Issuu on Google+

Behind The Magazine Coppa Italia Creator: Kromes Article Editor: Luzman Karami, Citra Purnama.

Serie-A

7

Champions League

Expert Consultant: Bobo Maurits, Johan Satrya, Eki, Arden, Suwidhi Yusuf, Rico, Satya Siddha Nugraha, Javier Sandy, Ifanz Stankovic, Riza Verdika, ‘Aray’ Sofwan Abdillah, Yudi Ramdhani, Telilius Tanto, VirQi Khebot. Data Editor: Why Inter, Oky Moreon. Image Editor: Why Inter, Ifanz, Aray, Yudi Ramdhani. Photography: Rudolf bobo Mauritz, Johan Satrya, Riza Verdika, Rico.

credits

Allah SWT, FC Internazionale official website, Inter Club Indonesia, Sources of video: youtube.com, Source of article: something.com, my wife Novi Aivi, my little ultras Agung Arumi Aivi, my beloved PC Komkam BSoD, All Interisti in Indonesia, Bobo Mauritz, Eki deannova, Ifanz, etc.

read me

free download from:

2 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

releasedate:9/8/2010

Digital zine ini tidak dilindungi oleh hak cipta yang resmi. Zine ini hanya dilindungi oleh moralitas setiap insan yang telah mengunduhnya. Zine ini dibuat atas dasar kecintaan pada klub kesayangan Internazionale FC dan dipublikasikan untuk melengkapi koleksi teman-teman Interisti di seluruh indonesia. Zine ini di unduh secara gratis di http://kromes.net atau di tempat lainnya. (pembuat -kromes- mengizinkan rekan-rekan yang lainnya untuk men-sharing-nya dengan tetap menyertakan sumber file). Apabila ada pihak-pihak yang baik disengaja maupun tidak memanfaatkan zine ini untuk mendapatkan keuntungan (materi) pribadi atau kelompok (god will curse this person!!) harap memberitahu ke alamat email kromes@kromes. net. Terima kasih.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

3 VOlume 7

Amazing! Ini musim yang sangat hebat!!!! saya rasa tak ada satu pun Interisti yang tak setuju. Entah berapa lama penantian Interisti semua untuk menyaksikan Inter berada dalam masa terbaiknya. Kita telah sama-sama menyaksikan pemain-pemain bintang dan pelatih top masuk-keluar Inter dengan menorehkan suka-duka di hari-hari kalian sebagai Interisti. Tapi musim ini semua duka dan kesedihan di masa lalu sebagai Interisti terbayar lunas dengan prestasi membanggakan dari klub kesayangan kita. Sebelumnya memang tak ada yang memprediksikan semua dapat terjadi secepat ini. Melihat raport Jose Mourinho di musim lalu rasanya butuh beberapa musim lagi untuk Inter tampil ke puncak kejayaannya. Well, itulah sepakbola, tak ada yang tak mungkin. Interina sebagai satu-satunya koleksi majalah Inter gratis dari Indonesia tentunya tak ingin ketinggalan momen ini. Alhasil volume 7 ini terbit merangkum seluruh perjalanan Inter di musim 2009-2010. Pada volume ini saya bereksperimen dengan meng-embed video match Inter. Dengan tujuan agar majalah ini semakin lengkap nilai koleksinya. Kenapa saya bilang “eksperimen”?, seperti kita tahu, koneksi Internet di negara kita masih merupakan masalah yang belum kelihatan ujungnya :D. Proses Upload file majalah ini ke dunia maya mungkin bisa saya atasi. Tapi dengan ukuran file yang membengkak tentunya saya yakin masih ada Interisti yang akan menemui kesulitan ketika ingin mengunduhnya. Apabila mendapatkan respon yang positif tentu eksperimen ini akan saya lanjutkan pada volume berikutnya.

Tak ada yang lebih membanggakan menjadi Interisti selain menunjukkan identitas interisti itu sendiri. Lewat media t-shirt, InterinaStore merilis koleksi tshirt pertama dan mendapat respon yang luar biasa besar dari teman-teman Interisti. Hopely, kedepannya kita bisa bersamasama membangun dunia kita yang aneh ini.. hehehe... Forza Inter!!! Thanks to all who give contribute to this special project.

Melanjutkan program donasi pada volume sebelumnya yang ternyata sukses (gagal kamsudnya :hammer:) maka pada tulisan ini saya mengimbau agar rekan-rekan Interisti yang ingin berpartisipasi memberikan sedikit “nafas” bagi kelangsungan Interina, bisa ikutan menyisihkan sedikit dari rejekinya berbelanja di Interina Store. Keuntungan yang didapat akan digunakan untuk mengganti jasa-jasa kontributor yang terlibat dalam pembuatan majalah kita ini. Mudah-mudahan, ide ini dapat berjalan lancar karena saya benar-benar mengharapkan majalah ini dapat berkembang ke level selanjutnya. Amin. Last, saya ingin menyampaikan, dengan segala keterbatasan saya dan rekan-rekan yang membuat majalah ini memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekurangan disana-sini. As you known... this magz is totaly independent publishing with limited resource. Semoga volume ini tak mengurangi esensi dari misi kami yang ingin mengabadikan kisah sukses Inter meraih tiga gelar. Arrggh... hard to say this.... Semoga gagal Mou :p..... Here we go... Selamat menikmati. FORZA INTER!!! Grazie, “Great music comes great result...” check out my track list while my hand is busy with keyboard and mouse :p

Kalian punya pertanyaan, saran, kritik atau usulan buat interina? Jangan ragu untuk mengirim email ke: sayakrome@gmail.com

this is where i stay on a dizzy idea to create this volume while other Interisti celebrating Inter treble winner. hiks...

4 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

5 VOlume 7

Walaupun kata-kata tak mampu mengungkapkan the whole feeling seorang Interista tentang kesuksesan luar biasa Inter pada musim ini, tapi interina coba menyampaikan apa yang telah disuarakan oleh Interisti di forum Inter Club Indonesia. So, here’s da voices of campioni… (Diambil dari Thread Campioni 18 interclub.or.id | Thread Starter: sharkboston)

sharkboston: Congratulazione INTER...!!!!! dua kali scudetto lagi, BINTANG DUA. grievy: FORZAAAAA INTER!! Thx buat ranieri yg ud bikin gw deg2an untuk scudeto musim ini, yah klo ga ad saingan emank keknya bakal terasa hambar :p Thx buat smua INTERISTI (president, coaches,players, fans) yang uda deg2an bareng2 n skarang girang bareng2, n bakal kembali deg2an bareng2 lg (vamos a madrid!) Gie I Nerazurri: ICI REGIONAL BENGKULU MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA CLUB TERCINTA KITA FC.INTERNAZIONALE (il Nerazurri si (biru hitam) il Biscone (si ular besar), La Beneamata (yang tersayang) MERAIH JUARA COPPA, SCUDETTO KE 18 DAN TROPI LIGA CHAMPION SALAM DARI ICI REG. BENGKULU BUAT INTERISTI/INTERNONA DISELURUH DUNIA..... Rizki ICI Jambi: Selalu....selalu..dan selalu.., Inter kenapa selalu bikin cemas kami, baru bikin gol di menit 58 smentara roma sudah menang 2-0..?? Namun inter tetap Selalu....selalu..dan selalu..akhirnya indah..!! FORZA INTER.. AS ROMA menangis, juBentus ga perlu dibahas, bukan lawan sepadan, AC MILAN, tolong jaga rumah ya, sekarang kami mau membiru hitamkan kota MILAN. FORZA INTER..!!! Rozy: MILAN LEWAT, INTERNAZIONALE 18 Kali, GRANDE INTERNAZIONALE apinz: puas banget.. shyki: terharu bgt ,, g kuat ngeliat milito ampe nangis gt .. Om mou juga ,, Mudah mudahan masih bersama kami ya taon depan .. Il Protagonista: the happiest man on earth !!! erick: yang pasti seneng banget ma terharu,, sampe-sampe nitik kan air

6 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

mata,,,, jarang-jarang nangis, eh ni malam dibikn nangis bahagia ma INTER,,, LOVE FULL banget deh buat INTERNAZIONALE,,, ijoe: INTER SAMPE TITIK DARAH PENGHABISAN wow ... meski ini sucdeto ke 4 dari hasil perjuangan 38 pekan, tp masih saja merasakan suasana yg berbeda. haru, bahagia semua jd satu arief laksamana imam puro: CONGRATULATIONS INTER MILAN FOR SCUDETTO YG KE 18. I LOVE IT. FORZA INTER! TEMAN2 INTERISTI BOLEH KITA HANYUT DAN SENANG DENGAN SCUDETTO KE 18 INI. THANKS SALAM ALDI: FORZA INTER..... 18th SQUDETO.. YEAHH... BRAVO INTER!!! amudies: pokoke inter per sempre... gua dengerin pazza inter amala,, ngikut nyanyi kaya orang gila.... top abiz dah inter... Sardier Zanetti: cukup meluapkan semua emosi dikamar sendiri ampe ga berasa air mata mulai menggenangi sudut mata... lagi2 msti di bikin deg2an... stres selama pertandingan... tapi pas pertandingan berakhir, meledak semua emosi... saya sangat bahagia,,, jaris: rasa senangku dengan Scudetto yang ke 18 kali ini kagak bisa diungkapkan dengan kata-kata phenomenon_h2s: yang paling puas adalah kita bisa nyamain rekor jube scud 5 berturut-turut yang musim depan akan kita pecahkan kedua kita ngelewatin Melon pengumpul scud ke dua terbanyak! dan ketiga kita treble! khutut: Treble bolan krkic: wihhh... akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang selama setahun... dan trus dibanyangi... as roma akhirnya Inter bisa meraih scudetto ke 18,,, alangkah senengnya lagi dan bahagianya inter meraih gelar champions.....

treble la beneamata AndimovicH: Mourinho Pun Menangis, Gw pun mengangis, Fantastis.... Luar biasa.. Iq Interisti VcTm: F0rza Inter.... now you best team in world Alvaro ASNAWI Recoba: waktu rombeng scudetto untuk beberapa menit, liat rosi rusuh amat. ketika goal Pandev ternyata offside. gooaaallll Milito. peluit akhir berbunyi. heran Mou kq gak ikutan selebrasi? salam hangat buat rombeng yang menangis, merda yang lewat titlenya, jube yang gag daper apa2. BRAVO INTER Jabbar Zanetti: forza il grande Nerazzuri!!! hail die besten!! hehe campione campione.. ole ole ole garfian: INTER do the treble....... FORZA INTERMILAN ngurah oka: senyum2 kaya orang gila simin.wijaya: FORZA INTER..... FANTASTIC.... Semakin lengkap dengan Champions League Cup di boyong ke Giuseppe Meazza.... uchin_moratti: Terharu Dengan Kemenangan yang pangjang ini .. I loVE U INTER Pengen salaman dan berpelukan sama pemainnya .. I loVE INTEr ... gaiza kayra: il grande inter part 2 telah terwujud. maju terus inter. 18 gelar serie A ayo rebut 2 lagi biar bintangnya nambah buat mr. mou mohon jangan pergi........ tinggalah di inter hingga 5 tahun lagi..... rosihanf: Perasaan yang tak dapat digambarkan lagi.... Tiga gelar sudah dalam genggaman, TREBLE WINNERS...!!! iyan zanetti: TAK BISA BERKATA-KATA,,rasa tertekan yang menyelimuti dari babak pertama langsung berganti suka cita lewat gol sang “rambo”....18X menjadi jawara & 5

kali berturut2 di italy bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh tim2 lain.. FORZA INTER.... kutu kupret: bahagia sekali dan kebahagian seperti ini tidak bisa dibeli dengan uang berapapun...tiamo inter.... kawit: gw seneng bgt dan terharu bgt INTER meraih scudeto pas disaat ulang tahun gw ini menjadi kado paling istimewa yg gw terima ST 4154: BRAVO INTER! MAMPUS lo as rombeng ........ enal: SIAMO ANCORA NOI! NERAZZURI, BE A TREBLE suryha_movic: perayaan scudetto paling mengharukan.. apalagi ngelihat mou dgn tampang yg sedih banget.. arrrrggghh..mou jangan pindah.. pliss.. iwan: FOrzA INTER! MUsim ini Adalah musim terbaik inter Semoga piala champion juga bisa digapai okinawa: Gua Kaya Baru Dapat Kado Yang Tak Ternilai Harganya... Aku Akan Tetap Mendukung Selamanya. Tetaplah Berkibar Di Seluruh Dunia. Selamat Tinggal “KAKAK TUA” (Merda Milan).... Sekarang Sudah “Lebih Tua” Dibandingkan “Kakak Tua” ninjaholic: spechless.. forza internazionale!! lord of milito: (sing) ezenewa...la capolista zenewa...la capolista zenewa_a..a..a.... ezenewa...la capolista zenewa...la capolista zenewa_a..a..a.... CAMPIONO D’ITALIA 18...... INTER PER SEMPRE...!!! cilonk: asli deg-deg an bro... menit 45 bunyi peluit il grande internazionale masih ditahan seri.. pindah ke channel sebelah udah 2-0 aja tuh roma.. hiksss.... bener2 sama rasanya kyk lawan barca lima menit terakhir.. tapi akhirnyaaa... mantappp... del principe emang maknyusss.. seneng bener gw... terharu liat rekaman diruang

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

7 VOlume 7

avient: Juara Liga Inggris musim ini udh disingkirin di perdelapan final... Juara Liga Spanyol musim ini udh disingkirin di semi final... Juara Liga Jerman musim ini juga disingkirin di final... FORZA INTEEEERRR...!!! garmalingga: Terima kasih buat saluran TV Kabel yg udah menyiarkan pesta perayaan scudetto ke-18 Internazionale di Siena. baru kali ini gw menyaksikan live di TV perayaan Inter mengangkat trofi juara.. hal ini berlanjut pada tanggal 22 mei 2010 setelah 90 menit pertandingan di Bernabeu.. gantinya inter. forza internazionale. championeee championeee ole... ole.... ole.... w2n_funky: MESKI SYARAF BELAKANG TERGANGGU JADI SEMBUH N LGSUNG BS LONCAT2,,,APA LAGI PAS GOAL MILITO.. HUUUUUUAAAAAAAAAAAAAA GA PEDULI MW SAKIT LG PA GA MLM ITU,,,SUARA GW ABIS UNTUK MLM SAMPAI PAGI INI,,,,,,YANG FOOOOOORRRRRZZZZZAAAAAA INTER GA PAKE MILAN amars: Smpet deg2an sblum Milito bikin gol kemenangan, apalgi saat itu Rombeng sedang unggul 2-0. Tpi ketegangan itu mencair setelah gola tercipta, dan stelah wasit meniup peluit panjang, smua ketegangan langsung terbayar dgn perasaan syukur terhadap yg Maha Kuasa... Thanks God !!! Scudetto 18th datang disaat yang tepat... Mudah2an euforia ini bisa berlanjut di Bernabue 22 mei mendatang... !!! I DEWA MADE YOGA WARDHANA: ICI REGIONAL SAMARINDA TURUTBERSUKA CITA HOREEEE.... HOREEEE... poNky: MILAN ADALAH BIRU DAN HITAM!!! KESETIAAN YANG TERBAYARKAN FORZA YANG TERSAYANG. bow bow: PAZZA INTER. galih ragasiwi: FORZA INTER.... INTER CAMPIONI.... nerazzuri1908: Tegang, stress, dan deg2 an me-

8 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

lihat Rombeng udah unggul 2 gol dan Inter still 0-0.... but gol milito membuat para Interisti seluruh Dunia bersorak dan punya keyakinan kalau Scudetto Milik Inter.... Terharu Saat Il Capitano Mengangkat Trophy.. dan melihat Mou menitikkan air mata di depan Fans.... Stay With Us Mou.. Coz You’re The Special One... :damai: :damai: :dance2: :dance2: Dan Satu Lagi Mou... Gelar yang Kita Impikan... Diwujudkan Mou.. Thanks Ya Tuhan.. Karena Inter Sudah Berjuang , terkadang Inter di Dzalimi , Gelar liga Champion yang pantas untuk Inter..Karena Inter Selalu di Hati..

ROY RENALDO: TOP MARKOTOP!! riski bintang: senengnya melihat inter milan kembali mengangkat piala yang ke 2 pada musim ini.... POKOKNYA INTER MILAN SAMPE MATI........ FORZA INTER!!! Zauli Interisti: Sangat bangga menjadi Interisti. Scudetto bagai harta yg tak ternilai harganya, karena di raih dengan kerja keras bukan hasil sogok wasit. sekarang yg ke 18, dan Ane berharap tahun depan bisa jadi yg ke 19 lagi... Berjaya lah selalu Inter. FORZA INTER

Javier z aan etti: forza la beneamata......

faisaL purnama: MERDEK(4)!

endai: posting pertama dari anak bawang nih... tak tergambarkan dengan kata-kata nih.. afirmasi yang selalu gw lakukan setiap pagi ketika mandi, bahwa .. Inter is the best.. Inter is the best. scudetto ke-18, ngkangi milan.. ternyata menjadi kenyataan.

musterion_army: perasaan sya.. LUARRR BIASSAAA!!! NONBAR bareng anak2 ICI reg. Bandung, hingga membuat seisi Tony Jack @Bandung Indah Plaza bergetar!! Gol milito membuat saya berjingkrak2 di atas meja!!hahaha..(sori tony). Konvoi di jalan serasa tahun baruan, dan ini momen perama saya brsama ICI merayakan scudetto.. sempurnaaa!!! FORZA INTER and VIVA ICI!!! Campeone,campeone, wooooo...

unknown: gila tuh injury time 3 menit rasanya jadi 3 jam... hehehehehe serpente sudir: Seneng banget pokoknya!!! Sampe-sampe gw seharian ni dengerin Pazza Inter Amala sama C’e Solo l’Inter terus. Il Grande Inter jilid II sudah dimulai! Forza La Beneamata!!! dody maulana: INTER CHAMPIONE D ITALIA. HARU BIRU PERASAAN... TREBLE WINER.. semoga MOU ga pergi... Yudi Ramdhani: seneng banget,,, mane ngerayain nya bareng gebetan pula.. hahahahha.. ABG nih ceritanya gw

laskar pelangi: sangat bangga menjadi Interisti,,, karena para pemain inter memberikan yang terbaik Musim ini,,,,, Inter melengkapinya dengan UCL,,, maka lengkaplah kebahagian ini....... rizkyqq: grazie Mou ^:)^ Complimenti Inter rockemon: HORMAAAAAAAAAAAAAAAT PADA TUAN MOURINHO. treble winners jadi kenyataan ,, gw bakal ke rumah temen2 gw yg bilang inter ga bisa di eropa ... gw suruh

pake jersey inter gw ,, supaya dia kembali ke jalan yg benar. emosi klo inget tuh milanistai sama juBe pada pada ngomong ... bahasnya sejarah mulu .... sob ,, inter juara champions ,, berenang di HI ya ,, jangan cuma di pinggir kaya kmaren ... hahhhaaaaa ... tapi manthabh sob ... arden: Bahagia euy.... yang pasti semoga scudetto kita tetap 18, dan tuntutan pencabutan scud am juberak kalah di pengadilan.... panjoel4: Campeone...... campeone,,,,,, 2 gelar serie A lagi menuju bintang 2 di logo inter.... one step closer to be a treeble winner bamz_zanetti: milan kelewat bung...mampus wc milan,,, makasih om mourinho hanshide: Akhirnya Inter bisa melewati Milan dalam perolehan scudetto... Target berikutnya melewati juBentus dalam perolehan gelar Liga Champions... cupy: diam tanpa kata.. menangis sambil tersenyum..*lebay.. amu: seneng banget......kapan ya inter milan mampir kesini ya...ke indonesia ya.... dayoen: gw bahagia bukan hanya INTER SCUDETO tp.....jupentruz ga dapet apa-apa tahun ini.... milan cuma no 3 n roma cuma bisa nangis.....wkwkwkwkwkkkk teguh_dc_: Forza Internazionale. Treble Winner musim ini. Gaki: biasa aja ah ud sering sih... hehehehe... terharu gan and bangga.. not anyone can’t beat us... i serie a for 5 years,, lama2 inter pindah ke barclays league kalo menang terus.. HEhehehe... WAWA SNEIJDER: Treble winner. inter memang tim juara,, jim_zannety: MANTABS. CAMPIONE D’ ITALY DGN CAMPIONE D’ EUROPEAN. tHefab4: sempet tegang dan keringetan gan gara2nya ampe babak I selesai blom ada gol...untungnya sang pangeran Milito memecah kebuntuan langsung adem dah hati gw.. forza INTER,

BoyzSan Kerkic: Im SPECHLESS!!!

Courtessy of Gozali Izal Andytama

SAHRINISTIC: alhamdulillah juara treble winners.. rioriantiarno: Seneng Banget Gituuu nyamain pnya melon cupu.. thn depa tgl salib... Rozy: Nanyiin I Nerazzurri Ale,,_ jane_interisti: terharuuuuuuuuuuuu bgt,. . .. diawali dengan yel2, nyanyi2, jingkrak, habiss tuuhh nangiiis bahagiaaaa, huhuhuu. seneeng bgt mpe rasanya scudeto pertama kali,. . mungkin krn prjuangannya berat musim ini, . . . Alhamdulillah berakhir bahagia ramadhanilham: SCUDETO 18. akhirnya target treble winner sudah tercpai. Forza Inter! Interisti selalu mendukungmu roiz_milito: scudetto 5kali berturut2....sdah mmpu membuktikan bahwa INTER raja ITALI. Oemarinho: Sumpah gw sueneeeeeeng bgt! Inter milan Scudeto lg... rcreator: MANTAAAAAAAPPPPPSSSS! H-64: perasaan gw bahagia banget, setelah gw bela2in ribut ma cewe gw krn gw keukeuh pengen nonton siarannya di salah satu tempat di legian padahal kita lagi liburan..... masuk kantor hari ini dengan wajah sumringah, dapet ucapan selamat dari bbrp teman krn di kantor gw sendirian yang interisti.... Salute.... Irham Maulana: Forza Inter.... 18 kali memegang tampuk kepemimpinan... 5 kali berturut-turut menjuarai Serie A.. 2 scudetto lagi menjadi 2 bintang... Forza Inter....

materazzi hermawan: Bangga jd seorang interisti, gak sia2 tiap hari berdoa spy inter juara scudetto lg musim ini, alhmdlh doa ku di ijabah.... Thn depan inter hrs scudetto lg biar jd tim pertama yg bisa meraih liga italy 6 kali berturut2. forza la beneamata... herboy_internisti: Mantap banget tuk Inter milan yg meraih scudetto yang ke 18 nya. Deg2an banget sampai menit ke 58 baru mencetak gol.Forza inter ichirou13th: pkonya inter is the best lah musim ini musim terbaik inter,,, sempet deg-degn gara2 roma menang 2-0 tp untuk ada milito,,, salut dah bwt abng milito,,, hayooo maju truz inter,,,, kita buktiin italia bukan punya juve atw milan tapi punya inter,,,,

ifan wesley: MANTAAB. SEMPAT KETAR-KETIR PAS DISALIP SAMA RIVAL SATU MINGGU TAPI MENTAL JUARA INTER TERBUKTI ,,,,,,, febrian88: scudetto 19 we’re coming!!! magnificant, fantastic and fabulous>>>pazza inter amala,, internisti_ganteng: FORZA INTER AMALA iqan_k: FORZA INTER Jeffri Yudi Listanto: INTERNAZIONALE CAMPIONE D’ITALIA boer_zanetti: Meski dah agak telat (telat bget malah ya...) hehe... saya hanya ingin panjatkan rasa syukur kepada Tuhan atas perkenaanNya, Inter kita dapat kembali menjuarai Seri A untuk yg ke 18.. plus Copa Italia yang sudah digondol bbrapa hari sebelumnya...... Saya juga ingin berbagi kebahagiaan dengan semua, karena kita sungguh sangat bahagia.... :(( dengan persembahan Inter musim ini...... Karena Inter kita sekarang adalah “Campioni d’Italia” riomanaloe: Senang banget.......

febrian88: Fiq Internisti Sejati Mengucapkan CONGRATULATIONS!!!! ekosunaryo: FANTASTICO 100% GOOOOOOOOOOOOOOO TREBLE!!! MARDHIKA: “Kemenangan hanya diberikan kepada mereka yang terus berjuang dan berusaha, mereka telah tanpa sadar memantaskan dirinya untuk menerimanya”....4za inter Nuriz Interisti: suenangnya! lbih senang lgi UCL jg dapet.. rockemon: DITINGGAL PACAR GA NANGIS ,, TAPI DI TINGGAL “JOSE MOURINHO” ,, GW MALAH NANGIS ... ( tanpa rekayasa) tapi nama JOSE MOURINHO ,,, ga akan hilang di mata interisti ... he is a magic man !!!! thanks jose ... Rendra D Milito: BRavo inter, selamat atas treble winner yg susah payah kau capai. Semoga pelatih yang baru bisa membuatmu tambah jaya dan menampilkan permainan yg lebih bagus serta tetap menjadi juara bertahan. Rendra D Milito “Internisti Palembang”

