Issuu on Google+

Kabar Bangkalan Izin Baru Pertambangan Diperketat Hanya Enam yang Terdata Berizin, Diduga Banyak yang Ilegal Kabar Sampang Jumlah Honorer K2 Menyusut Pengangkatan CPNS Belum Jelas, Kebutuhannya Mendesak Kabar Pamekasan Tuntas Pertengahan Tahun 2013 Raperda Penataan Pasar

TWITTER

@kabarmaduranews

Kabar Sumenep Dua Bulan Tak Nikmati BBM Bersubsidi Nelayan Kepulauan Meradang

Bernuansa Final Leg Kedua

RABU 13 Februari 2013

Bersiap Jamu Persiram Raja Ampat BANGKALAN-Menghadapi Persiram Raja Ampat, besok sore (14/2), harus

dimaksimalkan oleh Persepam Madura United (P-MU). Sebab jika bisa mengalahkan klub asal Papua Barat tersebut, ada banyak hal positif yang bisa dibukukan Laskar Sape Kerap. Terpenting adalah misi balas dendam

atas kekalahan dari dua tim Papua sebelumnya. Yakni dari Persipura Jayapura dan persiwa Wamena. Salah satunya sudah terbalas saat Zaenal Arif menghempaskan wakil Papua lainnya, Persidafon Dafonsoro 2-1.

Utang tersebut akan impas jika P-MU bisa menjungkal kesebelasan berjuluk Laskar Bahari, Persiram Raja Ampat. Yang tak kalah pentingnya adalah menjaga keangkeran kandang Laskar Sape Kerap. Selain itu, jika mampu

meraup poin penuh, P-MU berpeluang mentas dari posisi juru kunci. Predikat penghuni dasar klasemen tersebut memang sudah lama disandang anak asuh Daniel Roekito. Bersambung ke Hal 6

KM/TABRI S. MUNIR

PEREGANGAN: Laskar Sape kerap pemanasan jelang laga tanding lawan Persidafon Dafonsoro (9/2) di Stadion Gelora Bangkalan. Di lapangan yang sama, besok sore mereka akan bentrok Persiram Raja Ampat.

Soal DPT, KPU Siap Dikritik

Pendidikan

Terkait Transparansi dan Akurasi Data

KM/MARZUKIY

PUNGLI: Salah satu lembaga pendidikan dasar yang menjual Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada peserta didiknya, Selasa (12/2).

SUMENEP-Pada 29 Agustus mendatang, Provinsi Jawa Timur dipastikan bakal kembali menggelar pesta demokrasi. Sebuah pentas politik untuk menentukan siapa yang akan pemimpin Jatim mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim sejauh ini terus melakukan tahap-tahap pelaksanaan pemilihan gubernur. Fokus

saat ini, KPU masih melakukan sosialisasi, terutama kepada para pemilih pemula. Komisioner KPU Jatim Nadjib Hamid menjelaskan, jika berkaitan dengan pemilu hal yang sangat penting adalah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Untuk yang satu ini, pihaknya mengaku siap mendapat masukan maupun kritik dari berbagai pihak. “Mengingat hal tersebut san-

KM / BUSRI THAHA

NADJIB HAMID

gat penting, maka KPU sangat terbuka dan siap dikritisi oleh siapapun terutama dari partai politik agar tidak menimbulkan persoalan ketika pelaksanaan Pemilu,” ujar Nadjib Hamid dalam kesempatan sosialisasi terhadap pemilih pemula di Sumenep, Selasa (12/2). Dalam proses pemilu, Kementerian Dalam Negeri akan menyerahkan data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu

(DP4) ke provinsi dan bupati/wali kota. Data tersebut serentak akan diserahkan kepada KPU untuk disesuaikan menjadi daftar pemilih sementara dan jadi acuan untuk DPT dalam pemilu. Belum lama ini, Ketua KPU Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad juga mengatakan, penetapan daftar pemilih ini harus tetap mengutamakan akurasi. Data KPU harus sesuai dengan single identity number, yaitu satu nama satu nomor, tidak bisa menggunakan kartu lain. Bersambung ke Hal 6

Penasihat Hukum Musa Ajukan Eksepsi

Disdik Usut Penjualan LKS PAMEKASAN-Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan berjanji akan melakukan pengusutan soal dugaan penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh salah satu lembaga pendidikan dasar di wilayahnya. Kabar terkait dijualnya LKS ini memang sempat membuat pihak Disdik Pamekasan meradang. Bersambung ke Hal 6

Kasus Haji KM/AGUS JOSIANDI

SIDANG LANJUTAN: Terdakwa pembunuhan polisi Musa (berkopiah) mendapat kawalan ketat pihak keamanan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bangkalan, Selasa (12/2).

BANGKALAN-Sidang lanjutan kasus pembunuhan polisi 13 tahun silam yang melibatkan Musa selaku terdakwa kembali digelar, Selasa (12/2). Agenda sidang kali ini ialah pengajuan eksepsi (nota keberatan) dari penasehat hukum terdakwa terkait surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), pekan lalu. Penasehat Hukum Zaibi Susanto menganggap, dakwaan jaksa tidak memenuhi syarat materiil dakwaan. Berdasarkan surat permohonan eksepsi yang dibacakan penasehat hukum Musa, terdapat beberapa poin yang

Menyisir Keindahan dan Kekayaan Pulau Sapudi di Sumenep (1) KM/ DOK

JONO HADI

Dua Jamaah Belum Pulang SUMENEP-Masih ingat kasus sepasang suami-istri jamaah haji, MS dan istrinya MY yang diduga mengambil uang di Mekkah? Hingga sekarang, belum ada kabar soal kepastian hukum keduanya. Sejauh ini kedua memang telah dipastikan tidak menerima hukuman potong tangan yang memang berlaku di Arab Saudi. Ini setelah suami-istri asal Pulau Raas, Sumenep tersebut sudah mendapat permohonan maaf dari pihak yang merasa kehilangan. Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

Populasi Sapi Hampir Kalahkan Jumlah Penduduk Sejak lama Pulau Sapudi mendapat julukan sebagai ‘Pulau Sapi’. Pulau terbesar kedua yang masuk wilayah Kabupaten Sumenep ini memang dikenal kaya akan ternak sapinya. Tapi apa rahasia dibalik itu semua? Untuk menjawab hal tersebut, wartawan Kabar Madura akan mendiskripsikannya dalam dua seri tulisan. FIRMAN GHAZALI AKHMADI, Sumenep MINGGU Pagi (10/2), Kabar Madura berkesempatan mengunjungi Pulau Sapudi di tengah pagelaran Karapan Sapi tanpa kekerasan Bersambung ke Hal 6

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

MENJULANG: Mercusuar tetap kokoh dan beroperasi meskipun sudah berumur ratusan tahun.

RAMAI: Suasana Pelabuhan Sapudi yang terletak di Desa Tarebung Kecamatan Gayam.

menjadi keberatannya. Menurutnya, beberapa poin tersebut diantaranya terkait uraian surat dakwaan yang terlalu umum dan tidak menyebutkan uraian materiil. Selain itu jaksa juga dianggap tidak menyebutkan unsur dakwaan. Selain itu, surat dakwaan juga dinilai tidak mengurai jelas kejadian termasuk unsur pembunuhan rencana yang didakwakan, serta adanya upaya pemaksaan dan penyiksaan selama pemeriksaan yang mengakibatkan cacat fisik permanen pada Musa. Bersambung ke Hal 6

APBD

Gubernur Jatim Evaluasi Raskin SAMPANG-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013 Kabupaten Sampang mendapat koreksi dari Gubernur Jatim Soekarwo. Sosok yang akrab disapa Pakde Karwo ini meminta Pemerintah Kabupaten Sampang melakukan beberapa ‘rasionalisasi’. Bersambung ke Hal 6

2

RABU

13 Februari 2013

Izin Baru Pertambangan Diperketat Hanya Enam yang Terdata Berizin, Diduga Banyak yang Ilegal KOTA-Izin usaha penambangan barang galian C yang dulunya ada pada Dinas Perizinan Terpadu, kini berpindah pada Dinas Pertambangan. Bahkan masyarakat yang akan memulai usaha galia C ini boleh jadi harus menunda niatnya karena dipastikan pihak terkait akan memperketat keluarnya izin usaha itu. Sebab, Pemerintah Pusat menginstruksikan agar dinas pertambangan, selaku pihak yang dapat merekomendasi izin baru galian C, dan pihak perizinan terpadu, sebagai dinas yang berhak mengeluarkan izin, membatasi terlebih dahulu permohonan izin baru. Instruksi tersebut belaku selama regulasi tentang penataan wilayah izin usaha pertambangan dalam proses penggodokan. Menurut pihak perizinan, itu dilakukan sebagai bentuk pengelolaan dampak lingkungan dan tata ruang kota/ kabupaten. Perlu diketahui, galian C adalah barang galian yang tidak bernilai strategis dan

vital. Barang galian ini tidak dianggap memengaruhi hajat hidup orang banyak secara langsung, baik karena sifatnya maupun karena jumlah depositnya (jumlahnya kecil, red). Barang-barang galian C tersebut meliputi, pasir kuarsa, kaolin, gips, fosfat, batu kapur, tanah liat, andesit, kalsit, dan batuan beku vulkanik. Rizal Morris, Kepala Dinas Perizinan Terpadu Bangkalan saat memeberi keterangan di hadapan Komisi A DPRD Bangkalan mengungkapkan soal pengetatan izin baru untuk usaha penambangan galian C tersebut. “Untuk sementara ini, izin pertambangan yang termasuk diantaranya galian C harus dilakukan langsung melalui Dinas Pertambangan. Ini berlaku sejak 2012 lalu hinga ditetapkannya wilayah izin usaha pertambangan yang hingga kini masih diproses,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Rizal juga menuturkan, sejauh ini, menurut data Dinas Pertambangan, se-Kabupaten Bangkalan hanya ada 6 pengusaha yang telah mengantongi izin usaha penambangan barang galian C. Imam, anggota Komisi A DPRD Bang-

kalan, dalam pertemuan dengar pendapat kemarin, melontarkan dugaan, jika hanya 6 yang terdaftar maka sudah barang tentu terdapat sejumlah penambang ilegal. “Jika hanya 6 tentu ada beberapa yang illegal, sebab saya yakin pelaku usaha ini lebih dari itu, kira-kira gimana tanggapan pihak perizinan,” tukasnya. Menanggapi komentar Imam itu, Rizal pun berkelit. Dia mengatakan, terkait adanya pelanggaran perizinan, itu tidak masuk dalam ranah kewenangannya selaku pengambil kebijakan. Akan tetapi Rizal menyatakan, siap untuk berkoordinasi terkait hal ini dengan Satpol PP, selaku pihak yang berwenang mengambil tindakan terhadap adanya pelanggaran perizinan. Dia juga berharap adanya peran serta dan informasi dari masyarakat atas setiap pelanggaran izin pertambangan yang terjadi di wilayah Bangkalan. “Untuk penertibannya tentu ada di Satpol PP selaku penegak perda (peraturan daerah), namun kami berharap ada informasi dari masyarakat. Apabila ditemukan pelanggaran sejenis dan kami siap berkoordinasi dengan pihak Satpol PP terkait hal itu,” jelasnya. Ditanya jenis pertambangan apa saja

KM/AGUS JOSIANDI

ATURAN BARU: Rizal Morris Kepala Dinas Perizinan terpadu saat rapat dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Bangkalan, kemarin (12/2).

yang akan diperketat perizinannya, rizal menegaskan, pengetatan itu berlaku bagi semua jenis pertambangan, menyusul

tuntutan pusat untuk dimunculkannya payung hukum terkait yang hingga kini sedang digodok. (jos/yoe)

Penembakan di Modung, Belum Ada Perkembangan KOTA-Titik terang kasus penembakan yang terjadi di Desa Brakas, Kecamatan Modung, hingga kini masih misterius. Kapolres Bangkalan, AKBP Endar Priantoro mengatakan, kepolisian belum dapat menemukan petunjuk yang mengarah pada pelaku penembakan. Menurut Endar, aparat kepolisian Bangkalan, hingga kemarin (12/2) masih menunggu hasil pemeriksaan proyektil peluru oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya, di Mapolda Jatim. “Masih menunggu hasil labfor, kapan keluar hasilnya, kita belum tahu,” tandas Endar. Dia melanjutkan, dengan hasil pemeriksaan labfor akan ketahuan senjata api yang digunakan pelaku, karena setiap senpi memiliki alur laras yang berbeda-beda, seperti halnya sidik jari manusia. Namun Endar enggan menjelaskan lebih lanjut, apakah peluru yang digunakan merupakan buatan dalam negeri, atau luar negeri. Dia tidak mau menduga-duga. Demikian pula soal senpi yang digunakan pelaku, Endar enggan menduga-duga, apakah senpi tersebut adalah senjata rakitan atau standar TNI/Polri.

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

ULAMA: KH Dofir tampak turut mendampingi para korban, saat bertemu dengan Kapolres Bangkalan, AKBP Endar Priantoro, kemarin (12/2).

Kasus Ratusan Sertifikat Jalan di Tempat KOTA-Kasus perubahan kepemilikan ratusan sertifikat tanpa sepengetahuan pemiliknya, hingga kemarin (12/2), belum juga tuntas diproses secara hukum, walaupun penyidik di Polres Bangkalan telah memeriksa saksi dan segala bukti. Kasus itu diduga melibatkan jaringan rentenir, notaris, dan oknum Badan Pertanahan Negara (BPN) Bangkalan, belum juga. Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priantoro, mengatakan, berlarutnya proses hukum terhadap kasus itu, lantaran proses pembuktian sertifikat yang membutuhkan waktu cukup lama. Karena jumlah sertifikat yang dipalsu sindikat tersebut mencapai ratusan, maka dibutuhkan pemeriksaan yang lebih lama. Terlebih lagi, banyak pemilik asli sertifikat dan pihak yang dimintai keterangan tidak lagi berdomisili di Bangkalan. “Tidak mudah untuk memeriksa sertifikat, apalagi banyak yang (tinggal) di luar Bangkalan,” ungkap Endar. Menurut Endar, sebenarnya kasus tersebut sudah dilimpakan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, namun kemudian dikembalikan dengan beberapa pentunjuk untuk diperbaiki. Sehingga saat ini pihak kepolisan sudah mempersiapakan pelimpahan kasus tersebut ke Kejari dengan menambah keterangan sejumlah saksi, terutama pemilik sertifikat yang dirugikan. “Saat ini menambah alat bukti dan keterangan dari sejumlah korban,” terangnya. Walaupun demikian Endar mengatakan, proses pengungkapapan pemalsuan sertifikat tersebut terus berlanjut. Bahkan kemarin, sejumlah korban pemalasuan sertifikat diundang untuk menjelaskan perkembangan kasus yang dialami warga tersebut. “Mereka sengaja di undang untuk

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

KLARIFIKASI: Sejumlah korban perubahan kepemilikan ratusan sertifikat tanpa sepengetahuan pemiliknya berdialog dengan Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priantoro, kemarin (12/2).

mengetahui langkah-langkah yang sudah kami lakukan untuk mengungkap kasus ini,” tandasnya. Para korban yang mendatangi Mapolres Bangkalan, kemarin, berharap agar kasus yang menimpa mereka segera dapat diselesaikan, karena sudah terjadi sejak lama, dan terkesan berjalan di tempat. Terlebih lagi bukti-bukti sudah lengkap dan pelaku sudah dikenal sebagai pemain dalam kasus serupa di daerah lain. “Kedatangan kami ke sini selain atas undangan, untuk meminta kejelasan kasus tersebut,” ungkap salah satu korban. Kasus itu bermula sejak tahun 2009. Awalnya dilandasi proses pinjaman dengan jaminan sertifikat tanah. Sejumlah korban awalnya sudah menaruh curiga, namun

karena butuh uang akhirnya mereka mengabaikan hal tersebut. Baru pada 12 Desember 2012 lalu sejumlah korban melaporkan tindakan pelaku yang melakukan perubahan kepemilikan sertifikat mereka atas nama Ko Chun Junaidi, warga Jalan Dukuh 70 Surabaya tanpa sepengetahuan pemilik aslinya. Diduga proses pembalikan nama tersebut melibatkan oknum pegawai BPN Bangkalan dan notaris. Bahkan notaris dan oknum BPN tersebut sudah dipanggil Polres bangkalan untuk dimintai keterangan atas kasus tersebut. Terlebih lagi sebanyak 154 sertifikat telah dijadikan agunan di Bank BRI Cabang Tanjung Perak dengan total pinjaman senilai Rp 63 milliar. (fir/yoe)

“Yang jelas peluru lebih mudah didapatkan, tapi kita tunggu hasil labfor untuk memastikan” tegasnya. Selain menunggu hasil labfor, Polres Bangkalan juga telah memeriksa sejumlah saksi yang ada di sekitar lokasi saat penembakan terjadi, setidaknya ada 4 orang sakasi yang dimintai keterangan untuk menemukan titik terang motif dan pelaku penembakan itu. Namun Endar meyakini jika pelaku melakukan penembakan dalam jarak Dekat, terlihat dari peluru yang sampai tembus badan korban. “Yang pasti jarak dekat,” ujar Endar, singkat. Seperti telah dikabarkan, peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari (11/2), di Desa Brakas, Kecamatan Modung itu, mengakibatkan 1 orang tewas. Korban tewas bernama Ibrahim. Laki-laki berusia 46 tahun itu, mengalami luka tembak di bagian dada kanan, tembus hingga ke punggung. Ibrahim meninggal seketika, di TKP (tempat kejadian perkara). Sementara saudara iparnya, Abdul Razak, 41, mengalami luka tembak di punggung dan hingga berita ini ditulis masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya. (fir/yoe)

Wacana Kotif Kamal, Camat Tak Tahu KOTA- Wacana perubahan Kecamatan Kamal menjadi kota administratif (kotif) mulai muncul. Hal ini terjadi menyusul mulai redupnya kecamatan paling selatan di Pulau Madura itu setelah selama puluhan tahun menjadi ikon Bangkalan. Sejak 2009 lalu, tepatnya pasca diresmikannya jembatan Suramadu, Pelabuhan Kamal yang selama ini dijadikan salah satu jantung ekonomi oleh masyarakat setempat, sepi dan tidak berkembang. Joko sutrisno, Camat Kecamatan Kamal, saat ditemui Kabar Madura di ruang kerjanya, menyatakan, sejauh ini wacana tersebut belum pernah dia dengar sedikitpun. “Belum mas, yang ada selama ini adalah wacana terobosan yang sempat dibahas bersama Bupati terkait dengan upaya menjadikan Kamal sebagai kawasan pusat suvenir dan kuliner khas

Madura,” jelasnya. “Saya berharap, jika Agustus nanti saya masih memimpin wilayah ini, saya berencana melaksanakan kontes kuliner yang melibatkan 10 desa yang ada. Harapannya semua desa tersebut bisa memunculkan makanan khas desanya masing-masing, dan bisa dimanfaatkan sebagai penggerak perekonomian Kamal jika pusat wisata kuliner benar-benar direalisasikan,”imbuhnya. Selanjutnya Joko menilai, konsep yang tepat adalah dengan mendirikan pusat kuliner berbentuk resto apung. “Dulu yang sempat dibahas adalah pendirian rumah makan apung mas, saya pikir itu layak dikarenakan kawasan Kamal kan pesisir. Apalagi view-night-nya bagus di kawasan pelabuhan itu. Lampu-lampu dari Pelabuhan (Tanjung Perak) Surabaya tampak indah kalau malam kan,” tuturnya.

