Issuu on Google+

Kredit Fiktif

Tersangka Belum Ditahan

Kabar Bangkalan Eksekutif “Boikot” Rapat Bamus Diskors Hingga Waktu yang Tak Ditentukan

SUMENEP-Kasus dugaan kredit fiktif yang terjadi di Bank Jatim Cabang Sumenep hingga kini belum menunjukkan titik kepastian. Kasus yang melenyapkan uang milik Bank Jatim sebesar Rp12 miliar tersebut saat ini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Sebelumnya kasus tersebut ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Namun saat ini berkas dan barang bukti telah diserahkan ke Kejari Sumenep. Bersambung ke Hal 6

Kabar Sampang Pemkab Tolak Retribusi Hotel Camplong Konsinyasi Rp 3,5 juta-5 juta per Bulan Lewat PN Kabar Pamekasan Tagih Pengeboran Air Bersih Warga Desa Banyu Pelle Hanya Dijanjikan

TWITTER

@kabarmaduranews

SABTU

Kabar Sumenep Proyek Plengsengan Jalan Diduga Tidak Sesuai RAP DPRD Minta Eksekutif Turun Tangan

5 Januari 2013

Dijejali Kiai, Panggung KOMPAK Roboh

LAUTAN MASSA: Kholilurrahman digendong ribuan massa pendukungnya dalam Kampanye Akbar di Stadion R Soenarto Hadiwidjojo. Kholilurrahman menyampaikan orasi politik di depan pendukungnya (foto atas).

KM/AHMADUR RUSDI

Gugatan Pemilukada Bangkalan dan Sampang JAKARTA-Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana gugatan sengketa

Pemilukada Bangkalan dan Sampang secara bersamaan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat No.6 Jakarta, Jumat (4/1). Gugatan Pemilukada Bangkalan dilayangkan oleh pasangan calon Imam Buchori-Zainal Alim (Imam-Zain) yang merasa

dicurangi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan. Sementara gugatan Pemilukada Sampang diajukan pasangan calon Hermanto Subaidi-Jakfar Shodiq yang melaporkan adanya kecurangan dalam penghitungan suara.

Dinas PU

PAMEKASAN-Stadion R Soenarto Hadiwidjojo, Lawangan Daya, Pademawu, disesaki oleh massa pendukung fanatik calon bupati & wakil bupati Kholilurrahman-Masduki (KOMPAK) dalam acara Kampanye Akbar, Jumat (4/1). Stadion yang luasnya berkisar dua kali lapangan sepakbola tersebut dipenuhi massa KOMPAK hingga meluber ke luar lapangan. Sudut-sudut jalan perkotaan pun dipenuhi massa pendukung KOMPAK. Lautan massa tersebut datang dari berbagai penjuru Kabupaten Pamekasan, tepatnya dari 13 kecamatan yang ada di kota gerbang salam. Usai salat Jumat, massa sudah menyemut di sepanjang jalan Pamekasan. Bersambung ke Hal 6

Majelis hakim yang dipimpin M. Akil Mochtar sengaja menggabungkan persidangan gugatan Pemilukada Bangkalan dan Sampang dengan alasan persidangan hanya mengagendakan pembacaan materi gugatan pemohon. Bersambung ke Hal 6

Menulusuri Makna di Balik Gaya Arsitektur Bangunan Asli Madura

Telat, Rekanan Tak Diputus Kontrak

Membelakangi Gunung dan Menghadap ke Laut

SUMENEP-Beberapa proyek di Sumenep masih banyak yang belum kelar meski sudah melewati batas akhir kontrak yang berakhir pada akhir tahun 2012. Sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumenep pernah berjanji akan memutus kontrak jika ada rekanan yang belum menyelesaikan pekerjaannya hingga akhir tahun 2012. Bersambung ke Hal 6

Salah satu yang penting untuk diperhatikan tentang keberadaan bangunan di Madura, terutama di kawasan perdesaan, yakni arah rumah menghadap. Hampir semua rumah yang berada di perdesaan menghadap ke selatan. Apa maknanya dan mengapa hampir semua rumah berjajar satu arah? KM/HAIRUL ANAM

PENGAWASAN KETAT: Aparat kepolisian menjaga proses penyortiran surat suara. Sebanyak 1.334 surat suara akan dibakar usai KPU Jawa Timur memutuskan perubahan jumlah DPT.

AHMAD AINOL HORRI, Sumenep.

KEBERADAAN bangunan rumah di Madura ternyata memiliki makna dan filosofi yang luar biasa. Bangunan yang berdiri di seluruh wliayah Madura, terutama Sumenep, ada kaitannya dengan makna kehidupan. Bersambung ke Hal 6

1.334 Surat Suara Siap Dibakar

KM/ AHMAD AINOL HORRI

PILIH KASIH: Pengerjaan proyek perbaikan jalan di Desa Longos, Kecamatan Gapura, tetap berlangsung meski sudah melewati batas waktu yang disepakati.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

PAMEKASAN-KPU Provinsi Jawa Timur memutuskan melakukan perubahan jumlah DPT) Daftar Pemilih Tetap (DPT) medalam Pemilukada Pamea kasan 2013 dari semula 8 644.142 menjadi 642.808 DPT. Perubahan tersebutt n mengakibatkan kelebihan 1.334 surat suara. Peruba-han tersebut sesuai Keputusan KPU Jawa Timur Nomor 01/Kpts/KPU-Prov-041/2012.

Mendapati kenyataan perbaikan tersebut, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan m mendesak KPU Pamekasan u untuk membakar surat suara di luar DPT tersebut. Desakan tersebut bertujuan meminimalisasi upaya kecurangan dalam pencoblosan 9 Januari 2013 nanti. “Surat suara tersebut bisa menimbulkan tindak kecurangan, jadi wajib dibakar,” terang

Ketua Panwaslu Kabupaten Pamekasan, Zaini, sembari menambahkan jika pihaknya siap melakukan tindakan jika KPU Pamekasan bergeming terhadap desakan tersebut. Anggota KPU Pamekasan, Didin Sudarman, menegaskan bahwa pihak KPU Pamekasan memang sudah memastikan diri untuk membakar surat suara sebanyak 1.334 itu. Bersambung ke Hal 6

KM/ AHMAD AINOL HORRI

ASLI MADURA : Salah satu bangunan rumah asli Madura yang masih berdiri kokoh di Sumenep. Rumah ini merupakan salah satu contoh tanean lanjang (halaman panjang) dan menghadap ke selatan.

2

SABTU

5 Januari 2013

KRIMINAL

Eksekutif “Boikot” Rapat Bamus Diskors Hingga Waktu yang Tak Ditentukan

KM/AGUS JOSIANDI

TERLALU: bunga bonsai ini adalah barang bukti pencurian. Ketiga tersangka kini menunggu saat diadili, tanpa harus mendekam dalam tahanan.

Demi Rp 100 Ribu, Jadi Pencuri KAMAL- Ada-ada saja ulah salah satu warga Banyuajuh, Kecamatan Kamal ini. Tertarik dengan bunga bonsai milik tetangganya, dia menyuruh tetangga lainnya untuk mencuri bunga idamannya itu, dengan menjanjikan upah uang senilai Rp 100 ribu. Seorang ibu paruh baya dan putrinya pun terbujuk dengan iming-iming upah Rp 100 ribu itu. Tanpa peduli risiko tertangkap dan masuk penjara, keduanya melakukan aksi pencurian bunga bonsai tersebut. Beruntung, kendati tertangkap ketiganya tak ditahan dengan segala pertimbangan. Adalah Supatmi, wanita berusia 60 tahun, yang melakukan aksi pencurian bunga bonsai itu. Bersama anaknya, Tri. Dia menggasak milik tetangganya, Jimat Suprayogi, atas perintah suripto, tetangganya yang lain. Ibu dan anak tersebut melakukan pencurian di halaman rumah korban yang berada di Perum Bea Cukai Banyuajuh, Kamal pada hari Minggu, 21 oktober 2012 sekitar pukul 5 sore. Korban yang ternyata memasang CCTV di halaman rumahnya merekam aksi pencurian tersebut. Tak ayal korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian terdekat atas perbuatan tercela tetangganya tadi yang telah mencuri barang miliknya. AKP Puguh Santoso, Kapolsek Kamal mengatakan kepada Kabar Madura, kejadian tersebut kini telah dilimpahkan ke kejaksaan. Baginya kasus ini tergolong unik sebab bunga bonsai yang menjadi barang bukti bukanlah barang yang istimewa. “Cuma bonsai biasa gini mas, tapi apapun tetap kami proses. Berkasnya sekarang sudah di kejaksaan, tinggal nunggu sidang. Sedangkan ke-3 tersangkanya tidak kami tahan atas beberapa pertimbangan. Lagi pula kami yakin, pelaku tak mungkin lari,” papar Puguh. (jos/yoe)

KOTA- Kegiatan DPRD Bangkalan di awal tahun 2013, diwarnai dengan kegagalan. Sedianya DPRD Bangkalan dan beberapa perwakilan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jumat (4/1) kemarin, melaksanakan agenda rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Bangkalan. Sesuai jadwal, agenda tersebut seharusnya dimulai pukul 9 pagi dan akan dilaksanakan hingga hari ini (5/1). Akan tetapi, hingga pukul 11 siang kemarin, tak seorangpun perwakilan eksekutif (Pemkab Bangkalan, red) hadir di ruang rapat DPRD yang telah dipersiapkan untuk agenda tersebut. Hanya beberapa anggota legislatif DPRD Bangkalan yang tampak hadir di ruangan itu. Karena yang ditunggutunggu tak kunjung datang, sampai tengah hari, maka rapat Bamus tersebut akhirnya diskors hingga waktu yang tak ditentukan. Munawwar Cholil, Wakil Ketua DPRD Bangkalan yang hadir untuk memimpin rapat Bamus tersebut, mengaku kecewa dengan ketidakhadiran perwakilan eksekutif. Menurutnya hingga siang kemarin tidak ada penjelasan terkait ketidakhadiran perwakilan pemkab tersebut.

KM/AGUS JOSIANDI

TAK ADA KEJELASAN: Ruang rapat Bamus DPRD Bangkalan yang kosong kemarin siang (3/1). Sedianya rapat itu dilaksanakan selama 2 hari sejak kemarin.

Padahal, undangan acara sudah dikirim ke kepala daerah (Bupati), beberapa waktu sebelumnya. “Hingga siang ini tidak ada keterangan terkait ketidakhadiran pihak pemda (Pemkab Bangkalan, red) mas, tadi kami sudah

coba menghubungi ke bagian sekda tapi tidak ada respon,” papar Munawwar, dengan mimik wajah kecewa. Dalam kesempatan tersebut Munawwar juga menjelaskan, agenda rapat Bamus kali ini adalah dalam

Pencurian, Judi, dan Narkoba Dominasi PN

LINGKUNGAN HIDUP Pohon-pohon Tua Ancam Warga SOCAH-Pohon-pohon tua yang batangnya sudah lapuk, banyak betebaran di sekitar instalasi jaringan listrik, wilayah Kecamatan Socah. Hal itu membuat gusar sejumlah warga. Sebab, di musim penghujan seperti saat ini, seluruh wilayah Kabupaten Bangkalan sering diguyur hujan dan dilanda angin kencang. Muncul kekhawatiran pohon-pohon tua itu tumbang akibat tiupan angin, sehingga berisiko mengenai penggu“Saya minta na jalan serta pihak terkait mengakibatkan dapat melakukan pemotongan pada terganggunya ranting pohon, kalau instalasi listrik. perlu pohon yang Oleh karena itu, sudah tua dapat warga Socah ditebang agar tidak berharap, pihak membahayakan.” terkait dapat memangkas SUKIRMAN Warga Keleyan Kec. Socah r a n t i n g - r a n t ing pohon dan menebang pohon yang sudah tua agar tidak menimbulkan bahaya. “Saya minta pihak terkait dapat melakukan pemotongan pada ranting pohon, kalau perlu pohon yang sudah tua dapat ditebang agar tidak membahayakan,” ujar Sukirman, 35 warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah. Selain takut mengganggu instalasi listrik, sejumlah warga juga khawatir pohon tua yang ada di pinggir jalan tersebut dapat roboh sewaktu-waktu jatuh menimpa rumah mereka. Mereka sendiri mengaku tidak berani memotong pohon tersebut karena pohon-pohon tersebut bukan milik mereka. “Saya takut pohon-pohon tua itu jatuh kerumah saya mas, sedang saya tidak berani memotong soalnya bukan milik saya,” lanjut Sukirman. Selama musim hujan ini sedikitnya ada dua kasus pohon tumbang yang terjadi di Bangkalan, satu terjadi di Kecamatan Arosbaya pada 10 November 2012 dan roboh melintang di jalan raya Pacenan, Desa Arosbaya. Kejadian serupa juga terjadi berapa waktu lalu, di Desa Keleyan, Kecamatan Socah. Sebuah pohon tumbang mengakibatkan putusnya jaringan listrik dan telepon. Padah saat itu cuaca cerah dan angin dalam kondisi normal. (fir/yoe) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

rangka sinkronisasi agenda kerja antara DPRD dan Pemkab Bangkalan, selama tahun 2013. “Ini dilakukan guna menentukan jadwal dan rencana kerja selama 1 tahun ke depan,” tutur Munawwar. Selanjutnya dia mengungkapkan, berdasarkan kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, Bupati selaku kepala daerah mendelegasikan kehadirannya dalam rapat itu kepada Sekdakab (Sekretaris Daerah Kabupaten), Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah), dan jajaran lainnya. “Seharusnya pemda bisa menghormati undangan tersebut demi kebaikan kinerja pihaknya dan kami di dprd. Harapan kami Walaupun tidak bisa hadir setidaknya ada pemberitahuan atau setidaknya diwakilkan ke asisten atau staf ahlinya agar ada kejelasan gitu,” gerutu Munawwar. Agenda Bamus yang seharusnya dihadiri 21 anggota DPRD dan 24 perwakilan eksekutif itu, hingga kemarin siang, belum ada kejelasan terkait pelaksanaannya. Menurut Munawwar, jika masih tidak ada kejelasan dari pihak eksekutif, maka rapat penting terkait sinkronisasi agenda kerja DPRD dan Pemkab selama 2013 itu, akan dibatalkan. Selanjutnya diganti dengan rapat ulang Bamus yang akan dilaksanakan sewaktu-waktu nantinya. (jos/yoe)

KM/IST

MENJERIT: Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan, kenaikan TDL tak bakal memberatkan masyarakat. Tapi nyatanya, pengusaha kecil dan menengah, seperti industri rumahan mebel ini, banyak yang merasa tercekik.

Masyarakat Industri Kecil dan Menengah Resah KAMAL-Sebagaimana diungkapkan Jero Wacik, dalam dialognya di salah satu televisi swasta nasional, Jumat (4/1) pagi, dalam kurun waktu waktu 2013, TDL untuk pengguna daya 1.300 watt ke atas, akan mengalami kenaikan sebanyak 4 kali, hingga mencapai 15 persen dari TDL semula. Dengan demikian berarti, sepanjang tahun 2013, setiap 3 bulan sekali TDL untuk pengguna listrik berdaya 1.300 watt ke atas akan mengalami kenaikan. Jika dirata-rata, setiap 3 bulan kenaikannya adalah 3,75 persen dari TDL semula. Meski menurut Jero Wacik, dalam dialog tersebut, tidak akan memberatkan masyarakat, toh banyak juga yang resah. Terutama dari kalangan pengusaha kecil dan menengah. Salah satunya adalah Rosyid, pengusaha mebel rumahan di daerah Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Rosyid mengaku, setiap hari menggunakan listrik dengan daya cukup besar untuk operasional beberapa peralatan usahanya. Dia tergolong pengguna listrik berdaya 1.300 ke atas. Karenanya Rosyid mengaku pasrah atas kenaikan TDL itu. Kendati merasa berat, dan cukup merugikan baginya, namun Rossyid menyatakan, tak mampu berbuat banyak

Kalau kenaikan yang terjadi semata-mata pada listrik gak masalah mas. Tapi mas tahu sendiri lah, listrik (TDL, red) belum naik harga barang sudah mahal. Yang jelas dengan kenaikan listrik beberapa barang lain juga akan naik (harga) nantinya. Otomatis karyawan kami juga harus kami naikkan gajinya.” ROSYID Pengusaha mebel rumahan Bangkalan.

atas kenaikan TDL tersebut. “Ya mau gimana lagi mas, pasrah ajalah. Tapi ini jelas merugikan bagi kami pengusaha kecil,” ujarnya dengan nada tak bersemangat. “Kalau kenaikan yang terjadi semata-mata pada listrik gak masalah mas. Tapi mas tahu sendiri lah, listrik (TDL, red) belum naik harga barang sudah mahal. Yang jelas dengan kenaikan listrik beberapa barang lain juga akan naik (harga) nantinya. Otomatis karyawan kami juga harus kami naikkan gajinya,” papar Rosyid. Hal senada juga diungkap-

kan anggota Komisi C DPRD Bangkalan. Mahmudi, anggota dewan yang menangani bidang ekonomi dan pembangunan ini mengaku kecewa atas keputusan pemerintah menaikkan TDL. Menurutnya masyarakat masih belum siap menghadapi kenaikan itu. “Saya turut mengecam kenaikan TDL ini. Menurut saya masyarakat belum siap menghadapi inflasi akibat kenaikan TDL itu,” tandasnya. “Selama ini keputusan kenaikan selalu didasari data ekonomi makro nasional, tapi tidak pernah mengacu pada kondisi sosial ekonomi masyarakat yang mayoritas tergolong ekonomi menengah ke bawah,” imbuh Mahmudi. Kendati kenaikan tidak berlaku bagi pengguna daya 450 dan 900 watt, Mahmudi berharap PLN tidak menutup pemasangan baru atas 2 jenis daya tersebut. “Saya harap PLN bisa bijak ya, jangan karena kenaikan ini terus seperti yang lalu dia (PLN, red) gak mau lagi melayani pemasangan daya 450 dan 900 watt,” ungkapnya. Atas kondisi tersebut, tegas Mahmudi lebih lanjut, pihak DPRD Bangkalan mengaku angkat tangan. Menurutnya semua keputusan ini adalah wewenang Pemerintah Pusat dan DPR RI. (jos/yoe)

KOTA-Selama tahun 2012 penjara, dan 72 lainnya dihulalu, Pengadilan Negeri kum antara 1 sampai dengan (PN) Bangkalan sedikit- 5 tahun penjara. Sedangkan nya menerima 225 perkara. 12 terdakwa diputus dengan Berdasarkan jumlah terse- hukuman 5-10 tahun penbut, 220 perkara diputus, jara. Dan 2 lainnya divonis sedangkan 5 di antaranya di atas 10 tahun bui. dibebaskan. Sementara, kasus tilang Dari sekian banyak perkara lalu-lintas selama 2012 itu, jumlah terdakwa yang adalah 5.411 kasus. Di mana diputus sebanyak 283 orang. dari sekian tindak pelanggaDi mana di antaranya adalah ran tersebut diperoleh sanksi 264 orang pria dewasa, 3 denda senilai Rp 247.577.000. lainnya peremSedangkan untuk puan dewasa, dan denda berdasarkan 16 terdakwa lain putusan pidana bimasih tergolong asa totalnya terSebagian besar di bawah umur. catat sebesar Rp memang memilih Yang cukup 24.978.000.000, subsider kurungan mencengangkan hanya dari 35 penjara mas, jadi 8 terdakwa adalah denda yang terbayar perkara. P N S ( P e g a w a i lebih rendah dari nilai Namun demikiNegeri Sipil) aktif. an, menurut Uriptersebut.” Sedangkan 14 di no, Panitera Muda URIPNO antaranya masih Hukum PN Bangtercatat sebagai Panitera Muda Hukum kalan – kendati PN Bangkalan mahasiswa. Adatidak menyebutpun kasus yang kan secara pasti menyeret para jumlahnya – para terdakwa tersebut pering- terpidana lebih memilih kat tertinggi adalah kasus subsider kurungan penjara pencurian, sebanyak 64 ter- ketimbang membayar denda dakwa. tersebut. Di peringkat kedua 56 “Sebagian besar memang terdakwa terjerat kasus per- memilih subsider kurungan judian, disusul berikutnya penjara mas, jadi denda yang adalah narkoba sebanyak terbayar lebih rendah dari 44 terdakwa, dan terakhir nilai tersebut,” jelas Uripno. adalah penganiayaan 25 Muhammad istiadi, Wakil terdakwa. Lalu-lalu, kepe- Ketua PN Bangkalan bermilikan senjata tajam dan harap, pada tahun 2013 jumsenjata api tanpa izin meli- lah perkara bisa lebih renbatkan 28 terdakwa. dah. Sebab menurutnya, jika Dari sejumlah kasus terse- hal itu terjadi, maka kondisi but, 4 di antaranya hanya di- Bangkalan pada 2013 nanti jatuhi hukuman percobaan. boleh dibilang lebih kondusif Kemudian, 197 terdakwa dibanding tahun sebelumdivonis di bawah 1 tahun nya. (jos/yoe)

SABTU

3

5 Januari 2013

KM/WWW.PANORAMIO.COM

KM/RRI.CO.ID

SETORAN MINIM: Suasana salah satu sudut Pantai Camplong, tempo doeloe (foto kiri) dan saat Lebaran Idul Fitri tahun lalu. Tak heran bila Pemkab Sampang memutus kontrak dengan PT Surabaya Inn Bestari, pengelola pantai ini, karena setorannya cuma Rp 3,5 juta-5 juta per bulan.

