Issuu on Google+

MINGGU 25 JULI 2010

Nasional

2

KOLOM

KORAN JAKARTA

» Tanam Pohon

Kekuatan Tabungan

»

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan (tengah) bersama sejumlah alumnus SMA 8 Jakarta menanam pohon di kawasan Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Sabtu (24/7). Aksi tanam ratusan pohon tersebut merupakan salah satu bentuk keprihatinan masyarakat terhadap kadar polusi yang terus meningkat.

S

ejak merdeka, lepas dari kungkungan penjajah, bangsa kita belum bisa lolos dari jeratan utang luar negeri untuk memodali pembangunan setiap tahun. Bahkan, mulai era Orde Baru, jumlah pinjaman yang berasal dari lembaga maupun negara asing terus meningkat dan dianggap mengkhaoleh: watirkan. Adi Murtoyo Hingga Juni tahun ini, utang RI menWartawan Koran Jakarta capai 1.612 triliun rupiah (177 miliar dollar AS). Dari jumlah itu, lebih dari 45 persen merupakan utang luar negeri. Dampak nyata dari besarnya utang tersebut adalah terbatasnya kapasitas APBN untuk mendanai program kesejahteraan rakyat karena hampir sepertiga anggaran, yang kini nilainya lebih dari 1.000 triliun rupiah, harus dialokasikan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang. Itupun, pemerintah masih harus menarik utang baru setiap tahun. Jadi bisa dibayangkan berapa puluh tahun lagi negara kita ini bisa benar-benar merdeka dari utang asing. Padahal, jika menengok ke dalam, ada potensi besar dari bangsa sendiri yang sebenarnya bisa menjadi alternatif sumber pembiayaan ketimbang menggadaikan kedaulatan ekonomi kita kepada kreditor asing. Pilihan itu adalah pembiayaan dari tabungan domestik. Potensi pendanaan bagi pembangunan dari tabungan masyarakat masih sangat besar. Sebanyak 80 juta dari sekitar 138 juta penduduk Indonesia pada usia produktif belum memiliki tabungan. Indonesia juga diuntungkan oleh masih banyaknya penduduk pada usia produktif, yaitu 15–45 tahun. Penduduk pada usia ini punya potensi besar untuk dijaring sebagai penabung. Katakanlah, 40 juta orang menabung rata-rata 100 ribu rupiah maka ada tambahan tabungan dalam negeri empat triliun rupiah. Dari potensi tabungan inilah, SBY yakin Indonesia secara bertahap bisa menciptakan kemandirian, mengurangi kebergantungan terhadap utang luar negeri. Pembangunan bangsa, dengan pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu indikatornya, membutuhkan peningkatan investasi. Sumber dananya bisa berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dana domestik idealnya merupakan sumber pokok pembiayaan demi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan berkesinambungan. Dan, tabungan domestik, bersumber dari tabungan masyarakat/swasta, maupun tabungan pemerintah, merupakan salah satu faktor penting bagi pembiayaan. Jadi, persoalannya disini tinggal bagaimana pemerintah bisa memanfaatkan potensi tersembunyi dari bangsa sendiri untuk menopang kedaulatan ekonominya, lepas dari belenggu utang asing yang berisiko tinggi, baik risiko volatilitas kurs sampai persyaratan yang mengikat dan cenderung merugikan. Sampai Mei lalu, dana pihak ketiga perbankan nasional yang terdiri atas tabungan, deposito, dan giro mencapai 2.013 triliun rupiah. Namun, nilai tabungan yang besar itu belum terlihat kontribusi yang signifikan bagi pembangunan karena dalam iklim suku bunga tinggi saat ini, perbankan lebih nyaman menempatkan dana masyarakat itu ke Sertifikat Bank Indonesia . Meski begitu, paling tidak dana pihak ketiga yang lebih dari 2.000 triliun rupiah itu bisa menjadi ancar-ancar bagi pemerintah tentang kekuatan pembiayaan dari dalam negeri. Dalam hampir lima tahun belakangan ini, strategi pengelolaan utang pemerintah memang terlihat mereduksi porsi utang luar negeri ke Surat Berharga Negara dengan berbagai istrumen seperti Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Negara Syariah. Obligasi negara ritel atau ORI, sebagai salah satu jenis SUN, tampaknya bisa menjadi instrumen yang paling memungkinkan untuk menyerap potensi dana masyarakat. Profil dan karakteristik ORI yang hampir serupa dengan deposito, dari sisi keamanan dan cara pembayaran kupon dan pokok obligasi, bisa menjadi alternatif masyarakat ritel untuk berinvestasi bagi pembangunan negara sekaligus menabung. Fakta menunjukkan, dalam setiap periode penerbitan berbagai seri ORI selalu mengalami kelebihan permintaan. Ini bisa menjadi barometer dan indikasi yang menggembirakan tentang keberhasilan pemerintah untuk menggali dana individu masyarakat. Jika masyarakat makin memahami bahwa menabung sekaligus berinvestasi lewat obligasi ritel ternyata bisa turut membantu pemerintah membiayai pembangunan dan melepaskan diri dari perangkap utang luar negeri, bukan tidak mungkin masyarakat akan suka rela dan antusias membantu bangsanya sendiri bangkit. Sekarang tinggal upaya pemerintah untuk mengomunikasikan pesan itu. 

