Issuu on Google+

1

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II Koran Madura

SENIN

Harga Eceran Rp 2500,- Langganan Rp 50.000,-

18 MARET 2013

g PAMANGGHI

DEMOKRATISASI

Kita Baru Taraf Konsolidasi JAKARTA-Proses transisi demokrasi di Indonesia sudah masuk tahun ke-15. Dengan demikian sudah saatnya Indonesia masuk ke fase konsolidasi demokrasi yang sesungguhnya. “Pelembagaan dan penguatan sistem demokrasi yang salah satunya memastikan agenda demokrasi pemilu lima tahunan dapat berjalan sesuai jadwal dan tepat waktu menjadi suatu keniscayaan. Ini penting di fase konsolidasi demokrasi,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah, di Jakarta, Minggu (17/3). Lebih jauh Ahmad Basarah berharap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat selesai hingga 2014. “Saya harap pemerintahan SBY dapat berakhir pada 2014 dan segera diganti oleh pemerintahan yang baru hasil pemilu dan pilpres 2014,” tambahnya. Menurut anggota Komisi III DPR ini, agenda demokrasi dapat berjalan baik jika suasana pemerintahan stabil. “Pemerintah diharapkan berakhir 2014. Hal itu penting agar agenda demokrasi juga memiliki kepastian hukum dan dapat memberikan kesempatan proses kaderisasi kepemimpinan bangsa secara berkesinambungan,” tuturnya Namun, bila Presiden dan/atau Wakil Presiden telah nyata-nyata dan terbukti melakukan pelanggaran hukum, khususnya melakukan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara, sebagaimana diatur dalam UUD 1945, maka Presiden/Wakil Presiden tersebut telah membuka sendiri peluangnya untuk diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir. Sebelumnya, Pengamat sosial politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Arie Sujito menilai maraknya kasus korupsi yang dilakukan kader partai politik merupakan parasit dalam proses demokrasi di Indonesia. “Korupsi politik tidak lain adalah parasit yang menggerogoti demokrasi,” ujarnya saat itu. Arie mengatakan goncangan bertubi-tubi yang menimpa partai politik (parpol) karena ulah politisinya yang korup tidak boleh dianggap masalah sepele. “Jika tidak ada upaya membenahi diri, para pimpinan parpol begitu mentolerir pengurus dan aktor di dalamnya bahkan sekadar membela dengan dalil-dalil sesat, tentu akan berdampak pada demokrasi makin goyah,” tambahnya Menurut Arie, ada kecenderungan pimpinan parpol membiarkan kadernya melakukan korupsi di berbagai lini, bahkan ketua atau pimpinan parpol menjadi pelaku korupsi yang saat ini ditangani KPK. “Ini kenyataan ironis, dengan akibat masyarakat makin kecewa bahkan frustasi berlipat-lipat,” tukasnya Ia mengatakan para koruptor dalam lembaga politik selalu mengelak dan mengalihkan dengan isu konspirasi, padahal jelas-jelas KPK lebih kredibel dibanding parpol yang korup. Parpol harus diingatkan pada masalah ini agar mereka berbenah dan menyadari kesalahannya. (cea)

KRISIS IRAK

112 Ribu Warga Sipil Tewas Baghdad- Setidaknya 112 ribu warga sipil tewas dalam 10 tahun terakhir sejak invasi pimpinan Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003 untuk menggulingkan Saddam Hussein,kata satu laporan baru yang diterbitkan pada Minggu. Apabila termasuk petempur di semua pihak yang terlibat dalam konflik yang telah berlangsung selama satu dasawarsa itu, serta warga sipil yang belum tercatat maka angka itu bisa naik hingga 174 ribu, menurut penghitungan organisasi Iraq Body Count (IBC) yang bermarkas di Inggris. “Konflik ini belum lagi usai,” katanya dalam laporannya, yang menempatkan jumlah kematian warga sipil sejak 20 Maret 2003 antara 112.017 dan 122.438. “Konflik ini masih mengakar dan meluas, dengan awal yang jelas tetapi akhir yang entah kapan, dan merupakan bagian dari masa kini di Irak.” IBC mengatakan bahwa, selama bertahun-tahun, Baghdad telah, dan masih, menjadi wilayah yang paling mematikan di negeri itu, dan mencatat sekitar 48 persen dari semua kematian, sementara konflik paling berdarah terjadi antara tahun 2006 dan 2008. IBC mencatat bahwa kekerasan tetap tinggi, dengan jumlah kematian warga sipil per tahun secara penghitungan kasar antara empat dan lima ribu setara dengan jumlah pasukan koalisi yang tewas dari tahun 2003 sampai dengan penarikan militer Amerika Serikat pada Desember 2011, yaitu sekitar 4.804 orang. (ant/afp/beth)

Seimbang Oleh : MH. Said Abdullah

Anggota DPR RI asal Madura

P

ant/m rusman

KONFLIK SABAH. Ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) korban konflik di Lahad Datu Sabah meninggalkan Sabah Malaysia dengan membawa anak-anak menuju kampung di Sulsel melalui Pelabuhan Tunon TakaNunukan, Kaltim, Minggu (17/3). Mereka mengaku terpaksa pulang kampung karena konflik antara pemberontak bersenjata Filipina dengan pemerintah Malaysia semakin memanas.

Madura Berlimpah Minyak Blok WMO Madura Produksi Minyak 5.400 Barel Sehari JAKARTA - Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil menambah produksi minyak di Blok West Madura Offshore (WMO) sebesar 5.400 barel per hari dan 5 juta kaki kubik per hari (mmscfd) gas sebagai hasil dari penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru di enam sumur eksplorasi, terutama di lapangan PHE KE-38B. Pencapaian Pertamina tersebut seperti diutarakan Vice President Communications Pertamina, Ali Mundakir di Jakarta, Minggu (17/3). “Sumur eksplorasi itu selesai dibor 22 Juni 2012 dan 13 Maret 2013 mulai mengalirkan minyak dan gas dengan produksi awal 5.400 bph dan 5 mmscfd. Proses dari eksplorasi sampai produksi awal bisa dilakukan secara cepat dan ini merupakan capaian yang luar biasa,” kata dia. Menurut dia, pengembangan lapangan PHE KE-38B yang merupakan bagian dari POD (Plan of development/rencana pengembangan) 2012 bisa menghasilkan produksi awal minyak sebesar 5.400 bph dan gas sebesar 5 mmscfd. dari jumlah tersebut, sebanyak 2.100 bph dan 5 MMscfd diproduksikan dari Sumur PHE KE-38B1 serta 3.300 bph berasal dari Sumur PHE KE-38B2. Ali mengatakan, keseluruhan proses dari eksplorasi sampai ke produksi awal diselesaikan hanya dalam kurun delapan bulan 21 hari. Selain sudah bisa mendapat

tambahan produksi, kata dia, PHE WMO juga mendapat cadangan baru dari sumur pertama eksplorasi 2013 PHE 53-2. Per akhir 2012, data Pertamina menujukkan bahwa produksi PHE WMO baru mencapai 9.000 barel per hari dan gas 110 mmscfd. Produksi tersebut terhitung menurun setelah blok tersebut dikelola oleh Pertamina yang diambil dari perusahaan migas asal Korea Selatan, Kodeco Energy. Sebelum diambil alih Pertamina pada Mei 2011, Kodeco memproduksi sekitar 16.000 barel per hari dari target 29.000 barel per hari. Pada tahun ini, menurut Ali, Pertamina PHE menargetkan besaran produksi hingga 20.000 barel per hari. Lebih lanjut Ali mengungkapkan, pembahasan Penemuan Eksplorasi untuk Pengembangan (PED) dimulai secara intensif sejak sumur pertama selesai dibor. Selanjutnya, semua formalitas yang diperlukan hanya membutuhkan proses kerja selama dua setelah tuntasnya pengeboran sumur ketiga. Dengan proses yang cepat itu, kata dia, pengeboran dapat dilakukan pada akhir November 2012 dan setelah secara teknis POD disetujui, penyelesaian pekerjaan platform dilakukan bersamaan dengan pemboran. Platform diselesaikan pada Januari 2013. Ali menjelaskan, penyelesaian pipa produksi antara lapangan PHE KE-38B dan KE-38A sempat terhambat cuaca buruk pada Januari dan Februari 2013. Namun, jelas dia, di saat cuaca membaik, penyelesaian pipa produksi diselesaikan pada 11 Maret 2013 dan produksi pertama sumur PHE KE-38B-1 dapat dialirkan dua hari kemudian. “Ini sinergi yang baik dan harus terus

ditingkatkan di masa yang akan datang. Tambahan produksi ini diharapkan memberikan kontribusi bagi target pemerintah untuk meningkatkan lifting nasional disamping mewujudkan komitmen PHE WMO untuk bisa menahan declaining rate dan sesegera mungkin meningkatkan produksi,” terang Ali. Selain mampu mendapatkan tambahan produksi, PHE WMO juga mendapat cadangan baru dari sumur pertama eksplorasi 2013 PHE 53-2. Tambahan cadangan baru tersebut, kata dia, sekaligus mempertegas komitmen PHE WMO untuk menjaga keberlanjutan produksi migas di wilayah kerjanya. Seperti diketahui, sebelumnya Senior Executive VP & GM PHE WMO, Imron Asjhari mengatakan, Pertamina kembali menambah cadangan migas di Blok WMO. Sumur eksplorasi PHE KE48-1 yang dibor telah berhasil menambah cadangan migas baru. Sumur ini terletak sekitar 13 kilometer sebelah selatan dari lapangan PHE40 dan sekitar 5 km sebelah selatan Central Processing Platform (CPP), Poleng. Lokasinya sekitar 70 mil lepas pantai Bangkalan, Madura. “Sumur dibor sampai kedalaman akhir 11,000 -an feet di basement dan dilakukan pengetesan yang berhasil mengalir 1,650 BOPD dan 13 MMSCFD di Formasi Kujung,” kata Imron. Imron menambahkan, setelah sukses menemukan sumur baru PHE KE48-1, rig COSL Seeker akan berpindah menggarap pemboran sumur pengembangan di anjungan baru PHE-38B. Dengan demikian, tambah Imron, sepanjang tahun lalu ada empat sumur eksplorasi yakni PHE KE382, PHE KE38-3, PHE 38-5, dan PHE KE 48-1 yang dibor PHE WMO. (gam/bud)

MENJENGUK HIDUP PAK SOLIKHIN

Tinggal di Gubug Reyot, Makan Nasi Garam

yuyun/koranmadura

MEMPRIHATINKAN. Kondisi rumah Solikhin yang hampir roboh belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. SIDOARJO - Kesenjangan sosial masih sangat nampak di era modern seperti sekarang. Terbukti, Solikhin (45) bersama istri dan anaknya tinggal di sebuah gubug hampir roboh selama bertahun-tahun yang setiap saat bisa mengancam jiwanya dan keluarga. Miris. Itulah yang terlihat saat melihat

kehidupan Solikhin (45) warga RT 8/RW I, Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Ia bersama isteri dan bayinya menempati sebuah gubug yang terbuat dari anyaman bambu dan jalinan kayu-kayu tua berukuran 2x3 meter. Atap rumahmya dari berbagai spanduk bekas yang ditempelkan begitu saja. Beberapa bambu yang

digunakan sebagai penyangga rumahpun terlihat lapuk dan miring. Sungguh sangat memprihatinkan. “Beginilah kondisi rumah saya. Masih bisa dipakai untuk tempat berteduh,” ujar Solikhin kepada wartawan Koran Madura Yuyun Harbis S yang kemarin bertandang ke gubugnya. Saat hujan lebat disertai angin, genting rumahnya ambruk diterjang hujan yang disertai dengan angin kencang beberapa waktu lalu hingga bagian depan rumahnya hancur. Untuk menutupinya, Solikhin memasang spanduk bekas dari berbagai parpol serta produk-produk makanan sebagai pengganti atap. Untuk biaya hidup sehari-hari pun Solikhin hanya mengandalkan beras miskin (raskin). Sebab, ia hanya pekerja serabutan penghasilan tak tetap. Kadang, ia tak mebawa pulang uang sepeserpun untuk membeli lauk bagi ia dan istrinya. Jika tak ada lauk, garam pun tak maslah. Apalagi untuk membeli susu bayinya yang belum genap berusia setahun. Beruntung bayinya masih minum ASI. Kondisi ini ia lakoni bertahuntahun tanpa mengeluh sedikit pun. ”Kami tidak pernah mendapatkan bantuan rehab rumah untuk masyarakat miskin. Selama ini yang kami dapat hanya raskin (beras miskin,red) saja, kemarin juga ada yang datang pegawai dari pemerintah memotret rumah saya,” akunya. (yun/beth)

rinsip bahwa berita terbaik adalah peristiwa terburuk agaknya masih mewarnai cara kerja dunia jurnalistik. Berbagai peristiwa pahit tercover memadai sementara event manis beraroma prestasi kadang menempati sudut-sudut sempit, yang sepi dari pembaca. Masyarakat pembaca agaknya juga terkesan bersikap demikian; seperti mengamini cara kerja jurnalistik yang lebih banyak melihat sisi kelam kehidupan manusia. Terbukti pemberitaan layak jual lebih banyak yang berisi peristiwa pahit anak manusia. Jadi ada semacam kausalitas pasar yang memaparkan bahwa pemberitaan buruk ditayangkan karena memang pembaca menyukainya. Dalam perspektif pasar bebas kausalitas produksi terkait permintaan memang sah saja. Bagaimanapun setiap produksi selalu mempertimbangkan cost serta pencarian keuntungan sebanyak-banyaknya, tanpa pertimbangan lain. Pertanyaannya dalam konteks pemberitaan, benarkah penulisan dan pemuatan berita sekedar agar dibaca hingga menaikkan tiras dan mengundang pemasang iklan? Lalu benarkah pembaca hanya tertarik membaca berita-berita berbau tragedi? Lalu, apa sebenarnya peran media di tengah kehidupan masyarakat yang bergerak dan juga memerlukan kesegaran serta pencerahan pemikiran? Seniman film Arifin C Noer pernah mengatakan media informasi, hiburan atau apa saja yang mengcover kehidupan manusia pada dasarnya merupakan cermin. Semakin mendekati realitas pemuatan media informasi, semakin berkualitas media informasi itu. Dengan pemikiran dan konsepsi cermin itu, media informasi sejalan dinamika kehidupan manusia memang tak bisa bersikap “apriori” dengan hanya mengcover apa saja yang satu sisi kemengcover hidupan makehidupan nusia. Media manusia pada informasi apa dasarnya pun harus pemerupakan nuh warna. cermin Ini belum lagi mempertimbangkan misi keberadaan media informasi yang harus menjadi kekuatan inspirasi, referensi serta pembelajaran melalui konsepsi cermin itu. Tidak salah memuat tragedi kemanusiaan sebagai pembelajaran, namun tidak adil jika prestasi kerja, usaha keras yang menaburkan kecerahan dan kegembiraan dibiarkan lewat. Seperti tragedi yang harus jadi pembelajaran bersama, prestasi dan usaha keras juga merupakan kegembiraan yang harus dinikmati bersama. Apalagi ketika prestasi kerja dan usaha kerja juga bisa menjadi inspirasi serta pemberi semangat massal untuk berprestasi. Baik pemberitaan tragedi maupun prestasi sebenarnya memiliki daya pembelajaran sama. Bahkan prestasi jauh lebih aman sebagai sarana pembelajaran dibanding pemberitaan tragedi yang menyisakan ruang-ruang penafsiran negatif pembaca. Pada akhirnya, sesuatu yang berlebihan hingga menimbulkan ketimpangan memiliki risiko lebih riskan ketimbang sikap adil, berimbang, yang memberikan kesempatan memilih. Demikian pula posisi media informasi seperti media cetak, elektronik, jejaring sosial; jauh lebih terasa manfaatnya bila mengembangkan pemberitaan berimbang, adil, dengan memberi kesempatan pembaca menikmati sisi-sisi kehidupan manusia baik beraroma tragedi maupun prestasi. =

Dosen Filsafat “Pak gimana kalo kita tukar profesi, hari ini bapak jadi sopir dan saya jadi dosen?” kata Matrawi pada bosnya yang dosen filsafat. “Hahaha.. kamu ini Mat, oke deh gak papa, sekarang kau masuk kelas sana” ujar sang dosen. Sampai di kelas Matrawi langsung bingung. “Begini pak, apa kira-kira pandangan epistemologis alam semesta masih berlaku dalam dunia eksistensialis?” tanya mahasiswanya. Matrawi Panik, namun segera menmukan jawabannya. “Oh itu mudah sekali, sopir saya pun bisa jawab” ucap Matrawi sambil membuka jendela kelas memanggil bosnya yang ada di mobil.

Cak Munali

2

SUMENEP

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 TAHUN II

PILKADES

Pilkades Serentak Menunggu Kesiapan Aparat Keamanan

syamsuni/koran madura

TURUNNYA HARGA BAWANG. Penjual bawang sepi pembeli karena mahalnya harga bawang. Pada Minggu (17/3) harga bawang di pasar Anom Baru dan sejumlah pasar tradisional di Sumenep mulai turun. Harga bawang super sekitar Rp 60 ribu sedangkan untuk bawang biasa berkisar Rp 45 ribu.

Kinerja BK Tak Memuaskan SUMENEP – Direktur LSM Sumenep Independen (SI) M. Ramzy mengaku kecewa dengan kinerja Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep yang lamban. Dua kasus yang menjerat dua anggota DPRD sampai saat ini belum menemukan titik terang. Kasus itu sudah setahun ditangani BK. Anggota BK DPRD Sumenep Hosaini Adhim tidak membantah lambannya penanganan kasus tersebut. Sebab, sejumlah anggota dewan cukup padat acara. "Anggota BK itu kan juga menjabat di alat kelengkapan DPRD yang lain. Jadi, tidak bisa fokus di BK. Makanya agak lambat," tuturnya. Belum tuntasnya kasus

tersebut, menurut Ramzy, BK telah menyandera nasib seseorang. "Kalau tidak ada penyelesaian, jelas menjadi beban bagi politisi," ungkapnya, Minggu (17/3). Dia mengungkapkan, setiap orang termasuk politisi menginginkan masalahnya cepat selesai. Supaya ada kepastian. "Kalau sampai setahun belum tuntas. Ini menjadi

pertanyaan besar kepada kinerja BK yang ada selama ini," ungkapnya. Menurut Hosaini, hanya kasus dugaan penipuan dan penyekapan wartawan itu yang belum selesai, dan saat ini sudah hampir rampung. "Mungkin dalam waktu dekat ini sudah tuntas. Sehingga, langsung bisa diparipurnakan," ujarnya. Politisi PAN ini mengungkapkan, saat ini sudah menyusun kesimpulan dari serangkaian proses penyelidikan kasus itu. Namun, saat ini belum bisa dibeberkan hasilnya. "Kami tidak berwenang, nanti di paripurna pasti diberitahu. Yang jelas, kalau tidak salah

akan direhabilitasi," ungkapnya datar. Hasil dari penyelidikan tersebut, menurut Hosaini, dipastikan tidak ada rekayasa. BK bekerja sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. "Kalau dari perkembangan tidak ada bukti ya kami rehabilitasi, kalau buktinya kuat tentu sanksi," ujarnya. Ramzy mendesak BK untuk segera menuntaskan kasus yang ada. Apalagi, dalam waktu menjelang pemilihan legislatif. "Kalau tidak tuntas bisa dijadikan senjata untuk menjatuhkan lawannya. Kami minta BK bertindak cepat dan tegas," tukasnya. (yat/mk)

SUMENEP - Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menetapkan bahwa pemilihan kepala desa (Pilkades) tahap pertama akan dilaksanakan pada Mei 2013. Dalam peraturan Bupati disebutkan, tahap pertama Pilkades akan dilaksanakan secara serentak dalam lima hari secara bertahap, yaitu tanggal 1, 13, 15, 29 dan 23. Namun, jadwal pilkades tersebut masih dipersoalkan oleh dewan. Ketua Komisi A DPRD Sumenep Abrory Mannan mengatakanbahwa sampai hari ini serentak perspektif eksekutif masih belum ada kepastian. “Kita masih menunggu kepastian dari aparan keamanan, karena alasan eksekutif adalah personel keamanan tidak bisa menjamin keamanan pelaksanaan pilkades diakibatkan kekurangan personel,” katanya, Minggu (17/3). Dia memaparkan, keinginan serentak dari legislatif masih tetap karena bagi legislatif, pilkades serentak bukan serentak 5 hari, tetapi serentak satu hari. “Dan bagi kami itu lebih tepat karena

isi dari peraturan Bupati memang lebih cenderung serentak satu hari,” katanya. Masalahnya, lanjut dia, adalah pihak keamanan. TNI dan Polri tidak siap ketika

Untuk itulah, keputusan itu akan menunggu keputusan dari hasil menghintung beberapa personel yang akan disiapkan oleh TNI dan Polri Abrory Mannan

Ketua Komisi A DPRD Sumenep pilkades itu dilaksanakan serentak satu hari dengan dalih kekurangan personel. “Untuk itulah, keputusan itu akan menunggu keputusan dari hasil menghintung beberapa

personel yang akan disiapkan oleh TNI dan Polri,” ucapnya. “Artinya, karena kebutuahn porsonel sudah sangatsangat tidak mencukupi, maka kami meminta kepada TNI dan Polri untuk menghitung, berapa sih sebenarnya yang ideal personel yang dibutuhkan pilkades 2013 dengan jumlah desa 215?” terangnya. Kabag Pemdes Kabupaten Sumenep Ferdian menjelaskan, sebanyak 192 desa sudah selesai membentuk panitia pilkades. “Awalnya ada beberapa desa, kurang lebih 16 desa yang tidak mementuk panitia, tetapi setelah kita cek ke lapangan, ternyata mereka sudah membentuk, tetapi masih belum melapor ke kita,” katanya. Artinya, lanjut dia, di bawah itu semuanya sudah siap, tinggal menunggu waktu saja sesuai jadwal yang telah disebar ke seluruh kecamatan. “Jadi, walaupun masih belum pasti, tetapi kita masih mengacu ke Peraturan Bupati yang sudah disebarkan ke seluruh kecamatan,” jelasnya. (sym/mk)

KOMODITAS

HKTI Ajak Petani Tolak Barang Impor

EKONOMI

Pengusaha Terasi Terkendala Pemasaran

S

UMENEP - Para pengusaha terasi di Kabupaten Sumenep mengaku kesulitan memasarkan hasil produksinya. Selama ini, mereka hanya menjualnya di pasar-pasar tradisional di luar pulau Madura dan belum menyentuh perusahaan-perusahaan besar sehingga sulit untuk berkembang. Ahmadi Fauzi, pengusaha terasi asal Ambunten mengeluhkan, sejak dulu dirinya bersama pengusaha terasi lainnya mengalami kesulitan pemasaran. Menurut dia, pada umumnya terasi di Sumenep dijual kepada pedagang di

pasar luar pulau Madura, sehingga tak jarang para pedagang tersebut mempermainkan harga menjadi sangat murah. “Padahal, terasi di sini bagus dibandingkan dengan daerah lain. Ya, tapi terkendala dengan pemasaran sehingga kami menjualnya dengan harga yang murah,” katanya Minggu (17/3). Setiap bulan, lanjut dia, mereka mampu memproduksi terasi 6 ton hingga 8 ton, dengan mengeluarkan biaya antara Rp 60 juta sampai Rp 80 juta. Namun, terkadang hanya hasil produksinya tidak

mencukupi modal. Ia mengatakan, pemasaran terasi di luar Madura di antaranya Probolinggo, Jember, Kraksan, Lumajang dan Banyuwangi. Mereka mengirim langsung tanpa ada permintaan dari para pedagang sehingga harga bisa dipermainkan oleh pedagang di pasar lokal tersebut. Sedangkan harga jenis terasi bervariasi sesuai dengan bahan baku yang digunakan. “Jika terasi lokal dengan bahan baku udang rebon local, harganya antara Rp 37 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram. Sedangkan

terasi yang terbuat dari bahan baku udang luar Madura, hanya berkisar antara Rp12 ribu sampai Rp26 ribu per kilogram,” terangnya. Sampai saat ini dirinya belum bisa menembus perusahaan besar karena merasa tidak memiliki kehalian untuk melobi. Mereka berharap kepada pemerintah agar dibentuk koperasi untuk menampung dan memasarkan produksi. “Sehingga pemasaraannya bisa lewat satu pintu dan lebih mudah mengontrol harga yang lebih berpihak kepada pengusaha terasi lokal,” harapnya. (sai/mk)

PENDIDIKAN

Dewan Minta Disdik Maksimalkan Persiapan UN SUMENEP – Komisi D DPRD Sumenep meminta Dinas Pendidikan untuk memaksimalkan persiapan ujian nasional yang akan di gelar bulan depan. Disdik masih punya kesempatan untuk memaksimalkan UN sehingga siswa lulus 100 persen. Ketua Komisi D DPRD Sumenep Ahmad Zubaidi mengatakan, meski tahun 2012 lalu tingkat kelulusan mencapai 99,9 persen dan lebih bagus ketimbang tahun 2011 yang hanya 99,5 persen. Namun, tahun ini diharapkan harus lebih sukses dan semua siswa lulus. “Kami mengimbau agar Disdik lebih serius lagi dalam mempersiapkan pelaksanaan UN tahun ini. Tahun lalu memang bagus tapi sekarang harus lebih bagus lagi. Kalau bisa tingkat kelulusannya

harus mencapai 100 persen,” kata Subaidi, Minggu (17/3). Menurus Subaidi, Disdik perlu melakukan langkah konkrit dalam rangka tahapan persiapan menjelang UN tahun ini, misalnya Disdik menginstruksikan agar sekolah mengoptimalkan bimbingan belajar atau bimbingan khusus sekaligus menuntaskan materi pelajaran yang merupakan bekal dalam UN nanti. “Disdik perlu menginstruksikan kepada lembaga sekolah agar lebih memaksimalkan bimbingan belajar utamanya pada calon peserta UN dan materi yang belum tuntas segera dituntaskan,” paparnya. Politisi PPP ini juga meminta agar Disdik melakukan validasi dan verifikasi peserta UN tahun 2013 pada Daftar

Nominasi Tetap (DNT) guna mengurangi pembengkakan jumlah ketidakhadiran peserta saat pelaksanaan UN nanti. “Validasi jumlah peserta UN yang sudah ditetapkan menjadi Daftar Nominasi Tetap (DNT) harus dikoreksi lagi guna meminimalisir tingkat ketidakhadiran pada pelaksanaan UN nanti,” ujarnya. Dalam waktu dekat, tambah Subaidi, komisi yang membidangi pendidikan dan kesehatan itu akan mengundang Disdik guna menanyakan sejauh mana persiapannya menghadapi UN. “Kami pasti undang Disdik untuk mempertanyakan kesiapan pelaksanaan UN,” tuturnya. Peserta UN Kabupaten Sumenep tahun 2013 yang telah tertera dalam DNT adalah 26.223 siswa. Untuk ting-

kat SMP sebanyak 6.729 siswa dan MTs sebanyak 8.675 siswa. Untuk SMP ada 18 sub rayon dan 51 penyelenggar UN. Sedangkan MTs sebanyak 3 sub rayon dan 91 lembaga sekolah sebagai penyelenggaran UN. Sedangkan jumlah DNT bagi SMA sebanyak 4.151 siswa dengan 11 sub rayon, 28 lembaga penyelenggara dan MA sebanyak 5.502 siswa dengan 9 sub rayon dan 26 penyelenggara serta 1 sub rayon SMK dengan 2 lembaga pendidikan penyelenggara dan jumlah DNT sebanyak 1.166 siswa. Jumlah total sub rayon SLTP dan SLTA sebanyak 31 sub rayon dan 198 lembaga pendidikan penyelenggara UN tahun 2013 ini. Pelaksanaan UN tahun ini membutuhkan 1.312 ruangan dengan estimasi setiap ruangan diisi dengan 20 siswa. (rif/mk)

junaedi/koran madura

KIRI KE KANAN. Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidiq, Wakil Ketua DPN HKTI Ahsanul Qosasi, Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto, Bupati Sumenep A Busyro Karim, dan Ketua DPRD KH. Imam Hasyim saat menyanyikan Indonesia Raya pada pelantikan HKTI di Sumenep, Sabtu (16/3). SUMENEP – Indonesia negara agraris, namun sampai saat ini sejumlah komoditas masih diimpor dari luar negeri untuk menuhi kebutuhan nasional. Belum mampunya hasil pertanian masyarakat untuk memebuhi kebutuhan nasional karena petani kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Demikian mengemuka dalam Pelantikan DPC dan Dialog bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto di Graha Adipoday, Sumenep, Sabtu (16/3). Prabowo mengajak sekitar 1700 petani dan nelayan yang menghadiri acara tersebut bersatu menolak sejumlah komoditas impor dari luar negeri karena hanya merugikan petani dan ne-

layan. “Hasil petani kita tidak mungkin bisa bersaing dengan barang impor,” katanya. Ketidakmungkinan untuk bersaing dipasaran dengan komoditas impor, menurut Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra itu, karena mereka dilindungi oleh negara. “Petani Amerika Serikat dilindungi oleh negaranya sehingga petani tidak mungkin rugi,” ujarnya. Sedangkan petani di Indonesia, pemerintah membiarkan para petani terlantar. Kebijakan tidak berpihak kepada rakyat. “Kami melihat APBN masih belum pro rakyat. Lebih banyak diperuntukkan kepada kaum elite dan aparatur negara. Padahal seandainya dikelola dengan baik untuk pemberdayaan petani dan nelayan sudah pasti tingkat kemiskinan di

negeri ini akan teratasi," ungkapnya. Ia mengaku sering memberi masukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada petani dan nelayan. "Kami seringkali memberikan masukan kepada presiden agar APBN dikendalikan, minimal 25 persen dihemat sehingga tidak seringkali terjadi kebocoran yang berakibat pada tersendatnya pembangunan,” jelasnya. Ia berharap, pemimpin yang baru pada 2014 mendatang memberdayakan petani dan nelayan sehingga tidak perlu melakukan impor. Menurutnya, seandainya petani berdaya maka produksi pertanian akan maksimal dan tidak perlu melakukan impor. (sai/mk)

SUMENEP

3

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 TAHUN II

HARGA SAYURAN TURUN. Seorang petani memanen kacang buncis di areal persawahannya, Sabtu (16/3). Petani mengeluhkan turunya harga sayur jenis kacangkacangan seperti Kacang panjang yang sebelumnya Rp 3.000 perkilogramnya turun menjadi Rp 1.000 perkilogramnya, sedangkan kacang buncis dari Rp 4.000 perkilogramnya turun menjadi Rp 3.000 perkilogramnya, turunya harga sayuran tersebut karena pengaruh musim hujan dan cuaca buruk selama sepekan terakhir. rudi mulya/ant

Pemkab Perbaiki Pusat Jual Beli Tradisional SUMENEP - Pemerintah Kabupaten Sumenep tahun ini akan membenahi sarana dan fasilitas pasar tradisional. Anggaran untuk membenahi 12 pasar tersebut siap untuk dikucurkan. Pasar yang akan dibenahi adalah Pasar Ambunten, Manding, Bluto, Gapura, Batang-Batang, dan sisanya pasar yang adan di kepulauan. Kepala DPPKA Kabupaten Sumenep, Carto mengatakan 12 pasar yang akan segera diperbaiki tersebut diprioritaskan karena fasilitas yang ada tidak memadai. “Dua belas pasar itu akan segera dilakukan pembenahan, mulai dari paviginisasi hingga rehabilitasi los-los di dalam pasar yang sudah hampir roboh,” katanya, Minggu (17/3).

