outputs • Detachable power cord CONNECTIONS: • 1080p-compatible HDMI digital video switching (4 in, 1 out)

ANALOG VIDEO INPUT INCLUDES: • Two composite video • One component video • One S-video • Digital audio inputs: 2 optical , 2 coaxial • 7.1-channel preamp output for connecting optional external amplifiers • 2 audio-only inputs (includes input/output loop) • No phono input — to connect a turntable you’ll need to add a phono preamp • RS-232 port for automated

audio video 24 Juni 2012

control systems • 1 pair of main speaker outputs GENERAL FEATURES: • On-screen display for easy setup and operation • 30 AM/FM presets • A/V remote • 17-1/8”W x 6-5/8”H x 1611/16”D • Weight: 25.3 lbs. • Warranty: 2 years • Our 60-day money-back guarantee

PENULIS

MARANTZ SR5006

DESAIN KLASIK TEKNOLOGI TERKINI

Marantz merupakan salah satu brand yang boleh dibilang cukup lama dikenal di Indonesia, bahkan produk yang dihasilkan selalu masuk di kelas tersendiri, terutama untuk perangkat mesin player maupun amplifier.

TEST

Budi Santoso

M

arantz SR5006 menawarkan panel depan bergaya dengan bintang dan tampilan jendela model lingkaran kapal, selain desain casing yang ramping namun kokoh. Volume besar dan tombol-tombol selektor jalur masukan juga menambah tampilan panel yang simetris, sementara tombol-tombol sederhana lainnya membuat tampilan elegan dan rapi. AV receiver ini memiliki pengaturan otomatis untuk kalibrasi ruang dan memungkinkan Anda untuk menavigasi setup pada layar TV Anda melalui HDMI. Dengan menggunakan mikrofon kalibrasi yang disertakan, yang kemudian menempatkannya di kursi favorit Anda, maka dengan menjalankan wizard setup, mikropon Audyssey MultEQ-XT secara otomatis menganalisa sifat akustik kamar Anda serta menentukan setelan optimal. Bahkan Anda dapat secara manual menyempurnakan pengaturan individu, seperti bass, treble, jarak speaker maupun properti lainnya.SR5006 didukung oleh format audio surround Hi-definition yang memungkinkan untuk menghadirkan jenis format tata suara terbaru dari Dolby TrueHD maupun DTS-HD Master Audio melalui proses decoding audio 7.1 menggunakan kabel HDMI. Ada juga sebuah konverter digital-ke-analog 192kHz/24bit untuk semua kanal dan sebuah rangkaian sirkuit audio yang terisolasi untuk peningkatan kualitas suara serta meminimalisir gangguan. Marantz SR5006 juga dapat dinikmati untuk pemutaran audio dari berbagai sumber, termasuk laptop dan ponsel,menggunakan input M-XPort. Dengan menghubungkan modul Bluetooth RX101 ke AV receiver SR5006 (dijual terpisah) , secara nirkabel dapat mengalirkan sinyal audio dari perangkat Bluetooth yang kompatibel dengan fitur A2DP. Dukungan port USB yang disediakan di panel depan memungkinkan untuk pemutaran langsung dari iPod, iPhone, serta USB drive lainnya . Apalagi dengan sirkuit onboard M-DAX , maka akan dihasilkan ekspansi file audio yang terkompresi serta mengembalikan informasi frekuensi tinggi yang hilang, sehingga diperoleh kualitas suara mendekati CD.

PENGUJIAN

Mikropon Audyssey untuk proses kalibrasi suara Marantz SR5006

Dalam pengujian Marantz SR5006, memang sangat tepat jika didampingi oleh pemutar Blu ray Pioneer BDPLX55 yang mampu menghasilkan kualitas suara kelas HD (high definition), dimana optimalisasinya dengan koneksi

audio video 26 Juni 2012

Indikator lingkaran + bintang yang terkesan aksklusif

Fitur Marantz SR5006 dengan tampilan logo

HDMI. Sebagai media reproduksi suara, disiapkan satu set loudspeaker Mission MX-300 plus sepasang surround speaker untuk konfigurasi 7.1 kanal. Saat kami uji dengan Blu-ray High Definiton Audio Demonstration Disc dari salah satu adegan film X-Men: The Last Stand, kami dapati karakter vokal yang tersalur lantang, dimana bobotnya lumayan berat, apalagi pada Center speaker kami setting dengan mode Large, sehingga jangkauan frekuensinya menjadi lebih lengkap untuk vokal. Efek surround yang disajikan juga memiliki bobot yang tidak timpang antara front dan rear, sehingga ruang demo AVI dijejali oleh efek suara yang merata di setiap kanal. Untuk sajian musik, Marantz SR5006 juga tidak mengecewakan, bahkan untuk pagelaran musik rock dari Alice Cooper : School Out saat manggung di Montreux 2005, dihadirkan dengan tampilan instrumen musik yang detil tanpa cacat, bahkan vokal Cooper juga dapat disi-

Jalur masukan tambahan buat iPOD/USB

SR5006 didukung oleh format audio surround Hi-definition yang memungkinkan untuk menghadirkan jenis format tata suara terbaru dari Dolby TrueHD maupun DTS-HD Master Audio melalui proses decoding audio 7.1 menggunakan kabel HDMI. Ada juga sebuah konverter digital-ke-analog 192kHz/24-bit untuk semua kanal dan sebuah rangkaian sirkuit audio yang terisolasi untuk peningkatan kualitas suara serta meminimalisir gangguan.

audio video 27 Juni 2012

SPESIFIKASI

PENULIS

TEST

Budi Santoso

GENERAL • Product Type : AV network receiver • Width : 17.3 in • Depth : 15.3 in • Height : 6.3 in • Weight : 23.4 lbs AUDIO SYSTEM • Sound Output Mode : Surround Sound • Built-in Decoders : DTS-ES decoder, DTS 96/24, DTS decoder, Dolby Pro Logic IIz, Dolby Digital Plus, Dolby TrueHD, DTS-HD Master Audio, Dolby Digital EX • Surround System Class : 7.1 channel • Signal-To-Noise Ratio : 100 dB • Amplifier Output Details : 100 Watt - 8 Ohm - 20 20000 Hz - THD 0.08% - 2 channel(s) ( main ) ¦ 110 Watt - 6 Ohm - at 1 kHz THD 0.7% - 7 channel(s) ( surround ) • Additional Features : Audyssey Dynamic Volume, Audyssey Dynamic EQ,

Audyssey MultEQ XT, Audio Return Channel (ARC), Apple AirPlay support

• • Signal Processing Features • HDMI Pass-Through : Up to 1080p • Video Conversion/Scaling : Analog to HDMI up conversion • HDMI Switching : Yes CONNECTORS Headphone Jack : Yes Coaxial Digital Input : Yes Optical Digital Input : Yes RADIO Type : Radio tuner - FM digital DIGITAL PLAYER �RECORDER� Type :Digital player Additional Features : USB flash drive playback

NETWORK PLAYER Type : Network player • Connectivity : Wired • Functionality : Digital audio

mak dengan baik, tidak terganggu dengan bunyi iringan musik. Saat pengujian dengan Blu-ray disc format Dolby True-HD, musik San Fransico Symphony yang kami putar mampu menggetarkan ruang dengar dengan performa yang sempurna, layaknya berada di ruang konser besar, sehingga kami ikut terhanyut dengan setiap alunan musik, baik dari instrumen akustik maupun elektrik yang tersalur bersih dan detil. Dari hasil pengujian di atas, Marantz SR5006 membuktikan sebagai AV receiver yang memilki kemampuan jaringan serta menghadirkan kualitas suara bagi para Audiophile, dimana dengan konfigurasi 7.1kanal menjadikan perangkat ini sebagai pusat media yang ideal untuk sistem home theater. Dengan desain klasik di tampilan panel depan “bintang dan lingkaran” menawarkan gaya dan fitur yang lengkap, termasuk port Ethernet, enam HDMI , dan pemrosesan format terbaru audio hi-definisi . Dua zona audio dan dukungan tambahan untuk perang-

playback, digital photo playback, Internet radio playback • Supported Digital Audio Standards : WAV, WMA, MP3, AAC, FLAC NETWORK & INTERNET MULTIMEDIA • Internet Streaming Services : vTuner, Last.fm, Napster • DLNA : Yes REMOTE CONTROL • Type : Universal remote control • Features : Learning CONNECTIONS • Connector Type: 1 x headphones ( phone stereo 6.3 mm ) - front ¦ 1 x USB ( 4 pin USB Type A ) - front ¦ 1 x HDMI output ( 19 pin HDMI Type A ) - rear ¦ 6 x HDMI input ( 19 pin HDMI Type A ) - rear ¦ 2 x component video input ( RCA phono x 3 ) - rear ¦ 1 x component video output ( RCA phono x 3 ) - rear ¦ 1

x 7.1 channel audio line-in ( RCA phono x 8 ) - rear ¦ 2 x subwoofer output ( RCA phono ) - rear ¦ 2 x SPDIF input ( RCA phono ) - rear ¦ 2 x SPDIF input ( TOSLINK ) - rear ¦ 1 x Ethernet ( RJ-45 ) - rear ¦ 3 x composite video input ( RCA phono ) - rear ¦ 1 x composite video output ( RCA phono ) - rear ¦ 1 x serial ( 9 pin D-Sub ) - rear ¦ 5 x audio line-in ( RCA phono x 2 ) - rear ¦ 1 x audio line-out ( RCA phono x 2 ) - rear ¦ 9 x speakers output ( banana/ spade x 2 ) - rear ¦ 2 x remote control ( RCA phono ) - rear ¦ 1 x audio line-out (multi zone) ( RCA phono x 2 ) - rear POWER Power Device : Power supply - internal Power Consumption Operational : 650 Watt Power Consumption Stand by / Sleep : 0.2 Watt

kat Bluetooth membuat SR5006 solusi yang kuat dan serbaguna untuk semua sistem tata suara home theater maupun kebutuhan mendengarkan musik.a

Dari hasil pengujian di atas, Marantz SR5006 membuktikan sebagai AV receiver yang memilki kemampuan jaringan serta menghadirkan kualitas suara bagi para Audiophile, dimana dengan konfigurasi 7.1kanal menjadikan perangkat ini sebagai pusat media yang ideal untuk sistem home theater.

Penampakan panel belakang Marantz SR5006 dengan jalur koneksi lengkap, termasuk terminal speaker untuk 9 kanal

audio video 28 Juni 2012

SYSTEM AUDIO SAXO 8

TEST

SPEAKER MINI BERSUARA MAXI

PENULIS

David Susilo

Perusahaab speaker Skandinavia System Audio sedang gencar-gencarnya mengirimkan speaker-speaker mereka untuk diuji coba. Kali ini mereka mengirim Saxo 8, speaker ukuran terkecil dari jajaran speaker mereka.

K

etika saya menerima speaker ini, saya tertegun melihat betapa kecil ukurannya. Belum apa-apa saya sudah berpikir, “ini sih speaker lifestyle, suaranya tidak mungkin bisa bagus?�. Dari segi penampilan, speaker ini sangatlah anggun. Piano finish dengan super gloss. Untuk speaker dibawah $2000, belum pernah saya temukan finish yang begitu sempurnanya. Tidak ada satupun sudut tajam di speaker ini karena tebalnya lapisan lacquer yang membuat setiap sisi seperti dilapis es. Ketika lapisan grille dibuka, tampilan konus woofer dan tweeter tampak anggun dan tak kelihatan berbeda dari speaker Dynaudio. Kemungkinan besar karena kedua speaker drivers menggunakan desain Vifa/Scanspeak yang juga digunakan oleh Dynaudio. Seperti uji dengar sebelumnya, saya

gunakan NAD C546BEE CD Player yang dikawinkan dengan NAD C316BEE integrated amplifier dengan kabel Kimber Kable PBJ serta kabel speaker Kimber Kable 12TC. Berbagai lagu rekaman Indonesia dari Aiko, Cherrybelle, Jubing Kristianto serta Dian PP. Dari satu lagu ke lagu lainnya, seluruh spektrum audio terdengar sangat musikal. Sempurna? Tidak. Tetapi sangat enjoyable. Suara vokal terdengar sangan natural dan separasi tiap alat musik terdengar jelas dan tetap kohesif tanpa terkesan terpisah-pisah secara artifisial. Suara treble sangat halus tanpa nyelekit berkat penggunaan tweeter soft dome dengan crossover kompleks sehingga imaging terasa sangat luas nyaris berkesan surround. Bass tentu tidak terlalu menggelegar dari kotak speaker se-mini ini. Tetapi bisa dibilang sangat mengesankan terutama ketika mendengarkan lagu-lagu pop macam album Cherrybelle dan Aiko. Suara bass sangat bulat dan akurat tanpa kesan artifisial berkat port bass-refleks yang berlokasi dimuka speaker. Desain seperti ini juga menghasilkan suara yang kohesif tanpa ada time-delay serta kesalahan fasa. Sebagai speaker lifestyle, speaker ini bisa dinyatakan sebagai speaker yang nyaris sempurna terutama dari segi keseimbangan anatara harga, kosmetik (penampilan), finishing, serta kualitas suara. Seperti yang saya utarakan, speaker ini tidak sempurna, tetapi untuk aplikasi yang diintensikan, sebagai speaker lifestyle, speaker ini merupaka sukses besar. Kesimpulan? Very Highly Recommended!!a

audio video 29 Juni 2012

PENULIS

TEST

Budi Santoso

PIONEER VSX-921-K SAJIAN BIOSKOP RUMAH SEJATI

Suguhan dalam sistem tata suara home theater memang sangat dipengaruhi oleh kapasitas serta kemampuan dari amplifier multikanal yang saat ini lebih dikenal dengan istilah AV receiver, dimana di dalamnya terdapat beragam fitur yang ditawarkan, tergantung dari masing-masing brand yang mengusungnya.

N

ama Pioneer di jajaran perangkat audio memang sudah tidak asing lagi di telinga orang Indonesia, baik di car audio maupun home audio. Kali ini, dari divisi home audio menawarkan sebuah AV receiver seri VSX-921-K yang merupakan salah satu model terbaru dan tentunya dengan fitur-fitur tambahan yang lebih menarik. Dari tampilannya Pioneer VSX-921-K menawarkan seluruh bodi yang bersaput warna hitam dengan panel depan yang lebih mengkilap. Banyak tombol yang disediakan di bagian panel depan untuk pengaturan menu secara lengkap, selain dua buah knop putar untuk selector masukan model dial serta pengatur volume, bahkan untuk menjalankan fitur setting, juga dapat dilakukan melalui fasilitas remote wireless yang kami lihat cukup rumit, dimana perlu membaca manual agar lebih memahaminya.

Khusus seri Pioneer VSX-921-K disediakan pula jalur masukan mikropon kalibrasi, dimana sound tuning dapat dilakukan melalui fasilitas Full Auto MCACC, yaitu proses kalibrasi yang mengukur dari karakteristik dari akustik ruang dengar, menentukan noise ambient, koneksi dari loudspeaker, termasuk ukurannya, maupun mengukur delay dari setiap kanal loudspeaker di dalam ruang dengar dengan menempatkan mikropon pada posisi dengar. Dengan memanfaatkan Full Auto MCACC di atas, maka akan diperoleh nilai optimum hasil kalibrasi yang dapat di simpan sebagai preset user. Jika Anda melirik bagian panel belakang Pioneer VSX-921-K, maka akan terlihat jajaran koneksi AV yang lumayan banyak, dari in/out analog sampai pada koneksi digital optikal/coaxial, termasuk koneksi HDMI, baik sebagai masukan maupun sebagai monitor. Di bagian

audio video 30 Juni 2012

Tombol selektor dengan model knop putar

ini juga terdapat koneksi LAN 10/100 Mbit/s untuk jalur hubugan internet. Bahkan bagi Anda yang ingin memanfaatkan sistem koneksi Blutooth, di sini juga telah disiapkan Adapter Port untuk keperluan tersebut. Jika memperhatikan jalur keluaran loudspeaker yang dimiliki VSX-921-K, maka akan terlihat Sembilan pasang terminal yang kesemuanya dapat diaplikasikan secara optimal dengan konfigurasi 9.1 kanal yang terdiri dari FL/ FR (front left/right), C (center), SL/SR (surround left/right), SBL/SBR (surround back left/right), serta FHL/FHR (front height left/right). Dan khusus untuk FHL/R penempatan loudspeakernya berada di atas loudspeaker FL/FR yang berfungsi sebagai reproduksi suara ambient. Bagi pengguna yang menginginkan konfigurasi Front Speaker dengan konsep bi-amp, dengan setting bi-amp di posisi on, maka terminal SBL/SBR dapat diaplikasikan sebagai penguat daya untuk Low (driver mid/bas), dan terminal FL/FR untuk driver High (tweeter).

PENGUJIAN

Seperti biasa, sebelum pengujian pada jenis AV receiver, terlebih dahulu kami lakukan setting standar, dari penggunaan jenis kabel koneksi sampai pada pemasangan

Koneksi tambahan AV serta port USB dan colokan mikropon untuk setup kalibrasi suara

Khusus seri Pioneer VSX-921-K disediakan pula jalur masukan mikropon kalibrasi, dimana sound tuning dapat dilakukan melalui fasilitas Full Auto MCACC, yaitu proses kalibrasi yang mengukur dari karakteristik dari akustik ruang dengar, menentukan noise ambient, koneksi dari loudspeaker, termasuk ukurannya, maupun mengukur delay dari setiap kanal loudspeaker di dalam ruang dengar dengan menempatkan mikropon pada posisi dengar. kabel speaker sesuai dengan jalur per kanalnya, dalam hal ini hanya digunakan konfigurasi 7.1 kanal saja, walau VSX921-K disiapkan untuk tata suara 7.1 kanal plus 2 kanal tambahan untuk kanal Front Height L/R yang penempatan loudspeakernya berada di atas Front L/R untuk mereproduksi efek suara ambience. Untuk lebih mempercepat proses setting audio, kami lakukan proses kalibrasi menggunakan mikropon bawaan Pioneer, dimana memerlukan sedikit waktu untuk diperoleh hasil kalibrasi, karena ada beberapa tahapan agar mencapai hasil yang akurat, bahkan kami melakukan hampir

Mikropon kalibrasi Pioneer VSX-921-K

Aksesoris Pioneer VSX-921-K, termasuk kabel khusus untuk iPOD/iPHONE

audio video 31 Juni 2012

PENULIS

TEST

Budi Santoso

sebanyak tiga kali, karena ada tahapan yang error, karena pada proses ini harus dalam kondisi ruang tidak terganggu dengan sinyal liar, selain denyut pink noise dari perangkat AV receiver yang di kirim ke mikropon. Pada pengujian ini kami menggunakan Bluray player seri BDP-LX55 yang juga masih keluaran Pioneer. Dari salah adegan film X-Men yang diambil dari demo bluray, kami dapati efek surround yang smooth dari titik speaker satu dengan lainnya, sehingga tidak ada jeda suara antar speaker dan terkesan nyambung. Karakter suara multikanal yang disalurkan kali ini

memang sangat dinamis untuk merepresentasikan adegan film action, tak ayal lagi kalau kami ikut merasakan setiap adegan seru dengan suasana yang menegangkan. Untuk memainkan musik, amplifier multikanal ini juga tidak kalah baiknya, karena dengan efek stereo maupun menggunakan preset surround dari Pioneer mampu ditampilkan menawan, bahkan bagi yang antusias dengan musik MP3, berkat dukungan port USB, kita dapat menikmatinya secara langsung, bahkan bukan hanya itu saja, kemampuan baca format video dari flashdisk juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengguna komputer.a

Penampakan panel belakang Pioneer VSX-921-K dengan jalur koneksi lengkap.