SUARA PEMBACA

Harga Sembako Melambung Persoalan yang selalu dihadapi menjelang Ramadan dan Lebaran adalah harga barang kebutuhan pokok yang terus melambung tinggi. Sampai sekarang, kelihatannya pemerintah belum bisa menyelesaikan persoalan ini. Pemerintah yang diwakili Menteri Perdagangan hanya bisa mengimbau dan meninjau pasar. Sebagai rakyat kecil, saya hanya bisa mengeluh dan tidak bisa menganalisa faktor apa saja yang menyebabkan harga barang melambung. Saya berharap agar pemerintah bisa mengendalikan harga sehingga kami bisa melaksanakan ibadah puasa dengan tenang. Indiasari Jalan Siak, Depok, Jawa Barat

Setiap tulisan Gagasan/Perada yang dikirim ke Koran Jakarta merupakan karya sendiri dan ditandatangani. Panjang tulisan maksimal enam ribu karakter dengan spasi ganda dilampiri foto, nomor telepon, fotokopi identitas, dan nomor rekening bank. Penulis berhak mengirim tulisan ke media lain jika dua minggu tidak dimuat. Untuk tulisan Ruang Pembaca maksimal seribu karakter, ditandatangani, dan dikirim melalui email atau faksimile redaksi. Semua naskah yang masuk menjadi milik Koran Jakarta dan tidak dikembalikan. Redaksi tidak bertanggung jawab terhadap semua isi tulisan.

®

KORAN JAKARTA/WACHYU AP

Pameran Otomotif I Audi R8 Dikategorikan Mobil Termahal

15 ATPM Rilis Produk Terbaru Ratusan mobil baru dari berbagai merek, membanjiri ajang Indonesia International Motor Show 2010. Dari yang berharga ratusan hingga miliaran rupiah. JAKARTA — Hari pertama Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010 di Jakarta International Expo Kemayoran, dibanjiri produk baru. Sebanyak 15 Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) memanfaatkan momen tersebut untuk meluncurkan kendaraan anyar mereka. PT Toyota Astra Motor (TAM) merilis Grand New Corolla Altis atau facelift dari Altis yang kali pertama dirilis pada

