Issuu on Google+

SURAT REDAKSI

InspiraTrip Bali

Membangun Networking Usaha Para pembaca yang budiman, jika ada waktu, mari kita sempatkan untuk mengikuti InspiraTrip Bali pada tanggal 2-5 April 2012. Dengan biaya yang relatif terjangkau, sesama peserta kami harapkan dapat membangun networking, belajar dari para pemilik usaha yang telah terbukti sukses, dan juga masukan-masukan berharga dari para motivator bisnis di tanah air. Semoga program yang kami gagas demi pencerahan dan kemajuan bagi para pengusaha, baik pemula maupun yang baru mau mulai ini, dapat menjadi bagian dalam mewujudkan kemajuan dunia usaha kecil dan menengah. Karena untuk menjadi besar, rasanya mustahil tanpa melalui hal-hal kecil. Selamat ber-InspiraTrip Bali. Sampai jumpa nanti.

“Kita belajar dari kesalahan masa lalu, bukan meratapinya.� Kira-kira begitulah semangat Tim InspiraTip Bali yang kini sedang sibuk mempersiapkan acara tersebut. Setelah InspiraTrip pertama di Yogya, lalu disusul dengan Bandung, kini Tim Kerja InspiraTrip Bali semakin matang. Mereka makin mudah memetakan segala persoalan yang mungkin timbul dan menyiapkan solusinya bila itu terjadi. Pelajaran berharga dari penyelenggaraan InspiraTrip yang lalu menjadi sangat berarti. Layaknya seorang pengusaha, Tim Kerja InspiraTrip juga punya goal yang harus dipenuhi. Bukan hanya penyelenggaraannya yang harus lebih baik, tetapi mereka juga harus mengembangkan image brand InspiraTrip itu sendiri. Gembargembor di radio, televisi atau majalah tidaklah cukup. Mereka sadar, citra merek yang terbaik harus lahir dari kualitas pelayanan kepada para peserta, narasumber dan kekompakan sesama Tim Kerja. Jika tidak, gaung InspiraTrip hanya akan mengingatkan orang pada ketidak-seriusan, asal-asalan bahkan bisa jadi sebagai simbol kegagalan.

Salam Takjub! Tanda tangan.

Iwan Haryono

3

/ MARET 2012/ TAHUN IV

DAFTAR ISI Maret 2012

12 MAESTRO

SOETRISNO BACHIR Konglomerat Berkat 10 Kali Bangkrut Dibesarkan di lingkungan saudagar membuat Soetrisno Bachir piawai berbisnis. Namun bukan tanpa kendala. Ia pernah bangkrut berkali-kali.

PENERBIT: PT NUANSA KARYA BERITA SIUPP 1102/SK/MENPEN/ SIUPP/ 1999 PEMIMPIN REDAKSI. Iwan Haryono REDAKTUR PELAKSANA. Er Prianggodo REDAKTUR. Ahmad Setiawan Wendy Danoeatmadja SEKRETARIS REDAKSI. Natalia Risma REPORTER. Cucun Hendriana FOTOGRAFER. Okie AZ DESAIN GRAFIS. Abdul Kholis, Rusmanto PRODUKSI. Matsani DISTRIBUSI/SIRKULASI. A. Sukarno, Budhi Sutisna, Yayat Supriyatna, Sugi Handono, Yosida B.A KEUANGAN: Susanti MARKETING: Arief Anditantyo, Dedy Setiadi AS Telp. (62-21) 584 2285 Fax: (62-21) 587 3750 Sam Saptono Telp. (62-21) 58359109 Fax. (62-21) 58359093 ALAMAT REDAKSI/SIRKULASI/IKLAN Jl. Kedoya Duri Raya No. 36 Kebon Jeruk Jakarta Barat 11520 Telp. (62-21) 58359112, 58359108 Fax: (62-21)58359094 Email: majalahelshinta@gmail.com Hotline Berlangganan (62-21) 93938019 PERWAKILAN MAJALAH ELSHINTA JAWA TENGAH /DI YOGYAKARTA: Albert Marbun Jln Kelud Utara II/4 Semarang Telp: (024) 70116152 HP: 08174862781 Fax: (024)8313415 Rochmad Mujari (Yogyakarta)

32 PENCERAHAN Chepi Andi Laiyona, Jefri Van Novis, Sutarjo Mereka memilih bisnis yang tidak biasa tapi melejit sukses. Simak bagaimana bisnis keamanan, ikan bakar sampai jual-beli underwear membawa mereka ke puncak sukses!

/ MARET 2012/ TAHUN IV

4

REKENING PEMBAYARAN: Bank BCA a.n PT NUANSA KARYA BERITA A/C. 459.30.21.958 Cabang Wisma Indocement PERCETAKAN: PT. Gramedia (Isi diluar tanggung jawab percetakan)

Peluang dan Inspirasi Bisnis

80 INFO UKM KREDIT USAHA RAKYAT Jangan ragu-ragu mendapatkan KUR. Kredit dari pemerintah untuk usaha kecil ini benarbenar tanpa agunan. Kalau ada oknum perbankan nakal, laporkan!

56 BISNIS SELEB Teuku Wisnu Sibuk di dunia entertainment tak membuat Teuku Wisnu abai berinvestasi. Sushi Miyabi pilihannya. Kaki lima harganya.

59 PROSPEK

88 SENTRA BISNIS

Bisnis pengobatan alternative ternyata makin naik daun. Beragam jenis pengobatan alternative bisa menjadi bisnis menggiurkan ; totok, herbal sampai jilat mata

Sentra Lesehan Blok M Meski sederhana, pusat jajan ini digemari artis hingga kalangan ekspatriat.

72 INFO FRANCHISE Easy Coffe Peluang bisnis yang mengandalkan kopi lokal makin diminati. Ini franchise yang tidak hanya menawarkan keuntungan tapi juga kebanggaan menggunakan produk dalam negeri!

78 KOMUNITAS BISNIS Pesantren ternyata bukan basis penghasil manusia-manusia berahlak. Pesantren juga mampu menjadi basis pewirausaha bermoral. Foto: Okie A.Z

5

Cover: Soetrisno Bachir

/ MARET 2012/ TAHUN IV

SURAT PEMBACA

Majels Inspiratif & Komunikatif

Dear Majels, Saya sangat berminat untuk order Bundel Majels. Majels yang inspiratif & komunikatif dalam penyampaian serta apik dalam kemasan di iringi berita yang tidak murahan..membuat Majels sangat mewarnai pola fikir saya sebagai entrepreneur muda. Oleh karena itu saya order Bundel Majels Saya tunggu jawabannya untuk tata cara order Bundel Majels.

Inspirator Majels

Selamat bagi para entrepreneur yang terpilih sebagai penerima Anugerah Majels 2011. Semoga karya nyata Anda di bidang wirausaha akan semakin sukses dan menjadi inspirator kami-kami yang sedang memulai berwirausaha. Terimakasih Majels Koeshandoko Magelang , Jawa Tengah

Best Regards, Djaini Owner DJCAMPRO Salam Semangat Kemajuan ! Untuk pemesanan bundel bisa menghubungi Natalia 021-93938019

Pesan Bundel

Semoga para entrepreneur pilihan pembaca Majels dapat menginspirasi bisnis Anda

Selamat malam Saya mau pesan Bundel Majels tahun 2010 dari Edisi Januari sampai Desember Saya minta nomor rekening buat pembayarannya Terimakasih Ivan Setiawan, Solo

Seminar Majalah Elshinta

Saya sangat terkesan dengan sajian Majalah Elshinta dalam mengangkat topik-topik dalam rubrik Pencerahan. Agar pengalaman nara sumbernya bisa dibagikan pada kami yang ingin berwirausaha, mohon sekiranya majalah Elshinta dapat mengadakan seminar bisnis bersama pembicara mereka yang telah sukses tersebut. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

Untuk pembayaran Bundel bisa ke No Rek. BCA 459.30.21.958 a/n PT. Nuansa Karya Berita. Pengiriman ke Luar Kota dikenakan biaya ongkos kirim. Untuk Daerah Solo Biaya pengiriman sebesar Rp.26.000,-.

Andre Setiawan, Jakarta

Ralat

Terimakasih usulannya, kami telah merencanakan untuk menggelar seminar bisnis

/ MARET 2012/ TAHUN IV

Pada rubrik Komunitas Bisnis Edisi Februari 2012, Tertulis: Agus Tugiarto, General Manager PT Angkasa Pura I Seharusnya: Agus Adriyanto, General Ma足 nager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto - Yogyakarta Dengan ini kesalahan sudah kami per足 baharui.

6

TAMU

Maia Estianty

Lirik Usaha Tambang T

idak puas dengan berbagai usahanya yang sudah dia miliki sekarang, Maia Estianty berencana membuka bisnis baru. Ya, selain sebagai penyanyi dan pencipta lagu, Maia juga ingin dikenal sebagai bussiness woman. Jika mendapat jalan dan kemudahan, Maia ingin sekali melebarkan sayap bisnisnya ke dunia pertambangan. “Inginnya bisa punya tambang sendiri,” kata Maia. Sepintas, kala mengungkapkan ambisinya itu Maia terkesan bercanda. Namun, dalam obrolan selanjutnya tergambar bahwa niatnya terjun ke bisnis yang jarang ditekuni kaum perempuan itu merupakan tekad yang serius. Meski belum bersedia menjelaskannya secara detail, Maia begitu optimistis cita-citanya tadi bisa terwujud. “Itu nanti saja. Sekarang fokus mengembangkan Alegro dulu. Saya memang sudah mulai berpikir untuk membuka bisnis baru,” urainya lagi. Alegro f-KTV adalah usaha terbaru Maia yang dibuka sejak 11 September tahun lalu. Selain tempat permainan disc jockey (DJ), Alegro juga merupakan tempat karaoke yang setiap ruang karaokenya dipasangi TV plasma dan iPad untuk memilih lagu hingga memesan makanan dan minuman. Merasa mendapat kesempatan dan modal yang cukup, saat ini Maia berencana membuka cabang kedua Alegro f-KTV di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Tempat karaoke itu didirikan Maia menyusul keberhasilan beberapa usaha lainnya yang sudah dia geluti, mulai dari manajemen artis, label rekaman, butik, dan restoran. Jika niatnya menggeluti usaha pertambangan berhasil, sepertinya nama Maia akan semakin berkibar sebagai bussiness woman. Teks: Octa/ bbs, Foto: Ist / FEBRUARI 2012/ TAHUN IV

8

Marcell Chandrawinata

Buka Bengkel Motor M

odel, bintang iklan dan sinetron, Marcell Chandrawinata ternyata tak cuma sibuk menjalani karir di dunia hiburan. Pria yang sudah membintangi bebe­ rapa film layar lebar dan sinetron ini diam-diam tengah mendirikan usaha di bidang otomotif yakni bengkel motor. Adik kandung Nadine Chandrawinata ini tertarik membuka bengkel setelah melihat pesatnya jumlah motor yang ber­ seliweran di berbagai ruas jalan ibukota. “Motor kan banyak sekali. Kayaknya pas kalau saya buka usaha bengkel meski saya sebenarnya tidak bisa naik motor,” ujar Marcell sambil tergelak. Bisnis yang ia lakukan itu adalah cara mengaplikasikan ilmu setelah empat tahun mencicipi bangku kuliah. “Usaha ini menjadi pembuktian saya untuk orangtua, capek juga sudah empat tahun kuliah terus tidak bisa apa-apa. Biar orangtua saya senang juga lihat saya bisa usaha dan mandiri,” imbuh pria lulusan Teknik Industri dari sebuah universitas swasta di Jakarta ini. Octa /Dari Berbagai Sumber

Titi Kamal

Mulai Bisnis Katering A

rtis cantik Titi Kamal yang baru saja membuka sebuah usaha catering bersama temannya. Alasannya apalagi jika bukan investasi masa depan. “Nama kateringnya Titi Sari Cate­ring. Sari ini teman saya, dia sudah berpengalaman, nggak cuma untuk pesta  kawinan, tapi juga bikin makanan untuk karyawan pabrik. Dia sudah bikin 800 makanan, saya banyak belajar sama dia,” ungkap wanita berambut panjang itu. Titi mengaku baru satu bulan memulai usaha kateringnya. Masih butuh banyak masukan, sehingga Titi  terus memantau sendiri usaha barunya tersebut. Untuk mengembangkan usaha­nya ini, Titi bahkan menggunakan juru masak andalan. Ia juga tidak peduli, jika dikatakan aji mumpung, mempromosikan bisnisnya atas nama besarnya. Apalagi, dalam menjalankan bisnisnya ini Titi banyak menghadapi tantangan. Misalnya saja makanan yang cepat basi serta sulitnya mendapatkan bahan baku. Meskipun begitu istri dari Christian Sugiono ini tidak putus asa karena baginya ini merupakan bisnis yang menarik. Ockta/ dbs

9

/ MARET 2012/ TAHUN IV

TAMU

Rianti Cartwright

Waralaba Spa S

ebagai perempuan, Rianti Cartwright tentu suka perawatan tubuh. Diakui oleh bintang film Ayat Ayat Cinta itu, dua minggu sekali ia rutin mengunjungi tempat spa. Lama-kelamaan, saking sukanya Rianti membuka sendiri tempat spa. Pekan lalu, dia membuka tempat spa yang sekaligus menjadi bisnis pertamanya. Spa milik Rianti tersebut bernama Bale Bale Spa. “Ini sebetulnya waralaba. Kebetulan, sejak dulu aku ngefans sama treatment Bale Bale Spa. Sudah tiga tahun belakangan aku selalu datang ke situ. Sampai-sampai menjadi VIP member. Terus, aku diajak untuk membuka cabang yang baru. Jadilah Bale Bale Spa Cikajang ini,” ucap Rianti. Mulai dari soal konsep, modal hingga tempat, ia didukung penuh oleh sang suami, Cas Alfonso. Selama tujuh bulan dirinya mempersiapkan berbagai hal untuk membuka bisnisnya tersebut. Kini Rianti pun siap menjalani aktivitas barunya sebagai duty ma­ nager di spa miliknya. “Mulai sekarang, aku juga sudah diwantiwanti untuk sering control tempat spa aku. Jadwalku Senin dan Selasa ada disana,” ujar Rianti. Octa/dbs

Zaskia Adya Mecca

Wadah Fashion Muslimah A

ktris Zaskia Adya Mecca menjajal usaha baru di dunia fa­shion. Istri sutradara Hanung Bramantyo ini membuka toko pa­kaian yang didominasi busana muslim. Berawal dari banyaknya fans yang menanyakan gaya berpakaiannya,  Zaskia pun memberanikan diri untuk membuka bisnis tersebut. “Aku sekarang buka usaha baru, karena setiap hari pakai jilbab dan nyaman buat aku, a­khirnya aku sama kakak buat label baju, karena banyak fans yang tanya,” ujarnya. Kemudian ia membuka butik yang ia beri nama Muse 101. Konsep desain pakaian ia sebut mix n’ match untuk berbagai busana yang ia pasarkan melalui butiknya tersebut. Soal ragam model pa­ kaian Zaskia mengaku biasanya mencari rujukan dari majalah luar negeri. Dalam bisnisnya sekarang, ibu satu anak ini belum memikirkan untung atau rugi.”Aku belum pikir untung rugi, yang pen­ting aku punya wadah. Aku tidak mikirin untuk jualan, suka malu. Ini bukan tempat investasiku. Modal juga masih kecil, kalau me­nguntungkan akan serius. Namanya juga coba-coba,” tambahnya. / MARET FEBRUARI 2012/ 2012/ TAHUN TAHUN IV IV

10

MAESTRO

/ MARET 2012/ TAHUN IV

12

SOETRISNO BACHIR

Konglomerat Berkat 10 Kali Bangkrut Darah bisnisnya sudah mengalir sejak usia belia, berkat membantu orangtua berdagang batik. Sempat ke Jakarta untuk kuliah dan bisnis batik tapi kemudian ia tinggalkan karena memilih pulang untuk bisnis real estate. Setelah mengalami lebih 10 kali jatuh bangun, akhirnya ia sukses mendirikan perusahaan bergengsi Sabira Group. 13 13

/ MARET 2012/ TAHUN IV

MAESTRO

A

da peribahasa, ‘Buah jatuh tak jauh dari pohonnya’. Itulah Soetrisno Bachir yang mewarisi darah bisnis orangtuanya. Masa kecilnya dihabiskan di kota kelahirannya, Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak SMA, ia sudah terbiasa dengan dunia bisnis, membantu orangtuanya berdagang batik. Pergumulan itu melahirkan naluri bisnis yang dahsyat. Selesai SMA di tahun 1977, ia hijrah ke Jakar ta. “Saya kuliah sambil berjualan batik. Tak jarang berjualan batik keliling,” tandas pria kelahiran 10 April 1957 ini. Rupanya gairah bisnisnya lebih menggelora. Untuk itu, ia rela hengkang meninggalkan bangku kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Tahun 1979, ia pulang kampung ke Pekalongan. “Saat itu, kakak saya sedang merintis bisnis real estate. Saya harus pulang untuk membantu bisnis itu. Kuliah saya sudah semester tujuh, saya tinggalkan,” tukasnya. Namun, mimpinya untuk menjadi seorang sarjana ekonomi belum tergerus begitu saja. Tahun 1981, ia masuk lagi ke Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan. “Saya masuk ke Uni­

Bersama kolega di sebuah acara / MARET 2012/ TAHUN IV

14

versitas Pekalongan dan harus mengulanginya dari semester satu lagi. Alhamdulillah, kuliah S1 saya selesai juga meski harus ditempuh selama 12 tahun,” katanya sambil ter tawa lebar. Seiring dengan itu, gurita bisnisnya pun makin moncer. Kini, pengusaha yang dikenal dengan sebutan ‘konglomerat pribumi’ yang dermawan itu, dalam catatan sejarahnya, sedikitnya telah memiliki 10 perusahaan yang tergabung dalam Sabira Group. Perusahaan-perusahaan yang dikelola Soetrisno Bachir diantaranya bergerak di bidang kelapa sawit, batu bara, real estate, minyak dan gas ser ta sejumlah bidang lainnya. “Saya bisa menjadi seper ti sekarang itu tidaklah instan. Butuh proses dan pengalaman. Jatuh bangun itu sebuah hal yang niscaya, yang harus terjadi dalam sebuah proses kesuksesan. Saya, ya lebih dari 10 kali bangkrut. Tapi itulah yang menuntun saya untuk makin berkembang dan maju,” tegas suami Anita Rosana Dewi ini. Bagaimana ia belajar dari kegagalan hingga akhirnya menuai sukses? Secara lepas ia ungkapkan kepada Majalah Elshinta. Berikut ulasannya:

Kebahagiaan di tengah keluarga besar

Bagaimana dengan masa kecil Anda di Pekalongan? Saya terlahir dari keluarga saudagar. Karena Pekalongan itu dikenal dengan batiknya, orangtua saya adalah saudagar batik. Tapi skalanya masih kecil. Omsetnya, ya hanya puluhan juta saja dan tidak memiliki mobil. Orangtua saya memproduksi batik sendiri dengan nama BL (Bachir-Lathifah). Karena itulah, kalau sepulang sekolah, saya dan saudara lainnya sering membantu proses produksi. Karena bentuknya home industr y, batikbatik itu dibuat dan dijual disana. Saya sering melayani penjualannya juga. Hal seper ti itu saya lakukan sampai tamat SMA.

Lalu Anda hijrah ke Jakarta? Ya. Setamat SMA, di tahun 1977 saya mengembara ke Jakar ta. Saya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Sambil kuliah saya berjualan batik juga. Perkembangannya lumayan bagus. Setelah 3 tahun berjalan, ‘panggilan’ bisnis lain datang. Kakak saya Kamaluddin Bachir meminta saya untuk membantu bisnis real estate-nya di Pekalongan. Dengan berbagai per timbangan, akhirnya saya mau membantunya dan pulang ke Pekalongan.

Bagaimana kuliahnya? Saya tinggalkan. Padahal, saat itu saya sudah memasuki semester tujuh, sebentar lagi selesai. Tapi saya masih memiliki tekad untuk menyelesaikan studi S1. Tahun 1979 saya kembali ke Pekalongan, 2 tahun berikutnya saya masuk lagi ke Universitas Pekalongan. Saya harus memulainya lagi dari semester satu. Akhirnya, saya dapat juga gelar sarjana meskipun harus dilalui selama 12 tahun.

Bisnis Anda saat itu?

Dalam sebuah acara olahraga

Sejak saya masuk kuliah lagi di Pekalongan di tahun 1981, saat itu juga saya sudah bekerja sebagai vice president director di perusahaan

15

/ MARET 2012/ TAHUN IV

MAESTRO MAESTRO

Setiap pengusaha itu pasti akan mengalami masa-masa sulit. Bangkrut dan gagal itu biasa. Saya bahkan lebih dari 10 kali pernah merasakan kegagalan. Kalau tidak pernah bangkrut, itu bukan pengusaha!

/ MARET 2012/ TAHUN IV

16

milik kakak saya, Ika Muda Group yang bergerak di dunia real estate dan sejumlah bidang lainnya. Seiring dengan itu, bisnis batik sudah saya tinggalkan dan diserahkan untuk diurusi oleh adik-adik saya. Dan, perkembangan Ika Muda Group ini cukup bagus. Dalam pergerakannya, perusahaan ini, khususnya real estate, sukses juga menembus Jakar ta.

Seberapa besar Ika Muda Group ini ber­ kembang? Ya, cukup besar juga. Setidaknya, dalam naungan perusahaan Ika Muda Group itu ada 14 Perseroan Terbatas (PT), diantaranya saja seper ti PT Ika Bina Muda (real estate dan developer), PT Ika Muda Corporate (ekspor-impor), PT Ika Citra Fishtama (cold storage & processing), PT Sawo Jajar (tambak udang), PT Buah Harum (perkebunan) dan PT Top Mode Indonesia (media massa) yang kemudian berkembang menjadi Harian Republika.

Kemudian Anda mendirikan perusahaan sendiri? Oh iya, kemudian saya mendirikan Sabira Group. Sebuah perusahaan yang merupakan induk dari 10 PT yang bergerak di bidang keuangan, investasi, perdagangan, konstruksi, ekspor-impor, pelabuhan dan agrobisnis. Saat ini sih difokuskan ke bidang usaha kelapa sawit, batu bara, real estate dan minyak & gas.

Prospeknya cukup bagus juga-kah? Ada yang bagus, ada juga yang biasa-biasa saja. Umumnya, kalau komoditi alam pasti bagus. Batu bara, kelapa sawit dan real estate, ya masih relatif bagus. Kesulitannya hanya dalam pembebasan lahan saja. Saya masih percaya, bisnis yang mengandalkan sumber daya alam akan terus sur vive.

Anda pernah mengalami ‘jatuhbangun’? Setiap pengusaha itu pasti akan mengalami masa-masa sulit. Bangkrut dan gagal itu

Bersama isteri tercinta biasa. Saya bahkan lebih dari 10 kali pernah merasakan kegagalan. Kalau tidak pernah bangkrut, itu bukan pengusaha! Dan kalau tidak pernah gagal, mentalnya tidak akan kuat. Untuk menjadi pengusaha handal itu butuh proses dan pengalaman. Tidak bisa instan, setahun atau dua tahun jadi. Tidak! Butuh belasan bahkan puluhan tahun setelah melewati proses dan pengalaman yang terkadang pahit.

Nah, apa yang membuat Anda bisa bangkit lagi setelah mengalami berbagai kegagalan? Mental. Karena gagal itu sebuah kepastian, maka mental kita harus ‘dididik’ untuk siap bangkrut. Tidak hanya siap untung. Sukses itu harus ditekuni dan harus siap menderita terlebih dahulu. Berbisnis itu berbeda dengan bekerja sebagai kar yawan di sebuah perusahaan misalnya, yang setiap bulan pasti dapat uang gajian. Menjadi pengusaha itu terkadang selama berbulan-bulan tidak dapat apa-apa, tidak dapat untung apapun. Untuk menutupi kebutuhan ekonomi keluarga, kadang harus berhutang

17

/ MARET 2012/ TAHUN IV

MAESTRO kesana-kemari. Ya, itulah bisnis. Bangkrut dan berhutang adalah hukum bisnis. Dan itu sama sekali bukan aib! Saat ini, selain masih sibuk berbisnis, ayah empat anak Meisa Prasasti, Layaliya Nadia Putri, Maisara Putri, dan Muhammad Izzam ini juga aktif dalam berbagai aktivitas sosial. Salah satunya adalah dengan mendirikan Koperasi Syari’ah (KS) yang bekerjasama dengan Dr Syafi’i Antonio. Awalnya, KS bergerak di beberapa titik seper ti Tasikmalaya, Bogor dan Pekalongan. Targetnya, di

tahun 2012 ini, KS bisa tersebar di 33 provinsi, ratusan kota/kabupaten hingga tembus ke pedesaan. “Tujuan pendirian KS ini sederhana, ingin mengajak masyarakat agar lebih produktif sehingga  pendidikan dan kesehatan mereka bisa terjamin,” sebut Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) ini. Anak ke-empat dari tujuh bersaudara pasangan Bachir Ahmad (alm) dan Lathifah Djahrie yang juga pernah aktif di berbagai organisasi seper ti HIPMI, HMI dan Muhammadiyah ini meyakini kalau KS akan bisa berkembang pesat. Selain ia juga terus membantu para dhu’afa di

/ MARET 2012/ TAHUN IV

18

berbagai daerah melalui pemberdayaan zakat, infaq dan shadaqah juga giat mengembangkan kewirausahaan dan pemberian beasiswa lewat SB Foundation yang didirikannya.

Menurut Anda, seberapa penting faktor modal dalam membangun sebuah bisnis? Sejatinya, modal itu hanya nomor ke-sekian saja dalam membangun bisnis. Yang terpenting adalah, kita bisa meyakinkan pihak-pihak lain terutama bank untuk membiayai bisnis kita.

Dengan catatan, tentu kalau berhutang ke bank harus bayar tepat waktu.

Untuk memulai sebuah bisnis, apa sih yang mutlak harus dilakukan? Tentunya, modal utama untuk menjadi seorang pengusaha adalah sikap mental yang positif dan ‘tahan banting’. Memiliki keinginan kuat untuk maju, punya etos kerja, disiplin, tidak mudah menyerah dan siap menghadapi tantangan. Berbisnis memang bukan saja tentang teori dan pengetahuan, melainkan juga seni ber tindak. Jadi harus action, jangan hanya ber wacana!