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

9 VOlume 7

10 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

11 VOlume 7

12 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Squad 2009/10

Squad 2009/10 goalkeeper

Toldo Francesco Country: Italy Born in: Padova on: December 2 1971 Position: Goalkeeper Height: 196 cm Weight: 90 kg

defender

Zanetti Javier

jersey Number

1

Country: Argentina Born in: Buenos Aires on: August 10 1973 Position: Defender Height: 178 cm Weight: 75 kg

Player Autograph

goalkeeper

Julio Cesar

Country: Brazil Born in: Rio De Janeiro (BRA) on: September 3 1979 Position: Goalkeeper Height: 186 cm Weight: 79 kg

Country: Italy Born in: Bolzano on: August 12 1972 Position: Goalkeeper Height: 186 cm Weight: 78 kg

Da Silva Lucio

jersey Number

12

Country: Brazil Born in: Brasilia (Bra) on: May 8 1978 Position: Defender Height: 188 cm Weight: 84 kg

Player Autograph

Country: Slovenia Born in: Maribor (SLO) on: June 6 1990 Position: Goalkeeper Height: 192 cm Weight: 84 kg

Maicon Douglas

jersey Number

21

Country: Brazil Born in: Novohamburgo (Bra) on: July 26 1981 Position: Defender Height: 184 cm Weight: 77 kg

Player Autograph

14 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

jersey Number

6

Player Autograph

jersey Number

13

Player Autograph

defender

Materazzi Marco

jersey Number

51

Country: Italy Born in: Lecce on: August 19 1973 Position: Defender Height: 193 cm Weight: 92 kg

Player Autograph

defender

defender

Cordoba Ivan Ramiro jersey Number Country: Colombia

Samuel Walter

Born in: Medellin on: August 11 1976 Position: Defender Height: 173 cm Weight: 73 kg

Player Autograph

defender

goalkeeper

Belec Vid

4

defender

goalkeeper

Orlandoni Paolo

jersey Number

2

Country: Argentina Born in: Firmat (Argentina) on: March 23 1978 Position: Defender Height: 183 cm Weight: 83 kg

Player Autograph

jersey Number

23

Player Autograph

jersey Number

25

Player Autograph

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

15 VOlume 7

Squad 2009/10

Squad 2009/10 defender

Chivu Cristian

Country: Romania Born in: Resita (Romania) on: October 26 1980 Position: Defender Height: 184 cm Weight: 81 kg

midfielders

Sneijder Wesley

jersey Number

26

Country: Netherlands Born in: Utrecht on: June 9 1984 Position: Midfielder Height: 170 cm Weight: 67 kg

Player Autograph

defender

Santon Davide

Country: Italy Born in: Porto Maggiore (FE) on: January 2 1991 Position: Defender Height: 187 cm Weight: 77 kg

Country: Serbia Born in: Beograd on: September 11 1978 Position: Midfielder Height: 181 cm Weight: 75 kg

Muntari Sulley Ali

jersey Number

39

Country: Ghana Born in: Konongo (Ghana) on: August 27 1984 Position: Midfielder Height: 179 cm Weight: 79 kg

Player Autograph

Country: Portugal Born in: Lisbona on: September 26 1983 Position: Midfielder Height: 173 cm Weight: 67 kg

Krhin Rene

jersey Number

5

Country: Slovenia Born in: Maribor (SLO) on: May 21 1990 Position: Midfielder Height: 189 cm Weight: 78 kg

Player Autograph

Country: Brazil Born in: Sao Bernardo (Brasile) on: August 28 1982 Position: Midfielder Height: 187 cm Weight: 83 kg

16 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

jersey Number

11

Player Autograph

jersey Number

15

Player Autograph

midfielders

MacDonald Mariga

jersey Number

7

Country: Kenya Born in: Nairobi (Kenya) on: April 4 1987 Position: Midfielder Height: 188 cm Weight: 86 kg

Player Autograph

midfielders

Motta Thiago

Player Autograph

midfielders

midfielders

Quaresma Ricardo

10

midfielders

midfielders

Stankovic Dejan

jersey Number

jersey Number

17

Player Autograph

goalkeepers

Cambiasso Esteban jersey Number Country: Argentina

jersey Number

8

Born in: Buenos Aires (Arg) on: August 18 1980 Position: Midfielder Height: 177 cm Weight: 78 kg

Player Autograph

19

Player Autograph

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

17 VOlume 7

Squad 2009/10

coach & technical staff forwards

Samuel Eto’o Fils Country: Cameroon Born in: Nkon (Cam) on: March 10 1981 Position: Forward Height: 180 cm Weight: 75 kg

Position | Staff

jersey Number

9

Head coach José Mourinho (Portugal) Player Autograph

Fitness coach, Technical Assistant Rui Farias (Portugal)

forwards

Technical Assistant Andrei Villas Boas (Portugal)

Milito Diego Alberto jersey Number Country: Argentina Born in: Bernal (Argentina) on: June 12 1979 Position: Forward Height: 183 cm Weight: 78 kg

22

Technical Assistant Daniele Bernazzani (Italia) Player Autograph

Country: Macedonia Born in: Strumica on: July 27 1983 Position: Forward Height: 184 cm Weight: 74 kg

jersey Number

27

Doctor Giorgio Panico (Italia) Player Autograph

Country: Italy Born in: Palermo on: August 12 1990 Position: Forward Height: 189 cm Weight: 88 kg

Masseurs Physiotherapists Andrea Galli

jersey Number

45

Masseurs Physiotherapists Luigi Sessolo (Italia) Player Autograph

Country: Austria Born in: Floridsdorf (Austria) on: April 19 1989 Position: Forward Height: 192 cm Weight: 83 kg

18 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Masseurs Physiotherapists Alberto Galbiati (Italia) Director in charge of transfers Marco Branca (Italia)

forwards

Arnautovic Marko

Masseurs Physiotherapists Marco Dellacasa (Italia) Masseurs Physiotherapists Massimo Dellacasa (Italia)

forwards

Balotelli Mario

Goalkeeper coach Silvino Louro (Portugal) Chief of Medical Staff Franco Combi (Italia)

forwards

Pandev Goran

Vice coach Giuseppe Baresi (Italia)

jersey Number

89

Transfer Market Consultant, First-Team Representative Gabriele ‘Lele’ Oriali (Italia) Player Autograph

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

19 VOlume 7

20 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

21 VOlume 7

jersey 2009/10

jersey 2009/10

HOME

Perayaan satu abad lagi??? Setelah dua musim lalu inter “puas� merayakan seabad eksistensinya kini perayaan seabad kembali digelar. Perayaan gelar seabad kali ini tentunya beda arti dengan pesta besar-besaran waktu itu. Seabad yang dimaksudnkan klai ini adalah Inter bernostalgia dengan prestasi seabad yang lalu yaitu meraih scudetto pertamanya. And guess what? ternyata seabad kemudian inter meraih Tripelte Campioni.

goalkeeper

away

22 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

23 VOlume 7

Before The Dreams Come True

Kegiatan Transfer: Masuk: Milito (f, Genoa), Thiago Motta (m, Genoa), Siligardi (f, Piacenza), Quaresma (m, Chelsea), Litteri (f, Slavia Prague), Lucio (d, Bayern Munich), Eto’o (f, Barcelona), Arnautovic (f, FC Twente)

Before The Dreams Come True S

ebelum mengawali musim 2009/01 Inter menjalani pre-season yang menarik untuk disimak. Jutaan Interisti kala itu harap-harap cemas menantikan nasib Ibra di bursa transfer. Bahkan sampai inter menjalani USA Tour dan mengikuti kompetisi World Challange, kita masih bisa menyaksikan Ibra dan Maxwell ada dalam skuad Inter. Rumor kepindahan Ibra ke Barcelona memang saat itu menjadi polemik yang menarik, seperti diketahui, sukses Inter mendominasi Serie A beberapa tahun terakhir adalah berkat andil besar striker asal Swedia ini. Sementara itu selepas musim 2008/09 berakhir Inter telah berhasil lebih dulu menggaet duo Genoa, Milito dan Motta. Akhirnya rumor berakhir dengan benar, Ibra dan Maxwell Pindah ke Barcelona sementara Samuel Eto’o bertukar tempat menuju Inter.

24 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Keluar: Crespo (f, Genoa), Bolzoni (m, Genoa), Acquafresca (f, Atalanta), Figo (m, retired), Biabiany (f, Parma), Jimenez (m, West Ham), Cruz (f, Lazio), Maxwell (d, Barcelona), Ibrahimovic (f, Barcelona) January Transfer Window In: Pandev (Lazio), Mc Donald Mariga (AC Parma) Out: Patrick Vieira (Man, City), Nicholas Burdisso (AS Roma), A Mancini (WC Milan)

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

25 VOlume 7

Berikut beberapa highlights pilihan match pre-season Inter

Interina volume ini memang terlalu lama untuk ditunggu... bukan terkendala oleh minimnya konten, melainkan sebaliknya. Kesuksesan Inter di semua ajang membuat Interina ingin mengabadikan semuanya dalam satu volume. Apa daya, alasan klasik akhirnya keluar juga, halaman terbatas dan waktu pun demikian. Semoga persem-bahan match to match Interina di volume ini dapat memuaskan Interisti tergila sekalipun. Enjoy!

America vs Inter 1-1

Chelsea vs Inter 2-0

AC Milan vs Inter 0-2

AS Monaco - Inter 0-1

Match report: inter.it, video highlights: youtube

26 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

27 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Super Italia Cup

Giornata 3

Inter vs Lazio 1 - 2

Inter vs Parma 2 - 0

Scorers: Matuzalem 63, Rocchi 66, Eto’o 78.

Scorers: Eto’o 71, Milito 88.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 26 Chivu, 4 Zanetti; 11 Muntari (18 Suazo 84), 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta (45 Balotelli 69); 5 Stankovic (14 Vieira 69); 22 Milito, 9 Eto’o. Subs not used: 12 Toldo, 2 Cordoba, 16 Burdisso, 39 Santon. Coach: Josè Mourinho.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 39 Santon; 14 Vieira (11 Muntari 70), 4 Zanetti, 8 Thiago Motta (45 Balotelli 46); 10 Sneijder (15 Krhin 78); 9 Eto’o, 22 Milito. Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 7 Quaresma, 18 Suazo. Coach: José Mourinho.

Lazio: 86 Muslera; 2 Lichtsteiner, 13 Siviglia, 87 Diakitè, 11 Kolarov; 32 Brocchi, 33 Baronio (6 Dabo 53), 5 Mauri (25 Cribari 80); 8 Matuzalem; 9 Rocchi (74 Cruz 72), 10 Zarate. Subs not used: 1 Bizzarri, 26 Radu, 7 Super Italia Cup Eliseu, 17 Foggia. Coach: Davide Ballardini.

Parma: 83 Mirante; 19 Zenoni, 24 Paci, 2 Panucci, 6 Lucarelli; 5 Zaccardo (23 Amoruso 76), 17 Mariga, 4 Morrone, 14 Galloppa (9 Lanzafame 55); 20 Biabiany, 43 Paloschi (86 Boijnov Serie A 80). Subs not used: 1 Pavarini, 7 Castellini, 10 Dzemaili, 15 Dellafiore. Coach: Francesco Guidolin.

Referee: Emidio Morganti (Ascoli Piceno). Booked: Muntari 29, Matuzalem 30, Chivu 89, Maicon 89.

Giornata 1

Champions League

Inter vs Bari 1 - 1

Inter vs Barcelona 0 - 0

Scorers: Eto’o (pen) 56, Kutuzov 74.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu; 11 Muntari (5 Stankovic 62), 4 Zanetti, 8 Thiago Motta; 10 Sneijder (39 Santon 80); 9 Eto’o, 22 Milito (45 Balotelli 85). Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 14 Vieira, 19 Cambiasso, . Coach: José Mourinho.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 23 Materazzi (2 Cordoba 61), 4 Zanetti; 11 Muntari (45 Balotelli 29), 14 Vieira (7 Quaresma 46), 8 Thiago Motta; 5 Stankovic; 22 Milito, 9 Eto’o. Subs not used: 1 Toldo, 26 Chivu, 30 Mancini, 39 Santon. Coach: José Mourinho. Bari: 1 Gillet; 5 A.Masiello, 13 Ranocchia, 19 Bonucci, 21 Parisi; 90 Alvarez, 9 De Vezze, 14 Gazzi (27 Stellini 90+4), 30 Allegretti (23 Langella 57); 99 Sforzini (7 Rivas 60), 20 Kutuzov. Serie A Subs not used: 25 Padelli, 4 Carobbio, 17 S.Masiello, 18 Greco. Coach: Giampiero Ventura. Referee: Carmine Russo (Nola). Booked: Vieira 25, Materazzi 42, Langella 61, A.Masiello 71, Stankovic 90+1.

Milan vs Inter 0 - 4

Cagliari vs Inter 1 - 2

Scorers: Thiago Motta 29, Milito (pen) 36, Maicon 45+1, Stankovic 67.

Scorers: Jeda (pen) 15, Milito 51, 55.

Referee: Nicola Rizzoli (Bologna). Booked: Flamini 6, Samuel 34, Gattuso 35, 40, Chivu 81. Sent off: Gattuso 40.

VOlume 7

Referee: Wolfgang Stark (Germany). Booked: Henry 54, Touré 83, Chivu 90.

Giornata 4

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu; 4 Zanetti, 5 Stankovic, 8 Thiago Motta (11 Muntari 60); 10 Sneijder (14 Vieira 74); 22 Milito (45 Balotelli 79), 9 Eto’o. Serie A Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 18 Suazo, 39 Santon. Coach: José Mourinho.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Barcelona: 1 Valdes; 2 Daniel Alves, 5 Puyol, 3 Piqué, 22 Abidal; 6 Xavi Hernandez, 24 Touré, 15 Keita; 10 Messi, 9 Ibrahimovic, 14 Henry (8 Iniesta 77). Subs not used: 13 Pinto, 4 Marquez, 16 Busquets, 17 Pedro Rodriguez, 19 Maxwell, 35 Champions League Jeffren. Coach: Josep Guardiola.

Giornata 2

AC Milan: 30 Storari; 15 Zambrotta, 13 Nesta, 33 Thiago Silva, 18 Jankulovski; 8 Gattuso (10 Seedorf 46), 21 Pirlo, 16 Flamini; 80 Ronaldinho (11 Huntelaar 64); 7 Pato, 22 Borriello (23 Ambrosini 46). Subs not used: 31 Roma, 5 Onyewu, 9 Inzaghi, 20 Abate. Coach: Leonardo.

28

Referee: Roberto Rosetti (Turin). Booked: Vieira 9, Galloppa 14, Thiago Motta 41, Eto’o 72.

Cagliari: 32 Marchetti; 15 Marzoratti, 13 Astori, 21 Canini, 31 Agostini; 8 Biondini (10 Lazzari 67), 5 Conti, 4 Dessena; 7 Cossu (23 Larrivey 90+2), 27 Jeda; 32 Matri (9 Nenè 76). Subs not used: 24 Lupatelli, 16 Sivakov, 18 Parola, 20 Barone. Coach: Massimiliano Allegri. Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 2 Cordoba, 6 Lucio, 39 Santon (45 Balotelli 46); 4 Zanetti, 19 Cambiasso (8 Thiago Motta 46; 26 Chivu 65), 5 Stankovic; 10 Sneijder; 22 Milito, 9 Serie A Eto’o. Subs not used: 1 Toldo, 7 Quaresma, 14 Vieira, 25 Samuel. Coach: José Mourinho. Referee: Daniele Orsato (Schio). Booked: Cambiasso 9, Maicon 15, Astori 35, Conti 40, Eto’o 53. Sent off: Mourinho 57.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

29 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Giornata 5

Giornata 7

Inter vs Napoli 3 - 1

Inter vs Udinese 2 - 1

Scorers: Eto’o 3, Milito 5, Lucio 32, Lavezzi 38.

Scorers: Stankovic 22, Di Natale 27, Sneijder 45+3.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio (2 Cordoba 89), 25 Samuel, 26 Chivu; 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 5 Stankovic; 10 Sneijder (11 Muntari 46); 22 Milito, 9 Eto’o (30 Mancini 90). Subs not used: 1 Toldo, 14 Vieira, 39 Santon, 45 Balotelli.
 Coach: Giuseppe Baresi.

Inter: 12 Julio Cesar; 4 Zanetti, 6 Lucio (39 Santon 88), 25 Samuel, 26 Chivu; 5 Stankovic, 19 Cambiasso, 11 Muntari (18 Suazo 73); 10 Sneijder; 9 Eto’o, 22 Milito (45 Balotelli 26). Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 15 Krhin, 30 Mancini, 39 Santon. Coach: José Mourinho.

Napoli: 26 De Sanctis; 13 Santacroce (6 Aronica 60), 28 Cannavaro, 96 Contini; 11 Maggio (19 Denis 68), 23 Gargano, 18 Bogliacino (5 Pazienza 85), 16 Zuniga, 17 Hamsik; 27 QuaSerie A gliarella, 7 Lavezzi. Subs not used: 1 Iezzo, 2 Grava, 9 Hoffer, 21 Cigarini. 
 Coach: Roberto Donadoni.

Udinese: 22 Handanovic; 8 Basta (2 Zapata 70), 13 Coda, 80 Domizzi, 24 Lukovic; 11 Sanchez, 21 D’Agostino, 88 Inler, 7 Pepe (26 Pasquale 89); 83 Floro Flores (9 Corradi 75), 10 Di Natale.
 Subs not used: 6 Belardi, 14 SamSerie A marco, 19 Felipe, 84 Lodi.
 Coach: Pasquale Marino.

Referee: Matteo Tefoloni (Siena). Booked: Stankovic 55, Contini 55, Bogliacino 58, Maicon 74.

Giornata 6

Giornata 8

Sampdoria vs Inter 1 - 0

Genoa vs Inter 0 - 5

Scorer: Pazzini 72. Sampdoria: 1 Castellazzi; 3 Ziegler, 6 Lucchini, 28 Gastaldello; 7 Mannini (19 Franceschini 81), 23 Stankevicius, 17 Palombo, 16 Poli (12 Tissone 65); 11 Bellucci (8 Zauri 69), 10 Pazzini, 99 Cassano.
 Subs not used: 21 Guardalben, 9 Pozzi, 13 Rossi, 22 Cacciatore.
 Coach: Luigi Del Neri.

Scorers: Cambiasso 6, Balotelli 31, Stankovic 45+4, Vieira 66, Maicon 72.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 39 Santon; 14 Vieira (5 Stankovic 61), 4 Zanetti, 19 Cambiasso (7 Quaresma 73), 4 Zanetti; 45 Balotelli (26 Chivu 62), 22 Milito, 9 Eto’o.
 Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, Serie A 18 Suazo, 30 Mancini.
 Coach: José Mourinho. Referee: Nicola Rizzoli (Bologna). Booked: Palombo 25, Lucchini 35, Cassano 39, Maicon 57, Gastaldello 78.

VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Genoa: 32 Amelia; 25 Biava, 24 Moretti, 26 Bocchetti; 15 Papastathopoulos (40 Tomovic 70), 77 Milanetto, 21 Zapater, 23 Modesto; 10 Palladino, 33 Floccari (9 Crespo 62), 14 Sculli (8 Palacio 62).
 Subs not used: 73 Scarpi, 7 Rossi, 16 Esposito, 18 Raggio Garibaldi. Coach: Gian Piero Gasperini. Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel (2 Cordoba 77), 26 Chivu; 4 Zanetti, 11 Muntari, 19 Cambiasso (14 Vieira 46); 5 Stankovic, 10 Sneijder (30 Mancini 73); 45 Balotelli.
 Serie A Subs not used: 1 Toldo, 18 Suazo, 39 Santon, 89 Arnautovic. 
 Coach: José Mourinho. Referee: Emidio Morganti (Ascoli Piceno). Booked: Balotelli 11, Modesto 23, Samuel 24, Muntari 46, Milanetto 70. Sent off: Scarpi 45+5.

Champions League

Champions League

Rubin vs Inter 1 - 1

Inter vs Dynamo 2 - 2

Scorers: Dominguez 11, Stankovic 27.

Scorers: Mikhalik 5, Stankovic 35, Lucio (o.g.) 40, Samuel 47.

Rubin Kazan: 77 Ryzhikov; 9 Salukvadze, 76 Sharonov, 4 Cesar Navas, 3 Ansaldi; 15 Ryazantsev, 16 Noboa, 7 Semak, 61 Karadeniz; 10 Dominguez (88 Kasaev 86); 11 Bukharov. Subs not used: 29 Revishvili, 5 Bystrov, 23 Balyaikin, 24 Popov, 32 Gorbanets, 42 Murawski. Coach: Kurban Berdyev.

30

Referee: Mauro Bergonzi (Genoa). Booked: Sneijder 19, Floro Flores 45, Domizzi 45+1, Chivu 55, Pepe 68. Corradi 78, Coda 84.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu; 4 Zanetti, 19 Cambiasso (23 Materazzi 86), 11 Muntari (18 Suazo 46); 5 Stankovic (14 Vieira 86), 10 Sneijder; 9 Eto’o.
 Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 30 Mancini, 39 Santon.
 Coach: José Mourinho.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu; 4 Zanetti, 19 Cambiasso (14 Vieira 80), 5 Stankovic; 45 Balotelli, 9 Eto’o, 30 Mancini (7 Quaresma 64).
 Subs not used: 1 Toldo, 21 Orland- Champions League oni, 2 Cordoba, 15 Krhin, 30 Mancini, 39 Santon. Coach: José Mourinho.

Dynamo Kiev: 31 Bogush; 11 Eremenko, 34 Khacheridi, 44 Almeida, 21 Magrao (3 Betao 71); 17 Mikhalik, 36 Ninkovic (20 Gusev 69), 5 Vukojevic, 70 Yarmolenko; 7 Shevchenko, 10 Milevskiy (22 Kravets 90+3).
 Champions League Subs not used: 55 Rybka, 8 Aliyev, 20 Gusev, 25 Atanda, 79 Zozulia.
 Coach: Valery Gazzaev.

Referee: Terje Hauge (Norway). Booked: Karadeniz 9, Samuel 14, Balotelli 20, 60, Maicon 63. Sent off: Balotelli 60.

Referee: Martin Atkinson (England). Booked: Stankovic 23, Maicon 29, Almeida 31, Chivu 52, Shevchenko 61, Milevskiy 68, Vukojevic 82, Zanetti 83.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

31 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Giornata 9

Champions League

Inter vs Catania 2 - 1

Dynamo vs Inter 1 - 2

Scorers: Muntari 13, Sneijder 31, Mascara (pen) 83.

Scorers: Shevchenko 21, Milito 86, Sneijder 89.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 2 Cordoba, 26 Chivu; 4 Zanetti, 14 Vieira, 11 Muntari (15 Krhin 85); 10 Sneijder (5 Stankovic 74); 9 Eto’o (23 Materazzi 88), 45 Balotelli.
 Subs not used: 1 Toldo, 39 Santon, 30 Mancini, 89 Arnautovic.
 Coach: José Mourinho.

Dynamo Kiev: 31 Bogush; 11 Eremenko, 34 Khacheridi, 44 Almeida, 21 Magrao; 17 Mikhalik, 5 Vukojevic; 7 Shevchenko, 36 Ninkovic, 70 Yarmolenko, 10 Milevskiy (20 Gusev 70). Subs not used: 55 Rybka, 3 Betao, 4 Ghioane, 22 Kravets, 29 Mandzyuk, 49 Zozulya.
 Coach: Valeri Gazzaev.

Catania: 30 Campagnolo; 2 Potenza, 3 Spolli, 6 Silvestre, 33 Capuano; 5 Carboni, 27 Biagianti (7 Mascara 46); 13 Izco (8 Ledesma 46), 4 Delvecchio (9 Plasmati 76), 16 Llama; 15 Morimoto. Subs not used: 21 Andujar; 12 MarSerie A chese, 18 Augustyn, 19 Ricchiuti.
 Coach: Gianluca Atzori.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel (11 Muntari 79), 26 Chivu (45 Balotelli 46); 4 Zanetti, 19 Cambiasso (8 Thiago Motta 46), 5 Stankovic; 10 Sneijder; 22 Milito, 9 Champions League Eto’o. 
 Subs not used: 1 Toldo, 14 Vieira, 23 Materazzi, 30 Mancini. 
 Coach: José Mourinho.

Referee: Danilo Giannoccaro (Lecce). Booked: Spolli 22, Zanetti 45, Carboni 58, Cordoba 64, Silvestre 86.

Giornata 10

Giornata 12

Inter vs Palermo 5 - 3

Inter vs AS Roma 1 - 1

Scorers: Eto’o (pen) 7, 43, Balotelli 35, 42, Miccoli 49, 67, Hernandez 61, Milito 83.

Scorers: Vucinic 13, Eto’o 48.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 2 Cordoba, 25 Samuel, 26 Chivu (39 Santon 46); 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 11 Muntari; 5 Stankovic; 9 Eto’o (8 Thiago Motta 74), 45 Balotelli (22 Milito 48). Subs not used: 1 Toldo, 6 Lucio, 14 Vieira, 30 Mancini. Coach: José Mourinho. Palermo: 46 Sirigu; 3 Goian, 24 Kjaer, 8 Migliaccio; 21 Melinte (90 Hernandez 46), 30 Simplicio (9 Nocerino 85), 23 Bresciano, 16 Cassani; 6 Pastore (14 Bertolo 84); Serie A 7 Cavani, 10 Miccoli. Subs not used: 1 Brichetto, 19 Succi, 26 Morganella, 88 Blasi. Coach: Walter Zenga. Referee: Paolo Tagliavento (Terni). Booked: Chivu 36, Goian 38, Bertolo 86.