Akan tetapi, Joko mengatakan sejumlah kendala menjadi penghalang realisasi rencana tersebut, terutama terkait masalah pembebasan lahan. “Saya rasa masalah terberatnya adalah di pembebasan lahan mas, karena sebagian besar wilayah pelabuhan sana kan sudah dikuasai ASDP. Termasuk pula masalah modal sehingga perlu dukungan investor untuk itu,” paparnya. Terkait wacana Kotif Kamal, menurut Joko, bukan tidak mungkin hal ini dilakukan bagi wilayah yang berpenduduk 39.787 jiwa tersebut, terlebih masyarakat Kamal yang tergolong heterogen dengan banyaknya pendatang baik di kawasan Perumnas Kamal maupun para pendatang di kawasan Telang, sehingga dengan itu masyarakat setempat dinilai lebih maju dan berkembang dalam hal pola pikir. (jos/yoe)

RABU

3

13 Februari 2013

Ditinggal Kondangan, Bocah Malang Gasak Harta SOKOBANAH-Peristiwa ini mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi keluarga pada umumnya. Pelajarannya, jangan pernah terlalu percaya kepada orang yang baru saja dikenal, supaya tidak bernasib seperti keluarga Hosiah, 40, warga Desa Tobai Barat, Kecamatan Sokobanah. Akibat memercayakan rumah pada orang yang baru saja dikenal, keluarga itu kehilangan uang Rp 3,5 juta, dan cincin emas 2 gram. Untung polisi berhasil menangkap pelakunya, sebelum dia berhasil kabur ke kampung halamannya, di Malang. Pelaku bernama Aan Syahputra, 16, bocah abege asal Desa Sumbersari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Menurut keterangan saksi korban, pelaku adalah kawan Lisa, anaknya. Keduannya baru saja berkenalan di Surabaya, beberapa waktu lalu. Berdalih ingin lebih akrab dengan Lisa, Aan pun berkunjung ke rumah korban, Minggu lalu (10/2). Dia pun akhirnya diizinkan menginap di rumah korban. “Pelaku ini kenal dengan anak korban di Surabaya, dan berniat jalan-jalan ke Sampang dan pelaku menginap di rumah korban,” ujar Kapolres Sampang AKBP Solehan melalui KBO Satreskrim Polres Sampang Iptu Dc Tarigan, kemarin (12/2). Karena menunjukkan gelagat yang baik, korban pun memercayakan rumah dan seisinya kepada pelaku, saat dia sekeluarga

pergi kondangan, pada keesokan harinya atau Senin (11/2). Pelaku ditinggal sendirian. Rupanya, Aan adalah musang berbulu domba. Begitu merasa dapat kesempatan, dia langsung bergerilya di rumah korban, kemudian menggasak uang Rp 3,5 juta yang disimpan di almari, serta cincin emas seberat 2 gram milik anak korban. Begitu pulang dari kondangan, korban pun terkejut. Karena rumah dalam keadaan berantakan, dan Aan telah lenyap. Lebih terkejut lagi saat mengetahui uang jutaan rupiah dan cincin emas itu, turut raib. Segera saja kejadian itu dilaporkan ke Polres Sampang. Dengan berbekal ciri-ciri fisik pelaku, polisi berhasil melakukan penangkapan, tidak berselang lama setelah laporan korban. Aan ditangkap di Jalan Raya Kemoning, Kecamatan Kota sampang. “Saat itu pelaku sudah keluar dari rumah dan sepertinya mau pulang ke Malang,” ungkap perwira polisi dengan tanda dua balok di pundak itu. Dihadapan petugas, pelaku mengakui perbuatannya karena adanya kesempatan. Akibat perbuatannya tersebut, dia dijerat pasal 363 ayat 1 butir 5e KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya, maksimal 7 tahun penjara. Namun, karena pelaku masih terbilang di bawah umur, maka penahanannya berbeda dengan pelaku pencurian dari tingkat dewasa. (sya/yoe)

DBD Dinkes Merasa Kecolongan KOTA-Banyaknya penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sampang, pada 3 bulan terakhir, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang merasa kecolongan. Pasalnya pada tahun sebelumnya setelah dilakukan antisipasi wabah DBD, jumlah penderita menurun drastis. Namun, pada akhir tahun 2012 hingga Januari ini, jumlahnya terhitung cukup tinggi. Dua bulan terakhir penderita DBD di kabupaten Sampang mencapai 133 penderita dengan korban meninggal sebanyak 3 orang. Data itu berdasarkan laporan yang diterima Dinkes Sampang dari puskesmas-puskesmas se-Kabupaten Sampang, hingga 31 januari 2013. Sementara menurut catatan RSUD Sampang, mulai Desember 2012 hingga Januari 2013, jumlah penderita DBD mencapai 220 orang dengan korban meninggal 1 orang. Peningkatan jumlah yang sangat signifikan ini diakui Dinkes Sampang adalah puncak dari keberadaan penyakit itu. Dan diperkirakan, Februari 2013 ini akan ada tren peurunan hingga april mendatang. “Memang jumlah pada 2 bulan terakhir ini sangat signifikan dari tahun lalu,diperkirakan mulai ada tren penurunan mulai februarui ini” kata dr Bhakti Setia Tunggal, Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sampang, kepada Kabar Madura, Selasa (12/2) Selanjutnya dia mengaku, merasa kecolongan, karena menjelang Desember 2012 lalu, seharusnya pihaknya sudah menggalakkan sosialisaasi kebersihan lingkungan untuk masyarakat. Sayangnya pekerjaan yang menjadi Waktu itu saya sudah salah satu tugas berkoar-koar kepada Dinkes itu, tidak teman teman untuk terealisasi dendihimbau kepada gan maksimal. sekolah agar tetap ”Kami akui, membersihkan kamar (kami) memang mandi saat liburan, kecolongan karena tidak direspon pada Desember lalu, karena akhirnya saat siswa usaha untuk masuk banyak yang menggalakterserang DBD kan kebersihan kurang maksiDR BHAKTI SETIA mal,” ujarnya. TUNGGAL Jika pekerjaan Kasi Pengendalian tersebut dimakPenyakit dan simalkan saat itu Penyehatan bisa mengurangi Lingkungan (P2PL) proses perinduDinkes Sampang kan nyamuk mematikan penyebab demam berdarah ini. Meski begitu Bhakti mengaku, pihaknya sudah malakukan usaha yang sangat besar dengan mengirimkan pemberitahuan kebersihan kepada sekolah-sekolah. Sebab, pada pertengahan Desember lalu ada liburan UAS, sehingga kamar mandi sekolah harus tetap dijaga. Sayangnya, himbauan ini tidak digubris sehingga banyak korban yang datangnya dari anak anak usia sekolah dasar. “Waktu itu saya sudah berkoar-koar kepada teman teman untuk dihimbau kepada sekolah agar tetap membersihkan kamar mandi saat liburan, karena tidak direspon akhirnya saat siswa masuk banyak yang terserang DBD” ungkapnya. (waw/yoe) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

KHIANAT: Pelaku pencurian ini mencuri karena ada kesempatan di rumah korban yang ditinggal kosong sendirian. Padahal dia mendapat kepercayaan.

Jumlah Honorer K2 Menyusut

Pengangkatan CPNS Belum Jelas, Kebutuhannya Mendesak KOTA-Jumlah tenaga kerja harian lepas (THL) – atau yang dikenal sebagai tenaga honorer – kategori dua (K2) di lingkungan Pemkab Sampang mulai menyusut. Informasi yang dihimpun Kabar Madura, ada sejumlah faktor penyebab dari merosotnya jumlah THL K2 tersebut. Penyebabnya, antara lain, karena yang bersangkutan sudah pindah ke luar Sampang, mengundurkan diri, atau meninggal dunia. Kini, jumlah THL K2 kurang lebih sekitar 2.100 orang. Padahal, sebelumnya jumlah THL K2 di Sampang melebihi

dari jumlah tersebut. “Jumlah THL K2 di sini menurun. Sekarang jumlah K2 kurang lebih sebanyak 2.100 orang,” terang Kabid Pengembangan Karir Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sampang, Abd Hanan, kepada Kabar Madura, kemarin (12/2). Dia menjelaskan, penyebab dari turunnya jumlah THL K2 karena sudah ada yang meninggal dunia, pindah dan berhenti. Sehingga jumlah TH K2 terus mengalami penyusutan dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Namun di bagian lain, Hanan

tak dapat memberikan jawaban ketika ditanya, kapan para THL K2 itu diangkat menjadi CPNS (calon pegawai negeri sipil). Sebab, hingga kini belum ada instruksi resmi dari Pemerintah Pusat. Dia mengaku, baru sekadar mengetahui informasi tentang pengangkatan CPNS dari kalangan THL K2, setelah membaca berita-berita di koran. “Sampai sekarang kami belum mendapat surat pemberitahuan resmi dari Pemerintah Pusat. Memang, ada informasi soal itu (pengangkatan CPNS dari THL K2, red). Tapi saya tahunya baru sebatas membaca koran,” ungkapnya. Hanan menambahkan, untuk THL kategori 1 (K1) semua prosesnya sudah selesai. BKD

hanya menunggu hasilnya dari Pemerintah Pusat. Adapun jumlah THL K1 di Kabupaten Sampang, tidaklah banyak, hanya 67 orang. “Kami berharap tidak ada kendala. Semua berjalan lancar, sebagaimana yang diharapkan kita bersama,” tandasnya. Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sampang, H Mohammad Hodai menyatakan, sangat berat untuk melakukan rekrutmen CPNS kali ini, karena terkendala dengan syarat ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Menurut ketentuan yang saat ini berlaku, pemerintah daerah boleh mengajukan pengadaan rekrutmen CPNS ke Pemerintah

Pusat, jika anggaran belanja langsungnya tidak melebihi 50 persen dari total APBD-nya. Namun, di Sampang anggaran belanja langsung di atas 50 persen total APBD. Meski begitu, dia berharap, segera dilaksanakan rekrutmen CPNS di Sampang. Sebab, saat ini di sejumlah SKPD masih kekurangan tenaga PNS, khususnya tenaga pendidik atau guru dan kesehatan. “Kami berharap segera diadakan pengadaan formasi CPNS. Tapi, ini tergantung dari Menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) karena keputusannya ada di Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (ful/yoe)

Datangi Polres Sekaligus Mengecek Tersangka KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

PENGHAMBAT: Pemerintah Pusat menginginkan, proses e-KTP segera tuntas. Masalahnya, mereka tak memberikan fasilitas atau peralatan yang handal.

Alat Perekaman Data e-KTP Rusak

KOTA-Pemkab Sampang memang belum berhasil memenuhi target warga ber-e-KTP. Jumlah warganya yang sudah mendapat e-KTP baru sekitar 60 persen dari target yang telah ditetapkan. Karenanya, proses perekaman data warga untuk pembuatan e-KTP terus berlangsung, sekalipun sudah ada e-KTP yang jadi dan didistribusikan. Untuk memenuhi target itu, Pemkab Sampang – juga pemkab/pemkot lain di seluruh daerah – ditenggat hingga April mendatang. Masalahnya, peralatan rekam data e-KTP, fasilitas dari Pemerintah Pusat, untuk proses e-KTP-sasi di Sampang, saat ini sedang rusak. Ada 5 unit finger print (alat perekam sidik jari) yang mengalami kerusakan, dan tidak dapat dioperasikan lagi. Sayangnya operator e-KTP di setiap daerah, tidak dibekali keahlian memperbaikinya. Sehingga, setiap kerusakan harus diperbaiki di Jakarta oleh PT Quadra (rekanan pengadaan perangkat e-KTP). Kerusakan tersebut sebenarnya terjadi sejak tahun kemarin, dan sudah dikirimkan ke Jakarta untuk diperbaiki, pada September 2012. Namun sampai sekarang, dari 5 yang rusak, baru 2 yang sudah dikembalikan ke Sampang. “Prosesnya jadi terlambat, kerusakan finger

print yang dikirim ke Jakaarta untuk diperbaiki sampai sekarang belum dikembalikan (semua),” ungkap M Yusuf, Kabid Informasi dan Pengembangan Dispendukcapil Sampang. Imbuh Yusuf, selain kerusakan pada perangkat keras, peralatan untuk proses pembuatan e-KTP itu, juga kerap rusak pada perangkat lunaknya. “Untuk memperbaikinya pun harus dikirimkan ke Jakarta,” keluhnya sambil menunjukkan salah satu finger print yang rusak, dan belum dikirimkan ke Jakarta. Menurut pria asal Kecamatan Krian, Sidoarjo, Pemerintah Pusat seharusnya menyediakan pula teknisi, di setiap daerah. Atau memberikan alih ilmu kepada pegawai Dispendukcapil. Sehingga jika terjadi kerusakan tidak perlu memakan waktu lama, untuk memperbaikinya. “Seharusnya pemerintah (pusat) menyiapkan operatornya di daerah, atau paling tidak di provinsi. Biar tidak jauh-jauh untuk memperbaikinya,” tandas Yusuf. Selanjutnya dia mengungkapkan, hingga Desember 2012 Dispendukcapil Sampang baru menyelesaikan sekitar 60 persen wajib e-KTP, atau sebanyak 441 ribu dari 662 ribu warganya yang wajib e-KTP. (waw/yoe)

KOTA-Keluarga Matjeral, korban pembunuhan, di Kecamatan Ketapang, 16 September 2012, kembali mendatangi Mapolres Sampang, Selasa (12/2). Mereka mengaku, kedatangan kali itu, untuk memenuhi panggilan penyidik, yang memerlukan tambahan keterangan. Namun di bagian lain, mereka menyatakan, kedatangan tersebut juga bertujuan untuk mengecek keberadaan tersangka pembunuh Matjeral, apakah masih dalam tahanan Mapolres Sampang, atau tidak. “Tujuan kedatangan keluarga korban, hanya untuk memberikan tambahan keterangan kesaksian sebagai saksi. Selain itu katanya, juga untuk mengecak tersangka, apakah masih ditahan atau dilepaskan,” ungkap Kapolres Sampang AKBP Solehan, melalui KBO Satreskrim Iptu Dc Tarigan, kemarin (12/2). Kedatangan keluarga korban, yang merupakan warga Desa Pao Pale Laok, Kecamatan Ketapang itu, memang sempat membuat para aparat Polres Sampang kelabakan. Sebab, pada saat yang nyaris bersamaan, keluarga Fuad, tersangka

pembunuhan itu, juga datang ke Mapolres Sampang. Sementara, para pimpinan Polres Sampang, sedang ada kegiatan di luar kantor semua. Kedatangan keluarga Fuad, warga Desa Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang itu, hanya bertujuan untuk besuk. “Hanya menjenguk saja, tidak lebih mas,” ujar Tarigan singkat. Kedatangan dua kubu yang saling berseberangan itu, memang sempat mengundang kekhawatiran, bakal terjadi bentrokan. Sebab, saat datang ke Mapolres Sampang, kemarin (12/2), keluarga korban memasang tampang tegang. Untung, KBO Satreskrim Polres Sampang. Iptu Dc Tarigan, berhasil mengendalikan situasi. Seperti dikabarkan sebelumnya, kedua kubu tersebut mendatangi Mapolres Sampang, secara bergantian. Diawali keluarga Matjeral. Pada Rabu pekan lalu (6/2), rombongan yang terdiri atas bapak korban, istri korban, sanak famil, dan Kepala Desa Pao Pale Laok, mendatangi Mapolres Sampang. Kemudian, pada Senin pekan ini (11/2), giliran keluarga Fuad yang mendatangi Mapolres Sampang. (sya/yoe)

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

CHECK AND RECHECK: Kembali, keluarga korban pembunuhan Matjeral mendatangi Mapolres Sampang kemarin (12/2).

4

RABU

13 Februari 2013

KRIMINAL

Tuntas Pertengahan Tahun 2013 Raperda Penataan Pasar

KM/FATHOR RAHMAN

MELAPOR: Korban penipuan pembangunan gedung sekolah SMP di Pasean datangi Polres Pamekasan.

Dijanjikan Proyek USB, Uang Dikuras Rp 103 Juta KOTA-Ini pelajaran berharga. Bahruddin, 32, warga Desa Bujur Barat Kec. Batumarmar terpaksa harus menelan kerugian yang cukup besar. Ini karena ia mengeluarkan uang setelah dirinya dijanjikan mendapatkan bagian pengerjaan proyek unit sekolah baru (USB) . Bahruddin, Selasa (12/2), kembali mendatangi Polres Pamekasan setelah beberapa waktu sempat datang untuk melaporkan dugaan penipuan Dodi Harmudi, 45, warga Bangselok, Sumenep yang juga mitra Bahruddin. Sebelumnya, Bahruddin mendatangi Polres pada 12 Desember 2012 lalu. Saat itu ia mengantongi tanda bukti lapor no. TBL/479/XII/2012/Jatim/RES PMK, dengan perkara tindak penipuan. “Akan tetapi, saya sebagai pelapor tidak pernah diberi tahu perkembangan laporan saya, padahal saya melapor sudah sangat lama,” ujar Bahruddin pada Kabar Madura, Selasa (12/2) kemarin. Kanit Idik II Satreskrim Polres Pamekasan Arief Kurniadi mengatakan, pihak terlapor sudah dipanggil dua kali, akan tetapi mangkir, dan pihaknya tidak bisa memanggil paksa dikarenakan laporannya masih belum jelas. Sedangkan pelapor sudah diberi SP2HP atau form laporan perkembangan penanganan kasus. Diceritakan Bahruddin, dirinya sudah menjadi korban penipuan dengan kedok proyek pembangunan USB (unit sekolah baru) SMP yang terletak di 3 lokasi yang sama di kecamatan Pasean. “Saya dijanjikan akan mengerjakan proyek USB dengan nilai proyek sebesar Rp 2,1 miliar, dan dengan proyek tersebut, Dodi meminta kepada saya uang untuk mengurus proyek tersebut, termasuk mengurus proposal,” tukas Bahruddin. Bahruddin sendiri sudah memenuhi permintaan Dodi, dengan memberikan uang dengan lima kali cicilan. Cicilan pertama senilai Rp 20 juta, kedua Rp 10 juta, ketiga Rp 5 juta, keempat Rp 10 juta, dan yang kelima adalah sebesar Rp 58 juta, sehingga jumlah keselurahan Rp 103 juta. Bahruddin merasa tertipu karena setelah menyetor uang ternyata proyek yang dijanjikan justru diberikan pada orang lain. Terlapor Dodi sempat berjanji akan mengembalikan uang tersebut, namun Bahruddin menunggu sangat lama janji tersebut, sehingga Bahruddin memutuskan untuk melaporkan pada kepolisian. Bahruddin menuntut agar uangnya dikembalikan dengan utuh, karena dirinya sudah jelas mengalami kerugian dengan kesepakatan yang pernah dibuat. (ong/zis)

