Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

KAMIS, 19 MEI 2011

INDEKS

Rumah Ibunda SBY Kemalingan

Ketrampilannya dalam bahasa internasional ini beberapa kali membawanya dalam kejuaraan lomba pidato. Sulung tiga bersaudara ini menjadi juara pertama dalam Lomba Porseni Ma’arif Kabupaten Tegal tahun 2010 lalu. Simak di suplemen kreasi!

Empat Roda Sedan Soluna Disikat

Ratusan Kapal Nelayan Mangkrak HAL. METROPOLIS

Pemkab Mediasi Bina Marga dan Perhutani HAL. RADAR BREBES

APA MANING... ABDUL AZIZ WAHYUDI/RADAR TULUNGAGUNG/JPNN

RAIB - Shinta, keluarga ibunda SBY sedang mengamati mobil Toyota Soluna W 787 PE yang empat bannya raib dicuri kemarin.

BLITAR - Kediaman ibunda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jl Bali No 30 Kota Blitar disatroni maling. Empat roda Toyota Soluna W 787 PE milik keluarga SBY yang diparkir di halaman rumah amblas diembat maling. Akibatnya, mobil warna merah hati itu pun diganjal paving. Kasus pencurian tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan Polres Blitar Kota. Sejumlah saksi masih dimintai keterangan untuk menjelaskan kronologi pencurian itu. Selain ban mobil, pencuri menggasak sangkar burung dan tiga pasang sandal. Kerugian ditaksir Rp 3 juta lebih. Doni Irawan, 36, anggota Polres Blitar, ketiban apes. Dia merupakan kerabat SBY. ke hal 7 kol 1

Walkot Siap Bayar Aang RAKA DENNY/JAWAPOS

BERSAKSI - Emir hari ini bersaksi untuk empat terdakwa dari Fraksi PDI-Perjuangan periode 1999-2004, yaitu Panda Nababan, Engelina Pattiasina, Muhammad Iqbal, dan Budiningsih di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu, 18 Mei 2011.

Nunun Anggota Tim Sukses Mega-Hasyim JAKARTA - Hubungan saksi kasus suap cek perjalanan, Nunun Nurbaeti, dengan PDIP ternyata sangat intim. Perempuan yang diduga menjadi perantara pemberian cek perjalanan terkait pemenangan Miranda Goeltom sebagai deputi gubernur senior (DGS) Bank Indonesia tersebut tergabung dalam tim kampanye Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi sebagai capres-cawapres pada Pilpres 2004. “Nunun dekat dengan PDIP sejak dipanggil di Istana Bogor pada hari Ibu, 22 Desember 2003 (semasa Megawati sebagai presiden),” kata Arie Malangjuda kepada majelis hakim di Pengadilan Tipikor kemarin (18/5). Ari kemarin menjadi saksi terdakwa politisi sekaligus anggota Fraksi PDIP DPR 1999-2004 Ni Luh Mariani cs dalam sidang kasus cek perjalanan. Ari merupakan mantan anak buah Nunun di PT Wahana Esa Sejati. Pria yang pernah menjabat direktur di perusahaan tersebut mengatakan, sejak saat itu, aktivitas Nunun lebih banyak tersita untuk PDIP. “Di kantor banyak kaos Mega-Hasyim, pin, poster dan yang lainnya,” ucap Ari. “Kami juga diperintah oleh untuk pakai pin,” imbuh pria yang disebut-sebut membagikan uang dari Nunun ke beberapa politisi itu. ke hal 7 kol 1

SEMOK

Ganti Rugi Pasar Pagi TEGAL – Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak menyatakan siap membayar ganti rugi kepada PT Sinar Permai, selaku investor pembangunan Pasar Pagi Tegal. Pemerintah Kota (Pemkot) akan meminta Pengadilan Negeri (PN) Tegal menghitung secara pasti jumlah pasti ganti rugi yang harus dibayarkan sesuai Keputusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) nomor 423 PK/ Pdt/2004. Di sela-sela tinjauan lapangan Rabu (18/5) kemarin, Ikmal menuturkan, putusan PK MA nomor

423 PK/Pdt/2004, yang memenangkan PT Sinar Permai hanya menyebutkan modal investor dan bunga. Belum ada jumlah pasti ganti rugi yang harus dibayarkan Pemkot pada investor. Karena PN Tegal selaku eksekutor putusan PK MA, pihaknya akan meminta PN menghitung jumlah ganti rugi pasti yang harus dibayarkan Pemkot. Setelah ada jumlah riil jumlah ganti rugi yang harus dibayarkan, atas dasar perhitungan PN, pihaknya akan memasukkan anggaran tersebut pada neraca sebagai hutang Pemkot pada pihak ketiga, dan selanjutnya anggaran diajukan melalui RAPBD. Namun untuk lebih meringan-

kan beban Pemkot, setelah ada perhitungan dari PN, Pemkot akan menemui Direktur PT Sinar Permai Aang Gunawan untuk negosiasi soal jumlah pembayaran ganti rugi riil yang harus dibayarkan pada Investor. “Saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan PN untuk proses perhitungan ganti rugi yang akan dibayarkan pada PT Sinar Permai. Namun hasil koordinasi akan kami tindaklanjuti dengan pengajuan surat resmi pada PN, untuk penghitungan ganti rugi Pasar Pagi yang harus dibayarkan Pemkot pada PT Sinar Permai selaku investor,” kata Ikmal. Secara terpisah, Sekretaris ke hal 7 kol 4

M SAEKHUN/RATEG

BERMASALAH - Walaupun bangunan blok A Pasar Pagi Tegal cukup megah, dan telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah, namun hingga saat ini sengketa Pasar Pagi antara Pemkot dan PT Sinar Permai, selaku investor belum kunjung selesai.

Ansyaad Mbai: Panji Gumilang Itu Pemimpin NII KW IX

Ahli Balistik Antasari Diperiksa KY

Menag SDA Persilahkan Polisi Mengusut Lebih Dalam

JAKARTA - Lengkap sudah pemeriksaan Komisi Yudisial (KY) terhadap tiga ahli dalam dugaan rekayasa kasus Antasari. Kemarin (18/5) ahli balistik Mabes Polri Maruli Simanjuntak datang memenuhi panggilan lembaga penegak kode etik para hakim. Sayangnya Maruli tidak mau berkomentar banyak tentang keterangan apa saja yang dia berikan untuk KY. Yang jelas, saat ditemui para wartawan setelah pemeriksaan, dia irit bicara dan hanya mengatakan, “Semua (keterangan saya) sama seperti yang dipersidangan.” Maruli pun ce-

JAKARTA - Tuntutan terhadap sikap tegas pemerintah menuntaskan persoalan Negara Islam Indonesia (NII) terus berkembang. Anggota Komisi VIII DPR RI dibuat tercengan, dengan pengakuan blak-blakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai. ke hal 7 kol 1

RANDY TRI KURNIAWAN/RM

BAHAS TERORIS DAN NII - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai (kiri) dan Menteri Agama Suryadharma Ali saat rapat kerja bersama komisi XIII di Gedung DPR Senayan Jakarta, Rabu (18/5).

pat-cepat masuk ke mobil dan meninggalkan gedung KPK. Anehnya, yang banyak memberikan keterangan kepada wartawan adalah Kepala Biro Bantuan Hukum Mabes Polri Brigjen Pol Iza Fadri yang kemarin datang mendampingi Maruli. Dia menjelaskan, tidak ada rekayasa dalam perkara pembunuhan Dirut PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Dia mengaku bahwa dirinya mendengarkan semua keterangan Maruli yang diberikan kepada tim KY. Memang, dalam persidangan ke hal 7 kol 4

Dodong Kodir, 15 Tahun Menekuni dan Menciptakan Alat-Alat Musik dari Limbah

Bikin Kolaborasi di Yunani, Juga Konser Tunggal di Belgia

Ikke Nurjanah Ultah, Bikin Lagu untuk Anak JAKARTA - Mei ini menjadi momen pergantian usia Ikke Nurjanah. Sebuah perayaan sederhana di sebuah tempat makan di kawasan Jakarta Pusat kemarin (18/5) diadakan untuk menandai usianya yang kini menginjak 37 tahun. Pada hari istimewa itu, Ikke sekaligus meluncurkan single anyar berjudul Anakku. Inspirasi single yang dikerjakan enam bulan belakangan tersebut tak jauh-jauh dari kehidupan pribadinya, yaitu seputar hubungan ibu dengan anak. Lagu itu boleh jadi juga menjadi ajang unekunek Ikke sebagai orang tua tunggal. Apalagi hubungan ibu dan anak sering berada dalam masa-masa sulit. “Kayaknya sangat gampang ke hal 7 kol 4

Walkot Siap Bayar Aang * Bayar, toli rampung! Rumah Ibunda SBY Kemalingan * Apamaning umahe sampeyan!

CMYK

Kreativitas Dodong Kodir ini termasuk langka. Selama 15 tahun dia menggeluti jenis musik “yang tak biasa”. Disebut “tak biasa” karena dia mampu menciptakan alat musik dari aneka sampah yang bisa menghasilkan suara alam seperti petir dan ombak. Gara-gara keahlian itulah dia berkeliling ke sejumlah negara. LAPORAN: TRI MUJOKO BAYUAJI PEMENTASAN yang dihelat di Bentara Budaya Jakarta pada

Selasa pekan lalu itu (10/5) bertajuk Jagat Kertas. Acara dibuka dengan irama eksplorasi alam. Ada gemuruh badai, suara petir menyambar beberapa kali, dan sayup-sayup terdengar suara ombak mengempas pasir di pantai. Suara-suara alam itu mengiringi gerakan seorang penari berbalut kertas putih yang meliuk-liukkan tubuhnya. Tak jauh dari panggung, di bagian yang tak tersorot lampu, seorang pria berambut gondrong dengan asyiknya memainkan beberapa alat musik. Ternyata, alat-alat musik itulah yang menghasilkan suara-suara alam seperti petir, gemuruh badai, serta ombak. Pria gondrong itu adalah Dodong Kodir. Saat pementasan berlangsung, tatapan mata pria 60 ke hal 7 kol 4

RAKA DENNY/JAWAPOS

UNIK - Seniman asal Bandung Dodong Kodir, sampah daur ulang ini bisa diolah menjadi berbagai alat musik etnis yang unik.

OPINI

2

KAMIS 19 MEI 2011

RADAR TEGAL

Spirit Ki Gede Sebayu Mutu Pendidikan Sudah Meningkat? Oleh: Muh. Abduh UJIAN Nasional sudah berakhir. Hasilnya pun sudah diumumkan dan sungguh sangat luar biasa. Jumlah yang tidak lulus sangat sedikit. Dan aksi corat caret baju dan konvoi selalu saja terjadi., seperti tradisi yang tak pernah hilang. “Kayong susah kon ora coret coret baju lan konvoi nganggo motor sing monine mbudeki kuping.” “Kue tandane bocahe wis pinter-pinter Wa?” tanya Panjul yang sepertinya masih meragukan dengan hasil Ujian Nasional. “Moga moga bae!” jawab Dalipan. Lalu setelah itu selesai, pertanyaan yang sering muncul adalah batas nilai minimal pada tahun depan. Mendiknas Mohammad Nuh menyatakan, nilai minimal kelulusan tahun ini sudah kompetitif. Sebagaimana diketahui, syarat nilai kelulusan adalah rata-rata 5,5 dan tidak ada nilai di bawah 4,0 untuk setiap mata pelajaran. “Jare pak mentri, 5,5 kuwe wis cukup apek. Jika dibulatkan jadi 6,” terang Dalipan. Memang idealnya setiap tahun batas nilai minimal kelulusan naik. Namun kajian untuk meningkatkan batas ambang kelulusan butuh kajian yang mendalam. Tidak bisa diputuskan dengan gegabah. “Toli tahun ngarep, batas minimale pan dinaikkan wa?” Meski belum bisa dipastikan, agaknya tahun depan nilai minimal kelulusan sama dengan tahun ini. “Kayong pan tetep standare! Mbuh ngger ganti mentrine!” Kemendiknas terus mengungkit kenaikan persentase jumlah kelulusan tahun ini dibanding tahun lalu. Hasil penghitungan terakhir, persentase kelulusan Unas 2011 tercatat 99,22 persen atau 1.450.498 siswa. Sementara itu, kelulusan tahun lalu 89,93 persen atau 1.368.938 siswa. “Mudah-mudahan peningkatan persentase kelulusan ini merupakan salah satu indikator peningkatan kualitas pendidikan secara umum.” “Dudu karena kelulusane digabung karo nilai ujian akhir sekolah?” Kemendiknas tidak menampik kenaikan persentase kelulusan tahun ini tidak bisa dilepaskan dari penggabungan nilai ujian akhir sekolah (UAS). Di tingkat SMA dan sederajat, nilai UAS didapat dari penggabungan nilai ujian akhir tingkat sekolah dengan nilai rapor semester III, IV, dan V. “Ohh ya pantes, tingkat kelulusane apik!” Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo menjelaskan, kenaikan persentase kelulusan cenderung bisa diprediksi sejak awal. Pemicunya adalah penggabungan nilai UAS. Menurut dia, sekolah tentu saja berpeluang mengatrol nilai UAS supaya bisa menolong siswanya untuk lulus. “Ngger kaya kuwe tah, ora kena didadekna patokan peningkatan kualitas pendidikan!” Pemerintah juga tidak perlu bangga melihat angka kelulusan yang naik. Sebab, di lapangan ternyata masih banyak temuan kecurangan untuk mendapatkan nilai tinggi dalam unas. PB PGRI dan pemerintah tidak bisa menutup mata atas masih munculnya kecurangan dalam pelaksanaan unas. Karena itu, PB PGRI menyiapkan evaluasi besarbesaran terhadap pelaksanaan Unas 2011. “Temuan-temuane pan dibahas PB PGRI wa!” Seluruh wakil PGRI tingkat provinsi bakal berkumpul di Jakarta pada pengujung bulan ini untuk membahas temuan-temuan selama Unas 2011. Temuan mulai sebelum, selama, dan setelah unas akan dibeber dalam forum tersebut. Termasuk temuan adanya dugaan pelanggaran atau kecurangan. Baik itu yang dilakukan dinas pendidikan setempat, kepala sekolah, guru, hingga murid. (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Iman Teguh Supriyono. Redaktur: Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi, Khikmah Wati, Moch. Arifin, Arief Nur Rahardian Sidiq. Sekretaris Redaksi/Persh: Yully Trieyani. Kota Tegal: M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan, Abidin Abror. Brebes: Agus Wibowo. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Hermas Purwadi, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P, Asep Ariadi S. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Hesti Prastyani (Manajer Tegal), Kharisma Dewi, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Astri Prayudita, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: M. Yusuf Abadii. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 35.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Oleh: M Berlian Adjie TANGGAL 18 Mei 2011 usia kabupaten Tegal yang ke 410 dalam perhitungan para tokoh masyarakat, pinisepuh, serta keluarga keturunan trah Ki Gede Sebayu. Penetapan tanggal ini dilakukan para peneliti sejarah, di mana pada saat itu mulai diangkatnya Ki Gede Sebayu secara definitif menjadi Adipati Tegal, yakni pada tanggal 18 Mei 1601. Namun selama ini sebagian masyarakat hanya tahu dan dengar tentang beliau dari acaraacara ritual yang setiap tahun dilakukan tanpa mengetahui siapa dan bagaimana Ki Gede Sebayu melakukan perjalanan hidup. Sehingga sangat berjasa dalam tata kehidupan bermasyarakat, dan melaksanakan pembangunan sekaligus memberikan tuntunan serta tatanan dalam beribadah untuk kebahagiaan dunia akherat. Menjadi sangat lucu apabila kita setiap tahun memperingati ritual dan beberapa seremonial tanpa mengetahui lebih jauh makna serta filosofi yang terkandung untuk kehidupan bermasyarakat terutama di Kabupaten Tegal. Minimal memberikan spirit nuansa batin agar selalu melekat, bahwa kita punya tonggak sejarah yang tidak hanya diperingati setiap tahunya tapi perlu ditiru semangat kerja, tujuan dan kemanfaatan perjuangan Ki Gede Sebayu untuk kesejahteraan. Dan ini sah patut ditiru oleh siapa pun tanpa melihat status dan kedudukan, terutama dalam cara bertutur, bersikap dan berperilaku. Ki Gede Sebayu memiliki nama lain, Syekh Abdurahman, disamping memiliki kemampuan di bidang pemerintahan (umaro) juga seorang ulama, yang mampu memberikan bimbingan dan penceraan untuk kehidupan di akherat kelak. Sangat banyak apabila kita lihat karya besar beliau dalam menjalankan roda pemerintahan, namun akan kita coba melihat sejarah tentang konsep yang dijadikan landasan dalam menata dan membangun masyarakat pada saat itu yang tentu saja sampai saat ini masih sangat relavan untuk tetap dilestarikan. Konsep Tri Sanja digunakan Ki Gede Sebayu, selanjutnya disebut KGS, dalam menata masyarakat di bidang pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan sangat tepat

dengan selalu berorientasi pada masa depan yang lebih baik. Maksudnya adalah dalam melaksanakan aktivitas apa pun agar mengutamakan manfaat kesejahteraan, bukan sebaliknya. Ini terlihat pada jaman KGS mulai datang ke wilayah Tegal dengan rombongan 40 kepala keluarga, di mana masing masing memiliki keahlian yang berbeda, maka untuk mengembangkan diri agar menjadi maju dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok yang pertama menempati sebuah Desa Sayangan. Mereka mempunyai keahlian membuat alat alat dapur lengkap, yang kemudian disebut dengan Desa Pesayangan. Kelompok kedua menempati sebuah desa yang sekarang ini disebut Desa Mejasem, di mana mereka memilik keahlian di bidang pertukangan. Kelompk ketiga menempati sebuah desa yang sekarang ini disebut dengan Desa Pagongan, yang mempunyai keahlian membuat alat alat dari tanah liat, gerabah dan genting. Kelompok keempat menempati sebuah desa yan sekarang diberi nama Banjaran, mereka punya keahlian membuat kue. Dan kelompok kelima, mereka yang memilih tinggal dengan KGS di Kalisoka dan mempunyai keahlian membuat tenun kain dan ahli di bidang kemasan. Melihat sistem yang digunakan KGS dalam menata masyarakatnya, kita melihat sedikit banyak sudah menggunakan Renstra. Dari 40 kepala keluarga disebar agar bisa menerapkan keahlianya dan menularkan kepada warga yang lain, sehingga kesejahteraan akan tercapai dan selalu berorientasi pada masa depan yang lebih baik. Selanjutnya menjadi pertanyaan kita mengapa dijadikan 5 kelompk ternyata mendasari pada rukun Islam. Konsep Tri Sanja yang kedua adalah meningkatkan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Hal ini dibuktikan antara lain dengan membangun pondok Al Quran dan Taukhid, di mana kedua materi tersebut merupakan pondasi yang utama manusia dalam menjalankan kehidupan dunia dan akherat. Di samping pada saat itu, KGS juga mendirikan masjid sebagai sarana peribadatan. Tentunya dasar pertimbangan KGS dalam mengajarkan urusan dunia akherat bersandar pada du ajaran dan tuntunan

yang tercantum dalam Hadits Nabi Muhammad SAW. Pertama, barang siapa yang mengharap kesejahteraan dunia maka harus dengan ilmu, dan siapa yang mengharapkan kesejahteaan akherat maka harus dengan ilmu dan barang siapa yang menghendaki kesejahteraan dunia dan akherat maka juga harus dengan ilmu. Kedua, bekerjalah untuk duniamu seakan akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akheratmu seakan akan kamu akan mati besok . Konsep yang ketiga adalah percaya pada diri sendiri. Salah satu bukti sejarah bahwa KGS mengajarkan perlunya kemandirian adalah pembangunan areal pertanian dan pembangunan bendung Kali Gung sebagai bukti kebesaran dan keagungan KGS pada saat itu. Pertanian yang masih menganut pola tadah hujan dianggap merugikan masyarakat, di mana sangat mempengaruhi hasil pertanian yang semestinya bisa dinikmati dua sampai tiga kali setahun ini tidak pernah dirasakan oleh petani. Maka bila tidak segera dicarikan jalan keluar cepat atau lambat kegiatan atau produktivitas pertanian akan menjadi menurun dan masyarakat akan menjadi putus asa. Melihat kondisi yang demikian, maka KGS saat itu merencanakan membuat saluran air (irigasi). Sungai yang bisa ditata untuk dibuat bendungan mengatur aliran air adalah Kali Jembangan dan Kali Gung. Meskipun pada akhirnya yang lebih didahulukan Kali Gung. Rencana pembangunan bendungan Kali Gung itu ternyata tidak hanya didukung oleh puluhan orang, tetapi dibantu oleh ratusan bahkan ribuan orang silih berganti. Langkah pertama untuk membangun bendungan Kali Gung adalah mengumpulkan batubatuan untuk bendungan. Di mana setiap hari dibutuhkan tenaga sekitar 100 orang secara bergilian. Sedangakan istri KGS, yaitu Siti Maryam atau Siti Gumayun atau Raden Ayu Buyut Mas dan putrinya Raden Ayu Giyanti Subalaksana membantu di dapur umum untuk mempersiapkan makanan. Dalam perjalananya ternyata mengalami berbagai masalah, seperti semangat kerja menurun, banyak yang meninggal terseret arus air Kali Gung yang mengganas dan tidak sedikit yang

kecelakaan karena harus bertarung dengan batu batu besar. Sehingga KGS terpaksa menghentikan pekerjaan pembuatan bendungan untuk sementara. Pada satu malam tanpa diketahui para pengikutnya, hanya ditemani Ki Suralaweyan dan Ki Jagasura, KGS meninggalkan pesanggrahan di Timbangreja menuju arah barat ke Desa Sesepan dan Wringin Jenggot Balapulang. Tempat itu disebut Sesepan karena dijadikan tempat nyepi oleh KGS. Kata sesepan konon dari kata sepi atau Nyepi atau Mesuh Raga. Sedangkan Desa Wringin Jenggot adalah sebuah pohon beringin yang lebat, di sanalah KGS melakukan semedi atau mesuh raga, untuk memohon kepada Allah SWT agar dalam melaksanakan pekerjaan membuat bendungan Kali Gung bisa selesai tanpa rintangan dan tidak lagi memakan korban. Setelah selesai melakukan semedi, KGS segera kembali mengumpulkan para pengikutnya di Desa Timbangreja sambil mmenyampaikan dawuh. Suasana hening karena tidak satu pun yang mengerti bahwa yang dimaksud KGS menginginkan pembangunan bendungan Kali Gung harus selesai malam hari itu juga. Mereka semakin tidak mengerti dengan dawuh KGS bahwa mereka yang tidur lelap akan mendapat ganjaran dan yang tidak tidur justru mendapatkan hukuman. Akhirnya dengan tanpa banyak tanya, para pengikut KGS menuruti apa yang diperintahkan. Namun ketika pagi pagi mereka bangun tidur sangat kaget melihat air sudetan mengalir dengan baik dan bangunan bendungan telah berdiri dengan kokoh dalam satu malam. Sehingga para pengikut KGS menjadi heran dan bingung, namun mereka terdiam saat salah satu pengikut KGS memberi penjelasan. Setelah selesai membngun bendungan Kali Gung atau bendungan Danawarih, maka KGS kembali ke Kalisoka dengan memberikan sejumlah pesan. Pertama, ing panggonan kene iki mbesuk yen wis tumekane rejaning jaman, jenengana Desa Danawarih, sing ngemu teges, dana kuwe atine weweh lan warih iku atine banyu. Kedua, mbesuk yen titi mangbareng kariosane aku kapundut ing ngarsane Allah Kang Maha Kuasa, jisimku petaken ana ing kene, bareng bareng karo kubu-

