Issuu on Google+

Kamis, 9 Juni 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Sekab Bombana Penuhi Panggilan Jaksa

Tak Lagi Mudah Pusing dan Batuk-Pilek Pascakelahiran anak keduanya, tiga tahun yang lalu, Nyonya Hartanti sering sekali mengalami pusingpusing lantaran tekanan darahnya rendah. “Waktu

Baca PUSING di Hal. 2

POLITIKA

Tommy Soeharto Capres 2014 PARTAI Buruh kini tengah memetakan calon presiden (capres) yang bakal diusung pada Pemilihan Presiden 2014. Nama yang dianggap layak untuk didukung adalah Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disebut Tommy Soeharto. Menurut Ketua Umum Partai Buruh, Sony Pujisasono Pilpres 2014 merupakan era anak muda dan yang memiliki jiwa pembaharuan. Kata dia, kriteria jiwa pembaharuan itu dimiliki Tommy sehingga layak untuk diusung sebagai Capres. “Insya Allah kalau Mas Tommy mau maju.

Baca CAPRES di Hal. 2

SELEBRITI

Miss Indonesia 2011 Tersandung Tempat Lahir SEMATAN mahkota Miss Indonesia 2011 agaknya belum bisa bikin Astrid Ellena tidur nyenyak. Pasalnya, kemenangan yang dia raih 3 Juni lalu menyisakan polemik. Ini terkait ketidakcocokan kota kelahiran dengan daerah pemilihan Ellena. Menurut kabar, perempuan kelahiran 8 Juni 1990 itu ternyata bukan orang Jawa Timur, meski dia mewakili Jawa Timur dalam ajang Miss Indonesia. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akte kelahiran Ellena katanya asli Jakarta. Benarkah? Ayah Ellena, Yunadi Fredrich saat dimintai konfirmasi menolak

Baca MISS di Hal. 7

Astrid Ellena

Baubau, KP Sekretaris Kabupaten (Sekab) Bombana, Rustam Supendi akhirnya hadir dan memberikan keterangan di Pengadilan Negeri (PN) Baubau sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi APBD 2007/2008 Kabupaten Bombana senilai Rp 5,160 miliar, Selasa (7/6) yang menjerat mantan Bupati Bombana Dr H Atikurahman. Dalam persidangan sebelumnya, Rustam Supendi beberapa kali tidak hadir bahkan harus mendapat dua kali panggilan. Dalam persidangan itu, Rustam Supendi tidak banyak memberikan keterangan dengan alasan kurang mengetahui fakta perkara yang menjerat mantan orang nomor satu di Bombana itu. Kata dia, dimasa itu dia menjabat sebagai Asisten III yang membidangi anggaran dan pemerintahan pada tahun 2009. Sedangkan pada tahun 2007 dan 2008 dia menjabat sebagai Kepala Bapedda Kabupaten Bombana. Di hadapan majelis hakim, Rustam Supendi juga mengaku

SYAMSUDIN/KP

Baca SEKAB di Hal. 2

Sekab Bombana Rustam Supendi dan Nini Marti Addin saat diambil sumpahnya di PN Baubau sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi APBD Kabupaten Bombana yang menjerat Atikurahman.

Nazaruddin Dipanggil KPK Beserta Istri Adipura akan Diarak Jakarta, KP Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin akhirnya resmi dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat 10/6), besok. Tapi, pemanggilan itu bukan terkait kasus dugaan suap sesmenpora ataupun dugaan pemberian sejumlah uang terhadap sekjen Mahkamah Konstitusi yang menyeret nama Nazaruddin, beberapa waktu terakhir. Pimpinan KPK Chandra Hamzah mengungkapkan, politisi muda Demokrat itu justru akan dipanggil terkait dugaan korupsi di kementrian pendidikan nasional (kemendiknas). “Kami butuh keterangan yang bersangkutan tentang kasus di diknas, dia (Nazaruddin, Red) termasuk pihak terkait,” ujar Chandra, usai rapat dengan Tim Pengawas Kasus Bank Century, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (8/6).

Kasus-kasus yang Membelit Nazaruddin 1. Pemalsuan Bank Guarantee di Bank Syariah Mandiri Cabang Pekanbaru tahun 2005. Ditangani: Polda Metro Jaya Status: SP3 2. Kasus dugaan korupsi Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemendiknas tahun 2007. Ditangani KPK. Akan diperiksa 10 Juni 2011 3. Suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Kemenpora tahun 2011. Ditangani KPK. Belum dijadwalkan pemeriksaannya 4. Dugaan suap pada Sekjen Mahkamah Konstitusi. Ditangani KPK. KPK sudah memeriksa Sekjen MK Janedri M. Gaffar 5. Istri Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni, diduga tersangkut kasus korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kemenakertrans pada tahun 2008 Dia menolak pemanggilan tersebut mendadak. Menurut Chandra, proses penyelidikan terkait kasus di kemendiknas itu sebenarnya sudah dimulai sejak Maret 2011. “Itu kan sebelum sesmenpora bahkan,” ujarnya. Mantan pengacara itu juga menolak kalau pemanggilan

tersebut dianggap melompat. Mengingat, selama ini, Nazaruddin lebih banyak dikaitkan dengan kasus dugaan suap sesmenpora yang telah menempatkan sejumlah tersangka. “Kenapa? Memang nggak boleh manggil ke

Baca NAZARUDDIN di Hal. 7

Keliling Kota Kolaka Kolaka,KP Untuk yang keenam kalinya, kota Kolaka meraih piala Adipura kategori kota kecil. Piala yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang kebersihan dan keindahan tersebut diserahkan langsung oleh presiden SBY kepada Wakil Bupati Kolaka, Amir Sahaka. Rencananya, hari ini piala tersebut tiba melalui Bandara Haluoleo Kendari, dan selanjutnya akan diboyong menuju Kolaka dengan penjemputan yang diperkirakan akan sangat meriah. “Sesuai hasil rapat yang dipimpin Asisten III, piala dijemput oleh kepala BPMD Kolaka di Kendari, kemudian akan diarak keliling kota Kolaka. Ini adalah keberhasilan masyarakat Kolaka, bukan pejabatn-

ya,” kata Kasi Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Setkab Setkab Kolaka, Kasbi Dara Manggarah. Penilaian adipura tahun ini menempatkan Kolaka pada urutan ke-5 dari semua kabupaten se-Indonesia yang mendapatkan piala tersebut. Prestasi ini kata Kasbi, merupakan penghargaan kepada masyarakat Kolaka. “Kolaka tidak hanya mengejar piala itu. Tapi bagaimana menanamkan budaya kebersihan dan kenyamanan kepada masyarakat. Ini adalah penghargaan untuk warga Kolaka,” kata Kasbi lagi. Rencananya, setibanya di Kolaka piala tersebut akan dijemput di tugu 19 November

Baca ADIPURA di Hal. 2

Penyakit Aneh; Keluar Darah di Kepala ketika Berpikir Keras Gadis bernama Dora Indiyanti Trimurni ini berpenyakit aneh. Setiap berpikir keras, darah mengalir dari poripori kepalanya. Kadang-kadang, darah juga keluar dari mulut, telinga, dan hidungnya. Perjalanan hidup perempuan 25 tahun itu juga sarat dengan tragedi. Di sela-sela kuliah, dia harus bekerja sebagai tukang ojek demi membiayai sekolah adiknya.

PADANG EKSPRES/JPNN

Dora harus dirujuk karena tim dokter di RSUP M. Djamil menyerah. Menurut dr Irza Wahid SpPD, salah seorang dokter yang menangani Dora, pasien harus dirujuk ke Jakarta karena peralatan medis di RSUP M. Djamil terbatas. Hingga kini, tim dokter di rumah sakit itu belum bisa mengidentifikasi penyebab kelainan yang dialami gadis berpenampilan pria dengan kepala hampir gundul itu. Berdasar diagnosis sementara, ada dua kemungkinan penyakit yang diderita Dora. Yakni, trombopati (gangguan pada fungsi trombosit, Red) dan kelainan auto imun (kelainan daya tahan tubuh). Namun, untuk memastikan itu tim medis harus memeriksakan darah Dora ke Jakarta lantaran

Dora pasien Susfek Trombosit (keringat mengeluarkan darah dikepala) terbaring di RSUP M Djamil Padang.

Baca PENYAKIT di Hal. 7

HIJRAH S.-HARI BUSROH, Padang KARENA kondisinya yang kian parah, sejak 23 Mei lalu, Dora dirawat di RSUP M. Djamil, Padang, Sumatera Barat. Jika tidak ada aral melintang, hari ini dia akan dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

2

Kendari Pos |Kamis, 9 Juni 2011

ICW Tuding Nunun Punya Paspor Ganda Jakarta, KP Nunun Nurbaeti, tersangka kasus Travel Ceck (TC) pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia, Miranda Goeltoem dikabarkan mempunyai paspor ganda. Karenanya, Nunun mudah bepergian ke Singapura, Thailand, dan Kamboja meskipun paspornya sudah dicabut Kementrian Hukum dan HAM. Namun kabar itu dibantah suami Nunun, Adang Daradjatun. Adang justeru mempertanyakan kepada instansi berkewenangan menerbitkan paspor. “Kalau ngomong itu (paspor ganda) ya saya bertanya aja lah, mana mungkin, tidak mungkin dong. Nah kalau yang menyatakan pejabat dari imigrasi, harusnya dia mawas diri, artinya paspor tersebut dibuat oleh siapa, jangan ditanya ke ibu, ini kan lucu,” kata Adang di Gedung MA, Jakarta, kemarin. Anggota Komisi III DPR RI ini juga membantah bila kalangan

yang menyebutkan bahwa Nunun sempat bepergian ke Thailand dan Kamboja. “Nah masalah sekarang ternyata Menteri atau siapapun namanya menyatakan Ibu (Nunun) berada di suatu tempat silakan tanya ke beliau, beliau tahu dari mana. Saya berpendapat sesuai dengan surat resmi saya, ibu di singapura,” ujar mantan Wakapolri ini. Sementara itu, Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Juntho menduga dengan didukung finansial yang baik, bukan tidak mungkin Nunun memiliki banyak paspor. Emerson mencontohkan, Mafia Pajak Gayus Tambunan masih dapat bepergian ke luar negeri dengan memiliki paspor ganda pada saat berada di dalam tahanan, apalagi saat ini Nunun tidak dalam status tahanan. Adang Kukuh Nunun Tak Bersalah Anggota Komisi III DPR RI,

Adang Daradjatun masih mempertanyakan proses penetapan istrinya, Nunun Nurbaeti sebagai tersangka dalam kasus Travel Ceck oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adang masih bersikukuh bahwa Nunun sama sekali tidak terlibat karena hingga saat ini, orang-orang yang dihukum pada perkara pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia, Miranda Goelteom tidak pernah menyebutkan keterlibatan Nunun. “Jadi begini, kasih waktu dulu saya bicara. Biar kita nanti diskusinya enak. Okelah kita berbicara tentang ibu (Nunun), paspor ibu telah dicabut. Kalau ibu sudah jadi tersangka, saya ingin dong media menulis bagaimana sih proses sampai (ditetapkan) tersangka. Sampai hari ini, yang sudah dihukum kan tidak ada satupun yang menyatakan, ibu itu memberikan travel cek,” kata Adang di gedung MA, Jakarta, kemarin.

Menurut mantan Wakapolri ini, hingga kini belum ada pembuktian materiil bahwa Ari Malangjudo (pengantar cek) menerima atau disuruh Nunun untuk memberikan TC. “Dan selama ini, Ibu (Nunun) kan juga belum pernah diperiksa sebagai saksi lalu mendadak jadi tersangka dan besoknya malah dicabut paspornya. Nah jadi tolong latar belakang itu dulu biar seimbang antara kenapa saya ingin ada keadilan dihubungkan dengan pertanyaan tadi,” ujarnya. Dimana keberadaan Nunun sekarang” Adang mengatakan enggan menyebut keberadannya. Ia mengatakan lebih baik keberadaan Nunun ditanyakan langsung ke KPK. “Ditanya tentang di mana Ibu (Nunun), ya tanya saja ke KPK karena saya sudah memberikan surat resmi waktu itu pada KPK pada Kedubes Indonesia di Singapura dan pada imigrasi bahwa ibu berobat ke singapur,” tandas Adang.(kyd)

Bapak Terdakwa, Anak Jadi Saksi Sekab ........................ tidak mengetahui pencairan dana pinjaman yang dilakukan atas disposisi Atikurahman yang saat itu menjadi bupati. Dia baru mengetahui setelah dirinya diperiksa sebagai saksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. Itu pun diberitahu oleh Kasubag Perbendaharaan yang saat itu dijabat Nini Marti Addin. “Saya tahunya ada dana pinjaman lewat rekening koran pengembalian di Bank BPD yang ditunjukan oleh Kasubag perbendaharaan,” tuturnya. Dia menjelaskan, pada tahun 2007/2008 memang kondisi keuangan daerah defisit. Namun dia mengaku defisit terjadi bukan karena adanya dana pinjaman oleh Muhamamd Haikal (putera Atikurahman), tapi dana perimbangan yang berasal dari pusat belum cair ditambah lagi dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak mencapai target. “Dalam batang tubuh APBD meliputi dana alokasi khusus,

Pusing ....................... itu, setiap hari saya mengalami pusing, dan tekanan darah saya hanya 100/70,” ujar wanita 32 tahun ini. Selain itu, garagara imunitas tubuhnya yang rendah, setiap bulan senantiasa ia mengalami batuk-ppilek. Dan ini, menurut wanita yang

dana alokasi umum, PAD dan dana perimbangan. Namun defisit terjadi bukan karena pinjaman tersebut tetapi dana perimbangan yang belum cair,” begitu Rustam Supendi menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum, Hijran Safar. Dalam persidangan tersebut, Kuasa Hukum terdakwa Muhammad Ilyas SH tidak mengajukan pertanyaan kepada saksi. Pasalnya Rustam Supendi dinilai tidak punya pengetahuan terhadap fakta hukum yang menjerat terdakwa Atikurahman. Selain Rustam Supendi, dalam persidangan tersebut tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan saksi Nini Marti Addin yang saat itu menjabat sebagai kasubag perbendaharaan. Sebagai Kasubag Perbendaharaan, Nini bertugas di bidang pembuatan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang diusulkan setiap SKPD. Di hadapan majelis hakim yang diketuai Sutarno SH MH, saksi mengaku tidak pernah

melihat disposisi pinjaman yang dikeluarkan oleh bupati. Tapi pada bulan April 2009 dia pernah dipanggil oleh Haikal dan diperintahkan untuk mengembalikan dana pinjamannya. “Tanggal 14 April dia kasih saya Rp 300 juta untuk dimasukan di kas daerah, kemudian tanggal 21 April ditambah lagi Rp 300 juta. Katanya itu uang pinjaman tapi saya tidak tahu juga pinjaman apa,” ujarnya. Dia menambahkan dirinya pernah juga dipanggil Sekab Bombana yang masih dijabat Idrus Efendy Kube untuk menagih pinjaman dana tahun 2007 dari Atikurahman senilai Rp 4,09 miliar. Selanjutnya dana tersebut telah dikembalikan yang tercatat dalam rekening koran kas daerah tahun 2009. “Saya tidak tahu asal muasal dana pinjaman itu karena pada tahun 2007 saya masih bertugas di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), nanti pada akhir 2008 baru saya menjabat di sekretariat daerah sebagai Kasubag Perbendaharaan,” ujarnya.

Terkait dengan pinjaman di tahun 2008 senilai Rp 1,07 miliar, Nini mengaku tidak mengetahui dana pinjaman tersebut. “Saya tidak tahu ada pinjaman Rp 1,07 miliar, yang saya tahu cuman pinjaman Rp 4,09 miliar. Tapi setelah pemeriksaan di Kejati saya baru tahu disitu kalau ada juga pinjaman Rp 1,07 miliar,” tambahnya. Berdasarkan penuturan terdakwa Atikurahman, dana Rp 1,07 miliar telah dikembalikan melalui KBUD Zainul. Namun dana tersebut selanjutnya ditarik kembali pihak Kejati Sultra untuk disita. Amatan koran ini, dalam sidang tersebut Atikurahman didampingi Kuasa Hukumnya, Muhammad Ilyas. Sedangkan dari tim JPU dihadiri Kasi Intel Kejari Baubau, Hijran Safar, Plt Kasi Pidsus Jolfis Simboa dan Muhamad Nizar. Sidang perkara tersebut rencananya dilanjutkan Senin (13/7) untuk mendengarkan keterangan Haikal sebagai saksi termasuk mendengarkan keterangan saksi ahli.(p13/lan)

juga membuka usaha counter HP di depan rumahnya ini, telah berlangsung lama sekali. Tak terlalu lama berobat ke dokter, wanita yang bekerja di sebuah toko serba ada ini kemudian beralih ke MDL-525 setelah menonton iklan produk berupa kedelai bubuk itu di televisi. “Sejak saat itu

saya meminumnya dua kali sehari,” ungkap penduduk Dusun Padangan, Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, ini saat ditemui 23 Juli 2010 lalu. Ternyata dengan bantuan produk yang sudah berganti nama dengan New Mandala 525 itu kel-

uhan Nyonya Hartanti makin lama makin berkurang. “Sekarang tensi darah sudah 120/ 80,” ucapnya seraya menambahkan bahwa ia sudah jarang sekali mengalami batuk-pilek sejak setahun belakangan ini.Biji kedelai memang efektif untuk mengatasi sejumlah penyakit, termasuk tekanan darah rendah imunitas rendah. Koran Seputar Indonesia 10 Oktober 2008 memuat artikel yang menyatakan bahwa kedelai telah dikenal di daerah asalnya, Asia, selama lebih

Partai Buruh Usung Tommy jadi Capres Capres ....................... Selama ini kita ada benang merah komunikasi secara kebatinan dengan Mas Tommy dan beliau juga tahu sejarah partai buruh. Kita mencari figur yang sangat independent. Beliau adalah seorang tokoh nasional dan anak muda yang mempunyai visi ke depan. Kita tidak melihat figur-figur baru yang mempunyai kepedulian dan visi seperti itu. Kebetulan 2014 tidak ada tokoh seperti itu, “ kata Sony usai mendaftarkan verifikasi berkas Partai Buruh (PB) di Gedung Kemenkum HAM di Jakarta, kemarin. Diakui Sonny, Tommy sendiri

saat ini bertindak sebagai dewan pembina di Partai Buruh. “Kita belum menempatkan secara organisatoris, tetapi sebagai tokoh yang kita usung dia selalu melakukan pembinaan kepada kita sejak awal setelah kongres. Beliau termasuk tempat kita berkonsultasi,” tutur dia. Tommy Soeharto sendiri kata dia, sudah menempatkan beberapa kawan dekatnya di kepengurusan Partai Buruh. “Kalau kita butuh orang untuk kepengurusan, Mas Tommy suka merekomendasikan kawan-kawannya. Semua kawankawan Mas Tommy memang menjadi pengurus di Partai Buruh termasuk Budi Hilman sebagai Sekjen di sini,” ung-

kap Sonny. Mengenai sosok Tommy yang hanya untuk menarik simpati publik, Sonny dengan tegas membantahnya. “Figur Mas Tommy bukan figur pendendam dan tidak mementingkan kelompoknya. Dia mencerminkan karakter kenegaraan dan aktif di parpol yang mengayomi masyakakat seluruhnya bukan kelompoknya saja” terang dia. Apakah Putra Bungsu Soeharto itu penyandang dana terbesar di Partai Buruh” “Waduh, saya itu saya nggak bisa ngomong, bener atau tidaknya Wallahualam. Masalah pendanaan tanya sendiri ke Mas Tommy” kata Sony.(kyd)

Mantan-mantan Menteri LH Jadi Dewan Juri Standar ..................... menetapkan jangkauan penilaian di sebuah kabupaten dan kota sekitar 60 persen dari luas wilayah itu. Nah, penentuan titik-titik yang bakal diteliti lebih dulu disepakati antara pemerintah daerah dan pusat. Sudirman menuturkan, objektivitas model penilaian seperti ini masih banyak dipertanyakan. “Bisa jadi titik-titik yang akan dinilai dipermak dulu,” tandasnya. Sebagai ganti, tahun ini KLH meningkatkan jangkauan penilaian di seluruh wilayah kabupaten atau kota. Misal-

nya, di sebuah kabupaten atau kota ada 30 kecamatan, seluruhnya disambangi tim penilai. Sekali lagi, model penilaian baru tersebut membuat sebagian besar peserta Adipura rontok. Sudirman menjelaskan, tahun depan sistem penilaian lapangan itu bakal diperbaiki lagi. Yaitu, pemerintah daerah tidak diberi tahu tentang bulan dan tanggal penilaian. KLH hanya memberikan acuan penilaian gelombang pertama atau P1 dijalankan antara Oktober hingga Maret. Kemudian, penilaian gelombang kedua atau P2 dilakukan antara Maret hingga Mei.