DANA ALOKASI KHUSUS Meningkat 20 Persen PAMEKASAN-Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Asset (DPPKA) Pamekasan, Taufiqurrachman, mengatakan pada tahun ini, dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Pamekasan mencapai Rp 97 miliar. Jumlah ini berarti meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar Rp 67 miliar. “Dari APBD murni, jumlahnya sekitar Rp 82,4 miliar, sedangkan yang tambahan berkisar 14,6 miliar, jadi jumlah keseluruhannya adalah Rp 97 miliar rupiah,” tukas Taufiqirrachman pada Kabar Madura, Minggu (10/2). Dana APBD murni yang sebesar Rp 82,4 miliar akan dialokasikan pada semua SKPD di Kabupaten Pamekasan, sedangkan untuk dana tambahan yang sebesar 14,6 miliar dikhususkan untuk Diknas dan PU. “Sedangkan realisasinya nantinya, adalah berdasarkan proses pengajuan APBD yang bersamaan dengan laporan akhir tahun 2012,” imbuhnya. Untuk tahapan pencairannya ada tahapan tertentu, yaitu tahap pertama pada bulan Maret sebesar 30 persen, sedangkan tahap selanjutnya adalah sebesar 45 persen, dari tahap kedua harus tersisa dari 10 persen, akan tetapi juga disesuaikan dengan penyerapannya yang harus dihabiskan. Tahapan selanjutnya adalah sebesar 25 persen. “Pengajuannya tidak boleh terlambat, sebab kalau sampai terlambat, maka bukan hal yang tidak mungkin dana tersebut akan terancam hangus dan akan dikembalikan ke kas negara,” katanya.(ong/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KOTA-Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penataan Pasar Tradisional di Kabupaten Pamekasan kemungkinan akan selesai pertengahan tahun 2013. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Husnan Ahmadi mengatakan,“Terkait penataan pasar tradisional saat ini masih belum selesai dibahas.” Menurut Husnan Ahmadi, diperkirakan pertengahan tahun ini sudah selesai. Raperda tersebut sangat penting dan mendesak dituntaskan guna menjaga stabilitas perekonomian masyarakat Pamekasan agar tidak kian terpuruk melihat pertumbuhan pasar modern yang juga makin pesat. Tidak dipungkiri, kata Husnan, kedua sektor ekonomi itu penting untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Sehingga dua elemen tersebut perlu dibuatkan perda, apalagi pengaduan dari masyarakat kerap diterimanya. “Kalau dari segi modal, pasar tradisional kalah jauh dari pada pasar modern, terkadang pula

masyarakat lebih suka belanja di pasar modern karena dinilai lebih efektif dan begitulah sebaliknya, sehingga perlu adanya perda,”tandasnya. Sebetulnya, lanjut Husnan, raperda pasar tradisional dengan pasar modern itu merupakan satu rumpun pembahasan. Tak pelak jika hal itu dimungkinkan selesai pertengahan tahun ini untuk menjadi perda. “Salah satu isi dalam raperda itu bahwa jarak pasar modern dengan pasar tradisional itu harus jauh. Sehingga keberadaan pasar modern itu tidak mengganggu terhadap lancarnya perekonomian di pasar tradisional,”ungkap dia. Perda tersebut tidak hanya berlaku pada daerah lingkup kota saja melainkan nantinya akan berlaku terhadap seluruh wilayah di Pamekasan, supaya gesekan tidak terjadi yang akhirnya masyarakat menjadi korbannya. “Yang namanya perda, semua daerah di Pamekasan akan berlaku, artinya hingga ke pelosok desa tida ada zona-zona tertentu,” pungkasnya.(jck/zis)

KM/MARZUKIY

BELUM TERTATA: Salah satu pasar tradisional yang ada di Pamekasan. Pembahasan raperda penataan pasar diperkirakan bakal selesai pertengahan tahun ini.

Pelayanan RSD Kembali Dikeluhkan

KM/HUMAS PEMKAB PAMEKASAN

PEDULI HUKUM: Bupati Kholilurrahman menyerahkan bantuan mobil tahanan dari Pemkab Pamekasan pada Kejari Pamekasan, Selasa (12/2).

Bupati Serahkan Bantuan Mobil Tahanan

PAMEKASAN-Pemkab Pamekasan memberikan bantuan mobil tahanan pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan. Pemberian tersebut diserahkan sendiri oleh Bupati Kholilurrahman di peringgitan dalam rumah dinas-nya, Selasa (12/2). Selain Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan Agus Irianto, seremonial tersebut juga dihadiri oleh wakil bupati dan kepala SKPD terkait di jajaran Pemkab Pamekasan. Mengawali sambutannya, Bupati Kholilurrahman mengungkapkan rasa bangga dan bahagia atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Kejari Pamekasan. Pasalnya, Kejari berhasil memberikan pemahaman dan kesadaran hukum kepada aparat pemerintahan dan masyarakat secara keseluruhan. “Kami yakin, Kejari Pamekasan juga terus mendorong jajarannya, untuk melaksanakan tugas dengan maksimal dan sebaik-baiknya,”

terang bupati sembari menegaskan, motivasi tiada henti yang dilakukan oleh Kajari kepada jajarannya, merupakan salah satu bentuk komitmen dan dukungan dari Kajari dalam membantu tugas-tugas Pemkab Pamekasan. “Khususnya dalam memberikan pemahaman dan kesadaran hukum kepada masyarakat dan penegakan hukum dengan baik dan proporsional. Tentu saja sangatlah tidak berlebihan, apabila Pemkab Pamekasan mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang tak terhingga, atas kerjasama dan kemitraan yang telah dibangun selama ini,” bebernya. Untuk itu, bupati berharap agar sinergi dan kerja sama baik dalam membangun Pamekasan ini, terus dijaga agar masyarakat Pamekasan merasakan kenyamanan dan ketenangan serta kepastian hukum dalam kehidupan sehari-harinya. Ditambahkan, jika jajaran ke-

jaksaan negeri Pamekasan berhasil membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, pasti akan dapat menciptakan iklim yang harmonis di tengahtengah masyarakat. Bupati meyakini, bantuan hibah mobil tahanan akan memacu prestasi kerja dan memberikan kenyamanan kepada para masyarakat yang tengah menjalani proses hukum. Kebersamaan yang telah dibangun selama ini, terangnya, akan mampu menciptakan kondusivitas dalam tatanan kehidupan kemasyarakatan di Kabupaten Pamekasan di masa yang akan datang. Sementara itu, Kepala Kejari (Kajari) Agus Irianto, dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian bupati terhadap penegakan hukum di Pamekasan. “Ini kenang-kenangan yang sangat berarti bagi kami. Semoga kerja sama ini akan terus terbangun secara baik,” tukas Agus Irianto. (anm/zis/adv)

TLANAKAN-Pelayanan rumah sakit daerah (RSD) Dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan kembali dikeluhkan pasien. Akibat lambannya pertolongan dari pihak rumah sakit, bayi bernama Muhammad Sulthon Mubarok yang baru berusia 3 hari itu harus menghembuskan nafas terakhirnya tepat pukul 06.00 WIB, Senin (11/2) lalu. Direktur RSD Dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan Iri Agus Subaidi belum bisa dikonfirmasi Kabar Madura, Selasa (12/2). Dihubungi berkali kali melalui telepon genggamnya tidak dijawab. Beberapa kali didatangi ke kantornya, namun tidak pernah ada di tempat. Menurut informasi yang diterima Kabar Madura, dr Iri Agus Subaidi sedang bepergian ke luar kota. Sebagaimana dituturkan Slamet Riyadi, 31, orangtua bayi, sejak tiba di rumah sakit plat merah itu pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit tergolong lamban. Itu dilihat dari tidak segera ditanganinya sang bayi. “Ketika saya sampai di sini (rumah sakit, red) bilang tidak ada dokernya, dan setiap kali ada

perawat yang datang, kami bertanya tidak pernah digubris meski sekedar bertanya sakit apa anak saya,” kata Slamet Riyadi saat ditemui Kabar Madura, kemarin. Pria berusia 31 tahun ini mengaku lebih menyesalkan pelayanan yang disuguhkan oleh pihak rumah sakit. “Kalau masalah anak saya meninggal tidak apaapa karena memang telah tiba waktunya, tetapi yang menyakitkan bagi saya dan keluarga, usaha yang ditunjukkan oleh dokter tidak ada,” ujar pria asal Dusun Bicabi Dua Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Pamekasan itu. Ia menceritakan, jika anaknya lahir di sebuah bidan desa setempat, namun karena kesehatannya tidak normal, maka sang bayi harus dirujuk ke rumah sakit. Namun usaha tersebut berbuah nihil. “Kalau bidan yang membantu persalinan itu sigap, ketika ada apa apa langsung respon, tapi berbeda dengan dokternya yang ada disini, hanya bertanya jenis penyakit anak saya tidak di jawab,” ungkapnya. (jck/zis)

KM/MARZUKIY

TEGAR: Sang nenek menggendong cucunya yang meninggal di rumah sakit daerah Dr. Slamet Martodirjo Pamekasan, Senin (11/2).

Tak Masuk Daftar, Disdik Dapat Mobdin PAMEKASAN-Pada tahun anggaran 2013, empat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pamekasan dipastikan mendapat masing-masing mobil dinas (mobdin). Namun, di antara empat SKPD tersebut tidak termasuk Dinas Pendidikan yang justru memperoleh anggaran lebih besar daripada 4 SKPD penerima. Empat SKPD yang akan dapat mobdin antara lain Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinkes (Dinas Kesehatan), Dinas PU (Pekerjaan Umum) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan. “Anggaran untuk masing-masing mobdin tersebut adalah sebesar Rp 250 juta,” terang Kepala DPPKA Pamekasan, Taufiqurrachman pada Kabar Madura, Selasa (12/2). Namun, anehnya, Dinas Pendidikan termasuk SKPD yang juga menerima pengadaan mobdin sebanyak satu unit dan 6 kendaraan motor. Sedangkan dalam data yang ada di DPPKA, tida terdaftar nama Diknas sebagai SKPD

KM/DOK

TAK TERDAFTAR: Salah satu mobdin di salah satu SKPD Kabupaten Pamekasan.

penerima mobdin. “Kami memang akan mendapatkan beberapa kendaraan dinas, yaitu 1 mobdin

dan 6 kendaraan motor, yang anggarannya Rp 300 juta secara keseluruhan, antara kendaraan motor dan mobdin yang

akan diperuntukkan pada kepala dinas,” jelas Sekretaris Diknas, M. Ramli. Sementara itu, Kepala DPPKA Taufiqurrachman mengatakan, anggaran pengadaan mobdin tersebut diambil dari dana alokasi khusus (DAK). “Mungkin saat itu, data yang ada di DPPKA, pihak Diknas masih belum mengajukan, makanya datanya belum ada, sebab pengadaan kendaraan dinas tersebut tergantung pada pengajuan setiap SKPD-nya,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan, K. Djuhaini, kemarin. Pasalnya, setiap SKPD yang hendak mendapatkan kendaraan dinas, termasuk mobdin, harus mengajukan pada pihak DPPKA terlebih dahulu. Karena pihak DPPKA yang akan mengatur untuk mendapatkan kendaraan dinas tersebut. “Kalau sekiranya nantinya SKPD yang mengajukan dipandang layak untuk mendapatkan kendaraan dinas, tentunya akan mendapatkannya,” imbuhnya.(ong/zis)

RABU

5

13 Februari 2013

Dua Bulan Tak Nikmati BBM Bersubsidi Nelayan Kepulauan Meradang KOTA-Selama 2 bulan, masyarakat kepulauan tidak pernah menikmati BBM bersubsidi. Karena selama Januari, masyarakat kepulauan Kangean dan Sapeken masih tetap menggunakan BBM non subsidi yang harga perliternya mencapai Rp 7.500 hingga Rp 8.000 ribu.

Tidak sampainya BBM bersubsidi tersebut dinilai cukup aneh. Sebab, pada bulan-bulan sebelumnya pengiriman BBM besubsidi lancar dan tidak ada persoalan. Persoalan tersebut sudah sempat dilaporkan ke aparat setempat, namun tetap tidak ada penjelasan apa pun. ”Dalam hal ini, kami tidak lagi percaya pada muspika. Bahkan sempat kemarin kami mau demonstrasi tapi Pak Camat saat itu tidak ada,” ungkap Hamsani

Selasa (12/2) kemarin. Lebih lanjut, Hamsani memaparkan, tidak sampainya BBM bersubsidi tersebut sangat merugikan masyarakat nelayan. Secara ekonomis, persoalan tersebut jelas mempengaruhi terhadap nilai pendapatan dari hasil tangkapan ikan para nelayan setempat. ”Karena itu mas, para nelayan di Kepulauan Kangean dan Sapeken sangat mengeluhkan persoalan ini,” tambahnya. Menanggapi hal tersebut, anggota

DPRD Kabupaten Sumenep Dapil Kepulauan, Badrul Aini menyangkal saat ini pendistribusian BBM bersubsidi tidak sampai. Secara tegas Badrul mengatakan hal terebut merupakan kabar bohong. ”Saya rasa itu tidak benar. Sebab, hari ini ada pengiriman BBM bersubsidi ke kepulauan. Cuma yang jelas memang, saat ini ada perbedaan proses. Sehingga terkesan ada penyimpangan. Padahal tidak. Hanya saja, rekomendasi itu harus

diambil sendiri oleh CV yang bersangkutan ke pihak UPT Perikanan yang ada di sana dan agak sedikit telat,” jelasnya. Lebih lanjut, Badrul menegaskan, persoalan harga eceran tersebut berkisar Rp. 5500. Karena harus mengambil rekom sendiri. ”Jadi gak benar itu kalau dibilang selama dua bulan tidak ada pengiriman. Apalagi dibilang, masyarakat kepulauan Kangean dan Sapeken. Jelas gak bener,” tegasnya sekali lagi. (aqu/zis)

Mini Market Marak, Pemkab Didemo Mahasiswa KOTA-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Pemuda Mahasiswa Sumenep (KPMS) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep. Para mahasiswa ini menuntut kebijakan pembangunan ekonomi kerakyatan yang digemborkan oleh Pemkab Sumenep. Sebab, ternyata, marak mini market yang justru merusak pertumbuhan pasar tradisional. Puluhan mahasiswa tersebut mulai melakukan aksi demonstrasi dari depan Taman Adipura atau depan Masjid Agung Sumenep sekitar pukul, 09.30 WIB, Selasa (12/2). Dengan menggunakan kendaraan roda dua, mereka berjalan sambil berorasi dan membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan sepanjang jalan menuju Kantor Bupati di Jl dr Cipto Sumenep. Dengan kawalan ketat aparat kepolisian, mahasiswa langsung menuju pintu bagian barat kantor Bupati Sumenep. Para mahasiswa tersebut meminta agar Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim menemui mahasiswa. Mahasiswa berusaha menerobos pagar betis aparat keamanan untuk menemui bertemu orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep. Koordinator Aksi, Mashari menegaskan dalam orasinya, pembangunan ekonomi kerakyatan di Sumenep masih belum menuai keberhasilan. Dia mencontohkan dengan masih banyaknya dan bertebaran mini market di Kabupaten Sumenep. Munculnya minimarket tersebut, dinilai mahasiswa, akan mematikan pasar tradisional yang merupakan lumbung dari ekonomi masyarakat Sumenep. ”Saat ini sudah mulai banyak bertebaran minimarket modern yang berdampingan dengan pasar tradisional. Jika dibiarkan akan mematikan pasar tradisional. Membunuh perekonomian rakyat kecil,”

tandasnya. Dari itu, mahasiswa meminta kepada Bupati untuk segera menertibkan keberadaan swalayan modern di Sumenep, agar tidak terus mematikan pasar tradisional. ”Pasar tradisional harus diberdayakan. Pasar tradisional merupakan lumbung utama ekonomi rakyat kecil. Jangan biarkan terdesak oleh minimarket modern yang mulai banyak,” tandasnya. Setelah menyampaikan orasi tuntutan, mahasiswa meminta Bupati Sumenep bersedia menemui para pendemo. Karena tidak segera ditemui, mahasiswa ngotot untuk masuk sehingga sempat terjadi aksi saling dorong antara aparat keamanan dengan mahasiswa. Namun, meski sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian, akhirnya saling memaklumi sehingga kericuhan tidak sampai larut. Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protoler Sekkab Sumenep, Abd Kahir, yang langsung menemui mahasiswa menjelaskan bahwa ketidakhadiran bupati untuk menemui mahasiswa karena sedang berada di Surabaya mendampingi ayahnya yang sedang kurang sehat dan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya. Menurutnya, terkait dengan tuntutan mahasiswa tentang keberpihakan pemkab terhadap ekonomi kerakyatan sudah mulai dilakukan oleh Pemkab Sumenep. Bahkan, lanjutnya instruksi Bupati untuk melakukan penutupan terhadap toko-toko modern yang tidak dilengkapi dengan perijinan. ”Bapak Bupati sudah menginstruksikan bahwa toko-toko modern yang tidak mengantongi izin agar ditutup, dan itu sudah dilakukan. Bahkan, nantinya akan dilakukan evaluasi setiap minggu terutama bagaimana perhatian Pemkab terhadap pedagang-pedang kecil dan pasar tradisional,” pungkasnya. (bus/zis)

KM / BUSRI THAHA

TAGIH JANJI: Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Sumenep menuntut agar pemerintah menindak tegas terhadap kian maraknya mini market tak berizin.

Nisan Makam Istri Raja Sultan Abdurrahman Baru Diketahui

Terungkap dari Bantuan Penafsiran Mahasiswa Sastra Arab Jogjakarta Nisan makam istri Raja Sultan Abdurrahman atau Pangeran Asiruddin baru ditemukan. Ini terungkap setelah berhasil menafsirkan tulisan prasasti yang ada di tembok masjid Jamik Sumenep. Seperti apa kondisinya? AHMAD AINOL HORRI, Kota KOTA Sumenep sejak lama dikenal kaya situs sejarah. Potensi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, baik dari Madura sendiri maupun dari daerah–daerah di luar Pulau Madura, meski di sana sini masih banyak kekurangan yang harus dibenahi oleh pemerintah. Salah satu potensi wisata yang bernilai sejarah yang dimiliki Sumenep adalah masjid Jamik yang dibangun sejak abad 18. Bangunan tersebut sampai saat ini masih menjadi satu-satunya objek wisata religi kota Sumenep, sehingga pelestarian dan keaslian bangunan yang ada di dalamnya perlu dijaga. Pada minggu-minggu ini, di Masjid Jamik Sumenep ditemukan situs sejarah yang berkaitan erat dengan salah satu raja Sumenep. Penemuan tersebut adalah adanya makam yang diduga kuat istri salah satu raja Sumenep. Raja yang disebut pengurus takmir masjid itu, adalah Sultan Abdurrahman dan Raja Asiruddin atau yang disebut Pangeran Antakusuma. Kedua tokoh itu diduga kuat suami dari sosok yang ada dalam makam tersebut. karena keduanya sama-sama memilki istri dari Semarang, Jawa Tengah. ”Makam itu disinyalir istri Sultan Abdurrahman, atau istri dari Pangeran Antakusuma, Putra dari Bindere Saod,” ungkap Wakil Ketua III Takmir, Fredi Hartono saat ditemui di sekretariat Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ AHMAD AINOL HORRI

RENOVASI BANGUNAN: Nisan salah satu istri raja Sumenep ini diperbaiki setelah diketahui identitasnya. Sebelumnya, nisan tersebut dianggap kuburan biasa sehingga perawatannya sangat memprihatinkan.

masjid Jamik, Selasa (12/2). Namun pihak takmir masjid belum memastikan penemuan itu, apakah nisan malam tersebut adalah istri Sultan Abdurrahman atau Pangeran Antakusuma. Pria itu juga tidak bisa menyebut nama orang yang ada dalam makam sebelum meminta bantuan pada ahli purbakala. Lebih lanjut, penemuan itu diketahui setelah pengurus takmir Masjid Jamik Sumenep minta tolong terhadap

seorang mahasiswa yang menekuni sastra bahasa Arab di Jogjakarta, kemudian berhasil menafsirkan salah satu prasasti yang terletak pada pintu masuk sebelah selatan masjid jamik pada Maret tahun kemarin. Selama ini, pengurus masjid jamik tidak tahu apa maksud tulisan itu, sehingga menurut keterangan Fredi Hartono para pengurus masjid setiap tahun hanya memperbaharui dengan cat baru tulisan prasasti tersebut. ”Pa-

dahal mengandung makna yang isinya bahwa dalam lingkup masjid Sumenep terdapat makam istri raja Sumenep (Sulatan Abdurrahman Atau istri Pangeran)”, ujar Fredi. Makam tersebut terletak di congkop (Madura, red) masjid jamik bagian utara. Dalam makam tersebut terdapat empat makam. Tiga makam diduga keturunannya karena ukurannya lebih kecil. Sementara, makam yang paling besar merupakan makam yang diduda kuat istri salah satu raja Sumenep. Ironisnya, menurut pengakuan takmir tersebut, selama ini makam itu diberlakukan seperti makam umum yang tidak ada nilai sejarahnya terhadap daerah Sumenep, sehingga kondisinya sangat memperihatinkan, hampir rata dengan tanah. namun setelah diketahui bahwa makam tersebut merupakan tempat peristirahatan orang terpenting di Sumenep pada masanya, pihak takmir masjid jamik Sumenep langsung memperbaikinya dengan bentuk yang lebih indah. (zis)

6

RABU

13 Februari 2013

Soal DPT, KPU Siap Dikritik

Sambungan dari hal 1

Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jawa Timur Hary Soegiri menjelaskan, jumlah penduduk Jatim dalam DP4 sebanyak 29.263.173 orang. Data ini diakui Hary lebih kecil dibandingkan pemilu lalu.