Saiki Ora Olih SKTM

rane wong wong sing pada mati jalaran ngayahi pakaryan mbendung Kaligung. Ketiga, sing pungkasan aja pada lali nganaaken tasyakuran ing dina dumadine bendungan Kaligung, yaiku saben tumekane dina Rabu pungkasan sasi Safar, panggonane ya ing panggonan kene sing umume dijenengi Wangan Jimat. (sumber: Ki Ahmad Wangun Harsana) Jelas di sini bahwa kemampuan merencanakan yang dimiliki KGS sangat terperinci ini terlihat pada saat menerapkan strategi membangun sangat memperhatikan kebutuhan dan pemerataan. Sifat tauladan dan kemampuan spriritual juga tidak diragukan lagi dengan selalu memberikan motivasi untuk berdoa dan meminta kepada Allah SWT setiap akan melakukan aktivitas dan apabila dalam perjalananya masyarakat memperoleh musibah dan bencana, maka seorang KGS akan selalu mencarikan jalan keluar dengan cara tanpa menyengsarakan rakyatnya. Karena pada hakekatnya semangat KGS dalam mengemban amanat sebagai pemimpin untuk mensejahterkan masyarakatnyalah yang perlu kita lanjutkan. Sehingga konsep Gotong Royong sebagai salah satu bentuk kebersamaan dalam melaksanakan pemberdayaan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Tegal akan selalu menjadikan spirit di semua lapisan. Selama ini kita dininabobokan dengan kemajuan teknologi yang lebih merujuk kepada interaksi secara instan tanpa memperdulikan komunikasi batin tentang kebersamaan. Sehingga yang timbul hanya persaingan, miss comunication, salah koordinasi, salah informasi, kepentingan sesaat, dan pada akhirnya salah dalam pengambilan kebijakan. Padahal ini sangat beresiko, karena kembali lagi yang menjadi korban rakyat, sedangkan mereka sangat membutuhkan pendampingan untuk kesejahteraan. Sehinga dalam kesempatan yang baik ini, siapapun diri kita marilah kita ambil semangat dan tauladan dari kepemimpinan Ki Gede Sebayu. Karena pada hakekatnya setiap diri kita adalah pemimpin, sehingga impian Kabupaten Tegal yang Mbetahi lan Ngangeni akan terwujud. (*) Penulis adalah Camat Kramat, Kabupaten Tegal

Perda Prostitusi Latah

RADAR.. Ak pn melu ngresula kyeh, piben ganing pelayanan ng rmh sakit Kardinah ning berobat saiki ra olih go SKTM, bsne sih ak sing wong mlarat ra duwe Jamkesmas ning pan priksa piben jal.. Dilawani adoh2 mana brg anjog rmh sakit ditolak, kongkone mbyr mohon ditanggapi. Matur suwun. 085642529xxx

LATAH/ROYAL temen DPRD Kabupaten Tegal pan gawe Rancangan Perda Prostitusi. Sing bener tah... PERDA PERSELINGKUHAN, soale Kwantitas dan Kwalitase sudah meningkat tajam di Kabupaten Tegal. Inspektorat karo BKD ne payah, kecingan. 08166738xxx

Tanggapan:

Jebule Mata Duitan

KAMI informasikan bahwa untuk mendapatkan pelayanan di RSUD Kardinah sampai saat ini masih dapat menggunakan SKTM yang sesuai dengan peserta Jamkesda yang tercantum dalam SK Walikota No 441.9/ 041/2011 ( Masuk Dalam Data Base Rumah Sakit ) Direktur RSUD Kardinah dr. ABDAL HAKIM TOHARI, Sp.RM.MMR

JEBULE staf Kec. Dukuhwaru mata duitan, buktine pamong pan olih tunjangan bee pamong2 pan pada urunan go mecingi, alesane sbg uang transpor kirim spj ke kabupatn. 085742786xxx

Awas Ulat Bulu ASWB Pa WALI.. Sebelum serangan ulat bulu nyampe ke kota Tegal tolong diadakan penyemprotan pestisida untk smua pohon yg ada di Kota Tegal, teruatama pohon2 mangga. Ngeri deh klo ulat bulu mewabah di Kota Tegal. Mtr nuwun sblmx. 081548032xxx

Mending Bicara DPR ORANG2 sibuk mmbicarakan prnikahn William+Kate, yg ktanya prnikahn agung. Bodh amt org yg sbuk itu, kya kurng krjaan aja. Emng William+Kate siapanya kita?! Mnding mmbicarakn ttg DPR yg ngotot pengin gdung bru di saat “priuk”wong cilik oleng &” dapurnya” tdk ngebul krn api padam. Oh, btapa sialnya jdi wong clik. 085719088xxx

SPJ BOS Bikin Pusing 0M Radar.. tulung le sampekna pemerintah daerah “peng SPJ an B0S bisane tambah rumit nemen, gawe sirah senot2.. mumet”. Tgs POKOK guru kan mulang ora gawe laporan B0S, dadi angger bs SPJ B0S ya sing simpel bae aja rumit2. Ben d gawe ya gampang n nd bikin pusing. Ato angger tetep kudu ky kue ya ben skolah d ngein contoh satu bendel SPJ B0S sing bener, ben go acuan. Dadine ra salah2 terus bolak balik kabupaten. Angger perek tah ora pa2, la sing nang gunung2, wis mudun kesel2 salah maning, salah maning. Angger kas gawe SPJ BOS sirahe mumet, mulang ya rada ora maksimal Om. 081548037xxx

Harga Tak Sesuai HARI Sabtu jln2 ma istri ke Pasifik Tegal, hati snang smpai d Psfk.. Blnja spuasny d suprmrket ‘krn bandrol hrga yg trtra sngt murh, tp trnyta stlh

sesmpainy drmh q cek trnyt hrgany tdk ssuai, muahal nemen! Tlng phk mangmn Psifik tindklajti cek lg harga di komptr dg harga yg tertra di bandrol barng yg dijual! Ngawur nt kasire ari ngregani! Go msyrkt Tegal n sktre ‘’ati2 ne blnj ning Pasific mall. 085786062xxx

Parkir Sedelat Be Ora Olih AKU ya lagi ngresula, kuwe satpam BRI alun2 gebleg apa ora waras, wong aku pan upacara dina ngadege Kota Tegal, melu parkir motor nang parkirane BRI sadelat tok be ora olih.. Kwe satpam karepe dewek apa dikon atasane? Berarti kuwe uwong ora ngormati acarane Pemkot Tegal, kudu dibina satpam sing jaga dina kuwe, atawa langsung bae dibinasakan, arane eben ora maning2 alias kapok jipok.. Sayang aku ora seneng gelut, cobao dong aku gelem gelut, remuk ndean. 081902461xxx

Selamat Jalan dan Bertugas SLAMAT jlan dan slamat brtugas di tempat yg baru buat Bpk Kapolres Tegal Kota, Bpk Kalingga Rendra Raharja. Saya mewakili wrga Kota Tegal pda umumnya mgucpkn banyak2 trima ksih atas peran serta bpk slama brtugas di Kota Tegal, yg mnurut kami kinerja Bapak sgat baik dan arif. Kami brhrap peganti bpk nantinya mampu merangkul smua lapisan msyarkat Kota Tegal lewat program2 polmas sprti ‘Polisi Jakwire wong Tegal’ dan program lainya yg tlah Bpk canangkan. Slamat jlan dan slmat brtugas di tmpat baru. Jasa anda akan slalu diknang oleh slruh wrga Tegal. Trima kasih. 085786359xxx

Perawate Galak Nemen AK duwe kakang penyakite diabetes, berobat nang RSUD Tegal ne dina Selasa jarene perawate galak nemen, tolong dibina Pak Wali. Matur nuwun. 085869292xxx

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS ke 085293278922, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Dapatkan kaos Ngresula, yang berisi SMS ngresula pilihan. Hanya Rp55.000/pcs.

ENTERTAINMENT

KAMIS 19 MEI 2011

3

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING Hotel Bahari Inn Tegal (0283) 343399 Hotel Karlita (0283) 358050 Orange Karaoke (0283) 322022 Riez Palace Hotel (0283) 353773, hunting (0283) 358978 Flash Family Karaoke & Cafe (0283) 321284

AGENDA HOTEL HOTEL KARLITA Rabu dan Sabtu, Show DJ and Dancer Performance pukul 23.0003.00 WIB di Zodiak Discotheque dan VIP Karaoke. HOTEL BAHARI INN Tegal - Jum’at dan Sabtu Live Musik di Cafe Nelayan, Mulai Jam 19.00 WIB - Sabtu Happy Our di Musro Diskotik, Jam 20.00 - 03.00 WIB

RIEZ PALACE HOTEL - Senin sampai Minggu Breakfast Promo Spesial Price (All You Can Eat) selama OktoberNovember 2010 dari pukul 07.00-10.00 WIB. Spesial Sop Buntut di abunawas Top Roof Resto. Mulai jam 19.00 selama bulan november 2010, Buka 24 Jam

Terlibat Aksi Pemboman? JUSTIN Bieber terlibat dengan berbagai peristiwa pengeboman yang mengancam para anggota polisi? Dugaan itu muncul lantaran polisi akhirnya menemukan kakak Beiber, yang bernama Alex, yang menjadi tersangka pelaku pengeboman. Yang pasti, hal ini akan membuat hati para fans Bieber, yakni ‘Belieber’, menjadi deg-degan. So, jika kamu para penggemar Bieber, kamu bisa menyaksikan kemampuan idola kamu itu di serial CSI: Crime Scene Investigation musim ke-11 episode ke-15, yang akan tayang secara ekslusif di kanal AXN pada Kamis 19 Mei 2011 pkl. 21.00 WIB. Dalam serial tersebut, Bieber memerankan karakter Jason McCann, seorang remaja ber-

masalah yang terpaksa memberitahu keberadaan kakaknya, Alex, yang jadi tersangka pelaku pengeboman kepada Agen CSI Nick Stokes (George Eads) untuk menyelamatkannya. Namun malang melandanya, tim CSI terpaksa melakukan tembakan ketika Alex mengacungkan senjatanya. Dan kematian Alex membuat Jason tak terima dan menganggap Nick telah sengaja membuat Alex terbunuh. Singkat cerita, tiba-tiba Nick tersadar bahwa dirinya telah menyentuh jebakan bom yang siap meledak. Dalam suasana mencekam, empat orang anggota kepolisian terjebak di dalamnya sambil berupaya menjinakkan bom yang hanya tinggal hitungan detik. (kpl)

Dikencani Denny Sumargo? BERKALI-kali gagal menjalin hubungan spesial membuat Agnes Monica berpikir panjang untuk memulai kisah asmara. Agnes yang tengah dekat dengan pebasket Denny Sumargo pun enggan buru-buru jatuh hati. Benarkah mereka telah berkencan? Meski tengah dekat dengan Denny, dara berusia 24 tahun itu mengaku kedekatannya hanya sebatas teman biasa. Ia ingin lebih hati-hati memilih seorang pria. “Berteman aja dulu. Jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama. Kita temenan memang sudah lama,” ungkap pelantun ‘Paralyzed’ itu saat ditemui di Studio RCTI, Jalan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (18/5). Kedekatan keduanya memang sudah lama terjalin. Meski begitu, perempuan yang pernah diisukan dekat dengan pesinetron Rezky Aditya itu juga tak mau gegabah memilih. Ia pun mengaku masih ingin menilai terlebih dulu sosok Denny Sumargo lebih jauh. Bahkan, ia meminta keluarga untuk membantunya menilai. “Aku mau tahu motivasi dia mendekatiku dulu. Apakah karena Agnes yang artis, atau karena Agnes yang sebenarnya. Minta bantuan dari keluarga dan orangorang dekat saja untuk menilai,” ungkapnya. (dtk)

A g n e s

M o n i c a

Kesaksian Dewi Persik Meringankan PERSIDANGAN keempat kasus perseteruan Dewi Persik (Depe) dan Julia Perez (Jupe) berlanjut dengan keterangan saksi dari Depe. Kesaksian mantan istri Aldi Taher itupun dianggap meringankan Jupe. Meski di awal kesaksiannya sempat memberatkan Jupe. Hal itu disampaikan kuasa

hukum Jupe, Henry Yosodiningrat ditemui usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (18/5). Menurutnya, keterangan para saksi yang menjelaskan bahwa aksi cakarcakaran Jupe-Depe sebagai bagian dari skenario merupakan poin yang meringankan pacar Gaston Castano itu.

“Meskipun ada kecenderungan memberatkan bahwa keterangan mereka peristiwa itu adegan film yang sesuai skenario, hasilnya meringankan meskipun ada kecenderungan di awal memberatkan,” tuturnya. Semua keterangan saksi menjadi bukti kalau Jupe tidak melanggar pidana. (dtk)

Foto Nakal Tersebar, Pekerjaan Terganggu SELAIN membuatnya dicap tampang mesum, tersebarnya foto nakal dengan Syahrini membuat Daniel Mananta bisa jadi akan kehilangan kesempatan untuk menjadi brand ambassador sebuah produk. “Gue lagi menjalankan tahap diskusi sama mereka, eh sekarang jadi tertahan karena masalah ini,” ungkap Daniel dalam jumpar pers di Cafe Grato, Hotel F1, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/5). Tak hanya itu, pria kelahiran Jakarta, 14 Agustus 1981 itu juga dimintai keterangan oleh beberapa orang yang menjalin kerjasama dengannya gara-gara foto nakal tersebut. Namun, hal tersebut sama sekali tak membuatnya khawatir karena ia merasa tak seperti sangkaan orang. “Awalnya gue pikir keluarga atau pacar gue yang merasa terganggu, tapi ternyata mereka nyantai ya gue seneng banget karena

mereka bisa membuat gue tenang juga,” katanya lagi. Pria yang memulai kariernya sebagai VJ MTV itu juga mengatakan, orang pertama yang ia mintai pendapatnya tentang foto itu, kekasihnya. (dtk)

Daniel Mananta

OLAHRAGA

4

KAMIS 19 MEI 2011

RADAR TEGAL

MAN. CITY (3)

STOKE CITY (0)

GUSUR RIVAL

MANCHESTER - Komposisi di zona empat besar Premier League berubah. Manchester City menggusur Arsenal dari posisi ketiga klasemen sementara. Itu menyusul kemenangan 3-0 (1-0) atas Stoke City kemarin dini hari. Suntikan tiga angka membuat City mengoleksi 68 poin. Mereka unggul satu angka atas Arsenal yang pada pekan ke-37 takluk dari tamunya Aston Villa 1-2 di Emirates Stadium (15/5). Peluang City finis di posisi ketiga sangat besar. Pada pekan terakhir Premier League (22/5), City akan bertandang ke Ewood Park menantang Bolton Wanderers dan Arsenal melawat ke Craven Cottage menghadapi Fulham. “Kami harus memenangkannya,” bilang Joe Hart, kiper City, seperti dikutip BBC. “Setelah memastikan tiket ke Liga Champions, kami memang sangat berambisi untuk mencapai hasil yang lebih baik. Finis di posisi ketiga akan memberikan semangat yang hebat dan kemudahan pada musim depan,” kata kiper timnas Inggris itu. Memang, dengan finis di tempat ketiga, maka City tak perlu memulai kompetisi lebih awal. Sebab, mereka lolos otomatis ke fase grup Liga Champions. Sedangkan, bila finis di posisi keempat, mereka harus melalui

playoff Liga Champions. Menghadapi lawan yang sama dengan final Piala FA (14/ 5), City meladeni dengan cara berbeda. Mereka bermain lebih lepas ketimbang di partai puncak Piala FA. Hasilnya, baru 14 menit laga berjalan City unggul lewat gol Carlos Tevez. Keunggulan satu gol bertahan hingga jeda turun minum. Pada babak kedua, manajer City Roberto Mancini mengintruksikan para pemainnya agar lebih menekan. Mereka akhirnya mendapat tambahan gol melalui sundulan Joleon Lescott di menit ke-53. Kemudian, kiper Stoke Thomas Sorensen kembali harus memungut bola dari gawangnya pada menit ke-65 akibat gagal mengantisipasi sepakan bebas Tevez. ?Dia telah mencetak 21 gol bagi kami di Premier League,? puji Mancini kepada Tevez, seperti dikutip Reuters. Mancini menambahkan, dengan kualitas seperti itu, Tevez selalu menjadi pemain penting bagi City. Tactician asal Italia tersebut juga mengatakan bahwa Tevez telah menyatakan keinginan untuk bertahan pada musim depan. “Dia mengatakannya sebelum final (Piala FA). Saya pikir, dia akan bertahan musim depan. Saya tidak berpikir kami akan mengubah banyak hal karena kami bermain

di Liga Champions. Kami memiliki skuad yang bagus dan kami hanya akan menambah pemain yang lebih baik,” kata Mancini. Ketika Tevez ditarik keluar pada menit ke-88 dan digantikan Dedryck Boyata, dia melambaikan tangan di arah suporter City. Lambaian yang sama juga dilakukannya sembari menggendong anaknya ketika pemain City melakukan selebrasi kemenangan. Namun, bila pernyataan Mancini benar adanya, maka itu bukanlah lambaian perpisahan dari Tevez. Meski sekarang dia terus dikaitkan akan hengkang dari City of Manchester Stadium. Peminat utamanya adalah Inter Milan dan Real Madrid. Meski kalah, tapi kubu Stoke tidak terlalu kecewa. Sebab, mereka tetap berada pada posisi sepuluh besar dan sudah memastikan tiket lolos ke Europa League karena menjadi finalis Piala FA. “Kami telah berusaha dengan sangat keras. Pencapaian yang hebat. Yang t a k terbayangkan

pada awal musim lalu,” kata Jon Walters, striker Stoke, kepada BBC. (ham)

Rossoneri Perkokoh Pertahanan MILAN - Benteng pertahanan menjadi perhatian AC Milan untuk persiapan musim depan. Kendati musim ini pertahanan Milan merupakan yang paling tangguh di Serie A Liga Italia, tapi masih ada sederet penggawa Milan yang mulai uzur. Ya, musim ini, Milan hanya kebobolan 24 gol. Bandingkan dengan Inter Milan yang berada di posisi kedua dan kebobolan 41 gol atau Napoli di posisi ketiga dan kebobolan 37 gol. Hanya, sejumlah bek tua masih menjadi andalan. Mereka adalah Alessandro Nesta, 35, Mario Yepes, 35, Nicola Legrottaglie, 34, Gianluca Zambrotta, 34, dan Massimo Oddo, 34. Makanya, musim depan Milan butuh peremajaan. Itu dimulai dari memperpanjang kontrak Thiago Silva. Silva yang disebut-sebut sebagai pemain paling vital di benteng pertahanan Milan musim ini diganjar kontrak baru yang membuatnya bertahan lima tahun lagi di Milan. Pemain lain yang mendapat kontrak baru adalah Mark van Bommel dan Flavio Roma. Namun, masih banyak pemain Milan yang kontraknya habis pada pengujung musim ini. Mereka antara lain Clarence Seedorf, Massimo Ambrosini, Alessandro Nesta, dan Andrea Pirlo. Negosiasi kontrak mereka akan berlangsung dalam bebebara hari ke depan. Tersiar kabar, mereka akan tergilas proyek peremajaan Milan. Termasuk Nesta yang posisinya bakal digantikan Philippe Mexes yang digaet Milan dari AS Roma dengan free transfer. “Saya senang karena bergabung dengan Milan dan menjadi bagian dari klub ini dalam empat tahun ke depan. Saya bangga, terutama karena melihat kostum baru saya memiliki logo scudetto di bagian dada,” bilang Mexes, seperti dikutip Football Italia. Mexes sudah lama dikaitkan dengan Milan, tapi transfer selalu gagal karena Roma ogah menjualnya ke rivalnya itu. Padahal, Mexes hanya mau dijual ke Milan atau sekalian dilego ke klub luar Italia. ?Saya sudah mengambil keputusan sejak Januari lalu,? kata Mexes. Sementara itu, bek anyar lainnya yang baru bergabung ke Milan adalah Taye Taiwo. Bek Olympique Marseille yang juga didatangkan dengan status free transfer tersebut sudah menjalani tes medis di Milan, kemarin. Dia tinggal meneken kontrak dengan Milan dan segera diperkenalkan sebagai pemain baru Milan. Kehadiran Taiwo diyakini akan memperkokoh pertahanan Milan. Bek timnas Nigeria itu akan mengisi posisi kiri yang selama ini dianggap sebagai titik lemah Milan. Kedatangan Taiwo menjadi ancaman bagi Luca Antonini, Gianluca Zambrotta, Marek Jankulovski, dan Urby Emanuelson. Hanya, Zambrotta dan Emanuelson memiliki kemampuan untuk bermain di beberapa posisi lain. (ham)

Ikut Sedih Sampdoria Degradasi KEBAHAGIAAN manajer Manchester City Roberto Mancini terusik. Harusnya dia bersuka cita lantaran klub yang ditanganinya menjuarai Piala FA dan memastikan tiket lolos ke Liga Champions musim depan. Tapi, ada kabar lain yang mengganggunya. Ya, kabar itu datang dari Italia. Yakni terdegradasinya Sampdoria ke Serie B Liga Italia musim ini. Itu menyusul kekalahan pada pekan ke37 dari Palermo yang membuat secara matematis mereka tak mungkin lagi selamat dari jerat degradasi. Wajar bila Mancini bersedih. Tactician berusia 46 tahun itu memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Blucerchiati, julukan Sampdoria. Ketika masih aktif bermain, dia membela Sampdoria selama 15 tahun (1982-1997) dan ikut mempersembahkan scudetto pada 1990-1991. Era Mancini adalah era kejayaan Sampdoria. Selain satu scudetto, tim yang berbasis di Genoa itu merebut empat gelar Coppa Italia. “Saya kecewa, sedih, dan terpukul mendengar Sampdoria gagal bertahan di Serie A,” tutur Mancini, kepada La Stampa.