Sejatinya, modal itu hanya nomor ke-sekian saja dalam membangun bisnis

Jalan - jalan di Malaysia

19

/ MARET 2012/ TAHUN IV

MAESTRO MAESTRO

Keluarga tetap nomor satu meski sibuk berbisnis

Beragam bisnis sudah Anda lakoni de­ ngan sukses. Apa kuncinya? Setiap orang yang berbisnis pasti menginginkan sebuah kesuksesan tak terkecuali saya. Saya juga ingin bisnis saya bisa berkembang. Semangatnya pantang menyerah dan fokus ke depan. Secara teori, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam kesuksesan sebuah bisnis. Per tama, pengusaha harus menguasai manajemen keuangan, ar tinya keuangan harus terkontrol. Selain itu, seorang pengusaha harus pula menguasai manajemen produksi dan pemasarannya.

Secara teori, berbisnis memang terlihat mudah tapi pada praktiknya sangat sulit. Tanggapan Anda? Itu sifatnya relatif. Yang terpenting adalah, ketika berbisnis, jangan takut gagal. Terus coba dan terus belajar. Mengembangkan bisnis, tidak susah-susah amat, meski bukan berar ti sangat

/ MARET 2012/ TAHUN IV

20

mudah. Kerja keras itu pasti, karena itulah pondasi utama dalam mengembangkan bisnis. Bagi saya, untuk menjadi sukses, selain kerja keras yang kita lakukan, ada faktor lain yang sangat berpengaruh yaitu soal religiusitas. Sejak kecil saya dilatih dan dididik dalam keluarga yang agamis, yang mengakui kekuatan Tuhan juga berperan dalam setiap kesuksesan seseorang. Itu saya akui betul.

Target apalagi di tahun 2012 ini? Ekspektasinya, mudah-mudahan semua ren­ cana saya berjalan lancar dan bisnis yang sedang dilakukan pun bisa berkembang lagi. Kreativitas dan inovasi memang harus terus dilakukan tanpa henti. Sebab, makin maju sebuah bisnis, otomatis kesempatan untuk berbagi dengan sesama kian besar. Hal ini yang senantiasa menjadi panduan saya dalam mengembangkan sayap bisnis. ď ŽCucun Hendriana, Dody /Foto: Okie AZ

POJOK ELSHINTA

44 Tahun Elshinta & 12 Tahun News and Talk

Social Network

S

udah sejak 44 tahun silam, Radio Elshinta mengudara. Sementara program News and Talk resmi berkumandang sejak tahun 2000 lalu. Di tahun 2012 ini, program yang khusus mengetengahkan berita-berita terkini itu sudah berusia 12 tahun. Dengan bangga, perayaan ulang tahun Radio Elshinta ke 44 dan program News and Talk ke 12 digelar di Puri Ratna, Hotel Grand Sahid Jaya dengan kemeriahan (14/02). Dengan mengusung tema ‘The Power of Social Network’, acara ini diselenggarakan penuh keyakinan. “Elshinta ini adalah social network, dimana ada ikatan kekuatan besar antara radio

/ MARET 2012/ TAHUN IV

22

Jafar Assegaf membaca doa

Tiga menteri dan puluhan pejabat serta inspirator hadir sebagai tamu penting. Sejumlah penghargaan pun bertaburan. Inilah momen Elshinta Award 2012 yang digelar dengan penuh keyakinan, bahwa social network memiliki sebuah kekuatan yang dahsyat. Ratarata institusi menangguk berita terawal dari pendengar Elshinta. Karena itulah, ‘The Power of Social Network’ diusung dengan sarat makna. Teks: Cucun Hendriana Institusi peraih Elshinta Awad 2012

/Foto: Okie AZ

Kekuatan Dahsyat! Pemotongan tumpeng oleh Wahyu Adhitama

dan pendengarnya. Ini merupakan jaringan kepedulian pendengar sebagai sebuah kekuatan sosial. Bagaimanapun, berita yang datang dari pendengar lalu diserap oleh pendengar lain merupakan kekuatan besar,” ujar Wahyu Adhitama, Penanggungjawab Elshinta Media Group (EMG). Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa Elshinta tanpa pendengar adalah bukanlah siapa-siapa. Untuk itulah ia berjanji akan terus melakukan hal terbaik. “Tanpa pendengar, kami bukan siapasiapa. Kami selalu berkomitmen, bekerja untuk masyarakat dan memberikan pencerahan positif bagi masyarakat luas. Karena kami sejak dulu

23

/ MARET 2012/ TAHUN IV

POJOK ELSHINTA

Menyantap hidangan makan siang netral dan tidak memihak siapapun,” tegas Pak Tom, sapaannya. Selain dihadiri oleh ratusan tamu, perayaan ulang tahun Elshinta kali ini juga dihadiri oleh 3 menteri sekaligus, yakni Prof Dr Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI), Andi Malarangeng (Menteri Pemuda dan Olahraga RI) dan Djoko Kirmanto (Menteri Pekerjaan Umum RI). “Bagi kami, Elshinta adalah kontributor dan sumber berita kami. Setidaknya, Elshinta telah mengurangi beban pekerjaan saya sebagai menteri,” ucap Djoko Kirmanto, disambung oleh Andi Malarangeng dan M. Nuh dengan tanggapan senada.

Ragam Penghargaan Dalam kesempatan ini, ada 9 penghargaan yang diberikan. Ke-sembilan kategori peng­hargaan

Beberapa pejabat dalam acara Elshinta Award 2012 / MARET 2012/ TAHUN IV

24

itu adalah: Pertama, Elshinta Award untuk institusi yang diberikan kepada 15 institusi pemerintahan. Kedua, Elshinta Award untuk narasumber yang dianugerahkan kepada 12 narasumber. Ketiga, Elshinta Award kategori News Maker 2011 yang diraih oleh empat orang. Keempat, penghargaan Insan Peduli. Kelima, secara khusus Elshinta juga memberikan penghargaan pada program TV Kick Andy. Keenam, penghargaan pendengar dengan jumlah SMS terbanyak (kuantitas berita yang diinformasikan). Ketujuh, penghargaan pendengar kategori informasi dengan nilai berita tinggi (kualitas berita yang disampaikan). Kedelapan, penghargaan pemberi informasi melalui jejaring sosial twitter @ RadioElshinta. Dan kesembilan adalah Anugerah Majels 2011 yang mempersembahkan kategori pengusaha dan usaha favorit pilihan pembaca. Kategori penghargaan untuk institusi peme­ rintahan, tahun ini diraih oleh Kementerian Perhubungan RI diwakili oleh Bambang S Ervan sebagai Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub RI, Kementerian pemuda & Olahraga RI yang diterima langsung oleh Andi Malarangeng, Kementerian Pekerjaan Umum RI oleh Djoko Kirmanto, Ditlantas Polda Metro Jaya oleh Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI oleh Prof Dr Muhammad Nuh, BMKG RI oleh Dr Ir Sri Woro B Harijono, Dinas Perhubungan DKI oleh Ir U Pristono, Kementerian Luar Negeri RI oleh Marty Natalegawa, KOMNAS

Narasumber Peraih Elshinta Award 2012 HAM oleh Ridha Saleh, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI oleh Dr Paimin Napitupulu, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya oleh Kombes Pol Nugroho Aji Wijayanto, Korps Lalulintas Polri oleh Kombes Pol Bambang Sugeng, PSSI oleh Johar Arifin, Komite Olimpiade Indonesia oleh Rita Subowo dan KOMNAS Perlindungan Anak oleh Aries Merdeka Sirait. Sementara, untuk kategori narasumber penerima Elshinta Award 2012 adalah: Makmur Syaheran sebagai Sekretaris Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek, Briptu Fajar sebagai Traffic Management Center Ditlantas Polda Metro Jaya, Heru Sutadi sebagai anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Julian Aldrin Pasha sebagai juru bicara Presiden RI, Roy Suryo Notodiprojo sebagai panitia kerja pencurian pulsa Komisi I DPR RI, Kombes Pol Gustav Leo

Mengisi daftar hadir

sebagai Kabid Humas Polda Aceh, Prof Dr Thomas Djamaludin sebagai Deputi Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN, Dr Sutopo Purwo Nugroho sebagai Humas BNPB, Reydonnizar Moenek sebagai juru bicara Kementerian Dalam Negeri RI, Edwin Nugraha Putra sebagai Manager Area Pengatur Distribusi PLN Jakarta dan Tangerang, Drs A Agus Sriyono sebagai Duta Besar KBRI Wellington-New Zealand dan Prof Dr Nasarudin Umar sebagai Wakil Menteri Agama RI. Selain kedua penghargaan itu, tahun ini Elshinta juga memberikan apresiasi kepada sosoksosok tersohor di tahun 2011, dengan memberikan penghargaan kategori News Maker 2011. Mereka yang terpilih adalah Busyro Muqoddas sebagai Ketua KPK 2010-2011, Rahmad Darmawan sebagai pelatih Timnas U 23 2011, Ibu Siami yang sempat membuat heboh dengan membuka kasus

Stand pengolahan limbah plastik Mohammad Baedowy

25

/ MARET 2012/ TAHUN IV

POJOK ELSHINTA

menyontek massal yang dilakukan SDN Gadel 2 Surabaya dan Norman Kamaru, mantan anggota Brimob yang masyhur karena video lipsync ‘Chaiya-Chaiya’. Yang tak kalah menariknya, Elshinta Award 2012 ini juga diberikan kepada sosok-sosok yang tulus memberikan pengabdiannya tanpa pamrih kepada khalayak. Di tahun ini, Elshinta memberikannya kepada 7 orang, diantaranya adalah kepada Pinta Manullang Panggabean dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia dan Neneng Sulastri yang mendedikasikan dirinya untuk mengajar di lapas anak. Elshinta juga memberikan apresiasi tinggi kepada program TV Kick Andy yang telah banyak memberikan inspirasi bagi banyak kalangan. Khusus bagi pendengar setia, Elshinta juga tak ketinggalan memberikan kado terindah di hari ulang tahunnya yakni dengan memberikan dua kategori penghargaan. Yang pertama adalah kategori pendengar dengan jumlah mengirim SMS informasi terbanyak dan kategori informasi yang diberitakan pendengar yang memiliki nilai berita tinggi. Masing-masing penghargaan diberikan kepada 12 orang pendengar. Maraknya jejaring sosial seperti twitter, sehingga Elshinta pun membuat akun @RadioElshinta. Pendengar Elshinta pun tak luput memberikan informasi di akun tersebut. Untuk kategori informan via tweeter, Elshinta memberikannya kepada 2 orang dengan kriteria the best picture dan tweet terbanyak.

Pemenang News Maker 2011

Pemenang SMS kategori terbanyak

Pemenang SMS dengan kategori berita bernilai tinggi

Pemenang Insan Peduli Elshinta Award 2012

/ MARET 2012/ TAHUN IV

26

Pemenang kategori Pengusaha Favorit Anugerah Majels 2011

Anugerah Majels Dengan penuh kebanggaan, pada kesempatan ini, Elshinta juga turut memberikan penghargaan bertajuk ‘Anugerah Majels 2011’ yang diberikan kepada para pengusaha sukses. Ada dua kategori dalam Anugerah Majels yang baru digelar pertama kali ini, yaitu kategori Pengusaha dan Usaha. Setelah melewati seleksi redaksi, akhirnya masingmasing kategori terpilih 10 nominator. Pada prosesnya, kemudian kesepuluh nominator itu dipilih oleh para pembaca Majels di seluruh tanah air. Kesepuluh nominator kategori pengusaha itu adalah Henky Eko Sriyantono (Cak Eko), Tri Mumpuni, Elang Gumilang, Mohammad Baedowy, Brian Yaputra, Susi Pudjiastuti, Putra Priyadi, Merry Riana, Naomi Susan dan Nur Handiah J Taguba. Se­mentara, nominator ka­tegori

Er Prianggodo dari Majels

usaha adalah Lele Lela, Sekolah Global Mandiri, Simply Fresh, Cipaganti, Tarzan Photo, Kebab Baba Rafi, Bumbu Desa, Vanetta System, Justmine Pisang Ijo dan Damn I Love Indonesia. Setelah melalui proses pemilihan pembaca selama 3 bulan melalui sms dan kartu pos, akhirnya terpilih 3 pemenang di masing-masing kategori. Kategori pengusaha dimenangkan oleh Henky Eko Sriyantono, Elang Gumilang dan Brian

Pemenang kategori Usaha Favorit Anugerah Majels 2011

27

/ MARET 2012/ TAHUN IV

POJOK ELSHINTA

Nominator Anugerah Majels 2011

Pemenang lomba foto Majels - Primaimaging Yaputra. Sementara, untuk kategori usaha diraih oleh Lele Lela, Justmine Pisang Ijo dan Bumbu Desa. Selain Anugerah Majels, Majalah Elshinta juga mempersembahkan pemenang Lomba Foto Produk Usaha hasil kerja bareng dengan Primaimaging. Dari ratusan foto yang terkirim ke redaksi, akhirnya diputuskan 3 pemenang. Ketiganya adalah Hening Paradigma (Bogor) dengan foto bertema Flying Billboard, Veronika Rani Febriani (Depok) yang mengangkat foto Premium Hamsfood dan Gracia Kurniawan (Jakarta) dengan foto berjudul Swan Lapis Legit.

Player dan 12 HP Nokia X2. Yang menegangkan adalah saat detik-detik penarikan doorprize 1 voucher umroh dari Cordova Travel. Sementara, untuk grand doorprize, diperebutkan 8 unit Boombox Phillips, 8 unit kamera digital Olympus dan 8 unit BlackBerry Gemini. Serta doorprize utama berupa 1 tiket pesawat Jakarta-Denpasar (PP) berlaku untuk dua orang dan 1 tiket pesawat Jakarta-Singapura (PP) berlaku untuk dua orang.ď Ž

Bertabur Hadiah Kemeriahan pesta ulang tahun pun makin membara dengan beragam doorprize yang disediakan oleh Elshinta. Dalam kesempatan berbahagia ini, Elshinta menebarkan doorprize dari mulai handphone hingga voucher umrah. Ada 12 unit HP Esia Fun, 12 unit HP Nokia X1, 12 DVD

Peraih doorprize

Pemenang doorprize umrah / MARET 2012/ TAHUN IV

Jerry pendengar setia mendapatkan doorprize

28

Komentar peraih Anugerah Majels 2011 PENGUSAHA FAVORIT

Brian Yaputra

Bakso Cak Eko Membuka usaha sejak 2005, kini usaha bakso Eko, yang ia franchisekan telah tersebar di berbagai kota Kesuksesan menasional­ nya bakso Cak Eko ini pun kemudian membuat pembaca majalah Elshinta memilih Eko sebagai salah satu pengusaha favorit. Kemenangan tersebut dianggap oleh lulusan Teknil Sipil ini sebagai sebuah amanah untuk semakin memperkuat jaringan usahanya. Sukses yang ia capai tak diukurnya lewat pundi-pundi uang yang ia dapatkan. Namun, ia menganggap bahwa lewat 155 outletnya tersebut, berarti ia sukses untuk membuka lapangan usaha dan memicu pertumbuhan wirausaha di tanah air. “Penghargaan dari Majalah Elshinta dapat menarik minat masyarakat untuk membuka usaha. Semakin banyak orang buka usaha sendiri, maka Indonesia dapat menjadi negara maju,” ujar Eko. Octa Devy Octafiani/Foto:Ist.

Deretan hasil kaca patri yang ia buat pun menghiasi berbagai bangunan penting, tak hanya di wilayah lokal, namun juga internasional. Dari Masjid Al-Mahri di kawasan Cinere hingga masjid di Cape Town, Afrika Selatan, termasuk gereja di berbagai daerah dan negara-negara lainnya. Telah fokus menjalankan bisnisnya selama hampir 30 tahun, Brian menjadi salah satu pilihan pembaca Majalah Elshinta sebagai salah satu pemenang di kategori Pengusaha Favorit. Baginya, kemenangan itu jauh dari apa yang ia bayangkan sebelumnya. “Saya tak mengira bisa memperoleh penghargaan ini. Ini adalah sebuah pencapaian terbaik dari apa yang saya lakukan selama ini,” tuturnya. Octa Devy Octafiani/Foto:Ist.

Elang Gumilang – Bisnisman Properti Penyedia Rumah Murah Ide Elang Gumilang, adalah membangun sebuah perumahan khusus dengan biaya yang terjangkau. Kemampuan berbisnis pria berusia 27 tahun ini memang telah terasah sejak ia masih berada di bangku SMA. Mulai dari berjualan donat, minyak goreng, sepatu, hingga menjadi supplier lampu. Ketika dirinya memperoleh kesempatan untuk membeli sebidang tanah yang nganggur di desa Cinangneng, kecamatan Ciampea, Bogor 2007 lalu, Elang langsung menyabet peluang tersebut. Bermodalkan uang sebesar Rp 340 juta hasil patungan dari teman-temannya, Elang memulai ambisinya untuk mewujudkan rumah murah bagi orang miskin. Kini, Elang yang dinobatkan sebagai salah satu pemenang dalam kategori Pengusaha Favorit pilihan para pembaca majalah Elshinta, semakin mantap untuk semakin memperluas kesempatan para kaum papa untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. “Kemenangan ini menjadi amanah bagi saya untuk bisa memberikan kesempatan yang lebih luas lagi bagi mereka yang kurang beruntung untuk memiliki rumah,” ujar Elang yang mulai memperluas jaringan bisnis sosialnya hingga ke kawasan Sukabumi itu. Octa Devy Octafiani/Foto: Ist.

29

/ MARET 2012/ TAHUN IV

POJOK ELSHINTA

Usaha Favorit Justmine Pisang Ijo – Riezka Rachmatiana

Bumbu Desa - Budi Hermansyah

Menu makanan dengan bahan dasar pisang berbalut tepung berwarna hijau ini sukses dipasarkan Riezka Rahmatiana. Perempuan muda berusia 24 tahun ini sanggup meraup omzet mencapai Rp 850 juta dari hasil jualan pisang ijo dengan merek dagang JustMine. Padahal, saat memulai usaha pada 2007, dia hanya merogoh koceknya Rp 2 juta. Keberhasilan Riezka yang sukses mengembangkan bisnis franchise pisang ijonya itu, membuat dirinya layak dianugerahi penghargaan dalam kategori Usaha Favorit pilihan pembaca majalah Elshinta. “Ini adalah kemenangan yang tak saya sangka. Semoga Elshinta terus menginspirasi masyarakat lewat berita serta ajangajang penghargaan untuk menumbuhkan tingkat perekonomian di dalam negeri,” tutur Riezka yang usahanya beromzet hingga mencapai Rp 850 juta tersebut. Devy Octafiani/Foto:Okie AZ

Usaha lain yang diapresiasi oleh pembaca majalah Elshinta adalah restoran Bumbu Desa. Arief Wirawangsadita, pendiri restoran ini me­ mang mencintai ber­bagai menu makanan khas tanah Sunda. Sejak 2005 berdiri pertama kalinya di kawasan Laswi, Bandung, Jawa Barat, kini Bumbu Desa pun dijumpai di berbagai daerah di Indonesia bahkan juga merambah pasar kuliner di Singapura. Penghargaan yang mereka peroleh sebagai bentuk apresiasi dari publik itu, pun menjadi kehormatan bagi Bumbu Desa. Meski banyak usaha kuliner yang terus bermunculan dari tahun ke tahun, namun penghargaan yang mereka terima itu menjadi penyemangat bagi restoran ini untuk terus mengembangkan diri dengan memperkuat jaringan franchis kami,” tutur Budi Hermansyah, Manajer Ooperasional PT Bumbu Desa.  Devy Octafiani/Foto:Okie AZ

Suwiryo Cokro Direktur Operasional Lele Lela Restoran yang berdiri sejak 2006 itu pun, kini tersebar di berbagai kota di Indonesia. Usaha yang dirintis oleh Rangga Umara ini memang berhasil menarik lidah masyarakat untuk mencicipi berbagai kreasi menu masakan dengan bahan dasar ikan lele sebagai menu utamanya. Keberhasilan ini membawa Lele Lela layak menerima penghargaan Usaha Favorit pilihan pembaca. Menurut Direktur Operasional Lele Lela, Suwiryo Cokro, penghargaan ini pemacu semangat Lele Lela untuk terus memberikan yang terbaik bagi konsumen, mulai dari segi pelayanan, kreasi menu termasuk melebarkan cabang-cabang lainnya melalui konsep franchise. “Penghargaan ini memacu semangat kami untuk maju dan meningkatkan kualitas kami ke depannya, termasuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Saatnya bagi kita mengekspor rasa yang kami miliki” urai Suwiryo Cokro.  Devy Octafiani/Foto:Okie AZ

/ MARET 2012/ TAHUN IV

30

Pemenang Lomba Foto Lomba Foto Majalah ELSHINTA – PrimaImaging membawa Hening Paradigma, Veronica Rani Febriyani dan Gracia Kurniawan sebagai juara. Apa kesan mereka tentang kemenangannya?

I

ni adalah ajang lomba foto pertama yang berhasil membawa Hening Paradigma menjadi juara. Pria yang masih menjalani kuliah di Universitas Trisakti, Jakarta itu memang mengaku gandrung pada dunia foto. Namun, foto yang ia lombakan pada ajang lomba foto untuk memperingati ulangtahun Elshinta Media Group yang ke 44 tahun itu diakuinya adalah hasil jepretan coba-coba untuk menambah jumlah portfolio. Dianugerahi penghargaan atas hasil karya fotonya tak hanya membuat dirinya cepat puas. Menurut Hening, ajang ini patut diadakan secara rutin untuk memancing sisi kreatif banyak orang terutama mereka yang hobi dengan fotografi bahkan para fotografer professional. “Ini adalah ajang yang bagus. Saya sendiri jadi ingin lebih menekuni dunia foto, “ imbuhnya. Sekedar coba-coba, begitulah yang dituturkan Veronika saat ditanya bagaimana ia bisa terpikir untuk mengirimkan hasil jepretan fotomya ke ajang lomba foto untuk memperingati Ulang tahun Elshinta Media Group yang ke 44. Objek yang ia pilih adalah hamster dan menamakan karya fotonya Hamsfood. Menggunakan Kodak Easyshare, hasil foto mahasiswi Interstudy-Disain ini, tak kalah uniknya berkat proses edit untuk memperunik tampilan fotonya. “Tak menyangka, saya bisa menang. Dihubungi oleh tim Elshinta untuk datang sebagai undangan, tahu-tahu saya diberitahu menang. Semoga ajang ini giat dilaksanakan setiap tahunnya,” tutur Veronika yang aktif di bisnis hamster Kaskus. Memotret bagi Gracia Kurniawan sebenarnya hanya sebagai hobi pengisi waktu di kala senggang saja. Namun, berawal ketika sang kakak membaca Majalah Elshinta yang mengumumkan dibukanya lomba foto produk, Gracia yang study di Interior Design ini kemudian meniatkan diri untuk mencoba ikut berpartisipasi sekaligus menjadikan lomba tersebut sebagai ajang promosi dari kue Swan Lapis Legit yang diproduksi oleh sang ibu. Jadi ketika ia diberitahu menjadi salah satu pemenang lomba foto produk untuk memperingati ultah Elshinta yang ke 44, ia mengatakan semakin termotivasi untuk membantu sang ibu mengembangkan bisnis kuenya. Ajang ini tak hanya menarik, Gracia menilai, lomba foto ini bisa menjadi motivasi bagi publik untuk berkreasi termasuk bagi para pengusaha yang ingin mempromosikan produk yang mereka jual. “Foto bisa menjadi media bagi banyak pengusaha sebagai cara untuk berpromosi,” imbuhnya. Octa Devy Octafiani/Foto:Okie AZ

31

Hening Paradigma

Gracia Kurniawan

Veronika Rani F.

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Irna Mutiara terlahir dari keluarga sederhana. Ayahnya penjahit pakaian dan ibunya hanya seorang ibu rumahtangga. Namun, semangat dan ide kreatifnya membuahkan hasil yang luar biasa. Setelah mengalami kebangkrutan, ia mampu memperkerjakan 250 orang untuk 25 butik serta menghidupkan kembali para pengrajin kerudung (scarf) yang ambruk digilas produk China.

Irna Mutiara

Fashion show rancangan Irna Mutiara

250 Karyawan 25 Butik Usai Jatuh Bangun I

rna Mutiara merupakan salahsatu perancang busana yang memiliki ide berbeda dari perancang busana tanah air. Kebanyakan perancang busana menjual rancangan busananya dalam edisi model terbatas ( limited), wanita berdarah Bandung, Jawa Barat ini justru mendesain pakaian untuk produksi masal.   “Saya berpikir bahwa hari esok harus lebih baik dari hari kemarin. Maksudnya, apabila model atau rancangan buatan saya banyak yang suka, itu berarti aji mumpung, rasanya   sayang kalau

/ MARET 2012/ TAHUN IV

32

tidak diproduksi secara masal. Dengan pola itu, maka secara tidak langsung, saya juga dapat memberikan lahan pekerjaan pada banyak orang,” ujar Irna Mutiara yang sempat kuliah di IKIP jurusan busana hingga semester 6. Banyak model pakaian atau gaun dihasilkan dari rancangan tangan dingin Irna Mutiara. Mulai dari model casual, model busana muslimah, kebaya muslimah hingga gaun pengantin. Kiprahnya sebelum menjadi pengusaha  garments  dan perancang busana, diawalinya sebagai   desainer

33

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Pembukaan Ina Scarf di Bandung di meriahkan dengan demo Scarf

di PT. Prima Sejati. Ia pernah memperagakan bu­ sana pengantinnya di Negara Mesir tahun 2007, Dubai Uni Emirat Arab tahun 2008, Abu Dhabi, Hongkong tahun 2009, Shanghai tahun 2011, dan beberapa kali tampil di Negara Malaysia. “Saya kuliah sambil bekerja sebagai desainer dimulai tahun 1989. Selama lima tahun saya menjalani profesi tersebut. Dan akhirnya menikah,” tutur Irna Mutiara yang akhirnya memutuskan keluar dari

Irna bersama keluarga

/ MARET 2012/ TAHUN IV

34

perusahaan tersebut, karena menikah dan tidak melanjutkan kuliahnya.