Sebelumnya, sempat terjadi perbedaan data penduduk Jatim yang sempat membuat KPU dan Pemprov Jawa Timur kebingungan. Data e-KTP mencatat jumlah penduduk sebanyak 29.606.000 jiwa. Sedangkan versi KPU Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur, jumlah pemilih

mencapai 32.478.000 jiwa. Kemudian menurut Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Jawa Timur sebanyak 41.437.000 jiwa. Di sisi lain, KPU Jatim memastikan belum ada satupun pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftarkan diri ke KPU.

Disdik Usut Penjualan LKS Sambungan dari hal 1

Sebab, LKS memang tidak diperjualbelikan karena sekolah sudah dibantu dengan adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Pamekasan Prama Jaya mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah langkah untuk mengusut pungutan yang tidak jelas itu. Sebab dipungkiri atau tidak hal itu membuat wali murid resah. “Pertama, kami akan turun langsung kepada lembaga yang bersangkutan untuk mengklarifikasi adanya laporan itu. Kedua, kalau itu benar maka hal itu tidak bisa kami toleransi sebab di sekolah itu sudah ada dana bos,” ujar Prama Jaya, Selasa (12/2). Adanya penjualan LKS itu, kata Prama, mutlak tidak boleh dilakukan kepada peserta didik. Tidak hanya

itu, imbuhnya, kegiatan lain di luar sekolah yang memakan biaya terhadap siswa juga tidak boleh dilakukan, seperti kursus dan kegiatan lainnya. “Misalnya ada kursus, itu sudah merupakan tanggung jawab sekolah Tidak lagi meminta biaya kepada peserta didiknya, meski sudah disepakati oleh komite sekolah, itu tidak boleh,” tegas Prama memberi contoh. Ditegaskan pula, Disdik dalam waktu dekat akan meninjau langsung kepada lembaga pendidikan yang akhir akhir ini dikeluhkan orang tua siswa karena adanya pungutan tak jelas itu. Sementara itu, salah satu orang tua siswa yang enggan namanya dikorankan mengatakan, penjualan LKS yang dilakukan oleh SDN setempat sangatlah memberatkan, apalagi saat ini telah ada dana BOS guna membantu siswa untuk meng-

enyam pendidikan. “Anak saya masih disuruh membeli LKS oleh sekolahnya dengan harga yang bermacam-macam. Kalau LKS agama harganya Rp 8 ribu, padahal LKS itu sudah ada bantuan BOS,” ujar wanita asal Jalan Trunojoyo, Kelurahan Patemon, Pamekasan itu. Isu santer yang berkembang, beberapa lembaga pendidikan yang dinyatakan melakukan pungutan liar oleh orang tua siswa diantaranya SDN 5 Baru Rambat Kota Pamekasan, SDN Lawangan Daya kecamatan Pademawu dan sejumlah pendidikan dasar lainnya. Meski demikian, pihak Disdik masih akan melakukan penelusuran terhadap kebenaran kabar tersebut. Namun, jika dalam pengusutan diketahui ada bukti bukan tidak mungkin pihak Disdik akan mengenakan sanksi. (jck/h4d)

ke duta besar,” terangnya lebih lanjut. Bahkan Jono Hadi juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah mendengar kepastian hukum yang akan dijalani keduanya berdasarkan vonis pengadilan negara bersangkutan. Sehingga, kapan keduanya akan pulang ke tanah air, juga belum diketahui. Alasan tidak menjatuhkan hukuman potong tangan ke MS dan istrinya MY karena adanya surat permohonan maaf dari pihak yang merasa kehilangan, sehingga hukum yang berlaku di negara tersebut memberikan keringanan. ”Seumpamanya dipotong tangan, kan lebih baik di penjara enam bulan,” tutur Jono.

Untuk diketahui, pasangan suami istri ini tersangkut masalah hukum pidana saat melaksanakan ibadah haji karena diduga mengambil dompet milik jamaah asal Makassar sewaktu thawaf. ”Sehingga menurut ketua kloter, dengan peristiwa itu ketiganya, (dua pasangan suami istri asal sumenep dan jamaah haji asal Makassar) ditahan polisi Arab Saudi,” ungkap Jono Hadi, beberapa waktu lalu. Berdasarkan informasi, kedua jamaah haji bergabung di kloter 16 tahun 2012 lalu. Keduanya diduga mengambil milik orang lain di pelataran tempat thawaf, pada malam Rabu jam 22.15 waktu setempat,” lanjutnya. (rei/h4d)

Dua Jamaah Belum Pulang Sambungan dari hal 1

Namun, nasib keduanya sampai sekarang juga belum juga pulang ke tanah air. Pasangan suami istri itu tetap menjalani tahanan di Kota Mekkah. ”Sampai sekarang belum pulang,” ungkap Jono Hadi, Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Sumenep kepada Kabar Madura, Selasa (12/2). Jono Hadi hanya bisa memastikan bahwa keduanya tidak dijatuhi hukuman potong tangan sebagaimana hukum yang berlaku di Mekkah. ”Sampai sekarang belum terima kabar terbaru soal dua jamaah haji tersebut, namun yang jelas mereka tidak dipotong tangan saat ditanya

Penasihat Hukum Musa Ajukan Eksepsi Sambungan dari hal 1

Atas eksepsi tersebut, majelis hakim yang dipimpin Moh. Istiadi menunda jalannya persidangan selama 1 pekan untuk memberi waktu JPU memberi tanggapan atas eksepsi pengacara. Musa yang juga hadir dalam persidangan sama sekali tak berkomentar atas persidangan tersebut. Sementara itu, Suja’i, mewakili pihak keluarga saat dimintai keterangan oleh Kabar Madura mengatakan, dirinya berharap proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

Mengenai kenapa pihaknya meminta bantuan hingga ke Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Gresik, menurutnya hanya pihak tersebut yang bisa dimintai bantuan terkait hal ini. “Ya karena hanya Posbakum Gresik yang kami kenal dan kami yakin bisa membantu, kami harap dengan proses hukum terhadap Musa dapat berjalan sebagaimana mestinya, ” terangnya. Sementara itu, Zaibi Susanto saat ditemui seusai persidangan mengatakan bahwa pihakya meminta

Musa dibebaskan. “Dalam hal ini saya hanya menuntut hak hukum atas terdakwa, saya nilai selama ini banyak hak terdakwa yang tidak diperhatikan. Termasuk pada saat penyidikan. Banyak sekali unsur pemaksaan dan penyiksaan atasnya. Untung saya gak membawa kasus ini pada ranah Komnas HAM, tapi sudahlah pihak kami ingin melupakan penyiksaan itu dan kami hanya menuntut Musa dibebaskan, atau setidaknya dia tidak kena tuduhan pembunuhan berencana itu, ” paparnya. (jos/h4d)

Hingga kini, KPU Jatim masih menunggu tahapan dari proses pencalonan dalam Pilgub Jatim. ”Sampai sekarang masih belum ada kandidat yang deklarasi pencalonan. Hanya Karsa, tetapi bukan deklarasi namun hanya memberitahukan masa kepemimpinan

empat tahun di Jawa Timur,” ujar Nadjib di Sumenep, Selasa (12/2). Menghadapi Pilgub Jawa Timur dan Pileg 2014 mendatang, KPU Sumenep juga mulai melakukan sosialisasi terhadap pemilih pemula di Sumenep. Sebanyak 120 siswa kelas 3

Sekolah Menengah Atas (SMA) daratan se Kabupaten Sumenep dilakukan sosialisasi Pemilu 2014. Ketua KPU Kabupaten Sumenep, Thoha Shamadi, menjelaskan, para siswa SMA itu merupakan pemilih pemula sehingga dijadikan sasaran utama dalam

Populasi Sapi Hampir Kalahkan Jumlah Penduduk Sambungan dari hal 1

yang pertama kali digelar di pulau yang konon dipercayai sebagai asal muasal Sapi Karapan terbaik. Beruntung, perjalanan melelahkan selama 4 jam menuju Pulau Sapudi tidak tergangu cuaca buruk yang sering menghantui perairan Sumenep. Bahkan dalam tahun 2012, banyak korban berjatuhan akibat ganasnya perairan Sumenep. Terdapat dua jalur transportasi laut yang bisa dipakai untuk menuju Pulau Sapudi. Pertama, lewat Pelabuhan Kalianget melalui Kapal Ferry. Kedua, melalui pelabuhan rakyat yang terletak di Kecamatan Dungkek. Jika lewat Pelabuhan Kalianget, kapal Ferry yang melayani rute KaliangetPulau Sapudi hanya berlayar dua kali seminggu. Ini membuat persiapan jadwal perjalanan menjadi sangat penting. Jika lewat pelabuhan rakyat, siapkan dana lebih untuk menyewa perahu tradisional yang lumayan mahal. Setelah perjalanan melelahkan, Pulau sapudi tampak di kejauhan.S sebuah mercusuar yang dibangun

saat zaman kolonial Belanda seakan memberi sambutan “Selamat Datang di Pulau sapudi”. Tepat pukul 12:00 WIB kapal berlabuh di Pelabuhan Gayam Sapudi. Mungkin saat menginjakkan kaki pertama di Pulau Sapudi, bayangan sapi berkeliaran dimana-mana bakal terlintas. Namun ternyata tidak demikian. Seperti kebanyakan daerah lain, kita hanya akan menjumpai lalu-lalang kendaran bermotor maupun masyarkat yang berjalan kaki. Dan, kita tidak akan menjumpai satupun sapi di pinggir jalan. Walaupun dijuluki Pulau Sapi, namun bukan berarti sapi di pulau ini berkeliaran dengan bebasnya. Sebab bagi masyarkat Sapudi, sapi merupakan invetasi mahal dan salah satu tulang punggung perekonomian. Sapisapi mereka tetap dirawat dalam kandang-kandang sebagaimana perlakuan peternak sapi di daerah lain. Hanya saat musim kemarau saja, kita melihat sapi di gembalakan sampai keluar kandang, akibat minimnya rumput dan dedaunan. “Kalau musim kemarau saja banyak sapi di jalan-ja-

lan makan rumput,” ungkap Susyanto (27) Warga Desa Sokarame Pesisir, Kecamatan Nonggunong. Julukan Pulau Sapi ditenggarai muncul karena populasi sapi di Sapudi hampir tak pernah menyusut meski setiap minggu ratusan sapi dikirim ke luar pulau. Berdasarkan data sensus ternak tahun 2011 sekitar 39.977 sapi atau mendekati jumlah warganya yang sebanyak 50.996 orang yang berasal dari 2 kecamatan. Dan warga di Pulau Sapudi tidak semuanya berprofesi sebagai peternak sapi. Mayoritas warga bahkan berprofesi sebagai nelayan dan petani sebagaimana di daerah lain. Dimana masyarakat di daerah pesisir lebih dominan sebagai nelayan. Untuk pertanian sendiri, sebagian besar petani lebih mengandalkan air hujan, terlebih lagi topografi tanahnya merupakan tanah kapur sehingga sebagian daerah saja yang dapat ditanami. Pantauan kabar Madura mayoritas lahan di Kecamatan Nonggunong tidak hanya setahun sekali dapat ditanami sementara di Kecamatan Gayam tampak ada beberapa saluran iri-

gasi untuk memenuhi kebutuhan air. “Disini mayoritas nelayan dan petani,” ungkap AKP Bahril Manan, Kapolsek Nonggunong kepada Kabar Madura. Lebih lanjut mantan Kapolsek Kota Sumenep itu menjelaskan, memang banyak warga di Sapudi yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai perawat sapi dan menjadikanya salah satu penghasilan tambahan, selain mengandalakan pekerjaan sehari-hari mereka sebagai nelayan maupun petani. “Tapi banyak yang sambil lalu merawat sapi,” ungkapnya. Abdurrahman (40) Ketua Pelaksana Karapan Sapi Tanpa Kekerasan membenarkan hal tersebut, Menurutnya, sebagian besar masyarakat pulau memiliki keahlian merawat sapi yang diturunkan dari generasi ke generasi. Walaupun seharihari bekerja sebagai nelayan maupun petani tapi mereka juga merawat sapi, baik punya sendiri atau titipan orang dari luar Pulau Sapudi. “Walau jadi nelayan tapi banyak yang merawat sapi, terutama Sapi Karapan,” katanya. (h4d)

Saatnya Mentas Juru Kunci Sambungan dari hal 1

Berbekal misi dimaksud, tentunya akan bisa dibuktikan jika semangat juang Zaenal Arif dan kawankawan bisa ditingkatkan. Untuk itu, konfidensi tinggi serta kematangan permainan yang telah ditunjukkan pada laga kandang perdananya kemarin, harus terus dipompakan. Bahkan harus bisa diupayakan berlipat-lipat. Harapan tersebut dikongkritkan tim pelatih P-MU di lapangan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) kemarin (12/2). Jika sehari sebelumnya hanya berlatih ringan untuk sekadar mengembalikan kondisi fisik pemain pasca pertandingan, penggawa P-MU harus bersimbah peluh. Latihan fisik di-

padukan taktik serta strategi permainan di lapangan, dilakukan sama kerasnya seperti saat pemusatan latihan beberapa waktu lalu. ”Tidak ada ancaman psikis terhadap calon lawan. Semua peserta ISL adalah sama baiknya. Jika mereka melawat ke kandang kami, maka kami harus punya semangat untuk tidak memberikan satu pun poin tersedia pada lawan,” tegas Daniel Roekito, sebagaimana disampaikan kepada Kabar Madura. Ungkapan tersebut juga sudah kali kesekian disampaikan Daniel kepada pemainnya. Sebab menurut pria yang hobi memakai aneka topi tersebut, pertandingan besok sore menghadapi Persiram adalah momentum

tepat untuk mentas dari juru kunci klasemen ISL. ”Ini kompetisi. Setiap penampilan harus kompetitif. Senyampang ada kesempatan untuk menampakkan kualitas tim, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tandas Daniel. Misi mentas dari juru kunci itu juga dipegang teguh pemain P-MU. Zaenal Arif yang dalam dua pertandingan terakhir ditunjuk sebagai kapten tim mengaku target tersebut adalah misi suci bagi dunia sepak bola Madura. ”Madura United memang tim baru promosi. Yang tertanam dalam hati kami saat ini adalah Madura bagian dari hidup kami. Menghindari juru kunci bukan hanya untuk kami, ini adalah un-

tuk Madura tercinta,” jelas pemain yang biasa dipanggil Abo’ seraya mengharap dukungan serta doa bagi penampilan dirinya serta rekan setim lainnya. Militansi yang mulai tertanam dari pemain P-MU tak hanya disampaikan Zaenal Arif. Ali Khadafi yang pada penampilan perdananya langsung membawa kemenangan bagi P-MU mengaku juga memiliki kedekatan dengan masyarakat Madura. ”Saya muslim, sebagian besar warga Madura Muslim. Itulah semangat kami,” jelas Ali Khadafi sambil menjelaskan jika dirinya tidak bermaksud bersikap diskrimanatif terhadap pemain yang tidak seagama dengannya. (bri/ed)

Gubernur Jatim Evaluasi Raskin Sambungan dari hal 1

Salah satu item yang mendapat sorotan tajam adalah soal beras untuk rakyat miskin (raskin). Dalam hal ini, Soekarwo berharap pemkab bisa menekan biaya angkut dan melakukan monitoring terhadap tim pengawas raskin. Hal tersebut merupakan satu item penting yang dievaluasi Gubernur Jatim Soekarwo terhadap APBD 2013 Kabupaten Sampang. Selain itu, Pakde Karwo juga mengintruksikan biaya tidak langsung untuk gaji PNS bisa ditekan. “Hasil evaluasi dari Gubernur sudah turun. Sekarang Timgar (Tim Anggaran) dan Banggar (Badan Ang-

garan) tengah menyusun tanggapan hasil evaluasi. Diprediksi jawaban tersebut bisa dikirim pada Gubernur besok,” ungkap Anggota Banggar, H Mohammad Hodai, Selasa (12/2). Ia menjelaskan, banyak item yang dievalusi dalam APBD 2013 oleh Gubernur. Salah satunya biaya angkut raskin yang harus dirasionalkan. Serta tim pengawas raskin harus diperketat, supaya raskin sampai pada penerima yang tepat. Disusul biaya tidak langsung harus ditekan. Padahal, hal tersebut menyangkut gaji para PNS yang bekerja di lingkungan Pemkab Sampang. Sehingga sulit sekali pemkab untuk menekan biaya tidak langsung.