SPESIFIKASI GENERAL • Product Type : AV receiver • Width : 17.1 in • Depth : 14.3 in • Height : 6.6 in • Weight : 21.2 lbs • Enclosure Color : Black AUDIO SYSTEM • Sound Output Mode : Surround Sound • Built-in Decoders : DTS-ES decoder, DTS Neo:6, Dolby Pro Logic IIz, Dolby Digital Plus, Dolby TrueHD, DTS-HD Master Audio, Dolby Digital EX • Audio D/A Converter : 24bit / 192kHz • Surround Sound Effects : Front Stage Surround Advance • Digital Sound Processor (DSP) : Yes • Surround System Class : 7.1 channel • Signal-To-Noise Ratio : 98 dB • Amplifier Output Details : 110 Watt - 8 Ohm - at 1 kHz - THD 0.05% - 7 channel(s) (

surround ) ¦ 80 Watt - 8 Ohm - 20 - 20000 Hz - THD 0.08% - 7 channel(s) ( surround ) • Additional Features : Multi-Channel Acoustic Calibration Circuit (MCACC), iPod ready, Audio Return Channel (ARC) • Timer : Sleep SIGNAL PROCESSING FEATURES • HDMI Pass-Through : Up to 1080p • Video Conversion/Scaling : Analog to HDMI up conversion • Upscaling via HDMI : Up to 1080p • HDMI Switching : Yes • CONNECTORS • Headphone Jack : Yes • Coaxial Digital Input : Yes • Optical Digital Input : Yes RADIO • Type : Radio tuner - AM/ FM - digital • Preset Station Qty : 30

preset stations • Additional Features : Sirius satellite radio ready • • Digital Player (Recorder) • Type : Digital player • Supported Digital Audio Standards : WMA, AAC, MP3 • Additional Features : USB flash drive playback • REMOTE CONTROL • Type : Universal remote control - infrared CONNECTIONS • Connector Type : 1 x headphones ( phone stereo 6.3 mm ) - front ¦ 1 x USB 2.0 ( 4 pin USB Type A ) - front ¦ 2 x audio line-out ( RCA phono x 2 ) - rear ¦ 6 x audio line-in ( RCA phono x 2 ) - rear ¦ 4 x HDMI input ( 19 pin HDMI Type A ) - rear ¦ 1 x HDMI output ( 19 pin HDMI Type A ) - rear ¦ 1 x monitor output ( RCA phono ) - rear ¦ 1 x SPDIF input ( RCA phono ) - rear ¦ 2 x SPDIF input ( TOSLINK ) - rear ¦ 1 x sub-

audio video 32 Juni 2012

woofer output ( RCA phono ) - rear ¦ 2 x component video input ( RCA phono x 3 ) rear ¦ 1 x component video output ( RCA phono x 3 ) - rear ¦ 4 x composite video input ( RCA phono ) - rear ¦ 1 x composite video output ( RCA phono ) - rear ¦ 1 x composite video/audio input ( RCA phono x 3 ) - front MISCELLANEOUS • Included Accessories : AM antenna, FM antenna, auto calibration microphone, iPod adapter cable POWER • Power Device : Power supply - internal • Power Consumption Operational : 500 Watt • Power Consumption Stand by / Sleep : 0.4 Watt

PANASONIC DMP-BDT500

PENULIS

David Susilo

TEST

Tanggal 17 Mei 2012 kemarin Panasonic akhirnya melempar Blu-ray Player DMP-BDT500 kepasaran di US dan Canada (rencana untuk di Asia Pacific adalah di akhir bulan Juni). Menurut Panasonic, Blu-ray Player ini merupakan audio/videophile blu-ray player. Untunk menguji kebenarannya, saya membeli Blu-ray Player ini untuk digunakan di Home Theatre saya.

D

ari segi penampilan, Blu-ray player ini kelihatan biasa-biasa saja. Hal ini merupakan hal yang “luar biasa” karena belakangan berbagai Blu-ray Player memiliki penampilan yang adu unik. Sony merilis Blu-ray Player yang mirip Playstation 3 berukuran mini. Samsung merilis Blu-ray Player yang kelihatan ultra modern, sampai Panasonic pun merilis Blu-ray Player DMP-BDT-320 yang berpenampilan sangat unik. Bagus memang, tetapi kalau kita memiliki tumpukan peralatan audio yang lain, malah yang unik-unik itu jadi kelihatan aneh. Untung saja untuk Panasonic DMP-BDT500 ini, playernya berpenampilan biasa, serius dan tidak yang aneh-aneh. Kecepatan power-up player ini juga mengagumkan. Lebih cepat dari kedua player yang saya gunakan sebagai referensi di home theater saya (Pioneer BDP-LX55 dan Oppo BDP-95). Power dari off ke on hanya sekelebat. Dari saat saya masukkan film Blu-ray Red Tails (keluaran 20th Century Fox) yang rumit penuh kode proteksi, DMP-BDT500 ini bisa memulai film-nya dengan kecepatan 100% diatas Pioneer BDP-LX55 maupun Oppo BDP-95. Karena menggunakan transformer hybrid (autoformer biasa dengan shielding sekelas toroidal), interferensi yang kadang tampak dilayar raksasa sama sekali hilang seperti layaknya Oppo BDP-95. Didalam player inipun semua capacitor serta komponen-komponen penunjang lainnya menggunakan audiophile dan videophile grade yang membuat suara dan gambar bisa direproduksi semaksimal mungkin. Keunikan lainnya adalah disc transpot DMPBDT500 ini lebih tidak berisik jika dibandingkan dengan Oppo 95. Hal ini, secara teoritis menurunkan jitter dan error pembacaan data. Penggunaan Wi-Fi juga sangat hebat. Untuk Pioneer LX-55 yang selalu saya jagokan, antena WiFi berada dibelakang, begitu pula dengan Oppo BDP-95. Hal ini tidak saya sukai karena dibagian belakang peralatan audio, akan selalu penuh dengan interferensi elektromagnet

dan radio (EMI dan RFI) karena banyaknya colokan listrik dan colokan audio video lainnya. Untuk Panasonic DMPBDT500 ini, antenna Wi-Fi terletak dibagian faceplate (bagian depan) dan ada dual-antennae! Jadi bukan saja antena-nya diletakkan di daerah yang minim EMI dan RFI, tetapi ada dua antena sehingga sinyal Wi-Fi dapat ditangkap dengan lebih bersih dan kuat. Untuk Pioneer LX-55 dan Oppo BDP-95, keduanya saya hanya mendapatkan 3-bar untuk WiFi, sedangkan dengan Panasonic DMP-BDT500 saya bisa mendapatkan full 5-bar!! Untuk upscaling DVD biasa maupun streaming, baik Oppo BDP-95 dan Pioneer LX-55 selalu saya jagokan karena penggunaan chip Marvell QDeo Kyoto II. Tetapi akhirnya kedua raja tersebut dikalahkan oleh UniPhier chip terbaru dari Panasonic terutama untuk video streaming dari Netflix dan YouTUBE. Kualitas upscaling dari DVD biasapun sangat luar biasa. Tentu tetap saja Blu-ray asli kelihatan lebih baik dari DVD yang di-upscale. Tetapi sekarang DVD yang di upscale bisa saya tonton di layar 96” 21:9 tanpa merasa “aduh koq jelek” lagi. Secara general, Panasonic DMP-BDT500 ini sangat mengesankan, hampir tidak ada cacatnya sama sekali. Sayang versi US dan Canada-nya tidak bisa memutar sinyal 50i maupun PAL. (Catatan Penulis: versi Asia Pacific dari DMP-BDT500 akan bisa memutar sinyal 50i dan PAL yang membuat player seharga kira-kira US$350 ini menjadi player dengan buying value yang terbaik saat ini).a

audio video 33 Juni 2012

PENULIS

TEST

Budi Santoso

HARMAN KARDON AVR-365

PERFORMA HOME THEATER YANG TIDAK MEMBOSANKAN Jika sebuah AV receiver menjadi tulang punggung dari sistem tata suara home theater, tentunya dituntut kemampuan perangkatt yang memiliki ara yang dihasilkan, kompatibilitas tinggi dalam menampilkan performa suara k besutan Harman untuk itu tidak ada salahnya kalau Anda melirik produk Kardon yang diulas kali ini.

J

ika Anda mengikuti perkembangan sistem tata suara multikanal persembahan Harman Kardon, tentunya dari tahun ke tahun disuguhkan bermacam varian, khususnya jenis AV receiver yang sampai saat ini tetap meluncurkan banyak seri, termasuk AVR-365 yang dirancang untuk penguat daya multikanal dengan dukungan fitur berlimpah. Harman Kardon AVR-365 adalah salah satu seri AV receiver yang dikemas dengan desain casing yang tak berubah jauh dari seri-seri sebelumnya, bahkan perangkat yang satu ini didukung oleh penguat daya besar mencapai 110 watt perkanal untuk keperluan 7 loudspeaker terpisah membentuk sistem surround. Dengan tampilan depan yang terkesan sederhana, AVR-365 hanya terlihat jelas sebuah knop volume yang tersembul, sementara untuk tombol setting lainnya tersamar

di balik warna hitam. Di bagian ini juga disediakan jalur masukan USB dan HDMI, MI, ditambah untuk koneksi headphone yang juga merupakan kan colokan khusus untuk mikropon kalibrasi suara. a. Jika kita melihat bagian ian belakang AV receiver ini, maka aka disiapkan 5 jalur koneksi HDMI plus 1 monitor HDMI versi terbaru 1.4a. Selain terdapat jalur masukan analog model RCA, jugaa terdapat jalur masukan digital optikal dan coaxial, al, bahkan disiapkan pula untuk ntuk pengguna video komponen en

audio video 34 Juni 2012

Koneksi tambahan USB dan HDMI di panel depan

Jalur keluaran Headphone yang juga merupakan colokan untuk mikropon kalibrasi

sebagai fasilitas jalur videonya. Kalau Anda tidak menemukan tombol di bagian panel depan, maka Main Power AVR-365 berada di bagian panel belakang Untuk jalur loudspeakernya, di sediakan 7 kanal terminal yang binding-post nya didesain dalam 7 warna berbeda. Adanya jalur LAN, memungkinkan AV receiver ini melakukan networking untuk mengekses musik dunia via website. Bahkan untuk koneksi dengan perangkat lain, terdapat konektor The Bridge IIIP yang dirancang khusus untuk proses playback dari iPod/iPhone. Seperti fitur yang ditawarkan pesaingnya, AVR-365

Hanya ada sebuah knop putar volume pada Harman/Kardon AVR-365 juga telah dilengkapi dengan teknologi dekoder Dolby TrueHD dan DTS HD Master Audio yang merupakan teknologi terbaru untuk tata suara home theater saat ini. Bahkan Harman Kardon tetap masih mempertahankan teknologi prosesor Logic 7 yang diklaim mampu meningkatkan performa sinyal stereo konvensional menjadi tata suara surround 7.1 kanal.

Dua buah remote disertakan untuk Harman/Kardon AVR-365

Untuk jalur loudspeakernya, di sediakan 7 kanal terminal yang binding-post nya didesain dalam 7 warna berbeda. Adanya jalur LAN, memungkinkan AV receiver ini melakukan networking untuk mengekses musik dunia via website. Bahkan untuk koneksi dengan perangkat lain, terdapat konektor The Bridge IIIP yang dirancang khusus untuk proses playback dari iPod/iPhone.

video 35 Juni 2012 audio v

PENULIS

Ketika pengujian Harman Kardon AVR-365, kami langsung mencoba proses kalibrasi terlebih dulu dengan memanfaatkan fasilitas mikropon kalibrasi. Pada AV receiver ini, khusus colokan mik menjadi satu dengan colokan headphone, mungkin untuk awam memang agak sedikit membingungkan, karena tidak disediakan fasilitas colokan tersendiri, bahkan untuk dapat menggunakan fitur ini colokan mik berukuran mini-jack harus menggunakan colokan adapter model TRS agar dapat masuk ke jalur headphone. Pada proses kalibrasi, perlu masuk ke menu setting speaker dengan mode otomatis agar mikropon yang telah di tempatkan pada posisi dengar dapat melakukan tugasnya untuk mendeteksi sinyal pink noise yang di kirim dari setiap kanal dan diproses secara akurat. Untuk proses ini, memang memakan waktu sedikit lebih lama dibanding dengan kebanyakan AV receiver sejenis, bahkan ketika kami coba sekitar lebih dari 5 menit sampai proses kalibrasi selesai seluruhnya. Setelah semua proses di atas tuntas, maka langsung kami coba beberapa demo film blu-ray dengan format Dolby TrueHD maupun DTS HD Audio Master, dimana secara otomatis hasil kalibrasi sudah dapat dinikmati. Dari pengujian di atas, tersimak sajian film action Rush Hour garapan Jacky Chan direproduksi dengan kualitas suara yang merata di setiap kanal, dan memiliki bobot sama

TEST

Budi Santoso

PENGUJIAN

detil, walau pada speaker rear/back surround menggunakan speaker satelit. Pergeseran suara adegan kebut-kebutan mobil dalam film tersebut juga terpancar smooth, seakan lepas dari speaker. Dukungan teknologi EzSet/EQ saat posisi on dari hasil kalibrasi, memang menghasilkankarakter suara yang terdengar lebih lantang, namun dengan sentuhan setting pada mode Distance dan Tone Control yang diadjust secara manual, dapat dioptimalisasi dengan baik, termasuk pengaturan mode Volume Dolby yang disetting pada tingkat medium, maka dihasilkan karakter suara yang lebih terkesan lembut, namun detil yang masih baik. Bahkan ketika kami putarkan lagu-lagu dari rekaman konser live dari Scorpion dari album DVD Acoustica, sajian musik yang ditampilkan lebih nyaman di telinga, dimana setiap bunyi instrumen musik direpro dengan sangat apik, sehingga untuk berlama-lama menyaksikan konser tersebut tidak membuat ear-fatigue. Dari hasil pengujian suara dari Harman Kardon AVR-365, membuktikan bahwa tidak saja kita dimanjakan dengan segudang fitur yang ditawarkan , namun karakter suara yang dihadirkan mampu memberi pesona tata suara home theater yang terkesan megah, apalagi ditopang oleh penguatan daya amplifier lebih dari 100 watt perkanal, tentunya lebih dari cukup untuk mengkaver ruang dengar dengan skala besar.a

Panel belakang Harman/Kardon AVR-365 dengan jalur interkonek yang lengkap, serta terminal speaker multi warna SPESIFIKASI • Video scaling : 1080p • Weight (kg) : 12.4 • Multichannel analogue in : 0 • Channels/power(w) : 7/110 • Tuner Presets : 30 • Dimensions (hwd, cm) : 17x44x44 • Phono in : 0 • THX : No • Multiroom : 2 Zone • LW : Yes • Network capable : Yes • Optical digital in : 2

• • • • • • • • • • • • • •

Learning remote : Yes MW : Yes HDMI Video out : 1 Optical digital out : 1 HDMI Audio out : 1 HDMI Video in : 5 Internet : Yes SW : No HDMI Audio in : 5 USB Video : 0 Video upconversion : Yes S-Video out : No S-Video in : 0 Pro-Logic II : Yes

• • • • • • • • • • • • • •

Pro-Logic IIx : Yes Room EQ : Yes Preouts : 0 Ethernet audio : 1 Component out : 0 Composite in : 2 Composite out : 2 DAB : No Component in : 2 Coaxial digital out : 0 Analogue audio in : 3 Analogue audio out : 2 Auto set-up : Yes Coaxial digital in : 2

audio video 36 Juni 2012

• • • • • • • • • • • • •

HDMI 1.3a : Yes Dolby Digital EX : Yes Ethernet video : 1 FireWire in : 0 FM : Yes HD audio via HDMI : Yes Dolby Digital Plus : Yes DTS-ES : Yes Dolby TrueHD : Yes DTS Neo:6 : Yes DTS HD : Yes DTS Master Audio : Yes DTS 96/24 : Yes

SONY XB300

PENULIS

Bara Adhyaksa

SI EMPUK DENGAN BASS EXTRA.

K

ali ini saya akan mencoba XB300 dari Sony, XB series sesuai inisial nya adalah eXtra Bass. XB300 adalah yang termurah dibanding rekan headphone XB500 dan XB700, headphone ini layak di coba karena harga yang relatif terjangkau di 900ribuan rupiah. Terlihat dari luar kemasan hanya terdapat 2 warna di sekujur XB300 yaitu hitam dan perak, perhatian langsung tertuju ke ear cushion yang sangat mencolok besarnya, king size! Kemudian walaupun tidak bisa dicopot, XB300 mempunyai Y type kabel gepeng seperti terdapat di Sony PQ1 maupun Monster Beats series. Pertama dipakai, belum menyalakan musik, ear cushion berukuran king size ini memeluk erat daun telinga tanpa tekanan sedikitpun, seolah daun telinga tetap pada bentuknya namun terhisap kedalam ear cushion yang empuk. Sangat nyaman! saya bahkan ingin memakainya setiap hari walau tanpa musik untuk mengurangi kebisingan jalanan.

TEST

Salah satu merek headphone/earphone yang membuat banyak headphone dan dikelompokan berdasarkan kebutuhan atau fungsi adalah Sony. Mereka membuat beberapa kelompok untuk memudahkan konsumen mengenali produk mereka, seperti lini produk funky PQ series,home cinema series, hingga balanced amateur series.

DENGAN MUSIK

Wow, headphone ini mempunyai suara bass yang dalam dan luas, terima kasih kepada luasnya range frekuensi yang terbentang dari 5 – 22000Hz, detail, clarity, dan presisi yang ok membuat XB300 pantas sesuai harganya, anggap saja headphone bassy dengan bonus detail, clarity dan presisi yang lumayan. Memang suara vocal dan instrument yang berada pada frekuensi menengah agak di bawah ratarata, tapi karakter headphone ini bass bukan ? dan itu yang di cari dari XB series. Keunggulan mutlak dari XB300 tentu saja kenyamanan extra yang di dapat

PRODUK Sony XB300

KONTAK www.jualheadphone.com

SPESIFIKASI � Driver

dari ear cushionnya yang nyaman dan tidak panas untuk di pakai berjam-jam, hal yang perlu di tanyakan adalah apakah jika terjadi apa-apa dengan ear cushion jumbo ini, mudah di dapat atau bisa di beli terpisah pengganti nya ? Direkomendasikan karena : Suara bass yang dalam dan empuk, dengan detail yang tidak mengecewakan. Kenyamanan super untuk menemani perjalanan panjang anda. Tidak direkomendasikan karena : Mid range yang agak lemah.a

audio video 37 Juni 2012

Unit : 30.0mm, Dome Type � Magnet : Neodymium � Frequency Response : 5 - 22,000 Hz � Impedance : 24 Ohms � Sensitivity : 100 dB/mW � Power Handling : 1000 mW � Speaker Type : Closed, Dynamic (Supra-Aural) � Connectivity : Wired � Plug : Gold Plated Lshaped Stereo Mini Plug � Cord : 1.17m (46.8”) flat cord � Remote Control : None � Dimensions : N/A � Weight : 107g (4.23oz)

PENULIS

TEST

Budi Santoso

DTiB POLYTRON DVD THEATER DENGAN KARAOKE RECORDING Kalau sebelumnya kita tahu Polytron pernah meluncurkan produk HTiB, maka kali ini baru saja dirilis produk dengan istilah DTiB atau singkatan dari DVD Theater in Box, yaitu produk yang dikemas dalam paket siap pakai.

audio video 38 Juni 2012

port USB yang mampu membaca beragam format, terutama Mpeg-4, MP3, maupun format foto Jpeg. Untuk jalur keluaran videonya, Polytron DTiB menyediakan dua model, yaitu jenis komposit dan komponen video. Jika melihat sistem perkabelannya, unit player DVD Polytron ini hanya dilengkapi oleh modul preamplier,sedangkan penguat dayanya sendiri dipasang di modul subwoofer, terbukti dari player hanya dibutuhkan konektor RCA stereo ke subwoofer, dimana dari subwoofer inilah kemudian di split melalui jalur keluaran model miniplug ke masing-masing speaker satelit. Fitur lain yang tidak kalah penting dari DTiB Polytron adalah dengan fasilitas karaoke dengan menyediakan sebuah colokona khusus mikropon yang di tempatkan di bagian samping player.