Pembenahan pasar tradisional tersebut diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk berbelanja. Carto tak menampik kalau saat ini masyarakat lebih memilih pasar modern ketimbang pasar tradisional. “Sehingga dua belas pasar yang dibenahi nantinya lebih mampu bersaing dengan toko-toko modern. Untuk itulah peningka-

tan fasilitas bagi pasar harus segera dilakukan,” jelasnya. Carto tak begitu mempermasalahkan sekalipun pendapatan dari sektor pasar belum menguntungkan. “Tetapi prinsip kita adalah pelayanan umum bagi masyarakat, apalagi itu sudah menjadi usaha bagi masyarakat, para pedagang dan para pembeli,” terang dia. Pada tahun 2012 lalu omzet pasar Rp. 1,7 miliar. “Kalau ditimbang hasilnya, itu tidak ada apaapanya, tetapi kewajiban bagi kita untuk melayani masyarakat. Kita ingin menciptakan pasar yang nyaman lah, nyaman bagi pedagang dan nyaman bagi pembali,” tambahnya.

Prioritas pembenahan pasar, menurut Carto, untuk kategori pasar dengan kerusakan sedang. Pasar yang mengalami kerusakan sedang akan diperbaiki mulai dari rehab los, pavingisasi, pembangunan kanopi los, pengecatan pagar, pembuatan atap dengan sistem tambal sulam baik plafon, talang dan sejenisnya, normalisasi drainase, hingga rehab bangunan-bangunan yang sejak lama tidak tersentuh. "Yang jelas, ke depannya, seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sumenep sedikit demi sedikit akan terlihat semakin cantik," pungkasnya. (sym/mk)

PEDAGANG KAKI LIMA

Pasar Minggu Untungkan Pedagang Kecil SUMENEP — Pasar Minggu disebelah Timur Taman Adipura Sumenep menjadi tumpuan masyarakat untuk mencicipi kuliner khas Sumenep. Pasar dadakan yang diselenggarakan setiap Minggu pagi, antara jam 0609 pagi itu dirangsang untuk menciptakan gairah baru para pedagang kecil, terutama suasana kerakyatan. Para pedagang kecil terlihat berbanjar dari kanan ke kiri dan mendiami gazebo yang disediakan secara gratis oleh Pemerintah Daerah. Pedagang kue basah, Jayanti Musyrifa, 28, mengaku dengan adanya Pasar Minggu itu dirinya bisa meraup untung antara Rp 170 sampai Rp 300 ribu. “Kalau dagangannya habis pagi itu pendapatannya bisa lebih,” tuturnya. Menurutnya, adanya Pasar Minggu tersebut ikut membantu memberikan pasokan

terhadap keuangan keluarganya. Hal yang sama juga dialami penjual Nasi urap dan pecel Maryani, 49. Ia menjelaskan, kalau dirinya sebet-

Mungkin banyak pengunjung yang tidak masak di rumahnya Maryani

Penjual Nasi Urap

ulnya berjualan di rumahnya di Pangarangan. Karena ditempatnya tidak terlalu ramai pengunjung ia mencoba berjualan di Pasar Minggu. Dalam tiga kali pasaran, ia mengaku dagangannya ser-

ingkali habis dan mendapatkan untung yang lumayan. “Mungkin banyak pengunjung yang tidak masak di rumahnya,”katanya. Jumali, 45, pengunjung Pasar Minggu berharap, seandainya pemerintah sesekali menyediakan tontonan yang menghibur untuk meramaikan pasar tentu akan lebih banyak lagi pengunjung. “Jalan-jalan pagi, sambil mengunyah makanan ringan dan nonton, pasti bertambah baik suasananya,”jelasnya. Sementara Kepala Bagian Perekonomian Saiful Bari menjelaskan, pihaknya sangat optimis sekali dapat merangsang pertumbuhan gairah perekonomian rakyat melalui Pasar Minggu. Saiful memaparkan, para pedagang kecil yang berada di Pasar Minggu tidak dipungut biaya. Baik dari kebersihan, keamanan atau penyediaan gazebo. “Tujuan kami, untuk membangkitkan

DAERAH PEMILIHAN

Alokasi Kursi Berubah

S

UMENEP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menetapkan ada perubahan alokasi kursi untuk Kabupaten Sumenep. Perubahan alokasi kursi terjadi di empat daerah pemilihan yaitu dapil 4, 5, 7 dan 8. Ketua KPU Sumenep Toha Samadi menegaskan, untuk jumlah dapil di Kabupaten Sumenep tidak mengalami perubahan. Hanya alokasi kursi di tiga dapil yang mengalami perubahan. “Dapil 4, 5 dan 8 yang semula masing-masing 7 kursi saat ini berkurang satu kursi. Sedangkan untuk dapil 7 yang semula 5 kursi bertambah 2 kursi menjadi 7 kursi," katanya, Minggu (17/3). Dapil 4 meliputi Kecamatan Ambunten, Pasongsongan, Dasuk, dan Rubaru. Dapil 5 meliputi Kecamatan Batang-batang, Batu Putih, Dungkek, dan Gapura. Dapil 7 yang merupakan dapil

kepulauan, mencakup Kecamatan Arjasa, Sapeken, dan Kangayan. "Perubahan alokasi kursi di 3 dapil tersebut bersumber pada data agregat kependudukan per Kecamatan (DAK2). Artinya, di dapil yang alokasi kursinya menyusut, berarti ada penurunan data jumlah penduduk. Sebaliknya, di dapil yang mengalami penambahan kursi, berarti terjadi pertambahan jumlah penduduk," terangnya. Menurut Toha, sebelum keluar penetapan dari KPU Pusat tentang jumlah dapil dan alokasi kursi per dapil, pihaknya sudah melakukan konsultasi publik kepada 10 parpol peserta Pemilu di Sumenep. “Ternyata dari 10 parpol tersebut, 9 parpol hampir sama dengan pemikiran KPU, yakni tetap 7 dapil. Sedangkan 1 parpol menginginkan agar ada penambahan jumlah dapil," ujarnya.

Pasca penetapan alokasi kursi dari KPU Pusat, pihaknya menyiapkan surat dan lampirannya berupa rincian dapil dan alokasi kursi ke semua parpol peserta Pemilu agar dapat segera ditindaklanjuti berkaitan dengan proses pencalegan. "Berdasarkan peraturan KPU nomor 07, masing-masing parpol dalam sertiap dapil mencalonkan tidak lebih dari 100 persen. Jadi kalau dapil 1 alokasinya 9 kursi, ya calegnya maksimal 9 orang, " ungkapnya. Toha menambahkan, keputusan KPU tentang penetapan jumlah dapil dan alokasi kursi tersebut bersifat final. "Sampai saat ini memang belum ada tanggapan dari parpol-parpol. Kami masih menunggu. Tapi apapun tanggapannya, keputusan ini sudah bersifat final. Pasca keputusan ini, pihak parpol sebaiknya segera mengambil langkah untuk penyusunan caleg," pungkasnya. (sai/mk)

perekonomian rakyat,” paparnya. Sampai saat ini, sejumlah pedagang kecil yang mendaftar ke Pemkab sudah banyak yang mengantri dan diperkirakan ada 15 sampai 20 pedagang. “Animo masyarakat luar biasa dengan adanya pasar minggu. Untuk saat ini gazebo yang disediakan baru mencapai 80 gazebo dan kemungkinan akan ditambah jika para pendaftar yang ingin berjualan di Pasar Minggu itu terus bertambah,” terangnya. Saiful menambahkan, respon masyarakat juga luar biasa. Menurutnya, jika sebelum ada Pasar Minggu masyarakat jalan-jalan hanya sendirian. Tetapi, setelah ada pasar tersebut mereka juga mengajak keluarganya untuk berbelanja disitu. “Minat masyarakat juga terlihat dari banyaknya antrian di depan masing-masing pedagang di setiap gazebo,” ujarnya. (athink/mk)

WAKAPOLRES

Sujiono Resmi Jabat Wakapolres

S

UMENEP - Wakil Kepala Polisi Resor (Wakapolres) Sumenep Komisaris Polisi (Kompol) Mohammad Fadil resmi dimutasi. Fadil di mutasi menjadi Wakapolresta Pasuruan. Wakapolres Sumenep saat ini diisi Kompol Sujiono, yang sebelumnya menjabat Wakapolres Sampang. Kepastian pergantian itu setelah dilakukan serah terima jabatan (sertijab) Jum'at (15/3), di aula Sutanto. Sertijbat itu dipimpin

oleh Kapolres Sumenep AKBP Marjoko. Kapolres Sumenep AKBP Marjoko menjelaskan, pergantian struktur di institusi polri itu merupakan hal yang biasa. Sebab, itu dilakukan sebagai reorganisasi ditubuh korp bhayangkara ini. "Jadi, tidak ada yanga aneh. Pergantian hal yang wajar," katanya. Perwira dengan dua melati di pundak ini mengungkapkan, pergantian

jabatan merupakan juga bagian dari pembinaan karir. Guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM). "Kalau tidak mutasi tentu proses regenrasi personil tidak jalan. Kan banyak anggota yang mau naik jabatan," ungkapnya. Terlepas dari itu, sambung dia, pihaknya meminta wakpolres yang baru untuk bisa menjalankan tugas dengan baik. Dengan pengalaman yang ada, diharapkan mampu

memberikan inovasi di Polres Sumenep. "Setidaknya bisa mengimplementasikan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan pengalaman yang ada," ungkapnya. Marjoko menambahkan, pihaknya juga mengucapkan selamat jalan kepada wakapolres lama. "Kami ucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama bertugas di Polres Sumenep," tukasnya dengan tegas. (yat/mk)

syaiful arif/ant

JAGA BAWANG MERAH. Dua orang petani, berpatroli melakukan penjagaan tanaman bawang merah Sabtu (16/3) malam. Sejumlah petani bawang merah di Desa setempat melakukan penjagaan 24 jam untuk mengantisipasi aksi pencurian tanaman bawang merah karena harga bawang merah dipasaran saat ini melambung tinggi sekitar Rp 50 ribu per kg dan ditingkat petani sekitar Rp. 30 ribu per kilogram.

4

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 TAHUN II

ADVERTORIAL

Enam Pengurus DPC HKTI Dilantik SUMENEP – Enam Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sabtu (16/3) dilantik oleh Ketua Umum DPD HKTI Jawa Timur Mustofa Kamal Pasa. Keenam DPC yang dilantiknya DPC HKTI Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Nganjuk. Pelantikan yang berlangsung di Graha Adi Poday Sumenep tersebut dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional HKTI H. Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum DPN HKTI Ahsanul Qosasi, Ketua Pembina HKTI Jawa Timur Yusuf Husni, Ketua Umum DPD HKTI Jawa Timur Mustofa Kamal Pasa. Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad, Bupati Sumenep A. Busyro Karim, Wakil Bupati Sumenep Suengkono Sidik, Anggota DPR RI Achsanul Qosasi, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Imam Hasyim dan sejumlah tokoh lainnya. Pelantikan tersebut ditandainya dengan penyerahan bendera HKTI oleh DPD HKTI Jawa Timur Mustofa Kamal Pasa kepada Dewan Perwakilan Cabang HKTI Sumenep Joni Widarsono. Usai dilantik, ia mengatakan, langkah awal kiprahnya sebagai pengurus HKTI adalah akan melakukan perkenalan kepada beberapa elite Sumenep untuk menyampaikan visi dan misi. “Kami dalam waktu dekat ini akan suan ke Bupati Sumenep, Ketua DPRD sumenep, dan ke berbagai instansi untuk mengadakan hearing bersama dalam mengawal program yang berkaitan langsung dengan masalah pertanian,” ungkapnya. Selain siap mengawal kebijakan yang berpihak kepada petani tembakau, juga akan membantu para nelayan dan petani garam, “Kami akan mengawal para petani dan para nelayan untuk lebih mensejahterakan ke depannya,” tegasnya. (adv/edy)

BPRS Bhakti Sumekar Bantu Pedagang Pasar Minggu

BANTUAN BPRS. BPRS Bhakti Sumekar kembali memberikan bantuan kredit pinjaman tanpa anggunan kepada pedagang di Pasar Minggu.

PELANTIKAN. Ketua HKTI Sumenep dan para anggota HKTI saat dilantik oleh Ketua Umum DPD HKTI Jawa Timur Mustofa Kamal Pasa, Sabtu (16/3).

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama BPRS Bhakti Sumekar memberikan bantuan kredit pinjaman tanpa agunan (ar-Qadlul Hasan) kepada 28 pedagang yang tergabung dalam paguyuban pasar minggu. Bantuan tersebut diharapkan dapat menguatkan perekonomian masyarakat melalui kegiatan usaha kecil menengah. “Komitmen kami untuk penguatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan UKM Pasar Minggu, melalui pedagang aktif yang beberapa dintaranya merupakan UKM binaan SKPD Dinas Koperasi, Disperindag, Dinas Pertanian dan Dinas Hutbun,” ungkap Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko. Novi mengatakan, pada tahun ini BPRS Bhakti Sumekar menyiapkan 100 paket bantuan untuk pedagang. “Penyerahan program bantuan pinjaman Ar-Qadlul Hasan di tahun ini, kami menyiapkan sebanyak 100 paket untuk pedagang UKM gelombang pertama. Khusus untuk pedagang Terminal Kalianget sebanyak 51 pedagang, dan Pasar Minggu Sumenep 28 pedagan, dan pedagang di pasar lainnya,” terang Novi. Pemerintah Kabupaten melalui Bagian Pembangunan sebagai koordinator Pasar Minggu telah melaksanakan bantuan pinjaman ini sejak tahun 2012 lalu, dengan besaran pinjaman Rp. 500 ribu untuk satu tahun tanpa bunga dan agunan. Mereka cukup dengan hanya melampirkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. “Ar-Qadlul Hasan memiliki kemudahan pembiayaan pengembalian awal di bulan ketiga, dengan 10 kali angsuran dan dapat dilanjutkan kembali dengan bunga nol persen, sesuai kebutuhan nasabah pengguna, khususnya pedagang UKM,“ beber Novi saat menjelaskan program tersebut. (adv/mk)

RENCANA STRATEGIS DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN, KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN SUMENEP Memenuhi Target Pendapatan Asli Daerah Sebesar 30 persen dari APBD Pemerintah Kabupaten Sumenep Tahun 2013 Rekapitulasi APBD 2010 s/d Rancangan APBD 2013

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menyikapi positif trend kenaikan pendapatan asli daerah Kabupaten Sumenep, menyiapkan sejumlah rencana untuk bekerja dan mampu memenuhi target peningkatan PAD Tahun Anggaran 2013 diantaranya ; I. Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang di sahkan pada tanggal 26 Januari 2012 a. Peraturan tersebut memiliki tujuan untuk merumuskan dan memberikan penegasan terbaru tentang Retribusi Jasa Umum dengan penegasan di tata cara pemungutan, dimana menitik beratkan pada wilayah pemungutan, surat tagihan pajak , tata cara pembayaran dan penagihan pengembalian Kelebihan pembayaran, dan penagihan, keberatan dan banding terhadap penagihan retribusi. Hal di atas masih juga dilapisi oleh peraturan tentang Kadaluarsa Penagihan, Pembukuan dan Pemeriksaan serta Kesejahteraan Petugas melalui Insentif Pemungutan dan Ketentuan Khusus lainnya. b. Peraturan untuk merumuskan dan memberikan penegasan terbaru tentang Retribusi Jasa Usaha sejak tanggal ditetapkan dan seterusnya c. Peraturan untuk merumuskan dan memberikan penegasan terbaru tentang Retribusi Perizinan Tertentu meliputi Izin Mendirikan Bangunan, Retribusi Izin Gangguan, Izin Trayek, Izin Usaha Perikanan. d. Penerbitan daftar tarif retribusi pemkaian kekayaan daerah, pertokoan, terminal, tempat khusus parkir, tempat rekreasi, dan olahraga. II. Strategi Khusus Bidang Pendapatan : 1. Mendorong aktifitas Petugas untuk terus berkreatifitas dan fokus menjemput bola terhadap object pajak yang ada di Sumenep. 2. Mendata sejumlah potensi retribusi yang belum optimal, seperti pasar rakyat minggu, pasar kepulauan, pedagang kaki lima, (PKL) retribusi pelabuhan yang dibangun dari kekuatan anggaran belanja daerah dan belanja negara (APBN) dan pajak reklame. 3. Meningkatkan target pendapatan melalui bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan pelaksanaannya bersinergi dengan retribusi parkir berlangganan (bekerjasama dengan SAMSAT dan Dinas Perhubungan). 4. Peningkatan target retribusi pelayanan pasar meliputi : a. Peningkatan pendapatan di pasar induk (Pasar Anom) melalui rancangan program parkir elektronik Kendaraan bermotor. b. Potensi retribusi pasar di kepulauan yang selama ini belum masuk pendapatan asli daerah, perlu adanya perhatian dan ekplorasi khusus. c. Pencapaian target pendapatan pasar sebesar 1, 7 miliar di pengelolaan pasar di kabupaten sejumlah 38 pasar, meliputi : 12 pasar perkotaan dan 26 pasar pedesaan di daratan dengan tingkat pencapaian target penerimaan retribusi pasar tahun 2012 sebesar 86% dengan langkah merasionalisasi target masing-masing pasar di sesuaikan keadaan pasar, seperti Pasar Hewan, Palawija, dan Pertokoan, yang dilanjutkan dengan pembinaan petugas yang berkesinambungan selaku penanggung jawab pasar, langkah lainnya adalah penanggung Jawab pasar dapat menyusun pendapatan pasar berdasarkan jumlah penyewaan tempat pertokoan, waktu pasaran tertentu, dan pasar sehari-hari . 5. Perlunya dari langkah yang disusun berbasis data untuk peningkatan pendapatan pasar, menjadi pertimbangan yang serius untuk mempihak ketigakan pengelolaan pasar dengan tujuan mengefektifkan dan efisienkan pasar sehingga mampu mendongkrak Pendapatan dari retribusi pasar keseluruhan. Sinergi program kerja peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Dinas Perhubungan bekerjasama dengan UPTD Dinas Pendapatan Jawa Timur SAMSAT Sumenep melalui Program Uji Kir dan Ijin Trayek Kendaraan Bermotor di Tahun 2013.

Layanan ini dipersembahkan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumenep

PAMEKASAN PEMILU LEGISLATIF

Parpol Mulai Rangkul Mantan Kades PAMEKASAN- Sejumlah partai politik (parpol) peserta Pemilu mulai merangkul kepala desa (kades) dan mantan kades sebagai calon anggota legislatif (caleg). Beberapa pengurus parpol di Pamekasan, bahkan mengaku sudah ada beberapa kades yang melamar menjadi caleg. Beberapa pengurus Partai Demokrat mengaku ada beberapa kades dan mantan kades yang sudah melamar menjadi caleg melalui partainya. Anggota Tim Seleks Caleg Partai Demokrat Pamekasan, Khairul Kalam, mengatakan saat ini sudah ada empat kades dan tiga mantan kades yang sudah mengambil formulir pendaftaran caleg di partainya. “Itu yang sudah mengambil formulir. Dan masih ada beberapa lainnya yang mengatakan akan bergabung dengan partai kami dan masih belum mengambil,” katanya. Di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), juga ada beberapa kepala desa dan mantan kepala desa yang diakui sudah menyatakan akan maju sebagai caleg melalui partai tersebut. Berdasar data di Dewan Pimpinan Cabang PPP Pamekasan, ada lima kepala desa dan mantan kepala desa yang sudah melamar untuk menjadi caleg di partai berlambang ka’bah itu. Demikian juga di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengaku memiliki beberapa caleg dari kades dan mantan kades. Fenomena itu, diakui Khairul Kalam, sebagai sebuah keuntungan bagi partai. Apalagi para mantan pimpinan pemerintahan desa itu, sudah dipastikan memiliki basis massa yang cukup kuat. Selain itu, dengan merekrut mantan kepala desa maupun kepala desa yang saat ini menjabat, pengurusan persyaratannya menjadi lebih mudah untuk terpenuhi. Sebab, saat ini masing-masing orang yang

5

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

mengajukan lamaran menjadi caleg, diwajibkan menyertakan bukti dukungan yang jumlahnya cukup besar. “Dengan dukungan para kepala desa itu, partai akan lebih kuat karena mereka memiliki basis massa yang cukup kuat,” katanya. Ketua Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Pamekasan, Heru Budi Prayitno, mengakui adanya kecenderungan para kepala desa untuk maju sebagai caleg dalam pemilu. Kondisi tersebut, menurutnya, sudah terjadi sejak pemilu yang lalu. “Anggota DPRD Pamekasan yang sebelumnya adalah kepala desa, cukup banyak. Dan nampaknya pada pemilu yang akan datang akan lebih banyak lagi karena bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan sejumlah kepala desa,” kata dia. Baginya, kondisi tersebut tidak perlu dipermasalahkan selama para mantan kepala desa itu memiliki kemampuan yang memadai untuk mengemban amanat sebagai wakil rakyat. Hanya, menurut dia, yang perlu diperhatikan oleh panitia rekrutmen di masing-masing partai bukan hanya kepentingan dukungan massa karena masingmasing mantan kades itu memiliki massa yang kuat, tapi juga kemampuan dan kepeduliannya terhadap kepentingan masyarakat. “Seleksi utamanya ada pada panitia rekrutmen. Kalau sekiranya tidak memiliki kemampuan dan kepedulian, sebaiknya tidak diloloskan sebagai caleg,” katanya. Karenanya, ia meminta agar masing-masing partai menyusun mekanisme untuk rekrutmen itu. Diantaranya adalah adanya uji kepatutan untuk masing-masing bakal calon sehingga, figur yang diusung merupakan figur yang bukan hanya memiliki basis massa, namun juga memiliki kemampuan yang teruji. (afa/muj)

Calo Paspor Dikabarkan Beroperasi di Kantor Imigrasi PAMEKASAN: Proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Klas III A Pamekasan, diduga diwarnai percaloan. Akibatnya, biaya pembuatan administrasi tersebut menjadi mahal dibanding harga yang ditetapkan pemerintah. Berdasar penelusuran di kantor itu, biaya pembuatan paspor bergantung dari pesanan. Jika ingin proses cepat, maka biayanya menjadi Rp. 1,3 juta, sedang jika proses pembauatannya satu minggu, cukup murah, hanya Rp. 300 ribu. Padahal biaya resmi sesuai ketentuan pemerintah, hanya Rp. 225 ribu. Diduga, calo juga melibatkan orang dalam. Sebab, beberapa orang yang mengaku menyediakan jasa pengurusan paspor mengaku hanya mendapatkan keuntungan Rp. 100 ribu dari pengurusan paspor kilat. Sedang sisanya diberikan kepada

petugas yang melayani pembuatan. “Dari jasa pengurusan itu, kami hanya mendapat keuntungan Rp. 100 ribu,” katanya tanpa mau disebutkan namanya. Para calo itu, biasanya memanfaatkan pemohon paspor yang belum berpengalaman, atau enggan berususan dengan rumitnya administrasi. Mereka menawarkan jasa dengan tarif disesuaikan dengan tingkat kemen desakan. Salah seorang pemohon paspor, yang ditemui di kantor itu, mengatakan memilih mengurus permohonannya menggunakan jasa calo kare-

na enggan mengurusi sendiri paspornya. Warga Kecamatan Waru yang juga menolak ditulis namanya itu mengatakan dengan menggunakan jasa “seseorang” itu, pengurusan administrasi bisa lancar dan tinggal menunggu jadi. Sekretaris Forum Pemerhati Masyarakat Madura, Ali Wahdi, mengatakan pengurusan paspor menggunakan jasa calo itu, selain disebabkan karena rumitnya pengurusan administrasi tersebut, juga disebabkan oleh faktor pendidikan masyarakat. “Akibatnya, mereka menjadi enggan mengurus sendiri karena akan merasa kesulitan. Mereka memilih cara yang lebih mudah, yakni menggunakan jasa orang yang sudah dianggap berpengalaman,” kata Wahdi. Kondisi tersebut, kata dia, dipergunakan sebagai

kesempatan, baik oleh pihak luar maupun karyawan di Kantor Imigrasi sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan. Karenanya, ia meminta Kepala Kantor Imigrasi melakukan tindakan untuk menghentikan praktek percaloan di lembaga yang dipimpinnya. Sebab, hal tersebut dinilainya kurang mendidik bagi masyarakat. “Kalau bisa, dilakukan mutasi berkala di tingkat karyawan yang biasa melayani pembuatan paspor untuk memutus rantai praktek tidak resmi itu,” katanya. Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Pamekasan Slamet Mudjiono mengaku pernah menangkap tangan salah seorang yang diduga calo dikantor yang dipimpinya tersebut. Namun, setelah dimintai keterangan orang itu men-

gaku hanya membantu saudaranya didalam memproses pengurusan paspor. Slamet membantah tudingan adanya karyawannya yang juga melakukan praktek percaloan. Sebab, pengawasan di kantornya dilakukan secara ketat dan semua pembayaran yang dilakukan, disertai dengan bukti pembayaran. “Kami melakukan pengawasan di internal kantor untuk tidak memberi kesempatan praktek percaloan,” katanya. Ia juga meminta kerjasama masyarakat untuk menghentikan praktek ilegal itu dengan melakukan pengurusan sendiri permohonan paspornya. Sebab, upaya yang dilakukannya tidak akan berhasil jika masyarakat masih menggunakan calo untuk menguruskan paspor. (afa/muj)

KEKURANGAN DOKTER

DPRD Minta RS Penuhi Kekurangan Dokter Spesialis PAMEKASAN- Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Kalam, meminta agar pengelola Rumah Sakit (RS) Dr Slamet Martodiredjo Pamekasan segera memenuhiu kekurangan kekurangan dokter spesialis di rumah sakit tersebut agar bisa member pelayanan maksimal kepada masyarakat dan RS itu benar-benar menjadi rujukan RS se Madura. Kekurangan itu, kata Khairul Kalam, seharusnya sudah terpenuhi, mengingat wacana rekrutmen itu sudah lama disampaikan. Namun sampai saat ini, lima dokter spesialis yang dibutuhkan masih belum terpenuhi. Kelima dokter spesialis yang belum dimiliki itu antara lain dokter spesialis anestesi, bedah saraf, bedah urologi, jantung dan dokter spesialis kulit. Khairul meminta, rencana penambahan dokter spesialis itu tidak sekedar wacana beraroma pencitraan tapi harus benar-benar direalisasikan agar paisien yang membutuhkan pelayanan khusus itu tidak perlu dirujuk ke Surabaya. Dijelaskan, keberadaan dokter spesialis itu memang sangat dibutuhkan masyarakat. Sehingga, jika RS Dokter Slamet Martodiredjo Pamekasan sudah memiliki dokter spesialis itu, akan sangat membantu para penderita karena tidak harus jauh-jauh ke Surabaya sehingga bisa menghemat biaya. Menanggapi hal itu, Direktur RS Dr Slamet Martodiredjo Pamekasan Iri Agus Subaidi mengatakan, pihaknya sedang menjalin kerjasama dengan RS dr. Soetomo Surabaya dan Fakultas Kedokteran di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, utuk memenuhi dokter spesialis yang belum dimiliki. Kerjasama ini sudah hamper tercapai kesepakatan yang akan dituangkan dalam MoU atau nota kesepahaman antara pihak RS dengan dua lembaga tersebut. “Kami memang rencana ada rencana menambah dokter spesialis yang belum ada di Pamekasan. Sekarang ini kami sudah mau MoU dengan RS dr. Soetomo dan Fakultas Kedokteran Unair Surabaya,” katanya. Kedua lembaga itu bersedia untuk mengirim dokter yang dibutuhkan RS Dokter Slamet Martodiredjo Pamekasan, namun sarana dan prasarana di RS tersebut belum ada, sehingga masih menunggu kesiapan peralatan. Rumah sakit masih mengupayakan peralatan yang dibutuhkan termasuk akan menambah ruang operasi melalui dana pusat. Rencana penambahan ruang operasi sebanyak dua ruangan saat ini sudah disetujui pemerintah pusat namun masih menunggu kepastian besaran biayanya. Dalam pembangunan ruang operasi ini nanti, akan dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan. Sedangkan ruang operasi yang ada saat ini, sebanyak lima ruangan. (uzi/muj)

CALO. Warga Sedang antri untuk membuat paspor di Kantor Imigrasi Pamekasan. Layanan pembuatan paspor di kantor itu diduga diwarnai oleh praktek percaloan. Kantor Imigrasi telah memperketat pengawasan untuk mengurangi praktek ilegal tersebut.