“Jika jawaban nanti yang diajukan ke Gubernur bisa diterima, maka APBD 2013 bisa langsung jalan,” tandasnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (Dispendaloka) Kabupaten Sampang, Suhartini Koptiani, menyatakan, Gubernur melakukan evaluasi terhadap APBD 2013 Sampang tidak hanya masalah raskin. Gubernur melakukan evaluasi terhadap hampir seluruh item. Hanya saja secara umum, hasil evaluasi terhadap APBD 2013 Sampang tidak ada yang dipermasalahkan. “Evaluasi dari Gubernur tidak ada yang urgent. Hasil

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Kasiono (kepala), Firman Ghazali Akhmadi, Agus Josiandi, Abdur Rohim. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna, Ahmad Syaiful Ramadhan, Syaiful Islam. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman, Ahmadur Rusdi (pemasaran). Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Direktur Utama: Cholili Ilyas. Direktur : Disyahmain, Taufiq Rizqon, Edi Kurniadi. Wakil Direktur: Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

pelaksanaan sosialisasi Pemilu 2014. Sebab, pemilih pemula memiliki peran penting hingga mencapai 35 persen untuk menyalurkan hak suara pada Pemilu 2014 mendatang. ”Makanya kami fokus sosialisasi perdana dilakukan pada pemilih pemula,” tandasnya. (bus/h4d)

evaluasi ini tidak merubah pada angka APBD Sampang. Kekuatan APBD 2013 Sampang yang telah disetujui dewan sebesar Rp 1,181 triliun,” ungkapnya. Ia menambahkan, kekuatan APBD 2013 Sampang lebih tinggi dibandingkan dengan Perubahan APBD 2012 Sampang. Dimana Perubahan APBD 2012 Sampang senilai Rp 1.056 triliun. Jika jawaban dari eksekutif terkait hasil evaluasi Gubernur disetujui yang bakal dikirim nanti, maka akan tinggal menunggu perda. Selanjutnya APBD 2013 bisa berjalan. “Sekarang APBD 2013 Sampang belum disahkan oleh Gubernur. Kami masih menyusun tanggapan dari hasil evaluasi,” paparnya. (ful/h4d)

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA

RABU

7

13 Februari 2013

“Menghidupkan” Kembali Gus Dur

PMU di dadaku. PMU kebanggaanku. Ku yakin, hari Kamis, pasti menang. Ayo PMU-ku, terus maju tumbangkan lawan-lawanmu. Osas jangan menyerah, aku masih menunggu gol cantik dari kamu. Salam Taretan Mania Iam Jl. Darma 48, +6287850456767 UNTK PMU, jangan takut sama nama klub besar lainnya. Saya yakin PMU bisa bersaing dengan klub yang telah punya nama besar. Terus berjuang sekeras-kerasnya. Ciptakan mainmu untuk tim. Buktikan kamu bisa. Bikin masyarakat Madura senang dan melupakan kekalahan sebelumnya. Untuk suporter yang urakan, bersikaplah dewsa. Jangan selalu mengejek pemain. Jangan bawa sifat-sifat jelek ke lapangan. Kita harus memberi dukungan penuh untuk PMU. Kalah menang itu biasa. Semoga PMU selalu jaya selamanya. Salam Tretan Mania, Netral. Suharto, Jln Darma, +6281939324907. GO... GO... GO... P-MU di dadaku... P-MU kebanggaanku... Ku yakin hari Kamis pasti menang.... Madura jangan kembali menangis. Osas juga tak boleh menangis. Madura saat ini sedang bangkit. Mari bersama-sama satu hati. Bangkitkan jati diri Madura dengan selalu meraih kemenangan. P-MU harus balas dendam untuk mengalahkan tim Papua yang sebagaimana P-MU dikalahkan di kandang Persipura dan Persiwa. Tunjukkan permainan cantikmu sebagaimana kamu bermain disaat kamu bermain dgn Persidafon. Hajar Persiram dengan skor 5-0 aja, gak usah banyak-banyak. Kami selaku Gank Brakos Kowel selalu mendukungmu... Abdy Brakos In The Gank, +6287750672767. PERJALANAN masih jauh. Jadi tetap semangat. Masih jauh dari kata memuaskan. Apa lagi belum punya karakter tim. Terutama kordinasi tim. Itu terlihat kemarin. Masih banyak pemain yang egois. Yang kompak ya!. PMU pasti bangkit. I Love Madura. Aryk Apoy Nyalabu Daya, +6281939297038 BRAVO P-MU, maju terus jangan takut dan gentar terhadap lawan-lawanmu. Ternyata kamu juga bisa permalukan lawan-lawanmu. Khusus Bapak AQ, alangkah senangnya apabla trio Persebaya IPL tersebut betul-betul main di P-MU. Tidak akan diragukan lagi P-MU kwalitas pemainnya. Betapa garangnya ketika si Andik di depan dan di tengah si Taufik dengan Ali Khadafi. Untuk belakangnya perlu pemain sekelas Cirelli, aku ngobrol dan bercanda waktu Cirelli mau masuk ke kamar ganti di SGB. Aku bilang kamu adalah lawan PMU. Dia jawab; aku lawan tapi mau jadi kawan. Jangan dipukul aku. Spontan aku peluk dan aku nanya bagaimna kalau suatu saat kamu main tuk PMU? Dengan lugas dia jawab oke, aku siap. Kita tahu dia lugas, cepat dan penuh tanggung jawab untuk tim yang dibelanya FD, +6281937325999. AYO P-MU, maju terus dobrak gawang lawanmu. Jangan sampai kalah lagi. Aku akan terus mendukungmu. P-MU selalu di hatiku yang nomor satu “01”. Ag0esz & R3zi! kac0n9 k3rt t3ng4h pmk, +6281913684208 TERIMA kasih kepada Bapak Achsanol Qosasi, berkat Bapak persepak bolaan Madura bersatu. Kami selalu mendukung Bapak dan P-MU. Tunjukkan bahwa orang Madura bisa juga berprestasi di ISL. Libas habis musuhmusuh kamu. +6287850006385 P_MU itulah kebanggaan Reng Madura. Jangan pernah takut melawan lawanmu. libaslah lawanmu dengan permaenanmu yang cantik. Kami selalu ada untukmu. Dimanapun kamu berada disitu kami akan selalu ada untukmu. Bermainlah dengan penuh semangat seperti julukanmu Laskar_Sape Kerap. Kamu pasti bisa berprerstasi tinggi di ISL. Semangat P-MU. Zimon Z@Li Agen FBI. GRO’OM, +6285303240088

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

GENAP tiga tahun—30 Desember 2012—bangsa Indonesia kehilangan sosok Guru Bangsa, Gus Dur, yang meninggal pada 30 Desember 2009. Kepergian Gus Dur untuk selamanya menghadap sang Maha Pencipta menyisakan kesedihan mendalam bagi bangsa Indonesia. Lantaran kipirahnya dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM) sangat besar sekali. Salah satu bukti nyata perjuangan HAM Gus Dur bisa dilihat dalam upaya menegakkan demokrasi dan pluralisme di Indonesia. Gus Dur sangat menjunjung tinggi kebebasan berpikir, berpendapat, berpolitik, berserikat, dan berkeyakinan. Perjuangan Gus Dur sangat terasa bagi kaum minoritas. Pada saat Gus Dur menjabat Presiden, ia kembali menjadikan agama Konghucu sebagai agama resmi negara seperti dulu masa Sukarno, dengan mencabut intruksi presiden Suharto No. 14/1967 dan keputusan Meneteri Dalam Negeri tahun 1978. Sejak saat itu entis Tionghoa bisa melakukan aktivitas keagamaan seperti pemeluk agama lain di Indonesia. Bahkan Gus Dur juga menjadikan Hari Imlek sebagai hari Libur Nasional. Selain itu, ketika banyak orang mengecam dan membubarkan Ahmadiyah Gus Dur dengan tegas membela dan akan melindunginya. Pada kasus penyerangan terhadap kelompok Syiah Desember 2007 di rumah ustad Muhammad bin Alwi Bangil. Gus Dur membela Syiah, bahkan menegaskan sisi “persamaan” anatara NU dan Syiah. Bagi Gus Dur, NU itu Syiah kultural, dan NU itu Syiah tanpa Imamah. Itu hanya sekelumit contoh perjuangan Gus Dur, sebenarnya banyak sekali perjuangan Gus Dur, tidak mungkin disebut satu persatu dalam tulisan singkat ini. Yang pasti Gus Dur sangat menghargai kebabasan manusia dalam beragam bantuknya. Gus Dur menilai kebebasan sebagai hal yang esensial dalam diri manusia. Tidak ada manusia yang hidupnya ingin

terkekang, termasuk alaun bangsa Indonedalam beragama. Masia karena sudah tidak nusia pasti ingin bebas bisa menghargai kemenentukan keyakibebasan berpendapat nan agamanya berdan beragama. Apa dasar nurani dirinya. yang dilakukan Gus Bukan atas paksaan Dur merupakan prakatau intervensi orang tik nyata dari amalain. Maka tidak heran nah konstitusi seperti bila banyak orang medigambarkan dalam maksakan pendapat Pasal 27 ayat (1), Pasal Oleh: keagamaannnya ke28E ayat (1), ayat (2) MASDURI pada orang lain, Gus dan ayat (3), Pasal 28 Dur mengecam hal itu. 1 ayat (1) dan ayat (2), Apa yang dilakukan oleh Gus Pasal 28D ayat (1), Pasal 29 ayat (2) Dur itu menurut MN. Ibad & Ah- Undang-Undang Dasar 1945. mad Fikri AF, dalam buku Bapak Sebagai warga negara yang Tionghoa Indonesia, disebut se- baik, Gus Dur berusaha dengan bagai perjuangan yang bersifat keras agar undang-undang yang beyond symbols, sebauh pemikiiran ada benar-benar menjadi spririt keislaman yang unversal dan tol- kehidupan bangsa Indonesia. eran. Nilai universal dan toleran Undang-undang dibuat tidak lain dalam Islam bagi Gus Dur adalah sebagai pijakan hidup bangsa Inmuatan dari ajaran Islam yang donesia, agar hidup teratur dengan mengedepankan kepedulian ter- baik sehingga tercipta kehidupan hadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan yang damai dan seketerbukaan. Yakni, suatu sikap jahterah. keterbukaan yang membuat kaum muslim mampu menyerap berbagai Problem Toleransi nulai budaya dan wawasan keilDi tengah semakin maraknya muan yang beragam dari berbagai kasus kekerasan dan pengekangan peradaban yang saling bersinggun- berkaykinan, seperti yang terjadi di gan, sebagai akibat dari semakin pada kelompok Syi’ah di Sampang menulasnya pergaulan dunia. beberapa bulan lalu. Kita kembali Maka setiap kali ada kasus ke- merindukan Gus Dur, sosok yang kerasan, pemaksaan keyakinan, humanis dan pluralis. Sikap Gus dan semua kasus keagamaan yang Dur yang terbuka dan mengharmerugikan kelompok minoritas gai perbedaan sebagai hal yang Gus Dur menjadi orang terde- esensial dari hidup manusia menpan yang membelanya. Gus Dur jadi sesuatu yang sulit ditemukan menginginkan bangsa Indonesia dalam diri bangsa Indonesia hari menjadi bangsa yang berperada- ini, bahkan dalam diri pemerintah ban tinggi, dengan menempatkan dan tokoh agama sekalipun. manusia pada posisi yang utuh Tidak sedikit klaim sesat pada sebagai makhluk yang bisa me- Syiah dilontarkan oleh elit pemernentukan pilihan hidupnya sendiri. intah dan tokoh agama. Salah Sebuah bangsa yang menghargai satu contohnya Majelis Ulama kebebasan berpikir dan berkeya- Indonesia (MUI) mengeluarkan kinan. Sebagai manefestasi dari fatwa Syiah sesat. Ketika tokoh ajaran keislaman yang proresif dan agama saja seperti itu, bagaimana rahmatllil ‘alamin. lagi dengan sikap masyarakat Pada prisipnya, pembelaan Gus biasa, apalagi masyarakat yang Dur terhadap kelompok minoritas pemahaman keagamaannhya bukan hanya soal pembelaan terha- dangkal, sekedar mengikuti semua dap kelompok tertentu, atau seke- perkataan ulama. Tentu fatwa sepdar mencari sensasi di tengah keg- erti di keluarkan MUI Jawa Timur

sangat berbahaya. Masyarakat awam dengan mudah akan tersulut emosinya ketika melihat ada orang lain beryakinan beda. Tidak dapat dibayangkan disintegrasi bangsa jika intorelansi terus merebak dalam masyarakat kita. Sikap tertutup dan statis dalam pemikiran umat Islam sangat berbahaya sekali bagi masa depan Islam dan Indonesaia. Sebagai negara terbesar berpenduduk Islam, Indonesia mestinya menjadi contoh yang baik pola keagamaan masyarakatnya. Tetapi akhir-akhir ini bangsa kita semakin kehilangan jati diri kebangsaannya. Bahkan elit-elit pemerintah dan tokoh agama tidak sedikit yang menebar permusuhan dengan pernyataan klaim sesat atas kelompok tertentu, termasuk Syiah. Kalaupun mereka berbeda keyakinan ataupun mengklaim sesat kelompok lain, tetapi tidak usah diungkap di depan publik, apalagi itu dilakukan oleh elit pemerintah dan tokoh agama. Bairkanlah keyakinan itu ada dalam diri kita masing-masing. Ketika melihat bangsa seperti itu, kita pasti kembali rindu Gus Dur. Tetapi kerindaun itu tidak mungkin akan terjawab, sebab Gus Dur telah menghadap Sang Pencipta untuk selamanya. Tapi setidaknya kerindukan kepada Gus Dur hanya bisa kita jawab dengan menghidupkan kembali Gus Dur melalui praktik nyata nilai-nilai moral yang diajarkan oleh Gus Dur. Meski bukan orangnya yang hidup, tetapi saya yakin kerinduan kepada Gus Dur akan terjawab. Sebab pada prinsipnya tokoh-tokoh besar yang wafat, yang dirindukan hakikatnnya bukan fisik orangnya, tapi jasa-jasa perjuangan dan ajaran moralnnya. *)Masduri, Pustakawan Pesantren Mahasiswa (PesMa) IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Penggagas The Edensor Community (EC) Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura Sumenep.

Saatnya Pamekasan Inklusif! BUDAYA merupakan kesepakatan bersama yang tidak bisa diotakatik lagi kebertahanannya. Sebab budaya adalah kewenanangan bersama yang harus senantiasa dipertahankan demi mengenang jasajasa para pendahulu, sebagaimana etika dan estetika berkeadaban person dan kelompok. Hal ini tentunya sangat erat dipertahankan di Pulau Madura, pulau yang memiliki banyak bentangan lautan dan lahan agraris yang masih terbentang luas. Sehingga kehidupan masyarakat Madura masih dominan dengan cita, karya dan karsa fundamental, bahkan tradisional. Seperti halnya dalam bercocok tanam dan pengembangan potensi perdagangan. Sehingga bukan suatu pema’zulan atas pengokohan budaya yang tidak harus terlepas atau punah, baik secara perlahan ataupun dengan kehadiran budaya lain yang dianggap mengancam kokohnya cagar budaya. Tetapi jika harus dikaji dengan ancaman, seyognya kita selaku anak bangsa -khususnya pemuda, tidak harus merasa takut. Karena suatu ancaman merupakan gejolak alamiah yang sifat manusiawi yang harus dihadapi dengan pola dan retorika arief. Arief dalam artian tidak menghadirkan diskriminatif hak hidup, hak kelola dan hak-hak lainnya, sebagaimana cita HAM yang juga harus ditinggikan. Tentunya kesadaran ini harus

paling utama muncul yang umurnya juga dari kaum pemuda, sudah berumur pankhususnya pemuda jang dan bermacam Pamekasan yang ramuan yang terangsemakin mengakar kai dalam mimpi pendalam merasakan dahulu. Mimpi itu tinikmatnya ilmu pendak lain hanya untuk getahuan yang tidak mengharapkan daerah hanya dalam skup lomadani menuju baldakal. Bahkan ada yang tun toyyibatun warabsampai keluar dari bun ghafur. Sehingga Oleh: daerah Pamekasan ketika membahas tenKHOIRUS SHODIQIN sendiri. Tegasnya ketang negara atau daetika pemuda sudah rah madani, tentunya bertambah dewasa dalam berpen- hanya akan tercapai dengan jalan didikan. Tentunya kematangan perdamaian abadi. dalam menyikapi keberadaan Perdamainan abadi itu sendbudaya dan stigma untuk memaju- iri akan teraih dengan catatan kan tanah pertiwi sudah jelas akan mengedepankan kesadaran hak senantiasa tumbuh dan terngiang- hidup, hak kelola dan hak-hak ngiang setiap saat. yang terangkum dalam brand imAdapun pertumbuhan dan kema- age HAM. Memang tidak sedikit juan suatu bangsa itu sendiri yang memperbincangkan tentang trerletak di pundak para pemuda. kedudukan HAM, baik dalam teks Sebab pemuda adalah penggerak proporsional ataupun konteks prosekaligus pengganti estafet per- fesional. Sehingga seringkali majalanan sejarah. Pemuda adalah sih muncul kecurigaan untuk keharapan masa depan dan pemuda bertahanan budaya atau ancaman memiliki tanggung jawab besar un- moral yang sifatnya azasi. Tetapi tuk mewujudkan mimpi para pen- sebenarnya tidak harus dikhawatdahulu yang tertunda. Bahkan tak irkan dengan munculnya estetika terselesaikan. Sebagaimana mimpi peradaban baru. Sebab lagi-lagi Ir. Soekarno, yang sangat percaya diulangi, tergantung pada posisi terhadap putra-putri bangsanya. kesiapan masyarakat itu sendiri Dia yang sangat banyak memiliki untuk menghadapi tantangan yang mimpi. Sebab dia adalah prokla- tentunya memang akan memberimator pencetus kemerdekaan kan konsrkwensi logis antara maju Indonesia. Sehingga terciptanya secara duniawi akan tetapi mudur pula daerah yang dikenal den- secara etika budaya. gan nama Pameksan. Kabupaten Tanda tanya ini bisa dijawab tidak

dengan adanya doktrin. Tetapi hanya bisa dijawab oleh perorangan yang tentunya harus selalu melakukan instrospeksi diri dalam mengukur barometer keimanannya. Sehingga untuk Pamekasan kiranya perlu sudah untuk bersikap inklusif, tetapi tetap berada dalam koridor kontrol super ketat tetapi elegan. Itu, guna mencapai keberadaban yang lebih maju. Tidak lain untuk membebaskan anak tukang becak, tukang ojek dan para pedagang tradisional guna memperbaiki pola hidup yang lebih merdeka. Tentunya hal ini bisa dilakukan apabila diri kita sedikit memberi warna terhadap budaya untuk lebih modern dan tetap pada karakter dasar, yaitu agamis. Mungkin gambaranya sebagaimana daerah Malang, Tanjung Kodok, Jakarta, Banten, Aceh dan Brunai Darus Salam, apabila melihat realita dan edialitas, ancaman modern terhadap kebertahanan budaya Iman, Islam dan Ihksan. Tetapi tentunya ketika memang Islam itu akan dilarikan pada porsi rahmatan lilalamien dan lakum dinukum walyadin. Tentunya kita sudah waktunya untuk lebih inklusif dan agresif untuk memajukan perekonomian masyarakat yang ada di dalamnya. Yakni dengan meninggikan paradog almaslahatul mursalah. *)Kabid PA HMI Cabang Pamekasan