Roberto Mancini “Dua bulan lalu, beberapa teman saya di Genoa menjelaskan bahwa Sampdoria akan terdegradasi musim ini. Saya katakan kepada mereka agar tidak terlalu membesarkan sikap pemisistis seperti itu. Ternyata,

mereka benar,” lanjut Mancini. Menurut mantan pelatih Inter Milan itu, penyebab utama kegagalan Sampdoria musim ini adalah tak menemukan cara untuk mengatasi problem di ruang ganti. Selain itu, mereka mengawali kompetisi terlalu awal pada musim ini. “Mereka mengawali musim sejak 10 Agustus 2010 lantaran harus tampil di babak kualifikasi Liga Champions. Sebuah tim harus benarbenar siap bila menjalani musim yang panjang dan Sampdoria ternyata tidak siap,” jelas Mancini. Kepergian Antonio Cassano dan Giampaolo Pazzini pada bursa transfer Januari lalu juga berperan besar atas kegagalan Sampdoria musim ini. Cassano pergi karena bertengkar dengan presiden Riccardo Garrone dan Pazzini dijual ke Inter. “Mereka adalah sosok penting saat menghadapi pertandingan sulit. Kalau saja mereka tidak pergi, saya yakin Sampdoria tidak akan berakhir di Serie B,” bilang Mancini. “Namun, saya percaya keluarga Garrone bakal kembali membangkitkan klub itu,” lanjutnya. (ham)

PHILUPPE MEXES

Joe Hard

JATENG

KAMIS 19 MEI 2011

5

RADAR TEGAL

DEMAK PelajarNjambret,DitangkapWarga DEMAK - Aksi pencurian dengan kekerasan kemarin terjadi di Jalan Sultan Hadiwijaya Kelurahan Mangunjiwan Kecamatan Demak Kota Kabupaten Demak. Pelakunya adalah THS, 18, yakni seorang pelajar warga Desa Cabean Kecamatan Demak Kota. Sedangkan, korbannya adalah Atik Rokhayati, 28, warga Dukuh Mlaten Desa Karangmlati Kecamatan Demak Kota. Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa sebuah tas warna coklat berisi 2 HP dan uang Rp 12 ribu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pencurian dengan kekerasan itu berlangsung ketika korban sedang mengendarai motor dan bermaksud pulang dari bekerja. Saat ditengah jalan, korban tibatiba disalip dengan sepeda motor oleh tersangka dari sebelah kiri. Saat itulah, drama penjambretan berlangsung seru. Setelah berhasil mendekati korban, tangan kiri THS langsung menarik tas yang dibawa korban. Bahkan lantaran ditarik terlalu keras, tali tas tersebut langsung putus. Akhirnya tas korban berhasil digasak pelaku. Namun, karena tidak hati-hati saat menjambret tersebut, tersangka maupun korban justru sama-sama terjatuh dengan sepeda motor mereka masing-masing. Itu terjadi setelah tas korban ditarik kencang. Meski sudah terjatuh, pelaku masih sadar dan langsung cepatcepat berdiri serta berusaha melarikan diri. Melihat gelagat itu, korban pun tak mau kalah. Dia juga langsung berdiri dan mengejar pelaku. Bahkan, sempat terjadi tarik-menarik tas antara korban dengan tersangka. Setelah tas berhasil diambil kembali oleh korban, pelaku pun lari. Tapi naas, pelaku berhasil dibekuk warga yang mengetahui aksi kejahatan tersebut. Kapolres Demak AKBP Sigit Widodo melalui Kasubag Humas AKP Sutomo, menuturkan, aksi penjambretan itu cukup disesalkan. Sebab, pelaku masih pelajar. “Kita masih memeriksa saksi-saksi lainnya,” terang AKP Sutomo. (hib)

GABAHAN

Sejumlah Perwira Dimutasi GERBONG mutasi di tubuh Kodam IV/Diponegoro, Rabu (18/5) kemarin, kembali bergerak. Sejumlah pejabat menempati posisi baru. Jabatan Asintel Kasdam IV/ Diponegoro yang semula dijabat Kolonel (Inf) Tumino Hadi dipercayakan kepada Letkol (Arm) Endra Mora Harahap. Pun jabatan Kapaldam IV/Diponegoro dari Kolonel (Cpl) Sigid Witjaksono dipercayakan kepada Kolonel (Cpl) Saiful Rachiman. Selanjutnya, jabatan Kababinminvetcaddam IV/Diponegoro dari Kolonel (Inf) Diman Chardiman kepada Kolonel (Inf) Herman Hidayat Eko Atmojo, Dandeninteldam IV/Diponegoro dari Letkol (Inf) Ananta Wira Indrasari P kepada Letkol (Inf) Mochamad Takuyasa Wiriawan. Selanjutnya, jabatan staf ahli Pangdam IV/Diponegoro Bidang Hukum dan Humaniter diserahterimakan dari Kolonel (Inf) Budi Heriyanto kepada Kolonel (Inf) Armaya Dachnial dan staf ahli Pangdam IV/ Diponegoro Bidang Ideologi dari Kolonel (Inf) Guruh Raharja

Manaf kepada Kolonel (Czi) Atmadi Mulyono. Serah terima jabatan dipimpin oleh Pangdam Mayjen (TNI) Langgeng Sulistiyono. Langgeng mengatakan, setiap pergantian jabatan dalam struktur organisasi TNI AD untuk memberikan penyegaran organisasi. Juga pembinaan karier melalui variasi penugasan dalam bentuk tour of duty dan tour of area. Dengan pembinaan semacam itu, diharapkan setiap perwira akan memiliki wawasan yang lebih luas dan lebih matang dalam menjalankan tugasnya. Kepada pejabat baru, Pangdam berpesan agar para perwira segera menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi tugas yang baru. Juga berusaha melanjutkan program kegiatan dan langkah tindakan yang telah dirintis selama ini oleh pejabat lama. “Segera pelajari secara cermat apa-apa yang harus dilakukan dalam melanjutkan pembinaan di satuan saudara, dan pahami betul sistem kerja yang utuh, solid dan kompak harus diaktualisasikan sepanjang waktu,” tegas Pangdam. (isk)

Lagi, Banser Bentrok Dengan Massa

PRATIDINA/RADAR SEMARANG

KENA BATUNYA - Tersangka Erwin saat diamankan di Polsek Semarang Tengah, kemarin.

Usai Pijat, Jarah Pemijat GABAHAN – Pemuda satu ini hanya mau enaknya saja. Sudah dipijat, dikasih plus-plus, ogah bayar, malah hendak merampok wanita pemijatnya. Beruntung, korban berhasil kabur dari kamar hotel. Tersangka ditangkap petugas hotel dan diserahkan ke Polsek Semarang Tengah. Tersangka Erwin Trias Susanto, 29, warga Jagalan RT 02/01 Gunungpati Kabupaten Semarang. Sedangkan korban Elisabeth, warga Jalan Panca Karya Kelurahan Rejosari Semarang. Peristiwa yang terjadi di Hotel Jaya di Jalan MT Haryono ini, bermula ketika tersangka melihat iklan baris pijat. Sabtu (14/4) pukul 18.00 WIB, Erwin menghubungi nomor ponsel yang tertera di iklan tersebut. Dalam perbincangan via telepon, pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di Kendal ini negosiasi harga jasa pijat, tempat, dan waktu. Jika datang langsung, harga biasa sekitar Rp 50 ribu. Tapi jika dibawa keluar, tarifnya dua kali lipat. Setelah deal soal harga, pelaku mendatangi tempat korban membuka praktek di Hotel Jaya. Pelaku datang pukul 20.00 WIB. Sedangkan korban, Elisabeth, sudah menunggu di kamar 44. Korban lantas memijat pelaku kurang lebih 30 menit. Setelah itu, dia masuk ke kamar mandi. Saat korban berada di dalam kamar mandi, pelaku lantas mengeluarkan—maaf—celana dalam yang sudah dia siapkan dari rumah. Celana dalam itu sudah dia bubuhi insektisida untuk membius korban. Saat korban bersih-bersih di kamar mandi, pelaku langsung masuk. Dia membekap mulut korban dari arah belakang dengan celana dalam. Bukannya terbius, korban justru melawan. Kapolsek Semarang Tengah Kompol Prayitno mengatakan, pelaku sudah tiga kali melakukan hal serupa. “Yang pertama dan kedua, dia hanya tidak bayar setelah pijat. Yang terakhir, baru dia membekap korban dengan maksud menguasai harta benda korban,” ujar Kapolsek. (dna)

PEKALONGAN – Sidang perkara pemukulan terhadap anggota Banser oleh sopir Walikota Pekalongan pada Rabu (18/ 5) siang, kembali diwarnai kekisruhan. Sebab, kedua massa simpatisan korban dan terdakwa sempat terlibat adu pukul di halaman Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan. Polisi berhasil menangkap 1 orang yang dianggap sebagai provokator. Kericuhan terjadi ketika puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang bersimpati kepada sesama anggota Banser, Rozikin, 35, warga Kelurahan Nayontaan dan massa pendukung terdakwa Panut Anwarudin, 29, saling bertemu di halaman PN Kota Pekalongan. Tampak juga anggota Banser dari luar daerah Kota Pekalongan. Kedatangan puluhan anggota Banser yang diduga dari luar kota itu, membuat massa simpatisan Panut yang sejak pagi memenuhi halaman PN bereaksi. “Mungkin kedatangan massa Banser dari luar Kota Pekalongan memancing massa pendukung panut yang sudah berada di PN,” kata Paur Polres Pekalongan Kota Ipda Sumarso, Rabu (18/5) kemarin. Mulanya, beberapa pendukung terlibat adu mulut. Disusul saling dorong. Berlanjut adu pukul antara warga dan ang-

gota Banser dari luar kota di depan ruang persidangan. Puluhan polisi yang bersiaga untuk mengamankan persidangan, segera melerai keributan. Namun, adu jotos sempat terjadi beberapa kali. Sehingga petugas terpaksa menangkap 1 orang yang dianggap sebagai provokator. Polisi lalu meminta agar anggota Banser dari luar kota untuk tidak masuk ke halaman PN. Polisi juga membuat pagar betis di halaman PN. Sehingga kericuhanpun mereda. Usai kericuhan, ratusan polisi mengawal ketat jalannya persidangan untuk yang ketiga kalinya ini. Akhirnya, demi menjaga jalannya persidangan yang dipimpin majelis hakim H Sumpeno SH dengan anggota Hj Sukmawati SH dan Esthar Oktavi SH ini, polisi membatasi pengunjung dan memeriksa identitas pengunjung untuk bisa masuk ke ruang persiangan. Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ini, terdakwa Panut didampingi pengacara Arif NS. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Noer Adi SH menuntut sopir walikota Pekalongan tersebut dengan hukuman 7 bulan penjara karena didakwa melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. (dik)

DOK RADAR SEMARANG

MUTASI – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen (TNI) Langgeng Sulistiyono (kanan) saat menyematkan tanda jabatan kepada sejumlah perwira di jajarannya, kemarin.

PENGUMUMAN LELANG ULANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Menunjuk pengumuman lelang sebelumnya melalui SKH Radar Tegal tertanggal 20 April 2011 dan 27 April 2011, PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. Regional Collection Cirebon, dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Tegal akan melaksanakan penjualan di muka umum/lelang ulang eksekusi berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan Nomor 4 Tahun 1996 terhadap tanah dan atau bangunan tersebut di bawah ini: 1. Debitur : RIFA’I Sebidang tanah sesuai SHM No. 1037 luas ± 290 m2 an. RIFAI suami ASYAROH, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Ds.Jembayat, Kec.Margasari, Kab. Tegal. Harga Limit Rp. 60.000.000,- Uang Jaminan Rp.12.000.000,2. Debitur : MULYONO TS Sebidang tanah sesuai SHM No. 413 luas ± 198 m2 an. MULYONO, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Ds.Grogol, Kec. Dukuhturi, Kab. Tegal. Harga Limit Rp. 100.000.000,- Uang Jaminan Rp.20.000.000,3. Debitur : SUPRAPTO BURHANUDIN UMAR 3.1.Sebidang tanah SHM No. 97 luas ± 1.355 m2 an. SUPRAPTO BURHANUDIN UMAR, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Ds. Kupu, Kec. Dukuhturi, Kab. Tegal. Harga Limit Rp. 35.000.000,- Uang Jaminan Rp.7.000.000,3.2.Sebidang tanah SHM No. 1674 luas ± 130 m2 an. SUPRAPTO BURHANUDIN UMAR, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kota Tegal. Harga Limit Rp. 99.750.000,- Uang Jaminan Rp.20.000.000,4. Debitur : TAUFIK NURIDIN 2 (dua) bidang tanah di jual dalam 1 (satu) paket yaitu : Sebidang tanah sesuai SHM No. 213 luas ± 483 m2 an. Wisroh, dan sebidang tanah sesuai SHM No. 214 luas ± 3200 m2 an. Wisroh, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Desa Kertasari, Kec. Suradadi, Kab. Tegal. Harga Limit Rp. 59.000.000,- Uang Jaminan Rp.12.000.000,5. Debitur : TRI MULYONO Sebidang tanah sesuai SHM No. 00173 luas ± 1.910 m2 an. TRI

MULYONO, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Ds.Karangjongkeng, Kec.Tonjong, Kab. Brebes. Harga Limit Rp. 60.000.000,- Uang Jaminan Rp.12.000.000,6. Debitur : ADI SATRIO SAIMAN Sebidang tanah sesuai SHM No. 00305 luas ± 284 m2 an. NUR JANAH, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Ds.Penggarutan, Kec.Bumiayu, Kab. Brebes. Harga Limit Rp. 60.000.000,- Uang Jaminan Rp.25.000.000,7. Debitur : CASNITI Sebidang tanah sesuai SHM No. 25 luas ± 396 m2 an. KASWONO alias RIJAH, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Ds. Samong, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang. Harga Limit Rp.125.000.000,- Uang Jaminan Rp.25.000.000,8. Debitur : ROSYANA Sebidang tanah sesuai SHM No. 664 luas ± 72 m2 an.Rosyana, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Kel. Widuri, Kec.Pemalang, Kab.Pemalang. Harga Limit Rp.67.500.000,- Uang Jaminan Rp. 13.500.000,9. Debitur : MURYATI Sebidang tanah sesuai SHM No.2671 luas ± 139 m2 an.1. Syamsoel Harto, 2. Muryati, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Kel. Bojongbata, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang. Harga Limit Rp. 55.000.000,- Uang Jaminan Rp. 11.000.000,10.Debitur : AHMAD SAEUCHUDIN Sebidang tanah sesuai SHM No. 547 luas ± 123 m2 an. Doktorandus Akhmad Syaekhudin, berikut bangunan dan atau segala sesuatu di atasnya terletak di Ds.Yamansari, Kec.Lebaksiu, Kab. Tegal. Harga Limit Rp. 175.000.000,- Uang Jaminan Rp. 35.000.000,-

Waktu/Tempat Lelang : Hari Kamis, tanggal 26 Mei 2011, pukul 10.00 WIB bertempat di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tegal Jl. K.S. Tubun No.12 Tegal. Syarat-syarat Lelang : 1. Peminat/calon peserta lelang wajib menyetor uang jaminan sebagaimana tercantum pada masing-masing nomor melalui rekening KPKNLTegal No.0101-01-000603-30-1 pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Tegal paling lambat / harus sudah efektif 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang dan untuk uang jaminan sampai dengan Rp 20.000.000,- dapat disetorkan langsung ke Bendahara Penerimaan KPKNL Tegal atau Pejabat Lelang paling lambat sesaat sebelum pelaksanaan lelang. 2. Pemenang lelang diwajibkan membayar pelunasan harga lelang paling lambat dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah ditunjuk sebagai pemenang lelang. 3. Apabila pemenang lelang tidak melunasi kewajibannya, maka dinyatakan Wanprestasi dan uang jaminan lelang disetorkan ke Kas Negara sebagai pendapatan jasa lainnya serta peserta lelang akan dimasukkan ke dalam DAFTAR HITAM LELANG. 4. Peserta lelang yang tidak memenangkan lelang dapat mengambil kembali uang jaminannya tanpa potongan dengan menunjukkan asli bukti setoran, dan identias diri. 5. Penawaran lelang dilakukan secara lisan dengan harga semakin meningkat. 6. Penyetor uang jaminan tidak dapat menuntut ganti rugi apabila lelang dibatalkan; 7. Peminat/calon peserta lelang dapat melihat kondisi barang sejak pengumuman diterbitkan sampai dengan sebelum pelaksanaan lelang; Penjelasan lelang dan informasi lainnya dapat menghubungi Sdr. Slamet Pudjianto (ALU PT. Bank Danamon Indonesia Tbk Regional Collection Cirebon) HP No. 081320498131 atau KPKNL Tegal, Jl. KS Tubun No. 12, Tegal telp. (0283) 325011. Tegal, 19 Mei 2011 Ttd. PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk.