MUSIBAH

Kebakaran Dua Toko Diduga Akibat Konsleting Listrik PAMEKASAN- Polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan dua toko di Jalan Kabupaten, Sabtu (16/03). Namun toko jamu itu diduga terbakar akibat konsleting listrik. Kepala Kepolisian Sektor Kota Pamekasan, Ajun Komisaris Mustaghfir mengatakan, sumber terjadinya kebakara belum diketahui pasti. Namun berdasarkan penyelidikan sementara, kebakaran karena adanya gangguan listrik. “Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Tapi berdasar keterangan sementara, kuat dugaan peristiwa itu akibat konsleting listrik,” kata Mustaghfir, kemarin (17/3). Dijelaskan, kebakaran itu berasal dari toko jamu milik Agil Muhammad. Dari hasil pemeriksaan diketahui, pemilik toko jamu itu meninggalkan toko dalam kondisi stop kontak lemari es masih menancap. “Konsleting listrik itu diduga dari lemari es yang masih menancap di stopkontak itu. Namun kesimpulan pastinya menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” katanya. Berdasarkan keterangan warga sekitar terjadinya kebakaran, kepulan asap berawal dari toko jamu milik Agil Muhammad yang sudah tutup sejak pukul 19.00 wib. Pemiliknya sudah meninggalkan tokonya. Namun saat kejadian, be-

berapa rekan Agil mencoba melalui ponselnya untuk memberi kabar soal kebakaran. Dari kabar itu kemudian Agil kembali ke tokonya untuk memastikan kejadian itu. Kebakaran tidak hanya terjadi pada toko milik Agil, tetapi juga merembet ke toko milik Mukhlis asal Desa Nyalabu Laok. Toko yang ber-

isi minyak, telur dan elpiji itu juga nyaris ludes terbakar. Beruntung mobil pemadam kebakaran lekas datang ke lokasi untuk memadamkan api. “Warga semuanya cepat bertindak untuk mematikan api sebelum mobil damkar datang,” terang Sulaiman, warga di lokasi kejadian. Kejadian ini jugas sem-

pat membuat panik sejumlah pasien dan perawat klinik bersalin yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Sebab, kepulan asap sampai masuk ke dalam ruangan perawatan bersalin pasien. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Barang-barang

milik Agil Muhammad nyaris tidak tersisa. “kerugian mungkin sampai Rp. 50 juta,” kata Agil. Sementara toko milik Muhkhlis juga diperkiran kerugiannya mencapai puluhan juta. “saya belum bisa kalkulasi berapa kerugian akibat kejadian ini. Beruntung tabung elpiji tidak meledak,” pungkasnya. (fik/muj)

6

PAMEKASAN

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

PENGESAHAN PERDA

Proses Uji Publik Dinilai Kurang Maksimal PAMEKASAN : Proses uji public dalam rangkaian pengesahan Rancanagan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) di Kabupaten Pamekasan dinilai kurang maksimal. Akibatnya, setelah peraturan itu diberlakukan, seringkali mendapat protes dari masyarakat di wilayah itu. Beberapa Perda yang belakangan mendapat protes itu antara lain peraturan daerah yang mengatur tentang parkir berlangganan dan peraturan daerah tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Kedua perda itu dinilai tidak melalui uji penilaian publik sebelum disahkan sehingga medapat protes dari beberapa kalangan setelah diberlakukan. Selain itu, pemberlakuan kedua peraturan itu, tidak melalui sosialisasi sehingga sebagian masyarakat baru tahu setelah pemberlakuan. Ketua Forum Riset dan Advokasi Masyarakat Marginal Pamekasan, Ribut Baidi, mengatakan sebagai sebuah peraturan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, seharusnya penetapan peraturan itu melalui uji publik untuk menjaring masukan dan penilaian dari masyarakat. ”Uji publik itu sangat dibutuhkan agar masyarakat mengetahui produk hukum yang akan disahkan. Dalam proses itu, masyarakat bisa memberi penilaian dan masukan agar peraturan itu bisa sesuai dengan kondisi dan harapan,” kata Baidi. Selain itu, sebelum benar-benar diterapkan sebagai sebuah aturan, peraturan daerah tersebut seharusnya diinformasikan secara terbuka kepada masyarakat agar mereka mengetahuinya. Baidi menilai, peraturan yang sudah diterapkan di Pamekasan tidak melalui tahapan itu sehingga ada kesan masyarakat kaget dengan penerapan aturan tersebut. Salah satu buktinya, peraturan yang menetapkan besaran biaya administrasi pendaftaran calon kades dalam pilkades yang ditetapkan berdasar jumlah hak pilih. Sejumlah calon kepala desa merasa keberatan setelah tahu adanya peraturan itu. ”Ini bukti bahwa perda itu tidak disosialisasikan sebelumnya. Sebab, kalau memang sudah ada sosialisasi, tidak mungkin ada yang mengaku baru tahu dengan adanya peraturan itu,” katanya. Seharusnya, kata dia, ada jeda antara waktu pengesahan dengan waktu pemberlakukan sebuah aturan. Ia mencontohkan, Undang Undang tentang Lalu Lintas yang disahkan beberapa waktu lalu, selain disampaikan melalui media massa juga melalui pamflet-pamflet dan penyampaian informasil langsung oleh petugas kepolisian. ”Saya pikir bukanlah hal yang sulit bagi pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi sebuah peraturan yang baru disahkan dan akan segera diberlakukan. Apalagi saat ini media lokal sudah cukup banyak dan memberi peluang untuk kerjasama sosialisasi perda,” jelasnya. Kepala Bagian Hukum Pamekasan, Nur Aini, mengatakan pihaknya hanya memiliki kewenangan membari masukan terhadap rancangan Perda yang diusulkan pemerintah daerah sebelum diajukan ke Badan Legislasi (Baleg) DPRD. ”Kami tidak berkewenangan dengan proses pembahasan Rancangan Perda. Kewenangan kami hanya memberi masukan dan evaluasi terhadap rancangan sebelum dibahas di dewan,” katanya. Terpisah, Ketua Baleg DPRD Pamekasan, Taufikurrahman, mengatakan semua Peraturan Daerah yang sudah diterapkan, sudah melalui kajian akademis dengan melibatkan akademisi perguruan tinggi. “Ada kajian akademis, di dalamnya selain melibatkan unsure pemerintah juga melibatkan unsur perwakilan dari perguruan tinggi. Karenanya, sebuah Rancangan Perda membutuhkan waktu cukup lama untuk disahkan menjadi Perda,” katanya. Saat ini, dari 30 Rancangan Perda yang sudah masuk di Baleg DPRD, sudah ada dua rancangan yang sudah tuntas pembahasannya. Keduanya adalah Rancangan Perda tentang Pengawasan dan Perlindungan Tenaga Kerja serta Rancangan Perda tentang Pengelolaan Sampang. Kedua rancangan itu, meski pembahasannya sudah tuntas, namun belum disahkan. (afa/ muj)

LSM Gencar Sosialisasi Gerakan Anti Korupsi PAMEKASAN - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Pamekasan, Madura, kini mulai gencar menyuarakan pendidikan serta sosialisasi antikorupsi kepada masyarakat, karena maraknya praktik korupsi yang dilakukan oknum pejabat akhir-akhir ini. “Kondisi bangsa saat ini sangat memprihatinkan dengan banyaknya oknum pejabat di negeri ini yang terlibat dalam kasus korupsi. Makanya kami menganggap penting adanya gerakan antikorupsi melalui berbagai bidang, termasuk melalui bidang pendidikan,” kata juru bicara LSM WEC Pamekasan, Dian Marvin, Minggu. Oleh karena itu, katanya, LSM “Watch of Education and Corruption/WEC” Korda Madura di Pamekasan bersama LSM Laskar Antikorupsi Pejuang 45 Pamekasan menganggap perlu adanya gerakan antikorupsi agar praktik korupsi tidak dianggap sebagai hal biasa. “Kami melihat perlunya gerakan melalui dunia pendidikan. Caranya dengan mendidik anak-anak muda generasi bangsa bermental

jujur, bersikap terpuji dan berpegang teguh pada nilai moral agama,” katanya. Ia menyatakan kasus korupsi yang terjadi akhir-akhir ini tidak hanya di tingkat pusat, seperti kasus proyek Hambalang, Bank Century, dan penggelapan pajak negara, tetapi juga telah merambah ke wilayah Kabupaten Pamekasan. “Kabupaten yang katanya menerapkan syariat Islam melalui program pembangunan masyarakat Islami ini juga tidak luput dari kasus korupsi. Ini kan sangat ironi sekali,” katanya. WEC, kata Dian, menganggap perlu melakukan upaya penyelamatan melalui kalangan pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa ini. “Salah satu upaya yang sedang kami lakukan saat ini adalah melalui program pe-

milihan pelajar terpuji,” katanya menjelaskan. Lain WEC, lain juga yang dilakukan LSM Laskar Antikorupsi. Gerakan yang dilakukan kelompok LSM

“Kondisi bangsa saat ini sangat memprihatinkan dengan banyaknya oknum pejabat di negeri ini yang terlibat dalam kasus korupsi. Makanya kami menganggap penting adanya gerakan antikorupsi melalui berbagai bidang, termasuk melalui bidang pendidikan,” ini dengan cara menyerukan secara langsung kepada masyarakat, seperti menggelar orasi di tempattempat umum dan membuka

posko pengaduan terjadi kasus dugaan korupsi. Sebagaimana WEC, LSM Laskar Antikorupsi Pamekasan ini juga menilai, praktik korupsi di kabupaten yang menerapkan syariat Islam ini juga sangat parah, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan. Menurut Sekretaris Laskar Antikorupsi Pamekasan Rusdi Moh Hasan, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan terus mengingatkan warga akan dampak bahaya korupsi, baik dari sisi nilai moral agama, maupun dari sisi hukum positif. Penguatan kontrol terhadap kinerja penyelenggara negara, baik eksekutif maupun legislatif harus ditingkatkan. “Kontrol masyarakat secara langsung, kami kira akan bisa mengurangi upayaupaya oknum yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat korupsi,” katanya menjelaskan. LSM ini juga membuka posko pengaduan korupsi

kepada masyarakat Pamekasan yang menemukan terjadinya praktik penyimpangan dan menyediakan nomor telepon seluler khusus yang bisa dihubungi selama 24 jam, yakni di nomor telepon 087859355177 atau 085330222212. Kasus dugaan korupsi di Pamekasan yang sudah lama terjadi dan hingga kini masih berlangsung adalah korupsi bantuan beras bagi masyarakat miskin (raskin). Berdasarkan kajian sejumlah aktivis LSM di Pamekasan, kerugian uang negara dalam kasus ini sekitar Rp58,8 miliar pertahun dan penggelapan raskin ini terpantau kian parah sejak 2008. Kasus lainnya adalah bantuan buku perpustakaan yang melibatkan kepada Dinas Pendidikan Pamekasan Achmad Hidayat. Selain itu, kasus dugaan korupsi bantuan sapi yang diduga melibatkan Wakil Ketua DPRD Pamekasan Mucdlar Abdullah dan saat ini sedang diusut tim penyidik Kejari Pamekasan. (ant/ziz/beth)

PENDIDIKAN

WEC Jaring Pelajar Terpuji PAMEKASAN- Lembaga Watch of Education and Corruption (Lembaga Pemantau Pendidikan dan Kasus Korupsi/WEC) Pamekasan menjaring sebanyak 66 siswa dari berbagai lembaga pendidikan tingkat SMA sederajat di wilayah itu, untuk dinobatkan sebagai “Pelajar Terpuji 2013”. Kegiatan itu digelar sejak tanggal 1 Februari 2013 dengan memilih kandidat utusan dari masing-masing sekolah. Ke-66 siswa ini berhasil dijaring dari 15 lembaga pendidikan negeri dan swasta dari tujuh kecamatan di Pamekasan, masing-masing Kecamatan Pamekasan, Galis, Larangan, Pademawu, Tlanakan, Palengaan, dan Kecmatan Pegantenan. Mereka merupakan pelajar pilihan di sekolah masing-masing. Sekretaris Panitia, Dian Marvin mengatakan, pemilihan pelajar terpuji tingkat kabupaten ini dimaksudkan untuk menjaring pelajar yang dinilai memiliki jawab dengan mengedepankan sifat-sifat terpuji pada perilaku kesehariannya. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mendidik anak menghindari dari perbuatan yang tercela, seperti korupsi. Menurut Dian Marvin,

bibit dari berbagai tindakan menyimpang, seperti iri, dengki dan melakukan tindak pidana pidana korupsi adalah bersumber dari pribadi yang tidak terpuji. Sehingga, melalui kegiatan ini diharapkan bisa menanamkan nilai-nilai positif bagi siswa selaku generasi penerus bangsa. Ada beberapa proses penilaian yang dilakukan panitia, seperti tes tulis dan tes wawancara, serta observasi langsung ke lapangan. “Materi tes yang kami sampaikan kepada calon pelajar terpuji ini antara tentang keadilan, tanggung jawab, sederhana, jujur, kebersamaan, kerja keras,” katanya. Selanjutnya dari seleksi itu panitia memilih sebanyak 10 orang untuk dilakukan observasi lapangan. Dalam observasi ini, panitia mewawancarai tetangga calon pelajar, orangtua dan sekolah yang bersangkutan. Observasi ini bertujuan untuk mengkroscek secara langsung pengakuan pelajar dengan kenyataan langsung di lapangan. Dari hasil observasi lapangan itu, panitia akan menjaring sebanyak tujuh orang untuk mengikuti tes wawancara. (uzi/muj)

KECELAKAAN KERJA:Pria yang kini mengalami cacat seumur hidup setelah tulang paha dan pinggulnya remuk karena tertimpa tembok pagar masjid enam bulan yang lalu saat ia bekerja, hanya meratap sedih menikmati sisa hidupnya tanpa didampingi isterinya, Sulastri (45).

KECELAKAAN KERJA

Sudah Jatuh Ditinggal Istri Pula PAMEKASANSebuah gubuk berukuran 2x2 meter menjadi tempat tinggal sehari-hari Sanitro (50), warga Dusun Konang Barat, Desa Konang, Kecamatan Galis, Pamekasan. Pria yang kini mengalami cacat seumur hidup setelah tulang paha dan pinggulnya remuk karena tertimpa tembok pagar masjid enam bulan yang lalu saat ia bekerja, hanya meratap sedih menikmati sisa hidupnya tanpa didampingi isterinya, Sulastri (45). Kulitnya yang hitam karena kerasnya sengatan matahari saat menjadi kuli bangunan, membungkus tulang tubuh Sanitro yang sehari-harinya hanya terbaring lemah tak berdaya di atas kasur tipis berwarna kusam dan bantal kusam yang disusun untuk memudahkannya untuk duduk dan bangun dari tidurnya. Di perut sebelah kiri menyembul selang plastik yang dipasang dokter, berfungsi untuk saluran kencing. Sementara di perut sebelah kanan juga menyembul selang warna putih kecoklatan, berfungsi untuk saluran membuang air besar. Tak ada selimut untuk

menemaninya saat kedinginan. Hanya selembar sarung kotak-kotak berwarna cokelat, menjadi penutup tubuhnya. Sanitro sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan mengakhiri segala aktivitasnya sebagai kuli bangunan paska dirinya tertimbun tembok pagar masjid. Kejadian itu masih segar di ingatan Sumitro. “Saat itu saya dan teman-teman yang lain sedang menggali tembok pagar masjid untuk dirobohkan karena ada proyek pelebaran jalan. Tiba-tiba tembok itu roboh saya tertimpa,” kata Sanitro mengenang kejadian nahas itu. Saat kejadian, Sanitro langsung dilarikan ke rumah sakit. Seluruh keluarganya panik karena tidak punya biaya untuk perawatan. “yang penting mertua saya selamat dulu, soal biaya belakangan,” kata Suherman, menantu Sanitro. Di Rumah Sakit Pamekasan, Sanitro tidak bisa ditangani karena terbatasnya peralatan. Dokter meminta keluarganya untuk dirujuk ke Surabaya. Di Surabaya Sanitro langsung dioperasi dengan biaya gratis. Namun

patah tulangnya di paha dan pinggulnya tidak bisa disembuhkan karena sudah remuk. Pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang Sanitro dan dirawat di rumahnya. Sanitro sendiri saat mengalami kecelakaan, sedang bekerja kepada salah satu kontraktor yang bergerak di bidang konstruksi. Musibah yang menimpanya kurang mendapat perhatian dari pemegang proyek pelebaran jalan. Pasalnya, pihak kontraktor hanya memberikan uang kepada Sanitro kurang lebih Rp. 3 juta. “Uang itu sama sekali tidak cukup untuk biaya perawatan selama di rumah sakit dan mundar-mandirnya ke Surabaya,” terang Suherman. Keluarga Sanitro pernah meminta tambahan biaya sebagai bentuk tanggungjawab kontraktor yang sudah mempekerjakan Sanitro. Namun tidak pernah diberi lagi dan hanya dijanjikan terus menerus. Alasannya proyeknya belum selesai dikerjakan. Karena terus-terusan dijanjikan santunan untuk meringankan biaya, akhirnya Sanitro tidak pernah meminta lagi kepada pihak rekanan. Sa-

tu-satunya cara yakni mengeluarkan biaya sendiri dengan meminjam kepada tetangga dan saudara-saudara Sanitro. “Saya tidak tahu pasti berapa biaya yang sudah dihabiskan. Namun kalau sepuluh juta mungkin sudah dihabiskan untuk biaya,” terang Suherman. Sebelum mengalami kecelakaan, Sanitro menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Namun peran itu kemudian diambil alih kakak perempuannya, Mistiah (55). Mistiah harus bekerja serabutan menjadi buruh tani untuk membiayai hidup adiknya dan orang tuanya Jasmani (80) yang sudah renta. “bekerja apapun saya lakukan agar adik dan ibu saya bisa makan,” ungkap Mistiah. Selain dari hasil bekerja, ada beberapa tetangganya yang memberikan bantuan. Sulastri, isteri Sanitro sendiri kini tidak pernah datang menjenguknya. Sulastri kini pulang ke rumahnya sendiri di Dusun Pabengkoh, Desa Konang. “kalau awalawal sakitnya Sanitro agak sering menjenguk. Tapi empat bulan terakhir ini sudah tidak pernah datang lagi,” imbuh

Mistiah. Keluarga mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Pamekasan. Tidak hanya itu, Kepala Desa Konang dan aparatnya nyaris tidak pernah memberikan bantuan apapun. “seharusnya keluarga miskin seperti ini mendapat perhatian serius dari pemerintah, bukan disia-siakan begini,” kata Jumhari, tetangga Sanitro. Sementara itu, Ali Kusni, Kepala Seksi Pembinaan Hubungan Industrial Pengupahan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Pamekasan mengaku siap untuk memberikan santunan dari Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Asalkan perusahaan atau cv yang mempekerjakan Sanitro siap melaporkan kejadian itu. “Kalau ada laporan kepada kami, maka Jamsostek bisa dikeluarkan. Tidak hanya itu, pihak cv seharusnya bertanggungjawab sepenuhnya atas peristiwa yang menimpa Sanitro karena yang bersangkutan mengalami kecelakaan kerja,” tandasnya.(taufik rahman/ muj)

SAMPANG

7

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

TENAGA KERJA

60 Persen TKI Asal Sampang Ilegal SAMPANG - Sebanyak 60 persen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sampang tercatat sebagai TKI tidak resmi (ilegal). Kebanyakan mereka lebih memilih jalur yang beresiko dibandingkan dengan melalui proses yang telah ditentukan, karena keterbatasan pengetahuan para TKI dan lebih pada keinginan agar cepat sampai untuk bekerja seadanya. “Hanya 30 persen TKI yang berangkat melalui jalur resmi di Sampang. Sedangkan sisanya lebih memilih cara ilegal,” terang Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Dinsosnakertrans Sampang, Muhadi, Minggu (17/3). Muhadi juga menjelaskan, warga Sampang lebih memilih menjadi TKI ilegal karena tidak rumit dan tidak perlu menunggu lama untuk berangkat ke negara tujuan. Di sana mereka bekerja sebagai kuli bangunan yang ratarata menuju negara Malaysia dan sebagai sopir yang kebanyakan di Arab Saudi. Sementara untuk TKI perempuan menjadi pekerja rumah

tangga (PRT) atau pembantu. “Berbeda kalau lewat jalur resmi, di sini masih dibekali keterampilan terlebih dahulu. Setelah itu diberangkatkan. Jadi ketika sampai di daerah tujuannya sana langsung ada pekerjaan dan sudah mendapatkan bekal pengetahuan seperti bahasa,” imbuhnya. Masih kata Muhadi, dirinya berharap agar para calon TKI untuk berangkat melalui jalur resmi, agar mendapatkan bekal dan perlindungan tenaga kerja. “Kami mengimbau kepada masyarakat, jika ingin menjadi TKI supaya melalui jalur resmi, jangan illegal. Mintalah rekomendasi ke kami, gratis kok, sehingga kalau mengalami masalah di tempat kerjanya sana tetap mendapatkan perlindungan sesuai undang-undang ketenagakerjaan,” ungkapnya. Informasi yang berhasil dihimpun Koran Madura, TKI ilegal dari Kabupaten Sampang rata-rata didominasi dari daerah Utara Sampang, seperti halnya Kecamatan Sokobanah dan Kecamatan KarangPenang.(iam/msa/rah)

PENANGGULANGAN BENCANA

Dana 4 Milir Belum Mampu Bendung Banjir SAMPANG - Bencana banjir yang kerap melanda Kota Sampang setiap musim hujan, seakan menjadi sebuah permasalahan yang tak kunjung selesai diatasi. Luapan air Kali Kemuning kembali merendam kawasan rumah penduduk di daerah rawan banjir dengan ketinggian mencapai 1 hingga 1,5 meter, sehingga mengakibatkan akitivitas warga nyaris lumpuh. Pemkab Sampang berkilah bahwa faktor geografis dan akibat kondisi Kali Kemuning yang mengalami sedimentasi atau pendangkalan yang sudah di ambang batas. Kondisi itu diperparah oleh tingkat curah hujan yang cukup tinggi di daerah hulu sungai, yakni di Kecamatan Robatal yang mencapai 168 mm, dan di Kecamatan Kedungdung sekitar 160

“Idealnya, kedalaman sungai sekitar 6 meter dengan bentang badan sungai mencapai 30 meter. Tetapi akibat sedimentasi kini kedalamannya hanya tinggal 4 meter dan lebarnya 20 meter.

mm. sehingga faktor alam tersebut dijadikan alasan pembenaran program pengendalian banjir tidak berjalan efektif. Padahal alokasi dana yang dikeluarkan mencapai miliaran rupiah. Plt. (Pelaksana Lanjutan Tugas) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Sampang, Susanta menyatakan bencana banjir memang tidak dapat dicegah, tetapi harus dilakukan dengan mengurangi debit air sungai agar tidak terlalu tinggi merendam kawasan rumah penduduk dan daerah persawahan. Banjir kiriman dari hulu sungai itu disebabkan dasar sungai lebih rendah dari permukaan laut yakni minus 2 miter sehingga sangat berpengaruh ketika air laut pasang. “Idealnya, kedalaman sungai sekitar 6 meter de-

ngan bentang badan sungai mencapai 30 meter. Tetapi akibat sedimentasi kini kedalamannya hanya tinggal 4 meter dan lebarnya 20 meter. Sementara kemampuan sungai menahan air hujan hanya 40 mm. Jadi apabila lebih dari itu, pasti terjadi banjir,” terang Susanta, Minggu (17/3). Susanta juga menjelaskan, jenis sungai-sungai yang ada di Sampang 72 persen adalah sungai intermitten, yaitu mengalir hanya pada musim hujan. Sehingga volume air kali Kamoning sangat tergantung pada daya tampung di hulu sungai di Kecamatan Kedungdung dan Robatal. Disisi lain, karakteristik tanah dan batuan didominasi oleh tanah aluvial dan batuan lempung yang tidak menyerap air. “Anggaran pengendalian banjir yang dikeluarkan dalam APBD 2013 mencapai 4 miliar rupiah. Kegiatannya antara lain, berupa pembuatan 2 unit reservoir atau penampung air yang berfungsi menghambat tumpahan air banjir di daerah hulu sungai, menelan dana sebesar 1 miliar rupiah. Pembangunan tebing sungai di daerah prioritas rawan longsor termasuk juga dialokasikan untuk kegiatan pengerukan dan normalisasi Kali Kamoning maupun pembangunan 2 embung dan 1 rehab berat,” jelasnya. Masih kata Susanta, pengendalian banjir tidak akan berjalan efektif selama masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak bersinergi dan hanya mengedepankan ego sektoral. Karena masalah banjir tidak hanya menyangkut Kali Kamoning, tetapi sistem drainese perkotaan yang kurang tertata dengan baik, sehingga genangan air hujan meluber ke rumah penduduk. Selain itu juga masalah rendahnya kesadaran masyarakat membuang sampah di sepanjang bantaran kali Kamoning juga menjadi pemicu banjir. “Penataan sistem drainase merupakan kewenangan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung). Sedangkan permasalahan sampah rumah tangga yang dibuang di Kali Kamoning seharusnya menjadi perhatian serius Badan Lingkungan Hidup (BLH),” pungkasnya. (msa/rah)

GENANGAN AIR. Banjir pada Sabtu (16/3) pagi mengagetkan warga Jalan Imam Bonjol, Melati dan jalan Mawar, karena kedatangan air yang menggenangi rumah warga datang sekitar pukul 02.00 wib dini hari ketika warga sedang tidur. Warga di dua tempat tersebut kaget karena ketika terbangun warga dikejutkan dengan air yang sudah menggenangi rumahnya.

Air dari Hulu Kembali Genangi Sampang SAMPANG - Banjir pada dua hari ini mengagetkan warga Jalan Imam Bonjol, Melati dan jalan Mawar, karena kedatangan air yang menggenangi rumah warga datang sekitar pukul 02.00 wib dini hari ketika warga sedang tidur. Warga di dua tempat tersebut kaget karena ketika terbangun warga dikejutkan dengan air yang sudah menggenangi rumahnya. Banjir terjadi karena sungai di Kabupaten Sampang tidak mampu menampung kiriman air sungai dari daerah utara, seperti kecamatan Kedungdung dan Robatal. Pagi hari warga dearah banjir pun sudah menyibukkan diri untuk memindahkan perabotan rumah ke tempat yang lebih tinggi, karena khawatir air yang menggenangi rumahnya semakin tinggi. Tidak hanya itu, akibat banjir banyak

kendaraan roda dua yang memaksa untuk melintasi jalan tersebut banyak yang mogok karena mesin kendaraannya kemasukan air. Didin (25), salah satu warga Imam Bonjol mengatakan, air yang datang diperkirakan sekitar pukul 02.00 wib dini hari. Hingga pukul 09.00 wib, ketinggian air mencapai setinggi lutut orang dewasa. “Air yang datang sekitar jam 2 tadi malam dan sampai jam 9 pagi ini masih tidak ada perubahan, ting-

ginya tetap belum surut. Semetara ini, saya hanya memantau saja, khawatir air semakin tinggi,” terangnya, Sabtu (16/3). H. Bahri (45), warga Pahlawan (45) juga menceritakan, air semakin tinggi karena kiriman air dari daerah utara, setelah air hujan yang turun dari utara bertambah dengan air sungai hingga meluap ke daerah tersebut. “Selain karena bertepatan dengan pasangnya air laut, juga sungai di Sampang kondisinya sangat dangkal, sehingga tidak bisa menampung air kiriman dari daerah utara,” ujarnya. Sementara itu, Imam Sanusi, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) ketika dikonfirmasi mengungkapkan, banjir yang terjadi pada hari Sabtu tersebut menggenangi 3

kelurahan dan 3 desa, diantaranya desa Panggung, Pasean, Tanggumong, dan kelurahan Dalpenang, Rongtengah, serta kelurahan Gunung Sekar. “Dari pendataan petugas kami di lapangan, banjir kemarin menggenangi enam wilayah kota Sampang, yakni 3 desa dan 3 kelurahan,” ungkapnya, Minggu (17/3), sesaat setelah bermain badminton. Imam juga menjelaskan, bahwa pihaknya masih belum melakukan pendataan terhadap jumlah rumah yang tergenang, karena kemarin masih fokus terhadap penanganan darurat saja untuk memberikan bantuan makanan siap saji dan tambahan gizi, khususnya bagi anak-anak. “Untuk korban banjir kami hanya memberikan bantuan berupa makanan

siap saji dan tambahan gizi sejumlah 30 dus, dan ini kami prioritaskan di sekitar jalan Suhadak, Merapi, dan Tanggumong. Sementara untuk daerah yang tidak terjangkau kami masih belum memberikan bantuan, karena kami khawatir ketika masuk ke daerah tersebut nanti malah kami yang akan ditolong orang, bukan kami yang menolongnya,” kilahnya dengan senyuman. Pantauan Koran Madura, banjir juga menggenai tempat pasar sepeda motor di jalan Suhadak sehingga para pedagang terpaksa berpindah tempat di depan monumen Sampang. Agar transaksi jual beli tidak terganggu. Pukul 12.00 wib siang, air semakin meninggi dan meluas menggenangi jalan KH. Hasyim Asy’ari. (jun/ msa/rah)

PASCA BANJIR

Warga Sibuk Membersihkan Air yang Membawa Kotoran

SAMPANG - Akibat Banjir yang merendam kota Sampang dua hari ini, beberapa aktifitas warga lumpuh. Setelah banjir surut, warga yang rumahnya terendam banjir masih disibukkan dengan membersihkan rumahnya dari lumpur setelah direndam banjir yang membawa kotoran lumpur dan

lain-lain. Kabid Bina Manfaat Dinas PU Pengairan Kabupaten Sampang, Mohammad Zainullah mengatakan, meluapnya sungai kemuning yang mengakibatkan banjir di kawasan kota Sampang dua hari ini disebabkan karena curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Utara Kabu-

paten Sampang, seperti di kecamatan Robatal dan Kedungdung, ditambah dengan pasangnya air laut. “Banjir kiriman dari kecamatan Robatal dan Kedungdung itu yang membuat Sampang banjir,” jelasnya, Minggu (17/3). Zainullah menambahkan, untuk mengurangi debit

air saat banjir datang, pada tahun 2012 lalu pihaknya telah melakukan pengerukan yang dilakukan dengan dua cara, baik dengan cara mekanis (menggunakan alat berat) maupun secara manual(menggunakan tenaga manusia) sepanjang enam Kilometer, dengan kedalaman satu hingga tiga meter.