Referee: Gianluca Rocchi (Florence). Booked: Muntari 39, Menez 45+1, Thiago Motta 54, Stankovic 62, Pizarro 78.

Livorno vs Inter 0 - 2

Bologna vs Inter 1 - 3

Scorers: Milito 49, Maicon 80.

Scorers: Milito 22, Zalayeta 23, Balotelli 41, Cambiasso 72.

Referee: Emidio Morganti (Ascoli Piceno). Booked: Lucio 37, Raimondi 76, Tavano 83.

VOlume 7

Roma: 27 Julio Sergio; 13 Motta, 3 Andreolli, 5 Mexes (22 Tonetto 75), 17 Riise; 33 Brighi, 7 Pizarro, 20 Perrotta; 16 De Rossi (14 Faty 34); 9 Vucinic (89 Okaka 68), 94 Menez.
 Serie A Subs not used: 1 Lobont, 19 Baptista, 21 Guberti, 77 Cassetti.
 Coach: Claudio Ranieri.

Giornata 13

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 2 Cordoba, 6 Lucio, 4 Zanetti; 15 Krhin (9 Eto’o 46), 14 Vieira, 11 Muntari (19 Cambiasso 29); 5 Stankovic (69), 30 Mancini; 22 Milito.
 Serie A Subs not used: 21 Orlandoni, 7 Quaresma, 23 Materazzi, 89 Arnautovic.
 Coach: José Mourinho.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 25 Samuel, 6 Lucio, 4 Zanetti; 11 Muntari (45 Balotelli 46), 14 Vieira (10 Sneijder 46), 8 Thiago Motta (19 Cambiasso 64); 5 Stankovic; 22 Milito, 9 Eto’o. Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 26 Chivu, 30 Mancini.
 Coach: José Mourinho.

Giornata 11

Livorno: 11 Benussi; 59 Diniz, 13 Knezevic, 17 Miglionico; 77 Raimondi, 83 Candreva, 46 Pieri; 21 Moro, 7 Pulzetti (18 Dionisi 73), 87 Vitale (9 Danilevicius 54); 10 Tavano. Subs not used: 1 De Lucia, 5 Marchini, 6 Galante, 8 Bergvold, 15 Cellerino. Coach: Serse Cosmi.

32

Referee: Bertrand Layec (France). Booked: Samuel 23, Almeida 28, Lucio 45+1, Mikhalik 53.

Bologna: 1 Viviano; 84 Raggi, 13 Portanova, 6 Britos, 23 Lanna; 7 Valiani (26 Mudingayi 59), 14 Guana (21 Zenoni 85), 8 Mingazzini; 85 Adailton; 9 Di Vaio, 25 Zalayeta (22 Osvaldo 71). 
 Subs not used: 15 Colombo, 10 Bombardini, 11 Vigiani, 41 Marazzina. 
 Coach: Franco Colomba. Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu; 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta; 5 Stankovic (14 Vieira 75); 22 Milito (30 Mancini 80), 45 Balotelli (9 Eto’o 46). Serie A Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 15 Krhin, 23 Materazzi. Coach: José Mourinho. Referee: Roberto Rosetti (Turin). Booked: Balotelli 37, Thiago Motta 76. Sent off: Maicon 90+1.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

33 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Champions League

Champions League

Barcelona vs Inter 2 - 0

Inter vs Rubin 2 - 0

Scorers: Piqué 10, Pedro 26.

Scorers: Eto’o 31, Balotelli 64.

Barcelona: 1 Valdes; 2 Dani Alves, 3 Piqué, 5 Puyol, 22 Abidal (19 Maxwell 89); 6 Xavi, 16 Busquets, 15 Keita; 8 Iniesta (28 Jonathan 90+5), 17 Pedro (11 Bojan 85), 14 Henry. Subs not used: 13 Pinto, 4 Marquez, 9 Ibrahimovic, 10 Messi.
 Coach: Josep Guardiola.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel (2 Cordoba 15), 4 Zanetti; 5 Stankovic (19 Cambiasso 53), 8 Thiago Motta; 45 Balotelli (11 Muntari 77), 10 Sneijder, 9 Eto’o; 22 Milito. Subs not used: 1 Toldo, 14 Vieira, 18 Suazo, 23 Materazzi. 
 Coach: José Mourinho.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu; 4 Zanetti, 19 Cambiasso (11 Muntari 46), 8 Thiago Motta; 5 Stankovic (45 Balotelli 71); 22 Milito (7 Quaresma 82), 9 Eto’o.
 Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, Champions League 14 Vieira, 23 Materazzi.
 Coach: José Mourinho.

Rubin Kazan: 77 Ryzhikov; 9 Salukvadze, 24 Popov, 4 Cesar Navas, 19 Kaleshin; 15 Ryazantsev (23 Balyaykin 84), 16 Noboa (5 Bystrov 81), 7 Semak, 42 Murawski; 61 Karadeniz (88 KaChampions League saev 73); 10 Dominguez. Subs not used: 29 Revishvili, 3 Ansaldi, 6 Sibaya, 32 Gorbanets. 
 Coach: Kurban Berdyev.

Referee: Massimo Busacca (Switzerland). Booked: Thiago Motta 18, Puyol 34, Pedro 50, Chivu 80, Zanetti 88

Giornata 14

Giornata 16

Inter vs Fiorentina 1 - 0

Atalanta vs Inter 1 - 1

Scorers: Milito (pen) 85. Inter: 12 Julio Cesar; 4 J.Zanetti, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu; 5 Stankovic, 19 Cambiasso, 11 Muntari (8 Thiago Motta 73); 7 Quaresma (30 Mancini 73), 22 Milito (14 Vieira 87), 9 Eto’o.
 Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 15 Krhin, 23 Materazzi. 
 Coach: José Mourinho.

Scorers: Milito 15, Tiribocchi 81.

Fiorentina: 1 Frey; 25 Comotto, 2 Kroldrup, 3 Dainelli (29 De Silvestri 77), 19 Gobbi; 18 Montolivo, 15 C.Zanetti; 32 Marchionni (20 Jorgensen 18), 24 Santana (9 Castillo 86), 6 Vargas; 11 Gilardino. Subs not used: 35 Avramov, 8 JoSerie A vetic, 21 Babacar, 23 Pasqual.
 Coach: Cesare Prandelli. Referee: Antonio Damato (Barletta). Booked: Chivu 34, Gobbi 35, Kroldrup 43, C.Zanetti 67, Samuel 79, Comotto 84.

VOlume 7

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 2 Cordoba, 26 Chivu; 4 Zanetti, 19 Cambiasso; 45 Balotelli (5 Stankovic 68), 10 Sneijder, 9 Eto’o; 22 Milito (8 Thiago Motta 76).
 Serie A Subs not used: 1 Toldo, 14 Vieira, 18 Suazo, 23 Materazzi 30 Mancini.
 Coach: Giuseppe Baresi (José Mourinho is suspended). Referee: Nicola Rizzoli (Bologna). Booked: Sneijder 26, 64, Garics 32, Padoin 83. Sent off: Sneijder 64.

Coppa Italia

Juventus vs Inter 2 - 1

Inter vs Livorno 1 - 0

Scorers: Del Piero 20, Eto’o 26, Marchisio 58.

Scorer: Sneijder 61.

Juventus: 1 Buffon; 2 Caceres, 5 Cannavaro, 3 Chiellini, 6 Grosso; 22 Sissoko, 4 Melo, 8 Marchisio (18 Poulsen 81); 28 Diego (21 Grygera 90+1); 11 Amauri, 10 Del Piero (16 Camoranesi 71). 
 Subs not used: 13 Manninger, 17 Trezeguet, 20 Giovinco, 33 Legrottaglie.
 Coach: Ciro Ferrara.

Inter: 1 Toldo; 29 Donati (13 Maicon 83), 6 Lucio, 26 Chivu, 11 Muntari; 14 Vieira, 5 Stankovic, 8 Thiago Motta; 10 Sneijder; 45 Balotelli, 18 Suazo (22 Milito 76). 
 Subs not used: 12 Julio Cesar, 9 Eto’o, 19 Cambiasso, 28 Stevanovic. 
 Coach: José Mourinho

Referee: Massimiliano Saccani (Mantua). Booked: Muntari 23, Melo 25, Samuel 28, Grosso 61, Amauri 80, Melo 87, Balotelli 87, Caceres 90+3. Sent off: Mourinho 21, Melo 87.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Atalanta: 32 Coppola; 8 Garics, 77 Bianco, 5 Manfredini, 6 Bellini (7 Madonna 76); 15 De Ascentis; 79 Ferreira Pinto (90 Tiribocchi 62), 22 Padoin, 17 Guarente (18 Caserta 81), 70 Ceravolo; 9 Acquafresca. Subs not used: 1 Consigli, 2 Talamonti, 13 Peluso, 21 Radovanovic.
 Coach: Antonio Toma (Antonio Conte is suspended).

Giornata 15

Inter: 12 Julio Cesar; 4 Zanetti, 6 Lucio, 25 Samuel (23 Materazzi 90), 26 Chivu; 8 Thiago Motta, 19 Cambiasso (30 Mancini 79), 11 Muntari (45 Balotelli 60); 5 Stankovic; 9 Eto’o, 22 Milito.
 Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, Serie A 14 Vieira, 15 Krhin.
 Coach: José Mourinho.

34

Referee: Pieter Vink (Holland). Booked: Murawski 28, Cesar Navas 43, Balotelli 46, Lucio 68.

Livorno: 11 Benussi; 2 Perticone, 4 Rivas, 13 Knezevic (59 Diniz 46); 5 Marchini, 8 Bergvold (7 Pulzetti 72), 24 Mozart, 83 Candreva, 46 Pieri; 9 Danilevicius (18 Dionisi 63), 99 Lucarelli. Subs not used: 1 De Lucia, 3 Coppa Italia A.Filippini, 90 Simeoni.
 Coach: Serse Cosmi. Referee: Sebastiano Peruzzo (Schio). Booked: Stankovic 45+1, Diniz 47, Marchini 71.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

35 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Giornata 17

Giornata 20

Inter vs Lazio 1 - 0

Bari vs Inter 2 - 2

Scorer: Eto’o 14.

Scorers: Barreto (2 pens), 60, 63, Pandev 69, Milito (pen) 74.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 2 Cordoba, 11 Muntari (14 Vieira 26); 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta; 5 Stankovic; 22 Milito (23 Materazzi 89), 9 Eto’o (45 Balotelli 86). Subs not used: 1 Toldo, 15 Krhin, 18 Suazo, 29 Donati. Coach: José Mourinho. Lazio: 86 Muslera; 13 Siviglia, 28 Stendardo, 26 Radu; 2 Lichtsteiner, 33 Baronio, 11 Kolarov, 81 Del Nero (4 Firmani 80); 23 Meghni (74 Cruz 58), 5 Mauri; 9 Rocchi (18 Makinwa 80). Serie A Subs not used: 88 Berni, 3 Scaloni, 25 Cribari, 87 Diakité. Coach: Davide Ballardini. Referee: Carmine Russo (Nola). Booked: Thiago Motta 23, Baronio 30, Stendardo 67, Del Nero 78, Stankovic 84, Radu 85.

VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel (39 Santon 64), 2 Cordoba; 11 Muntari (7 Quaresma 65), 4 Zanetti; 45 Balotelli Serie A (19 Cambiasso 79), 10 Sneijder, 27 Pandev; 22 Milito. Subs not used: 1 Toldo, 23 Materazzi, 44 Carlsen, 89 Arnautovic. Coach: José Mourinho. Referee: Roberto Rosetti (Turin). Booked: Parisi 34, Samuel 59, Lucio 62, Bonucci 73, Belmonte 89.

Giornata 18

Giornata 21

Chievo vs Inter 0 - 1

Inter vs Milan 2 - 0

Scorer: Balotelli 12.

Scorers: Milito 10, Pandev 65.

Chievo: 28 Sorrentino; 20 Sardo, 5 Mandelli, 33 Yepes, 4 Mantovani; 10 Luciano (11 Granoche 85), 16 Rigoni, 7 Marcolini; 9 Bentivoglio (6 Pinzi 60); 23 Bogdani (22 Abbruscato 60), 31 Pellissier. Subs not used: 18 Squizzi, 2 Morero, 19 Ariatti, 21 Frey. Coach: Nicola Pierpaoli.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 39 Santon; 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 11 Muntari (2 Cordoba 87); 10 Sneijder; 27 Pandev (8 Thiago Motta 67), 22 Milito (45 Balotelli 81). Subs not used: 1 Toldo, 23 Materazzi, 30 Mancini, 89 Arnautovic. Coach: José Mourinho.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 2 Cordoba, 26 Chivu (23 Materazzi 48); 14 Vieira, 4 Zanetti; 45 Balotelli (89 Arnautovic 88), 10 Sneijder, 27 Pandev (7 Quaresma 67); 22 Milito. 
 Subs not used: 1 Toldo, 28 StevaSerie A novic, 29 Donati, 48 Crisetig. 
 Coach: José Mourinho.

AC Milan: 1 Dida; 20 Abate, 19 Favalli, 33 Thiago Silva, 77 Antonini (18 Jankulovski 77); 8 Gattuso (10 Seedorf 46), 21 Pirlo, 23 Ambrosini (11 Huntelaar 80); 32 Beckham, 22 Borriello, 80 Ronaldinho. Subs not used: 12 Abbiati, 4 KaSerie A ladze, 9 Inzaghi, 25 Bonera. Coach: Leonardo.

Referee: Nicola Pierpaoli (Florence). Booked: Chivu 5, Balotelli 34, Vieira 40, Sardo 59, Marcolini 63, Cordoba 69, Pellissier 75, Quaresma 77, Maicon 45+3.

Referee: Gianluca Rocchi (Florence). Booked: Beckham 3, Lucio 26, Favalli 28, Muntari 38, Pandev 65, Thiago Silva 69. Sent off: Sneijder 26, Lucio 90+1.

Giornata 19

Coppa Italia

Inter vs Siena 4 - 3

Inter vs Juventus 2 - 1

Scorers: Maccarone 18, 65, Milito 24, Sneijder 36, 88, Ekdal 37, Samuel 90+3.

Scorers: Diego 10, Lucio 72, Balotelli 89.

Inter: Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 2 Cordoba, 4 Zanetti; 5 Stankovic (89 Arnautovic 46), 8 Thiago Motta (28 Stevanovic 67); 7 Quaresma (25 Samuel 46), 10 Sneijder, 27 Pandev; 22 Milito.
 Subs not used: 1 Toldo, 29 Donati, 31 Alibec, 48 Crisetig.
 Coach: José Mourinho.

36

Bari: 1 Gillet; 15 Belmonte, 5 A.Maisello, 19 Bonucci, 21 Parisi; 90 Alvarez (88 Kamata 89), 14 Gazzi, 16 Donati, 11 Koman (7 Rivas 77); 69 Meggiorini, 10 Barreto. Subs not used: 25 Padelli, 9 De Vezze, 18 S.Masiello, 18 Greco, 30 Allegretti. Coach: Giampiero Ventura.

Inter: 1 Toldo; 13 Maicon, 6 Lucio, 23 Materazzi, 39 Santon; 4 Zanetti, 19 Cambiasso (22 Milito 61), 8 Thiago Motta; 10 Sneijder; 45 Balotelli, 27 Pandev (11 Muntari 80). Subs not used: 12 Julio Cesar, 2 Cordoba, 7 Quaresma, 25 Samuel, 89 Arnautovic. Coach: José Mourinho.

Siena: 85 Curci (31 Pegolo 46); 87 Rosi, 29 Cribari, 15 Brandao, 3 Del Grosso; 8 Vergassola, 10 Codrea, 12 Ekdal (23 Jarolim 81); 7 Reginaldo (17 Fini 72), 32 Maccarone, 24 Jajalo.
 Serie A Subs not used: 6 Terzi, 9 Paolucci, 11 Calaiò, 21 Rossi.
 Coach: Alberto Malesani.

Juventus: 1 Buffon; 21 Grygera, 5 Cannavaro, 3 Chiellini, 6 Grosso; 22 Sissoko, 4 Melo, 26 Candreva, 29 De Ceglie (27 Paolucci 90+2); 28 Diego, 11 Amauri. Subs not used: 13 Manninger, 15 Coppa Italia Zebina, 32 Yago, 33 Legrottaglie, 39 Marrone, 43 Boniperti. Coach: Ciro Ferrara.

Referee: Sebastiano Peruzzo (Schio). Booked: Stankovic 41, Sneijder 75, Codrea 88. Sent off: Cribari 90+5.

Referee: Antonio Damato (Barletta). Booked: Maicon 42, Chiellini 50, Melo 71, Cannavaro 76.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

37 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Coppa Italia

Giornata 24

Inter vs Fiorentina 1 - 0

Napoli vs Inter 0 - 0

Scorer: Milito 34.

Napoli: 23 De Sanctis; 14 Campagnaro, 28 P.Cannavaro, 2 Grava; 16 Zuniga (21 Cigarini 81), 5 Pazienza, 23 Gargano, 6 Aronica; 17 Hamsik; 27 Quagliarella, 19 Denis. Subs not used: 1 Iezzo, 3 Rullo, 8 Dossena, 9 Hoffer, 18 Bogliacino, 77 Rinaudo. Coach: Walter Mazzarri.

Inter: 1 Toldo; 13 Maicon, 6 Lucio, 23 Materazzi, 39 Santon; 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 11 Muntari (27 Pandev 46); 10 Sneijder (17 Mariga 90+2); 22 Milito, 45 Balotelli (8 Thiago Motta 68).
 Subs not used: 21 Orlandoni, 2 Cordoba, 7 Quaresma, 15 Krhin, 17 Mariga. Coach: José Mourinho. Fiorentina: 1 Frey; 25 Comotto, 5 Gamberini, 14 Natali, 23 Pasqual (22 Ljajic 83); 24 Santana (32 Marchionni 75), 18 Montolivo, 28 Bolatti, 19 Gobbi (8 Jovetic 58); 6 Vargas; 11 GiCoppa Italia lardino. Subs not used: 35 Avramov, 16 Felipe, 21 Babacar, 29 De Silvestri. Coach: Cesare Prandelli. Referee: Paolo Tagliavento (Terni). Booked: Pasqual 68, Gamberini 69, Lucio 82.

Giornata 25

Inter vs Cagliari 3 - 0

Inter vs Sampdoria 0 - 0

Scorers: Pandev 6, Samuel 20, Milito 47.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 2 Cordoba, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic, 19 Cambiasso, 11 Muntari (6 Lucio ); 10 Sneijder (8 Thiago Motta 81); 22 Milito (27 Pandev 72), 9 Eto’o. Subs not used: 1 Toldo, 7 Quaresma, 15 Khrin, 17 Mariga. Coach: José Mourinho.

Cagliari: 25 Agazzi; 4 Dessena, 13 Astori, 21 Canini, 31 Agostini; 8 Biondini (20 Barone 56), 5 Conti, 10 Lazzari; 27 Jeda (28 Nainggolan 83); 32 Matri, 9 Nenè (23 Larrivey 60). Serie A Subs not used: 12 Vigorito, 3 Ariaudo, 15 Marzoratti, 18 Parola. Coach: Massimiliano Allegri. Referee: Andrea Gervasoni (Mantua). Booked: Thiago Motta 64, Milito 81.

VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Referee: Roberto Rosetti (Turin). Booked: Pazienza 2, Maicon 20, Muntari 27, Zuniga 45+2, Sneijder 51, Gargano 86.

Giornata 22

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 2 Cordoba, 25 Samuel, 39 Santon; 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta (17 Mariga 75); 27 Pandev, 22 Milito (45 Balotelli 84), 9 Eto’o (11 Muntari 60). Subs not used: 1 Toldo, 7 Quaresma, 15 Krhin, 23 Materazzi. Coach: José Mourinho.

38

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 39 Santon; 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 11 Muntari (17 Mariga 46); 10 Sneijder; 27 Pandev (9 Eto’o 71), 22 Milito. Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 7 Quaresma, 8 Thiago Motta, 15 Krhin. Serie A Coach: José Mourinho.

Sampdoria: 30 Storari; 8 Zauri, 28 Gastaldello, 6 Lucchini, 3 Ziegler; 77 Semioli (20 Padalino 84), 17 Palombo, 16 Poli (12 Tissone 79), 18 Guberti (7 Mannini 56); 9 Pozzi, 10 Pazzini. Subs not used: 21 Guardalben, 5 Accardi, 11 Scepovic, 13 Rossi. Serie A Coach: Luigi Del Neri. Referee: Paolo Tagliavento (Terni). Booked: Pozzi 23, Samuel 28, Cordoba 33, 38, Pazzini 36, 74, Eto’o 55, Lucchini 63. Sent off: Samuel 31, Cordoba 38, Pazzini 74.

Giornata 23

Champions League

Inter vs Parma 1 - 1

Inter vs Chelsea 2 - 1

Scorers: Bojinov 55, Balotelli 59.

Scorers: Milito 3, Kalou 51, Cambiasso 55.

Parma: 83 Mirante; 5 Zaccardo, 15 Dellafiore, 6 Lucarelli; 80 Valiani, 11 Jimenez, 4 Morrone, 14 Galloppa (3 Antonelli 75), 7 Castellini; 86 Bojinov (43 Paloschi 68), 20 Biabiany. Subs not used: 1 Pavarini, 8 Lunardini, 9 Lanzafame, 19 Zenoni, 45 Galassi. Coach: Francesco Guidolin.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic (11 Muntari 84), 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta (45 Balotelli 58); 10 Sneijder; 9 Eto’o (27 Pandev 68), 22 Milito. Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 7 Quaresma, 17 Mariga. 
 Coach: José Mourinho. 


Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 23 Materazzi, 2 Cordoba (39 Santon 57); 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta (45 Balotelli 57); 27 Pandev, 22 Milito, 9 Eto’o (17 Mariga 68). Serie A Subs not used: 1 Toldo, 7 Quaresma, 15 Krhin, 5 Samuel. Coach: José Mourinho.

Chelsea: 1 Cech (40 Hilario 62); 2 Ivanovic, 6 Carvalho, 26 Terry, 15 Malouda; 13 Ballack, 12 Mikel, 8 Lampard; 39 Anelka, 21 Kalou (23 Sturridge 78); 11 Drogba. Subs not used: 10 J.Cole, 33 Alex, Champions League 35 Belletti, 43 Bruma, 45 Borini. Coach: Carlo Ancelotti.

Referee: Mauro Bergonzi (Genoa). Booked: Pandev 19, Morrone 37, Valiani 64, 72, Cambiasso 87. Sent off: Valiani 72.

Referee: Manuel Mejuto Gonzalez (Spain). Booked: Thiago Motta 9, Milito 22, Kalou 23.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

39 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Giornata 26

Champions League

Udinese vs Inter 2 - 3

Chelsea vs Inter 0 - 1

Scorers: Pepe 2, Balotelli 7, Maicon 21, Milito 45+1, Di Natale (pen) 52.

Scorer: Eto’o 78.

Udinese: 22 Handanovic; 2 Zapata, 13 Coda, 24 Lukovic; 4 Cuadrado, 88 Inler, 14 Sammarco (27 Geijo 79), 26 Pasquale (20 Asamoah 64); 7 Pepe, 10 Di Natale, 11 Sanchez. Subs not used: 1 Rafael, 19 Badu, 32 Ferronetti, 80 Domizzi, 84 Lodi. Coach: Pasquale Marino. Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 8 Thiago Motta, 4 Zanetti; 5 Stankovic, 17 Mariga; 45 Balotelli (23 Materazzi 82), 10 Sneijder (15 Krhin 90+1), 27 Pandev (9 Eto’o 72); 22 Milito. Serie A Subs not used: 1 Toldo, 7 Quaresma, 29 Donati, 89 Arnautovic. Coach: José Mourinho.

Referee: Wolfgang Stark (Germany). Booked: Eto’o 17, Thiago Motta 48, Lucio 54, Malouda 55, Drogba 57, Julio Cesar 82, Alex 83, Mariga 89. Sent off: Drogba 87.

Giornata 27

Giornata 29

Inter vs Genoa 0 - 0

Palermo vs Inter 1 - 1

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic (7 Quaresma 75), 11 Muntari (2 Cordoba 58); 45 Balotelli, 10 Sneijder, 27 Pandev (9 Eto’o 58); 22 Milito. Subs not used: 1 Toldo, 17 Mariga, 23 Materazzi, 89 Arnautovic. Coach: José Mourinho.

Scorers: Milito (pen) 11, Cavani 24.

Referee: Luca Banti (Livorno). Booked: Criscito 11, Samuel 51, Balotelli 45+4.

VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta (23 Materazzi 90+2); 10 Sneijder (17 Mariga 85); 27 Pandev (5 Stankovic 75), 22 Milito, 9 Eto’o. 
Subs not used: 1 Toldo, 2 CordoChampions League ba, 7 Quaresma, 39 Santon. 
 Coach: José Mourinho.

Referee: Mauro Bergonzi (Genoa). Booked: Coda 8, Zanetti 39, Sammarco 67, Balotelli 66, Stankovic 90+2, Asamoah 90+3.