Upaya merahasiakan waktu penilaian merupakan strategi untuk melihat kondisi perkotaan apa adanya. Dengan demikian, kabupaten dan kota diharapkan selalu menjaga kebersihan kawasannya. Tidak hanya menjelang penilaian Adipura. Poin perubahan sistem penilaian selanjutnya adalah menerjunkan tim penilai antarpulau. Tim perwakilan KLH dari provinsi di Pulau Jawa bakal menilai di Pulau Sumatera. Begitu pula sebaliknya. “Tidak ada tim yang menilai di provinsi sendiri,” ungkap Sudirman. Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi kolusi.(wan)

Amandemen UUD 45 demi Kewenangan DPD Forum ....................... tah juga akan menjadi lebih kuat. “Dua mata lebih baik dari satu mata. Tapi, jangan sampai DPD rusak. Kalau kedua matanya rusak ya tetap nggak bisa

melihat,” kata Zainal. Dia juga berharap amandemen bisa mendorong perampingan komisi dan lembaga negara. Ini berhasil dilakukan konstitusi Afrika Selatan. Zainal menyebut saat ini negara menghamburkan uang yang

besar untuk membiayai ratusan komisi dan lembaga. “Bayangkan untuk mengurus hal yang sama kita punya empat lembaga. Ada Komnas HAM, Komnas Anak, Komnas Perempuan, dan Komnas Lansia,” kritiknya.(pri)

Kolaka Raih Adipura ke-6 Sabilambo lalu diarak keliling Kota Kolaka. Kemudian berakhir di alun-alun 19 November dan diserahkan kepa-

da Ketua DPRD Kolaka, Parmin Dasir. Selain para pejabat kata Kasbi, disana juga akan disambut oleh pasukan kuning Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Kolaka. “Sebab selama ini mereka yang juga

sangat berjasa dalam peraihan piala Adipura ke-6 ini. Karena mereka yang selalu menjaga kebersihan Kota Kolaka hingga mendapatkan Adipura sampai enam kali berturut-turut,” ungkapnya.(p3/ong)

dari 5.000 tahun. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman utama selain beras dan gandum. Sejak awal abad ke-20, penduduk negara-negara Barat mulai tertarik mengonsumsi pangan berprotein tinggi ini. Kedelai kaya lemak tak jenuh, serat, dan vitamin, tapi rendah lemak jenuh. Isoflavon juga terkandung dalam kedelai. Ia merupakan zat fitoestrogen yang menyerupai hormon estrogen sehingga dapat berinteraksi dengan reseptor estrogen. Produk yang mengandung iso-

flavon merupakan sumber fitoestrogen yang bagus untuk perbaikan hormon, terutama wanita. Di tulisan itu penulisnya mengutip pendapat nutrisionis Prof. Deddy Muchtadi, yang mengatakan bahwa kedelai dikategorikan superfood, makanan yang mengandung banyak fitonutrien, seperti antioksidan, antosianin, vitamin C, mangan, serat, dan isoflavon, yang memberi banyak manfaat bagi kesehatan. “Isoflavon sangat efektif sebagai antioksidan penangkal radikal bebas. Ia juga

terbukti mampu mengurangi garis-garis serta kerutan pada wajah,” ujar Deddy di suatu kesempatan. Banyak kedelai bubuk beredar, namun New Mandala 525 laku karena manfaatnya nyata. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi, kunjungi purwati-s@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan.Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934. (*)

Adipura .....................

3

Kamis, 9 Juni 2011

Sultra Keciprat Rp 10 M AlokasiPengembangan Produksi Sapi, Kambing dan Unggas

Sulis/KP

Koordinator Marketing, FAS dan Comunity Indosat Kendari, Alwi. B (Kanan) menyerahkan hadiah pada pemenang Brigade, Nurdin (tengah) dan Made Rey Sudarsono (kiri).

Indosat Beri Reward Outlet yang Ikut Program Brigade

Selama Januari - Maret, secara nasional Indosat punya kompetisi Brigade. Program berhadiah bagi para outlet untuk berkompetisi itu berupa aktivasi kartu dan penjualan voucher terbanyak. Dalam setiap area memiliki tiga pemenang, untuk Sultra juara I diraih oleh Rey Phone (Jalan R Suprapto) Kendari, Juara II Kuda Terbang Seluler di Baubau dan Juara III Gugun Seluler (Jalan Balai Kota II) Kendari. Hadiah dari program Brigade Indosat diserahkan kemarin oleh Alwi.B, Koordinator Marketing FAS dan Comunity Indosat Kendari. Perusahaan Rey Phone memperoleh satu unit note book, tiga unit ponsel dan voucher pulsa senilai Rp 25 ribu sebanyak 25 lembar. Untuk juara II mendapatkan dua unit ponsel dan voucher Rp 25 ribu sebanyak 25 lembar yang diserahkan ke Baubau dan juara III memperoleh voucher pulsa Rp 25 ribu sebanyak 20 lembar. “Dua outlet berada di Kendari,” terang Apriani Pabumbun, Chanel Management Sales Area Indosat Kendari di sela-sela penyerahan hadiah. Menurutnya, kegiatan ini diundi pada akhir April 2011 dan hadiah diserahkan kemarin. Kegiatan ini orentasinya untuk memberikan motivasi pada oultet untuk bisa menjual produk Indosat lebih maksimal lagi. “Tapi setiap tahunnya kami sudah memang memiliki promo untuk para outlet. Program sebelumnya pemenangnya jalan-jalan ke luar negeri, ada juga yang memperoleh beberapa hadiah dari Indosat. Selain promo secara nasional kami juga memiliki promo lokal, yang pastinya memberikan apresiasi kepada para outlet,” paparnya. Pemilik Rey Phone, Made Rey Sudarsono mengaku sangat termotivasi dengan program-program menarik dari Indosat. Setelah beberapa waktu lalu dirinya juga menjadi pemenang dan sempat mendapat hadiah jalan-jalan ke Bangkok, kini mendapat juara I dalam program Brigade. “Kemarin saya berhasil mengumpulkan aktivasi nomor pada 272 kartu perdana berikut penjualan voucher Rp 10 ribu setiap aktivasi. Karena yang dinilai dan mendapat predikat good sales adalah jumlah aktivasi nomor serta penjualan voucher,” terangnya. Demikian pemilik Gugun Seluler, Nurdin.M mengaku suprise dengan meraih juara III. Nurdin termasuk pemula, karena baru satu tahun berbisnis seluler, dan hanya isengiseng mengikuti promo tersebut. “Awalnya hanya kirim sms ke ACT spasi ID spasi OC kirim ke 202, tiba-tiba ditelepon menjadi juara. Hal ini membuat saya termotivasi untuk menjual produk Indosat lebih banyak lagi. Dan saya yakin promo ini tidak ada unsur KKN karena penilaiannya dilakukan secara otomatis,” pungkasnya. (lis)

Kendari, KP Untuk meningkatkan produksi peternakan, Sultra mendapat kucuran dana dari APBN sebesar Rp 10 miliar lebih. Jumlah tersebut dialokasikan untuk pengembangan produksi sapi, kambing dan unggas. Diharapkan dana tersebut dapat membantu target nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada daging sapi. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Sultra, Ir Simon Montong menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan sapi pada enam wilayah yakni Bombana, Konsel, Konawe, Kolaka, Muna

dan Buton. “Daerah tersebut diharapkan menjadi sentra peternakan sapi, nantinya bantuan berupa penggemukan dan pembibitan sapi. Selain itu ada juga bantuan untuk pembibitan kambing dan unggas yaitu ayam kampung,” terangnya kemarin. Selama ini kata Simon untuk daging sapi, kebutuhan lokal sudah terpenuhi. Bahkan dua tahun terakhir ini, populasinya naik sekitar 5 persen dari total jumlah yang ada. Tahun 2014 nanti produksi sapi di Sultra bisa mensuplai pasar domestik. Hal itu untuk mewujudkan target nasional agar bisa swasembada daging sapi. “Pada enam kabupaten kiranya bisa menjadi suplayer, bila memungkinkan daerah lainnya juga bisa mengembangkannya, hanya ke enam wilayah tersebut saat ini yang sedang dalam prioritas,” paparnya.

Selain dana bantuan dari APBN, anggaran dari APBD yang diporsikan untuk pengembangan peternakan. Tahun ini pada bantuan bibit. Rinciannya untuk sapi sebanyak 159 sapi, 100 kambing dan 4 ribu unggas (ayam kampung). Jumlah tersebut menyebar pada beberapa kabupaten/kota di daerah ini. Semua bantuan itu saat ini sedang dalam proses tender. Targetnya tahun ini akan dibagikan kepada penduduk yang dianggap layak, yaitu kelompok tani setempat. Lebih jauh Simon memaparkan, bila segala program pengembangan peternakan itu tentunya sebagai upaya pemerintah untuk memajukan daerah melalui pengembangan potensi peternakannya. Baik sapi, kambing ataupun unggas merupakan kebutuhan pokok yang juga produk yang dibutuhkan semua negara.

Melalui program Pencapaian Swasembada Daging Sapi (PSDS) diharapkan Sultra pun bisa berkontribusi. Sementara untuk unggas jenis ayam potong, memang ditangani pihak swasta. Pemerintah hanya bertindak sebagai pengawas. Masalah harga dan jumlah produksi diatur oleh mekanisme pasar yang berlaku. “Seperti di Sultra semuanya tentunya yang mengelola adalah swasta, dan harapan pemerintah mereka yang mensuplai market. Termasuk pengembangannya untuk mensuplai daerah lain seperti di Sulsel, semua itu adalah tupoksi pihak swasta. Mereka lebih tahu bagaimana mengelola usahanya untuk menjadi lebih berkembang,” pungkasnya, saat disinggung mengenai kontribusi pemerintah terhadap peternak ayam boiler. (lis/awl)

BSM Fokus Dana Konsumer Kendari,KP Bank Syariah Mandiri (BSM), berupaya terus memberikan perhatian kepada dana-dana konsumernya. Hal itu terlihat dari semakin aktifnya BSM mengembangkan produk-produk tabungannya guna mengimbangi aktivitas para nasabah yang semakin padat. Sejumlah produk tabungan seperti Mudharabah, Mabrur, berencana investa cendikia (pendidikan), tabungan Simpatik dan Tabungan Kurban menjadi wahana untuk mengumpulkan dana pihak ke tiga (DPK) dari masyarakat. Salah satu layanan andalan Tabungan BSM adalah mobile banking berbasis GPRS. Melalui layanan tersebut, nasabah diberi keleluasaan dalambertransaksi perbankan seperti cek saldo, pembayaran listrik, zakat dan infak, pembelian pulsa, pembelian PLN Prepaid, cek transaksi terakhir, pindah buka antar rekening BSM dan transfer antar bank secara real time dengan menggunakan telepon seluler. “Menariknya produk layanan ini dilengkapi fitur wisdom atau kata kata bijak yang diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pencerahan bagi nasabahnya,” terang Kepala Cabang BSM Kendari, Zullkifli melalui release yang diterima Kendari Pos. Mobile banking GPRS menurut Zulkifli merupakan fasilitas yang

ist/kp

Aktivitas nasabah yang padat membuat BSM memberi layanan terbaik semisal mobile banking berbasis GPRS. Kini BSM sudah membuka cabang di Kendari diberikan BSM untuk melengkapi layanan yang telah ada sebelumnya, bagi nasabah tabungan BSM seperti SMS banking. BSM net banking, debit card, pembayaran listrik serta sejumlah layanan sejenis. Dengan beragam program peningka-

tan pelayanan berupa penambahan fitur maupun variasi produk diharapkan dapat menambah kepercayaan dan loyalitas nasabah BSM. “Disamping itu dengan bertambahnya penabung, berdampak positif padan penghimpunan dana BSM,” paparnya.

Zulkifli menambahkan dengan peningkatan DPK tersebut diharapkan merupakan apresiasi dan indikasi positif terhadap upaya optimal BSM Kendari dalam memberikan layanan dan bagi hasil yang kompetitif kepada seluruh nasabah BSM. (lis)

XL Rambah Dunia Syariah

Pemerintah Pertahankan Harga Pemerintah memastikan konsumsi BBM bersubsidi tahun ini bakal melampaui kuota 38,6 juta kilo liter. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, ada atau tidak ada program pembatasan subsidi BBM, kuota konsumsi dipastikan bertambah. “Tidak tahu berapa (konsumsi BBM bersubdis). Yang pasti volume subsidi BBM-nya bisa bertambah,” kata Bambang di Kantor Kemenkeu, Jakarta, kemarin. Tahun lalu, konsumsi BBM bersubsidi bertambah hingga menembus 42 juta kilo liter. “Yang pasti ada penambahan seperti tahun lalu,” kata Bambang. Kuota BBM bersubsidi pada triwulan pertama tahun ini sudah lebih 7 persen dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu. Menkeu Agus Martowardojo berharap program pengendalian konsumsi BBM segera dijalankan. “Nanti ada program untuk mengendalikan,” kata Agus. Dia menambahkan, terlampauinya kuota konsumsi harus menjadi kewaspadaan. “Kalau dilihat realisasi sampai kuartal pertama, itu volumenya sudah lebih tinggi 7 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Jadi, kita mesti hati-hati tentang itu,” kata Agus. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, hingga kini pemerintah juga belum berencana menaikkan harga BBM. “Belum ada sama sekali pemikiran menaikkan itu. Menteri ESDM sedang membahas dengan Komisi VII. Kita belum menetapkan, jadi jangan berspekulasi,” kata Hatta. Dia mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus agar kuota konsumsi BBM tidak meleset jauh dari target. “Maka itu perlu action sosialisasi Kementrian ESDM bagaimana mengingatkan masyarakat yang menggunakan Pertamax supaya tidak pindah (ke premium). Kalau tidak disiplin, dana subsidi bisa membengkak,” kata Hatta. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) pada Mei berada di kisaran USD115,18 per barel. Sehingga, mulai Januari-Mei, harga rata-rata ICP mencapai USD110,40 per barel. Dalam APBN 2011, harga minyak diasumsikan berada di posisi USD80 per barel. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, dengan perkembangan harga minyak dunia saat ini, mustahil harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan. “Tinggal kalau tidak tahun ini, ya tahun depan,” kata Darmin. Menurutnya, jika harga BBM dinaikkan tahun ini, inflasi tahun depan bisa lebih terjaga di kisaran 5 persen. Darmin mengatakan, seharusnya pemerintah menaikkan harga BBM sekitar April lalu. Sebab, kala itu tengah terjadi deflasi akibat panen raya. “Sebetulnya kalau membicarakan mending, mending yang April kemarin, waktu kita lagi deflasi, lagi panen,” kata Darmin. (jpnn/awl)

Surabaya, KP Trend ekonomi berbasis Syariah rupanya menjadi peluang yang strategis bagi penyedia jasa selular. Misalnya PT XL Axiata Tbk yang serius menggarap pasar muslim dengan mengandalkan kartu perdana baru, yakni Hauraa, kartu perdana berbasis syariah. Kartu perdana ini juga diperkenalkan dalam rangka menyambut Ramadhan. Vice President East Region PT XL Axiata Djunaedy Hermawanto memetakan titik-titik di wilayahnya yang bakal dibidik, misalnya Jatim dengan basis Jombang, Madura, dan NTB. “Pasar muslim sangat potensial, meskipun membutuhkan effort yang lebih. Karena mereka pun terbagi menjadi dua kelompok. Yakni kelompok muslim yang mapan, atau kalangan pesantren yang didominasi anak-anak muda. Sehingga kami harus mampu menyuguhkan konten yang bisa masuk ke dalam kedua segmen tersebut,” ujarnya. Kartu perdana hasil kerjasama XL dengan Hauraa Arzuda Media (Arzuda grup) ini pada tahap awal diluncurkan di Jakarta. Hauraa pun dilempar sebanyak 250 ribu unit. Jumlah tersebut akan semakin berkembang setelah dalam waktu dekat didistribusikan ke East Region. Ditargetkan, ungkapnya, East Region berkontribusi 30 persen

dari total unit yang terdistibusi. “Untuk tahap awal, kami proyeksi jumlah pelanggan akan bertambah 2,22 persen, atau 200 ribu hingga 300 ribu, dari total pelanggan XL sebesar Rp 9 juta orang,” ungkapnya. Sementara itu, tak hanya kartu perdana yang berbasis syariah, Haura ini juga didesain secara end to end menggunakan sistem syariah. Head of Corporate Communications PT XL Axiata, Febriati Nadira menyebutkan, Arzuda Grup akan mengurus pendistribusian hingga sales secara nasional. “Justru ini yang unik, karena kartu perdana tidak bisa dibeli di XL Center, melainkan di jaringan Hauraa di 21 daerah, mulai dari masjid-masjid hingga menggandeng Bank Syariah, contohnya BNI Syariah,” paparnya. Selain itu, dari sistem pembeliannya, lanjutnya, Hauraa yang dibanderol Rp 8.000 ini menggunakan akad. “Jadi konsumen harus tahu mengenai profil produk. Tarif yang diberikan juga fix per detik. Untuk menjaga kemurnian prinsip syariah, pengaplikasian kartu ini di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah,” ujarnya. Di dalam Hauraa, dibenamkan konten islami mulai dari jaringan Ekonomi Islam hingga pengembangan wirausaha dan pemberdayaan pengangguran.

ist/kp

XL baru saja meluncurkan Hauraa, kartu perdana itu berbasis syariah. Aplikasi teknologi neurosains pada konten RBT IramaTherapy yang dipadukan dengan energi ayat suci Al Quran dalam Brain Sound Theraphy menggunakan teknik subliminal 20,99 dB hasil riset pakar neurosains.