PENGUJIAN

Pada instalasi DTiB Polytron kali ini, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, karena hanya tinggal colok kabel RCA ke modul subwoofer dan satu komposit ke TV, maka sistem sudah dapat diaplikasikan, walau untuk kabel listrik untuk mesin player dan subwoofer dirancang secara masing-masing. Saat diuji menggunakan piringan DVD, akses trayer maupun pembacaan dari player tergolong gesit, ini dapat terlihat dari indikator LED yang berada di bagian atas player yang dengan cepat menginisialisasi pada mode menu dari DVD. Bahkan ketika setting awal dari remote yang disediakan pada paket ini, terlihat beberapa fitur dapat di-

D

VD Theater in Box (DTiB) buatan Polytron yang baru saja masuk dapur lab AVI merupakan produk paling anyar yang siap di pasarkan dengan harga terjangkau namun memiliki fitur yang lengkap, ini dapat terlihat dari tampilan produknya le yang dikemas dalam satu paket box. di Ketika Ket kami buka box dengan ukuran sedang produk Polytron di atas, maka terlihat ada 4 komponen besar yang dikemas secara kompak, dimana terdiri dari sebuah unit DVD player, sepasang speaker satelit, serta sebuah subwoofer. Jika melihat susunan tersebut, maka komponen ini hanya dirancang untuk sistem tata stereo yang dibantu dengan modul bas dari subwoofer, artinya produk ini memiliki sistem tata suara 2.1 kanal. Tampilan DVD player pada paket ini memang terkesan elegan, dimana casingnya didesain ergonomik, termasuk balutan warna glossy di bagian atas player, sehingga perlu sedikit perawatan agar tetap tertampil kinclong. Fitur dari unit player di atas memang tidak hanya sekedar sebagai mesin player DVD, karena ternyata juga dapat dijadikan sebagai multimedia player berkat dukungan

Semua fitur Polytron DTiB yang tertampil di panel

Koneksi USB dan mikropon untuk multiformat serta karaoke

audio video 39 Juni 2012

PENULIS

TEST

Budi Santoso

aktifkan secara manual, termasuk mode karaoke yang dapat dipilih melalui menu Setup, dimana pengaturan volume dan level echo dapat diatur dari sini. Dari hasil uji dengar, kami cukup dikejutkan dengan kemampuan speaaker satelit yang berkolaborasi dengan subwoofer, dimana mampu menghasilkan kualitas suara hi fi yang tidak kalah dengan speaker berukuran besar. Walau dengan kemampuan batas volume yang tidak dapat melewati ambang kliping, namun kami rasa sudah cukup keras untuk ruang yang tidak terlalu besar. Pengaturan volume ini memang hanya dapat dilakukan melalui fasilitas remote, sehingga terkesan sangat praktis. Adanya fasilitas port USB membuat penasaran kami untuk menjajal kemampuannya, dan hasilnya memang tidak mengecewakan, karena dengan menggunakan flasdisk yang berisi format MP3 maupun Mpeg-4, keduanya berjalan mulus tanpa hambatan, termasuk aksesnya tidak lelet, bahkan gabungan beberapa file, termasuk Jpeg, secara otomatis juga terdetekti dengan baik. Dari beberapa pengujian di atas, kami memang sangat penasaran dengan fitur Flashrip dari Polytron ini, dimana fitur ini memungkinkan Anda untuk melakukan proses ripping dari disc DVD/VCD/MP3/MPEG4 menjadi file dengan format MP3 yang hasilnya akan dapat disimpan dalam flashdisk melalui fasilitas terminal USB, bahkan jika Anda berkaraoke sekalipun, maka dapat dilakukan proses ripping. Ketika kami coba fitur di atas, maka sebelumnya kami tancapkan flashdisk di port USB, kemudian kami masukan piringan DVD karaoke yang akan kita ripping, dimana

Panel belakang subwoofer Polytron DTiB yang telah built-in amplifier

memulai proses ripping maka kami tekan tombol Flashrip pada layar TV sampai muncul Continue To Rip?, maka dengan menekan tombol navigasi forward yang artinya Yes yang kemudian dengan menekan tombol Enter, maka eksekusi ripping mulai berlangsung. Dan untuk menyudahi proses ripping kami lakukan dengan menekan tombol Flashrip atau Stop. File hasil ripping dalam format MP3 yang sudah jadi, akan tersimpan di dalam folder DVD_Rip pada flashdisk. Dan ketika kami coba putar kembali hasil ripping di atas, ternyata cukup mengagumkan, karena melalui fitur Karaoke Recording yang kami lakukan, hasilnya menjadi sebuah file musik format MP3 yang telah berisi perpaduan penyanyi dan musik yang tersaji dengan apik.a

Dari hasil uji dengar, kami cukup dikejutkan dengan kemampuan speaaker satelit yang berkolaborasi dengan subwoofer, dimana mampu menghasilkan kualitas suara hi fi yang tidak kalah dengan speaker berukuran besar. Walau dengan kemampuan batas volume yang tidak dapat melewati ambang kliping, namun kami rasa sudah cukup keras untuk ruang yang tidak terlalu besar. Pengaturan volume ini memang hanya dapat dilakukan melalui fasilitas remote, sehingga terkesan sangat praktis.

audio video 40 Juni 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

MENYIMAK LOUDSPEAKER ALUMINUM Kabinet loudspeaker umumnya terbuat dari kayu particle board atau multilayer board. Sangat jarang yang terbuat dari aluminum. Selain harganya mahal juga proses pembuatannya sulit, harus disiapkan cetakan ekstrudur – ditambah lagi masih disangsikan kualitas suaranya.

B

ulan silam kami mengunjungi Sound Gallery di kawasan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kami ditemani oleh Samuel Widjaja (sales manajer) – hopeng lama dari dulu di dunia DIY. Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini bisnis audio high end di Indonesia lagi “kurang darah” sangat berbeda dari dekade silam yang masih marak. Kemungkinan besar teknologi digital telah merasuki anak muda begitu dalam dikarenakan audio digital praktis, “fire and forget”, dan kualitas audio digital not bad!. Kondisi seperti ini dikhawatirkan akan “memunah”kan hobby audio high end. Dan ini terutama

audio video 42 Juni 2012

WADIA 571 CD TRANSPORT

Digital Outputs:

Weight:

1 - Glass Fiber-Optic (ST) 1 - AES/EBU (XLR) 1 - SP/DIF (BNC)

53 lbs., 24.0kg Dimensions (HWD): 7 x 17 x 16.5 inches (including spiked feet) 17.8 x 43.2 x 41.9 cm

Input:

Input 1 - ClockLink (ST) Power Consumption: 25 Watts

Finish Options:

Black or Silver Anodized Aluminum

YG ACOUSTIC ANAT III REFERENCE STUDIO Deviation:

±1 dB in the audible band ±5° relative phase throughout entire overlap Exceptional pair-matching Usable output extends from below 20 Hz to above 40 kHz Drivers:

BilletCore™ ultra-high-rigidity woofers and mid-woofers ForgeCore™ ultra-low-distortion tweeter

terjadi di Indonesia – tidak terjadi secara umum di dunia internasional, buktinya pameran CES dan The Show (keduanya di Las Vegas, AS) masih jaya walaupun ada sedikit penurunan. Kembali ke Gallery Audio – telah disiapkan perangkat:

Filters:

Proprietary DualCoherent™ crossover at 1.75 kHz Designed using software developed in-house ToroAir™ inductors eliminate cross-talk Sensitivity:

89 dB / 2.83 V / 1 m 2ϖ anechoic • • • • • •

CD Transport DAC Pre-amplifier Power amplifier Loudspeaker Kabel

: Wadia 571 : Wadia 931 dan 922 : Edge Signature 1.1 : Dartzeel NHB 458 (mono blok) : YG Acoustic Anat III Reference Studio : Acoustic Zen Absolute (power cord) • Stealth Dream (power cord) • Acoustic Zen Krakatowa (power cord) • Stealth Cord 99 (power cord) • Acoustic Zen Absolut (interkonek RCA) • Stealth Nano Fiber (interkonek RCA) • Acoustic Zen Mc-2 Zen (interkonek XLR Digital)

Penampilan loudspeaker YG Acoustic Anat III Reference Studio (buatan AS) terdiri dari dua susun: bagian atas dan bagian bawah. Kabinet bagian bawah berisikan woofer 12” dan built-in amplifier (aktif) sedang bagian atas bersusun D’Appolito dengan dua midrange 5 “ yang mengapit sebuah tweeter kubah 1”. Kabinet loudspeaker bagian atas maupun bawah terbuat dari lembaran aluminum putih –

Impedance:

4Ω nominal, 3Ω minimum Bass Module Amplifier:

Studio – 400 Watts RMS In all configurations, the Main Module portion is fully passive Dimensions:

Main Module – 50x19x50 cm (20x8x20”) HxWxD Studio– 121x33x60 cm (48x13x24”) HxWxD Weight:

Main Module – 49 kg (108 lbs) per channel unpackaged Studio – 130 kg (287 lbs) per channel unpackaged

audio video 43 Juni 2012

PENULIS Tjandra Ghozalli

anda harus sedikit hati hati – karena tepian aluminum tajam. Sedang power amplifier Dartzel NHB 458 (buatan Swiss) casisnya juga terbuat dari aluminum berwarna bronze yang dikerjakan dengan halus mempunyai tepian sudut yang membulat sehingga tidak tajam di jari.

GILA!!

Yoav Geva pendiri YG Acoustic – memang memilih bahan yang terbaik. Gilanya, mereka menggunakan konus aluminum yang mereka namakan Billet Core untuk mid dan woofer yang terbuat dari balok aluminum solid dan dibubut secara akurat sehingga menghasilkan bentuk kerucut yang tipis namun tegar. Mereka tidak mau menggunakan lembar aluminum yang ditekuk membentuk kerucut, karena kurang

Kabinet loudspeaker yang terbuat dari almunium ternyata tidak mereproduksi suara yang kaku. Malah karena ketegaran materi almunium maka penambahan cacat harmonik lebih kecil dibanding materi kayu yang lebih luwes bergetar.

WADIA 922 DAN WADIA 931

tegar. Betapa banyaknya bahan aluminum yang terbuang!! Dengan memakai konus Billet Core dan kabinet anti resonance, maka detail bass dan midrange sungguh luar biasa. Sedang untuk cross over, mereka menggunakan koil “Toro Air” yakni koil toroidal dengan inti udara. Kebanyakan cross over menggunakan koil silinder yang menapis nada tinggi (treble) kurang bersih, akibat gelombang elektromagnet dari koil bass dan koil mid akan menginduksi koil treble. Karena sinyal bass dan mid lebih kuat dari sinyal treble, maka induksi ini akan mengotorkan reproduksi nada tinggi – menyebabkan treble tersimak tajam, kasar, dan sibilans menusuk telinga. Dengan memakai koil toroidal pada crossover maka gangguan induksi hanya 30% dari koil silinder sehingga treble tersimak lebih akurat dan tidak menusuk telinga. Teruntuk kabinet loudspeaker, YG Acoustic memakai lembaran aluminum solid tebal dengan pertulangan kabinet yang diatur posisinya pakai program canggih, sedemikian rupa sehingga tidak terjadi resonansi dan gelombang berdiri – hasilnya reproduksi suara bass, dan mid lebih murni.

UJI DENGAR

Sebagai pembuka kami putar CD Ingram Washington

Wadia 931 adalah digital controller untuk memperbaiki dan menyamakan clock dari DAC monoblock Wadia 922 dengan susunan sebagai berikut: Keluaran data Wadia 931 dipisah untuk diumpan ke dua buah Wadia 922. Setiap 922 Decoding Computer terdiri dari empat tingkat: bagian masukan digital, bagian konversi Digital ke Analog, bagian keluaran dengan level variabel, dan bagian catu daya. Bagian masukan digital berfungsi sebagai penerima informasi dari Digital Controller 931 melalui interface fiber ganda membentuk penapisan interpolasi dan pengaturan volume dan kemudian dikirim ke bagian DAC.

Digital Controller 931 bertindak sebagai pusat pengaturan atau “otak” dari serie 9 sistem decoding komputer. Meskipun Digital Controller 931 terlihat mirip preamp analog, namun ada perbedaan utama. Digital Controller 931 mengolah hanya sinyal digital dan tidak merobah sinyal itu, seperti yang dilakukan oleh preamp analog. Digital Controller 931 lintasan datanya mulai dari masukan ke keluaran tidak mengalami perobahan dalam domain digital mengalami perbaikan seperti pengakurasian sinyal clock dan pengaturan level suara dilakukan secara digital, bukan analog.

DARTZEEL NHB-458 (MONO BLOK)

Power amplifier mono block berdaya keluaran 100 Watts / 8 Ohm, kelas A. Full solid state. Model seperti CPU berdiri tegak dengan toroidal transformer besar yang terlihat melalui jendela acrylic. Hanya diproduk 10 pasang dan Indonesia mendapat produk pertama.

audio video 44 Juni 2012

“ What’s a Difference Day”. Ingram memiliki vokal tenggorokan yang khas, rendah dan penuh timbre harmonik. Jarang ada sistem audio yang sanggup mereproduksi suara Ingram lengkap dengan harmoniknya – dan kami simak pada sistem suguhan Sam ini, harmoniknya tersimak jelas. Selain itu letupan sibilance Ingram tersimak wajar tidak menusuk telinga dan tonal balancenya bagus – ini tersimak pada keseimbangan nada musik pengiring. Patut diketahui bahwa harmonik ini berperan dalam menciptakan suara yang “warm” atau suara yang mempunyai “emosi”, tanpa harmonik maka vokal tersimak kering dan datar tidak punya greget. Kami enjoy menikmatinya berlama-lama karena belum ada tamu yang datang. Untuk instrument musik kami mencobanya dengan memutar album Chesky Records “Serges Rachmmanoff Concero No.2 in C minor.” Bayangan stereonya cukup megah – walau eksistensi objeknya sedikit kabur – namun semua ini dipengaruhi pula oleh kualitas dan teknik rekaman. Selanjutnya kami putar nomor CD “Besame Mucho” yang dibawakan oleh Andrea Bocelli dan nomor “Spinning Wheel” yang dibawakan oleh Chi Ayado. Dari kedua nomor ini kami dapati bidang dinamika vokal yang hidup. Anda tahu kan kalau tante Chi Ayado sedang tarik suara, maka volume vokalnya bisa melonjak lonjak tidak keruan. Namun semua itu dapat diikuti oleh sistem audio ini dengan baik tanpa menyisakan klipping atau peningkatan distorsi yang audible. Perbedaan antara sistem loudspeaker high end yang prima dan tidak prima terutama terletak pada harmonik dan transient. Pada sistem loudspeaker yang prima, reproduksi suara tersimak hangat dan musikal dengan detil tiap spektrum nada jelas dan lonjakan transiennya hidup tidak tertahan. Penyebabnya antara lain, pada sirkit cross over, daerah potongan frekuensi – perbedaan fasa (timing) antara low dan mid juga antara mid dan high adalah kecil. Dan sinyal tiap daerah frekuensi tidak menginduksi frekuensi tetangganya. Dengan demikian, setiap driver bass, mid, dan treble, bekerja optimal tanpa ada gangguan dari kebocoran sinyal frekuensi sebelahnya.

EDGE SIGNATURE 1.1

Chassis: 2 Transformers: 4

Output Impedance: .013 ohm

Number of Channels: 1 per chassis

Constant Current Ca-

Transformer Rating: 4 x 1500 va

Number of Lasers: 2

Total Capacitance: 320,000 uF

Approximate Weight: 115 pounds x 2

Power Rating into 8

Dimensions: 19”d x 15”w x 9”h

Ohms: 400 watts/channel

pacity: 83.32 amps Input Type: RCA

KESIMPULAN

Dari uji coba ini tersimpulkan bahwa kabinet loudspeaker yang terbuat dari almunium ternyata tidak mereproduksi suara yang kaku. Malah karena ketegaran materi almunium maka penambahan cacat harmonik lebih kecil dibanding materi kayu yang lebih luwes bergetar. Setahu penulis yang membuat loudspeaker berkabinet aluminum bukan cuma YG Acoustic, Krell juga membuatnya – keduanya berharga cukup mahal.a

Kika : Aziz, Tjandra dan Samuel

audio video 45 Juni 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

XTREME UNTUK YANG SUKA EKSTREM Sewaktu mengunjungi pameran audio high end terkemuka di dunia (CES-2011) yang berlangsung di hotel bintang lima plus The Venetian, Las Vegas lantai 35 - bulan Januari silam - saya berjumpa dengan “hopeng� (teman) lama Bung Didi alias Njoo Hoo Kong. Seperti diketahui beliau ini adalah pakar loudspeaker kelahiran Surabaya yang kini berdomisili di Belgia.

audio video 46 Juni 2012

T

ahun ini Bung Didi buka pameran di suite room The Venetian, kalau kamar biasa saja per hari dikenakan Rp 50 juta, maka saya tidak tahu berapa rate kamar suite ini. Sewaktu saya datang baru pukul 10 pagi, masih lengang – saya hanya bertemu dengan istri dan putrinya. “Ke mana papi?” tanya saya membuka percakapan. “Tadi anterin tamu ke bawah,” jawab nyonya Didi. “Duduk dulu pak,” sapa nyonya Didi. Tiba-tiba mata saya menangkap dua sosok “raksasa” yang berdiri di hadapan saya. Tanpa pardon lagi saya hampiri sepasang raksasa tersebut. Wah, ini loudspeaker tampilannya sangar banget, berbentuk oktagon di bafel depan terpasang 4 driver midwoofer 7”, 2 midrange 5”, dan 1 tweeter 2”. Sedang di bafel kiri dan bafel kanan terpasang masing-masing 3 woofer 9”. Tingginya hampir 2 meter, lebar dan dalam sekitar 60 cm – saya taksir beratnya lebih dari 100 kilo, warnanya hitam glossy bak piano. “He..he..Gede sekali ya loudspeaker ini, apa namanya?” tanya saya pada istri Bung Didi. “Namanya ekstrem, tulisannya Xtreme,” jelas nyonya Didi. “Pak Tjandra mau lagu apa?” tanya nyonya Didi. Saya pilih album ph Barbra Streisand. Ketika ph akan diputar, tiba-tiba Bung Didi menyapa saya dari belakang. “Pak Tjandra sudah lama?” tanya Bung Didi dengan wajah segar. Maka kami pun berbincang hangat seperti halnya dua orang kenalan yang sudah lama tak bertemu. Menurut Bung Didi, filosofi rancangan Xtreme bersandar pada “live music”. Banyak loudspeaker high end yang tidak mampu menghadirkan performa live music ke dalam ruang dengar. Kalau kita ke pub atau lounge, coba simak sajian permainan musik pop (live) dengan gebukan bass drum, roaring lead guitar, hentakan cymbal, dan tarikan vokal yang penuh dinamika dan kehangatan. Pada kebanyakan loudspeaker rumah, SPL (Sound Pressure Level)-nya sangat terbatas sehingga turut membatasi lonjakan dinamika reproduksi suara loudspeaker. Inilah yang dinamakan “hilangnya aura kehidupan musik”. Nah, kalau Xtreme sangat beda. Loudspeaker ini dirancang untuk mereproduksi SPL suara yang tinggi di atas 100 dB tapi dengan nilai cacat (distorsi) rendah. Tanggapan frekuensi Xtreme dirancang “datar” bukan hanya di volume besar tetapi juga di volume kecil. Artinya dari suara lemah hingga suara kuat akan direpro oleh loudspeaker ini dengan spektrum frekuensi yang sama datarnya sehingga reproduksi loudspeaker ini tidak berbeda-beda warnanya (tidak belang) yang tergantung dari tingkat kekerasan suara. Adapun perangkat yang digunakan di kamar tersebut adalah: • • • • •