Genoa: 32 Amelia; 15 Papastathopoulos, 26 Bocchetti, 24 Moretti; 7 Rossi, 77 Milanetto, 21 Zapater, 4 Criscito; 14 Sculli (6 Palacio 62), 19 Suazo (17 Jankovic 53; 10 Palladino 68), 20 Mesto. Subs not used: 73 Scarpi, 5 Kharja, 28 Juric, 40 Tomovic. Serie A Coach: Gian Piero Gasperini.

40

Chelsea: 22 Turnbull; 2 Ivanovic, 33 Alex, 26 Terry, 18 Zhirkov (21 Kalou 74); 13 Ballack (10 J.Cole 62), 12 Obi Mikel, 8 Lampard; 39 Anelka, 11 Drogba, 15 Malouda. Subs not used: 30 Taylor, 6 Carvalho, 23 Sturridge, 35 Belletti, 43 Bruma. Coach: Carlo Ancelotti.

Palermo: 46 Sirigu; 16 Cassani, 5 Bovo, 24 Kjaer, 42 Balzaretti; 8 Migliaccio, 30 Simplicio (14 Bertolo 54), 9 Nocerino; 6 Pastore; 10 Miccoli, 7 Cavani (90 Hernandez 89). Subs not used: 28 Benussi, 3 Goian, 20 Budan, 88 Blasi, 89 Celustka. Coach: Delio Rossi. Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 39 Santon (8 Thiago Motta 65); 5 Stankovic (27 Pandev 65), 19 Cambiasso, 4 Zanetti; 10 Sneijder; 9 Eto’o 22 Milito. Subs not used: 1 Toldo, 2 CoroSerie A doba, 7 Quaresma, 17 Mariga, 23 Materazzi. Coach: José Mourinho. Referee: Antonio Damato (Barletta). Booked: Bovo 10, Stankovic 15, Lucio 45+1, Maicon 59, Samuel 82, Migliaccio 86, Milito 90+1.

Giornata 28

Giornata 30

Catania vs Inter 3 - 1

Inter vs Livorno 3 - 0

Scorers: Milito 54, Maxi Lopez 74, Mascara (pen) 81, Martinez 90.

Scorers: Eto’o 36, 41, Maicon 61.

Catania: 21 Andujar; 22 Alvarez, 23 Terlizzi, 6 Silvestre, 33 Capuano (2 Potenza 88); 19 Ricchiuti (4 Delvecchio 76), 27 Biagianti, 13 Izco; 25 Martinez, 11 Maxi Lopez (5 Carboni 84), 7 Mascara. Subs not used: 30 Campagnolo, 8 Ledesma, 15 Morimoto, 18 Augustyn. Coach: Sinisa Mihajlovic.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 2 Cordoba, 23 Materazzi, 26 Chivu (25 Samuel 77); 4 Zanetti, 19 Cambiasso (17 Mariga 64), 8 Thiago Motta (11 Muntari 69); 7 Quaresma, 9 Eto’o, 27 Pandev. Subs not used: 1 Toldo, 6 Lucio, 22 Milito, 89 Arnautovic. Coach: José Mourinho.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 23 Materazzi, 4 Zanetti; 5 Stankovic (27 Pandev 77), 19 Cambiasso (11 Muntari 79), 17 Mariga (7 Quaresma 46); 10 Sneijder; 22 Milito, 9 Eto’o. Serie A Subs not used: 1 Toldo, 21 Orlandoni, 2 Cordoba, 15 Krhin. Coach: José Mourinho.

Livorno: 25 Rubinho; 2 Perticone, 4 Rivas, 13 Knezevic (52 Diniz 64); 77 Raimondi, 3 Filippini (87 Vitale 46), 7 Pulzetti, 22 Prutsch, 46 Pieri; 19 Di Gennaro (10 Tavano 51); 9 Danilevicius. Serie A Subs not used: 92 Bardi, 20 Bellucci, 26 Lignani, 99 Lucarelli. Coach: Serse Cosmi.

Referee: Paolo Valeri (Rome). Booked: Biagianti 24, Zanetti 45, Stankovic 51, Martinez 76, Muntari 80, 81. Sent off: Muntari 81.

Referee: Christian Brighi (Cesena). Booked: Perticone 30, Vitale 66, Mariga 76.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

41 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Giornata 31

Champions League

AS Roma vs Inter 2 - 1

CSKA vs Inter 0 - 1

Scorers: De Rossi 17, Milito 66, Toni 73.

Scorer: Sneijder 6.

Roma: 27 Julio Sergio; 77 Cassetti, 29 Burdisso, 5 Juan, 17 Riise; 20 Perrotta, 7 Pizarro, 16 De Rossi (33 Brighi 74); 94 Menez (11 Taddei 68), 30 Toni, 9 Vucinic (10 Totti 86). Subs not used: 32 Doni, 5 Mexes, 19 Baptista, 22 Tonetto. Coach: Claudio Ranieri.

CSKA Moscow: 35 Akinfeev; 6 A.Berezutski, 24 V.Berezutski (15 Odiah 14), 4 Ignashevich, 42 Schennikov; 2 Semberas, 11 Mamaev; 10 Dzagoev, 18 Honda (25 Rahimic 77), 13 Gonzalez; 89 Necid (20 Guilherme 71).
 Subs not used: 1 Chepchugov, 14 Nababkin, 23 Piliev, 26 Oliseh.
 Coach: Leonid Slutsky.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic (27 Pandev 59), 19 Cambiasso (26 Chivu 76), 8 Thiago Motta (7 Quaresma 76); 10 Sneijder; 9 Eto’o, 22 Milito. Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, Serie A 11 Muntari, 23 Materazzi. Coach: José Mourinho. Referee: Emidio Morganti (Acsoli Piceno). Booked: Menez 26, Samuel 30, Zanetti 31, Thiago Motta 37, Lucio 54, Perrotta 56, Maicon 79, Eto’o 83, Brighi 89, Chivu 90+1.

Referee: Stéphane Lannoy (France). Booked: Stankovic 16, Odiah 38, 49, Mamaev 63. Sent off: Odiah 49.

Champions League

Giornata 33

Inter vs CSKA 1 - 0

Fiorentina vs Inter 2 - 2

Scorer: Milito 65.

Scorers: Keirrison 11, Milito 75, Eto’o 81, Kroldrup 82.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 23 Materazzi, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic, 19 Cambiasso; 27 Pandev (17 Mariga 90+3), 10 Sneijder, 9 Eto’o; 22 Milito. 
 Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, 7 Quaresma, 11 Muntari, 26 Chivu; 89 Arnautovic. Coach: José Mourinho. CSKA Moscow: 35 Akinfeev; 6 A.Berezutski, 24 V.Berezutski, 4 Ignashevich, 42 Schennikov; 2 Semberas, 22 Aldonin (25 Rahimic 75); 17 Krasic, 18 Honda (10 Dzagoev 69), 11 Mamaev (13 Gonzalez 73); 89 Necid. 
 Champions League Subs not used: 1 Chepchugov, 14 Nababkin, 15 Odiah, 20 Guilherme. 
 Coach: Leonid Slutsky. Referee: Howard Webb (England). Booked: Materazzi 12, Krasic 32, Aldonin 37.

42 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic, 19 Cambiasso; 27 Pandev (26 Chivu 63), 10 Sneijder (11 Muntari 86); 9 Eto’o; 22 Milito (45 Balotelli 74).
 Champions League Subs not used: 21 Orlandoni, 2 Cordoba, 7 Quaresma, 23 Materazzi.
 Coach: José Mourinho.

Fiorentina: 1 Frey; 25 Comotto, 14 Natali, 2 Kroldrup, 23 Pasqual (16 Felipe 50); 28 Bolatti, 24 Santana (29 De Silvestri 65), 18 Montolivo, 19 Gobbi; 8 Jovetic, 39 Keirrison (11 Gilardino 60). Subs not used: 90 Seculini, 4 Donadel, 15 C.Zanetti, 32 Marchionni. Coach: Cesare Prandelli. Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu (45 Balotelli 46); 4 J.Zanetti, 19 Cambiasso (7 Quaresma 87); 27 Pandev (11 Muntari 71), 10 Sneijder; 9 Eto’o, 22 Milito. Serie A Subs not used: 21 Orlandoni, 2 Cordoba, 17 Mariga, 23 Materazzi. Coach: José Mourinho. Referee: Mauro Bergonzi (Genoa). Booked: Pasqual 18, Chivu 38, Kroldrup 42, Natali 53, Bolatti 77, Gobbi 89, Muntari 90+3.

Giornata 32

Coppa Italia

Inter vs Bologna 3 - 0

Fiorentina vs Inter 0 - 1

Scorers: Thiago Motta 29, 86, Balotelli 52.

Scorer: Eto’o 57.

Inter: 12 Julio Cesar; 39 Santon, 2 Cordoba, 25 Samuel, 26 Chivu; 5 Stankovic, 19 Cambiasso (15 Krhin 87), 8 Thiago Motta; 45 Balotelli, 22 Milito (11 Muntari 87), 27 Pandev (10 Sneijder 69). Subs not used: 1 Toldo, 7 Quaresma, 17 Mariga, 23 Materazzi. Coach: José Mourinho.

Fiorentina: 1 Frey; 29 De Silvestri, 14 Natali (19 Gobbi 75), 2 Kroldrup, 16 Felipe; 15 C.Zanetti, 18 Montolivo, 32 Marchionni (24 Santana 62), 8 Jovetic, 6 Vargas (39 Keirrison 62); 11 Gilardino. Subs not used: 90 Seculin, 4 Donadel, 21 Babacar, 25 Comotto. Coach: Cesare Prandell.

Bologna: 1 Viviano; 84 Raggi, 13 Portanova, 6 Britos, 23 Lanna; 24 Buscè, 8 Mingazzini (32 Casarini 27), 14 Guana, 30 Modesto (25 Zalayeta 46); 85 Adailton; 9 Di Vaio (20 Gimenez Serie A 80). Subs not used: 15 Colombo, 3 Santos, 11 Succi, 21 Zenoni. Coach: Franco Colomba.

Inter: 12 Julio Cesar; 2 Cordoba, 6 Lucio, 23 Materazzi, 26 Chivu; 13 Maicon, 8 Thiago Motta (17 Mariga 79), 4 J.Zanetti, 11 Muntari; 9 Eto’o (19 Cambiasso 64), 45 Balotelli (22 Coppa Italia Milito 64). Subs not used: 21 Orlandoni, 10 Sneijder, 25 Samuel, 27 Pandev. 
 Coach: José Mourinho.

Referee: Luca Banti (Livorno). Booked: Lanna 54, Stankovic 72.

Referee: Nicola Rizzoli (Bologna). Booked: Vargas 3, Cordoba 11, Balotelli 28, Thiago Motta 55, Chivu 59.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

43 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Giornata 34

Champions League

Inter vs Juventus 2 - 0

Barcelona vs Inter 0 - 1

Scorers: Maicon 75, Eto’o 90+2.

Scorer: Piqué 84.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 8 Thiago Motta (5 Stankovic 46), 19 Cambiasso; 27 Pandev (45 Balotelli 55), 10 Sneijder (11 Muntari 89), 9 Eto’o; 22 Milito. Subs not used: 21 Orlandoni, 2 Cordoba, 23 Materazzi, 89 Arnautovic. Coach: José Mourinho.

Barcelona: 1 Valdes; 2 Dani Alves, 3 Piqué, 18 G.Milito (19 Maxwell 46), 15 Keita; 6 Xavi, 24 Tourè; 16 Busquets (35 Jeffren 63); 10 Messi, 9 Ibrahimovic (11 Bojan 63), 10 Pedro. 
 Subs not used: 13 Pinto, 4 Marquez, 14 Henry, 34 Thiago Alcantara. Coach: Josep Guardiola.

Juventus: 1 Buffon; 15 Zebina, 5 Cannavaro, 3 Chiellini, 6 Grosso; 8 Marchisio (7 Salihamidzic 78), 4 Felipe Melo, 22 Sissoko; 28 Diego; 10 Del Piero (18 Poulsen 42), 9 Iaquinta (11 Amauri 72). Subs not used: 13 Manninger, 16 Camoranesi, 29 De Ceglie, 33 Legrottaglie. Serie A Coach: Alberto Zaccheroni. Referee: Antonio Damato (Barletta). Booked: Samuel 18, Iaquinta 18, Felipe Melo 20, Thiago Motta 21, Sissoko 21, 37, Chiellini 74, Eto’o, 45+2, Balotelli 45+2. Sent off: Sissoko 37.

Giornata 36

Inter vs Barcelona 3 - 1

Lazio vs Inter 0 - 2

Scorers: Pedro 19, Sneijder 30, Maicon 48, Milito 61.

Scorers: Samuel 45+1, Thiago Motta 70.

Barcelona: 1 Valdes; 2 Dani Alves, 3 Piquè, 5 Puyol, 19 Maxwell; 6 Xavi, 16 Busquets; 17 Pedro, 10 Messi, 15 Keita; 9 Ibrahimovic (22 Abidal 62). 
 Subs not used: 13 Pinto, 4 Marquez, Champions League 11 Bojan, 14 Henry, 18 G.Milito, 24 Tourè. 
 Coach: Josep Guardiola. Referee: Faustino Benquerença (Portugal). Booked: Eto’o 12, Busquets 45+1, Puyol 51, Piquè 60, Keita 68, Stankovic 82, Dani Alves 83.

Inter: 12 Julio Cesar; 4 Zanetti, 6 Lucio (2 Cordoba 75), 25 Samuel, 26 Chivu; 5 Stankovic, 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta; 13 Maicon, Serie A 9 Eto’o (11 Muntari 73), 10 Sneijder (22 Milito 68). Subs not used: 1 Toldo, 17 Mariga, 23 Materazzi, 45 Balotelli. Coach: José Mourinho. Referee: Mauro Bergonzi (Genoa). Booked: Cambiasso 36, Zarate 45.

Coppa Italia | Finale

Inter vs Atalanta 3 - 1

AS Roma vs Inter 0 - 1

Scorers: Tiribocchi 5, Milito 24, Mariga 35, Chivu 78.

Scorers: Milito 40.

Atalanta: 32 Coppola; 4 Capelli, 77 Bianco, 5 Manfredini, 13 Peluso; 79 Ferreira Pinto (9 Amoruso 57), 22 Padoin, 17 Guarente, 20 Valdes (70 Ceravolo 57); 72 Doni (21 Radovanovic Serie A 71), 90 Tiribocchi. Subs not used: 91 Rossi, 6 Bellini, 15 De Ascentis, 19 Chevanton. Coach: Bortolo Mutti. Referee: Daniele Orsato (Schio). Booked: Bianco 8, Stankovic 27, Cordoba 47, Manfredini 64, Coppola 64, Materazzi 83.

VOlume 7

Lazio: 86 Muslera; 25 Biava, 80 Dias, 26 Radu; 2 Lichtsteiner, 32 Brocchi (3 Scaloni 85), 33 Baronio (15 Hitzlsperger 61), 5 Mauri, 11 Kolarov; 20 Floccari (17 Foggia 68), 10 Zarate. Subs not used: 88 Berni, 4 Firmani, 9 Rocchi, 13 Siviglia. Coach: Giovanni Lopez (Edoardo Reja is suspended).

Giornata 35

Inter: 12 Julio Cesar; 4 Zanetti, 2 Cordoba, 23 Materazzi, 26 Chivu; 17 Mariga, 5 Stankovic (8 Thiago Motta 70), 11 Muntari; 10 Sneijder (19 Cambiasso 46); 22 Milito (89 Arnautovic 80), 9 Eto’o. Subs not used: 21 Orlandoni, 6 Lucio, 7 Quaresma, 25 Samuel. Coach: José Mourinho.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Referee: Frank De Bleeckere (Belgium). Booked: Thiago Motta 10, Pedro 27, Julio Cesar 35, Chivu 43, Muntari 82, Lucio 82. Sent off: Thiago Motta 28.

Champions League

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon (26 Chivu 73), 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta; 27 Pandev (5 Stankovic 56), 10 Sneijder, 9 Eto’o; 22 D.Milito (45 Balotelli 75).
 Subs not used: 21 Orlandoni, 2 Cordoba, 11 Muntari, 23 Materazzi.
 Coach: José Mourinho.

44

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 5 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta, 26 Chivu; 9 Eto’o (17 Mariga 86), 10 Sneijder (11 Muntari 77); 22 D.Milito (2 Cordoba 81).
 Subs not used: 1 Toldo, 23 Mater- Champions League azzi, 45 Balotelli, 89 Arnautovic. 
 Coach: José Mourinho.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 2 Cordoba (25 Samuel 39), 23 Materazzi, 26 Chivu; 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta; 10 Sneijder (45 Balotelli 5); 22 Milito, 9 Eto’o. 
 Subs not used: 1 Toldo, 5 Stankovic, 11 Muntari, 17 Mariga, 27 Pandev. 
 Coach: José Mourinho. Roma: 27 Julio Sergio; 29 Burdisso (13 Marco Motta 46), 5 Mexes, 4 Juan, 17 Riise; 16 De Rossi, 7 Pizarro (10 Totti 46), 20 Perrotta; 11 Taddei, 30 Toni, 9 Vucinic. 
Subs not used: 1 Lobont, 19 Baptista, 22 Tonetto, 33 Brighi, 94 Menez.
 Coppa Italia Coach: Claudio Ranieri. Referee: Nicola Rizzoli (Bologna). Booked: Burdisso 14, Materazzi 35, Perrotta 37, Mexes 45+2, Chivu 45+2, Samuel 53, Totti 63, Balotelli 87. Sent off: Totti 88.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

45 VOlume 7

Match 2 Match

Match 2 Match Giornata 37

Champions League | Finale

Inter vs Chievo 4 - 3

B Munchen vs Inter 0 - 2

Scorers: Thiago Motta (og) 12, Mantovani (og) 13, Cambiasso 35, Milito 39, Balotelli 52, Granoche 60, Pellissier 74.

Scorer: Milito 35, 70.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 23 Materazzi, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic, 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta (11 Muntari 56); 9 Eto’o, 22 Milito (17 Mariga 90+2), 45 Balotelli (27 Pandev 64). Subs not used: 1 Toldo, 7 Quaresma, 26 Chivu, 89 Arnautovic. Coach: José Mourinho. Chievo Verona: 28 Sorrentino; 20 Sardo, 21 Frey, 3 Scardina (19 Ariatti 75), 4 Mantovani, 17 Jokic; 10 Luciano, 16 Rigoni (9 BentivoSerie A glio 46), 7 Marcolini; 31 Pellissier, 11 Granoche (22 Abbruscato 62). Subs not used: 18 Squizzi, 15 Iori, 27 Moro, 83 De Paula. Coach: Domenico Di Carlo. Referee: Luca Banti (Livorno). Booked: Sardo 25.

Bayern Munich: 22 Butt; 21 Lahm, 5 Van Buyten, 6 Demichelis, 28 Badstuber; 17 Van Bommel, 31 Schweinsteiger; 10 Robben, 25 Müller, 8 Altintop (18 Klose 63); 11 Olic (33 Gomez 74). 
 Subs not used: 1 Rensing, 13 Görlitz, 23 Pranjic, 26 Contento, 44 Tymoshchuk.
 Coach: Louis Van Gaal. Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu (5 Stankovic 68); 4 Zanetti, 19 Cambiasso; 27 Pandev (11 Muntari 79), 10 Sneijder, 9 Eto’o; 22 Milito (23 Materazzi 90+2). Subs not used: 1 Toldo, 2 Cordoba, Champions League 17 Mariga, 45 Balotelli.
 Coach: José Mourinho. Referee: Howard Webb (England). Booked: Demichelis 25, Chivu 30, van Bommel 78.

Giornata 38 | Finale Week Siena vs Inter 0 - 1 Scorer: Milito 57. Siena: 85 Curci; 87 Rosi, 6 Terzi, 29 Cribari (15 Brandao 46), 3 Del Grosso; 10 Codrea (7 Reginaldo 81); 18 Ghezzal, 8 Vergassola, 12 Ekdal, 24 Jajalo; 32 Maccarone (11 Calaiò 54). Subs not used: 89 Ivanov, 9 Malagò, 22 Tziolis, 23 Jarolim. Coach: Alberto Malesani. Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 23 Materazzi, 25 Samuel, 4 Zanetti; 8 Thiago Motta (27 Pandev 54), 19 Cambiasso; 45 Balotelli (5 Stankovic 58), 10 Sneijder (26 Chivu 73), 9 Eto’o; 22 Milito. Subs not used: 1 Toldo, 6 Lucio, 11 Serie A Muntari, 17 Mariga. Coach: José Mourinho. Referee: Emidio Morganti (Ascoli Piceno). Booked: Del Grosso 11, Cribari 17, Brandao 64, Codrea 65, Chivu 85, Toldo 90+2.

46 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

47 VOlume 7

CompleteSeasonReview Klasemen Akhir Liga Italia 2009-2010 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

48 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Klub Inter AS Roma AC Milan Sampdoria Palermo Napoli Juventus Parma Genoa Bari Fiorentina Lazio Catania Cagliari Udinese Chievo Bologna Atalanta Siena Livorno

M 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38

M 24 24 20 19 18 15 16 14 14 13 13 11 10 11 11 12 10 9 7 7

S 10 8 10 10 11 14 7 10 9 11 8 13 15 11 11 8 12 8 10 8

K 4 6 8 9 9 9 15 14 15 14 17 14 13 16 16 18 16 21 21 23

SG 75 - 34 68 - 41 60 - 39 49 - 41 59 - 47 50 - 43 57 - 60 46 - 51 57 - 61 49 - 49 48 - 47 39 - 43 44 - 45 56 - 58 54 - 59 37 - 42 42 - 55 37 - 53 40 - 67 27 - 61

Nilai 82 80 70 67 65 59 55 52 51 50 47 46 45 44 44 44 42 35 31 29

Top skor Gol Nama Pemain 29 Antonio Di Natale (Udinese) 22 Diego Milito (Inter) 19 Giampaolo Pazzini (Sampdoria) 19 Fabrizio Miccoli (Palermo) 15 Alberto Gilardino (Fiorentina)

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

49 VOlume 7

50 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

51 VOlume 7

52 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

53 VOlume 7

54 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

55 VOlume 7

56 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

57 VOlume 7

58 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

59 VOlume 7

60 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

61 VOlume 7

62 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

63 VOlume 7

64 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

65 VOlume 7

66 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

67 VOlume 7

68 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

69 VOlume 7

70 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

71 VOlume 7

72 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

73 VOlume 7

a r a w a J a r a P k u l k a n Pe

gituuk. Be mpim a c e a rk h rus be Liga C esal te akan trofi k n a du d an. Rindu ang. an rin il peras zionaile M ketat sekar mpia y n u a t e s n n a Cha rker e k e T ig t a L t ? l In i n a is u t fin k te etia ah pe ingan angan. Ta ikkan a 45 t ndukung s dan kom d m n a la t r e p e ih s nti put ap menit a pe ke la mena ial dan jug asih hitam khirny pah ruah pula yang kat piala a a r it e k b g ka im ofis ng tum tanda sedikit a mengan inya ji para televis peluit Inter langsu ahkan tak k pa jad g dialami iraih kala e n r a e k m p B n d niu tim itu. aan rlah ya ng terakhir ofisial bb me adrid angg tuk be rd We dan juga ran Real M emain keb a kut un w ons ya a o t H in a h p it s a a s a e a rn b ar em . kala w ion ke tak pe ara p lihat p Eropa heran ernabeu p enuhi stad erlihat, me ereka di jagoan k M a . t n B t a tim nga mem enja Mak Santiago gitu n tiga i lapa kal m sa be opa. i yang i klukka kan jika dit Inter d t jagoan lo ons d ara Interist ng luar bia lub-klub Er a n in e a h m m , a k r a e p a i B a ik e p y t li d I. in In ra cua ta. Emosi tingg iasa. a Ukra ah pre esliga an pa asi ter luar b juga Bund n juara Lig ilakuk n. Mengub h d air ma ng suprem u g g n g a d an ya un nga BVA,d ang s Kazan lamba Itulah k kala i mem gue, Liga B usia Rubin keras. iksi banya in besar ja r im e ak 16 an an k bah pred s mus remier Lea ara Liga R b d n a i b io p p g d m ju gu ,P Mim olan, dua le a Cha Eropa i, men lukkan alam dikit kebob h berd mimp r di Lig mpetisi elit ga menak n e t a In k la e k s tak ka lanan di tiga ko up, Inter ju aling ditaklu t perja ra yang duktif, tim p r lain yang gr a e ls e la Meliha enjadi jua enyisihan o h e rpr p m n bah g gan. C tim te yang di babak ini pu baran r fantastis: Masih ditam m h e s a Musim ora alias o . r. im k t a e la r amb o Kiev. b h e n r Drog et 6 g n Zam ukanla oreha Dynam enyab el Messi da Inter b dengan t da diri Didie m n s a k e k s e n a k io gu su rp aklu ada L telah ier Lea ng dit op sko nnia se , top skor p u Tim ya gelar Prem catatkan t d berpe ik n Juga terba ih 99 poin i. in meraih yang me FA. im t h ra sim im i adala an me ers mu juga t yakni Piala l winn . Tim in sebut deng e i a s b n g u n o lo d ge ter rce rehan talan an Ba i gan to deng gi klub Ca es. n u e it Karam d g e a juga ka. zman u I, Pun b fantastis b Victor Vald L a ? r g li re te a undes tan In ari me begitu rbaik pad es di B ions di alm eheba s e k t k l r u a s e r k p g te kip Cham enyan n? Tim ang m enche 4 trofi Liga y u i M g n la a Bayer an dengan ut siap erseb t a galam w e n istim catata t a h li Me