Pemkab Tolak Retribusi Hotel Camplong Tiap Bulan Konsinyasi Rp 3,5 juta-5 juta Lewat PN KOTA-Bergulirnya gugatan demi gugatan yang dilayangkan PT Surabaya Inn Bestari terhadap Pemkab Sampang, membuat hubungan antara kedua belah pihak makin meruncing. Berkaitan dengan masalah itu, Pemkab Sampang dengan tegas menolak setoran retribusi hasil dari pengelolaan Hotel Wisata Camplong (HWC), yang selama ini

dikerjakan oleh PT Surabaya Inn. Sebelumnya, Pemkab Sampang lebih dulu menghentikan secara sepihak, kontrak kerja dengan PT Surabaya Inn atas pengelolaan HWC. Akibatnya, PT Surabaya Inn pun melayangkan gugatan hukum. Karena setorannya ditolak Pemkab Sampang, maka PT Surabaya Inn menempuh langkah konsinyasi melalui Pengadilan Negeri (PN) Sampang. Langkah konsinyasi itu telah dilakukan sejak September 2012 lalu. Dengan langkah tersebut,

PT Surabaya Inn menitipkan uang setorannya pada PN Sampang. Sementara, hingga kini Pemerintah Kabupaten Sampang tidak mendapat hasil apapun dari pengelolaan HWC, karena menolak setoran. Berdasarkan pasal 1404 KUH Perdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata), konsinyasi sendiri berarti, manakala pihak berpiutang menolak pembayaran dari pihak pengutang, maka pihak pengutang dapat melakukan pembayaran tunai utangnya dengan cara menitipkannya pada kas

kepaniteraan Pengadilan Negeri. Menurut Maftum, Kabid Pariwisata Disbudparpora Sampang, mulai September 2012, Pemkab Sampang tidak menerima hasil pendapatan retribusi Hotel Wisata Camplong, karena uangnya masih dalam status dititipkan di PN Sampang. “Hasil retribusi Hotel Wisata Camplong masih konsinyasi dengan Pengadilan Negeri Sampang karena proses hukumnya belum selesai,” katanya kepada Kabar Madura, Jumat (4/1). Proses hukum atas sengke-

ta antara Pemkab Sampang dan PT Surabaya Inn sendiri sudah berlangsung sebanyak 3 kali. Yang pertama dilakukan gugatan perdata terhadap Pemkab Sampang terkait diterbitkannya surat pemberhentian kontrak pengelolaan HWC. Perkara gugatan perdata itu dimenangkan PT Surabaya Inn Bestari. Proses hukum berikutnya, dilanjutkan melalui PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Surabaya. Hasilnya, lagi-lagi PT Surabaya Inn memenangi perkara. Amar putusan majelis hakim di

Tanah Longsor Masih Jadi Ancaman Serius

BPBD Provinsi Jawa Timur atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana. “Selain tanah longsor, bencana alam yang rawan terjadi di Kabupaten Sampang adalah banjir dan kebakaran. Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007, pihak yang paling bertanggungjawab dalam penanggulangan bencana di daerah adalah para kepala daerah,” kata Rasyid. “Kewenanganan (Pemerintah) Pusat, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan di daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Maka dari itu, pemerintah pusat dan daerah diharuskan menyediakan dana untuk penanggulangan bencana melalui dana dari DIPA/APBN/APBD,” imbuhnya. Pihak BPBD Kabupaten Sampang sendiri akan membangun kapasitas masyarakat yang tangguh terhadap ancaman bencana, bisa beradaptasi saat terjadi bencana, dan segera pulih pasca bencana jauh lebih penting. (fan/yoe) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Surabaya Inn mengambil langkah konsinyasi supaya tidak dianggap melakukan wanprestasi (ingkar) terhadap kesepakatan kontrak dengan Pemkab Sampang. Adapun besaran konsinyasinya adalah Rp 3,5 juta-5 juta per bulan. Ditambahkanya retribusi ini tetap dititipkan di PN Sampang selama pihak Pemkab Sampang masih menolak. “Soal penyerahan kepada pemkab, ada prosesnya dengan melakukan pemberitahuan. Kalau tetap menolak ya tetap dititipkan di PN,” tandasnya. (waw/yoe)

Hutan Mangrove di Pesisir Kian Rusak

BENCANA ALAM

KOTA-Di musim penghujan pada tahun ini, ancaman bencana alam seperti tanah longsor masih menjadi masalah serius, di Kabupaten Sampang. Bencana alam yang terjadi selama tahun 2012, didominasi tanah longsor, sekalipun tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Fathor Rasyid menjelaskan, bencana tanah longsor selama tahun 2012 mengalami peningkatan dibading tahun 2011 lalu. Dimana pada tahun 2012, tercatat sebanyak 26 kejadian. Sementara di tahun 2011, hanya 14 kejadian. Dikatakannya bencana tanah longsor didominasi wilayah utara seperti di Kecamatan Robatal Tambelangan dan Kedungdung. “Wilayah yang rawan longSelain tanah longsor pada umumnya sor, bencana alam berada di pinggir yang rawan terjadi jalan, longsor terdi Kabupaten Samjadi karena tanah pang adalah banjir mulai terkikis air hujan,” ujarnya ke- dan kebakaran. Berpada Kabar Madu- dasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007, ra, kemarin (4/1). Lebih lanjut pihak yang paling Fathor Rasyid bertanggungjawab mengatakan, pidalam penangguhaknya sudah langan bencana di melakukan survei daerah adalah para terhadap sejumkepala daerah.” lah rumah yang ambruk karena FATHOR RASYID tanah longsor, Kasi Kesiapsiagaan untuk mendapatdan Pencegahan kan bantuan dana BPBD Kabupaten rehabilatasi dan Sampang rekonstruksi dari

PTUN menyatakan, Pemkab Sampang diwajibkan mencabut surat pemberhentian kontrak tersebut Namun proses hukum itu belum berakhir. PT Surabaya Inn masih melanjutkan gugatannya, tapi pihak tergugat kali ini adalah Bupati Sampang Noer Tjahja secara pribadi. Karena, selaku pimpinan pihak tergugat sebelumnya (Pemkab Sampang), Noer Tjahja ternyata tak melaksanakan amar putusan majelis hakim PTUN Surabaya tersebut. Humas PN Sampang, Shihabbuddin menjelaskan, PT

KM/FANDRI ARDIANSYAH

KHIDMAT: Puncak acara peringatan HAB Kemenag ke-67 di Sampang, ditandai dengan upacara bendera, dan ditutup dengan tasyakuran. Para kiai dan ulama serta pejabat teras, hadir dalam acara itu.

Tasyakuran, Puncak HAB Kemenag Ke-67 KOTA-Bertempat di halaman Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Sampang, Kamis (3/1) puncak acara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag Ke-67 digelar. Sengatan matahari pagi tidak mematahkan semangat ratusan pegawai yang berasal dari satuan kerja di jajaran Kemenag Kabupaten Sampang untuk mengikuti upacara bendera. Pada upacara HAB Kemenag Ke-67 ini, seluruh pegawai menggunakan pakaian KORPRI lengkap. Pembina upacara pada HAB Kemenag ke-67 ini adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang, Achmad Mudjali. Dalam pidatonya, dia membacakan naskah sambutan Menteri Agama RI yang bertema Meningkatkan Kinerja Kementerian Agama dengan Profesionalitas dan Integritas. Salah satu pesan penting yang disampaikannya dalam sambutan itu, adalah: “Profesionalitas tanpa integritas akan membawa kerugian dan kehancuran, sedangkan integritas tanpa pro-

fesionalitas akan menyebabkan kita jalan di tempat.” Lebih lanjut Mudjali menambahkan, kata kunci peningkatan kinerja Kementerian Agama. Hal itu bersumber dari kaidah dalam agama yang menyatakan, apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. “Oleh karena itu, pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu agenda penting dalam reformasi birokrasi Kementerian Agama, khususnya di Kabuapten Sampang,” tutur Achmad Mudjali. Setelah melakukan upacara tersebut Kemenag Sampang menggelar tasyakuran. Bertempat di halaman depan kantor Kementerian Agama Sampang, acara tasyakuran dalam rangka memperingati HAB Kementerian Agama ke-67 berjalan lancar dan khidmat. Di bagian lain Achmad Mudjalli menjelaskan, acara tasyakuran itu diikuti sekitar 750 pegawai Kemenag Sampang,

para kiai, dan sejumlah ulama di Kabupaten Sampang. Pihaknya berharap di HAB Kementerian Agama ke-67 itu, Kementerian Agama bisa menjaga kerukunan antar umat beragama, dan pelayanan haji di tahun 2013 semakin baik. “Sebelum tasyakuran hari puncak ini diawali dengan upacara bendera di halaman MAN Sampang sekaligus pemberian hadiah kepada pemenang sejumlah yang digelar Kemenag Sampang. Salah satunya lomba drum band,” ujarnya. Lanjut Achmad Mudjali dalam sambutan acara tasyakuran mengatakan, “syukur Alhamdulillah peserta didik dan lembaga dalam naungan Kemenag Sampang berpotensi mengikuti lomba mata pelajaran di tingkat MI, MTS, dan MA dapat membanggakan serta mengharumkan nama Sampang. Suatu misal MI Sokobanah mengikuti acara maple di tingkat internasional dikirim ke Beijing, Cina, dan mendapatkan medali perunggu,” pungkasnya. (fan/yoe/adv)

CAMPLONG-Banyaknya penambang pasir, kavling rumah, serta tumpukan sampah di sekitar pesisir Pantai Camplong, dapat merusak ekosistem tempat berkembang biaknya tanaman mangrove, di sepanjang pesisir pantai tersebut, sehingga menimbulkan ancaman berupa abrasi parah. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sampang Singgih Bektiono mengatakan, tumbuh suburnya pohon mangrove memang ditentukan oleh kondisi alamnya. Namun peran serta masyarakat sekitar pantai, juga sangat dibutuhkan. Sehingga keberadaan tanaman penahan abrasi tersebut tetap tumbuh subur. “Di Pesisir Camplong sendiri, dimanfaatkan oleh warga setempat untuk dijadikan penambangan pasir, sehingga keberlangsungan pertumbuhan mangrove sendiri terhambat,” ujarnya kepada Kabar Madura kemarin (4/1). Lebih lanjut, Singgih mengatakan, “Tumbuh suburnya mangrove kan ditentukan

dengan alam, serta masyarakat sekitar. Dan saat ini di kawasan Camplong masih ada para penambang pasir, sehingga pertumbuhannya tersendat,” katanya bernada pasrah. “Kami sudah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memberhentikan penambangan pasir tersebut, tapi terkendala masalah perut dan nasib mereka mencari nafkah. Jadi para pihak terkait membiarkannya,” ujar Singgih seraya menyiratkan tanda menyerah. Meski begitu pihaknya akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat, mengenai fungsi dari tamanan mangrove sendiri. Karena dengan adanya hutan mangrove secara otomatis pasir di kawasan tersebut akan melimpah. Lebih lanjut Singgih mengimbau, agar masyarakat pesisir Pantai Camplong selalu menjaga keberadaan pohon penahan abrasi itu, serta tidak membuang sampah dan tidak terus menerus melakukan penambangan pasir yang nantinya dapat merusak ekosistem laut. (fan/yoe)

KM/FANDRI ARDIANSYAH

BUAH SIMALAKAMA: Hutan mangrove di Pantai Camplong ini berfungsi sebagai penahan abrasi. Tapi, karena kebutuhan perut, ekosistemnya pun kian lama kian rusak.

4

SABTU

5 Januari 2013

Tagih Pengeboran Air Bersih

GUNUNG BRUKOH Dirazia, Tetap Jadi Favorit Muda-Mudi PAKONG- Kawasan lereng gunung Brukoh sepertinya masih menjadi tempat favorit bagi para muda-mudi berkhalwat. Sekalipun berkali-kali dirazia masyarakat setempat, namun tetap saja ada yang nekat. Pemantauan Kabar Madura menuju puncak Gunung Brukoh yang jalannya menanjak dan penuh dengan tikungan tajam, banyak didapati warga yang datang untuk menikmati pemandangan hamparan sawah membentang bak permadani hijau. Tak hanya warga, di area yang juga terdapat menara pemancar TVRI Pamekasan, juga tampak beberapa pasang muda-mudi lagi asyik berdua-duaan bersenda gurau. Menurut warga setempat kalau sudah musim libur di daerah tersebut banyak pasangan muda-mudi menjadikan tempat tersebut sebagai favorit jujugan mereka. Hal ini karena lokasinya yang cukup berjarak dengan pemukiman penduduk. Karena itulah, tempat tersebut pernah ada kejadian pasangan muda-mudi yang melakukan perbuatan yang diharamkan. Padahal tempat tersebut sering dirazia warga sekitar. “Sudah sering mas, tapi masih saja disini menjadi jujugan favorit sepasang kekasih yang memang sengaja datang untuk memuncahkan kasmarannya, bahkan ada yang dari kota (Pamekasan), dan bahkan Sumenep karena memang secara geografis dekat dengan kabupaten diujung timur pulau garam,” kata salah satu warga setempat yang enggan namanya disebut. “Pernah sampai ada yang mesum dan ditangkap warga, tapi masih saja ke sini dan tidak memberikan efek jera, mereka rata-rata usia SMP dan SMA”, pungkasnya. (KM12/zis)

INFRASTRUKTUR

Warga Desa Banyu Pelle Hanya Dijanjikan

KM/HAIRUL ANAM

KECEWA: Massa yang mengatasnamakan Forum Monitoring Pamekasan Bersatu (FMPB) meluruk Kantor Kejari Pamekasan, kemarin, karena terabaikannya penanganan kasus korupsi miliaran rupiah di Pamekasan.