2008. Wajah sedan seharga 328 juta rupiah (on the road DKI Jakarta) tipe E, 349,7 juta rupiah (tipe G), dan 380 juta rupiah (tipe V), itu lebih sangar. Grill depan diperbaru sehingga tampak seperti mata elang. Performa mesin juga ditingkatkan dengan teknologi mesin terbaru Dual VVT-I serta penggunaan teknologi transmiri terbaru Super CVT-I 7 percepatan untuk tipe V. ”Produk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para penggemar Corolla akan kenikmatan berkendara, di samping juga desain yang lebih advance, dinamis, dan mewah,”kata Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010, Sabtu (23/7). Tak cuma Astra, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga merilis Swift GT3 yang menyempurnakan varian sebelumnya. Mobil seharga 186,5 juta rupiah (manual) dan 197,5 juta rupiah (matik) itu, diyakini akan menjadi idola baru bagi penggemar mobil dengan segmen pasar generasi muda. ”Dengan hadirnya mobil ini, kami targetkan penjualan sepanjang IIMS 2010 sebanyak

Volume Produksi Kendaraan 2005-2009 semua merek 700

600.628

600 0

500.710 500 0

411.638 400 0

464.816

300 0

296.008 200 0 100 0 0 2005

2006

2007

2008

2009

600 unit untuk mendukung target sampai akhir tahun, 70 ribu unit,” kata Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) Endro Nugroho. Untuk menambah daya tarik, Suzuki juga memajang dua mobil konsep yaitu sedan Kizashi dan mobil MPV R3. ”Kami tugaskan para sales untuk mencari respons masyarakat yang hadir di sini, agar kami teruskan apakah segera memproduksinya untuk di Indonesia atau tidak,” ujar Endro. PT Ford Motor Indonesia (FMI) merilis Ford Fiesta yang bisa menjadi saingan kuat bagi Swift GT3. Fiesta dilego dengan harga mulai dari 167 juta rupiah 177 juta rupiah, 187 juta

rupiah, dan 215 juta rupiah. ”Di hari pertama kami rilis ini sudah ada pesanan sebanyak 5500 unit,” kata Direktur Pemasa Pemasaran FIM Davy Tulian . Untu Untuk kelas premium, Mercedes Benz juga mengeluarkan beberapa be produk. Mobil sport dengan d pintu Guldwing yaitu M Mercedes-Benz SLS AMG ini langsung lang memesona para pengge penggemar otomotif berkantung te tebal. Kuota yang diberikan sebanyak 25 unit di Indonesia untuk mobil tersebut ternyata tidak cukup. Wakil Direktur Pemasaran PT Mercedes-Benz Indonesia Yuniadi H. Hartono mengatakan, Indonesia hanya dijatah untuk menjual 25 unit mobil seharga 4,179 miliar rupiah (off the road) itu. Sementara, daftar pemesan sudah mencapai 40 unit. ”Padahal kuotanya dari Jerman hanya 25 unit tahun ini untuk Indonesia,” kata Wakil Direktur Pemasaran PT Mercedes-Benz Indonesia Yuniadi H Hartono. Sebelumnya SLS AMG memang sudah banyak diulas di media dan diperkenalkan di berbagai negara. Sehingga banyak masyarakat sudah mengetahui fitur dan keunggulan mobil dua pintu

tersebut. Sementara di Indonesia, Mercedes Benz baru resmi merilisnya pada ajang IIMS 2010. ”Karena kurang stok, pemesan harus sabar sampai tahun depan untuk mendapatkan mobil tersebut,” ujar Yuniadi.

Termahal Untuk kategori mobil termahal yang dirilis di IIMS 2010 adalah Audi R8. Mobil tersebut dibanderol 5,3 miliar rupiah. PT Garuda Mataram Motor (GMM) selaku ATPM merek Audi di Indonesia mengklaim mobil sport tersebut baru memulai debutnya di dunia yaitu di IIMS 2010. ”Kami berharap dengan membawa variasi mobil seperti ini akan meningkatkan citra Audi di Indonesia dan menjadikan Audi sebagai alternatif pilihan bagi produk mobil mewah” kata Andrew Nasuri, Chief Executive Officer PT GMM. Selain yang sudah disebut di atas, ATPM lain yang melakukan launching produk adalah BMW, Nissan, Chevrolet, Mitsubishi, Proton, Hyundai, Subaru, Fuso, dan Kia. Sementara Honda dan Daihatsu fokus memamerkan mobil konsep untuk masa depan. ind/A-1