A

74 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

75 VOlume 7

22 Takdir

DiegoMilito By: Citra Purnama

B

ukan seorang superstar sepakbola bernama Ronaldo, bukan Jurgen Klinsmann, bukan Christian Vieri, bukan Roberto Baggio, bukan Adriano, bukan pula seorang Zlatan Ibrahimovic yang mampu mewujudkan mimpi dan penantian panjang kita bersama yang tak kenal usang akan gelar paling prestisius dan supremasi tertinggi di Eropa. Dia adalah seorang striker sederhana nan bersahaja asal Argentina, bernama Diego Alberto Milito. Perjalanan kariernya biasa-biasa saja, meski faktanya dia selalu berada dalam jajaran top skor di setiap klub yang dibelanya. Padahal, sangat bisa diperdebatkan bahwa Milito adalah salah satu yang terbaik di dunia saat ini. Maka akhirnya, kita semua benarbenar mensyukuri hari dimana Jose Mourinho dan manajemen Inter memutuskan untuk merekrut sosok yang spesial ini. Nama-nama striker hebat dan ternama telah sempat mampir mengisi skuad Inter, namun tak satu pun

76 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

dari mereka yang mampu memberikan semuanya bagi Inter, apalagi di musim pertamanya mengenakan kostum biruhitam. Kenyataannya hanya seorang Diego Milito yang bisa. Milito menjadi pencetak semua gol penentu pada tiga pertandingan final yang mengu-

kuhkan Inter menjadi peraih Treble pertama di tanah Italia. 1 gol ke gawang Roma di final Coppa Italia 5 Mei 2010, 1 gol ke gawang Siena pada giornata akhir sekaligus penentu Scudetto 16 Mei 2010, dan 2 gol ke gawang Bayern Munchen pada final Liga Champions Eropa di Stadion Santiago Bernabeu 22 Mei 2010. Diego Milito, sebuah nama yang akan tercatat dalam buku sejarah FC Internazionale dan dikenang sampai kapanpun sebagai bagian penting dalam La Seconda Grande Inter. Takdir yang membawa Milito ke Inter, takdir pula yang menggiring Milito menjadi sosok penting dalam pencapaian Treble Winners yang diukir La Beneamata di musim kompetisi 2009-2010. Berbicara mengenai takdir, agaknya angka 22 memang menjadi angka yang telah ditakdirkan untuk Milito di Inter. Siapa yang awalnya menyangka takdir 22 itu membawa sejarah tersendiri bagi I Nerazzurri? Mungkin tak ada satu pun yang menyangka. 1. Milito ditransfer dari Genoa dengan banderol sekitar 22 Juta Euro 2. Milito menggunakan nomor punggung 22 di Inter, sama dengan yang dipakainya saat masih di Genoa 3. Milito mencetak 2 gol di 2 Derby Milano 4. Milito menjadi top skorer Inter di Serie A musim 2009-2010 dengan total 22 gol 5. Milito menjadi penentu di kompetisi domestik dengan 2 golnya di 2 final, yakni final Coppa Italia dan giornata final Serie A di Siena 6. Milito menjadi pahlawan dengan memborong 2 gol ke gawang Munchen di Final UCL di Madrid, yang uniknya final tersebut dihelat pada tanggal 22 Mei 2010. Sosoknya sangat rendah hati dan mudah dicintai. Tak butuh waktu lama untuk membuat interisti menjadikan Il Principe sebagai pujaan. Kerendahan hatinya tercermin dari komentar-komentarnya pasca pertandingan. Milito mengungkapkan bahwa keberhasilannya di Inter tak lepas dari andil seorang Jose

Mourinho yang selalu detail memberi arahan mengenai setiap perubahan strategi untuk meraih kemenangan. Selain itu, bagi Milito dukungan dari rekan-rekan setimnya di Inter sangat membantunya dalam mencetak gol karena permainan dan kekuatan tim adalah yang utama.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

77 VOlume 7

By: Citra Purnama ni adalah penantian panjang, mimpi dan doa kita bersama. Penuh syukur karena akhirnya terjawab sudah. Trauma, kekecewaan dan penderitaan di masa lalu yang membentuk kekuatan Inter saat ini. Pada akhirnya Inter memang pantas merayakan hasil kerja keras selama ini. La Grande Inter telah lahir kembali. Dia tidak saja seorang fenomenal, tapi dia juga yang terbaik. Kemampuannya menganalisa situasi dan pengetahuannya tentang taktik dan strategi membuat dia dan timnya layak diberi mahkota juara. Jose Mourinho (JM), dia punya pengaruh besar pada sukses Inter dan membentuk Nerazzurri menjadi tim paling efektif di 2009-2010. Teringat saat Inter mengalami kekalahan 2-0 di laga leg kedua 16 besar UCL melawan MU di Old Trafford musim lalu. Tak lagi disangsikan di malam itu yang tersisa pasti kesedihan mendalam bagi para Interisti. Tapi kala itu, pasca pertandingan JM mengungkapkan kepada pers bahwa dirinya tidak marah meski timnya tersingkir. Menurut JM, seorang pelatih akan marah dan frustasi jika timnya tidak bermain dan ketika timnya tidak menunjukkan kualitasnya. JM sebagai pelatih menilai malam itu Inter sangat fantastik menunjukkan karakter dan spirit, tapi memang tidak pernah mudah bermain di Old Trafford dan keberuntungan tidak sedang berada di pihaknya. Itu musim pertama JM menangani Il Biscione. Bisa dipahami kalau JM masih meraba-raba potensi Inter, dan bagaikan seorang Dokter, JM berusaha mendiagnosa “sakit” yang diderita Inter selama puluhan tahun di Liga-nya para juara Eropa. Sejak saat itu, sinyal-sinyal bahwa JM telah paham akan kebutuhan Inter di UCL sebenarnya mulai terbaca. Perlahan tapi pasti JM menemukan beberapa hal mendasar, salah satunya masalah psikologi kompleks yang secara langsung berkaitan dengan mental pada diri Inter sebagai sebuah tim ketika bermain di pertandingan besar, khususnya level Eropa. Di mata seorang JM, Inter sesungguhnya adalah sebuah tim dengan “great personality”. Oleh karena itu, JM mengaku sangat sedih kala itu karena Inter tidak pernah menang dan kehilangan peluang menjadi juara di tahun itu, karena lagi—lagi harus tersingkir di babak 16 besar. Analisis sang allenatore dijadikan bekal untuk menatap musim yang baru

I

Sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan Grazie Jose!! 78 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

di 2009-2010. Beberapa perubahan dilakukan untuk membuat Inter menjadi lebih baik secara tim. Di awal musim, JM tak segan-segan melepas Maxwell dan Ibra ke Barcelona, tim yang disebut terbaik di dunia dan akan menjadi pesaing terbesar Inter untuk meraih mimpi mengangkat trofi UCL. Sebagai gantinya, JM memilih paket duo Diego Milito dan Thiago Motta dari Genoa. Lucio dari Bayern Muenchen, Wesley Sneijder dari Real Madrid, Goran Pandev dari Lazio dan Samuel Eto’o sebagai paket tukar tambah kepindahan seorang Ibra ke Barca. Semua membawa berkah, dapat dikatakan transfer terbaik yang dilakukan Inter sepanjang beberapa dekade terakhir. Kombinasi beberapa pemain yang telah ada, pemain baru dan Jose Mourinho bersama jajaran staf kepelatihan Inter, asa meraih

mimpi dimulai dari babak penyisihan grup Liga Champions. Inter sebagai juara Liga Italia mendapat tantangan yang sama sekali tidak mudah. Inter harus berjuang dalam grup yang berisi para juara, Barca juara Liga Spanyol, Dynamo Kiyv juara Liga Ukraina, dan Rubin Kazan juara Liga Rusia. Perjalanan musim yang sungguh tidak mudah. Di kompetisi domestik Italia, seolah semua orang membentuk kekuatan untuk melawan dan berusaha mengalahkan Inter. Awal musim yang terlihat sangat mulus, tiba-tiba mendapat cobaan di paruh kedua kompetisi. Javier Zanetti menyebut “everyone and everything” yang harus dihadapi Inter di Italia. Banyak orang tidak suka dengan Inter karena dominasi yang terlalu lama beberapa musim terakhir, ditambah lagi skuad inti Inter yang sedikit sekali mencatatatkan

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

79 VOlume 7

pemain asli Italia, semakin sempurna karena pelatihnya juga bukan orang Italia. Bulan Februari – Maret menjadi mimpi buruk buat Inter di Serie A. Berat pastinya, tapi Inter menjalani semua kompetisi yang diikutinya dengan hati berani, kebersamaan dan keyakinan. Tidak ada kata cengeng dalam kamus Inter musim ini karena punya pelatih berkarakter kuat yang secara langsung menjadikan Inter jadi kuat secara fisik dan mental. Kesulitan di kompetisi lokal, memberikan kekuatan tersendiri bagi Inter di kompetisi Eropa. Di UCL, Inter menjelma sebagai kekuatan yang

80 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

spesial dengan karakter yang tidak dimiliki kontestan lain. Menghidupkan kembali seni bertahan dan itu Halal demi kemenangan. Sejak menghadapi Chelsea di babak 16 besar, muncul lah apa yang dikatakan sebagian besar pengamat sebagai sepakbola pragmatis ala Mourinho yang diperagakan skuad Inter di lapangan. Hasil adalah yang paling utama, bertahanlah dengan sangat disiplin, biarkan lawanmu berlama-lama dengan bola tapi jangan biarkan mereka menang. Sedikit prosentase ball possession, tapi lalukan serangan balik secepat kalian bisa dan buatlah

gol setiap kali ada peluang. Itulah setidaknya sedikit gambaran tentang gaya sepakbola yang diinstruksikan Jose Mourinho kepada anak-anak asuhannya di Inter. Mengusung karakter baru tersebut, Inter mampu melewati Chelsea dengan agregat 3-1 di 16 besar dan CSKA Moskow dengan agregat 2-0 di Perempat final. Tak berhenti sampai di situ, peragaan paling ekstrem dari sepakbola pragmatis Inter ada di laga semifinal saat berhasil menyingkirkan Barcelona. Melalui dua laga semiifinal, Inter mengajarkan kepada seluruh klub sepakbola di dunia bagaimana

caranya menghentikan Barca dari mencetak gol. Inter benar-benar mengeksekusi strategi dengan sangat brilliant. Barca boleh bermain cantik, tapi akibatnya menyedihkan bagi mereka. Pemuja sepakbola indah dan menyerang banyak mencibir tentang cara JM membawa Inter ke final. Sepakbola negatif lah, anti sepakbola lah, dan semacamnya. Mereka yang hanya mencibir lupa bahwa sepakbola punya strategi. Setiap hal yang terjadi di lapangan dapat mempengaruhi strategi apa yang akan dipakai. Jika orang melihat dengan positif, maka akan melihat betapa tangguhnya pertahanan Inter. Tidak ada sepakbola negatif, tapi yang ada adalah catenaccio terbaik dari klub Italia. Bertahan tidak hanya asal bertahan, tapi bertahan juga membutuhkan skema dan skema yang dijalankan Inter sempurna. Jika Barca atau Munchen indah dengan seni menyerangnya, maka cara Inter bertahan dan counter attack-nya menjadi keindahan dalam bentuk yang berbeda. Meski minim pemain Italia, meski sebagian besar publik Italia tidak suka JM dan Inter, pada akhirnya Inter besutan JM lah yang menjadi representasi sepakbola Italia di Eropa dengan catenaccio-nya yang luar

biasa. Puncak ketangguhan seni dan ideologi sepakbola yang dianut Internazionale ada di laga final melawan Bayern Munchen di Stadion Santiago Bernabeu 22 Mei 2010. Penguasaan bola ternyata tidak memenangkan Liga Champions karena FC Internazionale pemenangnya. Mengutip kalimat Maicon, ini adalah kemenangan atas pengorbanan dan kerendahan hati. Melengkapi kebahagiaan di Roma saat mengangkat trofi Coppa Italia dan selanjutnya di Siena saat mengangkat trofi Scudetto. Semua emosi menjadi satu sehingga sulit untuk dilukiskan. Air mata yang menetes menjadi sangat wajar dan manusiawi. JM memiliki sesuatu yang banyak pelatih di luar sana tidak memilikinya, yaitu pemain percaya 100% pada dirinya dan dia tahu bagaimana memotivasi dan memberi kepercayaan diri kepada para pemainnya. JM mencintai pertandingan di lapangan dan merasa sangat nyaman sebagai seorang manager, itulah perbedaannya. JM selalu mencatat hal-hal yang terjadi di sebuah booklet kecil dalam setiap pertandingan. Sehingga membuat orang lain berpikir apa yang dia tulis dan berharap suatu hari bisa

mendapatkan buku itu. Dia adalah ahli taktik dalam sepakbola modern. Dia menyimpan kartunya hingga menit akhir karena dia tau apa yang harus dia perbuat untuk timnya. Dia pelatih terbaik untuk para pemain dan pemain pun mengakui itu. Dia punya kemampuan untuk membuat pemain mana pun bermain untuknya, menjalankan taktiknya dengan sempurna sesuai dengan yang dia inginkan. Keberadaannya di Inter memang suatu kebutuhan yang realistis. Sayangnya cukup dua musim saja kebersamaan dengan The Special One. Kita tidak akan lagi bisa menyebut “Mourinho pelatih kami”, kita tidak akan lagi melihat Jose Mourinho berada di bench tim kesayangan kita musim depan dengan membawa booklet kecilnya. Keputusannya sudah bulat, dia hijrah mencari petualangan lain dan berusaha memenuhi ambisinya di Real Madrid. Untuk 2 Scudetto – 1 Coppa Italia – 1 Super Coppa Italia – 1 Liga Champions, lima gelar dalam dua musim yang fantastis, Grazie Jose. Kami akan mengingat dan merindukanmu, kisah ini untuk masa depan. Grazie Jose!!

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

81 VOlume 7

The Special3

82 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

83 VOlume 7

Arogansi Berbuah Karakter

A

pa yang seketika terlintas dalam benak kita saat kita mendengar kata “Arogan”..?? Mungkin konotasi negatif segera menyeruak dalam benak kita. Akan tetapi tetapi pada kenyataannya, tidak selamanya “Arogan” itu berarti negatif. Arogan juga dapat diartikan sebagai sebuah kepercayaan diri dan rasa optimis yang tinggi. Dan selama kita mampu mengontrol rasa itu agar tidak melewati batas atau berlebihan, maka hal tersebut akan berubah menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa berbahaya… Pada pendapat saya, itulah yang terjadi dengan Inter musim ini. Sebuah Arogansi yang terkontrol secara baik, sehingga menimbulkan sebuah karakter permainan Inter modern, karakter ini

84 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

yang belom dimiliki tim Inter di tahuntahun sebelumnya… Inter memang melakukan pembelian krusial pada diri Milito, Sneijder, Eto’o, Thiago Motta serta Pandev. Mereka adalah pembawa perubahan dalam skema bermain Inter, terlebih lagi kedatangan Lucio di lini belakang yang pada hemat saya adalah pembelian terbaik Inter musim ini, kehadiran Lucio membuat lini belakang Inter lebih berani bermain dari kaki ke kaki serta satu lagi Lucio adalah man marker yang sangat mumpuni… Akan tetapi pengaruh terbesar ada pada diri sang pelatih. Arogansi itu dibawa oleh seseorang yang bernama Jose Mourinho. Seorang pelatih yang oleh banyak kalangan dinilai sebagai

“Si pembuat masalah”. Seperti yang kita ketahui Mou selalu mengatakan jika dirinya adalah The special one, sedikit terlalu berlebihan memang, akan tetapi harus kita akui bahwa keberadaan seorang Jose Mourinho selalu mampu merubah sebuah tim menjadi lebih berkarakter atau setidaknya lebih percaya diri… Arogansi itu menjalar ke seluruh komponen dalam tim, kepercayaan diri itu yang membuat Inter merasa mampu berbuat sesuatu yang lebih. Keyakinan itu yang membuat mereka selalu merasa sejajar atau tim manapun di dunia. Optimisme itu yang membuat Inter mampu menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam setiap laga… Hal tersebut sangat terlihat dalam 3 partai UCL musim ini (vs Chelsea : Home & Away serta vs Barcelona : Home). Saat melawan Chelsea, Inter bermain dengan rasa percaya diri yang tinggi, hal tersebut yang membuat mereka mampu ungul baik dalam partai home maupun away… Hasil positif melawan Chelsea tersebut yang secara tidak langsung membuat Inter semakin merasa yakin dengan kemampuan mereka untuk menghadapi raksasa Eropa Barcelona… Semua orang tahu betul siapa Barcelona, mereka adalah tim terbaik di dunia saat ini menurut saya. Setiap tim yang berhadapan dengan mereka secara psikologis akan selalu merasa terintimidasi dengan kebesaran nama Barcelona, dengan keindahan permainan satu dua sentuhan ala Xavi Hernandez, kecepatan Pedro, Bojan dan Daniel Alves, serta naluri membunuh Ibrahimovic dan Loe Messi yang memang nomer wahid… Barcelona adalah sebuah tim yang diisi para maestro, sebuah tim yang dibangun dari sebuah kerjasama dari para pemain yang mempunyai skill kelas satu di posisi masing-masing. Terlebih lagi mereka ditangani oleh seorang pelatih muda bertangan dingin yang penuh dengan determinasi, inovasi serta motivasi pada diri Pep Guardiola… Apa yang mereka tunjukkan saat mengandaskan FC Stutgart dan Arsenal adalah bukti sahih bahwa mereka adalah favorit utama untuk merebut atau lebih tepatnya mempertahankan trophy UCL musim ini… Akan tetapi itu tidak terlihat saat partai semifinal melawan Inter di Giuseppe Meaza pekan lalu. Pada awal pertandingan memang terlihat Inter merasa terintimidasi seperti kebanyakan tim lain saat menghadapi Barca. Itu yang

membuat Inter bermain tanggung dan sedikit menunggu di awal-awal pertandingan, dan gol Pedro adalah bukti nyata kehati-hatian Inter… Akan tetapi setelah mampu membalas melalui Wesley Sneijder, pada babak kedua Inter tampil berubah 180 derajad. Inter tampil begitu percaya diri dan disiplin, mereka berani untuk balik menekan Barca dengan serangan balik yang sangat cepat yang tersusun rapi. Mereka seperti tersentak dengan apa yang terjadi di babak pertama, kecolongan 1 gol jelas menjadi pekerjaan berat bagi Inter di Nou Camp. Mereka seperti tersadar jika inilah saatnya mereka untuk memburu gol untuk bekal ke Nou Camp. Hingga akhirnya usaha itu membuahkan 2 gol melalui Maicon dan Milito.. Karakter Inter di babak kedua ini adalah karakter yang diinginkan seorang Mourinho. Sebuah keyakinan bahwa Barca tidak lebih baik dari mereka, Barca memang tim yang sulit dikalahkan akan tetapi mereka bukanlah tim yang tidak mungkin dikalahkan, sulit bukan berati tidak mungkin. Saya rasa apa yang dikatakan Mourinho saat jeda pertandingan menjadi kunci perubahan karakter permainan Inter di babak kedua… Lini tengah Inter mulai berani melakukan presing ketat terhadap setiap pergerakan Xavi dan Iniesta yang pada pendapat saya merupakan generator utama pergerakan mesin Barcelona. Strategi itulah yang membuat predator Blaugrana, Ibrahimovic dan Messi tampil di bawah form malam itu… Akan tetapi sesungguhnya pertempuran itu belum selesai, partai 2 leg di Nou Camp jelas akan menjadi sebuah

pertandingan yang berbeda. Nou Camp bagai neraka bagi siapapun yang bertandang ke sana, Inter sendiri pernah mengalaminya di fase penyisihan group (kalah 0:2). Barcelona selalu mampu membuat setiap lawan mereka, seperti baru belajar bermain bola di stadion ini. Mereka hampir selalu menang dengan selisih gol yang cukup mencolok di Nou Camp… Akhirnya Inter mampu kembali menampilkan “Arogansi” ala Mourinho di Nou Camp. Pertahanan rapat para pemain Inter sanggup membuat para pemain Barcelona frustasi. Rasanya Inter memang berhak untuk melenggang ke Final dan akhirnya mendapatkan trofi yang telah dinanti-nanti selama 45 tahun.. Kini Mourinho telah pergi dari Inter. Mudah-mudahan Inter tetap bermain dengan karakter yang sudah ditanamkan Mourinho.Amin! Bepe20

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

85 VOlume 7

Bambang Pamungkas

tersebut dan mulai menceritakan sebuah kisah yang terjadi 20 tahun yang lalu… Getas, Kab. Semarang: pertengahan tahun 1990.. Seperti yang pernah saya kisahkan sebelumnya, saya mulai belajar bermain sepakbola dengan baik dan benar sejak usia 8 tahun. Sebagai seorang anak kecil yang mulai menjadikan sepakbola sebagai sebuah hobi, maka sudah sewajarnya jika saya juga ingin memiliki pemain idola, klub favorit serta negara yang saya dukung…. Pemain favorit saya adalah Paul Gascoigne. Saya mulai menyukai pemain ini, sejak pertama kali saya melihat Gazza bermain untuk Inggris, di Piala Dunia Italia 1990. Sedangkan negara yang saya dukung saat itu adalah Argentina, alasannya cukup sederhana, karena dalam tim Argentina terdapat seorang pemain ajaib bernama Diego Armando Maradona… Serta satu hal lagi, ibu saya pernah membelikan sebuah kaos bernomor punggung 10 dengan gambar Maradona di bagian depannya. Baju yang boleh dikatakan, akan saya pakai

Sejak 1990 Ditulis Oleh: Bepe (5 March 2010) Qantas Airways QF 051 Jakarta Sydney, 27 Feb 2010, 01:43 WIB.. eadaan di dalam pesawat Qantas Airways yang saya tumpangi saat ini, dapat dikatakan sangat membosankan, film-film yang diputar dalam penerbangan kali inipun menurut pendapat saya juga kurang menarik. Semua bertambah menjemukan ketika lampu di kabin sudah mulai dipadamkan, di sebelah saya Markus mulai nampak tertidur dengan lelapnya, Ismed dan Firman yang berada di depan dan belakang saya, juga nampak terbuai dengan suara dengkuran mereka masingmasing… Sedangkan saya sendiri..?? Masih dengan penyakit lama saya, yaitu susah tidur dalam pesawat, jika menempuh perjalanan yang lebih dari 3 jam. Dan seperti biasa, sayapun berinisiatif mengeluarkan sebuah barang kesayangan saya, yaitu laptop Toshiba M600 butut berwarna putih, yang sejujurnya sudah tidak lagi tampak berwarna putih… Saya adalah salah satu penggemar Fariz RM, lagu-lagu beliau sudah akrab di telinga saya sejak di bangku sekolah dasar. Keadaan pesawat yang membosankan ini memberikan sebuah ide kecil di kepala saya, ide mengundang Mas Fariz untuk melakukan konser kecil di dalam pesawat ini. Bukankah tokoh kanakkanak Barney selalu berkata “Use your imagination”, atau kurang lebih berarti “Gunakan imjinasimu”… Maka tanpa ragu sayapun menyalakan iTunes dalam laptop saya, dan mulai memutar lagu-lagu Fariz RM. Maka tembang-tembang lawas seperti Barcelona, Antara Kita, Nada kasih, Cinta Kian Menepi, Hanya, Batas Rindu, dll pun mulai melantun menemani

minimal 3 hari dalam hitungan satu minggu (cuci - kering - pakai - cuci kering - pakai dst), sampai kaos tersebut terlihat lusuh dan memudar… Sedang untuk klub favorit, saya sendiri masih sangat kebingungan. Saat itu satu-satunya saluran TV di Indonesia (TVRI) hanya menyiarkan partai-partai antar negara, seperti Piala Eropa ‘88 atau Piala Dunia ‘90. Hal tersebut membuat saya kurang mengerti, atau malah tidak mempunyai referensi sama sekali, tentang klub-klub yang hebat di Eropa atau belahan dunia yang lain… Hingga sampailah pada suatu pagi, ketika ibu saya pulang dari pasar dan membawa oleh-oleh nasi jagung kegemaran saya. Nasi tersebut di bungkus dengan daun jati yang dilapisi dengan kertas koran di bagian luarnya. Setelah selesai menyantap nasi jagung tersebut, sayapun berniat membuang bungkusnya ke tempat sampah. Tanpa sengaja saya melihat gambar 2 pesepakbola di kertas koran pembungkus nasi tersebut, dan seketika sayapun mengurungkan niat saya untuk mencampakkan bungkus nasi tersebut ke tempat sampah… 2 pemain tersebut adalah Lothar Herbert Matthaus dan Franklin Edmundo Rijkaard. Matthaus menggunakan seragam berwarna biru hitam bertuliskan MIZURA di dadanya, sedang

seragam berwarnya biru, maka saya rasa saya juga akan menjadi pendukung salah satu klub tersebut saat ini… Terdengar lucu bahkan malah terkesan aneh memang, akan tetapi pada kenyataannya itulah yang terjadi. Dan sejak saat itu , sayapun mulai mengikuti sepak terjang klub kebanggan saya tersebut, yaitu Inter Milan. Perlahan-lahan sayapun mulai mengenal nama-nama seperti Giuseppe Bergomi, Walter Zenga, Roberto sosa, Roberto Carlos, Aldo Serena, Vladimir Jugovic, Youri Djorkaeff, Diego Simeone, Dennis Bergkamp, Gianluca Pagliuca, Benoit Cauet, Ivan Zamorano, Ronaldo, Christian Vieri, Aron Winter, Nwankwo Kanu, Roberto Baggio, Javier Zaneti, dll… Sampai sekarang, saya tetaplah seorang Interista. Banyak orang berbicara jika Inter Milan adalah kuburan para pemain hebat, artinya banyak bintang hebat yang akan meredup jika bermain bersama Inter Milan, sejujurnya saya tidak perduli. Ketika Inter terseok-seok dan hanya menjadi klub medioker yang susah menjadi juara, saya sama sekali tidak risau. Ketika bintang-bintang top silih berganti pergi meninggalkan Inter, saya juga kurang begitu menghiraukannya…. Satu hal dasar yang membuat saya menyukai Inter Milan adalah, karena Inter Milan memiliki warna seragam yang bagus (Biru dan Hitam), mengenai siapapun pemainnya atau siapapun pelatihnya, saya sendiri kurang begitu tertarik. Saya akan selalu mendukung Inter Milan, dengan siapapun pemainnya dan siapapun pelatihnya, serta apapun prestasinya. Satu-satunya hal yang mungkin akan membuat saya berhenti mendukung Inter Milan adalah, jika suatu saat nanti Inter Milan sudah mulai meninggalkan seragam kebesarannya Biru dan Hitam, dan menggantinya dengan warna yang lain… Saya memang Interista sejati, dan saya akan sedih jika Inter Milan kalah dalam suatu pertandingan. Akan tetapi jauh di dalam lubuk hati saya, saya akan merasa lebih sedih jika Persija Jakarta yang kalah bertanding, dan akan jauh lebih sedih lagi jika Tim Nasional Indonesia yang kalah dalam pertempuran… Mengapa demikian..?? Karena pada kenyataannya kecintaan saya terhadap Inter Milan, tidak mampu mengalahkan cinta saya terhadap Persija Jakarta, apalagi kecintaan saya kepada Tim Nasional Indonesia… Internazionale Milano ; Una storia importante..

foto:int.