OLAHRAGA

6

KAMIS 19 MEI 2011

RADAR TEGAL

Ujian Obat Boring di Barcelona REGULASI baru dan ban Pirelli telah membantu membuat awal musim Formula 1 2011 berlangsung lebih seru. Akhir pekan ini, dampaknya akan sangat dinantikan lagi di “sirkuit paling boring,” di Barcelona, Spanyol. Sebenarnya, kurang fair menyebut Sirkuit Barcelona sebagai sirkuit paling boring (membosankan). Sebab, ini adalah sirkuit paling “komplet” di Formula 1, paling disukai seluruh tim untuk melakukan uji coba. Ada tikungan cepat, lambat, trek lurus panjang, dan variasi lain yang bisa menguji semua elemen performa mobil. Tak heran, setiap sebelum musim dimulai, semua tim pasti melakukan uji coba di Barcelona. Dan hasilnya selalu dijadikan acuan utama peta kekuatan di musim yang segera berlangsung. Kalau mau jujur, ada beberapa sirkuit lain yang lebih boring. Seperti Hungaroring di Hungaria (sempit dan sulit menyalip). Sayangnya, gara-gara sering dijadikan tempat uji coba, Barcelona pun menjadi terlalu familiar bagi para peserta. Mobil tercepat ada di depan, lalu urutan hasil kualifikasi bisa seperti urutan peta kekuatan. Tidak ada variasi urutan start yang “seru.” Rekan setim sangat sering meraih posisi start bersebelahan. Alhasil, lomba pun jadi lebih mudah ditebak. Yang di depan lancar di depan. Lalu hasil lomba tak banyak beda dengan posisi start. Bukan hanya itu yang bisa dianggap boring. Meski punya jenis tikungan lengkap dan trek lurus panjang, Barcelona bukanlah tempat yang memberi banyak peluang untuk menyalip. Praktis, satu-satunya tempat untuk menyalip di lintasan adalah di tikungan pertama. Tapi, tidak seperti kebanyakan sirkuit, trek lurus panjang di Barcelona tidak berakhir dengan tikungan yang superlambat. Tikungan pertama Barcelona masih tergolong medium (dan lebar), sehingga yang mau disalip masih sangat bisa bertahan. Dan sekali lagi ingat, yang cepat biasanya start di depan di Barcelona. Jadi, bagaimana mau menyalip kalau yang di depan lebih cepat? Regulasi 2011 dan ban Pirelli sejauh ini sudah jadi obat boring yang baik. Tidak semua lomba berlangsung superseru, tapi rata-rata berlangsung lebih seru dari sebelumnya. Drag Reduction System (DRS, sayap belakang buka-tutup) telah membantu terjadinya banyak salip-menyalip. Mobil di belakang sekarang bisa melaju 7 km/ jam lebih cepat di trek lurus

berkat DRS. Itu dibantu oleh tombol kinetic energy recovery system (KERS), yang lagi-lagi menambah 80 tenaga kuda bagi mobil yang ingin menyalip. Ban Pirelli yang gampang habis, menambah drama di lintasan karena mobil lebih cepat belepotan. Plus, tentu saja, menambah jumlah pit stop. Nah, mampukah obat boring 2011 membantu menghasilkan Grand Prix Spanyol yang lebih seru” SEMUA kalangan F1 berharap demikian. “Lomba ini akan jadi ujian baik (regulasi baru dan ban Pirelli). Di masa lalu, ini (Barcelona, Red) merupakan sirkuit terburuk untuk salip-menyalip,” kata Sam Michael, direktur teknik WilliamsCosworth, seperti dikutip Autosport. Lewis Hamilton, bintang McLaren-Mercedes, juga berharap GP Spanyol berlangsung lebih seru. Tapi, dia tidak berani berharap terlalu banyak. “Kami telah merasakan dua lomba di Tiongkok dan Turki, di mana kita dapat banyak keuntungan dari DRS di trek lurus yang berakhir dengan tikungan lambat. Jadi, ada dua hal yang membantu untuk menyalip: Slipstream (daya sedot yang didapatkan mobil di belakang, Red) plus kawasan mengerem keras. Di Barcelona, kawasan menyalipnya tidaklah semudah itu,” paparnya. Penasaran. Saat menonton GP Spanyol nanti, perhatikan betul tikungan pertama. Kita lihat, apakah obat boring (DRS + KERS + Pirelli) mampu membantu. Kalau tidak, balapan terancam kembali boring! Pihak Pirelli sendiri telah mencoba memastikan lomba tahun ini lebih seru dari sebelumnya. Akhir pekan ini, mereka membawa ban jenis keras (hard) yang lebih awet dari sebelumnya. Jadi, beda ketahanan ban hard dan soft jadi lebih jauh dari sebelumnya, memaksa timtim untuk mengevaluasi lagi strategi yang telah diterapkan di lomba-lomba awal. “Perbedaan yang lebih itu akan membuat lomba lebih menarik.” (aza)

FERGIE-ANCELOTTI KENA WARNING

LONDON - FA (federasi sepak bola Inggris) gerah dengan ulah dua manajer papan atas Premier League, yakni Sir Alex Ferguson, manajer Manchester United dan Carlo Ancelotti, manajer Chelsea. Peringatan keras pun dikeluarkan FA. Penyebabnya adalah kritik yang dilontarkan Fergie, sapaan Ferguson, dan juga Ancelotti jelang tim asuhannya bersua pada 8 Mei lalu. Ketika itu United yang keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, Fergie melontarkan sindirannya kepada Howard Webb, wasit yang memimpin laga, jelang pertandingan. Padahal, sesuai dengan regulasi baru yang diterapkan sejak 2009-2010, ada larangan bagi semua pihak untuk mengomentari wasit jelang pertandingan. Memang hanya masuk pelanggaran kecil, tapi FA tidak ingin hal itu kembali terjadi. “Kami akan memberikan peringatan kepada semua manajer agar tidak melakukan pelanggaran itu di masa depan, bahkan komentar positif pun tetap terkena denda,” begitu keterangan di situs resmi FA. Pernyataan Fergie yang bikin panas kuping FA dilontarkan lima hari jelang laga dilangsungkan. “Kami mendapatkan wasit terbaik, kami tidak ragukan itu. Tapi, dia juga kerap melakukan keputusan besar yang salah,” sindir Fergie, seperti dikutip The Independent. Masalahnya, ini bukan kali pertama Fergie melancarkan kritik keras kepada wasit. Bahkan, pada Maret lalu, dia terkena sanksi larangan mendampingi pasukannya lima laga akibat kritik keras yang dilontarkan kepada wasit Martin Atkinson. Selain itu dia juga didenda 30 ribu pounds atau setara Rp 422 juta. Kritik keras itu dilontarkan setelah Setan Merah, julukan United, kalah dari Chelsea 2-1 (1/3). Penyebabnya, Fergie kesal dengan Atkinson yang tidak menjatuhkan kartu merah kepada bek Chelsea David Luiz yang dianggap melanggar keras Javier Hernandez dan

Wayne Rooney. Lebih kecewa lagi, lantaran Atkinson menjatuhkan penalti kepada United. Padahal, ketika itu bek United Chris Samlling tidak melanggar Yuri Zhirkov. Adapun Ancelotti mendapat teguran keras karena pernyataannya jelang laga melawan United pada 8 Mei lalu. Padahal, ketika itu Ancelotti tidak memberikan kritik keras. “Tidak bagus berbicara soal wasit. Howard Webb adalah wasit yang bagus, berpengalaman, dan punya skill, tapi kadang ketika tidak berjalan baik di lapangan, kita membicarakan keputusan yang keliru,” kata Ancelotti. (ham)

Hanya Kirimkan Tim Olimpiade SAN JOSE - Jepang akhirnya resmi mengundurkan dari ajang Copa America 2011 pada 1 hingga 24 Juli nanti. Panitia penyelenggara kemudian menunjuk Kosta Rika sebagai pengganti. Namun, dengan alasan minimnya persiapan karena penunjukan yang mendadak, Kosta Rika tak akan mengirim tim senior. Mereka memutuskan untuk mengirim tim U-23 yang dipersiapkan tampil di ajang Olimpiade 2012. “Kami sudah menerima undangan dan kami telah memutuskan untuk ambil bagian di ajang Copa America 2011,” kara Eduardo Li, Presiden Concacaf atau konfederasi sepak bola Amerika Utara, Tengah dan Karibia kepada AFP. “Kami ingin menaikkan pamor Kosta Rika di level internasional. Namun, mayoritas pemain yang tampil nanti adalah penggawa U-23. Hanya lima pemain yang berstatus pemain senior,” lanjut Li. (ham/bas)

HOWARD WEBB

SAMBUNGAN

KAMIS 19 MEI 2011

7

RADAR TEGAL

Ansyaad Mbai: Panji Gumilang Itu ... dari halaman 1 Dia menyebutkan Panji Gumilang memiliki posisi utama di NII. Kebetulan di Komisi VIII kemarin (18/5), Ansyaad duduk bersebalahan dengan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA). Pengakuan Ansyaad tadi, melunturnya pernyataaan SDA jika ia sulit mengakitkan antara Ma’had Al Zaytun yang dipimpin Panji dengan NII. Ansyaad mengatakan, BNPT sudah sering dikunjungi oleh menteri-menteri NII. Baik itu yang sudah lama berhenti, maupun yang masih aktif menjadi anggota NII. Dalam kunjungan tersebut, Ansyaad menerima laporan jika Panji Gumilang itu adalah ketua NII KW (Komandemen Wilayah) IX. “NII KW IX ini ya NII,” tegas purnawirawan jendral polisi bintang dua itu. Namun, Ansyaad menegaskan dirinya belum berani mengkaitkan sosok pribadi Panji dengan keberadaan Al Zaytun. Apakah Al Zaytun juga terseret di kegiatan NII? Ansyaad masih menunggu kepastian data lagi. Ini terkait dengan keterangan dari SDA setelah berkunjung ke pondok yang terletak di Indramayu itu. Setelah kunjungan itu, SDA mengatakan jika ia sulit mengkaitkan antara NII dengan Al Zaytun.

Titik mula keterlibatan Panji di NII adalah ketika ia dilantik oleh Adah Djaelani menjadi ketua NII KW IX pada 1993. Panji ketika itu juga dikenal dengan sebutan Abu Toto Abdus Salam. Saat itu, selain Adah Djaelani, NII juga digerakkan oleh Abdullah Sungkar dan Ajengan Masduki. Dalam perkembangan selanjutnya, terjadi perpecahan antara Abdullah Sungkar dan Ajengan Masduki yang melahirkan Jamaah Islamiyah (JI). Setelah dugaan menguat, kenapa Panji tidak ditindak? Ansyaad mengatakan landasan hukum masih lemah. Upaya membentuk negara Islam di Indonesia, masih belum menyentuh tindakan makar. Untuk itu, dalam forum kemarin Ansyaad meminta ada undang-undang baru atau amandemen dalam UU Tindak Pidana Anti Terorisme. “Intinya bisa menangkap sebelum gerakan radikalisasi itu muncul kepermukaan,” tandasnya. Selain itu, Ansyaad juga meminta kepada dewan untuk menghadirkan orang-orang yang masih aktif atau sudah mundur dari NII. Termasuk juga menghadirkan Panji ke Senayan. Ansyaad menjelaskan, para anggota NII yang masih aktif siap bersaksi asalkan ada jaminan keamanan dari negara.

Diantara orang-orang NII yang sudah “akrab” dengan BNPT adalah pimpinan militer NII yang berkedudukan di Jakarta dan Bekasi. Selain itu, Ansyaad mengatakan orag-orang yang bertugas mengumpulkan emas hingga berton-ton juga masih ada. “Termasuk disetorkan ke siapa harta tadi, juga masih ada,” tantang Ansyaad. Ansyaad menjelaskan, beberapa oknum di NII juga terlibat aksi terorisme di tanah air. Menanggapi keterangan yang dibeber Ansyaad tadi, SDA menyerahkan sepenuhnya penanganan Panji Gumilang ke polisi. “Jika memang ada bukti, silahkan diselidiki lebih dalam,” kata dia. Menteri asal PPP itu mengatakan, bukan wewenang Kemenag untuk mengeksekusi Panji Gumilang. Namun, SDA tetap berpendirian jika belum menemukan titik singgung antara pendidikan di Al Zaytun dengan gerakan NII. Meskipun Asnyaad sudah menyatakan jika Panji itu adalah pimpinan NII KW IX. SDA juga menegaskan, merebaknya kasus radikalisasi seperti NII tadi, belum merubah kurikulum di lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag. “Kalau ada perubahan kurikulum, itu murni untuk perbaikan pendidikan,” tandasnya. (wan)

Nunun Anggota Tim Sukses Mega ... dari halaman 1 Memang, Arie adalah orang yang mendapat tugas dari Nunun untuk membagi-bagikan empat kantong berisi cek perjalanan kepada empat fraksi di Komisi IX. Kata Arie, pembagian itu dilakukan di rumah makan Bebek Bali, Taman Ria Senayan, Jakarta Selatan. Dia juga mengakui, perwakilan dari PDIP yang mengambil bungkusan berisi cek perjalanan itu adalah Dudhie Makmun Murod yang merupakan bendahara Fraksi PDIP. Apa Anda tidak bertanya ke Nunun untuk apa bingkisan itu? “Saya nggak tanya, saya kira untuk keperluan pilpres. Kan bu Nunun sibuk ngurusi pilpres,” jawabnya enteng. “Saya nggak kepikiran kalau

itu untuk pemenangan Miranda,” imbuhnya. Di bagian lain, mantan Ketua Komisi IX DPR 1999-2004 Emir Muis kemarin juga dihadirkan dalam sidang cek perjalanan dengan terdakwa Panda Nababan cs. Dia dalam sidang tersebut, Emir menegaskan, Tjahjo Kumolo, ketua Fraksi PDIP saat itu, hadir dalam pertemuan antara Miranda dan anggota Komisi IX dari fraksi PDIP di Hotel Dharmawangsa. “Seingat saya beliau (Tjahjo) hadir,” katanya. Padahal, seminggu lalu, saat Tjahjo dihadirkan sebagai saksi mengaku dirinya tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Dan menyerahkan pertemuan tersebut sepenuhnya kepada anggotanya. Selain itu Emir mengatakan bahwa Panda Nababan-lah yang

memimpin pertemuan tersebut. Namun, dalam pertemuan itu, tidak ada deal-deal khusus untuk memenangkan Miranda. Selain itu, Emir mengatakan bahwa beberapa waktu setelah Miranda terpilih, Dhudie membagi-bagikan cek perjalanan kepada sejumlah anggota PDIP di ruangannya. “Teman-teman ada rezeki nih, siapa tahu bisa buat kampanye,” kata Emir menirukan Dudhie kala itu. Emir pun sebenarnya menerima, namun beberapa waktu kemudian dia mengembalikan cek perjalanan tersebut. Alasannya, Emir telah berjanji tidak akan menerima uang sogokan apapun. Namun beberapa hari kemudian dirinya menerima uang Rp 200 juta dari keuangan fraksi melalui Panda. “Ini untuk bina konstituen,” kata Panda saat itu. (kuh/agm)

Rumah Ibunda SBY Kemalingan dari halaman 1 Istrinya, Shinta, masih terhitung keluarga dengan Ibunda SBY, Ny Habibah Soekotjo. Dia bersama sang istri tinggal di rumah yang menghadap ke utara itu agar ada yang merawat rumah tersebut. Sebab, ibunda SBY telah lama diboyong ke Cikeas, Bogor. Selama setahun ini, pasutri yang telah dikaruniai anak perempuan tersebut tinggal di rumah itu. Selama itu mereka tidak pernah kemalingan. Raibnya empat ban mobil tersebut diketahui sekitar pukul 05.30. Saat itu, salah seorang anggota piket di rumah dinas Kapolres Blitar AKBP Wahyono sedang joging di jalan raya. Rumah tempat kejadian perkara (TKP) tersebut hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah dinas Kapolres. Dia curiga melihat mobil yang diparkir di bawah kanopi. Empat bannya sudah tidak ada dan diganti paving. “Yang tahu teman suami saya. Katanya, ban mobil itu amblas,” ujar Shinta saat ditemui di kediamannya kemarin. Doni pun langsung keluar untuk mengecek. Ternyata benar, empat ban mobilnya sudah raib dan diganti paving. Setelah berkoordinasi dengan keluarga, dia melaporkan kejadian ter-

sebut ke kantor polisi terdekat. Laporan tercatat nomor LP/148/ V/2011/SPK. Tak lama kemudian, polisi pun melakukan olah TKP. Diduga, para pelaku bertelanjang kaki saat beraksi. Buktinya, ada bekas telapak kaki orang dewasa di lantai teras rumah itu. Diperkirakan, para pelaku beraksi sekitar pukul 04.00. Mereka jelas lebih dari seorang karena mengangkat ban mobil tersebut tidak cukup satu orang saja. Sebab, berat ban lengkap dengan velegnya sekitar 15 kilogram. Saat kejadian, korban barada di dalam rumah dan terlelap tidur. Para pencuri itu masuk dengan cara melompat pagar setinggi 1,5 meter dari pintu masuk timur. Pagar tersebut mudah dipanjat karena dirasa tidak berbahaya. Sedangkan

pagar di bagian barat dinilai cukup riskan karena bagian ujungnya lancip. Jarak antara pintu pagar dan tempat parkir mobil sekitar tujuh meter. Mobil diparkir menghadap ke selatan dan dalam keadaan on alarm. Hingga kini polisi maupun korban tidak mengetahui persis kronologi pencopotan ban mobil tersebut. Namun, ada yang menduga pelaku menggunakan dongkrak khusus lengkap dengan pencopot mur dan telah dipersiapkan matangmatang. Itu terbukti dari adanya pengganjal atau pengganti ban berupa paving. Padahal, di lokasi kejadian tidak ada paving. Sangat mungkin, paving tersebut dibawa sebelum mereka beraksi. Di lokasi kejadian, mur veleg masih dibiarkan berserakan di pinggir mobil. (ziz/jpnn/c3/end)

Walkot Siap Bayar Aang dari halaman 1 Persatuan Pedagang Pasar Pagi (Pepsagi) Hakim berharap Pemkot untuk secepatnya menyelesaikan masalah Pasar Pagi. Sebab, imbas dari kasus yang berlarut-larut pedagang yang jadi korban. “Pedagang selalu dalam ketidaktenangan karena sudah bertahun-tahun kasus ini tidak kunjung selesai dan tidak ada solusi,” ujarnya. Soal jumlah ganti rugi yang

harus dibayar pada PT Sinar Permai, pihaknya yakin bisa dilakukan negosiasi. Apalagi hasil public hearing yang dilaksanakan DPRD hasilnya jelas, mayoritas peserta public hearing meminta Pemkot secepatnya menyelesaikan kasus ini dengan membayar ganti rugi pada investor PT Sinar Permai. “Bukan hanya pedagang yang dikorbankan, tapi imbas tak kunjung selesainya kasus ini, beban Pemkot akan semakin

berat, karena bunga akan terus bertambah. Karena itu, kami minta Pemkot untuk secepatnya menyelesaikan kasus Pasar Pagi secepatnya, agar anggaran ganti rugi tidak terus membengkak,” ungkap Hakim. Sebelumnya, Direktur PT Sinar Permai Aang Gunawan menyatakan, pihaknya minta ada kepastian dan ketegasan Pemkot tentang pembayaran ganti rugi kepadanya, sesuai putusan Peninjauan Kembali

(PK) Nomor 423 PK/Pdt/2004. Karena dalam putusan PK MA, jelas memenangkan dirinya, dan Pemkot diminta membayar ganti rugi Rp5.526.049.519 dan bunga 6 persen setiap tahun atau sekitar Rp11.090.000.000. “Untuk itu, supaya masalahnya cepat selesai, kami minta ketegasan dan kesiapan Pemkot. Sebab putusan PK MA merupakan putusan hukum tertinggi, dan memiliki kekuatan hukum tetap,” ujarnya. (hun)

Ahli Balistik Antasari Diperiksa KY dari halaman 1 pada 10 Oktober 2009 silam, Maruli yang dihadirkan sebagai saksi ahli tidak menyebut bahwa ada rekayasa dalam pembuhunan tersebut. Namun dalam persidangan itu, Maruli sempat berdebat dengan salah seorang anggota kuasa hukum Antasari. Dari perdebatan tersebut terungkap bahwa jenis senjata dan peluru yang ditemukan tertanam di kepala Nasrudin

berbeda. Sebab, berdasarkan tim dokter forensik menyatakan dua peluru yang ditemukan di kepala Nasrudin, merupakan berupa serpihan peluru 9 mm. Tapi berdasarkan keterangan Maruli, senjata yang digunakan untuk membunuh Nasrudin adalah jenis revolver dengan kaliber 0.38 inchi tertanda SNW (Smith and Wesson). Saat itu dia menyatakan bahwa senjata SNW 38 tersebut tidak bisa diisi dengan peluru berukuran 9 mm. Saat dicecar

mengapa keterangan Maruli dengan tim dokter forensik berbeda, Maruli mengaku tidak mengetahuinya. “Itu bukan urusan saya,” ucapnya kala itu. Di bagian lain juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar mengatakan, pihaknya tidak bisa memaparkan apa saja yang disampaikan Maruli dalam pemeriksaan kemarin. Sebab, pemeriksaan tersebut bersifat tertutup. Menurut Asep, pemeriksaan Maruli sama seperti pemeriksaan dua saksi ahli lainnya yang

sebelumnya sudah memberikan keterangan kepada KY. “Dia (Maruli) dimintai keterangan karena yang bersangkutan mengetahui dan melihat persidangan Antasari secara langsung. Ini kan untuk mengetahui apakah ada pelanggaran dalam persidangan atau tidak,” ucapnya. Tapi saat ditanya kapan KY akan memanggil para hakim Antasari, Asep belum bisa memastikan. “Itu (pemanggilan hakim) tergantung pleno KY,” kata Asep. (kuh)

Ultah, Bikin Lagu untuk Anak dari halaman 1 berantem sama anak,” ujar pemilik nama lengkap Hartini Erpi Nurjanah tersebut. Lagu itu tidak hanya menegaskan eksistensinya sebagai penyanyi dangdut papan atas.

Lebih dari itu, Ikke menghadirkannya sebagai persembahan istimewa kepada si buah hati, Siti Adira Kinaya, yang kini menginjak remaja. “Ini bentuk curahan kasih sayang untuk dia (Adira, Red). Ini kado buat dia,” ujarnya.

Memang tak ada kejutan spesial dari orang-orang terdekat pada hari ulang tahun Ikke. Perempuan bertubuh mungil itu pun tak mempersoalkannya karena bukan tipe orang yang terlampau mendambakan surprise.

Namun, biasanya tanpa diduga Dira - panggilan Adira memberikan kejutan yang menyenangkan. “Dia suka banget ngerjain aku. Lihat saja bagaimana jahilnya dia,” katanya lantas tertawa. (ign/c5/any)

Bikin Kolaborasi di Yunani, Juga Konser Tunggal ... dari halaman 1 tahun tersebut selalu mengarah ke panggung. Pada saat-saat tertentu, dia memainkan alatalat musiknya yang khas. Salah satunya adalah sebatang kayu yang dipasangi per mobil. Jika kayu itu diketuk pelan, keluarlah suara gemuruh sayup-sayup. Jika diketuk lebih keras, suara gemuruh yang keluar juga kian keras terdengar. Ingin tahu bagaimana suara petir dihasilkan? Saat itu, Dodong mengangkat sebuah tempat minum berbentuk buah labu. Bagian bawahnya dipangkas, lalu ditambal dengan pelat seperti seng. Di tengahtengah pelat itu dipasang sebuah per kecil namun panjang. Saat labu tersebut digoyang, terdengar suara mirip petir dengan desiran angin kencang. “Ini namanya Tornadong,” kata Dodong seusai pementasan ketika ditanya tentang alat musik yang menghasilkan suara mirip petir itu. Dia menceritakan, dirinya menciptakan tornadong setelah menyaksikan bencana tornado di Amerika Serikat. Selain tornadong, Dodong menunjukkan alat musik lain, yaitu alpedo. Itu adalah semacam alat petik yang dibuat dari alat petik bekas. Di tangan Dodong, alat tersebut dijadikan alat petik serbaguna. “Mau nuansa musik Jepang? Bisa,” ujarnya sambil memetik alpedo. Terdengarlah suara musik khas Jepang. “Mau irama khas Meksiko? Juga bisa,” katanya menantang. Tak lama kemudian, dia memainkan alat petiknya itu,

lalu keluarlah irama seperti latar belakang musik film Zorro, pahlawan fiksi asal Meksiko. Dodong juga membuat suara ombak tsunami dari kanvas yang diisi pelor untuk sepeda. Ada juga chicken drum, alat musik drum yang dibuat dari tempat minum ayam. Diminta menyebutkan satu per satu alat musik limbah yang telah dibuat, Dodong menyatakan tidak tahu pasti. Namun, dia memastikan jumlahnya telah lebih dari seratus jenis. Sebagian besar alat itu disimpan di rumahnya di Bandung. Sebagian lagi dipinjam kolega sesama seniman dan mahasiswanya di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. “Saya sendiri nggak ngitung. Tapi, lihat saja yang saya bawa sekarang sudah sembilan,” ujarnya sambil menunjukkan satu per satu alat musik khasnya. Selama 15 tahun Dodong menggeluti alat musik yang diciptakan dari aneka sampah dan limbah. Karya pertamanya adalah seruling dari bambu berukuran lebih besar dari lazimnya ukuran seruling. Saat itu dia penasaran ingin tahu bagaimana suara yang dihasilkan dari seruling yang dibikin dengan ukuran lebih besar. “Karena belum bisa bikin sendiri, saya minta bantuan orang yang biasa bikin seruling dari bambu seadanya. Saya sempat dimarahi karena dianggap aneh,” ceritanya. Setelah seruling jumbo tersebut jadi, ternyata suara yang dihasilkan memang berbeda.