Didi bersama XTREME

Turntable Phono preamp Line preamp Power amp Loudspeaker

• Kabel interkonek

: Spiral Groove : Venture VP100P : Venture VP100L : Venture V100A (x 2) : Venture V100A (100 watts kelas AB) : Venture Diamond

• Kabel loudspeaker

: Venture Cable

Kemudian Bung Didi memutar album Barbra dan dari pemantauan saya, reproduksi suara loudspeaker Xtreme memang bagus apabila kita pasang volume lebih terbuka. Dengan SPL lebih kuat maka dinamika dan kehangatan loudspeaker ini tersimak jelas. Bagaikan lukisan Basuki Abdulah yang terlihat keelokannya apabila dilukis dalam

audio video 47 Juni 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

ukuran frame besar, sedang dalam ukuran frame kecil goresan kuas Basuki kurang terlihat detailnya. Saya menyimak vokal Barbra – hmmmm memang seperti kita sedang berada di sebuah kafe Broadway – sambil nyeruput kopi, vokal Barbra yang lantang membuai telinga, tersimak gregetnya yang penuh energik. Sayangnya Bung Didi tidak menyediakan kopi, mau minta ya kurang sopan toh? He..he..kemudian saya diputarkan ph Manhattan Jazz Quintet – ini ph bagus, rekamannya ciamik, juga lagunya cocok sama selera saya. “Tambah sedikit volumenya...” minta saya pada Bung Didi. Lah iya dengan posisi volume lebih kuat, kita terbawa ke dalam kafe virtual – ingat Bung, kita bukan dengar musik di rumah tapi di kafe!! Bung Didi tampak tersenyum melihat saya mengangguk-anggukan kepala mengikuti irama permainan Manhattan yang lincah. Yuup, betotan bass dan gebukan drumnya hidup sekali – ini terasa pula pada badan saya yang turut bergetar menerima gebukan bass drum. Aha, saya baru tahu kenapa Bung Didi memakai kamar suite – karena kalau pakai kamar standar – bisa-bisa tetangga komplain karena gebukan bassnya yang membahana. Ha..ha.. ini baru dugaan saya lho.

FORMULA KHUSUS

kekerasan suara, tapi Xtreme selain kekerasan suara juga keakuratan suara. Untuk midrange, midwoofer, dan woofer pakai formula khusus CFC (Carbon Fiber Composite) yang tegar namun gesit sehingga mumpuni mengikuti lonjakan suara. Tweeter dipakai ukuran besar (2”) berformula AGC (Abaca Graphite Composite) sanggup “menjerit” namun tidak break-up. Ya memang, produk speaker ini masih “gres” - jadi belum indreyen benar tapi dijamin semakin sering dimainkan, maka reproduksi suara loudspeaker ini semakin musikal yang enak untuk menggelitik telinga. Sebagai lulusan Master Fisika dari University of Frankfurt, Jerman, Didi banyak bereksperimen untuk formula membrane getar loudspeaker. Selain itu, Didi juga bereksperimen menggunakan sejumlah lapisan kayu keras (multi-layer wood) yang dipadukan dengan kayu serbuk (particle board) untuk badan kabinet loudspeaker yang demikian kokoh sehingga tidak bergetar. Didi banyak bereksperimen – untuk menemukan materi yang tepat untuk membrane driver dan juga untuk lapisan kabinet loudspeaker. Nah, karena banyak eksperi-

VENTURE VP100L

Bung Didi melanjutkan – kalau Xtreme bukan sekelas professional loudspeaker biasa tetapi pure high end loudspeaker dengan tingkat keakuratan yang lebih nyata. Kebanyakan professional loudspeaker lebih mengutamakan • Type: Preamplifier • Volume: -66dB to 0dB • Unbalanced Gain: 0dB • Balanced Gain: 6dB • Harmonic Distortion: <0.01% / 600 Ohms / 2Volts • Noise: <2.8µV (Typ.1,9µV) • Signal-to-Noise ratio: > 120dB • Offset: <0.1mV • Max input level: 4.5Veff / 600 Ohms • Inputs: 4 XLR inputs • 4 RCA inputs • Output 1: XLR Max level: 9Veff / 600 Ohms • Output 2: RCA Max level: 4.5Veff / 600 Ohms • Inter-channel balance: +/- 9dB ; 2 channels • Dimensions: 483 x 110 x 330 mm • Weight: 9 Kgs / 19.8 lbs

Didi dan Gina Hayama

audio video 48 Juni 2012

POWER AMP MONO VENTURE V100A + REFERENCE • Daya Nominal

: 100 Watts, kelas A, 8 Ohm

• Cacat Intermodulasi : <0,05% • Impedansi Masukan : 10 K Ohm

men yang membutuhkan biaya tinggi, maka jangan heran kalau harga per pasang speaker ini selangit mesra. Kabinet Xtreme disaput dengan warna hitam mengkilap bagaikan piano. Sebagai pelengkap loudspeaker ini diberi kaki yang beroda (roda khusus untuk piano) – sehingga memudahkan orang untuk memindahkan loudspeaker tambun ini yang beratnya di atas 100 kilo! Ketika ditanya apakah suara Xtreme tidak mengalami degradasi karena tidak pakai spike melainkan roda? Didi menjawab kalau piano saja pakai roda suaranya tetap bagus, maka untuk Xtreme tentu tidak masalah.

• Cacat Harmonis

: <0,05%

• Perb Sinyal Desis

: >110dB

• Faktor Redam

: 400

• Masukan

: 1 x XLR / 1 x RCA

• Lebar Bidang

: 0 – 150.000 Hz

• Waktu Kejut

: <2,5 mikro detik

• Ukuran

: 483 x 170 x 540 mm

• Berat

: 32 kg

LOUDSPEAKER VENTURE XTREME

SPECIAL POST BINDING

Kebetulan ketika saya datang, hadir pula nona Gina Hayama dari Furutech Co, Ltd Jepang. Perusahaannya Furutech cukup kondang sebagai produsen aksesori audio kelas bintang lima. Binding post atau terminal kabel speaker yang dipakai Xtreme adalah produk terbaru dari Furutech pesanan khusus Venture. Konon binding post tipe terbarunya ini memiliki permukaan kontak yang lebih luas daripada binding post tipe terdahulunya. Binding post ini mampu “menggigit” anyaman kabel lebih kuat – sehingga tidak mudah terlepas.

TRULY LIVE MUSIC

Seandainya kita belum mengetahui, kalau di dalam suite room Venture ada pagelaran audio high end - kita pasti akan terkecoh, menyangka kalau di dalam kamar tersebut sedang digelar musik hidup – karena dinamika, lonjakan, dan kekuatan suaranya mirip sekali seperti gelombang suara Live Music. Kondisi seperti ini sangat jarang kita temui kecuali di pagelaran Java Jazz. Yah, dengan mata tertutup – seorang audiophile dengan mudah membedakan antara musik hidup dan musik reproduksi. Hal ini terkait dengan dinamika (simpangan), transient (lonjakan), dan SPL (kekerasan) suara. Meskipun memakai teknologi HD dengan sampling 192 kHz dan kuantisasi 24-bit dan direkam secara live – semua itu tak ada gunanya bila loudspeaker main ulangnya tidak mampu meng-konvert energi listrik 5.000 watt menjadi energi akustik setara 145dB dalam waktu sepersepuluh milidetik! Akhir kata kami turut bangga atas kiprah arek Suroboyo ini yang sekarang menggempur Eropa, Amerika, dan China dengan produk loudspeaker andalannya Venture!a

• Tanggapan Frekuensi : 20 – 60.000 Hz • Sensitifitas

: 93 dB

• Impedansi

: 6 Ohm

• Daya Dianjurkan

: s/d 1.000 Watts (tdk kliping)

• Waktu Indreyen

: minimal 100 jam main

• Speaker

: 6 bh 9” woofer / 4 bh 7” midwoofer/ 2 bh 5” midrange/1 bh 2” tweeter.

• Disain X-over

: 4 way, first order

• Ukuran

: 172 x 66 x 60,5 cm (tinggi x lebar x tebal)

• Berat

audio video 49 Juni 2012

: 160 kg

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

MENIKMATI KARYA SPEKTAKULER YOSHIYUKI KAKU Jangan dikira kalau produk branded Jepang hanya terkait pada produk massal dengan kualitas nominal. Sejumlah merek Jepang telah masuk ke bursa audio high end seperti Esoteric (TEAC) dan TAD (Pioneer) - keduanya adalah produk audio high end berharga mahal yang akrab di telinga audiophile.

audio video 50 Juni 2012

A

gaknya hal tersebut diincar oleh Sony America Inc yang berkedudukan di San Diego, Amerika Serikat. Pada waktu pagelaran pameran akbar audio high end CES, Sony mengambil langkah berani untuk merilis loudspeaker SS-AR1 di suite room The Venetians, Las Vegas bergabung bersama Pass Lab, Emm Lab, dan Kimber Kable. Dikatakan sebagai langkah berani, karena selama lima dekade produk audio Jepang hanya menguasai perangkat elektronik. Untuk perangkat transducer (loudspeaker) produk Jepang belum diakui kebolehannya di kalangan audio high end maniac. Rupanya Sony menginginkan terobosan yang merubah paradigma tersebut dengan loudspeaker rancangan Yoshiyuki Kaku dari bagian riset Sony San Diego – Amerika Serikat. Setelah mengunjungi kamar Venture saya lalu memasuki kamar Sony yang langsung disambut oleh Yoshiyuki Kaku, sang desainer. Yoshiyuki masih muda, saya duga berusia 40-an tahun, berkacamata dan murah senyum. Di dalam kamar sudah ada beberapa tamu yang tengah menyimak serius, makanya saya langsung cari tempat duduk yang kosong tanpa bertanya lagi. Sony adalah perusahaan Jepang yang concern sama loudspeaker high end. Pernah di tahun 1982, Sony merilis loudspeaker “piston” dengan membran flat flat honeycomb. Loudspeaker piston tidak berspider der tetapi menggunakan lima piston yang menyanggah membran honeycomb tepat di nodal point. Speaker “piston” n” Sony sempat membuat “geger” kalangan audiophile barat yang waktu itu tu masih memandang produk Jepang ng sebelah mata. Kini Sony kembali menggebrak nggebrak dunia audio high end melalui loudspeaker oudspeaker karya Yoshiyuki Kaku, SS-AR1. Karyanya ini telah menjadi bahan ahan pergunjingan para audiophile internasional, ternasional, ulasan produknya mencapai pai belasan majalah mancanegara termasuk asuk Absolute Sound dan Stereophile – semua berkata “good sound with reasonable able price”. Hal ini yang membuat saya ya semakin penasaran saja dan bertekad ekad mampir ke kamar Sony.

DESAH NORAH AH

Yoshiyuki Kaku

Ketika itu kebetulan etulan sedang diputar lagu kesayangan angan saya dari album CD “Stardust” st” Nat King Cole. Saya simak, vokal Nat King Cole direproduksi oleh loudspeaker ini penuh detail, vibrasi asi suara tenggorokan Cole tersimak mak jelas. Bunyi bass betot terdengar ar mantap walau kedengaran sedikitt lebih berat dari yang biasa saya dengar. ngar. Meskipun rekaman asli “Stardust” dust” ini dibuat di tahun ‘60-an, tetapi pi mastering-nya sudah bagus – dengan gan tonal balance berspektrum lengkap. kap. Saya simak sibilans vokal Colee lembut – sama sekali tidak menyerang erang telinga. Saya ingin tahu bagaimana gaimana kalau

audio video 51 Juni 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

Loudspeaker SS-AR1 vokal wanita? Pasalnya vokal wanita mengandung sibilans yang lebih tajam dan mudah terdistorsi. Lalu saya request untuk diputarkan album CD Norah Jones – “Dont Know Why”. Ketika diputar, vokal Norah terepro lantang dan suara desis “sss” pada “sssomething happen” tersimak natural tidak menusuk telinga, sama sekali tidak berbau metalik!! Wah gila benar, padahal bunyi sapuan cymbal cukup nyata metalnya. Saya salut pada desain crossover Yoshiyuki – bagaimana bisa “meloloskan” kemetalikan bunyi sapuan cymbal tanpa mengorbankan kelembutan sibilans Norah yang mendesah desah sexy itu. Bunyi ketukan dawai piano juga terdengar natural yang saya prediksi piano Yamaha meskipun tidak tertampak mata – inilah keunggulan dari Sony SS-AR1, natural dan penuh detail sehingga kita bisa menduga piano jenis apa yang sedang dimainkan Norah.

MASALAH RESONANSI

Setelah usai sejumlah lagu diputar, maka tamu-tamu meninggalkan kamar dan saya berkesempatan berbincang soal filosofi rancangan loudspeaker SS-AR1 bersama Yoshiyuki. Menurut Yoshiyuki – sebagai perancang loudspeaker, selama ini dia menghindari kehadiran resonansi. Diusahakan agar frekuensi resonansi dari kabinet loudspeaker tidak mengotori vokal. Katakan saja bidang vokal manusia mulai 400 Hz hingga 4 kHz, maka diusahakan agar frekuensi resonansi kabinet berada di bawah 400 Hz atau di atas 4 kHz. Apabila hal ini sulit dilakukan, maka ada cara lain yakni kabinet loudspeaker dibuat demikian tegar sehingga resonansi menjadi minim sekali. Tetapi dalam praktiknya

kabinet yang teramat tegar akan mereproduksi bunyi atau suara yang kaku atau mati, tidak musikal. Maka dari itu khusus SS-AR1, filosofi dirubah – bukan menghindari resonansi tetapi mengendalikan resonansi! Bagaimana cara mengontrol resonansi supaya balance? Sesungguhnya resonansi itu berguna agar bunyi atau suara menjadi hidup, menjadi musikal. Untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah, harus tahu cara dan formulanya supaya resonansi itu tidak mengotori melainkan menghidupi musik dan vokal. Mau tahu rahasianya? tanya Yoshiyuki menantang. Begini, untuk bafel depan digunakan kayu Mapel dari Hokkaido. Kayu ini cukup solid dan tahan cuaca dingin, kayu Mapel ini ditebang pada bulan November sewaktu musim dingin supaya kesolidannya tidak berubah. Sedang untuk badan kiri, kanan, dan belakang dipakai kayu Birch dari Norwegia. Untuk bafel depan dibuat setebal 5 cm! Sedang untuk badan cukup 3 cm. Semua pekerjaan kayu dilakukan pakai

audio video 52 Juni 2012

AR1 bertanggapan frekuensi mulai 28 Hz hingga 60.000 Hz. Ibarat masakan, enak tidaknya tergantung pada racikan bumbunya – ini identik dengan loudspeaker di mana crossover adalah bumbu utamanya – bila racikannya berbeda maka reproduksi suaranya juga berbeda. Sony SS-AR1 memakai crossover multi-slope. Khusus midrange baik low pass dan high pass adalah second order. Untuk woofer dipakai low pass third order dan untuk tweeter dipakai high pass third order. Frekuensi potongan crossover adalah 400 Hz dan 4 kHz – selaras bidang vokal manusia yang diusahakan tidak dikotori oleh titik potong crossover. Memang fokus diesain loudspeaker SS-AR1 terletak pada reproduksi vokal yang harus sesempurna mungkin dan bukankah itu yang paling disukai kaum audiophile? Manusia lebih peka terhadap kesalahan reproduksi vokal ketimbang bunyi instrumen musik, kecuali bagi pemain instrumennya sendiri. Saya pantau pengerjaan kabinetnya sangat halus, tidak nampak sambungan papan kabinet, tidak ada gelembung udara. Potongan tepinya tajam dan lapisan cat badannya sungguh mengkilap bagaikan kristal hitam.

PERANGKAT TAMBAHAN

Dalam kamar demo telah dipersiapkan perangkat pelengkap:

tangan, mulai dari pemotongan hingga pengamplasan. Diperlukan sejumlah sekat untuk memisahkan kotak bagian mid high dengan kotak bass – tujuannya supaya jangan terjadi interferensi gelombang bass yang mengotori gelombang mid dan high. Sejumlah tulang kayu dipasang di dalam kabinet speaker supaya badan kabinet lebih tegar – sesungguhnya boleh terjadi resonansi di dalam kabinet speaker asalkan dikontrol supaya jangan berlebihan. Kabinet speaker tidak dirancang seperti kotak, namun sedikit lancip ke arah belakang – cara ini ampuh untuk menghindari standing wave yang terbentuk akibat sisi badan kiri dan sisi badan kanan yang paralel. Setelah kabinet terbentuk utuh barulah dicat lacquer hitam mengkilap seperti badan piano. “Ternyata kombinasi antara pemakaian kayu alami (bukan kayu pres atau kayu lapis) dari jenis tertentu, ditambah dengan shape (bentuk) kabinet dan pertulangan yang pas, plus slope crossover yang di-adjust - mampu mengendalikan resonansi sedemikian rupa sehingga vokal manusia tersimak wajar juga bunyi instrumen terdengar asli”, ujar Yoshiyuki.

JEROAN SS-AR1

Untuk driver dipakai buatan Scanspeak, Norwegia. Khusus midrange berdiameter 130 mm, dengan konus bergurat-gurat, bertujuan supaya terhindar dari resonansi yang berlebihan. Dipakai dua buah woofer 200 mm, konus terbuat dari aluminium – ada ring tembaga supaya bidang magnet simetris. Kenapa dipasang dua woofer? Supaya gebukan bass drum tetap gesit dan SPL cukup tinggi. Ketimbang pakai satu woofer diameter besar yang lamban. Sedang untuk tweeter bertipe soft dome 25 mm. Loudspeaker Sony SS-

• CD Player • Pre Amp • Power Aamp • Perkabelan

: EMM XDS1 : Pass Lab X20 : Pass Lab 600.5 (sepasang mono blok) : Kimber Kable

Album yang kami putar selain album CD Stardust Nat King Cole juga beberapa album Norah Jones. Well, baru kali ini saya menjumpai loudspeaker yang mampu mereproduksi bunyi sibilance yang tidak metalik (normal seperti orang sedang bercakap langsung) tetapi bunyi ketukan cymbal-nya sangat metalik (normal seperti kita pukul cymbal drum asli). Hebat dua karakter yang paradoks lho kok bisa direproduksi oleh satu model loudspeaker?! Saya tidak tahu apakah loudspeaker Sony SSAR1 sudah pernah di-import ke Indonesia? Kalau ada, bagi yang punya Sony SS-AR1 tolong undang saya sebab saya ingin dengar sekali lagi di Jakarta.a

audio video 53 Juni 2012

PENULIS

David Susilo

DYNAMIC CONTRAST RATIO ANGKA SILUMAN YANG MEMBINGUNGKAN

TECHNO

Masih ingat di tahun ‘80an dimana para produsen compo ramai-ramai menggunakan power rating PMPO (Peak Maximum Power Output)? Mini compo sekecil kutu bisa memiliki power rating 1,200 Watts PMPO yang cara perhitungan outputnya biasanya dilakukan dengan cara membuat hubungan pendek (short circuit) pada ampilifier, dlilihat output yang keluar dalam janga waktu mikrodetik dengan distorsi 100% lalu dikali 2 (kalau amplifier-nya dua kanal) dan keluar dengan angka siluman PMPO yang 1,200 Watts. Padahal bila dihitung dengan cara jujur output rata-rata (RMS) dengan frekuensi 20 Hz – 20 kHz dengan THD 1% ternyata outputnya hanya 8 Watt!!