8

RABU

13 Februari 2013

DPT DPRD Panggil Dispendukcapil BANGKALAN-DPRD Bangkalan berencana memanggil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan, Rabu (13/2) hari ini, menyusul kacaunya data kependudukan Bangkalan. Siti Fathonah Rachmaniyah, Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan, mengatakan jika hal tersebut perlu dilakukan mengingat dalam beberapa waktu mendatang akan ada gawe besar berupa Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 dan Pemilu Legislatif 2014 sehingga terkait dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang akan segera ditentukan dalam waktu dekat. Ia mengatakan, berdasar data yang diterima pihaknya, Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) sudah keluar dan ditetapkan oleh Kementerian Dalam KM/DOK Negeri, beberapa SITI FATHONAH R Sekretaris Komisi A waktu lalu, yang DPRD Bangkalan menyebut jika data penduduk Bangkalan terakhir berjumlah 1.105.144 jiwa. Angka tersebut sangat berbeda dengan data e-KTP. Sebelumnya Dispendukcapil menyebut jika perekaman data e-KTP mencapai 100 persen, maka data yang seharus terekam berjumlah 822.635. Sementara data yang terekam hanya mencapai 495.948. Perempuan berjilbab tersebut juga menuturkan jika DAK2 yang bersumber dari Kemendagri masih akan direvisi oleh Dispendukcapil menjadi 971 505. ”Terkait itu kami akan memanggil Dispendukcapil dan BPS, besok (hari ini, red) untuk mengklarifikasi data-data tersebut,” ungkapnya. Terpisah, Ketua KPU Bangkalan, Fauzan Jakfar, mengatakan bahwa data DAK2 tersebut sangat penting bagi pihak sehingga ia meminta waktu untuk dapat berkoordinasi dengan instansi terkait. Ia mengatakan DAK2 dibutuhkan untuk menetukan jumlah kursi. ”Jika jumlah DAK2 mencapai di atas 1 juta jiwa, maka kuota kursi untuk DPRD Bangkalan harus ditambah menjadi 50 kursi. Sedangkan data rekam e-KTP terkait dengan DPT, sebab persyaratan KTP sama dengan syarat menjadi pemilih,” katanya. Sementara itu data terakir yang diterima KPU Bangkalan berdasar data rekam eKTP, jumlah yang masuk baru 495.000-an. Untuk itu ia meminta kepada DPRD untuk dapat mempertemukan dengan pihakpihak terkait guna melakukan koordinasi lebih lanjut. (jos/rr)

PILKADES Tahap Awal Berlangsung April-Mei PAMEKASAN-Upaya melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak di Pamekasan sudah berada di dalam genggaman. Sambutan positif diberikan oleh berbagai pihak, termasuk warga desa atau pun dari BPD setempat, selaku pelaksana pilkades. Pelaksanaan pilkades secara serentak ini akan dilaksanakan dengan format per kecamatan, bukan dengan format perkabupaten sebagaimana diwacanakan sebelumnya. Sebelumnya muncul ide pelaksanaan pilkades serentak dilakukan dengan metode per kabupaten. ”Pilkades serentak ini mempunyai tahapan tersendiri. Tahapan pertama akan dimulai pada bulan April sampai dengan bulan Mei mendatang. Sudah sekitar 20 desa yang mengisi formulir pelaksaan pilkades serentak,” terang Kepala Pilkades serentak Badan Pemberdayini mempunyai aan Masyarakat (Bapemmas) Pame- tahapan tersendiri. Tahapan pertama kasan, Achmad Faiakan dimulai pada sol, Selasa (12/2). I a m e n u t u r - bulan April sampai dengan bulan Mei kan, pelaksanaan mendatang.” pilkades serentak dengan metode per kecamatan atau per ACHMAD FAISOL kabupaten sama- Kepala Bapemmas Pamekasan sama mempunyai sisi positif dan negatifnya. ”Yang namanya pekerjaan, pasti ada sisi positif dan negatifnya. Hanya saja kita harus bisa melihat kecenderungan keduanya,” tandasnya. Setelah dilakukan kajian sisi positif dan negatif, Bapemmas bertugas meminimalisasi membeludaknya atau penumpukan massa dan adanya pihak ketiga yang berusaha memancing di air keruh dengan memanfaatkan keadaan. Masalah pengkondisian di lapangan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi rapat kerja dengan camat agar memdampingi desa-desa yang hendak membentuk kepanitiaan hingga tahapan-tahapan pilkades serentak. Namun Achmad Faisol enggan memberikan pernyataan seputar isu pelaksanaan pilkades serentak bertujuan untuk menghindari perjudian. (ong/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/HAIRUL ANAM

BUTUH KEJELIAN: Syahbanu, Staf Panwaslu Pamekasan, sedang mengecek DP4 yang sudah diterimanya dari KPU setempat, Selasa (12/2).

DP4 Dicek Secara Manual

Panwaslu Kesulitan Rumus Pengecekan PAMEKASAN-Keberadaan 628.439 data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) di Pamekasan yang baru saja diberikan pemerintah kepada penyelenggara pemilu setempat menjadi sesuatu yang sangat penting diperhatikan. ”Jangan sampai ada satu pun warga yang diputus hak memilihnya hanya karena kesalahan administrasi,” tegas

Minhadji Ahmad, Direktur Institute for Democracy and Social Analysis (IDEAS), Selasa (12/2). Menurutnya, disengaja atau tidak, ketika terdapat kesalahan administrasi dalam pengecekan DP4, maka hal tersebut sudah terbilang menodai kesucian demokrasi. ”Semua hal yang berpotensi menodai demokrasi, sudah sepantasnya kita awasi dengan ketat,” imbaunya. Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan, Sapto Wahyono, men-

egaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan secara serius terhadap DP4 tersebut. Ia menuturkan, panwaslu sudah mengantongi DP4 yang diminta dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. ”Bisa dilihat sendiri, pengecekan secara manual sedang dilangsungkan oleh teman-teman staf di sini. Kita juga tidak ingin kecolongan sedikitpun,” terang Sapto kepada Kabar Madura, Selasa (12/2). Syahbanu, salah seorang staf Panwaslu Pamekasan, mengatakan jika dalam melakukan

Panwaslu Vakum, Tunggu Pembentukan Kembali SAMPANG-Sejatinya Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sampang sudah mulai mempersiapkan berbagai langkah dan kegiatan pengawasan jelang momen Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 dan Pemilihan Legislatif 2014. Namun, saat ini hal tersebut belum terlaksana. Panwaslu Sampang masih belum terbentuk sehingga pengawasan jalannya tahapan pilgub dan pileg mendatang masih belum terkoordinasi. Hal tersebut merupakan imbas proses pembentukan kembali panwaslu lima kabupaten/kota di Jawa Timur yang baru saja menggelar pemilukada. Menurut mantan Ketua Panwaslu Sampang, Iskak Wahyudi, Panwaslu Sampang hingga saat ini dalam keadaan vakum karena belum terbentuk dan masih dalam proses seleksi anggota. ”Saat ini Panwaslu Sampang sedang vakum. Seka-

KM/DOK

ISKAK WAHYUDI Mantan Ketua Panwaslu Sampang

rang masih dalam proses seleksi anggota baru dan baru selesai dalam beberapa waktu ke depan,” terangnya melalu sambungan telepon, Selasa (12/2) siang. Ia mengatakan, bagi kabupaten/kota yang baru saja selesai menggelar pemilukada, beberapa waktu lalu, maka kabupaten tersebut secara otomatis akan berada di situasi yang sama dengan Sampang saat ini. ”Kondisi panwaslu di Bang-

kalan, Pamekasan, Bojonegoro, dan Nganjuk, sama dengan Sampang. Saat ini masih vakum. Kalau Sumenep masih belum melaksanakan pemilukada jadi wajar sudah ada pengawasan terhadap jalannya tahapan pileg,” kilahnya. Terkait atribut kampanye seperti poster dan baliho di jalan raya, kinerja panwaslu nantinya masih sama dengan sebelumnya dan akan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) setempat, termasuk mengawasi titik yang diperbolehkan untuk memasang alat peraga kampanye. Sampai saat ini proses seleksi anggota Panwaslu Sampang masih digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat dan direncanakan segera diadakan tes tulis terhadap calon anggota sehingga nantinya semua tahapan pemilihan, baik pemilihan gubernur yang tinggal beberapa bulan ini hingga pemilihan calon legislatif tahun depan, dapat terawasi dengan baik. (sya/rr)

pengecekan secara manual, pihaknya tidak terlepas dari rintangan. Salah satunya mengenai rumus pengecekan yang belum dikuasainya secara maksimal. ”Saya masih mempelajari rumus pengecekannya. Dari tadi dicek satu persatu dan ternyata cukup sulit. Ini sedang saya pelajari dari internet,” jujur Syahbanu tanpa canggung. Ia berjanji akan bisa bekerja lebih cepat dari saat ini jika sudah menguasi rumus pengecekan secara manual. ”Kalau nanti sudah men-

guasai rumus pengecekan secara manual, insya allah lebih cepat selesai. Mungkin hanya butuh waktu dua hari atau bahkan cukup sehari,” tukasnya. Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Heidir Rachman, menekankan agar keberadaan DP4 ini tidak sampai diabaikan. Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, dua penyelenggara pemilu, yakni KPU dan Panwaslu diharapkan bisa bekerja ekstra dan penuh keseriusan. (anm/rr)

Parpol Seriusi Tuntutan Pembebasan PBB SUMENEP-Tuntutan masyarakat Sumenep terhadap pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kembali menyeruak. Mencuatnya persoalan tersebut lantaran ada tekanan dari pihak kecamatan terhadap kepala desa setempat untuk melunasi pajak tahun 2011-2012. Masyarakat sendiri mengaku enggan untuk membayar PBBB tersebut lantaran berpegang pada janji politik pasangan A. Busyro Karim dan Soengkono Sidik (Abusidik) saat kampanye dalam pemilukada lalu. Fraksi PDI Perjuangan, Dekky Purwanto, berjanji akan menentukan sikapnya hari ini. Saat dikonfirmasi Kabar Madura, kemarin, ia mengaku fraksinya belum bisa memberikan keterangan apa-apa lantaran belum ada komunikasi dengan Ketua Fraksi. ”Besok (hari ini, red) saya baru bisa menanggapi hal itu. Sekarang tidak ada ketua sehingga saya belum bisa memberikan keterangan apapun terkait soal PBB tersebut,” jelas Dekky di hadapan wartawan, Selasa (12/2). Sementara Anggota Fraksi Kebangkiatan Bangsa (FKB),

Sukarnaedi ,mengakku tidak pernah mengenal tentang pajak gratis. Janji politik Abusidik pada saat pencalonannya menurutnya bukan persoalan pajak gratis, tetapi bantuan sosial. ”Kami tidak pernah mengenal pajak gratis, tetapi bantuan sosial. Di hukum mana pun tidak ada pajak gratis dan itu memang dilarang. Jadi logikanya kita memang harus menaikkan PAD. Jadi yang ada itu adalah bantuan sosial dari pemkab kepada mereka yang butuh bantuan. Dan saya kira, bahasa hukum dengan bahasa kampanye itu tidak harus sama. Dan saya kira itu bahasa kampanye bukan bahasa hukum,” timpalnya. Terkait dengan kedatangan 10 kepala desa yang mengadukan persoalan pembebasan pajak tersebut kepada Komisi A, Sukarnaedi menilai bahwa seharusnya mereka harus belajar kepada kepala desa lain. ”Setidaknya mereka bisa studi komparatif kepada kepala desa yang lain. Di antara kepala yang ada di Sumenep, yang protes kan cuma mereka,” sinis Sukarnaedi, saat dijumpai Kabar Madura, kemarin. (aqu/rr)

Pjs Kades dan Sekdes Mangkir, Hearing Diagenda Ulang SAMPANG-Acara hearing yang digelar Komisi A DPRD Sampang dengan Camat Sokobanah, Pejabat Sementara Kepala Desa Bire Tengah, Sekretaris Desa (Sekdes) Bire Tengah, serta perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bire Tengah, Kecamatan Sokobanah, Selasa (12/2), berakhir antiklimaks. Anggota dewan terpaksa mengagendakan ulang acara hearing tersebut lantaran Pjs Kades dan Sekdes Bire Tengah tidak hadir memenuhi undangan. Camat Sokobanah, Pemdes, dan Anggota BPD hadir

ke ruang Komisi A langsung meninggalkan tempat saat mengetahui acara ditunda. Tidak ada alasan yang jelas ketidakhadiran mereka untuk audensi. Dewan terpaksa mengagendakan ulang hearing tersebut untuk melakukan klarifikasi terkait adanya laporan dari masyarakat. ”Sebenarnya Pjs Kades dan Sekdes bisa hadir besok (hari ini, red). Namun karena saya tidak bisa hadir, akhirnya digelar minggu depan. Di samping itu untuk bisa mempersiapkan sesuatu lebih matang lagi,” terang Ketua Komisi A DPRD

Sampang, Achmad Hodai, kemarin. Ia menjelaskan, pihaknya bisa memaklumi kondisi tersebut. Tidak semua laporan yang disampaikan masyarakat kepada dewan benar. Legislatif hanya sebatas mediasi, bukan eksekutor sehingga perlu mendengar semua keterangan dari seluruh pihak. ”Kami akan agendakan kembali hearing dengan mereka. Setelah itu nanti kami akan mengundang perwakilan masyarakat dari Desa Bire Tengah yang melaporkan untuk diberitahukan hasilnya pada

mereka,” ungkapnya. Hodai menjelaskan, terkait dengan pemilihan salah satu anggota BPD yang dilakukan anggota lain tidak ada masalah. Sesuai dengan pasal 21 Perda Sampang Nomor 4 tahun 2006, pemilihan anggota BPD boleh dilakukan anggota lain dengan musyawarah mufakat. Seperti diketahui, sejumlah tokoh masyarakat dari Desa Bire Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, mendatangi Komisi A DPRD Sampang pekan kemarin untuk melaporkan dugaan rekruit-

men salah satu anggota BPD yang dinilai tidak prosedural. Warga juga melaporkan terkait Plt Kades setempat yang tidak ada di tempat tetapi bisa menandatangani surat ketika diperlukan. Senin (11/2) lalu, Komisi A sempat mengundang pihakpihak tersebut dalam hearing, namun beberapa pihak juga tidak bisa hadir sehingga dewan kembali mengagendakan hearing tersebut kemarin. Namun lagi-lagi tidak seluruh undangan bisa hadir dan terpaksa kembali ditunda tanpa membuahkan hasil. (ful/rr)

RABU

13 Februari 2013

PEMILIH PEMULA

9

Kondisi Politik di Jatim Kondusif Peluang Cagub Perseorangan Tipis

KM/MARZUKIY

MAMLUATUS SA’ADAH Mahasiswi

Pemimpin Tidak Boleh Gengsi PAMEKASAN-Menjadi pemimpin adalah anugerah Tuhan, namun terkadang pemberian nikmat yang sangat besar itu tidak disertai dengan syukur kepada yang memberi nikmat karena dinilai murni usahanya sendiri. Jika dikerucutkan terhadap pemilihan kepala daerah atau pemilihan legislatif, pada saat mencari muka di depan publik alias pada saat kampanye dilakukan, seakan semua kegiatan sehari harinya sepenuhnya untuk rakyat dengan akrab hingga sok merakyat. Mamluatus Sa’adah salah satu mahasiswa di perguruan tinggi Pamekasan menilai, sebagian besar pemimpin merasa gengsi ketika bersua atau berteman dengan masyarakat sekitarnya yang notabene adalah kaum tertindas. Dengan pola pikir pragmatis, hedonis dan oportunis, tak heran jika memiliki asumsi untuk tidak bergaul dengan masyarakat kecil. Karena khawatir derajatnya turun atau kemungkinan buruk lainnya terjadi, padahal justru akan mengangkat wibawanya di mata publik. “Persepsi saya memang hanya satu. Pemimpin yang tidak mau bergabung dengan masyarakat kecil, tidak bermasyarakat, hanya berteman dengan orang yang berpangkat saja, itu karena memiliki rasa gengsi, makanya pemimpin itu tidak boleh gengsi,” ujar wanita berparas cantik itu. Ditambahkan, sulit sekali menemukan pemimpin yang ingat terhadap masa lalunya yang kelam. Wanita asal Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep itu mengaku mengidolakan Jokowi yang dinilai bekerja untuk rakyat sepenuhnya, tidak hanya menebar pesona. “Kepala Daerah di Pamekasan yang baru saja terpilih ini diharapkan bisa mengikuti langkah Jokowi untuk membangun masyarakat Pamekasan lebih maju, demikian juga di Sumenep yang merupakan rumah asal saya,” ujarnya sembari tersenyum manis. (jck/h4d)

SURABAYA-Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim pada 29 Agustus 2013 mendatang disebutkan tak memberikan peluang besar bagi calon dari jalur perseorangan. Hal ini disebabkan karena kondisi politik di Jatim sangat kondusif. Pengamat Komunikasi Politik Universitas Airlangga Surabaya Sukowidodo menilai, peluang bagi calon gubernur dari perseorangan sangat tipis. Ia memandang ini dikarenakan tidak adanya gejolak partai politik di Jatim. Berdasarkan riset dan skala peta politik, di Jatim sekarang tengah dilanda situasi kondusif bagi partai politik, khususnya partai-partai politik

yang besar. Hal itu membuat peluang calon gubernur yang maju tanpa partai kurang diminati. “Pimpinan partai-partai politik sangat tenang di provinsi ini. Terbukti tidak ada gejolak-gejolak antarpartai dan suasananya sangat tenang,” ucapnya, Selasa (12/2). Menurut Sukowidodo, jalur perseorangan akan sukses di sebuah wilayah yang kehidupan politiknya tidak kondusif. Tentu saja kondisi tersebut membuat warga tidak percaya terhadap partai politik dan lebih memilih calon pemimpin yang tidak berpartai. Hal itu berarti, kata dia, nyaris tidak ada ruang bagi jalur perseorangan. Apalagi syarat untuk mendaftarkan diri sebagai calon gubernur harus dilampiri sekitar 1,3 juta lembar kartu tanda penduduk dan surat pernyataan

dukungan bermaterai. Di samping banyaknya jumlah KTP yang harus dikumpulkan, tentu tingginya biaya yang harus dikeluarkan seorang calon gubernur bisa menjadi batu sandungan. “Bayangkan saja, di Jatim ada 38 kabupaten/kota maka per satu daerah minimal 40 ribu lembar KTP. Tentu bukan sebuah hal mudah untuk mengumpulkan KTP dalam jumlah seperti itu,” kata dia. Tentang niat Presiden Suara Independen Rakyat Indonesia (SIRI) Eggi Sudjana untuk mencalonkan diri di Jatim, Sukowidodo menilai kesempatannya sangat berat untuk bisa menang. Selain itu, kapasitas Eggi yang merupakan tokoh nasional dinilai kurang bisa mengena di hati masyarakat yang mayoritas masih percaya terhadap figur

lokal atau putra daerah. “Kalau sangat niat maju di Pemilihan Gubernur Jatim, lebih baik Eggi masuk ke partai politik,” kata mantan penasihat spiritual “Presiden BBM” di sebuah program televisi swasta nasional tersebut. Sementara itu, Ketua Tim Sukses Cagub Perseorangan, Fathoni mengaku optimistis jumlah 1,3 juta KTP mampu dikumpulkannya. Berdasarkan laporan tim di berbagai daerah, saat ini sudah lebih dari batas minimal yang ditentukan. “Ada beberapa daerah yang capaian KTP dukungan lebih dari 50 ribu lembar. Saya menerima laporan dari tim sampai saat ini sudah hampir dua juta lembar dukungan terhadap Eggi Sudjana,” kata Ketua SIRI Jatim tersebut. (ant/h4d)

KM/IST

CARI DUKUNGAN: Bakal calon gubernur Jawa Timur, Eggi Sudjana (kanan) dalama sebuah road show ke daerah untuk mengumpulkan terkumpul 1,3 juta KTP.