Didemo Lagi, Kejari Beri Janji PAMEKASAN-Kantor Kejari Pamekasan di Jalan Panglegur didemo massa yang mengatasnamakan dirinya Forum Monitoring Pamekasan Bersatu (FMPB), Kamis lalu. Ini terkait dengan tudingan ketidakseriusan lembaga adhyaksa itu mengusut serius kasus korupsi senilai miliaran rupiah di Kota Gerbang Salam. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pamekasan Achmad Syafei mengatakan kasus korupsi yang menjadi tuntutan pendemo saat ini sedang diproses dan disikapi secara serius. “Dalam waktu dekat, pasti akan terungkap,” ujar Achmad Syafei, kemarin. Namun rupanya komentar tersebut dianggap janji semu belaka. Hasan Basri, koordinator aksi, mengatakan jawaban pihak Kejari tersebut dinilai

terlalu basi. “Tiap kali ada yang protes, pasti jawabannya ‘ditangani dalam waktu dekat’. Selain banci, Kejari juga suka ingkar janji,” ujar Hasan Basri. Dalam aksi massa tersebut, para pendemo diterima oleh Achmd Syafei selaku perwakilan pejabat terkait. Usai berdialog singkat dengan pihak Kejari, akhirnya massa bubar. Sebelum bubar semua, massa aksi masih sempat main foto-fotoan di halaman kantor Kejari. Selain itu, Hasan Basri menegaskan, keseriusan Kejari mengusut kasus korupsi tak juga selaras dengan harapan masyarakat. Kasus lama dan besar karena menelan uang rakyat, kata demonstran ini, tak jua ditangani secara maksimal. “Tidak ada perkembangannya sama sekali. Bahkan, bisa dikatakan mandeg. Kejari hanya

menjadi wadah menampung kasus-kasus korupsi, untuk kemudian didiamkan demi kepentingan diri belaka,” tudingnya. Sekadar diketahui, beberapa kasus korupsi yang merugikan hingga miliaran rupiah, antara lain kasus Roko Citra Logam Mulia dengan kerugian negara Rp 1,9 miliar, kasus Program Listrik Masuk Desa (PLMD) dengan kerugian negara Rp 8,2 miliar, dan kasus bantuan buku Ad hoc dengan kerugian negara 1,9 M yang didalangi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan. “Belum lagi kasus-kasus lainnya yang nyaris seakan lenyap dari permukaan. Karena itu, kami menuntut Kejari untuk secepatnya menuntaskan semua kasus korupsi yang telah lama tersebut. Jangan pandang bulu,” tukasnya. (anm/zis)

PALENGAAN-Meski sudah masuk musim penghujan, namun sebagian warga, khususnya di wilayah Kabupaten Pamekasan, masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Salah satunya warga Desa Banyu Pelle Kec Palengaan. Sampai sekarang, masyarakat harus menunggu hujan turun untuk mendapatkan air dalam keperluan sehari-harinya. Karena untuk mendapatkan air bersih masih sangat kesulitan, sehingga alternatifnya adalah memakai air hujan, itu pun kalau hujan turun. “Sampai sekarang, masyarakat di Desa Banyu Pelle ini masih belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah sehingga masyarakat menggunakan air hujan. Karena memang masih belum ada pasokan air ke sini oleh pihak terkait,” ujar Mohammad Ali, Ketua RT Dusun Pangongangan pada Kabar Madura, Jumat (4/1) kemarin. Ali yang juga kepala dusun berusia 25 tahun tersebut juga menjelaskan, pemerintah setempat sudah mengagendakan pengeboran dan penyaluran air bersih, namun sampai sekarang masih ada yang terlaksana. Sampai sekarang, masyarakat di Dusun Pangongangan Desa Banyu Pelle ketika tidak ada hujan yang mengguyur daerah setempat, warga harus menggunakan yang air yang keruh, yang

tidak layak untuk digunakan dalam kesehariannya “Beberapa kali diagendakan akan diadakan pengeboran air bersih oleh pemerintah, akan tetapi hingga tahun 2013 ini, tidak ada satupun pengeboran yang terlaksana. Pemerintah hanya melontarkan janji belaka tanpa ada realisasi. Bahkan agenda pengeboran sudah bergulir sejak tahun 2009 silam,” tukas Mohammad Ali. Pengiriman air bersih dari pihak terkait sebenarnya sudah pernah terjadi, namun tidak sesuai dengan jadwal. Jadwalnya akan dikirim dalam satu minggu sekali. Namun pengiriman sering kali tersendat dan tidak secara rutin. “Memang ada pengiriman dari pemerintah untuk air bersih, akan tetapi tidak sesuai jawal yaitu tiap satu minggu sekali, tepatnya setiap hari Rabu. Akan tetapi sering molor, bahkan sampai lebih dari setengah bulan tidak dikirim,” ujar Bahlil, salah satu warga Dusun Pangongangan. Kalau di musim tembakau, menurut pengakuan Bahlil, yang merupakan petani tembakau, dirinya dan warga sekitar harus membeli air untuk menyirami tembakaunya. Karena memang tidak ada pilihan lain selain membeli. “Kalau musim tanam tembakau, saya dan warga lainnya yang berprofesi sebagai petani tembakau, harus membeli air untuk menyirami tembakau kami. Kami membeli seharga Rp 60 ribu dalam satu pikap,” katanya. (ong/zis)

KM/ANWAR NURIS

MENGELUPAS : Ruas jalan di daerah pegunungan masuk wilayah Desa Bangsereh penuhi lubang dan aspalnya mengelupas tergerus air.

Ruas Jalan Desa Bangsereh Rusak BATUMARMAR-Jalan lintas Pegantenan-Batumarmar tepatnya di ruas perbukitan desa Bangsereh Kecamatan Batu Marmar kondisi badan jalan tampak mengelupas bahkan berlubang. Sehingga kondisi ini membuat pengguna jalan yang melintas daerah tersebut harus ekstra hati-hati apalagi pada musim hujan seperti saat sekarang ini. Pantauan di lapangan, lebih parah lagi ketika sampai di atas tanjakan jalan berkelok terdapat lubang besar di badan jalan yang menyebabkan pengguna jalan aga terkejut karena tanjakannya agak tinggi. Hasan, warga sekitar, menuturkan, jalan tersebut sudah lama sekitar 1 bulan lalu kondisi berlubang dan mengelupas karena selalu tergerus air yang mengalir dari puncak gunung apalagi sekarang musim hujan. “Parahnya lagi sampai saat ini belum diperbaiki, padahal banyak pengendara motor yang melintas di sini,” pungkasnya. Perlu diketahui jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Pegantenan- Batu Marmar sampai pantai utara. Sehingga banyak pengendara motor yang melalui jalan tersebut. (KM12/zis)

PERTANIAN Salah Obat, Padi Rusak KADUR-Pengalaman Moh. Toha, salah satu petani di Desa Kertagena Daya Kec Kadur, bisa jadi pelajaran bagi petani lainnya. Lahan tanaman padi yang masih berumur setengah bulan, sebanyak lima petak harus direlakan rusak dan kering sehingga berakibat gagal panen. Tentu saja, akibatnya petani 45 tahun tersebut mengalami kerugian yang tidak sedikit, karena dirinya sudah mengeluarkan modal banyak untuk melakukan penanaman padi di musim penghujan ini. Kerugian tersebut mencapai Rp 3 juta rupiah. “Yang jelas mengalami kerugian pak, karena untuk melakukan pekerjaan pertanian ini harus keluar uang, termasuk untuk membeli pupuk untuk menyuburkan tanaman saya. Sudah beberapa yang sudah saya keluarkan untuk tanaman saya, tapi sekarang malah rusak,” ujar Moh. Toha, petani yang mengalami kerugian akibat tanaman padinya rusak.(ong/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Demi Utang dan Ijazah, Dagang Baju Sepi, Pilih Jadi Nekat Bobol Toko Lutfi, Perajin Batik Desa Toronan

Pengusaha Batik

KREATIF: Salah satu perajin batik sedang mendesain motif di atas kain polos.

KOTA-Warga Jl Diponegoro digegerkan oleh pembobolan sebuah galeri yang berada di depan Pasar Sore, sekitar pukul 02.30 WIB, Jumat (4/1). Beruntung pelakunya berhasil ditangkap dan diserahkan masyarakat kepada polisi. Tersangka pelaku pembobol toko milik Asmuni, berinisial AI, berusia 19 tahun, warga Jl Pintu Gerbang Gg IX, Kelurahan Bugih. “Pelaku sempat ketemu dengan satpam Pasar Sore, saat ditanya oleh satpam, AI mau numpang menginap karena baru datang perjalanan jauh. Satpam pun sempat menegurnya agar tidak menginap di tempat tersebut, akan tetapi tidak direspon oleh AI,” cerita Rasyidi, salah satu warga yang mendatangi tempat kejadian sekitar jam 3.30 tadi pagi. Dosen di salah satu perguruan tinggi di Pamekasan ini juga menuturkan, pelakunya tidak hanya satu orang melainkan ada tiga orang, sedangkan duanya berhasil melarikan diri melalui belakang lokasi kejadian. Namun nasib sial menimpa AI

terbaik, saya memilih bahan (kain-red) yang bagus, tahap pertama kain dierndam ke minyak buah jarak gunanya untuk melenturkan kain dan warna batik tidak cepat pudar dan luntur, selama 5 sampai 7 hari, setelah itu dikeringkan dulu, setelah kering baru didesain motif, ditutup dengan malam, baru dicelup ke dalam air mendidih, dikasih obat baru dilakukan pewarnaan, lalu ditutup dengan malam lagi, setelah itu dicelup lagi ke dalam air mendidih, dikasih warna lagi” tuturnya. Tak hanya menjadi perajinbatik, pria berusia 40 tahun ini juga memasarkan sendiri batik buatannya pada pedagang. Tak hanya itu ada juga yang pesan

MENYESAL: Beberapa barang bukti dan pelaku pembobolan sebuah toko di Jl Diponegoro

Kerajinan batik di kota gerbang salam telah mentradisi secara turun temurun sejak puluhan tahun silam. Sampai kini pun kerajinan tetap terjaga kelestariannya. Ini juga karena upaya yang dilakukan generasi penerus di tengah arus budaya global yang siap mengubur budaya warisan leluhur itu. ANWAR NURIS, Kota Di ujung utara Kecamatan Kota tepatnya di dusun Selatan, Desa Toronan kerajinan batik tulis masih terjaga kelestariannya. Berkat campur tangan generasi penerus, salah satunya adalah Lutfi. “Saya menggeluti usaha kerajinan batik tulis ini sudah dua tahun terakhir ini, sebelum itu saya dagang baju di pasar karena pembeli sepi, maka saya menggeluti kerajianan batik tulis ini,” ujar Lutfi saat ditemui di rumahnya, Jumat (4/1) kemarin. Bagi Lutfi, bukan berarti ia baru tahu tentang kerajinan batik tulis ini. “Saya sebenarnya sudah tahu mengrajin batik sejak saya di bangku sekolah dengan diajari orang tua saya dan kakek, masih usia SMP, bahkan jika ada tetangga bertandang diajari membatik, saling mengajar ”, kisah pria berusia 40 tahun ini. Pria berperawakan gemuk itu, menambahkan bahkan beberapa bulan lalu ada siswa SMK Al-Faqih mengadakan pelatihan membatik di rumahnya. Meski ‘baru’ 2 tahun, namun kemampuan Lutfi menjelaskan proses pembuatan batik seolah ia sudah berpengalaman selama bertahun-tahun. “Untuk mendapat batik kualitas

KM/ANWAR NURIS

ke Lutfi dengan harga untuk kualitas sedang Rp 135.000- Rp 150.000/potong, untuk kualitas terbaik Rp 200 ribu/potong. Salah satu perajin batik di Desa Toronan itu mengaku memiliki pekerja 4 orang yang masih tetangganya sendiri dalam seminggu bisa menghasilkan 20 potong batik yang siap dipasarkan, dan mendesain sendiri motif batiknya dengan idenya sendiri. Kadang motifnya mendapat ide dari motif baju istrinya dan lihat motif baju para artis sinetron, jadi tak heran jika motif batiknya itu banyak ditiru perajin di desa tersebut sehingga banyak disukai. “Ya mengikuti trend lah”, kelakarnya.(zis)

yang ditangkap oleh warga. Beruntung ia tidak sampai dihakimi oleh warga. Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman, melalui Kasat Reskrim AKP Nur Amin yang didampingi oleh Kanit I, Ipda J. Tirto A, membenarkan insiden pembobolan sebuah toko tersebut. AKP Nur Amin menjelaskan, AI melakukan pembobolan tersebut kerena dilatar belakangi oleh utang dan harus menebus ijazahnya yang ditahan di sebuah super market di Surabaya, tempat AI bekerja dulu. Akan tetapi AI harus mengeluarkan uang sebesar Rp 500 ribu untuk mendapatkan ijazahnya dari tempatnya bekerja dulu. Sedangkan kerugian toko dari pembobolan tersebut, yaitu kurang lebih Rp 4-18 juta. Namum pihak korban yang masih berusia 45, warga panglegur tersebut ada rencana untuk mencabut laporannya. “Dari pihak korban, yaitu pemilik toko ada rencana ingin mencabut laporannya karena barabarangnya AI masih utuh,” katanya. (ong/zis)

KM/FATHOR RAHMAN

SABTU

5

5 Januari 2013

Proyek Plengsengan Jalan Diduga Tak Sesuai RAP DPRD Minta Eksekutif Turun Tangan KOTA- Rusaknya plengesengan jalan di Desa Nyapar, Dasuk, mengundang perhatian serius DPRD Sumenep. Berdasarkan keterangan warga setempat, bangunan plengsengan yang berada di pinggir jalan tersebut belum berumur satu tahun, namun tingkat kerusakannya sudah sangat parah. Pantauan Kabar Madura di lapangan, plengsengan sepanjang 300 meter, yang terletak di sebelah utaranya SDN I Nyapar, No. 03. Dasuk, rusak di lebih dari satu tempat. Di sepanjang Plengsengan, kerusakan yang terjadi lebih dari tiga 3 titik. Rusaknya pembangunan itu terus menjadi pembicaraan masyrakat sekitar di warungwarung kopi terdekat. Menanggapi hal itu, Moh. Husin, salah satu anggota komisi C DPRD Sumenep, mengaku prihatin dn berharap kepada dinas terkait agar segera turun ke lapangan dan memperbaiki plengsengan yang rusak dan merugikan warga. ”Saya harap, dinas yang bersangkutan segera turun lapangan.” Katanya. Husin mengimbau jika dalam pembuatan plengsengan tersebut hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan proyek, dinas terkait tidak harus menurunkan uang pembangunan proyek meski pekerjaannya sudah selesai. ”Kalau pekerjaannya tidak bagus, saya rasa gak usah diturunkan dananya,” jelasnya. Makhtub Sarib, salah seorang anggota LSM di Sumenep menilai pelaksanaan

pembangunan tersbut di duga tidak sesuai dengan RAP yang ada. Ia menduga pembangunan proyek plengsengan jalan di Nyapar terjadi penyelewengan yang cukup besar. Dampaknya adalah pada buruknya kualitas pembangunan proyek plengsengan tersebut. ”Buktinya kan, umurnya tidak sampai satu tahun.” katanya. Dugaan tersebut kemudian diperkuat oleh pernyataan Amin, warga Desa Nyapar. Dia menuturkan sejak awal dirinya sudah melakukan komplain terhadap pekerja proyek sekitar 3 bulan yang lalu. Waktu itu, pembangunan plengsengan dinilai terlalu irit campuran semen. ”Tapi mereka tidak menghiraukan,” katanya. Selain itu, Amin juga mengatakan kerusakan tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi. Pada bulan-bulan sebelumnya sudah terjadi kerusakan terhadap plengsengan tersebut. ”Cuma kerusakannya tidak sampai separah seperti sekarang ini.” Tambahnya. Dikonfirmasi tentang ini, Kadis PU Bina Marga dan PU pengairan sama-sama tidak mengetahui apakah proyek tersebut berada di bawah tanggung jawabnya atau tidak. Di lokasi pekerjaan proyek, papan nama yang bisa memberikan keterangan kepada warga setempat juga tidak terlihat sejak proses pembangunan proyek itu dianggap selesai. Terpisah Kepala Dinas Pengairan, Edi Rasiadi, mengaku akan turun langsung ke lapangan mengecek keberadaan proyek.”Seandainya benar itu proyek pengairan, kami akan segera memperbaikinya.” pungkas Edi. (aqu/zis)

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

RUSAK PARAH: Plengsengan jalan di Desa Nyapar, Dasuk dikeluhkan warga sekitar karena bangunannya berusia setahun.

Data Wilayah Rawan Air Tak Akurat

BUDAYA Generasi Muda Buta Sejarah Daerah KOTA- Pantauan aktivis PMII Sumenep tentang minimnya literatur-literatur sejarah Kabupaten Sumenep mendapat tanggapan serius dari berbagai kalangan. Sesuai dengan hasil pantauan para aktivis tersebut, di beberapa perpustakaan sekolah, sangat sulit menemukan satu buku yang berbicara tentang khazanah kebudayaan Sumenep. Ketua Cabang PMII Sumenep, Satnawi mengatakan sesuai dengan hasil kajian bulanan, di beberapa tempat, literatur yang menjelaskan tentang sejarah Sumenep sulit ditemukan. Bahkan, dia mengaku di Perpustakaan Daerah pun sangat sulit. ”Itu kami sadari ketika saat mau mengkaji tentang sejarah kebudayaan Sumenep,” ungkapnya. Sulitnya literatur tentang Sumenep, tambah Satnawi, berdampak pada minimnya pengetahuan generasi muda Sumenep terhadap sejarah leluhurnya. Apalagi dalam pendidikan formal, materi tentang sejarah lokal tidak diajarkan di sekolahsekolah. ”Saya bahkan haqqul yaqin, para pelajar buta terhadap sejarah daerahnya sendiri,” tandasnya. Minimnya literatur tentang sejarah kebudayaan Sumenep dinilai sebagai bentuk ketidakbecusan pihak pemerintah dalam menyelamatkan aset bersejarah. Kata Satnawi, memang selama ini pemerintah daerah kurang serius dan sangat lemah dalam hal dokumentasi sejarah. ”Itu yang membuat generasi muda tanpa sadar meninggalkan tradisitradisi daerah tanpa mereka sadari,” tambahnya. Di tempat terpisah, M. Ali Humadi, Ketua SC Kongres Kebudayaan Madura II mengaku terbatasnya literatur tentang sejarah lokal itu tidak saja terjadi di Sumenep, tetapi di daerah Madura secara keseluruhan. Krisis literatur tentang tersebut memang sempat menjadi pembahasan dalam kongres. ”Khusus untuk di Sumenep, saya melihat dokumentasi sejarah sumenep memang perlu ditingkatkan,” jelasnya. (aqu/zis)

ULAT GANTUNG Tak Bahayakan Kesehatan BLUTO-Munculnya ulat gantung menjadi kekhwatiran tersendiri bagi masyarakat pedesaan, umumnya ulat yang menggantung di pepohonan khusunya pohon jati dan mempunyai tubuh warna hitam ditengarai bisa menimbulkan penyakit semacam gatal-gatal dan lain sebagainya. Seperti diungkapkan H Thayyib, warga Desa Guluk Manjung Kecamatan Bluto beberapa waktu lalu yang menuturkan masyarakat enggan menyentuh ulat-ulat tersebut lantaran takut terkenan penyakit. Mengenai fenomena ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep tidak memberikan keterangan dengan alasan belum adanya laporan masuk ke Dinkes. Namun menurut Hendrianto, Kasi Evaluasi & Pelaporan RSUD Dr. Moh. Anwar Sumenep, umumnya ulat-ulat yang muncul tersebut kalau hanya sekadar disentuh tidak berpengaruh terhadap kesehatan, tidak menyebabkan gatal-gatal ataupun penyakit lain. “ Setahu saya ulat-ulat yang muncul di beberapa daerah dan umumnya berada di pohon jati tersebut tidak mengandung efek terhadap kesehatan, jadi masyarakat tidak perlu khwatir kalau hanya sekadar mau menyingkirkan kalau misalnya mengganggu jalan,” pungkasnya. (KM13/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/DOK.

MEROSOT: Sejumlah warga menawarkan jasa kepada pengunjung di pantai Salopeng. Pengunjung wisata Pantai Salopeng terus menurun. Hal ini ditengarai makinbanyak obyek wisata di Sumenep.