C

ara perhitungan siluman ini sekarang terjadi lagi dengan para produsen display baik proyektor maupun TV. Dynamic Contrast Ratio 1,000,000:1 (satu juta banding satu) untuk proyektor maupun display high-end itu sudah “biasa” dan untuk entry level biasanya memiliki rating Dynamic Contrast Ratio 5,000:1 juga sudah biasa. Tapi apa kenyataannya? Kalau bisa dapat sepersepuluhnya saja sudah harus bersyukur. Kenapa? Uraiannya adalah sebagai berikut.

ANSI Checkerboard dimana kotak putih adalah RGB235 dan kotak hitam adalah RGB16.jpg

Kesalahan utama sebetulnya adalah kita sebagai konsumen yang mau melihat angka yang besar. Jadilah perusahaan berlomba-lomba menciptakan sistim masingmasing dalam perhitungan Dynamic Contrast Ratio yang mirip dengan angka siluman keluaran Peak Maximum Power Output. Contrast Ratio adalah perbandingan titik paling terang dengan titik paling gelap yang bisa direproduksi oleh sebuah display di saat yang bersamaan. Jadi bila ada dua kotak berwarna hitam dan putih bersebelahan, maximum brightness dibagi dengan minimum brightness (black level) dihitung secara bersamaan dan angka itu menjadi contrast ratio yang “asli” dan bukan jadi-jadian. Ditambah lagi, titik kekelaman kotak hitam harus ada di RGB point 16 dengan titik terang kotak hitam harus ada di RGB point 235. Plus, perhitungan itu harus dihitung dengan maksimum brightness proyektor di 16 foot Lambert dengan layar 1.0 Gain atau kalau TV dihitung dengan maksimum brightness di 45 foot Lambert. Lebih sulit lagi, perhitungan ANSI Contrast Ratio juga harus berdasarkan proyektor atau display yang sudah dikalibrasi berstandar SMPTE/ISF/THX, yaitu REC709. Nah, kalau sudah dihitung dengan standar tersebut (juga dinamakan ANSI Contrast Ratio dimana ANSI merupakan American National Standard Institute dimana standar perhitungan ini menjadi standar international mirip seperti

audio video 54 Juni 2012

IEC atau ISO) baru bisa kita dapatkan angka yang jujur. Nah, disinilah perhitungan siluman dimulai. Contoh paling baru adalah proyektor Sony VPL-VW1000ES yang harganya US$25,000. Proyektor semahal ini seharusnya menulis angka jujur khan? Ternyata tidak juga. Berbagai majalah termasuk Sound and Vision, Home Theater, Quebec Audio Video, Trends Electronics & Design, dan saya pribadi menghitung ANSI Contrast Ratio proyektor ini dan kita semua, menggunakan Minolta LS-100 light meter, mendapatkan hasil yang kurang lebih sama, yaitu dikisaran

sehingga brightness kelihatan lebih tinggi lagi. Dengan trik-trik diatas, sangatlah mudah untuk proyektor maupun display manapun menghasilkan Dynamic Contrast Ratio yang (misalnya) 5.000:1 atau 1 juta:1. Jadi pembeli jangan terkecoh dengan angka Dynamic Contrast Ratio. Yang harus diperhatikan adalah ANSI Contrast Ratio. Tentu Contrast Ratio makin tinggi makin baik. Tetapi karena mata manusia yang paling sempurna hanya bisa melihat contrast ratio maksimal 350:1 setiap sepersepuluh detik, jadi ANSI Contrast Ratio diatas 3,500:1 sebetulnya tidak begitu diperlukan. Tambahan: ada lagi perhitungan ANSI Full-on/Fulloff Contrast Ratio. Bila melihat review dengan angka ini, kalau bisa mendapatkan angka 35,000:1, sudah cukup. Contoh-contoh angka Dynamic Contrast Ratio vs ANSI Full On/Off vs ANSI Contrast Ratio • Sony VPL-VW1000ES: 1,000,000:1 vs 150,000:1 • JVC DLA-X30: tidak disebut vs 50,000:1 • Panasonic PT-AT5000 300,000:1 vs 50,000:1 • Epson 5010e 200,000:1 vs 105.200:1 • Runco Q-650i infinity:1 vs 3,495:1

vs 2,400:1 vs 27,500:1 vs 30,700:1 vs 3,200:1 vs 1,225:1

Bayangkan, bagaimana contrast ratio bisa “infinity:1”? itu khan hal yang tidak memungkinkan!!! Jadi jangan heran kalau melihat display dengan Dynamic Contrast Ratio tinggi tetapi kualitas gambarnya dibawah display yang angkanya lebih kecil. Karena seperti tabel diatas, tidak ada korelasi antara Dynamic Contrast Ratio (angka yang biasa dituliskan di spesifikasi) vs ANSI Full On/Off (angka yang didapat dengan menghitung terang/gelap dengan frame yang berbeda) vs ANSI Contrast Ratio (perhitungan dengan ANSI checkerboard, yang paling mirip dengan situasi nonton film beneran dan paling jujur).a

2,300:1 hingga 2,400:1 ANSI Contrast Ratio, padahal angka yang dipublikasikan Sony adalah 1,000,000:1 Dynamic Contrast Ratio!!! Jadi hasil aslinya jauh dibawah 5% dari angka yang dipublikasikan!!! Bagaimana angka siluman ini bisa keluar? Dari berbagai sumber termasuk THX dan ISF serta ANSI sendiri, saya melakukan eksperimen yang hasilnya adalah sebagai berikut. 1.Tidak menggunakan ANSI Checkerboard sebagai dasar perhitungan Contrast Ratio dan hanya menggunakan kotak putih seukuran 10% ukuran layar untuk warna putih dan untuk warna hitam menggunakan kotak hitam seukuran 100% ukuran layar 2.Ketika mengukur warna putih, gunakan RGB 256 (jangan standar RGB 235) agar putih kelihatan lebih putih, set lampu proyektor atau backlighting LED/LCD ke maksimum. Lalu set contrast ke 100% dan brightness ke 100% 3.Ketika mengukur warna hitam, gunakan RGB 0 (jangan standar RGB 16) agar hitam muncul lebih hitam, set lampu proyektor atau backlighting LED/LCD ke minimum. Lalu set contrast ke 0% dan brightness ke 0%. 4.Dalam perhitungan proyektor, kalau perlu gunakan layar dengan gain setinggi-tingginya (antara 1.6 hingga 2.0 dan bukan 1.0 yang merupakan standar internasional)

PENJELASAN VIVITEK H-1085

Kami menerima sejumlah pertanyaan dari pembaca tentang Review Vivitek H-1085 Audio Video edisi Mei 2012 yang menurut bung David Susilo berkontras rasio hanya 400:1 dan bukan seperti pernyataan Vivitek yang bernilai 5000:1? Bung David menjelaskan untuk proyektor DLP kelas entry level – Vivitek H-1085 sangat layak dibeli karena sudah dilengkapi teknologi BrillianColor – teknologi terbaru hasil kerja sama Texas Instrument dan Vivitek., warna warna menjadi hidup dan penuh vibrant. Sedang mengenai nilai 400:1 itu sudah bagus untuk video kelas entry level, malah banyak proyektor yang cuma berkontras rasio 300:1 atau 200:1 yang diukur dengan ANSI Contrast Ratio. Jadi jangan mengacu pada dynamic contrast ratio.

audio video 55 Juni 2012

PENULIS

TECHNO

David Susilo

DOLBY ATMOS,

SISTIM GILA DARI DOLBY LABS

Tidak seperti sistim Dolby sebelumnya, Dolby Atmos merupakan sistim surround yang plaing flexible dalam pembuatan soundtrack film karena sistim ini tidak menggunakan jumlah kanal yang statis tetapi menggunakan metadata dimana setiap elemen suara memiliki metadata masing-masing yang bisa diprogram untuk berpindah dari satu titik ke titik lain tanpa memerlukan sistim mixing yang berbelit.

H

al ini membuat hanya perlu satu macam soundtrack Dolby Atmos untuk dimainkan baik di bioskop 128-kanal, 64-kanal, 32-kanal, 16-kanal, 7.1, 5.1, hingga 2.0 tanpa memerlukan mix yang terpisah-pisah yang memakan banyak waktu, biaya dan memori dalam data film yang besar. Hal ini berarti semua mix-down dari sumber yang aslinya berupa 128 komponen secara otomatis di mix-ulang oleh Dolby Atmos processor yang ada di bioskop-bioskop baru. Dengan menggunakan sistim metadata dimana hasil soundtrack akan otomatis di downmix sesuai keperluan masing-masing bioskop, tidak akan ada lagi kerancuan

yang mengakibatkan salah kirim audio file 7.1 ke bioskop yang hanya mampu memainkan 5.1, ataupun sebaliknya. Cukup dengan satu macam mix (128 kanal dengan metadata), inventarisasi hanya diperlukan untuk satu macam mix. Malah dengan tanpa perlu mendownload berbagai variasi file DCP (Digital Cinema Projection) terpisah, pemilik bioskop dengan mudah bisa memindahkan dari satu jaringan bioskop ke jaringan bioskop lainnya karena Dolby Atmos ini juga 100% backwards compatible dengan Dolby 5.1, Dolby 7.1, dan juga sistim “baheula” Dolby Surround 2.0. Tunggu saja tanggal mainnya di bioskop-bioskop di Indonesia!a

TECHNOLOGY HIGHLIGHTS • Tidak perlu merubah workflow audio production dalam pembuatan soundtrack film • Bisa menampung hingga 128 komponen kanal • Penambahan kanal dengan array speaker yang diletakkan diatas penonton • Side-surround tidak lagi dari bagian tengah bioskop ke belakang, tetapi dari ujung paling depan bioskop ke paling

belakang sehingga transisi suara memutar bisa direproduksi secara sempurna • Bisa hanya dengan menggunakan satu master untuk menghasilkan downmix secara otomatis untuk teater-teater yang menggunakan jumlah kanal dibawah 128 tanpa perlu menggunakan master mix yang terpisah sehingga bisa banyak memotong biaya produksi hingga 80%

audio video 56 Juni 2012

PENULIS

Budi Santoso

VISIT

BRITISH SQUARE MENAMPILKAN PRODUK AUDIO ASAL INGGRIS Setelah cukup lama menunggu, akhirnya dilaunching juga British Square yang merupakan salah butik audio di kawasan Mangga Dua Mall, Jakarta dengan menggelar cukup banyak produk yang khusus didatangkan dari Inggris.

K

etika Anda menaiki tangga lantai satu Mangga Dua Mall, tentunya butik British Square akan mudah ditemukan, karena memiliki ciri khas lampu neon sign yang cukup menyolok, apalagi dengan permainan warna antara merah dan biru, sehingga terkesan sangat kontras. Dari penampilan butik dengan sekatan full kaca di bagian depannya, tentunya dengan mudah melihat seluruh bagian dalam ruang British Square yang hampir seluruh etalasenya terpajang berbagai jenis loudspeaker, subwoofer, player serta amplifier. Dalam acara launching kali ini, butik British Square telah memajang beberapa loudspeaker yang didominasi oleh produk buatan Mission, dari seri MX-1 sampai dengan seri ukuran besar seri MX-5. Di sisi bagian bawah, terlihat jajaran subwoofer yang juga keluaran Mission dari seri MS-8 maupun MS-10 juga menghiasi ruang butik. Apalagi tidak kalah menarik adalah dari Mission seri Elegante yang diletakkan di bagian depan, dan membuat penampilan butik ini semakin berkelas. Di ruang ini juga dipajang amplifier stereo dan mesin CD player keluaran AudioLab dari seri 8200A dan 8200CD yang pada edisi terdahu pernah di review oleh majalah Audio Video.

Untuk ruang uji dengar, British Square juga menyediakan ruang khusus yang dirancang terpisah dengan sistem audio yang telah terpasang dengan rapi, dimana kali ini terlihat jajaran sistem speaker Mission MX-300 yang telah disiapkan untuk tata suara home theater. Selamat buat British Square, semoga semakin menyemarakkan dunia audio video di Indonesia.

audio video 57 Juni 2012

PENULIS

Biasanya, hanya peralatan audio berharga tinggi yang menggunakan transformer toroidal yang berbentuk seperti donat. Tetapi semakin hari, semakin banyak perusahaan audio video yang ikut-ikutan menggunakan transformer toroidal. Kenapa tidak semua perusahaan menggunakan transformer ini? Apa, saja keuntungannya?

TIPS & TRICKS

David Susilo

KENAPA PILIH TRANSFORMER TOROIDAL?

S

ecara general, dua jenis transformer yang digunakan di dalam dunia audio video adalah transformer konvensional dimana plat inti berada diluar gulungan primer dan sekunder sedangkan trafo toroidan gulungan primer dan sekundernya melilit dan membungkus plat inti yang juga dibuat seperti gulungan. Transformer konensional menggunakan play inti “E” dan “I” (disebut demikian karena struktur play tersebut mirip dengan uruf E atau I yang memiliki bocoran magnetic flux radiation yang relatif tinggi. Disamping itu, struktur plat yang seperti ini dapat menumbulkan mechanical vibration yang akan membuat sekrup pengikatnya mengendur sehingga semakin tua, semakin bertanbah kuat pula getaran yang dihasilkan. Timbulnya bocoran magentic flux radiation ini disebabkan karena plat “E” atau “I” ini tidak seluruhnya tertutup gulungan primer dan sekunder. Karena bagian plat ini terekspos dengan udara (yang merupakan tahanan magnet yang tinggi” makan terjadi magentic flux diffraction yang menginduksi kabel-kabel dan jalur PCB rangkaian elektronik dari ampilifier atau alat A/V manapun yang akhirnya menghasilkan hum, magnetic flux distortion, malah untuk bisa juga mengurangi kualitas gambar dalam penggunaan Blu-ray player. Transformer toroidal memiliki inti yang terbuat dari per besi yang digulung erat dan dilekuk bertumpuk bagaikan kue donat. Bentuk “donat” ini nama resminya adalah “Torus” dengan kumparan yang digulung dengan pattern radial. Itulah sebabnya transformer donat ini dinamakan Toroidal transformer. Penyatuan dari kata “Torus” dan “Radial”.

Nah karena besi inti ini dibungkus rapih didalam kumparan primer dan sekunder, maka tidak ada bagian dari besi inti yang berhubungan dengan udara. Hal ini membuat kebocoran magnetic Flux Radiation menjadi sangat kecil (bisa dibilang tidak ada) sehingga kualitas audio video akan sangat terjaga. Jadi apa artinya semua ini? Bila membeli peralatan audio video, coba sebisa mungkin pilih yang menggunakan toroidal transformer. Tidak seperti jaman ’90-an dimana harga toroidal transformer tinggi selangit, sekarang sudah banyak receiver kelas menengah yang sudah menggunakan toroidal transformer macam receiver Pioneer LX-55. Malah banyak pula universal player harga menengah yang sudah menggunakan toroidal transformer berukuran mini macam Cambridge Audio BD651.a

audio video 58 Juni 2012

You Me At Six

TLB (The Lonely Bulls)

Title : Sinners Never Sleep Genre : Alternatif Rock

Title : Meraih Mimpi Genre : pop-rock

Di negaranya Inggris, band berawak Josh Franceschi (vocal), Max Helyer (rhythm guitar), Chris Miller (lead guitar), Matt Barnes (bass), serta Dan Flint (drums) termasuk band yang langsung bersinar di awal kariernya (2008). Hingga membawa mereka tampil di beberapa kota di Indonesia, untuk mempromosikan album ketiganya ini. Musik mereka tipikal rock yang cukup easy listening dan mudah dicerna. Simak saja lagu “Loverboy” yang justru tampil dengan aransemen simpel, walau masih enerjik di sisi sound. Atau hit mereka “Bite My Tounge” yang memaksimalkan sound distorsi, justru sentuhan pop membuat lagu ini tidak terasa berat. Bahkan mereka tampilkan “No One Does It Better”, mereka tampilkan lagu ballad yang manis. Masih mengeksplorasi sound distorsi tapi aransemen yang simpel, lagu ini justru memiliki nuansa pop-rock yang kental. SUGESTI: pilihan untuk mengiringi kesibukan dan rutinitas kerja yang tidak terlalu berat, atau di saat makan siang bersama.a

D

iakui atau tidak, Jamrud sempat mengalami degradasi dalam eksistensi perjalanan musikal mereka. Patut diakui juga, band asal Cimahi, Bandung ini adalah satu-satunya band yang penjualan albumnya mampu menembus hitungan jutaan keping. Hit-hit monumentalnya tidak hanya disukai oleh pencinta rock, bahkan oleh anak-anak sampai seorang SBY. Lirik yang lugas, rock yang mudah dicerna dengan menyisipkan tema komedi, dan terkadang sedikit vulgar, adalah image yang melekat dari band yang dulunya bernama Jamrock ini. Akan tetapi, band besutan Rock Festival ala Log Zhelebour ini justru terkesan “langsung menghilang” di saat popularitas mereka sedang berjaya. Pergantian personil, terutama keluarnya sang vokalis, memang membuat “gigi” band ini tidak setajam dan segahar dahulu. Sepeninggalnya sang vokalis, band ini tetap melangkah. Bahkan mengalami