K

kesunyian perasaan saya malam ini… Saya memilih mas Fariz untuk menemani saya malam ini, bukan tanpa alasan. Alasan pertamanya adalah. Beberapa hari yang lalu, saya sempat membaca berita di sebuah media, jika Fariz RM akan melakukan konser di Makassar, ini adalah konser pertamanya setelah 2 tahun beliau vakum menyanyi. Alasan keduanya adalah, pertama kali saya mulai mengenal lagu-lagu Fariz RM adalah pada sekitar awal tahun 90an… Dan pada kesempatan malam ini, saya ingin mengajak rekan-rekan sekalian untuk kembali ke masa 20 tahun di belakang kita. Saat dimana saya berkembang dari seorang bocah kecil yang mulai beranjak remaja, dan mulai tertarik serta menyukai berbagai hal, walau dengan dasar yang samar, aneh atau bahkan tidak masuk akal sama sekali. Ditemani lagu-lagu lama tersebut, jari jemari sayapun menari diatas tuts laptop butut

Rijkaard menggunakan seragam berwarna merah hitam bertuliskan MEDIOLANUM. Setelah saya baca dengan lebih seksama, saya baru tahu jika kedua pemain tersebut bermain untuk Inter Milan (Matthaus) dan AC Milan (Rijkaard). Kedua tim tersebut akan bertempur dalam derby kota Milan (yang tentunya sudah terlewat, karena kertas tadi hanyalah selembar koran bekas)… Saat itu kakak ke-3 saya (Tri Agus Prasetyo) menjelaskan kepada saya, jika 2 tim tersebut adalah yang terbaik di Italia saat itu. Inter Milan memiliki Trio Jerman (Lothar Mattheus, Jurgen Klinsmann dan Andreas Brehme) sedang AC Milan mengandalkan trio Belandanya (Marco Van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard). Kemudian sayapun bertanya, “Mas bagusan mana, Inter Milan apa AC Milan..??”, jawaban kakak saya saat itu adalah, “Ya bagusan AC Milan kemana-mana lah”, “Oh oke” itu adalah reaksi singkat saya saat itu… Kertas tersebut saya simpan di resleting luar tas sekolah saya. Jika ada waktu luang , saya selalu menyempatkan diri untuk melihatnya kembali, dan beberapa hari kemudian saya berkata pada diri saya sendiri, mengapa saya tidak menjadi pendukung salah satu klub ini saja. Inter Milan atau AC Milan sama saja lah, yang penting mulai sekarang saya punya klub jagoan, gumam saya pada diri sendiri saat itu… Setelah melihat gambar tersebut berulang-ulang dan dengan seksama, akhirnya saya menetapkan pilihan kepada Inter Milan. Alasannya adalah, dimata saya baju Inter Milan lebih bagus daripada baju AC Milan. Kombinasi warna Biru dan Hitam terasa lebih lembut tetapi mematikan, dibanding Merah Hitam yang memberi kesan galak serta kasar… Saya sendiri kurang begitu paham, apakah opini tersebut menyembul karena terbawa oleh aura sang pemakai (Matthaus dan Rickaard). Akan tetapi satu hal yang pasti, saya sangat menyukai warna biru, sehingga apapun yang berunsur warna biru akan terkesan bagus dan indah di mata saya… Maka sejak itulah saya menjadi pendukung Inter Milan, walaupun saat itu sejujurnya saya kurang begitu paham atau malah tidak tahu sama sekali, dengan klub bernama Inter Milan beserta para pemainnya. Yang saya tahu adalah, Inter Milan mempunyai seragam yang bagus dan saya menyukainya… Jika gambar yang berada di dalam koran bekas saat itu adalah pemain Sampdoria, Atalanta, Chelsea, Boca junior, atau tim lain yang memiliki

86 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

87 VOlume 7

benar-benar tak ingin melewatkan momen “mencintai dan setia” tersebut. Wait, wait, wait.. isi tulisan saya selanjutnya tak akan membahas pertandingan final tersebut ya. Saya rasa review partai final tersebut sudah banyak yang membahasnya, bahkan dalam hitungan menit setelah peluit akhir ditiupkan situs berita dunia maya sudah dibanjiri oleh kehebatan Diego Milito pada malam tersebut. Oke, lanjut. Kebetulan beberapa Interisti memercayai saya untuk menjadi salah satu pengurus Inter Club Indonesia. (ICI) Sebuah organisasi fans klub sepakbola ini tengah tumbuh menjadi besar seiring prestasi yang diraih Inter musim ini. Betapa bahagianya saya mendapati ribuan Interisti yang bergabung pada organisasi yang kami beri nama Inter Club Indonesia ini tanpa malu-malu mengeksprsesikan gairahnya terhadap inter. Puncak dari hajatan ICI musim

ini adalah menggelar acara nonton bareng final Liga Champions. Rekan saya Bobo, yang bertindak sebagai sekjen ICI melakukan banyak tugas hebat untuk menggelar acara ini, tak lupa juga para pengurus lainnya.

Kekompakan yang terjalin demi suksesnya acara seakan menjadi kontrak tak tertulis di antara pengrus, sehingga asas gotong royong kami rasakan manfaatnya. Venue acara puncak ini

This is Our

Happy Ending T

ak ada kata yang dapat menggambarkan betapa bahagianya seluruh elemen Internazionale FC. Mulai dari presiden klub hingga ke fans yang bertempat entah berantah pada malam 22 Mei 2010 semuanya menjadi the happiest man on earth. Sebelumnya saya mau minta maaf kepada teman-teman yang biasa mengunjungi web ini dan mendapati isinya masih itu-itu aja. Ketegangan pada laga-laga akhir Inter musim ini membuat

88 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

saya “terbuai” dalam perasaan harap-harap cemas. Sehingga tak sempat mengurusi web ini (bahkan beberapa pekerjaan pun tertunda). Saya menempatkan diri sebagai “bocah” yang menunggu “sang ayah” pulang ke rumah membawa kado terindah untuk saya. Detik demi detik dalam penantian tersebut saya nikmati dengan penuh makna. Sebagai “bocah” tentunya tak ada daya-upaya yang bisa saya lakukan kala menanti kedatangan

kado dari “ayah tercinta”. Hanya doa kepada Tuhan yang terus saya panjatkan. “Ya Tuhan, saya telah menanti kado ini 15 tahun lamanya, semoga penantian ini tak berujung dengan kekecewaan,”. Begitulah kira-kira isi doanya. Segala tindak-tanduk saya (dan kita semua di Indonesia) tentunya tak akan mempunyai efek langsung kepada Inter. Yang bisa kita lakukan hanya “mencintai dan setia”. Maka dari itu dipekan-pekan terakhir penentuan tiga gelar Inter musim ini, saya

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

89 VOlume 7

akhirnya berlangsung di Ricks Café, Pancoran, Jakarta. Setelah sebelumnya beberapa tempat dengan kapasitas lebih besar masuk dalam list panitia. Setelah dipikirkan matang-matang, acara non-profit ini berlangsung di Ricks Café. Memang

90 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

tempatnya sebenarnya bisa menampung 500an pengunjung, tapi ternyata yang menghadiri acara tersebut mencapai 1500an Interisti. Well, kenyamanan nonton bareng yang tadinya telah dipikirkan matang akhirnya buyar seketika.

Dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada Interisti yang hadir kala itu akhirnya “terpaksa” semua Interisti harus rela berjubal dalam ruangan Ricks Café yang pengap kala itu. Kalau kata pepatah sih, “Tak ada gading yang tak retak, dan

dalam retaknyanyalah terdapat kesempurnaan.” Mungkin cocok menggambarkan keadaan malam tersebut. Walaupun Interisti harus berjubal dalam ruangan sempit tapi sama sekali tidak mengurangi gairah menyaksikan nonton bareng partai final tersebut. Salut untuk semua Interisti yang datang ke Ricks Café malam tersebut. Acara sederhana yang digagas panitia berlangsung sukses dan meriah. Beberapa suguhan intermezo kala jeda pertandingan membuat segar suasana. Atas nama pengurus Inter Club Indonesia kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam hajatan ini. Tak lupa, kata maaf teriring apabila ada hal yang kurang berkenan selama acara berlangsung. Next season, kita akan sama-sama lagi menjadi saksi bagaimana tim kita tercinta ini mempertahankan predikatnya sebagai yang terbaik di benua biru. Last note yang perlu digaris bawahi adalah, Penantian panjang banyak Interisti akhirnya berbuah manis. Kita telah samasama menjadi saksi bagaimana tim kesayangan kita ini begitu

“dikucilkan” di Italia. Sebuah proses panjang yang tak mengenal lelah. Ratusan kegagalan untuk menjadi tim terhebat telah dilalui Inter, dan kita adalah saksi pada era Inter ini. Tetap bakar semangat kalian untuk terus mencintai Inter. Apalagi kita sama-sama mengetahui Inter telah ditinggalkan Jose Mourinho. Keep in faith on our beloved team… Dan saat ini mari kita nikmati Our Happy Ending.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

91 VOlume 7

Ucapan Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Interisti di Indonesia yang turut berpartisipasi kegiatan-kegiatan Inter Club Indonesia sepanjang musim 2009-2010. Kita sama-sama semarakan lagi kiprah Inter pada musim-musim berikutnya! FORZA INTER!!!

92 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

93 VOlume 7

FamousInterista

4. Elisabetta Canalis Model dan aktris cantik asal Italia ini dikenal di negaranya sebagai Interista. Canalis yang juga mantan pacar Christian Vieri ini bersama anjingnya sering tampil di televisi sebagai pendukung setia Nerazzurri. Tidak hanya Canalis, bahkan anjing kecilnya juga selalu menggunakan assesoris dan atribut Inter di tv.

Tak sedikit dari kalangan public figure dan nama-nama terkenal ternyata juga merupakan pendukung setia Internazionale. Siapa saja mereka ? Mari berkenalan...

By: Citra Purnama

1. Valentino Rossi Siapa yang tak kenal Valentino Rossi ? Pembalap motor nomer satu di dunia ini merupakan interista sejati. Semua interisti juga pasti sudah tahu. Awalnya sahabat Marco Materazzi ini kurang mengikuti perkembangan sepakbola dan di masa kecilnya Rossi merupakan pendukung Sampdoria yang waktu itu sangat kuat diperkuat Gianluca Vialli dan Roberto Mancini. Padahal anakanak seusianya memilih menjadi Interisti, Juventini atau Milanisti. Namun, sikapnya berubah ketika kehadiran Ronaldo ke Inter. Sejak saat itu Rossi mengaku menjadi penggila bola dan menjadi pendukung Inter. Fakta ini juga dia tuliskan di buku otobiografi miliknya. Rossi punya sugesti tersendiri tentang dirinya dan Inter. Jika Rossi memiliki waktu luang, maka dia memilih menghabiskan waktu di depan televisi untuk menonton pertandingan Inter. Alasan Rossi memilih menonton di tv dan tidak pergi ke stadion karena pertandingan terakhir dia hadir di stadion pada laga semifinal Liga Champions 2003 saat Inter kalah agregat gol away melawan AC Milan. Sejak saat itu Rossi berjanji tidak akan pernah lagi menonton Inter di stadion karena setiap kali dia berada di dalam stadion, Inter selalu bermain jelek atau kalah. Rossi merasa dia adalah pembawa sial, jadi lebih memilih mendukung dari jauh saja. Mungkin keyakinan Rossi ini ada benarnya, karena ketika Rossi mencoba hadir lagi di stadion bersama Materazzi dan Cassano pada laga Liga Champions 2008 melawan Liverpool di 16 besar, Inter lagilagi harus menerima kekalahan. Hubungan Rossi dan Valentino Rossi dibina dengan baik. Inter melalui website resminya memberikan ucapan selamat ketika Rossi berhasil meraih gelar Juara Moto GP, begitupun sebaliknya. Rossi juga sering mengungkapkan kecintaannya pada Inter pada media. Beruntung mempunyai seorang “Hero” seperti The Doctor sebagai bagian dari Interista.

9. Bambang Pamungkas

5. Spike Lee Sutradara Hollywood ini mengagumi Inter dan mendefinisikan “the Nerazzurri shirt is among the most elegant in the world”. Pada tahun 2005 dia mengunjungi Inter dan mendapatkan jersey nomor 10 milik Adriano dari Presiden Moratti. Dia juga tercatat memegang tiket pertandingan Inter No.40.000 pada musim itu.

2. Novac Djokovic Novac Djokovic adalah altet tennis peringat ke-3 dunia asal Serbia. Tidak banyak yang bisa digali mengenai kecintaannya pada Inter. Tapi yang jelas dalam sebuah interview, Djokovic pernah mengakui bahwa dia adalah seorang Interista.

6. Andrea Bocelli Penyanyi opera legendaris Italia Andrea Bocelli ikut meramaikan jajaran orang Italia ternama yang menjadi Interista. Dia dikenal di seluruh dunia melalui suara dan lagu-lagunya yang menggetarkan. Meskipun dia seorang tuna netra tapi dia tetap mencintai La Beneamata dan hatinya hanya untuk Inter.

3. David Endt Dia adalah manajer tim Ajax Amsterdam. Dia menjadi Interista sejak usia 8 tahun. Dia menulis buku dalam bahasa Belanda berjudul “Mijn Inter” yang artinya “My Inter”. Di dalam buunya tersebut, Endt menuliskan tentang kecintaannya pada Inter, bagaimana dia menjadi Interista di Belanda, La Grande Inter, semua derby yang telah dia tonton, dan pemain-pemain yang dianggapnya spesial.

Striker Persija dan timnas Indonesia yang dikenal dengan panggilan BP ini tak diragukan adalah seorang Interista. Selama ini media lokal memang jarang mengeksposenya. Tapi, pada tabloid Bola Edisi 26 April 2010 lalu, BP menulis di sebuah kolom dengan judul “Arogansi Berbuah Karakter”. Disitu BP sebagai seorang penggemar Inter, menganalisa taktik dan karakter Inter pasca laga leg pertama Semifinal UCL Inter 3 vs 1 Barca.

7. Antonio Cassano

10. Teuku Wisnu

Striker bandel yang sekarang membela Il Samp ini juga mengaku menjadi penggemar Inter sejak lahir. Meskipun belum sekalipun dia berkesempatan memakai kostum biru-hitam, namun Inter selalu berada di hatinya.

Hehhe.. yang sering ikutan nonbar sama ICI Jakarta pasti percaya 1000%.

8. Alyssa Milano Aktris Amerika yang dikenal melalui serial televisi Charmed, Alyssa Milano, tak disangka juga pendukung Nerazzurri. Ketika Inter mengikuti turnamen pra musim 2009 yang diselenggarakan di Amerika, Alyssa menyempatkan diri untuk datang mengunjungi sesi latihan Inter dan menonton langsung saat laga Inter vs Chelsea.

94 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

95 VOlume 7

11. Paolo Bonalis Bintang televisi Italia

12. Nicola Savino Presenter tv italia

13. Antonella Clerici Jurnalis dan presenter RAI TV

14. Aldo, Giovanni, and Giocomo big comedians

katanya tema nnya teman sa ya dia punya temannya tem teman lagi tem an saya dia pu annya itu pun n y ya teman kata a te m an lagi temann teman saya d nya ya itu punya ia punya tema teman katany n lagi temanny a saya dia puny temannya a itu punya te a teman lagi te man katanya mannya itu pu te m a n nya teman nya teman ka tanya mereka juga Interisti :D

Yang katanya dan katanya juga interista : Ignazio La Russa (menteri pertahanan Italia), Adriana Lima (supermodel), Gisele Bundchen (supermodel), Katy Perry (penyanyi), Michael Jordan (basketball atlet), Alan Smith (pesepakbola), Sergio Pelessier (pesepakbola), Ibrahimovic (dia juga ngaku interisti dari kecil), Robbie Williams (penyanyi), Chris Martin – Coldplay, Alfredo Rota (alet anggar italia), Dino Meneghin (pemain basket Italia), Clara Moroni (penyanyi Italia), Enrico Bertolino (aktor Italia),

96 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

kejeniusan Mou dalam ‘bertempur’.

with da’ Masta Interina berhasil mengumpulkan empat orang ajaib di komunitas Interisti dalam satu rendevous yang langka. Siapa saja mereka dan apa jawaban mereka ketika Interina mengajukan beberapa pertanyaan?? Cekidot!

Johan: Ada 3 match : 1. Inter 4:3 Siena (Mourinho batal kalah utk pertama kali di kandang, thanks to left foot of Inter’ s another Striker : Walter Samuel) 2. Dinamo Kyiv 1:2 Inter (mental juara Inter di LC dimulai dari sini…thanks to winning mentality of Wesley Sneijder: 1 assist 1 last minute goal) 3. Barcelona 1:0 Inter (kekalahan terindah yg pernah tercipta, bye-bye Zlatan) Angga: No doubt, inter vs barca leg 2 semifinal. gile hati dagdigdug bol kembang kempis, ampun dahhhh! What do you think about Benitez? Bobo: He’s Good ! Champions league winners Dipa: Benitez sudah terdengar sejak dia menggantikan Hector Cuper di Valencia. Tapi… dengan prestasi yang lebih baik dari Cuper… Apalagi setelah pindah ke Liverpool dan membawa mereka juara UCL dengan mengalahkan AC Melon….. Johan: Pelatih hebat! Tak pernah ada masalah dgn pemain Liverpool meski jarang memperoleh trophy, pertanyaan ini harusnya juga ditanyakan ke milanisti…memory of Istanbul…final LC terbaik setelah Inter-Bayern

Bobo

Sekjen ICI, Koordinator nonbar ICI Jakarta.. what else??! he’s officialy the head of Interisti :D

Dipa

Mantan Presiden ICI di periode sebelumnya. One of ICI founding fathers.

Johan

Enerjik, cerdas, biru dan hitam. Inter abis deh pokoknya.

Angga

Ultras dan seorang Interisti yang “kuat iman” di tengah setan2 lainnya. Hahaha.

Bobo: Melihat prestasi INTER di tahun sebelumnya, pencapaian inter tahun lalu bisa dibilang salah satu prestasi puncak yang bisa diraih INTER dalam satu musim Dipa: Pastinya, karena ini akan tercatat dalam sejarah sepakbola Eropa dan Dunia selamanya.. Johan: Semua anugerah patut disyukuri, tapi ini belum puncak…yg disebut puncak adalah : scudetto lebih dari juve ; gelar LC lebih dari Real Madrid ; popularitas lebih dari Barcelona dan kondisi keuangan klub lebih bagus dari Manchester United…tapi yg jelas treble ini cukup untuk membungkam semua yang anti Inter. Angga: Ya ini “termasuk” salah satu prestasi puncak, yg gw maksud termasuk berarti akan ada laennya yg seperti ini. Jose Mourinho sekarang telah “tiada”, what your oppinion, apa yang bisa inter lakukan tanpa Mou? Bobo: Pelatih datang dan pergi, kita serahkan semuanya pada om benitez, yakin inter bisa tetap berprestasi di musim yg baru nanti

98 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Dipa: Meski The great Mou sudah pergi, tapi mental tim juara masih tertinggal. Kepercayaan diri para pemain Inter jg jadi modal yg sangat penting, jadi Inter akan menjalankan pertandingan dengan tenang.

bisa menggunakan segenap kekuatan fisik (skill pemain) dan pikiran (strategi pelatih) dengan optimal, sehingga menjadikan peluang kecil menjadi besar sehingga bisa menyabet 3 gelar dalam 1 muasim.

Johan: Mourinho adalah puzzle yg hilang selama ini dari Inter…adalah sebuah kehilangan karena dia pergi, tapi puzzle yg hilang itu sudah pernah tertata rapi jadi bukan suatu hal yg sulit untuk menyusunnya kembali…so jangan kaget kalo tanpa Mou pun Inter akan dapat meraih segalanya.

Johan: Terus terang sebagai pecinta Inter yang anti juve dan anti milan, tujuan utama tiap musim adalah Scudetto! Treble ini buat gw adalah bonus!...yg buat gw senang adalah nyanyian yg mengatakan 45 tahun Inter tak juara akan membuat penciptanya harus memodifikasi liriknya lagi.

Angga: Gw rasa mou hanya penggebrak khususnya buat mental dan prestasi di eropa, skrg mau sekalipun monyet yg ngelatih inter, gw rasa ngak terlalu ngaruh, krn mental juara eropa sudah terbentuk

Angga: Wah bukannya seneng lg, BAHAGIA karena hidup gw udah komplit! dulu semua temen n keluarga gw (adek2 gw yg kacrut) selalu mencela cerca, skrg tiap hari mereka hrs denger bacotan gw dgn lapang dada “milan merda e juve favanculo!” ahhhh... kebahagian yg membuat speachless. “the hardest you struggle, the sweetest your victory” ya bener sebuah kemenangan yg manis semanis madu...!

Moratti senang bukan kepalang dengan prestasi Inter, bagaimana dengan kalian… apa yang membuat kalian juga ikutan senang ? jangan bilang karena Inter juara ya :D gw yakin tiap orang punya cerita sendiri-sendiri. so, share it with us.. Bobo: Senang karena gak perlu ada pembuktian lagi buat gue untuk sesumbar kalo INTER adalah klub hebat, yg ngedebat sekarang bakalan lebih sedikit hehe Dipa: Inter ruarr biasaaaa!!! Karena Inter

Pertandingan yang paling berkesan musim lalu, dan sedikit penjelasan kalian :D? Bobo: Final liga champions, euphorianya terasa banget, dari persiapan nongton sampe akhirannya konvoi jakarta Dipa: Saat home & away lawan Barca. Bukti

Angga: Seneng bgt krn bisa menyalurkan hobi dan kecintaan pada suatu klub yg sama, bisa menambah wawasan, pergaulan, n jaringan. Tak enak rasanya kalau gak ada acara nonton bareng. Ada saran gak supaya acara ini semakin menarik? Bobo: Kita kayaknya udah maksimal ya, door prize, dancer cewe, mungkin akan dibikin acara dance dgn dancer cowo supaya internona makin banyak yg nonbar hehe

Apa komentar kalian tentang semakin berkembangnya komunitas Interisti (khususnya ICI)? Bobo: Tentu saja gw seneng, makin banyak interisti berkumpul dalam wadah ICI sesuai dengan tujuan awal dibentuknya ICI yaitu sebagai wadah silaturahmi para interisti indonesia Dipa: Suatu hal yang menakjubkan… Ada saudara2 dimana2… Inter menyatukan kita semua… Berkat ICI gw punya temen dimana aja… Bisa nonbar dan futsal dimana aja… Sabang sampe merauke… Johan: Bagus,…meski menyesalkan

Bobo: Quaresma, Ballotelli Dipa: Semua pemain yg tidak bangga memakai seragam Inter…. (Burdisso, Balotelli contohnya) Johan: Zlatan, pirlo, adriano Angga: Ibracadacrut

Bobo: Cristiano Ronaldo, Lionel Messi

Wow.. Sneijder mantab banget musim lalu.. apa menurut kalian dia masih punya kekurangan? coba jelaskan?