“Kartu perdana ini mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kartu selular Syariah berteknologi Neurosains Pertama di Indonesia,” paparnya. Dia melanjutkan, terdapat

aplikasi teknologi neurosains pada konten RBT IramaTherapy yang dipadukan dengan energi ayat suci Al Quran dalam Brain Sound Theraphy menggunakan teknik subliminal 20,99 dB hasil riset pakar

neurosains. Konten ini diyakini dapat mengurangi kadar stress, meningkatkan kecerdasan serta fokus dan konsentrasi apabila didengarkan selama 2 kali 10 menit dalam sehari. (jpnn/awl)

Pariwar a iwara Kamis, 9 Juni 2011

Warga Hakatutobu yang Desak PT AMI Berinvestasi

Amri Kolaka, RADAR Warga Hakatutobu benar-benar merasakan manfaat kehadiran PT Akar Mas Internasional (AMI) di desa mereka. Pasalnya, warga yang selama ini tidak punya pekerjaan tetap, kini sudah memperoleh pemasukan rutin setiap kali perusahaan tersebut melakukan pengapalan hasil tambang.Realitanya,kiniwargaekstransmigrasi sebagian besar sudah dapat melakukan renovasi rumah, menikmati listrik, air bersih dan berbagai fasilitas lain sebagai sumbangan PT AMI tersebut. Hal tersebut diakui salah seorang warga Hakatutobu, Amri yang ditemui Radar Kolaka kemarin. Menurut dia, selain berbagai fasilitas tersebut, hampir semua tenaga kerja yang ada di perusahaan PT AMI berasal dari desa tersebut. Sisanya, baru datang dari kecamatan lain. ”Salah satu komitmen kita ketika PT AMI mau masuk adalah memaksimalkan peranan tenaga kerja yang ada di desa ini. Dan alhamdulillah komitmen itu benar-benar ditepati pihak perusahaan. Maka itu, kesejahteraan masyarakat disini me-

mang semakin baik setelah PT AMI beroperasi sejak Oktober 2009 silam,” jelas Amri. Menurut dia, awalnya memang masyarakat setempat yang meminta manajemen PT AMI melakukan investasi di desa tersebut. Setelah kawasan itu mendapat kepastian bahwa dapat dilakukan investasi, barulah manajemenPTAMImauberinvestasi. ”Makanya kami sangat heran kalau ada pihak yang menyorot keberadaan PTAMI.Karenakamimasyarakatdesa Hakatutobu yang selama ini tak dapat berbuat apa-apa, sudah dapat menikmati hasil dari investasi itu. Saat ini orang cari kerja sulit pak. Kalau mau diganggu, apa kami ini disiapkan lapangan kerja oleh yang menyorot. Kenapaorangluardesainiyangmerasa terganggu, sementara kami warga desa disini merasa mendapat berkah,” kata Amri. Dia juga menggambarkan bagaimana kehidupan warga desa tersebut sebelum beroperasinya PT AMI. Menurut dia, sebagian warga yang hidup sebagai petani tak dapat berbuat apa-apa. Karena setiap tanaman yang ditanam tidak akan tumbuh dengan baik. Karena tanah yang digarap mengandung mineral. ”Kalau kami tanam jagung, dua minggu kemudian sudah menguning. Tetapi tidak ada buahnya. Hanya karenatanahdisinimengandungberbagai mineral sehingga tidak cocok untuk melakukan perkebunan. Tetapi ternyata rezeki warga desa ini adalah pertambangan. Maka itu, saya harapkanbagimerekayangtidaktahu menahu soal desa ini, tidak usahlah banyak bicara. Kami warga desa ini kok yang merasakan pahit getirnya akibat tidak mendapat perhatian dari perusahaan tambang yang ada maupun dari pemerintah. Tetapi kenapa, ketika ada perusahaan yang mencoba memberikan perhatian, malah diusik. Ini sudah jadi mata pencaharian kami,” katanya. (han)

Hanya PT Akar Mas yang PerhatikanWargaHakatutobu

Apolo UNTUK menciptakan masyarakat yang sejahtera, harus ditunjang berbagai program dari pemerintah. Misalnya, program peningkatan mutu pendidikan,kesehatanmaupunmenciptakanlapangankerja,dengankualitas sumber dayanya. Nah, di Sulawesi Tenggara (Sultra), segala potensi hampirsepenuhnyadimilikimulaidari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan juga pertambangan. Bicara soal tambang, merupakan salah satu incaran para investor dimanapun. Salah satu daerah yang terkenal dengan kekayaan tambangnya dan menjadi sasaran itu berada di Sultra.TepatnyadiKabupatenKolaka. Memang, dalam beberapa dekade daerah tersebut sudah dikenal dengan tambang nikelnya. Namun, belum sepenuhnya dapat mensejahterakan rakyatnya. Bahkan, berbagai masalah mulai menggerogoti lahan pengolahan pertambangannya, akibat tingginya animo investor mengejar kekayaan alam Kolaka. Kondisi ini tentu jadi polemik bagi pihak provinsi maupun pemerintah kabupaten yang menaunginya. Namun,beragampolemikyangbisa dilakukan pihak penambang itu berbanding terbalik dengan masyarakat transmigrasi di desa Hakatutobu Kecamatan Pomala. Mereka, justru bersyukurdenganmasuknyainvestorpenambang. Alasanya sederhana, mereka mulai merasakan kese-

jahteraan hasil tambang. ”Kami berterimah kasih kepada PT Akar Mas Internasional (AMI) yang hadir di desa kami. Pasalnya, baru perusahaan pertambangan ini yang benarbenarmenyentuhkemasyarakat,”ujar Apolo, salah seorang warga tansmigrasi desa Hakatutobu. Pemaparan Apolo itu tentu berdasarkan fakta yang ada. Sejak AMI mulai beroperasi diakhir 2009, lahan yangditinggalimasyarakat,diberikan kompensasi secara merata. Berbagai bantuan juga langsung disalurkan mulai dari pemberian tower, pengadaan air bersih bahkan yang sangat menggembirakanseluruhwarga desa tersebut dipekerjakan dalam perusahaan itu. ”Dari 100 persen warga lokal, 85 persen dipekerjakan dan 15 persen lagi warga luar yang datang. Kami, memang membuat komitmen sebelum pihak penambang datang kesini. Itemnya,karyawanyangdipekerjakan harus diprioritaskan warga kami dan itu dilakukan olehy AMI,” ucapnya yang kagum dengan komitmen AMI. Sebelum jadi pusat pertambangan nikel, daerah transmigrasi Hakatutobu yang dihuni 200 KK itu mencoba melakukan pekerjaan berkebun. Namun, dari beberapa lahan yang ditanami tidak bisa berkembang karena struktur tanahnya tidak bisa dijadikan lahan bercocok tanam. ”KamisangatmendukungAkarMas berproduksidisinikarenapenambanganyangdilakukanmemberikanbukti yang signifikan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Menanggapi adanya sorotan yang ditujukankepadaPTAMI,Apolomengatakan sangat tidak setuju dengan sorotan-sorotan negative tersebut. Karena warga desa setempatlah yang merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan itu. ‘’Kami warga desa ini yang rasakan. Bukan warga kota sana yang merasakan.Jaditidakusahlahmerekaseolaholah memperhatikan warga desa kami.Karenaselamainijugatidakada yang memperhatikan kondisi desa yang kami diami. Nantilah PT AMI datang baru ada yang perhatikan. Faktanya, kesejahteraan warga desa ini meningkat pesat,” katanya. (P2)

IMAN/RADAR

Kehadiran investor tambang PT Akar Mas Internasional (AMI) menjadi berkah tersendiri bagi warga Hakatutobu. Mereka menyatakan, kesejahteraanmasyarakatsetempatsemakinmembaiksejakperusahaanituberoperasi.Wargasudahdapatmenikmatilistrik,air,dansudah dapat lapangan kerja, serta kompensasi lahan. Bahkan warga yang tak punya lahan pun dapat kompensasi. Maka itu warga menolak jika ada orang lain yang hendak menyudutkan perusahaan tersebut. Gambar aktivitas pertambangan di lahan milik warga yang dikelolah PT Akar Mas.

Tindak Kriminal Sudah Berkurang Saleng: Pemuda Pengangguran kini Sudah Dapat Kerja Kolaka, RADAR Dampak lain dari beroperasinya PT Akar Mas Inrernasional (AMI) di desa Hakatutobu adalah makin berkurangnya tindak criminal yang dilakukan pemuda pengangguran.Pasalnya,merekayang selamainimenganggurkinisudah punya kegiatan setelah bekerja di perusahaantersebut.Tentuhalini menjadinilaitambahhadirnyaperusahaan yang dipimpin Harun Basnapal itu di desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa. Menurut salah seorang warga bernama Saleng yang ditemui Radar Kolaka kemarin mengatakan, dia dan warganya merasa mendapat berkah yang begitu besar den-

Saleng gan kehadiran PT AMI. Pasalnya, dia selama puluhan tahun mendiami kawasan transmigrasi itu tak dapat berbuat banyak untuk ber-

cocok tanam. Dia hanya bisa menanam singkong yang hasilnya tak seberapa dan mencari kayu bakar untuk bahan pembakaran batu bata. ‘’Tetapi sekarang sudah ada hasilnya. Kita sudah dapat nikmati listrik. Tiap kali pengangkutan ore, sudah ada yang kita tunggu hasilnya. Sebelum itu tidak ada penghasilan tetap. Maka itu, saya merasa sangat heran jika masih ada orang yang menyorot keberadaan perusahaan ini. Sepengetahuan saya, hanya PT AMI yang memberikan dana kompensasi kepada masyarakat. Baik yang memiliki lahan maupun yang tidak punya lahan. Semuanya dapat, tidak ada yang jadi penonton,” kata Saleng. Bahkan menurut dia, komunitas warga Bajo yang selama ini dikenal hidup di atas laut, juga

mendapat jatah. Tak hanya itu, akibat banyaknya debu yang beterbangan membuat pihak perusahaan juga memberikan uang kompensasi debu sebanyak Rp 30 juta setiap kali pengapalan. Adakah perusahaan lain yang begitu,” kataSalengyangmerupakansalah satutokohmasyarakatdesaHakatutobu ini. Warga desa itu juga kini sudah dapat menikmati aliran listrik, sudah dapat membeli kendaraan bermotor, merenovasi rumah dan sebagainya. Semua itu karena adanya pendapatan rutin yang diperoleh setiap kali ada pengapalan ore PT AMI. ‘’Untuk itu, kami berharap, tidak usah mengganggu keberadaan PT AMI, karena warga kami sendiri tidak merasa terganggu. Malah, kami merasakan ini satu berkah,” katanya. (han)

Akar Mas Membawa Dampak Positif Masyarakat HADIRNYA PT Akar Mas Internasionalmelakukanprosespenambangan di desa Haketutobu kecamatanPomalaaKabupatenKolaka mendapat dukungan masyarakat. Perusahaan yang bergerak disektor tambang itu, terbukti membantu menaikan taraf kehidupan masyarakat Haketutobu. Dalam bidang pembangunan, memang kita belum melihat bangunanmenjulangtingginanmegah di daerah transmigran itu. Sebabnya, meski Akar Mas baru melakukan proses produksi. Namun, masyarakat tidak meragukan lagi keberadaannya. Pasalnya, komitmen yang dibangun sebelum penambangan telah terbukti. Untukbisamelakukanusahapenambangan, semuanya ada bukan tanpa rintangan. Pada saat menggagas areal lokasinya di Hakatutobu Akar Mas sempat

mengalamipermasalahandengan pihak salah satu perusahaan tambang di daerah ini selaku pemilik lahan. Namun, berdasarkan kesepakatan bersama yang ditanda tangani oleh seluruh pihak baik perusahaanbesaritu,Pemda,Akar Mas bisa memiliki lahan tersebut. Warga Desa Haketutobu, Abu Bakar Suma, menjelaskan sejak perusahaan Akar Mas mulai beroperasi, semakin banyak pemilik lahan yang tidak jelas hadir mengklaim bahwa tanah tersebut adalah miliknya. Bahkan secara perlahan terdapat beberapa oknum tertentu yang ingin meredupkan usaha penambangan yang baru mulai dimekarkan ini. “Kalau perusahaan ini diganggu,kasihankamimasyarakat.Baru 40 persen beroperasi saja kami sudah mulai merasakan hasilnya. Seperti, adanya kendaraan roda

Abu Bakar dua, pembangunan rumah hasil kompensasi lahan kami yang mereka gunakan. Kalau mereka tidak datang kami tidak akan merasakan ini. Dan jujur saja

masyarakat Hakatutobu yang mengajakAkarMasuntukmelakukan penambangan,” jelasnya. Adanya sorotan terhadap PT Akar Mas tentu membuat masyarakat resah. Tidak tangungtanggung, mereka siap melakukan protes jika indikasi tersebut benar adanya. ”Sekarang saya mau tanya, niat pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya memprogramkan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakatnya. Nah, sekarang lapangan kerja kami sudah ada kenapa mesti ditutup. Saya katakan dengan tegas, kalau perusahaan ini coba dihalangi berarti pemerintah memang menginginkan masyarakat terus dibawah garis kemiskinan. Karena untuk daerah penambangandidaerahkamihanya Akar Mas yang komitmen,” ungkapnya. (P2)

Warga Tak Punya Lahan Pun Dapat Kompensasi H Harun Basnapal: Ada Saatnya Kita Lakukan Reklamasi Kolaka, RADAR Kesan miring yang selama ini dialamatkan kepada pemegang Kuasa Pertambangan (KP) yang beroperasi di kabupaten Kolakan dan Sultra umumnya, nampaknya tidak semua benar. Kesan bahwa para pemegang KP selama ini hanya menyengsarakan rakyat, tidak berlaku bagi PT Akar Mas Internasional(AMI).Pasalnya,perusahaan ini menerapkan satu kebijakan yang lain dari pada perusahaanlainbahkankononinilah yang pertama di Sultra bahkan di Indonesia. Vice President PT AMI H Harun BasnapalyangditemuiRadarKolakakemarindiruangkerjanyamengaku, pihaknya sangat konsen dalammemperhatikankesejahteraan pemilik lahan. Menurut dia, saat ini ada sekitar 225 hektar lah-

Harun Basnapal an yang akan digarap. Dari jumlah luas itu, ada sekitar 200 orang pemilik. ‘’Dari luas 225 hektar itu, yang kami sudah garap sekitar 40 persennya. Yang kami lakukan selama ini adalah membagikan kompensasi kepada pemilik lahan sebesar 2 US Dollar/metric ton, kepada setiap orang pemilik, set-

iap kali kami melakukan pengapalan. Bukanhanyakepadamereka yang lahannya sudah kami garap, bahkan kepada pemilik yang lahannya belum digarap juga mendapatkan kompensasi yang sama,” kata Harun Basnapal. Menurut dia, terobosan yang dilakukan pihaknya juga adalah tak hanya kepada para pemilik lahan. Bahkan warga sekitar yang tidak punya lahan seperti masyarakat suku Bajo, juga memperoleh jatah Rp 30 juta per kelompok setiap kali perusahaan melakukan pengapalan. Hal ini dilakukan, karena dirinya mengaku merasa bertanggung jawab sebagai satu-satunya putera daerah Kolaka yang kini bergerak di bidang pertambangan. ‘’DarisekianbanyakpemilikKP, saya sendirilah yang putera daerah Kolaka. Maka itu, saya punya tanggungjawab moral kepada masyarakat untuk memberikan kesejahteraan kepada mereka. Tidak hanya melakukan pengeru-

kankekayaanalam,tetapibagaimana masyarakat juga dapat menikmatinya. Anda boleh lihat kehidupan masyarakat di desa Hakatutobu saat ini yang sudah lebihbaikdansejahteradibanding sebelumkamimelakukanekspor,” tegas Harun Basnapal. Bahkan untuk melestarikan lingkungan sekitar, pada saatnya kelak, pihaknya akan melakukan reklamasi. Kemudian dikembalikan kepada para pemilik lahan untukdikelolahkembali.Makaitu, pihak perusahaan tidak membeli lahantersebuttetapimembagikompensasi setiap kali melakukan pengapalan nikel. Mengenai adanya tudingan terhadap PT AMI melakukan pencurian ore di salah satu lahan perusahaan lain, Harun Basnapal membantah. Menurut dia, ada mitra kerjanya yang memang tidak tahu batas lahan yang diolah dan mengambil di lahan lain. Tetapi itu bukan dilakukan oleh pihaknya. (han)

Kamis, 9 Juni 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Anggota Dewan Sebut Bupati

Mantan Anggota DPRD Mendominasi

DugaanBagi-bagi Proyek Saver di Buton

Rumbia, KP Sekretariat DPRD Kabupaten Bombana akhirnya membuka seleksi penerimaan tenaga ahli. Sejak dibuka Senin (6/6) lalu, tercatat sudah delapan orang yang mendaftar. Mereka bukan hanya berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, delapan orang yang sudah mengambil berkas di panitia seleksi hampir semuanya pernah bertugas di gedung DPRD Bombana.

