Issuu on Google+

CMYK

F KUS JUMAT, 6 SEPTEMBER 2013 LAMPUNG POST

CMYK

Konflik Register 45

24

Konflik Register 45 Tak Kunjung Usai

MESUJI—Konflik di Register 45 Sungaibuaya, Mesuji, belum juga berakhir. Bahkan, tindakan anarki yang dilakukan perambah meresahkan warga Mesuji.

M

enyikapi hal itu, seluruh kepala desa di Kabupaten Mesuji yang berjumlah 105 orang mendesak pemerintah segera menertibkan perambah yang meresahkan masyarakat Mesuji akhir-akhir ini. Kades Gedungboga, Kecamatan Way Serdang, Iwan Setiawan, meminta penegakan hukum di Register 45. “Cara penyelesaian yang terbaik adalah penegakan hukum. Kami hanya dijadikan sebagai objek pemberitaan oleh Pemerintah Pusat,” kata Iwan. Menurut dia, jika pola penertibannya tetap seperti ini, dia pesimistis penertiban bisa dilakukan meskipun ada dana. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Simpangpematang Ansori meminta aparat keamanan untuk selalu bertindak tegas dalam penegakan hukum. “Kepada TNI dan Polri, jangan pernah ragu dan takut dalam menegakkan kebenaran. Kami akan dukung dengan segala kemampuan. Kami sudah jenuh melihat tingkah polah para perambah, apalagi semenjak mereka ada, keadaan makin tidak aman,” ujar Ansori, yang diaminkan seluruh kepala desa yang berbincang dengan Bupati Khamamik, yang juga dihadiri Komandan Korem 043/Garuda Hitam Kolonel Inf. Irwan Sihar Marpaung di aula rumah dinas Bupati, Kamis (5-9). Dalam arahannya, Danrem menegaskan jika dalam penegakan hukum jangan abu-abu. Katakan tidak jika tidak, katakan salah jika salah. “Di polres saya katakan TNI siap mendukung apa pun demi tegaknya hukum, tangkapin saja, tidak usah ragu atau takut para pelanggar hukum. Jangan dilepas Yadi dan kawan-kawan, ini bukan Texas. Kini, saya sudah perintahkan 150 anggota untuk membantu. Salah katakan salah, benar katakan benar, tidak ada abu-abu,” ujar Danrem. Dalam kesempatan yang sama, Khamamik meminta kepada seluruh kepala desa agar selalu berdiri di barisan terdepan dalam setiap penyelesaian masalah. Selain itu, Khamamik juga me-

 LAMPUNG POST/CK6

BERJAGA-JAGA. Sekitar 400 personel Brimob berjaga-jaga di pertigaan jalan lintas timur Sumatera, depan kantor Polres Mesuji, Rabu (4-9). Mereka mengantisipasi aksi massa yang berencana memblokir jalan di Simpang D, kawasan Moro-moro.

minta kekompakan seluruh kepala desa. “Tentang kondisi kabupaten kita yang selalu bergejolak seperti daerah perang, terutama desa-desa, seperti Sumberejo, Rejomulyo, dan belum lama ini berkaitan dengan Register 45,” kata dia. Pemantauan Lampung Post, dalam aksinya, para perambah sukses memblokir jalan lintas timur Sumatera hingga dua kali, dari Selasa (3-9) hingga Rabu (4-9). Selain itu, para perambah te-

lah membakar hangus 1 pos satpam dan 1 traktor milik PT Silva Inhutani di Alba V, kawasan Register 45. Selain itu, perambah juga merusak 1 mobil milik pengguna jalan atas nama Santos yang sebelumnya menyerempet perambah. Menurut para kepala desa, jika tindakan ini dibiarkan, bisa jadi memicu tindakan anarkistis yang lebih besar dari perambah. Untuk

itu, mereka meminta aparat melakukan tindakan tegas terhadap semua pelanggaran hukum yang dilakukan para perambah. (CK6/D2)

BACA BESOK F

KUS

Pemadaman Listrik

 LAMPUNG POST/CK6

ANTISIPASI ANARKISTIS Sebanyak 650 anggota Brimob berjaga di depan kantor Polres Mesuji mengantisipasi aksi massa dari perambah yang akan memblokir jalan lintas timur Sumatera. Namun, perambah yang berjumlah lebih dari 200 berhasil memblokir jalan lintas pada Rabu (4-9).