Angga: Yah wajar lah, tim yg diatas emang bnyk musuhnya krn sirik, apalagi scudetto 5x berturut, liat aja musim baru ini pasti ada intrik2 utk menggangu perjalanan scudetto ke 6x berturut2 inter.

Player you won’t see again wearing Inter jersey?

Johan: Perlu ada kemasan yg lebih menarik,…misal ada komentator, game, door prize dan kerjasama dengan stasiun televisi

Musim kemarin samar2 terdeteksi banyak sekali “usaha” nakal dari persepakbolaan italia untuk menjegal langkah Inter… apa tanggapan kalian?

Johan: Biasa aja tuh,…yg dulu-dulu malah lebih jahat…

Angga: Nggak!, Ggw aja mikir ngapain sih inter beli2 striker yg cmn nyampah2in kaya gitu, eh ternyata gw salah besar hehehe... *malu

Player you want to see wearing on Inter jersey?

Angga: Kalau bisa makanannya yg enak dalam paket htm nya (kaya waktu nonbar di cafe tebet dulu) n jg usahain pake sexy dancer selalu hehehehe...

Dipa: Emas tetaplah emas meski berada di tempat sampah sekalipun…

Johan: Terus terang pencapaian dia lebih dari yg gw harapkan, gw tahu dia adalah pencetak gol yg rutin tapi gw gak nyangka dia punya mental juara yg paten, tak mudah bermain di klub besar setelah selama 30 tahun umurnya hanya bermain di klub semenjana.

Dipa: Sexy Dancer….. Sexy Dancer…. Ole ole ole… Hehehe

Angga: Masih bingung gw, dibilang optimis masih ragu2, dibilang pesimis yg gw pesimisin selalu juara (cth: mancio n mourinho).

Bobo: Fu*k FIGC ! Menurut kalian prestasi yang inter raih dengan menyabet tiga gelar sekaligus adalah prestasi puncak atau belum?

banyaknya komunitas lain diluar ICI tapi gw pribadi tetap menyambut baik karena dengan demikian salah satu tujuan ICI utk meng-Inter kan Indonesia telah menuai hasilnya…so semakin banyak Interisti maka akan semakin baik pula Indonesia kita… mudah2 an filosofi yg dikembangkan oleh Moratti dapat menjadi ilham buat semua Interisti dalam kehidupan sehari2…teladan yg dapat kita ambil adalah sikap : setia, jujur, sportif dan anti dunia malam.

Bobo: Kurangnya, dia belum terpilih jadi pemain terbaik eropa hehe Dipa: Karna body-nya yg kecil.. jd sering kalah bodi plus kalah sama bola2 atas… meski pas PiDun kmaren dia golin pake kepala…. Johan: Tak ada yg sempurna,…tapi yg jelas gw lebih milih dia dibanding Cristiano Ronaldo. Angga: Menurut saya bukan kekurangan, tp permasalahan knp gitu krn permasalahannya sneijder n rata2 pemain belanda jago laennya tuh rentan cedera, itu dia semoga sneijder ngak kena cedera kaya waktu jaman dia di madrid ato di ajax deh, amin... Musim lalu Milito tampil sebagai hero of treble dengan gol-golnya di tiga partai puncak. Jujur ya… Sebelum dia tampil bersama Inter musim lalu apa kalian bakal menyangka akan sehebat itu kiprahnya? Bobo: Gak nyangka, dia agak2 underated menurut gue sebagai seorang striker, gak taunya dia sangat2 bagus Dipa: Tidak pernah mengira bahwa dia akan sehebat itu… Bidikan jitu untuk Branca Cs…

Dipa: Messi, Cristiano Ronaldo Johan: Messi (belum pernah bikin gol ke gawang Inter) Angga: Elano About the Italian nationality players on Inter yang dikritik banyak pihak karena Inter minim player lokal, menurut kalian bagaimana? Bobo: Fu*k Them ! Dipa: Semoga kedepannya banyak pemain Italy yg bermain di Inter… Tapi kalaupun tidak ada, ya no problemo… makanya nama Inter tercipta… karena mengusung para pemain Internazionale Johan: PEDULI AMAT!!! GW INTERISTI BUKAN ITALIANO,….GW CUMA PEDULI AMA TIM NASIONAL INDONESIA DAN FC INTERNAZIONALE Angga: peduli setan, yg penting treeble winners! Any comment for Melon n Juvretz?? Bobo: Hahhaaha… kelaut aje dah mereka, udeh gak ada bahan celaan buat inter sekarang wkwkwkw Dipa: Hate them forever deh pokoknya…. Johan: Hahhaaha…karma itu ada,…tim yg sering anda olok dan anda rugikan akan selalu mendapat berkah dan anugerah Angga: Mampus! Thanks for the time guys... FORZA INTER!!!

INTER CLUB INDONESIA unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

99 VOlume 7

15 Pada tahun berapa pemain leg- 25 Siapa kiper pengganti Walter

16 Siapa pencetak gol kedua pada

final Piala UEFA 1998 ? a. Zanetti b. Zamorano c. Ronaldo d. Bergomi

17 Siapa lawan yang mengalahkan

1 Kapan Inter didirikan?

a. 1891 b. 1888 c. 1904 d. 1908

8 Siapa yang mencetak kedua gol

Inter saat memastikan meraih gelar Scudetto 2006-2007 ? a. Zlatan Ibrahimovic b. Marco Materazzi c. Patrick Vieira d. Hernan Crespo

2 Berapa pertandingan yang

dijalani Jose Mourinho bersama Inter ? a. 108 b. 185 c. 116 d. 124

9 Pada tahun berapa pertama

3 Pada tahun berapa Inter meraih

gelar back to back Piala Champions Eropa ? 10 a. 1995-1996, 1996-1997 b. 1953-1954, 1954-1955 c. 1963-1964, 1964-1965 d. 2005-2006, 2006-2007

4 Berapa total gelar/trofi yang

telah dimenangkan Inter di Italy hingga musim 2009-2010 ? a. 28 b. 32 c. 23 d. 18

11

5 Berapa gol yang dicetak Karl-

Heinz Rummenigge dalam 64 penampilannya bersama Inter ? a. 33 b. 19 c. 30 d. 24

12

6 Di bawah ini adalah julukan

Walter Zenga, salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Inter ? a. Spider Man b. Superman c. Tiger Man d. Gladiator

7 Berapa gol yang dicetak Zlatan

13

Inter di final Piala UEFA 1997? a. Bayern Munchen b. Schalke 04 c. Stuttgart d. Borussia Dortmun

18 Siapa pelatih Inter yang memu-

tuskan menjual Roberto Carlos ke Real Madrid ? a. Roy Hodgson b. Ottavio Bianchi c. Luisito Suarez d. Corrado Orrico

kalinya terbentuk grup supporter “Curva Nord”? 19 Ronaldo mencetak gol pertaa. 1971 manya di serie A saat melawan b. 1969 tim ? c. 1967 a. Verona d. 1966 b. Cremonese c. Piacenza Julukan untuk Esteban Cambid. Bologna asso? a. El Kun 20 Berapa gol yang berhasil b. El Tractor dicetak Lothar Matthaus selama c. El Cuchu menggunakan kostum Inter ? d. El Cholo a. 28 b. 38 Sebelum Roberto Mancini, Siapa c. 40 pelatih yang terakhir kali memd. 55 bawa Inter meraih Scudetto ? a. Hector Cuper 21 Siapa nama pemain asal Swedia b. Gigi Simone pertama yang bermain untuk c. Marcello Lippi Inter ? d. Giovanni Trapatoni a. Ibrahimovic b. Liedholm Di bawah ini adalah tiga nama c. Skoglund pelatih yang disebutkan Javier d. Brolin Zanetti sebagai pelatih terbaik dalam perjalanan kariernya di 22 Satu-satunya tim yang mengaInter, kecuali .... lahkan Inter sepanjang musim a. Gigi Simone 1988-1989? b. Roberto Mancini a. Milan c. Jose Mourinho b. Juventus d. Hector Cuper c. Fiorentina d. Sampdoria Pada tahun 1998, tim mana yang dikalahkan Inter dalam 23 Inter meraih gelar Coppa Italia final Piala UEFA ? pertama pada tahun ? a. FC Porto a. 1996 b. Lazio b. 1939 c. Stuttgart c. 1988 d. Liverpool d. 2006

Ibrahimovic selama musim 200814 Pada musim berapa Inter meraih 24 2009 di Serie A dan menemSiapa pemain Inter yang mengpatkannya sebagai CapocanScudetto pertamanya? gunakan jersey dengan nomor nonieri ? a. 1908-1909 7 saat memenangkan Scudetto a. 24 b. 1911-1912 musim 1988-1989? b. 26 c. 1912-1913 a. Nicola Berti c. 22 d. 1909-1910 b. Alessandro Bianchi d. 25 c. Pierino Fanna d. Andrea Manadorlini

100 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

Zenga di Inter ? a. Gianluca Pagliuca b. Sebastien Frey c. Angelo Peruzzi d. Francesco Toldo

35 Dalam pertandingan terkenal

melawan Juve untuk scudetto, siapa yang menjatuhkan Ronaldo di kotak penalti namun lolos tanpa hukuman penalti ? a. Montero b. Iuliano c. Tudor d. Tachinardi

26 Siapa pemain latin lainnya yang

dibeli di musim yang sama bersama Javier Zanetti pada musim panas 1995 ? a. Djorkaeff b. Rambert c. Ganz d. Zamorano

36 Pada 5 Mei 2002, saat itu

27 Setelah Angelo Moratti mening-

galkan Inter pada 1968, siapa presiden Inter berikutnya ? a. Ernesto Pellegrini b. Ivanoe Fraizzoli c. Massimo Moratti d. Carlo Masseroni

37

28 Tim mana yang dikalahkan Inter

untuk meraih Piala Intercontinental pertama ? a. Boca Juniors b. Vaco da Gama c. Colo Colo d. Independiente

38

29 Tim mana yang dikalahkan Inter

di Final Piala Champions 19631964 ? a. Barcelona b. Manchester United c. Celitc d. Real Madrid

39 30 Kapan saja Inter meraih Piala

UEFA ? a. 1964, 1965 & 1971 b. 1991, 1994 & 1998 c. 1971, 1990 & 1997 d. 1991, 1997 & 2002

31 Siapa presiden Inter pada Era La

40

Grande Inter ? a. Angelo Moratti b. Carlo Masseroni c. Ernesto Pellegrin d. Massimo Moratti

32 Siapa pemain terkenal Jerman

dengan posisi midfilder yang bermain untuk Nerazzurri ? a. Lothar Matthaus b. Franz Beckembauer c. Jurgen Klinsmann d. Gerd Müller

33 Siapa top skorer dalam sejarah

41

Inter di Serie A ? a. Adriano b. Guiseppe Bergomi c. J. Zanetti d. Guiseppe Meazza

34 Hidung siapa yang dipatahkan

Navaro (pemain Valencia) pada perkelahian pasca pertandingan Liga Champions ? a. Materazzi b. Samuel c. Cordoba d. Burdisso

42

43 Dimana Inter didirikan pada

53 Pelatih Inter pada musim 1968-

44 Pada tahun berapa Bergomi

54 Siapa presiden Inter pada musim

1908 ? a. San Siro b. Arena di Milano c. Restaurant L’Orologio d. Via Duse memutuskan pensiun ? a. 1997 b. 1998 c. 1999 d. 2000

inter memainkan pertandingan terakhir untuk penentuan peraih Scudetto dan Inter kalah. Siapa 45 Apa motto Heleino Herrera ? pemain yang mencetak gol pertama Inter hari itu? a. Taca la bala a. Alvaro Recoba b. Defense b. Ronaldo c. Vamos a ganar c. Vieri d. Football solves every problem d. Di Biaggio 46 Gelar yang dipersembahkan Pada 5 Mei 2002, Siapa yang Luigi Simoni selama menangani memupuskan harapan Inter raih Inter ? Scudetto dengan mencetak dua a. 1 Scudetto gol hari itu ? b. 1 Piala UEFA dan 1Coppa a. Stankovic Italia b. Poborski c. 1 Piala UEFA c. Inzaghi d. Tidak ada d. Nedved 47 Posisi klasemen akhir yang Berapa skor akhir Inter vs Lazio, terburuk bagi Inter saat Serie A saat Inter gagal meraih Scumasih diikuti 18 tim terjadi pada detto di pertandingan terakhir di musim ? musim itu? a. 1988-1989 a. 4-2 b. 2001-2002 b. 3-1 c. 1993-1994 c. 2-1 d. 1972-1973 d. 4-1 48 Pada tahun berapa Inter meraih Javier Zanetti didatangkan dari Scudetto ke-6 ? club Argentina bernama ? a. 1952-1953 a. Boca Jrs. b. 1961-1962 b. Newell’s Old Boys c. 1946-1947 c. Banfield d. 1979-1980 d. River Plate 49 Pada 1999, Inter mencatat Siapa 4 pemain ternama yang rekor transfer termahal dengan pernah bermain untuk Inter and mendatangkan Christian Vieri FC Kaiserslautern ? dari Lazio. Berapa nila transfer a. Andy Brehme, Ciriaco Sforza, tersebut ? Youri Djorkaeff and Taribo a. 28 Juta Euro West b. 45 Juta Euro b. Andy Brehme, Juergen Klinsc. 21 Juta Euro mann, Youri Djorkaeff and d. 31 Juta Euro Taribo West c. Andy Brehme, Ciriaco Sforza, 50 Pada semifinal Liga Champions Matthias Sammer and Taribo 2003, tim yang dihadapi Inter West adalah .... d. Lothar Matthaeus, Ciriaco a. Liverpool Sforza, Youri Djorkaeff and b. Celtic Taribo West c. Bayern Munich d. AC Milan Berapakali Inter tampil di final 51 Pada 2003-2004, dua pemain Piala/Liga Champions Eropa ? a. 1 datang ke Inter, yaitu .... b. 2 a. Christian Vieri and Ronaldo c. 3 b. Dejan Stankovic and Adriano d. 5 c. Adriano and Javier Zanetti d. Francesco Toldo and Alvaro Sponsor Inter sepanjang tahun Recoba 1991-1998 ? 52 Inter meraih Scudetto ke-15 ? a. Puma b. Umbro a. 21 April 2007 c. Nike b. 27 April 2007 d. Adidas c. 23 April 2007 d. 22 April 2007

answer

endaris Inter, Giuseppe Meazza tutup usia ? a. 1981 b. 1976 c. 1979 d. 1974

1.d 2.a 3.c 4.a 5.d 6.a 7.d 8.b

9.b 10.c 11.d 12.b 13.b 14.d 15.c 16.a

17.b 18.a 19.d 20.c 21.c 22.c 23.b 24.b

25.a 26.b 27.b 28.d 29.d 30.b 31.a 32.a

33.d 34.d 35.b 36.c 37.b 38.a 39.c 40.a

41.d 42.b 43.c 44.c 45.a 46.c 47.c 48.a

49.d 50.d 51.b 52.d 53.a 54.b 55.b 56.c

57.d 58.b 59.a 60.d 61.a 62.d 63.b 64.b

1969 ? a. Alfredo Foni b. Enea Masiero c. Heriberto Herrera d. Albino Carraro

pertama 1908-1909? a. Carlo De Medici b. Giovanni Paramithiotti c. Giorgio Hulss d. Ernesto Torrusio

55 Di bawah alamat yang ber-

hubungan dengan Inter, kecuali .... a. via Durini 24 b. via Durini 14 c. via Piccolomini 5 d. via Sbarbaro 5

63 Berapa gol yang dicetak Ro-

berto Baggio selama dua musim (‘98/’99 dan ‘99/’00) di Inter ? a. 14 b. 17 c. 20 d. 23

64 Siapa nama wasit yang mem-

berikan penalti untuk Del Piero pada 25 April 1998 dan tidak memberikan penalti pada Inter atas pelanggaran terhadap Ronaldo sebelumnya ? a. Andreas Frisk b. Ceccarini di Livorno c. Pierluigi Collina d. Stefano Farina

56 Pemain Irlandia yang bermain

untuk Inter ? a. Roy Keane b. Damien Duff c. Robbie Keane d. Shay Given

57 Siapa yang mencetak gol dalam

Derby 23 Desember 2007 ? a. Cruz and Ibrahimovic b. Ibrahimovic and Cambiasso c. Ibrahimovic and Crespo d. Cruz and Cambiasso

58 Pemain ini bergabung ke Inter

setelah meraih “Golden Boot Award “ pada Piala Dunia 1990. Siapa dia? a. Stefano Tacconi b. Salvatore Schillaci c. Pietro Vierchowod d. Luigi De Agostini

59 Kapten pada saat Inter meraih

Scudetto pertama ? a. Virgilio Fossati b. Giampietro c. Giuseppe Meazza d. Virgo Valerio

60 Siapa nama orang yang mende-

sain logo klub untuk Inter ? a. Arturo Hintermann b. Enrico Hintermann c. Carlo Ardussi d. Giorgio Muggiani

61 Pada musim berapa Sandro

Mazzola menjadi capocannonieri ? a. 1964/1965 b. 1963/1964 c. 1965/1966 d. 1962/1963

62 Pemain yang tidak bermain

untuk Inter ? a. Giacinto Fachetti b. Youri Djorkaeff c. Sergio Battistini d. Valentino Mazzola

Da’ Masta Trivia Result

Bobo, Dipa, johan dan Angga juga diajukan kuisioner ini. Dan inilah raport merah mereka :D Bobo: Entah tidak sempat atau tidak berani menjawab kuisioner ini. So, nilai merah semua untuk bobo. Dipa: Dari 64 pertanyaan, Dipa hanya sanggup menjawab 22 saja, dan sembilan diantaranya mendapat nilai merah. 4. B 14. A 5. A 20. A 8. A 21. A 12. A 22. D 13. A Johan: Johan menjawab semua pertanyaan, Inilah nilai merah yang berhasil diraihnya. 8.a 28.a 12.X 36.b 15. a 37.d 20.d 47.b 23.c 57.a 24.a 63.a Angga: inilah 25 nilai merah dari bro Angga :D 5.X 20.X 37.d 57.a 8.a 21.a 40.b 60.X 9.X 22.d 47.X 63.c 12.d 24.a 48.X 64.X 15.X 26.d 49.b 16.b 35.a 53.X 19.a 36.a 55.c

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

101 VOlume 7

102 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

103 VOlume 7

Esteban

Cambiasso

Pemain yang mempunyai panggilan Chuchu ini sangat mudah dikenali saat berada di atas lapangan hijau. Kepalanya yang plontos dan permainannya yang dominan mem-block serangan lawan cukup baginya untuk dikenang Interisti.

C

ambiasso memulai karir profesionalnya dengan Argentinos Juniors pada 1995, lalu pindah ke Real Madrid B pada 1996. Pada 1998, ia pindah kembali ke Argentina dimana dia bermain selama tiga tahun dengan Independiente dan semusim dengan River Plate. Selama pengembaraannya ini ia mendapatkan pengalaman yang cukup untuk kembali ke Real Madrid pada 2002. Dia membantu Los Blancos memenangkan Piala Super Eropa pada 2002, La Liga, dan Piala Interkontinental pada 2003, dan Supercup Spanyol pada 2003. Pada Juli 2004, Cambiasso menandatangani kontrak dengan Internazionale setelah kontraknya dengan Real Madrid berakhir pada Juni 2004. Dia membantu Internazionale memenangkan Piala Italia di musim pertamanya, bermain secara teratur sebagai gelandang defensif, serta sukses bermitra di tengah lapangan tengah Inter dengan sesama Argentina Sebastián Verón. Lebih dari lima musim di Inter, Cambiasso telah menetapkan dirinya sebagai anggota utama tim, dan secara konsisten menjadi gelandang Serie A terbaik. Banyak Interisti menganggapnya sebagai calon kuat kapten Inter berikutnya. Gaya Bermain Cambiasso adalah gelandang

104 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

defensif. Inter menjadikannya kekuatan yang dominan dalam sepak bola Italia. Rasanya sulit taktik defensif Jose Mourinho berjalan baik tanpanya. Goal.com dalam salah satu artikelnya pernah berujar, “Pemain ini merupakan salah satu pemain terbesar yang pernah bermain untuk Inter dan berguna untuk popularitas Serie A. Ia adalah gelandang cerdas yang memiliki kapasitas untuk mengubah permainan. Dia adalah salah satu gelandang paling berpengaruh di sepak bola Italia, dan karena alasan itu dan banyak lagi, ia pasti akan dikenang sebagai salah satu pemain paling berbakat sepanjang masa,”. Tak berlebihan memang pujian seperti itu, pasalnya pada musim ini kita menyaksikan sendiri peran Cambiasso yang semakin dominan. Saat inter menghadapi jalan berliku di Liga Champions, Cambiasso kerap keluar sebagai hero of the match. Coba tilik kembali match 16 besar saat Inter menjamu Chelsea. Cambi malah keluar sebagai hero lewat gol yang diciptakannya dan sekaligus menjadi penentu kemenangan Inter. Di semifinal, gelandang-gelandang kreatif Barcelona dibuatnya kehabisan akal untuk sekadar membuka lini tengah inter. Puncaknya adalah partai final Liga Champions sebuah penyelamatannya menghalang bola bebas yang mengarah ke gawang Inter berbuah manis. Inter mendapatkan gelar ketiganya musim ini setelah dalam waktu 90 menit mengandaskan mimpi Bayern Munchen merengkur tiga gelar juga dengan skor 2-0. Di luar lapangan, Cambiasso pun adalah pribadi yang menarik. Ia pernah menikah, tetapi tidak lagi menjalin kontak lagi dengan mantan istrinya. Pada 22 November

2008, mantan istrinya melahirkan putri mereka Cambiasso Victoria sebelum pertandingan melawan Juventus. Setelah Inter memenangkan Derby d’Italia tersebut, Cambiasso mendedikasikan kemenangannya untuk putrinya. Cambiasso dan Javier Zanetti meluncurkan Leoni Di Potrero yaitu asosiasi pelatih amal untuk membantu anak-anak muda dengan masalah isolasi sosial dan kesulitan koordinasi motorik. Dia juga dikenal sangat menyukai musik Faith No More, Incubus dan musisi jazz seperti John Coltrane dan Keith Jarrett.

