Issuu on Google+

±

kamis, 27 juni 2013 LAMPUNG POST

±

CMYK

CMYK

±

Asih Murwiati

INSPIRASI

“Saya akan usahakan agar kegiatan ini lancar sehingga dapat memberdayakan kaum ibu yang ada di lingkungan saya. Hal ini saya lakukan karena memang ini salah satu dari Tri Dharma Pendidikan.”

15

ASIH MURWIATI

Dosen yang Banyak Prestasi

±

±

SEJAK kecil sosok wanita sederhana satu ini memang sudah pintar. Hal itu sudah terbukti dengan prestasi-prestasinya yang dia raih dari bangku sekolah dasar.

D

ialah Asih Murwiati, selalu menjadi juara kelas di masa sekolah. Menjuarai berbagai lomba cerdas cermat dalam berbagai ajang di tingkat kabupaten, juara dalam lomba cerdas cermat agama Islam se-Provinsi Yogyakarta, dan dosen berprestasi ke-2 tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) merupakan beberapa prestasi di antara banyak prestasi lainnnya. Tidak hanya pandai di bidang akademik, dalam hal organisasi, dosen FEB Jurusan Ekonomi Pembangungan ini tidak kalah. Aktif diberbagai organisasi, mulai dari OSIS ketika di bangku sekolah, BEM ketika kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), dan organisasi eksternal HMI, tidak membuat prestasi akademiknya turun. Baginya, organisasi itu juga pen­ ting karena dari organisasi ada ilmu yang tidak bisa dia dapatkan di ruang belajar. Baginya aktif dalam berbagai organisasi bukan berarti menurunkan prestasi belajarnya. “Semua dapat seimbang jika kita tahu bagaimana cara mengaturnya dengan baik.” Asih berpendapat kehidup­ an mahasiswa sekarang bila

dibandingkan dengan zamannya dulu sangat jauh berbeda. Segala kemudahaan yang tersedia dari teknologi membuatnya khawatir bahwa mahasiswa akan sulit untuk mempunyai mental yang kuat. “Zaman saya dulu, kalau ada tugas kita tulis tangan, kalau tidak pakai mesin ketik. Namun, saya rasa justru yang seperti itu ampuh untuk menempa mental efektif dalam belajar. Tidak seperti sekarang dengan sistem copy-paste,” kata Asih. Dia juga mengatakan mahasiswa harusnya lebih mampu untuk mengembangkan kemampuan dirinya karena setelah selesai dari perguruan tinggi mereka akan menghadapi dunia kerja. Di dunia kerja inilah persaingan yang sesungguhnya dimulai. Jika para mahasiswa hanya selalu mendapat didikan yang santai dan dengan sistem yang longgar, kemungkin­ an mereka akan dapat bersaing juga akan sedikit karena terbiasa dengan segala kemudahan-kemudahan yang ada. Semua prestasi yang Asih da­ patkan tidak lepas dari kerja keras dan semangat yang besar. “Kalau bicara tentang masa sulit atau ke-

susahan, itu setiap orang berbeda. Namun, kalau kita mensyukuri apa yang kita dapat, bagi saya tidak ada kesusahaan atau kesulitan yang berarti,” ujar dia. Ibu dari tiga anak yang memiliki moto hidup ikhlas, sabar, dan bersyukur ini menganggap setiap kesulitan atau masalah yang dia hadapi ketika belajar atau be­kerja sampai saat ini tidak ada yang tidak bisa dilewati. “Pasti setiap orang akan menemui kesulitan dalam hidupnya, saya pun begitu. Namun, ketika saya ikhlas, sabar, dan mesyukuri apa yang sudah saya miliki, masalah itu menjadi tidak berarti.” Sekretaris Jurusan Ekonomi Pembangunan ini memang memiliki peran sangat penting, baik di jurusan maupun di fakultas. Sempat menjadi ketua tim penjamin mutu fakultas merupakan salah satu bukti bahwa kinerjanya tidak hanya baik dalam mengajar. Saat ini Asih sedang fokus dengan akreditasi jurusan yang ingin dipertahankan agar tetap A. Dia bersama tim sangat serius untuk menjaga kualitas dari Ekonomi Pembangunan tempat dia mengajar saat ini. (RENITA KASNAWATI/S2)

n LAMPUNG POST/DOK. PROBADI

Jalankan Pengabdian di Masyarakat ±

SEBAGAI dosen, Asih Murwiati berusaha untuk memenuhi tugas Tri Dharma Pendidikan, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat. Untuk pengabdian masyarakat saat ini Asih aktif dalam membina ibu-ibu di lingkungan rumahnya dalam pengembangan usaha kain perca. Baginya, selain mengajar dan melakukan penelitian, pengabdian pada masyarakat juga sangat pen­ ting karena ilmu yang ia dapatkan haruslah berguna juga bagi kalang­ an umum. Untuk pengembangan kain perca ini, dia sedang menyusun proposal pengajuan UMKM dan selanjutnya akan disusul dengan proposal pemasaran. “Saya akan usahakan agar kegiatan ini lancar sehingga dapat memberdayakan kaum ibu yang ada di lingkungan saya. Hal ini saya lakukan karena memang ini salah satu dari Tri Dharma Pendidikan yang harus saya laksanakan.” Ketika menjadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada pada Jurusan Ekonomi Pembangunan, Asih sudah ikut mengajar di Bimbingan Belajar (Bimbel) Bulak Sumur Assosiation