Sedangkan dana untuk upaya penanganan banjir tersebut dianggarkan dari 2 anggaran, yakni dari APBD Pemkab Sampang sekitar 200 juta rupiah dan APBD Provinsi Jawa Timur sekitar 400 juta rupiah. “Banjir semacam ini memang tidak bisa dihindari, akan tetapi dengan adanya pengerukan sungai, itu hanya mengurangi meluasnya wilayah banjir saja, karena letak kota Sampang tergolong dataran rendah dibawah permukaan air laut,” tandasnya. Banjir yang merendam areal monumen Trunojoyo dimanfaatkan oleh sejumlah warga dengan mencuci kendaraannya, baik roda dua maupun roda empat. Namun, disisi lain ada sebagian kendaraan mogok akibat air banjir masuk kedalam mesinnya karena berusaha melewati genangan air yang cukup tinggi. “Saya pikir kendaraan masih bisa melewati genangan air ini, ternyata banjirnya cukup tinggi. Jadinya mobil saya mogok dan harus didorong” kisah Nawardi, warga Kecamatan Omben yang berusaha melewati wilayah jalan Imam Bonjol. (ryn/msa/rah)

8

SAMPANG

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

TNI-Polri dan Forpimda Jalin Keharmonisan OLAHRAGA: Aparat Keamanan (TNI-Polri) bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Sampang menggelar olahraga bersama dalam rangka untuk menjalin dan mempererat tali silaturrahim, baru-baru ini.

BINATANG LIAR

Piton Tersesat di Perkampungan SAMPANG - Di tengah kepanikan warga korban banjir luapan sungai kali Kemuning yang melanda kota Sampang, warga Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang Kota pada Sabtu (16/3) pagi digegerkan dengan penemuan ular jenis pyton dengan panjang kurang lebih 6 meter dan memiliki berat sekitar 60 Kilogram. Ular tersebut ditemukan di kandang ayam milik Untung (60), warga setempat, oleh sejumlah warga saat hendak memakan ayam milik pak Untung tersebut. Awalnya pemilik kandang ayam dan warga lainnya menduga adanya maling yang meresahkan warga dengan banyak nya ayam warga yang sering hilang beberapa bulan terakhir. Untung terbangun setelah mendengar

bunyi ayam di dalam kandangnya pada Jumat (15/3), sekitar pukul 02.15 wib. Untung bersama warga lain yang berniat menangkap dan menduga maling yang sedang menyatroni kandang ayamnya ternyata mendapati sebuah ular pyton. "Saat mendengar ada bunyi ayam, saya langsung terbangun, dan minta tolong warga untuk menangkap maling. Ternyata bukannya maling, malah ada ular besar yang saya temukan bersama warga," terang Untung. Menurut keterangan salah satu warga bernama Lutfi (46), tertangkapnya ular tersebut juga sedikit melegakan warga, sebab sebelumnya warga di kelurahan Rongtengah kerapkali kehilangan ayam, bahkan dalam hitungan hari, 3 sampai 4 ekor ayam ser-

ing hilang secara misterius. "Ular pyton ini ganas, Mas. (Ulat itu) mau mengigit kami, tapi karena jumlah kami banyak, kami berhasil menangkapnya dengan utuh tanpa luka," ujar Lutfi. Meski ular tersebut berhasil ditangkap, warga penemu ular itu mengaku masih bingung untuk merawatnya, sehingga Untung dan Lutfi berserta rekannya bermaksud menjualnya, guna menutupi kerugian dari ayam miliknya yang dimakan ular. "Kalau ada yang mau beli silahkan datang saja ke rumah saya, lagian kami kesulitan merawatnya," tandas Untung. Hingga berita ini diturunkan, warga dari berbagai penjuru berdatangan untuk melihat secara langsung penemuan ular pyton tersebut. (iam/ryn/msa/rah)

mahardika surya abrianto/koran madura

SAMPANG - Guna mempererat tali silaturrahmi Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), khususnya dalam tubuh TNI-Polri, baru-baru ini, Polres Sampang menggelar olahraga bersama yang diikuti seluruh anggota Polres Sampang, 100 personil Kodim 0828 Sampang, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang di halaman Polres Sampang. Olah raga bersama tersebut dikemas dalam bentuk jalan sehat dan senam aerobik dengan puluhan hadiah undian, seperti sepeda hingga alat-alat elektronik. Salah satu tujuan lain dari kegiatan dimaksud agar kejadian konflik TNI-Polri di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan yang terjadi beberapa waktu lalu tidak terulang kembali. Tampak hadir seluruh Forpimda Kabupaten Sampang dalam acara tersebut, diantaranya Bupati Sampang K. Fannan Hasib, Wakil Bupati (Wabup) Fadhilah Budiono, Kapolres Sampang AKBP Solehan, Dandim 0828 Sampang Letkol (inf) Agus Wuryanto, Kepala Kejaksaan (Kajari) Sampang Dadang Purwoko, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sampang Amin Cahyo Purnomo, dan Plt. Sekda Puthut

Budi Santoso. Wabup Fadhilah Budiono yang mewakili Bupati K. Fannan Hasib dalam sambutannya mengatakan, mumpung masih awal kepemimpinan Alfalah, ia mengharapkan Forpimda Sampang tetap bisa harmonis dan bersatu dalam membangun Sampang ke arah yang lebih baik, dan diharapkan kegiatan yang sama tetap dilaksanakan secara rutin. “Kami harapkan kegiatan olahraga bersama seperti ini bisa dilakukan rutin setiap bulan ke depannya,” ujar Fadhilah dalam sambutannya, Jumat (15/3). Fadhilah juga menyampaikan, kegiatan olahraga bersama dimaksud diharapkan bisa digelar rutin secara bergilir semacam arisan. “Kegiatan seperti ini diharapkan bisa rutin digelar secara bergantian.

Sekarang Polres Sampang sebagai tuan rumah, bulan depan diharapkan Kodim 0828 Sampang bisa menggelar kegiatan yang sama. Selanjutnya Pemkab Sampang, dan terus bergiliran dengan Forpimda lainnya,” harapnya. Dandim 0828 Sampang, Letkol (inf) Agus Wuryanto mengutarakan jika kegiatan tersebut baik dan bagus, dan diharapkan bisa terjalin keharmonisan diantara Forpimda. “Dengan kegiatan semacam ini tentunya kita berharap jangan sampai kejadian di OKU Sumsel terulang kembali, apalagi sampai bakar-bakar, dan kita menghindari itu semua. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres, karena kita sudah lama tidak berkumpul bersama. Mari kita satukan semua instansi saling bahu-membahu mewujudkan bagaimana agar Sampang ini kondusif, aman, dan kita bisa saling bekerjasama dengan baik, tentunya dengan salah satu cara berkumpul dalam kegiatan olahraga bersama seperti ini. Seperti yang dikatakan Wabup dalam sambutannya bahwa kegiatan semacam ini akan digilir setiap bulannya, dan mudah-muda-

han bisa terwujud,” terang Perwira TNI Angkatan Darat (AD) dengan dua bunga tanjung di pundaknya tersebut. Sementara itu, Kapolres Sampang, AKBP Solehan mengungkapkan, bahwa kegiatan dimaksud sudah seringkali dilakukan bersama Forpimda, karena waktu terbentur dengan adanya Pemilukada. Jadi kegiatan olahraga bersama sempat tertunda kurang lebih hampir empat bulan. “Sekarang kita mulai lagi, selain karena sempat tertunda karena Pemilukada, juga Bupati dan Wabupnya sekarang baru, oleh sebab itu ini untuk kebersamaan TNI-Polri dan Forpimda, dan ini tidak ada kaitannya dengan terjadinya konflik di OKU Sumsel. Kegiatan ini rutin sebagai pelekat tali silaturrahmi di antara Forpimda Sampang. Harapan kita ke depan, tentunya membangun Sampang lebih aman dan kondusif dengan kepemimpinan Bupati dan Wabup baru. Mudah-mudahan bisa terjalin kekompakan dalam membangun Sampang ke arah lebih baik kedepannya,” tandas Perwira Polisi dengan dua melati di pundaknya tersebut. (msa/rah)

ADVERTORIAL

KPU Pusat Resmikan Kantor Baru KPU Sampang

junaidi/koran madura

PRASASTI: Perwakilan dari KPU pusat Arif Budiman ketika menandatangani prasasti dan pengguntingan pita didampingi oleh ketua KPUD Sampang dan disaksikan Bupati Sampang. SAMPANG - Peresmian gedung KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Kabupaten Sampang Sabtu (16/03)yang bertempat di Jalan Diponegoro berlangsung khidmat. Peresmian ini dihadiri oleh KPU RI, KPU Provensi Jatim, perwakilan dari Gubenur Jawa Timur, Bupati Sampang, dan semua FORPIMDA (Forum Pimpinan Daerah) Sekabupaten Sampang. Dalam peresmian tersebut, KPU RI mensosialisasikan pemilu (pemilihan umum) tingkat DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014. Ketua KPUD Sampang KH Dhofir dalam laporannya mengatakan bahwa kantor KPUD

Sampang dibangun mulai 17 September sampai dengan 25 Desember 2012 dengan dana APBN KPU RI sebesar 102,1 triliyun, termasuk pajak dan biaya administrasi serta biaya konsultan perencana dan pengawasan. Luas bangunan 644 meter per segi dan luas tanah 2.035 meter persegi yang berasal dari hibah pemerintah Kabupaten Sampang dengan Keputasan Bupati Nomer 120/483/f/434-013 tahun 2011. Kiai Dhofir menngatakan pembangunan kantor tersebut masih banyak kekurangan fasilitas termasuk gudang dan kekurangan fasilitas lainnya.

Karenanya dia berharap kapada KPU RI untuk memberikan bantuan tambahan terhadap kekurangan perlengkapan tersebut. Selain itu, tak lupa dia mengucapkan banyak terimaksih kepada pemerintah RI melalui KPU RI yang telah memberikan dana pembangunan gedung KPUD Sampang. Beliau juga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua masyarakat Kabupaten Sampang yang telah menyukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sampang yang diselenggarakan pada akhir tahun 2012 sehingga berjalan aman, damai, dan lancar. Ke-

berhasilan itu tidak lepas dari semua dukungan semua pihak. Selain itu, dia juga berharap kepada KPU RI agar menyosialisasikan pemilu legislatif 2014. Sementara KPU RI diwakili oleh Arif Budiman SN. ST. MGA menyampaikan bahwa seharusnya dalam peresmian ini dihadiri langsung oleh ketua KPU RI. Akan tetapi, kondisinya sedang sakit sehingga tidak bisa hadir dan menggagalkan dua acara yang sudah diagendakan pada hari yang sama dan beliau terpaksa mewakilkan ketidakhadirannya. Beliau juga mengatakan bahwa Sampang menjadi catatan di tingkat politik nasional. Sampang menjadi nomer dua tingkat Jawa Timur untuk peresmian gedung, pertama di Jombang dan setelah itu Sampang. Juga masalah inventaris kantor untuk mengkomunikasikan antara pemerintah Kabupaten Sampang dengan DPR Kabupaten karena pelaksanaan pemilukada sudah hampir dekat. Beliau pun menyosialisasikan beberapa tahapan tentang pemilihan umum, mulai pendaftaran bakal calon sementara (BCS), tata cara memberikan hak suara, perbaikan dalam proses pemutakhiran data pemilih (DP4), dan jumlah peserta pemilih. Setelah itu beliau didampingi oleh ketua KPUD Sampang dan disaksikan oleh Bupati Sampang menandatangani prasasti dan pengguntingan pita sekaligus melakukan peninjauan terhadap pembangunan gedung tersebut. (adv/jun/msa/rah)

ist/koran madura

ULAR: Warga Kelurahan Rongtengah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang menemukan ular jenis Pyton dengan panjang kurang lebih 6 meter dan memiliki berat sekitar 60 Kilogram, Sabtu (16/3) pagi kemarin.

SARANA BUDAYA

Pembangunan Lapangan Kerapan Sapi Diperkirakan Selesai Oktober 2013 SAMPANG – Molornya penyelesaian pembangunan proyek lapangan kerapan sapi hingga kini menuai pertanyaan dari sejumlah masyarakat penggemar kerapan sapi, khususnya bagi pemilik kerapan sapi se-Kabupaten Sampang. Mereka masih menggunakan lapangan sewaan untuk melatih sapi kerapannya. Sebagaimana sudah diberitakan, karena proyek lapangan kerapan sapi belum selesai dibangun sesuai jangka waktu yang telah ditentukan, yakni pada bulan Desember 2012, mendapat perpanjangan jangka waktu hingga bulan Januari dan Februari 2013. Akan tetapi, sampai perpanjangan waktu itu lewat ternyata pembangunan proyek lapangan kerapan sapi itu belum juga sempurna. Lagi-lagi faktor cuaca yang tidak mendukung menjadi alas an. Seringnya turun hujan dijadikan alasan sebagai akibat pengerjaannya masih belum rampung 100 persen.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Aji Waluyo membenarkan adanya faktor penyebab lambannya proyek yang seharusnya selesai pada bulan Februari 2013 tersebut. Karena sering turun hujan dan panas serta intensitas cuaca yang tidak menentu. “Belum selesainya proyek lapangan kerapan sapi itu karena masih hujan terus, Mas. Tapi kita sebelumnya sudah memperingatkan sebelum adanya musim hujan untuk segera diselesaikan,” ucap, Jumat (15/3) saat ditemui di ruang kerjanya. Aji Waluyo menambahkan, CV yang mengerjakan proses pembuatan lapangan tersebut hingga kini sudah dilakukan perpanjangan kontrak. Akan tetapi, dalam perpanjangan kontrak dengan CV Laras Imbang yang diketuai oleh Wahyu dibatasi jangka waktu hingga bulan Oktober mendatang untuk pengerjaan proyek lapangan kerapan sapi.

“Untuk CVnya sendiri kita tetap yang kemarin, karena masih perpanjangan kontrak. Tapi kita juga menargetkan untuk Oktober harus selesai,” imbuhnya. Pengerjaan lapangan kerapan sapi tesebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 384.300.000, padahal yang terselesai baru 63,78 persen, itu pun terlihat pada bagian pagar lapangan kerapan sapi. Namun untuk pengerukan sendiri masih belum terselesaikan hingga rampung. Dalam proses perkembangannya pun rencana akan ada penambahan untuk fasilitas tribune (tempat duduk). Apabila sampai batas waktu yang ditentukan pelaksanaan proyek lapangan kerapan sapi itu tidak juga tuntas, maka akan dikenakan sanksi sebesar 19 juta. “Dendanya mencapai 19 juta secara keseluruhan itu sampai putus kontrak, karena kemarin sempat tak tepat dari tanggal ketentuan,” pungkas Aji Waluyo. (ryn/msa/rah)

ryan hariyanto/koran madura

LAPANGAN: Proyek pembangunan lapangan kerapan sapi Kabupaten Sampang yang ditargetkan akan selesai pada bulan Oktober 2013.

BANGKALAN

9

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

PANITIA PEMILU KECAMATAN

PPK Pilgub Jatim 85 Persen Wajah Lama BANGKALAN – Usai mel- menjalankan tugasnya, seluantik 90 orang anggota PPK, ruh anggota panitia pemilu Ketua KPUD Bangkalan Fau- kecamatan (PPK) yang baru zan Jakfar menyatakan seki- dilantik itu berpegang teguh tar 85 persen anggota PPK pada ketentuan dan peratudalam pemilihan gubernur ran perundangan. Terutama, (pilgub) Jatim di Bangka- PPK harus bisa menempatlan didominasi wajah lama. kan diri dan mengesampMereka sebagian besar mer- ingkan kepentingan pribadi upakan anggota PPK pada maupun kelompok lain yang Pemilukada Bangkalan 2012 berkepentingan dalam pemilalu. lu. Meski“PPK pun desaya minta mikian, untuk bisa Fauzan mengemberpendaban tu“PPK saya minta untuk gas pat bahwa debisa mengemban tugas ngan baik dominasi dengan baik dan tidak dan tidak anggota PPK itu menyimpang dari undang- m e n y i m memberipang dari undang maupun kan keperaturan dibawahnya. u n d a n g untungan undang Lebih-lebih, dalam tersendiri maupun menjalan tugas harus d a l a m peraturan senantiasa menjaga menjalandi bawahnnetralitas sebagai kan tuya. Lebg a s n y a . penyelenggara pemilu,” ih-lebih, S e b a b , d a l a m sebagian menjalanFauzan Jakfar anggota kan tugas Ketua KPUD Bangkalan sudah berharus senpengalaantiasa man dalam menjalankan menjaga netralitas sebagai tugas kepanitiaan dalam pe- penyelenggara pemilu,” pinmilihan umum. ta Fauzan. ”Walau seperti itu, proses Sebagaimana sumpah seleksi berdasarkan tahapan yang telah diikrarkan, seyang telah ada. Kami tetap mua sikap dan langkah yang mengacu pada prosedur dan dilakukan anggota PPK dibahan pertimbangan untuk saksikan oleh Tuhan Yang menetapkan 90 anggota PPK Maha Esa. ”Jangan sampai terpilih,” terangnya. menyimpang dari tugas yang Oleh karena itu, pihakn- diemban,” pungkasnya. (ori/ ya meminta agar dalam rah)

KAMPANYE UNIK: Relawan Merah Putih Aher-Demiz melakukan kampanye unik di sekitaran jalan Diponegoro Bandung, Jawa Barat. Aksi kampanye dilakukan dengan menyebarkan pamplet, borsur dan manusia kardus untuk menarik perhatian masyarakat demi memilih pasangan calon No. 4, Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2013 Ahmad Heryawan dan Dedy Mizwar.

ant/agus bebeng

Partai Politik Kecewa Keputusan KPU BANGKALAN – Keputusan KPU dengan nomor 107/ KPTS/KPU/TAHUN 2013 yang menyatakan perubahan jumlah dapil membuat sejumlah partai politik di kabupaten Bangkalan kecewa. Sejumlah elit parpol mengaku kewalahan dengan keputusan KPU tersebut, karena pihaknya harus mengatur ulang strategi. Supaya mereka memperoleh kursi dalam pileg 2014. Dalam surat keputusan KPU Pusat nomor 107/Kpts/ KPU/TAHUN 2013 yang diterbitkan 9 Maret lalu, kuota kursi DPRD Bangkalan dalam pileg 2014 bertambah menjadi 50 kursi, angka tersebut lebih banyak dibandingkan sebel-

umnya yang hanya 45 kursi. Justru penambahan jumlah kursi membuat sejumlah partai politik malah merasa kaget dengan keputusan KPU karena selain kuota kursi yang bertambah, pemetaan dapil di 6 dapil yang ada menjadi berubah dibandingkan sebelumnya. Kecamatan Kota, dari yang sebelumnya masuk dalam 1 dapil dengan kecamatan Socah dan Kamal. Pada tahun 2014 mendatang berubah menjadi 1

dapil bersama kecamatan Socah dan Arosbaya. Sedangkan untuk Kamal sendiri harus bergabung dengan 3 kecamatan lain di dapil 6 yakni Labang, Kwanyar, dan Tragah. Atas keputusan tersebut, Wakil Ketua DPC PKB Bangkalan Hotib Marzuki mengaku sangat kecewa, hal ini terjadi karena partainya merasa tak dilibatkan dalam pembahasan terkait dapil tersebut. “Jujur saja kaget ya dengan putusan tersebut, terlebih kami di PKB merasa tidak dilibatkan terkait pembahasan tersebut. Ini di luar dari perkiraan kami, sehingga dengan putusan ini kami harus mengkaji ulang terkait

strategi partai dalam meraih kursi di tiap dapil nantinya,” paparnya. Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD PKS Bangkalan Akhmad Moestamin. Ia tak habis pikir dengan putusan KPU tersebut. “Ini mengacaukan bagi kami, terlebih pembagian kursinya gak jelas, masak dapil 6 yang 4 kecamatan bisa hanya dapat 8 kursi, sedangkan dapil 1, 2, dan 4 yang hanya 3 kecamatan bisa 9 kursi. Alasan rasionalnya apa?” tanyanya, gamang. Sementara itu, sekretaris komisi A Siti Fathonah Rachmaniyah juga mengaku terkejut dengan hasil keputusan

KPU. “Terkejut juga, soalnya selama ini kita kan sudah membangun komunikasi dengan konstituen kami sesuai dengan dapil yang ada sesuai dapil 2009. Lalu keputusan itu muncul sekarang dan kita harus mengatur ulang pendekatan kami dengan konstituen sesuai dapil yang baru,” jelas Fathonah. Terkait tidak dilibatkannya parpol dalam pembahasan dapil ini, Fathonah mengaku tak tahu menahu dengan itu. “Kalau itu saya tidak tahu, Mas, soalnya saya juga gak diundang dalam hearing pembahasan dapil tersebut,” jelas Fathonah.(dn/rah)

PASAR

Pedagang Tidak Bersedia Berjualan di Pasar Wisata

doni heriyanto/koran madura

JUAL-BELI: Perempuan sedang membeli bawang merah di pasar tradisional Ki Lemah Duwur Kabupaten Sampang, Minggu (17/3) kemarin.

BANGKALAN - Pasar Wisata sejak diresmikan pada Selasa (26/2) oleh Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin hingga saat ini kondisi pasar yang dibangun dengan anggaran Rp 800 juta tetap sepi. Tidak hanya sepi dari pembeli, akan tetapi pasar wisata yang mempunyai 36 stan itu tampak hanya ditempati oleh tujuh penjual saja. Berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa, ada kesepakatan antar pedaganag untuk menggelar dagangannya pada hari Sabtu dan

Minggu saja. Pilihan tersebut diambil para pedagang karena mereka menilai hanya pada kedua hari tersebut wisatawan ramai berkunjung dan potensi membeli cindera mata khas madura akan banyak. Seorang pedagang yang masih berjualan mengatakan bahwa konsep terbuka dari pasar wisata itulah yang menjadi alasan sejumlah pedagang enggan untuk berjualan. Sebab, konsep terbuka sangat berpotensi memudahkan pencuri untuk mengambil barang dagangan. Tentunya,

sangat tidak aman bagi para pedagang. Kemudian juga, dengan kondisi seperti itu para pedangang harus memindahkan barang jika sudah selesai berdagang. “Ya kondisinya seperti ini, hanya ada tujuh pedagang yang buka, padahal jumlahnya ada 36 komunitas,” ujar Hasan (29), salah satu pedagang yang ada di pasar wisata, Minggu (17/3). Ia menuturkan, konsep pasar wisata yang terbuka membuat pedagang merasa tidak aman, karena ini ber-

potensi terjadinya kehilangan. Kemudian juga bagi para pedagang yang tidak memiliki stan di dalam pasar Tradisional Ki Lemah Duwur harus membawa pulang dagangannya. “Saya masih enak punya stan di dalam pasar jadi tinggal masukin saja kalau sudah berjualan. Tapi kasihan yang tidak punya, ia harus bongkar pasang dan membawanya pulang,” imbuhnya. Lebih lanjut pria asal Pangeran Bangkalan ini mengatakan, jika kondisinya tetap

terbuka dapat dipastikan akan tetap sepi. Namun kami beserta teman-teman menginginkan pasar dengan konsep tertutup, yaitu ditutup dengan rolling dor demi kelangsungan pasar. “Kami masih mau menyepakati dengan teman-teman yang lainnya untuk bisa lebih baik kedepannya bagi sesama pedagang,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Bangkalan Bambang Setyawan belum bisa dimintai keterangan. (dn/rah/rah)

KOMODITAS

Harga Bawang Merah Masih Tinggi BANGKALAN – Setelah beberapa pekan terakhir harga bawang putih naik tajam, beberapa hari ini sudah berangsur turun. Namun turunnya harga bawang putih tidak terlalu signifikan. Dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 65.000 per/kg, kini turun menjadi Rp 50.000per/ kg. Akan tetapi harga bawang merah justru tetap bertahan pada haraga Rp 55.000 per/kg. Dari pantauan Koran Madura kemarin (17/3), para pedagang bawang di pasar tradisional Ki Lemah Duwur tetap mengeluhkan harga bawang yang tak kunjung normal. Turunnya harga bawang pun ternyata tidak signifikan, bahkan tidak semua harga bawang turun. ”Harga bawang putih sudah mulai turun, Mas. Tapi hanya turun sepuluh ribu,” turur Hj. Saleho (36), pedagang di pasar Ki Lemah Duwur. Dia menambahkan untuk bawang putih memang turun, akan tetapi hanya sedikit saja turunnya sehingga terkesan masih sangat mahal. Terbukti dari volume penjualan setiap hari tidak sampai menghabiskan 5 kg bawang putih.