Obyek Wisata Kian Bersaing, Pantai Slopeng Makin Sepi

KOTA- Menjamurnya tempat wisata di wilayah Sumenep ternyata tidak menjadi angin segar bagi pengelola pantai Slopeng. Sejak adanya tempattempat wisata baru, pengunjung pantai Slopeng tampaknya semakin sepi. Bahkan, dari tahun ke tahun jumlah pengunjung terus merosot. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pantai Slopeng, Kamaruddin, mengakui sejak kemunculan tempat wisatawisata baru, pengunjung pantai Slopeng turun drastis. ”Tapi kami tetap akan berusaha dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bisa menarik perhatian masyarakat dalam tiap bulannya,” ujar Kamaruddin, Jumat (4/1). Kamaruddin menambahkan,

hadirnya tempat wisata baru seperti tempat pemandian anak-anak di Kasengan, kolam renang, dan pantai-pantai baru di Sumenep yang mulai banyak di kunjungi oleh orang menjadi salah faktor merosotnya jumlah pengunjung di pantai tersebut. Dia mengaku persaingan industri wisata ke depan semakin ketat. ”Kalau dulu kan yang lain belum ada. Bahkan Lombang pun tidak mengadakan,” tandasnya. Dalam momen-momen hari besar ataupun hari libur, wisata pantai memang bukan hanya pantai di Sumenep bukan hanya Slopeng dan Lombang semata. Di wilayah Sumenep bagian timur, terdapat dua pantai yang juga mulai dikunjungi orang, yakni Pantai Badur, Tang-Bhetang, dan Pantai Totale, Lapa Laok Dung-

kek. Dua tempat wisata ini menjadi alternatif bagi wisatawan. Selain itu, di wilayah Kecamatan Ambunten, juga terdapat tambahan objek wisata selain. Pantai Ambunten yang terletak di sebelah barat pasar, menjadi objek wisatawan dadakan. Selain itu, Pantai Taneros, dengan keindahan bukit pasir, di Desa Beluk Ares juga sering di kunjungi orang. Bahkan dalam momen-momen tertentu seringkali mengadakan kegiatan-kegiatan yang meriah. Moh. Saleh, salah satu warga Beluk Ares, mengaku Pantai Taneros di desanya tak pernah sepi dari pengunjung. ”Cuma memang tidak ada yang merawat. Coba kalau ada yang merawatnya mungkin bisa lebih ramai lagi,” ujarnya. (aqu/zis)

KOTA-Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) terus dikebut. Dalam pembahasan itu, anggota Pansus menemukan materi yang tercantum di dalam draf untuk ditetapkan sebagai wilayah kurang air bersih tidak sesuai dengan yang ada di lapangan sehingga pihak eksekutif akan dipanggil untuk mempertanggungjawabkannya. Ketua Pansus RTRW, Iskandar menyampaikan, satu anggota pansus melakukan pembahasan sejak kemarin (4/1) menemukan salah satu wilayah yang akan ditetapkan sebagai daerah rawan kekurangan air bersih tidak sesuai dengan data yang ditemukan anggota pansus. ”Jadi teman-teman mempertanyakan, kenapa data itu yang dalam materi tidak selengkap yang diketahui anggota pansus,” ungkap Anggota Komisi C itu,kemarin. Draf yang disampaikan pihak eksekutif yang tercantum dalam materi RTRW hanya menetapkan daerah rawan kekurangan air bersih sebanyak 10 lokasi sementara menurut Iskandar, anggota pansus menemukan fakta lain, bahwa wilayah rawan kekurangan air yang ada di Sumenep lebih dari 10 lokasi. ”Di draf itu ada 10 desa sedangkan pemahaman temanteman lebih dari itu, yang diketahui oleh teman-teman tidak sama,” terangnya, seusai melakukan paripurna pansus RTRW kemarin. Lebih jauh, politisi PAN itu lantas menjelaskan, yang tidak tercover dalam materi pansus RTRW yang diajukan pihak eksekutif, yaitu desa Dang Keddang, Sergang Ke-

Kesepakatan di anggota pansus, kita akan panggil. Dalam pertemuan nanti kita akan mempertanyakan, kenapa tidak sama data yang diajukan eksekutif dengan pengetahuan DPRD. “ ISKANDAR Ketua Pansus RTRW DPRD Sumenep camatan Batuputih dan juga di Arjasa. ”Padahal menurut teman-teman anggota pansus perwakilan kepulauan itu, ada banyak daerah yang rawan kekurangan air bersih,” ujarnya. Ketetapan RTRW akan berdampak pada program pemerintah yang akan direalisasikan, karena semua program pemerintah akan mengacu pada hasil penetapan RTRW sehingga untuk menyamakan data yang diketahui anggota pansus dengan eksekutif, Iskandar mengatakan, pihaknya akan memanggil pihak eksekutif untuk mensinkronkan data yang ada. ”Kesepakatan di anggota pansus, kita akan panggil. Dalam pertemuan nanti kita akan mempertanyakan, kenapa tidak sama data yang diajukan eksekutif dengan pengetahuan DPRD, “ lanjutnya. Namun, Iskandar belum memastikan kapan pertemuan itu akan dilakukan, ia menyampaikan soal waktu pemanggilan terhadap pihak eksekutif tergantung pada kesepakatan anggota pansus. (rei/zis)

Pemkab Kewalahan Tangani Pengemis

KOTA-Pemkab Sumenep agaknya mulai kehabisan cara bagaimana mengatur pengemis yang masih banyak berkeliaran meski sudah difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sumenep. Seperti diakui oleh Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Sumenep Zainurul, dari beberapa program yang dicanangkan dinsos dalam hal penanganan pengemis ini hampir tidak menemui hasil. “Dinsos dua kali dalam setahun mengadakan razia, pendataan, bimbingan mental hingga melibatkan MUI, namun hasilnya nihil lantaran para pengemis yang direhabilitasi mengingkari terhadap failititas yang sudah diberikan Dinsos” kata pria yang akarab disapa Nurul ini kepada Kabar Madura, Jumat (4/1) kemarin. Lebih lanjut, Nurul menjelas-

kan pihaknya sudah melakukan banyak tindakan untuk menangani pengemis ini, seperti mengadakan penyuluhan, bimbingan dan pelatihan, bantuan terhadap penderita cacat berat bahkan juga pernah bekerjasama dengan MUI, hingga pengemis yang pernah kena razia waktu itu diambil sumpah untuk tidak mengemis lagi, namun hasilnya mereka tetap jalan dengan berbagai alasan. “ Kami sudah pernah memberikan bantuan terhadap penderita cacat berat, dengan diberikan tunjangan sebesar Rp. 300 ribu/ bulan,” ujarnya. “Pernah Dinsos mengadakan bimbingan memasak di Pragaan, kami juga memenuhi permintan mereka untuk diberikan alat masak yang beragam jenisnya, kami turuti permintaannya mereka dengan memberikan bantuan alat masak kepada 20 warga

sana, pernah juga bersama MUI menyumpah mereka yang kena razia untuk tidak mengemis lagi, namun sayangnya habis itu mereka beraksi lagi,” keluhnya. Dengan hasil yang relatif nihil ini, Nurul hanya berharap untuk masyarakat ikut membantu pemerintah dalam hal penanganan pengemis ini dengan cara tidak memberikan mereka uang, agar mereka bisa kapok dan mungkin berhenti menjadi pengemis. “ Saya berharap masyarakat ikut serta dalam pemberantasan pengemis ini dengan tidak memberi pengemis uang agar mereka jera, dan mau berhenti menjadi pengemis,” pungkasnya. Kesimpulannya, hingga hari ini persoalan pengemis masih menjadi masalah yang belum dituntaskan oleh Kabupaten Sumenep, padahal pengemis

KM/ BADRUR ROSI

SUSAH DIATUR : Seorang pengemis berkeliaran di areal Taman Bunga Sumenep.

termasuk menganggu ketertiban dan keindahan, lebihlebih profesi mengemis bukan

profesi yang dibolehkan baik oleh negara maupun oleh agama. (KM13/zis)

6

SABTU

5 Januari 2013

Membelakangi Gunung dan Menghadap ke Laut Sambungan dari hal 1

Orang Madura mempunyai keyakinan bahwa membuat rumah tidak boleh dilakukan di sembarang tempat dan waktu. Semuanya ada perhitungannya dan telah berlangsung lama dari nenek moyang mereka. Salah satu ciri bangunan rumah masyarakat Madura adalah menghadap ke arah selatan. Pemilihan arah tersebut bukan sekedar asal-asalan atau ikut-ikutan bangunan yang telah ada di sebelahnya. Namun memiliki makna dan tujuan agar orang yang menempatinya mendapat keselamatan dan memiliki kehidupan yang tentram. Budayawan Madura, Tajul Arifin, mengatakan bahwa makna filosofi perumahan masyarakat Madura yang merupakan bagian dari kebudayaan Madura erat kaitannya dengan kehidupan mereka yang diyakini sejak turun temurun. ”Jadi tidak sembarangan menghadapkan rumahnya saat membangun. Mereka

mempunyai makna filosofi yang sangat tinggi,” ungkapnya. Tajul menjelaskan, rumah masyarakat Madura yang menghadap ke selatan berarti menghadap laut yang memilki arti menghadap ke wahana yang luas, bebas tanpa batas, dan membelakangi gunung dengan artian membelakangi angkara murka, membelakangi kesombongan, dan arogansi. ”Sekarang karena sempit lahan menghadapnya sembarangan. Kalau dulu biasanya menghadap ke selatan atau menghadap ke laut dengan membelakangi gunung. Ini bukan asalasalan, tapi ada tujuannya,” ujarnya. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat tidak lagi memperahatikan soal waktu dan tempat dalam membangun rumah. Tapi semuanya disusuaikan dengan kondisi yang ada. ”Padahal dulu masyarakat Madura saat membuat rumah harus mencari tempat yang diyakini tidak akan membawa petaka,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat Madura sangat fanatik terhadap waktu yang cocok untuk membangun rumah sehingga pada peletakan batu pertama untuk membangun sebuah rumah harus disesuaikan dengan keyakinan mereka, biasanya orang Madura menyebut panca bere (Madura, Red). ”Tidak hanya pada peletakan batu pertama, memasang kayu saja ada filosofinya. Mereka mencari waktu tetentu sehingga semuanya diperhitungkan dengan keselamatan dan keberkahan dari rumah tersebut. Mereka tidak asal-asalan meletakkan batu dan membuat rumah, tetapi harus dengan perhitungan matang dengan dengan keyakinan mereka seperti panca bere dan tatengnger,” kata Tajul. Ia berharap masyarakat dan pemerintah setempat giat melestarikan kebudayaan Madura agar tidak punah begitu saja. ”Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menyelamatkan peninggalan nenek moyang kita?” tanyanya penuh harapan. (rr)

Telat, Rekanan Tak Diputus Kontrak Sambungan dari hal 1

Salah satu proyek yang masih dikerjakan yakni perbaikan jalan di Desa Longos, Kecamatan Gapura. Hingga Kamis (3/1) malam, pengerjaan proyek tersebut masih berlangsung dengan pengaspalan hotmix. Kenyataan tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Kepala Dinas PU Mina Marga Sumenep, Muhammad Sahrial, yang beberapa waktu lalu berjanji akan memutus kontrak rekanan yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya hingga akhir tahun 2012. Selain proyek perbaikan jalan di Desa Longos, beberapa proyek perbaikan yang belum selesai antara lain terjadi di Jalan Dr Soetomo, Jalan KH Agus Salim, dan Jalan MH Thamrin. Banyaknya proyek yang belum selesai dan tidak adanya tindakan dari Pemkab Sumenep untuk memutus kontrak rekanan seperti janji Kepala Dinas PU Bina Marga membuat beberapa rekanan lain kecewa. Menurut keterangan Mau-

lidi, pemilik CV Mubarok yang berasal dari Pulau Gili Genting, Pemkab Sumenep dalam hal ini Dinas PU Bina Marga telah melakukan tebang pilih dalam memberlakukan aturan. Ia mengatakan, sejumlah rekanan lain langsung diputus kontraknya karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga batas waktu yang disepakati, yakni akhir tahun 2012. ”Kebijakan Pemkab Sumenep ini tidak adil dan terkesan tebang pilih. Ini sudah tidak fair karena ada beberapa rekanan yang langsung diputus kontrak begitu gagal menyelesaikan pekerjaan,” ungkapnya, Jumat (4/1). Muhammad Syahrial menyangkal telah melakukan pilih kasih terhadap rekanan yang mengerjakan proyek. Menurutnya, saat ini ada peraturan baru yang mengatur tentang pelaksanaan proyek sehingga meskipun lewat batas hingga waktu yang telah ditentukan sebelumnya, pekerjaan tetap bisa dilanjutkan dan tidak diputus kontraknya. ”Di aturan yang baru

ditegaskan jika pekerjaan masih tetap diteruskan meski telah melewati batas waktu kesepakatan, yakni dengan tengat waktu 50 hari dari batas akhir perjanjian kontrak. Rekanan yang kemarin diputus kontraknya karena masih menggunakan peraturan lama,” jelasnya kepada Kabar Madura, sembari menerangkan jika 50 hari tersebut dihitung dari tanggal 20 Desember 2012 yang merupakan batas akhir pengerjaan. Ia menambahkan, rekanan yang diputus kontraknya tergantung pada kesanggupan mereka untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan sisa waktu yang ada. ”Kalau tidak sanggup menyelesaikan dalam waktu 50 hari dari batas kontrak sebelumnya, ya diputus kontraknya,” imbuh Syahrial. Meski demikian rekanan yang kembali gagal menyelesaikan pekerjaan dalam waktu tambahan 50 hari akan dikenakan denda. Hanya saja Syahrial tidak menjelaskan besarnya denda dan mekanismenya. ”Kalau terlambat lagi pasti kami denda,” pungkasnya. (rei/rr)

karan surat suara tersebut akan dilakukan di lapangan terbuka dan disaksikan langsung oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polres Pamekasan, Panwaslu Pamekasan, KPU Pamekasan, media massa, dan masyarakat umum. Selain surat suara yang sesuai DPT, masih terdapat surat suara lainnya sebanyak 2,5 persen dari jumlah surat suara yang dipesan sebagai surat suara cadangan. ”Sisa 2,5 persen ini berlandaskan pada Undang-undang, yakni bagi penduduk

yang tidak terdaftar di DPT, asal memiliki KTP bisa mencoblos usai seluruh pemilih yang terdaftar melakukan pencoblosan,” terang Sekretaris KPU Pamekasan, Akhmad Zaini. Untuk itu, katanya, diharapkan masyarakat terlibat aktif dalam momentum Pemilukada Pamekasan yang pelaksanaanya tinggal menghitung hari ini. ”Pastikan masyarakat datang dan mencoblos calon pemimpin mereka pada tanggal 9 Januari 2013,” tukasnya. (anm/rr)

1.334 Surat Suara Siap Dibakar Sambungan dari hal 1

Waktunya akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. ”Kelebihan surat suara ini akan segera kami musnahkan. Pasti kami bakar. Ini berlandaskan hasil rapat KPU Pamekasan. Kalau tidak ada halangan, kami akan membakar kelebihan surat suara tersebut pada tanggal 6 Januari besok atau sebelum pendistribusi surat suara ke TPS-TPS,” terangnya. Ia menambahkan, pemba-

MK Gelar Sidang Bersama Sambungan dari hal 1

Dalam persidangan pasangan Imam-Zain mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan KPU Bangkalan dan sejumlah pihak untuk menjegal langkahnya sekaligus berupaya memenangkan pasangan calon lain, yakni Makmun Ibnu FuadMondir Rofii. Kuasa Hukum Imam-Zain, Wakil Kamal, mengungkapkan salah satu kejanggalan yakni KPU Bangkalan yang tidak melakukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya dan Surat Keputusan KPU Bangkalan yang mendiskualifikasi pasangan ImamZain sebagai calon bupati dan wakil bupati Bangkalan. ”Keputusan KPU Bangkalan inilah yang menyebabkan hak konstitusional pasangan Imam Buchori-Zainal Alim terlanggar. Kami siap membeber bukti-bukti tersebut di persidangan,” ungkap Wakil Kamal seusai persidangan seperti dikutip dari www.an-

taranews.com, kemarin. Gugatan dilayangkan oleh pasangan calon Imam-Zain ke MK dengan harapan digelar pemungutan suara ulang Pemilukada Bangkalan dengan mengikutsertakan dirinya yang sebelumnya telah ditetapkan oleh KPU Bangkalan sebagai pasangan nomor urut 1 di dalam surat suara. Kepada Kabar Madura Imam Buchori menyatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan seluruh petitum atau tuntutan dalam persidangan perdana tersebut. Ia memohon supaya MK membatalkan rekapitulasi hasil pemilukada Bangkalan dan meminta MK memerintahkan KPU Bangkalan melaksanakan pemilukada ulang. Dalam persidangan kemarin, pihak termohon (KPU Bangkalan) dan pasangan calon Makmun Ibnu FuadMondir Rofii (Makmur) belum menyampaikan jawaban. Sidang dilanjutkan Senin (7/1) mendatang dengan agenda saksi dan bukti. Sementara dalam gugatan

Pemilukada Sampang yang diajukan pasangan calon Hermanto Subaidi-Jakfar Shodiq (Hejas), dengan agenda pembacaan materi gugatan pemohon sekaligus jawaban termohon, harus ditunda setelah terjadi perubahan materi gugatan yang dibacakan pemohon. Perubahan tersebut tidak sesuai dengan salinan yang diterima KPU Sampang sebelumnya sebagai termohon. Sidang akhirnya hanya mengagendakan pembacaan materi gugatan pemohon dan dilanjutkan pada Selasa (8/1) pekan depan. ”Seharusnya persidangan hari ini (kemarin, red) mengagendakan pembacaan materi gugatan sekaligus jawaban dari termohon. Namun terhitung sejak tanggal 4 Januari, materi gugatan terjadi perubahan dan perbaikan sehingga berbeda antara materi ggugatan sebelumnya dengan yang terbaru,” ungkap Anggota KPU Sampang, Miftahur Rozaq, kepada Kabar Madura, kemarin.

Menurut Rozaq, KPU Sampang sebenarnya sudah menyiapkan materi jawaban dan siap untuk dibacakan di persidangan. Namun perubahan materi gugatan tersebut baru diserahkan pada akhir persidangan kepada majelis hakim sehingga persidangan harus ditunda sambil menunggu hasil perbaikan materi gugatan dari pasangan Hejas. Dalam sidang perdana yang dihadiri oleh seluruh pihak yang terkait tersebut, pemohon dan termohon hadir beserta kuasa hukumnya. Rozaq menambahkan, berdasar salinan materi gugatan yang diterima KPU Sampang dari MK sebelum persidangan, ada 17 poin yang dipersoalkan pasangan Hejas. Hejas meminta agar MK memerintahkan KPU Sampang menggelar pemilihan ulang di 78 TPS yang berada di empat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yaitu, Kecamatan Kota, Sreseh, Karangpenang, dan Omben. (ful/waw/rr)

Dijejali Kiai, Panggung KOMPAK Roboh Sambungan dari hal 1

Dalam kesempatan tersebut, para ulama dan kiai pengasuh pesantren di Pamekasan juga turut serta, di antaranya: RKH Rofiie Baidhowi dan KH Akhmad Baidhowi (Pengasuh Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar); RKH M. Hasan Abdul Hamid, RKH M Thohir Zain Abdul Hamid, dan RKH M Amin Abdul Hamid (Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata); KH Achmad Wasil Barmawi (Ponpes Miftahul Amin Gudang), KH Mudassir Badruddin (Ponpes Al-Miftah Panyepen), dan beberapa kiai serta ulama lain. Selain dihadiri para ulama, kiai, dan nyai, hadir pula dalam kampanye tersebut, Hj Mutiah selaku pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata. Ia didampingi Hj Khadijah (Ponpes Banyuanyar); Hj Ummu Royhana (isteri KH Kholilurrahman); Hosnia Syarqowi (Ketua Tim Perempuan Pemenangan

KOMPAK); dan Hasiah Ali Makki (Ponpes Cenlecen). Dalam kesempatan tersebut, para kiai yang menjadi juru kampanye KOMPAK menekankan bahwa sudah selayaknya masyarakat Pamekasan mencoblos pasangan KOMPAK karena Kholilurrahman sudah terbukti mampu memimpin Pamekasan sehingga mampu mempersembahkan ragam prestasi bagi Pamekasan. ”KH Kholilurrahman juga dikenal cukup berwibawa. Beliau tegas dan teguh pendirian dalam memimpin Pamekasan. Kami atas nama para ulama dan kiai di Pamekasan berharap agar komitmen memenangkan KOMPAK tetap bergelora di seluruh dada masyarakat Pamekasan. KOMPAK harus dipilih karena sudah jelasjelas didukung oleh ulama, kiai, dan masyarakat secara luas,” tegas RKH Moh Rofiie Baidawi. Ia mengimbau agar masyarakat jangan sampai

menyia-nyiakan dan mengandalkan perjuangan para ulama dan kiai semata. ”Masyarakat harus juga mendukung sekaligus memenangkannya,” tekannya penuh keseriusan. Dalam orasi politiknya, Kholilurrahman berjanji manakala terpilih untuk kali kedua memimpin Pamekasan, akan meneruskan program-program yang telah terlaksana dan bermanfaat untuk masyarakat. Ia juga berjanji akan menyempurnakan program yang belum sempurna. Dikatakan, setidaknya terdapat enam program yang sudah tercapai dalam beberapa tahun terakhir, yaitu keamanan, birokrasi, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur. ”Dari segi pendidikan, alhamdulillah Pamekasan berhasil dinobatkan sebagai Kota Pendidikan pada tahun 2010 lalu. Dan hanya Pamekasan yang bisa mencapai hal itu se-Indonesia,” bangga Kholilurrahman.