Vaksin Meningitis

BPOM Segera Keluarkan Izin Edar JAKARTA – Dua vaksin Meningitis buatan Italia dan China yang dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sedianya akan menggantikan vaksin Glaxo Smith Kline (GSK) buatan Belgia belum seluruhnya dievaluasi. Sejauh ini baru vaksin Meningitis buatan Novartis Vaccine and Diagnostic, Italia yang sudah dievaluasi tentang keamanan, mutu dan khasiatnya. Kapala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah mengatakan, vaksin meningitis buatan Novartis Vaccine and Diagnostic, Italia telah menyelesaikan tahap evaluasi. “Saat ini vaksin tersebut tengah mengurus persyaratan administrasi sebelum nantinya dikeluarkan keputusan,” kata Kustantinah di Jakarta, kemarin.

Sedangkan satu vaksin lain yang juga dinyatakan halal oleh MUI, yakni Zheiyang Tianjuan dari China masih sibuk melengkapi data. “Sehingga mereka belum dapat menjalani proses evaluasi sebagaimana Novartis, sampai data yang dibutuhkan lengkap.” Jika mengacu pada pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih, besar kemungkinan vaksin buatan Novartis inilah yang akan menggantikan vaksin sebelumnya dari Glaxo Smith Kline (GSK) Belgia. Sebab, terang dia, vaksin yang lebih dulu selesai prosesnya di BPOM, maka dialah yang kemungkinan besar akan digunakan tahun ini. Para pakar, kata Kustantinah, sejauh ini telah mengevaluasi Novartis yang terfokus

pada tiga poin utama pemeriksaan yakni keamanan, mutu, dan khasiat. “Novartis sudah final. Sudah selesai penilaiannya. Tinggal administrasi saja,” Ujar Kustantinah. Mengenai vaksin buatan China, Kustantinah mengaku belum dapat memberikan menilainya. Sebab data-data yang dibutuhkan BPOM belum lengkap, sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan. “Harus lengkap dulu baru diperiksa. Semuanya terserah mereka. Kita sudah lama melayangkan surat kepada mereka,” terang Kustantinah. Untuk itu, lanjutnya, dalam waktu 1-2 hari ke depan, BPOM sudah mengeluarkan keputusan dan izin edar bagi vaksin meningitis buatan Novartis. Namun mengenai kepastian vaksin mana yang akan digunakan

untuk tahun ini, Kustantinah enggan menjawabnya.“BPOM hanya memeriksa keamanan, mutu, dan khasiat. Keputusannya tergantung Kementerian Kesehatan,” katanya. Kepala Pusat Kesehatan Haji Wan Alkardri mengatakan, terlalu dini untuk mengatakan vaksin mana yang akan digunakan sebagai pengganti vaksin buatan GSK Belgia. Menurutnya, bisa saja ditetapkan salah satu atau keduanya untuk mendapatkan izin daftar dan izin edar. “Kapan keluarnya saya tidak tahu. Tanya saja ke BPOM. Kalau cepat kita akan cepat menindaklanjutinya. Perintah Menteri kesehatan ke Kepala BPOM agar segera melakukan penilaian. Kalau sudah sesuai segera diberikan ketetapan,” ujarnya.