B

and asal kota Surabaya ini adalah pemenang pencari bakat Wanted 2010. Tentu saja perjalanan band berawak Meta (vokal), Doddy (keyboard), Rinto (drum), Bemby (bass), dan Voe (gitar) baru saja di mulai. Bukan hal yang mudah tentunya, walau mereka baru saja merilis debut albumnya. Untuk hitungan musikalitas dan performa, band ini memang cukup diakui. Apakah hal ini juga tampak di materi lagu mereka. TLB terlalu berhati-hati dan masih memilih mainstream dalam bermusik. Simak saja lagu berkarakter pop-rock (sebenarnya bernuansa ballad) bertitel “Maaf”. Lagu ini tipikal lagu umum yang mudah dikenal dan disuka, tapi aransemennya terlalu berhati-hati. Mungkin ini salah satu ujian terberat mereka. Banyak lagu senada dengan lagu di atas, paling tidak iringan minimalis “Terlalu Ingin Memiliki” dengan dominasi permainan piano, mampu untuk menjadi lagu yang disuka. Terlalu berhati-hati, apakah hal ini bisa bersinergi dengan pasar lokal yang tidak setia. SUGESTI : berharap mendaptkan energi baru, tapi cukuplah untuk mencoba mengetahui peta industri bermusik sambil melewati sebuah aktifitas di sore hari. a

bongkar pasang personil, dan sempat meluncurkan dua buah album. Dan masa degradasi inilah yang dialami band ini, seiring dengan rumitnya peta industri musik yang kurang berpihak pada genre rock. Tapi akhirnya, band ini mendapatkan chemistry dan semangat lagi saat Krisyanto sang vokalis kembali lagi ke band yang membesarkan namanya. Hal ini pun disambut dengan cukup antusias oleh Aziz (gitar), Ricky Teddy (bass), dan personil termuda Danny (drum). Kembalinya sang vokalis dan chemistry di band ini disambut dengan reborn-nya Jamrud, ditandai dengan dirilisnya album Energi + Dari Bumi & Langit. Sebenarnya lagu-lagu yang ditampilkan tidak benarbenar baru. Lagu-lagu yang ditampilkan di album ini diambil dari 2 album saat Krisyanto hengkang dari band ini. Menurut Aziz, hal ini karena di kejar deadline, dan kebetulan memang pas dengan vokal Krisyanto. “Kami cuma me-retake vokal saja, tidak merubah sisi musik sama sekali,” ungkap gitaris dan songwriter band ini. Hasilnya memang cukup luar biasa, lagu-lagu hit seperti “S.H.I.T” atau “Sik Sik Sibatumanikam” atau “Nangislah Negeriku” tampil dengan karakter yang Anda bisa rasakan chemistry musikalnya, dengan vokal yang sangat melekat dengan distorsi tebal band ini. Ditambah energi gebukan drum Danny yang tampil lebih menggebu dan memburu. Di album ini, mereka menampilkan satu lagu baru yang sempat mereka rekam bertitel “Ciaat”. Mengomentari tentang maraknya era boyband, lagu ini tampil lebih modern dengan sampling dan nuansa elektronik yang ditampilkan sebagai pembangun nuansa. Tapi perhatikan sisi soundnya yang malah mengarah ke musik metal yang tebal, gahar, dan full distortif. Walaupun sebenarnya materi lagu ini simpel dan easy listening. Aransemen yang gagah dan lebar, seperti meledaknya sebuah energi baru dari chemistry lama yang menghilang. a

Mei 2012 audio video 59 Juni

PENULIS

REVIEW CD

Andre

Title : Velociraptor! Genre : Indie Rock, Neo-Psychedellia

Title : Teori Genre : Rock, Grunge

S

ebuah proyek bermusik bisa saja terjadi dari kejenuhan rutinitas bermusik. Atau bisa jadi menemukan sebuah energi baru dari latar belakang musikal yang berbeda. Alasan kedua inilah yang sepertinya menjadi landasan terbentuknya sebuah Konspirasi. Konspirasi bermusik dari genre rock yang berbeda. Adalah Edwin (gitaris Coklat), Che (vokalis Cupumanik), Romy (Bassist Acid), dan penyanyi Marchel Siahaan yang menggunakan nama Kirana (drum). Proyek ini pun serius, hingga akhirnya dirilis oleh Mayor Label debut albumnya ini. Dari nuansa grunge sampai modern rock tampil dengan gahar di album ini. Diawali “I Want It All” yang tampil dengan raungan sound rock alternatif yang kuat. Lagu yang sangat berenergi ini sepertinya mampu membuka perjalanan album ini. Hitnya “Melawan Rotasi” yang temponya tidak secepat lagu di atas, lebih kuat nuansa grunge, dengan aransemen yang lebih simpel walau tetap mengeksplorasi sound distortif. Walau sedikit berkompromi dengan industri, tapi lagu ini masih mampu menampilkan karakter rebel yang kuat. Atau lagu ballad “Dilema” juga di tampilkan, kali ini dengan nuansa dark, tapi masih mampu tampil gahar dengan aransemen yang dinamis. Di “Lelaki” Anda akan mendapatkan era grunge yang kuat, lengkap dengan sound kotor dan imbuhan nuansa akustik gitar yang membuat aransemen lagu ini menjadi kaya. SUGESTI : memecah kebisingan atau kebosanan dari sebuah ekspresi tertahan. Sore hari atau tengah malam adalah pilihan waktu terbaik.a

D

Kasabian

Konspirasi

B

and asal Inggris ini adalah salah satu band yang mampu mempertahankan sisi idealisme dalam bermusik di industri musik dunia. Walaupun memiliki basic musik rock, band berawak Tom Meighan (vokal), Sergio Pizzorno (gitar), Chris Edwards (bass), dan Ian Matthews (drum) justru membebaskan diri dalam mengeksplorasi sound untuk aransemen lagu-lagu yang dimainkan. Tak mengherankan jika berbagai penghargaan bergengsi sudah mereka raih. Di album keempatnya ini, mereka justru tampil semakin bebas dalam mengeksplorasi sound. Terkesan unik, inovatif, dan kadang cenderung dark. ‘”Day Are Forgotten” sebuah lagu bernuansa psychedellia, lengkap dengan sound old-school yang kuat, walaupun sebenarnya materi lagu ini cukup ringan. Atau “Goodbye Kiss”, lagu ini tidak kalah ringan, bahkan tipikal lagu sing-a-long yang mudah dicerna. Nuansa old-school tampil dari pilihan sound yang lebar, tapi tetap easy listening. Lagu “Re-Wired” yang dijadikan hit justru menyampurkan karakter musik modern dengan balutan sound old-school, unik dan menarik. Kelebihan album ini, walaupun di aransemen dengan sound yang bebas, tapi justru tidak terdengar berat di telinga. Justru menjadi sajian unik. SUGESTI : Melawan kebosanan di tengah-tengah keseragaman bermusik yang menjenuhkan, meningkatkan mood dari pagi hingga malam hari.a

Lana Del Rey

Ian Gillan

Title : Born To Die Genre : Indie Pop

i antara daftar solois baru yang berhasil mengukuhkan eksistensi di panggung musik dunia, nama Elizabeth Woolridge Grant atau yang dikenal dengan nama Lana Del rey adalah sebuah pengecualian. Maksudnya, penyanyi sekaligus songwriter asal New York ini bukanlah tipikal solois penganut mainstream musik. Karakter vokal, musik pilihan, sampai materi lagu yang disajikan cenderung unik, dan tidak berkompromi dengan telinga kebanyakan. Tetapi justru, inilah selling point penyanyi ini, hingga mampu menyabet penghargaan sekelas Brit Award tahun kemarin. Di album ke duanya, penyanyi ini masih mempertahankan musik indie yang berpatokan pada atmosfer di sisi aransemen. Lagu pembukanya “Born To Die” sangat mewakilinya. Menampilkan nuansa atmosfer yang dibangun dengan orkestrasi, akan tetapi menggunakan beat digital yang cenderung dark. Musiknya memang lebar, bernuansa, dan cenderung eksploratif. Hitnya “Video Games” malah menampilkan karakter yang lebih dark dari pembangunan nuansa, walau sebenarnya lagu ini bertipikal ballad. Iringan musik yang lebar dan karakter vokalnya yang unik menjadikan lagu ini mampu menciptakan nuansa perenungan yang panjang. Atau “Blue Jeans” yang lebih bermain pada eksplorasi sound dalam membangun nuansa musik yang terasa lebar. SUGESTI : Situasi di mana harus memikirkan suatu hal secara detail dengan mengembangkan sisi imaginasi saat mendengarkannya.a

V

Title : Gillan’s Inn Genre : Hard Rock

okalis sekaligus pentolan band legendaris Deep Purple ini termasuk vokalis yang eksistensinya cukup diakui hingga kini. Di luar bandnya, Ian Gillan masih aktif di berbagai project, termasuk project solo albumnya. Album ini sebenarnya sudah dirilis pertengahan tahun 2000-an lalu, akan tetapi baru didistribusikan di Indonesia beberapa waktu terakhir. Tentu saja masih tampak istimewa, karena karakter vokalnya masih mampu menembus nada-nada tinggi dan musik yang enerjik. Apalagi berkerja sama dengan musisi-musisi besar kelas dunia di album ini. Diawali dengan “Unchain Your Brain” yang tampil dengan hard rock yang menghentak, dan lebih gahar karena Joe Satriani mengisi raungan gitarnya. Tidak hanya itu, vokalis ini mengajak serta teman-teman satu bandnya untuk berpartisipasi. Misalnya, “Men of War” yang melibatkan Steve Morse, atau mengaransemen kembali lagu Deep Purple “When A Blind Man Cries” yang melibatkan Jon Lord. Lagu ini tampak lebih modern dan lebih eksploratif, dan diaransemen dalam nuansa blues yang nyaman. Roger Glover dan Ian Paice juga terlibat di lagu “Thrashed”. Yang menarik lagi, di lagu ini nama Tomy Iommi (Black Sabbath) mengisi gitar. Lagu ini pun tampil gahar dengan nuansa yang memang mencampurkan nuansa old school dan modern rock. SUGESTI : menikmati klasik rock di era modern, dengan pilihan hari libur untuk mendengarkan secara total.a

audio video 60 Mei 2012

SHOPPING GUIDE AGIS BSD Ruko Golden Madrid Blok B1-B2 Jl. Letj. Sutopo (Depan Pasar Modern Sektor XIV) BSD Telp : (021) 531 60403, 532 60404 Fax : (021) 531 60405

AGIS PONDOK INDAH Metro Pondok Indah Lt.1 Jl. Metro Prondok Indah Jakarta 12310 Tel : (021) 751 2423, 750 6737 Fax : (021) 750 6741

AGIS BEKASI Mall Metropolitan II Bekasi, Lt.2 Jl. K. H. Noer Ali Bekasi Selatan Tel : (021) 886 6957 Fax : (021) 886 6956

PENULIS Doharto

AGIS SUMMARECON MAL SERPONG Mal Summarecon Serpong Lt.1 Jl. Boulevard Gading Serpong Tangerang Tel : (021) 546 0866 Fax : (021) 546 8325

RUPIAH MELEMAH, HARGA PERANGKAT ELEKTRONIK TETAP TURUN

B

elakangan ini nilai tukar Rupiah cendrung turun terhadap sekeranjang mata uang asing. Namun begitu dari hasil survey pasar – diketahui bahwa harga perangkat elektronik tetap cendrung turun. Ini dikarenakan perangkat tersebut sudah mencapai skala ekonomis dalam hal produksi. Contohnya adalah TV LCD/LED, TV Plasma dan Bluray. Misalkan saja banderol TV LCD ukuran popular yaitu 32” sudah mendekati limit psikologis yaitu Rp 2 juta. Itu bisa kita lihat dari daftar harga Lipas majalah kita ini. Misalkan Changhong LT32716 (Full HD) yang dijual seharga Rp 2.2 juta. Atau Panasonic TH-L32C22 yang bisa dibeli seharga Rp 2.45 juta. Polytron PLM32B21 dengan spec Full HD berbandrol lebih mahal yaitu Rp 2.6 juta. Bandingkan dengan Samsung LA-32D403 (Rp 2.47 juta), Sharp LC-32M400 (Rp 2.45 juta) dan Toshiba 32PB1/32HV10 (Rp 2.45 juta). Empat yang disebut terakhir ini belum Full HD. Tertarik?

TV LCD LAYAR KECIL

TV LCD layar kecil bisa kita definisikan adalah TV LCD dengan diagonal yang kurang dari 32”. Pasaran TV ini makin bergairah, itu karena harganya yang makin terjangkau. Pembeli TV ini adalah golongan entry level atau untuk dijadikan TV ke dua atau ke tiga. Ukuran yang populer pada segmen TV ini adalah 22” dan 24”. Dari survey pasar diketahui bahwa Changhong dengan tipe LT24799 (24”) merupakan TV dengan harga sangat kompetitif (Rp 1.45 juta), itu karena TV Changhong ini sudah Full HD. Bandingkan dengan Polytron PLM 24M60/PLM 24M61 (Full HD) yang berbanderol Rp 1.6 juta. Berikutnya ada Sanyo 24K50 (Rp 1.5 juta), Toshiba 24PB2 (Rp 1.6 juta), dan Konka 24NS80 (Rp 1.425 juta). Ke tiganya belum Full HD. Jika anda ingin diagonal lebih besar

dari 24” yaitu 26” – bisa pilih Samsung LA-26D400 dengan banderol Rp 2 juta. Sekarang ini harga TV Plasma ukuran 42” memang kurang dari Rp 5 juta. Tetapi menurut pengamatan Lipas majalah kesayangan kita ini, sejak tahun lalu harga TV Plasma memang sudah tembus kurang dari Rp 5 juta. Memang pergerakan harga pada TV Plasma kurang dinamis dibanding TV LCD/LED. Ini mungkin karena pasar TV Plasma kurang bergairah, pasar jenis TV ini cendrung turun terus, kalah bersaing dengan TV LCD./LED. Hampir seluruh brand memiliki harga TV Plasma yang kurang dari Rp 5 juta. Misalkan Changhong PT 42890 yang dibanderol cuma Rp 4.3 juta. Harga ini adalah termurah di Indonesia. Diyakini jelang akhir tahun ini harga TV Changhong tersebut akan semakin dekat menuju Rp 4 juta atau mungkin tembus sekitar tiga jutaan! Berikutnya adalah LG dengan tipe 42PT250 & 42PT350 yang dibanderol Rp 4.8 juta. Selanjutnya ada Panasonic TH-P42X10 dan Samsung PS-43D450 (43”) dengan banderol masing-masing Rp 4.85 juta dan Rp 4.9 juta. Bagi anda yang berencana membeli perangakat Bluray – maka berdasarkan data terakhir diketahui bahwa harga jenis perangkat ini semakin mendekati kisaran Rp 1 juta adan malah pada brand tertentu sudah kurang dari Rp 1 juta. Misalkan saja Changhong BD-3101 Rp 900.000 dan LG BP120 (Rp 980.000).

Juni 2012 2012 video 61 Juni audi au audio dio o video

PRODUK

Doharto

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

PENULIS

������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������

TV PLASMA PRODUK

HARGA

Changhong PT42890,42”,3D,Full Stereo,Full HD,1.920x1.080p, 3 HDMI,PC input,Optical output, Changhong PT50890,50”,3D,Full Stereo,Full HD,1.920x1.080p, 3 HDMI,PC input,Optical output, LG 50PJ350,50”,Full Stereo,1366X768p,Dynamic Contrast, PC input,HDMI,USB, LG 42PJ350,42”,Full Stereo,1024X768p,Dynamic Contrast, PC input,HDMI,USB, LG 42PJ250,42”,Full Stereo,1024X768p,Dynamic Contrast, PC input,HDMI,USB, LG 42PT250,42”,Full Stereo,1024X768p,PC input, HDTV Ready,USB,HDMI, LG 42PT350,42”,Full Stereo,1024X768p,PC input, HDTV Ready,USB,HDMI, LG 50PT350,50”,Full Stereo,1024X768p,PC input, HDTV Ready,USB,HDMI, LG 42PW450,42”,3D,Full Stereo,1024X768p,PC input, HDTV Ready,USB,HDMI, Panasonic TH-P42UT30,42”,3D,Full Stereo,Full HD, 1.920x1.080p,card Reader,PC input,USB,HDMI, Panasonic TH-P50UT30,50”,3D,Full Stereo,Full HD, PC input, 1.920x1.080p, cont. 5.000.000:1,card Reader,USB,HDMI, Panasonic TH-P65UT30,65”,3D,Full Stereo,Full HD, PC input, 1.920x1.080p,cont. 5.000.000:1,card Reader,USB,HDMI, Panasonic TH-P42U30,42”,Full Stereo,Full HD, 1.920x1.080p,card Reader,PC input,USB,HDMI, Panasonic TH-P46U30,46”,Full Stereo,Full HD,1.920x1.080p, card Reader,PC input,PC input,HDMI, Panasonic TH-P50U30,50”,Full Stereo,Full HD,1.920x1.080p, card Reader,PC input,PC input,HDMI, Panasonic TH-P42X10,42”,Full Stereo,PiP(1 tuner),PC input, DVD input,HDMI, Panasonic TH-P42X30,Smart TV,42”,Full Stereo,1024X768p, LAN,Card Reader,PC input,3 HDMI,USB, Panasonic TH-P50X30,Smart TV,50”,Full Stereo,1024X768p, LAN,Card Reader,PC input,3 HDMI,USB, Panasonic TH-P42X306,42”,Full Stereo,Full HD,3 HDMI,USB, PC input, Panasonic TH-P42ST30,42”,Full Stereo,3D,Full HD,HDMI, USB,PC input, Samsung PS-42C450,42”,Full Stereo,1.366x768p,Tru Surround, DNIe,PC input,3 HDMI,DVD input, Samsung PS-43D450,43”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe,PC input,3 HDMI,DVD input, Samsung PS-51D450,51”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe,PC input,3 HDMI,DVD input, Samsung PS-51D490,51”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe,PC input,3 HDMI,DVD input, Samsung PS-43D490,43”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe,PC input,3 HDMI,DVD input, Samsung PS-51D550,51”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe,PC input,3 HDMI,DVD input, Samsung PS-64D8000,51”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe,PC input,3 HDMI,DVD input, Samsung PS-43E470,43”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe,PC input,3 HDMI,DVD input,

Rp 4.300 Rp 7.600 Rp 9.265 Rp 5.160 Rp 5.250 Rp 4.800 Rp 4.800 Rp 9.600 Rp 6.500 Rp 9.300 Rp 13.500 Rp 47.500 Rp 5.800 Rp 8.800 Rp 10.350 Rp 4.850 Rp 5.100 Rp 8.550 Rp 6.700 Rp 14.000 Rp 5.740 Rp 4.900 Rp 11.000 Rp 10.200

Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

HARGA Rp 1.800 Rp 1.900 Rp 1.700 Rp 2.700 Rp 14.000 Rp 14.850 Rp 3.555 Rp 3.800 Rp 5.200 Rp 7.000 Rp 3.800 Rp 8.000 Rp 13.680 Rp 23.500 Rp 14.000 Rp 19.800 Rp 31.200 Rp 25.650 Rp 47.500 Rp 13.100 Rp 17.750 Rp 36.900 Rp 25.500 Rp 23.100 Rp 8.000 Rp 12.600

Polytron PLD24D300,24”,Full Stereo,1920x1080p,Sub Woofer, HDMI,USB, PC input,

Rp 1.840

Polytron PLD55D603,55”,Full Stereo,1920x1080p,Sub Woofer, HDMI,USB, PC input,

Rp 20.000

Polytron PLD46D603,46”,Full Stereo,1920x1080p,Sub Woofer, HDMI,USB, PC input,

Rp 13.000

Samsung UA32D550,32”,Full Stereo,1920ix1080p,Tru Surround, PC input, 4 HDMI,USB,

Rp 3.300

Samsung UA32D4010,32”,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround,PC input, 4 HDMI,USB,

Rp 3.950

Samsung UA32D4003,32”,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround,PC input, HDMI,USB,

Rp 3.300

Samsung UA40D5003,40”,Full Stereo,1920ix1080p, 20w 10% RMS, Tru Surround,PC input,HDMI,USB,

Rp 6.300

Rp 10.000

Samsung UA40D5030,40”,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround,WiFi Ready,PC input, HDMI,USB,

Rp 7.000

Rp 1.900

Samsung UA46D5500,46”,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround, 100Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,PC input, 4 HDMI,2 USB,

Rp 13.650

Rp 5.700 Rp 12.000 Rp 42.000 Rp 5.500

TV LED PRODUK Advance LC-40LE820,40”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround,PC input, HDMI,USB, Akira LED-24B10FHD,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, Contrast 50.000:1, Brightness 300 cd/m2,Response Time 5ms, HDMI,PC input,USB,