Untuk diketahui, massa KOMPAK sempat dibuat kalut oleh hujan yang turun deras. Ditambah lagi panggung yang sempat ambruk. ”Alhamdulillah, ambruknya panggung kami dikarenakan dipenuhi oleh para kiai dan ulama. Dan kami semakin bangga kepada masyarakat. Sebab, mereka tetap bertahan sekalipun hujan deras,” tutur KH Juhaini, salah seorang tim sukses KOMPAK. Kampanye Akbar berakhir sekitar pukul 16.00 dengan diiringi gerimis yang membasahi rumput stadion. Dalam hemat KH Juhaini, gerimis dan hujan deras itu, bisa diartikan betapa Kompak ialah penebar keamanan yang identik dengan suasana dingin. “Kami juga senang karena Kampanye Akbar KOMPAK kali ini dihadiri oleh Keluarga Besar Pondok Pesantren Sidogiri. Para kiai dan nyai Sidogiri memberikan dukungan utuh kepada pasangan KOMPAK,” tukasnya. (anm/ rr/advertorial)

DEMI HUKUM: Bambang Hartoto (kanan) berjanji akan menuntaskan proses hukum kredit fiktif Bank Jatim.

WWW.RRI.CO.ID

Tersangka Belum Ditahan Sambungan dari hal 1

Sejauh ini tersangka kasus tersebut masih belum ditahan pihak Kejari Sumenep dengan dalih kendala dengan kesehatan. ”Tahap pertama penyerahan berkas perkara, tahap kedua penyerahan barang bukti tersangka. Saat ini tersangka sudah masuk ke tahanan Kejari, tapi kondisi jantungnya sangat buruk sehingga tidak memungkinkan untuk ditahan. Saat ini tersangka masih dirawat di Direktur Utama/ Pemimpin Umum: Taufiq Rizqon Direktur: Disyahmain

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

rumah sakit,” ungkap Kepala Kejari Sumenep, Bambang Hartoto, Jumat (4/1). Menurut Bambang, tersangka belum ditahan karena alasan kemanusiaan karena penyakit yang dideritanya. Ia menambahkan, saat ini tersangka sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep sehingga proses hukum mengalami kendala. ”Saya minta supaya cek kesehatan. Saat ini tersangka ZL sedang menjalani rawat inap di ICU RSUD Sumenep

karena sakit jantung. Berkas, barang bukti, dan tersangka sudah dilimpahkan kepada kami (Kejari, red) dari Polda Jatim,” terangnya lebih lanjut. Bambang mengaku masih menunggu perkembangan kesehatan tersangka ZL sebelum memutuskan untuk ditahan atau tidak. Namun ia berjanji bahwa proses hukum kasus tersebut tetap akan berlanjut hingga tuntas. ”Kami menunggu kesembuhan tersangka untuk dihadirkan di persidangan

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Firman Ghazali Akhmadi (plt kepala), Syaiful Islam, Agus Josiandi. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman. Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Abdur Rohim, Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Manager Iklan dan Pemasaran/ EO: Ahmadur Rusdi. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Felda Yulia, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

nanti. Semuanya masih menunggu kesembuhan yang tersangka untuk kemudian kita bawa ke pengadilan,” pungkasnya. Seperti yang diberitakan sebelummnya, kasus tersebut berawal dari pengajuan kredit fiktif oleh mantan bendahara UPT Pendidikan Kecamatan Paragaan dengan memalsukan data seperti SK dan tanda tangan beberapa pihak sehingga Bank Jatim Cabang Sumenep kebobolan dana sebesar Rp12 miliar. (rei/rr)

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA

SABTU

7

5 Januari 2013

Indonesia Tanpa Seni dan Budaya Lokal, Ibarat Negara Tanpa Identitas

KAPAN lounching PMU? Apa bisa laksanakan sebelum ISL kick off? +6287750022057 SEMANGAT terus di kasta tertinggi ISL. Pantang menyerah, aku selalu mendukungmu. Maju terus dengan gaya individu Barca Badri Maradona Lncar, +6287850324812 AYO kawan-kawan PMU ku, semuakita lorengkan bumi sumenep oke??! Kami K_ConK Badebo_Bangkalan eco, n coconut_treez psr bunten +6287750825051 HALLO P-MU, kamu punya permainan yang bagus dan mental juara. Tumbangkan lawan-lawanmu dengan modal yang kamu miliki itu. Kami selalu mensupport dan mendoakanmu. Mantap...!!! +6287850557786 BRAVO P-MU, ayo tunjukkan permainan yang cepat, cantik, enak ditonton dan pasti menang...! Sebagai masyarakat Madura, saya tetap mendukung P-MU setiap pertandingan yang dilakoni P-MU. Chelsea Mania, +6287750767327 AYOO Perseba, buktikan kalau Madura bisa. Jadilah kebangaan rakyat Madura. Hanya kamulah yang dapat kami banggakan. Jangan takut menghadapi lawanmu. Jangan lekas puas dengan kemenanganmu. Good Luck...! Mey-Mey Si3 “Jebbing Mania�, +6282143451060 AYO P-MU.. Kami MDS FC Pakong Mendukungmu. Jangankan lintas pulau, lintas samudrapun kan Kami dukung langsung. Walaupun kami hanya pengangguran, Kami pasti mendukung di atas segalanya... Zaenol Pakong, +6282334121234 MERAH darahku, putih tulangku, semangatku tetap untuk PMU. Tak pernah kunjung padam seperti Api Tak Kunjung Padam di Pamekasan Andre95 nk OI iwn fals, +6287850113277 ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA?

Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no +6287850767325 (khusus SMS) atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

PADA era modern ini, masyarakat Indonesia disibukkan dengan suguhan-suguhan hiburan ajang pencarian bakat. Mulai dari pencarian bakat-bakat yang bergenre seni hingga bakat-bakat bergenre agama. Setiap ajang tersebut selalu berhasil menarik perhatian pemirsa Indonesia. Saking tingginya antusias masyarakat, ajang pencarian bakat ini menjadi acara yang selalu diagendakan setiap tahunnya. Bahkan setiap tahunnya selalu muncul acara pencarian bakat baru dari genre yang berbeda maupun dari dari genre yang sama, dikemas dalam sistem yang berbeda. Dari segi manfaat, acara pencarian bakat ini memberikan ruang dan kesempatan bagi masyarakat untuk mengasah bakatnya. Yang lain, sangat membantu menaikkan rating dari stasiun TV penggagas acara tersebut. Terlepas dari wacana di atas, ada fenomena menarik yang bisa kita amati dari penyelenggaraan ajang pencarian bakat tersebut. Fenemona ini adalah sedikitnya peserta ajang tersebut yang memiliki bakat dibidang kesenian tradisional. Hampir semua bakat-bakat yang mereka tampilkan adalah bakat-bakat kesenian modern, yang notabene bukan lahir dari kebudayaan lokal Indonesia. Misalkan saja ajang pencarian bakat

tarik suara yang ditayNamun kesimpulan yang angkan di beberapa stasidapat dibaca oleh peun televisi, hampir semua mirsa masyarakat Inpeserta menampilkan donesia yang pertama kemampuan tarik suadalah mulai menurunara dengan genre musik nya tingkat ketertarikan yang bukan dari genre generasi-generasi muda musik local. Seperti kerbangsa ini akan kesenian oncong misalnya. Namun dan kebudayaan lokal justru music-musik berIndonesia. Kesimpulan genre pop, rock, blues kedua adalah kesenian dan lain-lain. dan kebudayaan lokal Pada ajang pencarIndonesia sudah mulai Oleh: ian bakat lainnya, yakni tergantikan oleh kesbakat tari atau dance ABDI BARRI SALAM, S.Si enian dan kebudayaan misalnya, hampir semua luar. peserta menampilkan Kesimpulan kedua inibakat-bakat dance modern. Seperti hip- lah yang harus kita cermati bersama. hop dance, street dance, break dance, Karena kita telah ketahui bersama robot dance, ballet, dan lain-lain yang bahwa kesenian dan kebudayaan lokal sejatinya bukan tarian lokal Indonesia. negara ini merupakan karakter dan Seperti tarian jaipong salah satunya. identitas utama bangsa ini. Karakter Fenemona tersebut bisa disebabkan dan identitas utama yang mampu oleh dua faktor. Faktor pertama adalah membedakan bangsa Indonesia denmemang sedikit peserta yang memiliki gan bangsa-bangsa lain di dunia. Jika bakat-bakat seni lokal yang mendaftar kesenian dan kebudayaan lokal negara pada ajang tersebut. Faktor kedua, ter- ini telah tergantikan oleh kesenian dan batasnya ruang dan kesempatan yang kebudayaan luar, maka sama saja negdisediakan oleh penyelenggara ajang ara kita adalah negara tanpa identitas. pencarian bakat bagi mereka yang Apalah arti sebuah nama (Indonesia) memiliki bakat-bakat kesenian lokal. tanpa adanya karakter dan identitas Kedua faktor tersebut sangat me- negara. Negara tanpa adanya karakmungkinkan untuk teraplikasikan. ter dan identitas negara adalah setara

dengan negara jajahan. Karena negara tersebut sejatinya terbelenggu tanpa mampu menampilkan jati dirinya. Jadi seharusnya kita janganlah menjadi heran lagi jika pemerintah kita setengah mati menerbitkan peraturan dan mengusulkan hak paten tentang kesenian kebudayaan lokal bangsa ini, namun tetap saja kesenian dan kebudayaan lokal tersebut selalu berhasil dicaplok dan diakui sebagai kesenian dan kebudayaan lokal negara lain. Karena masyarakat Indonesia yang seharusnya menjadi pelindung dan pelestari utama kesenian dan kebudayaan tersebut malah melupakan dan mengabaikan kesenian dan kebudayaan lokal bangsa ini. Fenomena ini bukanlah kesalahan yang dilakukan perseorangan, namun merupakan kesalahan perongrongan sistem yang harus kita tanggulangi bersama dari segala segi kehidupan dan aspek kepentingan. Kita tidak bisa lagi bersikap masa bodoh dan cuek lagi dengan fenomena ini. Kita harus saling berpangku tangan memperbaiki kesalahan sistem ini. Mulai dari tatanan kehidupan terkecil, yakni keluarga. *)Abdi Barri Salam, S.Si, PNS Pemkab Sampang, Berdomisili di Perumahan Manggis Square Sampang.

Selamat Datang Era Nepotisme Partai Politik PERHELATAN Pemilu 2014 tak lama lagi akan digelar. Partai politik yang ada sudah mematok target, memasang kuda-kuda, dan mempersiapkan logistik dan amunisi untuk bisa lolos parlementary treshold (PT) sebesar 3,5 persen, atau bahkan menjadi pemenang Pemilu 2014. Menjadi pertanyaan publik dan wajib untuk dijawab oleh partai politik adalah, apakah pola rekrutmen calon anggota dewan atau calon wakil rakyat pada seluruh level, oleh partai politik, sudah mengacu pada asas proporsionalitas dan profesionalitas? Jika mengacu pada Pemilu 2009 lalu, jawabannya mudah sekali ditebak, masih jauh panggang dari api. Karena itu, tidak bisa disalahkan juga anggapan sebagian kalangan yang menilai bahwa di tubuh partai politik di Indonesia penuh dengan nepotisme dan kongkalikong. Kongkalikong dalam artian, rekrutmen dan seleksi para calon wakil rakyat, masih sangat ditentukan oleh segelintir elit pengurus parpol, tanpa melibatkan publik secara luas. Partai politik dalam hal ini bahkan dinilai cenderung pragmatis dan jauh dari nilai ideal memperjuangkan aspirasi rakyat. Yang menjadi ukuran utama dalam rekrutmen adalah, apakah calon wakil rakyatnya bisa meningkatkan perolehan suara atau memperbanyak amunisi pemenangan Pemilu. Faktor pertimbangan akuntabilitas dan moralitas calon wakil rakyat, malah sering dihitung nomor sekian, setelah faktor elektabilitas dan modalitas. Tak heran jika kemudian wakil rakyat yang dihasilkan kurang memenuhi selera dan aspirasi publik secara utuh dan berkesinambungan. Ujung-ujungnya rakyat juga yang rugi. Tak melulu soal itu, namun bahkan calon wakil rakyat banyak juga yang berasal dari kalangan internal atau keluarga besar elit partai. Coba kita perhatikan, di Partai Demokrat, pemenang Pemilu 2009, ada nama Edhi Baskoro Yudhoyono, putera Ketua Pembina Partai Demokrat, yang juga Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Di Partai Demokrasi Indonesia Per-

juangan (PDIP) terdapat permintaan khusus dari nama Puan Maharani, keluarga, atau melalui puteri Ketua Umum proses yang normal dalam PDIP Megawati Soeksebuah partai politik? arno Puteri yang juga Adakah aturan dan mantan Presiden RI. Di norma partai yang diPartai Golkar juga ada langgar untuk semua nama Tubagus Aryadi, proses itu. Apakah ada putera Walikota Cilegon, pengistimewaan tertentu Banten. Di Partai Amanat bagi keluarga elit dan peNasional (PAN) ada nama jabat dibanding dengan Ahmad Mumtaz Rais, kader lain di satu partai. putera Ketua Majelis PerAtau memang ada kesOleh: timbangan Partai (MPP) epahaman yang berlaku sekaligus pendiri PAN MOH. HIDAYATURRAHMAN, MIKOM di tubuh partai, bahwa dan mantan Ketua MPR keluarga elit dan pejabat RI Amien Rais. Dan banyak lagi nama- memiliki kelebihan tertentu, dengan nama lain yang berhasil duduk di Senay- alasan untuk memperbanyak suara an memiliki hubungan dekat dengan elit dan membesarkan partai. Hal inilah partai dan pejabat negara, mulai dari yang tidak ada tolok ukurnya. Sehingga Gubernur hingga Bupati dan lainnya. menimbulkan syak wa sangka. Bagaimana di tingkat daerah? KonJika semua itu terbukti benar adanya, disinya tidak beda jauh. Di Banten, maka kondisi ini akan semakin mehampir semua keluarga dekat guber- nambah tingginya ketidakpercayaan nurnya, mulai dari adik, ipar dan lain publik kepada institusi bernama partai sebagainya menjadi anggota dewan, politik. Beberapa waktu lalu, sejumlah baik untuk tingkat provinsi maupun survei dilakukan untuk membuktikan kabupaten/kota. Begitu seterusnya, di bahwa partai politik dan DPR memiliki berbagai daerah di Tanah Air, hampir citra negatif dalam persepsi korupsi di rata mereka yang memiliki hubungan tanah air. Hasil survei ini diperkuat oleh dengan pejabat negara atau elit partai banyaknya wakil rakyat yang terjerat berhasil menjadi wakil rakyat. kasus korupsi dengan nominal ratusan Di Madura bisa disebut misalnya miliar rupiah. Anggota dewan yang Ilyasi Siraj, adik mantan Bupati terlibat berasal dari beragam partai, Sumenep KH Ramdlan Siraj pernah hampir semua partai, mulai dari partai menjadi anggota DPR RI. Begitu pula besar, hingga partai kecil. Dari partai dengan Ra Momon, Bupati Bangkalan nasionalis sampai partai relegius. terpilih merupakan putera mantan Di tengah kepercayaan publik yang Bupati Bangkalan KH Fuad Amin. Di terpuruk, muncul semacam dinasti Sumenep, Ada KH Noval adik ang- politik dari keluarga elit partai. Hal ini gota DPR RI KH Unais Ali Hisyam diprediksi akan semakin menambah yang juga mantan Ketua DPC PKB tingginya angka golput di Indonesia. Sumenep. Di partai lain, ada caleg Lihat saja Pilkada di berbagai daerah, yang tak kunjung dilantik oleh par- menunjukkan minimnya partisipasi tainya untuk menggantikan anggota rakyat, angka golput mencapai 40-an dewan melalui proses pergantian an- persen. Di Pemilu 2009 yang usai ditarwaktu (PAW) karena dinilai kurang gelar, angka golput hampir mencapai loyal terhadap partai/pengurus partai. 30 persen, lebih besar dari Pemilu 2004 Pertanyaan yang kemudian muncul dan 1999. Angka 30 persen itu sudah adalah, apakah kondisi ini normal saja ditambah dengan pemilih hantu (ghost atau terjadi ketidakwajaran dalam proses votter) dan money politik, alias politik demokrasi kita. Hal mendasar yang per- uang. Warga diiming-imingi sejumlah lu dijawab adalah, apakah pencalegan uang atau materi lainnya untuk menmereka atau peletakan nomor urut para coblos partai atau caleg tertentu. keluarga elit partai dan pejabat itu ada Menariknya, nepotisme sering di-

lakukan oleh elit parpol yang selama ini mendewa-dewakan demokrasi. Ada ketua umum partai politik yang merekrut keluarganya untuk menjadi pengurus. Bukan sekadar pengurus biasa, tapi pengurus dengan posisi penting dan kewenangan besar pula. Tidak jauh dari struktur puncak pengambil kebijakan. Dan jangan kaget, jika ada nama anak ketua umum atau apapun namanya menjadi pengurus teras di satu partai. Tak berhenti sampai disitu, anak elit tadi kemudian mengajak kawan-kawan dan konco-konconya untuk masuk ke partainya. Begitu seterusnya. Dampak lebih luas, konflik dan perpecahan di tubuh partai politik menjadi semakin terbuka, dan drama perpolitikan tanah air menjadi tidak menarik serta menggelikan untuk dipertontonkan di depan publik. Sebab, kader yang selama ini berjuang dengan penuh ketulusan, membesarkan partai merasa kurang mendapat diapresiasi partai. Akhirnya banyak ulah yang kemudian mereka lakukan, yang pada intinya merugikan dan semakin mengerdilkan partai politik. Untuk Pemilu 2014 mendatang, mestinya partai politik introspeksi diri. Sebab partai merupakan gerbang utama dalam menegakkan nilai-nilai demokrasi, bukan tempat atau sarana menyalurkan keluarga dan kerabat atau konco-konco elit partai untuk menjadi pejabat. Nilai dan prinsip demokrasi harus diterapkan dalam partai politik. Hal tersebut berlaku bagi semua partai politik yang nasionalis atau yang relegius. Namun sepertinya, situasi dan suasana perpolitikan di Pemilu 2014 mendatang, tak akan jauh berbeda dengan yang terjadi pada Pemilu 2009, kekuasaan dan rekrutmen para wakil rakyat, tetap saja berputar di kalangan segelintir elit. Semoga saja diprediksi itu salah. Namun jika benar, maka, Selamat Datang Era Nepotisme. Untuk rakyat, persiapkanlah sebesar mungkin ruang hati dan jiwa untuk menampung kekecewaan yang bisa jadi tak akan bertepi. *)Hidayaturrahman, M.IKom, Magister Ilmu Komunikasi Unitomo Surabaya.