Ketika seruling itu dipamerkan Dodong di sejumlah latihan, seorang seniman Bandung bernama Harry Dim tertarik. Lantas, diajaklah Dodong ke Belgia untuk mengikuti Festival Instalasi Kontainer Sedunia. Festival tersebut merupakan festival seni yang mengeksplorasi musik dari sebuah kontainer. “Alhamdulillah, seruling saya itu dipakai untuk kolaborasi,” ungkapnya. Seruling jumbo milik Dodong tersebut belum diberi nama. Seruling itu baru dinamai ketika ada orang Jepang yang tertarik pada alat buatan Dodong. “Saya asal saja kasih nama sulangsong atau suling asal songsong,” ujarnya lantas terkekeh. Dari situlah Dodong semakin tertarik untuk mengembangkan alat musik dari limbah. Pada 1996, untuk kali pertama dia memiliki rumah sendiri di daerah Cisitu, Dago, Bandung. Ber-

bagai limbah dia bawa pulang untuk dieksplorasi. Namun, namanya rumah baru, sang istri merasa risi dengan ulah Dodong yang suka membawa “sampah” itu. “Saya dimarahi. Ini mau buat rumah atau tempat sampah” Sana di luar,” ungkapnya menirukan istrinya. Tiga anaknya yang sudah dewasa ketika itu, tampaknya, malu karena bapaknya sering mengolah limbah. Penolakan istri dan anaknya tersebut tidak membuat Dodong jera. Berkat kegigihan dan ketelatenannya, alat-alat musik yang diciptakan dari limbah itulah yang mengubah dalam hidup Dodong. Dari sekadar menjadi dosen alat musik tradisional, dia dikenal pula sebagai musikus limbah. Dengan stempel musikus limbah, ternyata Dodong bisa melanglang buana ke sejumlah penjuru negara. (c5/kum)

KOMBIS

KAMIS, 19 MEI 2011

8

RADAR TEGAL

BRI Cabang Tegal Rancang Tambah Teras JUARA LOMBA - XL mendukung lomba kreativitas pelajar SMA/ SMK/MK di kampus STMIK AMIK YMI Tegal, Sabtu (14/5).

ROCHMAN GUNAWAN/RATEG

XL Jagoan Muda Rangkul Komunitas Sekolah dan Kampus

DUKUNG

LOMBA KREATIVITAS PELAJAR TEGAL - XL kembali memberikan dukungan bagi komunitas di sekolah maupun lingkungan kampus. Kali ini, melalui Youth Segment Community Tegal, XL mendukung pelaksanaan lomba desain poster dan animasi, Sabtu (14/5) di STMIK AMIK YMI Tegal. Area Manajer XL Tegal Ndaru Setiawan mengatakan, Youth Segment Community merupakan komunitas Xl di lingkungan sekolah maupun kampus. Berbagai kegiatan selama ini telah dilakukan guna mendukung aktivitas yang ada di dalam komunitas tersebut. Harapannya, komunitas yang ada bisa mendapatkan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi hingga aktivitas positif lainnya. Ke depan, pihaknya akan terus merang-

kul komunitas yang ada di sekolah maupun kampus sehingga bisa maju bersama XL. “Banyak kegiatan yang kami lakukan dalam kaitannya dengan Youth Segment Community,” katanya. Ketua Panitia Hamdani Ashidik menuturkan, dukungan dari XL Tegal dalam kegiatan yang menjadi rangkaian HUT STMIK AMIK YMI ke-8 sangat membantu. Pihaknya berharap agar kerjasama yang telah terjalin bisa dikembangkan sehingga XL mampu menjadi bagian dari komunitas yang ada di kampus. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi awal dari kemitraan yang baik bagi semua pihak,” jelasnya. HADIAH ISI ULANG OUTLET DAN PELANGGAN

Selain mendukung kegiatan di lingkungan sekolah maupun kampus, XL juga menghadirkan hadiah isi ulang bagi outlet dan pelanggan. General Manager CV Prima Handphone Tegal Endono Susanto Wijaya menuturkan, pihaknya bersama XL Tegal akan akan menambah program untuk outlet dan pelanggan. Program tersebut berupa SIUL (isi ulang) tanpa pandang bulu baik untuk outlet maupun pelanggan XL. Semuanya berkesempatan mendapatkan hadiah mulai dari BlackBerry hingga pulsa mulai 1 Mei hingga 31 Desember 2011. Caranya sangat mudah, segera isi ulang di outlet penjualan pulsa XL. Setelah melakukan pengisian pulsa, user akan mendapatkan SMS notifikasi. (gun)

Adira Gelar Pesta Hiburan Rakyat

HIBURAN MASYARAKAT - Pesta Hiburan Rakyat Adira Club Member menjadi hiburan masyarakat Ketanggungan dan sekitarnya.

KETANGGUNGAN - Ribuan warga Kabupaten Brebes khususnya di wilayah Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, Sabtu (14/5) memadati Komplek Terminal Ketanggungan. Mereka datang berbondongbondong untuk menyaksikan acara Pesta Hiburan Rakyat (PHR) Adira Club Member. Dalam acara tersebut, berbagai macam hiburan disuguhkan bagi masyarakat sekitar. Sebelum acara dimulai, beberapa perwakilan Adira Finance sempat melakukan touring dari Desa Dukuhturi-Karangmalang Kecamatan Ketanggungan. Kepala Adira Ketanggungan Widiyanto saat ditemui di lokasi acara mengatakan, kegiatan Pesta Hiburan Rakyat Adira Club Mem-

ber sengaja diselenggarakan untuk menghibur nasabah yang selama ini mempercayakan kepada Adira sebagai lembaga pembiayaan. Dikatakan dia, acara yang diselenggarakan di Ketanggungan ini merupakan acara di kota kedua dari 14 kota/kabupaten di Jawa Tengah yang menyelenggarakan acara serupa. Guna menghibur masyarakat, Adira menyelenggarakan pula acara musik yang diikuti bandband lokal. Selain itu diadakan pula senam sehat bagi masyarakat sekitar. Sedangkan bagi anak-anak, dalam acara tersebut, diadakan beberapa lomba, diantaranya lomba mewarnai, fashion show, marching band, lomba makan dan dancer competition. “Kami juga mengha-

dirkan beberapa klub sepeda BMX yang rutin melakukan latihan free style di sekitar terminal Ketanggungan,” terangnya. Untuk tetap memberikan kepuasan bagi para pengunjung, dalam acara itu, Adira Finance juga membagikan berbagai hadiah menarik berupa TV, kipas angin, mesin cuci, DVD. “Untuk best customer sendiri kami juga memberikan hadiah berupa TV dan hadiah menarik lainnya,”ujarnya. Acara tersebut, terang Widiyanto merupakan bentuk kepedulian Adira Finance kepada masyarakat khususnya bagi para pelanggan setia Adira. “Harapan kami masyarakat bisa terus mempercayakan dirinya

kepada Adira sebagai lembaga pembiayaan dalam memenuhi kebutuhan keluarga,”pintanya. Dalam acara tersebut, terjual 150 unit sepeda motor dan beberapa unit mobil. Acara tersebut, ujarnya juga didukung oleh rekanan dealer motor dan mobil serta mitra lokal dan nasional serta pihak terkait. Jubaedah (45), salah satu pengunjung mengaku senang dengan adanya program yang dilaksanakan oleh Adira Finance di Terminal Ketanggungan. Acara tersebut dianggap bisa memberikan hiburan tersendiri bagi dirinya dan keluarga. “Kami berharap, acara ini bisa terus dilaksanakan, apalagi terdapat pula lomba anak-anak,” katanya.(har)

TEGAL - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memberikan pelayanan prima bagi nasabah. Salah satunya, seperti yang dilaksanakan BRI Cabang Tegal dengan rencana penambahan sejumlah Teras BRI Cabang Tegal di beberapa lokasi. Hal ini dijelaskan Asisten Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Tegal M. Teguh Purwito saat dikonfirmasi di ruang kerjanya barubaru ini. Hingga saat ini, Teguh mengatakan, BRI Cabang Tegal membawahi 36 BRI Unit di Kota/ Kabupaten Tegal; 1 Cabang Pembantu di Adiwerna; 3 Kantor Kas di Pasar Trayeman, Palaraya, dan Polres Tegal Kota; serta 1 Teras BRI di Pasar Banjaran. ’’Teras BRI ini merupakan perpanjangan dari BRI Unit, yang secara khusus didirikan di titik-titik atau lokasi tertentu untuk melayani nasabah yang beraktivitas di pasar-pasar,’’ jelas Teguh. ’’Dengan keberadaan Teras BRI ini, diharapkan semakin mempermudah nasabah dalam bertransaksi. Mulai dari menabung, hingga lainnya,’’ sambungnya. Pendirian Teras BRI ini pun mendapat respon positif dari nasabah dan masyarakat pada umumnya. Karenanya, wajar jika ke depan BRI Cabang Tegal bakal mendirikan 6 Teras BRI lagi di wilayah Kota/ Kabupaten Tegal. ’’Di tahun ini, akan didirikan 6 Teras BRI di Pasar Pagi Kota Tegal, Pasar Suradadi, Pasar Margasari, Pasar Balamoa, Pasar Kemantran, dan Pasar Bojong,’’ ujar Teguh merinci.

BERDASARKAN SURVEI Lebih lanjut dijelaskan Teguh, mengenai syarat pendirian Teras BRI di suatu wilayah memiliki kriteria tertentu. ’’Ini berdasarkan survei terlebih dahulu. Di antaranya, mengenai kondisi pasar tersebut, banyaknya pedagang, jam beroperasi atau jam bukanya pasar tersebut yang lama, serta kondisi potensial lainnya dari pasar tersebut,’’ papar Teguh. Tak hanya 6 Teras BRI tersebut yang akan semakin memudahkan nasabah. Pasalnya, BRI Unit pun akan siap didi-

rikan BRI Cabang Tegal di Tuwel Kabupaten Tegal. ’’Rencananya, paling lama bulan Agustus akan didirikan BRI Unit di Tuwel,’’ kata Teguh. ’’Kami merasa, di Tuwel perlu ada BRI Unit. Ini karena letak Bojong dan Tuwel yang berada di wilayah pegunungan, sedangkan nasabah di sana banyak. Sehingga perlu dipecah untuk semakin memudahkan nasabah yang ada di Tuwel dan Bojong,’’ lanjut seraya menjelaskan, penentuan pendirian BRI Unit inipun berdasarkan survei. (hes)

Renyah Pulsa Beri Peluang Usaha Manfaatkan Hape Sendiri TEGAL - Sebagian masyarakat menggunakan handphone hanya untuk keperluan komunikasi serta informasi saja. Puluhan hingga jutaan rupiah habis untuk bisa menggunakan atau mengaksesnya. Siap sangka jika handphone yang kita gunakan bisa menjadi peluang usaha dan mendatangkan keuntungan. Penawaran menarik ini diberikan Renyah Pulsa hanya dengan modal awal Rp 25 ribu saja. Dengan deposit atau saldo awal tersebut, kita bisa mendapatkan banyak keuntungan

dimanapun dan kapanpun. ‘’Dimanapun dan kapanpun Anda bisa mengisi pulsa sendiri ataupun untuk keluarga, sahabat dan kerabat all operator dengan harga grosir,’’ ungkap Rivan, owner Renyah Pulsa. Renyah Pulsa menjadi alternatif terbaik bisnis ini karena banyak kelebihan yang diberikan. Yaitu ramah, ketepatan, dan kecepatan pengisian pulsa yang baik bagi handphone kita. Selain itu harga yang bersaing, dan dukungan teknologi sehingga jangkauan pengisian pulsa cukup luas. ‘’Semua ini diberikan demi kepuasan pelanggan,’’ tambahnya. Caranya cukup mudah jika

tertarik dengan peluang bisnis ini. Hanya mendaftarkan langsung dengan mengirimkan SMS bertuliskan REG.nomor hape.nama.alamat. ke SMS Center dengan nomor 08985618777 atau ke nomor 02833284619. Untuk memulai deposit, ada pemberitahuan langsung setelah pendaftaran ini dilakukan. ‘’Pelayanan ini 1x24 jam atau setiap hari non stop,’ kata Rivan. Atau jika masih kurang jelas, bisa datang langsung ke Renyah Pulsa di Jalan HOS Cokroaminoto nomor 11 Tegal. Bisa juga melalui website dengan alamat www.renyahpulsa. co.cc. ‘’Kami siap melayani kapanpun,’’pungkasnya. (ela)

Pringsewu Semarakkan HUT Kabupaten Tegal

PRINGSEWU kembali hadir di tengah-tengah tasyukuran HUT ke-410 Kabupaten Tegal, Selasa (17/5) malam, bersama kerumunan masyarakat yang tengah asyik menikmati kebersamaannya di Pendopo Kabupaten Tegal. Malam tasyukuran yang dilaksanakan dengan sangat sederhana di Pendopo Kabupaten Tegal. Di tengah lebih dari 600 orang yang menghadiri acara tasyukuran malam itu, tidak absent dari hadapan publik kehadiran mitra kerja Restoran Taman Pringsewu Tegal. Penyerahan tumpeng yang saat itu diterima oleh Ny Agus Riyanto, istri bupati Tegal.

CMYK

DOK.RATEG

LAYANI NASABAH - Petugas BRI Cabang Tegal saat melayani nasabah yang menabung. BRI Cabang Tegal hingga saat ini masih terus melayani penyetoran PBB.

Karenanya, managemen Restoran Taman Pringsewu Tegal mewakili atas nama Pringsewu Restoran Group mengucapkan, ’’Selamat Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-410. Semoga Kabupaten Tegal menjadi semakin maju, terdepan dalam budaya, dan kemakmuran masyarakatnya.’’ 18 Cabang Pringsewu Restoran Group yang saat ini masih tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY terdapat satu cabang yang terletak di daerah Kabupaten Tegal. Yaitu, Restoran Taman Pringsewu Tegal yang beralamat lengkap di Jalan Raya Tegal – Pemalang km 7 Kra-

mat, Kabupaten Tegal, Telp. 0283(3344255). Ada persamaan antara Restoran Taman Pringsewu Tegal dengan Kabupaten Tegal, yaitu sama-sama berulang tahun di Bulan Mei.Restoran Taman Pringsewu Tegal berulang tahun ke-9 pada 15 Mei 2011, sedangkan Kabupaten Tegal sudah menginjak usia 410 di tanggal 18 Mei 2011. Meski Restoran Taman Pringsewu Tegal baru berusia 9 tahun -bahkan bisa dikatakan usia yang masih sangat belia-, namun kepedulian restoran ini terhadap sekitar baik wilayah Kota maupun Kabupaten Tegal nampaknya selalu tidak ingin ketinggalan dengan berbagai moment penting yang ada disekitarnya. Restoran yang identik dengan ’Restoran Keluarga’ ini memberikan kemudahan kepada customer dalam memenuhi menu yang berkualitas, seperti penyediaan sarana meeting di alam terbuka ataupun tertutup, layanan pesan antar/ delivery (0283-3344255), out side cathering untuk berbagai acara, serta memberikan nilai lebih terhadap customer yang berkunjung ke restoran ini dengan banyak surprising. (adv)

CMYK

METROPOLIS

KAMIS, 19 MEI 2011

9

RADAR TEGAL

Ratusan Kapal Nelayan Mangkrak Kuota Solar SPDN Sangat Minim RATUSAN kapal nelayan yang ada di Kota Tegal tak bisa melaut. Ini disebabkan karena keterbatasan kuota pasokan solar di Stasiun Packed Dealer Nelayan (SPDN) Jongor. Pasalnya kalau nelayan nekad membeli solar di SPBU,

RENTAL - Pemilik mobil rental sedang memperlihatkan mobil miliknya.

maka akan berurusan dengan aparat kepolisian. Pengurus Kapal Cantrang, Zahrudin, Rabu (18/5) kemarin mengatakan, untuk bisa mendapat jatah solar di SPDN Jongor harus antri sekitar 5 sampai 7 hari, itupun kadang tak mendapat jatah. Padahal kebutuhan ekonomi ABK tak bisa ditunda, imbasnya saat ini ke hal 15 kol 1

ABIDIN ABROR/RADAR TEGAL

Lika-Liku Bisnis Penyewaan Mobil

UTAMAKAN

NYAMAN DAN AMAN

KIAT utama jasa penyewaan mobil atau rental ditengah menjamurnya usaha sejenis di Kota Tegal, lebih utama adalah bagaimana menjamin kenyamanan dan ke-

amanan kendaraan. Inilah kiat utama dalam bisnis rental mobil. Sebelum mobil itu dipinjamkan perlu pengecekan lebih dulu. Apakah kendaraan yang akan disewakan

kondisinya benar-benar fit ataukah sebaliknya. Selain pentingnya faktor kebersihan kendaraan dan bukan rahasia lagi dimana konsumen dalam menyewa kendaraan.

Sebagian besar, mintanya kendaraan keluaran terbaru. Ditengah persaiangan yang begitu ketat. Karenanya masing-masing rental akan berusaha menampilkan kendaraan terbarunya. Ini dilakukan demi kepuasan dari pada konsumen. Mobil yang banyak M SAEKHUN/RATEG

ke hal 15 kol 5

ANTRI SOLAR - Ratusan pemilik kapal, antri membeli Solar di SPDN Jongor mengunakan dirigen maupun mobil.

PARLEMEN

M SAEKHUN/RATEG

SIAP REKOMENADASI - Sebelum bertemu dengan tim Pemkot, internal Pansus I DPRD Kota Tegal menyiapkan draf rekomendasi.

Poltek HB Gandeng Polinnes

Beasiswa Jadi Kado Indah

PENINGKATAN dan pengembangan senantiasa dilakukan Politeknik Harapan Bersama Tegal. Kali ini, salah satu perguruan tinggi di Kota Tegal ini menggandeng Politeknik Negeri Semarang (Polinnes) dalam semua kegiatan yang ada. Baik bidang akademik maupun kegiatan mahasiswa yang dilaksanakan. Hadir langsung Direktur Polinnes Dr Totok Prasetyo BEng MT menandatangai MoU sekaligus memberikan paparan dan motivasi kepada staf pengajar maupun mahasiswa, Senin (16/5) di kampus setempat.

PERAYAAN hari ulang tahun tak lepas dari kado atau hadiah. Demikian halnya dengan peringatan Dies Natalis Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal ke-13. Beasiswa menjadi kado terindah bagi mahasiswa Akper Pemkot maupun civitas akademika. “Ada 21 beasiswa yang diberikan untuk tahun ini, 6 diantaranya sudah diberikan kepada mahasiswa,” ungkap Hajjah Wari Triasti SKep selaku Direktur Akper Pemkot Tegal. Sepuluh diantaranya diberikan dari Bank Mandiri, dan lima lainnya dari Akper Pemkot Tegal. Lima belas beasiswa akan diserahkan Kamis (19/5) di kampus setempat. Rangkaian kegiatan yang telah

ke hal 15 kol 5

LAELA NURCHAYATI/RATEG

BERSAMA - (Dari kiri) Direktur Polinnes Dr Totok Prasetyo BEng MT, Direktur Poltek HB Tegal Ir Mc Chambali BEng EE, serta Ketua Yayasan Harapan Bersama Tegal Khafdillah duduk bersama usai meninjau kampus Politeknik Harapan Bersama Tegal.

Pansus I Bakal Panggil Tim Pemkot

dilaksanakan diantaranya pertandingan olahraga antar kelas, bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi warga kurang mampu di lingkungan sekitar kampus Akper, donor darah, lomba band antar kelas, dan sebagai puncak acara pentas seni. Selain memperingati hari jadi Akper Pemkot, beragam acara yang dilaksanakan sekaligus untuk mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa dan staf Akper Pemkot Tegal. Selain itu sebagai media hiburan, media penyaluran minat dan bakat mahasiswa serta sebagai wujud kebahagiaan dengan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. ke hal 15 kol 5

14 Proyek 2011 Belum Digarap

UNTUK penyelarasan rekomendasi kerja Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Tegal, terkait kasus lahan eks terminak bus yang saat ini dimanfaatkan untuk bangunan Pacific Mall. Dalam waktu dekat Pansus I bakal memanggil tim pemerintah kota, yang menangani masalah ini. Ditargetkan akhir Mei 2011, rekomendasi Pansus I melalui pimpinan DPRD sudah diserahkan kepada Pemkot. ke hal 15 kol 1

KRIMINAL ADI MULYADI/RATEG

DI CEK - Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya dan jajarannya meninjau sejumlah proyek pembangunan di Kota Tegal, baik yang didanai melalui DAK ataupun APBD II.