Kades Diminta Ciptakan Situasi Damai MESUJI—Komandan Korem 043/ Garuda Hitam Kolonel Inf. Irwan Sihar Marpaung memberikan arahan kepada 105 kepala desa yang ada di Kabupaten Mesuji, di aula rumah dinas Bupati Khamamik, Kamis (5-9). Dalam arahannya, Danrem meminta seluruh kepala desa meningkatkan kerja samanya dengan anggota babinsa. “Tolong tingkatkan kerja sama dengan seluruh babinsa saya. Saya sampaikan kepada anggota saya, jika ditunjuk memberikan arahan, harus selalu siap. Bagi saya itu merupakan penghargaan yang besar,” kata Danrem. Danrem juga mengajak kepada seluruh kepala desa ikut menciptakan situasi damai. Selalu menjaga keutuhan, selalu berkoordinasi dengan seluruh elemen, mulai dari TNI, Polri, dan juga masyarakat. “Mari kita ciptakan kondisi yang baik. Kita bersatu, jangan pecah belah antara kita sendiri. Jika aparat desa tidak kompak, mau jadi apa nanti Mesuji. Jika kita kompak, di tengah-tengah kita akan ada PKI atau pemecah belah,” kata dia. Saat dimintai tanggapan, Kepala Desa Simpangpematang Ansori mengaku setuju dengan arahan Danrem yang tegas. Dia berharap seluruh aparat keamanan bisa memi-

CMYK

liki sikap yang sama. “Tentu kami berharap ketegasan seperti itu bisa dimiliki semua aparat keamanan di Mesuji. Jika itu terjadi, amanlah Mesuji ini,” kata Ansori. Sebelumnya masyarakat yang ada di Kecamatan Simpangpematang, Kabupaten Mesuji, diajak mampu mendeteksi dini konflik komunal. Dalam upaya penyelesaian setiap konflik yang terjadi, langkah utama ialah mengenali sumber konflik itu sendiri. Setelah mengetahui sumber konflik, barulah pola penanganan bisa diterapkan. Kasat Binmas Polres Mesuji AKP Rahmin saat berhalalbihalal sekaligus pemberian arahan deteksi dini konflik komunal di Kecamatan Simpangpematang, Kamis (29-8), menjelaskan pola penanganan konflik terbagi tiga, yaitu sebelum terjadi konflik, saat terjadi konflik, dan sesudah terjadi konflik. “Contoh sumber konflik di antaranya sengketa lahan, politik, dan SARA. Ketika kita sudah mengetahui apa sumber konfliknya, tentu kita bisa menerapkan pola penyelesaian yang tepat. Untuk kinerja kami sebagai penegak hukum, semua keluhan masyarakat selama ini akan kami jadikan acuan perbaikan kinerja untuk Polres nantinya,” kata Rahmin.

Dalam acara di balai Desa Simpangpematang itu, Rahmin kebanjiran pertanyaan. Jupri, warga Desa Simpangpematang, mengeluhkan lemahnya penegakan hukum di Simpangpematang selama ini. Dia berpendapat jika masyarakat kerap jengkel kepada polisi karena kurang tegas dalam bertindak. “Jengkelnya kami karena penegakan hukum di sini terkadang lemah. Itu yang kami rasakan selama ini, mungkin didasari itu juga kami selaku masyarakat kerap berbuat main hakim sendiri ketika menangkap pelaku kejahatan,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, dijelaskan pula aturan serta tapal batas kewilayahan oleh perwakilan Bagian Tata Pemerintahan Mesuji. Acara ditutup dengan pemaparan empat pilar kebangsaan oleh Danramil Mesuji Kapten Cpl. Susmanto. “Empat pilar kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Pancasila, dan UUD, bukan hanya untuk sekadar dibaca, melainkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehati-hari. Tentu saya berharap kepada masyarakat agar selalu memegang teguh rasa persaudaraan demi terciptanya situasi lingkungan yang kondusif, bahu-membahu dalam menjaga ketertiban juga rasa persaudaraan,” kata Danramil. (CK6/D3)

CMYK


:: LAMPUNG POST :: Jumat, 6 September 2013