Nama Lengkap: Esteban Matías Cambiasso Deleau TTL: Buenos Aires, Argentina, August 18, 1980 Tinggi: 1.78 m (5 ft 10 in) Posisi: Defensive midfielder / Central midfielder Karir Klub: Yunior Career: 1996 Argentinos Juniors 1996–1998 Real Madrid B Senior career 1998–2001 Independiente 2001–2002 River Plate 2002–2004 Real Madrid 2004– Internazionale

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

105 VOlume 7

Davide Santon U

sia muda dan minimnya pengalaman Davide Santon tak membuat Jose Mourinho kehilangan keyakinan akan melihatnya sebagai salah satu legenda di masa mendatang. Santon telah menunjukkan performa sensasional di musim pertamanya bersama Inter. Bahkan pos bek kiri Inter perlahan dipercayakan kepadanya. Sejak dimasukkan ke dalam tim Inter utama oleh Jose Mourinho, pemuda kelahiran 2 Januari 1991 ini mempunyai prospek cerah dalam karirnya. Bisa bermain di kedua sisi dan dikenal energik membantu serangan. Santon bergabung dengan tim Primavera Internazionale pada usia 14 dari Ravenna. Dia memulai karirnya sebagai pemain sayap sebelum pindah ke peran defensif. Setelah membantu tim Primavera memenangkan Campionato Primavera 2006-07 dan mencapai final play-off untuk dua musim berturut-turut, ia dipanggil untuk bergabung dengan tim utama saat pra-musim 2008-09 di Tyrol Selatan dan bergabung pada sesi pelatihan tim utama selama paruh pertama musim. José Mourinho yang pertama kali memasukkan Santon ke dalam ke line up saat pertandingan Liga Champions melawan Panathinaikos. Pada 21 Januari 2009, Santon melakukan debut di Coppa Italia sekaligus membawa kemenangan pada perempat final melawan Roma. Empat hari kemudian, ia membuat debut di Serie A dengan kemenangan 1-0 melawan Sampdoria. Calon Legenda Inter Jose Mourinho sangat terkesan dengan penampilan bintang muda Inter Milan Davide Santon. Mourinho membandingkan kemampuan Santon dengan legenda Inter Giacinto Facchetti. Santon datang di saat yang tepat, dimana Inter sedang mengalami krisis pemain belakang. Mourinho menempatkannya sebagai bek kiri, termasuk penampilan apiknya kala melawan Manchester United. “Santon adalah fenomena. Semua yang dibutuhkan, ada padanya. Dia sudah menunjukan kesabaran. Tiga atau empat tahun lalu, saat pertandingan melawan Panathinaikos atau Werder Bremen, saya berkata padanya satu saat ia pasti bermain,” jelas Mourinho. “Saya tidak pernah memberikan kesempatan kepada siapapun, Namun, saya memutuskan untuk memasangnya pada laga melawan Roma di Coppa Italia. Dan saya puas. Selanjutnya pada

106 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

laga derby dan Manchester United,” lanjut Mou. Legenda AC Milan Paolo Maldini melakukan debutnya sebelum Santon lahir. Namun, keduanya sudah saling berjibaku di lapangan, pada musim 2008-2009. Maldini dan Santon bertemu di laga Derby della Madonnina. “Davide hanya membutuhkan kesempatan. Dia akan menjadi pemain hebat dalam 10 atau 15 tahun kedepan. Dia datang sebagai the new Javier Zanetti, Maldini atau Facchetti, dengan 200 atau 300 penampilan bagi Inter. Saya akan mengingat debutnya,” beber Mourinho. Perbandingan dengan Facchetti adalah sesuatu yang prestisius. Mantan presiden Nerazzurri ini adalah salah satu bek terbaik Inter yang masuk dalam buku sejarah klub. Tak berlebihan jika Jose Mourinho mempercayakan posisi bek kiri Inter pada pemuda berusia 18 tahun tersebut, mengingat penampilannya memang cukup stabil dan cekatan. “Dia adalah fenomenal, dan setelah melihatnya bermain saat melawan tim kedua Roma, saya tahu dia akan bisa bermain melawan tim manapun,” ujar The Special One. “Dia hanya butuh seorang pelatih yang bisa mempercayainya. Dia hanya butuh kesempatan, sisanya terserah dia dengan kharakternya dan hal itu yang akan menentukan.” Tutup Mourinho. Tak ada Interisti yang melupakan permainan Santon di pertandingan 16 besar Liga Champions musim lalu saat Inter menjamu Manchester United. Bermain dengan tugas mematikan gerakan Cristiano Ronaldo bukanlah hal mudah bagi pemain muda manapun, hasilnya Santon menunjukkan kinerja yang memuaskan mengawal pemain sayap Portugal tersebut. “Saya terkesan dengan Santon, ia adalah seorang pemuda yang akan menjadi seorang pemain bola hebat. “ Ujar Ronaldo mengomentari permainan Santon pada laga tersebut. Walau pujian datang bertubi-tubi kepadanya Santon tetaplah pemain muda yang menurut Mourinho masih harus banyak belajar dari para seniornya. Marcello Lippi pun tak segan memuji Santon dengan mengatakan permainan santon mengingatkan dirinya akan Paolo Maldini muda. Santon membuat penampilan pertamanya untuk Inter di musim 2009-10 saat melawan Parma. Cedera lutut yang dialaminya saat bertugas memperkuat Italia U21 memaksanya absen sampai tahun

baru. Baru pada Januari ia kembali sebagai pemain pengganti saat Inter melawan Bari, “kebetulan” saat itu Cristian Chivu mengalami cedera . Namun, comebacknya ini kembali berumur pendek saat dia terluka di lutut yang sama lagi dan membutuhkan pembedahan. Tak ayal, bintang terangnya di musim lalu seakan meredup di musim ini. Well, walau demikian tentunya kesuksesan Inter merengkuh tiga gelar di musim ini juga membuatnya bahagia. Di level Internasional Santon telah bermain untuk Italia sejak tingkat U-16 dan membuat debut mencetak gol pada April 2007. Italia menang 3-1 atas Slovenia. Pada 31 Maret 2009, ia melakukan debut untuk tim U-21 Italia di pertandingan persahabatan melawan Belanda, pertandingan berakhir berakhir imbang 1-1. Bintang terang yang seolah menerangi jalan karir profesionalnya membawanya kepada impian setiap bocah di Italia, bermain untuk negaranya. Debut Santon dengan tim senior Italia dilakoni saat ia berusia 18, pada 6 Juni 2009 di pertandingan persahabatan melawan Irlandia Utara, ia bermain penuh 90 menit pertandingan dan membuatnya mendapatkan pujian dari rekan-rekannya serta pelatih Marcello. Lippi. Lippi, cukup terkesan dan memasukkan namanya dalam daftar tim Italia untuk Piala Konfederasi FIFA 2009, tapi sayang Santon tidak berhasil tampil di turnamen tersebut setelah mendapatkan cedera saat pelatihan.

Nama lengkap: Davide Santon TTL: Portomaggiore, Italy, 2 January 1991 Tinggi: 1.87 m (6 ft 11.2 in Posisi: Full back Karir Klub: Youth career 1999–2005 Ravenna Senior career 2005–2008 Inter.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

107 VOlume 7

Goran Pandev B

ergabung ke Inter di pertengahan musim ini, dan kemudian mencatatakan namanya di buku sejarah Inter sebagai salah satu pemain dari skuad Inter yang meraih treble winners. Entah apa yang dipikirkan Pandev, Pemain asal Macedonia kelahiran 1983 ini seolah ia keluar dari masa kelamnya di Lazio dan langsung terbang tinggi bersama Inter. Separuh musim menghabiskan waktu di tempat latihan saja bukanlah masa yang menyenangkan bagi pesepakbola profesional. Pandev dikabarkan berseteru dengan presiden Lazio, dan ia menjalani sangsi “dikucilkan” dari skuad utama Lazio. Walau jauh dari bangku cadangan, bukan berarti namanya tenggelam begitu saja. Adalah Jose Mourinho yang meminangnya untuk bergabung ke Inter. Walaupun publik mengenalnya sebagai pemain Lazio tetapi Interisti tetap mengenalnya sebagai pemain yang datang pertama kali ke Italia, justru menuju ke Appiano Gentile. Pandev memulai karir sepak bola dengan FK Belasica, di klub ini ia berkembang melalui akademi pemain muda. Tercatat Ia hanya menghabiskan satu musim di Liga Prva lokal. Inter membawanya ke Italia pada musim panas 2001 ketika ia baru berusia 18 tahun. Saat itu pandev masih miskin pengalaman dan akhirnya dipinjamkan ke Spezia (Serie C1 ). Pada tahun

Fast fact: Nama lengkap: Goran Pandev TTL: Strumica, SFR Yugoslavia 27 July 1983 Tinggi: 1.84 m (6 ft 12 in) Posisi: Forward, Winger Karir Klub: 2000–2001 Belasica 2001–2004 Internazionale 2002–2003 Spezia (loan) 2003–2004 Ancona (loan) 2004–2010 Lazio 2010– Internazionale

108 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

berikutnya ia kembali dipinjaman, kali ini ke tim yang baru saja promosi ke Serie A, Ancona. Pada 2004, Dejan Stankovic ke Inter dari Lazio dan Pandev menjadi bagian dari proses transfer tersebut. Pandev dikirim ke ibu kota Italia. Tahun pertamanya di Lazio, ia membuat 29 penampilan dan mencetak 3 gol. Pada musim panas tahun 2009, sengketa antara Pandev dan Claudio Lotito presiden Lazio meletus, sehingga terjadi pertempuran hukum antara Pandev dan klubnya. Putusan itu diumumkan pada tanggal 23 Desember 2009.

Sengketa Kontrak dengan Lazio Sengketa dimulai saat Pandev menunjukkan keinginannya untuk meninggalkan Lazio. Presiden Lazio, Lotito, tampaknya tidak puas dengan keputusan Pandev, tak ayal, Lotito membekukan Pandev dari skuad. Akibatnya, Pandev menghabiskan sisa empat bulan berlatih sendiri, tanpa penampilan bagi klubnya. Selama periode ini, berbagai klub telah menunjukkan minat mereka untuk membeli Pandev, terutama Zenit St.Petersburg. Presiden Lazio menolak tawaran itu, Pada 26 September, akhirnya Pandev resmi mengajukan untuk memutuskan kontrak dengan Lazio. Pandev berpendapat bahwa dengan pembekuan dia dari skuad, Lazio telah melanggar syarat-syarat kontrak mereka dengan dia. Pada tanggal 23 Desember 2009, Lega Calcio memutuskan mendukung Pandev, dan memerintahkan Lazio melepaskan Pandev dari kontrak. Badai Pasti Berlalu Ibarat didera badai yang tak jelas kapan berakhirnya, keputusan Lega Calcio yang mendukung “pembebasan” Pandev ibarat cahaya matahari yang kembali menerangi karirnya. 4 Januari 2010, Pandev menandatangani kontrak lima tahun dengan Inter, ia mengenakan baju bernomor 27. Debutnya di Inter sebagai starter adalah saati Inter menang 1-0 melawan Chievo. Gol pertamanya untuk Inter tiba saat melawan Bari, dan yang paling dikenal adalah kemenangan 2-0 atas rival AC Milan, dia membantu Diego Milito dengan overhead silang, dan mencetak gol

melaui freekick melengkung yang indah. Menurut data statistik, beberapa musim belakangan Januari adalah bulan yang berat untuk Inter dimana kemenangan sulit sekali diraih. Pandev datang pada saat yang tepat. Tak hanya mencetak gol penting, dalam taktik serangan Inter ala Mourinho, Pandev juga ditugasi memberikan Assist kepada striker. Dan Pandev sukses menjalaninya. Banyak kalangan menilai menjelang akhir musim grafik performa pandev menurun, walau demikian ia tetap menjadi bagian penting strategi Mourinho dimana Inter memasang tiga pemain serang sebagai ujung tombak. Kini musim berakhir dengan indah untuk Pandev. Semoga saja performa Pandev terus meningkat dan semakin memainkan peranan penting untuk inter di musim-musim selanjutnya.

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

109 VOlume 7

ChristianChivu Pada awalnya siapa yang menyangka Chivu akan menyebrang dari Roma ke Inter, adalah Roberto Mancini yang membawanya “sadar ke jalan yang benar”.

D

efender kiri kelahiran 26 Oktober 1980 asal Rumania ini langsung menjelma menjadi defender kelas dunia tatkala berani memutuskan untuk berkarir di luar negaranya. Hasilnya, saat ini dia adalah kapten tim nasional Rumania. Spesialisasinya kini sebagai bek kiri ia lakoni dengan nyaris sempurna di Inter, walau ia juga mumpuni bermain sebagai bek tengah jika diperlukan. Karir profesional Chivu dimulai di FCM Resita klub asal negaranya, Rumania. Setelah pindah ke Universitatea Craiova, reputasinya mulai bangkit dan penampilannya memicu minat dari beberapa klub yang lebih besar di luar Rumania. Ajax klub Belanda sangat terkesan dengan Chivu dan ia resmi menandatangani kontrak dengna Ajax pada 1999. Di Ajax dia mengembangkan reputasi sebagai fullback handal dan spesialis free kick. Lalu-manager Ronald Koeman menunjuknya sebagai kapten klub. Sebagai kapten, Chivu membawa Ajax mendominasi Eredivisie Belanda dengan pasukan muda lainnya. Saat itu Chivu bermain bersama pasukan-pasukan muda yang kelak akan menjadi bintang masa depan, seperti Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder, Andy van der Meyde, Zlatan Ibrahimovic dan Maxwell. Ia memainkan peran penting untuk Ajax di Liga Champions pada musim 2002-03, Saat itu Ajax berada di grup yang sama dengan Inter. Bersama Maxwell, Ibrahimovic dan Van der Meyde yang kemudian bergabung dengan Inter, Chivu membawa Ajax hingga ke babak semifinal. Sementara Sneijder belum terkenal pada saat itu. Diam-diam bakat Chivu diendus AS Roma pada 2003. AS Roma menunjukkan ketertarikan mereka dalam mendapatkan tanda tangan kontrak Chivu. Pada saat itu, Roma memiliki utang yang sangat besar dan ada pertanyaan yang muncul di Roma, yaitu kemampuan untuk membayar biaya yang diusulkan. Mencari untuk membungkam keraguan meningkat dari situasi keuangan mereka, Roma mencari jaminan bank, yang kemudian ditolak. Namun, setelah banyak spekulasi Roma akhirnya menyelesaikan pembelian Chivu, mengakhiri saga panjang dan berlarut-larut. Nilai transfer tersebut dilaporkan € 18 juta. Walau mempunya kesempatan tampil reguler di AS Roma tetapi Chivu tampil terbatas

110 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

karena cedera yang dialaminya. Musim terakhirnya dengan AS Roma ia memenangkan Coppa Italia 2007. Selama jendela transfer musim panas, ia sekali lagi menjadi subyek spekulasi transfer. Real Madrid dan Inter bersaing untuk memakai jasa Chivu. Dan hasilnya ia tetap berada di Italia, tapi dengan jersey yang berbeda. Melengkapi mimpi Bermain di level tertinggi Liga Serie A Italia membuat karir Chivu semaikin menanjak. Chivu meninggalkan Roma dan menandatangani kontrak 5 tahun dengan Inter pada 27 Juli 2007 dengan nilai transfer 16 juta Euro. Setali tiga uang, di musim pertamanya dengan Inter ia memenangkan Scudetto pertamanya. Sesuatu yang tak pernah didapatnya selama merumput di AS Roma. Permainannya yang taktis dan lugas membuat Chivu menjadi pemain reguler Inter. Chivu mengisi di sebelah kiri wilayah Inter dari pekan ke pekan. Bersama Inter Chivu merentas mimpi menjadi yang terbaik. Kedatangan jose Mourinho menggantikan Roberto mancini pun tak menyulitkan posisinya sebagai pemain inti. Ia tetap menjadi pilihan utama. Mimpinya untuk menjadi bagian yang terbaik di Eropa dituntaskan musim ini. Chivu adalah salah satu faktor penting klub kompak macam Barcelona kesulitan membuat gol ke gawang Inter. Interisti akan mengingatnya sebagai pemain yang rela meneteskan darahnya dilapangan hanya untuk kemenangan Inter. Cedera bukan halangan Musim ini Chivu kembali beraksi dengan performa puncaknya walau cedera serius menimpanya. Saat inter menghadapi Chievo Verona, ia digotong di awal babak kedua setelah bertabrakan kepala dengan striker Chievo Sergio Pellissier. Cedera tersebut sempat mengkhawatirkan dengan spukulasi karir Chivu akan segera berakhir, setidaknya sampai akhir musim. Chivu patah tulang tengkorak. Inter segera melakukan tindakan operasi untuk cederanya. Simpati pun berdatangna tak hanya dari sesama pemain Inter tetapi dari klub lain. Dan Ajaibnya, Chivu dapat sembuh lebih cepat dari perkiraan dokter. Ia kembali bermain di Seri A pada tanggal 24 Maret.

Sebulan Kemudian Chivu mencetak gol pertamanya untuk Inter saat pertandingan melawan Atalanta. Setelahnya, Jose Mourinho selalu memercayakan sektor kiri pertahanan Inter padanya. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan di depan mata, Chivu kembali tampil dengan performa terbaiknya sampai akhir musim. Bersama Lucio, Samuel dan Maicon mereka menjadi kuartet terbaik pertahanan Inter. Rumania dan Chivu Capsnya di Timnas dimulai pada 1999, Chivu dipilih untuk mewakili tim Rumania U-20 lalu ia bermain untuk timnas senior Rumania di Euro 2000 dan Euro 2008. Selama Euro 2008, ia menerima pujian untuk penampilannya. Chivu dapat berbicara bahas Italia, Belanda dan Inggris serta bahasa negaranya Rumania. Menikahi Adelina Elisei ia telah dikaruniai seorang putri bernama Natalia yang lahir pada 12 Februari 2009. Mendiang ayahnya yang adalah seorang pelatih muda dan menurut majalah Italia Calcio, Chivu terlibat membuka sekolah sepak bola di Rumania selama beberapa tahun terakhir, dan dia berkata, “Saya berharap bahwa ayah akan bangga ketika ia melihat apa yang saya lakukan sekarang,” ujarnya. Seluruh Interisti pun bangga memiliki pemain yang memberikan segalanya untuk kejayaan Inter.

Nama Lengkap: Cristian Eugen Chivu TTL: Romania, 26 Oktober 1980 Tinggi Badan: 1.84 m (6 ft 1.2 in) Posisi: Centre back, Left back Karir Klub 1996–1998 CSM Reşia 1998–1999 Universitatea Craiova 1999–2003 Ajax 2003–2007 Roma 2007– Internazionale

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

111 VOlume 7

Dejan Stankovic Dia petarung tangguh yang diperlukan inter di lini tengah, sejak kepindahannya dari Lazio Deki (nickname) telah menjadi idola Interisti

M

eskipun musim ini penampilan Stankovic naik-turun tetapi Jose Mourinho tetap memasukkan namanya kedalam line up Inter pada pertandingan penting. Kematangan bermain dan pengelolaan emosi yang dimilikinya memang sangat membantu skuad Inter dalam mengarungi jadwal padat musim ini. Pria kelahiran 11 September 1978 ini memang lebih dulu mengeksiskan reputasinya sebagai pemain andal kala bermain untuk Lazio, di Inter dia semakin menyempurnakan permainannya. AkuraSI tembakan, kreativitas dam kemampuannya untuk mencetak gol dari jarak jauh sangat berperan bagi Inter menguasai Italia dalam kurun lima tahun terakhir.

Stanković dibesarkan di Zemun, pinggiran Belgrade. Kedua orangtuanya, Borislav dan Dragica, memiliki latar belakang sepakbola yang kuat. Stanković mulai bermain sepak bola untuk FK Teleoptik, yang berbasis di lingkungannya dari Zemun. Pelatih Red Star Branko Radović kemudian mentransfer Dejan yang kala itu berusia 14 tahun skuad muda Red Star Beograd. Bersinar di Red Star, Berguna di Lazio Dalam skuad muda Red Star Beograd, ia dilatih oleh Pižon Petrović, bermain bersama profesional masa depan Nikola Lazetić dan Nenad Lalatović. Sebelum awal musim 19971998, ia diangkat sebagai kapten tim di usia 19 tahun, termuda dalam sejarah klub. Meskipun tidak memenangkan liga, ia menjadi kapten tim untuk dua kemenangan piala domestik. Selama tahun 90-an awal, Red Star berada di bawah larangan internasional karena sanksi PBB yang dikenakan pada Yugoslavia, yang berarti bahwa tim tidak bisa berpartisipasi dalam kompetisi Eropa. Larangan dicabut menjelang musim 1996-1997, dan Stanković memainkan bagian besar dengan kemenangan pada dua leg atas Kaiserslautern di Piala Winners. Musim panas 1998, ia ditransfer £ 7,5 juta ke Lazio, di mana ia mencetak gol pada debut Serie A nya saat Lazio melawan Piacenza pada 13 September 1998. Pada tahun tersebut, Lazio memi-

112 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

liki skuad all-star dengan pemain kelas dunia pada hampir semua posisi, tapi dengan cepat Stanković mendapat tempat utama di tim reguler meskipun persaingan dari sesama pemain tengah seperti Pavel Nedvd, Sebastián Verón, dan Roberto Mancini tak bisa dibilang mudah. Kehadiran Stankovic membentuk kombinasi lini tengah yang tangguh di Lazio. Dengan Nedvd dan Mancini yang merupakan bagian integral dari sisi sayap Lazio pada akhirnya tim ini sukses merengkuh scudetto pada pergantian dekade. Pindah ke Inter Pada bagian akhir karir Stanković di Lazio, Biancoceleste (julukan Lazio) berjuang dengan masalah keuangan dan dipaksa untuk menjual banyak pemain terbaik mereka. Banyak tim-tim besar dalam sepak bola Eropa tahu bahwa klub harus menjual Stanković dalam waktu dekat, jadi ada persaingan sengit untuk jasa-jasanya selama jendela transfer musim dingin 2003-04. Juventus adalah favorit untuk mendapatkan tanda tangan Stanković, tapi ia akhirnya memilih Internazionale. Fakta bahwa tuah kesuksesan Lazio di tim Roberto Mancini (pelatih Inter saat itu) mungkin telah mempengaruhi keputusannya. Pada awal Februari 2004, Stanković memainkan pertandingan debutnya untuk Inter, melawan Siena ia mencetak gol spektakuler langsung dari tendangan sudut lalu berandil besar untuk kemenangan Inter saat memenangi Derby della Madonnina 1-0. Pada 7 Mei 2006, Stankovic mencatatakan namanya berada dalam daftar pemain Intre yang telah bermain di 100 pertandingan Inter. Stanković menunjukkan bentuk permainan terbaiknya sepanjang musim 2006-07 Serie A, mencetak beberapa gol yang menentukan. Hal ini meningkatkan reputasinya di mata penggemar Internazionale. Musim ini 2009-2010 Stanković memulainya dengan sangat baik. Pada derby Milan 29 Agustus (4-0), ia bermain dengan peran yang lebih dalam untuk menggantikan Esteban Cambiasso yang tengah cedera. Walau

tidak menempati posisi regulernya, ia berhasil mencetak gol keempat Inter. Ia kemudian mencetak gol melawan Rubin Kazan dan Udinese untuk terus mengeksiskan namanya di line up tim utama Inter besutan José Mourinho. Dia juga mencetak gol spektakuler dari jarak 54 meter saat Inter menang besar 5- melawan Genoa, kesalahan kiper Marco Amelia tak disia-siakannya untuk kemudian mengkonversi kesalahan lawan menjadi gol spektakuler. Kini, bersama Inter ia telah mendapatkan semua impian setiap pesepakbola dengan merengkuh tiga gelar bergengsi dalam semusim. Tentunya sukses Inter musim ini tak lepas dari perjalanan panjang Stankovic yang terus mengasah kemampuannya. Namanya kini tercatat dalam buku besar sejarah Inter karena berhasil menyadingkan tiga gelar. Memasuki usia 33, kemampuan Stankovic yang semakin matang tentunya sangat diperlukan Inter guna mempertahankan gelar yang didapat musim ini. Pelatih-pelatih hebat yang datang dan pergi dari Inter selama ini tak menjadikan namanya tenggelam di bangku cadangan. Semoga saja tuah dan pengalamannya masih berguna untuk Inter di musim mendatang, niscaya, publik Giuseppe Meazza bakal semakin mencintainya.

Nama lengkap: Dejan Stanković TTL: Belgrade, Yugoslavia , 11 September 1978 Tinggi: 1.81 m (5 ft 111.2 in) Posisi: Midfielder Karir Klub: Youth career 1992–1994 Red Star Belgrade Senior career 1994–1998 Red Star Belgrade 1998–2004 Lazio 2004– Internazionale

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

113 VOlume 7

Kiper utama Timnas Brazil ini meneruskan tradisi Inter yang selalu mempunyai penjaga gawang terbaik pada masanya.

Julio Cesar L

ihat caranya melihat bola! Lihat caranya memperhatikan pergerakan striker lawan! Lihat caranya berfikir cepat dari yang lainnya gawang inter dalam bahaya! Lihat bagaimana refleksnya sebagai kiper andal! Marvelous!!! Tak henti decak kagum Interisti dimanapun menyaksikan kiprah Julio Cesar menjaga gawang Inter dari pekan ke pekan. Júlio César memulai karir profesionalnya di Regatas Clube Flamengo pada 1997 sebagai pemain pengganti untuk Clemer veteran. Selama berada di Flamengo ia menjadi favorit penggemar karena kecintaannya pada klub dan selalu memaksimalkan bakatnya. Hal mengesankan untuknya dalam karirnya adalah saat ditunjuk sebagai kiper pertama Brasil untuk Copa América 2004. Merasa harus naik ke level selanjutnya, ia memutuskan untuk berkarir di Eropa.

Setelah sebelumnya singgah di Chievo, pada Juli 2005, ia resmi menandatangani kontrak tiga tahun dengan Internazionale. Dia bergabung dengan skuad Inter untuk musim 200506 dan berstatus sebagai pilihan kedua setelah Francesco Toldo. Awal karirnya di Inter memang banyak dihabiskan di bangku cadangan Inter. Namun perlahan ia berhasil menggeser Toldo dari posisi utama. Gelar Scudetto yang diraih inter selama lima musim berturutturut tak lepas dari jasa besarnya mengawal gawang Inter. Mantan Kiper Inter dan Italia Gianluca Pagliuca tak segan memujinya, Pagliuca menyatakan keyakinannya Júlio César itu adalah kiper terbaik di dunia. Ia juga mendapatkan pujian dari legenda Italia Dino Zoff dan tentunya rekannya saat ini Francesco Toldo. Musim ini aksi-aksi hebatnya kerap ditunjukkannya hampir di setiap

laga Inter. Yang paling diingat mungkin saat derby ia berhasil menggagalkan eksekusi pinalti Ronalgino. Eits jangan lupakan juga bagaimana perjuangannya untuk tampil dalam performa sempurna kala dirinya tertimpa musibah. Beberapa hari menjelang laga Chelsea vs Inter di babak 16 besar Liga Champions musim ini ia mengalami kecelakaan mobil. Walau menderita cedera, ia tetap ngotot dimainkan pada laga krusial tersebut. Hasilnya? Gawang inter tetap bersih! Aksi penyelamatannya menjaga gawang Inter kala itu mendapatkan simpati yang besar dari Interisti dan rekan-rekannya. Tak heran, Interisti semakin mengidolainya kini. Dengan membawa Inter merengkuh tiga gelar, Ia pun kini semakin dicintai Interisti. Yup, Inter sangat beruntung memilikinya. Terus berkiprah Cesar!!!

Nama: Júlio César Soares de Espíndola TTL: Duque de Caxias, Brazil, 3 September 1979 Tinggi: Height 1.86 m (6 ft 1 in) Posisi: Goalkeeper Karir Klub 1998–2004 Flamengo 2005 Chievo 2005– Internazionale

114 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

115 VOlume 7

116 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

117 VOlume 7

118 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

119 VOlume 7

120 VOlume 7

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

unofficial digital magazine of internazionale fc from indonesia

121 VOlume 7


INTERINA MAGAZINE