EMPAT belas kegiatan proyek pembangunan pada triwulan I tahun 2011 di Kota Tegal tertunda atau belum dikerjakan. Hal ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) proyek yang dilakukan Wali Kota Tegal bersama jajarannya, Rabu (18/5). Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya mengatakan, belum dikerjakannya atau dimulainya kegiatan tersebut lantaran beberapa faktor. Utamanya ke hal 15 kol 1

LAELA NURCHAYATI/RATEG

POTONG TUMPENG - Direktur Akper Pemkot Tegal Hajjah Wari Triasti SKep memotong tumpeng sebagai tanda perayaan Dies Natalis Akper Pemkot Tegal ke-13.

Dari Kegiatan Lomba yang Digelar HARPI Kota Tegal ABIDIN ABROR/RATEG

DIPERIKSA - Dua orang pelaku percobaan pencurian warga Kelurahan Kejambon SO dan NU menjalani pemeriksaan di Polsek Tegal Timur.

Dua Bapak Mencuri untuk Biaya Sekolah Anak KARENA alasan tidak kuat membayar uang sekolah anaknya, dua orang bapak warga Kelurahan Kejambon, Tegal Timur, SO (42) dan NU (42), nekad memasuki rumah Meira Dina AS (33), warga Jalan Sipayung RT 02 RW XII Kelurahan Panggung, Tegal Timur. Namun aksinya tersebut dapat diketahui warga. Dan dari penangkapan ini kedua pelaku, selanjutnya diserahkan ke Polsek Tegal Timur. Kedua pelaku ini dijerat Pasal 363 jo 53 KUHP, tentang percobaan pencurian. ke hal 15 kol 5

CMYK

Puluhan Perias Pengantin Unjuk Kebolehan Sebanyak 90 perias pengantin se Karisidenan Pekalongan unjuk kebolehan, dalam lomba yang dilaksanakan Himpunan Ahli Rias Pengantin (HARPI) Melati Kota Tegal. Bagaimana geliatnya? LAPORAN: M. SAEKHUN SELAIN lomba tata rias pengantin (TRP) Solo Putri pemula, juga dilaksanakan berbagai lomba TRP lainnya dan seminar Tata Rias Jogja Pais Ageng Muslim. Kegiat-

an yang dilaksanakan dalam rangka meramaikan pelantikan kepengurusan Harpi Melati Kota Tegal periode 2011-2015, berlangsung di hall Karlita Hotel International Tegal. Ketua HARPI Melati Kota Tegal, Hajjah Sumiati, didampingi wakil ketua Hajjah Yayuk Agus Suwarno, Rabu (18/5) kemarin mengatakan, HARPI Melati terbentuk di Kota Tegal sejak tahun 19870-an, dan saat ini tetap eksis. Bahkan 60 persen perias pengantin yang ada di Kota Tegal, saat ini telah menjadi anggota HARPI. Sedangkan tujuan pembentukannya, yakni untuk mewadahi para perias pengantin yang ada di Kota Tegal. Sehingga melalui perte-

M SAEKHUN/RATEG

UNJUK KEBOLEHAN - Sejumlah peserta lomba Tata Rias Pengantin, yang dilaksanakan HARPI Melati Kota Tegal unjuk kebolehan didepan dewan juri.

muan rutin yang dilaksanakan, maupun melalui kegiatan bakti sosial antar anggota HARPI bisa tukar pengalaman. “Kami berharap melalui wadah HARPI, para perias pengantin yang ada di Kota Tegal. Utamanya para perias pengantin muda bisa lebih mengembangkan kreatifitasnya, utamanya bisa menyerap pengalaman para perias pengantin yang lebih dulu. Sehingga dalam HARPI kami tidak membedakan antara perias pengantin tua dan muda, tapi lebih pada kebersamaan dan tukas pengalaman dan informasi,” kata Hajjah Yayuk. Menurut Hajjah Yayuk, untuk ke hal 15 kol 5

PEMALANG

10

KAMIS 19 MEI 2011

RADAR TEGAL

TELEPON TELEPON PENTING PENTING PLN UPJ Randudongkal

(0284)

584556

PLN UPJ Comal

(0285)

4475115

PLN UPJ Pemalang

(0284)

322742

Polres

(0284)

321090

Poltas

(0284)

321110

PMI

(0284)

321431

Pemadam Kebakaran

(0284)

322502

Terminal Bus

(0284)

323636

Stasiun Kereta

(0284)

322202

RSUD Dr. M. Ashari

(0284)

321614

RSI Ikhlas

(0284)

322502

RSU Santa Maria

(0284)

321251

PKU Muhammadiyah Comal

(0285)

577104

Kec. Pemalang

321432

Kec. Taman

321021

Kec. Petarukan

321608

PENTOL RAH

Teroris Cirebon Ada Link Jateng Kapolda: Jangan Mudah Terpengaruh Pemahaman Sempit PEMALANG – Irjen Pol Drs Edwar Aritonang MM mengemukakan, dari hasil pengungkapan kasus Cirebon, ternyata ada link dengan beberapa anggota masyarakat di Jawa Tengah. “Sehingga sebagai upaya untuk menciptakan keamanan ini, melalui forum-forum pertemuan perlu kita lakukan. Upaya tersebut antara lain bagaimana kita bisa membentengi masyarakat,” kata Kapolda Jateng saat menjawab pertanyaan wartawan usai memberikan pengarahan dalam acara pertemuan tokoh lintas agama dan ormas serta LSM , di Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (18/5) kemarin. Kapolda lebih lanjut mengatakan, masyarakat hendaknya

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

WAWANCARA - Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Edawar Aritonang MM memberikan penjelasan soal perkembangan penanganan kasus teroris.

jangan mudah dipengaruhi oleh pemahaman-pemahaman sempit, yang justru nantinya dapat

menimbulkan reaksi, dan bisa membahayakan masyarakat atau menciderai anggota ma-

syarakat lainnya. “Kami dengan forum kerukunan umat beragama serta bersama–sama masyarakat akan selalu melakukan sosialiasi kepada masyarakat agar memahami betul keberadaannya sebagai bagian dari NKRI,” ujar dia. Sebagai bagian negara yang berbineka tunggal ika, sebagai negara yang memiliki undangundang dasar dan sebagai negara yang memiliki Pancasila, semua agar terus diingatkan. Sehingga, apabila ada masyarakat yang berpikiran keluar dari itu, maka perlu diajak dan diwaspadai. Disinggung adanya pelaku teroris di Pemalang, pihaknya secara tegas tidak melihat secara khusus, tetapi selaku Kapolda Jawa Tegah bahwa seluruh warga dan wilayah yang ada merupakan tanggungjawabnya dalam menjaga keamanan bersama masyarakat. Hal itu sebagai upaya memelihara keamanan dimana pun mereka berada.

“Memberikan sosialisasi kepada masyakat agar memahami sebagai bagian negara kesatuah RI yang yang harus kita lakukan.” Mengenai banyak mushola dan masjid yang sering dijadikan sebagai tempat peginapan para mujahid itu, menurutnya, tidak ada larangan karena tempat ibadah itu untuk umum. Hanya saja jika ada orang yang datang terus akan melakukan kerusuhan, menghasut anak-anak remaja atau warga yang bertentangan dengan ajaran-ajaran agama atau hukum yang berlaku, itu yang harus diwaspadai bersama dan harus selalu berkoordinasi dengan kepolisian untuk segera menindaklanjutinya. “Kita tidak perlu main hakim sendiri dan tidak perlu melakukan upaya-upaya yang sifatnya radikal. Mari kita bersamasama menjaga kerukunan antar umat beragama agar situasi keamanan tetap terjaga,” tandasnya. (apt)

UPPK Comal Gelar Karnaval

GUNTUR WAHYUDI / RADAR PEMALANG

PANEN - Bawang Merah hasil tanaman para Kyai dalam program LM3.

Kyai Ponpes pun Ikut Panen TAMAN – Sejumlah pondok pesantren penerima bantuan program LM3 (Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat) mulai memetik hasil budidaya bawang. Para kyai pun ikut memanen. “Sebelum panen, para kyai yang tergabung dalam paguyuban sejak mulai menanam melakukan piket di gubug tani seluas 4 meter x 4 meter secara bergantian. Ronda siang malam sesuai dengan jadwal. Tidak hanya itu bagi yang tidak melaksanakan piket dikenai dendalima juta rupiah,” tandas Ketua Paguyuban Ponpes yang menerima bantuan LM3 KH Masyur Mustopa. Perlu diketahui ponpes penerima bantuan program LM3 antaralain Ponpes Al Furqoniyah Darul Muta’alimin Desa Kejambon Kecamatan Taman Pemalang, Ponpes Al Mansyuriyah Dukuh Sumurmunding Desa Tegalsari Barat Kecamatan Ampelgading KH Mansyur Mustopa, Ponpes Ulumul Qur’an Desa Tegalsari Barat - Kecamatan Ampelgading Kyai Maksum HM, Ponpes Al-Islah Desa Kebagusan Kecamatan Ampelgading kyai zen ahmad samsuri, Ponpes Darussalam Desa Tasik Rejo Kecamatan Ulujami Kyai M Sanudin R, Ponpes Nurul Falah Desa Kebandungan Bodeh KH Amin Sholikhin, Ponpes Miss Hadirul Ulum Desa Tasikrejo Ulujami Kyai Chadirin Nur CH, Ponpes An Neshiriyyah Desa Sidorejo - Comal KH Manaf Achmad, MAg. “Agar nantinya panen, para kyai juga ikut bertandang, ikut nyiram tanaman, tidak hanya duduk terpekur. Karena, di pundak kami mengemban amanat program yang nantinya dipertanggungjawabkan,” seru KH Masyur Mustopa yang dibarengi gelak tawa para kyai lain yang hadir dan staf dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang termasuk Ir H Ruhadi MSi Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemalang. Bibit yang ditanam dengan menggunakan bibit bima curut. Karena, berdasarkan pengalaman para petani, bawang bibit tersebut tahan hama. Terbukti dengan hamparan 1,5 hektar tidak ada satu glintirpun terlihat terkena hama. “Rencana pola tata tanam bawang - bawang bawang cabe,” tambah Kyai Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang Tri Pujiati, SIP MSi melalui Ir H Ruhadi, Msi Sekretaris Dinas Pertanian dan kehutanan kepada Radar di tempat yang sama, Senin (16/5) mengatakan, walaupun para Kyai ini bergelut di Pondok Pesantren, ternyata mereka tetap serius dalam menangani program pengembangan LM3 bidang hortikultura. “Saya menyaksikan sendiri di lapangan sampai mereka terperosok got/galeng dalam mengerjakan pertanian bawang layaknya tidak mau kalah dengan petani bawang lainnya. Tentu itu merupakan salah satu usaha yang betul-betul ditekuni oleh mereka, dan sebagai tanggung jawab mereka dalam mengemban amanat. Uang itu juga ada SPJnya,” tandas Ir H Ruhadi, MSi. Untuk diketahui tanaman klaster milik Paguyuban penerima program LM3 itu sebagai pengembangan saja dengan harga yang lebih mahal dari pada panenan awal bulan maret yang lalu. (gtr)

COMAL - Masih dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Unit Pengelola Pendidikan Kecamatan (UPPK) Comal mengelar karnaval tingkat PAUD, TK, SD/MI SLTP dan SLTA belum lama ini. Namun karnaval yang dimulai pukul 13.00 WIB menyebabkan peserta karnaval terutama dari siswa PAUD dan TK banyak yang mengeluh lantaran panasnya terik matahari. Ditambah harus berjalan hampir dua kilometer di atas aspal yang panas. Dengan dikibarkannya bendera start oleh Bupati Pemalang H Junaedi SH MM yang diwakili oleh Camat Comal Abdullatip,SIP di depan kantor UPPK Comal menandai bahwa karnaval telah dimulai. Peserta karnaval berjalan melalui Jalan Gatot Subroto, melewati pasar Comal dan menuju ke Jalan A.Yani dan berakhir didepan Kecamatan Comal. Menurut pantauan Radar, dalam perjalanan sampai ke finis tidak jarang para peserta karnaval terutama anak kecil yang dibopong orang tuan. Sebab, kondisi cuaca yang panas dan ditambah harus berjalan diatas aspal membuat orang tua peserta karnaval menjadi khawatir melanjutkannya. Salah satu orang tua siswa

Anis (35) warga Desa Gandu mengatakan, mestinya kegiatan seperti ini dilakukan menjelang sore. Sebab, peserta yang mengikuti karnaval banyak dilakukan anak kecil. “Tidak seperti sekarang ini, pukul 13.00 sudah harus kumpul. Padahal cuaca sedang panas. Mestinya dilakukan agak sore sekitar pukul 15.00 WIB. Kalau sorean sedikit dan matahari sudah mulai turun masih mending. Mudah-mudahan anak saya kuat meskipun harus menempuh jauh diatas aspal dengan terik matahari yang panas,” katanya kemarin. Kepala UPPK Comal Sri Hartini SIP dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan karnaval dilakukan kali pertama di wilayahnya dan di ikuti oleh siswa sekolah dari mulai PAUD, SD,S LTP dan SLTA. Karnaval dimulai dari depan kantor UPPK dan berakhir di panggung kehormatan depan kecamatan. Kegiatan tersebut dihadiri semua satuan pendidikan dan satuan kerja se-kecamatan Comal. Karnaval berakhir lebih awal dari jadwal sekitar pukul 15.00 WIB. Sebab jalan yang ditempuh tidak terlalu jauh. Acara berjalan meriah karena di depan panggung kehormatan para peserta diberikan kesempatan untuk memperlihatkan kebolehan. (ddm)

DEDI MUHSONI/RADAR PEMALANG

KARNAVAL - Garis depan staf UPPK Comal diiringi Ratusan peserta untuk menyusuri jalan Gatot Subroto dan Jalan A.Yani dalam karnaval.

DEDI MUHSONI/RADAR PEMALANG

KONVEKSI –Haryono (41) pemilik usaha konveksi yang saat ini sedang kebanjiran order.

Tingkatkan Produksi Hingga 60 Persen Usaha Konveksi Mulai Kebanjiran Order PRODUKSI usaha konveksi di sejumlah pelaku usaha di Kecamatan Comal saat ini sudah terlihat ramai. Hal tersebut ditandai dengan membludaknya orderan yang diterima salah satu pengusaha konveksi, Daryono (41) warga Jalan Setikung Desa Sikayu Kecamatan Comal. Dirinya mengaku kebanjiran order sebelum lebaran dan mampu memproduksi 30 lusin per minggu. “Setiap satu minggu sekali kami mengirimkan pakaian jadi ke Jakarta sebanyak 30 lusin. Sebelumnya mereka yang ada di Jakarta terutama pada tempat perbelanjaan Tanah Abang sudah memesannya. Pada setiap konnveksi, biasanya mulai ramai terima order antara 4 bulan sebelum lebaran dan 3

bulan sesudah lebaran,” kata salah satu pelaku usaha konveksi Daryono di rumahnya, Rabu (18/5) kemarin. Meski hari raya Idul Fitri masih empat bulan lagi tetapi para pelaku usaha, khususnya pengusaha konveksi pakaian jadi mulai sibuk mempersiapkan stok pakaian. Sebab, orderan yang datang dan selanjutnya dikirim ke pusat perbelanjaan di Jakarta, produksi yang saat ini ramai lebih banyak pada orderan pembuatan aneka pakaian jadi. Sejumlah pelaku usaha konveksi di wilayah Comal dan Ulujami, rata-rata mengaku sudah meningkatkan produksinya hingga 60 persen untuk memenuhi orderan pedagang pakaian grosiran dan pusat perbelanjaan untuk stok penjualan menjelang hari raya. Untuk memenuhi kebutuhan dalam pelayanan peralatan konveksi, pengusaha konveksi biasanya lebih memilih memin-

jam dari bank melalui dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Daryono juga mengatakan, sebelumnya pengusaha konveksi dipinjami dana talangan sebesar Rp. 5 juta dan harus mengembalikan dalam waktu 12 tahun. Tetapi kalau pengembalian uang tersebut lancar tanpa menunggak, pihak bank akan menambah jumlah pinjaman antara Rp 10-20 juta. “Untuk melayani para pemesan agar tepat waktu, kami harus menyediakan peralatan konveksi seperti mesin jahit, lubang kancing dan mesin obras. Namun semua itu memerlukan biaya besar, dan pinjaman bank merupakan solusi yang saat ini sering dilakukan para pengusaha konveksi,” ucapnya. Dia juga menambahkan, disamping melayani order dari Jakarta, dia juga seringkali menerima pesanan dalam baju seragam dalam partai besar. (ddm)

SLAWI METROPOLIS

KAMIS 19 MEI 2011

11

RADAR TEGAL

Tak Gentar Hadapi Penyegelan Sekolah Minta Pemkab Tanggap

PARLEMEN SaluranSekunderButuhPerbaikan SALURAN sekunder di Desa Wangandawa Kecamatan Talang, butuh berbaikan. Pasalnya, kondisi sebagian besar saluran itu sudah bocor. Bahkan sejak awal pembangunannya hingga kini, belum pernah dilakukan perbaikan. Panjang saluran sekitar 1 Km yang terbentang dari Desa Wangandawa sampai Cangkring keduanya termasuk Kecamatan Talang. “Masyarakat mengeluh karena kondisi saluran sekunder tidak efektif dan kurang perawatan. Karena banyaknya kebocoran pada sisi saluran, maka harus ada perbaikan,” ucap Ketua FPAN yang juga anggota Komisi DOK.RADAR SLAWI II DPRD Kabupaten Tegal. Sahuri Dikatakan Sahuri, sejak dibangunnya saluran sekunder itu, belum pernah mendapat sentuhan perbaikan. Padahal, saluran sekunder itu selain untuk keperluan irigasi juga untuk drinase pembuangan air. Sehingga saat musim hujan, air tidak membanjiri desa tetapi justru bisa termanfaatkan dengan baik oleh petani. Menurut dia, pihaknya sering mendapat keluhan dari warga dan dia menjanjikan menampung aspirasi untuk disampaikan kepada instansi terkait di Pemkab Tegal. Apalagi, luas lahan sawah di wilayahnya cukup luas, jadi sangat pantas untuk minta perbaikan. “Dalam waktu dekat bakal kami usulkan aspirasi masyarakat ini,” ucap Sahuri. Sementara menyikapi kondisi saluran pertanian di Kabupaten Tegal, sebagai anggota Komisi II yang membidangi pertanian pihaknya ingin agar menghadapi musim hujan maupun kemarau, perbaiakan irigasi pertanian harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, sudah dua atau tiga tahun terakhir produksi pertanian Kabupaten Tegal cukup bagus dan mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. “Idealnya infrastruktur kebutuhan petani khususnya saluran irigasi, juga mendapatkan perhatian yang serius pula,” pungkas Sahuri. (gon)

ADIWERNA - Adanya rencana demo damai yang dilakukan pihak ahli waris tanah yang kini digunakan SDN Harjosari Lor 03 Adiwerna, yang menuntut ganti rugi ataupun kompensasi sewa, tidak serta merta membuat pihak sekolah tersebut ciut nyali. Justru, pihak sekolah menilai apa yang hendak dilakukan ahli waris dengan menuntut pihak sekolah untuk membayar ganti rugi dan kompensasi sewa itu, salah alamat. Semestinya, hal itu lebih pas bila ditujukan kepada pemerintah desa selaku kepanjangan tangan Pemkab atau dinas Dikpora. Hal itu dilontarkan Kasek SDN Harjosari Lor 3, Djumadi, yang Rabu (18/5) kemarin sempat menunggu rencana kedatangan massa melakukan aksi demo damai di sekolahnya. “Sebenarnya akar permasalahan soal lahan yang disengketakan untuk bangunan sekolah ini, yang bisa menjawab adalah pemerintahan desa. Jadi otomatis ahli waris seyogyanya menyelesaikan ditingkat pemerintah desa dan bukan pada pihak sekolah. Untuk status tanah yang ditempati sekolah ini, pemerintah desalah yang tahu persis. Dan lurah yang menjabat saat itu, juga masih hidup,” terangnya. Dia mengakui, sempat menerima surat resmi dari ahli waris pemilik hak tanah almarhum Jaswad atas nama Sagim. Dalam surat tersebut, pihak ahli waris menyatakan aset tanah yang kini ditempati sekolah itu adalah milik ayahnya sejak tahun 1975. Luas tanah mencakup ukuran 990 meter persegi. Pihak ahli waris juga meminta kompensasi sewa dengan total kalkulasi yang harus dibayar pihak sekolah senilai Rp 213.000.000. “Dalam surat itu juga ditegaskan jika tuntutan tidak dikabulkan, pihak ahli waris hanya meminta kompensasi sewa tanah senilai Rp 25.000.000,” terangnya. Yang membuat dia sedikit binggung justru mantan lurah ke II dan III yang turut me-

Limbah Kecap Dikeluhkan Warga Ancam Demo KRAMAT - Pabrik kecap yang berada di Jalan Raya Padaharja Km 53 Kecamatan Kramat, belakangan kerap dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, pabrik tersebut kerap mengeluarkan limbah yang berbau tidak sedap. Disinyalir, bau itu berasal dari limbah kecap. Wakil Ketua RT 04 RW 02 Desa Munjung Agung Kecamatan Kramat, Bambang Sutardi, menuturkan, sudah lima hari ini, pabrik kecap mengeluarkan bau menyengat. Meski belum ada warga yang menderita penyakit pernafasan, namun hal itu sudah menganggu aktifitas warga. “Apalagi kalau anginnya dari Selatan, warga kami merasa tidak nyaman. Karena baunya sangat menyengat sekali. Bah-

kan sudah lima hari ini, kami tidak bisa tidur dengan nyenyak,” tuturnya, Rabu (18/5). Lokasi pabrik tersebut, tepat berada di perbatasan antara Desa Padaharja dengan Desa Munjungagung. Namun pabrik masih termasuk dalam wilayah Desa Padaharja. Sementara masyarakat Desa Munjungagung khususnya yang berada di belakang pabrik, justru yang terkena imbasnya. Sedang warga Desa Padaharja, tinggal jauh dari lokasi pabrik. Diakui Bambang, pabrik itu memang sudah lama berdiri. Hanya saja, belakangan ini kerap mengeluarkan bau yang tidak sedap. “Sebelumnya memang tidak pernah mengeluarkan bau yang menyengat seperti ini. Perkiraan saya, ada saluran limbah yang tersumbat atau bocor. Sehingga, pabrik mengeluarkan bau yang tidak sedap,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat setempat, Suko Wartono. Menurutnya, bau tidak sedap dapat dihirup hingga jarak maksimal 2 km. Oleh karena itu, dia berharap agar dari dinas terkait, melakukan teguran ataupun peninjauan secara langsung. Sehingga, bau tidak sedap dapat diantisipasi. “Jika dari dinas tidak ada tindakan, kami akan melakukan demo. Kami tidak ingin, sesuatu hal terjadi. Maka dari itu, tolong dari dinas harus tegas terhadap permasalahan ini,” katanya. Sementara itu, ketika pimpinan pabrik kecap hendak dikonfirmasi, pihaknya tidak ada di tempat. Salah seorang karyawan, Tati, mengatakan, pimpinannya baru saja keluar. “Saya tidak berani memberikan komentar apapun. Biar pimpinan kami saja yang memberikan komentar,” kata Tati. (yer)

nandatangani ajuan tuntutan ahli waris tersebut dan mengakui belum pernah mendapatkan ganti rugi dari pihak sekolah. Hanya mantan lurah I saja yang tidak mau menandatangai surat permohonan dari ahli waris tersebut. Ini yang mengundang tanda tanya besar pengurus sekolah. Rencananya demo damai yang digelar kemarin, akan mengusung tiga tuntutan dimana pihak ahli waris meminta pihak sekolah membongkar gedung yang sudah berdiri dan mengembalikan tanah tersebut kepada yang bersangkutan. Dituntutan kedua, ahli waris tetap mempersilahkan gedung tersebut berdiri dengan catatan ganti rugi segera dibayarkan. Dan dituntutan ketiga, bila tidak dikabulkan pihak ahli waris akan melakukan penyegelan terhadap sekolah tersebut sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Dia mengakui, sesuai Inpres tahun 1979 sekolah tersebut baru berdiri untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun 1980. “Seharusnya pemerintah desa saat itu mengetahui benar status tanah yang akan digunakan untuk mendirikan sekolah,” ujarnya. Terpisah, Kapolres Tegal AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK SH melalui Kapolsek Adiwerna AKP Siti Murbani SH, sempat menyarankan kepada ahli waris untuk mengajukan aspirasi tuntutan secara benar, yakni ke Pemkab. Ini mengingat kapasitas kasek dan guru hanya sebagai tenaga pendidik dan tidak menguasai asal muasal status tanah yang disengketakan sekarang. (her)

M GHONI/RADAR SLAWI

PARIPURNA - Sidang Paripurna dalam rangka hari jadi Kabupaten Tegal ke-410 tahun 2011, dihadiri lengkap oleh Bupati, Wakil Bupati, Muspida dan seluruh pejabat Kabupaten Tegal, serta keluarga keturunan Ki Gede Sebayu.