Berkat Kerja Serabutan Setelah mengundurkan diri di perusahaan tersebut, Irna Mutiara mendapat tawaran kerja freelance di sebuah departement store. “Saat itu saya sudah memiliki satu anak, Reyhan. Saya bekerja freelance. Karena bos tidak mau rugi, saya pun dipekerjakan tidak hanya sebagai desainer, tapi juga diserahi tugas sebagai kepala produksi dan marketing. Selama satu tahun saya jalani pekerjaan ini pulang pergi Jakarta-Bandung. Alhamdulillah, permintaan selalu meningkat. Dan yang membuat saya semangat bekerja, saya juga selalu mendapat bonus, ” jelas wanita dengan tiga anak bernama Reyhan Hanif Arizna (17), Reyna Hanifa Mutiaranisa (13) dan Reyfa Adreyna Mutiara (7). Tak disangka, pekerjaan Irna Mutiara yang serabutan tersebut membuahkan inspirasi dan merupakan modal awal dirinya berkiprah sebagai pengusaha  garments. Uang hasil ia bekerja selama satu tahun tersebut, dibelikan mesin

jahit dan mesin obras. “Saya membuat pakaian sendiri dan juga memasarkan rancangan busana karya saya sendiri ke berbagai departement store. Alhamdulillah, berjalan mulus. Saya pun semakin bersemangat. Jakarta dan kota besar lainnya menjadi target pasar usaha saya,” kilah Irna Mutiara.

Tahun 1998 Bangkrut Di tengah keberhasilan tersebut, tiba-tiba saja Negara dilanda krisis ekonomi di tahun 1998. Pemerintahan Presiden Soeharto digulingkan mahasiswa. Akibatnya berbagai usaha di Negara ini mengalami kemunduran, bahkan mati. Tidak berbedanya dengan usaha yang dijalani Irna Mutiara. Barang-barang atau pakaian yang sudah dipesan departement store dibatalkan. Irna tidak dapat berbuat apa-apa akibat krisis moneter. Bahkan, ia sempat menangis semalaman karena usahanya gulung tikar. “Seluruh karyawan saya hentikan,” ucap penyuka berbagai warna ini. Irna Mutiara tidak ingin meratapi peristiwa pahit yang dialaminya. Ia pun memulai usaha dari awal. Menerima jahitan pakaian perorangan. “Saya menerima jahitan perorangan. Dan setiap konsumen yang datang, selalu saya arahkan mulai dari membuatkan model busana  hingga pemilihan warna yang serasi dengan tubuh si pemesan. Rupanya, perhatian saya pada konsumen mem­

Rancangan busana muslim

buat gambar pakaian bagi si pemesan pakaian, mendapat perhatian besar. Dan saya pun kebanjiran order dari perkantoran untuk menjahit pakaian perorangan. Saya buat gambar  berbeda bagi tiap pemesan pakaian,” aku Irna Mutiara ketika kembali bangkit dari keterpurukannya. Usahanya pun kembali membaik. Mulai dari pesanan perorangan hingga pesanan seragam untuk perkantoran. Irna pun mulai mempekerjakan penjahit. Awalnya satu orang penjahit. Lantas pesanan semakin banyak ia menambah karyawan. Dan selanjutnya Irna Mutiara memberanikan diri mengembangkan bisnisnya di Jakarta di tahun 2006 bersama ketiga kawannya. Dengan modal patungan, masing-masing Rp 5 juta.   “Kami menyewa toko pakaian di ITC Kuningan dengan merek pakaian Uptodate. Harga pakaian mulai dari Rp. 100.000 hingga  Rp 300. 000. Banyak orang suka dengan model pakaian yang saya buat. Dan beberapa pembeli dari luar daerah menyarankan mengembangkan usaha ke Surabaya. Dan, saya mencobanya. Alhamdulillah mendapat sambutan. Kini, wanita ramah tersebut sudah memiliki 25 butik pakaian bermerek Uptodate yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Seperti, Jakarta, Surabaya, Bandung. Agar rancangan busananya mendapat per­ hatian, Irna Mutiara memberi merk usahanya meng­gunakan bahasa Inggris. Dan di tahun 2010,

Salah satu butik Irna Mutiara

35

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Asfhi dan Irna

Jilbab cantik Ina Scarf

Irna Mutiara diversifikasi usaha busana gaun pesta dengan merk  Irna La Perle dan La Perle  (seindah mutiara) khusus busana pengantin muslimah. “Usaha ini milik saya sendiri, dan alhamdulillah, usaha busana saya berjalan baik dan cabangnya banyak tersebar di tanah air,” aku Irna. Desember 2011, wanita penggemar air putih ini menghidupkan usaha pengrajin kerudung dengan nama, Ina S’carf. “Usaha ini kerjasama saya dengan suami. Saya menghidupkan para pengrajin kerudung,” ungkap Irna Mutiara.

Gaya jilbab kreatif di pertunjukan untuk pelanggan

/ MARET 2012/ TAHUN IV

36

Keberadaan Ina’s Scarf berawal dari rasa kepedulian dirinya terhadap pengusaha tradisonal daerah Majalaya dan daerah Tasik,  Jawa Barat, yang usahanya mengalami mati suri. Bahkan, tidak sedikit para usahawan kerudung, renda, bordir tersebut alih profesi  menjadi petani akibat membanjirnya kerudung asal China. “Itulah salah satu alasan saya membuat usaha kerudung ini. Kelebihan kerudung ini dibuat melalui kerajinan tangan dan dengan corak etnis budaya dari seluruh tanah air. Dan ini tidak dimiliki oleh negara manapun juga,” ujar Irna Mutiara kelahiran 24 Januari 1970.   Bagi penggemar lagu-lagu Maher Zain, daya tarik busana atau pakaian tidak melulu dilihat dari bahan pakaian atau modelnya yang indah. Namun, dengan merk yang menarik, akan membuat si pemakai merasa confidence dengan busananya. “Dengan begitu, konsumen akan bangga dan senang memakainya. Tentu ia tidak ragu mem­ beritahu merk pakaian yang dikenakan pada orang yang menanyainya,” tutur Irna Mutiara yang membeli bahan pakaian dari dalam negeri. Ide Irna memberi merk berbahasa asing memang ampuh, permintaan rancangan busana­ nya begitu tinggi. Meski busana muslimah, gaun pengantin yang ditawarkan berkisaran mulai dari harga Rp 5 juta hingga 30 jutaan.   Pada akhir Desember 2011 ini, Irna Mutiara baru saja memamerkan gaun pengantinnya di Paris. Ia menampilkan 10 gaun pengantinnya dengan bordir  Tasikmalaya dan tenun. Temanya,  La Perle. Gaunnya menggunakan bahan  silk, sifon, organdisilk, juga memakai  beading Swarovski,” imbuhnya.Teks: Dudung Foto: Istimewa

37

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Chepi Andi Laiyona

Bisnis Security Seribu Personil Sebagai ‘anak kolong’, terpaan disiplin orang tua sudah dia rasakan sejak kecil. Buah kedisiplinan itu yang mengantarkan Chepi  merengkuh kesuksesan, mengelola berbagai bidang usaha. Salah satunya adalah PT CC International Security bergerak di bidang jasa pengamanan dengan seribu personil.

P

ublik figur hingga pejabat teras negeri ini acapkali memercayakan jasa pengamanan yang muaranya bersentuhan dengan nyawa atau jiwa seseorang ke perusahaan jasa pengamanan. Salah satunya adalah PT CC International Security. Dan bicara soal perusahaan besar ini, nama yang harus disebut adalah Chepi Andi Laiyona.  Sosoknya memang banyak berkutat di belakang layar, namun jika merunut perjalanan hidupnya, kesuksesan pantas ia rengkuh.

/ MARET 2012/ TAHUN IV

38

Chepi dibesarkan dalam kedisiplinan keluarga militer. Didikan keras ala militer itu wajar karena ayahnya - sebelum pensiun dan menjadi petani dengan lahan garapan berupa kebun durian, cengkeh, kopi dan lainya - adalah seorang perwira pertama TNI AD di Makasar yang selama aktifnya tinggal di asrama Kodam. Apalagi Chepi adalah tumpuan keluarga karena dia satu-satunya anak laki-laki dari enam bersaudara.  Wajar saja kalau Chepi sudah terbiasa rambut tidak boleh panjang

Chepi di kantornya kawasan kuningan Jakarta

alias cepak bak model serdadu, pakaian harus rapi, sekolah tidak boleh telat. Kalau berkelahi maka siap-siap dihukum. Minimal push up dan membersihkan rumah. Itu memori puluhan tahun lalu yang masih terpatri di benak Chepi. Ia harus meninggalkan tanah kelahirannya, Enrekang, Sulawesi Selatan ketika meneruskan pendidikannya ke jenjang SMA di daerah Bandung. Di lubuk hati yang terdalam, sejak kecil Chepi sudah bertekad untuk sukses, cuma

belum tahu berhasil di bidang apa. Chepi haruslah bisa mengayomi lima saudara perempuannya. Betapa kedisiplinan itu ternyata sangat bermanfaat ketika Chepi mengelola berbagai bidang usaha, terutama jasa pengamanan. Ketika hijrah ke Bandung sekitar tahun 1982, disadari atau tidak ternyata naluri kemandirian dan bisnisnya kian terasah. Di Bandung ia tinggal bersama sang paman. Pamannya yang merupakan alumni ITB dan bekerja di LIPI daerah Sangkuriang

39

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN Bandung adalah salah satu sosok idolanya. Banyak hal yang dipelajarinya dari sosok paman yang intelek, ilmuwan, piawai membuka jaringan dengan keluasan dalam pergaulan lintas profesi tapi figur yang rendah hati. Dari sang paman, Chepi belajar sara bergaul dengan sesama, sopan-santun, dan kedisiplinan ala sipil dalam menuntaskan tugas-tugas se­ kolahnya. Apalagi, sebagai aktivis organisasi, ia sudah dipercaya sebagai Ketua Keamanan OSIS di sekolahnya. “Saat teman berkelahi di sekolah atau terjadi perkelahian antar pelajar, maka saya mengambil inisiatif untuk mendamaikan. Pada tahun-tahun itu tawuran antarpelajar di Bandung sangat marak. Kini, ilmu itu bermanfaat positif. Sebab jasa pengamanan itu membuat saya banyak berkenalan dengan berbagai kalangan, mulai dari petinggi militer hingga ke pebisnis papan atas,” katanya ketika ditemui di kantornya di Jl.Rasuna Said, Jakarta.   Pahit Manis Bisnis Perjuangan Chepi sesungguhnya yang membuat naluri bisnisnya kian matang, dimulai ketika tinggal di rumah Achmad Kalla, di Jakarta. Waktu itu tahun 1986, Chepi yang sempat mencicipi kuliah beberapa semester di Universitas Islam Nusantara Bandung diminta untuk tinggal di Jakarta. Meski

sebenarnya berat hati meninggalkan Kota Bandung namun ia turuti saja kemauan pamannya atas masukan adik ibunya yang  kebetulan satu alumni dengan Achmad Kalla di Teknik Fisika ITB. Disitulah ia berkenalan dengan beberapa pendiri PT Bukaka Teknik Utama. Kemudian tahun 1999 bergabung sebagai tenaga pemasaran di PT Semen Bosowa. Chepi merasakan betul pahitmanisnya ikut andil dalam tim yang mengelola bisnis skala besar. Utamanya pada pemasaran di wilayah Balikpapan, Tarakan, Nunukan, Samarinda. Hampir seluruh wilayah di Pulau Kalimantan ia jelajahi untuk memasarkan Semen Bosowa. Meski didirikan di era krisis moneter namun nama Semen Bosowa justru kian melambung karena memakai jurus bisnis yang jitu. Semen Bosowa yang kantor pusat dan produksinya di Makasar Sulsel itu terus meroket dan menjadi salah satu produsen semen yang diperhitungkan di dalam negeri khususnya di pulau Jawa. Namun perkembangan itu bukan tanpa kendala. Ada saja distributor yang tidak melaksanakan kewajibannya. Chepi pun melakukan terobosan, mendirikan perusahaan Jasa Security untuk memback-up  sistem pemasaran yang nantinya dapat memperlancar kewajiban distributordistributor tersebut. Lahirlah perusahaan yang bernama PT. CC International Security.

Madsuri Ahmad (baju Kotak no 1 sebelah kiri) pose di bandara Halim Perdanakusuma

/ MARET 2012/ TAHUN IV

40

Di perusahaan inilah Chepi menunjukan andil. Gaya diplomasi dan didikan ala militer yang membentuk jati dirinya ternyata menjadi senjata jitu menggugah kesadaran banyak kontraktor untuk mereliasasikan kewajibannya. Tentunya dengan berbagi opsi yang menguntungkan kedua belah pihak.  “Keberhasilan PT. CC International Security itu tidak terlepas dari bantuan temanteman, terutama  Madsuri Ahmad bersama Andi Kamaruddin,” katanya merendah. Untuk PT Bosowa Group, jasa pengamanan praktis di bawah kendali PT CCI Security. Dari citra baik menangani PT Tiga Serangkai Chepi, Andi dan Madsuri Bosowa membuat PT CCI Security dikenal orang sehingga order jasa pengamanan terus yang memiliki armada pengangkutan barang berupa berdatangan  dan perusahaan dapat mengepakkan kapal bersinergi dengan PT CCI Security.  “Banyak sayapnya dalam hal jasa pengamanan yang lebih perusahaan atau konsumen yang tidak mau luas lagi.  disebut karena itu sifatnya intern,” ujar Chepi.   Selain kebutuhan internal, kebutuhan misal juga

Bajak Laut

Bicara mengenai jasa pengamanan, ternyata tidak hanya berkutat di lingkungan perusahaan maupun menjaga keamanan seseorang di darat, namun juga melebar ke berbagai hal lainnya. Sebut saja untuk mengatasi rawannya bajak laut di perairan Banjarmasin Kalsel, banyak perusahaan

Chepi Andi Laiyona

kerap ditangani. Salah satu proyek cukup besar tatkala menyiapkan sekitar 3500 orang untuk mengamankan dan mensukseskan jalannya acara ulang tahun sebuah partai nasional. Berkantor pusat di Jakarta, PT CCI Security juga membuka cabang ke beberapa kota seperti Batam, Makasar dan Bandung. Total karyawan yang bernaung dibawah perusahaan tersebut sekitar 350 karyawan, terdiri dari kalangan sipil dan bermitra dengan TNI/Polri. Tahun 2012 ini, seiring derasnya permintaan jasa pengamanan, manajemen PT CCI Security melakukan lompatan bisnis yang luar biasa dengan menargetkan tambahan karyawan sekitar tiga kali lipat atau kisaran 300 persen menjadi total 1.000 karyawan.  Mengelola perusahaan jasa pe­ngamanan memang tak mudah, karena nyawa adalah taruhannya. Maka, proses perizinannya tak mudah dan banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Pengawasannya langsung di bawah binaan Karo Bina Mitra Polda Metro Jaya.  “Alhamdulillah, kami sanggup memenuhinya. Dokumen perizinan lengkap, mulai NPWP, akte notaris, kepolisian, Depkumham dan lainnya.  Intinya sederhana, kami harus bersinergi dengan banyak pihak untuk menciptakan keamanan yang kondusif, seperti sandi yang dikenal pada kepolisian dengan sebutan 86 atau 87 kurang satu,” kata Cepi sambil tersenyum.Teks: Doddy/ Foto: Istimewa

41

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Jefri Van Novis

Pedagang ‘Underwear’ Bos Tiket Pesawat / MARET 2012/ TAHUN IV

42

PENCERAHAN

Perjuangannya meraih sukses cukup gemilang. Selepas SMA, agar ia bisa masuk kuliah, ia nekat berjualan ‘underwear’. Ternyata, itu membawa berkah. Kuliahnya bisa tamat dan bisnisnya pun makin meroket. Bahkan, ia mampu memasuki segmen baru berupa penjualan tiket pesawat. Kini, sebulan setidaknya ia mampu menjual 3.000 tiket semua maskapai penerbangan.  Teks: Cucun Hendriana/Foto: Okie AZ, Dok. Pribadi

O

Meraih penghargaan ISMBEA Award dari Menteri KUKM

tak bisnis Jefri Van Novis sudah dimulai sejak ia masih kecil. Berasal dari keluarga sederhana di Padang, Sumatera Barat, ia dibesarkan oleh ibu dan neneknya. “Orangtua saya berpisah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, nenek saya suka membuat makanan. Saya menjualnya ke temanteman di sekolah,” ujar lelaki berusia 30 tahun ini. Kebiasaannya berjualan pun berlanjut hingga ia memasuki bangku SMP. Namun, kali ini ia sudah beralih bisnis menjadi peternak ayam. “Dari mulai SMP sampai lulus SMA, saya beternak ayam. Sehari saya bisa menghasilkan 10-15 butir telur. Kebutuhan sekolah saya, praktis dibiayain dari ternak ayam itu,” tukasnya lagi. Setamat SMA, keinginannya mantap untuk kuliah di Universitas Andalas, Padang. Tahun 2000, ia resmi menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi di universitas tersebut. “Agar saya bisa kuliah lancar, akhirnya saya memutuskan untuk berjualan lagi. Saya berpikir untuk berjualan under wear (celana dalam --red). Kebetulan kakak saya di Bukittinggi berjualan itu. Dengan modal kepercayaan, saya ambil produk under wear bermerk Bonita dan dijual di kota Padang,” ucapnya.

43

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Bersama para kar yawan

Seminggu Puluhan Juta Untuk memulai bisnis ini, ia harus melakukan­ nya dengan perjuangan keras. Dari mulai toko grosir hingga pedagang kaki lima, ia tawari untuk membeli produk yang dijualnya. Responnya tentu beragam dan malahan banyak ditolak. “Tapi saya yakin, dari 10 toko yang saya tawari, masa tidak ada satu pun yang ter tarik. Dengan kerja keras, saya yakin pasti bisa,” paparnya. Dan nyatanya, keyakinannya terbukti. Dengan sikap pantang menyerahnya, pelan tapi pasti, bisnis yang dirintisnya menemui jalan cerah. “Awalnya, ada satu toko yang mengambil under wear, eh lama kelamaan toko lainnya juga ikut memesan. Akhirnya, saya memiliki puluhan pelanggan toko dan pedagang kaki lima,” imbuh Jefri. Bisnisnya pun terus mengalir hingga ia bisa menyabet gelar sarjana ekonomi dari Universitas Andalas. Soal penghasilan, menurutnya, karena pesanan yang terus ada setiap minggunya, omset perminggu bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Saat itu, sudah puluhan juta perminggu.

Padahal, saya masih berstatus mahasiswa. Setiap hari Sabtu saya ambil barang ke Bukittinggi. Minggu-nya saya edarkan ke pelanggan sekaligus menagih, karena banyak juga yang berhutang. Begitu seterusnya…,” tandasnya. Selepas kuliah di tahun 2004, ia ikut sang kakak untuk berjualan di Pasar Aur Kuning, Bukittinggi. Masih seputar under wear. “Pelanggan saya di kota Padang masih terus saya supply juga. Suatu ketika, kakak saya menyuruh beli tiket pesawat untuk pemberangkatan ke

Jefri dan keluarga / MARET 2012/ TAHUN IV

44

Jefri dalam beberapa acara Jakar ta. Ternyata, lokasinya jauh dari pasar. Untuk urusan bisnis, para pedagang di pasar itu, banyak mondar-mandir ke Jakar ta. Pasar Aur Kuning itu luas, ada sekitar 4.000 petak toko. Saya jadi berpikir untuk menjual tiket pesawat di pasar,” kisahnya.

ini banyak sekali dan mengganggu kenyamanan penjualan under wear. Lalu, saya pindah dan menyewa tempat sendiri,” bebernya. Setahun kemudian, setelah sebelumnya menjadi sub agen, di tahun 2007 ia resmi menjadi agen dan mendirikan sebuah PT yang kemudian dikenal dengan sebutan Bonita Tour. “Awalnya, meski PT sudah terbentuk, saya masih menjadi sub agen penjualan tiket perusahaan lain. Karena ternyata syarat menjadi agen sebuah maskapai penerbangan itu tidak mudah. Tetapi berkat kerja keras, saat ini Bonita Tour sudah menjadi agen resmi semua maskapai,” tutur ayah satu anak ini. Perkembangan Bonita Tour pun makin terlihat nyata. Tahun 2008, pergerakan bisnisnya semakin bagus. Diakuinya, kunci kesuksesannya

Jual Beli Tiket Modal Numpang Karena tidak memiliki tempat khusus untuk berjualan, setelah bergabung ke sebuah agen penjualan tiket, akhirnya ia menumpang di tempat penjualan under wear milik kakaknya. “Saat itu, saya hanya pakai satu meja kecil, satu komputer dan satu kar yawan. Saya cetak 2.000 brosur lalu disebar ke seluruh pasar. Hasilnya sangat bagus. Makin lama makin ramai bahkan pesanan tiket sampai menumpuk. Pemesan tiket

Penjualan tiket saat numpang di toko under wear

45

Salah satu customer di Bonita Tour

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Suasana kantor Bonita Tour adalah dalam membangun networking. Semakin banyak network, maka peluang bisnisnya makin besar. “Satu hari, satu outlet saya bisa menjual antara 30-50 tiket. Sekarang ini saya baru memiliki 3 outlet milik sendiri dan 50 mitra di 10 kota seper ti Medan, Yogyakar ta dan Makassar. Ya, kalau ditotal-total dengan mitra juga, kira-kira

Kantor Bonita Tour / MARET 2012/ TAHUN IV

46

perbulannya saya bisa menjual 3.000-an tiket pesawat,” sebut Jefri. Bahkan, untuk mengembangkan sayap bisnisnya, saat ini ia juga telah menyediakan beragam paket investasi bisnis bagi orang yang ingin berbisnis tiket. “Untuk menjadi mitra kami, ada yang nilai investasinya dimulai dari Rp 2,5 juta. Kemudian ada juga paket sub agen 1 dengan nilai investasi sebesar Rp 45 juta dan paket sub agen 2 dengan total investasi sebesar Rp 70 juta,” jelasnya. Kesuksesannya yang telah diraihnya itu bukan tanpa kegagalan. Setahun setelah pendirian Bonita Tour, ia sempat membuka cabang baru, tapi kemudian gulung tikar karena ketidaksiapannya. “Kegagalan itu mahal. Dalam setiap kegagalan itu, ada nilai intrinsik yang tak bisa ditakar. Bagi saya, kegagalan adalah pengalaman berharga. Impian terbesar saya adalah mendirikan sebuah maskapai penerbangan baru bernama Bonita Air,” pungkas pria yang telah meraih beragam penghargaan ini, salah satunya ISMBEA Award dari Menteri KUKM RI. 

47

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Sutarjo

Ikan Bakar 10 Kuintal Modal Rp 20 Ribu / MARET 2012/ TAHUN IV

48

Sejak kecil ia seorang pekerja keras. Pernah menjadi buruh angon sapi hingga nelayan, mencari ikan di lautan lepas. Usia 14 tahun pergi ke Riau, menjadi penebang kayu. Lalu ke Kediri jualan rokok. Nasib akhirnya mengantarkannya ke ibu kota Jakarta. Menjalani profesi sebagai cleaning service, pemotong rumput hingga satpam. Dengan modal Rp 20 ribu, ia jualan ikan bakar. Tak dinyana, ikan bakarnya laku di pasaran. Dalam sehari ia mampu menjual antara 2 – 10 kuintal ikan. Teks: Cucun Hendriana/Foto: Okie AZ

S

utarjo, pria asal Pacitan, Jawa Timur ini sejak kecil memang tak betah diam. Dari kelas 4 SD ia sudah melakoni profesi sebagai buruh angon sapi di kampungnya. Selain itu, ia juga sering ikut-ikutan melaut dengan para nelayan. “Ya namanya anak-anak, suka ikut-ikutan saja. Profesi itu saya lakukan sampai lulus SD dan masuk SMP,” ujarnya. Memasuki kelas 2 SMP, ia tergiur untuk ikut menjadi penebang kayu di Riau. Sekolahnya pun ia tinggalkan. “Saya tertarik karena katanya uangnya

besar. Saya berangkat ke Riau. Usia saya saat itu baru 14 tahun. Saya hanya kuat dua tahun. Saya mau pulang tapi tidak punya uang. Akhirnya, dengan modal seribu rupiah, saya terpaksa ikutikutan judi. Eh, saya menang Rp 600 ribu. Saya pun bisa pulang,” kisahnya. Sampai di rumah, ia tetap tak mau diam. Lalu pergi ke Kediri untuk berjualan rokok. Hanya bertahan 3 bulan, lalu ia hengkang ke Jakarta. Pergulatan hidup yang lebih sengit pun dimulai disini. “Tahun 1986, saya ke Jakarta. Saya dapat

49

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Beberapa menu ikan bakar Pak Tarjo

pekerjaan di Tanjung Priok sebagai cleaning service. Karena tak betah juga, saya pindah kerja ke Blok M, lalu ke Tebet dan terakhir ke Kebayoran. Kerjaannya sama, cleaning service. Di Kebayoran ini, saya kenal dengan perempuan yang sekarang jadi istri. Tak lama saya menikah dengan uang Rp 250 ribu,” tutur Pak Tarjo, sapaannya.