Changhong LE19718,19”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 2 HDMI,PC input,USB, DVD input, Changhong LE24718,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 2 HDMI,PC input,USB, DVD input, Changhong LE24818,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 2 HDMI,PC input,USB, DVD input, Changhong LE32868,32”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 2 HDMI,PC input,USB, DVD input, Konka LED47IS988,47”,3D,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround,DVD input,PC input, HDMI,USB, LG 42LE7500,42”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Bluetooth,PC input, Wireless,4 HDMI,USB, LG 32LF2000,32”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, DVD input,PC input, 4 HDMI,USB, LG 32LS3500,32”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, PC input,HDMI,USB, HDMI,USB, LG 32LV3500,Smart TV,32”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround, PC input, HDMI,USB, LG 42LV3500,Smart TV,42”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround, PC input, HDMI,USB, LG 32LV3730,Smart TV,32”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround, PC input, HDMI,USB, LG 42LV3730,Smart TV, 42”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround, PC input, Smart TV,HDMI,USB, LG 47LV3730,47”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, PC input,HDMI,USB, Smart TV, LG 55LV3730,55”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, PC input,HDMI,USB, Smart TV, LG 42LW5700,42”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digital TV,LAN,PC input,4 HDMI,USB, LG 47LW5700,47”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digital TV,LAN,PC input,4 HDMI,USB, LG 55LW5700,55”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digital TV,LAN,PC input,4 HDMI,USB, LG 47LW6500,47”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digital TV,LAN,PC input,4 HDMI,USB, LG 55LW6500,55”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digi LG 42LM6200,42”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Contrast 8.000.000:1,WiFi,PC input,HDMI,USB, LG 47LM6200,47”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Contrast 8.000.000:1,WiFi,PC input,HDMI,USB, LG 55LM7600,55”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Contrast 8.000.000:1,WiFi,PC input,HDMI,USB, LG 47LM8600,47”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Contrast 8.000.000:1,WiFi,PC input,HDMI,USB, LG 55LS5700,55”,Full Stereo,1920x1080p,Smart TV, Tru Surround, MCI 800Hz, PC input,HDMI,USB, Panasonic THL42E30G,42”,Full Stereo,1920x1080p, 3 HDMI, Tru Surround,100Hz, Power Cons. 140w,DVD input,USB,PC input, Panasonic THL47E5G,47”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, WiFi,4 HDMI,USB, PC input,

HARGA

=Penurunan Harga

audio video 62 Juni 2012

HARGA

Rp 13.775

Rp 17.575

Rp 15.200

Rp 21.000

Rp 30.000

Rp 24.200

Rp 37.800

Rp 45.800 Rp

6.450

Rp 2.110 Rp 3.375 Rp 6.400

Rp 25.000 Rp 21.000 Rp 8.000 Rp 22.000 Rp 21.000 Rp 54.000 Rp 56.000 Rp 78.000 Rp 3.740 Rp 2.210 Rp 1.690 Rp 4.315 Rp 3.700 Rp 6.000 Rp 2.200 Rp 4.300 Rp 6.300 Rp 3.800 Rp 7.100 Rp 16.000

Rp 2.480 Rp 2.000 Rp 2.000 Rp 8.350 Rp 25.250

Rp 8.250 Rp 2.430

Rp 51.000

Rp 9.300

Rp 11.250 Rp 22.800 Rp 36.500 Rp 43.700

Rp 14.200 Rp 14.300

TV LCD 40‰ - 49‰ PRODUK Advanced LC-40M500,40”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, PC input,HDMI,USB, Konka KL42QS80,42”,Full Stereo,PC input,HDMI,USB, LG 42LD420,42”,Full HD 1920x1080p,Full Stereo, PC input, Contrast Ratio 80.000:1, 3 HDMI,DVD input,USB, LG 42LD450,42”,Full HD 1920x1080p,Full Stereo, Brightness 450cd/m2, Audio output 20w 10% RMS,PC input, 2 HDMI,DVD input, LG 42LD460,42”,Full HD 1920x1080p,Full Stereo,USB, PC input,HDMI,DVD input, LG 42LD550,42”,Full HD 1920x1080p,200 Hz,Full Stereo, PC input,3 HDMI,DVD input, LG 46LD550,46”,Full HD 1920x1080p,200 Hz,Full Stereo, PC input,3 HDMI,DVD input, LG 42LD650,42”,Full HD 1920x1080p,100 Hz,Full Stereo, Contrast Ratio 150.000:1, USB,PC input,HDMI,DVD input, LG 42LK410,42”,Full Stereo,1920x1080p,PC input,2 HDMI,USB, LG 42LK450,42”,Full Stereo,1920x1080p,PC input,HDMI,USB, Panasonic TH-L42U30,42”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Contrast 20.000:1, LAN,Tru Surround,Card reader,PiP, DVD input,PC input,3 HDMI,USB, Panasonic TH-L42E36,42”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Contrast 3.000.000:1, PiP,DVD input,PC input,HDMI,USB, Polytron PLM-42M11,42”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, Contrast ratio 50.000:1, 106w 10% RMS,Power Cons. 250W, Brightness 500cd/m2,Times Response 4mm,HDMI,USB,XBR, =Penurunan Harga

audio video 63 Juni 2012

HARGA Rp 6.350 Rp 4.400 Rp 7.265

Rp 6.850 Rp 7.895 Rp 8.425 Rp 9.685 Rp 10.105 Rp 6.100 Rp 6.100

Rp 5.850 Rp 7.550

Rp 5.500

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

Rp 13.650

HARGA Doharto

Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

Rp 8.000

PRODUK Sony KDL-55EX720,55”,3D,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, 4 HDMI, Internet TV,LAN,X-Reality,WiFi,PC input,USB, Sony KDL-46EX720,46”,3D,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, 4 HDMI, Internet TV,LAN,X-Reality,WiFi,PC input,USB, Sony KDL-32EX720,32”,3D,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, 4 HDMI, Internet TV,LAN,X-Reality,WiFi,PC input,USB, Sony KDL-40NX720,40”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,WiFi, DVD input,4 HDMI, PC input,USB,Internet TV, Sony KDL-46NX720,46”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,WiFi, DVD input,4 HDMI, PC input,USB,Internet TV, Sony KDL-60NX720,60”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,WiFi, DVD input,4 HDMI, PC input,USB,Internet TV, Sony KDL-55HX925,55”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, Internet TV,WiFi, 4 HDMI,PC input,USB, Sony KDL-65HX925,65”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, Internet TV,WiFi, 4 HDMI,PC input,USB, TCL 32LP11E,TV LED,32”,Full Stereo,1920ix1080p,HDMI, PC input,USB, TCL 24LP11E,TV LED,24”,Full Stereo,1920ix1080p,HDMI, PC input,USB, TCL 19LP11E,TV LED,19”,Full Stereo,1920ix1080p,HDMI, PC input,USB, Toshiba 32PS1,32”,Full Stereo,1920ix1080p, DVD input,HDMI, PC input,USB, Toshiba 32AL10ES,32”,Full Stereo,1920ix1080p,2 HDMI, PC input,USB, Toshiba 40AL10ES,40”,Full Stereo,1920ix1080p,2 HDMI, PC input,USB, Toshiba 24PS10,24”,Full Stereo,1920ix1080p,2 HDMI, PC input,USB, Toshiba 32PS10,40”,Full Stereo,1920ix1080p,2 HDMI, PC input,USB, Toshiba 40PS10,40”,Full Stereo,1920ix1080p,2 HDMI, PC input,USB, Toshiba 32PS20,32”,Full Stereo,1920ix1080p, Contrast 60.000:1,20w 10% RMS, 2 HDMI,PC input,USB, Toshiba 40PS20,40”,Full Stereo,1920ix1080p, Contrast 100.000:1,20w 10% RMS, 2 HDMI,PC input,USB, Toshiba 40TL20,40”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,4 HDMI, PC input,USB,

PENULIS

PRODUK Samsung UA40D5500,40”,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround, 100Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,PC input, 4 HDMI,2 USB, Samsung UA46D5500,46”,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround, 100Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,PC input, 4 HDMI,2 USB, Samsung UA40D6000,Smart TV,40”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 200Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA46D6000,Smart TV,46”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 200Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA40D6600,Smart TV,40”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 400Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA46D6600,Smart TV,46”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 400Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA55D6600,Smart TV,55”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 400Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA46D7000,Smart TV,46”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 800Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA55D8000,Smart TV,55”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3 D Sound, 800Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA55ES8000,Smart TV,55”,3D,Full Stereo, 1920ix1080p,3 D Sound, Digital HD Tuner Built-in,LAN, PC input,4 HDMI,3 USB, Samsung UA40EH5000,40”,Full Stereo,1920ix1080p,PC input, 4 HDMI,3 USB, Sanyo LCE-24C100,24”,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround, Dynamic Contrast 2.500.000:1, Response Time 6.5ms,PC input, HDMI,USB, Sharp LC32LE430,32”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Tru Surround,PC input,HDMI, USB, Sharp LC40LE430,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Power Cons. 105w, Tru Surround,PC input,HDMI,USB, Sharp LC24DC50,24”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, 10w 10% RMS, PC input,HDMI,USB, Sharp LC22DC30,22”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, 10w 10% RMS, PC input,HDMI,USB, Sharp LC19LE520,19”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, Sharp LC40LE530,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Tru Surround,X-Gen Panel, PC input,HDMI,USB, Sharp LC60LE630,60”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Tru Surround,X-Gen Panel, PC input,HDMI,USB, Sharp LC-40LE700M,40”,Full Stereo,1920ix1080p, Brightness 450cd/m2, Contrast 2.000.000:1,Tru Surround, 20w 10% RMS,Power Cons. 134,PC input,DVD input,4 HDMI, Sharp LC22LE520,22”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, PC input,3 HDMI, Sharp LC70LE735,70”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Internet TV via Dongle, Tru Surround,PC input,4 HDMI,USB, WiFi,Wireless LAN, Sharp LC40LE820,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, 100hz/120Hz,Tru Surround Power Cons. 126W,PiP,PC input, 3 HDMI,USB, Sharp LC40LE830,40”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Yamaha 3D Surround, X-Gen Panel,Power Cons. 126W, PC input,4 HDMI,USB, Sharp LC46LE830,46”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Yamaha 3D Surround, X-Gen Panel,PC input,4 HDMI,USB, Sharp LC52LE830,52”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Yamaha 3D Surround, X-Gen Panel,PC input,4 HDMI,USB, Sharp LC60LE830,60”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Yamaha 3D Surround, X-Gen Panel,PC input,4 HDMI,USB Sharp LC40LE835,40”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Internet TV via Dongle, Yamaha 3D Surround, Built-in Sub Woofer,PC input,4 HDMI, USB,WiFi, Sony KDL-40EX720,40”,3D,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, 4 HDMI, Internet TV,LAN,X-Reality,WiFi,PC input,USB,

Doharto

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

PENULIS

������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������

PRODUK

HARGA

Samsung LA-40D550,40”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, PiP (1),PC input,4 HDMI, USB, Samsung LA-46D550,46”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, PiP (1),PC input,4 HDMI, USB, Samsung LA-40D551,40”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, PiP (1),PC input,2 HDMI, USB, Sharp LC40M500,40”,Full Stereo,Tru Surround,PC input, DVD input,HDMI, Sharp LC40M550,40”,Full Stereo,Full HD,Tru Surround, 20w 10% RMS,PC input,HDMI, Sharp LC40L500,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Contrast Ratio 50.000:1,PiP, Tru Surround,PC input, DVD input,3 HDMI, Sharp LC40L650,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, 100hz,Contrast 50.000:1, Tru Surround,USB,PC input,PiP, DVD input,3 HDMI, Sony KLV-46BX400,46”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, PiP,2 HDMI,PiP, 20w 10% RMS,Power Cons. 151w,PC input, USB,DVD input, Sony KLV-40BX420,40”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p,PiP, HDMI,PiP, 20w 10% RMS, PC input,USB,DVD input, Sony KDL-40CX520,40,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, 4 HDMI,USB,Internet TV, WiFi,PC input, Sony KDL-46CX520,46,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, 4 HDMI,USB,Internet TV, WiFi,PC input, Toshiba 40PB1,40”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, DVD input,HDMI,PC input,USB,Tru Surround, Toshiba 40PB10,40”,Full Stereo,Full HD,Contrast 50.000:1, 20w 10% RMS,HDMI, PC input,USB,Tru Surround, Toshiba 40PB20,40”,Full Stereo,Full HD,Contrast 50.000:1, 20w 10% RMS,HDMI, PC input,USB,Tru Surround,

Rp 5.500 Rp 8.750 Rp 5.700 Rp 6.000 Rp 6.900

Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

HARGA Rp 2.450 Rp 2.575 Rp 2.450 Rp 2.500 Rp 2.700 Rp 2.450

Rp 6.650

TV LCD 19‰ - 24‰

Rp 8.800

Rp 6.060 Rp 5.200 Rp 7.000 Rp 9.500 Rp 6.300 Rp 5.000 Rp 5.600

TV LCD 32‰ PRODUK Changhong LT32716,32”,1920x1080p,Full Stereo,PC input, 3 HDMI,USB,Swivel, LG 32LD310,32”,1366x768p,Full Stereo,Contrast 30.000:1, Contrast 30.000:1, Time Response 5.2ms,PC input, HDMI,DVD input, LG 32LK311,32”,1366x768p,Contrast 60.000:1,Full Stereo, PC input,HDMI, Panasonic TH-L32C22,32”,Full Stereo,Tru Surround, 1366x768p, Card Reader, DVD input,PC input,1 HDMI, Long Panel Life up to 60.000 jam, Panasonic TH-L32C30,32”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Tru Surround, PC input,1 HDMI,USB,WiFi,LAN, Panasonic TH-L32C3,32”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Tru Surround, PC input,1 HDMI,USB,WiFi,LAN, Panasonic TH-L32C4,32”,Full Stereo, 1366x768p,Tru Surround, contrast 20.000:1, PC input,1 HDMI,USB Polytron PLM 32M11,32”,Full Stereo,Full HD, Contrast 40.000:1, Picture Freeze, Ultra XBR, Time response 5 ms,HDMI,USB,PC input, Polytron PLM 32B21,32”,Full Stereo,Full HD, HDMI, Contrast 40.000:1,PiP,Picture Freeze, Ultra XBR, Audio Output 700w PMPO,Time response 5 ms,USB,PC input, Polytron PLM 32B72,32”,Full Stereo,Full HD,Contrast 40.000:1, Picture Freeze, Ultra XBR,Time response 5 ms,HDMI,USB, PC input, Samsung LA-32D403,32”,Full Stereo,Tru Surround,1366x768p, 20w 10% RMS, PC input,HDMI,DNIe, Samsung LA-32D450,32”,Full Stereo,Tru Surround, Full HD 1920x1080p,20w 10% RMS, PC input,HDMI,DNIe, Samsung LA-32D451,32”,Full Stereo,Tru Surround,PC input, Full HD 1920x1080p,20w 10% RMS, DVD input,HDMI,DNIe, Sony KLV-32BX320,32”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, Sony KLV-32BX311,32”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, Sharp LC-32L4071,32”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, Tru Surround,

PRODUK Sharp LC-32M400,32”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, USB,Tru Surround, TCL L32H9,32,Full Stereo,1366x768p,DVD input,HDMI, PC input,Power Cons. 130W, Toshiba 32PB1,32”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, DVD input,HDMI,PC input,USB,Tru Surround, Toshiba 32PB2,32”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, DVD input,HDMI,PC input,USB,Tru Surround, Toshiba 32PB20,32”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, 20w 10% RMS, HDMI,PC input,USB,Tru Surround, Toshiba 32HV10,32”,Full Stereo,1366x768p, Contrast 50.000:1, 20w 10% RMS, USB input,1 HDMI,PC input,Tru Surround

HARGA Rp 2.200

Rp 2.750 Rp 2.600

Rp 2.450 Rp 3.100 Rp 3.300 Rp 2.500

Rp 2.850

Rp 2.600

Rp 2.700

PRODUK

Rp 2.470

Rp 2.775

Rp 1.250 Rp 1.550 Rp 1.535 Rp 1.450 Rp 1.425 Rp 1.400 Rp 1.555 Rp 1.320

Rp 1.600

Rp 1.600 Rp 1.355 Rp 1.475 Rp 2.000 Rp 1.370 Rp 1.500 Rp 1.650 Rp 1.690 Rp 1.050 Rp 1.500 Rp 1.700 Rp 1.600

HTiB

Rp 2.900 Rp 3.050 Rp 3.000 Rp 2.600

HARGA

Akira Advance V2220,22”,Full Stereo,1366x768p,PC input, HDMI,DVD input, Changhong LT24699,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, Contrast 100.000:1, Brightness 500cd/m2,HDMI,PC input,USB, Changhong LT19699,19”,AV Stereo,1366x768p,PiP,HDMI, PC input, Changhong LT24799,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, Contrast 100.000:1, Brightness 500cd/m2,2 HDMI,PC input,USB, Konka 24NS80,24”,Full Stereo,1366x768p,HDMI, PC input,DVD input, LG RT-22LK311,22”,1366x768p,Contrast 40.000:1, 1 Speaker, USB,PC input, LG M-227WAP,22”,Full Stereo,1366x768p,1 HDMI, PC input,DVD input, LG M-197WAP,19”,Full Stereo,1366x768p,1 HDMI, PC input,DVD input, Polytron PLM 24M60,24”,Full Stereo,Full HD, Power Cons. 55W, Contrast 40.000:1,Brightness 300cd/m2, Picture Freeze, 6w 10% RMS,Time response 5 ms,2 HDMI,USB,PC input, Polytron PLM 24M61,24”,Full Stereo,Full HD, Power Cons. 55W, Contrast 40.000:1,Brightness 300cd/m2, Picture Freeze, 6w 10% RMS,Time response 5 ms,2 HDMI,USB,PC input, Samsung LA-19D400,19”,Full Stereo,1366x768p, 85w Power Cons.,HDMI,USB, PC input, Samsung LA-22D400,22”,Full Stereo,1366x768p, 85w Power Cons.,6w 10% RMS,HDMI, USB,PC input, Samsung LA-26D400,26”,Full Stereo,1366x768p, 85w Power Cons.,HDMI,USB, PC input, Sanyo 19K40,19”,Full Stereo,1366x768p,DVD input,HDMI, PC input, Sanyo 24K50,24”,Full Stereo,1366x768p,DVD input, HDMI,PC input, Sharp LC-22L10,22”,Full Stereo,1366x768p,HDMI, PC input,10w 10% RMS, TCL 24D10,24”,Full Stereo,1366x768p,DVD input, HDMI,PC input, Toshiba 19HV15,19”,Full Stereo,Contrast 8400:1,1366x768p, HDMI,PC input, USB, Toshiba 24HV10,24”,Full Stereo,1366x768p,USB input, 1 HDMI,PC input, Toshiba 24PB1,24”,Full Stereo,1366x768p,Contrast ratio 20.000:1, USB input,1 HDMI,PC input, Toshiba 24PB2,24”,Full Stereo,1366x768p, Contrast ratio 20.000:1, USB input,1 HDMI,PC input,

PRODUK LG LH-HT305SU,1 DVD,DivX,6 Speaker,300w 10% RMS, DVD output,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,HDMI, LG LH-HT356SD,1 DVD,DivX,6 Speaker,300w 10% RMS, DVD output,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,HDMI, =Penurunan Harga

audio video 64 Juni 2012

HARGA Rp 1.560 Rp 1.450

Rp 5.100

Pioneer HTZ-181,1 DVD,6 Speaker,DVD output,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,HDMI, 350w 10% RMS,

Rp 2.890

Pioneer HTZ-202,1 DVD,6 Speaker with 4 Floorstanding, DVD output,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,HDMI,