Pertemuan Khusus Sementara itu, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih tidak mau berkomentar banyak ketika dikonfirmasi soal masih adanya penggunaan vaksin GSK Belgia di sejumlah rumah sakit terhadap calon jemaah umroh. “Masalah yang disuntikkan dan menandatangani surat pernyataan sanggup disuntik dengan vaksin GSK, jangan saya yang komentar,” kata Endang. Namun ia menjanjikan akan ada pertemuan khusus untuk membahas tuntas persoalan tersebut. “Saat ini saya hanya klarifikasi saja, bahwa tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan akibat pembatalan meningitis. Yang pasti Oktober nanti semua calon jemaah harus sudah disuntik,” pungkasnya.  cit/S-1

Pemimpin Redaksi: M Selamet Susanto Wakil Pemimpin Redaksi: Adi Murtoyo Asisten Redaktur Pelaksana: Suradi SS. Redaktur: Adiyanto, Alfian, Alfred Ginting, Antonius Supriyanto, Dhany R Bagja, Khairil Huda, Lili Hermawan, M Husen Hamidy, Sriyono Faqoth, Suli H Murwani, Yoyok B Pracahyo. Asisten Redaktur: Ade Rachmawati Devi, Ahmad Puriyono, Mas Edwin Fajar, Nala Dipa Alamsyah, Ricky Dastu Anderson, Sidik Sukandar, Tri Subhki R. Reporter: Agung Wredho, Agus Supriyatna, Benedictus Irdiya Setiawan, Bram Selo, Budi, Citra Larasati, Dini Daniswari, Donald Banjarnahor, Doni Ismanto,

Eko Nugroho, Hansen HT Sinaga, Haryo Brono, Haryo Sudrajat, Henry Agrahadi, Houtmand P Saragih, Hyacintha Bonafacia, Im Suryani, Irianto Indah Susilo, Irwin Azhari, Merta Anduri, Muchammad Ismail, Muhammad Fachri, Muhammad Rinaldi, Muslim Ambari, Nanik Ismawati, Rahman Indra, Setiyawan Ananto, Tya Atiyah Marenka, Vicky Rachman, Wachyu AP, Xaveria Yunita Melindasari, Yusti Nurul Agustin Koresponden: Budi Alimuddin (Medan), Noverta Salyadi (Palembang), Agus Salim (Batam), Henri Pelupessy (Semarang), Eko Sugiarto Putro (Yogyakarta), Selo Cahyo Basuki (Surabaya) Kepala Sekretariat Redaksi: Debora Awuy Bahasa: Yanuarita Puji Hastuti Desain Grafis: Yadi Dahlan. Penerbit: PT Berita Nusantara Direktur Utama: M Selamet Susanto Direktur: Adi Murtoyo. CEO: T. Marx Tobing Managing Director: Fiter Bagus Cahyono Associate Director: Woeryadi Kentoyo Manajer Iklan: Diapari Sibatangkayu Manajer IT: Parman Suparman Asisten Manajer Sirkulasi: Turino Sakti Asisten Manajer Distribusi: Firman Istiadi Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi: Jalan Wahid Hasyim 125 Jakarta Pusat 10240 Telepon: (021) 3152550 (hunting) Faksimile: (021) 3155106. Website:

www.koran-jakarta.com E-mail: redaksi@koran-jakarta.com Tarif Iklan: Display BW Rp 28.000/mmk FC Rp 38.000/mmk, Advertorial BW Rp 32.000/mmk FC Rp 40.000/mmk, Laporan Keuangan BW Rp 17.000/mmk FC Rp 32.000/mmk, Pengumuman/Lelang BW Rp 9.000/mmk, Eksposure BW Rp 2.000.000/kavling FC Rp 3.000.000/kavling, Banner Halaman 1 FC Rp 52.000/mmk, Center Spread BW Rp 35.000/mmk FC Rp 40.000/mmk, Kuping (Cover Ekonomi & Cover Rona) FC Rp 9.000.000/Kav/Ins Island Ad BW Rp 34.000/mmk FC Rp 52.000 Obituari BW Rp 10.000/mmk FC Rp 15.000/mmk, Baris BW Rp 21.000/baris, Kolom BW Rp 25.000/mmk, Baris Foto (Khusus Properti & Otomotif ) BW Rp 100.000/kavling

Wartawan Koran Jakarta tidak menerima uang atau imbalan apa pun dari narasumber dalam menjalankan tugas jurnalistik


EDISI 754 - 25 JULI 2010