Dari Tukang Sayur Hingga Satpam Usai menikah di kampung, ia kembali ke Jakarta. Kala itu, ia menjalani profesi sebagai tukang potong rumput dan gali sumur. Karena malu, akhirnya ia memutuskan untuk mengajak sang istri yang ditinggal di kampung untuk mengontrak. Untuk menghidupi keluarga, ia pun berjualan sayur. “Saya ngutang gerobak sayur seharga Rp 25 ribu. Alhamdulillah, 3 kali jualan sayur gerobaknya sudah terbayar. Tiga bulan jadi tukang sayur, hidup sudah terasa lebih mapan. Saya tinggalin dagang sayur dan menjadi satpam. Eh, 3 bulan saya tidak digaji,” papar pria kelahiran tahun 1968 ini. Lalu, ia putuskan untuk berhenti menjadi satpam. Ia mulai meniti usaha dengan membuka warung rokok di Kebayoran. Perkembangannya cukup bagus, ia pun bisa membuka warung nasi di sebelahnya. “Tahun 1996, dari hasil usaha itu saya sudah bisa membeli motor. Badai pun / MARET 2012/ TAHUN IV

50

Suasana depan warung Pak Tarjo

kembali menerjang. Jakarta rusuh. Berbulan-bulan saya tidak bisa jualan, sementara kebutuhan hidup harus tetap berjalan. Saya mengadu sama Allah Swt. Dari situ saya diberikan petunjuk untuk berjualan ikan bakar,” ucap ayah 3 anak ini. Dengan modal Rp 20 ribu yang diberi istrinya, ia pun belanja ikan ke pasar. “Awalnya, istri saya sempat tidak percaya dengan rencana usaha baru ini. Tapi saya yakin, kalau mau berusaha pasti bisa berhasil. Dari uang Rp 20 ribu itu, saya dapat 5 kilogram ikan. Saya buat alat bakarnya sendiri, bumbunya juga meracik sendiri. Alhamdulillah, dari Rp 20 ribu itu, laku menjadi Rp 63 ribu. Saya belanjakan ikan lagi, menjadi Rp 163 ribu. Lalu Rp 400 ribu, Rp 800 ribu hingga di atas satu juta rupiah dalam sehari,” kilahnya.

Menu ikan bakar

Para pelanggan sedang menikmati ikan bakar

2 Sampai 10 Kuintal Sehari Badai pun belum berlalu. Tahun 2000 ia diusir dari tempat jualannya. Setelah mencari tempat ke beberapa lokasi, akhirnya menemukan tempat di Permata Hijau. “Saya mengontrak lapak 3 juta rupiah setahun, tempatnya kecil. Alhamdulillah, dengan berjualan ikan bakar ini, dalam waktu

Pak Tarjo dan istri

3 bulan saya bisa membeli tempatnya, tidak mengontrak lagi,” ujarnya. Usaha ikan bakar yang dinamainya ‘Ikan Bakar Pak Tarjo’ pun makin dikenal luas. Dalam perkembangannya, bahkan ia sempat memitrakan usaha ikan bakarnya. “Dulu, saya punya 12 cabang lebih seperti di Ciledug, Cibubur, Bogor, Kemayoran sampai ke Riau. Tapi kemudian tak bertahan karena harga kontraknya tinggi. Sekarang hanya ada 2, di Permata Hijau dan Kebon Jeruk saja,” aku Tarjo. Dalam sehari, untuk memanjakan para konsumennya, Tarjo bisa menghabiskan ikan sebanyak 2 sampai 10 kuintal. Hebatnya, pelanggannya bukan hanya datang dari kawasan Jakarta, tapi juga luar daerah seperti Tasikmalaya, Pandeglang, Karawang dan Pulau Seribu. “Ya, kalau hari-hari biasa rata-ratanya bisa sampai 2 kuintal ikan sehari. Kalau lagi ramai di hari-hari tertentu, bisa sampai habis 10 kuintal ikan,” tegasnya. Kini, hasil dari jualan ikan bakar itu, ia sudah bisa membeli rumah dan kendaraan yang layak. “Alhamdulillah, niat saya sejak awal memang ingin memberikan kebaikan bagi yang lain juga. Bagi saya, kalau mau usaha itu yang dikejar paling utama adalah DUIT; Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal,” imbuh pria yang telah mempekerjakan 20 karyawan ini.

51

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Mark Zuckerberg

Kaya Rp 157,5 Triliun Berkat Facebook Genap berusia 27 tahun, nama Mark Zuckerberg tercatat sebagai salah satu orang terkaya dalam daftar The Richest People in America. Lewat situs jejaring social Facebook yang ia buat di tahun 2004, Zuckerberg dinobatkan sebagai milyuner termuda dengan kepemilikan kekayaan pribadi hingga mencapai USD 17,5 milyar (Rp 157,5 Triliun) yang akan menggelincir terus setelah go public.

/ MARET 2012/ TAHUN IV

52

J

ika pada awalnya Facebook berfungsi sebagai wadah mencari teman yang hilang, kini jejaring social ini menjadi komoditi sebagai promo komersil yang menguntungkan. Hingga sahamnya layak diperjualbelikan di masyarakat. Setelah masuk dalam jajaran Person of The Year menurut majalah Time di tahun 2010, di tahun 2011, Mark Zuckerberg dinobatkan sebagai milyuner termuda dengan kekayaan mencapai USD 17,5 milyar. Sejak kecil, pemuda kelahiran New York ini memang gandrung terhadap teknologi khususnya computer. Di masa kecilnya, ia memang hobi mengutak-atik computer, mencoba berbagai program di dalamnya dan belajar membuat program sendiri melalui computer yang dibelikan oleh sang ayah, Edward Zuckerberg saat dirinya masih berusia delapan tahun. Keisengan Zuckerberg untuk mengutak-atik computer kemudian berlanjut hingga dirinya tengah duduk di sekolah menengah Phillips Exeter Academy. Bersama temannya, bernama D’Angelo, ia membuat plug-in untuk MP3 player Winamp. Plug-in adalah program komputer yang bisa berinteraksi dengan aplikasi host seperti web browser atau email untuk keperluan tertentu. Zuckerberg dan D’Angelo membuat plug-in untuk menghimpun kesukaan orang terhadap aneka jenis lagu dan kemudian membuat playlist-nya sesuai selera mereka. Mereka mengirimkan program itu ke berbagai perusahaan termasuk ke AOL (American Online) dan Microsoft. Pada tahun terakhimya di Phillips ia direkrut oleh Microsoft dan AOL untuk suatu proyek. Saat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi keduanya harus berpisah. D’Angelo masuk Caltech sedangkan Zuckerberg masuk Harvard. Di Harvard inilah Zuckerberg menemukan ide membuat buku direktori mahasiswa online karena universitasnya tak membagikan face book (buku mahasiswa yang memuat foto dan identitas mahasiswa). Namun setiap kali ia menawarkan diri membuat direktori itu, Harvard menolaknya. “Saya ingin menunjukkan kalau hal itu bisa dilakukan,” lanjutnya soal kengototannya membuat direktori itu.Proyek pertamanya adalah CourseMatch (www.coursematch. com) yang memungkinkan teman-teman sekelasnya berkomunikasi satu sama lain di website tersebut. Suatu malam di tahun kedua ia kuliah di Harvard, Zuckerberg menyabotase data mahasiswa Harvard dan memasukkannya ke dalam website

Awal Facebook berkembang di kampus Harvard

yang ia buat bernama Facemash. Sejumlah foto rekan mahasiswanya terpampang di situ. Tak lupa ia membubuhkan kalimat yang meminta pengunjungnya menentukan mana dari foto-foto ini yang paling “hot”. Pancingannya mengena. Dalam tempo empat jam sejak ia meluncurkan webiste itu tercatat 450 orang mengunjungi Facemash dan sebanyak 22.000 foto mereka buka. Pihak Harvard mengetahuinya dan sambungan internet pun diputus. Zuckerberg diperkarakan karena dianggap mencuri data. Anak muda berambut keriting ini pun meminta maaf kepada rekan-rekan yang fotonya masuk di Facemash. Tetapi ia tak menyesali tindakannya.

Drop Out

Hingga di bulan Februari 2004, ia kemudian merilis programnya tersebut bersama ketiga rekannya yakni Dustin Moskovitz, Chris Hughes, dan Eduardo Saverin.  Sebagai penyempurnaan dari Facemash, Zuckerberg menargetkan Facebook sebagai tempat pertemuan sesama mahasiswa Harvard. Dalam Toyota penjelasan di website-nyaBeragam sekarangvarian disebutkan bahwa

53

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PENCERAHAN

Facebook adalah suatu alat sosial untuk membantu orang berkomunikasi lebih efisien dengan rekan, keluarga, atau rekan kerjanya. Facebook menawarkan navigasi yang mudah bagi para penggunanya. Setiap pemilik akun punya ruang untuk memajang fotonya, teman-temannya, dan melakukan hal lainnya seperti bisa berkirim pesan dan lain sebagainya. Banyaknya aplikasi yang bisa digunakan oleh anggotanya membuat Facebook digandrungi banyak orang. Konon hingga saat ini sudah lebih dari 20.000 aplikasi dimasukkan ke dalam Facebook yang bisa digunakan para anggotanya. Setidaknya 140 aplikasi baru ditambahkan ke Facebook setiap harinya dan 95% pemilik akun Facebook telah menggunakan minimal satu aplikasi. Penyertaan banyak aplikasi ini membuat Facebook berbeda dengan website jejaring sosial terdahulu seperti MySpace. Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh mahasiswa Harvard berbondong-bondong memiliki akun di Facebook. Ternyata tak hanya mahasiswa Harvard yang tertarik, beberapa kampus di sekitar Harvard pun meminta dimasukkan dalam jejaring Facebook. Mahasiswa dari universitas Stanford, Dartmouth, Columbia, New York University, juga Cornell, dan Penn turut membuka akun di Facebook. Ini membuat Zuckerberg kewalahan. Ia lalu meminta bantuan dua temannya untuk ikut mengembangkan Facebook. Dalam tempo empat bulan Facebook sudah bisa menjaring 30 kampus.

Pemilik akun Facebook 800 juta orang / MARET 2012/ TAHUN IV

54

Hingga akhir 2004 jumlah pengguna Facebook sudah mencapai satu juta. Facebook membuka jaringan untuk para siswa sekolah menengah (di sini SMU) dan pekerja kantor pada September 2005. Kesibukan yang luar biasa ini membuat Zuckerberg harus memutuskan keluar dari Harvard. Pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk jejaring umum dengan syarat memiliki email. Sejak itu ia menyewa sebuah rumah di California untuk mengoperasikan situs jejaring socialnya. Facebook pun menarik banyak para investor, namun Zuckerberg selalu menolak.

Jual Saham

Ketika keanggotaan Facebook melebihi satu juta orang, Zuckerberg merangkul Accel Partners, perusahaan modal Ventura untuk membiayai pengembangan Facebook ke depan. Accel Partners menanamkan modal senilai USD 12,7 juta setelah sebelumnya Paypal juga nimbrung menanam modal senilai USD 500 ribu. Hingga 2011, tercatat 11 investor lain ikut memegang saham. Di antaranya perusahaan investasi berbasis internet yakni DST Global Limited yang menguasai 5,4 persen saham, kemudian Marc Andreessen pengusaha software engineer founder dari Netscape Communications Corporation, pendiri Netflix, yakni Reed Hastings, juga Erskine Bowles, co-chairman di Gedung putih. Merangkul banyak investor menjadi cara Zuckerberg agar setiap orang bisa menikmati setiap layanan di Facebook secara gratis. Diakuinya, kini lebih dari 800 juta orang di seluruh dunia saling terhubung satu sama lain adalah hal yang paling mencengangkan yang pernah ia saksikan. Apalagi, tak hanya sekedar berinteraksi atau mempertemukan kawan lama saja, kini Facebook juga menjadi ajang jual beli secara online yang berarti membuka lahan usaha bagi banyak penggunanya. Menurut survey yang dilakukan oleh ThreatMix, 80 persen pengguna internet melakukan transaksi jual beli via Facebook setiap harinya. “Tak hanya menjadi tempat untuk bertemu, tapi Facebook menjadi tempat bagi mereka yang ingin selalu melayani para konsumen dan meningkatkan bisnis,â€? tutur pria yang terinspirasi oleh sosok Steve Jobs itu dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal, Oktober tahun lalu. ď ŽDevy Octafiani/Dari Berbagai Sumber

Jika Anda tidak berlangganan atau koleksi Anda kurang lengkap, maka Anda wajib memiliki BUNDEL MAJELS

Silakan hubungi :

iaan d e s r Pe atas! b r e T

Hot Line :

021-93938019

Email: majalahelshinta@gmail.com Telah tersedia Bundel Majalah Elshinta masing-masing berisi 6 edisi: Januari hingga Juni 2011 dan Juli hingga Desember 2011 Harga @ Rp 90.000 plus Ongkos Kirim

BISNIS SELEB

Sushi Miyabi

Menu Jepang Harga Kaki Lima

P

anganan asal negeri Sakura, Jepang, menjadi alternatif bisnis mereka. Menurut Teuku Wisnu, panganan seperti ini harganya relatif mahal, baik di mal, hotel maupun di berbagai tempat lainnya. Karena itu,Teuku Wisnu bersama temanteman artis, memilih bisnis kuliner tersebut. “Melihat panganan sushi selama ini harganya lumayan mahal. Maka saya dan teman-teman berpikir, bagaimana kalau bisnis sushi  tapi dengan harga terjangkau seluruh kantong. Saya, Adi Nugroho, / MARET 2012/ TAHUN IV

56

Titi Kamal, dan teman-teman lainnya pun mencoba menghilangkan pandangan tersebut. Alhamdulillah berhasil, dan harga sushi yang kami jual murah meriah, mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 29.000. Jadi, anak-anak kuliah, atau semua kalangan dapat menikmati sushi dengan harga kaki lima namun citarasa hotel berbintang lima,” ucap Teuku Wisnu kekasih Shireen Sungkar. Bintang sinetron Cinta Fitri ini menuturkan, usaha restoran bisnis sushi yang mereka jalani

Kuliner Jepang memang sedang popular, artinya bisnis ini jelas menguntungkan. Teuku Wisnu berkolaborasi dengan Adi Nugroho, Thomas Wilis, Shireen Sungkar, Dude Herlino, Rio, Titi Kamal  dan Christian Sugiono, Irene Librawati mendirikan resto Sushi Miyabi yang ternyata laris manis.

Teuku Wisnu berawal dari Adi Nugroho. Namun, tawaran itu tidak langsung ia terima, mengingat dirinya tidak memiliki background bisnis. “Tapi setelah saya lihat konsepnya jelas, dan persentasenya juga masuk ke pemikiran, akhirnya saya terima ajakan Adi Nugroho untuk berpartner

bisnis,” papar Teuku Wisnu menjelaskan, bagaimana ia melakoni bisnis sushinya. Akhirnya, Teuku Wisnu dan rekan ar tis lainnya setuju dengan ide Adi Nugroho menamai restorannya, Sushi Miyabi, kedengarannya seperti franchise. Menurut Adi Nugroho, pemilihan nama, juga sangat penting dalam menjalani bisnis. Jadi, tidak hanya dari cita rasa masakan atau dari murahnya panganan saja. “Teuku Wisnu dan teman-teman. Awalnya keberatan restoran ini dinamai, ‘Sushi Miyabi’. Mereka khawatir, takut restorannya disangka milik Miyabi,” jelas Adi  Nugroho memberi keterangan alasan dirinya menamai restorannya, Sushi Miyabi. Menurut presenter AFI Indosiar 2005 ini, nama tersebut sengaja dipilih agar orang bertanya-tanya, apakah restoran Sushi Miyabi milik ar tis panas asal Jepang? Dengan semakin orang penasaran, anggapan Adi Nugroho akan baik bagi langkah promosi bisnis sushi mereka. “Maka ketika orang bertanya, maka ia semakin penasaran untuk mencoba, maka ia akan masuk. Di jepang, Miyabi itu namanya Maria Ozawa. Sedangkan Miyabi dalam bahasa Jepang, artinya, megah, mewah, besar. Jadi sesuatu yang bagus. Kata tersebut sebagai motivasi buat saya. Dan

Aneka menu Sushi

57

/ MARET 2012/ TAHUN IV

BISNIS SELEB

Sushi Miyabi sudah mempunyai tiga cabang teman-teman berharap bisnis Sushi Miyabi kami menjadi restoran yang megah dan mewah,” tutur Adi Nugroho. Alasan lain Adi Nugroho dan Teuku Wisnu patungan bisnis Sushi bersama teman-teman artis lainnya adalah, jika mengalami kerugian maka tidak membuat kantong mereka bokek. “Itu alasan saya, Teuku Wisnu dan teman-teman lainnya patungan restoran sushi miyabi. Tapi, awal bisnis yang kami jalani bukan sekedar coba-coba. Mulai dari chef, cita rasa masakan, promosi, pemilihan nama, pemilihan harga, pelayanan hingga warna bangunan menjadi perhatian kami. Dan Alhamdulillah, sejak berdiri 7 bulan lalu 2011, di bilangan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, BEPnya sudah kembali. Dan kini, kami sudah mempunyai tiga cabang, di Depok, Tebet. Insya Allah, tidak lama lagi kami akan mendirikan cabang sushi miyabi di daerah Kemang, Jakarta Selatan,” urai Teuku Wisnu menimpali Adi Nugroho. Setiap cabang restoran ini memiliki 30 orang karyawan, dengan upah rata-rata mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. Dan agar cita rasa terkontrol, maka restoran para artis kondang ini cukup memiliki satu chef saja. “Untuk menjaga kualitas, itu yang kami lakukan. Selain itu, bahan atau adonan sushinya di import dari Jepang langsung melalui supplier ,” ujar Teuku Wisnu. Sadar akan persaingan bisnis kuliner yang cukup hebat, Teuku Wisnu dan rekan artis, menjalankan bisnisnya selalu berupaya berinovasi dengan menu baru. / MARET 2012/ TAHUN IV

58

“Selalu ada tambahan menu baru, supaya para langganan yang sudah datang ke restoran ini mempunyai pilihan baru untuk dicicipi. Dan syukurnya, kami memiliki chef yang handal,” ungkap Teuku Wisnu. Agar bisnisnya berjalan baik dan terlepas dari hal-hal yang tidak diinginkan, Teuku Wisnu dan teman-teman    yang terlibat memakai perjanjian secara hukum yang harus dipatuhi. “Tidak mudah membuka usaha dan mempercayai orang. Karenanya untuk saling mengingatkan, kami membuat aturan perjanjian yang harus dipatuhi. Sehingga nantinya tidak ada yang merasa dirugikan. Kami semua sudah saling kenal, dan mudahmudahan jangan sampai ada yang berantem. Dan walaupun kami semua ber teman, bisnis harus dijalankan profesional,” imbuh Teuku Wisnu dan Adi Nugroho.  Teks/Foto: Dudung, Doc Ist

Rekan - rekan bisnis Teuku Wisnu

Lokasi strategis

Prospek

Herbal

Pengobatan Global

Warisan nenek moyang, bahwa kandungan herbal dari jamu-jamuan sangat mujarab mengobati penyakit secara global. Mungkin karena tergilas industri farmasi sehingga manfaat penyembuhan tradisionil terabaikan. Namun ketika harga obat dan biaya rumah sakit membumbung, bahkan sakit tak kunjung sembuh, maka pengobatan alternatif dari produk alami kembali akrab digunakan. Di tangan-tangan para ahli yang menangani penyakit, tentunya didasari doa pada Tuhan YME, kesembuhan dan kesehatan pun dapat dialami dengan baik. Jeng Ana, Teh Mayang, Rumah Totok, Anta Shifa, Terapi Zona mengungkapkan kiat-kiat bisnis pengobatan dan kesehatan yang sangat prospektif ini. ď ŽTeks: Doddy /Foto: Okie AZ, Ist

59

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PROSPEK

Rumah Totok

Tubuh Langsing dengan Totok Perut

H. Agi Sugiyanto, pemilik dan pengelola Klinik Rumah Totok

K

esehatan memang lahan bisnis yang tidak ada matinya. Begitu juga bisnis kesehatan yang berhubungan dengan penampilan dan kebugaran. Salah satunya, totok perut untuk melangsingkan tubuh baik pria maupun wanita. Bisnis ini ternyata beromzet luar biasa! Selain melangsingkan tubuh dengan meluruhkan lemak, totok perut juga mampu memperlancar peredaran darah, meningkatkan metabolisme tubuh sekaligus relaksasi otot-otot tubuh. Itu sebabnya, totok perut menjadi alternatif yang disukai banyak orang. Itu pengakuan H. Agi Sugiyanto, pemilik dan pengelola Klinik Rumah Totok yang berpusat di Ruko Atrium Senen, Blok A, No. 2, Jl. Senen raya 135, Jakarta Pusat. Klinik yang sudah ada di 10 kota ini menyediakan layanan totok perut, totok aura dan pijat refleksi. Klinik ini dibangun pertama kali di Pondok Aren, Tangerang pada 1998. Menurut Itok, salah seorang terapis di Klinik Rumah Totok, terapi totok perut tidak menggunakan alat namun murni pijatan tangan. Totok adalah suatu metode terapi menggunakan bio energi atau hawa murni yang diperoleh dari tehnik meditasi yang

/ MARET 2012/ TAHUN IV

60

dialirkan melalui teknik penekanan jari pada titiktitik meridian tubuh -  jaringan energi yang tersebar di dalam tubuh - agar proses pembakaran lemak bisa cepat terjadi. “Totok perut ini juga memperbaiki sistem metabolisme tubuh, menstabilkan kolesterol, melancarkan peredaran darah dan memperbaiki sistem pencernaan, melancarkan buang air besar dan mengobati maag,” ujarnya . Selain totok perut, Klinik Rumah Totok juga melayani totok aura dan pijat refleksi. Sebenarnya kedua terapi ini merupakan pelengkap dari totok perut agar hasilnya maksimal. Selain terapi totok, tersedia juga obat-obatan herbal alami racikan Rumah Totok yang disediakan untuk makin memaksimalkan terapi yang dilakukan. Jadi, terapi totok ini ditawarkan satu paket tapi bisa juga dilakukan secara terpisah. Selain pelayanan terapi yang menyeluruh, terapi ini juga tidak memakan banyak waktu. Terapi totok perut misalnya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam. “Sebelumnya kami mengukur lingkar perut dan menimbang berat badan pasien,” jelas Agi. “Biasanya setelah menjalani terapi, terjadi penyusutan berat badan dan lingkar perut!” tambahnya. Harga terapi ini relatif sesuai jenis terapi yang diinginkan pasien. Namun Agi mengatakan biayanya mencapai ratusan ribu. “Sebenarnya tergantung dari terapi dan penyakit yang diderita pasien!” paparnya. Agi juga menjamin kalau terapi totok sama sekali tidak memiliki efek samping dan bisa dilakukan pada siapa saja. Sebab selain untuk mengobati

suatu penyakit, terapi totok juga bisa digunakan untuk menjaga kesehatan. “Totok aura misalnya, diminati bukan hanya oleh kaum wanita tapi juga pria. Totok ini memang berguna untuk menjaga kesehatan agar aura yang dipancarkan juga sehat!” imbuhnya. Melihat trend gaya hidup sehat yang makin berkembang, bisnis ini memang cukup menjanjikan. Meski Agi tidak bersedia menyebutkan omzet usahanya, perkembangan Klinik Rumah Totok yang kini telah berdiri di 10 kota tentu bisa menjadi gambaran mengenai prospek bisnis ini. Apalgi Agi juga berencana melebarkan usahanya dengan mengandeng mitra bisnis. 

TIPS:

1. Bisnis Totok cukup menjanjikan namun membutuhkan promosi 2. Memberikan penjelasan bahwa totok perut bisa untuk menjaga kesehatan

61

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PROSPEK

Klinik Terapi Zona

Abdul Rohman S.Sos. MM

Pengobatan Murah Basis Rempah M

inimnya perhatian pemerintah terhadap dunia kesehatan ternyata memunculkan ide baru bagi   Abdul Rohman S.Sos. MM. (32 tahun), seorang pemuda asal Pemalang, Jawa Tengah. Sebagai alternatif pengobatan, dia membuka klinik kesehatan berbasis tradisional yang diberi nama Klinik Terapi Zona. Klinik ini sebagai pilihan kedua bagi masyarakat yang tidak mampu melakukan pengobatan ke dokter atau ke rumah sakit. Karena perbedaan harganya yang cukup signifikan. Dengan pengelolaan manajemen yang baik, Klinik terapi zona kini memiliki 10 klinik yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Masingmasing klinik dikelola 3 sampai 4 orang, terdiri dari

/ MARET 2012/ TAHUN IV

62

tenaga administrasi, asisten terapis, dan terapis. Jika diakumulasi, maka ada sekitar 40 orang yang bergabung di klinik terapi zona. Lokasi per tama klinik ini berada di jalan H. Ten, Rawasari, Rawamangun, Jakar ta Timur. Sampai saat ini masih ada. Kemudian membuka cabang di Bandung pusat dan Bandung barat, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Lebak Bulus, Bintaro dan Srengseng Jakarta Barat. Menurut Arman, modal awal yang dikeluarkan 4 tahun lalu sekitar Rp 50 juta. Digunakan untuk sewa tempat dan beli perlengkapan terapi. Setelah berjalan, kini pendapatan perbulan dapat mencapai ratusan juta rupiah.  Hal itu bisa dimaklumi karena jika dihitung pasien yang datang setiap hari mencapai puluhan orang. “Meskipun bisnis di bidang pengobatan tradisional yang pangsa pasarnya kaum minoritas, tetapi jika digeluti secara serius pasti ada hasilnya,” ungkap Arman ketika ditemui di klinik terapi Zona yang berada di Ruko Grand Bintaro Blok Blok B 10, Jalan Bintaro Permai, Pesanggrahan , Jakarta Selatan. Guna memberikan pelayanan yang baik kepada pasien, Arman selektif dalam melakukan rekrutment tenaga ahli. Dia biasanya melakukan kaderisasi, dan merekrut langsung orang-orang yang sudah memiliki

keahlian khusus di bidang pengobatan, seperti totok syaraf, getar syaraf, refleksi, dan shiatsu. Menurutnya, klinik terapi Zona merupakan klinik kesehatan tradisional yang berbasis pada alam. Menggunakan rempah-rempah hasil bumi pertiwi untuk dijadikan obat. Rempah-rempah itu diantaranya jahe, kunyit, kayu secang, sambiloto, kumis kucing dan lain-lain. Karena bahan ramuan yang digunakan relatif murah, harga pengobatan di Klinik Terapi Zona pun murah. “Misalnya untuk penderita tumor atau stroke, disini hanya dikenakan biaya Rp.300 ribu. Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan berobat biaya ke dokter atau rumah sakit,” ungkapnya. Klinik yang digagas sejak tahun 2008 ini mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat. Lingkungan sekitar klinik merasa terbantu, jika ada warga yang sakit, mereka mendatangi klinik untuk mendapatkan saran secara cuma-cuma.”Pengobatan gratis ini sebagai wujud kepedulian kami pada masyarakat,”katanya. 