Wujudkan Etos Gotong Royong Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-410 SIDANG Paripurna DPRD dalam rangka hari jadi Kabupaten Tegal ke-410 tahun 2011, Rabu (18/5) kemarin digelar. Sidang dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Muspida dan seluruh pejabat SKPD lengkap, serta Camat dan Kades se-Kabupaten Tegal. Sidang paripurna hari jadi Kabupaten Tegal ke-410, dimulai setelah kirab pusaka sekaligus serah terima pusaka Kabupaten Tegal, tombak Kyai Plered. Pusaka itu diserahkan dari keluarga besar keturunan Ki Gede Sebayu, melalui Bupati kepada Ketua DPRD setempat. Sebelumnya, pusaka tersebut dikirab dari rumah dinas Bupati menuju gedung DPRD, dengan iringan kereta yang dinaiki Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM dan Wakil Bupati Tegal HM Hery Soelistiyawan SH MHum. Di belakang iringiringan, menyusul iring-iringan dokar yang membawa keluarga

besar Ki Gede Sebayu dan sejumlah pasukan pejalan kaki. Usai prosesi itu, baru dilaksanakan sidang paripurna di ruang sidang DPRD setempat yang dihadiri pejabat lengkap. Peserta sidang yakni sejumlah pejabat dan anggota DPRD, nampak mengenakan pakaian adat Jawa. Mereka mengenakan beskap, lengkap dengan blangkonnya. Kondisi itu, membuat suasana hari jadi terkesan hidmat dan njawani. “Sayang, sidang diawali dengan pembawa acara (pranata cara) yang tidak menggunakan bahasan Jawa, jadi terkesan kurang ngeh jika kita berada di Kabupaten Tegal dengan hari jadinya,” terang seorang PNS Disparbud Pemkab Tegal di ruang sidang. Sidang sendiri setelah pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan penyampaian kegiatan sidang yang dibacakan oleh pimpinan sidang, Rojikin AH SE yang juga Ketua DPRD setempat dengan menggunakan bahasa Jawa Tegalan. Dalam memimpin sidang, Ketua DPRD didampingi Bupati, Wakil Bupati Tegal, dan unsur

pimpinan DPRD yakni A Firdaus Assaerozi SE, Muaris SH, dan Hj Ayu Palaretin SSos MM dr Can. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sekilas sejarah tentang Ki Gede Sebayu dan perjalanannya dalam membangun tlatah Tegal oleh Kepala Disparbud Pemkab Tegal Drs Heru Widiono MSi. Kepala disparbud nampak mengenakan pakian adat Jawa lengkap, dan menyampaikan dengan bahasa Jawa Tegalan. Inti dari penyampaiannya, yaitu seputar kiprah Ki Gede Sebayu dalam membangun Tegal. “Untuk putranya yaitu Raden Honggowono digadang sebagai birokrasi pemerintahan dan putrinya yang dinikahi oleh Pangeran Purbaya, digadang untuk mengelola pendidikan keagamaan dengan mendirikan dan mengelola pesantren,” terang Heru Widiyono. Dikatakan, perjalanan pemerintahan Tegal dimulai sejak tahun 1601 M. Tahun itu, Tegal resmi menjadi sebuah daerah yang memiliki tata pemerintahan dan kegiatan pemerintahan dengan berbagai bentuk dan nuansanya.. (mohammad ghoni)

TEGAL METROPOLIS

KAMIS 19 MEI 2011

15

RADAR TEGAL

Tingkatkan Kreativitas Guru, Oktadika Diluncurkan UPAYA para penggiat pendidikan di Kota Tegal untuk meningkatkan dunia pendidikan tidak main-main. Itu dibuktikan dengan diluncurkannya sebuah jurnal pendidikan bertajuk Oktadika Literasi Gaya Hidup Guru, Rabu (18/5) di Pendopo Balai Kota Tegal. Jurnal pendidikan yang dikemas menyerupai majalah ini di gawangi oleh Haryo Guritno SKom sebagai Pemimpin Umum. Sedang Pemimpin Redaksi dipandegani Drs Daryono MSi, Redaktur Pelaksana Surip Maulana SPd. Sekretaris Redaksi Taufik Purwanto MSi, Penyunting Ahli Prof Dr Rustono MHum. Penyunting Dr Angkatno SH MPd, Rismono MPd, Irawan HG MPd, Dra Sri Wardhani MSi, dan Desai Grafis Hariyanto. Pemimpin Umum Oktadika Literasi Gaya Hidup Guru, Haryo Guritno SKom mengatakan, jurnal pendidikan ini dimaksudkan sebagai wadah para guru dan dosen, serta pemangku kebijakan pendidikan. untuk mengekspresikan diri melalui penulisan kreatif. Itu tidak lepas dari karya ilmiah dan inovatif bagi pengembangan profesi guru dan dosen. “Oktadika Lite-

ADI MULYADI/RATEG

SIMBOLIS - Secara simbolis Pemimpin Umum Oktadika memberikan satu eksemplar terbitan perdana kepada Kabid Pendidikan Menengah Disdik sebagai tanda resminya jurnal pendidikan ini diluncurkan.

rasi Gaya Hidup Guru ini diterbitkan oleh Lembaga Pengkaji dan Pengembangan Pendidikan Bahari Center. Dengan penanggungjawab Prof Dr Tri Jaka Kartana MSi,” katanya disela-sela acara. Dijelaskan, tujuan diterbitkannya media ini untuk meningkatkan pemberdayaan guru dan dosen sebagai elemen pendidik. Meningkatkan pengembangan kreativitas guru

dan dosen dalam upaya membangun komunitas yang memiliki kemampuan penulisan ilmiah dan kreatif. Selain itu, juga menjembatani kretivitas guru dalam pencapaian keberhasilan karir. Sejalan dengan terbitnya Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN nomor 03/V/PB/2010 dan momor 14 tahun 2010. Yang mensyaratkan kenaikan pangkat PNS mulai 2013 dari IIIa ke

IIIb dan tingkat diatasnya secara berjenjang. Harus dibuktikan dengan kompetensi penulisan karya ilmiah. “Diharapkan materi dalam Oktadika akan menjadi literasi dalam gaya hidup para guru dan dosen.” Sementara itu, saat membacakan sambutan Wali Kota Tegal Ikmal Jaya, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Disdi), Sipon Junaedi menuturkan, banyak cara untuk menjadi guru yang berkompetensi dan berkualitas. Berdasarkan Permendiknas nomor 16 tahun 2007, tentang kompetensi guru. Disebutkan, bahwa guru senantiasa harus melakukan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran atau kompetensi pedagogik. “Refleksi ini harus dapat dilakukan guru pada saat kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir. Sehingga siswa nantinya dapat menyerap ilmu dan tanggapan dari hasil pembelajaran,” ujarnya. Bila para guru, lanjutnya, melakukan hal yang sama dengan merefleksikan setiap aktivitasnya. Bahkan diluar proses KBM, kelas, sekolah, akan dapat bermanfaat. Selanjutnya hasil refleksi dikumpulkan dan dituangkan dalam jurnal. (adi)

dari halaman 9 terkendala oleh proses lelang yang gagal dilaksanakan. Dijelaskan Ikmal, gagalnya lelang karena jumlah rekanan yang masuk kurang dari 3, sehingga tidak bisa diproses. Kemudian penawaran yang masuk banyak tetapi tetapi tidak ada yang memenuhi syarat. “Karenanya harus dilakukan lelang ulang. Dan ini secepatnya dilakukan. Begitu lelang gagal lelang ulang segera dibuka melalui LPSE,” katanya disela-sela sidak. Sementara terkait kegiatan yang sudah dikerjakan, lanjut Wali Kota, sejauh ini berjalan tidak lancar. Dari beberapa sempel yang ditinjau proses pengerjaan sesuai yang diharapkan. Bahkan ada beberapa pro-

an yang belum tergarap pada triwulan I ini ada di 6 SKPD. “Ini tertunda karena harus lelang ulang dan beberapa diantaranya masih dalam masa sanggah,” ujarnya. Dijelaskan 6 SKPD tersebut diantaranya, Dinas Pendidikan (Disdik) 5 proyek, DPU 5 kegiatan, dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika 1 kegiatan. Selanjutnya BKD, BP2T, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) masing-masing satu kegiatan. Menurut Cucuk, jumlah kegiatan yang belum dilaksanakan pada triwulan I tahun ini meningkat dibanding dengan tahun 2010 lalu. Tahun sebelumnya pada saat yang sama hanya ada 12 kegiatan yang belum terlaksana. Sedangkan

2011 jumlahnya mencapai 14 proyek. “Namun demikian dari 27 kegiatan yang sudah dikontrakkan, dapat dilakukan efesiensi yang cukup lumayan. Yakni pagu anggaran Rp 9.019.466.000, nilai kontrak Rp 8.392.630.100, selisihnya Rp 626.836.900 atau 6,95 persen. Sementara Hasil Penghitungan Sendiri (HPS) Rp 8.859.531.500, kontrak Rp 8.392.630.100, selisih Rp 466.901.400 atau 5,27 persen. Artinya efesiensinya cukup banyak,” jelas Cucuk. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota dan jajarannya menyambangi proses pembangunan Kantor Kelurahan Mangkukusuman, Rehab kelas di SMPN 1, dan pembuatan sumur bor di Muara reja. (adi)

Ratusan Kapal Nelayan Mangkrak dari halaman 9 kondisi ekonomi ABK cukup memprihatinkan. Kondisi semacam ini tidak bisa dibiarkan terus, pihaknya minta Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Tegal mencarikan solusi atas masalah ini. “Setiap hari SPDN Jongor selalu dipenuhi dengan antrian para pemilik kapal, yang ingin mendapatkan solar. Namun karena keterbatasan kuota, maka banyak pemilik nelayan yang tidak dapat bagian. Padahal kalau beli solar di SPBU umum harus berurusan dengan aparat kepolisian. Sehingga kami minta KUD Karya Mina, Pemkot dan DPRD untuk mencarikan solusi. Kalau memang tidak bisa menambah kuota solar, kami minta ada SPBU yang diperbolehkan untuk pembelian

solar,” kata Zahrudin. Anggota Komisi II DPRD Kota Tegal, Heri Kuntoro mengungkapkan, masalah kekurangan solar di SPDN sudah terjadi beberapa tahun lalu, tapi belum ada solusinya. Sehingga tak sedikit, kapal yang terpaksa tidak bisa melaut. Agar masalah ini tak berlarut-larut, pihaknya minta ada langkah atau solusi kongkrik dari Pemkot. Apakah bentuknya penambahan kuota atau pembangunan SPDN baru, agar nelayan bisa melaut. Tanpa harus ikut antri berhari-hari, itupun belum tentu dapat. “Kami cukup prihatin, banyaknya pemilik kapal yang harus berurusan dengan aparat kepolisian karena nekad membeli di SPBU umum. Bahkan tak sedikit pemilik kapal yang memilih memberikan uang tutup mulut

pada oknum aparat, agar diperbolehkan membeli di SPBU umum. Kalau hal ini diteruskan, maka nelayan yang dikorbankan,” ungkap Heri Kuntoro. Secara terpisah, Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak, menyatakan, kuota solar untuk SPDN Jongor 1.200 ton setiap bulan, itu sudah kuota maksimal dari Pertamina untuk SPDN. Apalagi ini merupakan barang bersubsidi, sehingga yang berwenang pemerintah pusat. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina, dan solusinya pembangunan SPDN baru untuk bisa memenuhi kebutuhan solar. Sesuai data yang ada, kebutuhan solar bersubsidi untuk kapal yang dibawah 30 GT sekitar 18 ribu ton. Sehingga kalau dengan kuota saat ini, masih kurang

sekitar 6 ribu ton untuk setiap bulannya. “Sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan solar nelayan, kami telah mengeluarkan ijin pendirian SPDN pada investor. Namun untuk prosesnya, kami belum tahu. Karena yang berwenang Pertamina, dan kami hanya bersifat mendukung dan mendorong. Agar solar bersubsidi yang dijual di SPDN bisa tepat sasaran, kami juga minta KUD Karya Mina bisa lebih selektif. Karena yang boleh membeli solar bersubsidi hanya Kapal yang dibawah 30 GT,” ujar Ikmal. Sementara itu, Kepala SPDN, KUD Karya Mina dan Dinas Pertanian dan Kelautan (Dislatan) Kota Tegal, saat hendak dikonfirmasi soal kuota solar di SPDN Jongor tidak ada yang mau berkomentar. (hun)

Pansus I Bakal Panggil Tim Pemkot dari halaman 9 Ketua Pansus I DPRD Kota Tegal, Drs HM Nursholeh MMPd, Rabu (16/5) kemarin mengatakan, untuk mengurai masalah kasus lahan eks terminal bus, yang dimanfaatkan untuk bangunan Pacific Mall, pihaknya telah mengundang beberapa unsur terkait dengan masalah ini. Termasuk didalamnya mantan Walikota Tegal, Adi Winarso SSos, mantan kepala BPN Tegal, Herudianto, PT Sritanaya Megatama, PT Intigriya Prima Sakti, PT Bramas Satria. Bagian terakhir, Pansus mencoba mempertemukan semua pihak untuk mencari solusi terbaik. dan hasilnya buntu, karena masing-masing pihak bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing. “Kami tak akan mengambil keputusan, apalagi menyalahkan salah satu pihak. Namun prinsip Pansus hanya mengurai, dan memberikan rekomendasi atas hasil penjelasan dari berbagai pihak untuk disampaikan pada Pemkot. Soal rekomendasi tersebut akan dilaksanakan atau tidak, kami serahkan pada Pemkot sepenuhnya. namun sebelum hasil Pansus dilaporkan pada pimpinan, kami akan memanggil tim Pemkot untuk penyelarasan,”

kata Nursholeh. Dijelaskan Nursholeh, karena kerja Pansus sudah dianggap selesai, karena semua pihak telah diminta penjelasan. langkah selanjutnya, Pansus akan secepatnya melaporkan hasil kerja pada pimpinan. Selanjutnya, pimpinan akan merangkum hasil kerja Pansus menjadi rekomendasi DPRD secara kelembagaan. Sedangkan penyampaikan rekomendasi atas kasus lahan eks terminam bus, akan disampaikan pada Pemkot melalui rapat paripurna. “Kami targetkan akhir bulan Mei 2011, rekomendasi Pansus I atas kasus lahan eks terminal bus disampaikan pada Pemkot. Saat ini kami sedang proses penyusunan, untuk dilaporkan kepada pimpinan DPRD,” kata Nursholeh. Sebelumnya, Wakil Ketua Pansus I DPRD Kota Tegal, H Hadi Sutjipto SH mengatakan, untuk mengurai kasus sengketa tanah eks terminal bus, yang sudah berlarut-larut tak ada kunjung titik temu. Bahkan Pansus sudah menghadirkan PT Intigriya, PT Sritanaya Megatama, PT Bramas Satria, mantan walikota Tegal Adi Winarso SSos, mantan Kepala BPN Kota Tegal Herudianto. Namun belum ada titik temu,

karena masing-masing pihak tetap pada pendiriannya masing-masing. Dijelaskan Sutjipto, terakhir dalam pertemuan terakhir yang dilakukan Pansus I DPRD, Senin (9/5) lalu, pihak-pihak yang bersengketa belum menemukan kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pasalnya, Direktur PT Bamas Satria, Made Widiana melalui kuasa hukumnya, Aris Munadi SH menolak usulan gantirugi lahan sengketa seluas 400 meterpersegi yang disampaikan Direktur PT Inti Griya Prima Sakti, Gatot Iswata. Dalam kesempatan itu, kuasa hukum PT Bamas Satria, Aris Munadi mengatakan, alasan penolakan karena dasar gantirugi yang ditawarkan oleh Gatot mengacu kepada nilai jual obyek pajak (NJOP) kawasan Jalan Jalak, Kota Tegal, yakni sebesar Rp 702.000/meterpersegi. Sementara, dari pihaknya lebih menginginkan penggantian lahan dengan cara barter atau tukar guling dengan lahan milik PT Sri Tanaya Magatama yang berada di Purwokerto. Sementara dari pihak PT Sri Tanaya Megatama yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Hendra menilai, tawaran tukar guling itu bukanlah sebagai ben-

dari halaman 9 Direktur Poltek Harapan Bersama Tegal, Ir Mc Chambali BEng EE menuturkan, kerjasama ini sebagai salah satu bentuk peningkatan kualitas. Bagusnya input dengan banyaknya jumlah mahasiswa yang ada, maka outputnya pun harus lebih bagus pula. Yaitu mampu bersaing dengan Perguruan Tinggi yang lain. Sementara, Totok mengakui Poltek HB Tegal sudah cukup

bagus. Interaksi antar program studi sudah bagus. “Poltek HB mengawali adanya Kebidanan dan Farmasi masuk dalam Politeknik,” ungkapnya. Ini merupakan kali pertamanya di Jawa Tengah, pendidikan vokasional bidang kesehatan tersebut masuk menjadi satu dengan prodi lainnya. Terlebih image masyarakat masih sedikit terbatas akan Politeknik. Padahal, tidak adanya bedanya Poltek dengan perguruan tinggi semacam universitas. Hanya saja,

disini memang lebih difokuskan pada skill atau hands of praktek. Totok berharap Polatek HB bisa menjadi yang terbesar di Pantura. Sehingga potensi yang ada di daerah lebih dioptimalkan lagi. Disisi lain, tidak hanya D1, D2 atau D3 saja yang ada disini. Namun, bisa membuka setingkat Sarjana terapan hingga Magister science terapan. “RUU Pendidikan sedang digodog, mudah-mudahan secepatnya menjadi UU sehingga bisa dilaksanakan.” (ela)

Beasiswa Jadi Kado Indah dari halaman 9 Tahun kedepan, lanjut Wari, diharapkan semua mahasiswa bisa lebih berprestasi dengan meningkatkan belajar. Semangat dengan beragam kegiatan, setidaknya juga dilakukan keti-

ka belajar. Selain itu, lulusan Akper Pemkot juga diharapkan bisa diterima dengan baik di lapangan pekerjaan. “Staf pengajar juga bisa lebih profesional, loyal dan berdedikasi untuk kedepannya,” pungkasnya. Acara yang dihadiri sejumlah

tamu undangan dan mahasiswa ini dimeriahkan dengan tampilan dan aksi mahasiswa. Seperti tari tradisional, band, menyanyi dan sebagainya. Dies Natalis ini ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diarak dua orang penari. (ela)

Dua Bapak Mencuri untuk Biaya ... dari halaman 9 Dari informasi yang berhasil dihimpun aksi tersebut dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (18/5). Setelah mengamati daerah sekitar, dan dirasa aman kedua pelaku memasuki rumah korban. Kedua pelaku ini masuk rumah korban dengan cara melompati pagar tembok. Dan dengan peralatan besi dan tang, kedua pelaku ini kemudian nekad mencongkel kaca nako jendela.