“Jangan Remehkan Koalisi Rakyat”

KM/IST

KHOFIFAH INDAR PARAWANSA

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

SIDOARJO-Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan supaya jangan menganggap enteng koalisi rakyat karena kekuatan itu memiliki potensi yang sangat besar dalam sebuah demokrasi. “Jangan menganggap enteng koalisi rakyat, karena koalisi rakyat seringkali menjadi objek besar dan hal itu membuat kepedulian terhadap rakyat menjadi terpinggirkan,” katanya di sela-sela kegiatan rapat koordinasi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Hotel Utami, Sidoarjo, Selasa

(12/2). Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih belum menentukan siapa bakal calon yang akan digandeng menjadi wakilnya dalam pemilihan kepala daerah Provinsi Jawa Timur Agustus mendatang. “Saat ini, kami hanya berpikir positif saja untuk menghadapi dinamika peta politik yang ada di Provinsi Jawa Timur,” katanya. Namun demikian, dirinya tidak menampik adanya beberapa nama yang masuk untuk menjadi calon wakilnya memimpin Jawa Timur nanti.

“Memang sudah ada beberapa nama yang masuk dan sudah dilakukan survei terkait dengan pilihan siapa yang bakal berdampingan dengan saya. Tetapi untuk hasilnya tunggu dulu,” katanya. Ia juga menyatakan tidak mau terburu-buru terkait dengan rencana deklarasi seperti yang sudah dilakukan oleh pasangan incumbent Soekarwo - Saifulah Yusuf (Karsa). “Tenang saja dulu, semuanya masih berproses. Saya akui memang di Jawa Timur ini politiknya berkembang dengan bagus,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Dekopin menyatakan dukungannya kepada Khofifah Indar Parawansa untuk maju memimpin Jawa Timur. Ketua Komite Bidang Perempuan Pemuda dan Hubungan Daerah Dekopin, Dina Latifa, mengayatakan semua orang sudah tahu sepak terjang dari Khofifah. “Semua orang sudah tahu bagaimana sepak terjang Khofifah dalam memimpin sebuah organisasi. Oleh karena itu sudah selayaknya beliau memimpin Jawa Timur,” katanya. (ant/h4d)

10

RABU

13 Februari 2013

“Kepala SMAN 3 Harus Dimutasi!”

Rekomendasi Komisi D DPRD Pamekasan PAMEKASAN-Nasib Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Pamekasan, Tien Farihah, sudah di ujung tanduk. Ia diusulkan untuk dipindah ke lembaga pendidikan lain. Bermula dari persoalan keuangan sekolah yang dinilai tidak transparan, Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk memutasi yang bersangkutan. Dalam rapat koordinasi (rakor) antara Komisi D dengan Disdik dan pihak sekolah pada Selasa (12/2) selama satu jam tersebut, forum menyepakati yang bersangkutan untuk dimutasi. Tien sendiri tidak diundang dalam rakor kemarin dengan alasan me-

minimalisasi miskomunikasi. Anggota Komisi D, Zainal Abidin, mengatakan hasil rakor menyimpulkan jika yang bersangkutan dinyatakan bersalah dan akan diberi sanksi tegas. Putusan tersebut tidak hanya melihat dari satu sumber saja, melainkan dari berbagai pertimbangan dalam diskusi yang berlangsung alot tersebut. Ia menambahkan, sanksi tersebut bertujuan memberikan efek jera dan diharapkan yang bersangkutan tidak lagi mengulangi kesalahan yang berakibat pada ketidakkondusifan suasana belajar mengajar di SMA Negeri 3 Pamekasan yang berstatus sebagai sekolah unggulan tersebut. ”Dari hasil rapat tadi (kemarin, red), kami menyimpulkan bahwa Kepala SMA Negeri 3 Pamekasan, Tien Farihah, bersalah dan kami merekomendasikan untuk diberi sanksi tegas berupa mutasi ke lembaga pendidikan lain. Be-

DAK Disdik Belum Terima Juknis SUMENEP- Meski sudah masuki pekan kedua bulan Februari 2013, Disdik Sumenep hingga kini belum menerima petunjuk teknis (juknis) anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Anggaran DAK sejauh ini merupakan salah satu penunjang kelangsungan pendidikan di daerah mengingat Pemerintah KM/ DOK Kabupaten (PemkAHMAD MASUNI ab) Sumenep tidak mungkin menutupi Kepala Dinas Pendidikan Sumenep seluruh kebutuhan sekolah tanpa adanya sebagian DAK tersebut. Kepala Disdik Sumenep, Ahmad Masuni, menyampaikan jika pihaknya sampai bulan kedua di tahun 2013 ini masih belum menerima juknis realisasi program DAK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ia pun enggan memberikan berkomentar lebih banyak saat ditanya terkait dengan program tersebut. ”Sampai saat ini kami belum menerima juknis DAK dari Kemendikbud. Jadi saya tidak bisa berkomentar lebih banyak,” singkatnya. Masuni mengatakan, anggaran tersebut bersifat global sehingga berapa jumlah anggaran untuk pendidikan di Sumenep melalui dana DAK juga belum pasti. ”Untuk merealisasikan program DAK tahun ini, Disdik Sumenep tetap menunggu rapat dari pusat sehingga semuanya akan menjadi jelas setelah pertemuan tersebut,” tutupnya. (rei/rr)

berapa dugaan yang tersebar luas di kalangan guru dan murid telah terbukti kebenarannya,” ungkap Zainal usai rakor. Dalam rakor kemarin, Komisi D sengaja mengundang beberapa pihak terkait guna mengetahui secara pasti duduk persoalan masalah tersebut. ”Dari beberapa laporan yang diterima, dapat dijadikan rujukan untuk membuat simpulan. Yang bersangkutan sengaja tidak kami undang untuk menjaga perasaan beliau. Dan dari hasil rapat tadi sepakat atas pemutasian,” tandasnya. Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Disdik Pamekasan, Mochammad Tarsun, mengatakan jika eksekusi rekomendasi Komisi D dari hasil rakor tersebut sepenuhnya berada di tangan bupati. Menurutnya, Disdik nantinya hanya akan mengajukan rekomendasi tersebut. (jck/rr)

KM/JACK MARZUKIY

GARA-GARA DUIT: Anggota Komisi D DPRD Pamekasan, Zainal Abidin, merekomendasikan pemutasian Kepala SMA Negeri 3 Pamekasan akibat kelalaiannya dalam hal keuangan sekolah.

Ada Diskriminasi, Guru Kepulauan Protes SUMENEP-Persoalan bantuan guru khusus di daerah kepulauan terus terjadi. Kali ini, bukan lagi soal kenakalan guru, melainkan pembagian bantuan yang dinilai diskrirminatif terhadap guru-guru yang lain. Atas dasar kekecewaan tersebut, enam guru SMA Negeri I Gayam, Pulau Sapudi, mendatangi kantor Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), Selasa (12/2). Mereka mengadukan sikap kepala sekolah setempat yang dinilai diskriminatif terhadap pemberian bantuan tersebut. ”Ketidakadilan itu terkait kriteria penerima bantuan yang kami nilai sangat tidak masuk akal. Ada guru daratan yang mengabdi di kepulauan sejak tahun 2006, tapi ketiganya tidak

mendapat bantuan tersebut,” keluh Dewi, salah seorang guru kepulauan yang mendatangi DPKS, kemarin. ”Ada juga dua teman guru daerah sendiri yang senior juga tidak mendapat bantuan tersebut. Sementara ada guru PNS yang baru tahun 2011 mengabdi tapi sudah mendapatkannya. Untuk itu kami minta kejelasan!” imbuhnya. Ia menuturkan, selama ini pihak-pihak yang merasa didiskriminasi sudah meminta klarifikasi kepada kepala sekolah setempat dan dijawab dengan janji akan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Menurut Dewi, pada tanggal 8 Desember 2012 lalu telah ada pertemuan untuk membahas soal pembagian bantuan terse-

but dengan kesepakatan 70 persen untuk yang menerima dan 30 persennya lagi untuk yang guru yang tidak menerima bantuan tersebut dengan catatan masih akan dibagi lagi ke guru tidak tetap (GTT). Ketua DPKS, M. Kamali Ersyad, berjanji akan mengklarifikasi kepada kepala sekolah dan Disdik Sumenep terkait persoalan dugaan diskriminasi guru tersebut. Ia mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak yang membidangi persoalan tersebut. ”Jika nantinya memang terbukti nanti bahwa ada kepala sekolah yang diskriminatif terhadap beberapa guru yang ada di sana (kepulauan, red), persoalan tersebut harus segera diselesaikan,” kata Ersyad. (aqu/rr)

UJIAN NASIONAL Try Out Online Semakin Diminati BANGKALAN-Segala upaya untuk mendulang sukses anak didik dalam menghadapi unas yang akan dilaksanakan pada beberapa bulan mendatang terus dilakukan oleh pihak sekolah sebagai penyelenggara pendidikan. Salah satu yang menjadi tren saat ini adalah try out online seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bangkalan. Sekolah di Jalan Kenanga tersebut menjalin kerjasama dengan SMK Wikrama Bogor untuk melakukan program try out online. Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK Negeri 1 Bangkalan, Imam, mengatakan bahwa try out online sudah disiapkan sekolahnya sejak bulan Desember 2012 lalu. Seluruh siswa SMK Negeri 1 Bangkalan sudah didaftarkan ke SMK Wikrama Bogor dan masing-masing siswa sudah mendapat PIN untuk bisa mengakses try out online. ”Seluruh fasilitas untuk bisa mengakses sudah kami siapkan sehingga try out online wajib diikuti oleh semua siswa sekolah kami,” terangnya ketika ditemui Kabar Madura di ruang kerjanya, Selasa (12/2). Try out online memungkinkan siswa SMK Negeri 1 Bangkalan mengakses soal-soal try out secara mandiri maupun kelompok melalui website yang disediakan oleh SMK Wikrama Bogor. Siswa akan mengetahui langsung tingkat kemampuannya dalam mengerjakan soal. Setelah soal dikerjakan, akan langsung muncul nilainya sehingga guru bisa melihat langsung soal-soal yang dikerjakan oleh siswa beserta nilainya. Andi Bachtiar, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Bangkalan, mengatakan bahwa upaya mempersiapan siswa dalam menghadapi unas melalui try out online tidak serta merta menghapus kegiatan try out yang diadakan oleh pihak sekolah. (roh/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ACHMAD QUSYAIRI NURULLAH

ANAK TIRI: Beberapa guru yang merasa diperlakukan tidak adil oleh Kepala SMA Negeri I Gayam, Pulau Sapudi, mendatangi DPKS untuk melaporkan adanya diskriminasi tersebut.

IPA dan IPS Batal Dihapus SAMPANG-Wacana kurikulum 2013 yang akan melakukan penghapusan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) oleh pemerintah pusat, dinilai sebagian kalangan dunia pendidikan hanya sebagai langkah coba-coba yang diwacanakan terlalu luas. Kemendikbud sepertinya berpikir ulang untuk menghapus dua mata pelajaran tersebut karena banyak menuai protes yang disampaikan masyarakat melalui website kementerian. Sebelumnya, dalam kurikulum 2013 yang disusun oleh Kemendikbud, mata pelajaran di tingkat SD dan SMP akan dikurangi. Mata pelajaran SD yang sebelumnya ada 10, dipadatkan menjadi enam dan SMP dari 12 diringkas menjadi 10. Enam mata pelajaran yang diajarkan di SD antara lain: Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kesenian. Kemendikbud memutuskan untuk menghapus mata pelajaran IPA dan IPS. ”Setelah melalui uji publik, rencana penghapusan mata pelajaran IPA dan IPS untuk siswa SD dan SMP diganti metode pembelajarannya, ” ujar Kepala Bidang Kurikulum Disdik Sampang, Abi Kusno, Selasa (12/2). Ia mengatakan, rencana yang disampaikan melalui website Kemendikbud tersebut dianggapnya sebagai bagian dari uji publik sehingga banyak muncul komentar dari masyarakat yang menginginkan mata pelajaran ini tidak dihapuskan.

Meski demikian, Disdik Sampang hingga kini masih belum menerima pemberitahuan dari Kemendikbud terkait bagaimana bentuk baru kurikulum 2013. Abi juga mengatakan jika belum berhasil mengunduh salinan terkait kurikulum tersebut dari situs internet Kemendikbud. ”Putusan ini sudah disahkan seminggu yang lalu, tapi hingga kini kita masih belum dapat pemberitahuannya. Kita juga sudah mencoba men-download tapi juga belum keluar,” terang Abi. Ia menjelaskan, secara umum metode baru mata pelajaran IPA dan IPS yang sebelumnya diajarkan di SD, akan diajarkan secara terpadu dengan pelajaranpelajaran lain, sesuai tema yang sedang dibahas. ”Metode pengajarannya secara tematik intregatif untuk SD kelas rendah (kelas I sampai IV, red),” ungkap dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sampang tersebut. Sedangkan pelajaran IPA dan IPS untuk tingkat SMP yang juga rencananya dihapus ikut dibatalkan dan pelaksanaan unas 2013 tetap menyertakan kedua pelajaran itu. Abi mengungkapkan bahwa mulai Senin (11/2) kemarin lusa, seluruh Disdik se-Indonesia sedang mengikuti Rembuk Nasional yang membahas masalah kurikulum 2013 di Jakarta. Salah satunya membahas masalah kurikulum IPA dan IPS. ”Yang jelas untuk unas tahun ini tetap ada mata pelajaran IPA dan IPS. Terkait kejelasannya, kita masih menunggu karena sekarang ada Rembuk Nasional di Jakarta,” tandasnya. (waw/rr)

Taman Kanak-kanak, Titik Awal Pembentukan Karakter Siswa

Masa-masa Perkembangan Fisik, Mental, dan Spiritual Anak Pada usia dini antara 0-6 tahun, otak anakanak berkembang sangat cepat. Di usia tersebut, otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, baik yang bersifat baik maupun buruk. Di masa-masa itulah perkembangan fisik, mental, maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. ABDUR ROHIM, Bangkalan BANYAK yang menyebut masa tersebut sebagai masamasa emas anak (golden age), sebagaimana disampaikan oleh Ika Ayu Dewayani, Kepala TK Dharma Wanita Bangkalan saat dikunjungi Kabar Madura di sekolahnya, Selasa (12/2). Menurutnya, pengalaman

anak-anak pada awal perkembangannya akan menentukan apakah anak tersebut mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya kelak. “Anak di usia antara 0-6 tahun berada dalam kondisi usia emas. Peranan orangtua mutlak diperlukan untuk meraih keberhasilan sang anak di masa yang akan datang,” ulasnya. Ika menuturkan, banyak persepsi dari masyarakat yang salah dalam mengartikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ia menjelaskan, PAUD merupakan pendidikan yang diterima kali pertama oleh anak dengan metode formal dan non-formal. Pada usia 0-2 tahun, anak mendapatkan pendidikan secara informal di lingkungan keluarga. Pada usia 2-4 tahun, anak mendapatkan pendidikan PAUD non-formal yang biasa disebut dengan kelompok bermain atau yang biaa disebut dengan play group. Yang terakhir pada usia 4-6 tahun, anak mendapatkan pendidikan

KM/ABDUR ROHIM

PENDIDIKAN FORMAL PERTAMA: Taman Kanak-kanak menjadi tempat peletakan dasar berpikir dan karakter anak-anak dalam menghadapi kehidupannya kelak.

di lembaga formal yang biasa disebut dengan Taman Kanakkanak (TK). ”Dari tiga fase perkembangan anak tersebut, kita sebagai orangtua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan

karakter yang baik bagi anak, terutama untuk masa depannya kelak,” sambung Ika. Ada pendapat yang menyebutkan bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh seberapa cerdasnya otak seseorang tersebut. Semakin

jenius, maka semakin besar pula peluang untuk sukses. Seperti semakin seringnya anak mendapat predikat juara kelas, maka semakin sukseslah anak tersebut. Ika menolak keras pendapat tersebut! Menurutnya hal tersebut merupakan persepsi yang salah karena dalam pendidikan, kecerdasan seseorang dibagi menjadi tiga, yaitu kecerdasan otak, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual. ”Belum tentu seorang anak yang mempunyai otak jenius lebih sukses dibandingkan dengan anak yang mempunyai kecerdasan emosi stabil. Demikian juga sebaliknya,” ungkapnya. Ia mengimbau, lembaga pendidikan seharusnya jangan cuma memacu kecerdasan otak saja, tetapi juga diimbangi dengan kecerdasan lain. ”Kebanyakan seseorang sukses karena kemampuannya membangun hubungan emosional dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya,” tandasnya. (rr)

RABU

11

13 Februari 2013

DNC 2013 SSB Mitra Wakili Bangkalan BANGKALAN-Sekolah Sepak Bola (SSB) Mitra Bangkalan tengah mempersiapkan tim juniornya untuk berlaga dalam Danone Cup 2013. Di bawah bimbingan langsung pemiliknya, Petir Khan, pemain usia di bawah 12 tahun terlihat begitu bersemangat menjalani sesi latihan di lapangan Alun-alun utara Bangkalan. ”Kami sedang mempersiapkan tim untuk Danone Cup 2013,” ujar Petir saat dihubungi melalui ponselnya. Untuk mempersiapkan tim yang baik, SSB Mitra Bangkalan tengah memilih bakat-bakat muda yang dimilikinya. Meskipun waktu persiapan terbilang sangat mepet, namun Petir cukup antusias untuk kembali mengikutsertakan anakanak asuhnya di kejuaraan sepak bola muda skala nasional itu. ”Kami sedang mempersiapkan tim dari pemain-pemain terbaik kami. Persiapan cukup mepet. Rencananya, Maret mendatang pertandingan akan dimulai. Mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik sebagai wakil dari Bangkalan,” imbuh pria yang juga pengusaha susu sapi perah di wilayah Kec Burneh ini. Dijelaskan juga, bahwa Malang menjadi tuan rumah bagi ajang yang berlanjut pada kejuaraan tingkat dunia tersebut. Tahun lalu, SSB Putra Muara Cunda Aceh menjadi juara nasional dan berhak mewakili Indonesia di ajang Danone Nations Cup (DNC) yang digelar di Polandia. Klub asal pulau Sumatera itu berhasil meraih posisi 23 besar. Bahkan pada penyisihan grup tim, Indonesia yang diwakili anak-anak Aceh itu mampu mengimbangi tim asal Amerika Serikat dan Rumania. Masing masing dengan skor 0-0 dan 1-1. (bai/ed)

Pagi Ini Kembali Berlatih PSB Bidik Kemenangan Ketiga BANGKALAN-Target kemenangan demi kemenangan terus dicanangkan Perseba Super Bangkalan (PSB). Setelah membungkam tamunya Persid Jember (11/2), tim berjuluk Laskar Suramadu itu langsung menatap pertandingan ketiga melawan Persekam Metro FC Malang, Sabtu sore mendatang (16/2). Tak butuh waktu lama bagi PSB untuk menikmati selebrasi kemenangan kandang perdana. Setelah menjalani libur sehari pasca pertandingan, pagi ini Danilo Fernando dan kawan-kawan kembali akan bersimbah keringat di bawah arahan trio pelatih Nus YaderaSyafi’i-Ashari. Pelatih Kepala Perseba Super Nus Yadera mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan menu latihan yang akan diberikan bagi anak-anak asuhnya. Bertempat di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), latihan pagi ini juga akan diisi evaluasi tim setelah pertandingan Senin (11/2) lalu. ”Pesta kemenangan sudah usai. Saatnya kembali berlatih untuk laga selanjutnya. Nanti malam (tadi malam, Red.) sebagian pemain yang masih li-

SELEBRASI: Victor Da Silva merangkul Danilo Fernando yang sukses mengeksekusi penalti sebagai gol pertama dari PSB yang pada laga tersebut menggasak PSBK Blitar dengan skor 3-0 di SGB kemarin (11/2).