TIPS:

1. Jika digeluti secara serius usaha pengobatan pasti ada hasilnya 2. Biaya lebih murah dibandingkan berobat ke rumah sakit

63

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PROSPEK

Klinik Herbal Jeng Ana

Herbalis Langganan Artis D

i kalangan selebritis Klinik Jeng Ana cukup dikenal. Maklum, klinik ini memang banyak menangani artis yang memiliki masalah kesehatan. Namun, dibalik semua itu, klinik yang mengandalkan herbal ramuan sendiri ini ternyata juga diminati kalangan umum. Jeng Ana memulai bisnisnya dari nol. Ia mengaku belajar otodidak lalu rajin mengikuti kursus dan seminar untuk membuat ramuan herbal yang digunakannya. Hasilnya, wanita bernama lengkap Ana Soviana ini, kini dijuluki Ratu Herbal oleh para pasiennya. �Jangan remehkan khasiat tanaman obat Indonesia. Dengan herbal Insya Allah penyakit apapun bisa disembuhkan.Tentu dengan seizin Allah,� ungkap Jeng Ana Dengan ramuan andalan ini, Klinik Jeng Ana mampu mengobati cukup banyak jenis penyakit. Misalnya, diabetes, kista, stroke bahkan beberapa jenis penyakit berat seperti kanker. Jadi wajar jika kliniknya cukup popular bagi masyarakat yang berniat mencari kesembuhan dari rongrongan penyakitnya. Apalagi penyakit berat tentu membutuhkan biaya besar jika ditangani secara medis modern. Namun itu bukan satu-satunya alasan. Banyak pasien yang tidak kunjung sehat setelah ditangani secara medis modern, memilih perawatan herbal sebagai alternatif kesembuhan. “Meski pada awalnya hanya sekedar cobacoba, namun pada akhirnya mereka malah jatuh cinta kepada herbal,�terang Jeng Ana. Soal biaya, klinik yang pernah menangani artis-artis seperti Gugun Gondrong, Eppy Kusnandar dan Rini S.

Ana Soviana pemilik klinik Herbal Jeng Ana

/ MARET 2012/ TAHUN IV

64

Bonbon ini mematok harga terapi antara 1 - 5 juta rupiah. Relatif lebih murah dibanding biaya medis modern. Tapi itupun tergantung dari jenis penyakit yang ditangani. Itu sebabnya, meski sering disambangi artis, Klinik Jeng Ana juga memiliki pasien dari kalangan umum. Asalnya pun tidak hanya seputar Jakarta tapi luar kota bahkan luar negeri. “Saya juga mengobati Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Hongkong, Taiwan dan Arab Saudi,â€? akunya. Hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan media massa, Jeng Ana mengembangkan kliniknya secara perlahan tapi pasti. Kini, dibantu belasan karyawan, klinik Jeng Ana yang berlokasi di Jl. Kalibata Timur I No.1 RT 11/04 Rawajati Barat, Jakarta Selatan, telah merambah ke Bali, Bandung, Pekanbaru dan Tangerang. Di Jakarta saja, beberapa klinik bisa ditemukan di beberapa tempat. Uniknya, soal promosi dan pelayanan, Jeng Ana juga menggunakan sosial-media Twitter. Soal omzet dan keuntungan, kisarannya mencapai puluhan juta perbulan dari seluruh klinik miliknya. Selain herbal, Klinik Jeng Ana juga menyediakan masker dan crem untuk perawatan wanita. Terdapat juga lulur khusus untuk mengencangkan payudara. Untuk perawatan-perawatan ini Jeng Ana menjamin tidak ada efek samping yang membahayakan pasien. Ini karena semua racikannya hanya menggunakan herbal alami. ď Ž

TIPS:

1. Jangan remehkan khasiat tanaman obat Indonesia dengan terus menggali potensinya. 2. Pengobatan Herbal prospeknya cerah karena peminatnya makin besar

65

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PROSPEK

Klinik Anta Syifa

Menjilat Mata Usir Penyakit R

Ustadz Lukman, seorang terapis di kilinik Anta Syifa

/ MARET 2012/ TAHUN IV

66

agam pengobatan alternative memberi banyak pilihan. Untuk penyakit mata hingga diabetes, Klinik Anta Syifa menawarkan solusi ; jilat mata. Ini memang bisnis unik yang berakar pada tradisi. Namun, keuntungannya ternyata menjanjikan! Tradisi pengobatan menjilat mata untuk menyembuhkan penyakit berkembang di daerah Tasikmalaya sejak dulu. Tradisi dan keahlian unik ini dilestarikan oleh klinik Anta Syifa, sebuah klinik pengobatan alternative di di Jl. PLN No.38 Pd.Karya (Sebelah Pon Pes Anta Syifa), Pondok Aren, Banten. Meski pengobatan modern makin maju, namun pengobatan mata dengan menjilat ternyata banyak peminatnya. Uniknya lagi, pengobatan ini tidak hanya untuk penyakit yang menyerang mata seperti iritasi, katarak atau minus. Metode menjilat mata juga mampu mengobati penyakit lain.   “Penyakit yang mengeram di mata

bukan penyakit yang berdiri sendiri tapi merupakan akibat dari penyakit lain. Jadi penyakit di mata biasanya berkaitan dengan penyakit lain seperti diabetes, asam urat, jantung dan sebagainya. Bisa pula berhubungan dengan pikiran,”ujar Ustadz Lukman, seorang terapis di kilinik Anta Syifa. Jika penyakit lain ditemukan, maka yang harus diobati adalah penyakitnya dulu. Setelah itu barulah terapi menjilat mata bisa dilakukan. Caranya sederhana saja. Mata pasien dijilat beberapa kali. Meski yang terkena penyakit hanya satu – misalnya, mata sebelah kanan, mata kiri tetap diterapi. Usai terapi, kedua mata ditetesi air rendaman daun janggara – dalam bahasa Sunda daun korindat, sebanyak dua tetes. Mata akan terasa perih untuk beberapa waktu. Setelah itu, kedua mata ditetesi air jernih untuk mendinginkan sebelum kemudian ditetesi sari madu. Dalam hitungan detik, mata akan mengeluarkan kotoran berwarna putih. Tak cukup sampai di situ, terapi dilanjutkan dengan terapi pijat di punggung dan kaki. Pasien juga dibekali ramuan herbal sesuai dengan jenis penyakit yang dideritanya. Alternatif Tapi Profesional Klinik Anta Syifa berdiri sejak tahun 2001. Klinik ini merupakan klinik pengobatan alternatif dan tradisional untuk menangani penyakit mata dan komplikasinya. Segmen pasarnya menengah kebawah, masyarakat yang tidak dapat menikmati pengobatan medis di rumah sakit yang relative mahal. Biaya pengobatan di klinik ini memang relatif murah.

Menurut Ustadz Lukman, modal awal didirikannya klinik ini mencapai 10 juta rupiah. Semuanya digunakan untuk kebutuhan sewa tempat, membeli bahan-bahan ramuan dan kebutuhan lain. Namun, modal awal itu sudah lama terbayar. Sebabnya, klinik tradisional ini dikelola dengan manajemen bisnis yang rapi dan professional. Selain terapis, klinik ini juga memiliki tenaga administrasi yang mengurusi keperluan lain. Bukti pengelolaan yang baik juga ditunjukan oleh perkembangan usaha. Kini, klinik Anta Syifa telah memiliki cabang di Condet, Jakarta Timur. Dari dua klinik tersebut, keuntungan ditangguk tiap bulan mencapai angka 6-7 juta rupiah. Pelayanan lain selain terapi mata adalah terapi herbal yang sudah dibuat dalam bentuk kapsul. Selain itu, klinik ini juga menangani secara khusus penyakit diabetes yang kerap menjadi akar dari penyakit pada mata. “Tujuan pengobatan diabetes di klinik ini adalah untuk mempertahankan kadar gula dalam darah,” papar Ustadz Lukman. Di klinik ini disediakan ramuan khusus untuk itu yang salah satu bahannya adalah kayu manis. “Tapi, jika ingin menggunakan ramuan ini, sebaiknya konsultasikan dulu dengan ahlinya,” saran Ustadz Lukman. 

TIPS:

1. Penangan manajemen bisnis harus professional 2. Selain punya terapis yang handal perlu memiliki tenaga administrasi

67

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PROSPEK

Multi Klinik Teh Mayang

Merawat Kecantikan Wanita Luar Dalam A

walnya hanya keinginan untuk mendirikan klinik khusus wanita dengan harga terjangkau. Kini, Teh (dari kata teteh ; panggilan untuk kakak wanita dalam bahasa Sunda) Mayang telah mampu melebarkan bisnis klinik pengobatannnya hingga ke tujuh kota. Klinik Teh Mayang menawarkan terapi khusus bagi masalah-masalah kewanitaan. Yang ditawarkan di klinik ini antara lain treatment khusus untuk mengencangkan organ intim kewanitaan bagi wanita yang sudah menikah atau baru melahirkan yang biasa disebut ratus kewanitaan. “Tujuannya untuk merawat organ kewanitaan agar

/ MARET 2012/ TAHUN IV

68

lebih sehat!� paparnya. Ratus kewanitaan sendiri merupakan seni perawatan wanita yang berasal dari Tiongkok. Selain menyediakan perawatan khusus bagi masalah kewanitaan, Klinik Teh Mayang juga menyediakan pelayanan penanganan penyakit melalui metoda pengobatan herbal. Penyakit yang bisa ditangani di sini antara lain diabetes, stroke, kolesterol hingga obesitas. Tak hanya itu, Klinik Teh Mayang Teh Mayang pemilik Klinik Teh Mayang menyediakan pula terapi gabungan terdiri dari ratus kewanitaan, accupressure, totok syaraf dan terapi uap. Selain itu, Klinik Teh Mayang juga mengeluarkan produkproduk herbal seperti Jawara, Mahadewi dan Tapak Dara. Dengan kata lain, klinik ini menyediakan perawatan wanita untuk kesehatan luar dalam. Klinik Teh Mayang yang terletak di Jl. Bintaro Permai, Ruko Grand Bintaro Blok B3B, PesangrahanJakar ta Selatan. Pada awalnya menelan modal

69

/ MARET 2012/ TAHUN IV

PROSPEK

dan standar kebersihan yang baik. Produk-produk Klinik Teh Mayang juga diracik dengan standar modern. Makin diminatinya pengobatan herbal dan alternative memang membuat bisnis di bidang ini cukup menggiurkan. “Saya  tidak akan menjual klinik ini karena  akan saya turunkan pada anak cucu,” ungkap wanita yang kliniknya juga pernah menangani beberapa artis diantaranya Oki, mantan istri Pasha Ungu.  sebesar Rp 50 juta. Namun, omzetnya mampu mencapai dua kali lipat. Karena klinik herbal dan pengobatan alternative ternyata makin diminati, seiring makin mahalnya biaya pengobatan dengan metode medis modern. Padahal untuk promosi, Teh Mayang mengaku hanya menggunakan media massa cetak dan televisi. Pasien yang terus berdatangan membuat klinik ini dengan cepat berkembang di beberapa kota. Sampai saat ini Klinik Teh Mayang sudah terdapat di 7 kota ; Bandung, Bekasi, Surabaya, Solo, Bogor dan juga terdapat di Bali. Perkembangan yang cukup cepat ini disebabkan kualitas pelayanan

TIPS: 1. Menerangkan dengan jelas pada pasien pentingnya merawat organ kewanitaan. 2. Perlu promosi untuk menarik pasien

/ MARET 2012/ TAHUN IV

70

FRANCHISE INFO FRANCHISE

Easy Coffee

Kopi Warisan Siap Bermitra Meneguk secangkir kopi sudah membudaya bagi masyarakat Indonesia. Potensi bisnisnya sangat besar, apalagi kualitas kopi warisan kita tidak kalah dengan produk luar. Peluang ini dimanfaatkan Easy Coffe, menawarkan bisnis franchise untuk membendung kopi asing. / MARET 2012/ TAHUN IV

72

K

opi adalah minuman yang sangat familiar dan begitu merakyat, dinikmati oleh masyarakat dari kelas sosial terendah sampai kelas sosial tertinggi. Indonesia dianggap sebagai penghasil biji kopi terbaik mengalahkan negara lainnya seperti Brazil juga Puerto Rico. Menyadari asset produk terbaik, PT Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) Nusantara bekerjasama dengan PT Sierad Indonesia mengembangkan bisnis minuman berkafein tersebut untuk memuaskan para pecintanya di tanah air. Meyakini bahwa komoditas kopi tak akan pernah redup, PT. KPB Nusantara kini tak lagi hanya memfokuskan diri di titik hulu sebagai penyedia biji kopi yang sering mereka ekspor ke berbagai negara di penjuru dunia. Sejak pertengahan 2011 lalu, anak perusahaan dari PT perkebunan Nusantara I-XIV dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ini mulai merambah ke sektor hilir. Gerai pertama bernama Easy Coffee di kawasan Jalan Cut Meutiah, Menteng, Jakarta Pusat. Rekanannya PT Sierad Indonesia, adalah sebuah franchise Con­ sultant & Operational Management ber­ pengalaman mengembangkan berbagai merek dengan core business di bidang coffee, tea, chocolate & makanan cepat saji. Dalam peta perdagangan komoditas dunia, kopi sempat menduduki peringkat dua paling penting setelah minyak. “Kopi adalah komoditas yang tak pernah mati. Apalagi kopi dari Indonesia, kita adalah penghasil biji kopi terbaik di dunia,” tutur Eko Bramantyo, Direktur Marketing Sierad Indonesia saat ditemui di gerai Easy Coffee di Menteng, Jakarta Pusat. Terlebih, melihat kondisi perekonomian di negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Eropa yang sedang merosot tajam, membuat KPB Nusantara meyakini Asia Tenggara menjadi target para investor untuk melipatgandakan finansial mereka. Maka, untuk membendung dunia usaha tanah air diisi oleh para in-

Eko B. Bramantyo (Marketing Director PT Sierad Indonesia)

vestor asing, Easy Coffee kemudian dikonsep agar bisa menggiatkan pengusaha lokal untuk mempromosikan kekhasan kopi milik negeri sendiri, melalui sistem business opportunity (BO) atau yang lebih dikenal dengan nama franchise. “Ada sisi entrepreneurship bagi pengusaha lokal yang kita galang disini selain kita berusaha mempromosikan Indonesian coffee di dalamnya,” imbuh Eko. Easy Coffee pun kemudian menawarkan tiga konsep kemitraan untuk jangka waktu kerjasama selama lima tahun yang terbagi dalam bentuk Entry Level dan Premium. Bentuk entry level yang ditawarkan yakni, paket Easy Booth yang mereka patok dengan investasi senilai Rp 15 juta, dan Premium yang mereka tawarkan bagi para investor dalam bentuk Easy Corner seharga Rp 45 juta, dan Easy Café sebesar Rp 85 juta. Masing-masing paket memiliki perbedaan dalam soal konsep gerai dan kapasitas penjualan kopi per harinya. Untuk yang ber­ konsep booth, ditargetkan sekitar 25 ge-

73

/ MARET 2012/ TAHUN IV

FRANCHISE las terjual setiap harinya, sementara untuk Corner dan café sekitar 75 dan 100 gelas perharinya. Kendati belum lama berdiri dan masih menjadi pemain awam di sektor penjualan kopi melalui gerai, namun hingga awal tahun 2012 ini, Easy Coffee sukses mengembangkan konsep pemasaran kopi mereka lewat bentuk entry level yang telah mencapai 16 outlet yang tersebar di tiga daerah yakni kawasan Sumatera, Jawa, juga Kalimantan.

Kocek Tak Perlu Dalam Kebutuhan masyarakat atas minuman cepat saji khususnya kopi, memang mengalami peningkatan pesat seiring dengan tumbuhnya berbagai brand di pasar yang mengusung produk kopi Indonesia yang berstandar Internasional. Meski begitu, menyeruput kopi di easy Coffee tak perlu membuat konsumen harus merogoh kocek dalam-dalam. Berbagai macam sajian kopi yang diolah dengan berbagai rasa seperti Hazelnut Latte atau Moccachino itu bisa dinikmati mulai dari harga Rp 10 ribu. Bahkan, kopi Luwak yang terkenal sedap dan bercitarasa tinggi itu hanya dibanderol Rp 50 ribu per gelasnya. Kini memang semakin banyak masyarakat yang paham dan percaya pada kualitas produk kopi Indonesia, yang kian positif berkembang dari perekonomian Indonesia yang diukur hingga 3-5 tahun kedepan. Untuk itu, Easy Coffee menargetkan memperlebar usaha franchise unggulan dalam

Perhitungan Return On Investment (ROI) Investasi Easy Café Harga Jual rata-rata Minuman HPP Profit margin Gross Margin Harga Jual rata-rata Makanan HPP Profit Margin Gross Margin Asumsi jumlah buka/bulan Jumlah Karyawan Gaji Karyawan Analisa Proyeksi Easy Corner Target Penjualan minuman/hari target Penjualan makanan/hari Omzet minuman Omzet makanan Biaya bahan baku minuman Biaya bahan baku makanan Biaya Pengambilan makanan Sewa tempat + Service charge Gaji Karyawan Profit/bulan Supporting Fee Net Profit Pay Back Period ROI

/ MARET 2012/ TAHUN IV

80.000.000 15.000 8.000 47% 88% 15.000 8.000 47% 88% 30 4 1.000.000 75 40 33.750.000 18.000.000 18.000.000 9.600.000 1.000.000 10.000.000 4.000.000 9.150.000 1.000.000 8.150.000 9,82 10,19%

74

Para pelayan yang siap memenuhi permintaan menu kopi bentuk Premium dengan konsep Corner dan Café. Perhitungannya dalam sehari mitra usaha mereka mampu menjual 100 gelas dengan harga rata-rata Rp 15 ribu saja, maka omzetnya bisa mencapai Rp 45 juta perbulannya. Ke depannya, Easy Coffee juga ingin mengangkat sisi kekayaan dan kearifan lokal lewat sajian kopi yang mereka tawarkan ke pasaran. “Selain merangkul para pengusaha untuk berinvestasi membuka franchise Easy Coffee dalam bentuk Café dan Corner, kami juga hendak mempromosikan konsep Heritage by coffee bagi para penikmat kopi,” papar Eko menambahkan. Menikmati jenis minuman ini tak hanya membuat tubuh rileks, namun juga membuat kita memahami sejarah panjang mengenai minuman berkafein tersebut. Dalam sejarah Indonesia, para penjajah Belanda VOC memperoleh keuntungan hingga Rp 3 trilliun dari perdagangan kopi di tanah air. “Yang perlu diketahui ialah, meminum kopi tak hanya menikmati keunikan rasanya yang pahit. Namun juga mengajak penikmatnya mengetahui sejarah kopi itu sendiri. Itulah yang ingin kita tunjukkan kepada masyarakat sebagai salah satu dari rencana pengembangan Easy Coffee tahun ini,” ujar Eko yang ingin merealisir idenya bulan Maret ini. Teks: Octa / Foto: Okie A.Z

l Tidak harus punya kantor ( bisa dimulai dari rumah ) l Tempat tidak harus strategis ( tidak harus dipinggir jalan besar ) l Modal tidak harus besar ( bisa dimulai dengan ratusan ribu saja ) l Balik modal tidak harus lama ( cukup 3-6 bulan saja ) l Tidak harus punya pabrik/tempat produksi ( cukup manfaatkan rumah kontrakan/kos-kos an )

PAKET USAHA DEPO  Biaya investasi Rp 20 Juta  Hanya diperbolehkan 1 Depo di 1 kota atau kabupaten  Bisa dilakukan dirumah asalkan memiliki tempat khusus untuk menyimpan barang bahan baku  Diperlukan karyawan atau orang yang stanbay di tempat

PAKET USAHA SUB-DEPO  Biaya investasi Rp 10 Juta  Hanya diperbolehkan 1 Sub-depo di 1 Kecamatan

PAKET KEDAI/MALL COUNTER  Investasi 7 Juta  Diperlukan karyawan atau orang yang stanbay di tempat

PAKET USAHA AGEN  Biaya investasi Rp 2,5 Juta – Rp 3,5 juta  Penjualan di lingkungan rumah atau sekitar rumah ( membuka kedai di rumah,menitipkan ke warung/ toko kelontong, menitipkan ke kantin sekolah,berjualan keliling )

Jl.Komplek DepKes II No.73 C, Jatibening, Pondok Gede, Bekasi Selatan, Kota Bekasi Tlp : 021-97095999 Hp : 0821-1127-8999 Website : www.tukanges.com Email :cs@tukanges.com atau marketing@tukanges.com

KONSULTASI

Franchise Prospektif 2012 Ir. Royandi Junus, MBA

Salam Pak Roy Saya ingin membuka usaha franchise tahun ini. Menurut Anda, jenis franchise apa yang cukup prospektif di tahun 2012 ini? Terimakasih. Susilo – Jakarta Timur

Royandi Junus adalah seorang arsitek yang meraih S2 di bidang finance. Berkat pengalaman puluhan tahun di bidang bisnis development, membuatnya paham segala hal seputar franchise. Ia bergabung dengan pioneer konsultan franchise di Indonesia, yaitu International Franchise Business Management (IFBM). Tekadnya adalah membantu para Franchisor asing maupun lokal untuk mengembangkan usahanya di Indonesia. Jawab: Beberapa tahun terakhir ini, bisnis-bisnis yang dipasarkan secara franchise yang terlihat berkembang pesat adalah dalam bidang kuliner, pendidikan dan traveling. Tetapi, dalam berbisnis secara franchise, apapun jenis bisnisnya, hal yang menjadi tolok ukur keberhasilan ada dua hal. Pertama adalah minat anda pada bisnis tersebut. Hal ini karena dalam franchising diperlukan minat dan “passion� dalam bisnis tersebut. Bila ingin berhasil anda harus berkerja dan mencurahkan perhatian anda pada bisnis yang anda jalankan. Bila anda hanya ingin berinvestasi, sebaiknya anda pilih instrumen yang tepat, misalnya deposito, jual beli saham, jual beli emas, jual beli tanah dan lain-lain. Franchising bukanlah tempat

/ MARET 2012/ TAHUN IV

76

untuk berinvestasi, tapi untuk berbisnis dan memerlukan kerja keras. Kedua adalah siapa Franchisor yang memiliki bisnis tersebut. Franchisor yang baik akan selalu membantu anda (support), melatih anda serta melaksanakan aktifitas marketing guna selalu meningkatkan brand bisnisnya. Perhatikan organisasinya, apakah Franchisor memiliki organisasi yang dapat mendukung kewajiban-kewajibannya, ser ta tanyakan kepada para Franchisee mereka bila sudah ada, apakah mereka merasa puas dengan Franchisor. Ukur juga, apakah kelebihan anda sehingga dapat menutup kekurangan dari Franchisor bila anda anggap ada hal yang merupakan sebuah kekurangan. Selamat berbisnis dengan sistem franchise. ď ŽFoto: Ist

Redaksi Majalah Elshinta menerima pertanyaan seputar konsultasi bisnis Franchise. Jika Anda memiliki keluhan dan problematika mengenai seputar bisnis Franchise yang akan atau sedang dijalankan, silakan kirimkan pertanyaan Anda ke alamat redaksi kami atau melalui e-mail: majalahelshinta@gmail.com.

Ingin Buka Dua Franchise Halo Bapak Roy , Saya memiliki usaha franchise yang baru saya jalankan sekitar satu setengah tahun yang lalu. Usaha yang saya jalani tersebut memang belum terlihat keuntungannya secara signifikan, tapi, saya ingin membuka cabang franchise lagi di lokasi yang berbeda. Saya berpikir, di lokasi lain bisa saja usaha saya ini bisa lebih membuahkan hasil. Menurut Anda, tepatkah jika saya membuka cabang baru ketika cabang per tama belum terlalu menampakkan hasil? Terima kasih, mohon sarannya. Atika - Yogyakarta   Jawab: Per tama-tama saya ucapkan selamat bahwa anda kini sudah memiliki bisnis. Semoga bisnis tersebut adalah bisnis yang anda minati dan anda terlibat serius didalamnya. Yang belum anda ceritakan adalah apakah anda sudah dapat mengembalikan modal awal anda dalam bisnis yang dijalankan. Anda berniat untuk membuka “cabang franchise lagi”. Dalam franchising, tidak ada istilah cabang, yang ada hanyalah outlet milik Franchisee dan outlet milik Franchisor. Mungkin maksud anda itu adalah outlet kedua yang anda miliki dari jenis bisnis yang sama (saya berasumsi itu adalah bisnis yang sama). Bila anda sudah merasa puas dengan outlet pertama dan merasa bahwa anda sudah

berbuat maksimal dengan outlet tersebut, tentunya untuk memiliki outlet kedua akan sangat menyenangkan, karena anda sudah lebih banyak tahu cara memecahkan masalahmasalah yang timbul. Tetapi bila anda merasa belum puas dan belum berusaha secara maksimal pada outlet pertama, tentunya masih banyak “PR” yang harus anda selesaikan. Tanyalah dan mintalah suppor t pada Franchisor anda, serta tunda dulu keinginan anda untuk menambah outlet sampai anda merasa puas pada outlet pertama tadi. Bila anda sudah merasa puas dan siap untuk outlet kedua, yang perlu anda perhatikan adalah membagi waktu dan perhatian anda pada masing-masing outlet. Mungkin anda dapat mulai mencari orang kepercayaan yang dapat membantu anda untuk menjaga usaha anda sehingga akan lebih mudah bagi anda untuk membagi waktu dan perhatian. Salam, selamat berbisnis dan sukses selalu. 

Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id www.konsultanwaralaba.com

77

/ MARET 2012/ TAHUN IV

KOMUNITAS BISNIS

I

nkopontren   (Induk Koperasi Pesantren) merupakan organisasi koperasi pesantren se-Indonesia. Pendirian Inkopontren terbentuk pada tanggal 9 November 1994 di Jakarta. Pendirinya adalah KH. Noer Muhammad Iskandar SQ, KH. Abdul Wahid Zaini, Dr. Juhaya S. Praja, KH. Noer Hadi Albarsani, dan Dr. KH. Manarul Hidayat. Pendirian Inkopontren ini disahkan oleh Menteri Koperasi dan Pembinaan Usaha Kecil pada tanggal 7 Desember 1994.nomor 003/BH/M.I/1994. Pendirian Inkopontren didasarkan pada pemikiran bahwa alumni pesantren berjumlah jutaan. Selain itu ada sekitar 2 juta santri sedang aktif belajar di seluruh Indonesia. “Inkopontren bertujuan untuk melatih dan menyalurkan  para alumni pesantren   di dunia kerja, Pesantren diharapkan memiliki keterampilan sehingga dapat menciptakan lapangan kerja,” ujar Ketua Dewan Pengawas Inkopontren KH. Nur Muhammad Iskandar  yang juga pimpinan Pesantren As-Shidiqiyah, Jakarta.