“Turunnya dikit, Mas. Ya tetap saja mahal, jadi orang belinya hanya satu ons saja,” imbuhnya. Lebih lanjut ia menuturkan, sejak terjadi lonjakan harga bawang, ia mengaku tidak berani kulakan sampai dua kwintal seperti biasanya saat sebelum terjadinya lonjakan harga. Sebab, hal itu dapat merugikan jika bawang yang ada tidak habis terjual. ‘’Kalu saya kulakan banyak terus tidak laku kan bisa hancur saya, Mas, terus mau dijual ke siapa, wong tiap hari orang hanya beli sedikir-sedikit tidak sampai satu kilo,” terangnya. Wanita yang sudah lama berjualan segala kebutuhan rumah tangga ini, menaruh harapan yang sangat tinggi terhadap pemerintah agar supaya permasalahan harga bawang segera teratasi. Karena yang dirugikan adalah para pedagang kecil yang memang menggunakan bahan dasar dari semua makanannya dengan bawang. “Pada siapa lagi kami harus mengadu sebagai rakyat kecil kalau bukan sama pemerintah,” tandasnya. (dn/rah)

KEMISKINAN

Anak Bantu Orang Tua dengan Cari Barang Bekas BANGKALAN – Kemiskinan yang melilit kehidupan orang tuanya, membuat tiga anak kecil yang seharusnya bersekolah ini, terpaksa mencari barang bekas untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup keluarga orang tuanya. Rohimah, Hatima dan Azisah, ketiga gadis kecil yang berprofesi sebagai pemulung. Masa depan mereka terancam. Sebab, mereka sudah tak lagi mengenyam pendidikan seperti teman-teman seusianya yang asyik menikmati pelajaran sekolah. Tetapi, mereka justeru menekuni profesi sebagai pencari barang bekas. Ketiganya kehilangan masa bermain. Mereka juga tidak bisa menikmati hari-hari indah di meja belajar. Karena kemiskinan orang tua telah membawa nasibnya seburuk itu. Mereka terdampar menjadi gadis kecil yang ikut mengais rezeki. Tak peduli panas terik membakari kulit, tak menghiraukan ketikan hujan dan halilintar menyambar-nyambar, mereka terus berjuang melawan nasib dengan menjumputi secarik kardus bekas yang tak terpakai. Ntah sudah berapa banyak, kaleng botol bekas minuman mineral, kardus, dan barang bekas lainnya, dimasukkan dalam karung yang dibawanya

ori/koran madura

PEMULUNG: Tiga bocah yang berprofesi sebagai pemulung sedang mengais sampah dan barang-barang bekas lainnya. Mereka kehilangan masa bermain, tidak seperti anak-anak kecil lainnya yang hidup di masanya. sepanjang kakinya melangkah. Sungguh nasib yang memilukan. Ketika ditanya, mereka menjawab bukannya tidak mau bersekolah. Mereka pun sebenarnya sangat ingin menjadi seorang murid agar di masa tuanya kelak beruntung, dan menjadi orang terpelajar. Akan tetapi, apa boleh buat, ketiganya dilahirkan dari keluarga tak mampu. Orang tua mereka

tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Jangankan bersekolah dan membawa uang jajan, dibuat makan pun, orang tua mereka tak mampu. Sehingga harus berutang dan kadang-kadang lambat makan, bahkan tidak makan. “Saya mau sekolah, tapi orang tua kami tidak sanggup untuk menyekolahkan,” ucap Hatima dengan nada polos. Dari gaya bahasanya, mere-

ka bisa dikatakan cerdas, karena dapat menangkap pembicaraan dengan baik. Berinteraksi tanpa ragu, mencirikan anak yang mempunyai intelegensia tinggi. Meski demikian, nasib tak berpihak pada mereka. Padahal, pendidikan wajib 9 tahun masih berlaku. Entah orang tuanya tak mengerti tentang pentingnya menyekolahkan anak, atau memang ekonomi lebih penting dibanding pen-

didikan. Yang jelas, program pemerintah cukup serius menangani anak putus sekolah. Meskipun kenyataannya masih ada anak belia yang sudah tidak sekolah sama sekali. Dari perolehan kardus dan barang bekas lainnya, mereka kumpulkan untuk dijual kepada pengepul dengan harga yang murah. Walaupun butuh waktu seharian untuk mencari barang bekas, harga tersebut tak sepadan dengan apa yang mereka lakukan. “Saya jual kardus bekas ini seharga seribu per kilo, biasanya per hari kami akan pulang setelah mendapatkan satu karung barang bekas,” ungkapnya. Sementara itu, mereka mengaku bukan penduduk asli Bangkalan. Mereka hanya tinggal di Bangkalan bersama kedua orang tua, yang pekerjaannya serabutan. Oleh karena itu, mereka kesulitan untuk bersekolah, karena kedua orang tuanya belum mempunyai kartu penduduk. Walaupun demikian, potret kecil senyuman ketiga belia ini, tak sepantasnya dijual dengan mengabaikan pendidikan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan masa depan mereka. (ori/rah)

10 KEPANITERAAN

KREDIT

11 Calon Panmud PN Surabaya jalani Uji Kelayakan

Pakde Resmikan “Pak Kumis” dari Bank UMKM Jatim SURABAYA Pemprov Jawa Timur melalui Bank UMKM Jatim ingin membantu dan memberdayakan masyarakat Jatim dengan dibentuknya program Paket Kredit Untuk Masyarakat Ingin Sejahtera (Pak Kumis) dari Bank UMKM Jawa Timur atau disebut Pak Kumis. Program ini memberikan kredit maksimal sebanyak Rp 2,5 juta kepada masyarakat terutama yang sangat membutuhkan tetapi tidak mempunyai jaminan/agunan. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat meresmikan program Paket Kredit Untuk Masyarakat Ingin Sejahtera (Pak Kumis) Bank UMKM Jawa Timur, Minggu (17/3). Lebih lanjut disampaikannya, bagi masyarakat yang kurang akrab dengan Bank, bisa memanfaatkan program Pak Kumis ini. “Persyaratan yang dibutuhkan hanya KTP Bunga yang ditawarkan cukup rendah yakni 6 persen untuk satu tahun atau 0,5 persen per bulannya. Hanya dengan kredit murah dan cepat, beban kita di pembiayaan masyarakat kecil berkurang. Bunganya hanya 6 persen setahun, kalau pinjamnya 3 bulan ya hanya 1,5 persen. Bunganya sangat rendah,” ujar dia mempromosikan. Menurut Karwo, program ini juga dianggap akan mengurangi dan menyelesaikan permasalahan “bank berjalan” secara perlahan. Ini disebabkan karena persyaratan atau skema Program Pak Kumis hanya membutuhkan fotokopi KTP atau kartu mahasiswa,

LINTAS JATIM

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

langsung bisa cair kreditnya. Bunganya jauh lebih ringan dibandingkan dengan pinjaman berjalan. “Jika bank thithil memberikan bunga hingga 120 persen, program Pak Kumis ini hanya 6 persen setahun,” tegas Karwo seraya menambahkan melalui Bank UMKM Jatim ini diharapakan agar masyarakat wirausaha produktif lebih cepat dan mudah mengakses permodalan serta tidak canggung untuk berhubungan langsung dengan Bank UMKM Jatim yang memberikan bunga murah. Pria yang akrab disapa Pakde ini berharap, kredit yang telah diberikan Bank UMKM saat ini sebesar Rp 1,1 triliun bisa diperbesar lagi. Mengingat sasaran yang ingin dicapai sebesar Rp 15 triliun untuk membantu masyarakat bawah. “kondisi Jatim, Penduduknya mencapai sekitar 38 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) 0,76. Angkatan kerja di Jatim mencapai 20 juta. Dari keseluruhan angkatan kerja ini yang terserap sebanyak 19,2 juta orang. Jadi 800 ribu penduduk di Jatim yang belum mendapat pekerjaan atau sebanyak 4,08 persen berdasarkan data statistik Jatim Oktober 2012,” kata Soekarwo seraya menegaskan dengan kondisi iniperlu langkah yang tepat untuk mengurangi pengangguran di Jatim. Sumber daya manusia (SDM) semacam ini bukan ditangani melalui pendidikan dan pelatihan, tetapi diberikan kemudahan akses modal, salah satunya melalui Bank UMKM Jatim ini. (neu)

PROYEK

SURABAYA – 11 calon Panitera Muda Pidana (Panmud) menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and propertest) yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Dalam uji kelayakan itu masingmasing calon diminta memaparkan visi dan misinya. Dalam penerapannya, PN Surabaya telah melaksanakan kegiatan serupa sebanyak empat kali untuk menentukan jabatan penting di lembaganya. Sebelumnya, juga pernah dilakukan hal yang sama dalam pemilihan Panmud Tipikor, pengisian bagian umum dan keuangan, juru sita pusat dan pengganti, serta yang terakhir pemilihan Panmud Pidana. Dijelaskan Pimpinan si-

dang penguji calon Panmud Pidana, Unggul Ahmadi, fit and propertest kali ini dilakukan dalam dua tahap, yakni tes secara lisan, yang telah selesai beberapa waktu yang lalu, serta pemaparan visi dan misi secara terbuka yang akan disaksikan langsung oleh lima penguji diantaranya, Suwidya, Unggul Ahmadi, Mustofa, Antonius Simbolon dan Heru Pramono selaku Ketua PN Surabaya. “Ini cara kami untuk meningkatkan sumber daya manusia di lingkungan PN Surabaya. Nantinya setelah dilakukan pemaparan visi dan misi, penguji akan menentukan rangking yang kemudian ditentukannya panmud yang baru,” kata Unggul Ahmadi kemarin.

Dalam pelaksanaannya, banyak cara yang dilakukan oleh kesebelas calon Panmud Pidana untuk menarik perhatian, utamanya dari para penguji. Salah satunya Rendra Ariyanto Putra. Sosok yang sebelumnya telah menjadi anggota tim di Panmud Pidana ini, memaparkan kalimatkalimat enerjik agar mendapatkan nilai tertinggi dan menjadi Panmud Pidana baru menggantikan Soedi Wibowo yang kini telah menjadi Wapansek di PN Surabaya. Dalam pemaparannya Rendra mengatakan, jika dalam misinya ada tiga aplikasi yang dibentuk dalam tiga jangka yang akan ditempuh seandainya menjadi Panmud Pidana yang baru.

Yakni jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Dimana jangka pendeknya adalah mengawali seluruh kegiatannya dengan berdoa bersama secara rutin kepada Tuhan.“Dalam mengawali seluruh kegiatan, baiknya kita berdoa agar apa yang dilakukan Panmud baru dan tim panmud pidana dapat berjalan sesuai yang diinginkan,” papar dia. “Sebenarnya seluruh elemen sudah masuk dalam misi saya. Saya tidak ingin terlalu konkret, karena kekonkretan kerja dapat ditunjukkan setelah terpilih nanti,” imbuh dia dan disambut riuh tepuk tangan peserta uji.Sedangkan jangka panjangnya, Ia kembali membagi dalam dua

bagian, yakni pelayanan internal dan eksternal. Dimana Ia berjanji akan meningkatkan pelayanan publik dan tim agar terwujud pelayanan yang kooperatif di kepaniteraan muda pidana. Sebelum acara uji kelayakan dan kepatutan ini ditutup, Heru Pramono selaku Ketua PN Surabaya memberikan pencerahan kepada para calon Panmud Pidana. Dalam pencerahannya, Heru berharap agar para calon Panmud berpikir nasional. “Jangan Hanya berpikir di pengadilan negeri Surabaya saja bertugas, tetapi berpikir nasional atau bertugas di seluruh Indonesia,”Pesannya kepada para calon Panmud Pidana. (kas/dar)

san,” papar Sonny. Bahkan terkait hal tersebut, para buruh berjanji akan melaporkan Karwo ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. “Buruh menganggap Gubernur Jatim yang akrab disapa pakde Karwo ini telah melanggar Surat Edaran yang telah dikeluarkannya sendiri dan melanggar Undang-undang (UU) ketenagakerjaan,” tegasnya. Dijelaskan pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini, persoalan Karwo dengan para buruh tidak hanya itu. Soekarwo bahkan diketahui pernah mengirimkan surat usulan pembubaran Pengadilan Hubungan Industrial Jawa Timur ke Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono. “Selain dianggap salah alamat karena secara struktural pemerintahan dengan PHI adalah institusi vertikal, Gubernur jatim dinilai punya kepentingan terhadap para pengusaha Jatim menjelang Pilgub,” kata dia.

SURABAYA - DPP Partai Buruh mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur Jawa Timur karena dinilai mampu membela kepentingan buruh di Jawa Timur. Sedangkan calon gubernur petahana (incumbent) Soekarwo dianggap partai buruh tidak berpihak kepada mereka. Dalam kunjungannya ke Surabaya kemarin, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Buruh, Sonny Pudjisasono mengatakan bahwa pihaknya hanya akan mendukung Cagub yang be-

nar-benar membela kepentingan buruh di Jatim. “DPP Partai Buruh secara resmi mendukung Khofifah Indar Parawansa meski DPD Partai Buruh Jatim tetap bergabung dalam anggota

Aliansi Parpol Non Parlemen (APNP) yang mendukung pasangan Soekarwo dengan Syaifullah Yusuf atau Karsa dalam Pilgub Jatim 29 Agustus mendatang,” katanya. Partai Buruh, lanjut dia, tidak mendukung Karsa dikarenakan selama memimpin Jatim, Karsa dinilai kurang memberikan perhatian terhadap buruh di Jatim. Karwo, dituding kurang aspiratif terhadap kepetingan para buruh sementara track record Khofifah bersama para buruh dianggap baik.

“Soekarwo memang telah beberapa kali dianggap mengecewakan buruh di Jatim dengan kebijakankebijakannya. Diantaranya adalah ketika molornya pembahasan Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten (UMSK)2013, di mana dengan jelas disebutkan lewat Surat Edaran Gubernur kepada Bupati/Walikota tertanggal 30 Maret 2012 Nomor 560/5914/031/2012, UMSK akan diberlakukan pertanggal 1 Januari 2013 namun hingga kini belum juga ada kejela-

Soekarwo Tenang-tenang Saja Sebelumnya, terkait molornya UMSK, para buruh pernah berjanji akan melakukan pemboikotan terhadap Soekarwo. Dikonfirmasi mengenai masalah ini, Soekarwo menanggapi santai seraya menyatakan bahwa persoalan tersebut hanya persoalan mikro. Sedangkan terkait surat yang dikirimkan kepada Presiden SBY dan mengusulkan agar PHI Jatim dibubarkan karena menurutnya putusan-putusan yang dihasilkan PHI sering tidak mewakili buruh, keputusannya pun menuai pro kontra. Banyak pihak menilai Soekarwo menggulirkan usul tersebut karena kepentingan dan tendensi politik untuk pencalonannya kembali tahun 2013. (neu/han)

KRIMINALITAS

MOLOR. Pengerjaan proyek pembangunan jembatan Papar di Kediri, yang hingga kini molor.

Mencuri Ponsel untuk Pesta Minuman Keras

Pemkab Tagih Janji Pemprov Jatim

SURABAYA- Nahas nasib Adi Santoso warga Jl. Gresik PPI atau Jl. Pogot gg. Pasar. Pasalnya, aksi pencurian HP oleh tersangka harus berakhir dibui. Setelah melanglang buana dan berhasil menjual barang bukti kejahatan, Pria 27 tahun itu masuk penjara berbekal rekaman CCTV, tak lama satuan reserse kriminal Polsek Bubutan pun mencokok tersangka. Setelah diselidiki, rupanya, aksi pencurian tersebut tidak dilakukannya seorang diri, melainkan bersama seorang rekannya berinisial AF yang kini masih dalam pengejaran Petugas. Kapolsek Bubutan Kompol Suryo Hapsoro mengatakan, Tersangka melakukan pencurian bersama AF, dua Hp yang dicurinya lantas dijual di pasar maling wonokromo, dan hasilnya dibagi rata oleh kedua tersangka. Suryo menjelaskan, aksi ini dilakukan Adi Santoso dan AF di pertokoan PGS Jl. Dupak pada sabtu (9/3) pukul

SURABAYA - Pengerjaan proyek pembangunan jembatan papar Kabupaten Kediri hingga kini molor, tidak kunjung selesai. Padahal, Pemerintah Kabupaten Kediri telah memenuhi kewajiban, sesuai kesepakatan awal bertugas untuk membebaskan lahan milik warga. Pengerjaan proyek jembatan kecamatan Papar yang menghubungkan antara wilayah Kediri dengan Nganjuk Jawa Timur tersebut sebatas hanya baru dibangun tiang pancang, belum menyentuh badan jembatan. Menurut Kabag Humas Pemkab Kediri Edi Purwanto, kewajiban Pemerintah Daerah telah selesai, dan kini giliran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang meneruskan. “Tahun 2013 ini, pemerintah daerah sudah tidak ada lagi agenda.Sekrang giliran Pemprov dan Pemerintah pusat, untuk membangun badan jembatan. Kita akan komunikasikan dengan Pemerintah Provinsi terkait hal ini,” terang Edi Purwanto. Edi menambahkan Keberadaan Jembatan Papar dirasa sangat membantu,untuk memecah kepadatan lalu lintas, apabila terjadi ke macetan khusunya jalur yang menghubungkan Solo ke Malang lewat Kediri, mau pun Kediri - Nganjuk. Disamping itu, jika pengerjaan proyek selesai nantinya, diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat khusunya mereka yang tinggal disekitar area lokasi jembatan. Edhi mendesak agar maksimal akhir tahun 2013 ini pemprov jatim sudah harus menyelesaikan pembangunan badan jembatan. (kak/dar)

13.00 wib. Pada saat itu kedua tersangka tersebut sedang jalan-jalan di toko elektonik milik Fitriyanto (27) warga Jl. Dupak Magersari. Saat itu Korban yang mempunyai dua karyawati, sedang melayani para konsumen di toko. Pencurian itu dilakukan saat Hp milik dua karyawati sedang dicas di rak etalase, melihat korban lengah dan repot maka kedua tersangka.

“ Jadi tersangka memanfaatkan suasana kelengahan dua karyawati korban. Disaat korban lengah, kedua Hp diembat oleh Adi Santoso kemudian dipindah tangankan ke AF. Setelah Hp berhasil dikuasai oleh AF lantas Hp dijual ke pasar maling, dengan harga total Rp. 800 ribu,” ujar Suryo, kemarin (17/3) di Mapolsek. Suryo menjelaskan, kendati demikian, aksi tersangka tidak bertahan lama. Pasalnya,

aksi kedua tersangka berhasil diketahui dikarenakan didepan toko milik korban terdapat CCTV yang berhasil merekam aksi kedua tersangka. “Dari rekaman CCTV tersebut korban menghafalkan wajah dari para pelaku”, kata perwira perpangkat melati satu ini. Mengenai penangkapan tersangka, masih dijelaskan Suryo, setelah satu pekan kemudian korban Fitriyanto sedang melintas di perempatan Jl. Dupak, tiba-tiba dirinya melihat Adi Santoso sedang menyeberang jalan, karena hafal dengan wajah pelaku pencurian yang terekam CCTV, maka Fitriyanto mengejar seraya meminta bantuan warga sekitar. “Adi Santoso berhasil ditangkap warga dan korban, karena ada petugas patroli dari Polsek Bubutan yang lewat maka Adi Santoso diamankan dari amukan masa. Semula tersangka tidak mengakui bahwa dirinya yang mencuri namun setelah kita tontonkan reka-

man CCTV, maka dia tidak berkutik,” jelas Suryo. Kepada awak media, tersangka Adi Santoso yang keseharian bekerja serabutan, mengaku kejahatannya ini apes lantaran, berjanji kepada istri dan anaknya, bila telah mendapatkan rezeki banyak akan pulang kekampung untuk diberikan ke istri dan anak, namun janji tersebut tinggal janji, dimana setelah Adi Santoso mendapatkan uang lebih dari hasil mencuri Hp ternyata tidak menepati janjinya, malah uang hasil penjualan Hp curian tersebut dipergunakan untuk berpesta minuman keras. Ia pun menjelaskan, pencurian itu dilakukannya karena terpaksa untuk membiayai anak istri yang berada di kampung, tapi karena memburu kesenangan sendiri sehingga uang hasil pencurian habis untuk menenggak Miras. “Saya dapat bagian uang Rp. 400 ribu tapi uang itu habis buat minum, sehingga tidak jadi pulang ke kampung”, akui tersangka. (mag)

LINTAS JATIM BANJIR

KAMPANYE LINGKUNGAN

Lahan Terlantar Menjamur Hilangkan Potensi Ekonomi

Jatim Masih Siaga Banjir SURABAYA – Menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan terus mengguyur Surabaya hingga beberapa minggu mendatang. Meski seringkali hujan lebat, namun curah hujan pada pertengahan bulan ini tercatat tergolong lebih ringan jika dibandingkan satu hingga dua bulan lalu. Hal tersebut diungkapkan salah seorang petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, Tri Setiawan.Diungkapkannya Minggu (17/3), curah hujan pada bulan ini cenderung menurun dari awalnya 370 Mm pada bulan Februari, menjadi 300 Mm. “Hari hujan juga telah berkurang jika pada Januari lalu terdapat 23 hari selama sebulan turun hujan dan Februari berkurang menjadi 18 hari selama sebulan turun hujan. Pada Maret ini hari hujan hanya 17 hari selama sebulan turun hujan. BMKG memperkirakan, potensi hujan di Surabaya masih terus terjadi hingga bulan Mei mendatang,” papar dia. Sementara itu, lanjutnya, secara umum Surabaya akan diselimuti suhu 23 hingga 33 derajat celcius, dengan kecepatan angin dari barat mencapai 5 hingga 35 Km perjam, jarak pandang 4 hingga 10 Km dan kelembapan udara 58 hingga 96 persen. Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melalui Kepala BPBD Jatim Sudarmawan menyatakan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah meningkatkan status siaga banjir terkait hujan yang terus mengguyur wilayah Jawa Timur. Diungkapkannya, pihaknya khawatir intensitas hujan di Jawa Timur masih akan terus meningkat sehingga menimbulkan potensi terjadinya banjir. (neu/dar)

CALEG

Caleg Perempuan Berkurang SURABAYA - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) masih kekurangan calon anggota legislatif perempuan, meski banyak kader dan masyarakat yang mendaftar sebagai calon legislatif (caleg) di partai tersebut. Menurut Ketua Perempuan Indonesia Raya (Pira) Jawa Timur, dr. Karlina, hingga saat ini, caleg perempuan yang mendaftar baru 25 persen. “Kami masih kekurangan caleg perempuan. Mudahmudahan dalam cukup waktu ini, target 30 persen terpenuhi,” kata Karlina wartawan di sela-sela acara Pelantikan pengurus Pira Jawa Timur di Gramedia Expo Surabaya, kemarin. Karlina mengungkapkan, partainya kesulitan menjaring caleg perempuan karena banyak yang mengaku tidak sanggup. Selain itu, ada juga yang mengaku kesulitan mendapatkan ijin dari suami. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada partai yang dilahirkan Prabowo Subianto tersebut, tetapi juga partai-partai lain. “Saya kira semua parpol mengalami kendala yang sama,” ujarnya. Sejauh ini, sekitar 2.670 orang telah mendaftar caleg. Dari jumlah tersebut, caleg perempuan yang mendapat untuk DPR RI ada sebanyak 400 orang, sedangkan DPRD Jatim 77 orang. Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Suprayitno, jumlah tersebut sudah melebih kuota yang ditetapkan UU. “Tidak benar caleg perempuan kurang, yang terjadi, kami memilih yang terbaik dan itu harus diseleksi benarbenar,” tandasnya.(ara/dar)

11

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

KAMPANYE CINTA LINGKUNGAN. Masyarakat dari berbagai elemen melakukan kampanye peduli akan lingkungan yang berlangsung pada hari bebas berkendara di Raya Darmo, Surabaya, Jatim, Minggu (17/3). Dalam kampanye tersebut mengajak masyarakat peduli akan lingkungan dan kampanye earth hour 2013

Kejagung Akan Eksaminasi Perkara yang di-SP3-kan Kejati SURABAYA - Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendi menyatakan bakal melakukan eksaminasi obral penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang terjadi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, juga Kejati di daerah lain. Bila nantinya ditemukan adanya pelanggaran pada penerbitan SP3, Kejagung akan mengusut siapa jaksa yang bermain. “Saya masih belum koordinasi dengan Pidsus (bagian pidana khusus). Nanti Pidsus akan melakukan eksaminasi dan tindakan akan dilakukan bagian pengawasan jika SP3

bermasalah,” ujar dia kemarin. Sejak pertengahan 2011 hingga awal tahun ini, Kejati Jatim telah meng-SP3 enam kasus korupsi yang masingmasing kasus merugikan negara miliaran rupiah. SP3 paling banyak terbit di masa Kepala Kejati Jatim Paty Simanjuntak. Lima kasus korupsi dihentikan penyidikannya dalam waktu

hampir bersamaan, sehingga terkesan obral. Lima kasus korupsi yang di-SP3 dalam waktu hampir bersamaan adalah kasus korupsi Tolgate Juanda Sidoarjo, korupsi PSSI Jatim, korupsi di RSUD Soewandhie Surabaya, korupsi proyek SPBU Pemkot Madiun, dan korupsi BPN Bangkalan. Teranyar, Kejati meng-SP3 penyidikan korupsi pelepasan lahan untuk Tol Surabaya Mojokerto (Sumo) di Waru, Sidoarjo. Menariknya, SP3 tiba-tiba tersebut dikeluarkan Kajati Jatim setelah kasusnya telah masuk pada level penyidikan bahkan telah menetapkan ter-

sangka. Ketidakseriusan korps adhyaksa dalam penanganan kasus kasur korupsi besar di Jatim disangkal Marwan “Bukan tidak serius, jaksa juga manusia. Mungkin saat penyelidikan korupsi diduga terjadi, tapi mentah di penyidikan karena bukti tidak kuat,” kata dia. Marwan menambahkan, penghentian pengusutan sebuah kasus bukan sebuah larangan, kendati kasus sudah masuk level penyidikan. “SP3 bukanlah hal haram di Kejaksaan,” tegas mantan Kepala Kejati Jatim itu. “Kalau memang tidak terbukti, masak harus dipaksakan bersalah,” imbuh dia. (kas/dar)

Surabaya – Akibat puluhan hektar lahan tidur yang tidak ditata dengan baik selama puluhan tahun di Surabaya, potensi ekonomi lebih dari Rp 10 triliun pun harus hilang begitu saja. Hal ini diungkapkan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Surabaya, Jamhadi, Minggu (17/3) Dikatakannya, hal itu sungguh disayangkan mengingat di tengah padatnya bangunan-bangunan yang berdesakan di Kota Surabaya, lahan tidak terurus seharusnya sangat bisa dimanfaatkan. “inipun lepas dari intervensi Pemerintah Kota Surabaya karena lahan telantar milik pribadi di tengah kota bukan merupakan kewenangan Pemkot Surabaya,” papar dia. Meski demikian, katanya, Pemkot telah ikut andil membiarkan lahan terlantar karena Pemkot belum memiliki peraturan daerah (Perda) tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang pasti. Diketahui revisi perda RTRW No.3/2003 sampai sekarang belum kelar akibat tarik ulurnya jalan bebas hambatan atau jalan tol tengah kota. “Pihak pemilik lahan kosong masih banyak yang berfikir dua kali bila akan membangun atau membuat tempat usaha di tanahnya yang kini masih kosong. Sebab, Perda RTRW Surabaya yang baru belum jelas kepastiannya,” jelas dia juga menjelaskan bahwa ukuran terlantar sendiri masih tidak jelas karena definisi lahan telantar di Peraturan Pemerintah (PP) No. 11/2010 tentang tanah telantar adalah lahan untuk pertanian yang tidak produktif. Tujuannya, agar tanah pertanian yang menganggur dimanfaatkan. Sementara acuan lahan

telantar di perkotaan tidak disebutkan dalam PP. Menurutnya, tanah dan gedung terlantar di kota Surabaya yang dibiarkan begitu saja hingga puluhan tahun menghilangkan potensi pertumbuhan ekonomi sebesar 5% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). “PDRB Surabaya saat ini nilainya sekitar Rp 205 triliun. Artinya, 5%-nya adalah sekitar Rp 10,25 triliun. Potensi kehilangan ini berasal dari pajak, retribusi hingga penyediaan lapangan pekerjaan,” ungkapnya lagi seraya menerangkan angka Rp 10,25 triliun itu setara dengan 1,2% pertumbuhan ekonomi Surabaya. Jadi jika target pertumbunan ekonomi Surabaya sebesar 7,5%, maka 1,2% pertumbuhan ekonomi Surabaya telah hilang. Potensi pertumbuhan ekonomi yang hilang akibat lahan dan gedung yang tidak terurus ini, lanjutnya, sebenarnya bisa lebih dari Rp 10,25 triliun. Sebab, kalau dilihat secara rinci hilangnya potensi pertumbuhan ekonomi itu baru dari sektor pajak dan retribusi saja. Sementara, potensi dari terserapnya tenaga kerja, hasil perdagangan atau usaha dari pemanfaatan gedung dan lahan kosong juga besar nilainya Sebelumnya, menanggapi lahan tidak terurus ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya sudah mengusulkan agar diberlakukan sanksi bagi pemilik lahan dan gedung tak terurus. Hal ini dikarenakan keberadaan lahan tersebut dikhawatirkan akan dinilai sebagai indikasi lambatnya pembangunan Kota Surabaya dan dapat mengakibatkan investasi swasta macet. (wan)

KECELAKAAN

TRANSPORTASI

Penerbangan Dihentikan Akibat Cuaca Buruk SURABAYA - Penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sempat dihentikan sementara waktu akibat cuaca buruk yang terjadi di kawasan Surabaya Selatan, Minggu sore. “Jarak pandang 700 meter. Sekitar pukul 15.42 WIB, kami dapat telepon dari manajemen Bandara Internasional Juanda menanyakan sampai berapa lama cuaca normal,” kata prakirawan Badan Meteorologi,

Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya Setiawan saat dihubungi Antara melalui ponselnya. Menurut dia, biasanya cuaca buruk dengan jarak pandang di bawah 700 meter, tidak boleh ada penerbangan. “Jarak pandang itu cukup berbahaya untuk penerbangan,” katanya menegaskan. Biasanya, lanjut dia, informasi mengenai adanya cuaca ekstrem langsung terhubung dengan Bandara

Internasional Juanda untuk segera ditindaklanjuti oleh manajemen setempat. Hingga berita ini diturunkan, BMKG menyatakan jarak pandang di sekitar kawasan Bandara Internasional Juanda-kurang lebih 20 km sebelah selatan Kota Surabaya--masih sekitar 700 meter. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang-rendah terjadi hampir merata di sejumlah daerah di Jawa Timur. Ia mengatakan intensi-

tas hujan tinggi terjadi di kawasan Surabaya dan Kapal Kuda, meliputi Pasuruan, Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi, dan Jember. “Daerah lain di Jatim, intensitas masih ringan,” katanya. Kondisi tersebut, lanjut dia, dikarenakan adanya tekanan udara rendah di kawasan utara Australia. “Ini biasanya terjadi sampai tujuh hari. Hingga 19 Maret mendatang masih terjadi hujan,” katanya. (ant/hkm/dar)

PERIKANAN

Pasokan Ikan Laut di Bojonegoro Normal BOJONEGORO - Pasokan berbagai macam jenis ikan laut di Bojonegoro, Jawa Timur sejak sepekan lalu mulai normal, namun harga masih bertahan tinggi dan belum terjadi perubahan sejak terjadi kelangkaan ikan laut akibat pengaruh angin kencang. Seorang pedagang ikan laut di Pasar Besar Bojonegoro, Ny Sutin dan pedagang ikan laut lainnya Bambang, Minggu mengatakan, kurang tahu pasti belum turunnya harga berbagai macam jenis ikan laut, meskipun pasokan ikan di pasar setempat normal kembali. Para pedagang ikan di pasar setempat, jelas Bambang, bisa memperoleh pasokan berbagai macam jenis ikan laut dari pedagang pemasok asal Tuban sesuai kebutuhan. “Pasokan ikan laut di sini sudah normal untuk semua jenis ikan laut, tapi kemungkinan hasil nelayan di Pantura Tuban belum melimpah, ya harganya masih belum bisa turun,” papar Bambang. Sutin mengaku, sudah bisa memperoleh pasokan berba-

gai macam jenis ikan laut dari pedagang asal Tuban mencapai 1,5 kuintal yang biasanya hanya sekitar 30 kilogram. Selain menjual ikan laut di pasar setempat, Sutin menyebutkan, dirinya memperoleh pesanan dari sebuah perusahaan minyak sebanyak 1 kuintal/hari. “Biasanya kalau ikan laut langka saya ganti dengan ikan air tawar,” ujarnya. Begitu pula, Bambang menyebutkan, bisa memper-

oleh pasokan ikan laut sesuai kemampuan menjual sekitar Rp30 kilogram/hari yang biasanya ketika ikan laut langka hanya bisa memperoleh berkisar 5-8 kilogram/hari. “Kenaikan ikan laut yang selama ini terjadi karena nelayan tidak melaut berkisar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu/ kilogram,” jelas Bambang. Sementara ini, harga ikan laut jenis tenggiri berkisar Rp50 ribu-Rp60 ribu/kilogram, dorang Rp40 ribu/kilo-

gram, kakap Rp30 ribu/kilogram, tongkol berkisar Rp25 ribu-Rp30 ribu/kilogram, banyar Rp25 ribu/kilogram, kerapu Rp25 ribu/kilogram. Sedangkan ikan trunul Rp25 ribu/kilogram, rajungan Rp50 ribu/kilogram, udang laut berkisar Rp45 ribu-Rp60 ribu/kilogram, nus Rp20 ribu/kilogram m cumicumi Rp30 ribu/kilogram dan kepiting Rp55 ribu/kilogram. (ant/sas/dar)