bur sudah merapat ke Bangkalan. Rabu pagi kita kembali latihan,” ungkap Nus Yadera. Sementara itu, tak ada cedera berarti yang dialami anak asuh Nus Yadera. Danilo Fernando yang menerima tackling keras di penghujung laga kemarin, ternyata tidak sampai berujung injured. Bahkan Mujib Ridwan, pemain yang pada laga kemarin absen karena hukuman kartu merah, sore lusa kembali akan menghuni posnya di lini belakang. ”Kondisi pemain baik-baik. Tak ada yang mengalami cedera, termasuk Danilo yang kena tackling di akhir pertandingan. Semua bisa diturunkan saat melawan Persekam Metro FC. Ada juga Mujib yang sudah selesai menjalani larang bertanding,” imbuh pelatih 46 tahun itu. Saat ditanya mengenai cedera di lapangan latihan, Nus tak terlalu mempermasalahkannya. Kondisi lapangan yang menjadi venue latihan PSB, bagi Nus Yadera menjadi garansi untuk mengurangi kemungkinan cedera saat anak asuhnya berlatih. ”Mudah-mudahan tidak cedera saat latihan. Kita kan punya lapangan yang sangat menunjang,” pungkas ayah dari dua anak ini, yakni Victor dan Glenn. (bai/ed)

PERSEBO BONDOWOSO Imbang, Kurang Menjanjikan SUMENEP-Tampilan perdana Persebo Bondowoso yang saat ini berhome base di Stadion A. Yani Sumenep kurang menjanjikan. Itu setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSBK Blitar, kemarin sore (12/2). Pertandingan yang ditonton ratusan orang tersebut sebenarnya sempat dikedalikan Persebo. Itu terjadi setelah pada menit ke-7, Reza Tauddin Anhar mampu memperdaya kiper PSBK Bayu Prisma. Leading 1-0 terus bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, berbekal kemenangan tersebut, Pelatih Kepala Persebo Hengky Kurniawan merubah taktik permainan. Dia hanya menempatkan Ngom Toto Theodore Marius sebagi striker tunggal. Tak ayal, PSBK yang pada musim ini banyak diisi muka-muka baru, dengan leluasa menampilkan permainan terbuka. Berbagai pelaung tercipta melalui kerjasama George Michel Dakkar. Bahkan dia dengan leluasa bisa mengobok-ngobok barisan pertahanan Persebo. Tak ayal, PSBK memaksa Persebo bermain setengah lapangan. Memasuki menit 80, kerja sama tim berjuluk Laskar Peta ini mampu menyamaan kedudukan melalui kaki Supriyanto. Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Hasil seri di kandang menjadi sinyal kurang baik bagi tim asal Tapal Kuda tersebut. ”Sangat berat untuk bisa bersaing hingga masuk babak selanjutnya,” tandas Amirul Fatoni, salah satu penonton yang hadir pada pertandingan tersebut. Puluhan suporter Sumenep yang mengatasnamakan Lanceng Mania terlihat memberi dukungan terhadap Persebo. Sayang, aksi mereka hanya berlangsung dalam beberapa menit saja. Raihan satu poin pada laga perdananya menjadikan Persebo berada di peringkat 5 klasemen sementara Divisi Utama Grup 3. (bri/ed)

KM/RYAN KALIG

KLASEMEN SEMENTARA GROUP 3 NO

KM/ACHMAD BAIQUNI

PETINGGI: (Dari kiri-kanan) GM PSB Ma’mun Ibnu Fuad, Ketua Harian PSB Vigit Waluyo, Manajer PSB Ayu Sartika Virianti serta Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin dalam sebuah momentum di Pendapa Bupati Bangkalan.

Dukungan Masyarakat adalah Motivasi BANGKALAN-Dukungan penuh yang diberikan masyarakat Bangkalan terhadap perjuangan Perseba Super Bangkalan (PSB), mendapat sambutan dari manajemen klub. Dua kemenangan dalam dua laga menjadi bukti komitmen yang tidak main-main dari pengelola klub asal Bangkalan tersebut. Manajer PSB, Ayu Sartika Virianti mengatakan, dukungan dalam bentuk positif tersebut sangat membantu timnya untuk bermain lebih baik lagi dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. ”Dukungan masyarakat Bang-

kalan adalah motivasi terbesar untuk pemain agar bisa meraih kemenangan. Semoga ini bisa dipertahankan sampai target kita lolos ke 8 besar bisa tercapai,” ungkap wanita 25 tahun itu. Ayu juga menambahkan, kemenangan demi kemenangan akan terus dibidik guna menyambut dukungan masyarakat Bangkalan tersebut. ”Kemenangan Perseba Super untuk masyarakat Bangkalan. Kami terus mengharap dukungan, karena perjalanan yang akan kami tempuh masih sangat panjang hingga akhir musim,” imbuh Ayu.

Diwawancarai kemarin saat berada di kediamannya di Sidoarjo, Ayu mengaku kagum dengan barisan suporter yang terus gembita memberi dukungan bagi klub yang diasuhnya. ”Dukungan masyarakat khususnya K-Conk Mania sangat membantu tim kami. Mereka tak pernah berhenti memberikan semangat bagi pemain sepanjang pertandingan,” tandasnya. Bahkan tak jarang sarjana manajemen informatika itu memberikan lambaian dan menghampiri tribun suporter setiap usai pertandingan yang dilakoni Perseba Super. (bai/ed)

KLUB

P

W

D L

GD

PTS

1. PERSEBAYA

2

2

0

0

8-2

6

2. PERSEBA SUPER

2

2

0

0

4-0

6

3. DELTRAS

2

1

1

0

3-1

4

4. PERSID

3

1

1

1

2-4

4

5. PERSEBO BONDOWOSO

1

0

1

0

1-1

1

6. PERSIPAS PASER

2

0

1

1

1-2

1

7. PSBK BLITAR

3

0

1

2

2-5

1

8. PERSEKAM

3

0

1

2

2-8

1

9. PERSETA

0

0

0

0

0-0

0

SISA PERTANDINGAN LASKAR SURAMADU PERSEBA SUPER PERSEKAM 16/Feb/2013

DELTRAS PERSEBA SUPER 25/Feb/2013

PERSIPAS PASER PERSEBA SUPER 02/Mar/2013

PERSEBAYA PERSEBA SUPER 17/Mar/2013

PERSETA PERSEBA SUPER 21/Mar/2013

PERSEBA SUPER PERSEBO BONDOWOSO 25/Mar/2013

Settong Ateh Mengusung Misi Mentas Juru Kunci

”Akhir Pekan” Lawan Persiram, Tribun SGB Diprediksi Sesak Persepam Madura United (PMU) sudah menggurita menjadi klub kebangaan warga Madura. Ini, seiring kiprah Laskar Sape Kerap di kancah Indonesia Super League (ISL) adalah satu-satunya yang mewakili Pulau Garam. Tak heran, suka dan duka yang tengah menimpa tim P-MU turut dirasakan suporternya seantero Madura. TABRI S. MUNIR, Bangkalan SATU tekad dan kepaduan dalam mengusung misi P-MU mentas dari posisi juru kunci, menjadi pemantik harapan sejumlah kalangan di Madura. Baik itu mania bola yang biasa hadir di tribun Stadion Gelora Bangkalan (SGB) untuk menyaksikan langsung jalannya pertandingan Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.co

maupun warga Madura lainnya yang hanya bisa mendengarkan kabar serta perkembangan klub kebanggaan warga Madura melalui berita dan informasi. ”Memang sudah seharusnya Laskar Sape Kerap menampakkan terjangannya. Jangan lagi kami dihadapkan dengan kenyataan P-MU menghuni juru kunci. Ini Madura yang tak rela melihat timnya kalah,” seru Hartono, Taretan Mania dari Kordinator Wilayah Cha-cha Colo’ Pamekasan. Menang pada laga kandang perdananya, menjadikan semangat warga Madura memberi dukungan langsung terhadap P-MU semakin menggelora. Bahkan mereka terus menggalakkan imbauan ke suporter lain agar mau datang langsung guna mensuport mental tanding penggawa P-MU. Terkait target meghindari juru kunci, menurut Ramdan, sala satu warga Sumenep, diakui target realistis. ”Jika merujuk pada pertandingan kemarin yang disiarkan langsung, memang layak P-MU menargetkan

keluar dari juru kunci. Saya akan datang untuk memberikan dukungan,” jelas Ramdan, pemuda asal Kecamatan Bluto, Sumenep. Upaya memberi dukungan kepada P-MU pada laga kandang keduanya, tampaknya akan berimbas pada jumlah penonton di tribun SGB. Besar peluang, seluruh sisi tribun bakal dipenuhi penonton. Pasalnya, semangat untuk menonton pertandingan yang akan digelar pada akhir pekan bagi sekolah-sekolah yang biasa libur pada hari Jumat menjadi waktu yang pas. Misalnya, seperti yang disampaikan Suhaidi, salah satu guru MTs swasta di wilayah Kecamatan Lenteng, Sumenep. Madrasah tempatnya mengajar yang biasa meliburkan siswanya setiap hari Jumat menjadikan dirinya memiliki kesempatan untuk dukungan langsung ke P-MU. ”Hari Jumat libur, saya akan hadir ke SGB untuk memberikan dukungan terhadap P-MU. Ini akan kami lakukan bersama-sama dengan guru-guru lainnya,” jelas Suhaidi. (ed)

KM/TABRI S. MUNIRI

KREATIFITAS: Berbekal aneka asesoris identitas khas Laskar Sape Kerap, beberapa suporter setiap P-MU berfotoria di halaman SGB sebelum menyaksikan laga tanding PMU lawan Persidafon, kemarin (9/2).

12

RABU

13 Februari 2013

Angkat Jempol Bagi Barisan Belakang PENAMPILAN P-MU pada laga kandang perdananya mampu meraih kemenangan 2-1. Tercatat lima pemain yang diturunkan mengisi lini belakang. Salah satunya, M. Hussen yang masuk sebagai pemain pengganti. Siapa saja mereka?

Fachruddin Wahyu Aryanto

Tubuh Kekar Modal Awal PEMAIN asal Sleman Jogjakarta tersebut terlihat sebagai pemain yang sangat rapi dalam menjaga pertahanan P-MU. Memiliki tinggi badan ideal yang dipadu dengan tubuh kekar. Sehingga Fachruddin seakan terlihat siap menerkam setiap lawan yang KM/TABRI S. MUNIR mendekat. Salah satu ciri khas dari pemain yang biasa memotong bola dari lawan dengan cara memutar badannya tersebut adalah rambutnya yang dipotong cepak. Kerjasama Fachruddin dengan Firly Apriyansyah di lini belakang P-MU tampaknya akan menjadi pilihan paten pelatih kepala Daniel Roekito. (bri/ed)

Firly Apriyansyah

Siap Tarung di Lapangan PEMAIN asal Jakarta ini termasuk pemain yang siap tarung di lapangan. Tak jarang upayanya untuk menjaga pertahanan dari serangan lawan kadang dihadapi dengan keras. Sliding keras dan kurang tenang dalam mengawal lawan KM/TABRI S. MUNIR kadang menjadi salah satu titik lemah dari pemain yang biasa melucu tesebut. Kendati demikian, kerjasamanya dengan Fachruddin mengawal benteng pertahanan tergolong rapi. Duet keduanya sejak menit pertama baru tercipta sejak P-MU melakoni laga melawan Persidafon Dafonsoro. Sebelumnya, secara bergantian keduanya biasanya diduetkan pada pergantian waktu. Hal itu terjadi terjadi, karena Kwon Jun yang saat ini sudah tidak lagi menjadi bagian dari skuad P-MU selalu diturunkan sejak menit awal. (bri/ed)

Deny Rumba

Gesit, Tak Pernah Kedor PEMAIN mungil asal Semarang ini sempat diproyeksikan menjadi bagian dari skuad P-MU yang akan dibawa serta ke Papua. Sayangnnya, cedera yang dialami membuat menejemen memilih memarkirnya. Diturunkan sejak menit awal melawan Persidafon Dafonsoro, pria satu anak tersebut tampil gesit dan bisa

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

mengawal posisi bek kanan dengan baik. Sprint cepat serta kemampuan fisiknya yang tak pernah kedor untuk naik turun sempat menciptakan peluKM/TABRI S. MUNIR ang gol bagi P-MU. Sayangnya, sepakan kerasnya masih mampu diblok kiper Gebze. Aksinya kembali sangat diharapkan untuk bisa mematikan pergerakan pemain Persiram Raja Ampat yang biasa menyerang dari sayap. (bri/ed)

Michael Orah

Sehati dengan Zaenal Arif SEMPAT pingsan karena gontokan pemain belakang Persidafon, pemain asal Manado tersebut adalah pekerja keras selama di lapangan. Aksi-aksinya patut diacungi jempol. Pernah satu tim dengan Zaenal Arif di PSPS Pekan Baru, keduanya terlihat bisa melakukan kerjasama dengan pemain depan. Orah, biasa iya disapa, memiliki keahlian KM/TABRI S. MUNIR mengeksekusi tendangan pisang melalui kaki kirinya. Sudah kembali bergabung dalam latihan dan melupakan insiden pingsannya selama di lapangan, Orah sangat diharapkan bisa diturunkan pada laga besok (14/2) ketika P-MU meladeni tamunya asal Papua Barat, Persiram Raja Ampat. (bri/ed)

M. Hussen

PERAS KERINGAT: Sejumlah penggawa Laskar Sape Kerap melakoni sesi latihan sore di lapangan SGB sebagai rangkaian persiapan menghadapi laga kandang lawan Persidafon Dafonsoro, besok sore.

Bernuansa Final Leg Kedua KM/TABRI S. MUNIR

BANGKALAN-Laga kedua P-MU di kandangnya, akan digelar besok sore di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Lawan tandingnya adalah Persiram Raja Ampat. Partai lawan tim dari wilayah Papua Barat tersebut tak ubahnya final leg kedua bagi skuad P-MU. Mengusung misi mentas dari juru kunci adalah salah satu faktor yang menjadikan laga tersebut akan berlangsung sarat gengsi. Belum lagi, lawan yang akan dihadapi adalah tim yang tak boleh dipandang mata. Sebab reputasi Persiram di kancah ISL 2012-2013 memang lumayan menjanjikan. Saat ini, tim berjuluk Laskar Bahari ini berada di posisi delapan klasemen sementara dengan total poin 7 dari lima laga

tidak terlena dengan kemenangan perdana di kandang. ”Inilah sepak bola, kadang tidak diunggulkan bisa meraih poin positif dan P-MU sebagai tim underdog di ISL saat ini punya tekad menjadi tim yang selalu meraih poin positif,” ujar Achsanul Qosasi, Manajer Tim P-MU. Dalam rangka memastikan tren positif tersebut terus berlanjut, AQ –sapaannya, mengaku akan terus melakukan perbaikan terhadap timnya. Dorongan dan semangat terhadap pemainnya akan dia lakukan semaksimal mungkin. ”Para pemain adalah duta Madura. Selama meraka masih berbaju Madura dan melakukan hal yang terbaik terhadap Madura, kami tak sungkan mengapresiasinya dengan cara

kami,” jelas AQ. Salah satu yang dilakukan untuk mengapresiasi pemainnya setelah mampu memberi kemenangan adalah memberikan bonus dengan nominal puluhan juta. Hal tersebut sudah menjadi tradisi yang biasa dilakukan sejak P-MU masih di Divisi Utama. Bahkan, penghargaan yang diberikan AQ juga sangatlah besar bagi pemain. Yakni dengan tidak menunggak gaji bulanan yang telah menjadi hak mereka. Hal itu patut diacungi jempol, mengingat pada kompetisi musim lalu tunggakan gaji klub lainnya banyak yang tak terbayar. Tak heran, kendati menjadi tim baru di petas sepak bola profesional, urusan gaji pemain P-MU lunas terbayar. (bri/ed)

Datangkan Eks Sydney United

Berani Benturan Fisik isik MASUK menggantikan Michael ich chae ael a perp erOrah yang harus menerima gga garan awatan karena insiden pelanggaran uk pedi lapangan, Hussein termasuk ng siap p main yang melakukan n fis s ik ik benturan fisik pem main dengan pemain lawan. ga m eDia juga meeb b err a a-miliki keberam oto onian memotoawa w n ng bola la lawan san anga at dengan sangat emp pat keras. Sempat dijuluki seKM/TABRI S. MUNIR u kang ng g bagai tukang utt ikno jegal paska membabat Sutikno n tack(Persebaya Selection) dengan ola. ol a. ling kerasnya ketika merebut b bola. Kemauannya bertarung di lapangan sangat pas untuk ang meladeni pemain Papua yang mbiasa melakukan dribling jempolan. (bri/ed)

yang sudah dilakoninya. Bahkan, di dua laga terakhirnya, Persiram bermain imbang 0-0 dengan Persib Bandung di kandang dan membebat Persela Lamongan 3-1 di kandang lawan. Sementara di kubu P-MU, Zaenal Arif dan kawan-kawan memang tengah bergolak. Bahkan terkesan sangat haus kemenangan. Usai menelan kekalahan di tiga laganya, mereka sukses memecah telor setelah menjungkal Persidafon Dafonsoro 2-1 (9/2) di laga kandang perdanaya. Kemenangan pertama ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan P-MU meretas asa berprestasi di ISL tahun ini. Di tengah euforia kemenangan, manajemen tim p-MU langsung menyerukan untuk

AD

M CH

NI

IQU

BA

/A

KM

ABU BAKAR ABDUL KARIM

P-MU Kembali Isi Slot Pemain Asing Asia BANGKALAN-Tak berselang lama usai memutus kerja sama dengan Kwon Jun, Laskar Sape Kerap kembali mendapat suntikan pemain asing Asia. Kali ini yang datang pemain keturunan Timur Tengah yang memiliki paspor Australia. Namanya, Abu Bakar Abdul Karim. Pemain ini sebelumnya memperkuat Sydney United. Pada latihan kemarin sore, pemain yang biasa berposisi sebagai center bek

tersebut sudah bergabung dalam latihan P-MU. Posisinya hampir sama dengan posisi Kwon Jun, yang juga biasa dimainkan sebagai center bek. Kontribusi Abduh –sapaan Abu Bakar Abdul Karim, terhada P-MU akan diuji pada pertandingan besok sore ketika meladeni tantangan Persiram Raja Ampat. ”Kami masih akan lihat perkembangannya. Semoga iya bisa mengangkat performa tim,” jelas Daniel Roekito tentang pemain anyarnya tersebut. Terpisah, terhadap bergabungnya Abu Bakar Abdul karim dalam skuad P-MU, Asisten Manajer P-MU Bagian Administrasi Jon Yulianto akui dalam

rangka melengkapi kouta pemain P-MU. Sebab hingga saat ini masih belum mencapai jumlah maksimal, yakni 30 pemain. ”Bukan berarti dengan gampangnya mendatangkan pemain baru. Sepanjang untuk melengkapi kouta maksimal, tentunya masih dibolehkan oleh PT LI,” jelas Jon Yulianto tentang keluar-masuknya pemain di skuad P-MU. Dengan bergabungnya Abu bakar Abdul Karim tersebut, skuad P-MU saat ini akan kembali mendapatkan suport pemain asing Asia. ”Semoga kedatangan dia mampu memberi warna baru bagi P-MU. Semoga permainannya pun mampu meningkatkan performa tim,” pungkas Jon. (bri/ed)


Edisi 13 Februari 2013