Mempertahankan Akreditasi A

(BSA). Profesi menjadi tenaga pe­ ngajar, menurut dia, paling cocok dengannya. Selain dari latar belakang kedua orang tuanya yang adalah seorang guru, menurut dia, menjadi seorang dosen lebih baik dari pada dia harus bekerja di lingkungan perusahaan atau bisnis yang akan menyita banyak waktunya. Asih mengatakan kalau menjadi dosen kan waktunya enak. “Setidaknya kita masih punya ba­ nyak waktu untuk keluarga karena tidak mungkin saya akan mengeyam­ pingkan keluarga saya. Keluarga harus tetap nomor satu,” kata dia. Sebelum mengajar di Universitas Lampung, Asih telah mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dia menjadi dosen di Unila pada 2008, dengan serangkaian tes yang harus dilalui. Saat itu, kata dia, ada 40 peserta yang mendaftar menjadi dosen dan dikecilkan menjadi 10. Di tahap selanjutnya, 10 yang lolos, termasuk Asih, diwajibkan untuk mengikuti microteaching untuk selanjutnya wawancara. Setelah serangkai­ an proses tes tersebutlah akhirnya Asih diterima dan resmi menjadi dosen di FEB. (RENITA KASNAWATI/S2)

Biodata Nama : Lahir : Jabatan : Fak./Jurusan : Suami :

Anak : 1. Naufal Yazid Al Rusydi (12) 2. Mumtaz Rif’at Al Rusydi (9) 3. Talita Dzakia Al Rusydu (3) Ayah Ibu

n LAMPUNG POST/DOK. PRIBADI

BERSAMA KELUARGA. Asih Murwiati bersama suami dan dua putranya yang selama ini menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.

CMYK

: Hardjono S.Pd. : Pardjijah, A.Md.

Pendidikan - SDN Sermo I Kulonprogo, Yogyakarta, 1980—1986 - SMPN 1 Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta, 1986—1989 - SMAN 1 Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, 1989—1992 - Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1992—1998 - Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi Magister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Universitas Brawijaya, 2003—2007

±

±

Asih Murwiati, S.E., M.E. Kulonprogo, 10 April 1974 Asisten Ahli Ekonomi/Ekonomi Pembangunan Rusdi Efendi S.T. (Guru SMK Muhammadiyah)

±

±

SISTEM mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) yang dia terapkan pada mahasiswa pun selalu diperbarui dan diperbaiki sesuai dengan prosedur standar operasional yang ada. Sosok keibuan tetapi tegas ini menjadi salah satu dosen favorit yang ada di lingkungan kampus. Dalam mengajar, Asih Murwiati selalu berusaha untuk membawa suasana tetap kondusif agar mahasiswa dapat mengerti dengan apa yang dia sampaikan. Sitem perkuliahan dua arah, mahasiswa dituntut untuk aktif di kelas juga selalu dia terapkan. Asih tidak mau mahasiswa hanya duduk, datang, dan diam. “Saya itu senang me­ ngajar Matematika Ekonomi, karena dulu sewaktu saya kuliah saya pernah tidak lulus di mata kuliah itu. Saya mendapat nilai F untuk mata kuliah tersebut. Nah, dari situ saya ingin membuktikan kalau saya bisa mengajar Matematika Ekonomi meskipun saya tidak lulus karena saya tahu saya itu sebenarnya bisa. Oleh sebab itu, saya semangat sekali untuk mengajar mata kuliah itu,” kata Asih. Semangatnya untuk membawa nama jurusan lebih baik serta mempertahankan akreditasi A dia coba tularkan kepada seluruh karyawan serta mahasiswa. “Akreditasi A yang saat ini dimiliki Jurusan Ekonomi Pembangunan harus dipertahankan dan untuk mempertahankan itu perlu dukungan dari semua pihak. Karena, aspek penilaiannya kan juga banyak, jadi saat ini saya beserta tim penjamin mutu sedang menggodok itu.” Lingkungan kerja yang kondusif serta solid, konfirmasi data-data mahasiswa menjadi hal yang penting, menurut dia, untuk dilakukan dalam mempertahankan akreditasi. Saat ini, harapan yang belum dia capai adalah ingin melanjutkan sekolahnya. Dia berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan S-3 di luar negeri. Harapan itu masih belum dia wujudkan karena tanggung jawab masa jabatan yang masih dia emban. “Saya selesaikan tanggung jawab jabatan sebagai sekretaris jurusan ini dulu, baru saya bisa pergi untuk sekolah lagi. Rencana di 2016, saya akan melanjutkan S-3,” kata Asih. Asih memang memiliki semangat untuk memperkaya diri dalam meningkatkan kualitasnya sebagai tenaga pengajar. Semuanya dia lakukan agar dapat memberikan yang terbaik sehingga akan tercipta lulusan-lulusan yang berkualitas dan berdaya saing nantinya. (RENITA/KASNAWATI/S2)

CMYK

±

±


Lampungpost edisi 27 juni 2013