Baubau, KP Dugaan proyek saver (pengadaan alat-alat perikanan) yang melibatkan beberapa anggota DPRD Kota Baubau dan Kabupaten Buton semakin menguatkan tanda tanya besar. Betapa tidak, pernyataan salah seorang angggota DPRD Kabupaten Buton, Himawati yang dikonfirmasi koran ini terkait tercatutnya nama Himawati dalam dokumen paket proyek total Rp 15 miliar itu terkesan menimbulkan pertanyaan baru. Di temui sejumlah wartawan di kediamannya, Himawati mengatakan tidak ingin berurusan dengan media. Dengan lantang dia mengarahkan agar dugaan disposisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Buton, Heru Sungkowo dalam dokumen paket proyek saver yang tercatut nama Himawati, mengarah kepada Bupati Buton, Sjafei Kahar. “Jangan tanya saya soal disposisi itu. Tanya langsung ke bupati saja, saya tidak tahu masalah itu. Saya

LAODEASWARLIN/KP

Pengadaan perahu dalam proyek Saver yang rusak sebelum digunakan nelayan Desa Tolandona, Kabupaten Buton. Padahal pengadaan kapal, rumput laut, mesin dan peralatan nelayan lainnya dilakukan tahun 2010 dengan total Rp 15 miliar.

tidak mau berurusan dengan media,” ujarnya. Saat ditanya terkait maksud pernyataannya yang mengarahkan agar masalah tersebut ditanyakan kepada Bupati Buton Ir. Sjafei Kahar, legislator asal PDK itu tetap menjawab tidak tahu. “Saya tidak tahu, jangan tanya saya,” hanya kalimat itu yang dilontarkannya berulang-ulang kali. Statement yang dilontarkan Himawati seakan-akan memberi siyal bahwa bagi-bagi proyek saver yang diduga bermasalah itu, atas perintah Bupati Buton. Sayangnya, Sjefei Kahar belum berhasil dikonfirmasikan terkait pernyataan Himawati tersebut. Di tempat yang berbeda, anggota DPRD Kota Baubau, Aris Marwan Saputera SH, yang diduga namanya juga tercatut dalam dokumen tersebut mengatakan dirinya tidak pernah terlibat dalam proyek tersebut. Lagi pula nama yang tercantum dalam dokumen tersebut adalah wawan. “Itu tidak benar, nama Wawan kan nama

Baca PROYEK di Hal 6

DPRD Tolak Sekwan Baru Tak Sesuai Prosedur Wangiwangi,KP Pergantian sekretaris DPRD Wakatobi oleh Bupati Wakatobi, Hugua beberapa waktu lalu, mendapat penolakan dari Ketua DPRD Wakatobi. Penolakan itu berkaitan mekanisme pengankatan yang dinilai tak prosedural sesuai UU tentang pengangkatannya, harus secepatnya dilakukan. Pasalnya, pihak DPRD menilai pengangkatan

Sekwan baru, tidak memenuhi mekanisme itu. Apabila, sudah dipenuhi, DPRD memberikan lampu hijau kepada sekwan baru untuk bertugas. Ketua DPRD Wakatobi, Daryono Moane mengatakan, Sekwan baru yang diangkat, Safiuddin sudah datang melapor, perihal jabatannya sebagai Sekwan. Tetapi ia meminta agar kembali dulu menyiapkan kelengkapan sesuai yang diamanatkan UU No 27 Tahun

2009 tentang pemberhentian dan pengangkatan sekretaris DPRD. Di pasal 398 ayat 2 berbunyi sekretariat DPRD kabupaten/kota, sebagaimana dimaksud pd ayat (1) dipimpin oleh seorang sekretaris DPRD yang diangkat dan diberhentikan dengan keputusan bupati/walikota atas persetujuan pimpinan DPRD kabupaten/kota. Katanya, bila prosesnya sudah dilakukan sesuai amanat

UU, maka Sekwan baru sudah harus melaksanakan tugasnya. Sampai saat ini belum ada pemberhentian dan pengangkatan Sekwan yang sesuai prosedur. “Persetujuan pimpinan dewan itulah yang tidak ada. Jika sudah ada, maka Sekwan baru ini sudah dapat melakukan tugasnya. UU sudah mengatur demikian, jadi bukan persoalan orangnya, tetapi mekanismenya yang harus diperbaki,” jelasnya. (cr1)

Alumni SMA Masih Diusul Sebagai CPNSD di Bombana Rumbia, KP Formasi SMA masih sangat dibutuhkan untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) di Pemkab Bombana. Makanya, untuk penerimaan CPNSD tahun 2011 ini, pemerintah setempat melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tetap mengusulkan alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) itu untuk diakomodir sebagai pamong di Bombana. Kepala BKD Bombana, Ridwan mengaku formasi SMA yang diusulkan di Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak 40 orang. Jika BKN menyetujui dan mengakomodir usu-

lan tersebut, maka tenaga SMA itu rencananya akan ditempatkan di kantor Polisi Pamong Praja, Polisi Kehutanan serta Pemadam Kebakaran. “Formasi SMA yang kami usulkan, Sat Pol PP 20 orang, Pol Hut 15 serta pemadam tujuh orang. Ini jika disetujui,” kata Ridwan di ruangannya, kemarin. Mantan Kepala BP4K Bombana ini menuturkan, pihaknya sengaja mengusulkan untuk menerima formasi SMA karena Pemkab masih membutuhkan tenaga mereka. Selain formasi SMA, pada penerimaan tahun ini, BKD juga mengusulkan tenaga guru, kesehatan dan strategis. Total formasi yang diusulkan berjumlah 700 orang. Ridwan mengaku, dari 700 formasi yang diminta, hampir

semua jurusan diusulkan. Namun yang terbanyak dari formasi tenaga guru disusul kesehatan dan tenaga strategis. Khusus guru dan kesehatan sengaja diusulkan paling banyak karena dua formasi ini masih minim sehingga sangat dibutuhkan tenaganya terutama di daerah-daerah terpencil. Dari 700 formasi yang diminta, Ridwan mengaku pesimis

bisa dipenuhi semua oleh BKN. Meski demikian Dia berharap agar badan kepegawaian negara itu bisa mengakomodir setengah dari jumlah yang diusulkan. “Biasanya dari total yang diusulkan, paling diakomodir hanya seperduanya. Saya berharap dari jumlah kuota yang diberikan nanti, tenaga SMA ikut didalamnya,” harap Ridwan. (nur)

Pendaftar Staf Ahli

“Sampai hari ini (siang kemarin, red) sudah delapan yang mendaftar sekaligus mengambil berkas di panitia,” kata La Monizu, S.Pd, ketua panitia seleksi tenaga ahli DPRD Bombana. Kepala bagian persidangan DPRD Bombana ini menuturkan, mereka yang sudah mendaftar diberikan berbagai formulir persyaratan untuk diisi dan dikembalikan di panitia seleksi mulai 13 sampai 17 Juni mendatang.

Baca STAF di Hal 6

Pertamina Minim Akomodir Warga Lokal Baubau, KP Masuknya PT Pertamina di Kota Baubau tentu memberi harapan besar khususnya para pencari kerja (Pencaker) baru di daerah. Namun fakta yang ada terkadang tidak seperti yang diharapkan. Betapa tidak, dalam penerimaan karyawan PT Pertamina di Kota Baubau diduga justru didominasi warga luar Kota Baubau. Padahal seharusnya ada kebijakan dari rekruitmen yang memberikan keuntungan buat

masyarakat lokal. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, kemarin. Legislator PDIP itu menyayangkan jika ternyata kebijakan rekruitmen karyawan PT Pertamina justru menyepelehkan tenaga lokal daerah. “Memang hak mereka merekrut karyawan, tapi kami meminta kebijakan dari rekrutmen itu ada keuntungan buat negeri ini

Baca LOKAL di Hal 6

6

Kendari Pos |Kamis, 9 Juni 2011

STIKES Bentuk Ikatan Orang Tua Mahasiswa

Lokal ................... seperti sumberdaya manusia di daerah bisa terpakai,” ujarnya. Informasi yang diperoleh, lanjutnya, ada indikasi orang luar justru lebih mendominasi tenaga yang direkrut. Bahkan yang banyak diakomodir justru yang datang dari Kabupaten Muna hingga Makassar. Mestinya kata dia, panitia perekrutan karyawan menerapkan arah kebijakan persyaratan misalnya karyawan yang mendafrar diwajibkan menggunakan KTP lokal, sehingga dengan sendirinya warga dari luar Kota Baubau tidak mendominasi dalam perekrutan karyawan tersebut. Rencana pihaknya bakal mengagendakan kembali rapat bersama pihak pemerintah dan PT Pertamina untuk membahas kontribusi yang diberikan kepada daerah termasuk perekrutan tenaga kerjanya. Sayangnya rapat bersama tersebut baru akan digelar setelah pelaksanaan seleksi karyawan PT Pertamina selesai dilaksanakan akhir pekan lalu. Kata dia sebelumnya rapat sudah pernah diagendakan jauh sebelum pelaksanaan seleksi karyawan PT Pertaminan namun karena beberapa kali hari libur, maka rapat yang direncanakan bergeser dan melewati jadwal seleksi karyawan PT Pertamina. (p13)

Proyek ..................... yang umum. Coba saja telusuri dalam dokumen yang melakukan pekerjaan itu, apa benar itu ada nama saya,” ujarnya. Legislator asal Demokrat itu menilai dokumen tersebut sengaja dipolitisi untuk merusak nama-nama orang yang tercatut dalam dokumen tersebut. “Kan bisa saja dalam dokumen itu sengaja ditulis kemudian difoto kopi untuk merusak nama-nama yang ada dalam dokumen,” tambahnya. Sementara Direktur Eksekutif Lepmil (Lembaga Pengembangan Masyarakat Pesisir dan Pedalaman) Kendari, Samir Ginca mendesak agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra segera mengusut tuntas proyek ini. “Tindakan penegakan hukum mesti segera dilakukan Kejaksaan Tinggi dengan dimulai dari memeriksa Bupati Buton LM. Syafei Kahar sebagai penanggung jawab utama proyek ini, selanjutnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buton Heru Sungkowo,” ungkap Sarmin. Dia juga menyayangkan lambannya DPRD Buton merespon masalah ini. “Seharusnya DPRD tidak bertindak reaktif jika sudah timbul masalah dalam pelaksanaan proyek ini sesuai tugas pokok DPRD,” jelasnya. (p13)

LAODEASWARLIN/KP

Salah seorang anggota Angkatan Muda Muhamaddiyah tengah menggembok pagar kampus Unismuh Buton dalam aksi penyegelan kampus, Senin (6/6) lalu.

Baubau, KP Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) IST Buton menggelar rapat pembentukan pengurus Ikatan Orang Tua Mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung di aula gedung pertemuan Stikes IST Buton, kemarin diikuti puluhan orang tua mahasiwa. Sebelum digelar pembentukan pengurus Ikatan Orang Tua Mahasiswa, pihak pengelolah kampus bersama unsur akademik Stikes IST Buton memberikan pemaparan terkait legalitas kampus yang saat ini sudah terdaftar dalam Esbet Dikti. Dalam kesempatan tersebut para orang tua mahasiswa diberi kesempatan untuk melihat langsung nama anaknya yang telah terdaftar dalam esbet. Ketua Stikes IST Buton, Rus-

lan mengatakan pembentukan ikatan orang tua mahasiswa bertujuan untuk lebih mempererat tali silahturahim dengan pihak kampus. Dengan begitu, orang tua mahasiswa dapat berperan serta terhadap kemajuan Stikes IST dalam menghasilkan sumberdaya manusia yang handal dibidangnya. “Peran serta orang tua mahasiswa sangat dibutuhkan. Hal itu dikarenakan orang tua mahasiswa sedikit banyaknya mengetahui kendala-kendala yang dihadapi anaknya yang mungkin tidak diketahui oleh pengajar,” ujarnya. Dengan terbentuknya Ikatan orang tua mahasiswa maka para orang tua mempunyai wadah untuk menyampaikan aspirasinya serta mengetahui secara langsung perkembangan yang terjadi se-

hingga tidak mudah percaya dengan isu-isu menyesatkan terkait keberadaan Stikes IST. “Manfaat yang yakni orang tua mahasiswa bisa mengetahui kondisi kampus dan melihat secara langsung serta berinteraksi dengan dosen dan pengelolah kampus. Ikatan ini juga bisa memberikan masukan kepada kampus untuk membangun kampus kearah yang lebih baik lagi,” tambah Ruslan. Sebagai langkah awal, pihak Stikes IST memfasilitasi para orang tua mahasiswa untuk membentuk tim formatur. Tim formatur itu nantinya yang akan memilih unsur ketua. Dia berharap dengan terbentuknya forum tersebut nantinya akan melaksanakan semua program-program kerja sesuai yang diatur dalam AD/ART. (p13)

Enam Bulan Baru Terealisasi Rp 2,8 M Dari Rp 7 Miliar Target Pendapatan Samsat Muna

Raha, KP UPTD Samsat Muna optimis bakal mencapai target pendapatan pajak yang diberikan oleh Dinas Pendapatan Sultra, sebesar Rp 7 miliar. Meski sudah memasuki bulan ke enam tahun 2011, baru terealisasi sebesar Rp 2,8 miliar. UPTD pimpinan Ta-

Staf .................... Data dari panitia seleksi menyebutkan, delapan orang yang sudah mengambil berkas pendaftaran yaitu, Drs.Zainuddin Tahyas, SE.M.Si (mantan Sekretaris DPRD), Nasrun Mbolu, SE (mantan Kabag Persidangan DPRD), Mico Naharia, SH, Alimuddin, S.Ag, Amsir, S.S serta Nasaruddin, S.Ag. Ke-

chir Yusuf tersebut, sudah menyiapkan beberapa program untuk memenuhi target pendapatan yang diberikan. Kepala UPTD Samsat Muna, Tachir Yusuf mengungkapkan, telah menyiapkan langkah-langkah untuk mencapai target pendapatan yang diberikan. “Kita upayakan untuk mencapai target,” tukasnya. Kiat yang akan ditempuh yaitu, melakukan sweeping kendaraan yang belum melunasi pembayaran

pajak dan melakukan jemput bola di daerah-daerah yang sukar dijangkau (terpencil, red). Untuk sweeping kendaraan, kata Dia, memiliki kelemahan tidak memberikan efek jera kepada pengendara yang belum melunasi pajak. “Sweeping kendaraan yang disita STNKnya, bukan fisik (kendaraanya red). Pengalaman, kalau yang disita STNK pemilik kendaraan acuh tak acuh. Kalau fisik kendaraan yang disita, pemilik

akan cepat melunasi kewajibannya,” terangnya. Mantan Kesubdin Penanaman Modal tersebut mengungkapkan, selama bertugas di Raha, Ia melihat, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih rendah. Meski sudah dihimbau dan sosialisasi berulang kali, pemilik kendaraan masih enggan datang ke kantor pajak. “Perbandingannya 60 persen sadar akan kewajibannya, 40 persen belum sa-

dar,” sebutnya. Peningkatan pendapatan pajak, ungkap Dia, lebih banyak didominasi pemilik kendaraan baru. “Mereka yang baru mengeluarkan motor yang membantu peningkatan pencapaian target PAD,” sebutnya. Terkait berapa jumlah kendaraan roda dua dan empat, Tachir, tidak mengetahui pasti. “Jelasnya, roda empat jumlahnya di Raha, sangat minim sekali,” ucapnya. (awn)

empat pendaftar ini merupakan mantan anggota DPRD Bombana periode 2004-2009. Sedangkan dua pendaftar lainnya adalah Evi Sukmawati, SKM serta Herman Tajuddin, S.Ag. Menurut La Monizu, pihaknya memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mendaftar asalkan memenuhi persyaratan yang dianjurkan. “Syaratnya standar, yang jelas

bukan PNS dan memiliki basic pendidikan S1 hingga S3 dengan pengalaman kerja yang telah ditentukan. Untuk berijazah S1 memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun, S2 3 tahun serta S3 minimal berpengalaman kerja selama 1 tahun,” jelas La Monizu. Mereka yang sudah mendaftar akan dilakukan seleksi berkas oleh panitia serta mengikuti uji

kelayakan dan kepatuhan yang dilaksanakan oleh tim dari anggota DPRD yakni dua dari unsur pimpinan (Johan Salim dan H.Rasyid), dua dari komisi (Abady Makmur dan Ahmad Mujahid) serta satu dari unsur pemerintah daerah yakni Sekretaris DPRD, Basiran. Dari seleksi ini nantinya akan ditetapkan delapan orang sebagai tenaga ahli untuk me-

lengkapi alat kerja dewan. Formasinya, satu untuk unsur pimpinan, empat orang untuk fraksi serta 3 tenaga ahli untuk komisi. “Tenaga ahli yang dibutuhkan harus memenuhi berbagai syarat yang diajukan serta yang paling utama adalah menguasai tiga fungsi pokok DPRD yaitu fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan,” ungkap La Monizu. (nur)

7

Kendari Pos |Kamis, 9 Juni 2011

Ruhut: KPK Kantongi Bukti Tindak Pidana Nazaruddin Jakarta, KP DPP Partai Demokrat menyiapkan pengacara bagi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin yang dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (10/6). “Iya, kalau sudah masuk ranah hukum kita siapkan pengacara,” kata Juru Bicara Demokrat, Ruhut Sitompul di Jakarta, Rabu (8/6).

Ruhut meyakini KPK mengantongi sejumlah bukti sehingga memanggil Nazaruddin. Ia juga tidak mempersoalkan bila pemanggilan itu tidak terkait dengan dugaan suap Sesmenpora, Wafid Muharram yang sebelumnya, nama Nazaruddin santer terlibat. “Aku yakin KPK ada fakta hukum untuk memanggil. Ada nggak di KPK yang bebas

murni? Di KPK tidak pernah ada yang bebas murni,” katanya. Ruhut menegaskan, dalam tindak pidana apalagi pidana khusus, maka penegak hukum dapat menyampingkan pidana umum. Kata dia, seseorang yang pernah melakukan itu selama 30 tahun belum dilalui, apalagi kasus baru, selagi ditemui fakta bisa saja. “Disi-

nilah yg saya katakan KPK berkaitan penegakan hukum kerja sangat fokus. Apalagi bapak Ketua Dewan Pembina sudah mengingatkan, jangan mengintervensi KPK dan Jaksa maupun kepolisian. Demokrat percaya KPK,” tegasnya. Diakui pula Ruhut, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Nazarudin via telepon.

Dirinya sudah mengingatkan Nazarudin, kalau sudah sembuh harus pulang. Apalagi kalau Nazarudin masih sayang dengan petinggi partai berlambang mercy itu. “ Saya bilang kalau kau sembuh kau balik. Sama aku juga dia bilang begitu, dia akan datang kalau sudah sembuh,” kata Ruhut. Dia juga memastikan bahwa

Nazarudin benar-benar berada di Singapura. Soal tempat dirawat dan restoran yang menjadi lokasi tim dari Demokrat bertemu Nazarudin, Ruhut bungkam. Seperti diketahui, Ketua KPK Busyro Muqaddas, yakin pekan ini dapat memulangkan Nazaruddin dan istrinya, Neneng Sri Wahyuni, yang juga rencananya akan dipanggil

untuk diperiksa dalam kasus dugaan suap pengadaan listrik tenaga uap di Kementerian Tenaga Kerja. Busyro di DPR RI, Rabu (8/6) pagi. Ruhut memastikan juga bahwa istri Nazarudin berada di Singapura. “Berangkatnya bareng. Menurut kawan-kawan yang ke Singapura, Nazarudin kondisinya sekarang badannya kurus,” ungkap Ruhut.(boy)

mengikuti semua aturan main yang bakal dijalankan KPK. Fasli menambahkan, saat terjadi proses pengadaan tersebut, dirinya akan segera pindah menjadi Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Sementara itu, pada saat Nazaruddin dipanggil KPK pada Jumat mendatang, istrinya Neneng Sriwahyuni rencananya juga akan dimintai keterangan untuk dugaan kasus korupsi yang lain. Yaitu, terkait kasus pengadaan listrik tenaga surya di kementrian tenaga kerja dan transmigrasi, sekitar 2008. Menurut Ketua KPK Muhammad Busyro Muqoddas istri Nazaruddin berposisi sebagai orang luar atau rekanan dalam proyek tersebut. “Dia diduga menerima suap namun nilainya belum jelas,” kata Busyro. Di sisi lain, menindaklanjuti kasus suap Sesmenpora, KPK juga telah meminta data terkait aliran dana ke rekening Muhammad Nazaruddin dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Di-

duga aliran dana tersebut terkait suap pembangunan Wisma Atlet di Palembang. “Sudah diminta tapi belum final,” kata Busyro. Menurut Busyro, setelah PPATK merilis adanya aliran dana ke rekening Nazaruddin terkait dugaan suap pembangunan wisma atlet, PPATK belum menyerahkan laporan tersebut ke KPK. Karena itu, KPK berinisiatif untuk meminta laporan PPATK tersebut. “Kami sudah tugaskan orang ke sana (PPATK),” kata Busyro. Seperti diberitakan, PPATK mengidentifikasi adanya transaksi mencurigakan dalam rekening atas nama Mantan Bendum Partai Demokrat tersebut Senin lalu. Menurut Direktur pengawasan dan kepatuhan PPATK, Subintoro, transaksi atas nama Nazaruddin itu terkait kasus dugaan suap Sesmenpora. Selain transaksi mencurigakan atas nama Nazaruddin, PPATK juga menemukan 12 transaksi mencurigakan lainnya terkait dugaan suap Wisma Atlet.