Fortuner Terperosok ke Sungai KEDIRI - Sebuah mobil Fortuner warna putih nopol N 969 RA, Minggu (17/3) terjun bebas ke dasar sungai dengan ketinggian 6 meter setelah terjatuh dari atas jembatan. Untungnya dalam peristiwa naas tersebut, dua penumpangnya selamat. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri, untuk menjalani perawatan. Kendaraan mewah tersebut dikemudikan oleh Abdhul Azis (56) tokoh ulama sedangkan penumpangnya Nasrudin (19) asal Probolinggo Berdasarkan informasi yang dihimpun dilokasi kejadian, kecelakaan tersebut terjadi pagi hari kemarin. Korban melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara ke selatan. Diduga karena mengemudi dalam kondisi mengantuk, mobil tersebut oleng ke kiri dan menabrak pagar jembatan kemudian terperosok me-

luncur ke bawah. Warga yang mengetahui kejadian ini langsung datang ke lokasi, untuk memberikan pertolongan. “Diduga, korban waktu mengemudi dalam kondisi mengantuk, karena menempuh perjalanan jauh dari Probolinggo ke Kediri, setelag menjenguk anaknya sekolah di Pondok,” terang petugas Polsek Mojo. Untuk dapat mengevakuasi mobil ke atas permukaan, 1 mobil derek di datangkan ke lokasi. Dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam,untuk mengevakuasi mobil tersebut. Kasus kecelakaan tunggal ini,menyita perhatian ratusan warga desa yang ,datang ke lokasi ingin melihat dari dekat proses evakuasi. Akibat kejadian ini ruas jalan Desa Keniten Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri macet, sepanjang radius 500 meter. (kak/han)

12

NASIONAL

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

NAHDLATUL ULAMA

Kader Muda Kritik Langkah Ketum PBNU JAKARTA-Pernyataan politik Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj bersama 13 ormas Islam yang memberikan dukungan terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat tidak elok karena telah menyimpang dari sikap dan ajaran NU. “Manuver Said Aqil Siradj ini jelas-jelas melenceng jauh dari sejarah berdirinya NU,” kata Direktur eksekutif Lembaga Kajian dan Survey Nusantara (LAKSNU ), Gugus Joko Waskito di Jakarta,Minggu,(17/3). Menurut kader muda NU ini, Said Aqil Siradj sebagai Ketua PBNU terkesan mempolitisasi Ormas Islam terbesar di Indonesia ini. “Kunjungan tersebut terkesan sangat politis. Amat sangat disayangkan KH. Said Aqil Siradj selaku Ketua Umum PBNU memimpin kunjungan ke istana dan mengeluarkan statement politik tentang dukungan terhadap Presiden SBY,” tambah dia. Oleh karena itu, sambung Gugus lagi, kunjungan 13 Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Organisasi Islam (LPOI) sangat disayangkan. Alasannya, saat ini Presiden SBY sedang menghadapi persoalan baik persoalan internal Partai Demokrat maupun tudingan-tudingan yang lain. Lebih jauh kata Gugus, para Pendiri NU mendirikan NU sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan (Jam’iyyah Islamiyyah) yg mengurusi persoalan sosial (mabarrot), ekonomi (iqhtishodiyyah), pendidikan (tarbiyyah) dan da’wah. “NU itu bukan organisasi politik yg dipakai sebagai alat dukung-mendukung kekuasaan,” tutur dia. Sebagai Ketua PBNU, kata Gugus, Said Aqil harusnya tidak melakukan itu. Namun, mendengar dulu bagaimana masukan para Kyai dan jajaran Ra’is Syuriah, Pengurus Wilayah dan Cabang NU. “Janganlah bermanuver politik sendiri dengan menggunakan PBNU sebagai alat politik,” kata dia. Gugus menjelaskanNU sebagai Jam’iyyah dan Warga NU sebagai Jama’ah merasa kecewa dan tidak sependapat dengan langkah Said Aqil yang berkunjung ke Istana dan menyampaikan dukungan politik ke Presiden SBY. “Said Aqil layak untuk di evaluasi, kembalikan NU sesuai dengan khittah perjuangan NU,” tukas dia. Sebelumnya, Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia, Faozan Amar juga menyayangkan kedatangan 13 organisasi kemasyarakatan Islam yang dimotori Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Langkah itu dinilai berlebihan.”Tak eloklah ulama menghamba pada kekuasaan,” ujar dia. Pasalnya sambung Faozan, pertemuan itu digelar ketika Presiden SBY sedang dikecam banyak pihak terkait jalannya pemerintahan, apalagi ada isu yang akan menjatuhkan Presiden. Di samping itu, Presiden SBY sedang galau menghadapi kemelut di internal Partai Demokrat. Karena itu, Faozan menyarankan, sebaiknya LPOI kembali ke khittah melaksanakan dakwah amar maruf nahi munkar, tanpa harus terseret pada persoalan-persoalan politik.”Apalagi politik praktis yang bukan menjadi domainnya,” ujar politikus muda yang juga Direktur Eksekutif Al Wasath Institute ini. (gam/cea)

JELANG PEMILU LEGISLATIF

Caleg Jangan Hanya Andalkan “Ketokohan” JAKARTA-Calon anggota legislatif (caleg) yang ingin dipilih oleh kalangan muda pada Pemilu 2014 nanti harus memunculkan karakter dari tokoh yang akan dipilihnya dan bukan mementingkan figurisasi. “Figur siapa pun yang akan diusung harus memiliki karakter. Kalau pun ada figurisasi, namun bila ada isu karakter yang tidak menguntungkannya, maka akan lewat,” kata Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali di Jakarta,Sabtu, (17/3) Dosen FISIP UI ini menambahkan sudah seharusnya partai politik memasukkan orang-orang baik, karena saat ini susah men-

sudah seharusnya partai politik memasukkan orangorang baik, karena saat ini susah menjadikan orang baik untuk menjadi pemimpin

Effendi Ghazali

Pakar Komunikasi Politik jadikan orang baik untuk menjadi pemimpin. Lebih jauh kata Effendi lagi, untuk mengambil simpati kalangan pemuda dalam mendapatkan suara pada pemilu 2014 mendatang harus ditentukan pada kemasan iklan yang menarik lantaran kalangan muda atau pemilih pemula sangat tertarik terhadap popularitas seseorang yang kerap muncul di media massa, khususnya televisi. “Pemilih pemula atau pemilih muda itu sangat tergantung pada kemasan iklan, seperti iklan-iklan di tengah kota dan televisi sehingga kalangan muda sangat tergoda untuk memilihnya,” ujarnya.

Namun, tambah dia, dalam konteks menaikan popularitas agar dipilih oleh kalangan muda, maka lawanlawan politik dari para tokoh tersebut juga sangat mudah mengubah pandangan politik dan persepsi masyarakat. “Khususnya, kalangan muda yang dibuat sinisme politik sebagai bagian dari komunikasi politik untuk menjatuhkan lawan politiknya melalui media social, talk show televisi dan radio, serta media massa lainnya,” ucap Effendi. Sementara itu, pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang, Asrinaldi menilai pola rekrutmen calon anggota legislatif secara terbuka pada beberapa partai politik merupakan indikasi lemahnya kaderisasi partai untuk mencetak pemimpin. “Jika partai politik lebih mengutamakan rekrutmen caleg secara terbuka, hal itu merupakan indikasi sistem kaderisasi partai yang seharusnya mencetak calon pemimpin tidak berjalan baik,” katanya. Dikatakan secara kualitas calon anggota legislatif yang direkrut melalui sistem kaderisasi partai akan lebih berkualitas ketimbang figur yang direkrut secara terbuka. Hal itu mengingat salah satu fungsi partai politik adalah melakukan kaderisasi untuk menghasilkan calon pemimpin. Melalui kaderisasi partai, seseorang tentu akan dipersiapkan secara matang untuk menjadi legislator,” ungkapnya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tidak seluruh partai yang ada di Tanah Air merupakan partai kader sehingga rekrutmen caleg secara terbuka merupakan salah satu pilihan, kata dia. Sebenarnya, jika dilakukan secara terbuka terdapat beberapa kelebihan, yaitu semua orang diberi kesempatan untuk menjadi calon anggota legislatif melalui partai tersebut. (cea)

ant/rosa panggabean

SURVEI PEMILU 2014. Seorang Perempuan melintas di depan paparan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) di Kantor LSI, Minggu (17/3). LSI mengungkapkan ada tiga kemungkinan koalisi yang akan bertarung pada Pemilu 2014, serta ada tiga kandidat capres terkuat yaitu Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, dan Prabowo Subianto.

PBB Mensinyalir KPU Punya Kepentingan Terselubung JAKARTA - Partai Bulan Bintang (PBB) mensinyalir ada kepentingan besar yang saling tarik menarik di internal Komisi Pemilihan Umum (KPU) sehingga membuat lembaga penyelenggara pemilu ini bersikap tidak netral. Kentalnya nuansa kepentingan ini terlihat dari sikap KPU yang tidak menindaklanjuti keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) yang mengabulkan gugatan PBB. Sekretaris Jenderal PBB BM Wibowo, mengatakan, tidak jelasnya arah kebijakan KPU selama ini, terkait tindaklanjut putusan PTTUN yang mengabulkan permohonan KPU untuk menjadi partai politik peserta pemilihan umum (Pemilu) pada 2014, diakibatkan ada kepentingan besar yang menekan KPU sehingga dampaknya kepada pembiaran hasil putusan yang memenangkan permohonan PBB. “Alotnya pleno KPU selama ini mengindikasikan adanya tarik menarik kepentingan besar yang akhirnya membuat tekanan besar pula kepada KPU. Hal ini yang membuat kondisinya seperti sekarang

ini”, kata Wibowo, di Jakarta, Sabtu (16/3). Wibowo mengayangkan sikap KPU yang menyia-nyiakan waktu selama ini. Sebab, masih banyak agenda yang dimiliki KPU di waktu-waktu mendatang untuk segera diselesaikan dalam upaya kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2014. Apalagi, agenda yang sudah ada didepan mata adalah persoalan pendaftaran calon legislatif. Bahkan, perlu ada perhatian khusus dengan adanya perubahan daerah pemilihan (Dapil). “Kan agenda-agenda seperti itu butuh sosialisasi-sosialisasi ke daerah-daerah dan penyiapan sistem yang baik. Terkait instrumen 30 persen calon legislatif adalah perempuan juga perlu disosialisasikan secara masif dan terus menerus. Kalau tidak, bahaya. Kebijakan itu rawan menimbulkan kekacauan dalam proses implementasinya”, je-

las Wibowo. Menurutnya, KPU perlu segera menyelesaikan permasalahan yang ada dan fokus dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2014. Bila KPU tetap bersikeras dan melakukan kasasi atau banding ke Mahkamah Agung (MA), jelas Wibowo, maka KPU sama saja mengulur-ulur waktu lebih lama, karena sudah jelas KPU tidak memiliki hak untuk melakukan kasasi dan sudah jelas berlaku sejak awal waktu. “Kalau KPU kalah harus kembali ke seluruh tahapan yang terlewat. Nanti juga termasuk PBB. Kalau sampai itu terjadi, malah repot. Semoga saja KPU berpikir arif dan bijaksana dan tetap independen untuk menjalankan apa yang sudah diamanahkan di dalam UU”, pungkas Wibowo Membunuh Proses Pemilu Sementara itu, Indonesian Audit Watch (IAW) menuding KPU telah membunuh penyelenggaraan Pemilu pada 2014 mendatang. Tanda-tanda yang dimaksudkan IAW sendiri terlihat jelas, yakni dari tidak dijalankannya perintah Badan

Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pengabulan permohonan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan tidak dijalankannya perintah PTTUN atas PBB. “Kasus PKPI saja sudah terlihat, dimana KPU tidak mau menjalankan perintah Bawaslu, bahkan dengan gampangnya KPU berkelit dan tidak mematuhinya. Keputusan PPTUN untuk PBB sendiri disikapi ‘sinis’ oleh KPU. KPU berkutat akan melakukan kasasi. Padahal. Kasasi itu di dalam UU Pemilu tidak menyebut sepatah kata pun untuk melakukan kasasi”, jelas Ketua Pendiri IAE Junisab Akbar. Menurutnya, KPU sudah kelewatan atas tindak tanduknya selama ini. Karenanya, IAW mendesak agar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melakukan fungsinya menjaga kehormatan penyelenggara dengan maksimal, sehingga penyelenggaaraan Pemilu bisa terjadi dengan baik dan sukses seperti yang dicita-citakan bersama. Apalagi, KPU dan Bawaslu masih menggunakan dana operasional dari APBN. “Fungsi maksimal perlu

dilakukan sesegera mungkin. Bahkan, perlu dilakukan audti etik terhadap kinerja KPU dan Bawaslu. Ini penting untuk menjaga kehormatan penyelenggaraan Pemilu dengan maksimal. Sehingga, maksimalisasi penggunaan uang negara bisa dilakukan dengan baik”, pungkas Junisab

data itu, lengkap atau tidak. “Apakah sebelumnya proses validasi sudah selesai atau belum terkait pernyataan itu? Apakah info itu sudah disampaikan saat proses penyidikan sama disampaikan dia di pengadilan? Artinya, validasi sudah dilakukan sejak penyidikan,” tuturnya.

ganggap pernyataan mantan anak buah M. Nazaruddin itu telah mencemarkan nama baiknya. “Saya tidak mengenal Yulianis. Saya juga tidak mengenal Mindo. Tuduhan tersebut sudah mencemarkan nama baik saya. Saya sudah katakan sebelumnya bahwa 1.000 persen itu semua tidak benar”, jelas Ibas. Menurutnya, tuduhantuduhan yang disematkan kepada dirinya sekarang ini adalah tuduhan-tuduhan lama dan terbukti tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan tingkat validitasnya. Apalagi, dirinya melihat ada perbedaan keterangan yang dipaparkan oleh Yulianis dengan Nazaruddin tentang jumlah dan sumber uang yang dibawa untuk keperluan Kongres Partai Demokrat. “Saya sudah sering dituduh. Padahal, penuduhnya sudah tervonis dan diketahui. Dari Century, Hambalang atau apa pun itu jangan sampai terulang kembali. Apalagi, saya tidak menerima apa pun. Saya Ketua SC Kongres Bandung dan saya tidak menerima uang apa pun. Justru saya ingin tahu siapa yang dimaksud itu. Lagi pula, ada perbedaan keterangan”, ucap Ibas. (gam/ cea/abd)

Ambil Sikap Sementara itu, Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, mengatakan, KPU akan secepat mungkin menyampaikan sikap terkait putusan PTTUN yang mengabulkan perrmohonan PBB untuk maju menjadi partai politik peserta Pemilu 2014. Bahkan, diakui Ferry bahwa KPU akan menyampaikan sikap dan pandangannya paling lambat pada Selasa (19/3) mendatang. “Terkait sikap KPU kita upayakan pada hari senin atau selasa (menyampaikan sikap atas permintaan PBB dan putusan PTTUN). Kami belum bisa sampaikan sekarang ini. Tunggu saja, kami akan sampaikan seperti apa pandangan dan sikap kami atas PBB ini”, jelas Ferry (gam/abd)

SKANDAL KORUPSI HAMBALANG

KPK Harus Berani Periksa Ibas JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh tebang pilih dalam memeriksa seseorang yang terkait dengan aliran dana proyek Hambalang, termasuk memanggil putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Alasannya, mantan Wakil Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara, Yulianis mengaku ada aliran ke Ibas sekitar 200 ribu dollar Amerika (AS). “Pengakuan Yulianis terang benderangg. KPK harus segera memanggil Ibas untuk mengusut tuntas kasus Hambalang ini,” kata Koordinator Investigasi dan advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Ucok Sky Khadafi, Minggu (17/3). Menurut Uchok, seharusnya KPK berani membuktikan bahwa pihaknya tidak diintervensi oleh penguasa di negeri ini.”Pokoknya jangan memilih tersangka. Kalau dia dekat dengan kekuasaan, KPK seperti takut, tapi kalau dia orang yang kritis dengan kekuasaan itu KPK langsung ganas dan kejam untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya. Lebih jauh kata aktifis antikorupsi ini, pengakuan Yulianis di persidangan san-

gat perlu didalami KPK untuk mengetahui secara gamblang mengenai keterlibatan Ibas dalam kasus pemberian uang tersebut. “Yang harus ditelusuri KPK, uang ini melalui siapa yang sampai ke Ibas sehingga Yulianis bisa bicara seperti itu. Itu yang harus ditelusuri KPK dan kita masih menunggu,” tambahnya. Sebelumnya, usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Yulianis, mantan anak buah M Nazaruddin mengungkap ada aliran dana sebesar USD 200 ribu ke Ibas terkait Kongres Partai Demokrat di Bandung Jawa Barat 2010 lalu. Bahkan, Yulianis yakin segala data berupa catatan keuangan perusahaan itu disimpan dalam komputer pribadi dan komputer jinjing yang sudah disita KPK. Sementara itu, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan KPK akan melakukan validasi terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan nyata. “Setiap keterangan dan pengakuan dari saksi dan tersangka atau siapa pun tentu akan divalidasi KPK, sekecil apapun keterangan itu,” ujarnya. Validasi dilakukan untuk membuktikan keterangan tersebut bernilai benar atau tidak. KPK meyakinkan

ke publik bahwa jika ternyata keterangan itu bernilai benar, tidak ada hambatan psikologis, politik, dan lainnya untuk menindaklanjuti keterangan tersebut dalam ranah hukum.

Saat ditanya akan membutuhkan waktu berapa lama proses validasi itu, Johan mengatakan tergantung sejauh mana tingkat akurasi

Bantah Sementara itu, Ibas membantah tudingan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, yang menyebutkan dirinya menerima jatah sebesar USD200 ribu. Bahkan, Ibas menilai ada kepentingan politik yang ingin menjatuhkan dirinya. “Saya bertanya-tanya ada kepentingan politik besar apa di balik isu-isu ini yang ingin menginginkan saya masuk ke dalam pusaran?”, kata Ibas, di Jakarta, Sabtu (16/3) Ibas mengatakan, adanya penyebutan dan pembenaran dari Yulianis bahwa dirinya menerima sejumlah uang tidaklah benar. Sekjen Partai Demokrat itu juga membantah tudingan Yulianis yang menyebut dirinya menerima sejumlah uang sebesar USD200 ribu pada 2010 silam. Dengan kelakuan Yulianis itu, Ibas merasa gerah dan men-

EKONOMI

13

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

Pemburu Rente Picu Kenaikan Bawang Pengambil Kebijakan dan Mafia Impor Diduga Menjadi “Aktor di Balik Layar” JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Fadli Zon menilai, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih lebih disebabklan oleh adanya permainan mafia impor dan pengambil kebijakan di level teratas. “Sepertinya, kenaikan harga bawang beberapa waktu terakhir ini memang ada mafia impor,” kata Fadli dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (17/3). Fadli Zon memperkirakan, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih justru dilakukan oleh para pengambil kebijakan di level teratas yang bekerjasama dengan mafia impor. Namun demikian, lanjut dia, sejauh ini HKTI masih meyakini bahwa pada level Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian masih berjalan baik. “Saya percaya P2HP itu normatif dan normal. Tetapi, keputusan akhir itu siapa? Proses tender dan sebagainya itu ada peran kekuasaan,” kata Fadli Zon sembari menegaskan, penyimpangan banyak terjadi pada proses tender. Dia menambahkan, kendati peserta tender impor bawang jumlahnya mencapai ratusan, namun mereka merupakan bagian dari segelintir perusahaan. “Banyak bendera perusahaan saat proses tender, tetapi sebenarnya perusahaannya dia-dia juga. Belakangan memang banyak yang ikut tender, sampai 150

bendera,” paparnya. Dia mengungkapkan, kenaikan harga bawang juga dipicu aksi perburuan rente saat melakukan impor. “Impor bawang itu ada gejala perburuan rente untuk mengambil keuntungan dengan persaingan tidak sehat,” tegasnya. Meski perburuan rente dapat dengan mudah terlihat, namun kata Fadli Zon, hal tersebut jelas sangat sulit untuk dibuktikan. Pasalnya, aksi perburuan rente tersebut bisa dengan mudah dibantah secara normatif, teruratama pada proses perizinan impor yang selalu terlambat. Dengan demikian, menurut Fadli Zon, proses perizinan yang lambat seharusnya patut menjadi pertanyaan, khususnya kepada Kementerian Pertanian yang mengurus dan mengelola rekomendasi impor produk holtikultura (RIPH). Dia mengatakan, seharusnya RIPH sudah keluar pada Januari 2013, tetapi hingga kini masih tertunda. “Harus ada keterlibatan KPK untuk menelusuri hal ini,” tegas dia. Fadli Zon menyarankan, langkah yang dinilai paling tepat untuk mengatasi ber-

PERBANKAN

BII Kelola Cash Management Kospin Jasa JAKARTA-PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dan Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) menandatangani nota kesepahaman kerja sama dalam aktivitas cash management dan rencana penerbitan kartu ATM CoBranding. Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dilakukan Presiden Direktur BII Dato’ Khairussaleh Ramli dan Ketua Umum Kospin Jasa H.M. Andy Arslan Djunaid dengan disaksikan Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Setyo Heriyanto, Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo dan Walikota Pekalongan HM Basyir Ahmad di Pekalongan Mingu (17/3). Dengan kerja sama dalam aktivitas cash management, BII mendukung Kospin Jasa untuk melakukan transaksi perbankan dengan menyediakan layanan BII Corporate On Line Banking (CoOL Banking). Presiden Direktur BII Dato’ Khairussaleh Ramli mengata-

BII CoOLBanking merupakan solusi total dari BII yang akan mendukung proses bisnis yang cepat dan efisien bagi Kospin Jasa.

Khairussaleh Ramli Presiden Direktur BII

kan BII CoOLBanking merupakan jasa layanan bank dengan media internet (web based) yang diperuntukkan bagi nasabah institusional untuk melakukan transaksi pembayaran dengan pemindahbukuan atau transfer antar bank lokal melalui pendebetan rekening dan akan mendapatkan informasi laporan transaksi pembayaran/penerimaan. Melalui BII CoOLBanking, jelas dia nasabah dapat melakukan akses perbankan via internet untuk melakukan cek saldo/mutasi rekening hingga dua bulan ke belakang, transaksi pemindahbukuan antar rekening BII (real time, online), dan pengiriman data

pembayaran ke bank lain (LLG, RTGS dan outgoing transfer). ”BII CoOLBanking merupakan solusi total dari BII yang akan mendukung proses bisnis yang cepat dan efisien bagi Kospin Jasa karena berlangsung online dan real time serta dapat diakses secara fleksibel, di mana saja dan kapan saja,” kata Dato’ Khairussaleh Ramli. Dia mengatakan kemitraan yang dijalin dengan Kospin Jasa, dalam penyediaan CoOL Banking dan rencana penerbitan Kartu ATM Co-Branding selaras dengan tujuan strategis BII untuk menjadi relationship bank terkemuka di Indonesia yang hadir di tengah-tengah komunitas, memberikan layanan melalui produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah serta layanan yang berkualitas tinggi. “Misi humanizing financial services memperkuat komitmen bahwa dalam mengembangkan ekspansi bisnis, BII selalu berupaya berada di tengah-tengah komunitas, termasuk komunitas koperasi seperti dengan Kospin Jasa beserta segenap anggotanya,” tambah dia. Sementara, dalam rencana penerbitan Kartu ATM CoBranding, nantinya melalui On Line Host to Host Cobranding, sistem BII akan terkoneksi secara host to host dengan sistem Kospin Jasa. Dengan sistem ini, anggota Kospin Jasa dapat melakukan berbagai macam transaksi perbankan melalui jaringan BII ATM dan juga jaringan ATM bank lain. Penerbitan Kartu ATM Co-Branding BIIKospin Jasa akan berlangsung efektif setelah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia. Kospin Jasa memiliki total aset Rp 3,3 triliun dengan 99 kantor cabang yang tersebar dari Lampung hingga Denpasar Bali. Pada 2012, Kospin Jasa mendapatkan pengakuan dari Kementerian Koperasi dan UKM sebagai koperasi simpan pinjam terbesar di Indonesia. Disamping itu koperasi ini juga menerima penghargaan sebagai Koperasi Teladan Utama Tingkat Nasional (2010), pelopor Penggerak Kewirausahaan Nasional (2011), dan Koperasi Multikultural Berbasis Komunitas Terbesar di Indonesia (2011). (gam)

ant/basri marzuki

TAK TERKENDALI. Pengecer menunggui dagangan bawang putih yang harganya terus meroket tak terkendali di pasar tradisional Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (16/3). Hanya dalam hitungan hari saja, harga bawang putih melonjak menjadi rata-rata seharga Rp.70.000 per kilogram di tingkat pengecer. Sepekan sebelumnya, harga bawang putih masih Rp.35.000, kemudian naik Rp.50.000 dan saat ini menjadi Rp.70.000 per kilogram. lanjutnya kenaikan harga bawang adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi, mengingat iklim di Indonesia untuk kegiatan bercocok tanam bawang. Tetapi, lanjut dia, sejauh ini tidak ada niat baik dari pemerintah untuk meningkatkan produksi, pa-

dahal Kementerian Pertanian sudah mendapatkan kenaikan anggaran. Dia juga mengatakan, persoalan ini juga tidak melulu karena lemahnya produktivitas petani bawang, namun hal ini juga disebabkan oleh rendahnya

kemampuan pemerintah untuk mengelola stok bawang. Hal ini terlihat dari surplus bawang yang terjadi pada Juni hingga Desember, tetapi selalu terjadi paceklik begitu memasuki awal tahun. Menurut Fadli Zon, sebenarnya pemerintah memiliki

fasilitas untuk menyimpan stok bawang yang bisa dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Demikian juga untuk impor, bisa dilakukan melalui perusahaan Badan Usaha Milik Negara. “Kami lebih senang jika impor bisa dilakukan oleh BUMN. tetapi,

harus transparan dan tidak semata-mata berburu rente,” papar dia. Di tempat terpisah, Menteri Pertanian Suswono mengakui bahwa dirinya mendapatkan teguran dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait dengan meroketnya harga bawang merah dan bawang putih. “Hari Rabu kemarin, kami dan Kementerian Perdagangan sudah melakukan rapat bilateral. Memang hasilnya belum sampai ke Presiden, karena kami harus menyampaikan terlebih dahulu ke Menteri Koordinator Perekonomian,” kata Suswono di Jakarta, akhir pekan lalu. Sebelumnya, SBY sempat menyinggung bahwa Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan jangan saling menuding terkait dengan kenaikan harga bawang. Namun, Presiden berharap agar dua kementerian bisa saling berkoordinasi untuk membenahi pasokan dan tata niaga bawang. Lebih lanjut Suswono mengungkapkan, sudah ada kesepakatan untuk mengatasi supply bawang yang saat ini langka di pasaran dan akan menjadikan perizinan menjadi satu atap. Namun, jelas dia, keputusan soal kesepatan ini bergantung pada Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa. “Kami memang dalam posisi menunggu. Termasuk bagaimana penyikapan terhadap bawang putih yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Nanti akan kami lihat, apakah barang tersebut memiliki izin atau tidak. Kan RIPH sudah dikeluarkan semua,” tutur Suswono. (gam/bud)

Belum Ada Business Plan

PIP Tak Bisa Cairkan Dana PT Indonesia Asahan Aluminium JAKARTA - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mengakui, terhambatnya pencairan dana pengambilalihan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebesar Rp5 triliun di APBN 2013 disebabkan belum adanya rencana bisnis PIP untuk mengelola Inalum. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala PIP, Soritaon Siregar saat ditemui Koran Madura di Bogor, Jawa Barat Jumat (15/3) malam. “Komisi XI DPR masih menunggu business plan PIP untuk bisa mencairkan dana yang Rp5 triliun,” kata Soritaon. Dia menegaskan, total dana yang dibutuhkan untuk mengambil alih 58,88 persen saham yang dimiliki Nippon Asahan Aluminium (NAA) di Inalum sebesar Rp7 triliun. Saat ini, lanjut dia, PIP sudah menyiapkan dana sebesar Rp2 triliun yang bersumber dari APBN 2012. “Uang sebesar Rp2 triliun itu sudah di kas PIP. Sebesar Rp5 triliun (sudah dialokasikan pemerintah) di APBN 2013, tetapi masih dibintangi (ditunda pencairannya) oleh DPR,” jelas dia.