Pemuda dan Demokrasi Pancasila DEMOKRASI adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara, sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) dalam negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independent) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga lembaga negara ini sangat urgen keberperanannya, agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. Namun hari ini, persoalan demokrasi di Indonesia terkesan terlalu bebas. Sehingga demokrasi Indonesia, menjadi demokrasi liberal. Sehingga kedudukan eksekutif, yudikatif dan legislatif, tidak lagi memiliki kekuatan domaine otoritarian untuk menetapkan produk hukumnya. Sebagaimana prahara penetapan kenaikan harga ekonomi kerakyatan dan juga penetapan kebijakan pemerintah. Hari ini selaku mahasiswa yang sadar akan perannya sebagai “agent of Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

change. Social countrol turun jalan) yang sekeOleh: and devolopment�, merdar urak-urakan tanpa KHOIRUS SHODIQIN ekomendasikan pada memberikan solusi dan pemerintah, agar tidak resolusi yang mendasar, terlalu demokratis dalam menjalankan baik dalam cengkram vertikal ataupun perannya guna stabilitas perjalanan horizontal, tukang becak, ojek, buruh, kebijakan produk hukumnya. Apa- bahkan kepala desa, seperti yang kemalagi persoalan pesta demokrasi, yang rin terjadi di Jakarata, juga sudah bisa. sering kali membawa pertanyaan Sehingga efektivitas aksi demonstrasi besar tentang riak-riak politik untuk para mahasiswa ketika dikaitkan denmendapatkan posisi. gan fakta yang kerap kali diperankan Sungguh ketika melihat seruan- oleh masyarakat umum sudah bisa seruan moral yang sering kali dide- dinyatakan mesti merubah rute dengan ngungkan di jalan-jalan raya dengan aksi yang lebih kreatif, inovatif dan kibaran bendera kebanggaan salah satu konseptualis dengan target advokasi organisasi kemahasiswaan, terkesan secara radikal. hanya menerbitkan sedikit terang dan Maka kami selaku mahasiswa yang cepat datang petang. Hal itu cukup masih berupaya untuk berpegang mendapatkan sedikit apresiasi sebagian teguh pada ideal realistis peran makalangan dan mengimbuhkan rasa hasiswa, mengharapkan dan merekosangat miris apabila ada masyarakat mendasikan agar kawan-kawan seperyang sudah melek peradaban yang juagan untuk berperan sebagai agen menyatakan aksi turun jalan mahasiswa perubahan yang objektif dan autentik. sudah tidak lagi atas dasar kesadaran Agar perubahan bangsa ini bisa benaruntuk peran dan fungsinya. Akan tetapi benar tertempa sebagaimana cita besar lebih pada by order (ditunggangi) se- para pemuda yang menggemakan hingga diklaim aksi mahasiswa lebih sumpahnya dan cita luhur Pancasila mendukung pada satu pihak. Bahkan yang terpampang di dada Garuda yang ada yang menyatakan hanya sekadar mencengkram Bhineka Tunggal Ika. mencari makan dan uang rokok. (study Adapun untuk para pemangku peradkasus opini publik, Red) aban, agar senantiasa sadar akan tupokSehingga tidak pelak juga masyarakat sinya dan profesional pada profesinya. menyatakan kalau hanya demo (aksi Tegasnya, tidak mencari perlindungan

pada pemuda dengan melakukan nepotisme kolusi dan korupsi. Sebab apabila pemerintah sadar, maka negara akan mendapatkan cita bangsa dan negara gemah ripah loh jinawi. Bangsa pun bakal mempunyai entitas besar untuk memperjuangkan hak rakyat untuk mengeluarkan dari gagapnya kesadaran hukum. Kekuatan pemuda pun akan senantiasa bergema untuk menetapkan potensi diri menuju keagungan madani yang telah dicitacitakan para pemangku adat orde lama, orde baru, reformasi dan demokrasi. Yang tentunya cita ideal itu sendiri akan terwujud, apabila demokrasi mempunyai karakter budaya yang saling menghargai dengan koridor obyektivitas dan subjektivitas otokritik untuk lebih membangun. Di lain sisi, juga tidak melepaskan diri dari kesadaran ber-Pancasila yang merupakan azaz dan dasar negara, yang telah memberikan imajinasi arief menuju lokal dengan saling menghargai akan adanya perbedaan pendapat dan pilihan dengan tidak menimbulkan chaos yang mampu mengkwatirkan runtuhnya kebertahanan NKRI. *)Khoirus Shodiqin, Kabid PA HMI Cabang Pamekasan.

8

SABTU

5 Januari 2013

FOTO‐FOTO: AHMADUR RUSDI

Menuju Pamekasan 1 SALAH satu strategi kampanye pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Pamekasan 2013-2018 adalah kampanye tertutup dan terbuka. Khusus kampanye terbuka, dikenal juga dengan Kampanye Akbar. Berikut beberapa potret Kampanye pasangan Akbar Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI), yang melibatkan para pendukungnya dari 13 kecamatan di Pamekasan. 1. Berdasarkan laporan Keamanan & Humas Stadion R Soenarto Hadiwidjojo, lebih dari seratus ribu massa pendukung Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) hadir dalam Kampanye Akbar ASRI di Lawangan Daya, Pademawu, Kamis (3/1). 2. Pasangan ASRI meneguhkan visi-misinya untuk membangun perubahan di Kota Gerbang Salam ke arah yang lebih baik. 3. Para ulama atau kiai merestui pasangan ASRI untuk melaju dalam Pemilukada 9 Januari 2013. Alasannya, pasangan ASRI dikenal tawadu’ dan teruji kebersihannya dalam memimpin Kota Gerbang Salam. 4. Para abang becak turut serta memeriahkan Kampanye Akbar ASRI. Mereka menyatakan mendukung ASRI karena ASRI dikenal cukup peduli terhadap wong cilik. 5. Calon wakil bupati Khalil Asy’ari menyampaikan visi pembangunannya secara lugas di hadapan massa kampanye. Visi yang disampaikannya mampu meningkatkan euforia para pendukung fanatiknya. 6. Kaum hawa pun berjubel dalam Kampanye Akbar pasangan ASRI. Secara umum, di Pamekasan, para kaum hawa kagum kepada ASRI karena dikenal sebagai pemimpin yang peduli terhadap keluarganya. (advertorial)

1

2

3

5

6

4

PANWASLU SAMPANG Tak Terkait, Ikut Sidang MK SAMPANG-Meski bukan menjadi pemohon atau termohon dalam persidangan yang di gelar Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan Pemilukada Sampang, Jumat (4/1), Panitian Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sampang yang dipimpin Ishak Wahyudi ikut hadir dalam persidangan tersebut di Jakarta. Berangkatnya tiga orang anggota Panwaslu Sampang ke Jakarta tersebut menjadikan situasi Kantor Panwaslu Sampang terlihat sepi tanpa penghuni. Tidak ada aktivitas berarti yang dilakukan oleh staf Panwaslu, kemarin. Tidak heran jika pukul 11.00 kantor sudah dalam kondisi tertutup.

WWW.MADURACHANNEL.COM

ISHAK WAHYUDI Ketua Panwaslu Sampang

Karena ini adalah persidangan perdana, Panwas ingin mengetahui jalannya persidangan.”

Ishak Wahyudi yang dihubungi Kabar Madura melalui sambungan telepon mengatakan keikutsertaannya ke Jakarta bukan karena terkait dengan gugatan Hejas, namun hanya ingin mengikuti persidangan yang digelar perdana ini ”Karena ini adalah persidangan perdana, Panwas ingin mengetahui jalannya persidangan,” kilah Ishak. ”Kita memang bukan termohon ataupun pemohon, jadi hanya ingin mengikuti saja,” lanjutnya. Menurutnya, meski bukan pihak yang terkait dengan materi gugatan, paling tidak pihaknya harus memahami apa yang disampaikan dalam persidangan karena dalam perkembangan persidangan dimungkinkan pihaknya bisa terkait. Ishak juga menjelaskan keberangkatanya ke Jakarta bersamaan dengan lima orang komisioner KPU Sampang beserta tujuh stafnya dan pihaknya membawa tiga orang anggotanya. ”Kita (Panwaslu Sampang, red) hanya tiga orang saja yang berangkat ke Jakarta,”ungkapnya. (waw/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Ketua Komisi C Dirolling Melalui Rapat Paripurna Perubahan Alat Kelengkapan DPRD SUMENEP – Setelah Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) melakukan koordinasi dan komunikasi yang cukup matang dengan fraksi-fraksi lain, akhirnya Ketua Komisi C DPRD, KH Abdul Hamid Ali Munir, resmi pindah ke Komisi A. Politisi yang berangkat dari daerah pemilihan (IV) tersebut dirolling dengan anggota Komisi A, K Tamam, keduanya anggota Fraksi PKB. Berdasarkan informasi, Ketua Komisi C DPRD Sumenep dipegang oleh Fajar

Hari Punto, dari Fraksi Golkar. Sedangkan K Tamam, menjadi anggota Komisi C DPRD menggantikan Abdul Hamid Ali Munir. Pengesahan Ketua Komisi C DPRD Sumenep dilakukan hari Senin (7/1) mendatang. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Dul Siam, mengatakan bahwa rolling tersebut dilakukan melalui Rapat Paripurna Perubahan Alat Kelengkapan DPRD yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumenep, KH Imam Hasyim. ”Ketua Komisi C DPRD memang tidak harus dari FPKB. Saat ini, Ketua Komisi C di pegang oleh Fajar Hari Ponto (Anggota Fraksi Golkar). Pengesehannya masih akan dilakukan hari Senin lusa,” ujar Dul Siam kepada Kabar Madura, Jumat (4/1).

Menurutnya, rolling anggota menjadi penting dilakukan karena politisi senior tersebut tiga priode menjadi anggota dewan dan selama itu pula selalu berada di Komisi C DPRD Sumenep. Alasan lain yang menjadi penguat DPC PKB meminta Fraksi PKB melakukan rolling anggota agar Abdul Hamid Ali Munir diharapkan dapat mem-back up seluruh program dan kebijakan Bupati Sumenep, yang tidak lain merupakan Ketua DPC PKB Sumenep. ”Beliau dianggap senior dan selama tiga priode di DPRD selalu berada di Komisi C. Jadi dasar DPC PKB meminta rolling ini adalah murni untuk penyegaran serta agar kader PKB yang baru memiliki pengalaman juga di Komisi C,” tandasnya. Lebih jauh dia menjelaskan, dengan pelaksanaan rolling tersebut diharapkan

Ketua Komisi C DPRD memang tidak harus dari FPKB. Saat ini, Ketua Komisi C di pegang oleh Fajar Hari Ponto WWW.LIPUTANWINDA.COM (Anggota Fraksi ABDULUL HAMID ALI MUNIR Golkar).” Ketua Komisi C DPRD Sumenep

Abdul Hamid yang berada di Komisi A akan mampu membackup setiap program dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Sebab, leading sector dari Pemerintah berada di Komisi A DPRD Sumenep. (bus/rr)

SABTU

9

5 Januari 2013

PARTNER SEJATI: Pasangan Soekarwo dan Syaifullah Yusuf menjadi duet yang mampu membawa perubahan dan perbaikan bagi pembangunan di Jawa Timur dalam lima tahun berjalan.

Klaim Dapat Dukungan 22 Parpol WWW.VIVANEWS.COM

Pakde Karwo Pasti Maju Pilgub Jatim 2013 SURABAYA-Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, memastikan akan kembali maju lagi dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa

Timur, Agustus mendatang. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur tersebut mengklaim mendapat dukungan 22 partai politik nonparlemen se-Jawa Timur. Soekarwo bahkan mengaku sudah bertemu dengan para petinggi ke-22 parpol non-parlemen tersebut. ”Selain bertemu untuk membahas permasalahan Jawa Timur,

mereka juga siap mendukung Saya maju lagi dalam Pilgub Jatim 2013,” ujar pria yang akrab disapa Pakde tersebut, Jumat (4/1). Seperti dikutip dari www.kompas.com, selain merangkul partai non-parlemen, pekan depan Soekarwo juga mengagendakan kunjungan ke beberapa partai parlemen untuk membuka komunikasi politik. Namun mantan

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur tersebut enggan menyebut partai mana saja yang dimaksud. Ia hanya berkilah bahwa semuanya akan diketahui bersama pada pekan depan. ”Ditunggu pekan depan saja. Ayo berangkat bersama-sama ke sana (parpol yang dimaksud, red),” tuturnya kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu Soekarwo juga belum memastikan rekan duetnya dalam pencalonan mendatang. Ia juga belum memastikan apakah Saifullah Yusuf tetap menjadi pasangannya sebagai calon wakil gubernur. Namun sejak awal Pakde hanya memastikan pasangannya nanti adalah dari kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Ia beralasan, secara kultur dan sosial politik, Jawa Timur dihuni kalangan nasionalis dan agamis. Untuk itu ia yakin siapapun yang ingin maju menjadi gubernur Jawa Timur harus berasal dari dua kekuatan itu. Soekarwo sendiri mengklaim dirinya sebagai perwakilan kalangan nasionalis meskipun tidak berangkat partai nasionalis. (kom/rr)

WWW.KOMPAS.COM

GENTLE MAN: Andi Mallarangeng mengundurkan diri dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Jabatan Menpora Milik Partai Demokrat JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan kader Partai Demokrat akan mengisi jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Andi Mallarangeng yang mengundurkan diri. “Tentu karena yang keluar ini menteri dari Partai Demokrat, maka untuk keadilan akan diisi kader dari Partai Demokrat juga. Soal siapa namanya, akan saya sampaikan kemudian,” kata Presiden pada sela-sela kunjungan mendadak ke perkampungan nelayan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Jumat (4/1). Seperti dikutip dari www.antaranews.com, Kepala Negara mengatakan hal tersebut berdasarkan susunan kabinet yang terdiri dari perwakilan partai politik anggota koalisi dan juga kalangan profesional. ”Komposisi dan jumlah sudah ditetapkan. Komposisi masing-masing parpol sudah tahu, dulu Partai Demokrat mendapatkan perwakilan besar di kabinet. Ada enam orang menteri dari Partai Demokrat,” kata Presiden. Setelah reshuffle 2012, kata Presiden melanjutkan, perwakilan Partai

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Demokrat di kabinet ada lima orang dan jumlah itu akan dipertahankan Atas keputusan ini, Presiden meminta semua pihak bisa memahami termasuk sejumlah tokoh-tokoh yang namanya disebut-sebut akan mengisi posisi Menpora di sejumlah media massa. “Saya harus ulangi banyak liputan yang mengatakan calon Menpora a,b,c,d ... saya katakan itu tidak berasal dari saya,” katanya. Presiden mengatakan akan melantik Menpora baru dalam waktu dekat. Sementara Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menyatakan, sudah wajar, Menteri Pemuda dan Olahraga dari Partai Demokrat. ”Menteri Pemuda dan Olahraga memang seharusnya diisi Partai Demokrat. Kami mendukung sepenuhnya penunjukkan Menpora dari Partai Demokrat,” kata Hidayat di Jakarta, Jumat. Mantan Presiden PKS itu meyakini, Partai Demokrat memiliki kaderkader yang mumpuni. “Saya percaya penuh di Partai Demokrat banyak orang-orang hebat yang bisa mengisi

posisi Menpora,” tambahnya. PKS sendiri, kata dia, meminta penunjukkan Menpora ini bisa segera dilakukan supaya ada yang konsentrasi mengurusi bidang olah raga. “Seharusnya Presiden SBY memang menegaskan ada tidak adanya reshuffle sejak lama. Karena kasihan juga para menteri menjadi tidak fokus bekerja. Para birokrat juga terganggu. Jika kebijakan berubah-ubah terus juga akan ribet. Nantinya malah kementerian tidak produktif,” kata Hidayat. Pasalnya, permasalahan olahraga dan kepemudaan saat ini sedang memprihatinkan. Prestasi olahraga Indonesia sedang terpuruk. Belum lagi, di tubuh Kemenpora juga sedang mengalami ketimpangan, karena beberapa pejabatnya juga terlibat kasus korupsi. “Seperti Sesmenpora dan Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora. Jadi, siapapun yang mengisi posisi Menpora dari Partai Demokrat, kami harapkan bisa bertindak cepat mengatasi sejumlah permasalahan di Kemenpora,” kata Hidayat. (ant/rr)

10

SABTU

5 Januari 2013

Guru PNS Kepulauan Dikritik

KM/DOK

GENERASI MADURA: Sejumlah siswa salah satu sekolah lanjutan di Pamekasan, sedang beraktifitas di lingkungan sekolahnya.