Seperti diketahui, nama Nazaruddin disebut-sebut memerintahkan salah satu tersangka Mindo Rosa Manulang untuk menyerahkan cek senilai Rp 3,2 miliar ke Sesmenpora Wafid Muharram. Cek tersebut diduga merupakan duit suap terkait pembangunan Wisma Atlet di Palembang. ingapura pada 23 Mei malam lalu, 24 jam sebelum KPK mengirim surat pencegahan ke Direktorat Jenderal Imigrasi. Hingga saat ini, posisi Nazaruddin masih berada di Singapura. Oleh partainya, Nazaruddin dinyatakan sedang menjalani perawatan kesehatan terkait penyakit jantung yang diderita. Dia berangkat ke Singapura, sehari sebelum surat cekal dari kemenkum HAM keluar. Akhir pekan lalu, tim dari Demokrat sebenarnya sudah berkunjung ke sana. Namun, mereka hanya menemui yang bersangkutan di sana. Ketika kembali ke tanah air, tim tersebut tanpa keikutsertaan Nazaruddin. (dyn/ken/wan)

Sejumlah Kasus Korupsi Lilit Nazaruddin Nazaruddin ................ penyelidikan? Kan sah-sah saja. Nggak ada itu lompatan, nggak ada juga upaya membidik orang tertentu,” bantahnya. Selain itu, Chandra juga memastikan, kalau proses penyidikan terkait kasus dugaan suap sesmenpora juga masih akan berjalan. Meski, belum ada rencana pemanggilan terhadap Nazaruddin hingga saat ini. “Yang pasti masih jalan, diantaranya sudah ada penggeledahan di beberapa tempat di Jakarta Timur,” bebernya.

Secara terpisah, Juru Bicara KPK Johan Budi S.P menjelaskan, kasus dugaan korupsi di kemendiknas adalah terkait pengadaan barang di Ditjen PMPTK Kemendiknas. Yaitu, pada 2007, dengan nilai proyek dalam kasus tersebut mencapai Rp 142 miliar. Johan menegaskan, pihak KPK memeriksa Nazaruddin dalam kapasitasnya sebagai terperiksa. Bukan sebagai saksi atau tersangka. Hal itu mengingat kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Lembaga superbodi tersebut juga masih menyelidiki dugaan kerugian negara dalam ka-

sus tersebut.”Jumat ini, yang bersangkutan diperiksa sebagai terperiksa,” tandas Johan. Kasus dugaan korupsi Revitalisasi Saranan dan Prasarana Pendidikan di Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), bisa menyeret Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal. Pasalnya, ketika terjadi korupsi tersebut, Fasli menjabat sebagai Dirjen PMPTK. Ditemui usai acara pertemuan rektor di Kemendiknas kemarin (8/7), Fasli menjelaskan dirinya masih menunggu apakah ada permintaan

pemanggilan dari KPK. “Jika nanti masalah ini mengharuskan saya diperiksa, tentunya saya akan bersedia memberikan keterangan,” tutur Fasli. Selanjutnya, jika memang terbukti bersalah, Fasli siap bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Dia menuturkan, pada saat proses pengadaan dan revitaslisasi saranan dan prasarana di Ditjen PMPTK 2007 itu, dia mengaku memang menjabat sebagai dirjen. Fasli masih enggan berkomentar lebih jauh. Dia berharap public menunggu pengumuman resmi dari KPK. Dia berjanji akan

Miss Indonesia Kuasai Tiga Bahasa Asing Miss .......................... dikatakan menyembunyikan identitas atau bahkan melakukan kebohongan publik. Dia beralasan penunjukkan sebagai wakil Jawa Timur telah diarahkan dan ditentukan oleh panitia penyelenggara. “Ellena sempat ditawari menjadi wakil luar Jawa. Tapi mungkin karena dia pernah sekolah di Surabaya, kemudian mewakili Jawa Timur,” ujar Yunadi Fredrich kepada Surabaya Post, kemarin.

Ellena mengikuti audisi di Jakarta sesuai dengan KTP dan tempat kelahirannya. Namun dia memang pernah sekolah hanya saat TK sampai kelas 1 SMP di Cita Hati, Surabaya, sebelum kemudian pindah ke Amerika. Tidak hanya Ellena sebenarnya yang mengalami hal seperti di atas, peserta asal Kalimantan Selatan juga dikabarkan berasal dari Sidoarjo, begitu pula peserta asal Sumatera Utara. “Ini tidak hanya terjadi pada Ellena saja tapi juga pada peserta lainnya," te-

gas Yunadi yang menegaskan kalau putrinya semula tidak mengetahui kalau akan mewakili Jawa Timur. Ellena, gadis muda yang pernah tinggal di Maryland, AS sempat menyabet gelar sebagai Miss Favorit dan Miss Kulit Indah dalam ajang kecantikan yang digelar setiap tahun ini. Selain itu, dalam usia yang relatif muda tersebut Ellena telah menguasai bahasa Inggris, Spanyol, Mandarin. Sejak masa karantina, Ellena memang dinilai telah mencuri perhatian sehingga masuk

ke babak lima besar bersama Amanda Roberta Zevannya dari Papua Barat, Nadia Siddiqa dari Banten, Fatya Ginanjarsari dari DKI Jakarta, serta Madhina Nur Muthia dari Kalimantan Tengah. Namun diantara keempat finalis lainnya, rupanya Ellena dinilai paling menonjol dalam berbagai kualifikasi yang dinilai juri. Penyematan gelar untuk Ellena tergolong istimewa karena langsung dilakukan oleh Miss World 2010 Alexandria Mills bersama Miss Indonesia 2010 Asyifa Latief. (tia)

Berpenampilan Pria karena Enam Kali Hampir Diperkosa Penyakit .................... tidak tersedianya alat yang memadai di RSUP M. Djamil. “Ini penyakit langka. Setahu saya, belum pernah terjadi di RS M. Djamil. Ini juga diakui dokter senior yang tergabung dalam tim penanganan penyakit Dora. Kalau darah keluar di hidung, mulut, itu sudah banyak. Namun, kalau darah keluar dari pori-pori kepala, ini yang aneh,” kata Irza. Lebih lanjut, menurut Irza, untuk memeriksakan darah Dora ke Jakarta juga bukan hal yang mudah. Sebab, dalam empat jam, sampel darah harus sampai di laboratorium. Kalau tidak, darah itu akan membeku dan tidak bisa diperiksa lagi. “Sekarang masalahnya, bisa tidak sampel darahnya sampai di Jakarta untuk diperiksa dalam waktu empat jam,” katanya. Itu adalah salah satu alasan mengapa Dora harus dirujuk ke Jakarta. Ketika Padang Ekspres (Jawa Pos/Kendari Pos Group) mengunjungi Dora Minggu lalu (5/ 6) di RSUP M. Djamil, kondisinya tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan kali pertama dia masuk rumah sakit itu. Wajahnya masih tampak pucat dan dia lebih banyak terbaring di ranjangnya. Selama enam hari dirawat di RSUP M. Djamil, Dora pernah dibawa ke ICU. Saat itu dia jatuh pingsan saat akan ke kamar kecil. Sebelum terbaring sakit, perjalanan hidup Dora sarat dengan tragedi. Sehari-harinya perempuan yang akrab disapa Adit itu berpenampilan seperti pria: berkemeja, bercelana pendek, dan rambut hampir plontos. Selain kuliah semester VI Fakultas Hukum UBH (Universitas Bung Hatta) Padang, dia menjadi tukang ojek mulai malam hingga subuh. Untuk menjaga keamanannya, dia berdandan seperti laki-laki. Pekerjaan itu dia lakoni setiap hari demi membiayai sekolah adik laki-lakinya bernama Doni, siswa SMAN 15 Padang. Dora kepada Padang Ekspres mengatakan, kisah hidupnya memang lebih banyak sedihnya ketimbang senangnya. “Saat kecil saya sering dipukul dengan kopel oleh bapak ketika dia marah,” katanya. “Karena kesal sering dipukul, saya sering membentur-benturkan kepala saya ke dinding,” imbuhnya. Ketika sekolah di SMP, Dora mengaku pernah hampir diperkosa. Setamat SMA, dia nekat merantau ke Batam. Di

kota itu pun nasib baik belum berpihak kepada Dora. Di kota itu dia juga hampir diperkosa. “Kalau dihitung-hitung, sudah enam kali saya hampir diperkosa. Karena itu, saya mengubah penampilan saya menjadi seorang pria,” paparnya, sambil mengusap air matanya. Dora mengaku pernah putus asa dengan nasibnya yang tidak pernah bahagia. “Saya hampir saja mati dengan cara melompat jembatan, tapi tak jadi melompat karena dicegah adik saya,” tuturnya. Penderitaan yang dialami Dora itu mengundang simpati

banyak kalangan. Misalnya, pihak yayasan di kampusnya. Perempuan yang tinggal di Kompleks Unand B/III Limau Manis Selatan itu dijanjikan akan dibantu biaya pendidikannya. “Ya kita lihatlah nanti, apa yang bisa kita bantu. Kalau patut diberi beasiswa, akan diberikan. Kalau Universitas Bung Hatta tidak bisa, pihak Yayasan Universitas Bung Hatta yang akan membebaskan biaya pendidikannya,” kata Ketua Yayasan Universitas Bung Hatta Prof Fahri Ahmad MSc, didampingi Rektor Universitas Bung Hatta Prof Dr Ir

Hafrizal Syandri MS, saat membesuk dan memberikan bantuan untuk Dora. Dora juga mendapat bantuan dari Pemkot Padang. Kabagkesra Setko Padang Al Amin membantu Dora lewat dana badan amil zakat daerah (bazda). Didampingi Kasubaghumas RSUP M. Djamil Gustavianov, Al Amin menyerahkan bantuan Rp 2 juta untuk Adit. Bazda juga akan menanggung seluruh biaya pengobatan Dora selama di RSUP M. Djamil. Termasuk bantuan biaya pendidikan dan kebutuhan seharihari untuk dua adiknya.(kum)

8

Kendari Pos |Kamis, 9 Juni 2011

Forum Rektor Susun Naskah Akademis Amandemen UUD 45 Jakarta, KP Forum Rektor Indonesia mendukung sepenuh hati usul amandemen kelima konstitusi. Komitment ini ditunjukkan Forum Rektor dengan berinisiatif menyiapkan kajian akademik penyempurnaan naskah UUD 1945. “Forum Rektor tidak ada kepentigan apapun, selain kepentingan bangsa,” kata anggota Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia Suharyadi di gedung DPD, Senayan, kemarin (8/6). Dia menjelaskan forum rektor yang beranggotakan para rektor perguruan tinggi itu memiliki sejumlah

Tahun Ini Standar Nilai Adipura Ditinggikan Jakarta, KP Sistem penilaian Adipura tahun ini (periode 2010-2011) memang diperbaiki, sehingga berbeda dengan tahun sebelumnya. Di antara yang mencolok adalah peningkatan nilai ambang batas setiap kategori. Peningkatan itu membuat penerima piala Adipura tahun ini menyusut daripada tahun lalu. Pada sayembara Adipura tahun lalu (periode 2009-2010), tercatat ada 140 penerima piala dari seluruh kategori. Tapi, tahun ini hanya ada 63 kabupaten dan kota yang menerima piala Adipura. Banyak kabupaten dan kota gugur terlebih dahulu karena tidak menjangkau nilai ambang batas minimal yang sudah ditentukan. Dalam Adipura tahun ini passing grade dinaikkan untuk seluruh kategori. Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Sampah KLH (Kementerian Lingkungan Hidup) Sudirman menjelaskan, tahun lalu ambang batas minimal untuk kategori kota metropolitan dan kota besar adalah 71. Sementara untuk tahun ini dinaikkan menjadi 73. “Nilai batas rendah 73 itu pernah diterapkan pada periode 2007-2008,” tandasnya. Tapi, pada periode 2008-2009 dan 2009-2010 ambang batas diturunkan menjadi 71. Kategori kota sedang dan kecil juga mengalami kenaikan. Pada periode 2009-2010 passing grade kategori ini dipatok 73. Tapi, untuk periode 20102011 dinaikkan menjadi 74. Kenaikan passing grade ini juga menimbulkan penurunan penerima Adipura. Perubahan sistem penilaian selanjutnya adalah penentuan titik penilaian. Pada Adipura periode 2009-2010, panitia

Baca STANDAR di Hal. 2

Keuangan Daerah Dinilai Acak-acakan Jakarta, KP Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) merasa semakin percaya diri dalam hal pembinaan pengelolaan keuangan daerah. Menyusul keluarnya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Kemendagri Tahun Anggaran 2010, kementrian yang dipimpin Gamawan Fauzi itu merasa tak canggung lagi membina keuangan daerah yang masih acak-acakan. Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni kepada wartawan di Kemendagri, Rabu (8/6), menyatakan bahwa predikat WTP itu bukan hanya menyangkut persoalan akuntansi saja. Menurut Diah, Kemendagri memiliki 957 satuan kerja (satker) di seluruh Indonesia, termasuk 22 satker yang ada di kantor pusat kemendagri. “Satuan kerja kita ini terbesar. Kalau opininya disclaimer (BPK tidak memberikan pendapat), akan kelihatan kinerjanya. Jadi ini bukan persoalan akuntansi saja tapi juga kinerja,” ujar Diah. Dirincikannya, Kemendagri yang mendapat anggaran Rp 13,58 triliun dari APBN 2010 tercatat dalam 10 besar kementrian penerima anggaran paling banyak dari APBN. Berdasar hasil audit BPK tahun 2010, dari 10 kementrian itu hanya terdapat dua kementrian yang mendapat predikat WTP. “Salah satunya adalah Kemendagri,” ucap Diah. (ara)

pokja. Salah satunya adalah pokja amandemen konstitusi. Dalam melakukan kajian, pokja amandemen juga melibatkan para pakar dari berbagai kampus. Hasil kajiannya sendiri, diakui Rektor Universitas Mercubuana itu, belum disosialisasikan secara luas kepada masyarakat, karena keterbatasan anggaran. “Forum rektor tidak punya biaya. Tapi, ini sudah kami sampaikan kepada presiden, DPR, dan DPD. Ini lho buah karya Forum Rektor terkait amandemen kelima untuk diteruskan dan dilanjutkan,” kata Suharyadi dalam diskusi

Urgensi Perubahan Kelima UUD 1945, itu. Menurut dia, konstitusi yang sudah empat kali diamandemen itu masih perlu dikoreksi. Salah satunya terkait sistem bikameral atau dua kamar yang pincang. Suharyadi menyampaikan DPR dan DPD mestinya memiliki kewenangan sejajar di bidang legislasi. Artinya, setiap Rancangan Undang -Undang (RUU) dibahas bersama kedua lembaga tersebut. “Kami kasihan dengan teman -teman DPD. Pemilunya langsung di masing -masing daerah, tapi setelah di Jakarta tidak punya kekuasaan apa -apa.

Tokoh DPD nggak ada yang kelihatan,” ujar Suharyadi, lantas tersenyum. Forum Rektor juga meminta mekanisme pemakzulan diperjelas dan MPR menjadi forum joint session. Tidak seperti sekarang, MPR menjadi sebuah lembaga permanen. “Untuk menghasilkan pemerintahan yang stabil dan efektif, presiden dan wapres sebagai pasangan diusulkan partai yang sama,” kata Suharyadi. Forum rektor juga meminta amandemen kembali mengadopsi ekspenjelasan pasal 33 mengenai sistem ekonomi kerakyatan. Wakil Rektor Institut Perta-

nian Bogor (IPB) Yoni Koesmaryono mengatakan perubahan kelima UUD 1945 memang diperlukan. Belum lengkapnya pengaturan dalam UUD 1945, papar dia, telah menimbulkan berbagai permasalahan. Di antaranya, munculnya nuansa federalisme dalam pelaksanaan otonomi daerah dan konflik kewenangan antar lembaga negara. “Sebut saja konflik antara Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial atau DPR dengan DPD,” ujar Yoni. Secara khusus dia menyoroti banyaknya pemekaran daerah yang tidak sesuai dengan kes-

iapan, potensi, dan kemampuan daerah. Akibatnya, pemekaran cenderung menghambat pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Akhirnya, lebih banyak elit politik yang mengambil keuntungan daripada masyarakatnya,” ujarnya. Karena itu, dia berharap amandemen kelima dapat sekaligus mengatur pemekaran daerah dan pelaksanaan otonomi daerah. Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Zainal Arifin Mochtar mengingatkan indikasi korupsi legislasi. Dia menyebut ada undang -undang

yang ‘dibandrol’ dengan harga tertentu, baik untuk menghadirkan atau menghilangkan pasal -pasal tertentu. “Nah, jangan -jangan amandemen adalah obatnya,” kata Zainal. Caranya dengan meningkatkan kewenangan DPD dalam pembahasan undang undang bersama DPR. Secara tidak langsung ini akan membentuk pengawasan di internal parlemen. “Suatu UU yang dibuat dua kamar akan lebih sehat dan menarik,” ujarnya. Selain itu, pengawasan terhadap pemerin-

Baca FORUM di Hal. 2

Kamis, 9 Juni 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Goodbye, Suhadi!!.. Disersi Tujuh Bulan, Anggota DPRD Setuju Pemberhentian Kendari,KP Selamat jalan Suhadi?. Anggota DPRD Kota Kendari ini kemarin resmi dikeluarkan dari parlemen melalui pleno. Suhadi dianggap disersi selama tujuh bulan, sehingga rekan-rekannya menyetujui pemberhentian. Keputusan itu tertuang dalam SK bernomor 09/DPRD/2011 tentang penjatuhan sanksi berupa pemberhentian sebagai anggota dewan periode 2009-2014. Sebelum pleno digelar, sempat terjadi

Baca gooDbye di Hal 10

_kriminal_

Awas Jambret Gentayangan K e j a H ata n jalanan khususnya jambret teryata sudah menyebar di Kota Kendari. Mereka menggunakan modus baru. Jika sebelumnya, sasaran para penjambret adalah para wanita yang sedang mengendarai sepeda motor, kali ini targetnya adalah pejalan kaki. Dengan modus berpura-pura menanyakan alamat seseorang untuk mendekati korbannya, lalau merebut Moch. Faharurrozi tas korban. Selain kasus jambret di Jalan Haeba yang menggunakan modus tersebut, kasus yang sama juga terjadi di Jalan Malik Raya, kemarin sekitar pukul 12.30 wita di Lorong Sidenreng. Korbannya Idalle (44). Pelaku yang berboncengan berusaha mendekati korban dan menanyakan nama seseorang. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Moch. Faharurrozi

Baca awas di Hal 10

_kesehatan_

161 Nakes PTT Dilepas tenaga kesehatan (nakes) di daerah akan bertambah. Kemarin Dinkes kembali melepas 161 nakes kategori pegawai tidak tetap (PTT) ke sejumlah daerah terpencil di Sultra. Rinciannya, dari 161 yang dilepas, 37 diantaranya berstatus dokter umum, 13 dokter gigi dan 111 tenaga bidan. Untuk dokter umum dan dokter gigi akan bertugas di Puskesmas, sedangkan bidan akan bertugas di desa-desa. Penempatan mereka berdasarkan ketetapan kementrian kesehatan. Wagub Saleh Lasata yang menghadiri pelepasan nakes PTT itu berharap agar bisa bekerja secara ikhlas dan bertanggung jawab pada masyarakat. “Meski nantinya daerah tempat bertugas minim fasilitas. Apalagi, Sultra masih termasuk dalam daerah bermasalah kesehatan sehingga peran tenaga kesehatan baik dokter umum, dokter gigi maupun bidan PTT sangat dibutuhkan. Hal itu karena masih terbatasnya tenaga kesehatan berstatus PNS di wilayah ini,” ujarnya. Pelepasan nakes gelombang kedua dari tiga periode pengangkatan tahun ini. Pelepasannya berlangsung di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kendari. Kadis Kesehatan Sultra Amin Yohannis dalam acara

Baca naKes di Hal 10

foto: suwarjono/kp

Pelaku pencurian yang ditangkap polisi, sedang menjalani pemeriksaan dengan barang bukti dua unit laptop. Pelaku beralibi mencuri untuk menambah kebutuhan perkuliahan.