Naas aksinya ini ternyata diketahui warga setempat, yang langsung menangkapnya. Penangkapan ini langsung dilaporkan ke Polsek Tegal Timur, yang ditindaklanjuti dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, kedua pelaku berikut barang bukti berupa tang dan besi dibawa ke Mapolsek Tegal Timur. Dan akibat perbuatannya kedua pelaku harus mendekam di sel tahanan.

Saat ditanyakan alasan mencuri seperti dikatakan pelaku SO dan NU, karena anak-anaknya memerlukan biaya sekolah. Apalagi salah satu anaknya duduk dikelas 3, di salah satu SMA. “Anak saya perlu biaya sekolah,” kata SO, saat menjalani pemeriksaan di Polsek Tegal Timur, kemarin. Kapolresta Tegal Kota AKBP Haryadi SIK MSi, melalui Kapolsek Tegal Timur Kompol Teguh Riyanto SE membenarkan kejadian tersebut. (din)

Utamakan Nyaman dan Aman

14 Proyek 2011 Belum Digarap yek yang melebihi target yang ditentukan. Contohnya, proyek pembuatan Sumur Bor di Muarareja. Target yang direncanakan pada adalah 4,73 persen. Namun realisasinya saat ini sudah mencapai 22 persen lebih. Jadi pengerjaan melebihi target sekitar 18 persen. Demikian pula proses pembangunan Kelurahan Mangkukusuman. Target rencananya 12 persen. Tetapi realisasinya sudah mencapai 19 persen, dengan demikian melebihi target 7 persen. Diharapkan semua kegiatan ini berjalan sesuai ketentuan. Baik itu kualitasnya atau administrasinya. Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota tegal, Cucuk Daryanto menambahkan, 14 kegiat-

Poltek HB Gandeng Polinnes

tuk solusi yang baik. Sebab, PT Sri Tanaya Megatama sama sekali tidak memiliki lahan di Purwokerto. Adapun lahan yang dimaksud sebagai milik PT Sri Tanaya Megatama sebenarnya adalah milik PT Sri Ratu, yang berbeda manajemen dengan PT Sri Tanaya Megatama. “Karena itu, tukar guling yang diminta sangat tidak mungkin dilakukan untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Sutjipto pada wartawan. Ditegaskan Sutjipto, dari hasil pertemuan selama ini ada dua hal yang belum diselesaikan. Yakni, belum diserahkannya tiga bidang tanah seluas 400 meterpersegi sebagai modal kerja sama dengan Pemkot dan membangun melebihi hak guna bangunan (HGB) dan ijin mendirikan bangunan (IMB) yang diberikan. “Kami sangat berharap Walikota Tegal bisa hadir memenuhi undangan Pansus, karena kami akan menanyakan langkah yang akan ditempuh Pemkot selanjutnya. Selain itu, dalam upaya menyelesaikan kasus ini kami juga menghimbau kepada PT Bamas Satria dan PT Sri Tanaya Megatama untuk bisa melakukan langkah win-win solusion,” tegasnya. (hun)

dari halaman 9 disewa konsumen, seperti diakui pemilik Moza Rencar, M Huda Syafrizal, kendaraan keluaran terbaru seperti jenis Inova dan Xenia. Sebagai alasan selain irit, dari tampilan juga lebih bagus. Apalagi kendaraan ini merupakan tampilan terbaru. Karenanya, tidak heran peminatnya termasuk tinggi. Pada musim liburan sekolah, atau saat pendaftaraan siswa baru penyewaan kendaraan ditempatnya lumayan tinggi. Lebih-lebih malam Minggu dan saat lebaran. Dengan jumlah armada hingga 8 unit, sehingga kadang sampai kewalahan menerima permintaan. Mengelola jasa rental menurut alumnus pendidikan Ikhsaniyah Tegal, tidak selamanya berjalan mulus. Seperti hidup itu sendiri ada suka dan dukanya. Sukanya kalau kendaraannya banyak yang menyewa. Baik sewa harian, mingguan, maupun sewa bulanan. Seluruh armada tak satupun parkir di rumah. Semua meluncur dijalan. Sedangkan dukanya, hampir sebagian besar dialami mereka para pemilik rental. Mobil yang saat keluar garasi keadaannya mulus. Tidak ada

cacat, namun saat dikembalikan tanpa diketahui pada bodi kendaraan mengalami lecet. Belum karena tabrakan di jalan. Atau gesekan dengan kendaraan lain. Duka lain kendaraan dibawa lari, digelapkan dan bahkan ada yang nekad menggadaikan. Terbaru yang baru dialami kendaraannya disewa hingga 20 hari. Dari janji pinjam selama 2 hari, ternyata molor sampai 20 hari lamanya. Berbagai upaya telah dilakukan. Baik melalui telpon maupun meminta bantuan orang lain. Namun sang peminjam yang notabene pensiunan PNS, warga Desa Limbangan, Kecamatan Brebes, setiap kali dihubungi lewat handphone menolak mengangkat. Terakhir mengatakan kalau dirinya sedang berada di Bogor. Khawatir dengan kendaraan miliknya, sehingga ia memutuskan melaporkan pada polisi. Setelah dilaporkan, penyewa bandel ini akhirnya berhasil diamankan polisi berikut mobil Innova. Dan akibat perbuatannya, pensiunan ini akhirnya mendekam di sel tahanan Polresta Tegal Kota. Sedangkan uang sewa yang belum dibayar mencapai sebesar Rp 12 juta. “Dukanya ya

seperti ini, dan para pemilik rental saya rasa pernah mengalami hal seperti ini. Sedangkan yang banyak terjadi konsumen tidak membayar,” kata Rizal, saat ditemui dirumahnya, Jalan Cendrawasih 104, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan. Belum lagi konsumen yang tak mau membayar uang sewa. Bahkan ini yang kerap terjadi. Setelah pinjam tak mau bayar uang sewa. Sebagai alasan karena merasa sudah kenal. Selama tiga tahun bergelut dalam bisnis rental mobil diakui banyak pengalaman yang diperoleh. Baik pengalaman suka dan maupun duka. Sebelum terjun dalam jasa penyewaan, pria dengan dua anak ini lebih dulu kerja di bidang farmasi. Selama bekerja di farmasi ia kerap kali menyewa mobil, sehingga dari situ timbul keinginan membuka usaha penyewaan kendaraan. Keinginan tersebut akhinya terlaksana. Selepasnya bekerja di farmasi langsung buka usaha rental. Sebagai tahap awal dengan 1 kendaraan, dan karena semangatnya sehingga jumlah kendaraannya terus bertambah. Dari satu tambah menjadi dua, tiga, dan seterusnya. (abidin abror)

Puluhan Perias Pengantin Unjuk ... dari halaman 9 meramaikan pelantikan HARPI melati Kota Tegal periode 20112015, pihaknya sengaja menggandeng para perias pengantin se Karisidenan Pekalaongan untuk menampilkan hasil karyanya. Sedangkan TRP yang dilombakan, antara lain TRP

Solo Putri pemula, ini dilaksanakan untuk menampung kreatifitas perias pengantin muda. Selanjut TRP Solo Putri Modifikasi, TRP Muslim, TRP Modifikasi, dan TRP gaun panjang. Sedangkan untuk lebih memperkaya ketrampilan para perias, pihaknya sengaja menggelar seminar Tata Rias Jogja Pais

Ageng Muslim. “Melalui ajang lomba rias pengantin dan seminar ini, kami berharap bisa menjadikan para perias pengantin yang ada di Karisidenan Pekalongan. Utamanya yang ada di Kota Tegal bisa lebih profesional, dalam melaksanakan tugasnya,” ungkapnya. (*)

HATI-HATI SERING KECING DI MALAM HARI!!! Apakah Anda sering kencing di malam hari? Berhati-hatilah… bisa jadi itu gejala awal diabetes. Mengapa demikian? Hal itu terjadi ketika kadar gula melebihi ambang ginjal yang mengakibatkan glukosa dalam urin menarik air sehingga urin menjadi banyak. Pengalaman R. Bambang Luhur Pambudi, seorang konsultan perbankan yang telah menderita diabetes atau yang dikenal sebagai “ibu segala penyakit” karena potensinya mengundang penyakit berbahaya lainnya seperti ginjal, hipertensi, jantung, impotensi, kebutaan, dll patut Anda simak. Diabetes adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif atau resistensi reseptor insulin. Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. “Kalau kadar gula darah sudah tinggi, saya jadi sering kencing, terutama ketika malam, bahkan bisa mencapai 10 kali, jadinya benar-benar mengganggu… ” Cerita pria yang akrab disapa-Buditersebut. Ia menduga, faktor keturunan sebagai penyebab dirinya menderita diabetes. Untunglah sekitar 6 bulan yang lalu ia mulai tertarik mencoba Gentong Mas. Setelah minum dengan teratur, Budi pun merasakan manfaatnya, “Gentong Mas memang solusi yang tepat untuk

mengatasi diabetes. Kadar gula darah saya yang tadinya mencapai 504mg/dL sekarang sudah normal, tubuh jadi tidak mudah lelah, bangun tidur terasa lebih segar, dan sudah jarang ke belakang.” Jelas pria berusia 48 tahun itu dengan gembira.

Karena telah merasakan manfaatnya, ia berujar, “Mudahmudahan pengalaman saya yang mendapatkan kesehatan dengan cara yang alami ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Pungkas warga Demak, Jawa Tengah tersebut. Gentong Mas adalah minuman kesehatan herbal alami dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti manfaatnya bagi penderita dari berbagai penyakit, termasuk diabetes. Habbatussauda dalam Gentong

Mas dipercaya dapat meningkatkan fungsi insulin dan mengurangi resistensi reseptor insulin, sedangkan Gula Aren berperan dalam optimalisasi kerja reseptor insulin. Gentong Mas juga mengandung Chromium yang efektif memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin sehingga meringankan kerja pankreas. Selain itu, indeks glisemik dalam Gentong Mas yang sangat aman bagi kesehatan yaitu hanya 35 (aman jika indeks glisemik dibawah 50), mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil maksimal, disarankan untuk mengatur pola makan, olahraga, pengaturan berat badan seideal mungkin, diet rendah lemak, kontrol stress, dan menghindari rokok serta alkohol. Dengan aturan penggunaan yang tepat, manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentong mas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: Tegal:081990879809, Brebes:081225099282, Pekalongan: 028 -58175543. Depkes:P-IRT:812.3205.01.114.

CMYK

RADAR BREBES

KAMIS, 19 MEI 2011

16

Pemkab Mediasi Bina Marga dan Perhutani Terkait Penanganan Ciregol

PEMERINTAHAN Rangkap Tiga Jabatan Sekaligus BREBES - Ir Heru Pratisto merangkap tiga jabatan strategis di Pemkab Brebes secara sekaligus. Selain menjabat Asisten II Sekda dan Plt Sekda, Heru kini juga diamanati menjadi Bupati Brebes sementara (Plh). “Paling tidak saat jenazah saya nanti akan dikebumikan, jabatan saya sebagai Bupati juga disebut walau hanya Plh,” kelakar Heru saat ditemui, DOK.RATEG Rabu (18/5). Dia menuturkan, Ir Heru Pratisto hari pertama menjadi Plh Bupati Brebes biasa-biasa saja, karena jabatan Plt bukan barang baru baginya. Sesuai dengan intrsuksi Bupati, dirinya meminta jajaran Pemkab Brebes untuk menjaga kondusivitas dan tetap mengutamakan pelayanan publik dengan baik. Begitu juga, kegiatan-kegiatan rutin maupun agenda yang telah dirancang untuk dilaksanakan seperti biasa. “Satu lagi, pejabat SKPD jangan tinggalkan ruang kantor jika tidak ada kepentingan mendesak. Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan,” tandasnya. Lebih lanjut dikatakan, secara persis Heru mengaku tidak tahu mengapa diberi kepercayaan untuk menjabat Plt Sekda dan maupun Plh Bupati. “Mungkin saya yang paling senior. Selain itu, jabatan Sekda dan Bupati itu dekat dan saya ini mungkin spesialis Plt, Plh. Tapi jujur saja, jabatan saya banyak toh tunjangannya tetap dari jabatan definitif Asisten II. Kalau Plt itu kan Pejabat Langka Tunjangane,” guraunya lagi. (ism)

BREBES - Pemkab Brebes akhirnya berinisiatif untuk memediasi komunikasi pihak-pihak dalam upaya menangani jalur Ciregol. Sesuai rencana itu dilakukan Kamis (19/5) hari di lokasi amblasnya jalan penghubung antar kota itu. “Besok kami akan mediasi Satker PU Pusat, Bina Marga dan Adm Perhutani Balapulang untuk komunikasi dan mencari titik temu kelanjutan perbaikan jalur Ciregol,” tutur Asisten 1 Sekda Brebes Drs HM Supriyono, Rabu (18/5). Dia menuturkan, hingga saat ini kelanjutan nasib perbaikan Ciregol agak terkendala di masing-masing pihak. Upaya pengeprasan yang direkomendasikan Satker dan Bina Marga, sejauh ini belum mendapat izin dari Menteri Kehutanan karena kurang persyaratan teknis administratif. “Kalau menunggu izin pengeprasan dari Menhut akan banyak makan waktu, sementara kondisi jalur itu sudah sangat mendesak. Semoga dengan komunikasi pihak-pihak terkait akan ada titik temu yang baik,” ujarnya. Menurut Supriyono, penanganan darurat Ciregol rencananya akan lebih difleksibelkan. Artinya, tidak ada pengeprasan lahan hutan atau relokasi jalur karena membutuhkan proses yang panjang. “Kalau wacana sekarang yang dikepras itu tebing-tebingnya saja untuk mengurangi kelokan dan tanjakan agar manuver kendaraan bisa lebih mudah,” kata dia. Solusi ini, lanjutnya, bersifat sementara dan tidak permanen. Sebab, untuk melakukan pengeprasan hutan atau relokasi perlu uji kelayakan dan pendalaman penelitian agar tidak mubazir. “Prosesnya pasti lama, sehingga ini penanganan sementara sambil menunggu kajian terkait opsiopsi yang ada,” pungkasnya. (ism)

DOK/RADAR BREBES

AMBLAS - Untuk kesekian kalinya, jalur Ciregol amblas, dan hingga saat ini belum ada solusi yang cepat dan tepat.

Pembangunan Bendung Ditunggu Warga

INFRASTRUKTUR Taraban-Pakujati Belum Diperbaiki PAGUYANGAN - Ruas jalan sepanjang 2,3 kilometer yang menghubungkan Desa Taraban dengan Desa Pakujati, Kecamatan Paguyangan saat ini rusak dan berlubang. Keadaan tersebut jelas sangat mengganggu para pengguna jalan yang setiap harinya melintas. Kerusakan terlihat mulai dari pertigaan Desa Taraban selepas pasar Grengseng hingga Desa Pakujati. Selain itu juga terdapat lubang akibat amblasnya badan jalan yang di bawahnya terdapat saluran air. Desa Pakujati sendiri dikenal sebagai sentra ternak ayam petelur, hampir seluruh peternak memanfaatkan jalur tersebut untuk mendistribusikan hasilnya. Namun dengan alasan jalan berlubang saat ini peternak lebih memilih melalui jalur Pakujati-Paguyangan. “Alasan mereka takut telurnya rusak, sehingga akhirnya lebih memilih menggunakan jalur utama,” kata Mahmud. Kades Pakujati Hj siti Aminah mengatakan pihaknya telah mengupayakan perbaikan kerusakan. “Terakhir mendapat perbaikan pada pertengahan tahun 2007 lalu,” jelasnya. (pri)

TEGUH SUPRIYANTO/RADAR BREBES

MEMBAHAYAKAN - Sebuah lubang dalam yang berada di ruas jalan Taraban-Pakujati sangat membahayakan penggunanya.

AGUS WIBOWO/RADAR BREBES

TENGAH DIGARAP - Gedung DPRD BRebes sudah mulai digarap meski ada pihak yang mensomasi Pemkab Brebes dan Sekwan.

Pemkab dan DPRD Disomasi Proyek Gedung DPRD BREBES - Proyek pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Brebes yang sudah mulai digarap rupanya menuai masalah. Pemkab Brebes dan Sekwan disomasi oleh perusahaan yang sebelumnya pernah dijanjikan atau mendapatkan MoU terkait penggarapan pondasi dengan KSL. Sekretaris DPRD Kabupaten Brebes Sri Teguh Pambudi saat dikonfirmasi Radar Rabu (18/5) mengatakan, masalah somasi tersebut tengah dicari solusinya. “Demikian dengan pekerjaan pembangunan gedung DPRD yang kini sudah mulai berjalan,” katanya. Menurutnya, adanya kabar apakah dulu ada pihak yang pernah ikut mendapatkan fee ataupun yang lain terkait kontrak itu, pihaknya juga tidak tahu. Namun yang jelas, saat ini pihaknya tengah fokus agar pekerjaan yang kini tengah digarap bisa berjalan dengan kondusif dan lancar. “Kami juga kini tetap mencari solusi bagaimana menghadapi somasi tersebut,”

Pembonceng Motor Tewas Mengenaskan BREBES - Jalur pantura Brebes kembali telah korban. Kali ini Sopiyah (60), warga Margadana Kota Tegal, yang tewas terlindas mobil saat jatuh di skitar alun-alun Brebes Selasa (17/5). Dia jatuh saat membonceng anaknya dengan sepeda motor, tiba-tiba kendaraanya menyenggol kendaraan lain hingga terjatuh. Akibat kejadian ini, korban tewas mengenaskan lantaran kepalanya terlindas oleh truk. Diperoleh informasi, kejadian lakalantas ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Bermula korban bersama dengan anaknya, Ari (30) menggunakan sepeda motor Honda Supra G 6417 PR melintas di jalan Pangeran Diponegoro Brebes atau sekitar

CMYK

alun-alun yang tengah padat. Namun demikian, informasi yang ada, meski sejumlah kendaraan tengah merayap, Ari pengemudi motor itu melajukan kendaraanya dengan cukup kencang di tengah sejumlah kendaraan yang terus padat. Namun sial, saat melaju kencang, diduga motor yang dikendarai oleh Ari menabrak mobil yang berada di depannya. Hingga akhirnya sepeda motor yang digunakan oleh ibu anak tersebut terjatuh. Sialnya, Sopiyah yang membonceng anaknya tepat dilindas truk. Sedangkan anaknya, Ari berhasil selamat. “Kami juga kaget saat ada yang menabrak mobil saya yang langsung terjatuh dan terlindas,” kata Lukman. (gus)

ucapnya singkat. Sementara Ketua DPRD Dr H Illa Amin SH MMPd menanggapi hal tersebut mengaku tidak tahu menahu. Karena sampai dengan saat ini dirinya juga tidak pernah mengetahui proses lelangnya. “Yang saya tahu, yang mendapatkan somasi adalah Pemkab Brebes Cq Sekretaris DPRD,” katanya. Ditambahkan bahwa mengenai apakah dalam proyek ini menggunakan KSL atau tidak, sepengetahuannya bukan masalah ketakutan seperti kasus proyek KPT. Namun memang kondisi tanah di lingkungan DPRD berbeda atau dalam keadaan normal (stabil-red) bila dibandingkan dengan lokasi di proyek KPT. “Jadi penilaian kami kalau pondasi KSL itu lebih mahal dari pondasi biasa. Sedangkan tanah di lingkungan DPRD lebih stabil dibandingkan di lingkungan proyek KPT. Jadi pondasi apa saja di sini (DPRD-red) bisa semua. Karenanya alangkah baiknya menggunakan pondasi yang harganya lebih murah,” ungkapnya. (gus)

SIRAMPOG - Warga di tiga desa yakni di Desa Plompong Kecamatan Sirampog, Desa Adisana Kecamatan Bumiayu dan Desa Cilibur Kecamatan Paguyangan, menantikan terwujudnya bendung Jeruk yang berada di Dukuh Legok Kenang Desa Plompong, Kecamatan Sirampog. Sebagai wujud dukungannya, mereka bersedia membantu secara swadaya apapun yang diperlukan demi terlaksananya pembangunan bendung tersebut. Rencana pembangunan bendung Jeruk berlokasi di Dukuh Legok Cenang, sebagai perbatasan antara Desa Plompong dengan Desa Sridadi, berada di cekungan di antara pegunungan. Mawardi (42) seorang petani di Desa Plompong mengatakan, dia bersama petani

lainnya sangat mengharapkan bendung Jeruk itu dibangun secepatnya. Sebab, proyek bendungan itu satu-satunya jalan untuk mengakhiri penderitaan warga petani yang setiap tahunnya selalu kesulitan air. “Jika bendungan jadi dibangun, manfaatnya tak hanya dirasakan warga Desa Plompong, melainkan Adisana dan juga Cilibur,” kata Mawardi. Disadari begitu besar manfaatnya, sehingga masyarakat petani sudah tak sabar lagi ingin melihat pembangunan sarana pengairan itu secepatnya. Apalagi hampir sebagian besar sawah di Desa Plompong ini, selalu kesulitan air di kala musim kemarau. “Kalau dulu bisa panen padi setahun tiga kali, sekarang bisa dua kali saja sudah untung,

dengan kondisi susah air begini,” ujarnya. Kades Plompong Ihya Ulumudin SPdi mewakili masyarakat mendukung dibangunnya bendung Jeruk itu. Diharapkan bendungan itu dapat segera terealisasi, sebab pengukuran debit air, maupun lokasi bendung sudah dilakukan oleh petugas pengairan Pemali hulu belum lama ini. “Kami siap untuk membantu pembangunan secara swadaya,” ungkapnya. Di tempat terpisah, Kades Adisana Komarudin SPd mengatakan warga Adisana pun berpendapat sama sepakat akan mendukung dibangunnya bendung Jeruk itu. “Kami sangat mendukung, sebab keberadaannya juga sangat membantu pengairan areal pertanian diwilayah kami,” ujarnya. (pri)


Radar Tegal 19 Mei 2011