Mengawal Rencana Bahasa Madura Masuk Kurikulum 2013

Khawatir Jumlah dan Kompetensi Tenaga Pengajar Semua kalangan pasti setuju kalau kemudian Bahasa Madura ditanamkan sejak dini. Tujuannya untuk bisa melestarikan dan membumikan terhadap generasi Madura. Namun tentunya hal lain juga perlu dipertimbangan agar rencana tersebut bisa berjalan sesuai harapan. BADRUR ROSI, Sumenep KONGRES Kebudayaan Madura (KKM II) yang digelar di Kabupaten Sumenep, beberapa minggu lalu, salah satunya merekomendasikan Bahasa Madura masuk Kurikulum 2013. Hal terse-

but mendapat sorotan. Itu, menyusul sepakatnya Dinas Pendidikan (Disdik) dan DPRD Sumenep untuk memasukkan Bahasa Madura dalam muatan lokal yang diperkirakan akan berjalan mulai Juli nanti. Di satu sisi, banyak yang mengapresiasi langkah tersebut. Sebab dinilai bisa mempertahankan bahasa lokal yang tambah lama semakin memudar di kalanga generasi Madura. Namun hal itu juga mendapat tanggapan negatif. Sebab terkait dengan minimnya pengajar Bahasa Madura. Upaya dimaksud bisa berjalan kalau memang ada banyak guru berkompeten untuk mengajarkan materi Bahasa Madura secara baik dan benar. Namun kenyataannya, sedikit sekali guru yang kapabel dalam hal materi Bahasa Madura.

Lebih-lebih Bahasa Madura yang utuh. Mengingat Bahasa Madura sendiri sangat bervariasi dan beragam di setiap daerah. Seperti yang diungkapkan Hasan, Kepala Madrasah Tsanawiyah Nurul Ulum Karduluk, Kecamatan Pragaan Sumenep. Dia tak menampik penerapan kurikulum baru tersebut memang baik. Namun bisa terkendala oleh ketersediaan tenaga pengajar. Termasuk juga di wilayah Sumenep. ”Apakah mungkin ada guru yang benar-benar berkompeten dalam Bahasa Madura? Apalagi Bahasa Madura tidak sesimpel Bahasa Indonesia. Itu yang menurut saya juga perlu dipertimbangkan,” ujar Hasan dengan nada serius. Terpisah, Dahlawi, seorang

guru swasta di Kecamatan Pragaan, Sumenep, juga memertanyakan kesiapan penerapan kurikulum yang memasukkan Bahasa Madura sebagai muatan lokal tersebut. Pasalnya, langkah tersebut memang tak terpisahkan dengan ketersediaan pengajar. ”Masalahnya, siapa yang mau mengajar? Apakah ada yang memang benar-benar kapabel dalam hal berbahasa Madura. kalaupun ada, apakah mencukupi di sekolah-sekolah se Kabupaten Sumenep,” tuturnya. Di sisi lain, tambah Dahlawi, penerapan kurikulum tidak boleh sekadar main putus atas dasar satu pertimbangan. Tapi juga perlu pertimbangan lain dan persiapan matang. Agar kurikulum itu bisa berjalan dengan baik. (ed)

ENTREPRENEUR Tak Harus Kerja Kantoran PAMEKASAN-Peluang memang harus dimaksimalkan. Semisal yang dilakukan Ali Hosnan, 27, warga Pamekasan. Mengetahui wilayah sekitar kampus Universitas Madura (Unira) di Jl Raya Panglegur Pamekasan, potensial membuka usaha kuliner, langsung digarapnya. Sebab usahanya itu dinilai kebutuhan utama dari banyak mahasiswa yang kos di sekitar lokasi kampus. ”Saya membuka warung nasi goreng. Termasuk juga jenis makanan dan minuman lainnya. Hasilnya lumayan untuk sumber rezeki,” ujar Ali Hosnan. Perlu diketaui, warung yang dikelola mantan aktivis kampus ini berada persis di depan kampus Unira. Yakni di sisi timur dari ruas Jalan Raya Panglegur. Di tempat yang sama pula, dua tahun sebelumnya, Ali Hosnan hanya menyediakan minuman dan roti bakar. Seiring waktu, usahanya lumayan berkembang dan terus berkembang. ”Pemuda harus kreatif, progresif, dan inovatif, dan tak harus kerja di kantoran. Kita harus cari peluang, apa saja yang bisa menghasilkan uang. Tak usah malu,” ujarnya penuh semangat. Pemuda berperawakan pendek itu menambahkan, sekalipun usahanya bukan termasuk kerja kantoran, namun sejatinya tak ada bedanya. Sebab sama-sama mengahsilkan uang. ”Kita kerja kan cari uang,” tegasnya. Malahan, imbuh Ali Hosnan, dengan membuka usaha sendiri, dirinya bisa berpenghasilan lebih tinggi dari gaji karyawan kantoran. Meski memang omset yang diraupnya tak menentu. (KM12/ed)

KM/ANWAR NURIS

ANTRE: Beberapa pembeli sedang menunggu nasi goreng pesanannya di warung milik Ali Hosnan, Kamis (3/1) Malam. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

SUMENEP-Penempatan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) kepulauan yang mayoritas berasal dari Sumenep daratan mendapat kritik pedas Komisi D DPRD Sumenep. Sebab model penempatan seperti itu tidak membuat pendidikan di kepulauan makin maju. Sebaliknya, malah makin merosot dan tertinggal. Pernyataan tersebut disampaikan langsung Badrul Aini, salah satu anggota DPRD Sumenep asal kepulauan. Sesuai dengan pengaduan warga Sapeken, aku Badrul Aini, guru yang berasal dari daratan seringkali tidak ada di lokasi. Bahkan dalam satu tahun, terkadang hanya datang mengajar tiga kali. ”Tingkat kedisiplinannya cukup rendah, tetapi tetap tak digubris oleh disdik,” katanya. Badrul menilai, kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Sumenep yang menempatkan guru PNS asal daratan tidak tepat sasaran. Kebijakan tersebut menurutnya menjadi musabab utama dari malasnya guru PNS menetap di wilayah kepulauan. ”Seperti yang terjadi pada guru SMP di Sapeken. Berdasar laporan warga ke saya, kadang masuknya giliran. Sebulan masuk, sebulannya tidak,” paparnya. Lebih lanjut Badrul juga menilai, kebijakan pemerintah yang merekrut guru PNS daratan merupakan tanda bahwa pendidikan di kepulauan masih dianaktirikan. Sebab, fenomena malasnya guru PNS kepulauan mengajar, sudah menjadi rahasia umum. ”Mestinya kan disdik merekrut guru PNS dari kepulauan juga. Sehingga angka bolos mengajar bisa dikurangi,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep, Ahmad Masuni hingga sore kemarin belum bisa dimintai komentar terkait persoalan tersebut. Namun demikian, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), M. Kamalil Ersyad mengatakan, penilaian tersebut terlalu berlebihan. ”Bagi saya, guru itu tak harus dikambing hitamkan,” tandasnya.

DOK/KM

BADRUL AINI Anggota DPRD Sumenep

Mestinya kan disdik merekrut guru PNS dari kepulauan juga. Sehingga angka bolos mengajar bisa dikurangi.”

DOK/KM

M. KAMALIL ERSYAD Ketua DPKS Sumenep

Dalam hal ini, pihak dinas pendidikan tentu harus bertanggung jawab.”

Tetapi, terkait tingkat kedisiplinan guru PNS di kepulauan, Ersyad mengakui hal itu sudah menjadi kesan umum yang beredar di masyarakat luas. Hanya saja, pihak Disdik dalam hal ini memang harus melakukan perbaikan dari segala aspek. Mulai dari perekrutan guru PNS, hingga tindakan yang tegas terhadap UPTD setempat yang tidak disiplin. ”Dalam hal ini, pihak dinas pendidikan tentu harus bertanggung jawab,” pungkas Ersyad, Jumat (4/1) kemarin. (aqu/ed)

Butuh Politik yang Santun dan Mendidik

KM/FATHOR RAHMAN

TEROBOSAN: Puluhan pengurus BEM UIM Pamekasan beraudiensi ke Disperta, Jumat (4/1) kemarin.

BEM UIM Jajaki Program Unggulan Disperta PAMEKASAN-Puluhan mahasiswa UIM (Universitas Islam Madura) yang tergabung dalam BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) mendatangi kantor Dinas Pertanian (Disperta) Pemkab Pamekasan. Maksud kedatangan mereka, meminta program-program unggulan yang sudah tersusun. Termasuk, meminta transparansi program yang sudah dicanangkan di sepanjang 2013 ini. Karena bagaimana pun, program-program unggulan disperta itu dianggap penting untuk diketahui masyarakat. ”Kami datang kesana untuk mengetahui program-program unggulan dari pihak disperta, dan kami sudah dapatkan program-program unggulan tersebut,” terang koordinator lapangan (korlap) audiensi, Moh. Amin Jakfar pada Kabar

Madura, Jumat (4/1) kemarin, seusai audiensi. Wapres (wakil presidem mahasiswa) UIM ini menambahkan, program unggulan disperta itu nantinya akan diagendakan untuk dibawa ke pertemuan BEM se-Jawa Timur. Selain itu pula, agar masyarakat mengetahui program tersebut dan memahaminya. Sehingga nantinya bisa menjadi bahan acuan para petani yang saat ini sedang bercocok tanam, khususnya padi. ”Kalau temuan-temuan kami di masyarakat terhadap program-program yang belum tercapai, masih belum turun langsung ke lapangan. Karena tujuan kami untuk sementara ini bukan untuk advokasi. Mungkin nanti setelah kami mendalami semua program SKPD seluruh Pamekasan, baru kami akan mendalami

dan kroscek ke lapangan sebagai tindak lanjutnya,” ujar Moh Ali, salah satu perserta audiensi. Sedangkan program-program unggulan yang didapat peserta audiensi kemarin, antara lain peningkatan mutu intensifikasi padi dan penanamannya. Juga agenda rutin tiap tiga tahun, evaluasi dan verifikasi kelompok tani di 13 kecamatan. ”Diakui memang, swasembada beras selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar lima persen. Tetapi dengan kenaikan yang lima persen tersebut, perhatian pihak terkait ke masyarakat masih dinilai kurang,” terangnya. Sayangnya, audiensi aktivis BEM UIM ke disperta ini, tidak ditemui langsung kepala dinasnya. Tetapi hanya ditemui Sekdis, Rika. (ong/ed)

PAMEKASAN-Beberapa pekan terakhir, masyarakat Pamekasan disodori tontonan panggung politik. Khususnya persaingan dua calon kuat yang dinilai sangat memengaruhi masyarakat sebagai figur pilihannya untuk memimpin mereka lima tahun ke depan. Persaingan ketat antara kedua calon dimaksud memberi pemikiran tersendiri bagi masyarakat kota pendidikan ini. Sebab persaingan tersebut banyak memberi efek yang dinilai cukup riskan terhadap masyarakat itu sendiri. ”Kalau saya mengharapkan, agar politik di Gerbang Salam ini memberikan pendidikan politik yang baik. Yaitu tidak saling menghujat antara satu dengan yang lainnya. Juga, memberi pendidikan politik yang santun. Tanpa saling menyinggung dan saling berebut kebenaran antara pendukung yang satu dengan yang lainnya,” ujar Kholiq, Presiden Mahasiswa (Presma) UIM (Universitas Islam Madura) Pamekasan, saat ditemui Kabar Madura, Jumat (4/1) kemarin. Panggung perpolitikan di Pamekasan yang mempertontonkan tensi cukup panas, dinilai Kholiq sudah cukup menjadi perhatian masyarakat. Sehingga membuat jenuh masyarakat dengan pesaingan yang menimbulkan aksi demo yang sering terjadi di

KM/DOK

KHOLIQ Presma BEM UIM Pamekasan

Pamekasan oleh salah satu pendukung fanatiknya. ”Ketika terjadi persoalan dengan dunia perpolitikan di Pamekasan, yang melibatkan seluruh masyarakat, hal ini tentu memerlukan peran aktif tokoh masyarakat untuk memberikan nilai pendidikan politik yang baik. Yang bisa membuat masyarakat tidak saling cerca dan saling serang untuk memperebutkan kemenangan.” Ketika masyarakatyang dicekoki dengan suguhan politik yang tidak mendidik, ketika itu pula masyarakat menilai bahwa keadaan politik Gerbang Salam sudah jauh dari sikap arif. Maka saat itu pula, masyarakat menjadi bulan-bulanan dari yang berkepentingan dan semata hanya memanfaatkan kekuatan masyarakat. (ong/ed)

SABTU

11

5 Januari 2013

K-Conk Siap Lorengkan Tambaksari

BANGKALAN-Rencana Persepam Madura United (PMU) membalas lawatan Persebaya Divisi Utama (DU) Surabaya ke Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, mengundang antusias. Pertandingan yang sekaligus menjadi ajang pertemuan kedua suporter beda pulau itu akan dimanfaatkan sebagai momentum mempererat tali persaudaraan. Hal itu disampaikan salah satu pendukung P-MU asal Bangkalan, K-Conk Mania. Komunitas yang bermarkas di Jalan Cokroaminoto Bangkalan itu berencana mengkoordinir anggotanya dalam pertandingan yang akan digelar 7 Januari mendatang itu. Meskipun bertepatan hari Senin, yang sekaligus hari efektif pertama masuk sekolah pasca libur akhir tahun, namun K-Conk yakin hal itu tak akan banyak mempengaruhi jumlah anggotanya yang akan ikut serta. ”Meskipun bertepatan hari Senin, namun ini tetap akan menjadi laga yang ramai suporter. Sambutan Bonek Mania tentu akan sangat besar, meskipun Kami akan Ngongghai Tambaksari sebagai suporter lawan bagi Persebaya DU,” terang Joni Hartono, Koordinator Lapangan (Korlap) K-Conk Mania. Pria asal Kelurahan Kemayoran itu juga mengaku sudah mulai mendapat banyak permintaan terkait rencana ngongghai Stadion Tambaksari itu. ”Sepertinya temanteman sangat antusias. Sudah mulai banyak yang menyatakan bersedia ikut untuk laga melawan Persebaya DU mendatang,” ungkapnya. Rencananya, K-Conk Mania akan menyewa beberapa kendaraan bak terbuka untuk keberangkatan ke Tambaksari. Selain karena jarak yang tidak terlalu jauh, opsi tersebut dinilai layak. Mengingat jumlah peserta sangat mungkin akan bertambah hingga beberapa jam sebelum keberangkatan. Selain itu, K-Conk juga berencana tetap mengawal anggotanya yang akan menggunakan kendaraan pribadi. Baik mobil maupun sepeda motor, hingga tempat tujuan. ”Kami akan kenakan biaya Rp 10 ribu bagi setiap anggota yang mau ikut kendaraan kami. Ini tidak termasuk bagi anggota yang menggunakan kendaraan pribadi,” pungkas Joni. (bai/ed)

UNTUK MADURA: MADURA: Maskot K-Conk Mania saat memberi dukungan pada laga P-MU di SGB di kancah Divisi Utama 2012 lalu. Mereka bertekat meramaikan lagatanding P-MU lawan Persebaya DU di Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, 7 Januari mendatang. KM/DOK

Awali Kompetisi dengan Mudah

SUPORTER

Kiprah Perseba Super di Divisi Utama

KM/TABRI S. MUNIR

TARETAN DHIBI’: Mimit (kiri) dan Erwin, foto bareng di sela menyaksikan sesi latihan pagi P-MU di Lapangan Kowel Pamekasan, kemarin.

Disaksikan Dua Pentolan Madura PAMEKASAN-Latihan pagi Persepam Madura United (P-MU) di Lapangan Kowel Pamekasan, kemarin (4/1), serasa berbeda. Pasalnya, dua pentolan suporter Madura ikut memantengi latihan Laskar Sape Kerap hingga usai. Keduanya adalah Erwin selaku Koordinator Lapangan Taretan Mania, yakni suporter P-MU yang berbasis di Pamekasan. Yang satunya adalah Mimit, dirijen K-Conk, suporter P-MU yang berbasis di Bangkalan. Kepada Kabar Madura, kedua pentolan suporter tersebut mengaku sengaja menyaksikan langsung latihan pemain P-MU bersama-sama. Itu, sebagai bagian untuk melihat perkembangan permainan P-MU. ”Syukur saat ini sudah mulai terlihat bentuk permainannya. Jadi semakin semangat untuk mendukungnya,” jelas Mimit, yang pada kesempatan kemarin diminta foto bareng dengan Erwin oleh Kabar Madura. Selain untuk melihat jalannya pertandingan, keduanya saat ini sedang menjalankan misi khusus. Yakni menginisiasi pertemuan tokoh suporter se-Jawa Timur yang akan dilangsungkan hari ini (5/1) di Rumah Makan Suramadu Bangkalan. ”Kami juga sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah suporter se-Jawa Timur untuk berkumpul dalam rangka menyikapi persoalan timnas yang tak kunjung usai. Demi tim sepak bola Negara, kami harus mengesampingkan label IPL-ISL,” jelas Mimit tentang misi pertemuan yang akan digelarnya. Kedua pentolan suporter tersebut juga terlihat ”memelototi” latihan Anton Samba dan kawan-kawan pada sore harinya yang juag dilaksanakan di Lapangan Kowel Pamekasan. Pada latihan tersebut, pinggir Lapangan Kowel Pamekasan dipadati penonton. Kondisi tersebut melebih hari-hari biasanya, yang biasanya hanya berkisar ratusan warga. (bri/ed) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

BANGKALAN-Kans Perseba Super Bangkalan mencuri perhatian di kancah Divisi Utama 2013-2014 cukup besar. Bahkan tidak menutup kemungkinan bakal nangkring di pemuncak klasemen Grup C. Sebab dalam empat pertandingan pertamanya, tim berjuluk Laskar Suramadu tersebut bakal menghadapi tim-tim yang tergolong mudah ditaklukkan. Namun kalkulasi di atas kertas tersebut tidak akan berjalan mulus. Meskipun tim-tim yang dihadapi tidak terlalu berat, tapi tim yang ditukangi Nus Yadera ini bakal terkendala masalah recovery. Bahkan diyakini itu akan menjadi ”hantu” yang akan dihadapi Danilo Fernando dan kawan-kawan. Sebab Perseba akan melakoni empat laga pertamanya hanya dalam 12 hari. Mengawali kompetisi pada 2 Februari mendatang, Perseba akan bertandang ke Tulungagung menghadapi tuan rumah Perseta. Empat hari berselang, giliran PSBK Kota Blitar yang akan menjadi destinasi anak-anak Laskar

JADWAL LAGA PERSEBA SUPER DIVISI UTAMA 2013 PUTARAN I 2 Feb

v Perseta Tuluangung

(Away)

6 Feb

v PSBK Kota Blitar

(Away)

10 Feb

v PERSID Jember

(Home)

14 Feb

v Persekam Metro FC

(Home)

25 Feb

v Deltras Sidoarjo

(Away)

2 Mar

v Persipas Penajam Paser Utara

(Away)

17 Mar

v Persebaya

(Away)

25 Mar

v Persebo Bondowoso

(Home)

29 Mar

v PSMP Mojokerto

(Home)

Suramadu. Selanjutnya, Perseba akan memainkan dua laga home. Masing-masing melawan Persid Jember pada 10 Februari dan Persekam Metro FC 14 Februari. Hal ini tentu saja membuat tim pelatih harus memeras otak. Bahkan bukan tidak mungkin, dua lawatan Perseba di laga pembuka akan dibayar cukup mahal. Kondisi lapangan di Stadion Tulungagung yang kurang bersahabat, sangat mungkin membuat pasukan Nus Yadera itu bertumbangan.