Oknum Calo Perizinan Bandel Diperintahkan Minta Maaf, Justru Kibuli Pimpinannya Kendari, KP Apa jadinya kalau sikap seorang staf sudah diluar kewajaran. Lihat saja perilaku LI, salah satu personil Pol PP yang diduga menjadi calo perizinan. Pimpinannya sudah menyarankan

agar melakukan klarifikasi ke bagian perizinan, tapi malah tidak dilakukan. Yang terjadi justru kibuli pimpinannya Ridwansyah Taridala. Syain Kadir, Kabid Pelayanan dan Pengaduan Masyarakat di Badan Perizinan Kota Kendari, mengaku hingga pukul 10.00 Wita LI juga belum melakukan klarifikasi. Menurut dia, sejak satu minggu mencuatnya kasus tersebut ke publik, belum ada upaya klari-

fikasi. Padahal, itu sangat penting untuk mengetahui persoalan, termasuk motif yang bersangkutan melakukan aksinya di lapangan. “LI belum datang kemari untuk mengklarifikasi perbuatannya. Olehnya itu, dalam waktu dekat, kami akan melayangkan surat kepada pimpinannya menyampaikan bahwa belum ada itikad baik dari anggotanya untuk memperjelas masalah itu,” terangnya.

Baca garbarata di Hal 10

Baca oKnum di Hal 10

Adipura Diarak Keliling Kota

Garbarata Hiasi Bandara Haluoleo HaraPan Bandara Haluole akan menjadi embarkasi haji sementara, bakal terwujud. Pemerintah pusat tahun ini memberikan bantuan garbarata (portal penghubung terminal dan pesawat). Selain itu, pemerintah akan melakukan pelapisan runway. Menurut Kadis Perhubungan Sultra Burhanuddin HS Noy, dua garbarata tersebut sudah memasuki tahapan kontrak. “Itu tinggal dikerjakan dan dalam waktu dekat ini sudah bisa digunakan. Anggarannya melekat di DPA pusat,” jelasnya.

Apa yang sudah dilakukan LI menurut Syain sudah mencemarkan nama baik lembaga. Apalagi, dalam menjalankan aksi, ada diantara mereka yang mengaku sebagai staf perizinan. Untuk itu ia sangat berharap LI minta maaf secara luas, bukan hanya kepada Badan Perizinan tapi juga melalui media. Tindakan tersebut sudah meru-

foto: ist/kp

Garbarata ini nantinya akan menghiasi Bandara Haluoleo Kendari. Kini sementara proses tender di kementrian perhubungan udara.

Kendari, KP Puncak kebahagiaan Pemkot setelah meraih Adipura akan digelar pagi ini. Sekitar pukul 07.00 Wita, jajaran Pemkot bersama Wali Kota Ir Asrun akan mengarak piala dari kementrian lingkungan hidup (KLH) itu. Banggga karena secara berturut-turu di era kepemimpinan Asrun, sudah kali ketiga merebut Adipura. Sekot Kendari H Amarullah yang ditemui mengatakan, meski tidak ada yang istimewa dalam penerimaan piala Adipura, namun Pemkot Kendari sangat bangga bisa dipercaya untuk kembali meraih penghargaan yang sama. Terlebih kali ini dinobatkan sebagai kota terbersih di wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sumapapua). “Alhamdulillah, ternyata kerja keras kita

Baca aDipura di Hal 11

Metro

10

Jambret Kategori Kasus Menonjol Awas... mengatakan, kasus jambret yang menimpa Idalle berawal ketika korban sedang berjalan kaki di Lorong Sidenreng. Tiba-tiba datang dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor dan menghampiri calon korbannya. “Pelaku berpura-pura menanyakan di mana rumah Selfi di lorong itu. Korban merasa

tak kenal orang yang ditanyakan pelaku. Tiba-tiba pelaku merebut tas korban. Sempat terjadi aksi tarik-menarik,” terang Fahrurrozi saat ditemui, kemarin. Karena kelamaan tarik-menariknya, salah satu pelaku turun dari kendaraan dan menonjok wajah korban berkalikali, lalu melarikan diri. Akibatnya, korban mengalami luka memar di wajahnya dan mengalami kerugian sebesar

Rp 2 juta serta satu handphone. “Saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Semua tindak pidana kejahatan menjadi prioritas pelaksanaan tugas. Apalagi kasus jambret yang masuk kategori kasus menonjol. Kami berusaha secara optimal dalam penanganan kasus pidana yang terjadi di wilayah hukum Polda Sultra,” jelasnya. (aka)

SK Pemberhentian Suhadi Dibawa ke Gubernur Goodbye... perdebatan antara Ketua BK Muh Yahya, Wakil Ketua BK Aladin, dengan Muh Ali, Alwi Genda dan H. Samsuddin Rahim. “ Kalau BK punya kewenangan memberhentikan Suhadi, buat apa kita harus bersurat ke gubenur untuk memberhentikan Suhadi. Kita bukan bicara takut atau tidak takut jika kubu Suhadi menuntut balik, tapi keputusan BK ini harus dikaji. Apakah BK punya kewenangan untuk memberhentikan Suhadi,” tukas Alwi Genda. Tak urung peryataan Ketua Fraksi PDIP Bersatu di DPRD

Kota Kendari ini, ditanggapi serius oleh Wakil Ketua BK Aladin. Menurut dia, keputusan BK tak penting klau cuma dipolemikkan. Ia mempersilahkan baca aturan tentang kewenangan BK. “Lagi pula kita siap jika pihak Suhadi menuntut balik keputusan BK ini. Kita malu pada rakyat, masalah ini tidak pernah tuntas,” tandas Aladin. Hal senada juga dilontarkan Ketua BK Muh Yahya. Menurutnya, BK mengambil keputusan setelah membedah UU tentang kewenangan BK. Setelah mendengar alasan pemberhentian Suhadi, 20 orang anggota dewan yang hadiri , menyetujui pemberhentian Suhadi sebagai

anggota dewan. “ Semua penjelasan dan kajian hukum sudah dipaparkan BK. Jadi semuanya sudah jelas, tidak perlu kita saling berdebat lagi. Sekarang apakah kita yang hadir dalam pleno ini menyetujui atau tidak keputusan BK tentang pemberhentian Suhadi?,” Ketua DPRD Abdul Rasak coba bertanya pada peserta pleno yang disambut koor seluruh anggota dewan bertanda setuju. Rapat pleno DPRD Kota Kendari akan diteruskan ke gubernur untuk mendapatkan peresmian atas pemberhentian Suhadi. Kalau menyangkut PAW, itu adalah kewenangan partainya. (tri)

Kendari Pos | Kamis, 9 Juni 2011

Tender Dilaksanakan di Dirjen Perhubungan Udara Garbarata... Pengadaan dua unit garbarata membawa dampak lain bagi bandara yang dulunya

bernama Wolter Monginsidi. Pasalnya, lantai dua terminal yang selama ini tidak digunakan dengan baik akan ikut dirombak. “Kalau garbarata itu sudah ada, maka otomatis

akan dilakukan penataan lantai dua,” jelasnya. Penataan tentu disesuaikan dengan penempatan garbarata. “Ini melekat di DPA pusat, bukan UPT pusat atau UPT dinas.

Pelaksanaan tendernya dilaksanakan di pusat, di Dirjen perhubungan udara. Termasuk penataan ruangnya juga di DPA pusat. Itu satu paket,” katanya lagi. (ema)

Berharap Bekerja Untuk Masyarakat Nakes... tersebut menjelaskan, pelepasan nakes periode pertama telah berlangsung April 2011. Saat itu Dinkes melepas 395 PTT dengan rincian 55 dokter

umum, 13 dokter gigi dan 327 bidan. “Pengangkatan tenaga kesehatan PTT ini masih akan berlangsung satu periode lagi yakni Oktober 2011,” jelasnya. Amin Yohannis berharap agar dokter umum dan dokter gigi bisa bekerja maksi-

mal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama mengatasi sejumlah penyakit yang masih sering mendera di Sultra. Sedang untuk bidan, diharapkan bisa memberikan pelayanan terhadap ibu dan anak di desa tem-

patnya bertugas. “Angka kematian ibu dan anak di Sultra ini masih relatif tinggi, jadi posisi tenaga bidan sangat strategis. Jika mereka bekerja baik, angka kematian ibu dan anak tersebut bisa kita tekan,” harapnya. (ema)

Oknum Calo Harus Minta Maaf Lewat Media Oknum... gikan masyarakat, terutama yang pernah berurusan finansial dalam masalah izin. Sebenarnya kata Syain, kalau tindakan itu didasarkan permintaan warga dan dilakukan dengan jujur dan benar, itu tidak jadi soal. Pihak perizinan justru akan membantu melancarkan urusannya.. Say-

angnya, praktik itu dilakukan diluar dari kewajaran, bahkan ada warga yang mengaku membayar biaya hingga jutaan rupiah. Hal ini jelas jauh di atas harga yang sebenarnya. Ia sangat berharap, Kasat Pol PP bisa memberikan tindakan tegas kepada anggotanya. Apalagi, seolah-olah yang bersangkutan menyepelekan masalah tersebut, karena belum juga melakukan klarifikasi, seperti

apa yang sudah diinstruksikan pimpinannya. Kasat Pol PP, Ridwansyah Taridala yang ditemui mengaku, berdasarkan keterangan LI, yang bersangkutan sudah melakukan klarifikasi ke pihak perizinan, dan mengatakan urusannya sudah tuntas. Hal itu tentu saja kontroversi dengan pengakuan Syain Kadir “Saya sudah panggil LI dan

katanya sudah menghadap ke perizinan. Saya juga tidak memperjelas siapa yang ia temui di sana. Tapi katanya urusannya sudah selesai. Tapi akan saya cek kembali kebenarnnya,” kata Ridwansyah. Jika hingga pukul 11.30 kemarin LI belum melakukan klarifikasi, maka bukan hanya masyarakat yang berhasil ia bohongi, tapi pimpinannya pun dikibuli. (fya)

Metro

Kendari Pos | Kamis, 9 Juni 2011

11

17 Desa Terancam Dihentikan Raskinnya foto:suwarjono/kp

Sopir angkutan mengadu ke dewan,kemarin.Mereka memprotes kebijakan Dishub yang semena-mena mengalihkan trayek. Lebih mengherankan, diundang hearing justru Dishub tak hadir.

Bangun Pasar, Anggaran Terbatas Kendari, KP Meski tak memberikan kontribusi bagi daerah, keberadaan pasar tradisional yang masih berstatus ilegal, ternyata menjadi salah satu keberuntungan bagi pemerintah kota. Pasalnya, selain membantu pemerintah dalam penyediaan pasar, keberadaan tempat jual beli itu dinilai sangat membantu konsentrasi pedagang untuk berjualan di satu lokasi. Hal itu diungkapkan Kadispenda Kota Kendari, Zainal Arifin ditemui di ruang kerjanya kemarin. Menurutnya, pemusatan pedagang di satu tempat, dapat membantu masyarakat memper-

oleh kebutuhan pokok. Selain itu juga meringankan tugas pemerintah dalam hal penataan kota. “Kalau pedagang kita biarkan berjualan di sembarang tempat, tentu akan merusak tatanan Kota Kendari yang sudah susah payah kita bangun,” terangnya. Untuk membangun pasar, Zainal mengaku modal pemerintah sangat terbatas. Kesediaan pihak swasta mendirikan pasar setidaknya dapat membantu pemerintah, menyediakan sarana jual beli bagi masyarakat di lokasi-lokasi yang memang padat pengunjung. “Modal pemerintah belum sanggup untuk mendirikan pasar-pasar.

Itulah sebabnya kita butuh kerjasama investor dalam pembangunan pasar,” katanya. Terkait hal tersebut, menurut Zainal, Wali Kota Kendari Ir Asrun telah menginstruksikan untuk membuat Perda mengenai pengelolaan pasar. Khususnya, pasar-pasar yang hingga kini belum mengantongi izin secara resmi dari pemerintah. Zona ekonomi Kota Kendari cukup luas, dan pasar tradisional belum terjangkau seluruhnya oleh pemerintah. Dengan adanya Perda itu diharapkan pengelolaan pasar akan semakin tertib dan bisa memberi kontribusi untuk pembangunan daerah. (fya)

Seluruh SKPD Akan Ikut Meriahkan Adipura... selama ini tidak sia-sia. Tentu ini bukan hanya upaya pemerintah, tapi seluruh masyarakat Kota Kendari ikut berperan dalam memperolehnya. Mudah-mudahan prestasi ini bisa kita pertahankan agar kedepan bisa meraih yang lebih baik lagi,” terangnya. Uuntuk penyambutan Adipura, pihaknya sudah mempersiapkan

beberapa agenda acara. Salah satunya tarian Mondotambe. Mengenai arak-arakan, dilakukan satu hari setelah piala Adipura tiba di Kendari. Kamis malam, trophy itu akan diinapkan di kantor wali kota, pagi hari sekitar pukul 07.00 akan di arak keliling kota. Seluruh SKPD didipastikan akan ikut dalam arak-arakan itu. Tidak menutup kemungkinan pula, warga yang ingin bergabung bisa mengikuti rombongan menggunakan mobil

atau kendaraan bermotor. “Kita akan memakai mobil tronton milik Dinas PU untuk membawa Adipura keliling kota. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui bahwa apa yang sudah dilakukan selama ini, mendapatkan penghargaan dari presiden. Selain itu, kita harapkan pula agar masyarakat bisa mempertahankan kebersihan lingkungan bukan hanya prestasi, tapi juga keindahan bisa dinikmati setiap saat dalam wilayah Kendari,” tukasnya. (fya)

Kendari, KP Sebanyak 17 desa di Konawe Utara dan Konawe Selatan terancam tak lagi menikmati raskin. Hal itu akibat tidak belummelunasi penyaluran Januari hingga Mei 2011. Dari 17 desa, di Konut terdapat di dua kecamatan yakni Kecamatan Oheo dan Asera. Kecamatan Oheo terdapat tiga desa yang menunggak Raskin yakni Desa Laronaha, Katunggu dan Tondo Loiyo. Di Kecamatan Asera ada delapan, yakni Wanggudu Jaya, Wanggudu, Tangguluri, Wunduhaka, Walalindu, Walasolo, Puungomasi dan Tapuwatu. Di Konsel masing-masing desa Alakeaya (Kecamatan Palangga), Duduria (Ranomeeto), Lalosingi (Mowila), Lalonggapo (Landono),

Watuporamba (Moramo)dan Langgapulu (Kolono). Untuk pembayaran Raskin, Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Sultra, Abu Bakar mengatakan, semuanya dikoordinir oleh Kades. Olehnya itu ia meminta kepada Kades segera menghimpun dana dari masyarakatnya. “Pelunasan ini penting, karena terkait penyaluran raskin pada bulan-bulan berikutnya,” katanya. Bulog Sultra tidak tinggal diam atas keterlambatan itu. Kata Abu Bakar, Bulog telah melakukan tindakan persuasif terhadap masingmasing desa. Namun sayangnya, hasil yang diperoleh tetap tidak maksimal. Alasan yang diterima Bulog dari Kades, katanya masyarakatnya keberatan membayar harga raskin.

Namun Abubakar menyangsikan. Sebab ketika jatah raskin telah habis, masyarakat dengan entengnya membeli beras di pasar yang notebene herganya jauh lebih mahal. Perkilogramnya raskin dihargai Rp 1600. Harga tersebut jauh lebih murah dibanding harga normal beras di pasaran yang mecapai Rp 5000. Karenanya, Abu Bakar menjelaskan bahwa penyaluran beras raskin secara konstan ditujukan untuk ikut menekan harga beras di pasaran. Jika banyak masyarakat yang tercukupi kebutuhan berasnya dengan raskin, maka pembeli beras di pasar akan berkurang dan harganya ikut turun. “Upaya penagihannya ini nanti tergantung dari kepala desa,” katanya lagi.(ema)

Komisi Informasi Harus Berdiri di Sultra Kendari, KP Transparansi pemerintahan di Sultra dari tingkatan provinsi hingga kabupaten/kota, ternyata masih kurang. Hal itu karena belum terbentuk Komisi Informasi (KI) di masing-masing tingkatan daerah. Padahal komisi inilah yang menjamin pemenuhan kebutuhan informasi publik. Parahnya, berdasarkan aturan perundangan, pemerintah diwajibkan membentuk KI, maksimal dua tahun pasca diputuskannya UU nomor 14 tentang KI. Itu berarti tahun lalu seharusnya KI berdiri di 12 kabupaten /kota, plus provinsi. Hal tersebut terkuak saat focus group diskusi tentang KI. Karenanya dalam forum yang dilaksanakan oleh KI Pusat dan dihadiri oleh praktisi media, eksekutif, legislatif dan LSM

itu, dilahirkan resolusi untuk mempercepat pendirian KI di Sultra. Komisioner KI Pusat, Dono Prasetyo mengatakan, didirikan tahun inipun sebenarnya Sultra telah terlambat dalam melaksanakan putusan undang-undang. Namun ia berharap tidak terus berlarut. Karenanya, meski KI pusat hanya bisa mendorong berdirinya KI di daerah, tapi ia berharap Pemprov dan penggiat informasi publik bisa mensupport pendiriannya. Pendirian KI merupakan aplikasi dari UU Keterbukaan Informasi Publik. Fungsinya selain menjamin agar publik bisa menerima informasi yang diinginkannya, juga dapat menjadi penyelesai konflikinformasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurut Dono, ada empat jenis informasi yang diatur dalam UU.