Rp 3.950

Pioneer HTZ-808,1 DVD,6 Speaker with 4 Floorstanding, Ready for iPod,,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,HDMI,

Rp 8.500

Polytron PHT138,1 DVD,DivX,6 Speaker, DVD output, Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,80w 10% RMS,Power Cons.98w, Rp 1.000 Polytron PHT158,1 DVD,DivX,6 Speaker, DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,

Rp 1.500

Polytron PHT170,1 DVD,DivX,6 Speaker, DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II, USB,HDMI,Bluetooth,

Rp 1.930

Polytron XL1210,1 DVD,DivX,6 Speaker, DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II, USB,HDMI,

Rp 1.250

Polytron PHT500,1 DVD,DivX,6 Speaker,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II, USB,HDMI,

Rp 1.380

Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

Rp 3.400

Rp 8.000

Rp 2.500

Rp 2.400

Rp 1.525 Rp 1.450

Rp 1.500

Rp 3.500

Rp 1.950

Rp 2.300

Rp 2.250

Rp 2.600 Rp 2.650 Rp 1.400 Rp 3.000 Rp 4.000 Rp 9.000

CAMCORDER PRODUK MEDIA REKAM : HARD DISK DRIVE JVC GZ-HM445,Zoom 40/200,LCD 2.7”,Full HD 1920x1080i, SD Card,Built-in HDD, Digital Camera,HDMI,USB, JVC GZ-MG630,Zoom 40/200,LCD 2.7”,SD Card, Built-in HDD 60 GB, Digital Camera,HDMI,USB, Sony DCR-SR10,Zoom:15/30,LCD 2.7”,Full HD,HDD 40GB, Exmor R CMOS Censor, Carl Zeiss,4MP Still Picture, Memory Stick DuoTM,480gr, Sony DCR-SR21,Zoom:57/1800LCD 2.7”,HDD 80GB,Carl Zeiss, LED Video Light, Exmor R CMOS Censor,Digital Camera, SD Card,Memory Stick DuoTM,270gr, Sony DCR-SR68,Zoom:60/2000,LCD 2.7”,HDD 80GB, SD Card, Carl Zeiss,Exmor R CMOS Censor, Memory Stick DuoTM,280gr, SONY HDR-PJ600VE,Zoom:12/160,LCD 3.0”,Full HD, Built-in Projector,Exmor R CMOSCensor,20.4MP Still Picture, 26.8mm Wide Angle,HDD 220GB,Memory Stick,SD Card,405gr SONY HDR-PJ50VE,Zoom:12/150,LCD 3.0”,Full HD, Built-in Projector,Exmor R CMOS Censor,7.1MP Still Picture, Built-in GPS Receiver,HDD 220GB,Memory Stick,SD Card,400gr Sony DCR-XR100,Zoom:10/120,LCD 2.7”,Full HD,HDD 80GB, Exmor R CMOS Censor, Carl Zeiss,4.0MP Still Picture,330gr, =Penurunan Harga

audio video 65 Juni 2012

HARGA

Rp 5.300 Rp 2.400

Rp 6.000

Rp 2.550 Rp 3.350

Rp 13.200

Rp 12.300 Rp 6.000

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

Rp 5.000

Philips HTS5550,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 Floorstanding, 1080p up-scaling, 1.200w 10% RMS,DVD output,DTS, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB,

HARGA Doharto

Philips HTS5540,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 Floorstanding, 1080p up-scaling, DVD output,DTS,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,HDMI,USB,

PRODUK Samsung HT-ES455K,1 DVD,6 Speaker with 2 Floorstanding, 5.1ch,1.000w 10% RMS, Power Bass,DVD output,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,67 w Power Cons.,HDMI,USB, Samsung HT-C5550W,1 Blu-Ray,6 Speaker with 4 Floorstanding, Wireless LAN Ready, WiFi,1.000w 10% RMS,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,2 HDMI,USB,iPod Dock, Samsung HT-D455HK,1 DVD,1080p Up-scale, 6 Speaker with 4 Floorstanding, 850w 10% RMS, Dolby AC3,dts, Power Bass,DVD output,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Samsung HT-D453HK,1 DVD,1080p Up-scale, Dolby AC3,dts, 6 Speaker with 4 Floorstanding, 850w 10% RMS,Power Bass, DVD output,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Samsung HT-D350K,1 DVD,6 Speaker,330w 10% RMS, Power Bass, Dolby AC3,dts, 1080p Up-scale, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Samsung HT-D3330,1 DVD,6 Speaker,330w 10% RMS, Power Bass, Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB, Sharp HTCN-390DVW,1 DVD,1080p Up-scale,6 Speaker, DVD output,Dolby AC3,dts, 210w 10% RMS,Dolby Prologic II, HDMI,USB, Sharp HTCN-790DVW,1 DVD,1080p Up-scale, Dolby AC3,dts, 6 Speaker with 4 Floorstanding, 210w 10% RMS,DVD output, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sharp HTCN-830DVW,1 DVD,1080p Up-scale, 6 Speaker with 2 Floorstanding, 210w 10% RMS,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sharp HTCN-890DVW,1 DVD,1080p Up-scale, 6 Speaker with 4 Floorstanding, 420w 10% RMS,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sharp HTCN-9300DVW,1 DVD,1080p Up-scale, 6 Speaker with 2 Floorstanding, 600w 10% RMS,X-Bass, DVD output,Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sharp HTCN-9900DVW,1 DVD,1080p Up-scale, 6 Speaker with 4 Floorstanding, 600w 10% RMS,X-Bass, DVD output,Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sony DAV-TZ200,1 DVD,DivX,6 Speaker,DVD output, 500w 10% RMS, Dolby Prologic II, Sony DAV-TZ135,1 DVD,DivX,6 Speaker,DVD output, 350w 10% RMS,Dolby AC3, Dolby Prologic II,USB, Sony DAV-DZ640,1 DVD,6 Speaker with 4 Floorstanding, Dolby AC3, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sony DAV-DZ840,1 DVD,6 Speaker with 4 Floorstanding, 1.000w 10% RMS,Dolby AC3, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sony BDV-E985,1 Bluray,3D,6 Speaker with 4 Floorstanding, Dolby AC3,3D Surround, Dolby Prologic II,HDMI,USB,

PENULIS

PRODUK HARGA LG LH-HT503PH,1 DVD,DivX,6 Speaker with 2 floorstanding, 500w 10% RMS, DVD output,Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II, USB,HDMI, Rp 2.895 LG LH-HT554,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, USB, 500w 10% RMS, DVD output,Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II, Rp 3.115 LG LH-HT805,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, 850w 10% RMS,DVD output,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,1080p up-scaling,USB, Rp 2.650 LG LH-HT806TM,1 Bluray,3D,6 Speaker with 4 floorstanding, 1080p up-scaling, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,USB, Rp 2.650 LG LH-HB905TA,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, 1100w 10% RMS, 1080p up-scaling, DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,USB, Rp 3.800 LG LH-HT906TA,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, 1100w 10% RMS, 1080p up-scaling, DVD output,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II, USB,lPod Docking, Rp 3.800 LG LH-HX906TX,1 Blu-ray 3D,6 Speaker with 4 floorstanding, Bravia Internet Video Streaming,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II, USB,lPod Docking, Rp 6.600 LG LH-HX995TA,1 Blu-ray 3D, dts,Dolby Prologic II, 6 Speaker wireless with 4 floorstanding, 5.1 ch,Dolby AC3, USB,iPod or iPhone Docking, Rp 7.400 Panasonic SC-XH10,1 DVD,DivX,6 Speaker,DTS,Dolby AC3, dts,330w 10% RMS,USB, HDMI. Rp 1.330 Panasonic SC-XH50,1 DVD,DivX,6 Speaker,DTS, Dolby AC3,dts,HDMI,USB, Rp 1.650 Panasonic SA-BT230,1 Bluray,DivX,6 Speaker,DVD output, DTS,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB, Rp 2.200 Panasonic SC-XH55,1 DVD,DivX, dts,Dolby Prologic II, 6 Speaker with 2 floorstanding,Dolby AC3,USB,HDMI, Rp 2.550 Panasonic SC-XH155,1 DVD,DivX, 1.000w 10% RMS,USB,HDMI, 6 Speaker with 2 floorstanding,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II, Rp 3.650 Panasonic SC-XH165,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,1.000w 10% RMS,USB,HDMI, Rp 5.000 Panasonic SC-BTT270,1 Bluray,3D,6 Speaker,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB, HDMI,Dock for iPod, Rp 4.400 Panasonic SC-BTT775,1 DVD,DivX, dts,Dolby Prologic II, 6 Speaker with 4 floorstanding,Dolby AC3,USB,HDMI, Rp 9.600 Philips HTS2500,1 DVD,DivX,6 Speaker,DVD output,DTS, Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,300w 10% RMS, Rp 1.595 Philips HTS3181,1 DVD,DivX,6 Speaker,DVD output,DTS, Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,300w 10% RMS, Rp 1.650 Philips HTS3276,1 DVD,DivX,6 Speaker with 2 Floorstanding, DVD output, DTS,Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Rp 3.100 Philips HTS3510,1 DVD,6 Speaker,DVD output,DTS, Dolby AC3,dts,300w 10% RMS, Dolby Prologic II,HDMI, Rp 1.705 Philips HTS3530,1 DVD,DivX,6 Speaker with 2 Floorstanding, 600w 10% RMS, DVD output,DTS,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Rp 2.950

Doharto

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

PENULIS

������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������

PRODUK

HARGA

Sony DCR-XR160,Zoom:30/350,LCD 3.0”,Full HD, HDD 160GB,Exmor R CMOS Censor, 3.3MP Still Picture, SD Card,Memory Stick Pro DuoTM,350gr, Sony DCR-XR260,Zoom:30/350,LCD 3.0”,Full HD,HDD 160GB, Exmor R CMOS Censor, 8.9MP Still Picture,SD Card, Memory Stick Pro DuoTM,355gr, Sony DCR-XR350,Zoom:12/160,LCD 2.7”,Full HD, HDD 160GB,Exmor R CMOS Censor, 7.1MP Still Picture, SD Card,Memory Stick Pro DuoTM,380gr, Sony DCR-XR550,Zoom:10/120,LCD 3.5”,Full HD,HDD 240GB, Exmor R CMOS Censor, 12.0MP Still Picture,SD Card, Memory Stick Pro DuoTM,500gr, MEDIA REKAM : KARTU MEMORI BenQ DV M21,Zoom : 5/..,Full HD,LCD 3.0”,SD Card,HDMI, Canon HFR26,Zoom : 28/..,Full HD 1920x1080i,CMOS Censor, SDHC Card Slot, Dynamic Image Stabilizer,Digital Camera, LCD 3.0”,32GB Built-in HDD,HDMI,USB, Canon FS405,Zoom : 41/.., LCD 2.7”,SDHC Card Slot, Dynamic Image Stabilizer, Digital Camera, Canon FS46,Zoom : 37/..,Digital Camera,LCD 2.7”, Stereo Condenser Microphone JVC GZ-MS95,Zoom 35/..,LCD 2.7”,Digital Camera,Dual Memory, JVC GZ-E10,Zoom 40/200,LCD 2.7”,Full HD,Digital Camera, SD Card, JVC GZ-MS215,Zoom 45/900,LCD 2.7”,Digital Camera, Berat 230gr,Dual Memory, JVC GZ-HM30,Zoom 40/200,LCD 2.7”,Digital Camera, SD Card Slot,HDMI, JVC GZ-HM445,Zoom 40/200,LCD 2.7”,Digital Camera,Full HD, LED Light.,SD Card Slot, JVC GZ-HM650,Zoom 40/200,LCD 2.7”,Digital Camera, Full HD,SD Card Slot, JVC GZ-MS110,Zoom 45/800,LCD 2.7”,Digital Camera,SD Card, Panasonic SDR-S15,Zoom 10/..,LCD 2.7”,Digital Camera, 1.5m’ water proof,SD Card, Panasonic HDC-SD40,Zoom 16.8/..,LCD 2.7”,Full HD, Digital Camera 2.1MP,SD Card, Berat 169gr Panasonic HDC-SD80,Zoom 42/..,LCD 2.7”,Full HD,SD Card, 3.0MP Still Picture, Panasonic SDR-TD76,Zoom 78/..,LCD 2.7”,8GB Internal Memory, SD Card, Panasonic SDR-S71,Zoom 78/..,LCD 2.7”,SD Card, Sony DCR-PJ5E,Zoom:57/1800,LCD 2.7”,Carl Zeiss Lenses, Built-in Projector, Exmor R CMOS Censor,Full HD,HDMI, SD Card,Memory Stick Pro DuoTM,230gr, SONY HDR-PJ580VE,Zoom:12/160,LCD 3.0”,Full HD, Built-in Projector,Exmor R CMOS Censor,20.4MP Still Picture, 26.8mm Wide Angle,Internal Memory 32GB,Memory Stick, SD Card,345gr Sony HDR-PJ10,Zoom:30/350,LCD 3.0”,Full HD, Built-in Projector,CMOS Censor, 3.3MP Still Picture, 16GB Internal Memory,SD Card,Memory Stick Pro DuoTM,310gr, Sony HDR-PJ30,Zoom:12/160,LCD 3.0”,Full HD, Built-in Projector,CMOS Censor, 7.1MP Still Picture, 32GB Internal Memory,SD Card,Memory Stick Pro DuoTM,314gr, Sony HDR-PJ260,Zoom:30/350,LCD 3.0”,Full HD, Built-in Projector,CMOS Censor, 8.9MP Still Picture, 16GB Internal Memory,SD Card,Memory Stick Pro DuoTM,320gr, Sony HDR-CX12,Zoom:12/150,LCD 2.7”,Full HD, Exmor R CMOS Censor,5.1 Surround, Carl Zeiss, Digital Camera 10.2MP,SD Card,Memory Stick Pro DuoTM,370gr, Sony HDR-CX100,Zoom:10/120,LCD 2.7”,Full HD, Exmor R CMOS Censor, Carl Zeiss,Digital Camera 4.0MP, 8GB Internal Memory,Memory Stick Pro DuoTM,280gr, Sony HDR-CX130,Zoom:30/350,LCD 3.0”,Full HD, Exmor R CMOS Censor, Digital Camera 3.3MP,SD Card, Memory Stick Pro DuoTM,250gr, Sony HDR-CX190,Zoom:25/300,LCD 2.7”,Full HD, Exmor R CMOS Censor, Carl Zeiss,Digital Camera 5.3MP, SD Card,Memory Stick Pro DuoTM,168gr, Sony HDR-CX210,Zoom:25/300,LCD 2.7”,Full HD, Exmor R CMOS Censor,Carl Zeiss,Digital Camera 5.3MP, 8GB Internal Memory,SD Card,Memory Stick Pro DuoTM,175gr, Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

PROJECTOR Rp 5.800

Rp 6.800

Rp 10.000

Rp 13.600 Rp 1.500

Rp 5.750 Rp 2.000 Rp 3.000 Rp 2.265 Rp 2.450 Rp 2.055 Rp 2.425 Rp 3.370

PRODUK

HARGA

DLP PROJECTOR BENQ MP670,1024x768p,Brightness 3200 ANSI Lumens, Contrast 3000:1,S-Video,HDMI,Lamp Life 3000 jam,Berat :2.75kg, US$ 2.100 BENQ MP515, Rp 5.800 InFocus X16,800x600,Brightness 2400 ANSI Lumens, Contrast 2000:1 Rp 5.000 InFocus IN102,800x600,Brightness 2500 ANSI Lumens, 4000hrs lamp life,Berat 2.3kg, Rp 4.000 InFocus IN105, 1024x768p,Brightness 3000 ANSI Lumens, 4000hrs lamp life, Berat 2.3kg, Rp 6.000 Samsung P410M,800x600p,Brightness 170 ANSI,Contrast 1000:1, 32dB,PC input, USB,Lamp Life 30.000 jam,Berat:0.95kg, Rp 3.290 LCD PROJECTOR Acer C110,854x480,Contrast 1000:1,Brightness 50 ANSI Lumens, 20000hrs LED life, Berat:175gr, Rp 3.550 Acer C110,800x600,Contrast 4000:1,Brightness 2700 ANSI Lumens, 5000hrs lamp life, Berat: 2.2 kg,3D Ready, Rp 3.550 Epson EB-X7,800x600,Brightness 2200 ANSI Lumens, 5000hrs lamp life, US$ 579 Epson EB-X9,800x600,Brightness 2500 ANSI Lumens, 5000hrs lamp life, US$ 449 Hitachi CP-RX79,1024x768,Brightness 2200ANSI Lumens, 4000hrs lamp life,2.2kg, Rp 4.395 Samsung SP-L220/221,1024x768p,Brightness 2200 ANSI Lumens, Contrast 500:1,stereo speaker, US$ 599 Sony VPL-HW15,Full HD 1920x1080p, PC input,Berat 10 kg, Brightness 1000 ANSI Lumens, Contrast 60.000:1,2 HDMI, S-Video, US$ 3.000

Rp 5.700 Rp 1.630

MICRO COMPO

Rp 2.970 Rp 4.000 Rp 5.700 Rp 2.000 Rp 1.900

Rp 3.150

Rp 11.400

Rp 7.100

PRODUK

HARGA

LG XB-12,1 DVD,DivX,FM radio, LG FB-166,1 DVD,FM radio,iPod/iPhone Dock, Philips MCD-122,1 DVD,FM radio,Dinamic Bass boost, Dolby Digital, Audio Output 40w 10% RMS,USB, Philips MCD-170,1 DVD,DivX,FM radio,Dinamic Bass boost, Automatic Recording Level, Audio Output 400w PMPO,USB, Philips MCD-183/98,1 DVD,DivX,FM radio,Dinamic Bass boost, 100w 10% RMS,USB, Philips MCD-909,1 DVD,MP3,FM radio,Dinamic Bass boost,USB, Polytron PNH-2100,1 DVD,FM tuner,USB, Sub Woofer Out, Docking for Didital Player, Powerfull Bass,30w 10% RMS, Polytron PNH-2201,1 DVD,FM tuner,USB, Sub Woofer Out, Docking for Didital Player,XBR Bass Booster, 60w 10% RMS, Samsung MMC-330D,DVD Player,120w 10% RMS,CD Ripping, Power Bass, 2 way speaker,FM Tuner,

Rp 1.025 Rp 2.200 Rp 1.600 Rp 1.500 Rp 1.700 Rp 6.500 Rp 2.000 Rp 3.000 Rp 1.320

Rp 10.300

BLU-RAY PLAYER Rp 7.800

Rp 8.000

Rp 4.700

Rp 5.250

Rp 3.600

Rp 4.900

PRODUK Changhong BD-3101,Dolby Stereo,DTS,HDMI, LG BP120,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD370,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD550,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD560,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD570,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD620,3D,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD660,3D,Dolby True HD Support,USB Port, Panasonic DMP-BD45,Dolby True HD Support,USB Port, Panasonic DMP-BD75,Dolby True HD Support,USB Port, Pioneer DV-430V,Dolby True HD Support,USB Port, Pioneer BDP-330,Dolby True HD Support,USB Port, Sharp BD-HP25,3HDMI ver. 1.3a,USB,Tru Surround,Simplink, Sharp BD-HP90,3HDMI ver. 1.3a,USB,Tru Surround,Simplink, =Penurunan Harga

audio video 66 Juni 2012

HARGA Rp 900 Rp 980 Rp 3.100 Rp 1.100 Rp 1.765 Rp 2.000 Rp 1.050 Rp 2.500 Rp 1.000 Rp 1.750 Rp 1.225 Rp 1.900 Rp 2.790 Rp 4.850


AUDIO VIDEO EDISI 8