Namun demikian, Soritaon meyakini bahwa pemerintah akan mampu menguasai 100 persen saham Inalum sebelum berakhirnya masa kontrak dengan NAA pada 31 Oktober 2013. “Kita tetap jadi mengambil Inalum sebelum akhir Oktober tahun ini,” tegas dia. Selain belum adanya rencana bisnis Inalum yang dilayangkan PIP, kata Soritaon, penundaan pencairan dana tersebut juga terkait dengan penilaian DPR bahwa saat ini dana sebesar Rp5 triliun tersebut belum mendesak untuk dicairkan. “DPR membintangi itu karena memang belum perlu untuk dicairkan sekarang. Kami juga tidak perlu terburu-buru, karena kan batasnya sampai akhir Oktober,” ujar Soritaon. Tetapi, lanjut dia, PIP akan

mengupayakan menyampaikan rencana bisnis Inalum ke DPR dalam waktu dekat. “Saat ini business plan itu belum matang,” kata Soritaon

sembari menerangkan bahwa rencana bisnis tersebut akan berisi tentang arah kegiatan produksi aluminium, ketersediaan smelter, perolehan

bauksit, manajemen perusahaan hingga rencana perubahan Inalum menjadi BUMN atau membentuk BUMN baru. (gam/bud)

PENYALURAN KREDIT

Kenaikan Harga BBM Tak Lemahkan Kinerja Kredit BRI JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meyakini kinerja penyaluran kredit bank kepada masyarakat tetap akan tumbuh positif sekalipun pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini. Namun demikian, BRI akan terus memantau debitur korporasi yang kemungkinan akan menerima dampak dari kebijakan pemerintah tersebut. Pernyataan tersebut seperti disampaikan, Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI, Asmawi Syam di Jakarta, Jumat (15/3). Dia menegaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak akan memberi pengaruh signifikan terhadap kinerja kredit perbankan. Sebab pertumbuhan kredit tergantung daya beli masyarakat. “Kemungkinan daya beli masyarakat tidak akan kena

efeknya,” kata Asmawi. Kendati demikian, Asmawi memperkirakan bahwa debitur yang berasal dari segmen industri atau korporat akan terkena dampak negatif dari kenaikan BBM bersubsidi, karena keputusan pemerintah itu akan mempengaruhi operasional perseroan, terutama di sektor manufaktur. “Kami akan melihat sejauhmana debitur dari sektor manufaktur akan mampu melakukan efisiensi untuk mengurangi biaya BBM yang naik,” ujar Asmawi sembari mengatakan bahwa pihaknya akan mengawasi sejumlah indikator pada debitur korporasi yang terkait kemampuan efisiensi perusahaan. Indikator lainnya, kata dia, berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam melakukan konversi bahan bakar dari BBM ke gas atau batubara dan soal kemampuan perusahaan

dalam melakukan diversifikasi produk untuk menghemat energi. Sebagaimana diketahui, pada 2013 ini BRI menargetkan pertumbuhan kredit berkisar 20-22 persen dari pencapaian di 2012 yang sebesar Rp348 triliun. Sementara itu di tempat terpisah, Anggota Komisi VII DPR, Satya Widya Yudha mengatakan, saat ini harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ ICP) sudah mencapai di atas USD100 per barel. Sehingga, lanjut dia, DPR mempersilahkan pemerintah untuk segera menaikkan harga BBM bersubsidi. “Pemerintah jangan hanya melempar wacana saja, nanti barang lain sudah naik duluan, tetapi BBM-nya tidak jadi naik. Concern kami ada pada upaya agar subsidi BBM jangan membengkak,” kata Satya, Sabtu (16/3). Dia menambahkan, saat

ini DPR menyetujui dan menyarankan pemerintah untuk segera menaikkan harga BBM subsidi. Pasalnya, dalam Undang-Undang APBN 2013, pemerintah diperbolehkan menaikkan harga BBM subsidi tanpa persetujuan DPR, jika harga ICP sudah diatas USD100 per barel.”Rencana menaikkan harga BBM subsidi berarti pemerintah mempertimbangkan pasal 8 UU APBN 2013,” tambahnya. Menurut dia pemerintah bisa menaikkan harga BBM bersubsidi karena realisasi lebih tinggi dari asumsi. Dengan tingginya harga ICP tersebut, DPR tidak akan melarang pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi, karena sudah tertuang dalam UU APBN 2013. “Dahulu DPR tidak tidak mendukung, karena UU APBN-nya harus diubah. Kalau sekarang kan tidak perlu lagi persetujuan APBN. Kalau ribut berar-

ti DPR mengingkari apa yang sudah disetujui,” ujar dia. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengakui bahwa harga BBM bersubsidi sebesar Rp4.500 per liter sudah tidak ekonomis. Niat untuk menaikkan harga BBM subsidi, masih menjadi opsi terakhir untuk mengimbangi beban APBN. Jero menegaskan, pemerintah masih akan melakukan opsi lain, seperti pengendalian konsumsi BBM bersubsidi. Saat ini opsi yang telah dijalankan Kementerian ESDM untuk mengimbangi beban APBN, melakukan pelarangan bagi kendaraan dinas, kendaraan pertambangan dan kendaraan perkebunan. “Kendaraan-kendaraan itu dilarang untuk menggunakan BBM subsidi, tetapi hasilnya belum signifikan,” kata Jero. (gam/bud)

14

OPINI

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

salam songkem Bila ada Korupsi di UN

Korupsi dan Moralitas yang Tak Bertaji Oleh: Herman| Peneliti asal Sumenep di FAI Universitas Muhammadiyah Jakarta

P

otret pendidikan semakin buram, bila Ujian Nasional yang sejatinya menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan di Indonesia justru terindikasi jadi lahan korupsi. Proyek UN tahun 2013 yang menelan anggaran sebesar Rp 94.8 miliar memang berpotensi dikorupsi. Sesungguhnya negara menyediakan anggaran penggandaan dan distribusi bahan UN sebesar Rp 120.457.937.603. Sedangkan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 94.885.352.747, sehingga bisa dihemat Rp 25.572.584.856. Dugaan korupsi muncul karena penghematan dana UN tersebut ditengarai hanya sekedar untuk mengelabui karena terlalu kecil. Padahal, dalam perhitungan Fitra (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) seharusnya Balitbang bisa menghemat anggaran dana UN sekitar Rp. 32.860.651.085 bila Balitbang tidak bermain ketika proses lelang dengan memenangkan perusahaan yang memiliki penawaran lebih tinggi. Apabila kekhawatiran ini menjadi suatu kenyataan, maka sempurna keaiban Pendidikan di Indonesia. Sebab pendidikan merupakan lembaga terhormat yang diharapkan bisa melahirkan pelajar dan alumni yang cendikia, berilmu, berkarakter dan berprilaku terpuji pula, namun justeru dalam prosesnya kependidikan dalam proyek UN ditengarai dikorupsi. Bila ini yang terjadi maka wajar bila pendidikan di Indonesia hanya bisa melahirkan pelajar-pelajar dan alumninya dengan karakter yang berseberangan dengan harapan pendidikan. Selama ini, di sejumlah tempat di wilayah Indonesia banyak terdapat lembaga pendidikan terutama sekolah menengah atas para pelajarnya terlibat tawuran. Tidak hanya pelajar SMA, tetapi perguruan tinggi, bahkan akhir-akhir ini tawuran itu sudah merambah pelajar SMP dan SD. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menunjukan sebanyak 82 pelajar tewas sepanjang 2012 dari 147 kasus tawuran yang terjadi setahun yang lalu. Jumlah peristiwa tawuran tersebut bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan, karena pada tahun 2011 hanya terdapat 128 kasus tawuran pelajar. Dalam catatan Komnas PA, yang menjadi pemicu peristiwa tawuran pelajar karena faktor polapikir pelajar dengan menyerang sekolah lain dianggap dapat meningkatkan pamor sekolah di mana mereka belajar. Pemicu lainnya adalah adanya pertandingan antar sekolah yang memicu keributan, tradisi senior kepada juniournya, antisipasi aparat hukum dan kurangnya perhatian orang tua dan pihak sekolah pada anak. Berdasarkan data tersebut, selama ini pendidikan di Indonesia hanya mampu menyetak peserta didiknya dengan menjadi manusia yang pandai dan berwawasan luas namun tidak memiliki prilaku dan polapikir yang terpuji. Realitas tawuran pelajar tersebut menjadi indikasi gersangnya jiwa pelajar-pelajar di sejumlah lembaga pendidikan negeri di Indonesia, tidak sebanding dengan intelektualisme dan keilmuan mereka sebagai manusia terpelajar. Karena itu, untuk memperbaiki kegagalan pendidikan di negeri ini, maka dibutuhkan perbaikan sistem pendidikan dan rekrutmen tenaga kependidikan. =

Dilema Tenaga Kerja Indonesia

S

etiap tahun warga Indonesia, termasuk juga di Madura, tidak pernah absen berangkat menjadi seorang TKI, baik jalur legal maupun ilegal. Tahun 2013, tercatat 60 % TKI ilegal dan sisanya menjadi TKI legal asal Kabupaten Sampang. Maraknya TKI ilegal tidak hanya terjadi di Sampang, namun juga terjadi di kabupaten lain di Madura. Mereka memilih menjadi TKI ilegal karena selama ini memahami menjadi TKI legal membutuhkan biaya yang sangat mahal. Selain alasan itu, tentu mereka memiliki alasan masingmasing. Diantaranya mengurus persyaratan menjadi TKI legal yang terlalu berbelit-belit. Apa pun alasannya, pilihan mereka tetap harus dihormati. Mereka seakan tak gentar dengan berbagai peristiwa yang selama ini dikabarkan menimpa TKI maupun TKW asal Indonesia di selama di negara tujuan. Atau barangkali mereka memang tidak mengetahui informasi sejumlah tenaga kerja Indonesia yang banyak mengalami penderitaan bahkan pembunuhan sehingga harus pulang ke tanah air sudah terbungkus kain kafan. Sekedar untuk diingat, menjadi TKI baik legal apalagi ilegal sesungguhnya pilihan penuh resiko. Betapa banyak tenaga kerja asal Indonesia bernasib sial. Sebagai bukti, Busri (30), TKI asal Pamekasan meninggal dunia mengalami kecelakaan kerja di Malaysia (26/10/ 2012). Padahal di rumahnya menunggunya seorang isteri dan dua anak yang masih berusia 2 tahun. Begitu yang ditunggu datang yang muncul justeru suami dan ayah mereka sudah menjadi jenazah. Musibah TKI juga terjadi di tempat lain. Januari-Desember 2012, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mataram mencatat pemulangan jenazah 113 TKI, terdiri 84 orang meninggal karena sakit, 11 orang karena kecelakaan kerja dan ditembak, 6 orang karena kasus lain, dan 12 orang lagi mati karena kecelakaan. Bahkan seorang TKW diperkosa oleh tiga polisi Malaysia, dialami SM (25), pada Jumat (9/11/2012) pukul 06.00. Adanya informasi malang yang menimpa tenaga kerja asal Indonesia tersebut ternyata tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap menjadi seorang TKI atau pun TKW. Itu karena mereka sudah merasa tidak memiliki lapangan pekerjaan lagi di buminya sendiri. Kesuburan tanah pertiwi sudah terasa gersang dan tak menghasilkan rezeki bagi mereka. Pemerintah pun lebih giat urus tenaga kerja daripada memberikan pekerjaan pada mereka di tanah kelahirannya sendiri. Padahal pemerintah pun tidak bisa memberikan jaminan keamanan pada sejumlah TKI/TKW formal. Korban tenaga kerja Indonesia terus berjatuhan di negara rantau. (*) Redaksi menerima tulisan dalam bentuk opini, resensi buku maupun puisi. panjang tulisan 5000 karaketer (opini, cerpen) dan 3500 karakter (resensi buku). Tulisan dikrimkan dengan disertai foto terbaru ke alamat email Koran Madura: opini.koranmadura@gmail.com

A

Ulama Indonesia (MUI), sejak lama sudah memberi fatwa bahwa korupsi haram. Bukan terbatas pada agama Islam saja, agama yang lain pun demikian. Ibadah yang dilaksanakan setiap hari terkadang tak mampu menjernihkan pikiran dan hati mereka. Ibadah yang dilakukan selama ini hanya dijadikan sebatas rutinitas saja. Kehadiran agama kurang dihayati setiap pemeluknya. Meminjam istilah Komaruddin Hidayat, bahwa kita saat ini terjebak pada rutinitas belaka, sehingga ibadah hanya menjadi aktivitas linier, dan maknanya tereduksi menjadi semacam data dalam angka.

M

enarik membaca tulisan Mohammad Monib di rubrik Titik Temu yang berjudul “Negara Gagal dan Iman yang Gagal” (Harian Pelita, 1/3/2013). Menurutnya, semarak kejahatan, saling menindas, korupsi merajalela, abai nasib kaum miskin, ketidakadilan hukum, penghancuran alam, bisnis yang amoral, sistem ekonomi yang menindas, kejahatan kemanusiaan tinggi, pengabaian ajaran moral bagian dari kegagalan iman dan kaum beriman (failed beliver). Contoh prilaku amoral yang dipaparkan saudara Monib di atas relevan dengan apa yang terjadi di republik ini. Lihat saja bagaimna prilaku korupsi yang diperankan para penguasa negeri ini yang semakin meningkat. Banyak elit politik yang tersandung korupsi, seperti kasus Hambalang, impor daging sapi, dan pengadaan al Quran. Bahkan, tidak sedikit mereka yang korup dulunya rajin melakukan ibadah atau ritual agama. Terkait prilaku korupsi Majelis

Sebatas Ritual Kehadiran agama tidak hanya dipahami sebagai komunikasi antara hamba dan tuhannya. Lebih dari itu, agama harus berimplikasi bagi kehidupan sosial. Inilah yang diemban setiap agama, yaitu keseimbangan antara kesalehan individu dan kesalehan sosial. Agama harus mampu memperbaiki moral pemimpin bangsa agar tidak terus-menerus merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. Dalam ajaran agama khususnya Islam, tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan baik dan sempurna termasuk di dalamnya adalah bagaimana menata masyarakat untuk membangun kesejahteraan bersama. Agama mengajarkan kepada umatnya untuk tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Hasil penelitian Robert D. Woodberry (2008) menunjukkan, bahwa agama mampu mengajarkan dan membuat masyarakat berbuat jujur. Agama memberikan kesadaran transendental kepada para pemeluknya tentang kehadiran en-

titas supranatural yang selalu mengawasi setiap perilaku manusia. Di dalam masyarakat yang menjunjung tinggi kejujuran, sepak terjang aparat lebih mudah dipantau. Akhirnya, dengan kesadaran transendentalnya, manusia menjadi lebih waspada untuk tidak bertindak melanggar hukum dan moralitas. Penelitian Woodberry di atas, jika dikaitkan dengan konteks Indonesia di mana menjadi pemeluk Islam terbesar sangat kontradiktif, mengingat kejahatan sosial seperti korupsi terus merajalela. Agama yang seharusnya menjadi benteng dari kejahatan korupsi malah menunjukkan sebaliknya. Indonesia yang mayoritas bergama Islam selalu menempatkan posisi teratas dalam hal korupsi. Pada tahun 2012 saja, skor Indonesia adalah 32, atau berada pada urutan 118 dari 182 negara yang diukur. Hal ini berarti, kondisi buruk korupsi di Indonesia masih belum banyak berubah dari tahun ke tahun. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, maka posisi korupsi Indonesia sejajar dengan Republik Dominika, Ekuador, Mesir dan Madagaskar dengan skor yang sama, yakni 32. Kasus korupsi di negeri ini sebenarnya sudah mendarah daging. Korupsi terjadi secara sistemik, mulai dari pusat hingga daerah. Mungkin kita kaget membaca data yang ditulis Muhammad Umar Shadat Hasibuan tentang korupsi kepala daerah. Menurutnya, selama pelaksanaan kebijakan otonomi daerah, jumlah kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi berdasarkan data 2004-2012 adalah 290 orang. Dari jumlah tersebut, mereka yang menjabat sebagai gubernur sebanyak 20 orang, wakil gubernur 7 orang,

bupati 156 orang, wakil bupati 46 orang, walikota 41 orang, dan wakil walikota 20 orang (Kompas, 1/3/2013). Melakukan Ikhtiar Melihat beberapa data korupsi dan hasil penelitian yang menunjukkan tidak berfungsinya peran agama dalam meredam kejahatan sosial (baca: korupsi), maka diperlukan suatu langkah nyata untuk menyegarkan kembali wacana agama yang benar-benar memberikan pencerahan dan pembebasan agar mampu melahirkan kesalehan sosial, yang pada gilirannya akan mempersempit ruang bagi tumbuh dan berkembangnya prilaku korupsi. Agama hadir sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Manusia diciptakan tidak lain adalah untuk beribadah dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada tuhan. Dalam pemikiran yang rasional, agama menjadi dasar, pedoman, rujukan dan referensi atas tindakan manusia yang meliputi semua aktivitas yang dilakukannya. Agama memegang posisi sentral dan menjadi dasar yang esensial dari semua dimensi kehidupan. Sehingga agama menjadi rujukan atas semua dalil, doktrin, dan segala tindakan manusia. Untuk itu, manusia membutuhkan pemahaman yang baik tentang agama yang dianutnya. Karena pemahaman yang baik atas agama akan menggugah manusia untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan negara dan orang lain. Dengan kata lain, agama tidak hanya dijadikan ritual saja, melainkan harus mampu memberikan efek positif bagi kehidupan sosial. =

Menyoal Kemerdekaan Kaum Hawa Oleh: Mahfudh Fauzi| Penerima Beasiswa Monash Institute untuk IAIN Walisongo Semarang

D

i hari wanita/perempuan internasional, diakui memang jauh dari kata bosan jika lagilagi menyinggung atmosfer di kalangan kaum hawa sendiri. Sebab, banyak asumsi bahwa di gemerlapnya zaman ini, peran wanita tak lagi hanya sekedar menunggu suami pulang kerja. Namun, justru tak sedikit suami yang berposisi selayaknya seorang istri. Antar-jemput istri, menjalankan pekerjaan rumah, dan mengurus segala kebutuhan rumah. Karena itu, wajar jika era sekarang perempuan menjadi elemen penting bagi suatu bidang. Baik yang notabene pekerjaan keras maupun ringan. Bahkan, saking hebatnya sekarang dunia perpolitikan sudah terjamah oleh kaum hawa. Entah apa yang melatar belakangi hal ini. Ataukah hanya sebagai pewarna, alat politik, ajang pencitraan atau bahkan sebagai pelengkap. Toh realitanya kenerja kaum hawa tak kalah dengan kaum adam. Namun, perlu diketahui bersama. Sebelum menela’ah tentang Track record atau pernak-pernik keidentikan kaum hawa, situasi dan kondisi perempuan harus dikaji terlebih dahulu. Sangat rancu ketika kiprah perempuan diunggul-unggulkan, sedangkan di sisi lain kondisi kaum hawa telah tertindas oleh kejamnya kehidupan. Jika ditelisik lebih dalam, menyoal tentang hakikat perempuan memang tiada ujung pangkalnya. Baik tentang harkat dan martabat, kualitas dan kapabilitas, Track record, bahkan tentang kebiasaan sehari-harinya. Namun, banyak orang berkata, perempuan tak ubahnya sebuah benalu bagi kaum adam. Hal ini sesuai dengan historis Ibu Hawa terhadap Nabi Adam As. Dari segi pembagian harta waris juga demikian.Yaitu harta waris lakilaki sama dengan dua bagian dari perempuan. (An-nisa’: 11) karena itu, wajar jika mayoritas mengamini hal tersebut, bahwa sesungguhnya derajat perempuan di bawah kaum lelaki. Memang cukup rumit jika berbicara tentang derajat laki-laki dan perempuan. Hal ini tentu tidak lepas

dari eksistensi hukum gender, yang pada dasarnya menghapus unsur diskriminasi dan marginalisasi terhadap kaum hawa. Namun, kerumitan tersebut dapat terjabarkan secara gamblang oleh fenomena perkembangan zaman yang kian modern ini. Berbicara tentang gender, tentu tak lepas dari pengaruh pahlawan wanita Indonesia yaitu RA Kartini (1879-1904), yang pada zamannya telah mengangkat harkat dan martabat wanita. Dengan demikian, Kartini telah mebawa kemerdekaan bagi kaum hawa, dan pada dasarnya perempuan merupakan elemen penting yang tak patut untuk dikesampingkan. Tidak hanya itu, di balik gemerlapnya kiprah Kartini dalam memperjuangkan perempuan. Tentu tak lupa dengan jasa H Agus Salim (1884-1954), yang telah menghapus eksistensi abstrak kaum perempuan. Sebab, Agus Salim yang ketika era kemerdekaan Indonesia menjabat sebagai birokrat negara, telah menyayangkan kondisi perempuan Indonesia yang hampir 90% menyandang buta aksara. Karena itu, dengan berbagai kebijakan terutama tentang penyetaraan gender, Agus salim menyelamatkan kondisi perempuan yang seakan di anak tirikan oleh kehidupan sosial. Walaupun hal ini sedikit kontroversi dengan pernyataan tuhan yang tertuang dalam ayatNya, yaitu tentang kadar pembagian harta warisan. Namun, hal tersebut harus dikaji lebih lanjut dengan penyesuaian zaman. Memperempuankan Perempuan Menyoal diskriminasi terhadap kaum hawa, tentu tak lepas dari realita sejarah yang pada mulanya memang perempuan telah dikesampingkan. Hal ini sesuai dengan fenomena di era jahiliyah (masa sebelum Islam). Sebab, pada masa itu perempuan sama halnya seperti harta kekayaan. Yang dapat dijual belikan, bahkan dapat diwariskan. Pada dasarnya perlakuan tersebut dilatar belakangi oleh persepsi masyarakat yang menganggap, bahwa perempuan itu lemah tak berdaya, dan tidak dapat berperang membela

negara. sehingga, eksistensi perempuan tersisihkan. Bahkan, saking fanatiknya ketika anak hasil kehamilan yang berkelamin wanita dikubur hidup-hidup. Tidak hanya itu, problematika pelanggaran HAM terhadap wanita juga ditemukan di Indonesia. Masih ingatkah dengan nasib TKW dinegeri tetangga? Ya, sungguh miris ketika TKW “menghasilkan” korban jiwa. Sangat memprihatinkan. Sebab, jika dirasionalkan seorang wanita bekerja jauh dari keluarga merupakan hal yang tak wajar. Padahal, syari’at agama juga tidak memperkenankan seorang perempuan bepergian jauh dengan seorang diri. Apalagi sampai keluar negri, hanya untuk membanting tulang memperjuangkan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, dapat ditarik benang merahnya bahwa perempuan mengalami disfungsi. Tidak sepatutnya perempuan termarginalkan. Mereka juga mempunyai hak untuk berakselerasi di kehidupan fana ini. Perempuan bukanlah barang dagangan, yang dapat ditawar. Juga bukan barang komoditi yang dapat dibeli. Hal ini sesuai dengan nasib TKW yang secara bebas diperdagangkan di negri Jiran Malaysia (TKI On Sale). Tidak sedikit yang berasumsi bahwa perempuan hanya dapat bekerja di sumur, dapur dan kasur. Realita di lapangan memang demikian. Perempuan memang identik dengan ketiga hal tersebut. Yang tidak asing dengan pekerjaan sumur, yaitu mencuci. Serta dapur, dengan kesibukan memasaknya. Juga dengan aktivitas di kasur yang merupakan fitrah pasangan hidup. Jadi tidak salah jika predikat tersebut di nobatkan terhadap kaum hawa. Yang memang pada dasarnya pekerjaan tersebut lazimnya dipekerjakan oleh perempuan. Namun, hal tersebut juga dapat mengandung interpretasi negatif, yang mampu mengikis pamor wanita. Dengan kesibukan beraktivitas disumur dan dapur, melihat realita di lapangan (Pembantu rumah tangga)

perempuan seperti halnya seorang buruh. Tak jauh berbeda dengan kegiatan yang dilakoni di kasur, perempuan dipekerjakan sebagai pelampiasan nafsu. Karena itu, wajar jika predikat barang komoditi di nobatkan kepada kaum hawa. Memang peran wanita dalam kehidupan sangatlah sentral. Hal ini sangat jelas seperti yang dipaparkan oleh Nabi Muhammad SAW, beliau menjelaskan bahwa baik buruknya negara ditentukan oleh wanitanya. Jika perempuannya bertindak amoral, wajar jika negaranya hancur. Begitupun sebaliknya. Oleh sebab itu, eksistensi perempuan sangatlah vital. Dan tidak terbatas hanya di sumur, dapur, ataupun kasur. Namun disegala lini kehidupan. Sehingga, unsur diskriminasi terhadap kaum perempuan akan terdegradasi secara menyeluruh. Hukum penyetaraan gender harus berlaku, agar tidak timbul sekat diantara kaum adam dan hawa. Di sisi lain, pada dasarnya perempuan merupakan insan berkepribadian halus. Sehingga patut untuk diperlakukan halus sebagaimana latar belakang watak seorang perempuan. Namun sangat disayangkan, kemerdekaan perempuan tak seutuhnya diraih. Masih banyak tindak amoral yang dilakukan terhadap perempuan. Tentu tak asing lagi dengan tragedi kekerasan dalam rumah tangga. Padahal, hal tersebut sudah diantisipasi dengan eksistensi Pasal 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang pengahapusan kekerasan dalam rumah tangga (UU PKDRT). Namun apa signifikansinya? Justru hakikat perempuan, yang lazim dengan sifat halus dan polosnya, harus ternodai dengan diskriminasi kehidupan. Dengan demikian, keperempuanan dalam perempuan terdegradasi. Oleh karena itu, memperempuankan perempuan harus direalisasikan. Sesungguhnya tak harus menunggu hari perempuan atau hari ibu. Jika dapat dilakukan di hari, jam, menit, dan detik ini sekalipun, kenapa tidak? Wallahu a’lam bi al-shawwab. =

Pimpinan Redaksi Abrari, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Tata Letak Zeinul Ubbadi, Hariri Em-Noer (non aktif), Design Grafis Ach. Sunandar Ahmed David (non aktif), M. Farizal Amir Website M. Kamil Akhyari Sumenep Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Taufiq Rahman, Muhammad Fauzi, Faqih Amyal, Sampang Mahardika Surya Abriyanto (Kepala), Iyam Z, Ryan H Bangkalan Moh. Ridwan (Plt. Kepala) Doni Harianto, Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, I Komang Aries Dharmawan, Sidoarjo Yuyun, Probolinggo Pujianto, M. Hisbullah Huda, Agus Purwoko, Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Manajer Pemasaran Moh. Rasul, Accounting Ekskutif Deddy Prihantono, Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim, (Pamekasan) Siti Farida, (Sampang), Taufiq (Bangkalan), Kontributor Sugianto (Bondowoso) FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, Telepon-Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 Website www.koranmadura.com | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari nara sumber

PROBOLINGGO

Harga Ikan Setinggi Bawang PROBOLINGGO – Meski cuaca kurang bersahabat beberapa pekan terakhir ini, namun pasokan ikan dari nelayan di Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo melimpah. Akibat melimpahnya ikan di pasaran, menyebabkan harga menjadi anjlok. Hal ini terlihat di semua lods penjual ikan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan penuh terisi. Pantauan Koran Madura, Minggu (17/3), menyebutkan, sejumlah ikan laut dan jenis lainnya tampak melimpah. Rohim, salah seorang pedagang ikan mengakui kalau stok ikan sepekan melimpah, sehingga para penjual ikan mau tak mau harus menurunkan harga ikan. “Tangkapan nelayan hari ini melimpah tak sama seperti hari lainnya. Hal ini membuat harga ikan di pasar anjlok. Kami harus menurunkan harga ikan tersebut karena stoknya melimpah. Para pembeli pasti puas karena ikan yang kami jual hari ini segarsegar dan harganya pun terjangkau,’’ ungkapnya, seraya menambahkan hal ini biasanya tak berlangsung lama. Ia menyebutkan harga ikan Tongkol yang semula Rp. 10.000/kg turun menjadi Rp. 7.000/kg. Baronang yang biasanya seharga Rp 12.000/ kg turun menjadi Rp 9.000/ kg, ikan Sunu dari harga Rp 22.000/ekor turun menjadi Rp 19.000/ekor, dan ikan putih yang semula seharga Rp. 20.000/ekor turun menjadi Rp. 17.000/ekor. ”Rata-rata harga ikan turun Rp. 3.000 perkilogram,” ucap Rohim. Sementara itu, Dahlia

15

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 | TAHUN II

salah seorang pembeli merasa senang melihat ikan banyak dan harganya pun terjangkau. “Saya sangat senang belanja hari ini, selain kita punya pilihan banyak ikan juga harganya pun terjangkau. Kita berharap agar tangkapan ikan selalu banyak sehingga kita bisa belanja ikan dengan puas,’’ harapnya. Nelayan Menjerit Rendahnya harga ikan hasil tangkapan nelayan di Gili Ketapang Probolinggo membuat ratusan nelayan menjerit. Harga jual ikan di pasaran pun menurun cukup tajam. Tak pelak, hasil tangkapan para nelayan tersebut sedang melimpah. Sedangkan biaya operasional untuk melaut cukup tinggi, terutama kebutuhan bahan bakar minyak. “Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisinya memang demikian, padahal tangkapannya sedang melimpah,” kata Sumari Nelayan Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, turunnya harga jual ikan semakin menyulitkan perekonomian nelayan. Pasalnya, mahalnya bahan bakar menjadikan biaya operasional melaut tinggi. Sementara hasil tangkapan tidak mengalami perubahan. Bahkan, dirinya tidak bisa meraih untung

karena dengan terpaksa menjual harga murah hasil tangkapannya pada para tengkulak. “Saya tidak bisa menikmati keuntungan hasil melaut, biarpun tangkapannya banyak saya terpaksa menjual harga murah pada tengkulak. Sebab kalau dijual harga mahal takut tidak laku, ikan jadi busuk,” ucap Sumari. Rendahnya harga tersebut, kata dia, telah berlangsung dalam sepekan terakhir ini. Nahkan, meningkatnya ikan laut hasil tangkapan nelayan Gili