Menanggapi hal itu, Pelatih Kepala Perseba Super Nus Yadera tak terlalu memusingkannya. Pelatih asal Maluku namun berdomisili di Sidoarjo itu mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk menyiasati empat pertandingan melelahkan itu. ”Kami akan tetap fokus untuk mencuri poin di dua laga awal. Tentu saja tidak mudah menjalani empat laga dalam 12 hari. Sehingga rotasi pemain akan menjadi solusi yang cukup ampuh,” terang Nus.

Setelah melakoni empat laga yang cukup menguras banyak energi itu, Perseba baru bisa beristirahat. Hingga 25 Februari yang menjadi tanggal dimana kanak Bhangkalan harus kembali ke lapangan hijau untuk laga tandang berikutnya menghadapi Deltras Sidoarjo. Meskipun jadwal ini belum fix, namun sebagian besar pendukung Perseba Super mengaku optimistis dengan penampilan Perseba. Khususnya pada putaran pertama Divisi Utama. Mengingat sebagian besar partai yang dilakoni Perseba hanya digelar di kawasan Jawa Timur. ”Ini tentu tak banyak menguras stamina dalam melakukan perjalanan dan tentu saja tak menguras biaya yang cukup besar,” terang Fajar, pendukung Perseba asal Kecamatan Burneh. Laga ke luar pulau pun tercatat hanya sekali dijalani tim yang menurut kabar masih melakukan nego untuk kembali ber-homebase di Bangkalan itu. Yakni saat bertandang melawan Persepas Paser Penajam, Kalimantan Timur. Laga dimaksud adalah satu laga di luar pulau Jawa yang akan dihelat 2 Maret mendatang. Persisnya setelah melawat ke Stadion Delta Sidoarjo. (bai/ed)

PPS Jokotole, Berdiri 1976 Miliki 68 Cabang

Tidak Termasuk 5 Cabang di Belanda dan Amerika Dalam prestasi pencak silat, atlet asal Kecamatan Kamal, Bangkalan, tidak bisa dipandang sebelah mata. Ratusan gelar juara pencak silat tingkat regional, nasional, dan internasional dibukukan. Prestasi pencak silat Kamal terwujud lewat keberadaan Perguruan Pencak Silat Jokotole atau PPS Jokotole yang berdiri pada 21 Maret 1976. AHMAD BAIQUNI, Bangkalan BICARA pencak silat, rasanya kurang pas apabila tidak membahas perguruan yang satu ini. Perguruan Pencak Silat (PPS) Jokotole. Perguruan yang berdiri di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan ini, saat ini sudah memiliki cabang hampir di seantero negeri. Bahkan beberapa cabangnya sudah berdiri di luar negeri. Antara lain Malaysia dan Belanda. Ditemui di padepokannya, pendiri PPS Jokotole Suhaimi, menyambut Kabar Madura sangat bersahabat.

ISTIMEWA

SUHAIMI SALAM Pendiri PPS Jokotole

Bahkan pria bernama lengkap Suhaimi Salam itu beberapa kali memberi ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan koran yang mengusung motto ”Madhureh Ongghu” ini. Tak lama berselang, pria pensiunan PNS yang terakhir bertugas di Kantor Kecamatan Kamal ini berkisah tentang pelopor berdirinya perguruan yang semula bernama Sumber Gaya itu. Mereka adalah Soedjono, Marjuki, Nesman, sebagai pendekar pencak silat, serta Marhamin, Marsuki Karim dan R Suherudin sebagai pengelola organisasi. ”Cikal bakalnya PPS Jokotole ini semula bernama Sumber

KM/DOK

BERPRESTASI: Sejumlah pesilat binaan PPS Jokotole merebut medali di arena Popda Jatim 2012 lalu.

Gaya. Namun berkat jasa enam guru saya tersebut, pada 1976 resmi diubah menjadi PPS Jokotole. Tepatnya tanggal 21 Maret, berbarengan dengan diresmikannya cabang pertama kami di Sumenep,” kenang Suhaimi. Hingga kini, sebanyak 73 cabang telah berdiri di seantero negeri. Termasuk empat di Belanda dan masing-masing satu di Amerika dan Malaysia. Diceritakan juga, pada 1984, seorang Belanda bernama Glen Pennock yang merupakan murid di padepokan Jokotole berhasil merintis empat cabang di Belanda. Masing-masing

di Kota Harlem, Krommenie, Hamstead dan Juliana Drop. ”Kemudian Glen hijrah ke Amerika hingga membuka cabang PPS Jokotole di Chicago,” ungkap bapak dengan empat anak, yang seluruhnya menekuni pencak silat tersebut. Keberhasilan ini tak serta merta membuat Suhaimi berpuas diri. Dirinya mengaku masih mempunyai misi untuk membenahi organisasi perguruannya itu. ”Masih banyak yang perlu dibenahi. Jokotole sudah terlanjur besar. Sudah menjadi tanggung jawab saya untuk terus membenahinya,” tandasnya.

PPS Jokotole sedianya merupakan ungkapan kecintaan seorang atlet terhadap olahraga yang digelutinya. Sosok Suhaimi (yang mengaku tak mengetahui pasti tanggal kelahirannya) tentu bisa menjadi inspirasi bahwa upaya yang dilakukan oleh siapapun akan berbuah baik, apabila dilakukan dengan kesungguhan hati. Bahkan Suhaimi sebelumnya tidak pernah membayangkan bahwa apa yang dirintisnya 42 tahun silam itu, akan menjadi sedemikian besar seperti saat ini. ”Saya tidak pernah membayangkan bisa seperti ini. Ini semata-mata adalah atas kehendak Yang Mahakuasa,” katanya. Pria yang pernah menjadi juara dunia pencak silat nomor tanding ini juga beranggapan bahwa faktor religius memang menjadi kunci utama bagi dirinya untuk membangun perguruannya tersebut. ”Olahraga memang tidak bisa dipisahkan dengan keagamaan. Karena menurut saya, segala sesuatu merupakan media yang akan mengantarkan kita kembali mengenal Tuhan. Prestasi pasti akan mengiringi,” pungkasnya. (ed)

12

SABTU

5 Januari 2013

Asah Pagar Betis dan Eksekusi Bola Mati PAMEAKASAN-Kegagalan Persepam Madura United (P-MU) mempertahankan kemenangan ketika melawan Persebaya DU Surabaya pada uji coba beberapa waktu lalu, berawal dari bola mati yang dilakukan melalui tendangan pojok. Demikian juga kegagalan P-MU untuk mencuri poin di ajang turnamen Inter Island Cup (IIC) Grup B beberapa waktu lalu. Terutama ketika meladeni Persegres GU, juga berawal dari bola mati. Yakni tendangan langsung yang dieksekusi Gustavo Chena. Belajar dari rekaman kesalahan serta untuk terus mematangkan permainan P-MU ketika berada di lapangan, pemain P-MU kemarin di-drill khusus oleh Pelatih Kepala P-MU, Daniel Roekito untuk membentuk pagar betis yang sempurna. Itu, tentunya dalam rangka menutup pergerakan bola lawan. ”Setiap pertandingan, dipastikan akan terdapat kesempatan melakukan tendangan langsung di sekitar gawang. Baik itu milik lawan atau milik P-MU. Setidaknya, pemain bisa memahami berbagai strategi bertahan jika menghadapi serangan melalui bola mati,” jelas Daniel tentang materi latihan yang diberikannya. Tak hanya mengasah pemainnya mumpuni dalam menjaga pertahanan ketika mendapatkan serangan melalui bola mati di sekitar gawang. Daniel juga men-drill pemainnya untuk melakukan berbagai serangan yang memungkinkan dilakukan melalui bola mati. Berbagai serangan tersebut dimatangkan oleh Daniel dalam beberapa kali uji coba. Selama ini, gol yang dihasilkan P-MU melalui eksekusi bola mati di sekitar garis gawang baru dua gol. Yakni melalui eksekusi Rosy Noprihanis ketika meladeni Deltras Sidoarjo, serta melalui eksekusi Emile Bertnand Mbamba ketika meladeni Persegres GU. Dengan bergabungnya Ronald Fagundes dalam seleksi pemain P-MU, pilihan eksekutor bola mati di sekitar gawang tidak hanya bertumpu kepada satu pemain saja. Pada latihan kemarin, Fagundes terus di-drill menjadi eksekutor bola mati. ”Banyak pilihan serangan jika mendapatkan bola mati, dan memang butuh banyak pemain yang memiliki keahlian mengeksekusi bola mati,” gumam pelatih yang pada latihan kemarin tetap menemani anak didiknya kendati lapangan diguyur hujan deras. (bri/ed)

KM/TABRI S. MUNIR

PILIHAN: Ronald Fagundez ditunjuk eksekutor tendangan bebas, sedang pemain lainnya membentuk pagar betis.

Fokus Persiapan Uji Coba Daniel: Pertajam Game Shooting! PAMEKASAN-Selaku Pelatih Kepala Persepam Madura United (P-MU), Daniel Roekito tak ingin melihat adak didiknya tumpul dalam membobol gawang lawan. Lebih khusus ketika mengahadapi anak asuh Miroslav Janu di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, 7 Januari mendatang. Untuk itu, dalam dua hari tersisa, Daniel Roekito mengaku akan memfokuskan latihan Laskar Sape Kerap untuk meladeni jaul beli tendangan ke gawang. Sebab itu diprediksi sangat mungkin terjadi dalam uji tanding antara P-MU melawan Persebaya DU di Stadion 10 November Tambaksari. Dalam rangka jual beli tendangan tersebut, Daniel Roekito kemarin terus mengasah Tassiou Bako dan kawan-kawan untuk melakukan latihan dengan pola game shooting. Latihan tersebut menuntut seluruh pemain P-MU bermain game dengan target mencetak gol sebanyak-banyaknya. ”Ya kami memang sedang fokus untuk pertandingan uji coba melawan anak buah Janu,” ujar Daniel Roekito, sambil menjelaskan jika penyebutan anak buah Janu tersebut sebagai pemisah antara Persebaya yang berlagai di IPL yang dilatih Ibnu Graham dengan Persebaya yang berlaga di PT Liga Indonesia yang dilatih Miroslav Janu. Ketika P-MU ditahan imbang Persebaya DU dalam laga uji coba di Stadion A. Yani Sumenep beberapa hari lalu, Daniel Roekito masih belum mengetahui kondisi tim, Pasalanya, kala itu P-MU masih ditukangi Mustaqim. ”Saya hanya bereksprimen dulu untuk menghadapi Persebaya DU. Sebab secara materi, saya masih buta permainan Persebaya DU. Tapi kalau pola latihannya Janu, saya bisa sedikit memahaminya,” jelas pria yang pada latihan kemarin memakai topi ala koboy yang diakuinya dibeli saat Persik Kediri juara pada 2006 lalu. Kondisi buta kekuatan lawan serta sedang melakukan eksperimen, diakui Daniel –biasa dia disapa, karena secara tim, hingga kini dirinya masih belum menetapkan nama-nama pemain yang akan mengisi kerangka timnya. ”Kalau sekadar gambaran pastinya ada. Tapi untuk menjadi kerangka tim secara utuh, ya menunggu hasil pertandingan dengan Persebaya DU itu,” jelasnya. (bri/ed)

KM/TABRI S. MUNIR

BEREBUT: Dua pemain menyergap Ronald Fagundez dalam sesi latihan sore P-MU di lapangan Kowel.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

FOTO‐FOTO : KM/TABRI S. MUNIR

BINTANG: Untuk kali pertama, klub sepak bola Madura menyumbang pemainnya ke squad Timnas Garuda. Yakni Busari (atas) dan Fachrudin Aryanto (kanan), keduanya penggawa P-MU.

Busari-Fachrudin Dipanggil Timnas Via Telepon, Minta Surat Tertulis PAMEKASAN-Dua penggawa Persepam Madura United (P-MU) dipanggil memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Yakni Busari dan Fachrudin Aryanto. Tenaga keduanya dibutuhkan Timnas yang tengah bersiap terjun ke piala AFF mendatang. Sayangnya, kabar pemanggilan yang dirilis langsung pengurus PSSI versi Djohar Arifin beberapa hari lalu, masih sebatas lisan. Sebab surat resmi ataupun bentuk pemanggilan lainnya belum pernah diterima manajemen

tim berjuluk Laskar Sape Kerap ini. ”Saat ini belum ada surat apapun tentang pemanggilan Busari dan Fachrudin ke Timnas. Jika ada, kami sudah siap kehilangan dia untuk membela Timnas,” ujar Abd. Mukti, mewakili manajemen P-MU, kemarin (4/1). Kendati akan memberikan izin, Mukti mengaku akan melihat terlebih dahulu siapa pihak pengundangnya. ”Izin tersebut dengan catatan, KONI selaku pihak yang diberi kewenangan mengelola Timnas yang memanggilnya. Kalau bukan, kami pertimbangkan lagi,” jelas Mukti. Kabar lebih mengejutkan diungkapkan salah satu pe-

main yang bersangkutan, Fachrudin Aryanto. Diakui, dirinya memang dipanggil untuk segera bergabung dalam pemusatan latihan Timnas di Medan. Sayangnya pemberitahuan tersebut menurut Fachrudin hanya disampaikan via telepon oleh pengurus PSSI. ”Iya, saya memang dipanggil untuk segera bergabung dalam pemusatan latihan Timnas di Medan. Itupun hanya via telpon saja,” tandas Fachrudin, kepada Kabar Madura ketika ditemui usai latihan kemarin. Akibatnya, karena hanya via telepon, Fachrudin mengaku tidak bisa menyampaikannya ke manajemen

P-MU, jika dirinya dipanggil Timnas. ”Harusnya ada surat tertulis yang ditujukan kepada saya dan klub. Tapi mereka hanya memintanya via telepon. Untuk saat ini saya masih menunggu adannya surat tertulis jika saya dipanggil masuk timnas,” jelas Fachrudin tentang keberadaannya saat ini yang tetap berlatih di P-MU. Bagaimana jika sudah ada surat pemanggilan resmi, sedang manajemen tidak mengizinkan? Fachrudin menjelaskan jika dirinya memasrahkan sepenuhnya keputusannya kepada manajamen. ”Saya memang belum menyampaikan kepada Bapak (Manajer P-MU, Ach-

sanul Qosasi, Red). Sebab hingga kini masih belum ada surat resminya. Sebelumnya, dalam rilis yang disampaikan oleh PSSI pimpinan Djohar Arifin, Busari dan Fachrudin Aryanto termasuk dari 43 pemain yang dipanggil masuk pemusatan latihan Timnas sepak bola Indonesia. Sejumlah pemain tersebut diharapkan merapat ke pemusatan latihan paling lambat 5 Janauri, karena latihan akan dimulai 6 Januari. Busari dan Fachrudin baru mengetahui pemanggilan tersebut kemarin (4/1). Sehingga keduanya kemarin masih ikut serta dalam latihan P-MU bersama Anton Samba dan kawan-kawan. (bri/ed)

Mengkalkulasi Format Starting Eleven Laskar Sape Kerap (3)

Lini Vital Banyak Pilihan, Pelatih Bebas Berkreasi Tumpuan utama untuk melihat permainan sepak bola terlihat indah serta hidup, sepenuhnya berada di pundak gelandang. Baik gelandang serang, gelandang bertahan maupun gelandang sayap. Jika menggunakan skema 4-4-2, maka pelatih kepala P-MU memiliki banyak pilihan untuk menentukan starting eleven. Oleh karenanya, persaingan sengit teradi di lini vital ini. Siapa kira-kira yang akan mengisinya? TABRI S. MUNIR, Pamekasan SAAT ini terdapat tiga pemain asing di P-MU yang beposisi sebagai gelandang. Yakni Kwon Jun (Korea), Steven Menncoh (Liberia) dan Ronald Fagundez (Uruguay). Dari ketiga pemain tersebut, posisi aman dikantongi Kwon Jun. Baik untuk menjadi bagian skuad P-MU ataupun sebagai starting line up. Pasalnya pemain yang mengaku sudah kerasan di Pamekasan tersebut selalu menjadi pilihan Daniel Roekito sebagai gelandang bertahan. Untuk memperebutkan posisi tersebut, Kwon Jun hanya perlu bersaing dengan Anton Samba, pemain yang juga memiliki karakter kuat. Berbeda halnya dengan geladang serang. Posisi Steven Mennoch dan Ronald Fagundes yang saat ini berebut tempat untuk bisa berbaju P-MU, masih juga harus berebut tempat untuk menjadi gelandang serang Laskar Sape Kerap. Rivalitas keduanya makin berat karena masih terdapat Khairul Mashuda yang juga moncer dalam setiap pertandingan. Perebutan peran akan makin sengit jika Handik Arif Utomo ditetapkan sebagai bagian dari skuad P-MU. Pasalnya, pemain kelahiran Malang tersebut sama-sama berposisi sebagai gelandang. Kendati pada beberapa kali latihan dia kerap ditempatkan

sebagai gelandang sayap. Pilihan antara memasangkan Kwon Jun dan Ronal Fagundes di lini vital, atau menempatkan Kwon Jun dengan Anton Samba, masih sama besar peluangnya dengan seandainya memilih Kwon Jun-Anton Samba atau Kwon Jun-Steven Mennoh. ”Pasangan tersebut masih sama-sama mungkin. Sebab semua pemain memiliki KWON JUN karakter berbeda. Kami akan lihat dulu calon FOTO‐FOTO: KM/DOK lawan untuk memilih pasangan gelandang tersebut,” ujar Daniel Roekito tentang berbagai pilihan posisi gelandang tersebut. Sengitnya perebutan starting eleven dan pemain juga berada di gelandan sayap. Lebih tepatnya, Rossi Noprihanis yang selalu menjadi pilihan utama harus rela berebut tempat dengan Handik Arif Utomo yang juga dimainkan di posisi yang sama. Selain Handik, Khairul Mashuda yang nota bene bisa menempati berbagai posisii li STEVEN MENNOCH sewaktu-waktu bisa menjadi piliRONALD FAGUNDEZ to. han utama pelatih Daniel Roekito. tPosisi tersebut sama beratnya juga diemban oleh Is-sac Jober. Pemain kelahiran Papua tersebut masih belum tentu menjadi pilihan utama pelatih Daniel Roekito sebagai starting eleven mengisi gelandang kanan. Pasalnya,, ng masih terdapat Busari yang gai juga bisa beroperasi sebagai HANDIK A. UTOMO ANTON SAMBA gelandang kanan. eBanyaknya pilihan serta sengitnya rivalitas untuk mengisii lini tengah tersebut, menjadikan pelatih kepala bersyukur. Sebab dirinya bisa berkreasi secara maksimal untuk menyusun formasi sesuai dengan taktik yang diinginkannya. a ”Setidaknya lebih aman ketika in terjadi sesuatu terhadap pemain yang berada di lini tengah,”” ISSAC JOBER ROSSI NOPRIHANIS pungkas Daniel Roekito. (ed)


Kabar Madura