Induk Koperasi Pesantren

KH. Noer Muhammad Iskand

Menggabungkan Akhlak dan Bisnis / MARET 2012/ TAHUN IV

78

ar SQ

Menciptakan pebisnis yang berakhlak menjadi kebutuhan yang relevan untuk menyikapi persaingan yang sering kali tidak sehat. Induk Koperasi Pesantren bukan hanya sebuah lembaga ekonomi, tapi juga lembaga pendidikan akhlak

Diuraikannya, dalam Anggaran Dasar Inkopontren disebutkan bahwa yang menjadi bidang usaha Inkopontren adalah, usaha di bidang jasa, diantaranya simpan pinjam, konsultasi keuangan, manajemen, pengelolaan dan pemasaran, properti, pariwisata dan pendidikan. Selain itu juga usaha perdagangan antar pulau, daerah dan lokal serta ekspor dan impor dan bertindak sebagai perwakilan, agen, suplier, dan distributor dari badan-badan usaha dan perusahaan lain baik luar maupun dalam negeri. Usaha-usaha itu meliputi bidang pertanian dan perikanan, konstruksi serta industri.

Diterapkan pula kerjasama yang bersifat Makro berbentuk pelatihan dan keterampilan. Sedang kerjasama yang bersifat mikro misalnya usaha perkebunan kelapa sawit milik pemerintah yang digarap para santri dengan keuntungan bagi hasil. Lahan garapan Inkopontren   lainnya yaitu usaha pembinaan dan pengembangan anggota yang meliputi Puskopontren maupun Kopontren dalam aspek kelembagaan, SDM, permodalan, dan aspek pemasaran. Selain itu Inkopntren melaksanakan pemetaan potensi ekonomi pesantren. Ikut dalam pemban-

79

/ MARET 2012/ TAHUN IV

KOMUNITAS BISNIS

Produk - produk makanan yang disediakan gunan sosial, ekonomi, dan pendidikan di daerah serta  memberikan penghargaan bagi mereka yang berjasa dalam membina dan mengembangkan Puskopontren maupun Kopontren.  

Akhlak dan Wirausaha Sebagai aplikasi dan percontohan dari program Inkopontren, Kiai Noer Iskandar bermaksud mendidik para santri sehingga mereka menguasai 2 pengetahuan sekaligus, yaitu akhlak dan kewirausahaan. ”Akhlak dan kewirausahaan harus dikuasai secara bersamaan,” tandasnya. Tujuannya tentu saja melahirkan santri yang mampu berwirausaha sehingga tidak menjadi beban dan wisausahawan yang berahlak sehingga mampu menciptakan iklim bisnis yang bermoral.   Dalam mengelola dan mendidik santri, Kiai Noer Iskandar percaya bahwa   seseorang akan bekerja bagus jika suasana hatinya nyaman. Dalam menjalankan dunia usaha diperlukan krativitas dan inspirasi. Dua hal itu akan muncul jika suasana hati seseorang terasa nyaman. “Orang tidak akan kerja dengan baik apabila merasa diawasi dan dikontrol dengan ketat,” ujarnya.  Sejak dini para santri sudah ditanamkan tentang kerajinan, kerja keras, disiplin waktu, rajin, / MARET 2012/ TAHUN IV

80

sabar, tertib aturan dan kerja kolektif. Nilai-nilai ini adalah bagian dari pembentukan santri yang mempunyai daya saing dan penanaman kehormatan atau harga diri di tengah-tengah pergaulan bebas di masyarakat. Sebagai gambaran, mengerjakan shalat wajib lima waktu merupakan bagian dari penanaman disiplin waktu, tertib aturan, dan kerja kolektif - jamaah. Bangun malam untuk mengerjakan sholat tahajud merupakan bagian   dari penanaman kesabaran, tidak manja, dan tidak malas. “Merawat tanaman dengan tertib, menjalankan giliran dalam memberi

Sedang melayani pembeli

makan ikan di kolam, serta mengingatkan teman untuk mejalankan tugas dan kewajiban merupakan bagian dalam mengamalkan tata nilai dan keteraturan hidup secara kolektif,â€? paparnya. Pesantren Asshiddiqiyah sendiri telah memiliki kegiatan ekonomi yang diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan pesantren. Kegiatan ekonomi di Asshiddiqiyah dilakukan oleh Lembaga Koperasi Pondok Pesantren Asshiddiqiyah. Unit usaha di bawah Koperasi Pondok Pesantren Asshiddiqiyah antara lain SQ Water, SQ Agrobisnis, SQ Restauran, dan SQ Cafetaria. Salah satu dari Unit Ekonomi Kopontren Asshiddiqiyah yang berkembang pesat adalah di bidang agribisnis. Terutama pada pertanian padi, mangga, ternak kambing, domba, ternak ayam, dan budidaya ikan air tawar. Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka sepuluh kampus yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. ď Ž Dody, Foto: Okie AZ

Pesantren Asshidiqiyah

Usaha supermarket

Usaha warnet

Para santri sebagai konsumen koperasi

81

/ MARET 2012/ TAHUN IV

TIPS

12 RAHASIA

ORANG SUKSES Apa sebenarnya yang dilakukan sehingga seseorang bisa sukses sementara yang lainnya gagal? Ini dia 12 rahasia mengapa seseorang bisa meraih sukses!

S

ukses bukan soal pendidikan. Bukan soal modal atau omzet. Sukses adalah cara pandang dan keyakinan. Inilah yang membedakan antara pribadi yang siap menuai sukses dan pribadi yang terseok-seok karena mengejar keuntungan semata. Jadi, apa rahasia sukses? 1. Menciptakan tujuan yang S.M.A.R.T. a. Specific – detil : tujuan harus detil agar mudah dicapai. Meningkatkan penjualan adalah tujuan yang umum. Tujuan yang detil dijabarkan dengan kalimat meningkatkan penjualan sebesar 500 unit dalam waktu 1 minggu. b. Measurable – bisa diukur : menetapkan tujuan yang tidak bisa diukur sama saja dengan melakukan pekerjaan sia-

/ MARET 2012/ TAHUN IV

82

sia. Pastikan bahwa, misalnya menjual 500 unit memang bisa dilakukan dalam waktu satu minggu. Tentukan bagaimana tujuan bisa diukur. c.

Attainable – realistis : ini berhubungan dengan poin di atas. Jangan menetapkan tujuan yang terlalu tinggi tanpa tahu bagaimana memenuhinya. Berpikir dan bersikap realistis.

d. Relevant – berkaitan : tujuan yang ditetapkan harus berkaitan dengan tujuan lainnya. Menjual 500 unit tas dalam waktu 1 minggu sebelum tanggal 12 Februari 2012 adalah sebuah tujuan yang detil, bisa diukur, realistis dan mengacu pada waktu. Tapi apakah

tujuan ini berkaitan jika tujuan utama adalah meningkatkan awareness, misalnya. Lakukan komunikasi antar bagian. Pastikan semua lini memiliki tujuan yang relevan.

yang didasari informasi. Ingat, satu keputusan bisa berdampak besar. 5. Tidak berusaha menjadi sempurna Menjadi sempurna adalah sebuah jebakan maut. Banyak keputusan salah diambil karena keinginan untuk menjadi sempurna. Para per feksionis selalu sulit memulai pekerjaan dan menemukan kesulitan lebih besar untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Semua hanya karena ingin kesempurnaan. Camkan, satu kesempurnaan menuntut seribu kesempurnaan. Jika Anda tidak memiliki bahkan satu kesempurnaan, mengapa menuntut sebuah kesempurnaan?

e. Timely – mengacu pada waktu : waktu memiliki kekuatan untuk mendorong seseorang menyelesaikan tujuan. Sebuah tenggat waktu – deadline, merupakan bagian dari sebuah tujuan yang baik. 2. Mengambil tindakan langsung Sebagian orang berpikir dan berencana. Hanya sebatas itu. Sebagian lain, berpikir, berencana dan mengambil tindakan. Ini memang masalah keberanian. Dan sukses adalah milik para pemberani. Jangan pernah menunggu sampai pikiran dan rencana menjadi sempurna. Ambil keputusan dan ambil tindakan. Hanya dengan cara itu sebuah rencana bisa terbukti!

6. Bekerja di luar zona kenyamanan Mereka yang sukses memilih bekerja di luar zona kenyamanan. Bukan berar ti bekerja di bidang yang tidak mereka sukai, tapi bekerja di sebuah ruang waktu yang tidak sepenuhnya terkontrol. Kondisi ini memaksa kreatifitas, inisiatif dan kegigihan. Sebuah kondisi yang seringkali harus dilalui dengan ketidaknyamanan. Tapi sisi lain ketidaknyamanan adalah kenyamanan. Jadi, mana dulu yang harus Anda pilih?

3. Fokus bukan hanya terlihat sibuk Mereka yang sukses bekerja dengan fokus untuk produktif. Mereka tidak hanya terlihat sibuk tapi fokus. Jika Anda berkata, “Saya sibuk!” apakah itu berar ti Anda fokus dan produktif? Belum tentu. Ubah cara pandang Anda. Bekerja dengan fokus untuk produktif. Soal terlihat sibuk atau tidak, biarkan orang lain yang mengatakannya pada Anda. Pernah dengar sindiran halus “Sibuk adalah bukti kemalasan berpikir!” Dari sinilah kalimat Bekerja Cerdas Bukan Bekerja Keras berasal

Masih ada 6 rahasia sukses lainnya. Tunggu ELSHINTA edisi berikut! Wendy Danoeatmadja/Dari Berbagai Sumber, Foto: Ist

4. Membuat keputusan logis Jangan mengambil keputusan penting ketika Anda diliputi kemarahan atau kegembiraan. Keputusan terbaik adalah keputusan logis

83

/ MARET 2012/ TAHUN IV

FILE

Songket Bali

Bali merupakan lumbung industri, pemasok komoditas bagi per­ekonomian tanah air. Ekonomi kreatif sukses berkembang berkat kekayaan budaya dan wisata alam yang mendatangkan banyak turis baik domistik maupun manca negara. Industri garment, souvenir, kerajinan, kuliner, sport, hiburan, agro bisnis, travel, transportasi, jasa, budaya, pariwisata dan lain-lain terutama usaha kecil menengah (UKM) bertumbuh subur. Pangsa pasarnya pun tak saja sebatas lokal, namun potensial ekspor ke luar negeri. Atas dasar kesuksesan bisnis inilah, Majalah Elshinta bekerjasama dengan Universitas Mahendradatta Denpasar me­nyelengarakan INSPIRATRIP BALI 2012 Program InspiraTrip ke tiga setelah ke Yog­ yakarta dan Bandung ini, pesertanya terdiri dari kalangan bisnis dan umum. Berbeda dengan Pematung Istana Bali wisata pada umumnya, para peserta InspiraTrip yang bertatap muka dengan pengusaha Bali dapat langsung menancapkan bisnisnya.Di­antara­ nya membeli franchise, sebagai reseller, membeli produk atau menjual produk usahanya. Di samping itu dari sharing sesama peserta InspiraTrip pun akan menimba pengalaman entre­preneurship sekaligus membuka networking dalam bisnis. Para peserta juga disuguhi siraman pencerahan para pakar pada saat acara Seminar Wirausaha. Seniman Perak

/ FEBRUARI 2012/ TAHUN IV

84

Siapa yang tak suka Bali? Semua orang tentu ingin mengunjunginya, walau sudah berkali-kali tiada bosan. Bagaimana jika berwisata sekaligus mengepakkan sayap bisnis?

Investasi

Rp 4.000.000/ orang

Istana Tampak Siring Bali

Untuk pesanan 2 tiket

@Rp 3.750.000 Kunjungan :

Pis Kepeng Bali

• • • •

Produk Spiritual Bali

Supermarket Bali Hardys

Segera daftarkan diri Anda :

Lia : 021 - 93938019 Tiara : 08568540555

Songket Bali Swastika Pematung Ista na Made Ada Kipas Ngakan Weda Seniman Perak Angel To Ange l Sukawati • Pengrajin Pis Kepeng Bal i • Pusat Obat Pak Oles Denp asar • Produk Sp iritu • Jaringan Su al Denpasar permarket Bal i Hardys • Istana Man cawarna Tamp ak Siring • Puri Guru h Sindang Par idesaUbud • Warung Ik an Laut Pesin ggahan Klungkung • Resto Seaf ood Mina • Jimbaran • Kuta • Pasar Suk Wak awati Pelak tu sanaa n

2–5A : pril 2012

85

/ FEBRUARI 2012/ TAHUN IV

FILE

Kantong-Kantong Industri Bali Songket Bali Swastika – Ini produk kain prada Bali yang didominasi hiasan swastika. Khas dan anggun memang ciri kain-kain Bali. Itu sebabnya, kain Bali bisa menjadi komoditi layak bisnis.

Resto Seafood Mina – Salah satu warung seafood pertama di Jimbaran dan masih menjadi salah satu warung seafood paling terkenal di Denpasar. Simak kiat bisnisnya, nikmati sedap masakannya sambil bersantai di pantai Jimbaran.

Kipas Ngakan Weda – Kerajinan kipas lukis buatan Ngakan Nyoman Wedana yang telah berprestasi di tingkat Nasional, termasuk penghargaan design terbaik dari Presiden RI Kerajinan Perak Angel To Angel – Perak di tangan seniman Bali menjadi kerajinan bernilai tinggi. Salah satu pengrajin perak terkemuka adalah Angel To Angel di Desa Celuk. Uang Kepeng atau Pis Bolong – Kerajinan uang kepeng khas Bali ini amat menarik, terutama karena uang kepeng memiliki nilai dalam budaya masyarakat Bali. Sebuah peluang bisnis kolektor yang sangat menarik. Pusat Obat Pak Oles Denpasar - Gede Ngurah Wididana lebih dikenal dengan nama Pak Oles. Ini gara-gara ia menemukan racikan minyak penyembuh serba guna hasil perpaduan teknologi effective microorganism, yang ia pelajari di Jepang, dengan teknik pengobatan tradisional Bali. Sebuah pusat terapi yang unik.

/ MARET FEBRUARI 2012/ 2012/ TAHUN TAHUN IV IV

Hardy’s Supermarket Bali – Inilah jaringan supermarket terkenal di Bali. Intip bagaimana jaringan ini menguasai pasaran Pulau Dewata .

86

Warung Ikan Laut Pesinggahan Klungkung – Masakan laut bercita rasa khas desa Pesinggahan yang tidak ada duanya di Bali. Puri Guruh Sindang Paridesa Ubud dan Istana Mancawarna Tampaksiring – Sebuah lokasi pengelolaan sejarah Tampaksiring yang dikelola bersama-sama dengan The Soekarno Center. Kesempatan langka dijamu oleh Raja Majapahit Bali ; Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III  Face to Face with Made Ada – Pematung Garuda yang namanya telah mendunia dan karyanya menghiasi banyak istana man­ canegara.

Jimbaran, Kuta, Sukawati – Pusat-pusat wisata dan belanja di Bali. Telusuri peluang yang ada di sana sambil berbelanja.

SENTRA BISNIS

Seperti di Malioboro Yogya, jalan jalan ke Jakarta tidak lengkap rasanya jika tidak berkunjung  ke lesehan Blok M Square. Letaknya yang setrategis di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membuat pusat kuliner ini menjadi primadona masyarakat dari artis hingga turis asing.

LESEHAN BLOK M

Pusat Jajan Artis Hingga Ekspatriat L

esehan Blok M Square bisa dibilang potret lesehan Yogyakarta. Lokasi strategis berada di kawasan pusat perbelanjaan mewah. Para penikmat kuliner, menyantap panganan dengan cara lesehan, duduk duduk santai beralaskan tikar bertemankan selimut malam dalam dinginnya udara malam. Bedanya, para pedagang atau tenan  kuliner di Yogyakarta hanya menjual masakan khas daerah Yogyakarta, sedang lesehan Blok M Square berdagang  beragam masakan Nusantara. Menurut Shandy Eva, Manager Pro­ mosi Blok M Square, lesehan Blok M Square merupakan wadah bagi para pedagang atau tenan lesehan berasal dari kawasan Melawai (sebelum di bangun

/ MARET FEBRUARI 2012/ 2012/ TAHUN TAHUN IV IV

88

Areal lesehan dengan 21 pedagang kuliner Blok M Square tahun 1990an).  “Mereka dahulunya para pedagang lesehan di Melawai. Dan untuk menghidupkan wisata kuliner di Jakarta Selatan ini, khususnya Blok M Square, kami menampung mereka,” ujar Shandy. Selain untuk menghidupkan wisata kuliner di bagian Jakarta Selatan,keberadaan para tenan lesehan di Blok M square ini merupakan pelestarian budaya masyarakat Indonesia. “Makan sambil duduk, bisa dibilang adopsi dari Yogyakarta,” imbuh Manager Promosi Blok M Square ini.

Karena terbatasnya tempat para tenan di tempat ini, jumlahnya dibatasi. Keseluruhan pedagang lesehan berjumlah 21   pedagang. “Jumlahnya sengaja dibatasi, agar suasana nyaman, tertib dan indah tetap dapat dinikmati para penikmat wisata kuliner. Dan apabila ada pedagang baru yang kepengin berjualan di tempat ini, harus menunggu pedagang yang keluar atau tidak berjualan lagi di tempat ini,” papar Shandy. Indri Ernawati, salah satu tenan lesehan di Blok M Square bersyukur karena dapat melanjutkan usahanya

89

di venue pusat perbelanjaan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini. Menurut pengakuannya, ia pelopor lesehan di bilangan Melawai. “Yang mengawali orangtua saya, ibu Hendro. Usaha kita sempat terhenti satu minggu. Saat itu ada pelarangan, dan alhamdulillah berkat komitmen kami untuk menjaga kebersihan dan bantuan bapak RW (rukun warga) akhirnya saya dan pedagang lainnya diizinkan,” cerita Indri. Dibantu 5 juru masak dan 7 pelayan, Indri yang mulai berjualan pukul 20.00 wib hingga pukul 12 dini hari ini, mampu / MARET FEBRUARI 2012/ 2012/ TAHUN TAHUN IV IV

SENTRA BISNIS

Tersedia berbagai menu Nusantara

meraup omzet 350 ribu. “Ini rata rata yang kita dapat, tapi suka lebih,” jelasnya. Awalnya, Indri hanya menjual masakan khas Yogyakarta, gudeg dan krecek saja. Namun, karena beragamnya selera para penikmat kuliner, Indri pun mulai menjual beragam masakan Nusantara. “Saya menjual 50 macam ma­ sakan khas Indonesia. Tamu yang makan sukanya macam macam. Misalkan pelanggan kami, penyanyi Glen Fredly, sukanya sama ikan cakalang, daun pe­ paya, ayam suwir dan ikan

teri. Kalau mas Jamal Mirdad, sukanya pecel, bacem, kalau Rio Febrian, menunya berganti ganti,” terang Indri menjelaskan bahwa langganannya banyak para artis top ibukota. Untuk pelanggan kalangan ekspatriat dan turis mancanegara dari Australi dan Belanda, Indri menyediakan beragam lalapan yang diramu menjadi urap. Nilai masakan yang dijual Indri beragam harga, semisal nasi, gudeg dan krecek, harganya Rp 15 ribu. Jadi, tergantung lauk pauknya. Nasi, udang, pecel,

Indri (jilbab) melayani tamu

Ramai usai pulang kantor

/ MARET FEBRUARI 2012/ 2012/ TAHUN TAHUN IV IV

tempe orek hanya Rp 22 ribu. “Harga mulai 15 ribu sampai 25 ribu,”ujar lulusan SMA 6 Jakarta ini. Untuk menjaga agar pelanggannya tidak lari ke tempat lain, Indri pun sangat memperhatikan cita rasa ma­ sakan, pelayanan yang baik bagi pelanggan, dan berupaya memberi harga yang tidak mahal. “Untuk bumbu masakan, saya memakai bumbu rempah asli tanah air. Selain rasanya nikmat, juga sehat bagi yang mengkonsuminya,” cerita Indri yang mengaku sempat coba coba memakai bumbu instan. Harga sewa yang harus dibayar Indri perbulannya sekitar Rp 3,5 juta dengan luas tempat 15 m2. Bagi Indri harga sewa tempat usahanya tersebut tidak mahal. Agar pelanggan dapat menikmati santapan dengan nyaman, Indri meletakkan 10 buah meja. “Harga sewa tempat tergantung luasnya. Buat saya, harganya sangat sesuai dengan kantong kami,” kilah Indri yang sempat bekerja sebagai tenaga administrasi ini. Teks/ Foto: Dudung Supriyatna.

90

FILE

Pameran IFBC 2012, Tasikmalaya

Transaksi Bisnis Rp 1,89 Miliar oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia ini diikuti oleh 18 perusahaan dan mewakili 23 produk. Hanya dalam waktu tiga hari, total transaksi mencapai Rp 1,89 Miliar. Public Relation Neo Organizer, Fredy F mengemukakan, ini merupakan pengalaman per tama Neo Or ganizer mengadakan pameran peluang usaha dan franchise di Tasikmalaya. “Sangat mengesankan. Animo masyarakat Tasikmalaya ternyata sangat antusias. Banyak pengunjung yang tertarik membuka usaha kuliner, mungkin karena investasi yang terjangkau dan minat masyarakat akan bisnis kuliner. Di Tasikmalaya, jadi pengusaha hanya cukup

B

ertempat di Mayasari Plaza Mall, Jl.Pasar Wetan Arcade No.11 Tasikmalaya, pameran Franchise & Peluang Usaha, NEO Organizer bersama dengan Asosiasi Franchise Indonesia didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia kembali memper temukan masyarakat bisnis dengan berbagai franchise dan peluang usaha yang siap dijalankan. Kegiatan ini berlangsung hanya 3 hari, 3-5 Februari 2012. Beberapa usaha turut hadir memeriahkan pameran tersebut, antara lain Mr.Montir, Kebab Turki Baba Rafi, D’Goen Aneka Rasa, Kebab Kings, Mcoin, Lovely Jello, Bakmi Naga, Primagama English, Cipta Tour & Café, Baso Balungan, Super Champ Education, Java Freeze, Cipaganti Travel, Oriflame, Bebek Abi, Ayam Bakar Mas Mono dan sejumlah usaha lainnya. Dalam kegiatan tersebut, telah disiapkan 20 tipe paket peluang usaha nasional yang bisa untuk dijalankan, mulai dari investasi Rp 500 ribu sampai ratusan juta rupiah. Acara yang didukung / MARET 2012/ TAHUN IV

92

dengan modal Rp 6 jutaan,” ucapnya. Lebih lanjut, Fredy menjelaskan, transaksi terbanyak terdapat pada usaha kuliner kebab, terbukti rata-rata usaha kebab yang hadir memperoleh setidaknya 3 mitra dengan investasi masing-masing per unit paket usaha mencapai Rp 30 juta hingga Rp 60 juta. Teks: Choen/Foto: Dok. IFBC

Richi Event Organizer

Pameran Primadona Batik Dulu batik hanya dipakai kondangan pengantin, kini setiap Jum’at menjadi pakaian wajib perkantoran. Bahkan motifnya yang elegan, banyak menghiasi berbagai produk, tak saja baju tapi tas, sarung hp, sandal, hingga mobil. Batik budaya asli Indonesia menjadi primadona sampai mancanegara.

S

ebagai upaya untuk melestarikan dan memicu semangat berkarya, sekaligus melestarikan produk produk asli indonesia agar bisa bersaing di era pasar bebas, diperlukan sarana memperkenalkan dan menjual karya-karya kreatif anak bangsa. Untuk itulah, Richi Event Organizer menggelar sebuah pameran dan bazar bertajuk ‘All About Batik’ yang berlangsung selama satu bulan di Entertainment X-nter (eX) Nutz Market L1-T39 Plaza Indonesia, Jl. MH. Thamrin kav-13 Jakarta 10350 (10 Januari-9 Februari 2012). “Saya yakin, anak bangsa dapat berkreasi dengan inovasi dan karya yang memiliki nilai jual tinggi. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi dan mempromosikan produk Indonesia. Selain itu, kami ingin mengajak partisipasi aktif masyarakat untuk mencintai produk sendiri, membentuk pandangan positif terhadap produk sendiri, memacu semangat untuk berkar ya di arena pasar bebas. Dengan ini, mudah-mudahan bisa semakin memperbaiki perekonomian bangsa kita,” ucap Chi Chi, Event Director Richi Event Organizer. Dalam kesempatan itu, beragam produk asli Indonesia pun dipamerkan. Karena bertemakan All About Batik, produk yang dipamerkan adalah barangbarang etnik dalam negeri seperti kain batik, sandal batik, casing HP batik, kain songket, tas, baju, pernak pernik etnik dan sejumlah barang bernuansa batik lainnya. “Pada pameran kali ini, terasa lebih speaktakuler karena kegiatan ini didukung juga oleh Putri Indonesia Pariwisata 2011 Andi Natasya . Stand kami pun cukup banyak seperti Aryodira Boutique, Griya Batik Truntum, Damora Batik, Batik Case, Daoen Momidji, Mustika Ratu, Tertya

Bag, Pasrina Gallery, Nuzt Market dan beberapa stand pendukung lainnya seperti Bogor Nirwana Residence, The Premier Best Western, E-Trading Securities dan lainnya. Pameran dan Bazar ini juga didukung oleh Koperasi Karyawan Bank Bukopin, PT Duraskin Indonesia dan Hotel Grand Ussu Puncak,” sebut Chi Chi. Pada kegiatan ini, para UKM diberikan kesempatan untuk mempresentasikan produk mereka mulai dari proses pembuatan sampai pemasarannya. Teks: Choen/Foto: Dok. Richi

93

/ MARET 2012/ TAHUN IV

FILE

Top 1 Panen Penghargaan

B

aru-baru ini Top 1 yang telah 32 tahun menjadi produk asupan otomotif, mencatat prestasi meraih Penghargaan Superbrands dan Top Brand Award berkat kualitasnya. “Kami bersama tim riset, komunitas otomotif dan para profesional mengadakan pembuktian keunggulan poduk kami yang sudah tercatat 2 kali di Guiness Book World of Records ini,” ujar Thomas Dosy, CEO TOP 1 Indonesia. Selain itu  TOP 1 Indonesia juga memperoleh beberapa Penghargaan dari Organisasi Marketing lokal mau pun internasional antara lain ICSA, IBBA, SBBI, Satria Brand, Digital Marketing Award. Sementara itu, TOP 1 USA juga kembali mendapatkan penghargaan prestisius “Expor ter of the Year Award 2011” dalam kategori otomotif, yang akan diserahkan dalam Asia/Pacific Business Outlook Conference pada 27 Maret 2012, di Los Angeles. Berkat kehebatannya di dunia bisnis otomotif, tahun 2010 TOP 1 mendapatkan Official

Letter of Satisfaction  dari LOTUS Cars Malaysia. Karena produsen ini telah mendukung Empire Motorsport Racing Team, dalam kerjasama teknik dengan LOTUS Cars Malaysia dan Lotus UK sejak pendirian Race Team pada 2008. Tahun lalu TOP 1 Oil Products menerima Rekomendasi Resmi (OEM Approval) dari BMW, Mercedes, Porsche dan Audi/ Volkswagen.