Ketapang ternyata tidak diimbangi dengan membaiknya harga ikan. Selain karena melimpahnya jumlah tangkapan ikan, makin rendahnya harga ikan juga disebabkan ulah para tengkulak dan makelar. Mereka mempermainkan harga ikan sehingga nelayan frustasi dan terpaksa menjual dengan harga murah. “Nelayan punya ketergantungan tinggi untuk menjual ikan kepada tengkulak atau makelar meskipun dengan biaya yang sangat rendah. Ketergantungan

itu terjadi karena banyak nelayan yang berhutang ke mereka disaat tidak melaut,” lanjutnya. Sumari berharap agar pemerintah ikut membantu mengembalikan harga ikan tingkat yang wajar. “Sebaiknya pemerintah ikut membantu mengembalikan harga ikan ke tingkat yang lebih baik. Saya tidak tahu cara apa nantinya yang akan digunakan pemerintah, tapi saya yakin pemerintah selalu punya cara untuk ikut membantu para nelayan,” pungkasnya. (hud/dar)

PILKADA

PAN Siapkan Cawali dari Kader Sendiri PROBOLINGGO- Habib Taufiq Ghani, menyatakan siap mencalonkan diri sebagai wakil walikota Probolinggo. Pernyatan resmi ini disampaikan usai acara pembekalan calon legislatif, se kota dan Kabupaten Probolinggo di rumah makan terapung H. Jama’an, Minggu (17/3) sekitar pukul 16.00 wib. Pria yang baliho dan spanduk atau bannernya, ramai terpampang di sejumlah ruas di Kota Probolinggo dan menjadi perbincangan publik ini, mengaku akan mendampingi salah satu daru dua calon walikota. Yakni Hj Rukmini Buchori dan H. Zulkifli khalik. “sebelum tanggal pendaftaran kami akan mengundang dua kandidat tersebut,” terang ketua Komite Pemenangan PAN Wilayah (KPPW) Jatim, Malik Effendi pada sejumlah wartawan. Menurut Malik, saat ini pihaknya sedang melakukan pendekatan ke kedua kandidat calon walikota. Rencananya, sebulan pendaftaran dimulai, DPW akan mengundang kedua calon walikota tersebut. Sesuai mekanisme partai, yang berhak menentukan pendamping calon walikota dari PAN itu, untuk pemilukada nanti adalah DPW. “Kami menawarkan wakil walikota pada dua kandidat,” ujar Malik Ia juga menyebut, DPW mengundang kedua kandidat cawali , untuk penjajakan koalisi. Pada proses penjajakan, kedua kandidat cawali diminta menyampaikan misi misi dan gagasan membangun kota Probolinggo ke depan. Setelah itu DPW akan menentukan dan memilih cawali, yang akan maju bersama wakil walikota dari PAN. Taufik, yang saat ini sudah memasang sejumlah banner di jalan-jalan kota, jika saat dilakukan survey hasilnya tidak sesuai harapan, dengan terpaksa PAN harus membatalkan rencana kadernya menjadi calon wakil walikota. Rencananya, Taufik akan menjadi calon legislatif (Caleg) DPR-RI, unruk daerah pemilihan (dapil) dua Jawa timur, yakni Kota Atau Kabupaten Pasuruan-Probolinggo. Taufik, ketika ditanya soal kesiapanya mengikuti pertarungan dalam pilwali yang digelar 29 Agustus ini, mengaku siap. Termasuk juga, saat ia tidak diperkenankan partainya, mengejar kursi di calon wakil walikota. “Saya akan fokus di pencalegan DPR RI, Apapun yang diinstruksikan partai, saya selalu siap,” ujar pria yang juga pengusaha kayu rotan asal Surabaya ini. Ketua DPD PAN Kota seempat, Moeasim mengatakan langkah PAN sudah seharusnya mengalami lompatan dari periode sebelumnya. Sudah saatnya partai yang dipimpinnya dan memiliki dua kursi di DPRD setempat, untuk mengusung kadernya sendiri. “Politik itu dinamis. Harus dimulai dari sekarang,” kata Moeasim , yang juga sebagai anggota DPRD setempat. (gus)

KRIMINALITAS

Gadis Belia Dibawa Kabur Sahabat Ayahnya PROBOLINGGO – Pria berinisial BH (41) warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, melaporkan Effendi alias Fendik (32) yang notabene sahabatnya ke Mapolres Probolinggo Kota, Jumat (15/3) kemarin. Fendik, yang tinggal di kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok ini diyakini BH, telah membawa kabur putri kesayangannya, yang berinisial IS (15). Pelapor yang berprofesi sebagai tukang becak itu, melaporkan kejadian tersebut tiga hari setelah putri pertamanya kabur bersama Fendik, Selasa (12/3) silam, sekitar pukul 18.00 wib Ceritanya, malam itu seperti biasanya Fendik berkunjung ke rumah BH. SN, ibu dari IS memergoki putri pertamanya itu sedang berangkulan dengan Fendik dan langsung dimarahi. Tak terima dengan sikap SN, Fendik berpamitan pulang kemudian disusul oleh IS, yang langsung kabur tanpa berpamitan. “Kepergok berangkulan. Gak pantas, anak saya khan masih kelas tiga MTs,” jelas SN, Minggu (17/3), Sejak kejadian itulah IS tak kunjung kembali kerumah, bahkan ketika dicari ke beberapa tempat yang diyakini menjadi lokasi persembunyian, tidak ditemukan. Diantaranya ke Kelurahan Wonoasih kerumah temannya. Kemudian di salah satu pondok di Sumber Taman tempat Fendik, menimba ilmu sebelumnya juga tidak menuai hasil. Lantaran upaya pencariannya tidak berhasil, akhirnya setelah mendapat masukan dari berbagai pihak, BH kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi. “Saya juga cari ke Kelurahan Kedungasem dan Sumber Wetan. Bahkan sudah banyak orang pintar yang saya tanyai, tapi hasilnya nihil,” ujar pria yang memiliki empat anak ini. BH maupun istrinya SN mengaku geram dengan ulah Fendik , yang diketahui memiliki anak dan istri tersebut. Pasalnya, selama ini pasutri itu telah menganggap Fendik sebagai saudaranya sendiri.

Saking percayanya, Fendik bebas keluar masuk di rumah BS, bahkan sering beristirahat di rumah berdinding tembok separuh tersebut. Baik BH maupun SN tidak memungkiri jika pria yang berprofesi sebagai paranormal itu menaruh hati pada putri sulungnya. Bahkan Fendik pernah mengutarakan isi hatinya, kalau pria yang dipanggilnya ustadz oleh BH itu akan menikahi IS. Agar Fendik tidak tersinggung, BH tidak mempermasalahkan putrinya dinikahi, asal setelah lulus sekolah. Menurut BH, Fendik dikenal sebagai dukun atau paranormal. Ia juga mengakui jika Fendik sering menyembuhkan penyakit orang, termasuk kenalan BH . Karenanya, pasutri ini yakin, jika IS menaruh hati pada Fendik, lantaran pengaruh gunaguna alias jampi-jampi. Terbukti, begitu IS dilarang berhubungan dengan Fendik, keesokan harinya jatuh sakit. Saat Fendik datang mengobati, IS langsung sembuh. Setelah sekitar enam hari tidak diketahui keberadaan putri tercintanya, keluarga besar BH mengaku cemas.

Mereka khawatir dengan keselamatan jiwa anaknya dan berharap IS segera diketemukan atau pulang. Selain anaknya masih belum cukup umur, hari ini, Senin (18/3) anaknya harus mengikuti ujian semester di sekolahnya dan persiapan ujian akhir atau unas,” “Tryout kemarin, anak saya tidak ikut,” ujar pasutri tersebut. BH mengaku, usai laporan belum ada informasi mengenai keberadaan anaknya. BH berterus terang sebelum putrinya kembali, ia tidak tenang. Karena kejadian ini, BH mengatakan tidak lagi konsentrasi dalam bekerja menarik becak yang dilakoninya. Karenanya ia berharap anaknya segera ditemukan dan ia menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini ke polisi. Selama dalam pencarian, BH mengaku pernah menghubungi ponsel Fendik. Hanya saja yang menerima telepon tersebut bukan lagi Fendik, tetapi orang lain. Dan orang itu mengaku telah membeli ponsel dari Fendik, berikut nomornya. “Orang itu bilang handphone Fendik telah dibelinya,” pungkas BH. (gus/dar)

TNI/Polri Memperkuat Sinergitas PROBOLINGGO - Perseteruan yang sempat terjadi antara TNI dan Polri yang menjadi perbincangan hangat belakangan ini, akhirnya terkikis. Minggu (17/3) kemarin, ratusan personel TNI dan Polri di wilayah Kabupaten Probolinggo menyatu dalam kegiatan Touring Rider bersama yang dipusatkan di Gunung Bromo. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk semakin menguatkan sinergisitas kedua lembaga militer dalam menjalankan berbagai tugas negara. “Sudah saatnya kita jaga bersama daerah ini, sebab kemanan dan kenyamanan itu harganya mahal. Kalau antar TNI/Polri sudah saling berkolaborasi, ke depan diyakini daerah ini sulit untuk terjadi konflik,” ujar Kapolres Probolinggo, AKBP. Gatot Soegeng Soesanto. Kombespol Gatot Soegeng Soesanto mengungkapkan kegiatan touring bersama TNI/Polri semacam ini sudah sering dilakukan. Bukan karena ada permasalahan di luar sana. Namun demikian, kata dia, kegiatan yang sifatnya memupuk kebersamaan dan meningkatkan sinergitas. ”Yang jelas kegiatan ini sudah sering dilakukan. Hanya saja (sekarang) agak lebih besar, karena benar-benar ingin menunjukkan kepada masyarakat selaku stakeholder TNI/Polri. Masyarakat biar merasa aman dan nyaman,” tandas Kapolres Probolinggo. Demikian juga, Kapolres Probolinggo menyakini masyarakat semua akan melihat bahwa yang kita lakukan ini melibatkan Dandim 0820, Sub Denpom, dan Yon Zipur 10 Kostrad, termasuk ikut melibatkan seluruh jajaran Kapolsek di dua puluh satu Polsek di wilayah Polres Probolinggo. “Sekali lagi sinergitas antara TNI/Polri tidak ada permusuhan dan tetap solid, terutama pengabdian terhadap masyarakat Kabupaten Probolinggo,” lanjutnya. Kekuatan Bersama Sementara itu, Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf. Alfi Sahri Lubis menyatakan,

meskipun situasi dan kondisi tingkat nasional ada permasalahan, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan hal itu. Mereka bisa melihat sendiri, di wilayah Probolinggo tetap sinergi dalam arti bersatu-padu menjadi sebuah kekuatan. Yang bisa kita tunjukkan kepada masyarakat, yakni semua jajaran Koramil,

iatan secara resmi ataupun tidak resmi tetap dilakukan sinergitas dan kebersamaan. ”Kami punya komitmen. Soal kejadian di luar, akan dijadikan sebuah pengalaman tapi bukan harus mengalami,” imbuh Letkol Infantri Alfi Sahri Lubis. Ditanya soal kecenderungan sinergitas hanya terlihat

Badan Pelaksana di wilayah Sub Denpom, termasuk pasukan Kompi A dan B Yon Zipur 10 Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). “Kita tidak mau hal yang terjadi di luar seperti banyak orang bilang OKU terjadi di wilayah Probolinggo. Ini kami laksanakan bukan karena ada masalah di wilayah OKU. Tapi ini sudah sering kita laksanakan terus,” terang Dandim 0820 Probolinggo. Di luar ini, lanjut dia, keg-

pada tingkatan jajaran perwira, Dandim 0820 Probolinggo menjamin upaya itu tetap dilakukan sampai pada tingkatan jajaran dibawah. Menurutnya, apa yang nampak, para anak buahnya terlihat kompak bersama jajaran anggota Polri saat lakukan patroli. ”Rata-rata prajurit TNI dan anggota Polri kompak. Saya mohon doa restu, agar bisa menciptakan kekompakan sampai ke bawah. Alhamdulillah, kami seka-

rang terlihat utuh di wilayah Probolinggo,” ungkap Dandim 0820 Probolinggo. Langkah Strategis Secara terpisah, Camat Sukapura Heri Mulyadi, S.SIP, M.Si mengatakan kebersamaan seperti sekarang sangat tepat dijalankan. Banyak hal yang bisa dibicarakan, mulai masalah keamanan sampai berbagai langkah strategis untuk menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Probolinggo. “Kegiatan ini patut diapresiasi, sebab aparat keamanan dan penegak hukum bisa duduk bersama. Dan ini akan jadi momen terindah untuk mengawal keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Probolinggo,” katanya. Menurutnya, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat itu sangat penting, dan melalui agenda sekarang itu bisa tercipta. TNI/ Polri juga bisa mempererat rasa kebersamaan dan kerjasama aparat keamanan serta Muspida. Apalagi, TNI/Polri memberikan kontribusi positif dari kegiatan Touring Rider Bromo ini. Dia salut dengan kebersamaan yang ditunjukkan korps tentara dan kepolisian. “Tatap muka ini sangat luar biasa dan patut dicontoh,” terang Camat Sukapura ini. Selain bersilaturahmi, lanjut dia, ini juga mampu meningkatkan kerjasama, komunikasi, dan bahu-membahu antara aparat Polri dan TNI serta pemerintah. Sehingga berbagai macam hal yang coba merusak perdamaian dan kebersamaan di Kabupaten Probolinggo secara dini bisa dicegah. Terakhir, kerjasama seperti ini sepatutnya menjadi contoh bagi kabupaten kota lainnya, agar Kabupaten Probolinggo betul-betul menjadi daerah aman, nyaman dan damai. “Kebersamaan yang ditunjukkan antar TNI dan Polri ini merupakan contoh yang sangat baik. Jika ini terus diterapkan di Kabupaten Probolinggo, akan sangat menguntungkan bagi daerah ini, dan imbasnya juga tentunya bisa dirasakan masyarakat,” pungkas Heri Mulyadi. (hud/dar)

16

OLAHRAGA

SENIN 18 MARET 2013 NO.0077 TAHUN II

SERIE A

Juventus Makin Kokoh di Puncak

afa/koran madura

TRAINING. Sejumlah pemain P-MU saat melahap sesi latihan di stadion R. Sunarto Hadiwijoyo Pamekasan.

Tanduk Laskar Sape Kerrap Semakin Trengginas PAMEKASAN - Tanduk Laskar Sape Kerrap, semakin trengginas, itu terbukti setelah pasukan Daniel Roekhito itu berhasil mempecundangi Macan Kemayoran di Stadion Manahan Solo, Kamis (14/3). Dua tandukan Zainal Arif pada menit 51 dan menit 61 yang berhasil membobol jala Daryono penjaga gawang Persija, sangat selaras dengan julukan Persepam-MU, sebagai club yang dijuluki Laskar Sape Kerrap. Tanduk memiliki pengertian cula dua yang tumbuh di kepala sapi, kerbau ataupun kambing. Di awal musim, sejak diputarnya kompetisi ISL, Pasukan Laskar Sape Kerrap berkali-kali menelan kekalahan. Kekalahan pertama dialami Persepam MU, saat menjadi tamu Laskar Jaka Tingkir di Stadion Suryajaya Lamongan dengan skor telak 4-0, kekala-

han kedua dialami Zainal Arif dan kawan-kawan, saat menjadi tamu tim Mutiara Hitam Persipura Jayapura, dengan skor 0-4, termasuk pula saat menjadi tamu club papua lainnya yang berjuluk Badai dari Pegunungan Selatan Persiwa Wamena dengan skor 2-0. Dari kekalahan beruntun tersebut, Daniel Roekhito berusaha mencari cara untuk mengangkat performa pasukannya. Bongkar pasang pemain selalu dilakukan, untuk membentuk dan mengetahui kelemahan tim. Alhasil, dari evaluasi 3 kali kekalahan beruntun tersebut, dibayar tuntas oleh pasukan

Daniel Roekhito itu, saat melakoni laga kandang di Stadion Gelora Bangkalan, baik saat melawan Persidafon dengan kemenangan 2-0, dan saat mengalahkan Persiram Raja Ampat dengan skor 2-1. Dua kali kemenangan di laga kandang tersebut, menjadi modal Persepam untuk kembali menumbangkan lawan-lawanya. Itu dibuktikan, saat anak asuh Daniel Roekhito itu, berhasil menumbangkan club dari Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang berjuluk Naga Mekes dengan skor telak 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan. Tak ayal, club yang bermarkas di Kabupaten Gerbang Salam itu, saat ini tidak boleh dilihat sebelah mata, oleh club-club besar yang bertarung di ISL. Sekalipun merupakan

club pendatang baru yang baru promosi dari Divisi Utama ke ISL. Hodli salah satu penggemar sebakbola berharap, agar tanduk yang dimiliki oleh Laskar Sape Kerrap ini, terus dipertajam. Dan membuktikan kepada Indonesia, bahwa Madura memiliki skuad sebakbola yang handal.� Mudah-mudahan tanduk Laskar Sape Kerrap, selalu dipertajam oleh Daniel Roekhito�, pungkasnya. Pasca kemenangan dengan Macan Kemayoran, pasukan Laskar Sape Kerrap diliburkan selama 3 hari. Sore ini Zainal Arif dan kawan-kawan, kembali akan melahap latihan, menjelang pertandingan selanjutnya melawan Laskar Wong Kito Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bangkalan.(afa)

BOLOGNA - Juventus semakin mantap di posisi teratas klasemen sementara Liga Seri A Italia, setelag memetik poin penuh saat menghadapi Bologna di lanjutan Liga Italia di Stadio Renato Dall'Ara, Sabtu (16/3) waktu setempat atau Minggu (17/3) dini hari WIB. Anak-anak asuh Antonio Conte itu menang telak 2-0 berkat dua gol yang disumbang oleh Mirko Vucinic dan Claudio Marchisio. Pada laga tersebut, kedua tim bermain imbang tanpa gol pada babak pertama. Sama-sama memiliki sejumlah peluang, tetapi tidak satu pun gol yang diciptakan oleh kedua tim tersebut. Juventus akhirnya memecah kebuntuan di babak kedua setelah Vucinic mencetak gol pada menit ke-62 dan digandakan oleh gelandang Marchisio 11 menit kemudian. Kedua gol ini bertahan hingga akhir pertandingan. Kemenangan ini membuat Juve makin kokoh di puncak klasemen dengan 65 poin. Sementara Bologna tertahan di urutan ke-10 dengan 35 poin. Sebenarnya, Si Nyonya Tua unggul cepat sesaat setelah kick-off. Namun umpan terobosan Claudio Marchisio gagal dijangkau oleh Arturo Vidal. Lima menit laga berjalan, serangan Bologna memaksa Gianluigi Buffon keluar dari sarangnya untuk meng-

hentikan Alberto Gilardino. Alessandro Diamanti yang menyambut bola muntah kemudian melepaskan tembakan yang masih mengenai Giorgio Chiellini dan hanya menghasilkan sepak pojok untuk Bologna. Juve balik mengancam lewat penetrasi Sebastian Giovinco yang berhasil melewati beberapa pemain belakang Bologna di menit ke-18. Giovinco kemudian melepaskan sepakan yang masih mampu diamankan oleh Gianluca Curci. Semenit berselang, giliran Arturo Vidal yang menebar ancaman. Tapi tembakannya masih melambung di atas mistar gawang Bologna. Juve kembali mendapat peluang pada menit ke-36. Berawal dari pergerakan Simone Padoin dari sisi kanan kotak penalti Bologna, dia kemudian melepaskan umpan ke depan gawang. Namun tak ada yang menyambut bola sementara Mirko Vucinic bergeming di depan gawang. Serangan balik Juve di akhir babak pertama juga belum membuahkan hasil. Sepakan Vidal usai menerima bola dari Vucinic masih melayang dari sasaran. Memasuki babak kedua, Bologna mencetak gol pada menit ke-51 lewat sundulan Gilardino yang menyambut tendangan bebas Diamanti. Tapi wasit menganulir gol ini karena Gilardino lebih dulu

terjebak offside. Curci melakukan penyelamatan bagus semenit berselang. Sepakan Giovinco dari dalam kotak penalti bisa ditepisnya. Juventus baru memecah kebuntuan di menit ke-62. Bola sodoran Marchisio jatuh ke kaki Vucinic dan striker asal Montenegro itu kemudian mampu melepaskan diri dari kawalan Naldo sebelum melepaskan sepakan yang melewati Curci. Marchisio menggandakan keunggulan Juve menit ke-73. Sepakannya menuntaskan kerja sama satu dua dengan Vucinic meluncur ke pojok gawang Bologna. Upaya Bologna untuk memperkecil ketertinggalan tak membuahkan hasil setelah tendangan bebas Diamanti bisa dihalau oleh Buffon. Hingga laga berakhir, tak ada gol lagi yang tercipta. Dengan kemenangan ini, La Veccia Signora semakin jauh dari kejaran Napoli di peringkat kedua klasemen sementara. Dengan tambahan tiga poin, kini Juve unggul 12 poin dari Napoli. Bahkan posisi Napoli bisa tergusur bila akhir pekan ini mereka lagi-lagi kalah, sementara AC Milan petik kemenangan pada laga Minggu (17/3) malam. Sementara pada laga lain, Catania memetik kemenangan penting dengan skor meyakinkan 3-1 atas tamunya Udinese. (Aji)

DUEL ATAS. Simone Padoin dan Manolo Gabbiadini sedang memperebutkan bola di udara dalam laga lanjuitan Serie-A di Stadion Renato Dall'Ara, Sabtu (16/3).

ENGLISH PREMIERE LEAGUE

LA LIGA

City Kalah, MU Makin Dekati Tangga Juara

Taklukkan Mallorca, Madrid Perlihatkan Mental Juara

MANCHESTER - Peluang Manchester United (MU) menjuarai Liga Utama Inggris musim ini semakin terbuka lebar, setelah jaraknya dengan sang rival sekota, Manchester City mencapai 15 poin pascalaga pada Sabtu (16/3) waktu Inggris, akhir pekan lalu. Kedua tim Manchester itu memetik hasil berbeda pada laga akhir pekan lalu itu. MU memetik kemenengan tipis 1-0 atas Reading pada laga di Old Trafford, sementara City dipermalukan tuan rumah Everton di Goodison Park dengan skor 2-0. Meski semakin mendekati tangga juara, anak-anak Setan Merah diminta untuk tetap hati-hati pada 9 laga sisa. Pasalnya, City masih bisa mengejar dan memetik 27 poin terakhir, dengan syarat memenangkan semua sembilan laga tersebut. Bila MU tergelincir pada laga-laga sisa, apalagai kalah dalam 9 laga tersebut, maka gelar juara yang sudah di depan mata itu akan pupus. Meskipun hal ini kemungkinannya sangat kecil. Pada laga melawa Reading, gol kemenangan MU dicetak Wayne Rooney di babak pertama. Raihan tiga poin ini membuat MU kini mengumpulkan 74 poin dari 29 laganya, memimpin 15 angka dari City yang punya 59 poin dengan jumlah laga sama. Dengan Liga Inggris menyisakan sembilan pekan di antara keduanya, secara

matematis peluang MU menjadi juara sangat besar. Apalagi, MU kini hanya konsentrasi di kompetisi domestik, yaitu di Liga dan Piala FA. Namun Pelatih Sir Alex Ferguson tidak mau para pemainnya sudah memikirkan soal gelar juara karena apapun bisa terjadi di sisa musim ini. "Satu-satunya hal yang Anda bisa lakukan adalah terus memenangi laga berikutnya. Kami akan bermain tandang melawan Sunderland di laga berikutnya, di mana selalu sulit untuk bermain di sana. Lalu kami harus menghadapi Manchester City di kandang. Jika Anda cepat merasa puas, maka Anda tidak akan mendapatkan poin dan juga titel juara," tegas Fergie.

dulu musim ini di mana tujuh laga berakhir dengan kekalahan. Tak hanya itu Liverpool sudah satu dekade tak mampu menang di kandang Southampton. Kemenangan terakhir diraih pada 18 Januari 2003 lewat gol tunggal Emile Heskey. Penampilan buruk ini niscaya akan lama dirasakan Liverpool mengingat kompetisi akan rehat dua pekan untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2014. Di pekan ke-31 mereka akan menghadapi Aston Villa di Villa Park, tim yang menaklukkan mereka 3-1 di Anfield beberapa bulan lalu. Jelas kekalahan akan kian mem-

Segera Bangkit Sementara itu, upaya Liverpool tebus ke Liga Champions musim ini terhambat setelah kalah 1-3 dari tuan rumah Sothampton pada laga Sabtu (16/3) di St Mary's. Kekalahan ini mengakhiri hasil positif anak-anak asuh Brendan rogers pada empat laga terakhir. Sepanjang laga tersebut, Liverpool ditekan terus oleh tuan rumah dan tak mampu mengembangkan permainan. Alhasil Liverpool menelan kekalahan ke-9 mereka musim ini dan untuk ke-11 kalinya mereka tak mampu menang jika tertinggal lebih

benamkan impian Liverpool untuk lolos ke kompetisi Eropa -- baik itu Liga Europa ataupun Liga Champions -- musim depan. Mereka kini di posisi ketujuh dengan 45 poin, selisih lima angka dari Arsenal di urutan kelima dengan delapan laga tersisa. Maka dari itu Liverpool diminta segera memperbaiki penampilan mereka dan kembali bangkit untuk memulai lagi rangkaian hasil positif yang dimulai

dari laga kontra Villa. "Masih ada beberapa laga yang kami harus mainkan. Kami masih punya delapan pertandingan lagi. Ini hanya soal konsentrasi kami dan menjaga fokus kami untuk laga-laga berikutnya. Kami tidak bisa berharap banyak -- masih banyak pembenahan yang harus kami lakukan," tutur Rodgers soal peluang 'Si Merah' lolos ke kompetisi Eropa musm depan. (aji)

MADRID - Real Madrid adalah klub juara. Mental juara itu mereka perlihatkan saat menjamu Real Mallorca di Santiago Bernabeu pada Minggu (17/3) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol, "Los Blancos" berbalik untuk melumat sang tamu dengan skor telak 5-2. Dua dari lima gol "El Real" itu diborong Gonzalo Higuain. Sedangkan tiga gol lainnya dibuat Cristiano Ronaldo, Luka Modric, dan Karim Benzema. Mallorca menggebrak dengan mencetak gol cepat melalui Emilio Nsue sebelum disamakan oleh Gonzalo

Higuain. M a l lorca kemb a l i memimpin setelah Alejandro Alfaro mencetak gol pada pertengahan babak pertama. Namun setelah jeda, Madrid menunjukkan perlawanan dengan mencetak tiga gol dari tiga pemain berbeda. Pada laga tersebut, Mallorca membuat publik Santiago Bernabeu terhenyak pada menit keenam. Umpan silang Giovani Dos Santos di garis gawang sisi kiri dan disambut dengan sundulan Emilio Nsue dan melewati penjagaan Diego Lopez. Keunggulan Mallorca itu tidak bertahan lama. Delapan menit berselang,

Higuain menyamakan skor menjadi 1-1 memanfaatkan bola sodoran dari Pepe. Pada menit ke-21, tim tamu berhasil kembali unggul melalui sundulan kepala Alejandro Alfaro memanfaatkan bola sundulan Pedro Bigas. Bola pun bersarang di tiang dekat. Tertinggal, serangan Madrid terus ditingkatkan. Bola umpan terobosan Kaka untuk Ronaldo gagal diselesaikan dengan sempurna. Tendangannya masing meninggi. Pemain internasional Portugal ini kembali menebar ancaman. Tendangan keras mantan pemain Manchester United itu mengenai mistar gawang, seusai menerima umpan matang Higuain. Alhasil, hingga turun minum Madrid tertinggal 1-2. Memasuki babak kedua, Madrid tancap gas. Ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit, sundulan Ronaldo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Hanya dua menit berselang atau menit ke-54, Modric membawa Madrid unggul. Pemain yang didatangkan dari Tottenham Hotspur itu musim panas lalu melepaskan tendangan kencang dari kuar kotak penalti dan tidak bisa dibendung kiper Mallorca. Sebuah gol kembali bersarang di gawang Mallorca tiga menit berikutnya. Pergerakan Mesut Oezil di sisi kanan, di akhiri dengan umpan tarik kepada Higuain yang

dengan mudah bola diceploskannya ke gawang Mallorca untuk membawa timnya menjadi 4-2. Pesta gol Madrid tutup oleh striker Tim Nasional Prancis, Karim Benzema pada injury time. Gol itu berawal dari umpan terobosan pemain pengganti Xabi Alonso kepada Higuain dan akhirnya diselesaikan dengan dingin oleh Karim Benzema. Skor 5-2 untuk keunggulan Madrid, bertahan hingga laga berakhir. Kemenangan ini memang tidak mengubah posisi Madrid di papan klasemen sementara. Mereka tetap di urutan dua dengan mengemas 61 poin, tetapi berhasil memotong tiga poin jarak dengan rival abadinya Barcelona sehingga kini hanya terpaut 10 angka. Sedangkan dengan hasil ini, Mallorca masih berada di zona degradasi dengan menempati peringkat 18 dengan perolehan 24 poin. Menanggapi kemenangan ini Gonzalo Higuain menilai bahwa timnya sudah menunjukkan semangat juang timnya. "Mallorca datang ke sini dan bermain dengan baik. Mereka unggul dua kali, tapi tim menunjukkan semangat juang dan gaya yang dimiliki. Di La Liga, kami akan mencoba untuk terus berjuang sampai akhir," lanjut striker asal Argentina itu kepada situs resmi klub. (Aji)


Koran Madura