Dari keempatnya, hanya informasi yang tertutup yang memang boleh untuk tidak ditunjukkan ke publik. “Informasi lainnya seperti pertangung jawaban keuangan pemerintah, PAD, APBD dan informasi mengenai keuangan daerah itu bisa diakses oleh publik,” jelasnya. Ilustrasinya keuangan negara yang digunakan oleh pemerintah salah satunya berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat. Olehnya, masyarakat berhak untuk mengetahui digunakan untuk apa tiap rupiah uang pajaknya. “Tapi kalau surat antara gubernur kepada kadis dan dari satu dinas ke dinas lainnya yang bersifat tertutup, itu memang bisa tidak dipublis. Selama tidak bersangkutan langsung dengan rakyat, itu bisa,” jelasnya. (ema)

Kendari Pos |Kamis, 9 Juni 2011

Hiburan

Marsha Timothy Tolak Main Film SETELAH banyak membintangi film dan film televisi (ftv), Marsha Timothy kembali main sinetron. Bersama Vino G. Bastian, dia didapuk menjadi Nurlela dalam Calon Bini. Bayaran tinggi disebut-sebut menjadi alasan utama aktris berusia 32 tahun itu menerima tawaran tersebut. ”Kalau income, semua juga tahu (pasti besar). Tapi yang paling penting kepuasan batin dan kenyamanan,” katanya di sela syuting sinetron itu di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dia enggan menyebut nominal yang didapatnya dari perannya dalam sinetron kejar tayang (stripping) itu. Saat tawaran sinetron itu datang, sebenarnya ada beberapa judul film yang disodorkan padanya. Tetapi dia menolaknya dengan beberapa pertimbangan. Honor diakuinya bukan satusatunya alasan. ”Pertimbangan memilih sinetron ini, dari segi cerita. Pemainnya juga enakenak, jadi nggak beban. Meski ini stripping, tetapi suasananya menyenangkan,” tuturnya. Padahal selama ini, pemain film Pintu Terlarang itu selalu menolak terlibat stripping dengan alasan jadwal syuting yang menyita banyak waktu. Dia merasa tidak nyaman karena

waktunya habis di lokasi syuting. Tetapi kali ini, dia berusaha kembali beradaptasi. Agar tidak mati gaya, dia selalu membawa perlengkapan perang ke lokasi syuting. Kursi santai dan pemutar musik menjadi dua diantaranya. ”Aku juga mengobrol sama pemain lain (untuk mengusir jenuh). Atau kalau nggak, ya tidur,” ungkapnya lantas tersenyum. Meski sudah empat tahun vakum dari dunia sinetron, lanjut Marsha, tak ada kesulitan yang dialaminya saat beraksi di depan kamera. ”Terakhir main sinetron, tahun 2007. Tapi weekly, bukan stripping. Setelah itu nggak pernah lagi, dan baru ini main sinetron stripping lagi,” terangnya. Dalam sinetron terbarunya itu, pacar Fachri Albar tersebut melakoni peran Nurlela, perempuan tomboy yang menjadi rebutan di kampungnya. ”Aku memerankan sosok perempuan tomboy bernama Nurlela. Aku bisa benerin antena, lemari, dan motor. Tapi di sini aku jadi idola cowok-cowok,” pungkasnya. (jpnn/ lia)

13

Tommy-Tania Berharap Kehamilan Membawa Berkah Jakarta, KP Pasangan suami istri Tommy Kurniawan dan Fatimah Tania Nadira sedang berbahagia. Sebab, mereka diberi kepercayaan untuk segera menjadi orang tua, meski perkawinan yang diresmikan pada 11 April lalu masih bermasalah. Ibu mertua Tommy belum menyetujui pernikahan tersebut. Mereka pun berharap, kelak bayi yang lahir dari rahim Tania bisa merekatkan tali silaturahmi yang masih renggang. Tommy dan Tania yang ditemui di Kuningan Village, menceritakan berita bahagia tersebut. Tania hamil sekitar empat minggu. “Alhamdulillah, istri saya sudah hamil. Sekarang dia lagi memasuki masa mual-mual. Tadi waktu mau ke sini dia juga muntah karena tidak tahan. Berubah jadi sensitif juga. Kadang yang keluar dari mulutnya tidak bisa dikontrol,” ungkap pria berusia 26 tahun tersebut.

Tania mengakui hal itu. Dia bilang mungkin kesensitifannya terjadi karena dirinya berusaha untuk menahan rasa enek dan mual. “Saya paham, dia juga jadi serba salah. Kasihan. Ini kan pengalaman pertama,” sahut Tommy. Kalau sudah begitu, biasanya dia membantu menenangkan istri dengan memijit atau membuatkan teh hangat. Tentang kehamilan tersebut, Tommy dan Tania sudah mengabarkan kepada keluarga masing-masing. Malah Tante Tania sudah mengunjunginya. “Tanteku sudah menjenguk. Mereka bilang, saya tidak boleh banyak gerak. Mungkin mereka khawatir karena ini kehamilan pertama dan masih rawan kan usia kandungan segini,” jelas Tania. Kepada mamanya, Tania justru belum berkomunikasi. Tetapi, dia yakin bahwa mamanya tahu tentang kehamilannya. “Pasti mama seneng dengar kabar mau punya

Tommy danTania cucu,” harapnya. Dia dan suaminya berharap saat akan melahirkan nanti sang mama berada di sampingnya. “Cuma itu saja keinginan saya. Tidak mulukmuluk. Yang penting, pas saya lahiran, ada mama di samping. Karena ada yang bilang, anaknya susah keluar kalau tidak mendapat restu ibu. Semoga ya, mama ikhlas dan merestui kami,” lanjut Tania yang diamini Tommy. (jpnn/lia)

Dua Dunia Para Dokter

Marsha Timothy

Jakarta, KP Di dunia hiburan ada beberapa dokter yang juga dikenal sebagai entertainer. Mereka menjalani dua profesi sekaligus, dokter dan penyanyi, bintang iklan, pesinetron, atau presenter. Jadi, selain bisa ditemui di rumah sakit atau klinik, mereka bisa dilihat di televisi. Kisah para dokter-dokter itu dibukukan oleh seorang penulis bernama Wahyu Hidayat dalam The Doctors. Ada empat dokter yang ditulis Wahyu. Mereka adalah Tompi, Boyke, Sonia Wibisono, dan Lula Kamal. Kemarin (7/6) buku setebal 264 halaman itu diluncurkan di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan. Penyanyi yang juga dokter bedah plastik, Tompi, hadir di acara tersebut. Pria 32 tahun, kelahiran Aceh, itu termasuk pelaku dunia hiburan yang aktif. Dia tidak hanya menyanyi, tetapi juga beberapa kali men-

jajal kemampuan menyutradarai klip video penyanyi lain. Salah satunya adalah Titi Kamal. Apa lagi yang sebenarnya dicari pemilik nama lengkap Teuku Adi Fitrian tersebut? Bukankah penghasilan dari dokter bedah plastik menjanjikan? “Begini. Kecintaan saya terhadap dunia tarik suara sangat besar. Sebenarnya, dulu saya malu sekali menyanyi. Bergaya saja, saya tidak bisa. Tetapi, setelah menjalani, ternyata saya cinta,” kata Tompi. Bagi Tompi, profesi dokter adalah prioritas. Kalau berbicara enak, kata dia, lebih enak mencari uang di dunia hiburan. Bayaran sekali menyanyi langsung jutaan rupiah. Jadi narasumber bisa dibayar ratusan ribu rupiah. “Untuk jadi dokter, saya belajar 12 tahun. Untuk jadi penyanyi, saya tidak belajar apa-apa. Profesi yang selayaknya dihargai seharus-

nya dihargai sesungguh-sungguhnya,” ujarnya. Menjalani dua profesi sekaligus menjadi pisau bermata dua. Karena itu, dia harus berhati-hati. Dia harus bermain sesuai dengan track-nya. Dia teringat pesan gurunya dulu. Menurut gurunya, dia akan menghadapi masalah yang lebih besar daripada teman-temannya. Sekarang dia paham. Itu disebabkan dua profesi yang dia jalani. “Untuk menjadi yang sekarang ini, saya melalui perjalanan berat lho. Waktu sekolah dulu, perjalanan saya tidak semulus yang orang kira. Dari Aceh, saya menimba ilmu di Jakarta. Susah bertahan hidup di ibu kota. Saya hanya punya uang Rp 6.000 untuk bertahan tiga hari. Karena itu, saya tidak mau menyia-nyiakan profesi dokter yang berhasil saya raih. Buat saya, itu prioritas. Nyanyi kan nggak pakai mikir,” terang Tompi. (jpnn/lia)

Edukasi

14 Pendidikan Karakter Diseminarkan Kendari, KP Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sultra yang mendeklarasikan pembentukannya (15/5) oleh pembina IGI Pusat Dr. Indra Djati Sidi dan Gubernur Sultra H. Nur Alam, S.E serta Walikota Kendari Ir. H. Asrun, M.Eng., Sc. Langkah awal, IGI Sultra menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan. Simposium yang akan diadakan hari ini (9/6) mengangkat tema pendidikan karakter untuk memperadabkan bangsa. Menurut panitia penyelenggara, Ahmadi S.Pd., dalam simposium itu akan menghadirkan beberapa pemateri handal seperti Kepala Balitbang

Kementrian Pendidikan Nasional, Prof. Dr.H. Mansyur Ramli,M.A dan Ketua Dewan Pendidikan Sultra Prof. Dr. H. Abdullah Alhadza, M.A. Ahmadi menambahkan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mengajarkan masyarakat terhadap penguatan karakter bangsa. Karena pendidikan karakter merupakan salah satu pilar bangsa selain penguatan nilainilai Pancasila dan UUD 1945 “Nilai-nilai Pendidikan Karakter perlu diterapkan dalam pendidikan sejak dini, baik pendidikan formal, nonformal maupun informal,” katanya. (p1)

Guru dan Kepala Sekolah Ikut Seleksi Kendari,KP Ajang tahunan pemilihan guru berprestasi tingkat Kota Kendari kembali dihelat Diknas Kota Kendari, kemarin (8/6). Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas ikut seleksi. ‘’Khusus untuk guru dan Kepala SD sebelumnya telah melalui seleksi di

tingkat UPTD,” kata Sekretaris Diknas Kota Kendari, Makmur, M.Pd. Mengenai seleksi yang dilakukan katanya, para peserta akan mempersentasekan hasil penelitiannya dan akan dites kemampuan berbahasa Inggris. Para juara akan mewakili Kota Kendari ke tingkat provinsi. (fas)

Kendari Pos |Kamis, 9 Juni 2011

STIK Avicenna Target Jadi Institut Kendari,KP Menyusul akan terakreditasinya lima program studi (prodi) Pengelola Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Kendari semakin optimis. Rasa percaya diri akan beralih status menjadi institut, karena saat ini sedang menunggu proses akreditasi lima prodi yang telah diusul. ‘’Kelima prodi yang sedang menunggu realisasi tahun 2011 ini, adalah S1 kesmas, keperawatan, gizi serta DIII keperawatan dan ke-

bidanan. Baru saja dilakukan visitasi, sehingga kami berharap 1-2 bulan sudah terealisasi,’’ kata Ketua Yayasan STIK Avicenna Kendari, dr Marzuki Hanafi Bantayan. Dikatakan, dalamrangka pengembangan STIK, juga sementara mengusulkan pembukaan program S1 farmasi. Diperkirakan jika bulan Juli akan dikabulkan Dikti, sehingga pihaknya bisa menerima mahasiswa baru. “Terbentuknya enam prodi, kami bisa mengusul perubahan

status dari sekolah tinggi menjadi institut. Kalau jurusan kedokteran juga bisa lolos, akan menjadi institut ilmu kesehatan dan kedokteran,’’katanya. Dijelaskan, walau salah satu syarat membuka Fakultas Kedokteran yaitu harus memiliki rumah sakit, juga sudah dilakukan dengan membangun rumah sakit. Peletakan batu pertama pembangunan RS Avicenna telah dilakukan Wagub Sultra, H Saleh Lasata. “Sebenarnya kami menargetkan

284 Siswa SMA Ikut OSN Sultra Kendari,KP Sebanyak 284 siswa SMA seSultra kemarin (8/6) mengikuti olimpiade sains nasional (OSN) Tingkat Sultra. Pelaksanaan lomba dipantau langsung tim dari Kemendiknas yang membidangi pembinaan SMA. “Kami bersyukur karena selain SMA di 12 kabupaten/kota turut serta dalam OSN tahun 2011 ini, pelaksaan berjalan lancar. Sama dengan tahun sebelumnya terdapat delapan bidang studi yang

dilombakan, terdiri dari matematika, fisika, kimia, komputer, biologi, astronomi, ekonomi dan kebumian,” terang Kabid Dikmenti dan PK/PLK, Disdik Sultra, Djabaruddin, M.Pd. Meskipun mengaku telah berupaya maksimal melakukan koordinasi pembinaan dengan dinas pendidikan kabupaten/kota, tetapi tidak menarget prestasi yang besar. “Kami hanya berharap agar prestasi tahun sebelumnya, khususnya juara di bidang studi fisika

hingga ke tingkat nasional dapat dipertahankan. Dengan tetap meminta dukungan semua stakeholder, khususnya para orang tua siswa,” lanjutnya. Tim Pembina Pusat, Kamsul Abraha menjelaskan, terpenting dalam peningkatan prestasi OSN Sultra, yaitu kesadaran semua stakeholder untuk memajukan pendidikan. “Ingat pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, selain itu sarana dan prasarana bukanlah

setahun pembangunan RS tersebut, sehingga bisa digunakan pada Januari 2012 nanti. Sayangnya masih terdapat masalah tanah seluas 10 hektar. Surat-surat tanah masih tumpang tindih, tetapi sementara diselesaikan camat dan PPAT setempat,’’ katanya. Mengenai program S2 STIK Avicenna, pria paruh baya ini mengatakan sudah ada khusus prodi kesmas. Hanya masih bersifat kerja sama dengan Unhas, dan tahun 2011 ini telah mandiri. (fas)

penghalang untuk dapat berprestasi setinggi mungkin. Contohnya di Madura di Jawa Timur, meskipun dengan segala keterbatasan selalu masuk lima besar OSN nasional,” jelas Kamsul. Dosen FMIPA UGM ini menandaskan tidak mustahil jika Sultra demikian, mengingat dampak prestasi tersebut bagi pengembangan pendidikan. Dampak dari juara adalah kemauan pihak luar negeri mau bermitra dengan sekolah pemenang OSN tingkat dunia. (fas)

Kendari Pos |Kamis, 9 Juni 2011

Edukasi

Seksi PAUD Diduga Potong Insentif Guru Kendari,KP Kecurigaan pemotongan insentif guru, sepertinya tidak pernah beranjak dari Dinas Pendididikan (Disdik) Sultra. Dugaan kecurangan kini melanda seksi pendidikan anak usia dini nonformal-informal (PAUD NI). Menurut pengakuan guru honorer, pemotongan insentif dari Rp 350 ribu per bulan hingga setengah jumlah yang diterima.

Dugaan pemotongan mendapat tanggapan Bendahara Pengeluaran Pembantu Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (BPP PMPTK) Disdik Sultra, La Ode Abdul Azis. Dugaan itu katanya tidak benar karena dana dekon untuk insentif guru langsung ditransfer ke rekening mereka. “Tidak mungkin kami melakukan potongan. Kami hanya sebatas mem-

ferivikasi dan mengusulkan data ke pusat, itu pun dari data awal kabupaten/kota,” kata La Ode Abdul Azis. Dijelaskan, insentif guru PAUD non PNS yang sebesar Rp 100 ribu per bulan dan dibayarkan sekali pada akhir tahun anggaran. Jumlah tersebut kami bayarkan kepada 159 guru PAUD dari total 500 guru PAUD, tersebar di Sultra. “Tahun anggaran 2011 ini, insen-

SMAN 2 Lakudo Terima Siswa Baru Pasarwajo, KP SMA Negeri 2 Lakudo yang diresmikan penegeriannya oleh Bupati Buton, Ir. H. LM. Sjafei Kahar, MSi Januari lalu optimis akan mendapatkan siswa yang lebih banyak dibandingkan ketika masih berstatus swasta. S e b e l u m n y a SMA Negeri 2 Lakudo yang terletak di Desa Moko, Kecamatan Lakudo bernama SMA Swasta Santika Permai. Optimisme itu disampaikan langsung Kepala SMAN 2 Lakudo, Drs. La Tanda, MPd.

“Berdasarkan data yang ada di sekolah pendukung yang mengikuti UN tahun ini, kami yakin sekali bahwa SMAN 2 Lakudo akan mendapatkan siswa yang lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” katanya. La Tanda merinci sekolah yang dipimpinnya didukung oleh 3 SMP yakni SMPN 3 Lakudo di Wajo Gu, SMPN 4 Lakudo di Mone, SMP Satap Metere di Metere, dan MTsS Swasta Lolibu di Lolibu. Sebelum dialihkan SMAS Santika dialihkan

statusnya menjadi SMA negeri, kebanyakan alumni sekolah pendukung itu menuntut ilmu di SMAN 1 Gu di Lombe atau SMAN 1 Lakudo di Lakudo. “Siswa SMPN 3 Lakudo yang mengikuti UN sebanyak 92 orang, SMPN 4 Lakudo sebanyak 46 orang, SMP Satap Metere, 15 orang dan MTsS Lolibu sebanyak 17 orang. Diprediksi siswa tersebut akan mendaftar di SMAN 2 Lakudo. Sebab jarak dengan SMA negeri lainnya begitu jauh,” kata La Tanda. (k1)

tif tersebut belum dibayar karena masih dalam tahap pengusulan dari kabupaten/kota. Semakin cepat pengumpulan data, cepat pula kami ferivikasi sehingga SK pusat segera ditetapkan,” rincinya. Dikatakan, untuk TK d terdapat

15 tunjangan fungsional guru non PNS sebesar Rp 300 ribu per bulan yang dibayarkan per triwulan, bantuan kualifikasi guru PNS dan non PNS Rp 3,5 juta per tahun yang dibayarkan per akhir tahun anggaran, serta sertifikasi guru PNS sebesar satu kali gaji

pokok per bulan dan non PNS sebesar Rp 1,5 juta per bulan. “Untuk itulah kami tidak hentihentinya mengimbau daerah agar intens melakukan sosialisasi mengenai berbagai insentif plus mekanisme pembayaran,’’ katanya. (fas)

16

Xpresi 5

Imha Asmiraa Amirr imhasipumpum@yahoo.com SMKN 1 Kendari “Kalo jaim ma pcr it namanya takut pcr gg bsa trima kekurangan qta...Sbnarnya yg bgus it brubh lbh baik bkan hnya jaim sesaat. Apalagi kalo d dpan camer, , harus bnar2 jaim :D”

Kamis, 9 Juni 2011

Jaim...Penting Nggak Sech?? “TAPI buka dulu topengmu..buka dulu topengmu, biar kulihat warnamu..biar kulihat warnamu..” Penggalan lagu Ariel Peterpan itu kayaknya tepat banget yach tuk ngegambarin seseorang yang suka menyembunyikan keasliannya, alias jaga image.. Jaga image or “jaim” menurut istilah para ahli, merupakan suatu perilaku menyembunyikan sikap yang sebenarnya. Tapi tau nggak sech guys..Banyak orang yang sebel sama orang jaim, lho koq bisa ya? Padahal khan bagus kalo someone bisa menjaga imagenya or menjaga citra dirinya supaya nggak leihatan jelek di

mata orang lain, iya khan?? Nach, sobat Xoresi.. di situlah problemnya nya. Banyak orang yang karena menjaga gengsi jadi bermuka dua. Di hadapan kita mungkin dia bertingkah kalem, tapi sama orang lain, kasarnya minta ampyun.. Kata Rani kalo pengen ngejaga citra diri agar selalu baik, mestinya itu adalah sifat yang emang datang dari kepribadian kita, bukan di buat spontan dengan maksud tertentu sama orang, coz, gak selamanya juga lho jaim itu jelek ,ada juga jaim yang positif..! Nah membangun image positif itu memang susah. Kata cewek bertubuh semampai itu, harus

seiring dengan sikap dengan sifat kita sendiri, kalo emang dari sononya kita berkelakuan baik, kemana-kemana kita akan punya image yang baik pula, tapi kalo dasarnya kita masuk dalam kategori suka cari muka..kemanapun itu akan terbawa. Dari pandangan Irma, mahasiswa UT yang kini mulai merampungkan tugas akhirnya, biasanya karena ingin terlihat baik, ada sebagian orang yang berusaha membungkus kelakuan buruknya dengan pakaian ala pemuka agama yang serba tertutup, ada juga yang menafaatkan senyumannya untuk menutupi sifat dan tabiatnya

yang bejat. Sebenarnya sech sah-sah aja, tapi itu hanya akan ngebohongin diri sendiri aja, apapun itu, yang namanya keburukan pasti bakal tercium juga. iya khan guys?? Emang sech, nggak mudah tuk menjaga image agar tetap terlihat baik sepanjang masa-sepanjang waktu, karena dalam hal ini dibutuhkan konsistensi yang teramat sangat. So nggak heran, kalo ada aja orang yang akhirnya tergelincir coz gak bisa konsisten dalam menjaga image-nya. So..daripada sibuksibuk jaim, mending tampilin yang sebenarnya..(fya)

Dwi Febrian Arba febriscreamo@yahoo.co.id SMAN 1 Kendari “Jaim itu perlu buat prgaulan, karena klo misalnya orangnya tdk jaim, dia bisa mempermalukan dirinya sendiri...”

share Elza Echylia Sasmito elza_exiz96@yahoo.co.id SMAN Angkasa “Hmm.menurut saya org itu jaim smua.ny dlam hal apa pun brgaul atau apa sja”

Nink Kecce Kesmas Unhalu “Heheehe...JAIM??? wajar2 lah kalau bagi cewek...apalagi kalau masi tahap pendekatan,,hehhehe, cowok bysa juga jaim kok..jadi it’s okelah”

Kendari Pos | Kamis, 9 Juni 2011

1 Azerbaijan v Jerman 3

98 Persen Lolos WENNY/JPNN

Para pemain Persipura bersukacita usai menekuk Persisam Samarinda dengan skor 2-1 di Stadion Segiri, kemarin. Kemenangan itu sekaligus memastikan Persipura mengunci gelar Djarum Indonesia Super League musim 2010/2011.