Pemenang Jurnalistik Adinegoro 2011

S

ayang Dewan Juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2011 Kategori Liputan Investigasi – yaitu Tribuana Said (jurnalis senior), Artini Suparmo (dosen jurnalistik), dan Marah Sakti Siregar (pengurus PWI Pusat) tidak menemukan tulisan yang greget, sehingga pemenangnya dinyatakan nihil. Kategori Tajuk/Editorial diraih Suara Pembaruan berjudul ”Parpol Sumber Korupsi”. Anugerah / MARET 2012/ TAHUN IV

94

Adinegoro yang diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2012, tanggal 9 Februari di Jambi. Juga mengumumkan kar ya Jurnalistik Karikatur berjudul ASING kar ya Jitet Kustana (KOMPAS), Kategori Jurnalistik Foto berjudul RAZIA PMKS kar ya M. Agung Rajasa (LKBN ANTARA), Kategori Jurnalistik Televisi berjudul MENGGARAMI LAUTAN GARAM (KOMPAS TV) dan penghargaan khusus HPN Kategori Jurnalistik Siber karya Masuki M. Astro berjudul INDONESIA DALAM MADE RAI DAN RA’I (www.antarajatim.com). Panitia Anugerah Adinegoro 2011 menyediakan hadiah sebesar Rp50.000.000 ser ta trofi bagi peraih Anugerah Adinegoro. Ada pula penghargaan, Medali Emas untuk Kemerdekaan Pers diberikan kepada mantan Menkominfo Muhammad Nuh. Serta Penghargaan khusus fotografer M. Irvan, dari Media Indonesia, untuk karya foto seorang anggota DPR yang sedang menonton video porno.

MEDIASI

Belajar

Sambil Berbisnis Kalau melihat banyak sarjana belum mendapat kesempatan kerja, maka belajar sembari berbisnis sangatlah tepat. Selain mengamalkan teori dalam study, finansial juga terbantu. Tapi mungkin Anda punya tanggapan sendiri? ď ŽFoto: Ist

Antara Minus dan Plus Sebenarnya, berbisnis saat kita masih menyandang status sebagai pelajar/mahasiswa ada bagusnya juga. Setidaknya, dengan bisnis yang kita lakukan itu, ketika memasuki dunia kerja sesungguhnya, tentu setelah tamat belajar, ada pengalaman yang sudah didapat. Bisa jadi karena kebiasaan kita berbisnis/bekerja itu, semakin mempermudah kinerja kita. Namun, jika keduanya dilakukan dalam waktu bersamaan, ya tidak efektif juga. Akan berat dalam hal memenej waktunya. Meisia, Jakarta / MARET 2012/ TAHUN IV

96

Kesempatan Bagus! Menurut saya, belajar sambil bisnis itu hal yang positif dan bagus sekali. Asalkan, kita yang menjadi ownernya, jangan jadi karyawannya. Kalau jadi karyawan, pasti waktu bakal terganggu. Sementara, kalau kita sebagai ownernya, kita bisa mempekerjakan orang lain dan belajar kita tidak terganggu. Posisi kita hanya memiliki konsep dan mengontrol kelancaran bisnis. Yang terpenting, kita harus optimis dan bisa melihat ke depan. Selain itu, sebelum memulai bisnis, kita harus memiliki relasi yang cukup untuk pengembangan. Culonk, Wiraswasta, Sukabumi

Asal Tidak Mengganggu Bagi saya, selama kegiatan bisnis itu tidak mengganggu aktivitas belajar, tentu itu boleh-boleh saja. Faktanya pun banyak juga, mahasiswa yang sukses berkarir sebelum ia lulus kuliah. Namun, jika kemudian, bisnis yang dilakukannya malah mengganggu aktivitas belajarnya, pilihan akhirnya kembali kepada kita sendiri. Mau bisnis atau mau belajar? Fokus kita mau kemana. Konsekuensinya, ya pilih salah satunya. Hilda, Depok

Belajar Mandiri Tentu saja, belajar sambil berbisnis itu banyak positifnya. Diantaranya saja, belajar mandiri dan kita bisa mengenal dunia bisnis sejak dini. Bahkan, saat ini di sekolah-sekolah tertentu, sudah diajarkan mata pelajaran kewirausahaan. Artinya apa? Pelajar sudah diajak untuk bisa berbisnis sedini mungkin. Tentunya itu bukan tanpa negatifnya. Jika makin terlena dengan bisnisnya, pastinya akan menghambat proses belajar karena konsentrasi yang terbelah, antara belajar dan bisnis. Tapi, whatever, bisnis sambil belajar itu banyak hal positifnya. Pintar-pintar kita saja mensiasati dan membagi waktunya. Soleh, Guru SMK, Kuningan

97

/ MARET 2012/ TAHUN IV

KONSULTASI

Psikologi Bisnis Dr Andri SpKJ adalah seorang psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison. Kini ia sebagai wakil Indonesia satu-satunya di American Psychosomatic Society dan The Academy of Psychosomatic Medicine, organisasi Psikosomatik yang berkedudukan di Amerika. Aktif di World Psychiatric Association pada bidang Psychiatric, Medicine and Primary Care. Tugas rutinnya mengajar di FK UKRIDA dan dokter penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang.

Usaha Malu Kolega

Yth. Dr Andri Demi menumbuhkan kasanah bisnis dalam keluarga, saya mengajarkan isteri dan anak saya dengan membuka usaha. Karena saya bekerja di sebuah instansi, maka usaha membuka kuliner dimsum hanya di hari libur Sabtu Minggu saja. Kadang ada rasa malu ketika saya sedang memasak atau meladeni tamu ternyata dia kolega saya di kantor. Bagaimana cara menghilangkan rasa malu tersebut Dok? Haris Man Bandung

/ MARET 2012/ TAHUN IV

98

Solusi :  Pak Haris yang baik, Baik sekali apa yang dilakukan oleh bapak dan keluar ga. Mempunyai jiwa wirausaha memang sangat dibutuhkan dalam kondisi ekonomi saat ini. Banyak juga orang-orang yang saya kenal awalnya sebagai karyawan dan sekarang memilih menjalani wirausaha sendiri. Saya pikir tidak perlu malu dengan apa yang bapak alami. Hal itu malahan sebenarnya harus menjadi kebanggaan di mana ketika orang masih menjadi orang gajian, bapak sudah mulai merintis ke arah wirausaha dan mungkin jika usahanya semakin maju maka bapak akan lebih fokus ke usaha ini. Rasa malu timbul dari perasaan tidak percaya diri dan merasa orang lain lebih baik daripada kita, padahal kenyataannya pada kasus bapak sebenarnya bapak seharusnya malah berbangga diri. Tidak ada yang salah dari melayani pelanggan karena di sinilah seorang pengusaha diuji dari tingkat awal agar memahami benar-benar usahanya dengan cara terjun langsung. Saya malah berpikir bapak akan menjadi contoh bagi teman-teman bapak. So..Kenapa harus malu. Salam Sehat Jiwa ď ŽFoto: Ist

Persiapan Pensiun Yth. Dr Andri Tahun depan saya pensiun, saya takut sindrom karena kehilangan kebiasaan kerja di kantor. Saya ingin berbisnis, tapi tidak ada darah bisnis sedikitpun mengalir di kehidupan saya. Apa yang harus saya lakukan Dok, apakah bisa sedikit dipaksakan? Saya hobi bercocoktanam dan pecinta hewan. Agus Wibowo Yogyakarta Solusi :  Pak Agus yang baik, Masa pensiun memang bagi sebagian orang bisa sangat menakutkan. Membayangkan diri tidak lagi bekerja dan kehilangan rutinitas akan bisa membuat orang stress. Belum lagi dengan fakta penelitian yang mengatakan semakin tua seseorang maka kemungkinannya mengalami depresi akan

semakin besar. Keinginan wirausaha tentunya perlu pemikiran yang cukup lama,bukan hanya sekedar suatu cara untuk menghabiskan sisa waktu sejak pensiun. Betul ada orang-orang yang mempunyai “bakat” atau bahasa bapak “darah” wirausaha, tetapi saya yakin hal itu sebenarnya dapat dipelajari. Itulah mengapa banyak orang mulai mencari-cari bentuk usaha yang akan digelutinya selepas pensiun sejak beberapa tahun sebelum pensiun. Tapi setahun saya pikir masih cukup untuk memikirkan hal tersebut. Ada baiknya usaha adalah sesuatu yang mendukung hobi bapak agar mampu menghasilkan yang terbaik dan perasaan suka menjadi lebih kuat. Mungkin usaha pet shop atau berhubungan dengan tanaman bisa menjadi pilihan. Selamat berkreasi. Salam Sehat Jiwa Foto: Ist    

Bila Anda memiliki problematika psikologi dalam menjalankan usaha, Anda dapat menemukan solusinya pada Rubrik Konsultasi Psikologi ini. Dr Andri SpKJ akan memberikan sharing agar Anda terlepas dari belenggu permasalahan. Silakan kirim keluhan Anda ke Redaksi Majalah Elshinta atau email ke majalahelshinta@gmail.com.

99

/ MARET 2012/ TAHUN IV

SURAT PEMBACA

@MajalahElshinta Qori Annisa Muthi @muthi26 Nur SyaHidin @AssasinHidin

tiketnya brapa? “@MajalahElshinta: Yuk jangan lupa ikutan InspiraTrip Bali, 2-5 April 2012.�

Baca2 @MajalahElshinta jadi pengen bisnisan lagi :) ky dulu, prospek 2012 pa ya? Baca Konsultasi Franchise

Investasi Rp 4 juta atau berdua @ Rp 3.750 ribu

Historee @HistoreeID

winda fajarwati @alvinosztawinda

@InfoBALI_ Jejaring sosial #Historee akan mendukung acara InspiraTrip to Bali-nya @ MajalahElshinta 2-5 April. Sampai jumpa di Bali.

@MajalahElshinta info langganan donk Kontak Hotline: 021-93938019

irfan syah @sectorirfan

Sampai jumpa Bali

@MajalahElshinta Selamat pagi Majels, aku turut follow nieh. alhmdulillah sudah 6 Edisi rutin baca terus Majels.Sudah jatuh hati sama majels

Santoso @Santososalim @MajalahElshinta. Saya sangat terkesan dgn 6 tips dr didiLicious Cakes di majalah elsinta yfrog.com/ kea39vbj

Adree @TOP @MajalahElshinta Selamat pemenang Anugerah Majels Cak Eko, Elang Gumilang , Brian Yaputra dan para entrepreneur lainnya.... sukses selalu

Green Alvina Pusat @HC_ GreenAlvina Halo sahabat cantik, kisah sukses Ibu wulan okky pendiri Green Alvina dpt dibaca di majalah elshinta edisi Februari 2012 @MajalahElshinta

/ MARET 2012/ TAHUN IV

Twitter: @majalahelshinta Menerima saran-saran, kritik, opini dan lain-lain dari Anda yang akan di muat di rubrik ini.

100 100

displayELSHINTA.indd 108

17/02/2012 11:20:21

BISNIS UNIK

Studio Mini Andabox

Rekaman Instan Orbit di Youtube Sinta Jojo, Norman Kamaru bahkan Justin Bieber adalah sosok popular yang melejit gara-gara gayanya di Youtube. Andy Christianto Dwi Hardjatmo yakin bahwa setiap orang punya kesempatan serupa. Ia pun tergoda untuk membuka studio rekaman mini di pusat keramaian mall Jakarta dengan modal Rp 50 juta.

S

etelah dua tahun merancang konsep dan mengumpulkan modal, kini Andy Christianto Dwi Hardjatmo akhirnya berani membuka usaha impiannya yakni studio rekaman mini atau stand recording. Mengambil tempat di Blok M Square lantai 3, Andy memberi nama stand recordingnya itu dengan nama Andabox. Pria yang telah lama malang melintang di bidang Production House ini awalnya sempat bimbang, mengingat usaha yang banyak dirintis oleh kebanyakan orang adalah usaha di bidang kuliner. “Tadinya sempat agak bingung, buka usaha apa ya? Makanankah, tapi akhirnya saya mantap untuk membuka usaha stand recording ini,” tutur pria berkacamata ini. Biasanya usaha rekaman menjadi pasar bagi para ar tis atau mereka yang punya keinginan menjadi penyanyi professional. Sebutlah Wanna B / MARET 2012/ TAHUN IV

Music Production yang merupakan produsen musik yang ada di kawasan Jalan KH. Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2007 ini berawal dari bisnis kafe yaitu Wanna B Cafe & Resto,  dilengkapi dengan studio rekaman instan dimana pelanggannya bisa menyanyi dan merekamnya dalam bentuk CD album musik pribadi. Wanna B Music Production mengorbitkan Afgansyah Reza, atau yang tenar disapa Afgan. Gerai Andabox yang Andy miliki memang tak sebesar Wanna B, namun di atas lahan seluas 260x260 meter yang Andy sewa sebesar Rp 1,5 juta setiap bulannya itu Andy sudah melihat minat yang cukup massif dari publik yang kerap wara wiri di Blok M Square. “Biasanya mereka selesai nonton di bioskop, suka mampir ke Andabox dan tertarik untuk rekaman disini,” imbuhnya.

102

Popularitas Sinta-Jojo

Beberapa tahun belakangan, memang banyak ar tis baru yang bermunculan. Bak cendawan di musim hujan, artis-artis baru tersebut melesat di dunia hiburan lewat aksi mereka melalui Youtube. Sebutlah Justin Bieber, kemampuan bermusik remaja asal Kanada yang berhasil membuat histeria jutaan remaja putri di seantero dunia lewat lagunya berjudul Baby itu ditemukan melalui Youtube. Begitu pun dengan Norman Kamaru. Mantan anggota Brimob Gorontalo itu juga melejit lewat Youtube setelah aksinya bernyanyi Chaiyya Chaiyya milik Sharukh Khan. Juga, duet Sinta Jojo yang popular karena menyanyikan secara lipsing lagu dangdut Keong Racun. Diakui Andy, inspirasinya untuk membuka Andabox datang saat melihat sosok Sinta Jojo yang semakin popular karena disorot media massa. Dua mahasiswa asal Kota Bandung itu membuka pikiran bagi ayah dari satu orang putra bernama Rama Cahyandi Putratama ini bahwa era kebebasan teknologi memberikan ruang yang cukup lebar bagi mereka yang ingin eksis. “Lihat Sinta Jojo, yang bisa tiba-tiba terkenal saat itu, jadi membuat saya berpikir untuk membuka usaha yang bisa menjadi media bagi siapa saja untuk eksis,” katanya. Mengupayakan modal sekitar Rp 50 juta dari uang tabungannya, Andy kemudian mulai mencari tempat dan perangkat untuk menunjang studio rekaman mininya tersebut. “Selain konsep, saya juga mulai mencari perangkat yang menunjang untuk membuka studio ini. Pemilihan tempatnya sendiri di Blok M, karena di sini cukup ramai dikunjungi banyak orang,” paparnya.

Pengunjung mengantri rekaman

Andy Christianto Dwi Hardjatmo Berbeda dengan studio rekaman mini lainnya yang sudah ada, Andy tak hanya merekam suara para pengunjung yang menyanyi di gerai rekaman mininya. Namun, ia juga merekam aksi konsumennya ketika melakukan rekaman. Sesuai dengan persetujuan dari konsumen, Andy juga kerap mengunggah video yang berisi aksi dari setiap konsumen yang melakukan rekaman di Andabox. Sekitar 70 persen dari pengunjung dan konsumen yang datang dan rekaman juga tak berkeberatan kala Andy meminta izin untuk mengunggah aksi mereka ke Youtube. “Yang membedakan kami dengan stand recording lainnya, kami tak cuma merekam suara, namun kami juga merekam aksi konsumen saat rekaman dan kemudian diupload ke Youtube,” cerita Andy. Setiap pengunjung yang melakukan rekaman tentunya memiliki keunikan masing-masing dalam beraksi. Keunikan aksi setiap pengunjung yang melakukan rekaman itu pun kemudian dipadukan dengan penggalan-penggalan video klip dari penyanyi atau band yang aslinya membawakan lagu yang dinyanyikan dalam proses mixing. Bagi pengunjung yang menginginkan suara dan aksinya direkam dalam bentuk DVD, Andy mematok harga Rp 25 ribu. Sedangkan Rp 20 ribu, bagi mereka yang hanya ingin mengabadikan hasil rekaman mereka dalam bentuk suara dan dikemas dalam CD. Meski masih baru 1,5 bulan membuka stand recordingnya, diakui pria yang kini menjabat sebagai produser di rumah produksi Shandika di Cipinang, Jakarta Timur itu, setiap harinya Andabox cukup membuat para pengunjung mall tertarik dan ingin mencoba rekaman di dalamnya. Teks: Octa /Foto:Okie

103

/ MARET 2012/ TAHUN IV

KONSULTASI

Niam Muiz, Msc, MPsi Ia adalah seorang inspirator handal dan konsultan bisnis, master trainer tamatan Amerika Serikat yang telah menelorkan lebih dari 8.000 eksekutif pada berbagai level jabatan dan fungsi di berbagai wilayah Indonesia. Pria berusia 49 tahun yang sudah malang melintang selama 20 tahun di dunia training ini, kini menjadi Presiden Direktur PT Inspira Consulting, Jakarta.

Peluang Bisnis Musiman Tanya: Pak Niam yang baik‌ Saya tertarik dengan bisnis musiman yang sepertinya tidak terlalu menyita banyak waktu. Menurut Bapak, apa kiatnya untuk melakukan bisnis musiman? Misal lebaran bisnis kue dan parcel, tahun baru bisnis kembang api dll. Apa bisnis musiman ini masih menjanjikan untuk dijalankan? Terima kasih atas masukannya. Irwanto, Tegal Jawab: Bisnis musiman oke untuk mereka yang punya income menetap di bidang lain (maybe masih jadi pegawai, atau ada bisnis utama yang sudah menghasilkan). Sebab inti dari

bisnis musiman adalah mengeduk sejumlah keuntungan dari perdagangan semusim. Lagi musim mangga, Anda jual Harumanis. Lagi musim kambing, Anda supply Qurban. Lagi musim kawin, Anda jadi EO pernikahan. Pertanyaan mendasar untuk pebisnis multimusim begini, bukannya ketika supply rendah, Anda bisa jual premium ?! Dan Anda sudah punya jejaringnya khan, berdasar musim sebelumnya?! Lalu, kenapa tidak disiasati untuk dijalani terus. Pasti lebih untung kok, walau pasarnya menyempit. Bisnis penyewaan organ tunggal plus penyanyi goyangnya di musim nikah, konon masih menguntungkan. Bisnis toilet, di bulan-bulan Festival seper ti Mei – Agustus, terbukti menguntungkan. Tidak ada keraguan bisnis musiman, ter masuk bisnis bikin lemang Sumatera, saat bulan puasa pun, sangatsangat menguntungkan. Tapi sekali lagi pertanyaan saya, mengapa harus “dimusiman-kan�?! Kenapa tidak bangun reputasi sepanjang tahun dalam bidang itu?! Anda jawab sendiri, bisik-bisik pada diri sendiri.

/ MARET 2012/ TAHUN IV

94

Saat Tepat ‘Membunuh’ Bisnis Tanya: Pak, saya sedang menjalani sebuah bisnis kuliner. Tapi lama kelamaan saya merasa tak nyaman karena cenderung merugi. Lalu, menurut Bapak kira-kira sampai kapan sih kita harus ber tahan dalam sebuah bisnis tertentu? Dengan kata lain, kapan kita harus ‘membunuh’ bisnis yang kita lakukan? Dalam kondisi seperti apa? Vijay, Semarang Jawab : Bisnis itu har us “dibunuh” ketika tendensinya akan “membunuh” kita. Nah, stop deh. Tiap kali diisi modal, seperti pasir sedot, habis terus. Kalkulasi Anda salah, atau ada

hal lain yang sangat signifikan dalam bisnis tersebut yang tidak Anda kuasai. Malah nanti hal tersebut lebih menguasai pikiran Anda. Itu namanya kesusu- dalam bahasa Jawa. Atau obsessed, dalam bahasa para psikolog. Sudah tidak sehat lagi. Jadi siapa yang menentukan bisnis itu sudah masuk kriteria obsessif?! Ya mental Anda sendiri. Beberapa konglomerat yang saya tahu masih mempertahankan bisnis lamanya yang sama sekali tidak menguntungan, ya silahkan. Mentalnya, maybe karena kongklomerat, belum cukup exhausted. Ya jalankan terusssss lah. Tapi kalau di kelas UKM, apapun yang dicoba 3 x suntikan, masih masalah. Tinggalkan!

Redaksi Majalah Elshinta menerima pertanyaan seputar konsultasi bisnis. Jika Anda memiliki keluhan dan problematika mengenai bisnis yang akan atau sedang dijalankan, silakan layangkan pertanyaan Anda ke alamat redaksi kami atau melalui e-mail: majalahelshinta@gmail.com. 95

/ MARET 2012/ TAHUN IV

INFO UKM

KREDIT USAHA RAKYAT

Benar-Benar Tanpa Agunan M

enteri Perindustrian, M.S. Hidayat sudah menegaskan akses Kredit Usaha Rakyat dengan nominal sampai dengan Rp 20 juta wajib direalisasi lembaga perbankan, meski tanpa agunan. “Itu sudah menjadi kebijakan pemerintah untuk merealisasikan Kredit Usaha Rakyat tanpa agunan jika nominalnya sampai Rp 20 juta,� kata Hidayat. Kebijakan itu sesuai kesepakatan yang dicapai dalam per temuan koordinasi kementerian terkait di Jakar ta. Dengan demikian, tambah Hidayat, akses KUR dengan nominal sampai 20 juta / MARET 2012/ TAHUN IV

rupiah tetap dan tidak akan menggunakan agunan. Ini memberi kesempatan pada usaha kecil untuk memanfaatkan dana Kredit Usaha Rakyat itu. KUR merupakan salah satu klaster kebijakan pemberdayaan masyarakat yang diluncurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 November 2007. Peluncuran KUR merupakan upaya pemerintah dalam mendorong perbankan menyalurkan kredit atau pembiayaan UMKM dan Koperasi yang juga merupakan tindaklanjut dari penandatangan nota kesepahaman (MoU) menteri terkait tentang

106

penjaminan kredit, tanggal 9 Oktober 2007. Penjamin kredit atas nama pemerintah yakni PT Askrindo dan Perum Sarana Pengembangan Usaha. Implementasi me­lalui enam bank pemerintah yakni Bukopin, Bank Mandiri, BTN, BNI, BRI dan Bank Syariah Mandiri. Selain enam bank pemerintah itu, penyaluran juga dilakukan oleh bank daerah. Untuk lima tahun ke depan, pemerintah berupaya meningkatkan penyaluran KUR hingga mencapai Rp100 triliun agar dapat menurunkan angka kemiskinan sesuai target yang diharapkan.

Sempat beberapa waktu membingungkan masyarakat, akhirnya Kredit Usaha Rakyat dinyatakan tanpa agunan. Meski begitu masih ada beberapa lembaga penyalur kredit yang enggan menginformasikannya. petugas BRI, dinas di kantor mana, daerah apa, kemudian laporkan karena sudah saatnya sikap tegas diberikan kepada petugas nakal,â€? ujar Hidayat. Penyaluran KUR juga sebaiknya diikuti dengan upaya penyadaran pada semua kreditor agar menggunakan dana kredit hanya untuk usaha dan bukan untuk kebutuhan konsumtif, tambahnya. ď Ž Wendy Danoeatmadja/ Dari Berbagai Sumber, Foto: Ist

Usaha peternakan ayam

Pemerintah mengalokasikan dana penjamin sedikitnya sebesar 2 triliun rupiah per tahun sejak 2010 hingga 2014. Dengan alokasi dana penjamin sebesar 2 triliun setiap tahun dan gearing ratio 10 kali, maka alokasi KUR per tahun sebesar Rp 20 triliun. Dana penjamin sebesar Rp 2 triliun per tahunnya itu berasal dari APBN yang akan disalurkan kepada bank peminat penyalur KUR. Kini, penyalur KUR bukan hanya bank pemerintah saja tetapi juga bank swasta.

Perbankan Nakal

Ketidakjelasan informasi diperlukan tidaknya agunan pada KUR memang sudah dimualai sejak program ini diluncurkan. Di banyak daerah, KUR bahkan dipahami sebagai kredit dengan agunan yang dijamin oleh pemerintah sehingga banyak yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Padahal tujuan KUR jus-

tru meringankan sektor usaha kecil, bukan menyulitkan. Kondisi ini ternyata disebabkan oleh kurangnya pengawasan secara langsung. Masih ada oknum tidak ber tanggungjawab di pihak penyalur yang justru memanfaatkan program ini untuk menyalurkan kredit dengan agunan yang menjadi pelayanan bank tempatnya bekerja. Khususnya di bank swasta, kepentingan penjual produk layanan menjadi lebih penting dari pelayanan penyaluran KUR. Tak hanya bank swasta, lembaga perbankan milik pemerintah di daerah juga kerap melakukan hal serupa ; menyulitkan proses kredit. Hidayat bahkan menyatakan, Dirut BRI selaku pemimpin lembaga perbankan yang paling banyak menyalurkan dana KUR meminta bantuan semua pihak untuk mendata petugas BRI yang nakal. “Jika ada pengaduan masyarakat tolong dicatat nama

107

/ MARET 2012/ TAHUN IV

POTENSI DAERAH

LOMBOK TENGAH

PINTU MASUK BISNIS

/ MARET 2012/ TAHUN IV

108

INTERNASIONAL

Bandara Internasional Lom bok, sudah beroperasi

Dibukanya Bandara Internasional Lombok, tentu menjadi pintu masuk bagi bisnis dunia. Disinilah saatnya beragam potensi industri berkembang, mulai dari wisata alam, budaya, kerajinan, mineral hingga kuliner yang terkenal. Kabupaten Lombok Tengah siap menyambut investasi dengan sarana dan prasarana berskala internasional.

109

/ MARET 2012/ TAHUN IV

POTENSI DAERAH

Pantai - pantai di Lombok siap dikembangkan

K

abupaten Lombok Tengah berbatasan de­ngan Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur di bagian barat dan timur. Di bagian selatan, Kabupaten ini dibatasi Samudera Indonesia dengan hamparan pantai yang indah. Secara keseluruhan Kabupaten Lombok Tengah  memiliki luas 1.208.39 km². Topografinya lengkap. Di bagian utara merupakan kawasan pegunungan – termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Kawasan ini sangat cocok untuk perkebunan. Di kawasan tengah me­r upakan daerah dataran rendah yang cocok untuk per tanian. Sementara di kawasan selatan, terhampar kawasan berbukit dengan ketinggian mencapai 300 meter. Juga kawasan pantai yang cocok untuk daerah wisata. Kabupaten Lombok Tengah terbagi atas 12 Kecamatan. Ibukotanya Praya. Sensus tahun 2009 mencatat jumlah penduduk Kabupaten Lombok Tengah mencapai lebih 800 ribu jiwa. Kepadatan penduduknya rata-rata 200 orang perkilometer persegi. Penduduk kabupaten ini, seper ti umumnya masyarakat Lombok, dikenal relijius dan amat menghormati pemuka adat dan agama. Kondisi psikologis ini patut mendapat perhatian para investor yang ingin berbisnis. / MARET 2012/ TAHUN IV

Seper ti dua kabupaten lainnya, Lombok Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang masih amat potensial. Investasi pada usaha pemanfaatan hasil bumi dan industri pengolahan sumber daya alam dalam skala kecil dan menengah merupakan pilihan yang paling cocok. Namun kedepan, industri kecil dan menengah bisa mengembangkan diri hingga skala besar. Ini terutama didorong oleh makin tingginya mobilitas penduduk dari luar Kabupaten Lombok Tengah ke daerah ini. Apalagi, Bandara Internasional Lombok sudah rampung. Pintu lalu lintas manusia antar negara ini, diharap mampu mendongkrak sektor wisata Lombok yang makin mengkilap. Muaranya adalah perkembangan sektor lain untuk mendukung pariwisata dan akhirnya menumbuhkan peluang usaha ser ta peluang kerja.

Sektor industri

Berapa besar sumbangan sektor industri dapat menggambarkan tingkat kemajuan suatu daerah dalam bidang ekonomi. Jumlah industri kecil di Kabupaten Lombok Tengah tercatat sebanyak 37.365 unit dengan tenaga kerja yang diserap sebanyak 78.377 orang. Dari jumlah

110

111

/ MARET 2012/ TAHUN IV

POTENSI DAERAH

tersebut yang tergolong industri formal hanya mencapai 3,35% atau sebanyak 1.252 unit. Sisanya adalah industri kecil nonformal dengan jumlah 36.113 atau 96,65%. Tenaga kerja yang terserap sebesar 17,78% pada industri kecil formal dan sebagai besarnya yakni 82.22% pada industri non formal. Namun bila dilihat dari rata – rata jumlah tenaga kerja yang terserap untuk tiap unit usaha, maka untuk setiap satu unit usaha industri kecil formal terserap sebanyak 11 orang tenaga kerja. Sementara untuk satu unit industri kecil non formal terserap kurang dari dua orang tenaga kerja. Data-data ini menunjukkan bahwa hubungan antara sektor industri kecil dan jumlah tenaga kerja masih belum seimbang. Padahal industri kecil memiliki beberapa sektor yang masih bisa berkembang. Misalnya industri kerajinan rakyat yang menyimpan potensi yang menjanjikan. Ada beberapa faktor yang membuat sektor ini sangat layak dikembangan sebagai investasi bisnis. Per tama, industri kerajinan rakyat di kabupaten ini kebanyakan masih bersifat lokal. Pelakunya kebanyakan adalah wanita yang melakukan ke­giatan untuk mengisi waktu luang dan menambah penghasilan. Jadi, sifatnya belum menjadi industri yang profesional dan terpadu.

Kain songket Suku Sasak

/ MARET 2012/ TAHUN IV

Gerabah di Banyumulek Kedua, hasil industri kerajinan di Lombok Tengah berkualitas tinggi. Buktinya telah mampu menembus pasar mancanegara. Hanya saja pemasarannya dibawah nama daerah lain. Dengan perencanaan pengembangan yang baik, industri kerajinan rakyat di Lombok Tengah bukan tidak mungkin menjadi industri besar yang mampu meraup keuntungan. Makin tingginya kunjungan wisatawan mancanegara ke Lombok dan makin besarnya kebutuhan kerajinan rakyat menjadikan sektor ini menjadi pilihan investasi yang menjanjikan. Bebe­ rapa jenis industri ke­ rajinan rakyat yang po­ tensial dikembangkan di Lombok Tengah antara lain tenun gedongan, ukiran batu, Mebel Cukli sampai kerajinan anyaman daun lontar. Sebagai contoh tenun Sukarare dan keramik Banyumulek sudah sangat terkenal di kalangan pen­ cinta kerajinan tangan. Banyumulek dan Penujak memang desa yang telah memproduksi keramik dan gerabah secara tradisional sejak lama. Hasil produksi kedu desa ini dipakai oleh

112

Ayam bakar taliwang

masyarakat Lombok Tengah sebagai bagian dari peralatan rumah tangga sehari-hari. Hanya tinggal menunggu investasi yang dikelola secara professional untuk membawa kerajinan-kerajinan ini ke pasaran dunia secara langsung. Industri non-kerajinan pun menyimpan peluang yang menggiurkan. Beberapa contohnya adalah industri minyak kelapa, tahu tempe, manisan kelapa, manisan pala, gula aren, rumput laut dan garam. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan lokal dan kebutuhan di Indonesia Timur seper ti Sumbawa, Flores dan Timor, industri ini diyakini mampu bersaing. Yang dibutuhkan adalah pola pengembangan yang menyeluruh mulai dari efisiensi pengolahan, produksi hingga pengemasan dan pemasaran.

Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Lombok Tengah sampai saat ini masih mengandalkan sektor per tanian sebagai penyumbang PDRB terbesar yaitu 31,21% walaupun laju per tumbuhan dari sektor ini dari tahun ke tahun cenderung menurun. Sampai saat ini, belum semua lahan per tanian telah dimanfaatkan secara optimal, terutama lahan kering, Pemerintah Lombok Tengah masih memfokuskan sebagian besar sumber daya dan dana untuk mengembangkan lahan basah terutama untuk usaha tani padi. Sementara itu lahan kering yang luasnya mencapai 69.775 hektar masih kurang mendapat perhatian. Padahal lahan kering yang luas ini berpotensi untuk dikembangkan. Di Lombok Tengah

Plecing kangkung

belum ada komoditi unggulan per tanian yang menonjol. Untuk perkebunan, komoditi unggulan seper ti jambu mete, mangga, manggis dan lainnya masih amat terbuka untuk dikembangkan dalam bentuk industri agribisnis. Apalagi, beberapa komoditi unggulan di Lombok Tengah terkenal tidak mengandung pestisida karena masih dibudidayakan secara tradisional. Di pasaran internasional, komoditi agribisnis yang tidak mengandung pestisida memiliki nilai jual tinggi. Ternak besar seper ti sapi, kerbau dan kuda memiliki populasi yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga dengan jenis ternak kecil seper ti kambing. Sapi terbanyak di Kecamatan Batukliang, Kopang dan Praya Tengah. Sedangkan kerbau relatif stabil karena masyarakat Lombok umumnya kurang familiar dengan daging kerbau. Ini merupakan peluang pengembangan bisnis peternakan. Peternakan hewan ternak besar lainnya seper ti kuda, juga

Manggis tanpa pestisida

113

/ MARET 2012/ TAHUN IV

POTENSI DAERAH

Air terjun Benang Stokel dan benang Kelambu merupakan investasi yang bagus. Apalagi masyarakat Lombok umumnya amat familir pada hewan yang kerap digunakan sebagai hewan pacuan tradisional ini. Pada sektor perikanan, ada tiga peluang investasi yaitu investasi perikanan darat, perikanan laut dan perikanan perairan umum. Kecuali perikanan laut, potensi perikanan di Kabupaten Lombok Tengah dapat dijumpai secara hampir merata di semua kecamatan. Sementara perikanan laut lokasinya masih terbatas pada empat kecamatan yakni Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut dan Praya Timur.

Wisata Wisata Lombok secara umum belum maksimal digarap. Di Lombok Tengah saja, beberapa pantai potensial masih menunggu untuk dikembangkan sebagai obyek wisata. Andalan utamanya adalah Tanjung Aan dan Kute. Investasi sarana prasarana wisata di dua pantai beken ini merupakan investasi menguntungkan untuk masa depan.

/ MARET 2012/ TAHUN IV

Wisata di Lombok Tengah terbilang lengkap. Selain wisata pantai dan air, Lombok tengah juga memiliki wisata pegunungan. Taman Nasional Gunung Rinjani di bagian utara merupakan salah satu obyek wisata yang sudah sangat terkenal. Selain Rinjani, wisata alam lainnya antara lain Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu. Selain itu, wisata budaya bisa dikembangkan di desa Sasak, desa masyarakat Sade. Mesjid Kuno Rembitan juga menunggu untuk dikembangkan mengingat nilai sejarah yang tinggi sebagai bagian dari jejak penyebaran agama Islam di kepulauan Sunda Kecil. Peluang wisata di Lombok Tengah diyakini akan semakin cemerlang mengingat Bandara Internasional Lombok sudah dioperasikan. Bandara yang akan melayani penerbangan langsung internasional ini akan menjadi pintu gerbang bagi ribuan bahkan jutaan turis. Apalagi – dibanding tetangganya, Bali, Lombok bisa dibilang belum dieksplorasi secara menyeluruh. Mungkin benar kata para wisatawan yang pernah mengunjungi Bali dan Lombok ; Ada Bali di Lombok, tapi tidak ada Lombok di Bali. ď ŽWendy Danoeatmadja/Dari Berbagai Sumber

114

Dalam rangka menyambut Ultah ke 4 Majalah Elshinta, dapatkan Harga Istimewa untuk mempromosikan Bisnis dan Produk Anda. Dengan tiras yang selalu terkuras di pasaran media, membuktikan bahwa Majels mendapat tempat di hati masyarakat. Topik-topik wirausaha yang dinamis dan inspiratif, membuat para pembaca terpacu untuk memulai berbisnis atau mengembangkan bisnisnya. Sangat tepat bila Anda Memasang Iklan di Majalah Elshinta agar omzet melimpah!

IKLAN 1 HALAMAN Harga 2 x Terbit

Rp 10 Juta IKLAN 1/2 HALAMAN Harga 2 x Terbit

Rp 7 Juta

*Berlaku hingga Mei 2012 Informasi Iklan: Jl. Kedoya Duri Raya No. 36 Kebon Jeruk Jakarta Barat 11520 Telp. (62-21) 58359112, 58359108 Fax: (62-21)58359094Email: iklanelshintamagz@yahoo.co.id/ Majalahelshinta@gmail.com Sam Saptono ( 0856-9573-0137/ 0819-0812-2619 ) Tiara ( 08568540555) / FEBRUARI 2012/ TAHUN IV 115

115

/ MARET 2012/ TAHUN IV

POTENSI DAERAH

H. M. Suhaili FT, SH.

melestarikan budaya namun multiplier effect bagi roda perekonomian rakyat akan terlihat,” ujarnya. Suhaili meyakini strategi pemerintah daerah mengedepankan wisata dan budaya merupakan salah satu alternative peningkatan ekonomi rakyat. Di Kabupaten Lombok Tengah, salah satu event besar yang diandalkan untuk mempopulerkan wisata dan budaya lokal adalah Tradisi Bau Nyale yang sudah masuk dalam Event Wisata dan Budaya Nasional. Sampai tahun ini, Pesta Bau Nyale telah 4 kali dilaksanakan dan biasanya digelar antara bulan Februari dan Maret. Pesta yang cukup banyak mengundang perhatian kalangan wisataman lokal dan mancanegara ini, diharapkan mampu menjadi ujung tombak peningkatan wisatawan yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Dampaknya terus kami pantau. Setidaknya, saat penyelenggaraan pesta, masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya. Mereka dapat berjualan baik aksesoris, makanan khas maupun sewa penginapan. Inilah berbagai hal positif berkaitan dengan penyelenggaraan pesta. Melalui logika sederhana ini, Pemerintah Kbupaten Lombok Tengah bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk menggaet investor, memenej pesta itu secara profesional. Tentu secara bertahap tidak bisa dirasakan sekaligus,” imbuh Suhaili.

Lemper Madu, Mendongkrak Ekonomi M

endongkrak ekonomi rakyat lewat wisata dan budaya sudah menjadi strategi yang dilakukan banyak Pemerintah daerah Tingkat II. Termasuk Kabupaten Lombok Tengah. Ini diakui oleh Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili FT, SH. “Jika dimenej secara profesional, dalam beberapa tahun mendatang, tidak saja kami / MARET 2012/ TAHUN IV

Bau Nyale menjadi penting seiring rencana pembangunan Pantai Seger Kuta yang akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Wisata. Perencanaan. Kawasan ini hanya berjarak 65 kilometer dari ibukota Provinsi, Mataram. “Memang tak mudah karena banyak persyaratan harus dipenuhi,” papar Suhaili. “Namun, mengingat besarnya potensi dan

116

Lomba Fun Bike promosi wisata

aset yang dimiliki maupun dukungan sepenuhnya dari rakyat setempat maupun pihak terkait lainnya, kami optimis Kawasan Ekonomi Khusus Wisata itu akan menuai sukses. Setidaknya, kami meletakkan pijakan dasar menuju terwujudnya kawasan ekonomi khusus yang muaranya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Selain mengedepankan wisata dan budaya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah juga meluncurkan program unggulan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu. Lembaga pelaksanaannya disebut Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Terpadu (Lemper Madu). Ini adalah sebuah gerakan pemberdayaan terpadu yang basisnya rumah ibadah karena masyarakat Lombok Tengah sangat relijius dan menghormati pemuka agama. Sebanyak 139 desa di Kabupaten Lombok Tengah telah memiliki Lemper Madu. Program ini dirancang sebagai sebuah gerakan peningkatan kesejahteraan de­ ngan melibatkan  masyarakat  agar mampu mem­bangun diri dan lingkungannya secara mandiri melalui keterpaduan program dan kegiatan antarsektor,  antara pe­

merintah dengan masyarakat  dan antara pe­merintah dengan  swasta.   Sementara itu,  Lemper  Madu  secara praktis adalah wadah untuk mengintegrasikan berbagai program dan kegiatan,  membina  masyarakat, keluarga  dan kelompok masyarakat, memberikan pelayanan dan informasi sekaligus  menerima, menyalurkan dan menggulirkan bantuan. Lembaga ini juga bisa melakukan usaha di bidang ekonomi atau bidang lainnya.  Dody, Wendy Danoeatmadja/Foto: Okie A.Z., Dok. Detik.com

Festival Bau Nyale

117

/ MARET 2012/ TAHUN IV

INFO

INFO

Dari 36 peserta InspiraTrip, sebagian besar adalah mereka yang telah membuka jalur usaha. Bagaimana sepakterjangnya di dunia bisnis, mari kita ikuti profilnya setidaknya menjadi inspirasi bagi Anda dalam berwirausaha.

Agus Sujadi

Usaha ‘Palugada’ Omset Ratusan Juta

K

etika memutuskan untuk menjadi wirausahawan, Agus Sujadi sempat sport jantung gara-gara ditegur saudaranya. Maklum saja, dirinya memutuskan keluar dari pekerjaannya tanpa persiapan sama-sekali. Saat itu Agus tercatat sebagai karyawan sebuah perusahaan kontrakor milik pengusaha nasional. Dia merasa jenuh lantas memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Padahal dia belum mendapat pekerjaan pengganti dan masih menanggung beban hidup anak istri. Namun Agus tetap tenang karena dirinya telah berniat untuk berwiraswasta. “Jika saya berjuang tak kenal menyerah pasti ada jalan keluar,”ujar peserta Inspiratrip (1) Yogya. Keteguhan hatinya merangkak dari bawah pun membuahkan hasil. Tahun 1995, dengan modal menjual mobil seharga Rp.45 juta dia membuka usaha di bidang mekanikal elektrik seperti instalasi listrik pemasangan lampu, pendingin udara, air panas dan laundry di perkantoran, hotel atau apartemen. “Biaya instalasi antara puluhan juta sampai ratusan juta,”ungkapnya. Dalam mengelola usaha, bisa dikatakan single fighter. Dia menangani sendiri mulai dari pemasaran, teknis pengerjaan sampai keuangan. Perlahan-lahan usaha yang dirintisnya mulai beranak pinak, memiliki ruko di kota Cirebon dan di Kebagusan, JakSel.”Omset perusahaan saya sekedar buat biaya anak sekolah, “katanya merendah. Jadilah pengusaha ‘Palugada’ (Apa lu mau gue ada), Agus mulai melirik usaha rumah kontrakan. Beberapa kontrakan telah dimilikinya di Jagakarsa, JakSel. “Mengelola kontrakan kelihatannya sepele tapi ternyata tidak mudah,”kata pria kelahiranKlaten 20 Desember 1954. Dody H

/ FEBRUARI 2012/ TAHUN IV

118

Soedjati Arijanto

Buka Toko Modal 10 Juta

P

eluang bisnis selalu terbuka dimana-mana, di kota dan di pedesaan. Dengan kejelian melihat celah bisnis, di daerah pun bisnis akan menguntungkan. Soedjati Arijanto, salah satu peserta InspiraTrip Bandung membuktikan itu. Sudah sejak setahun lalu, ia mengembangkan bisnis dari mulai kue basah hingga jajanan serba keripik. “Saya membukanya baru setahun lalu di Batang, Pekalongan,” akunya. Ia mengaku, membuka bisnisnya itu hanya dengan bermodal 10 juta rupiah. 7 juta diantaranya adalah untuk menyewa toko selama satu tahun. Berbagai jenis makanan pun dijajakannya. Hebatnya, pria yang berprofesi sebagai guru ini juga menawarkan produk yang dijualnya melalui teman dan muridnya. “Andalannya sih masih penjualan kue basah. Selain itu beragam jenis keripik seperti keripik pisang, keripik tempe dan keripik tahu,” jelas Jati, begitu ia disapa. Di toko berukuran 7 x 5 meter bernama Toko Rasa ini, barang dagangannya dijajakkan. Jati pun tak hanya menjual aneka makanan ringan. Selain itu, ia juga menjual aneka sandal anak-anak dan dewasa bermerk IMUCU (imut, unik dan lucu), juga sabun sirih dan lulur. Di penjualan sandal inilah, laba pun dirasakannya. “Sekali belanja sandal, saya habis sekitar 2 juta rupiah. Untungnya, ya lumayan. Malah ada murid saya yang ikut menjualkan sandal Imucu. Dia pintar, dijual dengan cara dikreditkan. Labanya cukup besar,” kisah Jati. Hobinya membaca, sebelumnya, ia juga sempat membuka toko buku. Perkenalannya dengan Majels pun berawal dari seringnya ia mondar mandir ke sebuah agency majalah di Semarang. “Saat saya mengenal Majels, keinginan untuk berbisnis makin gereget. Bahkan, saya berencana ingin memasarkan produk saya tidak hanya offline tapi juga melalui online semisal blog,” tandasnya. [] Teks: Cucun Hendriana/Foto: Dok. Majels

119

/ FEBRUARI 2012/ TAHUN IV

EXPO

Perangkat Air, Rejeki Mengalir Air Siap Minum Alat ini cukup ajaib, tanpa dimasak air tanah/ PAM bisa langsung diminum dengan standar kesehatan. Dengan teknologi canggih, kandungannya membunuh semua virus, bakteri berbahaya, menghilangkan pestisida parasit dan kotoran. Tanpa menggunakan listrik, tanpa gallon. Kapasitas air 9 liter siap minum, hanya dengan harga Rp 500 ribu dan refill filter Rp 150 ribu.

Water Purifier Air tanah di kota besar sekarang sudah banyak tercemar. Sehingga tidak sehat untuk dikonsumsi, bahkan keperluan sehari-hari. Dibutuhkan alat filter air sebagai penyaring dengan bahan pasir dan karbon serta bahan lain, air menjadi bening dan sehat. Dengan merek yang berkualitas maka harga cukup signifikan, produk dengan debit 30L/menit dibanderol dengan harga Rp 15.124 ribu.

/ MARET 2012/ TAHUN IV

120

Air menjadi kebutuhan pokok, sayang kini sulit mendapat air yang sehat. Ada beberapa perangkat menggunakan elemen air lebih ekonomis, higienis serta bergengsi. Produk-produk ini bisa menjadi peluang bisnis yang mengalirkan rejeki. ď ŽBahan dari berbagai sumber

Pemanas Air Tenaga Surya Untuk menjaga kesehatan bagi kalangan eksekutif yang terbiasa pulang malam, maka air mandi panas menjadi kebutuhan penting. Dengan tenaga matahari akan menghemat listrik. Alat ini biasa bertengger di atap rumah, dengan tangki bahan bagian dalam berlapis porcelain enamel dan bagian luar anti karat Zincalume dijamin awet. Volume air mulai dari 130 liter cukup untuk dua kamar mandi, dengan harga kira-kira Rp 12, 6 juta.

Electric Water Heater

Kipas Penyejuk Air

Bila ingin lebih simple, ada pemanas air dengan listrik. Menggunakan kran mixer untuk mencampur air panas dan dingin. Sebanyak 30 liter air 70 derajat C memerlukan pemanasan 2-3 jam. Daya listrik 800 W namun dengan bahan lapisan tangki berkwalitas maka akan menghasilkan penghematan listrik. Harga alat pemanas ini sangat terjangkau berkisar Rp 1,7 juta.

Untuk menghemat pemakaian listrik dalam pendinginan ruangan, Anda tidak perlu menggunakan AC cukup dengan kipas penyejuk air. Dinginnya es batu atau air yang dihembus kipas angin akan memenuhi ruangan hingga terasa dingin. Cocok untuk ruangan di rumah, kantor, apartemen, restaurant dan lain-lain. Hanya membutuhkan daya 60 watt saja. Air cooler ini harganya sangat ekonomis Rp 1.650 ribu.

121

/ MARET 2012/ TAHUN IV

OTAK ATIK

TEKA TEKI LOGIKA ALA JEPANG

SUDOKU

FORMULIR BERLANGGANAN MAJALAH ELSHINTA Untuk berlangganan

Rp 59.400 (6 Bulan)

Rp 112.200 (12Bulan)

Untuk wilayah Jabodetabek harga

Nama : ........................................................................................................................... sudah termasuk ongkos kirim Alamat : .......................................................................................................................... .............................................................................Kode Pos ............................... Telp/ Hp : ........................................................................................................................... Transfer pada tanggal ............................................a/n PT. Nuansa Karya Berita, No rekening BCA 459.30.21.958 Cabang Wisma Indocement

Untuk wilayah lain harap hubungi Redaksi Majalah Elshinta Telp : (62-21) 58359108 (62-21) 58359112 Fax : (62-21) 58359094 Tanda Tangan

Mengirim Uang Sejumlah Rp ....................................................................................................... Permintaan edisi .........................................s/d............................................................................. * Bukti transfer dan data diri bisa dikirim melalui fax : (62-21) 58359094-95 ** Konfirmasikan fax Anda ke Hotline Pelanggan / MARET 2012/ TAHUN IV

122

(

)

Terapi Pengobatan Syaraf Kejepit Pada Tulang Belakang / HNP Gangguan Syaraf kejepit dengan istilah Herniated Nucleus Pulposus (HNP) pada posisi Cervical,Toraxcal dan Lumbalis diakibatkan oleh manual handling salah pergerakan seperti aktifitas mengangkat benda,mendorong,terpeleset. Atau trauma kecelakaan kendaraan,kecelakaan kerja, jatuh dari ketinggian benturan benda keras dan lainnya. Awalnya hanya seperti salah urat ,keseleo ,pegal ,nyeri ,terasa satu bulan bahkan sampai bertahun tahun. Akibat gangguan syaraf pada anggota tubuh timbul semacam kram ,kesemutan ,baal lama. Efek fatal dapat terjadi kelumpuhan tubuh sebagian,impotensi pada pria dan kemandulan pada wanita. Jika anda mengalami hal demikian,sebaiknya segera datang ke

Klinik Pengobatan Syaraf Kejepit Thoni Yang Dengan pengobatan kesehatan tradisional modern warisan leluhur Tiongkok ,pasien akan diperiksa ,dicek syaraf tulang belakangnya,diminta data medis bila pernah ke Dokter. Lalu akan mendapat tindakan dengan urut dan juga totok . Juga akan memperoleh obat herbal yang khusus berbentuk kapsul didatangkan bahan bakunya dari negeri Tirai Bambu tanpa efek sampingan. Disamping gangguan syaraf terjepit ,Thoni Yang juga memberikan pengobatan pada penyakit lever,Vertigo, mengobati ketergantungan Narkotika.

Klinik Thoni Yang Komp. Taman Meruya Ilir Blok D1 No: B3 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat

No Telp: 0811995052/021-70573068 123

/ MARET 2012/ TAHUN IV


Majalah Elshinta Edisi Maret 2012