Persipura Champion ISL Samarinda, KP Tampil begitu superior di musim ini, Persipura akhirnya memastikan diri menjadi juara Liga Super Indonesia (ISL) 2010-2011 meski masih menyisakan beberapa pertandingan lainnya. Penahbisan gelar tersebut dipastikan setelah kemarin berhasil mempecundangi tuan rumah Persisam Samarinda 2-1 di Stadion Segiri. Dengan kemenangan penting tersebut, Persipura mengoleksi total 55 poin dari 25 laga yang telah dijalani. Jumlah ini berselisih 10 poin dari pesaing terdekat Persija Jakarta yang baru mengoleksi 45 poin. Dengan tiga laga tersisa, maka tertutup kemungkinan poin Persipura dilampaui Persija. Dalam laga penentuan tersebut, Persipura harus bersusah payah meladeni perlawanan sengit Persisam yang menghuni peringkat enam klasemen sementara ISL. Gawang Persipura kebobolan terlebih dahulu oleh tendangan gelandang Persisam, Fandy Mochtar di menit ke-22. Persipura baru membalas di menit 34 melalui tendangan bebas Ortizan Solossa. Di babak kedua, kedua kubu menampilkan permainan terbuka. Dengan sama-sama mengusung formasi 4-4-2, Persisam dan Persipura tak takut melakukan jual beli serangan. Peluang emas pertama diraiah Persipura pada menit 63. Sayang tendangan keras Boaz Solossa dari luar kotak penalti hanya membentur tiang kanan gawang. Satu menit kemudian, giliran Persisam mengancam gawang Persipura melalui kemelut di kotak penalti. Namun, sundulan gelandang Persisam, Ahmad Sembiring hanya membentur mistar gawang yang dikawal Ferdiansyah. Kebuntuan akhibnya berhasil dipecahkan pasukan Jacksen Ferreira Tiago di menit ke-70. Sodoran bola Stevie Bonsapia disambut dengan tendangan keras Boaz dari sisi kanan gawang Persisam. Bola sempat ditepis kiper Persisam, Wawan Hendrawan namun justru semakin mengarah ke ruang kosong. Titus Bonay yang tidak terkawal dengan mudah melesakkan bola ke gawang yang sudah tidak terjaga. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Persipura. Usai pertandingan, Persipura langsung melakukan selebrasi dan berdoa bersama di lapangan setelah sukses mengunci gelar juara ISL musim ini. (bas)

Baku, KP Jerman masih sempurna di kualifikasi Euro 2012. Jerman menorehkan kemenangan ketujuh dari tujuh laga setelah mengungguli Azerbaijan 3-1 di Stadion Tofik Bakhramov, Baku, kemarin dini hari WIB (8/6). Kemenangan itu semakin mendekatkan Jerman lolos ke putaran final di Ukraina-Polandia tahun depan. Dengan 21 poin, Jerman leading sepuluh poin dari Belgia dan sebelas poin dari Turki di klasemen sementara grup A. Secara matematis, hanya Turki yang masih bisa menyalip perolehan poin Jerman karena baru memainkan enam laga atau sisa empat laga. Meski begitu, Jerman masih favorit finis juara grup sekaligus merebut tiket lolos otomatis. Der Panzer bisa mengunci predikat itu di laga berikutnya, yakni ketika menjamu Austria (2/9). Tim asuhan Joachim Loew itu juga otomatis juara grup seandainya Turki kalah dari Kazakhstan di waktu yang sama. “ Saya puas dengan kemenangan ketujuh. Kami meraih 21 poin dan saya pikir kami sudah 98 persen memenuhi syarat (untuk lolos ke putaran final, Red),” ungkap Loew kepada AFP. “ Yang terpenting menang dan kami bakal menikmati liburan musim panas dengan tenang,” sahut kapten tim Jerman Philipp Lahm di situs resmi UEFA. Dalam laga kemarin, Lahm dimainkan tidak di posisi bek kanan yang menjadi spesialisasinya di timnas. Bintang Bayern Munchen itu dialihfungsikan sebagai gelandang untuk menutup absennya Bastian Schweinsteiger, Sami Khedira, dan Simon Rolfes. Sedangkan bek kanan ditempati Benedikt Hoewedes yang posisi aslinya bek tengah. Tapi, eksperimen itu tidak mengganggu keseimbangan permainan Jerman. Azerbaijan memang memberikan perlawanan lebih baik dibandingkan ketika kalah 1-6 dalam pertemuan pertama pada 7 September 2010. Namun, mere-

ka tetap bukan tandingan Jerman. Setelah laga berjalan setengah jam, playmaker Mesut Oezil membuka skor Jerman melalui tendangan silangnya. Bintang Real Madrid itu lalu memberi assist untuk gol kedua yang dicetak Mario Gomez empat menit sebelum babak pertama usai. Di babak kedua, Jerman terlihat menurunkan tempo permainan. Meski begitu, Azerbaijan baru bisa memanfaatkannya dengan mencuri gol pada menit ke-89 lewat Murad Huseynov. Gol yang memacu tuan rumah untuk memaksakan imbang. Namun, asa Azerbaijan musnah setelah Jerman mencetak gol ketiga via Andre Schurrle di masa injury time. “ Hari ini (kemarin, Red) adalah 24 hari setelah berakhirnya Bundesliga. Para pemain berada dalam limit kelelahan mereka,” tutur Loew tentang permainan timnya yang menurun di babak kedua. Jika Jerman berkibar di puncak klasemen, maka Azerbaijan terpuruk sebagai juru kunci seiring kekalahan kemarin. Jabatan pelatih Berti Vogts pun makin di ujung tanduk. Namun, Vogts yang mendapat lemparan tisu toilet dari tiga jurnalis dalam sesi konferensi pers dua hari sebelum laga, menyikapinya dengan santai. “ Saya yakin bakal menyelesaikan kontrak saya sampai berakhirnya kualifikasi,” tandas pelatih berkebangsaan Jerman itu. Vogts menilai publik Azerbaijan terlalu berekspektasi tinggi terhadap dirinya. Padahal, lanjut Vogts, dia tidak didukung materi pemain yang menunjang untuk meraih hasil berarti. “Di negeri ini, anak usia 15 atau 16 tahun masih bermain sepak bola di jalanan. Jadi, ketika kami menjalani sesi latihan, mereka masih belajar dasar sepak bola. Jerman berada di level berbeda. tapi fans sulit mengert,” urai pelatih yang membawa Jerman memenangi Euro 1996 itu. (dns)

AFP PHOTO / JOHANNES EIS

Defender Jerman, Mats Hummels (kiri) berduel diudara memperebutkan bola dengan pemain bertahan Azerbaijan, Vagif Javadov dalam laga kualifikasi Euro 2012 di Baku, Azerbaijan, dinihari kemarin.

20

Kendari Pos |Kamis, 9 Juni 2011

Yani Kasim Sosialisasi Lewat Bisnis LPG La Ode Ida dan Nur Alam bertemu dalam forum diskusi soal Pilgub yang digelar KNPI beberapa waktu lalu. Keduanya mengundang tepuk tangan yang hadir dalam acara itu saat bersalaman dan berpelukan. Dua tokoh ini, disebut-sebut bakal bertemu di Pilgub nanti. Hanya saja, La Ode Ida sampai hari ini belum terlalu vulgar menyampaikan itu, sementara Nur Alam sudah pernah menyatakan akan maju kembali di Pilgub 2013 nanti. ABDI MAHATMA/KP

Terlalu Banyak Kalau Rp 17 M Arafat : Biar Rp 11 M Itu Cukup Kendari, KP Kontroversi soal dana Pilwali yang diestimasi sampai Rp 17 M ternyata belum tuntas. Diskusi yang digelar Kendari Pos, dua hari lalu dan mendengar panjang lebar penjelasan pihak KPU Kota Kendari tidak cukup memuaskan. KPU harusnya menjelaskan indikator apa saja yang mempengaruhi sehingga anggaran Pilwali yang diminta ke DPRD kota, bisa sampai Rp 17 miliar. Direktur Lembaga Peduli Pemilu Cerdas (LP2C), Arafat adalah salah satu yang protes keras soal estimasi itu. Menurutnya, yang harus bisa dijelaskan KPU Kota adalah in-

dikator apa saja yang mempengaruhi sehingga anggaran Pilwali bisa melonjak naik. Sebagai mantan anggota KPU kota yang pernah menjadi penyelenggara Pilwali, Arafat sangat tahu apa saja komponen pembiayaan dalam Pilwali itu. Tapi, bagi dia, sebelum memperhitungkan anggaran yang akan diminta, harusnya KPU bisa melihat jumlah wajib pilih dan berapa TPS yang akan digunakan, di samping honor anggota dan staf KPU, PPS dan PPK. Sebab, itulah indikator yang paling tepat menurutnya. “Mulai dari tingkat KPU, kelurahan, kecamatan dan TPS, honornya sudah harus dihitung. Itu (honor-red) dilihat dari berapa maksimal dia kerja. Di tingkat PPK berapa bulan kerjanya,

di tingkat PPS berapa bulan dia kerja, KPPS berapa bulan kerjanya. Nah, honor itu ditentukan dari jumlah penyelenggara dengan masa bulan dia kerja. Jadi bukan pada output anggaran itu besar. Itu keliru kalau kita berdebat. Yang benar indikator tahapannya apa, sehingga perdebatannya pada kerangka kerja,” paparnya. Staf ahli DPRD Sultra ini berasumsi, jika kerja seluruh penyelenggara mulai di tingkat KPU, kelurahan hingga kecamatan dan KPPS maksimal 6 bulan, maka dari perhitungan tersebut, kegiatan bisa dipangkas tinggal 4 bulan untuk efisiensi anggaran. Dia pun membandingkan dengan Pilwali lalu. Kata Direktur Sultra Monitoring Demokrasi (Sultra Demo) itu,

di zamannya tahun 2007 lalu, Pilwali hanya menghabiskan dana Rp 4,5 miliar. Sedangkan Pilwali 2012, kenaikan anggarannya terlalu fantastis. Dalam hitungannya, kalau anggota KPU saat ini memperhitungkan kenaikan karena harga tahun 2007 sudah berbeda dengan tahun 2012, maka harusnya kenaikan itu cuma 2 kali lipat. Tapi, melihat angka Rp 17 miliar, kenaikan tersebut bukan lagi 2 kali lipat. Tapi, sudah berkali-kali lipat. “Kalau honor penyelenggara sampai harga bahan baku, kenaikannya 100 persen dari Pilwali lalu, maka argumen sementaranya harus 2 kali lipat dari anggaran lalu. Berarti antara Rp 8-11 miliar sudah untuk 2 putaran," tandasnya. (dri)

Umar Arsal Pindah ke Badan Anggaran DPR RI Kendari, KP Anggota DPR RI asal Sultra memang hanya lima orang, tapi bukan berarti kiprah mereka di Senayan bisa disepelekan. Dua orang legislator asal daerah ini, yakni Wa Ode Nurhayati dan Umar Arsal kini menjadi anggota dari Badan Anggaran DPR RI, badan yang salah satu tugasnya menentukan daerah mana saja yang berhak mendapat program pembangunan di daerah-daerah di Indonesia. Kalau Wa Ode Nurhayati sudah cukup lama di badan itu, Umar Arsal belum cukup dua pekan. Meski demikian, anggota DPR RI asal Demokrat tersebut yakin jika keberadaan mereka berdua bisa membawa dampak yang baik bagi Sultra. “Saya kira ini akan baik buat daerah, dua orang anggota DPR RI asal Sultra di Badan Anggaran, semoga bisa bermanfaat lebih dari sebelumnya,” kata

Umar Arsal, kemarin lewat telepon selulernya. Salah satu yang menjadi starting point perjuangannya di Banggar itu nantinya adalah ide menjadikan Sultra menjadi salah satu provinsi kepulauan di Indonesia. Saat ini, kata Umar, ada 8 provinsi yang masuk kategori provinsi kepulauan. “Nilai positifnya, DAU dan DAK itu diukur bukan hanya dari luas daratannya, tapi termasuk kawasan perairan. Dan saya kira Sultra pantas masuk kategori itu karena memang daerahnya disatukan oleh banyak kepulauan,” katanya. Harusnya, kata Umar, Pemprov Sultra mengupayakan agar Sultra bisa masuk kategori provinsi kepulauan. Dengan begitu, anggaran pembangunan yang masuk bisa lebih besar. Kata anggota Komisi V DPR RI ini, Sulawesi Utara saja yang jumlah pulaunya tidak lebih

banyak dari Sultra, bisa masuk kategori provinsi kepulauan. Ia menyebut provinsi kepulauan yang lain adalah Maluku, Kepulauan Riau dan Bangka Belitung. Selain bicara soal gagasan provinsi kepulauan, Umar Arsal juga berharap betul agar ada perimbangan program di wilayah timur dengan di Jawa Sumatera. Makanya, keberadaan ia di Banggar akan dimaksimalkan untuk memangkas kesejanggan itu. “Kita bicara transportasi misalnya, di Jawa Sumatera itu kan anggarannya besar, padahal programnya justru memperbanyak pilihan saja, sedangkan di timur, sudah sedikit, programnya pun terbatas,” kata Umar. Maksudnya, kata anggota Baleg DPR RI ini, moda transportasi di Jawa-Sumatera, dengan banyak biaya padahal hanya menambah anggaran Kereta Api, sementara itu adalah salah satu

alternatif transporasi karena di kawasan itu, semua jalur bisa. Sementara di timur, meski daerahnya terisolir dan hanya dijangkau dengan jalur laut, tapi tidak juga mendapat prioritas. Tapi, ia juga berharap ada sinergitas dengan pemerintah daerah. Contoh yang paling ia prihatin adalah dermaga very Kamaru-Wanci yang belum lama ini diresmikan. Di lokasi itu, dermaganya sangat luar biasa dan very yang disiapkan Kementrian Perhubungan juga sangat memadai untuk memangkas waktu antara Buton dan Wakatobi. Sayangnya, infrastruktur jalan yang menuju dermaga itu sangatlah tidak representatif. Jadi, ide awalnya adalah memperpendek jarak, justru tidak tercapai karena meski hanya berjarak tak sampai 100 kilo meter dari Baubau, tapi harus ditempuh lebih dari 4 jam karena jalanan yang rusak. (abi)

Kendari, KP Pernah kalah dari Ir Asrun dan Musaddar Mapasomba pemilihan walikota (Pilwali) tahun 2007 silam, tak lantas membuat semangat Yani Kasim Marewa untuk mencoba kembali peruntungan di Pilwali 2012 mendatang. Mantan calon wakil walikota itu kini mengumpulkan kembali kekuatannya untuk tampil lagi di panggung politik. Kursi yang ia bidik pun tanggung-tanggung, yakni Wali Kota Kendari. Bukti keseriusannya itu, ditunjukan dengan mulainya dia mensosialisasikan diri di masyarakat. Meski belum ada pernyataan resmi dari Yani Kasim, namun stiker dirinya yang akan kembali maju, sudah diedar luas. Selain itu, namanya juga juga termasuk salam satu yang dijaring sebagai bakal calon di Koalisi Bougenville, koalisi yang dimotori Partai Golkar. Bisnis elpiji yang sudah bertahun-tahun dikelola Yani Kasim, menjadi langkah awal sosialisasinya sebagai salah seorang calon walikota menda-

Yani Kasim Marewa tang. Memang, bukan dia sendiri yang menyerahkan langsung stiker bergambar dirinya pada para pelanggan. Namun, anak buahnya di Wirawan Gas, sudah dititipi tugas agar menyerahkan selembar stiker pada tiap pelanggan yang datang. Seperti yang tampak pada pekan lalu, salah satu karyawan Yani Kasim mengembalikan uang seorang pria bertubuh besar yang datang membeli gas. Di atas uang itu, tak lupa dia menyelipkan stiker Yani Kasim, yang bergambar dasar

hijau. Disitu tertulis, Yani Kasim Marewa, Bakal Calon Wali Kota Kendari, 2012-2017. Mengetahui ada benda lain di atas uangnya, pria bernama Pak Ali itu, tergerak untuk melihat. Setelah tahu yang dipegangnya stiker Yani Kasim, mulutnya langsung komat kamit berbicara sendiri, bahwa dia akan mendukung jika Yani benar-benar akan menjadi kandidat Wali Kota. Sayangnya, Yani Kasim yang dikonfirmasi terkait hal ini, belum bersedia berbicara di media terkait pencalonannya. Kendari Pos sempat menghubungi kader Partai Bulan Bintang (PBB) itu lewat telepon. Namun saat tahu akan dikonfirmasi soal pencalonannya, ia tak lagi merespon. Namun, anak buahnya telah memastikan bahwa bosnya itu memang akan maju di Pilwali nanti. Itu berarti, bursa pemimpin Kota Kendari kini makin ramai saja. Apakah kemudian mereka bisa punya kendaraan politik, akan terlihat jika KPU sudah membuka pendaftaran. (dri)


Kendari Pos Edisi 9 Juni 2011